PEMBELAJARAN PAIKEM - Document Transcript

1. I HAN UR DA W Y T A TU NI PEMBELAJARAN BERBASIS PAIKEM (CTL, Pembelajaran Terpadu, Pembelajaran Tematik) Materi Pelatihan Penguatan Penguatan Pengawas Sekolah DIREKTORAT TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2010 2. SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Di dalam pelaksanaan program penguatan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah yang merupakan agenda dari program 100 hari Mendiknas, Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) telah menyusun materi untuk penguatan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah. Di dalam pengembangan materi tersebut telah mengacu kepada standar pengawas sekolah sebagaimana diatur dalam Permendiknas No. 12 tahun 2007. Saya memberikan penghargaan yang tinggi kepada Direktorat Tenaga Kependidikan atas dihasilkannya materi penguatan kemampuan pengawas sekolah dalam rangka meningkatkan kompetensi pengawas sekolah. Materi ini diharapkan dapat dijadikan referensi bagi individu pengawas sekolah dan lembaga yang terkait dalam penguatan kemampuan pengawas sekolah di Propinsi dan Kab/Kota. Berbagai pihak yang ingin berkontribusi terhadap program penguatan pengawas sekolah dapat memperkaya dengan berbagai referensi dan khasanah bacaan lainnya untuk mewujudkan pengawas sekolah yang profesional dan akuntabel. Semoga semua usaha kita untuk penguatan kemampuan pengawas sekolah sesuai dengan standar pengawas sekolah sebagaimana diamanahkan dalam Permendiknas No. 12 tahun 2007 dapat diwujudkan, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya dan menghasilkan lulusan yang cerdas, kreatif, inovatif dan berpikir kritis. Jakarta, Januari 2010 Direktur Jenderal PMPTK Prof. Dr. Baedhowi, M.Si NIP 19490828 197903 1 001 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah i 3. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah ii 4. KATA PENGANTAR Pada tahun 2007, Direktorat Tenaga Kependidikan, Ditjen PMPTK bekerjasama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah berhasil merumuskan standar pengawas sekolah/madrasah yang ditetapkan melalui Permendiknas No 12 tahun 2007. Untuk mengoperasionalkan dan mengimplementasikan Permendiknas tersebut, Direktorat Tenaga Kependidikan telah berupaya menyusun materi pelatihan sesuai dengan masing-masing komponen kompetensi pengawas sekolah yang diatur dalam Permendiknas No 12 tahun 2007. Materi yang telah disusun ini merupakan bagian dari rencana pelaksanaan program penguatan pengawas sekolah, program kedua dari delapan program 100 hari Mendiknas. Program penguatan kemampuan pengawas sekolah sangat penting mengingat peran strategis pengawas sekolah di dalam proses peningkatan mutu pendidikan. Pengawas sekolah mempunyai tugas yang sangat penting di dalam mendorong guru untuk malakukan proses pembelajaran untuk mampu menumbuhkan kemampuan kreatifitas, daya inovatif, kemampuan

pemecahan masalah, berpikir kritis dan memiliki naluri jiwa kewirausahaan bagi siswa sebagai produk suatu sistem pendidikan. Materi ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi peningkatan kompetensi pengawas sekolah sesuai yang diamanahkan Permendiknas No 12 tahun 2007. Kami menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna, namun kami perlu menyampaikan penghargaan kepada tim penyusun buku ini yang telah berusaha dan berhasil mempersiapakan materi yang dapat dijadikan bahan bacaan bagi usaha peningkatan kompetensi pengawas sekolah. Berbagai pihak yang terkait dengan penguatan kemampuan pengawas sekolah dapat memperkaya dengan materi yang lain sepanjang mencapai tujuan yang sama yaitu meningkatkan kompetensi pengawas sekolah sesuai dengan Permendiknas No 12 tahun 2007. Semoga buku ini bermanfaat bagi usaha penguatan kemampuan pengawas sekolah di seluruh Kab/Kota di Indonesia. Jakarta, Januari 2010 Direktur Tenaga Kependidikan Surya Dharma, MPA, Ph.D 19530927 197903 1 001 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah iii 5. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah iv 6. DAFTAR ISI SAMBUTAN DIRJEN PMPTK ........................................................................ i KATA PENGANTAR ................………………………….…………..……… iii DAFTAR ISI ....................................................................................................... v PENDAHULUAN ...…………………………….…………..……………….. 1 A. Latar belakang ....................................................................................... 1 B. Dimensi Kompetensi .............................................................................. 1 C. Kompetensi yang Hendak Dicapai ....................................................... 2 D. Indikator Pencapaian Kompetensi ....................................................... 2 E. Alokasi Waktu ...................................................................................... 2 F. Skenario .................................................................................................. 2 PEMBELAJARAN PAIKEM ……………………….……..……….. 4 …………………………. A. Latar Belakang ………………………................ …………………….... 4 B. Konsep Dasar Pembelajaran ……………………………………….. 7 …….…………………………..… C. Tujuan PAIKEM …………..…………………………………………… 14 D. Karakteristik PAIKEM ……………………………………….......….... 14 E. Jenis-jenis PAIKEM 16 …………………………………………………………………………… F. Penerapan PAIKEM…………………………………………………… 16 PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) ……………………..........… 21 A. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis ......………………………… 21 B. Pengertian Pembelajaran Kontekstual ................................................ 24 C. Langkah-langkah CTL ………………………………………………... 26 D. Karakteristik Pembelajaran CTL……………….......………………… 26 E. Strategi Pembelajaran Kontekstual ..................................................... 29 F. Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran 31 Tradisional ............................................................................................... Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah v 7. …………. G. Evaluasi Otentik dalam CTL ................................................................. 33 ……………. H. Penerapan

Pembelajaran Kontekstual di Kelas ................................. 35 ……………. PEMBELAJARAN TERPADU ..........................................................………. 55 A. Latar Belakang ........................................................................................ 58 …………. B. Tujuan Pembelajaran Terpadu ............................................................. 61 C. Jenis-jenis Pembelajaran ...................................................................... 62 D. Pembelajaran IPA Terpadu .................................................................. 62 E. Pembelajaran IPS Terpadu ................................................................... 96 ……………. PEMBELAJARAN TEMATIK ....................................................................... 109 A. Latar Belakang ........................................................................................ 116 ……………. B. Kerangka Berpikir .................................................................................. 118 C. Pengertian Pembelajaran Tematik ....................................................... 122 ...…………. D. Landasan Pembelajaran Tematik ......................................................... 125 E. Karakteristik Pembelajaran Tematik ................................................... 126 ……………. F. Rambu-rambu Pembelajaran Tematik ................................................. 128 ……………. G. Implikasi Pembelajaran Tematik .......................................................... 128 ……………. H. Tahap Persiapan Pembelajaran ............................................................ 130 ……………. I. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran ........................................................ 134 ……………. J. Penilaian Pembelajaran Tematik .......................................................... 137 …………. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah vi 8. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah vii 9. PENDAHULUAN A. Latar belakang Tugas pengawas satuan pendidikan tidak hanya melakukan supervisi manajerial kepala sekolah, namun juga membina guru melalui supervisi aka- demik. Dalam pembinaan guru tentu harus mengacu pada kompetensi guru, terutama kompetensi profesional berkaitan dengan proses pembelajaran. Se- jalan dengan perkembangan teknologi serta teori-teori pembelajaran, maka guru pun dituntut mampu menguasai dan memilih pendekatan, strategi dan metode pembelajaran yang tepat, sehingga menjadikan siswa aktif, kreatif, dan belajar dalam suasana senang serta efektif. Menghadapi tugas tersebut pengawas tentu harus menguasai strategi/ metode/ teknik pembelajaran/bimbingan yang up to date. Bila pengetahuan pengawas sudah ketinggalan, apa lagi hanya mengandalkan pengalaman tan-pa didukung teoriteori, maka pengawas tidak akan mandapatkan respek dari para guru yang dibinanya. Paling tidak, untuk jenjang pendidikan dasar pe-ngawas harus memahami garis besar strategi pembelajaran mata pelajaran utama antara lain: matematika, IPA, IPS, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Materi pelatihan ini dimaksudkan memberikan wawasan dan pengalaman langsung melalui praktekpraktek simulasi bagi pengawas dalam melaksanakan tugas supervisi akademik di tingkat TK, SD, SMP, SMA, SMK, SLB. B. Dimensi Kompetensi Dimensi kompetensi yang diharapkan dibentuk pada akhir Diklat ini adalah dimensi Kompetensi Supervisi Akademik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 1

me. efektif.10. Menggunakan pendekatan andragogi. Pre-test 4. menganalisis. mampu memecahkan masalah melalui mata. Pembelajaran Terpadu (IPA Terpadu. Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. Kompetensi yang Hendak Dicapai Setelah mengikuti pelatihan ini pengawas diharapkan dapat membim-bing guru dalam memahami. nyimpulkan. dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide. Praktik pengembangan strategi pembelajaran. Alokasi Waktu No.mata pelajaran yang relevan. Materi Diklat Alokasi 1. Memang pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek. PEMBELAJARAN PAIKEM A. 8. Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator pencapaian hasil diklat ini adalah apabila pengawas dapat: 1. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. Penutup Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 3 12. IPS Terpadu) 4 jam 3. Latar Belakang Para ahli pendidikan berpendapat bahwa proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini cenderung berpusat kepada guru. oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. alokasi waktu dan skenario pendidikan dan pelatihan strategi pembelajaran. b. kreatif. 3. inovatif. 6. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya. D. ino. indikator. Eksplorasi pemahaman peserta berkenaan dengan strategi pembelajaran. Membimbing guru dalam menggunakan Berbagai Metode Pembelajaran Berbasis PAIKEM pada setiap mata pelajaran sesuai dengan tingkat berpikir peserta didik. C. dan bermakna. Pembelajaran Berbasis CTL 4 jam 2. Skenario 1. kreatif. dengan memberikan ide-ide. menyenangkan. Pejelasan tentang dimensi kompetensi. melalui pendekatan andragogi. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 4 . Pembelajaran Tematik 4 jam F. dan mengeneralisasi dalam suasana diklat yang aktif. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. c. 7. Perkenalan 2. yaitu lebih mengutamakan pe. Post test.Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 2 11. 5. Tugas guru adalah menyampaikan materi-materi dan siswa diberi tanggung jawab untuk menghafal semua pengetahuan. Mengidentifikasi Berbagai Jenis Pembelajaran PAIKEM 3.vatif. memilih dan menggunakan strategi/metode/tek. Memahami Hakikat Pendekatan Pembelajaran 2. Penyampaian Materi Diklat: a.nik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan potensi siswa agar kritis. dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar. Guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa.ngungkapan kembali pengalaman peserta pelatihan. E. Peranan pelatih lebih sebagai fasilitator. Refleksi bersama antara peserta dengan pelatih mengenai jalannya pelatihan. Diskusi tentang indikator keberhasilan pelatihan strategi pembelajaran.

memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. yaitu: (1) belajar isyarat. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Pembelajaran Inkuiri dengan menggunakan metode pembelajaran berbuat seperti: kerja kelompok. sistem informasi. Lebih jauh Gagne (1985) mengemukakan bahwa kata-kata seperti penemuan (discovery) dan kreatifitas (creativity) kadang-kadang diasosiasikan sebagaii pemecahan masalah. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan. Belajar dan Pembelajaran Belajar dan pembelajaran merupakan konsep yang saling berkaitan. (5) membedakan. Konsep Dasar Pembelajaran 1. Proses perubahan . Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 6 15. belajar pemecahan masalah adalah tipe belajar paling tinggi karena lebih kompleks. lingkungan. Karakteristik ini berhubungan dengan apa yang menjadi fokus dan mendapat tekanan dalam pembelajaran. Setiap pendekatan memiliki ciri-ciri dasar atau karakteristik sendiri. sumber belajar. tanya jawab dan demonstrasi adalah pendekatan pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan itu. (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving). Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif. Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne (1985) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar. pengamatan. dan kemadirian sesuai denganbakat. tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. dan konfirmasi. inspiratif. Kelas yang hidup diharapkan dapat mengimbangi perubahan yang terjadi di luar sekolah yang demikian cepat. (4) rangkaian verbal. (2) stimulus-respon. Dalam tipe belajar pemecahan masalah. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. dan pembelajaran praktik dengan dikombinasikan dengan metode ekspositori seperti ceramah. minat. Pendekatan pembelajaran berfokus pada guru yang meliputi fungsi. tingkat pemahaman yang lebih tinggi. dan aktivitas guru. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. optimal. media. kemampuan berpikir. aktivitas. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. krativitas. penelitian sederhana. atau pendekatan pembelajaran yang berfokus pada teknologi. sosial. (3) rangkaian gerak. peran. Di lihat dari urutan belajar. Oleh karenanya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tergantung pada pendekatannya. pengalaman siswa. Pendekatan atau model-model pembelajaran tersebut menjadi tumpuan harapan para ahli pendidikan dan pengajaran dalam upaya menghidupkan kelas secara Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 5 14. B. Pendekatan pembelajaran berfokus pada masalah meliputi masalah personal. (6) pembentukan konsep. eksperimen. menantang. menyenangkan. Pembelajaran Pembelajaran Terpadu . Ada pendekatan pembelajaran yang berfokus pada siswa yang meliputi perkembangan. dll. elaborasi. Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning /CTL). Istilah pendekatan merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum.13. siswa berusaha menyeleksi dan menggunakan aturan-aturan yang telah dipelajari terdahulu untuk membuat formulasi pemecahan masalah. pemecahan masalah. sistem instruksional.

Raka Joni. dan kondisi agar terjadi proses belajar pada anak-anak. materi. Guru harus dapat . Tingkah laku yang berubah sebagai hasil proses pembelajaran mengandung pengertian luas. ditetapkan tujuannya sebelum dilaksanakan. metode. melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey). motivasi. Sehingga diperlukan strategi yang tepat dan efektif. Keberhasilan belajar peserta didik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. peserta didik. yaitu pengetahuan. 1985). keterampilan (kecakapan). sehingga terjadi perubahan tingkah laku. baik anak-anak maupun manusia dewasa. waktu. Pola tingkah laku yang terjadi dapat dilihat atau diamati dalam bentuk perbuatan reaksi dan sikap secara mental dan fisik. (4) bersifat positif dan aktif.kejadian internal yang berlangsung di dalam peserta didik (Winkel. Faktor internal. 1992).tingkah laku merupakan upaya yang dilakukan secara sadar berdasarkan pengalaman ketika berinteraksi dengan lingkungan. dan (6) mencakup seluruh aspek perubahan tingkah laku. Pembelajaran merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik. Faktor internal adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan pribadi guru sebagai pengelola kelas. Dalam hal ini proses belajar diharapkan terjadi secara optimal pada peserta didik melalui cara-cara yang dirancang dan difasilitasi oleh guru di sekolah.ekonomis. 1993) Proses pembelajaran yang berhasil guna memerlukan teknik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 8 17. Pada kenyataannya ada kewajiban bagi manusia dewasa atau orang-orang yang memiliki kompetensi lebih dahulu agar menyediakan ruang. Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan. dan sumber daya. sikap. Ada beberapa hal yang termasuk faktor internal. Adapun yang termasuk faktor eksternal adalah: lingkungan sekolah. sikap. pemahaman. (3) tidak bersifat sementara. dengan memperhitungkan kejadiankejadian eksternal yang berperanan terhadap rangkaian kejadian. minat. yaitu kondisi dalam proses belajar yang berasal dari dalam diri sendiri. 1991). Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. keluarga dan masyarakat (keadaan sosio. yaitu: kecerdasan. dan dikendalikan pelaksanaannya (Miarso. mencakup pengetahuan. Dengan demikian diperlukan kegiatan pembelajaran yang disiapkan oleh guru. Oleh karena itu pembelajaran perlu dirancang. dan mental. Perubahan yang terjadi memiliki karakteristik: (1) perubahan terjadi secara sadar. dan keadaan masyarakat). Pengaturan peristiwa pembelajaran dilakukan secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuat berhasil guna (Gagne. bakat (aptitude). kondisi fisik. lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). (5) memiliki arah dan tujuan. dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan. sosio kultural. Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat. adalah kondisi di luar individu peserta didik yang mempengaruhi belajarnya. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 7 16. Faktor yang memengaruhi proses pembelajaran terdiri dari faktor internal dan eksternal. dan perbuatan. Pada hakikatnya belajar dilakukan oleh siapa saja. (2) perubahan dalam belajar bersifat sinambung dan fungsional. Faktor eksternal. dan sebagainya.

media. dan tanya jawab. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 10 19. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. Berdasarkan pendekatan yang digunakan. d. diskusi kelas. Oleh karena itu tidak ada strategi yang tepat untuk semua kondisi dan karakteristik yang dihadapi. c. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. Pemilihan strategi ekspositori atau diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan karakteristik kompetensi yang menjadi tujuan yang terdiri dari sikap. Preparasi. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. sedangkan pendekatan pembelajaran Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 9 18. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. Faktor eksternal adalah kondisi yang timbul atau datang dari luar pribadi guru. a. serta karakteristik peserta didik dan sumber daya yang dimiliki. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. dan e. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. d. secara umum ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre oriented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre oriented). c. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguhsungguh. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. yang dimaksud adalah faktor lingkungan alam. sumber referensi. penguasaan bahan. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. dan lingkungan sekolah. Guru diharapkan mampu memilah dan memilih dengan tepat strategi yang digunakan agar hasil pembelajaran efektif dan maksimal. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menggunakan strategi ekspositori. antara lain keluarga dan lingkungan pergaulan di masyarakat. Resitasi. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. kesesuaian antara tugas dan tanggung jawab. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. alokasi waktu cukup tersedia. kondisi fisik. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. lingkungan sosial. dan motivasi kerja. a. b. yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi diskoveri inkuiri (discovery inquiry). karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. Faktor lingkungan. dan e. pengetahuan dan keterampilan. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. b. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. Kegiatan pembelajaran berbentuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 11 . pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran.melaksanakan proses pembelajaran. oleh sebab itu guru harus memiliki persiapan mental. alat. sumber referensi terbatas. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. alokasi waktu terbatas. dan bahan cukup. materi pembelajaran tidak terlalu luas.

Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah. dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan. Oleh karena itu dalam Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 12 21. ekplorasi. Peserta didik memiliki karakteristik. dan kecepatan belajar yang beragam. menarik keputusan. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). C. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. f. memberi keyakinan. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap. memecahkan masalah. Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur. sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. Prinsip pembelajaran berbasis kompetensi adalah sebagai berikut: a. pengetahuan. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. e. b. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. 2. Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 13 22. diskusi kelompok. Metode yang digunakan adalah observasi. pengetahuan. kecakapan sistematis dalam menilai. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. dan Menyenangkan. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga mencapai ketuntasan yang ditetapkan. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan . Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya. potensi. sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis. dan sebagainya. c. Tujuan PAIKEM Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. d. PAIKEM Sebagai Model Pembelajaran Berbasis Kompetensi PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik. eksperimen.20. dan keterampilannya. Inspiratif/Interaktif/ Inovatif. Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Efektif. Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan. Kritis /Kreatif. kelas dengan jumlah tertentu. simulasi. sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya. dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. kesulitan maupun ancaman. kreatif.

interaksi dan refleksi. persepsi. makna. maka pembelajaran yang berfokus pada siswa. Jenis-Jenis PAIKEM Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PAIKEM antara lain adalah pembelajaran kotekstual (CTL). Sesuai dengan singkatan PAIKEM. dan . kejahatan. Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: • Melakukan pengamatan • Melakukan percobaan • Melakukan penyelidikan • Melakukan wawancara • Siswa belajar banyak melalui berbuat • Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. IPS Terpadu). 2. ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan.bangun gagasan.son Study. memecahkan masalah menarik keputusan. 1. kegiatan tugas terstruktur. wabah penyakit. memberi keyakinan. Pembelajaran Terpadu (Tematik. E. memang berada pada diri siswa. tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. pemalsuan produk. • mengapa demikian? • apakah hal itu berlaku untuk …? • Untuk perbaikan gagasan/makna • Untuk tidak mengulangi kesalahan • Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. Dsb. kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka. bentuknya antara lain: • Mengemukakan pendapat • Presentasi laporan • Memajangkan hasil kerja • Ungkap gagasan 3. Interaksi. pembusukan makanan. bentuknya antara lain: • Diskusi • Tanya jawab • Lempar lagi pertanyaan o Kesalahan makna berpeluang terkoreksi o Makna yang terbangun semakin mantap o Kualitas hasil belajar meningkat Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 15 24. siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). aktivitas. serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. kecakapan sistematis dalam menilai. motivasi. Pembelajaran berbasis TIK (ICT). Berdasarkan panduan penyusunan KTSP (KTSP).creative thinking). pengalaman dan kemandirian siswa. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam mem. dan diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri. Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri. IPA Terpadu. 4. umpamanya masalah kemiskinan. Tanggung jawab belajar. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. Dalam pembelajaran pemecahan masalah. perhatian. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. komunikasi. Komunikasi. kemacetan lalu lintas. F. kegagalan panen. dan transfer dalam belajar. Penerapan PAIKEM Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 16 25. Karakteristik PAIKEM Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 14 23. Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. Pembelajaran Pengayaan dengan menggunakan berbagai strategi antara lain dengan Les. D. retensi.

jumlah pesera didik dalam kelas banyak. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). alokasi waktu terbatas. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. 1. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. dan untuk SD terdiri dari 35 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 18 27. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. eksperimen. Preparasi. observasi di sekolah. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. tanya jawab. atau demonstrasi. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. applying. a. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. observasi lingkungan. diskusi kelas. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal.kegiatan mandiri tidak terstruktur. demonstrasi. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. tanya jawab. Sekolah standar. a. Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. SMP terdiri dari 40 menit. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. tutor. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA/SMK terdiri dari 45 menit. experiencing. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. Kegiatan Tugas terstruktur Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 17 26. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. atau proyek. observasi di sekolah. yaitu relating. diskusi kelas. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. eksperimen. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. dan e. teman belajar. b. atau simulasi. atau proyek. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. presentasi. Metode yang digunakan seperti penugasan. atau simulasi. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. 2. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. observasi lingkungan. d. sumber referensi terbatas. cooperating. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru. 3. c. diskusi kelompok. demonstrasi. presentasi. Resitasi. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). peran guru sebagai fasilitator. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri .

eksperimen. Siswa harus bebas agar dapat berkembang wajar. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif.dilakukan atas pertimbangan: a. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 20 29. simulasi. dan bahan cukup. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. Pokok-pokok pandangan progressivisme antara lain: 1. media. 6. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. alokasi waktu cukup tersedia. Belajar dipendang sebagai usaha atau kegiatan intelektual untuk membangkit ideide yang masih laten melalui kegiatan introspeksi. dalam bentuk apa yang mereka ketahui dan apa yang dapat mereka lakukan. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. alat. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. materi pembelajaran tidak terlalu luas. dan e. Siswa akan belajar dengan baik apabila mereka terlibat secara aktif dalam segala kegiatan di kelas dan berkesempatan untuk menemukan sendiri. d. Sekolah progresif harus merupakan laboratorium untuk melakukan eksperimen. diskusi kelompok. c. serta proses belajar akan produktif jika siswa terlibat dalam proses belajar di sekolah. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. 5. Metode yang digunakan adalah observasi. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 19 28. 4. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Intinya. 3. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. Siswa belajar dengan baik apabila mereka secara aktif dapat mengkonstruksi sendiri pemahaman mereka tentang apa yang diajarkan oleh guru. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. 2. Selain teori progressivisme John Dewey. Filosofi pembelajaran kontekstual berakar dari paham progressivisme John Dewey. PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL A. b. sumber referensi. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis Penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) di Amerika Serikat bermula dari pandangam ahli pendidikan klasik John Dewey yang pada tahun 1916 mengajukan teori kurikulum dan metodologi pengajaran yang berhubungan dengan pengalaman dan minat siswa. siswa menunjukkan belajar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 21 30. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. ekplorasi. Penumbuhan minat melalui pengalaman langsung untuk merangsang belajar. Harus ada kerja sama antara sekolah dan masyarakat. diskusi kelas. Sejauh ini pendidikan kita masih di dominasi oleh pandangan bahawa pengetahuan sebagai perangkat fakta- . siswa akan belajar dengan baik apabila apa yang mereka pelajari berhubungan dengan apa yang telah mereka ketahui. Guru sebagai pembimbing dan peneliti. dan sebagainya. a. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. teori kognitif melatarbelakangi pula filosofi pembelajaran kontekstual. d. dan tanya jawab.

Untuk itu. 3. Siswa yang harus mengkontruksikan sendiri pengetahuannya. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. Kebebasan merupakan unsur esensial dalam lingkungan belajar. 5. kemudian ceramah sebagai pilihan utama strategi belajar. bukan memberikan ceramah atau mengendalikan seluruh kegiatan di kelas. Melalui landasan filosofi konstruksivisme. berubah dan tidak menentu. Menurut filosofi konstruktivisme. temporer. teori kontruksivisme memandang siswa secara terus menerus memeriksa informasi-informasi baru yang berlawanan dengan aturan-aturan lama dn memperbaiki aturan-aturan yang tidak sesuai lagi.fakta yang harus dihafal. Pemahaman ini diperoleh siswa karena ia dihadapkan kepada lingkungan belajar yang bebas yang merupakan unsur yang sangat esensial. atau akal manusia berfungsi sebagai alat untuk melakukan interpretasi sehingga muncul makna yang unik. Siswa diharapkan memapu mempraktikkan pengetahuan/pengalaman yang telah diperoleh dalam konteks kehidupan. Siswa diharapkan juga melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut. Segala sesuatu bersifat temporer. Strategi belajar yang digunakan menentukan proses dan hasil belajar. konsep. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghapal fakta-fakta. Belajar pada hakikatnya memiliki aspeksosial dan budaya. Hakikat teori kontruksivisme adalah bahwa siswa harus menjadikan informasi itu menjadi miliknya sendiri. maka strategi kontruksivis sering disebut pengajaran yang berpusat pada siswa (studentcentered instruction). Teori konstruksivis menuntut siswa berperan aktif dalam pembelajaran mereka sendiri. siswa dapat memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan yang dipelajari. Belajar adalah pemaknaan pengetahuan. 4. Otak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 22 31. Melalui strategi. bukan perolehan pengetahuan dan mengajar diartikan sebagain kegiatan atau menggali makna. Karena penekanannya pada siswa aktif. diperlukan sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. Dengan demikian. Beberapa proposisi yang dapat dikemukakan sebagai implikasi dari teori kontruktivistik dalam praktek pembeljaran di sekolah-sekolah kita sekarang adalah sebagai berikut: 1. Belajar adalah proses pemaknaan informasi baru 2. Di dalam kelas yang pengajarannya terpusat kepada siswa. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 23 32. filosofi konstruksivisme berkembang. Pemahaman yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman-pengalam belajar bermakna. Kerja kelompok dianggap sangat berharga. Dalam pandangan kontruksivistik. siswa diharapkan dapat membangun pemahaman sendiri dari pengalaman/pengetahuan terdahulu. Tujuan . kebebasan dipandangan sebagai penentu keberhasilan karena kontrol belajar dipegang oleh siswa sendiri. peranan guru adalah membantu siswa menemukan fakta. tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkontruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. bukan memindahkan pengetahuan kepada orang yang belajar. Berpijak pada dua pandangan itu. atau prinsip bagi diri mereka sendiri. pengetahuan bersifat non-objektif. CTL dipromosikan menjadi alternatif strategi belajar yang baru. dan selalu berubah. Dasarnya pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dari konteks yang terbatas dan sedikit demi sedikit. Dengan paham kontruksivisme. siswa diharapkan belajar melalui mengalami bukan menghafal.

dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. bidang studi apa saja. applying. Dalam kelas kontekstual. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 25 34. dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel da-pat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik. paham konstruktivistik menolak pandangan behavioristik. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja ber. Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual. Kembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. pemodelan (modeling).sama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. sosial. dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). Lakukan . 5. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). Pengertian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. Proses pembelajaran berlangsung lebih alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. B.pembelajaran konstruktivistik menekankan pada penciptaan pemahaman yang menuntut aktivitas yang kreatif dan produktif dalam konteks nyata. cooperating. Secara garis besar. experiencing. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. C. masyarakat belajar (learning community). dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. langkah-langkah yang harus ditempuh dalam CTL adalah sebagai berikut: 1. 4. 6. 2. Dengan demikian. tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Lakukan refleksi di akhir pertemuan. Sesu. konsep ini. Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. yaitu relating. dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelaaran efektif. CTL merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi.pan mereka sehari-hari. bertanya (questioning). Dengan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 24 33. yakni: konstruktivisme (constructivism). Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan-nya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidu. 7.atu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. menemukan (inquiri). Ciptakan masyarakat belajar. hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Langkah-langkah CTL CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja. bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. 3.

4. 7. lang-kah-langkah pembelajaran. tidak membosankan. Ketika siswa dapat mengkaitkan isi dari mata pelajaran akademik. Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa. membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling berkomunikasi. Menyenangkan. Guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. Siswa kritis guru kreatif. dan makna memberi mereka alasan untuk belajar. Melakukan kegiatankegiatan yang berarti (doing significant works) Model pembelajaran ini menekankan bahwa semua proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas harus punya arti bagi siswa sehingga mereka dapat mengkaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sisw 3. 5. Sharing dengan teman. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 27 36. 4. nerpikir kritis dan berpikir kreatif. 3. peta-peta. laporan hasil pratikum. 2. program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya. 10. 6. 11. materi pembelajaran. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (je-las dan operasional). Karakteristik Pembelajaran CTL 1. Atau sejarah dengan pengalamannya mereka sendiri. Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor tetapi hasil karya siswa.penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) dengan berbagai cara. Belajar dengan bergairah. artikel. 5. Dalam konteks itu. dan authentic assessmentnya. D. yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. melibatkan kegiatan menghubungkan masalah ilmu dengan kehidupan sehari-hari dengan cara-cara yang berarti bagi siswa. Kerjasama. kecakapan . membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. 9. Bekerjasama (collaborating) Siswa dapat bekerja sama. yang dapat di uraikan sebagai berikut: 1. gambar. program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru. Mengkaitkan pembelajaran dengan kehidupan seseorang membuat proses belajar menjadi hidup dan keterkaitan inilah inti dari CTL. mereka menemukan makna. Belajar yang diatur sendiri (self-regulated Learning) Pembelajaran yang diatur sendiri. memberi kebebasan kepada siswa menggunakan gaya belajarnya sendiri. humor dan lain-lain. merupakan pembelajaran yang aktif. karangan siswa dan lain-lain Dalam pembelajaran kontekstual. media untuk mencapai tujuan tersebut. Siswa aktif. Pembelajaran yang diatur siswa sendiri. ilmu pengetahuan alam. Saling menunjang. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran. Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful connections) Keterkaitan yang mengarah pada makna adalah jantung dari pembelajaran dan pengajaran kontekstual. 8. Beberapa komponen utama dalam pembelajaran Kontekstual menurut Johnson (2000: 65). Pembelajaran terintegrasi. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 26 35. Menggunakan berbagai sumber. 2. Berpikir kritis dan kreatif (critical dan creative thinking) Pembelajaran kontekstual membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. mandiri. sedangkan program untuk pembelajaran kontekstual le-bih menekankan pada skenario pembelajarannya.

memberi keyakinan. 4. E. Pembelajaran Autentik (Authentic Instruction) Suatu pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna. dan mempresentasikan penemuannya kepada orang lain. dan melaksanakan tugas bermakna lainnya. disiplin. Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja secara mandiri dalam . Tugas dan kegiatan yang akan dilakukan siswa harus sesuai dengan minat. Ia mengembangkan keterampilan berpikir dan memecahkan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata. 3. 7. sikap. 1. Menggunakan Penilaian yang otentik (using authentic assessment) Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan akademik baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu. 2. Tiap siswa bisa mencapai keunggulan. asalkan sia dibantu oleh gurunya dalam menemukan potensi dan kekuatannya. penilaian autentik memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sambil mempertunjukkan apa yang sudah mereka pelajari. ketajaman pemahaman dalam mengembangkan sesuatu. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian. Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nuturing the individual) Dalam pembelajaran kontekstual siswa bukan hanya mengembangkan kemampuankemampuan intelektual dan keterampilan. motif berprestasi. dan mentor. 8. Belajar Berbasis Inquiry (Inquiry-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan menyediakan kesempatan untuk pembelajaran bermakna. Yasin dan Senduk. Guru dalam pembelajaran kontekstual juga berperan sebagai konselor. Dalam pengetahuan dan konsep yang esensi dari mata pelajaran. Pendekatan ini mencakup pengumpulan informasi yang berkaitan dengan pertanyaan. tanggung jawab. mensintesis. Belajar berbasis Masalah (Problem-Based Learning) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 29 38. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Strategi yang berasosiasi dengan pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut. mencapai keunggulan (excellent). Belajar berbasis Proyek/Tugas (Project-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran komprehensif di mana lingkungan belajar siswa (kelas) didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah autentik termasuk pendalaman materi dari suatu topik mata pelajaran. minat.sistematis dalam menilai. Dalam hal ini siswa terlibat dalam penyelidikan untuk pemecahan masalah yang mengintegrasikan keterampilan dan konsep dari berbagai isi materi pelajaran. tetapi juga aspek-aspek kepribadian: integritas pribadi. 2004: 56). Penilaian autentik merupakan antitesis dari ujian stanar. serta untuk memperoleh pegetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards) Pembelajaran kontekstual diarahkan agar siswa berkembang secara optimal. Strategi Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menempatkan siswa di dalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari (Nurhadi. kebutuhan dan kemampuannya. 6. dsb. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 28 37. Suatu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah. memecahkan masalah menarik keputusan.

sedangkan dalam pembelajaran tradisional hadiah untuk perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor. diskusi. 3. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 32 . sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa belajar secara individual. Menurut Sanjaya (2006 : 256) ada beberapa perbedaan yang dapat diuraikan sebagai berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 31 40. 4. sedangkan dalam pembelajaran tradisional seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia takut hukuman. Belajar Berbasis Jasa-Layanan (Service Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengkombinasikan jasa layanan masyarakat dengan suatu struktu berbasis sekolah untuk merefleksikan jasalayanan tersebut. sedangkan dalam pembelajaran tradisional ketrampilan dikembangkan atas dasar latihan. hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri. Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual. 1. Dalam pembelajaran kontekstual. pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan atau masalah yang disimulasikan. siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok. tempat kerja atau sejenisnya dan berbagai aktifitas dipadukan dengan materi pelajaran untuk kepentingan siswa. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa adalah penerima informasi yang pasif. seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia sadar hal itu keliru dan merugikan. dan mengkulminasikan dengan produk nyata. 2. 5. bahasa diajarkan dengan pendekatan komunikatif. pendekatan ini menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru yang diperlukan dan berbagi keterampilan untuk memenuhi kebutuhan dalam masyarkat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya. Dalam pembelajaran kontekstual. Dengan kata lain.. yakni siswa diajak menggunakan bahasa dalam konteks nyata. Jadi dalam hal ini. siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran. sedangkan dalam pembelajaran tradisional. bahasa diajarkan dengan pendekatan struktural: rumus diterapkan sampai paham. Dalam pembelajaran kontekstual. jadi menekankan hubungan antara pengalaman jasa-layanan dan pembelajaran akademis. keterampilan dibangun atas kesadaran diri. Dalam pembelajaran kontekstual. saling mengoreksi. perilaku dibangun atas kesadaran sendiri sedangkan dalam pembelajaran tradisional perilaku dibangun atas kebiasaan. 7. Suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi pelajaran berbasis sekolah dan bagaimana materi tersebut dipergunakan kembali di tempat kerja.. 5. 6. Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran Tradisional Terlihat jelas perbedaan proses pembelajaran kontekstual yang berpijak pada pandangan kontrukstivisme dengan pembelajaran tradisional yang berpijak padangan behaviorisme-objektivis. 8. Dalam pembelajaran kontekstual. 6. Belajar Berbasis Kerja (Work-Based Learning) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 30 39. F.mengkonstruk pembelajarannya. Belajar Kooperatif (Cooperatif Learning) Pendekatan pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan. sedangkan dalam pemebelajaran tradisional pembelajaran sangat abstrak. kemudian dilatihkan (drill). Dalam pembelajaran kontekstual. 7.

Makin pendek periode waktu pembelajaran yang dievaluasi. maka makin mendekati evaluasi otentik. dan dilatihkan. Dalam evaluasi hasil pembelajaran. G. Hal ini tidak berarti. mengukur hasil pembelajaran pada akhir periode. Evaluasi dilakukan pada waktu para siswa merencanakan sesuatu kegiatan. lisan. menghapal). siswa menggunakan kemampuan berpikir kritis. karena mengevaluasi apa yang secara nyata dilakukan dan dihasilkan oleh para siswa. evaluasi kenyataan. penelitian. biasanya hanya digunakan tes. berbentuk tes obyektif atau essay. Evaluasi terhadap proses pembelajaran dan hasil karya merupakan evaluasi otentik. Manusia menciptakan atau membangun pengetahuan dengan cara memberi arti dan memahami pengalamannya sedangkan dalam pembelajaran tradisional pengetahuan adalah penangkapan terhadap serangkaian fakta. tengah semester atau akhir unit. gambar. Perubahan atau perkembangan tersebut mungkin berkenaan dengan aspek yang menjadi tujuan atau terumuskan dalam tujuan pembelajaran. ataupun hasil pemecahan dan jawaban soal. tetapi pada bidang atau aspek lainnya sedikit. makalah. karena dilakukan oleh guru kontekstual sepanjang proses pembelajaran. konsep. mengerjakan tugas. diterima dan dilafalkan. percobaan. Dalam pembelajaran kontekstual. pemahaman rumus dikembangkan atas dasar skemata yang sudah ada dalam diri siswa. merupakan wujud dari perkembangan dan kemampuan hasil belajar mereka. 11. tampa memberikan kontribusi ide dalam proses pembelajaran. rangkuman. Bagaimana siswa melakukan berbagai kegiatan tersebut serta hasil-hasil yang mereka tunjukkan. karena evaluasi dengan menggunakan tes. 10. Setiap saat terjadi perubahan dan perkembangan pada para siswa. pengamatan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 33 42. sedikit sekali atau bahkan hampir tidak ada. maka dalam evaluasi proses juga digunakan evaluasi perbuatan (pengamatan). terlibat penuh dalam pengupayakan terjadinya proses pembelajaran yang efektif. menyeluruh dan terus menerus. melaksanakan maupun melaporkan hasil kegiatannya.41. Portfolio merupakan kumpulan dokumen yang disusun secara sistematik dan terarah yang menggambarkan perkembangan atau kemajuan siswa dalam bidang tertentu. Dalam pembelajaran kontekstual. Evaluasi juga dilakukan pada waktu siswa berdiskusi. 9. atau hukum yang brada di luar diri manusia. baik berupa rancangan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 34 . model. akhir semester. sedangkan dalam pembelajaran tradisional rumus itu ada di luar diri siswa. pemecahan masalah. dan membawa skemata masingmasing ke dalam proses pembelajaran sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa secara pasif menrima rumus atau kaidah (membaca. mencatat. pengetahuan yang dimiliki oleh manusia dikembangkan oleh manusia itu sendiri. yang harus dikembangkan. laporan. mengerjakan tugas. melakukan latihan. bahwa evaluasi dengan menggunakan tes tidak bisa digunakan. mendengarkan. hasil karya dan portfolio. dan penyelesaian soal. Evaluasi Otentik Sebagai Ciri Penilaian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menuntur evaluasi yang bersifat komprehensif. ikut bertanggungjawab atas terjadinya proses pembelajaran yang efektif. Dalam pembelajaran kontekstual. Perubahan dan perkembangan bidang atau aspek tertentu mungkin sangat banyak/tinggi.

43. H. Penerapan Pembelajaran Kontekstual di Kelas Ada tujuh komponen utama pembelajaran yang mendasari penerapan pembelajaran kontekstual dikelas. Ketujuh komponen itu adalah konstruktivisme (constructivism), bertanya (questioning), menemukan (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling) refleksi (reflection), dan penilaian sebenarnya (authentic assessment) 1. Konstruktivisme (Constructivism) Konstruktivisme merupakan landasan berpikir pendekatan kontekstual, yaitu pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak dengan tiba- tiba. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Tetapi siswa harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalaui pengalaman nyata. Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan bergelut dengan ide-ide, yaitu siswa harus mengkontruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri. Esensi dari teori kontruksivisme adalah ide bahwa siswa haarus menemukan dan mentransfomasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain, dan apabila dikehendaki informasi itu menjadi milik mereka sendiri. Dengan dasar ini pembelajaran harus dikemas menjadi proses mengkontruksi bukan mnerima pengetahuan. Landasan berpikir konstruktivisme agak berbeda dengan kaum objektif, yang lebih menekaankan pada hasil pembelajaran. Dalam pandangan konstruktivisme, strategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 35 44. pengetahuan. Untuk itu tugas guru adalah memfasilitasi proses tersebut dengan : (1) menjadikan pengetahuan bermakana dan relevan bagi siswa; (2) memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri; dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. 2. Bertanya (questioning) Pengetahuan yang dimiliki seseorang, selalu bermula dari bertanya karena bertanya merupakan strategi utama pembelajaran yang produkstif, kegiatan bertanya berguna untuk: (1) menggaliinformasi baik administrasi maupun akademia; (2) mengecek pemahaman siswa; (3) membangkitkan respon pada siswa; (4) mengetahui sejauh mana keingin tahuan siswa; (5) mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa; (6) memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki gur; (7) untuk membangkitkan lebihbanyak lagi pertanyaan dari siswa; (8) untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa. Pada semua aktivitas belajar, questioning dapat diterapkan antara siswa dengan siswa, antara guru dan siswa, antara siswa dengan guru, antara siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas dan sebagainya. 3. Menemukan (inquiry) Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hanya hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi juga hasil dari menemukan sendiri. Siklus inquiry adalah (1) observasi, (2) bertanya, (3) mengajukan dugaan, (4) pengumpulan data, (5) penyimpulan. Kata kunci dari strategi inquiry Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 36

45. adalah siswa menemukan sendiri, adapun langkah-langkah kegiatan menemukan sendiri adalah: (1) merumuskan masalah dalam mata pelajaran apapun; (2) mengamati atau melakukan observasi; (3) menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar,laporan, bagan tabel, dan karya lainnya; dan (4) mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca, teman kelas, guru, atau audience lainnya. 4. Masyarakat Belajar (learning community) Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerja sama dengan orang lain. Hasil belajar didapat dari berbagi anatara kawan, kelompok, dan antara yang tahu ke yang belum tahu. Di ruang kelas ini, di sekitar sini, juga dengan orang-orang yang diluar sana semua adalah anggota masyarakat belajar. Dalam kelas yang menggunakan pendekatan kontekstual, guru disarankan dalam melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang anggotanya heterogen. Yang pandai mengajari yang lemah, yang tahu memberiyahu yang belum tahu, yang cepat menangkap mendorong temannya yang lambat, yang mempunyai gagasan segera memberikan usul dan seterusnya. Kelompok siswa bisa sanagt bervariasi bentuknya, baik keanggotaan, jumlah, bahkan bisa melibatkan siswa di dalam kelas atasnya, atau guru mengadakan kolaborasi dengan mendatangkan seorang ahli ke kelas. 5. Permodelan (modelling) Dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu, ada model yang bisa ditiru. Model itu, memberi peluang yang besar bagi guru untuk memberi contoh cara mngerjakan sesuatu, dengan begitu guru memberi model tentang bagaimana belajar. Dalam pendekatan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 37 46. kontekstual guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa, seorang siswa dapat ditunjuk untuk memberikan contoh temannya, misalnya cara melafalkan suatu kata. Siswa contoh tersebur dikatakan sebagai model, siswa lain dapat menggunakan model tersebut sebagai standar kompetensi yang harus dicapai. 6. Refleksi (reflection) Refleksi adalah cara berfikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir kebelakng tentang apa-apa yang sudah kita lakukan dalam hal belajar di masa lalu. Siswa mengendapkan apa yang dipelajarinya sebagai struktur pengetahuan yang baru, yang merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan sebelummnya. Refleksi merupakan respons terhadap kejadian, aktivitas, atau pengetahuan yang baru diterima. 7. Penilaian Sebenarnya (authentic assessment) Assessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran belajar siswa. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui olehb guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran yang benar. Apabila data yang dikumpulkan guru mengidentifikasikan bahwa siswa mengalami kemacetan dalam belajar, maka guru segera bisa mengambil tindakan yang tepat agar siswa agar siswa terbebas dari kemacetan belajar. Karena gambaran tentang kemajuanbelajar itu diperlukan disepanjang proses pembelajaran, maka penilaian tidak dilakukan diakhir periode seperti akhir semester. Kemajuan belajar dinilai dari proses, bukan melalui hasil, dan dengan berbagai cara. Tes hanyalah salah satunya, itulah hakekat penilaian yang sebarnya. Penilai tidak hanya guru, tetapi bisa juga teman Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 38

47. lain atau orang lain. Karakteristik penilain sebenarnya adalah (1) dilaksanakan selama dan sesuadah proses pembelajaran berlangsung; (2) bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif; (3) yang diukur keterampilan dan performasi, bukan hanya mengingat fakta; (4) berkesinambungan; (5) terintegrasi; (6) dapat dipergunakan sebagaifeed back. Dengan demikian pembelajaran yang benar memang seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa agar mampu mempelajari (learning how to learn) sesuatu, bukan ditekankan pada diperolehnya sebanyak mungkin informasi diakhir periode pembelajaran. Berikut contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis CTL pada mata pelajaran IPA di SMP. CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BERBASIS CTL Sekolah : SMP .......................................... Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) Kelas/Semester : IX (Sembilan)/ 2 (Dua) Alokasi Waktu : 10 x 40 menit (5 pertemuan) A. Standar Kompetensi : 4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari- hari. B. Kompetensi Dasar : 4.1. Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet. C. Tujuan Pembelajaran Pertemuan 1: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. mengidentifikasi bahan magnetik dan bahan bukan magnetik. 2. menunjukkan kutub-kutub magnet. 3. menentukan daerah gaya di sekitar magnet (medan magnet). Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 39 48. 4. mendeskripsikan sifat kutub-kutub magnet. 5. memberikan pemaknaan terhadap keberadaan kutub-kutub magnet (kutub utara dan kutub selatan). 6. memberikan pemaknaan terhadap sifat-sifat interaksi antara kutub-kutub magnet. Pertemuan 2: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara menggosok. 2. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara induksi. 3. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. 4. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara menggosok. 5. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara induksi. 6. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. Pertemuan 3: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. menyebutkan cara-cara menghilangkan sifat kemagnetan. 2. mendeskripsikan kemagnetan bumi. 3. memberikan pemaknaan terhadap caracara menghilangkan sifat kemagnetan. 4. memberikan pemaknaan terhadap keberadaan kemagnetan bumi. Pertemuan 4: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. menjelaskan secara kualitatif sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. 2. memberikan pemaknaan terhadap sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. Pertemuan 5: Penilaian pencapaian KD 4.1 (Ulangan Harian, materi Pertemuan 1 s.d. 4). D. Materi Pelajaran: Kemagnetan KEMAGNETAN Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 40 49. Lebih dari 2000 tahun yang lalu, orang Yunani yang hidup di suatu daerah di Turki yang dikenal sebagai Magnesia menemukan batu aneh. Batu tersebut menarik benda-benda yang mengandung besi. Karena batu tersebut ditemukan di Magnesia, orang Yunani memberi nama batu tersebut magnet. Sifat benda yang teramati sebagai suatu gaya tarik atau gaya tolak antara kutub-kutub magnet

• Sebuah magnet dapat hilang sifat kemagnetannya diantaranya apabila kita bakar dan kita pukul-pukul. Allah itu satu. dan semakin lama penggosokan semakin kuat serta bertahan lama sifat kemagnetannya.” Hanya Allah-lah dzat yang tunggal. bagaimanapun bentuknya. aluminium. Besi. manusia mempunyai dua jenis kelamin. Bagi ajaran agama Islam. baja. jika kutub utara (U) salah satu magnet didekatkan ke kutub selatan (S) magnet lain. maka kita juga harus banyak bergaul dan berteman dengan orang yang pandai. dan tidak mudah menyerah. Lingkungan sangat mempengaruhi perilaku dan perkembangan kognitif seseorang. Bahanbahan yang dapat ditarik oleh magnet disebut bahan magnetik. Para ilmuwan mengetahui bahwa atom itu sendiri memiliki sifat-sifat magnetik. Penggosokan magnet harus dilakukan secara terarah. tiap atom di dalam suatu bahan magnetik adalah seperti sebuah magnet kecil yang disebut magnet atom (magnet elementer). Agar kemampuan (pengetahuan) kita semakin bertambah. Jika kutub-kutub magnet senama (U dan U atau S dan S) saling didekatkan. Sedangkan kutub-kutub magnet yang tidak senama (U-S). Apabila kita ingin menjadi orang yang pandai. yaitu utara (U) dan selatan (S). jika didekatkan akan tolak-menolak. nikel.disebut kemagnetan. kutub-kutub tersebut akan tarik-menarik. Sedangkan kayu. ”Allah. mempunyai dua ujung di mana pengaruh magnetiknya paling kuat. kita harus rajin belajar. yaitu: laki-laki (L) dan perempuan (P). kedua kutub tersebut akan tolak. tidak beranak dan tidak diperanakkan. ”Rajin pangkal pandai. • Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara menggosokkan magnet pada logam tersebut. hal ini sesuai dengan kandungan dalam Surat Al-Ikhlas. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 41 50. • Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara melilitkan kawat pada logam dan mengalirkan arus listrik pada kawat yang dililitkan pada logam tersebut. • Kutub-kutub magnet yang senama (U-U atau S-S). PEMAKNAAN • Semua magnet memiliki dua kutub yang berlawanan. Manusia hanya boleh menikah dengan lawan jenisnya. Sifat-sifat magnetik suatu bahan bergantung pada struktur atomnya. Tuhan yang Maha Esa menciptakan manusia secara berpasangpasangan.menolak. Agama melarang manusia sesama jenis untuk saling jatuh cinta. Oleh karena itu. • Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara menginduksi logam tersebut dengan magnet pada logam tersebut. dan kobalt termasuk bahan magnetik. Sifat . Namun. jika didekatkan akan tarik-menarik. Sedangkan bahanbahan yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut bahan bukan magnetik. Secara kodrati. Apabila kita ingin menjadi orang ”baikbaik” maka kita harus bergaul dan berteman dengan orang yang berperilaku baik pula. Sifat-sifat magnetik tersebut disebabkan gerak elektron atom-atom tersebut. Perilaku ”menyimpang” seperti homoseksual (L-L) atau lesbian (P-P) dilarang oleh agama. Setiap magnet. yang diberi nama kutub utara (U) dan kutub selatan (S).” Apabila kita ingin pandai. kita harus sering berdiskusi dan mendapat masukan-masukan dari banyak orang yang memiliki kemampuan melebihi kemampuan kita. Secara sederhana kita dapat mengelompokkan bahan-bahan menjadi dua kelompok. Dua ujung tersebut dikenal sebagai kutub magnet. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 42 51. kaca. Semua magnet mempunyai sifat-sifat tertentu. dan plastik adalah contoh-contoh bahan bukan magnetik. yaitu: bahan magnetik dan bahan bukan magnetik.

Animasi pemaknaan untuk penanaman sikap 7.paku kecil itu apakah dapat menempel pada sebuah paku besar tersebut. bercerai kita runtuh. Siswa diminta memperhatikan paku-paku kecil itu apakah dapat menempel pada sebuah paku besar tersebut. dll. dengan adanya suatu pengaruh ”negatif” dari luar. Catu daya (baterai) F. Serbuk besi 6. Namun. LKS Kemagnetan 4. Model Pembelajaran: Pembelajaran Kooperatif (CL) dengan ”Pemaknaan” G. • Meminta siswa membaca Pengaruh Magnet dan membimbing mengerjakan LKS tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. E. • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). • Membagikan LKS 1 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. Buku Sumber (Referensi) lain 3. motor listrik. Alat/Bahan/Sumber belajar 1. • Demonstrasi dilanjutkan dengan menempelkan paku besar tersebut dengan sebuah magnet batang dan kemudian menempelkannya pada paku-paku kecil. mengapa benda tersebut dapat menempel? • Menginformasikan bahwa magnet banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari di sekitar kita sambil memberikan contoh misalnya bel listrik. ”Bersatu kita teguh. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 1). • Menginformasikan magnet batang mempunyai dua kutub yang dinamai kutub utara dan selatan sambil mendemonstrasikan menggantungkan magnet batang dengan benang. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan.sifat gaya magnet antar kutub-kutub magnet. mendemonstrasikan bahwa ada beberapa benda yang dapat ditarik oleh magnet dan ada yang tidak dapat ditarik oleh magnet. Alat peraga magnet. • Menginformasikan bahwa hari ini .magnet memiliki dua kutub. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 43 52. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 44 53. maka apapun yang kita cita-citakan akan dengan lebih mudah untuk kita capai. tape recorder. . bel listrik. misalnya munculnya para provokatorprovokator. Kegiatan Inti • Memperlihatkan magnet batang. Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak Kegiatan Awal • Demonstrasi menarik benda-benda dari logam (besi) dengan sebuah ”magnet”. apabila kita rukun tidak terjadi saling permusuhan. Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak Kegiatan Awal • Mendemonstrasikan dengan menempelkan sebuah paku besar ke paku-paku kecil dan meminta siswa memperhatikan paku.” Dalam suatu komunitas. Pertemuan 2 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 45 54. yaitu: U dan S. dan motor listrik 5. antara lain berkaitan dengan: magnet dapat menarik benda.kemagnetan dimiliki oleh suatu bahan apabila magnet-magnet elementer bahan itu tersusun secara teratur. Kabel/kawat listrik (kawat untuk kumparan) 8. Buku Siswa CTL untuk SMP Direktorat PSMP 2. . • Meminta satu-dua kelompok untuk menulis di papan tulis Tabel 1 yang telah diisi dan ditanggapi kelompok lain. maka adanya provokasi tersebut dapat memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa. Menanyakan kepada siswa. Menjelaskan konsep kemagnetan. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 2 “Panduan Belajar Pengaruh magnet”.

antara lain berkaitan dengan: cara menghilangkan sifat kemagnetan. Pertemuan 3 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 47 56. • Meminta satu dua kelompok untuk menggambar pola serbuk besi untuk tiap susunan magnet batang dan ditanggapi kelompok lain. serta menjelaskan bagaimana kompas dapat membantu untuk menentukan arah. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara mendekatkan sebuah magnet ke besi tersebut. dan membimbing mengerjakan LKS 5 tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masingmasing.keberadaan kemagnetan bumi. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. tentang Pengaruh Magnet. Kegiatan Inti • Menginformasikan bahwa garis gaya magnet dapat digambar untuk memperlihatkan lintasan medan magnet.pembuatan magnet dengan cara induksi. dan mengalirkan arus listrik. Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang ”Cara Pembuatan Magnet” guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 46 55.cobaan membuat magnet dengan cara menggosok.pembuatan magnet dengan cara menggosok. Kegiatan Inti • Menyajikan informasi bahwa dalam besi yang bukan magnet susunan atom-atomnya masih acak. • Membagikan LKS 4 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. antara lain berkaitan dengan: . susunan atomatomnya harus dibuat searah.pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. sifat kemagnetannya tidak dapat dihilangkan? • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 3). • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif. Pertemuan 4 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 49 .duksi. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 5. • Meminta siswa membaca Buku Siswa. • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). . Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. • (Lainlainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru).akan dilakukan per. Agar besi menjadi magnet. • Menginformasikan bahwa terdapat perbedaan antara kutub magnetik dan kutub geografik bumi. . in. Kemagnetan Bumi. • Membagikan LKS 3 dan membimbing siswa untuk mengerjakan LKS tersebut. • Meminta salah satu kelompok untuk menuliskan hasil kegiatannya di papan tulis dan kelompok lain diminta menanggapinya. Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak Kegiatan Awal • Sambil menggantung bebas sebuah magnet batang. Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang cara Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 48 57. . menjelaskan pola-pola garis gaya untuk berbagai macam susunan magnet batang. apakah suatu magnet. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 2). • Memberi penghargaan pada siswa/kelompok yang kinerjanya bagus. menanyakan kepada siswa: ”ke arah mana magnet batang itu selalu menghadap?” Mengapa? • Menanyakan kepada siswa.

Kompetensi Dasar 3. mengapa jarum kompas itu dapat mengalami penyimpangan arah? • Mengingatkan kembali tentang cara membuat magnet dengan mengalirkan arus listrik. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara penyaringan 2. Penilaian (Instrumen Penilaian Terlampir pada Lembar Penilaian) • Bentuk tes tertulis: pilihan ganda dan uraian singkat • Kinerja saat melakukan kegiatan • Laporan/presentasi Tes tertulis dilaksanakan setelah proses pembelajaran (Pertemuan 5) dengan menggunakan Lembar Penilaian (LP) 4. Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak Kegiatan Awal • Mendemonstrasikan terjadinya penyimpangan suatu jarum kompas ketika diletakkan dekat suatu magnet.58. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 4. Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang medan magnet Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 50 59. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 51 60. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 4).1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 4. • Menginformasikan bahwa medan magnet solenoida dapat diperbesar dengan memperbesar jumlah lilitan maupun besar arus yang mengalir melaluinya. Menanyakan pada siswa. • Meminta satu-dua kelompok untuk menulis di papan tulis untuk melengkapi Tabel 1 hasil penyelidikan dan ditanggapi kelompok lain. subbab Medan Magnet di Sekitar Arus Listrik. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 8.2 Melakukan pemisahan campuran dengan berbagai cara berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia 6. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. . Memahami wujud zat dan perubahannya 4. yaitu: . Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 1. H. Memahami keanekara-gaman makhluk hidup. dan membimbing mengerjakan LKS 8 tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. 6. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. Kegiatan Inti • Menginformasikan bahwa arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar akan menimbulkan medan magnet yang arahnya bergantung pada arah arus listrik. CONTOH 2: RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS CTL Sekolah : SMP Mata Pelajaran : IPA Kelas / Semester : VII / 1 Standar Kompetensi 3.sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. • Meminta siswa membaca Buku Siswa. • Membagikan LKS 7 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut.1.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki Indikator Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara fisika♣ Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara kimia♣ Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran♣ Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran♣ PERTEMUAN 1 A. • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru).

cobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok. Kegiatan Inti . apakah terdapat organisme di dalamnya? Apakah air tersebut dapat dijernihkan?” Pengetahuan Prasyarat: Mengajukan pertanyaan tentang pengertian campuran Menyampaikan tujuan pembelajaran 2.Melakukan pengamatan. pisau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 53 62.Model :Cooperatif Learning 2. melakukan inferensi. ijuk f.Materi Pembelajaran Pemisahan campuran dengan cara destilasi dan kristalisasi C.guru dapat langsung memberikan bimbingan. berkomunikasi B.Langkah-langkah 1.Meminta peserta didik untuk membaca LKS dan mendiskusikan dalam kelompok sebelum melakukan percobaan. pasir e. meliputi: a.Metode : Demonstrasi Eksperimen Diskusi Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 52 61. melakukan inferensi.Guru membimbing siswa merangkum pelajaran. D. dilanjutkan dengan diskusi tentang berbagai kemungkinan pemisahan campuran selain pen. Tu. Melakukan pengamatan. Tiap kelompok terdiri dari . Kegiatan pendahuluan Motivasi: Menanyakan kegiatan tugas lanjutan. . PERTEMUAN 2 A. .gas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.Langkah-langkah 1.Penugasan Terstruktur: Memberikan tugas lanjutan dari kegiatan yang telah dilakukan yaitu menggunakan bahan-bahan lain yang dapat digunakan untuk menyaring air dan membandingkan hasilnya dengan kelompok lain.ahan. Kegiatan inti . Alat dan bahan untuk kegiatan siswa dalam pertemuan ini.Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 4. . . Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok. 3. Metode Pembelajaran 1.Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan per.Model Pembelajaran Pendekatan : Pembelajaran Kooperatif Metode : Pengamatan. Kegiatan Pendahuluan Motivasi: Menunjukkan pada siswa air kotor dan air jernih.Menegaskan tentang permasalahan yang muncul dalam sesi pemotivasian dan berdiskusi tentang penguapan dan pengembunan. selanjutnya menanyakan: “Bagaimanakah memperoleh air tawar dari air asin? ” (Arahkan dalam konteks penjernihan air untuk memperoleh air tawar) Pengetahuan Prasyarat: Mengajukan pertanyaan tentang penguapan dan pengembunan Menyampaikan tujuan pembelajaran 2. berkomunikasi B. Buku siswa 2. Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok. Materi Pembelajaran Pemisahan campuran dengan cara penyaringan C.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan den. menuliskan data hasil pengamatan. . Diskusi D.Membinbing siswa melakukan percobaan dan memeriksa kegiatan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. kerikil d.Menegaskan tentang permasalahan yang muncul dalam sesi pemotivasian.gan benar .Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya .apakah yang kamu pikir dapat digunakan sebagai penyaring air? Lakukan kegiatan ini dengan menggunakbahanbahan yang E. menuliskan data hasil pengamatan. Kegiatan Penutup . Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara destilasi 2. air kolam c. kemudian menanyakan kepada siswa: “Terdiri dari apa sajakah campuran tersebut.Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat : 1. botol plastik 2l bekas air mineral b. .yaringan. Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. LKS 3. Sumber Belajar 1.

Menanyakan:”Pernahkah kamu melihat tawas?” Guru menunjukkan tawas.ran selain penyaringan dan destilasi. meliputi: a.Guru besama peserta didik membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar .Menyampaikan tujuan pembelajaran 2.Guru memberikan kuis untuk mengetahui daya serap materi yang baru saja dipelajari E.Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa.guru dapat langsung memberikan bimbingan. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara kimia (koagulasi) 2. E. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. . dilanjutkan dengan diskusi tentang pemisahan campuran secara kimia yang lain. Kegiatan penutup . Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Tuliskan langkah-langkah pemisahannya.Guru meminta peserta didik membaca secara individual materi tentang cara pemisahan campuran secara kimia dalam di Buku Siswa (Pengelolaan Air Minum) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 55 64. .Model Pembelajaran Pendekatan : Pembelajaran Kooperatif Metode : Diskusi dan Penerapan Strategi Belajar (membuat peta konsep) D.Meminta peserta didik untuk membaca LKS dan mendiskusikan dalam kelompok sebelum melakukan percobaan.Buku Siswa 2. Materi Pembelajaran Pemisahan campuran C. peta konsep. Alat dan bahan untuk kegiatan siswa dalam pertemuan ini.Guru besama peserta didik membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar . 3. kerikil d.Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur: Guru menginformasikan untuk mem.Teknik penilaian dan bentuk instrumen Teknik Bentuk Instrumen Tes unjuk kerja Lembar Observasi (rating scale) Tes tulis Isian 2. Kegiatan inti . Poster dapat berupa diagram alir.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan den. . Menanyakan kegunaan tawas (diarahkan untuk penjernihan air) .Peralatan untuk membuat poster F. Sumber Belajar 1. yakni kristalisasi. Langkah-langkah 1. Tujuan Peserta didik dapat 1. pasir e. Buku siswa 2. botol plastik 2l bekas air mineral b. . .Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya . .cobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok.baca dan mempelajari Buku Siswa dan sumber belajar yang lain. Kegiatan penutup . .Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan per.gan benar . LKS 3.Membinbing siswa melakukan kegiatannya. sehingga .guru dapat langsung memberikan bimbingan. atau sesuai kreasi anak. . Penilaian 1. 3. Mendiskusikan pemisahan campu. pisau PERTEMUAN KETIGA A. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran B. air kolam c. Peserta didik menempelkan poster hasil kerja kelompoknya dan diamati kelompok lain .Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan den.Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa. Sumber belajar 1.Meminta kelompok untuk membuat poster tentang proses pengolahan air sungai atau danau menjadi air minum. Contoh instrumen Tes Tulis: Misalkan terdapat campuran air asin dan pasir.Membinbing siswa melakukan percobaan dan memeriksa kegiatan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar.cobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok.gan benar . . . ijuk f.Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan per.Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 54 63. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan apersepsi .4-5 siswa. dilanjutkan dengan diskusi tentang penerapan lain destilasi.

menyimpulkan. berpikir divergen. garam. shared dua mata pelajaran yang sama-sama diajarkan dengan menggunakan konsep-konsep atau keterampilan. menggenarilasisikan. Lintas Peserta didik immersed berpusat untuk mengakomodasikan kebutuhan para siswa. Pendekatan ini menempatkan siswa dalam posisi sentral. mengurutkan. Kemungkinan Bentuk Penerapan Pembelajaran Terpadu (IPA Terpadu. nested Selain target di Mapel ada target multiketerampilan Integrasi beberapa Mata Sequenced beberapa topik diatur ulang serta Pelajaran diurutkan agar dapat serupa satu sama lain. bertanya. mengelompokan. dengan program kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan secara sepenuhnya mengikuti kurikulum yang isinya masih terkotak-kotak berdasarkan bidang studi agar terorganisasi secara terstruktur. atas dasar beberapa topik pada beberapa mata pelajaran yang berhubungan. ada langkah yang ditulis tidak urut 1: ada langkah prinsip tidak teridentifikasi. melakukan percobaan. membedakan. Beberapa keterampilan berpikir dikembangkan dalam pembelajaran ini. Model Pengintegrasian Kurikulum tersebut menurut Forgaty (1991) digambarkan seperti pada tabel berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 58 67. merumuskan hipotesis. dan pasir! Kriteria penskoran: 4: semua langkah teridentifikasi. Tematik) Menurut Joni (1996) didasarkan pada pengaitan konseptual intra dan/atau antar bidang studi yang terjadi secara spontan. siswa sebagai peserta didik yang aktif. guru masing-masing mata pelajaran integrated bekerja sama melihat dan memberikan topik-topik yang berkaitan dan tumpang tindih. menduga dan mengukur. Webbed Berangkat dari tema yang dibangun (terjala/tematik) bersama-sama antara guru dengan siswa.kamu mendapatkan air tawar. berkomunikasi. menganalisis. IPS Terpadu. merencanakan.keterampilan yang tumpang tindih (overlap). pendekatan metakurikuler digunakan threaded untuk mencapai beberapa keterampilan dan tingkatan logika para siswa dengan berbagai mata pelajaran. urutan langkah ditulis dengan benar 2: ada langkah prinsip tidak teridentifikasi. di mana mereka akan melihat apa yang dipelajarinya dari minat dan pengalaman mereka sendiri. memperkirakan. memadukan. berpikir konvergen. networked jaringan kerja dengan orang-orang yang memiliki . berpikir deduktif. berpikir induktif. PENGINTEGRASIAN KURIKULUM MODEL RENTANGAN DESKRIPSI Mata Pelajaran Terpisah fragmented Tiap Mapel disampaikan terpisah. urutan langkah ditulis dengan benar 3: ada langkah yang tidak terlalu prinsip tidak teridentifikasi. seperti: mengamati. LATAR BELAKANG Pembelajaran terpadu merupakan proses pembelajaran yang bersifat menyeluruh atau holistik. Lembar Observasi terhadap Kinerja Ilmiah Siswa No Aspek Yang Diamati Skor 0 (tidak ada) 1 (kurang) 2 (sedang) 3 (baik) 1 Melakukan pengamatan 2 Menuliskan data pengamatan 3 Melakukan tafsiran terhadap data 4 Mengkomunikasikan Kriteria Penilaian skor yang didapat nilai = × 100 skor total Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 57 66. mengambil keputusan. PEMBELAJARAN TERPADU A. Lembar Observasi yang dikembangkan sebagai berikut. menilai. connected Suatu konsep dipertautkan dengan konsep lain. lebih eksplisit dan bertolak dari tema-tema. membandingkan. ada langkah prinsip tidak tertulis 0: tidak mengerjakan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 56 65. menginterpretasikan. terutama dalam keterampilan berpikir.

• Menyusun argumentasi dan penyimpulan (berdasarkan data dan konsep) 3. sehingga memudahkan memahami hubungan materi dari satu konteks ke konteks lainnya. sejarah. berpikir kritis. Evaluasi Kritis • Menentukan kriteria • Menyusun alternative pemikiran. Beberapa kegiatan utama dari modelmodel pembelajaran berpikir ini diuraikan sebagai berikut: 1. sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam. TUJUAN DAN MANFAAT PEMBELAJARAN TERPADU • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran • Meningkatkan minat dan motivasi • Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. argumentasi bagi keputusan. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. Biologi dan Fisika menjadi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu. • Mengembangkan ide. • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan kajian tentang sosiologi. alternative pemecahan. pengambilan keputusan. sehingga belajar lebih menyenangkan. psikologi sosial menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu. politik. geografi. peserta didik dengan peserta didik. dan dalam konteks yang lebih bermakna. • Memberikan alas an. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 60 69. Mereka akan bekerja secara terpadu sesuai dengan topik pekerjaan yang mengikat mereka. 2. • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait. Dalam hal ini Guru bekerja sama melihat dan memberikan topik-topik yang . evaluasi kritis. • Merumuskan masalah. berpikir kreatif. Berpikir Kritis • Menjelaskan ide dan pemikiran • Menentukan tingkat ketepatan informasi dasar (hasil pengamatan dan komunikasi). pemikiran. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. belajar dalam situasi nyata. • Menyusun rencana tindakan pelaksanaan. • Menentukan alternatif pemecahan. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antar guru sub bidang kajian terkait. Pemecahan Masalah • Menghimpun fakta-fakta. pemecahan. filsafat. penyelidikan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 59 68. B. • Membuat perkiraan dan menentukan keputusan. Model-model pembelajaran berpikir yang dapat digunakan dalam pembelajaran terpadu adalah: pemecahan masalah. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antar konsep dalam disiplin ilmu tersebut. memudahkan pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi dari mata pelajaran yang dipadukan. antropologi. C. JENIS-JENIS PEMBELAJARAN TERPADU Pembelajaran yang dimungkinkan untuk dipadukan adalah mata pelajaran Kimia. karena ketiga atau lebih disiplin ilmu dapat dibelajarkan sekaligus. guru dengan peserta didik. Berpikir Kreatif • Pengembangan ide-ide dalam beberapa kategori (kelenturan berpikir) • Pengembangan ide baru (kemurnian berpikir) • Penyempurnaan ide (elaborasi pemikiran) 4. ekonomi.keahlian untuk membantu bagian dari pekerjaannya yang lebih bersifat implementatif. sehingga Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 61 70. • Dengan menggabungkan berbagai bidang kajian akan terjadi penghematan waktu. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. peserta didik/guru dengan nara sumber.

universal. berlaku umum (universal). biologi. sistematis. Dalam proses pembelajaran IPA keempat unsur itu diharapkan dapat muncul. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan (discovery). Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. teori dan hukum. yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan seharihari. prinsip. D. memahami fenomena alam melalui kegiatan pemecahan masalah. dan tentatif. dan hukum. Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP/MTs. Carin dan Sund (1993) mendefinisikan IPA sebagai “pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya.berkaitan dan tumpang tindih (dengan mencermati indikator yang telah disusun) dan memadukannya. dan aplikasi tidak tersentuh dalam pembelajaran. sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa faktafakta. maka dapat disimpulkan bahwa hakikat IPA meliputi empat unsur utama yaitu: • sikap: rasa ingin tahu tentang benda. Pembelajaran lebih bersifat teacher-centered. konsep-konsep. mahluk hidup. PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. dengan ciri: objektif. sehingga peserta didik dapat mengalami proses pembelajaran secara utuh. sikap. metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis. Merujuk pada pengertian IPA itu. meliputi mata pelajaran fisika. peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. fenomena alam. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 62 71. • produk: berupa fakta. dan penarikan kesimpulan. pengukuran. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah. Akibatnya IPA sebagai proses. Pengalaman belajar yang diperoleh di kelas tidak utuh dan tidak berorientasi tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. guru hanya menyampaikan IPA sebagai produk . metodik. Keadaan ini diperparah oleh pembelajaran yang beriorientasi pada tes/ujian. evaluasi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 63 72. Kemungkinan pada pemaduan IPA adalah Connected. bumi antariksa. PEMBELAJARAN IPA TERPADU 1. IPA bersifat open ended. Webbed (tematik) dan Integrated. dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen”. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. perancangan eksperimen atau percobaan. metode ilmiah. dan kimia yang sebenarnya sangat berperan dalam membantu anak untuk memahami fenomena alam. • aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. Kecenderungan pembelajaran IPA pada masa kini adalah peserta didik hanya mempelajari IPA sebagai produk. • proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. dan meniru cara ilmuwan bekerja dalam menemukan fakta baru. Keempat unsur itu merupakan ciri IPA yang utuh yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. menghafalkan konsep. teori.

Oleh karena itu. Melalui pembelajaran IPA terpadu. pengamatan. dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. prediksi. efisien. belajar berinteraksi dan berkomunikasi. Peserta didik tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya. bekerja sama dalam kelompok. dan merumuskan hukum umum yang sederhana yang diorganisasikan dari hipotesis. makhluk hidup dan proses kehidupan. disesuaikan dengan lingkungan setempat. sarana. kritis. (3) dikembangkannya sikap ilmiah. memprediksi konsekuensi dari hipotesis. KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN IPA Ilmu Pengetahuan Alam didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen.dan peserta didik menghafal informasi faktual. Namun demikian. materi dan sifatnya. dan “bagaimana” tentang gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui cara-cara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan dan teknologi. kreatif. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati. Peserta didik hanya mempelajari IPA pada domain kognitif yang terendah. serta bersikap ilmiah. Dalam belajar IPA . mampu berpikir logis. energi dan perubahannya. Alasan yang sering dikemukakan oleh para guru adalah keterbatasan waktu. kreatif. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode ilmiah. serta dapat berargumentasi secara benar. memang tidak banyak peserta didik yang menyukai mata pelajaran IPA. diharapkan peserta didik dapat membangun pengetahuannya melalui cara kerja ilmiah. Dalam kenyataan. karena dianggap sukar. dan jumlah peserta didik per kelas yang terlalu banyak. Abad 21 ditandai oleh pesatnya perkembangan IPA dan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan di masyarakat. mencari jawaban. menyempurnakan jawaban tentang “apa”. Semua ini ditujukan agar guru dapat lebih aktif. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 64 73. melakukan eksperimen untuk menguji prediksi. terutama teknologi informasi dan komunikasi. dan media serta lingkungan belajar yang ada di sekolah. dan melakukan inovasi dalam pembelajaran tanpa meninggalkan isi kurikulum. memahami jawaban. Metode ilmiah dalam mempelajari IPA itu sendiri telah diperkenalkan sejak abad ke-16 (Galileo Galilei dan Francis Bacon) yang meliputi mengidentifikasi masalah. keterbatasan kemampuan peserta didik. dan efektif. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang akan dicapai peserta didik yang dituangkan dalam empat aspek yaitu. 2. (2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati. “mengapa”. diperlukan cara pembelajaran yang dapat menyiapkan peserta didik untuk melek IPA dan teknologi. atau karena mereka tak berminat menjadi ilmuwan atau ahli teknologi. mereka tetap berharap agar pembelajaran IPA di sekolah dapat disajikan secara menarik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 65 74. dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut hasil eksperimen. Indikator pencapaian kompetensi dikembangkan oleh sekolah. menyusun hipotesa. lingkungan belajar. Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan. Cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektif dan psikomotor. dan eksperimen. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak peserta didik yang cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri. serta bumi dan alam semesta.

maka pembelajaran akan lebih efisien dan efektif. mengajukan pertanyaan. hal ini akan membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. pembelajaran IPA hendaknya disajikan dalam bentuk yang utuh dan tidak parsial. Pendidikan IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. menggunakan peralatan sederhana serta mengkomunikasikan informasi dalam berbagai cara. mengklasifikasikan. menerapkan ide pada situasi baru. merencanakan eksperimen untuk menjawab pertanyaan. yaitu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 67 76. sebagai penerapan matematika pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam. Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat tersebut dinamakan dengan keterampilan proses penyelidikan atau “enquiry skills” yang meliputi mengamati. (4) memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan dan pembuatan alat. karena anak pada usia ini masih dalam transisi dari tingkat berpikir operasional konkret ke berpikir abstrak. metode ilmiah. . kimia. yaitu dengan gambar.peserta didik diarahkan untuk membandingkan hasil prediksi peserta didik dengan teori melalui eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. memperhatikan keselamatan kerja. disiplin. Bila konsep yang tumpang tindih dan pengulangan dapat dipadukan. menyusun hipotesis. Di samping itu pembelajaran yang disajikan terpisah. dan sebagainya. Lagi pula. tidak percaya tahyul. Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”. serta membosankan bagi peserta didik. kritis. Atas dasar itu. 3. tekun. dan bekerja sama dengan orang lain. cermat.alat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. Banyak ahli yang menyatakan pembelajaran IPA yang disajikan secara disiplin keilmuan dianggap terlalu dini bagi anak usia 7-14 tahun. terbuka. ulet. anak melihat dunia sekitarnya masih secara holistik. (2) menanamkan pada peserta didik pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). menggolongkan. mengolah. a. sehingga membutuhkan waktu dan energi yang lebih banyak. mengukur. Hipotesis ini dapat berasal dari pengamatan terhadap kejadian seharihari yang memerlukan pembuktian secara ilmiah. TUJUAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU Tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut. dan bumi-alam semesta memungkinkan adanya tumpang tindih dan pengulangan. tulisan. peduli terhadap lingkungan. kimia. (3) latihan berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar matematika. dan menganalisis data.pisah dalam fisika. Oleh karena itu pembelajaran IPA di sekolah sebaiknya: (1) memberikan pengalaman pada peserta didik sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran fisis. Melalui keterampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang meliputi rasa ingin tahu. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. jujur. sabar. yang didasarkan pada Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 66 75. lisan. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran Dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai peserta didik masih dalam lingkup disiplin ilmu fisika. dan biologi. biologi.

Pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal. Lintas submata pelajaran dalam IPA adalah mengkoordinasikan berbagai disiplin ilmu seperti biologi. Peserta didik akan lebih termotivasi dalam belajar bila mereka merasa bahwa pembelajaran itu bermakna baginya. menerima. dan bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. akan lebih baik bila keterpaduan dibatasi pada mata pelajaran yang termasuk bidang kajian IPA saja. dan kemampuan kategorik agar dapat memahami keterkaitan atau kesamaan materi maupun metodologi. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai mata pelajaran (Carin 1997. fisika. Selanjutnya peserta didik akan terbiasa berpikir terarah. dinamis. serta biaya karena pembelajaran beberapa kompetensi dasar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 69 78. 4. Di samping itu. memahami keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lain. Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus Model pembelajaran IPA terpadu dapat menghemat waktu. mengingat semakin tinggi jenjang pendidikan. b. maka semakin dalam dan luas pula pemahaman konsep yang . pembelajaran terpadu juga menyederhanakan langkah-langkah pembelajaran. tenaga. dan astronomi. utuh. dan bermakna sesuai dengan harapan dan kemampuan guru. Sebenarnya IPA dapat juga dipadukan dengan mata pelajaran lain di luar bidang kajian IPA dan hal ini lebih sesuai untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar. teratur. kimia. Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu banyak guru yang terlibat. Guru dituntut memiliki kecermatan. c. maka pada jenjang pendidikan SMP/MTs dan SMA/MA. menyeluruh. kompetensi dasar. Dalam hal ini. peserta didik digiring untuk berpikir luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan konseptual yang disajikan guru. PEMADUAN KONSEP DALAM PEMBELAJARAN IPA Salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas beberapa mata pelajaran adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubungkaitkan konsep-konsep dari berbagai submata-pelajaran. serta kebutuhan dan kesiapan peserta didik. menyerap. pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tema yang disampaikan. Hal ini terjadi karena adanya proses pemaduan dan penyatuan sejumlah standar kompetensi. dan sarana. Mengingat pembahasan materi IPA pada tingkat lebih tinggi semakin luas dan mendalam. yang akan membuka peluang timbulnya kesulitan dalam pembelajaran dan penilaian.Keterpaduan mata pelajaran dapat mendorong guru untuk mengembangkan kreativitas tinggi karena adanya tuntutan untuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 68 77. dan analitik. sistemik. Dengan model pembelajaran yang terpadu dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari. dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep pengetahuan dan nilai atau tindakan yang termuat dalam tema tersebut. dan langkah pembelajaran yang dipandang memiliki kesamaan atau keterkaitan. kemampuan analitik.236). Meningkatkan minat dan motivasi Pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan situasi pembelajaan yang utuh. dapat diajarkan sekaligus. geologi. menyeluruh.

Peranannya dalam kehidupan juga sangat luas. Pada umumnya insekta bersayap. χ. di pohon. Mencari informasi dari buku yang Kunjungan ke tempat Proyek:Koleksi relevan pemeliharaan lebah insekta dan mewawancarai peternak Mempelajari klasifikasi Menyelidiki siklus insekta INSEKTA hidup berbagai insekta seran Menyelidiki tentang serangga penyerbuk Penyelidikan tentang siklus hidup nyamuk . mengasah kepekaan peserta didik terhadap kebersihan lingkungan. dan mungkin juga konsepnya sulit dipahami peserta didik. peserta didik menjadi lebih percaya diri dan termotivas dalam belajar bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. ‘menulis’ dan ‘melakukan’ kegiatan menyelidiki masalah yang sedang dipelajarinya. dan mandiri. ‘membaca’. Jadi pembahasan topik ini dapat menjadi bahan pengayaan untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik tentang peranan insekta dalam ekosistem. Contoh 1: TEMA SERANGGA/INSEKTA Insekta merupakan hewan invertebrata yang banyak ditemukan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran terpadu diawali dengan penentuan TEMA. dan penyebab timbulnya ledakan hama. dan masih banyak lagi peranan insekta. sebagai hama tanaman.harus diserap oleh peserta didik. ε. jika guru hendak melakukan pembelajaran terpadu dalam IPA. guru. sehingga bila disampaikan dalam pembelajaran akan memerlukan waktu yang cukup banyak. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 70 79. akan tetapi guru dapat memilih tema insekta mengingat banyak masalah kesehatan dan lingkungan yang terkait dengan insekta. di darat sebagai hewan yang hidup di tanah. Topik/pokok bahasan tentang Insekta juga tidak ditemukan dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Misalnya. dan sebagai hewan terbang. peserta didik yang bekerja sama dengan kelompoknya akan lebih bertanggung jawab. Habitat insekta juga tersebar sangat luas. β. Topik ini bersifat kontekstual di daerah pertanian dan daerah pantai. sebagai vektor berbagai penyakit pada hewan dan manusia. Dengan insekta sebagai tema sentral. tetapi untuk daerah perkotaan mungkin agak sulit dilaksanakan. δ. Ada yang bermetamorfosis sempurna Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 71 80. sebaiknya memilih tema yang menghubungkaitkan antara IPA–lingkunganteknologi-masyarakat. Begitu luasnya pembahasan tentang insekta. Insekta merupakan salah satu kelas dari Phylum Arthropoda dengan anggota yang terbanyak dan tingkat keanekaragaman yang sangat tinggi. ‘berbicara’. karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam beberapa aspek yaitu: α. Berikut ini diberikan contoh pembelajaran IPA Terpadu dengan tema yang bernuansa IPA-lingkungan-teknologi-masyarakat. dan berinteraksi dengan teman. namun ada pula yang tak bersayap. memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik. malaria. belajar akan lebih baik bila peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek. Oleh karena itu. namun dapat dicoba. maka dapat dibuat jaringan tema berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 72 81. sebagai penyerbuk tanaman. memahami rantai makanan. dan ada pula yang tidak.di dalam air. merebaknya penyakit demam berdarah. berdisiplin. penyakit kaki gajah yang vektor penyebarannya adalah insekta. peserta didik lebih memahami dan lebih mudah mengingat karena mereka ‘mendengar’. dan dunia nyata. sebagai komponen penting dalam rantai makanan. kolaborasi.

bakat. satuannya dalam kehidupan sehari-hari. Inilah contoh fleksibilitas kurikulum untuk mengembangkan potensi peserta didik. Langkah (2): Mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar dari mata pelajaran yang akan dipadukan.3 Melakukan Penjernih sifatsifat zat Mengklasifikasikan 20 x 40’ pemisahan an Air berdasarkan makhluk hidup campuran wujudnya dan berdasarkan ciri-ciri dengan penerapannya yang . 3. Langkah (1): Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan. Pada saat menetapkan beberapa mata pelajaran yang akan dipadukan sebaiknya sudah disertai dengan alasan atau rasional yang berkaitan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar oleh peserta didik dan kebermaknaan belajar.1.1 Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 74 83.1 di atas mungkin tidak termuat dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar seluruhnya. Berikut ini contoh peta kompetensi dasarIPA terpadu untuk SMP kelasVII CONTOH PETA KOMPETENSI DASAR IPA TERPADU Mata Pelajaran : IPA Kelas : VII KD MP Fisika KD MP Kimia KD MP Biologi Tema Waktu 5. dan kemampuan). Standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik sudah tercantum dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar per submata pelajaran IPA.1 Menyelidiki 6. antarsemester dan kelas yang berbeda dari beberapa submata pelajaran IPA yang memungkinkan untuk diajarkan secara terpadu.1 Mendeskripsik percobaan Ilmiah secara terencana dan an besaran sederhana sistematis untuk pokok dan dengan bahan. Contoh lihat lampiran.2 2. Dalam pembelajaran ini sekaligus kita menerapkan metode ilmiah dan mengembangkan keterampilan proses IPA dan kemampuan pemecahan masalah. antarsemester pada kelas yang sama. Pada tahap ini dilakukan pengkajian atas kompetensi dasar pada semester dan kelas yang sama. Jaringan tema insekta Kompetensi dasar untuk jaringan tema ”insekta” pada gambar 2. namun dapat menjadi inspirasi untuk memotivasi peserta didik yang berminat melakukan penyelidikan tentang insekta.Mempelajari istilah tentang bagian tubuh Menyelidiki pengaruh Menyelidiki insekta perubahan lingkungan habitat serangga thd populasi serangga dalam ekosistem vektor penularan penyakit Gambar 2. PERENCANAAN Keberhasilan pembelajaran terpadu akan lebih optimal jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik (minat.1 Melaksanakan 20 x 40’ 2. Ada berbagai model dalam mengembangkan pembelajaran IPA Terpadu yang dapat dilihat pada alur penyusunan perencanaan pembelajaran terpadu berikut ini: Menetapkan mata Membuat matriks atau pelajaran yang akan bagan hubungan dipadukan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu Mempelajari Standar kompetensi dan kompetensi dasar mata Merumuskan indikator pelajaran yang pembelajaran terpadu dipadukan Memilih/menetapkan Menyusun silabus tema atau topik pembelajaran terpadu pemersatu Menyusun desain pembelajaran/rencana pelaksannan pembelajaran terpadu Gambar 3.memperoleh besaran bahan yang informasi gejala alam turunan beserta diperoleh biotik dan a-biotik. 5. PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU a.2 Melakukan Kerja pengamatan objek 1. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 73 82. kebutuhan.

Contoh lihat lampiran. Langkah (3): Memilih dan menetapkan tema atau topik pemersatu. kemudian baru dilihat koneksitasnya dengan kompetensi dasar dari berbagai submata pelajaran IPA. yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik siap mengikuti pembelajaran dengan seksama. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kaitan antara tema/topik dengan kompetensi dasar yang dapat dipadukan. Contoh lihat lampiran. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 76 85. Langkah (6): Menyusun silabus pembelajaran IPA terpadu. Langkah (5): Menyusun dan merumuskan indikator pencapaian hasil belajar untuk setiap kompetensi dasar dari submata pelajaran yang dipadukan. 3. Fungsinya untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif. memotivasi peserta didik: membangkitkan semangat dan minat peserta didik untuk siap menerima pelajaran. 2. Dalam memilih tema/topik dapat dirumuskan dengan melihat isu-isu yang terkini. dan kegiatan penutup/tindak lanjut. Contoh lihat lampiran. HIV/AIDS. memberikan acuan topik yang akan dibahas. misalnya penyakit demam berdarah. dan lainnya. karena waktu yang tersedia relatif singkat yaitu antara 5-10 menit. Efisiensi waktu dalam kegiatan awal ini perlu diperhatikan. menarik perhatian peserta didik untuk menumbuhkan kesiapan belajar. Pengalaman belajar dapat terjadi melalui kegiatan tatap muka dan kegiatan nontatap muka. mengaitkan topik yang akan dipelajari dengan topik yang telah dipelajari yang dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan tentang topik yang sudah dipelajari sebelumnya dan memberikan komentar atas jawaban peserta didik Dalam kegiatan pendahuluan ini guru dapat pula melakukan penilaian awal peserta didik (tes awal) yang dapat diberikan secara lisan maupun tertulis. Dengan waktu yang relatif singkat tersebut. dikemas dalam kegiatan pendahuluan. Langkah (7): Menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran atau rencana pelaksanaan pembelajaran untuk setiap pertemuan. Contoh lihat lampiran. 4. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 77 86. kegiatan inti.dimiliki berbagai cara dalam kehidupan berdasarkan sehari-hari sifat fisika dan sifat kimia Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 75 84. Langkah (4): Membuat matriks keterhubungan kompetensi dasar dan tema/topik pemersatu. Kegiatan Awal/Pendahuluan Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal yang harus ditempuh guru dan peserta didik pada setiap kali pelaksanaan pembelajaran terpadu. Contoh lihat lampiran. Kegiatan tatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang peserta didik dapat berinteraksi langsung . b. Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran terpadu yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar peserta didik (learning experience). Langkah-langkah dalam kegiatan pendahuluan ini terdiri atas beberapa tahap yaitu: 1. MODEL PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU (Desain Pembelajaran/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Model pembelajaran dalam hal ini adalah menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu. dikembangkan dari berbagai indikator submata pelajaran IPA menjadi beberapa pengalaman belajar yang konsep keterpaduan atau keterkaitan menyatu antara beberapa submata pelajaran IPA.

dan perorangan. di antaranya adalah sebagai berikut ini. membaca materi pelajaran tertentu. b) Melaksanakan tindak lanjut pembelajaran dengan pemberian tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah. yakni disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. Guru harus berupaya untuk menyajikan bahan ajar dengan strategi mengajar yang bervariasi. Cara yang paling praktis adalah menuliskannya di papan tulis dengan penjelasan secara lisan mengenai pentingnya kompetensi tersebut yang akan dikuasai oleh peserta didik. memberikan motivasi atau bimbingan belajar. jenis dan bentuk penilaian. Objek penilaian mencakup penilaian terhadap proses dan hasil belajar peserta didik. kelompok. • Alternatif kegiatan belajar yang akan dialami peserta didik. a) Mengajak peserta didik untuk menyimpulkan materi yang telah diajarkan. Kompetensi dapat diukur melalui sejumlah hasil belajar yang indikatornya dapat diukur dan diamati. menemukan sendiri apa yang dipelajarinya. MODEL PENILAIAN IPA TERPADU Model penilaian yang dikembangkan mencakup prosedur yang digunakan. sikap dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Guru hanya sebagai fasilitator yng memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk belajar. Oleh karena itu guru perlu mengatur dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin. d) Memberikan evaluasi lisan atau tertulis. Penilaian proses dan hasil belajar saling berkaitan satu dengan yang lainnya karena hasil belajar merupakan . Model penilaian ini disesuaikan dengan penilaian berbasis kelas pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Kegiatan belajar hendaknya lebih mengutamakan aktivitas peserta didik. melalui pembelajaran yang bersifat klasikal. Prinsip belajar sesuai dengan ’konstruktivisme’ hendaknya dilaksanakan dalam pembelajaran terpadu Dalam membahas dan menyajikan materi/bahan ajar terpadu harus diarahkan pada suatu proses perubahan tingkah laku peserta didik. Secara umum kegiatan penutup ini terdiri atas hal-hal sebagai berikut ini. • Kegiatan yang paling awal: Guru memberitahukan tujuan atau kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik beserta garis besar materi yang akan disampaikan. menjelaskan kembali bahan yang dianggap sulit oleh peserta didik. yang mendorong peserta didik pada upaya penemuan pengetahuan baru. Kegiatan nontatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik dengan sumber belajar lain di luar kelas atau di luar sekolah. c) Mengemukakan topik yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. c. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 79 88. serta alat evaluasi yang digunakan. Hasil belajar pada hakikatnya merupakan kompetensi-kompetensi yang mencakup aspek pengetahuan. Kegiatan Akhir/Penutup dan tindak lanjut Waktu yang tersedia untuk kegiatan penutup atau kegiatan akhir pembelajaran terpadu ini cukup singkat. atau berorientasi pada aktivitas peserta didik. Guru menyampaikan kepada peserta didik kegiatan belajar yang harus ditempuh peserta didik dalam mempelajari tema atau topik yang telah ditentukan.dengan guru maupun dengan peserta didik lainnya. keterampilan. Kegiatan inti pembelajaran terpadu bersifat situasional. Terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam kegiatan inti pembelajaran terpadu. Peserta didik diarahkan untuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 78 87. penyajian harus dilakukan secara terpadu melalui penghubungan konsep di mata pelajaran yang satu dengan konsep di mata pelajaran lainnya.

Non keterampilan. sebab hasil belajar digambarkan dalam bentuk angka yang gambaran maknanya sangat abstrak.masing tingkat trofik Memperkirakan hubungan ukuran penduduk dengan kebutuhan lahan Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk dengan kerusakan lingkungan Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk dengan kesehatan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 83 92. Nontes Memperkirakan 2. dan nilai Tes lisan Tes tertulis Tes perbuatan Skala sikap Tes tertulis/ uraian Tes tertulis/ objektif Daftar periksa Pilihan ganda Kuesioner Tes tertutup/ Benar salah Catatan anekdot terbatas/ Menjodohkan Portofolio terstruktur Isian singkat Catatan sekolah Bebas terbuka Isian panjang Jurnal Cuplikan kerja Isian khusus Model penilaian pembelajaran terpadu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 81 90.masing tingkat trofik Memprediksi Memperkirakan Penugasan Nontes Laporan Lembar pengaruh hubungan antara hasil penilaian kepadatan populasi pengamatan laporan populasi penduduk manusia dengan terhadap kebutuhan air lingkungan bersih dan udara bersih Praktikum 1. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem .akibat dari proses belajar. Sistem ini kurang dapat menggambarkan kemampuan peserta didik secara menyeluruh. Sistem penilaian dengan menggunakan tes merupakan sistem penilaian konvensional. Jenis penilaian terpadu terdiri atas tes dan bukan tes. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing. Berikut ini adalah contoh penilaian untuk tema/topik tentang LINGKUNGAN SEKITAR KITA TEMA: LINGKUNGAN SEKITAR KITA KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 80 89. Oleh karena itu untuk melengkapi gambaran kemajuan belajar secara menyeluruh maka dilengkapi dengan non-tes. PENILAIAN Pengetahuan. Tes tes sikap. Tes Laporan Lembar hubungan ukuran perbuatan praktikum penilaian penduduk laporan dengan Lembar kebutuhan penilaian pangan kinerja Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 82 91.

penilaian bahan kimia pembersih. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing.masing tingkat trofik Menjelaskan efek samping penggunaan bahan kimia dalam rumah tangga Menjelaskan Menunjukkan Penugasan Nontes Laporan Lembar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 86 95. karya tulis dalam udara. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing. dan kehidupan pembasmi sehari-hari serangga Menyelidiki pengaruh penggunaan bahan kimia yang digunakan sebagai pemutih.dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing. dan pembasmi serangga Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 85 94. pengharum.masing tingkat trofik hubungan bentuk energi dan hasil penilaian bentuk . pembersih.masing tingkat trofik Mengaplikasik Menjelaskan Penugasan Nontes Karya tulis Lembar an peran pengaruh penilaian manusia pencemaran air.masing tingkat trofik Mencari Mengelompokkan Praktikum Nontes Lembar informasi bahan kimia dari penilaian tentang kemasan yang Tes perbuatan laporan kegunaan dan digunakan Lembar efek samping sebagai pemutih. dan tanah pengelolaan dalam kaitannya lingkungan dengan kegiatan untuk manusia mengatasi pencemaran Mengemukakan dan kerusakan contoh langkah. kinerja dalam pengharum.lingkungan langkah upaya pengelolaan lingkungan hidup untuk kesejahteraan manusia Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 84 93.

karena memerlukan penyesuaian diri dan kemauan untuk beradaptasi. baik tes maupun nontes.proses di lingkungan terhadap kesehatan manusia Berdasarkan contoh itu. misalnya tugas pemecahan masalah lingkungan dan usulan cara penanggulangannya. Pembelajaran terpadu biasa dilakukan jenjang pendidikan usia dini. Hasil uji coba menunjukkan bahwa pembelajaran terpadu dapat dilaksanakan. misalnya merupakan hasil Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 88 97. maka guru dapat mempraktikkan beberapa teknik penilaian. perencanaan pembelajaran. biologi. Begitu pula dengan pembelajaran IPA Terpadu. Penilaian untuk pelaporan mengacu pada pedoman penilaian dari Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. kimia. Untuk keperluan pelaporan hasil penilaian guru dapat memberikan bobot bagi setiap tugas yang diberikan tergantung pada pertimbangan guru sesuai dengan karakteristik tugas. pengamatan di luar kelas. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 89 98. afektik. prinsip "usaha dan Mengaplikasikan energi" serta konsep energi penerapan-nya dan dalam perubahannya kehidupan dalam kehidupan sehari-hari sehari-hari Menjelaskan Menjelaskan Penugasan Nontes Laporan Lembar hubungan proses pelapukan penilaian antara proses di lapisan bumi yang terjadi di berkaitan dengan lapisan litosfer masalah dan atmosfer lingkungan dengan kesehatan dan Menjelaskan Tes akhir Soal Pilihan Kunci Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 87 96.masing tingkat trofik permasalah-an proses ganda jawaban dan lingkungan pemanasan global cara dan pengaruhnya penilaian terhadap masalah lingkungan Soal uraian singkat Menjelaskan pengaruh proses. maka dalam penyusunan silabus. yaitu jenjang SMP/MTs dan SMA/MA. Guru Dalam pelaksanaannya. maka dalam pelaporan hasil penilaian tidak menjadi masalah. Bila di suatu sekolah guru IPA terdiri atas guru fisika. Hal ini tergantung pada kondisi sekolah. Melalui penugasan ini maka kemampuan berpikir dan kepekaan peserta didik akan terasah. dan strategi . penggunaan media. kimia. Oleh karena keterpaduan pembelajaran IPA meliputi mata pelajaran fisika. Tugas berupa laporan baik secara individu maupun kelompok sebaiknya berupa tugas aplikasi. namun tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. maupun psikomotor. IMPLIKASI PEMBELAJARAN IPA TERPADU Sesuatu yang baru atau merupakan inovasi tentu tidak mudah untuk dilaksanakan. a. Ketiganya akan dipadukan menjadi nilai mata pelajaran IPA . 6. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing.energi perubahannya pengamatan laporan dan dalam kehidupan perubahansehari-hari nya. Dapat pula berupa tugas sintesis dan evaluasi. biologi. baik yang termasuk dalam ranah kognitif. pembelajaran dapat dilakukan oleh tim pengajar atau guru tunggal.

Indikator yang sudah dipadukan tidak perlu diajarkan dua kali karena tujuan pembelajaran terpadu adalah efisiensi dan efektivitas dalam pembelajaran. suatu bahan ajar dapat dibahas . Bila di sekolah. indikator. pembelajaran terpadu juga meningkatkan keharusan bagi guru untuk memperluas wawasan pengetahuannya. Bahan Ajar Bahan ajar yang digunakan tidak hanya buku mata pelajaran saja. Oleh karena itu. 5. Kerja sama ini meliputi saling mempelajari materi dari mata pelajaran yang lain. Bahkan bila memungkinkan mereka dapat menggunakan teknologi informasi yang ada. mulai dari silabus. Secara teknis. Misalnya bahan ajar tersebut dominan biologi maka yang mengajar sebaiknya guru biologi. Aktivitas peserta didik dalam penugasan dapat menjadi nilai tambah yang menguntungkan. pembelajaran IPA Terpadu terbentur pada masalah-masalah berikut ini. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 91 100. Penguasaan bahan ajar. Peserta didik dapat juga mencari berbagai sumber belajar lainnya. 1. maka sangat dianjurkan agar guru tersebut bekerja sama dalam kelompok MGMP agar dapat terjadi diskusi tentang perencanaan strategi dan pelaksanaan KBM. Hal utama yang harus dilakukan guru adalah memahami model pembelajaran terpadu secara konseptual maupun praktikal. pengaturannya dapat dilakukan sejak awal semester atau awal tahun pelajaran.mengajar sebaiknya dibuat bersama hingga penyusunan alat penilaiannya. Peserta didik Bagi peserta didik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 90 99. Dalam pelaksanaannya di lapangan. baik yang ada di sekolah maupun dalam lingkup MGMP. Aktivitas pembelajaran harus lebih banyak berpusat pada peserta didik agar dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya. pembelajaran terpadu dapat mempertajam kemampuan analitis terhadap konsep-konsep yang dipadukan. Selain meningkatkan kerja sama. desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran hingga kesepakatan dalam bentuk penilaian. Hal yang perlu dihindarkan adalah pembahasan materi yang tidak seimbang karena wawasan pengetahuan tentang materi pelajaran yang lain kurang memadai. maka pembelajaran terpadu dapat meningkatkan kerja sama antarguru IPA. Dalam bab sebelumnya telah diuraikan. 4. atau bersama-sama. Dalam mengajarkan bahan ajar dilakukan oleh guru mata pelajaran yang dominan. Dalam pembelajaran terpadu. c. b. Namun dalam pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru tunggal. seorang guru mengajar semua mata pelajaran IPA. Masalah guru mata pelajaran IPA yang terpisah. 3. Jadwal pelajaran yang sudah diatur sedemikian rupa dan tak dapat diubah begitu saja. dan mengalami kesulitan untuk memadukan kompetensi dasar. Program semester yang telah memuat urutan materi yang akan diajarkan. Pembelajaran terpadu perlu dilakukan dengan variasi metode yang tidak membosankan. Pembelajaran terpadu oleh guru tunggal dapat memperkecil masalah pelaksanaannya yang menyangkut jadwal pelajaran. tetapi dapat dari berbagai mata pelajaran yang direkatkan oleh tema. karena dapat mengembangkan kemampuan asosiasi konsep dan aplikasi konsep. dan materi. pembelajaran IPA terpadu dapat diajarkan oleh guru tunggal atau tim pengajar tergantung pada kesepakatan dan waktu. Keterpaduan kompetensi yang terjadi lintas kelas. 2. bahwa yang terpenting adalah kerja sama antarguru IPA yang ada di suatu sekolah dalam membuat perencanaan pembelajaran. Bila hal ini dapat dilaksanakan.

karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. d. Kekuatan/manfaat yang dapat dipetik melalui pelaksanaan pembelajaran terpadu antara laian sebagai berikut.dari berberapa mata pelajaran sehingga wawasan peserta didik diharapkan akan lebih terbuka. model pembelajaran IPA Terpadu juga memiliki kelemahan. peserta didik dengan peserta didik. akan tetapi kelemahan tersebut sebagai tantangan untuk . • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. oleh karena itu model pembelajaran harus disesuaikan dengan konsep yang akan diajarkan. Berikut contoh Pemetaan Kompetensi Dasar untuk menjadi Tema dalam pembelajaran IPA Terpadu. satu contoh yang akan dikembangkan dalam model ini adalah guru dapat mengidentifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dekat dan relevan untuk dikemas dalam satu tema dan disajikan dalam kegiatan pembelajaran yang terpadu. sehingga belajar lebih menyenangkan. Begitu pula dengan pembelajaran terpadu dalam IPA memiliki beberapa kelemahan. • Dengan menggabungkan berbagai mata pelajaran akan terjadi penghematan waktu. maka akan mengurangi kebosanan peserta didik terhadap pengulangan bahan ajar pada berbagai mata pelajaran. peserta didik/guru dengan narasumber. Yang perlu dicatat ialah pemaduan kegiatan dalam bentuk tema sebaiknya dilakukan pada jenjang kelas yang sama dan masih dalam lingkup IPA . sehingga pemahaman menjadi lebih Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 93 102. terorganisasi dan mendalam. bahwa sebenarnya tidak ada model pembelajaran yang cocok untuk semua konsep. Di samping itu karena konsep-konsep itu dipadukan dalam suatu pembelajaran. maka penggunaan sarana pembelajaran dapat lebih efisien jika dibandingkan dengan pemisahan mata pelajaran. karena ketiga disiplin ilmu (Fisika. e. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran Terpadu Walaupun standar kompetensi dan kompetensi dasar IPA dikembangkan dalam submata pelajaran. • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. dan dalam konteks yang lebih bermakna. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antarkonsep Fisika. dan Biologi) dapat dibelajarkan sekaligus. dan Biologi. pada tingkat pelaksanaan guru memiliki keleluasaan dalam membelajarkan peserta didiknya untuk mencapai kompetensi tersebut. • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait. sehingga memudahkan memahami hubungan materi IPA dari satu konteks ke konteks lainnya. Karena digunakan untuk pembelajaran konsep yang direkatkan oleh tema. Konsep-konsep yang dipilih untuk direkat oleh tema dapat menghemat waktu dan ruang. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. belajar dalam situasi nyata. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antarguru submata pelajaran terkait. Memang tidak semua konsep dapat dipadukan. Kimia. guru dengan peserta didik. Di samping kekuatan/manfaat yang dikemukakan itu. Perlu disadari. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. sehingga memudahkan pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi IPA. Sarana dan Prasarana Dalam pembelajaran terpadu diperlukan berbagai alat dan media pembelajaran. Kimia. Salah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 92 101.

terus berupaya diatasi oleh pihak-pihak yang terlibat di sekolah. selera. perlu dibahas bersama antara guru mata pelajaran terkait dengan sikap terbuka. baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. dan berani mengemas dan mengembangkan materi. ekonomi. memperkaya. Aspek peserta didik: Pembelajaran terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif “baik”. Hal ini terjadi karena model Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 94 103. Suasana pembelajaran: Pembelajaran terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu mata pelajaran dan ‘tenggelam’nya mata pelajaran lain. yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa mata pelajaran terkait yang dipadukan. metode. f. geografi. sejarah. guru dituntut untuk terus menggali informasi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada mata pelajaran tertentu saja. bila materi pelajaran berasal dari guru yang berbeda. a. maka guru berkecenderungan menekankan atau mengutamakan substansi gabungan tersebut sesuai dengan pemahaman. Semua ini akan menunjang. Untuk mengurangi kelemahan-kelemahan di atas. Aspek Guru: Guru harus berwawasan luas. d. c. Beberapa kelemahan yang perlu diatasi diuraikan sebagai berikut ini. Dengan kata lain. Sekalipun pembelajaran terpadu mengandung beberapa kelemahan selain keunggulannya. b. PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti: sosiologi. Secara akademik. mungkin juga fasilitas internet. pembelajaran terpadu menekankan pada kemampuan analitik (mengurai). Aspek kurikulum: Kurikulum harus luwes. guru selain dituntut untuk menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif. keterampilan metodologis yang handal. Aspek sarana dan sumber pembelajaran: Pembelajaran terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. dan mempermudah pengembangan wawasan. kemampuan eksploratif dan elaboratif (menemukan dan menggali). Aspek penilaian: Pembelajaran terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif). TEMA. hukum. sebagai sebuah bentuk inovasi dalam implementasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar perlu dikembangkan lebih lanjut. kemampuan asosiatif (menghubung-hubungkan). PEMBELAJARAN IPS TERPADU 1. Bila kondisi ini tidak dimiliki. pada saat mengajarkan sebuah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 95 104. Kesemuanya ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pembelajaran IPA. Bila sarana ini tidak dipenuhi. rasa percaya diri yang tinggi. Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas . E. maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat. penilaian keberhasilan pembelajaran peserta didik. maka pembelajaran terpadu dalam IPA akan sulit terwujud. e. memiliki kreativitas tinggi. dan budaya. politik. dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri. juga dituntut untuk berkoordinasi dengan guru lain. maka penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan. Guru perlu diberi kewenangan dalam mengembangkan materi. Tanpa kondisi ini. Dalam kaitan ini. berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian materi).

kebulatan wawasan yang berkenaan dengan wilayah-wilayah. pendidikan dan agama (Numan Soemantri. ekonomi. perlu dilakukan berbagai studi yang mengarah pada peningkatan efisiensi dan efektivitas layanan dan pengembangan sebagai konsekuensi dari suatu inovasi pendidikan. • Kompetensi Dasar IPS juga menyangkut berbagai masalah sosial yang dirumuskan dengan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner. sejarah. filsafat. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa kehidupan masyarakat (Nursid Sumaatmaja. aktivitas. politik. Secara intensif konsep-konsep seperti ini digunakan ilmu-ilmu sosial dan studistudi sosial. antropologi. dan budaya). Pembelajaran geografi memberikan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 96 105. ekonomi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 98 . perlu dikembangkan berbagai model pembelajaran kurikulum. sosiologi. kewarganegaraan. institusi. dan benda-benda budaya dari budaya-budaya terpilih. sejarah. sedangkan sejarah memberikan wawasan berkenaan dengan peristiwa-peristiwa dari berbagai periode. proses interaksi dan kontrol sosial. Geografi. ekonomi. geografi. ekonomi. organisasi politik. ekonomi. teknologi. 1980. KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN IPS Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Ilmu-Ilmu Sosial di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). hukum dan politik. sejarah. kelompok. geografi. hukum. • Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan gabungan dari unsur-unsur geografi. dan antropologi merupakan disiplin ilmu yang memiliki keterpaduan yang tinggi.aktivitas ekonomi. Salah satu bentuk efisiensi dan efektivitas implementasi kurikulum.dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu-ilmu sosial (sosiologi. sejarah. ekspresi-ekspresi dan spiritual. sejarah. Mata pelajaran IPS bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. sosiologi. bahkan juga bidang humaniora. dan psikologi sosial. sejarah. yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi pokok bahasan atau topik (tema) tertentu. psikologi sosial. Ilmu politik dan ekonomi tergolong ke dalam ilmu-ilmu tentang kebijakan pada aktivitas-aktivitas yang berkenaan dengan pembuatan keputusan. 2001). • Kompetensi Dasar IPS berasal dari struktur keilmuan geografi. Bahan kajian itu menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Antropologi meliputi studi-studi komparatif yang berkenaan dengan nilai-nilai. Karateristik mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs antara lain sebagai berikut. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi. hukum dan politik. politik. kepercayaan. Sosiologi dan psikologi sosial merupakan ilmu-ilmu tentang perilaku seperti konsep peran. filsafat. geografi. struktur sosial. meliputi bahan kajian: sosiologi.20) Dalam implementasinya. Gambar 1: Keterpaduan Cabang Ilmu Pengetahuan Sosial Sejarah Ilmu Politik Geografi Ekonomi Ilmu Pengetahuan Sosial Psikologi Sosiologi Sosial Filsafat Antropologi 2. politik. antropologi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 97 106. IPS atau studi sosial itu merupakan bagian dari kurikulum sekolah yang diturunkan dari isi materi cabangcabang ilmu-ilmu sosial: sosiologi.

Salah satu di antaranya adalah memadukan Kompetensi Dasar melalui pembelajaran terpadu siswa dapat memperoleh pengalaman langsung. kekuasaan. menyimpan. dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik (Depdikbud. • Memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat atau lingkungannya.107. 4. Dimensi IPS Dalam Kehidupan Manusia Dimensi dalam Ruang Waktu Nilai/Norma kehidupan manusia Area dan substansi Alam sebagai Alam dan Kaidah atau aturan yang pembelajaran tempat dan kehidupan yang menjadi perekat dan penyedia selalu berproses. penjamin keharmonisan potensi sumber masa lalu. kewilayahan. dan kaidah alamiah antisipatif masingmasing disiplin ilmu Alternatif penyajian Geografi Sejarah Ekonomi. serta mampu membuat analisis yang kritis.program pelajaran IPS di sekolah diorganisasikan secara baik. aturan yang disepakati dikembangkan prospektif. • Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS menggunakan tiga dimensi dalam mengkaji dan memahami fenomena sosial serta kehidupan manusia secara keseluruhan. selanjutnya mampu mengambil tindakan yang tepat. 1998). Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. 1981). TUJUAN PEMBELAJARAN IPS Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 99 108. sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima. 2004 3. proses dan masalah sosial serta upaya-upaya perjuangan hidup agar survive seperti pemenuhan kebutuhan. • Mampu mengembangkan berbagai potensi sehingga mampu membangun diri sendiri agar survive yang kemudian bertanggung jawab membangun masyarakat. dalam mata Sosiologi/Antropologi pelajaran Sumber: Sardiman. kehidupan manusia dan daya dan yang akan alam datang Contoh Kompetensi Adaptasi spasial Berpikir Konsisten dengan Dasar yang dan eksploratif kronologis. KONSEP PEMBELAJARAN TERPADU DALAM IPS Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 100 109. Ketiga dimensi tersebut terlihat pada tabel berikut. 1996:3). • Mengetahui dan memahami konsep dasar dan mampu menggunakan metode yang diadaptasi dari ilmu-ilmu sosial yang kemudian dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah sosial. • Mampu menggunakan model-model dan proses berpikir serta membuat keputusan untuk menyelesaikan isu dan masalah yang berkembang di masyarakat. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. • Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dapat menyangkut peristiwa dan perubahan kehidupan masyarakat dengan prinsip sebab akibat. menggali. dan memproduksi kesan-kesan tentang . melalui pemahaman terhadap nilai-nilai sejarah dan kebudayaan masyarakat. struktur. Pendekatan pembelajaran terpadu dalam IPS sering disebut dengan pendekatan interdisipliner. • Menaruh perhatian terhadap isu-isu dan masalah-masalah sosial. keadilan dan jaminan keamanan (Daldjoeni. Dari rumusan tujuan tersebut dapat dirinci sebagai berikut (Awan Mutakin. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi. Tujuan tersebut dapat dicapai manakala program. saat ini. adaptasi dan pengelolaan lingkungan. Model pembelajaran terpadu pada hakikatnya merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individual maupun kelompok aktif mencari.

Secara sosiologis. pengaruhnya terhadap kondisi sosial budaya setempat. misalnya ‘pariwisata’. Model Integrasi Berdasarkan Potensi Utama Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 102 111. Topik/tema dapat dikembangkan dari isu. revolusi yang dibahas dari berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial. Selanjutnya. sosial/antropologis. Pengembangan pariwisata dalam hal ini ditinjau dari persebaran dan kondisi fisis-geografis yang tercakup dalam disiplin Geografi. Dalam pembelajaran yang dikembangkan dalam Kebudayaan Bali dikaji dan ditinjau dari faktor alam. Persebaran. contohnya banjir. Keamanan dan stabilitas daerah 4. serta perilaku masyarakat terhadap aturan. Skema berikut memberikan gambaran keterkaitan suatu topik/tema dengan berbagai disiplin ilmu. pariwisata itu juga dapat ditinjau dari partisipasi masyarakat. . dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. Sejarah kondisi fisik perkembangan Sejarah Geografi daerah objek daerah wisata wisata PENGEMBANGAN PARIWISATA Partisipasi Dampak masyarakat Sosiologi Ekonomi terhadap kesejahteraan Pengaruh terhadap Politik masyarakat perkembangan masyarakat di sekitar objek wisata Gambar 2: Model Integrasi IPS Berdasarkan Topik/Tema b. pemukiman kumuh. a. Model Integrasi Berdasarkan Topik Dalam pembelajaran IPS keterpaduan dapat dilakukan berdasarkan topik yang terkait. dan interaksi antara wisatawan dengan masyarakat lokal. Pengembangan pembelajaran terpadu. dampak pariwisata terhadap perkembangan ekonomi lokal maupun nasional dapat dikembangkan melalui kompetensi yang berkaitan dengan ekonomi. siswa terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari. dibahas. mobilitas sosial. dan permasalahan yang berkembang. modernisasi. dapat mengambil suatu topik dari suatu cabang ilmu tertentu. Dengan demikian. dalam hal ini. Model Integrasi Berdasarkan Permasalahan Model pembelajaran terpadu pada IPS yang lainnya adalah berdasarkan permasalahan yang ada. Pariwisata dalam contoh yang dikembangkan ditinjau dari berbagai disiplin ilmu yang tercakup Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 101 110. Secara historis dapat dikembangkan melalui sejarah daerah pariwisata tersebut. Bisa membentuk permasalahan yang dapat dilihat dan dipecahkan dari berbagai disiplin atau sudut pandang.hal-hal yang dipelajarinya. peristiwa. Memupuk aspirasi terhadap DAERAH TUJUAN kesenian WISATA Keadaan Politik Ekonomi 3. dan diperdalam dengan cabang-cabang ilmu yang lain. Keadaan politik juga dapat dikaji pula pada topik pengembangan pariwisata berkaitan dengan pengaruhnya terhadap perkembangan pariwisata. Melalui kajian potensi utama yang terdapat di daerahnya. “Potensi Bali Sebagai Daerah Tujuan Wisata”. IPTEK. potensi pariwisata. Azas manfaat terhadap kesejahteraan penduduk Gambar 3: Model Integrasi IPS Berdasarkan Potensi Utama c. sebagai contoh. Potensi objek wisata BALI SEBAGAI 2. Keterpaduan IPS dapat dikembangkan melalui topik yang didasarkan pada potensi utama yang ada di wilayah setempat. Keadaan Alam Sosiologis/ antropologis 1. diperluas. kemudian dilengkapi. Pada pendekatan pembelajaran terpadu. program pembelajaran disusun dari berbagai cabang ilmu dalam rumpun ilmu sosial. maka siswa selain dapat memahami kondisi daerahnya juga sekaligus memahami Kompetensi Dasar yang terdapat pada beberapa disiplin yang tergabung dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. historis kronologis dan kausalitas.

Pada pembelajaran terpadu. Berikut ini contoh pemetaan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat diintegrasikan/dipadukan. Model Integrasi IPS Berdasarkan Permasalahan 5. • Kompetensi Dasar yang sudah dipetakan dalam satu topik/tema masih bisa dipetakan dengan topik/tema lainnya. Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh. Kegiatan yang dapat dilakukan pada pemetaan ini antara lain dengan: • mengidentifikasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat dipadukan dalam satu tingkat kelas yang sama. penduduk. • Kompetensi Dasar dipetakan tidak harus berasal dari semua Standar Kompetensi yang ada pada mata pelajaran IPS pada kelas yang sama. dan pada masa Islam pemukiman . dan kemampuan). sosial.1 Mendeskripsikan 6. • Beberapa Kompetensi Dasar yang tidak berpotensi dipadukan. Beberapa ketentuan dalam pemetaan Kompetensi Dasar dalam pengembangan model pembelajaran terpadu Ilmu Pengetahuan Sosial adalah sebagai berikut. 1) Pemetaan Kompetensi Dasar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 104 113. serta perilaku masyarakat terhadap aturan/norma.1 Mendeskripsikan Ekonomi pola kegiatan interaksi sebagai kegiatan pokok perkembangan Penduduk ekonomi proses sosial. 1. dan penggunaan konsumsi. kebutuhan. Penjabaran (perumusan) Kompetensi Dasar ke dalam indikator sesuai topik/tema 4. Juga dapat dari faktor historis kronologis dan kausalitas. meliputi kegiatan kebudayaan.1 Mendeskripsikan 2. jangan dipaksakan untuk dipadukan dalam pembelajaran. Perencanaan Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran terpadu bergantung pada kesesuaian rencana yang dibuat dengan kondisi dan potensi siswa (minat. Kompetensi Dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan/disajikan secara tersendiri. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 105 114. Faktor Ekonomi dan budaya PEMUKIMAN KUMUH Perilaku Faktor historis terhadap aturan Gambar 4. • Mengidentifikasikan beberapa Kompetensi Dasar dalam berbagai Standar Kompetensi yang memiliki potensi untuk dipadukan. dari beberapa faktor sosial yang mempengaruhinya. Penentuan Topik/tema 3. Pengembangan Silabus 5. Langkah pertama dalam pengembangan model pembelajaran terpadu adalah melakukan pemetaan pada semua Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPS per kelas yang dapat dipadukan. Pemetaan Kompetensi Dasar 2. Faktor sosial.2 Mendeskripsikan 5. dan pola produksi. Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas VII No. bakat. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 106 115. Untuk menyusun perencanaan pembelajaran terpadu perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini. ekonomi yang masyarakat. Pemukiman Kumuh ditinjau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 103 112. dan budaya. pemerintahan lahan. melainkan memungkinkan hanya dua atau tiga Kompetensi Dasar saja. Di antaranya adalah faktor ekonomi. Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 2 Kegiatan 6. Penyusunan Desain/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Langkah-langkah tersebut secara rinci dijelaslan sebagai berikut ini.contohnya adalah “Pemukiman Kumuh”. dan • menentukan tema/topik pengikat antar-Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 1. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TERPADU a.

1 Mendeskripsikan 6.2 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat.2 Mendeskripsikan 5. serta peninggalan.peningalannya 5.3 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat.2 Menguraikan Daerah kondisi fisik pranata sosial permasalahan proses wilayah dan dalam kehidupan angkatan kerja terbentuknya penduduk. dan informasi konsumsi. dan 6.3 Mendeskripsikan 6. 3. produksi dan pada masa distribusi barang/ HinduBuddha.2 Mendeskripsikan Indonesia kondisi fisik pranata sosial pelaku-pelaku dalam wilayah dan dalam kehidupan ekonomi dalam Pergaulan penduduk.1 Mendeskripsikan 6.3 Mengidentifikasi bermoral dalam pemerintahan pola kegiatan bentuk-bentuk kaitannya dengan pada masa ekonomi interaksi sosial usaha memenuhi Kolonial Eropa penduduk. Semester 2 Semester 2 Semester 2 2. imperialisme pranata sosial Barat. serta kondisi fisik peninggalanpermukaan bumi.1 Menjelaskan kondisi fisik bentuk-bentuk bentuk pasar proses wilayah dan hubungan sosial dalam kegiatan perkembangan penduduk. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 7.3 Mengidentifikasi 2. Semester 1 Semester 2 Semester 1 Semester 1 Globalisasi 1.1 Mendeskripsikan 6. No. Semester 2 Semester 2 Semester 1 Pemanfaatan 4. Semester 1 Semester 1 Semester 2 Peran 1. pemerintahan keruangan. dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas VIII No. berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. berdasarkan jasa.4 Menguraikan pemanfaatan dan pola proses interaksi sumber daya yang pemukiman sosial tersedia. No.1 Mendeskripsikan Peta peta. 3.2 Mendeskripsikan masyarakat. ekonomi kolonialisme dan 6.1 Mendeskripsikan 5. kebudayaan. peninggalannya 2 Semester 2 Semester 2 Semester 1 Semester 2 Kelangkaan 4. atlas dan kegiatan pokok perkembangan globe untuk ekonomi yang masyarakat. perkembangan serta peran pergerakan pemerintah dalam kebangsaan upaya Indonesia. upaya pengendalian penyimpangan sosial 2.1 Mendeskripsikan 3.1 Mendeskripsikan 4.2 Mendeskripsikan palaku-pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia.1 Mendeskripsikan proses Lingkungan permasalahan bentukbentuk hubungan antara perkembangan lingkungan hidup hubungan sosial .3 Mendeskripsikan 2. 4. serta peninggalan.1 Menggunakan 6.2 Mendeskripsikan 7. dan kegiatan ekonomi. masyarakat sistem Antarbangsa perekonomian Indonesia. jasa. Semester 1 Semester 2 Semester 2 Semester 1 Otonomi 1. mendapatkan meliputi kegiatan kebudayaan.peningalannya Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 107 116. kebudayaan.3 Mendeskripsikan Sumber kondisi geografis interkasi sebagai manusia sebagai perkembangan Daya dan penduduk proses sosial. makhluk sosial masyarakat.nya.distribusi barang/ di Indonesia.1 Menjelaskan Pelestarian 1. kebutuhan dan penggunaan lahan 2. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 5. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 108 117. dan ekonomi yang kebudayaan. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 1. penanggulangan. masyarakat dan tenaga kerja kesadaran sebagai sumber nasional.3 Mendeskripsikan Indonesia.1 Mendeskripsikan 4. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia. serta dalam kehidupan pengaruh yang masyarakat ditimbulkannya di berbagai daerah di 6.1 Mendeskripsikan 2.2 Mendeskripsikan 7.1 Mendeskripsikan 2. identitas daya dalam Indonesia.

perilaku kerjasama antar perkembangan nasional unsur geografis negara di bidang masyarakat lembaga.kelangkaan kolonialisme dan dan upaya sumber daya imperialisme penang. Topik/tema yang ditentukan harus relevan dengan Kompetensi Dasar yang telah dipetakan. Contohnya.2 Menguraikan ngan kan peta tentang kan perubahan uang dan perkembangan Pariwisata bentuk dan pola sosial-budaya lembaga lembaga. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 2 Semester 2 Semester 2 Semester 2 Semester 2 Modernisasi 5. dalam satu mata pelajaran IPS pada satu tingkatan kelas terdapat beberapa topik yang akan dibahas. Semester 2 Semester 2 Semester 2 Semester 2 Kerjasama 5. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 110 119.2 Menguraikan Interketerkaitan unsur. dapat menjadi prioritas yang dipilih dengan tidak mengabaikan keterkaitan antar-Kompetensi Dasar pada satu rumpun yang telah dipetakan. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 1.kompetensi Dasar yang terdapat dalam satu tingkatan kelas.2Menguraikan keterkaitan unsur.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas IX No.2 Mendeskripsikan 7. • Topik.perilaku kerjasama antar perkembangan unsur geografis negara di bidang masyarakat lembaga. • Topik yang ditentukan selain relevan dengan Kompetensi. dalam pembelajaran IPS Terpadu. isu sentral yang sedang berkembang saat ini.1 Menginterpretasi.1Mendeskripsikan 7. 6. • Dalam menentukan topik. contohnya.2 Mendeskripsikan dengan Barat.dan penduduk di ekonomi kawasan Asia dalam lembaga Tenggara perubahan internasional sosial-budaya di 7.dan penduduk di ekonomi kawasan Asia dalam lembaga Tenggara perubahan internasional sosial-budaya di dan peran era global Indonesia dalam kerjasama internasional 3.2 Mendeskripsikan 7. kelangkaan sumber daya alam. Indonesia. Pertumbuhan Industri.6. pada keuangan. juga sebaiknya relevan dengan pengalaman pribadi siswa. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan topik/tema pada pembelajaran IPS Terpadu antara lain meliputi hal-hal berikut. lembaga masyarakat internasional dan peran 3. merupakan perekat antar-Kompetensi Dasar yang terdapat dalam satu rumpun mata pelajaran IPS.4 Mendeskripsikan 7. Hal ini agar pembelajaran yang dilakukan dapat lebih bermakna bagi siswa. serta gulangannya pranata sosial kebutuhan pengaruh yang dalam dalam kehidupan manusia yang ditimbulkannya di pembangunan masyarakat tidak terbatas berbagai daerah di berkelanjutan. Pemilihan Kepala Daerah Secara .7.5.4 Mendeskripsikan 7.3 Menguraikan 7. dan pemanfaatan peta. No. Pemberlakuan Otonomi Daerah. Semester 2 Semester 1 Semester 1 Semester 2 Pengemba.3 Menguraikan 7.1Mendeskripsi.1 Mengidentifikasi kerjasama antar kerjasama ciri-ciri negara negara terhadap internasional berkembang dan perekonomian negara maju. langkah selanjutnya dilakukan penentuan topik/tema.2 Menguraikan Indonesia dalam tipe-tipe kerjasama perilaku internasional masyarakat dalam menyikapi perubahan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 109 118.muka bumi. Indonesia 2) Penentuan Topik/Tema Setelah pemetaan Kompetensi Dasar selesai. untuk kelas VII ada 3 (tiga) topik/tema yaitu: aktivitas ekonomi penduduk.5 Mengidentifikasi dan peran Semester 1 era global dampak Indonesia dalam 1. Dengan demikian. dalam arti sesuai dengan keadaan lingkungan setempat.3.

Kelas VII SMP i) Topik: Kegiatan Ekonomi Penduduk No Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah 1.3 Mendeskripsikan 6. pengunaan lahan.1 Mendeskripsikan 6. Kompetensi Dasar Sosiologi: Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial. • Menentukan sikap dalam keragaman sosial untuk mewujudkan keselarasan sosial. barang/jasa.1 Mendeskripsikan 4.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Kelas IX SMP. proses sosial.2 Mendeskripsikan kegiatan ekonomi interaksi sebagai kegiatan pokok perkembangan penduduk.Langsung. upaya penang. Perumusan indikatornya: • Menguraikan kegiatan konsumsi barang dan jasa.1 Mendeskripsikan pola 2. penggunaan lahan.6. Pasca Gempa Bumi dan Tsunami. Kompetensi Dasar Ekonomi: Mendeksripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi. Perumusan indikatornya: • Mengidentifikasi pola-pola keselarasan sosial dalam keluarga dan masyarakat. serta peninggalan.1 Mendeskripsi-kan 7. Penyakit Folio.1 Mendeskripsikan perkembangan permasalahan bentuk-bentuk hubungan antara kolonialisme dan lingkungan hidup dan hubungan sosial kelangkaan sumber imperialisme Barat. ekonomi yang masyarakat.1 Menginterpretasi-kan 3.1 Mendeskripsikan 7.uang dan lembaga perkembangan dan pola muka bumi. nonpertanian). meliputi kegiatan kebudayaan. maka Kompetensi-kompetensi Dasar tersebut dijabarkan ke dalam indikator pencapaian hasil belajar yang nantinya digunakan untuk penyusunan silabus. masyarakat Indonesia.2 Mendeskripsikan 5.2 Menguraikan tipe-tipe kerjasama perilaku masyarakat internasional dalam menyikapi perubahan 3) Penjabaran Kompetensi Dasar ke dalam Indikator Setelah melakukan langkah Pemetaan Kompetensi Dasar dan Penentuan Topik/Tema sebagai pengikat keterpaduan. Penyakit Busung Lapar. Kelas VIII SMP ii) Topik : Pelestarian Lingkungan No Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah 1. pemerintahan pada berdasarkan kondisi dan distribusi masa Islam di fisik permukaan bumi. • Mendiskripsikan persebaran permukiman penduduk di berbagai bentang lahan dan mengungkapkan alasan penduduk memilih bermukim di lokasi tersebut. produksi.2 Menguraikan peta tentang bentuk perubahan sosial.peninggalannya Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 111 120. Kompetensi Dasar Geografi: Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk. Semester 2 Semester 1 Semester 1 Semester 2 5. dan dan pola pemukiman konsumsi. 6. Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 2 6. • Menguraikan . lembaga-lembaga masyarakat internasional dan peran Indonesia dalam 3. dan distribusi barang/jasa. • Mendeskripsikan bentuk penggunaan lahan di pedesaan dan perkotaan. Contoh perumusan Kompetensi Dasar ke dalam berbagai indikator pencapaian Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 112 121.2 Mendeskripsikan daya dengan serta pengaruh yang gulangannya dalam pranata sosial dalam kebutuhan manusia ditimbulkannya di pembangunan kehidupan yang tidak terbatas berbagai daerah di berkelanjutan. Berikut ini beberapa contoh Topik yang relatif relevan dengan pemetaan Kompetensi Dasar. Semester 2 Semester 2 Semester 2 2. budaya pada keuangan. iii) Topik: Pengembangan Pariwisata No Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah 1. dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. Perumusan indikatornya: • Mengidentifikasikan mata pencaharian penduduk (pertanian.1 Menjelaskan proses 1. produksi. Indonesia.

sarana dan prasarana dalam pelaksanaannya bergantung pada sekolah masingmasing sama seperti pada pembelajaran IPA terpadu.kegiatan produksi barang dan jasa. EQ. Implikasi Pembelajaran IPS Terpadu Implikasi pembelajaran IPS terpadu terhadap guru. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 115 124. Pada umumnya tingkat perkembangan masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) serta mampu memahami hubungan antara konsep secara sederhana. dua. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialami secara langsung. Geografi. pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD kelas I – III kelas awal) untuk setiap mata pelajaran masih banyak dilakukan secara terpisah. b. Komponen penyusunan silabus terdiri dari Standar Kompetensi IPS (Sosiologi. peserta didik. dan dikembangkan dengan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 114 123. Penyusunan RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan peserta didik dalam upaya mencapai KD. dan kreatif. 5) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Pelaksanaan Proses Pembelajaran serta Penilaian Hasil Pembelajaran. kritis. Pada usia tersebut seluruh aspek perkembangan kecerdasan seperti IQ. standar proses. Saat ini. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia. LATAR BELAKANG Peserta didik yang berada pada sekolah dasar kelas satu. Demikian pula untuk pelaksanaan proses pembelajaran. Sesuai dengan tahapan perkembangan anak yang masih melihat segala sesuatu sebagai suatu keutuhan (holistic). menggunakan prinsi-prinsip minimal sesuai dengan standar isi. 4) Penyusunan Silabus Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada langkah-langkah sebelumnya dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan silabus pembelajaran terpadu. dan Ekonomi). Sejarah. Perumusan indikatornya: • Menyusun kronologis proses masuk berkembangnya Islam di Indonesia dengan menggunakan ensiklopedi dan referensi relevan lainnya. pembelajaran yang menyajikan mata pelajaran secara terpisah akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik dan membuat kesulitan bagi peserta didik. serta peninggalanpeninggalannya. standar penilaian. Seperti pada Mata pelajaran Matematika. perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 113 122. dan penilaian. bahan ajar. Kompetensi Dasar Sejarah: Mendeksripsikan perkembangan masyarakat. Indikator. sistematis. • Menguraikan kegiatan distribusi barang dan jasa. kebudayaan. dan SQ tumbuh dan berkembang sangat luar biasa. Diharapkan guru yang profesional sesuai dengan PP 74 dan minimal standar proses dapat melaksanakan pembelajaran IPS terpadu tanpa mengalami kendala. dan tiga berada pada rentangan usia dini. PEMBELAJARAN TEMATIK A. prinsip-prinsip utama dalam pembelajaran dan penilaian pada pembelajaran kontekstual (CTL). serta . • Menjelaskan peranan pedagang dan ulama dalam proses awal perkembangan Islam di Indonesia. Kompetensi Dasar. Pengalaman belajar. Dalam pelaksanaan kegiatannya dilakukan secara murni mata pelajaran yaitu hanya mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang berhubungan dengan mata pelajaran itu. maupun penilaian hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi siswa. alokasi waktu. analitis.

menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 117 126. KERANGKA BERPIKIR 1. Matematika. B. maka pembelajaran pada kelas awal sekolah dasar yakni kelas satu.kemampuan bekerjasama. menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara. yang pada akhirnya pembelajaran menjadi menyenangkan. hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang telah masuk Taman Kanak-Kanak memiliki kesiapan bersekolah lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang tidak mengikuti pendidikan Taman Kanak-Kanak. mereka telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya. Demikian pula untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan tujuan agar peserta didik dapat berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku. serta kematangan emosional dan sosial. Atas dasar pemikiran di atas dan dalam rangka implementasi Standar Isi. Karakteristik perkembangan anak pada kelas satu. serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. memperhalus budi pekerti. menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan. pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal. perbedaan pendekatan. sistematis. disiapkan model pelaksanaan pembelajaran tematik untuk SD/MI kelas I hingga kelas III. menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual. Ilmu Pengetahuan Sosial. kritis. memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan. Pendidikan Kewarganegaraan. standar proses yang termuat dalam Standar Nasional Pendidikan.Olahraga dan Kesehatan perlu dikaji Jika mata pelajaran. Permasalahan menunjukkan bahwa kesiapan sekolah sebagian besar peserta didik kelas awal sekolah dasar di Indonesia cukup rendah. dan kreatif. dan kompetitif. Karakteristik Perkembangan anak usia kelas awal SD Anak yang berada di kelas awal SD adalah anak yang berada pada rentangan usia dini. serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh. Bahasa Indonesia. Ilmu Pengetahuan Alam. Sementara itu. dua dan tiga SD biasanya pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan. dua. tidak pasti. dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 116 125. Untuk memberikan gambaran tentang pembelajaran tematik yang dapat menjadi acuan dan contoh konkret. mengelola. model. baik secara lisan maupun tulis. Selain itu. dan prinsip-prinsip pembelajaran antara kelas satu dan dua sekolah dasar dengan pendidikan pra-sekolah dapat juga menyebabkan peserta didik yang telah mengikuti pendidikan pra-sekolah pun dapat saja mengulang kelas atau bahkan putus sekolah.mata pelajaran tersebut dipadukan menjadi sebuah tema akan diperoleh suatu kemampuan berkomunikasi secara baik sebagai indikator dalam kemampuan peserta didik dalam berpikir logis. Demikian pula pada Kompetensi dasar Pendidikan Agama. serta Pendidikan Jasmani. memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah. Mereka telah . dan tiga lebih sesuai jika dikelola dalam pembelajaran terpadu melalui pendekatan pembelajaran tematik. Seni Budaya dan Keterampilan. analitis. Masa usia dini ini merupakan masa yang pendek tetapi merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. Oleh karena itu.

luas. Memperhatikan tahapan perkembangan berpikir tersebut. memahami sebab akibat dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu. meningkatnya perbendaharaan kata.dapat melompat dengan kaki secara bergantian. telah dapat mengontrol emosi. kecenderungan belajar anak usia sekolah dasar memiliki tiga ciri. sebab siswa Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 120 . sudah mampu berpisah dengan orang tua dan telah mulai belajar tentang benar dan salah. diraba. dan mempergunakan hubungan sebab akibat. panjang. prinsip ilmiah sederhana. dan (5) Memahami konsep substansi. bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan memandang unsur-unsur secara serentak. dapat mengendarai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 118 127. dan diotak atik. telah mulai berkompetisi dengan teman sebaya. Anak usia sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret. Kedua hal tersebut tidak mungkin dipisahkan karena memang proses belajar terjadi dalam konteks interaksi diri anak dengan lingkungannya. sepeda roda dua. perkembangan sosial anak yang berada pada usia kelas awal SD antara lain mereka telah dapat menunjukkan keakuannya tentang jenis kelaminnya. berminat terhadap angka dan tulisan. yaitu: a. dapat menangkap bola dan telah berkembang koordinasi tangan dan mata untuk dapat memegang pensil maupun memegang gunting. didengar. Pemahaman tentang objek tersebut berlangsung melalui proses asimilasi (menghubungkan objek dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran) dan akomodasi (proses memanfaatkan konsep-konsep dalam pikiran untuk menafsirkan objek). Menurutnya. dan berat. maka perilaku belajar anak sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek dari dalam dirinya dan lingkungannya. Berdasarkan hal tersebut. senang berbicara. Untuk perkembangan kecerdasannya anak usia kelas awal SD ditunjukkan dengan kemampuannya dalam melakukan seriasi. pengetahuan baru menjadi seimbang. setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata yaitu sistem konsep yang ada dalam pikiran sebagai hasil pemahaman terhadap objek yang ada dalam lingkungannya. mengelompokkan obyek. mempunyai sahabat. Cara Anak Belajar Piaget (1950) menyatakan bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya (teori perkembangan kognitif). Dengan cara seperti itu secara bertahap anak dapat membangun pengetahuan melalui interaksi dengan lingkungannya. Konkrit Konkrit mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkrit yakni yang dapat dilihat. dan mandiri. (2) Mulai berpikir secara operasional. 2. volume zat cair. telah mampu berbagi. dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. lebar. Perkembangan emosi anak usia 6-8 tahun antara lain anak telah dapat mengekspresikan reaksi terhadap orang lain. (3) Mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan bendabenda. dibaui. (4) Membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan. Pemanfaatan lingkungan akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih bermakna dan bernilai. Selain itu. Kedua proses tersebut jika berlangsung terus menerus akan membuat pengetahuan lama dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 119 128. Pada rentang usia tersebut anak mulai menunjukkan perilaku belajar sebagai berikut: (1) Mulai memandang dunia secara objektif.

di antaranya: 1.aspek. dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya. Proses belajar bersifat individual dan kontekstual. 3. anak dengan sumber belajar dan anak dengan pendidik. keadaan yang alami. gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta. tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsepkonsep untuk menghasilkan pemahaman yang utuh. Hierarkis Pada tahapan usia sekolah dasar.129. Perubahan ini bersifat menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. Belajar dan Pembelajaran Bermakna Belajar pada hakekatnya merupakan proses perubahan di dalam kepribadian yang berupa kecakapan. mereka belum mampu memilah. agar terjadi belajar bermakna maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki siswa dan membantu memadukannya secara harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan. belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan orang/guru menjelaskan. Pembelajaran pada hakekatnya adalah suatu proses interaksi antar anak dengan anak. Belajar bermakna (meaningfull learning) merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Sehubungan dengan hal tersebut. dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan. lebih bermakna. Dengan kata lain. maka kegiatan pembelajaran bagi anak kelas awl SD sebaiknya dilakukan dengan Pembelajaran tematik. Pembelajaan tematik adalah pembelajaran tepadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. C. sikap.milah konsep dari berbagai disiplin ilmu. lebih faktual. informasi atau situasi baru dengan komponen. PENGERTIAN PEMBELAJARAN TEMATIK Sesuai dengan tahapan perkembangan anak. 1983). hal ini melukiskan cara berpikir anak yang deduktif yakni dari hal umum ke bagian demi bagian. 2. konsep-konsep. kebiasaan. Tema adalah pokok pikiran atau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 122 131. Kegiatan pembelajaran ini akan menjadi bermakna bagi anak jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak. dan kepandaian. konsep belajar dan pembelajaran bermakna. Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu. artinya proses belajar terjadi dalam diri individu sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya. Kebermaknaan belajar sebagai hasil dari peristiwa mengajar ditandai oleh terjadinya hubungan antara aspek. sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan. Proses belajar tidak sekadar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka. dan cakupan keluasan serta kedalaman materi . c. karakteristik cara anak belajar. maka perlu diperhatikan mengenai urutan logis. Integratif Pada tahap usia sekolah dasar anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan.komponen yang relevan di dalam struktur kognitif siswa. cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks. Siswa mampu . b. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 121 130. Dengan tema diharapkan akan memberikan banyak keuntungan. Dengan demikian. keterkaitan antar materi. sehingga lebih nyata.

mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar matapelajaran dalam tema yang sama. Melalui pengalaman langsung siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya. 2) Kegiatankegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan siswa. Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata. sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. karena sesuai dengan tahap perkembangannya siswa yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik). komunikasi. Kaitan konseptual antar mata pelajaran yang dipelajari akan membentuk skema. Selain itu. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 123 132. Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas. toleransi. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu (learning by doing). guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkaan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan. Pengalaman belajar yang menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. sehingga siswa akan memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan. pemantapan. seperti kerjasama. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu. waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial. karena tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 124 . 5. 5) Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkungannya. akan diperoleh beberapa manfaat yaitu: 1) Dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi mata pelajaran akan terjadi penghematan. dengan penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar akan sangat membantu siswa. Dengan pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan tema ini. 3) Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama. Beberapa ciri khas dari pembelajaran tematik antara lain: 1) Pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. termasuk Piaget yang menekankan bahwa pembelajaran haruslah bermakna dan berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan anak. Teori pembelajaran ini dimotori para tokoh Psikologi Gestalt. untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari matapelajaran lain. guru perlu mengemas atau merancang pengalaman belajar yang akan mempengaruhi kebermaknaan belajar siswa. 4) Membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa. kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan matapelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa. dan 6) Mengembangkan keterampilan sosial siswa. atau pengayaan. 7. 6. 3. dan tanggap terhadap gagasan orang lain. 4.

tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing siswa. Psikologi perkembangan diperlukan terutama dalam menentukan isi/materi pembelajaran tematik yang diberikan kepada siswa agar tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. 2) Siswa mampu melihat hubungan-hubungan yang bermakna sebab isi/materi pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat. LANDASAN PEMBELAJARAN TEMATIK Landasan Pembelajaran tematik mencakup: Landasan filosofis dalam pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu: (1) progresivisme.133. KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN TEMATIK Sebagai suatu model pembelajaran di sekolah dasar. 3. UU No. Psikologi belajar memberikan kontribusi dalam hal bagaimana isi/materi pembelajaran tematik tersebut disampaikan kepada siswa dan bagaimana pula siswa harus mempelajarinya. Manusia mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan obyek. Aliran konstruktivisme melihat pengalaman langsung siswa (direct experiences) sebagai kunci dalam pembelajaran. Landasan yuridis dalam pembelajaran tematik berkaitan dengan berbagai kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah dasar. dan (3) humanisme. (2) konstruktivisme. hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar sedangkan guru lebih banyak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 126 135. Pembelajaran tematik berpusat pada siswa (student centered). berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar. minat. dan kemampuannya (Bab V Pasal 1-b). potensinya. dihilangkan. Memberikan pengalaman . dan memperhatikan pengalaman siswa. Landasan psikologis dalam pembelajaran tematik terutama berkaitan dengan psikologi perkembangan peserta didik dan psikologi belajar. suasana yang alamiah (natural). Pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seorang guru kepada anak. D. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi. 4) Dengan adanya pemaduan antar mata pelajaran maka penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya (pasal 9). Aliran progresivisme memandang proses pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreatifitas. Berpusat pada siswa 2. fenomena.pecah. melainkan suatu proses yang berkembang terus menerus. 3) Pembelajaran menjadi utuh sehingga siswa akan mendapat pengertian mengenai proses dan materi yang tidak terpecah. Aliran humanisme melihat siswa dari segi keunikan/kekhasannya. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 125 134. pemberian sejumlah kegiatan. Menurut aliran ini. bukan tujuan akhir. dan motivasi yang dimilikinya. Landasan yuridis tersebut adalah UU No. pengetahuan adalah hasil konstruksi atau bentukan manusia. pembelajaran tematik memiliki karakteristikkarakteristik sebagai berikut: 1. pengalaman dan lingkungannya. Keaktifan siswa yang diwujudkan oleh rasa ingin tahunya sangat berperan dalam perkembangan pengetahuannya. E.

Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa 12. Menyajikan konsep dari berbagai matapelajaran 8. Pemisahan matapelajaran tidak begitu jelas 6. Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Siswa mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. Dengan demikian. dan pemecahan masalah Implikasi terhadap sarana. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 128 137. kelompok kecil ataupun klasikal. minat. sumber belajar media. Implikasi bagi guru Pembelajaran tematik memerlukan guru yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak. Dengan pengalaman langsung ini. prasarana. Dalam pembelajaran tematik pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. menarik. menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik. IMPLIKASI PEMBELAJARAN TEMATIK Implikasi implementasi pembelajaran tematik di sekolah dasar mencakup implikasi terhadap guru. Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa. 4. Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan 2. 6. Kompetensi dasar yang tidak tercakup pada tema tertentu harus tetap diajarkan baik melalui tema lain maupun disajikan secara tersendiri. terhadap siswa. dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. G. 7. lingkungan. siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkrit) sebagai dasar untuk memahami halhal yang lebih abstrak. Bersifat fleksibel 10. Oleh karena itu. menyenangkan dan utuh. dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral. 5.langsung 4. terhadap sarana-prasarana. Kompetensi dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan secara tersendiri. dan pemilihan metode pembelajaran. dan daerah setempat. Hal ini diperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah. Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel) dimana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya. pengaturan ruangan. 9. mengadakan penelitian sederhana. RAMBU-RAMBU 1. Implikasi bagi siswa • Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual. pasangan. Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester 3. menulis. sumber belajar dan media • Pembelajaran tematik pada hakekatnya menekankan pada siswa baik secara individual maupun kelompok untuk aktif mencari. F. 11. Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 127 136. 13. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan. • . bahkan mengaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan siswa berada. jangan dipaksakan untuk dipadukan.masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa. 5. Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences). • Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelompok. Siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya. Kegiatan pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca. juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna.

pengembangan silabus dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran. a. maupun sumber belajar yang tersedia di lingkungan yang dapat dimanfaatkan (by utilization). • Penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar masih dapat menggunakan buku ajar yang sudah ada saat ini untuk masingmasing mata pelajaran dan dimungkinkan pula untuk menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi Implikasi terhadap Pengaturan ruangan Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik perlu melakukan pengaturan ruang agar suasana belajar menyenangkan. Kegiatan yang dilakukan adalah: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 130 139. 1) Menentukan tema Dalam menentukan tema dapat dilakukan dengan dua cara yakni: Cara pertama. H. • Pembelajaran ini juga perlu mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi sehingga akan membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang abstrak. guru dapat bekerjasama dengan peserta didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator Melakukan kegiatan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran ke dalam indikator.Pembelajaran ini perlu memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang sifatnya didisain secara khusus untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran (by design). bercakap-cakap. tanya jawab. Dalam mengembangkan indikator perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran • Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati. Misalnya percobaan. bermain peran. Implikasi terhadap Pemilihan metode Sesuai dengan karakteristik pembelajaran tematik. 2) Prinsip Penentuan tema Dalam menetapkan . Cara kedua. Pemetaan Kompetensi Dasar Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi. pengembangan jaringan tema. demonstrasi. perlu dilakukan beberapa hal yang meliputi tahap perencanaan yang mencakup kegiatan pemetaan kompetensi dasar. mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masing-masing mata pelajaran. • Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 129 138. 1. dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai. • Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/karpet • Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik di dalam kelas maupun di luar kelas • Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar • Alat. TAHAP PERSIAPAN PELAKSANAAN Dalam pelaksanaan pembelajaran tematik. sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali. Pengaturan ruang tersebut meliputi: • Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan. kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih. untuk menentukan tema tersebut. menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan. maka dalam pembelajaran yang dilakukan perlu disiapkan berbagai variasi kegiatan dengan menggunakan multi metode.

tema perlu memperhatikan beberapa prinsip yaitu: • Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan siswa: • Dari yang termudah menuju yang sulit • Dari yang sederhana menuju yang kompleks • Dari yang konkret menuju ke yang abstrak. kegiatan inti. 7) Alokasi waktu 8) Metode pembelajaran dan strategi pembelajaran (kegiatan pembelajaran secara konkret yang harus dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan materi pembelajaran dan sumber belajar untuk menguasai kompetensi dasar dan indikator. Dengan jaringan tema tersebut akan terlihat kaitan antara tema. kegiatan ini tertuang dalam kegiatan pembelajaran mulai dari pendahuluan. inti dan penutup). • Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri siswa • Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan siswa. 2. Tahapan kegiatan Pelaksanaan pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan kegiatan yaitu kegiatan pembukaan/awal/pendahuluan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 131 140. Komponen silabus terdiri dari standar kompetensi. alat dan media yang digunakan untuk memperlancar pencapaian kompetensi dasar. Identifikasi dan analisis Standar Kompetensi. 2) Standar kompetensi 3) Kompetensi dasar 4) Indikator pencapaian kompetensi 5) Tujuan pembelajaran 6) Materi ajar beserta uraiannya yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi dasar dan indikator. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 133 142. Komponen rencana pembelajaran tematik meliputi: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 132 141. Rencana pembelajaran ini merupakan realisasi dari pengalaman belajar siswa yang telah ditetapkan dalam silabus pembelajaran. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema. dan penilaian. serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai. Alokasi waktu untuk setiap tahapan adalah kegiatan pembukaan kurang lebih satu jam pelajaran (1 x 35 menit). kegiatan inti 3 jam pelajaran (3 x 35 menit) dan kegiatan penutup satu jam pelajaran (1 x 35 menit) a. Menetapkan Jaringan Tema Buatlah jaringan tema yaitu menghubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu. TAHAP PELAKSANAAN 1. alat/sumber. 1) Identitas mata pelajaran (nama mata pelajaran yang akan dipadukan. Penyusunan Silabus Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada tahap-tahap sebelumnya dijadikan dasar dalam penyusunan silabus. kompetensi dasar dan indikator terbagi habis. kelas. semester. kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. 3. Kegiatan Pendahuluan/awal/pembukaan Kegiatan ini dilakukan terutama untuk . dan kemampuannya b. 4. 10) Sumber belajar. indikator. Penyusunan Rencana Pembelajaran Untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran guru perlu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. dan kegiatan penutup. termasuk minat. I. dan waktu/banyaknya jam pertemuan yang dialokasikan). pengalaman belajar. Kompetensi dasar dan Indikator Lakukan identifikasi dan analisis untuk setiap Standar Kompetensi. 9) Penilaian dan tindak lanjut (prosedur dan instrumen yang akan digunakan untuk menilai pencapaian belajar peserta didik serta tindak lanjut hasil penilaian). kebutuhan. Kompetensi Dasar dan indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar kompetensi. kompetensi dasar.

Prinsip a. mendongeng. Beberapa contoh kegiatan akhir/penutup yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan/mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 134 143.10-8. c.35-8. menulis dan berhitung merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik kelas I dan II. Mengingat bahwa siswa kelas I SD belum semuanya lancar membaca dan menulis. Penjaskes IPA 35 7. dan menyanyi b. Penilaian di kelas I dan II mengikuti aturan penilaian mata-mata pelajaran lain di sekolah dasar. Kemampuan membaca. melakukan kegiatan fisik sesuai dengan tema) Kegiatan inti • Pengembnagan kemmapuan menulis (kegiatan kelompok besar) • Pengembnagan kemampuan berhitung kegiatan kelompok kecil atau berpasangan) • Melakukan pengamatan sesuai dengan tema.Ind Matematika IPS KTK 0. Kegiatan Penutup/Akhir dan Tindak Lanjut Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan. ataupun perorangan.35-1 B.00-7. II Waktu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu 7. Kegiatan Inti Dalam kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan baca. Mulok 35 Agama 9. b. kegiatan fisik/jasmani. menyanyi. Ind.00-9.Ind. Matematika B.menciptakan suasana awal pembelajaran untuk mendorong siswa menfokuskan dirinya agar mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik. PENILAIAN PEMBELAJARAN TEMATIK 1. 2. Penjaskes IPA 10 8. Contoh jadwal pelaksanaan pembelajaran perhari dapat dijabarkan menjadi: Contoh 1: Kegiatan Jenis kegiatan Kegiatan Anak berkumpul bernyanyi sambil menari pembukaan mengikluti irama musik Kegiatan inti • Kegiatan untuk pengembangan membaca • Kegiatan untuk pengembangan menulis • Kegitan untuk pengembangan berhitung • Kegiatan penutup Mendongeng atau membaca cerita dari buku cerita Contoh 2: Kegiatan Jenis kegiatan Kegiatan Waktu berkumpul (anak m. pantomim. Sifat dari kegiatan pembukaan adalah kegiatan untuk pemanasan. tulis dan hitung. Pengaturan Jadwal pelajaran Untuk memudahkan administrasi sekolah terutama dalam penjadwalan.enceritakan pembukaan pengalkaman.10 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 136 145. Ind. J. menggambar hewan hasil pengamatan Kegiatan penutup • Mendongeng • Pesan-pesan moral • Musik/menyanyi Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 135 144. membacakan cerita dari buku. Matematika B.Agama MULOK 45 8. Istirahat 00 9. Matematika B. Matematika B. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah bercerita. guru pendidikan Jasmani dan guru muatan lokal perlu bersama-sama menyusun Jadwal pelajaran. Guru bersama dengan guru mata pelajaran pendidikan agama. Matematika KTK P. dilakukan.45-9. penguasaan . Contoh jadwal yang dapat dikembangkan seperti pada tabel berikut: JADWAL PELAJARAN SD KELAS I. pesanpesan moral. musik/apresiasi musik.ind Matematika IPS KTK P. kelompok kecil.Ind. misalnya mengamati jenis kendaraan yang lewat pada tema transporasi. Oleh karena itu. Pada tahap ini dapat dilakukan penggalian terhadap pengalaman anak tentang tema yang akan disajikan. Penyajian bahan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi/metode yang bervariasi dan dapat dilakukan secara klasikal. maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis. B.Ind. Matematika B.

membaca pada kegiatan inti dan menyanyi pada kegiatan akhir. Tesis-S-2 Program Studi . Matematika. Penilaian dilakukan secara terus menerus dan selama proses belajar mengajar berlangsung. Tes mencakup: tertulis. Kewarganegaraan dan Tes Lisan Pengetahuan Sosial • Menyebutkan peristiwa/kegiatan yang dialami • Mengemukakan peristiwa/kegiatan yang berkesan • Mengekspresikan perasaan waktu memberi kesan. dan Pendidikan Jasmani. DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. Ilmu Pengetahuan Alam. Sedangkan Tes tertulis digunakan untuk menilai kemampuan menulis siswa. Jakarta: Rineka Cipta. atau perbuatan. bantu. Hasil Belajar dan Indikator mata pelajaran. Direktorat Tenaga Kependidikan. kata atau angka. Hamalik. maupun angka. catatan harian perkembangan siswa. 2003. Seni Budaya dan Keterampilan. c. Alat Penilaian Alat penilaian dapat berupa Tes dan Non Tes. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. khususnya untuk mengetahui tentang penggunaan tanda baca. Ilmu Pengetahuan Alam : Perbuatan • Mendemonstrasikan cara menggosok gigi : Lisan • Menyebutkan cara memelihara gigi • Menjelaskan manfaat menggosok gigi 3. Aspek Penilaian Pada pembelajaran tematik penilaian dilakukan untuk mengkaji ketercapaian Kompetensi Dasar dan Indikator pada tiap-tiap mata pelajaran yang terdapat pada tema tersebut.Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 138 147. Jakarta. Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator dari masing. Models of Teaching. Tita. ejaan kata. Direktorat Pembinaan SMA. Jean. Perencanaan Pengajaran. e. Bahan Bimbingan Teknis KTSP. Et al. Jakarta. Allyn & Bacon: London Lestari. 2000. 2009. lisan. Syaodih S Nana. 2. Joyce Bruce. Pengembangan Pembelajaran Yang Efektif. d. Direktorat Pembinaan SMP. dan porto folio. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas awal penilaian yang lebih banyak digunakan adalah melalui pemberian tugas dan portofolio. 2008. Guru menilai anak melalui pengamatan yang lalu dicatat pada sebuiah buku Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 137 146. Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial. 1990. misalnya sewaktu siswa bercerita pada kegiatan awal. Dengan demikian penilaian dalam hal ini tidak lagi terpadu melalui tema. Depdiknas. Oemar. melainkan sudah terpisah. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 139 148. Olahraga dan kesehatan.terhadap ke tiga kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas. Bahan Sosialisasi KTSP. pisah sesuai dengan Kompetensi Dasar. 1997. B. 6th Ed. 2009. Jakarta. Bahasa Indonesia : Perbuatan • Kelancaran membaca • Melafalkan kata • Melagukan/intonasi • Cara bertanya jawab Tugas • Melengkapi kalimat C. Depdiknas.masing Kompetensi Dasar dan Hasil Belajar dari mata-mata pelajaran. yaitu: Bahasa Indonesia. Berikut adalah contoh penilaian yang dapat dilakukan guru: A. Dampak Penerapan Metode Pemecahan Masalah Terhadap Tingkat Kemampuan Berpikir SMA Pada Pembelajaran Matematika. Nilai akhir pada laporan (raport) dikembalikan pada kompetensi mata pelajaran yang terdapat pada kelas satu dan dua Sekolah Dasar. Bahan TOT untuk Calon Master Trainer Pengawas Sekolah. Bandung: Tarsito Ibrahim R. Hasil karya/kerja siswa dapat digunakan sebagai bahan masukan guru dalam mengambil keputusan siswa misalnya: Penggunaan tanda baca.

1989. 1989. Jakarta: Bumi Aksara. Kesuma Karya. siang pengalamannya malam. atau sama banyak • Menceritakan • Bercerita Menentukan waktu pengalamannya tentnag (pagi. Bandung: Sinar Baru. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 143 152. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Menga-jar. Hamzah. Martinis. Uno. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Menga-jar. dan panggilan lengkapnya kerabat • Menyebutkan • Menyebutkan alamat tempat alamat tinggal rumahnya IPA Makhluk Hidup • Menyebutkan • Menggambarkan dan Proses nama bagian- . 2006. Jakarta: Bumi Aksara. Nasution. Jakarta: Gaung Persada Press. Lampiran3: CONTOH SILABUS KOMPETENSI Mata Pelajaran INDIKATOR KEGIATAN BELAJAR SARANA/SUMBER PENILAIAN DASAR Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 148 157. Perencanaan Pembelajaran. Nana. Sanjaya. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 140 149. Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. saat pagi. 2005. lebih sedikit. PETA STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR YANG BERPOTENSI IPA TERPADU Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 142 151. IPS Menguindentifikasi • Menyebutkan nama • Menyebutkan identitas lengkap dan nama nama diri. • Bermain peran ombak. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 144 153. Nana. Wina. MATEMATIKA Membilang banyak • Membilang atau • Membilang • Bola benda menghitung secara benda-benda di urut kelas • Membilang sambil Memantulkan bola • Menyebutkan • Mengamati lalu banyak benda menyebutkan nama benda yang dilihatnya • Membandingkan • Praktek langsung • Batu-batuan dua kumpulan mengambil dua benda melalui kumpulan benda istilah lebih lalu dihitung banyak. 2006. kendaraan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 141 150. B. S.Pengembangan Kurikulum. Strategi Pembelajaran. LAMPIRAN PETA STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR IPA TERPADU A.keluarga. menjadi dan lain-lain. Jakarta: Media Prenada Sudjana. berbagai kendaraan • Menirukan suara ombak BERBICARA • Menyebutkan nama • tanya jawab Memperkenalkan diri orangtua dan tentang nama sendiri dengan saudara kandung orang tuanya kalimat sederhana dan saudara dan bahasa yang kandungnya santun (berpasangan) • Menanyakan data • tanya jawab diri dan nama tentang nama orangtua serta orang tuanya saudara teman dan saudara sekelas kandungnya (berpasangan) • melakukan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 149 158. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 146 155. BAHASA INDONESIA MENDENGARKAN • Menirukan • Menirukan bunyi Kaset dan tape Pengamatan Membedakan bunyi bunyi/suara tertentu suara burung bahasa seperti: suara burung. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 145 154. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 147 156. Yamin. Pasca Sarjana IKIP Bandung. Nana. Bandung: Sinar Baru. siang. 2006. 2004. Sudjana. Syaodih. hari dan atau malam hari jam (bulat) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 150 159. andung.

bidang. OLAHRAGA gerak dasar jalan. sederhana. arah dalam Menerapkan DAN KESEHATAN lari dan loncat berjalan.nama bagian.bagian tubuh dan bagian tubuh bagian tubuhnya kegunaannya dan kegunaannya Mengindetifikasi • Mengelompokkan • Praktek Batu. • Berjalan dengan • Praktek langsung toleransi dan berbagai pola berjalan dengan percaya diri langkah dan pola kecepatan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 152 161.ciri tertentu banyaknya • benda yang mempunyai warna. bintik dsb alam sekitar SENI MUSIK • Bertepuk tangan • Bermain tepuk Mengidentifikasi dengan pola tangan dengan unsur/elemen berbagai pola musik dari yang berbagai sumber dicontohkan bunyi yang dihasilkan tubuh manusia SENI TARI • Bergerak bebas • Mendengarkan Mengidentifikasi sesuai irama musik musik dan fungsi tubuh dalam bergerak bebas melaksanaan gerak mengikuti irama di tempat Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 153 162. SENI BUDAYA DAN SENI RUPA • Menyebutkan unsur • Mengamati KETERAMPILAN Mengidentifikasi rupa di lingkungan lingkungan lalu unsur rupa pada sekolah menyebutkan benda di alam benda-benda sekitar yang dilihatnya • Mengelompokkan • Mengamati berbagai jenis: lingkungan lalu bintik gari.mengamati banyaknya benda lingkungan dan yang mempunyai menyebutkan warna. PENDIDIKAN Mempraktikkan • Menerapkan konsep • Praktek langsung JASMANI. SARANA DAN SUMBER BELAJAR: • Kartu-kartu kata • Lembar kerja (jam) • Bola STRATEGI . bentuk dan ciri tertentu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 151 160. daun. PENDIDIKAN • Menyebutkan jenis • Menyebutkan KEWARGANEGARAAN kelamin anggota jenis kelamin keluarga. teman sebangkunya • Meyebutkan agama. mengelompokka warna dan bentuk n benda pada benda dua berdasarkan dan tiga dimensi di garis. OLAHRAGA DAN KESEHATAN • Menerapkan konsep arah dalam berjalan. lingkaran. dan bentuk huruf Matematika: • Membilang atau menghitung secara urut • Menyebutkan banyak benda • Menceritakan pengalamannya saat pagi. berlari dan melompat. kerjasama.• Menyebutkan agama yang ada di agama yang Indonesia dikenalnya Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 154 163. bentuk dan ciri tertentu IPS • Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN • Bertepuk tangan dengan pola PENDIDIKAN JASMANI. dalam berjalan. serta berlari dan nilai sportivitas. berlari konsep arah dalam permainan dan melompat. biji benda yang ada di benda dengan pengelompokkan salak lingkungan sekitar berbagai cara yang berdasarkan diketahui anak. bentuk dan sebanyak. siang atau malam hari IPA • Menunjukkan sebanyak-banyaknya benda yang mempunyai warna. • melompat. kejujuran. Lampiran 4: Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS : I TEMA : LINGKUNGAN MINGGU/HARI : I/Senin ALOKASI WAKTU : 5 x 35 menit INDIKATOR: Bahasa Indonesia: • Menanyakan data diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas • Menjiplak berbagai bentuk gambar. cirinya melalui • Menunjukkan • Praktek langsung pengamatannya sebanyak.tubuhnya lalu kehidupannya • Menyebutkan • menyebutkan Mengenal bagiankegunaan bagian.

Pembukaan (1 X 35 menit) • Berdoa bersama • Menyanyi lagu kasih ibu sambil bertepuk dengan variasi 1-2-1-2 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 155 164. menghitungnya dan menuliskan lambang bilangan dari jumlah benda yang dihitungnya (kegiatan ini dilakukan beberapa kali) • Kegiatan berikutnya (atau bagi yang sudah menyelesaikan kegiatan pertama) dapat membaca kalimat sederhana dari kartukartu kata yang sudah disiapkan guru • Guru meminta anak untuk melihat jam dinding dikelasnya. Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas.KEGIATAN A. Pokok-pokok pikiran ini merupakan bagian dari visi dan misi sekolah. Inovatif. sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. dan menceritakan suatu pengalaman yang menyenangkan dirinya • Guru meminta anak untuk berkeliling di kelas sambil melompat satu kaki dengan membilang (menghitung secara urut) lompatannya • Guru meminta beberapa anak mengemukakan tentang kegiatan yang dapat dilakukan pada waktu pagi hari. Inti (3 x 35 menit) • Di kelas anak secara individual diminta untuk mengamati berbagai benda yang ada dalam kelasnya. C. Dalam rangka mewujudkan . perlunya mandi/menjaga kebersihan • Berdoa pulang Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 156 Pembelajaran Aktif. lalu anak diminta untuk menggambarkan jam didinding tersebut dilengkapi dengan penunjukkan jarum jam pada saat anak melihat dan menggambarkannya. Kreatif. Penutup (1 x 35 menit) • Guru bercerita tentang perlunya air bagi makhluk hidup. • Guru meminta beberapa anak untuk menyebutkan identitas dirinya seperti nama dan alamatnya. siang hari dan malam hari B. Efektif. dan Menyenangkan 11 November 2008 at 10:58 83 komentar 50 Votes oleh A. Tarmizi Ramadhan Mengawali tulisan ini. saya ingin memberikan beberapa pemikiran dalam rangka upaya untuk mengembangkan mutu pendidikan melalui proses pembelajaran. memilih benda yang ada di kelas. yang dilanjutkan dengan tanya jawab • Pesan-pesan moral bagi anak misalnya tentang perlunya hemat air.

Berdasarkan teori belajar. sumber belajar. learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya). hanya saja sering terlupakan. melainkan sudah dikenal dan populer.Y. bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru. Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret. Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sangat efektif diterapkan di sekolah dasar. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan (Karli dan Yuliaritiningsih. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya.potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Hal ini relevan dengan tingkat perkembangan intelektual usia sekolah dasar (7-11 tahun) berada pada tahap operasional konkret (Piaget. learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru.. Mudahmudahan tulisan singkat ini dapat menjadi bahan masukan bagi para guru untuk menengok lingkungan sekitar yang penuh arti sebagai sumber belajar dan informasi yang . Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui). (2002) bahwa kecenderungan siswa sekolah dasar yang senang bermain dan bergerak menyebabkan anak-anak lebih menyukai belajar lewat eksplorasi dan penyelidikan di luar ruang kelas. Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. dan sarana belajar. Penulis terilhami menuangkan tulisan ini dengan maksud untuk dikembangkan menjadi visi misi sekolah sebagai prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan. Hal senada dikatakan Margaretha S. dalam Wilis:154). 2002).

dan penciptaan 8. Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya 9. Pembelajaran ini dapat dilakukan sembari melakukan pemberdayaan (empowering) terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. sehingga pada gilirannya dapat mencetak siswa yang cerdas dan cinta lingkungan. Berpusat pada peserta didik 2. Mengembangkan kreativitas peserta didik 3. penerima Nobel asal Bangladesh adalah orang yang banyak belajar berbasis lingkungan untuk mengembangkan ekonomi. kreatif. kreatif. dan bermakna 4. Dengan cara kerja seperti itu. Prinsip pembelajaran aktif. dia belajar sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. Mohamad Yunus. baik bagi si pembelajar itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. Bekerja dan belajar yang berbasis lingkungan sekitar memberikan nilai lebih. menyenangkan. maka lingkungan sosial dan ekonomi sekitar dapat menjadi laboratorium alam. sementara kita sekadar meneruskan kerja dari paradigma yang benar. dan menyenangkan (PAIKEM) 5. peserta didik aktif berbuat 7. dan menyenangkan (PAIKEM). Dasar Pemikiran Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada: 1. efektif. setiap orang/siswa perlu belajar apa pun. tetapi mereka harus bertindak secara lokal. Inovatif. sementara si pembelajar dapat melakukan proses pembelajaran dengan lebih baik dan efisien. penemuan. Siswa boleh saja berpikir secara global. inovatif. Katakanlah belajar ilmu sosial atau belajar ekonomi. Belajar melalui berbuat. bahkan mencari hikmah dari berbagai macam pengalaman bangsa-bangsa lain di seluruh dunia. Model pendekatan ini pun relevan dengan pembelajaran aktif. melainkan kita belajar dari kesalahan-kesalahan orang lain. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna 6. namun pengetahuan tentang pengalaman bangsa-bangsa lain tersebut dijadikan sebagai pembelajaran dalam tindakan di lingkungan secara lokal. efektif. Dengan mendirikan Grameen Bank. Menekankan pada penggalian. Artinya. Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah Pengertian PAIKEM .mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif. kita tidak perlu melakukan trial and error yang berkepanjangan. Suasana yang menarik.

tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. dan mengemukakan gagasan. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. 2. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. keterbatasan pilihan. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Secara garis besar. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. dan cocok bagi siswa. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa.PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. dan Menyenangkan. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. menyenangkan. 3. Inovatif. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut: 1. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. kemungkinan kegagalan. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ . Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Efektif. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. Menurut hasil penelitian. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. dan tentu saja rasa bosan. auditory atau kemampuan mendengar. Kreatif. dan kinestetik. Menyenangkan adalah suasana belajarmengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. mempertanyakan. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas.

5. misalnya: • • • • • • Percobaan Diskusi kelompok Memecahkan masalah Mencari informasi Menulis laporan/cerita/puisi Berkunjung keluar kelas Guru menggunakan alat bantu Sesuai mata pelajaran. Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri. Kemampuan Guru Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Kegiatan Belajar Mengajar Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam. atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah. • . dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. Pada saat yang sama.4. PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. untuk mengungkapkan gagasannya. misalnya: • • • • Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Lingkungan Siswa: • • • • Melakukan percobaan. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. mencari rumus sendiri. menggunakan. termasuk cara belajar kelompok. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian. guru dan sumber yang beragam. pengamatan.

efektif. inovatif. inovatif. dan menyenangkan) salah satu metode pembelajaran berbasis lingkungan. dan menyenangkan. Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan. kreatif.Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan Melalui: • • Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa Hasil karya yang merupakan anak sendiri • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) • • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. • Guru memberikan umpan balik. kreatif. efektif. • Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan seharihari • Guru memantau kerja siswa. Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terusmenerus Kesimpulan Berdasarkan hasil pengembangan visi dan misi di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif. Dengan demikian selama dalam proses pembelajaran akan mengajak siswa lebih aktif. • Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan. Mei 05 Bagaimana menyusun RPP berbasis PAIKEM ? Published By fatah85 under Home Tags: PAIKEM .

RPP merupakan pedoman bagi seorang Guru ketika melaksanakan pembelajaran. Mengembangkan kemampuan berfikir kritis dan kreatif serta mampu memecahkan masalah e.dan menyenangkan ada hal yang perlu diperhatikan diantaranya : a. Menciptakan ruangan kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik f.RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD dan Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP.Dalam permendiknas No 41 tahun 2007 tentang Standar Proses dikatakan bahwa perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang menuai identitas mata pelajaran Standar kompetensi (SK) Kompetensi dasar (KD). Sementara itu menurut Saminanto. Tujuan Pembelajaran : II. Materi Ajar : III. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan h. tujuan pembelajaran.Spd. mengenal siswa secara perorangan c.M. d. Metode Pembelajaran IV. inovatif. alokasi waktu metode pembelajaran kegiatan pembelajaran.efektif.RPP dibuat untuk setiap KD untuk dapat digunakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Kegiatan Pembelajaran Meliputi : Pendahuluan: Kegiatan Inti: Penutup: V. materi ajar. Mengembangkan aktifitas fisik dan mental Adapun contoh RPP PAIKEM adalah sebagai berikut : RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Mata pelajaran : Kelas/semester : Alokasi waktu : Standar Kompetensi : Kompetensi dasar : Indikator : I.kreatif. memahami kriteria siswa b. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar g. indikator pencapaian kompetensi. Bahan / Sumber Belajar VI. memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar. seperti halnya skenario yang merupakan acuan dalam alur cerita sebuah Film. Sedang RPP itu sendiri merupakan rencana yang menggambarkan cara dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar. Penilaian Meliputi : .Sc (2010) untuk meyusun RPP yang aktif. penilaian hasil belajar dan sumber belajar. maka guru bertindak sebagai pembuat skenario pembelajaran sebagai sutradara sekaligus sebagai pemeran utama dalam pembelajaran tersebut.

Prosedur Tes: Jenis Tes: Alat Tes: .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful