BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

Seiring dengan perkembangan zaman, sarana transportasi sangat diperlukan untuk menunjang aktifitas, terutama dalam mempermudah usaha. Pada dasarnya manusia dituntut untuk memenuhi kepentingan (kebutuhannya). Karena keterbatasan kemampuan yang berbeda-beda, tidak sedikit orang yang lebih cenderung memilih jasa penyewaan mobil untuk mempercepat sistem kerja guna mempersingkat waktu dengan hasil yang maksimal. Pada dasarnya sewa-menyewa hanya dapat terjadi apabila ada kata sepakat antara pihak yang menyewakan (pemilik barang) dengan penyewa yaitu dengan ditanda-tangani Surat Perjanjian Sewa. Dengan adanya kata sepakat artinya kedua belah pihak telah se-iya sekata untuk mengikatkan diri. Suatu perjanjian adalah suatu peristiwa dimana seorang berjanji kepada orang lain atau dimana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal. Dari peristiwa ini timbullah suatu hubungan antara dua orang tersebut yang dinamakan perikatan. Didalam prakteknya, sering terjadi wanprestasi, baik dari pihak yang menyewakan maupun dari pihak penyewa. Sehingga antara kepentingan yang satu dengan kepentingan yang lain saling berbenturan. Dan disinilah pentingnya antisipasi dan tindak lanjut untuk menanggulangi wanprestasi yang terjadi. Dalam suatu perjanjian menganut sistem terbuka artinya macam-macam hak atas benda adalah terbatas dan peraturan atas benda tersebut bersifat memaksa. Dalam hal perjanjian sewamenyewa, para pihak yang mengikatkan diri harus membuat pasal-pasal yang jelas. Sistem terbuka, yang mengandung suatu asas kebebasan membuat perjanjian, dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata lazimnya disimpulkan dalam pasal 1338 (1) yang berbunyi: “Semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya”. Hukum perjanjian memberikan kebebasan yang seluas-luasnya, asalkan tidak melanggar kepentingan umum dan kesusilaan. Karena prospek yang cerah, dewasa ini banyak bermunculan bidang persewaan, antara

. kesalahan yang dibuat oleh seseorang sering menjadi bahan pembicaraan dikalangan masyarakat. Karena minimnya pengetahuan. wanprestasi yang mungkin terjadi sulit dimintakan pertanggung-jawaban.lain: bidang jasa penyewaan komputer. Bahkan tidak sedikit yang beranggapan bahwa setiap wanprestasi yang terjadi disebabkan oleh perilaku pihak penyewa. Kelalaian yang dilakukan penyewa antara lain: Keterlambatan pengembalian mobil. Kecelakaan yang diakibatkan kelalaian pihak penyewa. Pengetahuan dari para pihak sangat menentukan. Tetapi di sisi lain setiap orang lebih cenderung memilih sarana yang dianggap cepat dan aman. Karena bidang sewa-menyewa yang luas. maih ada kesepakatan sewamenyewa mobil tanpa disertai bukti tertulis. Dikalangan masyarakat desa. Sekarang ini. Demi memenuhi kepentingannya. penulis menitik-beratkan pada bidang jasa penyewaan mobil. karena tidak sedikit wanprestasi yang terjadi berdampak pada penilaian masyarakat terhadap pihak yang bersangkutan. Resiko yang terjadi harus dipertanggung-jawabkan dengan didasarkan pada itikad baik. bidang jasa penyewaan mobil (rental mobil). Perlengkapan kendaraan yang tidak memadai. Masih banyak pihak yang melakukan kesepakatan hanya melalui perjanjian secara lisan saja. tanggung-jawab dari penyewaan mobil sangat besar. Kelalaian dalam sewa-menyewa dapat dilakukan oleh kedua belah pihak antara lain: Kelalaian yang dilakukan oleh penyedia mobil antara lain: Kondisi mobil yang dianggap tidak layak jalan. Dalam hal seperti ini bukti tertulis berperan untuk memberikan keterangan mana pihak yang berprestasi dan mana pihak yang tidak berprestasi.baik secara yuridis maupun secara redaksionil. kendaraan merupakan sarana yang sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan berbagai kepentingan dikalangan masyarakat. Sesungguhnya resiko yang mungkin terjadi harus diantisipasi sedini mungkin. Dalam hal ini skill dari setiap orang yang melakukan kesepakatan sangat berpengaruh. orang tidak segansegan uang yang tidak sedikit untuk menyewa mobil. Akibatnya. Hal ini berpengaruh terhadap tanggung jawab yang timbul sebagai akibat dibuatnya kesepakatan oleh para pihak. Bila dipikirkan lebih jauh.

. Apabila tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. dapat digolongkan kepada 2 bidang hukum yaitu: Terkait dengan pidana Dalam hal ini apabila salah satu pihak tanpa diketahui oleh pihak lain. Sedangkan kewajiban antara pihak penyedia mobil dengan pihak penyewa dapat diselesaikan secara perdata.. Pihak yang dirugikan akhirnya lebih memilih jalur hukum. wanprestasi yang timbul dalam pelaksanaan perjanjian sewa mobil. mempunyai maksud jahat dalam melaksanaan perjanjian sewa-menyewa.. Tidak sedikit persengketaan yang terjadi.. Mengembalikan mobil dalam keadaan tidak seperti semula. Pembatasan ini hanya memfokuskan pada dua permasalahan yaitu : Apa penyebab bahwa . antara lain: Berniat untuk memiliki. maka pokok permasalahan ini sengaja penulis batasi agar lebih jelas arah dan prosedur penelitiannya.. Apabila di telaah lebih jauh. maka diselesaikan melalui persidangan perdata. tidak dapat ditemukan solusinya melalui jalur musyawarah..beranggapan perjanjian tersebut dianggap sewa menyewa melainkan carter? ... Sehingga hubungan hukum antara pihak penyewa dengan pihak ke-tiga diselesaikan secara pidana. menghilangkan mobil dengan skenario yang sudah dipersiapkan Apabila mobil digunakan sebagai sarana untuk melakukan penipuan kepada pihak lain (pihak ke-tiga). yaitu melalui lembaga persidangan. Identifikasi Masalah Mengingat luas dan kompleksnya bidang sewa-menyewa... Terkait dengan perdata Setiap wanprestasi yang dilakukan oleh salah satu pihak yang berkaitan dengan pelanggaran dari isi perjanjian yang telah disepakati.Memindah-tangankan mobil yang dilakukan penyewa kepada pihak lain yang tidak disebutkan dalam perjanjian sewa-menyewa mobil..

karena masih ada pihak-pihak yang melakukan perjanjian sewa-menyewa mobil tanpa disertai bukti tertulis. hanya berupa ucapan atau lisan saja. Untuk mengetahui apakah debitur (penyewa) dapat meminta ganti rugi apabila wanprestasi dilakukan oleh pihak kreditur.Apa dasar pemikiran hakim dalam mempertimbangkan kasus ini untuk memutuskan dengan seadil-adilnya? Apakah perjanjian mengenai resiko haruslah benar-benar diperjanjikan? Maksud dan Tujuan Penelitian Pada dasarnya setiap perbuatan yang dilakukan oleh manusia tidak terlepas dari suatu kepentingan yang ingin dicapai. . Untuk mengetahui akibat dan ancaman yang timbul. Kegunaan Penelitian Dengan diadakannya penelitian ini. Hal ini bisa tercapai apabila didukung oleh suatu media yang dianggap paling penting dan mudah. sehingga masalah wanprestasi daam perjanjian sewa-menyewa mobil dapat dikurangi. Untuk memberikan arah dalam pelaksanaan penelitian ini maka disusun tujuan penelitian sebagai berikut: Untuk mengetahui sebab-sebab yang dapat menimbulkan wanprestasi yang terjadi dalam perjanjian sewa-menyewa mobil. Sebagai dasar untuk dijadikan bahan pemikiran bagi para pihak yang melakukan perjanjian sewamenyewa mobil. Kerangka Pemikiran Bahwasannya dalam perjanjian sewa-menyewa berlaku azas konsensualisme. diharapkan agar: Sebagai dasar dalam mencari solusi yang tepat. sesuai dengan pasal 1320 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Sehingga masing-masing pihak dituntut untuk memenuhi hak dan kewajiban sebagai akibat perjanjian yang telah disepakati. yang disebabkan oleh wanprestasi dalam perjanjian sewa-menyewa mobil.

sehingga diperlukan suatu aturan yang tertuang dalam surat perjanjian sewamenyewa. sesuai dengan pasal 1338 (1). Dalam pelaksanaannya perjanjian sewa-menyewa cenderung diwarnai berbagai ancaman wanprestasi. Tidak mungkin pihak yang wanprestasi dapat dimintai pertanggungjawaban apabila tidak disertai bukti. yaitu dalam bentuk pelaksanaan hak dan kewajiban. Dikalangan masyarakat masih ada perjanjian sewa-menyewa yang dilakukan hanya berdasarkan kepercayaan saja tanpa disertai oleh bukti tertulis. asalkan tidak bertentangan dengan ketentuan perundangan yang berlaku. para pihak diberi kewenangan untuk membuat isi perjanjian. pada saat itu mereka telah terikat oleh perjanjian tersebut. karena sungguhlah perjanjian itu merupakan aturan yang harus ditaati oleh para pihak yang mengadakan perjanjian tersebut. baik berupa saksi atau surat perjanjian sewa-menyewa. Metode Penelitian Objek penelitian Dalam penyusunan skripsi ini penulis melakukan studi kasus terhadap gugatan . untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan .Perjanjian sewa-menyewa harus dibuat selengkap mungkin. Masing-masing pihak harus menyadari bahwa pada saat telah tercapainya kata sepakat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful