PEMBELAJARAN PAIKEM - Document Transcript

1. I HAN UR DA W Y T A TU NI PEMBELAJARAN BERBASIS PAIKEM (CTL, Pembelajaran Terpadu, Pembelajaran Tematik) Materi Pelatihan Penguatan Penguatan Pengawas Sekolah DIREKTORAT TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2010 2. SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Di dalam pelaksanaan program penguatan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah yang merupakan agenda dari program 100 hari Mendiknas, Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) telah menyusun materi untuk penguatan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah. Di dalam pengembangan materi tersebut telah mengacu kepada standar pengawas sekolah sebagaimana diatur dalam Permendiknas No. 12 tahun 2007. Saya memberikan penghargaan yang tinggi kepada Direktorat Tenaga Kependidikan atas dihasilkannya materi penguatan kemampuan pengawas sekolah dalam rangka meningkatkan kompetensi pengawas sekolah. Materi ini diharapkan dapat dijadikan referensi bagi individu pengawas sekolah dan lembaga yang terkait dalam penguatan kemampuan pengawas sekolah di Propinsi dan Kab/Kota. Berbagai pihak yang ingin berkontribusi terhadap program penguatan pengawas sekolah dapat memperkaya dengan berbagai referensi dan khasanah bacaan lainnya untuk mewujudkan pengawas sekolah yang profesional dan akuntabel. Semoga semua usaha kita untuk penguatan kemampuan pengawas sekolah sesuai dengan standar pengawas sekolah sebagaimana diamanahkan dalam Permendiknas No. 12 tahun 2007 dapat diwujudkan, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya dan menghasilkan lulusan yang cerdas, kreatif, inovatif dan berpikir kritis. Jakarta, Januari 2010 Direktur Jenderal PMPTK Prof. Dr. Baedhowi, M.Si NIP 19490828 197903 1 001 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah i 3. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah ii 4. KATA PENGANTAR Pada tahun 2007, Direktorat Tenaga Kependidikan, Ditjen PMPTK bekerjasama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah berhasil merumuskan standar pengawas sekolah/madrasah yang ditetapkan melalui Permendiknas No 12 tahun 2007. Untuk mengoperasionalkan dan mengimplementasikan Permendiknas tersebut, Direktorat Tenaga Kependidikan telah berupaya menyusun materi pelatihan sesuai dengan masing-masing komponen kompetensi pengawas sekolah yang diatur dalam Permendiknas No 12 tahun 2007. Materi yang telah disusun ini merupakan bagian dari rencana pelaksanaan program penguatan pengawas sekolah, program kedua dari delapan program 100 hari Mendiknas. Program penguatan kemampuan pengawas sekolah sangat penting mengingat peran strategis pengawas sekolah di dalam proses peningkatan mutu pendidikan. Pengawas sekolah mempunyai tugas yang sangat penting di dalam mendorong guru untuk malakukan proses pembelajaran untuk mampu menumbuhkan kemampuan kreatifitas, daya inovatif, kemampuan

pemecahan masalah, berpikir kritis dan memiliki naluri jiwa kewirausahaan bagi siswa sebagai produk suatu sistem pendidikan. Materi ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi peningkatan kompetensi pengawas sekolah sesuai yang diamanahkan Permendiknas No 12 tahun 2007. Kami menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna, namun kami perlu menyampaikan penghargaan kepada tim penyusun buku ini yang telah berusaha dan berhasil mempersiapakan materi yang dapat dijadikan bahan bacaan bagi usaha peningkatan kompetensi pengawas sekolah. Berbagai pihak yang terkait dengan penguatan kemampuan pengawas sekolah dapat memperkaya dengan materi yang lain sepanjang mencapai tujuan yang sama yaitu meningkatkan kompetensi pengawas sekolah sesuai dengan Permendiknas No 12 tahun 2007. Semoga buku ini bermanfaat bagi usaha penguatan kemampuan pengawas sekolah di seluruh Kab/Kota di Indonesia. Jakarta, Januari 2010 Direktur Tenaga Kependidikan Surya Dharma, MPA, Ph.D 19530927 197903 1 001 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah iii 5. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah iv 6. DAFTAR ISI SAMBUTAN DIRJEN PMPTK ........................................................................ i KATA PENGANTAR ................………………………….…………..……… iii DAFTAR ISI ....................................................................................................... v PENDAHULUAN ...…………………………….…………..……………….. 1 A. Latar belakang ....................................................................................... 1 B. Dimensi Kompetensi .............................................................................. 1 C. Kompetensi yang Hendak Dicapai ....................................................... 2 D. Indikator Pencapaian Kompetensi ....................................................... 2 E. Alokasi Waktu ...................................................................................... 2 F. Skenario .................................................................................................. 2 PEMBELAJARAN PAIKEM ……………………….……..……….. 4 …………………………. A. Latar Belakang ………………………................ …………………….... 4 B. Konsep Dasar Pembelajaran ……………………………………….. 7 …….…………………………..… C. Tujuan PAIKEM …………..…………………………………………… 14 D. Karakteristik PAIKEM ……………………………………….......….... 14 E. Jenis-jenis PAIKEM 16 …………………………………………………………………………… F. Penerapan PAIKEM…………………………………………………… 16 PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) ……………………..........… 21 A. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis ......………………………… 21 B. Pengertian Pembelajaran Kontekstual ................................................ 24 C. Langkah-langkah CTL ………………………………………………... 26 D. Karakteristik Pembelajaran CTL……………….......………………… 26 E. Strategi Pembelajaran Kontekstual ..................................................... 29 F. Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran 31 Tradisional ............................................................................................... Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah v 7. …………. G. Evaluasi Otentik dalam CTL ................................................................. 33 ……………. H. Penerapan

Pembelajaran Kontekstual di Kelas ................................. 35 ……………. PEMBELAJARAN TERPADU ..........................................................………. 55 A. Latar Belakang ........................................................................................ 58 …………. B. Tujuan Pembelajaran Terpadu ............................................................. 61 C. Jenis-jenis Pembelajaran ...................................................................... 62 D. Pembelajaran IPA Terpadu .................................................................. 62 E. Pembelajaran IPS Terpadu ................................................................... 96 ……………. PEMBELAJARAN TEMATIK ....................................................................... 109 A. Latar Belakang ........................................................................................ 116 ……………. B. Kerangka Berpikir .................................................................................. 118 C. Pengertian Pembelajaran Tematik ....................................................... 122 ...…………. D. Landasan Pembelajaran Tematik ......................................................... 125 E. Karakteristik Pembelajaran Tematik ................................................... 126 ……………. F. Rambu-rambu Pembelajaran Tematik ................................................. 128 ……………. G. Implikasi Pembelajaran Tematik .......................................................... 128 ……………. H. Tahap Persiapan Pembelajaran ............................................................ 130 ……………. I. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran ........................................................ 134 ……………. J. Penilaian Pembelajaran Tematik .......................................................... 137 …………. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah vi 8. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah vii 9. PENDAHULUAN A. Latar belakang Tugas pengawas satuan pendidikan tidak hanya melakukan supervisi manajerial kepala sekolah, namun juga membina guru melalui supervisi aka- demik. Dalam pembinaan guru tentu harus mengacu pada kompetensi guru, terutama kompetensi profesional berkaitan dengan proses pembelajaran. Se- jalan dengan perkembangan teknologi serta teori-teori pembelajaran, maka guru pun dituntut mampu menguasai dan memilih pendekatan, strategi dan metode pembelajaran yang tepat, sehingga menjadikan siswa aktif, kreatif, dan belajar dalam suasana senang serta efektif. Menghadapi tugas tersebut pengawas tentu harus menguasai strategi/ metode/ teknik pembelajaran/bimbingan yang up to date. Bila pengetahuan pengawas sudah ketinggalan, apa lagi hanya mengandalkan pengalaman tan-pa didukung teoriteori, maka pengawas tidak akan mandapatkan respek dari para guru yang dibinanya. Paling tidak, untuk jenjang pendidikan dasar pe-ngawas harus memahami garis besar strategi pembelajaran mata pelajaran utama antara lain: matematika, IPA, IPS, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Materi pelatihan ini dimaksudkan memberikan wawasan dan pengalaman langsung melalui praktekpraktek simulasi bagi pengawas dalam melaksanakan tugas supervisi akademik di tingkat TK, SD, SMP, SMA, SMK, SLB. B. Dimensi Kompetensi Dimensi kompetensi yang diharapkan dibentuk pada akhir Diklat ini adalah dimensi Kompetensi Supervisi Akademik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 1

Refleksi bersama antara peserta dengan pelatih mengenai jalannya pelatihan. Alokasi Waktu No. indikator. efektif. Diskusi tentang indikator keberhasilan pelatihan strategi pembelajaran. Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator pencapaian hasil diklat ini adalah apabila pengawas dapat: 1. alokasi waktu dan skenario pendidikan dan pelatihan strategi pembelajaran. 5. ino. Pembelajaran Tematik 4 jam F. Menggunakan pendekatan andragogi. dan mengeneralisasi dalam suasana diklat yang aktif. Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. Perkenalan 2. E. c. yaitu lebih mengutamakan pe. Penutup Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 3 12. dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar. Tugas guru adalah menyampaikan materi-materi dan siswa diberi tanggung jawab untuk menghafal semua pengetahuan. dengan memberikan ide-ide. dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide. me. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 4 . menganalisis. Memang pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek. PEMBELAJARAN PAIKEM A. Peranan pelatih lebih sebagai fasilitator. Memahami Hakikat Pendekatan Pembelajaran 2. b. Pembelajaran Berbasis CTL 4 jam 2. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. Penyampaian Materi Diklat: a. 3. C.Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 2 11. melalui pendekatan andragogi.vatif. 8. Praktik pengembangan strategi pembelajaran. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya. Skenario 1. mampu memecahkan masalah melalui mata. menyenangkan. D. Kompetensi yang Hendak Dicapai Setelah mengikuti pelatihan ini pengawas diharapkan dapat membim-bing guru dalam memahami. nyimpulkan. 6. Eksplorasi pemahaman peserta berkenaan dengan strategi pembelajaran. Pre-test 4. Membimbing guru dalam menggunakan Berbagai Metode Pembelajaran Berbasis PAIKEM pada setiap mata pelajaran sesuai dengan tingkat berpikir peserta didik. Post test.mata pelajaran yang relevan. Pejelasan tentang dimensi kompetensi. kreatif. IPS Terpadu) 4 jam 3. dan bermakna.10. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. memilih dan menggunakan strategi/metode/tek. Latar Belakang Para ahli pendidikan berpendapat bahwa proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini cenderung berpusat kepada guru. 7.nik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan potensi siswa agar kritis.ngungkapan kembali pengalaman peserta pelatihan. Mengidentifikasi Berbagai Jenis Pembelajaran PAIKEM 3. oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. kreatif. inovatif. Pembelajaran Terpadu (IPA Terpadu. Materi Diklat Alokasi 1. Guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa.

Proses perubahan . B. Pendekatan pembelajaran berfokus pada guru yang meliputi fungsi. Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif. krativitas. yaitu: (1) belajar isyarat. (5) membedakan. peran. eksperimen. Kelas yang hidup diharapkan dapat mengimbangi perubahan yang terjadi di luar sekolah yang demikian cepat. Pembelajaran Pembelajaran Terpadu . Lebih jauh Gagne (1985) mengemukakan bahwa kata-kata seperti penemuan (discovery) dan kreatifitas (creativity) kadang-kadang diasosiasikan sebagaii pemecahan masalah. Pendekatan pembelajaran berfokus pada masalah meliputi masalah personal. (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving). (2) stimulus-respon. sistem instruksional. sistem informasi. tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. Karakteristik ini berhubungan dengan apa yang menjadi fokus dan mendapat tekanan dalam pembelajaran. Konsep Dasar Pembelajaran 1. Oleh karenanya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tergantung pada pendekatannya. siswa berusaha menyeleksi dan menggunakan aturan-aturan yang telah dipelajari terdahulu untuk membuat formulasi pemecahan masalah. dll. Belajar dan Pembelajaran Belajar dan pembelajaran merupakan konsep yang saling berkaitan. atau pendekatan pembelajaran yang berfokus pada teknologi. Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning /CTL). (4) rangkaian verbal. optimal. Pembelajaran Inkuiri dengan menggunakan metode pembelajaran berbuat seperti: kerja kelompok. dan aktivitas guru. menyenangkan. Ada pendekatan pembelajaran yang berfokus pada siswa yang meliputi perkembangan. (3) rangkaian gerak. pengamatan.13. Istilah pendekatan merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. pengalaman siswa. dan kemadirian sesuai denganbakat. (6) pembentukan konsep. tingkat pemahaman yang lebih tinggi. Pendekatan atau model-model pembelajaran tersebut menjadi tumpuan harapan para ahli pendidikan dan pengajaran dalam upaya menghidupkan kelas secara Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 5 14. aktivitas. Di lihat dari urutan belajar. lingkungan. Setiap pendekatan memiliki ciri-ciri dasar atau karakteristik sendiri. kemampuan berpikir. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan. belajar pemecahan masalah adalah tipe belajar paling tinggi karena lebih kompleks. menantang. penelitian sederhana. pemecahan masalah. dan pembelajaran praktik dengan dikombinasikan dengan metode ekspositori seperti ceramah. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 6 15. dan konfirmasi. elaborasi. Dalam tipe belajar pemecahan masalah. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. minat. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. tanya jawab dan demonstrasi adalah pendekatan pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan itu. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. sosial. inspiratif. sumber belajar. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne (1985) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar. media.

baik anak-anak maupun manusia dewasa. Pengaturan peristiwa pembelajaran dilakukan secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuat berhasil guna (Gagne. Pada kenyataannya ada kewajiban bagi manusia dewasa atau orang-orang yang memiliki kompetensi lebih dahulu agar menyediakan ruang. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 7 16. Oleh karena itu pembelajaran perlu dirancang. Pada hakikatnya belajar dilakukan oleh siapa saja. yaitu: kecerdasan. dan sumber daya. Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat. Dalam hal ini proses belajar diharapkan terjadi secara optimal pada peserta didik melalui cara-cara yang dirancang dan difasilitasi oleh guru di sekolah. dengan memperhitungkan kejadiankejadian eksternal yang berperanan terhadap rangkaian kejadian. Faktor yang memengaruhi proses pembelajaran terdiri dari faktor internal dan eksternal. Ada beberapa hal yang termasuk faktor internal. (5) memiliki arah dan tujuan. dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan. Faktor internal adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan pribadi guru sebagai pengelola kelas. melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey). Faktor eksternal. 1993) Proses pembelajaran yang berhasil guna memerlukan teknik. dan sebagainya. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 8 17. Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. dan mental. (3) tidak bersifat sementara. sosio kultural. Adapun yang termasuk faktor eksternal adalah: lingkungan sekolah. motivasi. sikap. Raka Joni.kejadian internal yang berlangsung di dalam peserta didik (Winkel. pemahaman. (2) perubahan dalam belajar bersifat sinambung dan fungsional.tingkah laku merupakan upaya yang dilakukan secara sadar berdasarkan pengalaman ketika berinteraksi dengan lingkungan. minat. 1992). Sehingga diperlukan strategi yang tepat dan efektif. (4) bersifat positif dan aktif. Tingkah laku yang berubah sebagai hasil proses pembelajaran mengandung pengertian luas. Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan. Pembelajaran merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik. Keberhasilan belajar peserta didik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. dan kondisi agar terjadi proses belajar pada anak-anak.ekonomis. kondisi fisik. dan dikendalikan pelaksanaannya (Miarso. ditetapkan tujuannya sebelum dilaksanakan. Pola tingkah laku yang terjadi dapat dilihat atau diamati dalam bentuk perbuatan reaksi dan sikap secara mental dan fisik. keterampilan (kecakapan). lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). keluarga dan masyarakat (keadaan sosio. yaitu pengetahuan. sikap. Faktor internal. Dengan demikian diperlukan kegiatan pembelajaran yang disiapkan oleh guru. peserta didik. 1991). dan keadaan masyarakat). mencakup pengetahuan. waktu. 1985). bakat (aptitude). sehingga terjadi perubahan tingkah laku. dan perbuatan. Guru harus dapat . adalah kondisi di luar individu peserta didik yang mempengaruhi belajarnya. materi. metode. dan (6) mencakup seluruh aspek perubahan tingkah laku. Perubahan yang terjadi memiliki karakteristik: (1) perubahan terjadi secara sadar. yaitu kondisi dalam proses belajar yang berasal dari dalam diri sendiri.

d. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. Pemilihan strategi ekspositori atau diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan karakteristik kompetensi yang menjadi tujuan yang terdiri dari sikap. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 10 19. materi pembelajaran tidak terlalu luas. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. Faktor eksternal adalah kondisi yang timbul atau datang dari luar pribadi guru. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. sedangkan pendekatan pembelajaran Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 9 18. dan bahan cukup. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. media.melaksanakan proses pembelajaran. serta karakteristik peserta didik dan sumber daya yang dimiliki. Oleh karena itu tidak ada strategi yang tepat untuk semua kondisi dan karakteristik yang dihadapi. alokasi waktu terbatas. Kegiatan pembelajaran berbentuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 11 . alokasi waktu cukup tersedia. Berdasarkan pendekatan yang digunakan. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. dan e. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. a. sumber referensi. b. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. kondisi fisik. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. alat. penguasaan bahan. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. kesesuaian antara tugas dan tanggung jawab. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. Guru diharapkan mampu memilah dan memilih dengan tepat strategi yang digunakan agar hasil pembelajaran efektif dan maksimal. dan e. oleh sebab itu guru harus memiliki persiapan mental. yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi diskoveri inkuiri (discovery inquiry). c. b. dan lingkungan sekolah. yang dimaksud adalah faktor lingkungan alam. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguhsungguh. Resitasi. lingkungan sosial. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. sumber referensi terbatas. diskusi kelas. pengetahuan dan keterampilan. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menggunakan strategi ekspositori. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. antara lain keluarga dan lingkungan pergaulan di masyarakat. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. c. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. dan tanya jawab. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. secara umum ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre oriented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre oriented). d. a. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. Preparasi. Faktor lingkungan. dan motivasi kerja. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a.

eksperimen. 2. dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Tujuan PAIKEM Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya. Oleh karena itu dalam Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 12 21. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. d. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap. Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 13 22. PAIKEM Sebagai Model Pembelajaran Berbasis Kompetensi PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. kelas dengan jumlah tertentu. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. Metode yang digunakan adalah observasi. kreatif. sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap. Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. c. sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. menarik keputusan. pengetahuan. Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah. kecakapan sistematis dalam menilai. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan . potensi. dan kecepatan belajar yang beragam. f. Prinsip pembelajaran berbasis kompetensi adalah sebagai berikut: a. Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur. b. simulasi. Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. memberi keyakinan. pengetahuan. sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya. ekplorasi. dan Menyenangkan. dan sebagainya. guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya. Inspiratif/Interaktif/ Inovatif. C. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial.20. Kritis /Kreatif. kesulitan maupun ancaman. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. dan keterampilannya. dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. Efektif. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). memecahkan masalah. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga mencapai ketuntasan yang ditetapkan. diskusi kelompok. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. e. Peserta didik memiliki karakteristik. sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis.

memang berada pada diri siswa. Jenis-Jenis PAIKEM Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PAIKEM antara lain adalah pembelajaran kotekstual (CTL). Komunikasi. persepsi. • mengapa demikian? • apakah hal itu berlaku untuk …? • Untuk perbaikan gagasan/makna • Untuk tidak mengulangi kesalahan • Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. kecakapan sistematis dalam menilai. bentuknya antara lain: • Mengemukakan pendapat • Presentasi laporan • Memajangkan hasil kerja • Ungkap gagasan 3. perhatian.creative thinking). makna. D. Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. pembusukan makanan. aktivitas. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. interaksi dan refleksi. tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. 2. pengalaman dan kemandirian siswa. kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. 1. Dsb. wabah penyakit. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam mem. Pembelajaran Pengayaan dengan menggunakan berbagai strategi antara lain dengan Les. kejahatan. kegagalan panen. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka. umpamanya masalah kemiskinan. bentuknya antara lain: • Diskusi • Tanya jawab • Lempar lagi pertanyaan o Kesalahan makna berpeluang terkoreksi o Makna yang terbangun semakin mantap o Kualitas hasil belajar meningkat Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 15 24. motivasi. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). F. dan transfer dalam belajar. pemalsuan produk. Penerapan PAIKEM Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 16 25. Berdasarkan panduan penyusunan KTSP (KTSP). siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. Sesuai dengan singkatan PAIKEM. Pembelajaran Terpadu (Tematik. memecahkan masalah menarik keputusan. 4. komunikasi. kegiatan tugas terstruktur. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. memberi keyakinan. kemacetan lalu lintas. Tanggung jawab belajar. Pembelajaran berbasis TIK (ICT). Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri. atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi. dan diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri. ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Karakteristik PAIKEM Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 14 23. Interaksi. maka pembelajaran yang berfokus pada siswa. E.bangun gagasan. IPA Terpadu. retensi. Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: • Melakukan pengamatan • Melakukan percobaan • Melakukan penyelidikan • Melakukan wawancara • Siswa belajar banyak melalui berbuat • Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. IPS Terpadu).son Study. dan . Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. Dalam pembelajaran pemecahan masalah.

cooperating. d. applying. atau demonstrasi. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri . dan untuk SD terdiri dari 35 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. Resitasi. 3. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. SMP terdiri dari 40 menit. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. diskusi kelas. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. observasi di sekolah. beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA/SMK terdiri dari 45 menit. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. tanya jawab. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. atau proyek. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. demonstrasi. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 18 27. Preparasi. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. dan e. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. b. diskusi kelas. presentasi. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. atau simulasi. sumber referensi terbatas. eksperimen. observasi di sekolah. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. teman belajar. a. experiencing. alokasi waktu terbatas. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. Sekolah standar. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). diskusi kelompok. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. presentasi. observasi lingkungan. demonstrasi. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri.kegiatan mandiri tidak terstruktur. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. tanya jawab. tutor. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. Metode yang digunakan seperti penugasan. 1. peran guru sebagai fasilitator. Kegiatan Tugas terstruktur Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 17 26. c. a. eksperimen. atau proyek. observasi lingkungan. atau simulasi. 2. yaitu relating.

Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. a. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. Penumbuhan minat melalui pengalaman langsung untuk merangsang belajar. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. siswa akan belajar dengan baik apabila apa yang mereka pelajari berhubungan dengan apa yang telah mereka ketahui. Harus ada kerja sama antara sekolah dan masyarakat. Siswa harus bebas agar dapat berkembang wajar. sumber referensi. Pokok-pokok pandangan progressivisme antara lain: 1. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 20 29. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. dan tanya jawab. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis Penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) di Amerika Serikat bermula dari pandangam ahli pendidikan klasik John Dewey yang pada tahun 1916 mengajukan teori kurikulum dan metodologi pengajaran yang berhubungan dengan pengalaman dan minat siswa. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. b.dilakukan atas pertimbangan: a. dan sebagainya. alat. Selain teori progressivisme John Dewey. 2. diskusi kelas. Filosofi pembelajaran kontekstual berakar dari paham progressivisme John Dewey. materi pembelajaran tidak terlalu luas. Siswa akan belajar dengan baik apabila mereka terlibat secara aktif dalam segala kegiatan di kelas dan berkesempatan untuk menemukan sendiri. dan e. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. eksperimen. Sejauh ini pendidikan kita masih di dominasi oleh pandangan bahawa pengetahuan sebagai perangkat fakta- . Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. Siswa belajar dengan baik apabila mereka secara aktif dapat mengkonstruksi sendiri pemahaman mereka tentang apa yang diajarkan oleh guru. Belajar dipendang sebagai usaha atau kegiatan intelektual untuk membangkit ideide yang masih laten melalui kegiatan introspeksi. dan bahan cukup. 5. ekplorasi. d. 3. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. siswa menunjukkan belajar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 21 30. Metode yang digunakan adalah observasi. dalam bentuk apa yang mereka ketahui dan apa yang dapat mereka lakukan. Sekolah progresif harus merupakan laboratorium untuk melakukan eksperimen. Guru sebagai pembimbing dan peneliti. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. teori kognitif melatarbelakangi pula filosofi pembelajaran kontekstual. 4. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 19 28. d. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL A. diskusi kelompok. simulasi. serta proses belajar akan produktif jika siswa terlibat dalam proses belajar di sekolah. 6. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. alokasi waktu cukup tersedia. media. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. Intinya. c.

Pemahaman yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman-pengalam belajar bermakna. Teori konstruksivis menuntut siswa berperan aktif dalam pembelajaran mereka sendiri. konsep. tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkontruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. siswa dapat memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan yang dipelajari. maka strategi kontruksivis sering disebut pengajaran yang berpusat pada siswa (studentcentered instruction). bukan memberikan ceramah atau mengendalikan seluruh kegiatan di kelas. Melalui strategi. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. Siswa diharapkan memapu mempraktikkan pengetahuan/pengalaman yang telah diperoleh dalam konteks kehidupan. berubah dan tidak menentu. diperlukan sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. teori kontruksivisme memandang siswa secara terus menerus memeriksa informasi-informasi baru yang berlawanan dengan aturan-aturan lama dn memperbaiki aturan-aturan yang tidak sesuai lagi. Belajar adalah proses pemaknaan informasi baru 2. filosofi konstruksivisme berkembang. Segala sesuatu bersifat temporer. 3. Dengan demikian. Berpijak pada dua pandangan itu. Kerja kelompok dianggap sangat berharga. atau prinsip bagi diri mereka sendiri. Di dalam kelas yang pengajarannya terpusat kepada siswa.fakta yang harus dihafal. Strategi belajar yang digunakan menentukan proses dan hasil belajar. 5. dan selalu berubah. siswa diharapkan dapat membangun pemahaman sendiri dari pengalaman/pengetahuan terdahulu. Pemahaman ini diperoleh siswa karena ia dihadapkan kepada lingkungan belajar yang bebas yang merupakan unsur yang sangat esensial. siswa diharapkan belajar melalui mengalami bukan menghafal. pengetahuan bersifat non-objektif. Belajar pada hakikatnya memiliki aspeksosial dan budaya. Tujuan . Menurut filosofi konstruktivisme. atau akal manusia berfungsi sebagai alat untuk melakukan interpretasi sehingga muncul makna yang unik. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghapal fakta-fakta. kebebasan dipandangan sebagai penentu keberhasilan karena kontrol belajar dipegang oleh siswa sendiri. Untuk itu. Karena penekanannya pada siswa aktif. Otak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 22 31. bukan memindahkan pengetahuan kepada orang yang belajar. CTL dipromosikan menjadi alternatif strategi belajar yang baru. Kebebasan merupakan unsur esensial dalam lingkungan belajar. bukan perolehan pengetahuan dan mengajar diartikan sebagain kegiatan atau menggali makna. Dalam pandangan kontruksivistik. Belajar adalah pemaknaan pengetahuan. Dasarnya pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dari konteks yang terbatas dan sedikit demi sedikit. Hakikat teori kontruksivisme adalah bahwa siswa harus menjadikan informasi itu menjadi miliknya sendiri. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 23 32. temporer. Siswa yang harus mengkontruksikan sendiri pengetahuannya. Siswa diharapkan juga melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut. Dengan paham kontruksivisme. Beberapa proposisi yang dapat dikemukakan sebagai implikasi dari teori kontruktivistik dalam praktek pembeljaran di sekolah-sekolah kita sekarang adalah sebagai berikut: 1. kemudian ceramah sebagai pilihan utama strategi belajar. Melalui landasan filosofi konstruksivisme. 4. peranan guru adalah membantu siswa menemukan fakta.

dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). Lakukan refleksi di akhir pertemuan. Langkah-langkah CTL CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja ber.pan mereka sehari-hari. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik. Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan-nya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidu. Lakukan . 6. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning).atu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. B. experiencing. Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. CTL merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. applying. hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. menemukan (inquiri). Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah. dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelaaran efektif. 4. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. Proses pembelajaran berlangsung lebih alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. Secara garis besar. cooperating. dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel da-pat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya. 2. Kembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. sosial. Dalam kelas kontekstual. langkah-langkah yang harus ditempuh dalam CTL adalah sebagai berikut: 1. masyarakat belajar (learning community). Ciptakan masyarakat belajar. Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Dengan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 24 33. bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual. 7. bidang studi apa saja.sama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). yakni: konstruktivisme (constructivism). paham konstruktivistik menolak pandangan behavioristik. Dengan demikian. konsep ini. dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. C. 3. dan kelas yang bagaimanapun keadaannya.pembelajaran konstruktivistik menekankan pada penciptaan pemahaman yang menuntut aktivitas yang kreatif dan produktif dalam konteks nyata. bertanya (questioning). Pengertian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. pemodelan (modeling). 5. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 25 34. yaitu relating. tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. Sesu. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran.

program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru. Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful connections) Keterkaitan yang mengarah pada makna adalah jantung dari pembelajaran dan pengajaran kontekstual.penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) dengan berbagai cara. Karakteristik Pembelajaran CTL 1. Guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. peta-peta. 2. Siswa aktif. 7. membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. lang-kah-langkah pembelajaran. 11. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 26 35. Pembelajaran terintegrasi. laporan hasil pratikum. program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya. gambar. humor dan lain-lain. ilmu pengetahuan alam. 4. media untuk mencapai tujuan tersebut. melibatkan kegiatan menghubungkan masalah ilmu dengan kehidupan sehari-hari dengan cara-cara yang berarti bagi siswa. Bekerjasama (collaborating) Siswa dapat bekerja sama. artikel. 4. Beberapa komponen utama dalam pembelajaran Kontekstual menurut Johnson (2000: 65). Belajar dengan bergairah. Kerjasama. materi pembelajaran. Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa. Siswa kritis guru kreatif. 2. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran. Berpikir kritis dan kreatif (critical dan creative thinking) Pembelajaran kontekstual membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. Saling menunjang. 9. Melakukan kegiatankegiatan yang berarti (doing significant works) Model pembelajaran ini menekankan bahwa semua proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas harus punya arti bagi siswa sehingga mereka dapat mengkaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sisw 3. 5. Menyenangkan. Ketika siswa dapat mengkaitkan isi dari mata pelajaran akademik. nerpikir kritis dan berpikir kreatif. karangan siswa dan lain-lain Dalam pembelajaran kontekstual. mandiri. tidak membosankan. 8. Mengkaitkan pembelajaran dengan kehidupan seseorang membuat proses belajar menjadi hidup dan keterkaitan inilah inti dari CTL. sedangkan program untuk pembelajaran kontekstual le-bih menekankan pada skenario pembelajarannya. Sharing dengan teman. Atau sejarah dengan pengalamannya mereka sendiri. D. 3. dan authentic assessmentnya. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 27 36. Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor tetapi hasil karya siswa. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (je-las dan operasional). 5. Dalam konteks itu. Pembelajaran yang diatur siswa sendiri. Belajar yang diatur sendiri (self-regulated Learning) Pembelajaran yang diatur sendiri. Menggunakan berbagai sumber. membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling berkomunikasi. mereka menemukan makna. 6. yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. dan makna memberi mereka alasan untuk belajar. merupakan pembelajaran yang aktif. 10. kecakapan . memberi kebebasan kepada siswa menggunakan gaya belajarnya sendiri. yang dapat di uraikan sebagai berikut: 1.

Penilaian autentik merupakan antitesis dari ujian stanar. mencapai keunggulan (excellent). 6. 4. Dalam pengetahuan dan konsep yang esensi dari mata pelajaran. mensintesis. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian. memberi keyakinan. tanggung jawab. Tugas dan kegiatan yang akan dilakukan siswa harus sesuai dengan minat. ketajaman pemahaman dalam mengembangkan sesuatu. penilaian autentik memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sambil mempertunjukkan apa yang sudah mereka pelajari. dsb. Pendekatan ini mencakup pengumpulan informasi yang berkaitan dengan pertanyaan. Pembelajaran Autentik (Authentic Instruction) Suatu pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna. dan mempresentasikan penemuannya kepada orang lain. Belajar berbasis Masalah (Problem-Based Learning) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 29 38.sistematis dalam menilai. Belajar Berbasis Inquiry (Inquiry-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan menyediakan kesempatan untuk pembelajaran bermakna. 3. minat. Strategi Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menempatkan siswa di dalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari (Nurhadi. Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja secara mandiri dalam . Guru dalam pembelajaran kontekstual juga berperan sebagai konselor. serta untuk memperoleh pegetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. 8. sikap. Suatu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 28 37. dan mentor. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. 2. Menggunakan Penilaian yang otentik (using authentic assessment) Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan akademik baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu. dan melaksanakan tugas bermakna lainnya. Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nuturing the individual) Dalam pembelajaran kontekstual siswa bukan hanya mengembangkan kemampuankemampuan intelektual dan keterampilan. asalkan sia dibantu oleh gurunya dalam menemukan potensi dan kekuatannya. Ia mengembangkan keterampilan berpikir dan memecahkan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata. tetapi juga aspek-aspek kepribadian: integritas pribadi. 1. E. memecahkan masalah menarik keputusan. Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards) Pembelajaran kontekstual diarahkan agar siswa berkembang secara optimal. 2004: 56). 7. Dalam hal ini siswa terlibat dalam penyelidikan untuk pemecahan masalah yang mengintegrasikan keterampilan dan konsep dari berbagai isi materi pelajaran. Strategi yang berasosiasi dengan pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut. Belajar berbasis Proyek/Tugas (Project-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran komprehensif di mana lingkungan belajar siswa (kelas) didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah autentik termasuk pendalaman materi dari suatu topik mata pelajaran. kebutuhan dan kemampuannya. Tiap siswa bisa mencapai keunggulan. Yasin dan Senduk. motif berprestasi. disiplin.

5. yakni siswa diajak menggunakan bahasa dalam konteks nyata. sedangkan dalam pembelajaran tradisional ketrampilan dikembangkan atas dasar latihan. sedangkan dalam pembelajaran tradisional seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia takut hukuman. dan mengkulminasikan dengan produk nyata. saling mengoreksi. Jadi dalam hal ini. Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual. perilaku dibangun atas kesadaran sendiri sedangkan dalam pembelajaran tradisional perilaku dibangun atas kebiasaan. siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran. 7.mengkonstruk pembelajarannya. Belajar Berbasis Kerja (Work-Based Learning) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 30 39. 2. 6. Belajar Kooperatif (Cooperatif Learning) Pendekatan pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan. kemudian dilatihkan (drill). seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia sadar hal itu keliru dan merugikan. tempat kerja atau sejenisnya dan berbagai aktifitas dipadukan dengan materi pelajaran untuk kepentingan siswa. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa adalah penerima informasi yang pasif. Suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi pelajaran berbasis sekolah dan bagaimana materi tersebut dipergunakan kembali di tempat kerja. jadi menekankan hubungan antara pengalaman jasa-layanan dan pembelajaran akademis. F. sedangkan dalam pembelajaran tradisional. keterampilan dibangun atas kesadaran diri. hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 32 . Dalam pembelajaran kontekstual. 3. bahasa diajarkan dengan pendekatan struktural: rumus diterapkan sampai paham. sedangkan dalam pemebelajaran tradisional pembelajaran sangat abstrak. Belajar Berbasis Jasa-Layanan (Service Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengkombinasikan jasa layanan masyarakat dengan suatu struktu berbasis sekolah untuk merefleksikan jasalayanan tersebut. Dalam pembelajaran kontekstual. Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran Tradisional Terlihat jelas perbedaan proses pembelajaran kontekstual yang berpijak pada pandangan kontrukstivisme dengan pembelajaran tradisional yang berpijak padangan behaviorisme-objektivis. Dengan kata lain. diskusi. Dalam pembelajaran kontekstual. 7. 6. pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan atau masalah yang disimulasikan. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pembelajaran tradisional hadiah untuk perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor. 1. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa belajar secara individual. 8. Menurut Sanjaya (2006 : 256) ada beberapa perbedaan yang dapat diuraikan sebagai berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 31 40. siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok. 5. bahasa diajarkan dengan pendekatan komunikatif.. pendekatan ini menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru yang diperlukan dan berbagi keterampilan untuk memenuhi kebutuhan dalam masyarkat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya.. 4.

Perubahan dan perkembangan bidang atau aspek tertentu mungkin sangat banyak/tinggi. pengamatan. atau hukum yang brada di luar diri manusia. Evaluasi juga dilakukan pada waktu siswa berdiskusi. Setiap saat terjadi perubahan dan perkembangan pada para siswa. tengah semester atau akhir unit. percobaan. G. Hal ini tidak berarti.41. Evaluasi Otentik Sebagai Ciri Penilaian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menuntur evaluasi yang bersifat komprehensif. Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam evaluasi hasil pembelajaran. dan membawa skemata masingmasing ke dalam proses pembelajaran sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa secara pasif menrima rumus atau kaidah (membaca. menghapal). dan penyelesaian soal. biasanya hanya digunakan tes. tetapi pada bidang atau aspek lainnya sedikit. pemahaman rumus dikembangkan atas dasar skemata yang sudah ada dalam diri siswa. karena dilakukan oleh guru kontekstual sepanjang proses pembelajaran. Dalam pembelajaran kontekstual. mengukur hasil pembelajaran pada akhir periode. karena mengevaluasi apa yang secara nyata dilakukan dan dihasilkan oleh para siswa. akhir semester. mendengarkan. 11. laporan. Evaluasi terhadap proses pembelajaran dan hasil karya merupakan evaluasi otentik. siswa menggunakan kemampuan berpikir kritis. baik berupa rancangan. Manusia menciptakan atau membangun pengetahuan dengan cara memberi arti dan memahami pengalamannya sedangkan dalam pembelajaran tradisional pengetahuan adalah penangkapan terhadap serangkaian fakta. melakukan latihan. ataupun hasil pemecahan dan jawaban soal. yang harus dikembangkan. hasil karya dan portfolio. bahwa evaluasi dengan menggunakan tes tidak bisa digunakan. mengerjakan tugas. melaksanakan maupun melaporkan hasil kegiatannya. maka makin mendekati evaluasi otentik. Bagaimana siswa melakukan berbagai kegiatan tersebut serta hasil-hasil yang mereka tunjukkan. sedikit sekali atau bahkan hampir tidak ada. Perubahan atau perkembangan tersebut mungkin berkenaan dengan aspek yang menjadi tujuan atau terumuskan dalam tujuan pembelajaran. Evaluasi dilakukan pada waktu para siswa merencanakan sesuatu kegiatan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 34 . merupakan wujud dari perkembangan dan kemampuan hasil belajar mereka. karena evaluasi dengan menggunakan tes. Makin pendek periode waktu pembelajaran yang dievaluasi. lisan. pengetahuan yang dimiliki oleh manusia dikembangkan oleh manusia itu sendiri. dan dilatihkan. ikut bertanggungjawab atas terjadinya proses pembelajaran yang efektif. berbentuk tes obyektif atau essay. menyeluruh dan terus menerus. Dalam pembelajaran kontekstual. maka dalam evaluasi proses juga digunakan evaluasi perbuatan (pengamatan). sedangkan dalam pembelajaran tradisional rumus itu ada di luar diri siswa. tampa memberikan kontribusi ide dalam proses pembelajaran. penelitian. rangkuman. makalah. terlibat penuh dalam pengupayakan terjadinya proses pembelajaran yang efektif. konsep. evaluasi kenyataan. pemecahan masalah. mencatat. 10. gambar. Portfolio merupakan kumpulan dokumen yang disusun secara sistematik dan terarah yang menggambarkan perkembangan atau kemajuan siswa dalam bidang tertentu. model. diterima dan dilafalkan. mengerjakan tugas. 9. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 33 42.

43. H. Penerapan Pembelajaran Kontekstual di Kelas Ada tujuh komponen utama pembelajaran yang mendasari penerapan pembelajaran kontekstual dikelas. Ketujuh komponen itu adalah konstruktivisme (constructivism), bertanya (questioning), menemukan (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling) refleksi (reflection), dan penilaian sebenarnya (authentic assessment) 1. Konstruktivisme (Constructivism) Konstruktivisme merupakan landasan berpikir pendekatan kontekstual, yaitu pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak dengan tiba- tiba. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Tetapi siswa harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalaui pengalaman nyata. Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan bergelut dengan ide-ide, yaitu siswa harus mengkontruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri. Esensi dari teori kontruksivisme adalah ide bahwa siswa haarus menemukan dan mentransfomasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain, dan apabila dikehendaki informasi itu menjadi milik mereka sendiri. Dengan dasar ini pembelajaran harus dikemas menjadi proses mengkontruksi bukan mnerima pengetahuan. Landasan berpikir konstruktivisme agak berbeda dengan kaum objektif, yang lebih menekaankan pada hasil pembelajaran. Dalam pandangan konstruktivisme, strategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 35 44. pengetahuan. Untuk itu tugas guru adalah memfasilitasi proses tersebut dengan : (1) menjadikan pengetahuan bermakana dan relevan bagi siswa; (2) memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri; dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. 2. Bertanya (questioning) Pengetahuan yang dimiliki seseorang, selalu bermula dari bertanya karena bertanya merupakan strategi utama pembelajaran yang produkstif, kegiatan bertanya berguna untuk: (1) menggaliinformasi baik administrasi maupun akademia; (2) mengecek pemahaman siswa; (3) membangkitkan respon pada siswa; (4) mengetahui sejauh mana keingin tahuan siswa; (5) mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa; (6) memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki gur; (7) untuk membangkitkan lebihbanyak lagi pertanyaan dari siswa; (8) untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa. Pada semua aktivitas belajar, questioning dapat diterapkan antara siswa dengan siswa, antara guru dan siswa, antara siswa dengan guru, antara siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas dan sebagainya. 3. Menemukan (inquiry) Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hanya hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi juga hasil dari menemukan sendiri. Siklus inquiry adalah (1) observasi, (2) bertanya, (3) mengajukan dugaan, (4) pengumpulan data, (5) penyimpulan. Kata kunci dari strategi inquiry Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 36

45. adalah siswa menemukan sendiri, adapun langkah-langkah kegiatan menemukan sendiri adalah: (1) merumuskan masalah dalam mata pelajaran apapun; (2) mengamati atau melakukan observasi; (3) menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar,laporan, bagan tabel, dan karya lainnya; dan (4) mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca, teman kelas, guru, atau audience lainnya. 4. Masyarakat Belajar (learning community) Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerja sama dengan orang lain. Hasil belajar didapat dari berbagi anatara kawan, kelompok, dan antara yang tahu ke yang belum tahu. Di ruang kelas ini, di sekitar sini, juga dengan orang-orang yang diluar sana semua adalah anggota masyarakat belajar. Dalam kelas yang menggunakan pendekatan kontekstual, guru disarankan dalam melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang anggotanya heterogen. Yang pandai mengajari yang lemah, yang tahu memberiyahu yang belum tahu, yang cepat menangkap mendorong temannya yang lambat, yang mempunyai gagasan segera memberikan usul dan seterusnya. Kelompok siswa bisa sanagt bervariasi bentuknya, baik keanggotaan, jumlah, bahkan bisa melibatkan siswa di dalam kelas atasnya, atau guru mengadakan kolaborasi dengan mendatangkan seorang ahli ke kelas. 5. Permodelan (modelling) Dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu, ada model yang bisa ditiru. Model itu, memberi peluang yang besar bagi guru untuk memberi contoh cara mngerjakan sesuatu, dengan begitu guru memberi model tentang bagaimana belajar. Dalam pendekatan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 37 46. kontekstual guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa, seorang siswa dapat ditunjuk untuk memberikan contoh temannya, misalnya cara melafalkan suatu kata. Siswa contoh tersebur dikatakan sebagai model, siswa lain dapat menggunakan model tersebut sebagai standar kompetensi yang harus dicapai. 6. Refleksi (reflection) Refleksi adalah cara berfikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir kebelakng tentang apa-apa yang sudah kita lakukan dalam hal belajar di masa lalu. Siswa mengendapkan apa yang dipelajarinya sebagai struktur pengetahuan yang baru, yang merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan sebelummnya. Refleksi merupakan respons terhadap kejadian, aktivitas, atau pengetahuan yang baru diterima. 7. Penilaian Sebenarnya (authentic assessment) Assessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran belajar siswa. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui olehb guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran yang benar. Apabila data yang dikumpulkan guru mengidentifikasikan bahwa siswa mengalami kemacetan dalam belajar, maka guru segera bisa mengambil tindakan yang tepat agar siswa agar siswa terbebas dari kemacetan belajar. Karena gambaran tentang kemajuanbelajar itu diperlukan disepanjang proses pembelajaran, maka penilaian tidak dilakukan diakhir periode seperti akhir semester. Kemajuan belajar dinilai dari proses, bukan melalui hasil, dan dengan berbagai cara. Tes hanyalah salah satunya, itulah hakekat penilaian yang sebarnya. Penilai tidak hanya guru, tetapi bisa juga teman Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 38

47. lain atau orang lain. Karakteristik penilain sebenarnya adalah (1) dilaksanakan selama dan sesuadah proses pembelajaran berlangsung; (2) bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif; (3) yang diukur keterampilan dan performasi, bukan hanya mengingat fakta; (4) berkesinambungan; (5) terintegrasi; (6) dapat dipergunakan sebagaifeed back. Dengan demikian pembelajaran yang benar memang seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa agar mampu mempelajari (learning how to learn) sesuatu, bukan ditekankan pada diperolehnya sebanyak mungkin informasi diakhir periode pembelajaran. Berikut contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis CTL pada mata pelajaran IPA di SMP. CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BERBASIS CTL Sekolah : SMP .......................................... Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) Kelas/Semester : IX (Sembilan)/ 2 (Dua) Alokasi Waktu : 10 x 40 menit (5 pertemuan) A. Standar Kompetensi : 4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari- hari. B. Kompetensi Dasar : 4.1. Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet. C. Tujuan Pembelajaran Pertemuan 1: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. mengidentifikasi bahan magnetik dan bahan bukan magnetik. 2. menunjukkan kutub-kutub magnet. 3. menentukan daerah gaya di sekitar magnet (medan magnet). Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 39 48. 4. mendeskripsikan sifat kutub-kutub magnet. 5. memberikan pemaknaan terhadap keberadaan kutub-kutub magnet (kutub utara dan kutub selatan). 6. memberikan pemaknaan terhadap sifat-sifat interaksi antara kutub-kutub magnet. Pertemuan 2: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara menggosok. 2. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara induksi. 3. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. 4. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara menggosok. 5. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara induksi. 6. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. Pertemuan 3: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. menyebutkan cara-cara menghilangkan sifat kemagnetan. 2. mendeskripsikan kemagnetan bumi. 3. memberikan pemaknaan terhadap caracara menghilangkan sifat kemagnetan. 4. memberikan pemaknaan terhadap keberadaan kemagnetan bumi. Pertemuan 4: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. menjelaskan secara kualitatif sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. 2. memberikan pemaknaan terhadap sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. Pertemuan 5: Penilaian pencapaian KD 4.1 (Ulangan Harian, materi Pertemuan 1 s.d. 4). D. Materi Pelajaran: Kemagnetan KEMAGNETAN Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 40 49. Lebih dari 2000 tahun yang lalu, orang Yunani yang hidup di suatu daerah di Turki yang dikenal sebagai Magnesia menemukan batu aneh. Batu tersebut menarik benda-benda yang mengandung besi. Karena batu tersebut ditemukan di Magnesia, orang Yunani memberi nama batu tersebut magnet. Sifat benda yang teramati sebagai suatu gaya tarik atau gaya tolak antara kutub-kutub magnet

mempunyai dua ujung di mana pengaruh magnetiknya paling kuat. yaitu utara (U) dan selatan (S). Manusia hanya boleh menikah dengan lawan jenisnya. dan plastik adalah contoh-contoh bahan bukan magnetik. yang diberi nama kutub utara (U) dan kutub selatan (S). Sifat . dan semakin lama penggosokan semakin kuat serta bertahan lama sifat kemagnetannya. yaitu: bahan magnetik dan bahan bukan magnetik. kutub-kutub tersebut akan tarik-menarik. Tuhan yang Maha Esa menciptakan manusia secara berpasangpasangan. kita harus rajin belajar.menolak. aluminium. kita harus sering berdiskusi dan mendapat masukan-masukan dari banyak orang yang memiliki kemampuan melebihi kemampuan kita. Lingkungan sangat mempengaruhi perilaku dan perkembangan kognitif seseorang. Sifat-sifat magnetik suatu bahan bergantung pada struktur atomnya. Apabila kita ingin menjadi orang ”baikbaik” maka kita harus bergaul dan berteman dengan orang yang berperilaku baik pula. baja. • Kutub-kutub magnet yang senama (U-U atau S-S).” Hanya Allah-lah dzat yang tunggal. Setiap magnet. dan tidak mudah menyerah. jika didekatkan akan tarik-menarik. • Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara menginduksi logam tersebut dengan magnet pada logam tersebut. Secara sederhana kita dapat mengelompokkan bahan-bahan menjadi dua kelompok. Semua magnet mempunyai sifat-sifat tertentu. Penggosokan magnet harus dilakukan secara terarah. nikel. Sifat-sifat magnetik tersebut disebabkan gerak elektron atom-atom tersebut. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 42 51. jika didekatkan akan tolak-menolak. Oleh karena itu. Namun. PEMAKNAAN • Semua magnet memiliki dua kutub yang berlawanan. ”Rajin pangkal pandai. kedua kutub tersebut akan tolak. Bagi ajaran agama Islam. manusia mempunyai dua jenis kelamin. Sedangkan kutub-kutub magnet yang tidak senama (U-S). ”Allah. Allah itu satu. kaca. Dua ujung tersebut dikenal sebagai kutub magnet.disebut kemagnetan. tidak beranak dan tidak diperanakkan. tiap atom di dalam suatu bahan magnetik adalah seperti sebuah magnet kecil yang disebut magnet atom (magnet elementer). yaitu: laki-laki (L) dan perempuan (P). maka kita juga harus banyak bergaul dan berteman dengan orang yang pandai. Bahanbahan yang dapat ditarik oleh magnet disebut bahan magnetik. Agar kemampuan (pengetahuan) kita semakin bertambah. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 41 50. hal ini sesuai dengan kandungan dalam Surat Al-Ikhlas. Perilaku ”menyimpang” seperti homoseksual (L-L) atau lesbian (P-P) dilarang oleh agama. Jika kutub-kutub magnet senama (U dan U atau S dan S) saling didekatkan. Sedangkan bahanbahan yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut bahan bukan magnetik. jika kutub utara (U) salah satu magnet didekatkan ke kutub selatan (S) magnet lain. • Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara melilitkan kawat pada logam dan mengalirkan arus listrik pada kawat yang dililitkan pada logam tersebut.” Apabila kita ingin pandai. Besi. dan kobalt termasuk bahan magnetik. bagaimanapun bentuknya. Para ilmuwan mengetahui bahwa atom itu sendiri memiliki sifat-sifat magnetik. Agama melarang manusia sesama jenis untuk saling jatuh cinta. • Sebuah magnet dapat hilang sifat kemagnetannya diantaranya apabila kita bakar dan kita pukul-pukul. • Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara menggosokkan magnet pada logam tersebut. Sedangkan kayu. Apabila kita ingin menjadi orang yang pandai. Secara kodrati.

Animasi pemaknaan untuk penanaman sikap 7. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. Serbuk besi 6.magnet memiliki dua kutub. yaitu: U dan S. Menanyakan kepada siswa. . • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru).kemagnetan dimiliki oleh suatu bahan apabila magnet-magnet elementer bahan itu tersusun secara teratur. . dengan adanya suatu pengaruh ”negatif” dari luar. dan motor listrik 5. LKS Kemagnetan 4. apabila kita rukun tidak terjadi saling permusuhan. Alat/Bahan/Sumber belajar 1. maka adanya provokasi tersebut dapat memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa. mendemonstrasikan bahwa ada beberapa benda yang dapat ditarik oleh magnet dan ada yang tidak dapat ditarik oleh magnet. Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak Kegiatan Awal • Mendemonstrasikan dengan menempelkan sebuah paku besar ke paku-paku kecil dan meminta siswa memperhatikan paku. mengapa benda tersebut dapat menempel? • Menginformasikan bahwa magnet banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari di sekitar kita sambil memberikan contoh misalnya bel listrik. Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak Kegiatan Awal • Demonstrasi menarik benda-benda dari logam (besi) dengan sebuah ”magnet”. E. • Demonstrasi dilanjutkan dengan menempelkan paku besar tersebut dengan sebuah magnet batang dan kemudian menempelkannya pada paku-paku kecil. • Meminta satu-dua kelompok untuk menulis di papan tulis Tabel 1 yang telah diisi dan ditanggapi kelompok lain. Namun. Siswa diminta memperhatikan paku-paku kecil itu apakah dapat menempel pada sebuah paku besar tersebut. antara lain berkaitan dengan: magnet dapat menarik benda. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 43 52. Menjelaskan konsep kemagnetan. Kegiatan Inti • Memperlihatkan magnet batang. bel listrik. Pertemuan 2 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 45 54. misalnya munculnya para provokatorprovokator. ”Bersatu kita teguh.sifat gaya magnet antar kutub-kutub magnet. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. • Menginformasikan magnet batang mempunyai dua kutub yang dinamai kutub utara dan selatan sambil mendemonstrasikan menggantungkan magnet batang dengan benang. tape recorder. • Meminta siswa membaca Pengaruh Magnet dan membimbing mengerjakan LKS tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. • Membagikan LKS 1 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. maka apapun yang kita cita-citakan akan dengan lebih mudah untuk kita capai. Kabel/kawat listrik (kawat untuk kumparan) 8. • Menginformasikan bahwa hari ini . Catu daya (baterai) F. motor listrik. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 2 “Panduan Belajar Pengaruh magnet”. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 1). Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 44 53. Buku Siswa CTL untuk SMP Direktorat PSMP 2. Alat peraga magnet.” Dalam suatu komunitas. dll. bercerai kita runtuh. Buku Sumber (Referensi) lain 3.paku kecil itu apakah dapat menempel pada sebuah paku besar tersebut. Model Pembelajaran: Pembelajaran Kooperatif (CL) dengan ”Pemaknaan” G.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara mendekatkan sebuah magnet ke besi tersebut. Agar besi menjadi magnet.cobaan membuat magnet dengan cara menggosok. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak Kegiatan Awal • Sambil menggantung bebas sebuah magnet batang. dan membimbing mengerjakan LKS 5 tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masingmasing. • Meminta siswa membaca Buku Siswa. . dan mengalirkan arus listrik. • Meminta satu dua kelompok untuk menggambar pola serbuk besi untuk tiap susunan magnet batang dan ditanggapi kelompok lain. antara lain berkaitan dengan: cara menghilangkan sifat kemagnetan.duksi. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 5.akan dilakukan per. Kegiatan Inti • Menginformasikan bahwa garis gaya magnet dapat digambar untuk memperlihatkan lintasan medan magnet. Pertemuan 4 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 49 .pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. in. serta menjelaskan bagaimana kompas dapat membantu untuk menentukan arah. antara lain berkaitan dengan: . • Membagikan LKS 3 dan membimbing siswa untuk mengerjakan LKS tersebut. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 2).keberadaan kemagnetan bumi. Pertemuan 3 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 47 56. • Meminta salah satu kelompok untuk menuliskan hasil kegiatannya di papan tulis dan kelompok lain diminta menanggapinya. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif. menjelaskan pola-pola garis gaya untuk berbagai macam susunan magnet batang. susunan atomatomnya harus dibuat searah. apakah suatu magnet. . • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. Kemagnetan Bumi. menanyakan kepada siswa: ”ke arah mana magnet batang itu selalu menghadap?” Mengapa? • Menanyakan kepada siswa. Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang cara Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 48 57. sifat kemagnetannya tidak dapat dihilangkan? • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 3). Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. • Memberi penghargaan pada siswa/kelompok yang kinerjanya bagus. tentang Pengaruh Magnet. Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang ”Cara Pembuatan Magnet” guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 46 55. • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). • Membagikan LKS 4 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti.pembuatan magnet dengan cara menggosok. • (Lainlainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). . Kegiatan Inti • Menyajikan informasi bahwa dalam besi yang bukan magnet susunan atom-atomnya masih acak.pembuatan magnet dengan cara induksi. • Menginformasikan bahwa terdapat perbedaan antara kutub magnetik dan kutub geografik bumi.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 51 60. • Menginformasikan bahwa medan magnet solenoida dapat diperbesar dengan memperbesar jumlah lilitan maupun besar arus yang mengalir melaluinya.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki Indikator Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara fisika♣ Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara kimia♣ Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran♣ Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran♣ PERTEMUAN 1 A.58.sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik.1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 4. H. Memahami keanekara-gaman makhluk hidup. • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. yaitu: . • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. • Meminta siswa membaca Buku Siswa. Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak Kegiatan Awal • Mendemonstrasikan terjadinya penyimpangan suatu jarum kompas ketika diletakkan dekat suatu magnet. dan membimbing mengerjakan LKS 8 tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 1. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 4). 6. subbab Medan Magnet di Sekitar Arus Listrik. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. Memahami wujud zat dan perubahannya 4. Menanyakan pada siswa. Penilaian (Instrumen Penilaian Terlampir pada Lembar Penilaian) • Bentuk tes tertulis: pilihan ganda dan uraian singkat • Kinerja saat melakukan kegiatan • Laporan/presentasi Tes tertulis dilaksanakan setelah proses pembelajaran (Pertemuan 5) dengan menggunakan Lembar Penilaian (LP) 4. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 4.2 Melakukan pemisahan campuran dengan berbagai cara berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia 6. • Membagikan LKS 7 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. Kompetensi Dasar 3. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara penyaringan 2. mengapa jarum kompas itu dapat mengalami penyimpangan arah? • Mengingatkan kembali tentang cara membuat magnet dengan mengalirkan arus listrik. • Meminta satu-dua kelompok untuk menulis di papan tulis untuk melengkapi Tabel 1 hasil penyelidikan dan ditanggapi kelompok lain.1. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 8. CONTOH 2: RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS CTL Sekolah : SMP Mata Pelajaran : IPA Kelas / Semester : VII / 1 Standar Kompetensi 3. . Kegiatan Inti • Menginformasikan bahwa arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar akan menimbulkan medan magnet yang arahnya bergantung pada arah arus listrik. Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang medan magnet Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 50 59. Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia.

Penugasan Terstruktur: Memberikan tugas lanjutan dari kegiatan yang telah dilakukan yaitu menggunakan bahan-bahan lain yang dapat digunakan untuk menyaring air dan membandingkan hasilnya dengan kelompok lain. .Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa. pasir e.guru dapat langsung memberikan bimbingan. menuliskan data hasil pengamatan. Alat dan bahan untuk kegiatan siswa dalam pertemuan ini. D.Meminta peserta didik untuk membaca LKS dan mendiskusikan dalam kelompok sebelum melakukan percobaan.Menegaskan tentang permasalahan yang muncul dalam sesi pemotivasian dan berdiskusi tentang penguapan dan pengembunan.Model :Cooperatif Learning 2. selanjutnya menanyakan: “Bagaimanakah memperoleh air tawar dari air asin? ” (Arahkan dalam konteks penjernihan air untuk memperoleh air tawar) Pengetahuan Prasyarat: Mengajukan pertanyaan tentang penguapan dan pengembunan Menyampaikan tujuan pembelajaran 2. kemudian menanyakan kepada siswa: “Terdiri dari apa sajakah campuran tersebut.gas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. melakukan inferensi.Model Pembelajaran Pendekatan : Pembelajaran Kooperatif Metode : Pengamatan. Melakukan pengamatan. Buku siswa 2.Melakukan pengamatan.apakah yang kamu pikir dapat digunakan sebagai penyaring air? Lakukan kegiatan ini dengan menggunakbahanbahan yang E. .Langkah-langkah 1.gan benar . Materi Pembelajaran Pemisahan campuran dengan cara penyaringan C. ijuk f. berkomunikasi B. 3.yaringan. air kolam c. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara destilasi 2. Kegiatan Inti . Kegiatan inti .cobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok. Metode Pembelajaran 1. . apakah terdapat organisme di dalamnya? Apakah air tersebut dapat dijernihkan?” Pengetahuan Prasyarat: Mengajukan pertanyaan tentang pengertian campuran Menyampaikan tujuan pembelajaran 2.Menegaskan tentang permasalahan yang muncul dalam sesi pemotivasian.Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan per.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan den. pisau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 53 62. LKS 3. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 4.ahan. Kegiatan pendahuluan Motivasi: Menanyakan kegiatan tugas lanjutan.Guru membimbing siswa merangkum pelajaran. PERTEMUAN 2 A.Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya .Langkah-langkah 1.Metode : Demonstrasi Eksperimen Diskusi Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 52 61. meliputi: a.Materi Pembelajaran Pemisahan campuran dengan cara destilasi dan kristalisasi C. Tiap kelompok terdiri dari . . Diskusi D. dilanjutkan dengan diskusi tentang berbagai kemungkinan pemisahan campuran selain pen.Membinbing siswa melakukan percobaan dan memeriksa kegiatan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar. botol plastik 2l bekas air mineral b. . Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok. menuliskan data hasil pengamatan. berkomunikasi B. . Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok. Tu. melakukan inferensi. Kegiatan Pendahuluan Motivasi: Menunjukkan pada siswa air kotor dan air jernih. Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Sumber Belajar 1. kerikil d.Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat : 1. Kegiatan Penutup .

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 54 63. ijuk f. peta konsep. .Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan per.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan den. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara kimia (koagulasi) 2.Menyampaikan tujuan pembelajaran 2.Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa. Mendiskusikan pemisahan campu. 3. . E.ran selain penyaringan dan destilasi.Guru meminta peserta didik membaca secara individual materi tentang cara pemisahan campuran secara kimia dalam di Buku Siswa (Pengelolaan Air Minum) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 55 64.Meminta kelompok untuk membuat poster tentang proses pengolahan air sungai atau danau menjadi air minum.Membinbing siswa melakukan percobaan dan memeriksa kegiatan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar. Alat dan bahan untuk kegiatan siswa dalam pertemuan ini. kerikil d. Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Tuliskan langkah-langkah pemisahannya. .Menanyakan:”Pernahkah kamu melihat tawas?” Guru menunjukkan tawas. Langkah-langkah 1.gan benar .guru dapat langsung memberikan bimbingan. meliputi: a.Meminta peserta didik untuk membaca LKS dan mendiskusikan dalam kelompok sebelum melakukan percobaan. 3. air kolam c. Penilaian 1. . LKS 3. Poster dapat berupa diagram alir.baca dan mempelajari Buku Siswa dan sumber belajar yang lain. Materi Pembelajaran Pemisahan campuran C. Sumber Belajar 1.cobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok. atau sesuai kreasi anak. .Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya . Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran B.Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa.Buku Siswa 2.Guru memberikan kuis untuk mengetahui daya serap materi yang baru saja dipelajari E. Peserta didik menempelkan poster hasil kerja kelompoknya dan diamati kelompok lain .Guru besama peserta didik membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar . Contoh instrumen Tes Tulis: Misalkan terdapat campuran air asin dan pasir. . . Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. pasir e.4-5 siswa.cobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok.guru dapat langsung memberikan bimbingan. dilanjutkan dengan diskusi tentang pemisahan campuran secara kimia yang lain.Peralatan untuk membuat poster F.gan benar . Kegiatan inti . Kegiatan penutup . Buku siswa 2.Teknik penilaian dan bentuk instrumen Teknik Bentuk Instrumen Tes unjuk kerja Lembar Observasi (rating scale) Tes tulis Isian 2. Sumber belajar 1. . pisau PERTEMUAN KETIGA A. .Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan per.Guru besama peserta didik membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar . dilanjutkan dengan diskusi tentang penerapan lain destilasi. botol plastik 2l bekas air mineral b.Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok. .Membinbing siswa melakukan kegiatannya. yakni kristalisasi. Tujuan Peserta didik dapat 1. Menanyakan kegunaan tawas (diarahkan untuk penjernihan air) .Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan den. Kegiatan penutup .Model Pembelajaran Pendekatan : Pembelajaran Kooperatif Metode : Diskusi dan Penerapan Strategi Belajar (membuat peta konsep) D. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan apersepsi . sehingga .Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur: Guru menginformasikan untuk mem.

shared dua mata pelajaran yang sama-sama diajarkan dengan menggunakan konsep-konsep atau keterampilan. Tematik) Menurut Joni (1996) didasarkan pada pengaitan konseptual intra dan/atau antar bidang studi yang terjadi secara spontan. nested Selain target di Mapel ada target multiketerampilan Integrasi beberapa Mata Sequenced beberapa topik diatur ulang serta Pelajaran diurutkan agar dapat serupa satu sama lain.kamu mendapatkan air tawar. merumuskan hipotesis. ada langkah yang ditulis tidak urut 1: ada langkah prinsip tidak teridentifikasi. urutan langkah ditulis dengan benar 3: ada langkah yang tidak terlalu prinsip tidak teridentifikasi. guru masing-masing mata pelajaran integrated bekerja sama melihat dan memberikan topik-topik yang berkaitan dan tumpang tindih. atas dasar beberapa topik pada beberapa mata pelajaran yang berhubungan. Webbed Berangkat dari tema yang dibangun (terjala/tematik) bersama-sama antara guru dengan siswa. menginterpretasikan. IPS Terpadu. berpikir induktif. seperti: mengamati. dan pasir! Kriteria penskoran: 4: semua langkah teridentifikasi. di mana mereka akan melihat apa yang dipelajarinya dari minat dan pengalaman mereka sendiri. Model Pengintegrasian Kurikulum tersebut menurut Forgaty (1991) digambarkan seperti pada tabel berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 58 67. melakukan percobaan. membandingkan. berkomunikasi. PENGINTEGRASIAN KURIKULUM MODEL RENTANGAN DESKRIPSI Mata Pelajaran Terpisah fragmented Tiap Mapel disampaikan terpisah. siswa sebagai peserta didik yang aktif. lebih eksplisit dan bertolak dari tema-tema. memadukan. menilai.keterampilan yang tumpang tindih (overlap). Lembar Observasi yang dikembangkan sebagai berikut. LATAR BELAKANG Pembelajaran terpadu merupakan proses pembelajaran yang bersifat menyeluruh atau holistik. connected Suatu konsep dipertautkan dengan konsep lain. Beberapa keterampilan berpikir dikembangkan dalam pembelajaran ini. menganalisis. berpikir divergen. Pendekatan ini menempatkan siswa dalam posisi sentral. PEMBELAJARAN TERPADU A. menggenarilasisikan. Lembar Observasi terhadap Kinerja Ilmiah Siswa No Aspek Yang Diamati Skor 0 (tidak ada) 1 (kurang) 2 (sedang) 3 (baik) 1 Melakukan pengamatan 2 Menuliskan data pengamatan 3 Melakukan tafsiran terhadap data 4 Mengkomunikasikan Kriteria Penilaian skor yang didapat nilai = × 100 skor total Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 57 66. mengelompokan. mengambil keputusan. networked jaringan kerja dengan orang-orang yang memiliki . berpikir deduktif. bertanya. membedakan. memperkirakan. ada langkah prinsip tidak tertulis 0: tidak mengerjakan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 56 65. berpikir konvergen. Lintas Peserta didik immersed berpusat untuk mengakomodasikan kebutuhan para siswa. terutama dalam keterampilan berpikir. menduga dan mengukur. merencanakan. mengurutkan. pendekatan metakurikuler digunakan threaded untuk mencapai beberapa keterampilan dan tingkatan logika para siswa dengan berbagai mata pelajaran. dengan program kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan secara sepenuhnya mengikuti kurikulum yang isinya masih terkotak-kotak berdasarkan bidang studi agar terorganisasi secara terstruktur. menyimpulkan. urutan langkah ditulis dengan benar 2: ada langkah prinsip tidak teridentifikasi. Kemungkinan Bentuk Penerapan Pembelajaran Terpadu (IPA Terpadu. garam.

TUJUAN DAN MANFAAT PEMBELAJARAN TERPADU • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran • Meningkatkan minat dan motivasi • Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam. berpikir kreatif. Evaluasi Kritis • Menentukan kriteria • Menyusun alternative pemikiran. dan dalam konteks yang lebih bermakna. geografi. • Memberikan alas an. Pemecahan Masalah • Menghimpun fakta-fakta. pengambilan keputusan. • Menyusun argumentasi dan penyimpulan (berdasarkan data dan konsep) 3. pemecahan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 59 68. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antar konsep dalam disiplin ilmu tersebut. peserta didik/guru dengan nara sumber. Biologi dan Fisika menjadi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu. B. memudahkan pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi dari mata pelajaran yang dipadukan. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. Model-model pembelajaran berpikir yang dapat digunakan dalam pembelajaran terpadu adalah: pemecahan masalah. 2. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. ekonomi. Dalam hal ini Guru bekerja sama melihat dan memberikan topik-topik yang . • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. alternative pemecahan. • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait. sehingga belajar lebih menyenangkan. sejarah. berpikir kritis. penyelidikan.keahlian untuk membantu bagian dari pekerjaannya yang lebih bersifat implementatif. • Mengembangkan ide. argumentasi bagi keputusan. peserta didik dengan peserta didik. filsafat. Sedangkan kajian tentang sosiologi. • Merumuskan masalah. • Membuat perkiraan dan menentukan keputusan. psikologi sosial menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu. C. • Dengan menggabungkan berbagai bidang kajian akan terjadi penghematan waktu. karena ketiga atau lebih disiplin ilmu dapat dibelajarkan sekaligus. guru dengan peserta didik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 60 69. Berpikir Kreatif • Pengembangan ide-ide dalam beberapa kategori (kelenturan berpikir) • Pengembangan ide baru (kemurnian berpikir) • Penyempurnaan ide (elaborasi pemikiran) 4. antropologi. JENIS-JENIS PEMBELAJARAN TERPADU Pembelajaran yang dimungkinkan untuk dipadukan adalah mata pelajaran Kimia. Berpikir Kritis • Menjelaskan ide dan pemikiran • Menentukan tingkat ketepatan informasi dasar (hasil pengamatan dan komunikasi). evaluasi kritis. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antar guru sub bidang kajian terkait. Mereka akan bekerja secara terpadu sesuai dengan topik pekerjaan yang mengikat mereka. politik. • Menentukan alternatif pemecahan. sehingga Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 61 70. belajar dalam situasi nyata. pemikiran. sehingga memudahkan memahami hubungan materi dari satu konteks ke konteks lainnya. Beberapa kegiatan utama dari modelmodel pembelajaran berpikir ini diuraikan sebagai berikut: 1. • Menyusun rencana tindakan pelaksanaan.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 63 72. metodik. sehingga peserta didik dapat mengalami proses pembelajaran secara utuh. dan tentatif. PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. D. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah. meliputi mata pelajaran fisika. Kecenderungan pembelajaran IPA pada masa kini adalah peserta didik hanya mempelajari IPA sebagai produk. dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen”. IPA bersifat open ended. dan hukum. • proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. dan kimia yang sebenarnya sangat berperan dalam membantu anak untuk memahami fenomena alam. mahluk hidup. Dalam proses pembelajaran IPA keempat unsur itu diharapkan dapat muncul. berlaku umum (universal). sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa faktafakta. konsep-konsep. guru hanya menyampaikan IPA sebagai produk . Pembelajaran lebih bersifat teacher-centered. maka dapat disimpulkan bahwa hakikat IPA meliputi empat unsur utama yaitu: • sikap: rasa ingin tahu tentang benda. Akibatnya IPA sebagai proses. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan seharihari. dan penarikan kesimpulan. yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah. dan meniru cara ilmuwan bekerja dalam menemukan fakta baru.berkaitan dan tumpang tindih (dengan mencermati indikator yang telah disusun) dan memadukannya. Keadaan ini diperparah oleh pembelajaran yang beriorientasi pada tes/ujian. bumi antariksa. teori. Keempat unsur itu merupakan ciri IPA yang utuh yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. PEMBELAJARAN IPA TERPADU 1. pengukuran. • aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. universal. evaluasi. sistematis. prinsip. metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis. Webbed (tematik) dan Integrated. sikap. fenomena alam. memahami fenomena alam melalui kegiatan pemecahan masalah. Carin dan Sund (1993) mendefinisikan IPA sebagai “pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur. • produk: berupa fakta. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. dengan ciri: objektif. Pengalaman belajar yang diperoleh di kelas tidak utuh dan tidak berorientasi tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 62 71. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Merujuk pada pengertian IPA itu. metode ilmiah. menghafalkan konsep. dan aplikasi tidak tersentuh dalam pembelajaran. Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP/MTs. Kemungkinan pada pemaduan IPA adalah Connected. biologi. peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. teori dan hukum. perancangan eksperimen atau percobaan. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan (discovery).

serta bumi dan alam semesta. karena dianggap sukar. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 64 73. Dalam kenyataan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 65 74. terutama teknologi informasi dan komunikasi. Melalui pembelajaran IPA terpadu. atau karena mereka tak berminat menjadi ilmuwan atau ahli teknologi. Abad 21 ditandai oleh pesatnya perkembangan IPA dan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan di masyarakat. dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut hasil eksperimen. Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan. Semua ini ditujukan agar guru dapat lebih aktif. dan merumuskan hukum umum yang sederhana yang diorganisasikan dari hipotesis. KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN IPA Ilmu Pengetahuan Alam didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen. pengamatan. disesuaikan dengan lingkungan setempat. prediksi. Peserta didik hanya mempelajari IPA pada domain kognitif yang terendah. dan jumlah peserta didik per kelas yang terlalu banyak. “mengapa”. dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. memahami jawaban. efisien. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode ilmiah. mampu berpikir logis. Oleh karena itu. kreatif. materi dan sifatnya. dan efektif. memprediksi konsekuensi dari hipotesis. kritis. energi dan perubahannya. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati. (3) dikembangkannya sikap ilmiah. menyempurnakan jawaban tentang “apa”. keterbatasan kemampuan peserta didik. Alasan yang sering dikemukakan oleh para guru adalah keterbatasan waktu. diperlukan cara pembelajaran yang dapat menyiapkan peserta didik untuk melek IPA dan teknologi. kreatif. (2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati. memang tidak banyak peserta didik yang menyukai mata pelajaran IPA. lingkungan belajar. menyusun hipotesa. serta bersikap ilmiah. dan media serta lingkungan belajar yang ada di sekolah. diharapkan peserta didik dapat membangun pengetahuannya melalui cara kerja ilmiah. dan “bagaimana” tentang gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui cara-cara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan dan teknologi. Dalam belajar IPA . Metode ilmiah dalam mempelajari IPA itu sendiri telah diperkenalkan sejak abad ke-16 (Galileo Galilei dan Francis Bacon) yang meliputi mengidentifikasi masalah. Peserta didik tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya. serta dapat berargumentasi secara benar. bekerja sama dalam kelompok. makhluk hidup dan proses kehidupan. mencari jawaban. Cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektif dan psikomotor. 2. dan melakukan inovasi dalam pembelajaran tanpa meninggalkan isi kurikulum. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak peserta didik yang cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri. melakukan eksperimen untuk menguji prediksi. Indikator pencapaian kompetensi dikembangkan oleh sekolah. sarana. mereka tetap berharap agar pembelajaran IPA di sekolah dapat disajikan secara menarik. belajar berinteraksi dan berkomunikasi. dan eksperimen.dan peserta didik menghafal informasi faktual. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang akan dicapai peserta didik yang dituangkan dalam empat aspek yaitu. Namun demikian.

metode ilmiah. Lagi pula. memperhatikan keselamatan kerja. (2) menanamkan pada peserta didik pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). sebagai penerapan matematika pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam. peduli terhadap lingkungan. menyusun hipotesis. menerapkan ide pada situasi baru. sabar. Bila konsep yang tumpang tindih dan pengulangan dapat dipadukan. sehingga membutuhkan waktu dan energi yang lebih banyak. tekun. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. ulet. kritis. kimia. maka pembelajaran akan lebih efisien dan efektif. Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat tersebut dinamakan dengan keterampilan proses penyelidikan atau “enquiry skills” yang meliputi mengamati. mengukur. dan sebagainya. yaitu dengan gambar. a.alat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. dan bekerja sama dengan orang lain. menggunakan peralatan sederhana serta mengkomunikasikan informasi dalam berbagai cara. yang didasarkan pada Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 66 75. Oleh karena itu pembelajaran IPA di sekolah sebaiknya: (1) memberikan pengalaman pada peserta didik sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran fisis. tidak percaya tahyul. TUJUAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU Tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut. 3. disiplin. dan menganalisis data. anak melihat dunia sekitarnya masih secara holistik. yaitu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 67 76. Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”. merencanakan eksperimen untuk menjawab pertanyaan. karena anak pada usia ini masih dalam transisi dari tingkat berpikir operasional konkret ke berpikir abstrak. terbuka. biologi. Banyak ahli yang menyatakan pembelajaran IPA yang disajikan secara disiplin keilmuan dianggap terlalu dini bagi anak usia 7-14 tahun. mengajukan pertanyaan.pisah dalam fisika.peserta didik diarahkan untuk membandingkan hasil prediksi peserta didik dengan teori melalui eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. mengklasifikasikan. Atas dasar itu. cermat. . Hipotesis ini dapat berasal dari pengamatan terhadap kejadian seharihari yang memerlukan pembuktian secara ilmiah. dan bumi-alam semesta memungkinkan adanya tumpang tindih dan pengulangan. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran Dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai peserta didik masih dalam lingkup disiplin ilmu fisika. hal ini akan membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. mengolah. dan biologi. menggolongkan. serta membosankan bagi peserta didik. jujur. Di samping itu pembelajaran yang disajikan terpisah. Pendidikan IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. kimia. (4) memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan dan pembuatan alat. lisan. tulisan. Melalui keterampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang meliputi rasa ingin tahu. (3) latihan berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar matematika. pembelajaran IPA hendaknya disajikan dalam bentuk yang utuh dan tidak parsial.

dan astronomi. maka pada jenjang pendidikan SMP/MTs dan SMA/MA. maka semakin dalam dan luas pula pemahaman konsep yang . kemampuan analitik. dapat diajarkan sekaligus. menyerap. Di samping itu. b. memahami keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lain. Selanjutnya peserta didik akan terbiasa berpikir terarah. fisika. dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep pengetahuan dan nilai atau tindakan yang termuat dalam tema tersebut.Keterpaduan mata pelajaran dapat mendorong guru untuk mengembangkan kreativitas tinggi karena adanya tuntutan untuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 68 77. tenaga. geologi. Guru dituntut memiliki kecermatan. Lintas submata pelajaran dalam IPA adalah mengkoordinasikan berbagai disiplin ilmu seperti biologi. menyeluruh. teratur. Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu banyak guru yang terlibat. Pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal. Hal ini terjadi karena adanya proses pemaduan dan penyatuan sejumlah standar kompetensi. PEMADUAN KONSEP DALAM PEMBELAJARAN IPA Salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas beberapa mata pelajaran adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubungkaitkan konsep-konsep dari berbagai submata-pelajaran. utuh. dinamis. kompetensi dasar. dan analitik. pembelajaran terpadu juga menyederhanakan langkah-langkah pembelajaran. mengingat semakin tinggi jenjang pendidikan. serta biaya karena pembelajaran beberapa kompetensi dasar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 69 78. Peserta didik akan lebih termotivasi dalam belajar bila mereka merasa bahwa pembelajaran itu bermakna baginya. Mengingat pembahasan materi IPA pada tingkat lebih tinggi semakin luas dan mendalam. dan bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. dan kemampuan kategorik agar dapat memahami keterkaitan atau kesamaan materi maupun metodologi. Sebenarnya IPA dapat juga dipadukan dengan mata pelajaran lain di luar bidang kajian IPA dan hal ini lebih sesuai untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar.236). akan lebih baik bila keterpaduan dibatasi pada mata pelajaran yang termasuk bidang kajian IPA saja. sistemik. yang akan membuka peluang timbulnya kesulitan dalam pembelajaran dan penilaian. dan bermakna sesuai dengan harapan dan kemampuan guru. peserta didik digiring untuk berpikir luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan konseptual yang disajikan guru. dan langkah pembelajaran yang dipandang memiliki kesamaan atau keterkaitan. kimia. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai mata pelajaran (Carin 1997. serta kebutuhan dan kesiapan peserta didik. 4. Meningkatkan minat dan motivasi Pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan situasi pembelajaan yang utuh. menerima. Dalam hal ini. dan sarana. pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tema yang disampaikan. Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus Model pembelajaran IPA terpadu dapat menghemat waktu. menyeluruh. Dengan model pembelajaran yang terpadu dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari. c.

Dengan insekta sebagai tema sentral. karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam beberapa aspek yaitu: α. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 70 79. ‘membaca’. dan mungkin juga konsepnya sulit dipahami peserta didik. berdisiplin. sebagai hama tanaman. Peranannya dalam kehidupan juga sangat luas. dan ada pula yang tidak. ε. penyakit kaki gajah yang vektor penyebarannya adalah insekta. Insekta merupakan salah satu kelas dari Phylum Arthropoda dengan anggota yang terbanyak dan tingkat keanekaragaman yang sangat tinggi. memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik. Pembelajaran terpadu diawali dengan penentuan TEMA. dan dunia nyata. kolaborasi. Jadi pembahasan topik ini dapat menjadi bahan pengayaan untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik tentang peranan insekta dalam ekosistem. Contoh 1: TEMA SERANGGA/INSEKTA Insekta merupakan hewan invertebrata yang banyak ditemukan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu. peserta didik yang bekerja sama dengan kelompoknya akan lebih bertanggung jawab. dan berinteraksi dengan teman. guru. di darat sebagai hewan yang hidup di tanah. sebaiknya memilih tema yang menghubungkaitkan antara IPA–lingkunganteknologi-masyarakat. sebagai penyerbuk tanaman. jika guru hendak melakukan pembelajaran terpadu dalam IPA. dan sebagai hewan terbang. ‘berbicara’. sebagai vektor berbagai penyakit pada hewan dan manusia. akan tetapi guru dapat memilih tema insekta mengingat banyak masalah kesehatan dan lingkungan yang terkait dengan insekta. dan penyebab timbulnya ledakan hama. peserta didik lebih memahami dan lebih mudah mengingat karena mereka ‘mendengar’. namun dapat dicoba. Habitat insekta juga tersebar sangat luas. ‘menulis’ dan ‘melakukan’ kegiatan menyelidiki masalah yang sedang dipelajarinya. Begitu luasnya pembahasan tentang insekta. Topik ini bersifat kontekstual di daerah pertanian dan daerah pantai.harus diserap oleh peserta didik. peserta didik menjadi lebih percaya diri dan termotivas dalam belajar bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. malaria. Ada yang bermetamorfosis sempurna Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 71 80. Topik/pokok bahasan tentang Insekta juga tidak ditemukan dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Berikut ini diberikan contoh pembelajaran IPA Terpadu dengan tema yang bernuansa IPA-lingkungan-teknologi-masyarakat. memahami rantai makanan. β. belajar akan lebih baik bila peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek. tetapi untuk daerah perkotaan mungkin agak sulit dilaksanakan. Mencari informasi dari buku yang Kunjungan ke tempat Proyek:Koleksi relevan pemeliharaan lebah insekta dan mewawancarai peternak Mempelajari klasifikasi Menyelidiki siklus insekta INSEKTA hidup berbagai insekta seran Menyelidiki tentang serangga penyerbuk Penyelidikan tentang siklus hidup nyamuk . Misalnya. maka dapat dibuat jaringan tema berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 72 81. dan mandiri. dan masih banyak lagi peranan insekta. sehingga bila disampaikan dalam pembelajaran akan memerlukan waktu yang cukup banyak. sebagai komponen penting dalam rantai makanan. di pohon. merebaknya penyakit demam berdarah. mengasah kepekaan peserta didik terhadap kebersihan lingkungan. χ. Pada umumnya insekta bersayap. namun ada pula yang tak bersayap. δ.di dalam air.

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU a. antarsemester dan kelas yang berbeda dari beberapa submata pelajaran IPA yang memungkinkan untuk diajarkan secara terpadu. Pada saat menetapkan beberapa mata pelajaran yang akan dipadukan sebaiknya sudah disertai dengan alasan atau rasional yang berkaitan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar oleh peserta didik dan kebermaknaan belajar. Jaringan tema insekta Kompetensi dasar untuk jaringan tema ”insekta” pada gambar 2. Ada berbagai model dalam mengembangkan pembelajaran IPA Terpadu yang dapat dilihat pada alur penyusunan perencanaan pembelajaran terpadu berikut ini: Menetapkan mata Membuat matriks atau pelajaran yang akan bagan hubungan dipadukan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu Mempelajari Standar kompetensi dan kompetensi dasar mata Merumuskan indikator pelajaran yang pembelajaran terpadu dipadukan Memilih/menetapkan Menyusun silabus tema atau topik pembelajaran terpadu pemersatu Menyusun desain pembelajaran/rencana pelaksannan pembelajaran terpadu Gambar 3. bakat.1 di atas mungkin tidak termuat dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar seluruhnya.1. kebutuhan. Contoh lihat lampiran. antarsemester pada kelas yang sama.2 Melakukan Kerja pengamatan objek 1. Dalam pembelajaran ini sekaligus kita menerapkan metode ilmiah dan mengembangkan keterampilan proses IPA dan kemampuan pemecahan masalah. Langkah (2): Mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar dari mata pelajaran yang akan dipadukan. Langkah (1): Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan.1 Mendeskripsik percobaan Ilmiah secara terencana dan an besaran sederhana sistematis untuk pokok dan dengan bahan. Berikut ini contoh peta kompetensi dasarIPA terpadu untuk SMP kelasVII CONTOH PETA KOMPETENSI DASAR IPA TERPADU Mata Pelajaran : IPA Kelas : VII KD MP Fisika KD MP Kimia KD MP Biologi Tema Waktu 5. dan kemampuan).1 Melaksanakan 20 x 40’ 2. satuannya dalam kehidupan sehari-hari.1 Menyelidiki 6.Mempelajari istilah tentang bagian tubuh Menyelidiki pengaruh Menyelidiki insekta perubahan lingkungan habitat serangga thd populasi serangga dalam ekosistem vektor penularan penyakit Gambar 2. Inilah contoh fleksibilitas kurikulum untuk mengembangkan potensi peserta didik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 73 82.2 2.1 Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 74 83. 5.3 Melakukan Penjernih sifatsifat zat Mengklasifikasikan 20 x 40’ pemisahan an Air berdasarkan makhluk hidup campuran wujudnya dan berdasarkan ciri-ciri dengan penerapannya yang . 3.memperoleh besaran bahan yang informasi gejala alam turunan beserta diperoleh biotik dan a-biotik. namun dapat menjadi inspirasi untuk memotivasi peserta didik yang berminat melakukan penyelidikan tentang insekta. Standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik sudah tercantum dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar per submata pelajaran IPA. Pada tahap ini dilakukan pengkajian atas kompetensi dasar pada semester dan kelas yang sama. PERENCANAAN Keberhasilan pembelajaran terpadu akan lebih optimal jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik (minat.

Langkah (4): Membuat matriks keterhubungan kompetensi dasar dan tema/topik pemersatu. dikembangkan dari berbagai indikator submata pelajaran IPA menjadi beberapa pengalaman belajar yang konsep keterpaduan atau keterkaitan menyatu antara beberapa submata pelajaran IPA. menarik perhatian peserta didik untuk menumbuhkan kesiapan belajar. Kegiatan tatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang peserta didik dapat berinteraksi langsung . kegiatan inti. memberikan acuan topik yang akan dibahas.dimiliki berbagai cara dalam kehidupan berdasarkan sehari-hari sifat fisika dan sifat kimia Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 75 84. Dengan waktu yang relatif singkat tersebut. b. Pengalaman belajar dapat terjadi melalui kegiatan tatap muka dan kegiatan nontatap muka. Contoh lihat lampiran. Contoh lihat lampiran. kemudian baru dilihat koneksitasnya dengan kompetensi dasar dari berbagai submata pelajaran IPA. Langkah (7): Menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran atau rencana pelaksanaan pembelajaran untuk setiap pertemuan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 76 85. 4. Contoh lihat lampiran. Contoh lihat lampiran. 3. Langkah (6): Menyusun silabus pembelajaran IPA terpadu. dan kegiatan penutup/tindak lanjut. Efisiensi waktu dalam kegiatan awal ini perlu diperhatikan. dikemas dalam kegiatan pendahuluan. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kaitan antara tema/topik dengan kompetensi dasar yang dapat dipadukan. Langkah (5): Menyusun dan merumuskan indikator pencapaian hasil belajar untuk setiap kompetensi dasar dari submata pelajaran yang dipadukan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 77 86. misalnya penyakit demam berdarah. Dalam memilih tema/topik dapat dirumuskan dengan melihat isu-isu yang terkini. Langkah-langkah dalam kegiatan pendahuluan ini terdiri atas beberapa tahap yaitu: 1. 2. Fungsinya untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif. dan lainnya. yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. memotivasi peserta didik: membangkitkan semangat dan minat peserta didik untuk siap menerima pelajaran. karena waktu yang tersedia relatif singkat yaitu antara 5-10 menit. MODEL PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU (Desain Pembelajaran/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Model pembelajaran dalam hal ini adalah menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu. Contoh lihat lampiran. mengaitkan topik yang akan dipelajari dengan topik yang telah dipelajari yang dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan tentang topik yang sudah dipelajari sebelumnya dan memberikan komentar atas jawaban peserta didik Dalam kegiatan pendahuluan ini guru dapat pula melakukan penilaian awal peserta didik (tes awal) yang dapat diberikan secara lisan maupun tertulis. Langkah (3): Memilih dan menetapkan tema atau topik pemersatu. Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran terpadu yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar peserta didik (learning experience). diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik siap mengikuti pembelajaran dengan seksama. Kegiatan Awal/Pendahuluan Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal yang harus ditempuh guru dan peserta didik pada setiap kali pelaksanaan pembelajaran terpadu. HIV/AIDS.

Kegiatan inti pembelajaran terpadu bersifat situasional. Kegiatan Akhir/Penutup dan tindak lanjut Waktu yang tersedia untuk kegiatan penutup atau kegiatan akhir pembelajaran terpadu ini cukup singkat. membaca materi pelajaran tertentu. atau berorientasi pada aktivitas peserta didik. di antaranya adalah sebagai berikut ini. memberikan motivasi atau bimbingan belajar. sikap dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. d) Memberikan evaluasi lisan atau tertulis. Cara yang paling praktis adalah menuliskannya di papan tulis dengan penjelasan secara lisan mengenai pentingnya kompetensi tersebut yang akan dikuasai oleh peserta didik. • Alternatif kegiatan belajar yang akan dialami peserta didik. MODEL PENILAIAN IPA TERPADU Model penilaian yang dikembangkan mencakup prosedur yang digunakan. Secara umum kegiatan penutup ini terdiri atas hal-hal sebagai berikut ini. Model penilaian ini disesuaikan dengan penilaian berbasis kelas pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Objek penilaian mencakup penilaian terhadap proses dan hasil belajar peserta didik. dan perorangan. kelompok. Kegiatan belajar hendaknya lebih mengutamakan aktivitas peserta didik. serta alat evaluasi yang digunakan. Kegiatan nontatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik dengan sumber belajar lain di luar kelas atau di luar sekolah. yang mendorong peserta didik pada upaya penemuan pengetahuan baru. yakni disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. jenis dan bentuk penilaian. Prinsip belajar sesuai dengan ’konstruktivisme’ hendaknya dilaksanakan dalam pembelajaran terpadu Dalam membahas dan menyajikan materi/bahan ajar terpadu harus diarahkan pada suatu proses perubahan tingkah laku peserta didik. Kompetensi dapat diukur melalui sejumlah hasil belajar yang indikatornya dapat diukur dan diamati. Hasil belajar pada hakikatnya merupakan kompetensi-kompetensi yang mencakup aspek pengetahuan. melalui pembelajaran yang bersifat klasikal. • Kegiatan yang paling awal: Guru memberitahukan tujuan atau kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik beserta garis besar materi yang akan disampaikan. Oleh karena itu guru perlu mengatur dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin. menjelaskan kembali bahan yang dianggap sulit oleh peserta didik. Terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam kegiatan inti pembelajaran terpadu. a) Mengajak peserta didik untuk menyimpulkan materi yang telah diajarkan. Guru hanya sebagai fasilitator yng memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk belajar. menemukan sendiri apa yang dipelajarinya. c. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 79 88. Penilaian proses dan hasil belajar saling berkaitan satu dengan yang lainnya karena hasil belajar merupakan . b) Melaksanakan tindak lanjut pembelajaran dengan pemberian tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah. Peserta didik diarahkan untuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 78 87. penyajian harus dilakukan secara terpadu melalui penghubungan konsep di mata pelajaran yang satu dengan konsep di mata pelajaran lainnya. c) Mengemukakan topik yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.dengan guru maupun dengan peserta didik lainnya. keterampilan. Guru harus berupaya untuk menyajikan bahan ajar dengan strategi mengajar yang bervariasi. Guru menyampaikan kepada peserta didik kegiatan belajar yang harus ditempuh peserta didik dalam mempelajari tema atau topik yang telah ditentukan.

Nontes Memperkirakan 2. Jenis penilaian terpadu terdiri atas tes dan bukan tes. Tes Laporan Lembar hubungan ukuran perbuatan praktikum penilaian penduduk laporan dengan Lembar kebutuhan penilaian pangan kinerja Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 82 91. Sistem ini kurang dapat menggambarkan kemampuan peserta didik secara menyeluruh. Sistem penilaian dengan menggunakan tes merupakan sistem penilaian konvensional.masing tingkat trofik Memprediksi Memperkirakan Penugasan Nontes Laporan Lembar pengaruh hubungan antara hasil penilaian kepadatan populasi pengamatan laporan populasi penduduk manusia dengan terhadap kebutuhan air lingkungan bersih dan udara bersih Praktikum 1.akibat dari proses belajar. Tes tes sikap. dan nilai Tes lisan Tes tertulis Tes perbuatan Skala sikap Tes tertulis/ uraian Tes tertulis/ objektif Daftar periksa Pilihan ganda Kuesioner Tes tertutup/ Benar salah Catatan anekdot terbatas/ Menjodohkan Portofolio terstruktur Isian singkat Catatan sekolah Bebas terbuka Isian panjang Jurnal Cuplikan kerja Isian khusus Model penilaian pembelajaran terpadu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 81 90. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem . Non keterampilan. PENILAIAN Pengetahuan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 80 89. sebab hasil belajar digambarkan dalam bentuk angka yang gambaran maknanya sangat abstrak. Berikut ini adalah contoh penilaian untuk tema/topik tentang LINGKUNGAN SEKITAR KITA TEMA: LINGKUNGAN SEKITAR KITA KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing.masing tingkat trofik Memperkirakan hubungan ukuran penduduk dengan kebutuhan lahan Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk dengan kerusakan lingkungan Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk dengan kesehatan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 83 92. Oleh karena itu untuk melengkapi gambaran kemajuan belajar secara menyeluruh maka dilengkapi dengan non-tes. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing.

dan tanah pengelolaan dalam kaitannya lingkungan dengan kegiatan untuk manusia mengatasi pencemaran Mengemukakan dan kerusakan contoh langkah. kinerja dalam pengharum. pengharum.masing tingkat trofik Mengaplikasik Menjelaskan Penugasan Nontes Karya tulis Lembar an peran pengaruh penilaian manusia pencemaran air. karya tulis dalam udara. dan kehidupan pembasmi sehari-hari serangga Menyelidiki pengaruh penggunaan bahan kimia yang digunakan sebagai pemutih. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing.masing tingkat trofik hubungan bentuk energi dan hasil penilaian bentuk . penilaian bahan kimia pembersih.masing tingkat trofik Menjelaskan efek samping penggunaan bahan kimia dalam rumah tangga Menjelaskan Menunjukkan Penugasan Nontes Laporan Lembar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 86 95.lingkungan langkah upaya pengelolaan lingkungan hidup untuk kesejahteraan manusia Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 84 93.masing tingkat trofik Mencari Mengelompokkan Praktikum Nontes Lembar informasi bahan kimia dari penilaian tentang kemasan yang Tes perbuatan laporan kegunaan dan digunakan Lembar efek samping sebagai pemutih. dan pembasmi serangga Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 85 94. pembersih.dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing.

afektik. biologi. misalnya merupakan hasil Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 88 97.energi perubahannya pengamatan laporan dan dalam kehidupan perubahansehari-hari nya. karena memerlukan penyesuaian diri dan kemauan untuk beradaptasi. 6. Hal ini tergantung pada kondisi sekolah.proses di lingkungan terhadap kesehatan manusia Berdasarkan contoh itu. Pembelajaran terpadu biasa dilakukan jenjang pendidikan usia dini. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing.masing tingkat trofik permasalah-an proses ganda jawaban dan lingkungan pemanasan global cara dan pengaruhnya penilaian terhadap masalah lingkungan Soal uraian singkat Menjelaskan pengaruh proses. namun tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. maka guru dapat mempraktikkan beberapa teknik penilaian. baik tes maupun nontes. maupun psikomotor. Begitu pula dengan pembelajaran IPA Terpadu. perencanaan pembelajaran. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 89 98. Untuk keperluan pelaporan hasil penilaian guru dapat memberikan bobot bagi setiap tugas yang diberikan tergantung pada pertimbangan guru sesuai dengan karakteristik tugas. pembelajaran dapat dilakukan oleh tim pengajar atau guru tunggal. misalnya tugas pemecahan masalah lingkungan dan usulan cara penanggulangannya. maka dalam penyusunan silabus. kimia. biologi. Guru Dalam pelaksanaannya. maka dalam pelaporan hasil penilaian tidak menjadi masalah. Ketiganya akan dipadukan menjadi nilai mata pelajaran IPA . a. kimia. penggunaan media. Penilaian untuk pelaporan mengacu pada pedoman penilaian dari Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. baik yang termasuk dalam ranah kognitif. Hasil uji coba menunjukkan bahwa pembelajaran terpadu dapat dilaksanakan. Melalui penugasan ini maka kemampuan berpikir dan kepekaan peserta didik akan terasah. pengamatan di luar kelas. dan strategi . Dapat pula berupa tugas sintesis dan evaluasi. prinsip "usaha dan Mengaplikasikan energi" serta konsep energi penerapan-nya dan dalam perubahannya kehidupan dalam kehidupan sehari-hari sehari-hari Menjelaskan Menjelaskan Penugasan Nontes Laporan Lembar hubungan proses pelapukan penilaian antara proses di lapisan bumi yang terjadi di berkaitan dengan lapisan litosfer masalah dan atmosfer lingkungan dengan kesehatan dan Menjelaskan Tes akhir Soal Pilihan Kunci Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 87 96. yaitu jenjang SMP/MTs dan SMA/MA. Tugas berupa laporan baik secara individu maupun kelompok sebaiknya berupa tugas aplikasi. Bila di suatu sekolah guru IPA terdiri atas guru fisika. IMPLIKASI PEMBELAJARAN IPA TERPADU Sesuatu yang baru atau merupakan inovasi tentu tidak mudah untuk dilaksanakan. Oleh karena keterpaduan pembelajaran IPA meliputi mata pelajaran fisika.

bahwa yang terpenting adalah kerja sama antarguru IPA yang ada di suatu sekolah dalam membuat perencanaan pembelajaran. desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran hingga kesepakatan dalam bentuk penilaian. indikator. Dalam pelaksanaannya di lapangan. Bahan Ajar Bahan ajar yang digunakan tidak hanya buku mata pelajaran saja. Selain meningkatkan kerja sama. Keterpaduan kompetensi yang terjadi lintas kelas. Jadwal pelajaran yang sudah diatur sedemikian rupa dan tak dapat diubah begitu saja. Aktivitas pembelajaran harus lebih banyak berpusat pada peserta didik agar dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya. pengaturannya dapat dilakukan sejak awal semester atau awal tahun pelajaran. Secara teknis. Bahkan bila memungkinkan mereka dapat menggunakan teknologi informasi yang ada. Masalah guru mata pelajaran IPA yang terpisah. Kerja sama ini meliputi saling mempelajari materi dari mata pelajaran yang lain. Dalam bab sebelumnya telah diuraikan. 4. pembelajaran IPA terpadu dapat diajarkan oleh guru tunggal atau tim pengajar tergantung pada kesepakatan dan waktu. pembelajaran terpadu juga meningkatkan keharusan bagi guru untuk memperluas wawasan pengetahuannya. Peserta didik Bagi peserta didik. Program semester yang telah memuat urutan materi yang akan diajarkan. 3. mulai dari silabus. b. 5. Oleh karena itu. Namun dalam pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru tunggal. c. Bila di sekolah. baik yang ada di sekolah maupun dalam lingkup MGMP. Aktivitas peserta didik dalam penugasan dapat menjadi nilai tambah yang menguntungkan. atau bersama-sama. pembelajaran terpadu dapat mempertajam kemampuan analitis terhadap konsep-konsep yang dipadukan. Hal yang perlu dihindarkan adalah pembahasan materi yang tidak seimbang karena wawasan pengetahuan tentang materi pelajaran yang lain kurang memadai. Pembelajaran terpadu perlu dilakukan dengan variasi metode yang tidak membosankan.mengajar sebaiknya dibuat bersama hingga penyusunan alat penilaiannya. dan mengalami kesulitan untuk memadukan kompetensi dasar. Pembelajaran terpadu oleh guru tunggal dapat memperkecil masalah pelaksanaannya yang menyangkut jadwal pelajaran. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 91 100. maka pembelajaran terpadu dapat meningkatkan kerja sama antarguru IPA. 1. Misalnya bahan ajar tersebut dominan biologi maka yang mengajar sebaiknya guru biologi. karena dapat mengembangkan kemampuan asosiasi konsep dan aplikasi konsep. Peserta didik dapat juga mencari berbagai sumber belajar lainnya. maka sangat dianjurkan agar guru tersebut bekerja sama dalam kelompok MGMP agar dapat terjadi diskusi tentang perencanaan strategi dan pelaksanaan KBM. tetapi dapat dari berbagai mata pelajaran yang direkatkan oleh tema. Dalam mengajarkan bahan ajar dilakukan oleh guru mata pelajaran yang dominan. Penguasaan bahan ajar. dan materi. Indikator yang sudah dipadukan tidak perlu diajarkan dua kali karena tujuan pembelajaran terpadu adalah efisiensi dan efektivitas dalam pembelajaran. suatu bahan ajar dapat dibahas . Dalam pembelajaran terpadu. pembelajaran IPA Terpadu terbentur pada masalah-masalah berikut ini. 2. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 90 99. seorang guru mengajar semua mata pelajaran IPA. Hal utama yang harus dilakukan guru adalah memahami model pembelajaran terpadu secara konseptual maupun praktikal. Bila hal ini dapat dilaksanakan.

Sarana dan Prasarana Dalam pembelajaran terpadu diperlukan berbagai alat dan media pembelajaran. Yang perlu dicatat ialah pemaduan kegiatan dalam bentuk tema sebaiknya dilakukan pada jenjang kelas yang sama dan masih dalam lingkup IPA . bahwa sebenarnya tidak ada model pembelajaran yang cocok untuk semua konsep. Di samping kekuatan/manfaat yang dikemukakan itu. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran Terpadu Walaupun standar kompetensi dan kompetensi dasar IPA dikembangkan dalam submata pelajaran. sehingga belajar lebih menyenangkan. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. Begitu pula dengan pembelajaran terpadu dalam IPA memiliki beberapa kelemahan. sehingga memudahkan pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi IPA. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antarkonsep Fisika.dari berberapa mata pelajaran sehingga wawasan peserta didik diharapkan akan lebih terbuka. model pembelajaran IPA Terpadu juga memiliki kelemahan. karena ketiga disiplin ilmu (Fisika. Karena digunakan untuk pembelajaran konsep yang direkatkan oleh tema. Salah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 92 101. dan dalam konteks yang lebih bermakna. • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. oleh karena itu model pembelajaran harus disesuaikan dengan konsep yang akan diajarkan. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antarguru submata pelajaran terkait. Konsep-konsep yang dipilih untuk direkat oleh tema dapat menghemat waktu dan ruang. pada tingkat pelaksanaan guru memiliki keleluasaan dalam membelajarkan peserta didiknya untuk mencapai kompetensi tersebut. akan tetapi kelemahan tersebut sebagai tantangan untuk . • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait. Kimia. terorganisasi dan mendalam. Berikut contoh Pemetaan Kompetensi Dasar untuk menjadi Tema dalam pembelajaran IPA Terpadu. • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. peserta didik/guru dengan narasumber. Kekuatan/manfaat yang dapat dipetik melalui pelaksanaan pembelajaran terpadu antara laian sebagai berikut. dan Biologi) dapat dibelajarkan sekaligus. satu contoh yang akan dikembangkan dalam model ini adalah guru dapat mengidentifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dekat dan relevan untuk dikemas dalam satu tema dan disajikan dalam kegiatan pembelajaran yang terpadu. peserta didik dengan peserta didik. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. maka penggunaan sarana pembelajaran dapat lebih efisien jika dibandingkan dengan pemisahan mata pelajaran. dan Biologi. Perlu disadari. d. maka akan mengurangi kebosanan peserta didik terhadap pengulangan bahan ajar pada berbagai mata pelajaran. • Dengan menggabungkan berbagai mata pelajaran akan terjadi penghematan waktu. sehingga memudahkan memahami hubungan materi IPA dari satu konteks ke konteks lainnya. Di samping itu karena konsep-konsep itu dipadukan dalam suatu pembelajaran. sehingga pemahaman menjadi lebih Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 93 102. Memang tidak semua konsep dapat dipadukan. guru dengan peserta didik. belajar dalam situasi nyata. e. Kimia.

Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas . metode. maka penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan. Aspek kurikulum: Kurikulum harus luwes. ekonomi. kemampuan asosiatif (menghubung-hubungkan). b. PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti: sosiologi. TEMA. pembelajaran terpadu menekankan pada kemampuan analitik (mengurai). a. Aspek sarana dan sumber pembelajaran: Pembelajaran terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. penilaian keberhasilan pembelajaran peserta didik. guru selain dituntut untuk menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif. Bila sarana ini tidak dipenuhi. memiliki kreativitas tinggi. d. Tanpa kondisi ini. Aspek Guru: Guru harus berwawasan luas. Kesemuanya ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pembelajaran IPA. keterampilan metodologis yang handal. c. kemampuan eksploratif dan elaboratif (menemukan dan menggali). sebagai sebuah bentuk inovasi dalam implementasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar perlu dikembangkan lebih lanjut. maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat. dan mempermudah pengembangan wawasan. maka guru berkecenderungan menekankan atau mengutamakan substansi gabungan tersebut sesuai dengan pemahaman. Sekalipun pembelajaran terpadu mengandung beberapa kelemahan selain keunggulannya. memperkaya. pada saat mengajarkan sebuah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 95 104. Untuk mengurangi kelemahan-kelemahan di atas. Bila kondisi ini tidak dimiliki. E. yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa mata pelajaran terkait yang dipadukan. Aspek penilaian: Pembelajaran terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif). selera. Guru perlu diberi kewenangan dalam mengembangkan materi. e. f. Beberapa kelemahan yang perlu diatasi diuraikan sebagai berikut ini. juga dituntut untuk berkoordinasi dengan guru lain.terus berupaya diatasi oleh pihak-pihak yang terlibat di sekolah. baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. PEMBELAJARAN IPS TERPADU 1. Hal ini terjadi karena model Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 94 103. dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri. Semua ini akan menunjang. dan budaya. hukum. berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian materi). dan berani mengemas dan mengembangkan materi. maka pembelajaran terpadu dalam IPA akan sulit terwujud. sejarah. mungkin juga fasilitas internet. bila materi pelajaran berasal dari guru yang berbeda. Dengan kata lain. Dalam kaitan ini. politik. perlu dibahas bersama antara guru mata pelajaran terkait dengan sikap terbuka. Secara akademik. rasa percaya diri yang tinggi. guru dituntut untuk terus menggali informasi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada mata pelajaran tertentu saja. geografi. Suasana pembelajaran: Pembelajaran terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu mata pelajaran dan ‘tenggelam’nya mata pelajaran lain. Aspek peserta didik: Pembelajaran terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif “baik”.

sedangkan sejarah memberikan wawasan berkenaan dengan peristiwa-peristiwa dari berbagai periode. Pembelajaran geografi memberikan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 96 105. politik.aktivitas ekonomi. geografi. Sosiologi dan psikologi sosial merupakan ilmu-ilmu tentang perilaku seperti konsep peran. Geografi. dan psikologi sosial. ekonomi. hukum dan politik. dan budaya). 2001). antropologi. yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi pokok bahasan atau topik (tema) tertentu. • Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan gabungan dari unsur-unsur geografi. sejarah. dan antropologi merupakan disiplin ilmu yang memiliki keterpaduan yang tinggi. Mata pelajaran IPS bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. ekonomi. psikologi sosial. sosiologi. Ilmu politik dan ekonomi tergolong ke dalam ilmu-ilmu tentang kebijakan pada aktivitas-aktivitas yang berkenaan dengan pembuatan keputusan. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa kehidupan masyarakat (Nursid Sumaatmaja. kebulatan wawasan yang berkenaan dengan wilayah-wilayah. bahkan juga bidang humaniora. Bahan kajian itu menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). • Kompetensi Dasar IPS berasal dari struktur keilmuan geografi. 1980. sejarah. organisasi politik. sejarah. ekspresi-ekspresi dan spiritual. kewarganegaraan. Karateristik mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs antara lain sebagai berikut. filsafat. pendidikan dan agama (Numan Soemantri. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi.20) Dalam implementasinya. institusi. antropologi. kelompok. sosiologi. struktur sosial. • Kompetensi Dasar IPS juga menyangkut berbagai masalah sosial yang dirumuskan dengan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner. sejarah. Antropologi meliputi studi-studi komparatif yang berkenaan dengan nilai-nilai. politik. ekonomi. Salah satu bentuk efisiensi dan efektivitas implementasi kurikulum. hukum dan politik. geografi. sejarah. IPS atau studi sosial itu merupakan bagian dari kurikulum sekolah yang diturunkan dari isi materi cabangcabang ilmu-ilmu sosial: sosiologi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 97 106. aktivitas. dan benda-benda budaya dari budaya-budaya terpilih. politik. perlu dilakukan berbagai studi yang mengarah pada peningkatan efisiensi dan efektivitas layanan dan pengembangan sebagai konsekuensi dari suatu inovasi pendidikan. ekonomi. meliputi bahan kajian: sosiologi. filsafat. ekonomi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 98 . sejarah. Gambar 1: Keterpaduan Cabang Ilmu Pengetahuan Sosial Sejarah Ilmu Politik Geografi Ekonomi Ilmu Pengetahuan Sosial Psikologi Sosiologi Sosial Filsafat Antropologi 2.dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu-ilmu sosial (sosiologi. geografi. KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN IPS Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Ilmu-Ilmu Sosial di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). hukum. proses interaksi dan kontrol sosial. perlu dikembangkan berbagai model pembelajaran kurikulum. teknologi. Secara intensif konsep-konsep seperti ini digunakan ilmu-ilmu sosial dan studistudi sosial. kepercayaan.

4. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi. Dimensi IPS Dalam Kehidupan Manusia Dimensi dalam Ruang Waktu Nilai/Norma kehidupan manusia Area dan substansi Alam sebagai Alam dan Kaidah atau aturan yang pembelajaran tempat dan kehidupan yang menjadi perekat dan penyedia selalu berproses. Model pembelajaran terpadu pada hakikatnya merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individual maupun kelompok aktif mencari. dalam mata Sosiologi/Antropologi pelajaran Sumber: Sardiman. serta mampu membuat analisis yang kritis. Tujuan tersebut dapat dicapai manakala program. TUJUAN PEMBELAJARAN IPS Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 99 108. • Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS menggunakan tiga dimensi dalam mengkaji dan memahami fenomena sosial serta kehidupan manusia secara keseluruhan. selanjutnya mampu mengambil tindakan yang tepat. • Memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat atau lingkungannya. menggali. dan kaidah alamiah antisipatif masingmasing disiplin ilmu Alternatif penyajian Geografi Sejarah Ekonomi. keadilan dan jaminan keamanan (Daldjoeni. 2004 3. 1996:3). • Mampu menggunakan model-model dan proses berpikir serta membuat keputusan untuk menyelesaikan isu dan masalah yang berkembang di masyarakat. Dari rumusan tujuan tersebut dapat dirinci sebagai berikut (Awan Mutakin. kehidupan manusia dan daya dan yang akan alam datang Contoh Kompetensi Adaptasi spasial Berpikir Konsisten dengan Dasar yang dan eksploratif kronologis. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima. kekuasaan.107. Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. adaptasi dan pengelolaan lingkungan. menyimpan. aturan yang disepakati dikembangkan prospektif. 1998). • Mampu mengembangkan berbagai potensi sehingga mampu membangun diri sendiri agar survive yang kemudian bertanggung jawab membangun masyarakat. Salah satu di antaranya adalah memadukan Kompetensi Dasar melalui pembelajaran terpadu siswa dapat memperoleh pengalaman langsung. Pendekatan pembelajaran terpadu dalam IPS sering disebut dengan pendekatan interdisipliner. • Mengetahui dan memahami konsep dasar dan mampu menggunakan metode yang diadaptasi dari ilmu-ilmu sosial yang kemudian dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah sosial. • Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dapat menyangkut peristiwa dan perubahan kehidupan masyarakat dengan prinsip sebab akibat. KONSEP PEMBELAJARAN TERPADU DALAM IPS Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 100 109. penjamin keharmonisan potensi sumber masa lalu. dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik (Depdikbud.program pelajaran IPS di sekolah diorganisasikan secara baik. Ketiga dimensi tersebut terlihat pada tabel berikut. melalui pemahaman terhadap nilai-nilai sejarah dan kebudayaan masyarakat. proses dan masalah sosial serta upaya-upaya perjuangan hidup agar survive seperti pemenuhan kebutuhan. 1981). • Menaruh perhatian terhadap isu-isu dan masalah-masalah sosial. saat ini. kewilayahan. dan memproduksi kesan-kesan tentang . struktur.

Memupuk aspirasi terhadap DAERAH TUJUAN kesenian WISATA Keadaan Politik Ekonomi 3. Bisa membentuk permasalahan yang dapat dilihat dan dipecahkan dari berbagai disiplin atau sudut pandang. kemudian dilengkapi. Keterpaduan IPS dapat dikembangkan melalui topik yang didasarkan pada potensi utama yang ada di wilayah setempat. program pembelajaran disusun dari berbagai cabang ilmu dalam rumpun ilmu sosial. . misalnya ‘pariwisata’. pengaruhnya terhadap kondisi sosial budaya setempat. sosial/antropologis. Secara historis dapat dikembangkan melalui sejarah daerah pariwisata tersebut. Pada pendekatan pembelajaran terpadu. Pengembangan pembelajaran terpadu. dibahas. pemukiman kumuh. dan diperdalam dengan cabang-cabang ilmu yang lain. revolusi yang dibahas dari berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial. Melalui kajian potensi utama yang terdapat di daerahnya. “Potensi Bali Sebagai Daerah Tujuan Wisata”. Secara sosiologis. diperluas. dapat mengambil suatu topik dari suatu cabang ilmu tertentu. Keadaan politik juga dapat dikaji pula pada topik pengembangan pariwisata berkaitan dengan pengaruhnya terhadap perkembangan pariwisata. pariwisata itu juga dapat ditinjau dari partisipasi masyarakat. Selanjutnya. potensi pariwisata. Dengan demikian. historis kronologis dan kausalitas. Keamanan dan stabilitas daerah 4. Dalam pembelajaran yang dikembangkan dalam Kebudayaan Bali dikaji dan ditinjau dari faktor alam. Potensi objek wisata BALI SEBAGAI 2. peristiwa. Model Integrasi Berdasarkan Topik Dalam pembelajaran IPS keterpaduan dapat dilakukan berdasarkan topik yang terkait. Topik/tema dapat dikembangkan dari isu. IPTEK. dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. dan interaksi antara wisatawan dengan masyarakat lokal. Sejarah kondisi fisik perkembangan Sejarah Geografi daerah objek daerah wisata wisata PENGEMBANGAN PARIWISATA Partisipasi Dampak masyarakat Sosiologi Ekonomi terhadap kesejahteraan Pengaruh terhadap Politik masyarakat perkembangan masyarakat di sekitar objek wisata Gambar 2: Model Integrasi IPS Berdasarkan Topik/Tema b. Model Integrasi Berdasarkan Potensi Utama Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 102 111. Persebaran. Skema berikut memberikan gambaran keterkaitan suatu topik/tema dengan berbagai disiplin ilmu. contohnya banjir. Keadaan Alam Sosiologis/ antropologis 1. serta perilaku masyarakat terhadap aturan. modernisasi. Pariwisata dalam contoh yang dikembangkan ditinjau dari berbagai disiplin ilmu yang tercakup Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 101 110. maka siswa selain dapat memahami kondisi daerahnya juga sekaligus memahami Kompetensi Dasar yang terdapat pada beberapa disiplin yang tergabung dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. sebagai contoh. dan permasalahan yang berkembang. Azas manfaat terhadap kesejahteraan penduduk Gambar 3: Model Integrasi IPS Berdasarkan Potensi Utama c. Pengembangan pariwisata dalam hal ini ditinjau dari persebaran dan kondisi fisis-geografis yang tercakup dalam disiplin Geografi. dampak pariwisata terhadap perkembangan ekonomi lokal maupun nasional dapat dikembangkan melalui kompetensi yang berkaitan dengan ekonomi. mobilitas sosial.hal-hal yang dipelajarinya. Model Integrasi Berdasarkan Permasalahan Model pembelajaran terpadu pada IPS yang lainnya adalah berdasarkan permasalahan yang ada. siswa terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari. dalam hal ini. a.

2 Mendeskripsikan 5. pemerintahan lahan. dari beberapa faktor sosial yang mempengaruhinya.1 Mendeskripsikan Ekonomi pola kegiatan interaksi sebagai kegiatan pokok perkembangan Penduduk ekonomi proses sosial. 1. Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas VII No. dan pola produksi. Perencanaan Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran terpadu bergantung pada kesesuaian rencana yang dibuat dengan kondisi dan potensi siswa (minat. Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 2 Kegiatan 6.1 Mendeskripsikan 2. melainkan memungkinkan hanya dua atau tiga Kompetensi Dasar saja. Juga dapat dari faktor historis kronologis dan kausalitas. Pemetaan Kompetensi Dasar 2. Model Integrasi IPS Berdasarkan Permasalahan 5. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 1. Penyusunan Desain/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Langkah-langkah tersebut secara rinci dijelaslan sebagai berikut ini. sosial. meliputi kegiatan kebudayaan. jangan dipaksakan untuk dipadukan dalam pembelajaran. Faktor sosial. dan pada masa Islam pemukiman . • Beberapa Kompetensi Dasar yang tidak berpotensi dipadukan. Penentuan Topik/tema 3. Di antaranya adalah faktor ekonomi. Kegiatan yang dapat dilakukan pada pemetaan ini antara lain dengan: • mengidentifikasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat dipadukan dalam satu tingkat kelas yang sama. • Kompetensi Dasar yang sudah dipetakan dalam satu topik/tema masih bisa dipetakan dengan topik/tema lainnya. kebutuhan. Untuk menyusun perencanaan pembelajaran terpadu perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini. serta perilaku masyarakat terhadap aturan/norma. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 105 114. dan • menentukan tema/topik pengikat antar-Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.contohnya adalah “Pemukiman Kumuh”. Kompetensi Dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan/disajikan secara tersendiri. 1) Pemetaan Kompetensi Dasar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 104 113. Berikut ini contoh pemetaan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat diintegrasikan/dipadukan. Penjabaran (perumusan) Kompetensi Dasar ke dalam indikator sesuai topik/tema 4. • Mengidentifikasikan beberapa Kompetensi Dasar dalam berbagai Standar Kompetensi yang memiliki potensi untuk dipadukan. Pengembangan Silabus 5. Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 106 115. dan penggunaan konsumsi. Faktor Ekonomi dan budaya PEMUKIMAN KUMUH Perilaku Faktor historis terhadap aturan Gambar 4. bakat. • Kompetensi Dasar dipetakan tidak harus berasal dari semua Standar Kompetensi yang ada pada mata pelajaran IPS pada kelas yang sama. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TERPADU a. dan budaya. Pada pembelajaran terpadu. Langkah pertama dalam pengembangan model pembelajaran terpadu adalah melakukan pemetaan pada semua Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPS per kelas yang dapat dipadukan. Pemukiman Kumuh ditinjau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 103 112. ekonomi yang masyarakat. Beberapa ketentuan dalam pemetaan Kompetensi Dasar dalam pengembangan model pembelajaran terpadu Ilmu Pengetahuan Sosial adalah sebagai berikut. penduduk.1 Mendeskripsikan 6. dan kemampuan).

2 Mendeskripsikan palaku-pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia. identitas daya dalam Indonesia.3 Mendeskripsikan 2. imperialisme pranata sosial Barat. produksi dan pada masa distribusi barang/ HinduBuddha.peningalannya 5. masyarakat dan tenaga kerja kesadaran sebagai sumber nasional.1 Menggunakan 6.2 Mendeskripsikan 7.1 Mendeskripsikan 3.1 Menjelaskan kondisi fisik bentuk-bentuk bentuk pasar proses wilayah dan hubungan sosial dalam kegiatan perkembangan penduduk.3 Mendeskripsikan Sumber kondisi geografis interkasi sebagai manusia sebagai perkembangan Daya dan penduduk proses sosial.distribusi barang/ di Indonesia.2 Menguraikan Daerah kondisi fisik pranata sosial permasalahan proses wilayah dan dalam kehidupan angkatan kerja terbentuknya penduduk. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 7. jasa.1 Mendeskripsikan 2. makhluk sosial masyarakat. dan ekonomi yang kebudayaan. berdasarkan jasa. masyarakat sistem Antarbangsa perekonomian Indonesia. atlas dan kegiatan pokok perkembangan globe untuk ekonomi yang masyarakat.2 Mendeskripsikan masyarakat. No. 3.3 Mengidentifikasi bermoral dalam pemerintahan pola kegiatan bentuk-bentuk kaitannya dengan pada masa ekonomi interaksi sosial usaha memenuhi Kolonial Eropa penduduk.3 Mengidentifikasi 2.1 Mendeskripsikan 6. kebudayaan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 108 117.1 Mendeskripsikan 6. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 1. upaya pengendalian penyimpangan sosial 2. Semester 2 Semester 2 Semester 2 2. No.2 Mendeskripsikan 5. serta peninggalan. pemerintahan keruangan.1 Mendeskripsikan 4.3 Mendeskripsikan Indonesia. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia. peninggalannya 2 Semester 2 Semester 2 Semester 1 Semester 2 Kelangkaan 4.peningalannya Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 107 116. kebutuhan dan penggunaan lahan 2. Semester 1 Semester 1 Semester 2 Peran 1. ekonomi kolonialisme dan 6. 4. serta dalam kehidupan pengaruh yang masyarakat ditimbulkannya di berbagai daerah di 6. serta kondisi fisik peninggalanpermukaan bumi.3 Mendeskripsikan 6. dan kegiatan ekonomi.1 Mendeskripsikan Peta peta.2 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. penanggulangan.2 Mendeskripsikan Indonesia kondisi fisik pranata sosial pelaku-pelaku dalam wilayah dan dalam kehidupan ekonomi dalam Pergaulan penduduk.nya. berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi.1 Mendeskripsikan 5.1 Mendeskripsikan 2. perkembangan serta peran pergerakan pemerintah dalam kebangsaan upaya Indonesia.2 Mendeskripsikan 7.1 Mendeskripsikan 4. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 5.1 Mendeskripsikan 6. 3. dan 6. mendapatkan meliputi kegiatan kebudayaan. Semester 1 Semester 2 Semester 2 Semester 1 Otonomi 1.1 Mendeskripsikan proses Lingkungan permasalahan bentukbentuk hubungan antara perkembangan lingkungan hidup hubungan sosial . kebudayaan. dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas VIII No. Semester 1 Semester 2 Semester 1 Semester 1 Globalisasi 1. serta peninggalan.1 Menjelaskan Pelestarian 1.3 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. Semester 2 Semester 2 Semester 1 Pemanfaatan 4. dan informasi konsumsi.4 Menguraikan pemanfaatan dan pola proses interaksi sumber daya yang pemukiman sosial tersedia.

Topik/tema yang ditentukan harus relevan dengan Kompetensi Dasar yang telah dipetakan. Indonesia 2) Penentuan Topik/Tema Setelah pemetaan Kompetensi Dasar selesai.kelangkaan kolonialisme dan dan upaya sumber daya imperialisme penang. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 110 119. dalam satu mata pelajaran IPS pada satu tingkatan kelas terdapat beberapa topik yang akan dibahas.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas IX No. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan topik/tema pada pembelajaran IPS Terpadu antara lain meliputi hal-hal berikut. isu sentral yang sedang berkembang saat ini.1 Menginterpretasi. dapat menjadi prioritas yang dipilih dengan tidak mengabaikan keterkaitan antar-Kompetensi Dasar pada satu rumpun yang telah dipetakan.1Mendeskripsikan 7.4 Mendeskripsikan 7.5 Mengidentifikasi dan peran Semester 1 era global dampak Indonesia dalam 1. dan pemanfaatan peta. Semester 2 Semester 2 Semester 2 Semester 2 Kerjasama 5.3 Menguraikan 7. merupakan perekat antar-Kompetensi Dasar yang terdapat dalam satu rumpun mata pelajaran IPS.2 Menguraikan ngan kan peta tentang kan perubahan uang dan perkembangan Pariwisata bentuk dan pola sosial-budaya lembaga lembaga. dalam arti sesuai dengan keadaan lingkungan setempat. Indonesia. serta gulangannya pranata sosial kebutuhan pengaruh yang dalam dalam kehidupan manusia yang ditimbulkannya di pembangunan masyarakat tidak terbatas berbagai daerah di berkelanjutan.2 Mendeskripsikan 7.6. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 1.7. Semester 2 Semester 1 Semester 1 Semester 2 Pengemba.2 Menguraikan Indonesia dalam tipe-tipe kerjasama perilaku internasional masyarakat dalam menyikapi perubahan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 109 118.2 Mendeskripsikan 7.dan penduduk di ekonomi kawasan Asia dalam lembaga Tenggara perubahan internasional sosial-budaya di dan peran era global Indonesia dalam kerjasama internasional 3. Contohnya. Hal ini agar pembelajaran yang dilakukan dapat lebih bermakna bagi siswa. No.kompetensi Dasar yang terdapat dalam satu tingkatan kelas. Pemberlakuan Otonomi Daerah.perilaku kerjasama antar perkembangan nasional unsur geografis negara di bidang masyarakat lembaga. Pemilihan Kepala Daerah Secara . • Topik. pada keuangan.3.2 Menguraikan Interketerkaitan unsur. lembaga masyarakat internasional dan peran 3. Dengan demikian. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 2 Semester 2 Semester 2 Semester 2 Semester 2 Modernisasi 5.3 Menguraikan 7. 6. langkah selanjutnya dilakukan penentuan topik/tema. • Topik yang ditentukan selain relevan dengan Kompetensi. kelangkaan sumber daya alam.2 Mendeskripsikan dengan Barat. dalam pembelajaran IPS Terpadu.2Menguraikan keterkaitan unsur. untuk kelas VII ada 3 (tiga) topik/tema yaitu: aktivitas ekonomi penduduk. contohnya.1Mendeskripsi.dan penduduk di ekonomi kawasan Asia dalam lembaga Tenggara perubahan internasional sosial-budaya di 7. juga sebaiknya relevan dengan pengalaman pribadi siswa. Pertumbuhan Industri.perilaku kerjasama antar perkembangan unsur geografis negara di bidang masyarakat lembaga. • Dalam menentukan topik.muka bumi.1 Mengidentifikasi kerjasama antar kerjasama ciri-ciri negara negara terhadap internasional berkembang dan perekonomian negara maju.5.4 Mendeskripsikan 7.

2 Menguraikan tipe-tipe kerjasama perilaku masyarakat internasional dalam menyikapi perubahan 3) Penjabaran Kompetensi Dasar ke dalam Indikator Setelah melakukan langkah Pemetaan Kompetensi Dasar dan Penentuan Topik/Tema sebagai pengikat keterpaduan. ekonomi yang masyarakat.1 Mendeskripsikan pola 2. Indonesia.2 Mendeskripsikan kegiatan ekonomi interaksi sebagai kegiatan pokok perkembangan penduduk. dan dan pola pemukiman konsumsi. lembaga-lembaga masyarakat internasional dan peran Indonesia dalam 3. pengunaan lahan. Pasca Gempa Bumi dan Tsunami. • Menguraikan .1 Menjelaskan proses 1.2 Menguraikan peta tentang bentuk perubahan sosial. produksi. Berikut ini beberapa contoh Topik yang relatif relevan dengan pemetaan Kompetensi Dasar. iii) Topik: Pengembangan Pariwisata No Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah 1.peninggalannya Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 111 120. Semester 2 Semester 1 Semester 1 Semester 2 5. upaya penang. penggunaan lahan. Perumusan indikatornya: • Mengidentifikasikan mata pencaharian penduduk (pertanian. Perumusan indikatornya: • Mengidentifikasi pola-pola keselarasan sosial dalam keluarga dan masyarakat. • Mendeskripsikan bentuk penggunaan lahan di pedesaan dan perkotaan.1 Mendeskripsikan perkembangan permasalahan bentuk-bentuk hubungan antara kolonialisme dan lingkungan hidup dan hubungan sosial kelangkaan sumber imperialisme Barat.1 Mendeskripsi-kan 7. maka Kompetensi-kompetensi Dasar tersebut dijabarkan ke dalam indikator pencapaian hasil belajar yang nantinya digunakan untuk penyusunan silabus. dan distribusi barang/jasa.6. budaya pada keuangan.3 Mendeskripsikan 6.2 Mendeskripsikan 5. serta peninggalan. • Mendiskripsikan persebaran permukiman penduduk di berbagai bentang lahan dan mengungkapkan alasan penduduk memilih bermukim di lokasi tersebut. 6.1 Mendeskripsikan 7. Kelas VIII SMP ii) Topik : Pelestarian Lingkungan No Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah 1. barang/jasa. produksi. pemerintahan pada berdasarkan kondisi dan distribusi masa Islam di fisik permukaan bumi. Penyakit Folio.1 Menginterpretasi-kan 3. nonpertanian). Penyakit Busung Lapar.uang dan lembaga perkembangan dan pola muka bumi. dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. Kompetensi Dasar Sosiologi: Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial. Kelas VII SMP i) Topik: Kegiatan Ekonomi Penduduk No Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah 1.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Kelas IX SMP. Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 2 6.1 Mendeskripsikan 4.2 Mendeskripsikan daya dengan serta pengaruh yang gulangannya dalam pranata sosial dalam kebutuhan manusia ditimbulkannya di pembangunan kehidupan yang tidak terbatas berbagai daerah di berkelanjutan. masyarakat Indonesia.Langsung. Kompetensi Dasar Geografi: Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk. Semester 2 Semester 2 Semester 2 2. Kompetensi Dasar Ekonomi: Mendeksripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi. Perumusan indikatornya: • Menguraikan kegiatan konsumsi barang dan jasa. proses sosial. Contoh perumusan Kompetensi Dasar ke dalam berbagai indikator pencapaian Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 112 121. meliputi kegiatan kebudayaan.1 Mendeskripsikan 6. • Menentukan sikap dalam keragaman sosial untuk mewujudkan keselarasan sosial.

dan Ekonomi). sarana dan prasarana dalam pelaksanaannya bergantung pada sekolah masingmasing sama seperti pada pembelajaran IPA terpadu. Sesuai dengan tahapan perkembangan anak yang masih melihat segala sesuatu sebagai suatu keutuhan (holistic). Demikian pula untuk pelaksanaan proses pembelajaran. dan tiga berada pada rentangan usia dini. • Menjelaskan peranan pedagang dan ulama dalam proses awal perkembangan Islam di Indonesia. alokasi waktu. standar penilaian. peserta didik. Kompetensi Dasar. Pada usia tersebut seluruh aspek perkembangan kecerdasan seperti IQ. Seperti pada Mata pelajaran Matematika. Indikator. LATAR BELAKANG Peserta didik yang berada pada sekolah dasar kelas satu. • Menguraikan kegiatan distribusi barang dan jasa. Saat ini. standar proses. dan SQ tumbuh dan berkembang sangat luar biasa. Perumusan indikatornya: • Menyusun kronologis proses masuk berkembangnya Islam di Indonesia dengan menggunakan ensiklopedi dan referensi relevan lainnya. Penyusunan RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan peserta didik dalam upaya mencapai KD. Pada umumnya tingkat perkembangan masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) serta mampu memahami hubungan antara konsep secara sederhana. Komponen penyusunan silabus terdiri dari Standar Kompetensi IPS (Sosiologi. Dalam pelaksanaan kegiatannya dilakukan secara murni mata pelajaran yaitu hanya mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang berhubungan dengan mata pelajaran itu. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 115 124. pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD kelas I – III kelas awal) untuk setiap mata pelajaran masih banyak dilakukan secara terpisah. dua. menggunakan prinsi-prinsip minimal sesuai dengan standar isi. Diharapkan guru yang profesional sesuai dengan PP 74 dan minimal standar proses dapat melaksanakan pembelajaran IPS terpadu tanpa mengalami kendala. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialami secara langsung. sistematis. Pengalaman belajar. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia. maupun penilaian hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi siswa. 4) Penyusunan Silabus Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada langkah-langkah sebelumnya dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan silabus pembelajaran terpadu. Kompetensi Dasar Sejarah: Mendeksripsikan perkembangan masyarakat. analitis. Implikasi Pembelajaran IPS Terpadu Implikasi pembelajaran IPS terpadu terhadap guru. perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis. prinsip-prinsip utama dalam pembelajaran dan penilaian pada pembelajaran kontekstual (CTL). dan kreatif. Geografi. 5) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Pelaksanaan Proses Pembelajaran serta Penilaian Hasil Pembelajaran. bahan ajar. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 113 122. kebudayaan. kritis. serta . PEMBELAJARAN TEMATIK A. dan penilaian. EQ. dan dikembangkan dengan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 114 123.kegiatan produksi barang dan jasa. serta peninggalanpeninggalannya. pembelajaran yang menyajikan mata pelajaran secara terpisah akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik dan membuat kesulitan bagi peserta didik. b. Sejarah.

memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah. standar proses yang termuat dalam Standar Nasional Pendidikan. menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 117 126. Untuk memberikan gambaran tentang pembelajaran tematik yang dapat menjadi acuan dan contoh konkret. Masa usia dini ini merupakan masa yang pendek tetapi merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupan seseorang.kemampuan bekerjasama. memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan. B. Karakteristik perkembangan anak pada kelas satu. Ilmu Pengetahuan Alam. dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 116 125. memperhalus budi pekerti. Demikian pula pada Kompetensi dasar Pendidikan Agama. perbedaan pendekatan. menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia. disiapkan model pelaksanaan pembelajaran tematik untuk SD/MI kelas I hingga kelas III. mereka telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya. maka pembelajaran pada kelas awal sekolah dasar yakni kelas satu. dan kreatif. dan kompetitif. serta kemampuan bekerjasama. menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh. tidak pasti. Atas dasar pemikiran di atas dan dalam rangka implementasi Standar Isi. dan prinsip-prinsip pembelajaran antara kelas satu dan dua sekolah dasar dengan pendidikan pra-sekolah dapat juga menyebabkan peserta didik yang telah mengikuti pendidikan pra-sekolah pun dapat saja mengulang kelas atau bahkan putus sekolah. Ilmu Pengetahuan Sosial. sistematis. serta kematangan emosional dan sosial. kritis. serta Pendidikan Jasmani. yang pada akhirnya pembelajaran menjadi menyenangkan. Seni Budaya dan Keterampilan.mata pelajaran tersebut dipadukan menjadi sebuah tema akan diperoleh suatu kemampuan berkomunikasi secara baik sebagai indikator dalam kemampuan peserta didik dalam berpikir logis. Karakteristik Perkembangan anak usia kelas awal SD Anak yang berada di kelas awal SD adalah anak yang berada pada rentangan usia dini. model.Olahraga dan Kesehatan perlu dikaji Jika mata pelajaran. dua dan tiga SD biasanya pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan. analitis. Permasalahan menunjukkan bahwa kesiapan sekolah sebagian besar peserta didik kelas awal sekolah dasar di Indonesia cukup rendah. dan tiga lebih sesuai jika dikelola dalam pembelajaran terpadu melalui pendekatan pembelajaran tematik. dua. baik secara lisan maupun tulis. Sementara itu. Pendidikan Kewarganegaraan. pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal. Selain itu. Oleh karena itu. Demikian pula untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan tujuan agar peserta didik dapat berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku. Bahasa Indonesia. mengelola. hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang telah masuk Taman Kanak-Kanak memiliki kesiapan bersekolah lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang tidak mengikuti pendidikan Taman Kanak-Kanak. menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara. KERANGKA BERPIKIR 1. Matematika. serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Mereka telah .

perkembangan sosial anak yang berada pada usia kelas awal SD antara lain mereka telah dapat menunjukkan keakuannya tentang jenis kelaminnya. volume zat cair. yaitu: a. Cara Anak Belajar Piaget (1950) menyatakan bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya (teori perkembangan kognitif). bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan memandang unsur-unsur secara serentak. luas. berminat terhadap angka dan tulisan. dan berat. Kedua proses tersebut jika berlangsung terus menerus akan membuat pengetahuan lama dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 119 128. diraba. dan mandiri. 2. maka perilaku belajar anak sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek dari dalam dirinya dan lingkungannya. (2) Mulai berpikir secara operasional. Anak usia sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret. mengelompokkan obyek. memahami sebab akibat dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu. Berdasarkan hal tersebut. pengetahuan baru menjadi seimbang. prinsip ilmiah sederhana. dan mempergunakan hubungan sebab akibat. panjang. Menurutnya. Pada rentang usia tersebut anak mulai menunjukkan perilaku belajar sebagai berikut: (1) Mulai memandang dunia secara objektif. mempunyai sahabat. (4) Membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan. Selain itu. dapat mengendarai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 118 127. kecenderungan belajar anak usia sekolah dasar memiliki tiga ciri. dibaui. telah mampu berbagi. sebab siswa Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 120 . sepeda roda dua. dapat menangkap bola dan telah berkembang koordinasi tangan dan mata untuk dapat memegang pensil maupun memegang gunting. dan (5) Memahami konsep substansi. Konkrit Konkrit mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkrit yakni yang dapat dilihat. didengar. lebar. Perkembangan emosi anak usia 6-8 tahun antara lain anak telah dapat mengekspresikan reaksi terhadap orang lain. Pemahaman tentang objek tersebut berlangsung melalui proses asimilasi (menghubungkan objek dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran) dan akomodasi (proses memanfaatkan konsep-konsep dalam pikiran untuk menafsirkan objek). telah dapat mengontrol emosi.dapat melompat dengan kaki secara bergantian. (3) Mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan bendabenda. senang berbicara. Memperhatikan tahapan perkembangan berpikir tersebut. Kedua hal tersebut tidak mungkin dipisahkan karena memang proses belajar terjadi dalam konteks interaksi diri anak dengan lingkungannya. telah mulai berkompetisi dengan teman sebaya. sudah mampu berpisah dengan orang tua dan telah mulai belajar tentang benar dan salah. Untuk perkembangan kecerdasannya anak usia kelas awal SD ditunjukkan dengan kemampuannya dalam melakukan seriasi. setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata yaitu sistem konsep yang ada dalam pikiran sebagai hasil pemahaman terhadap objek yang ada dalam lingkungannya. Pemanfaatan lingkungan akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih bermakna dan bernilai. Dengan cara seperti itu secara bertahap anak dapat membangun pengetahuan melalui interaksi dengan lingkungannya. dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. dan diotak atik. meningkatnya perbendaharaan kata.

Kegiatan pembelajaran ini akan menjadi bermakna bagi anak jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak. b. cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks. maka kegiatan pembelajaran bagi anak kelas awl SD sebaiknya dilakukan dengan Pembelajaran tematik.komponen yang relevan di dalam struktur kognitif siswa. Dengan demikian. sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan. sehingga lebih nyata. PENGERTIAN PEMBELAJARAN TEMATIK Sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Tema adalah pokok pikiran atau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 122 131. Hierarkis Pada tahapan usia sekolah dasar. Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu.aspek. dan cakupan keluasan serta kedalaman materi . gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta. artinya proses belajar terjadi dalam diri individu sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya.milah konsep dari berbagai disiplin ilmu. Pembelajaan tematik adalah pembelajaran tepadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. hal ini melukiskan cara berpikir anak yang deduktif yakni dari hal umum ke bagian demi bagian. C. Belajar bermakna (meaningfull learning) merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. dan kepandaian. Siswa mampu . Integratif Pada tahap usia sekolah dasar anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan. keadaan yang alami. Proses belajar tidak sekadar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka. Dengan kata lain. mereka belum mampu memilah. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 121 130. belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan orang/guru menjelaskan. Dengan tema diharapkan akan memberikan banyak keuntungan. tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsepkonsep untuk menghasilkan pemahaman yang utuh. sikap. dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya. Sehubungan dengan hal tersebut. agar terjadi belajar bermakna maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki siswa dan membantu memadukannya secara harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan. dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan. kebiasaan. c. lebih faktual. 2.129. lebih bermakna. Pembelajaran pada hakekatnya adalah suatu proses interaksi antar anak dengan anak. Belajar dan Pembelajaran Bermakna Belajar pada hakekatnya merupakan proses perubahan di dalam kepribadian yang berupa kecakapan. 1983). 3. Proses belajar bersifat individual dan kontekstual. karakteristik cara anak belajar. anak dengan sumber belajar dan anak dengan pendidik. Perubahan ini bersifat menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. di antaranya: 1. maka perlu diperhatikan mengenai urutan logis. informasi atau situasi baru dengan komponen. konsep-konsep. Kebermaknaan belajar sebagai hasil dari peristiwa mengajar ditandai oleh terjadinya hubungan antara aspek. keterkaitan antar materi. konsep belajar dan pembelajaran bermakna.

3) Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama. 4. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 123 132. 4) Membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa. Selain itu. atau pengayaan. 3. Dengan pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan tema ini. pemantapan. Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata. akan diperoleh beberapa manfaat yaitu: 1) Dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi mata pelajaran akan terjadi penghematan. 5) Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkungannya. komunikasi. toleransi. dan tanggap terhadap gagasan orang lain. 6. 5. 7. Oleh karena itu. Teori pembelajaran ini dimotori para tokoh Psikologi Gestalt. karena tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 124 . Melalui pengalaman langsung siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya. 2) Kegiatankegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan siswa. sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan matapelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa. guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkaan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif dalam proses pembelajaran.mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar matapelajaran dalam tema yang sama. sehingga siswa akan memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan. termasuk Piaget yang menekankan bahwa pembelajaran haruslah bermakna dan berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan anak. Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. Beberapa ciri khas dari pembelajaran tematik antara lain: 1) Pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar. dan 6) Mengembangkan keterampilan sosial siswa. karena sesuai dengan tahap perkembangannya siswa yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik). Pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu (learning by doing). Kaitan konseptual antar mata pelajaran yang dipelajari akan membentuk skema. seperti kerjasama. untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari matapelajaran lain. waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial. dengan penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar akan sangat membantu siswa. Pengalaman belajar yang menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. guru perlu mengemas atau merancang pengalaman belajar yang akan mempengaruhi kebermaknaan belajar siswa.

fenomena. Psikologi belajar memberikan kontribusi dalam hal bagaimana isi/materi pembelajaran tematik tersebut disampaikan kepada siswa dan bagaimana pula siswa harus mempelajarinya. Landasan psikologis dalam pembelajaran tematik terutama berkaitan dengan psikologi perkembangan peserta didik dan psikologi belajar. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya (pasal 9). E. dan kemampuannya (Bab V Pasal 1-b). 2) Siswa mampu melihat hubungan-hubungan yang bermakna sebab isi/materi pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat. tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing siswa. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi. pembelajaran tematik memiliki karakteristikkarakteristik sebagai berikut: 1. UU No. Landasan yuridis tersebut adalah UU No. dan motivasi yang dimilikinya. KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN TEMATIK Sebagai suatu model pembelajaran di sekolah dasar. Memberikan pengalaman . Pembelajaran tematik berpusat pada siswa (student centered). pengetahuan adalah hasil konstruksi atau bentukan manusia. Aliran humanisme melihat siswa dari segi keunikan/kekhasannya. Keaktifan siswa yang diwujudkan oleh rasa ingin tahunya sangat berperan dalam perkembangan pengetahuannya. Berpusat pada siswa 2. hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar sedangkan guru lebih banyak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 126 135. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. bukan tujuan akhir. dan (3) humanisme. dan memperhatikan pengalaman siswa. minat. Manusia mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan obyek. Psikologi perkembangan diperlukan terutama dalam menentukan isi/materi pembelajaran tematik yang diberikan kepada siswa agar tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik.pecah. suasana yang alamiah (natural). 3) Pembelajaran menjadi utuh sehingga siswa akan mendapat pengertian mengenai proses dan materi yang tidak terpecah. melainkan suatu proses yang berkembang terus menerus. Menurut aliran ini. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 125 134. pengalaman dan lingkungannya. potensinya. berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar. dihilangkan. LANDASAN PEMBELAJARAN TEMATIK Landasan Pembelajaran tematik mencakup: Landasan filosofis dalam pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu: (1) progresivisme. Aliran progresivisme memandang proses pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreatifitas. pemberian sejumlah kegiatan. Aliran konstruktivisme melihat pengalaman langsung siswa (direct experiences) sebagai kunci dalam pembelajaran. 3. 4) Dengan adanya pemaduan antar mata pelajaran maka penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat. (2) konstruktivisme. Pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seorang guru kepada anak. Landasan yuridis dalam pembelajaran tematik berkaitan dengan berbagai kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah dasar.133. D.

G. • Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelompok. Kompetensi dasar yang tidak tercakup pada tema tertentu harus tetap diajarkan baik melalui tema lain maupun disajikan secara tersendiri. Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences). dan daerah setempat. jangan dipaksakan untuk dipadukan. 11. siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkrit) sebagai dasar untuk memahami halhal yang lebih abstrak. minat. bahkan mengaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan siswa berada. Pemisahan matapelajaran tidak begitu jelas 6. mengadakan penelitian sederhana. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 128 137. Siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya. Bersifat fleksibel 10. RAMBU-RAMBU 1. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan. sumber belajar media. 9. • . IMPLIKASI PEMBELAJARAN TEMATIK Implikasi implementasi pembelajaran tematik di sekolah dasar mencakup implikasi terhadap guru. dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. Oleh karena itu. 4. 6. 7. Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan 2. terhadap sarana-prasarana. Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 127 136. terhadap siswa.masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa 12. Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Dengan pengalaman langsung ini. kelompok kecil ataupun klasikal. menulis. Hal ini diperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah. dan pemilihan metode pembelajaran. Menyajikan konsep dari berbagai matapelajaran 8. dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral. sumber belajar dan media • Pembelajaran tematik pada hakekatnya menekankan pada siswa baik secara individual maupun kelompok untuk aktif mencari. menyenangkan dan utuh.langsung 4. menarik. Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester 3. dan pemecahan masalah Implikasi terhadap sarana. 5. 5. lingkungan. juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. prasarana. F. Dengan demikian. Implikasi bagi guru Pembelajaran tematik memerlukan guru yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak. Kegiatan pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca. Dalam pembelajaran tematik pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. Kompetensi dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan secara tersendiri. Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa. Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel) dimana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya. Siswa mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik. 13. pasangan. pengaturan ruangan. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa. Implikasi bagi siswa • Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual.

Dalam mengembangkan indikator perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran • Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati. Implikasi terhadap Pemilihan metode Sesuai dengan karakteristik pembelajaran tematik. dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai. mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masing-masing mata pelajaran. tanya jawab. untuk menentukan tema tersebut. • Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/karpet • Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik di dalam kelas maupun di luar kelas • Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar • Alat. 2) Prinsip Penentuan tema Dalam menetapkan .Pembelajaran ini perlu memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang sifatnya didisain secara khusus untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran (by design). H. maupun sumber belajar yang tersedia di lingkungan yang dapat dimanfaatkan (by utilization). • Pembelajaran ini juga perlu mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi sehingga akan membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang abstrak. Pemetaan Kompetensi Dasar Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi. pengembangan jaringan tema. 1) Menentukan tema Dalam menentukan tema dapat dilakukan dengan dua cara yakni: Cara pertama. 1. sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali. pengembangan silabus dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran. demonstrasi. menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan. Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator Melakukan kegiatan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran ke dalam indikator. TAHAP PERSIAPAN PELAKSANAAN Dalam pelaksanaan pembelajaran tematik. • Penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar masih dapat menggunakan buku ajar yang sudah ada saat ini untuk masingmasing mata pelajaran dan dimungkinkan pula untuk menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi Implikasi terhadap Pengaturan ruangan Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik perlu melakukan pengaturan ruang agar suasana belajar menyenangkan. Kegiatan yang dilakukan adalah: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 130 139. bermain peran. Pengaturan ruang tersebut meliputi: • Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan. Misalnya percobaan. bercakap-cakap. a. kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih. Cara kedua. maka dalam pembelajaran yang dilakukan perlu disiapkan berbagai variasi kegiatan dengan menggunakan multi metode. perlu dilakukan beberapa hal yang meliputi tahap perencanaan yang mencakup kegiatan pemetaan kompetensi dasar. guru dapat bekerjasama dengan peserta didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. • Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 129 138.

kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. kegiatan ini tertuang dalam kegiatan pembelajaran mulai dari pendahuluan. 10) Sumber belajar. Dengan jaringan tema tersebut akan terlihat kaitan antara tema. termasuk minat. 4. Kompetensi dasar dan Indikator Lakukan identifikasi dan analisis untuk setiap Standar Kompetensi. kegiatan inti 3 jam pelajaran (3 x 35 menit) dan kegiatan penutup satu jam pelajaran (1 x 35 menit) a. alat dan media yang digunakan untuk memperlancar pencapaian kompetensi dasar. Komponen rencana pembelajaran tematik meliputi: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 132 141. semester. indikator. kelas. Menetapkan Jaringan Tema Buatlah jaringan tema yaitu menghubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu. dan kegiatan penutup. 1) Identitas mata pelajaran (nama mata pelajaran yang akan dipadukan. dan penilaian. • Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri siswa • Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan siswa. Penyusunan Rencana Pembelajaran Untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran guru perlu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. kegiatan inti. Rencana pembelajaran ini merupakan realisasi dari pengalaman belajar siswa yang telah ditetapkan dalam silabus pembelajaran. inti dan penutup). kompetensi dasar. Komponen silabus terdiri dari standar kompetensi. 9) Penilaian dan tindak lanjut (prosedur dan instrumen yang akan digunakan untuk menilai pencapaian belajar peserta didik serta tindak lanjut hasil penilaian). Kompetensi Dasar dan indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar kompetensi. dan kemampuannya b. 7) Alokasi waktu 8) Metode pembelajaran dan strategi pembelajaran (kegiatan pembelajaran secara konkret yang harus dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan materi pembelajaran dan sumber belajar untuk menguasai kompetensi dasar dan indikator. Penyusunan Silabus Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada tahap-tahap sebelumnya dijadikan dasar dalam penyusunan silabus. 3.tema perlu memperhatikan beberapa prinsip yaitu: • Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan siswa: • Dari yang termudah menuju yang sulit • Dari yang sederhana menuju yang kompleks • Dari yang konkret menuju ke yang abstrak. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 133 142. Tahapan kegiatan Pelaksanaan pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan kegiatan yaitu kegiatan pembukaan/awal/pendahuluan. Kegiatan Pendahuluan/awal/pembukaan Kegiatan ini dilakukan terutama untuk . 2) Standar kompetensi 3) Kompetensi dasar 4) Indikator pencapaian kompetensi 5) Tujuan pembelajaran 6) Materi ajar beserta uraiannya yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi dasar dan indikator. TAHAP PELAKSANAAN 1. dan waktu/banyaknya jam pertemuan yang dialokasikan). kompetensi dasar dan indikator terbagi habis. serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai. I. 2. Identifikasi dan analisis Standar Kompetensi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 131 140. Alokasi waktu untuk setiap tahapan adalah kegiatan pembukaan kurang lebih satu jam pelajaran (1 x 35 menit). Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema. kebutuhan. pengalaman belajar. alat/sumber.

10-8. musik/apresiasi musik.Ind. II Waktu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu 7. Penilaian di kelas I dan II mengikuti aturan penilaian mata-mata pelajaran lain di sekolah dasar.Agama MULOK 45 8.35-1 B.ind Matematika IPS KTK P. Guru bersama dengan guru mata pelajaran pendidikan agama. Matematika B. Matematika B. Penjaskes IPA 10 8. Contoh jadwal pelaksanaan pembelajaran perhari dapat dijabarkan menjadi: Contoh 1: Kegiatan Jenis kegiatan Kegiatan Anak berkumpul bernyanyi sambil menari pembukaan mengikluti irama musik Kegiatan inti • Kegiatan untuk pengembangan membaca • Kegiatan untuk pengembangan menulis • Kegitan untuk pengembangan berhitung • Kegiatan penutup Mendongeng atau membaca cerita dari buku cerita Contoh 2: Kegiatan Jenis kegiatan Kegiatan Waktu berkumpul (anak m. Sifat dari kegiatan pembukaan adalah kegiatan untuk pemanasan.00-9. J. Kemampuan membaca. Mengingat bahwa siswa kelas I SD belum semuanya lancar membaca dan menulis. maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis. pantomim. Oleh karena itu. dilakukan. kegiatan fisik/jasmani. Penjaskes IPA 35 7.00-7. Kegiatan Penutup/Akhir dan Tindak Lanjut Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan. Pada tahap ini dapat dilakukan penggalian terhadap pengalaman anak tentang tema yang akan disajikan. Penyajian bahan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi/metode yang bervariasi dan dapat dilakukan secara klasikal. Prinsip a. b. melakukan kegiatan fisik sesuai dengan tema) Kegiatan inti • Pengembnagan kemmapuan menulis (kegiatan kelompok besar) • Pengembnagan kemampuan berhitung kegiatan kelompok kecil atau berpasangan) • Melakukan pengamatan sesuai dengan tema.35-8. Matematika B. Matematika KTK P. Pengaturan Jadwal pelajaran Untuk memudahkan administrasi sekolah terutama dalam penjadwalan. 2. c. penguasaan . Mulok 35 Agama 9. pesanpesan moral. menggambar hewan hasil pengamatan Kegiatan penutup • Mendongeng • Pesan-pesan moral • Musik/menyanyi Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 135 144.Ind Matematika IPS KTK 0. Kegiatan Inti Dalam kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan baca.menciptakan suasana awal pembelajaran untuk mendorong siswa menfokuskan dirinya agar mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Ind. guru pendidikan Jasmani dan guru muatan lokal perlu bersama-sama menyusun Jadwal pelajaran. Beberapa contoh kegiatan akhir/penutup yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan/mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 134 143. menulis dan berhitung merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik kelas I dan II. Contoh jadwal yang dapat dikembangkan seperti pada tabel berikut: JADWAL PELAJARAN SD KELAS I. membacakan cerita dari buku. tulis dan hitung. dan menyanyi b. Ind. menyanyi. ataupun perorangan.enceritakan pembukaan pengalkaman.Ind. kelompok kecil. PENILAIAN PEMBELAJARAN TEMATIK 1.45-9.10 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 136 145. misalnya mengamati jenis kendaraan yang lewat pada tema transporasi. Matematika B. Matematika B. Istirahat 00 9. mendongeng. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah bercerita.Ind. B.

e. Hasil Belajar dan Indikator mata pelajaran. c.Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 138 147. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Matematika. lisan. Ilmu Pengetahuan Alam. 2008. Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator dari masing. Direktorat Tenaga Kependidikan. 1990. Jakarta. Aspek Penilaian Pada pembelajaran tematik penilaian dilakukan untuk mengkaji ketercapaian Kompetensi Dasar dan Indikator pada tiap-tiap mata pelajaran yang terdapat pada tema tersebut. Models of Teaching. Sedangkan Tes tertulis digunakan untuk menilai kemampuan menulis siswa. B. 2000. kata atau angka. 2009. ejaan kata. Penilaian dilakukan secara terus menerus dan selama proses belajar mengajar berlangsung. Bandung: Tarsito Ibrahim R. Joyce Bruce. maupun angka. Tita. Oemar. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 139 148. atau perbuatan. misalnya sewaktu siswa bercerita pada kegiatan awal.terhadap ke tiga kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas. Et al. 2009. Hasil karya/kerja siswa dapat digunakan sebagai bahan masukan guru dalam mengambil keputusan siswa misalnya: Penggunaan tanda baca. Dengan demikian penilaian dalam hal ini tidak lagi terpadu melalui tema. Tes mencakup: tertulis. Pengembangan Pembelajaran Yang Efektif. 2003. pisah sesuai dengan Kompetensi Dasar. dan porto folio. Nilai akhir pada laporan (raport) dikembalikan pada kompetensi mata pelajaran yang terdapat pada kelas satu dan dua Sekolah Dasar. Jean. membaca pada kegiatan inti dan menyanyi pada kegiatan akhir. dan Pendidikan Jasmani. bantu. Kewarganegaraan dan Tes Lisan Pengetahuan Sosial • Menyebutkan peristiwa/kegiatan yang dialami • Mengemukakan peristiwa/kegiatan yang berkesan • Mengekspresikan perasaan waktu memberi kesan.masing Kompetensi Dasar dan Hasil Belajar dari mata-mata pelajaran. yaitu: Bahasa Indonesia. melainkan sudah terpisah. Olahraga dan kesehatan. Jakarta. catatan harian perkembangan siswa. Bahan TOT untuk Calon Master Trainer Pengawas Sekolah. 1997. Seni Budaya dan Keterampilan. Bahan Sosialisasi KTSP. d. Guru menilai anak melalui pengamatan yang lalu dicatat pada sebuiah buku Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 137 146. khususnya untuk mengetahui tentang penggunaan tanda baca. DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. Direktorat Pembinaan SMP. Ilmu Pengetahuan Alam : Perbuatan • Mendemonstrasikan cara menggosok gigi : Lisan • Menyebutkan cara memelihara gigi • Menjelaskan manfaat menggosok gigi 3. Berikut adalah contoh penilaian yang dapat dilakukan guru: A. 2. Hamalik. Depdiknas. Depdiknas. Allyn & Bacon: London Lestari. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas awal penilaian yang lebih banyak digunakan adalah melalui pemberian tugas dan portofolio. Bahasa Indonesia : Perbuatan • Kelancaran membaca • Melafalkan kata • Melagukan/intonasi • Cara bertanya jawab Tugas • Melengkapi kalimat C. Jakarta. Direktorat Pembinaan SMA. 6th Ed. Dampak Penerapan Metode Pemecahan Masalah Terhadap Tingkat Kemampuan Berpikir SMA Pada Pembelajaran Matematika. Tesis-S-2 Program Studi . Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Bahan Bimbingan Teknis KTSP. Syaodih S Nana. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. Alat Penilaian Alat penilaian dapat berupa Tes dan Non Tes.

Jakarta: Bumi Aksara. Nasution. Sanjaya. B. Bandung: Sinar Baru. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. 2005. lebih sedikit. Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi. Kesuma Karya. atau sama banyak • Menceritakan • Bercerita Menentukan waktu pengalamannya tentnag (pagi. Pasca Sarjana IKIP Bandung. 2006. • Bermain peran ombak. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Media Prenada Sudjana. 1989. MATEMATIKA Membilang banyak • Membilang atau • Membilang • Bola benda menghitung secara benda-benda di urut kelas • Membilang sambil Memantulkan bola • Menyebutkan • Mengamati lalu banyak benda menyebutkan nama benda yang dilihatnya • Membandingkan • Praktek langsung • Batu-batuan dua kumpulan mengambil dua benda melalui kumpulan benda istilah lebih lalu dihitung banyak. Hamzah. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 143 152.Pengembangan Kurikulum. Jakarta: Bumi Aksara. kendaraan. Nana. andung.keluarga. BAHASA INDONESIA MENDENGARKAN • Menirukan • Menirukan bunyi Kaset dan tape Pengamatan Membedakan bunyi bunyi/suara tertentu suara burung bahasa seperti: suara burung. LAMPIRAN PETA STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR IPA TERPADU A. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 144 153. Uno. Sudjana. hari dan atau malam hari jam (bulat) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 150 159. Wina. Jakarta: Gaung Persada Press. Syaodih. 2004. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 147 156. 2006. Yamin. siang pengalamannya malam. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 145 154. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 146 155. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Menga-jar. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 140 149. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 141 150. dan panggilan lengkapnya kerabat • Menyebutkan • Menyebutkan alamat tempat alamat tinggal rumahnya IPA Makhluk Hidup • Menyebutkan • Menggambarkan dan Proses nama bagian- . saat pagi. 2006. siang. Martinis. Nana. IPS Menguindentifikasi • Menyebutkan nama • Menyebutkan identitas lengkap dan nama nama diri. 1989. Perencanaan Pembelajaran. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Menga-jar. S. berbagai kendaraan • Menirukan suara ombak BERBICARA • Menyebutkan nama • tanya jawab Memperkenalkan diri orangtua dan tentang nama sendiri dengan saudara kandung orang tuanya kalimat sederhana dan saudara dan bahasa yang kandungnya santun (berpasangan) • Menanyakan data • tanya jawab diri dan nama tentang nama orangtua serta orang tuanya saudara teman dan saudara sekelas kandungnya (berpasangan) • melakukan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 149 158. Bandung: Sinar Baru. menjadi dan lain-lain. Lampiran3: CONTOH SILABUS KOMPETENSI Mata Pelajaran INDIKATOR KEGIATAN BELAJAR SARANA/SUMBER PENILAIAN DASAR Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 148 157. PETA STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR YANG BERPOTENSI IPA TERPADU Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 142 151. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Nana.

bentuk dan ciri tertentu IPS • Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN • Bertepuk tangan dengan pola PENDIDIKAN JASMANI. PENDIDIKAN Mempraktikkan • Menerapkan konsep • Praktek langsung JASMANI. bintik dsb alam sekitar SENI MUSIK • Bertepuk tangan • Bermain tepuk Mengidentifikasi dengan pola tangan dengan unsur/elemen berbagai pola musik dari yang berbagai sumber dicontohkan bunyi yang dihasilkan tubuh manusia SENI TARI • Bergerak bebas • Mendengarkan Mengidentifikasi sesuai irama musik musik dan fungsi tubuh dalam bergerak bebas melaksanaan gerak mengikuti irama di tempat Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 153 162. sederhana. • melompat.bagian tubuh dan bagian tubuh bagian tubuhnya kegunaannya dan kegunaannya Mengindetifikasi • Mengelompokkan • Praktek Batu. kerjasama.• Menyebutkan agama yang ada di agama yang Indonesia dikenalnya Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 154 163. siang atau malam hari IPA • Menunjukkan sebanyak-banyaknya benda yang mempunyai warna. daun. SENI BUDAYA DAN SENI RUPA • Menyebutkan unsur • Mengamati KETERAMPILAN Mengidentifikasi rupa di lingkungan lingkungan lalu unsur rupa pada sekolah menyebutkan benda di alam benda-benda sekitar yang dilihatnya • Mengelompokkan • Mengamati berbagai jenis: lingkungan lalu bintik gari. SARANA DAN SUMBER BELAJAR: • Kartu-kartu kata • Lembar kerja (jam) • Bola STRATEGI . bentuk dan sebanyak. lingkaran. dan bentuk huruf Matematika: • Membilang atau menghitung secara urut • Menyebutkan banyak benda • Menceritakan pengalamannya saat pagi. arah dalam Menerapkan DAN KESEHATAN lari dan loncat berjalan.ciri tertentu banyaknya • benda yang mempunyai warna. berlari konsep arah dalam permainan dan melompat.mengamati banyaknya benda lingkungan dan yang mempunyai menyebutkan warna. bidang.tubuhnya lalu kehidupannya • Menyebutkan • menyebutkan Mengenal bagiankegunaan bagian. biji benda yang ada di benda dengan pengelompokkan salak lingkungan sekitar berbagai cara yang berdasarkan diketahui anak. dalam berjalan. OLAHRAGA DAN KESEHATAN • Menerapkan konsep arah dalam berjalan. cirinya melalui • Menunjukkan • Praktek langsung pengamatannya sebanyak. serta berlari dan nilai sportivitas.nama bagian. berlari dan melompat. teman sebangkunya • Meyebutkan agama. PENDIDIKAN • Menyebutkan jenis • Menyebutkan KEWARGANEGARAAN kelamin anggota jenis kelamin keluarga. Lampiran 4: Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS : I TEMA : LINGKUNGAN MINGGU/HARI : I/Senin ALOKASI WAKTU : 5 x 35 menit INDIKATOR: Bahasa Indonesia: • Menanyakan data diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas • Menjiplak berbagai bentuk gambar. kejujuran. OLAHRAGA gerak dasar jalan. bentuk dan ciri tertentu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 151 160. mengelompokka warna dan bentuk n benda pada benda dua berdasarkan dan tiga dimensi di garis. • Berjalan dengan • Praktek langsung toleransi dan berbagai pola berjalan dengan percaya diri langkah dan pola kecepatan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 152 161.

Penutup (1 x 35 menit) • Guru bercerita tentang perlunya air bagi makhluk hidup. dan menceritakan suatu pengalaman yang menyenangkan dirinya • Guru meminta anak untuk berkeliling di kelas sambil melompat satu kaki dengan membilang (menghitung secara urut) lompatannya • Guru meminta beberapa anak mengemukakan tentang kegiatan yang dapat dilakukan pada waktu pagi hari. Dalam rangka mewujudkan . yang dilanjutkan dengan tanya jawab • Pesan-pesan moral bagi anak misalnya tentang perlunya hemat air. Inovatif. dan Menyenangkan 11 November 2008 at 10:58 83 komentar 50 Votes oleh A. Kreatif. menghitungnya dan menuliskan lambang bilangan dari jumlah benda yang dihitungnya (kegiatan ini dilakukan beberapa kali) • Kegiatan berikutnya (atau bagi yang sudah menyelesaikan kegiatan pertama) dapat membaca kalimat sederhana dari kartukartu kata yang sudah disiapkan guru • Guru meminta anak untuk melihat jam dinding dikelasnya. lalu anak diminta untuk menggambarkan jam didinding tersebut dilengkapi dengan penunjukkan jarum jam pada saat anak melihat dan menggambarkannya. Tarmizi Ramadhan Mengawali tulisan ini. Inti (3 x 35 menit) • Di kelas anak secara individual diminta untuk mengamati berbagai benda yang ada dalam kelasnya. sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas. saya ingin memberikan beberapa pemikiran dalam rangka upaya untuk mengembangkan mutu pendidikan melalui proses pembelajaran. C. Efektif.KEGIATAN A. siang hari dan malam hari B. Pokok-pokok pikiran ini merupakan bagian dari visi dan misi sekolah. • Guru meminta beberapa anak untuk menyebutkan identitas dirinya seperti nama dan alamatnya. Pembukaan (1 X 35 menit) • Berdoa bersama • Menyanyi lagu kasih ibu sambil bertepuk dengan variasi 1-2-1-2 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 155 164. memilih benda yang ada di kelas. perlunya mandi/menjaga kebersihan • Berdoa pulang Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 156 Pembelajaran Aktif.

(2002) bahwa kecenderungan siswa sekolah dasar yang senang bermain dan bergerak menyebabkan anak-anak lebih menyukai belajar lewat eksplorasi dan penyelidikan di luar ruang kelas. Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui). Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. Berdasarkan teori belajar. melainkan sudah dikenal dan populer. Penulis terilhami menuangkan tulisan ini dengan maksud untuk dikembangkan menjadi visi misi sekolah sebagai prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan. dan sarana belajar. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan (Karli dan Yuliaritiningsih.potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar.. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya. dalam Wilis:154). Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sangat efektif diterapkan di sekolah dasar. Hal ini relevan dengan tingkat perkembangan intelektual usia sekolah dasar (7-11 tahun) berada pada tahap operasional konkret (Piaget. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. hanya saja sering terlupakan. 2002). Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar.Y. learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru. Hal senada dikatakan Margaretha S. sumber belajar. Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret. bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru. Mudahmudahan tulisan singkat ini dapat menjadi bahan masukan bagi para guru untuk menengok lingkungan sekitar yang penuh arti sebagai sumber belajar dan informasi yang . Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya). melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna.

Suasana yang menarik. Dengan cara kerja seperti itu. sehingga pada gilirannya dapat mencetak siswa yang cerdas dan cinta lingkungan. namun pengetahuan tentang pengalaman bangsa-bangsa lain tersebut dijadikan sebagai pembelajaran dalam tindakan di lingkungan secara lokal. sementara si pembelajar dapat melakukan proses pembelajaran dengan lebih baik dan efisien. kita tidak perlu melakukan trial and error yang berkepanjangan. Berpusat pada peserta didik 2. menyenangkan. maka lingkungan sosial dan ekonomi sekitar dapat menjadi laboratorium alam. setiap orang/siswa perlu belajar apa pun. inovatif. bahkan mencari hikmah dari berbagai macam pengalaman bangsa-bangsa lain di seluruh dunia. penemuan. Dasar Pemikiran Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada: 1. baik bagi si pembelajar itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. efektif. Model pendekatan ini pun relevan dengan pembelajaran aktif. Prinsip pembelajaran aktif. Mengembangkan kreativitas peserta didik 3. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna 6. Katakanlah belajar ilmu sosial atau belajar ekonomi. Inovatif. Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah Pengertian PAIKEM . Artinya. Pembelajaran ini dapat dilakukan sembari melakukan pemberdayaan (empowering) terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. sementara kita sekadar meneruskan kerja dari paradigma yang benar. dan bermakna 4. Belajar melalui berbuat. Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya 9. tetapi mereka harus bertindak secara lokal. dan menyenangkan (PAIKEM). Mohamad Yunus. penerima Nobel asal Bangladesh adalah orang yang banyak belajar berbasis lingkungan untuk mengembangkan ekonomi. kreatif. dia belajar sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. dan penciptaan 8. Dengan mendirikan Grameen Bank. efektif. Siswa boleh saja berpikir secara global. peserta didik aktif berbuat 7. melainkan kita belajar dari kesalahan-kesalahan orang lain. Bekerja dan belajar yang berbasis lingkungan sekitar memberikan nilai lebih.mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif. dan menyenangkan (PAIKEM) 5. kreatif. Menekankan pada penggalian.

Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. Inovatif. Efektif. tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. dan mengemukakan gagasan. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif.PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Menurut hasil penelitian. Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Secara garis besar. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. keterbatasan pilihan. dan Menyenangkan. dan kinestetik. dan tentu saja rasa bosan. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Kreatif. 3. menyenangkan. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas. Menyenangkan adalah suasana belajarmengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. auditory atau kemampuan mendengar. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. kemungkinan kegagalan. 2. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ . Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. dan cocok bagi siswa. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut: 1. mempertanyakan. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.

misalnya: • • • • Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Lingkungan Siswa: • • • • Melakukan percobaan. termasuk cara belajar kelompok.4. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. menggunakan. Kemampuan Guru Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Kegiatan Belajar Mengajar Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam. pengamatan. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Pada saat yang sama. atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah. Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. • . 5. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. mencari rumus sendiri. untuk mengungkapkan gagasannya. misalnya: • • • • • • Percobaan Diskusi kelompok Memecahkan masalah Mencari informasi Menulis laporan/cerita/puisi Berkunjung keluar kelas Guru menggunakan alat bantu Sesuai mata pelajaran. guru dan sumber yang beragam.

Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. • Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan. inovatif. efektif. Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan.Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan Melalui: • • Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa Hasil karya yang merupakan anak sendiri • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) • • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. • Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan seharihari • Guru memantau kerja siswa. Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terusmenerus Kesimpulan Berdasarkan hasil pengembangan visi dan misi di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif. Dengan demikian selama dalam proses pembelajaran akan mengajak siswa lebih aktif. Mei 05 Bagaimana menyusun RPP berbasis PAIKEM ? Published By fatah85 under Home Tags: PAIKEM . • Guru memberikan umpan balik. inovatif. dan menyenangkan. dan menyenangkan) salah satu metode pembelajaran berbasis lingkungan. • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. kreatif. efektif. kreatif.

Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar g. tujuan pembelajaran. Sedang RPP itu sendiri merupakan rencana yang menggambarkan cara dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar. Metode Pembelajaran IV. alokasi waktu metode pembelajaran kegiatan pembelajaran.Spd. memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar.efektif.Sc (2010) untuk meyusun RPP yang aktif.RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD dan Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP. mengenal siswa secara perorangan c. Kegiatan Pembelajaran Meliputi : Pendahuluan: Kegiatan Inti: Penutup: V. d. indikator pencapaian kompetensi. Mengembangkan aktifitas fisik dan mental Adapun contoh RPP PAIKEM adalah sebagai berikut : RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Mata pelajaran : Kelas/semester : Alokasi waktu : Standar Kompetensi : Kompetensi dasar : Indikator : I. maka guru bertindak sebagai pembuat skenario pembelajaran sebagai sutradara sekaligus sebagai pemeran utama dalam pembelajaran tersebut. penilaian hasil belajar dan sumber belajar.M. memahami kriteria siswa b. Materi Ajar : III. seperti halnya skenario yang merupakan acuan dalam alur cerita sebuah Film.kreatif. Mengembangkan kemampuan berfikir kritis dan kreatif serta mampu memecahkan masalah e.RPP dibuat untuk setiap KD untuk dapat digunakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.RPP merupakan pedoman bagi seorang Guru ketika melaksanakan pembelajaran.Dalam permendiknas No 41 tahun 2007 tentang Standar Proses dikatakan bahwa perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang menuai identitas mata pelajaran Standar kompetensi (SK) Kompetensi dasar (KD). Bahan / Sumber Belajar VI. Menciptakan ruangan kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik f. materi ajar.dan menyenangkan ada hal yang perlu diperhatikan diantaranya : a. Tujuan Pembelajaran : II. Penilaian Meliputi : . inovatif. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan h. Sementara itu menurut Saminanto.

Prosedur Tes: Jenis Tes: Alat Tes: .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful