Dibuat Oleh

:
Ivan Christanto Sim David Othniel Widjaya M.Fahri Robby : 25040045 : 32040662 : 30040343 : :

KATA PENGANTAR
Anjak Piutang mungkin belum terlalu dikenal luas di masyarakat kita saat ini,atau mungkin sekalipun pernah didengar,kebanyakan orang berkonotasi negatif terhadap bentuk pembiayaan ini. Melalui makalah ini,kami akan memaparkan secara luas dua bentuk pembiayaan,yakni anjak piutang dan kartu plastik.Pada pembahasan anjak piutang,akan dibahas secara detail mengenai pengertian jenis,manfaat jenis jenis dan istilah,undang penilaian undang,dua produk pokok,jenis perlakuan contoh KARTU dan resiko,perpajakan,hingga dan

akuntansinya.Pada pembahasan kartu kredit,akan dibahas mengenai kartu,mekanisme,manfaat makalah ”ANJAK resiko,hingga DAN perhitungannya. Selesainya PIUTANG PLASTIK : SEBUAH SOLUSI PEMBIAYAAN” adalah berkat bantuan banyak pihak,baik yang terlibat secara langsung maupun tak langsung.Secara khusus kami ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya atas bantuan semua pihak tersebut.Tak lupa pula kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya atas dukungan serta nasihat dari dosen kami : Prof.Veithzal Rivai.Tanpa beliau dan bantuan seluruh pihak,tidaklah mungkin kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.Akhir kata,kami sebagai penulis ingin mengucapkan : Selamat Membaca!

Salam dari Penulis

DAFTAR ISI
ANJAK PIUTANG
PENDAHULUAN 1.Sekilas Nengenai Lembaga Pembiayaan 2.Sejarah factoring 3.Anjak Piutang saat ini di Indonesia 4.Anjak Piutang sebagai Solusi Cashflow BAB 1 : PENGERTIAN ANJAK PIUTANG 1. Pengertian 2.Beda Anjak Piutang dengan Transaksi Lain A.piutang yang berasal dari transaksi dagang dan yang berasal dari fasilitas pinjaman / kredit (dibuktikan dengan perjanjian kredit). B.Account Receivable Financing dan kegiataan anjak piutang C.Bank dan Factoring 3.Anjak Piutang dan Istilah Istilahnya 4.Miskonsepsi Anjak Piutang 5.Usaha Usaha yang Cocok menggunakan Jasa Anjak Piutang BAB 2 : PERATURAN – PERATURAN PEMERINTAH YANG MENGATUR KEGIATAN ANJAK PIUTANG 1.Peraturan Peraturan Mengenai Anjak Piutang 2.Prinsip Hukum Perdata Indonesia BAB 3 : PRODUK DAN JASA ANJAK PIUTANG 1.Dua Pokok Produk Anjak Piutang
A.ANJAK PIUTANG NON-FINANCING B. ANJAK PIUTANG FINANCING

BAB 4 : JENIS JENIS ANJAK PIUTANG

Keterlibatan Nasabah dalam Perjanjian Perjanjian Anjak Piutang Lingkup Pelayanan Tipe Tagihan atau Piutang Struktur Organisasi BAB 5 : MANFAAT DAN PENILAIAN RESIKO ANJAK PIUTANG 1.Manfaat Anjak Piutang A.Bagi Klien B.Bagi Factor C.Bagi Nasabah 2.Penilaian Perusahaan Anjak Piutang 9 Aspek klien yang dinilai anjak piutangnya 5 Aspek Anjak Piutang yang Dinilai Klien BAB 6 :ANJAK PIUTANG DARI SISI KLIEN A.Syarat starat untuk mendapatkan Fasilitas Anjak Piutang B.Perhitungan perhitungan dalam Transaksi Anjak Piutang C.Manfaat yang Didapat dari Anjak Piutang D.Akuntansi Anjak Piutang dari Sisi Client E.Perpajakan Anjak Piutang dari Sisi Client BAB 7 : ANJAK PIUTANG DARI SISI FACTOR A.Prospek Usaha Anjak Piutang B.Risiko Risiko dalam Bisnis Anjak Piutang C.Syarat untuk Memperoleh Izin Usaha Perusahaan Anjak Piutang D.Akuntansi Anjak Piutang dari Sisi Factor E.Perpajakan Anjak Piutang dari Sisi Factor BAB 8 : CONTOH PERLAKUAN AKUNTANSI TRANSAKSI ANJAK PIUTANG

Anjak Piutang Konvensional 2.PENGALIHAN HAK ATAS PIUTANG(CESSIE) 3.Artikel mengenai Tren Industri Pembiayaan di Indonesia KARTU PLASTIK 1.2.Manfaat Kartu Kredit 7.Kartu Debet dan Perkembangannya di Indonesia 4.SURAT PERINTAH BAYAR BAB 10 : SISTEM SYARIAH DAN ANJAK PIUTANG 1.Perjanjian Kartu Kredit 6.Mekanisme Kartu Kredit 8.BAB 9 : CONTOH PERJANJIAN DAN FORM ANJAK PIUTANG 1.Anjak Piutang Syariah 1.Pendahuluan Syariah:Islam dan Sistem Ekonominya BAB 11 : TAMBAHAN ANJAK PIUTANG 1.Kartu Kredit Syariah 10.Pihak pihak yang terkait Penggunaan Kartu Kredit 5.1.PERJANJIAN ANJAK PIUTANG(NON-RECOURSE FACTORING AGREEMENT) 2.Jenis Kartu Kredit 3.Sejarah Munculnya Bisnis Kartu 2.Rekaman Wawancara Kartu Kredit dan Presentasi Anjak Piutang(CD) .Contoh Lembaga Penyedia Jasa Anjak Piutang 1.Perhitungan Bunga Kartu Kredit 9.Contoh Form Penawaran Kartu Kredit 12.DAFTAR PENAWARAN 4.Perkembangan Kartu Kredit Syariah di Indonesia 11.DAFTAR PENERIMAAN 5.

.

karena modal cara tersebut menyebabkan modal kerja perusahaan yang tertanam dalam piutang dagang. Dengan cara ini. Namun. Merupakan kenyataan bahwa terjadi proses tawar menawar antara pembeli dan penjual. kas yang diterima penjual dapat digunakan untuk membiayai biaya tertentu.Ambillah contoh. Hal ini merupakan inti dari transaksi anjak piutang yang dilakukan antar penjual dengan perusahaan anjak piutang. karena menyangkut masalah tagihan dan resiko tidak terbayarnya piutang penjualan. tagihan penjual kepada pembeli dialihkan kepada perusahaan anjak piutang sehingga penjual tidak perlu menagihnya. yaitu hubungan yang saling menguntungkan antar kedua belah pihak.maupun antar penjual agar dapat menjual produk dan jasanya. Aspek yang saling menguntungkan inilah yang menjadi pedoman kunci bagi suksesnya transaksi anjak piutang. Skema pembiayaan yang ditawarkan melalui anjak piutang memberikan satu alternatif solusi terhadap masalah diatas.PENDAHULUAN 1. untuk meningkatkan penjualan maka perusahaan dapat meningkatkan penjualan kepada pelanggan dengan cara kredit. Dalam transaksi anjak piutang. peningkatan penjualan dengan cara kredit ini akan menambah rumit dalam pengadministrasian penjualan. Peningkatan penjualan juga menuntut konsekuensi bahwa perusahaan tersebut juga harus menyediakan modal kerja yang lebih besar. Ini merupakan usaha pemecahan salah satu masalah kadangkala tidak sejalan dengan penyelesaian masalah yang lain. biaya yang harus dibayarkan tersebut dapat dikompensasi dengan potongan penjualan yang didapatkan dari pemasok apabila penjual membeli bahan baku secara tunai dari hasil pengalihan piutang kepada perusahaan anjak piutang.Sekilas Nengenai Lembaga Pembiayaan Kehadiran anjak piutang sangat membantu kegiatan bisnis. . Salah satu tawaran yang diberikan adalah kemudahan dalam membayar yang berupa pembayaran berjangka. Namun disisi lain. Jasa yang ditawarkan oleh suatu perusahaan anjak piutang tidak hanya sekedar pembiayaan murni melainkan juga jasa non peembiayaan seperti administrasi penjualan dan penagihan piutang dagang. Akan tetapi pemberian fasilitas ini mengandung konsekuensi yang akan berdampak pada kemampuan kas perusahaan.

017/2000 tanggal 27 Oktober 2000 tentang Perusahaan Pembiayaan yang menyatakan bahwa: 1.tabungan dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu b.ketentuan tersebut di atas berdasarkan Surat Keputusan Presiden No 61 Tahun 1988.menerbitkan Surat Sanggup Bayar(Promisory Note).Surat Sanggup Bayar/Promissory Note Perusahaan Pembiayaan dan/atau Perusahaan Anjak Piutang dapat menerbitkan Surat Sanggup Bayar hanya sebagai jaminan atas utang kepada bank yang menjadi krediturnya.Deposito 3.memberikan jaminan dalam segala bentuknya kepada pihak lain.Giro 2.Tabungan 4. 2.kecuali sebagai jaminan atas utang kepada bank yang menjadi krediturnya.Perusahaan Pembiayaan dilarang: a.di mana Perusahaan Pembiayaan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak menarik dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk : 1. c.Kegiatan Anjak Piutang merupakan salah satu kegiatan dari perusahaan pembiayaan.Adapun ketentuan yang dimaksud adalah sebagai berikut : . Selain ketentuan tersebut di atas.perusahaan pembiayaan dan/atau perusahaan anjak piutang masih mempunyai batasan batasan terutama dalam hal penerimaan pinjaman dan penyertaan.Surat Sanggup Bayar(Promissory Note) yang dibuat dan dikeluarkan oleh Perusahaan Pembiayaan tidak dapat dialihkan dan wajib dicantumkan kata kata “tidak dapat dialihkan(non negotiable)”.Ketentuan di atas dipertegas kembali oleh Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 448/KMK.menarik dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk giro.deposito.

g.cadangan umum yang belum digunakan. c.1. d.dikurangi penyertaan dan kerugian yang dihitung berdasarkan laporan keuangan posisi bulan terakhir.Perusahaan Pembiayaan dapat menerima pinjaman baik dari dalam maupun luar negeri.istilah ini biasanya disebut Gearring Ratio.Pinjaman subordinasi yang dapat diperhitungkan sebagai komponen modal sendiri sebanyak banyaknya sebesar 50%(limapuluh perseratus) dari modal disetor.Pinjaman subordinasi merupakan pinjaman yang diterima perusahaan anjak piutang dan/atau perusahaan pembiayaan dengan syarat: -minimum berjangka waktu 5(lima) tahun -dalam hal terjadi likuidasi.dana sisa hasil usaha.dan pinjaman subordinasi yang dihitung berdasarkan laporan keuangan posisi bulan terakhir.Jumlah pinjaman bagi setiap Perusahaan Pembiayaan ditetapkan setinggi tingginya sebesar 15(lima belas) kali jumlah modal sendiri(net worth) Perusahaan Pembiayaan setelah dikurangi penyertaan.Modal sendiri(net worth) bagi perusahaan anjak piutang dan/atau perusahaan pembiayaan yang berbentuk hukum : -Perseroan Terbatas.terdiri dari simpanan pokok.laba tahun berjalan.modal penyertaan. -Koperasi.agio saham. b.Jumlah pinjaman luar negeri ditetapkan setinggi tingginya sebesar 5(lima) kali jumlah modal sendiri(net worth) Perusahaan Pembiayaan setelah dikurangi penyertaan.dana cadangan.Setiap pinjaman subordinasi yang diterima oleh perusahaan anjak p[iutang dan/atau perusahaan pembiayaan wajib dilaporkan kepada menteri selambat lambatnya 10(sepuluh) hari setelah pinjaman diterima.hak tagih berlaku paling akhir dari segala pinjaman yang ada -dituangkan dalam perjanjian tertulis antara perusahaan anjak piutang dan/atau perusahaan pembiayaan dengan pemberi pinjaman.Pinjaman yang Diterima a. f. e.terdiri dari modal disetor ditambah dengan laba ditahan.simpanan wajib.hibah. .

Perusahaan pembiayaan dan/atau Perusahaan Anjak Piutang hanya dapat melakukan penyertaan modal pada perusahaan di sektor keuangan. b.Pembiayaan Konsumen(Consumer Finance) adalah usaha Pembiayaan pengadaan barang untuk kebutuhan konsumen dengan system pembayaran angsuran atau berkala.Perdagangan Surat Berharga (Security Company) adalah badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan dalam bentuk perdagangan surat berharga.Usaha Kartu Kredit(Credit Card) adalah usaha pembiayaan untuk membeli barang dan jasa dengan menggunakan kartu kredit. c. 2.Sewa Guna Usaha(leasing) adalah usaha pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara “finane lease” maupun “operating lease” untuk digunakan oleh Penyewa Guna Usaha selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala.2. Kegiatan Perusahaan Pembiayaan berdasarkan Keputusan Presiden No 61 Tahun 1988 tanggal 20 Desember 1988 meliputi usaha usaha pembiayaan antara lain: 1. 3.Penyertaan modal pada setiap perusahaan tidak boleh melebihi 25%(dua puluh lima perseratus) dari modal disetor perusahaan yang bersangkutan.Anjak Piutang(Factoring) adalah usaha pembiayaan dalam bentuk pembelian dan/atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri.Modal Ventura(Venture Capital) adalah usaha pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam betuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan(investee company) untuk jangka waktu tertentu.Jumlah seluruh penyertaan modal perusahaan anjak piutang dan/atau perusahaan pembiayaan tidak boleh melebihi 40%(empat puluh perseratus) dari jumlah modal sendiri perusahaan yang bersangkutan. 6. .Penyertaan Perusahaan Pembiayaan a. 5. 4.

General factoring ini kemudian berkembang di daratan Eropa. Pertama kali.Kegiatan Lembaga Pembiayaan dapat dilakukan oleh perusahaan pembiayaan.lembaga keuangan bukan bank.Perkembangan bisnis tersebut.biasanya bertindak sebagai agen penjualan yang sekaligus pemberi perlindungan kredit.Perusahaan factor di Inggris pada saat itu sangat membantu para pedagang dari Plymouth(Amerika) untuk mengageni penjualan mereka di daratan Eropa.Kegiatan semacam ini dikategorikan sebagai general factoring.kegiatan perdagangan Surat Berharga (Security House) sudah tidak termasuk lagi dalam kegiatan Lembaga Pembiayaan.otomatis turut memacu pertumbuhan industri factoring di Amerika. Revolusi industri di akhir abad ke 18 turut mendorong pertumbuhan bisnis jasa general factoring.dan bank.Mekanisasi alat alat tenun tekstil di Inggris dan tingginya minat beli tekstil di Amerika.Sedangkan kegiatan Modal Ventura berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No 468/KMK 017/1995 tanggal 3 Oktober 1995.Perusahaan factoring di Amerika .bentuk usaha anjak piutang memang masih sangat sederhana.juga tidak termasuk lagi dalam kegiatan lembaga pembiayaan.Sejarah factoring Sejarah usaha jasa anjak piutang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Factoring sudah dikenal sejak 2000 tahun lalu-pertama kali digunakan di Mesopotamia.terutama di New York City.dan juga membelikan barang barang dagangan dari Inggris yang mereka inginkan untuk diimpor ke Amerika.bukan salah satu kegiatan lembaga pembiayaan.Pihak factor.telah menyebabkan meningkatnya transaksi ekspor impor.tepatnya di Inggris.Dan berdasarkan ketentuan Pasal 3 ayat 1 Keputusan Prestiden No 61 Tahun 1988 tanggal 20 Desember 1988.Perusahaan Modal Ventura berdasarkan peraturan itu adalah berdiri sendiri. 2.Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No 1256/KMK 00/1989 tentang Perubahan Ketentuan mengenai Perusahaan Perdagangan Surat Berharga dalam Keputusan Menteri Keuangan No 1251/KMK 013/1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga Pembiayaan.

namun pada awalnya mereka tidak bisa banyak melakukan kegiatan produksi karena terbatasnya sumber daya manusia.yaitu menjamin kredit.menjamin kredit tersebut. Jasa yang ditawarkan oleh factor pada waktu itu masih berkisar terutama pada pengurusan dan pengalihan piutang saja. merupakan benua baru yang banyak didatangi dari benua eropa terutama inggris. Usaha factor ini menjadi semakin berkembang ketika perusahaan textile Inggris memerlukan jasa penilaian kelayakan atas kredit dagang kepada pembeli di Amerika. Kondisi ini mendorong perusahaan-perusahaan di Inggris untuk menemukan solusi mengenai sistem penjualan yang sesuai. Keadaan ini memaksa mereka mendatangkan sebagian besar kebutuhan mereka dari daerah asal. timbul masalah karena mereka tidak saling mengenal.Bentuk bentuk usaha inilah yang kemudian menjadi embrio dari bisnis anjak piutang modern seperti yang dikenal saat ini.dan melakukan penagihan untuk kepentingan clientnya.memberikan pembayaran awal terhadap piutang yang timbul.baik untuk transaksi ekspor impor maupun transaksi local.melakukan penagihan. Ketika perusahaan-perusahaan di Inggris ingin memasarkan atau menjual produknya ke orang-orang Amerika. Perusahaan-perusahaan tertentu mulai tertarik untuk menjembatani atau sebagai perantara antara pihak penjual di Inggris dengan pembeli di Amerika. Kedatangan bangsa di eropa mau tidak mau menbawa konsekuensi bahwa mereka harus melakukan kegiatan produksi dan konsumsi didaerah barunya. Mengingat factor ini dianggap sebagai perusahaan yang cukup berpengalaman dalam berurusan dengan pembeli-pembeli di Amerika dan juga . capital dan peralatan. yaitu Inggris. Amerika pada waktu itu.Anjak piutang modern ini kemudian terus berkembang tidak hanya di bidang usaha tekstil tetapi juga merambah ke berbagai sector industri. perusahaanperusahaan ini selanjutnya mulai dikenal sebagai factor atau agen. kegiatan anjak piutang mulai dikenal luas ketika perusahaan-perusahaan manufacture di Inggris berusaha menjual produknya ke Amerika.Mereka juga memberikan kredit.Mereka mengageni produk tekstil Eropa atas dasar konsinyasi. Resiko tidak terbayarnya penjualan secara kredit semakin besar bukan saja karena mereka tidak saling mengenal tetapi juga karena jarak yang sangat jauh.dan penyediaan ana.saat itu seperti ketiban rezeki. sekitar tahun 1880-an.

bermarkas di Brussel. kegiatan pemberian jasa anjak piutang ini tidak hanya diberikan oleh suatu perusahaan sebagai salah satu dari kegiatan usahanya.Korea . Dalam perkembangannya.International Factors Group (IFG). tetapi juga oleh suatu perusahaan yang secara khusus bergerak dalam bidang anjak piutang.terutama setelah berdirinya 3(tiga) grup anjak piutang internasional.Factors Chain International. Maka perusahaan textile di Inggris cenderung menggunakan jasa mereka untuk melakukan investigasi kredit kepada pembeli di Amerika. di mana setiap grup ini tidak dikenal adanya induk perusahaan.Amerika Utara. Lama kelamaan. kemudian berkembang kebagian Amerika yang lain.di mana grup ini hampir sama dengan sistem IFG. 3.Heller Overseas Corporation(Heller Group). 2.setiap anggota bebas satu sama lain tanpa adanya kaitan permodalan.yaitu di negara negara seperti Eropa Barat. Factor kemudian menguangkan atau menagih faktur tersebut pada pembeli saat jatuh tempo. Bisnis anjak piutang modern ini akhirnya berkembang ke Eropa.Grup ini hanya menerima satu anggota dari setip Negara.dalam grup factoring ini Heller berperan sebagai induk perusahaan dari mayoritas anggotanya dan bermarkas di Chicago.berpengalaman dalam hal penyelesaian tagihan piutang. factor tidak hanya memberikan jasa investigasi kredit saja tetapi sekaligus membeli faktur-faktur penjualan textile dari perusahaan textile. lalu berkembang di Eropa dan kemudian keseluruh dunia. Bidang usaha yang dilayani jasa anjak piutang berkembang dari semula textile kebidang-bidang lain termasuk jasa. Ketiga grup factoring ini telah memiliki anggota yang tersebar di seluruh dunia.yakni tanpa kaitan permodalan antara sesama anggotanya. Tugas factor dalam hal ini adalah menentukan kelayakan suatu pembeli untuk memperoleh fasilitas pembelian dengan cara kredit (credit worthiness) dan juga menentukan tingkat atau kemungkinan terbayarnya suatu piutang dari penjualan textile secara kredit.bermarkas di Amsterdam.Jepang.yaitu: 1.Namun grup ini dapat menerima lebih dari satu anggota dari setiap Negara. Usaha mulai berkembang mulai dari Amerika Utara.

transaksi anjak piutang di Singapura mengalami perkembangan yang sangat pesat baik ditinjau dari jumlah perusahaan maupun turnover transaksinya.1251/KMK.13/1988 tanggal 20 desember 1988. 3.kegiatan anjak piutang di Indonesia secara informal sebenarnya sudah ada sebelum dikeluarkannya Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988.Secara formal.Hong Kong.Apabila cek itu tidak ada dananya.Asean-termasuk Indonesia.Sedangkan di Malaysia.yaitu kegiatan Cheque Discounted atau Cheque yang didiskontokan yang sering dilakukan oleh para pedagang di pasar pasar.Biasanya para pedagang menukar Cek Mundur kepada penyedia dana.Sejak saat itu.dan menjadikan usaha anjak piutang menjadi suatu bagian dari Lembaga Pembiayyaan. peraturan ini terutama untuk memberikan alternatif pembiayaan usaha dari berbagai jenis lembaga keuangan.maka penjual cek harus mengganti dengan uang tunai kepada penyedia dana.Selatan.Afrika Selatan. Kegiatan anjak piutang di Indonesia berkembang baik sejak adanya Keputusan Presiden No.Kegiatan ini sudah berjalan secara informal di tengah masyarakat dan sudah baku di antara para pedagang di pasar pasar.dan berbagai Negara lainnya.dan langsung dipotong dalam jumlah/persentase tertentu sesuai dengan jangka waktunya.anjak piutang pertama kali diperkenalkan di Singapura pada pertengahan tahun 70-an. Jasa anjak piutang dapat diberikan oleh suatu lembaga keuangan .Namun. Pembiayaan usaha diberikan keleluasaan untuk mengembangkan usaha dengan modal yang hanya tidak bersumber dari lembaga keuangan saja.pada awalnya perkembangan usaha anjak piutang di Indonesia belum begitu popular.Anjak Piutang saat ini di Indonesia Sedangkan untuk kawasan Asia Tenggara. Keputusan Presiden No 61 Tahun1988 tentang Lembaga Pembiayaan merupakan usaha pemerintah untuk memformalkan kegiatan anjak piutang yang sudah ada di masyarakat.Australia.kegiatan anjak piutang dimulai pada tahun 1988 dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No 61 tahun 1988. termasuk perusahaan anjak piutang.yang juga dapat dilakukan oleh Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank. 61 dan Keputusan Meteri Keuangan No.Selandia Baru.

sebagai salah satu kegiatan usahanya, dan dibeikan oleh suatu bank, dan dapat diberikan oleh suatu lembaga keuangan yang secara khusus memberikan jasa anjak piutang. 4.Anjak Piutang sebagai Solusi Cashflow Perkembangan lalu lintas perdagangan domestik dan antarnegara untuk barang dan jasa di Indonesia pada dasarnya selalu meningkat baik dari segi jumlah maupun bentuknya.Peningkatan lalu lintas perdagangan tersebut memberikan pengaruh positif kepada berbagai kegiatan di sector industri dan jasa,yang pada akhirnya akan mempengaruhi keghidupan masyarakat.Seiring dengan perkembangan dunia usaha dan meningkatnya taraf hidup masyarakat,pola masyarakat dalam membelanjakan uang juga terpengaruh.Di sisi lain,perkembangan bisnis yang semakin modern menimbulkan persaingan sengit antarpelaku bisnis,baik pelaku bisnis besar dengan yang kecil,yang kuat dengan yang lemah,yang lokal dengan yang internasional,dan sebagainya.Para pelaku bisnis dituntut untuk menjual barang dan jasa dengan kualitas tinggi,pelayanan yang baik,kemasan dan pengiriman yang tepat waktu.Namun,pembeli menginginkan pembayaran yang menarik,murah dan berjangka waktu. Merupakan suatu kenyataan bahwa pasti terjadi tarik menarik antara penjual dan pembeli ataupun antara penjual dan penjual untuk bisa menjual produk berupa barang dan jasa kepada konsumen.Segala cara akan ditempuh untuk dapat menjual.Salah satu cara untuk melakukan hal itu adalah dengan memberika fasilitas pembayaran secara berjangka kepada pembeli.Hal ini merupakan salah satu akibat dari pergeseran pola sellers market(pasar penjual) kepada buyers market(pasar pembeli).Ini tidak dapat dihindari oleh para pelaku bisnis. Pembayaran secara berjangka yang diberikan penjual kepada pembeli sudah pasti akan mengganggu cashflow perusahaan,sebab penjual yang menanggung resiko.Di sisi lain,hal seperti ini mengutungkan pembeli.Bagi penjual ini merupakan dilema karena apabila penjual tidak menerima pembayaran berjangka,kesempatan tersebut akan diambil oleh penjual lain.

Untuk

menjembatani

pembayaran

berjangka

yang

dilakukan

oleh

penjual,jasa anjak pitang dapat enjadi alternative bagi penjual untuk secepatnya mendapatkan uang tunai atau mendapatkan sumber pembiayaan baru dalam bentuk instant cash (80% dari nilai invoice) yang dikaitkan dengan jumlah penjualan kredit. Dalam transaksi anjak piutang,tagihan penjual kepada pembeli dialihkan kepada perusahaan anjak dengan piutang anjak sehingga piutang penjual dapat tidak perlu alternatif menagihnya.Pembiayaan dijadikan

pembiayaan baru selain kredit bank ataupun kredit dari supplier.Dengan cara ini,cashflow yang diterima penjual dapat digunakan untuk membiayai modal kerja demi kesinambungan produksi walaupun penjual harus membayar biaya dana.Namun,biaya dana yang dikenakan oleh perusahaan anjak piutang dapat dikompensasikan dengan sales discount yang didapatkan dari pemasok apabila penjual membeli bahan baku secara tunai dari hasil pengalihan piutang kepada perusahaan anjak piutang. Hal yang disebut di atas merupakan inti dari transaksi anjak piutang yang dilakuakan antara penjual dan perusahaan anjak piutang,yaitu hubungan yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak.Aspek yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak inilah yang akan dijadikan pedoman kunci bagi suksesnya transaksi anjak piutang karena permasalahan cash flow yang diakibatkan kebijaksanaan penjualan berjangka dapat diatasi dengan baik dan produksi barang dan jasa menjadi lancar. Bagi usaha kecil dan menengah,yang selalu dirundung masalah permodalan bagi pengembangan usaha,alternative pembiayaan melalui anjak piutang dapat dijadikan sumber pendanaan jangka pendek perusahaan.Tanpa adanya pembiayaan ini,modal kerja yang harus disediakan dan tertanam dalam usaha menjadi sangat besar.Inilah yang biasanya menjadi kendala dan momok bagi industri kecil dan menengah. Selain itu,usaha anjak piutang diharapkan dapat membantu mengatasi kesulitan di bidang credit management,sehingga dunia nasabah(nasabah perusahaan anjak piutang) dapat lebih berkonsentrasi pada usah peningkatan produksi dan peningkatan penjualan barang dan jasa.Tenaga kerja dapat dihemat karena

departemen atau bagian administrasi penjualan dapat dialihkan ke perusahaan anjak piutang.Hal ini dimungkinkan karena perusahaan anjak piutang mempunyai perangkat lunak untuk sistem tersebut. Hal lain yang tidak kalah pentingnya,mengenai manfaat pembiayaan anjak piutang bagi industri kecil dan menengah yang mempunyai produk untuk diekspor,adalah bahwa fasilitas anjak piutang yang diterima dapat dijadikan pengganti letter of credit.Hal ini dimungkinkan karena perusahaan anjak piutang dapat melakukan kegiatan international factoring bekerja sama dengan perusahaan anjak piutang yang ada di luar negeri.Kegiatan ini sangat memudahkan perusahaan kecil dan menengah mengekspor barang karena perusahaan anjak piutang dapat membantu menyelesaikan dokumen ekspor yang dibutuhkan,dan pembayaran sudah pasti terjamin baik dalam jumlah maupun waktunya. Kiranya itulah yang dapat kami gambarkan secara ringkas mengenai anjak piutang.Dalam bab bab berikut ini,akan dibahas anjak piutang secara lebih mendalam,baik definisi dan istilah,peraturan,jenis,mekanisme,manfaat,perpajakan, hingga perlakuan akuntansinya.

BAB 1 : PENGERTIAN ANJAK PIUTANG

1. Pengertian Factoring dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi anjak piutang. Menurut Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988,perusahaan anjak piutang adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. Definisi diatas menjelaskan bahwa jasa yang diberikan dalam suatu kegiatan atas anjak piutang adalah jasa pembiayaan dan jasa non pembiayaan atas piutang. Pada kenyataannya kedua jenis ini tidak harus selalu ada dalam perjanjian anjak piutang,perjanjian anjak piutang ada yang meliputi kedua jenis jasa tersebut dan ada juga yang hanya meliputi salah satu jenis jasa diatas. Pada dasarnya pilihan atas jenis jasa yang akan diberikan tergantung pada kesepakatan antar pihak factor dan pihak klien. Keputusan Menteri Keuangan tersebut diperbaharui dengan SK Menteri Keuangan Nomor 448/KMK.017/2000 yang menyatakan bahwa Kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian atau pengalihan atau pengurusan piutang atau penagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. Pernyataan ini dipertegas oleh SK Menteri Keuangan Nomor 172/ KMK.06/2002 yang menyatakan bahwa kegiatan anjak piutang dilakukan dalam bentuk pengalihan dan pembelian serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. Pihak yang terkait dalam kegiatan anjak piutang meliputi: a. Perusahaan jasa anjak piutang (factor). Factor adalah pihak yang memberikan jasa anjak piutang.

. b. dalam kegiatan anjak piutang yang dilakukan di indonesia terdapat beberapa hal penting yang perlu digarisbawahi.b. Klien (client).Menjual atau menjaminkan piutangmya kepada pihak factor. bukan kepada individual atau orang – perorangan. yaitu dalam bentuk pembelian dan pengalihan piutang dan.Non pembiayaan berupa antara lain penagihan piutang dan administrasi penjualan. Anjak piutang merupakan perjanjian antar factor dan klien mewajibkan : 1.Pihak klien untuk: a. Pembiayaan anjak piutang hanya dapat dilakukan kepada perusahaan. Transaksi anjak piutang dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis. 2. Berkaitan dengan definisi anjak piutang tersebut. Objek pembiayaan anajak piutang adalah piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. Nasabah (customer). 2. c. Transaksi anjak piutang dapat dilakukan untuk transaksi perdagangan domestik (anjak piutang domestik) dan transaksi perdagangan antar negara atau ekspor/impor (anjak piutang international) 3. Nasabah adalah pihak yang membeli barang atau jasa dari klien dan mempunyai kewajiban berupa utang jangka pendek kepada klien. b.Pihak factor untuk memberikan jasa berupa: a. Klien adalah pihak yang menerima jasa anjak piutang dan menjual barang dan jasa secara kredit kepada nasabah.Pembiayan atas piutang usaha yang dimiliki oleh klien. yakni: 1.anjak piutang non – pembiayaan (non – financing activity) yaitu dalam bentuk pengurusan piutang atau tagihan. anjak piutang dengan pembiayaan (financing activity). 4.Memberikan balas jasa financial kepada factor.

sedangkan anjak piutang tidak memberikan tambahan pada kas akan tetapi hanya memperlancar arus kas dengan piutang yang belum jatuh tempo.Kegiatan anjak piutang pada prinsipnya merupakan pemberian kredit kepada supplier dengan cara membeli piutang atau tagihan kepada nasabahnya atau costumer – nya. kadangkala hanya sebagai jaminan tambahan. Gatot Wardoyo dalh makalahnya ” Beberapa aspek mengenai Factoring (Anjak . sedangkan dalam transaksi anjak piutang jaminan / agunan bukan merupakan hal yang mutlak. 4. Kredit bank hampir selalu dikaitkan jaminan / agunan. sedangkan anjak piutang menjadi client sebagai rekanan / mitra (partner). sejak anjak piutang berkaitan dengan pengalihan aktiva produktif. 3. hanya saja proses penagihannya dilimpahkan kepada factor yang sebelumnya telah menandatangani perjanjian anjak piutang. Bank menjadikan debitur sebagai nasabah. yaitu dari tagihan menjadi kas. Kredit bank memberikan tambahan aktiva dalam bentuk kas. Namun yang sesungguhnya terjadi adalah pemberian kredit itu diberikan oleh supplier kepada pembeli. 2. sedangkan anjak piutang mengubah penjualan kredit menjadi uang tunai. 5. Untuk lebih memperjelas pengertian anjak piutang seperti telah disebut di atas.Beda Anjak Piutang dengan Transaksi Lain Transaksi anjak berbeda dengan transaksi kredit bank. 2. Adapun hal – hal yang membedakan anjak piutang dengan kredit bank dapat dikemukakan sebagai berikut: 1. Kredit bank biasanya dalam jumlah dan syarat pelunasan yang tetap. Kredit bank dimulai dari timbulnya utang melalui mobilisasi dana masyarakat yang kemudian dialihkan menjadi aktiva produktif. Kredit bank melibatkan praktek – praktek umum perkreditan termasuk mengenai jaminan / agunan. sedangkan piutang pada prinsipnya merupakan transaksi jual beli piutang. terutama dalam memelihara atau mengurus pembukuan penjual client. 6.

Kegiatan anjak piutang dapat dikatakan produk pembiayaan yang masih terbilang baru di Indonesia. Secara umum. Kalaupun ada jaminan. meskipun selama ini kita telah mengenal jenis pembiayaan yang menyerupai aktivitas anjak piutang. Bila kedua jenis piutang tersebut diperbandingkan. yaitu piutang yang berasal dari transaksi dagang dan yang berasal dari fasilitas pinjaman / kredit (dibuktikan dengan perjanjian kredit). melainkan . piutang dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis. Namun pengertian piutang dalam transaksi ini harus diketahui dahulu secara secara pasti agar tidak menimbulkan salah pengertian dalam segi pembahasan masalah yuridis. misalnya ada jaminan yang diikat secara yuridis disertai pemberian hak prefensi kepada kreditur. Dalam hubungan yang lebih formal antarapihak. Kegiatan anjak piutang bukanlah kegiatan untuk menggantikan kegiatan kegiatan Account Receivable Financing. Jaminan kebendaan kurang diperhatikan karena lebih dititikberatkan pada masalah pemeliharaan hubungan dagang. pada dasarnya merupakan kegiataan pengalihan piutang sebagai tindak lanjut dari jual beli tagihan. Jangka.Piutang) ” mengemukakan bahwa anjak piutang bila ditinjau dari segi mekanismenya. Umumnya berasal dari transaksi jual beli barang atau jasa. karena adanya kemungkinan untuk dapat diperpanjang. Berasal dari suatu perjanjian kredit. yaitu berupa uang panjar atau uang muka. d. maka akan terlihat unsur – unsur sebagai berikut: 1. c. Piutang Dagang mempunyai ciri – ciri berikut: a. sebab seller sangat berkepentingan dengan kelancaran perputaran modalnya. b. Adanya suatu jaminan yang lebih bersifat riil / kebendaan dan pasti. 2. mempunyai ciri – ciri sebagai berikut: a. jumlahnya relatifnya kecil dibandingkan dengan nilai tagihannya. yaitu kegiatan Account Receivable Financing (Cheque Discounted). b. Piutang dalam perkreditan. Jangka waktu yang lebih lama. c.

factor juga mengetahui karakter – karakter customer. memberikan laporan – laporan yang berhubungan dengan piutang yang dialihkan ke factor dan juga dapat melakukan penagihan kepada customer. aktivitas administrasi yang dilakukan terbatas pada aktivitas pencairan plafond dan penyimpanan Post Dated Cheque. factor dapat mengikuti transaksi jual beli antara client dan customer melalui faktur dan surat jalan yang diserahkan kepada factor.penyempurnaan dan melengkapi serta menambah alternatif pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan meningkatkan kemampuan perputaran dana (cash flow). Tingginya plafon yang diberikan factor kepada client. Kontrol Dalam transaksi Account Receivable Financing. kualitas cheque / Bilyet Giro serta factor tidak mengetahui dengan pasti transaksi yang dilakukan antara client dan customer. sehingga mudah melakukan kontrol terhadap aktivitas pembiayaan anjak piutang yang diberikan serta dapat pula memberikan informasi kepada client apabila ada customer yang nakal. Administrasi Pada transaksi Account Receivable Financing. Di samping. factor tidak dapat mengetahui Cheque / Bilyet giro yang diserahkan client kepada factor. 2. Adapun perbedaan yang mencolok antara Account Receivable Financing dan kegiataan anjak piutang adalah sebagai berikut: 1. sudah barang tentu akan memberikan tambahan modal kerja yang lebih baik. 3. Plafond Kredit Dalam transaksi anjak piutang biasanya factor dapat memberikan fasilitas pembiayaan sampai 100% dari nilai faktur. sedangkan dalam transaksi anjak piutang juga melakukan pencatatan seluruh hasil penjualan kredit client yang dianjakpiutangkan. . sedangkan dalam Account Receivable Financing sudah pasti lebih rendah. Sedangkan dalam transaksi anjak piutang. sehingga factor tidak mengetahui siapa saja pelanggan client.

5.yakni : Perbedaan antara Bank dan Factoring Perbedaan antara anjak piutang dengan bank dapat dilihat : transaksi proses Aktiva pasiva Analisis kredit Agunan Tingkat resiko bank Factoring utang piutang penjualan barang secara utang ke aktiva produktif aktiva produktif beralih ke kas memakan waktu Kas dan utang bertambah 1 pihak aja (nasabah) Wajib Tinggi (resiko nasabah) lebih cepat Piutang berubah kas 2 pihak(supplier dan pembeli) Tidak mutlak Lebih tinggi(resiko klien dan nasabah) Service dan discount charge Pembiayaan dan non pembiayaan Supplier/factor Biaya Bunga dan provisi Bantuan jasa Pembiayaan Penanggung resiko Bank .Lembaga Factoring juga memiliki perbedaan dengan Bank. maka transaksi anjak piutang lebih baik dibandingkan dengan Account Receivable Financing. hal ini dimungkinkan karena anjak piutang dapat dijadikan alternative pengganti Letter Of Credit untuk transaksi ekspor dan impor satu negara dan negara lainnya.4. Pengikatan anjak piutang lebih sederhanaa dibandingkan dengan Account Receivable Financing dan apabila dibuat secara notaris biaya lebih murah. Selain itu . Aktivitas Kegiatan anjak piutang lebih luas dibandingkan dengan Account Receivable Financing. Pengikatan Pengikatan dalam transaksi Account Receivable Financing biasanya melakukan pengikatan pokok berupa perjanjian kredit dan pengakuan utang serta ditambah dengan pengikatan cessie piutang dan jaminan yang dapat dibuat secara notaris ataupun bawah tangan. sedangkan pengikatan anjak piutang berdasarkan perjanjian anjak piutang ditambah pengikatan jaminan dari client. Berdasarkan uraian perbedaan antara Account Receivable Financing dan anjak piutang.

2.013/1988 yang kemudian dipertegas dengan ketentuan dalam pasal 1 angka 1 Surat Kputusan Menteri Keuangan Nomor 173/KMK. misal 80% ). yang dimaksud dengan piutang / tagihan adalah piutang yang dari transaksi dagang. Berikut ini akan kami kemukakan istilah – istilah umum yang sering digunakan dalam transaksi anjak piutang yang dilakukan di Indonesia.Anjak Piutang dan Istilah Istilahnya Dalam kegiatan anjak piutang. Retention / contigencie reserve adalah bagian dari faktur / tagihan yang ditawarkan oleh client kepada factor yang tidak dibiayai oleh factor. Untuk selanjutnya istilah – istilah anjak piutang ini akan kami gunakan terus dalam buku yang membahas anjak piutang ini.1251/KMK.Miskonsepsi Anjak Piutang Pelaksanaan kegiatan anjak piutang dalam kenyataan sehari – harinya masih sangat sulit dilakukan. Nilai pembayaran adalah besarnya nilai pembiayaan yang diberikan oleh factor atas faktur / tagihan yang ditawarkan oleh client kepada factor ( biasanya dalam presentase. 61/1988 dan pasal 6 Keputusan Menteri Keuangan No.3. 3. hal ini seperti yang dikemukakan dalam pasal 1 ayat 8 keputusan Presiden No. sebagai contoh maksimum pembiayaan yang diberikan adalah 80% dari nilai faktur. sebagaimana dikemukakan oleh INW Wisnugupta dalam makalahnya yang berjudul ” Factoring. Complementary Jasa Perbankan ” . Retention akan dikembalikan kepada client setelah tagihan kepada customer diterima efektif oleh factor. 4. 4. maka retention – nya adalah sebesar 20%. Kontrak adalah perjanjian anjak piutang / factoring agreement yang dilakukan oleh dan antara factor dan client.06/2002. Piutang adalah kewajiban pembayaran customer kepada client atas barang yang telah dibeli dan/atau jasa yang telah diberikan oleh client kepada customer. yaitu: 1.

Dengan adanya miskonsepsi ini. . Miskonsepsi Kredit Macet Miskonsepsi mengenai kesan bahwa factor adalah perusahaan yang menangani kredit macet. Miskonsepsi mengenai biaya Factoring Dalam praktek di lapangan pembebanan biaya factoring sering kali dianggap terlalu mahal oleh masyarakat. di mana factor tidak bersedia mengambil alih risiko bad debt. Dengan adanya transaksi anjak piutang. factor bukanlah bad debt collector atau juru tagih. Factor dapat berperan sebagai pusat informasi dan biasanya factor memiliki pengalaman yang cukup dalam pasar tersebut. Adapun miskonsepsi yang dimaksud adalah: 1. factoring hanya diperlukan sebagai jalan keluar yang terakhir apabila jenis – jenis pembiayaan lainnya tidak memungkinkan ( the last resort of borrowing ). perusahaan import factor di negara tujuan akan mengambil alih peran dimaksud. Factor hanya akan melakukan transaksi nonrecourse factoring. di mana umumnya credit department dalam perusahaan kurang mampu mengimbangi ekspansi perusahaan. 5. 2. Factoring bukanlah juru selamat kredit macet. Perusahaan yang baru berkembang dengan pesat.Usaha Usaha yang Cocok menggunakan Jasa Anjak Piutang Masih menurut INW Wisnugupta. Factor justru bertindak sangat selektif dalam melakukan transaksi factoring. 2. client dapat merencanakan ekspansinya dengan lebih leluasa.Hal ini disebabkan masih adanya miskonsepsi atau kekeliruan dalam memandang anjak piutang. Padahal mahal atau murahnya biaya factoring tergantung dari jasa – jasa yang diberikan factor kepada client. Dalam Export Factoring. apabila kemungkinan terjadinya risiko bad debt sangat kecil. fungsi credit department diambil alih oleh factor. bahwa transaksi anjak piutang sangat relevan dan cocok bagi perusahaan yang mempunyai kondisi sebagai berikut: 1. Saat ini mayoritas transaksi factoring masih atas dasar recourse factoring. Perusahaan yang akan memperluas penjualannya dengan memasuki pasar baru ( belum dikenal).

seperti pemanfaatan pembeliaan barang dalam jumlah besar dengan discount menarik. Biaya untuk membentuk credit department bagi perusahaan menengah ke bawah mungkin dirasa terlalu mahal. Anjak piutang juga cocok bagi perusahaan yang memerlukan sumber pembiayaan siap pakai sewaktu – waktu diperlukan ( stand ny facility ) untuk kondisi yang khusus. Begitu customer membayar. BAB 2 : PERATURAN – PERATURAN PEMERINTAH YANG MENGATUR KEGIATAN ANJAK PIUTANG . tanpa pengaturan pembayaran tertentu. terutama bagi industri kecil dan menengah yang saat ini banyak banyak mengalami kendala. Perusahaan yang termasuk dalam golongan ini lebih menyukai menyerahkan fungsi credit departmernt kepada factor. 5. Dengan demikian. sebagai pengganti kredit perbankan. Dengan memperoleh Advanced payment. client dapat memanfaatkan discount dimaksud. Berdasarkan uraian di atas. Kebanyakan perusahaan lebih menyukai mekanisme ini ( open account basis ) karena memang lebih fleksibel daripada transaksi dengan fixed payment tertentu yang dirasakan mengikat. maka otomatis posisi baki berkurang. anjak piutang diharapkan dapat membantu proses modernisasi perekonomian bangsa. lebih – lebih di saat krisis moneter tengah melanda indonesia. Anjak Piutang adalah transaksi self – liquidating. kelonggaran menarik pun bertambah. kiranya anajak piutang dapat dijadikan sebagai alternatif pembiayaan. 4.3.

di mana dalam keputusan tersebut menerangkan bahwa aktivitas pembiayaan terdiri dari: 1. 61 tahun 1988 dikenal dengan paket deregulasi Desember 1988. Credit Card (Kartu Kredit) 5.Peraturan Peraturan Mengenai Anjak Piutang Di Indonesia. dan Surat Edran Direktorat Jendral. Security House (Perdagangan Surat Berharga) Keputusan Presiden ini memberikan kemudahan kepada perusahaan leasing untuk meningkatkan statusnya menjadi perusahaan multi finance (perusahaan pembiayaan) dan/ atau kemudahan mendirikan perusahaan baru yang bergerak di lembaga pembiayaan serta merupakan pembaruan dari Keputusan Presiden Republik Indonesia No. Keputusan Menteri. yang memperkenalkan Industri Multi Finance di Indonesia. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 1988 Tanggal 20 Desember 1988 tentang Lembaga Pembiayaan. Factoring (Anjak Piutang) 2. kegiatan anjak piutang atau factoring sejauh ini belum diatur secara khusus dengan undang – undang seperti halnya perbankan. maka usaha pembiayaan tidak hanya berupa kegiatan leasing saja melainkan bertambah menjadi: 1. Keputusan Presiden No. Leasing (Sewa Guna Usaha) 3. Dengan dikeluarkannya ketentuan ini. 39 tanggal 26 Oktober 1988 tentang Lembaga Pembiayaan. asuransi. di mana pada waktu itu jasa pembiayaan yang baru dikenal oleh masyarakat adalah Leasing ( Sewa Guna Usaha) saja.1. Consumer Finance (Pembiayaan Konsumen) 4. Adapun peraturan – peraturan yang dimaksud dapat kami kemukakan sebagai berikut: A. leasing (Sewa Guna Usaha) 2. Keberadaan industri anjak piutang sebagai bagian dari aktivitas lembaga pembiayaan saat ini hanya diatur dengan Surat Keputusan Presiden. Factoring (Anjak Piutang) . Venture Capital (Modal Ventura) 6. ataupun dana pensiun.

lembaga keuangan bukan bank dan perusahaan pembiayaan.3. Consumer Finance (Pembiayaan Konsumen) 4. Perusahaan pembiayaan harus berbentuk perseroan terbatas dan/atau koperasi. Pembatasan a. di mana saham perusahaan pembiayaan yang berbentuk perseroan terbatas dapat dimiliki oleh Warga Negara Indonesia dan atau Badan Hukum Indonesia atau Badan Usaha Asing dan Warga Negara Indonesia atau Badan Hukum Indonesia (usaha patungan) . Definisi Pembiayaan Anjak Piutang Kegiatan anjak piutang dapat dilakukan dalam bentuk: 1) Pembelian atau pengalihan piutang / tagihan jangka pendek dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. 2) Penatausahaan penjualan kredit serta penagihan piutang perusahaan klien. 2. Lembaga pembiayaan dapat dilakukan oleh bank. Credit Card (Kartu Kredit) 5. adalah sebagai berikut: 1. b. Adapun pokok – pokok isi dari surat keputusan menteri keuangan ini. Venture Capital (Modal Ventura) 6. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 1251/KMK. Security House (Perdagangan Surat Berharga) Perbedaaan yang mencolok antara kedua keputusan Presiden ini adalah dikeluarkannya kegiatan Reksa Modal dari kegiatan Perusahaan Pembiayaan dan batas kepemilikan saham oleh badan usaha asing.013/1988 tanggal 20 Desember 1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga Pembiayaan. B. Reksa Modal 7.

antara lain adalah: 1. Koperasi Rp 5.000.C.017/1995 Tanggal 03 Oktober 1995 tentang Perubahan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK.000.000.017/1955 & Nomor 28/9/KEP/GBI Tanggal 19 Desember 1995 tentang Pelaksanaan Pengawasan Perusahaan Pembiayaan Oleh Bank Indonesia. perusahaan pembiayaan wajib menyesuaikan kewajiban permodalannya selambat – lambatnya 3 (tiga) tahun sejak peraturan ini diberlakukan. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 468/KMK.000. menjadi sebagai berikut: a. ketentuan ini berlaku bagi perusahaan baru maupun yang sudah mendapatkan izin usaha. Mengubah modal disetor atau simpanan pokok dan wajib perusahaan pembiayaan yang melakukan satu atau lebih kegiatan usaha. Adapun pokok – pokok isi dari surat keputusan menteri keuangan ini. Perusahaan Patungan Rp 25.000.013/1988 Tanggal 20 Desember 1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga Pembiayaan.000. D. Selain itu.b.000.00/1989 Tanggal 18 November 1989. E. jumlah penyertaan modal pada perusahaan pembiayaan tidak boleh melebihi modal sendiri setelah dikurangi dengan penyertaan yang telah dilakukan.000/1989 tanggal 8 November 1989 tentang Perubahan Ketentuan mengenai Perusahaan Perdagangan Surat Berharga dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. Perusahaan Swasta Nasional Rp 10.Bagi pemegang saham yang berbadan hukum.013/1988 Tanggal 20 Desember 1988 tentang ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga Pembiayaan sebagaimana telah diubah dengan keputusan Menteri Keuangan No.000.c. .000. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 1256/KMK.1256/KMK. 1251/KMK. Keputusan bersama Menteri Keuangan Republik Indonesia dan Gubernur Bank Indonesia Nomor 607/KMK.

3. Adapun laporan – laporan yang disampaikan wajib disampaikan kepada Menteri Keuangan dengan tembusan kepada Bank Indonesia.SE-06/PJ-53/1997 Tanggal 18 Maret 1997 tentang Perlakuan PPN atas Jasa Anjak Piutang. 2. Adapun ruang lingkup pengawasan yang dilakukan oleh Bank Indonesia kepada perusahaan pembiayaan meliputi: 1. . Penyaluran pinjaman yang bersumber dari kredit perbankan. Kebenaran dan kelengkapan laporan. I.017/1995 Tanggal 19 Desember 1995 tentang Ketentuan Pinjaman yang diterima. Pemeriksaan dan pengawasan terhadap penarikan pinjaman luar negeri.642/KMK. Penerbitan surat sanggup bayar. Keputusan Mnteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 292/KMK. G. yang sebelumnya Bank Indonesia tidak ikut melakukan pengawasan.606/KMK. penyertaan dan pelaporan Perusahaan Pembiayaan. F. 5. Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak Departement Keuangan Republik Indonesia NO. Surat Direktorat Jenderal Pajak Departement Keuangan Republik Indonesia Nomor S-78/PJ-311/1996 Tanggal 19 April 1996 tentang Pembebasan Pph Pasal 23 atas Penghasilan yang Diperoleh Perusahaan Anjak Piutang.04/1995 tentang nilai Lain sebagai Dasar pengenaan Pajak.04/1996 Tanggal 18 April 1996 tentang Perubahan Keputusan Menteri Keuangan No. Surat Edaran Direktorat Jendral Lembaga Keuangan Department Keuangan Republik Indonesia Nomor SE 1087/LK/1996 Tanggal 27 Februari 1996 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pelaporan dan Sanksi bagi Perusahaan Pembiayaan. Kualitas aktiva produktif. 4. Surat edaran ini mengatur tentang pelaksanaan kewajiban sistem pelaporan perusahaan pembiayaan yang tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indoneisa No. H.Surat keputusan bersama ini bertujuan untuk melibatkan Bank Indonesia untuk ikut melakukan pengawasan perusahaan pembiayaan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Perusahaan pembiayaan dapat didirikan dan dimiliki oleh: keuangan No.017/2000 Tanggal 27 Oktober tentang Perusahaan Pembiayaan Dalam keputusan menteri keuangan No. N. perusahaan pembiayaan dapat melakukan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah damn yang bersifaf konvensional. Surat Direktur Peraturan Perpajakan No. aspek permodalan. Dalam menjalankan usahanya.04/1998 Tanggal 27 Februari 1998 tentang penghapusan Piutang Tak Tertagih yang boleh Dikurangkan Sebagai Biaya. 2.013/1998 sehingga mempertegas aspek-aspek selama ini kurang diatur seperti pembukaan kantor cabang.017/1995 Tanggal 21 Desember 1995 c) Keputusan menteri September 1998.1/9/PBI/1999 Tanggal 28 Oktober 1999 tentang Pemantauan Kegiatan Lalu Lintas Devisa Bank dan Lembaga Keuangan Non-Bank. a) Keputusan menteri keuangan No. Adapun pokok-pokok isi surat keputusan menteri keuangan ini dapat kami kemukakan sebagai berikut: 1. b) Keputusan menteri keuangan No.312/1999 Tanggal 26 tentang Penyisihan Piutang Tak Tertagih Bagi Industri Multi Finance. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 448/KMK. 1251/KMK.017/1995 Tanggal 19 dersember 1995. K. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 130/KMK. 609/KMK.S-11/PJ. 446/KMK. 606/KMK. Selain itu keputusan ini membatalkan dan menyatakan tidak berlakunya lagi.J. M. Peraturan Bank Indonesia No. L.017/1995 Tanggal 29 . Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Departement Keuangan Republik Indonesia Nomor SE-19/PJ-42/1998 Tanggal 10 Juli 1998 tentang Pelaksanaan Piutang Tak Tertagih yang boleh Dikurangi Sebagai Biaya. merger. akuisisi serta konsolidasi. pencabutan izin usaha.

000. 25.000 (dua puluh lima milyar rupiah).000 (lima milyar rupiah). Pemegang saham. Perusahaan patungan sekurang-kurangnya sebesar Rp. 8. 5. Tidak tercatat sebagai debitur kredit macet disektor perbankan. Tidak pernah melakukan tindakan tercela dibidang perbankan. dikurangi dengan penyertaan. e. 4. 3. 7.a.000 (sepulauh milyar rupiah). Perusahaan Pembiayaan berbentuk hukum Perseroan Terbatas atau Koperasi. d. Warga Negara Indonesia dan/atau badan hokum Indonesia. 6. agio saham. cadangan. jumlah penyertaan modal. direksi. Setoran modal pemegang saham tidak berasal dari pinjaman.000. simpanan wajib. dana cadangan. Modal sendiri untuk yang berbentuk hukum Koperasi merupakan penjumlahan dari simpanan pokok. b. dan sisa hasil usaha. Badan usaha asing dan warga Negara Indonesia atau badan hukum Indonesia (usaha patungan). pada Perusahaan Pembiayaan ditetapkan setinggi-tingginya sebesar modal sendiri dikurangi dengan penyertaan 6yang telah dilakukan.000. bagi pemegang saham yang berbentuk badan hukum.000. c. Modal sendiri yang berbentuk badan hukum Perseroan terbatas merupakan dari modal disetor. dan . Koperasi sekurang-kurangnya sebesar Rp. modal penyertaan. 5. c. Tidak pernah dihukum karena tindak kejahatan. 10.000. dan dewan komisaris atau pengurus dan pengawas Perusahaan Pembiayaan sekurang-kurangnya wajib memenuhi persyaratan: a. hibah. b. b. Salah satu direksi atau pengurus harus berpengalaman operasional dibidfang persahaan Pembiayaanatau Perbankan sekurang-kurangnya 2 tahun.000. Modal disetor atau simpanan pokok dan wajib Perusahaan Pembiayaan ditetapkan sebagai berikut: a. Perusahaan swasta nasional sekurang-kurangnya sebesar Rp. dan saldo laba dikurangi dengan penyertaan.

Perusahaan Pembiayaan dapat menerima pinjaman baik dari dalam maupun luar negri. dikurangi penyertaan . simpanan wajib. hibah. Laporan keuangan terakhir yang telah diaudit. Pembukaan Kantor Cabang Perusahaan Pembiayaan hanya dapat dilakukan dengan izin Menteri. Jumlah pinjaman bagi setiap Perusahaan Pembiayaan ditetapakn setinggi-tingginya sebesar 15 kali jumlah modal sendiri(net worth) Perusahaan Pembiayaan setelah dikurangi penyertaan. dana cadangan. Koperasi terdiri dari simpanan pokok. Setiap perusahaan anggaran dasar. 11. 9. modal penyertaan. Laporan keuangan bulanan terakhir. Rencana pembukaan Kantor Cabang wajib dicantumkan dalam rencana kerja perusahaan Pembiayaan yang telah disahkan dalam rapat umum pemegang saham atau rapat anggota. laba tahun berjalan. agio saham dan pinjaman subordinasi yang dihitung berdasarkan laporan keuangan posisi bulan terakhir. Tidak pernah dinyatakan pailit atau dinyatakan bersalah yang mengakibatkan suatu perseroan/perusahaan dinyatakan pailit berdasarkan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. cadangan umum yang belum di gunakan. Perseroan Terbatas terdiri dari modal disetor ditambah dengan modal ditahan. Jumlah pinjaman luar negeri ditetapkan setinggi-tingginya sebesar 5 kali jumlah modal sendiri (net worth) Perusahaan Pembiayaan setelah dikurangi penyertaan.dan 2. b. 14. 12. b. dana sisa hasil usaha.f. Modal sendiri (net worth) bagi persahaan yang berbentuk hukum: a. 13. Perusahaan Pembiayaan memperoleh laba berdasarkan: 1.pemegang sahm. Untuk dapat membuka Kantor Cabang Perusahaan Pembiayaan harus mempunyai persyaratan: a. direksi dan dewan komisarin atau pengurus dan pengawas wajib dilaporkan kepada Menteri selambat-lambatnya 15 hari setelah perusahaan dilaksanakan 10.

19. 22. hak tagih berlaku paling akhir dari segala pinjaman yang ada. Setiap pinjaman subordinasi yang diterimas oleh Perusahaan Pembiayaan wajib dilaporkan kepada menteriselambat-lambatnya 10 hari setelah pinjaman diterima. Perusahaan Pembiayan hanya dapat melakukan penyertaan modal pada perusahaan di setor keuangan. Dalam hal Perusahaan Pembiayaan yang melakukan resstruturisasi utang usaha mempunyai ekuitas negatif. c. Jumlah seluruh penyertaan modal perusahaan pembiayaan tidak boleh melebihi 40% dari jumlah modal sendiri Perusahaan pembiayaan yang bersangkutan. 16. deposito. Minimum berjangka waktu 5 tahun. kecuali sebagai jaminan atas utang sebagai bank yang menjadi krediturnya. 21. Penyertaan modal pada setiap perusahan tidak boleh melebihi 25% dari modal disetor perusahaan yang bersangkutan. b. 15. Menerbitkan Surat Sanggup Bayar. 17. 20. Pinjaman subordinasi merupakan pinjaman yang diterima Perusahaan Pembiayaan dengan syarat: a. Menarik dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk giro. b. tabungan dan/atau bentuk lainnya yang disamakan dengan itu. Pinjaman subordinasi yang dapat diperhitungkan sebagai komponen modal sendiri sebanyak-banyaknya sebesar 50% (lima puluh per seratus) dari modal disetor. Memberikan jaminan daslam segala bentuknya kepada pihak lain. Dal. Perusahaan Pembiayaan dilarang: a.serta kerugian yang dihitung berdasarkan laporan keuangan posisi bulan terakhir. . pemegang saham wajib menambah modal sekurang-kurangnya sebesar-besarnya disetor minimum. c. Dituangkan dalam perjanjian tertulis antara Perusahaan Pembiayaan dan emberi pinjaman.am hal terjadi likuidasi. 18.

Pencabutan Izin Usaha Perusahaan Pembiayaan dilakukan oleh Menteri dalam hal Perusahaan Pembiayaan : a. Perusahaan Pembiayaan bubar karena: a. 31. Laporan Keuangan Tahunan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik. 25. Pelaksanaan pengawasan Perusahaan Pembiayaan dilakukan oleh Departemen Keuangan dengan dibantu oleh Bank Indonesia. b. Dikenakan sanksi. c. 30. Laporan Kegiatan Usaha Semesteran.] c. b. selambat-lambatnya setelah tahun buku berakhir. Surat Sanggup Bayar (Promissory Note) yang dibuat dan di keluarkan oleh Perusahaan Permbiayaan tidak dapat dialihkan dan wajib dicantumkam katakata “tidak dapat dialihkan (non-negotible)”. Tidal lagi menjadi Perusahaan Pembiayaan. Pembinaan dan pengawasan Perusdahaan Pembiayaan dilakukan oleh Menteri. Perubahan Nama Perusahaan Pembiayaan wajib dilaporkan kepada Menteri selambat-lambatnya 15 hari setelah perubahan nama dilaksanakan wajib dilampiri perubahan anggaran dasar yang telah disahkan oleh instalasi berwenang serta NPWP. Keputusan rapat umum pemegang saham atau rapat anggota. Melakukan Merger atau Kosolidasi. Laporan Keuangan Bulanan. 24. . 27.23. 28. 26. 29. Pemindahan alamat kantor pusat atau kantor cabang Perusahaan Pembiayaan wajib di laporkan kepada Menteri selambat-lambatnya 15 hari sejak pelaksanaan pemindahan disertai dengan bukti penguasaan gedung kantor. Perusahaan Pembiayaan wajib mengumumkan neraca sdan perhitungan laba rugi singkat sekurang-kurangnya dalam 1 surat kabar harian yang mempunyai peredaran luas. Perusahaan wajib menyampaikan kepada Menteri dengan tembusan kepada bank Indonesia: a. Bubar. d.

10. 2. d.000. sehingga menjadi:  Perusahaan swasta nasional atau perusahaan patungan sekurangkurangnya Rp.  Koperasi sekurang-kurangnya Rp. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 172/KMK. Penetapan pengadilan.000. Likuidator atau pernyelesai wajib melaporkan penertapan atau keputusan tersebut kepada merteri selambat-lambatnya 30 hari sejak penetapan pengadilan dan keterangan yang menyatakan bahwa penetapan pengadilan telah mempunyai kekuatan hukum tetap. 5. Mengubah ketentuan tentang kegiatan anjak piutang dari semula menyatakan: “kegiatan anjak piutang dilakukan dalam bentuk pembelian atau pengalihan piutang/tagihan jangka pendek dari trsansaksi perfdagangan dalam atau .017/2002 Tentang perusahaan Pembiayaan: Adapun pokok-pokok isi surat keputusan menteri keuangan ini dapat kami kemukakan sebagai berikut: 1. Restrukturisasi utang usaha perusahaan pembiayaan tidak hanya dapat dilakukan melalui Stuan Tugas Prakarsa Usaha (Jakarta Initiative Task . Jangka waktu berdirinya Perusahaan pembiayaan yang ditetapkan dalam anggaran dasar berakhir.000 (lima milyar rupiah).000.luar negeri. DAlam hal Perusahaan Pembiayaan bubar berdasarkan penetapan pengadilan atau keputusan pemerintah.b.. 3. Mengubah ketentuan tentang permohonan untuk mendapatkan izin usaha perusahaan pembiayaan. c. 4. Keputusan Pemerintah.000 (sepuluh milyar rupiah). penatausahaan dan penagihan piutang perusahaan penjual piutang” menjadi “ kegiatan anjak piutang dilakukan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek dari transaksi perdagangan dan atau luar negeri”. Mengubah ketentuan modal disetor..000.06/2002 Tanggal23 April 2002 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 448/KMK. O. 32.

terlihat jelas bahwa industri ini belum menmpunyai landasan hukum yang kokoh layaknya industri perbankan maupun asuransi.06/2002 tentang Penghentian Pemberian Izin Usaha Perusahaan Pembiayaan: Dengan adanya keputusan Menteri Keuangan ini maka untuk sementara waktu pemerintah tidak mengeluarkan izin usaha baru bagi Perusahaan Pembiayaan.  Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perlkoperasian. Namun. agar tidak . Dalam rangka untuk memberikan kepastian usaha dan meningkatkan dasa saing pada era perdagangan bebas. berikut ini akan kami kemukan pula mengenai aspek hukum/yuridis dari anjak piutang dalam tata hukum Indonesia seperti yang dikemukakan oleh Gatot Wardoyo. pada dasarnya merupakan pengalihan piutang sebagai tindak lanjut dari jual beli tagihan tersebut. Mempertegas Pemberlakuan Ketentuan :  Undang-undang Nomor 4 Tahun 1999 tentang Lalu Lintas Devisa Nilai Tukar. 5.  Undang-undang Nomor 156 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang bagi Perusahaan Pembiayaan beserta sanksinya. Selain ketentuan-kertentuan pemerintah yang mengatur keberadaan industri anjak piutang yang telah kami sebutkan diatas. Berdasarkan uraian dan rincian mengenai peraturan pemeritah yang mengatur keberadaan perusahaan pembiayaan anjak piutang dei Indonesia. Keputusan Menteri Keuangan Repulik Indonesia Nomor 185/KMK. P.Force) tetapi dapat juga melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang selanjutnya wajib dilaporkan kepada Menteri Keuangan selambat-lambatnya 10 Hari sejak perjanjian restrukturisasi di tandatangani. pengertian piutang dalam hal ini harus diketahui secara pasti . Seperti yang telah kita ketahui anjak piutang bila ditinjau dari segi mekanismenya. sudah sepantasnya industri anjak piutang dan/atau industri pembiayaan dilindungi dengan Undang-undang Usaha Jasa Pembiayaan serta diberikan alternative baru sumber pendanaan selain kredit perbankan serta insentif khusun bagi perusahaan anjak piutang dan/atau perusahaan pembiayaan yang khusus melayani usaha kecil.

d) Dalam hubungan yang lebih formal antar pihak misalnya adanya jaminan yang diikat secara yuridis disertai adanya pemberian hak preferensi kepada kreditur. maka akan terlihat jelas unsur-unsur sebagai berikut: 1. b) Berasal dari suatu perjanjian kredit. yaitu berupa uang panjar atau uang muka. Bila diadakan perbandingan antara kedua jenis piutang tersebut. sebab seller sangat berkepentingan dengan kelancaran perputaran modalnya. Piutang Dagang: a) Jangka pendek. c) Adanya suatu jaminan yang lebih bersifat riil/kebendaan dan pasti. Kalau memeng ada jaminan relative kecil dibandingkan dengan nilai tagihannya. c) Jaminan kebendaanb kurang diperhatikan karena lebih dititikberatkan kepada masalah hubungan dagang. Piutang dalam perkreditan: a) Jangka waktu yang lebih lama. Secara umum. 2.131/1988 yang kemudian dipertegas dengan pasal 1 angka 1 Keputusan Menteri Keuangan no. 61/1988 dan pasal 6 Keputusan Metri Keuangan no. Keputusan Presiden RI no. 172/KMK/2002.1251/KMK. . yang dimaksud piutang adalahpiutang yang timbul dari transaksi dagang seperti yang dirumuskan dalam pasal 1 ayat 8.menimbulkan salah tafsir dalam pembahasan segi yuridisnya. karena adanya kemungkinan untuk diperpanjang. b) Umumnya berasal dari trasaksi jual beli barang/jasa. piutang dapat dibedakan menjadi 2 jenis: yaitu piutang yang berasal dari treansaksi dagang dan berasal dari fasilitas pinjaman/kredit (didudukan dalam perjanjian kredit). Dalam kegiatan anjak piutang yang berlaku di Indonesia.

dan menikmati suatu kebendaan bergerak adalah sebagai pemilik.Objek dari kegiatan anjak piutang adalah piutang yang berasal dari transaksi dagang. atau di bawah tangan (dibuat cukup oleh para pihak) sehingga pihak penjual /klien menjadi cedent dan pihak factor menjadi cessionaris. yaitu minimal pemberitahuan padanya. dalam hal ini adalah factor. Bila diadakan perbandingan antara endosemen dan penyerahan fisik atas surat piutang di satu pihak. Dengan penyerahan tersebut pihak factor sudah dapat dikatakan sebagai pemilik sah atas piutang tersebut dan dilindungi pula oleh pasal 529 KUH Perdata yang pada pokoknya menyatakan bahwa kedudukan seseorang yang menguasai. yaitu suatu cara pengalihan piutang dengan membuat akta otentik (dibuat oleh notaris sebagai pejabat khusus). mempertahankan. dan pembeli/ customer. penjual/klien. Penyerahan piutang atas unjuk (order) harus dilakukan dengan endosemen. Penyerahan piutang atas bawa cukup dilakukan secara fisik dari surat bukti piutang kepada pihak factor oleh pihak penjual/klien. dari pihak penjual/klien kepada factor dan harus ditandatangani oleh pihak penjual/klien sehingga factor disebut geendoserde dan pihak penjual/ klien disebut endosan. terlihat bahwa piutang yang dibuat op naam ( atas nama penjual/klien) memerlukan keterlibatan pembeli atau customer. . harus dilakukan dengan cara cessie. Maka dapat dikatakan siapa pun yang membawa piutang tersebut adalah pemiliknya. Penyerahan piutang yang dibuat dengan bentuk atas nama penjual/klien. Tentunya akan lebih baik lagi jika perjanjian anjak piutang dibuat segitiga antara factor. Tetapi akan lebih kuat bagi factor bila pembeli atau customer dapat memberikan persetujuan tertulis. yaitu dengan cara membuat suatu keterangan mengenai pengalihan piutang tersebut di halaman belakang dari surat piutang tersebut.

Pasal ini sebenarnya memberikan pembatasan yang tegas mengenai tanggung jawab pihak penjual/klien yang menurut pasal 1534 tampak tidak tegas. Perlu juga diperjanjikan mengenai biaya yang timbul. 4. Pasal 1535 KUH Perdata. dibatasi hanya untuk waktu sekarang. Namun. kecuali penjual/klien mengikatkan diri untuk waktu yang akan datang juga. kecuali penjual/klien meningkatkan diri untuk memberikan jaminan atas kemampuan membayar pihak pembeli/customer. . yaitu : 1. 5. kecualidiperjanjikan lain. 2. tanggung jawab pihak penjual/klien harus diberikan legalitasnya. Hal ini tentu saja mempengaruhi harga jual piutang tersebut. bila dikaji secara yuridis. Ketentuan pasal 1320 KUH Perdata. yaitu harus benarbenar ada pada waktu diserahkan. karena Indonesia bukan penganut system hukum kebiasaan. pada pokoknya menyatakan penjual/klien tidak bertanggung jawab tentang kemampuan pembayar dari pihak pembeli/customer.sebab menurut 1466 ayat 1 KUHP perdata. buakn untuk waktu kemudian hari. Pasal 1534 KUH Perdata yang pada pokoknya menyatakan penjual/klien bertanggung jawab akan piutang yang dijualnya tersebut.dalam halini factor. yaitu yang mengatur syarat-syarat sahnya suatu perjanjian. Pasal 1536 KUH Perdata lebih merinci lagi tentang tanggung jawab penjual/klien tersebut. 3. yaitu dalam hal penjual/klien menjamin kemampuan membayar pihak pembeli/customer. Meskipun perjanjian ini tidak disertai adanya jaminan dari pihak penjual/klien (recourse and without recourse factoring). Hal ini kiranya sangat logis karena menyangkut objek dari suatu perjanjian dan tentunya pihak factor juga tidak akan gegabah dalam menganalisis piutang tersebut. tetapi dengan batas sebesar harga penjualan piutang yang telah diterimanya.Untuk itu hal-hal di bawah ini perlu diperhatikan oleh factor dalam membuat perjanjian anjak piutang menurut tata hukum Indonesia.biaya akta jual beli di pikul oleh pembeli. Namun.

perlu menetapkan Keputusan Menteri Keuangan tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah.06/2003 TENTANG PENERAPAN PRINSIP MENGENAL NASABAH BAGI LEMBAGA KEUANGAN NON BANK MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. Dana Pensiun dan Lembaga Pembiayaan (Perusahaan pembiayaan dan Modal Ventura). Menimbang : a. c. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3467).Undang Undang yang terakhir ini merupakan keputusan Menteri Keuangan mengenai Lembaga Keuangan Bukan Bank. bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas perlu diatur ketentuan tentang kewajiban penerapan prinsip mengenal nasabah termasuk pelaporan transaksi yang mencurigakan bagi Lembaga Keuangan Non Bank.yang belum lama ini dikeluarkan : KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 /KMK. Tambahan Lembaran Negara Republik . b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam butir a. b dan c. bahwa guna menciptakan industri keuangan non bank yang sehat dan berstandar internasional serta terlindungi dari kemungkinan disalahgunakan untuk kejahatan keuangan maka diperlukan penerapan prinsip mengenal nasabah dan pelaporan transaksi yang mencurigakan. bahwa prinsip mengenal nasabah dan pelaporan transaksi yang mencurigakan masih belum diterapkan di lingkungan industri-industri Perasuransian. Undang-undang Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 1992. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1992.Q. Mengingat : 1. 2. d.

3. Lembaga Keuangan Non Bank (LKNB) adalah Perusahaan Perasuransian. Lembaga Pembiayaan adalah lembaga pembiayaan sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Presiden tentang Lembaga Pembiayaan. termasuk tetapi tidak terbatas pada : a. Dana Pensiun adalah Dana Pensiun sebagaimana dimaksud dalam Undangundang tentang Dana Pensiun. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2002. 4. Prinsip Mengenal Nasabah adalan prinsip yang diterapkan Lembaga Keuangan Non Bank untuk mengetahui identitas nasabah dan memantau kegiatan transaksi nasabah termasuk pelaporan transaksi yang mencurigakan. 5.Pemegang polis dan atau tertanggung pada Perusahaan Asuransi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4191). 4. Nasabah adalah pihak yang menggunakan jasa LKNB. BAB 1 KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Keputusan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan: 1. . Perusahaan Perasuransian adalah perusahaan perasuransian sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang tentang Usaha Perasuransian. 2.Indonesia Nomor 3477). 3. 6. Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 1988). MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PENERAPAN PRINSIP MENGENAL NASABAH BAGI LEMBAGA KEUANGAN NON BANK. Dana Pensiun dan Lembaga Pembiayaan (Perusahaan Pembiayaan dan Modal Ventura).

dan g. Peserta dan atau pihak yang berhak pada Dana Pensiun. 10. f. karakteristik serta kebiasaan pola transaksi dari Nasabah yang bersangkutan dan atau yang menggunakan dana yang diduga berasal dari hasil kejahatan. f. d. c. b. d.b. 9. 8. pendaftaran program pensiun pada Dana Pensiun. e.Klien atau Penjual Piutang pada kegiatan Anjak Piutang. dan g. Konsumen pada kegiatan Pembiayaan Konsumen. c. Pemegang kartu kredit pada usaha kartu kredit. perikatan antara Perusahaan Modal Ventura dari Perusahaan Pasangan Usaha. penutupan polis pada Perusahaan Perasuransian. BAB II PRINSIP MENGENAL NASABAH Bagian Pertama Kewajiban Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah Pasal 2 . Perikatan adalah perjanjian antara LKNB dengan nasabah. termasuk tetapi tidak terbatas pada : a. e. pembukaan rekening kartu kredit. perjanjian anjak piutang.perjanjian sewa guna usaha. 7. transaksi atau perikatan antara LKNB dengan Nasabah. Transaksi yang mencurigakan adalah transaksi yang menyimpang dari profil. Perusahaan Pasangan Usaha pada kegiatan Modal Ventura. Rekening adalan rincian catatan yang lengkap mengenai Nasabah termasuk tetapi tidak terbatas pada identitas. Lessee atau Penyewa Guna Usaha pada kegiatan leasing atau Sewa Guna Usaha. perjanjian pembiayaan konsumen. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) adalah lembaga yang dibentuk berdasarkan Undang-undang tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

b. c. menetapkan kebijakan penerimaan Nasabah. dan d. LKNB wajib: a.Menyusun kebijakan dan prosedur Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah yang dituangkan dalam Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. . menetapkan kebijakan dan prosedur manajemen risiko yang berkaitan dengan penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. menetapkan kebijakan dan prosedur dalam mengidentifikasi Nasabah. Pasal 3 Dalam rangka menerapkan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. c.LKNB wajib menerapkan Prinsip Mengenal Nasabah. Menetapkan dan menyampaikan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah kepada Menteri Keuangan paling lambat 3 (tiga) bulan sejak diberlakukannya Keputusan Menteri Keuangan ini. b.menetapkan kebijakan dan prosedur pemantauan terhadap rekening dan transaksi Nasabah.Setiap perubahan terhadap Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah wajib disampaikan kepada Menteri Keuangan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak ditetapkannya perubahan tersebut. Bagian Kedua Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah Pasal 4 (1)Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah oleh Lembaga Keuangan Non Bank sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dilakukan sebagai berikut: a.

paling lambat 18 (delapan belas) bulan sejak diberlakukannya Keputusan Menteri Keuangan ini.dan d.informasi lain yang memungkinkan LKNB untuk dapat mengetahui profil calon Nasabah. maksud dan tujuan melakukan transaksi atau perikatan dengan LKNB. LKNB wajib rneminta informasi mengenai a. dan e. LKNB wajib menerapkan kebijakan mengenal Nasabah bagi Nasabah baru dan atau perikatan baru sejak ditetapkannya Pedoman tersebut.d. identitas pihak lain. Berdasarkan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam huruf a. (2)Ketentuan mengenai Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan. (2) Identitas calon Nasabah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus dapat dibuktikan dengan keberadaan dokumen-dokumen pendukung sebagai berikut : . c. dalam hal calon Nasabah bertindak untuk dan atas nama pihak lain sebagaimana diatur dalam Pasal 6. termasuk pengkinian database Nasabah. Berdasarkan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam huruf a. b. Bagian Ketiga Kebijakan Penerimaan Dan Identifikasi Nasabah Pasal 5 (1)Sebelum melakukan perikatan dengan Nasabah. identitas calon Nasabah. LKNB wajib menerapkan kebijakan mengenal Nasabah bagi Nasabah yang sudah ada.

d) kewarganegaraan. 3) Dokumen identitas pihak-pibak yang ditunjuk mempunyai wewenang bertindak untuk dan atas nama perusahaan. Nasabah perorangan paling kurang terdiri dari 1) identitas Nasabah yang memuat: a) nama. c) Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bagi Nasabah yang diwajibkan untuk memiliki NPWP sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2) Nama. dengan catatan bahwa untuk perusahaan perasuransian dan dana pensiun lebih difokuskan pada keterangan mengenai sumber dana sedangkan untuk lembaga pembiayaan lebih difokuskan pada tujuan penggunaan dana. dengan catatan bahwa untuk . spesimen tanda-tangan dan kuasa kepada pihak-pihak yang ditunjuk mempunyai wewenang bertindak untuk dan atas nama perusahaan dalam melakukan hubungan usaha dengan LKNB. dan 4) Keterangan sumber dana dan tujuan penggunaan dana. b.a. Nasabah perusahaan paling kurang terdiri dari 1) dokunien perusahaan a) Akte pendirian atau anggaran dasar bagi perusahaan yang bentuknya diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3) spesimen tanda tangan. 2) keterangan mengenai pekerjaan. dan 4) keterangan mengenai sumber dana dan tujuan penggunaan dana. b) alamat tinggal tetap. b) Izin usaha atau izin lainnya dan instansi yang berwenang. c) tempat dan tanggal lalnr.

perusahaan perasuransian dan dana pensiun lebih difokuskan pada keterangan mengenai sumber dana sedangkan untuk lembaga pembiayaan lebih difokuskan pada tujuan penggunaan dana. (3) LKNB wajib meneliti keabsaban dan kebenaran dokumen pendukung identitas calon Nasabah sebagaimana dimaksud dalam ayat (2). (4)Apabila diperlukan.bagi beneficial owner perorangan : 1) dokumen pendukung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf a. penugasan. LKNB wajib memperoleh dokumen pendukung sebagaimana dimaksud dalani Pasal 5 ayat (2) mengenai calon Nasabah tersebut dan hubungan hukum. . serta informasi lainnya mengenai beneficial owner dari calon Nasabah. dan 2) pernyataan dari calon Nasabah bahwa telah dilakukan penelitian terhadap kebenaran identitas maupun sumber dana dari beneficial owner. suniber dana dan tujuan penggunaan dana. b. dan 2) pernyataan dari calon Nasabah bahwa telah dilakukan penelitian terhadap kebenaran identitas maupun sumber dana dari beneficial owner. Pasal 6 (1)Dalam hal calon Nasabah bertindak sebagai perantara dan atau kuasa pihak lain (beneficial owner) untuk melakukan Perikatan. bagi beneficial owner perusahaan termasuk LKNB 1) dokumen pendukung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf b.yang antara lain berupa : a. serta kewenangan bertindak sebagai perantara dan atau kuasa pihak lain. (2) LKNB juga wajib niernperoleh bukti atas identitas dari beneficial owner. LKNB dapat melakukan wawancara dengan calon Nasabah untuk dapat meneliti dan meyakini keabsahan dan kebenaran dokumen sebagaimana dimaksud dalam ayat (3).

aktivitas transaksi normal. dan d. Perikatan lain yang dimiliki pada LKNB yang bersangkutan. Perikatan dengan calon Nasabah yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dan atau Pasal 6.Pasal 7 LKNB dilarang melakukan. c. Pasal 1 0 LKNB wajib memelihara profit Nasabah yang paling kurang meliputi informasi inengenai : a. Pasal 9 LKNB wajib melakukan pengkinian data dalam hal terdapat perubahan terhadap dokumen-dokumen sebagaimana dimaksud dalain Pasal 5 atau Pasal 6. b. Bagian Keempat Pemantauan Rekening Dari Transaksi Nasabah Pasal 8 LKNB wajib menatausahakan dan menyimpan dokumen-dokumen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dari Pasal 6 dalam jangka waktu sampai dengan paling kurang 5 (lima) tahun sejak Nasabah mengakhiri perikatan dengan LKNB.pekerjaan atau bidang usaha. Bagian Kelima Manajemen Risiko Pasal 11 Kebijakan dan prosedur manajemen risiko sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf d paling kurang mencakup . jumlah penghasilan.

Pasal 13 (1) LKNB wajib melaporkan kepada Menteri Keuangan apabila terjadi transaksi yang mencurigakan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja setelah transaksi mencurigakan tersebut diidentifikasi oleh LKNB. dengan menggunakan format pada Lampiran Keputusan Menteri Keuangan ini. d. b.pemisahan tugas. (3) LKNB. c. BAB III PELAPORAN TRANSAKSI YANG MENCURIGAKAN Pasal 12 LKNB wajib menyusun prosedur untuk pengidentifikasian dan pelaporan transaksi yang mencurigakan. .program pelatihan karyawan mengenai penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. dan e. (2)Informasi mengenai transaksi yang mencurigakan dan pelaporan atas transaksi yang mencurigakan tersebut bersifat rahasia.a. pejabat LKNB atau karyawan LKNB dilarang memberitahukan kepada nasabah yang bersangkutan atau pihak lain mengenai pelaporan yang dilakukan oleh LKNB berdasarkan ayat (1) di atas. sistim pengawasan intern termasuk audit intern. sebagai bagian dari Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. pendelegasian wewenang.pengawasan oleh direksi dan komisaris atau pengurus dan pengawas LKNB (management oversight).

Wahidin No. Gedung A lantal 8. 1. Dr.10710 b. Jakarta . Gedung A lantai 8. untuk LKNB yang termasuk dalam industri Dana Pensiun melalui Direktur Dana Pensiun denganalamat : Direktorat Dana Pensiun. Gedung A lantai 7. untuk LKNB yang termasuk dalam industri Lembaga Pembiayaan (Perusahaan Pembiayaan dan Modal Ventura) melalui Direktur Perbankan dan Usaha Jasa Pembiayaan dengan alamat : Direktorat Perbankan dan Usaha Jasa Pembiayaan. Jakarta . Departemen Keuangan.107 1 0 BAB IV PELAKSANA DAN FASILITAS PENDUKUNG .Pasal 14 Contoh-contoh dari bentuk transaksi yang mencurigakan ditetapkan lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan. 1. Departemen Keuangan. Dr. Wahidin No.10710. Wahidin No. Jakarta . Pasal 15 Penyampaian Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf b dan atau transaksi yang mencurigakan sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 ayat (1) ditujukan kepada Menteri Keuangan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Dr.untuk LKNB yang termasuk dalam industri perasuransian melalui Direktur Asuransi detail alamat : Direktorat Asuransi. Jl. Jl. 1. Departemen Keuangan. C.

(2)Sistem informal tersebut harus dapat memungkinkan LKNB untuk menelusuri setiap transaksi. Pasal 19 LKNB wajib melaksanakan program pelatihan bagi karyawan LKNB untuk penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf e yang dilakukan dengan cara sebagai berikut : a. Pasal 17 LKNB wajib membentuk unit kerja khusus atau menunjuk petugas khusus yang bertanggung jawab atas pelaksanaan penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. . bentuk transaksi. jumlah dan denominasi transaksi. (3) LKNB wajib menerapkan sistem informasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).menyusun program pelatihan bagi karyawan LKNB untuk penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. termasuk untuk penelusuran atas identitas Nasabah. Pasal 18 (1) LKNB wajib memiliki sistem informasi yang memadai untuk dapat mengidentifikasi.Pasal 16 Direksi atau Pengurus LKNB wajib bertanggung jawab atas penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2.apabila diperlukan. menganalisis. memantau dan menyediakan laporan secara efektif mengenai karakteristik transaksi yang dilakukan oleh Nasabah. paling lambat 12 (dua belas) bulan sejak diberlakukannya Keputusan Menteri Keuangan ini. tanggal transaksi. dan sumber dana yang digunakan untuk transaksi.

Pasal 10. Pasal 9. Pasal 12. Pasal 18 ayat (1) dan ayat (3). (2)Ketentuan mengenai bentuk sanksi administratif sebagaimana dimaksud dalam ayat . melaksanakan program pelatihan bagi karyawan LKNB untuk penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sesuai dengan jadwal program yang telah disusun. Pasal 13 ayat (1) dan ayat (3). (2) Ketentuan mengenai pelaksanaan pemeriksaan ketaatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) di atas diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan. menyampaikan program pelatihan bagi karyawan LKNB untuk penerapan Prinsip Mengenal Nasabah kepada Menteri Keuangan.b. ayat (2) dan ayat (3). Pasal 7. paling lambat 3 (tiga) bulan sejak diberlakukannya Keputusan Menteri Keuangan ini. dan atau Pasal 19 dikenai sanksi administratif. Pasal 8. Pasal 16. Pasal 5 ayat (1). Pasal 6 ayat (1) dan ayat (2). Direktur Dana Pensiun dan Direktur Perbankan dan Usaha Jasa Pembiayaan Departemen Keuangan melakukan pemeriksaan ketaatan terhadap ketaatan LKNB dalam memenuhi kewajiban-kewajiban yang ditentukan di dalam Keputusan Menteri Keuangan ini. BAB V PEMERIKSAAN KETAATAN Pasal 20 (1) Direktur Asuransi. dan c. Pasal 17. BAB VI SANKSI Pasal 21 (1)Pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan dalam Pasal 4 ayat (1).

Pasal 23 Keputusan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya. dokumen dan laporan yang telah disampaikan oleh LKNB kepada Menteri Keuangan berdasarkan Pasal 13 ayat (1) dialihkan kepada PPATK.Prinsip Hukum Perdata Indonesia Dari uraian diatas.bahkan dengan segala kemungkinan variasinya yang mungkin timbul dan berkembang dalam praktek dan kebiasaan di masyarakat . ternyata Hukum Perdata di Indonesia cukup mendukung kegiatan anjak piutang yang bersifat domestic.(1) diaturIebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan. ttd. BOEDIONO 2. BAB VII KETENTUAN PENUTUP Pasal 22 (1)Ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Pasal 13 dan Pasal 14 berlaku sampai dengan diberlakukannya ketentuan sejenis yang dikeluarkan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berdasarkan Undang-undang tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 30 Januari 2003 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. (2)Setelah diberlakukannya ketentuan PPATK sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). memerintahkan pengumuman Keputusan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

antar factor dan pembeli.artinya semua pihak harus mentaati semua perjanjian yang dibuatnya. Hal ini di sebabkan karena Hukum Perdata di Indonesia yang menganut asas Contract Vryheid atau Freedomof Contract. Walaupun dengan asas resiprositas masih dapat diatasi. Maksudnya para pihak bebas menentukan sendiri isi perjanjian mereka. bentuk-bentuk surat-surat piutang dan masalah hukum internasional.seperti undang-undang. di sebut juga dengan kebebasan berkontrak.yaitu azaz Pacta Sunt Servanda.sepanjang mengenai hal-hal yang menurut hukum bersifat halal. tetapi sangat perlu adanya pengertian yang mendalam dari pihak asing mengenai usulan-usulan pihak Indonesia mengenai Choise of Law (pilihan hukum yang dipakai) dan choise of yurisdiction (pilihan forum peradilan/arbitrase yang akan di pakai). 2944 K/PDT/1983 tanggal 29 November 1984 yang pada pokoknya tidak dapat menerima pelaksanaan keputusan pengadilan Negara asing dan arbitase asing sehingga sedikit banyak putusan ini dapat menjadi hambatan dalam bernegosiasi dengan mitra asing. .Keduanya dimuat dalam pasal 1338 KUHP Perdata Indonesia dan dianut juga di beberapa Negara. antara lain hubungan hukum antar factor. antar factor dan penjual/klien. Masalah yuridis dalam internasional factoring yang sangat perlu diperhatikan adalah masalah dispute settlement karena adanya keputusan mahkamah agung Indonesia No. Sedangkan untuk kegiatan anjak piutang internasional hukum Indonesia belum mendukung karena menyangkut masalah yang luas dan complex. karena perjanjian tersebut mengikat.pedagang. Selanjutnya Hukum Perdata Indonesia juga menghormati kebebasan para pihak tersebut dengan memberikan legalitas berupa kekuatan mengikat dariperjanjian tersebut. masalah pengalihan piutang.

. 017/2000 tentang perusahaan pembiayaan.06/2002 Tentang perubahan atas perubahan Menteri Keuangan Nomor 448/KMK. Laporan posisi piutang dagang klien termasuk tanggal jatuh temponya yang sangat berguna bagi klien dalam merencanakan penjualan kredit untuk periode berikutnya. yaitu: A. Hal ini sesuai dengan keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 172/KMK.Dua Pokok Produk Anjak Piutang Produk dan jasa anjak piutang yang dapat diberikan kepada klien minimal dapat dibedakan menjadi dua bagian pokok yang mendasar. ANJAK PIUTANG NON-FINANCING Pengertian jasa anjak piutang non-financing berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku adalah penatausahaan penjualan kredit serta penagihan piutang usaha klien. sehingga klien tidak perlu menyelenggarakan pembukuan/pencatatan atas tagihannya. Bonafiditas para customer b. dimana factor akan memberikan laporan secara berkala mengenai hal-hal berikut: a. karena perannya tersebut sudah diambil alih oleh factor. Jasa anjak piutang ini meliputi jasa credit management.BAB 3 : PRODUK DAN JASA ANJAK PIUTANG 1.

namun hanya terbatas pada insolvery saja (nondisputes). 2. resiko bad debt tetap ditanggung oleh client. factor tidak menjamin pembayarannya. Credit control termasuk Collection Factor dapat melakukan aktivitas pembiayan juga memantau transaksi-trasaksi penjualan yang dilakukan oleh client dengan baik. Apabila customer gagak membayar pada waktunya.c. reputase dan mainline of bussines dari buyer. Dalam non recourse factoring. Credit Investigation Factor sebelum memutuskan untuk memberikan pembiayaan atas suatu tagihan. bagi customer statement of account yang diterima dari factor membantu yang bersangkutan untuk melakukan rekonsiliasi atas pembayaran-pembayaran yang telah dilaksakannya dan untuk mengetahui posisi piutang pertanggal laporan berikut jatuh temponya. dan lain-lain yang berkaitan dengan kemungkinan-kemungkinan dibayarnya piutang. Dalam hal terjadi perselisihan dagang antara customer dan client. Adapun jasa yang dapat diberikan dalam anjak piutang non-financing ini meliputi jasa-jasa sebagai berikut: 1. Account Statement kepada customer. factor menjamin pembayaran yang beratalian. 3. d. termasuk menetapkan prosedur penagihan agar piutang yang dijaminkan dapat diterima pada waktunya. dapat mingguan. . bulanan atau yang lainnya disesuaikan dengan kebutuhan client. ini sangat diperlikan bagi transaksi gadang yang berkesinambungan. dua mingguan. harus terlebih dahulu mengetahui secara akurat tentang bonafiditas buyer. tanpa merusak hubungan baik antara customer dan client. factor secara aktif melakukan penagihal sesuai prosedur yang berlaku dengan sebaik-baiknya. Sales Ledger Administration Jasa yang diberikan oleh factor kepada client dalam bentuk administration pembukuan atas penjualan yang dilakukan secara kredit.

5) Memelihara hubungan baik antara customer. piutang dagang selalu diklasifikasakan sebagai liquid atau Quick . dapat disimpulkan bahwa dalam memberikan jasa anjak piutang non-financing ini. B. 2) Takut rahasiapenjualan perusahaan terbongkar. factor berperan sebagai credit department dari perusahaan clientnya. Perkembangan jasa anjak piutang non-financing di Indonesia saat ini belum berkembang dengan baik dibandingkan dengan kegiatan anjak piutang financing. yaitu: 1) Masih terdapat misinformasi tentang keberadaan anjak piutang dalam masyarakat bahwa anjak piutang hanya bersifat financing saja. Client tidak perlu mempunyai credit department sendiri dalam organisasi perusahaannya. 3) Kekhawatiran client akan dibocorkannya data-data penjualan perusahaan kepada pesaingnya. karena fungsi credit deartement telah diambil oleh factor. 4) Tingkat keterbukaan client/perusahaan masih rendah. Seperti yang kita ketahui bersama. Berdasarkan pengamatan kami. ANJAK PIUTANG FINANCING Anjak piutang Financing berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku disebutkan sebagai kegiatan pembelian atau pengalihan piutang jaqngka pendeng dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. Protection again st Credit Risk Dalam jasa ini factor juga mengusahakan cara-cara untuk mengamankan resiko tidak tertagihnya suatu piutang yang telah dibiayai oleh factor. terdapat beberapa sebab yang mengakibatkan kurang berkembangnya usaha anjak piutang non-financing. Berdasarkan uraian diatas.4. Pengertian ini memberikan latar belakang bahwa aktivitas pembiayaan terjadi dalam transaksi anjak piutang.

dialihkan kepada factor walaupun pembayaran belum 100% atau belum lunas. dalam prakteknya customer cukup diberi tahu atas pengalihan tersebut dan diminta untuk melakukan pembayaran kepada factor.asset dalam laporan keuangan perusahaan. Jadi client dapat memutar kembali Instant Cash yang diperoleh dengan meningkatkan omset penjualan dan memanfaatkan potongan harga tertentu yang diberikan leh supplier dengan membeli bahan baku dan lain-lain secara tunai. Transaksi Pemberian piutang Pembayaran dimuka oleh factor kepada clien dianggap sebagai pinjaman. dimana resiko bad debts tetap pada client. mengemukakan bahwa jasa anjak piutang financing dalam hukum Indonesia mengandung 2 aspek penting yaitu: 1. atau factoring Without Recourse. kredit limitpun dapat dinaikkan pula. dimana factor dapat memberikan pre-financing sampai dengan 80% atau bahkan sampai dengan 90% dari jumlah piutang dagang segera setelah penyerahan bukti transaksi dapat dilakukan atas dasar Recourse financing. sehingga kredit limit dapat diartikan sebagai fungsi penjualan. Dengan meningkatkan penjualan. Praktis tidak ada batas transaksi Factoring. karena telah berubah menjadi bad debts. 2. Melalui transaksi pembiayaan anjak piutang dengan factor. sedangkan tagihan yang diterima oleh factor dari client diberlakukan sebagai jaminan. Trasaksi factoring dikaitkan dengan volume penjualan. Untuk menambah pengertian anjak piutang financing. setelah lewat jatuh waktu tersebut. Transaksi Penjualan Tagihan Tagihan yang dijual. piutang dagang tidak dapat dikategorikan sebagai liquid asset. dimana perusahaan factor mengambil alih resiko bad debts. Sistem klarisifikasi ini baru dapat dinyatakan benar apabila piutang/tagihan berlaku sampai dengan jatuh temponya. . Gatot Wardoyo.

terutama anjak piutang financing. sehingga factor dapat meakukan hal-hal sebagai berikut atas piutang dagang yang berasal dari penjualan barang dan jasa: 1. Mengusahakan pembukuan dan administrasi penjualan yang berhubungan dengan piutang dagang. Historikal Financing statement. Forecasted financing statement 3. 3. “ Factoring Alternatif Pengembangan Produk Baru “.Penjelasan ini menambah pengertian kepada kita bahwa aktifitas anjak piutang yang bersifat financing. Merchandise offered for sales 9. An account receivable aging. A projection of each customer peak exposure. allowance and disputes. dan bersifat angsung antara client dan customer. 4. masih terdapat hal-hal yang harus diperhatikan oleh factor sebelum melakukan pembiayaan anjak piutang. 8. Historicals sales return. berkesinambungan. The standard term of sales and any special term offered selcted customers. dapat diterima dan tidak bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. 4. tidak semua transaksi dagang dapat dibiayai oleh factor. 6. 7. Factor biasanya memberikan transaksi dagang secara terbuka (open account) yang bersifat sederhana. Dalam melakukan transaksi anjak piutang. Yaitu : 1. 5. A customer list. Average size sales invoices. 2. Menagih piutang yang dialihkan. . menanggung kerugian yang mungkin timbul akibat tidak dibayarnya piutang dagang (nonrecourse) Selain itu. Pembelian piutang dagang untuk diuangkan secara seketika. hal ini seperti dikemukakan oleh Sachaimi El Haitammy dalam tulisannya yang berjudul. 2.

maka pembeli akan membayarkannya kepada penjual sedangkan sisa barang akan dikembalikan kepada penjual. biasanya dilakukan antara penjual dengan pembeli dimana barang/jasa yang akan diserahkan kepada pembeli masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikannya.hal ini dimungkinkan apabila terjadi pembelian yang tidak dilanjutkan kembali oleh pembeli atau terjadi keterlambatan penyerahan barang yang pada akhirnya akan terjadi keterlambatan pembayaran serta cacatnya perjanjian jual beli. 2. karena factor akan menghadapi ketidakpastian apakah barang sudah laku terjual sedangkan factor saat menerima pengalihan piutang dari client menerima secara keseluruhan. Consigment sales (Penjualan sistem konsinyasi) Dalam transaksi ini.Untuk itu. penjual akan menitipkan barang kepada pembeli dengan perjanjian apabila barang yang dititipkan terjual. Progres payment Transaction (Pembayaran Bertahap) Transaksi dagang jenis ini biasanya dilakukan oleh perusahaan kontrator dalam membuat proyek-proyek pembangunan dimana pemilik proyek baru akan membayar apabila kontraktor tersebut bisa melaksanakan pembangunan . 3. Transaksi dagang seperti ini sangat tidak menguntungkan bagi factor jika dia dibiayai. Apabila trasaksi ini dibiayai oleh factor. Penjual selanjutnya akan menyelesaikan pesanan barang/jasa sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan setelah selesai maka pembeli akan membayar sisa pembayaran kepada penjual. biasanya factor akan menghindari ataupun tidak bersedia melakukan pembiayaan anjak piutang jika transaksi dagang antara client dan curtomer. Untuk memberikan kepastian. pembeli biasanya akan memberikan tanda jadi uang muka sebagai ikatan terhadap kontrak jual beli tersebut. maka posisi factor sangat lemah atau kurang menguntungkan. Transaction with down payment ( Penjualan dengan uang muka) Transaksi penjualan dengan uang muka. mempunyai bentuk-bentuk transaksi dagang dalam negeri sebagai berikut: 1.

Pre-invoicing Unfinished Delivery (Penagihan sebelum penagihan selesai) Transaksi dagang seperti ini akan menyulitkan factor untuk menagih kepada curtomer apabila barang atau jasa yang dibuat mengalami kerusakan atau kegagalan ataupun keterlambatan penyerahan barang jasa sehingga client akan mengajukan klaim kepada customer yang pada akhirnya nilai tagihan atau faktur yang dibiayai menjadi berkurang sedangkan pada saat awal factor menilai secara penuh sebagai dasar factor pembiayaan yang dilakukan.proyek secara bertahap sesuai dengan tahapan-tahapan pekerjaan. sehingga factor berada dalam posisi sangat sulit untuk melakukan tagihan terutama apabila client dan costumer mengalami ketidakcocokan dalam melakukan transaksi. Counter sales/back to Back Sales (Sistem Barter) Transaksi dagang dengan sistem back to back sales yang dilakukan oleh clien atau customer biasanya lebih bersifat transaksi fiktif atau bersifat transfer pricing. Jenis trasaksi dagang seperti ini sangat menyulitkan factor untuk melakukan pembiayaan karena factor tidak mengetahui seberapa jauh pekerjaan proyek sudah dapat diselesaikan oleh kontraktor. Hal ini penting untuk di analisis untuk . 7. 4 Returnable Sales (barang dapat dikembalikan) Dalam melakukan pembiayaan anjak piutang. Credit Term More Than 180 Days (pembayaran lebih dari 180 hari) Transaksi dagang yang mempunyai tenggang waktu yang terlampau lama harus di antisipasi oleh factor. Apabila model trasaksi ini dilakukan oleh factor maka nilai dari tagihan sudah tidak utuh lagi akibat pengembalian barang. 6. 5. factor selalu berasumsi bahwa trasaksi dagang antara klien dan custumer sudah selesai dengan baik dengan telah diterimanya buktinpenerimaan barang/jasa.

One Time.mengetahui mengapa client dan curtomer melakukan trasaksi ini. kecuali trasaksi fictive ataupun transaksi antar perusahaan dalam satu grup perusahaan. Sales to Individual End User/ General Public ( Penjualan kepada Individual/ perorangan sebagai End User) Transaksi jenis ini. yaitu penjualan yang tidak menginginkan adanya pengalihan piutang ( non-assignable clause) dan penjualan lainnya factor apabila customer mengalami kelalaian . Hit and Run. Sebab secara umum transaksi perdagangan dengan tenggang pembayaran begitu lama jarang terjadi. 9. Selain kesepuluh bentuk transaksi dagang yang selalu dihindari oleh factor seperti diatas. 8. di mana antara klien dan customer tidak mempunyai hubungan timbale balik yang berkesinambungan. apabila dibiayai oleh factor. Transaction With parties In the Same group Of Companies ( Penjualan kepada Perusahaan dalam Grup Sendiri) Transaksi antar client dan customer dalam satu grup perusahan dagang perlu diperhatikan oleh factor karena transaksi ini sering dijadikan transaksi fiktif untuk kepentingan grup perusahaan tersebut dan juga untuk transper pricing antar satu grup perusahaan. Incidental Transaction (Penjualan yang bersifat Insidental/ sekali-sekali) Transaksi yang dilakukam oleh klien dan customer yang bersifat Hit and Run atau sekali-sekali dilakukan atau transaksi yang besifat incidental perlu diwaspadai factor. 10. masih terdapat bentuk transaksi dagang yang kurang cocok dengan jiwa transaksi anjak piutang. akan membahayakan pembayaran. karena transaksi jenis ini biasanya mengandung bahaya dan kemungkinan tidak tertagih besar.

factor harus sangat berhati-hati dalam memilahmilah transaksi perdagngan yang terbaik untuk dibiayai. Disinilah letaknya bagaimana factor dapat dengan jeli melihat keberadaan dan keabsahan suatu transaksi dagang. Bila mayoritas export ditujukan kepada pemerintah dari Negara tujuan. part payment. atau deposit oleh importir. terdapat beberapa transaksi export yang tidak dapat difactorkan ataupun selalu dihindari oleh factor untuk dibiayai. Bila credit term melampaui 180 hari.dimana kepastian pembayaran oleh customer/pembeli masih tergantung syaratsyarat lainnya. sudah barang tentu factor akan mengalami kerugian dan masalah. Jika terjadi kesalahan dalam menganalisis. retention. 4. 2. 5. bila transaksi memuat persyaratan progress payment. . 3. Bila mayoritas export ditujukan kepada importer yang ada kaitannya dengan exporter (Importir adalah associated atau related companies dari expotir) Mengingat kondisi tersebut diatas. yaitu: 1. Bila ada persyaratan contra sale. Sedangkan khusus untuk transaksi export/anjak piutang internasional. consignment sale dengan return arrangement.

BAB 4 : JENIS – JENIS ANJAK PIUTANG Kegiatan anjak piutang pada dasarnya dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Sebelum menerangkan tentang jenis – jenis anjak piutang berdasarkan 4 (empat) konsep tersebut. yaitu dilihat dari segi skala kegiatan. dari segi penaggungan risiko. kami akan menerangkan terlebih dahulu konsep perdagangan barang atau jasa tanpa anjak piutang. dan dari segi cara jasa yang diberikan. dari sudut pemberitahuan kepada customer. PERDAGANGAN TANPA ANJAK PIUTANG PABRIKAN 1. namun dalam buku ini kami akan membedakan anjak piutang ke dalam 4 (empat) sudut pandang. Pembayaran . INVOICE CUSTOMER 3. Penyerahan barang 2.

Pabrik tekstil tidak mempunyai pilihan lain kecuali menunggu selama 120 hari lagi untuk menerima pembayaran atas penjualan yang telah dilakukan. disertai invoice yang bertalian. misalnya Department Store. tipe disclosed factoring memungkinkan pemberian jasa penagihan piutang kepada klien oleh factor. Atas dasar ada atau tidaknya persetujuan pihak nasabah dalam perjanjian.Dalam gambar hwa pabrik tekstil menjual produknya kepada Customer. misalkan dengan fasilitas penjualan secara kredit selama 120 hari. Mengingat pihak nasabah telah mengetahui adanya pengalihan piutang kepada factor. anjak piutang dapat dibedakan menjadi: a Disclosed factoring Penyerahan atau penjualan piutang oleh klien kepada factor dalam disclosed factoring adalah dengan sepengetahuan pihak nasabah (melalui pemberitahuan atau notifikasi). nasabah dapat melunasi utangnya melalui factor. Hal inilah yang dijadikan dasar oleh factor untuk melakukan transaksi kepada client. b Undisclosed factoring Penyerahan atau penjualan piutang oleh klien kepada factor dalam unclosed factoring adalah tanpa sepengetahuan pihak nasabah (melalui pemberitahuan . Perjanjian tersebut dapatdibuat dengan atau tanpa persetujuan pihak nasabah. Adapun jenis – jenis anjak piutang berdasarkan keempat sudut pandang tersebut adalah sebagai berikut: Keterlibatan Nasabah dalam Perjanjian Perjanjian utama yang dibuat untuk pelaksanaan kegiatan anjak piutang adalah antara pihak klien dengan pihak factor. Secara praktis. makahak penagihan piutang dapat dialihkan kepada factor sehingga pada saat jatuh tempo. Keharusa menunggu selama 120 hari sangat memberatkan pabrik tekstil karena modal kerja yang diperlukan menjadi sangat banyak namun tertanam dalam jangka waktu yang cukup lama.

Mengingat pihak nasabah tidak mengetahui adanya pengalihan piutang kepada factor. Perjanjian Anjak Piutang Perjanjian pokok anjak piutang baik recourse maupun without factoring selalu dilakukan sebelum dimulainya kegiatan anjak piutang.atau notifikasi). c d Ketentuan mengenai harga penjualan piutang termasuk kalkulasinya. Secara praktis. uang muka (advanced payment) Ketentuan mengenai jaminan yang diberikan oleh perusahaan klien atas piutang-piutang yang ditawarkan untuk dijual kepada perusahaan factoring dan resiko-resiko akibat jaminan yang tidak benar e Ketentuan mengenai ruang lingkup administrasi piutang yang dilakukan oleh perusahaan factoring. Kententuan umum a b Ketentuan mengenai penawaran penjualan piutang dari perusahaan klien kepada perusahaan factoring termasuk cara dan persyaratannya. nasabah tetap harus melunasi utangnya melalui factor. kecuali terjadi pelanggaran atau cidera janji yang dilakukan oleh nasabah. Ketentuan mengenai penawaran yang memuat hak perusahaan factoring untuk menerima atau menolak piutang-piutang yang ditawarkan berdasarkan ketentuan-kententuan yang telah disepakati. maka hak penagihan piutang tidak dapat dialihkan kepada factor sehingga pada saat jatuh tempo. tipe disclosed factoring tidak memungkinkan pemberian jasa penagihan piutang kepada klien oleh factor. waktu pembayaran. Perjanjian factoring antara perusahaan factoring dengan klien minimal memuat halhal antara lain sebagai berikut: 1. Beberapastandar jaminan dan penggantian kerugian yang dimasukan dalam perjanjian anjak piutang dimaksudkan untuk melindungi perusahaan anjak piutang terhadap kemungkinan pengurangan nilai piutang yang dibeli. Kewajiban pelaporan kepada klien dan ketentuan biaya administrasi yang diperhitungkan .

f Ketentuan pembelian kembali piutang dalam hal terjadinya keadaan-keadaan tertentu dan penetapan harga penjualan kembali piutang tersebut 2. Pengalihan piutang . klien harus pula menjamin bahwa jumlah piutang oleh klien benar-benar telah dihitung dengan benar dan piutang tersebut bebas dari perselisihan dan tidak dilakukan contratrading oleh pihak customer atau kemungkinan akan dituntut oleh pihak ketiga 3. Notifikasi Pemberitahuan atas pengalihan piutang meliputi hal-hal sebagai berikut: 4. Pengalihan resiko Perjanjian anjak piutang perlu menetapkan apakah dalam pengalihan resiko dilakukan syarat: a b Without recourse yaitu resiko tidak terbayarnya faktur atau piutang oleh pelanggan berada pada perusahaan factoring With course yaitu resiko tidak terbayarnya piutang berada pada klien Dalam pelaksanaan pengalihan piutang (cessie) perlu diatur ketentuan antara lain sebagai berikut: a b Pengalihan piutang harus dibuat dalam suatu akta di bawah tangan atau akta otentik dengan melampirkan dokumen-dokumen yang mendukung. Setiap faktur yang dialihkan seyogianya mencantumkan keterangan yang di dalamnya menerangkan bahwa faktur tersebut sudah dialihkan kepada pembeli (perusahaan factoring) 5. Di samping itu. Keabsahan piutang (Validity of Receivable) Perusahaan factoring akan meminta kepada pihak klien untuk memberikan jaminan bahwa piutang yang dijual tersebut benar-benar ada dan barangnya telah diserahkan oleh klien kepada customer dan apabila piutang tersebut dalam bentuk pemberian jasa maka klien harus menjamin bahwa pemberian jasa tersebut telah dilakukan oleh klien.

Perubahan persyaratan Klien diwajibkan memberitahukan perusahaan factoring secara tertulis setiap ada rencana perubahan atas ketentuan-ketentuan dan persyaratan kredit yang diberikan kepada debitor sepanjang yang berkaitan dengan piutang atau tagihan yang dijual tersebut 8. 7. Pembayaran oleh customer (debitor) dilakukan langsung kepada perusahaan factoring dari waktu ke waktu.a Pengalihan piutang oleh klien kepada perusahaan factoring harus diberitahukan kepada pelanggan dan disetujui atau diakui oleh pejabat yang berwenang dari pihak pelanggan b c d e Pemberitahuan ini merupakan tanggung jawab dari klien Pemberitahuan oleh klien ini hanya diperlukan sekali untuk setiap pelanggan pada waktu pengalihan pertama Persetujuan atau pengakuan terhadap pemberitahuan ini oleh pelanggan dapat pula dilakukan dengan persetujuan terhadap instruksi pembayaran Pemberitahuan ini tidak diharuskan untuk kegiatan anjak piutang semacam invoice discounting factoring maupun undiscounted factoring 6. Syarat pembayaran Klien diminta untuk menjamin bahwa setiap piutang yang dijual harus memiliki persyaratan yang sama dengan persyaratan penjualan yang disetujui oleh perusahaan factoring sebelumnya. Tanggungjawab klien atas debitor Klien harus membayar kepada perusahaan factoring dengan nilai piutang yang dijual klien apabila terdapat hal-hal berikut: a b c d Debitor tidak mengakui kebenaran piutang atau jumlah piutang yang harus dibayar debitor Debitor tidak membayar sebagian atau tidak sepenuhnya melunasi tagihan yang telah jatuh tempo Debitor mengalami kebangkrutan Klien melakukan wanprestasi atau melanggar ketentuan kontrak dengan debitor yang menimbulkan adanya tagihan tersebut 9. Jaminan klien .

Penyerahan barang/jasa diikuti dengan penagihan yang diwujudkan dalam dokumen berupa faktur (invoice).a b c Klien harus menjamin bahwa hak perusahaan factoring atas piutang yang dibelinya tersebut tidak menjadi dihapus Klien tidak diperbolehkan membuat pernyataan lunas atas suatu piutang yang telah dijual tanpa persetujuan tertulis dari perusahaan factoring Klien harus selalu memenuhi kesepakatan atau ketentuan-ketentuan perjanjian dengan debitor yang berkaitan dengan piutang yang dijual kepada perusahaan factoring d Perusahaan factoring dapat melakukan pemeriksaan dan mengkopi dokumen yang ada dikantor klien yang berkaitan dengan tagihan-tagihan yang dimaksud. klien melakukan transaksi jual beli dengan pihak konsumen. konsumen akan langsung melakukan pembayaran kepada pihak perusahaan anjak piutang secara penuh. prosesnya adalah sebagai berikut. Lingkup Pelayanan Pihak-pihak yang terlibat dalam suatu proses anjak piutang dapat berlokasi dalam suatu wilayah negara yang sama dan dapat juga berlokasi dalam wilayah yang berbeda. Bila telah jatuh tempo. Dokumen tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada perusahaan anjak piutang dan klien yang akan mendapatkan pembayaran setelah dikurangi dengan diskonto. Apabila dilakukan dalam lingkup domestik. Apabila ditinjau atas dasar kedudukan geografis dari pihak-pihak yang terlibat dalam proses anjak piutang tersebut maka anjak piutang dapat dibedakan menjadi: a Domestic factoring Pihak-pihak yang terlibat dalam domestik factoring berkedudukan dalam satu wilayah negara. .

ada empat pihak yang terkait dalam kegiatan tersebut: eksportir. importir. Prosesnya adalah sebagai berikut.Kemudian perusahaan anjak piutang akan menyerahkan kembali dokumen yang telah dilunasi tersebut beserta dengan tagihan yang tidak ikut dibiayai. dan import factor. pelunasan piutang (100%-uang muka x%) b International factoring Pihak-pihak yang terlibat dalam international factoring berkedudukan dalam wilayah negara yang berbeda terutama perbedaan kedudukan antara klien/pemasok dengan kedudukan nasabah. penagihan 6. perjanjian 2. pengalihan/penjualan piutang (dengan penyerahan dokumen penjualan) 4. eksportir membuat perjanjian dengan pihak perusahaan anjak . pembayaran (uang muka sejumlah x% dari nilai piutang) 5. jual beli barang secara kredit 3. export factor. Supplier/klien/penjual Factor/ perusahaan/ anjak piutang Customer/debitur/ pembeli Keterangan: 1. pelunasan (100%) 7. Dalam kegiatan anjak piutang dengan lingkup internasional.

dan pembeli 2. export factor. tempat negara tujuan ekspor. eksportir mengirimkan barang dan menyerahkan faktur dengan perintah bahwa importir melakukan pembayaran kepada perusahaan anjak piutang yang telah ditunjuk (import factor). Apabila tidak ada permasalahan. perjanjian anjak piutang yang melibatkan klien. Eksportir menyerahkan salinan faktur kepada perusahaan anjak piutang di dalam negeri (export factor) dan akan melakukan pembayaran kepada eksportir. pembayaran (uang muka x%) . pengalihan piutang (dengan penyerahan dokumen penjualan dan pengiriman barang 4. Dalam proses tersebut.piutang dan mengajukan limit kredit sehubungan dengan rencana ekspor. Export factor kemudian memberikan perintah kepada import factor untuk melakukan penagihan kepada importir dan menerima pembayaran pada saat jatuh tempo. jual beli secara kredit 3. Pihak perusahaan anjak piutang diluar negeri melakukan serangkaian verifikasii terhadap calon importir. Wilayah Negara A Penjual/supplier/ klien/eksportir Wilayah Negara B Pembeli/customer/ debitor/importir Eksport factor Import factor Keterangan: 1. perusahaan anajak piutang melakukan kerjasama dengan perusahaan serupa (import factor) di luar negeri. import factor.

pelunasan (100%-uang muka x%) Tipe Tagihan atau Piutang Transaksi jual berli secara kredit antara penjual dengan pembeli menimbulkan piutang atau tagihan bagi penjual dan menimbulkan kewajiban atau utang bagi pihak pembeli. Pihak lain. dan factor. dalam proses penagihan piutang. Pengalihan tagihan hanya sebatas dari pihak klien kepada pihak factor. nasabah. a Anjak piutang untuk tagihan biasa Anjak piutang untuk tagihan biasa pada dasarnya hanya melibatkan klien. biasanya bank. b Anjak piutang untuk promes Anjak piutang untuk promes melibatkan pihak lain. Dasar dari proses anjak piutang untuk promes dapat digambarkan dengan skema berikut ini: . pelunasan (100%) 9.5. dan pada saat jatuh tempo factor dapat melakukan penagihan kepada nasabah atau debitor. biasanya bank. Mekanismenya menjadi sedikit lebih panjang karena bukti piutang dikonversikan menjadi promes untuk kemudian didiskontokan ke pihak lain (bank). tidak ikut serta secara langsung dalam proses anjak piutang ini. Hak dan kewajiban bagi penjual-pembeli tersebut dapat diformalkan dalam bentuk piutang dagang biasa dapat juga dalam bentuk promes. pelimpahan penagihan (dengan penyerahan dokumen penjualan dan pengiriman) 6. pelunasan (100%) 8. penagihan pada saat jatuh tempo (menggunakan dokumen penjualan dan pengiriman 7.

jual beli secara kredit yang diikuti dengan penyerahan promes oleh pembeli kepada penjual ( pernyataan akan membayar sejumlah uang tertentu pada waktu tertentu) 3.pembayaran (atas dasar diskonto) 5.pendiskontoan promes ke bank 6.pelunasan Struktur Organisasi Atas dasar struktur organisasinya.perjanjian anjak piutang 2.pengalihan piutang (dengan penyerahan promes) 4.Penjual/pemasok/ klien/eksportir Pembeli/nasabah/ debitor/importir Eksport factor Import factor Keterangan: 1. Perusahaan anjak piutang kecil biasanya hanya memberikan jasa-jasa pembiayaan dan jarang memberikan jasa nonpembiayaan seperti administrasi penjualan dan lainlain.penagihan pada saat jatuh tempoh 8. preusahaan anjak piutang dapat dibedakan menjadi struktur organisasi anjak piutang kecil dengan yang berskala besar.pembayaran atas dasar diskonto 7. Perusahaan jasa anjak piutang berskala besar biasanya dapat memberikan kedua jasa tersebut. .

analisis terhadap konektibilitas piutang c.Perusahaan Anjak Piutang Kecil struktur organisasinya disesuaikan dengan jenis jasa yang ditawarkan.debt penyesuaian 5. administrasi faktur dan bukti piutang e. pembayaraan kepada klien bagian-bagian yang terdapat dari perusahaan jasa anjak piutang tidak jauh berbeda dengan proses tersebut. masing masing perusahaan jasa anjak piutang kecil biasanya mengacu pada bidang tertentu. yaitu terutama hanya jasa pembiayaann.debt rekening klien 3. pembayaan pembiayaan kepada klien d. Atas dasarpertimbangan diatas serta untuk meningkatkan efisiensinya.A. Mengingat bidang usaha calon klien sangat beragam. . maka analisis pada bagian ini biasanya sudah merujuk pada spesialisasi pada bidang tertentu.debt faktur 6. administrasi hak dan kewajiban pihak terkait f. Mengingat proses dasar dari kegiatan pembiayaan adalah : a.debt Legal 2. analisis terhadap bonafiditas calon klien b. penagihan pitang g.debt kredit Departemen Kredit adalah bagian dari perusahaan yang berugas melakukan analisis terhadap bonafiditas calon klien dan kolectibilitas atau kualitas piutang yang akan dibiayai. Contoh struktur organisasi anjak piutang berskala kecil terdapat dalam gambar berikut : dewan direksi terdiri dari: 1.debt penagihan 4.

diskonto atau bunga dan jatuh tempo. Departemen Penagihan adalah bagian perusahan yang bertugas untuk melakukan penagihan terhadap piutang yang jatuh tempoh Departemen Rekening klien adalah bagian perusahaan yang bertugas melakukan seluruh pencatatan terhadap seluruh transaksi atau yang mempengaruhi hak dan kewajiban klien. . perusahaan anjak piutang berskala besar juga menawarkan jasa pembiayaan.Perusahaan Anjak Piutang Besar Di samping memberikan jasa pembiayaan. bagian relasi. devisi pemasaran dan operasi. bagian pengelolaan kredit dan lain-lain. Tanggung jawab yang dimiliki masing-masing bagian cenderung spesifik. perusahaan anjak piutang berskala besar juga memiliki bagian lain seperti bagian umum. divisi keuangan. sehingga selain bagian diatas. bagian treasury. Departemen Legal adalah bagian perusahaan yang bertugas memberikan pertimbangan dan saran yuridis mengenai kegiatan perusahaan.Departemen Faktur adalah bagian perusahaan yang bertugas melakukan administrasi dokumen piutang agar dapat secara tepat dan cepat digunakan untuk perhitungan biaya. sehingga secara umum jumlah bagian-bagiannya menjadi lebih banyak. jumlah piutang dan hal-hal lain yang berhubungan dengan hak dan kewajiban pihak yang terkait dalam anjak piutang. Bagian atau departemen yang menjadi sangat banyak biasanya dikelompokan menjadi hanya 3-5 divisi saja. B. Departemen Penyesuaian adalah bagian dari perusahaan yamg bertugas melakukan administrasi dan pengelolahan terhadap perubahan terhadap persyaratan. Sebagai contoh perusahaan anjak piutang skala besar ada yang mempunyai divisi administrasi. bagian komputer.

administrasi division bagiannya legal debt. 2. Kas yang diperoleh dari perusahaan anjak piutang dapat dimanfaatkan untuk menurunkan biaya produksi. research debt.Marketing division bagiannya marketing debt. underwriting debt. Klien mendapat kas langsung dari penjualannya dalam bulan berjalan dan tidak perlu menunggu waktu sampai pembayaran dari konsumen. Klien tidak perlu lagi melakukan penagihan kepada konsumen karena perusahaan anjak piutang yang akan melakukannya sekaligus memberikan posisi pitang kepada klien.Operation division bagiannya credit debt. Dengan demikian. Biaya produksi dapat dipangkas dengan memanfatkan diskonto dari para pemasok karena melakukan pemberian tunai. Besarnya diskon dapat digunakan untuk mengompensasi biaya bunga yang dibayarkan kepada pihak perusahaan anjak piutang. Berikut contoh sebagai berikut : Board of directors terdiri: 1. likuiditas perusahaan akan lebih terjamin dan modal kerja akan terus bergulir. Laporan ini juga akan berguna ketika konsumen mengajuan kembali permohanan pembelian secara kredit.Manfaat Anjak Piutang Dengan adanya jasa dari perusahaan anjak piutang. office debt.Masing-masing devisi memiliki bagian yang sangat terkait. 4. statistic debt. computer debt. treasury debt. Klien juga dibantu dari sisi administrasi piutang. invoice debt. Pemberian tunai pasti mendapat diskon.Finance division bagiaannya account debt. . 3. relasion debt. BAB 5 : MANFAAT DAN PENILAIAN RESIKO ANJAK PIUTANG 1. klien mendapat manfaat dari transaksi yang diberikan.

Bagi Klien Manfaat yang dapat diterima klien yaitu: A. dapat dimanfaat untuk . Jasa pembiayaann Peningkatan penjualan. Jasa penagihan piutang yang diberikan oleh factor menyebabkan klien tidak perlu secara langsung melakukan penagihan piutang kepada nasabah. Manfaat yang diterima karena menerima jasa non pembiayaan. Penjualan dengan cara kredit ini sebenarnya sulit untuk dilakukan apabila klien mengalami kesulitan modal. klien mampu menjual secara kredit.A. Jasa Nonpembiayaan Memudahkan penagihan piutang. Manfaat karena jasa pembiayaan dan B. Penjualan secara kredit meningkatkan kemampuan dan daya tarik bagi pembeli dengan dana terbatas untuk melakukan pembelian pada klien. Jasa anjak piutang memungkinkan klien untuk mengonversikan piutangnya yang belum jatuh tempo menjadi dana tunai dengan prosedur yang relatif mudah dan cepat. Namun dengan adanya jasa anjak piutang. Tersedianya dana tunai yang lebih besar ini dapat dimanfaatkan oleh klien untuk mendanai kegiatan operasional klien seperti pembelian bahan baku. A. pembayaran gaji pegawai dan lain-lain. Pengalihan resiko ini sangat menguntungkan bagi kelancaran dan kepastian usaha bagi pihak klien. Pembiayaan dengan skema without recourse memungkinkan adanya pengalihan sebagian resiko tidak tertagihnya piutang kepada factor. Kelancaran modal kerja. sehingga waktu dan tenaga karyawan menlakukan kegiatan lain yang lebih produktif. Adanya pembiayaan memungkinkan klien melakukan penjualan dengan cara kredit. b. Pengurangan resiko tidak tertagihnya piutang.

Fee tersebut terdiri dari: Discount fee atau charge. Semakin sulit penagihan piutang.Efisiensi usaha. maka fee ini juga semakin besar. maka fee ini juga besar.Bagi Factor Manfaat utama yang diterima factor adalah penerimaan dalam bentuk fee dari pihak klien. Jasa administrasi penjualan memungkinkan klien untuk mengelola kegiatan penjualannya secara lebih rapi dan efisien karena administrasinya dikelola oleh pihak (factor) yang sudah berpengalaman. Jasa administrasi penjualan memungkinan pemberian fasilitas kredit kepada pembeli secara lebih selektif sehingga kemungkinkan tertagihnya piutang menjadi lebih tinggi Memudahkan perencanaan arus kas(cash-flow). Fee ini dibayarkan oleh klien karena factor memberikan jasa pembiayaan (uang muka) atas piutang yang diberikan oleh factor. Fee ini dibayar oleh klien kepada factor karena factor memberikan jasa nonpembiayaan yang nilainya ditentukan sebesar persentase tertentu dari piutang atas dasar beban kerja yang dilakukan oleh factor. sehingga memudahkan proyeksi arus kas usaha secara keseluruhan. Peningkatan kualitas piutang.Bagi Nasabah . C. Charge diperhitungkan sebesar persen tertentu terhadap besarnya pembiayaan yang diberikan atas dasar: • • • resiko tertagihnya jangka waktu rata-rata tingkat bunga Service . B. Semakin besar volume penjualan. Jasa investigasi piutang memungkinkan klien untuk melakukan perkiraan waktu dan jumlah piutang yang dapat ditagih.

Manajemen kredit oleh klien. 2. riwayat piutang macet. yaitu: 1. Kehadiran jasa pembiayaan memungkinkan klien untuk melakukan penjualan secara kredit. 2. Perusahaan factoring harus meneliti prosedur atau tata cara yang digunakan oleh calon klien mengenai penilaian kredit kepada pelanggannya.Penilaian Perusahaan Anjak Piutang 9 Aspek klien yang dinilai anjak piutangnya perusahaan anjak piutang menyusun kesimpulan mengenai aspek klien yang dinilai anjak piutang. Penilaian jangka waktu kredit macet dan prosedur penagihan dari calon klien akan dapat memberikan informasi apakah kerugian tersebut dapat dihindari apabila menggunakan sistem dan prosedur penagihan serta sistem peringatan. Meskipun cara tersebut tidak menjamin sepenuhnya terhindarnya dari kerugian akibat kredit macet akan tetapi sekurangnya akan memperkecil kerugian dengan cara menolak atau tidak melanjutkan pengiriman barang kepada customer yang bersangkutan pada . Layanan penjualan yang lebih baik. kesempatan unntuk melakukan pembelian secara kredit. Hal tesebut perlu untuk menilai pengaruhnya terhadap terjadinya kemacetan kredit di masa lalu. penilaian kredit oleh klien. 3. Ketiadaan pemeriksaan kredit secara formalakan menyebabkan semakin tingginya kerugian. Semakin lama jangka waktu kredit semakin sulit dilakukan penagihan. Penilaian tersebut bukan hanya mengenai besarnya persentase tetapi juga menyangkut pola atau sebab-sebab timbulnya kerugian tersebut. 2. Jasa administrasi penjualan memungkinkan klien melakukan penjualan dengan lebih cepat dan tepat. Penilaian atas riwayat piutang macet minimal 3 tahun sebelumnya.nasabah memperoleh manfaat berupa: 1.

Jangka waktu kredit yang diberikan oleh klien kepada beberapa customernya mungkin lebih panjang daripada biasanya. Kecepatan pembayaran pihak cus tomer sejalan dengan prosedur penagihan yang dapat menunjukan apakah calon klien tersebut adalah supllier yang disenangi atau tidak. Setelah penelitian pokok atas resiko kredit secara individu. Penilaian terhadap prospek perusahaan factoring harus mampu menentukan jika pertumbuhan penjualan disebabkan oleh meningkatnya bisnis dengan customer lama atau karena adanya tambahan penjualan kepada customer baru. Customer yang melakukan pembelian secara teratur setiap bulan akan lebih mudah memonitor daripada customer yang melakukan pembelian hanya setiap 3 bulan atau lebih. Perusahaan factoring dapat memperoleh informasi mengenai pelanggan yang bersangkutan melalui pusat informasi kredit yang mungkin dibentuk oleh organisasi industri sejenis misalnya pengusaha pakaian atau asosiasi segmen-segmen usaha lainnya. Pengembalian kredit relatif jangka waktu pendek suatu industri akan mengurangi tingkat resiko. Sifat customer. 5. Prospek Usaha. 9. pengembalian utang. misalnya lebih dari 30 hari. Dalam hal ini customer baru mungkin memilikikualitas yang tinggi atau rendah daripada customer lama tergantung . 4. Konsekuensinya resiko kredit jadi lebih besar. Perusahaan factoring yang sudah berpengalaman akn mengetahui tingkat resiko piutang macet atas suatu industri. Persyaratan Kredit. Industri. Pemberian jangka waktu kredit akan semakin besar dibandingkan bila jangka waktu kredit jauh lebih pendek. 6. 8. Pola pembelian. 7. maka pengelolaan kredit mempengaruhi tingkat piutang macet dalam jumlah yang cukup besar.waktunya.

5 Aspek Anjak Piutang yang Dinilai Klien penilaian klien atau supplier terhadap perusahaan factoring pada prinsipnya sama halnya dengan perusahaan factoring melakukan penilaian kemungkinan resiko yang dihadapi terhadap suatu calon klien. Penilaian yang perlu dilakukan klien adalah menyangkut hal-hal antara lain sebagai berikut: • • • apakah perusahaan factoring benar-benar pengalaman praktik-praktik dagang dalam industri yang dibidang pihak klien.pada penetrasi terhadap prospek pasar yang dilakukan. Hal tersebut akan memungkinkannya mendapatkan jawaban atas suatu pertanyaan yang bersifat khusus dan pada kesempatan tersebut klien dapat langsung menyaksikan demonstrasi sistem yang diterapkan perusahaan factoring. • kemampuan perusahaan anjak piutang menyediakan laporan akurat secara reguler mengenai posisi dan status piutang sebagai standar untuk memungkinkan menilai kinerja perusahaan factoring. dalam kesempatan tersebut pembiayaan informal tersebut akan memberikan suatu pandangan terhadap filosofiI dan penilaian perusahaan factoring. apakah sistem dan informasi yang dimiliki perusahaan factoring cukup memadai untuk memberikan tingkat pelayananyang dimiliki dan dibutuhkan klien misalnya kecepatannya memberikan jawaban terhadap setiap permohonan kredit. apakah tenaga manajemen perusahaan factoring memiliki keahlian dalam pengelolaan kredit yang efektif. Idealnya klien dapat mencari informasi mengenai perusahaan factoring tersebut dari supllier lain yang pernah atau sedang . klien tahu persis dalam menilai risiko usaha dengan perusahaan factoring. Dalam hal ini. Di samping itu. • kesanggupan perusahaan factoring menyediakan cadangan yang memadai untuk menantisipasi suatu risiko kredit. Selanjutnya klien harus mengunjungi perusahaan factoring menemui pejabat eksekutif untuk keperluan negosiasi.

serta aspek akuntansi dan perpajakan ditinjau dari sisi client. maka ia dapat meminta pada perusahaan factoring yang bersangkutan untuk memberikan daftar nama-nama klien untuk dapat meminta informasi. BAB 6 :ANJAK PIUTANG DARI SISI KLIEN Pada bab ini kami akan membahas anjak piutang dari sudut penerima jasa anjak piutang (client) sehingga akan ter.ihat dengan jelas apa yang akan didapat oleh client bila anjak piutang menjadi salah satu alternatif pemecahan masalah cash flow perusahaan.menggunakan jasa perusahaan factoring yang bersankutan. 2. kami akan menyampaikan pula syarat – syarat untuk mendapatkan fasilitas – fasilitas anjak piutang. Sekiranya klien tidak mengetahui salah satu diantara klien lain tersebut. Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP) 4. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) 5. Bank Statement Account untuk 3 bulan terakhir. A. 3. Akta Pendirian Perusahaan client beserta perubahan – perubahannya. Selain itu. Selanjutnya client mengajukan surat permohonan dengan melampirkan hal – hal sebagai berikut: 1. SYARAT – SYARAT UNTUK MENDAPATKAN FASILITAS ANJAK PIUTANG Untuk mendapatkan fasilitas anjak piutang. Laporan Keuangan 3 tahun terakhir (Audited. Surat Pengesahan Pendirian Perusahaan dari Departemen Kehakiman dan Berita Negara. . bila ada) 7. client harus sudah mempunyai usaha yang baik dan menguntungkan. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 6.

8. 4. NV. dan bukan perorangan atau individual. demikian pula dengan customer – nya 2. 9. Selain syarat – syarat yang telah kami sebutkan di atas. Volume penjualan calon client masuk dalam kategori yang telah dipersyaratkan oleh factor. Tahap Permohonan . Modal calon client harus memadai dan sesuai bila dibandingkan dengan total asset perusahaan. Adapun mekanisme transaksi anjak piutang yang biasanya diterapkan oleh factor dapat kami kemukakan pada halaman berikut.000. Client harus merupakan badan hukum atau bentuk usaha tetap seperti PT. Syarat – syarat yang telah dikemukakan di atas bersifat tidak mutlak. Proffesional Background dari direksi dan/atau komisaris. Firma. CV. Calon client harus bersedia untuk disurvei oleh tim dari factor untuk mendapatkan gambaran usaha yang seutuhnya.000 per bulan 3. struktur Organisasi perusahaan client. 11. Penjualan yang dapat dianjakpiutangkan adalah penjualan yang bersifat rutin dan bukan penjualan bersifat transaksional / insidental yang hanya dilakukan sekali – kali. Contoh Invoice/faktur dan credit Note/ Nota Kredit Perusahaan 10. Perjanjian jual beli dengan customer. tergantung kepada masing – masing factor untuk menerapkannya. 12. Calon client bersedia memberikan jaminan tambahan atas fasilitas pembiayaan yang diterima. yaitu: 1. biasanya terdapat syarat lain yang diminta oleh factor. bila diperlukan. Data – data lainnya yang akan diminta kemudian. 1. 5. dan lain – lain. sehingga masing – masing factor mungkin saja berbeda mengenai syarat yanfg diminta kepada calon client – nya masing – masing. 6. misalnya Rp 100.

marketing department factor akan melakukan pengecekan atas kebenaran dari pengisian formulir aplikasi tersebut dengan melakukan hal – hal sebagai berikut: a. 2. Tahap Pengecekan / Desk Reserch Checking Berdasarkan aplikasi dari pemohon. Pengecekan fasilitas lainnya yang masih outstanding kepada Bank atau LKBB lainnya dengan mengirimkan BANKER’S ENQUIRY.Setiap permohonan pembiayaan anjak piutang harus mengisi secara lengkap formulir aplikasi yang telah disediakan dan ditandatangani oleh pemohon. bila perlu. MEKANISME TRANSAKSI ANJAK PIUTANG Clien t Tahap Permohonan Tahap Pengecekan Ok? Tahap Audit Checking Tahap Pembuatan Customer Profile Komite Kredit ACC Tahap Pengajuan kepada Komite Kredit Surat Penolakan Tahap Pengikatan Bagian Tahap Administrasi Pencairan Kredit Fasilitas .

Untuk menghitung secara pasti berapa besar tingkat penjualan calon client dibanding dengan laporan yang telah disampaikan. Nama perusahaan customer. . di mana isinya akan menggambarkan tentang: a.b. b. Mempelajari prosedur administrasi penjualan yang dilakukan oleh client termasuk syarat dan kondisi penjualan. dan pesaing c. Nama pemilik. Adapun tujuan dari pemeriksaan lapangan ini adalah: a. langsung dan tingkat ketaatan pembayarannya yang tinggi. marketing department pihak factor akan membuat customer profile. 3. Tahap Pembuatan Customer Profile Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan. Pengecekan pemegang saham dan pengurus perusahaan yang disesuaikan dengan anggaran dasar perusahaan. d. Tahap Audit Checking/ Pemeriksaan Lapangan Apabila tahap pengecekan / desk research checking hasilnya cukup baik. c. Untuk memastikan apakah transaksi penjualan yang dilakukan antara client dan customer termasuk criteria tagihan yang dapat dianjakpiutangkan. b. maka proses permohonan dilanjutkan dengan pemeriksaan lapangan atau audit ke calon client. 4. Untuk mengenali secara langsung customer mana yang melakukan transaksi pembelian secara rutin. Trade checking kepada supplier. customer.

Analisis Laporan Keuangan. Latar belakang Perusahaan dan susunan pemegang saham disertai keterangan mengenai bisnis dan siklus operasi perusahaan Client. h. f. Tahap Pengajuan Proposal kepada Credit Commite Marketting department pihak factor akan mengajukan proposal terhadap permohonan yang diajukan oleh client kepada credit commite. e. Proposal yang diajukan biasanya terdiri dari: a. Lamanya hubungan dengan client. Tujuan pemberian fasilitas anjak piutang kepada client. Struktur fasilitas yang mencangkup Client Advance Limit. e. Rata – rata penjualan d. d. Maximum Advance Limit untuk setiap customer. Pengajuan Keputusan Credit Committe Keputusan credit committe merupakan dasar bagi factor untuk terus melakukan pembiayaan atau tidak. Dan lain – lain. 6. Saran dan Kesimpulan. suku bunga. Analisis Risiko. 5. g. facility fee. Tahap Pengiriman Surat Penawaran . Apabila permohonan client ditolak maka harus diberitahukan melalui surat penolakan. Contact Person. Credit Term. f. b. Alamat dan Nomor Telepon.c. service Charge. 7. c. sedangkan apabila disetujui maka marketing department akan mempersiapkan Surat Penawaran kepada calon client. Rekening Koran dan Kebutuhan Modal.

Perjanjian Anjak Piutang. b. Notification Letter.Setelah proposal mendapatkan persetujuan dari credit committe. Formulir Permohonan. maka marketing department pihak factor wajib mempersiapkan surat penawaran kepada client dan dokumen ini biasanya akan dijadikan Surat Penerimaan (Letter of Acceptance) 8. yang terdiri dari: a. d. Pengikatan dapat dilakukan secara bawah tangan. c. Letter of Acceptance (urat Penerimaan). Jaminan Pribadi. yang biasanya terdiri dari a. d. Spesimen Tanda Tangan. f. . b. Tanda Penerimaan Faktur / Tagihan. Perjanjian Anjak Piutang beserta lampirannya. Tahap Pengikatan Berdasarkan Surat Penawaran yang telah ditandatangani oleh client. jika ada. jika ada. bagian legal akan mempersiapkan pengikatan sebagai berikut: a. Tahap Pencairan Fasilitas Setelah proses penandatanganan perjanjian. Jaminan Perusahaan. Surat Kuasa Khusus. Notification Letter. e. maka semua data akan diserahkan kepada bagian administrasi kredit. Untuk dapat mencairkan fasilitas anjak piutang. dilegalisir oleh Notaris atau secara Notariil 9. Apabila semua proses ini telah dilakukan. e. jika diperlukan. maka selanjutnya client mulai mencairkan fasilitas pembiayaan anjak piutang. Surat Kuasa Khusus. biasanya factor akan memberikan formulir – formulir tertentu kepada client. c.

e. PERHITUNGAN – PERHITUNGAN DALAM TRANSAKSI ANJAK PIUTANG Dalam transaksi anjak piutang. jika ada. Biaya ini dikenakan atas jasa nonfinancing yang telah diberikan oleh factor. Demikian seterusnya yang dilakukan oleh client. apabila client ingin mencairkan fasilitas anjak piutang yang telah disetujui. Cessie Piutang. semakin besar service charge yang akan dibebankan kepada client. Besarnya service charge/Komisi factoring tergantung dari beban kerja dan/atau risiko yang ditanggung oleh factor atas fasilitas yang diberikan kepada client. Formulir lainnya. c. Tanda Persetujuan Penerimaan Faktur / Tagihan.b. Factoring Charge atau disebut juga Service Charge atau Komisi Factoring atau Biaya Administrasi. Selanjutnya pada setiap akhir. Surat Perintah Pembayaran. Selain itu. factor akan membuatkan laporan pemakaian f asilitas anjak piutang yang telah diterima oleh client beserta lampirannya. B. Jumlah Customer Jumlah customer merupakan salah satu kriteria menentukan service charge. Perhitungan service charge didasarkan pada presentase dari nilai faktur yang dialihkan ke factor dengan mempehitungkan hal – hal sebagai berikut: a. besarnya service charge dihitung pula dengan besaran nilai faktur. factor biasanya akan mengenakan biaya – biaya yang dapat dibagi menjadi 3 (tiga) unsur biaya. d. semakin banyak utang customer yang dianjakpiutangkan berarti semakin . yaitu: 1. b. Volume Penjualan Client per Tahun Semakin tinggi nilai penjualan client.

demikian sebaliknya. Semakin banyak jumlah faktur atau nota kredit yang dikeluarkan dan difaktorkan oleh client. Risiko Kredit Customer Perhitungan risiko kredit setiap customer juga menjadi dasar perhitungan service charge. Jumlah customer lama Rp 100. Volume penjualan yang akan difaktorkan (per tahun) (12 X Rp 500.000) b. d. Untuk customer yang terdiri dari perusahaan – perusahaan besar dan bonafit.000.banyak perkerjaan yang harus dilakukan.000 . Berikut ini akan kami kemukakan salah satu bentuk cara menghitung sevice charge yang dapat digunakan oleh perusahaan anjak piutang: a. c. meneliti isi faktu apakah sesuai dengan purchase order – nya dan cocok dengan delivery order – nya. serta memasukkan data faktur – faktur tersebut ke komputer. Jumlah Faktur dan Nota Kredit Jumlah faktur juga menjadi salah satu kriteria dalam menentukan service charge kepada client.000 c.000 = Rp 200.000 d. Viaya ini biasanya dipotong/dibayarkan pada saat permulaan kontrak perjanjian anjak piutang ditandatangani dan bersifat nonrefundable atau dapat pula dipotong pada saat penarikan fasilitas dari jumlah pre – financing yang diberikan oleh factor. Jumlah Customer baru 1 (satu) X Rp 200.000. Biaya client = Rp _ = Rp 1.000. maka risiko kreditnya biasa relatif lebih kecil sehingga service charge yang dikenakan akan menjadi lebih rendah.000.000 = Rp 6. maka semakin banyak service charge yang dibebankan. jadi semakin banyak faktur berarti service charge yang dibebankan semakin tinggi. semakin banyak pula pekerjaan yang harus dilakukan factor untuk memeriksa setiap faktur atau nota kredit.

000 Nama Customer % Penjual dari Total Penjualan Rata – rata (%) PT XYZ 100% X 0.03% = Rp 600.800. besarnya pembebanan bunga dilakukan setiap . Apabila metode ini digunakan. sehingga apabila metode ini dilakukan maka besarnya advanced payment yang diterima oleh client sebesar neto pembiayaan dikurangi dengan bunga secara True Discound.e.43 % % Minimum service charge sesudah factor risiko = 2. Sedangkan apabila perhitungan bunga dilakukan di belakang maka dasar pengenaan bunga mempergunakan rumus simple interest dengan hari sebenarnya. Pengenaan biaya bunga atas advanced payment dapat dilakukan di muka (dipotong di muka) dengan menggunakan perhitungan bunga True Discound Method. Jumlah faktur/credit note (per tahun) (50 X 12) X Rp 1000 f. Biaya Total (minimum service charge) g. Total factor risiko 0.000 = Rp 1. Besarnya biaya bunga ini berkisar antara 2% sampai 3% di atas prime rate yang berlaku dan bersifat negotiable serta akan ditinjau secara berkala.4 0. Minimum service charge (%) sebelum Fatur risiko = (f) dibagi (a) X 100% Faktor Risiko Customer = 0. sehingga advanced payment yang diterima oleh client sama dengan neto pembiayaan. Initial Payment Charge atau lebih dikenal sebagai biaya bunga/discoundted Biaya bunga akan dikenakan oleh factor kepada client berdasarkan dana yang dipakai sebagai advanced payment dengan perhitungan hari sebenarnya.4 = 0.4 Sejahtera h.

000 X 89/360 X 35% = Rp 8.625.Rp 100.000. Rumus Simple Interest: Pokok pembiayaan X N/360 X R% = Rp 100. .akhir bulan berdasarkan jumlah dana yang terpakai atau sama dengan system rekening Koran.000 dengan tingkat pembiayaan 80% di mana jatuh tempo tagihan selama 89 hari sebesar 35% per tahun. Untuk memperjelas kedua metod etersebut kami akan memberikan contoh sebagai berikut: Misalkan perusahaan PT XYX mendapatkan fasilitas anjak piutang dari factor PT CDE di mana tagihan yang sedang diajukan sejumlah Rp 125.863.778 .000.863. 100.183 sehingga jumlah advanced payment yang diterima oleh client Rp 92.817.000. Metode perhitungan bunga antarperusahaan anjak piutang padat saja berbeda tergantung kebijakan manajemen masing – masing.000 X 365 (35% X 89) + 365 = Rp 7.183 Bunga yang akan dibebankan oleh factor sebesar Rp 7.000.136.000. maka besarnya bunga yang dibebankan oleh factor adalah sebaai berikut: Rumus True Discount Method Pokok Pembiayaan – Pokok Pembiayaan X 365 (R X N) + 365 = Rp.

000 karena bunga akan dibayar belakangan. Laporan posisi piutang yang dilakukan oleh factor akan menjadi masukan penting bagi client .5% sampai 1% dari planfond pembiayaan sebagai contoh. Selain ketiga jenis biaya tersebut.625.000.000 untuk itu yang bersangkutan dikenakan facility fee sebesar 0. Client tak perlu melakukan penagihan kepada customer. biaya pemasangan APHT (jika terdapat jaminan tambahan berupa tanah dan bangunan) dan biaya – biaya lainnya (jika ada) C.Bunga yang harus dibayar oleh client adalah sebesar Rp 8. Biaya ini biasanya dikenakan pada awal kontrak sebelum pencairan pertama failitas anjak piutang dimulai dan bersifat nonrefundable.778.5% maka facility fee yang wajib dibayar adalah Rp 5.000. Dengan diperolehnya instant cash. PT ABC Sukses Mandiri telah menyetujui planfond pembiayaan anjak piutang sebesar Rp 1. Adapun besarnya facility fee berkisar antara 0.000. sedangkan jumlah advanced payment yang diterima oleh client adalah sebesar Rp 100.MANFAAT YANG DIDAPAT CLIENT DARI ANJAK PIUTANG • • • • • Client mempunyai akses langsung atas penjualan/pendapatan yang dilakukan dalam bulan berjalan.000.maka cltent dapat memanfaatkan peluang menurunkan biaya produksi.000 (lima juta rupiah). masih terdapat biaya – biaya lainnya yang akan dikenakan factor kepada client yaitu biaya notaris.akan mengurangi biaya produksi barang atau jasa yang dihasilkan oleh client. Pembelian barang secara kas. Facility Fee atau juga biasa disebut provisi kredit akan dikenakan berdasarkan persentase tertentu dari plafond yang telah disetujui oleh factor dan dibebankan setiap perpanjangan fasilitas anjak piutang. 3.

• Client dapat menikmati hasil penjualan/pendapatan secara fleksibel dan selalu proporsional peningkatannya sesuai dengan tingkat penjualan yang dibukukan. Apabila seluruh biaya ini dimasukan ke dalam perhitungan dan ternyata biaya menggunakan anjak piutang lebih kecil dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan tanpa menggunakan anjak piutang. untuk menentukan apakah jasa yang ditawarkan oleh export factor memang mahal. penggunaan alat tulis kantor. Di lain sisi. Perusahaan dapat terhindar dari resiko tidak dibayarnya tagihan. . fasilitas komputer. dengan biaya yang dikeluarkan. surat-menyurat. • • • Cltent dapat menikmati perlindungan kredit seiring dengan meningkatnya penjualan kredit. harus dapat dilihat dulu dengan membandingkan antara biaya yang dikeluarkan oleh eksportir. perolehan informasi kredit. apabila tidak menggunakan anjak piutang. Agar penilaian ini lebih objektif maka sebaiknya dalam perhitungan ini dimasukan seluruh biaya yang timbul. dapat dilakukan dengan pertimbangan hal-hal sebagai berikut: a Jika penggunaan jasa anjak piutang dapat meningkatkan perputaran piutang sehingga modal kerja yang terikat dalam piutang menjadi semakin berkurang. bila menggunakan anjak piutang. biaya pegawai dan premi untuk polis asuransi kredit ekspor. Robert Manurung mengemukakan bahwa untuk menentukan apakah anjak piutang internasional bermanfaat bagi eksportir. Di samping itu.sehingga mengurangi beban personalia dan investasi sistem komputer. termasuk biaya telepon. biaya legal. berarti penggunaan anjak piutang bermanfaat bagi eksportir. Dengan export factoring.exportir akan memiliki keuntungan komparatif atau relatif lebih Kompetitif dibandingkan dengan eksportir yang tetap menggunakan metode trandisional atau tidak mengikuti keinginan pasar.(bila non rcourse) Fungsi administrasi dapat dialihkan.

43 tentang Akuntansi Anjak Piutang. jasa anjak piutang internasional juga tidak sesuai untuk penjualan ekspor yang dilakukan dengan syarat barang dapat dikembalikan. Jasa yang diberikan oleh anjak piutang internasional tidak dapat memenuhi kontrak-kontrak ekspor yang berjangka panjang. D. Anjak Piutang Non-Financing dari sisi klien Dalam transaksi anjak piutang non-financing. AKUNTANSI ANJAK PIUTANG DARI SISI KLIEN Perlakuan akuntansi untuk transaksi anjak piutang saat ini telah diatur secara khusus dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 1997 PSAK No. c Jika penggunaan jasa anjak piutang dapat meningkatkan perputaran piutang tanpa mengurangi jumlah pembeli walaupun dilakukan pengetatan dalam penjualan kredit. Salah satu syarat penting yang harus ada agar jasa anjak piutang internasional dapat terlaksana adalah bila dalam transaksi ekspor tersebut timbul piutang yang kepemilikannya dapat dialihkan. jasa yang ditawarkan oleh factor tidak selalu dapat memenuhi kebutuhan eksportir. Adapun perlakuan akuntansi yang dimaksud dan yang berlaku untuk klien dapat dikemukakan sebagai berikut: 1. factor biasanya mengenakan factoring charge atau disebut juga service charge. Namun perlu diingat. d e Jika penggunaan jasa anjak piutang dapat menyebabkan meningkatnya nilai penjualan kredit. Selain itu. Jasa anjak piutang internasional memang sangat bermanfaat bagi eksportir yang menggunakannya.b Jika penggunaan jasa anjak piutang dapat mengurangi biaya administrasi yang nilainya lebih besar daripada biaya komisi dan biaya lainnya yang dibauarkan kepada factor sehingga menyebabkan keuntungan eksportir menjadi meningkat. Jika penggunaan jasa anjak piutang dapat menyebabkan berkurangnya piutang macet. Factoring charge/service .

3. dimana selisih antara piutang yang dijual dan jumlah advanced limit yang diterima ditambah retensi diakui sebagai kerugian atas transaksi anjak piutang. b Beban bunga yang belum diamortisasi akan dialkokasikan secara konsisten sebagai biaya bunga tahun berjalan berdasarkan suatu tingkat pembebanan berkala. Retensi yang ditahan factor dicatat sebagai pengurang kewajiban anjak piutang. Anjak Piutang Recourse Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam akuntansi anjak piutang jenis ini adalah: a Anjak piutang dengan recourse diakui sebagai kewajiban anjak piutang sebesar nilai piutang yang dialihkan. Apabila biaya dimaksud dikenakan secara tahunan. dilaporkan dalam neraca dengan rincian sebagai berikut: . b c Kerugian atas transaksi anjak piutang dibebankan pada saat transaksi. dilakukan dan disajikan dalam laporan sebagai biaya/beban operasi. Adapun pengungkan transaksi anjak piutang dengan recourse. Anjak Piutang tanpa Recourse dari sisi klien Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam akuntansi anjak piutang jenis ini adalah: a Anjak piutang tanpa recourse diperlakukan sebagai penjualan dari klien kepada factor.charge akan dibebankan sebagai biaya. di mana selisih antara nilai piutang yang dialihkan dan advanced payment yang diterima ditambah retensi adalah beban bunga yang belum diamortisasi. Retensi yang ditahan oleh factor. dicatat sebagai piutang retensi ajak piutang dalam neraca serta dikategorikan sebagia harta lancar. c d Kewajiban anjak piutang disajikan dalam neraca sebesar nilai piutang yang dialihkan dikurangi retensi dan beban bunga yang belum diamortisasi. 2. maka biaya tersebut akan diamortisasi selama masa kontrak.

2. ditegaskan bahwa penghasilan dari perusahaan anjak piutang yang dilakukan oleh perusahaan pembiayaan baik yang diterima berupa diskon. disebutkan bahwa Penyerahan Jasa Anjak Piutang terutang Pajak Pertambahan Nilai sebesar 10%x5%xJumlah seluruh imbalan yang diterima berupa service charge. provisi. Pajak Pertambahan Nilai dari sisi klien Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keungan No. PERPAJAKAN ANJAK PIUTANG DARI SISI KLIEN Perlakuan Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai yang berlaku saat ini khusus untuk klien atas transaksi anjak piutang yang dilakukannya adalah sebagai berikut: 1. E.Kewajiban Anjak Piutang Retensi Bunga yang belum diamortisasi Kewajiban Anjak Piutang bersih Rp ( Rp ( Rp Rp xxx xxx ) xxx ) + xxx Penjelasan lebih lanjut dapat dilihat pada bab delapan mengenai contoh perlakuan akuntansi transaksi anjak piutang ini. S-78/PJ311/1996 tanggal 19 april perihal Pembebasan PPh Pasal 23 atas Penghasilan yang diperoleh Perusahaan Anjak Piutang. Pajak Penghasilan dari sisi klien Berdasarkan Surat Direktur Jenderal Pajak No. dan diskon . service charge dan provisi tidak dikenakan pemotongan PP Pasal 23 oleh perusahaan yang membayarkan.04/1996 tanggal 18 April tentang Nilai Lain sebagai Dasar Pengenaan Pajak. Hal ini berarti klien tidak boleh memotong pajak penghasilan pasal 23 yang terutang oleh factor serta bagi klien peraturan ini tidak mempunyai pengaruh apa-apa. 202/ KMK.

A. perkembangan ekspor migas di pasar internasional menghadapi tantangan yang cukup berat. PROSPEK USAHA ANJAK PIUTANG Kegiatan perekonomian Indonesia selama ini masih sangat tergantung pada perkembangan ekspor migas. Sementara itu. hal ini kami lakukan untuk memberikan gambaran tentang anjak piutang secara seimbang baik dari sisi factor maupun dari sisi klien. Pembahasan mengenai prospek dan risiko bisnis anjak piutang kami kemukakan terlebih dahulu agar terlihat dengan jelas bahwa bisnis anjak piutang merupakan bisnis yang cukup menjanjikan bagi investor.BAB 7 : ANJAK PIUTANG DARI SISI FACTOR Pada bab ini akan dibahas mengenai anjak piutang dari sisi factor. Selanjutnya akan kami utarakan syarat-syarat untuk mendapatkan izin usaha perusahaan anjak piutang dan dilanjutkan dengan tinjauan terhadap aspek akuntansi dan perpajakan yang berlaku saat ini khusus untuk anjak piutang dari sisi factor. Dengan belum stabilnya .

Untuk mengatasi keadaan ini. ketergantungan akan ekspor migas harus sedapat mungkin dikurangi. antara lain dengan meningkatkan efisiensi perusahaan. Kebijakan yang ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut adalah pengembangan dan peningkatan kegiatan ekspor non-migas. kehadiran lembaga pembiayaan. Kondisi seperti ini akan menyulitkan perusahaan memperoleh tambahan sumber pembiayaan dari lembaga perbankan karena kemampuan perusahaan untuk menyediakan barang jaminan juga menjadi semakin terbatas. Berbagai kebijakan telah digariskan Pemerintah untuk mendorong peningkatan efisiensi kegiatan perusahaan. Sebab melalui jasa anjak piutang. khususnya perusahaan anjak piutang. Akibatnya tidak jarang perusahaan bangkrut karena membengkaknya piutang ragu-ragu yang sangat mengganggu cash flow mereka.harga-harga migas ditambah pula terjadinya fluktuasi nilai tukar rupiah yang tidak menentu. dunia usaha kita masih banyak menghadapi kendala untuk melakukan kegiatannya. Masalah tersebut pada dasarnya bersumber pada kesulitas permodalan (membuat tidak mampu melakukan ekspansi). Lebih jauh lagi. Kesulitan permodalan yang disertai kredit macet dalam jumlah besar menjadikan dunia usaha semakin terjepit untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Selain itu perusahaan anjak piutang juga diharapkan dapat membantu . kemampuan yang terbatas dalam menangani penjualan. Untuk dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh dunia usaha. yakni masalah administrasi penjualan. pasti akan banyak membantu. karena mereka meningkatkan produksi dan penjualan. Selama ini. Meningkatnya kegiatan usaha yang ditandai dengan semakin cepatnya pertambahan volume penjualan telah menimbulkan masalah lain. dunia usaha dimungkinkan untuk memperoleh sumber pembiayaan baru dalam bentuk instant cash (sampai dengan 80% dari nilai invoice) dikaitkan dengan jumlah penjualan kredit yang dilakukannya. hal ini sangat mempengaruhi kegiatan perekonomian. termasuk credit management dan karena keterbatas keahlian dalam menghadapi ancaman kredit macer (bad debtst). kebanyakan dunia usaha masih memiliki keterbatasan keahlian dalam menangani penjualan kredit.

terutama yang menjalankan transaksi anjak piutang financing berskala domestik. dunia usaha dapat lebih mengkonsentrasikan kegiatannya pada peningkatan produksi dan penjualan. transaksi anjak piutang dapat menjembatani term and condition dari pendanaan yang diterima factor dari perbankan. 2. Dengan demikian. 4. Dana yang dipasarkan oleh factor dapat disalurkan dengan tingkat suku bunga yang relatif lebih tinggi dan dengan jangka waktu yang relatif singkat. . Hal ini dapat mengurangi risiko perubahan suku bunga yang terjadi sewaktu-waktu. yaitu antara lain: 1. Hal ini terlihat pada saat tagihan jatuh tempo. Dengan demikian. Apabila customer tidak dapat membayar konsekuensinya adalah factor harus siap membuka line of credit bagi customer bersangkutan atau menanggung risiko sampai tagihan terlunasi. atau dengan kata lain term and condition transaksi anjak piutang dapat disamakan dengan term and condition yang diberikan oleh perbankan. Hal ini sangant menguntungkan factor karena perputaran dana menjadi sangat cepat dan bias mengurangi risiko fluktuasi tingkat suku bunga (floating rate). 3. Selain itu. besarnya komisi atau biaya administrasi pengelolaan jasa anjak piutang yang diberikan factor kepada klien tergantung pada risiko dari piutang yang dialihkan atau dibiayai oleh factor. Sedangkan kelemahan anjak piutang dari sisi factor antara lain belum adanya perlindungan hukum yang cukup memadai untuk factor.kesulitan di bidang credit management. investor yang menanamkan modalnya pada usaha anjak piutang di Indonesia. memiliki beberapa keuntungan dalam posisinya sebagai factor. Terbatasnya sumber pendanaan perusahaan pembiayaan/ perusahaan anjak piutang yang saat ini hanya terbatas dari sector perbankan. yang pada akhirnya dapat menghemat biaya operasional perusahaan (kegiatan dapat dilakukan dengan sederhana dan singkat). Belum adanya peraturan/perizinan yang bersifat khusus yang mengatur kegiatan anjak piutang sehingga factor dapat bergerak leluasa.

B. Pembelian piutang oleh factor dilakukan pada tanggal tertentu dan biasanya ditentukan atas dasar jangka waktu jatuh tempo dari piutang yang diberikan kepada klien. Cara ini tidak menyebabkan munculnya kewajiban bunga kepada klien. termasuk menanggung resiko terhadap piutang yang macet. administrasi penjualan secara menyeluruh dan penagihan. Atas dasar tersebut jasa anjak piutang dapat dibedakan atas dasar hal-hal sebagai berikut: Jasa yang ditawarkan Ata dasar jasa yang diberikan oleh Factor. Bulk factoring Anjak piutang jenis ini memberikan jasa pembiayaan dan pemberitahuan saat jatuh tempo kepada nasabah. anjak piutang dapat dibedakan menjadi: a. maka factor pada hari ke-30 atau setiap 30 hari membeli 100% dari faktur-faktur penjualan yang ada. apabila rata-rata jangka waktu jatuh tempo adalah 30 hari.MEKANISME DAN RESIKO USAHA ANJAK PIUTANG Jenis dan Mekanisme Pada pelaksanaannya. c. tanpa memberikan jasa lain seperti proteksi resiko piutang. tagihan dan penagihan piutang. administrasi penjualan dan penagihan. Misalnya urusan administrasi penjualan (sale ledger administration). Full Service Factoring Anjak piutang seperti ini memberikan jasa secara menyeluruh baik jasa pembiayaan maupun non pembiayaan. Proteksi resiko piutang diberikan oleh factor tanpa melakukan pembiayaan atau pemberian uang muka atas pelunasan piutang. jenis dari jasa anjak piutang yang diberikan oleh factor dan akan diterima oleh klien sangat bergantung pada fomulasi dari perjanjian yang dibuat oleh kedua belah pihak. Anjak piutang jenis ini memberikan jasa proteksi resiko piutang. b. Kewajiban . Sebagai contoh.

Apabila total nilai faktur sebesar Rp. 5.000 Rp.000. 3.000.000 Rp.000.000.000 Rp.klien hanyalah fee atas jasa proteksi resiko piutang. administrasi penjualan secara menyeluruh danpenagihan yang diberikan oleh factor.000 jumlah tersebut akan dibayarkan pada hari ke-40.5% maka jumlah yang dibayarkan perusahaan piutang pada suatu periode rata-rata adalah Rp 10 juta(0. Invoice discounting . 20 juta dengan fee sebesar 1. 1. 7. Perhatikan tabel berikut sebagai illustrasi: Tabel Pembayaran Rata-Rata Jatuh Tempo Faktur (dalam ribuan rupiah) Debitor/pelanggan A B C D E Jumlah Nilai faktur Rp.20.000.015%*Rp 20 juta) = Rp 17. Misalnya: Pembayaran 100% dari nilai faktur dengan tanggal rata-rata dikurangi fee.000.000.000 Jatuh tempo (hari) 60 40 50 30 20 200 Tanggal pembayaran rata-rata = 200 = 40 hari 5 d.000 RP. 4.000 Rp.

f. Recourse factoring Pelayanan terhadap anjak piutang dalam semua aspek kecuali proteksi terhadap resiko kredit macet. Anjak piutang tidak bertanggung jawab atas pengurusan atas penagihan piutang. maka klien berkewajiban mengembalikan sejumlah uang muka yang telah diterima dari factor. g. dan factor sama sekali tidak menanggung resiko tidak terbayarnya piutang tersebut. Mekanisme ini akan dijelaskan dengan contoh sebagai berikut: .Anjak piutang jenis ini hanya memberikan jasa pembiayaan saja. anjak piutang dapat dibedakan menjadi: a. resiko tersebut tidak harus selalu secra penuh ditanggung oleh klien. Atas dasar distribusi resiko tidak terbayarnya piutang oleh nasabah. Dengan adanya perusahaan anjak piutang. Distribusi Resiko Pada mekanisme penjualan tanpa adanya perusahaan anjak piutang. Pada saat piutang jatuh tempo. apabila nasabah sama sekali tidak melunasi piutangnya. Selain itu. pihak klienlah yang mengurus dan menagih penambahan piutangnya. e. resiko tidak terbayarnya piutang milik klien sepenuhnya ditanggung oleh klien sendiri. sedangkan jasa non pembiayaan sama sekali tidak diberikan. Undisclosed factoring Berekaitan dengan perjanjian penjualan piutang dimana anjak piutang memberikan proteksi kredit macet dengan prosentase (80%). Agency factoring Pelayanan anjak piutang atas dasar notifikasi supplier. Dengan demikian resiko tidak terbayarnya piutang seluruhnya ditanggung oleh klien. With recourse factoring Pada tahap awal factor memberikan uang muka proporsi tertentu kepada klien atas piutang atau factor yang diserahkan.

Multi Finance.000. Dipihak lain PT.Multi Finance dan meerima uang muka dan pembiayaan sebesar 80% dari nilai faktur yaitu Rp. Maju jaya mengadakan penjualan secara kredit kepada pelanggannya yang bernama Bpk. Without resourse factoring Pada tahap awal factor memberikan uang muka proporsi tertentu kepada klien atas piutang atau factor yang diserahkan.000. 80.000.000 karena piutang sama sekali tidak terbayar. Pada tanggal 1 januari 2005 PT. maka klien tidak berkewajiban mengembalikan sejumlah uang muka yang telah diterima dari factor. 80. Dalam hal ini . Multi Finance tidak menanggung rugi atau resiko yang ditanggung oleh factor adalah sebesr 0% dari nilai piutang. Maju jaya adalah sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai jenis kursi. Maju jaya berkewajiban mengembalikan pembiayaan sebesar Rp. Soleh senilai Rp. apabila nasabah sama sekali tidak melunasi piutangnya. resiko yang ditanggung oleh klien adalah sebesar 100% dari nilai piutang. Pada saat piutang jatuh tempo. Perusahaan ini bekarja sama dengan perusahaan jasa anjak piutang dengan nama PT.000 kepada factor.000 Kemungkinan 1 Pada tanggal 1 maret 2005 bapak soleh membayar lunas utangnya Rp. 80. Pelunasan tersebut menjadi hak factor Rp. Hal ini berdampak pada PT. dengan tanggal jatuh tempo 1 maret 2005.000.000. . PT. Maju jaya adalah sebesar piutang Rp. 100 juta. b.000 dan sebagian lagi menjadi hak klien Rp.PT. 100.000. Dengan demkian resiko tidak terbayarnya piutang tidak seluruhnya ditanggung oleh klien. 20. Maju jaya menyerahkan piutang tersebut kepada PT. Dengan demikian kerugian yang ditanggung oleh PT. Kemungkinan II Pada tanggal 1 maret 2005 bapak soleh menghilang dan sama sekali tidak membayar. 100 juta ditambah bunga.

maka kerugian yang di tanggung oleh factor adalah Rp.Klien hanya menanggung resiko sebesar piutang yang tidak dibiayai atau tidak diberi uang muka oleh factor. Jaya Finance. Gaya Sakti tidak berkewajiban mengembalikan pembiayaan sebesar Rp. Kemungkinan 1 Pada tanggal 1 maret 2005 sim davids membayar lunas utangnya sebesar Rp 1 juta ditambah bunga. Gaya Sakti mengadakan penjualan secara kredit kepada pelanggannya yang ber nama sim davids senilai Rp. 7000.000. Gaya Sakti adalah hanya sebesar piutangnya yang tidak dibiayai oleh factor.000 dan sebagian lagi menjadi hak klien Rp. yaitu Rp.000. 7000. Dengan demikian kerugian yang ditanggung oleh PT. Mekanisme ini akan dijelaskan dengan contoh sebagai berikut: PT. 10 juta dan tanggal jatuh tempo 1 maret 2005. sedangkan factor sendiri menanggung resiko sebesar uang muka atau pembiayaan yang telah diberikan kepada kliennya. Piutang yang tidak dibiayai oleh factor telah membiayai Rp 7000.7000. 7000.000 kepada factor. 3000.Gaya Sakti menyerahkan piutangnya tersebut kepada PT. Pelunasan tersebut mejadi hak factor Rp. Kemungkinann II Apabila tanggal 1 maret sim davids meninggal dunia dan tidak memiliki harta warisan apapun. maka PT.000 dan kemudian tidak memperoleh pelunasan piutang dari nasabah.perusahaan ini bekerjasama dengan sebuah perusahaan anjak piutang dengan nama PT. Pada tanggal 1 januari 2005 PT.Jaya Finance dan menerima uang muka atau pembiayaan sebesar 70% dari niali faktur. secara proporsional factor menanggung resiko tidak terbayarnya piutang sebesar 70% dan pihak klien menggung sebesar 30%. . Gaya Sakti adalah sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai jenis alat pertukangan.000. PT.

Selanjutnya. Kedua. Penilaian kondisi keungan klien dan propeknya dilakukan dengan menilai berbagai aspek yaitu antara lain: a. Yang pertama. Keadaan keuangan Keadaan keuangan klien yang dapat dilihat dari laporan keuangan terutama yang telah diaudit untuk periode terakhir. Cakupan dan kualitas pembukuan masing- . olek karena itu perusahaan anjak piutang harus mempelajari bagaimana dan kenapa bisnis tersebut dilakukan.Kemampuan keuangan Penilaian atas kemapuan keuangan disini dapat dinilai baik pada masa lalu. kualitas piutang yang akan dibeli. perusahaan anjak piutang perlu memiliki keyakian mengenai kemampuan keuangan calon klien.1.Resiko Klien Penilaian perusahaan anjak piutang dalam mengantisipasi resiko dari klien terdiri dari 2 tahap. Penilaian posisi terakhir keuangan klien akan memberikan suatu dasar untuk menilai kemampuan keuangannya dimasa yang akan dating. kondisi sekarang maupun dimasa yang akan dating.Penilaian Resiko Bisnis anjak piutang pada dasarnya merupakan kegiatan usaha yang mengandung resiko. 1. Kegiatan orerasi dan kinerja keuangan terakhir calon klien akan memberikan latar belakang informasi yang berguna. serta bagaimana produk dan organisasi dikembangkan. Ada beberapa resiko yang mengandung bisnis pembiayaan yaitu resiko klien dan resiko yang berhubungan dengan unsure non-resourse yaitu resiko atas kredit customer atau disebut debtor risk. perusahaan anjak piutang peril juga melakukan analisis terhadap laporan keuangan klien yang telah diaudit. Banyak calon klien yang melakukan bisnisnya yang belum begitu lama. 1.

maka pada dasarnya dapat dilakukan perkiraan mengenai prospek klien yang bersangkutan.masing klien biasanya sangat bervariasi oleh karena itu perusahaan anjak piutang perlu meminta penjelasan dari klien mengenai data-data keuangan yang meragukan dalam rangka pengambilan keputusan. Memperkirakan prospek dapat pula melihat anggaran penjualan serta arus kas klien. . Kredit klien Penilaian terhadap kredito-kreditor pihak klien perlu pula dilakukan untuk mengetahui apakah mereka dibayar sesuai dengan jangka waktu yang mereka sepakati. Selanjutnya dalam menilai apakah klien memiliki kemampuan keuangan. perusahaan anjak piutang harus pula mempertimbangkan prospek kliennya. 2) 3) Apakah klien sering menunggak pembayaran utangnya pada pemasok. Dengan meneliti keadaan keuangan dan pihak-pihak yang terlibat dengan klien lainnya. Penelitian tersebut akan memberikan informasi mengenai keadaan dan kegiatan usaha klien antara lain: 1) apakah klien hanya bergantung pada 1 pemasok bahan mentah atas suatu komponen. b. Laporan bank misalnya 10 bulan terakhir untuk mengetahui saldo gironya dan pinjaman-pinjamannya. Untuk lebih menyakinkan perlu dipertanyakan mengenai asumsi dasar yang digunakan dalam menyasun arus kas tersebut antara lain mengenai perkiraan penjualan. disamping jumlah order yang telah diterima dan yang akan diterima dengan memeriksa statement of intent dari langganannya. Kalau perlu perusahaan anjak piutang dapat memeriksa langsung pemasok yang bersangkutan. turn over dalam waktu 12 bulan.

perusahaan anjak piutang harus mempertimbangkan resiko terhadap kemampuan keungan klien apabila customer berhenti membeli atau mengurangi pembeliannya pada calon klien dalam jumlah besar. apabila klien hanya bergantung pada satu orang customer saja.Kualitas Piutang Apabila perusahaan anjak piutang bermaksud menawarkan fasilitas pembayaran uang muka kepada calon klien.2. klaim terhadap jumlah faktur sering terjadi dengan berbagai alasan termasuk jenis produk yang akan dikirim . Oleh karena itu. Sama halnya. maka piutang akan merupakan jaminan bagi perusahaan anjak piutang.1. maka penilaian utama dapat dilakukan dengan menggunakan informasi mengenai riwayat perusahaan disamping sumber informasi tambahan mengenai perkiraan jalannya operasi perusahaan di masa depan. Informasi tersebut meliputi: a. Jumlah Kredit Notes Dalam kegiatan penjualan suatu produk oleh klien. Apabila misalnya satu langganan mempunyai utang 35% dari keseluruhan piutang yang dimiliki calon klien pada suatu periode. Hal ini dapat terjadi karena kemungkinan pihak costomer akan mencari alas an untuk menghindari kewajiban-kewajiban tersebut. Perpencaran Piutang Perusahaan anjak piutang perlu mengetahui calon klien memiliki perpencaran piutang atau pelanggan (customer) yang banyak. b. pihak perusahaan anjak piutang harus benar-benar memiliki keyakinan atas kualitas piuitang yang akan dibeli sebab dalam hal klien tiba-tiba tidak meneruskan usahanya kemungkinan perusahaan anjak piutang hanya bias mengklaim dan memperoleh jumlah yang telah dibayar dimuka atas piutang yang telah di factoringkan. maka jelas perusahaan anjak piutang dengan pembayaran dimuka sebesar 80% tidak akan mampu ditagih lunas. Dalam melakukan penilaian terhadap kualitas suatu piutang. sekiranya klien mengalami kebangkrutan atau kegagalan usaha.

berbeda dengan pesanan, akibat rusak akibat pengiriman, salah memberikan harga, jumlah barang kurang atau tidak sesuai denagn faktur. Perusahaan factoring harus memperhatihan jumlah kredit notes yang dikeluarkan ini selama 6-12 bulan terakhir yaitu meliputi jumlah dan nilainya dari total penjualan, khususnya, perlu diperhatikan apakah ada kecenderungan naik atau ada alasan yang sangat dominan seperti misalnya kesalahan pengiriman atau alasan dominan lainnya. c Pelunasan piutang oleh Customer. Rata-rata jumlah penjualan kredit kepada nasabah atau customer akan merupakan suatu indikasi penting bagi perusahaan anjak piutang. Pembayaran dalam waktu cepat dibandingkan dengan rata-rata industri akan memberikan indikasi bahwa supplier lebih disukai di mata nasabahnya. Hal tersebut mungkin disebabkan kualitas produk supplier memang lebih unggul, sebab prestasi kerjanya termasuk system pengiriman barangnya baik after sales service-nya lebih baik daripada perusahaan yang lain. Atau dapat pula disebabkan jenis produk tersebut merupakan komponen penting dalam proses pabrikasi pelanggan. Namun apapun alasannya, kualitas piutang yang dibeli perusahaan anjak piutang akan dianggap lebih baik bila klien dibayar lebih cepat meskipun ia menawarkan discount yang tinggi untuk pembayaran lebih awal. d Piutang yang dikecualikan. Perusahaan anjak piutang dalam membeli dan membiayai suatu piutang harus benar-benar yakin bahwa ia tidak membeli piutang yang mungkin tak dapat ditagih atau piutang yang sebenarnya bukan hak klien. Oleh karena itu piutang-piutang berikut biasanya dikecualikan untuk dijadikan sebagai objek anjak piutang: 1. penjualan kepada perusahaan afiliasi atau associated companies. 2. piutang yang timbul dari kontrak jangka panjang dimana ada ketentuan bahwa faktur baru akan dikeluarkan pada suatu tingkat penyelesaian atau proses pekerjaan. Apabila kontrak tidak diselesaikan, maka pelanggan akan menahan atau menunda pembayaran atas faktur yang telah dikeluarkan sehingga akan menyebabkan perusahaan anjak piutang tidak dapat menerima

kembali pembiayaan yang telah dikeluarkan apabila klien mengalami kebangkrutan dalam periode tersebut. 3. penjualan produk dimana didalamnya ada kewajiban atau perjanjian after sales service di pihak klien. Kontrak penjualan dan kontrak service tersebut mungkin terpisah akan tetapi apabila ada penjualan ulang, maka selalu ada kemungkinan terjadi perselesihan dan meskipun pelanggan tidak berpihak menahan pembayaran atas produk tersebut (dan perusahaan anjak piutang dan klien telah bersepakat untuk mengecualikan kontrak after sales service) resiko perusahaan najak piutang dan biaya-biaya akan tetap tinggi. 4. penjualan musiman akan merupakan pertimbangan bagi perusahaan anjak piutang. Pertama, pembayaran di muka akan relatif lebih tinggi selama mencapai puncak musim dibandingkan dengan bisnis normal yang memiliki penyebaran penjualan yang merata sepanjang tahun. Kedua, akan lebih sulit bagi perusahaan anjak piutang memonitor kinerja klien apabila pola penjualannya terdapat waktu jeda. 5. perusahaan najak piutang perlu meneliti system akuntansi penjualan untuk mengetahu pada tahap mana faktur diterbitkan dan sumber-sumber awal dokumen lainnya. Penelitian ini akan sangat riskan bagi perusahaan anjak piutang apabila faktur diterbitkan dikirim kepada customer sebelum barangtersebut diserahkan atau menerima nasabah. Bagi perusahaan anjak piutang akan lebih terjamin apabila penerbitan faktur dilakukan setelah pesanan barang telah diterima customer secara lengkap atau pemberian pelayanan telah selesai dilakukan.

2.Resiko Customer Penilaian resiko debitor atau customer risk oleh perusahaan factoring cukup penting baik untuk kontrak dengan fasilitas recourse factoring maupun untuk nonrecourse factoring dengan memberikan pembayaran di muka karena pada akhirnya pihak customer-lah yang akan membayar kembali pendaan yang lebih dahulu diberikan oleh perusahaan factoring. Fasilitas non-recourse atau sering juga disebut

without recourse memiliki suatu pertimbangan tersendiri yaitu antara lain dalam hal menentukan seberapa besar biaya yang harus dikenakan sebagai imbalan dari resiko kredit pelanggan yang mungkin diterma perusahaan factoring. Penilaian resiko pelanggan individu dalam operasi anjak piutang dengan fasilitas non-recourse merupakan suatu prosedur yang secara terus-menerus harus dilakukan. Factor resiko yang mungkin harus dihadapi oleh perusahaan factoring telah dimasukan sebagai factor salah satu komponen dalam penentuan biaya factoring yang telah disepakati. Masalahnya adalah apakah pihak perusahaan factoring hanya akan menerima suatu resiko secara keseluruhan, sebagian atau tidak sama sekali. Penting bagi perusahaan factoring melakukan penilaian secara akurat mengenai pembebanan biaya atas resiko customer ini sejak awal dan meninjau secara teratur. Untuk memperkecil risiko klien dan risiko customer dalam kegiatannya sehariharinya, biasanya factor akan melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. memilih customer yang dimiliki klien untuk mendapatkan customer dengan reputasi dan bonafiditasnya terbaik. 2. membatasi pemberian fasilitas anjak piutang baik itu di tingkat klien maupun di tingkat customer. Sebagai contoh, klien PT XYZ telah mendapatkan fasilitas anjak piutang sebesar Rp 2 Milyar dengan maximum advance payment 80%, dengan catatan bahwa: a b c d e f g Customer PT A akan dibiayai maksimal Rp 500.000.000 Customer PT B akan dibiayai maksimal Rp 200.000.000 Customer PT C akan dibiayai maksimal Rp 300.000.000 Customer PT D akan dibiayai maksimal Rp 200.000.000 Customer PT E akan dibiayai maksimal Rp 100.000.000 Customer PT F akan dibiayai maksimal Rp 400.000.000 Customer PT G akan dibiayai maksimal Rp 300.000.000

Dengan ini cara ini, secara tidak langsung factor sudah melakukan pengamanan dengan melakukan tindakan spreading risk sehingga risiko yang mungkin timbul tidak terpusat kepada satu customer (one obligor) saja. Selain risiko klien dan risiko customer yang sudah pasti dihadapi factor, masih terdapat beberapa risiko lainnya yang akan dihadapi factor dalam menjalankan anjak piutang, yaitu: 1. Risiko Perekonomian Apabila perekonomian berada pada kondisi yang kurang menguntungkan maka kegiatan di segala bidang usaha akan terganggu yang pada akhirnya dapat mempengaruhi usaha factor untuk menyalurkan pembiayaan maupun mendapatkan kredit. 2. Risiko Pembiayaan Risiko pembiayaan adalah ketidakmampuan customer dan atau klien untuk membayar kembali pembiayaan yang telah diberikan, dan apabila jumlahnya cukup material dapat mempengaruhi kinerja factor. 3. Risiko Likuiditas Masalah likuiditas akan dihadapi oleh factor apabila factor tidak mampu memenuhi kewajibannya selaku debitur kepada kreditur factor, yang pada akhirnya mempengaruhi tingkat kepercayaan klien kepada factor. 4. Risiko Persaingan Semakin banyak perusahaan pembiayaan yang memperluas jaringan pemasaran dapat menimbulkan persaingan antar-factor yang lebih ketat untuk memperebutkan pangsa pasar. 5. Risiko Operasional Risiko operasional dapat saja timbul karena tidak efektifnya system dan prosedur yang diterapkan oleh factor serta lemahnya kontrol yang diterapkan. Hal ini pada akhirnya dapat menurunkan mutu pelayanan kepada klien. 6. Risiko Perubahan Nilai Mata Uang

public record yang baik juga dapat mencegah tindakan curang yang mungkin dilakukan karena kalangan pedagang biasanya mementingkan nama baik. Cara penyelesaian ini sangat kompleks. sebab tidak adanya kemungkinan penerapan parate eksekusi dengan hak-hak sebagai factor. Dengan demikian. Apabila factor tidak dapat mengikuto perkembangan teknologi. Apresiasi nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah dapat menimbulkan kesulitan dalam kewajiban pembayaran. Memperhatikan aspek-aspek risiko yang telah kami sebutkan di atas. 7. Belum terpeliharanya system public record di negara kita juga merupakan persoalan tersendiri. Risiko Teknologi Risiko teknologi akan muncul seiring dengan semakin ketatnya persaingan antarperusahaan pembiayaan terutama dalam memberikan pelayanan kepada klien. Namun anjak piutang masih perlu dikaji lagi dalam beberapa aspek social lainnya. seperti tampak dalam upaya dunia perbankan dalam menangani kredit macet. di mana aspek teknologi biasanya mempunyai peranan yang sangat menonjol. Apabila factor tidak dapat mengantisipasi perubahan tersebut. butuh waktu dan biaya. . anjak piutang secara teori tampaknya asngat potensial untuk berkembang. dan dalam kenyataannya eksekusi putusan pengadilan masih sering mengandung ketidakpastian. Public record sebenarnya sangat berguna sebagai sumber informasi yang sangat akurat perihal pihak-pihak yang mempunyai reputasi baik dan dapat dipercaya. yang alternatif penyelesaiannya kemungkinan besar masih memerlukan campur tangan pihak peradilan.Tidak tetapnya nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah dapat menempatkan factor dalam posisi yang cukup sulit. Risiko Kebijakan Moneter Kebijakan moneter yang mengatur industri keuangan yang ditentukan oleh Pemerintah dapat berubah atau diperbarui sewaktu-waktu. Sengketa serius mungkin timbul. maka hal ini dapat menurunkan mutu layanan kepada klien. maka hal ini dapat mempengaruhi kemampuan factor untuk memperoleh pendapatan atau laba usaha 8.

pihak factor akan benar-benar berada dalam posisi sulit. dapat menjalankan usahanya berdasarkan prinsip Syari’ah atau yang bersifat konvensional (interest oriented). Hal ini disebabkan Pemerintah. anjak piutang akan lebih banyak bergantung pada asas kepercayaan daripada jaminan yuridis yang kuat dan pasti. warga negara Indonesia dan atau badan hukum Indonesia. perusahaan pembiayaan berdasarkan ketentuan dalam Pasal 7 Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 448/KMK.06/2002 Tanggal 24 April 2002 tentang penghentian Pemberian izin pendirian usaha baru perusahaan pembiayaan sedang ditangguhkan oleh Pemerintah. berikut ini akan kami kemukakan tata cara/syarat-syarat untuk mendapatkan izin usaha perusahaan pembiayaan dan atau perusahaan anjak piutang yang mungkin berguna dilain waktu.017/2000. C. tidak mengeluarkan izin usaha baru bagi perusahaan pembiayaan dan atau perusahaan anjak piutang dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Menteri Keuangan No.Akhirnya.185/KMK. dengan memperhatikan keterbatasan keamanan dari segi hokum. untuk sementara waktu. Sedangkan badan hokum perusahaan anjak piutang dan atau perusahaan pembiayaan yang didirikan dapat berbentuk badan hokum Perseroan Terbatas ataupun Koperasi serta dapat dimiliki oleh: 1. Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa. Oleh karena itu. SYARAT UNTUK MEMPEROLEH IZIN USAHA PERUSAHAAN ANJAK PIUTANG Saat ini peluang usaha investor untuk menanamkan modalnya dalam rangka mendirikan perusahaan anjak piutang dan atau perusahaan pembiayaan baru untuk sementara waktu tidak dapat dilakukan. . bila kepercayaan ini disalahgunakan oleh pembeli. Apalagi public record di Indonesia belum terpelihara dengan baik yang tentunya akan sangat menyulitkan pihak factor dalam menganalisis jadi atau tidaknya membeli suatu piutang.

kepemilikan. 4. Akta pendirian badan hukum termasuk anggaran dasar yang telah disahkan oleh instansi berwenang. . masa jabatan direksi dan dewan komisaris atau pengurus dan pengawas. tidak pernah dinyatakan pailit atau dinyatakan bersalah yang mengakibatkan suatu perseroan/perusahaan dinyatakan pailit berdasarkan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. wewenang. B. 3. 2. badan usaha asing dan warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia (usaha patungan dengan maksimal kepemilikan asing sebesar 85% . tanggung jawab. kegiatan usaha sebagai Perusahaan Pembiayaan. fotokopi tanda pengenal yang berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau paspor. 5. Data direksi dan dewan komisaris atau pengurus dan pengawas meliputi: 1. tidak pernah melakukan tindakan tercela di bidang perbankan. bukti pengalaman operasional di bidang Perusahaan Pembiayaan atau perbankan sekurang-kurangnya selama 2 tahun bagi salah satu direksi atau pengurus.06/2002. 4. permohonan untuk mendapat izin Usaha Perusahaan Anjak Piutang dan atau Perusahaan Pembiayaan harus diajukan kepada Menteri Keuangan dan wajib dilampiri dengan: A. permodalan. surat pernyataan: a b c d tidak tercatat sebagai debitur kredit macet di sector perbankan.2. 2. tidak pernah dihukum karena tindak pidana kejahatan. 3. daftar riwayat hidup. nama dan tempat kedudukan. Selanjutnya berdasarkan ketentuan dalam Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 172/KMK. yang sekurang-kurangnya memuat: 1.

2. daftar riwayat hidup. 5. dan untuk anggota dewan komisaris atau pengawas yang bermaksud menetap di Indonesia. wajib dilampiri dengan dokumen: a b c fotokopi tanda pengenal yang berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau paspor. perorangan.5. tidak pernah dinyatakan pailit atau dinyatakan bersalah yang mengakibatkan suatu perseroan atau perusahaan dinyatakan pailit berdasarkan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. tidak pernah dihukum karena tindak pidana kejahatan. C. fotokopi Kartu Izin Menetap Sementara (KIMS) dan fotokopi surat izin bekerja dari instansi berwenang bagi warga negara asing: a b untuk direksi atau pengurus. 1. 3. Data pemegang saham atau anggota. b c laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik dan laporan keuangan terakhir. surat pernyataan bahwa setoran modal tidak berasal dari pinjaman dan kegiatan pencucian uang (money laudering). tidak tercatat sebagai debitur kredit macet di sector perbankan. pemegang saham dan direksi atau pengurus wajib melampiri surat pernyataan: . 4. termasuk anggaran dasar berikut perubahan-perubahan yang telah mendapat pengesahan dari instansi berwenang termasuk bagi badan usaha asing sesuai dengan ketentuan negara asal. badan hukum wajib dilampiri dengan: a akta pendirian badan hukum. tidak pernah melakukan tindakan tercela di bidang perbankan. surat pernyataan. 2. dalam hal: 1.

Rencana kerja untuk dua tahun pertama yang sekurang-kurangnya memuat: 1. proyeksi arus kas. 2. 3. tidak pernah melakukan tindakan tercela di bidang perbankan. bukti kepemilikan. rencana pembiayaan dan langkah-langkah yang dilakukan untuk mewujudkan rencana dimaksud. tidak tercatat sebagai debitur kredit macet di sector perbankan. tidak pernah dihukum karena tindakan pidana kejahatan. neraca. 2. 5. daftar aktiva tetap dan inventaris.000. penguasaan atau perjanjian sewa-menyewa gedung kantor. 2.000.000 (sepuluh milyar rupiah).1. dan personalia. system dan prosedur kerja. fotokopi Kartu Tanda Penduduk pemegang saham perorangan. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP). untuk perusahaan swasta nasional atau perusahaan patungan sekurangkurangnya sebesar Rp 10. 4. D. .000. contoh perjanjian pembiayaan yang akan digunakan. dan perhitungan laba/rugi bulanan dimulai sejak Perusahaan Pembiayaan melakukan kegiatan operasional. E. struktur organisasi. untuk koperasi sekurang-kurangnya sebesar Rp 5. G. 2. Bukti pelunasan modal disetor minimum dalam bentuk deposito berjangka pada salah satu bank umum di Indonesia dan dilegalisasi oleh bank penerima setoran yang masih berlaku selama dalam proses pengajuan izin usaha dengan ketentuan sebagai berikut: 1.000.000 (lima milyar rupiah) F. Bukti kesiapan operasional antara lain berupa: 1. tidak pernah dinyatakan pailit atau dinyatakan bersalah yang mengakibatkan suatu perseroan atau perusahaan dinyatakan pailit berdasarkan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. 4. 3.

Pendapatan factoring fee yang diterima sehubungan dengan transaksi anjak piutang non-financing diakui dan dicatat sebagai pendapatan periode berjalan. Perjanjian usaha patungan antara pihak asing dan pihak Indonesia bagi perusahaan patungan. AKUNTANSI ANJAK PIUTANG DARI SISI FACTOR Perlakuan akuntansi transaksi anjak piutang telah diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Tahun 1997 PSAK No. Anjak Piutang Financing dari Sisi Factor Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam akuntansi anjak piutang jenis ini adalah: a Penanaman bersih anjak piutang financing dinyatakan sebesar nilai bersihnya. D. 1.H. Anjak Piutang Non-Financing dari Sisi Factor Perlakuan akuntansi dalam anjak piutang non-financing tidak terlepas dari seberapa banyak kerja yang dikerjakan oleh factor terhadap klien. Adapun perlakuan akuntansi yang diterapkan untuk factor dapat kami kemukakan sebagai berikut. 2. Jumlah penanaman bersih tersebut terdiri dari jumlah tagihan/piutang yang akan diterima oleh factor dikurangi dengan piutang/tagihan yang tidak dibiayai oleh factor (retensi) ditambah pendapatan anjak piutang yang belum diakui. semakin besar factoring fee yang akan didapat oleh factor. Selain hal-hal yang kami sebutkan di atas. Semakin banyak beban kerja yang dilakukan. pengurusan izin usaha kepada Menteri Keuangan tidak dikenakan biaya apa pun serta apabila dalam kurun waktu tertentu perusahaan pembiayaan yang telah mendapatkan izin usaha tidak menjalankan usahanya. 43 tentang Akuntansi Anjak Piutang. maka izin usaha yang telah diberikan dapat dicabut kembali. .

baik untuk anjak piutang secara recourse maupun tanpa recourse tidak mempengaruhi penyajiannya di neraca. d Perhitungan rugi laba disajikan sedemikian rupa sehingga seluruh pendapatan dilaporkan dalam kelompok yang terpisah dari kelompok biaya.b Selisih antara jumlah tagihan/piutang yang diterima factor setelah dikurangi dengan retensi ditambah nilai pembayaran kepada klien diperlakukan sebagai pendapatan anjak piutang yang masih belum diakui. E. adalah sebagai berikut: . Yang membedakan adalah substansi pembelian utang dan penanggungan terhadap kolektibilitas piutang. Pendapatan Anjak piutang harus dilaporkan sebagai komponen utama dalam kelompok pendapatan. baik ditinjau dari Pajak Penghasilan maupun Pajak Pertambahan Nilai. Adapun perlakuan perpajakan transaksi anjak piutang yang berlaku di Indonesia. c Pendapatan anjak piutang yang belum diakui dan dialokasikan secara konsisten sebagai pendapatan tahun berjalan berdasarkan suatu tingakt pengembalian berkala. PERPAJAKAN ANJAK PIUTANG DARI SISI FACTOR Pemerintah saat ini telah mengatur perlakuan perpajakan dari transaksi anjak piutang walau belum secara khusus. Sedangkan pelaporan dan pengungkapan transaksi anjak piutang financing dari sisi factor dapat dikemukakan sebagai berikut: Tagihan Anjak Piutang Pendapatan Anjak Piutang yang masih Ditangguhkan Retensi Penyisihan Piutang Ragu-ragu Penanaman Netto Anjak Piutang Rp xxx (Rp xxx) (Rp xxx) (Rp xxx) Rp xxx (+) System akuntansi anjak piutang bagi factor yang kami kemukakan di atas.

Sehingga jumlah pajak terutang wajib langsung disetorkan ke kas negara. ditegaskan bahwa penghasilan dari perusahaan anjak piutang yang dilakukan oleh perusahaan pembiayaan. 2. khususnya untuk transaksi anjak piutang financing baik dari sisi factor maupun dari sisi client. Pajak Penghasilan dari Sisi Factor Berdasarkan Surat Direktur Jenderal Pajak No. service charge. dan provisi.1. Pajak Pertambahan Nilai dari Sisi Factor Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. tidak dikenakan pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23 oleh perusahaan yang membayarkan.202/KMK.000. BAB 8 : CONTOH PERLAKUAN AKUNTANSI TRANSAKSI ANJAK PIUTANG Dalam bab ini akan kita bahas penerapan sistem akuntansi.04/1996 tanggal 18 April 1996 tentang Nilai Lain sebagai Dasar Pengenaan Pajak. provisi.000.S-78/PJ-311/1996 tanggal 19 April 1996 perihal Pembebasan PPh Pasal 23 atas Penghasilan yang diperoleh Perusahaan Anjak Piutang. baik yang berupa diskon.Misalnya PT ABC Sukses Mandiri telah menandatangani perjanjian anjak piutang dalam rangka mendapatkan fasilitas anjak piutang financing dari PT Multi Finance Company dengan syarat dan kondisi pembiayaan sebagai berikut : 1)Factor 2)Client 3)Piutang yang Dapat Dialihkan :PT Multi Finance Company :PT ABC Sukses Mandiri :Rp 1. Adapun sifat dari pajak pertambahan nilai yang diperlakukan pada transaksi anjak piutang adalah pajak pertambahan nilai yang tidak dapat dikreditkan sebagai pajak masukan. disebutkan bahwa Penyerahan Jasa Anjak Piutang terutang Pajak Pertambahan Nilai adalah sebesar 10% x 5% x jumlah seluruh imbalan yang diterima berupa service charge. dan diskon.000 .

client pada tanggal 24 September 1999 bermaksud akan mencairkan fasilitas anjak piutang yang diterimanya dengan kondisi sebagai berikut: Nilai Tagihan Customer Jatuh tempo Tagihan Retensi dikembalikan : Rp 400.4)Piutang yang Dapat Dibiayai 5)Retensi 6)Customer :90% :10% : a)PT Adi Wiragraha maks pembiayaan Rp 450 juta b)PT Duta Sukses maks pembiayaan Rp 200 juta c)PT Sarana Lintas maks pembiayaan Rp 150 juta d)PT Bumi Katulistiwa maks pembiayaan Rp 200 juta 7) Bunga 8) Biaya Administrasi 9) Jenis Pembayaran 10) PPN 11) Metode Pembyaran : 25% p.a : Rp 150.000 : Rp 40.000.000 : PT Adi Wiragraha : 07 Desember 1999 : 1 hari setelah jatuh tempo tagihan.000 : Rp 360. Berdasarkan data – data tersebut di atas.000 : 74 hari . maka akan didapatkan perhitungan – perhitungan anjak piutang sebagai berikut: 1) Tagihan yang dialihkan 2) Tagihan yang tidak dibiayai 3) Tagihan yang dibiayai 4) Jangka Waktu : Rp 400.5% ditanggung oleh client : Bunga Dibayar di Muka secara True Discount Untuk tahap pertama.000/ penarikan : Anjak Piutang With Recourse : 0.000.000.

000 – Rp 342.000) 87.366.000.633.000.408. Besarnya pengakuan pendapatan untuk factor dan/atau biaya bunga untuk client didapat dengan cara sebagai berikut: a) September 1999 : 06/74 X Rp 17.366. Bunga yang akan dikenakan oleh factor kepada client Bunga : Tagihan yang dibiayai _ Tagihan yang Dibiayai X 365 365 + (R% X N) Bunga : Rp 360.366.000 _ Rp 360. Jumlah yang akan diterima oleh client atas pencairan pertama fasilitas anjak piutang adalah sebagai berikut: a) Tagihan yang dialihkan b) Tagihan yang tidak dibiayai c) Tagihan yang dibiayai d) Bunga e) Biaya Administrasi f) PPN : Rp 400.000 : (Rp 17.000.000.000.638 Bunga Rp 17.000 : (Rp 40.366.765 3.000.362 = Rp 1.362 = Rp 7.362 = Rp 1.362 = Rp 7.362) : (Rp : (Rp 150.040.362 2.366.097 c) November 1999 : 30/74 X Rp 17.582) .275.000 X 365 365 + (74 X X 25%) Bunga : Rp 360.000 Selanjutnya factor akan membuat perhitungan bunga yang akan dibebankan kepada client sebagai berikut: 1.417 d) Desember 1999 : 07/74 X Rp 17.000) : Rp 360.366.5) Biaya Administrasi : Rp 150.083 b) Oktober 1999 : 31/74 X Rp 17.642.

056 : Rp 17.000 Berdasarkan data transaksi pada tanggal 24 September 1999. maka jurnal transaksi yang akan dilakukan oleh masing – masing perusahaan adalah sebagai berikut: 1.5% dikalikan dengan (Bunga + Biaya Administrasi) sehingga didapat sebesar Rp 87. Jurnal yang dilakukan oleh client Db.000. Utang PPN Cr. Kewajiban Anjak Piutang : Rp 342. Pendapatan Anjak Piutang ditangguhkan : Rp 17. Berdasarkan data – data tersebut di atas. Jurnal yang dilakukan oleh factor Db.362 : Rp 40.582 Cr.396. Bunga yang belum diamortasi Db. Tagihan Anjak Piutang Cr.000 : Rp 342.000 : Rp 400.000 : Rp 400. Retensi Cr.000.582.g) Jumlah yang diterima client : Rp 342. Retensi 2.056 PPN yang dikenakan didapat dari 0.056 : Rp : Rp 150.396.750 40.366.396.194 : Rp : Rp 150. Cash/Bank Cr.453. Cash/Bank Db. Pendapatan Biaya Administrasi Cr.000.000. maka tampilan neraca masing – masing perusahaan adalah sebgai berikut: PT MULTI FINANCE COMPANY NERACA . Biaya Administrasi Db.000 87.

396.366.000 dibukukan langsung sebagai pendapatan biaya administrasi.633.000) (Rp 17.000.582 Rp 400. PT ABC Sukses Mandiri NERACA 24 September 1999 Aktiva Cash/bank Pasiva Kewajiban anjak piutang Bunga yang belum diamortisasi : Rp 400.362) Rp 342.000 (Rp 40.638 Catatan : Sedangkan Biaya Administrasi yang didapat dari client sebesar Rp 150.000.000.056 .000 : (Rp 17.362) : Rp 342.24 September 1999 Aktiva Tagihan anjak piutang Retensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Pembiayaan Anjak Piutang Bersih Pasiva Utang PPN Rp 87.366.

Utang PPn Cr.000 dan PPN dapat langsungdibebankan sebagai biaya dalam laporan rugi laba perusahaan.000 : (Rp.000. 400.638 Untuk membayar biaya administrasi sebesar Rp 150. maka posisi neraca factor akan jadi sebagai berikut : PT MULTI FINANCE COMPANY NERACA Setelah Pembayaran Utang PPN Aktiva Tagihan anjak piutang Retensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Pembayaran anjak piutang bersih : Rp. 87.000.000) Rp 342.582 Rp. 40. 17.638 . Cash/Bank Rp. 87.582 Adanya pembayaran utang Pajak Penambahan Nilai yang dilakukan oleh factor. jurnal Pembayaran Utang Pajak Penambahan Nilai Oleh Factor Db. 342.000.362) : Rp. 3.633.633.366.000) : (Rp.Retensi Kewajiban Anjak Piutang Bersih Catatan : : (Rp 40.

Pendapatan anjak piutang yang ditangguhkan Cr. Bunga anjak piutang ditangguhkan Rp 1.000 (Rp 40.000.279) Rp 344.000.083 Rp 1.041.408.598.408. Pendapatan bunga anjak piutang • Memorial Jurnal yang akan dibuat oleh client Db.083 Berdasarkan transaksi ini.408.000) (Rp 15. maka posisi neraca masing-masing perusahaan menjadi sebagai berikut : PT MULTI FINANCE COMPANY NERACA 30 SEPEMBER 1999 Aktiva Tagihan anjak piutang Retensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Pembiayaan anjak piutang bersih Rp 400. Memorial Jurnal Pengakuan Pendapatan dan Biaya tanggal 30 September 1999 • Memorial Jurnal yang akan dibuat oleh factor : Db.408.4.083 Rp 1.083 Rp 1.721 . Biaya bunga anjak piutang Cr.

083 adalah akibat dari pembebanan biaya bunga anjak piutang pada bulan berjalan. 5. Hal yang sama akan dilakukan oleh masing-masing perusahaan untuk akhir bulan Oktober 1999 dan akhir bulan November 1999.000) Rp 344. Pendapatan bunga anjak piutang Rp 7. Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Cr.097 Rp 400.Catatan : Penurunan pendapatan anjak piutang ditanggung sebesar Rp 1.275. Db.083 adalah karena pengakuan pendapatan yang langsung dimasukan sebagai pendapatan bunga anjak piutang bulan berjalan.000.000 (Rp 15.056 .097 Rp 7.721 Rp 342. PT ABC Sukses Mandiri NERACA 30 September 1999 Aktiva Cash/bank Pasiva Kewajiban anjak piutang Bunga yang belum diamortisasi Retensi Kewajiban anjak piutang bersih Catatan: Penurunan biaya bunga anjak piutang ditanggung sebesar Rp 1. Memorial Jurnal Pengakuan Pendapatan dan Biaya tanggal 31 Oktober 1999 • Memorial jurnal yang akan dibuat oleh factor.408.000.041.396.408.958.275.279) (Rp 40.

000.683.056 . Biaya bunga anjak piutang Cr.000) (Rp 8.275.000) Rp 342.275.182) Rp 351.000 (Rp 8.000.000.396. Bunga anjak piutang ditanggung Berdasarkan transaksi ini. maka posisi neraca masing-masing perusahaan sebagai berikut : PT MULTI FINANCE COMPANY NERACA 31 Oktober 1999 Aktiva Tagihan anjak piutang Retensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Pembiayaan anjak piutang bersih Rp 400.097 Rp 7.000.818 PT BCA Sukses Mandiri NERACA 31 Oktober 1999 Aktiva Cash/bank Pasiva Kewajiban anjak piutang Bunga yang belum diamotisasi Retensi Rp 400.182) (Rp 40.683.097 Db.000 (Rp 40.• Memorial yang akan dibuat oleh client Rp 7.316.

000.000) (Rp 1. Db.316.765) Rp 358.417 Rp 7.040. Memorial Jurnal Pengakuan Pendapatan dan Biaya tanggal 30 November 1999 a.357. Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Cr.235 . Biaya bunga anjak piutang Cr. Memorial jurnal yang akan dibuat oleh factor. Bunga anjak piutang ditangguhkan Rp 7.040.040.818 5. Memorial yang akan dibuat oleh client Db. Pendapatan bunga anjak piutang b.Kewajiban anjak piutang bersih Rp 351.642.417 Rp 7.000.417 Berdasarkan transaksi ini maka posisi neraca masing-masing perusahaan menjadi sebagai berikut : PT MULTI FANANCE COMPANY NERACA 30 November 1999 Aktiva Tagihan anjak piutang Retensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Biaya anjak piutang bersih Rp 400.417 Rp 7.000 (Rp 40.040.

000.000 Rp 1.763 Rp 400.642.572. Pendapatan bunga anjak piutang ditangguhkan Rp 1. Biaya bunga anjak piutang ditangguhkan Cr.642.000.763 Rp 400.396.PT ABC Sukses Mandiri NERACA 30 November 1999 Aktiva Cash/bank Pasiva Kewajiban anjak piutang Bunga yang belum diamotisasi Retensi Kewajiban anjak piutang bersih 6.000.000 (Rp 1. jurnal pada tanggal 7 Desember 1999 a.000) Rp 358.763 Rp 1.000 Rp 400. Db.642. Bank/cash Cr.763 Berdasarkan transaksi yang terjadi pada tanggal 7 Desember 1999.235 Rp 342.642. Jurnal yang dilakukan oleh factor. maka posisi neraca factor dan client adalah sebagai di bawah ini : . Db.765) (Rp 40.642. Tagihan anjak piutang Cr.056 Db. Memorial yang akan dibuat oleh client. Biaya bunga anjak piutang Rp 1.000. Pendapatan bunga anjak piutang b.

PT MULTI FANANCE COMPANY NERACA 7 Desember 1999 Aktiva Cash/bank Tagihan anjak piutang Retensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Biaya anjak piutang bersih (Rp Rp 400.000) 0) (Rp 40.000.000.000) PT ABC Sukses Mandiri NERACA 7 Desember 1999 Aktiva Cash/bank Pasiva Kewajiban anjak piutang Bunga yang belum diamotisasi Retensi Rp 400.000.000.396.000 (Rp 0) (Rp 40.000.056 .000) Rp 342.000 Rp 0 (Rp 40.

000 Rp 40.000.000.000 Rp 400. Retensi Cr.000.000. Retensi Cr.000 Rp 400. jurnal pada tanggal 8Desember 1999 (saat pengembalian retensi) • Jurnal yang dilakukan oleh factor Db.000 Berdasarkan transaksi yang terjadi pada tanggal 8 Desember 1999.000.000.000 Rp 40.000 Rp 40.Kewajiban anjak piutang bersih Rp 360.000 7.000. Cash/bank Db. Cash/bank • Jurnal yang dilakukan oleh client Db. Kewajiban anjak piutang Cr. Piutang dagang/piutang wesel Rp 40.000. mak posisi Neraca factor dan Client adalah seperti dibawah ini : PT MULTI FANANCE COMPANY NERACA 8 Desember 1999 Aktiva Cash/bank Tagihan anjak piutang Retensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Pembiayaan anjak piutang bersih (Rp (Rp Rp 360.000 Rp (Rp0 0) 0) 0 0) .

000 Berdasarkan transaksi anjak piutang diatas diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1.056 dari total tagihan Rp 400.PT ABC Sukses Mandiri NERACA 8 Desember 1999 Aktiva Cash/bank Cash/bank Pasiva Kewajiban anjak piutang Bunga yang belum diamotisasi Retensi Kewajiban anjak piutang bersih Rp (Rp (Rp Rp 0 0) 0) 0 Rp 342.056.944 dengan manfaat yang didapatkan dari advance payment sebesar Rp 342.000.396. client mendapatkan kembali tagihan yang dialihkan melalui transaksi anjak piutang sebesar Rp 382.603. client wajib melakukan analisis cost and benefit ratio.362.603.396. sebagai contoh diskon yang didapatkan dari pembelian bahan baku dari dana yang didapat dari advance payment. 3. 2.944.396. .603. terutama membandingkan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 17.582 sehingga didapatkan angka sebesar Rp 17.516. factor selama membiayai transaksi anjak piutang di atas mendapat penghasilan sebesar Rp 17.944 di kurangi PPN sebesar Rp 87.056 Rp 40.000.000 sehingga pada periode anjak piutang tersebut client mengeluarkan biaya-biaya anjak piutang sebesar Rp 17.

di mana contoh diatas tidak bersifat buku tetapi dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing perusahaan karena kebijakan perusahaan anjak piutang bisa saja berbeda-beda. apakah nilai diskon yang didapat lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan maka pembiayaan yang didapat dari anjak piutang yang didapat menguntungkan client.PERJANJIAN ANJAK PIUTANG (NON-RECOURSE FACTORING AGREEMENT) No. . Denikian ilustrasi anjak piutang yang bersifat financing. BAB 9 : CONTOH PERJANJIAN DAN FORM ANJAK PIUTANG 1.4.

Pada hari ini. tanggal bulan tahun dua ribu ( ). telah diadakan perjanjian oleh dan antara: I. transaksi mana menimbulkan piutang bagi client. CLIENT adalah badan usaha yang memiliki piutang/tagihan yang sah terhadap CUSTOMER. Kedua belah pihak dengan ini setuju dan sepakat mengadakan perjanjian anjak piutang. . selanjutnya disebut perjanjian. yang akan menjual/mengalihkan piutangnya kepada factor. FACTOR adalahbadan usaha yang melakukan kegiataan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang/tagihan jangka pendek dari client. dengan syarat-syarat dan ketentuanketentuan sebagai berikut: Pasal 1 Definisi Dalam perjanjian ini yang dimaksud dengan: 1. 3. Sejanjunya disebut client (dalam arti termasuk pengganti-penggantinya yang berhak dan ditunjuk) di lain pihak. Selanjutnya disebut factor (dalam arti termasuk pengganti-penggantinya yang berhak dan ditunjuk) di satu pihak. . 2. CUSTOMER adalah orang/badan usaha yang mengadakan transaksi jual beli dengan client. II.

persetujuan atau penolakan tersebut akan diberitahukan secara tertulis kepada client dalam waktu 7 hari sejak penawaran diterima. CLIENT menjamin penuh terhadap factor untuk dan akan menjual seluruh piutang CLIENT kepada FACTOR. piutang adalah semua dan setiap tagihan yang dimiliki client yang timbul sebagai akibat dari transaksi jual beli yang sah antara client dengan customer. piutang-piutang tersebut harus berupa tagihan yang timbul dari transaksi jual beli yang sah dan tidak bertentangan dengan undang-undang. 2. CLIENT mengajukan penawaran tersebut dalam daftar penawaran yang dibuat dalam rangkap 2. 3. dengan tidak mengurangi hak FACTOR untuk menerima /menolak piutang yang akan dialihkan. baik piutang-piutang yang ada pada saat ini maupun piutang-piutang yang akan terjadi kemudian. pemberitahuan mana merupakan bagian tidak terpisahkan dari perjanjian ini. Pasal 4 Pengalihan Piutang Pengalihan piutang yang ditawarkan oleh client kepada factor dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: .4. Pasal 3 Penerimaan Penawaran FACTOR berhak untuk menerima atau menolak piutang-piutang sebagaimana dalam pasal 2 perjanjian ini semata-mata berdasarkan pertimbangan FACTOR sendiri. Pasal 2 Penawaran 1.

client dengan ini setuju untuk menjual kepada factor dan factordengan ini setuju untuk membeli dari client. satu dan lainnya dengan tanpa ada yang dikecualikan. yang diberi oleh client untuk pembayaran segera atau hal lainnya. dan setiap kredit yang diberi oleh client. hak atas bunga/denda/keuntungan lainnya serta hak-hak lainnya yang dimiliki oleh client dengan customer. Pasal 6 . tanpa mengurang hak factor untuk menurunkan jumlah tersebut setiap waktu tanpa persetujuan dari client terlebih dahulu. CLIENT menyerahkan seluruh haknya sebagai pemilik piutang yang sah kepada FACTOR. pengalihan piutang sama sekali tidak mempengaruhi atau membebaskan client dari kewajibannya kepada customer sebagai mana termuat dalam transaksi jual beli antara client dan customer. saat pembayaran oleh factor kepada client merupakan saat dimulainya perhitungan Discounted Rate yang harus ditanggung oleh client dan periode pengembalian yang harus dibayar oleh client kepada factor. termasuk hak untuk menagih.1. dari dan pleh karena itu factor dibebaskan dan tidak berwajibkan untuk melengkapi atau melaksanakan ketentuan /syarat yang termuat dari transaksi jual beli tersebut. jika ada. piutang dimaksud dengan jumlah penawaran secara akumulatif yang diterima FACTOR Rp (terbilang). Pasal 5 Harga Piutang CLIENT 1. 2. 2. 3. harga jual untuk setiap piutang dalam setiap daftar penawaran yang telah disetujui bersama adalah nilai faktur yang harur dibayar customer dikurangi dengan: • • potongan maksimum.

timbul dari transaksi jual beli yang sah. client wajib menagih customer dan bertanggung jawab penuh membayar kepada factor pada tanggal yang telah ditentukan oleh client dan factor. 4. dan tidak akan diikat sebagai jaminan kepad apihak lain dalam bentuk apa pun juga.Kewajiban CLIENT 1. yaitu: . Pasal 7 Penagihan/Pelunasan Pembayaran 1. Pasal 8 Pemberian Jaminan Untuk menjamin lebih lanjut pembayaran kembali dengan tertib dan secara sebagaimana mestinya semua kewajiban yang harus dibayar oleh client kepada factor berdasarkan perjanjian ini. belum pernah. 2. maka client dengan ini memberikan jaminan kepada factor. client menjamin kepada factor bahwa piutang yang dialihkan tersebut benarbenar milik client. 3. ketelambatan pembayaran kembali (termasuk Discounted Rate) oleh client kepada factor akan dikenakan denda keterlambatan sebesar 5% per bulan. apabila ternyata kemudian hari terjadi hal-hal yang bertentangan dengan yang tercantum dalam pasal 6 ayat 1perjanjian ini. maka secara serta merta client berkewajiban menanggung kerugian yang diderita oleh factor. 2. bebas dari segala sengketa. dalam hal customer karena sebab apa pun juga tdak dapat melunasi suatu utangnya kepda client tetapi harus membayar kembali (termasuk Discounted Rate) kepada factor. tidak sedang. factor adalah satu-satunya pemegang hak penuh untuk menerima dan atau menagih dengan jalan apa pun setiap piutang yang dibeli oleh factor dari client.

Pasal 9 Masa Berlaku 1. perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu 12 bulan , terhitung sejak tanggal sehingga berakhir pada tanggal , dengan ketentuan bahwa perjanjian ini dapat diperpanjang dengan syarat-syarat yang ditentukan kemudian oleh kedua pihak. 2. dalam hal ada salah satu pihak yang bermaksud mengakhiri Perjanjian ini sebelum jangka waktu berakhir, maka pihak yang bersangkutan harus terlebih dahulu memberitahukan maksudnya tersebut secara tertulis kepada pihak lainnya dalam waktu sekurang-kurangnya 1 bulan sebelum maksud tersebut dilaksanakan dan penghentian tersebut harus mendapat persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak lainnya. Pasal 10 Kelalaian 1. menyimpang dari ketentuan pasal 9 perjanjian ini, factor berhak untuk menghentikan/mengakhiri perjanjian ini dengan melepaskan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dalam hal terjadi salah satu dari kejadian di bawah ini: • • apabila client melalaikan kewajiban sebagaimana dijelaskan dalam pasal 6 perjanjian ini; apabila pernyataan, keterangan, surat dan data atau dokumen yamg diberikan oleh client kepada factor berhubungan dengan perjanjian ini, ternyata tidak benar, tidak sah atau tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya; • apabila menurut penilaian factor, client telah melakukan suatu perbuatan atau sikap yang mengakibatkan kerugian pada factor berkenanan dengan pengalihan piutang ini.

• • •

Apabila seluruh atau sebagian harta client disita. Apabila client dengan suatu keputusan dari pengadilan yang berwenang dinyatakan pailit. Apabila terjadi insolvensi, sehubungan dengan customer : 1. customer dengan suatu keputusan dari pengadilan yang berwenang dinyatakan pailit, dan atau 2. keputusan yang efektif telah diambil untuk pemberhentian kegiatan atau likuidasi secara sukarela yang timbul dari ketidakmampuan untuk membayar utang-utang pada waktu jatuh tempo dan atau 3. kondisi atau keadaan yang menurut pendapat factor dapat dianggap sama dengan salah satu kondisi atau keadaan tersebut diatas. Pasal 11 Pajak dan Biaya

Client wajib membayar: a. semua beban pajak, ongkos, upah, pengeluaran dan biaya-biaya yang sah lainnya, termasuk bea materai dan biaya pengacara atau konsultan hokum yang ditunjuk oleh factor, dari atau berkenaan dengan pembuatan, pelaksanaan dan pendaftaran perjanjian ini atau setiap biaya, beban-beban, jaminan-jaminan dan dokumen-dokumen lainnya yang disyaratkan factor. b. Semua biaya dan ongkos lain yang timbul sehubungan dengan penagihan dan pelaksanaan pembayaran yang harus dibayar oleh factor. Pasal 12 Lain-lain Segala sesuatu yang belum cukup diatur dalam perjanjian ini, akan diatur dan ditetapkan kemudian oleh dan atas kesepakatan kedua belah pihak secara tertulis.

Segala lampiran, penambahan dan lain-lain dokumen yang dibuat berdasarkan perjanjian ini merupakan bagian dan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan perjanjian ini. Pasal 13 Domisili Apabila timbul perselisihan sebagai akibat dari perjanjian ini, kedua belah pihak setuju dan sepakat untuk menyelesaikan secara musyawarah dan mufakat. Tetapi bila tidak terjadi penyelesaian di kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dengan tidak mengurangi hak factor untuk mengajukan tuntuan pada Pengadilan Negeri lainnya di wilayah Republik Indonesia.

FACTOR PT MULTI FINANCE COMPANY

CLIENT

SAKSI-SAKSI 2.PENGALIHAN HAK ATAS PIUTANG (CESSIE) Perjanjian ini dibuat pada hari ini, hari antara : I Selanjutnya disebut factor (dalam arti termasuk pengantinya yang berhak dan ditunjuk) disatu pihak; tanggalbulan tahun ( ) oleh dan

II Selanjutnya disebut client (dalam arti termasuk pengantinya yang berhak dan ditunjuk) dilain pihak; Kedua belah pihak menerangkan terlebih dahulu bahwa: • • • client dan factor telah membuat perjanjian anjak piutang No. tanggal (selanjutnya disebut perjanjian anjak piutang). para pihakdengan ini menerangkan secara jelas bahwa perjanjian ini dibuat sebagai implementasi dari perjanjian anjak piutang tersebut. Client berkehendak untuk menjual dan mengalihkan kepada factor dan factor berkehendak untuk membeli dan mengambil alih dari client atas piutang tertentu berdasarkan transaksi penjualan kreditnya dengan para customer,sebagaimana didefinisikan dlam perjanjian anjak piutang, dalam rangka kegiatan usahanya. Kedua belah pihak dengan ini setuju dan sepakat mengadakan Perjanjian Pengadilan Hak Atas Piutang, dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut: Pasal 1 Client dengan ini menjual dan mengalihkan kepada factor dan factor dengan ini membeli dan menerima pengalihan hak, kepemilikan dan kepentingan atas piutang yang tercantum dalam daftar penerimaan No. ……… tanggal …….., terlampir, yang merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini (selanjutnya secara kolectif disebut piutang. Pasal 2 Tanpa mengurangi berlakunya ketentuan pasal 1 perjanjian ini, pengalihan hak, kepemilikan dan kepentingan atas piutang tersebut tunduk pada setiap dan semua

persyaratan dan ketentuan yang tercantum dalam perjanjian anjak piutang, yang dengan ini diakui oleh para pihak merupakan kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. Pasal 3 Para pihak mengakui bahwa pengalihan hak, kepemilikan dan kepentingan atas piutang berdasarkan perjanjian ini telah sah dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Client dengan ini memberi kuasa dengan hak substitusi kepada factor untuk memberitahukan mengenai pengalihan ini kepada customer, sebagaimana istilah tersebut didefinisikan dalam perjanjian anjak piutang, untuk memberikan keterangan, membuat atau menyuruh membuat, menandatangani setiap dan semua surat dan dokumen dan selanjutnya tindakan-tindakan lain yang diperlukan untuk mensahkan pengalihan tersebut, dengan hak untuk memberikan substitusi kepada pihak lain. Pemberian kuasa ini tidak dapat ditarik kembali serta tidak berakhir karena hak-hak yang disebutkan dalam pasal 1813 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata atau karena sebab lain apa pun. FACTOR CLIENT

Kepada Yth.

Daftar Penawaran No.

3.DAFTAR PENAWARAN Sehubungan dengan perjanjian anjak piutang No. …… tanggal……… dan pelaksanaan pasal 2 Perjanjian tersebut, dengan ini kami mengajukan penawaran piutang kami sebagai CLIENT, dengan persyaratan/kondisi sebagai berikut: Nama dan alamat No dan Harga jual Jangka waktu

4. ….. dengan ini Kami menerima tawaran piutang saudara sebagai CLIENT. tanggal ……. . Kami mohon agar penawaran kami diterima. dengan persyaratan/kondisi sebagai berikut: Nama dan alamat customer No dan tanggal faktur Harga jual (Rp) Jangka waktu factoring . …. surat jalan. Daftar Penerimaan No.DAFTAR PENERIMAAN Sehubungan dengan Perjanjian Anjak Piutang No. Jakarta.. CLIENT Kepada Yth. surat tanda terima customer dan dokumen lainnya. tanggal ……… dan pelaksaan pasal 3 Perjanjian tersebut serta Daftar Penawaran No.customer tanggal faktur (Rp) factoring Total Bersama ini kami mengirimkan/melampirkan faktur-faktur.

bulan. CLIENT bertanggung jawab atas hasil tagihan tersebut dan kemudian menyerahkan/membayar kepada FACTOR ke rekening Bank FACTOR yang akan diberitahukan kemudian. CLIENT menyetujui memberikan/membayar kepada FACTOR. -Retensi -Discounted Rate -PPN : Rp : Rp : Rp -Biaya Administrasi : Rp 3. (tanggal. (terbilang) dari CLIENT dan CLIENT telah mengalihkan hak faktur tersebut kepada FAKTOR. 2. tahun) Menyetujui FACTOR CLIENT .1. FACTOR telah memberi faktur tersebut di atas yang bernilai Rp ………. dengan jadwal pembayaran sebagai berikut: Jakarta. CLIENT mengakui telah menerima pembayaran harta beli hak faktur tersebut sebesar Rp ………(terbilang).

……. dengan ini kami selaku CLIENT memohon kepada PT untuk mentransfer/mengeluarkan giro: .. Daftar penerimaan No. Sehubungan dengan perjanjian anjak piutang (factoring) No.Jakarta.tanggal………. : Hal : 5. PT (nama perusahaan) Jakarta Dengan hormat.tanggal…….Surat Perintah Bayar Kepada Yth.. …. No.

kami ucapkan terima kasih. Persepsi Islam dalam transaksi finansial itu dipandang oleh banyak kalangan muslim sebagai kewajiban agamis. yang tujuannya. atas kerja sama yang baik. adalah memperkenalkan sistim nilai dan etika Islam ke dalam lingkungan ekonomi. CLIENT BAB 10 : SISTEM SYARIAH DAN ANJAK PIUTANG 1. sebagaimana dianjurkan oleh para ulama. Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam Sistim keuangan dan perbankan Islam adalah merupakan bagian dari konsep yang lebih luas tentang ekonomi Islam.Pada tanggal : Sebesar Kepada Nama : a/C No.Pendahuluan Syariah:Islam dan Sistem Ekonominya 1. Hormat Kami. Kemampuan lembaga keuangan Islam menarik investor dengan sukses bukan hanya tergantung pada tingkat kemampuan lembaga itu menghasilkan . : bank : : Rp Demikian Surat Perintah Bayar ini kami buat. Karena dasar etika ini maka keuangan dan perbankan Islam bagi kebanyakan muslim adalah bukan sekedar sistem transaksi komersial.

dalam Ekonomi Islam. apakah ia sebagai pembeli. Dalam kehidupan sehari-hari. penerima upah. berbagai jenis sumber daya dipandang sebagai pemberian atau titipan Tuhan kepada manusia. perilaku individu dan masyarakat diarahkan ke arah bagaimana cara pemenuhan kebutuhan mereka dilaksanakan dan bagaimana menggunakan sumber daya yang ada. penjual. karena agama lain tidak dilandasi dengan postulat iman dan ibadah. kepemilikan individu dibatasi oleh kepentingan masyarakat. Hal ini menjadi subyek yang dipelajari dalam Ekonomi Islam sehingga implikasi ekonomi yang dapat ditarik dari ajaran Islam berbeda dengan ekonomi tradisional. Islam berbeda dengan agama-agama lainnya. (3) Kekuatan penggerak utama Ekonomi Islam adalah kerjasama. Oleh sebab itu. tetapi juga pada persepsi bahwa lembaga tersebut secara sungguhsungguh memperhatikan restriksi-restriksi agamis yang digariskan oleh Islam. pembuat keuntungan dan sebagainya. termasuk kepemilikan alat produksi dan faktor produksi. hanya pemeluk Islam yang berimanlah yang dapat mewakili satuan ekonomi Islam. Namun yang terpenting adalah bahwa kegiatan tersebut akan dipertanggung-jawabkannya di akhirat nanti. harus berpegang pada tuntunan Allah SWT dalam Al Qur'an: 'Hai . Islam menolak setiap pendapatan yang diperoleh secara tidak sah. Seorang muslim. apalagi usaha yang menghancurkan masyarakat. dan Kedua.keuntungan. (2) Islam mengakui kepemilikan pribadi dalam batas-batas tertentu. Pertama. Prinsip-prinsip Ekonomi Islam itu secara garis besar dapat diuraikan sebagai berikut: (1) Dalam Ekonomi Islam. Dalam ajaran Islam. Islam dapat diterjemahkan ke dalam teori dan juga diinterpretasikan ke dalam praktek tentang bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain. Manusia harus memanfaatkannya seefisien dan seoptimal mungkin dalam produksi guna memenuhi kesejahteraan secara bersama di dunia yaitu untuk diri sendiri dan untuk orang lain.

dimana kepemilikan industri didominasi oleh monopoli dan oligopoli. Oleh karena itu. Al Qur'an mengungkap kan bahwa. bahan tambang. Sistem Ekonomi Islam menolak terjadinya akumulasi kekayaan yang dikuasai oleh beberapa orang saja. (6) Orang muslim harus takut kepada Allah dan hari akhirat. orang-orang miskin dan orang-orang dalam perjalanan. Prinsip ini didasari Sunnah Rasulullah yang menyatakan bahwa. (5) Islam menjamin kepemilikan masyarakat dan penggunaannya direncanakan untuk kepentingan orang banyak. bahkan bahan makanan harus dikelola oleh negara. adalah untuk Allah. supaya harta itu jangan hanya beredar diantara orang-orang kaya saja diantara kamu…' (QS 57:7). padang rumput dan api" (Al Hadits). perlakuan yang tidak adil. anak-anak yatim. Oleh karena itu Islam mencela keuntungan yang berlebihan. Demikian juga berbagai macam bahan bakar untuk keperluan dalam negeri dan industri tidak boleh dikuasai oleh individu. perdagangan yang tidak jujur. Sunnah Rasulullah tersebut menghendaki semua industri ekstraktif yang ada hubungannya dengan produksi air. kaum kerabat. (4) Pemilikan kekayaan pribadi harus berperan sebagai kapital produktif yang akan meningkatkan besaran produk nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. dan semua bentuk diskriminasi dan penindasan.orang-orang yang beriman. kecuali dengan perdagangan yang dilakukan dengan suka sama suka diantara kamu…' (QS 4 : 29). Dan mereka tidak teraniaya…' (QS 2:281). "Masyarakat punya hak yang sama atas air. janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan batil. kemudian masing-masing diberikan balasan dengan sempurna usahanya. seperti diuraikan dalam Al Qur'an sebagai berikut: 'Dan takutlah pada hari sewaktu kamu dikembalikan kepada Allah. . untuk Rasul. Konsep ini berlawanan dengan Sistem Ekonomi Kapitalis. tidak terkecuali industri yang merupakan kepentingan umum. 'Apa yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya sebagai harta rampasan dari penduduk negeri-negeri itu.

(8) Islam melarang setiap pembayaran bunga (Riba) atas berbagai bentuk pinjaman. dengan mengabaikan waktu. QS 4:160-161. apakah pinjaman itu berasal dari teman. 2. Banyak pemikir zaman dahulu yang berpendapat bahwa pembayaran bunga adalah tidak adil. yang ditujukan untuk orang miskin dan orang-orang yang membutuhkan. perusahaan perorangan. Zakat merupakan alat distribusi sebagian kekayaan orang kaya (sebagai sanksi atas penguasaan harta tersebut). QS 3:130-131 dan QS 2:275-281. tempat atau tahap-tahap perkembangannya. emas. perak dan permata. Aristoteles adalah orang yang amat menentang dan melarang bunga. yang sesuai dengan sifat dasar manusia (human nature). Prof. sedang Plato juga mengutuk dipraktekkannya bunga. Al Qur'an secara bertahap namun jelas dan tegas memperingatkan kita tentang bunga. Emeritus Tan Sri Datuk Ahmed bin Mohd. pendapatan bersih dari transaksi (Net Earning from Transaction). dan 10% (sepuluh persen) dari pendapatan bersih investasi. zakat dikenakan 2. Hal ini dapat dilihat dari turunnya ayat-ayat Al Qur'an secara berturut-turut dari QS 39:39. pemerintah ataupun institusi lainnya. Ibrahim menyatakan : . deposito. Prinsip Dasar Operasional Bank Islam 2. Islam bukanlah satu-satunya agama yang melarang pembayaran bunga. Islam adalah agama fitrah. Menurut pendapat para alim-ulama. termasuk di dalamnya adalah uang kas.(7) Seorang muslim yang kekayaannya melebihi tingkat tertentu (Nisab) diwajibkan membayar zakat. yang mengajarkan segala sesuatu yang baik dan bermanfaat bagi manusia.1 Prinsip Utama Islam adalah suatu Din (Way of Life) yang praktis. Bahkan meminjamkan uang dengan bunga dilarang pada zaman Yunani kuno.5% (dua setengah persen) untuk semua kekayaan yang tidak produktif (Idle Assets).

yaitu menahan uang (dana) dan membiarkannya menganggur (Idle) dan tidak berputar dalam transaksi yang bermanfaat bagi masyarakat umum."Banking and financial activities have emerged to meet genuine human needs. Examples of forbidden activities include gambling and manufacturing and trading in forbidden goods such as liquor" . pelaksanaan dua ajaran Qur'an yaitu: (1) Prinsip Al Ta'awun. Aktivitas keuangan dan perbankan dapat dipandang sebagai wahana bagi masyarakat modern untuk membawa mereka kepada. there is nothing in the nature of these activities which is contrary to the Syariah. kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu…" (QS 4: 29) Perbedaan pokok antara Perbankan Islam dengan perbankan konvensional adalah adanya larangan riba (bunga) bagi perbankan Islam. unless these activities belong to the category expressly forbidden by Islam. umat Islam di berbagai negara telah berusaha untuk mendirikan bank-bank Islam. paling tidak. Sejak dekade tahun 70-an. dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran" (QS 5:2) (2) Prinsip menghindari Al Iktinaz. yaitu saling membantu dan saling bekerja sama diantara anggota masyarakat untuk kebaikan. sebagaimana dinyatakan di dalam Al Qur'an : "Hai orang-orang yang beriman. sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur'an : "Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa. Therefore. janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan batil. Tujuan dari pendirian bank-bank Islam ini pada . riba dilarang sedang jual-beli (Al Bai') dihalalkan. Bagi Islam.

dan Abu Said Al Khudri. Prinsip utama yang dianut oleh Bank Islam adalah: · Larangan riba (bunga) dalam berbagai bentuk transaksi. Pada dasarnya Islam memandang uang hanya sebagai alat tukar.kelemahan akan sistim pertukaran ini. Islam juga sangat menganjurkan penggunaan uang dalam pertukaran karena Rasulullah telah menyadari kelemahan dari salah satu bentuk pertukaran di zaman dahulu yaitu barter (Bai' al Muqayyadah)." Hal ini dapat dijumpai dalam hadits-hadits antara lain seperti diriwayatkan oleh Ata Ibn Yasar. dimana barang saling dipertukarkan. "Ternyata Rasulullah saw tidak menyetujui transaksi-transaksi dengan sistim barter. · Menjalankan bisnis dan aktivitas perdagangan yang berbasis pada memperoleh keuntungan yang sah menurut syariah. untuk itu dianjurkan sebaiknya menggunakan uang." . bukan untuk spekulasi. bukan sebagai barang dagangan (komoditas). Nampaknya beliau melarang bentuk pertukaran seperti ini karena ada unsur riba di dalamnya. Menurut Afzalur Rahman: "Rasulullah saw menyadari akan kesulitan-kesulitan dan kele. Oleh karena itu motif permintaan akan uang adalah untuk memenuhi kebutuhan transaksi (money demand for transaction).umumnya adalah untuk mempromosikan dan mengembangkan aplikasi dari prinsipprinsip syariah Islam dan tradisinya ke dalam transaksi keuangan dan perbankan dan bisnis lain yang terkait.mahan . · Memberikan zakat. lalu beliau ingin menggantinya dengan sistim pertukaran melalui uang. Oleh karena itu beliau menekankan kepada para sahabat untuk menggunakan uang dalam transaksi-transaksi mereka. Abu Said dan Abu Hurairah.

Bagi mereka yang tidak dapat memproduktifkan hartanya. cicit . oleh karenanya harus selalu berputar dalam perekonomian. Dalam pandangan Islam. uang adalah flow concept. yaitu bisnis dengan bagi hasil.Dalam konsep Islam tidak dikenal money demand for speculation. Kebalikan dari sistem konvensional yang memberikan bunga atas harta. Islam memperbolehkan penetapan harga tangguh bayar lebih tinggi dari pada harga tunai. karena spekulasi tidak diperbolehkan. Dengan peningkatan pendapatan nasional. Zaid bin Ali Zainal Abidin bin Husin bin Ali bin Abi Thalib. Semakin cepat uang berputar dalam perekonomian. Bila ia tidak ingin mengambil resiko karena bermusyarakah atau ber-mudharabah. Islam malah menjadikan harta sebagai obyek zakat. Qard tidak memberikan manfaat langsung bagi orang yang meminjamkan. Namun secara makro. Islam juga tidak mengenal konsep Time Value of Money. Secara mikro. sehingga pendapatan nasional (National Income) meningkat. namun Islam mengenal konsep Economic Value of Time yang artinya bahwa yang bernilai adalah waktu itu sendiri. Islam menganjurkan untuk melakukan investasi dengan prinsip Musyarakah atau Mudharabah. Uang adalah milik masyarakat sehingga menimbun uang di bawah bantal (dibiarkan tidak produktif) dilarang. yang berarti bertambahnya darah baru bagi perekonomian. maka si pemberi pinjaman akan meningkat pula pendapatannya. karena hal itu berarti mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat. Qard akan memberikan manfaat tidak langsung bagi perekonomian secara keseluruhan. maka akan semakin tinggi tingkat pendapatan masyarakat dan semakin baik perekonomian. Hal ini disebabkan karena pemberian Qard membuat velocity of money (percepatan perputaran uang) akan bertambah cepat. maka Islam sangat menganjurkan untuk melakukan Qard yaitu meminjamkannya tanpa imbalan apapun karena meminjamkan uang untuk memperoleh imbalan adalah riba. Demikian pula pengeluaran Shadaqah juga akan memberikan manfaat yang lebih kurang sama dengan pemberian Qard.

Islam mempunyai hukum sendiri untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Yang lebih menarik adalah bahwa dibolehkannya penetapan harga tangguh yang lebih tinggi itu sama sekali bukan disebabkan Time Value of Money. Sedangkan bila dijual tangguh bayar maka hak si penjual menjadi tertahan. sebagai metoda pemenuhan kebutuhan permodalan (equity financing). maka si penjual dapat membeli lagi dan menjual lagi sehingga dalam satu hari itu keuntungannya adalah Rp 1000. Akibat lebih jauh dari itu. Untuk alasan inilah. Produk Pembiayaan .00. Sistim Operasional Bank Islam Sistim keuangan dan perbankan modern telah berusaha memenuhi kebutuhan manusia untuk mendanai kegiatannya. dengan produk-produknya sebagai berikut : 2. hak dari keluarga dan anak si penjual untuk makan malam pada hari itu tertahan oleh pembeli. dan akad-akad jual-beli (al bai') untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan (debt financing). Dapat dijelaskan di sini bahwa bila barang dijual tunai dengan untung Rp 500. bukan dengan dananya sendiri.Rasulullah saw. yaitu melalui akad-akad bagi hasil (Profit and Loss Sharing). adalah orang yang pertama kali menjelaskan diperbolehkannya penetapan harga tangguh bayar (Deferred Payment) lebih tinggi daripada harga tunai (Cash).2. maka Islam membolehkan penetapan harga tangguh lebih tinggi dari harga tunai . namun karena semata-mata ditahannya hak si penjual barang. 2.00. yaitu tertahannya hak penjual yang telah memenuhi kewajibannya (menyerahkan barang). sehingga dia tidak dapat membeli lagi dan menjual lagi. baik dalam bentuk penyertaan (equity financing) maupun dalam bentuk pinjamanan (debt financing).1. melainkan dengan dana orang lain.2.

Inilah yang disebut dengan Musyarakah al Mutanakishah. Akad ini juga dapat dilaksanakan pada mudharabah yang modal pokoknya dicicil. Akad ini juga diterapkan pada sindikasi antar bank atau lembaga keuangan. Untuk pembagian keuntungan. maka kerugian itu juga dibebankan secara proporsional kepada masingmasing pemberi modal. Ada dua macam kontrak dalam kategori ini yaitu : 1) Musyarakah (Joint Venture Profit Sharing) Melalui kontrak ini. Setiap pihak memiliki bagian secara proporsional sesuai dengan kontribusi modal mereka dan mempunyai hak mengawasi (Voting Right) perusahaan sesuai dengan proporsinya. Selebihnya dibiayai sendiri oleh nasabah. 2) Mudharabah (Trustee Profit Sharing) . setiap pihak menerima bagian keuntungan secara proporsional dengan kontribusi modal masing-masing atau sesuai dengan kesepakatan yang telah ditentukan sebelumnya. Aplikasinya dalam perbankan terlihat pada akad yang diterapkan pada usaha atau proyek dimana bank membiayai sebagian saja dari jumlah kebutuhan investasi atau modal kerjanya. dimana bagian dari bank atau lembaga keuangan diambil alih oleh pihak lainnya dengan cara mengangsur.(a) Equity Financing. dua pihak atau lebih (termasuk bank dan lembaga keuangan bersama nasabahnya) dapat mengumpulkan modal mereka untuk membentuk sebuah perusahaan (Syirkah al Inan) sebagai sebuah Badan Hukum (legal entity). salah satu pihak dapat mengambil alih modal pihak lain sedang pihak lain tersebut menerima kembali modal mereka secara bertahap. Dalam kontrak tersebut. sedangkan usahanya berjalan terus dengan modal yang tetap. Bila perusahaan mengalami kerugian. Aplikasinya dalam perbankan adalah pada pembiayaan proyek oleh bank bersama nasabahnya atau bank dengan lembaga keuangan lainnya.

Penyerahan jumlah atau harga barang dan jasa tersebut dapat dilakukan dengan segera (cash) atau dengan tangguh (deferred).Kontrak mudharabah adalah juga merupakan suatu bentuk Equity Financing. kecuali tipe kontrak yang dilarang oleh syariah. Di dalam mudharabah. Bila terjadi kerugian maka seluruh kerugian dipikul oleh Shahib al Maal. Dalam hal obyek yang didanai ditentukan oleh penyedia dana. rumah tangga perusahaan atau suatu unit ekonomi) memperoleh modal dari unit ekonomi lainnya untuk tujuan melakukan perdagangan atau perniagaan. Mudharib dalam kontrak ini menjadi trustee atas modal tersebut. Dia menggunakan modal tersebut. seorang mudharib (dapat perorangan. Mudharib akan mengembalikan modal tersebut kepada penyedia modal berikut porsi keuntungan yang telah disetujui sebelumnya. Pada saat proyek sudah selesai. Di dalam kontrak mudharabah. (b) Debt Financing Kalimat Al Qur'an "… Allah menghalalkan jual beli (al bai) dan melarang riba…" (QS 2:275) menunjukkan bahwa praktek bunga adalah tidak sesuai dengan spirit Islam. hubungan kontrak bukan antar pemberi modal melainkan antara penyedia dana (Shahib al Maal) dengan entrepreneur (Mudharib). dengan tujuan yang dinyatakan secara khusus. untuk menghasilkan keuntungan. Al Bai' berarti setiap kontrak pertukaran barang dan jasa dalam jumlah tertentu atas barang (termasuk uang) dan jasa yang lain. maka kontrak tersebut dinamakan Mudharabah al Muqayyadah. tetapi mempunyai bentuk (feature) yang berbeda dengan musyarakah. atau dapat menjadi penyedia dana (Shahib al Maal) dalam hubungan mereka dengan pihak yang mereka beri dana. Oleh karenanya syarat-syarat Al Bai' dalam Debt Financing menyangkut berbagai tipe . Istilah jual-beli (Al Bai') memiliki arti yang secara umum meliputi semua tipe kontrak pertukaran. Mereka dapat menjadi penyedia dana (Mudharib) dalam hubungan mereka dengan para penabung. Bank dan lembaga keuangan dalam kontrak ini dapat menjadi salah satu pihak.

dari kontrak jual beli tangguh (Deferred Contract of Exchange) yang meliputi transaksi-transaksi sebagai berikut: 1. Karena kewajiban nasabah kepada bank berupa produk pertanian. yaitu kontrak jual beli dimana barang yang diperjual-belikan tersebut diserahkan segera.Al Murabahah. Dalam prakteknya. . yaitu kontrak al murabahah dimana barang yang diperjualbelikan tersebut diserahkan dengan segera sedang harga atas barang tersebut dibayar di kemudian hari secara angsuran (Installment Deferred Payment). hanya saja kewajiban nasabah dilakukan secara angsuran. sedangkan penyerahan atas barang tersebut dilakukan kemudian. Dalam prakteknya bank . . bank bertindak sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli dengan kewajiban membayar secara tangguh dan sekaligus. Dalam prakteknya pada bank sama dengan murabahah. bank bertindak sebagai pembeli produk dan menyerahkan uangnya lebih dulu sedangkan para nasabah menggunakannya sebagai modal untuk mengelola pertaniannya. sedangkan barang yang dibeli diproduksi (manufactured) dan diserahkan kemudian. .Bai' as Salam. sedang harga (baik pokok dan margin keuntungan yang disepakati bersama) atas barang tersebut dibayar di kemudian hari secara sekaligus (Lump Sum Deferred Payment). hampir sama dengan bai' as salam yaitu kontrak jual beli dimana harga atas barang tersebut dibayar lebih dulu tetapi dapat diangsur sesuai dengan jadwal dan syarat-syarat yang disepakati bersama. Prinsip Jual-beli . Bai' as salam ini biasanya dipergunakan untuk produkproduk pertanian yang berjangka pendek. biasanya bank melakukan Paralel Salam yaitu mencari pembeli kedua sebelum saat panen tiba.Bai' al Istishna'. yaitu kontrak jual beli dimana harga atas barang yang diperjualbelikan dibayar dengan segera (secara sekaligus). Dalam hal ini.Al Bai' Bitsaman Ajil.

walaupun syariah membolehkan peminjam untuk memberikan imbalan sesuai dengan keikhlasannya tetapi bank sama sekali dilarang untuk menerima imbalan apapun.2. Produk Penghimpunan Dana (Funding) Bank Islam menjalankan fungsi-fungsi financing tersebut adalah dalam kapasitasnya sebagai mudharib dengan menggunakan dana-dana yang diperoleh dari para nasabah sebagai Shahib al Maal. secara bulat dianggap sebagai model pembiayaan yang dibenarkan oleh syariah Islam. dimana akad sewa yang terjadi antara bank (sebagai pemilik barang) dengan nasabah (sebagai penyewa) dengan cicilan sewanya sudah termasuk cicilan pokok harga barang.bertindak sebagai penjual (mustashni' ke-1) kepada pemilik/pembeli proyek (bohir) dan mensubkannya kepada kontraktor (mustashni' ke-2). 2. dan kontrak ini disebut Al Ijarah wa Iqtina'. yaitu penyediaan pinjaman dana kepada pihak-pihak yang patut mendapatkannya.2. yang menyimpan dan menanamkan dananya pada bank melalui rekening-rekening sebagai berikut : . Prinsip sewa-beli Sewa dan Sewa-beli (Ijarah dan Ijara wa Iqtina) oleh para ulama. Al Ijarah atau sewa. adalah kontrak yang melibatkan suatu barang (sebagai harga) dengan jasa atau manfaat atas barang lainnya. 2. bank dapat memberikan fasilitas yang disebut Al Qard al Hasan. Penyewa dapat juga diberikan options untuk membeli barang yang disewakan tersebut pada saat sewa selesai. Secara syariah peminjam hanya berkewajiban membayar kembali pokok pinjamannya. Model ini secara konvensional dikenal sebagai lease dan financing lease. (c) Al Qard al Hasan Dalam rangka mewujudkan tanggung jawab sosialnya.

Semua keuntungan yang dihasilkan dari penggunaan dana tersebut selama mengendap di bank adalah menjadi hak bank.(a) Rekening Koran Jasa simpanan dana dalam bentuk Rekening Koran diberikan oleh bank Islam dengan prinsip Al Wadi'ah yad Dhamanah. Dengan prinsip ini. Nasabah . di mana penerima simpanan bertanggung jawab penuh atas segala kehilangan atau kerusakan yang terjadi pada aset titipan tersebut. Penerapannya dalam perbankan dapat kita saksikan. misalnya dalam pelayanan safe deposit box. Bank menyediakan cek dan jasa-jasa lain yang berkaitan dengan rekening koran tersebut. Berdasarkan prinsip wadiah ini penerima simpanan juga dapat bertindak sebagai Yad al Amanah (tangan penerima amanah). Bank diperbolehkan memberikan bonus kepada nasabah atas kehendaknya sendiri. Jadi. Dengan demikian mereka memerlukan jaminan pembayaran kembali dari bank atas simpanan mereka. Bank menerima simpanan dari nasabah yang memerlukan jasa penitipan dana dengan tingkat keleluasaan tertentu untuk menariknya kembali berikut kemungkinan memperoleh keuntungan berdasarkan prinsip Wadi'ah. artinya ia tidak bertanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan yang terjadi pada aset titipan selama hal itu bukan akibat kelalaian atau kecerobohan yang bersangkutan (terjadi karena faktor di luar kemampuan penerima simpanan). Bank memperoleh izin dari nasabah untuk menggunakan dana tersebut selama mengendap di bank. Nasabah sewaktu-waktu dapat menarik sebagian atau seluruh saldo yang mereka miliki. tanpa diikat oleh perjanjian. bank menerima simpanan dana dari nasabah yang memerlukan jasa penitipan dengan kebebasan mutlak untuk menariknya kembali sewaktu-waktu. (b) Rekening Tabungan. Bank memperoleh ijin dari nasabah untuk menggunakannya selama dana tersebut mengendap di bank.

Dalam hal terjadi kerugian. 6. Bank menjamin pembayaran kembali simpanan mereka. Semua keuntungan atas pemanfaatan dana tersebut adalah milik bank. 3. (d) Rekening investasi khusus Bank dapat juga menerima simpanan dari pemerintah atau nasabah korporasi dalam bentuk rekening simpanan khusus.3. 2. Rekening ini juga dioperasikan berdasarkan prinsip mudharabah. 12. Bank dapat menerima simpanan tersebut untuk jangka waktu 1. tetapi bentuk investasi dan nisbah pembagian keuntungannya biasanya dinegosiasikan secara kasus per kasus (mudharabah muqayyadah).dapat menarik sebagian atau seluruh saldo simpanannya sewaktu-waktu atau sesuai dengan perjanjian yang disepakati. nasabah menanggung kerugian tersebut dan bank kehilangan keuntungan. bank dapat memberikan imbalan keuntungan yang berasal dari sebagian keuntungan bank.2. Produk Jasa-jasa (a) Rahn . (c) Rekening Investasi Umum Bank menerima simpanan dari nasabah yang mencari kesempatan investasi dari dana mereka dalam bentuk Rekening Investasi Umum berdasarkan prinsip mudharabah mutlaqah. namun tetapi berbeda dengan rekening koran. Bank menyediakan buku tabungan dan jasa-jasa yang berkaitan dengan rekening tersebut. 24 bulan dan seterusnya. sedang keduanya menyepakati pembagian laba (bila ada) yang dihasilkan dari penanaman dana tersebut dengan Nisbah tertentu. Simpanan diperjanjikan untuk jangka waktu tertentu. Dalam hal ini bank bertindak sebagai Mudharib dan nasabah bertindak sebagai Shahib al Maal.

Namun kebanyakan ulama tidak memperbolehkan mengambil manfaat (imbalan) atas pemindahan hutang/piutang tersebut. (c) Kafalah Kafalah adalah akad jaminan satu pihak kepada pihak lain. dengan uang sebagai gantinya. (e) Jo'alah . Akad ini dapat digunakan sebagai tambahan pada pembiayaan yang beresiko dan memerlukan jaminan tambahan. Akad ini juga dapat menjadi produk tersendiri untuk melayani kebutuhan nasabah untuk keperluan yang bersifat jasa dan konsumtif. Wakalah biasanya diterapkan untuk penerbitan Letter of Credit (L/C) atau penerusan permintaan akan barang dalam negeri dari bank di luar negeri (L/C ekspor). pelaksanaan proyek (Performance bond). Prakteknya dapat dilihat pada transaksi anjak piutang (Factoring). Dalam lembaga keuangan. ataupun jaminan atas pembayaran lebih dulu (Advance Payment bond). Dalam aplikasinya pada Perbankan Syariah. kesehatan dan sebagainya. seperti pendidikan. akad ini terlihat dalam penerbitan garansi bank (Bank Guarantee). baik dalam rangka mengikuti tender (Bid bond). (d) Hawalah Hawalah adalah akad pemindahan hutang/piutang suatu pihak kepada pihak lain.Rahn adalah akad menggadaikan barang dari satu pihak kepada pihak lain. Wakalah juga diterapkan untuk mentransfer dana nasabah kepada pihak lain. Lembaga keuangan tidak menarik manfaat apapun kecuali biaya pemeliharaan atau keamanan barang yang digadaikan tersebut. (b) Wakalah Wakalah adalah akad perwakilan antara dua pihak.

Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa A (muhal) memberi pinjaman kepada B (muhil). . sedangkan B masih mempunyai piutang kepada C (muhal’alaih). dengan catatan harus memenuhi syarat-syarat yang disebutkan dalam beberapa hadits antara lain: . Sebelum melihat perbedaannya dengan prinsip konvensional. Prinsip ini dapat diterapkan oleh bank dalam menawarkan berbagai pelayanan dengan mengambil fee dari nasabah. 2.Harus tunai. Bank Islam sebagai lembaga keuangan dapat menerapkan prinsip ini. Begitu B tidak mampu membayar utangnya pada A ia lalu mengalihkan beban utang .Jo'alah adalah suatu kontrak dimana pihak pertama menjanjikan imbalan tertentu kepada pihak kedua atas pelaksanaan suatu tugas / pelayanan yang dilakukan oleh pihak kedua untuk kepentingan pihak pertama. Secara operasional memang mirip dengan anjak piutang atau factoring dalam pembiayaan konvensional. marilah kita lihat prinsip al-hawalah terlebih dahulu. dimana mata uang asing dipertukarkan dengan mata uang domestik atau dengan mata uang asing lainnya. Dalam istilah para ulama.Bila dipertukarkan mata uang yang sama harus dalam jumlah / kuantitas yang sama. . hawalah adalah pemindahan beban utang dari muhil (orang yang berutang) menjadi tanggungan muhal’alaih atau orang yang berkewajiban membayar utang. (f) Sharf Sharf adalah transaksi pertukaran antara emas dengan perak atau pertukaran valuta asing.Serah terima harus dilaksanakan dalam majelis kontak.Prinsip Hawalah dalam Anjak Piutang Syariah Al-hawalah adalah pengalihan utang dari orang yang berutang kepada orang lain yang wajib menanggungnya.

Kontrak hawalah dalam perbankan syariah biasanya.tersebut pada C. Pada bank syariah. sedangkan utang C sebelumnya kepada B dianggap lunas. hendaklah ia menerima hawalah tersebut dan hendaklah ia menagih kepada orang yang dihawalahkan (muhal’alaih). Di bank biaya syariah transaksi semacam administrasi. diterapkan pada factoring atau anjak piutang. Dengan demikian C yang harus membayar utang B pada A. · Pada bank konvensional. Sebagian ulama berpendapat bahwa perintah untuk menerima hawalah dalam hadis itu menunjukkan wajib. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda: “Menunda pembayaran bagi orang yang mampu adalah satu kezaliman. di mana para nasabah yang memiliki piutang pada pihak ketiga memindahkan piutang itu kepada bank. Bank lalu membayar piutang itu untuk selanjutnya bank menagih utang kepada pihak ketiga. Landasan syariah dibolehkannya hawalah terdapat pada hadis dan ijma. invoice yang telah jatuh tempo dapat diperjualbelikan . itu dilarang. Adapun perbedaannya dengan yang berlangsung di bank konvensional adalah: · Pada transaksi konvensional. namun nasabah dikenai biaya administrasi. Hawalah dibolehkan pada utang yang tidak berbentuk barang/benda karena hawalah adalah perpindahan utang. setelah pembayaran didiscounted di muka. · Pada bank konvensional.” Pada hadis itu Rasulullah memberitahukan kepada orang yang mengutangkan. antara lain. jika orang yang berutang menghawalahkan kepada orang yang mampu/kaya. bank tetap membayar penuh pada nasabah. Adapun mayoritas ulama berpendapat bahwa perintah itu menunjukkan sunnah. nasabah masih dikenai dengan discounted.Ulama sepakat membolehkan hawalah. terimalah hawalah itu. Dengan demikian haknya dapat terpenuhi. dan bank menagih akseptor secara penuh. Dan jika salah seorang di antara kamu diikutkan (di-hawalah-kan) kepada orang yang mampu. Oleh sebab itu harus pada uang atau kewajiban finansial. bank membayar nasabah sebesar nilai piutang yang sudah didiscounted di muka. Oleh sebab itu wajib bagi muhal untuk menerima hawalah.

BAB 11 : TAMBAHAN ANJAK PIUTANG 1.Bank Syariah Mandiri :Merupakan salah satu Bank Syariah yang menyelenggarakan jasa Hawalah Visi Bank Syariah Mandiri Menjadi Bank Syariah Terpercaya Pilihan Mitra Usaha Misi .Anjak Piutang Syariah A.1.Contoh Lembaga Penyedia Jasa Anjak Piutang 1. sebelum jatuh tempo piutang tersebut dapat diperjualbelikan lagi kepada pihak lain. Di bank syariah transaksi semacam itu juga dilarang.· Pada bank konvensional. (bahkan bisa beberapa kali pindah tangan).

infak dan shadaqah yang lebih efektif sebagai cerminan kepedulian sosial Meningkatkan permodalan sendiri dengan mengundang perbankan lain. komunikatif dan memberdayakan. cepat tanggap. terampil dan adil. obyektif. pantang menyerah. akurat dan disiplin Tabligh (Kepemimpinan) Kepemimpinan Berlandaskan Kasih-Sayang. senta mendorong tenwujudnya manajemen zakat. kesabaran dan percaya diri. Pegang teguh komitmen. serta memegang teguh prinsip keadilan. berpikir jernih. membimbing. keterbukaan dan kehati-hatian Mengutamakan mobilisasi pendanaan dari golongan masyarakat menengah dan ritel. Fathanah (Profesionalisme) Profesional adalah Gaya Kerja Kami. segenap lapisan masyarakat dan investor asing. bicara benar. Selalu transparan. Istiqomah (Konsistensi) Konsisten adalah Kunci Menuju Sukses. . inovatif. sikap optimis. Menjadi terpercaya. Prinsip Bank Syariah Mandiri sebagai bank yang beroperasi atas dasar prinsip syariah Islam menetapkan budaya perusahaan yang mengacu kepada sikap akhlaqul karimah (budi pekerti mulia). cerdas. yaitu : Siddiq (Integritas) Menjaga Martabat dengan Integritas. visioner.• • • • • • Menciptakan suasana pasar perbankan syariah agar dapat berkembang dengan mendorong terciptanya syarikat dagang yang terkoordinasi dengan baik Mencapai pertumbuhan dan keuntungan yang berkesinambungan melalui sinergi dengan mitra strategis agar menjadi bank syariah terkemuka di Indonesia yang mampu meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat luas Mempekerjakan pegawai yang profesional dan sepenuhnya mengerti operasional perbankan syariah Menunjukkan komitmen terhadap standar kinerja operasional perbankan dengan pemanfaatan teknologi mutakhir. sikap terpuji dan perilaku teladan. Awali dengan niat dan hati tulus. Semangat belajar berkelanjutan. memperbesar portofolio pembiayaan untuk skala menengah dan kecil. Amanah (Tanggung-jawab) Terpercaya karena Penuh Tanggung Jawab. yang terangkum dalam lima pilar yang disingkat SIFAT.

Indonesia Telepon : (62-21) 2300509. yang tersebar di 23 provinsi di seluruh Indonesia Jumlah ATM : 51 ATM Syariah Mandiri.DATA BANK SYARIAH MANDIRI : PT. 2631 ATMandiri.000001%) Perhitungan Laba / Rugi BANK SAYRIAH MANDIRI Periode : 1 Januari 2006 s/d 31 Januari 2006 (dalam ribuan rupiah) . 39839000 (Hunting) Faksimili : (62-21) 39832989 Situs Web : www. 5 Jakarta 10340 . Bank Syariah Mandiri : Gedung Bank Syariah Mandiri Jl.000.id Tanggal Berdiri : 25 Oktober 1999 Tanggal Beroperasi : 1 Nopember 1999 Jenis Usaha : Perbankan Modal Dasar : Rp. Thamrin No.000.000.Modal Disetor : Rp 358.565.674.000. MH. 1.412 saham (99. Mandiri Sekuritas 1 saham (0.372.syariahmandiri. Bank Mandiri (Persero) 71.Jumlah Kantor : sebanyak 169 kantor layanan.999999%) PT.000. 6642 ATM BERSAMA dan 4500 BankCard Jumlah Karyawan : sebanyak 2139 karyawan Nama Alamat KEPEMILIKAN SAHAM PT.co.

Musyarakah b.294.140 3.857 22.4 Pendapatan operasi utama lainnya TOTAL PENDAPATAN OPERASI UTAMA 2 Hak Pihak Ketiga Atas Bagi Hasil Investasi Tidak Terikat 36.2 Pendapatan fee jasa-jasa 3.081.3 Bagi hasil Penempatan Dana 2. Istishna c. Lainnya 1.4 Bagi hasil Surat Berharga TOTAL HAK PIHAK KETIGA ATAS BAGI HASIL INVESTASI TIDAK TERIKAT PENDAPATAN OPERASI UTAMA BAGIAN BANK SEBAGAI MUDHARIB 3 Pendapatan Operasi Lainnya 7.329.705 1.234.2 Pendapatan dari bagi hasil a.518.228 502.781.781.234 7.634 64.161.238 31.518.842.161. 1 Pos pos Bul Pendapatan Operasi Utama an Ber jala n 1.294.997 36.908 9.1 Pendapatan fee rahn 3.329.763.914 41.238 31. Murabahah b.140 22.911.081.120 816.791 437.084 6.570 1. Lainnya 1.634 64.5 Pendapatan administrasi 9.914 41.908 .997 2.239.791 437.939.771 12.787 4. Mudharabah c.1 Pendapatan dari jual-beli a.483 478.084 6.939.3 Pendapatan fee investasi terikat 3.1 Bagi hasil Tabungan 2.705 1.Kumulatif No.911.483 478.2 Bagi hasil Deposito 2.234.570 1.234 7.771 12.3 Pendapatan dari sewa (net) 1.228 502.842.120 816.4 Pendapatan fee lainnya 3.787 4.239.857 7.763.

973 5.860 1.621.209 7.729 2.084.535 2.613.320.BERSIH 5 6 Pendapatan non-operasi Beban non-operasi 1.427 (587.251.209 7.381.079.729 - 2.509 3.6 Beban sewa 4.745 12.745 12.729 624.079.3 Beban penyusutan aktiva tetap 4.7 Beban promosi 4.381.084.016 27.973 5.4 Beban transaksi valuta asing 4.134.729 - LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 8 Taksiran pajak penghasilan 2.043.052 LABA BERSIH 1.280 2.151 1 1.016 27.043.043.186) 94.509 3.134.043.186) 94.2 Beban penyisihan kerugian aktiva produktif 4.613.8 Beban tenaga kerja 4.860 1.419.822 277.621.535 2.6 Pendapatan transaksi valuta asing TOTAL PENDAPATAN OPERASI LAINNYA 4 Beban Operasional Lainnya 277.150.150.151 1 1.320.512 LABA SEBELUM ZAKAT DAN PAJAK 7 Zakat 2.512 1.3.9 Beban administrasi dan umum TOTAL BEBAN OPERASI LAINNYA PENDAPATAN OPERASI .1 Beban bonus wadiah 4.280 2.5 Beban premi dalam rangka penjaminan 4.725.251.677 .725.427 (587.822 4.

BANK SYARIAH MANDIRI Laporan Neraca Bulanan Tahun 2006 (Unaudited) Periode 31 JANUARI 2006 (dalam ribuan rupiah) .

838.000 402.571 (125.370 497.395.469. Piutang Istishna c.827) - 192.278.866.298.No.795. INVESTASI TIDAK TERIKAT DAN EKUITAS KEWAJIBAN 1 2 3 4 5 Kewajiban Segera Bagi Hasil Yang Belum Dibagikan Simpanan Simpanan dari Bank Lain Hutang 115.517 1. Piutang Lainnya 7 8 9 Pembiayaan Mudharabah Pembiayaan Musyarakah Pinjaman Qardh Penyisihan Kerugian Penghapusbukuan Aktiva Produktif 10 Penyaluran Dana Investasi Terikat 11 12 Persediaan 13 Tagihan dan Akseptasi 14 Ijarah 15 16 17 Aktiva Istishna Dalam Penyelesaian Penyertaan Pada Entitas Lain Aktiva Tetap dan Akumulasi Penyusutan a. Akumulasi penyusutan -/18 19 20 Piutang Pendapatan Bagi hasil Piutang Pendapatan Ijarah Aktiva lainnya 221.267.873 3.447 79.810 - a.629.748 1.095.432 116.510.271 - .042.120.217 TOTAL AKTIVA KEWAJIBAN. Aktiva Tetap b.133 55. Pos-pos Jumlah Aktiva 1 2 3 4 5 6 Kas Penempatan pada Bank Indonesia Giro pada bank lain Penempatan pada bank lain Investasi dalam surat-surat berharga Piutang 111.366) 56.059. Piutang Murabahah b.387.520.602 5.864.496 1.178.325.289 66.926.272.315.102.419.408 (97.524 30.403.833 8.

anjak piutang dan pembiayaan konsumen. Deposito Mudharabah b.Anjak Piutang Konvensional A. Saldo Laba TOTAL KEWAJIBAN. Tambahan Modal Disetor c. Investasi tidak terikat dari bukan bank 1.678.743.355. sebuah .202 8.217 1.000 - 1.463 - 1. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1985 dengan nama PT Sinar Supra Leasing Company.329 - 10 Estimasi kerugian Komitment dan Kontjensi 11 Pinjaman yang Diterima 12 Pinjaman Subordinasi 13 INVESTASI TIDAK TERIKAT a. Pada tahun 1995 seluruh saham perusahaan dibeli oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk.017 6.102.000. Surat Berharga Pasar Uang c. lalu berganti nama menjadi PT Sinar Supra Finance Co.PT Sinar Mas Multifinance PROFIL PERUSAHAAN PT Sinar Mas Multifinance (Simas Finance) adalah perusahaan yang bergerak dalam jasa usaha pembiayaan sewa guna usaha.372.000.371. Tabungan Mudharabah 2.562. Deposito Mudharabah 3. INVESTASI TIDAK TERIKAT DAN EKUITAS 25.. Tabungan Mudharabah 2.629.771 55.000.278. dan akhirnya memilih nama baru yang digunakan sampai sekarang. Modal Disetor b.565 - 294.000 25.962.2.858 3.000 - 358. Surat Berharga yang diterbitkan 14 EKUITAS a.6 7 8 9 Kewajiban Lain-Lain Kewajiban Akseptasi Kewajiban Dana Investasi Terikat Hutang Pajak 80. Investasi tidak terikat dari bank 32.030.000 200.121.551.098 - 44.

dipindahkan seluruh aktiva pembiayaan dari PT Sinar Mas Multiartha TBK kepada Simas Finance. Alamat sinarmas Multifinance Jakarta Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok E 5-6 Jl. pemindahan ini meliputi nilai aktiva sebesar Rp. Pada Juni 1996.521 milyar. sesuai pedoman Departemen Keuangan Republik Indonesia. PT Sinar Mas Multiartha Tbk membeli seluruh saham PT Sinar Supra Finance dan mengganti nama perusahaan yang dibelinya menjadi PT Sinar Mas Multifinance pada awal 1996. Let Jend.perusahaan investasi dibawah kelompok usaha Sinar Mas. Sesuai dengan laporan keuangan Akuntan Publik Hanadi Sujendro. Pada Februari 1995. Suprapto Jakarta Utara 10660 IKHTISAR KEUANGAN PT SINARMAS (dalam ribuan rupiah) .

097 88.Neraca Kas dan setara dengan kas Tagihaan anjak piutang – neto Piutang pembiayaan konsumen .000 17.363.74 0 Unaudited Jun-2005 11.52 .224.886 81.271.79 % 403.256.105.077 6.888 178.016.46 26.10% 0.989 34.184.362.234 36.538 234.000 30.283 .166.732 168.053 1.377.984.222 62.537 10.103.888 178.000.11 116 2004 26.502.000 32.144 23.neto Piutang sewa guna usaha neto Jumlah aktiva Jumlah hutang bank Jumlah kewajiban Jumlah ekuitas jumlah kewajiban dan ekuitas Laba Rugi Jumlah pendapatan Pos luarbiasa Jumlah beban Laba (rugi) setelah pajak penghasilan Laba (rugi) bersih per saham Rasio Keuangan Pendapatan dari aktiva Pendapatan dari modal Hutang dengan rasio ekuitas Unaudited Jun-2005 8.21 0 7.175.99 Unaudited 2004 2003 2002 % Jun-2005 29.537 10.422.67 249.592 3.269 1.55 2002 21.156 9.104.026.934 38.5.605 22.282 18.005 21.31 24.719 43.026.64.422.556 .973.382.96.243 1.636.268 .000 .78 3.874.423.805 .922.051.65 12.54.043.79% 13.096 1.67 % 17.515.000.62 101.85% 29.792.394 211.120.543.47 16.343 61.006 2004 2003 2002 % 4.76 249.659.027.161 121.99 17.225.491 2.84% 0.998 17.791 922.382.11 94 2003 20.630.853.981 198.984.981 198.474.95 224.768.608 48.354 15.820 76.686.502.274.027.538 234.84% 33.654.887 2.83% 0.62 11 754.141.512.53.188.92.117 3.136.132 41.605 967.076 .989 127.707.

B.Niaga Multifinance 2.Artikel mengenai Tren Industri Pembiayaan di Indonesia .

.

KARTU PLASTIK .

Kartu dengan lingkup internasional berarti kartu tersebut tidak hanya dapat digunakan dalam batas wilayah satu Negara saja melainkan Kartu plastik sebenarnya bukan merupakan salah satu bentuk lembaga keuangan dalam pengertian sebagai suatu badan usaha. penyelengaraan atau pemilik dari perusahaan kartu plastic ini bisa saja suatu lembaga keuangan berupa bank.Kartu plastik dapat digunakan untuk berbagai macam transaksi keuangan. Satu – satu tindakan . kartu penarikan uang tunai melalui anjungan tunai mandiri (authometed tellr mahine – ATM dan charge card). dapat digunakan sewaktu – waktu. Kartu plastic ini dapat berupa kartu kredit. Meskipun perusahaan kartu plastic termasuk dalam lembaga keuangan bukan bank. Perusahaan yang menerbitkan berbagai bentuk – berbentuk plastic ini dapat digolongkan sebagai salah satu bentuk lembaga keuangan bukan bank. karena kartu plastic tersebut pada dasarnya dapat digunakan sebagai alat kegiatan penghimpunan dan penyaluran dana dari dan kepada masyarakat. Pada saat akan membayar. Ide penggunaan kartu kredit diawali tahun 1950 – an secara kebetulan. ia kebingungan dan malu karena ternyata lupa membawa uang tunai sama sekali. Seorang pengusaha bernama Frank McNamara mengadakan perjamuan makan bagi rekan usahanya di restoran tersebut. Pengertian kartu plastic sendiri masih sangat luas. PENGERTIAN Kartu plastik merupakan alat berbentuk kartu yang diterbitkan oleh suatu lembaga keuangan yang dapat digunakan untuk berbagai macam transaksi keuangan. kartu debit. Amerika Serikat pada sebuah restoran. Lingkup geografis penggunaan kartu ada yang domestic dan ada juga yang internasional. Perkembangan pengunaan kartu plastik dalam berbagai bentuknya menunjukkan bahwa alat ini tidak hanya digunakan sebagai alat pembayaran tetapi juga untuk tujuan lain seperti penarikan uang tunai. Peristiwanya terjadi di kota New York. Berdasarkan pertimbangan dapat dibawa bepergian dengan praktis. Dan kemudahan pengunaan yang lain kartu plastik ini semakin luas digunakan untuk berbagai macam transaksi keuangan. Perusahaan yang menerbitkan kartu plastic inilah yang dimaksudkan oleh makalah ini sebagai salah satu lembaga keuangan bukan bank.

misalnya. American Express (Amex) di urutan ketiga.AS adalah pasar utama dan pionir dalam bisnis kartu. sisanya menggunakan uang plastik. Transaksi yang dimaksudkan adalah nilai pasar barang dan jasa yang dibeli. hanya JCB dan Eurocard yang lahir di luar AS. Tahun 1998 pangsa kas/cek turun menjadi 79. Dari merek kartu utama itu. Selebihnya adalah jutaan merek kartu lainnya. Transaksi dengan kartu.3 persen dan kartu 18.Berikut ini sejarah lengkap setiap jenis perusahaan penerbit kartu plastik : Sejarah Munculnya Bisnis Kartu PELAN tetapi pasti. yang sangat mendominasi adalah merek Visa di urutan pertama. Kartu identitas tersebut berlaku sebagai semacam jaminan bahwa si pengusaha akan melunasi kewajibannya. . dan Eurocard (banyak beredar di Eropa). Diners Club. Pesaing lain. Sistem pembayaran yang baru tersebut menggunakan kartu yang dikenal dengan Diners Club. demikian pertumbuhan penggunaan kartu (plastic money atau uang plastik) dalam sistem pembayaran.Kartu merek visa. meski jauh di belakang adalah JCB Card (singkatan dari Japan Card Bureau yang merajai pasaran Jepang). MasterCard (MC) di urutan kedua.yang dapat dilakukannya hanyalah meninggalkan kartu identitas dengan maksud akan membayar kepada restoran tersebut setelah ia pulang untuk mengambil uang tunai dalam jumlah yang cukup. praktis merajai industri kartu dengan pangsa 60 persen dari seluruh kartu yang beredar di seantero jagad. pangsa transaksi global personal dengan uang tunai (kas/cek) sebesar 84 persen. Tahun 1994. melibatkan jutaan jumlah kartu baik merek lokal maupun internasional. Kejadian yang sangat berkesan ini bagi Frank McNamara tersebut mengilhaminya untuk terus memikirkan suatu sistem pembayaran tanpa penggunaan uang tunai secara langsung.7 persen. Meski ada jutaan nama kartu.

Pada tanggal 16 Agustus 1966. ICA tidak didominasi sebuah bank penerbit tetapi sekumpulan bank-bank. dan Australia. dipadu dengan kesediaan merchant menerima kartu sebagai alat pembayaran.Dekade berikutnya. Asosiasi juga menangani aspek pemasaran.Asosiasi bernama ICA itu. dengan menyusun peraturan soal otorisasi.Dekade 1970-an jaringan MasterCard semakin meluas ke Afrika. keamanan. ketika sejumlah bank di AS menerbitkan semacam kertas khusus bagi nasabahnya. Tahun 1988. Amex. Lalu tahun 1951 The Franklin National Bank di New York memperkenalkan kartu kredit riil yang pertama.MasterCard International (MC) memulai debutnya di penghujung tahun 1940-an.Selebihnya yang 40 persen adalah transaksi yang menggunakan kartu merek MC. dan aspek legal yang melandasi jalannya organisasi. ICA memulai debut internasionalnya dengan menambah jaringan di Meksiko lewat Banco National. Tahun itu juga anggota dari Jepang bergabung. .Kertas berupa traveler's check (cek perjalanan) itu bisa dipakai sebagai alat pembayaran di toko-toko lokal.  Master Card Dilihat dari sejarah munculnya penggunaan kartu-ditandai dengan terbitnya kartu kredit pertama yang sebenarnya-Visa bukan pertama meski terbesar. Dekade 1980-an ditandai pula dengan pelebaran jaringan ke Asia dan negara lain di Amerika Latin. JCB. para merchant dengan bank-bank itu membentuk asosiasi bernama Interbank Card Association (ICA). kemudian berubah nama menjadi MasterCard International. Sejumlah bank menerbitkan kartu. Diners. sejumlah franchise berkembang dengan bank tertentu di sejumlah kota besar di AS. tahun 1969 dibentuk pula aliansi dengan Eurocard di Eropa.Tahun 1968.Beda dengan organisasi pesaingnya. kliring dengan settlement (menangani penyelesaian transaksi). Eurocard dan lainnya. yang ditawarkan pada mereka yang memilih penggunaan kartu sebagai alat bertransaksi. Kemudian. Anggota komite dibentuk menjalankan asosiasi itu.

1987 MC memasarkan kartu pertama di Cina. tahun 1963 diluncurkan pula kartu International Dollar Cards.Tahun 1981. Tahun 1996. keuangan. dan Taiwan.  American Express Kartu terkenal lainnya dari AS.  Japan Credit Bureau Jepang. MC juga merupakan pionir dalam banyak hal yang berkaitan dengan industri pembayaran (payments industry). Korea Selatan. adalah merek Amex. Kartu JCB pertama yang diterbitkan di luar Jepang adalah di Hongkong. Kelahiran kartu itu dibidani American Express Company-berdiri tahun 1850-penyedia jasa perjalanan global (global travel). yakni JCB Card. 1983 pertama menggunakan laser hologram sebagai alat pencegah pemalsuan.Kini terdapat kantor MC di lebih dari 30 negara termasuk India. dan jaringan jasa-jasa lainnya-berdiri tahun 1850. Kemudian tahun 1968. diawali dengan berdirinya Japan Credit Bureau. dan Arab Saudi. kartu JCB sudah diterima di 150 lebih negara dengan penjualan melebihi 4 trilyun yen. adalah negara di luar AS dan Eropa yang memiliki jati diri tersendiri soal kartu.  Visa . tahun 1992 Maestro (kartu debit MasterCard) merampungkan transaksi debit online pertama di AS. Tahun itu juga JCB Card di Indonesia.Sebagai penyedia jasa global travel. Cile. serta Osaka Credit Bureau (OCB) tahun 1961. Thailand.Tahun-tahun berikutnya.adalah era pertama kali kartu MasterCard diterbitkan di Uni Sovyet sebelum terpecah-pecah. JCB mengembangkan operasi internasional ditandai dengan pendirian JCB International (Asia) Ltd. Peluncuran itu diterbitkan dan dikomunikasikan langsung dari Inggris Raya. Kelahiran JCB.Tahun 1981. JCB dan OCB bergabung jadi satu mengambil nama JCB. yang kemudian menjadi kartu-kartu merek Amex. JCB terus melebarkan sayap hingga ke AS dan negara lainnya. Filipina. MC pertama kali memperkenalkan program kartu emas (gold card).

Inc didirikan untuk menangani pemasaran kartu itu. Sebanyak 14 restoran di New York bersedia menerima kartu tersebut. Tahun 1999. McNamara tidak dapat membayar makanan tersebut karena dia lupa membawa dompetnya. Visa yang menduduki top 15 global brands untuk berbagai kategori. Visa memroses 25 milyar transaksi konsumen per tahun. dia berjanji agar hal serupa tak terjadi lagi. Tak heran Visa menyebut dirinya sebagai the "World's Best Way to Pay and Be Paid" (cara terbaik untuk membayar atau dibayari). ketika Frank McNamara makan malam (dinner) di sebuah restoran di New York. Untung sang istrinya menyelamatkannya dari dilema tersebut. putih. juga memiliki jaringan ATM di 550. Frank McNamara menciptakan Diners Club pada tahun 1950. diterima di 300 negara (dengan 18 juta lebih lokasi). Tahun 1976. ketika Bank of America meluncurkan kartu berwarna biru. menangani pemasaran lisensi bisnis kartu BankAmericards Inc. Dari kejadian itu. Ralph Schneider. dan emas merek BankAmericard di California. padanya dan pada orang lain. Sejarahnya diawali tahun 1958.Tahun 1974.000 lembaga yang menjadi anggotanya. meski dia tidak pernah melupakan kejadian yang memalukan itu.  Diners Club SEJARAH kartu yang paling lengkap adalah Diners Club Internasional. di luar AS. Visa jelas adalah rajanya. merupakan teman pribadi dan kenalannya. pemegang kartu bertambah . dan lembaga pemerintahan.Meski bukan yang pertama tetapi Visa adalah yang terutama dalam banyak hal. Kartu pertama ini dibagikan kepada 200 orang. Pada akhir tahun itu juga. volume tahunan 1. bisnis. Bank of America mendirikan perusahaan internasional bernama IBANCO.Melalui pengacaranya. 970 juta lebih kartu dengan berbagai logo dan fungsi.5 trilyun dollar AS (September 1999).BICARA soal kartu. sebuah asosiasi bernama National BankAmericard. Itu bermula pada tahun 1949. Tahun 1970. Dia juga merupakan sistem pembayaran terbesar untuk konsumen.Bisnis berubah dengan cepatnya dan Diners Club terus mengepakkan sayapnya.Visa-yang bermarkas di San Francisco (AS) kini memiliki 21. Inc berubah menjadi Visa USA. IBANCO berubah nama menjadi Visa International dan nama National BankAmericard.000 lokasi yang ada di 120 negara.

. dan menjadi sponsor pertandingan sepakbola Amerika.. Tahun 1958. Diners Club memperkenalkan automatisasi komputer dan prosedur tagihan dengan mengunakan komputer. Diners Club meraih penjualan di Southern General Factors. Meksiko. perusahaan konveksi. Jepang. Boston.. Pada tahun itu Diners Club dibuka di Italia berkantor pusat di Roma. pembelian yang besar yang membuat harian The New York Times menyebutnya "gerakan diversifikasi utama yang pertama. dan Sunoco menerima kartu ini. serta merupakan perusahaan besar pertama pemasang iklan di televisi dan memperluas pemakiannya di segala jenis perusahaan misalnya telegram. Los Angeles dan San Francisco.Tahun 1953 Diners Club menjadi kartu debit pertama yang diterima secara internasional ketika pebisnis di Inggris. Phillips Petroleum Co. IRS mulai meminta laporan lengkap biaya bisnis penggunaan kartu Diners Club. Jenney Manufacturing Co. Malaysia.Asia mulai kemasukan kartu ini pada tahun 1960 yakni di Hongkong.Tahun 1961.Diners Club mengakuisisi/ mendapatkan Simpson Factors Corporation dan dua cabangnya yakni McMullen Factors dan Customs Credit Corp. Kuba setuju menerima kartu tersebut. lebih dramatis lagi seperti pembukaan operasinya di Belanda. Diners Club berusaha bergabung dengan Hilton Credit Corp namun tidak berhasil. Union Oil Co. Miami.Tahun 1965.000. dan Financial Services. Australia dan daerah lainnya dan diterima oleh banyak badan usaha.Pendiri Diners Club meninggal dunia pada tahun 1957 saat berumur 40 tahun."Perkembangannya berlanjut lagi pada tahun 1962.. Chicago. Diners Club memiliki kantor cabang di 17 kota. di Swis dan Venezuela dan setiap bulannya anggota pemegang kartu bertambah 15. Peningkatan di tahun itu juga. termasuk Honolulu dan London dan dengan cepat dan pasti merambat ke kota-kota lain di zona Eropa. dan Thailand. Afrika. yang menyebabkan semakin meningkatnya permintaan atas kartu Diners Club. perusahaan obat. hotel dan perusahaan lainnya. Divisi Pennzoil dari South Penn Oil Co. JC Penney mencoba mengaukusisi/memperoleh .of California. Kanada. yang berbasis di High Point. Inc. Diners Club membuka pelayanan pasar eksekutif bagi anggotanya dan mengubah bentuknya dari kertas menjadi kartu plastik dan membuat kontrak dengan Dashew Business Machines untuk pembuatan kartu.demikian pula kota-kota besar semakin bertambah yang menerima kartu ini yakni New York. Carolina Utara. Inc.

hak monopoli Diners Club buka di Indonesia bersamaan dengan Singapura. Bank Dunia memilih Diners sebagai instrumen transaksi atas rekening perusahaannya. diperkenalkan kartu disain plastik yang lebih sulit untuk dipalsukan.Tahun 1998. klub baru untuk para pelancong. majalah Life mendeklarasikan Frank McNamara salah satu dari 100 orang Amerika yang berpengaruh abad 20 ini. Diners Club bersama dengan majalah Holiday mendirikan Wayfarers Club.Diners Club memutuskan memasukkan lebih banyak lagi artikel perjalanan dalam perusahaan majalahnya dan mengubah judul publikasinya itu dengan nama "Signature". perusahaan travel terbesar ketiga di Amerika."Signature" memdeklarasikan pertama kali bahwa setiap tagihan ditangani dengan "computer to computer basis". Pada tahun 1994. sebuah panel yang disponsori American Management Association International mendeklarasikan bahwa Frank McNamara's Diners Club merupakan satu dari 75 hasil keputusan manajemen yang terbesar yang pernah dibuat. dan Diners Club du Maroc. perusahaan keuangan di Bulgaria dan Hongaria menjadi agen Diners Club. Citicorp menjual kepemilikan minoritasnya pada Diners Club di Jepang kepada Fuji Bank Group dan Biro Perjalanan Jepang.. yakni Freddie Award untuk "Best Frequent Traveler Affinity Charge/Credit Card".Tahun 1967.Diners Club memperkenalkan perusahaan kartu pertama yang memberikan program asuransi otomatis bagi perjalanan lewat udara. Mereka juga memperluas penggunaan kartu di berbagai perusahaan multinasional yang dominan. Diners Club bergerak ke arah bisnis travel dengan membeli 60 juta dollar volume-Fugazy Travel. Kemudian Citicorp mengakuisisi Diners Club dari Continental Corp. kesimpulan yang bisa ditarik adalah semuanya lahir dan berkembang di negara yang .Diners Club dan demikian juga Chase Manhattan juga berusaha memperoleh Diners Club. Jr-yang sebelumnya telah membeli Diners-memperkenalkan kartu Diners Club di Cina. Tahun 1970 Diners Club memperkenalkan sebuah program autorisasi kartu kredit. Pada tahun 1966. Pada tahun 1987 kartu Diners telah dapat digunakan untuk mengakses uang kas melalui ATM di seluruh dunia. Tahun 1983.Tahun 1973. John B Ricker. Diners Club memenangkan penghargaan prestisius.Tahun 1990.Tahun 1980 Ketua Continetal Corp. Diners Club kemudian menguasai pasar di Ekuador dan Peru. Dilihat dari negara asal lahirnya kartu-kartu dengan merek ternama itu.

JENIS KARTU PLASTIK Atas dasar bentuk penggunaannya.Cash Card . kebutuhan akan efisiensi.perekonomiannya sangat besar. bermunculan inovasi dalam sistem pembayaran. b.Pembayaran atau angsuran oleh pemilik kartu diberikan secara langsung kepada perusahaan kartu kredit atau melalui pihak lain yang ditunjuk.Kartu Debit Kartu debit merupakan suatu alat berbentuk kartu yang diterbitkan oleh suatu lembaga keuangan dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran transaksi pembelian barang dan jasa dengan cara mendebit atau mengurangi saldo rekening penjual sebesar nilai transaksi barang dan jasa. d.Pembayaran dilakukan pada akhir bulan yang sama dengan tanggal transaksi atau pada bulan berikutnya dengan disertai biaya tambahan.Kartu kredit Perangkat yang sudah disiapkan oleh penjual barang dan jasa. jaringan bisnis yang semakin meluas. termasuk dalam transaksi.sehingga transaksi pembelian tersebut tercatat pada alat tersebut dan dapat dicetak. Di negara seperti itu.Charge Card Charge card merupakan alat berbentuk kartu yang diterbitkan oleh suatu lembaga keuangan dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran transaksi pembelian barang dan jasa yang pembayaran pelunasannya harus dilakukan oleh pembeli secara sekaligus pada jangka waktu tertentu setelah kartu digunakan sebagai alat pembayaran.jenis kartu plastic terdiri dari : a. dan berkembang pesat. mobilitas warga yang tinggi. c.

Persyaratan yang harus dipenuhi :  Penghasilan yang jumlahnya cukup dan disesuaikan dengan fasilitas kredit yang diberikan. 2.Cash Card merupakan alat berbentuk kartu yang diterbitkan oleh suatu lembaga keuangan dan dapat digunakan sebagai alat penarikan uang tunai secara manual melalui teller bank atau melalui ATM.Pengelola(aquirer) Pihak yang mewakili kepentingan penerbit kartu untuk menyalurkan lartu kredit. Pihak Pihak yang Terkait Penggunaan Kartu Kredit 1.dan melakukan pembayaran kepada pihak merchant.Pemilik Kartu(card holder) Pihak yang menggunakan kartu kredit untuk kegiatan pembayarannya. 3.  Kontinuitas Penghasilan Kartu Debet dan Perkembangannya di Indonesia FUNGSI uang kontan sebagai alat bayar semakin tergantikan dengan kartu plastik.melakukan penagihan pada pemilik kartu. kartu-kartu plastik semakin mendominasi dompet masyarakat . Akibatnya.Penerbit(issuer) Lembaga yang menerbitkan dan mengelola kartu kredit.

kartu plastik jenis lain. Bank-bank semakin gencar memanjakan nasabahnya. Belakangan ini. pada akhir tahun 2003.Berbelanja dengan kartu debet memang lebih praktis karena tak perlu membawa setumpuk uang kontan dengan risiko kecopetan. Selain kartu tanda penduduk atau kartu surat izin mengemudi.45 triliun. Cobalah tengok dompet kawan Anda. atau kartu debet. Secara global."Sebenarnya tidak ada pergeseran penggunaan kartu kredit dengan kartu debet. pertumbuhan kartu debet bahkan lebih cepat dibandingkan dengan kartu kredit. Adapun di Indonesia sendiri pada kuartal pertama tahun 2004 penggunaan kartu debet Visa sebesar 30 juta dollar AS atau meningkat 107 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di negara-negara maju. pangsa pasar kartu debet sangat besar karena . volume kartu debet Visa di dunia meningkat 17 persen daripada tahun sebelumnya dan mencapai 1. Menurut data dari Visa. sedangkan kartu kredit untuk pembelanjaan dalam jumlah besar. ada berapa kartu plastik di dalamnya? Umumnya. volume transaksi kartu debet Visa. Kalau kartu debet biasanya digunakan untuk membayar langsung pembelanjaan yang jumlahnya sedikit atau barang seharihari. SELAIN kartu ATM yang saat ini hampir dimiliki oleh setiap nasabah perbankan. tetapi juga kartu ATM yang dapat berfungsi sebagai kartu debet. biaya administrasinya juga lebih murah dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk memiliki kartu kredit. Keduanya saling melengkapi.48 triliun dollar AS. kartu ATM. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan sebesar lima persen dalam volume kartu kredit yang sebesar 1. Tidak juga perlu takut terkena denda dan bunga jika lupa membayar tagihan seperti yang sering terjadi pada para pemegang kartu kredit yang kadang lalai membayar tagihannya.Ia mengatakan lebih lanjut. tidak cukup hanya dengan kartu kredit atau kartu ATM. telah melewati jumlah volume kartu kredit.perkotaan selain kartu tanda penduduk. Selain itu." kata Country Manager Visa International Indonesia Ellyana C Fuad. sebagian besar mengantongi kartu kredit. misalnya. yaitu kartu debet. juga semakin banyak digunakan. setiap orang memiliki kedua jenis kartu ini. misalnya barang elektronik.

jumlah bank itu akan bertambah. Ellyana menambahkan. serta fee di jaringan ATM plus. 41 persen responden juga memilih menggunakan kartu debet. Dari sisi bank.Sementara itu. jumlah pemilik rekening bank sekitar 60 juta dan mereka memenuhi syarat untuk dapat memiliki kartu debet. "Di Indonesia. Dalam waktu dekat ini. jumlah pemegang kartu debet di . di Indonesia Visa International telah bekerja sama dengan tujuh bank untuk menerbitkan kartu debet. Bank Permata juga menerbitkan kartu prabayar sebagai pengganti uang tunai dan dapat digunakan sebagai kartu debet. Untuk pembelanjaan sebanyak 51100 dollar AS. tetapi Ellyana belum mau mengungkapkan bank mana saja yang akan menerbitkan kartu debetnya. Lagi pula. untuk pembelian 20-50 dollar AS sebanyak 45 persen responden memilih menggunakan kartu debet. Riset yang diadakan Visa di AS menyatakan adanya peningkatan penggunaan kartu debet. tidak diperlukan persyaratan yang rumit seperti kartu kredit. seperti Bank Permata. uang milik pemegang kartu telah tersedia sehingga bank tinggal mengurangi saja jika ada pembelian oleh si nasabah. Dalam riset tersebut ditemukan 43 persen pelanggan memilih menggunakan kartu debet sebagai alat pembayaran dibandingkan dengan 30 persen yang memilih menggunakan kartu kredit dan 22 persen dengan uang tunai. pendapatan interchange atau pendapatan biaya transaksi penggunaan kartu di merchant. Selain kartu kredit dan kartu debet. 49 persen responden lebih memilih menggunakan kartu kredit untuk alat pembayarannya. biaya bulanan e-Wallet.persyaratan yang diperlukan agar seseorang dapat memiliki kartu debet sangat mudah dan ringan. Untuk pembelian di atas 100 dollar AS.Tidak hanya kartu debet yang biasanya digesek setelah bertransaksi." kata Ellyana lagi.Menurut Dian Soerarso GM Sales Distribution Channels and Liabilities Product dari Bank Permata mengatakan. orang dapat memiliki kartu debet. Dengan membuka rekening di bank. Seperti pendapatan dari biaya administrasi kartu Permata Visa Electron secara bulanan. pendapatan yang didapatkan dari penerbitan kartu debet ada beberapa jenis.

000 dan lebih dari 100. Adapun pertumbuhannya diharapkan dapat mencapai 75 persen hingga 100 persen pada tahun 2004 ini. Uniknya."E-Wallet ini dapat digunakan sebagai kartu debet dan dapat digunakan bertransaksi di ATM. termasuk transaksi pembayaran.Bank Permata sebanyak 600.Kartu isi ulang ini juga dapat menjadi hadiah yang menarik dan berguna. MAKALAH OTHNIEL(5-7) . pemegang kartu tak perlu membuka rekening di bank. Saldo kartu dapat diatur sesuai dengan kebutuhan hingga maksimum Rp 5 juta. cukup membeli kartu perdana." katanya. Dana yang mengendap di e-Wallet ini tidak diberikan bunga.000 merupakan pemegang kartu e-Wallet.

Syarat ini paling sulit untuk diidentifikasi. Kontinuitas dari penghasilan yang cukup akan lebih dapat memberikan keyakinan dan kemampuan calon kartu bagi issuer atau acquirer. Niat baik atau kemauan dari calon pemilik kartu untuk selalu memenuhi kewajibannya.Kepada perusahaan kartu kredit. Salah satu cara melihat .

b. merchant tersebut terlebih dahulu mengadakan perjanjian kerja sama dengan issuer dan acquirer. Sebelumnya merchant menerima pembayaran dengan kartu kredit tertentu. bank sentraal. Kartu tambahan diharapkan digunakan oleh saudara atau relasi dari pemegang kartu utama sehingga intensitas penggunaan kartu lebih tinggi dan fasilitas kredit yang diberikan cenderung lebih maksimal dimanfaatkan oleh pemilik kartu. Perjanjian Kartu Kredit Dalam penggunaan kartu. atau lembaga lain. Seseorang yang namanya telah masuk dalam daftar hitam biasanya dianggap kurang dapat dipercaya dalam memenuhi kewajiban keuangannya kepada issuer dan acquirer. termasuk persyaratan – persyaratan yang akan diterapkan terhadap pemilik kartu dan merchant. melakukan penagihan.niatbaik dari calon pemilik kartu adalah melalui terdapat atau tidaknya nama calon pemilik kartu pada daftar hitam (black list) milik bank. sehingga dikenal dengan istilah kartu utama (basi card) dan kartu tambahan (supplementary card). Hal ini menguntungkan bagi issuer karena semakin sering fasilitas kredit digunakan berarti harapan penghasilan melalui bunga juga semakin besar. Perjanjian antara issuer dengan pemilik kartu Perjanjian meliputi: . Demi kepentingan pemasaran kartu. penerbit kartu kredit seing kali memberikan kartu tambahan kepada pemilik kartu. d. dan pembayaran kepada merchant. Penjual (merchant) Merchant adalah pihak penjual barang dan jasa yang dibeli oleh pemilik kartu dengan menggunakan kartu kreditnya. Pemgang kartu utama bertanggung jawab atas semua pemenuhan kewajiban pemegang kartu tambahan kepada issuer dan acquirer. perjanjian yang terlebih dahulu harus meliputi: a.Perjanjian antara issuer dengan acquirer Perjanjian ini terutama meliputi hal – hal teknis yang menyangkut tugas dan hak acquirer secara operasional dalam hal menyalurkan kartu kredit.

Keadaan yang mewajibkan pengembalian kartu kepada issuer Masa berlaku kartu dan cara perpanjangan. Hak issuer untuk bertukar informasi dengan lembaga lain tentang pemilik kartu. Bertanggung jawab terhadap issuer nila merchant menolak pembayaran dengan kartu milik pemilik kartu.   Jumlah pembayaran minimum Hak issuer untuk menggunakan jasa pihak ketiga dalam penagihan Bunga atas sisa tagihan yang belum dibayar Bunga atas pelanggaran limit kredit Uang pangkal Iuran tahunan Biaya administrasi apabila ada keterlambatan pembayaran tagihan 2) Pembayaran tagihan  3) Bunga   4) Biaya    5) Transaksi dalam valas    Mata uang penagihan atas transaksi dalam valuta asing Dasar kurs untuk penagihan atas dalam valuta asing Biaya administrasi atas kehilangan kartu .   Tagihan atas kartu seuplemen adalah tanggung jawab pemegang kartu utama. Kewajiban pemilik kartu untuk menandatangani slip pembelian pada merchant.1) Perjanjian umum     Kartu adalah milik issuer dan tidak dapat dipindahtangankan.  Batas minimum kredit.   Saat/ waktu/ periode pengiriman laporan tagihan oleh issuer Kewajiban pemilik kartu melakukan pembayaran minimum pada jangka waktu tertentu setelah laporan tagihan dikirim oleh issuer.

Hak merchant untuk menerima pembayaran dengan berbagai merek kartu kredit tertentu. Pejanjian anatara issuer dengan merchant Hal – hal yang dituangkan ddalam perjanjian ini meliputi: 1) Hak issuer   Imprinter dan slip adalah milik issuer Jaminan bahawa penjualan dengan kartu tidak lebih besar daripada harga penjualan tunai     Slip penolakan yang diserahkan oleh merchant Diskon pembayaran issuer kepada merchant Pemotongan rekening merchant untuk pajak Pemotongan rekening merchant untuk refundv kepada pemilik kartu.6) Lain – lain    Kewajiban pemilik kartu apabila terjadi kehilangan kartu Jaminan pelunasan dari harta kekayaan pemilik kartu Kewajiban pemilik kartu yang bukan WNI c.   Jangka waktu penagihan pembayaran oleh merchant kepada issuer Cara pembayaran oleh issuer kepada merchant Kewajiban merchant untuk memeriksa keabsahan kartu yang digunakan untuk pembayaran    Kewajiban merchant untuk menggunakan slip penjualan tertentu Kewajiban merchant untuk meminta tanda tangan pemilik kartu pada slip Kewajiban merchant untuk memeriksa keabsahan tanda tangan pengguna kartu  Kewajiban merchant untuk memberikan salinan slip bagi pemilik kartu 2) Hak merchant  3) Kewajiban merchant  MANFAAT .

000 kepada issuer B.000 atau sama dengan Rp 970.000 dikurangi 3% kali Rp 1.000 sehingga selisihnya (Rp 30. bagi merchant . pemilik kartu dapat segera menghubungi issuer atau aqcuirer untuk memblokir kartu.Secara umum. karena tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar. Contoh: merchant A melakukan penagihan atas transaksi penjualan sebesar Rp 1. bagi pemilik kartu  Risiko kehilangan dan pencurian uang lebih rendah. bagi issuer Manfaat utama yang dapat diterima oleh issuer adalah adanya penerimaan yang berasal dari:  Uang pangkal  Iuran tahunan  Diskon terhadap pembayaran kepada merchant.  Fasilitas lain yang ditawarkan oleh issuer pada kartu kredit yang diternitkan seperti asuransi.000. kemudahan pembelian barang dan jasa pada merchant tertentu dan lain – lain.000 = 3%) merupakan penerimaan bagi issuer. Apabila diskon ditetapkan sebesar 3% maka jumlah yang harus dibayarkan oleh issuer adalah sebesar rp 1. informasi dokter. karena kalaupun kartu hilang. pengguna kartu kredit sangat bermanfaat bagi peningkatan efisiensi dan keamanan transaksi jual beli. Sedangkan jumlah yang dapat ditagih oleh issuer kepada pemilik kartu adalah tetap sejumlah Rp 1.  Mengatasi kebutuhan dana mendesak dalam jangka pendek tanpa harus mengajukan permohonan kredit kepada bank atau lembaga keuangan lain.000.  Bunga atas sisa tagihan yang belum dibayar  Bunga atas pelanggaran batas maksimum kredit  Denda atas keterlambatan pembayaran 3. Karu yang telah diblokir tidak dapat digunakan lagi sebagai alat pembayaran pada merchant. maka manfaat dapat dikelompokan sebagai berikut: 1.000. 2. Apabila ditinjau dari sisi pihak – pihak yang terkait dalam penjualan kartu kredit.000 .  Lebih praktis.000.

mekanisme penggunaan kartu kredit dapat dibedakan antara mekanisme yang melibatkan pihak acquirer dan mekanisme .000 atau sebesar Rp 200.000 dikurangi Rp 9800. karena tidak perlu menyimpan uang tunai di kasir dalam jumlah besar  Peningkatan penjualan karena pembeli dapt membeli secara kredit kepada issuer 4. Apabila diskon ditetapkan sebesar 3%. Uang sejumlah Rp 100. maka pembayaran issuer kepada acquirer adalah sebesar Rp 9700.000. Sedangkan jumlah yang dapat ditagih acquirer kepada issuer adalah sejumlah Rp 9700.000). maka jumlah yang harus dibayarkan oleh acquirer kepada merchant adalah sebesar Rp 10.000.000 atau sama dengan Rp 9800.000 ditambah Rp 100. Risiko kehilangan dan pencurian uang lebih rendah.000 kepada acquirer C.000.000.  Acquirer yang berupa bank berkesempatan untuk menawarkan produk – produknya yang lain pada pemilik kartu MEKANISME Meskipun tidak ada perbedaan yang penting.000.bagi acquirer  Penerimaan berupa interchange fee.000.  Pemilik kartu dapat diisyaratkan untuk memiliki rekening simpanan pada acquirer yang berupa bank. sehingga penerimaan bagi issuer adalah sebesar Rp 10. Apabila interchange fee sebelumnya telah ditetapkan sebesar 1% dari nilai transaksi.000 tersebut adalah interchange fee atau penerimaan bagi acquirer.000 dikurangi 3% kali Rp 10.000.000 atau sama dengan Rp 9700. Contoh:  Merchant A melakukan penagihan atas traksaksi penjualan sebesar Rp 10. ( Selanjutnya issuer menagih pemilik kartu sebesar Rp 10.000 ditambah dengan interchange fee. karena pembayaran oleh pemeli tidak dengan uang tunai  Lebih praktis.000.

7. Limit kredit yang lebih tinggi biasanya disertai persyaratan yang lebih berat bagi calon pemilik kartu. Pemilik kartu menandatangani slip 6. 6. Perjanjian antara issuer dengan merchant 3. Perjanjian antara issuer dengan acquirer 4. Kedua mekanisme penggunaan kartu kredit tersebut akan diuraikan dalam tahap – tahap sejak adanya perjanjian awal.yang tapa acquirer. Penerbitan kartu oleh issuer 2. Merchant biasanya memasang logo penerbit pada kasir atau tempat lain agar calon pembeli mudah mengetahui apakah kartu kreditnya dapt digunakan pada penjual tersebut. Melibatkan pihak acquirer 1. Merchant tertentu menetapkan biaya sekitar 2% daari nilai transaksi yang menggunakan kartu kredit yang dibebankan bagi pemilik kartu. Merchant memeriksa keabsahan kartu 3. Kemudian adanya permohonan kartu oleh calon pemilik kartu sampai dengan pembayaran tagihan sebaagai berikut: a. Pemberian kartu kredit kepada pemilik kartu melalui atau tanpa bantuan acquirer 8. Penggunaan kartu oleh pemilik kartu untuk pembelian pada merchant yang telah ditunjuk dan menjalin kerja sama dengan issuer. Merchant mencatat transaksi melalui alat khusus 4. Permohonan kartu kredit oleh calon pemilik kartu 5. Analisis oleh acquirer atau issuer mengenai kelayakan calon untuk menjadi pemilik kartu. Merchant memeriksa keabsahan tanda tangan 7. Merchant memberikan salinan slip kepada pemilik kartu . Perjanjian antara issuer dengan pemilik kartu melalui atau tanpa bantuan acquirer. Mencetak transaksi pada slip khusus 5. Pemilik kartu menyerahkan kartu dan menerima barang aatau jasa yang dibeli 2. Tahap ini meliputi: 1.

8. Issuer melakukan penagihan kepada pemilik kartu sesuai waktu yang telah diperjanjikan semula. 14. Laporan tagihan yang dikirim secara periodik pada tanggal tertentu oleh issuer kepada pemilik kartu berisi antara lain:      Nomor kartu Tanggal tagihan dari laporan tagihan tersebut Tanggal jatuh tempo pembayaran atas tagihan tersebut Tanggal posting Tanggal transaksi jumlah tagihan . Besarnya interchange fee sudah ditentukan pada perjanjian semula antara acquirer dengan issuer. Besarnya diskon telah ditentukan sebelumnya dalam perjanjian antara issuer dengan merchant (Kurang lebih sekitar 4% dari nilai transaksi). Kartu dikembalikan kepada pemilik kartu 9. Saat/periode atau jangka waktu penagihan sudah ditentukan sebelumnya dalam perjanjian antara merchant dengan issuer 10. Apabila pemilik kartu langsung melunasi seluruh tagihan maka tahapnya selesai sampai disini. Pemilik kartu wajib membayar sebesar pembayaran minimum yang semula telah ditetapkan. Jumlah dibayar adalah sebesar jum. Acquirer memeriksa keabsahan slip penjualan. 11. Merchant melakukan penagihan kepada acquirer dengan menggunakan slip penjualan. Acquirer melakukan penagihan pada issuer (termasuk interchange fee sekitar 2% dari nilai transaksi). melalui atau tanpa acquirer. Issuer membayar kepada acquirer (reimbursement ditambah interchange fee). sedangkan apabila pemilik kartu hanya membayar sebagian atau sampai sebatas besarnya pembayaran minimum maka sisa pembayaran minimum maka sisa pembayaran harus dilunasi pada jangka waktu tertentu sejak penagihan dengan ditambah dengan bunga. 12.lah transaksi setelah dikurangi diskon. 13. Acquirer membayar kepada merchant.

  ( 15. bungsa. Pemilik kartu melakukan kepada issuer melalui atau tanpa acquirer pembayaran Mekanisme yang melibatkan pihak acquirer sebenarnya bisa sangat bervariasi yang tergantung pada jenis tanggung jawab atau tugas yang dilimpahkan issuer kepada acquirer sesuai perjanjian. Penerbitan kartu oleh issuer 2. Perjanjian antara issuer dengan merchant 3. Salah satu contoh mekanisme tersebut. tidak melibatkan pihak acquirer 1. Besarnya pembayaran minimum (biasanya berkisar 20% dari jumlah tagihan) Batas maksimum kredit Tunggakan minimum. Pemberian kartu kredit kepada pemilik kartu . Limit kredit yang lebih tinggi biasanya disertai persyaratan yang lebih berat bagi calon pemilik kartu. biaya lainnya). seperti telah diuraikan di atas. akan secara sederhana dijelaskan dengan menggunakan gambar berikut ini: issuer issuer Card holder merchant Gambar Bagan Mekanisme Kartu Kredit dengan acquirer b. 5. Permohonan kartu kredit oleh calon pemilik kartu 4. angsuran. Perjanjian antara issuer dengan pemilik kartu 6. Analisis oleh issuer mengenai kelayakan calon untuk menjadi pemilik kartu.

Saat/periode atau jangka waktu penagihan sudah ditentukan sebelumnya dalam perjanjian antara merchant dengan issuer 9. Penggunaan kartu oleh pemilik kartu untuk pembelian pada merchant yang telah ditunjuk dan menjalin kerja sama dengan issuer. Issuer membayar kepada merchant jumlah yang dibayar adalah sebesar jumlah transaksi setelah dikurangi diskon. Pemilik kartu wajib membayar sebesar pembayaran minimum yang semula telah ditetapkan. Apabila pemilik kartu langsung melunasi seluruh tagihan maka tahap selesai sampai di sini. Tahap ini meliputi: • • • • • • • Pemilik kartu menyerahkan kartu dan menerima barang atau jasa yang dibeli Merchant memeriksa keabsahan kartu Merchant mencatat transaksi pada slip khusus Pemilik kartu menandatangani slip Merchant memeriksa keabsahan tanda tangan Merchant memberikan salinan slip kepada pemilik kartu Kartu dikemblikan kepada pemilik kartu melakukan penagihan kepada issuer dengan 8. Issuer memeriksa keabsahan slip penjualan 10. Merchant menggunakan slip penjualan.7. sedangkan apabila pemilik kartu . Merchant tertentu menetapkan biaya sekitar 2% dari nilai transaksi yang menggunakan kartu kredit yang dibebankan bagi pemilik kartu. Issuer melakukan penagihan kepada pemilik kartu sesuai waktu yang telah diperjanjikan semua. Merchant biasanya memasang logo penerbit kartu pada kasir atau tempat lain agar calon pembeli mudah mengetahui apakah kartu kreditnya dapat digunakan pada penjual tersebut. Besarnya diskon telah ditentukan sebelumnya dalam perjanjian antara issuer dengan merchant (kurang lebih sekitar 4% dari nilai transaksi) 11.

Tanggal transaksi 6.hanya membayar sebagian atau sampaai sebatas besarnya pembayaran minimum maka sisa pembayaran harus dilunasi pada jangka waktu tertentu sejak penagihan ditambah dengan bunga. Jumlah tagihan 7. Tnggal tagihan dari laporan tagihan tersebut 3. Tunggakan 12. dan biaya lainnya) Mekanisme tersebut akan sederhana dijelaskan dengan menggunakan gambar berikut ini: issuer Card holder Merchant . Tanggal posting 5. Laporan tagihan yang dikirimkan secara periodik pada tanggal tertentu oleh issuer kepada pemilik kartu berisi antara lain: 1. Tanggal jatuh tempo pembayaran atas tagihan tersebut 4. Batas maksimum kredit 9. Nomor Kartu 2. Besarnya pembayaran minimum (biasanya berkisar 20% dari jumlah tagihan) 8. Pemilik kartu melakukan pembayaran kepada issuer melalui atau tanpa acquirer (pembayaran minimum. bunga. angsuran.

yakni penghitungan berdasarkan tanggal transaksi dan tanggal saat lembar tagihan dicetak. Penagihan Uraian Transaksi Tagihan bln.000.2.45. Penghitungan bunga kartu kredit setidaknya ada dua cara. Pasalnya. Tiap bank punya caranya sndiri.100.Perhitungan Bunga Kartu Kredit Pemegang kartu kredit dianjurkan untuk tidak segan-segan bertanya kepada petugas penerbit kartu soal perhitungan bunga. 1.50. lalu 1 Nov 3 Nov Pabrik Panci 4 Nov 8 Nov Toko Obat Jerawat 9 Nov 12 Nov Salon "Murah Meriah" 10 Nov 13 Nov Emprit Airways Jumlah 4. simak contoh perhitungan pembayaran yang harus dibayar si Ganjen di bawah ini.000. Berdasarkan tanggal transaksi: Nilai transaksi x jumlah hari dari tanggal transaksi s/d tanggal lembar tagihan dicetak x jumlah bulan dalam setahun x bunga per bulan x 1/365 hari. 2.500. Berdasarkan tanggal tagihan dicetak: Total nilai transaksi x jumlah hari dari tanggal transaksi s/d tanggal lembar tagihan dicetak x jumlah bulan dalam setahun x bunga per bulan x 1/365 hari. sangat sedikit yang terbuka untuk menjelaskan cara penghitungan bunga begitu saja.350. Berikut ini perhitungannya.800.000. Tgl Transaksi Tgl.- .000. Agar lebih paham.

000x25x12x3%) (50.000x19x12x3%) (320.038.39 B.513.74 Perhitungan Bunga Berdasarkan Tgl.800.945.Bunga B = Rp 190. Pembayaran (Rp) (500. Transaksi: A.Rp 3.458.293.Rp 3.000x30x12x3%) x 1/365 = 142.000x8x12x3%) x 1/365 = 3.945.027.18 Total pembayaran yang jatuh tempo tanggal 16 Oktober 1997 untuk sistem perhitungan bunga berdasarkan tanggal transaksi adalah: .63 = 190.000x29x12x3%) (45.500x28x12x3%) (100.945.000.418.027. Pemakaian (Rp) (4.36 x 1/365 = 4.15 Nov 16 Nov 18 Nov 21 Nov Matahati Dept. Store 320.30 x 1/365 = 44.800.945.000.53 x 1/365 = 137.75 x 1/365 = 986.350.465.21 Total Bunga = Bunga A .21 Total Bunga = Bunga A Bunga B = Rp 142.458. Pembayaran (Rp) (500.15 x 1/365 = 1..CR Total Tagihan Tanggal lembar Tanggal Tagihan Dicetak Jatuh tempo (Rp) 28 Nov 1997 16 Des 1997 8.000x20x12x3%) (2.55 x 1/365 = 2.000x8x12x3%) x 1/365 = 3.21 = Rp 138.165.082.000x14x12x3%) Jumlah B.21 = Rp 186.74 . Lembar Tagihan Dicetak: A.500 + Bunga Perhitungan Bunga Berdasarkan Tgl.256. Pemakaian(Rp) (4.39 .Direct Debit Payment 500.

Mereka menilai kartu bank syariah ini merupakan jawaban terhadap kebutuhan mereka akan sistem pembayaran yang mudah dan nyaman. yakni lembaga keuangan syariah tanggap terhadap kebutuhan konsumen. barangkali adalah ketidakhabispikiran. sekaligus tentunya ‘sesuai’ dengan syariah.500 + Rp 138. HSBC. yang umumnya was-was tehadap label-label seperti ‘back door riba’ atau ‘hiyal’.500 + Rp 186.18 Kartu Kredit Syariah Reaksi pertama ketika mendengar ‘kartu kredit Islam’.165.513.165.Rp 8.582.303. Inovasi jenis apa lagi ini? Teka-teki yang sama ikut dirasakan oleh pemerhati perbankan syariah.53 = Rp 8.Namun ada juga pihak yang menilai ini merupakan suatu kemajuan yang cukup berarti. yang dialamatkan kepada pengembang produk syariah dengan inovasi yang terkadang kebablasan.352. ‘Kartu kredit Islam’ ini sebenarnya sudah mulai banyak ditawarkan oleh bank-bank syariah di Malaysia (AM Bank d/h Arab Malaysian Bank. dan Bank Islam) dan Bahrain (ABC Islamic Bank).18 = Rp 8.082.013.53 Total pembayaran yang jatuh tempo tanggal 16 Oktober 1997 untuk sistem perhitungan bunga berdasarkan tanggal lembar tagihan dicetak adalah: Rp 8. .

Meskipun tidak seharusnya menjadi dilematis. Kemudahan ini. Tetapi. tagihan bulanan akan menjadi nightmare yang harus dihadapi setiap awal bulan.Namun di balik segala kemudahan dan kenyamanan ini. Hal lain yang menjadi sebab diharamkannya kartu kredit adalah unsur ‘kreditnya’. Padahal salah satu perjuangan ekonomi syariah adalah membebaskan manusia dari unsur riba dalam segala manifestasinya. debit card ataupun dengan memperluas jaringan ATM melalui kerjasama dengan pihak lain (misalnya kerjasama antara BMI dengan BCA). merupakan klausa yang sudah disetujui sewaktu nasabah menandatangani permohonan kartu kredit. yang pada akhirnya menjerat dan membuat penggunanya melarat karena utang (dan bunga). Sebagian besar pakar perbankan Islam menganggap kartu kredit sebagai sesuatu yang tidak relevan dalam sistem syariah. budaya utang adalah kenyamanan hidup yang melenakan.Sesungguhnya. kenyataan bahwa perbankan syariah harus menghadapi tantangan keragaman produk dan permintaan akan kenyamanan fasilitas perbankan. simbol kemakmuran dan derajat. Bagi yang tidak disiplin. desakan dan persaingan menyebabkan bank-bank syariah mencari inovasi baru dalam usaha menciptakan kenyamanan yang maksimum bagi nasabahnya. jelas sangat atraktif dan bahkan menjadi suatu prestise. yang bisa dipakai di hampir seluruh pelosok bumi. namun kenyamanan ini juga membuat uang keluar dengan mudah. terkandung implikasi-implikasi negatif dan cenderung menjerat. di antaranya. karena adanya unsur bunga dalam penggunaan kartu kredit. Apapun alasannya. Jadi membayar bunga ataupun tidak. dari namanya. mengharuskan bank syariah mencari alternatif. Unsur bunga ini. pemegang kartu kredit sudah menyetujui dan oleh karenanya terikat dengan klausa bunga ini. meskipun kalau kita selalu bayar tepat waktu tidak akan dikenakan. Ini. kita bisa paham kalau credit card adalah fasilitas utang. Nasabah diberi kemudahan untuk membeli/memakai sesuatu produk atau jasa terlebih dahulu dan membayarnya kemudian. Di balik itu. Baik itu dengan menawarkan sejenis smart card. Bukan saja kartu kredit membuat berbelanja menjadi mudah. Salah satu usaha tersebut adalah . budaya belanja secara boros ini bukanlah salah satu saja dari ‘kejahatan’ kartu kredit ini.

kendati sikap prudent hendaknya tetap menjadi anutan praktisi perbankan syariah nasional. bermuasal dari konotasi kartu kredit sendiri yang sangat tidak Islami. Sementara kartu kredit bisa dicicil hingga satu tahun. HSBC Amanah Card misalnya. Terlepas dari kenyamanan dan rasa aman. Hadirnya kartu pembayaran yang diklaim sebagai Islami ini sendiri bukanlah alternatif kartu kredit yang bisa begitu saja diterima semua pihak. kemudahan yang disediakan kartu pembayaran ini akan cenderung meningkatkan sikap konsumtif masyarakat. Kontroversi dan perdebatan masih akan terus berlanjut seiring dengan makin gencarnya sosialisasi ‘kartu kredit syariah’ ini di berbagai media. Puncak perdebatan lain yang juga cukup beralasan adalah konsep kredit itu sendiri beserta implikasinya terhadap perilaku konsumsi. Transaksi charge card harus dilunasi pada batas periode. keluaran Bank Islam Malaysia Berhad dengan Master Card. Kontroversi ini. Toh inovasi yang dipaksakan dan dibuat secara terburu-buru akan hanya menuai cemooh nantinya. Usaha itu memang patut dihargai. 30 atau 40 hari.Namun ada pula ‘kartu kredit syariah’ yang diklaim bukan berbentuk charge card. Selain karena konsep kredit yang memang tidak sesuai untuk menjadi bagian muamalah. menurut analisis penulis. Salah satunya adalah sampai kapan kita harus berhiyal atau . Tingkat utang rakyat Australia (domestic debts) sangat tinggi. tetapi juga kartu kredit mempunyai konotasi bunga yang sangat kuat. Malaysia dan Bahrain adalah yang pertama bereksperimen dengan sistem kartu kredit ini. sebagian ‘kartu kredit syariah’ yang sudah berada di pasar adalah berbentuk charge card. usaha kearah itu sedang diusahakan oleh beberapa bank syariah. adalah charge card yang underlying conceptnya bisa dengan mudah diterima oleh banyak kalangan. di antaranya Al-Taslif Visa Card dari AM Bank Malaysia dan Kad (Kartu) Bank Islam. Namun sebenarnya. Betapapun inovasi ini tetap menyisakan pertanyaan panjang buat sebagian besar orang.Di Indonesia sendiri.dengan mengIslamkan kartu kredit yang ada. nilainya lebih tinggi dari GDPnya. Ini semua disebabkan oleh skim pembayaran kredit dan meluasnya penggunaan kartu kredit di Australia. yang pada praktiknya berbeda dengan kartu kredit biasa. Salah satu buktinya di Australia.

''Jangan sampai nanti sama saja seperti kartu kredit konvensional seperti yang terjadi di beberapa negara'' kata Mulya. belum memutuskan kapan izin kartu kredit syariah diterbitkan.'' Karena fatwa juga harus dibentuk peraturan BInya sebelum dijadikan produk perbankan. Mulya mengatakan BI ingin menjamin agar produk kartu kredit syariah benar-benar sesuai syariah. ''Tinggal menunggu apakah ada izin BI.Mengenai akad. Namun DSN telah membahas rancangan fatwanya.'' Ia mengungkap kartu kredit berbeda dari charge card. mengungkap kartu kredit syariah memang masih kontroversial. Dengan akad kafalah. Di luar negeri. Sementara itu Ketua Dewan Syariah Nasional MUI. DSN berinisiatif untuk membatasi penggunaan kartu. Sedangkan dengan akad murabahah. Selanjutnya bank mendapat fee sebagai perantara.berimprovisasi dari apa yang ditawarkan sistem konvensional? Apakah memang produk syariah harus selalu mengikuti dan kompromi dengan apa yang disediakan oleh bank konvensional? Jawabannya sebenarnya sangat ditentukan oleh gaya hidup dan belief system yang kita anut. Mulya Effendi Siregar. mengatakan pembahasan kartu kredit ini memang merupakan inisiatif BI sebagai persiapan bila memang bank syariah ingin menerbitkan kartu kredit. Ma'ruf Amin mengungkap salah satu penolakan atas kartu kredit adalah mendorong konsumerisme. ''Misalnya kita batasi 40 persen saja dari gaji yang bisa dibelanjakan. Di luar negeri. 30 atau 40 hari. Menurutnya permintaan atas kartu kredit syariah juga tinggi. kartu kredit syariah akhirnya menjadi charge card yang di Indonesia diterbitkan BII Syariah.Ketua Tim Peneliti Perbankan Syariah BI. maka nasabah mengambil suatu barang di merchant tertentu atas nama . Penerbitan kartu kredit syariah di Indonesia belum mendapat lampu hijau. bank bertindak sebagai penjamin nasabah dalam melakukan pembelian barang. kartu kredit jadi sumber konsumtif. KH Ma'ruf Amin. Transaksi charge card harus dilunasi pada batas periode. DSN menetapkan akad jaminan dengan fee atau kafalah wal ujrah dan akad jual beli dengan pembayaran mencicil (murabahah dengan istijrar). Bank Indonesia selaku otoritas pengawas perbankan syariah. Sementara kartu kredit bisa dicicil hingga satu tahun.

misalnya. sedangkan kafalah merupakan prinsip perwakilan. perbedaan dengan kartu kredit konvensional. telah mengeluarkan kartu BII Syariah Card yang sesuai dengan prinsip ekonomi syariah yang universal.bank. Perkembangan Kartu Kredit Syariah di Indonesia(BII Syariah Card) TIDAK hanya perbankan konvensional yang memberikan layanan kartukartu plastik ini kepada para nasabahnya. Nasabah membayarnya dengan cara mencicil dalam jangka waktu tertentu. Sukatmo Padmosukarso. . pada saat bertransaksi pemegang kartu bertindak mewakili bank untuk bertransaksi dengan merchant. kartu Syariah ini bebas bunga." kata Direktur Sumber Daya Manusia. "Penggunaannya seperti kartu kredit. akad yang digunakan dalam penyelenggaraan BII Syariah Card adalah akad qordh dan kafalah. Begitu jatuh tempo. Artinya. Kartu ini juga tak boleh digunakan untuk membeli barang atau jasa yang tidak sesuai dengan syariah seperti minuman keras. Akad qordh merupakan prinsip utang piutang dan dalam prinsip syariah tak boleh dikenakan bunga atau denda atas utang tersebut. Kemudian bank menjual barang tersebut kepada nasabah. Hukum dan Riset BII. tagihan harus dilunasi seluruhnya. "Sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional. Perbankan syariah pun telah mulai meluncurkan kartu plastik. Bank Internasional Indonesia (BII). tidak boleh dicicil(Charge Card/jatuh tempo 30-40 hari).Pertama kali.Sukatmo menjelaskan lebih jauh. tetapi tidak ada pembayaran minimum seperti kartu kredit. BII Syariah Card telah mengacu pada fatwa MUI yang menyatakan. "Kami sengaja masuk ke segmen gold sehingga pemegang kartu BSC adalah orang yang betul-betul mampu memegang dan dapat menggunakannya secara bijaksana dan sekaligus sehingga tidak ada kredit macetnya. BII mengeluarkan BII Syariah Card Gold dan belakangan mengeluarkan lagi Platinumnya." ujarnya. jangan sampai keberadaan kartu semacam ini mendorong konsumerisme." lanjut Sukatmo.

seperti Pondok Indah. serta para jemaah haji ONH plus yang dianggap menjadi pangsa pasar potensial dari kartu kredit platinum. Indikatornya.  Contoh contoh form penawaran kartu kredit 1.Lapisan masyarakat inilah yang dibidik menjadi nasabah pemegang kartu BII Syariah Card Platinum.Form : . Pagu kredit yang diberikan kepada para pemegang kartu platinum ini sekitar 40 persen dari pendapatan dengan kisaran pagu Rp 8 juta hingga Rp 50 juta. menurut Sukatmo. Menteng. Walaupun terbatas.1. adalah pengajian di kawasan elite. segmen kartu platinum ini memiliki daya beli yang sangat tinggi daripada segmen kartu silver atau gold. dan Kemang. tarawih di hotel berbintang lima.Bank Niaga : 1.BII juga melebarkan produk kartunya menjadi platinum karena pangsa pasar platinum di perbankan syariah sangat luas.

1.1.Rekaman Wawancara dengan Sales Manager Bank Niaga (di CD) 2.Bank International Indonesia 2.2.Form : .

Budi.2002.ANJAK PIUTANG.Jakarta.com 5.com 4.Rachmat.WWW.DAFTAR PUSTAKA 1.Budi.WWW.SyariahMandiri.PT Gramedia Pustaka Utama 2.DPLJKEU.MULTI FINANCE.SOLUSI CASH FLOW PROBLEM.Jakarta.com .WWW.2003.Rachmat.Tazkiaonline.CV NOVINDO PUSTAKA MANDIRI 3.

6.WWW.simas.com LAMPIRAN LAMPIRAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful