Dibuat Oleh

:
Ivan Christanto Sim David Othniel Widjaya M.Fahri Robby : 25040045 : 32040662 : 30040343 : :

KATA PENGANTAR
Anjak Piutang mungkin belum terlalu dikenal luas di masyarakat kita saat ini,atau mungkin sekalipun pernah didengar,kebanyakan orang berkonotasi negatif terhadap bentuk pembiayaan ini. Melalui makalah ini,kami akan memaparkan secara luas dua bentuk pembiayaan,yakni anjak piutang dan kartu plastik.Pada pembahasan anjak piutang,akan dibahas secara detail mengenai pengertian jenis,manfaat jenis jenis dan istilah,undang penilaian undang,dua produk pokok,jenis perlakuan contoh KARTU dan resiko,perpajakan,hingga dan

akuntansinya.Pada pembahasan kartu kredit,akan dibahas mengenai kartu,mekanisme,manfaat makalah ”ANJAK resiko,hingga DAN perhitungannya. Selesainya PIUTANG PLASTIK : SEBUAH SOLUSI PEMBIAYAAN” adalah berkat bantuan banyak pihak,baik yang terlibat secara langsung maupun tak langsung.Secara khusus kami ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya atas bantuan semua pihak tersebut.Tak lupa pula kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya atas dukungan serta nasihat dari dosen kami : Prof.Veithzal Rivai.Tanpa beliau dan bantuan seluruh pihak,tidaklah mungkin kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.Akhir kata,kami sebagai penulis ingin mengucapkan : Selamat Membaca!

Salam dari Penulis

DAFTAR ISI
ANJAK PIUTANG
PENDAHULUAN 1.Sekilas Nengenai Lembaga Pembiayaan 2.Sejarah factoring 3.Anjak Piutang saat ini di Indonesia 4.Anjak Piutang sebagai Solusi Cashflow BAB 1 : PENGERTIAN ANJAK PIUTANG 1. Pengertian 2.Beda Anjak Piutang dengan Transaksi Lain A.piutang yang berasal dari transaksi dagang dan yang berasal dari fasilitas pinjaman / kredit (dibuktikan dengan perjanjian kredit). B.Account Receivable Financing dan kegiataan anjak piutang C.Bank dan Factoring 3.Anjak Piutang dan Istilah Istilahnya 4.Miskonsepsi Anjak Piutang 5.Usaha Usaha yang Cocok menggunakan Jasa Anjak Piutang BAB 2 : PERATURAN – PERATURAN PEMERINTAH YANG MENGATUR KEGIATAN ANJAK PIUTANG 1.Peraturan Peraturan Mengenai Anjak Piutang 2.Prinsip Hukum Perdata Indonesia BAB 3 : PRODUK DAN JASA ANJAK PIUTANG 1.Dua Pokok Produk Anjak Piutang
A.ANJAK PIUTANG NON-FINANCING B. ANJAK PIUTANG FINANCING

BAB 4 : JENIS JENIS ANJAK PIUTANG

Keterlibatan Nasabah dalam Perjanjian Perjanjian Anjak Piutang Lingkup Pelayanan Tipe Tagihan atau Piutang Struktur Organisasi BAB 5 : MANFAAT DAN PENILAIAN RESIKO ANJAK PIUTANG 1.Manfaat Anjak Piutang A.Bagi Klien B.Bagi Factor C.Bagi Nasabah 2.Penilaian Perusahaan Anjak Piutang 9 Aspek klien yang dinilai anjak piutangnya 5 Aspek Anjak Piutang yang Dinilai Klien BAB 6 :ANJAK PIUTANG DARI SISI KLIEN A.Syarat starat untuk mendapatkan Fasilitas Anjak Piutang B.Perhitungan perhitungan dalam Transaksi Anjak Piutang C.Manfaat yang Didapat dari Anjak Piutang D.Akuntansi Anjak Piutang dari Sisi Client E.Perpajakan Anjak Piutang dari Sisi Client BAB 7 : ANJAK PIUTANG DARI SISI FACTOR A.Prospek Usaha Anjak Piutang B.Risiko Risiko dalam Bisnis Anjak Piutang C.Syarat untuk Memperoleh Izin Usaha Perusahaan Anjak Piutang D.Akuntansi Anjak Piutang dari Sisi Factor E.Perpajakan Anjak Piutang dari Sisi Factor BAB 8 : CONTOH PERLAKUAN AKUNTANSI TRANSAKSI ANJAK PIUTANG

2.Anjak Piutang Syariah 1.DAFTAR PENERIMAAN 5.Pihak pihak yang terkait Penggunaan Kartu Kredit 5.Manfaat Kartu Kredit 7.Anjak Piutang Konvensional 2.Perkembangan Kartu Kredit Syariah di Indonesia 11.DAFTAR PENAWARAN 4.SURAT PERINTAH BAYAR BAB 10 : SISTEM SYARIAH DAN ANJAK PIUTANG 1.Artikel mengenai Tren Industri Pembiayaan di Indonesia KARTU PLASTIK 1.Kartu Debet dan Perkembangannya di Indonesia 4.Perhitungan Bunga Kartu Kredit 9.Contoh Form Penawaran Kartu Kredit 12.Pendahuluan Syariah:Islam dan Sistem Ekonominya BAB 11 : TAMBAHAN ANJAK PIUTANG 1.PERJANJIAN ANJAK PIUTANG(NON-RECOURSE FACTORING AGREEMENT) 2.PENGALIHAN HAK ATAS PIUTANG(CESSIE) 3.1.Rekaman Wawancara Kartu Kredit dan Presentasi Anjak Piutang(CD) .BAB 9 : CONTOH PERJANJIAN DAN FORM ANJAK PIUTANG 1.Kartu Kredit Syariah 10.Contoh Lembaga Penyedia Jasa Anjak Piutang 1.Jenis Kartu Kredit 3.Perjanjian Kartu Kredit 6.Sejarah Munculnya Bisnis Kartu 2.Mekanisme Kartu Kredit 8.

.

Merupakan kenyataan bahwa terjadi proses tawar menawar antara pembeli dan penjual.PENDAHULUAN 1. karena modal cara tersebut menyebabkan modal kerja perusahaan yang tertanam dalam piutang dagang. Ini merupakan usaha pemecahan salah satu masalah kadangkala tidak sejalan dengan penyelesaian masalah yang lain. Akan tetapi pemberian fasilitas ini mengandung konsekuensi yang akan berdampak pada kemampuan kas perusahaan. Salah satu tawaran yang diberikan adalah kemudahan dalam membayar yang berupa pembayaran berjangka. yaitu hubungan yang saling menguntungkan antar kedua belah pihak.maupun antar penjual agar dapat menjual produk dan jasanya. Namun disisi lain. Aspek yang saling menguntungkan inilah yang menjadi pedoman kunci bagi suksesnya transaksi anjak piutang. Skema pembiayaan yang ditawarkan melalui anjak piutang memberikan satu alternatif solusi terhadap masalah diatas. untuk meningkatkan penjualan maka perusahaan dapat meningkatkan penjualan kepada pelanggan dengan cara kredit. . peningkatan penjualan dengan cara kredit ini akan menambah rumit dalam pengadministrasian penjualan.Ambillah contoh. Namun. Jasa yang ditawarkan oleh suatu perusahaan anjak piutang tidak hanya sekedar pembiayaan murni melainkan juga jasa non peembiayaan seperti administrasi penjualan dan penagihan piutang dagang. Dengan cara ini. karena menyangkut masalah tagihan dan resiko tidak terbayarnya piutang penjualan. kas yang diterima penjual dapat digunakan untuk membiayai biaya tertentu. Hal ini merupakan inti dari transaksi anjak piutang yang dilakukan antar penjual dengan perusahaan anjak piutang. tagihan penjual kepada pembeli dialihkan kepada perusahaan anjak piutang sehingga penjual tidak perlu menagihnya.Sekilas Nengenai Lembaga Pembiayaan Kehadiran anjak piutang sangat membantu kegiatan bisnis. biaya yang harus dibayarkan tersebut dapat dikompensasi dengan potongan penjualan yang didapatkan dari pemasok apabila penjual membeli bahan baku secara tunai dari hasil pengalihan piutang kepada perusahaan anjak piutang. Peningkatan penjualan juga menuntut konsekuensi bahwa perusahaan tersebut juga harus menyediakan modal kerja yang lebih besar. Dalam transaksi anjak piutang.

Adapun ketentuan yang dimaksud adalah sebagai berikut : .Deposito 3.deposito. c. 2.menarik dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk giro. Selain ketentuan tersebut di atas.Giro 2.ketentuan tersebut di atas berdasarkan Surat Keputusan Presiden No 61 Tahun 1988.tabungan dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu b.Perusahaan Pembiayaan dilarang: a.Surat Sanggup Bayar/Promissory Note Perusahaan Pembiayaan dan/atau Perusahaan Anjak Piutang dapat menerbitkan Surat Sanggup Bayar hanya sebagai jaminan atas utang kepada bank yang menjadi krediturnya.perusahaan pembiayaan dan/atau perusahaan anjak piutang masih mempunyai batasan batasan terutama dalam hal penerimaan pinjaman dan penyertaan.kecuali sebagai jaminan atas utang kepada bank yang menjadi krediturnya.Ketentuan di atas dipertegas kembali oleh Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 448/KMK.Surat Sanggup Bayar(Promissory Note) yang dibuat dan dikeluarkan oleh Perusahaan Pembiayaan tidak dapat dialihkan dan wajib dicantumkan kata kata “tidak dapat dialihkan(non negotiable)”.menerbitkan Surat Sanggup Bayar(Promisory Note).memberikan jaminan dalam segala bentuknya kepada pihak lain.Kegiatan Anjak Piutang merupakan salah satu kegiatan dari perusahaan pembiayaan.017/2000 tanggal 27 Oktober 2000 tentang Perusahaan Pembiayaan yang menyatakan bahwa: 1.Tabungan 4.di mana Perusahaan Pembiayaan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak menarik dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk : 1.

c.simpanan wajib.dana cadangan.hibah.modal penyertaan.dana sisa hasil usaha. b.1.Pinjaman subordinasi yang dapat diperhitungkan sebagai komponen modal sendiri sebanyak banyaknya sebesar 50%(limapuluh perseratus) dari modal disetor. g.terdiri dari modal disetor ditambah dengan laba ditahan.Modal sendiri(net worth) bagi perusahaan anjak piutang dan/atau perusahaan pembiayaan yang berbentuk hukum : -Perseroan Terbatas. f.Jumlah pinjaman bagi setiap Perusahaan Pembiayaan ditetapkan setinggi tingginya sebesar 15(lima belas) kali jumlah modal sendiri(net worth) Perusahaan Pembiayaan setelah dikurangi penyertaan.hak tagih berlaku paling akhir dari segala pinjaman yang ada -dituangkan dalam perjanjian tertulis antara perusahaan anjak piutang dan/atau perusahaan pembiayaan dengan pemberi pinjaman.Jumlah pinjaman luar negeri ditetapkan setinggi tingginya sebesar 5(lima) kali jumlah modal sendiri(net worth) Perusahaan Pembiayaan setelah dikurangi penyertaan.agio saham.Perusahaan Pembiayaan dapat menerima pinjaman baik dari dalam maupun luar negeri.terdiri dari simpanan pokok.dikurangi penyertaan dan kerugian yang dihitung berdasarkan laporan keuangan posisi bulan terakhir.dan pinjaman subordinasi yang dihitung berdasarkan laporan keuangan posisi bulan terakhir.Pinjaman yang Diterima a. .cadangan umum yang belum digunakan. -Koperasi.istilah ini biasanya disebut Gearring Ratio. d.Setiap pinjaman subordinasi yang diterima oleh perusahaan anjak p[iutang dan/atau perusahaan pembiayaan wajib dilaporkan kepada menteri selambat lambatnya 10(sepuluh) hari setelah pinjaman diterima.laba tahun berjalan. e.Pinjaman subordinasi merupakan pinjaman yang diterima perusahaan anjak piutang dan/atau perusahaan pembiayaan dengan syarat: -minimum berjangka waktu 5(lima) tahun -dalam hal terjadi likuidasi.

5.Jumlah seluruh penyertaan modal perusahaan anjak piutang dan/atau perusahaan pembiayaan tidak boleh melebihi 40%(empat puluh perseratus) dari jumlah modal sendiri perusahaan yang bersangkutan.Pembiayaan Konsumen(Consumer Finance) adalah usaha Pembiayaan pengadaan barang untuk kebutuhan konsumen dengan system pembayaran angsuran atau berkala. c.Penyertaan Perusahaan Pembiayaan a. b.Penyertaan modal pada setiap perusahaan tidak boleh melebihi 25%(dua puluh lima perseratus) dari modal disetor perusahaan yang bersangkutan.Perusahaan pembiayaan dan/atau Perusahaan Anjak Piutang hanya dapat melakukan penyertaan modal pada perusahaan di sektor keuangan. 2. Kegiatan Perusahaan Pembiayaan berdasarkan Keputusan Presiden No 61 Tahun 1988 tanggal 20 Desember 1988 meliputi usaha usaha pembiayaan antara lain: 1.2. .Perdagangan Surat Berharga (Security Company) adalah badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan dalam bentuk perdagangan surat berharga.Anjak Piutang(Factoring) adalah usaha pembiayaan dalam bentuk pembelian dan/atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. 4.Usaha Kartu Kredit(Credit Card) adalah usaha pembiayaan untuk membeli barang dan jasa dengan menggunakan kartu kredit.Modal Ventura(Venture Capital) adalah usaha pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam betuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan(investee company) untuk jangka waktu tertentu. 6. 3.Sewa Guna Usaha(leasing) adalah usaha pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara “finane lease” maupun “operating lease” untuk digunakan oleh Penyewa Guna Usaha selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala.

terutama di New York City.Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No 1256/KMK 00/1989 tentang Perubahan Ketentuan mengenai Perusahaan Perdagangan Surat Berharga dalam Keputusan Menteri Keuangan No 1251/KMK 013/1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga Pembiayaan.Kegiatan semacam ini dikategorikan sebagai general factoring.dan juga membelikan barang barang dagangan dari Inggris yang mereka inginkan untuk diimpor ke Amerika.Perusahaan factor di Inggris pada saat itu sangat membantu para pedagang dari Plymouth(Amerika) untuk mengageni penjualan mereka di daratan Eropa.Sejarah factoring Sejarah usaha jasa anjak piutang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Factoring sudah dikenal sejak 2000 tahun lalu-pertama kali digunakan di Mesopotamia.dan bank.Sedangkan kegiatan Modal Ventura berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No 468/KMK 017/1995 tanggal 3 Oktober 1995.juga tidak termasuk lagi dalam kegiatan lembaga pembiayaan.tepatnya di Inggris.kegiatan perdagangan Surat Berharga (Security House) sudah tidak termasuk lagi dalam kegiatan Lembaga Pembiayaan.Perusahaan factoring di Amerika .otomatis turut memacu pertumbuhan industri factoring di Amerika.Pihak factor.Perkembangan bisnis tersebut.bukan salah satu kegiatan lembaga pembiayaan. Revolusi industri di akhir abad ke 18 turut mendorong pertumbuhan bisnis jasa general factoring.lembaga keuangan bukan bank. Pertama kali.Perusahaan Modal Ventura berdasarkan peraturan itu adalah berdiri sendiri.Mekanisasi alat alat tenun tekstil di Inggris dan tingginya minat beli tekstil di Amerika. 2. General factoring ini kemudian berkembang di daratan Eropa.biasanya bertindak sebagai agen penjualan yang sekaligus pemberi perlindungan kredit.telah menyebabkan meningkatnya transaksi ekspor impor.Kegiatan Lembaga Pembiayaan dapat dilakukan oleh perusahaan pembiayaan.Dan berdasarkan ketentuan Pasal 3 ayat 1 Keputusan Prestiden No 61 Tahun 1988 tanggal 20 Desember 1988.bentuk usaha anjak piutang memang masih sangat sederhana.

Mereka mengageni produk tekstil Eropa atas dasar konsinyasi.dan melakukan penagihan untuk kepentingan clientnya. Perusahaan-perusahaan tertentu mulai tertarik untuk menjembatani atau sebagai perantara antara pihak penjual di Inggris dengan pembeli di Amerika. timbul masalah karena mereka tidak saling mengenal. Kondisi ini mendorong perusahaan-perusahaan di Inggris untuk menemukan solusi mengenai sistem penjualan yang sesuai. perusahaanperusahaan ini selanjutnya mulai dikenal sebagai factor atau agen. namun pada awalnya mereka tidak bisa banyak melakukan kegiatan produksi karena terbatasnya sumber daya manusia. kegiatan anjak piutang mulai dikenal luas ketika perusahaan-perusahaan manufacture di Inggris berusaha menjual produknya ke Amerika.yaitu menjamin kredit. Mengingat factor ini dianggap sebagai perusahaan yang cukup berpengalaman dalam berurusan dengan pembeli-pembeli di Amerika dan juga . Usaha factor ini menjadi semakin berkembang ketika perusahaan textile Inggris memerlukan jasa penilaian kelayakan atas kredit dagang kepada pembeli di Amerika. Amerika pada waktu itu.Bentuk bentuk usaha inilah yang kemudian menjadi embrio dari bisnis anjak piutang modern seperti yang dikenal saat ini. Jasa yang ditawarkan oleh factor pada waktu itu masih berkisar terutama pada pengurusan dan pengalihan piutang saja. yaitu Inggris. merupakan benua baru yang banyak didatangi dari benua eropa terutama inggris. sekitar tahun 1880-an.Anjak piutang modern ini kemudian terus berkembang tidak hanya di bidang usaha tekstil tetapi juga merambah ke berbagai sector industri. Resiko tidak terbayarnya penjualan secara kredit semakin besar bukan saja karena mereka tidak saling mengenal tetapi juga karena jarak yang sangat jauh.saat itu seperti ketiban rezeki.menjamin kredit tersebut. Kedatangan bangsa di eropa mau tidak mau menbawa konsekuensi bahwa mereka harus melakukan kegiatan produksi dan konsumsi didaerah barunya. capital dan peralatan.melakukan penagihan. Keadaan ini memaksa mereka mendatangkan sebagian besar kebutuhan mereka dari daerah asal.baik untuk transaksi ekspor impor maupun transaksi local.Mereka juga memberikan kredit.memberikan pembayaran awal terhadap piutang yang timbul. Ketika perusahaan-perusahaan di Inggris ingin memasarkan atau menjual produknya ke orang-orang Amerika.dan penyediaan ana.

Amerika Utara. factor tidak hanya memberikan jasa investigasi kredit saja tetapi sekaligus membeli faktur-faktur penjualan textile dari perusahaan textile.International Factors Group (IFG).bermarkas di Amsterdam.bermarkas di Brussel. Maka perusahaan textile di Inggris cenderung menggunakan jasa mereka untuk melakukan investigasi kredit kepada pembeli di Amerika. Bisnis anjak piutang modern ini akhirnya berkembang ke Eropa.Factors Chain International. lalu berkembang di Eropa dan kemudian keseluruh dunia.Heller Overseas Corporation(Heller Group). Tugas factor dalam hal ini adalah menentukan kelayakan suatu pembeli untuk memperoleh fasilitas pembelian dengan cara kredit (credit worthiness) dan juga menentukan tingkat atau kemungkinan terbayarnya suatu piutang dari penjualan textile secara kredit. kegiatan pemberian jasa anjak piutang ini tidak hanya diberikan oleh suatu perusahaan sebagai salah satu dari kegiatan usahanya.berpengalaman dalam hal penyelesaian tagihan piutang. 2.yaitu: 1. Lama kelamaan. Dalam perkembangannya.setiap anggota bebas satu sama lain tanpa adanya kaitan permodalan.dalam grup factoring ini Heller berperan sebagai induk perusahaan dari mayoritas anggotanya dan bermarkas di Chicago.Jepang. kemudian berkembang kebagian Amerika yang lain.Grup ini hanya menerima satu anggota dari setip Negara. Factor kemudian menguangkan atau menagih faktur tersebut pada pembeli saat jatuh tempo. Ketiga grup factoring ini telah memiliki anggota yang tersebar di seluruh dunia.yakni tanpa kaitan permodalan antara sesama anggotanya.yaitu di negara negara seperti Eropa Barat.di mana grup ini hampir sama dengan sistem IFG. Bidang usaha yang dilayani jasa anjak piutang berkembang dari semula textile kebidang-bidang lain termasuk jasa.terutama setelah berdirinya 3(tiga) grup anjak piutang internasional.Korea . di mana setiap grup ini tidak dikenal adanya induk perusahaan. tetapi juga oleh suatu perusahaan yang secara khusus bergerak dalam bidang anjak piutang. 3.Namun grup ini dapat menerima lebih dari satu anggota dari setiap Negara. Usaha mulai berkembang mulai dari Amerika Utara.

anjak piutang pertama kali diperkenalkan di Singapura pada pertengahan tahun 70-an.Selatan.Australia.1251/KMK. 61 dan Keputusan Meteri Keuangan No.kegiatan anjak piutang di Indonesia secara informal sebenarnya sudah ada sebelum dikeluarkannya Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988. Keputusan Presiden No 61 Tahun1988 tentang Lembaga Pembiayaan merupakan usaha pemerintah untuk memformalkan kegiatan anjak piutang yang sudah ada di masyarakat. termasuk perusahaan anjak piutang.Asean-termasuk Indonesia.13/1988 tanggal 20 desember 1988.Kegiatan ini sudah berjalan secara informal di tengah masyarakat dan sudah baku di antara para pedagang di pasar pasar. Kegiatan anjak piutang di Indonesia berkembang baik sejak adanya Keputusan Presiden No.dan menjadikan usaha anjak piutang menjadi suatu bagian dari Lembaga Pembiayyaan. peraturan ini terutama untuk memberikan alternatif pembiayaan usaha dari berbagai jenis lembaga keuangan.maka penjual cek harus mengganti dengan uang tunai kepada penyedia dana.Hong Kong.Secara formal.Biasanya para pedagang menukar Cek Mundur kepada penyedia dana. Pembiayaan usaha diberikan keleluasaan untuk mengembangkan usaha dengan modal yang hanya tidak bersumber dari lembaga keuangan saja.transaksi anjak piutang di Singapura mengalami perkembangan yang sangat pesat baik ditinjau dari jumlah perusahaan maupun turnover transaksinya. 3.dan langsung dipotong dalam jumlah/persentase tertentu sesuai dengan jangka waktunya.Anjak Piutang saat ini di Indonesia Sedangkan untuk kawasan Asia Tenggara.yang juga dapat dilakukan oleh Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank.Afrika Selatan.pada awalnya perkembangan usaha anjak piutang di Indonesia belum begitu popular. Jasa anjak piutang dapat diberikan oleh suatu lembaga keuangan .kegiatan anjak piutang dimulai pada tahun 1988 dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No 61 tahun 1988.Selandia Baru.Sejak saat itu.Sedangkan di Malaysia.dan berbagai Negara lainnya.Apabila cek itu tidak ada dananya.yaitu kegiatan Cheque Discounted atau Cheque yang didiskontokan yang sering dilakukan oleh para pedagang di pasar pasar.Namun.

sebagai salah satu kegiatan usahanya, dan dibeikan oleh suatu bank, dan dapat diberikan oleh suatu lembaga keuangan yang secara khusus memberikan jasa anjak piutang. 4.Anjak Piutang sebagai Solusi Cashflow Perkembangan lalu lintas perdagangan domestik dan antarnegara untuk barang dan jasa di Indonesia pada dasarnya selalu meningkat baik dari segi jumlah maupun bentuknya.Peningkatan lalu lintas perdagangan tersebut memberikan pengaruh positif kepada berbagai kegiatan di sector industri dan jasa,yang pada akhirnya akan mempengaruhi keghidupan masyarakat.Seiring dengan perkembangan dunia usaha dan meningkatnya taraf hidup masyarakat,pola masyarakat dalam membelanjakan uang juga terpengaruh.Di sisi lain,perkembangan bisnis yang semakin modern menimbulkan persaingan sengit antarpelaku bisnis,baik pelaku bisnis besar dengan yang kecil,yang kuat dengan yang lemah,yang lokal dengan yang internasional,dan sebagainya.Para pelaku bisnis dituntut untuk menjual barang dan jasa dengan kualitas tinggi,pelayanan yang baik,kemasan dan pengiriman yang tepat waktu.Namun,pembeli menginginkan pembayaran yang menarik,murah dan berjangka waktu. Merupakan suatu kenyataan bahwa pasti terjadi tarik menarik antara penjual dan pembeli ataupun antara penjual dan penjual untuk bisa menjual produk berupa barang dan jasa kepada konsumen.Segala cara akan ditempuh untuk dapat menjual.Salah satu cara untuk melakukan hal itu adalah dengan memberika fasilitas pembayaran secara berjangka kepada pembeli.Hal ini merupakan salah satu akibat dari pergeseran pola sellers market(pasar penjual) kepada buyers market(pasar pembeli).Ini tidak dapat dihindari oleh para pelaku bisnis. Pembayaran secara berjangka yang diberikan penjual kepada pembeli sudah pasti akan mengganggu cashflow perusahaan,sebab penjual yang menanggung resiko.Di sisi lain,hal seperti ini mengutungkan pembeli.Bagi penjual ini merupakan dilema karena apabila penjual tidak menerima pembayaran berjangka,kesempatan tersebut akan diambil oleh penjual lain.

Untuk

menjembatani

pembayaran

berjangka

yang

dilakukan

oleh

penjual,jasa anjak pitang dapat enjadi alternative bagi penjual untuk secepatnya mendapatkan uang tunai atau mendapatkan sumber pembiayaan baru dalam bentuk instant cash (80% dari nilai invoice) yang dikaitkan dengan jumlah penjualan kredit. Dalam transaksi anjak piutang,tagihan penjual kepada pembeli dialihkan kepada perusahaan anjak dengan piutang anjak sehingga piutang penjual dapat tidak perlu alternatif menagihnya.Pembiayaan dijadikan

pembiayaan baru selain kredit bank ataupun kredit dari supplier.Dengan cara ini,cashflow yang diterima penjual dapat digunakan untuk membiayai modal kerja demi kesinambungan produksi walaupun penjual harus membayar biaya dana.Namun,biaya dana yang dikenakan oleh perusahaan anjak piutang dapat dikompensasikan dengan sales discount yang didapatkan dari pemasok apabila penjual membeli bahan baku secara tunai dari hasil pengalihan piutang kepada perusahaan anjak piutang. Hal yang disebut di atas merupakan inti dari transaksi anjak piutang yang dilakuakan antara penjual dan perusahaan anjak piutang,yaitu hubungan yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak.Aspek yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak inilah yang akan dijadikan pedoman kunci bagi suksesnya transaksi anjak piutang karena permasalahan cash flow yang diakibatkan kebijaksanaan penjualan berjangka dapat diatasi dengan baik dan produksi barang dan jasa menjadi lancar. Bagi usaha kecil dan menengah,yang selalu dirundung masalah permodalan bagi pengembangan usaha,alternative pembiayaan melalui anjak piutang dapat dijadikan sumber pendanaan jangka pendek perusahaan.Tanpa adanya pembiayaan ini,modal kerja yang harus disediakan dan tertanam dalam usaha menjadi sangat besar.Inilah yang biasanya menjadi kendala dan momok bagi industri kecil dan menengah. Selain itu,usaha anjak piutang diharapkan dapat membantu mengatasi kesulitan di bidang credit management,sehingga dunia nasabah(nasabah perusahaan anjak piutang) dapat lebih berkonsentrasi pada usah peningkatan produksi dan peningkatan penjualan barang dan jasa.Tenaga kerja dapat dihemat karena

departemen atau bagian administrasi penjualan dapat dialihkan ke perusahaan anjak piutang.Hal ini dimungkinkan karena perusahaan anjak piutang mempunyai perangkat lunak untuk sistem tersebut. Hal lain yang tidak kalah pentingnya,mengenai manfaat pembiayaan anjak piutang bagi industri kecil dan menengah yang mempunyai produk untuk diekspor,adalah bahwa fasilitas anjak piutang yang diterima dapat dijadikan pengganti letter of credit.Hal ini dimungkinkan karena perusahaan anjak piutang dapat melakukan kegiatan international factoring bekerja sama dengan perusahaan anjak piutang yang ada di luar negeri.Kegiatan ini sangat memudahkan perusahaan kecil dan menengah mengekspor barang karena perusahaan anjak piutang dapat membantu menyelesaikan dokumen ekspor yang dibutuhkan,dan pembayaran sudah pasti terjamin baik dalam jumlah maupun waktunya. Kiranya itulah yang dapat kami gambarkan secara ringkas mengenai anjak piutang.Dalam bab bab berikut ini,akan dibahas anjak piutang secara lebih mendalam,baik definisi dan istilah,peraturan,jenis,mekanisme,manfaat,perpajakan, hingga perlakuan akuntansinya.

BAB 1 : PENGERTIAN ANJAK PIUTANG

1. Pengertian Factoring dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi anjak piutang. Menurut Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988,perusahaan anjak piutang adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. Definisi diatas menjelaskan bahwa jasa yang diberikan dalam suatu kegiatan atas anjak piutang adalah jasa pembiayaan dan jasa non pembiayaan atas piutang. Pada kenyataannya kedua jenis ini tidak harus selalu ada dalam perjanjian anjak piutang,perjanjian anjak piutang ada yang meliputi kedua jenis jasa tersebut dan ada juga yang hanya meliputi salah satu jenis jasa diatas. Pada dasarnya pilihan atas jenis jasa yang akan diberikan tergantung pada kesepakatan antar pihak factor dan pihak klien. Keputusan Menteri Keuangan tersebut diperbaharui dengan SK Menteri Keuangan Nomor 448/KMK.017/2000 yang menyatakan bahwa Kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian atau pengalihan atau pengurusan piutang atau penagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. Pernyataan ini dipertegas oleh SK Menteri Keuangan Nomor 172/ KMK.06/2002 yang menyatakan bahwa kegiatan anjak piutang dilakukan dalam bentuk pengalihan dan pembelian serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. Pihak yang terkait dalam kegiatan anjak piutang meliputi: a. Perusahaan jasa anjak piutang (factor). Factor adalah pihak yang memberikan jasa anjak piutang.

anjak piutang non – pembiayaan (non – financing activity) yaitu dalam bentuk pengurusan piutang atau tagihan. b. 2.Pihak klien untuk: a. 2. anjak piutang dengan pembiayaan (financing activity). Anjak piutang merupakan perjanjian antar factor dan klien mewajibkan : 1.Non pembiayaan berupa antara lain penagihan piutang dan administrasi penjualan.Pihak factor untuk memberikan jasa berupa: a. Klien (client). dalam kegiatan anjak piutang yang dilakukan di indonesia terdapat beberapa hal penting yang perlu digarisbawahi. bukan kepada individual atau orang – perorangan. Nasabah adalah pihak yang membeli barang atau jasa dari klien dan mempunyai kewajiban berupa utang jangka pendek kepada klien. . Transaksi anjak piutang dapat dilakukan untuk transaksi perdagangan domestik (anjak piutang domestik) dan transaksi perdagangan antar negara atau ekspor/impor (anjak piutang international) 3.Pembiayan atas piutang usaha yang dimiliki oleh klien.Menjual atau menjaminkan piutangmya kepada pihak factor.b. Klien adalah pihak yang menerima jasa anjak piutang dan menjual barang dan jasa secara kredit kepada nasabah. 4. Nasabah (customer). Objek pembiayaan anajak piutang adalah piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. b. Transaksi anjak piutang dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis. yaitu dalam bentuk pembelian dan pengalihan piutang dan. Berkaitan dengan definisi anjak piutang tersebut. yakni: 1. Pembiayaan anjak piutang hanya dapat dilakukan kepada perusahaan. c.Memberikan balas jasa financial kepada factor.

4. 2. Adapun hal – hal yang membedakan anjak piutang dengan kredit bank dapat dikemukakan sebagai berikut: 1. terutama dalam memelihara atau mengurus pembukuan penjual client. Gatot Wardoyo dalh makalahnya ” Beberapa aspek mengenai Factoring (Anjak . Kredit bank dimulai dari timbulnya utang melalui mobilisasi dana masyarakat yang kemudian dialihkan menjadi aktiva produktif. Namun yang sesungguhnya terjadi adalah pemberian kredit itu diberikan oleh supplier kepada pembeli. sedangkan anjak piutang menjadi client sebagai rekanan / mitra (partner). Kredit bank biasanya dalam jumlah dan syarat pelunasan yang tetap. 5.Beda Anjak Piutang dengan Transaksi Lain Transaksi anjak berbeda dengan transaksi kredit bank. Kredit bank memberikan tambahan aktiva dalam bentuk kas. yaitu dari tagihan menjadi kas. kadangkala hanya sebagai jaminan tambahan. sejak anjak piutang berkaitan dengan pengalihan aktiva produktif. sedangkan piutang pada prinsipnya merupakan transaksi jual beli piutang. 2. Kredit bank melibatkan praktek – praktek umum perkreditan termasuk mengenai jaminan / agunan. sedangkan anjak piutang tidak memberikan tambahan pada kas akan tetapi hanya memperlancar arus kas dengan piutang yang belum jatuh tempo. 6. hanya saja proses penagihannya dilimpahkan kepada factor yang sebelumnya telah menandatangani perjanjian anjak piutang. 3. sedangkan dalam transaksi anjak piutang jaminan / agunan bukan merupakan hal yang mutlak.Kegiatan anjak piutang pada prinsipnya merupakan pemberian kredit kepada supplier dengan cara membeli piutang atau tagihan kepada nasabahnya atau costumer – nya. Untuk lebih memperjelas pengertian anjak piutang seperti telah disebut di atas. Bank menjadikan debitur sebagai nasabah. sedangkan anjak piutang mengubah penjualan kredit menjadi uang tunai. Kredit bank hampir selalu dikaitkan jaminan / agunan.

d. maka akan terlihat unsur – unsur sebagai berikut: 1. yaitu berupa uang panjar atau uang muka. Kegiatan anjak piutang bukanlah kegiatan untuk menggantikan kegiatan kegiatan Account Receivable Financing. Adanya suatu jaminan yang lebih bersifat riil / kebendaan dan pasti. meskipun selama ini kita telah mengenal jenis pembiayaan yang menyerupai aktivitas anjak piutang. Secara umum. piutang dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis. pada dasarnya merupakan kegiataan pengalihan piutang sebagai tindak lanjut dari jual beli tagihan. 2. b. melainkan . Kegiatan anjak piutang dapat dikatakan produk pembiayaan yang masih terbilang baru di Indonesia. mempunyai ciri – ciri sebagai berikut: a. misalnya ada jaminan yang diikat secara yuridis disertai pemberian hak prefensi kepada kreditur. Piutang dalam perkreditan. Umumnya berasal dari transaksi jual beli barang atau jasa. Bila kedua jenis piutang tersebut diperbandingkan. b. Jaminan kebendaan kurang diperhatikan karena lebih dititikberatkan pada masalah pemeliharaan hubungan dagang. Kalaupun ada jaminan. Berasal dari suatu perjanjian kredit. sebab seller sangat berkepentingan dengan kelancaran perputaran modalnya. Dalam hubungan yang lebih formal antarapihak.Piutang) ” mengemukakan bahwa anjak piutang bila ditinjau dari segi mekanismenya. yaitu piutang yang berasal dari transaksi dagang dan yang berasal dari fasilitas pinjaman / kredit (dibuktikan dengan perjanjian kredit). Jangka. karena adanya kemungkinan untuk dapat diperpanjang. Jangka waktu yang lebih lama. Piutang Dagang mempunyai ciri – ciri berikut: a. Namun pengertian piutang dalam transaksi ini harus diketahui dahulu secara secara pasti agar tidak menimbulkan salah pengertian dalam segi pembahasan masalah yuridis. c. yaitu kegiatan Account Receivable Financing (Cheque Discounted). c. jumlahnya relatifnya kecil dibandingkan dengan nilai tagihannya.

sudah barang tentu akan memberikan tambahan modal kerja yang lebih baik. . Administrasi Pada transaksi Account Receivable Financing. Sedangkan dalam transaksi anjak piutang. sehingga mudah melakukan kontrol terhadap aktivitas pembiayaan anjak piutang yang diberikan serta dapat pula memberikan informasi kepada client apabila ada customer yang nakal. factor dapat mengikuti transaksi jual beli antara client dan customer melalui faktur dan surat jalan yang diserahkan kepada factor. factor tidak dapat mengetahui Cheque / Bilyet giro yang diserahkan client kepada factor.penyempurnaan dan melengkapi serta menambah alternatif pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan meningkatkan kemampuan perputaran dana (cash flow). factor juga mengetahui karakter – karakter customer. memberikan laporan – laporan yang berhubungan dengan piutang yang dialihkan ke factor dan juga dapat melakukan penagihan kepada customer. kualitas cheque / Bilyet Giro serta factor tidak mengetahui dengan pasti transaksi yang dilakukan antara client dan customer. Plafond Kredit Dalam transaksi anjak piutang biasanya factor dapat memberikan fasilitas pembiayaan sampai 100% dari nilai faktur. sedangkan dalam Account Receivable Financing sudah pasti lebih rendah. sedangkan dalam transaksi anjak piutang juga melakukan pencatatan seluruh hasil penjualan kredit client yang dianjakpiutangkan. Kontrol Dalam transaksi Account Receivable Financing. Tingginya plafon yang diberikan factor kepada client. 3. Adapun perbedaan yang mencolok antara Account Receivable Financing dan kegiataan anjak piutang adalah sebagai berikut: 1. Di samping. aktivitas administrasi yang dilakukan terbatas pada aktivitas pencairan plafond dan penyimpanan Post Dated Cheque. 2. sehingga factor tidak mengetahui siapa saja pelanggan client.

4.yakni : Perbedaan antara Bank dan Factoring Perbedaan antara anjak piutang dengan bank dapat dilihat : transaksi proses Aktiva pasiva Analisis kredit Agunan Tingkat resiko bank Factoring utang piutang penjualan barang secara utang ke aktiva produktif aktiva produktif beralih ke kas memakan waktu Kas dan utang bertambah 1 pihak aja (nasabah) Wajib Tinggi (resiko nasabah) lebih cepat Piutang berubah kas 2 pihak(supplier dan pembeli) Tidak mutlak Lebih tinggi(resiko klien dan nasabah) Service dan discount charge Pembiayaan dan non pembiayaan Supplier/factor Biaya Bunga dan provisi Bantuan jasa Pembiayaan Penanggung resiko Bank . Pengikatan anjak piutang lebih sederhanaa dibandingkan dengan Account Receivable Financing dan apabila dibuat secara notaris biaya lebih murah. sedangkan pengikatan anjak piutang berdasarkan perjanjian anjak piutang ditambah pengikatan jaminan dari client. 5. Aktivitas Kegiatan anjak piutang lebih luas dibandingkan dengan Account Receivable Financing.Lembaga Factoring juga memiliki perbedaan dengan Bank. Berdasarkan uraian perbedaan antara Account Receivable Financing dan anjak piutang. Selain itu . maka transaksi anjak piutang lebih baik dibandingkan dengan Account Receivable Financing. Pengikatan Pengikatan dalam transaksi Account Receivable Financing biasanya melakukan pengikatan pokok berupa perjanjian kredit dan pengakuan utang serta ditambah dengan pengikatan cessie piutang dan jaminan yang dapat dibuat secara notaris ataupun bawah tangan. hal ini dimungkinkan karena anjak piutang dapat dijadikan alternative pengganti Letter Of Credit untuk transaksi ekspor dan impor satu negara dan negara lainnya.

hal ini seperti yang dikemukakan dalam pasal 1 ayat 8 keputusan Presiden No.1251/KMK. sebagaimana dikemukakan oleh INW Wisnugupta dalam makalahnya yang berjudul ” Factoring. Retention akan dikembalikan kepada client setelah tagihan kepada customer diterima efektif oleh factor. Kontrak adalah perjanjian anjak piutang / factoring agreement yang dilakukan oleh dan antara factor dan client. yang dimaksud dengan piutang / tagihan adalah piutang yang dari transaksi dagang. Retention / contigencie reserve adalah bagian dari faktur / tagihan yang ditawarkan oleh client kepada factor yang tidak dibiayai oleh factor.Anjak Piutang dan Istilah Istilahnya Dalam kegiatan anjak piutang. 3. Complementary Jasa Perbankan ” . Piutang adalah kewajiban pembayaran customer kepada client atas barang yang telah dibeli dan/atau jasa yang telah diberikan oleh client kepada customer. 4. misal 80% ).013/1988 yang kemudian dipertegas dengan ketentuan dalam pasal 1 angka 1 Surat Kputusan Menteri Keuangan Nomor 173/KMK. 2. Nilai pembayaran adalah besarnya nilai pembiayaan yang diberikan oleh factor atas faktur / tagihan yang ditawarkan oleh client kepada factor ( biasanya dalam presentase. yaitu: 1. 61/1988 dan pasal 6 Keputusan Menteri Keuangan No. maka retention – nya adalah sebesar 20%. 4. Berikut ini akan kami kemukakan istilah – istilah umum yang sering digunakan dalam transaksi anjak piutang yang dilakukan di Indonesia. Untuk selanjutnya istilah – istilah anjak piutang ini akan kami gunakan terus dalam buku yang membahas anjak piutang ini.3.06/2002. sebagai contoh maksimum pembiayaan yang diberikan adalah 80% dari nilai faktur.Miskonsepsi Anjak Piutang Pelaksanaan kegiatan anjak piutang dalam kenyataan sehari – harinya masih sangat sulit dilakukan.

Saat ini mayoritas transaksi factoring masih atas dasar recourse factoring. Dalam Export Factoring. Miskonsepsi Kredit Macet Miskonsepsi mengenai kesan bahwa factor adalah perusahaan yang menangani kredit macet. Perusahaan yang akan memperluas penjualannya dengan memasuki pasar baru ( belum dikenal). di mana factor tidak bersedia mengambil alih risiko bad debt. Dengan adanya transaksi anjak piutang. Factoring bukanlah juru selamat kredit macet.Usaha Usaha yang Cocok menggunakan Jasa Anjak Piutang Masih menurut INW Wisnugupta. bahwa transaksi anjak piutang sangat relevan dan cocok bagi perusahaan yang mempunyai kondisi sebagai berikut: 1. client dapat merencanakan ekspansinya dengan lebih leluasa. Padahal mahal atau murahnya biaya factoring tergantung dari jasa – jasa yang diberikan factor kepada client. . factoring hanya diperlukan sebagai jalan keluar yang terakhir apabila jenis – jenis pembiayaan lainnya tidak memungkinkan ( the last resort of borrowing ). perusahaan import factor di negara tujuan akan mengambil alih peran dimaksud. fungsi credit department diambil alih oleh factor. Adapun miskonsepsi yang dimaksud adalah: 1. Factor dapat berperan sebagai pusat informasi dan biasanya factor memiliki pengalaman yang cukup dalam pasar tersebut. Factor justru bertindak sangat selektif dalam melakukan transaksi factoring. di mana umumnya credit department dalam perusahaan kurang mampu mengimbangi ekspansi perusahaan. apabila kemungkinan terjadinya risiko bad debt sangat kecil. Dengan adanya miskonsepsi ini. Perusahaan yang baru berkembang dengan pesat. 5.Hal ini disebabkan masih adanya miskonsepsi atau kekeliruan dalam memandang anjak piutang. Miskonsepsi mengenai biaya Factoring Dalam praktek di lapangan pembebanan biaya factoring sering kali dianggap terlalu mahal oleh masyarakat. 2. 2. Factor hanya akan melakukan transaksi nonrecourse factoring. factor bukanlah bad debt collector atau juru tagih.

terutama bagi industri kecil dan menengah yang saat ini banyak banyak mengalami kendala. Anjak Piutang adalah transaksi self – liquidating. Dengan demikian. 4. 5. lebih – lebih di saat krisis moneter tengah melanda indonesia. BAB 2 : PERATURAN – PERATURAN PEMERINTAH YANG MENGATUR KEGIATAN ANJAK PIUTANG . kelonggaran menarik pun bertambah. Dengan memperoleh Advanced payment. sebagai pengganti kredit perbankan. anjak piutang diharapkan dapat membantu proses modernisasi perekonomian bangsa. Anjak piutang juga cocok bagi perusahaan yang memerlukan sumber pembiayaan siap pakai sewaktu – waktu diperlukan ( stand ny facility ) untuk kondisi yang khusus. Berdasarkan uraian di atas. Kebanyakan perusahaan lebih menyukai mekanisme ini ( open account basis ) karena memang lebih fleksibel daripada transaksi dengan fixed payment tertentu yang dirasakan mengikat. Begitu customer membayar. maka otomatis posisi baki berkurang. client dapat memanfaatkan discount dimaksud. seperti pemanfaatan pembeliaan barang dalam jumlah besar dengan discount menarik. Perusahaan yang termasuk dalam golongan ini lebih menyukai menyerahkan fungsi credit departmernt kepada factor. Biaya untuk membentuk credit department bagi perusahaan menengah ke bawah mungkin dirasa terlalu mahal. kiranya anajak piutang dapat dijadikan sebagai alternatif pembiayaan. tanpa pengaturan pembayaran tertentu.3.

Keputusan Menteri. 61 tahun 1988 dikenal dengan paket deregulasi Desember 1988. Factoring (Anjak Piutang) . ataupun dana pensiun. di mana dalam keputusan tersebut menerangkan bahwa aktivitas pembiayaan terdiri dari: 1. Dengan dikeluarkannya ketentuan ini.Peraturan Peraturan Mengenai Anjak Piutang Di Indonesia. asuransi. maka usaha pembiayaan tidak hanya berupa kegiatan leasing saja melainkan bertambah menjadi: 1. kegiatan anjak piutang atau factoring sejauh ini belum diatur secara khusus dengan undang – undang seperti halnya perbankan. Keputusan Presiden No. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 1988 Tanggal 20 Desember 1988 tentang Lembaga Pembiayaan. di mana pada waktu itu jasa pembiayaan yang baru dikenal oleh masyarakat adalah Leasing ( Sewa Guna Usaha) saja. Keberadaan industri anjak piutang sebagai bagian dari aktivitas lembaga pembiayaan saat ini hanya diatur dengan Surat Keputusan Presiden. Adapun peraturan – peraturan yang dimaksud dapat kami kemukakan sebagai berikut: A. Security House (Perdagangan Surat Berharga) Keputusan Presiden ini memberikan kemudahan kepada perusahaan leasing untuk meningkatkan statusnya menjadi perusahaan multi finance (perusahaan pembiayaan) dan/ atau kemudahan mendirikan perusahaan baru yang bergerak di lembaga pembiayaan serta merupakan pembaruan dari Keputusan Presiden Republik Indonesia No. leasing (Sewa Guna Usaha) 2. Consumer Finance (Pembiayaan Konsumen) 4. yang memperkenalkan Industri Multi Finance di Indonesia. Venture Capital (Modal Ventura) 6. Credit Card (Kartu Kredit) 5.1. dan Surat Edran Direktorat Jendral. Leasing (Sewa Guna Usaha) 3. Factoring (Anjak Piutang) 2. 39 tanggal 26 Oktober 1988 tentang Lembaga Pembiayaan.

Adapun pokok – pokok isi dari surat keputusan menteri keuangan ini. Venture Capital (Modal Ventura) 6. Perusahaan pembiayaan harus berbentuk perseroan terbatas dan/atau koperasi. B. 2. b. Credit Card (Kartu Kredit) 5. Definisi Pembiayaan Anjak Piutang Kegiatan anjak piutang dapat dilakukan dalam bentuk: 1) Pembelian atau pengalihan piutang / tagihan jangka pendek dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. Consumer Finance (Pembiayaan Konsumen) 4.013/1988 tanggal 20 Desember 1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga Pembiayaan. Pembatasan a. Security House (Perdagangan Surat Berharga) Perbedaaan yang mencolok antara kedua keputusan Presiden ini adalah dikeluarkannya kegiatan Reksa Modal dari kegiatan Perusahaan Pembiayaan dan batas kepemilikan saham oleh badan usaha asing. lembaga keuangan bukan bank dan perusahaan pembiayaan. di mana saham perusahaan pembiayaan yang berbentuk perseroan terbatas dapat dimiliki oleh Warga Negara Indonesia dan atau Badan Hukum Indonesia atau Badan Usaha Asing dan Warga Negara Indonesia atau Badan Hukum Indonesia (usaha patungan) . adalah sebagai berikut: 1. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 1251/KMK. Reksa Modal 7. Lembaga pembiayaan dapat dilakukan oleh bank. 2) Penatausahaan penjualan kredit serta penagihan piutang perusahaan klien.3.

000.013/1988 Tanggal 20 Desember 1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga Pembiayaan.000.000.1256/KMK. . antara lain adalah: 1. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 468/KMK. menjadi sebagai berikut: a. Mengubah modal disetor atau simpanan pokok dan wajib perusahaan pembiayaan yang melakukan satu atau lebih kegiatan usaha. E.000/1989 tanggal 8 November 1989 tentang Perubahan Ketentuan mengenai Perusahaan Perdagangan Surat Berharga dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.000.000.C. perusahaan pembiayaan wajib menyesuaikan kewajiban permodalannya selambat – lambatnya 3 (tiga) tahun sejak peraturan ini diberlakukan.000. ketentuan ini berlaku bagi perusahaan baru maupun yang sudah mendapatkan izin usaha. Koperasi Rp 5. jumlah penyertaan modal pada perusahaan pembiayaan tidak boleh melebihi modal sendiri setelah dikurangi dengan penyertaan yang telah dilakukan. 1251/KMK.c.013/1988 Tanggal 20 Desember 1988 tentang ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga Pembiayaan sebagaimana telah diubah dengan keputusan Menteri Keuangan No. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 1256/KMK.Bagi pemegang saham yang berbadan hukum.000.000.017/1955 & Nomor 28/9/KEP/GBI Tanggal 19 Desember 1995 tentang Pelaksanaan Pengawasan Perusahaan Pembiayaan Oleh Bank Indonesia.b.000. Perusahaan Swasta Nasional Rp 10.00/1989 Tanggal 18 November 1989. Selain itu. D. Keputusan bersama Menteri Keuangan Republik Indonesia dan Gubernur Bank Indonesia Nomor 607/KMK. Perusahaan Patungan Rp 25.017/1995 Tanggal 03 Oktober 1995 tentang Perubahan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK. Adapun pokok – pokok isi dari surat keputusan menteri keuangan ini.

SE-06/PJ-53/1997 Tanggal 18 Maret 1997 tentang Perlakuan PPN atas Jasa Anjak Piutang. 4. 3. H. 2. G. Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak Departement Keuangan Republik Indonesia NO. Penerbitan surat sanggup bayar. Pemeriksaan dan pengawasan terhadap penarikan pinjaman luar negeri.606/KMK. Kualitas aktiva produktif. penyertaan dan pelaporan Perusahaan Pembiayaan. F. I. Penyaluran pinjaman yang bersumber dari kredit perbankan. yang sebelumnya Bank Indonesia tidak ikut melakukan pengawasan.017/1995 Tanggal 19 Desember 1995 tentang Ketentuan Pinjaman yang diterima.04/1995 tentang nilai Lain sebagai Dasar pengenaan Pajak.Surat keputusan bersama ini bertujuan untuk melibatkan Bank Indonesia untuk ikut melakukan pengawasan perusahaan pembiayaan baik secara langsung maupun tidak langsung. Surat edaran ini mengatur tentang pelaksanaan kewajiban sistem pelaporan perusahaan pembiayaan yang tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indoneisa No. Adapun laporan – laporan yang disampaikan wajib disampaikan kepada Menteri Keuangan dengan tembusan kepada Bank Indonesia.04/1996 Tanggal 18 April 1996 tentang Perubahan Keputusan Menteri Keuangan No. Surat Edaran Direktorat Jendral Lembaga Keuangan Department Keuangan Republik Indonesia Nomor SE 1087/LK/1996 Tanggal 27 Februari 1996 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pelaporan dan Sanksi bagi Perusahaan Pembiayaan.642/KMK. Kebenaran dan kelengkapan laporan. Keputusan Mnteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 292/KMK. . Adapun ruang lingkup pengawasan yang dilakukan oleh Bank Indonesia kepada perusahaan pembiayaan meliputi: 1. Surat Direktorat Jenderal Pajak Departement Keuangan Republik Indonesia Nomor S-78/PJ-311/1996 Tanggal 19 April 1996 tentang Pembebasan Pph Pasal 23 atas Penghasilan yang Diperoleh Perusahaan Anjak Piutang. 5.

017/1995 Tanggal 19 dersember 1995. Surat Direktur Peraturan Perpajakan No. akuisisi serta konsolidasi. a) Keputusan menteri keuangan No. Perusahaan pembiayaan dapat didirikan dan dimiliki oleh: keuangan No. 606/KMK.013/1998 sehingga mempertegas aspek-aspek selama ini kurang diatur seperti pembukaan kantor cabang. Dalam menjalankan usahanya. 2. 609/KMK. pencabutan izin usaha.S-11/PJ.017/1995 Tanggal 29 .J. Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Departement Keuangan Republik Indonesia Nomor SE-19/PJ-42/1998 Tanggal 10 Juli 1998 tentang Pelaksanaan Piutang Tak Tertagih yang boleh Dikurangi Sebagai Biaya. K. 1251/KMK. Selain itu keputusan ini membatalkan dan menyatakan tidak berlakunya lagi. b) Keputusan menteri keuangan No. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 448/KMK.04/1998 Tanggal 27 Februari 1998 tentang penghapusan Piutang Tak Tertagih yang boleh Dikurangkan Sebagai Biaya. Peraturan Bank Indonesia No. N. aspek permodalan.017/2000 Tanggal 27 Oktober tentang Perusahaan Pembiayaan Dalam keputusan menteri keuangan No.1/9/PBI/1999 Tanggal 28 Oktober 1999 tentang Pemantauan Kegiatan Lalu Lintas Devisa Bank dan Lembaga Keuangan Non-Bank.312/1999 Tanggal 26 tentang Penyisihan Piutang Tak Tertagih Bagi Industri Multi Finance.017/1995 Tanggal 21 Desember 1995 c) Keputusan menteri September 1998. perusahaan pembiayaan dapat melakukan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah damn yang bersifaf konvensional. M. Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 130/KMK. L. Adapun pokok-pokok isi surat keputusan menteri keuangan ini dapat kami kemukakan sebagai berikut: 1. merger. 446/KMK.

agio saham.000. Koperasi sekurang-kurangnya sebesar Rp. 25.000. b. dan sisa hasil usaha. 5. Badan usaha asing dan warga Negara Indonesia atau badan hukum Indonesia (usaha patungan). dan saldo laba dikurangi dengan penyertaan. 6. 10. direksi. Setoran modal pemegang saham tidak berasal dari pinjaman. cadangan.000. Modal sendiri untuk yang berbentuk hukum Koperasi merupakan penjumlahan dari simpanan pokok. Perusahaan Pembiayaan berbentuk hukum Perseroan Terbatas atau Koperasi. hibah. dana cadangan. dan . pada Perusahaan Pembiayaan ditetapkan setinggi-tingginya sebesar modal sendiri dikurangi dengan penyertaan 6yang telah dilakukan. c.000. dikurangi dengan penyertaan. Modal sendiri yang berbentuk badan hukum Perseroan terbatas merupakan dari modal disetor. Perusahaan patungan sekurang-kurangnya sebesar Rp. 3. bagi pemegang saham yang berbentuk badan hukum. dan dewan komisaris atau pengurus dan pengawas Perusahaan Pembiayaan sekurang-kurangnya wajib memenuhi persyaratan: a. Tidak pernah dihukum karena tindak kejahatan. jumlah penyertaan modal. b.000 (sepulauh milyar rupiah).000. 7.000 (dua puluh lima milyar rupiah). simpanan wajib. 8. Perusahaan swasta nasional sekurang-kurangnya sebesar Rp.000. Warga Negara Indonesia dan/atau badan hokum Indonesia.a. Modal disetor atau simpanan pokok dan wajib Perusahaan Pembiayaan ditetapkan sebagai berikut: a. c. Tidak pernah melakukan tindakan tercela dibidang perbankan. b.000 (lima milyar rupiah). e. 4. Tidak tercatat sebagai debitur kredit macet disektor perbankan. modal penyertaan. Salah satu direksi atau pengurus harus berpengalaman operasional dibidfang persahaan Pembiayaanatau Perbankan sekurang-kurangnya 2 tahun. d. Pemegang saham. 5.

pemegang sahm. Laporan keuangan bulanan terakhir. Untuk dapat membuka Kantor Cabang Perusahaan Pembiayaan harus mempunyai persyaratan: a. 13. dana cadangan. Tidak pernah dinyatakan pailit atau dinyatakan bersalah yang mengakibatkan suatu perseroan/perusahaan dinyatakan pailit berdasarkan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. Laporan keuangan terakhir yang telah diaudit. 11. direksi dan dewan komisarin atau pengurus dan pengawas wajib dilaporkan kepada Menteri selambat-lambatnya 15 hari setelah perusahaan dilaksanakan 10. Koperasi terdiri dari simpanan pokok. Modal sendiri (net worth) bagi persahaan yang berbentuk hukum: a. modal penyertaan. 12. dana sisa hasil usaha. Setiap perusahaan anggaran dasar. 14. Perusahaan Pembiayaan dapat menerima pinjaman baik dari dalam maupun luar negri.f. Rencana pembukaan Kantor Cabang wajib dicantumkan dalam rencana kerja perusahaan Pembiayaan yang telah disahkan dalam rapat umum pemegang saham atau rapat anggota. Pembukaan Kantor Cabang Perusahaan Pembiayaan hanya dapat dilakukan dengan izin Menteri. b.dan 2. agio saham dan pinjaman subordinasi yang dihitung berdasarkan laporan keuangan posisi bulan terakhir. 9. simpanan wajib. dikurangi penyertaan . Perseroan Terbatas terdiri dari modal disetor ditambah dengan modal ditahan. Jumlah pinjaman luar negeri ditetapkan setinggi-tingginya sebesar 5 kali jumlah modal sendiri (net worth) Perusahaan Pembiayaan setelah dikurangi penyertaan. b. Perusahaan Pembiayaan memperoleh laba berdasarkan: 1. hibah. laba tahun berjalan. Jumlah pinjaman bagi setiap Perusahaan Pembiayaan ditetapakn setinggi-tingginya sebesar 15 kali jumlah modal sendiri(net worth) Perusahaan Pembiayaan setelah dikurangi penyertaan. cadangan umum yang belum di gunakan.

Setiap pinjaman subordinasi yang diterimas oleh Perusahaan Pembiayaan wajib dilaporkan kepada menteriselambat-lambatnya 10 hari setelah pinjaman diterima. b. Dalam hal Perusahaan Pembiayaan yang melakukan resstruturisasi utang usaha mempunyai ekuitas negatif. 20. tabungan dan/atau bentuk lainnya yang disamakan dengan itu. Pinjaman subordinasi merupakan pinjaman yang diterima Perusahaan Pembiayaan dengan syarat: a.serta kerugian yang dihitung berdasarkan laporan keuangan posisi bulan terakhir. 21. 17. c. 15. Menerbitkan Surat Sanggup Bayar. 19. . Jumlah seluruh penyertaan modal perusahaan pembiayaan tidak boleh melebihi 40% dari jumlah modal sendiri Perusahaan pembiayaan yang bersangkutan. deposito. Pinjaman subordinasi yang dapat diperhitungkan sebagai komponen modal sendiri sebanyak-banyaknya sebesar 50% (lima puluh per seratus) dari modal disetor. Memberikan jaminan daslam segala bentuknya kepada pihak lain. 22. Minimum berjangka waktu 5 tahun. b. hak tagih berlaku paling akhir dari segala pinjaman yang ada. Dituangkan dalam perjanjian tertulis antara Perusahaan Pembiayaan dan emberi pinjaman. Perusahaan Pembiayan hanya dapat melakukan penyertaan modal pada perusahaan di setor keuangan. pemegang saham wajib menambah modal sekurang-kurangnya sebesar-besarnya disetor minimum. Penyertaan modal pada setiap perusahan tidak boleh melebihi 25% dari modal disetor perusahaan yang bersangkutan. Perusahaan Pembiayaan dilarang: a.am hal terjadi likuidasi. 16. Dal. Menarik dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk giro. kecuali sebagai jaminan atas utang sebagai bank yang menjadi krediturnya. 18. c.

b. Bubar. Laporan Keuangan Tahunan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik. Pelaksanaan pengawasan Perusahaan Pembiayaan dilakukan oleh Departemen Keuangan dengan dibantu oleh Bank Indonesia. Dikenakan sanksi. Laporan Kegiatan Usaha Semesteran. c. 28. Perusahaan Pembiayaan bubar karena: a. Pencabutan Izin Usaha Perusahaan Pembiayaan dilakukan oleh Menteri dalam hal Perusahaan Pembiayaan : a. 29. Perusahaan wajib menyampaikan kepada Menteri dengan tembusan kepada bank Indonesia: a.23. 26. Perubahan Nama Perusahaan Pembiayaan wajib dilaporkan kepada Menteri selambat-lambatnya 15 hari setelah perubahan nama dilaksanakan wajib dilampiri perubahan anggaran dasar yang telah disahkan oleh instalasi berwenang serta NPWP. b. Tidal lagi menjadi Perusahaan Pembiayaan. 25. d. Surat Sanggup Bayar (Promissory Note) yang dibuat dan di keluarkan oleh Perusahaan Permbiayaan tidak dapat dialihkan dan wajib dicantumkam katakata “tidak dapat dialihkan (non-negotible)”. Melakukan Merger atau Kosolidasi. Pembinaan dan pengawasan Perusdahaan Pembiayaan dilakukan oleh Menteri. Keputusan rapat umum pemegang saham atau rapat anggota.] c. 24. Laporan Keuangan Bulanan. Perusahaan Pembiayaan wajib mengumumkan neraca sdan perhitungan laba rugi singkat sekurang-kurangnya dalam 1 surat kabar harian yang mempunyai peredaran luas. selambat-lambatnya setelah tahun buku berakhir. . 31. 30. Pemindahan alamat kantor pusat atau kantor cabang Perusahaan Pembiayaan wajib di laporkan kepada Menteri selambat-lambatnya 15 hari sejak pelaksanaan pemindahan disertai dengan bukti penguasaan gedung kantor. 27.

Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 172/KMK. Mengubah ketentuan tentang kegiatan anjak piutang dari semula menyatakan: “kegiatan anjak piutang dilakukan dalam bentuk pembelian atau pengalihan piutang/tagihan jangka pendek dari trsansaksi perfdagangan dalam atau . penatausahaan dan penagihan piutang perusahaan penjual piutang” menjadi “ kegiatan anjak piutang dilakukan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek dari transaksi perdagangan dan atau luar negeri”. Mengubah ketentuan tentang permohonan untuk mendapatkan izin usaha perusahaan pembiayaan..06/2002 Tanggal23 April 2002 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 448/KMK.b. DAlam hal Perusahaan Pembiayaan bubar berdasarkan penetapan pengadilan atau keputusan pemerintah. Keputusan Pemerintah.000..  Koperasi sekurang-kurangnya Rp. O.000 (sepuluh milyar rupiah). Jangka waktu berdirinya Perusahaan pembiayaan yang ditetapkan dalam anggaran dasar berakhir. Likuidator atau pernyelesai wajib melaporkan penertapan atau keputusan tersebut kepada merteri selambat-lambatnya 30 hari sejak penetapan pengadilan dan keterangan yang menyatakan bahwa penetapan pengadilan telah mempunyai kekuatan hukum tetap. 32.000. sehingga menjadi:  Perusahaan swasta nasional atau perusahaan patungan sekurangkurangnya Rp. 2.000 (lima milyar rupiah). Restrukturisasi utang usaha perusahaan pembiayaan tidak hanya dapat dilakukan melalui Stuan Tugas Prakarsa Usaha (Jakarta Initiative Task .017/2002 Tentang perusahaan Pembiayaan: Adapun pokok-pokok isi surat keputusan menteri keuangan ini dapat kami kemukakan sebagai berikut: 1. 3.000. Penetapan pengadilan. d. 4.000. 10. 5.luar negeri. c. Mengubah ketentuan modal disetor.

Berdasarkan uraian dan rincian mengenai peraturan pemeritah yang mengatur keberadaan perusahaan pembiayaan anjak piutang dei Indonesia.06/2002 tentang Penghentian Pemberian Izin Usaha Perusahaan Pembiayaan: Dengan adanya keputusan Menteri Keuangan ini maka untuk sementara waktu pemerintah tidak mengeluarkan izin usaha baru bagi Perusahaan Pembiayaan. pengertian piutang dalam hal ini harus diketahui secara pasti . berikut ini akan kami kemukan pula mengenai aspek hukum/yuridis dari anjak piutang dalam tata hukum Indonesia seperti yang dikemukakan oleh Gatot Wardoyo. Keputusan Menteri Keuangan Repulik Indonesia Nomor 185/KMK.  Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perlkoperasian. pada dasarnya merupakan pengalihan piutang sebagai tindak lanjut dari jual beli tagihan tersebut. sudah sepantasnya industri anjak piutang dan/atau industri pembiayaan dilindungi dengan Undang-undang Usaha Jasa Pembiayaan serta diberikan alternative baru sumber pendanaan selain kredit perbankan serta insentif khusun bagi perusahaan anjak piutang dan/atau perusahaan pembiayaan yang khusus melayani usaha kecil. Seperti yang telah kita ketahui anjak piutang bila ditinjau dari segi mekanismenya. P.Force) tetapi dapat juga melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang selanjutnya wajib dilaporkan kepada Menteri Keuangan selambat-lambatnya 10 Hari sejak perjanjian restrukturisasi di tandatangani.  Undang-undang Nomor 156 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang bagi Perusahaan Pembiayaan beserta sanksinya. Dalam rangka untuk memberikan kepastian usaha dan meningkatkan dasa saing pada era perdagangan bebas. Selain ketentuan-kertentuan pemerintah yang mengatur keberadaan industri anjak piutang yang telah kami sebutkan diatas. terlihat jelas bahwa industri ini belum menmpunyai landasan hukum yang kokoh layaknya industri perbankan maupun asuransi. Mempertegas Pemberlakuan Ketentuan :  Undang-undang Nomor 4 Tahun 1999 tentang Lalu Lintas Devisa Nilai Tukar. Namun. 5. agar tidak .

131/1988 yang kemudian dipertegas dengan pasal 1 angka 1 Keputusan Menteri Keuangan no. yang dimaksud piutang adalahpiutang yang timbul dari transaksi dagang seperti yang dirumuskan dalam pasal 1 ayat 8. 2. piutang dapat dibedakan menjadi 2 jenis: yaitu piutang yang berasal dari treansaksi dagang dan berasal dari fasilitas pinjaman/kredit (didudukan dalam perjanjian kredit). Piutang dalam perkreditan: a) Jangka waktu yang lebih lama. d) Dalam hubungan yang lebih formal antar pihak misalnya adanya jaminan yang diikat secara yuridis disertai adanya pemberian hak preferensi kepada kreditur.1251/KMK. Keputusan Presiden RI no. yaitu berupa uang panjar atau uang muka. maka akan terlihat jelas unsur-unsur sebagai berikut: 1. c) Jaminan kebendaanb kurang diperhatikan karena lebih dititikberatkan kepada masalah hubungan dagang.menimbulkan salah tafsir dalam pembahasan segi yuridisnya. sebab seller sangat berkepentingan dengan kelancaran perputaran modalnya. Bila diadakan perbandingan antara kedua jenis piutang tersebut. Piutang Dagang: a) Jangka pendek. Secara umum. 172/KMK/2002. Dalam kegiatan anjak piutang yang berlaku di Indonesia. Kalau memeng ada jaminan relative kecil dibandingkan dengan nilai tagihannya. 61/1988 dan pasal 6 Keputusan Metri Keuangan no. . c) Adanya suatu jaminan yang lebih bersifat riil/kebendaan dan pasti. b) Umumnya berasal dari trasaksi jual beli barang/jasa. karena adanya kemungkinan untuk diperpanjang. b) Berasal dari suatu perjanjian kredit.

Objek dari kegiatan anjak piutang adalah piutang yang berasal dari transaksi dagang. terlihat bahwa piutang yang dibuat op naam ( atas nama penjual/klien) memerlukan keterlibatan pembeli atau customer. yaitu dengan cara membuat suatu keterangan mengenai pengalihan piutang tersebut di halaman belakang dari surat piutang tersebut. dari pihak penjual/klien kepada factor dan harus ditandatangani oleh pihak penjual/klien sehingga factor disebut geendoserde dan pihak penjual/ klien disebut endosan. Penyerahan piutang yang dibuat dengan bentuk atas nama penjual/klien. Tentunya akan lebih baik lagi jika perjanjian anjak piutang dibuat segitiga antara factor. Penyerahan piutang atas bawa cukup dilakukan secara fisik dari surat bukti piutang kepada pihak factor oleh pihak penjual/klien. yaitu minimal pemberitahuan padanya. . dan menikmati suatu kebendaan bergerak adalah sebagai pemilik. yaitu suatu cara pengalihan piutang dengan membuat akta otentik (dibuat oleh notaris sebagai pejabat khusus). Dengan penyerahan tersebut pihak factor sudah dapat dikatakan sebagai pemilik sah atas piutang tersebut dan dilindungi pula oleh pasal 529 KUH Perdata yang pada pokoknya menyatakan bahwa kedudukan seseorang yang menguasai. Penyerahan piutang atas unjuk (order) harus dilakukan dengan endosemen. Bila diadakan perbandingan antara endosemen dan penyerahan fisik atas surat piutang di satu pihak. Maka dapat dikatakan siapa pun yang membawa piutang tersebut adalah pemiliknya. dalam hal ini adalah factor. mempertahankan. atau di bawah tangan (dibuat cukup oleh para pihak) sehingga pihak penjual /klien menjadi cedent dan pihak factor menjadi cessionaris. Tetapi akan lebih kuat bagi factor bila pembeli atau customer dapat memberikan persetujuan tertulis. penjual/klien. dan pembeli/ customer. harus dilakukan dengan cara cessie.

tanggung jawab pihak penjual/klien harus diberikan legalitasnya. Pasal 1534 KUH Perdata yang pada pokoknya menyatakan penjual/klien bertanggung jawab akan piutang yang dijualnya tersebut. kecuali penjual/klien meningkatkan diri untuk memberikan jaminan atas kemampuan membayar pihak pembeli/customer. Perlu juga diperjanjikan mengenai biaya yang timbul. pada pokoknya menyatakan penjual/klien tidak bertanggung jawab tentang kemampuan pembayar dari pihak pembeli/customer. Namun. . 3. kecualidiperjanjikan lain. Meskipun perjanjian ini tidak disertai adanya jaminan dari pihak penjual/klien (recourse and without recourse factoring).sebab menurut 1466 ayat 1 KUHP perdata. Pasal ini sebenarnya memberikan pembatasan yang tegas mengenai tanggung jawab pihak penjual/klien yang menurut pasal 1534 tampak tidak tegas. 4.biaya akta jual beli di pikul oleh pembeli. Ketentuan pasal 1320 KUH Perdata. Namun. buakn untuk waktu kemudian hari. dibatasi hanya untuk waktu sekarang. yaitu harus benarbenar ada pada waktu diserahkan. Pasal 1535 KUH Perdata. karena Indonesia bukan penganut system hukum kebiasaan. 2. tetapi dengan batas sebesar harga penjualan piutang yang telah diterimanya. Pasal 1536 KUH Perdata lebih merinci lagi tentang tanggung jawab penjual/klien tersebut. 5. Hal ini tentu saja mempengaruhi harga jual piutang tersebut. yaitu : 1.Untuk itu hal-hal di bawah ini perlu diperhatikan oleh factor dalam membuat perjanjian anjak piutang menurut tata hukum Indonesia. bila dikaji secara yuridis.dalam halini factor. Hal ini kiranya sangat logis karena menyangkut objek dari suatu perjanjian dan tentunya pihak factor juga tidak akan gegabah dalam menganalisis piutang tersebut. yaitu dalam hal penjual/klien menjamin kemampuan membayar pihak pembeli/customer. yaitu yang mengatur syarat-syarat sahnya suatu perjanjian. kecuali penjual/klien mengikatkan diri untuk waktu yang akan datang juga.

b. c. bahwa prinsip mengenal nasabah dan pelaporan transaksi yang mencurigakan masih belum diterapkan di lingkungan industri-industri Perasuransian. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3467).Q. Dana Pensiun dan Lembaga Pembiayaan (Perusahaan pembiayaan dan Modal Ventura). d. 2.Undang Undang yang terakhir ini merupakan keputusan Menteri Keuangan mengenai Lembaga Keuangan Bukan Bank. Tambahan Lembaran Negara Republik .yang belum lama ini dikeluarkan : KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 /KMK. Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 1992. bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas perlu diatur ketentuan tentang kewajiban penerapan prinsip mengenal nasabah termasuk pelaporan transaksi yang mencurigakan bagi Lembaga Keuangan Non Bank. b dan c. perlu menetapkan Keputusan Menteri Keuangan tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah.06/2003 TENTANG PENERAPAN PRINSIP MENGENAL NASABAH BAGI LEMBAGA KEUANGAN NON BANK MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. bahwa guna menciptakan industri keuangan non bank yang sehat dan berstandar internasional serta terlindungi dari kemungkinan disalahgunakan untuk kejahatan keuangan maka diperlukan penerapan prinsip mengenal nasabah dan pelaporan transaksi yang mencurigakan. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam butir a. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1992. Menimbang : a.

Perusahaan Perasuransian adalah perusahaan perasuransian sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang tentang Usaha Perasuransian. 3.Indonesia Nomor 3477). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4191). 3. termasuk tetapi tidak terbatas pada : a. Prinsip Mengenal Nasabah adalan prinsip yang diterapkan Lembaga Keuangan Non Bank untuk mengetahui identitas nasabah dan memantau kegiatan transaksi nasabah termasuk pelaporan transaksi yang mencurigakan. 4. Dana Pensiun adalah Dana Pensiun sebagaimana dimaksud dalam Undangundang tentang Dana Pensiun.Pemegang polis dan atau tertanggung pada Perusahaan Asuransi. 4. Lembaga Pembiayaan adalah lembaga pembiayaan sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Presiden tentang Lembaga Pembiayaan. . Lembaga Keuangan Non Bank (LKNB) adalah Perusahaan Perasuransian. Dana Pensiun dan Lembaga Pembiayaan (Perusahaan Pembiayaan dan Modal Ventura). Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 1988). Nasabah adalah pihak yang menggunakan jasa LKNB. 5. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2002. MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PENERAPAN PRINSIP MENGENAL NASABAH BAGI LEMBAGA KEUANGAN NON BANK. BAB 1 KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Keputusan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan: 1. 6. 2.

9. karakteristik serta kebiasaan pola transaksi dari Nasabah yang bersangkutan dan atau yang menggunakan dana yang diduga berasal dari hasil kejahatan. Pemegang kartu kredit pada usaha kartu kredit. BAB II PRINSIP MENGENAL NASABAH Bagian Pertama Kewajiban Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah Pasal 2 . 8. perjanjian pembiayaan konsumen. pendaftaran program pensiun pada Dana Pensiun. c. perikatan antara Perusahaan Modal Ventura dari Perusahaan Pasangan Usaha. dan g. penutupan polis pada Perusahaan Perasuransian. Transaksi yang mencurigakan adalah transaksi yang menyimpang dari profil. Peserta dan atau pihak yang berhak pada Dana Pensiun.perjanjian sewa guna usaha. d. f. 7. Perikatan adalah perjanjian antara LKNB dengan nasabah. b. dan g. d. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) adalah lembaga yang dibentuk berdasarkan Undang-undang tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. e. perjanjian anjak piutang. pembukaan rekening kartu kredit. transaksi atau perikatan antara LKNB dengan Nasabah.Klien atau Penjual Piutang pada kegiatan Anjak Piutang. c. e. 10. Lessee atau Penyewa Guna Usaha pada kegiatan leasing atau Sewa Guna Usaha. f. Perusahaan Pasangan Usaha pada kegiatan Modal Ventura. Rekening adalan rincian catatan yang lengkap mengenai Nasabah termasuk tetapi tidak terbatas pada identitas. termasuk tetapi tidak terbatas pada : a.b. Konsumen pada kegiatan Pembiayaan Konsumen.

menetapkan kebijakan dan prosedur manajemen risiko yang berkaitan dengan penerapan Prinsip Mengenal Nasabah.Setiap perubahan terhadap Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah wajib disampaikan kepada Menteri Keuangan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak ditetapkannya perubahan tersebut. menetapkan kebijakan dan prosedur dalam mengidentifikasi Nasabah.menetapkan kebijakan dan prosedur pemantauan terhadap rekening dan transaksi Nasabah. c. .LKNB wajib menerapkan Prinsip Mengenal Nasabah. c. LKNB wajib: a. menetapkan kebijakan penerimaan Nasabah. Menetapkan dan menyampaikan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah kepada Menteri Keuangan paling lambat 3 (tiga) bulan sejak diberlakukannya Keputusan Menteri Keuangan ini. Pasal 3 Dalam rangka menerapkan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. dan d. b.Menyusun kebijakan dan prosedur Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah yang dituangkan dalam Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. Bagian Kedua Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah Pasal 4 (1)Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah oleh Lembaga Keuangan Non Bank sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dilakukan sebagai berikut: a. b.

(2) Identitas calon Nasabah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus dapat dibuktikan dengan keberadaan dokumen-dokumen pendukung sebagai berikut : .informasi lain yang memungkinkan LKNB untuk dapat mengetahui profil calon Nasabah. identitas calon Nasabah. LKNB wajib rneminta informasi mengenai a. identitas pihak lain.d. dan e. LKNB wajib menerapkan kebijakan mengenal Nasabah bagi Nasabah baru dan atau perikatan baru sejak ditetapkannya Pedoman tersebut. b. termasuk pengkinian database Nasabah. Bagian Ketiga Kebijakan Penerimaan Dan Identifikasi Nasabah Pasal 5 (1)Sebelum melakukan perikatan dengan Nasabah. paling lambat 18 (delapan belas) bulan sejak diberlakukannya Keputusan Menteri Keuangan ini.dan d. Berdasarkan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam huruf a. dalam hal calon Nasabah bertindak untuk dan atas nama pihak lain sebagaimana diatur dalam Pasal 6. c. LKNB wajib menerapkan kebijakan mengenal Nasabah bagi Nasabah yang sudah ada. Berdasarkan Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam huruf a. maksud dan tujuan melakukan transaksi atau perikatan dengan LKNB. (2)Ketentuan mengenai Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan.

2) Nama. dan 4) Keterangan sumber dana dan tujuan penggunaan dana. Nasabah perusahaan paling kurang terdiri dari 1) dokunien perusahaan a) Akte pendirian atau anggaran dasar bagi perusahaan yang bentuknya diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3) Dokumen identitas pihak-pibak yang ditunjuk mempunyai wewenang bertindak untuk dan atas nama perusahaan. c) tempat dan tanggal lalnr. b) Izin usaha atau izin lainnya dan instansi yang berwenang. dan 4) keterangan mengenai sumber dana dan tujuan penggunaan dana. 3) spesimen tanda tangan. c) Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bagi Nasabah yang diwajibkan untuk memiliki NPWP sesuai dengan ketentuan yang berlaku. dengan catatan bahwa untuk .a. dengan catatan bahwa untuk perusahaan perasuransian dan dana pensiun lebih difokuskan pada keterangan mengenai sumber dana sedangkan untuk lembaga pembiayaan lebih difokuskan pada tujuan penggunaan dana. Nasabah perorangan paling kurang terdiri dari 1) identitas Nasabah yang memuat: a) nama. d) kewarganegaraan. 2) keterangan mengenai pekerjaan. b) alamat tinggal tetap. spesimen tanda-tangan dan kuasa kepada pihak-pihak yang ditunjuk mempunyai wewenang bertindak untuk dan atas nama perusahaan dalam melakukan hubungan usaha dengan LKNB. b.

LKNB dapat melakukan wawancara dengan calon Nasabah untuk dapat meneliti dan meyakini keabsahan dan kebenaran dokumen sebagaimana dimaksud dalam ayat (3). dan 2) pernyataan dari calon Nasabah bahwa telah dilakukan penelitian terhadap kebenaran identitas maupun sumber dana dari beneficial owner. (2) LKNB juga wajib niernperoleh bukti atas identitas dari beneficial owner. b. bagi beneficial owner perusahaan termasuk LKNB 1) dokumen pendukung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf b. suniber dana dan tujuan penggunaan dana. serta kewenangan bertindak sebagai perantara dan atau kuasa pihak lain. (4)Apabila diperlukan.perusahaan perasuransian dan dana pensiun lebih difokuskan pada keterangan mengenai sumber dana sedangkan untuk lembaga pembiayaan lebih difokuskan pada tujuan penggunaan dana. LKNB wajib memperoleh dokumen pendukung sebagaimana dimaksud dalani Pasal 5 ayat (2) mengenai calon Nasabah tersebut dan hubungan hukum. (3) LKNB wajib meneliti keabsaban dan kebenaran dokumen pendukung identitas calon Nasabah sebagaimana dimaksud dalam ayat (2).bagi beneficial owner perorangan : 1) dokumen pendukung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf a. Pasal 6 (1)Dalam hal calon Nasabah bertindak sebagai perantara dan atau kuasa pihak lain (beneficial owner) untuk melakukan Perikatan. serta informasi lainnya mengenai beneficial owner dari calon Nasabah. dan 2) pernyataan dari calon Nasabah bahwa telah dilakukan penelitian terhadap kebenaran identitas maupun sumber dana dari beneficial owner. . penugasan.yang antara lain berupa : a.

Pasal 7 LKNB dilarang melakukan. jumlah penghasilan. Bagian Kelima Manajemen Risiko Pasal 11 Kebijakan dan prosedur manajemen risiko sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf d paling kurang mencakup . Bagian Keempat Pemantauan Rekening Dari Transaksi Nasabah Pasal 8 LKNB wajib menatausahakan dan menyimpan dokumen-dokumen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dari Pasal 6 dalam jangka waktu sampai dengan paling kurang 5 (lima) tahun sejak Nasabah mengakhiri perikatan dengan LKNB. Perikatan dengan calon Nasabah yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dan atau Pasal 6. dan d. Perikatan lain yang dimiliki pada LKNB yang bersangkutan. aktivitas transaksi normal. Pasal 9 LKNB wajib melakukan pengkinian data dalam hal terdapat perubahan terhadap dokumen-dokumen sebagaimana dimaksud dalain Pasal 5 atau Pasal 6. b.pekerjaan atau bidang usaha. Pasal 1 0 LKNB wajib memelihara profit Nasabah yang paling kurang meliputi informasi inengenai : a. c.

dengan menggunakan format pada Lampiran Keputusan Menteri Keuangan ini.pemisahan tugas. sistim pengawasan intern termasuk audit intern. sebagai bagian dari Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. BAB III PELAPORAN TRANSAKSI YANG MENCURIGAKAN Pasal 12 LKNB wajib menyusun prosedur untuk pengidentifikasian dan pelaporan transaksi yang mencurigakan. (3) LKNB. pendelegasian wewenang. pejabat LKNB atau karyawan LKNB dilarang memberitahukan kepada nasabah yang bersangkutan atau pihak lain mengenai pelaporan yang dilakukan oleh LKNB berdasarkan ayat (1) di atas. . b.a.pengawasan oleh direksi dan komisaris atau pengurus dan pengawas LKNB (management oversight). c. (2)Informasi mengenai transaksi yang mencurigakan dan pelaporan atas transaksi yang mencurigakan tersebut bersifat rahasia. d. Pasal 13 (1) LKNB wajib melaporkan kepada Menteri Keuangan apabila terjadi transaksi yang mencurigakan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja setelah transaksi mencurigakan tersebut diidentifikasi oleh LKNB. dan e.program pelatihan karyawan mengenai penerapan Prinsip Mengenal Nasabah.

C.Pasal 14 Contoh-contoh dari bentuk transaksi yang mencurigakan ditetapkan lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan. untuk LKNB yang termasuk dalam industri Lembaga Pembiayaan (Perusahaan Pembiayaan dan Modal Ventura) melalui Direktur Perbankan dan Usaha Jasa Pembiayaan dengan alamat : Direktorat Perbankan dan Usaha Jasa Pembiayaan. Wahidin No. Dr. Dr.10710. Departemen Keuangan. Jl. Departemen Keuangan. Gedung A lantai 8. Jakarta .10710 b. Wahidin No. Gedung A lantai 7. Pasal 15 Penyampaian Pedoman Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf b dan atau transaksi yang mencurigakan sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 ayat (1) ditujukan kepada Menteri Keuangan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Jl. 1. 1. Wahidin No. Jakarta .107 1 0 BAB IV PELAKSANA DAN FASILITAS PENDUKUNG . untuk LKNB yang termasuk dalam industri Dana Pensiun melalui Direktur Dana Pensiun denganalamat : Direktorat Dana Pensiun.untuk LKNB yang termasuk dalam industri perasuransian melalui Direktur Asuransi detail alamat : Direktorat Asuransi. Gedung A lantal 8. 1. Jakarta . Dr. Departemen Keuangan.

apabila diperlukan. jumlah dan denominasi transaksi.menyusun program pelatihan bagi karyawan LKNB untuk penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. Pasal 18 (1) LKNB wajib memiliki sistem informasi yang memadai untuk dapat mengidentifikasi. memantau dan menyediakan laporan secara efektif mengenai karakteristik transaksi yang dilakukan oleh Nasabah. tanggal transaksi. (2)Sistem informal tersebut harus dapat memungkinkan LKNB untuk menelusuri setiap transaksi. . dan sumber dana yang digunakan untuk transaksi.Pasal 16 Direksi atau Pengurus LKNB wajib bertanggung jawab atas penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. menganalisis. Pasal 17 LKNB wajib membentuk unit kerja khusus atau menunjuk petugas khusus yang bertanggung jawab atas pelaksanaan penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. paling lambat 12 (dua belas) bulan sejak diberlakukannya Keputusan Menteri Keuangan ini. Pasal 19 LKNB wajib melaksanakan program pelatihan bagi karyawan LKNB untuk penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf e yang dilakukan dengan cara sebagai berikut : a. bentuk transaksi. (3) LKNB wajib menerapkan sistem informasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). termasuk untuk penelusuran atas identitas Nasabah.

Pasal 9. Pasal 10. BAB VI SANKSI Pasal 21 (1)Pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan dalam Pasal 4 ayat (1). Pasal 18 ayat (1) dan ayat (3). ayat (2) dan ayat (3). Pasal 6 ayat (1) dan ayat (2). BAB V PEMERIKSAAN KETAATAN Pasal 20 (1) Direktur Asuransi. Pasal 5 ayat (1). Pasal 8. Pasal 7. paling lambat 3 (tiga) bulan sejak diberlakukannya Keputusan Menteri Keuangan ini. (2)Ketentuan mengenai bentuk sanksi administratif sebagaimana dimaksud dalam ayat . dan c. melaksanakan program pelatihan bagi karyawan LKNB untuk penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sesuai dengan jadwal program yang telah disusun. Pasal 16. Pasal 12. Pasal 17. Pasal 13 ayat (1) dan ayat (3). menyampaikan program pelatihan bagi karyawan LKNB untuk penerapan Prinsip Mengenal Nasabah kepada Menteri Keuangan. dan atau Pasal 19 dikenai sanksi administratif.b. (2) Ketentuan mengenai pelaksanaan pemeriksaan ketaatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) di atas diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan. Direktur Dana Pensiun dan Direktur Perbankan dan Usaha Jasa Pembiayaan Departemen Keuangan melakukan pemeriksaan ketaatan terhadap ketaatan LKNB dalam memenuhi kewajiban-kewajiban yang ditentukan di dalam Keputusan Menteri Keuangan ini.

bahkan dengan segala kemungkinan variasinya yang mungkin timbul dan berkembang dalam praktek dan kebiasaan di masyarakat . Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 30 Januari 2003 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. Agar setiap orang mengetahuinya.Prinsip Hukum Perdata Indonesia Dari uraian diatas. (2)Setelah diberlakukannya ketentuan PPATK sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). memerintahkan pengumuman Keputusan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. BAB VII KETENTUAN PENUTUP Pasal 22 (1)Ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Pasal 13 dan Pasal 14 berlaku sampai dengan diberlakukannya ketentuan sejenis yang dikeluarkan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berdasarkan Undang-undang tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.(1) diaturIebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan. dokumen dan laporan yang telah disampaikan oleh LKNB kepada Menteri Keuangan berdasarkan Pasal 13 ayat (1) dialihkan kepada PPATK. BOEDIONO 2. Pasal 23 Keputusan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. ternyata Hukum Perdata di Indonesia cukup mendukung kegiatan anjak piutang yang bersifat domestic. ttd.

antar factor dan penjual/klien. antar factor dan pembeli.seperti undang-undang. Maksudnya para pihak bebas menentukan sendiri isi perjanjian mereka. Masalah yuridis dalam internasional factoring yang sangat perlu diperhatikan adalah masalah dispute settlement karena adanya keputusan mahkamah agung Indonesia No.sepanjang mengenai hal-hal yang menurut hukum bersifat halal. Hal ini di sebabkan karena Hukum Perdata di Indonesia yang menganut asas Contract Vryheid atau Freedomof Contract. di sebut juga dengan kebebasan berkontrak. antara lain hubungan hukum antar factor.yaitu azaz Pacta Sunt Servanda. tetapi sangat perlu adanya pengertian yang mendalam dari pihak asing mengenai usulan-usulan pihak Indonesia mengenai Choise of Law (pilihan hukum yang dipakai) dan choise of yurisdiction (pilihan forum peradilan/arbitrase yang akan di pakai). masalah pengalihan piutang. . Walaupun dengan asas resiprositas masih dapat diatasi. Selanjutnya Hukum Perdata Indonesia juga menghormati kebebasan para pihak tersebut dengan memberikan legalitas berupa kekuatan mengikat dariperjanjian tersebut.artinya semua pihak harus mentaati semua perjanjian yang dibuatnya.pedagang. Sedangkan untuk kegiatan anjak piutang internasional hukum Indonesia belum mendukung karena menyangkut masalah yang luas dan complex.Keduanya dimuat dalam pasal 1338 KUHP Perdata Indonesia dan dianut juga di beberapa Negara. 2944 K/PDT/1983 tanggal 29 November 1984 yang pada pokoknya tidak dapat menerima pelaksanaan keputusan pengadilan Negara asing dan arbitase asing sehingga sedikit banyak putusan ini dapat menjadi hambatan dalam bernegosiasi dengan mitra asing. karena perjanjian tersebut mengikat. bentuk-bentuk surat-surat piutang dan masalah hukum internasional.

Jasa anjak piutang ini meliputi jasa credit management.Dua Pokok Produk Anjak Piutang Produk dan jasa anjak piutang yang dapat diberikan kepada klien minimal dapat dibedakan menjadi dua bagian pokok yang mendasar. Laporan posisi piutang dagang klien termasuk tanggal jatuh temponya yang sangat berguna bagi klien dalam merencanakan penjualan kredit untuk periode berikutnya. yaitu: A. Hal ini sesuai dengan keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 172/KMK. . karena perannya tersebut sudah diambil alih oleh factor. dimana factor akan memberikan laporan secara berkala mengenai hal-hal berikut: a. Bonafiditas para customer b.BAB 3 : PRODUK DAN JASA ANJAK PIUTANG 1. sehingga klien tidak perlu menyelenggarakan pembukuan/pencatatan atas tagihannya. 017/2000 tentang perusahaan pembiayaan. ANJAK PIUTANG NON-FINANCING Pengertian jasa anjak piutang non-financing berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku adalah penatausahaan penjualan kredit serta penagihan piutang usaha klien.06/2002 Tentang perubahan atas perubahan Menteri Keuangan Nomor 448/KMK.

termasuk menetapkan prosedur penagihan agar piutang yang dijaminkan dapat diterima pada waktunya. ini sangat diperlikan bagi transaksi gadang yang berkesinambungan. 2. resiko bad debt tetap ditanggung oleh client. Credit control termasuk Collection Factor dapat melakukan aktivitas pembiayan juga memantau transaksi-trasaksi penjualan yang dilakukan oleh client dengan baik. 3. Apabila customer gagak membayar pada waktunya. factor secara aktif melakukan penagihal sesuai prosedur yang berlaku dengan sebaik-baiknya. Account Statement kepada customer. Sales Ledger Administration Jasa yang diberikan oleh factor kepada client dalam bentuk administration pembukuan atas penjualan yang dilakukan secara kredit. Adapun jasa yang dapat diberikan dalam anjak piutang non-financing ini meliputi jasa-jasa sebagai berikut: 1. d. namun hanya terbatas pada insolvery saja (nondisputes). Dalam non recourse factoring. bulanan atau yang lainnya disesuaikan dengan kebutuhan client.c. harus terlebih dahulu mengetahui secara akurat tentang bonafiditas buyer. dapat mingguan. bagi customer statement of account yang diterima dari factor membantu yang bersangkutan untuk melakukan rekonsiliasi atas pembayaran-pembayaran yang telah dilaksakannya dan untuk mengetahui posisi piutang pertanggal laporan berikut jatuh temponya. dan lain-lain yang berkaitan dengan kemungkinan-kemungkinan dibayarnya piutang. . factor menjamin pembayaran yang beratalian. factor tidak menjamin pembayarannya. Dalam hal terjadi perselisihan dagang antara customer dan client. tanpa merusak hubungan baik antara customer dan client. Credit Investigation Factor sebelum memutuskan untuk memberikan pembiayaan atas suatu tagihan. dua mingguan. reputase dan mainline of bussines dari buyer.

terdapat beberapa sebab yang mengakibatkan kurang berkembangnya usaha anjak piutang non-financing. Berdasarkan pengamatan kami. piutang dagang selalu diklasifikasakan sebagai liquid atau Quick . karena fungsi credit deartement telah diambil oleh factor. Protection again st Credit Risk Dalam jasa ini factor juga mengusahakan cara-cara untuk mengamankan resiko tidak tertagihnya suatu piutang yang telah dibiayai oleh factor. Perkembangan jasa anjak piutang non-financing di Indonesia saat ini belum berkembang dengan baik dibandingkan dengan kegiatan anjak piutang financing. 3) Kekhawatiran client akan dibocorkannya data-data penjualan perusahaan kepada pesaingnya. Berdasarkan uraian diatas. Seperti yang kita ketahui bersama. 2) Takut rahasiapenjualan perusahaan terbongkar. 4) Tingkat keterbukaan client/perusahaan masih rendah. ANJAK PIUTANG FINANCING Anjak piutang Financing berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku disebutkan sebagai kegiatan pembelian atau pengalihan piutang jaqngka pendeng dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri.4. factor berperan sebagai credit department dari perusahaan clientnya. dapat disimpulkan bahwa dalam memberikan jasa anjak piutang non-financing ini. Client tidak perlu mempunyai credit department sendiri dalam organisasi perusahaannya. yaitu: 1) Masih terdapat misinformasi tentang keberadaan anjak piutang dalam masyarakat bahwa anjak piutang hanya bersifat financing saja. B. Pengertian ini memberikan latar belakang bahwa aktivitas pembiayaan terjadi dalam transaksi anjak piutang. 5) Memelihara hubungan baik antara customer.

Sistem klarisifikasi ini baru dapat dinyatakan benar apabila piutang/tagihan berlaku sampai dengan jatuh temponya. setelah lewat jatuh waktu tersebut. Transaksi Pemberian piutang Pembayaran dimuka oleh factor kepada clien dianggap sebagai pinjaman. Praktis tidak ada batas transaksi Factoring. Dengan meningkatkan penjualan. Transaksi Penjualan Tagihan Tagihan yang dijual. 2. . dimana perusahaan factor mengambil alih resiko bad debts. sehingga kredit limit dapat diartikan sebagai fungsi penjualan. sedangkan tagihan yang diterima oleh factor dari client diberlakukan sebagai jaminan. Gatot Wardoyo. Melalui transaksi pembiayaan anjak piutang dengan factor. atau factoring Without Recourse. mengemukakan bahwa jasa anjak piutang financing dalam hukum Indonesia mengandung 2 aspek penting yaitu: 1. dialihkan kepada factor walaupun pembayaran belum 100% atau belum lunas.asset dalam laporan keuangan perusahaan. Trasaksi factoring dikaitkan dengan volume penjualan. piutang dagang tidak dapat dikategorikan sebagai liquid asset. Untuk menambah pengertian anjak piutang financing. karena telah berubah menjadi bad debts. Jadi client dapat memutar kembali Instant Cash yang diperoleh dengan meningkatkan omset penjualan dan memanfaatkan potongan harga tertentu yang diberikan leh supplier dengan membeli bahan baku dan lain-lain secara tunai. dimana resiko bad debts tetap pada client. kredit limitpun dapat dinaikkan pula. dimana factor dapat memberikan pre-financing sampai dengan 80% atau bahkan sampai dengan 90% dari jumlah piutang dagang segera setelah penyerahan bukti transaksi dapat dilakukan atas dasar Recourse financing. dalam prakteknya customer cukup diberi tahu atas pengalihan tersebut dan diminta untuk melakukan pembayaran kepada factor.

Forecasted financing statement 3. An account receivable aging. “ Factoring Alternatif Pengembangan Produk Baru “. 8. 2. sehingga factor dapat meakukan hal-hal sebagai berikut atas piutang dagang yang berasal dari penjualan barang dan jasa: 1. . masih terdapat hal-hal yang harus diperhatikan oleh factor sebelum melakukan pembiayaan anjak piutang. tidak semua transaksi dagang dapat dibiayai oleh factor. terutama anjak piutang financing. Menagih piutang yang dialihkan. 6. allowance and disputes. The standard term of sales and any special term offered selcted customers.Penjelasan ini menambah pengertian kepada kita bahwa aktifitas anjak piutang yang bersifat financing. dan bersifat angsung antara client dan customer. Mengusahakan pembukuan dan administrasi penjualan yang berhubungan dengan piutang dagang. A customer list. berkesinambungan. dapat diterima dan tidak bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Yaitu : 1. menanggung kerugian yang mungkin timbul akibat tidak dibayarnya piutang dagang (nonrecourse) Selain itu. Pembelian piutang dagang untuk diuangkan secara seketika. 5. Historikal Financing statement. Average size sales invoices. Merchandise offered for sales 9. Dalam melakukan transaksi anjak piutang. 4. 4. 2. Factor biasanya memberikan transaksi dagang secara terbuka (open account) yang bersifat sederhana. 7. Historicals sales return. hal ini seperti dikemukakan oleh Sachaimi El Haitammy dalam tulisannya yang berjudul. 3. A projection of each customer peak exposure.

Penjual selanjutnya akan menyelesaikan pesanan barang/jasa sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan setelah selesai maka pembeli akan membayar sisa pembayaran kepada penjual. 3. maka posisi factor sangat lemah atau kurang menguntungkan. mempunyai bentuk-bentuk transaksi dagang dalam negeri sebagai berikut: 1. Untuk memberikan kepastian. Transaksi dagang seperti ini sangat tidak menguntungkan bagi factor jika dia dibiayai. penjual akan menitipkan barang kepada pembeli dengan perjanjian apabila barang yang dititipkan terjual. pembeli biasanya akan memberikan tanda jadi uang muka sebagai ikatan terhadap kontrak jual beli tersebut. karena factor akan menghadapi ketidakpastian apakah barang sudah laku terjual sedangkan factor saat menerima pengalihan piutang dari client menerima secara keseluruhan.Untuk itu. Apabila trasaksi ini dibiayai oleh factor. maka pembeli akan membayarkannya kepada penjual sedangkan sisa barang akan dikembalikan kepada penjual. 2. Transaction with down payment ( Penjualan dengan uang muka) Transaksi penjualan dengan uang muka.hal ini dimungkinkan apabila terjadi pembelian yang tidak dilanjutkan kembali oleh pembeli atau terjadi keterlambatan penyerahan barang yang pada akhirnya akan terjadi keterlambatan pembayaran serta cacatnya perjanjian jual beli. Consigment sales (Penjualan sistem konsinyasi) Dalam transaksi ini. biasanya factor akan menghindari ataupun tidak bersedia melakukan pembiayaan anjak piutang jika transaksi dagang antara client dan curtomer. Progres payment Transaction (Pembayaran Bertahap) Transaksi dagang jenis ini biasanya dilakukan oleh perusahaan kontrator dalam membuat proyek-proyek pembangunan dimana pemilik proyek baru akan membayar apabila kontraktor tersebut bisa melaksanakan pembangunan . biasanya dilakukan antara penjual dengan pembeli dimana barang/jasa yang akan diserahkan kepada pembeli masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikannya.

factor selalu berasumsi bahwa trasaksi dagang antara klien dan custumer sudah selesai dengan baik dengan telah diterimanya buktinpenerimaan barang/jasa. Hal ini penting untuk di analisis untuk . Counter sales/back to Back Sales (Sistem Barter) Transaksi dagang dengan sistem back to back sales yang dilakukan oleh clien atau customer biasanya lebih bersifat transaksi fiktif atau bersifat transfer pricing.proyek secara bertahap sesuai dengan tahapan-tahapan pekerjaan. 7. Credit Term More Than 180 Days (pembayaran lebih dari 180 hari) Transaksi dagang yang mempunyai tenggang waktu yang terlampau lama harus di antisipasi oleh factor. Apabila model trasaksi ini dilakukan oleh factor maka nilai dari tagihan sudah tidak utuh lagi akibat pengembalian barang. 4 Returnable Sales (barang dapat dikembalikan) Dalam melakukan pembiayaan anjak piutang. Pre-invoicing Unfinished Delivery (Penagihan sebelum penagihan selesai) Transaksi dagang seperti ini akan menyulitkan factor untuk menagih kepada curtomer apabila barang atau jasa yang dibuat mengalami kerusakan atau kegagalan ataupun keterlambatan penyerahan barang jasa sehingga client akan mengajukan klaim kepada customer yang pada akhirnya nilai tagihan atau faktur yang dibiayai menjadi berkurang sedangkan pada saat awal factor menilai secara penuh sebagai dasar factor pembiayaan yang dilakukan. sehingga factor berada dalam posisi sangat sulit untuk melakukan tagihan terutama apabila client dan costumer mengalami ketidakcocokan dalam melakukan transaksi. 6. 5. Jenis trasaksi dagang seperti ini sangat menyulitkan factor untuk melakukan pembiayaan karena factor tidak mengetahui seberapa jauh pekerjaan proyek sudah dapat diselesaikan oleh kontraktor.

Transaction With parties In the Same group Of Companies ( Penjualan kepada Perusahaan dalam Grup Sendiri) Transaksi antar client dan customer dalam satu grup perusahan dagang perlu diperhatikan oleh factor karena transaksi ini sering dijadikan transaksi fiktif untuk kepentingan grup perusahaan tersebut dan juga untuk transper pricing antar satu grup perusahaan. One Time. 9. 10. Hit and Run. apabila dibiayai oleh factor. karena transaksi jenis ini biasanya mengandung bahaya dan kemungkinan tidak tertagih besar. kecuali trasaksi fictive ataupun transaksi antar perusahaan dalam satu grup perusahaan. Sebab secara umum transaksi perdagangan dengan tenggang pembayaran begitu lama jarang terjadi. Selain kesepuluh bentuk transaksi dagang yang selalu dihindari oleh factor seperti diatas. di mana antara klien dan customer tidak mempunyai hubungan timbale balik yang berkesinambungan. masih terdapat bentuk transaksi dagang yang kurang cocok dengan jiwa transaksi anjak piutang. Incidental Transaction (Penjualan yang bersifat Insidental/ sekali-sekali) Transaksi yang dilakukam oleh klien dan customer yang bersifat Hit and Run atau sekali-sekali dilakukan atau transaksi yang besifat incidental perlu diwaspadai factor. akan membahayakan pembayaran. Sales to Individual End User/ General Public ( Penjualan kepada Individual/ perorangan sebagai End User) Transaksi jenis ini. 8.mengetahui mengapa client dan curtomer melakukan trasaksi ini. yaitu penjualan yang tidak menginginkan adanya pengalihan piutang ( non-assignable clause) dan penjualan lainnya factor apabila customer mengalami kelalaian .

Bila mayoritas export ditujukan kepada importer yang ada kaitannya dengan exporter (Importir adalah associated atau related companies dari expotir) Mengingat kondisi tersebut diatas. consignment sale dengan return arrangement. yaitu: 1. 3. Bila credit term melampaui 180 hari. sudah barang tentu factor akan mengalami kerugian dan masalah. part payment. Sedangkan khusus untuk transaksi export/anjak piutang internasional. Jika terjadi kesalahan dalam menganalisis. retention. bila transaksi memuat persyaratan progress payment. terdapat beberapa transaksi export yang tidak dapat difactorkan ataupun selalu dihindari oleh factor untuk dibiayai. Bila ada persyaratan contra sale. atau deposit oleh importir. factor harus sangat berhati-hati dalam memilahmilah transaksi perdagngan yang terbaik untuk dibiayai. 5. 4. Bila mayoritas export ditujukan kepada pemerintah dari Negara tujuan.dimana kepastian pembayaran oleh customer/pembeli masih tergantung syaratsyarat lainnya. 2. . Disinilah letaknya bagaimana factor dapat dengan jeli melihat keberadaan dan keabsahan suatu transaksi dagang.

INVOICE CUSTOMER 3. Penyerahan barang 2. dari segi penaggungan risiko. namun dalam buku ini kami akan membedakan anjak piutang ke dalam 4 (empat) sudut pandang. kami akan menerangkan terlebih dahulu konsep perdagangan barang atau jasa tanpa anjak piutang. dan dari segi cara jasa yang diberikan. PERDAGANGAN TANPA ANJAK PIUTANG PABRIKAN 1.BAB 4 : JENIS – JENIS ANJAK PIUTANG Kegiatan anjak piutang pada dasarnya dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Sebelum menerangkan tentang jenis – jenis anjak piutang berdasarkan 4 (empat) konsep tersebut. yaitu dilihat dari segi skala kegiatan. Pembayaran . dari sudut pemberitahuan kepada customer.

Atas dasar ada atau tidaknya persetujuan pihak nasabah dalam perjanjian. Pabrik tekstil tidak mempunyai pilihan lain kecuali menunggu selama 120 hari lagi untuk menerima pembayaran atas penjualan yang telah dilakukan. b Undisclosed factoring Penyerahan atau penjualan piutang oleh klien kepada factor dalam unclosed factoring adalah tanpa sepengetahuan pihak nasabah (melalui pemberitahuan . Mengingat pihak nasabah telah mengetahui adanya pengalihan piutang kepada factor.Dalam gambar hwa pabrik tekstil menjual produknya kepada Customer. anjak piutang dapat dibedakan menjadi: a Disclosed factoring Penyerahan atau penjualan piutang oleh klien kepada factor dalam disclosed factoring adalah dengan sepengetahuan pihak nasabah (melalui pemberitahuan atau notifikasi). nasabah dapat melunasi utangnya melalui factor. Secara praktis. Perjanjian tersebut dapatdibuat dengan atau tanpa persetujuan pihak nasabah. tipe disclosed factoring memungkinkan pemberian jasa penagihan piutang kepada klien oleh factor. makahak penagihan piutang dapat dialihkan kepada factor sehingga pada saat jatuh tempo. misalnya Department Store. misalkan dengan fasilitas penjualan secara kredit selama 120 hari. Hal inilah yang dijadikan dasar oleh factor untuk melakukan transaksi kepada client. Keharusa menunggu selama 120 hari sangat memberatkan pabrik tekstil karena modal kerja yang diperlukan menjadi sangat banyak namun tertanam dalam jangka waktu yang cukup lama. disertai invoice yang bertalian. Adapun jenis – jenis anjak piutang berdasarkan keempat sudut pandang tersebut adalah sebagai berikut: Keterlibatan Nasabah dalam Perjanjian Perjanjian utama yang dibuat untuk pelaksanaan kegiatan anjak piutang adalah antara pihak klien dengan pihak factor.

Kententuan umum a b Ketentuan mengenai penawaran penjualan piutang dari perusahaan klien kepada perusahaan factoring termasuk cara dan persyaratannya. Ketentuan mengenai penawaran yang memuat hak perusahaan factoring untuk menerima atau menolak piutang-piutang yang ditawarkan berdasarkan ketentuan-kententuan yang telah disepakati. Secara praktis. tipe disclosed factoring tidak memungkinkan pemberian jasa penagihan piutang kepada klien oleh factor. nasabah tetap harus melunasi utangnya melalui factor. Perjanjian factoring antara perusahaan factoring dengan klien minimal memuat halhal antara lain sebagai berikut: 1. uang muka (advanced payment) Ketentuan mengenai jaminan yang diberikan oleh perusahaan klien atas piutang-piutang yang ditawarkan untuk dijual kepada perusahaan factoring dan resiko-resiko akibat jaminan yang tidak benar e Ketentuan mengenai ruang lingkup administrasi piutang yang dilakukan oleh perusahaan factoring. c d Ketentuan mengenai harga penjualan piutang termasuk kalkulasinya. Perjanjian Anjak Piutang Perjanjian pokok anjak piutang baik recourse maupun without factoring selalu dilakukan sebelum dimulainya kegiatan anjak piutang. waktu pembayaran. kecuali terjadi pelanggaran atau cidera janji yang dilakukan oleh nasabah. Beberapastandar jaminan dan penggantian kerugian yang dimasukan dalam perjanjian anjak piutang dimaksudkan untuk melindungi perusahaan anjak piutang terhadap kemungkinan pengurangan nilai piutang yang dibeli. Kewajiban pelaporan kepada klien dan ketentuan biaya administrasi yang diperhitungkan . maka hak penagihan piutang tidak dapat dialihkan kepada factor sehingga pada saat jatuh tempo.atau notifikasi). Mengingat pihak nasabah tidak mengetahui adanya pengalihan piutang kepada factor.

Keabsahan piutang (Validity of Receivable) Perusahaan factoring akan meminta kepada pihak klien untuk memberikan jaminan bahwa piutang yang dijual tersebut benar-benar ada dan barangnya telah diserahkan oleh klien kepada customer dan apabila piutang tersebut dalam bentuk pemberian jasa maka klien harus menjamin bahwa pemberian jasa tersebut telah dilakukan oleh klien. Di samping itu. Notifikasi Pemberitahuan atas pengalihan piutang meliputi hal-hal sebagai berikut: 4. Setiap faktur yang dialihkan seyogianya mencantumkan keterangan yang di dalamnya menerangkan bahwa faktur tersebut sudah dialihkan kepada pembeli (perusahaan factoring) 5. Pengalihan resiko Perjanjian anjak piutang perlu menetapkan apakah dalam pengalihan resiko dilakukan syarat: a b Without recourse yaitu resiko tidak terbayarnya faktur atau piutang oleh pelanggan berada pada perusahaan factoring With course yaitu resiko tidak terbayarnya piutang berada pada klien Dalam pelaksanaan pengalihan piutang (cessie) perlu diatur ketentuan antara lain sebagai berikut: a b Pengalihan piutang harus dibuat dalam suatu akta di bawah tangan atau akta otentik dengan melampirkan dokumen-dokumen yang mendukung. Pengalihan piutang .f Ketentuan pembelian kembali piutang dalam hal terjadinya keadaan-keadaan tertentu dan penetapan harga penjualan kembali piutang tersebut 2. klien harus pula menjamin bahwa jumlah piutang oleh klien benar-benar telah dihitung dengan benar dan piutang tersebut bebas dari perselisihan dan tidak dilakukan contratrading oleh pihak customer atau kemungkinan akan dituntut oleh pihak ketiga 3.

Jaminan klien . Pembayaran oleh customer (debitor) dilakukan langsung kepada perusahaan factoring dari waktu ke waktu. 7. Tanggungjawab klien atas debitor Klien harus membayar kepada perusahaan factoring dengan nilai piutang yang dijual klien apabila terdapat hal-hal berikut: a b c d Debitor tidak mengakui kebenaran piutang atau jumlah piutang yang harus dibayar debitor Debitor tidak membayar sebagian atau tidak sepenuhnya melunasi tagihan yang telah jatuh tempo Debitor mengalami kebangkrutan Klien melakukan wanprestasi atau melanggar ketentuan kontrak dengan debitor yang menimbulkan adanya tagihan tersebut 9. Perubahan persyaratan Klien diwajibkan memberitahukan perusahaan factoring secara tertulis setiap ada rencana perubahan atas ketentuan-ketentuan dan persyaratan kredit yang diberikan kepada debitor sepanjang yang berkaitan dengan piutang atau tagihan yang dijual tersebut 8. Syarat pembayaran Klien diminta untuk menjamin bahwa setiap piutang yang dijual harus memiliki persyaratan yang sama dengan persyaratan penjualan yang disetujui oleh perusahaan factoring sebelumnya.a Pengalihan piutang oleh klien kepada perusahaan factoring harus diberitahukan kepada pelanggan dan disetujui atau diakui oleh pejabat yang berwenang dari pihak pelanggan b c d e Pemberitahuan ini merupakan tanggung jawab dari klien Pemberitahuan oleh klien ini hanya diperlukan sekali untuk setiap pelanggan pada waktu pengalihan pertama Persetujuan atau pengakuan terhadap pemberitahuan ini oleh pelanggan dapat pula dilakukan dengan persetujuan terhadap instruksi pembayaran Pemberitahuan ini tidak diharuskan untuk kegiatan anjak piutang semacam invoice discounting factoring maupun undiscounted factoring 6.

prosesnya adalah sebagai berikut.a b c Klien harus menjamin bahwa hak perusahaan factoring atas piutang yang dibelinya tersebut tidak menjadi dihapus Klien tidak diperbolehkan membuat pernyataan lunas atas suatu piutang yang telah dijual tanpa persetujuan tertulis dari perusahaan factoring Klien harus selalu memenuhi kesepakatan atau ketentuan-ketentuan perjanjian dengan debitor yang berkaitan dengan piutang yang dijual kepada perusahaan factoring d Perusahaan factoring dapat melakukan pemeriksaan dan mengkopi dokumen yang ada dikantor klien yang berkaitan dengan tagihan-tagihan yang dimaksud. Dokumen tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada perusahaan anjak piutang dan klien yang akan mendapatkan pembayaran setelah dikurangi dengan diskonto. konsumen akan langsung melakukan pembayaran kepada pihak perusahaan anjak piutang secara penuh. . Penyerahan barang/jasa diikuti dengan penagihan yang diwujudkan dalam dokumen berupa faktur (invoice). klien melakukan transaksi jual beli dengan pihak konsumen. Apabila ditinjau atas dasar kedudukan geografis dari pihak-pihak yang terlibat dalam proses anjak piutang tersebut maka anjak piutang dapat dibedakan menjadi: a Domestic factoring Pihak-pihak yang terlibat dalam domestik factoring berkedudukan dalam satu wilayah negara. Bila telah jatuh tempo. Apabila dilakukan dalam lingkup domestik. Lingkup Pelayanan Pihak-pihak yang terlibat dalam suatu proses anjak piutang dapat berlokasi dalam suatu wilayah negara yang sama dan dapat juga berlokasi dalam wilayah yang berbeda.

dan import factor. pelunasan piutang (100%-uang muka x%) b International factoring Pihak-pihak yang terlibat dalam international factoring berkedudukan dalam wilayah negara yang berbeda terutama perbedaan kedudukan antara klien/pemasok dengan kedudukan nasabah. ada empat pihak yang terkait dalam kegiatan tersebut: eksportir. Supplier/klien/penjual Factor/ perusahaan/ anjak piutang Customer/debitur/ pembeli Keterangan: 1.Kemudian perusahaan anjak piutang akan menyerahkan kembali dokumen yang telah dilunasi tersebut beserta dengan tagihan yang tidak ikut dibiayai. pelunasan (100%) 7. pengalihan/penjualan piutang (dengan penyerahan dokumen penjualan) 4. export factor. Dalam kegiatan anjak piutang dengan lingkup internasional. importir. Prosesnya adalah sebagai berikut. eksportir membuat perjanjian dengan pihak perusahaan anjak . penagihan 6. jual beli barang secara kredit 3. perjanjian 2. pembayaran (uang muka sejumlah x% dari nilai piutang) 5.

jual beli secara kredit 3. eksportir mengirimkan barang dan menyerahkan faktur dengan perintah bahwa importir melakukan pembayaran kepada perusahaan anjak piutang yang telah ditunjuk (import factor). import factor.piutang dan mengajukan limit kredit sehubungan dengan rencana ekspor. Eksportir menyerahkan salinan faktur kepada perusahaan anjak piutang di dalam negeri (export factor) dan akan melakukan pembayaran kepada eksportir. Pihak perusahaan anjak piutang diluar negeri melakukan serangkaian verifikasii terhadap calon importir. tempat negara tujuan ekspor. perjanjian anjak piutang yang melibatkan klien. Apabila tidak ada permasalahan. pembayaran (uang muka x%) . export factor. Export factor kemudian memberikan perintah kepada import factor untuk melakukan penagihan kepada importir dan menerima pembayaran pada saat jatuh tempo. Wilayah Negara A Penjual/supplier/ klien/eksportir Wilayah Negara B Pembeli/customer/ debitor/importir Eksport factor Import factor Keterangan: 1. dan pembeli 2. Dalam proses tersebut. pengalihan piutang (dengan penyerahan dokumen penjualan dan pengiriman barang 4. perusahaan anajak piutang melakukan kerjasama dengan perusahaan serupa (import factor) di luar negeri.

nasabah. pelimpahan penagihan (dengan penyerahan dokumen penjualan dan pengiriman) 6. pelunasan (100%) 9. dalam proses penagihan piutang. biasanya bank. Pengalihan tagihan hanya sebatas dari pihak klien kepada pihak factor. biasanya bank. Pihak lain. dan factor. pelunasan (100%) 8. a Anjak piutang untuk tagihan biasa Anjak piutang untuk tagihan biasa pada dasarnya hanya melibatkan klien.5. dan pada saat jatuh tempo factor dapat melakukan penagihan kepada nasabah atau debitor. b Anjak piutang untuk promes Anjak piutang untuk promes melibatkan pihak lain. penagihan pada saat jatuh tempo (menggunakan dokumen penjualan dan pengiriman 7. Mekanismenya menjadi sedikit lebih panjang karena bukti piutang dikonversikan menjadi promes untuk kemudian didiskontokan ke pihak lain (bank). tidak ikut serta secara langsung dalam proses anjak piutang ini. Hak dan kewajiban bagi penjual-pembeli tersebut dapat diformalkan dalam bentuk piutang dagang biasa dapat juga dalam bentuk promes. pelunasan (100%-uang muka x%) Tipe Tagihan atau Piutang Transaksi jual berli secara kredit antara penjual dengan pembeli menimbulkan piutang atau tagihan bagi penjual dan menimbulkan kewajiban atau utang bagi pihak pembeli. Dasar dari proses anjak piutang untuk promes dapat digambarkan dengan skema berikut ini: .

pembayaran (atas dasar diskonto) 5.jual beli secara kredit yang diikuti dengan penyerahan promes oleh pembeli kepada penjual ( pernyataan akan membayar sejumlah uang tertentu pada waktu tertentu) 3.pengalihan piutang (dengan penyerahan promes) 4.pendiskontoan promes ke bank 6.penagihan pada saat jatuh tempoh 8.pelunasan Struktur Organisasi Atas dasar struktur organisasinya. .Penjual/pemasok/ klien/eksportir Pembeli/nasabah/ debitor/importir Eksport factor Import factor Keterangan: 1.perjanjian anjak piutang 2. Perusahaan jasa anjak piutang berskala besar biasanya dapat memberikan kedua jasa tersebut.pembayaran atas dasar diskonto 7. preusahaan anjak piutang dapat dibedakan menjadi struktur organisasi anjak piutang kecil dengan yang berskala besar. Perusahaan anjak piutang kecil biasanya hanya memberikan jasa-jasa pembiayaan dan jarang memberikan jasa nonpembiayaan seperti administrasi penjualan dan lainlain.

Perusahaan Anjak Piutang Kecil struktur organisasinya disesuaikan dengan jenis jasa yang ditawarkan. Mengingat proses dasar dari kegiatan pembiayaan adalah : a.debt kredit Departemen Kredit adalah bagian dari perusahaan yang berugas melakukan analisis terhadap bonafiditas calon klien dan kolectibilitas atau kualitas piutang yang akan dibiayai. penagihan pitang g. Contoh struktur organisasi anjak piutang berskala kecil terdapat dalam gambar berikut : dewan direksi terdiri dari: 1.debt penagihan 4. administrasi faktur dan bukti piutang e. pembayaan pembiayaan kepada klien d. Atas dasarpertimbangan diatas serta untuk meningkatkan efisiensinya. pembayaraan kepada klien bagian-bagian yang terdapat dari perusahaan jasa anjak piutang tidak jauh berbeda dengan proses tersebut.debt Legal 2. masing masing perusahaan jasa anjak piutang kecil biasanya mengacu pada bidang tertentu. yaitu terutama hanya jasa pembiayaann. analisis terhadap bonafiditas calon klien b.A.debt faktur 6.debt penyesuaian 5. maka analisis pada bagian ini biasanya sudah merujuk pada spesialisasi pada bidang tertentu.debt rekening klien 3. analisis terhadap konektibilitas piutang c. administrasi hak dan kewajiban pihak terkait f. . Mengingat bidang usaha calon klien sangat beragam.

Bagian atau departemen yang menjadi sangat banyak biasanya dikelompokan menjadi hanya 3-5 divisi saja. Tanggung jawab yang dimiliki masing-masing bagian cenderung spesifik. perusahaan anjak piutang berskala besar juga menawarkan jasa pembiayaan. . perusahaan anjak piutang berskala besar juga memiliki bagian lain seperti bagian umum. diskonto atau bunga dan jatuh tempo. bagian treasury. devisi pemasaran dan operasi. B. divisi keuangan. sehingga selain bagian diatas. Sebagai contoh perusahaan anjak piutang skala besar ada yang mempunyai divisi administrasi.Departemen Faktur adalah bagian perusahaan yang bertugas melakukan administrasi dokumen piutang agar dapat secara tepat dan cepat digunakan untuk perhitungan biaya.Perusahaan Anjak Piutang Besar Di samping memberikan jasa pembiayaan. jumlah piutang dan hal-hal lain yang berhubungan dengan hak dan kewajiban pihak yang terkait dalam anjak piutang. Departemen Penagihan adalah bagian perusahan yang bertugas untuk melakukan penagihan terhadap piutang yang jatuh tempoh Departemen Rekening klien adalah bagian perusahaan yang bertugas melakukan seluruh pencatatan terhadap seluruh transaksi atau yang mempengaruhi hak dan kewajiban klien. bagian komputer. bagian relasi. bagian pengelolaan kredit dan lain-lain. sehingga secara umum jumlah bagian-bagiannya menjadi lebih banyak. Departemen Penyesuaian adalah bagian dari perusahaan yamg bertugas melakukan administrasi dan pengelolahan terhadap perubahan terhadap persyaratan. Departemen Legal adalah bagian perusahaan yang bertugas memberikan pertimbangan dan saran yuridis mengenai kegiatan perusahaan.

4. .Masing-masing devisi memiliki bagian yang sangat terkait. Biaya produksi dapat dipangkas dengan memanfatkan diskonto dari para pemasok karena melakukan pemberian tunai. relasion debt. Klien tidak perlu lagi melakukan penagihan kepada konsumen karena perusahaan anjak piutang yang akan melakukannya sekaligus memberikan posisi pitang kepada klien. office debt. Besarnya diskon dapat digunakan untuk mengompensasi biaya bunga yang dibayarkan kepada pihak perusahaan anjak piutang. Laporan ini juga akan berguna ketika konsumen mengajuan kembali permohanan pembelian secara kredit. BAB 5 : MANFAAT DAN PENILAIAN RESIKO ANJAK PIUTANG 1. research debt.Finance division bagiaannya account debt. klien mendapat manfaat dari transaksi yang diberikan. statistic debt. underwriting debt. 2. Dengan demikian. treasury debt.Manfaat Anjak Piutang Dengan adanya jasa dari perusahaan anjak piutang. Berikut contoh sebagai berikut : Board of directors terdiri: 1. Kas yang diperoleh dari perusahaan anjak piutang dapat dimanfaatkan untuk menurunkan biaya produksi. Klien juga dibantu dari sisi administrasi piutang. Pemberian tunai pasti mendapat diskon. invoice debt.Marketing division bagiannya marketing debt. Klien mendapat kas langsung dari penjualannya dalam bulan berjalan dan tidak perlu menunggu waktu sampai pembayaran dari konsumen.administrasi division bagiannya legal debt. computer debt. 3. likuiditas perusahaan akan lebih terjamin dan modal kerja akan terus bergulir.Operation division bagiannya credit debt.

dapat dimanfaat untuk . Jasa anjak piutang memungkinkan klien untuk mengonversikan piutangnya yang belum jatuh tempo menjadi dana tunai dengan prosedur yang relatif mudah dan cepat. b. sehingga waktu dan tenaga karyawan menlakukan kegiatan lain yang lebih produktif. Kelancaran modal kerja. A.Bagi Klien Manfaat yang dapat diterima klien yaitu: A. Manfaat karena jasa pembiayaan dan B. Pembiayaan dengan skema without recourse memungkinkan adanya pengalihan sebagian resiko tidak tertagihnya piutang kepada factor. Manfaat yang diterima karena menerima jasa non pembiayaan.A. Jasa Nonpembiayaan Memudahkan penagihan piutang. pembayaran gaji pegawai dan lain-lain. Adanya pembiayaan memungkinkan klien melakukan penjualan dengan cara kredit. Tersedianya dana tunai yang lebih besar ini dapat dimanfaatkan oleh klien untuk mendanai kegiatan operasional klien seperti pembelian bahan baku. Jasa pembiayaann Peningkatan penjualan. Pengalihan resiko ini sangat menguntungkan bagi kelancaran dan kepastian usaha bagi pihak klien. Jasa penagihan piutang yang diberikan oleh factor menyebabkan klien tidak perlu secara langsung melakukan penagihan piutang kepada nasabah. Namun dengan adanya jasa anjak piutang. Penjualan dengan cara kredit ini sebenarnya sulit untuk dilakukan apabila klien mengalami kesulitan modal. Pengurangan resiko tidak tertagihnya piutang. klien mampu menjual secara kredit. Penjualan secara kredit meningkatkan kemampuan dan daya tarik bagi pembeli dengan dana terbatas untuk melakukan pembelian pada klien.

Charge diperhitungkan sebesar persen tertentu terhadap besarnya pembiayaan yang diberikan atas dasar: • • • resiko tertagihnya jangka waktu rata-rata tingkat bunga Service . Semakin besar volume penjualan. maka fee ini juga besar. sehingga memudahkan proyeksi arus kas usaha secara keseluruhan.Efisiensi usaha. maka fee ini juga semakin besar. Jasa administrasi penjualan memungkinan pemberian fasilitas kredit kepada pembeli secara lebih selektif sehingga kemungkinkan tertagihnya piutang menjadi lebih tinggi Memudahkan perencanaan arus kas(cash-flow). Fee tersebut terdiri dari: Discount fee atau charge.Bagi Nasabah . Fee ini dibayarkan oleh klien karena factor memberikan jasa pembiayaan (uang muka) atas piutang yang diberikan oleh factor.Bagi Factor Manfaat utama yang diterima factor adalah penerimaan dalam bentuk fee dari pihak klien. Fee ini dibayar oleh klien kepada factor karena factor memberikan jasa nonpembiayaan yang nilainya ditentukan sebesar persentase tertentu dari piutang atas dasar beban kerja yang dilakukan oleh factor. Semakin sulit penagihan piutang. Peningkatan kualitas piutang. Jasa administrasi penjualan memungkinkan klien untuk mengelola kegiatan penjualannya secara lebih rapi dan efisien karena administrasinya dikelola oleh pihak (factor) yang sudah berpengalaman. Jasa investigasi piutang memungkinkan klien untuk melakukan perkiraan waktu dan jumlah piutang yang dapat ditagih. B. C.

Penilaian tersebut bukan hanya mengenai besarnya persentase tetapi juga menyangkut pola atau sebab-sebab timbulnya kerugian tersebut. Penilaian jangka waktu kredit macet dan prosedur penagihan dari calon klien akan dapat memberikan informasi apakah kerugian tersebut dapat dihindari apabila menggunakan sistem dan prosedur penagihan serta sistem peringatan.Penilaian Perusahaan Anjak Piutang 9 Aspek klien yang dinilai anjak piutangnya perusahaan anjak piutang menyusun kesimpulan mengenai aspek klien yang dinilai anjak piutang. Perusahaan factoring harus meneliti prosedur atau tata cara yang digunakan oleh calon klien mengenai penilaian kredit kepada pelanggannya. Jasa administrasi penjualan memungkinkan klien melakukan penjualan dengan lebih cepat dan tepat. Hal tesebut perlu untuk menilai pengaruhnya terhadap terjadinya kemacetan kredit di masa lalu. Meskipun cara tersebut tidak menjamin sepenuhnya terhindarnya dari kerugian akibat kredit macet akan tetapi sekurangnya akan memperkecil kerugian dengan cara menolak atau tidak melanjutkan pengiriman barang kepada customer yang bersangkutan pada . riwayat piutang macet. kesempatan unntuk melakukan pembelian secara kredit. penilaian kredit oleh klien. Kehadiran jasa pembiayaan memungkinkan klien untuk melakukan penjualan secara kredit. Semakin lama jangka waktu kredit semakin sulit dilakukan penagihan. Manajemen kredit oleh klien. 2. 3. 2. Ketiadaan pemeriksaan kredit secara formalakan menyebabkan semakin tingginya kerugian. yaitu: 1. 2.nasabah memperoleh manfaat berupa: 1. Layanan penjualan yang lebih baik. Penilaian atas riwayat piutang macet minimal 3 tahun sebelumnya.

Penilaian terhadap prospek perusahaan factoring harus mampu menentukan jika pertumbuhan penjualan disebabkan oleh meningkatnya bisnis dengan customer lama atau karena adanya tambahan penjualan kepada customer baru. Persyaratan Kredit. Jangka waktu kredit yang diberikan oleh klien kepada beberapa customernya mungkin lebih panjang daripada biasanya. Prospek Usaha. Sifat customer. Pengembalian kredit relatif jangka waktu pendek suatu industri akan mengurangi tingkat resiko.waktunya. 7. Perusahaan factoring dapat memperoleh informasi mengenai pelanggan yang bersangkutan melalui pusat informasi kredit yang mungkin dibentuk oleh organisasi industri sejenis misalnya pengusaha pakaian atau asosiasi segmen-segmen usaha lainnya. pengembalian utang. Industri. 6. Pemberian jangka waktu kredit akan semakin besar dibandingkan bila jangka waktu kredit jauh lebih pendek. misalnya lebih dari 30 hari. Pola pembelian. 9. Setelah penelitian pokok atas resiko kredit secara individu. Perusahaan factoring yang sudah berpengalaman akn mengetahui tingkat resiko piutang macet atas suatu industri. 5. Dalam hal ini customer baru mungkin memilikikualitas yang tinggi atau rendah daripada customer lama tergantung . 8. 4. Kecepatan pembayaran pihak cus tomer sejalan dengan prosedur penagihan yang dapat menunjukan apakah calon klien tersebut adalah supllier yang disenangi atau tidak. Konsekuensinya resiko kredit jadi lebih besar. Customer yang melakukan pembelian secara teratur setiap bulan akan lebih mudah memonitor daripada customer yang melakukan pembelian hanya setiap 3 bulan atau lebih. maka pengelolaan kredit mempengaruhi tingkat piutang macet dalam jumlah yang cukup besar.

dalam kesempatan tersebut pembiayaan informal tersebut akan memberikan suatu pandangan terhadap filosofiI dan penilaian perusahaan factoring. Selanjutnya klien harus mengunjungi perusahaan factoring menemui pejabat eksekutif untuk keperluan negosiasi. Hal tersebut akan memungkinkannya mendapatkan jawaban atas suatu pertanyaan yang bersifat khusus dan pada kesempatan tersebut klien dapat langsung menyaksikan demonstrasi sistem yang diterapkan perusahaan factoring. Penilaian yang perlu dilakukan klien adalah menyangkut hal-hal antara lain sebagai berikut: • • • apakah perusahaan factoring benar-benar pengalaman praktik-praktik dagang dalam industri yang dibidang pihak klien. Di samping itu. • kemampuan perusahaan anjak piutang menyediakan laporan akurat secara reguler mengenai posisi dan status piutang sebagai standar untuk memungkinkan menilai kinerja perusahaan factoring. klien tahu persis dalam menilai risiko usaha dengan perusahaan factoring. 5 Aspek Anjak Piutang yang Dinilai Klien penilaian klien atau supplier terhadap perusahaan factoring pada prinsipnya sama halnya dengan perusahaan factoring melakukan penilaian kemungkinan resiko yang dihadapi terhadap suatu calon klien. apakah sistem dan informasi yang dimiliki perusahaan factoring cukup memadai untuk memberikan tingkat pelayananyang dimiliki dan dibutuhkan klien misalnya kecepatannya memberikan jawaban terhadap setiap permohonan kredit.pada penetrasi terhadap prospek pasar yang dilakukan. apakah tenaga manajemen perusahaan factoring memiliki keahlian dalam pengelolaan kredit yang efektif. • kesanggupan perusahaan factoring menyediakan cadangan yang memadai untuk menantisipasi suatu risiko kredit. Dalam hal ini. Idealnya klien dapat mencari informasi mengenai perusahaan factoring tersebut dari supllier lain yang pernah atau sedang .

Akta Pendirian Perusahaan client beserta perubahan – perubahannya. Bank Statement Account untuk 3 bulan terakhir. client harus sudah mempunyai usaha yang baik dan menguntungkan. 3. Selanjutnya client mengajukan surat permohonan dengan melampirkan hal – hal sebagai berikut: 1. BAB 6 :ANJAK PIUTANG DARI SISI KLIEN Pada bab ini kami akan membahas anjak piutang dari sudut penerima jasa anjak piutang (client) sehingga akan ter. Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP) 4. SYARAT – SYARAT UNTUK MENDAPATKAN FASILITAS ANJAK PIUTANG Untuk mendapatkan fasilitas anjak piutang. serta aspek akuntansi dan perpajakan ditinjau dari sisi client. Surat Pengesahan Pendirian Perusahaan dari Departemen Kehakiman dan Berita Negara. Selain itu. . maka ia dapat meminta pada perusahaan factoring yang bersangkutan untuk memberikan daftar nama-nama klien untuk dapat meminta informasi.menggunakan jasa perusahaan factoring yang bersankutan. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) 5. Sekiranya klien tidak mengetahui salah satu diantara klien lain tersebut. Laporan Keuangan 3 tahun terakhir (Audited. A. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 6.ihat dengan jelas apa yang akan didapat oleh client bila anjak piutang menjadi salah satu alternatif pemecahan masalah cash flow perusahaan. 2. bila ada) 7. kami akan menyampaikan pula syarat – syarat untuk mendapatkan fasilitas – fasilitas anjak piutang.

5. 12. 1. 11. 9.000. 6. Perjanjian jual beli dengan customer. CV. sehingga masing – masing factor mungkin saja berbeda mengenai syarat yanfg diminta kepada calon client – nya masing – masing. dan bukan perorangan atau individual. Adapun mekanisme transaksi anjak piutang yang biasanya diterapkan oleh factor dapat kami kemukakan pada halaman berikut. Client harus merupakan badan hukum atau bentuk usaha tetap seperti PT. Data – data lainnya yang akan diminta kemudian.000 per bulan 3. Tahap Permohonan . Modal calon client harus memadai dan sesuai bila dibandingkan dengan total asset perusahaan.8. Selain syarat – syarat yang telah kami sebutkan di atas. Proffesional Background dari direksi dan/atau komisaris. Firma. struktur Organisasi perusahaan client. NV. dan lain – lain. misalnya Rp 100. bila diperlukan. tergantung kepada masing – masing factor untuk menerapkannya. Contoh Invoice/faktur dan credit Note/ Nota Kredit Perusahaan 10. 4. yaitu: 1. Calon client bersedia memberikan jaminan tambahan atas fasilitas pembiayaan yang diterima. biasanya terdapat syarat lain yang diminta oleh factor. demikian pula dengan customer – nya 2. Penjualan yang dapat dianjakpiutangkan adalah penjualan yang bersifat rutin dan bukan penjualan bersifat transaksional / insidental yang hanya dilakukan sekali – kali. Volume penjualan calon client masuk dalam kategori yang telah dipersyaratkan oleh factor. Syarat – syarat yang telah dikemukakan di atas bersifat tidak mutlak. Calon client harus bersedia untuk disurvei oleh tim dari factor untuk mendapatkan gambaran usaha yang seutuhnya.

Setiap permohonan pembiayaan anjak piutang harus mengisi secara lengkap formulir aplikasi yang telah disediakan dan ditandatangani oleh pemohon. MEKANISME TRANSAKSI ANJAK PIUTANG Clien t Tahap Permohonan Tahap Pengecekan Ok? Tahap Audit Checking Tahap Pembuatan Customer Profile Komite Kredit ACC Tahap Pengajuan kepada Komite Kredit Surat Penolakan Tahap Pengikatan Bagian Tahap Administrasi Pencairan Kredit Fasilitas . 2. Pengecekan fasilitas lainnya yang masih outstanding kepada Bank atau LKBB lainnya dengan mengirimkan BANKER’S ENQUIRY. Tahap Pengecekan / Desk Reserch Checking Berdasarkan aplikasi dari pemohon. marketing department factor akan melakukan pengecekan atas kebenaran dari pengisian formulir aplikasi tersebut dengan melakukan hal – hal sebagai berikut: a. bila perlu.

Untuk memastikan apakah transaksi penjualan yang dilakukan antara client dan customer termasuk criteria tagihan yang dapat dianjakpiutangkan. langsung dan tingkat ketaatan pembayarannya yang tinggi. Mempelajari prosedur administrasi penjualan yang dilakukan oleh client termasuk syarat dan kondisi penjualan. . Tahap Pembuatan Customer Profile Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan. marketing department pihak factor akan membuat customer profile. Pengecekan pemegang saham dan pengurus perusahaan yang disesuaikan dengan anggaran dasar perusahaan. dan pesaing c. Nama perusahaan customer. Trade checking kepada supplier. b. Adapun tujuan dari pemeriksaan lapangan ini adalah: a. Untuk mengenali secara langsung customer mana yang melakukan transaksi pembelian secara rutin. Tahap Audit Checking/ Pemeriksaan Lapangan Apabila tahap pengecekan / desk research checking hasilnya cukup baik. b. di mana isinya akan menggambarkan tentang: a. Untuk menghitung secara pasti berapa besar tingkat penjualan calon client dibanding dengan laporan yang telah disampaikan. 3. 4. d. Nama pemilik.b. c. maka proses permohonan dilanjutkan dengan pemeriksaan lapangan atau audit ke calon client. customer.

c. Rekening Koran dan Kebutuhan Modal. Tahap Pengiriman Surat Penawaran . e. Contact Person. Proposal yang diajukan biasanya terdiri dari: a. 7. Pengajuan Keputusan Credit Committe Keputusan credit committe merupakan dasar bagi factor untuk terus melakukan pembiayaan atau tidak. sedangkan apabila disetujui maka marketing department akan mempersiapkan Surat Penawaran kepada calon client. c. Credit Term. Dan lain – lain. f. f. service Charge. g. Tahap Pengajuan Proposal kepada Credit Commite Marketting department pihak factor akan mengajukan proposal terhadap permohonan yang diajukan oleh client kepada credit commite. Struktur fasilitas yang mencangkup Client Advance Limit. facility fee. Analisis Laporan Keuangan. suku bunga. Maximum Advance Limit untuk setiap customer. Latar belakang Perusahaan dan susunan pemegang saham disertai keterangan mengenai bisnis dan siklus operasi perusahaan Client. d. Analisis Risiko. Saran dan Kesimpulan. 5. e. Apabila permohonan client ditolak maka harus diberitahukan melalui surat penolakan. h. b. Lamanya hubungan dengan client. Rata – rata penjualan d. 6. Alamat dan Nomor Telepon. Tujuan pemberian fasilitas anjak piutang kepada client.

Untuk dapat mencairkan fasilitas anjak piutang. jika ada. Perjanjian Anjak Piutang beserta lampirannya. Notification Letter. b. maka marketing department pihak factor wajib mempersiapkan surat penawaran kepada client dan dokumen ini biasanya akan dijadikan Surat Penerimaan (Letter of Acceptance) 8. Letter of Acceptance (urat Penerimaan). Tahap Pengikatan Berdasarkan Surat Penawaran yang telah ditandatangani oleh client. c. Notification Letter. Perjanjian Anjak Piutang. . c. Apabila semua proses ini telah dilakukan. Tahap Pencairan Fasilitas Setelah proses penandatanganan perjanjian. Surat Kuasa Khusus. Jaminan Perusahaan. Pengikatan dapat dilakukan secara bawah tangan. e. Jaminan Pribadi. jika diperlukan. f. bagian legal akan mempersiapkan pengikatan sebagai berikut: a. d. Surat Kuasa Khusus. jika ada. dilegalisir oleh Notaris atau secara Notariil 9. d. biasanya factor akan memberikan formulir – formulir tertentu kepada client. Tanda Penerimaan Faktur / Tagihan. Formulir Permohonan. yang biasanya terdiri dari a. yang terdiri dari: a. maka selanjutnya client mulai mencairkan fasilitas pembiayaan anjak piutang. Spesimen Tanda Tangan. e. maka semua data akan diserahkan kepada bagian administrasi kredit. b.Setelah proposal mendapatkan persetujuan dari credit committe.

e. Formulir lainnya. semakin banyak utang customer yang dianjakpiutangkan berarti semakin . factor biasanya akan mengenakan biaya – biaya yang dapat dibagi menjadi 3 (tiga) unsur biaya. Tanda Persetujuan Penerimaan Faktur / Tagihan. c. Cessie Piutang. Selanjutnya pada setiap akhir. yaitu: 1. Demikian seterusnya yang dilakukan oleh client. besarnya service charge dihitung pula dengan besaran nilai faktur. jika ada. PERHITUNGAN – PERHITUNGAN DALAM TRANSAKSI ANJAK PIUTANG Dalam transaksi anjak piutang. B. Perhitungan service charge didasarkan pada presentase dari nilai faktur yang dialihkan ke factor dengan mempehitungkan hal – hal sebagai berikut: a. Besarnya service charge/Komisi factoring tergantung dari beban kerja dan/atau risiko yang ditanggung oleh factor atas fasilitas yang diberikan kepada client. d. Jumlah Customer Jumlah customer merupakan salah satu kriteria menentukan service charge. Selain itu. Factoring Charge atau disebut juga Service Charge atau Komisi Factoring atau Biaya Administrasi.b. semakin besar service charge yang akan dibebankan kepada client. b. apabila client ingin mencairkan fasilitas anjak piutang yang telah disetujui. Volume Penjualan Client per Tahun Semakin tinggi nilai penjualan client. Biaya ini dikenakan atas jasa nonfinancing yang telah diberikan oleh factor. Surat Perintah Pembayaran. factor akan membuatkan laporan pemakaian f asilitas anjak piutang yang telah diterima oleh client beserta lampirannya.

banyak perkerjaan yang harus dilakukan.000. Volume penjualan yang akan difaktorkan (per tahun) (12 X Rp 500. jadi semakin banyak faktur berarti service charge yang dibebankan semakin tinggi.000.000.000 = Rp 6. Viaya ini biasanya dipotong/dibayarkan pada saat permulaan kontrak perjanjian anjak piutang ditandatangani dan bersifat nonrefundable atau dapat pula dipotong pada saat penarikan fasilitas dari jumlah pre – financing yang diberikan oleh factor.000 = Rp 200. d. Biaya client = Rp _ = Rp 1.000. maka semakin banyak service charge yang dibebankan.000 d. c. Risiko Kredit Customer Perhitungan risiko kredit setiap customer juga menjadi dasar perhitungan service charge. semakin banyak pula pekerjaan yang harus dilakukan factor untuk memeriksa setiap faktur atau nota kredit. serta memasukkan data faktur – faktur tersebut ke komputer. Untuk customer yang terdiri dari perusahaan – perusahaan besar dan bonafit. maka risiko kreditnya biasa relatif lebih kecil sehingga service charge yang dikenakan akan menjadi lebih rendah. meneliti isi faktu apakah sesuai dengan purchase order – nya dan cocok dengan delivery order – nya.000 c.000 . Jumlah Customer baru 1 (satu) X Rp 200.000) b. Jumlah customer lama Rp 100. demikian sebaliknya. Jumlah Faktur dan Nota Kredit Jumlah faktur juga menjadi salah satu kriteria dalam menentukan service charge kepada client. Semakin banyak jumlah faktur atau nota kredit yang dikeluarkan dan difaktorkan oleh client. Berikut ini akan kami kemukakan salah satu bentuk cara menghitung sevice charge yang dapat digunakan oleh perusahaan anjak piutang: a.

sehingga advanced payment yang diterima oleh client sama dengan neto pembiayaan.4 = 0. Initial Payment Charge atau lebih dikenal sebagai biaya bunga/discoundted Biaya bunga akan dikenakan oleh factor kepada client berdasarkan dana yang dipakai sebagai advanced payment dengan perhitungan hari sebenarnya.000 = Rp 1.000 Nama Customer % Penjual dari Total Penjualan Rata – rata (%) PT XYZ 100% X 0. Minimum service charge (%) sebelum Fatur risiko = (f) dibagi (a) X 100% Faktor Risiko Customer = 0.800. Total factor risiko 0. Apabila metode ini digunakan. Jumlah faktur/credit note (per tahun) (50 X 12) X Rp 1000 f.03% = Rp 600. Biaya Total (minimum service charge) g.e.43 % % Minimum service charge sesudah factor risiko = 2. Pengenaan biaya bunga atas advanced payment dapat dilakukan di muka (dipotong di muka) dengan menggunakan perhitungan bunga True Discound Method.4 0.4 Sejahtera h. sehingga apabila metode ini dilakukan maka besarnya advanced payment yang diterima oleh client sebesar neto pembiayaan dikurangi dengan bunga secara True Discound. Besarnya biaya bunga ini berkisar antara 2% sampai 3% di atas prime rate yang berlaku dan bersifat negotiable serta akan ditinjau secara berkala. besarnya pembebanan bunga dilakukan setiap . Sedangkan apabila perhitungan bunga dilakukan di belakang maka dasar pengenaan bunga mempergunakan rumus simple interest dengan hari sebenarnya.

000.Rp 100. .183 Bunga yang akan dibebankan oleh factor sebesar Rp 7. maka besarnya bunga yang dibebankan oleh factor adalah sebaai berikut: Rumus True Discount Method Pokok Pembiayaan – Pokok Pembiayaan X 365 (R X N) + 365 = Rp.000.778 . Metode perhitungan bunga antarperusahaan anjak piutang padat saja berbeda tergantung kebijakan manajemen masing – masing.000.183 sehingga jumlah advanced payment yang diterima oleh client Rp 92.000.akhir bulan berdasarkan jumlah dana yang terpakai atau sama dengan system rekening Koran. Rumus Simple Interest: Pokok pembiayaan X N/360 X R% = Rp 100.000 dengan tingkat pembiayaan 80% di mana jatuh tempo tagihan selama 89 hari sebesar 35% per tahun.625.000 X 365 (35% X 89) + 365 = Rp 7.000. Untuk memperjelas kedua metod etersebut kami akan memberikan contoh sebagai berikut: Misalkan perusahaan PT XYX mendapatkan fasilitas anjak piutang dari factor PT CDE di mana tagihan yang sedang diajukan sejumlah Rp 125.863. 100.000 X 89/360 X 35% = Rp 8.817.863.136.

Bunga yang harus dibayar oleh client adalah sebesar Rp 8. Facility Fee atau juga biasa disebut provisi kredit akan dikenakan berdasarkan persentase tertentu dari plafond yang telah disetujui oleh factor dan dibebankan setiap perpanjangan fasilitas anjak piutang.000 karena bunga akan dibayar belakangan. masih terdapat biaya – biaya lainnya yang akan dikenakan factor kepada client yaitu biaya notaris.akan mengurangi biaya produksi barang atau jasa yang dihasilkan oleh client. 3.000. Adapun besarnya facility fee berkisar antara 0. Laporan posisi piutang yang dilakukan oleh factor akan menjadi masukan penting bagi client .000 untuk itu yang bersangkutan dikenakan facility fee sebesar 0. biaya pemasangan APHT (jika terdapat jaminan tambahan berupa tanah dan bangunan) dan biaya – biaya lainnya (jika ada) C.000. Dengan diperolehnya instant cash. Pembelian barang secara kas.5% maka facility fee yang wajib dibayar adalah Rp 5. sedangkan jumlah advanced payment yang diterima oleh client adalah sebesar Rp 100. Biaya ini biasanya dikenakan pada awal kontrak sebelum pencairan pertama failitas anjak piutang dimulai dan bersifat nonrefundable. Client tak perlu melakukan penagihan kepada customer.000. PT ABC Sukses Mandiri telah menyetujui planfond pembiayaan anjak piutang sebesar Rp 1.778.000.5% sampai 1% dari planfond pembiayaan sebagai contoh.625.maka cltent dapat memanfaatkan peluang menurunkan biaya produksi.000 (lima juta rupiah).MANFAAT YANG DIDAPAT CLIENT DARI ANJAK PIUTANG • • • • • Client mempunyai akses langsung atas penjualan/pendapatan yang dilakukan dalam bulan berjalan. Selain ketiga jenis biaya tersebut.

apabila tidak menggunakan anjak piutang. penggunaan alat tulis kantor. . Apabila seluruh biaya ini dimasukan ke dalam perhitungan dan ternyata biaya menggunakan anjak piutang lebih kecil dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan tanpa menggunakan anjak piutang. Dengan export factoring. termasuk biaya telepon.exportir akan memiliki keuntungan komparatif atau relatif lebih Kompetitif dibandingkan dengan eksportir yang tetap menggunakan metode trandisional atau tidak mengikuti keinginan pasar. untuk menentukan apakah jasa yang ditawarkan oleh export factor memang mahal. surat-menyurat. Di lain sisi.(bila non rcourse) Fungsi administrasi dapat dialihkan. dapat dilakukan dengan pertimbangan hal-hal sebagai berikut: a Jika penggunaan jasa anjak piutang dapat meningkatkan perputaran piutang sehingga modal kerja yang terikat dalam piutang menjadi semakin berkurang. bila menggunakan anjak piutang. berarti penggunaan anjak piutang bermanfaat bagi eksportir. perolehan informasi kredit. Robert Manurung mengemukakan bahwa untuk menentukan apakah anjak piutang internasional bermanfaat bagi eksportir. biaya pegawai dan premi untuk polis asuransi kredit ekspor. Di samping itu. biaya legal. Perusahaan dapat terhindar dari resiko tidak dibayarnya tagihan. harus dapat dilihat dulu dengan membandingkan antara biaya yang dikeluarkan oleh eksportir.• Client dapat menikmati hasil penjualan/pendapatan secara fleksibel dan selalu proporsional peningkatannya sesuai dengan tingkat penjualan yang dibukukan. • • • Cltent dapat menikmati perlindungan kredit seiring dengan meningkatnya penjualan kredit.sehingga mengurangi beban personalia dan investasi sistem komputer. fasilitas komputer. Agar penilaian ini lebih objektif maka sebaiknya dalam perhitungan ini dimasukan seluruh biaya yang timbul. dengan biaya yang dikeluarkan.

43 tentang Akuntansi Anjak Piutang. Jika penggunaan jasa anjak piutang dapat menyebabkan berkurangnya piutang macet.b Jika penggunaan jasa anjak piutang dapat mengurangi biaya administrasi yang nilainya lebih besar daripada biaya komisi dan biaya lainnya yang dibauarkan kepada factor sehingga menyebabkan keuntungan eksportir menjadi meningkat. Salah satu syarat penting yang harus ada agar jasa anjak piutang internasional dapat terlaksana adalah bila dalam transaksi ekspor tersebut timbul piutang yang kepemilikannya dapat dialihkan. c Jika penggunaan jasa anjak piutang dapat meningkatkan perputaran piutang tanpa mengurangi jumlah pembeli walaupun dilakukan pengetatan dalam penjualan kredit. jasa anjak piutang internasional juga tidak sesuai untuk penjualan ekspor yang dilakukan dengan syarat barang dapat dikembalikan. d e Jika penggunaan jasa anjak piutang dapat menyebabkan meningkatnya nilai penjualan kredit. Anjak Piutang Non-Financing dari sisi klien Dalam transaksi anjak piutang non-financing. D. factor biasanya mengenakan factoring charge atau disebut juga service charge. Adapun perlakuan akuntansi yang dimaksud dan yang berlaku untuk klien dapat dikemukakan sebagai berikut: 1. AKUNTANSI ANJAK PIUTANG DARI SISI KLIEN Perlakuan akuntansi untuk transaksi anjak piutang saat ini telah diatur secara khusus dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 1997 PSAK No. jasa yang ditawarkan oleh factor tidak selalu dapat memenuhi kebutuhan eksportir. Jasa yang diberikan oleh anjak piutang internasional tidak dapat memenuhi kontrak-kontrak ekspor yang berjangka panjang. Jasa anjak piutang internasional memang sangat bermanfaat bagi eksportir yang menggunakannya. Selain itu. Factoring charge/service . Namun perlu diingat.

maka biaya tersebut akan diamortisasi selama masa kontrak. Retensi yang ditahan oleh factor. dilaporkan dalam neraca dengan rincian sebagai berikut: . dicatat sebagai piutang retensi ajak piutang dalam neraca serta dikategorikan sebagia harta lancar. b c Kerugian atas transaksi anjak piutang dibebankan pada saat transaksi. c d Kewajiban anjak piutang disajikan dalam neraca sebesar nilai piutang yang dialihkan dikurangi retensi dan beban bunga yang belum diamortisasi. Apabila biaya dimaksud dikenakan secara tahunan. Anjak Piutang Recourse Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam akuntansi anjak piutang jenis ini adalah: a Anjak piutang dengan recourse diakui sebagai kewajiban anjak piutang sebesar nilai piutang yang dialihkan. b Beban bunga yang belum diamortisasi akan dialkokasikan secara konsisten sebagai biaya bunga tahun berjalan berdasarkan suatu tingkat pembebanan berkala.charge akan dibebankan sebagai biaya. Anjak Piutang tanpa Recourse dari sisi klien Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam akuntansi anjak piutang jenis ini adalah: a Anjak piutang tanpa recourse diperlakukan sebagai penjualan dari klien kepada factor. dimana selisih antara piutang yang dijual dan jumlah advanced limit yang diterima ditambah retensi diakui sebagai kerugian atas transaksi anjak piutang. Retensi yang ditahan factor dicatat sebagai pengurang kewajiban anjak piutang. Adapun pengungkan transaksi anjak piutang dengan recourse. dilakukan dan disajikan dalam laporan sebagai biaya/beban operasi. di mana selisih antara nilai piutang yang dialihkan dan advanced payment yang diterima ditambah retensi adalah beban bunga yang belum diamortisasi. 2. 3.

dan diskon .Kewajiban Anjak Piutang Retensi Bunga yang belum diamortisasi Kewajiban Anjak Piutang bersih Rp ( Rp ( Rp Rp xxx xxx ) xxx ) + xxx Penjelasan lebih lanjut dapat dilihat pada bab delapan mengenai contoh perlakuan akuntansi transaksi anjak piutang ini. service charge dan provisi tidak dikenakan pemotongan PP Pasal 23 oleh perusahaan yang membayarkan. Pajak Pertambahan Nilai dari sisi klien Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keungan No.04/1996 tanggal 18 April tentang Nilai Lain sebagai Dasar Pengenaan Pajak. ditegaskan bahwa penghasilan dari perusahaan anjak piutang yang dilakukan oleh perusahaan pembiayaan baik yang diterima berupa diskon. Hal ini berarti klien tidak boleh memotong pajak penghasilan pasal 23 yang terutang oleh factor serta bagi klien peraturan ini tidak mempunyai pengaruh apa-apa. S-78/PJ311/1996 tanggal 19 april perihal Pembebasan PPh Pasal 23 atas Penghasilan yang diperoleh Perusahaan Anjak Piutang. 2. PERPAJAKAN ANJAK PIUTANG DARI SISI KLIEN Perlakuan Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai yang berlaku saat ini khusus untuk klien atas transaksi anjak piutang yang dilakukannya adalah sebagai berikut: 1. Pajak Penghasilan dari sisi klien Berdasarkan Surat Direktur Jenderal Pajak No. 202/ KMK. disebutkan bahwa Penyerahan Jasa Anjak Piutang terutang Pajak Pertambahan Nilai sebesar 10%x5%xJumlah seluruh imbalan yang diterima berupa service charge. provisi. E.

Sementara itu.BAB 7 : ANJAK PIUTANG DARI SISI FACTOR Pada bab ini akan dibahas mengenai anjak piutang dari sisi factor. Dengan belum stabilnya . Pembahasan mengenai prospek dan risiko bisnis anjak piutang kami kemukakan terlebih dahulu agar terlihat dengan jelas bahwa bisnis anjak piutang merupakan bisnis yang cukup menjanjikan bagi investor. hal ini kami lakukan untuk memberikan gambaran tentang anjak piutang secara seimbang baik dari sisi factor maupun dari sisi klien. PROSPEK USAHA ANJAK PIUTANG Kegiatan perekonomian Indonesia selama ini masih sangat tergantung pada perkembangan ekspor migas. perkembangan ekspor migas di pasar internasional menghadapi tantangan yang cukup berat. A. Selanjutnya akan kami utarakan syarat-syarat untuk mendapatkan izin usaha perusahaan anjak piutang dan dilanjutkan dengan tinjauan terhadap aspek akuntansi dan perpajakan yang berlaku saat ini khusus untuk anjak piutang dari sisi factor.

Berbagai kebijakan telah digariskan Pemerintah untuk mendorong peningkatan efisiensi kegiatan perusahaan. pasti akan banyak membantu. kebanyakan dunia usaha masih memiliki keterbatasan keahlian dalam menangani penjualan kredit. karena mereka meningkatkan produksi dan penjualan. kemampuan yang terbatas dalam menangani penjualan. khususnya perusahaan anjak piutang. Selama ini. antara lain dengan meningkatkan efisiensi perusahaan. Meningkatnya kegiatan usaha yang ditandai dengan semakin cepatnya pertambahan volume penjualan telah menimbulkan masalah lain. Selain itu perusahaan anjak piutang juga diharapkan dapat membantu . Untuk mengatasi keadaan ini. Akibatnya tidak jarang perusahaan bangkrut karena membengkaknya piutang ragu-ragu yang sangat mengganggu cash flow mereka. dunia usaha dimungkinkan untuk memperoleh sumber pembiayaan baru dalam bentuk instant cash (sampai dengan 80% dari nilai invoice) dikaitkan dengan jumlah penjualan kredit yang dilakukannya. Kebijakan yang ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut adalah pengembangan dan peningkatan kegiatan ekspor non-migas. dunia usaha kita masih banyak menghadapi kendala untuk melakukan kegiatannya. yakni masalah administrasi penjualan. ketergantungan akan ekspor migas harus sedapat mungkin dikurangi. hal ini sangat mempengaruhi kegiatan perekonomian. Kondisi seperti ini akan menyulitkan perusahaan memperoleh tambahan sumber pembiayaan dari lembaga perbankan karena kemampuan perusahaan untuk menyediakan barang jaminan juga menjadi semakin terbatas. Sebab melalui jasa anjak piutang.harga-harga migas ditambah pula terjadinya fluktuasi nilai tukar rupiah yang tidak menentu. termasuk credit management dan karena keterbatas keahlian dalam menghadapi ancaman kredit macer (bad debtst). kehadiran lembaga pembiayaan. Untuk dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh dunia usaha. Lebih jauh lagi. Masalah tersebut pada dasarnya bersumber pada kesulitas permodalan (membuat tidak mampu melakukan ekspansi). Kesulitan permodalan yang disertai kredit macet dalam jumlah besar menjadikan dunia usaha semakin terjepit untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.

Dana yang dipasarkan oleh factor dapat disalurkan dengan tingkat suku bunga yang relatif lebih tinggi dan dengan jangka waktu yang relatif singkat. Terbatasnya sumber pendanaan perusahaan pembiayaan/ perusahaan anjak piutang yang saat ini hanya terbatas dari sector perbankan. investor yang menanamkan modalnya pada usaha anjak piutang di Indonesia. dunia usaha dapat lebih mengkonsentrasikan kegiatannya pada peningkatan produksi dan penjualan. 2. transaksi anjak piutang dapat menjembatani term and condition dari pendanaan yang diterima factor dari perbankan. Sedangkan kelemahan anjak piutang dari sisi factor antara lain belum adanya perlindungan hukum yang cukup memadai untuk factor. Hal ini dapat mengurangi risiko perubahan suku bunga yang terjadi sewaktu-waktu. Apabila customer tidak dapat membayar konsekuensinya adalah factor harus siap membuka line of credit bagi customer bersangkutan atau menanggung risiko sampai tagihan terlunasi. Selain itu. besarnya komisi atau biaya administrasi pengelolaan jasa anjak piutang yang diberikan factor kepada klien tergantung pada risiko dari piutang yang dialihkan atau dibiayai oleh factor. 3. Hal ini sangant menguntungkan factor karena perputaran dana menjadi sangat cepat dan bias mengurangi risiko fluktuasi tingkat suku bunga (floating rate). terutama yang menjalankan transaksi anjak piutang financing berskala domestik. Hal ini terlihat pada saat tagihan jatuh tempo. Dengan demikian. memiliki beberapa keuntungan dalam posisinya sebagai factor. Belum adanya peraturan/perizinan yang bersifat khusus yang mengatur kegiatan anjak piutang sehingga factor dapat bergerak leluasa. . 4. yaitu antara lain: 1. Dengan demikian. yang pada akhirnya dapat menghemat biaya operasional perusahaan (kegiatan dapat dilakukan dengan sederhana dan singkat). atau dengan kata lain term and condition transaksi anjak piutang dapat disamakan dengan term and condition yang diberikan oleh perbankan.kesulitan di bidang credit management.

Proteksi resiko piutang diberikan oleh factor tanpa melakukan pembiayaan atau pemberian uang muka atas pelunasan piutang. termasuk menanggung resiko terhadap piutang yang macet. administrasi penjualan dan penagihan. tanpa memberikan jasa lain seperti proteksi resiko piutang. administrasi penjualan secara menyeluruh dan penagihan. maka factor pada hari ke-30 atau setiap 30 hari membeli 100% dari faktur-faktur penjualan yang ada. Kewajiban . Misalnya urusan administrasi penjualan (sale ledger administration).MEKANISME DAN RESIKO USAHA ANJAK PIUTANG Jenis dan Mekanisme Pada pelaksanaannya.B. b. Sebagai contoh. Anjak piutang jenis ini memberikan jasa proteksi resiko piutang. Bulk factoring Anjak piutang jenis ini memberikan jasa pembiayaan dan pemberitahuan saat jatuh tempo kepada nasabah. Atas dasar tersebut jasa anjak piutang dapat dibedakan atas dasar hal-hal sebagai berikut: Jasa yang ditawarkan Ata dasar jasa yang diberikan oleh Factor. Cara ini tidak menyebabkan munculnya kewajiban bunga kepada klien. Pembelian piutang oleh factor dilakukan pada tanggal tertentu dan biasanya ditentukan atas dasar jangka waktu jatuh tempo dari piutang yang diberikan kepada klien. Full Service Factoring Anjak piutang seperti ini memberikan jasa secara menyeluruh baik jasa pembiayaan maupun non pembiayaan. jenis dari jasa anjak piutang yang diberikan oleh factor dan akan diterima oleh klien sangat bergantung pada fomulasi dari perjanjian yang dibuat oleh kedua belah pihak. anjak piutang dapat dibedakan menjadi: a. tagihan dan penagihan piutang. c. apabila rata-rata jangka waktu jatuh tempo adalah 30 hari.

000. 20 juta dengan fee sebesar 1.015%*Rp 20 juta) = Rp 17.000 RP. 7.000 Rp.000 jumlah tersebut akan dibayarkan pada hari ke-40.20. 3.5% maka jumlah yang dibayarkan perusahaan piutang pada suatu periode rata-rata adalah Rp 10 juta(0. 1. Misalnya: Pembayaran 100% dari nilai faktur dengan tanggal rata-rata dikurangi fee.000 Rp. Perhatikan tabel berikut sebagai illustrasi: Tabel Pembayaran Rata-Rata Jatuh Tempo Faktur (dalam ribuan rupiah) Debitor/pelanggan A B C D E Jumlah Nilai faktur Rp. 4.000.000.000.000.000 Rp.000 Jatuh tempo (hari) 60 40 50 30 20 200 Tanggal pembayaran rata-rata = 200 = 40 hari 5 d.000. Invoice discounting . administrasi penjualan secara menyeluruh danpenagihan yang diberikan oleh factor. 5.klien hanyalah fee atas jasa proteksi resiko piutang.000 Rp.000. Apabila total nilai faktur sebesar Rp.

Dengan demikian resiko tidak terbayarnya piutang seluruhnya ditanggung oleh klien. Mekanisme ini akan dijelaskan dengan contoh sebagai berikut: . Dengan adanya perusahaan anjak piutang. resiko tersebut tidak harus selalu secra penuh ditanggung oleh klien. Recourse factoring Pelayanan terhadap anjak piutang dalam semua aspek kecuali proteksi terhadap resiko kredit macet. With recourse factoring Pada tahap awal factor memberikan uang muka proporsi tertentu kepada klien atas piutang atau factor yang diserahkan. dan factor sama sekali tidak menanggung resiko tidak terbayarnya piutang tersebut. Agency factoring Pelayanan anjak piutang atas dasar notifikasi supplier. sedangkan jasa non pembiayaan sama sekali tidak diberikan. Distribusi Resiko Pada mekanisme penjualan tanpa adanya perusahaan anjak piutang. maka klien berkewajiban mengembalikan sejumlah uang muka yang telah diterima dari factor. Atas dasar distribusi resiko tidak terbayarnya piutang oleh nasabah. f. Selain itu. anjak piutang dapat dibedakan menjadi: a. Anjak piutang tidak bertanggung jawab atas pengurusan atas penagihan piutang. Pada saat piutang jatuh tempo. apabila nasabah sama sekali tidak melunasi piutangnya. e. g. Undisclosed factoring Berekaitan dengan perjanjian penjualan piutang dimana anjak piutang memberikan proteksi kredit macet dengan prosentase (80%). resiko tidak terbayarnya piutang milik klien sepenuhnya ditanggung oleh klien sendiri. pihak klienlah yang mengurus dan menagih penambahan piutangnya.Anjak piutang jenis ini hanya memberikan jasa pembiayaan saja.

000. 80. Soleh senilai Rp. 100.000. 100 juta.000. maka klien tidak berkewajiban mengembalikan sejumlah uang muka yang telah diterima dari factor.000. dengan tanggal jatuh tempo 1 maret 2005.000 dan sebagian lagi menjadi hak klien Rp. 80. Multi Finance tidak menanggung rugi atau resiko yang ditanggung oleh factor adalah sebesr 0% dari nilai piutang. Dengan demikian kerugian yang ditanggung oleh PT. Without resourse factoring Pada tahap awal factor memberikan uang muka proporsi tertentu kepada klien atas piutang atau factor yang diserahkan. Hal ini berdampak pada PT.000 kepada factor. Maju jaya berkewajiban mengembalikan pembiayaan sebesar Rp. Perusahaan ini bekarja sama dengan perusahaan jasa anjak piutang dengan nama PT. Maju jaya menyerahkan piutang tersebut kepada PT. Dipihak lain PT. Maju jaya adalah sebesar piutang Rp.000 Kemungkinan 1 Pada tanggal 1 maret 2005 bapak soleh membayar lunas utangnya Rp. 20.000 karena piutang sama sekali tidak terbayar. Pelunasan tersebut menjadi hak factor Rp. Multi Finance.000. .PT. 100 juta ditambah bunga. Pada tanggal 1 januari 2005 PT. PT. b. resiko yang ditanggung oleh klien adalah sebesar 100% dari nilai piutang. Maju jaya mengadakan penjualan secara kredit kepada pelanggannya yang bernama Bpk. apabila nasabah sama sekali tidak melunasi piutangnya.000. Pada saat piutang jatuh tempo. Dengan demkian resiko tidak terbayarnya piutang tidak seluruhnya ditanggung oleh klien. Maju jaya adalah sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai jenis kursi.Multi Finance dan meerima uang muka dan pembiayaan sebesar 80% dari nilai faktur yaitu Rp. Dalam hal ini . Kemungkinan II Pada tanggal 1 maret 2005 bapak soleh menghilang dan sama sekali tidak membayar. 80.

000 dan kemudian tidak memperoleh pelunasan piutang dari nasabah. sedangkan factor sendiri menanggung resiko sebesar uang muka atau pembiayaan yang telah diberikan kepada kliennya. Jaya Finance. secara proporsional factor menanggung resiko tidak terbayarnya piutang sebesar 70% dan pihak klien menggung sebesar 30%. Pelunasan tersebut mejadi hak factor Rp.000. maka kerugian yang di tanggung oleh factor adalah Rp. PT. 7000. yaitu Rp. Kemungkinan 1 Pada tanggal 1 maret 2005 sim davids membayar lunas utangnya sebesar Rp 1 juta ditambah bunga. Gaya Sakti adalah sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai jenis alat pertukangan. Mekanisme ini akan dijelaskan dengan contoh sebagai berikut: PT.000 dan sebagian lagi menjadi hak klien Rp.Jaya Finance dan menerima uang muka atau pembiayaan sebesar 70% dari niali faktur.000.000. .000 kepada factor. 3000. Kemungkinann II Apabila tanggal 1 maret sim davids meninggal dunia dan tidak memiliki harta warisan apapun. maka PT. Pada tanggal 1 januari 2005 PT. Dengan demikian kerugian yang ditanggung oleh PT. Gaya Sakti tidak berkewajiban mengembalikan pembiayaan sebesar Rp. Gaya Sakti adalah hanya sebesar piutangnya yang tidak dibiayai oleh factor.Gaya Sakti menyerahkan piutangnya tersebut kepada PT. Gaya Sakti mengadakan penjualan secara kredit kepada pelanggannya yang ber nama sim davids senilai Rp.Klien hanya menanggung resiko sebesar piutang yang tidak dibiayai atau tidak diberi uang muka oleh factor. Piutang yang tidak dibiayai oleh factor telah membiayai Rp 7000.perusahaan ini bekerjasama dengan sebuah perusahaan anjak piutang dengan nama PT.7000. 7000. 7000. 10 juta dan tanggal jatuh tempo 1 maret 2005.

Banyak calon klien yang melakukan bisnisnya yang belum begitu lama. olek karena itu perusahaan anjak piutang harus mempelajari bagaimana dan kenapa bisnis tersebut dilakukan. Kedua. serta bagaimana produk dan organisasi dikembangkan. Penilaian kondisi keungan klien dan propeknya dilakukan dengan menilai berbagai aspek yaitu antara lain: a. 1. Kegiatan orerasi dan kinerja keuangan terakhir calon klien akan memberikan latar belakang informasi yang berguna.Penilaian Resiko Bisnis anjak piutang pada dasarnya merupakan kegiatan usaha yang mengandung resiko. perusahaan anjak piutang perlu memiliki keyakian mengenai kemampuan keuangan calon klien. Cakupan dan kualitas pembukuan masing- .1. kondisi sekarang maupun dimasa yang akan dating. Ada beberapa resiko yang mengandung bisnis pembiayaan yaitu resiko klien dan resiko yang berhubungan dengan unsure non-resourse yaitu resiko atas kredit customer atau disebut debtor risk. Selanjutnya.Kemampuan keuangan Penilaian atas kemapuan keuangan disini dapat dinilai baik pada masa lalu. Keadaan keuangan Keadaan keuangan klien yang dapat dilihat dari laporan keuangan terutama yang telah diaudit untuk periode terakhir.Resiko Klien Penilaian perusahaan anjak piutang dalam mengantisipasi resiko dari klien terdiri dari 2 tahap. kualitas piutang yang akan dibeli. Penilaian posisi terakhir keuangan klien akan memberikan suatu dasar untuk menilai kemampuan keuangannya dimasa yang akan dating. Yang pertama. perusahaan anjak piutang peril juga melakukan analisis terhadap laporan keuangan klien yang telah diaudit. 1.

Kredit klien Penilaian terhadap kredito-kreditor pihak klien perlu pula dilakukan untuk mengetahui apakah mereka dibayar sesuai dengan jangka waktu yang mereka sepakati. Kalau perlu perusahaan anjak piutang dapat memeriksa langsung pemasok yang bersangkutan. 2) 3) Apakah klien sering menunggak pembayaran utangnya pada pemasok. b. turn over dalam waktu 12 bulan. . perusahaan anjak piutang harus pula mempertimbangkan prospek kliennya. Selanjutnya dalam menilai apakah klien memiliki kemampuan keuangan. disamping jumlah order yang telah diterima dan yang akan diterima dengan memeriksa statement of intent dari langganannya.masing klien biasanya sangat bervariasi oleh karena itu perusahaan anjak piutang perlu meminta penjelasan dari klien mengenai data-data keuangan yang meragukan dalam rangka pengambilan keputusan. maka pada dasarnya dapat dilakukan perkiraan mengenai prospek klien yang bersangkutan. Laporan bank misalnya 10 bulan terakhir untuk mengetahui saldo gironya dan pinjaman-pinjamannya. Penelitian tersebut akan memberikan informasi mengenai keadaan dan kegiatan usaha klien antara lain: 1) apakah klien hanya bergantung pada 1 pemasok bahan mentah atas suatu komponen. Untuk lebih menyakinkan perlu dipertanyakan mengenai asumsi dasar yang digunakan dalam menyasun arus kas tersebut antara lain mengenai perkiraan penjualan. Memperkirakan prospek dapat pula melihat anggaran penjualan serta arus kas klien. Dengan meneliti keadaan keuangan dan pihak-pihak yang terlibat dengan klien lainnya.

1.2. perusahaan anjak piutang harus mempertimbangkan resiko terhadap kemampuan keungan klien apabila customer berhenti membeli atau mengurangi pembeliannya pada calon klien dalam jumlah besar. Apabila misalnya satu langganan mempunyai utang 35% dari keseluruhan piutang yang dimiliki calon klien pada suatu periode.Kualitas Piutang Apabila perusahaan anjak piutang bermaksud menawarkan fasilitas pembayaran uang muka kepada calon klien. maka jelas perusahaan anjak piutang dengan pembayaran dimuka sebesar 80% tidak akan mampu ditagih lunas. apabila klien hanya bergantung pada satu orang customer saja. Hal ini dapat terjadi karena kemungkinan pihak costomer akan mencari alas an untuk menghindari kewajiban-kewajiban tersebut. Dalam melakukan penilaian terhadap kualitas suatu piutang. b. Sama halnya. Oleh karena itu. maka penilaian utama dapat dilakukan dengan menggunakan informasi mengenai riwayat perusahaan disamping sumber informasi tambahan mengenai perkiraan jalannya operasi perusahaan di masa depan. Informasi tersebut meliputi: a. sekiranya klien mengalami kebangkrutan atau kegagalan usaha. Jumlah Kredit Notes Dalam kegiatan penjualan suatu produk oleh klien. pihak perusahaan anjak piutang harus benar-benar memiliki keyakinan atas kualitas piuitang yang akan dibeli sebab dalam hal klien tiba-tiba tidak meneruskan usahanya kemungkinan perusahaan anjak piutang hanya bias mengklaim dan memperoleh jumlah yang telah dibayar dimuka atas piutang yang telah di factoringkan. maka piutang akan merupakan jaminan bagi perusahaan anjak piutang. klaim terhadap jumlah faktur sering terjadi dengan berbagai alasan termasuk jenis produk yang akan dikirim . Perpencaran Piutang Perusahaan anjak piutang perlu mengetahui calon klien memiliki perpencaran piutang atau pelanggan (customer) yang banyak.

berbeda dengan pesanan, akibat rusak akibat pengiriman, salah memberikan harga, jumlah barang kurang atau tidak sesuai denagn faktur. Perusahaan factoring harus memperhatihan jumlah kredit notes yang dikeluarkan ini selama 6-12 bulan terakhir yaitu meliputi jumlah dan nilainya dari total penjualan, khususnya, perlu diperhatikan apakah ada kecenderungan naik atau ada alasan yang sangat dominan seperti misalnya kesalahan pengiriman atau alasan dominan lainnya. c Pelunasan piutang oleh Customer. Rata-rata jumlah penjualan kredit kepada nasabah atau customer akan merupakan suatu indikasi penting bagi perusahaan anjak piutang. Pembayaran dalam waktu cepat dibandingkan dengan rata-rata industri akan memberikan indikasi bahwa supplier lebih disukai di mata nasabahnya. Hal tersebut mungkin disebabkan kualitas produk supplier memang lebih unggul, sebab prestasi kerjanya termasuk system pengiriman barangnya baik after sales service-nya lebih baik daripada perusahaan yang lain. Atau dapat pula disebabkan jenis produk tersebut merupakan komponen penting dalam proses pabrikasi pelanggan. Namun apapun alasannya, kualitas piutang yang dibeli perusahaan anjak piutang akan dianggap lebih baik bila klien dibayar lebih cepat meskipun ia menawarkan discount yang tinggi untuk pembayaran lebih awal. d Piutang yang dikecualikan. Perusahaan anjak piutang dalam membeli dan membiayai suatu piutang harus benar-benar yakin bahwa ia tidak membeli piutang yang mungkin tak dapat ditagih atau piutang yang sebenarnya bukan hak klien. Oleh karena itu piutang-piutang berikut biasanya dikecualikan untuk dijadikan sebagai objek anjak piutang: 1. penjualan kepada perusahaan afiliasi atau associated companies. 2. piutang yang timbul dari kontrak jangka panjang dimana ada ketentuan bahwa faktur baru akan dikeluarkan pada suatu tingkat penyelesaian atau proses pekerjaan. Apabila kontrak tidak diselesaikan, maka pelanggan akan menahan atau menunda pembayaran atas faktur yang telah dikeluarkan sehingga akan menyebabkan perusahaan anjak piutang tidak dapat menerima

kembali pembiayaan yang telah dikeluarkan apabila klien mengalami kebangkrutan dalam periode tersebut. 3. penjualan produk dimana didalamnya ada kewajiban atau perjanjian after sales service di pihak klien. Kontrak penjualan dan kontrak service tersebut mungkin terpisah akan tetapi apabila ada penjualan ulang, maka selalu ada kemungkinan terjadi perselesihan dan meskipun pelanggan tidak berpihak menahan pembayaran atas produk tersebut (dan perusahaan anjak piutang dan klien telah bersepakat untuk mengecualikan kontrak after sales service) resiko perusahaan najak piutang dan biaya-biaya akan tetap tinggi. 4. penjualan musiman akan merupakan pertimbangan bagi perusahaan anjak piutang. Pertama, pembayaran di muka akan relatif lebih tinggi selama mencapai puncak musim dibandingkan dengan bisnis normal yang memiliki penyebaran penjualan yang merata sepanjang tahun. Kedua, akan lebih sulit bagi perusahaan anjak piutang memonitor kinerja klien apabila pola penjualannya terdapat waktu jeda. 5. perusahaan najak piutang perlu meneliti system akuntansi penjualan untuk mengetahu pada tahap mana faktur diterbitkan dan sumber-sumber awal dokumen lainnya. Penelitian ini akan sangat riskan bagi perusahaan anjak piutang apabila faktur diterbitkan dikirim kepada customer sebelum barangtersebut diserahkan atau menerima nasabah. Bagi perusahaan anjak piutang akan lebih terjamin apabila penerbitan faktur dilakukan setelah pesanan barang telah diterima customer secara lengkap atau pemberian pelayanan telah selesai dilakukan.

2.Resiko Customer Penilaian resiko debitor atau customer risk oleh perusahaan factoring cukup penting baik untuk kontrak dengan fasilitas recourse factoring maupun untuk nonrecourse factoring dengan memberikan pembayaran di muka karena pada akhirnya pihak customer-lah yang akan membayar kembali pendaan yang lebih dahulu diberikan oleh perusahaan factoring. Fasilitas non-recourse atau sering juga disebut

without recourse memiliki suatu pertimbangan tersendiri yaitu antara lain dalam hal menentukan seberapa besar biaya yang harus dikenakan sebagai imbalan dari resiko kredit pelanggan yang mungkin diterma perusahaan factoring. Penilaian resiko pelanggan individu dalam operasi anjak piutang dengan fasilitas non-recourse merupakan suatu prosedur yang secara terus-menerus harus dilakukan. Factor resiko yang mungkin harus dihadapi oleh perusahaan factoring telah dimasukan sebagai factor salah satu komponen dalam penentuan biaya factoring yang telah disepakati. Masalahnya adalah apakah pihak perusahaan factoring hanya akan menerima suatu resiko secara keseluruhan, sebagian atau tidak sama sekali. Penting bagi perusahaan factoring melakukan penilaian secara akurat mengenai pembebanan biaya atas resiko customer ini sejak awal dan meninjau secara teratur. Untuk memperkecil risiko klien dan risiko customer dalam kegiatannya sehariharinya, biasanya factor akan melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. memilih customer yang dimiliki klien untuk mendapatkan customer dengan reputasi dan bonafiditasnya terbaik. 2. membatasi pemberian fasilitas anjak piutang baik itu di tingkat klien maupun di tingkat customer. Sebagai contoh, klien PT XYZ telah mendapatkan fasilitas anjak piutang sebesar Rp 2 Milyar dengan maximum advance payment 80%, dengan catatan bahwa: a b c d e f g Customer PT A akan dibiayai maksimal Rp 500.000.000 Customer PT B akan dibiayai maksimal Rp 200.000.000 Customer PT C akan dibiayai maksimal Rp 300.000.000 Customer PT D akan dibiayai maksimal Rp 200.000.000 Customer PT E akan dibiayai maksimal Rp 100.000.000 Customer PT F akan dibiayai maksimal Rp 400.000.000 Customer PT G akan dibiayai maksimal Rp 300.000.000

Dengan ini cara ini, secara tidak langsung factor sudah melakukan pengamanan dengan melakukan tindakan spreading risk sehingga risiko yang mungkin timbul tidak terpusat kepada satu customer (one obligor) saja. Selain risiko klien dan risiko customer yang sudah pasti dihadapi factor, masih terdapat beberapa risiko lainnya yang akan dihadapi factor dalam menjalankan anjak piutang, yaitu: 1. Risiko Perekonomian Apabila perekonomian berada pada kondisi yang kurang menguntungkan maka kegiatan di segala bidang usaha akan terganggu yang pada akhirnya dapat mempengaruhi usaha factor untuk menyalurkan pembiayaan maupun mendapatkan kredit. 2. Risiko Pembiayaan Risiko pembiayaan adalah ketidakmampuan customer dan atau klien untuk membayar kembali pembiayaan yang telah diberikan, dan apabila jumlahnya cukup material dapat mempengaruhi kinerja factor. 3. Risiko Likuiditas Masalah likuiditas akan dihadapi oleh factor apabila factor tidak mampu memenuhi kewajibannya selaku debitur kepada kreditur factor, yang pada akhirnya mempengaruhi tingkat kepercayaan klien kepada factor. 4. Risiko Persaingan Semakin banyak perusahaan pembiayaan yang memperluas jaringan pemasaran dapat menimbulkan persaingan antar-factor yang lebih ketat untuk memperebutkan pangsa pasar. 5. Risiko Operasional Risiko operasional dapat saja timbul karena tidak efektifnya system dan prosedur yang diterapkan oleh factor serta lemahnya kontrol yang diterapkan. Hal ini pada akhirnya dapat menurunkan mutu pelayanan kepada klien. 6. Risiko Perubahan Nilai Mata Uang

Memperhatikan aspek-aspek risiko yang telah kami sebutkan di atas. Namun anjak piutang masih perlu dikaji lagi dalam beberapa aspek social lainnya. butuh waktu dan biaya. maka hal ini dapat menurunkan mutu layanan kepada klien. di mana aspek teknologi biasanya mempunyai peranan yang sangat menonjol. Belum terpeliharanya system public record di negara kita juga merupakan persoalan tersendiri. yang alternatif penyelesaiannya kemungkinan besar masih memerlukan campur tangan pihak peradilan. Dengan demikian. dan dalam kenyataannya eksekusi putusan pengadilan masih sering mengandung ketidakpastian. Risiko Teknologi Risiko teknologi akan muncul seiring dengan semakin ketatnya persaingan antarperusahaan pembiayaan terutama dalam memberikan pelayanan kepada klien. Cara penyelesaian ini sangat kompleks. Apresiasi nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah dapat menimbulkan kesulitan dalam kewajiban pembayaran. Apabila factor tidak dapat mengantisipasi perubahan tersebut. sebab tidak adanya kemungkinan penerapan parate eksekusi dengan hak-hak sebagai factor. Sengketa serius mungkin timbul. Public record sebenarnya sangat berguna sebagai sumber informasi yang sangat akurat perihal pihak-pihak yang mempunyai reputasi baik dan dapat dipercaya.Tidak tetapnya nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah dapat menempatkan factor dalam posisi yang cukup sulit. Risiko Kebijakan Moneter Kebijakan moneter yang mengatur industri keuangan yang ditentukan oleh Pemerintah dapat berubah atau diperbarui sewaktu-waktu. maka hal ini dapat mempengaruhi kemampuan factor untuk memperoleh pendapatan atau laba usaha 8. Apabila factor tidak dapat mengikuto perkembangan teknologi. 7. . public record yang baik juga dapat mencegah tindakan curang yang mungkin dilakukan karena kalangan pedagang biasanya mementingkan nama baik. anjak piutang secara teori tampaknya asngat potensial untuk berkembang. seperti tampak dalam upaya dunia perbankan dalam menangani kredit macet.

untuk sementara waktu.06/2002 Tanggal 24 April 2002 tentang penghentian Pemberian izin pendirian usaha baru perusahaan pembiayaan sedang ditangguhkan oleh Pemerintah. berikut ini akan kami kemukakan tata cara/syarat-syarat untuk mendapatkan izin usaha perusahaan pembiayaan dan atau perusahaan anjak piutang yang mungkin berguna dilain waktu. perusahaan pembiayaan berdasarkan ketentuan dalam Pasal 7 Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 448/KMK. Apalagi public record di Indonesia belum terpelihara dengan baik yang tentunya akan sangat menyulitkan pihak factor dalam menganalisis jadi atau tidaknya membeli suatu piutang.017/2000. C. Oleh karena itu. SYARAT UNTUK MEMPEROLEH IZIN USAHA PERUSAHAAN ANJAK PIUTANG Saat ini peluang usaha investor untuk menanamkan modalnya dalam rangka mendirikan perusahaan anjak piutang dan atau perusahaan pembiayaan baru untuk sementara waktu tidak dapat dilakukan. Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa. dengan memperhatikan keterbatasan keamanan dari segi hokum.185/KMK. Hal ini disebabkan Pemerintah. dapat menjalankan usahanya berdasarkan prinsip Syari’ah atau yang bersifat konvensional (interest oriented). Sedangkan badan hokum perusahaan anjak piutang dan atau perusahaan pembiayaan yang didirikan dapat berbentuk badan hokum Perseroan Terbatas ataupun Koperasi serta dapat dimiliki oleh: 1. bila kepercayaan ini disalahgunakan oleh pembeli. anjak piutang akan lebih banyak bergantung pada asas kepercayaan daripada jaminan yuridis yang kuat dan pasti. . warga negara Indonesia dan atau badan hukum Indonesia. pihak factor akan benar-benar berada dalam posisi sulit. tidak mengeluarkan izin usaha baru bagi perusahaan pembiayaan dan atau perusahaan anjak piutang dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Menteri Keuangan No.Akhirnya.

2. 3. surat pernyataan: a b c d tidak tercatat sebagai debitur kredit macet di sector perbankan. permodalan. nama dan tempat kedudukan. tidak pernah dihukum karena tindak pidana kejahatan. badan usaha asing dan warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia (usaha patungan dengan maksimal kepemilikan asing sebesar 85% . tanggung jawab. Data direksi dan dewan komisaris atau pengurus dan pengawas meliputi: 1. fotokopi tanda pengenal yang berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau paspor. wewenang.2. . 2. permohonan untuk mendapat izin Usaha Perusahaan Anjak Piutang dan atau Perusahaan Pembiayaan harus diajukan kepada Menteri Keuangan dan wajib dilampiri dengan: A. daftar riwayat hidup. tidak pernah dinyatakan pailit atau dinyatakan bersalah yang mengakibatkan suatu perseroan/perusahaan dinyatakan pailit berdasarkan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. bukti pengalaman operasional di bidang Perusahaan Pembiayaan atau perbankan sekurang-kurangnya selama 2 tahun bagi salah satu direksi atau pengurus. B. 4. 3. masa jabatan direksi dan dewan komisaris atau pengurus dan pengawas. tidak pernah melakukan tindakan tercela di bidang perbankan. 5. kepemilikan.06/2002. 4. kegiatan usaha sebagai Perusahaan Pembiayaan. Selanjutnya berdasarkan ketentuan dalam Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 172/KMK. yang sekurang-kurangnya memuat: 1. Akta pendirian badan hukum termasuk anggaran dasar yang telah disahkan oleh instansi berwenang.

wajib dilampiri dengan dokumen: a b c fotokopi tanda pengenal yang berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau paspor. C. perorangan. badan hukum wajib dilampiri dengan: a akta pendirian badan hukum. 2. tidak pernah dihukum karena tindak pidana kejahatan. 2. surat pernyataan. daftar riwayat hidup. 3. fotokopi Kartu Izin Menetap Sementara (KIMS) dan fotokopi surat izin bekerja dari instansi berwenang bagi warga negara asing: a b untuk direksi atau pengurus. surat pernyataan bahwa setoran modal tidak berasal dari pinjaman dan kegiatan pencucian uang (money laudering).5. 5. tidak pernah melakukan tindakan tercela di bidang perbankan. tidak pernah dinyatakan pailit atau dinyatakan bersalah yang mengakibatkan suatu perseroan atau perusahaan dinyatakan pailit berdasarkan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. b c laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik dan laporan keuangan terakhir. pemegang saham dan direksi atau pengurus wajib melampiri surat pernyataan: . dalam hal: 1. 1. Data pemegang saham atau anggota. termasuk anggaran dasar berikut perubahan-perubahan yang telah mendapat pengesahan dari instansi berwenang termasuk bagi badan usaha asing sesuai dengan ketentuan negara asal. dan untuk anggota dewan komisaris atau pengawas yang bermaksud menetap di Indonesia. 4. tidak tercatat sebagai debitur kredit macet di sector perbankan.

rencana pembiayaan dan langkah-langkah yang dilakukan untuk mewujudkan rencana dimaksud. struktur organisasi. contoh perjanjian pembiayaan yang akan digunakan.1. D. tidak pernah melakukan tindakan tercela di bidang perbankan. dan personalia. 2. Rencana kerja untuk dua tahun pertama yang sekurang-kurangnya memuat: 1. untuk perusahaan swasta nasional atau perusahaan patungan sekurangkurangnya sebesar Rp 10. G. dan perhitungan laba/rugi bulanan dimulai sejak Perusahaan Pembiayaan melakukan kegiatan operasional. tidak pernah dihukum karena tindakan pidana kejahatan.000 (lima milyar rupiah) F. 2. 2. daftar aktiva tetap dan inventaris. system dan prosedur kerja. tidak pernah dinyatakan pailit atau dinyatakan bersalah yang mengakibatkan suatu perseroan atau perusahaan dinyatakan pailit berdasarkan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. neraca. 5. Bukti kesiapan operasional antara lain berupa: 1.000.000 (sepuluh milyar rupiah).000. 3. Bukti pelunasan modal disetor minimum dalam bentuk deposito berjangka pada salah satu bank umum di Indonesia dan dilegalisasi oleh bank penerima setoran yang masih berlaku selama dalam proses pengajuan izin usaha dengan ketentuan sebagai berikut: 1. penguasaan atau perjanjian sewa-menyewa gedung kantor. tidak tercatat sebagai debitur kredit macet di sector perbankan. 2. fotokopi Kartu Tanda Penduduk pemegang saham perorangan.000. bukti kepemilikan. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP). E. proyeksi arus kas. 4. 3. 4.000. . untuk koperasi sekurang-kurangnya sebesar Rp 5.

Adapun perlakuan akuntansi yang diterapkan untuk factor dapat kami kemukakan sebagai berikut. . maka izin usaha yang telah diberikan dapat dicabut kembali. Pendapatan factoring fee yang diterima sehubungan dengan transaksi anjak piutang non-financing diakui dan dicatat sebagai pendapatan periode berjalan. Anjak Piutang Non-Financing dari Sisi Factor Perlakuan akuntansi dalam anjak piutang non-financing tidak terlepas dari seberapa banyak kerja yang dikerjakan oleh factor terhadap klien. Anjak Piutang Financing dari Sisi Factor Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam akuntansi anjak piutang jenis ini adalah: a Penanaman bersih anjak piutang financing dinyatakan sebesar nilai bersihnya. semakin besar factoring fee yang akan didapat oleh factor. Perjanjian usaha patungan antara pihak asing dan pihak Indonesia bagi perusahaan patungan. D. Jumlah penanaman bersih tersebut terdiri dari jumlah tagihan/piutang yang akan diterima oleh factor dikurangi dengan piutang/tagihan yang tidak dibiayai oleh factor (retensi) ditambah pendapatan anjak piutang yang belum diakui.H. 43 tentang Akuntansi Anjak Piutang. Selain hal-hal yang kami sebutkan di atas. 1. Semakin banyak beban kerja yang dilakukan. 2. pengurusan izin usaha kepada Menteri Keuangan tidak dikenakan biaya apa pun serta apabila dalam kurun waktu tertentu perusahaan pembiayaan yang telah mendapatkan izin usaha tidak menjalankan usahanya. AKUNTANSI ANJAK PIUTANG DARI SISI FACTOR Perlakuan akuntansi transaksi anjak piutang telah diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Tahun 1997 PSAK No.

PERPAJAKAN ANJAK PIUTANG DARI SISI FACTOR Pemerintah saat ini telah mengatur perlakuan perpajakan dari transaksi anjak piutang walau belum secara khusus. Yang membedakan adalah substansi pembelian utang dan penanggungan terhadap kolektibilitas piutang. adalah sebagai berikut: . Pendapatan Anjak piutang harus dilaporkan sebagai komponen utama dalam kelompok pendapatan. baik ditinjau dari Pajak Penghasilan maupun Pajak Pertambahan Nilai. Sedangkan pelaporan dan pengungkapan transaksi anjak piutang financing dari sisi factor dapat dikemukakan sebagai berikut: Tagihan Anjak Piutang Pendapatan Anjak Piutang yang masih Ditangguhkan Retensi Penyisihan Piutang Ragu-ragu Penanaman Netto Anjak Piutang Rp xxx (Rp xxx) (Rp xxx) (Rp xxx) Rp xxx (+) System akuntansi anjak piutang bagi factor yang kami kemukakan di atas. baik untuk anjak piutang secara recourse maupun tanpa recourse tidak mempengaruhi penyajiannya di neraca. c Pendapatan anjak piutang yang belum diakui dan dialokasikan secara konsisten sebagai pendapatan tahun berjalan berdasarkan suatu tingakt pengembalian berkala. Adapun perlakuan perpajakan transaksi anjak piutang yang berlaku di Indonesia. E. d Perhitungan rugi laba disajikan sedemikian rupa sehingga seluruh pendapatan dilaporkan dalam kelompok yang terpisah dari kelompok biaya.b Selisih antara jumlah tagihan/piutang yang diterima factor setelah dikurangi dengan retensi ditambah nilai pembayaran kepada klien diperlakukan sebagai pendapatan anjak piutang yang masih belum diakui.

000. Sehingga jumlah pajak terutang wajib langsung disetorkan ke kas negara. dan diskon. tidak dikenakan pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 23 oleh perusahaan yang membayarkan.S-78/PJ-311/1996 tanggal 19 April 1996 perihal Pembebasan PPh Pasal 23 atas Penghasilan yang diperoleh Perusahaan Anjak Piutang. BAB 8 : CONTOH PERLAKUAN AKUNTANSI TRANSAKSI ANJAK PIUTANG Dalam bab ini akan kita bahas penerapan sistem akuntansi.000 . Adapun sifat dari pajak pertambahan nilai yang diperlakukan pada transaksi anjak piutang adalah pajak pertambahan nilai yang tidak dapat dikreditkan sebagai pajak masukan. baik yang berupa diskon. service charge.000. Pajak Pertambahan Nilai dari Sisi Factor Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No.04/1996 tanggal 18 April 1996 tentang Nilai Lain sebagai Dasar Pengenaan Pajak. ditegaskan bahwa penghasilan dari perusahaan anjak piutang yang dilakukan oleh perusahaan pembiayaan.1. 2. Pajak Penghasilan dari Sisi Factor Berdasarkan Surat Direktur Jenderal Pajak No.Misalnya PT ABC Sukses Mandiri telah menandatangani perjanjian anjak piutang dalam rangka mendapatkan fasilitas anjak piutang financing dari PT Multi Finance Company dengan syarat dan kondisi pembiayaan sebagai berikut : 1)Factor 2)Client 3)Piutang yang Dapat Dialihkan :PT Multi Finance Company :PT ABC Sukses Mandiri :Rp 1. khususnya untuk transaksi anjak piutang financing baik dari sisi factor maupun dari sisi client. dan provisi.202/KMK. disebutkan bahwa Penyerahan Jasa Anjak Piutang terutang Pajak Pertambahan Nilai adalah sebesar 10% x 5% x jumlah seluruh imbalan yang diterima berupa service charge. provisi.

a : Rp 150.000 : Rp 40.000 : PT Adi Wiragraha : 07 Desember 1999 : 1 hari setelah jatuh tempo tagihan.5% ditanggung oleh client : Bunga Dibayar di Muka secara True Discount Untuk tahap pertama. client pada tanggal 24 September 1999 bermaksud akan mencairkan fasilitas anjak piutang yang diterimanya dengan kondisi sebagai berikut: Nilai Tagihan Customer Jatuh tempo Tagihan Retensi dikembalikan : Rp 400. maka akan didapatkan perhitungan – perhitungan anjak piutang sebagai berikut: 1) Tagihan yang dialihkan 2) Tagihan yang tidak dibiayai 3) Tagihan yang dibiayai 4) Jangka Waktu : Rp 400.000. Berdasarkan data – data tersebut di atas.000.000/ penarikan : Anjak Piutang With Recourse : 0.4)Piutang yang Dapat Dibiayai 5)Retensi 6)Customer :90% :10% : a)PT Adi Wiragraha maks pembiayaan Rp 450 juta b)PT Duta Sukses maks pembiayaan Rp 200 juta c)PT Sarana Lintas maks pembiayaan Rp 150 juta d)PT Bumi Katulistiwa maks pembiayaan Rp 200 juta 7) Bunga 8) Biaya Administrasi 9) Jenis Pembayaran 10) PPN 11) Metode Pembyaran : 25% p.000 : Rp 360.000 : 74 hari .000.

083 b) Oktober 1999 : 31/74 X Rp 17.408.366. Bunga yang akan dikenakan oleh factor kepada client Bunga : Tagihan yang dibiayai _ Tagihan yang Dibiayai X 365 365 + (R% X N) Bunga : Rp 360.000.366.362 = Rp 1.000 X 365 365 + (74 X X 25%) Bunga : Rp 360.000) : Rp 360. Besarnya pengakuan pendapatan untuk factor dan/atau biaya bunga untuk client didapat dengan cara sebagai berikut: a) September 1999 : 06/74 X Rp 17.000 : (Rp 17.362 = Rp 7.000) 87.366.638 Bunga Rp 17.417 d) Desember 1999 : 07/74 X Rp 17.642.000.000 : (Rp 40.366.000 _ Rp 360.000 – Rp 342.097 c) November 1999 : 30/74 X Rp 17.366.275.633.362 2.040.5) Biaya Administrasi : Rp 150.362) : (Rp : (Rp 150.366.765 3.000.362 = Rp 1.582) . Jumlah yang akan diterima oleh client atas pencairan pertama fasilitas anjak piutang adalah sebagai berikut: a) Tagihan yang dialihkan b) Tagihan yang tidak dibiayai c) Tagihan yang dibiayai d) Bunga e) Biaya Administrasi f) PPN : Rp 400.000.000 Selanjutnya factor akan membuat perhitungan bunga yang akan dibebankan kepada client sebagai berikut: 1.000.000.362 = Rp 7.

582.056 : Rp : Rp 150.000. Retensi Cr.5% dikalikan dengan (Bunga + Biaya Administrasi) sehingga didapat sebesar Rp 87.000 : Rp 400. Retensi 2. Berdasarkan data – data tersebut di atas.056 : Rp 17. Jurnal yang dilakukan oleh client Db.750 40. Tagihan Anjak Piutang Cr. Pendapatan Anjak Piutang ditangguhkan : Rp 17. Utang PPN Cr.000 Berdasarkan data transaksi pada tanggal 24 September 1999.000.396.000 : Rp 400.000.453.056 PPN yang dikenakan didapat dari 0. maka tampilan neraca masing – masing perusahaan adalah sebgai berikut: PT MULTI FINANCE COMPANY NERACA .396.000.582 Cr. Cash/Bank Db. Pendapatan Biaya Administrasi Cr. Jurnal yang dilakukan oleh factor Db.396. Cash/Bank Cr. Biaya Administrasi Db. maka jurnal transaksi yang akan dilakukan oleh masing – masing perusahaan adalah sebagai berikut: 1. Bunga yang belum diamortasi Db.366.000 87.362 : Rp 40. Kewajiban Anjak Piutang : Rp 342.194 : Rp : Rp 150.000 : Rp 342.g) Jumlah yang diterima client : Rp 342.

362) Rp 342.000.366.000 (Rp 40.582 Rp 400.633.000 dibukukan langsung sebagai pendapatan biaya administrasi.000 : (Rp 17.056 .000) (Rp 17.362) : Rp 342.638 Catatan : Sedangkan Biaya Administrasi yang didapat dari client sebesar Rp 150.000.24 September 1999 Aktiva Tagihan anjak piutang Retensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Pembiayaan Anjak Piutang Bersih Pasiva Utang PPN Rp 87. PT ABC Sukses Mandiri NERACA 24 September 1999 Aktiva Cash/bank Pasiva Kewajiban anjak piutang Bunga yang belum diamortisasi : Rp 400.000.366.396.

000 dan PPN dapat langsungdibebankan sebagai biaya dalam laporan rugi laba perusahaan.000.633.366.000. 40.000. Cash/Bank Rp.638 Untuk membayar biaya administrasi sebesar Rp 150. 400. jurnal Pembayaran Utang Pajak Penambahan Nilai Oleh Factor Db. Utang PPn Cr.633.638 .000) : (Rp. 87.362) : Rp.000 : (Rp.Retensi Kewajiban Anjak Piutang Bersih Catatan : : (Rp 40. 342. 3.000) Rp 342. 17.582 Adanya pembayaran utang Pajak Penambahan Nilai yang dilakukan oleh factor. maka posisi neraca factor akan jadi sebagai berikut : PT MULTI FINANCE COMPANY NERACA Setelah Pembayaran Utang PPN Aktiva Tagihan anjak piutang Retensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Pembayaran anjak piutang bersih : Rp. 87.582 Rp.

Memorial Jurnal Pengakuan Pendapatan dan Biaya tanggal 30 September 1999 • Memorial Jurnal yang akan dibuat oleh factor : Db.083 Rp 1.083 Rp 1.041.408.000) (Rp 15.279) Rp 344.083 Berdasarkan transaksi ini.408. maka posisi neraca masing-masing perusahaan menjadi sebagai berikut : PT MULTI FINANCE COMPANY NERACA 30 SEPEMBER 1999 Aktiva Tagihan anjak piutang Retensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Pembiayaan anjak piutang bersih Rp 400.000.408. Bunga anjak piutang ditangguhkan Rp 1.4.408.083 Rp 1. Biaya bunga anjak piutang Cr.000.598. Pendapatan anjak piutang yang ditangguhkan Cr. Pendapatan bunga anjak piutang • Memorial Jurnal yang akan dibuat oleh client Db.000 (Rp 40.721 .

056 .279) (Rp 40. Hal yang sama akan dilakukan oleh masing-masing perusahaan untuk akhir bulan Oktober 1999 dan akhir bulan November 1999.396.000.408.000. Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Cr.958.000 (Rp 15.097 Rp 400.Catatan : Penurunan pendapatan anjak piutang ditanggung sebesar Rp 1.275. Memorial Jurnal Pengakuan Pendapatan dan Biaya tanggal 31 Oktober 1999 • Memorial jurnal yang akan dibuat oleh factor.408. PT ABC Sukses Mandiri NERACA 30 September 1999 Aktiva Cash/bank Pasiva Kewajiban anjak piutang Bunga yang belum diamortisasi Retensi Kewajiban anjak piutang bersih Catatan: Penurunan biaya bunga anjak piutang ditanggung sebesar Rp 1.083 adalah karena pengakuan pendapatan yang langsung dimasukan sebagai pendapatan bunga anjak piutang bulan berjalan. Pendapatan bunga anjak piutang Rp 7.000) Rp 344. 5.041.721 Rp 342.275.083 adalah akibat dari pembebanan biaya bunga anjak piutang pada bulan berjalan.097 Rp 7. Db.

683.396. Bunga anjak piutang ditanggung Berdasarkan transaksi ini. maka posisi neraca masing-masing perusahaan sebagai berikut : PT MULTI FINANCE COMPANY NERACA 31 Oktober 1999 Aktiva Tagihan anjak piutang Retensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Pembiayaan anjak piutang bersih Rp 400.683.000 (Rp 40.000.000.275.000.097 Rp 7.275.000 (Rp 8.000) (Rp 8.182) Rp 351.000) Rp 342.056 .000.182) (Rp 40.097 Db. Biaya bunga anjak piutang Cr.818 PT BCA Sukses Mandiri NERACA 31 Oktober 1999 Aktiva Cash/bank Pasiva Kewajiban anjak piutang Bunga yang belum diamotisasi Retensi Rp 400.• Memorial yang akan dibuat oleh client Rp 7.316.

818 5.765) Rp 358.235 .642.357.417 Berdasarkan transaksi ini maka posisi neraca masing-masing perusahaan menjadi sebagai berikut : PT MULTI FANANCE COMPANY NERACA 30 November 1999 Aktiva Tagihan anjak piutang Retensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Biaya anjak piutang bersih Rp 400.040. Memorial jurnal yang akan dibuat oleh factor. Pendapatan bunga anjak piutang b. Memorial yang akan dibuat oleh client Db. Biaya bunga anjak piutang Cr.000 (Rp 40.000) (Rp 1.040.417 Rp 7.040.316.000. Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Cr. Bunga anjak piutang ditangguhkan Rp 7. Db.000.417 Rp 7.Kewajiban anjak piutang bersih Rp 351.040. Memorial Jurnal Pengakuan Pendapatan dan Biaya tanggal 30 November 1999 a.417 Rp 7.

jurnal pada tanggal 7 Desember 1999 a.642.642. Biaya bunga anjak piutang ditangguhkan Cr.000) Rp 358.763 Berdasarkan transaksi yang terjadi pada tanggal 7 Desember 1999.000. Jurnal yang dilakukan oleh factor. Memorial yang akan dibuat oleh client.000 Rp 400. maka posisi neraca factor dan client adalah sebagai di bawah ini : .396.642.000 Rp 1.642.000.000. Bank/cash Cr.763 Rp 1.763 Rp 400.000.000 (Rp 1. Db. Pendapatan bunga anjak piutang ditangguhkan Rp 1.056 Db.765) (Rp 40. Biaya bunga anjak piutang Rp 1. Db.572. Tagihan anjak piutang Cr. Pendapatan bunga anjak piutang b.763 Rp 400.235 Rp 342.PT ABC Sukses Mandiri NERACA 30 November 1999 Aktiva Cash/bank Pasiva Kewajiban anjak piutang Bunga yang belum diamotisasi Retensi Kewajiban anjak piutang bersih 6.642.

000.000) Rp 342.000.056 .000 Rp 0 (Rp 40.000.000) 0) (Rp 40.000.PT MULTI FANANCE COMPANY NERACA 7 Desember 1999 Aktiva Cash/bank Tagihan anjak piutang Retensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Biaya anjak piutang bersih (Rp Rp 400.000.000) PT ABC Sukses Mandiri NERACA 7 Desember 1999 Aktiva Cash/bank Pasiva Kewajiban anjak piutang Bunga yang belum diamotisasi Retensi Rp 400.000 (Rp 0) (Rp 40.396.

000 Rp 400. mak posisi Neraca factor dan Client adalah seperti dibawah ini : PT MULTI FANANCE COMPANY NERACA 8 Desember 1999 Aktiva Cash/bank Tagihan anjak piutang Retensi Pendapatan anjak piutang ditangguhkan Pembiayaan anjak piutang bersih (Rp (Rp Rp 360.000.000.000. Retensi Cr. Piutang dagang/piutang wesel Rp 40.000.000.000.000 Rp (Rp0 0) 0) 0 0) .000 Rp 40.000 7. Cash/bank • Jurnal yang dilakukan oleh client Db.000. jurnal pada tanggal 8Desember 1999 (saat pengembalian retensi) • Jurnal yang dilakukan oleh factor Db.000.000 Berdasarkan transaksi yang terjadi pada tanggal 8 Desember 1999.000 Rp 40. Cash/bank Db. Retensi Cr.000 Rp 400. Kewajiban anjak piutang Cr.Kewajiban anjak piutang bersih Rp 360.000 Rp 40.

944 dengan manfaat yang didapatkan dari advance payment sebesar Rp 342.000.396. 2. sebagai contoh diskon yang didapatkan dari pembelian bahan baku dari dana yang didapat dari advance payment. factor selama membiayai transaksi anjak piutang di atas mendapat penghasilan sebesar Rp 17.000 sehingga pada periode anjak piutang tersebut client mengeluarkan biaya-biaya anjak piutang sebesar Rp 17.582 sehingga didapatkan angka sebesar Rp 17.603.396.362.944 di kurangi PPN sebesar Rp 87. terutama membandingkan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 17. 3.516. client mendapatkan kembali tagihan yang dialihkan melalui transaksi anjak piutang sebesar Rp 382. .000 Berdasarkan transaksi anjak piutang diatas diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1.056.056 dari total tagihan Rp 400.603. client wajib melakukan analisis cost and benefit ratio.056 Rp 40.PT ABC Sukses Mandiri NERACA 8 Desember 1999 Aktiva Cash/bank Cash/bank Pasiva Kewajiban anjak piutang Bunga yang belum diamotisasi Retensi Kewajiban anjak piutang bersih Rp (Rp (Rp Rp 0 0) 0) 0 Rp 342.944.603.000.396.

.PERJANJIAN ANJAK PIUTANG (NON-RECOURSE FACTORING AGREEMENT) No. di mana contoh diatas tidak bersifat buku tetapi dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing perusahaan karena kebijakan perusahaan anjak piutang bisa saja berbeda-beda.4. apakah nilai diskon yang didapat lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan maka pembiayaan yang didapat dari anjak piutang yang didapat menguntungkan client. BAB 9 : CONTOH PERJANJIAN DAN FORM ANJAK PIUTANG 1. Denikian ilustrasi anjak piutang yang bersifat financing.

Sejanjunya disebut client (dalam arti termasuk pengganti-penggantinya yang berhak dan ditunjuk) di lain pihak. yang akan menjual/mengalihkan piutangnya kepada factor. transaksi mana menimbulkan piutang bagi client. FACTOR adalahbadan usaha yang melakukan kegiataan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang/tagihan jangka pendek dari client. .Pada hari ini. 2. telah diadakan perjanjian oleh dan antara: I. Kedua belah pihak dengan ini setuju dan sepakat mengadakan perjanjian anjak piutang. Selanjutnya disebut factor (dalam arti termasuk pengganti-penggantinya yang berhak dan ditunjuk) di satu pihak. CUSTOMER adalah orang/badan usaha yang mengadakan transaksi jual beli dengan client. 3. dengan syarat-syarat dan ketentuanketentuan sebagai berikut: Pasal 1 Definisi Dalam perjanjian ini yang dimaksud dengan: 1. tanggal bulan tahun dua ribu ( ). selanjutnya disebut perjanjian. . II. CLIENT adalah badan usaha yang memiliki piutang/tagihan yang sah terhadap CUSTOMER.

baik piutang-piutang yang ada pada saat ini maupun piutang-piutang yang akan terjadi kemudian. Pasal 2 Penawaran 1. piutang-piutang tersebut harus berupa tagihan yang timbul dari transaksi jual beli yang sah dan tidak bertentangan dengan undang-undang. Pasal 3 Penerimaan Penawaran FACTOR berhak untuk menerima atau menolak piutang-piutang sebagaimana dalam pasal 2 perjanjian ini semata-mata berdasarkan pertimbangan FACTOR sendiri. Pasal 4 Pengalihan Piutang Pengalihan piutang yang ditawarkan oleh client kepada factor dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: . pemberitahuan mana merupakan bagian tidak terpisahkan dari perjanjian ini. 3. dengan tidak mengurangi hak FACTOR untuk menerima /menolak piutang yang akan dialihkan.4. 2. persetujuan atau penolakan tersebut akan diberitahukan secara tertulis kepada client dalam waktu 7 hari sejak penawaran diterima. piutang adalah semua dan setiap tagihan yang dimiliki client yang timbul sebagai akibat dari transaksi jual beli yang sah antara client dengan customer. CLIENT mengajukan penawaran tersebut dalam daftar penawaran yang dibuat dalam rangkap 2. CLIENT menjamin penuh terhadap factor untuk dan akan menjual seluruh piutang CLIENT kepada FACTOR.

pengalihan piutang sama sekali tidak mempengaruhi atau membebaskan client dari kewajibannya kepada customer sebagai mana termuat dalam transaksi jual beli antara client dan customer. CLIENT menyerahkan seluruh haknya sebagai pemilik piutang yang sah kepada FACTOR. dari dan pleh karena itu factor dibebaskan dan tidak berwajibkan untuk melengkapi atau melaksanakan ketentuan /syarat yang termuat dari transaksi jual beli tersebut. termasuk hak untuk menagih. Pasal 5 Harga Piutang CLIENT 1. 2. 3. dan setiap kredit yang diberi oleh client. harga jual untuk setiap piutang dalam setiap daftar penawaran yang telah disetujui bersama adalah nilai faktur yang harur dibayar customer dikurangi dengan: • • potongan maksimum.1. yang diberi oleh client untuk pembayaran segera atau hal lainnya. hak atas bunga/denda/keuntungan lainnya serta hak-hak lainnya yang dimiliki oleh client dengan customer. 2. piutang dimaksud dengan jumlah penawaran secara akumulatif yang diterima FACTOR Rp (terbilang). jika ada. client dengan ini setuju untuk menjual kepada factor dan factordengan ini setuju untuk membeli dari client. tanpa mengurang hak factor untuk menurunkan jumlah tersebut setiap waktu tanpa persetujuan dari client terlebih dahulu. satu dan lainnya dengan tanpa ada yang dikecualikan. saat pembayaran oleh factor kepada client merupakan saat dimulainya perhitungan Discounted Rate yang harus ditanggung oleh client dan periode pengembalian yang harus dibayar oleh client kepada factor. Pasal 6 .

2. maka client dengan ini memberikan jaminan kepada factor. 2. dan tidak akan diikat sebagai jaminan kepad apihak lain dalam bentuk apa pun juga. apabila ternyata kemudian hari terjadi hal-hal yang bertentangan dengan yang tercantum dalam pasal 6 ayat 1perjanjian ini. belum pernah. tidak sedang. timbul dari transaksi jual beli yang sah. 3. factor adalah satu-satunya pemegang hak penuh untuk menerima dan atau menagih dengan jalan apa pun setiap piutang yang dibeli oleh factor dari client. Pasal 7 Penagihan/Pelunasan Pembayaran 1. ketelambatan pembayaran kembali (termasuk Discounted Rate) oleh client kepada factor akan dikenakan denda keterlambatan sebesar 5% per bulan.Kewajiban CLIENT 1. bebas dari segala sengketa. Pasal 8 Pemberian Jaminan Untuk menjamin lebih lanjut pembayaran kembali dengan tertib dan secara sebagaimana mestinya semua kewajiban yang harus dibayar oleh client kepada factor berdasarkan perjanjian ini. client menjamin kepada factor bahwa piutang yang dialihkan tersebut benarbenar milik client. yaitu: . client wajib menagih customer dan bertanggung jawab penuh membayar kepada factor pada tanggal yang telah ditentukan oleh client dan factor. dalam hal customer karena sebab apa pun juga tdak dapat melunasi suatu utangnya kepda client tetapi harus membayar kembali (termasuk Discounted Rate) kepada factor. maka secara serta merta client berkewajiban menanggung kerugian yang diderita oleh factor. 4.

Pasal 9 Masa Berlaku 1. perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu 12 bulan , terhitung sejak tanggal sehingga berakhir pada tanggal , dengan ketentuan bahwa perjanjian ini dapat diperpanjang dengan syarat-syarat yang ditentukan kemudian oleh kedua pihak. 2. dalam hal ada salah satu pihak yang bermaksud mengakhiri Perjanjian ini sebelum jangka waktu berakhir, maka pihak yang bersangkutan harus terlebih dahulu memberitahukan maksudnya tersebut secara tertulis kepada pihak lainnya dalam waktu sekurang-kurangnya 1 bulan sebelum maksud tersebut dilaksanakan dan penghentian tersebut harus mendapat persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak lainnya. Pasal 10 Kelalaian 1. menyimpang dari ketentuan pasal 9 perjanjian ini, factor berhak untuk menghentikan/mengakhiri perjanjian ini dengan melepaskan pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dalam hal terjadi salah satu dari kejadian di bawah ini: • • apabila client melalaikan kewajiban sebagaimana dijelaskan dalam pasal 6 perjanjian ini; apabila pernyataan, keterangan, surat dan data atau dokumen yamg diberikan oleh client kepada factor berhubungan dengan perjanjian ini, ternyata tidak benar, tidak sah atau tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya; • apabila menurut penilaian factor, client telah melakukan suatu perbuatan atau sikap yang mengakibatkan kerugian pada factor berkenanan dengan pengalihan piutang ini.

• • •

Apabila seluruh atau sebagian harta client disita. Apabila client dengan suatu keputusan dari pengadilan yang berwenang dinyatakan pailit. Apabila terjadi insolvensi, sehubungan dengan customer : 1. customer dengan suatu keputusan dari pengadilan yang berwenang dinyatakan pailit, dan atau 2. keputusan yang efektif telah diambil untuk pemberhentian kegiatan atau likuidasi secara sukarela yang timbul dari ketidakmampuan untuk membayar utang-utang pada waktu jatuh tempo dan atau 3. kondisi atau keadaan yang menurut pendapat factor dapat dianggap sama dengan salah satu kondisi atau keadaan tersebut diatas. Pasal 11 Pajak dan Biaya

Client wajib membayar: a. semua beban pajak, ongkos, upah, pengeluaran dan biaya-biaya yang sah lainnya, termasuk bea materai dan biaya pengacara atau konsultan hokum yang ditunjuk oleh factor, dari atau berkenaan dengan pembuatan, pelaksanaan dan pendaftaran perjanjian ini atau setiap biaya, beban-beban, jaminan-jaminan dan dokumen-dokumen lainnya yang disyaratkan factor. b. Semua biaya dan ongkos lain yang timbul sehubungan dengan penagihan dan pelaksanaan pembayaran yang harus dibayar oleh factor. Pasal 12 Lain-lain Segala sesuatu yang belum cukup diatur dalam perjanjian ini, akan diatur dan ditetapkan kemudian oleh dan atas kesepakatan kedua belah pihak secara tertulis.

Segala lampiran, penambahan dan lain-lain dokumen yang dibuat berdasarkan perjanjian ini merupakan bagian dan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan perjanjian ini. Pasal 13 Domisili Apabila timbul perselisihan sebagai akibat dari perjanjian ini, kedua belah pihak setuju dan sepakat untuk menyelesaikan secara musyawarah dan mufakat. Tetapi bila tidak terjadi penyelesaian di kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dengan tidak mengurangi hak factor untuk mengajukan tuntuan pada Pengadilan Negeri lainnya di wilayah Republik Indonesia.

FACTOR PT MULTI FINANCE COMPANY

CLIENT

SAKSI-SAKSI 2.PENGALIHAN HAK ATAS PIUTANG (CESSIE) Perjanjian ini dibuat pada hari ini, hari antara : I Selanjutnya disebut factor (dalam arti termasuk pengantinya yang berhak dan ditunjuk) disatu pihak; tanggalbulan tahun ( ) oleh dan

II Selanjutnya disebut client (dalam arti termasuk pengantinya yang berhak dan ditunjuk) dilain pihak; Kedua belah pihak menerangkan terlebih dahulu bahwa: • • • client dan factor telah membuat perjanjian anjak piutang No. tanggal (selanjutnya disebut perjanjian anjak piutang). para pihakdengan ini menerangkan secara jelas bahwa perjanjian ini dibuat sebagai implementasi dari perjanjian anjak piutang tersebut. Client berkehendak untuk menjual dan mengalihkan kepada factor dan factor berkehendak untuk membeli dan mengambil alih dari client atas piutang tertentu berdasarkan transaksi penjualan kreditnya dengan para customer,sebagaimana didefinisikan dlam perjanjian anjak piutang, dalam rangka kegiatan usahanya. Kedua belah pihak dengan ini setuju dan sepakat mengadakan Perjanjian Pengadilan Hak Atas Piutang, dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut: Pasal 1 Client dengan ini menjual dan mengalihkan kepada factor dan factor dengan ini membeli dan menerima pengalihan hak, kepemilikan dan kepentingan atas piutang yang tercantum dalam daftar penerimaan No. ……… tanggal …….., terlampir, yang merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini (selanjutnya secara kolectif disebut piutang. Pasal 2 Tanpa mengurangi berlakunya ketentuan pasal 1 perjanjian ini, pengalihan hak, kepemilikan dan kepentingan atas piutang tersebut tunduk pada setiap dan semua

persyaratan dan ketentuan yang tercantum dalam perjanjian anjak piutang, yang dengan ini diakui oleh para pihak merupakan kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. Pasal 3 Para pihak mengakui bahwa pengalihan hak, kepemilikan dan kepentingan atas piutang berdasarkan perjanjian ini telah sah dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Client dengan ini memberi kuasa dengan hak substitusi kepada factor untuk memberitahukan mengenai pengalihan ini kepada customer, sebagaimana istilah tersebut didefinisikan dalam perjanjian anjak piutang, untuk memberikan keterangan, membuat atau menyuruh membuat, menandatangani setiap dan semua surat dan dokumen dan selanjutnya tindakan-tindakan lain yang diperlukan untuk mensahkan pengalihan tersebut, dengan hak untuk memberikan substitusi kepada pihak lain. Pemberian kuasa ini tidak dapat ditarik kembali serta tidak berakhir karena hak-hak yang disebutkan dalam pasal 1813 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata atau karena sebab lain apa pun. FACTOR CLIENT

Kepada Yth.

Daftar Penawaran No.

3.DAFTAR PENAWARAN Sehubungan dengan perjanjian anjak piutang No. …… tanggal……… dan pelaksanaan pasal 2 Perjanjian tersebut, dengan ini kami mengajukan penawaran piutang kami sebagai CLIENT, dengan persyaratan/kondisi sebagai berikut: Nama dan alamat No dan Harga jual Jangka waktu

customer tanggal faktur (Rp) factoring Total Bersama ini kami mengirimkan/melampirkan faktur-faktur. 4. Daftar Penerimaan No. dengan persyaratan/kondisi sebagai berikut: Nama dan alamat customer No dan tanggal faktur Harga jual (Rp) Jangka waktu factoring . ….DAFTAR PENERIMAAN Sehubungan dengan Perjanjian Anjak Piutang No. tanggal ……. Jakarta. tanggal ……… dan pelaksaan pasal 3 Perjanjian tersebut serta Daftar Penawaran No. Kami mohon agar penawaran kami diterima. . …. CLIENT Kepada Yth. dengan ini Kami menerima tawaran piutang saudara sebagai CLIENT... surat jalan. surat tanda terima customer dan dokumen lainnya.

FACTOR telah memberi faktur tersebut di atas yang bernilai Rp ………. CLIENT mengakui telah menerima pembayaran harta beli hak faktur tersebut sebesar Rp ………(terbilang). (terbilang) dari CLIENT dan CLIENT telah mengalihkan hak faktur tersebut kepada FAKTOR. (tanggal. -Retensi -Discounted Rate -PPN : Rp : Rp : Rp -Biaya Administrasi : Rp 3.1. CLIENT menyetujui memberikan/membayar kepada FACTOR. tahun) Menyetujui FACTOR CLIENT . bulan. dengan jadwal pembayaran sebagai berikut: Jakarta. 2. CLIENT bertanggung jawab atas hasil tagihan tersebut dan kemudian menyerahkan/membayar kepada FACTOR ke rekening Bank FACTOR yang akan diberitahukan kemudian.

Jakarta.. Sehubungan dengan perjanjian anjak piutang (factoring) No. : Hal : 5. dengan ini kami selaku CLIENT memohon kepada PT untuk mentransfer/mengeluarkan giro: .tanggal………..Surat Perintah Bayar Kepada Yth. No. PT (nama perusahaan) Jakarta Dengan hormat.tanggal……. ……. …. Daftar penerimaan No.

Karena dasar etika ini maka keuangan dan perbankan Islam bagi kebanyakan muslim adalah bukan sekedar sistem transaksi komersial.Pendahuluan Syariah:Islam dan Sistem Ekonominya 1. Hormat Kami. Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam Sistim keuangan dan perbankan Islam adalah merupakan bagian dari konsep yang lebih luas tentang ekonomi Islam. yang tujuannya.Pada tanggal : Sebesar Kepada Nama : a/C No. kami ucapkan terima kasih. adalah memperkenalkan sistim nilai dan etika Islam ke dalam lingkungan ekonomi. CLIENT BAB 10 : SISTEM SYARIAH DAN ANJAK PIUTANG 1. atas kerja sama yang baik. Persepsi Islam dalam transaksi finansial itu dipandang oleh banyak kalangan muslim sebagai kewajiban agamis. : bank : : Rp Demikian Surat Perintah Bayar ini kami buat. sebagaimana dianjurkan oleh para ulama. Kemampuan lembaga keuangan Islam menarik investor dengan sukses bukan hanya tergantung pada tingkat kemampuan lembaga itu menghasilkan .

apalagi usaha yang menghancurkan masyarakat. Islam dapat diterjemahkan ke dalam teori dan juga diinterpretasikan ke dalam praktek tentang bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain. harus berpegang pada tuntunan Allah SWT dalam Al Qur'an: 'Hai . dan Kedua. Dalam ajaran Islam. Manusia harus memanfaatkannya seefisien dan seoptimal mungkin dalam produksi guna memenuhi kesejahteraan secara bersama di dunia yaitu untuk diri sendiri dan untuk orang lain. Hal ini menjadi subyek yang dipelajari dalam Ekonomi Islam sehingga implikasi ekonomi yang dapat ditarik dari ajaran Islam berbeda dengan ekonomi tradisional. berbagai jenis sumber daya dipandang sebagai pemberian atau titipan Tuhan kepada manusia. dalam Ekonomi Islam. apakah ia sebagai pembeli. kepemilikan individu dibatasi oleh kepentingan masyarakat. pembuat keuntungan dan sebagainya. Islam menolak setiap pendapatan yang diperoleh secara tidak sah. termasuk kepemilikan alat produksi dan faktor produksi. Namun yang terpenting adalah bahwa kegiatan tersebut akan dipertanggung-jawabkannya di akhirat nanti. hanya pemeluk Islam yang berimanlah yang dapat mewakili satuan ekonomi Islam. Prinsip-prinsip Ekonomi Islam itu secara garis besar dapat diuraikan sebagai berikut: (1) Dalam Ekonomi Islam. (2) Islam mengakui kepemilikan pribadi dalam batas-batas tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari. perilaku individu dan masyarakat diarahkan ke arah bagaimana cara pemenuhan kebutuhan mereka dilaksanakan dan bagaimana menggunakan sumber daya yang ada. Islam berbeda dengan agama-agama lainnya. Pertama. penerima upah. karena agama lain tidak dilandasi dengan postulat iman dan ibadah. Oleh sebab itu. (3) Kekuatan penggerak utama Ekonomi Islam adalah kerjasama. tetapi juga pada persepsi bahwa lembaga tersebut secara sungguhsungguh memperhatikan restriksi-restriksi agamis yang digariskan oleh Islam. penjual. Seorang muslim.keuntungan.

Sunnah Rasulullah tersebut menghendaki semua industri ekstraktif yang ada hubungannya dengan produksi air. Dan mereka tidak teraniaya…' (QS 2:281). seperti diuraikan dalam Al Qur'an sebagai berikut: 'Dan takutlah pada hari sewaktu kamu dikembalikan kepada Allah. kaum kerabat. kemudian masing-masing diberikan balasan dengan sempurna usahanya. Sistem Ekonomi Islam menolak terjadinya akumulasi kekayaan yang dikuasai oleh beberapa orang saja. adalah untuk Allah. supaya harta itu jangan hanya beredar diantara orang-orang kaya saja diantara kamu…' (QS 57:7). orang-orang miskin dan orang-orang dalam perjalanan. . "Masyarakat punya hak yang sama atas air.orang-orang yang beriman. kecuali dengan perdagangan yang dilakukan dengan suka sama suka diantara kamu…' (QS 4 : 29). Al Qur'an mengungkap kan bahwa. tidak terkecuali industri yang merupakan kepentingan umum. perlakuan yang tidak adil. Oleh karena itu Islam mencela keuntungan yang berlebihan. anak-anak yatim. (4) Pemilikan kekayaan pribadi harus berperan sebagai kapital produktif yang akan meningkatkan besaran produk nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (6) Orang muslim harus takut kepada Allah dan hari akhirat. untuk Rasul. bahan tambang. Demikian juga berbagai macam bahan bakar untuk keperluan dalam negeri dan industri tidak boleh dikuasai oleh individu. Konsep ini berlawanan dengan Sistem Ekonomi Kapitalis. 'Apa yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya sebagai harta rampasan dari penduduk negeri-negeri itu. Prinsip ini didasari Sunnah Rasulullah yang menyatakan bahwa. perdagangan yang tidak jujur. Oleh karena itu. bahkan bahan makanan harus dikelola oleh negara. dimana kepemilikan industri didominasi oleh monopoli dan oligopoli. padang rumput dan api" (Al Hadits). (5) Islam menjamin kepemilikan masyarakat dan penggunaannya direncanakan untuk kepentingan orang banyak. dan semua bentuk diskriminasi dan penindasan. janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan batil.

Islam adalah agama fitrah. deposito. dengan mengabaikan waktu. QS 3:130-131 dan QS 2:275-281. yang ditujukan untuk orang miskin dan orang-orang yang membutuhkan. Zakat merupakan alat distribusi sebagian kekayaan orang kaya (sebagai sanksi atas penguasaan harta tersebut).5% (dua setengah persen) untuk semua kekayaan yang tidak produktif (Idle Assets). sedang Plato juga mengutuk dipraktekkannya bunga. Islam bukanlah satu-satunya agama yang melarang pembayaran bunga. Ibrahim menyatakan : . 2. Al Qur'an secara bertahap namun jelas dan tegas memperingatkan kita tentang bunga. Menurut pendapat para alim-ulama. yang mengajarkan segala sesuatu yang baik dan bermanfaat bagi manusia. Emeritus Tan Sri Datuk Ahmed bin Mohd.1 Prinsip Utama Islam adalah suatu Din (Way of Life) yang praktis. Bahkan meminjamkan uang dengan bunga dilarang pada zaman Yunani kuno.(7) Seorang muslim yang kekayaannya melebihi tingkat tertentu (Nisab) diwajibkan membayar zakat. Aristoteles adalah orang yang amat menentang dan melarang bunga. pemerintah ataupun institusi lainnya. dan 10% (sepuluh persen) dari pendapatan bersih investasi. Prinsip Dasar Operasional Bank Islam 2. termasuk di dalamnya adalah uang kas. pendapatan bersih dari transaksi (Net Earning from Transaction). tempat atau tahap-tahap perkembangannya. QS 4:160-161. yang sesuai dengan sifat dasar manusia (human nature). (8) Islam melarang setiap pembayaran bunga (Riba) atas berbagai bentuk pinjaman. Prof. apakah pinjaman itu berasal dari teman. perak dan permata. zakat dikenakan 2. perusahaan perorangan. Hal ini dapat dilihat dari turunnya ayat-ayat Al Qur'an secara berturut-turut dari QS 39:39. emas. Banyak pemikir zaman dahulu yang berpendapat bahwa pembayaran bunga adalah tidak adil.

sebagaimana dinyatakan di dalam Al Qur'an : "Hai orang-orang yang beriman. Sejak dekade tahun 70-an. yaitu menahan uang (dana) dan membiarkannya menganggur (Idle) dan tidak berputar dalam transaksi yang bermanfaat bagi masyarakat umum. paling tidak. riba dilarang sedang jual-beli (Al Bai') dihalalkan. Therefore. dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran" (QS 5:2) (2) Prinsip menghindari Al Iktinaz. yaitu saling membantu dan saling bekerja sama diantara anggota masyarakat untuk kebaikan."Banking and financial activities have emerged to meet genuine human needs. there is nothing in the nature of these activities which is contrary to the Syariah. Aktivitas keuangan dan perbankan dapat dipandang sebagai wahana bagi masyarakat modern untuk membawa mereka kepada. umat Islam di berbagai negara telah berusaha untuk mendirikan bank-bank Islam. sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur'an : "Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa. janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan batil. Tujuan dari pendirian bank-bank Islam ini pada . unless these activities belong to the category expressly forbidden by Islam. Examples of forbidden activities include gambling and manufacturing and trading in forbidden goods such as liquor" . pelaksanaan dua ajaran Qur'an yaitu: (1) Prinsip Al Ta'awun. kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu…" (QS 4: 29) Perbedaan pokok antara Perbankan Islam dengan perbankan konvensional adalah adanya larangan riba (bunga) bagi perbankan Islam. Bagi Islam.

· Menjalankan bisnis dan aktivitas perdagangan yang berbasis pada memperoleh keuntungan yang sah menurut syariah. dimana barang saling dipertukarkan. · Memberikan zakat. Pada dasarnya Islam memandang uang hanya sebagai alat tukar. Prinsip utama yang dianut oleh Bank Islam adalah: · Larangan riba (bunga) dalam berbagai bentuk transaksi.mahan . Oleh karena itu beliau menekankan kepada para sahabat untuk menggunakan uang dalam transaksi-transaksi mereka. Oleh karena itu motif permintaan akan uang adalah untuk memenuhi kebutuhan transaksi (money demand for transaction)." Hal ini dapat dijumpai dalam hadits-hadits antara lain seperti diriwayatkan oleh Ata Ibn Yasar. Abu Said dan Abu Hurairah. Islam juga sangat menganjurkan penggunaan uang dalam pertukaran karena Rasulullah telah menyadari kelemahan dari salah satu bentuk pertukaran di zaman dahulu yaitu barter (Bai' al Muqayyadah). Nampaknya beliau melarang bentuk pertukaran seperti ini karena ada unsur riba di dalamnya. untuk itu dianjurkan sebaiknya menggunakan uang. Menurut Afzalur Rahman: "Rasulullah saw menyadari akan kesulitan-kesulitan dan kele.umumnya adalah untuk mempromosikan dan mengembangkan aplikasi dari prinsipprinsip syariah Islam dan tradisinya ke dalam transaksi keuangan dan perbankan dan bisnis lain yang terkait. bukan untuk spekulasi.kelemahan akan sistim pertukaran ini. bukan sebagai barang dagangan (komoditas). dan Abu Said Al Khudri. lalu beliau ingin menggantinya dengan sistim pertukaran melalui uang." . "Ternyata Rasulullah saw tidak menyetujui transaksi-transaksi dengan sistim barter.

Dalam konsep Islam tidak dikenal money demand for speculation. Dengan peningkatan pendapatan nasional. yaitu bisnis dengan bagi hasil. Zaid bin Ali Zainal Abidin bin Husin bin Ali bin Abi Thalib. Islam memperbolehkan penetapan harga tangguh bayar lebih tinggi dari pada harga tunai. maka si pemberi pinjaman akan meningkat pula pendapatannya. Bagi mereka yang tidak dapat memproduktifkan hartanya. Qard akan memberikan manfaat tidak langsung bagi perekonomian secara keseluruhan. namun Islam mengenal konsep Economic Value of Time yang artinya bahwa yang bernilai adalah waktu itu sendiri. Islam malah menjadikan harta sebagai obyek zakat. Bila ia tidak ingin mengambil resiko karena bermusyarakah atau ber-mudharabah. Islam menganjurkan untuk melakukan investasi dengan prinsip Musyarakah atau Mudharabah. cicit . Dalam pandangan Islam. maka Islam sangat menganjurkan untuk melakukan Qard yaitu meminjamkannya tanpa imbalan apapun karena meminjamkan uang untuk memperoleh imbalan adalah riba. oleh karenanya harus selalu berputar dalam perekonomian. Secara mikro. maka akan semakin tinggi tingkat pendapatan masyarakat dan semakin baik perekonomian. yang berarti bertambahnya darah baru bagi perekonomian. Qard tidak memberikan manfaat langsung bagi orang yang meminjamkan. karena hal itu berarti mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat. sehingga pendapatan nasional (National Income) meningkat. Demikian pula pengeluaran Shadaqah juga akan memberikan manfaat yang lebih kurang sama dengan pemberian Qard. Namun secara makro. Uang adalah milik masyarakat sehingga menimbun uang di bawah bantal (dibiarkan tidak produktif) dilarang. Hal ini disebabkan karena pemberian Qard membuat velocity of money (percepatan perputaran uang) akan bertambah cepat. uang adalah flow concept. Islam juga tidak mengenal konsep Time Value of Money. karena spekulasi tidak diperbolehkan. Kebalikan dari sistem konvensional yang memberikan bunga atas harta. Semakin cepat uang berputar dalam perekonomian.

namun karena semata-mata ditahannya hak si penjual barang. Untuk alasan inilah. sebagai metoda pemenuhan kebutuhan permodalan (equity financing). 2. maka si penjual dapat membeli lagi dan menjual lagi sehingga dalam satu hari itu keuntungannya adalah Rp 1000. melainkan dengan dana orang lain.Rasulullah saw. Akibat lebih jauh dari itu. yaitu melalui akad-akad bagi hasil (Profit and Loss Sharing). Sedangkan bila dijual tangguh bayar maka hak si penjual menjadi tertahan. maka Islam membolehkan penetapan harga tangguh lebih tinggi dari harga tunai .00. baik dalam bentuk penyertaan (equity financing) maupun dalam bentuk pinjamanan (debt financing). hak dari keluarga dan anak si penjual untuk makan malam pada hari itu tertahan oleh pembeli. adalah orang yang pertama kali menjelaskan diperbolehkannya penetapan harga tangguh bayar (Deferred Payment) lebih tinggi daripada harga tunai (Cash). Produk Pembiayaan . Sistim Operasional Bank Islam Sistim keuangan dan perbankan modern telah berusaha memenuhi kebutuhan manusia untuk mendanai kegiatannya. yaitu tertahannya hak penjual yang telah memenuhi kewajibannya (menyerahkan barang).00.1.2. bukan dengan dananya sendiri.2. sehingga dia tidak dapat membeli lagi dan menjual lagi. Yang lebih menarik adalah bahwa dibolehkannya penetapan harga tangguh yang lebih tinggi itu sama sekali bukan disebabkan Time Value of Money. dengan produk-produknya sebagai berikut : 2. Dapat dijelaskan di sini bahwa bila barang dijual tunai dengan untung Rp 500. Islam mempunyai hukum sendiri untuk memenuhi kebutuhan tersebut. dan akad-akad jual-beli (al bai') untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan (debt financing).

Akad ini juga diterapkan pada sindikasi antar bank atau lembaga keuangan. Aplikasinya dalam perbankan adalah pada pembiayaan proyek oleh bank bersama nasabahnya atau bank dengan lembaga keuangan lainnya. Selebihnya dibiayai sendiri oleh nasabah. maka kerugian itu juga dibebankan secara proporsional kepada masingmasing pemberi modal. salah satu pihak dapat mengambil alih modal pihak lain sedang pihak lain tersebut menerima kembali modal mereka secara bertahap. Bila perusahaan mengalami kerugian. setiap pihak menerima bagian keuntungan secara proporsional dengan kontribusi modal masing-masing atau sesuai dengan kesepakatan yang telah ditentukan sebelumnya. 2) Mudharabah (Trustee Profit Sharing) . dimana bagian dari bank atau lembaga keuangan diambil alih oleh pihak lainnya dengan cara mengangsur. Untuk pembagian keuntungan.(a) Equity Financing. sedangkan usahanya berjalan terus dengan modal yang tetap. Ada dua macam kontrak dalam kategori ini yaitu : 1) Musyarakah (Joint Venture Profit Sharing) Melalui kontrak ini. Akad ini juga dapat dilaksanakan pada mudharabah yang modal pokoknya dicicil. Inilah yang disebut dengan Musyarakah al Mutanakishah. Aplikasinya dalam perbankan terlihat pada akad yang diterapkan pada usaha atau proyek dimana bank membiayai sebagian saja dari jumlah kebutuhan investasi atau modal kerjanya. dua pihak atau lebih (termasuk bank dan lembaga keuangan bersama nasabahnya) dapat mengumpulkan modal mereka untuk membentuk sebuah perusahaan (Syirkah al Inan) sebagai sebuah Badan Hukum (legal entity). Dalam kontrak tersebut. Setiap pihak memiliki bagian secara proporsional sesuai dengan kontribusi modal mereka dan mempunyai hak mengawasi (Voting Right) perusahaan sesuai dengan proporsinya.

Bila terjadi kerugian maka seluruh kerugian dipikul oleh Shahib al Maal. kecuali tipe kontrak yang dilarang oleh syariah. hubungan kontrak bukan antar pemberi modal melainkan antara penyedia dana (Shahib al Maal) dengan entrepreneur (Mudharib). Oleh karenanya syarat-syarat Al Bai' dalam Debt Financing menyangkut berbagai tipe . tetapi mempunyai bentuk (feature) yang berbeda dengan musyarakah. atau dapat menjadi penyedia dana (Shahib al Maal) dalam hubungan mereka dengan pihak yang mereka beri dana. untuk menghasilkan keuntungan. (b) Debt Financing Kalimat Al Qur'an "… Allah menghalalkan jual beli (al bai) dan melarang riba…" (QS 2:275) menunjukkan bahwa praktek bunga adalah tidak sesuai dengan spirit Islam. Istilah jual-beli (Al Bai') memiliki arti yang secara umum meliputi semua tipe kontrak pertukaran. Penyerahan jumlah atau harga barang dan jasa tersebut dapat dilakukan dengan segera (cash) atau dengan tangguh (deferred).Kontrak mudharabah adalah juga merupakan suatu bentuk Equity Financing. maka kontrak tersebut dinamakan Mudharabah al Muqayyadah. Dia menggunakan modal tersebut. Di dalam mudharabah. Mereka dapat menjadi penyedia dana (Mudharib) dalam hubungan mereka dengan para penabung. Mudharib dalam kontrak ini menjadi trustee atas modal tersebut. Di dalam kontrak mudharabah. Bank dan lembaga keuangan dalam kontrak ini dapat menjadi salah satu pihak. Al Bai' berarti setiap kontrak pertukaran barang dan jasa dalam jumlah tertentu atas barang (termasuk uang) dan jasa yang lain. Dalam hal obyek yang didanai ditentukan oleh penyedia dana. dengan tujuan yang dinyatakan secara khusus. Pada saat proyek sudah selesai. Mudharib akan mengembalikan modal tersebut kepada penyedia modal berikut porsi keuntungan yang telah disetujui sebelumnya. seorang mudharib (dapat perorangan. rumah tangga perusahaan atau suatu unit ekonomi) memperoleh modal dari unit ekonomi lainnya untuk tujuan melakukan perdagangan atau perniagaan.

Al Murabahah. bank bertindak sebagai pembeli produk dan menyerahkan uangnya lebih dulu sedangkan para nasabah menggunakannya sebagai modal untuk mengelola pertaniannya. Bai' as salam ini biasanya dipergunakan untuk produkproduk pertanian yang berjangka pendek. sedang harga (baik pokok dan margin keuntungan yang disepakati bersama) atas barang tersebut dibayar di kemudian hari secara sekaligus (Lump Sum Deferred Payment).dari kontrak jual beli tangguh (Deferred Contract of Exchange) yang meliputi transaksi-transaksi sebagai berikut: 1. . yaitu kontrak jual beli dimana barang yang diperjual-belikan tersebut diserahkan segera. yaitu kontrak al murabahah dimana barang yang diperjualbelikan tersebut diserahkan dengan segera sedang harga atas barang tersebut dibayar di kemudian hari secara angsuran (Installment Deferred Payment). hampir sama dengan bai' as salam yaitu kontrak jual beli dimana harga atas barang tersebut dibayar lebih dulu tetapi dapat diangsur sesuai dengan jadwal dan syarat-syarat yang disepakati bersama. yaitu kontrak jual beli dimana harga atas barang yang diperjualbelikan dibayar dengan segera (secara sekaligus). hanya saja kewajiban nasabah dilakukan secara angsuran. Dalam prakteknya. sedangkan barang yang dibeli diproduksi (manufactured) dan diserahkan kemudian. Dalam prakteknya pada bank sama dengan murabahah.Bai' as Salam. sedangkan penyerahan atas barang tersebut dilakukan kemudian. . bank bertindak sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli dengan kewajiban membayar secara tangguh dan sekaligus. .Al Bai' Bitsaman Ajil.Bai' al Istishna'. Karena kewajiban nasabah kepada bank berupa produk pertanian. Prinsip Jual-beli . Dalam hal ini. Dalam prakteknya bank . biasanya bank melakukan Paralel Salam yaitu mencari pembeli kedua sebelum saat panen tiba.

adalah kontrak yang melibatkan suatu barang (sebagai harga) dengan jasa atau manfaat atas barang lainnya.2. yaitu penyediaan pinjaman dana kepada pihak-pihak yang patut mendapatkannya. 2. dimana akad sewa yang terjadi antara bank (sebagai pemilik barang) dengan nasabah (sebagai penyewa) dengan cicilan sewanya sudah termasuk cicilan pokok harga barang. secara bulat dianggap sebagai model pembiayaan yang dibenarkan oleh syariah Islam. Model ini secara konvensional dikenal sebagai lease dan financing lease. walaupun syariah membolehkan peminjam untuk memberikan imbalan sesuai dengan keikhlasannya tetapi bank sama sekali dilarang untuk menerima imbalan apapun. Al Ijarah atau sewa. dan kontrak ini disebut Al Ijarah wa Iqtina'. (c) Al Qard al Hasan Dalam rangka mewujudkan tanggung jawab sosialnya. Prinsip sewa-beli Sewa dan Sewa-beli (Ijarah dan Ijara wa Iqtina) oleh para ulama. Produk Penghimpunan Dana (Funding) Bank Islam menjalankan fungsi-fungsi financing tersebut adalah dalam kapasitasnya sebagai mudharib dengan menggunakan dana-dana yang diperoleh dari para nasabah sebagai Shahib al Maal.2.bertindak sebagai penjual (mustashni' ke-1) kepada pemilik/pembeli proyek (bohir) dan mensubkannya kepada kontraktor (mustashni' ke-2). yang menyimpan dan menanamkan dananya pada bank melalui rekening-rekening sebagai berikut : . 2. bank dapat memberikan fasilitas yang disebut Al Qard al Hasan. Penyewa dapat juga diberikan options untuk membeli barang yang disewakan tersebut pada saat sewa selesai. Secara syariah peminjam hanya berkewajiban membayar kembali pokok pinjamannya.

bank menerima simpanan dana dari nasabah yang memerlukan jasa penitipan dengan kebebasan mutlak untuk menariknya kembali sewaktu-waktu. Bank memperoleh ijin dari nasabah untuk menggunakannya selama dana tersebut mengendap di bank. Bank menerima simpanan dari nasabah yang memerlukan jasa penitipan dana dengan tingkat keleluasaan tertentu untuk menariknya kembali berikut kemungkinan memperoleh keuntungan berdasarkan prinsip Wadi'ah. (b) Rekening Tabungan. Bank memperoleh izin dari nasabah untuk menggunakan dana tersebut selama mengendap di bank. Semua keuntungan yang dihasilkan dari penggunaan dana tersebut selama mengendap di bank adalah menjadi hak bank. Bank diperbolehkan memberikan bonus kepada nasabah atas kehendaknya sendiri. Jadi. Penerapannya dalam perbankan dapat kita saksikan. artinya ia tidak bertanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan yang terjadi pada aset titipan selama hal itu bukan akibat kelalaian atau kecerobohan yang bersangkutan (terjadi karena faktor di luar kemampuan penerima simpanan). Nasabah . tanpa diikat oleh perjanjian. di mana penerima simpanan bertanggung jawab penuh atas segala kehilangan atau kerusakan yang terjadi pada aset titipan tersebut.(a) Rekening Koran Jasa simpanan dana dalam bentuk Rekening Koran diberikan oleh bank Islam dengan prinsip Al Wadi'ah yad Dhamanah. misalnya dalam pelayanan safe deposit box. Dengan prinsip ini. Berdasarkan prinsip wadiah ini penerima simpanan juga dapat bertindak sebagai Yad al Amanah (tangan penerima amanah). Nasabah sewaktu-waktu dapat menarik sebagian atau seluruh saldo yang mereka miliki. Dengan demikian mereka memerlukan jaminan pembayaran kembali dari bank atas simpanan mereka. Bank menyediakan cek dan jasa-jasa lain yang berkaitan dengan rekening koran tersebut.

bank dapat memberikan imbalan keuntungan yang berasal dari sebagian keuntungan bank. sedang keduanya menyepakati pembagian laba (bila ada) yang dihasilkan dari penanaman dana tersebut dengan Nisbah tertentu. nasabah menanggung kerugian tersebut dan bank kehilangan keuntungan.3. (d) Rekening investasi khusus Bank dapat juga menerima simpanan dari pemerintah atau nasabah korporasi dalam bentuk rekening simpanan khusus. tetapi bentuk investasi dan nisbah pembagian keuntungannya biasanya dinegosiasikan secara kasus per kasus (mudharabah muqayyadah). (c) Rekening Investasi Umum Bank menerima simpanan dari nasabah yang mencari kesempatan investasi dari dana mereka dalam bentuk Rekening Investasi Umum berdasarkan prinsip mudharabah mutlaqah. 6. 3. Bank menjamin pembayaran kembali simpanan mereka. Bank menyediakan buku tabungan dan jasa-jasa yang berkaitan dengan rekening tersebut. Dalam hal terjadi kerugian. namun tetapi berbeda dengan rekening koran. Rekening ini juga dioperasikan berdasarkan prinsip mudharabah. 2. 12. Semua keuntungan atas pemanfaatan dana tersebut adalah milik bank. Bank dapat menerima simpanan tersebut untuk jangka waktu 1. Produk Jasa-jasa (a) Rahn . Simpanan diperjanjikan untuk jangka waktu tertentu.dapat menarik sebagian atau seluruh saldo simpanannya sewaktu-waktu atau sesuai dengan perjanjian yang disepakati.2. Dalam hal ini bank bertindak sebagai Mudharib dan nasabah bertindak sebagai Shahib al Maal. 24 bulan dan seterusnya.

baik dalam rangka mengikuti tender (Bid bond). Akad ini juga dapat menjadi produk tersendiri untuk melayani kebutuhan nasabah untuk keperluan yang bersifat jasa dan konsumtif. kesehatan dan sebagainya. (c) Kafalah Kafalah adalah akad jaminan satu pihak kepada pihak lain. (b) Wakalah Wakalah adalah akad perwakilan antara dua pihak. dengan uang sebagai gantinya. Dalam aplikasinya pada Perbankan Syariah. Lembaga keuangan tidak menarik manfaat apapun kecuali biaya pemeliharaan atau keamanan barang yang digadaikan tersebut. pelaksanaan proyek (Performance bond). (d) Hawalah Hawalah adalah akad pemindahan hutang/piutang suatu pihak kepada pihak lain. Namun kebanyakan ulama tidak memperbolehkan mengambil manfaat (imbalan) atas pemindahan hutang/piutang tersebut. ataupun jaminan atas pembayaran lebih dulu (Advance Payment bond). Wakalah juga diterapkan untuk mentransfer dana nasabah kepada pihak lain. Akad ini dapat digunakan sebagai tambahan pada pembiayaan yang beresiko dan memerlukan jaminan tambahan. seperti pendidikan. Dalam lembaga keuangan. Prakteknya dapat dilihat pada transaksi anjak piutang (Factoring).Rahn adalah akad menggadaikan barang dari satu pihak kepada pihak lain. akad ini terlihat dalam penerbitan garansi bank (Bank Guarantee). (e) Jo'alah . Wakalah biasanya diterapkan untuk penerbitan Letter of Credit (L/C) atau penerusan permintaan akan barang dalam negeri dari bank di luar negeri (L/C ekspor).

Prinsip Hawalah dalam Anjak Piutang Syariah Al-hawalah adalah pengalihan utang dari orang yang berutang kepada orang lain yang wajib menanggungnya. . Secara operasional memang mirip dengan anjak piutang atau factoring dalam pembiayaan konvensional.Jo'alah adalah suatu kontrak dimana pihak pertama menjanjikan imbalan tertentu kepada pihak kedua atas pelaksanaan suatu tugas / pelayanan yang dilakukan oleh pihak kedua untuk kepentingan pihak pertama.Bila dipertukarkan mata uang yang sama harus dalam jumlah / kuantitas yang sama. sedangkan B masih mempunyai piutang kepada C (muhal’alaih).Harus tunai. Begitu B tidak mampu membayar utangnya pada A ia lalu mengalihkan beban utang . Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa A (muhal) memberi pinjaman kepada B (muhil). marilah kita lihat prinsip al-hawalah terlebih dahulu. dengan catatan harus memenuhi syarat-syarat yang disebutkan dalam beberapa hadits antara lain: . 2. Dalam istilah para ulama.Serah terima harus dilaksanakan dalam majelis kontak. Prinsip ini dapat diterapkan oleh bank dalam menawarkan berbagai pelayanan dengan mengambil fee dari nasabah. (f) Sharf Sharf adalah transaksi pertukaran antara emas dengan perak atau pertukaran valuta asing. . hawalah adalah pemindahan beban utang dari muhil (orang yang berutang) menjadi tanggungan muhal’alaih atau orang yang berkewajiban membayar utang. Sebelum melihat perbedaannya dengan prinsip konvensional. Bank Islam sebagai lembaga keuangan dapat menerapkan prinsip ini. dimana mata uang asing dipertukarkan dengan mata uang domestik atau dengan mata uang asing lainnya.

bank tetap membayar penuh pada nasabah. Adapun mayoritas ulama berpendapat bahwa perintah itu menunjukkan sunnah. Kontrak hawalah dalam perbankan syariah biasanya. nasabah masih dikenai dengan discounted. antara lain. setelah pembayaran didiscounted di muka. terimalah hawalah itu. · Pada bank konvensional. diterapkan pada factoring atau anjak piutang. Hawalah dibolehkan pada utang yang tidak berbentuk barang/benda karena hawalah adalah perpindahan utang. itu dilarang. Adapun perbedaannya dengan yang berlangsung di bank konvensional adalah: · Pada transaksi konvensional. dan bank menagih akseptor secara penuh. Dengan demikian haknya dapat terpenuhi.Ulama sepakat membolehkan hawalah. namun nasabah dikenai biaya administrasi.” Pada hadis itu Rasulullah memberitahukan kepada orang yang mengutangkan. Bank lalu membayar piutang itu untuk selanjutnya bank menagih utang kepada pihak ketiga. · Pada bank konvensional. Dengan demikian C yang harus membayar utang B pada A. Di bank biaya syariah transaksi semacam administrasi. Dan jika salah seorang di antara kamu diikutkan (di-hawalah-kan) kepada orang yang mampu. Landasan syariah dibolehkannya hawalah terdapat pada hadis dan ijma. bank membayar nasabah sebesar nilai piutang yang sudah didiscounted di muka.tersebut pada C. Sebagian ulama berpendapat bahwa perintah untuk menerima hawalah dalam hadis itu menunjukkan wajib. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda: “Menunda pembayaran bagi orang yang mampu adalah satu kezaliman. di mana para nasabah yang memiliki piutang pada pihak ketiga memindahkan piutang itu kepada bank. Pada bank syariah. Oleh sebab itu wajib bagi muhal untuk menerima hawalah. Oleh sebab itu harus pada uang atau kewajiban finansial. jika orang yang berutang menghawalahkan kepada orang yang mampu/kaya. hendaklah ia menerima hawalah tersebut dan hendaklah ia menagih kepada orang yang dihawalahkan (muhal’alaih). sedangkan utang C sebelumnya kepada B dianggap lunas. invoice yang telah jatuh tempo dapat diperjualbelikan .

sebelum jatuh tempo piutang tersebut dapat diperjualbelikan lagi kepada pihak lain. (bahkan bisa beberapa kali pindah tangan).Bank Syariah Mandiri :Merupakan salah satu Bank Syariah yang menyelenggarakan jasa Hawalah Visi Bank Syariah Mandiri Menjadi Bank Syariah Terpercaya Pilihan Mitra Usaha Misi . BAB 11 : TAMBAHAN ANJAK PIUTANG 1.Contoh Lembaga Penyedia Jasa Anjak Piutang 1.· Pada bank konvensional.1.Anjak Piutang Syariah A. Di bank syariah transaksi semacam itu juga dilarang.

sikap optimis. keterbukaan dan kehati-hatian Mengutamakan mobilisasi pendanaan dari golongan masyarakat menengah dan ritel. . Pegang teguh komitmen. membimbing. Istiqomah (Konsistensi) Konsisten adalah Kunci Menuju Sukses. Prinsip Bank Syariah Mandiri sebagai bank yang beroperasi atas dasar prinsip syariah Islam menetapkan budaya perusahaan yang mengacu kepada sikap akhlaqul karimah (budi pekerti mulia). cepat tanggap. terampil dan adil. segenap lapisan masyarakat dan investor asing. akurat dan disiplin Tabligh (Kepemimpinan) Kepemimpinan Berlandaskan Kasih-Sayang. Menjadi terpercaya. visioner. senta mendorong tenwujudnya manajemen zakat. komunikatif dan memberdayakan. inovatif. Semangat belajar berkelanjutan. yaitu : Siddiq (Integritas) Menjaga Martabat dengan Integritas. pantang menyerah. yang terangkum dalam lima pilar yang disingkat SIFAT. serta memegang teguh prinsip keadilan. memperbesar portofolio pembiayaan untuk skala menengah dan kecil. cerdas. obyektif. Selalu transparan. infak dan shadaqah yang lebih efektif sebagai cerminan kepedulian sosial Meningkatkan permodalan sendiri dengan mengundang perbankan lain. kesabaran dan percaya diri. bicara benar. Amanah (Tanggung-jawab) Terpercaya karena Penuh Tanggung Jawab. sikap terpuji dan perilaku teladan.• • • • • • Menciptakan suasana pasar perbankan syariah agar dapat berkembang dengan mendorong terciptanya syarikat dagang yang terkoordinasi dengan baik Mencapai pertumbuhan dan keuntungan yang berkesinambungan melalui sinergi dengan mitra strategis agar menjadi bank syariah terkemuka di Indonesia yang mampu meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat luas Mempekerjakan pegawai yang profesional dan sepenuhnya mengerti operasional perbankan syariah Menunjukkan komitmen terhadap standar kinerja operasional perbankan dengan pemanfaatan teknologi mutakhir. Awali dengan niat dan hati tulus. Fathanah (Profesionalisme) Profesional adalah Gaya Kerja Kami. berpikir jernih.

674.000.372.syariahmandiri.id Tanggal Berdiri : 25 Oktober 1999 Tanggal Beroperasi : 1 Nopember 1999 Jenis Usaha : Perbankan Modal Dasar : Rp.565. 39839000 (Hunting) Faksimili : (62-21) 39832989 Situs Web : www.Indonesia Telepon : (62-21) 2300509. Thamrin No.000001%) Perhitungan Laba / Rugi BANK SAYRIAH MANDIRI Periode : 1 Januari 2006 s/d 31 Januari 2006 (dalam ribuan rupiah) .999999%) PT. 2631 ATMandiri. 5 Jakarta 10340 .000. 1.412 saham (99. Bank Mandiri (Persero) 71. Bank Syariah Mandiri : Gedung Bank Syariah Mandiri Jl. 6642 ATM BERSAMA dan 4500 BankCard Jumlah Karyawan : sebanyak 2139 karyawan Nama Alamat KEPEMILIKAN SAHAM PT. MH. yang tersebar di 23 provinsi di seluruh Indonesia Jumlah ATM : 51 ATM Syariah Mandiri. Mandiri Sekuritas 1 saham (0.000.000.co.Modal Disetor : Rp 358.000.DATA BANK SYARIAH MANDIRI : PT.Jumlah Kantor : sebanyak 169 kantor layanan.

634 64.771 12.911.4 Pendapatan fee lainnya 3.570 1.3 Pendapatan dari sewa (net) 1.3 Pendapatan fee investasi terikat 3.234 7.857 7. Lainnya 1.781.2 Pendapatan dari bagi hasil a. Mudharabah c.4 Pendapatan operasi utama lainnya TOTAL PENDAPATAN OPERASI UTAMA 2 Hak Pihak Ketiga Atas Bagi Hasil Investasi Tidak Terikat 36.1 Bagi hasil Tabungan 2. Lainnya 1.294.140 3.081.234.2 Pendapatan fee jasa-jasa 3.705 1.908 9.791 437.914 41.Kumulatif No. Istishna c.5 Pendapatan administrasi 9.4 Bagi hasil Surat Berharga TOTAL HAK PIHAK KETIGA ATAS BAGI HASIL INVESTASI TIDAK TERIKAT PENDAPATAN OPERASI UTAMA BAGIAN BANK SEBAGAI MUDHARIB 3 Pendapatan Operasi Lainnya 7.781.997 2.842.140 22.084 6.120 816.791 437.1 Pendapatan fee rahn 3.908 .705 1.239.228 502.787 4.911.238 31.939.771 12.294. Murabahah b.570 1.3 Bagi hasil Penempatan Dana 2.634 64.084 6.238 31.518.787 4.518.842.081.483 478.239. 1 Pos pos Bul Pendapatan Operasi Utama an Ber jala n 1.120 816.763.914 41.939.234 7.857 22.228 502.329.329.161.2 Bagi hasil Deposito 2.763.234.1 Pendapatan dari jual-beli a. Musyarakah b.161.997 36.483 478.

860 1.729 624.621.079.745 12.150.381.860 1.3 Beban penyusutan aktiva tetap 4.725.186) 94.509 3.3.745 12.512 LABA SEBELUM ZAKAT DAN PAJAK 7 Zakat 2.6 Pendapatan transaksi valuta asing TOTAL PENDAPATAN OPERASI LAINNYA 4 Beban Operasional Lainnya 277.729 - LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 8 Taksiran pajak penghasilan 2.613.280 2.4 Beban transaksi valuta asing 4.043.016 27.209 7.151 1 1.613.084.084.427 (587.725.509 3.822 277.729 - 2.2 Beban penyisihan kerugian aktiva produktif 4.729 2.186) 94.535 2.150.822 4.320.043.427 (587.6 Beban sewa 4.251.535 2.8 Beban tenaga kerja 4.677 .079.381.9 Beban administrasi dan umum TOTAL BEBAN OPERASI LAINNYA PENDAPATAN OPERASI .280 2.016 27.320.043.1 Beban bonus wadiah 4.419.043.134.BERSIH 5 6 Pendapatan non-operasi Beban non-operasi 1.7 Beban promosi 4.134.151 1 1.973 5.973 5.251.052 LABA BERSIH 1.5 Beban premi dalam rangka penjaminan 4.512 1.209 7.621.

BANK SYARIAH MANDIRI Laporan Neraca Bulanan Tahun 2006 (Unaudited) Periode 31 JANUARI 2006 (dalam ribuan rupiah) .

827) - 192.315.387.629.510.267.926.000 402.178.833 8.408 (97.102.095. Pos-pos Jumlah Aktiva 1 2 3 4 5 6 Kas Penempatan pada Bank Indonesia Giro pada bank lain Penempatan pada bank lain Investasi dalam surat-surat berharga Piutang 111.864.217 TOTAL AKTIVA KEWAJIBAN.873 3.520. Akumulasi penyusutan -/18 19 20 Piutang Pendapatan Bagi hasil Piutang Pendapatan Ijarah Aktiva lainnya 221.866.838.120.810 - a.469.571 (125.517 1.432 116.325. Piutang Murabahah b.395.370 497. Aktiva Tetap b.447 79.298. INVESTASI TIDAK TERIKAT DAN EKUITAS KEWAJIBAN 1 2 3 4 5 Kewajiban Segera Bagi Hasil Yang Belum Dibagikan Simpanan Simpanan dari Bank Lain Hutang 115.289 66.602 5.419.042.271 - . Piutang Istishna c.403.278.366) 56.496 1.No.795.133 55.059.272.524 30. Piutang Lainnya 7 8 9 Pembiayaan Mudharabah Pembiayaan Musyarakah Pinjaman Qardh Penyisihan Kerugian Penghapusbukuan Aktiva Produktif 10 Penyaluran Dana Investasi Terikat 11 12 Persediaan 13 Tagihan dan Akseptasi 14 Ijarah 15 16 17 Aktiva Istishna Dalam Penyelesaian Penyertaan Pada Entitas Lain Aktiva Tetap dan Akumulasi Penyusutan a.748 1.

Deposito Mudharabah b. lalu berganti nama menjadi PT Sinar Supra Finance Co. Surat Berharga Pasar Uang c.278.371. Deposito Mudharabah 3.000. Modal Disetor b. Tabungan Mudharabah 2.771 55.098 - 44. Tabungan Mudharabah 2. Surat Berharga yang diterbitkan 14 EKUITAS a.000 200.2.102.962.629. INVESTASI TIDAK TERIKAT DAN EKUITAS 25. Pada tahun 1995 seluruh saham perusahaan dibeli oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk.030. Tambahan Modal Disetor c.000 25.562.551..355.463 - 1.000 - 1.678.202 8.017 6. anjak piutang dan pembiayaan konsumen.000.858 3. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1985 dengan nama PT Sinar Supra Leasing Company.121.565 - 294.217 1. Investasi tidak terikat dari bukan bank 1.000. Investasi tidak terikat dari bank 32.372.000 - 358. sebuah .PT Sinar Mas Multifinance PROFIL PERUSAHAAN PT Sinar Mas Multifinance (Simas Finance) adalah perusahaan yang bergerak dalam jasa usaha pembiayaan sewa guna usaha.Anjak Piutang Konvensional A.743. dan akhirnya memilih nama baru yang digunakan sampai sekarang.6 7 8 9 Kewajiban Lain-Lain Kewajiban Akseptasi Kewajiban Dana Investasi Terikat Hutang Pajak 80.329 - 10 Estimasi kerugian Komitment dan Kontjensi 11 Pinjaman yang Diterima 12 Pinjaman Subordinasi 13 INVESTASI TIDAK TERIKAT a. Saldo Laba TOTAL KEWAJIBAN.

Pada Juni 1996. PT Sinar Mas Multiartha Tbk membeli seluruh saham PT Sinar Supra Finance dan mengganti nama perusahaan yang dibelinya menjadi PT Sinar Mas Multifinance pada awal 1996.perusahaan investasi dibawah kelompok usaha Sinar Mas. dipindahkan seluruh aktiva pembiayaan dari PT Sinar Mas Multiartha TBK kepada Simas Finance. Alamat sinarmas Multifinance Jakarta Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok E 5-6 Jl. Pada Februari 1995. Suprapto Jakarta Utara 10660 IKHTISAR KEUANGAN PT SINARMAS (dalam ribuan rupiah) . Let Jend. sesuai pedoman Departemen Keuangan Republik Indonesia. pemindahan ini meliputi nilai aktiva sebesar Rp. Sesuai dengan laporan keuangan Akuntan Publik Hanadi Sujendro.521 milyar.

515.105.053 1.537 10.027.000 17.120.103.984.222 62.354 15.659.984.85% 29.556 .79 % 403.96.161 121.31 24.630.283 .543.53.224.874.144 23.422.592 3.62 101.654.117 3.097 88.64.184.043.981 198.neto Piutang sewa guna usaha neto Jumlah aktiva Jumlah hutang bank Jumlah kewajiban Jumlah ekuitas jumlah kewajiban dan ekuitas Laba Rugi Jumlah pendapatan Pos luarbiasa Jumlah beban Laba (rugi) setelah pajak penghasilan Laba (rugi) bersih per saham Rasio Keuangan Pendapatan dari aktiva Pendapatan dari modal Hutang dengan rasio ekuitas Unaudited Jun-2005 8.363.84% 0.256.000.608 48.636.000 .234 36.5.000 30.605 22.512.502.791 922.141.377.225.538 234.274.156 9.Neraca Kas dan setara dengan kas Tagihaan anjak piutang – neto Piutang pembiayaan konsumen .67 249.10% 0.888 178.922.132 41.243 1.188.175.989 34.55 2002 21.21 0 7.54.973.99 Unaudited 2004 2003 2002 % Jun-2005 29.026.005 21.853.166.104.282 18.382.136.78 3.95 224.83% 0.11 94 2003 20.52 .000 32.051.537 10.076 .502.805 .65 12.268 .343 61.998 17.99 17.423.79% 13.707.006 2004 2003 2002 % 4.422.981 198.394 211.026.62 11 754.686.792.027.382.67 % 17.096 1.47 16.491 2.934 38.362.605 967.077 6.269 1.474.016.732 168.888 178.11 116 2004 26.74 0 Unaudited Jun-2005 11.989 127.886 81.768.76 249.887 2.84% 33.000.820 76.46 26.271.538 234.719 43.92.

B.Artikel mengenai Tren Industri Pembiayaan di Indonesia .Niaga Multifinance 2.

.

KARTU PLASTIK .

Berdasarkan pertimbangan dapat dibawa bepergian dengan praktis. Perkembangan pengunaan kartu plastik dalam berbagai bentuknya menunjukkan bahwa alat ini tidak hanya digunakan sebagai alat pembayaran tetapi juga untuk tujuan lain seperti penarikan uang tunai. ia kebingungan dan malu karena ternyata lupa membawa uang tunai sama sekali. Kartu plastic ini dapat berupa kartu kredit. Satu – satu tindakan . dapat digunakan sewaktu – waktu. Dan kemudahan pengunaan yang lain kartu plastik ini semakin luas digunakan untuk berbagai macam transaksi keuangan. kartu penarikan uang tunai melalui anjungan tunai mandiri (authometed tellr mahine – ATM dan charge card). Meskipun perusahaan kartu plastic termasuk dalam lembaga keuangan bukan bank. kartu debit. PENGERTIAN Kartu plastik merupakan alat berbentuk kartu yang diterbitkan oleh suatu lembaga keuangan yang dapat digunakan untuk berbagai macam transaksi keuangan. penyelengaraan atau pemilik dari perusahaan kartu plastic ini bisa saja suatu lembaga keuangan berupa bank. Perusahaan yang menerbitkan kartu plastic inilah yang dimaksudkan oleh makalah ini sebagai salah satu lembaga keuangan bukan bank. Pada saat akan membayar. Ide penggunaan kartu kredit diawali tahun 1950 – an secara kebetulan. Pengertian kartu plastic sendiri masih sangat luas. Lingkup geografis penggunaan kartu ada yang domestic dan ada juga yang internasional. karena kartu plastic tersebut pada dasarnya dapat digunakan sebagai alat kegiatan penghimpunan dan penyaluran dana dari dan kepada masyarakat. Kartu dengan lingkup internasional berarti kartu tersebut tidak hanya dapat digunakan dalam batas wilayah satu Negara saja melainkan Kartu plastik sebenarnya bukan merupakan salah satu bentuk lembaga keuangan dalam pengertian sebagai suatu badan usaha. Seorang pengusaha bernama Frank McNamara mengadakan perjamuan makan bagi rekan usahanya di restoran tersebut. Peristiwanya terjadi di kota New York. Amerika Serikat pada sebuah restoran.Kartu plastik dapat digunakan untuk berbagai macam transaksi keuangan. Perusahaan yang menerbitkan berbagai bentuk – berbentuk plastic ini dapat digolongkan sebagai salah satu bentuk lembaga keuangan bukan bank.

Diners Club. Kejadian yang sangat berkesan ini bagi Frank McNamara tersebut mengilhaminya untuk terus memikirkan suatu sistem pembayaran tanpa penggunaan uang tunai secara langsung. Kartu identitas tersebut berlaku sebagai semacam jaminan bahwa si pengusaha akan melunasi kewajibannya. praktis merajai industri kartu dengan pangsa 60 persen dari seluruh kartu yang beredar di seantero jagad.yang dapat dilakukannya hanyalah meninggalkan kartu identitas dengan maksud akan membayar kepada restoran tersebut setelah ia pulang untuk mengambil uang tunai dalam jumlah yang cukup. Tahun 1998 pangsa kas/cek turun menjadi 79. dan Eurocard (banyak beredar di Eropa). melibatkan jutaan jumlah kartu baik merek lokal maupun internasional. Pesaing lain. demikian pertumbuhan penggunaan kartu (plastic money atau uang plastik) dalam sistem pembayaran. American Express (Amex) di urutan ketiga. sisanya menggunakan uang plastik. Dari merek kartu utama itu.7 persen. yang sangat mendominasi adalah merek Visa di urutan pertama.Berikut ini sejarah lengkap setiap jenis perusahaan penerbit kartu plastik : Sejarah Munculnya Bisnis Kartu PELAN tetapi pasti. Transaksi yang dimaksudkan adalah nilai pasar barang dan jasa yang dibeli.Kartu merek visa. Sistem pembayaran yang baru tersebut menggunakan kartu yang dikenal dengan Diners Club. Transaksi dengan kartu. Meski ada jutaan nama kartu. hanya JCB dan Eurocard yang lahir di luar AS. MasterCard (MC) di urutan kedua. misalnya.AS adalah pasar utama dan pionir dalam bisnis kartu.3 persen dan kartu 18. meski jauh di belakang adalah JCB Card (singkatan dari Japan Card Bureau yang merajai pasaran Jepang). pangsa transaksi global personal dengan uang tunai (kas/cek) sebesar 84 persen. Selebihnya adalah jutaan merek kartu lainnya. Tahun 1994. .

ICA memulai debut internasionalnya dengan menambah jaringan di Meksiko lewat Banco National. JCB. Kemudian. yang ditawarkan pada mereka yang memilih penggunaan kartu sebagai alat bertransaksi. Asosiasi juga menangani aspek pemasaran. tahun 1969 dibentuk pula aliansi dengan Eurocard di Eropa.Dekade 1970-an jaringan MasterCard semakin meluas ke Afrika. Tahun 1988.Pada tanggal 16 Agustus 1966. Lalu tahun 1951 The Franklin National Bank di New York memperkenalkan kartu kredit riil yang pertama.Dekade berikutnya. dengan menyusun peraturan soal otorisasi. kliring dengan settlement (menangani penyelesaian transaksi). ICA tidak didominasi sebuah bank penerbit tetapi sekumpulan bank-bank.MasterCard International (MC) memulai debutnya di penghujung tahun 1940-an. sejumlah franchise berkembang dengan bank tertentu di sejumlah kota besar di AS. Amex. para merchant dengan bank-bank itu membentuk asosiasi bernama Interbank Card Association (ICA). . Anggota komite dibentuk menjalankan asosiasi itu. dan aspek legal yang melandasi jalannya organisasi. ketika sejumlah bank di AS menerbitkan semacam kertas khusus bagi nasabahnya. Sejumlah bank menerbitkan kartu. Tahun itu juga anggota dari Jepang bergabung. Dekade 1980-an ditandai pula dengan pelebaran jaringan ke Asia dan negara lain di Amerika Latin.Beda dengan organisasi pesaingnya.Kertas berupa traveler's check (cek perjalanan) itu bisa dipakai sebagai alat pembayaran di toko-toko lokal. keamanan. Eurocard dan lainnya.Asosiasi bernama ICA itu. dan Australia.Tahun 1968. dipadu dengan kesediaan merchant menerima kartu sebagai alat pembayaran. Diners. kemudian berubah nama menjadi MasterCard International.  Master Card Dilihat dari sejarah munculnya penggunaan kartu-ditandai dengan terbitnya kartu kredit pertama yang sebenarnya-Visa bukan pertama meski terbesar.Selebihnya yang 40 persen adalah transaksi yang menggunakan kartu merek MC.

adalah era pertama kali kartu MasterCard diterbitkan di Uni Sovyet sebelum terpecah-pecah. JCB terus melebarkan sayap hingga ke AS dan negara lainnya. 1983 pertama menggunakan laser hologram sebagai alat pencegah pemalsuan. Kartu JCB pertama yang diterbitkan di luar Jepang adalah di Hongkong. yakni JCB Card. adalah negara di luar AS dan Eropa yang memiliki jati diri tersendiri soal kartu. Tahun 1996. yang kemudian menjadi kartu-kartu merek Amex.Tahun 1981. dan Arab Saudi.Tahun-tahun berikutnya. keuangan. 1987 MC memasarkan kartu pertama di Cina. Korea Selatan.Tahun 1981.  American Express Kartu terkenal lainnya dari AS. adalah merek Amex.  Visa . serta Osaka Credit Bureau (OCB) tahun 1961. tahun 1963 diluncurkan pula kartu International Dollar Cards. JCB dan OCB bergabung jadi satu mengambil nama JCB. Tahun itu juga JCB Card di Indonesia. diawali dengan berdirinya Japan Credit Bureau. MC pertama kali memperkenalkan program kartu emas (gold card). tahun 1992 Maestro (kartu debit MasterCard) merampungkan transaksi debit online pertama di AS. Peluncuran itu diterbitkan dan dikomunikasikan langsung dari Inggris Raya. Kemudian tahun 1968.Sebagai penyedia jasa global travel. Kelahiran JCB. JCB mengembangkan operasi internasional ditandai dengan pendirian JCB International (Asia) Ltd. dan jaringan jasa-jasa lainnya-berdiri tahun 1850.Kini terdapat kantor MC di lebih dari 30 negara termasuk India. Cile. MC juga merupakan pionir dalam banyak hal yang berkaitan dengan industri pembayaran (payments industry). dan Taiwan. Filipina. Kelahiran kartu itu dibidani American Express Company-berdiri tahun 1850-penyedia jasa perjalanan global (global travel).  Japan Credit Bureau Jepang. Thailand. kartu JCB sudah diterima di 150 lebih negara dengan penjualan melebihi 4 trilyun yen.

970 juta lebih kartu dengan berbagai logo dan fungsi. di luar AS. IBANCO berubah nama menjadi Visa International dan nama National BankAmericard. Inc berubah menjadi Visa USA. Sejarahnya diawali tahun 1958. bisnis. padanya dan pada orang lain. merupakan teman pribadi dan kenalannya.000 lembaga yang menjadi anggotanya. Dari kejadian itu. ketika Bank of America meluncurkan kartu berwarna biru. dan emas merek BankAmericard di California. Itu bermula pada tahun 1949. meski dia tidak pernah melupakan kejadian yang memalukan itu. putih. volume tahunan 1. Bank of America mendirikan perusahaan internasional bernama IBANCO. Pada akhir tahun itu juga.000 lokasi yang ada di 120 negara.Meski bukan yang pertama tetapi Visa adalah yang terutama dalam banyak hal.Tahun 1974. McNamara tidak dapat membayar makanan tersebut karena dia lupa membawa dompetnya.  Diners Club SEJARAH kartu yang paling lengkap adalah Diners Club Internasional.5 trilyun dollar AS (September 1999). ketika Frank McNamara makan malam (dinner) di sebuah restoran di New York. Frank McNamara menciptakan Diners Club pada tahun 1950. Tak heran Visa menyebut dirinya sebagai the "World's Best Way to Pay and Be Paid" (cara terbaik untuk membayar atau dibayari).Melalui pengacaranya. Kartu pertama ini dibagikan kepada 200 orang. dia berjanji agar hal serupa tak terjadi lagi. Tahun 1976. Visa yang menduduki top 15 global brands untuk berbagai kategori.Bisnis berubah dengan cepatnya dan Diners Club terus mengepakkan sayapnya. Visa jelas adalah rajanya. Untung sang istrinya menyelamatkannya dari dilema tersebut. juga memiliki jaringan ATM di 550. menangani pemasaran lisensi bisnis kartu BankAmericards Inc.Visa-yang bermarkas di San Francisco (AS) kini memiliki 21.BICARA soal kartu. Tahun 1970. Inc didirikan untuk menangani pemasaran kartu itu. Sebanyak 14 restoran di New York bersedia menerima kartu tersebut. Tahun 1999. pemegang kartu bertambah . sebuah asosiasi bernama National BankAmericard. Ralph Schneider. Visa memroses 25 milyar transaksi konsumen per tahun. dan lembaga pemerintahan. diterima di 300 negara (dengan 18 juta lebih lokasi). Dia juga merupakan sistem pembayaran terbesar untuk konsumen.

Jenney Manufacturing Co. dan Thailand. Kanada. Chicago. Afrika.. Australia dan daerah lainnya dan diterima oleh banyak badan usaha.Asia mulai kemasukan kartu ini pada tahun 1960 yakni di Hongkong. dan Financial Services. Los Angeles dan San Francisco. di Swis dan Venezuela dan setiap bulannya anggota pemegang kartu bertambah 15. Divisi Pennzoil dari South Penn Oil Co.Tahun 1961. dan menjadi sponsor pertandingan sepakbola Amerika. hotel dan perusahaan lainnya.Diners Club mengakuisisi/ mendapatkan Simpson Factors Corporation dan dua cabangnya yakni McMullen Factors dan Customs Credit Corp.."Perkembangannya berlanjut lagi pada tahun 1962.. perusahaan konveksi. Tahun 1958. Carolina Utara. Peningkatan di tahun itu juga. Union Oil Co. Boston. Phillips Petroleum Co. Pada tahun itu Diners Club dibuka di Italia berkantor pusat di Roma. Jepang. Inc. Diners Club berusaha bergabung dengan Hilton Credit Corp namun tidak berhasil. pembelian yang besar yang membuat harian The New York Times menyebutnya "gerakan diversifikasi utama yang pertama. IRS mulai meminta laporan lengkap biaya bisnis penggunaan kartu Diners Club. yang berbasis di High Point. lebih dramatis lagi seperti pembukaan operasinya di Belanda.Tahun 1965. Diners Club memperkenalkan automatisasi komputer dan prosedur tagihan dengan mengunakan komputer. Malaysia. dan Sunoco menerima kartu ini. JC Penney mencoba mengaukusisi/memperoleh .Tahun 1953 Diners Club menjadi kartu debit pertama yang diterima secara internasional ketika pebisnis di Inggris.demikian pula kota-kota besar semakin bertambah yang menerima kartu ini yakni New York. serta merupakan perusahaan besar pertama pemasang iklan di televisi dan memperluas pemakiannya di segala jenis perusahaan misalnya telegram. Diners Club memiliki kantor cabang di 17 kota. termasuk Honolulu dan London dan dengan cepat dan pasti merambat ke kota-kota lain di zona Eropa. yang menyebabkan semakin meningkatnya permintaan atas kartu Diners Club.000. Diners Club meraih penjualan di Southern General Factors. Diners Club membuka pelayanan pasar eksekutif bagi anggotanya dan mengubah bentuknya dari kertas menjadi kartu plastik dan membuat kontrak dengan Dashew Business Machines untuk pembuatan kartu.of California. Meksiko.Pendiri Diners Club meninggal dunia pada tahun 1957 saat berumur 40 tahun. Inc. Miami.. Kuba setuju menerima kartu tersebut. perusahaan obat.

Diners Club bergerak ke arah bisnis travel dengan membeli 60 juta dollar volume-Fugazy Travel.Tahun 1967. Citicorp menjual kepemilikan minoritasnya pada Diners Club di Jepang kepada Fuji Bank Group dan Biro Perjalanan Jepang. kesimpulan yang bisa ditarik adalah semuanya lahir dan berkembang di negara yang .Diners Club memperkenalkan perusahaan kartu pertama yang memberikan program asuransi otomatis bagi perjalanan lewat udara.. John B Ricker. Pada tahun 1966.Tahun 1973. Dilihat dari negara asal lahirnya kartu-kartu dengan merek ternama itu.Tahun 1998. Mereka juga memperluas penggunaan kartu di berbagai perusahaan multinasional yang dominan.Diners Club memutuskan memasukkan lebih banyak lagi artikel perjalanan dalam perusahaan majalahnya dan mengubah judul publikasinya itu dengan nama "Signature". Bank Dunia memilih Diners sebagai instrumen transaksi atas rekening perusahaannya. perusahaan travel terbesar ketiga di Amerika.Tahun 1980 Ketua Continetal Corp. yakni Freddie Award untuk "Best Frequent Traveler Affinity Charge/Credit Card". Pada tahun 1994. Tahun 1983."Signature" memdeklarasikan pertama kali bahwa setiap tagihan ditangani dengan "computer to computer basis". Tahun 1970 Diners Club memperkenalkan sebuah program autorisasi kartu kredit. klub baru untuk para pelancong. Jr-yang sebelumnya telah membeli Diners-memperkenalkan kartu Diners Club di Cina. Pada tahun 1987 kartu Diners telah dapat digunakan untuk mengakses uang kas melalui ATM di seluruh dunia. Diners Club bersama dengan majalah Holiday mendirikan Wayfarers Club. dan Diners Club du Maroc.Tahun 1990. sebuah panel yang disponsori American Management Association International mendeklarasikan bahwa Frank McNamara's Diners Club merupakan satu dari 75 hasil keputusan manajemen yang terbesar yang pernah dibuat. Diners Club kemudian menguasai pasar di Ekuador dan Peru. diperkenalkan kartu disain plastik yang lebih sulit untuk dipalsukan. Kemudian Citicorp mengakuisisi Diners Club dari Continental Corp.Diners Club dan demikian juga Chase Manhattan juga berusaha memperoleh Diners Club. Diners Club memenangkan penghargaan prestisius. perusahaan keuangan di Bulgaria dan Hongaria menjadi agen Diners Club. majalah Life mendeklarasikan Frank McNamara salah satu dari 100 orang Amerika yang berpengaruh abad 20 ini. hak monopoli Diners Club buka di Indonesia bersamaan dengan Singapura.

Kartu kredit Perangkat yang sudah disiapkan oleh penjual barang dan jasa.Cash Card . JENIS KARTU PLASTIK Atas dasar bentuk penggunaannya. kebutuhan akan efisiensi.Kartu Debit Kartu debit merupakan suatu alat berbentuk kartu yang diterbitkan oleh suatu lembaga keuangan dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran transaksi pembelian barang dan jasa dengan cara mendebit atau mengurangi saldo rekening penjual sebesar nilai transaksi barang dan jasa.sehingga transaksi pembelian tersebut tercatat pada alat tersebut dan dapat dicetak. mobilitas warga yang tinggi.Charge Card Charge card merupakan alat berbentuk kartu yang diterbitkan oleh suatu lembaga keuangan dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran transaksi pembelian barang dan jasa yang pembayaran pelunasannya harus dilakukan oleh pembeli secara sekaligus pada jangka waktu tertentu setelah kartu digunakan sebagai alat pembayaran. c. bermunculan inovasi dalam sistem pembayaran. dan berkembang pesat.perekonomiannya sangat besar. d. b. termasuk dalam transaksi. Di negara seperti itu. jaringan bisnis yang semakin meluas.jenis kartu plastic terdiri dari : a.Pembayaran dilakukan pada akhir bulan yang sama dengan tanggal transaksi atau pada bulan berikutnya dengan disertai biaya tambahan.Pembayaran atau angsuran oleh pemilik kartu diberikan secara langsung kepada perusahaan kartu kredit atau melalui pihak lain yang ditunjuk.

melakukan penagihan pada pemilik kartu. 2.Cash Card merupakan alat berbentuk kartu yang diterbitkan oleh suatu lembaga keuangan dan dapat digunakan sebagai alat penarikan uang tunai secara manual melalui teller bank atau melalui ATM. Pihak Pihak yang Terkait Penggunaan Kartu Kredit 1.Penerbit(issuer) Lembaga yang menerbitkan dan mengelola kartu kredit. kartu-kartu plastik semakin mendominasi dompet masyarakat .Persyaratan yang harus dipenuhi :  Penghasilan yang jumlahnya cukup dan disesuaikan dengan fasilitas kredit yang diberikan.Pemilik Kartu(card holder) Pihak yang menggunakan kartu kredit untuk kegiatan pembayarannya. Akibatnya.  Kontinuitas Penghasilan Kartu Debet dan Perkembangannya di Indonesia FUNGSI uang kontan sebagai alat bayar semakin tergantikan dengan kartu plastik. 3.dan melakukan pembayaran kepada pihak merchant.Pengelola(aquirer) Pihak yang mewakili kepentingan penerbit kartu untuk menyalurkan lartu kredit.

Berbelanja dengan kartu debet memang lebih praktis karena tak perlu membawa setumpuk uang kontan dengan risiko kecopetan. sebagian besar mengantongi kartu kredit. atau kartu debet.48 triliun dollar AS. ada berapa kartu plastik di dalamnya? Umumnya. SELAIN kartu ATM yang saat ini hampir dimiliki oleh setiap nasabah perbankan. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan sebesar lima persen dalam volume kartu kredit yang sebesar 1.45 triliun. Kalau kartu debet biasanya digunakan untuk membayar langsung pembelanjaan yang jumlahnya sedikit atau barang seharihari. Secara global. yaitu kartu debet. Di negara-negara maju. tidak cukup hanya dengan kartu kredit atau kartu ATM.Ia mengatakan lebih lanjut. volume transaksi kartu debet Visa. Bank-bank semakin gencar memanjakan nasabahnya. kartu ATM."Sebenarnya tidak ada pergeseran penggunaan kartu kredit dengan kartu debet. Selain itu. misalnya. Menurut data dari Visa. telah melewati jumlah volume kartu kredit. misalnya barang elektronik.perkotaan selain kartu tanda penduduk. pangsa pasar kartu debet sangat besar karena . Belakangan ini. Cobalah tengok dompet kawan Anda. kartu plastik jenis lain. biaya administrasinya juga lebih murah dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk memiliki kartu kredit. sedangkan kartu kredit untuk pembelanjaan dalam jumlah besar. Tidak juga perlu takut terkena denda dan bunga jika lupa membayar tagihan seperti yang sering terjadi pada para pemegang kartu kredit yang kadang lalai membayar tagihannya. volume kartu debet Visa di dunia meningkat 17 persen daripada tahun sebelumnya dan mencapai 1. pertumbuhan kartu debet bahkan lebih cepat dibandingkan dengan kartu kredit. pada akhir tahun 2003. Keduanya saling melengkapi." kata Country Manager Visa International Indonesia Ellyana C Fuad. setiap orang memiliki kedua jenis kartu ini. Adapun di Indonesia sendiri pada kuartal pertama tahun 2004 penggunaan kartu debet Visa sebesar 30 juta dollar AS atau meningkat 107 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. tetapi juga kartu ATM yang dapat berfungsi sebagai kartu debet. juga semakin banyak digunakan. Selain kartu tanda penduduk atau kartu surat izin mengemudi.

Selain kartu kredit dan kartu debet. jumlah pemegang kartu debet di . pendapatan interchange atau pendapatan biaya transaksi penggunaan kartu di merchant. Seperti pendapatan dari biaya administrasi kartu Permata Visa Electron secara bulanan. Lagi pula. uang milik pemegang kartu telah tersedia sehingga bank tinggal mengurangi saja jika ada pembelian oleh si nasabah. Riset yang diadakan Visa di AS menyatakan adanya peningkatan penggunaan kartu debet. serta fee di jaringan ATM plus. jumlah pemilik rekening bank sekitar 60 juta dan mereka memenuhi syarat untuk dapat memiliki kartu debet. biaya bulanan e-Wallet. di Indonesia Visa International telah bekerja sama dengan tujuh bank untuk menerbitkan kartu debet.persyaratan yang diperlukan agar seseorang dapat memiliki kartu debet sangat mudah dan ringan. orang dapat memiliki kartu debet. Bank Permata juga menerbitkan kartu prabayar sebagai pengganti uang tunai dan dapat digunakan sebagai kartu debet. pendapatan yang didapatkan dari penerbitan kartu debet ada beberapa jenis.Menurut Dian Soerarso GM Sales Distribution Channels and Liabilities Product dari Bank Permata mengatakan.Sementara itu.Tidak hanya kartu debet yang biasanya digesek setelah bertransaksi. Untuk pembelanjaan sebanyak 51100 dollar AS. seperti Bank Permata. Untuk pembelian di atas 100 dollar AS. 41 persen responden juga memilih menggunakan kartu debet. Dalam riset tersebut ditemukan 43 persen pelanggan memilih menggunakan kartu debet sebagai alat pembayaran dibandingkan dengan 30 persen yang memilih menggunakan kartu kredit dan 22 persen dengan uang tunai. "Di Indonesia. Dari sisi bank. untuk pembelian 20-50 dollar AS sebanyak 45 persen responden memilih menggunakan kartu debet. tidak diperlukan persyaratan yang rumit seperti kartu kredit. tetapi Ellyana belum mau mengungkapkan bank mana saja yang akan menerbitkan kartu debetnya. Ellyana menambahkan." kata Ellyana lagi. jumlah bank itu akan bertambah. Dalam waktu dekat ini. 49 persen responden lebih memilih menggunakan kartu kredit untuk alat pembayarannya. Dengan membuka rekening di bank.

Kartu isi ulang ini juga dapat menjadi hadiah yang menarik dan berguna. Uniknya. Adapun pertumbuhannya diharapkan dapat mencapai 75 persen hingga 100 persen pada tahun 2004 ini. pemegang kartu tak perlu membuka rekening di bank.000 dan lebih dari 100." katanya.Bank Permata sebanyak 600."E-Wallet ini dapat digunakan sebagai kartu debet dan dapat digunakan bertransaksi di ATM. Dana yang mengendap di e-Wallet ini tidak diberikan bunga.000 merupakan pemegang kartu e-Wallet. termasuk transaksi pembayaran. MAKALAH OTHNIEL(5-7) . Saldo kartu dapat diatur sesuai dengan kebutuhan hingga maksimum Rp 5 juta. cukup membeli kartu perdana.

Salah satu cara melihat . Niat baik atau kemauan dari calon pemilik kartu untuk selalu memenuhi kewajibannya. Kontinuitas dari penghasilan yang cukup akan lebih dapat memberikan keyakinan dan kemampuan calon kartu bagi issuer atau acquirer.Kepada perusahaan kartu kredit. Syarat ini paling sulit untuk diidentifikasi.

penerbit kartu kredit seing kali memberikan kartu tambahan kepada pemilik kartu. Sebelumnya merchant menerima pembayaran dengan kartu kredit tertentu. bank sentraal.niatbaik dari calon pemilik kartu adalah melalui terdapat atau tidaknya nama calon pemilik kartu pada daftar hitam (black list) milik bank. Demi kepentingan pemasaran kartu. Seseorang yang namanya telah masuk dalam daftar hitam biasanya dianggap kurang dapat dipercaya dalam memenuhi kewajiban keuangannya kepada issuer dan acquirer. Perjanjian Kartu Kredit Dalam penggunaan kartu. Kartu tambahan diharapkan digunakan oleh saudara atau relasi dari pemegang kartu utama sehingga intensitas penggunaan kartu lebih tinggi dan fasilitas kredit yang diberikan cenderung lebih maksimal dimanfaatkan oleh pemilik kartu. termasuk persyaratan – persyaratan yang akan diterapkan terhadap pemilik kartu dan merchant. Penjual (merchant) Merchant adalah pihak penjual barang dan jasa yang dibeli oleh pemilik kartu dengan menggunakan kartu kreditnya. merchant tersebut terlebih dahulu mengadakan perjanjian kerja sama dengan issuer dan acquirer. perjanjian yang terlebih dahulu harus meliputi: a. atau lembaga lain. b. dan pembayaran kepada merchant. d. melakukan penagihan. Hal ini menguntungkan bagi issuer karena semakin sering fasilitas kredit digunakan berarti harapan penghasilan melalui bunga juga semakin besar. Pemgang kartu utama bertanggung jawab atas semua pemenuhan kewajiban pemegang kartu tambahan kepada issuer dan acquirer.Perjanjian antara issuer dengan acquirer Perjanjian ini terutama meliputi hal – hal teknis yang menyangkut tugas dan hak acquirer secara operasional dalam hal menyalurkan kartu kredit. sehingga dikenal dengan istilah kartu utama (basi card) dan kartu tambahan (supplementary card). Perjanjian antara issuer dengan pemilik kartu Perjanjian meliputi: .

Kewajiban pemilik kartu untuk menandatangani slip pembelian pada merchant. Bertanggung jawab terhadap issuer nila merchant menolak pembayaran dengan kartu milik pemilik kartu.   Tagihan atas kartu seuplemen adalah tanggung jawab pemegang kartu utama.  Batas minimum kredit. Keadaan yang mewajibkan pengembalian kartu kepada issuer Masa berlaku kartu dan cara perpanjangan. Hak issuer untuk bertukar informasi dengan lembaga lain tentang pemilik kartu.1) Perjanjian umum     Kartu adalah milik issuer dan tidak dapat dipindahtangankan.   Jumlah pembayaran minimum Hak issuer untuk menggunakan jasa pihak ketiga dalam penagihan Bunga atas sisa tagihan yang belum dibayar Bunga atas pelanggaran limit kredit Uang pangkal Iuran tahunan Biaya administrasi apabila ada keterlambatan pembayaran tagihan 2) Pembayaran tagihan  3) Bunga   4) Biaya    5) Transaksi dalam valas    Mata uang penagihan atas transaksi dalam valuta asing Dasar kurs untuk penagihan atas dalam valuta asing Biaya administrasi atas kehilangan kartu .   Saat/ waktu/ periode pengiriman laporan tagihan oleh issuer Kewajiban pemilik kartu melakukan pembayaran minimum pada jangka waktu tertentu setelah laporan tagihan dikirim oleh issuer.

6) Lain – lain    Kewajiban pemilik kartu apabila terjadi kehilangan kartu Jaminan pelunasan dari harta kekayaan pemilik kartu Kewajiban pemilik kartu yang bukan WNI c.   Jangka waktu penagihan pembayaran oleh merchant kepada issuer Cara pembayaran oleh issuer kepada merchant Kewajiban merchant untuk memeriksa keabsahan kartu yang digunakan untuk pembayaran    Kewajiban merchant untuk menggunakan slip penjualan tertentu Kewajiban merchant untuk meminta tanda tangan pemilik kartu pada slip Kewajiban merchant untuk memeriksa keabsahan tanda tangan pengguna kartu  Kewajiban merchant untuk memberikan salinan slip bagi pemilik kartu 2) Hak merchant  3) Kewajiban merchant  MANFAAT . Hak merchant untuk menerima pembayaran dengan berbagai merek kartu kredit tertentu. Pejanjian anatara issuer dengan merchant Hal – hal yang dituangkan ddalam perjanjian ini meliputi: 1) Hak issuer   Imprinter dan slip adalah milik issuer Jaminan bahawa penjualan dengan kartu tidak lebih besar daripada harga penjualan tunai     Slip penolakan yang diserahkan oleh merchant Diskon pembayaran issuer kepada merchant Pemotongan rekening merchant untuk pajak Pemotongan rekening merchant untuk refundv kepada pemilik kartu.

bagi merchant .000 atau sama dengan Rp 970. pengguna kartu kredit sangat bermanfaat bagi peningkatan efisiensi dan keamanan transaksi jual beli. bagi pemilik kartu  Risiko kehilangan dan pencurian uang lebih rendah. karena kalaupun kartu hilang.000 kepada issuer B. Karu yang telah diblokir tidak dapat digunakan lagi sebagai alat pembayaran pada merchant. Apabila diskon ditetapkan sebesar 3% maka jumlah yang harus dibayarkan oleh issuer adalah sebesar rp 1.000 sehingga selisihnya (Rp 30. bagi issuer Manfaat utama yang dapat diterima oleh issuer adalah adanya penerimaan yang berasal dari:  Uang pangkal  Iuran tahunan  Diskon terhadap pembayaran kepada merchant.  Lebih praktis.000.  Fasilitas lain yang ditawarkan oleh issuer pada kartu kredit yang diternitkan seperti asuransi.  Bunga atas sisa tagihan yang belum dibayar  Bunga atas pelanggaran batas maksimum kredit  Denda atas keterlambatan pembayaran 3. informasi dokter. karena tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar. maka manfaat dapat dikelompokan sebagai berikut: 1. Sedangkan jumlah yang dapat ditagih oleh issuer kepada pemilik kartu adalah tetap sejumlah Rp 1. pemilik kartu dapat segera menghubungi issuer atau aqcuirer untuk memblokir kartu. Contoh: merchant A melakukan penagihan atas transaksi penjualan sebesar Rp 1.  Mengatasi kebutuhan dana mendesak dalam jangka pendek tanpa harus mengajukan permohonan kredit kepada bank atau lembaga keuangan lain.000.000 dikurangi 3% kali Rp 1. Apabila ditinjau dari sisi pihak – pihak yang terkait dalam penjualan kartu kredit.000 .000 = 3%) merupakan penerimaan bagi issuer. kemudahan pembelian barang dan jasa pada merchant tertentu dan lain – lain.000. 2.Secara umum.000.

000 ditambah Rp 100. karena pembayaran oleh pemeli tidak dengan uang tunai  Lebih praktis.000. karena tidak perlu menyimpan uang tunai di kasir dalam jumlah besar  Peningkatan penjualan karena pembeli dapt membeli secara kredit kepada issuer 4. maka pembayaran issuer kepada acquirer adalah sebesar Rp 9700.000.000 atau sama dengan Rp 9700.  Acquirer yang berupa bank berkesempatan untuk menawarkan produk – produknya yang lain pada pemilik kartu MEKANISME Meskipun tidak ada perbedaan yang penting. Uang sejumlah Rp 100.000 dikurangi Rp 9800. Contoh:  Merchant A melakukan penagihan atas traksaksi penjualan sebesar Rp 10.bagi acquirer  Penerimaan berupa interchange fee. maka jumlah yang harus dibayarkan oleh acquirer kepada merchant adalah sebesar Rp 10.000 ditambah dengan interchange fee.000 tersebut adalah interchange fee atau penerimaan bagi acquirer. mekanisme penggunaan kartu kredit dapat dibedakan antara mekanisme yang melibatkan pihak acquirer dan mekanisme .000 atau sama dengan Rp 9800.000.000.000.  Pemilik kartu dapat diisyaratkan untuk memiliki rekening simpanan pada acquirer yang berupa bank.000). sehingga penerimaan bagi issuer adalah sebesar Rp 10.000.000 kepada acquirer C. ( Selanjutnya issuer menagih pemilik kartu sebesar Rp 10. Risiko kehilangan dan pencurian uang lebih rendah.000.000 atau sebesar Rp 200. Apabila interchange fee sebelumnya telah ditetapkan sebesar 1% dari nilai transaksi.000 dikurangi 3% kali Rp 10. Apabila diskon ditetapkan sebesar 3%.000. Sedangkan jumlah yang dapat ditagih acquirer kepada issuer adalah sejumlah Rp 9700.

Perjanjian antara issuer dengan merchant 3. Tahap ini meliputi: 1. Melibatkan pihak acquirer 1. Mencetak transaksi pada slip khusus 5. Kemudian adanya permohonan kartu oleh calon pemilik kartu sampai dengan pembayaran tagihan sebaagai berikut: a. Permohonan kartu kredit oleh calon pemilik kartu 5. Analisis oleh acquirer atau issuer mengenai kelayakan calon untuk menjadi pemilik kartu. Pemilik kartu menyerahkan kartu dan menerima barang aatau jasa yang dibeli 2. Merchant memeriksa keabsahan tanda tangan 7.yang tapa acquirer. Kedua mekanisme penggunaan kartu kredit tersebut akan diuraikan dalam tahap – tahap sejak adanya perjanjian awal. Pemberian kartu kredit kepada pemilik kartu melalui atau tanpa bantuan acquirer 8. Merchant mencatat transaksi melalui alat khusus 4. Merchant tertentu menetapkan biaya sekitar 2% daari nilai transaksi yang menggunakan kartu kredit yang dibebankan bagi pemilik kartu. Penggunaan kartu oleh pemilik kartu untuk pembelian pada merchant yang telah ditunjuk dan menjalin kerja sama dengan issuer. Perjanjian antara issuer dengan pemilik kartu melalui atau tanpa bantuan acquirer. Limit kredit yang lebih tinggi biasanya disertai persyaratan yang lebih berat bagi calon pemilik kartu. 6. Perjanjian antara issuer dengan acquirer 4. Merchant biasanya memasang logo penerbit pada kasir atau tempat lain agar calon pembeli mudah mengetahui apakah kartu kreditnya dapt digunakan pada penjual tersebut. Merchant memeriksa keabsahan kartu 3. Merchant memberikan salinan slip kepada pemilik kartu . 7. Penerbitan kartu oleh issuer 2. Pemilik kartu menandatangani slip 6.

Pemilik kartu wajib membayar sebesar pembayaran minimum yang semula telah ditetapkan. Issuer membayar kepada acquirer (reimbursement ditambah interchange fee).8. 12. Laporan tagihan yang dikirim secara periodik pada tanggal tertentu oleh issuer kepada pemilik kartu berisi antara lain:      Nomor kartu Tanggal tagihan dari laporan tagihan tersebut Tanggal jatuh tempo pembayaran atas tagihan tersebut Tanggal posting Tanggal transaksi jumlah tagihan . Merchant melakukan penagihan kepada acquirer dengan menggunakan slip penjualan. 13. sedangkan apabila pemilik kartu hanya membayar sebagian atau sampai sebatas besarnya pembayaran minimum maka sisa pembayaran minimum maka sisa pembayaran harus dilunasi pada jangka waktu tertentu sejak penagihan dengan ditambah dengan bunga. Besarnya diskon telah ditentukan sebelumnya dalam perjanjian antara issuer dengan merchant (Kurang lebih sekitar 4% dari nilai transaksi). Saat/periode atau jangka waktu penagihan sudah ditentukan sebelumnya dalam perjanjian antara merchant dengan issuer 10. melalui atau tanpa acquirer. Besarnya interchange fee sudah ditentukan pada perjanjian semula antara acquirer dengan issuer. Acquirer membayar kepada merchant. Acquirer melakukan penagihan pada issuer (termasuk interchange fee sekitar 2% dari nilai transaksi). Apabila pemilik kartu langsung melunasi seluruh tagihan maka tahapnya selesai sampai disini. 14. 11.lah transaksi setelah dikurangi diskon. Jumlah dibayar adalah sebesar jum. Kartu dikembalikan kepada pemilik kartu 9. Issuer melakukan penagihan kepada pemilik kartu sesuai waktu yang telah diperjanjikan semula. Acquirer memeriksa keabsahan slip penjualan.

tidak melibatkan pihak acquirer 1. angsuran. Permohonan kartu kredit oleh calon pemilik kartu 4. Limit kredit yang lebih tinggi biasanya disertai persyaratan yang lebih berat bagi calon pemilik kartu. Salah satu contoh mekanisme tersebut. bungsa. Analisis oleh issuer mengenai kelayakan calon untuk menjadi pemilik kartu. Penerbitan kartu oleh issuer 2. Pemilik kartu melakukan kepada issuer melalui atau tanpa acquirer pembayaran Mekanisme yang melibatkan pihak acquirer sebenarnya bisa sangat bervariasi yang tergantung pada jenis tanggung jawab atau tugas yang dilimpahkan issuer kepada acquirer sesuai perjanjian. seperti telah diuraikan di atas.   ( 15. akan secara sederhana dijelaskan dengan menggunakan gambar berikut ini: issuer issuer Card holder merchant Gambar Bagan Mekanisme Kartu Kredit dengan acquirer b. Perjanjian antara issuer dengan pemilik kartu 6. Pemberian kartu kredit kepada pemilik kartu . Besarnya pembayaran minimum (biasanya berkisar 20% dari jumlah tagihan) Batas maksimum kredit Tunggakan minimum. biaya lainnya). 5. Perjanjian antara issuer dengan merchant 3.

sedangkan apabila pemilik kartu . Issuer melakukan penagihan kepada pemilik kartu sesuai waktu yang telah diperjanjikan semua. Saat/periode atau jangka waktu penagihan sudah ditentukan sebelumnya dalam perjanjian antara merchant dengan issuer 9. Pemilik kartu wajib membayar sebesar pembayaran minimum yang semula telah ditetapkan. Issuer membayar kepada merchant jumlah yang dibayar adalah sebesar jumlah transaksi setelah dikurangi diskon. Tahap ini meliputi: • • • • • • • Pemilik kartu menyerahkan kartu dan menerima barang atau jasa yang dibeli Merchant memeriksa keabsahan kartu Merchant mencatat transaksi pada slip khusus Pemilik kartu menandatangani slip Merchant memeriksa keabsahan tanda tangan Merchant memberikan salinan slip kepada pemilik kartu Kartu dikemblikan kepada pemilik kartu melakukan penagihan kepada issuer dengan 8. Merchant biasanya memasang logo penerbit kartu pada kasir atau tempat lain agar calon pembeli mudah mengetahui apakah kartu kreditnya dapat digunakan pada penjual tersebut. Merchant tertentu menetapkan biaya sekitar 2% dari nilai transaksi yang menggunakan kartu kredit yang dibebankan bagi pemilik kartu. Besarnya diskon telah ditentukan sebelumnya dalam perjanjian antara issuer dengan merchant (kurang lebih sekitar 4% dari nilai transaksi) 11. Penggunaan kartu oleh pemilik kartu untuk pembelian pada merchant yang telah ditunjuk dan menjalin kerja sama dengan issuer. Apabila pemilik kartu langsung melunasi seluruh tagihan maka tahap selesai sampai di sini. Issuer memeriksa keabsahan slip penjualan 10.7. Merchant menggunakan slip penjualan.

Nomor Kartu 2. angsuran. Tnggal tagihan dari laporan tagihan tersebut 3. dan biaya lainnya) Mekanisme tersebut akan sederhana dijelaskan dengan menggunakan gambar berikut ini: issuer Card holder Merchant . bunga. Tanggal posting 5. Batas maksimum kredit 9. Tunggakan 12. Besarnya pembayaran minimum (biasanya berkisar 20% dari jumlah tagihan) 8. Tanggal transaksi 6. Tanggal jatuh tempo pembayaran atas tagihan tersebut 4.hanya membayar sebagian atau sampaai sebatas besarnya pembayaran minimum maka sisa pembayaran harus dilunasi pada jangka waktu tertentu sejak penagihan ditambah dengan bunga. Jumlah tagihan 7. Pemilik kartu melakukan pembayaran kepada issuer melalui atau tanpa acquirer (pembayaran minimum. Laporan tagihan yang dikirimkan secara periodik pada tanggal tertentu oleh issuer kepada pemilik kartu berisi antara lain: 1.

Penghitungan bunga kartu kredit setidaknya ada dua cara.000. Tgl Transaksi Tgl.50. simak contoh perhitungan pembayaran yang harus dibayar si Ganjen di bawah ini.500. Berdasarkan tanggal transaksi: Nilai transaksi x jumlah hari dari tanggal transaksi s/d tanggal lembar tagihan dicetak x jumlah bulan dalam setahun x bunga per bulan x 1/365 hari.100.- .Perhitungan Bunga Kartu Kredit Pemegang kartu kredit dianjurkan untuk tidak segan-segan bertanya kepada petugas penerbit kartu soal perhitungan bunga.45. yakni penghitungan berdasarkan tanggal transaksi dan tanggal saat lembar tagihan dicetak. Pasalnya. lalu 1 Nov 3 Nov Pabrik Panci 4 Nov 8 Nov Toko Obat Jerawat 9 Nov 12 Nov Salon "Murah Meriah" 10 Nov 13 Nov Emprit Airways Jumlah 4.000.000. 1. Agar lebih paham.350. Berikut ini perhitungannya. Penagihan Uraian Transaksi Tagihan bln.000. Berdasarkan tanggal tagihan dicetak: Total nilai transaksi x jumlah hari dari tanggal transaksi s/d tanggal lembar tagihan dicetak x jumlah bulan dalam setahun x bunga per bulan x 1/365 hari. 2. Tiap bank punya caranya sndiri.800. sangat sedikit yang terbuka untuk menjelaskan cara penghitungan bunga begitu saja.2.

513.038.Rp 3.027.800.63 = 190.418.74 .293.082.36 x 1/365 = 4.39 B. Pemakaian (Rp) (4. Pembayaran (Rp) (500.39 .000.500 + Bunga Perhitungan Bunga Berdasarkan Tgl.21 = Rp 138. Store 320.000x20x12x3%) (2.Rp 3.945.000x14x12x3%) Jumlah B.000x8x12x3%) x 1/365 = 3. Lembar Tagihan Dicetak: A.945.000.74 Perhitungan Bunga Berdasarkan Tgl.15 x 1/365 = 1.75 x 1/365 = 986.027.15 Nov 16 Nov 18 Nov 21 Nov Matahati Dept. Pembayaran (Rp) (500.55 x 1/365 = 2.30 x 1/365 = 44.18 Total pembayaran yang jatuh tempo tanggal 16 Oktober 1997 untuk sistem perhitungan bunga berdasarkan tanggal transaksi adalah: .458.000x29x12x3%) (45.800.21 Total Bunga = Bunga A .945.21 Total Bunga = Bunga A Bunga B = Rp 142.Direct Debit Payment 500..53 x 1/365 = 137.256.458.165.000x19x12x3%) (320.350.21 = Rp 186.500x28x12x3%) (100. Transaksi: A.CR Total Tagihan Tanggal lembar Tanggal Tagihan Dicetak Jatuh tempo (Rp) 28 Nov 1997 16 Des 1997 8.465.000x8x12x3%) x 1/365 = 3.945. Pemakaian(Rp) (4.Bunga B = Rp 190.000x30x12x3%) x 1/365 = 142.000x25x12x3%) (50.

013.582.513.18 Kartu Kredit Syariah Reaksi pertama ketika mendengar ‘kartu kredit Islam’. .Namun ada juga pihak yang menilai ini merupakan suatu kemajuan yang cukup berarti.Rp 8. barangkali adalah ketidakhabispikiran. yang dialamatkan kepada pengembang produk syariah dengan inovasi yang terkadang kebablasan. yang umumnya was-was tehadap label-label seperti ‘back door riba’ atau ‘hiyal’.18 = Rp 8.500 + Rp 186. dan Bank Islam) dan Bahrain (ABC Islamic Bank).082.53 = Rp 8. sekaligus tentunya ‘sesuai’ dengan syariah. HSBC.165.303.53 Total pembayaran yang jatuh tempo tanggal 16 Oktober 1997 untuk sistem perhitungan bunga berdasarkan tanggal lembar tagihan dicetak adalah: Rp 8. ‘Kartu kredit Islam’ ini sebenarnya sudah mulai banyak ditawarkan oleh bank-bank syariah di Malaysia (AM Bank d/h Arab Malaysian Bank.165. yakni lembaga keuangan syariah tanggap terhadap kebutuhan konsumen. Mereka menilai kartu bank syariah ini merupakan jawaban terhadap kebutuhan mereka akan sistem pembayaran yang mudah dan nyaman.500 + Rp 138.352. Inovasi jenis apa lagi ini? Teka-teki yang sama ikut dirasakan oleh pemerhati perbankan syariah.

tagihan bulanan akan menjadi nightmare yang harus dihadapi setiap awal bulan. Bagi yang tidak disiplin. Salah satu usaha tersebut adalah . merupakan klausa yang sudah disetujui sewaktu nasabah menandatangani permohonan kartu kredit. simbol kemakmuran dan derajat. budaya utang adalah kenyamanan hidup yang melenakan. di antaranya. yang pada akhirnya menjerat dan membuat penggunanya melarat karena utang (dan bunga). Apapun alasannya.Namun di balik segala kemudahan dan kenyamanan ini. karena adanya unsur bunga dalam penggunaan kartu kredit. Nasabah diberi kemudahan untuk membeli/memakai sesuatu produk atau jasa terlebih dahulu dan membayarnya kemudian. Baik itu dengan menawarkan sejenis smart card. Kemudahan ini. debit card ataupun dengan memperluas jaringan ATM melalui kerjasama dengan pihak lain (misalnya kerjasama antara BMI dengan BCA). dari namanya. desakan dan persaingan menyebabkan bank-bank syariah mencari inovasi baru dalam usaha menciptakan kenyamanan yang maksimum bagi nasabahnya. jelas sangat atraktif dan bahkan menjadi suatu prestise. Hal lain yang menjadi sebab diharamkannya kartu kredit adalah unsur ‘kreditnya’. mengharuskan bank syariah mencari alternatif. Meskipun tidak seharusnya menjadi dilematis. terkandung implikasi-implikasi negatif dan cenderung menjerat. kita bisa paham kalau credit card adalah fasilitas utang. Bukan saja kartu kredit membuat berbelanja menjadi mudah.Sesungguhnya. Padahal salah satu perjuangan ekonomi syariah adalah membebaskan manusia dari unsur riba dalam segala manifestasinya. yang bisa dipakai di hampir seluruh pelosok bumi. Unsur bunga ini. budaya belanja secara boros ini bukanlah salah satu saja dari ‘kejahatan’ kartu kredit ini. Tetapi. Di balik itu. Ini. pemegang kartu kredit sudah menyetujui dan oleh karenanya terikat dengan klausa bunga ini. Sebagian besar pakar perbankan Islam menganggap kartu kredit sebagai sesuatu yang tidak relevan dalam sistem syariah. Jadi membayar bunga ataupun tidak. namun kenyamanan ini juga membuat uang keluar dengan mudah. meskipun kalau kita selalu bayar tepat waktu tidak akan dikenakan. kenyataan bahwa perbankan syariah harus menghadapi tantangan keragaman produk dan permintaan akan kenyamanan fasilitas perbankan.

Kontroversi dan perdebatan masih akan terus berlanjut seiring dengan makin gencarnya sosialisasi ‘kartu kredit syariah’ ini di berbagai media. Usaha itu memang patut dihargai. kemudahan yang disediakan kartu pembayaran ini akan cenderung meningkatkan sikap konsumtif masyarakat. Namun sebenarnya. Salah satu buktinya di Australia. sebagian ‘kartu kredit syariah’ yang sudah berada di pasar adalah berbentuk charge card. 30 atau 40 hari. Betapapun inovasi ini tetap menyisakan pertanyaan panjang buat sebagian besar orang. di antaranya Al-Taslif Visa Card dari AM Bank Malaysia dan Kad (Kartu) Bank Islam. Sementara kartu kredit bisa dicicil hingga satu tahun. Hadirnya kartu pembayaran yang diklaim sebagai Islami ini sendiri bukanlah alternatif kartu kredit yang bisa begitu saja diterima semua pihak. nilainya lebih tinggi dari GDPnya. Malaysia dan Bahrain adalah yang pertama bereksperimen dengan sistem kartu kredit ini.Di Indonesia sendiri. Terlepas dari kenyamanan dan rasa aman. Selain karena konsep kredit yang memang tidak sesuai untuk menjadi bagian muamalah.Namun ada pula ‘kartu kredit syariah’ yang diklaim bukan berbentuk charge card. usaha kearah itu sedang diusahakan oleh beberapa bank syariah. Kontroversi ini. bermuasal dari konotasi kartu kredit sendiri yang sangat tidak Islami. Ini semua disebabkan oleh skim pembayaran kredit dan meluasnya penggunaan kartu kredit di Australia. Puncak perdebatan lain yang juga cukup beralasan adalah konsep kredit itu sendiri beserta implikasinya terhadap perilaku konsumsi. Transaksi charge card harus dilunasi pada batas periode. HSBC Amanah Card misalnya. yang pada praktiknya berbeda dengan kartu kredit biasa. Toh inovasi yang dipaksakan dan dibuat secara terburu-buru akan hanya menuai cemooh nantinya.dengan mengIslamkan kartu kredit yang ada. keluaran Bank Islam Malaysia Berhad dengan Master Card. Tingkat utang rakyat Australia (domestic debts) sangat tinggi. Salah satunya adalah sampai kapan kita harus berhiyal atau . tetapi juga kartu kredit mempunyai konotasi bunga yang sangat kuat. adalah charge card yang underlying conceptnya bisa dengan mudah diterima oleh banyak kalangan. kendati sikap prudent hendaknya tetap menjadi anutan praktisi perbankan syariah nasional. menurut analisis penulis.

Bank Indonesia selaku otoritas pengawas perbankan syariah. Sementara itu Ketua Dewan Syariah Nasional MUI. belum memutuskan kapan izin kartu kredit syariah diterbitkan.Mengenai akad. mengungkap kartu kredit syariah memang masih kontroversial. Sementara kartu kredit bisa dicicil hingga satu tahun. DSN menetapkan akad jaminan dengan fee atau kafalah wal ujrah dan akad jual beli dengan pembayaran mencicil (murabahah dengan istijrar). mengatakan pembahasan kartu kredit ini memang merupakan inisiatif BI sebagai persiapan bila memang bank syariah ingin menerbitkan kartu kredit. kartu kredit syariah akhirnya menjadi charge card yang di Indonesia diterbitkan BII Syariah.'' Ia mengungkap kartu kredit berbeda dari charge card.berimprovisasi dari apa yang ditawarkan sistem konvensional? Apakah memang produk syariah harus selalu mengikuti dan kompromi dengan apa yang disediakan oleh bank konvensional? Jawabannya sebenarnya sangat ditentukan oleh gaya hidup dan belief system yang kita anut. 30 atau 40 hari. Namun DSN telah membahas rancangan fatwanya. ''Misalnya kita batasi 40 persen saja dari gaji yang bisa dibelanjakan. bank bertindak sebagai penjamin nasabah dalam melakukan pembelian barang. Sedangkan dengan akad murabahah. Mulya Effendi Siregar. Menurutnya permintaan atas kartu kredit syariah juga tinggi. KH Ma'ruf Amin. Di luar negeri.Ketua Tim Peneliti Perbankan Syariah BI. DSN berinisiatif untuk membatasi penggunaan kartu. Ma'ruf Amin mengungkap salah satu penolakan atas kartu kredit adalah mendorong konsumerisme. maka nasabah mengambil suatu barang di merchant tertentu atas nama . kartu kredit jadi sumber konsumtif. Penerbitan kartu kredit syariah di Indonesia belum mendapat lampu hijau. Mulya mengatakan BI ingin menjamin agar produk kartu kredit syariah benar-benar sesuai syariah. Di luar negeri. Transaksi charge card harus dilunasi pada batas periode.'' Karena fatwa juga harus dibentuk peraturan BInya sebelum dijadikan produk perbankan. ''Tinggal menunggu apakah ada izin BI. Selanjutnya bank mendapat fee sebagai perantara. Dengan akad kafalah. ''Jangan sampai nanti sama saja seperti kartu kredit konvensional seperti yang terjadi di beberapa negara'' kata Mulya.

kartu Syariah ini bebas bunga. Hukum dan Riset BII. Kemudian bank menjual barang tersebut kepada nasabah.Sukatmo menjelaskan lebih jauh." kata Direktur Sumber Daya Manusia. tidak boleh dicicil(Charge Card/jatuh tempo 30-40 hari). Perkembangan Kartu Kredit Syariah di Indonesia(BII Syariah Card) TIDAK hanya perbankan konvensional yang memberikan layanan kartukartu plastik ini kepada para nasabahnya. Nasabah membayarnya dengan cara mencicil dalam jangka waktu tertentu. "Kami sengaja masuk ke segmen gold sehingga pemegang kartu BSC adalah orang yang betul-betul mampu memegang dan dapat menggunakannya secara bijaksana dan sekaligus sehingga tidak ada kredit macetnya. Perbankan syariah pun telah mulai meluncurkan kartu plastik.Pertama kali. akad yang digunakan dalam penyelenggaraan BII Syariah Card adalah akad qordh dan kafalah. . pada saat bertransaksi pemegang kartu bertindak mewakili bank untuk bertransaksi dengan merchant.bank. sedangkan kafalah merupakan prinsip perwakilan. Akad qordh merupakan prinsip utang piutang dan dalam prinsip syariah tak boleh dikenakan bunga atau denda atas utang tersebut. "Sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional. jangan sampai keberadaan kartu semacam ini mendorong konsumerisme. Artinya. tagihan harus dilunasi seluruhnya. "Penggunaannya seperti kartu kredit." ujarnya. BII mengeluarkan BII Syariah Card Gold dan belakangan mengeluarkan lagi Platinumnya. Begitu jatuh tempo." lanjut Sukatmo. perbedaan dengan kartu kredit konvensional. Kartu ini juga tak boleh digunakan untuk membeli barang atau jasa yang tidak sesuai dengan syariah seperti minuman keras. misalnya. BII Syariah Card telah mengacu pada fatwa MUI yang menyatakan. tetapi tidak ada pembayaran minimum seperti kartu kredit. telah mengeluarkan kartu BII Syariah Card yang sesuai dengan prinsip ekonomi syariah yang universal. Bank Internasional Indonesia (BII). Sukatmo Padmosukarso.

dan Kemang.Lapisan masyarakat inilah yang dibidik menjadi nasabah pemegang kartu BII Syariah Card Platinum. Walaupun terbatas.BII juga melebarkan produk kartunya menjadi platinum karena pangsa pasar platinum di perbankan syariah sangat luas.1. Menteng. tarawih di hotel berbintang lima. seperti Pondok Indah. Indikatornya. adalah pengajian di kawasan elite. serta para jemaah haji ONH plus yang dianggap menjadi pangsa pasar potensial dari kartu kredit platinum.  Contoh contoh form penawaran kartu kredit 1. segmen kartu platinum ini memiliki daya beli yang sangat tinggi daripada segmen kartu silver atau gold. Pagu kredit yang diberikan kepada para pemegang kartu platinum ini sekitar 40 persen dari pendapatan dengan kisaran pagu Rp 8 juta hingga Rp 50 juta.Form : .Bank Niaga : 1. menurut Sukatmo.

1.Rekaman Wawancara dengan Sales Manager Bank Niaga (di CD) 2.Bank International Indonesia 2.Form : .2.1.

com 5.Budi.SyariahMandiri.com .Rachmat.Budi.com 4.WWW.2002.Tazkiaonline.Rachmat.CV NOVINDO PUSTAKA MANDIRI 3.DAFTAR PUSTAKA 1.DPLJKEU.WWW.MULTI FINANCE.2003.ANJAK PIUTANG.Jakarta.PT Gramedia Pustaka Utama 2.Jakarta.WWW.SOLUSI CASH FLOW PROBLEM.

simas.6.WWW.com LAMPIRAN LAMPIRAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful