Dibuat Oleh

:
Ivan Christanto Sim David Othniel Widjaya M.Fahri Robby : 25040045 : 32040662 : 30040343 : :

KATA PENGANTAR
Anjak Piutang mungkin belum terlalu dikenal luas di masyarakat kita saat ini,atau mungkin sekalipun pernah didengar,kebanyakan orang berkonotasi negatif terhadap bentuk pembiayaan ini. Melalui makalah ini,kami akan memaparkan secara luas dua bentuk pembiayaan,yakni anjak piutang dan kartu plastik.Pada pembahasan anjak piutang,akan dibahas secara detail mengenai pengertian jenis,manfaat jenis jenis dan istilah,undang penilaian undang,dua produk pokok,jenis perlakuan contoh KARTU dan resiko,perpajakan,hingga dan

akuntansinya.Pada pembahasan kartu kredit,akan dibahas mengenai kartu,mekanisme,manfaat makalah ”ANJAK resiko,hingga DAN perhitungannya. Selesainya PIUTANG PLASTIK : SEBUAH SOLUSI PEMBIAYAAN” adalah berkat bantuan banyak pihak,baik yang terlibat secara langsung maupun tak langsung.Secara khusus kami ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya atas bantuan semua pihak tersebut.Tak lupa pula kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya atas dukungan serta nasihat dari dosen kami : Prof.Veithzal Rivai.Tanpa beliau dan bantuan seluruh pihak,tidaklah mungkin kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.Akhir kata,kami sebagai penulis ingin mengucapkan : Selamat Membaca!

Salam dari Penulis

DAFTAR ISI
ANJAK PIUTANG
PENDAHULUAN 1.Sekilas Nengenai Lembaga Pembiayaan 2.Sejarah factoring 3.Anjak Piutang saat ini di Indonesia 4.Anjak Piutang sebagai Solusi Cashflow BAB 1 : PENGERTIAN ANJAK PIUTANG 1. Pengertian 2.Beda Anjak Piutang dengan Transaksi Lain A.piutang yang berasal dari transaksi dagang dan yang berasal dari fasilitas pinjaman / kredit (dibuktikan dengan perjanjian kredit). B.Account Receivable Financing dan kegiataan anjak piutang C.Bank dan Factoring 3.Anjak Piutang dan Istilah Istilahnya 4.Miskonsepsi Anjak Piutang 5.Usaha Usaha yang Cocok menggunakan Jasa Anjak Piutang BAB 2 : PERATURAN – PERATURAN PEMERINTAH YANG MENGATUR KEGIATAN ANJAK PIUTANG 1.Peraturan Peraturan Mengenai Anjak Piutang 2.Prinsip Hukum Perdata Indonesia BAB 3 : PRODUK DAN JASA ANJAK PIUTANG 1.Dua Pokok Produk Anjak Piutang
A.ANJAK PIUTANG NON-FINANCING B. ANJAK PIUTANG FINANCING

BAB 4 : JENIS JENIS ANJAK PIUTANG

Keterlibatan Nasabah dalam Perjanjian Perjanjian Anjak Piutang Lingkup Pelayanan Tipe Tagihan atau Piutang Struktur Organisasi BAB 5 : MANFAAT DAN PENILAIAN RESIKO ANJAK PIUTANG 1.Manfaat Anjak Piutang A.Bagi Klien B.Bagi Factor C.Bagi Nasabah 2.Penilaian Perusahaan Anjak Piutang 9 Aspek klien yang dinilai anjak piutangnya 5 Aspek Anjak Piutang yang Dinilai Klien BAB 6 :ANJAK PIUTANG DARI SISI KLIEN A.Syarat starat untuk mendapatkan Fasilitas Anjak Piutang B.Perhitungan perhitungan dalam Transaksi Anjak Piutang C.Manfaat yang Didapat dari Anjak Piutang D.Akuntansi Anjak Piutang dari Sisi Client E.Perpajakan Anjak Piutang dari Sisi Client BAB 7 : ANJAK PIUTANG DARI SISI FACTOR A.Prospek Usaha Anjak Piutang B.Risiko Risiko dalam Bisnis Anjak Piutang C.Syarat untuk Memperoleh Izin Usaha Perusahaan Anjak Piutang D.Akuntansi Anjak Piutang dari Sisi Factor E.Perpajakan Anjak Piutang dari Sisi Factor BAB 8 : CONTOH PERLAKUAN AKUNTANSI TRANSAKSI ANJAK PIUTANG

Perkembangan Kartu Kredit Syariah di Indonesia 11.SURAT PERINTAH BAYAR BAB 10 : SISTEM SYARIAH DAN ANJAK PIUTANG 1.PENGALIHAN HAK ATAS PIUTANG(CESSIE) 3.DAFTAR PENERIMAAN 5.Kartu Debet dan Perkembangannya di Indonesia 4.Jenis Kartu Kredit 3.Anjak Piutang Syariah 1.BAB 9 : CONTOH PERJANJIAN DAN FORM ANJAK PIUTANG 1.Pihak pihak yang terkait Penggunaan Kartu Kredit 5.Kartu Kredit Syariah 10.Manfaat Kartu Kredit 7.PERJANJIAN ANJAK PIUTANG(NON-RECOURSE FACTORING AGREEMENT) 2.Sejarah Munculnya Bisnis Kartu 2.2.Rekaman Wawancara Kartu Kredit dan Presentasi Anjak Piutang(CD) .Contoh Lembaga Penyedia Jasa Anjak Piutang 1.Artikel mengenai Tren Industri Pembiayaan di Indonesia KARTU PLASTIK 1.DAFTAR PENAWARAN 4.Perhitungan Bunga Kartu Kredit 9.Mekanisme Kartu Kredit 8.Pendahuluan Syariah:Islam dan Sistem Ekonominya BAB 11 : TAMBAHAN ANJAK PIUTANG 1.Anjak Piutang Konvensional 2.Contoh Form Penawaran Kartu Kredit 12.Perjanjian Kartu Kredit 6.1.

.

maupun antar penjual agar dapat menjual produk dan jasanya. Ini merupakan usaha pemecahan salah satu masalah kadangkala tidak sejalan dengan penyelesaian masalah yang lain. karena menyangkut masalah tagihan dan resiko tidak terbayarnya piutang penjualan. Dengan cara ini. Merupakan kenyataan bahwa terjadi proses tawar menawar antara pembeli dan penjual. yaitu hubungan yang saling menguntungkan antar kedua belah pihak. untuk meningkatkan penjualan maka perusahaan dapat meningkatkan penjualan kepada pelanggan dengan cara kredit. Salah satu tawaran yang diberikan adalah kemudahan dalam membayar yang berupa pembayaran berjangka.Sekilas Nengenai Lembaga Pembiayaan Kehadiran anjak piutang sangat membantu kegiatan bisnis. Aspek yang saling menguntungkan inilah yang menjadi pedoman kunci bagi suksesnya transaksi anjak piutang. Skema pembiayaan yang ditawarkan melalui anjak piutang memberikan satu alternatif solusi terhadap masalah diatas. peningkatan penjualan dengan cara kredit ini akan menambah rumit dalam pengadministrasian penjualan. Dalam transaksi anjak piutang. Jasa yang ditawarkan oleh suatu perusahaan anjak piutang tidak hanya sekedar pembiayaan murni melainkan juga jasa non peembiayaan seperti administrasi penjualan dan penagihan piutang dagang. Namun disisi lain. Namun. tagihan penjual kepada pembeli dialihkan kepada perusahaan anjak piutang sehingga penjual tidak perlu menagihnya. kas yang diterima penjual dapat digunakan untuk membiayai biaya tertentu. Hal ini merupakan inti dari transaksi anjak piutang yang dilakukan antar penjual dengan perusahaan anjak piutang. Peningkatan penjualan juga menuntut konsekuensi bahwa perusahaan tersebut juga harus menyediakan modal kerja yang lebih besar. karena modal cara tersebut menyebabkan modal kerja perusahaan yang tertanam dalam piutang dagang. biaya yang harus dibayarkan tersebut dapat dikompensasi dengan potongan penjualan yang didapatkan dari pemasok apabila penjual membeli bahan baku secara tunai dari hasil pengalihan piutang kepada perusahaan anjak piutang. Akan tetapi pemberian fasilitas ini mengandung konsekuensi yang akan berdampak pada kemampuan kas perusahaan.PENDAHULUAN 1. .Ambillah contoh.

tabungan dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu b. c.perusahaan pembiayaan dan/atau perusahaan anjak piutang masih mempunyai batasan batasan terutama dalam hal penerimaan pinjaman dan penyertaan.deposito. Selain ketentuan tersebut di atas.di mana Perusahaan Pembiayaan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak menarik dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk : 1.menarik dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk giro.ketentuan tersebut di atas berdasarkan Surat Keputusan Presiden No 61 Tahun 1988.memberikan jaminan dalam segala bentuknya kepada pihak lain.Tabungan 4.Deposito 3.Perusahaan Pembiayaan dilarang: a.Giro 2.Surat Sanggup Bayar/Promissory Note Perusahaan Pembiayaan dan/atau Perusahaan Anjak Piutang dapat menerbitkan Surat Sanggup Bayar hanya sebagai jaminan atas utang kepada bank yang menjadi krediturnya.kecuali sebagai jaminan atas utang kepada bank yang menjadi krediturnya.Surat Sanggup Bayar(Promissory Note) yang dibuat dan dikeluarkan oleh Perusahaan Pembiayaan tidak dapat dialihkan dan wajib dicantumkan kata kata “tidak dapat dialihkan(non negotiable)”. 2.Ketentuan di atas dipertegas kembali oleh Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 448/KMK.017/2000 tanggal 27 Oktober 2000 tentang Perusahaan Pembiayaan yang menyatakan bahwa: 1.Adapun ketentuan yang dimaksud adalah sebagai berikut : .menerbitkan Surat Sanggup Bayar(Promisory Note).Kegiatan Anjak Piutang merupakan salah satu kegiatan dari perusahaan pembiayaan.

b.Pinjaman yang Diterima a.Jumlah pinjaman bagi setiap Perusahaan Pembiayaan ditetapkan setinggi tingginya sebesar 15(lima belas) kali jumlah modal sendiri(net worth) Perusahaan Pembiayaan setelah dikurangi penyertaan. . e.cadangan umum yang belum digunakan.dikurangi penyertaan dan kerugian yang dihitung berdasarkan laporan keuangan posisi bulan terakhir.dan pinjaman subordinasi yang dihitung berdasarkan laporan keuangan posisi bulan terakhir.Modal sendiri(net worth) bagi perusahaan anjak piutang dan/atau perusahaan pembiayaan yang berbentuk hukum : -Perseroan Terbatas.Pinjaman subordinasi yang dapat diperhitungkan sebagai komponen modal sendiri sebanyak banyaknya sebesar 50%(limapuluh perseratus) dari modal disetor.Jumlah pinjaman luar negeri ditetapkan setinggi tingginya sebesar 5(lima) kali jumlah modal sendiri(net worth) Perusahaan Pembiayaan setelah dikurangi penyertaan.simpanan wajib. -Koperasi.modal penyertaan.Perusahaan Pembiayaan dapat menerima pinjaman baik dari dalam maupun luar negeri.1.dana sisa hasil usaha.hibah.agio saham. d. c. g.terdiri dari simpanan pokok.hak tagih berlaku paling akhir dari segala pinjaman yang ada -dituangkan dalam perjanjian tertulis antara perusahaan anjak piutang dan/atau perusahaan pembiayaan dengan pemberi pinjaman.terdiri dari modal disetor ditambah dengan laba ditahan.dana cadangan.Pinjaman subordinasi merupakan pinjaman yang diterima perusahaan anjak piutang dan/atau perusahaan pembiayaan dengan syarat: -minimum berjangka waktu 5(lima) tahun -dalam hal terjadi likuidasi. f.laba tahun berjalan.istilah ini biasanya disebut Gearring Ratio.Setiap pinjaman subordinasi yang diterima oleh perusahaan anjak p[iutang dan/atau perusahaan pembiayaan wajib dilaporkan kepada menteri selambat lambatnya 10(sepuluh) hari setelah pinjaman diterima.

c.Usaha Kartu Kredit(Credit Card) adalah usaha pembiayaan untuk membeli barang dan jasa dengan menggunakan kartu kredit. b.Perusahaan pembiayaan dan/atau Perusahaan Anjak Piutang hanya dapat melakukan penyertaan modal pada perusahaan di sektor keuangan. 4.2.Sewa Guna Usaha(leasing) adalah usaha pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara “finane lease” maupun “operating lease” untuk digunakan oleh Penyewa Guna Usaha selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala.Modal Ventura(Venture Capital) adalah usaha pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam betuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan(investee company) untuk jangka waktu tertentu.Anjak Piutang(Factoring) adalah usaha pembiayaan dalam bentuk pembelian dan/atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri.Penyertaan Perusahaan Pembiayaan a.Perdagangan Surat Berharga (Security Company) adalah badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan dalam bentuk perdagangan surat berharga. Kegiatan Perusahaan Pembiayaan berdasarkan Keputusan Presiden No 61 Tahun 1988 tanggal 20 Desember 1988 meliputi usaha usaha pembiayaan antara lain: 1. 5.Jumlah seluruh penyertaan modal perusahaan anjak piutang dan/atau perusahaan pembiayaan tidak boleh melebihi 40%(empat puluh perseratus) dari jumlah modal sendiri perusahaan yang bersangkutan.Penyertaan modal pada setiap perusahaan tidak boleh melebihi 25%(dua puluh lima perseratus) dari modal disetor perusahaan yang bersangkutan.Pembiayaan Konsumen(Consumer Finance) adalah usaha Pembiayaan pengadaan barang untuk kebutuhan konsumen dengan system pembayaran angsuran atau berkala. 2. 6. . 3.

tepatnya di Inggris.bukan salah satu kegiatan lembaga pembiayaan.dan bank. General factoring ini kemudian berkembang di daratan Eropa.lembaga keuangan bukan bank.juga tidak termasuk lagi dalam kegiatan lembaga pembiayaan. Revolusi industri di akhir abad ke 18 turut mendorong pertumbuhan bisnis jasa general factoring.dan juga membelikan barang barang dagangan dari Inggris yang mereka inginkan untuk diimpor ke Amerika.Kegiatan Lembaga Pembiayaan dapat dilakukan oleh perusahaan pembiayaan.Perusahaan factor di Inggris pada saat itu sangat membantu para pedagang dari Plymouth(Amerika) untuk mengageni penjualan mereka di daratan Eropa.Mekanisasi alat alat tenun tekstil di Inggris dan tingginya minat beli tekstil di Amerika.Perusahaan Modal Ventura berdasarkan peraturan itu adalah berdiri sendiri.bentuk usaha anjak piutang memang masih sangat sederhana. 2.Dan berdasarkan ketentuan Pasal 3 ayat 1 Keputusan Prestiden No 61 Tahun 1988 tanggal 20 Desember 1988.Sejarah factoring Sejarah usaha jasa anjak piutang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Factoring sudah dikenal sejak 2000 tahun lalu-pertama kali digunakan di Mesopotamia.telah menyebabkan meningkatnya transaksi ekspor impor.kegiatan perdagangan Surat Berharga (Security House) sudah tidak termasuk lagi dalam kegiatan Lembaga Pembiayaan.Kegiatan semacam ini dikategorikan sebagai general factoring.Pihak factor. Pertama kali.Sedangkan kegiatan Modal Ventura berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No 468/KMK 017/1995 tanggal 3 Oktober 1995.biasanya bertindak sebagai agen penjualan yang sekaligus pemberi perlindungan kredit.Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No 1256/KMK 00/1989 tentang Perubahan Ketentuan mengenai Perusahaan Perdagangan Surat Berharga dalam Keputusan Menteri Keuangan No 1251/KMK 013/1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga Pembiayaan.Perusahaan factoring di Amerika .otomatis turut memacu pertumbuhan industri factoring di Amerika.terutama di New York City.Perkembangan bisnis tersebut.

Anjak piutang modern ini kemudian terus berkembang tidak hanya di bidang usaha tekstil tetapi juga merambah ke berbagai sector industri. yaitu Inggris. Jasa yang ditawarkan oleh factor pada waktu itu masih berkisar terutama pada pengurusan dan pengalihan piutang saja. Kondisi ini mendorong perusahaan-perusahaan di Inggris untuk menemukan solusi mengenai sistem penjualan yang sesuai.saat itu seperti ketiban rezeki.melakukan penagihan. merupakan benua baru yang banyak didatangi dari benua eropa terutama inggris.memberikan pembayaran awal terhadap piutang yang timbul. timbul masalah karena mereka tidak saling mengenal.menjamin kredit tersebut. Resiko tidak terbayarnya penjualan secara kredit semakin besar bukan saja karena mereka tidak saling mengenal tetapi juga karena jarak yang sangat jauh.dan penyediaan ana. namun pada awalnya mereka tidak bisa banyak melakukan kegiatan produksi karena terbatasnya sumber daya manusia. perusahaanperusahaan ini selanjutnya mulai dikenal sebagai factor atau agen.Mereka mengageni produk tekstil Eropa atas dasar konsinyasi.Mereka juga memberikan kredit. Usaha factor ini menjadi semakin berkembang ketika perusahaan textile Inggris memerlukan jasa penilaian kelayakan atas kredit dagang kepada pembeli di Amerika. Mengingat factor ini dianggap sebagai perusahaan yang cukup berpengalaman dalam berurusan dengan pembeli-pembeli di Amerika dan juga .dan melakukan penagihan untuk kepentingan clientnya. sekitar tahun 1880-an. Perusahaan-perusahaan tertentu mulai tertarik untuk menjembatani atau sebagai perantara antara pihak penjual di Inggris dengan pembeli di Amerika. capital dan peralatan. Kedatangan bangsa di eropa mau tidak mau menbawa konsekuensi bahwa mereka harus melakukan kegiatan produksi dan konsumsi didaerah barunya. Ketika perusahaan-perusahaan di Inggris ingin memasarkan atau menjual produknya ke orang-orang Amerika. Keadaan ini memaksa mereka mendatangkan sebagian besar kebutuhan mereka dari daerah asal.yaitu menjamin kredit. Amerika pada waktu itu.baik untuk transaksi ekspor impor maupun transaksi local. kegiatan anjak piutang mulai dikenal luas ketika perusahaan-perusahaan manufacture di Inggris berusaha menjual produknya ke Amerika.Bentuk bentuk usaha inilah yang kemudian menjadi embrio dari bisnis anjak piutang modern seperti yang dikenal saat ini.

bermarkas di Brussel. Maka perusahaan textile di Inggris cenderung menggunakan jasa mereka untuk melakukan investigasi kredit kepada pembeli di Amerika. Ketiga grup factoring ini telah memiliki anggota yang tersebar di seluruh dunia.yakni tanpa kaitan permodalan antara sesama anggotanya. di mana setiap grup ini tidak dikenal adanya induk perusahaan.di mana grup ini hampir sama dengan sistem IFG.Jepang.International Factors Group (IFG).Heller Overseas Corporation(Heller Group). Bisnis anjak piutang modern ini akhirnya berkembang ke Eropa.terutama setelah berdirinya 3(tiga) grup anjak piutang internasional. kemudian berkembang kebagian Amerika yang lain.setiap anggota bebas satu sama lain tanpa adanya kaitan permodalan.Amerika Utara.Factors Chain International. tetapi juga oleh suatu perusahaan yang secara khusus bergerak dalam bidang anjak piutang.berpengalaman dalam hal penyelesaian tagihan piutang. Bidang usaha yang dilayani jasa anjak piutang berkembang dari semula textile kebidang-bidang lain termasuk jasa.Namun grup ini dapat menerima lebih dari satu anggota dari setiap Negara. factor tidak hanya memberikan jasa investigasi kredit saja tetapi sekaligus membeli faktur-faktur penjualan textile dari perusahaan textile. lalu berkembang di Eropa dan kemudian keseluruh dunia.dalam grup factoring ini Heller berperan sebagai induk perusahaan dari mayoritas anggotanya dan bermarkas di Chicago. Usaha mulai berkembang mulai dari Amerika Utara.Grup ini hanya menerima satu anggota dari setip Negara. Factor kemudian menguangkan atau menagih faktur tersebut pada pembeli saat jatuh tempo.Korea . kegiatan pemberian jasa anjak piutang ini tidak hanya diberikan oleh suatu perusahaan sebagai salah satu dari kegiatan usahanya. Lama kelamaan.yaitu di negara negara seperti Eropa Barat.yaitu: 1. Tugas factor dalam hal ini adalah menentukan kelayakan suatu pembeli untuk memperoleh fasilitas pembelian dengan cara kredit (credit worthiness) dan juga menentukan tingkat atau kemungkinan terbayarnya suatu piutang dari penjualan textile secara kredit. Dalam perkembangannya.bermarkas di Amsterdam. 2. 3.

Selatan. 3. Jasa anjak piutang dapat diberikan oleh suatu lembaga keuangan .1251/KMK.Namun.Selandia Baru.Afrika Selatan. Pembiayaan usaha diberikan keleluasaan untuk mengembangkan usaha dengan modal yang hanya tidak bersumber dari lembaga keuangan saja.anjak piutang pertama kali diperkenalkan di Singapura pada pertengahan tahun 70-an.Australia.13/1988 tanggal 20 desember 1988. Kegiatan anjak piutang di Indonesia berkembang baik sejak adanya Keputusan Presiden No.Asean-termasuk Indonesia.transaksi anjak piutang di Singapura mengalami perkembangan yang sangat pesat baik ditinjau dari jumlah perusahaan maupun turnover transaksinya.Hong Kong.Anjak Piutang saat ini di Indonesia Sedangkan untuk kawasan Asia Tenggara.Sedangkan di Malaysia.Sejak saat itu.dan menjadikan usaha anjak piutang menjadi suatu bagian dari Lembaga Pembiayyaan.Secara formal.dan langsung dipotong dalam jumlah/persentase tertentu sesuai dengan jangka waktunya.kegiatan anjak piutang di Indonesia secara informal sebenarnya sudah ada sebelum dikeluarkannya Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988. 61 dan Keputusan Meteri Keuangan No. termasuk perusahaan anjak piutang.kegiatan anjak piutang dimulai pada tahun 1988 dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No 61 tahun 1988. Keputusan Presiden No 61 Tahun1988 tentang Lembaga Pembiayaan merupakan usaha pemerintah untuk memformalkan kegiatan anjak piutang yang sudah ada di masyarakat.pada awalnya perkembangan usaha anjak piutang di Indonesia belum begitu popular.Kegiatan ini sudah berjalan secara informal di tengah masyarakat dan sudah baku di antara para pedagang di pasar pasar.yaitu kegiatan Cheque Discounted atau Cheque yang didiskontokan yang sering dilakukan oleh para pedagang di pasar pasar.dan berbagai Negara lainnya. peraturan ini terutama untuk memberikan alternatif pembiayaan usaha dari berbagai jenis lembaga keuangan.yang juga dapat dilakukan oleh Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank.Biasanya para pedagang menukar Cek Mundur kepada penyedia dana.maka penjual cek harus mengganti dengan uang tunai kepada penyedia dana.Apabila cek itu tidak ada dananya.

sebagai salah satu kegiatan usahanya, dan dibeikan oleh suatu bank, dan dapat diberikan oleh suatu lembaga keuangan yang secara khusus memberikan jasa anjak piutang. 4.Anjak Piutang sebagai Solusi Cashflow Perkembangan lalu lintas perdagangan domestik dan antarnegara untuk barang dan jasa di Indonesia pada dasarnya selalu meningkat baik dari segi jumlah maupun bentuknya.Peningkatan lalu lintas perdagangan tersebut memberikan pengaruh positif kepada berbagai kegiatan di sector industri dan jasa,yang pada akhirnya akan mempengaruhi keghidupan masyarakat.Seiring dengan perkembangan dunia usaha dan meningkatnya taraf hidup masyarakat,pola masyarakat dalam membelanjakan uang juga terpengaruh.Di sisi lain,perkembangan bisnis yang semakin modern menimbulkan persaingan sengit antarpelaku bisnis,baik pelaku bisnis besar dengan yang kecil,yang kuat dengan yang lemah,yang lokal dengan yang internasional,dan sebagainya.Para pelaku bisnis dituntut untuk menjual barang dan jasa dengan kualitas tinggi,pelayanan yang baik,kemasan dan pengiriman yang tepat waktu.Namun,pembeli menginginkan pembayaran yang menarik,murah dan berjangka waktu. Merupakan suatu kenyataan bahwa pasti terjadi tarik menarik antara penjual dan pembeli ataupun antara penjual dan penjual untuk bisa menjual produk berupa barang dan jasa kepada konsumen.Segala cara akan ditempuh untuk dapat menjual.Salah satu cara untuk melakukan hal itu adalah dengan memberika fasilitas pembayaran secara berjangka kepada pembeli.Hal ini merupakan salah satu akibat dari pergeseran pola sellers market(pasar penjual) kepada buyers market(pasar pembeli).Ini tidak dapat dihindari oleh para pelaku bisnis. Pembayaran secara berjangka yang diberikan penjual kepada pembeli sudah pasti akan mengganggu cashflow perusahaan,sebab penjual yang menanggung resiko.Di sisi lain,hal seperti ini mengutungkan pembeli.Bagi penjual ini merupakan dilema karena apabila penjual tidak menerima pembayaran berjangka,kesempatan tersebut akan diambil oleh penjual lain.

Untuk

menjembatani

pembayaran

berjangka

yang

dilakukan

oleh

penjual,jasa anjak pitang dapat enjadi alternative bagi penjual untuk secepatnya mendapatkan uang tunai atau mendapatkan sumber pembiayaan baru dalam bentuk instant cash (80% dari nilai invoice) yang dikaitkan dengan jumlah penjualan kredit. Dalam transaksi anjak piutang,tagihan penjual kepada pembeli dialihkan kepada perusahaan anjak dengan piutang anjak sehingga piutang penjual dapat tidak perlu alternatif menagihnya.Pembiayaan dijadikan

pembiayaan baru selain kredit bank ataupun kredit dari supplier.Dengan cara ini,cashflow yang diterima penjual dapat digunakan untuk membiayai modal kerja demi kesinambungan produksi walaupun penjual harus membayar biaya dana.Namun,biaya dana yang dikenakan oleh perusahaan anjak piutang dapat dikompensasikan dengan sales discount yang didapatkan dari pemasok apabila penjual membeli bahan baku secara tunai dari hasil pengalihan piutang kepada perusahaan anjak piutang. Hal yang disebut di atas merupakan inti dari transaksi anjak piutang yang dilakuakan antara penjual dan perusahaan anjak piutang,yaitu hubungan yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak.Aspek yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak inilah yang akan dijadikan pedoman kunci bagi suksesnya transaksi anjak piutang karena permasalahan cash flow yang diakibatkan kebijaksanaan penjualan berjangka dapat diatasi dengan baik dan produksi barang dan jasa menjadi lancar. Bagi usaha kecil dan menengah,yang selalu dirundung masalah permodalan bagi pengembangan usaha,alternative pembiayaan melalui anjak piutang dapat dijadikan sumber pendanaan jangka pendek perusahaan.Tanpa adanya pembiayaan ini,modal kerja yang harus disediakan dan tertanam dalam usaha menjadi sangat besar.Inilah yang biasanya menjadi kendala dan momok bagi industri kecil dan menengah. Selain itu,usaha anjak piutang diharapkan dapat membantu mengatasi kesulitan di bidang credit management,sehingga dunia nasabah(nasabah perusahaan anjak piutang) dapat lebih berkonsentrasi pada usah peningkatan produksi dan peningkatan penjualan barang dan jasa.Tenaga kerja dapat dihemat karena

departemen atau bagian administrasi penjualan dapat dialihkan ke perusahaan anjak piutang.Hal ini dimungkinkan karena perusahaan anjak piutang mempunyai perangkat lunak untuk sistem tersebut. Hal lain yang tidak kalah pentingnya,mengenai manfaat pembiayaan anjak piutang bagi industri kecil dan menengah yang mempunyai produk untuk diekspor,adalah bahwa fasilitas anjak piutang yang diterima dapat dijadikan pengganti letter of credit.Hal ini dimungkinkan karena perusahaan anjak piutang dapat melakukan kegiatan international factoring bekerja sama dengan perusahaan anjak piutang yang ada di luar negeri.Kegiatan ini sangat memudahkan perusahaan kecil dan menengah mengekspor barang karena perusahaan anjak piutang dapat membantu menyelesaikan dokumen ekspor yang dibutuhkan,dan pembayaran sudah pasti terjamin baik dalam jumlah maupun waktunya. Kiranya itulah yang dapat kami gambarkan secara ringkas mengenai anjak piutang.Dalam bab bab berikut ini,akan dibahas anjak piutang secara lebih mendalam,baik definisi dan istilah,peraturan,jenis,mekanisme,manfaat,perpajakan, hingga perlakuan akuntansinya.

BAB 1 : PENGERTIAN ANJAK PIUTANG

1. Pengertian Factoring dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi anjak piutang. Menurut Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988,perusahaan anjak piutang adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. Definisi diatas menjelaskan bahwa jasa yang diberikan dalam suatu kegiatan atas anjak piutang adalah jasa pembiayaan dan jasa non pembiayaan atas piutang. Pada kenyataannya kedua jenis ini tidak harus selalu ada dalam perjanjian anjak piutang,perjanjian anjak piutang ada yang meliputi kedua jenis jasa tersebut dan ada juga yang hanya meliputi salah satu jenis jasa diatas. Pada dasarnya pilihan atas jenis jasa yang akan diberikan tergantung pada kesepakatan antar pihak factor dan pihak klien. Keputusan Menteri Keuangan tersebut diperbaharui dengan SK Menteri Keuangan Nomor 448/KMK.017/2000 yang menyatakan bahwa Kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian atau pengalihan atau pengurusan piutang atau penagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. Pernyataan ini dipertegas oleh SK Menteri Keuangan Nomor 172/ KMK.06/2002 yang menyatakan bahwa kegiatan anjak piutang dilakukan dalam bentuk pengalihan dan pembelian serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. Pihak yang terkait dalam kegiatan anjak piutang meliputi: a. Perusahaan jasa anjak piutang (factor). Factor adalah pihak yang memberikan jasa anjak piutang.

b. Transaksi anjak piutang dapat dilakukan untuk transaksi perdagangan domestik (anjak piutang domestik) dan transaksi perdagangan antar negara atau ekspor/impor (anjak piutang international) 3. Klien (client). Pembiayaan anjak piutang hanya dapat dilakukan kepada perusahaan. Objek pembiayaan anajak piutang adalah piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. c. bukan kepada individual atau orang – perorangan. dalam kegiatan anjak piutang yang dilakukan di indonesia terdapat beberapa hal penting yang perlu digarisbawahi. yakni: 1. 2.Pihak factor untuk memberikan jasa berupa: a.Menjual atau menjaminkan piutangmya kepada pihak factor.Non pembiayaan berupa antara lain penagihan piutang dan administrasi penjualan. b. 2. Berkaitan dengan definisi anjak piutang tersebut.anjak piutang non – pembiayaan (non – financing activity) yaitu dalam bentuk pengurusan piutang atau tagihan.Pembiayan atas piutang usaha yang dimiliki oleh klien.Memberikan balas jasa financial kepada factor. Transaksi anjak piutang dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis.b. yaitu dalam bentuk pembelian dan pengalihan piutang dan.Pihak klien untuk: a. Klien adalah pihak yang menerima jasa anjak piutang dan menjual barang dan jasa secara kredit kepada nasabah. Nasabah (customer). . Nasabah adalah pihak yang membeli barang atau jasa dari klien dan mempunyai kewajiban berupa utang jangka pendek kepada klien. 4. anjak piutang dengan pembiayaan (financing activity). Anjak piutang merupakan perjanjian antar factor dan klien mewajibkan : 1.

sedangkan anjak piutang tidak memberikan tambahan pada kas akan tetapi hanya memperlancar arus kas dengan piutang yang belum jatuh tempo. Gatot Wardoyo dalh makalahnya ” Beberapa aspek mengenai Factoring (Anjak . Kredit bank dimulai dari timbulnya utang melalui mobilisasi dana masyarakat yang kemudian dialihkan menjadi aktiva produktif. Kredit bank memberikan tambahan aktiva dalam bentuk kas. Untuk lebih memperjelas pengertian anjak piutang seperti telah disebut di atas. Bank menjadikan debitur sebagai nasabah. sedangkan piutang pada prinsipnya merupakan transaksi jual beli piutang. sedangkan anjak piutang mengubah penjualan kredit menjadi uang tunai. Kredit bank melibatkan praktek – praktek umum perkreditan termasuk mengenai jaminan / agunan.Kegiatan anjak piutang pada prinsipnya merupakan pemberian kredit kepada supplier dengan cara membeli piutang atau tagihan kepada nasabahnya atau costumer – nya. Kredit bank hampir selalu dikaitkan jaminan / agunan. sedangkan anjak piutang menjadi client sebagai rekanan / mitra (partner). sedangkan dalam transaksi anjak piutang jaminan / agunan bukan merupakan hal yang mutlak. Namun yang sesungguhnya terjadi adalah pemberian kredit itu diberikan oleh supplier kepada pembeli. 2. Adapun hal – hal yang membedakan anjak piutang dengan kredit bank dapat dikemukakan sebagai berikut: 1. kadangkala hanya sebagai jaminan tambahan. 2. yaitu dari tagihan menjadi kas. 6. terutama dalam memelihara atau mengurus pembukuan penjual client. 3.Beda Anjak Piutang dengan Transaksi Lain Transaksi anjak berbeda dengan transaksi kredit bank. 4. hanya saja proses penagihannya dilimpahkan kepada factor yang sebelumnya telah menandatangani perjanjian anjak piutang. Kredit bank biasanya dalam jumlah dan syarat pelunasan yang tetap. 5. sejak anjak piutang berkaitan dengan pengalihan aktiva produktif.

c. Kalaupun ada jaminan. yaitu piutang yang berasal dari transaksi dagang dan yang berasal dari fasilitas pinjaman / kredit (dibuktikan dengan perjanjian kredit). melainkan . Namun pengertian piutang dalam transaksi ini harus diketahui dahulu secara secara pasti agar tidak menimbulkan salah pengertian dalam segi pembahasan masalah yuridis. Berasal dari suatu perjanjian kredit. sebab seller sangat berkepentingan dengan kelancaran perputaran modalnya. b. 2. Jangka. Jaminan kebendaan kurang diperhatikan karena lebih dititikberatkan pada masalah pemeliharaan hubungan dagang. pada dasarnya merupakan kegiataan pengalihan piutang sebagai tindak lanjut dari jual beli tagihan. Piutang Dagang mempunyai ciri – ciri berikut: a. c. Secara umum. Kegiatan anjak piutang bukanlah kegiatan untuk menggantikan kegiatan kegiatan Account Receivable Financing. d. maka akan terlihat unsur – unsur sebagai berikut: 1. Piutang dalam perkreditan. Kegiatan anjak piutang dapat dikatakan produk pembiayaan yang masih terbilang baru di Indonesia. b. Dalam hubungan yang lebih formal antarapihak. Jangka waktu yang lebih lama. mempunyai ciri – ciri sebagai berikut: a. Umumnya berasal dari transaksi jual beli barang atau jasa. karena adanya kemungkinan untuk dapat diperpanjang. jumlahnya relatifnya kecil dibandingkan dengan nilai tagihannya. Bila kedua jenis piutang tersebut diperbandingkan. meskipun selama ini kita telah mengenal jenis pembiayaan yang menyerupai aktivitas anjak piutang.Piutang) ” mengemukakan bahwa anjak piutang bila ditinjau dari segi mekanismenya. piutang dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis. Adanya suatu jaminan yang lebih bersifat riil / kebendaan dan pasti. yaitu kegiatan Account Receivable Financing (Cheque Discounted). yaitu berupa uang panjar atau uang muka. misalnya ada jaminan yang diikat secara yuridis disertai pemberian hak prefensi kepada kreditur.

factor tidak dapat mengetahui Cheque / Bilyet giro yang diserahkan client kepada factor. Tingginya plafon yang diberikan factor kepada client. sedangkan dalam transaksi anjak piutang juga melakukan pencatatan seluruh hasil penjualan kredit client yang dianjakpiutangkan. . Sedangkan dalam transaksi anjak piutang. aktivitas administrasi yang dilakukan terbatas pada aktivitas pencairan plafond dan penyimpanan Post Dated Cheque. Plafond Kredit Dalam transaksi anjak piutang biasanya factor dapat memberikan fasilitas pembiayaan sampai 100% dari nilai faktur. memberikan laporan – laporan yang berhubungan dengan piutang yang dialihkan ke factor dan juga dapat melakukan penagihan kepada customer. sehingga mudah melakukan kontrol terhadap aktivitas pembiayaan anjak piutang yang diberikan serta dapat pula memberikan informasi kepada client apabila ada customer yang nakal. kualitas cheque / Bilyet Giro serta factor tidak mengetahui dengan pasti transaksi yang dilakukan antara client dan customer. sehingga factor tidak mengetahui siapa saja pelanggan client. Kontrol Dalam transaksi Account Receivable Financing. sudah barang tentu akan memberikan tambahan modal kerja yang lebih baik. factor juga mengetahui karakter – karakter customer. Administrasi Pada transaksi Account Receivable Financing. Adapun perbedaan yang mencolok antara Account Receivable Financing dan kegiataan anjak piutang adalah sebagai berikut: 1. 3. sedangkan dalam Account Receivable Financing sudah pasti lebih rendah. factor dapat mengikuti transaksi jual beli antara client dan customer melalui faktur dan surat jalan yang diserahkan kepada factor. Di samping. 2.penyempurnaan dan melengkapi serta menambah alternatif pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan meningkatkan kemampuan perputaran dana (cash flow).

Selain itu .Lembaga Factoring juga memiliki perbedaan dengan Bank. Pengikatan Pengikatan dalam transaksi Account Receivable Financing biasanya melakukan pengikatan pokok berupa perjanjian kredit dan pengakuan utang serta ditambah dengan pengikatan cessie piutang dan jaminan yang dapat dibuat secara notaris ataupun bawah tangan. Aktivitas Kegiatan anjak piutang lebih luas dibandingkan dengan Account Receivable Financing. 5. Pengikatan anjak piutang lebih sederhanaa dibandingkan dengan Account Receivable Financing dan apabila dibuat secara notaris biaya lebih murah.4. hal ini dimungkinkan karena anjak piutang dapat dijadikan alternative pengganti Letter Of Credit untuk transaksi ekspor dan impor satu negara dan negara lainnya. maka transaksi anjak piutang lebih baik dibandingkan dengan Account Receivable Financing. sedangkan pengikatan anjak piutang berdasarkan perjanjian anjak piutang ditambah pengikatan jaminan dari client. Berdasarkan uraian perbedaan antara Account Receivable Financing dan anjak piutang.yakni : Perbedaan antara Bank dan Factoring Perbedaan antara anjak piutang dengan bank dapat dilihat : transaksi proses Aktiva pasiva Analisis kredit Agunan Tingkat resiko bank Factoring utang piutang penjualan barang secara utang ke aktiva produktif aktiva produktif beralih ke kas memakan waktu Kas dan utang bertambah 1 pihak aja (nasabah) Wajib Tinggi (resiko nasabah) lebih cepat Piutang berubah kas 2 pihak(supplier dan pembeli) Tidak mutlak Lebih tinggi(resiko klien dan nasabah) Service dan discount charge Pembiayaan dan non pembiayaan Supplier/factor Biaya Bunga dan provisi Bantuan jasa Pembiayaan Penanggung resiko Bank .

maka retention – nya adalah sebesar 20%. Complementary Jasa Perbankan ” . yang dimaksud dengan piutang / tagihan adalah piutang yang dari transaksi dagang. 61/1988 dan pasal 6 Keputusan Menteri Keuangan No.3.1251/KMK. yaitu: 1. hal ini seperti yang dikemukakan dalam pasal 1 ayat 8 keputusan Presiden No. sebagai contoh maksimum pembiayaan yang diberikan adalah 80% dari nilai faktur. Piutang adalah kewajiban pembayaran customer kepada client atas barang yang telah dibeli dan/atau jasa yang telah diberikan oleh client kepada customer. 3. Retention akan dikembalikan kepada client setelah tagihan kepada customer diterima efektif oleh factor. Retention / contigencie reserve adalah bagian dari faktur / tagihan yang ditawarkan oleh client kepada factor yang tidak dibiayai oleh factor. Berikut ini akan kami kemukakan istilah – istilah umum yang sering digunakan dalam transaksi anjak piutang yang dilakukan di Indonesia. Nilai pembayaran adalah besarnya nilai pembiayaan yang diberikan oleh factor atas faktur / tagihan yang ditawarkan oleh client kepada factor ( biasanya dalam presentase. Untuk selanjutnya istilah – istilah anjak piutang ini akan kami gunakan terus dalam buku yang membahas anjak piutang ini.Miskonsepsi Anjak Piutang Pelaksanaan kegiatan anjak piutang dalam kenyataan sehari – harinya masih sangat sulit dilakukan. sebagaimana dikemukakan oleh INW Wisnugupta dalam makalahnya yang berjudul ” Factoring. 4. 2. misal 80% ). 4.Anjak Piutang dan Istilah Istilahnya Dalam kegiatan anjak piutang.013/1988 yang kemudian dipertegas dengan ketentuan dalam pasal 1 angka 1 Surat Kputusan Menteri Keuangan Nomor 173/KMK.06/2002. Kontrak adalah perjanjian anjak piutang / factoring agreement yang dilakukan oleh dan antara factor dan client.

Miskonsepsi mengenai biaya Factoring Dalam praktek di lapangan pembebanan biaya factoring sering kali dianggap terlalu mahal oleh masyarakat. 2. Perusahaan yang baru berkembang dengan pesat. bahwa transaksi anjak piutang sangat relevan dan cocok bagi perusahaan yang mempunyai kondisi sebagai berikut: 1. client dapat merencanakan ekspansinya dengan lebih leluasa. Saat ini mayoritas transaksi factoring masih atas dasar recourse factoring. Perusahaan yang akan memperluas penjualannya dengan memasuki pasar baru ( belum dikenal). factor bukanlah bad debt collector atau juru tagih. Factoring bukanlah juru selamat kredit macet.Hal ini disebabkan masih adanya miskonsepsi atau kekeliruan dalam memandang anjak piutang. fungsi credit department diambil alih oleh factor. . Padahal mahal atau murahnya biaya factoring tergantung dari jasa – jasa yang diberikan factor kepada client. Factor justru bertindak sangat selektif dalam melakukan transaksi factoring. Adapun miskonsepsi yang dimaksud adalah: 1. Miskonsepsi Kredit Macet Miskonsepsi mengenai kesan bahwa factor adalah perusahaan yang menangani kredit macet. di mana factor tidak bersedia mengambil alih risiko bad debt. 5. Factor hanya akan melakukan transaksi nonrecourse factoring. factoring hanya diperlukan sebagai jalan keluar yang terakhir apabila jenis – jenis pembiayaan lainnya tidak memungkinkan ( the last resort of borrowing ). Dengan adanya miskonsepsi ini.Usaha Usaha yang Cocok menggunakan Jasa Anjak Piutang Masih menurut INW Wisnugupta. perusahaan import factor di negara tujuan akan mengambil alih peran dimaksud. di mana umumnya credit department dalam perusahaan kurang mampu mengimbangi ekspansi perusahaan. 2. Dalam Export Factoring. Factor dapat berperan sebagai pusat informasi dan biasanya factor memiliki pengalaman yang cukup dalam pasar tersebut. apabila kemungkinan terjadinya risiko bad debt sangat kecil. Dengan adanya transaksi anjak piutang.

client dapat memanfaatkan discount dimaksud. Kebanyakan perusahaan lebih menyukai mekanisme ini ( open account basis ) karena memang lebih fleksibel daripada transaksi dengan fixed payment tertentu yang dirasakan mengikat. terutama bagi industri kecil dan menengah yang saat ini banyak banyak mengalami kendala. sebagai pengganti kredit perbankan. lebih – lebih di saat krisis moneter tengah melanda indonesia. kiranya anajak piutang dapat dijadikan sebagai alternatif pembiayaan. Anjak piutang juga cocok bagi perusahaan yang memerlukan sumber pembiayaan siap pakai sewaktu – waktu diperlukan ( stand ny facility ) untuk kondisi yang khusus. 5. 4. maka otomatis posisi baki berkurang. Perusahaan yang termasuk dalam golongan ini lebih menyukai menyerahkan fungsi credit departmernt kepada factor. BAB 2 : PERATURAN – PERATURAN PEMERINTAH YANG MENGATUR KEGIATAN ANJAK PIUTANG . seperti pemanfaatan pembeliaan barang dalam jumlah besar dengan discount menarik. tanpa pengaturan pembayaran tertentu. Berdasarkan uraian di atas.3. Anjak Piutang adalah transaksi self – liquidating. Dengan demikian. anjak piutang diharapkan dapat membantu proses modernisasi perekonomian bangsa. Biaya untuk membentuk credit department bagi perusahaan menengah ke bawah mungkin dirasa terlalu mahal. kelonggaran menarik pun bertambah. Begitu customer membayar. Dengan memperoleh Advanced payment.

maka usaha pembiayaan tidak hanya berupa kegiatan leasing saja melainkan bertambah menjadi: 1.Peraturan Peraturan Mengenai Anjak Piutang Di Indonesia. Venture Capital (Modal Ventura) 6. asuransi. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 1988 Tanggal 20 Desember 1988 tentang Lembaga Pembiayaan. di mana dalam keputusan tersebut menerangkan bahwa aktivitas pembiayaan terdiri dari: 1. Keberadaan industri anjak piutang sebagai bagian dari aktivitas lembaga pembiayaan saat ini hanya diatur dengan Surat Keputusan Presiden. Keputusan Presiden No. yang memperkenalkan Industri Multi Finance di Indonesia. dan Surat Edran Direktorat Jendral. Dengan dikeluarkannya ketentuan ini. Keputusan Menteri. Consumer Finance (Pembiayaan Konsumen) 4. Security House (Perdagangan Surat Berharga) Keputusan Presiden ini memberikan kemudahan kepada perusahaan leasing untuk meningkatkan statusnya menjadi perusahaan multi finance (perusahaan pembiayaan) dan/ atau kemudahan mendirikan perusahaan baru yang bergerak di lembaga pembiayaan serta merupakan pembaruan dari Keputusan Presiden Republik Indonesia No. Factoring (Anjak Piutang) . ataupun dana pensiun. 61 tahun 1988 dikenal dengan paket deregulasi Desember 1988. Adapun peraturan – peraturan yang dimaksud dapat kami kemukakan sebagai berikut: A. leasing (Sewa Guna Usaha) 2. Credit Card (Kartu Kredit) 5. 39 tanggal 26 Oktober 1988 tentang Lembaga Pembiayaan. Leasing (Sewa Guna Usaha) 3. di mana pada waktu itu jasa pembiayaan yang baru dikenal oleh masyarakat adalah Leasing ( Sewa Guna Usaha) saja. Factoring (Anjak Piutang) 2.1. kegiatan anjak piutang atau factoring sejauh ini belum diatur secara khusus dengan undang – undang seperti halnya perbankan.

Pembatasan a. lembaga keuangan bukan bank dan perusahaan pembiayaan. Venture Capital (Modal Ventura) 6. Consumer Finance (Pembiayaan Konsumen) 4.3. adalah sebagai berikut: 1. Lembaga pembiayaan dapat dilakukan oleh bank. 2) Penatausahaan penjualan kredit serta penagihan piutang perusahaan klien. Adapun pokok – pokok isi dari surat keputusan menteri keuangan ini. Security House (Perdagangan Surat Berharga) Perbedaaan yang mencolok antara kedua keputusan Presiden ini adalah dikeluarkannya kegiatan Reksa Modal dari kegiatan Perusahaan Pembiayaan dan batas kepemilikan saham oleh badan usaha asing. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 1251/KMK. 2. B.013/1988 tanggal 20 Desember 1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga Pembiayaan. Perusahaan pembiayaan harus berbentuk perseroan terbatas dan/atau koperasi. Definisi Pembiayaan Anjak Piutang Kegiatan anjak piutang dapat dilakukan dalam bentuk: 1) Pembelian atau pengalihan piutang / tagihan jangka pendek dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. Reksa Modal 7. di mana saham perusahaan pembiayaan yang berbentuk perseroan terbatas dapat dimiliki oleh Warga Negara Indonesia dan atau Badan Hukum Indonesia atau Badan Usaha Asing dan Warga Negara Indonesia atau Badan Hukum Indonesia (usaha patungan) . b. Credit Card (Kartu Kredit) 5.

jumlah penyertaan modal pada perusahaan pembiayaan tidak boleh melebihi modal sendiri setelah dikurangi dengan penyertaan yang telah dilakukan. Keputusan bersama Menteri Keuangan Republik Indonesia dan Gubernur Bank Indonesia Nomor 607/KMK.c.013/1988 Tanggal 20 Desember 1988 tentang ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga Pembiayaan sebagaimana telah diubah dengan keputusan Menteri Keuangan No.000.000. menjadi sebagai berikut: a.000.000.C. Perusahaan Swasta Nasional Rp 10. Perusahaan Patungan Rp 25. Koperasi Rp 5.013/1988 Tanggal 20 Desember 1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga Pembiayaan. Mengubah modal disetor atau simpanan pokok dan wajib perusahaan pembiayaan yang melakukan satu atau lebih kegiatan usaha.000.b.000. perusahaan pembiayaan wajib menyesuaikan kewajiban permodalannya selambat – lambatnya 3 (tiga) tahun sejak peraturan ini diberlakukan. ketentuan ini berlaku bagi perusahaan baru maupun yang sudah mendapatkan izin usaha.000/1989 tanggal 8 November 1989 tentang Perubahan Ketentuan mengenai Perusahaan Perdagangan Surat Berharga dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.000. 1251/KMK.1256/KMK.000. Selain itu.000. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 468/KMK. E. antara lain adalah: 1. Adapun pokok – pokok isi dari surat keputusan menteri keuangan ini. .Bagi pemegang saham yang berbadan hukum.00/1989 Tanggal 18 November 1989.017/1995 Tanggal 03 Oktober 1995 tentang Perubahan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK. D.017/1955 & Nomor 28/9/KEP/GBI Tanggal 19 Desember 1995 tentang Pelaksanaan Pengawasan Perusahaan Pembiayaan Oleh Bank Indonesia. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 1256/KMK.

Kebenaran dan kelengkapan laporan. I. Penerbitan surat sanggup bayar.017/1995 Tanggal 19 Desember 1995 tentang Ketentuan Pinjaman yang diterima. Kualitas aktiva produktif.Surat keputusan bersama ini bertujuan untuk melibatkan Bank Indonesia untuk ikut melakukan pengawasan perusahaan pembiayaan baik secara langsung maupun tidak langsung.SE-06/PJ-53/1997 Tanggal 18 Maret 1997 tentang Perlakuan PPN atas Jasa Anjak Piutang. Surat edaran ini mengatur tentang pelaksanaan kewajiban sistem pelaporan perusahaan pembiayaan yang tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indoneisa No. 4. 3. Keputusan Mnteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 292/KMK. . 5. Penyaluran pinjaman yang bersumber dari kredit perbankan. Surat Direktorat Jenderal Pajak Departement Keuangan Republik Indonesia Nomor S-78/PJ-311/1996 Tanggal 19 April 1996 tentang Pembebasan Pph Pasal 23 atas Penghasilan yang Diperoleh Perusahaan Anjak Piutang.642/KMK. Pemeriksaan dan pengawasan terhadap penarikan pinjaman luar negeri. Surat Edaran Direktorat Jendral Lembaga Keuangan Department Keuangan Republik Indonesia Nomor SE 1087/LK/1996 Tanggal 27 Februari 1996 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pelaporan dan Sanksi bagi Perusahaan Pembiayaan. penyertaan dan pelaporan Perusahaan Pembiayaan.606/KMK. F. yang sebelumnya Bank Indonesia tidak ikut melakukan pengawasan. G. Adapun laporan – laporan yang disampaikan wajib disampaikan kepada Menteri Keuangan dengan tembusan kepada Bank Indonesia.04/1995 tentang nilai Lain sebagai Dasar pengenaan Pajak. 2. Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak Departement Keuangan Republik Indonesia NO. Adapun ruang lingkup pengawasan yang dilakukan oleh Bank Indonesia kepada perusahaan pembiayaan meliputi: 1. H.04/1996 Tanggal 18 April 1996 tentang Perubahan Keputusan Menteri Keuangan No.

013/1998 sehingga mempertegas aspek-aspek selama ini kurang diatur seperti pembukaan kantor cabang. akuisisi serta konsolidasi. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 448/KMK. aspek permodalan. N. 606/KMK. Surat Direktur Peraturan Perpajakan No.017/2000 Tanggal 27 Oktober tentang Perusahaan Pembiayaan Dalam keputusan menteri keuangan No. Perusahaan pembiayaan dapat didirikan dan dimiliki oleh: keuangan No. 609/KMK. merger. pencabutan izin usaha.312/1999 Tanggal 26 tentang Penyisihan Piutang Tak Tertagih Bagi Industri Multi Finance.S-11/PJ. b) Keputusan menteri keuangan No.017/1995 Tanggal 29 . Dalam menjalankan usahanya. a) Keputusan menteri keuangan No.017/1995 Tanggal 21 Desember 1995 c) Keputusan menteri September 1998. K. 446/KMK. Selain itu keputusan ini membatalkan dan menyatakan tidak berlakunya lagi. 2. 1251/KMK.1/9/PBI/1999 Tanggal 28 Oktober 1999 tentang Pemantauan Kegiatan Lalu Lintas Devisa Bank dan Lembaga Keuangan Non-Bank.04/1998 Tanggal 27 Februari 1998 tentang penghapusan Piutang Tak Tertagih yang boleh Dikurangkan Sebagai Biaya. L. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 130/KMK.J. Adapun pokok-pokok isi surat keputusan menteri keuangan ini dapat kami kemukakan sebagai berikut: 1. Peraturan Bank Indonesia No.017/1995 Tanggal 19 dersember 1995. M. Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Departement Keuangan Republik Indonesia Nomor SE-19/PJ-42/1998 Tanggal 10 Juli 1998 tentang Pelaksanaan Piutang Tak Tertagih yang boleh Dikurangi Sebagai Biaya. perusahaan pembiayaan dapat melakukan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah damn yang bersifaf konvensional.

Modal sendiri untuk yang berbentuk hukum Koperasi merupakan penjumlahan dari simpanan pokok. Perusahaan Pembiayaan berbentuk hukum Perseroan Terbatas atau Koperasi. 25. Warga Negara Indonesia dan/atau badan hokum Indonesia. 7. cadangan.a. agio saham. 5.000. Tidak tercatat sebagai debitur kredit macet disektor perbankan. Koperasi sekurang-kurangnya sebesar Rp. dana cadangan. 5. d. hibah. Modal disetor atau simpanan pokok dan wajib Perusahaan Pembiayaan ditetapkan sebagai berikut: a.000.000. Salah satu direksi atau pengurus harus berpengalaman operasional dibidfang persahaan Pembiayaanatau Perbankan sekurang-kurangnya 2 tahun. e. direksi.000 (lima milyar rupiah). b. 8. Pemegang saham. Tidak pernah dihukum karena tindak kejahatan. 6.000 (sepulauh milyar rupiah). dan sisa hasil usaha. bagi pemegang saham yang berbentuk badan hukum. Tidak pernah melakukan tindakan tercela dibidang perbankan.000 (dua puluh lima milyar rupiah). Setoran modal pemegang saham tidak berasal dari pinjaman. jumlah penyertaan modal. Perusahaan patungan sekurang-kurangnya sebesar Rp. 4. pada Perusahaan Pembiayaan ditetapkan setinggi-tingginya sebesar modal sendiri dikurangi dengan penyertaan 6yang telah dilakukan. dikurangi dengan penyertaan. Perusahaan swasta nasional sekurang-kurangnya sebesar Rp.000. Badan usaha asing dan warga Negara Indonesia atau badan hukum Indonesia (usaha patungan). c. dan . simpanan wajib. b. 3. dan dewan komisaris atau pengurus dan pengawas Perusahaan Pembiayaan sekurang-kurangnya wajib memenuhi persyaratan: a. c.000. b.000. dan saldo laba dikurangi dengan penyertaan. 10. Modal sendiri yang berbentuk badan hukum Perseroan terbatas merupakan dari modal disetor. modal penyertaan.

agio saham dan pinjaman subordinasi yang dihitung berdasarkan laporan keuangan posisi bulan terakhir.pemegang sahm. dana sisa hasil usaha. 9. Laporan keuangan bulanan terakhir. Perseroan Terbatas terdiri dari modal disetor ditambah dengan modal ditahan. simpanan wajib. Tidak pernah dinyatakan pailit atau dinyatakan bersalah yang mengakibatkan suatu perseroan/perusahaan dinyatakan pailit berdasarkan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. 12. Laporan keuangan terakhir yang telah diaudit. dana cadangan. 14. cadangan umum yang belum di gunakan. Koperasi terdiri dari simpanan pokok. b.dan 2. Perusahaan Pembiayaan memperoleh laba berdasarkan: 1. Perusahaan Pembiayaan dapat menerima pinjaman baik dari dalam maupun luar negri. modal penyertaan.f. 11. Jumlah pinjaman luar negeri ditetapkan setinggi-tingginya sebesar 5 kali jumlah modal sendiri (net worth) Perusahaan Pembiayaan setelah dikurangi penyertaan. Rencana pembukaan Kantor Cabang wajib dicantumkan dalam rencana kerja perusahaan Pembiayaan yang telah disahkan dalam rapat umum pemegang saham atau rapat anggota. Pembukaan Kantor Cabang Perusahaan Pembiayaan hanya dapat dilakukan dengan izin Menteri. laba tahun berjalan. 13. Untuk dapat membuka Kantor Cabang Perusahaan Pembiayaan harus mempunyai persyaratan: a. Setiap perusahaan anggaran dasar. b. Modal sendiri (net worth) bagi persahaan yang berbentuk hukum: a. hibah. Jumlah pinjaman bagi setiap Perusahaan Pembiayaan ditetapakn setinggi-tingginya sebesar 15 kali jumlah modal sendiri(net worth) Perusahaan Pembiayaan setelah dikurangi penyertaan. dikurangi penyertaan . direksi dan dewan komisarin atau pengurus dan pengawas wajib dilaporkan kepada Menteri selambat-lambatnya 15 hari setelah perusahaan dilaksanakan 10.

22. deposito. pemegang saham wajib menambah modal sekurang-kurangnya sebesar-besarnya disetor minimum. Jumlah seluruh penyertaan modal perusahaan pembiayaan tidak boleh melebihi 40% dari jumlah modal sendiri Perusahaan pembiayaan yang bersangkutan.serta kerugian yang dihitung berdasarkan laporan keuangan posisi bulan terakhir. 21. c. Memberikan jaminan daslam segala bentuknya kepada pihak lain. Menarik dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk giro. Dalam hal Perusahaan Pembiayaan yang melakukan resstruturisasi utang usaha mempunyai ekuitas negatif. b. 20. Menerbitkan Surat Sanggup Bayar. 19. 15. Perusahaan Pembiayaan dilarang: a.am hal terjadi likuidasi. tabungan dan/atau bentuk lainnya yang disamakan dengan itu. . kecuali sebagai jaminan atas utang sebagai bank yang menjadi krediturnya. Dituangkan dalam perjanjian tertulis antara Perusahaan Pembiayaan dan emberi pinjaman. c. Minimum berjangka waktu 5 tahun. Dal. Setiap pinjaman subordinasi yang diterimas oleh Perusahaan Pembiayaan wajib dilaporkan kepada menteriselambat-lambatnya 10 hari setelah pinjaman diterima. b. 17. Pinjaman subordinasi merupakan pinjaman yang diterima Perusahaan Pembiayaan dengan syarat: a. Pinjaman subordinasi yang dapat diperhitungkan sebagai komponen modal sendiri sebanyak-banyaknya sebesar 50% (lima puluh per seratus) dari modal disetor. 16. hak tagih berlaku paling akhir dari segala pinjaman yang ada. Perusahaan Pembiayan hanya dapat melakukan penyertaan modal pada perusahaan di setor keuangan. Penyertaan modal pada setiap perusahan tidak boleh melebihi 25% dari modal disetor perusahaan yang bersangkutan. 18.

28. 27. Dikenakan sanksi. selambat-lambatnya setelah tahun buku berakhir. Melakukan Merger atau Kosolidasi. Pembinaan dan pengawasan Perusdahaan Pembiayaan dilakukan oleh Menteri. Pencabutan Izin Usaha Perusahaan Pembiayaan dilakukan oleh Menteri dalam hal Perusahaan Pembiayaan : a. Perusahaan Pembiayaan bubar karena: a. Laporan Keuangan Tahunan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik. b. 26. Laporan Keuangan Bulanan. . 31. Pelaksanaan pengawasan Perusahaan Pembiayaan dilakukan oleh Departemen Keuangan dengan dibantu oleh Bank Indonesia. b. Pemindahan alamat kantor pusat atau kantor cabang Perusahaan Pembiayaan wajib di laporkan kepada Menteri selambat-lambatnya 15 hari sejak pelaksanaan pemindahan disertai dengan bukti penguasaan gedung kantor. Tidal lagi menjadi Perusahaan Pembiayaan. 30. 24. 29. Laporan Kegiatan Usaha Semesteran. Keputusan rapat umum pemegang saham atau rapat anggota.23. 25. Perusahaan Pembiayaan wajib mengumumkan neraca sdan perhitungan laba rugi singkat sekurang-kurangnya dalam 1 surat kabar harian yang mempunyai peredaran luas. c. Bubar. Perubahan Nama Perusahaan Pembiayaan wajib dilaporkan kepada Menteri selambat-lambatnya 15 hari setelah perubahan nama dilaksanakan wajib dilampiri perubahan anggaran dasar yang telah disahkan oleh instalasi berwenang serta NPWP. d.] c. Perusahaan wajib menyampaikan kepada Menteri dengan tembusan kepada bank Indonesia: a. Surat Sanggup Bayar (Promissory Note) yang dibuat dan di keluarkan oleh Perusahaan Permbiayaan tidak dapat dialihkan dan wajib dicantumkam katakata “tidak dapat dialihkan (non-negotible)”.

. c.. penatausahaan dan penagihan piutang perusahaan penjual piutang” menjadi “ kegiatan anjak piutang dilakukan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek dari transaksi perdagangan dan atau luar negeri”.000 (sepuluh milyar rupiah).000 (lima milyar rupiah). Jangka waktu berdirinya Perusahaan pembiayaan yang ditetapkan dalam anggaran dasar berakhir.06/2002 Tanggal23 April 2002 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 448/KMK. DAlam hal Perusahaan Pembiayaan bubar berdasarkan penetapan pengadilan atau keputusan pemerintah.luar negeri.000. 3. Mengubah ketentuan tentang kegiatan anjak piutang dari semula menyatakan: “kegiatan anjak piutang dilakukan dalam bentuk pembelian atau pengalihan piutang/tagihan jangka pendek dari trsansaksi perfdagangan dalam atau .017/2002 Tentang perusahaan Pembiayaan: Adapun pokok-pokok isi surat keputusan menteri keuangan ini dapat kami kemukakan sebagai berikut: 1. Mengubah ketentuan modal disetor. Keputusan Pemerintah. O. 4. Mengubah ketentuan tentang permohonan untuk mendapatkan izin usaha perusahaan pembiayaan. 32. d. Restrukturisasi utang usaha perusahaan pembiayaan tidak hanya dapat dilakukan melalui Stuan Tugas Prakarsa Usaha (Jakarta Initiative Task . Likuidator atau pernyelesai wajib melaporkan penertapan atau keputusan tersebut kepada merteri selambat-lambatnya 30 hari sejak penetapan pengadilan dan keterangan yang menyatakan bahwa penetapan pengadilan telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Penetapan pengadilan.b. 10.000.000.000. 5. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 172/KMK. 2. sehingga menjadi:  Perusahaan swasta nasional atau perusahaan patungan sekurangkurangnya Rp.  Koperasi sekurang-kurangnya Rp.

berikut ini akan kami kemukan pula mengenai aspek hukum/yuridis dari anjak piutang dalam tata hukum Indonesia seperti yang dikemukakan oleh Gatot Wardoyo. pada dasarnya merupakan pengalihan piutang sebagai tindak lanjut dari jual beli tagihan tersebut. P. Dalam rangka untuk memberikan kepastian usaha dan meningkatkan dasa saing pada era perdagangan bebas. Berdasarkan uraian dan rincian mengenai peraturan pemeritah yang mengatur keberadaan perusahaan pembiayaan anjak piutang dei Indonesia.  Undang-undang Nomor 156 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang bagi Perusahaan Pembiayaan beserta sanksinya.Force) tetapi dapat juga melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang selanjutnya wajib dilaporkan kepada Menteri Keuangan selambat-lambatnya 10 Hari sejak perjanjian restrukturisasi di tandatangani.06/2002 tentang Penghentian Pemberian Izin Usaha Perusahaan Pembiayaan: Dengan adanya keputusan Menteri Keuangan ini maka untuk sementara waktu pemerintah tidak mengeluarkan izin usaha baru bagi Perusahaan Pembiayaan. Keputusan Menteri Keuangan Repulik Indonesia Nomor 185/KMK. pengertian piutang dalam hal ini harus diketahui secara pasti . Mempertegas Pemberlakuan Ketentuan :  Undang-undang Nomor 4 Tahun 1999 tentang Lalu Lintas Devisa Nilai Tukar. Seperti yang telah kita ketahui anjak piutang bila ditinjau dari segi mekanismenya. Selain ketentuan-kertentuan pemerintah yang mengatur keberadaan industri anjak piutang yang telah kami sebutkan diatas. sudah sepantasnya industri anjak piutang dan/atau industri pembiayaan dilindungi dengan Undang-undang Usaha Jasa Pembiayaan serta diberikan alternative baru sumber pendanaan selain kredit perbankan serta insentif khusun bagi perusahaan anjak piutang dan/atau perusahaan pembiayaan yang khusus melayani usaha kecil.  Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perlkoperasian. 5. agar tidak . Namun. terlihat jelas bahwa industri ini belum menmpunyai landasan hukum yang kokoh layaknya industri perbankan maupun asuransi.

piutang dapat dibedakan menjadi 2 jenis: yaitu piutang yang berasal dari treansaksi dagang dan berasal dari fasilitas pinjaman/kredit (didudukan dalam perjanjian kredit). Piutang Dagang: a) Jangka pendek. Keputusan Presiden RI no. c) Jaminan kebendaanb kurang diperhatikan karena lebih dititikberatkan kepada masalah hubungan dagang. . Dalam kegiatan anjak piutang yang berlaku di Indonesia. maka akan terlihat jelas unsur-unsur sebagai berikut: 1. 2. Bila diadakan perbandingan antara kedua jenis piutang tersebut. yang dimaksud piutang adalahpiutang yang timbul dari transaksi dagang seperti yang dirumuskan dalam pasal 1 ayat 8. Secara umum. b) Umumnya berasal dari trasaksi jual beli barang/jasa. 172/KMK/2002.1251/KMK. d) Dalam hubungan yang lebih formal antar pihak misalnya adanya jaminan yang diikat secara yuridis disertai adanya pemberian hak preferensi kepada kreditur. 61/1988 dan pasal 6 Keputusan Metri Keuangan no. b) Berasal dari suatu perjanjian kredit. c) Adanya suatu jaminan yang lebih bersifat riil/kebendaan dan pasti. Piutang dalam perkreditan: a) Jangka waktu yang lebih lama. Kalau memeng ada jaminan relative kecil dibandingkan dengan nilai tagihannya. yaitu berupa uang panjar atau uang muka. karena adanya kemungkinan untuk diperpanjang. sebab seller sangat berkepentingan dengan kelancaran perputaran modalnya.menimbulkan salah tafsir dalam pembahasan segi yuridisnya.131/1988 yang kemudian dipertegas dengan pasal 1 angka 1 Keputusan Menteri Keuangan no.

dalam hal ini adalah factor. dan menikmati suatu kebendaan bergerak adalah sebagai pemilik. Penyerahan piutang atas unjuk (order) harus dilakukan dengan endosemen. Tentunya akan lebih baik lagi jika perjanjian anjak piutang dibuat segitiga antara factor. Penyerahan piutang yang dibuat dengan bentuk atas nama penjual/klien. Penyerahan piutang atas bawa cukup dilakukan secara fisik dari surat bukti piutang kepada pihak factor oleh pihak penjual/klien. harus dilakukan dengan cara cessie. terlihat bahwa piutang yang dibuat op naam ( atas nama penjual/klien) memerlukan keterlibatan pembeli atau customer. yaitu minimal pemberitahuan padanya. atau di bawah tangan (dibuat cukup oleh para pihak) sehingga pihak penjual /klien menjadi cedent dan pihak factor menjadi cessionaris. Bila diadakan perbandingan antara endosemen dan penyerahan fisik atas surat piutang di satu pihak. penjual/klien. yaitu suatu cara pengalihan piutang dengan membuat akta otentik (dibuat oleh notaris sebagai pejabat khusus).Objek dari kegiatan anjak piutang adalah piutang yang berasal dari transaksi dagang. dan pembeli/ customer. dari pihak penjual/klien kepada factor dan harus ditandatangani oleh pihak penjual/klien sehingga factor disebut geendoserde dan pihak penjual/ klien disebut endosan. . Tetapi akan lebih kuat bagi factor bila pembeli atau customer dapat memberikan persetujuan tertulis. mempertahankan. Maka dapat dikatakan siapa pun yang membawa piutang tersebut adalah pemiliknya. Dengan penyerahan tersebut pihak factor sudah dapat dikatakan sebagai pemilik sah atas piutang tersebut dan dilindungi pula oleh pasal 529 KUH Perdata yang pada pokoknya menyatakan bahwa kedudukan seseorang yang menguasai. yaitu dengan cara membuat suatu keterangan mengenai pengalihan piutang tersebut di halaman belakang dari surat piutang tersebut.

kecualidiperjanjikan lain. yaitu harus benarbenar ada pada waktu diserahkan. bila dikaji secara yuridis. Pasal 1535 KUH Perdata. 5. Namun.Untuk itu hal-hal di bawah ini perlu diperhatikan oleh factor dalam membuat perjanjian anjak piutang menurut tata hukum Indonesia. Perlu juga diperjanjikan mengenai biaya yang timbul. yaitu : 1.biaya akta jual beli di pikul oleh pembeli. Namun. yaitu dalam hal penjual/klien menjamin kemampuan membayar pihak pembeli/customer. Pasal ini sebenarnya memberikan pembatasan yang tegas mengenai tanggung jawab pihak penjual/klien yang menurut pasal 1534 tampak tidak tegas. Pasal 1536 KUH Perdata lebih merinci lagi tentang tanggung jawab penjual/klien tersebut.dalam halini factor. Pasal 1534 KUH Perdata yang pada pokoknya menyatakan penjual/klien bertanggung jawab akan piutang yang dijualnya tersebut. Hal ini kiranya sangat logis karena menyangkut objek dari suatu perjanjian dan tentunya pihak factor juga tidak akan gegabah dalam menganalisis piutang tersebut. dibatasi hanya untuk waktu sekarang. tanggung jawab pihak penjual/klien harus diberikan legalitasnya. kecuali penjual/klien mengikatkan diri untuk waktu yang akan datang juga. . 2. pada pokoknya menyatakan penjual/klien tidak bertanggung jawab tentang kemampuan pembayar dari pihak pembeli/customer. tetapi dengan batas sebesar harga penjualan piutang yang telah diterimanya. 4. 3. buakn untuk waktu kemudian hari.sebab menurut 1466 ayat 1 KUHP perdata. karena Indonesia bukan penganut system hukum kebiasaan. yaitu yang mengatur syarat-syarat sahnya suatu perjanjian. Meskipun perjanjian ini tidak disertai adanya jaminan dari pihak penjual/klien (recourse and without recourse factoring). Hal ini tentu saja mempengaruhi harga jual piutang tersebut. kecuali penjual/klien meningkatkan diri untuk memberikan jaminan atas kemampuan membayar pihak pembeli/customer. Ketentuan pasal 1320 KUH Perdata.

bahwa prinsip mengenal nasabah dan pelaporan transaksi yang mencurigakan masih belum diterapkan di lingkungan industri-industri Perasuransian. Tambahan Lembaran Negara Republik . b dan c. Dana Pensiun dan Lembaga Pembiayaan (Perusahaan pembiayaan dan Modal Ventura). perlu menetapkan Keputusan Menteri Keuangan tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. b. bahwa guna menciptakan industri keuangan non bank yang sehat dan berstandar internasional serta terlindungi dari kemungkinan disalahgunakan untuk kejahatan keuangan maka diperlukan penerapan prinsip mengenal nasabah dan pelaporan transaksi yang mencurigakan. c. bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas perlu diatur ketentuan tentang kewajiban penerapan prinsip mengenal nasabah termasuk pelaporan transaksi yang mencurigakan bagi Lembaga Keuangan Non Bank. Menimbang : a.Q. Mengingat : 1. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam butir a.yang belum lama ini dikeluarkan : KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 /KMK. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3467).06/2003 TENTANG PENERAPAN PRINSIP MENGENAL NASABAH BAGI LEMBAGA KEUANGAN NON BANK MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. d. Undang-undang Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 1992. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1992. 2.Undang Undang yang terakhir ini merupakan keputusan Menteri Keuangan mengenai Lembaga Keuangan Bukan Bank.

4. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4191). Dana Pensiun adalah Dana Pensiun sebagaimana dimaksud dalam Undangundang tentang Dana Pensiun. Lembaga Keuangan Non Bank (LKNB) adalah Perusahaan Perasuransian. Dana Pensiun dan Lembaga Pembiayaan (Perusahaan Pembiayaan dan Modal Ventura). 4. Prinsip Mengenal Nasabah adalan prinsip yang diterapkan Lembaga Keuangan Non Bank untuk mengetahui identitas nasabah dan memantau kegiatan transaksi nasabah termasuk pelaporan transaksi yang mencurigakan.Indonesia Nomor 3477). Perusahaan Perasuransian adalah perusahaan perasuransian sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang tentang Usaha Perasuransian. 5. termasuk tetapi tidak terbatas pada : a. 2. Nasabah adalah pihak yang menggunakan jasa LKNB. Lembaga Pembiayaan adalah lembaga pembiayaan sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Presiden tentang Lembaga Pembiayaan. MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PENERAPAN PRINSIP MENGENAL NASABAH BAGI LEMBAGA KEUANGAN NON BANK. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2002. Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 1988). BAB 1 KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Keputusan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan: 1. . 6. 3. 3.Pemegang polis dan atau tertanggung pada Perusahaan Asuransi.

d. 10. Lessee atau Penyewa Guna Usaha pada kegiatan leasing atau Sewa Guna Usaha. Rekening adalan rincian catatan yang lengkap mengenai Nasabah termasuk tetapi tidak terbatas pada identitas. Pemegang kartu kredit pada usaha kartu kredit. 8. 9.perjanjian sewa guna usaha. karakteristik serta kebiasaan pola transaksi dari Nasabah yang bersangkutan dan atau yang menggunakan dana yang diduga berasal dari hasil kejahatan. b. perikatan antara Perusahaan Modal Ventura dari Perusahaan Pasangan Usaha. perjanjian pembiayaan konsumen. Perikatan adalah perjanjian antara LKNB dengan nasabah. Transaksi yang mencurigakan adalah transaksi yang menyimpang dari profil. perjanjian anjak piutang. f. BAB II PRINSIP MENGENAL NASABAH Bagian Pertama Kewajiban Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah Pasal 2 . pendaftaran program pensiun pada Dana Pensiun. d. 7.b. Perusahaan Pasangan Usaha pada kegiatan Modal Ventura. f. dan g. e.Klien atau Penjual Piutang pada kegiatan Anjak Piutang. pembukaan rekening kartu kredit. Peserta dan atau pihak yang berhak pada Dana Pensiun. c. dan g. e. penutupan polis pada Perusahaan Perasuransian. transaksi atau perikatan antara LKNB dengan Nasabah. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) adalah lembaga yang dibentuk berdasarkan Undang-undang tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Konsumen pada kegiatan Pembiayaan Konsumen. termasuk tetapi tidak terbatas pada : a. c.

LKNB wajib menerapkan Prinsip Mengenal Nasabah. .Setiap perubahan terhadap Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah wajib disampaikan kepada Menteri Keuangan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak ditetapkannya perubahan tersebut. Pasal 3 Dalam rangka menerapkan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. c. c. Bagian Kedua Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah Pasal 4 (1)Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah oleh Lembaga Keuangan Non Bank sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dilakukan sebagai berikut: a.menetapkan kebijakan dan prosedur pemantauan terhadap rekening dan transaksi Nasabah. b. b. LKNB wajib: a. menetapkan kebijakan penerimaan Nasabah.Menyusun kebijakan dan prosedur Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah yang dituangkan dalam Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. Menetapkan dan menyampaikan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah kepada Menteri Keuangan paling lambat 3 (tiga) bulan sejak diberlakukannya Keputusan Menteri Keuangan ini. dan d. menetapkan kebijakan dan prosedur dalam mengidentifikasi Nasabah. menetapkan kebijakan dan prosedur manajemen risiko yang berkaitan dengan penerapan Prinsip Mengenal Nasabah.

c. maksud dan tujuan melakukan transaksi atau perikatan dengan LKNB. Berdasarkan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam huruf a. LKNB wajib menerapkan kebijakan mengenal Nasabah bagi Nasabah baru dan atau perikatan baru sejak ditetapkannya Pedoman tersebut. paling lambat 18 (delapan belas) bulan sejak diberlakukannya Keputusan Menteri Keuangan ini. dalam hal calon Nasabah bertindak untuk dan atas nama pihak lain sebagaimana diatur dalam Pasal 6. Bagian Ketiga Kebijakan Penerimaan Dan Identifikasi Nasabah Pasal 5 (1)Sebelum melakukan perikatan dengan Nasabah. b.informasi lain yang memungkinkan LKNB untuk dapat mengetahui profil calon Nasabah. dan e. (2)Ketentuan mengenai Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan.d. LKNB wajib menerapkan kebijakan mengenal Nasabah bagi Nasabah yang sudah ada. identitas pihak lain. LKNB wajib rneminta informasi mengenai a. identitas calon Nasabah. termasuk pengkinian database Nasabah.dan d. Berdasarkan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam huruf a. (2) Identitas calon Nasabah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus dapat dibuktikan dengan keberadaan dokumen-dokumen pendukung sebagai berikut : .

Nasabah perusahaan paling kurang terdiri dari 1) dokunien perusahaan a) Akte pendirian atau anggaran dasar bagi perusahaan yang bentuknya diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. spesimen tanda-tangan dan kuasa kepada pihak-pihak yang ditunjuk mempunyai wewenang bertindak untuk dan atas nama perusahaan dalam melakukan hubungan usaha dengan LKNB. c) Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bagi Nasabah yang diwajibkan untuk memiliki NPWP sesuai dengan ketentuan yang berlaku. b) Izin usaha atau izin lainnya dan instansi yang berwenang. c) tempat dan tanggal lalnr. b) alamat tinggal tetap. dan 4) keterangan mengenai sumber dana dan tujuan penggunaan dana. dan 4) Keterangan sumber dana dan tujuan penggunaan dana. dengan catatan bahwa untuk .a. b. 2) Nama. Nasabah perorangan paling kurang terdiri dari 1) identitas Nasabah yang memuat: a) nama. 3) Dokumen identitas pihak-pibak yang ditunjuk mempunyai wewenang bertindak untuk dan atas nama perusahaan. dengan catatan bahwa untuk perusahaan perasuransian dan dana pensiun lebih difokuskan pada keterangan mengenai sumber dana sedangkan untuk lembaga pembiayaan lebih difokuskan pada tujuan penggunaan dana. 3) spesimen tanda tangan. 2) keterangan mengenai pekerjaan. d) kewarganegaraan.

dan 2) pernyataan dari calon Nasabah bahwa telah dilakukan penelitian terhadap kebenaran identitas maupun sumber dana dari beneficial owner. penugasan. (3) LKNB wajib meneliti keabsaban dan kebenaran dokumen pendukung identitas calon Nasabah sebagaimana dimaksud dalam ayat (2).perusahaan perasuransian dan dana pensiun lebih difokuskan pada keterangan mengenai sumber dana sedangkan untuk lembaga pembiayaan lebih difokuskan pada tujuan penggunaan dana.yang antara lain berupa : a. Pasal 6 (1)Dalam hal calon Nasabah bertindak sebagai perantara dan atau kuasa pihak lain (beneficial owner) untuk melakukan Perikatan. LKNB dapat melakukan wawancara dengan calon Nasabah untuk dapat meneliti dan meyakini keabsahan dan kebenaran dokumen sebagaimana dimaksud dalam ayat (3). serta kewenangan bertindak sebagai perantara dan atau kuasa pihak lain. . serta informasi lainnya mengenai beneficial owner dari calon Nasabah. dan 2) pernyataan dari calon Nasabah bahwa telah dilakukan penelitian terhadap kebenaran identitas maupun sumber dana dari beneficial owner. suniber dana dan tujuan penggunaan dana. bagi beneficial owner perusahaan termasuk LKNB 1) dokumen pendukung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf b. LKNB wajib memperoleh dokumen pendukung sebagaimana dimaksud dalani Pasal 5 ayat (2) mengenai calon Nasabah tersebut dan hubungan hukum. (2) LKNB juga wajib niernperoleh bukti atas identitas dari beneficial owner. b.bagi beneficial owner perorangan : 1) dokumen pendukung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf a. (4)Apabila diperlukan.

Bagian Kelima Manajemen Risiko Pasal 11 Kebijakan dan prosedur manajemen risiko sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf d paling kurang mencakup . aktivitas transaksi normal. c. Bagian Keempat Pemantauan Rekening Dari Transaksi Nasabah Pasal 8 LKNB wajib menatausahakan dan menyimpan dokumen-dokumen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dari Pasal 6 dalam jangka waktu sampai dengan paling kurang 5 (lima) tahun sejak Nasabah mengakhiri perikatan dengan LKNB. b.Pasal 7 LKNB dilarang melakukan. Pasal 1 0 LKNB wajib memelihara profit Nasabah yang paling kurang meliputi informasi inengenai : a. Perikatan lain yang dimiliki pada LKNB yang bersangkutan. dan d. jumlah penghasilan. Perikatan dengan calon Nasabah yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dan atau Pasal 6. Pasal 9 LKNB wajib melakukan pengkinian data dalam hal terdapat perubahan terhadap dokumen-dokumen sebagaimana dimaksud dalain Pasal 5 atau Pasal 6.pekerjaan atau bidang usaha.

pendelegasian wewenang.program pelatihan karyawan mengenai penerapan Prinsip Mengenal Nasabah.pemisahan tugas. sistim pengawasan intern termasuk audit intern. (3) LKNB. dengan menggunakan format pada Lampiran Keputusan Menteri Keuangan ini. . sebagai bagian dari Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. Pasal 13 (1) LKNB wajib melaporkan kepada Menteri Keuangan apabila terjadi transaksi yang mencurigakan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja setelah transaksi mencurigakan tersebut diidentifikasi oleh LKNB. pejabat LKNB atau karyawan LKNB dilarang memberitahukan kepada nasabah yang bersangkutan atau pihak lain mengenai pelaporan yang dilakukan oleh LKNB berdasarkan ayat (1) di atas. c. BAB III PELAPORAN TRANSAKSI YANG MENCURIGAKAN Pasal 12 LKNB wajib menyusun prosedur untuk pengidentifikasian dan pelaporan transaksi yang mencurigakan. (2)Informasi mengenai transaksi yang mencurigakan dan pelaporan atas transaksi yang mencurigakan tersebut bersifat rahasia. d.pengawasan oleh direksi dan komisaris atau pengurus dan pengawas LKNB (management oversight). b. dan e.a.

Jl.10710 b. 1. Jakarta .Pasal 14 Contoh-contoh dari bentuk transaksi yang mencurigakan ditetapkan lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan. untuk LKNB yang termasuk dalam industri Dana Pensiun melalui Direktur Dana Pensiun denganalamat : Direktorat Dana Pensiun. Departemen Keuangan.untuk LKNB yang termasuk dalam industri perasuransian melalui Direktur Asuransi detail alamat : Direktorat Asuransi. Gedung A lantai 8.107 1 0 BAB IV PELAKSANA DAN FASILITAS PENDUKUNG . Dr. Gedung A lantal 8. Dr.10710. Departemen Keuangan. Departemen Keuangan. Wahidin No. Gedung A lantai 7. Wahidin No. 1. untuk LKNB yang termasuk dalam industri Lembaga Pembiayaan (Perusahaan Pembiayaan dan Modal Ventura) melalui Direktur Perbankan dan Usaha Jasa Pembiayaan dengan alamat : Direktorat Perbankan dan Usaha Jasa Pembiayaan. Jl. Wahidin No. 1. Dr. Jakarta . C. Jakarta . Pasal 15 Penyampaian Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf b dan atau transaksi yang mencurigakan sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 ayat (1) ditujukan kepada Menteri Keuangan dengan ketentuan sebagai berikut: a.

Pasal 18 (1) LKNB wajib memiliki sistem informasi yang memadai untuk dapat mengidentifikasi. (3) LKNB wajib menerapkan sistem informasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).menyusun program pelatihan bagi karyawan LKNB untuk penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. memantau dan menyediakan laporan secara efektif mengenai karakteristik transaksi yang dilakukan oleh Nasabah. termasuk untuk penelusuran atas identitas Nasabah. jumlah dan denominasi transaksi. Pasal 17 LKNB wajib membentuk unit kerja khusus atau menunjuk petugas khusus yang bertanggung jawab atas pelaksanaan penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. .Pasal 16 Direksi atau Pengurus LKNB wajib bertanggung jawab atas penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. paling lambat 12 (dua belas) bulan sejak diberlakukannya Keputusan Menteri Keuangan ini. (2)Sistem informal tersebut harus dapat memungkinkan LKNB untuk menelusuri setiap transaksi. bentuk transaksi.apabila diperlukan. tanggal transaksi. Pasal 19 LKNB wajib melaksanakan program pelatihan bagi karyawan LKNB untuk penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf e yang dilakukan dengan cara sebagai berikut : a. dan sumber dana yang digunakan untuk transaksi. menganalisis.

dan c. melaksanakan program pelatihan bagi karyawan LKNB untuk penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sesuai dengan jadwal program yang telah disusun. paling lambat 3 (tiga) bulan sejak diberlakukannya Keputusan Menteri Keuangan ini. Pasal 13 ayat (1) dan ayat (3). BAB V PEMERIKSAAN KETAATAN Pasal 20 (1) Direktur Asuransi. Pasal 12. BAB VI SANKSI Pasal 21 (1)Pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan dalam Pasal 4 ayat (1). Pasal 7. ayat (2) dan ayat (3). (2) Ketentuan mengenai pelaksanaan pemeriksaan ketaatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) di atas diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan.b. (2)Ketentuan mengenai bentuk sanksi administratif sebagaimana dimaksud dalam ayat . Pasal 16. Direktur Dana Pensiun dan Direktur Perbankan dan Usaha Jasa Pembiayaan Departemen Keuangan melakukan pemeriksaan ketaatan terhadap ketaatan LKNB dalam memenuhi kewajiban-kewajiban yang ditentukan di dalam Keputusan Menteri Keuangan ini. menyampaikan program pelatihan bagi karyawan LKNB untuk penerapan Prinsip Mengenal Nasabah kepada Menteri Keuangan. Pasal 8. Pasal 10. dan atau Pasal 19 dikenai sanksi administratif. Pasal 18 ayat (1) dan ayat (3). Pasal 5 ayat (1). Pasal 17. Pasal 6 ayat (1) dan ayat (2). Pasal 9.

Agar setiap orang mengetahuinya. (2)Setelah diberlakukannya ketentuan PPATK sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).bahkan dengan segala kemungkinan variasinya yang mungkin timbul dan berkembang dalam praktek dan kebiasaan di masyarakat . Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 30 Januari 2003 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. Pasal 23 Keputusan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.Prinsip Hukum Perdata Indonesia Dari uraian diatas. ternyata Hukum Perdata di Indonesia cukup mendukung kegiatan anjak piutang yang bersifat domestic. BAB VII KETENTUAN PENUTUP Pasal 22 (1)Ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Pasal 13 dan Pasal 14 berlaku sampai dengan diberlakukannya ketentuan sejenis yang dikeluarkan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berdasarkan Undang-undang tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.(1) diaturIebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan. dokumen dan laporan yang telah disampaikan oleh LKNB kepada Menteri Keuangan berdasarkan Pasal 13 ayat (1) dialihkan kepada PPATK. memerintahkan pengumuman Keputusan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. BOEDIONO 2. ttd.

. tetapi sangat perlu adanya pengertian yang mendalam dari pihak asing mengenai usulan-usulan pihak Indonesia mengenai Choise of Law (pilihan hukum yang dipakai) dan choise of yurisdiction (pilihan forum peradilan/arbitrase yang akan di pakai). Sedangkan untuk kegiatan anjak piutang internasional hukum Indonesia belum mendukung karena menyangkut masalah yang luas dan complex. bentuk-bentuk surat-surat piutang dan masalah hukum internasional.Keduanya dimuat dalam pasal 1338 KUHP Perdata Indonesia dan dianut juga di beberapa Negara. masalah pengalihan piutang.pedagang.artinya semua pihak harus mentaati semua perjanjian yang dibuatnya.seperti undang-undang. Walaupun dengan asas resiprositas masih dapat diatasi. Hal ini di sebabkan karena Hukum Perdata di Indonesia yang menganut asas Contract Vryheid atau Freedomof Contract. Maksudnya para pihak bebas menentukan sendiri isi perjanjian mereka. karena perjanjian tersebut mengikat. antar factor dan pembeli. Selanjutnya Hukum Perdata Indonesia juga menghormati kebebasan para pihak tersebut dengan memberikan legalitas berupa kekuatan mengikat dariperjanjian tersebut. antara lain hubungan hukum antar factor. antar factor dan penjual/klien. di sebut juga dengan kebebasan berkontrak.yaitu azaz Pacta Sunt Servanda. Masalah yuridis dalam internasional factoring yang sangat perlu diperhatikan adalah masalah dispute settlement karena adanya keputusan mahkamah agung Indonesia No.sepanjang mengenai hal-hal yang menurut hukum bersifat halal. 2944 K/PDT/1983 tanggal 29 November 1984 yang pada pokoknya tidak dapat menerima pelaksanaan keputusan pengadilan Negara asing dan arbitase asing sehingga sedikit banyak putusan ini dapat menjadi hambatan dalam bernegosiasi dengan mitra asing.

yaitu: A.06/2002 Tentang perubahan atas perubahan Menteri Keuangan Nomor 448/KMK. . ANJAK PIUTANG NON-FINANCING Pengertian jasa anjak piutang non-financing berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku adalah penatausahaan penjualan kredit serta penagihan piutang usaha klien. Laporan posisi piutang dagang klien termasuk tanggal jatuh temponya yang sangat berguna bagi klien dalam merencanakan penjualan kredit untuk periode berikutnya. dimana factor akan memberikan laporan secara berkala mengenai hal-hal berikut: a. sehingga klien tidak perlu menyelenggarakan pembukuan/pencatatan atas tagihannya.BAB 3 : PRODUK DAN JASA ANJAK PIUTANG 1.Dua Pokok Produk Anjak Piutang Produk dan jasa anjak piutang yang dapat diberikan kepada klien minimal dapat dibedakan menjadi dua bagian pokok yang mendasar. Jasa anjak piutang ini meliputi jasa credit management. 017/2000 tentang perusahaan pembiayaan. karena perannya tersebut sudah diambil alih oleh factor. Hal ini sesuai dengan keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 172/KMK. Bonafiditas para customer b.

dua mingguan. namun hanya terbatas pada insolvery saja (nondisputes). Dalam non recourse factoring. dapat mingguan. factor secara aktif melakukan penagihal sesuai prosedur yang berlaku dengan sebaik-baiknya. factor tidak menjamin pembayarannya. dan lain-lain yang berkaitan dengan kemungkinan-kemungkinan dibayarnya piutang. Dalam hal terjadi perselisihan dagang antara customer dan client. resiko bad debt tetap ditanggung oleh client. Sales Ledger Administration Jasa yang diberikan oleh factor kepada client dalam bentuk administration pembukuan atas penjualan yang dilakukan secara kredit. factor menjamin pembayaran yang beratalian. termasuk menetapkan prosedur penagihan agar piutang yang dijaminkan dapat diterima pada waktunya. 2. reputase dan mainline of bussines dari buyer. Credit control termasuk Collection Factor dapat melakukan aktivitas pembiayan juga memantau transaksi-trasaksi penjualan yang dilakukan oleh client dengan baik. tanpa merusak hubungan baik antara customer dan client. Adapun jasa yang dapat diberikan dalam anjak piutang non-financing ini meliputi jasa-jasa sebagai berikut: 1.c. bulanan atau yang lainnya disesuaikan dengan kebutuhan client. Credit Investigation Factor sebelum memutuskan untuk memberikan pembiayaan atas suatu tagihan. harus terlebih dahulu mengetahui secara akurat tentang bonafiditas buyer. 3. ini sangat diperlikan bagi transaksi gadang yang berkesinambungan. bagi customer statement of account yang diterima dari factor membantu yang bersangkutan untuk melakukan rekonsiliasi atas pembayaran-pembayaran yang telah dilaksakannya dan untuk mengetahui posisi piutang pertanggal laporan berikut jatuh temponya. . Apabila customer gagak membayar pada waktunya. d. Account Statement kepada customer.

karena fungsi credit deartement telah diambil oleh factor. dapat disimpulkan bahwa dalam memberikan jasa anjak piutang non-financing ini.4. Pengertian ini memberikan latar belakang bahwa aktivitas pembiayaan terjadi dalam transaksi anjak piutang. B. Berdasarkan uraian diatas. 4) Tingkat keterbukaan client/perusahaan masih rendah. Protection again st Credit Risk Dalam jasa ini factor juga mengusahakan cara-cara untuk mengamankan resiko tidak tertagihnya suatu piutang yang telah dibiayai oleh factor. 5) Memelihara hubungan baik antara customer. Perkembangan jasa anjak piutang non-financing di Indonesia saat ini belum berkembang dengan baik dibandingkan dengan kegiatan anjak piutang financing. yaitu: 1) Masih terdapat misinformasi tentang keberadaan anjak piutang dalam masyarakat bahwa anjak piutang hanya bersifat financing saja. Seperti yang kita ketahui bersama. factor berperan sebagai credit department dari perusahaan clientnya. Client tidak perlu mempunyai credit department sendiri dalam organisasi perusahaannya. 2) Takut rahasiapenjualan perusahaan terbongkar. Berdasarkan pengamatan kami. terdapat beberapa sebab yang mengakibatkan kurang berkembangnya usaha anjak piutang non-financing. piutang dagang selalu diklasifikasakan sebagai liquid atau Quick . ANJAK PIUTANG FINANCING Anjak piutang Financing berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku disebutkan sebagai kegiatan pembelian atau pengalihan piutang jaqngka pendeng dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. 3) Kekhawatiran client akan dibocorkannya data-data penjualan perusahaan kepada pesaingnya.

Dengan meningkatkan penjualan. kredit limitpun dapat dinaikkan pula. mengemukakan bahwa jasa anjak piutang financing dalam hukum Indonesia mengandung 2 aspek penting yaitu: 1. atau factoring Without Recourse. Transaksi Penjualan Tagihan Tagihan yang dijual.asset dalam laporan keuangan perusahaan. . Transaksi Pemberian piutang Pembayaran dimuka oleh factor kepada clien dianggap sebagai pinjaman. piutang dagang tidak dapat dikategorikan sebagai liquid asset. karena telah berubah menjadi bad debts. Untuk menambah pengertian anjak piutang financing. 2. Trasaksi factoring dikaitkan dengan volume penjualan. sedangkan tagihan yang diterima oleh factor dari client diberlakukan sebagai jaminan. dimana perusahaan factor mengambil alih resiko bad debts. dalam prakteknya customer cukup diberi tahu atas pengalihan tersebut dan diminta untuk melakukan pembayaran kepada factor. dimana factor dapat memberikan pre-financing sampai dengan 80% atau bahkan sampai dengan 90% dari jumlah piutang dagang segera setelah penyerahan bukti transaksi dapat dilakukan atas dasar Recourse financing. setelah lewat jatuh waktu tersebut. Sistem klarisifikasi ini baru dapat dinyatakan benar apabila piutang/tagihan berlaku sampai dengan jatuh temponya. dimana resiko bad debts tetap pada client. dialihkan kepada factor walaupun pembayaran belum 100% atau belum lunas. Praktis tidak ada batas transaksi Factoring. Jadi client dapat memutar kembali Instant Cash yang diperoleh dengan meningkatkan omset penjualan dan memanfaatkan potongan harga tertentu yang diberikan leh supplier dengan membeli bahan baku dan lain-lain secara tunai. Gatot Wardoyo. sehingga kredit limit dapat diartikan sebagai fungsi penjualan. Melalui transaksi pembiayaan anjak piutang dengan factor.

sehingga factor dapat meakukan hal-hal sebagai berikut atas piutang dagang yang berasal dari penjualan barang dan jasa: 1. Yaitu : 1. terutama anjak piutang financing. An account receivable aging. . Historikal Financing statement. A customer list. hal ini seperti dikemukakan oleh Sachaimi El Haitammy dalam tulisannya yang berjudul. 3. Average size sales invoices. menanggung kerugian yang mungkin timbul akibat tidak dibayarnya piutang dagang (nonrecourse) Selain itu. “ Factoring Alternatif Pengembangan Produk Baru “. Dalam melakukan transaksi anjak piutang. allowance and disputes. Pembelian piutang dagang untuk diuangkan secara seketika. 5. 2. 4. 8. 7. Forecasted financing statement 3.Penjelasan ini menambah pengertian kepada kita bahwa aktifitas anjak piutang yang bersifat financing. Historicals sales return. masih terdapat hal-hal yang harus diperhatikan oleh factor sebelum melakukan pembiayaan anjak piutang. 2. The standard term of sales and any special term offered selcted customers. A projection of each customer peak exposure. berkesinambungan. 6. Factor biasanya memberikan transaksi dagang secara terbuka (open account) yang bersifat sederhana. dan bersifat angsung antara client dan customer. 4. Menagih piutang yang dialihkan. Mengusahakan pembukuan dan administrasi penjualan yang berhubungan dengan piutang dagang. dapat diterima dan tidak bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Merchandise offered for sales 9. tidak semua transaksi dagang dapat dibiayai oleh factor.

Untuk itu. Penjual selanjutnya akan menyelesaikan pesanan barang/jasa sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan setelah selesai maka pembeli akan membayar sisa pembayaran kepada penjual. biasanya factor akan menghindari ataupun tidak bersedia melakukan pembiayaan anjak piutang jika transaksi dagang antara client dan curtomer. pembeli biasanya akan memberikan tanda jadi uang muka sebagai ikatan terhadap kontrak jual beli tersebut. maka pembeli akan membayarkannya kepada penjual sedangkan sisa barang akan dikembalikan kepada penjual. 2. mempunyai bentuk-bentuk transaksi dagang dalam negeri sebagai berikut: 1. Transaction with down payment ( Penjualan dengan uang muka) Transaksi penjualan dengan uang muka. karena factor akan menghadapi ketidakpastian apakah barang sudah laku terjual sedangkan factor saat menerima pengalihan piutang dari client menerima secara keseluruhan. Untuk memberikan kepastian. biasanya dilakukan antara penjual dengan pembeli dimana barang/jasa yang akan diserahkan kepada pembeli masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikannya. Progres payment Transaction (Pembayaran Bertahap) Transaksi dagang jenis ini biasanya dilakukan oleh perusahaan kontrator dalam membuat proyek-proyek pembangunan dimana pemilik proyek baru akan membayar apabila kontraktor tersebut bisa melaksanakan pembangunan . Transaksi dagang seperti ini sangat tidak menguntungkan bagi factor jika dia dibiayai. penjual akan menitipkan barang kepada pembeli dengan perjanjian apabila barang yang dititipkan terjual. Apabila trasaksi ini dibiayai oleh factor. Consigment sales (Penjualan sistem konsinyasi) Dalam transaksi ini. 3. maka posisi factor sangat lemah atau kurang menguntungkan.hal ini dimungkinkan apabila terjadi pembelian yang tidak dilanjutkan kembali oleh pembeli atau terjadi keterlambatan penyerahan barang yang pada akhirnya akan terjadi keterlambatan pembayaran serta cacatnya perjanjian jual beli.

Pre-invoicing Unfinished Delivery (Penagihan sebelum penagihan selesai) Transaksi dagang seperti ini akan menyulitkan factor untuk menagih kepada curtomer apabila barang atau jasa yang dibuat mengalami kerusakan atau kegagalan ataupun keterlambatan penyerahan barang jasa sehingga client akan mengajukan klaim kepada customer yang pada akhirnya nilai tagihan atau faktur yang dibiayai menjadi berkurang sedangkan pada saat awal factor menilai secara penuh sebagai dasar factor pembiayaan yang dilakukan. 5. Apabila model trasaksi ini dilakukan oleh factor maka nilai dari tagihan sudah tidak utuh lagi akibat pengembalian barang. 6. Counter sales/back to Back Sales (Sistem Barter) Transaksi dagang dengan sistem back to back sales yang dilakukan oleh clien atau customer biasanya lebih bersifat transaksi fiktif atau bersifat transfer pricing.proyek secara bertahap sesuai dengan tahapan-tahapan pekerjaan. 7. Credit Term More Than 180 Days (pembayaran lebih dari 180 hari) Transaksi dagang yang mempunyai tenggang waktu yang terlampau lama harus di antisipasi oleh factor. Hal ini penting untuk di analisis untuk . sehingga factor berada dalam posisi sangat sulit untuk melakukan tagihan terutama apabila client dan costumer mengalami ketidakcocokan dalam melakukan transaksi. factor selalu berasumsi bahwa trasaksi dagang antara klien dan custumer sudah selesai dengan baik dengan telah diterimanya buktinpenerimaan barang/jasa. 4 Returnable Sales (barang dapat dikembalikan) Dalam melakukan pembiayaan anjak piutang. Jenis trasaksi dagang seperti ini sangat menyulitkan factor untuk melakukan pembiayaan karena factor tidak mengetahui seberapa jauh pekerjaan proyek sudah dapat diselesaikan oleh kontraktor.

masih terdapat bentuk transaksi dagang yang kurang cocok dengan jiwa transaksi anjak piutang. One Time. 10. 8. kecuali trasaksi fictive ataupun transaksi antar perusahaan dalam satu grup perusahaan. Selain kesepuluh bentuk transaksi dagang yang selalu dihindari oleh factor seperti diatas. Incidental Transaction (Penjualan yang bersifat Insidental/ sekali-sekali) Transaksi yang dilakukam oleh klien dan customer yang bersifat Hit and Run atau sekali-sekali dilakukan atau transaksi yang besifat incidental perlu diwaspadai factor. Sales to Individual End User/ General Public ( Penjualan kepada Individual/ perorangan sebagai End User) Transaksi jenis ini. Hit and Run. di mana antara klien dan customer tidak mempunyai hubungan timbale balik yang berkesinambungan. Transaction With parties In the Same group Of Companies ( Penjualan kepada Perusahaan dalam Grup Sendiri) Transaksi antar client dan customer dalam satu grup perusahan dagang perlu diperhatikan oleh factor karena transaksi ini sering dijadikan transaksi fiktif untuk kepentingan grup perusahaan tersebut dan juga untuk transper pricing antar satu grup perusahaan. yaitu penjualan yang tidak menginginkan adanya pengalihan piutang ( non-assignable clause) dan penjualan lainnya factor apabila customer mengalami kelalaian . 9. Sebab secara umum transaksi perdagangan dengan tenggang pembayaran begitu lama jarang terjadi. akan membahayakan pembayaran.mengetahui mengapa client dan curtomer melakukan trasaksi ini. apabila dibiayai oleh factor. karena transaksi jenis ini biasanya mengandung bahaya dan kemungkinan tidak tertagih besar.

consignment sale dengan return arrangement. 4. atau deposit oleh importir. Bila mayoritas export ditujukan kepada importer yang ada kaitannya dengan exporter (Importir adalah associated atau related companies dari expotir) Mengingat kondisi tersebut diatas. terdapat beberapa transaksi export yang tidak dapat difactorkan ataupun selalu dihindari oleh factor untuk dibiayai. 3. . Disinilah letaknya bagaimana factor dapat dengan jeli melihat keberadaan dan keabsahan suatu transaksi dagang. Bila mayoritas export ditujukan kepada pemerintah dari Negara tujuan. 5. Sedangkan khusus untuk transaksi export/anjak piutang internasional. factor harus sangat berhati-hati dalam memilahmilah transaksi perdagngan yang terbaik untuk dibiayai. yaitu: 1. bila transaksi memuat persyaratan progress payment. sudah barang tentu factor akan mengalami kerugian dan masalah. Jika terjadi kesalahan dalam menganalisis. Bila ada persyaratan contra sale.dimana kepastian pembayaran oleh customer/pembeli masih tergantung syaratsyarat lainnya. 2. part payment. Bila credit term melampaui 180 hari. retention.

kami akan menerangkan terlebih dahulu konsep perdagangan barang atau jasa tanpa anjak piutang. dari segi penaggungan risiko. namun dalam buku ini kami akan membedakan anjak piutang ke dalam 4 (empat) sudut pandang. Pembayaran . Penyerahan barang 2. INVOICE CUSTOMER 3. dari sudut pemberitahuan kepada customer. Sebelum menerangkan tentang jenis – jenis anjak piutang berdasarkan 4 (empat) konsep tersebut. yaitu dilihat dari segi skala kegiatan. PERDAGANGAN TANPA ANJAK PIUTANG PABRIKAN 1.BAB 4 : JENIS – JENIS ANJAK PIUTANG Kegiatan anjak piutang pada dasarnya dapat dibagi menjadi beberapa jenis. dan dari segi cara jasa yang diberikan.

Mengingat pihak nasabah telah mengetahui adanya pengalihan piutang kepada factor. Perjanjian tersebut dapatdibuat dengan atau tanpa persetujuan pihak nasabah. Secara praktis. Atas dasar ada atau tidaknya persetujuan pihak nasabah dalam perjanjian. nasabah dapat melunasi utangnya melalui factor. Hal inilah yang dijadikan dasar oleh factor untuk melakukan transaksi kepada client. b Undisclosed factoring Penyerahan atau penjualan piutang oleh klien kepada factor dalam unclosed factoring adalah tanpa sepengetahuan pihak nasabah (melalui pemberitahuan . misalkan dengan fasilitas penjualan secara kredit selama 120 hari. tipe disclosed factoring memungkinkan pemberian jasa penagihan piutang kepada klien oleh factor. Keharusa menunggu selama 120 hari sangat memberatkan pabrik tekstil karena modal kerja yang diperlukan menjadi sangat banyak namun tertanam dalam jangka waktu yang cukup lama. misalnya Department Store.Dalam gambar hwa pabrik tekstil menjual produknya kepada Customer. disertai invoice yang bertalian. makahak penagihan piutang dapat dialihkan kepada factor sehingga pada saat jatuh tempo. Pabrik tekstil tidak mempunyai pilihan lain kecuali menunggu selama 120 hari lagi untuk menerima pembayaran atas penjualan yang telah dilakukan. Adapun jenis – jenis anjak piutang berdasarkan keempat sudut pandang tersebut adalah sebagai berikut: Keterlibatan Nasabah dalam Perjanjian Perjanjian utama yang dibuat untuk pelaksanaan kegiatan anjak piutang adalah antara pihak klien dengan pihak factor. anjak piutang dapat dibedakan menjadi: a Disclosed factoring Penyerahan atau penjualan piutang oleh klien kepada factor dalam disclosed factoring adalah dengan sepengetahuan pihak nasabah (melalui pemberitahuan atau notifikasi).

maka hak penagihan piutang tidak dapat dialihkan kepada factor sehingga pada saat jatuh tempo. Kewajiban pelaporan kepada klien dan ketentuan biaya administrasi yang diperhitungkan . Perjanjian factoring antara perusahaan factoring dengan klien minimal memuat halhal antara lain sebagai berikut: 1. c d Ketentuan mengenai harga penjualan piutang termasuk kalkulasinya. Kententuan umum a b Ketentuan mengenai penawaran penjualan piutang dari perusahaan klien kepada perusahaan factoring termasuk cara dan persyaratannya. waktu pembayaran. Ketentuan mengenai penawaran yang memuat hak perusahaan factoring untuk menerima atau menolak piutang-piutang yang ditawarkan berdasarkan ketentuan-kententuan yang telah disepakati. uang muka (advanced payment) Ketentuan mengenai jaminan yang diberikan oleh perusahaan klien atas piutang-piutang yang ditawarkan untuk dijual kepada perusahaan factoring dan resiko-resiko akibat jaminan yang tidak benar e Ketentuan mengenai ruang lingkup administrasi piutang yang dilakukan oleh perusahaan factoring. Mengingat pihak nasabah tidak mengetahui adanya pengalihan piutang kepada factor. tipe disclosed factoring tidak memungkinkan pemberian jasa penagihan piutang kepada klien oleh factor. kecuali terjadi pelanggaran atau cidera janji yang dilakukan oleh nasabah. Beberapastandar jaminan dan penggantian kerugian yang dimasukan dalam perjanjian anjak piutang dimaksudkan untuk melindungi perusahaan anjak piutang terhadap kemungkinan pengurangan nilai piutang yang dibeli. Perjanjian Anjak Piutang Perjanjian pokok anjak piutang baik recourse maupun without factoring selalu dilakukan sebelum dimulainya kegiatan anjak piutang.atau notifikasi). Secara praktis. nasabah tetap harus melunasi utangnya melalui factor.

Di samping itu. Setiap faktur yang dialihkan seyogianya mencantumkan keterangan yang di dalamnya menerangkan bahwa faktur tersebut sudah dialihkan kepada pembeli (perusahaan factoring) 5. klien harus pula menjamin bahwa jumlah piutang oleh klien benar-benar telah dihitung dengan benar dan piutang tersebut bebas dari perselisihan dan tidak dilakukan contratrading oleh pihak customer atau kemungkinan akan dituntut oleh pihak ketiga 3. Pengalihan resiko Perjanjian anjak piutang perlu menetapkan apakah dalam pengalihan resiko dilakukan syarat: a b Without recourse yaitu resiko tidak terbayarnya faktur atau piutang oleh pelanggan berada pada perusahaan factoring With course yaitu resiko tidak terbayarnya piutang berada pada klien Dalam pelaksanaan pengalihan piutang (cessie) perlu diatur ketentuan antara lain sebagai berikut: a b Pengalihan piutang harus dibuat dalam suatu akta di bawah tangan atau akta otentik dengan melampirkan dokumen-dokumen yang mendukung. Pengalihan piutang .f Ketentuan pembelian kembali piutang dalam hal terjadinya keadaan-keadaan tertentu dan penetapan harga penjualan kembali piutang tersebut 2. Notifikasi Pemberitahuan atas pengalihan piutang meliputi hal-hal sebagai berikut: 4. Keabsahan piutang (Validity of Receivable) Perusahaan factoring akan meminta kepada pihak klien untuk memberikan jaminan bahwa piutang yang dijual tersebut benar-benar ada dan barangnya telah diserahkan oleh klien kepada customer dan apabila piutang tersebut dalam bentuk pemberian jasa maka klien harus menjamin bahwa pemberian jasa tersebut telah dilakukan oleh klien.

Perubahan persyaratan Klien diwajibkan memberitahukan perusahaan factoring secara tertulis setiap ada rencana perubahan atas ketentuan-ketentuan dan persyaratan kredit yang diberikan kepada debitor sepanjang yang berkaitan dengan piutang atau tagihan yang dijual tersebut 8. Pembayaran oleh customer (debitor) dilakukan langsung kepada perusahaan factoring dari waktu ke waktu.a Pengalihan piutang oleh klien kepada perusahaan factoring harus diberitahukan kepada pelanggan dan disetujui atau diakui oleh pejabat yang berwenang dari pihak pelanggan b c d e Pemberitahuan ini merupakan tanggung jawab dari klien Pemberitahuan oleh klien ini hanya diperlukan sekali untuk setiap pelanggan pada waktu pengalihan pertama Persetujuan atau pengakuan terhadap pemberitahuan ini oleh pelanggan dapat pula dilakukan dengan persetujuan terhadap instruksi pembayaran Pemberitahuan ini tidak diharuskan untuk kegiatan anjak piutang semacam invoice discounting factoring maupun undiscounted factoring 6. Tanggungjawab klien atas debitor Klien harus membayar kepada perusahaan factoring dengan nilai piutang yang dijual klien apabila terdapat hal-hal berikut: a b c d Debitor tidak mengakui kebenaran piutang atau jumlah piutang yang harus dibayar debitor Debitor tidak membayar sebagian atau tidak sepenuhnya melunasi tagihan yang telah jatuh tempo Debitor mengalami kebangkrutan Klien melakukan wanprestasi atau melanggar ketentuan kontrak dengan debitor yang menimbulkan adanya tagihan tersebut 9. 7. Jaminan klien . Syarat pembayaran Klien diminta untuk menjamin bahwa setiap piutang yang dijual harus memiliki persyaratan yang sama dengan persyaratan penjualan yang disetujui oleh perusahaan factoring sebelumnya.

Lingkup Pelayanan Pihak-pihak yang terlibat dalam suatu proses anjak piutang dapat berlokasi dalam suatu wilayah negara yang sama dan dapat juga berlokasi dalam wilayah yang berbeda. Apabila ditinjau atas dasar kedudukan geografis dari pihak-pihak yang terlibat dalam proses anjak piutang tersebut maka anjak piutang dapat dibedakan menjadi: a Domestic factoring Pihak-pihak yang terlibat dalam domestik factoring berkedudukan dalam satu wilayah negara. prosesnya adalah sebagai berikut. Dokumen tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada perusahaan anjak piutang dan klien yang akan mendapatkan pembayaran setelah dikurangi dengan diskonto. Apabila dilakukan dalam lingkup domestik. klien melakukan transaksi jual beli dengan pihak konsumen. konsumen akan langsung melakukan pembayaran kepada pihak perusahaan anjak piutang secara penuh. .a b c Klien harus menjamin bahwa hak perusahaan factoring atas piutang yang dibelinya tersebut tidak menjadi dihapus Klien tidak diperbolehkan membuat pernyataan lunas atas suatu piutang yang telah dijual tanpa persetujuan tertulis dari perusahaan factoring Klien harus selalu memenuhi kesepakatan atau ketentuan-ketentuan perjanjian dengan debitor yang berkaitan dengan piutang yang dijual kepada perusahaan factoring d Perusahaan factoring dapat melakukan pemeriksaan dan mengkopi dokumen yang ada dikantor klien yang berkaitan dengan tagihan-tagihan yang dimaksud. Penyerahan barang/jasa diikuti dengan penagihan yang diwujudkan dalam dokumen berupa faktur (invoice). Bila telah jatuh tempo.

perjanjian 2. pengalihan/penjualan piutang (dengan penyerahan dokumen penjualan) 4. jual beli barang secara kredit 3. pelunasan piutang (100%-uang muka x%) b International factoring Pihak-pihak yang terlibat dalam international factoring berkedudukan dalam wilayah negara yang berbeda terutama perbedaan kedudukan antara klien/pemasok dengan kedudukan nasabah. Prosesnya adalah sebagai berikut. export factor.Kemudian perusahaan anjak piutang akan menyerahkan kembali dokumen yang telah dilunasi tersebut beserta dengan tagihan yang tidak ikut dibiayai. eksportir membuat perjanjian dengan pihak perusahaan anjak . pelunasan (100%) 7. ada empat pihak yang terkait dalam kegiatan tersebut: eksportir. Dalam kegiatan anjak piutang dengan lingkup internasional. penagihan 6. importir. pembayaran (uang muka sejumlah x% dari nilai piutang) 5. dan import factor. Supplier/klien/penjual Factor/ perusahaan/ anjak piutang Customer/debitur/ pembeli Keterangan: 1.

piutang dan mengajukan limit kredit sehubungan dengan rencana ekspor. Pihak perusahaan anjak piutang diluar negeri melakukan serangkaian verifikasii terhadap calon importir. perusahaan anajak piutang melakukan kerjasama dengan perusahaan serupa (import factor) di luar negeri. pengalihan piutang (dengan penyerahan dokumen penjualan dan pengiriman barang 4. export factor. Apabila tidak ada permasalahan. import factor. pembayaran (uang muka x%) . Wilayah Negara A Penjual/supplier/ klien/eksportir Wilayah Negara B Pembeli/customer/ debitor/importir Eksport factor Import factor Keterangan: 1. Dalam proses tersebut. tempat negara tujuan ekspor. perjanjian anjak piutang yang melibatkan klien. dan pembeli 2. jual beli secara kredit 3. Eksportir menyerahkan salinan faktur kepada perusahaan anjak piutang di dalam negeri (export factor) dan akan melakukan pembayaran kepada eksportir. eksportir mengirimkan barang dan menyerahkan faktur dengan perintah bahwa importir melakukan pembayaran kepada perusahaan anjak piutang yang telah ditunjuk (import factor). Export factor kemudian memberikan perintah kepada import factor untuk melakukan penagihan kepada importir dan menerima pembayaran pada saat jatuh tempo.

nasabah. a Anjak piutang untuk tagihan biasa Anjak piutang untuk tagihan biasa pada dasarnya hanya melibatkan klien. pelunasan (100%) 8. penagihan pada saat jatuh tempo (menggunakan dokumen penjualan dan pengiriman 7. pelunasan (100%-uang muka x%) Tipe Tagihan atau Piutang Transaksi jual berli secara kredit antara penjual dengan pembeli menimbulkan piutang atau tagihan bagi penjual dan menimbulkan kewajiban atau utang bagi pihak pembeli. Pihak lain. biasanya bank. dan factor. pelimpahan penagihan (dengan penyerahan dokumen penjualan dan pengiriman) 6. dalam proses penagihan piutang. b Anjak piutang untuk promes Anjak piutang untuk promes melibatkan pihak lain. tidak ikut serta secara langsung dalam proses anjak piutang ini. biasanya bank.5. Pengalihan tagihan hanya sebatas dari pihak klien kepada pihak factor. Mekanismenya menjadi sedikit lebih panjang karena bukti piutang dikonversikan menjadi promes untuk kemudian didiskontokan ke pihak lain (bank). Dasar dari proses anjak piutang untuk promes dapat digambarkan dengan skema berikut ini: . Hak dan kewajiban bagi penjual-pembeli tersebut dapat diformalkan dalam bentuk piutang dagang biasa dapat juga dalam bentuk promes. dan pada saat jatuh tempo factor dapat melakukan penagihan kepada nasabah atau debitor. pelunasan (100%) 9.

perjanjian anjak piutang 2.pembayaran (atas dasar diskonto) 5.Penjual/pemasok/ klien/eksportir Pembeli/nasabah/ debitor/importir Eksport factor Import factor Keterangan: 1. preusahaan anjak piutang dapat dibedakan menjadi struktur organisasi anjak piutang kecil dengan yang berskala besar.pelunasan Struktur Organisasi Atas dasar struktur organisasinya. Perusahaan jasa anjak piutang berskala besar biasanya dapat memberikan kedua jasa tersebut. Perusahaan anjak piutang kecil biasanya hanya memberikan jasa-jasa pembiayaan dan jarang memberikan jasa nonpembiayaan seperti administrasi penjualan dan lainlain.penagihan pada saat jatuh tempoh 8.jual beli secara kredit yang diikuti dengan penyerahan promes oleh pembeli kepada penjual ( pernyataan akan membayar sejumlah uang tertentu pada waktu tertentu) 3. .pembayaran atas dasar diskonto 7.pendiskontoan promes ke bank 6.pengalihan piutang (dengan penyerahan promes) 4.

debt kredit Departemen Kredit adalah bagian dari perusahaan yang berugas melakukan analisis terhadap bonafiditas calon klien dan kolectibilitas atau kualitas piutang yang akan dibiayai. masing masing perusahaan jasa anjak piutang kecil biasanya mengacu pada bidang tertentu. Mengingat bidang usaha calon klien sangat beragam. analisis terhadap bonafiditas calon klien b. administrasi faktur dan bukti piutang e.debt penyesuaian 5. administrasi hak dan kewajiban pihak terkait f. yaitu terutama hanya jasa pembiayaann. pembayaraan kepada klien bagian-bagian yang terdapat dari perusahaan jasa anjak piutang tidak jauh berbeda dengan proses tersebut. maka analisis pada bagian ini biasanya sudah merujuk pada spesialisasi pada bidang tertentu. Contoh struktur organisasi anjak piutang berskala kecil terdapat dalam gambar berikut : dewan direksi terdiri dari: 1. analisis terhadap konektibilitas piutang c. . penagihan pitang g.debt Legal 2.debt penagihan 4.A.debt rekening klien 3.debt faktur 6. Mengingat proses dasar dari kegiatan pembiayaan adalah : a. Atas dasarpertimbangan diatas serta untuk meningkatkan efisiensinya. pembayaan pembiayaan kepada klien d.Perusahaan Anjak Piutang Kecil struktur organisasinya disesuaikan dengan jenis jasa yang ditawarkan.

bagian relasi. Departemen Penagihan adalah bagian perusahan yang bertugas untuk melakukan penagihan terhadap piutang yang jatuh tempoh Departemen Rekening klien adalah bagian perusahaan yang bertugas melakukan seluruh pencatatan terhadap seluruh transaksi atau yang mempengaruhi hak dan kewajiban klien. sehingga selain bagian diatas. sehingga secara umum jumlah bagian-bagiannya menjadi lebih banyak. perusahaan anjak piutang berskala besar juga memiliki bagian lain seperti bagian umum. diskonto atau bunga dan jatuh tempo. perusahaan anjak piutang berskala besar juga menawarkan jasa pembiayaan. divisi keuangan. bagian pengelolaan kredit dan lain-lain. Sebagai contoh perusahaan anjak piutang skala besar ada yang mempunyai divisi administrasi. Departemen Legal adalah bagian perusahaan yang bertugas memberikan pertimbangan dan saran yuridis mengenai kegiatan perusahaan. Departemen Penyesuaian adalah bagian dari perusahaan yamg bertugas melakukan administrasi dan pengelolahan terhadap perubahan terhadap persyaratan.Perusahaan Anjak Piutang Besar Di samping memberikan jasa pembiayaan. Tanggung jawab yang dimiliki masing-masing bagian cenderung spesifik. bagian treasury. bagian komputer. . B.Departemen Faktur adalah bagian perusahaan yang bertugas melakukan administrasi dokumen piutang agar dapat secara tepat dan cepat digunakan untuk perhitungan biaya. jumlah piutang dan hal-hal lain yang berhubungan dengan hak dan kewajiban pihak yang terkait dalam anjak piutang. Bagian atau departemen yang menjadi sangat banyak biasanya dikelompokan menjadi hanya 3-5 divisi saja. devisi pemasaran dan operasi.

Klien mendapat kas langsung dari penjualannya dalam bulan berjalan dan tidak perlu menunggu waktu sampai pembayaran dari konsumen. Klien tidak perlu lagi melakukan penagihan kepada konsumen karena perusahaan anjak piutang yang akan melakukannya sekaligus memberikan posisi pitang kepada klien. .Masing-masing devisi memiliki bagian yang sangat terkait. relasion debt.Manfaat Anjak Piutang Dengan adanya jasa dari perusahaan anjak piutang. likuiditas perusahaan akan lebih terjamin dan modal kerja akan terus bergulir. treasury debt. research debt. invoice debt. Dengan demikian. Laporan ini juga akan berguna ketika konsumen mengajuan kembali permohanan pembelian secara kredit. Besarnya diskon dapat digunakan untuk mengompensasi biaya bunga yang dibayarkan kepada pihak perusahaan anjak piutang. Kas yang diperoleh dari perusahaan anjak piutang dapat dimanfaatkan untuk menurunkan biaya produksi. underwriting debt. 3. 4. office debt. Biaya produksi dapat dipangkas dengan memanfatkan diskonto dari para pemasok karena melakukan pemberian tunai. statistic debt. klien mendapat manfaat dari transaksi yang diberikan.Operation division bagiannya credit debt.administrasi division bagiannya legal debt. Berikut contoh sebagai berikut : Board of directors terdiri: 1. 2.Finance division bagiaannya account debt. Klien juga dibantu dari sisi administrasi piutang. computer debt.Marketing division bagiannya marketing debt. BAB 5 : MANFAAT DAN PENILAIAN RESIKO ANJAK PIUTANG 1. Pemberian tunai pasti mendapat diskon.

Penjualan secara kredit meningkatkan kemampuan dan daya tarik bagi pembeli dengan dana terbatas untuk melakukan pembelian pada klien. Jasa anjak piutang memungkinkan klien untuk mengonversikan piutangnya yang belum jatuh tempo menjadi dana tunai dengan prosedur yang relatif mudah dan cepat. klien mampu menjual secara kredit. pembayaran gaji pegawai dan lain-lain. dapat dimanfaat untuk . Kelancaran modal kerja. Pengalihan resiko ini sangat menguntungkan bagi kelancaran dan kepastian usaha bagi pihak klien. Tersedianya dana tunai yang lebih besar ini dapat dimanfaatkan oleh klien untuk mendanai kegiatan operasional klien seperti pembelian bahan baku. Pengurangan resiko tidak tertagihnya piutang. Penjualan dengan cara kredit ini sebenarnya sulit untuk dilakukan apabila klien mengalami kesulitan modal. b.Bagi Klien Manfaat yang dapat diterima klien yaitu: A. Pembiayaan dengan skema without recourse memungkinkan adanya pengalihan sebagian resiko tidak tertagihnya piutang kepada factor. Manfaat karena jasa pembiayaan dan B. Jasa penagihan piutang yang diberikan oleh factor menyebabkan klien tidak perlu secara langsung melakukan penagihan piutang kepada nasabah. sehingga waktu dan tenaga karyawan menlakukan kegiatan lain yang lebih produktif. Jasa pembiayaann Peningkatan penjualan. Adanya pembiayaan memungkinkan klien melakukan penjualan dengan cara kredit. Jasa Nonpembiayaan Memudahkan penagihan piutang. A. Manfaat yang diterima karena menerima jasa non pembiayaan. Namun dengan adanya jasa anjak piutang.A.

Jasa administrasi penjualan memungkinkan klien untuk mengelola kegiatan penjualannya secara lebih rapi dan efisien karena administrasinya dikelola oleh pihak (factor) yang sudah berpengalaman. Charge diperhitungkan sebesar persen tertentu terhadap besarnya pembiayaan yang diberikan atas dasar: • • • resiko tertagihnya jangka waktu rata-rata tingkat bunga Service .Efisiensi usaha. Jasa investigasi piutang memungkinkan klien untuk melakukan perkiraan waktu dan jumlah piutang yang dapat ditagih.Bagi Nasabah . B. maka fee ini juga semakin besar. Fee ini dibayar oleh klien kepada factor karena factor memberikan jasa nonpembiayaan yang nilainya ditentukan sebesar persentase tertentu dari piutang atas dasar beban kerja yang dilakukan oleh factor. C.Bagi Factor Manfaat utama yang diterima factor adalah penerimaan dalam bentuk fee dari pihak klien. Peningkatan kualitas piutang. Semakin besar volume penjualan. sehingga memudahkan proyeksi arus kas usaha secara keseluruhan. Fee ini dibayarkan oleh klien karena factor memberikan jasa pembiayaan (uang muka) atas piutang yang diberikan oleh factor. Fee tersebut terdiri dari: Discount fee atau charge. Jasa administrasi penjualan memungkinan pemberian fasilitas kredit kepada pembeli secara lebih selektif sehingga kemungkinkan tertagihnya piutang menjadi lebih tinggi Memudahkan perencanaan arus kas(cash-flow). Semakin sulit penagihan piutang. maka fee ini juga besar.

Perusahaan factoring harus meneliti prosedur atau tata cara yang digunakan oleh calon klien mengenai penilaian kredit kepada pelanggannya.nasabah memperoleh manfaat berupa: 1. Semakin lama jangka waktu kredit semakin sulit dilakukan penagihan. Manajemen kredit oleh klien. 2. riwayat piutang macet. 2. penilaian kredit oleh klien. 3. Penilaian tersebut bukan hanya mengenai besarnya persentase tetapi juga menyangkut pola atau sebab-sebab timbulnya kerugian tersebut. Jasa administrasi penjualan memungkinkan klien melakukan penjualan dengan lebih cepat dan tepat. Penilaian atas riwayat piutang macet minimal 3 tahun sebelumnya. Kehadiran jasa pembiayaan memungkinkan klien untuk melakukan penjualan secara kredit. Penilaian jangka waktu kredit macet dan prosedur penagihan dari calon klien akan dapat memberikan informasi apakah kerugian tersebut dapat dihindari apabila menggunakan sistem dan prosedur penagihan serta sistem peringatan. Meskipun cara tersebut tidak menjamin sepenuhnya terhindarnya dari kerugian akibat kredit macet akan tetapi sekurangnya akan memperkecil kerugian dengan cara menolak atau tidak melanjutkan pengiriman barang kepada customer yang bersangkutan pada . yaitu: 1. kesempatan unntuk melakukan pembelian secara kredit. Ketiadaan pemeriksaan kredit secara formalakan menyebabkan semakin tingginya kerugian.Penilaian Perusahaan Anjak Piutang 9 Aspek klien yang dinilai anjak piutangnya perusahaan anjak piutang menyusun kesimpulan mengenai aspek klien yang dinilai anjak piutang. Layanan penjualan yang lebih baik. 2. Hal tesebut perlu untuk menilai pengaruhnya terhadap terjadinya kemacetan kredit di masa lalu.

pengembalian utang. Dalam hal ini customer baru mungkin memilikikualitas yang tinggi atau rendah daripada customer lama tergantung . Persyaratan Kredit. Konsekuensinya resiko kredit jadi lebih besar. Pengembalian kredit relatif jangka waktu pendek suatu industri akan mengurangi tingkat resiko. Industri. Customer yang melakukan pembelian secara teratur setiap bulan akan lebih mudah memonitor daripada customer yang melakukan pembelian hanya setiap 3 bulan atau lebih. 7. Pemberian jangka waktu kredit akan semakin besar dibandingkan bila jangka waktu kredit jauh lebih pendek. 5. Perusahaan factoring dapat memperoleh informasi mengenai pelanggan yang bersangkutan melalui pusat informasi kredit yang mungkin dibentuk oleh organisasi industri sejenis misalnya pengusaha pakaian atau asosiasi segmen-segmen usaha lainnya. 4. Penilaian terhadap prospek perusahaan factoring harus mampu menentukan jika pertumbuhan penjualan disebabkan oleh meningkatnya bisnis dengan customer lama atau karena adanya tambahan penjualan kepada customer baru. Jangka waktu kredit yang diberikan oleh klien kepada beberapa customernya mungkin lebih panjang daripada biasanya. maka pengelolaan kredit mempengaruhi tingkat piutang macet dalam jumlah yang cukup besar. Perusahaan factoring yang sudah berpengalaman akn mengetahui tingkat resiko piutang macet atas suatu industri. 6. 8. Pola pembelian. Setelah penelitian pokok atas resiko kredit secara individu. misalnya lebih dari 30 hari. Sifat customer. Prospek Usaha. 9.waktunya. Kecepatan pembayaran pihak cus tomer sejalan dengan prosedur penagihan yang dapat menunjukan apakah calon klien tersebut adalah supllier yang disenangi atau tidak.

apakah sistem dan informasi yang dimiliki perusahaan factoring cukup memadai untuk memberikan tingkat pelayananyang dimiliki dan dibutuhkan klien misalnya kecepatannya memberikan jawaban terhadap setiap permohonan kredit. Hal tersebut akan memungkinkannya mendapatkan jawaban atas suatu pertanyaan yang bersifat khusus dan pada kesempatan tersebut klien dapat langsung menyaksikan demonstrasi sistem yang diterapkan perusahaan factoring. Selanjutnya klien harus mengunjungi perusahaan factoring menemui pejabat eksekutif untuk keperluan negosiasi. • kesanggupan perusahaan factoring menyediakan cadangan yang memadai untuk menantisipasi suatu risiko kredit. 5 Aspek Anjak Piutang yang Dinilai Klien penilaian klien atau supplier terhadap perusahaan factoring pada prinsipnya sama halnya dengan perusahaan factoring melakukan penilaian kemungkinan resiko yang dihadapi terhadap suatu calon klien. apakah tenaga manajemen perusahaan factoring memiliki keahlian dalam pengelolaan kredit yang efektif. Penilaian yang perlu dilakukan klien adalah menyangkut hal-hal antara lain sebagai berikut: • • • apakah perusahaan factoring benar-benar pengalaman praktik-praktik dagang dalam industri yang dibidang pihak klien. dalam kesempatan tersebut pembiayaan informal tersebut akan memberikan suatu pandangan terhadap filosofiI dan penilaian perusahaan factoring. Idealnya klien dapat mencari informasi mengenai perusahaan factoring tersebut dari supllier lain yang pernah atau sedang . • kemampuan perusahaan anjak piutang menyediakan laporan akurat secara reguler mengenai posisi dan status piutang sebagai standar untuk memungkinkan menilai kinerja perusahaan factoring.pada penetrasi terhadap prospek pasar yang dilakukan. klien tahu persis dalam menilai risiko usaha dengan perusahaan factoring. Di samping itu. Dalam hal ini.

bila ada) 7. client harus sudah mempunyai usaha yang baik dan menguntungkan. . SYARAT – SYARAT UNTUK MENDAPATKAN FASILITAS ANJAK PIUTANG Untuk mendapatkan fasilitas anjak piutang. Sekiranya klien tidak mengetahui salah satu diantara klien lain tersebut. Surat Pengesahan Pendirian Perusahaan dari Departemen Kehakiman dan Berita Negara. Selain itu. maka ia dapat meminta pada perusahaan factoring yang bersangkutan untuk memberikan daftar nama-nama klien untuk dapat meminta informasi.ihat dengan jelas apa yang akan didapat oleh client bila anjak piutang menjadi salah satu alternatif pemecahan masalah cash flow perusahaan. A. BAB 6 :ANJAK PIUTANG DARI SISI KLIEN Pada bab ini kami akan membahas anjak piutang dari sudut penerima jasa anjak piutang (client) sehingga akan ter. serta aspek akuntansi dan perpajakan ditinjau dari sisi client. 2. Selanjutnya client mengajukan surat permohonan dengan melampirkan hal – hal sebagai berikut: 1. 3. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 6.menggunakan jasa perusahaan factoring yang bersankutan. Laporan Keuangan 3 tahun terakhir (Audited. Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP) 4. Akta Pendirian Perusahaan client beserta perubahan – perubahannya. kami akan menyampaikan pula syarat – syarat untuk mendapatkan fasilitas – fasilitas anjak piutang. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) 5. Bank Statement Account untuk 3 bulan terakhir.

000 per bulan 3. 1. tergantung kepada masing – masing factor untuk menerapkannya. sehingga masing – masing factor mungkin saja berbeda mengenai syarat yanfg diminta kepada calon client – nya masing – masing. CV. NV. Proffesional Background dari direksi dan/atau komisaris. 11. yaitu: 1. misalnya Rp 100. 4. Perjanjian jual beli dengan customer. Contoh Invoice/faktur dan credit Note/ Nota Kredit Perusahaan 10. Data – data lainnya yang akan diminta kemudian.8.000. biasanya terdapat syarat lain yang diminta oleh factor. dan bukan perorangan atau individual. Calon client bersedia memberikan jaminan tambahan atas fasilitas pembiayaan yang diterima. Modal calon client harus memadai dan sesuai bila dibandingkan dengan total asset perusahaan. Adapun mekanisme transaksi anjak piutang yang biasanya diterapkan oleh factor dapat kami kemukakan pada halaman berikut. dan lain – lain. Penjualan yang dapat dianjakpiutangkan adalah penjualan yang bersifat rutin dan bukan penjualan bersifat transaksional / insidental yang hanya dilakukan sekali – kali. Calon client harus bersedia untuk disurvei oleh tim dari factor untuk mendapatkan gambaran usaha yang seutuhnya. 6. Firma. demikian pula dengan customer – nya 2. Syarat – syarat yang telah dikemukakan di atas bersifat tidak mutlak. Tahap Permohonan . bila diperlukan. struktur Organisasi perusahaan client. Selain syarat – syarat yang telah kami sebutkan di atas. Client harus merupakan badan hukum atau bentuk usaha tetap seperti PT. 5. Volume penjualan calon client masuk dalam kategori yang telah dipersyaratkan oleh factor. 12. 9.

bila perlu. Pengecekan fasilitas lainnya yang masih outstanding kepada Bank atau LKBB lainnya dengan mengirimkan BANKER’S ENQUIRY. Tahap Pengecekan / Desk Reserch Checking Berdasarkan aplikasi dari pemohon. MEKANISME TRANSAKSI ANJAK PIUTANG Clien t Tahap Permohonan Tahap Pengecekan Ok? Tahap Audit Checking Tahap Pembuatan Customer Profile Komite Kredit ACC Tahap Pengajuan kepada Komite Kredit Surat Penolakan Tahap Pengikatan Bagian Tahap Administrasi Pencairan Kredit Fasilitas .Setiap permohonan pembiayaan anjak piutang harus mengisi secara lengkap formulir aplikasi yang telah disediakan dan ditandatangani oleh pemohon. 2. marketing department factor akan melakukan pengecekan atas kebenaran dari pengisian formulir aplikasi tersebut dengan melakukan hal – hal sebagai berikut: a.

b. customer. Adapun tujuan dari pemeriksaan lapangan ini adalah: a. di mana isinya akan menggambarkan tentang: a. Nama perusahaan customer. c. 4. Untuk mengenali secara langsung customer mana yang melakukan transaksi pembelian secara rutin. Untuk memastikan apakah transaksi penjualan yang dilakukan antara client dan customer termasuk criteria tagihan yang dapat dianjakpiutangkan. Mempelajari prosedur administrasi penjualan yang dilakukan oleh client termasuk syarat dan kondisi penjualan. Trade checking kepada supplier. b. 3. Untuk menghitung secara pasti berapa besar tingkat penjualan calon client dibanding dengan laporan yang telah disampaikan. . b. d. marketing department pihak factor akan membuat customer profile. dan pesaing c. Nama pemilik. Pengecekan pemegang saham dan pengurus perusahaan yang disesuaikan dengan anggaran dasar perusahaan. Tahap Audit Checking/ Pemeriksaan Lapangan Apabila tahap pengecekan / desk research checking hasilnya cukup baik. langsung dan tingkat ketaatan pembayarannya yang tinggi. Tahap Pembuatan Customer Profile Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan. maka proses permohonan dilanjutkan dengan pemeriksaan lapangan atau audit ke calon client.

d. service Charge. Apabila permohonan client ditolak maka harus diberitahukan melalui surat penolakan. suku bunga. Maximum Advance Limit untuk setiap customer. Saran dan Kesimpulan. 6. Analisis Risiko. Proposal yang diajukan biasanya terdiri dari: a. Credit Term. Pengajuan Keputusan Credit Committe Keputusan credit committe merupakan dasar bagi factor untuk terus melakukan pembiayaan atau tidak. Tahap Pengajuan Proposal kepada Credit Commite Marketting department pihak factor akan mengajukan proposal terhadap permohonan yang diajukan oleh client kepada credit commite. Alamat dan Nomor Telepon. sedangkan apabila disetujui maka marketing department akan mempersiapkan Surat Penawaran kepada calon client. b. Lamanya hubungan dengan client. Latar belakang Perusahaan dan susunan pemegang saham disertai keterangan mengenai bisnis dan siklus operasi perusahaan Client. h. 7. Dan lain – lain. e. Tahap Pengiriman Surat Penawaran . Contact Person. Tujuan pemberian fasilitas anjak piutang kepada client. f. Analisis Laporan Keuangan. 5. g. Rekening Koran dan Kebutuhan Modal.c. facility fee. c. Rata – rata penjualan d. f. Struktur fasilitas yang mencangkup Client Advance Limit. e.

Setelah proposal mendapatkan persetujuan dari credit committe. Perjanjian Anjak Piutang. Perjanjian Anjak Piutang beserta lampirannya. Surat Kuasa Khusus. e. b. d. dilegalisir oleh Notaris atau secara Notariil 9. c. jika ada. Jaminan Perusahaan. Tahap Pencairan Fasilitas Setelah proses penandatanganan perjanjian. . Notification Letter. c. Spesimen Tanda Tangan. Letter of Acceptance (urat Penerimaan). Surat Kuasa Khusus. biasanya factor akan memberikan formulir – formulir tertentu kepada client. Pengikatan dapat dilakukan secara bawah tangan. e. Apabila semua proses ini telah dilakukan. yang biasanya terdiri dari a. Tanda Penerimaan Faktur / Tagihan. b. Jaminan Pribadi. maka marketing department pihak factor wajib mempersiapkan surat penawaran kepada client dan dokumen ini biasanya akan dijadikan Surat Penerimaan (Letter of Acceptance) 8. Untuk dapat mencairkan fasilitas anjak piutang. Tahap Pengikatan Berdasarkan Surat Penawaran yang telah ditandatangani oleh client. maka semua data akan diserahkan kepada bagian administrasi kredit. yang terdiri dari: a. jika ada. jika diperlukan. d. Notification Letter. maka selanjutnya client mulai mencairkan fasilitas pembiayaan anjak piutang. Formulir Permohonan. f. bagian legal akan mempersiapkan pengikatan sebagai berikut: a.

yaitu: 1. Selanjutnya pada setiap akhir. Perhitungan service charge didasarkan pada presentase dari nilai faktur yang dialihkan ke factor dengan mempehitungkan hal – hal sebagai berikut: a. Tanda Persetujuan Penerimaan Faktur / Tagihan. Besarnya service charge/Komisi factoring tergantung dari beban kerja dan/atau risiko yang ditanggung oleh factor atas fasilitas yang diberikan kepada client. factor akan membuatkan laporan pemakaian f asilitas anjak piutang yang telah diterima oleh client beserta lampirannya. Surat Perintah Pembayaran. e. jika ada. apabila client ingin mencairkan fasilitas anjak piutang yang telah disetujui.b. b. d. Selain itu. semakin besar service charge yang akan dibebankan kepada client. Jumlah Customer Jumlah customer merupakan salah satu kriteria menentukan service charge. Formulir lainnya. PERHITUNGAN – PERHITUNGAN DALAM TRANSAKSI ANJAK PIUTANG Dalam transaksi anjak piutang. Volume Penjualan Client per Tahun Semakin tinggi nilai penjualan client. semakin banyak utang customer yang dianjakpiutangkan berarti semakin . besarnya service charge dihitung pula dengan besaran nilai faktur. factor biasanya akan mengenakan biaya – biaya yang dapat dibagi menjadi 3 (tiga) unsur biaya. Biaya ini dikenakan atas jasa nonfinancing yang telah diberikan oleh factor. Demikian seterusnya yang dilakukan oleh client. Factoring Charge atau disebut juga Service Charge atau Komisi Factoring atau Biaya Administrasi. B. c. Cessie Piutang.

Volume penjualan yang akan difaktorkan (per tahun) (12 X Rp 500. Viaya ini biasanya dipotong/dibayarkan pada saat permulaan kontrak perjanjian anjak piutang ditandatangani dan bersifat nonrefundable atau dapat pula dipotong pada saat penarikan fasilitas dari jumlah pre – financing yang diberikan oleh factor. Jumlah Customer baru 1 (satu) X Rp 200. Jumlah Faktur dan Nota Kredit Jumlah faktur juga menjadi salah satu kriteria dalam menentukan service charge kepada client.000 = Rp 6.000) b. semakin banyak pula pekerjaan yang harus dilakukan factor untuk memeriksa setiap faktur atau nota kredit. Berikut ini akan kami kemukakan salah satu bentuk cara menghitung sevice charge yang dapat digunakan oleh perusahaan anjak piutang: a. c.000. demikian sebaliknya.000 c. serta memasukkan data faktur – faktur tersebut ke komputer. maka semakin banyak service charge yang dibebankan. Biaya client = Rp _ = Rp 1.000. jadi semakin banyak faktur berarti service charge yang dibebankan semakin tinggi.banyak perkerjaan yang harus dilakukan. d. Untuk customer yang terdiri dari perusahaan – perusahaan besar dan bonafit.000. meneliti isi faktu apakah sesuai dengan purchase order – nya dan cocok dengan delivery order – nya.000 d. Semakin banyak jumlah faktur atau nota kredit yang dikeluarkan dan difaktorkan oleh client. Jumlah customer lama Rp 100. maka risiko kreditnya biasa relatif lebih kecil sehingga service charge yang dikenakan akan menjadi lebih rendah.000. Risiko Kredit Customer Perhitungan risiko kredit setiap customer juga menjadi dasar perhitungan service charge.000 = Rp 200.000 .

Pengenaan biaya bunga atas advanced payment dapat dilakukan di muka (dipotong di muka) dengan menggunakan perhitungan bunga True Discound Method. besarnya pembebanan bunga dilakukan setiap . Minimum service charge (%) sebelum Fatur risiko = (f) dibagi (a) X 100% Faktor Risiko Customer = 0.800. sehingga advanced payment yang diterima oleh client sama dengan neto pembiayaan. Biaya Total (minimum service charge) g. Initial Payment Charge atau lebih dikenal sebagai biaya bunga/discoundted Biaya bunga akan dikenakan oleh factor kepada client berdasarkan dana yang dipakai sebagai advanced payment dengan perhitungan hari sebenarnya.03% = Rp 600.4 Sejahtera h. Sedangkan apabila perhitungan bunga dilakukan di belakang maka dasar pengenaan bunga mempergunakan rumus simple interest dengan hari sebenarnya. Besarnya biaya bunga ini berkisar antara 2% sampai 3% di atas prime rate yang berlaku dan bersifat negotiable serta akan ditinjau secara berkala.000 = Rp 1. Total factor risiko 0. sehingga apabila metode ini dilakukan maka besarnya advanced payment yang diterima oleh client sebesar neto pembiayaan dikurangi dengan bunga secara True Discound.4 = 0.43 % % Minimum service charge sesudah factor risiko = 2.000 Nama Customer % Penjual dari Total Penjualan Rata – rata (%) PT XYZ 100% X 0. Apabila metode ini digunakan.4 0.e. Jumlah faktur/credit note (per tahun) (50 X 12) X Rp 1000 f.

Untuk memperjelas kedua metod etersebut kami akan memberikan contoh sebagai berikut: Misalkan perusahaan PT XYX mendapatkan fasilitas anjak piutang dari factor PT CDE di mana tagihan yang sedang diajukan sejumlah Rp 125. Metode perhitungan bunga antarperusahaan anjak piutang padat saja berbeda tergantung kebijakan manajemen masing – masing. .000.000 dengan tingkat pembiayaan 80% di mana jatuh tempo tagihan selama 89 hari sebesar 35% per tahun.000 X 89/360 X 35% = Rp 8.000.136.Rp 100.863. 100.000.625.863. Rumus Simple Interest: Pokok pembiayaan X N/360 X R% = Rp 100.817.778 . maka besarnya bunga yang dibebankan oleh factor adalah sebaai berikut: Rumus True Discount Method Pokok Pembiayaan – Pokok Pembiayaan X 365 (R X N) + 365 = Rp.000.183 Bunga yang akan dibebankan oleh factor sebesar Rp 7.000 X 365 (35% X 89) + 365 = Rp 7.akhir bulan berdasarkan jumlah dana yang terpakai atau sama dengan system rekening Koran.183 sehingga jumlah advanced payment yang diterima oleh client Rp 92.000.

maka cltent dapat memanfaatkan peluang menurunkan biaya produksi. Selain ketiga jenis biaya tersebut. Facility Fee atau juga biasa disebut provisi kredit akan dikenakan berdasarkan persentase tertentu dari plafond yang telah disetujui oleh factor dan dibebankan setiap perpanjangan fasilitas anjak piutang.000 karena bunga akan dibayar belakangan. Client tak perlu melakukan penagihan kepada customer.625.000 untuk itu yang bersangkutan dikenakan facility fee sebesar 0.000. Adapun besarnya facility fee berkisar antara 0.778. Biaya ini biasanya dikenakan pada awal kontrak sebelum pencairan pertama failitas anjak piutang dimulai dan bersifat nonrefundable.5% maka facility fee yang wajib dibayar adalah Rp 5.Bunga yang harus dibayar oleh client adalah sebesar Rp 8. PT ABC Sukses Mandiri telah menyetujui planfond pembiayaan anjak piutang sebesar Rp 1. Dengan diperolehnya instant cash. Pembelian barang secara kas.5% sampai 1% dari planfond pembiayaan sebagai contoh. masih terdapat biaya – biaya lainnya yang akan dikenakan factor kepada client yaitu biaya notaris.000. Laporan posisi piutang yang dilakukan oleh factor akan menjadi masukan penting bagi client . 3. biaya pemasangan APHT (jika terdapat jaminan tambahan berupa tanah dan bangunan) dan biaya – biaya lainnya (jika ada) C.000.000. sedangkan jumlah advanced payment yang diterima oleh client adalah sebesar Rp 100.000 (lima juta rupiah).akan mengurangi biaya produksi barang atau jasa yang dihasilkan oleh client.MANFAAT YANG DIDAPAT CLIENT DARI ANJAK PIUTANG • • • • • Client mempunyai akses langsung atas penjualan/pendapatan yang dilakukan dalam bulan berjalan.

Agar penilaian ini lebih objektif maka sebaiknya dalam perhitungan ini dimasukan seluruh biaya yang timbul. fasilitas komputer. Dengan export factoring. untuk menentukan apakah jasa yang ditawarkan oleh export factor memang mahal. perolehan informasi kredit. surat-menyurat. bila menggunakan anjak piutang. Di lain sisi. Di samping itu. Robert Manurung mengemukakan bahwa untuk menentukan apakah anjak piutang internasional bermanfaat bagi eksportir. apabila tidak menggunakan anjak piutang.exportir akan memiliki keuntungan komparatif atau relatif lebih Kompetitif dibandingkan dengan eksportir yang tetap menggunakan metode trandisional atau tidak mengikuti keinginan pasar. harus dapat dilihat dulu dengan membandingkan antara biaya yang dikeluarkan oleh eksportir. berarti penggunaan anjak piutang bermanfaat bagi eksportir.• Client dapat menikmati hasil penjualan/pendapatan secara fleksibel dan selalu proporsional peningkatannya sesuai dengan tingkat penjualan yang dibukukan. biaya pegawai dan premi untuk polis asuransi kredit ekspor. dapat dilakukan dengan pertimbangan hal-hal sebagai berikut: a Jika penggunaan jasa anjak piutang dapat meningkatkan perputaran piutang sehingga modal kerja yang terikat dalam piutang menjadi semakin berkurang.sehingga mengurangi beban personalia dan investasi sistem komputer. Perusahaan dapat terhindar dari resiko tidak dibayarnya tagihan.(bila non rcourse) Fungsi administrasi dapat dialihkan. penggunaan alat tulis kantor. • • • Cltent dapat menikmati perlindungan kredit seiring dengan meningkatnya penjualan kredit. biaya legal. dengan biaya yang dikeluarkan. . Apabila seluruh biaya ini dimasukan ke dalam perhitungan dan ternyata biaya menggunakan anjak piutang lebih kecil dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan tanpa menggunakan anjak piutang. termasuk biaya telepon.

AKUNTANSI ANJAK PIUTANG DARI SISI KLIEN Perlakuan akuntansi untuk transaksi anjak piutang saat ini telah diatur secara khusus dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 1997 PSAK No. Anjak Piutang Non-Financing dari sisi klien Dalam transaksi anjak piutang non-financing. factor biasanya mengenakan factoring charge atau disebut juga service charge. D.b Jika penggunaan jasa anjak piutang dapat mengurangi biaya administrasi yang nilainya lebih besar daripada biaya komisi dan biaya lainnya yang dibauarkan kepada factor sehingga menyebabkan keuntungan eksportir menjadi meningkat. Jasa anjak piutang internasional memang sangat bermanfaat bagi eksportir yang menggunakannya. Factoring charge/service . jasa yang ditawarkan oleh factor tidak selalu dapat memenuhi kebutuhan eksportir. Salah satu syarat penting yang harus ada agar jasa anjak piutang internasional dapat terlaksana adalah bila dalam transaksi ekspor tersebut timbul piutang yang kepemilikannya dapat dialihkan. Jika penggunaan jasa anjak piutang dapat menyebabkan berkurangnya piutang macet. 43 tentang Akuntansi Anjak Piutang. d e Jika penggunaan jasa anjak piutang dapat menyebabkan meningkatnya nilai penjualan kredit. Namun perlu diingat. Jasa yang diberikan oleh anjak piutang internasional tidak dapat memenuhi kontrak-kontrak ekspor yang berjangka panjang. Adapun perlakuan akuntansi yang dimaksud dan yang berlaku untuk klien dapat dikemukakan sebagai berikut: 1. Selain itu. jasa anjak piutang internasional juga tidak sesuai untuk penjualan ekspor yang dilakukan dengan syarat barang dapat dikembalikan. c Jika penggunaan jasa anjak piutang dapat meningkatkan perputaran piutang tanpa mengurangi jumlah pembeli walaupun dilakukan pengetatan dalam penjualan kredit.

dilaporkan dalam neraca dengan rincian sebagai berikut: . Apabila biaya dimaksud dikenakan secara tahunan. Adapun pengungkan transaksi anjak piutang dengan recourse. b Beban bunga yang belum diamortisasi akan dialkokasikan secara konsisten sebagai biaya bunga tahun berjalan berdasarkan suatu tingkat pembebanan berkala. Anjak Piutang Recourse Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam akuntansi anjak piutang jenis ini adalah: a Anjak piutang dengan recourse diakui sebagai kewajiban anjak piutang sebesar nilai piutang yang dialihkan. maka biaya tersebut akan diamortisasi selama masa kontrak. 3. dicatat sebagai piutang retensi ajak piutang dalam neraca serta dikategorikan sebagia harta lancar. Retensi yang ditahan factor dicatat sebagai pengurang kewajiban anjak piutang. di mana selisih antara nilai piutang yang dialihkan dan advanced payment yang diterima ditambah retensi adalah beban bunga yang belum diamortisasi. Retensi yang ditahan oleh factor. Anjak Piutang tanpa Recourse dari sisi klien Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam akuntansi anjak piutang jenis ini adalah: a Anjak piutang tanpa recourse diperlakukan sebagai penjualan dari klien kepada factor. c d Kewajiban anjak piutang disajikan dalam neraca sebesar nilai piutang yang dialihkan dikurangi retensi dan beban bunga yang belum diamortisasi. b c Kerugian atas transaksi anjak piutang dibebankan pada saat transaksi. 2.charge akan dibebankan sebagai biaya. dimana selisih antara piutang yang dijual dan jumlah advanced limit yang diterima ditambah retensi diakui sebagai kerugian atas transaksi anjak piutang. dilakukan dan disajikan dalam laporan sebagai biaya/beban operasi.

Kewajiban Anjak Piutang Retensi Bunga yang belum diamortisasi Kewajiban Anjak Piutang bersih Rp ( Rp ( Rp Rp xxx xxx ) xxx ) + xxx Penjelasan lebih lanjut dapat dilihat pada bab delapan mengenai contoh perlakuan akuntansi transaksi anjak piutang ini.04/1996 tanggal 18 April tentang Nilai Lain sebagai Dasar Pengenaan Pajak. S-78/PJ311/1996 tanggal 19 april perihal Pembebasan PPh Pasal 23 atas Penghasilan yang diperoleh Perusahaan Anjak Piutang. provisi. ditegaskan bahwa penghasilan dari perusahaan anjak piutang yang dilakukan oleh perusahaan pembiayaan baik yang diterima berupa diskon. dan diskon . PERPAJAKAN ANJAK PIUTANG DARI SISI KLIEN Perlakuan Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai yang berlaku saat ini khusus untuk klien atas transaksi anjak piutang yang dilakukannya adalah sebagai berikut: 1. Pajak Pertambahan Nilai dari sisi klien Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keungan No. 2. disebutkan bahwa Penyerahan Jasa Anjak Piutang terutang Pajak Pertambahan Nilai sebesar 10%x5%xJumlah seluruh imbalan yang diterima berupa service charge. Pajak Penghasilan dari sisi klien Berdasarkan Surat Direktur Jenderal Pajak No. E. service charge dan provisi tidak dikenakan pemotongan PP Pasal 23 oleh perusahaan yang membayarkan. Hal ini berarti klien tidak boleh memotong pajak penghasilan pasal 23 yang terutang oleh factor serta bagi klien peraturan ini tidak mempunyai pengaruh apa-apa. 202/ KMK.

hal ini kami lakukan untuk memberikan gambaran tentang anjak piutang secara seimbang baik dari sisi factor maupun dari sisi klien. Pembahasan mengenai prospek dan risiko bisnis anjak piutang kami kemukakan terlebih dahulu agar terlihat dengan jelas bahwa bisnis anjak piutang merupakan bisnis yang cukup menjanjikan bagi investor. Sementara itu. A. Dengan belum stabilnya . perkembangan ekspor migas di pasar internasional menghadapi tantangan yang cukup berat.BAB 7 : ANJAK PIUTANG DARI SISI FACTOR Pada bab ini akan dibahas mengenai anjak piutang dari sisi factor. PROSPEK USAHA ANJAK PIUTANG Kegiatan perekonomian Indonesia selama ini masih sangat tergantung pada perkembangan ekspor migas. Selanjutnya akan kami utarakan syarat-syarat untuk mendapatkan izin usaha perusahaan anjak piutang dan dilanjutkan dengan tinjauan terhadap aspek akuntansi dan perpajakan yang berlaku saat ini khusus untuk anjak piutang dari sisi factor.

karena mereka meningkatkan produksi dan penjualan.harga-harga migas ditambah pula terjadinya fluktuasi nilai tukar rupiah yang tidak menentu. Meningkatnya kegiatan usaha yang ditandai dengan semakin cepatnya pertambahan volume penjualan telah menimbulkan masalah lain. kemampuan yang terbatas dalam menangani penjualan. dunia usaha dimungkinkan untuk memperoleh sumber pembiayaan baru dalam bentuk instant cash (sampai dengan 80% dari nilai invoice) dikaitkan dengan jumlah penjualan kredit yang dilakukannya. Sebab melalui jasa anjak piutang. hal ini sangat mempengaruhi kegiatan perekonomian. Berbagai kebijakan telah digariskan Pemerintah untuk mendorong peningkatan efisiensi kegiatan perusahaan. Kesulitan permodalan yang disertai kredit macet dalam jumlah besar menjadikan dunia usaha semakin terjepit untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Lebih jauh lagi. ketergantungan akan ekspor migas harus sedapat mungkin dikurangi. Akibatnya tidak jarang perusahaan bangkrut karena membengkaknya piutang ragu-ragu yang sangat mengganggu cash flow mereka. Untuk mengatasi keadaan ini. Kebijakan yang ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut adalah pengembangan dan peningkatan kegiatan ekspor non-migas. termasuk credit management dan karena keterbatas keahlian dalam menghadapi ancaman kredit macer (bad debtst). Kondisi seperti ini akan menyulitkan perusahaan memperoleh tambahan sumber pembiayaan dari lembaga perbankan karena kemampuan perusahaan untuk menyediakan barang jaminan juga menjadi semakin terbatas. Selain itu perusahaan anjak piutang juga diharapkan dapat membantu . dunia usaha kita masih banyak menghadapi kendala untuk melakukan kegiatannya. yakni masalah administrasi penjualan. pasti akan banyak membantu. khususnya perusahaan anjak piutang. kebanyakan dunia usaha masih memiliki keterbatasan keahlian dalam menangani penjualan kredit. Untuk dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh dunia usaha. Selama ini. Masalah tersebut pada dasarnya bersumber pada kesulitas permodalan (membuat tidak mampu melakukan ekspansi). antara lain dengan meningkatkan efisiensi perusahaan. kehadiran lembaga pembiayaan.

investor yang menanamkan modalnya pada usaha anjak piutang di Indonesia. Hal ini terlihat pada saat tagihan jatuh tempo. dunia usaha dapat lebih mengkonsentrasikan kegiatannya pada peningkatan produksi dan penjualan. Dengan demikian. terutama yang menjalankan transaksi anjak piutang financing berskala domestik. Selain itu. Sedangkan kelemahan anjak piutang dari sisi factor antara lain belum adanya perlindungan hukum yang cukup memadai untuk factor. Terbatasnya sumber pendanaan perusahaan pembiayaan/ perusahaan anjak piutang yang saat ini hanya terbatas dari sector perbankan. Belum adanya peraturan/perizinan yang bersifat khusus yang mengatur kegiatan anjak piutang sehingga factor dapat bergerak leluasa. yang pada akhirnya dapat menghemat biaya operasional perusahaan (kegiatan dapat dilakukan dengan sederhana dan singkat). memiliki beberapa keuntungan dalam posisinya sebagai factor. 4. transaksi anjak piutang dapat menjembatani term and condition dari pendanaan yang diterima factor dari perbankan. Apabila customer tidak dapat membayar konsekuensinya adalah factor harus siap membuka line of credit bagi customer bersangkutan atau menanggung risiko sampai tagihan terlunasi. atau dengan kata lain term and condition transaksi anjak piutang dapat disamakan dengan term and condition yang diberikan oleh perbankan. besarnya komisi atau biaya administrasi pengelolaan jasa anjak piutang yang diberikan factor kepada klien tergantung pada risiko dari piutang yang dialihkan atau dibiayai oleh factor. Dana yang dipasarkan oleh factor dapat disalurkan dengan tingkat suku bunga yang relatif lebih tinggi dan dengan jangka waktu yang relatif singkat. 2. .kesulitan di bidang credit management. yaitu antara lain: 1. Dengan demikian. Hal ini sangant menguntungkan factor karena perputaran dana menjadi sangat cepat dan bias mengurangi risiko fluktuasi tingkat suku bunga (floating rate). 3. Hal ini dapat mengurangi risiko perubahan suku bunga yang terjadi sewaktu-waktu.

jenis dari jasa anjak piutang yang diberikan oleh factor dan akan diterima oleh klien sangat bergantung pada fomulasi dari perjanjian yang dibuat oleh kedua belah pihak. Atas dasar tersebut jasa anjak piutang dapat dibedakan atas dasar hal-hal sebagai berikut: Jasa yang ditawarkan Ata dasar jasa yang diberikan oleh Factor. b. maka factor pada hari ke-30 atau setiap 30 hari membeli 100% dari faktur-faktur penjualan yang ada. Cara ini tidak menyebabkan munculnya kewajiban bunga kepada klien. c. administrasi penjualan dan penagihan. Proteksi resiko piutang diberikan oleh factor tanpa melakukan pembiayaan atau pemberian uang muka atas pelunasan piutang. Pembelian piutang oleh factor dilakukan pada tanggal tertentu dan biasanya ditentukan atas dasar jangka waktu jatuh tempo dari piutang yang diberikan kepada klien. Full Service Factoring Anjak piutang seperti ini memberikan jasa secara menyeluruh baik jasa pembiayaan maupun non pembiayaan. tagihan dan penagihan piutang. Anjak piutang jenis ini memberikan jasa proteksi resiko piutang. tanpa memberikan jasa lain seperti proteksi resiko piutang. Kewajiban .B.MEKANISME DAN RESIKO USAHA ANJAK PIUTANG Jenis dan Mekanisme Pada pelaksanaannya. apabila rata-rata jangka waktu jatuh tempo adalah 30 hari. Bulk factoring Anjak piutang jenis ini memberikan jasa pembiayaan dan pemberitahuan saat jatuh tempo kepada nasabah. Misalnya urusan administrasi penjualan (sale ledger administration). termasuk menanggung resiko terhadap piutang yang macet. administrasi penjualan secara menyeluruh dan penagihan. Sebagai contoh. anjak piutang dapat dibedakan menjadi: a.

3.000.000 Rp. 20 juta dengan fee sebesar 1.000 Rp.klien hanyalah fee atas jasa proteksi resiko piutang. 1.000.5% maka jumlah yang dibayarkan perusahaan piutang pada suatu periode rata-rata adalah Rp 10 juta(0.000. Perhatikan tabel berikut sebagai illustrasi: Tabel Pembayaran Rata-Rata Jatuh Tempo Faktur (dalam ribuan rupiah) Debitor/pelanggan A B C D E Jumlah Nilai faktur Rp. 7.015%*Rp 20 juta) = Rp 17.000.000. 4.000 Rp. Misalnya: Pembayaran 100% dari nilai faktur dengan tanggal rata-rata dikurangi fee.000 Jatuh tempo (hari) 60 40 50 30 20 200 Tanggal pembayaran rata-rata = 200 = 40 hari 5 d.000 RP.20. 5.000. administrasi penjualan secara menyeluruh danpenagihan yang diberikan oleh factor. Invoice discounting . Apabila total nilai faktur sebesar Rp.000 Rp.000 jumlah tersebut akan dibayarkan pada hari ke-40.000.

Pada saat piutang jatuh tempo. f. Undisclosed factoring Berekaitan dengan perjanjian penjualan piutang dimana anjak piutang memberikan proteksi kredit macet dengan prosentase (80%). Recourse factoring Pelayanan terhadap anjak piutang dalam semua aspek kecuali proteksi terhadap resiko kredit macet. Anjak piutang tidak bertanggung jawab atas pengurusan atas penagihan piutang. maka klien berkewajiban mengembalikan sejumlah uang muka yang telah diterima dari factor. resiko tidak terbayarnya piutang milik klien sepenuhnya ditanggung oleh klien sendiri. Atas dasar distribusi resiko tidak terbayarnya piutang oleh nasabah. sedangkan jasa non pembiayaan sama sekali tidak diberikan. anjak piutang dapat dibedakan menjadi: a. g. Agency factoring Pelayanan anjak piutang atas dasar notifikasi supplier. With recourse factoring Pada tahap awal factor memberikan uang muka proporsi tertentu kepada klien atas piutang atau factor yang diserahkan. pihak klienlah yang mengurus dan menagih penambahan piutangnya. dan factor sama sekali tidak menanggung resiko tidak terbayarnya piutang tersebut. Mekanisme ini akan dijelaskan dengan contoh sebagai berikut: . Dengan demikian resiko tidak terbayarnya piutang seluruhnya ditanggung oleh klien. Selain itu. Dengan adanya perusahaan anjak piutang. resiko tersebut tidak harus selalu secra penuh ditanggung oleh klien. e. Distribusi Resiko Pada mekanisme penjualan tanpa adanya perusahaan anjak piutang. apabila nasabah sama sekali tidak melunasi piutangnya.Anjak piutang jenis ini hanya memberikan jasa pembiayaan saja.

Maju jaya mengadakan penjualan secara kredit kepada pelanggannya yang bernama Bpk. Pelunasan tersebut menjadi hak factor Rp.000. Maju jaya adalah sebesar piutang Rp. Kemungkinan II Pada tanggal 1 maret 2005 bapak soleh menghilang dan sama sekali tidak membayar. Pada tanggal 1 januari 2005 PT. Multi Finance. . Maju jaya menyerahkan piutang tersebut kepada PT. 100 juta ditambah bunga. 80. Without resourse factoring Pada tahap awal factor memberikan uang muka proporsi tertentu kepada klien atas piutang atau factor yang diserahkan. dengan tanggal jatuh tempo 1 maret 2005. Maju jaya berkewajiban mengembalikan pembiayaan sebesar Rp. 80. Multi Finance tidak menanggung rugi atau resiko yang ditanggung oleh factor adalah sebesr 0% dari nilai piutang. Perusahaan ini bekarja sama dengan perusahaan jasa anjak piutang dengan nama PT. Hal ini berdampak pada PT.PT. Dipihak lain PT. Maju jaya adalah sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai jenis kursi.000 kepada factor. Soleh senilai Rp. b. apabila nasabah sama sekali tidak melunasi piutangnya.000 Kemungkinan 1 Pada tanggal 1 maret 2005 bapak soleh membayar lunas utangnya Rp.000. Dengan demikian kerugian yang ditanggung oleh PT. Pada saat piutang jatuh tempo.000 karena piutang sama sekali tidak terbayar. Dalam hal ini .000.000.000. PT.000. Dengan demkian resiko tidak terbayarnya piutang tidak seluruhnya ditanggung oleh klien.000 dan sebagian lagi menjadi hak klien Rp. resiko yang ditanggung oleh klien adalah sebesar 100% dari nilai piutang. 100 juta.Multi Finance dan meerima uang muka dan pembiayaan sebesar 80% dari nilai faktur yaitu Rp. 20. 80. maka klien tidak berkewajiban mengembalikan sejumlah uang muka yang telah diterima dari factor. 100.

Mekanisme ini akan dijelaskan dengan contoh sebagai berikut: PT. 7000. sedangkan factor sendiri menanggung resiko sebesar uang muka atau pembiayaan yang telah diberikan kepada kliennya. Kemungkinann II Apabila tanggal 1 maret sim davids meninggal dunia dan tidak memiliki harta warisan apapun.7000.000. 7000. PT. 7000.000. Kemungkinan 1 Pada tanggal 1 maret 2005 sim davids membayar lunas utangnya sebesar Rp 1 juta ditambah bunga. secara proporsional factor menanggung resiko tidak terbayarnya piutang sebesar 70% dan pihak klien menggung sebesar 30%.Jaya Finance dan menerima uang muka atau pembiayaan sebesar 70% dari niali faktur. Gaya Sakti adalah sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai jenis alat pertukangan.000 dan kemudian tidak memperoleh pelunasan piutang dari nasabah.000. Piutang yang tidak dibiayai oleh factor telah membiayai Rp 7000. Gaya Sakti adalah hanya sebesar piutangnya yang tidak dibiayai oleh factor. yaitu Rp.perusahaan ini bekerjasama dengan sebuah perusahaan anjak piutang dengan nama PT. Gaya Sakti mengadakan penjualan secara kredit kepada pelanggannya yang ber nama sim davids senilai Rp.Klien hanya menanggung resiko sebesar piutang yang tidak dibiayai atau tidak diberi uang muka oleh factor. 10 juta dan tanggal jatuh tempo 1 maret 2005. . maka PT.000 kepada factor. Jaya Finance. Dengan demikian kerugian yang ditanggung oleh PT. maka kerugian yang di tanggung oleh factor adalah Rp. Pada tanggal 1 januari 2005 PT.Gaya Sakti menyerahkan piutangnya tersebut kepada PT. 3000. Pelunasan tersebut mejadi hak factor Rp.000 dan sebagian lagi menjadi hak klien Rp. Gaya Sakti tidak berkewajiban mengembalikan pembiayaan sebesar Rp.

perusahaan anjak piutang peril juga melakukan analisis terhadap laporan keuangan klien yang telah diaudit.Penilaian Resiko Bisnis anjak piutang pada dasarnya merupakan kegiatan usaha yang mengandung resiko. Yang pertama. Kegiatan orerasi dan kinerja keuangan terakhir calon klien akan memberikan latar belakang informasi yang berguna. Cakupan dan kualitas pembukuan masing- . 1. kualitas piutang yang akan dibeli. Banyak calon klien yang melakukan bisnisnya yang belum begitu lama.1. olek karena itu perusahaan anjak piutang harus mempelajari bagaimana dan kenapa bisnis tersebut dilakukan. Penilaian kondisi keungan klien dan propeknya dilakukan dengan menilai berbagai aspek yaitu antara lain: a. Keadaan keuangan Keadaan keuangan klien yang dapat dilihat dari laporan keuangan terutama yang telah diaudit untuk periode terakhir. Ada beberapa resiko yang mengandung bisnis pembiayaan yaitu resiko klien dan resiko yang berhubungan dengan unsure non-resourse yaitu resiko atas kredit customer atau disebut debtor risk. Penilaian posisi terakhir keuangan klien akan memberikan suatu dasar untuk menilai kemampuan keuangannya dimasa yang akan dating. Selanjutnya.Resiko Klien Penilaian perusahaan anjak piutang dalam mengantisipasi resiko dari klien terdiri dari 2 tahap.Kemampuan keuangan Penilaian atas kemapuan keuangan disini dapat dinilai baik pada masa lalu. serta bagaimana produk dan organisasi dikembangkan. Kedua. kondisi sekarang maupun dimasa yang akan dating. perusahaan anjak piutang perlu memiliki keyakian mengenai kemampuan keuangan calon klien. 1.

turn over dalam waktu 12 bulan. Laporan bank misalnya 10 bulan terakhir untuk mengetahui saldo gironya dan pinjaman-pinjamannya. Selanjutnya dalam menilai apakah klien memiliki kemampuan keuangan. . Penelitian tersebut akan memberikan informasi mengenai keadaan dan kegiatan usaha klien antara lain: 1) apakah klien hanya bergantung pada 1 pemasok bahan mentah atas suatu komponen. b. Kredit klien Penilaian terhadap kredito-kreditor pihak klien perlu pula dilakukan untuk mengetahui apakah mereka dibayar sesuai dengan jangka waktu yang mereka sepakati. perusahaan anjak piutang harus pula mempertimbangkan prospek kliennya. Untuk lebih menyakinkan perlu dipertanyakan mengenai asumsi dasar yang digunakan dalam menyasun arus kas tersebut antara lain mengenai perkiraan penjualan. Kalau perlu perusahaan anjak piutang dapat memeriksa langsung pemasok yang bersangkutan. maka pada dasarnya dapat dilakukan perkiraan mengenai prospek klien yang bersangkutan. Memperkirakan prospek dapat pula melihat anggaran penjualan serta arus kas klien. disamping jumlah order yang telah diterima dan yang akan diterima dengan memeriksa statement of intent dari langganannya. Dengan meneliti keadaan keuangan dan pihak-pihak yang terlibat dengan klien lainnya.masing klien biasanya sangat bervariasi oleh karena itu perusahaan anjak piutang perlu meminta penjelasan dari klien mengenai data-data keuangan yang meragukan dalam rangka pengambilan keputusan. 2) 3) Apakah klien sering menunggak pembayaran utangnya pada pemasok.

pihak perusahaan anjak piutang harus benar-benar memiliki keyakinan atas kualitas piuitang yang akan dibeli sebab dalam hal klien tiba-tiba tidak meneruskan usahanya kemungkinan perusahaan anjak piutang hanya bias mengklaim dan memperoleh jumlah yang telah dibayar dimuka atas piutang yang telah di factoringkan. Sama halnya. Perpencaran Piutang Perusahaan anjak piutang perlu mengetahui calon klien memiliki perpencaran piutang atau pelanggan (customer) yang banyak. klaim terhadap jumlah faktur sering terjadi dengan berbagai alasan termasuk jenis produk yang akan dikirim .1. Hal ini dapat terjadi karena kemungkinan pihak costomer akan mencari alas an untuk menghindari kewajiban-kewajiban tersebut. Oleh karena itu. Informasi tersebut meliputi: a. b. Apabila misalnya satu langganan mempunyai utang 35% dari keseluruhan piutang yang dimiliki calon klien pada suatu periode. sekiranya klien mengalami kebangkrutan atau kegagalan usaha. maka piutang akan merupakan jaminan bagi perusahaan anjak piutang. maka jelas perusahaan anjak piutang dengan pembayaran dimuka sebesar 80% tidak akan mampu ditagih lunas.Kualitas Piutang Apabila perusahaan anjak piutang bermaksud menawarkan fasilitas pembayaran uang muka kepada calon klien. Dalam melakukan penilaian terhadap kualitas suatu piutang. Jumlah Kredit Notes Dalam kegiatan penjualan suatu produk oleh klien. maka penilaian utama dapat dilakukan dengan menggunakan informasi mengenai riwayat perusahaan disamping sumber informasi tambahan mengenai perkiraan jalannya operasi perusahaan di masa depan.2. perusahaan anjak piutang harus mempertimbangkan resiko terhadap kemampuan keungan klien apabila customer berhenti membeli atau mengurangi pembeliannya pada calon klien dalam jumlah besar. apabila klien hanya bergantung pada satu orang customer saja.

berbeda dengan pesanan, akibat rusak akibat pengiriman, salah memberikan harga, jumlah barang kurang atau tidak sesuai denagn faktur. Perusahaan factoring harus memperhatihan jumlah kredit notes yang dikeluarkan ini selama 6-12 bulan terakhir yaitu meliputi jumlah dan nilainya dari total penjualan, khususnya, perlu diperhatikan apakah ada kecenderungan naik atau ada alasan yang sangat dominan seperti misalnya kesalahan pengiriman atau alasan dominan lainnya. c Pelunasan piutang oleh Customer. Rata-rata jumlah penjualan kredit kepada nasabah atau customer akan merupakan suatu indikasi penting bagi perusahaan anjak piutang. Pembayaran dalam waktu cepat dibandingkan dengan rata-rata industri akan memberikan indikasi bahwa supplier lebih disukai di mata nasabahnya. Hal tersebut mungkin disebabkan kualitas produk supplier memang lebih unggul, sebab prestasi kerjanya termasuk system pengiriman barangnya baik after sales service-nya lebih baik daripada perusahaan yang lain. Atau dapat pula disebabkan jenis produk tersebut merupakan komponen penting dalam proses pabrikasi pelanggan. Namun apapun alasannya, kualitas piutang yang dibeli perusahaan anjak piutang akan dianggap lebih baik bila klien dibayar lebih cepat meskipun ia menawarkan discount yang tinggi untuk pembayaran lebih awal. d Piutang yang dikecualikan. Perusahaan anjak piutang dalam membeli dan membiayai suatu piutang harus benar-benar yakin bahwa ia tidak membeli piutang yang mungkin tak dapat ditagih atau piutang yang sebenarnya bukan hak klien. Oleh karena itu piutang-piutang berikut biasanya dikecualikan untuk dijadikan sebagai objek anjak piutang: 1. penjualan kepada perusahaan afiliasi atau associated companies. 2. piutang yang timbul dari kontrak jangka panjang dimana ada ketentuan bahwa faktur baru akan dikeluarkan pada suatu tingkat penyelesaian atau proses pekerjaan. Apabila kontrak tidak diselesaikan, maka pelanggan akan menahan atau menunda pembayaran atas faktur yang telah dikeluarkan sehingga akan menyebabkan perusahaan anjak piutang tidak dapat menerima

kembali pembiayaan yang telah dikeluarkan apabila klien mengalami kebangkrutan dalam periode tersebut. 3. penjualan produk dimana didalamnya ada kewajiban atau perjanjian after sales service di pihak klien. Kontrak penjualan dan kontrak service tersebut mungkin terpisah akan tetapi apabila ada penjualan ulang, maka selalu ada kemungkinan terjadi perselesihan dan meskipun pelanggan tidak berpihak menahan pembayaran atas produk tersebut (dan perusahaan anjak piutang dan klien telah bersepakat untuk mengecualikan kontrak after sales service) resiko perusahaan najak piutang dan biaya-biaya akan tetap tinggi. 4. penjualan musiman akan merupakan pertimbangan bagi perusahaan anjak piutang. Pertama, pembayaran di muka akan relatif lebih tinggi selama mencapai puncak musim dibandingkan dengan bisnis normal yang memiliki penyebaran penjualan yang merata sepanjang tahun. Kedua, akan lebih sulit bagi perusahaan anjak piutang memonitor kinerja klien apabila pola penjualannya terdapat waktu jeda. 5. perusahaan najak piutang perlu meneliti system akuntansi penjualan untuk mengetahu pada tahap mana faktur diterbitkan dan sumber-sumber awal dokumen lainnya. Penelitian ini akan sangat riskan bagi perusahaan anjak piutang apabila faktur diterbitkan dikirim kepada customer sebelum barangtersebut diserahkan atau menerima nasabah. Bagi perusahaan anjak piutang akan lebih terjamin apabila penerbitan faktur dilakukan setelah pesanan barang telah diterima customer secara lengkap atau pemberian pelayanan telah selesai dilakukan.

2.Resiko Customer Penilaian resiko debitor atau customer risk oleh perusahaan factoring cukup penting baik untuk kontrak dengan fasilitas recourse factoring maupun untuk nonrecourse factoring dengan memberikan pembayaran di muka karena pada akhirnya pihak customer-lah yang akan membayar kembali pendaan yang lebih dahulu diberikan oleh perusahaan factoring. Fasilitas non-recourse atau sering juga disebut

without recourse memiliki suatu pertimbangan tersendiri yaitu antara lain dalam hal menentukan seberapa besar biaya yang harus dikenakan sebagai imbalan dari resiko kredit pelanggan yang mungkin diterma perusahaan factoring. Penilaian resiko pelanggan individu dalam operasi anjak piutang dengan fasilitas non-recourse merupakan suatu prosedur yang secara terus-menerus harus dilakukan. Factor resiko yang mungkin harus dihadapi oleh perusahaan factoring telah dimasukan sebagai factor salah satu komponen dalam penentuan biaya factoring yang telah disepakati. Masalahnya adalah apakah pihak perusahaan factoring hanya akan menerima suatu resiko secara keseluruhan, sebagian atau tidak sama sekali. Penting bagi perusahaan factoring melakukan penilaian secara akurat mengenai pembebanan biaya atas resiko customer ini sejak awal dan meninjau secara teratur. Untuk memperkecil risiko klien dan risiko customer dalam kegiatannya sehariharinya, biasanya factor akan melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. memilih customer yang dimiliki klien untuk mendapatkan customer dengan reputasi dan bonafiditasnya terbaik. 2. membatasi pemberian fasilitas anjak piutang baik itu di tingkat klien maupun di tingkat customer. Sebagai contoh, klien PT XYZ telah mendapatkan fasilitas anjak piutang sebesar Rp 2 Milyar dengan maximum advance payment 80%, dengan catatan bahwa: a b c d e f g Customer PT A akan dibiayai maksimal Rp 500.000.000 Customer PT B akan dibiayai maksimal Rp 200.000.000 Customer PT C akan dibiayai maksimal Rp 300.000.000 Customer PT D akan dibiayai maksimal Rp 200.000.000 Customer PT E akan dibiayai maksimal Rp 100.000.000 Customer PT F akan dibiayai maksimal Rp 400.000.000 Customer PT G akan dibiayai maksimal Rp 300.000.000

Dengan ini cara ini, secara tidak langsung factor sudah melakukan pengamanan dengan melakukan tindakan spreading risk sehingga risiko yang mungkin timbul tidak terpusat kepada satu customer (one obligor) saja. Selain risiko klien dan risiko customer yang sudah pasti dihadapi factor, masih terdapat beberapa risiko lainnya yang akan dihadapi factor dalam menjalankan anjak piutang, yaitu: 1. Risiko Perekonomian Apabila perekonomian berada pada kondisi yang kurang menguntungkan maka kegiatan di segala bidang usaha akan terganggu yang pada akhirnya dapat mempengaruhi usaha factor untuk menyalurkan pembiayaan maupun mendapatkan kredit. 2. Risiko Pembiayaan Risiko pembiayaan adalah ketidakmampuan customer dan atau klien untuk membayar kembali pembiayaan yang telah diberikan, dan apabila jumlahnya cukup material dapat mempengaruhi kinerja factor. 3. Risiko Likuiditas Masalah likuiditas akan dihadapi oleh factor apabila factor tidak mampu memenuhi kewajibannya selaku debitur kepada kreditur factor, yang pada akhirnya mempengaruhi tingkat kepercayaan klien kepada factor. 4. Risiko Persaingan Semakin banyak perusahaan pembiayaan yang memperluas jaringan pemasaran dapat menimbulkan persaingan antar-factor yang lebih ketat untuk memperebutkan pangsa pasar. 5. Risiko Operasional Risiko operasional dapat saja timbul karena tidak efektifnya system dan prosedur yang diterapkan oleh factor serta lemahnya kontrol yang diterapkan. Hal ini pada akhirnya dapat menurunkan mutu pelayanan kepada klien. 6. Risiko Perubahan Nilai Mata Uang

seperti tampak dalam upaya dunia perbankan dalam menangani kredit macet. sebab tidak adanya kemungkinan penerapan parate eksekusi dengan hak-hak sebagai factor. Cara penyelesaian ini sangat kompleks. di mana aspek teknologi biasanya mempunyai peranan yang sangat menonjol.Tidak tetapnya nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah dapat menempatkan factor dalam posisi yang cukup sulit. Dengan demikian. public record yang baik juga dapat mencegah tindakan curang yang mungkin dilakukan karena kalangan pedagang biasanya mementingkan nama baik. Apabila factor tidak dapat mengantisipasi perubahan tersebut. butuh waktu dan biaya. Public record sebenarnya sangat berguna sebagai sumber informasi yang sangat akurat perihal pihak-pihak yang mempunyai reputasi baik dan dapat dipercaya. Belum terpeliharanya system public record di negara kita juga merupakan persoalan tersendiri. dan dalam kenyataannya eksekusi putusan pengadilan masih sering mengandung ketidakpastian. Apabila factor tidak dapat mengikuto perkembangan teknologi. Memperhatikan aspek-aspek risiko yang telah kami sebutkan di atas. Risiko Kebijakan Moneter Kebijakan moneter yang mengatur industri keuangan yang ditentukan oleh Pemerintah dapat berubah atau diperbarui sewaktu-waktu. Apresiasi nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah dapat menimbulkan kesulitan dalam kewajiban pembayaran. Namun anjak piutang masih perlu dikaji lagi dalam beberapa aspek social lainnya. maka hal ini dapat menurunkan mutu layanan kepada klien. anjak piutang secara teori tampaknya asngat potensial untuk berkembang. 7. maka hal ini dapat mempengaruhi kemampuan factor untuk memperoleh pendapatan atau laba usaha 8. . Risiko Teknologi Risiko teknologi akan muncul seiring dengan semakin ketatnya persaingan antarperusahaan pembiayaan terutama dalam memberikan pelayanan kepada klien. Sengketa serius mungkin timbul. yang alternatif penyelesaiannya kemungkinan besar masih memerlukan campur tangan pihak peradilan.

Akhirnya. tidak mengeluarkan izin usaha baru bagi perusahaan pembiayaan dan atau perusahaan anjak piutang dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Menteri Keuangan No. C.06/2002 Tanggal 24 April 2002 tentang penghentian Pemberian izin pendirian usaha baru perusahaan pembiayaan sedang ditangguhkan oleh Pemerintah. Sedangkan badan hokum perusahaan anjak piutang dan atau perusahaan pembiayaan yang didirikan dapat berbentuk badan hokum Perseroan Terbatas ataupun Koperasi serta dapat dimiliki oleh: 1.017/2000. 448/KMK. bila kepercayaan ini disalahgunakan oleh pembeli. SYARAT UNTUK MEMPEROLEH IZIN USAHA PERUSAHAAN ANJAK PIUTANG Saat ini peluang usaha investor untuk menanamkan modalnya dalam rangka mendirikan perusahaan anjak piutang dan atau perusahaan pembiayaan baru untuk sementara waktu tidak dapat dilakukan. dengan memperhatikan keterbatasan keamanan dari segi hokum. berikut ini akan kami kemukakan tata cara/syarat-syarat untuk mendapatkan izin usaha perusahaan pembiayaan dan atau perusahaan anjak piutang yang mungkin berguna dilain waktu.185/KMK. pihak factor akan benar-benar berada dalam posisi sulit. warga negara Indonesia dan atau badan hukum Indonesia. Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa. dapat menjalankan usahanya berdasarkan prinsip Syari’ah atau yang bersifat konvensional (interest oriented). perusahaan pembiayaan berdasarkan ketentuan dalam Pasal 7 Surat Keputusan Menteri Keuangan No. Hal ini disebabkan Pemerintah. Oleh karena itu. anjak piutang akan lebih banyak bergantung pada asas kepercayaan daripada jaminan yuridis yang kuat dan pasti. Apalagi public record di Indonesia belum terpelihara dengan baik yang tentunya akan sangat menyulitkan pihak factor dalam menganalisis jadi atau tidaknya membeli suatu piutang. . untuk sementara waktu.

tanggung jawab. 4. . 3.2. permohonan untuk mendapat izin Usaha Perusahaan Anjak Piutang dan atau Perusahaan Pembiayaan harus diajukan kepada Menteri Keuangan dan wajib dilampiri dengan: A. bukti pengalaman operasional di bidang Perusahaan Pembiayaan atau perbankan sekurang-kurangnya selama 2 tahun bagi salah satu direksi atau pengurus. Selanjutnya berdasarkan ketentuan dalam Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 172/KMK. wewenang. nama dan tempat kedudukan. kepemilikan. masa jabatan direksi dan dewan komisaris atau pengurus dan pengawas. fotokopi tanda pengenal yang berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau paspor. 2. yang sekurang-kurangnya memuat: 1. 3. permodalan. tidak pernah melakukan tindakan tercela di bidang perbankan. tidak pernah dihukum karena tindak pidana kejahatan. kegiatan usaha sebagai Perusahaan Pembiayaan. 5. badan usaha asing dan warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia (usaha patungan dengan maksimal kepemilikan asing sebesar 85% . Akta pendirian badan hukum termasuk anggaran dasar yang telah disahkan oleh instansi berwenang. 2. surat pernyataan: a b c d tidak tercatat sebagai debitur kredit macet di sector perbankan. daftar riwayat hidup.06/2002. tidak pernah dinyatakan pailit atau dinyatakan bersalah yang mengakibatkan suatu perseroan/perusahaan dinyatakan pailit berdasarkan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. B. 4. Data direksi dan dewan komisaris atau pengurus dan pengawas meliputi: 1.

tidak pernah melakukan tindakan tercela di bidang perbankan. 2. badan hukum wajib dilampiri dengan: a akta pendirian badan hukum. 3. tidak tercatat sebagai debitur kredit macet di sector perbankan.5. 1. Data pemegang saham atau anggota. 4. termasuk anggaran dasar berikut perubahan-perubahan yang telah mendapat pengesahan dari instansi berwenang termasuk bagi badan usaha asing sesuai dengan ketentuan negara asal. fotokopi Kartu Izin Menetap Sementara (KIMS) dan fotokopi surat izin bekerja dari instansi berwenang bagi warga negara asing: a b untuk direksi atau pengurus. wajib dilampiri dengan dokumen: a b c fotokopi tanda pengenal yang berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau paspor. tidak pernah dinyatakan pailit atau dinyatakan bersalah yang mengakibatkan suatu perseroan atau perusahaan dinyatakan pailit berdasarkan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. surat pernyataan bahwa setoran modal tidak berasal dari pinjaman dan kegiatan pencucian uang (money laudering). daftar riwayat hidup. 5. dan untuk anggota dewan komisaris atau pengawas yang bermaksud menetap di Indonesia. C. perorangan. 2. surat pernyataan. pemegang saham dan direksi atau pengurus wajib melampiri surat pernyataan: . tidak pernah dihukum karena tindak pidana kejahatan. b c laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik dan laporan keuangan terakhir. dalam hal: 1.

system dan prosedur kerja.000 (sepuluh milyar rupiah). struktur organisasi. 2. daftar aktiva tetap dan inventaris. . Rencana kerja untuk dua tahun pertama yang sekurang-kurangnya memuat: 1. penguasaan atau perjanjian sewa-menyewa gedung kantor. Bukti pelunasan modal disetor minimum dalam bentuk deposito berjangka pada salah satu bank umum di Indonesia dan dilegalisasi oleh bank penerima setoran yang masih berlaku selama dalam proses pengajuan izin usaha dengan ketentuan sebagai berikut: 1. 4. bukti kepemilikan. 3. untuk koperasi sekurang-kurangnya sebesar Rp 5. 2.1. 4. D. tidak pernah melakukan tindakan tercela di bidang perbankan. G.000. fotokopi Kartu Tanda Penduduk pemegang saham perorangan. contoh perjanjian pembiayaan yang akan digunakan.000. tidak tercatat sebagai debitur kredit macet di sector perbankan.000. untuk perusahaan swasta nasional atau perusahaan patungan sekurangkurangnya sebesar Rp 10. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP). rencana pembiayaan dan langkah-langkah yang dilakukan untuk mewujudkan rencana dimaksud. 3. proyeksi arus kas. dan personalia. Bukti kesiapan operasional antara lain berupa: 1.000 (lima milyar rupiah) F. tidak pernah dihukum karena tindakan pidana kejahatan. tidak pernah dinyatakan pailit atau dinyatakan bersalah yang mengakibatkan suatu perseroan atau perusahaan dinyatakan pailit berdasarkan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. dan perhitungan laba/rugi bulanan dimulai sejak Perusahaan Pembiayaan melakukan kegiatan operasional. 2. E. 2. neraca. 5.000.

pengurusan izin usaha kepada Menteri Keuangan tidak dikenakan biaya apa pun serta apabila dalam kurun waktu tertentu perusahaan pembiayaan yang telah mendapatkan izin usaha tidak menjalankan usahanya.H. AKUNTANSI ANJAK PIUTANG DARI SISI FACTOR Perlakuan akuntansi transaksi anjak piutang telah diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Tahun 1997 PSAK No. Adapun perlakuan akuntansi yang diterapkan untuk factor dapat kami kemukakan sebagai berikut. 43 tentang Akuntansi Anjak Piutang. Perjanjian usaha patungan antara pihak asing dan pihak Indonesia bagi perusahaan patungan. Pendapatan factoring fee yang diterima sehubungan dengan transaksi anjak piutang non-financing diakui dan dicatat sebagai pendapatan periode berjalan. 1. maka izin usaha yang telah diberikan dapat dicabut kembali. Selain hal-hal yang kami sebutkan di atas. D. Semakin banyak beban kerja yang dilakukan. semakin besar factoring fee yang akan didapat oleh factor. Jumlah penanaman bersih tersebut terdiri dari jumlah tagihan/piutang yang akan diterima oleh factor dikurangi dengan piutang/tagihan yang tidak dibiayai oleh factor (retensi) ditambah pendapatan anjak piutang yang belum diakui. Anjak Piutang Financing dari Sisi Factor Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam akuntansi anjak piutang jenis ini adalah: a Penanaman bersih anjak piutang financing dinyatakan sebesar nilai bersihnya. Anjak Piutang Non-Financing dari Sisi Factor Perlakuan akuntansi dalam anjak piutang non-financing tidak terlepas dari seberapa banyak kerja yang dikerjakan oleh factor terhadap klien. . 2.

b Selisih antara jumlah tagihan/piutang yang diterima factor setelah dikurangi dengan retensi ditambah nilai pembayaran kepada klien diperlakukan sebagai pendapatan anjak piutang yang masih belum diakui. d Perhitungan rugi laba disajikan sedemikian rupa sehingga seluruh pendapatan dilaporkan dalam kelompok yang terpisah dari kelompok biaya. Pendapatan Anjak piutang harus dilaporkan sebagai komponen utama dalam kelompok pendapatan. baik ditinjau dari Pajak Penghasilan maupun Pajak Pertambahan Nilai. adalah sebagai berikut: . Adapun perlakuan perpajakan transaksi anjak piutang yang berlaku di Indonesia. Yang membedakan adalah substansi pembelian utang dan penanggungan terhadap kolektibilitas piutang. E. PERPAJAKAN ANJAK PIUTANG DARI SISI FACTOR Pemerintah saat ini telah mengatur perlakuan perpajakan dari transaksi anjak piutang walau belum secara khusus. Sedangkan pelaporan dan pengungkapan transaksi anjak piutang financing dari sisi factor dapat dikemukakan sebagai berikut: Tagihan Anjak Piutang Pendapatan Anjak Piutang yang masih Ditangguhkan Retensi Penyisihan Piutang Ragu-ragu Penanaman Netto Anjak Piutang Rp xxx (Rp xxx) (Rp xxx) (Rp xxx) Rp xxx (+) System akuntansi anjak piutang bagi factor yang kami kemukakan di atas. c Pendapatan anjak piutang yang belum diakui dan dialokasikan secara konsisten sebagai pendapatan tahun berjalan berdasarkan suatu tingakt pengembalian berkala. baik untuk anjak piutang secara recourse maupun tanpa recourse tidak mempengaruhi penyajiannya di neraca.

000. Pajak Penghasilan dari Sisi Factor Berdasarkan Surat Direktur Jenderal Pajak No. Adapun sifat dari pajak pertambahan nilai yang diperlakukan pada transaksi anjak piutang adalah pajak pertambahan nilai yang tidak dapat dikreditkan sebagai pajak masukan.04/1996 tanggal 18 April 1996 tentang Nilai Lain sebagai Dasar Pengenaan Pajak.000 .S-78/PJ-311/1996 tanggal 19 April 1996 perihal Pembebasan PPh Pasal 23 atas Penghasilan yang diperoleh Perusahaan Anjak Piutang.202/KMK. baik yang berupa diskon. khususnya untuk transaksi anjak piutang financing baik dari sisi factor maupun dari sisi client. BAB 8 : CONTOH PERLAKUAN AKUNTANSI TRANSAKSI ANJAK PIUTANG Dalam bab ini akan kita bahas penerapan sistem akuntansi. dan provisi. Sehingga jumlah pajak terutang wajib langsung disetorkan ke kas negara. provisi. service charge. disebutkan bahwa Penyerahan Jasa Anjak Piutang terutang Pajak Pertambahan Nilai adalah sebesar 10% x 5% x jumlah seluruh imbalan yang diterima berupa service charge.000. ditegaskan bahwa penghasilan dari perusahaan anjak piutang yang dilakukan oleh perusahaan pembiayaan. tidak dikenakan pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23 oleh perusahaan yang membayarkan.1. Pajak Pertambahan Nilai dari Sisi Factor Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. dan diskon.Misalnya PT ABC Sukses Mandiri telah menandatangani perjanjian anjak piutang dalam rangka mendapatkan fasilitas anjak piutang financing dari PT Multi Finance Company dengan syarat dan kondisi pembiayaan sebagai berikut : 1)Factor 2)Client 3)Piutang yang Dapat Dialihkan :PT Multi Finance Company :PT ABC Sukses Mandiri :Rp 1. 2.

000/ penarikan : Anjak Piutang With Recourse : 0. client pada tanggal 24 September 1999 bermaksud akan mencairkan fasilitas anjak piutang yang diterimanya dengan kondisi sebagai berikut: Nilai Tagihan Customer Jatuh tempo Tagihan Retensi dikembalikan : Rp 400. Berdasarkan data – data tersebut di atas.000 : 74 hari .5% ditanggung oleh client : Bunga Dibayar di Muka secara True Discount Untuk tahap pertama.a : Rp 150.000 : Rp 360.000. maka akan didapatkan perhitungan – perhitungan anjak piutang sebagai berikut: 1) Tagihan yang dialihkan 2) Tagihan yang tidak dibiayai 3) Tagihan yang dibiayai 4) Jangka Waktu : Rp 400.000.4)Piutang yang Dapat Dibiayai 5)Retensi 6)Customer :90% :10% : a)PT Adi Wiragraha maks pembiayaan Rp 450 juta b)PT Duta Sukses maks pembiayaan Rp 200 juta c)PT Sarana Lintas maks pembiayaan Rp 150 juta d)PT Bumi Katulistiwa maks pembiayaan Rp 200 juta 7) Bunga 8) Biaya Administrasi 9) Jenis Pembayaran 10) PPN 11) Metode Pembyaran : 25% p.000.000 : Rp 40.000 : PT Adi Wiragraha : 07 Desember 1999 : 1 hari setelah jatuh tempo tagihan.

000) : Rp 360.362 2.000.366.040.5) Biaya Administrasi : Rp 150.000.408.366.000 _ Rp 360. Bunga yang akan dikenakan oleh factor kepada client Bunga : Tagihan yang dibiayai _ Tagihan yang Dibiayai X 365 365 + (R% X N) Bunga : Rp 360.000 X 365 365 + (74 X X 25%) Bunga : Rp 360.000 : (Rp 40.366.000 – Rp 342. Besarnya pengakuan pendapatan untuk factor dan/atau biaya bunga untuk client didapat dengan cara sebagai berikut: a) September 1999 : 06/74 X Rp 17.000.362) : (Rp : (Rp 150.000.083 b) Oktober 1999 : 31/74 X Rp 17.097 c) November 1999 : 30/74 X Rp 17.275.366.633.642.000 Selanjutnya factor akan membuat perhitungan bunga yang akan dibebankan kepada client sebagai berikut: 1.582) . Jumlah yang akan diterima oleh client atas pencairan pertama fasilitas anjak piutang adalah sebagai berikut: a) Tagihan yang dialihkan b) Tagihan yang tidak dibiayai c) Tagihan yang dibiayai d) Bunga e) Biaya Administrasi f) PPN : Rp 400.362 = Rp 1.362 = Rp 7.000.000) 87.362 = Rp 7.366.417 d) Desember 1999 : 07/74 X Rp 17.638 Bunga Rp 17.000 : (Rp 17.765 3.000.366.362 = Rp 1.

750 40.396. maka tampilan neraca masing – masing perusahaan adalah sebgai berikut: PT MULTI FINANCE COMPANY NERACA .396. Berdasarkan data – data tersebut di atas.582 Cr. Pendapatan Biaya Administrasi Cr.000 : Rp 400. Kewajiban Anjak Piutang : Rp 342. Tagihan Anjak Piutang Cr. Bunga yang belum diamortasi Db.5% dikalikan dengan (Bunga + Biaya Administrasi) sehingga didapat sebesar Rp 87.000 : Rp 400. Jurnal yang dilakukan oleh client Db.000.000.000 : Rp 342.g) Jumlah yang diterima client : Rp 342.000. Retensi 2.000 87.056 : Rp 17. Biaya Administrasi Db. maka jurnal transaksi yang akan dilakukan oleh masing – masing perusahaan adalah sebagai berikut: 1.056 : Rp : Rp 150. Cash/Bank Cr.453. Retensi Cr. Cash/Bank Db.000. Utang PPN Cr.194 : Rp : Rp 150. Pendapatan Anjak Piutang ditangguhkan : Rp 17.362 : Rp 40.396.582. Jurnal yang dilakukan oleh factor Db.056 PPN yang dikenakan didapat dari 0.366.000 Berdasarkan data transaksi pada tanggal 24 September 1999.

000) (Rp 17.000 (Rp 40.362) : Rp 342.000. PT ABC Sukses Mandiri NERACA 24 September 1999 Aktiva Cash/bank Pasiva Kewajiban anjak piutang Bunga yang belum diamortisasi : Rp 400.638 Catatan : Sedangkan Biaya Administrasi yang didapat dari client sebesar Rp 150.000 dibukukan langsung sebagai pendapatan biaya administrasi.633.000.366.000 : (Rp 17.24 September 1999 Aktiva Tagihan anjak piutang Retensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Pembiayaan Anjak Piutang Bersih Pasiva Utang PPN Rp 87.396.000.366.582 Rp 400.056 .362) Rp 342.

000.582 Adanya pembayaran utang Pajak Penambahan Nilai yang dilakukan oleh factor. 87.366. 342. Cash/Bank Rp.000 : (Rp.638 Untuk membayar biaya administrasi sebesar Rp 150. jurnal Pembayaran Utang Pajak Penambahan Nilai Oleh Factor Db.362) : Rp.000.638 .633.582 Rp. Utang PPn Cr. 17.633.000 dan PPN dapat langsungdibebankan sebagai biaya dalam laporan rugi laba perusahaan. maka posisi neraca factor akan jadi sebagai berikut : PT MULTI FINANCE COMPANY NERACA Setelah Pembayaran Utang PPN Aktiva Tagihan anjak piutang Retensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Pembayaran anjak piutang bersih : Rp.Retensi Kewajiban Anjak Piutang Bersih Catatan : : (Rp 40. 400. 3. 40. 87.000) Rp 342.000.000) : (Rp.

4.408.279) Rp 344.598.000) (Rp 15. Bunga anjak piutang ditangguhkan Rp 1.000.083 Rp 1.083 Rp 1. Pendapatan anjak piutang yang ditangguhkan Cr.083 Berdasarkan transaksi ini. Biaya bunga anjak piutang Cr.083 Rp 1.000 (Rp 40.721 . maka posisi neraca masing-masing perusahaan menjadi sebagai berikut : PT MULTI FINANCE COMPANY NERACA 30 SEPEMBER 1999 Aktiva Tagihan anjak piutang Retensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Pembiayaan anjak piutang bersih Rp 400.408. Memorial Jurnal Pengakuan Pendapatan dan Biaya tanggal 30 September 1999 • Memorial Jurnal yang akan dibuat oleh factor : Db.000.041. Pendapatan bunga anjak piutang • Memorial Jurnal yang akan dibuat oleh client Db.408.408.

Hal yang sama akan dilakukan oleh masing-masing perusahaan untuk akhir bulan Oktober 1999 dan akhir bulan November 1999. Db.408.000.408.Catatan : Penurunan pendapatan anjak piutang ditanggung sebesar Rp 1.056 . Memorial Jurnal Pengakuan Pendapatan dan Biaya tanggal 31 Oktober 1999 • Memorial jurnal yang akan dibuat oleh factor.097 Rp 7. PT ABC Sukses Mandiri NERACA 30 September 1999 Aktiva Cash/bank Pasiva Kewajiban anjak piutang Bunga yang belum diamortisasi Retensi Kewajiban anjak piutang bersih Catatan: Penurunan biaya bunga anjak piutang ditanggung sebesar Rp 1.279) (Rp 40.000) Rp 344.721 Rp 342. Pendapatan bunga anjak piutang Rp 7.097 Rp 400.958.275. 5.083 adalah akibat dari pembebanan biaya bunga anjak piutang pada bulan berjalan.275.396.000.083 adalah karena pengakuan pendapatan yang langsung dimasukan sebagai pendapatan bunga anjak piutang bulan berjalan.041. Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Cr.000 (Rp 15.

683.275.316.182) Rp 351.275.182) (Rp 40.000) Rp 342.• Memorial yang akan dibuat oleh client Rp 7.683.396.097 Rp 7.000.818 PT BCA Sukses Mandiri NERACA 31 Oktober 1999 Aktiva Cash/bank Pasiva Kewajiban anjak piutang Bunga yang belum diamotisasi Retensi Rp 400.000) (Rp 8.000 (Rp 8.000.000. maka posisi neraca masing-masing perusahaan sebagai berikut : PT MULTI FINANCE COMPANY NERACA 31 Oktober 1999 Aktiva Tagihan anjak piutang Retensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Pembiayaan anjak piutang bersih Rp 400. Biaya bunga anjak piutang Cr.000.097 Db.000 (Rp 40. Bunga anjak piutang ditanggung Berdasarkan transaksi ini.056 .

040.040.235 . Biaya bunga anjak piutang Cr.417 Rp 7. Bunga anjak piutang ditangguhkan Rp 7.000 (Rp 40.417 Rp 7.765) Rp 358.818 5. Memorial jurnal yang akan dibuat oleh factor.000) (Rp 1.316.000. Db.357.040.040.Kewajiban anjak piutang bersih Rp 351. Pendapatan bunga anjak piutang b. Memorial yang akan dibuat oleh client Db.000.642. Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Cr.417 Rp 7. Memorial Jurnal Pengakuan Pendapatan dan Biaya tanggal 30 November 1999 a.417 Berdasarkan transaksi ini maka posisi neraca masing-masing perusahaan menjadi sebagai berikut : PT MULTI FANANCE COMPANY NERACA 30 November 1999 Aktiva Tagihan anjak piutang Retensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Biaya anjak piutang bersih Rp 400.

000.642.763 Rp 400.396. Pendapatan bunga anjak piutang b.765) (Rp 40.763 Berdasarkan transaksi yang terjadi pada tanggal 7 Desember 1999.000.000 (Rp 1.642.000 Rp 1. Bank/cash Cr. Db.056 Db.000.642.642. Biaya bunga anjak piutang Rp 1. Pendapatan bunga anjak piutang ditangguhkan Rp 1.235 Rp 342.PT ABC Sukses Mandiri NERACA 30 November 1999 Aktiva Cash/bank Pasiva Kewajiban anjak piutang Bunga yang belum diamotisasi Retensi Kewajiban anjak piutang bersih 6. maka posisi neraca factor dan client adalah sebagai di bawah ini : .763 Rp 1.000 Rp 400. Jurnal yang dilakukan oleh factor. Biaya bunga anjak piutang ditangguhkan Cr. Memorial yang akan dibuat oleh client. Tagihan anjak piutang Cr. Db.572.000) Rp 358.763 Rp 400.642.000. jurnal pada tanggal 7 Desember 1999 a.

000 Rp 0 (Rp 40.PT MULTI FANANCE COMPANY NERACA 7 Desember 1999 Aktiva Cash/bank Tagihan anjak piutang Retensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Biaya anjak piutang bersih (Rp Rp 400.000.000) Rp 342.000.000 (Rp 0) (Rp 40.396.000) PT ABC Sukses Mandiri NERACA 7 Desember 1999 Aktiva Cash/bank Pasiva Kewajiban anjak piutang Bunga yang belum diamotisasi Retensi Rp 400.000.000.000.000) 0) (Rp 40.056 .

Cash/bank Db.000.000 Rp 40. jurnal pada tanggal 8Desember 1999 (saat pengembalian retensi) • Jurnal yang dilakukan oleh factor Db. mak posisi Neraca factor dan Client adalah seperti dibawah ini : PT MULTI FANANCE COMPANY NERACA 8 Desember 1999 Aktiva Cash/bank Tagihan anjak piutang Retensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Pembiayaan anjak piutang bersih (Rp (Rp Rp 360.000 Rp 40. Cash/bank • Jurnal yang dilakukan oleh client Db.000.Kewajiban anjak piutang bersih Rp 360.000 Rp 400. Piutang dagang/piutang wesel Rp 40.000 Rp 400.000.000 7.000 Rp (Rp0 0) 0) 0 0) .000. Retensi Cr.000 Berdasarkan transaksi yang terjadi pada tanggal 8 Desember 1999.000. Retensi Cr. Kewajiban anjak piutang Cr.000.000.000 Rp 40.000.

sebagai contoh diskon yang didapatkan dari pembelian bahan baku dari dana yang didapat dari advance payment.000 Berdasarkan transaksi anjak piutang diatas diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. 3.056.056 dari total tagihan Rp 400.944 dengan manfaat yang didapatkan dari advance payment sebesar Rp 342.000.944 di kurangi PPN sebesar Rp 87. client wajib melakukan analisis cost and benefit ratio.000.603.396.000 sehingga pada periode anjak piutang tersebut client mengeluarkan biaya-biaya anjak piutang sebesar Rp 17.362. terutama membandingkan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 17.582 sehingga didapatkan angka sebesar Rp 17.056 Rp 40.603.PT ABC Sukses Mandiri NERACA 8 Desember 1999 Aktiva Cash/bank Cash/bank Pasiva Kewajiban anjak piutang Bunga yang belum diamotisasi Retensi Kewajiban anjak piutang bersih Rp (Rp (Rp Rp 0 0) 0) 0 Rp 342.396.603. client mendapatkan kembali tagihan yang dialihkan melalui transaksi anjak piutang sebesar Rp 382. factor selama membiayai transaksi anjak piutang di atas mendapat penghasilan sebesar Rp 17.944. .396.516. 2.

PERJANJIAN ANJAK PIUTANG (NON-RECOURSE FACTORING AGREEMENT) No.4. di mana contoh diatas tidak bersifat buku tetapi dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing perusahaan karena kebijakan perusahaan anjak piutang bisa saja berbeda-beda. Denikian ilustrasi anjak piutang yang bersifat financing. BAB 9 : CONTOH PERJANJIAN DAN FORM ANJAK PIUTANG 1. . apakah nilai diskon yang didapat lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan maka pembiayaan yang didapat dari anjak piutang yang didapat menguntungkan client.

Sejanjunya disebut client (dalam arti termasuk pengganti-penggantinya yang berhak dan ditunjuk) di lain pihak. Selanjutnya disebut factor (dalam arti termasuk pengganti-penggantinya yang berhak dan ditunjuk) di satu pihak. . . selanjutnya disebut perjanjian. transaksi mana menimbulkan piutang bagi client. II.Pada hari ini. 3. dengan syarat-syarat dan ketentuanketentuan sebagai berikut: Pasal 1 Definisi Dalam perjanjian ini yang dimaksud dengan: 1. 2. CUSTOMER adalah orang/badan usaha yang mengadakan transaksi jual beli dengan client. FACTOR adalahbadan usaha yang melakukan kegiataan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang/tagihan jangka pendek dari client. CLIENT adalah badan usaha yang memiliki piutang/tagihan yang sah terhadap CUSTOMER. yang akan menjual/mengalihkan piutangnya kepada factor. tanggal bulan tahun dua ribu ( ). Kedua belah pihak dengan ini setuju dan sepakat mengadakan perjanjian anjak piutang. telah diadakan perjanjian oleh dan antara: I.

CLIENT mengajukan penawaran tersebut dalam daftar penawaran yang dibuat dalam rangkap 2. CLIENT menjamin penuh terhadap factor untuk dan akan menjual seluruh piutang CLIENT kepada FACTOR. pemberitahuan mana merupakan bagian tidak terpisahkan dari perjanjian ini. baik piutang-piutang yang ada pada saat ini maupun piutang-piutang yang akan terjadi kemudian. piutang-piutang tersebut harus berupa tagihan yang timbul dari transaksi jual beli yang sah dan tidak bertentangan dengan undang-undang.4. dengan tidak mengurangi hak FACTOR untuk menerima /menolak piutang yang akan dialihkan. piutang adalah semua dan setiap tagihan yang dimiliki client yang timbul sebagai akibat dari transaksi jual beli yang sah antara client dengan customer. persetujuan atau penolakan tersebut akan diberitahukan secara tertulis kepada client dalam waktu 7 hari sejak penawaran diterima. Pasal 3 Penerimaan Penawaran FACTOR berhak untuk menerima atau menolak piutang-piutang sebagaimana dalam pasal 2 perjanjian ini semata-mata berdasarkan pertimbangan FACTOR sendiri. Pasal 4 Pengalihan Piutang Pengalihan piutang yang ditawarkan oleh client kepada factor dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: . Pasal 2 Penawaran 1. 3. 2.

1. piutang dimaksud dengan jumlah penawaran secara akumulatif yang diterima FACTOR Rp (terbilang). pengalihan piutang sama sekali tidak mempengaruhi atau membebaskan client dari kewajibannya kepada customer sebagai mana termuat dalam transaksi jual beli antara client dan customer. harga jual untuk setiap piutang dalam setiap daftar penawaran yang telah disetujui bersama adalah nilai faktur yang harur dibayar customer dikurangi dengan: • • potongan maksimum. CLIENT menyerahkan seluruh haknya sebagai pemilik piutang yang sah kepada FACTOR. yang diberi oleh client untuk pembayaran segera atau hal lainnya. saat pembayaran oleh factor kepada client merupakan saat dimulainya perhitungan Discounted Rate yang harus ditanggung oleh client dan periode pengembalian yang harus dibayar oleh client kepada factor. tanpa mengurang hak factor untuk menurunkan jumlah tersebut setiap waktu tanpa persetujuan dari client terlebih dahulu. Pasal 6 . hak atas bunga/denda/keuntungan lainnya serta hak-hak lainnya yang dimiliki oleh client dengan customer. client dengan ini setuju untuk menjual kepada factor dan factordengan ini setuju untuk membeli dari client. dan setiap kredit yang diberi oleh client. dari dan pleh karena itu factor dibebaskan dan tidak berwajibkan untuk melengkapi atau melaksanakan ketentuan /syarat yang termuat dari transaksi jual beli tersebut. 2. 3. satu dan lainnya dengan tanpa ada yang dikecualikan. jika ada. termasuk hak untuk menagih. Pasal 5 Harga Piutang CLIENT 1. 2.

2. yaitu: . maka secara serta merta client berkewajiban menanggung kerugian yang diderita oleh factor. apabila ternyata kemudian hari terjadi hal-hal yang bertentangan dengan yang tercantum dalam pasal 6 ayat 1perjanjian ini. bebas dari segala sengketa. tidak sedang. client menjamin kepada factor bahwa piutang yang dialihkan tersebut benarbenar milik client. Pasal 8 Pemberian Jaminan Untuk menjamin lebih lanjut pembayaran kembali dengan tertib dan secara sebagaimana mestinya semua kewajiban yang harus dibayar oleh client kepada factor berdasarkan perjanjian ini. 4.Kewajiban CLIENT 1. belum pernah. maka client dengan ini memberikan jaminan kepada factor. 2. dalam hal customer karena sebab apa pun juga tdak dapat melunasi suatu utangnya kepda client tetapi harus membayar kembali (termasuk Discounted Rate) kepada factor. 3. Pasal 7 Penagihan/Pelunasan Pembayaran 1. ketelambatan pembayaran kembali (termasuk Discounted Rate) oleh client kepada factor akan dikenakan denda keterlambatan sebesar 5% per bulan. factor adalah satu-satunya pemegang hak penuh untuk menerima dan atau menagih dengan jalan apa pun setiap piutang yang dibeli oleh factor dari client. timbul dari transaksi jual beli yang sah. client wajib menagih customer dan bertanggung jawab penuh membayar kepada factor pada tanggal yang telah ditentukan oleh client dan factor. dan tidak akan diikat sebagai jaminan kepad apihak lain dalam bentuk apa pun juga.

Pasal 9 Masa Berlaku 1. perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu 12 bulan , terhitung sejak tanggal sehingga berakhir pada tanggal , dengan ketentuan bahwa perjanjian ini dapat diperpanjang dengan syarat-syarat yang ditentukan kemudian oleh kedua pihak. 2. dalam hal ada salah satu pihak yang bermaksud mengakhiri Perjanjian ini sebelum jangka waktu berakhir, maka pihak yang bersangkutan harus terlebih dahulu memberitahukan maksudnya tersebut secara tertulis kepada pihak lainnya dalam waktu sekurang-kurangnya 1 bulan sebelum maksud tersebut dilaksanakan dan penghentian tersebut harus mendapat persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak lainnya. Pasal 10 Kelalaian 1. menyimpang dari ketentuan pasal 9 perjanjian ini, factor berhak untuk menghentikan/mengakhiri perjanjian ini dengan melepaskan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dalam hal terjadi salah satu dari kejadian di bawah ini: • • apabila client melalaikan kewajiban sebagaimana dijelaskan dalam pasal 6 perjanjian ini; apabila pernyataan, keterangan, surat dan data atau dokumen yamg diberikan oleh client kepada factor berhubungan dengan perjanjian ini, ternyata tidak benar, tidak sah atau tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya; • apabila menurut penilaian factor, client telah melakukan suatu perbuatan atau sikap yang mengakibatkan kerugian pada factor berkenanan dengan pengalihan piutang ini.

• • •

Apabila seluruh atau sebagian harta client disita. Apabila client dengan suatu keputusan dari pengadilan yang berwenang dinyatakan pailit. Apabila terjadi insolvensi, sehubungan dengan customer : 1. customer dengan suatu keputusan dari pengadilan yang berwenang dinyatakan pailit, dan atau 2. keputusan yang efektif telah diambil untuk pemberhentian kegiatan atau likuidasi secara sukarela yang timbul dari ketidakmampuan untuk membayar utang-utang pada waktu jatuh tempo dan atau 3. kondisi atau keadaan yang menurut pendapat factor dapat dianggap sama dengan salah satu kondisi atau keadaan tersebut diatas. Pasal 11 Pajak dan Biaya

Client wajib membayar: a. semua beban pajak, ongkos, upah, pengeluaran dan biaya-biaya yang sah lainnya, termasuk bea materai dan biaya pengacara atau konsultan hokum yang ditunjuk oleh factor, dari atau berkenaan dengan pembuatan, pelaksanaan dan pendaftaran perjanjian ini atau setiap biaya, beban-beban, jaminan-jaminan dan dokumen-dokumen lainnya yang disyaratkan factor. b. Semua biaya dan ongkos lain yang timbul sehubungan dengan penagihan dan pelaksanaan pembayaran yang harus dibayar oleh factor. Pasal 12 Lain-lain Segala sesuatu yang belum cukup diatur dalam perjanjian ini, akan diatur dan ditetapkan kemudian oleh dan atas kesepakatan kedua belah pihak secara tertulis.

Segala lampiran, penambahan dan lain-lain dokumen yang dibuat berdasarkan perjanjian ini merupakan bagian dan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan perjanjian ini. Pasal 13 Domisili Apabila timbul perselisihan sebagai akibat dari perjanjian ini, kedua belah pihak setuju dan sepakat untuk menyelesaikan secara musyawarah dan mufakat. Tetapi bila tidak terjadi penyelesaian di kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dengan tidak mengurangi hak factor untuk mengajukan tuntuan pada Pengadilan Negeri lainnya di wilayah Republik Indonesia.

FACTOR PT MULTI FINANCE COMPANY

CLIENT

SAKSI-SAKSI 2.PENGALIHAN HAK ATAS PIUTANG (CESSIE) Perjanjian ini dibuat pada hari ini, hari antara : I Selanjutnya disebut factor (dalam arti termasuk pengantinya yang berhak dan ditunjuk) disatu pihak; tanggalbulan tahun ( ) oleh dan

II Selanjutnya disebut client (dalam arti termasuk pengantinya yang berhak dan ditunjuk) dilain pihak; Kedua belah pihak menerangkan terlebih dahulu bahwa: • • • client dan factor telah membuat perjanjian anjak piutang No. tanggal (selanjutnya disebut perjanjian anjak piutang). para pihakdengan ini menerangkan secara jelas bahwa perjanjian ini dibuat sebagai implementasi dari perjanjian anjak piutang tersebut. Client berkehendak untuk menjual dan mengalihkan kepada factor dan factor berkehendak untuk membeli dan mengambil alih dari client atas piutang tertentu berdasarkan transaksi penjualan kreditnya dengan para customer,sebagaimana didefinisikan dlam perjanjian anjak piutang, dalam rangka kegiatan usahanya. Kedua belah pihak dengan ini setuju dan sepakat mengadakan Perjanjian Pengadilan Hak Atas Piutang, dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut: Pasal 1 Client dengan ini menjual dan mengalihkan kepada factor dan factor dengan ini membeli dan menerima pengalihan hak, kepemilikan dan kepentingan atas piutang yang tercantum dalam daftar penerimaan No. ……… tanggal …….., terlampir, yang merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini (selanjutnya secara kolectif disebut piutang. Pasal 2 Tanpa mengurangi berlakunya ketentuan pasal 1 perjanjian ini, pengalihan hak, kepemilikan dan kepentingan atas piutang tersebut tunduk pada setiap dan semua

persyaratan dan ketentuan yang tercantum dalam perjanjian anjak piutang, yang dengan ini diakui oleh para pihak merupakan kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. Pasal 3 Para pihak mengakui bahwa pengalihan hak, kepemilikan dan kepentingan atas piutang berdasarkan perjanjian ini telah sah dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Client dengan ini memberi kuasa dengan hak substitusi kepada factor untuk memberitahukan mengenai pengalihan ini kepada customer, sebagaimana istilah tersebut didefinisikan dalam perjanjian anjak piutang, untuk memberikan keterangan, membuat atau menyuruh membuat, menandatangani setiap dan semua surat dan dokumen dan selanjutnya tindakan-tindakan lain yang diperlukan untuk mensahkan pengalihan tersebut, dengan hak untuk memberikan substitusi kepada pihak lain. Pemberian kuasa ini tidak dapat ditarik kembali serta tidak berakhir karena hak-hak yang disebutkan dalam pasal 1813 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata atau karena sebab lain apa pun. FACTOR CLIENT

Kepada Yth.

Daftar Penawaran No.

3.DAFTAR PENAWARAN Sehubungan dengan perjanjian anjak piutang No. …… tanggal……… dan pelaksanaan pasal 2 Perjanjian tersebut, dengan ini kami mengajukan penawaran piutang kami sebagai CLIENT, dengan persyaratan/kondisi sebagai berikut: Nama dan alamat No dan Harga jual Jangka waktu

. tanggal ……… dan pelaksaan pasal 3 Perjanjian tersebut serta Daftar Penawaran No. dengan ini Kami menerima tawaran piutang saudara sebagai CLIENT. tanggal ……. .. surat tanda terima customer dan dokumen lainnya. ….DAFTAR PENERIMAAN Sehubungan dengan Perjanjian Anjak Piutang No. surat jalan. Jakarta. CLIENT Kepada Yth.customer tanggal faktur (Rp) factoring Total Bersama ini kami mengirimkan/melampirkan faktur-faktur. Daftar Penerimaan No. …. Kami mohon agar penawaran kami diterima. 4. dengan persyaratan/kondisi sebagai berikut: Nama dan alamat customer No dan tanggal faktur Harga jual (Rp) Jangka waktu factoring .

-Retensi -Discounted Rate -PPN : Rp : Rp : Rp -Biaya Administrasi : Rp 3. 2. (terbilang) dari CLIENT dan CLIENT telah mengalihkan hak faktur tersebut kepada FAKTOR.1. CLIENT menyetujui memberikan/membayar kepada FACTOR. bulan. tahun) Menyetujui FACTOR CLIENT . (tanggal. CLIENT bertanggung jawab atas hasil tagihan tersebut dan kemudian menyerahkan/membayar kepada FACTOR ke rekening Bank FACTOR yang akan diberitahukan kemudian. CLIENT mengakui telah menerima pembayaran harta beli hak faktur tersebut sebesar Rp ………(terbilang). dengan jadwal pembayaran sebagai berikut: Jakarta. FACTOR telah memberi faktur tersebut di atas yang bernilai Rp ……….

…. Daftar penerimaan No. Sehubungan dengan perjanjian anjak piutang (factoring) No.. No.Surat Perintah Bayar Kepada Yth..tanggal………. PT (nama perusahaan) Jakarta Dengan hormat.tanggal……. ……. : Hal : 5. dengan ini kami selaku CLIENT memohon kepada PT untuk mentransfer/mengeluarkan giro: .Jakarta.

kami ucapkan terima kasih. Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam Sistim keuangan dan perbankan Islam adalah merupakan bagian dari konsep yang lebih luas tentang ekonomi Islam. Persepsi Islam dalam transaksi finansial itu dipandang oleh banyak kalangan muslim sebagai kewajiban agamis. : bank : : Rp Demikian Surat Perintah Bayar ini kami buat.Pada tanggal : Sebesar Kepada Nama : a/C No. Hormat Kami. Karena dasar etika ini maka keuangan dan perbankan Islam bagi kebanyakan muslim adalah bukan sekedar sistem transaksi komersial. Kemampuan lembaga keuangan Islam menarik investor dengan sukses bukan hanya tergantung pada tingkat kemampuan lembaga itu menghasilkan . sebagaimana dianjurkan oleh para ulama. CLIENT BAB 10 : SISTEM SYARIAH DAN ANJAK PIUTANG 1. atas kerja sama yang baik. yang tujuannya.Pendahuluan Syariah:Islam dan Sistem Ekonominya 1. adalah memperkenalkan sistim nilai dan etika Islam ke dalam lingkungan ekonomi.

keuntungan. Pertama. penerima upah. hanya pemeluk Islam yang berimanlah yang dapat mewakili satuan ekonomi Islam. Hal ini menjadi subyek yang dipelajari dalam Ekonomi Islam sehingga implikasi ekonomi yang dapat ditarik dari ajaran Islam berbeda dengan ekonomi tradisional. kepemilikan individu dibatasi oleh kepentingan masyarakat. (2) Islam mengakui kepemilikan pribadi dalam batas-batas tertentu. Seorang muslim. dan Kedua. Prinsip-prinsip Ekonomi Islam itu secara garis besar dapat diuraikan sebagai berikut: (1) Dalam Ekonomi Islam. Islam berbeda dengan agama-agama lainnya. dalam Ekonomi Islam. penjual. harus berpegang pada tuntunan Allah SWT dalam Al Qur'an: 'Hai . karena agama lain tidak dilandasi dengan postulat iman dan ibadah. Islam menolak setiap pendapatan yang diperoleh secara tidak sah. (3) Kekuatan penggerak utama Ekonomi Islam adalah kerjasama. Dalam kehidupan sehari-hari. Manusia harus memanfaatkannya seefisien dan seoptimal mungkin dalam produksi guna memenuhi kesejahteraan secara bersama di dunia yaitu untuk diri sendiri dan untuk orang lain. apalagi usaha yang menghancurkan masyarakat. Islam dapat diterjemahkan ke dalam teori dan juga diinterpretasikan ke dalam praktek tentang bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain. perilaku individu dan masyarakat diarahkan ke arah bagaimana cara pemenuhan kebutuhan mereka dilaksanakan dan bagaimana menggunakan sumber daya yang ada. apakah ia sebagai pembeli. pembuat keuntungan dan sebagainya. Namun yang terpenting adalah bahwa kegiatan tersebut akan dipertanggung-jawabkannya di akhirat nanti. berbagai jenis sumber daya dipandang sebagai pemberian atau titipan Tuhan kepada manusia. tetapi juga pada persepsi bahwa lembaga tersebut secara sungguhsungguh memperhatikan restriksi-restriksi agamis yang digariskan oleh Islam. Oleh sebab itu. Dalam ajaran Islam. termasuk kepemilikan alat produksi dan faktor produksi.

Demikian juga berbagai macam bahan bakar untuk keperluan dalam negeri dan industri tidak boleh dikuasai oleh individu. dan semua bentuk diskriminasi dan penindasan. bahkan bahan makanan harus dikelola oleh negara. kemudian masing-masing diberikan balasan dengan sempurna usahanya. janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan batil. Prinsip ini didasari Sunnah Rasulullah yang menyatakan bahwa. kecuali dengan perdagangan yang dilakukan dengan suka sama suka diantara kamu…' (QS 4 : 29). Sistem Ekonomi Islam menolak terjadinya akumulasi kekayaan yang dikuasai oleh beberapa orang saja. adalah untuk Allah. 'Apa yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya sebagai harta rampasan dari penduduk negeri-negeri itu. seperti diuraikan dalam Al Qur'an sebagai berikut: 'Dan takutlah pada hari sewaktu kamu dikembalikan kepada Allah. (6) Orang muslim harus takut kepada Allah dan hari akhirat. tidak terkecuali industri yang merupakan kepentingan umum. untuk Rasul. anak-anak yatim. padang rumput dan api" (Al Hadits). Sunnah Rasulullah tersebut menghendaki semua industri ekstraktif yang ada hubungannya dengan produksi air. supaya harta itu jangan hanya beredar diantara orang-orang kaya saja diantara kamu…' (QS 57:7). kaum kerabat. dimana kepemilikan industri didominasi oleh monopoli dan oligopoli.orang-orang yang beriman. Konsep ini berlawanan dengan Sistem Ekonomi Kapitalis. "Masyarakat punya hak yang sama atas air. Oleh karena itu Islam mencela keuntungan yang berlebihan. Oleh karena itu. bahan tambang. (4) Pemilikan kekayaan pribadi harus berperan sebagai kapital produktif yang akan meningkatkan besaran produk nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. . perdagangan yang tidak jujur. Dan mereka tidak teraniaya…' (QS 2:281). (5) Islam menjamin kepemilikan masyarakat dan penggunaannya direncanakan untuk kepentingan orang banyak. Al Qur'an mengungkap kan bahwa. perlakuan yang tidak adil. orang-orang miskin dan orang-orang dalam perjalanan.

Islam adalah agama fitrah. termasuk di dalamnya adalah uang kas. Al Qur'an secara bertahap namun jelas dan tegas memperingatkan kita tentang bunga. Zakat merupakan alat distribusi sebagian kekayaan orang kaya (sebagai sanksi atas penguasaan harta tersebut). emas. Aristoteles adalah orang yang amat menentang dan melarang bunga. tempat atau tahap-tahap perkembangannya. yang mengajarkan segala sesuatu yang baik dan bermanfaat bagi manusia. dan 10% (sepuluh persen) dari pendapatan bersih investasi. (8) Islam melarang setiap pembayaran bunga (Riba) atas berbagai bentuk pinjaman. yang sesuai dengan sifat dasar manusia (human nature). zakat dikenakan 2. Islam bukanlah satu-satunya agama yang melarang pembayaran bunga.5% (dua setengah persen) untuk semua kekayaan yang tidak produktif (Idle Assets). Bahkan meminjamkan uang dengan bunga dilarang pada zaman Yunani kuno. apakah pinjaman itu berasal dari teman. Hal ini dapat dilihat dari turunnya ayat-ayat Al Qur'an secara berturut-turut dari QS 39:39. Prinsip Dasar Operasional Bank Islam 2. QS 3:130-131 dan QS 2:275-281. Banyak pemikir zaman dahulu yang berpendapat bahwa pembayaran bunga adalah tidak adil. perak dan permata. QS 4:160-161. Emeritus Tan Sri Datuk Ahmed bin Mohd. perusahaan perorangan. Ibrahim menyatakan : . pendapatan bersih dari transaksi (Net Earning from Transaction). dengan mengabaikan waktu. 2. sedang Plato juga mengutuk dipraktekkannya bunga.1 Prinsip Utama Islam adalah suatu Din (Way of Life) yang praktis. Menurut pendapat para alim-ulama. pemerintah ataupun institusi lainnya. Prof.(7) Seorang muslim yang kekayaannya melebihi tingkat tertentu (Nisab) diwajibkan membayar zakat. deposito. yang ditujukan untuk orang miskin dan orang-orang yang membutuhkan.

dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran" (QS 5:2) (2) Prinsip menghindari Al Iktinaz. Tujuan dari pendirian bank-bank Islam ini pada . sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur'an : "Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa. riba dilarang sedang jual-beli (Al Bai') dihalalkan. yaitu menahan uang (dana) dan membiarkannya menganggur (Idle) dan tidak berputar dalam transaksi yang bermanfaat bagi masyarakat umum. unless these activities belong to the category expressly forbidden by Islam. yaitu saling membantu dan saling bekerja sama diantara anggota masyarakat untuk kebaikan. Bagi Islam. sebagaimana dinyatakan di dalam Al Qur'an : "Hai orang-orang yang beriman."Banking and financial activities have emerged to meet genuine human needs. Examples of forbidden activities include gambling and manufacturing and trading in forbidden goods such as liquor" . pelaksanaan dua ajaran Qur'an yaitu: (1) Prinsip Al Ta'awun. Sejak dekade tahun 70-an. paling tidak. umat Islam di berbagai negara telah berusaha untuk mendirikan bank-bank Islam. Aktivitas keuangan dan perbankan dapat dipandang sebagai wahana bagi masyarakat modern untuk membawa mereka kepada. Therefore. janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan batil. kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu…" (QS 4: 29) Perbedaan pokok antara Perbankan Islam dengan perbankan konvensional adalah adanya larangan riba (bunga) bagi perbankan Islam. there is nothing in the nature of these activities which is contrary to the Syariah.

untuk itu dianjurkan sebaiknya menggunakan uang." Hal ini dapat dijumpai dalam hadits-hadits antara lain seperti diriwayatkan oleh Ata Ibn Yasar. bukan sebagai barang dagangan (komoditas). · Memberikan zakat. · Menjalankan bisnis dan aktivitas perdagangan yang berbasis pada memperoleh keuntungan yang sah menurut syariah. Prinsip utama yang dianut oleh Bank Islam adalah: · Larangan riba (bunga) dalam berbagai bentuk transaksi." . Pada dasarnya Islam memandang uang hanya sebagai alat tukar.umumnya adalah untuk mempromosikan dan mengembangkan aplikasi dari prinsipprinsip syariah Islam dan tradisinya ke dalam transaksi keuangan dan perbankan dan bisnis lain yang terkait. Oleh karena itu motif permintaan akan uang adalah untuk memenuhi kebutuhan transaksi (money demand for transaction). Menurut Afzalur Rahman: "Rasulullah saw menyadari akan kesulitan-kesulitan dan kele.kelemahan akan sistim pertukaran ini. Nampaknya beliau melarang bentuk pertukaran seperti ini karena ada unsur riba di dalamnya. bukan untuk spekulasi. dimana barang saling dipertukarkan. Islam juga sangat menganjurkan penggunaan uang dalam pertukaran karena Rasulullah telah menyadari kelemahan dari salah satu bentuk pertukaran di zaman dahulu yaitu barter (Bai' al Muqayyadah). lalu beliau ingin menggantinya dengan sistim pertukaran melalui uang. Oleh karena itu beliau menekankan kepada para sahabat untuk menggunakan uang dalam transaksi-transaksi mereka.mahan . "Ternyata Rasulullah saw tidak menyetujui transaksi-transaksi dengan sistim barter. dan Abu Said Al Khudri. Abu Said dan Abu Hurairah.

Hal ini disebabkan karena pemberian Qard membuat velocity of money (percepatan perputaran uang) akan bertambah cepat. sehingga pendapatan nasional (National Income) meningkat. namun Islam mengenal konsep Economic Value of Time yang artinya bahwa yang bernilai adalah waktu itu sendiri. maka akan semakin tinggi tingkat pendapatan masyarakat dan semakin baik perekonomian. Namun secara makro. oleh karenanya harus selalu berputar dalam perekonomian. karena hal itu berarti mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat. Islam juga tidak mengenal konsep Time Value of Money. maka si pemberi pinjaman akan meningkat pula pendapatannya. Bagi mereka yang tidak dapat memproduktifkan hartanya. Islam menganjurkan untuk melakukan investasi dengan prinsip Musyarakah atau Mudharabah. uang adalah flow concept.Dalam konsep Islam tidak dikenal money demand for speculation. Dengan peningkatan pendapatan nasional. Semakin cepat uang berputar dalam perekonomian. Demikian pula pengeluaran Shadaqah juga akan memberikan manfaat yang lebih kurang sama dengan pemberian Qard. cicit . yang berarti bertambahnya darah baru bagi perekonomian. yaitu bisnis dengan bagi hasil. Zaid bin Ali Zainal Abidin bin Husin bin Ali bin Abi Thalib. Islam memperbolehkan penetapan harga tangguh bayar lebih tinggi dari pada harga tunai. maka Islam sangat menganjurkan untuk melakukan Qard yaitu meminjamkannya tanpa imbalan apapun karena meminjamkan uang untuk memperoleh imbalan adalah riba. Kebalikan dari sistem konvensional yang memberikan bunga atas harta. Dalam pandangan Islam. Uang adalah milik masyarakat sehingga menimbun uang di bawah bantal (dibiarkan tidak produktif) dilarang. Islam malah menjadikan harta sebagai obyek zakat. Bila ia tidak ingin mengambil resiko karena bermusyarakah atau ber-mudharabah. Secara mikro. karena spekulasi tidak diperbolehkan. Qard tidak memberikan manfaat langsung bagi orang yang meminjamkan. Qard akan memberikan manfaat tidak langsung bagi perekonomian secara keseluruhan.

dan akad-akad jual-beli (al bai') untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan (debt financing). melainkan dengan dana orang lain. maka si penjual dapat membeli lagi dan menjual lagi sehingga dalam satu hari itu keuntungannya adalah Rp 1000. Produk Pembiayaan . dengan produk-produknya sebagai berikut : 2.00. maka Islam membolehkan penetapan harga tangguh lebih tinggi dari harga tunai . Sedangkan bila dijual tangguh bayar maka hak si penjual menjadi tertahan. yaitu tertahannya hak penjual yang telah memenuhi kewajibannya (menyerahkan barang).2. yaitu melalui akad-akad bagi hasil (Profit and Loss Sharing).Rasulullah saw.00.1. baik dalam bentuk penyertaan (equity financing) maupun dalam bentuk pinjamanan (debt financing). Islam mempunyai hukum sendiri untuk memenuhi kebutuhan tersebut.2. Yang lebih menarik adalah bahwa dibolehkannya penetapan harga tangguh yang lebih tinggi itu sama sekali bukan disebabkan Time Value of Money. sehingga dia tidak dapat membeli lagi dan menjual lagi. namun karena semata-mata ditahannya hak si penjual barang. 2. Akibat lebih jauh dari itu. hak dari keluarga dan anak si penjual untuk makan malam pada hari itu tertahan oleh pembeli. Sistim Operasional Bank Islam Sistim keuangan dan perbankan modern telah berusaha memenuhi kebutuhan manusia untuk mendanai kegiatannya. Untuk alasan inilah. sebagai metoda pemenuhan kebutuhan permodalan (equity financing). adalah orang yang pertama kali menjelaskan diperbolehkannya penetapan harga tangguh bayar (Deferred Payment) lebih tinggi daripada harga tunai (Cash). Dapat dijelaskan di sini bahwa bila barang dijual tunai dengan untung Rp 500. bukan dengan dananya sendiri.

setiap pihak menerima bagian keuntungan secara proporsional dengan kontribusi modal masing-masing atau sesuai dengan kesepakatan yang telah ditentukan sebelumnya. dimana bagian dari bank atau lembaga keuangan diambil alih oleh pihak lainnya dengan cara mengangsur. Akad ini juga diterapkan pada sindikasi antar bank atau lembaga keuangan. 2) Mudharabah (Trustee Profit Sharing) . Selebihnya dibiayai sendiri oleh nasabah. Akad ini juga dapat dilaksanakan pada mudharabah yang modal pokoknya dicicil. Aplikasinya dalam perbankan terlihat pada akad yang diterapkan pada usaha atau proyek dimana bank membiayai sebagian saja dari jumlah kebutuhan investasi atau modal kerjanya. Setiap pihak memiliki bagian secara proporsional sesuai dengan kontribusi modal mereka dan mempunyai hak mengawasi (Voting Right) perusahaan sesuai dengan proporsinya. salah satu pihak dapat mengambil alih modal pihak lain sedang pihak lain tersebut menerima kembali modal mereka secara bertahap. sedangkan usahanya berjalan terus dengan modal yang tetap. dua pihak atau lebih (termasuk bank dan lembaga keuangan bersama nasabahnya) dapat mengumpulkan modal mereka untuk membentuk sebuah perusahaan (Syirkah al Inan) sebagai sebuah Badan Hukum (legal entity). Ada dua macam kontrak dalam kategori ini yaitu : 1) Musyarakah (Joint Venture Profit Sharing) Melalui kontrak ini. Inilah yang disebut dengan Musyarakah al Mutanakishah. Dalam kontrak tersebut. Untuk pembagian keuntungan. maka kerugian itu juga dibebankan secara proporsional kepada masingmasing pemberi modal. Aplikasinya dalam perbankan adalah pada pembiayaan proyek oleh bank bersama nasabahnya atau bank dengan lembaga keuangan lainnya. Bila perusahaan mengalami kerugian.(a) Equity Financing.

maka kontrak tersebut dinamakan Mudharabah al Muqayyadah. Penyerahan jumlah atau harga barang dan jasa tersebut dapat dilakukan dengan segera (cash) atau dengan tangguh (deferred). Bila terjadi kerugian maka seluruh kerugian dipikul oleh Shahib al Maal. Dalam hal obyek yang didanai ditentukan oleh penyedia dana. Bank dan lembaga keuangan dalam kontrak ini dapat menjadi salah satu pihak. rumah tangga perusahaan atau suatu unit ekonomi) memperoleh modal dari unit ekonomi lainnya untuk tujuan melakukan perdagangan atau perniagaan. Dia menggunakan modal tersebut. Mereka dapat menjadi penyedia dana (Mudharib) dalam hubungan mereka dengan para penabung.Kontrak mudharabah adalah juga merupakan suatu bentuk Equity Financing. Mudharib akan mengembalikan modal tersebut kepada penyedia modal berikut porsi keuntungan yang telah disetujui sebelumnya. atau dapat menjadi penyedia dana (Shahib al Maal) dalam hubungan mereka dengan pihak yang mereka beri dana. Oleh karenanya syarat-syarat Al Bai' dalam Debt Financing menyangkut berbagai tipe . kecuali tipe kontrak yang dilarang oleh syariah. tetapi mempunyai bentuk (feature) yang berbeda dengan musyarakah. untuk menghasilkan keuntungan. Istilah jual-beli (Al Bai') memiliki arti yang secara umum meliputi semua tipe kontrak pertukaran. seorang mudharib (dapat perorangan. Di dalam mudharabah. (b) Debt Financing Kalimat Al Qur'an "… Allah menghalalkan jual beli (al bai) dan melarang riba…" (QS 2:275) menunjukkan bahwa praktek bunga adalah tidak sesuai dengan spirit Islam. Al Bai' berarti setiap kontrak pertukaran barang dan jasa dalam jumlah tertentu atas barang (termasuk uang) dan jasa yang lain. hubungan kontrak bukan antar pemberi modal melainkan antara penyedia dana (Shahib al Maal) dengan entrepreneur (Mudharib). Mudharib dalam kontrak ini menjadi trustee atas modal tersebut. dengan tujuan yang dinyatakan secara khusus. Pada saat proyek sudah selesai. Di dalam kontrak mudharabah.

Bai' as Salam. .Al Bai' Bitsaman Ajil. Dalam prakteknya. yaitu kontrak jual beli dimana barang yang diperjual-belikan tersebut diserahkan segera.Bai' al Istishna'. biasanya bank melakukan Paralel Salam yaitu mencari pembeli kedua sebelum saat panen tiba. Dalam prakteknya bank . Karena kewajiban nasabah kepada bank berupa produk pertanian. bank bertindak sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli dengan kewajiban membayar secara tangguh dan sekaligus. Prinsip Jual-beli . . hampir sama dengan bai' as salam yaitu kontrak jual beli dimana harga atas barang tersebut dibayar lebih dulu tetapi dapat diangsur sesuai dengan jadwal dan syarat-syarat yang disepakati bersama.dari kontrak jual beli tangguh (Deferred Contract of Exchange) yang meliputi transaksi-transaksi sebagai berikut: 1. bank bertindak sebagai pembeli produk dan menyerahkan uangnya lebih dulu sedangkan para nasabah menggunakannya sebagai modal untuk mengelola pertaniannya. yaitu kontrak jual beli dimana harga atas barang yang diperjualbelikan dibayar dengan segera (secara sekaligus). Dalam hal ini. sedang harga (baik pokok dan margin keuntungan yang disepakati bersama) atas barang tersebut dibayar di kemudian hari secara sekaligus (Lump Sum Deferred Payment). sedangkan barang yang dibeli diproduksi (manufactured) dan diserahkan kemudian. Dalam prakteknya pada bank sama dengan murabahah.Al Murabahah. . yaitu kontrak al murabahah dimana barang yang diperjualbelikan tersebut diserahkan dengan segera sedang harga atas barang tersebut dibayar di kemudian hari secara angsuran (Installment Deferred Payment). hanya saja kewajiban nasabah dilakukan secara angsuran. Bai' as salam ini biasanya dipergunakan untuk produkproduk pertanian yang berjangka pendek. sedangkan penyerahan atas barang tersebut dilakukan kemudian.

dimana akad sewa yang terjadi antara bank (sebagai pemilik barang) dengan nasabah (sebagai penyewa) dengan cicilan sewanya sudah termasuk cicilan pokok harga barang. walaupun syariah membolehkan peminjam untuk memberikan imbalan sesuai dengan keikhlasannya tetapi bank sama sekali dilarang untuk menerima imbalan apapun. 2. yaitu penyediaan pinjaman dana kepada pihak-pihak yang patut mendapatkannya.2. dan kontrak ini disebut Al Ijarah wa Iqtina'. Model ini secara konvensional dikenal sebagai lease dan financing lease. Secara syariah peminjam hanya berkewajiban membayar kembali pokok pinjamannya. bank dapat memberikan fasilitas yang disebut Al Qard al Hasan. Al Ijarah atau sewa. 2. yang menyimpan dan menanamkan dananya pada bank melalui rekening-rekening sebagai berikut : . Produk Penghimpunan Dana (Funding) Bank Islam menjalankan fungsi-fungsi financing tersebut adalah dalam kapasitasnya sebagai mudharib dengan menggunakan dana-dana yang diperoleh dari para nasabah sebagai Shahib al Maal.bertindak sebagai penjual (mustashni' ke-1) kepada pemilik/pembeli proyek (bohir) dan mensubkannya kepada kontraktor (mustashni' ke-2).2. (c) Al Qard al Hasan Dalam rangka mewujudkan tanggung jawab sosialnya. secara bulat dianggap sebagai model pembiayaan yang dibenarkan oleh syariah Islam. Prinsip sewa-beli Sewa dan Sewa-beli (Ijarah dan Ijara wa Iqtina) oleh para ulama. Penyewa dapat juga diberikan options untuk membeli barang yang disewakan tersebut pada saat sewa selesai. adalah kontrak yang melibatkan suatu barang (sebagai harga) dengan jasa atau manfaat atas barang lainnya.

Bank memperoleh ijin dari nasabah untuk menggunakannya selama dana tersebut mengendap di bank. Nasabah . misalnya dalam pelayanan safe deposit box. Semua keuntungan yang dihasilkan dari penggunaan dana tersebut selama mengendap di bank adalah menjadi hak bank. tanpa diikat oleh perjanjian. Bank menerima simpanan dari nasabah yang memerlukan jasa penitipan dana dengan tingkat keleluasaan tertentu untuk menariknya kembali berikut kemungkinan memperoleh keuntungan berdasarkan prinsip Wadi'ah.(a) Rekening Koran Jasa simpanan dana dalam bentuk Rekening Koran diberikan oleh bank Islam dengan prinsip Al Wadi'ah yad Dhamanah. bank menerima simpanan dana dari nasabah yang memerlukan jasa penitipan dengan kebebasan mutlak untuk menariknya kembali sewaktu-waktu. Bank memperoleh izin dari nasabah untuk menggunakan dana tersebut selama mengendap di bank. Jadi. Bank menyediakan cek dan jasa-jasa lain yang berkaitan dengan rekening koran tersebut. artinya ia tidak bertanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan yang terjadi pada aset titipan selama hal itu bukan akibat kelalaian atau kecerobohan yang bersangkutan (terjadi karena faktor di luar kemampuan penerima simpanan). Bank diperbolehkan memberikan bonus kepada nasabah atas kehendaknya sendiri. Berdasarkan prinsip wadiah ini penerima simpanan juga dapat bertindak sebagai Yad al Amanah (tangan penerima amanah). Penerapannya dalam perbankan dapat kita saksikan. di mana penerima simpanan bertanggung jawab penuh atas segala kehilangan atau kerusakan yang terjadi pada aset titipan tersebut. (b) Rekening Tabungan. Dengan prinsip ini. Dengan demikian mereka memerlukan jaminan pembayaran kembali dari bank atas simpanan mereka. Nasabah sewaktu-waktu dapat menarik sebagian atau seluruh saldo yang mereka miliki.

6. 24 bulan dan seterusnya. nasabah menanggung kerugian tersebut dan bank kehilangan keuntungan. 3. Bank dapat menerima simpanan tersebut untuk jangka waktu 1. Dalam hal terjadi kerugian. 12. Produk Jasa-jasa (a) Rahn .dapat menarik sebagian atau seluruh saldo simpanannya sewaktu-waktu atau sesuai dengan perjanjian yang disepakati. (c) Rekening Investasi Umum Bank menerima simpanan dari nasabah yang mencari kesempatan investasi dari dana mereka dalam bentuk Rekening Investasi Umum berdasarkan prinsip mudharabah mutlaqah.2. sedang keduanya menyepakati pembagian laba (bila ada) yang dihasilkan dari penanaman dana tersebut dengan Nisbah tertentu. Bank menyediakan buku tabungan dan jasa-jasa yang berkaitan dengan rekening tersebut. Semua keuntungan atas pemanfaatan dana tersebut adalah milik bank. tetapi bentuk investasi dan nisbah pembagian keuntungannya biasanya dinegosiasikan secara kasus per kasus (mudharabah muqayyadah).3. namun tetapi berbeda dengan rekening koran. (d) Rekening investasi khusus Bank dapat juga menerima simpanan dari pemerintah atau nasabah korporasi dalam bentuk rekening simpanan khusus. bank dapat memberikan imbalan keuntungan yang berasal dari sebagian keuntungan bank. Simpanan diperjanjikan untuk jangka waktu tertentu. 2. Bank menjamin pembayaran kembali simpanan mereka. Dalam hal ini bank bertindak sebagai Mudharib dan nasabah bertindak sebagai Shahib al Maal. Rekening ini juga dioperasikan berdasarkan prinsip mudharabah.

baik dalam rangka mengikuti tender (Bid bond). Akad ini dapat digunakan sebagai tambahan pada pembiayaan yang beresiko dan memerlukan jaminan tambahan. Wakalah biasanya diterapkan untuk penerbitan Letter of Credit (L/C) atau penerusan permintaan akan barang dalam negeri dari bank di luar negeri (L/C ekspor). Namun kebanyakan ulama tidak memperbolehkan mengambil manfaat (imbalan) atas pemindahan hutang/piutang tersebut. ataupun jaminan atas pembayaran lebih dulu (Advance Payment bond). Prakteknya dapat dilihat pada transaksi anjak piutang (Factoring). kesehatan dan sebagainya. Wakalah juga diterapkan untuk mentransfer dana nasabah kepada pihak lain. (d) Hawalah Hawalah adalah akad pemindahan hutang/piutang suatu pihak kepada pihak lain. (c) Kafalah Kafalah adalah akad jaminan satu pihak kepada pihak lain. seperti pendidikan. pelaksanaan proyek (Performance bond). (e) Jo'alah . dengan uang sebagai gantinya. akad ini terlihat dalam penerbitan garansi bank (Bank Guarantee). Dalam lembaga keuangan. Akad ini juga dapat menjadi produk tersendiri untuk melayani kebutuhan nasabah untuk keperluan yang bersifat jasa dan konsumtif. (b) Wakalah Wakalah adalah akad perwakilan antara dua pihak.Rahn adalah akad menggadaikan barang dari satu pihak kepada pihak lain. Lembaga keuangan tidak menarik manfaat apapun kecuali biaya pemeliharaan atau keamanan barang yang digadaikan tersebut. Dalam aplikasinya pada Perbankan Syariah.

Jo'alah adalah suatu kontrak dimana pihak pertama menjanjikan imbalan tertentu kepada pihak kedua atas pelaksanaan suatu tugas / pelayanan yang dilakukan oleh pihak kedua untuk kepentingan pihak pertama. (f) Sharf Sharf adalah transaksi pertukaran antara emas dengan perak atau pertukaran valuta asing. Begitu B tidak mampu membayar utangnya pada A ia lalu mengalihkan beban utang . Bank Islam sebagai lembaga keuangan dapat menerapkan prinsip ini. . Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa A (muhal) memberi pinjaman kepada B (muhil). dimana mata uang asing dipertukarkan dengan mata uang domestik atau dengan mata uang asing lainnya. Prinsip ini dapat diterapkan oleh bank dalam menawarkan berbagai pelayanan dengan mengambil fee dari nasabah. sedangkan B masih mempunyai piutang kepada C (muhal’alaih). Dalam istilah para ulama. Secara operasional memang mirip dengan anjak piutang atau factoring dalam pembiayaan konvensional. 2.Prinsip Hawalah dalam Anjak Piutang Syariah Al-hawalah adalah pengalihan utang dari orang yang berutang kepada orang lain yang wajib menanggungnya. hawalah adalah pemindahan beban utang dari muhil (orang yang berutang) menjadi tanggungan muhal’alaih atau orang yang berkewajiban membayar utang. .Bila dipertukarkan mata uang yang sama harus dalam jumlah / kuantitas yang sama. marilah kita lihat prinsip al-hawalah terlebih dahulu. Sebelum melihat perbedaannya dengan prinsip konvensional.Serah terima harus dilaksanakan dalam majelis kontak. dengan catatan harus memenuhi syarat-syarat yang disebutkan dalam beberapa hadits antara lain: .Harus tunai.

” Pada hadis itu Rasulullah memberitahukan kepada orang yang mengutangkan. Dengan demikian haknya dapat terpenuhi. hendaklah ia menerima hawalah tersebut dan hendaklah ia menagih kepada orang yang dihawalahkan (muhal’alaih). Landasan syariah dibolehkannya hawalah terdapat pada hadis dan ijma. Adapun perbedaannya dengan yang berlangsung di bank konvensional adalah: · Pada transaksi konvensional. bank membayar nasabah sebesar nilai piutang yang sudah didiscounted di muka. Pada bank syariah. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda: “Menunda pembayaran bagi orang yang mampu adalah satu kezaliman. jika orang yang berutang menghawalahkan kepada orang yang mampu/kaya. Sebagian ulama berpendapat bahwa perintah untuk menerima hawalah dalam hadis itu menunjukkan wajib. Dengan demikian C yang harus membayar utang B pada A. sedangkan utang C sebelumnya kepada B dianggap lunas. bank tetap membayar penuh pada nasabah. dan bank menagih akseptor secara penuh. Oleh sebab itu harus pada uang atau kewajiban finansial. Hawalah dibolehkan pada utang yang tidak berbentuk barang/benda karena hawalah adalah perpindahan utang. itu dilarang. antara lain. Adapun mayoritas ulama berpendapat bahwa perintah itu menunjukkan sunnah. Bank lalu membayar piutang itu untuk selanjutnya bank menagih utang kepada pihak ketiga.tersebut pada C. Oleh sebab itu wajib bagi muhal untuk menerima hawalah. Dan jika salah seorang di antara kamu diikutkan (di-hawalah-kan) kepada orang yang mampu. nasabah masih dikenai dengan discounted. Di bank biaya syariah transaksi semacam administrasi. Kontrak hawalah dalam perbankan syariah biasanya. namun nasabah dikenai biaya administrasi. terimalah hawalah itu. di mana para nasabah yang memiliki piutang pada pihak ketiga memindahkan piutang itu kepada bank. · Pada bank konvensional. diterapkan pada factoring atau anjak piutang. · Pada bank konvensional. setelah pembayaran didiscounted di muka. invoice yang telah jatuh tempo dapat diperjualbelikan .Ulama sepakat membolehkan hawalah.

Di bank syariah transaksi semacam itu juga dilarang.· Pada bank konvensional.Anjak Piutang Syariah A. (bahkan bisa beberapa kali pindah tangan).1. sebelum jatuh tempo piutang tersebut dapat diperjualbelikan lagi kepada pihak lain.Bank Syariah Mandiri :Merupakan salah satu Bank Syariah yang menyelenggarakan jasa Hawalah Visi Bank Syariah Mandiri Menjadi Bank Syariah Terpercaya Pilihan Mitra Usaha Misi . BAB 11 : TAMBAHAN ANJAK PIUTANG 1.Contoh Lembaga Penyedia Jasa Anjak Piutang 1.

Istiqomah (Konsistensi) Konsisten adalah Kunci Menuju Sukses. pantang menyerah. segenap lapisan masyarakat dan investor asing. memperbesar portofolio pembiayaan untuk skala menengah dan kecil. Pegang teguh komitmen. . Fathanah (Profesionalisme) Profesional adalah Gaya Kerja Kami. terampil dan adil. cepat tanggap. obyektif. inovatif. Selalu transparan. Menjadi terpercaya. Awali dengan niat dan hati tulus. berpikir jernih. yang terangkum dalam lima pilar yang disingkat SIFAT. yaitu : Siddiq (Integritas) Menjaga Martabat dengan Integritas. sikap optimis. Semangat belajar berkelanjutan. kesabaran dan percaya diri. Prinsip Bank Syariah Mandiri sebagai bank yang beroperasi atas dasar prinsip syariah Islam menetapkan budaya perusahaan yang mengacu kepada sikap akhlaqul karimah (budi pekerti mulia).• • • • • • Menciptakan suasana pasar perbankan syariah agar dapat berkembang dengan mendorong terciptanya syarikat dagang yang terkoordinasi dengan baik Mencapai pertumbuhan dan keuntungan yang berkesinambungan melalui sinergi dengan mitra strategis agar menjadi bank syariah terkemuka di Indonesia yang mampu meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat luas Mempekerjakan pegawai yang profesional dan sepenuhnya mengerti operasional perbankan syariah Menunjukkan komitmen terhadap standar kinerja operasional perbankan dengan pemanfaatan teknologi mutakhir. infak dan shadaqah yang lebih efektif sebagai cerminan kepedulian sosial Meningkatkan permodalan sendiri dengan mengundang perbankan lain. cerdas. Amanah (Tanggung-jawab) Terpercaya karena Penuh Tanggung Jawab. sikap terpuji dan perilaku teladan. komunikatif dan memberdayakan. senta mendorong tenwujudnya manajemen zakat. membimbing. visioner. serta memegang teguh prinsip keadilan. keterbukaan dan kehati-hatian Mengutamakan mobilisasi pendanaan dari golongan masyarakat menengah dan ritel. akurat dan disiplin Tabligh (Kepemimpinan) Kepemimpinan Berlandaskan Kasih-Sayang. bicara benar.

5 Jakarta 10340 .372.Jumlah Kantor : sebanyak 169 kantor layanan.000. Thamrin No.412 saham (99.Indonesia Telepon : (62-21) 2300509. Bank Syariah Mandiri : Gedung Bank Syariah Mandiri Jl. Bank Mandiri (Persero) 71. Mandiri Sekuritas 1 saham (0.syariahmandiri.000.565. yang tersebar di 23 provinsi di seluruh Indonesia Jumlah ATM : 51 ATM Syariah Mandiri.id Tanggal Berdiri : 25 Oktober 1999 Tanggal Beroperasi : 1 Nopember 1999 Jenis Usaha : Perbankan Modal Dasar : Rp.co.Modal Disetor : Rp 358.000. MH. 1.674. 39839000 (Hunting) Faksimili : (62-21) 39832989 Situs Web : www.DATA BANK SYARIAH MANDIRI : PT.999999%) PT. 2631 ATMandiri.000.000. 6642 ATM BERSAMA dan 4500 BankCard Jumlah Karyawan : sebanyak 2139 karyawan Nama Alamat KEPEMILIKAN SAHAM PT.000001%) Perhitungan Laba / Rugi BANK SAYRIAH MANDIRI Periode : 1 Januari 2006 s/d 31 Januari 2006 (dalam ribuan rupiah) .

Istishna c.787 4.140 22.763.908 .Kumulatif No.911.238 31.914 41.842. Lainnya 1.771 12.081.570 1.234 7.911.634 64.239.1 Pendapatan fee rahn 3.997 36.329.518.140 3.234 7.234.161.084 6.857 7.1 Bagi hasil Tabungan 2.3 Bagi hasil Penempatan Dana 2.084 6.2 Pendapatan dari bagi hasil a.120 816.3 Pendapatan fee investasi terikat 3.329. Lainnya 1. Mudharabah c.228 502. 1 Pos pos Bul Pendapatan Operasi Utama an Ber jala n 1.294.294.4 Bagi hasil Surat Berharga TOTAL HAK PIHAK KETIGA ATAS BAGI HASIL INVESTASI TIDAK TERIKAT PENDAPATAN OPERASI UTAMA BAGIAN BANK SEBAGAI MUDHARIB 3 Pendapatan Operasi Lainnya 7.5 Pendapatan administrasi 9.1 Pendapatan dari jual-beli a.705 1.234.4 Pendapatan fee lainnya 3.081.238 31.763.791 437.787 4.908 9.939.842.705 1.239.939.4 Pendapatan operasi utama lainnya TOTAL PENDAPATAN OPERASI UTAMA 2 Hak Pihak Ketiga Atas Bagi Hasil Investasi Tidak Terikat 36. Murabahah b.634 64.120 816.781.857 22. Musyarakah b.228 502.771 12.2 Bagi hasil Deposito 2.570 1.781.997 2.161.483 478.914 41.2 Pendapatan fee jasa-jasa 3.3 Pendapatan dari sewa (net) 1.518.483 478.791 437.

512 LABA SEBELUM ZAKAT DAN PAJAK 7 Zakat 2.9 Beban administrasi dan umum TOTAL BEBAN OPERASI LAINNYA PENDAPATAN OPERASI .621.725.729 - LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 8 Taksiran pajak penghasilan 2.151 1 1.729 2.151 1 1.2 Beban penyisihan kerugian aktiva produktif 4.7 Beban promosi 4.3.084.150.6 Beban sewa 4.186) 94.381.079.5 Beban premi dalam rangka penjaminan 4.251.822 4.745 12.043.209 7.043.079.822 277.4 Beban transaksi valuta asing 4.729 624.150.613.016 27.509 3.860 1.427 (587.512 1.729 - 2.134.677 .725.3 Beban penyusutan aktiva tetap 4.052 LABA BERSIH 1.8 Beban tenaga kerja 4.016 27.320.209 7.381.973 5.320.745 12.186) 94.535 2.084.280 2.043.6 Pendapatan transaksi valuta asing TOTAL PENDAPATAN OPERASI LAINNYA 4 Beban Operasional Lainnya 277.280 2.973 5.251.509 3.1 Beban bonus wadiah 4.134.BERSIH 5 6 Pendapatan non-operasi Beban non-operasi 1.621.535 2.427 (587.613.043.419.860 1.

BANK SYARIAH MANDIRI Laporan Neraca Bulanan Tahun 2006 (Unaudited) Periode 31 JANUARI 2006 (dalam ribuan rupiah) .

No.810 - a.795.403.133 55. Pos-pos Jumlah Aktiva 1 2 3 4 5 6 Kas Penempatan pada Bank Indonesia Giro pada bank lain Penempatan pada bank lain Investasi dalam surat-surat berharga Piutang 111.571 (125.408 (97.395.298. INVESTASI TIDAK TERIKAT DAN EKUITAS KEWAJIBAN 1 2 3 4 5 Kewajiban Segera Bagi Hasil Yang Belum Dibagikan Simpanan Simpanan dari Bank Lain Hutang 115.524 30.315. Piutang Istishna c.469.496 1.926.833 8.370 497.366) 56.866.217 TOTAL AKTIVA KEWAJIBAN.629.748 1. Piutang Lainnya 7 8 9 Pembiayaan Mudharabah Pembiayaan Musyarakah Pinjaman Qardh Penyisihan Kerugian Penghapusbukuan Aktiva Produktif 10 Penyaluran Dana Investasi Terikat 11 12 Persediaan 13 Tagihan dan Akseptasi 14 Ijarah 15 16 17 Aktiva Istishna Dalam Penyelesaian Penyertaan Pada Entitas Lain Aktiva Tetap dan Akumulasi Penyusutan a.059.602 5.873 3.095.419.278.120.520.517 1.289 66.447 79.272.864.510.271 - .838. Piutang Murabahah b. Aktiva Tetap b.827) - 192.042.387.432 116.178.325.102.267.000 402. Akumulasi penyusutan -/18 19 20 Piutang Pendapatan Bagi hasil Piutang Pendapatan Ijarah Aktiva lainnya 221.

629.858 3.217 1.2. lalu berganti nama menjadi PT Sinar Supra Finance Co.000 200.098 - 44. Tabungan Mudharabah 2. dan akhirnya memilih nama baru yang digunakan sampai sekarang.371. Investasi tidak terikat dari bukan bank 1. Investasi tidak terikat dari bank 32.278.329 - 10 Estimasi kerugian Komitment dan Kontjensi 11 Pinjaman yang Diterima 12 Pinjaman Subordinasi 13 INVESTASI TIDAK TERIKAT a.771 55.551. anjak piutang dan pembiayaan konsumen.121. Surat Berharga yang diterbitkan 14 EKUITAS a.962.000.000 - 358.000. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1985 dengan nama PT Sinar Supra Leasing Company. Tabungan Mudharabah 2. sebuah . Surat Berharga Pasar Uang c. Modal Disetor b.202 8.562. Pada tahun 1995 seluruh saham perusahaan dibeli oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk.PT Sinar Mas Multifinance PROFIL PERUSAHAAN PT Sinar Mas Multifinance (Simas Finance) adalah perusahaan yang bergerak dalam jasa usaha pembiayaan sewa guna usaha.6 7 8 9 Kewajiban Lain-Lain Kewajiban Akseptasi Kewajiban Dana Investasi Terikat Hutang Pajak 80. Deposito Mudharabah b.102.463 - 1.017 6.000 25.565 - 294.355.678.Anjak Piutang Konvensional A.743. INVESTASI TIDAK TERIKAT DAN EKUITAS 25. Deposito Mudharabah 3. Saldo Laba TOTAL KEWAJIBAN..000. Tambahan Modal Disetor c.000 - 1.030.372.

sesuai pedoman Departemen Keuangan Republik Indonesia.521 milyar. Sesuai dengan laporan keuangan Akuntan Publik Hanadi Sujendro. pemindahan ini meliputi nilai aktiva sebesar Rp. Suprapto Jakarta Utara 10660 IKHTISAR KEUANGAN PT SINARMAS (dalam ribuan rupiah) . Alamat sinarmas Multifinance Jakarta Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok E 5-6 Jl.perusahaan investasi dibawah kelompok usaha Sinar Mas. Let Jend. dipindahkan seluruh aktiva pembiayaan dari PT Sinar Mas Multiartha TBK kepada Simas Finance. Pada Februari 1995. PT Sinar Mas Multiartha Tbk membeli seluruh saham PT Sinar Supra Finance dan mengganti nama perusahaan yang dibelinya menjadi PT Sinar Mas Multifinance pada awal 1996. Pada Juni 1996.

64.62 11 754.161 121.006 2004 2003 2002 % 4.000 .654.224.47 16.54.84% 0.96.382.422.981 198.166.537 10.85% 29.46 26.394 211.67 % 17.225.556 .79% 13.103.74 0 Unaudited Jun-2005 11.874.377.922.144 23.120.422.175.998 17.707.820 76.136.65 12.256.000 32.605 22.853.989 127.973.31 24.608 48.000 30.362.Neraca Kas dan setara dengan kas Tagihaan anjak piutang – neto Piutang pembiayaan konsumen .343 61.512.423.84% 33.104.132 41.502.502.537 10.000.234 36.363.605 967.76 249.043.21 0 7.92.491 2.026.62 101.274.096 1.984.474.076 .243 1.141.888 178.981 198.11 116 2004 26.886 81.52 .887 2.515.269 1.934 38.268 .538 234.10% 0.027.11 94 2003 20.78 3.67 249.83% 0.805 .984.55 2002 21.016.117 3.79 % 403.888 178.95 224.027.5.005 21.592 3.636.105.768.382.538 234.077 6.732 168.791 922.659.271.99 17.686.792.53.354 15.543.719 43.000.051.neto Piutang sewa guna usaha neto Jumlah aktiva Jumlah hutang bank Jumlah kewajiban Jumlah ekuitas jumlah kewajiban dan ekuitas Laba Rugi Jumlah pendapatan Pos luarbiasa Jumlah beban Laba (rugi) setelah pajak penghasilan Laba (rugi) bersih per saham Rasio Keuangan Pendapatan dari aktiva Pendapatan dari modal Hutang dengan rasio ekuitas Unaudited Jun-2005 8.156 9.222 62.283 .097 88.99 Unaudited 2004 2003 2002 % Jun-2005 29.282 18.184.188.053 1.630.989 34.000 17.026.

Niaga Multifinance 2.B.Artikel mengenai Tren Industri Pembiayaan di Indonesia .

.

KARTU PLASTIK .

penyelengaraan atau pemilik dari perusahaan kartu plastic ini bisa saja suatu lembaga keuangan berupa bank.Kartu plastik dapat digunakan untuk berbagai macam transaksi keuangan. kartu penarikan uang tunai melalui anjungan tunai mandiri (authometed tellr mahine – ATM dan charge card). Ide penggunaan kartu kredit diawali tahun 1950 – an secara kebetulan. Perkembangan pengunaan kartu plastik dalam berbagai bentuknya menunjukkan bahwa alat ini tidak hanya digunakan sebagai alat pembayaran tetapi juga untuk tujuan lain seperti penarikan uang tunai. ia kebingungan dan malu karena ternyata lupa membawa uang tunai sama sekali. Satu – satu tindakan . Pada saat akan membayar. karena kartu plastic tersebut pada dasarnya dapat digunakan sebagai alat kegiatan penghimpunan dan penyaluran dana dari dan kepada masyarakat. Perusahaan yang menerbitkan kartu plastic inilah yang dimaksudkan oleh makalah ini sebagai salah satu lembaga keuangan bukan bank. Amerika Serikat pada sebuah restoran. Perusahaan yang menerbitkan berbagai bentuk – berbentuk plastic ini dapat digolongkan sebagai salah satu bentuk lembaga keuangan bukan bank. Dan kemudahan pengunaan yang lain kartu plastik ini semakin luas digunakan untuk berbagai macam transaksi keuangan. dapat digunakan sewaktu – waktu. Seorang pengusaha bernama Frank McNamara mengadakan perjamuan makan bagi rekan usahanya di restoran tersebut. Berdasarkan pertimbangan dapat dibawa bepergian dengan praktis. kartu debit. Kartu plastic ini dapat berupa kartu kredit. Pengertian kartu plastic sendiri masih sangat luas. Kartu dengan lingkup internasional berarti kartu tersebut tidak hanya dapat digunakan dalam batas wilayah satu Negara saja melainkan Kartu plastik sebenarnya bukan merupakan salah satu bentuk lembaga keuangan dalam pengertian sebagai suatu badan usaha. PENGERTIAN Kartu plastik merupakan alat berbentuk kartu yang diterbitkan oleh suatu lembaga keuangan yang dapat digunakan untuk berbagai macam transaksi keuangan. Meskipun perusahaan kartu plastic termasuk dalam lembaga keuangan bukan bank. Lingkup geografis penggunaan kartu ada yang domestic dan ada juga yang internasional. Peristiwanya terjadi di kota New York.

melibatkan jutaan jumlah kartu baik merek lokal maupun internasional.yang dapat dilakukannya hanyalah meninggalkan kartu identitas dengan maksud akan membayar kepada restoran tersebut setelah ia pulang untuk mengambil uang tunai dalam jumlah yang cukup. . misalnya. Diners Club. Sistem pembayaran yang baru tersebut menggunakan kartu yang dikenal dengan Diners Club. hanya JCB dan Eurocard yang lahir di luar AS. Tahun 1994.Berikut ini sejarah lengkap setiap jenis perusahaan penerbit kartu plastik : Sejarah Munculnya Bisnis Kartu PELAN tetapi pasti.AS adalah pasar utama dan pionir dalam bisnis kartu. demikian pertumbuhan penggunaan kartu (plastic money atau uang plastik) dalam sistem pembayaran. dan Eurocard (banyak beredar di Eropa). Tahun 1998 pangsa kas/cek turun menjadi 79. Pesaing lain. sisanya menggunakan uang plastik. Kejadian yang sangat berkesan ini bagi Frank McNamara tersebut mengilhaminya untuk terus memikirkan suatu sistem pembayaran tanpa penggunaan uang tunai secara langsung. praktis merajai industri kartu dengan pangsa 60 persen dari seluruh kartu yang beredar di seantero jagad.7 persen. Kartu identitas tersebut berlaku sebagai semacam jaminan bahwa si pengusaha akan melunasi kewajibannya. Meski ada jutaan nama kartu. Transaksi dengan kartu. yang sangat mendominasi adalah merek Visa di urutan pertama.3 persen dan kartu 18.Kartu merek visa. American Express (Amex) di urutan ketiga. meski jauh di belakang adalah JCB Card (singkatan dari Japan Card Bureau yang merajai pasaran Jepang). Transaksi yang dimaksudkan adalah nilai pasar barang dan jasa yang dibeli. Selebihnya adalah jutaan merek kartu lainnya. Dari merek kartu utama itu. MasterCard (MC) di urutan kedua. pangsa transaksi global personal dengan uang tunai (kas/cek) sebesar 84 persen.

ketika sejumlah bank di AS menerbitkan semacam kertas khusus bagi nasabahnya. .Dekade 1970-an jaringan MasterCard semakin meluas ke Afrika. dipadu dengan kesediaan merchant menerima kartu sebagai alat pembayaran. dengan menyusun peraturan soal otorisasi.  Master Card Dilihat dari sejarah munculnya penggunaan kartu-ditandai dengan terbitnya kartu kredit pertama yang sebenarnya-Visa bukan pertama meski terbesar. kliring dengan settlement (menangani penyelesaian transaksi).Pada tanggal 16 Agustus 1966. Tahun itu juga anggota dari Jepang bergabung. ICA tidak didominasi sebuah bank penerbit tetapi sekumpulan bank-bank. Anggota komite dibentuk menjalankan asosiasi itu. Eurocard dan lainnya. Sejumlah bank menerbitkan kartu. Asosiasi juga menangani aspek pemasaran.Dekade berikutnya.Kertas berupa traveler's check (cek perjalanan) itu bisa dipakai sebagai alat pembayaran di toko-toko lokal. yang ditawarkan pada mereka yang memilih penggunaan kartu sebagai alat bertransaksi.Beda dengan organisasi pesaingnya.Asosiasi bernama ICA itu. dan Australia. keamanan. JCB. Dekade 1980-an ditandai pula dengan pelebaran jaringan ke Asia dan negara lain di Amerika Latin. tahun 1969 dibentuk pula aliansi dengan Eurocard di Eropa. Tahun 1988. ICA memulai debut internasionalnya dengan menambah jaringan di Meksiko lewat Banco National.MasterCard International (MC) memulai debutnya di penghujung tahun 1940-an. dan aspek legal yang melandasi jalannya organisasi. Lalu tahun 1951 The Franklin National Bank di New York memperkenalkan kartu kredit riil yang pertama. sejumlah franchise berkembang dengan bank tertentu di sejumlah kota besar di AS. Kemudian.Selebihnya yang 40 persen adalah transaksi yang menggunakan kartu merek MC. para merchant dengan bank-bank itu membentuk asosiasi bernama Interbank Card Association (ICA). kemudian berubah nama menjadi MasterCard International. Amex.Tahun 1968. Diners.

Peluncuran itu diterbitkan dan dikomunikasikan langsung dari Inggris Raya.  Visa . Tahun 1996. Tahun itu juga JCB Card di Indonesia. serta Osaka Credit Bureau (OCB) tahun 1961.  American Express Kartu terkenal lainnya dari AS. kartu JCB sudah diterima di 150 lebih negara dengan penjualan melebihi 4 trilyun yen. MC pertama kali memperkenalkan program kartu emas (gold card).Tahun 1981. dan Taiwan. diawali dengan berdirinya Japan Credit Bureau. 1987 MC memasarkan kartu pertama di Cina. Kemudian tahun 1968. Thailand.Tahun-tahun berikutnya. yakni JCB Card. 1983 pertama menggunakan laser hologram sebagai alat pencegah pemalsuan.Sebagai penyedia jasa global travel. Kartu JCB pertama yang diterbitkan di luar Jepang adalah di Hongkong. MC juga merupakan pionir dalam banyak hal yang berkaitan dengan industri pembayaran (payments industry). Kelahiran JCB. dan Arab Saudi. dan jaringan jasa-jasa lainnya-berdiri tahun 1850.  Japan Credit Bureau Jepang. adalah merek Amex. JCB dan OCB bergabung jadi satu mengambil nama JCB. tahun 1963 diluncurkan pula kartu International Dollar Cards. yang kemudian menjadi kartu-kartu merek Amex. Cile.Tahun 1981.Kini terdapat kantor MC di lebih dari 30 negara termasuk India. Kelahiran kartu itu dibidani American Express Company-berdiri tahun 1850-penyedia jasa perjalanan global (global travel). JCB mengembangkan operasi internasional ditandai dengan pendirian JCB International (Asia) Ltd. Filipina. Korea Selatan.adalah era pertama kali kartu MasterCard diterbitkan di Uni Sovyet sebelum terpecah-pecah. JCB terus melebarkan sayap hingga ke AS dan negara lainnya. tahun 1992 Maestro (kartu debit MasterCard) merampungkan transaksi debit online pertama di AS. adalah negara di luar AS dan Eropa yang memiliki jati diri tersendiri soal kartu. keuangan.

000 lembaga yang menjadi anggotanya. dan emas merek BankAmericard di California. Frank McNamara menciptakan Diners Club pada tahun 1950.Bisnis berubah dengan cepatnya dan Diners Club terus mengepakkan sayapnya. IBANCO berubah nama menjadi Visa International dan nama National BankAmericard. Itu bermula pada tahun 1949. Pada akhir tahun itu juga. putih. Inc berubah menjadi Visa USA. sebuah asosiasi bernama National BankAmericard. McNamara tidak dapat membayar makanan tersebut karena dia lupa membawa dompetnya. Tahun 1999. Kartu pertama ini dibagikan kepada 200 orang.5 trilyun dollar AS (September 1999). di luar AS.Melalui pengacaranya. Visa memroses 25 milyar transaksi konsumen per tahun. Sebanyak 14 restoran di New York bersedia menerima kartu tersebut. merupakan teman pribadi dan kenalannya. Tahun 1970. 970 juta lebih kartu dengan berbagai logo dan fungsi. Visa yang menduduki top 15 global brands untuk berbagai kategori. juga memiliki jaringan ATM di 550. padanya dan pada orang lain. Sejarahnya diawali tahun 1958. Visa jelas adalah rajanya. Untung sang istrinya menyelamatkannya dari dilema tersebut. dia berjanji agar hal serupa tak terjadi lagi.  Diners Club SEJARAH kartu yang paling lengkap adalah Diners Club Internasional. meski dia tidak pernah melupakan kejadian yang memalukan itu. Dari kejadian itu.Tahun 1974. pemegang kartu bertambah . ketika Frank McNamara makan malam (dinner) di sebuah restoran di New York.000 lokasi yang ada di 120 negara.BICARA soal kartu. Inc didirikan untuk menangani pemasaran kartu itu.Visa-yang bermarkas di San Francisco (AS) kini memiliki 21. volume tahunan 1. Tahun 1976. menangani pemasaran lisensi bisnis kartu BankAmericards Inc. dan lembaga pemerintahan. Ralph Schneider. bisnis. Bank of America mendirikan perusahaan internasional bernama IBANCO. diterima di 300 negara (dengan 18 juta lebih lokasi). ketika Bank of America meluncurkan kartu berwarna biru. Dia juga merupakan sistem pembayaran terbesar untuk konsumen. Tak heran Visa menyebut dirinya sebagai the "World's Best Way to Pay and Be Paid" (cara terbaik untuk membayar atau dibayari).Meski bukan yang pertama tetapi Visa adalah yang terutama dalam banyak hal.

Pendiri Diners Club meninggal dunia pada tahun 1957 saat berumur 40 tahun. yang menyebabkan semakin meningkatnya permintaan atas kartu Diners Club.. Malaysia.000. JC Penney mencoba mengaukusisi/memperoleh . Diners Club memiliki kantor cabang di 17 kota.. perusahaan konveksi. Phillips Petroleum Co. Peningkatan di tahun itu juga. Carolina Utara. Kanada. IRS mulai meminta laporan lengkap biaya bisnis penggunaan kartu Diners Club. termasuk Honolulu dan London dan dengan cepat dan pasti merambat ke kota-kota lain di zona Eropa. Kuba setuju menerima kartu tersebut.Asia mulai kemasukan kartu ini pada tahun 1960 yakni di Hongkong. Pada tahun itu Diners Club dibuka di Italia berkantor pusat di Roma. Divisi Pennzoil dari South Penn Oil Co."Perkembangannya berlanjut lagi pada tahun 1962. Afrika. Australia dan daerah lainnya dan diterima oleh banyak badan usaha. Meksiko. Miami.. Diners Club membuka pelayanan pasar eksekutif bagi anggotanya dan mengubah bentuknya dari kertas menjadi kartu plastik dan membuat kontrak dengan Dashew Business Machines untuk pembuatan kartu.. Tahun 1958. dan Sunoco menerima kartu ini.Diners Club mengakuisisi/ mendapatkan Simpson Factors Corporation dan dua cabangnya yakni McMullen Factors dan Customs Credit Corp. Jenney Manufacturing Co. Chicago. lebih dramatis lagi seperti pembukaan operasinya di Belanda. Inc. Diners Club memperkenalkan automatisasi komputer dan prosedur tagihan dengan mengunakan komputer. Diners Club berusaha bergabung dengan Hilton Credit Corp namun tidak berhasil. Union Oil Co. dan menjadi sponsor pertandingan sepakbola Amerika. serta merupakan perusahaan besar pertama pemasang iklan di televisi dan memperluas pemakiannya di segala jenis perusahaan misalnya telegram. Jepang. hotel dan perusahaan lainnya.Tahun 1965.Tahun 1953 Diners Club menjadi kartu debit pertama yang diterima secara internasional ketika pebisnis di Inggris. Los Angeles dan San Francisco. Inc. Diners Club meraih penjualan di Southern General Factors. yang berbasis di High Point.of California.demikian pula kota-kota besar semakin bertambah yang menerima kartu ini yakni New York.Tahun 1961. dan Thailand. dan Financial Services. pembelian yang besar yang membuat harian The New York Times menyebutnya "gerakan diversifikasi utama yang pertama. di Swis dan Venezuela dan setiap bulannya anggota pemegang kartu bertambah 15. perusahaan obat. Boston.

Diners Club memenangkan penghargaan prestisius.Diners Club dan demikian juga Chase Manhattan juga berusaha memperoleh Diners Club.. kesimpulan yang bisa ditarik adalah semuanya lahir dan berkembang di negara yang . Diners Club kemudian menguasai pasar di Ekuador dan Peru. Tahun 1970 Diners Club memperkenalkan sebuah program autorisasi kartu kredit. perusahaan keuangan di Bulgaria dan Hongaria menjadi agen Diners Club. dan Diners Club du Maroc. John B Ricker. Dilihat dari negara asal lahirnya kartu-kartu dengan merek ternama itu.Diners Club memperkenalkan perusahaan kartu pertama yang memberikan program asuransi otomatis bagi perjalanan lewat udara. Diners Club bergerak ke arah bisnis travel dengan membeli 60 juta dollar volume-Fugazy Travel. sebuah panel yang disponsori American Management Association International mendeklarasikan bahwa Frank McNamara's Diners Club merupakan satu dari 75 hasil keputusan manajemen yang terbesar yang pernah dibuat.Tahun 1990.Diners Club memutuskan memasukkan lebih banyak lagi artikel perjalanan dalam perusahaan majalahnya dan mengubah judul publikasinya itu dengan nama "Signature". Citicorp menjual kepemilikan minoritasnya pada Diners Club di Jepang kepada Fuji Bank Group dan Biro Perjalanan Jepang. hak monopoli Diners Club buka di Indonesia bersamaan dengan Singapura. Bank Dunia memilih Diners sebagai instrumen transaksi atas rekening perusahaannya.Tahun 1998. Pada tahun 1966. Jr-yang sebelumnya telah membeli Diners-memperkenalkan kartu Diners Club di Cina."Signature" memdeklarasikan pertama kali bahwa setiap tagihan ditangani dengan "computer to computer basis". Diners Club bersama dengan majalah Holiday mendirikan Wayfarers Club. perusahaan travel terbesar ketiga di Amerika.Tahun 1973. Pada tahun 1994. Mereka juga memperluas penggunaan kartu di berbagai perusahaan multinasional yang dominan. klub baru untuk para pelancong.Tahun 1967.Tahun 1980 Ketua Continetal Corp. Kemudian Citicorp mengakuisisi Diners Club dari Continental Corp. majalah Life mendeklarasikan Frank McNamara salah satu dari 100 orang Amerika yang berpengaruh abad 20 ini. diperkenalkan kartu disain plastik yang lebih sulit untuk dipalsukan. yakni Freddie Award untuk "Best Frequent Traveler Affinity Charge/Credit Card". Tahun 1983. Pada tahun 1987 kartu Diners telah dapat digunakan untuk mengakses uang kas melalui ATM di seluruh dunia.

perekonomiannya sangat besar. d. jaringan bisnis yang semakin meluas.Pembayaran dilakukan pada akhir bulan yang sama dengan tanggal transaksi atau pada bulan berikutnya dengan disertai biaya tambahan.Kartu Debit Kartu debit merupakan suatu alat berbentuk kartu yang diterbitkan oleh suatu lembaga keuangan dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran transaksi pembelian barang dan jasa dengan cara mendebit atau mengurangi saldo rekening penjual sebesar nilai transaksi barang dan jasa.Pembayaran atau angsuran oleh pemilik kartu diberikan secara langsung kepada perusahaan kartu kredit atau melalui pihak lain yang ditunjuk. c. Di negara seperti itu. termasuk dalam transaksi. bermunculan inovasi dalam sistem pembayaran. b.Kartu kredit Perangkat yang sudah disiapkan oleh penjual barang dan jasa. dan berkembang pesat. kebutuhan akan efisiensi.jenis kartu plastic terdiri dari : a.sehingga transaksi pembelian tersebut tercatat pada alat tersebut dan dapat dicetak.Charge Card Charge card merupakan alat berbentuk kartu yang diterbitkan oleh suatu lembaga keuangan dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran transaksi pembelian barang dan jasa yang pembayaran pelunasannya harus dilakukan oleh pembeli secara sekaligus pada jangka waktu tertentu setelah kartu digunakan sebagai alat pembayaran. mobilitas warga yang tinggi.Cash Card . JENIS KARTU PLASTIK Atas dasar bentuk penggunaannya.

Penerbit(issuer) Lembaga yang menerbitkan dan mengelola kartu kredit. Akibatnya.  Kontinuitas Penghasilan Kartu Debet dan Perkembangannya di Indonesia FUNGSI uang kontan sebagai alat bayar semakin tergantikan dengan kartu plastik.Cash Card merupakan alat berbentuk kartu yang diterbitkan oleh suatu lembaga keuangan dan dapat digunakan sebagai alat penarikan uang tunai secara manual melalui teller bank atau melalui ATM.Pemilik Kartu(card holder) Pihak yang menggunakan kartu kredit untuk kegiatan pembayarannya.melakukan penagihan pada pemilik kartu. 3. kartu-kartu plastik semakin mendominasi dompet masyarakat . Pihak Pihak yang Terkait Penggunaan Kartu Kredit 1.Persyaratan yang harus dipenuhi :  Penghasilan yang jumlahnya cukup dan disesuaikan dengan fasilitas kredit yang diberikan.Pengelola(aquirer) Pihak yang mewakili kepentingan penerbit kartu untuk menyalurkan lartu kredit. 2.dan melakukan pembayaran kepada pihak merchant.

biaya administrasinya juga lebih murah dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk memiliki kartu kredit. atau kartu debet. telah melewati jumlah volume kartu kredit. juga semakin banyak digunakan.Ia mengatakan lebih lanjut. Di negara-negara maju.perkotaan selain kartu tanda penduduk. Selain kartu tanda penduduk atau kartu surat izin mengemudi. sebagian besar mengantongi kartu kredit. sedangkan kartu kredit untuk pembelanjaan dalam jumlah besar. kartu ATM. pada akhir tahun 2003.48 triliun dollar AS. Adapun di Indonesia sendiri pada kuartal pertama tahun 2004 penggunaan kartu debet Visa sebesar 30 juta dollar AS atau meningkat 107 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. tidak cukup hanya dengan kartu kredit atau kartu ATM. Belakangan ini. Secara global. Cobalah tengok dompet kawan Anda. pangsa pasar kartu debet sangat besar karena . Keduanya saling melengkapi. volume transaksi kartu debet Visa. ada berapa kartu plastik di dalamnya? Umumnya. setiap orang memiliki kedua jenis kartu ini. SELAIN kartu ATM yang saat ini hampir dimiliki oleh setiap nasabah perbankan.45 triliun. volume kartu debet Visa di dunia meningkat 17 persen daripada tahun sebelumnya dan mencapai 1. Tidak juga perlu takut terkena denda dan bunga jika lupa membayar tagihan seperti yang sering terjadi pada para pemegang kartu kredit yang kadang lalai membayar tagihannya. tetapi juga kartu ATM yang dapat berfungsi sebagai kartu debet. pertumbuhan kartu debet bahkan lebih cepat dibandingkan dengan kartu kredit. kartu plastik jenis lain. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan sebesar lima persen dalam volume kartu kredit yang sebesar 1. Menurut data dari Visa. Selain itu. yaitu kartu debet."Sebenarnya tidak ada pergeseran penggunaan kartu kredit dengan kartu debet.Berbelanja dengan kartu debet memang lebih praktis karena tak perlu membawa setumpuk uang kontan dengan risiko kecopetan. Kalau kartu debet biasanya digunakan untuk membayar langsung pembelanjaan yang jumlahnya sedikit atau barang seharihari. misalnya." kata Country Manager Visa International Indonesia Ellyana C Fuad. Bank-bank semakin gencar memanjakan nasabahnya. misalnya barang elektronik.

41 persen responden juga memilih menggunakan kartu debet.Tidak hanya kartu debet yang biasanya digesek setelah bertransaksi. uang milik pemegang kartu telah tersedia sehingga bank tinggal mengurangi saja jika ada pembelian oleh si nasabah. tetapi Ellyana belum mau mengungkapkan bank mana saja yang akan menerbitkan kartu debetnya.Menurut Dian Soerarso GM Sales Distribution Channels and Liabilities Product dari Bank Permata mengatakan. jumlah pemegang kartu debet di . pendapatan interchange atau pendapatan biaya transaksi penggunaan kartu di merchant. di Indonesia Visa International telah bekerja sama dengan tujuh bank untuk menerbitkan kartu debet. Riset yang diadakan Visa di AS menyatakan adanya peningkatan penggunaan kartu debet. Dalam waktu dekat ini. jumlah bank itu akan bertambah. tidak diperlukan persyaratan yang rumit seperti kartu kredit." kata Ellyana lagi. "Di Indonesia. Dalam riset tersebut ditemukan 43 persen pelanggan memilih menggunakan kartu debet sebagai alat pembayaran dibandingkan dengan 30 persen yang memilih menggunakan kartu kredit dan 22 persen dengan uang tunai. Untuk pembelanjaan sebanyak 51100 dollar AS. Selain kartu kredit dan kartu debet.Sementara itu. 49 persen responden lebih memilih menggunakan kartu kredit untuk alat pembayarannya. Dari sisi bank. Seperti pendapatan dari biaya administrasi kartu Permata Visa Electron secara bulanan. biaya bulanan e-Wallet. Bank Permata juga menerbitkan kartu prabayar sebagai pengganti uang tunai dan dapat digunakan sebagai kartu debet. Ellyana menambahkan. orang dapat memiliki kartu debet. Lagi pula.persyaratan yang diperlukan agar seseorang dapat memiliki kartu debet sangat mudah dan ringan. Dengan membuka rekening di bank. serta fee di jaringan ATM plus. pendapatan yang didapatkan dari penerbitan kartu debet ada beberapa jenis. seperti Bank Permata. Untuk pembelian di atas 100 dollar AS. untuk pembelian 20-50 dollar AS sebanyak 45 persen responden memilih menggunakan kartu debet. jumlah pemilik rekening bank sekitar 60 juta dan mereka memenuhi syarat untuk dapat memiliki kartu debet.

Kartu isi ulang ini juga dapat menjadi hadiah yang menarik dan berguna. termasuk transaksi pembayaran. cukup membeli kartu perdana. Adapun pertumbuhannya diharapkan dapat mencapai 75 persen hingga 100 persen pada tahun 2004 ini. MAKALAH OTHNIEL(5-7) .Bank Permata sebanyak 600. pemegang kartu tak perlu membuka rekening di bank." katanya."E-Wallet ini dapat digunakan sebagai kartu debet dan dapat digunakan bertransaksi di ATM.000 dan lebih dari 100. Dana yang mengendap di e-Wallet ini tidak diberikan bunga. Saldo kartu dapat diatur sesuai dengan kebutuhan hingga maksimum Rp 5 juta.000 merupakan pemegang kartu e-Wallet. Uniknya.

Kepada perusahaan kartu kredit. Salah satu cara melihat . Kontinuitas dari penghasilan yang cukup akan lebih dapat memberikan keyakinan dan kemampuan calon kartu bagi issuer atau acquirer. Niat baik atau kemauan dari calon pemilik kartu untuk selalu memenuhi kewajibannya. Syarat ini paling sulit untuk diidentifikasi.

Demi kepentingan pemasaran kartu.Perjanjian antara issuer dengan acquirer Perjanjian ini terutama meliputi hal – hal teknis yang menyangkut tugas dan hak acquirer secara operasional dalam hal menyalurkan kartu kredit. Perjanjian antara issuer dengan pemilik kartu Perjanjian meliputi: . Perjanjian Kartu Kredit Dalam penggunaan kartu. Pemgang kartu utama bertanggung jawab atas semua pemenuhan kewajiban pemegang kartu tambahan kepada issuer dan acquirer. Kartu tambahan diharapkan digunakan oleh saudara atau relasi dari pemegang kartu utama sehingga intensitas penggunaan kartu lebih tinggi dan fasilitas kredit yang diberikan cenderung lebih maksimal dimanfaatkan oleh pemilik kartu. d. atau lembaga lain. termasuk persyaratan – persyaratan yang akan diterapkan terhadap pemilik kartu dan merchant. dan pembayaran kepada merchant. Penjual (merchant) Merchant adalah pihak penjual barang dan jasa yang dibeli oleh pemilik kartu dengan menggunakan kartu kreditnya. bank sentraal. penerbit kartu kredit seing kali memberikan kartu tambahan kepada pemilik kartu. merchant tersebut terlebih dahulu mengadakan perjanjian kerja sama dengan issuer dan acquirer. perjanjian yang terlebih dahulu harus meliputi: a. Sebelumnya merchant menerima pembayaran dengan kartu kredit tertentu. sehingga dikenal dengan istilah kartu utama (basi card) dan kartu tambahan (supplementary card). Seseorang yang namanya telah masuk dalam daftar hitam biasanya dianggap kurang dapat dipercaya dalam memenuhi kewajiban keuangannya kepada issuer dan acquirer. melakukan penagihan. Hal ini menguntungkan bagi issuer karena semakin sering fasilitas kredit digunakan berarti harapan penghasilan melalui bunga juga semakin besar.niatbaik dari calon pemilik kartu adalah melalui terdapat atau tidaknya nama calon pemilik kartu pada daftar hitam (black list) milik bank. b.

  Jumlah pembayaran minimum Hak issuer untuk menggunakan jasa pihak ketiga dalam penagihan Bunga atas sisa tagihan yang belum dibayar Bunga atas pelanggaran limit kredit Uang pangkal Iuran tahunan Biaya administrasi apabila ada keterlambatan pembayaran tagihan 2) Pembayaran tagihan  3) Bunga   4) Biaya    5) Transaksi dalam valas    Mata uang penagihan atas transaksi dalam valuta asing Dasar kurs untuk penagihan atas dalam valuta asing Biaya administrasi atas kehilangan kartu . Keadaan yang mewajibkan pengembalian kartu kepada issuer Masa berlaku kartu dan cara perpanjangan.   Saat/ waktu/ periode pengiriman laporan tagihan oleh issuer Kewajiban pemilik kartu melakukan pembayaran minimum pada jangka waktu tertentu setelah laporan tagihan dikirim oleh issuer.   Tagihan atas kartu seuplemen adalah tanggung jawab pemegang kartu utama. Bertanggung jawab terhadap issuer nila merchant menolak pembayaran dengan kartu milik pemilik kartu. Hak issuer untuk bertukar informasi dengan lembaga lain tentang pemilik kartu.1) Perjanjian umum     Kartu adalah milik issuer dan tidak dapat dipindahtangankan.  Batas minimum kredit. Kewajiban pemilik kartu untuk menandatangani slip pembelian pada merchant.

  Jangka waktu penagihan pembayaran oleh merchant kepada issuer Cara pembayaran oleh issuer kepada merchant Kewajiban merchant untuk memeriksa keabsahan kartu yang digunakan untuk pembayaran    Kewajiban merchant untuk menggunakan slip penjualan tertentu Kewajiban merchant untuk meminta tanda tangan pemilik kartu pada slip Kewajiban merchant untuk memeriksa keabsahan tanda tangan pengguna kartu  Kewajiban merchant untuk memberikan salinan slip bagi pemilik kartu 2) Hak merchant  3) Kewajiban merchant  MANFAAT . Hak merchant untuk menerima pembayaran dengan berbagai merek kartu kredit tertentu. Pejanjian anatara issuer dengan merchant Hal – hal yang dituangkan ddalam perjanjian ini meliputi: 1) Hak issuer   Imprinter dan slip adalah milik issuer Jaminan bahawa penjualan dengan kartu tidak lebih besar daripada harga penjualan tunai     Slip penolakan yang diserahkan oleh merchant Diskon pembayaran issuer kepada merchant Pemotongan rekening merchant untuk pajak Pemotongan rekening merchant untuk refundv kepada pemilik kartu.6) Lain – lain    Kewajiban pemilik kartu apabila terjadi kehilangan kartu Jaminan pelunasan dari harta kekayaan pemilik kartu Kewajiban pemilik kartu yang bukan WNI c.

Sedangkan jumlah yang dapat ditagih oleh issuer kepada pemilik kartu adalah tetap sejumlah Rp 1.  Bunga atas sisa tagihan yang belum dibayar  Bunga atas pelanggaran batas maksimum kredit  Denda atas keterlambatan pembayaran 3. pemilik kartu dapat segera menghubungi issuer atau aqcuirer untuk memblokir kartu.Secara umum. 2.000.000. Apabila ditinjau dari sisi pihak – pihak yang terkait dalam penjualan kartu kredit.000 kepada issuer B.000 dikurangi 3% kali Rp 1. bagi pemilik kartu  Risiko kehilangan dan pencurian uang lebih rendah.  Fasilitas lain yang ditawarkan oleh issuer pada kartu kredit yang diternitkan seperti asuransi. Apabila diskon ditetapkan sebesar 3% maka jumlah yang harus dibayarkan oleh issuer adalah sebesar rp 1. kemudahan pembelian barang dan jasa pada merchant tertentu dan lain – lain.000 atau sama dengan Rp 970. bagi issuer Manfaat utama yang dapat diterima oleh issuer adalah adanya penerimaan yang berasal dari:  Uang pangkal  Iuran tahunan  Diskon terhadap pembayaran kepada merchant.  Mengatasi kebutuhan dana mendesak dalam jangka pendek tanpa harus mengajukan permohonan kredit kepada bank atau lembaga keuangan lain. Karu yang telah diblokir tidak dapat digunakan lagi sebagai alat pembayaran pada merchant.000 sehingga selisihnya (Rp 30.  Lebih praktis.000. pengguna kartu kredit sangat bermanfaat bagi peningkatan efisiensi dan keamanan transaksi jual beli.000 = 3%) merupakan penerimaan bagi issuer. karena kalaupun kartu hilang. maka manfaat dapat dikelompokan sebagai berikut: 1.000. bagi merchant .000 . karena tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar. informasi dokter. Contoh: merchant A melakukan penagihan atas transaksi penjualan sebesar Rp 1.

000 ditambah Rp 100.000. ( Selanjutnya issuer menagih pemilik kartu sebesar Rp 10.000. Contoh:  Merchant A melakukan penagihan atas traksaksi penjualan sebesar Rp 10. Apabila diskon ditetapkan sebesar 3%.000 atau sebesar Rp 200. maka pembayaran issuer kepada acquirer adalah sebesar Rp 9700.000 atau sama dengan Rp 9800. mekanisme penggunaan kartu kredit dapat dibedakan antara mekanisme yang melibatkan pihak acquirer dan mekanisme . maka jumlah yang harus dibayarkan oleh acquirer kepada merchant adalah sebesar Rp 10. Sedangkan jumlah yang dapat ditagih acquirer kepada issuer adalah sejumlah Rp 9700. karena tidak perlu menyimpan uang tunai di kasir dalam jumlah besar  Peningkatan penjualan karena pembeli dapt membeli secara kredit kepada issuer 4.000.bagi acquirer  Penerimaan berupa interchange fee.000.000 dikurangi 3% kali Rp 10.000.  Acquirer yang berupa bank berkesempatan untuk menawarkan produk – produknya yang lain pada pemilik kartu MEKANISME Meskipun tidak ada perbedaan yang penting.000. karena pembayaran oleh pemeli tidak dengan uang tunai  Lebih praktis.000. Risiko kehilangan dan pencurian uang lebih rendah. Apabila interchange fee sebelumnya telah ditetapkan sebesar 1% dari nilai transaksi.000.000 kepada acquirer C.000 dikurangi Rp 9800. sehingga penerimaan bagi issuer adalah sebesar Rp 10. Uang sejumlah Rp 100.000 atau sama dengan Rp 9700.000 tersebut adalah interchange fee atau penerimaan bagi acquirer.000).  Pemilik kartu dapat diisyaratkan untuk memiliki rekening simpanan pada acquirer yang berupa bank.000 ditambah dengan interchange fee.

6. Merchant mencatat transaksi melalui alat khusus 4. Mencetak transaksi pada slip khusus 5. Pemberian kartu kredit kepada pemilik kartu melalui atau tanpa bantuan acquirer 8. Merchant memberikan salinan slip kepada pemilik kartu . Merchant memeriksa keabsahan tanda tangan 7. 7. Kemudian adanya permohonan kartu oleh calon pemilik kartu sampai dengan pembayaran tagihan sebaagai berikut: a. Perjanjian antara issuer dengan pemilik kartu melalui atau tanpa bantuan acquirer. Perjanjian antara issuer dengan acquirer 4. Merchant biasanya memasang logo penerbit pada kasir atau tempat lain agar calon pembeli mudah mengetahui apakah kartu kreditnya dapt digunakan pada penjual tersebut. Pemilik kartu menyerahkan kartu dan menerima barang aatau jasa yang dibeli 2. Tahap ini meliputi: 1.yang tapa acquirer. Pemilik kartu menandatangani slip 6. Melibatkan pihak acquirer 1. Limit kredit yang lebih tinggi biasanya disertai persyaratan yang lebih berat bagi calon pemilik kartu. Penerbitan kartu oleh issuer 2. Penggunaan kartu oleh pemilik kartu untuk pembelian pada merchant yang telah ditunjuk dan menjalin kerja sama dengan issuer. Perjanjian antara issuer dengan merchant 3. Analisis oleh acquirer atau issuer mengenai kelayakan calon untuk menjadi pemilik kartu. Merchant tertentu menetapkan biaya sekitar 2% daari nilai transaksi yang menggunakan kartu kredit yang dibebankan bagi pemilik kartu. Permohonan kartu kredit oleh calon pemilik kartu 5. Kedua mekanisme penggunaan kartu kredit tersebut akan diuraikan dalam tahap – tahap sejak adanya perjanjian awal. Merchant memeriksa keabsahan kartu 3.

Acquirer memeriksa keabsahan slip penjualan. 11. Apabila pemilik kartu langsung melunasi seluruh tagihan maka tahapnya selesai sampai disini. Saat/periode atau jangka waktu penagihan sudah ditentukan sebelumnya dalam perjanjian antara merchant dengan issuer 10. Besarnya diskon telah ditentukan sebelumnya dalam perjanjian antara issuer dengan merchant (Kurang lebih sekitar 4% dari nilai transaksi). Merchant melakukan penagihan kepada acquirer dengan menggunakan slip penjualan. 13. melalui atau tanpa acquirer.lah transaksi setelah dikurangi diskon. Acquirer melakukan penagihan pada issuer (termasuk interchange fee sekitar 2% dari nilai transaksi). Laporan tagihan yang dikirim secara periodik pada tanggal tertentu oleh issuer kepada pemilik kartu berisi antara lain:      Nomor kartu Tanggal tagihan dari laporan tagihan tersebut Tanggal jatuh tempo pembayaran atas tagihan tersebut Tanggal posting Tanggal transaksi jumlah tagihan . Besarnya interchange fee sudah ditentukan pada perjanjian semula antara acquirer dengan issuer.8. Issuer melakukan penagihan kepada pemilik kartu sesuai waktu yang telah diperjanjikan semula. sedangkan apabila pemilik kartu hanya membayar sebagian atau sampai sebatas besarnya pembayaran minimum maka sisa pembayaran minimum maka sisa pembayaran harus dilunasi pada jangka waktu tertentu sejak penagihan dengan ditambah dengan bunga. Jumlah dibayar adalah sebesar jum. Pemilik kartu wajib membayar sebesar pembayaran minimum yang semula telah ditetapkan. Acquirer membayar kepada merchant. 14. Kartu dikembalikan kepada pemilik kartu 9. Issuer membayar kepada acquirer (reimbursement ditambah interchange fee). 12.

Limit kredit yang lebih tinggi biasanya disertai persyaratan yang lebih berat bagi calon pemilik kartu. Perjanjian antara issuer dengan pemilik kartu 6. tidak melibatkan pihak acquirer 1. Analisis oleh issuer mengenai kelayakan calon untuk menjadi pemilik kartu. 5. Perjanjian antara issuer dengan merchant 3. angsuran.   ( 15. Pemberian kartu kredit kepada pemilik kartu . Pemilik kartu melakukan kepada issuer melalui atau tanpa acquirer pembayaran Mekanisme yang melibatkan pihak acquirer sebenarnya bisa sangat bervariasi yang tergantung pada jenis tanggung jawab atau tugas yang dilimpahkan issuer kepada acquirer sesuai perjanjian. Salah satu contoh mekanisme tersebut. akan secara sederhana dijelaskan dengan menggunakan gambar berikut ini: issuer issuer Card holder merchant Gambar Bagan Mekanisme Kartu Kredit dengan acquirer b. biaya lainnya). Penerbitan kartu oleh issuer 2. Besarnya pembayaran minimum (biasanya berkisar 20% dari jumlah tagihan) Batas maksimum kredit Tunggakan minimum. seperti telah diuraikan di atas. Permohonan kartu kredit oleh calon pemilik kartu 4. bungsa.

Issuer memeriksa keabsahan slip penjualan 10. Merchant biasanya memasang logo penerbit kartu pada kasir atau tempat lain agar calon pembeli mudah mengetahui apakah kartu kreditnya dapat digunakan pada penjual tersebut. Issuer membayar kepada merchant jumlah yang dibayar adalah sebesar jumlah transaksi setelah dikurangi diskon.7. Penggunaan kartu oleh pemilik kartu untuk pembelian pada merchant yang telah ditunjuk dan menjalin kerja sama dengan issuer. Tahap ini meliputi: • • • • • • • Pemilik kartu menyerahkan kartu dan menerima barang atau jasa yang dibeli Merchant memeriksa keabsahan kartu Merchant mencatat transaksi pada slip khusus Pemilik kartu menandatangani slip Merchant memeriksa keabsahan tanda tangan Merchant memberikan salinan slip kepada pemilik kartu Kartu dikemblikan kepada pemilik kartu melakukan penagihan kepada issuer dengan 8. Merchant tertentu menetapkan biaya sekitar 2% dari nilai transaksi yang menggunakan kartu kredit yang dibebankan bagi pemilik kartu. sedangkan apabila pemilik kartu . Pemilik kartu wajib membayar sebesar pembayaran minimum yang semula telah ditetapkan. Besarnya diskon telah ditentukan sebelumnya dalam perjanjian antara issuer dengan merchant (kurang lebih sekitar 4% dari nilai transaksi) 11. Merchant menggunakan slip penjualan. Issuer melakukan penagihan kepada pemilik kartu sesuai waktu yang telah diperjanjikan semua. Saat/periode atau jangka waktu penagihan sudah ditentukan sebelumnya dalam perjanjian antara merchant dengan issuer 9. Apabila pemilik kartu langsung melunasi seluruh tagihan maka tahap selesai sampai di sini.

Tanggal jatuh tempo pembayaran atas tagihan tersebut 4. Tunggakan 12. Tanggal posting 5. Nomor Kartu 2. Batas maksimum kredit 9. Besarnya pembayaran minimum (biasanya berkisar 20% dari jumlah tagihan) 8. bunga.hanya membayar sebagian atau sampaai sebatas besarnya pembayaran minimum maka sisa pembayaran harus dilunasi pada jangka waktu tertentu sejak penagihan ditambah dengan bunga. Tanggal transaksi 6. angsuran. Tnggal tagihan dari laporan tagihan tersebut 3. dan biaya lainnya) Mekanisme tersebut akan sederhana dijelaskan dengan menggunakan gambar berikut ini: issuer Card holder Merchant . Pemilik kartu melakukan pembayaran kepada issuer melalui atau tanpa acquirer (pembayaran minimum. Jumlah tagihan 7. Laporan tagihan yang dikirimkan secara periodik pada tanggal tertentu oleh issuer kepada pemilik kartu berisi antara lain: 1.

Agar lebih paham.800.000.000.Perhitungan Bunga Kartu Kredit Pemegang kartu kredit dianjurkan untuk tidak segan-segan bertanya kepada petugas penerbit kartu soal perhitungan bunga. 2.100. 1. Tgl Transaksi Tgl.2. Tiap bank punya caranya sndiri.45. sangat sedikit yang terbuka untuk menjelaskan cara penghitungan bunga begitu saja. lalu 1 Nov 3 Nov Pabrik Panci 4 Nov 8 Nov Toko Obat Jerawat 9 Nov 12 Nov Salon "Murah Meriah" 10 Nov 13 Nov Emprit Airways Jumlah 4. Pasalnya.000. Penagihan Uraian Transaksi Tagihan bln. Berdasarkan tanggal transaksi: Nilai transaksi x jumlah hari dari tanggal transaksi s/d tanggal lembar tagihan dicetak x jumlah bulan dalam setahun x bunga per bulan x 1/365 hari.50. Berdasarkan tanggal tagihan dicetak: Total nilai transaksi x jumlah hari dari tanggal transaksi s/d tanggal lembar tagihan dicetak x jumlah bulan dalam setahun x bunga per bulan x 1/365 hari.500. Penghitungan bunga kartu kredit setidaknya ada dua cara. simak contoh perhitungan pembayaran yang harus dibayar si Ganjen di bawah ini. Berikut ini perhitungannya.000.350.- . yakni penghitungan berdasarkan tanggal transaksi dan tanggal saat lembar tagihan dicetak.

74 .800.39 .53 x 1/365 = 137.Direct Debit Payment 500.945. Pemakaian(Rp) (4. Transaksi: A.21 Total Bunga = Bunga A Bunga B = Rp 142.000x19x12x3%) (320.000x30x12x3%) x 1/365 = 142.Rp 3..945.000.418.000.513.800. Pemakaian (Rp) (4.Rp 3.55 x 1/365 = 2.082. Store 320.15 Nov 16 Nov 18 Nov 21 Nov Matahati Dept.165.350.465.027.30 x 1/365 = 44.000x20x12x3%) (2.74 Perhitungan Bunga Berdasarkan Tgl.21 Total Bunga = Bunga A . Pembayaran (Rp) (500.18 Total pembayaran yang jatuh tempo tanggal 16 Oktober 1997 untuk sistem perhitungan bunga berdasarkan tanggal transaksi adalah: .21 = Rp 138. Lembar Tagihan Dicetak: A.293.CR Total Tagihan Tanggal lembar Tanggal Tagihan Dicetak Jatuh tempo (Rp) 28 Nov 1997 16 Des 1997 8.75 x 1/365 = 986.36 x 1/365 = 4.000x8x12x3%) x 1/365 = 3.21 = Rp 186.000x29x12x3%) (45.39 B.458.63 = 190.945.000x8x12x3%) x 1/365 = 3.500 + Bunga Perhitungan Bunga Berdasarkan Tgl. Pembayaran (Rp) (500.Bunga B = Rp 190.038.000x14x12x3%) Jumlah B.500x28x12x3%) (100.945.458.000x25x12x3%) (50.027.15 x 1/365 = 1.256.

082.513.53 Total pembayaran yang jatuh tempo tanggal 16 Oktober 1997 untuk sistem perhitungan bunga berdasarkan tanggal lembar tagihan dicetak adalah: Rp 8.Namun ada juga pihak yang menilai ini merupakan suatu kemajuan yang cukup berarti. sekaligus tentunya ‘sesuai’ dengan syariah. dan Bank Islam) dan Bahrain (ABC Islamic Bank).500 + Rp 138.582.500 + Rp 186.165.18 = Rp 8. Inovasi jenis apa lagi ini? Teka-teki yang sama ikut dirasakan oleh pemerhati perbankan syariah. .165.18 Kartu Kredit Syariah Reaksi pertama ketika mendengar ‘kartu kredit Islam’. yang umumnya was-was tehadap label-label seperti ‘back door riba’ atau ‘hiyal’.Rp 8. barangkali adalah ketidakhabispikiran. yakni lembaga keuangan syariah tanggap terhadap kebutuhan konsumen. HSBC.53 = Rp 8.013. yang dialamatkan kepada pengembang produk syariah dengan inovasi yang terkadang kebablasan. Mereka menilai kartu bank syariah ini merupakan jawaban terhadap kebutuhan mereka akan sistem pembayaran yang mudah dan nyaman. ‘Kartu kredit Islam’ ini sebenarnya sudah mulai banyak ditawarkan oleh bank-bank syariah di Malaysia (AM Bank d/h Arab Malaysian Bank.352.303.

kenyataan bahwa perbankan syariah harus menghadapi tantangan keragaman produk dan permintaan akan kenyamanan fasilitas perbankan. Tetapi.Namun di balik segala kemudahan dan kenyamanan ini. budaya utang adalah kenyamanan hidup yang melenakan. mengharuskan bank syariah mencari alternatif. jelas sangat atraktif dan bahkan menjadi suatu prestise. yang bisa dipakai di hampir seluruh pelosok bumi. Ini. Nasabah diberi kemudahan untuk membeli/memakai sesuatu produk atau jasa terlebih dahulu dan membayarnya kemudian. Jadi membayar bunga ataupun tidak. Sebagian besar pakar perbankan Islam menganggap kartu kredit sebagai sesuatu yang tidak relevan dalam sistem syariah. merupakan klausa yang sudah disetujui sewaktu nasabah menandatangani permohonan kartu kredit. Di balik itu. Baik itu dengan menawarkan sejenis smart card.Sesungguhnya. dari namanya. Salah satu usaha tersebut adalah . Meskipun tidak seharusnya menjadi dilematis. tagihan bulanan akan menjadi nightmare yang harus dihadapi setiap awal bulan. Bagi yang tidak disiplin. budaya belanja secara boros ini bukanlah salah satu saja dari ‘kejahatan’ kartu kredit ini. Unsur bunga ini. kita bisa paham kalau credit card adalah fasilitas utang. namun kenyamanan ini juga membuat uang keluar dengan mudah. meskipun kalau kita selalu bayar tepat waktu tidak akan dikenakan. Apapun alasannya. karena adanya unsur bunga dalam penggunaan kartu kredit. di antaranya. terkandung implikasi-implikasi negatif dan cenderung menjerat. yang pada akhirnya menjerat dan membuat penggunanya melarat karena utang (dan bunga). Padahal salah satu perjuangan ekonomi syariah adalah membebaskan manusia dari unsur riba dalam segala manifestasinya. desakan dan persaingan menyebabkan bank-bank syariah mencari inovasi baru dalam usaha menciptakan kenyamanan yang maksimum bagi nasabahnya. simbol kemakmuran dan derajat. Bukan saja kartu kredit membuat berbelanja menjadi mudah. Hal lain yang menjadi sebab diharamkannya kartu kredit adalah unsur ‘kreditnya’. Kemudahan ini. debit card ataupun dengan memperluas jaringan ATM melalui kerjasama dengan pihak lain (misalnya kerjasama antara BMI dengan BCA). pemegang kartu kredit sudah menyetujui dan oleh karenanya terikat dengan klausa bunga ini.

Sementara kartu kredit bisa dicicil hingga satu tahun. tetapi juga kartu kredit mempunyai konotasi bunga yang sangat kuat. Terlepas dari kenyamanan dan rasa aman. menurut analisis penulis. keluaran Bank Islam Malaysia Berhad dengan Master Card. kemudahan yang disediakan kartu pembayaran ini akan cenderung meningkatkan sikap konsumtif masyarakat. Toh inovasi yang dipaksakan dan dibuat secara terburu-buru akan hanya menuai cemooh nantinya.dengan mengIslamkan kartu kredit yang ada. Kontroversi ini. Namun sebenarnya. 30 atau 40 hari.Di Indonesia sendiri. HSBC Amanah Card misalnya. adalah charge card yang underlying conceptnya bisa dengan mudah diterima oleh banyak kalangan. bermuasal dari konotasi kartu kredit sendiri yang sangat tidak Islami. Betapapun inovasi ini tetap menyisakan pertanyaan panjang buat sebagian besar orang. Tingkat utang rakyat Australia (domestic debts) sangat tinggi.Namun ada pula ‘kartu kredit syariah’ yang diklaim bukan berbentuk charge card. nilainya lebih tinggi dari GDPnya. sebagian ‘kartu kredit syariah’ yang sudah berada di pasar adalah berbentuk charge card. yang pada praktiknya berbeda dengan kartu kredit biasa. Hadirnya kartu pembayaran yang diklaim sebagai Islami ini sendiri bukanlah alternatif kartu kredit yang bisa begitu saja diterima semua pihak. kendati sikap prudent hendaknya tetap menjadi anutan praktisi perbankan syariah nasional. Ini semua disebabkan oleh skim pembayaran kredit dan meluasnya penggunaan kartu kredit di Australia. Salah satunya adalah sampai kapan kita harus berhiyal atau . Salah satu buktinya di Australia. Selain karena konsep kredit yang memang tidak sesuai untuk menjadi bagian muamalah. Puncak perdebatan lain yang juga cukup beralasan adalah konsep kredit itu sendiri beserta implikasinya terhadap perilaku konsumsi. Usaha itu memang patut dihargai. di antaranya Al-Taslif Visa Card dari AM Bank Malaysia dan Kad (Kartu) Bank Islam. Transaksi charge card harus dilunasi pada batas periode. Malaysia dan Bahrain adalah yang pertama bereksperimen dengan sistem kartu kredit ini. Kontroversi dan perdebatan masih akan terus berlanjut seiring dengan makin gencarnya sosialisasi ‘kartu kredit syariah’ ini di berbagai media. usaha kearah itu sedang diusahakan oleh beberapa bank syariah.

Sedangkan dengan akad murabahah. belum memutuskan kapan izin kartu kredit syariah diterbitkan.Ketua Tim Peneliti Perbankan Syariah BI. Mulya mengatakan BI ingin menjamin agar produk kartu kredit syariah benar-benar sesuai syariah.'' Karena fatwa juga harus dibentuk peraturan BInya sebelum dijadikan produk perbankan. Menurutnya permintaan atas kartu kredit syariah juga tinggi. Di luar negeri. DSN berinisiatif untuk membatasi penggunaan kartu. Sementara kartu kredit bisa dicicil hingga satu tahun. ''Misalnya kita batasi 40 persen saja dari gaji yang bisa dibelanjakan. Transaksi charge card harus dilunasi pada batas periode. Selanjutnya bank mendapat fee sebagai perantara. 30 atau 40 hari. ''Jangan sampai nanti sama saja seperti kartu kredit konvensional seperti yang terjadi di beberapa negara'' kata Mulya. Di luar negeri. bank bertindak sebagai penjamin nasabah dalam melakukan pembelian barang. Ma'ruf Amin mengungkap salah satu penolakan atas kartu kredit adalah mendorong konsumerisme. DSN menetapkan akad jaminan dengan fee atau kafalah wal ujrah dan akad jual beli dengan pembayaran mencicil (murabahah dengan istijrar). Namun DSN telah membahas rancangan fatwanya. KH Ma'ruf Amin. maka nasabah mengambil suatu barang di merchant tertentu atas nama . Sementara itu Ketua Dewan Syariah Nasional MUI. Penerbitan kartu kredit syariah di Indonesia belum mendapat lampu hijau. kartu kredit syariah akhirnya menjadi charge card yang di Indonesia diterbitkan BII Syariah. Bank Indonesia selaku otoritas pengawas perbankan syariah. mengatakan pembahasan kartu kredit ini memang merupakan inisiatif BI sebagai persiapan bila memang bank syariah ingin menerbitkan kartu kredit. ''Tinggal menunggu apakah ada izin BI.Mengenai akad. mengungkap kartu kredit syariah memang masih kontroversial. Mulya Effendi Siregar. Dengan akad kafalah.berimprovisasi dari apa yang ditawarkan sistem konvensional? Apakah memang produk syariah harus selalu mengikuti dan kompromi dengan apa yang disediakan oleh bank konvensional? Jawabannya sebenarnya sangat ditentukan oleh gaya hidup dan belief system yang kita anut. kartu kredit jadi sumber konsumtif.'' Ia mengungkap kartu kredit berbeda dari charge card.

Nasabah membayarnya dengan cara mencicil dalam jangka waktu tertentu. Bank Internasional Indonesia (BII). Begitu jatuh tempo. tagihan harus dilunasi seluruhnya. "Kami sengaja masuk ke segmen gold sehingga pemegang kartu BSC adalah orang yang betul-betul mampu memegang dan dapat menggunakannya secara bijaksana dan sekaligus sehingga tidak ada kredit macetnya. Perbankan syariah pun telah mulai meluncurkan kartu plastik. misalnya. telah mengeluarkan kartu BII Syariah Card yang sesuai dengan prinsip ekonomi syariah yang universal. akad yang digunakan dalam penyelenggaraan BII Syariah Card adalah akad qordh dan kafalah.bank.Sukatmo menjelaskan lebih jauh. jangan sampai keberadaan kartu semacam ini mendorong konsumerisme. Perkembangan Kartu Kredit Syariah di Indonesia(BII Syariah Card) TIDAK hanya perbankan konvensional yang memberikan layanan kartukartu plastik ini kepada para nasabahnya. . Sukatmo Padmosukarso. BII mengeluarkan BII Syariah Card Gold dan belakangan mengeluarkan lagi Platinumnya. "Sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional. Kartu ini juga tak boleh digunakan untuk membeli barang atau jasa yang tidak sesuai dengan syariah seperti minuman keras. perbedaan dengan kartu kredit konvensional. tidak boleh dicicil(Charge Card/jatuh tempo 30-40 hari). kartu Syariah ini bebas bunga. Artinya. "Penggunaannya seperti kartu kredit." lanjut Sukatmo.Pertama kali. Hukum dan Riset BII. pada saat bertransaksi pemegang kartu bertindak mewakili bank untuk bertransaksi dengan merchant." kata Direktur Sumber Daya Manusia. Akad qordh merupakan prinsip utang piutang dan dalam prinsip syariah tak boleh dikenakan bunga atau denda atas utang tersebut." ujarnya. tetapi tidak ada pembayaran minimum seperti kartu kredit. BII Syariah Card telah mengacu pada fatwa MUI yang menyatakan. sedangkan kafalah merupakan prinsip perwakilan. Kemudian bank menjual barang tersebut kepada nasabah.

Walaupun terbatas. serta para jemaah haji ONH plus yang dianggap menjadi pangsa pasar potensial dari kartu kredit platinum.  Contoh contoh form penawaran kartu kredit 1. Menteng. tarawih di hotel berbintang lima.BII juga melebarkan produk kartunya menjadi platinum karena pangsa pasar platinum di perbankan syariah sangat luas. adalah pengajian di kawasan elite. dan Kemang.Form : . menurut Sukatmo. Indikatornya. segmen kartu platinum ini memiliki daya beli yang sangat tinggi daripada segmen kartu silver atau gold.Bank Niaga : 1. seperti Pondok Indah. Pagu kredit yang diberikan kepada para pemegang kartu platinum ini sekitar 40 persen dari pendapatan dengan kisaran pagu Rp 8 juta hingga Rp 50 juta.1.Lapisan masyarakat inilah yang dibidik menjadi nasabah pemegang kartu BII Syariah Card Platinum.

1.2.Rekaman Wawancara dengan Sales Manager Bank Niaga (di CD) 2.Bank International Indonesia 2.Form : .1.

CV NOVINDO PUSTAKA MANDIRI 3.PT Gramedia Pustaka Utama 2.Jakarta.2003.com 5.WWW.2002.Jakarta.Budi.SyariahMandiri.Budi.MULTI FINANCE.com 4.DPLJKEU.Rachmat.com .ANJAK PIUTANG.Rachmat.WWW.WWW.SOLUSI CASH FLOW PROBLEM.DAFTAR PUSTAKA 1.Tazkiaonline.

WWW.6.com LAMPIRAN LAMPIRAN .simas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful