PEMBELAJARAN PAIKEM - Document Transcript

1. I HAN UR DA W Y T A TU NI PEMBELAJARAN BERBASIS PAIKEM (CTL, Pembelajaran Terpadu, Pembelajaran Tematik) Materi Pelatihan Penguatan Penguatan Pengawas Sekolah DIREKTORAT TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2010 2. SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Di dalam pelaksanaan program penguatan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah yang merupakan agenda dari program 100 hari Mendiknas, Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) telah menyusun materi untuk penguatan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah. Di dalam pengembangan materi tersebut telah mengacu kepada standar pengawas sekolah sebagaimana diatur dalam Permendiknas No. 12 tahun 2007. Saya memberikan penghargaan yang tinggi kepada Direktorat Tenaga Kependidikan atas dihasilkannya materi penguatan kemampuan pengawas sekolah dalam rangka meningkatkan kompetensi pengawas sekolah. Materi ini diharapkan dapat dijadikan referensi bagi individu pengawas sekolah dan lembaga yang terkait dalam penguatan kemampuan pengawas sekolah di Propinsi dan Kab/Kota. Berbagai pihak yang ingin berkontribusi terhadap program penguatan pengawas sekolah dapat memperkaya dengan berbagai referensi dan khasanah bacaan lainnya untuk mewujudkan pengawas sekolah yang profesional dan akuntabel. Semoga semua usaha kita untuk penguatan kemampuan pengawas sekolah sesuai dengan standar pengawas sekolah sebagaimana diamanahkan dalam Permendiknas No. 12 tahun 2007 dapat diwujudkan, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya dan menghasilkan lulusan yang cerdas, kreatif, inovatif dan berpikir kritis. Jakarta, Januari 2010 Direktur Jenderal PMPTK Prof. Dr. Baedhowi, M.Si NIP 19490828 197903 1 001 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah i 3. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah ii 4. KATA PENGANTAR Pada tahun 2007, Direktorat Tenaga Kependidikan, Ditjen PMPTK bekerjasama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah berhasil merumuskan standar pengawas sekolah/madrasah yang ditetapkan melalui Permendiknas No 12 tahun 2007. Untuk mengoperasionalkan dan mengimplementasikan Permendiknas tersebut, Direktorat Tenaga Kependidikan telah berupaya menyusun materi pelatihan sesuai dengan masing-masing komponen kompetensi pengawas sekolah yang diatur dalam Permendiknas No 12 tahun 2007. Materi yang telah disusun ini merupakan bagian dari rencana pelaksanaan program penguatan pengawas sekolah, program kedua dari delapan program 100 hari Mendiknas. Program penguatan kemampuan pengawas sekolah sangat penting mengingat peran strategis pengawas sekolah di dalam proses peningkatan mutu pendidikan. Pengawas sekolah mempunyai tugas yang sangat penting di dalam mendorong guru untuk malakukan proses pembelajaran untuk mampu menumbuhkan kemampuan kreatifitas, daya inovatif, kemampuan

pemecahan masalah, berpikir kritis dan memiliki naluri jiwa kewirausahaan bagi siswa sebagai produk suatu sistem pendidikan. Materi ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi peningkatan kompetensi pengawas sekolah sesuai yang diamanahkan Permendiknas No 12 tahun 2007. Kami menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna, namun kami perlu menyampaikan penghargaan kepada tim penyusun buku ini yang telah berusaha dan berhasil mempersiapakan materi yang dapat dijadikan bahan bacaan bagi usaha peningkatan kompetensi pengawas sekolah. Berbagai pihak yang terkait dengan penguatan kemampuan pengawas sekolah dapat memperkaya dengan materi yang lain sepanjang mencapai tujuan yang sama yaitu meningkatkan kompetensi pengawas sekolah sesuai dengan Permendiknas No 12 tahun 2007. Semoga buku ini bermanfaat bagi usaha penguatan kemampuan pengawas sekolah di seluruh Kab/Kota di Indonesia. Jakarta, Januari 2010 Direktur Tenaga Kependidikan Surya Dharma, MPA, Ph.D 19530927 197903 1 001 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah iii 5. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah iv 6. DAFTAR ISI SAMBUTAN DIRJEN PMPTK ........................................................................ i KATA PENGANTAR ................………………………….…………..……… iii DAFTAR ISI ....................................................................................................... v PENDAHULUAN ...…………………………….…………..……………….. 1 A. Latar belakang ....................................................................................... 1 B. Dimensi Kompetensi .............................................................................. 1 C. Kompetensi yang Hendak Dicapai ....................................................... 2 D. Indikator Pencapaian Kompetensi ....................................................... 2 E. Alokasi Waktu ...................................................................................... 2 F. Skenario .................................................................................................. 2 PEMBELAJARAN PAIKEM ……………………….……..……….. 4 …………………………. A. Latar Belakang ………………………................ …………………….... 4 B. Konsep Dasar Pembelajaran ……………………………………….. 7 …….…………………………..… C. Tujuan PAIKEM …………..…………………………………………… 14 D. Karakteristik PAIKEM ……………………………………….......….... 14 E. Jenis-jenis PAIKEM 16 …………………………………………………………………………… F. Penerapan PAIKEM…………………………………………………… 16 PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) ……………………..........… 21 A. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis ......………………………… 21 B. Pengertian Pembelajaran Kontekstual ................................................ 24 C. Langkah-langkah CTL ………………………………………………... 26 D. Karakteristik Pembelajaran CTL……………….......………………… 26 E. Strategi Pembelajaran Kontekstual ..................................................... 29 F. Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran 31 Tradisional ............................................................................................... Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah v 7. …………. G. Evaluasi Otentik dalam CTL ................................................................. 33 ……………. H. Penerapan

Pembelajaran Kontekstual di Kelas ................................. 35 ……………. PEMBELAJARAN TERPADU ..........................................................………. 55 A. Latar Belakang ........................................................................................ 58 …………. B. Tujuan Pembelajaran Terpadu ............................................................. 61 C. Jenis-jenis Pembelajaran ...................................................................... 62 D. Pembelajaran IPA Terpadu .................................................................. 62 E. Pembelajaran IPS Terpadu ................................................................... 96 ……………. PEMBELAJARAN TEMATIK ....................................................................... 109 A. Latar Belakang ........................................................................................ 116 ……………. B. Kerangka Berpikir .................................................................................. 118 C. Pengertian Pembelajaran Tematik ....................................................... 122 ...…………. D. Landasan Pembelajaran Tematik ......................................................... 125 E. Karakteristik Pembelajaran Tematik ................................................... 126 ……………. F. Rambu-rambu Pembelajaran Tematik ................................................. 128 ……………. G. Implikasi Pembelajaran Tematik .......................................................... 128 ……………. H. Tahap Persiapan Pembelajaran ............................................................ 130 ……………. I. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran ........................................................ 134 ……………. J. Penilaian Pembelajaran Tematik .......................................................... 137 …………. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah vi 8. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah vii 9. PENDAHULUAN A. Latar belakang Tugas pengawas satuan pendidikan tidak hanya melakukan supervisi manajerial kepala sekolah, namun juga membina guru melalui supervisi aka- demik. Dalam pembinaan guru tentu harus mengacu pada kompetensi guru, terutama kompetensi profesional berkaitan dengan proses pembelajaran. Se- jalan dengan perkembangan teknologi serta teori-teori pembelajaran, maka guru pun dituntut mampu menguasai dan memilih pendekatan, strategi dan metode pembelajaran yang tepat, sehingga menjadikan siswa aktif, kreatif, dan belajar dalam suasana senang serta efektif. Menghadapi tugas tersebut pengawas tentu harus menguasai strategi/ metode/ teknik pembelajaran/bimbingan yang up to date. Bila pengetahuan pengawas sudah ketinggalan, apa lagi hanya mengandalkan pengalaman tan-pa didukung teoriteori, maka pengawas tidak akan mandapatkan respek dari para guru yang dibinanya. Paling tidak, untuk jenjang pendidikan dasar pe-ngawas harus memahami garis besar strategi pembelajaran mata pelajaran utama antara lain: matematika, IPA, IPS, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Materi pelatihan ini dimaksudkan memberikan wawasan dan pengalaman langsung melalui praktekpraktek simulasi bagi pengawas dalam melaksanakan tugas supervisi akademik di tingkat TK, SD, SMP, SMA, SMK, SLB. B. Dimensi Kompetensi Dimensi kompetensi yang diharapkan dibentuk pada akhir Diklat ini adalah dimensi Kompetensi Supervisi Akademik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 1

dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide. Memahami Hakikat Pendekatan Pembelajaran 2.10.nik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan potensi siswa agar kritis. D. kreatif. ino. dan mengeneralisasi dalam suasana diklat yang aktif. Pre-test 4. dengan memberikan ide-ide. yaitu lebih mengutamakan pe.Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 2 11. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 4 . tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. me. 3. Pejelasan tentang dimensi kompetensi. Mengidentifikasi Berbagai Jenis Pembelajaran PAIKEM 3. Pembelajaran Tematik 4 jam F. 8. oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Pembelajaran Terpadu (IPA Terpadu. Alokasi Waktu No. c. Penyampaian Materi Diklat: a. Diskusi tentang indikator keberhasilan pelatihan strategi pembelajaran. Refleksi bersama antara peserta dengan pelatih mengenai jalannya pelatihan. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator pencapaian hasil diklat ini adalah apabila pengawas dapat: 1. Tugas guru adalah menyampaikan materi-materi dan siswa diberi tanggung jawab untuk menghafal semua pengetahuan. Membimbing guru dalam menggunakan Berbagai Metode Pembelajaran Berbasis PAIKEM pada setiap mata pelajaran sesuai dengan tingkat berpikir peserta didik. dan bermakna. memilih dan menggunakan strategi/metode/tek.mata pelajaran yang relevan. indikator. PEMBELAJARAN PAIKEM A. alokasi waktu dan skenario pendidikan dan pelatihan strategi pembelajaran. kreatif. IPS Terpadu) 4 jam 3. Perkenalan 2. Latar Belakang Para ahli pendidikan berpendapat bahwa proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini cenderung berpusat kepada guru. inovatif. Guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa. Menggunakan pendekatan andragogi. E. Skenario 1. melalui pendekatan andragogi. Pembelajaran Berbasis CTL 4 jam 2. nyimpulkan. Peranan pelatih lebih sebagai fasilitator. Memang pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek. 6. Penutup Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 3 12. Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. Kompetensi yang Hendak Dicapai Setelah mengikuti pelatihan ini pengawas diharapkan dapat membim-bing guru dalam memahami.vatif. Materi Diklat Alokasi 1. dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar. b. Praktik pengembangan strategi pembelajaran. 7. 5.ngungkapan kembali pengalaman peserta pelatihan. efektif. Post test. mampu memecahkan masalah melalui mata. menganalisis. Eksplorasi pemahaman peserta berkenaan dengan strategi pembelajaran. menyenangkan. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya. C.

Di lihat dari urutan belajar. atau pendekatan pembelajaran yang berfokus pada teknologi. Setiap pendekatan memiliki ciri-ciri dasar atau karakteristik sendiri. Konsep Dasar Pembelajaran 1. minat. Ada pendekatan pembelajaran yang berfokus pada siswa yang meliputi perkembangan. aktivitas. media. Lebih jauh Gagne (1985) mengemukakan bahwa kata-kata seperti penemuan (discovery) dan kreatifitas (creativity) kadang-kadang diasosiasikan sebagaii pemecahan masalah. dan aktivitas guru. elaborasi. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Pendekatan pembelajaran berfokus pada masalah meliputi masalah personal. sistem informasi. Proses perubahan . Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. (4) rangkaian verbal. pemecahan masalah. Karakteristik ini berhubungan dengan apa yang menjadi fokus dan mendapat tekanan dalam pembelajaran. dan kemadirian sesuai denganbakat. peran. kemampuan berpikir. Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning /CTL). penelitian sederhana. Dalam tipe belajar pemecahan masalah. krativitas. tingkat pemahaman yang lebih tinggi. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan. belajar pemecahan masalah adalah tipe belajar paling tinggi karena lebih kompleks. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Istilah pendekatan merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. siswa berusaha menyeleksi dan menggunakan aturan-aturan yang telah dipelajari terdahulu untuk membuat formulasi pemecahan masalah. Belajar dan Pembelajaran Belajar dan pembelajaran merupakan konsep yang saling berkaitan. dll. dan konfirmasi. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. sosial. (2) stimulus-respon. sumber belajar. lingkungan. (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving). Pembelajaran Pembelajaran Terpadu . optimal. inspiratif. eksperimen. sistem instruksional. Kelas yang hidup diharapkan dapat mengimbangi perubahan yang terjadi di luar sekolah yang demikian cepat. menyenangkan. B.13. tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 6 15. menantang. Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne (1985) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar. Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. (6) pembentukan konsep. Oleh karenanya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tergantung pada pendekatannya. tanya jawab dan demonstrasi adalah pendekatan pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan itu. yaitu: (1) belajar isyarat. Pembelajaran Inkuiri dengan menggunakan metode pembelajaran berbuat seperti: kerja kelompok. pengalaman siswa. pengamatan. Pendekatan pembelajaran berfokus pada guru yang meliputi fungsi. Pendekatan atau model-model pembelajaran tersebut menjadi tumpuan harapan para ahli pendidikan dan pengajaran dalam upaya menghidupkan kelas secara Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 5 14. (5) membedakan. dan pembelajaran praktik dengan dikombinasikan dengan metode ekspositori seperti ceramah. (3) rangkaian gerak.

dengan memperhitungkan kejadiankejadian eksternal yang berperanan terhadap rangkaian kejadian. dan dikendalikan pelaksanaannya (Miarso. Faktor yang memengaruhi proses pembelajaran terdiri dari faktor internal dan eksternal. (3) tidak bersifat sementara. yaitu: kecerdasan. lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). Pada kenyataannya ada kewajiban bagi manusia dewasa atau orang-orang yang memiliki kompetensi lebih dahulu agar menyediakan ruang. Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. Adapun yang termasuk faktor eksternal adalah: lingkungan sekolah. Guru harus dapat . Dalam hal ini proses belajar diharapkan terjadi secara optimal pada peserta didik melalui cara-cara yang dirancang dan difasilitasi oleh guru di sekolah. Ada beberapa hal yang termasuk faktor internal. waktu. 1985). keterampilan (kecakapan).ekonomis. (5) memiliki arah dan tujuan. motivasi. metode. baik anak-anak maupun manusia dewasa. Perubahan yang terjadi memiliki karakteristik: (1) perubahan terjadi secara sadar. sikap. keluarga dan masyarakat (keadaan sosio. 1992). 1991). Oleh karena itu pembelajaran perlu dirancang. materi. bakat (aptitude). (2) perubahan dalam belajar bersifat sinambung dan fungsional. dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan. yaitu pengetahuan. mencakup pengetahuan. ditetapkan tujuannya sebelum dilaksanakan. dan keadaan masyarakat). dan (6) mencakup seluruh aspek perubahan tingkah laku. pemahaman. kondisi fisik. peserta didik. Tingkah laku yang berubah sebagai hasil proses pembelajaran mengandung pengertian luas. sosio kultural. Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan. dan kondisi agar terjadi proses belajar pada anak-anak. dan sebagainya. yaitu kondisi dalam proses belajar yang berasal dari dalam diri sendiri. minat. Pembelajaran merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik. dan mental. dan perbuatan. Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat. adalah kondisi di luar individu peserta didik yang mempengaruhi belajarnya. Raka Joni. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 7 16. 1993) Proses pembelajaran yang berhasil guna memerlukan teknik. sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Faktor internal. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 8 17. Sehingga diperlukan strategi yang tepat dan efektif. Pada hakikatnya belajar dilakukan oleh siapa saja. Pola tingkah laku yang terjadi dapat dilihat atau diamati dalam bentuk perbuatan reaksi dan sikap secara mental dan fisik. Pengaturan peristiwa pembelajaran dilakukan secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuat berhasil guna (Gagne.tingkah laku merupakan upaya yang dilakukan secara sadar berdasarkan pengalaman ketika berinteraksi dengan lingkungan. Faktor eksternal. Keberhasilan belajar peserta didik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Dengan demikian diperlukan kegiatan pembelajaran yang disiapkan oleh guru. Faktor internal adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan pribadi guru sebagai pengelola kelas. (4) bersifat positif dan aktif. melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey). dan sumber daya. sikap.kejadian internal yang berlangsung di dalam peserta didik (Winkel.

alokasi waktu cukup tersedia. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menggunakan strategi ekspositori. alat. Pemilihan strategi ekspositori atau diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan karakteristik kompetensi yang menjadi tujuan yang terdiri dari sikap. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. lingkungan sosial. secara umum ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre oriented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre oriented). pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. b. dan motivasi kerja. penguasaan bahan. diskusi kelas. b. dan e. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. alokasi waktu terbatas. Guru diharapkan mampu memilah dan memilih dengan tepat strategi yang digunakan agar hasil pembelajaran efektif dan maksimal. kesesuaian antara tugas dan tanggung jawab. yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi diskoveri inkuiri (discovery inquiry). Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. pengetahuan dan keterampilan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 10 19. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. serta karakteristik peserta didik dan sumber daya yang dimiliki. Resitasi. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. Oleh karena itu tidak ada strategi yang tepat untuk semua kondisi dan karakteristik yang dihadapi. sumber referensi. antara lain keluarga dan lingkungan pergaulan di masyarakat. Berdasarkan pendekatan yang digunakan. Faktor lingkungan. dan lingkungan sekolah. media. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. c. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. kondisi fisik.melaksanakan proses pembelajaran. d. dan tanya jawab. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. dan e. d. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguhsungguh. dan bahan cukup. a. Preparasi. a. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. yang dimaksud adalah faktor lingkungan alam. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. Kegiatan pembelajaran berbentuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 11 . Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. c. sedangkan pendekatan pembelajaran Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 9 18. oleh sebab itu guru harus memiliki persiapan mental. sumber referensi terbatas. materi pembelajaran tidak terlalu luas. Faktor eksternal adalah kondisi yang timbul atau datang dari luar pribadi guru. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai.

f. d. pengetahuan. c. Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 13 22. guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya. memecahkan masalah. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga mencapai ketuntasan yang ditetapkan. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur. kreatif. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis.20. Kritis /Kreatif. memberi keyakinan. kesulitan maupun ancaman. kelas dengan jumlah tertentu. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap. simulasi. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). PAIKEM Sebagai Model Pembelajaran Berbasis Kompetensi PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. eksperimen. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. ekplorasi. Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. C. dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan. Inspiratif/Interaktif/ Inovatif. dan kecepatan belajar yang beragam. kecakapan sistematis dalam menilai. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Oleh karena itu dalam Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 12 21. Prinsip pembelajaran berbasis kompetensi adalah sebagai berikut: a. pengetahuan. dan Menyenangkan. sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya. diskusi kelompok. dan keterampilannya. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya. Peserta didik memiliki karakteristik. Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan. dan sebagainya. menarik keputusan. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan . Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah. b. sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. e. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. potensi. Efektif. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap. Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. 2. Metode yang digunakan adalah observasi. Tujuan PAIKEM Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi.

bentuknya antara lain: • Mengemukakan pendapat • Presentasi laporan • Memajangkan hasil kerja • Ungkap gagasan 3.creative thinking). Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. aktivitas. Jenis-Jenis PAIKEM Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PAIKEM antara lain adalah pembelajaran kotekstual (CTL). memberi keyakinan. atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi. dan . IPS Terpadu). persepsi. Dalam pembelajaran pemecahan masalah. E.bangun gagasan. Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri. komunikasi. 4. Berdasarkan panduan penyusunan KTSP (KTSP). Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: • Melakukan pengamatan • Melakukan percobaan • Melakukan penyelidikan • Melakukan wawancara • Siswa belajar banyak melalui berbuat • Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. Pembelajaran Pengayaan dengan menggunakan berbagai strategi antara lain dengan Les. bentuknya antara lain: • Diskusi • Tanya jawab • Lempar lagi pertanyaan o Kesalahan makna berpeluang terkoreksi o Makna yang terbangun semakin mantap o Kualitas hasil belajar meningkat Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 15 24. Interaksi. pembusukan makanan. kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. kejahatan. dan transfer dalam belajar. kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka. 1. siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. Karakteristik PAIKEM Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 14 23. retensi. dan diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri. serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. Sesuai dengan singkatan PAIKEM. wabah penyakit. interaksi dan refleksi. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. kemacetan lalu lintas. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). umpamanya masalah kemiskinan. motivasi. 2. pengalaman dan kemandirian siswa. makna. Komunikasi. Dsb. memecahkan masalah menarik keputusan. Pembelajaran berbasis TIK (ICT). Pembelajaran Terpadu (Tematik. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam mem. Penerapan PAIKEM Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 16 25. tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. maka pembelajaran yang berfokus pada siswa. kecakapan sistematis dalam menilai. IPA Terpadu.son Study. D. • mengapa demikian? • apakah hal itu berlaku untuk …? • Untuk perbaikan gagasan/makna • Untuk tidak mengulangi kesalahan • Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. pemalsuan produk. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). kegiatan tugas terstruktur. perhatian. Tanggung jawab belajar. memang berada pada diri siswa. kegagalan panen. F.

a. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. dan e. 3. demonstrasi. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. atau proyek. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. b. Kegiatan Tugas terstruktur Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 17 26. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. experiencing. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. diskusi kelas. eksperimen. demonstrasi. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 18 27. tutor. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. a. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. dan untuk SD terdiri dari 35 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. 1. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. cooperating. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. Preparasi. atau proyek. yaitu relating. 2. diskusi kelompok. applying. observasi di sekolah. atau demonstrasi. peran guru sebagai fasilitator. Resitasi. c. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. atau simulasi. observasi lingkungan. Sekolah standar. sumber referensi terbatas. Metode yang digunakan seperti penugasan. beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA/SMK terdiri dari 45 menit. eksperimen.kegiatan mandiri tidak terstruktur. presentasi. d. tanya jawab. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri . atau simulasi. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. teman belajar. observasi lingkungan. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. alokasi waktu terbatas. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. presentasi. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. SMP terdiri dari 40 menit. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. observasi di sekolah. diskusi kelas. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. tanya jawab. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru.

PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL A. Metode yang digunakan adalah observasi. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. a. Guru sebagai pembimbing dan peneliti. materi pembelajaran tidak terlalu luas. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. dan bahan cukup. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. Selain teori progressivisme John Dewey. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. media. diskusi kelas. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. c. diskusi kelompok. 2. dan tanya jawab. alokasi waktu cukup tersedia. Filosofi pembelajaran kontekstual berakar dari paham progressivisme John Dewey. 3. 5. sumber referensi. Sejauh ini pendidikan kita masih di dominasi oleh pandangan bahawa pengetahuan sebagai perangkat fakta- . dan e. ekplorasi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 20 29. serta proses belajar akan produktif jika siswa terlibat dalam proses belajar di sekolah. Siswa akan belajar dengan baik apabila mereka terlibat secara aktif dalam segala kegiatan di kelas dan berkesempatan untuk menemukan sendiri. Pokok-pokok pandangan progressivisme antara lain: 1. siswa menunjukkan belajar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 21 30. alat. d. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. 6. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. eksperimen. dalam bentuk apa yang mereka ketahui dan apa yang dapat mereka lakukan. Harus ada kerja sama antara sekolah dan masyarakat. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. Penumbuhan minat melalui pengalaman langsung untuk merangsang belajar. simulasi. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. d. b. Sekolah progresif harus merupakan laboratorium untuk melakukan eksperimen. Siswa belajar dengan baik apabila mereka secara aktif dapat mengkonstruksi sendiri pemahaman mereka tentang apa yang diajarkan oleh guru. dan sebagainya. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran.dilakukan atas pertimbangan: a. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis Penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) di Amerika Serikat bermula dari pandangam ahli pendidikan klasik John Dewey yang pada tahun 1916 mengajukan teori kurikulum dan metodologi pengajaran yang berhubungan dengan pengalaman dan minat siswa. Intinya. teori kognitif melatarbelakangi pula filosofi pembelajaran kontekstual. Belajar dipendang sebagai usaha atau kegiatan intelektual untuk membangkit ideide yang masih laten melalui kegiatan introspeksi. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 19 28. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. 4. siswa akan belajar dengan baik apabila apa yang mereka pelajari berhubungan dengan apa yang telah mereka ketahui. Siswa harus bebas agar dapat berkembang wajar. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif.

Melalui landasan filosofi konstruksivisme. teori kontruksivisme memandang siswa secara terus menerus memeriksa informasi-informasi baru yang berlawanan dengan aturan-aturan lama dn memperbaiki aturan-aturan yang tidak sesuai lagi. berubah dan tidak menentu. Untuk itu. 5. Belajar pada hakikatnya memiliki aspeksosial dan budaya. maka strategi kontruksivis sering disebut pengajaran yang berpusat pada siswa (studentcentered instruction). Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 23 32. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. pengetahuan bersifat non-objektif. Belajar adalah pemaknaan pengetahuan. 3. Karena penekanannya pada siswa aktif. Dengan demikian. Belajar adalah proses pemaknaan informasi baru 2. filosofi konstruksivisme berkembang. Menurut filosofi konstruktivisme. Segala sesuatu bersifat temporer. Beberapa proposisi yang dapat dikemukakan sebagai implikasi dari teori kontruktivistik dalam praktek pembeljaran di sekolah-sekolah kita sekarang adalah sebagai berikut: 1. Dengan paham kontruksivisme. siswa diharapkan belajar melalui mengalami bukan menghafal. siswa dapat memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan yang dipelajari. diperlukan sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. Berpijak pada dua pandangan itu. Dasarnya pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dari konteks yang terbatas dan sedikit demi sedikit. kebebasan dipandangan sebagai penentu keberhasilan karena kontrol belajar dipegang oleh siswa sendiri. Tujuan . dan selalu berubah. bukan perolehan pengetahuan dan mengajar diartikan sebagain kegiatan atau menggali makna. Dalam pandangan kontruksivistik. Kerja kelompok dianggap sangat berharga. Di dalam kelas yang pengajarannya terpusat kepada siswa. Pemahaman ini diperoleh siswa karena ia dihadapkan kepada lingkungan belajar yang bebas yang merupakan unsur yang sangat esensial. Teori konstruksivis menuntut siswa berperan aktif dalam pembelajaran mereka sendiri.fakta yang harus dihafal. Pemahaman yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman-pengalam belajar bermakna. Siswa yang harus mengkontruksikan sendiri pengetahuannya. atau akal manusia berfungsi sebagai alat untuk melakukan interpretasi sehingga muncul makna yang unik. 4. temporer. konsep. bukan memindahkan pengetahuan kepada orang yang belajar. bukan memberikan ceramah atau mengendalikan seluruh kegiatan di kelas. Hakikat teori kontruksivisme adalah bahwa siswa harus menjadikan informasi itu menjadi miliknya sendiri. atau prinsip bagi diri mereka sendiri. Melalui strategi. CTL dipromosikan menjadi alternatif strategi belajar yang baru. siswa diharapkan dapat membangun pemahaman sendiri dari pengalaman/pengetahuan terdahulu. tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkontruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. kemudian ceramah sebagai pilihan utama strategi belajar. Otak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 22 31. peranan guru adalah membantu siswa menemukan fakta. Strategi belajar yang digunakan menentukan proses dan hasil belajar. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghapal fakta-fakta. Siswa diharapkan memapu mempraktikkan pengetahuan/pengalaman yang telah diperoleh dalam konteks kehidupan. Kebebasan merupakan unsur esensial dalam lingkungan belajar. Siswa diharapkan juga melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut.

Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. konsep ini. Dengan demikian. CTL merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 25 34. 6. C. masyarakat belajar (learning community). Pengertian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. 4. dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. Ciptakan masyarakat belajar.sama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). 7. Sesu. Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan-nya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidu. Kembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. yaitu relating. dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. applying. 3. Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah.atu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel da-pat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya. bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Lakukan refleksi di akhir pertemuan. cooperating. sosial. langkah-langkah yang harus ditempuh dalam CTL adalah sebagai berikut: 1. Lakukan . Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja ber. tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual. hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. bidang studi apa saja. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran. Secara garis besar. pemodelan (modeling). dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelaaran efektif. bertanya (questioning). B. 5.pan mereka sehari-hari. Proses pembelajaran berlangsung lebih alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. menemukan (inquiri). Langkah-langkah CTL CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. 2. yakni: konstruktivisme (constructivism).pembelajaran konstruktivistik menekankan pada penciptaan pemahaman yang menuntut aktivitas yang kreatif dan produktif dalam konteks nyata. Dalam kelas kontekstual. Dengan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 24 33. paham konstruktivistik menolak pandangan behavioristik. experiencing.

Atau sejarah dengan pengalamannya mereka sendiri. Menggunakan berbagai sumber. Melakukan kegiatankegiatan yang berarti (doing significant works) Model pembelajaran ini menekankan bahwa semua proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas harus punya arti bagi siswa sehingga mereka dapat mengkaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sisw 3. Berpikir kritis dan kreatif (critical dan creative thinking) Pembelajaran kontekstual membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. lang-kah-langkah pembelajaran. melibatkan kegiatan menghubungkan masalah ilmu dengan kehidupan sehari-hari dengan cara-cara yang berarti bagi siswa. 4. Siswa kritis guru kreatif. Pembelajaran terintegrasi. program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru. mandiri. Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa. 7. program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya. dan authentic assessmentnya. yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. peta-peta. mereka menemukan makna. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (je-las dan operasional). dan makna memberi mereka alasan untuk belajar. Guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. Siswa aktif. laporan hasil pratikum. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 26 35. Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful connections) Keterkaitan yang mengarah pada makna adalah jantung dari pembelajaran dan pengajaran kontekstual. tidak membosankan. memberi kebebasan kepada siswa menggunakan gaya belajarnya sendiri. Karakteristik Pembelajaran CTL 1. Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. Dalam konteks itu. Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor tetapi hasil karya siswa. materi pembelajaran. merupakan pembelajaran yang aktif. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran. Menyenangkan. 2. 4. D. sedangkan program untuk pembelajaran kontekstual le-bih menekankan pada skenario pembelajarannya. 10. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 27 36. Saling menunjang. nerpikir kritis dan berpikir kreatif. 8. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. kecakapan . Bekerjasama (collaborating) Siswa dapat bekerja sama. ilmu pengetahuan alam. 5. yang dapat di uraikan sebagai berikut: 1. Belajar yang diatur sendiri (self-regulated Learning) Pembelajaran yang diatur sendiri. 11. humor dan lain-lain. 6. Mengkaitkan pembelajaran dengan kehidupan seseorang membuat proses belajar menjadi hidup dan keterkaitan inilah inti dari CTL. membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. Pembelajaran yang diatur siswa sendiri. membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling berkomunikasi. media untuk mencapai tujuan tersebut.penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) dengan berbagai cara. Ketika siswa dapat mengkaitkan isi dari mata pelajaran akademik. 5. Beberapa komponen utama dalam pembelajaran Kontekstual menurut Johnson (2000: 65). artikel. karangan siswa dan lain-lain Dalam pembelajaran kontekstual. 9. 2. Kerjasama. Sharing dengan teman. Belajar dengan bergairah. 3. gambar.

7. Dalam hal ini siswa terlibat dalam penyelidikan untuk pemecahan masalah yang mengintegrasikan keterampilan dan konsep dari berbagai isi materi pelajaran. motif berprestasi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 28 37. tanggung jawab. 4. Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nuturing the individual) Dalam pembelajaran kontekstual siswa bukan hanya mengembangkan kemampuankemampuan intelektual dan keterampilan. Dalam pengetahuan dan konsep yang esensi dari mata pelajaran. tetapi juga aspek-aspek kepribadian: integritas pribadi. 8. kebutuhan dan kemampuannya. Penilaian autentik merupakan antitesis dari ujian stanar. Strategi Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menempatkan siswa di dalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari (Nurhadi. mensintesis. mencapai keunggulan (excellent). E. 1. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian. Strategi yang berasosiasi dengan pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut. Tugas dan kegiatan yang akan dilakukan siswa harus sesuai dengan minat. 3. 2004: 56). memberi keyakinan. dan mempresentasikan penemuannya kepada orang lain. Guru dalam pembelajaran kontekstual juga berperan sebagai konselor. penilaian autentik memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sambil mempertunjukkan apa yang sudah mereka pelajari. asalkan sia dibantu oleh gurunya dalam menemukan potensi dan kekuatannya. Pendekatan ini mencakup pengumpulan informasi yang berkaitan dengan pertanyaan. Belajar berbasis Masalah (Problem-Based Learning) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 29 38. Suatu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah. dan melaksanakan tugas bermakna lainnya. Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja secara mandiri dalam . Yasin dan Senduk. disiplin. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. 6. ketajaman pemahaman dalam mengembangkan sesuatu. memecahkan masalah menarik keputusan. 2. Pembelajaran Autentik (Authentic Instruction) Suatu pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna. dsb. sikap. Belajar berbasis Proyek/Tugas (Project-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran komprehensif di mana lingkungan belajar siswa (kelas) didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah autentik termasuk pendalaman materi dari suatu topik mata pelajaran. Belajar Berbasis Inquiry (Inquiry-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan menyediakan kesempatan untuk pembelajaran bermakna. Ia mengembangkan keterampilan berpikir dan memecahkan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata. Menggunakan Penilaian yang otentik (using authentic assessment) Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan akademik baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu. Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards) Pembelajaran kontekstual diarahkan agar siswa berkembang secara optimal. serta untuk memperoleh pegetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. Tiap siswa bisa mencapai keunggulan.sistematis dalam menilai. dan mentor. minat.

siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Dalam pembelajaran kontekstual. Menurut Sanjaya (2006 : 256) ada beberapa perbedaan yang dapat diuraikan sebagai berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 31 40. bahasa diajarkan dengan pendekatan komunikatif. 3. Dengan kata lain. Dalam pembelajaran kontekstual. 1.. 5. keterampilan dibangun atas kesadaran diri. sedangkan dalam pembelajaran tradisional seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia takut hukuman. 8. tempat kerja atau sejenisnya dan berbagai aktifitas dipadukan dengan materi pelajaran untuk kepentingan siswa. yakni siswa diajak menggunakan bahasa dalam konteks nyata. Belajar Kooperatif (Cooperatif Learning) Pendekatan pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan. Dalam pembelajaran kontekstual. pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan atau masalah yang disimulasikan. bahasa diajarkan dengan pendekatan struktural: rumus diterapkan sampai paham. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa adalah penerima informasi yang pasif. Dalam pembelajaran kontekstual. Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran Tradisional Terlihat jelas perbedaan proses pembelajaran kontekstual yang berpijak pada pandangan kontrukstivisme dengan pembelajaran tradisional yang berpijak padangan behaviorisme-objektivis. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 32 . 6. seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia sadar hal itu keliru dan merugikan. diskusi. Jadi dalam hal ini. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pembelajaran tradisional ketrampilan dikembangkan atas dasar latihan. Dalam pembelajaran kontekstual. saling mengoreksi. jadi menekankan hubungan antara pengalaman jasa-layanan dan pembelajaran akademis. kemudian dilatihkan (drill). 7. Belajar Berbasis Kerja (Work-Based Learning) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 30 39. 5. 2. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa belajar secara individual. Suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi pelajaran berbasis sekolah dan bagaimana materi tersebut dipergunakan kembali di tempat kerja. 7. dan mengkulminasikan dengan produk nyata. sedangkan dalam pemebelajaran tradisional pembelajaran sangat abstrak. perilaku dibangun atas kesadaran sendiri sedangkan dalam pembelajaran tradisional perilaku dibangun atas kebiasaan. F. sedangkan dalam pembelajaran tradisional.. Belajar Berbasis Jasa-Layanan (Service Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengkombinasikan jasa layanan masyarakat dengan suatu struktu berbasis sekolah untuk merefleksikan jasalayanan tersebut. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pembelajaran tradisional hadiah untuk perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor. 4.mengkonstruk pembelajarannya. hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri. 6. pendekatan ini menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru yang diperlukan dan berbagi keterampilan untuk memenuhi kebutuhan dalam masyarkat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya. siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok.

penelitian. Perubahan dan perkembangan bidang atau aspek tertentu mungkin sangat banyak/tinggi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 33 42. mengerjakan tugas. hasil karya dan portfolio. baik berupa rancangan. Evaluasi terhadap proses pembelajaran dan hasil karya merupakan evaluasi otentik. karena dilakukan oleh guru kontekstual sepanjang proses pembelajaran. mencatat. Dalam pembelajaran kontekstual. dan dilatihkan. laporan. mendengarkan. pengamatan. lisan. dan membawa skemata masingmasing ke dalam proses pembelajaran sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa secara pasif menrima rumus atau kaidah (membaca. biasanya hanya digunakan tes. Evaluasi Otentik Sebagai Ciri Penilaian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menuntur evaluasi yang bersifat komprehensif. pengetahuan yang dimiliki oleh manusia dikembangkan oleh manusia itu sendiri. Evaluasi juga dilakukan pada waktu siswa berdiskusi. pemecahan masalah. akhir semester. karena evaluasi dengan menggunakan tes. karena mengevaluasi apa yang secara nyata dilakukan dan dihasilkan oleh para siswa.41. Makin pendek periode waktu pembelajaran yang dievaluasi. melaksanakan maupun melaporkan hasil kegiatannya. Manusia menciptakan atau membangun pengetahuan dengan cara memberi arti dan memahami pengalamannya sedangkan dalam pembelajaran tradisional pengetahuan adalah penangkapan terhadap serangkaian fakta. maka dalam evaluasi proses juga digunakan evaluasi perbuatan (pengamatan). Bagaimana siswa melakukan berbagai kegiatan tersebut serta hasil-hasil yang mereka tunjukkan. Hal ini tidak berarti. rangkuman. evaluasi kenyataan. mengukur hasil pembelajaran pada akhir periode. G. Evaluasi dilakukan pada waktu para siswa merencanakan sesuatu kegiatan. pemahaman rumus dikembangkan atas dasar skemata yang sudah ada dalam diri siswa. 9. tengah semester atau akhir unit. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pembelajaran tradisional rumus itu ada di luar diri siswa. mengerjakan tugas. terlibat penuh dalam pengupayakan terjadinya proses pembelajaran yang efektif. model. ataupun hasil pemecahan dan jawaban soal. tetapi pada bidang atau aspek lainnya sedikit. sedikit sekali atau bahkan hampir tidak ada. menyeluruh dan terus menerus. maka makin mendekati evaluasi otentik. melakukan latihan. dan penyelesaian soal. diterima dan dilafalkan. Portfolio merupakan kumpulan dokumen yang disusun secara sistematik dan terarah yang menggambarkan perkembangan atau kemajuan siswa dalam bidang tertentu. bahwa evaluasi dengan menggunakan tes tidak bisa digunakan. konsep. Perubahan atau perkembangan tersebut mungkin berkenaan dengan aspek yang menjadi tujuan atau terumuskan dalam tujuan pembelajaran. merupakan wujud dari perkembangan dan kemampuan hasil belajar mereka. yang harus dikembangkan. percobaan. menghapal). atau hukum yang brada di luar diri manusia. Dalam pembelajaran kontekstual. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 34 . ikut bertanggungjawab atas terjadinya proses pembelajaran yang efektif. siswa menggunakan kemampuan berpikir kritis. tampa memberikan kontribusi ide dalam proses pembelajaran. gambar. 11. Setiap saat terjadi perubahan dan perkembangan pada para siswa. 10. Dalam evaluasi hasil pembelajaran. makalah. berbentuk tes obyektif atau essay.

43. H. Penerapan Pembelajaran Kontekstual di Kelas Ada tujuh komponen utama pembelajaran yang mendasari penerapan pembelajaran kontekstual dikelas. Ketujuh komponen itu adalah konstruktivisme (constructivism), bertanya (questioning), menemukan (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling) refleksi (reflection), dan penilaian sebenarnya (authentic assessment) 1. Konstruktivisme (Constructivism) Konstruktivisme merupakan landasan berpikir pendekatan kontekstual, yaitu pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak dengan tiba- tiba. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Tetapi siswa harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalaui pengalaman nyata. Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan bergelut dengan ide-ide, yaitu siswa harus mengkontruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri. Esensi dari teori kontruksivisme adalah ide bahwa siswa haarus menemukan dan mentransfomasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain, dan apabila dikehendaki informasi itu menjadi milik mereka sendiri. Dengan dasar ini pembelajaran harus dikemas menjadi proses mengkontruksi bukan mnerima pengetahuan. Landasan berpikir konstruktivisme agak berbeda dengan kaum objektif, yang lebih menekaankan pada hasil pembelajaran. Dalam pandangan konstruktivisme, strategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 35 44. pengetahuan. Untuk itu tugas guru adalah memfasilitasi proses tersebut dengan : (1) menjadikan pengetahuan bermakana dan relevan bagi siswa; (2) memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri; dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. 2. Bertanya (questioning) Pengetahuan yang dimiliki seseorang, selalu bermula dari bertanya karena bertanya merupakan strategi utama pembelajaran yang produkstif, kegiatan bertanya berguna untuk: (1) menggaliinformasi baik administrasi maupun akademia; (2) mengecek pemahaman siswa; (3) membangkitkan respon pada siswa; (4) mengetahui sejauh mana keingin tahuan siswa; (5) mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa; (6) memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki gur; (7) untuk membangkitkan lebihbanyak lagi pertanyaan dari siswa; (8) untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa. Pada semua aktivitas belajar, questioning dapat diterapkan antara siswa dengan siswa, antara guru dan siswa, antara siswa dengan guru, antara siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas dan sebagainya. 3. Menemukan (inquiry) Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hanya hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi juga hasil dari menemukan sendiri. Siklus inquiry adalah (1) observasi, (2) bertanya, (3) mengajukan dugaan, (4) pengumpulan data, (5) penyimpulan. Kata kunci dari strategi inquiry Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 36

45. adalah siswa menemukan sendiri, adapun langkah-langkah kegiatan menemukan sendiri adalah: (1) merumuskan masalah dalam mata pelajaran apapun; (2) mengamati atau melakukan observasi; (3) menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar,laporan, bagan tabel, dan karya lainnya; dan (4) mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca, teman kelas, guru, atau audience lainnya. 4. Masyarakat Belajar (learning community) Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerja sama dengan orang lain. Hasil belajar didapat dari berbagi anatara kawan, kelompok, dan antara yang tahu ke yang belum tahu. Di ruang kelas ini, di sekitar sini, juga dengan orang-orang yang diluar sana semua adalah anggota masyarakat belajar. Dalam kelas yang menggunakan pendekatan kontekstual, guru disarankan dalam melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang anggotanya heterogen. Yang pandai mengajari yang lemah, yang tahu memberiyahu yang belum tahu, yang cepat menangkap mendorong temannya yang lambat, yang mempunyai gagasan segera memberikan usul dan seterusnya. Kelompok siswa bisa sanagt bervariasi bentuknya, baik keanggotaan, jumlah, bahkan bisa melibatkan siswa di dalam kelas atasnya, atau guru mengadakan kolaborasi dengan mendatangkan seorang ahli ke kelas. 5. Permodelan (modelling) Dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu, ada model yang bisa ditiru. Model itu, memberi peluang yang besar bagi guru untuk memberi contoh cara mngerjakan sesuatu, dengan begitu guru memberi model tentang bagaimana belajar. Dalam pendekatan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 37 46. kontekstual guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa, seorang siswa dapat ditunjuk untuk memberikan contoh temannya, misalnya cara melafalkan suatu kata. Siswa contoh tersebur dikatakan sebagai model, siswa lain dapat menggunakan model tersebut sebagai standar kompetensi yang harus dicapai. 6. Refleksi (reflection) Refleksi adalah cara berfikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir kebelakng tentang apa-apa yang sudah kita lakukan dalam hal belajar di masa lalu. Siswa mengendapkan apa yang dipelajarinya sebagai struktur pengetahuan yang baru, yang merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan sebelummnya. Refleksi merupakan respons terhadap kejadian, aktivitas, atau pengetahuan yang baru diterima. 7. Penilaian Sebenarnya (authentic assessment) Assessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran belajar siswa. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui olehb guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran yang benar. Apabila data yang dikumpulkan guru mengidentifikasikan bahwa siswa mengalami kemacetan dalam belajar, maka guru segera bisa mengambil tindakan yang tepat agar siswa agar siswa terbebas dari kemacetan belajar. Karena gambaran tentang kemajuanbelajar itu diperlukan disepanjang proses pembelajaran, maka penilaian tidak dilakukan diakhir periode seperti akhir semester. Kemajuan belajar dinilai dari proses, bukan melalui hasil, dan dengan berbagai cara. Tes hanyalah salah satunya, itulah hakekat penilaian yang sebarnya. Penilai tidak hanya guru, tetapi bisa juga teman Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 38

47. lain atau orang lain. Karakteristik penilain sebenarnya adalah (1) dilaksanakan selama dan sesuadah proses pembelajaran berlangsung; (2) bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif; (3) yang diukur keterampilan dan performasi, bukan hanya mengingat fakta; (4) berkesinambungan; (5) terintegrasi; (6) dapat dipergunakan sebagaifeed back. Dengan demikian pembelajaran yang benar memang seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa agar mampu mempelajari (learning how to learn) sesuatu, bukan ditekankan pada diperolehnya sebanyak mungkin informasi diakhir periode pembelajaran. Berikut contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis CTL pada mata pelajaran IPA di SMP. CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BERBASIS CTL Sekolah : SMP .......................................... Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) Kelas/Semester : IX (Sembilan)/ 2 (Dua) Alokasi Waktu : 10 x 40 menit (5 pertemuan) A. Standar Kompetensi : 4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari- hari. B. Kompetensi Dasar : 4.1. Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet. C. Tujuan Pembelajaran Pertemuan 1: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. mengidentifikasi bahan magnetik dan bahan bukan magnetik. 2. menunjukkan kutub-kutub magnet. 3. menentukan daerah gaya di sekitar magnet (medan magnet). Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 39 48. 4. mendeskripsikan sifat kutub-kutub magnet. 5. memberikan pemaknaan terhadap keberadaan kutub-kutub magnet (kutub utara dan kutub selatan). 6. memberikan pemaknaan terhadap sifat-sifat interaksi antara kutub-kutub magnet. Pertemuan 2: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara menggosok. 2. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara induksi. 3. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. 4. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara menggosok. 5. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara induksi. 6. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. Pertemuan 3: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. menyebutkan cara-cara menghilangkan sifat kemagnetan. 2. mendeskripsikan kemagnetan bumi. 3. memberikan pemaknaan terhadap caracara menghilangkan sifat kemagnetan. 4. memberikan pemaknaan terhadap keberadaan kemagnetan bumi. Pertemuan 4: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. menjelaskan secara kualitatif sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. 2. memberikan pemaknaan terhadap sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. Pertemuan 5: Penilaian pencapaian KD 4.1 (Ulangan Harian, materi Pertemuan 1 s.d. 4). D. Materi Pelajaran: Kemagnetan KEMAGNETAN Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 40 49. Lebih dari 2000 tahun yang lalu, orang Yunani yang hidup di suatu daerah di Turki yang dikenal sebagai Magnesia menemukan batu aneh. Batu tersebut menarik benda-benda yang mengandung besi. Karena batu tersebut ditemukan di Magnesia, orang Yunani memberi nama batu tersebut magnet. Sifat benda yang teramati sebagai suatu gaya tarik atau gaya tolak antara kutub-kutub magnet

”Rajin pangkal pandai. bagaimanapun bentuknya. Secara sederhana kita dapat mengelompokkan bahan-bahan menjadi dua kelompok. Agama melarang manusia sesama jenis untuk saling jatuh cinta. tidak beranak dan tidak diperanakkan. nikel. dan kobalt termasuk bahan magnetik. Para ilmuwan mengetahui bahwa atom itu sendiri memiliki sifat-sifat magnetik. Apabila kita ingin menjadi orang yang pandai. baja. Semua magnet mempunyai sifat-sifat tertentu. Manusia hanya boleh menikah dengan lawan jenisnya. jika kutub utara (U) salah satu magnet didekatkan ke kutub selatan (S) magnet lain. Sedangkan bahanbahan yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut bahan bukan magnetik. • Sebuah magnet dapat hilang sifat kemagnetannya diantaranya apabila kita bakar dan kita pukul-pukul. maka kita juga harus banyak bergaul dan berteman dengan orang yang pandai. kutub-kutub tersebut akan tarik-menarik.” Hanya Allah-lah dzat yang tunggal. Jika kutub-kutub magnet senama (U dan U atau S dan S) saling didekatkan. Lingkungan sangat mempengaruhi perilaku dan perkembangan kognitif seseorang. dan tidak mudah menyerah. • Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara melilitkan kawat pada logam dan mengalirkan arus listrik pada kawat yang dililitkan pada logam tersebut. kita harus rajin belajar. Apabila kita ingin menjadi orang ”baikbaik” maka kita harus bergaul dan berteman dengan orang yang berperilaku baik pula. Secara kodrati.disebut kemagnetan. Perilaku ”menyimpang” seperti homoseksual (L-L) atau lesbian (P-P) dilarang oleh agama. Besi. Bagi ajaran agama Islam. • Kutub-kutub magnet yang senama (U-U atau S-S). Sifat-sifat magnetik suatu bahan bergantung pada struktur atomnya. manusia mempunyai dua jenis kelamin. PEMAKNAAN • Semua magnet memiliki dua kutub yang berlawanan. Sifat-sifat magnetik tersebut disebabkan gerak elektron atom-atom tersebut. kita harus sering berdiskusi dan mendapat masukan-masukan dari banyak orang yang memiliki kemampuan melebihi kemampuan kita. Oleh karena itu. yaitu utara (U) dan selatan (S). • Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara menggosokkan magnet pada logam tersebut. jika didekatkan akan tolak-menolak. mempunyai dua ujung di mana pengaruh magnetiknya paling kuat. dan semakin lama penggosokan semakin kuat serta bertahan lama sifat kemagnetannya. Bahanbahan yang dapat ditarik oleh magnet disebut bahan magnetik. Sedangkan kutub-kutub magnet yang tidak senama (U-S). aluminium. dan plastik adalah contoh-contoh bahan bukan magnetik. Tuhan yang Maha Esa menciptakan manusia secara berpasangpasangan. kedua kutub tersebut akan tolak. kaca. hal ini sesuai dengan kandungan dalam Surat Al-Ikhlas. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 42 51. yaitu: laki-laki (L) dan perempuan (P). Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 41 50. Allah itu satu. tiap atom di dalam suatu bahan magnetik adalah seperti sebuah magnet kecil yang disebut magnet atom (magnet elementer). Setiap magnet. Namun. ”Allah. jika didekatkan akan tarik-menarik. Agar kemampuan (pengetahuan) kita semakin bertambah. Dua ujung tersebut dikenal sebagai kutub magnet. yaitu: bahan magnetik dan bahan bukan magnetik. Sifat . Penggosokan magnet harus dilakukan secara terarah. Sedangkan kayu. yang diberi nama kutub utara (U) dan kutub selatan (S).menolak.” Apabila kita ingin pandai. • Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara menginduksi logam tersebut dengan magnet pada logam tersebut.

magnet memiliki dua kutub. Namun. LKS Kemagnetan 4. bercerai kita runtuh. Alat peraga magnet.” Dalam suatu komunitas. maka adanya provokasi tersebut dapat memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa. antara lain berkaitan dengan: magnet dapat menarik benda. • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). Buku Siswa CTL untuk SMP Direktorat PSMP 2. Alat/Bahan/Sumber belajar 1. Serbuk besi 6. Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak Kegiatan Awal • Demonstrasi menarik benda-benda dari logam (besi) dengan sebuah ”magnet”. • Demonstrasi dilanjutkan dengan menempelkan paku besar tersebut dengan sebuah magnet batang dan kemudian menempelkannya pada paku-paku kecil. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 1). Menanyakan kepada siswa. Menjelaskan konsep kemagnetan. . dan motor listrik 5. Buku Sumber (Referensi) lain 3. . yaitu: U dan S. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. • Menginformasikan bahwa hari ini . tape recorder. ”Bersatu kita teguh. dll. apabila kita rukun tidak terjadi saling permusuhan.kemagnetan dimiliki oleh suatu bahan apabila magnet-magnet elementer bahan itu tersusun secara teratur. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 2 “Panduan Belajar Pengaruh magnet”. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 44 53. • Meminta satu-dua kelompok untuk menulis di papan tulis Tabel 1 yang telah diisi dan ditanggapi kelompok lain. dengan adanya suatu pengaruh ”negatif” dari luar. Model Pembelajaran: Pembelajaran Kooperatif (CL) dengan ”Pemaknaan” G. Kegiatan Inti • Memperlihatkan magnet batang. Animasi pemaknaan untuk penanaman sikap 7. mendemonstrasikan bahwa ada beberapa benda yang dapat ditarik oleh magnet dan ada yang tidak dapat ditarik oleh magnet. Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak Kegiatan Awal • Mendemonstrasikan dengan menempelkan sebuah paku besar ke paku-paku kecil dan meminta siswa memperhatikan paku. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. Pertemuan 2 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 45 54. • Menginformasikan magnet batang mempunyai dua kutub yang dinamai kutub utara dan selatan sambil mendemonstrasikan menggantungkan magnet batang dengan benang. • Membagikan LKS 1 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. bel listrik. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 43 52. mengapa benda tersebut dapat menempel? • Menginformasikan bahwa magnet banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari di sekitar kita sambil memberikan contoh misalnya bel listrik. • Meminta siswa membaca Pengaruh Magnet dan membimbing mengerjakan LKS tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. Kabel/kawat listrik (kawat untuk kumparan) 8. Siswa diminta memperhatikan paku-paku kecil itu apakah dapat menempel pada sebuah paku besar tersebut.paku kecil itu apakah dapat menempel pada sebuah paku besar tersebut. Catu daya (baterai) F. misalnya munculnya para provokatorprovokator.sifat gaya magnet antar kutub-kutub magnet. motor listrik. maka apapun yang kita cita-citakan akan dengan lebih mudah untuk kita capai. E.

• Meminta satu dua kelompok untuk menggambar pola serbuk besi untuk tiap susunan magnet batang dan ditanggapi kelompok lain. antara lain berkaitan dengan: cara menghilangkan sifat kemagnetan. Agar besi menjadi magnet. tentang Pengaruh Magnet. Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak Kegiatan Awal • Sambil menggantung bebas sebuah magnet batang. menanyakan kepada siswa: ”ke arah mana magnet batang itu selalu menghadap?” Mengapa? • Menanyakan kepada siswa. • Meminta salah satu kelompok untuk menuliskan hasil kegiatannya di papan tulis dan kelompok lain diminta menanggapinya. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 2).pembuatan magnet dengan cara menggosok. • Menginformasikan bahwa terdapat perbedaan antara kutub magnetik dan kutub geografik bumi. Kegiatan Inti • Menyajikan informasi bahwa dalam besi yang bukan magnet susunan atom-atomnya masih acak. apakah suatu magnet. dan mengalirkan arus listrik. • Meminta siswa membaca Buku Siswa. • (Lainlainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. in. . • Memberi penghargaan pada siswa/kelompok yang kinerjanya bagus. antara lain berkaitan dengan: . sifat kemagnetannya tidak dapat dihilangkan? • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 3). • Membagikan LKS 3 dan membimbing siswa untuk mengerjakan LKS tersebut.pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif. . dan membimbing mengerjakan LKS 5 tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masingmasing. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti.cobaan membuat magnet dengan cara menggosok.duksi.pembuatan magnet dengan cara induksi. Pertemuan 3 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 47 56. Pertemuan 4 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 49 . Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara mendekatkan sebuah magnet ke besi tersebut.keberadaan kemagnetan bumi. • Membagikan LKS 4 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. serta menjelaskan bagaimana kompas dapat membantu untuk menentukan arah. Kemagnetan Bumi. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 5. menjelaskan pola-pola garis gaya untuk berbagai macam susunan magnet batang. . Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang cara Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 48 57. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang ”Cara Pembuatan Magnet” guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 46 55. susunan atomatomnya harus dibuat searah.akan dilakukan per. Kegiatan Inti • Menginformasikan bahwa garis gaya magnet dapat digambar untuk memperlihatkan lintasan medan magnet.

Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang medan magnet Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 50 59.58. . 6. • Meminta siswa membaca Buku Siswa. Kompetensi Dasar 3. H. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 4). Kegiatan Inti • Menginformasikan bahwa arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar akan menimbulkan medan magnet yang arahnya bergantung pada arah arus listrik. mengapa jarum kompas itu dapat mengalami penyimpangan arah? • Mengingatkan kembali tentang cara membuat magnet dengan mengalirkan arus listrik. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. Menanyakan pada siswa. • Membagikan LKS 7 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 4.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki Indikator Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara fisika♣ Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara kimia♣ Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran♣ Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran♣ PERTEMUAN 1 A. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara penyaringan 2. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. dan membimbing mengerjakan LKS 8 tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. yaitu: . Penilaian (Instrumen Penilaian Terlampir pada Lembar Penilaian) • Bentuk tes tertulis: pilihan ganda dan uraian singkat • Kinerja saat melakukan kegiatan • Laporan/presentasi Tes tertulis dilaksanakan setelah proses pembelajaran (Pertemuan 5) dengan menggunakan Lembar Penilaian (LP) 4. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 51 60.1.1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 4. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 8. • Menginformasikan bahwa medan magnet solenoida dapat diperbesar dengan memperbesar jumlah lilitan maupun besar arus yang mengalir melaluinya. Memahami keanekara-gaman makhluk hidup. Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia. subbab Medan Magnet di Sekitar Arus Listrik. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 1. • Meminta satu-dua kelompok untuk menulis di papan tulis untuk melengkapi Tabel 1 hasil penyelidikan dan ditanggapi kelompok lain. CONTOH 2: RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS CTL Sekolah : SMP Mata Pelajaran : IPA Kelas / Semester : VII / 1 Standar Kompetensi 3. Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak Kegiatan Awal • Mendemonstrasikan terjadinya penyimpangan suatu jarum kompas ketika diletakkan dekat suatu magnet.2 Melakukan pemisahan campuran dengan berbagai cara berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia 6. • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). Memahami wujud zat dan perubahannya 4.sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik.

Membinbing siswa melakukan percobaan dan memeriksa kegiatan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar.Menegaskan tentang permasalahan yang muncul dalam sesi pemotivasian dan berdiskusi tentang penguapan dan pengembunan.gas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. . kerikil d. Kegiatan pendahuluan Motivasi: Menanyakan kegiatan tugas lanjutan.Guru membimbing siswa merangkum pelajaran.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan den. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara destilasi 2. Diskusi D. Tu.Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya .Melakukan pengamatan. Sumber Belajar 1. pisau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 53 62. .Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat : 1. menuliskan data hasil pengamatan. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 4. meliputi: a. Tiap kelompok terdiri dari . . berkomunikasi B. kemudian menanyakan kepada siswa: “Terdiri dari apa sajakah campuran tersebut. LKS 3.yaringan. 3. Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok. air kolam c. Buku siswa 2.apakah yang kamu pikir dapat digunakan sebagai penyaring air? Lakukan kegiatan ini dengan menggunakbahanbahan yang E. melakukan inferensi.Metode : Demonstrasi Eksperimen Diskusi Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 52 61.gan benar . melakukan inferensi. Kegiatan Penutup .Langkah-langkah 1. .Model Pembelajaran Pendekatan : Pembelajaran Kooperatif Metode : Pengamatan. Kegiatan inti . Metode Pembelajaran 1.Penugasan Terstruktur: Memberikan tugas lanjutan dari kegiatan yang telah dilakukan yaitu menggunakan bahan-bahan lain yang dapat digunakan untuk menyaring air dan membandingkan hasilnya dengan kelompok lain. Materi Pembelajaran Pemisahan campuran dengan cara penyaringan C.Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan per. D.cobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok. dilanjutkan dengan diskusi tentang berbagai kemungkinan pemisahan campuran selain pen. selanjutnya menanyakan: “Bagaimanakah memperoleh air tawar dari air asin? ” (Arahkan dalam konteks penjernihan air untuk memperoleh air tawar) Pengetahuan Prasyarat: Mengajukan pertanyaan tentang penguapan dan pengembunan Menyampaikan tujuan pembelajaran 2.Meminta peserta didik untuk membaca LKS dan mendiskusikan dalam kelompok sebelum melakukan percobaan. Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok.Langkah-langkah 1.ahan. ijuk f. pasir e. PERTEMUAN 2 A. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. berkomunikasi B. Kegiatan Inti . Melakukan pengamatan.Menegaskan tentang permasalahan yang muncul dalam sesi pemotivasian. Alat dan bahan untuk kegiatan siswa dalam pertemuan ini.guru dapat langsung memberikan bimbingan. Kegiatan Pendahuluan Motivasi: Menunjukkan pada siswa air kotor dan air jernih. .Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa.Materi Pembelajaran Pemisahan campuran dengan cara destilasi dan kristalisasi C. apakah terdapat organisme di dalamnya? Apakah air tersebut dapat dijernihkan?” Pengetahuan Prasyarat: Mengajukan pertanyaan tentang pengertian campuran Menyampaikan tujuan pembelajaran 2. . Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.Model :Cooperatif Learning 2. botol plastik 2l bekas air mineral b. menuliskan data hasil pengamatan.

meliputi: a. LKS 3. Langkah-langkah 1. . .cobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok. .Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan den. 3. Menanyakan kegunaan tawas (diarahkan untuk penjernihan air) . Poster dapat berupa diagram alir. pisau PERTEMUAN KETIGA A. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan apersepsi . . Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.Menanyakan:”Pernahkah kamu melihat tawas?” Guru menunjukkan tawas. Sumber belajar 1. dilanjutkan dengan diskusi tentang penerapan lain destilasi. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara kimia (koagulasi) 2.Meminta peserta didik untuk membaca LKS dan mendiskusikan dalam kelompok sebelum melakukan percobaan.Guru besama peserta didik membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar . atau sesuai kreasi anak. .Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya . pasir e.4-5 siswa.Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa. 3. E. dilanjutkan dengan diskusi tentang pemisahan campuran secara kimia yang lain.Teknik penilaian dan bentuk instrumen Teknik Bentuk Instrumen Tes unjuk kerja Lembar Observasi (rating scale) Tes tulis Isian 2.Model Pembelajaran Pendekatan : Pembelajaran Kooperatif Metode : Diskusi dan Penerapan Strategi Belajar (membuat peta konsep) D. Penilaian 1. Kegiatan inti .Menyampaikan tujuan pembelajaran 2.cobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok.guru dapat langsung memberikan bimbingan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 54 63.Peralatan untuk membuat poster F.Membinbing siswa melakukan percobaan dan memeriksa kegiatan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar. air kolam c. Alat dan bahan untuk kegiatan siswa dalam pertemuan ini.Meminta kelompok untuk membuat poster tentang proses pengolahan air sungai atau danau menjadi air minum.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan den.gan benar . Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3.Guru besama peserta didik membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar . . botol plastik 2l bekas air mineral b. .Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan per. peta konsep. Kegiatan penutup . Mendiskusikan pemisahan campu. Peserta didik menempelkan poster hasil kerja kelompoknya dan diamati kelompok lain . . Buku siswa 2. .Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan per.Buku Siswa 2. Tuliskan langkah-langkah pemisahannya. kerikil d.ran selain penyaringan dan destilasi. Materi Pembelajaran Pemisahan campuran C. ijuk f.Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur: Guru menginformasikan untuk mem.baca dan mempelajari Buku Siswa dan sumber belajar yang lain. Sumber Belajar 1.guru dapat langsung memberikan bimbingan. Contoh instrumen Tes Tulis: Misalkan terdapat campuran air asin dan pasir. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran B. . yakni kristalisasi. sehingga .Membinbing siswa melakukan kegiatannya.Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok.Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa.Guru meminta peserta didik membaca secara individual materi tentang cara pemisahan campuran secara kimia dalam di Buku Siswa (Pengelolaan Air Minum) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 55 64.Guru memberikan kuis untuk mengetahui daya serap materi yang baru saja dipelajari E. Kegiatan penutup . Tujuan Peserta didik dapat 1.gan benar .

menyimpulkan. garam. membedakan. berkomunikasi. membandingkan. networked jaringan kerja dengan orang-orang yang memiliki . Lembar Observasi yang dikembangkan sebagai berikut. pendekatan metakurikuler digunakan threaded untuk mencapai beberapa keterampilan dan tingkatan logika para siswa dengan berbagai mata pelajaran. menduga dan mengukur. berpikir induktif. memadukan. IPS Terpadu. urutan langkah ditulis dengan benar 2: ada langkah prinsip tidak teridentifikasi. menggenarilasisikan. Beberapa keterampilan berpikir dikembangkan dalam pembelajaran ini. Tematik) Menurut Joni (1996) didasarkan pada pengaitan konseptual intra dan/atau antar bidang studi yang terjadi secara spontan. menginterpretasikan. melakukan percobaan. LATAR BELAKANG Pembelajaran terpadu merupakan proses pembelajaran yang bersifat menyeluruh atau holistik. di mana mereka akan melihat apa yang dipelajarinya dari minat dan pengalaman mereka sendiri. terutama dalam keterampilan berpikir. atas dasar beberapa topik pada beberapa mata pelajaran yang berhubungan. mengurutkan. PEMBELAJARAN TERPADU A. ada langkah yang ditulis tidak urut 1: ada langkah prinsip tidak teridentifikasi. PENGINTEGRASIAN KURIKULUM MODEL RENTANGAN DESKRIPSI Mata Pelajaran Terpisah fragmented Tiap Mapel disampaikan terpisah. Lembar Observasi terhadap Kinerja Ilmiah Siswa No Aspek Yang Diamati Skor 0 (tidak ada) 1 (kurang) 2 (sedang) 3 (baik) 1 Melakukan pengamatan 2 Menuliskan data pengamatan 3 Melakukan tafsiran terhadap data 4 Mengkomunikasikan Kriteria Penilaian skor yang didapat nilai = × 100 skor total Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 57 66. bertanya. seperti: mengamati. Webbed Berangkat dari tema yang dibangun (terjala/tematik) bersama-sama antara guru dengan siswa. berpikir deduktif. siswa sebagai peserta didik yang aktif. Kemungkinan Bentuk Penerapan Pembelajaran Terpadu (IPA Terpadu. dan pasir! Kriteria penskoran: 4: semua langkah teridentifikasi. shared dua mata pelajaran yang sama-sama diajarkan dengan menggunakan konsep-konsep atau keterampilan. berpikir divergen. berpikir konvergen. menilai. mengambil keputusan. guru masing-masing mata pelajaran integrated bekerja sama melihat dan memberikan topik-topik yang berkaitan dan tumpang tindih. menganalisis.keterampilan yang tumpang tindih (overlap).kamu mendapatkan air tawar. ada langkah prinsip tidak tertulis 0: tidak mengerjakan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 56 65. dengan program kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan secara sepenuhnya mengikuti kurikulum yang isinya masih terkotak-kotak berdasarkan bidang studi agar terorganisasi secara terstruktur. Lintas Peserta didik immersed berpusat untuk mengakomodasikan kebutuhan para siswa. lebih eksplisit dan bertolak dari tema-tema. nested Selain target di Mapel ada target multiketerampilan Integrasi beberapa Mata Sequenced beberapa topik diatur ulang serta Pelajaran diurutkan agar dapat serupa satu sama lain. merencanakan. Model Pengintegrasian Kurikulum tersebut menurut Forgaty (1991) digambarkan seperti pada tabel berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 58 67. merumuskan hipotesis. connected Suatu konsep dipertautkan dengan konsep lain. urutan langkah ditulis dengan benar 3: ada langkah yang tidak terlalu prinsip tidak teridentifikasi. memperkirakan. Pendekatan ini menempatkan siswa dalam posisi sentral. mengelompokan.

• Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Mereka akan bekerja secara terpadu sesuai dengan topik pekerjaan yang mengikat mereka. C. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antar konsep dalam disiplin ilmu tersebut. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 60 69. B. penyelidikan. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. sejarah. sehingga memudahkan memahami hubungan materi dari satu konteks ke konteks lainnya. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. TUJUAN DAN MANFAAT PEMBELAJARAN TERPADU • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran • Meningkatkan minat dan motivasi • Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 59 68. filsafat. pengambilan keputusan.keahlian untuk membantu bagian dari pekerjaannya yang lebih bersifat implementatif. • Menyusun rencana tindakan pelaksanaan. geografi. ekonomi. sehingga belajar lebih menyenangkan. psikologi sosial menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu. • Merumuskan masalah. Dalam hal ini Guru bekerja sama melihat dan memberikan topik-topik yang . Berpikir Kritis • Menjelaskan ide dan pemikiran • Menentukan tingkat ketepatan informasi dasar (hasil pengamatan dan komunikasi). belajar dalam situasi nyata. memudahkan pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi dari mata pelajaran yang dipadukan. Biologi dan Fisika menjadi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu. antropologi. Pemecahan Masalah • Menghimpun fakta-fakta. dan dalam konteks yang lebih bermakna. Model-model pembelajaran berpikir yang dapat digunakan dalam pembelajaran terpadu adalah: pemecahan masalah. • Menyusun argumentasi dan penyimpulan (berdasarkan data dan konsep) 3. JENIS-JENIS PEMBELAJARAN TERPADU Pembelajaran yang dimungkinkan untuk dipadukan adalah mata pelajaran Kimia. pemikiran. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam. politik. evaluasi kritis. berpikir kritis. pemecahan. • Mengembangkan ide. Sedangkan kajian tentang sosiologi. • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait. guru dengan peserta didik. • Memberikan alas an. 2. • Dengan menggabungkan berbagai bidang kajian akan terjadi penghematan waktu. sehingga Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 61 70. argumentasi bagi keputusan. peserta didik/guru dengan nara sumber. • Membuat perkiraan dan menentukan keputusan. karena ketiga atau lebih disiplin ilmu dapat dibelajarkan sekaligus. berpikir kreatif. Berpikir Kreatif • Pengembangan ide-ide dalam beberapa kategori (kelenturan berpikir) • Pengembangan ide baru (kemurnian berpikir) • Penyempurnaan ide (elaborasi pemikiran) 4. alternative pemecahan. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antar guru sub bidang kajian terkait. Evaluasi Kritis • Menentukan kriteria • Menyusun alternative pemikiran. Beberapa kegiatan utama dari modelmodel pembelajaran berpikir ini diuraikan sebagai berikut: 1. • Menentukan alternatif pemecahan. peserta didik dengan peserta didik.

Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP/MTs. Keempat unsur itu merupakan ciri IPA yang utuh yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. evaluasi. Akibatnya IPA sebagai proses. mahluk hidup.berkaitan dan tumpang tindih (dengan mencermati indikator yang telah disusun) dan memadukannya. Carin dan Sund (1993) mendefinisikan IPA sebagai “pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur. Webbed (tematik) dan Integrated. berlaku umum (universal). biologi. dan tentatif. IPA bersifat open ended. Dalam proses pembelajaran IPA keempat unsur itu diharapkan dapat muncul. dan aplikasi tidak tersentuh dalam pembelajaran. prinsip. dan hukum. Keadaan ini diperparah oleh pembelajaran yang beriorientasi pada tes/ujian. sistematis. sikap. dengan ciri: objektif. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 62 71. meliputi mata pelajaran fisika. menghafalkan konsep. guru hanya menyampaikan IPA sebagai produk . Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. konsep-konsep. yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah. • produk: berupa fakta. sehingga peserta didik dapat mengalami proses pembelajaran secara utuh. metodik. perancangan eksperimen atau percobaan. D. metode ilmiah. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya. Kemungkinan pada pemaduan IPA adalah Connected. peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. pengukuran. universal. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. PEMBELAJARAN IPA TERPADU 1. memahami fenomena alam melalui kegiatan pemecahan masalah. dan penarikan kesimpulan. bumi antariksa. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah. fenomena alam. • proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 63 72. dan meniru cara ilmuwan bekerja dalam menemukan fakta baru. sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa faktafakta. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan (discovery). metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis. Merujuk pada pengertian IPA itu. teori dan hukum. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. teori. Pengalaman belajar yang diperoleh di kelas tidak utuh dan tidak berorientasi tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. • aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran lebih bersifat teacher-centered. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan seharihari. dan kimia yang sebenarnya sangat berperan dalam membantu anak untuk memahami fenomena alam. dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen”. Kecenderungan pembelajaran IPA pada masa kini adalah peserta didik hanya mempelajari IPA sebagai produk. maka dapat disimpulkan bahwa hakikat IPA meliputi empat unsur utama yaitu: • sikap: rasa ingin tahu tentang benda. PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis.

Oleh karena itu. serta dapat berargumentasi secara benar. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 65 74. Cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektif dan psikomotor. memprediksi konsekuensi dari hipotesis. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode ilmiah. serta bersikap ilmiah. Alasan yang sering dikemukakan oleh para guru adalah keterbatasan waktu. diperlukan cara pembelajaran yang dapat menyiapkan peserta didik untuk melek IPA dan teknologi. diharapkan peserta didik dapat membangun pengetahuannya melalui cara kerja ilmiah. Dalam belajar IPA . efisien. prediksi. menyusun hipotesa. kritis. sarana. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang akan dicapai peserta didik yang dituangkan dalam empat aspek yaitu. mereka tetap berharap agar pembelajaran IPA di sekolah dapat disajikan secara menarik. Indikator pencapaian kompetensi dikembangkan oleh sekolah. mencari jawaban. Abad 21 ditandai oleh pesatnya perkembangan IPA dan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan di masyarakat. keterbatasan kemampuan peserta didik. Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak peserta didik yang cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri. menyempurnakan jawaban tentang “apa”. Peserta didik hanya mempelajari IPA pada domain kognitif yang terendah. dan jumlah peserta didik per kelas yang terlalu banyak. dan melakukan inovasi dalam pembelajaran tanpa meninggalkan isi kurikulum. Semua ini ditujukan agar guru dapat lebih aktif. 2. materi dan sifatnya. dan media serta lingkungan belajar yang ada di sekolah. Namun demikian. (3) dikembangkannya sikap ilmiah.dan peserta didik menghafal informasi faktual. serta bumi dan alam semesta. karena dianggap sukar. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 64 73. kreatif. belajar berinteraksi dan berkomunikasi. makhluk hidup dan proses kehidupan. Melalui pembelajaran IPA terpadu. disesuaikan dengan lingkungan setempat. dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. bekerja sama dalam kelompok. memang tidak banyak peserta didik yang menyukai mata pelajaran IPA. dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut hasil eksperimen. Dalam kenyataan. melakukan eksperimen untuk menguji prediksi. dan merumuskan hukum umum yang sederhana yang diorganisasikan dari hipotesis. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati. dan efektif. mampu berpikir logis. energi dan perubahannya. terutama teknologi informasi dan komunikasi. dan “bagaimana” tentang gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui cara-cara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan dan teknologi. (2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati. “mengapa”. memahami jawaban. Metode ilmiah dalam mempelajari IPA itu sendiri telah diperkenalkan sejak abad ke-16 (Galileo Galilei dan Francis Bacon) yang meliputi mengidentifikasi masalah. kreatif. lingkungan belajar. atau karena mereka tak berminat menjadi ilmuwan atau ahli teknologi. KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN IPA Ilmu Pengetahuan Alam didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen. pengamatan. dan eksperimen. Peserta didik tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya.

dan bumi-alam semesta memungkinkan adanya tumpang tindih dan pengulangan. memperhatikan keselamatan kerja. mengklasifikasikan. tidak percaya tahyul. kimia. mengolah. disiplin. dan biologi. metode ilmiah. (3) latihan berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar matematika. dan menganalisis data. peduli terhadap lingkungan. tulisan. yaitu dengan gambar. Atas dasar itu. merencanakan eksperimen untuk menjawab pertanyaan. TUJUAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU Tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut. sehingga membutuhkan waktu dan energi yang lebih banyak. menerapkan ide pada situasi baru. Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat tersebut dinamakan dengan keterampilan proses penyelidikan atau “enquiry skills” yang meliputi mengamati. jujur. menggunakan peralatan sederhana serta mengkomunikasikan informasi dalam berbagai cara. biologi. Melalui keterampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang meliputi rasa ingin tahu. sabar. yaitu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 67 76. pembelajaran IPA hendaknya disajikan dalam bentuk yang utuh dan tidak parsial. menyusun hipotesis.pisah dalam fisika. tekun. lisan. serta membosankan bagi peserta didik. a. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran Dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai peserta didik masih dalam lingkup disiplin ilmu fisika. kimia. maka pembelajaran akan lebih efisien dan efektif. 3. Oleh karena itu pembelajaran IPA di sekolah sebaiknya: (1) memberikan pengalaman pada peserta didik sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran fisis.alat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. (2) menanamkan pada peserta didik pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). Di samping itu pembelajaran yang disajikan terpisah. Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”. mengukur. karena anak pada usia ini masih dalam transisi dari tingkat berpikir operasional konkret ke berpikir abstrak. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Banyak ahli yang menyatakan pembelajaran IPA yang disajikan secara disiplin keilmuan dianggap terlalu dini bagi anak usia 7-14 tahun. ulet. cermat. . hal ini akan membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. mengajukan pertanyaan. (4) memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan dan pembuatan alat.peserta didik diarahkan untuk membandingkan hasil prediksi peserta didik dengan teori melalui eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. dan sebagainya. Bila konsep yang tumpang tindih dan pengulangan dapat dipadukan. menggolongkan. Lagi pula. kritis. Hipotesis ini dapat berasal dari pengamatan terhadap kejadian seharihari yang memerlukan pembuktian secara ilmiah. yang didasarkan pada Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 66 75. Pendidikan IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. sebagai penerapan matematika pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam. terbuka. anak melihat dunia sekitarnya masih secara holistik. dan bekerja sama dengan orang lain.

maka pada jenjang pendidikan SMP/MTs dan SMA/MA. b. Meningkatkan minat dan motivasi Pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan situasi pembelajaan yang utuh. kemampuan analitik. akan lebih baik bila keterpaduan dibatasi pada mata pelajaran yang termasuk bidang kajian IPA saja. peserta didik digiring untuk berpikir luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan konseptual yang disajikan guru. dan bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. c. dan astronomi. Pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal. geologi. menyeluruh. yang akan membuka peluang timbulnya kesulitan dalam pembelajaran dan penilaian. fisika. dinamis. sistemik.236).Keterpaduan mata pelajaran dapat mendorong guru untuk mengembangkan kreativitas tinggi karena adanya tuntutan untuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 68 77. Lintas submata pelajaran dalam IPA adalah mengkoordinasikan berbagai disiplin ilmu seperti biologi. dan kemampuan kategorik agar dapat memahami keterkaitan atau kesamaan materi maupun metodologi. dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep pengetahuan dan nilai atau tindakan yang termuat dalam tema tersebut. Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus Model pembelajaran IPA terpadu dapat menghemat waktu. serta biaya karena pembelajaran beberapa kompetensi dasar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 69 78. dan bermakna sesuai dengan harapan dan kemampuan guru. Guru dituntut memiliki kecermatan. 4. tenaga. dan langkah pembelajaran yang dipandang memiliki kesamaan atau keterkaitan. kimia. teratur. Dengan model pembelajaran yang terpadu dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari. PEMADUAN KONSEP DALAM PEMBELAJARAN IPA Salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas beberapa mata pelajaran adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubungkaitkan konsep-konsep dari berbagai submata-pelajaran. menyeluruh. serta kebutuhan dan kesiapan peserta didik. utuh. dan sarana. Peserta didik akan lebih termotivasi dalam belajar bila mereka merasa bahwa pembelajaran itu bermakna baginya. Hal ini terjadi karena adanya proses pemaduan dan penyatuan sejumlah standar kompetensi. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai mata pelajaran (Carin 1997. dan analitik. menerima. Sebenarnya IPA dapat juga dipadukan dengan mata pelajaran lain di luar bidang kajian IPA dan hal ini lebih sesuai untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar. pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tema yang disampaikan. mengingat semakin tinggi jenjang pendidikan. pembelajaran terpadu juga menyederhanakan langkah-langkah pembelajaran. memahami keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lain. kompetensi dasar. dapat diajarkan sekaligus. Mengingat pembahasan materi IPA pada tingkat lebih tinggi semakin luas dan mendalam. Selanjutnya peserta didik akan terbiasa berpikir terarah. Dalam hal ini. maka semakin dalam dan luas pula pemahaman konsep yang . Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu banyak guru yang terlibat. menyerap. Di samping itu.

malaria. dan mungkin juga konsepnya sulit dipahami peserta didik. berdisiplin. namun ada pula yang tak bersayap. sebagai penyerbuk tanaman. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 70 79. kolaborasi. jika guru hendak melakukan pembelajaran terpadu dalam IPA. dan masih banyak lagi peranan insekta. Topik ini bersifat kontekstual di daerah pertanian dan daerah pantai. β. sebagai komponen penting dalam rantai makanan. sebagai vektor berbagai penyakit pada hewan dan manusia. Peranannya dalam kehidupan juga sangat luas. di pohon. ε. Oleh karena itu. dan dunia nyata. Ada yang bermetamorfosis sempurna Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 71 80. χ. sebagai hama tanaman. Dengan insekta sebagai tema sentral. penyakit kaki gajah yang vektor penyebarannya adalah insekta. memahami rantai makanan. dan mandiri. Pembelajaran terpadu diawali dengan penentuan TEMA. dan ada pula yang tidak. di darat sebagai hewan yang hidup di tanah. Mencari informasi dari buku yang Kunjungan ke tempat Proyek:Koleksi relevan pemeliharaan lebah insekta dan mewawancarai peternak Mempelajari klasifikasi Menyelidiki siklus insekta INSEKTA hidup berbagai insekta seran Menyelidiki tentang serangga penyerbuk Penyelidikan tentang siklus hidup nyamuk . akan tetapi guru dapat memilih tema insekta mengingat banyak masalah kesehatan dan lingkungan yang terkait dengan insekta. belajar akan lebih baik bila peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek. ‘membaca’. peserta didik menjadi lebih percaya diri dan termotivas dalam belajar bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam beberapa aspek yaitu: α. dan penyebab timbulnya ledakan hama. sebaiknya memilih tema yang menghubungkaitkan antara IPA–lingkunganteknologi-masyarakat. dan sebagai hewan terbang. ‘menulis’ dan ‘melakukan’ kegiatan menyelidiki masalah yang sedang dipelajarinya. namun dapat dicoba. tetapi untuk daerah perkotaan mungkin agak sulit dilaksanakan. peserta didik yang bekerja sama dengan kelompoknya akan lebih bertanggung jawab. memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik. sehingga bila disampaikan dalam pembelajaran akan memerlukan waktu yang cukup banyak. dan berinteraksi dengan teman. Berikut ini diberikan contoh pembelajaran IPA Terpadu dengan tema yang bernuansa IPA-lingkungan-teknologi-masyarakat. Pada umumnya insekta bersayap. peserta didik lebih memahami dan lebih mudah mengingat karena mereka ‘mendengar’. Misalnya.di dalam air. Begitu luasnya pembahasan tentang insekta. δ. mengasah kepekaan peserta didik terhadap kebersihan lingkungan.harus diserap oleh peserta didik. Contoh 1: TEMA SERANGGA/INSEKTA Insekta merupakan hewan invertebrata yang banyak ditemukan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Topik/pokok bahasan tentang Insekta juga tidak ditemukan dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. guru. Jadi pembahasan topik ini dapat menjadi bahan pengayaan untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik tentang peranan insekta dalam ekosistem. merebaknya penyakit demam berdarah. Insekta merupakan salah satu kelas dari Phylum Arthropoda dengan anggota yang terbanyak dan tingkat keanekaragaman yang sangat tinggi. maka dapat dibuat jaringan tema berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 72 81. ‘berbicara’. Habitat insekta juga tersebar sangat luas.

1 Melaksanakan 20 x 40’ 2. Pada saat menetapkan beberapa mata pelajaran yang akan dipadukan sebaiknya sudah disertai dengan alasan atau rasional yang berkaitan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar oleh peserta didik dan kebermaknaan belajar. Jaringan tema insekta Kompetensi dasar untuk jaringan tema ”insekta” pada gambar 2. namun dapat menjadi inspirasi untuk memotivasi peserta didik yang berminat melakukan penyelidikan tentang insekta. Berikut ini contoh peta kompetensi dasarIPA terpadu untuk SMP kelasVII CONTOH PETA KOMPETENSI DASAR IPA TERPADU Mata Pelajaran : IPA Kelas : VII KD MP Fisika KD MP Kimia KD MP Biologi Tema Waktu 5. dan kemampuan). Inilah contoh fleksibilitas kurikulum untuk mengembangkan potensi peserta didik. Pada tahap ini dilakukan pengkajian atas kompetensi dasar pada semester dan kelas yang sama. Contoh lihat lampiran. satuannya dalam kehidupan sehari-hari.3 Melakukan Penjernih sifatsifat zat Mengklasifikasikan 20 x 40’ pemisahan an Air berdasarkan makhluk hidup campuran wujudnya dan berdasarkan ciri-ciri dengan penerapannya yang . PERENCANAAN Keberhasilan pembelajaran terpadu akan lebih optimal jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik (minat. Dalam pembelajaran ini sekaligus kita menerapkan metode ilmiah dan mengembangkan keterampilan proses IPA dan kemampuan pemecahan masalah. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 73 82.2 Melakukan Kerja pengamatan objek 1. Langkah (2): Mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar dari mata pelajaran yang akan dipadukan.1 Mendeskripsik percobaan Ilmiah secara terencana dan an besaran sederhana sistematis untuk pokok dan dengan bahan.1 Menyelidiki 6. Ada berbagai model dalam mengembangkan pembelajaran IPA Terpadu yang dapat dilihat pada alur penyusunan perencanaan pembelajaran terpadu berikut ini: Menetapkan mata Membuat matriks atau pelajaran yang akan bagan hubungan dipadukan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu Mempelajari Standar kompetensi dan kompetensi dasar mata Merumuskan indikator pelajaran yang pembelajaran terpadu dipadukan Memilih/menetapkan Menyusun silabus tema atau topik pembelajaran terpadu pemersatu Menyusun desain pembelajaran/rencana pelaksannan pembelajaran terpadu Gambar 3. Langkah (1): Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan.1 di atas mungkin tidak termuat dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar seluruhnya.1 Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 74 83. kebutuhan. antarsemester dan kelas yang berbeda dari beberapa submata pelajaran IPA yang memungkinkan untuk diajarkan secara terpadu.Mempelajari istilah tentang bagian tubuh Menyelidiki pengaruh Menyelidiki insekta perubahan lingkungan habitat serangga thd populasi serangga dalam ekosistem vektor penularan penyakit Gambar 2.2 2. 3. PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU a. bakat. antarsemester pada kelas yang sama.1. Standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik sudah tercantum dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar per submata pelajaran IPA. 5.memperoleh besaran bahan yang informasi gejala alam turunan beserta diperoleh biotik dan a-biotik.

Contoh lihat lampiran. menarik perhatian peserta didik untuk menumbuhkan kesiapan belajar. kegiatan inti. b. Kegiatan tatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang peserta didik dapat berinteraksi langsung . kemudian baru dilihat koneksitasnya dengan kompetensi dasar dari berbagai submata pelajaran IPA. dan kegiatan penutup/tindak lanjut. misalnya penyakit demam berdarah. Contoh lihat lampiran. Pengalaman belajar dapat terjadi melalui kegiatan tatap muka dan kegiatan nontatap muka. dikembangkan dari berbagai indikator submata pelajaran IPA menjadi beberapa pengalaman belajar yang konsep keterpaduan atau keterkaitan menyatu antara beberapa submata pelajaran IPA. Langkah (5): Menyusun dan merumuskan indikator pencapaian hasil belajar untuk setiap kompetensi dasar dari submata pelajaran yang dipadukan. Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran terpadu yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar peserta didik (learning experience). memotivasi peserta didik: membangkitkan semangat dan minat peserta didik untuk siap menerima pelajaran. yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Langkah (7): Menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran atau rencana pelaksanaan pembelajaran untuk setiap pertemuan. dikemas dalam kegiatan pendahuluan. diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik siap mengikuti pembelajaran dengan seksama. Langkah (4): Membuat matriks keterhubungan kompetensi dasar dan tema/topik pemersatu. Dalam memilih tema/topik dapat dirumuskan dengan melihat isu-isu yang terkini. karena waktu yang tersedia relatif singkat yaitu antara 5-10 menit. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 76 85. 3.dimiliki berbagai cara dalam kehidupan berdasarkan sehari-hari sifat fisika dan sifat kimia Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 75 84. Langkah-langkah dalam kegiatan pendahuluan ini terdiri atas beberapa tahap yaitu: 1. Contoh lihat lampiran. Efisiensi waktu dalam kegiatan awal ini perlu diperhatikan. Contoh lihat lampiran. 2. Dengan waktu yang relatif singkat tersebut. mengaitkan topik yang akan dipelajari dengan topik yang telah dipelajari yang dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan tentang topik yang sudah dipelajari sebelumnya dan memberikan komentar atas jawaban peserta didik Dalam kegiatan pendahuluan ini guru dapat pula melakukan penilaian awal peserta didik (tes awal) yang dapat diberikan secara lisan maupun tertulis. 4. dan lainnya. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kaitan antara tema/topik dengan kompetensi dasar yang dapat dipadukan. MODEL PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU (Desain Pembelajaran/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Model pembelajaran dalam hal ini adalah menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu. Kegiatan Awal/Pendahuluan Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal yang harus ditempuh guru dan peserta didik pada setiap kali pelaksanaan pembelajaran terpadu. Fungsinya untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif. Contoh lihat lampiran. Langkah (6): Menyusun silabus pembelajaran IPA terpadu. HIV/AIDS. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 77 86. memberikan acuan topik yang akan dibahas. Langkah (3): Memilih dan menetapkan tema atau topik pemersatu.

atau berorientasi pada aktivitas peserta didik. Hasil belajar pada hakikatnya merupakan kompetensi-kompetensi yang mencakup aspek pengetahuan. kelompok. memberikan motivasi atau bimbingan belajar. Kegiatan nontatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik dengan sumber belajar lain di luar kelas atau di luar sekolah. jenis dan bentuk penilaian.dengan guru maupun dengan peserta didik lainnya. Kegiatan Akhir/Penutup dan tindak lanjut Waktu yang tersedia untuk kegiatan penutup atau kegiatan akhir pembelajaran terpadu ini cukup singkat. Secara umum kegiatan penutup ini terdiri atas hal-hal sebagai berikut ini. di antaranya adalah sebagai berikut ini. yakni disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. Model penilaian ini disesuaikan dengan penilaian berbasis kelas pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Guru hanya sebagai fasilitator yng memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk belajar. Guru harus berupaya untuk menyajikan bahan ajar dengan strategi mengajar yang bervariasi. membaca materi pelajaran tertentu. c. a) Mengajak peserta didik untuk menyimpulkan materi yang telah diajarkan. serta alat evaluasi yang digunakan. Cara yang paling praktis adalah menuliskannya di papan tulis dengan penjelasan secara lisan mengenai pentingnya kompetensi tersebut yang akan dikuasai oleh peserta didik. d) Memberikan evaluasi lisan atau tertulis. menjelaskan kembali bahan yang dianggap sulit oleh peserta didik. sikap dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Kegiatan belajar hendaknya lebih mengutamakan aktivitas peserta didik. yang mendorong peserta didik pada upaya penemuan pengetahuan baru. melalui pembelajaran yang bersifat klasikal. c) Mengemukakan topik yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. Penilaian proses dan hasil belajar saling berkaitan satu dengan yang lainnya karena hasil belajar merupakan . Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 79 88. Oleh karena itu guru perlu mengatur dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin. Terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam kegiatan inti pembelajaran terpadu. Guru menyampaikan kepada peserta didik kegiatan belajar yang harus ditempuh peserta didik dalam mempelajari tema atau topik yang telah ditentukan. Kegiatan inti pembelajaran terpadu bersifat situasional. penyajian harus dilakukan secara terpadu melalui penghubungan konsep di mata pelajaran yang satu dengan konsep di mata pelajaran lainnya. b) Melaksanakan tindak lanjut pembelajaran dengan pemberian tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah. Prinsip belajar sesuai dengan ’konstruktivisme’ hendaknya dilaksanakan dalam pembelajaran terpadu Dalam membahas dan menyajikan materi/bahan ajar terpadu harus diarahkan pada suatu proses perubahan tingkah laku peserta didik. Kompetensi dapat diukur melalui sejumlah hasil belajar yang indikatornya dapat diukur dan diamati. Objek penilaian mencakup penilaian terhadap proses dan hasil belajar peserta didik. keterampilan. dan perorangan. MODEL PENILAIAN IPA TERPADU Model penilaian yang dikembangkan mencakup prosedur yang digunakan. Peserta didik diarahkan untuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 78 87. • Kegiatan yang paling awal: Guru memberitahukan tujuan atau kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik beserta garis besar materi yang akan disampaikan. menemukan sendiri apa yang dipelajarinya. • Alternatif kegiatan belajar yang akan dialami peserta didik.

KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem . Tes Laporan Lembar hubungan ukuran perbuatan praktikum penilaian penduduk laporan dengan Lembar kebutuhan penilaian pangan kinerja Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 82 91. Jenis penilaian terpadu terdiri atas tes dan bukan tes. Non keterampilan. Berikut ini adalah contoh penilaian untuk tema/topik tentang LINGKUNGAN SEKITAR KITA TEMA: LINGKUNGAN SEKITAR KITA KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing. Sistem penilaian dengan menggunakan tes merupakan sistem penilaian konvensional.masing tingkat trofik Memprediksi Memperkirakan Penugasan Nontes Laporan Lembar pengaruh hubungan antara hasil penilaian kepadatan populasi pengamatan laporan populasi penduduk manusia dengan terhadap kebutuhan air lingkungan bersih dan udara bersih Praktikum 1. Tes tes sikap. Oleh karena itu untuk melengkapi gambaran kemajuan belajar secara menyeluruh maka dilengkapi dengan non-tes.masing tingkat trofik Memperkirakan hubungan ukuran penduduk dengan kebutuhan lahan Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk dengan kerusakan lingkungan Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk dengan kesehatan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 83 92. Sistem ini kurang dapat menggambarkan kemampuan peserta didik secara menyeluruh. dan nilai Tes lisan Tes tertulis Tes perbuatan Skala sikap Tes tertulis/ uraian Tes tertulis/ objektif Daftar periksa Pilihan ganda Kuesioner Tes tertutup/ Benar salah Catatan anekdot terbatas/ Menjodohkan Portofolio terstruktur Isian singkat Catatan sekolah Bebas terbuka Isian panjang Jurnal Cuplikan kerja Isian khusus Model penilaian pembelajaran terpadu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 81 90. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 80 89. PENILAIAN Pengetahuan. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing. sebab hasil belajar digambarkan dalam bentuk angka yang gambaran maknanya sangat abstrak. Nontes Memperkirakan 2.akibat dari proses belajar.

masing tingkat trofik Menjelaskan efek samping penggunaan bahan kimia dalam rumah tangga Menjelaskan Menunjukkan Penugasan Nontes Laporan Lembar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 86 95.masing tingkat trofik hubungan bentuk energi dan hasil penilaian bentuk . pembersih. dan kehidupan pembasmi sehari-hari serangga Menyelidiki pengaruh penggunaan bahan kimia yang digunakan sebagai pemutih. pengharum. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing. dan tanah pengelolaan dalam kaitannya lingkungan dengan kegiatan untuk manusia mengatasi pencemaran Mengemukakan dan kerusakan contoh langkah.dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing.lingkungan langkah upaya pengelolaan lingkungan hidup untuk kesejahteraan manusia Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 84 93. karya tulis dalam udara.masing tingkat trofik Mencari Mengelompokkan Praktikum Nontes Lembar informasi bahan kimia dari penilaian tentang kemasan yang Tes perbuatan laporan kegunaan dan digunakan Lembar efek samping sebagai pemutih.masing tingkat trofik Mengaplikasik Menjelaskan Penugasan Nontes Karya tulis Lembar an peran pengaruh penilaian manusia pencemaran air. penilaian bahan kimia pembersih. kinerja dalam pengharum. dan pembasmi serangga Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 85 94. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing.

Tugas berupa laporan baik secara individu maupun kelompok sebaiknya berupa tugas aplikasi. Bila di suatu sekolah guru IPA terdiri atas guru fisika. kimia.energi perubahannya pengamatan laporan dan dalam kehidupan perubahansehari-hari nya. Dapat pula berupa tugas sintesis dan evaluasi. penggunaan media. IMPLIKASI PEMBELAJARAN IPA TERPADU Sesuatu yang baru atau merupakan inovasi tentu tidak mudah untuk dilaksanakan. afektik.masing tingkat trofik permasalah-an proses ganda jawaban dan lingkungan pemanasan global cara dan pengaruhnya penilaian terhadap masalah lingkungan Soal uraian singkat Menjelaskan pengaruh proses. misalnya merupakan hasil Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 88 97. yaitu jenjang SMP/MTs dan SMA/MA. maka dalam penyusunan silabus. a. baik tes maupun nontes. maka dalam pelaporan hasil penilaian tidak menjadi masalah. maka guru dapat mempraktikkan beberapa teknik penilaian. misalnya tugas pemecahan masalah lingkungan dan usulan cara penanggulangannya. Hasil uji coba menunjukkan bahwa pembelajaran terpadu dapat dilaksanakan. dan strategi . 6. Untuk keperluan pelaporan hasil penilaian guru dapat memberikan bobot bagi setiap tugas yang diberikan tergantung pada pertimbangan guru sesuai dengan karakteristik tugas. biologi. Ketiganya akan dipadukan menjadi nilai mata pelajaran IPA . Hal ini tergantung pada kondisi sekolah. pembelajaran dapat dilakukan oleh tim pengajar atau guru tunggal. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing.proses di lingkungan terhadap kesehatan manusia Berdasarkan contoh itu. namun tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. biologi. baik yang termasuk dalam ranah kognitif. kimia. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 89 98. Oleh karena keterpaduan pembelajaran IPA meliputi mata pelajaran fisika. perencanaan pembelajaran. karena memerlukan penyesuaian diri dan kemauan untuk beradaptasi. prinsip "usaha dan Mengaplikasikan energi" serta konsep energi penerapan-nya dan dalam perubahannya kehidupan dalam kehidupan sehari-hari sehari-hari Menjelaskan Menjelaskan Penugasan Nontes Laporan Lembar hubungan proses pelapukan penilaian antara proses di lapisan bumi yang terjadi di berkaitan dengan lapisan litosfer masalah dan atmosfer lingkungan dengan kesehatan dan Menjelaskan Tes akhir Soal Pilihan Kunci Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 87 96. Begitu pula dengan pembelajaran IPA Terpadu. Penilaian untuk pelaporan mengacu pada pedoman penilaian dari Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. Melalui penugasan ini maka kemampuan berpikir dan kepekaan peserta didik akan terasah. pengamatan di luar kelas. Guru Dalam pelaksanaannya. maupun psikomotor. Pembelajaran terpadu biasa dilakukan jenjang pendidikan usia dini.

pembelajaran IPA Terpadu terbentur pada masalah-masalah berikut ini. 2. Selain meningkatkan kerja sama. 1. tetapi dapat dari berbagai mata pelajaran yang direkatkan oleh tema. Dalam mengajarkan bahan ajar dilakukan oleh guru mata pelajaran yang dominan. Indikator yang sudah dipadukan tidak perlu diajarkan dua kali karena tujuan pembelajaran terpadu adalah efisiensi dan efektivitas dalam pembelajaran. maka sangat dianjurkan agar guru tersebut bekerja sama dalam kelompok MGMP agar dapat terjadi diskusi tentang perencanaan strategi dan pelaksanaan KBM. dan materi. bahwa yang terpenting adalah kerja sama antarguru IPA yang ada di suatu sekolah dalam membuat perencanaan pembelajaran. Penguasaan bahan ajar. seorang guru mengajar semua mata pelajaran IPA. Dalam bab sebelumnya telah diuraikan. Bahan Ajar Bahan ajar yang digunakan tidak hanya buku mata pelajaran saja. b. mulai dari silabus. 4. Aktivitas pembelajaran harus lebih banyak berpusat pada peserta didik agar dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya. 5. suatu bahan ajar dapat dibahas . Program semester yang telah memuat urutan materi yang akan diajarkan. Aktivitas peserta didik dalam penugasan dapat menjadi nilai tambah yang menguntungkan. Misalnya bahan ajar tersebut dominan biologi maka yang mengajar sebaiknya guru biologi. atau bersama-sama. indikator. maka pembelajaran terpadu dapat meningkatkan kerja sama antarguru IPA. pembelajaran IPA terpadu dapat diajarkan oleh guru tunggal atau tim pengajar tergantung pada kesepakatan dan waktu. pengaturannya dapat dilakukan sejak awal semester atau awal tahun pelajaran. Hal utama yang harus dilakukan guru adalah memahami model pembelajaran terpadu secara konseptual maupun praktikal. desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran hingga kesepakatan dalam bentuk penilaian. Bahkan bila memungkinkan mereka dapat menggunakan teknologi informasi yang ada. Namun dalam pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru tunggal. Peserta didik Bagi peserta didik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 90 99. Jadwal pelajaran yang sudah diatur sedemikian rupa dan tak dapat diubah begitu saja. Masalah guru mata pelajaran IPA yang terpisah. Hal yang perlu dihindarkan adalah pembahasan materi yang tidak seimbang karena wawasan pengetahuan tentang materi pelajaran yang lain kurang memadai. pembelajaran terpadu juga meningkatkan keharusan bagi guru untuk memperluas wawasan pengetahuannya. 3. dan mengalami kesulitan untuk memadukan kompetensi dasar. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 91 100. Secara teknis. Bila di sekolah.mengajar sebaiknya dibuat bersama hingga penyusunan alat penilaiannya. karena dapat mengembangkan kemampuan asosiasi konsep dan aplikasi konsep. Dalam pelaksanaannya di lapangan. Peserta didik dapat juga mencari berbagai sumber belajar lainnya. c. Pembelajaran terpadu perlu dilakukan dengan variasi metode yang tidak membosankan. pembelajaran terpadu dapat mempertajam kemampuan analitis terhadap konsep-konsep yang dipadukan. Kerja sama ini meliputi saling mempelajari materi dari mata pelajaran yang lain. Keterpaduan kompetensi yang terjadi lintas kelas. Oleh karena itu. Bila hal ini dapat dilaksanakan. Pembelajaran terpadu oleh guru tunggal dapat memperkecil masalah pelaksanaannya yang menyangkut jadwal pelajaran. baik yang ada di sekolah maupun dalam lingkup MGMP. Dalam pembelajaran terpadu.

Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran Terpadu Walaupun standar kompetensi dan kompetensi dasar IPA dikembangkan dalam submata pelajaran. dan dalam konteks yang lebih bermakna. dan Biologi) dapat dibelajarkan sekaligus. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. sehingga memudahkan memahami hubungan materi IPA dari satu konteks ke konteks lainnya. belajar dalam situasi nyata. maka penggunaan sarana pembelajaran dapat lebih efisien jika dibandingkan dengan pemisahan mata pelajaran. pada tingkat pelaksanaan guru memiliki keleluasaan dalam membelajarkan peserta didiknya untuk mencapai kompetensi tersebut. akan tetapi kelemahan tersebut sebagai tantangan untuk . • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. maka akan mengurangi kebosanan peserta didik terhadap pengulangan bahan ajar pada berbagai mata pelajaran. dan Biologi. • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. sehingga belajar lebih menyenangkan. satu contoh yang akan dikembangkan dalam model ini adalah guru dapat mengidentifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dekat dan relevan untuk dikemas dalam satu tema dan disajikan dalam kegiatan pembelajaran yang terpadu. Yang perlu dicatat ialah pemaduan kegiatan dalam bentuk tema sebaiknya dilakukan pada jenjang kelas yang sama dan masih dalam lingkup IPA . Salah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 92 101. Memang tidak semua konsep dapat dipadukan.dari berberapa mata pelajaran sehingga wawasan peserta didik diharapkan akan lebih terbuka. Sarana dan Prasarana Dalam pembelajaran terpadu diperlukan berbagai alat dan media pembelajaran. guru dengan peserta didik. terorganisasi dan mendalam. Di samping itu karena konsep-konsep itu dipadukan dalam suatu pembelajaran. e. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. karena ketiga disiplin ilmu (Fisika. oleh karena itu model pembelajaran harus disesuaikan dengan konsep yang akan diajarkan. Konsep-konsep yang dipilih untuk direkat oleh tema dapat menghemat waktu dan ruang. • Dengan menggabungkan berbagai mata pelajaran akan terjadi penghematan waktu. Kekuatan/manfaat yang dapat dipetik melalui pelaksanaan pembelajaran terpadu antara laian sebagai berikut. Kimia. peserta didik dengan peserta didik. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. model pembelajaran IPA Terpadu juga memiliki kelemahan. Begitu pula dengan pembelajaran terpadu dalam IPA memiliki beberapa kelemahan. d. sehingga pemahaman menjadi lebih Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 93 102. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antarguru submata pelajaran terkait. • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait. Kimia. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antarkonsep Fisika. sehingga memudahkan pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi IPA. bahwa sebenarnya tidak ada model pembelajaran yang cocok untuk semua konsep. peserta didik/guru dengan narasumber. Karena digunakan untuk pembelajaran konsep yang direkatkan oleh tema. Di samping kekuatan/manfaat yang dikemukakan itu. Perlu disadari. Berikut contoh Pemetaan Kompetensi Dasar untuk menjadi Tema dalam pembelajaran IPA Terpadu.

Secara akademik. dan budaya. PEMBELAJARAN IPS TERPADU 1. guru selain dituntut untuk menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif. a. Suasana pembelajaran: Pembelajaran terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu mata pelajaran dan ‘tenggelam’nya mata pelajaran lain. c. metode. perlu dibahas bersama antara guru mata pelajaran terkait dengan sikap terbuka. Sekalipun pembelajaran terpadu mengandung beberapa kelemahan selain keunggulannya. Bila kondisi ini tidak dimiliki. berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian materi). Untuk mengurangi kelemahan-kelemahan di atas. f. Aspek sarana dan sumber pembelajaran: Pembelajaran terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. guru dituntut untuk terus menggali informasi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada mata pelajaran tertentu saja. Dalam kaitan ini. Aspek peserta didik: Pembelajaran terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif “baik”. maka guru berkecenderungan menekankan atau mengutamakan substansi gabungan tersebut sesuai dengan pemahaman. sejarah. Beberapa kelemahan yang perlu diatasi diuraikan sebagai berikut ini. dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri. dan mempermudah pengembangan wawasan. d. selera. pada saat mengajarkan sebuah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 95 104. geografi. Kesemuanya ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pembelajaran IPA. penilaian keberhasilan pembelajaran peserta didik. pembelajaran terpadu menekankan pada kemampuan analitik (mengurai).terus berupaya diatasi oleh pihak-pihak yang terlibat di sekolah. dan berani mengemas dan mengembangkan materi. mungkin juga fasilitas internet. e. kemampuan eksploratif dan elaboratif (menemukan dan menggali). hukum. PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti: sosiologi. juga dituntut untuk berkoordinasi dengan guru lain. Aspek penilaian: Pembelajaran terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif). baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. keterampilan metodologis yang handal. Semua ini akan menunjang. politik. Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas . Tanpa kondisi ini. E. Bila sarana ini tidak dipenuhi. Aspek Guru: Guru harus berwawasan luas. memperkaya. rasa percaya diri yang tinggi. maka pembelajaran terpadu dalam IPA akan sulit terwujud. Guru perlu diberi kewenangan dalam mengembangkan materi. b. bila materi pelajaran berasal dari guru yang berbeda. Aspek kurikulum: Kurikulum harus luwes. sebagai sebuah bentuk inovasi dalam implementasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar perlu dikembangkan lebih lanjut. memiliki kreativitas tinggi. maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat. Hal ini terjadi karena model Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 94 103. ekonomi. kemampuan asosiatif (menghubung-hubungkan). TEMA. Dengan kata lain. maka penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan. yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa mata pelajaran terkait yang dipadukan.

ekonomi. 2001). pendidikan dan agama (Numan Soemantri. kepercayaan.dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu-ilmu sosial (sosiologi. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi. Salah satu bentuk efisiensi dan efektivitas implementasi kurikulum. Geografi. kelompok. geografi.20) Dalam implementasinya. antropologi. organisasi politik. geografi. proses interaksi dan kontrol sosial. yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi pokok bahasan atau topik (tema) tertentu. Antropologi meliputi studi-studi komparatif yang berkenaan dengan nilai-nilai. sejarah. Ilmu politik dan ekonomi tergolong ke dalam ilmu-ilmu tentang kebijakan pada aktivitas-aktivitas yang berkenaan dengan pembuatan keputusan. psikologi sosial. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 97 106. politik. ekonomi. perlu dikembangkan berbagai model pembelajaran kurikulum. meliputi bahan kajian: sosiologi. dan benda-benda budaya dari budaya-budaya terpilih. kebulatan wawasan yang berkenaan dengan wilayah-wilayah. ekspresi-ekspresi dan spiritual. sedangkan sejarah memberikan wawasan berkenaan dengan peristiwa-peristiwa dari berbagai periode. hukum. filsafat. IPS atau studi sosial itu merupakan bagian dari kurikulum sekolah yang diturunkan dari isi materi cabangcabang ilmu-ilmu sosial: sosiologi. dan antropologi merupakan disiplin ilmu yang memiliki keterpaduan yang tinggi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 98 . • Kompetensi Dasar IPS berasal dari struktur keilmuan geografi. • Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan gabungan dari unsur-unsur geografi. sosiologi. Sosiologi dan psikologi sosial merupakan ilmu-ilmu tentang perilaku seperti konsep peran. kewarganegaraan. KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN IPS Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Ilmu-Ilmu Sosial di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). institusi. sejarah. sejarah. politik. ekonomi. sejarah. antropologi. dan psikologi sosial. aktivitas. perlu dilakukan berbagai studi yang mengarah pada peningkatan efisiensi dan efektivitas layanan dan pengembangan sebagai konsekuensi dari suatu inovasi pendidikan. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa kehidupan masyarakat (Nursid Sumaatmaja. dan budaya). teknologi. filsafat. sejarah. Gambar 1: Keterpaduan Cabang Ilmu Pengetahuan Sosial Sejarah Ilmu Politik Geografi Ekonomi Ilmu Pengetahuan Sosial Psikologi Sosiologi Sosial Filsafat Antropologi 2. Karateristik mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs antara lain sebagai berikut. politik. bahkan juga bidang humaniora. Pembelajaran geografi memberikan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 96 105. • Kompetensi Dasar IPS juga menyangkut berbagai masalah sosial yang dirumuskan dengan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner. geografi. ekonomi. ekonomi. hukum dan politik. Bahan kajian itu menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). struktur sosial.aktivitas ekonomi. Mata pelajaran IPS bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. sejarah. hukum dan politik. sosiologi. Secara intensif konsep-konsep seperti ini digunakan ilmu-ilmu sosial dan studistudi sosial. 1980.

program pelajaran IPS di sekolah diorganisasikan secara baik. 1996:3). TUJUAN PEMBELAJARAN IPS Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 99 108. Model pembelajaran terpadu pada hakikatnya merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individual maupun kelompok aktif mencari. kekuasaan. • Memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat atau lingkungannya. keadilan dan jaminan keamanan (Daldjoeni. 1998). • Mampu menggunakan model-model dan proses berpikir serta membuat keputusan untuk menyelesaikan isu dan masalah yang berkembang di masyarakat. dalam mata Sosiologi/Antropologi pelajaran Sumber: Sardiman. • Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dapat menyangkut peristiwa dan perubahan kehidupan masyarakat dengan prinsip sebab akibat. adaptasi dan pengelolaan lingkungan. Salah satu di antaranya adalah memadukan Kompetensi Dasar melalui pembelajaran terpadu siswa dapat memperoleh pengalaman langsung. • Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS menggunakan tiga dimensi dalam mengkaji dan memahami fenomena sosial serta kehidupan manusia secara keseluruhan. Dimensi IPS Dalam Kehidupan Manusia Dimensi dalam Ruang Waktu Nilai/Norma kehidupan manusia Area dan substansi Alam sebagai Alam dan Kaidah atau aturan yang pembelajaran tempat dan kehidupan yang menjadi perekat dan penyedia selalu berproses. • Menaruh perhatian terhadap isu-isu dan masalah-masalah sosial. serta mampu membuat analisis yang kritis. menyimpan. • Mampu mengembangkan berbagai potensi sehingga mampu membangun diri sendiri agar survive yang kemudian bertanggung jawab membangun masyarakat. 1981). dan kaidah alamiah antisipatif masingmasing disiplin ilmu Alternatif penyajian Geografi Sejarah Ekonomi. dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik (Depdikbud. sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima. saat ini. Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. 4. selanjutnya mampu mengambil tindakan yang tepat. melalui pemahaman terhadap nilai-nilai sejarah dan kebudayaan masyarakat. dan memproduksi kesan-kesan tentang . Dari rumusan tujuan tersebut dapat dirinci sebagai berikut (Awan Mutakin. • Mengetahui dan memahami konsep dasar dan mampu menggunakan metode yang diadaptasi dari ilmu-ilmu sosial yang kemudian dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah sosial. menggali. Tujuan tersebut dapat dicapai manakala program. kewilayahan. struktur. 2004 3. penjamin keharmonisan potensi sumber masa lalu. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi. aturan yang disepakati dikembangkan prospektif. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. Ketiga dimensi tersebut terlihat pada tabel berikut.107. Pendekatan pembelajaran terpadu dalam IPS sering disebut dengan pendekatan interdisipliner. proses dan masalah sosial serta upaya-upaya perjuangan hidup agar survive seperti pemenuhan kebutuhan. kehidupan manusia dan daya dan yang akan alam datang Contoh Kompetensi Adaptasi spasial Berpikir Konsisten dengan Dasar yang dan eksploratif kronologis. KONSEP PEMBELAJARAN TERPADU DALAM IPS Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 100 109.

IPTEK. sosial/antropologis. Memupuk aspirasi terhadap DAERAH TUJUAN kesenian WISATA Keadaan Politik Ekonomi 3. diperluas. misalnya ‘pariwisata’. Keterpaduan IPS dapat dikembangkan melalui topik yang didasarkan pada potensi utama yang ada di wilayah setempat. dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. Pengembangan pembelajaran terpadu. siswa terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari. mobilitas sosial. Model Integrasi Berdasarkan Topik Dalam pembelajaran IPS keterpaduan dapat dilakukan berdasarkan topik yang terkait. program pembelajaran disusun dari berbagai cabang ilmu dalam rumpun ilmu sosial. Dengan demikian. maka siswa selain dapat memahami kondisi daerahnya juga sekaligus memahami Kompetensi Dasar yang terdapat pada beberapa disiplin yang tergabung dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. Bisa membentuk permasalahan yang dapat dilihat dan dipecahkan dari berbagai disiplin atau sudut pandang. dibahas. Pariwisata dalam contoh yang dikembangkan ditinjau dari berbagai disiplin ilmu yang tercakup Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 101 110. dan permasalahan yang berkembang. serta perilaku masyarakat terhadap aturan. contohnya banjir. dampak pariwisata terhadap perkembangan ekonomi lokal maupun nasional dapat dikembangkan melalui kompetensi yang berkaitan dengan ekonomi. Azas manfaat terhadap kesejahteraan penduduk Gambar 3: Model Integrasi IPS Berdasarkan Potensi Utama c. dalam hal ini. dapat mengambil suatu topik dari suatu cabang ilmu tertentu. a. potensi pariwisata. Keamanan dan stabilitas daerah 4. “Potensi Bali Sebagai Daerah Tujuan Wisata”.hal-hal yang dipelajarinya. Pada pendekatan pembelajaran terpadu. Topik/tema dapat dikembangkan dari isu. pemukiman kumuh. Persebaran. pengaruhnya terhadap kondisi sosial budaya setempat. modernisasi. Potensi objek wisata BALI SEBAGAI 2. Model Integrasi Berdasarkan Potensi Utama Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 102 111. Dalam pembelajaran yang dikembangkan dalam Kebudayaan Bali dikaji dan ditinjau dari faktor alam. peristiwa. Model Integrasi Berdasarkan Permasalahan Model pembelajaran terpadu pada IPS yang lainnya adalah berdasarkan permasalahan yang ada. Secara historis dapat dikembangkan melalui sejarah daerah pariwisata tersebut. dan interaksi antara wisatawan dengan masyarakat lokal. Selanjutnya. sebagai contoh. revolusi yang dibahas dari berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial. Keadaan Alam Sosiologis/ antropologis 1. pariwisata itu juga dapat ditinjau dari partisipasi masyarakat. Secara sosiologis. historis kronologis dan kausalitas. . Keadaan politik juga dapat dikaji pula pada topik pengembangan pariwisata berkaitan dengan pengaruhnya terhadap perkembangan pariwisata. dan diperdalam dengan cabang-cabang ilmu yang lain. Melalui kajian potensi utama yang terdapat di daerahnya. Skema berikut memberikan gambaran keterkaitan suatu topik/tema dengan berbagai disiplin ilmu. Sejarah kondisi fisik perkembangan Sejarah Geografi daerah objek daerah wisata wisata PENGEMBANGAN PARIWISATA Partisipasi Dampak masyarakat Sosiologi Ekonomi terhadap kesejahteraan Pengaruh terhadap Politik masyarakat perkembangan masyarakat di sekitar objek wisata Gambar 2: Model Integrasi IPS Berdasarkan Topik/Tema b. Pengembangan pariwisata dalam hal ini ditinjau dari persebaran dan kondisi fisis-geografis yang tercakup dalam disiplin Geografi. kemudian dilengkapi.

Di antaranya adalah faktor ekonomi.1 Mendeskripsikan Ekonomi pola kegiatan interaksi sebagai kegiatan pokok perkembangan Penduduk ekonomi proses sosial.contohnya adalah “Pemukiman Kumuh”. Pengembangan Silabus 5. Kompetensi Dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan/disajikan secara tersendiri. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 105 114. Kegiatan yang dapat dilakukan pada pemetaan ini antara lain dengan: • mengidentifikasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat dipadukan dalam satu tingkat kelas yang sama.2 Mendeskripsikan 5. Pemukiman Kumuh ditinjau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 103 112. Model Integrasi IPS Berdasarkan Permasalahan 5. • Kompetensi Dasar dipetakan tidak harus berasal dari semua Standar Kompetensi yang ada pada mata pelajaran IPS pada kelas yang sama. serta perilaku masyarakat terhadap aturan/norma. penduduk. sosial. dan penggunaan konsumsi. dan budaya. Pemetaan Kompetensi Dasar 2.1 Mendeskripsikan 2. kebutuhan. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 1. Penjabaran (perumusan) Kompetensi Dasar ke dalam indikator sesuai topik/tema 4. Juga dapat dari faktor historis kronologis dan kausalitas. jangan dipaksakan untuk dipadukan dalam pembelajaran. Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh. Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas VII No. Penyusunan Desain/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Langkah-langkah tersebut secara rinci dijelaslan sebagai berikut ini. 1. dari beberapa faktor sosial yang mempengaruhinya. Untuk menyusun perencanaan pembelajaran terpadu perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini. dan pada masa Islam pemukiman . Perencanaan Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran terpadu bergantung pada kesesuaian rencana yang dibuat dengan kondisi dan potensi siswa (minat. melainkan memungkinkan hanya dua atau tiga Kompetensi Dasar saja. bakat. Beberapa ketentuan dalam pemetaan Kompetensi Dasar dalam pengembangan model pembelajaran terpadu Ilmu Pengetahuan Sosial adalah sebagai berikut. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TERPADU a. Faktor sosial. 1) Pemetaan Kompetensi Dasar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 104 113. • Mengidentifikasikan beberapa Kompetensi Dasar dalam berbagai Standar Kompetensi yang memiliki potensi untuk dipadukan. Faktor Ekonomi dan budaya PEMUKIMAN KUMUH Perilaku Faktor historis terhadap aturan Gambar 4. Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 2 Kegiatan 6.1 Mendeskripsikan 6. dan kemampuan). • Beberapa Kompetensi Dasar yang tidak berpotensi dipadukan. dan pola produksi. pemerintahan lahan. dan • menentukan tema/topik pengikat antar-Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Penentuan Topik/tema 3. Pada pembelajaran terpadu. • Kompetensi Dasar yang sudah dipetakan dalam satu topik/tema masih bisa dipetakan dengan topik/tema lainnya. ekonomi yang masyarakat. meliputi kegiatan kebudayaan. Langkah pertama dalam pengembangan model pembelajaran terpadu adalah melakukan pemetaan pada semua Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPS per kelas yang dapat dipadukan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 106 115. Berikut ini contoh pemetaan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat diintegrasikan/dipadukan.

3 Mendeskripsikan Indonesia.1 Mendeskripsikan Peta peta.1 Mendeskripsikan 4. ekonomi kolonialisme dan 6. penanggulangan. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 1.peningalannya Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 107 116.3 Mengidentifikasi 2.1 Mendeskripsikan proses Lingkungan permasalahan bentukbentuk hubungan antara perkembangan lingkungan hidup hubungan sosial . dan kegiatan ekonomi.1 Menggunakan 6.1 Mendeskripsikan 2. berdasarkan jasa.1 Mendeskripsikan 5. 3.2 Mendeskripsikan 5.2 Mendeskripsikan 7.3 Mendeskripsikan Sumber kondisi geografis interkasi sebagai manusia sebagai perkembangan Daya dan penduduk proses sosial. makhluk sosial masyarakat. kebudayaan.1 Mendeskripsikan 6. Semester 1 Semester 2 Semester 1 Semester 1 Globalisasi 1. dan informasi konsumsi. atlas dan kegiatan pokok perkembangan globe untuk ekonomi yang masyarakat.2 Menguraikan Daerah kondisi fisik pranata sosial permasalahan proses wilayah dan dalam kehidupan angkatan kerja terbentuknya penduduk.2 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. mendapatkan meliputi kegiatan kebudayaan.1 Mendeskripsikan 6.1 Mendeskripsikan 4.2 Mendeskripsikan masyarakat.3 Mendeskripsikan 2. identitas daya dalam Indonesia. masyarakat sistem Antarbangsa perekonomian Indonesia.2 Mendeskripsikan Indonesia kondisi fisik pranata sosial pelaku-pelaku dalam wilayah dan dalam kehidupan ekonomi dalam Pergaulan penduduk. dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas VIII No. dan 6. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 5. peninggalannya 2 Semester 2 Semester 2 Semester 1 Semester 2 Kelangkaan 4. serta peninggalan. produksi dan pada masa distribusi barang/ HinduBuddha. serta peninggalan. upaya pengendalian penyimpangan sosial 2. Semester 2 Semester 2 Semester 1 Pemanfaatan 4. Semester 2 Semester 2 Semester 2 2. 4.1 Menjelaskan kondisi fisik bentuk-bentuk bentuk pasar proses wilayah dan hubungan sosial dalam kegiatan perkembangan penduduk.nya. jasa.1 Mendeskripsikan 6.distribusi barang/ di Indonesia. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia.2 Mendeskripsikan palaku-pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia. imperialisme pranata sosial Barat.1 Mendeskripsikan 2.1 Menjelaskan Pelestarian 1. kebutuhan dan penggunaan lahan 2. Semester 1 Semester 1 Semester 2 Peran 1.1 Mendeskripsikan 3. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 7. No. berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. pemerintahan keruangan.3 Mendeskripsikan 6. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 108 117. Semester 1 Semester 2 Semester 2 Semester 1 Otonomi 1. masyarakat dan tenaga kerja kesadaran sebagai sumber nasional.4 Menguraikan pemanfaatan dan pola proses interaksi sumber daya yang pemukiman sosial tersedia.3 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat.3 Mengidentifikasi bermoral dalam pemerintahan pola kegiatan bentuk-bentuk kaitannya dengan pada masa ekonomi interaksi sosial usaha memenuhi Kolonial Eropa penduduk. 3. perkembangan serta peran pergerakan pemerintah dalam kebangsaan upaya Indonesia. kebudayaan.2 Mendeskripsikan 7. dan ekonomi yang kebudayaan. No. serta kondisi fisik peninggalanpermukaan bumi. serta dalam kehidupan pengaruh yang masyarakat ditimbulkannya di berbagai daerah di 6.peningalannya 5.

Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 2 Semester 2 Semester 2 Semester 2 Semester 2 Modernisasi 5. lembaga masyarakat internasional dan peran 3.1Mendeskripsi.perilaku kerjasama antar perkembangan unsur geografis negara di bidang masyarakat lembaga. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan topik/tema pada pembelajaran IPS Terpadu antara lain meliputi hal-hal berikut.7.2 Mendeskripsikan 7. dan pemanfaatan peta.2 Menguraikan ngan kan peta tentang kan perubahan uang dan perkembangan Pariwisata bentuk dan pola sosial-budaya lembaga lembaga. pada keuangan.1Mendeskripsikan 7.perilaku kerjasama antar perkembangan nasional unsur geografis negara di bidang masyarakat lembaga. Hal ini agar pembelajaran yang dilakukan dapat lebih bermakna bagi siswa. Topik/tema yang ditentukan harus relevan dengan Kompetensi Dasar yang telah dipetakan. Pemberlakuan Otonomi Daerah. Indonesia. Dengan demikian. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 1.muka bumi. 6.kompetensi Dasar yang terdapat dalam satu tingkatan kelas.2 Menguraikan Interketerkaitan unsur. isu sentral yang sedang berkembang saat ini. • Topik. dalam pembelajaran IPS Terpadu. Pertumbuhan Industri. langkah selanjutnya dilakukan penentuan topik/tema. Contohnya. • Dalam menentukan topik.4 Mendeskripsikan 7.2 Mendeskripsikan 7.2Menguraikan keterkaitan unsur. untuk kelas VII ada 3 (tiga) topik/tema yaitu: aktivitas ekonomi penduduk.3 Menguraikan 7. serta gulangannya pranata sosial kebutuhan pengaruh yang dalam dalam kehidupan manusia yang ditimbulkannya di pembangunan masyarakat tidak terbatas berbagai daerah di berkelanjutan.3.1 Menginterpretasi.kelangkaan kolonialisme dan dan upaya sumber daya imperialisme penang. contohnya. juga sebaiknya relevan dengan pengalaman pribadi siswa.4 Mendeskripsikan 7.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas IX No. No.2 Menguraikan Indonesia dalam tipe-tipe kerjasama perilaku internasional masyarakat dalam menyikapi perubahan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 109 118. kelangkaan sumber daya alam. Pemilihan Kepala Daerah Secara .2 Mendeskripsikan dengan Barat.dan penduduk di ekonomi kawasan Asia dalam lembaga Tenggara perubahan internasional sosial-budaya di dan peran era global Indonesia dalam kerjasama internasional 3. dalam arti sesuai dengan keadaan lingkungan setempat. • Topik yang ditentukan selain relevan dengan Kompetensi.5. merupakan perekat antar-Kompetensi Dasar yang terdapat dalam satu rumpun mata pelajaran IPS. dalam satu mata pelajaran IPS pada satu tingkatan kelas terdapat beberapa topik yang akan dibahas.6.1 Mengidentifikasi kerjasama antar kerjasama ciri-ciri negara negara terhadap internasional berkembang dan perekonomian negara maju. Semester 2 Semester 1 Semester 1 Semester 2 Pengemba.dan penduduk di ekonomi kawasan Asia dalam lembaga Tenggara perubahan internasional sosial-budaya di 7.3 Menguraikan 7. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 110 119. Semester 2 Semester 2 Semester 2 Semester 2 Kerjasama 5. Indonesia 2) Penentuan Topik/Tema Setelah pemetaan Kompetensi Dasar selesai. dapat menjadi prioritas yang dipilih dengan tidak mengabaikan keterkaitan antar-Kompetensi Dasar pada satu rumpun yang telah dipetakan.5 Mengidentifikasi dan peran Semester 1 era global dampak Indonesia dalam 1.

Perumusan indikatornya: • Menguraikan kegiatan konsumsi barang dan jasa. maka Kompetensi-kompetensi Dasar tersebut dijabarkan ke dalam indikator pencapaian hasil belajar yang nantinya digunakan untuk penyusunan silabus. dan dan pola pemukiman konsumsi. budaya pada keuangan.1 Menjelaskan proses 1. Penyakit Folio. Kompetensi Dasar Ekonomi: Mendeksripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi. serta peninggalan.1 Mendeskripsikan 4. proses sosial.2 Mendeskripsikan 5. Penyakit Busung Lapar. Kompetensi Dasar Geografi: Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk.uang dan lembaga perkembangan dan pola muka bumi. Pasca Gempa Bumi dan Tsunami.2 Menguraikan peta tentang bentuk perubahan sosial. iii) Topik: Pengembangan Pariwisata No Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah 1.6.1 Mendeskripsikan 7. Kelas VIII SMP ii) Topik : Pelestarian Lingkungan No Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah 1. Semester 2 Semester 2 Semester 2 2.3 Mendeskripsikan 6. ekonomi yang masyarakat.1 Mendeskripsikan 6. dan distribusi barang/jasa.2 Mendeskripsikan daya dengan serta pengaruh yang gulangannya dalam pranata sosial dalam kebutuhan manusia ditimbulkannya di pembangunan kehidupan yang tidak terbatas berbagai daerah di berkelanjutan. upaya penang. 6. • Mendeskripsikan bentuk penggunaan lahan di pedesaan dan perkotaan. Contoh perumusan Kompetensi Dasar ke dalam berbagai indikator pencapaian Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 112 121.2 Mendeskripsikan kegiatan ekonomi interaksi sebagai kegiatan pokok perkembangan penduduk. masyarakat Indonesia.Langsung. Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 2 6. barang/jasa. pengunaan lahan. produksi.2 Menguraikan tipe-tipe kerjasama perilaku masyarakat internasional dalam menyikapi perubahan 3) Penjabaran Kompetensi Dasar ke dalam Indikator Setelah melakukan langkah Pemetaan Kompetensi Dasar dan Penentuan Topik/Tema sebagai pengikat keterpaduan.peninggalannya Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 111 120. Kompetensi Dasar Sosiologi: Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial. produksi. pemerintahan pada berdasarkan kondisi dan distribusi masa Islam di fisik permukaan bumi.1 Mendeskripsikan pola 2. Perumusan indikatornya: • Mengidentifikasikan mata pencaharian penduduk (pertanian. • Menguraikan . lembaga-lembaga masyarakat internasional dan peran Indonesia dalam 3. Kelas VII SMP i) Topik: Kegiatan Ekonomi Penduduk No Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah 1.1 Mendeskripsikan perkembangan permasalahan bentuk-bentuk hubungan antara kolonialisme dan lingkungan hidup dan hubungan sosial kelangkaan sumber imperialisme Barat. • Mendiskripsikan persebaran permukiman penduduk di berbagai bentang lahan dan mengungkapkan alasan penduduk memilih bermukim di lokasi tersebut. Berikut ini beberapa contoh Topik yang relatif relevan dengan pemetaan Kompetensi Dasar. Indonesia. meliputi kegiatan kebudayaan. nonpertanian).3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Kelas IX SMP. Perumusan indikatornya: • Mengidentifikasi pola-pola keselarasan sosial dalam keluarga dan masyarakat.1 Menginterpretasi-kan 3. • Menentukan sikap dalam keragaman sosial untuk mewujudkan keselarasan sosial. Semester 2 Semester 1 Semester 1 Semester 2 5.1 Mendeskripsi-kan 7. penggunaan lahan. dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi.

serta peninggalanpeninggalannya. Kompetensi Dasar. pembelajaran yang menyajikan mata pelajaran secara terpisah akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik dan membuat kesulitan bagi peserta didik. dan kreatif. Sejarah. Saat ini. maupun penilaian hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi siswa. EQ. Penyusunan RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan peserta didik dalam upaya mencapai KD. dan Ekonomi). Komponen penyusunan silabus terdiri dari Standar Kompetensi IPS (Sosiologi. PEMBELAJARAN TEMATIK A. menggunakan prinsi-prinsip minimal sesuai dengan standar isi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 115 124. 5) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Pelaksanaan Proses Pembelajaran serta Penilaian Hasil Pembelajaran. Pada umumnya tingkat perkembangan masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) serta mampu memahami hubungan antara konsep secara sederhana. Pada usia tersebut seluruh aspek perkembangan kecerdasan seperti IQ. Kompetensi Dasar Sejarah: Mendeksripsikan perkembangan masyarakat. prinsip-prinsip utama dalam pembelajaran dan penilaian pada pembelajaran kontekstual (CTL). serta . • Menguraikan kegiatan distribusi barang dan jasa. b. LATAR BELAKANG Peserta didik yang berada pada sekolah dasar kelas satu. kebudayaan. dua. alokasi waktu. Pengalaman belajar. Implikasi Pembelajaran IPS Terpadu Implikasi pembelajaran IPS terpadu terhadap guru. Seperti pada Mata pelajaran Matematika. Perumusan indikatornya: • Menyusun kronologis proses masuk berkembangnya Islam di Indonesia dengan menggunakan ensiklopedi dan referensi relevan lainnya. Demikian pula untuk pelaksanaan proses pembelajaran. Dalam pelaksanaan kegiatannya dilakukan secara murni mata pelajaran yaitu hanya mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang berhubungan dengan mata pelajaran itu. Sesuai dengan tahapan perkembangan anak yang masih melihat segala sesuatu sebagai suatu keutuhan (holistic). dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialami secara langsung. sarana dan prasarana dalam pelaksanaannya bergantung pada sekolah masingmasing sama seperti pada pembelajaran IPA terpadu. bahan ajar. dan SQ tumbuh dan berkembang sangat luar biasa.kegiatan produksi barang dan jasa. analitis. dan dikembangkan dengan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 114 123. dan penilaian. kritis. pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD kelas I – III kelas awal) untuk setiap mata pelajaran masih banyak dilakukan secara terpisah. Geografi. perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis. standar penilaian. standar proses. • Menjelaskan peranan pedagang dan ulama dalam proses awal perkembangan Islam di Indonesia. Indikator. dan tiga berada pada rentangan usia dini. 4) Penyusunan Silabus Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada langkah-langkah sebelumnya dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan silabus pembelajaran terpadu. sistematis. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 113 122. peserta didik. Diharapkan guru yang profesional sesuai dengan PP 74 dan minimal standar proses dapat melaksanakan pembelajaran IPS terpadu tanpa mengalami kendala.

dan kompetitif. dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 116 125. memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah. memperhalus budi pekerti. Oleh karena itu. Masa usia dini ini merupakan masa yang pendek tetapi merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. mengelola. Untuk memberikan gambaran tentang pembelajaran tematik yang dapat menjadi acuan dan contoh konkret. model. analitis.mata pelajaran tersebut dipadukan menjadi sebuah tema akan diperoleh suatu kemampuan berkomunikasi secara baik sebagai indikator dalam kemampuan peserta didik dalam berpikir logis. B. Bahasa Indonesia. dan tiga lebih sesuai jika dikelola dalam pembelajaran terpadu melalui pendekatan pembelajaran tematik. mereka telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya. Mereka telah . baik secara lisan maupun tulis. Seni Budaya dan Keterampilan. Matematika. Ilmu Pengetahuan Sosial. dan kreatif. Atas dasar pemikiran di atas dan dalam rangka implementasi Standar Isi. Selain itu. Pendidikan Kewarganegaraan. tidak pasti. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh. serta kemampuan bekerjasama. menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara. dua. pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal. Karakteristik Perkembangan anak usia kelas awal SD Anak yang berada di kelas awal SD adalah anak yang berada pada rentangan usia dini. KERANGKA BERPIKIR 1. disiapkan model pelaksanaan pembelajaran tematik untuk SD/MI kelas I hingga kelas III. serta kematangan emosional dan sosial. Karakteristik perkembangan anak pada kelas satu. dan prinsip-prinsip pembelajaran antara kelas satu dan dua sekolah dasar dengan pendidikan pra-sekolah dapat juga menyebabkan peserta didik yang telah mengikuti pendidikan pra-sekolah pun dapat saja mengulang kelas atau bahkan putus sekolah. Permasalahan menunjukkan bahwa kesiapan sekolah sebagian besar peserta didik kelas awal sekolah dasar di Indonesia cukup rendah.Olahraga dan Kesehatan perlu dikaji Jika mata pelajaran. memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan. standar proses yang termuat dalam Standar Nasional Pendidikan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 117 126. serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Demikian pula untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan tujuan agar peserta didik dapat berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku. dua dan tiga SD biasanya pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan.kemampuan bekerjasama. Demikian pula pada Kompetensi dasar Pendidikan Agama. serta Pendidikan Jasmani. menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan. kritis. menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia. sistematis. hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang telah masuk Taman Kanak-Kanak memiliki kesiapan bersekolah lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang tidak mengikuti pendidikan Taman Kanak-Kanak. Sementara itu. perbedaan pendekatan. menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual. Ilmu Pengetahuan Alam. yang pada akhirnya pembelajaran menjadi menyenangkan. maka pembelajaran pada kelas awal sekolah dasar yakni kelas satu.

Menurutnya. mengelompokkan obyek. (2) Mulai berpikir secara operasional. luas. Pemahaman tentang objek tersebut berlangsung melalui proses asimilasi (menghubungkan objek dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran) dan akomodasi (proses memanfaatkan konsep-konsep dalam pikiran untuk menafsirkan objek). panjang. Kedua proses tersebut jika berlangsung terus menerus akan membuat pengetahuan lama dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 119 128. yaitu: a. 2. diraba. dapat mengendarai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 118 127. (4) Membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan. Anak usia sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret. meningkatnya perbendaharaan kata. Kedua hal tersebut tidak mungkin dipisahkan karena memang proses belajar terjadi dalam konteks interaksi diri anak dengan lingkungannya. (3) Mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan bendabenda. sepeda roda dua. perkembangan sosial anak yang berada pada usia kelas awal SD antara lain mereka telah dapat menunjukkan keakuannya tentang jenis kelaminnya. Untuk perkembangan kecerdasannya anak usia kelas awal SD ditunjukkan dengan kemampuannya dalam melakukan seriasi. Konkrit Konkrit mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkrit yakni yang dapat dilihat. telah mulai berkompetisi dengan teman sebaya. telah mampu berbagi. kecenderungan belajar anak usia sekolah dasar memiliki tiga ciri. dan mempergunakan hubungan sebab akibat. dibaui. prinsip ilmiah sederhana. dapat menangkap bola dan telah berkembang koordinasi tangan dan mata untuk dapat memegang pensil maupun memegang gunting. berminat terhadap angka dan tulisan. Memperhatikan tahapan perkembangan berpikir tersebut. dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. lebar. Dengan cara seperti itu secara bertahap anak dapat membangun pengetahuan melalui interaksi dengan lingkungannya. sebab siswa Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 120 . Pemanfaatan lingkungan akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih bermakna dan bernilai. dan (5) Memahami konsep substansi. memahami sebab akibat dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu. setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata yaitu sistem konsep yang ada dalam pikiran sebagai hasil pemahaman terhadap objek yang ada dalam lingkungannya. dan berat. Cara Anak Belajar Piaget (1950) menyatakan bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya (teori perkembangan kognitif). pengetahuan baru menjadi seimbang. Perkembangan emosi anak usia 6-8 tahun antara lain anak telah dapat mengekspresikan reaksi terhadap orang lain. Berdasarkan hal tersebut.dapat melompat dengan kaki secara bergantian. mempunyai sahabat. volume zat cair. telah dapat mengontrol emosi. bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan memandang unsur-unsur secara serentak. Selain itu. Pada rentang usia tersebut anak mulai menunjukkan perilaku belajar sebagai berikut: (1) Mulai memandang dunia secara objektif. didengar. maka perilaku belajar anak sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek dari dalam dirinya dan lingkungannya. senang berbicara. sudah mampu berpisah dengan orang tua dan telah mulai belajar tentang benar dan salah. dan diotak atik. dan mandiri.

dan cakupan keluasan serta kedalaman materi . Integratif Pada tahap usia sekolah dasar anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan. sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan. tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsepkonsep untuk menghasilkan pemahaman yang utuh. 1983). PENGERTIAN PEMBELAJARAN TEMATIK Sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 121 130. cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks. keterkaitan antar materi.milah konsep dari berbagai disiplin ilmu. karakteristik cara anak belajar. dan kepandaian. Pembelajaan tematik adalah pembelajaran tepadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. b. kebiasaan. mereka belum mampu memilah. informasi atau situasi baru dengan komponen. Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu. 2. Pembelajaran pada hakekatnya adalah suatu proses interaksi antar anak dengan anak. c. Belajar dan Pembelajaran Bermakna Belajar pada hakekatnya merupakan proses perubahan di dalam kepribadian yang berupa kecakapan. Dengan demikian. konsep-konsep. Perubahan ini bersifat menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. sehingga lebih nyata. maka perlu diperhatikan mengenai urutan logis. Hierarkis Pada tahapan usia sekolah dasar. Dengan kata lain. dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan.aspek.129. Tema adalah pokok pikiran atau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 122 131. 3. Dengan tema diharapkan akan memberikan banyak keuntungan.komponen yang relevan di dalam struktur kognitif siswa. Proses belajar tidak sekadar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka. Sehubungan dengan hal tersebut. artinya proses belajar terjadi dalam diri individu sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya. maka kegiatan pembelajaran bagi anak kelas awl SD sebaiknya dilakukan dengan Pembelajaran tematik. belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan orang/guru menjelaskan. Kebermaknaan belajar sebagai hasil dari peristiwa mengajar ditandai oleh terjadinya hubungan antara aspek. C. keadaan yang alami. anak dengan sumber belajar dan anak dengan pendidik. lebih faktual. agar terjadi belajar bermakna maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki siswa dan membantu memadukannya secara harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan. Proses belajar bersifat individual dan kontekstual. Belajar bermakna (meaningfull learning) merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. hal ini melukiskan cara berpikir anak yang deduktif yakni dari hal umum ke bagian demi bagian. sikap. Siswa mampu . di antaranya: 1. konsep belajar dan pembelajaran bermakna. gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta. dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya. lebih bermakna. Kegiatan pembelajaran ini akan menjadi bermakna bagi anak jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak.

Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata. untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari matapelajaran lain. Dengan pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan tema ini. Pengalaman belajar yang menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan matapelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa. dan 6) Mengembangkan keterampilan sosial siswa. Melalui pengalaman langsung siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya. 3. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif dalam proses pembelajaran. dan tanggap terhadap gagasan orang lain. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkaan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan. termasuk Piaget yang menekankan bahwa pembelajaran haruslah bermakna dan berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan anak. 5) Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkungannya. 6. 4. 3) Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama. Selain itu. karena sesuai dengan tahap perkembangannya siswa yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik). 4) Membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa. Kaitan konseptual antar mata pelajaran yang dipelajari akan membentuk skema. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 123 132. pemantapan. dengan penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar akan sangat membantu siswa. 7. 2) Kegiatankegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan siswa. komunikasi. Beberapa ciri khas dari pembelajaran tematik antara lain: 1) Pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar. Teori pembelajaran ini dimotori para tokoh Psikologi Gestalt. karena tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 124 . seperti kerjasama. 5. toleransi. atau pengayaan.mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar matapelajaran dalam tema yang sama. guru perlu mengemas atau merancang pengalaman belajar yang akan mempengaruhi kebermaknaan belajar siswa. Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas. sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu (learning by doing). Oleh karena itu. sehingga siswa akan memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan. waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial. akan diperoleh beberapa manfaat yaitu: 1) Dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi mata pelajaran akan terjadi penghematan.

20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. Aliran konstruktivisme melihat pengalaman langsung siswa (direct experiences) sebagai kunci dalam pembelajaran. hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar sedangkan guru lebih banyak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 126 135. LANDASAN PEMBELAJARAN TEMATIK Landasan Pembelajaran tematik mencakup: Landasan filosofis dalam pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu: (1) progresivisme. pengetahuan adalah hasil konstruksi atau bentukan manusia.pecah. Pembelajaran tematik berpusat pada siswa (student centered). pembelajaran tematik memiliki karakteristikkarakteristik sebagai berikut: 1. (2) konstruktivisme.133. dihilangkan. bukan tujuan akhir. Keaktifan siswa yang diwujudkan oleh rasa ingin tahunya sangat berperan dalam perkembangan pengetahuannya. Memberikan pengalaman . minat. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi. D. potensinya. Psikologi belajar memberikan kontribusi dalam hal bagaimana isi/materi pembelajaran tematik tersebut disampaikan kepada siswa dan bagaimana pula siswa harus mempelajarinya. KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN TEMATIK Sebagai suatu model pembelajaran di sekolah dasar. tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing siswa. dan (3) humanisme. 4) Dengan adanya pemaduan antar mata pelajaran maka penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat. melainkan suatu proses yang berkembang terus menerus. berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar. pemberian sejumlah kegiatan. Landasan psikologis dalam pembelajaran tematik terutama berkaitan dengan psikologi perkembangan peserta didik dan psikologi belajar. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 125 134. 2) Siswa mampu melihat hubungan-hubungan yang bermakna sebab isi/materi pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat. Landasan yuridis dalam pembelajaran tematik berkaitan dengan berbagai kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah dasar. dan kemampuannya (Bab V Pasal 1-b). dan motivasi yang dimilikinya. Menurut aliran ini. dan memperhatikan pengalaman siswa. Berpusat pada siswa 2. Aliran humanisme melihat siswa dari segi keunikan/kekhasannya. Landasan yuridis tersebut adalah UU No. 3. Psikologi perkembangan diperlukan terutama dalam menentukan isi/materi pembelajaran tematik yang diberikan kepada siswa agar tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. UU No. Pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seorang guru kepada anak. Manusia mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan obyek. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya (pasal 9). fenomena. E. Aliran progresivisme memandang proses pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreatifitas. 3) Pembelajaran menjadi utuh sehingga siswa akan mendapat pengertian mengenai proses dan materi yang tidak terpecah. suasana yang alamiah (natural). pengalaman dan lingkungannya.

Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel) dimana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya. Bersifat fleksibel 10. dan daerah setempat. menulis. 5. 6. sumber belajar dan media • Pembelajaran tematik pada hakekatnya menekankan pada siswa baik secara individual maupun kelompok untuk aktif mencari. 5. IMPLIKASI PEMBELAJARAN TEMATIK Implikasi implementasi pembelajaran tematik di sekolah dasar mencakup implikasi terhadap guru. F. Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester 3. terhadap sarana-prasarana. Implikasi bagi siswa • Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual. Siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya. dan pemecahan masalah Implikasi terhadap sarana. Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa 12. 9. • Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelompok. Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Pemisahan matapelajaran tidak begitu jelas 6. mengadakan penelitian sederhana. dan pemilihan metode pembelajaran. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 128 137. bahkan mengaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan siswa berada. juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa. Kegiatan pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca. Siswa mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. Menyajikan konsep dari berbagai matapelajaran 8. Dengan demikian. dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral. Dengan pengalaman langsung ini. kelompok kecil ataupun klasikal. pengaturan ruangan.langsung 4.masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini diperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah. 7. Implikasi bagi guru Pembelajaran tematik memerlukan guru yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak. terhadap siswa. Kompetensi dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan secara tersendiri. 11. G. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan. prasarana. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa. Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences). Kompetensi dasar yang tidak tercakup pada tema tertentu harus tetap diajarkan baik melalui tema lain maupun disajikan secara tersendiri. sumber belajar media. pasangan. Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan 2. siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkrit) sebagai dasar untuk memahami halhal yang lebih abstrak. minat. dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. jangan dipaksakan untuk dipadukan. Dalam pembelajaran tematik pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. menyenangkan dan utuh. Oleh karena itu. menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik. Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 127 136. menarik. RAMBU-RAMBU 1. lingkungan. 13. • . 4.

TAHAP PERSIAPAN PELAKSANAAN Dalam pelaksanaan pembelajaran tematik. a. untuk menentukan tema tersebut. bermain peran. Cara kedua. maupun sumber belajar yang tersedia di lingkungan yang dapat dimanfaatkan (by utilization). Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator Melakukan kegiatan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran ke dalam indikator. guru dapat bekerjasama dengan peserta didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. • Penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar masih dapat menggunakan buku ajar yang sudah ada saat ini untuk masingmasing mata pelajaran dan dimungkinkan pula untuk menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi Implikasi terhadap Pengaturan ruangan Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik perlu melakukan pengaturan ruang agar suasana belajar menyenangkan. • Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 129 138. sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali.Pembelajaran ini perlu memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang sifatnya didisain secara khusus untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran (by design). Implikasi terhadap Pemilihan metode Sesuai dengan karakteristik pembelajaran tematik. 2) Prinsip Penentuan tema Dalam menetapkan . H. Dalam mengembangkan indikator perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran • Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati. perlu dilakukan beberapa hal yang meliputi tahap perencanaan yang mencakup kegiatan pemetaan kompetensi dasar. maka dalam pembelajaran yang dilakukan perlu disiapkan berbagai variasi kegiatan dengan menggunakan multi metode. bercakap-cakap. kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih. • Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/karpet • Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik di dalam kelas maupun di luar kelas • Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar • Alat. Kegiatan yang dilakukan adalah: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 130 139. demonstrasi. 1) Menentukan tema Dalam menentukan tema dapat dilakukan dengan dua cara yakni: Cara pertama. dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai. menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan. Misalnya percobaan. Pemetaan Kompetensi Dasar Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi. • Pembelajaran ini juga perlu mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi sehingga akan membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang abstrak. pengembangan jaringan tema. tanya jawab. Pengaturan ruang tersebut meliputi: • Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan. mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masing-masing mata pelajaran. 1. pengembangan silabus dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran.

Kegiatan Pendahuluan/awal/pembukaan Kegiatan ini dilakukan terutama untuk . TAHAP PELAKSANAAN 1. Menetapkan Jaringan Tema Buatlah jaringan tema yaitu menghubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu. alat/sumber. • Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri siswa • Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan siswa. Identifikasi dan analisis Standar Kompetensi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 133 142. Penyusunan Silabus Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada tahap-tahap sebelumnya dijadikan dasar dalam penyusunan silabus. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 131 140. kompetensi dasar. 2) Standar kompetensi 3) Kompetensi dasar 4) Indikator pencapaian kompetensi 5) Tujuan pembelajaran 6) Materi ajar beserta uraiannya yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi dasar dan indikator. Tahapan kegiatan Pelaksanaan pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan kegiatan yaitu kegiatan pembukaan/awal/pendahuluan. kegiatan inti 3 jam pelajaran (3 x 35 menit) dan kegiatan penutup satu jam pelajaran (1 x 35 menit) a. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema. Rencana pembelajaran ini merupakan realisasi dari pengalaman belajar siswa yang telah ditetapkan dalam silabus pembelajaran. dan penilaian. Komponen rencana pembelajaran tematik meliputi: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 132 141. alat dan media yang digunakan untuk memperlancar pencapaian kompetensi dasar. 4. inti dan penutup). 7) Alokasi waktu 8) Metode pembelajaran dan strategi pembelajaran (kegiatan pembelajaran secara konkret yang harus dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan materi pembelajaran dan sumber belajar untuk menguasai kompetensi dasar dan indikator. indikator. 3. kegiatan ini tertuang dalam kegiatan pembelajaran mulai dari pendahuluan. Kompetensi Dasar dan indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar kompetensi. I. 1) Identitas mata pelajaran (nama mata pelajaran yang akan dipadukan. kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. kebutuhan. Penyusunan Rencana Pembelajaran Untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran guru perlu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. kegiatan inti. kompetensi dasar dan indikator terbagi habis. dan kemampuannya b. 10) Sumber belajar.tema perlu memperhatikan beberapa prinsip yaitu: • Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan siswa: • Dari yang termudah menuju yang sulit • Dari yang sederhana menuju yang kompleks • Dari yang konkret menuju ke yang abstrak. serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai. Dengan jaringan tema tersebut akan terlihat kaitan antara tema. dan kegiatan penutup. 2. pengalaman belajar. semester. kelas. Alokasi waktu untuk setiap tahapan adalah kegiatan pembukaan kurang lebih satu jam pelajaran (1 x 35 menit). 9) Penilaian dan tindak lanjut (prosedur dan instrumen yang akan digunakan untuk menilai pencapaian belajar peserta didik serta tindak lanjut hasil penilaian). Komponen silabus terdiri dari standar kompetensi. dan waktu/banyaknya jam pertemuan yang dialokasikan). Kompetensi dasar dan Indikator Lakukan identifikasi dan analisis untuk setiap Standar Kompetensi. termasuk minat.

Penilaian di kelas I dan II mengikuti aturan penilaian mata-mata pelajaran lain di sekolah dasar. penguasaan . kelompok kecil.00-9. Matematika B. Mengingat bahwa siswa kelas I SD belum semuanya lancar membaca dan menulis.Ind Matematika IPS KTK 0. B. Pada tahap ini dapat dilakukan penggalian terhadap pengalaman anak tentang tema yang akan disajikan. mendongeng. c.Agama MULOK 45 8. b. Penjaskes IPA 10 8. maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis. Ind. guru pendidikan Jasmani dan guru muatan lokal perlu bersama-sama menyusun Jadwal pelajaran. PENILAIAN PEMBELAJARAN TEMATIK 1. misalnya mengamati jenis kendaraan yang lewat pada tema transporasi. tulis dan hitung. Penyajian bahan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi/metode yang bervariasi dan dapat dilakukan secara klasikal. musik/apresiasi musik. Istirahat 00 9. membacakan cerita dari buku. Matematika B. kegiatan fisik/jasmani.Ind. Kegiatan Penutup/Akhir dan Tindak Lanjut Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan.00-7. Contoh jadwal yang dapat dikembangkan seperti pada tabel berikut: JADWAL PELAJARAN SD KELAS I. pesanpesan moral. Matematika B. ataupun perorangan. Kemampuan membaca. dan menyanyi b. Matematika KTK P. pantomim. Guru bersama dengan guru mata pelajaran pendidikan agama. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah bercerita. Contoh jadwal pelaksanaan pembelajaran perhari dapat dijabarkan menjadi: Contoh 1: Kegiatan Jenis kegiatan Kegiatan Anak berkumpul bernyanyi sambil menari pembukaan mengikluti irama musik Kegiatan inti • Kegiatan untuk pengembangan membaca • Kegiatan untuk pengembangan menulis • Kegitan untuk pengembangan berhitung • Kegiatan penutup Mendongeng atau membaca cerita dari buku cerita Contoh 2: Kegiatan Jenis kegiatan Kegiatan Waktu berkumpul (anak m. Sifat dari kegiatan pembukaan adalah kegiatan untuk pemanasan.35-8. Kegiatan Inti Dalam kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan baca.45-9.enceritakan pembukaan pengalkaman. Pengaturan Jadwal pelajaran Untuk memudahkan administrasi sekolah terutama dalam penjadwalan.ind Matematika IPS KTK P. Prinsip a. II Waktu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu 7. melakukan kegiatan fisik sesuai dengan tema) Kegiatan inti • Pengembnagan kemmapuan menulis (kegiatan kelompok besar) • Pengembnagan kemampuan berhitung kegiatan kelompok kecil atau berpasangan) • Melakukan pengamatan sesuai dengan tema. dilakukan. Ind. 2.menciptakan suasana awal pembelajaran untuk mendorong siswa menfokuskan dirinya agar mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Matematika B. menyanyi. Beberapa contoh kegiatan akhir/penutup yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan/mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 134 143. menggambar hewan hasil pengamatan Kegiatan penutup • Mendongeng • Pesan-pesan moral • Musik/menyanyi Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 135 144. menulis dan berhitung merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik kelas I dan II. Oleh karena itu.10-8. J.Ind. Penjaskes IPA 35 7.35-1 B. Mulok 35 Agama 9. Matematika B.Ind.10 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 136 145.

Bandung: Tarsito Ibrahim R. Kewarganegaraan dan Tes Lisan Pengetahuan Sosial • Menyebutkan peristiwa/kegiatan yang dialami • Mengemukakan peristiwa/kegiatan yang berkesan • Mengekspresikan perasaan waktu memberi kesan. Bahasa Indonesia : Perbuatan • Kelancaran membaca • Melafalkan kata • Melagukan/intonasi • Cara bertanya jawab Tugas • Melengkapi kalimat C.Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 138 147. misalnya sewaktu siswa bercerita pada kegiatan awal. ejaan kata. Matematika. Alat Penilaian Alat penilaian dapat berupa Tes dan Non Tes. Penilaian dilakukan secara terus menerus dan selama proses belajar mengajar berlangsung. Joyce Bruce. Nilai akhir pada laporan (raport) dikembalikan pada kompetensi mata pelajaran yang terdapat pada kelas satu dan dua Sekolah Dasar. Depdiknas. Jakarta. melainkan sudah terpisah. 1997. Direktorat Pembinaan SMP. d. c.terhadap ke tiga kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas. membaca pada kegiatan inti dan menyanyi pada kegiatan akhir. DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. Depdiknas. Et al. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas awal penilaian yang lebih banyak digunakan adalah melalui pemberian tugas dan portofolio. 2009. 6th Ed. kata atau angka. maupun angka. Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator dari masing. Pengembangan Pembelajaran Yang Efektif. dan Pendidikan Jasmani. Aspek Penilaian Pada pembelajaran tematik penilaian dilakukan untuk mengkaji ketercapaian Kompetensi Dasar dan Indikator pada tiap-tiap mata pelajaran yang terdapat pada tema tersebut. Guru menilai anak melalui pengamatan yang lalu dicatat pada sebuiah buku Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 137 146. Perencanaan Pengajaran. 2. Seni Budaya dan Keterampilan. Hasil karya/kerja siswa dapat digunakan sebagai bahan masukan guru dalam mengambil keputusan siswa misalnya: Penggunaan tanda baca. Ilmu Pengetahuan Alam. dan porto folio. 2003. B. Berikut adalah contoh penilaian yang dapat dilakukan guru: A. Ilmu Pengetahuan Alam : Perbuatan • Mendemonstrasikan cara menggosok gigi : Lisan • Menyebutkan cara memelihara gigi • Menjelaskan manfaat menggosok gigi 3. Sedangkan Tes tertulis digunakan untuk menilai kemampuan menulis siswa. Allyn & Bacon: London Lestari. 2000. Direktorat Tenaga Kependidikan. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. 2009. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 139 148. Oemar. Hasil Belajar dan Indikator mata pelajaran. lisan. pisah sesuai dengan Kompetensi Dasar. Direktorat Pembinaan SMA.masing Kompetensi Dasar dan Hasil Belajar dari mata-mata pelajaran. Tita. atau perbuatan. Bahan Bimbingan Teknis KTSP. Tes mencakup: tertulis. Tesis-S-2 Program Studi . Dengan demikian penilaian dalam hal ini tidak lagi terpadu melalui tema. khususnya untuk mengetahui tentang penggunaan tanda baca. Syaodih S Nana. Dampak Penerapan Metode Pemecahan Masalah Terhadap Tingkat Kemampuan Berpikir SMA Pada Pembelajaran Matematika. Olahraga dan kesehatan. 1990. Bahan Sosialisasi KTSP. bantu. Jean. Models of Teaching. Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial. e. yaitu: Bahasa Indonesia. Hamalik. catatan harian perkembangan siswa. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta. Jakarta. 2008. Bahan TOT untuk Calon Master Trainer Pengawas Sekolah.

Nana. 1989. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 145 154. 1989. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 144 153. Hamzah. Nana. kendaraan. PETA STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR YANG BERPOTENSI IPA TERPADU Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 142 151. B. Sudjana. Syaodih. Lampiran3: CONTOH SILABUS KOMPETENSI Mata Pelajaran INDIKATOR KEGIATAN BELAJAR SARANA/SUMBER PENILAIAN DASAR Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 148 157. Perencanaan Pembelajaran. Nana. 2006. menjadi dan lain-lain. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 146 155. atau sama banyak • Menceritakan • Bercerita Menentukan waktu pengalamannya tentnag (pagi. dan panggilan lengkapnya kerabat • Menyebutkan • Menyebutkan alamat tempat alamat tinggal rumahnya IPA Makhluk Hidup • Menyebutkan • Menggambarkan dan Proses nama bagian- . IPS Menguindentifikasi • Menyebutkan nama • Menyebutkan identitas lengkap dan nama nama diri. Wina. 2005. Sanjaya. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 140 149. siang. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Menga-jar. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 147 156. • Bermain peran ombak. berbagai kendaraan • Menirukan suara ombak BERBICARA • Menyebutkan nama • tanya jawab Memperkenalkan diri orangtua dan tentang nama sendiri dengan saudara kandung orang tuanya kalimat sederhana dan saudara dan bahasa yang kandungnya santun (berpasangan) • Menanyakan data • tanya jawab diri dan nama tentang nama orangtua serta orang tuanya saudara teman dan saudara sekelas kandungnya (berpasangan) • melakukan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 149 158. Jakarta: Media Prenada Sudjana. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. 2006. MATEMATIKA Membilang banyak • Membilang atau • Membilang • Bola benda menghitung secara benda-benda di urut kelas • Membilang sambil Memantulkan bola • Menyebutkan • Mengamati lalu banyak benda menyebutkan nama benda yang dilihatnya • Membandingkan • Praktek langsung • Batu-batuan dua kumpulan mengambil dua benda melalui kumpulan benda istilah lebih lalu dihitung banyak. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 141 150. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 143 152. S. Nasution. hari dan atau malam hari jam (bulat) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 150 159. 2004. Kesuma Karya. andung. Pasca Sarjana IKIP Bandung. Martinis. Jakarta: Gaung Persada Press. Bandung: Sinar Baru. Yamin. Uno. saat pagi.Pengembangan Kurikulum. 2006. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Menga-jar. BAHASA INDONESIA MENDENGARKAN • Menirukan • Menirukan bunyi Kaset dan tape Pengamatan Membedakan bunyi bunyi/suara tertentu suara burung bahasa seperti: suara burung. lebih sedikit. Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi. LAMPIRAN PETA STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR IPA TERPADU A. Jakarta: Bumi Aksara. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar.keluarga. siang pengalamannya malam. Bandung: Sinar Baru. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi.

mengelompokka warna dan bentuk n benda pada benda dua berdasarkan dan tiga dimensi di garis.ciri tertentu banyaknya • benda yang mempunyai warna.nama bagian. dan bentuk huruf Matematika: • Membilang atau menghitung secara urut • Menyebutkan banyak benda • Menceritakan pengalamannya saat pagi. OLAHRAGA gerak dasar jalan. dalam berjalan. Lampiran 4: Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS : I TEMA : LINGKUNGAN MINGGU/HARI : I/Senin ALOKASI WAKTU : 5 x 35 menit INDIKATOR: Bahasa Indonesia: • Menanyakan data diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas • Menjiplak berbagai bentuk gambar. bentuk dan ciri tertentu IPS • Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN • Bertepuk tangan dengan pola PENDIDIKAN JASMANI. bintik dsb alam sekitar SENI MUSIK • Bertepuk tangan • Bermain tepuk Mengidentifikasi dengan pola tangan dengan unsur/elemen berbagai pola musik dari yang berbagai sumber dicontohkan bunyi yang dihasilkan tubuh manusia SENI TARI • Bergerak bebas • Mendengarkan Mengidentifikasi sesuai irama musik musik dan fungsi tubuh dalam bergerak bebas melaksanaan gerak mengikuti irama di tempat Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 153 162. arah dalam Menerapkan DAN KESEHATAN lari dan loncat berjalan.tubuhnya lalu kehidupannya • Menyebutkan • menyebutkan Mengenal bagiankegunaan bagian. berlari konsep arah dalam permainan dan melompat. PENDIDIKAN • Menyebutkan jenis • Menyebutkan KEWARGANEGARAAN kelamin anggota jenis kelamin keluarga.bagian tubuh dan bagian tubuh bagian tubuhnya kegunaannya dan kegunaannya Mengindetifikasi • Mengelompokkan • Praktek Batu. • Berjalan dengan • Praktek langsung toleransi dan berbagai pola berjalan dengan percaya diri langkah dan pola kecepatan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 152 161. kejujuran. • melompat. berlari dan melompat. cirinya melalui • Menunjukkan • Praktek langsung pengamatannya sebanyak. siang atau malam hari IPA • Menunjukkan sebanyak-banyaknya benda yang mempunyai warna. lingkaran.• Menyebutkan agama yang ada di agama yang Indonesia dikenalnya Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 154 163. biji benda yang ada di benda dengan pengelompokkan salak lingkungan sekitar berbagai cara yang berdasarkan diketahui anak. bidang. OLAHRAGA DAN KESEHATAN • Menerapkan konsep arah dalam berjalan. kerjasama. SENI BUDAYA DAN SENI RUPA • Menyebutkan unsur • Mengamati KETERAMPILAN Mengidentifikasi rupa di lingkungan lingkungan lalu unsur rupa pada sekolah menyebutkan benda di alam benda-benda sekitar yang dilihatnya • Mengelompokkan • Mengamati berbagai jenis: lingkungan lalu bintik gari. bentuk dan ciri tertentu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 151 160. teman sebangkunya • Meyebutkan agama. SARANA DAN SUMBER BELAJAR: • Kartu-kartu kata • Lembar kerja (jam) • Bola STRATEGI . daun. bentuk dan sebanyak.mengamati banyaknya benda lingkungan dan yang mempunyai menyebutkan warna. PENDIDIKAN Mempraktikkan • Menerapkan konsep • Praktek langsung JASMANI. sederhana. serta berlari dan nilai sportivitas.

sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. dan Menyenangkan 11 November 2008 at 10:58 83 komentar 50 Votes oleh A. siang hari dan malam hari B. memilih benda yang ada di kelas. Kreatif. Penutup (1 x 35 menit) • Guru bercerita tentang perlunya air bagi makhluk hidup. perlunya mandi/menjaga kebersihan • Berdoa pulang Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 156 Pembelajaran Aktif. Pembukaan (1 X 35 menit) • Berdoa bersama • Menyanyi lagu kasih ibu sambil bertepuk dengan variasi 1-2-1-2 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 155 164. Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas. • Guru meminta beberapa anak untuk menyebutkan identitas dirinya seperti nama dan alamatnya. dan menceritakan suatu pengalaman yang menyenangkan dirinya • Guru meminta anak untuk berkeliling di kelas sambil melompat satu kaki dengan membilang (menghitung secara urut) lompatannya • Guru meminta beberapa anak mengemukakan tentang kegiatan yang dapat dilakukan pada waktu pagi hari. C. Dalam rangka mewujudkan . lalu anak diminta untuk menggambarkan jam didinding tersebut dilengkapi dengan penunjukkan jarum jam pada saat anak melihat dan menggambarkannya. Inti (3 x 35 menit) • Di kelas anak secara individual diminta untuk mengamati berbagai benda yang ada dalam kelasnya. Inovatif. Efektif. saya ingin memberikan beberapa pemikiran dalam rangka upaya untuk mengembangkan mutu pendidikan melalui proses pembelajaran. Pokok-pokok pikiran ini merupakan bagian dari visi dan misi sekolah.KEGIATAN A. menghitungnya dan menuliskan lambang bilangan dari jumlah benda yang dihitungnya (kegiatan ini dilakukan beberapa kali) • Kegiatan berikutnya (atau bagi yang sudah menyelesaikan kegiatan pertama) dapat membaca kalimat sederhana dari kartukartu kata yang sudah disiapkan guru • Guru meminta anak untuk melihat jam dinding dikelasnya. Tarmizi Ramadhan Mengawali tulisan ini. yang dilanjutkan dengan tanya jawab • Pesan-pesan moral bagi anak misalnya tentang perlunya hemat air.

Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. Hal senada dikatakan Margaretha S. dalam Wilis:154). Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. (2002) bahwa kecenderungan siswa sekolah dasar yang senang bermain dan bergerak menyebabkan anak-anak lebih menyukai belajar lewat eksplorasi dan penyelidikan di luar ruang kelas. sumber belajar. learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya). dan sarana belajar. Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru. Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sangat efektif diterapkan di sekolah dasar. Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya.Y. melainkan sudah dikenal dan populer. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya.. Berdasarkan teori belajar. Hal ini relevan dengan tingkat perkembangan intelektual usia sekolah dasar (7-11 tahun) berada pada tahap operasional konkret (Piaget. Penulis terilhami menuangkan tulisan ini dengan maksud untuk dikembangkan menjadi visi misi sekolah sebagai prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan. Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui). hanya saja sering terlupakan. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. Mudahmudahan tulisan singkat ini dapat menjadi bahan masukan bagi para guru untuk menengok lingkungan sekitar yang penuh arti sebagai sumber belajar dan informasi yang .potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru. melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna. 2002). Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan (Karli dan Yuliaritiningsih. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar.

Model pendekatan ini pun relevan dengan pembelajaran aktif. kreatif. baik bagi si pembelajar itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. Suasana yang menarik. inovatif. kita tidak perlu melakukan trial and error yang berkepanjangan. dan penciptaan 8. dan bermakna 4. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna 6. penerima Nobel asal Bangladesh adalah orang yang banyak belajar berbasis lingkungan untuk mengembangkan ekonomi. dan menyenangkan (PAIKEM) 5. dia belajar sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. sementara kita sekadar meneruskan kerja dari paradigma yang benar. Berpusat pada peserta didik 2. Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya 9. peserta didik aktif berbuat 7. Belajar melalui berbuat. sementara si pembelajar dapat melakukan proses pembelajaran dengan lebih baik dan efisien. Menekankan pada penggalian. kreatif. Katakanlah belajar ilmu sosial atau belajar ekonomi. menyenangkan. Prinsip pembelajaran aktif. Bekerja dan belajar yang berbasis lingkungan sekitar memberikan nilai lebih. Artinya. sehingga pada gilirannya dapat mencetak siswa yang cerdas dan cinta lingkungan. setiap orang/siswa perlu belajar apa pun. Dengan mendirikan Grameen Bank. bahkan mencari hikmah dari berbagai macam pengalaman bangsa-bangsa lain di seluruh dunia. dan menyenangkan (PAIKEM). efektif. efektif. Pembelajaran ini dapat dilakukan sembari melakukan pemberdayaan (empowering) terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. tetapi mereka harus bertindak secara lokal.mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif. Siswa boleh saja berpikir secara global. maka lingkungan sosial dan ekonomi sekitar dapat menjadi laboratorium alam. Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah Pengertian PAIKEM . Mohamad Yunus. Mengembangkan kreativitas peserta didik 3. Inovatif. Dasar Pemikiran Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada: 1. melainkan kita belajar dari kesalahan-kesalahan orang lain. Dengan cara kerja seperti itu. penemuan. namun pengetahuan tentang pengalaman bangsa-bangsa lain tersebut dijadikan sebagai pembelajaran dalam tindakan di lingkungan secara lokal.

Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Secara garis besar. kemungkinan kegagalan. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Menyenangkan adalah suasana belajarmengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. dan kinestetik. 2. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. dan mengemukakan gagasan. menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas.PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. dan Menyenangkan. Inovatif. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. mempertanyakan. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. 3. keterbatasan pilihan. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. Kreatif. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. dan tentu saja rasa bosan. auditory atau kemampuan mendengar. dan cocok bagi siswa. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Menurut hasil penelitian. tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut: 1. Efektif. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ .

PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. Kemampuan Guru Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Kegiatan Belajar Mengajar Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam. mencari rumus sendiri. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. menggunakan. 5. misalnya: • • • • Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Lingkungan Siswa: • • • • Melakukan percobaan.4. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. • . pengamatan. Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri. atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah. misalnya: • • • • • • Percobaan Diskusi kelompok Memecahkan masalah Mencari informasi Menulis laporan/cerita/puisi Berkunjung keluar kelas Guru menggunakan alat bantu Sesuai mata pelajaran. termasuk cara belajar kelompok. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. untuk mengungkapkan gagasannya. Pada saat yang sama. guru dan sumber yang beragam.

• Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan seharihari • Guru memantau kerja siswa. inovatif. dan menyenangkan. efektif. Mei 05 Bagaimana menyusun RPP berbasis PAIKEM ? Published By fatah85 under Home Tags: PAIKEM . • Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan. Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terusmenerus Kesimpulan Berdasarkan hasil pengembangan visi dan misi di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif. Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan. Dengan demikian selama dalam proses pembelajaran akan mengajak siswa lebih aktif. dan menyenangkan) salah satu metode pembelajaran berbasis lingkungan. inovatif.Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan Melalui: • • Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa Hasil karya yang merupakan anak sendiri • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) • • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. • Guru memberikan umpan balik. kreatif. • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. kreatif. efektif.

RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD dan Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP. d. materi ajar. Materi Ajar : III. Penilaian Meliputi : .RPP merupakan pedoman bagi seorang Guru ketika melaksanakan pembelajaran.M. Menciptakan ruangan kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik f. Mengembangkan kemampuan berfikir kritis dan kreatif serta mampu memecahkan masalah e.dan menyenangkan ada hal yang perlu diperhatikan diantaranya : a.Dalam permendiknas No 41 tahun 2007 tentang Standar Proses dikatakan bahwa perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang menuai identitas mata pelajaran Standar kompetensi (SK) Kompetensi dasar (KD).Sc (2010) untuk meyusun RPP yang aktif. inovatif. memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar.efektif. Kegiatan Pembelajaran Meliputi : Pendahuluan: Kegiatan Inti: Penutup: V.kreatif. Sementara itu menurut Saminanto. alokasi waktu metode pembelajaran kegiatan pembelajaran. memahami kriteria siswa b. Mengembangkan aktifitas fisik dan mental Adapun contoh RPP PAIKEM adalah sebagai berikut : RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Mata pelajaran : Kelas/semester : Alokasi waktu : Standar Kompetensi : Kompetensi dasar : Indikator : I.RPP dibuat untuk setiap KD untuk dapat digunakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. mengenal siswa secara perorangan c. tujuan pembelajaran. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar g. maka guru bertindak sebagai pembuat skenario pembelajaran sebagai sutradara sekaligus sebagai pemeran utama dalam pembelajaran tersebut.Spd. Metode Pembelajaran IV. Tujuan Pembelajaran : II. penilaian hasil belajar dan sumber belajar. Sedang RPP itu sendiri merupakan rencana yang menggambarkan cara dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar. Bahan / Sumber Belajar VI. indikator pencapaian kompetensi. seperti halnya skenario yang merupakan acuan dalam alur cerita sebuah Film. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan h.

Prosedur Tes: Jenis Tes: Alat Tes: .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful