P. 1
Acara Natal SMK HKBP 2 Sipoholons

Acara Natal SMK HKBP 2 Sipoholons

|Views: 5,142|Likes:
Published by Chompey Sibarani

More info:

Published by: Chompey Sibarani on Dec 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2015

pdf

text

original

SMK Swasta HKBP 2 Sipoholon

Thema :

Memulihkan wajah kehidupan
Yesaya 52 : 7-10

Sub Thema : Dengan Perayaan Natal kiranya dapat memulihkan kehidupan baru yang tulus

Sabtu, 17 Desember 2011
Pukul 19.00 WIB

I.

PERSIAPAN NATAL P1 Selamat hari Natal kepada Bapak dan Ibu Guru, rekan-rekan siswa, Orangtua kami yang tercinta, juga kepada para undangan dan hadirin sekalian pada acara puncak Perayaan Natal Keluarga Besar SMK Swasta HKBP 2 Sipoholon Tahun 2011 yang bertempat di HKBP Situmeang Hasundutan P2 Kiranya Tuhan Yesus Kristus hadir ditempat ini dan menyaksikan pujian persembahan kepada Nya P1 Terimakasih kami ucapkan kepada Majelis dan juga anggota Jemaat yang telah memberikan izin kepada kami untuk merayakan Natal di tempat ini. Juga terimakasih kepada para undangan dan hadirin sekalian yang telah berkenan meluangkan waktu mengikuti kebaktian Natal ini P2 Untuk itu, marilah kita mulai kebaktian ini dengan Ucapan Syukur seraya memohon agar Roh Kudus berkenan hadir dihati kita masing-masing (berdoa didalam hati sambil diiringi musik/song leader “Kubawa Hidupku S’krang) II. BARISAN PROSESI (Barisan Koor Inti maju ke depan dan menyanyikan lagu mengiringi barisan Prosesi) 1. Pengkhotbah 2. YP. HKBP Wilayah Tap. Utara 3. Kepala Sekolah 4. Ketua Panitia Natal 5. Ketua OSIS 6. Guru/Pegawai (Keluarga Besar SMK Swasta HKBP 2 Sipoholon) 7. Parhalado HKBP Situmeang Hasundutan 8. Mewakili Orang Tua 9. Mewakili Undangan III. Liturgi dan VOTUM 1. Bernyanyi KJ No. 18 : 1-2 “Allah hadir bagi Kita” 1) Allah hadir bagi kita dan hendak memb’ri berkat, melimpahkan kuasa RohNya bagai hujan yang lebat. Dengan Roh Kudus, ya Tuhan, umatMu berkatilah! Baharui hati kami; o, curahkan kurnia. ----------------------------------------- jemaat berdiri---------------------------------------------

Allah hadir, sungguh hadir di jemaatNya yang kudus; biar kasih kurniaNya meyegarkan kita t’rus. Dengan Roh Kudus, ya Tuhan, umatMu berkatilah! Baharui hati kami; o, curahkan kurnia. 2. Votum-Introitus-Doa P Di dalam nama Allah Bapa dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi. J AMIN P Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran J Terpujilah Tuhan sumber dari segala berkat dan karunia P Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. J Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi! P Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatanperbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa. Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi! Haleluya. J (menyanyikan) Haleluya…Haleluya…Haleluya P Marilah kita berdoa, Ya Bapa Tuhan kami, TUHAN semesta alam. Kami puji namaMu yang kudus, karena Engkau telah melihat kami umatMu. Engkau menuntun kami dari ke gelapan kepada terang, yang dahulu jauh dariMu kini menjadi satu dengan Engkau. Kami bersukacita karena kasihMu kepada kami. Ya Tuhan, terimalah pujian syukur yang kami haturkan di dalam AnakMu, Yesus Kristus. Amin. ----------------------------------------- jemaat duduk--------------------------------------------3. Bernyanyi KJ.8:1 “Bagimu Tuhan nyanyianku”

2)

BagiMu Tuhan Nyanyianku Karna setaraMu siapakah? Hendak ku puji Kau selalu Padaku Roh Kudus b'rikanlah Supaya dalam Kristus Putramu Kidungku berkenan kepadaMu 4. Liturgi I “Penciptaan” (iringan KJ 64:1- “Bila Kulihat Bintang Gemerlapan”) Prolog : Kesempurnaan dan keindahan ciptaan Allah adalah sumber sukacita dan kekaguman tiada tara. Alam Raya beserta seluruh isinya. Terpujilah Tuhan Allah Pencipta. a. Matahari telah terbit, tanda sebuah kehidupan yang akan dimulai. Setiap hari akan membuahkan hikmat. Sampai malam tiba, matahari akan berganti dengan bulan, maka hari akan berlalu, hikmat akan tinggal. Langit dan cakrawala saling berhias diri, semua menyatakan keindahan kepada bumi. b. Udara adalah satu hal yang sangat berharga kepada manusia. Lihatlah rantai kehidupan yang diciptakan Allah, polusi, dinetralkan oleh tumbuh-tumbuhan dan kembali menghasilkan O2 yang dibutuhkan oleh manusia, manusia merawat tumbuh-tumbuhan sehingga pohon-pohon menjadi eksis dalam ruang lingkup alam. c. Hewan juga tidak ketinggalan. Hewan menghiasi alam raya dengan karyanya. Ia ada bukan sebagai pelengkap, namun ia ada sebagai salah satu kebutuhan bumi. Rantai kehidupan itu menjadi lengkap dan menyambung kembali menciptakan sebuah lingkaran yang tidak dapat dipisahkan. Sungguh indah, damai dan tentram menyelimuti bumi, sehingga kedinginan kasih tidak pernah tercipta. Semua menjadi hidup di dalam kehangatan Allah d. Darat tempat berpijak, agar manusia, pohon dan hewan memiliki tempat untuk meletakkan kepalanya. Tidak ada yang kurang, semua menjadi baik. Tanah menjadi saksi setiap peristiwa yang terjadi di bumi. Laut yang biru rumah sang ikan bertakhta menjadi hidup yang dipagari oleh darat dan tanah. Ikan akan menari ditengah gemerinciknya air bening. Ribuan pulau-pulau menjembatani antara darat dengan darat. e. Bukalah matamu, lihatlah keindahan di sekelilingmu, gunung-gunung yang berdiri kokoh, bukit-bukit yang menggelombang, lembah-lembah yang

1)

menghampar luas, bulan perak dan bintang gemerlapan bagaikan karpet permadani dengan kilauan indah dan mempesona bak canvas bagi kreasi tangan Allah, Selidikilah gerak kehidupan di sekelilingmu, kagumilah rona hijau berhiaskan ribuan warna , lukiskan kekayaan hayati pemberian Yang Maha Tinggi f. Jemaat : Hatiku bersukacita ya Allah dan tidak akan tinggal diam, bagiMulah kemuliaan kekal sampai selama-lamanya. Amin. 5. Liturgi II “Kejatuhan Manusia Kedalam Dosa” Prolog : Hidup yang baik tidak mampu memuaskan hati manusia. Merasa kurang, itulah isi keinginan manusia. Apakah yang terjadi ketika manusia hidup di dalam dosa? (iringan KJ 29 : 1- “Di Muka Tuhan Yesus”) a. Setiap hari kita melihat kemajuan. Tekhnologi semakin canggih, hampir semua keinginan terpenuhi. Namun apa dampak yang dihasilkan? Lihatlah setiap manusia mementingkan dirinya sendiri. Tidak ada yang perduli lagi dengan sesamanya. b. Kekuasaan yang melanda hati manusia telah menciptakan sifat egoisme. Manusia lain yang tidak berkuasa kembali menjadi budak. Yang kuat semakin kuat, yang lemah semakin lemah. c. Kaya semakin kaya, miskin semakin miskin. Kebaikan di upayakan oleh pemerintahnya, dianggap sebagai dongeng belaka. Perbuatan baik diukur dengan uang. Manusia hidup ditengah-tengah perhambaan akan uang. d. Adik tidak lagi menghargai abangnya. Orangtua tidak lagi dianggap sebagai sumber hikmat Ilahi. Penghargaan semakin kurang. Mungkinkan kita mampu bertahan dalam situasi yang demikian? e. Kapan semua ini akan berakhir? Kerakusan manusia menciptakan bencana alam yang tidak dapat lagi dibendung. Pagar alam menjadi rusak dan bercacat. Hutan tidak lagi mampu bernyanyi. Laut tidak mampu lagi berkilauan. Udara tidak lagi bersih, air telah tercemar. Semua menjadi rusak. f. Hukum tidak dihargai, semua menganggap sebuah kebaikan. Menghalalkan segala cara adalah salah satu jalan pintas. Budaya “semau gue” semakin hidup. Teguran dan sapaan tidak lagi terngiang. Semua telah pudar. 6. Koor SMK Swasta HKBP 2 Sipoholon 7. Liturgi III “Ragam Profesi”

Prolog : Dosa telah membuat manusia itu lupa diri dan akhirnya mementingkan diri sendiri. Keegoisan telah menguasai hati, jiwa, dan pikiran mereka dan melupakan bahwa mereka adalah makhluk sosial yang diciptakan untuk saling memerlukan a. Petani. lihatlah pekerjaanku..!! Kalau tidak ada aku kalian mau makan apa hah..?? Karena akulah maka ada beras, ada sayur, ada daging, ikan... dan lainnya. Oleh karena itu, akulah yang paling penting di dunia ini. Kalau tidak kutanam Cabe, manalah bisa kalian pedas-pedasan. Kalaulah tidak kutanam gandum, manalah bisa kalian makan roti..?? b. Sopir. Aha do nimmu Pak Petani..?? Paginjang hu do hubereng roham... kalau tidak ada kami para supir ini bagaimana jadinya kalau kalian mau pergi ke Pesta atau Maronan..?? atau menjual hasil pertanianmu itu ke kota...??? busuk ma da..!! jadi daba tanpa au dang boi hamu manang na tudia kan..?? c. Polisi. Allangi ma gambolo i pak Sopir.... karena kamilah makanya kalian tertib dijalan sana. Kalau tidak ada kami entah bagaimana jadinya jalan raya Sipoholon – Tarutung sana. Lomo-lomo ni hamuna angka sopir i ma mamarkir sembarangan, panaekhon dohot paturunhon sewa sembarangan. Adong muse ma angka na kecelakaan, margalpangan di dalanan so adong na mamareso. Hutaon pe las ni ari dohot udan holan alani asa tertib do hamu angka sopir i... d. Dokter. Eeee tahe angka jolma na so umboto mago na on. Molo marsahiti be hamuna ise do namangubati...?? Ni bahen pe petunjuk 4 sehat 5 sempurna so hea dipadalan hamuna. Dung marsahit marungut-ungut ma angka pamangan muna i.. “Arga ma i dokter latteung i, ninna hamu”. Jadi manang na boha pe didok hamuna au do na toho... e. Guru. Dok jo sahali na i dokter..?? asa tangkas jo hubege..?? ai ise do poang mangajari ho asa boi gabe dokter..?? anakhon muna i ise do mambahen asa boi manjaha dohot manurat..?? Ise do poang mambahen halak i asa gabe dokter songon ho... manang gabe keparat .. eee, aparat songon Pak Polisi an..?? Marpingkir jo hamu bah... hape manggarar uang singkola ni angka ianakhon muna pe sai olo tarlambat. Unang ma jo i, manuhor angka buku ni anakhon muna pe dohot angka lan na asing pe nga marungut-ungut hamu. Sai disalahon hamu ma hami angka guru on...!!

Artis. (bernyanyi) Lho, kok pada bengong seh..??? emang suara gue merdu ya..??? hhhhmm, berarti gue dong yang paling penting. Buktinya, sekali show honor saya puluhan juta. Apalagi jika ada kontrak... bisa ratusan juta... hebat kan..??? g. Model. (hanya diam namun berjalan dengan tinggi hati) h. Pegawai. Pateal-tealhon do poang hamu sude... molo so adong au ise do mangurus angka surat-surat muna..?? Mengurus KTP, SIM, Ijasah, Akte, nang na asing pe... dolo nidilat bibir i asa manghatai hamu poang...!! i. Pendeta. Toho do i sude angka damang dohot dainang.. tung mansai ringkot do nian hamu sude jala tung mansai porlu dingolu siaparion. Alai dos do i tar songon mata tu pat, tarsongon igung tu pinggol... asing do i alai sada. Ndada pangkeon ma i sude tau pasangap goar ni Debata..?? Antong marsijalangan ma hita sama hita jala mardame 8. Bernyanyi KJ 29 : 1+3 “Di Muka Tuhan Yesus” 1) Di muka Tuhan Yesus betapa hina diriku. Kubawa dosa-dosaku di muka Tuhan Yesus. ----------------------------------------- jemaat berdiri--------------------------------------------3) Di muka Tuhan Yesus ‘ku insaf akan salahku; bertobat kini hatiku di muka Tuhan Yesus. 9. Pengakuan Dosa P Marilah kita merendahkan diri di hadapan Tuhan untuk mengaku dosa-dosa kita. Kita berdoa: Ya Tuhan Allah, Bapa kami di dalam AnakMu Tuhan Yesus Kristus yang lahir ke dunia ini hadir di tengah-tengah kami manusia berdosa. Kami datang kehadapanMu mengaku dan menyesali dosa-dosa kami. Kami sering menyakiti hatiMu melalui perkataan dan perbuatan kami yang tidak berkenan di hadapanMu. Karena dosa dan pelanggaran kami sesungguhnya kami layak kena hukumMu. Kami datang ke hadapanMu dengan mengandalkan kasih sayangMu memohon kiranya Tuhan tidak mengingat dosa-dosa kami. J (menyanyikan) KJ.33:1 ”SuaraMu kudengar” SuaraMu kudengar memanggil diriku Supaya ku di golgota dibasuh darahMu

f.

Reff: Aku datanglah, Tuhan padaMu P Dalam darahMu kudus sucikan diriku Ya Tuhan Allah, maha pengasih dan penyayang. Dalam hidup kami di dunia ini, kami sering melupakan kuasaMu, kami hanya mengandalkan diri kami sendiri yang membuat kami bersungut-sungut jika apa yang diinginkan hati kami tidak tercapai; dan jika terjadi penderitaan dan kesusahan kami menjadi putus asa. Ya Tuhan, kasihanilah kami orang yang hina ini, lapangkanlah hatiMu melihat kelemahan kami. (menyanyikan) KJ.33:3 ”SuaraMu kudengar” Kau panggil diriku, supaya kukenal Iman, harapan yang teguh dan kasihMu kekal Reff: Aku datanglah Tuhan padaMu Dalam darahMu kudus sucikan diriku Ya Tuhan Allah, Bapa kami di dalam AnakMu, Tuhan Yesus Kristus. Engkau telah menyatakan kasihMu yang besar kepada kami manusia berdosa dengan mengutus AnakMu, Yesus Kristus ke dunia ini. Kami sering tidak mensyukuri kasihMu dengan perbuatan dalam kehidupan kami sehari-hari. Kami tidak menjadi saluran berkat bagi sesama kami, kami tidak mengasihi sesama kami seperti diri kami sendiri. Ya Tuhan, janganlah kiranya menghukum kami dengan murkaMu. Berilah kami kesempatan untuk bertobat dan kuatkanlah kami melakukan yang sesuai dengan kehendakMu selama kami hidup di dunia ini. Ya Tuhan kasihanilah kami, dengarlah doa kami hanya di dalam nama AnakMu, Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin. ------------------------------ (saat teduh–diiringi musik dari KJ.33)-------------------------Janji Tuhan tentang pengampunan dosa-dosa kita: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi. AMIN

J

P

L

S

------------------------------------------- jemaat duduk------------------------------------------10. Vocal Group Kelas X TKJ “Cinta yang Sejati” 11. Vocal Solo dari Leli Hutabarat “Hupuji Goar Mi”

12. Liturgi IV “Janji Keselamatan” Prolog : Allah tidak mampu melihat manusia terus hidup di dalam dosa. Berasal dari hatiNya, Ia tergerak oleh belas kasihan yang dalam kepada manusia. Allah ingin manusia hidup dan beroleh keselamatan. Bagaimanakah janji Allah itu terhadap manusia? a. Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. b. Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan "Siapakah itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan! " c. Aku akan bertindak terhadap engkau: Aku akan memurnikan perakmu dengan garam soda, dan akan menyingkirkan segala timah dari padanya. Aku akan mengembalikan para hakimmu seperti dahulu, dan para penasihatmu seperti semula. Sesudah itu engkau akan disebutkan kota keadilan, kota yang setia." Sion akan Kubebaskan dengan penghakiman yang adil dan orang-orangnya yang bertobat akan Kubebaskan dengan tindakan yang benar. d. Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia! e. Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti terangnya tujuh hari, pada waktu TUHAN membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!" f. Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orangorang tuli akan dibuka. Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.

g. Janji Allah akan keselamatan dinyatakan bukan karena manusia menyadari dosa. Janji keselamatan tidak dinyatakan ketika kita berkata, “Tuhan ampuni aku”. Justru janji itu dinyatakan bersamaan dengan penghukuman yang diberikan kepada manusia. Maka janji dan hukuman datang bersamaan. Orang menyebutkan berkat dan kasih tak bisa diabaikan dalam keadilan Allah. Allah yang penuh kasih akan memberkati, tetapi Allah yang adil juga akan menghukum. Ia memberkati orang yang taat, Ia menghukum orang yang salah. Itu tuntutan keadilan yang harus dipenuhi. Dan keadilan itu diwarnai oleh kesucian yang tak terhindarkan. Maka kesucian Allah mewujudkan keadilan. Keadilan mendatangkan dua titik: penghukuman dan pengampunan h. Menjadi hebat lagi adalah penghukuman diberikan ketika manusia itu didapati bersalah. Pengampunan diberikan ketika manusia belum menyadari apa yang dilakukan serta akibatnya. Bukankah ini sebuah paradoks yang sangat luar biasa di dalam tindakan Allah yang menghukum dan mengampuni? Sebuah tindakan luar biasa yang dikerjakan Allah bagi umat manusia. Jangan berpikir janji itu berkumandang hanya di Golgota. Nun jauh di sana, di Taman Eden, Ia sudah menyatakan janji menyelamatkan manusia. Itu sebab seharusnya manusia mampu mensyukuri apa yang sudah dikerjakan Allah, yaitu dengan memberi seluruh diri menjadi sebuah pengabdian yang aktual di dalam kehidupan seharihari. Tetapi sayang sekali, manusia justru kehilangan jati diri, dan akhirnya tak mampu menghargai diri. Karena itulah kalau kita berkata sudah menerima Tuhan Yesus dan janji Allah, maka seharusnyalah hidup kita berpadanan pada Injil itu, menjadi seperti apa yang dikehendakiNya i. Oleh karena itu, belajarlah menghitung dosa yang tidak sedikit itu. Dosa kita yang ditebus itu melimpah dan mematikan, tetapi diberiNya kita kehidupan oleh kemurahan yang luar biasa. Karena itu belajarlah menghargai kasihNya. Ia melewati apa yang kita bisa pikirkan itu dengan hidup mensyukuri anugerahNya, melakukan apa yang dikehendakiNya. Artinya kejatuhan pada dosa dan saat yang bersamaan ada pengharapan yang luar biasa Allah berikan. Seharusnya kejatuhan itu tak berlarut larut menghancurkan kalau manusia takut dan taat pada perintah Tuhan. 13. Bernyanyi KJ. 85:1-2 “Kusongsong bagaimana, ya Yesus datangMu”

Kusongsong bagaimana, ya Yesus, datangMu? Engkau Terang buana, Kau Surya hidupku! Kiranya Kau sendiri Penyuluh jalanku, Supaya kuyakini tujuan janjiMu. --------------------------------------- jemaat berdiri--------------------------------------------2) Kaum Sion menaburkan kembang di JalanMu; ‘ku ikut mengelukan Dikau di hatiku. Kunyanyi Hosiana, ya Raja, tolonglah! PadaMulah kiranya hambaMu berserah. 14. Koor Punguan Ina HKBP Situmeang Hasundutan 15. Liturgi V “Penggenapan Keselamatan” Prolog (pengkhotbah): Janji keselamatan yang Allah telah berikan, kini disempurnakan. Bumi yang masih di diami oleh kegelapan segera melihat terang. Siapakah Raja Keselamatan yang dijanjikan oleh Allah itu? Marilah kita mendengarkan penuturan Alkitab. (musik malam kudus - lampu dimatikan – penyalaan lilin) a. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. ------------- lagu malam kudus ---------- oleh Paduan Suara ---------------------b. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. ------------- lagu malam kudus ---------- oleh Siswa-Siswi-------------------------c. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. ------------- lagu malam kudus --------- oleh guru/pegawai-----------------------d. Mengapa kita masih dalam kegelapan? Lihatlah surya abadi telah terbit, hadir dan menerangi semesta. Kegelapan telah disingkirkan, asalkan engkau membuka hatimu, sinar itu akan meresap. Saudara-saudari, bersama-sama dengan para malaikat, mari kita mengundang Yesus untuk lahir dan bertakhta

1)

di hati kita. Pujilah Tuhan sebab Ia baik, Pujilah Tuhan sebab Ia maha agung, kasih setiaNya tidak berkesudahan dari sekarang sampai selamanya ------------- lagu sonang ni borngin na i--------- oleh jemaat --------------------Sonang ni, borngin na i Uju ro Jesus i. Sonang modom do halak disi, holan dua na dungo dope mangingani anakna, Jesus Tuhanta i............... e. Saat ini, ketika kita mendengar suara Allah, marilah kita meluluhkan hati kita, sehingga keselamatan yang dari pada Allah tidak berlalu dari kita. Bukankah segala perkataan Allah telah hidup dan diam di dalam kita? Bukanlah firman Allah telah terus berdengung ditelinga kita? Lalu, mengapa kita harus mengunci hati kita? Allah menyediakan keselamatan yang dari padaNya, camkan dan terimalah Allah di dalam hidupmu..!! f. Jemaat : AMIN, Jadilah kiranya padaku ya TUHAN menurut kehendak – MU -------------------------------------------- jemaat duduk---------------------------------------16. Vocal Solo dari Sry Marta “Bapa yang sempurna” 17. Koor Punguan Ama HKBP Situmeang Hasundutan 18. Liturgi VI “RAGAM BAHASA” Prolog : Yesus adalah manifestasi kasih Allah yang begitu besar bagi dunia ini. Yesus datang untuk menyelamatkan segala bangsa dan suku. Hai semua bangsa sambutlah Yesus untuk keselamatan bagimu. a. Bahasa Indonesia. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal b. Bahasa Toba. Ai songon on do holong ni roha ni Debata di portibi on, pola do Anakna na sasada i dilehon, asa unang mago ganup na porsea di Ibana, asa hangoluan na salelenglelengna di ibana c. Bahasa Simalungun. Ai sonon do holong ni uhur ni Naibata bani dunia on, pala do Anakni na sasada in iberehon, ase ulang magou ganup na porsaya Bani, tapi ase hagoluhan na sadokah ni dokahni bani d. Bahasa Karo. Ai bagèen ngo ngkelleng atè Dèbata midah dunia èn, Iberrèken ngo AnakNa Sada-sada i, asa ulang mago gennep sipercaya bai Anak idi, tapi asa kenggelluhen siamman sumendah bana e. Bahasa Minangkabau. Dek karano Allah sabana mangasiahi manusia di dunie ko, sainggo Baliau mambarikan Anak-Nyo nan tungga, supayo satiyok

urang nan picayo kabake Baliau indak binaso, malainkan mandapek iduik sajati nan kaka f. Bahasa Sunda. Sabab dunya teh pohara nya diasihna ku Allah, nepi ka Putra TunggalNa oge dipasrahkeun, supaya sing saha anu percaya ke Anjeunna ulah nepi ka cilaka, sabalikna bisa tinemu jeung hirup abadi g. Bahasa Jawa. Awitdene Gusti Allah anggone ngasihi marang jagad iku nganti masrahake Kang Putra ontang-anting, supaya saben wong kang pracaya marang Panjenengane aja nganti nemu karusakan, nanging nduwenana urip langgeng h. Bahasa Italia. “Poiche Iddio ha tanto amato il mondo, che ha dato il suo unigenito Figliuolo, affinche chiunque crede in lui non perisca, ma abbia vita eterna.” i. j. Bahasa Cina. “Yīnwèi shén ài shìrén, shènzhì jiāng tā gěi tā de dúshēngzǐ,

jiào yīqiè zài tā rènwéi bù yìng gāi mièwáng, fǎn de yǒngshēng” Bahasa Jepang. “Kami ga sono aisurunode, kare wa daredemo ga miko o shinjiru kare no hitori-ko o, ataeta sekai wa, horobiru koto naku, eien'noinochi o motsu koto wa dekimasen” k. Bahasa Inggris. “For God so loved the world that he gave his one and only Son, that whoever believes in him shall not perish but have eternal life” 19. Koor Inti SMK Swasta HKBP 2 Sipoholon 20. Bernyanyi KJ.94:1+4 “Hai kota mungil Betlehem” 1) Hai kota mungil Betlehem, betapa kau senyap Bintang di langit cemerlang melihat kau lelap Namun di lorong g’lapmu bersinar T’rang baka Harapanmu dan doamu kini terkabullah 4) Ya Yesus, Anak Betlehem, kunjungi kami pun Sucikanlah, masukilah yang mau menyambutMu Telah kami dengarkan Berita Mulia Kau beserta manusia kekal selamanya 21. Renungan Situasional L Jika kita perhatikan kejadian di sekeliling kita, kita dapat mengatakan bahwa saat ini manusia masih banyak yang berjalan di dalam kegelapan. Perilaku

J

L

J

L

J:

manusia saat ini semakin jahat dan tidak takut akan Tuhan. Manusia hanya memikirkan kehidupan duniawi tidak lagi memikirkan kehidupan yang kekal. Karena kegelapan telah melingkupi hidup manusia di dunia ini menyebabkan manusia tidak tahu lagi jalan yang harus dijalaninya, benar maupun salah, baik ataupun buruk. Akhirnya manusia zaman ini jatuh ke dalam hidup yang tidak berpengharapan dan hidup yang tidak percaya akan kuasa Tuhan. Tuhan tidak membiarkan manusia hidup selamanya di dalam kegelapan, Tuhan mengutus AnakNya yang tunggal, Yesus Kristus, turun ke dunia ini untuk menerangi hidup manusia. Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. Marilah kita menyambut terang yang besar itu supaya Dia menghapuskan dosa dan kejahatan kita. (menyanyikan) KJ.98:13 ”Jauh dari sorga datangMu” Temanku Yesus, marilah hatiku persiapkanlah Menjadi kediamanMu, sepanjang umur hidupku Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar yang menerangi perjalanan kita supaya kita tidak jatuh ke dalam jerat siiblis. Marilah kita mengikut Dia, terang yang besar, jangan kita menyeleweng ke kanan atau ke kiri apa pun yang terjadi dalam hidup kita supaya kita dituntunNya kepada terang dan kehidupan yang kekal. (menyanyikan) KJ.98:14 ”Jauh dari sorga datangMu” Selalu hatiku senang, seluruh jalanku terang Dan kidung sukacitaku, ya Yesus, hanya bagiMu Terang yang besar yang menerangi perjalanan hidup kita sudah hadir di tengah-tengah kita. Kita terpanggil supaya menjadi terang di tengah-tengah dunia ini. Marilah kita membuat iman kita bercahaya di hadapan semua orang di dalam kata dan perbuatan kita. Hiduplah di dalam kasih kepada semua orang, bantulah orang yang lemah dan tersingkirkan, kasihilah semua orang sebagai anak-anak Allah itulah yang menandakan bahwa terang yang besar itu berguna hadir di dunia ini. (menyanyikan) KJ.110:2 ”Di Betelehem Tlah Lahir”

1) Hatiku kubenamkan di dalam kasihNya; padaNya kuserahkan diriku s’lamanya, sungguh, sungguh, diriku s’lamanya. 22. Liturgi VII “Pertobatan” a. Siswa (iringan lagu “siapakah aku ini Tuhan”) Indahnya masa muda... penuh kenangan yang tak akan bisa mungkin kulupakan. Bercanda bersama teman, bermain hingga kadang lupa waktu. Tapi aku selalu kesal pada papa dan mama, mereka tidak pernah mau mengerti keinginanku. Mereka selalu saja ingin aku bekerja membantu mereka.. padahal itu kan bukan tugasku...!! Apalagi ketika aku bertemu dengan guruku... akh..., malas...!! mereka selalu membebani aku dengan tugas... tugas.. dan tugas...!! Tiba-tiba terlintas dibenakku cita-cita yang pernah aku lontarkan didepan papa dan mama ketika aku kecil dulu.... ketika papa dan mama memeluk aku dan menanyakan kepadaku keinginanku ketika aku besar..!! Tapi, sedang apa papaku ketika aku sekolah..???? Apa yang dipikirkan mamaku ketika aku meminta uang buku...?? uang les..??? uang jajan..??? ya..., mungkin mereka menangis memikirkan uang yang aku hamburkan untuk membeli sebatang rokok, atau membeli pulsa hanya untuk mengajak teman berkencan..??? Apa yang bisa aku lakukan kelak ketika papa dan mamaku sudah tua dan pikun..??? bukan, itu bukan aku...!! Akh, biarlah natal kali ini aku berjanji teguh yang akan kupegang seumur hidupku.. aku akan berbakti dengan segenap kemampuanku : belajar keras dan bekerja keras, agar kelak aku bisa menjadi pohon yang besar dan rindang, tempat bersandar papa dan mama dimasa tuanya agar boleh beristirahat dari lelahnya kehidupan. b. Orangtua (iringan lagu BE 543 : 3-4 “Buni Bingkas Ni Holong Ni”) Dengarlah TUHAN, dengarlah janji anakku. Peliharalah juga imannya agar tetap teguh dalam menghadapi badai di samudera kehidupan yang terbentang luas dan teramat dalam. Peganglah tangannya agar dia tidak tenggelam ditengah gemerlapnya dunia malam. Dan kami sebagai orangtuanya... juga akan bekerja setulus hati dan sekuat tenaga, agar bisa memenuhi segala kebutuhan buah hati kami tersebut dalam proses pertumbuhannya menjadi pohon yang besar dan rindang... mulai hari ini TUHAN, akan kubulatkan tekad untuk panjang kasih dan selalu berdoa buat dia... agar kelak, ketika usia kami

telah senja... kami boleh bersandar kepadanya... Bimbinglah juga dia ya TUHAN, berikanlah ROHUL KUDUSMU kepadanya menemani dia disetiap langkahnya, agar kelak... ketika proses itu telah selesai... dia menjadi orang yang rendah hati, sabar, dan penuh kasih dalam melanjutkan pelayarannya menyeberangi jalanan berliku dan penuh duri c. Guru (iringan lagu “Hymne Guru”) Tuhan, ku akui aku sering lalai dalam melaksanakan tugas pelayananku dalam mendidik anak-anakmu kejalan yang benar. Aku mengeluh... aku kecewa... aku marah... aku benci.... ketika pelayananku itu dihargai dengan sekeping uang perak... terlebih ketika aku sampai dirumah... istriku mengeluh harga beras naik, anak-anakku butuh uang sekolah, teman-teman menganggap aku milyuner... akh... nasibku menjadi seorang guru. Terkadang juga aku menangis... aku sedih TUHAN... anak-anakmu yang ENGKAU titipkan kepadaku untuk kubimbing ternyata lebih senang bolos sekolah... lebih senang menghabiskan waktu di kantin dan bahkan lebih mengutamakan bermain daripada belajar... terkadang aku tertegun... apakah aku belum berhasil menjadi seseorang yang berpredikat sama seperti MU ya TUHAN... predikat “GURU”....!! Namun aku sadar, natalmu kali ini membawa sejumlah berkah bagiku. Sekarang aku sadar, bahwa ENGKAUlah sumber dari segala rejeki buat hidupku... Semua adalah berkatMU. kini lewat hatiku kan kuuntai benangbenang kusut menjadi rajutan indah... kan kuubah motivasiku menjadi sebening embun. Oleh karena itu TUHAN, berikan aku hati yang lembut dan penuh sabar dalam membimbing anak-anakMU menjadi terang bagi bangsabangsa d. Kepala Sekolah (Iringan lagu “one day at a time”) Dalam kebesaran dan keagungan MU TUHAN aku datang berserah. Aku menyadari kelemahan dan kekhilafanku kemarin.. terhadap guru-guru dan para pegawaiku. Aku malu TUHAN.. ketika aku sadar bahwa kepemimpinanku itu tidaklah lebih daripada pelayananku kepada mereka. Namun kini TUHAN, kuatkan aku untuk melewati hari-hariku dan melakukan apa yang harus aku lakukan untuk membuat kebijakan dan mengambil terobosan-terobosan baru

untuk membuat kepemimpinanku dikenang dan ditiru banyak orang sehingga nama MU dipermuliakan didalam aku 23. Bernyanyi KJ.97:1… “Hai malaikat dari sorga” (persembahan) 1) Hai malaikat dari sorga, sayapmu bentangkanlah Nyanyi di seluruh dunia: Lahir Kristus, Rajanya Reff: Sudah lahir Kristus Raja, mari sujud menyembah 2) Hai gembala yang menjaga dombamu di efrata Allah beserta manusia; mari menyaksikannya Reff: Sudah lahir........... 3) Hai Majusi dari Timur karyamu tinggalkanlah Carilah Harapan Dunia, ikut sinar bintangnya Reff: Sudah lahir………….. 4) Hai kaum saleh yang menunggu dalam dunia yang resah Lihat, Allahmu sendiri turun dalam PutraNya Reff: Sudah lahir.......... 5) Langit bumi mari ikut muliakanlah terus Khalik, Penebus, Pembaru; Bapa, Putra, Roh Kudus Reff: Sudah lahir…………… 24. Khotbah: Yesaya 52 : 7-10 25. Bernyanyi KJ.110:1-3 “S’lamat, s’lamat datang” 1) Di Betlehem t’lah lahir seorang Putera. Semoga ‘ku menjadi abadi milikNya Sungguh, sungguh, abadi milikNya. 2) Hatiku kubenamkan di dalam kasihNya; padaNya kuserahkan diriku s’lamanya, sungguh, sungguh, diriku s’lamanya. 3) Ya Yesus, Kau kucinta sepanjang hidupku; bagiku makin indah cahaya kasihMu, sungguh, sungguh, cahaya kasihMu 26. Pengutusan

P Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Firman Tuhan sudah diperdengarkan di tengah-tengah kita yang mengingatkan kita bahwa janji Tuhan sudah digenapi dalam kehidupan kita melalui AnakNya Yesus Kristus. Melalui dan di dalam Yesus Kristus, Allah menyatakan kepada kita kasihNya yang besar sebab melalui Yesus Kristus kita dibebaskan dari kuasa dosa dan disebut sebagai anak Allah. J (menyanyikan) KJ.405:2 ”Kaulah, ya Tuhan surya hidupku” 2) Kaulah Hikmatku, Firman hidupku Kau besertaku dan ’ku sertaMu Engkau Bapaku, aku anakMu denganMu, Tuhan, ’ku satu penuh P Sebagai anak-anak Allah, dalam dunia ini kita menghadapi berbagai-bagai macam penderitaan dan pencobaan yang dapat membawa kita ke dalam dosa. Oleh sebab itu, kiranya kita senantiasa hidup di dalam Dia, hidup di dalam dan sesuai dengan FirmanNya supaya kita menang sampai pada akhirnya melawan segala bentuk penderitaan dan pencobaan di dunia ini. J (menyanyikan) KJ.120:1 ”Hai siarkan di gunung” 1) Hai siarkan di gunung, di bukit dan di mana ja Hai siarkan di gunung, lahirnya Almasih Di waktu kaum gembala menjaga dombanya Terpancar dari langit cahaya mulia Hai siarkan di gunung......... P Sebagai anak-anak Tuhan kita terpanggil untuk menghasilkan buah-buah yang baik di dalam kehidupan kita di dunia ini. Pergilah, beritakanlah ke dalam dunia bahwa Yesus Kristus, Juruselamat dunia ini sudah datang dengan hidup di dalam kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri. J (menyanyikan) KJ.120:3 ”Hai siarkan di gunung” 2) Hai siarkan di gunung, di bukit dan di mana ja Hai siarkan di gunung, lahirnya Almasih Terbaring di palungan yang hina dan rendah Sang bayi menyampaikan selamat dunia

Hai siarkan di gunung.......... Di tengah wajah kehidupan yang penuh kebencian Pakailah kami ya Tuhan menyatakan terang kasih-Mu Di tengah wajah kehidupan yang penuh kegelisahan Pakailah kami ya Tuhan menyatakan terang damai sejahtera-Mu Di tengah wajah kehidupan yang penuh penderitaan Pakailah kami Ya Tuhan menyatakan terang kepedulian-Mu Di tengah wajah kehidupan yang penuh kepalsuan Pakaiah kami Ya Tuhan menyatakan terang kebenaran-Mu Di tengah wajah bopeng kehidupan Pakailah kami ya Tuhan untuk menyatakan terang yang memulihkan wajah kehidupan 27. DOA PENUTUP + BERKAT IV. KATA SAMBUTAN a. Ketua Panitia Natal b. Kepala Sekolah c. Mewakili Parhalado d. Mewakili Undangan (orangtua) V. HIBURAN (Snack Ringan) a. Vocal Group / Vocal Solo b. Evangelisasi Koor P J P J P J P J P J

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->