PEMBELAJARAN PAIKEM - Document Transcript

1. I HAN UR DA W Y T A TU NI PEMBELAJARAN BERBASIS PAIKEM (CTL, Pembelajaran Terpadu, Pembelajaran Tematik) Materi Pelatihan Penguatan Penguatan Pengawas Sekolah DIREKTORAT TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2010 2. SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Di dalam pelaksanaan program penguatan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah yang merupakan agenda dari program 100 hari Mendiknas, Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) telah menyusun materi untuk penguatan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah. Di dalam pengembangan materi tersebut telah mengacu kepada standar pengawas sekolah sebagaimana diatur dalam Permendiknas No. 12 tahun 2007. Saya memberikan penghargaan yang tinggi kepada Direktorat Tenaga Kependidikan atas dihasilkannya materi penguatan kemampuan pengawas sekolah dalam rangka meningkatkan kompetensi pengawas sekolah. Materi ini diharapkan dapat dijadikan referensi bagi individu pengawas sekolah dan lembaga yang terkait dalam penguatan kemampuan pengawas sekolah di Propinsi dan Kab/Kota. Berbagai pihak yang ingin berkontribusi terhadap program penguatan pengawas sekolah dapat memperkaya dengan berbagai referensi dan khasanah bacaan lainnya untuk mewujudkan pengawas sekolah yang profesional dan akuntabel. Semoga semua usaha kita untuk penguatan kemampuan pengawas sekolah sesuai dengan standar pengawas sekolah sebagaimana diamanahkan dalam Permendiknas No. 12 tahun 2007 dapat diwujudkan, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya dan menghasilkan lulusan yang cerdas, kreatif, inovatif dan berpikir kritis. Jakarta, Januari 2010 Direktur Jenderal PMPTK Prof. Dr. Baedhowi, M.Si NIP 19490828 197903 1 001 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah i 3. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah ii 4. KATA PENGANTAR Pada tahun 2007, Direktorat Tenaga Kependidikan, Ditjen PMPTK bekerjasama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah berhasil merumuskan standar pengawas sekolah/madrasah yang ditetapkan melalui Permendiknas No 12 tahun 2007. Untuk mengoperasionalkan dan mengimplementasikan Permendiknas tersebut, Direktorat Tenaga Kependidikan telah berupaya menyusun materi pelatihan sesuai dengan masing-masing komponen kompetensi pengawas sekolah yang diatur dalam Permendiknas No 12 tahun 2007. Materi yang telah disusun ini merupakan bagian dari rencana pelaksanaan program penguatan pengawas sekolah, program kedua dari delapan program 100 hari Mendiknas. Program penguatan kemampuan pengawas sekolah sangat penting mengingat peran strategis pengawas sekolah di dalam proses peningkatan mutu pendidikan. Pengawas sekolah mempunyai tugas yang sangat penting di dalam mendorong guru untuk malakukan proses pembelajaran untuk mampu menumbuhkan kemampuan kreatifitas, daya inovatif, kemampuan

pemecahan masalah, berpikir kritis dan memiliki naluri jiwa kewirausahaan bagi siswa sebagai produk suatu sistem pendidikan. Materi ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi peningkatan kompetensi pengawas sekolah sesuai yang diamanahkan Permendiknas No 12 tahun 2007. Kami menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna, namun kami perlu menyampaikan penghargaan kepada tim penyusun buku ini yang telah berusaha dan berhasil mempersiapakan materi yang dapat dijadikan bahan bacaan bagi usaha peningkatan kompetensi pengawas sekolah. Berbagai pihak yang terkait dengan penguatan kemampuan pengawas sekolah dapat memperkaya dengan materi yang lain sepanjang mencapai tujuan yang sama yaitu meningkatkan kompetensi pengawas sekolah sesuai dengan Permendiknas No 12 tahun 2007. Semoga buku ini bermanfaat bagi usaha penguatan kemampuan pengawas sekolah di seluruh Kab/Kota di Indonesia. Jakarta, Januari 2010 Direktur Tenaga Kependidikan Surya Dharma, MPA, Ph.D 19530927 197903 1 001 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah iii 5. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah iv 6. DAFTAR ISI SAMBUTAN DIRJEN PMPTK ........................................................................ i KATA PENGANTAR ................………………………….…………..……… iii DAFTAR ISI ....................................................................................................... v PENDAHULUAN ...…………………………….…………..……………….. 1 A. Latar belakang ....................................................................................... 1 B. Dimensi Kompetensi .............................................................................. 1 C. Kompetensi yang Hendak Dicapai ....................................................... 2 D. Indikator Pencapaian Kompetensi ....................................................... 2 E. Alokasi Waktu ...................................................................................... 2 F. Skenario .................................................................................................. 2 PEMBELAJARAN PAIKEM ……………………….……..……….. 4 …………………………. A. Latar Belakang ………………………................ …………………….... 4 B. Konsep Dasar Pembelajaran ……………………………………….. 7 …….…………………………..… C. Tujuan PAIKEM …………..…………………………………………… 14 D. Karakteristik PAIKEM ……………………………………….......….... 14 E. Jenis-jenis PAIKEM 16 …………………………………………………………………………… F. Penerapan PAIKEM…………………………………………………… 16 PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) ……………………..........… 21 A. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis ......………………………… 21 B. Pengertian Pembelajaran Kontekstual ................................................ 24 C. Langkah-langkah CTL ………………………………………………... 26 D. Karakteristik Pembelajaran CTL……………….......………………… 26 E. Strategi Pembelajaran Kontekstual ..................................................... 29 F. Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran 31 Tradisional ............................................................................................... Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah v 7. …………. G. Evaluasi Otentik dalam CTL ................................................................. 33 ……………. H. Penerapan

Pembelajaran Kontekstual di Kelas ................................. 35 ……………. PEMBELAJARAN TERPADU ..........................................................………. 55 A. Latar Belakang ........................................................................................ 58 …………. B. Tujuan Pembelajaran Terpadu ............................................................. 61 C. Jenis-jenis Pembelajaran ...................................................................... 62 D. Pembelajaran IPA Terpadu .................................................................. 62 E. Pembelajaran IPS Terpadu ................................................................... 96 ……………. PEMBELAJARAN TEMATIK ....................................................................... 109 A. Latar Belakang ........................................................................................ 116 ……………. B. Kerangka Berpikir .................................................................................. 118 C. Pengertian Pembelajaran Tematik ....................................................... 122 ...…………. D. Landasan Pembelajaran Tematik ......................................................... 125 E. Karakteristik Pembelajaran Tematik ................................................... 126 ……………. F. Rambu-rambu Pembelajaran Tematik ................................................. 128 ……………. G. Implikasi Pembelajaran Tematik .......................................................... 128 ……………. H. Tahap Persiapan Pembelajaran ............................................................ 130 ……………. I. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran ........................................................ 134 ……………. J. Penilaian Pembelajaran Tematik .......................................................... 137 …………. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah vi 8. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah vii 9. PENDAHULUAN A. Latar belakang Tugas pengawas satuan pendidikan tidak hanya melakukan supervisi manajerial kepala sekolah, namun juga membina guru melalui supervisi aka- demik. Dalam pembinaan guru tentu harus mengacu pada kompetensi guru, terutama kompetensi profesional berkaitan dengan proses pembelajaran. Se- jalan dengan perkembangan teknologi serta teori-teori pembelajaran, maka guru pun dituntut mampu menguasai dan memilih pendekatan, strategi dan metode pembelajaran yang tepat, sehingga menjadikan siswa aktif, kreatif, dan belajar dalam suasana senang serta efektif. Menghadapi tugas tersebut pengawas tentu harus menguasai strategi/ metode/ teknik pembelajaran/bimbingan yang up to date. Bila pengetahuan pengawas sudah ketinggalan, apa lagi hanya mengandalkan pengalaman tan-pa didukung teoriteori, maka pengawas tidak akan mandapatkan respek dari para guru yang dibinanya. Paling tidak, untuk jenjang pendidikan dasar pe-ngawas harus memahami garis besar strategi pembelajaran mata pelajaran utama antara lain: matematika, IPA, IPS, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Materi pelatihan ini dimaksudkan memberikan wawasan dan pengalaman langsung melalui praktekpraktek simulasi bagi pengawas dalam melaksanakan tugas supervisi akademik di tingkat TK, SD, SMP, SMA, SMK, SLB. B. Dimensi Kompetensi Dimensi kompetensi yang diharapkan dibentuk pada akhir Diklat ini adalah dimensi Kompetensi Supervisi Akademik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 1

Memang pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek.ngungkapan kembali pengalaman peserta pelatihan. menyenangkan. memilih dan menggunakan strategi/metode/tek. Peranan pelatih lebih sebagai fasilitator. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 4 . Eksplorasi pemahaman peserta berkenaan dengan strategi pembelajaran. melalui pendekatan andragogi. Latar Belakang Para ahli pendidikan berpendapat bahwa proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini cenderung berpusat kepada guru. Guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa. dan bermakna. IPS Terpadu) 4 jam 3. kreatif. Kompetensi yang Hendak Dicapai Setelah mengikuti pelatihan ini pengawas diharapkan dapat membim-bing guru dalam memahami. Pre-test 4. dan mengeneralisasi dalam suasana diklat yang aktif. Pembelajaran Terpadu (IPA Terpadu. Praktik pengembangan strategi pembelajaran. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. indikator. me. 6. Tugas guru adalah menyampaikan materi-materi dan siswa diberi tanggung jawab untuk menghafal semua pengetahuan. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. efektif. dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar. 5. alokasi waktu dan skenario pendidikan dan pelatihan strategi pembelajaran. b. Post test. Penyampaian Materi Diklat: a. Membimbing guru dalam menggunakan Berbagai Metode Pembelajaran Berbasis PAIKEM pada setiap mata pelajaran sesuai dengan tingkat berpikir peserta didik. 8.nik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan potensi siswa agar kritis.Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 2 11. Memahami Hakikat Pendekatan Pembelajaran 2. Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator pencapaian hasil diklat ini adalah apabila pengawas dapat: 1. E. kreatif. Pembelajaran Tematik 4 jam F. C. Materi Diklat Alokasi 1. Perkenalan 2. Refleksi bersama antara peserta dengan pelatih mengenai jalannya pelatihan. yaitu lebih mengutamakan pe. nyimpulkan.vatif. Alokasi Waktu No.mata pelajaran yang relevan. Mengidentifikasi Berbagai Jenis Pembelajaran PAIKEM 3.10. PEMBELAJARAN PAIKEM A. 3. ino. Pembelajaran Berbasis CTL 4 jam 2. Menggunakan pendekatan andragogi. dengan memberikan ide-ide. dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya. Skenario 1. Diskusi tentang indikator keberhasilan pelatihan strategi pembelajaran. Pejelasan tentang dimensi kompetensi. oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. menganalisis. inovatif. D. Penutup Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 3 12. Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. c. 7. mampu memecahkan masalah melalui mata.

Pendekatan atau model-model pembelajaran tersebut menjadi tumpuan harapan para ahli pendidikan dan pengajaran dalam upaya menghidupkan kelas secara Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 5 14. Proses perubahan . optimal. Konsep Dasar Pembelajaran 1. Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning /CTL). Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. Belajar dan Pembelajaran Belajar dan pembelajaran merupakan konsep yang saling berkaitan. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. tanya jawab dan demonstrasi adalah pendekatan pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan itu. (3) rangkaian gerak. pemecahan masalah. dan kemadirian sesuai denganbakat. Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan. penelitian sederhana. Pendekatan pembelajaran berfokus pada guru yang meliputi fungsi. lingkungan. dan konfirmasi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 6 15. dan aktivitas guru. minat. menyenangkan. eksperimen. siswa berusaha menyeleksi dan menggunakan aturan-aturan yang telah dipelajari terdahulu untuk membuat formulasi pemecahan masalah. Di lihat dari urutan belajar. sumber belajar. Karakteristik ini berhubungan dengan apa yang menjadi fokus dan mendapat tekanan dalam pembelajaran. Istilah pendekatan merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Oleh karenanya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tergantung pada pendekatannya. (4) rangkaian verbal. yaitu: (1) belajar isyarat. Dalam tipe belajar pemecahan masalah. sistem instruksional. sosial. dll. dan pembelajaran praktik dengan dikombinasikan dengan metode ekspositori seperti ceramah. pengalaman siswa. krativitas. Lebih jauh Gagne (1985) mengemukakan bahwa kata-kata seperti penemuan (discovery) dan kreatifitas (creativity) kadang-kadang diasosiasikan sebagaii pemecahan masalah. kemampuan berpikir. atau pendekatan pembelajaran yang berfokus pada teknologi. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. inspiratif. pengamatan. Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne (1985) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. (6) pembentukan konsep.13. media. aktivitas. Pembelajaran Inkuiri dengan menggunakan metode pembelajaran berbuat seperti: kerja kelompok. belajar pemecahan masalah adalah tipe belajar paling tinggi karena lebih kompleks. tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. Pendekatan pembelajaran berfokus pada masalah meliputi masalah personal. Setiap pendekatan memiliki ciri-ciri dasar atau karakteristik sendiri. Pembelajaran Pembelajaran Terpadu . Ada pendekatan pembelajaran yang berfokus pada siswa yang meliputi perkembangan. peran. sistem informasi. elaborasi. (2) stimulus-respon. B. (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving). Kelas yang hidup diharapkan dapat mengimbangi perubahan yang terjadi di luar sekolah yang demikian cepat. tingkat pemahaman yang lebih tinggi. (5) membedakan. menantang.

dan perbuatan. pemahaman. (4) bersifat positif dan aktif. yaitu kondisi dalam proses belajar yang berasal dari dalam diri sendiri. Perubahan yang terjadi memiliki karakteristik: (1) perubahan terjadi secara sadar. Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan. (5) memiliki arah dan tujuan. Ada beberapa hal yang termasuk faktor internal. sikap. adalah kondisi di luar individu peserta didik yang mempengaruhi belajarnya. Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. keluarga dan masyarakat (keadaan sosio. Pembelajaran merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik. Dengan demikian diperlukan kegiatan pembelajaran yang disiapkan oleh guru.tingkah laku merupakan upaya yang dilakukan secara sadar berdasarkan pengalaman ketika berinteraksi dengan lingkungan. lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). Sehingga diperlukan strategi yang tepat dan efektif. dan (6) mencakup seluruh aspek perubahan tingkah laku. dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan. Tingkah laku yang berubah sebagai hasil proses pembelajaran mengandung pengertian luas. waktu. materi. Keberhasilan belajar peserta didik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey). sehingga terjadi perubahan tingkah laku. 1985). baik anak-anak maupun manusia dewasa. Adapun yang termasuk faktor eksternal adalah: lingkungan sekolah. Guru harus dapat .kejadian internal yang berlangsung di dalam peserta didik (Winkel. motivasi. Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat. Faktor internal. 1991). Raka Joni. Faktor internal adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan pribadi guru sebagai pengelola kelas. peserta didik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 8 17. dan sumber daya. dengan memperhitungkan kejadiankejadian eksternal yang berperanan terhadap rangkaian kejadian. kondisi fisik. yaitu: kecerdasan. ditetapkan tujuannya sebelum dilaksanakan. Pola tingkah laku yang terjadi dapat dilihat atau diamati dalam bentuk perbuatan reaksi dan sikap secara mental dan fisik. 1993) Proses pembelajaran yang berhasil guna memerlukan teknik. Faktor eksternal. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 7 16. yaitu pengetahuan. dan kondisi agar terjadi proses belajar pada anak-anak. sosio kultural. mencakup pengetahuan. dan sebagainya. (2) perubahan dalam belajar bersifat sinambung dan fungsional. keterampilan (kecakapan). Pada kenyataannya ada kewajiban bagi manusia dewasa atau orang-orang yang memiliki kompetensi lebih dahulu agar menyediakan ruang. (3) tidak bersifat sementara. dan mental. dan dikendalikan pelaksanaannya (Miarso. Pengaturan peristiwa pembelajaran dilakukan secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuat berhasil guna (Gagne. Pada hakikatnya belajar dilakukan oleh siapa saja. Faktor yang memengaruhi proses pembelajaran terdiri dari faktor internal dan eksternal. Dalam hal ini proses belajar diharapkan terjadi secara optimal pada peserta didik melalui cara-cara yang dirancang dan difasilitasi oleh guru di sekolah. Oleh karena itu pembelajaran perlu dirancang. sikap. dan keadaan masyarakat). metode. minat. bakat (aptitude). 1992).ekonomis.

b. sedangkan pendekatan pembelajaran Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 9 18. alokasi waktu cukup tersedia. sumber referensi terbatas. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. dan tanya jawab. oleh sebab itu guru harus memiliki persiapan mental. secara umum ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre oriented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre oriented). dan lingkungan sekolah. dan motivasi kerja. media. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menggunakan strategi ekspositori. dan bahan cukup. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. d. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. sumber referensi. alat. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. serta karakteristik peserta didik dan sumber daya yang dimiliki. diskusi kelas. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. kondisi fisik. Pemilihan strategi ekspositori atau diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan karakteristik kompetensi yang menjadi tujuan yang terdiri dari sikap. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. a. dan e. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. penguasaan bahan. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. d. c. dan e. lingkungan sosial. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. alokasi waktu terbatas. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. a. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Kegiatan pembelajaran berbentuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 11 . kesesuaian antara tugas dan tanggung jawab. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi diskoveri inkuiri (discovery inquiry).melaksanakan proses pembelajaran. Faktor eksternal adalah kondisi yang timbul atau datang dari luar pribadi guru. antara lain keluarga dan lingkungan pergaulan di masyarakat. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 10 19. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. Berdasarkan pendekatan yang digunakan. Faktor lingkungan. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. Oleh karena itu tidak ada strategi yang tepat untuk semua kondisi dan karakteristik yang dihadapi. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguhsungguh. Preparasi. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. b. Resitasi. yang dimaksud adalah faktor lingkungan alam. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. pengetahuan dan keterampilan. Guru diharapkan mampu memilah dan memilih dengan tepat strategi yang digunakan agar hasil pembelajaran efektif dan maksimal. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. c. materi pembelajaran tidak terlalu luas.

Efektif. sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik. dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. potensi. memecahkan masalah. eksperimen. Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. memberi keyakinan. PAIKEM Sebagai Model Pembelajaran Berbasis Kompetensi PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. b. kesulitan maupun ancaman. Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan. d. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. pengetahuan. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Oleh karena itu dalam Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 12 21. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan . Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah. Inspiratif/Interaktif/ Inovatif. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur.20. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial. sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis. Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. f. kecakapan sistematis dalam menilai. C. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. dan sebagainya. guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya. simulasi. menarik keputusan. 2. dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga mencapai ketuntasan yang ditetapkan. dan keterampilannya. Metode yang digunakan adalah observasi. diskusi kelompok. ekplorasi. dan Menyenangkan. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap. Kritis /Kreatif. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. kelas dengan jumlah tertentu. e. Peserta didik memiliki karakteristik. c. Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 13 22. pengetahuan. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. kreatif. Prinsip pembelajaran berbasis kompetensi adalah sebagai berikut: a. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya. dan kecepatan belajar yang beragam. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. Tujuan PAIKEM Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi.

son Study. Karakteristik PAIKEM Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 14 23. Berdasarkan panduan penyusunan KTSP (KTSP). tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. Jenis-Jenis PAIKEM Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PAIKEM antara lain adalah pembelajaran kotekstual (CTL). atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi. Pembelajaran Terpadu (Tematik. maka pembelajaran yang berfokus pada siswa. interaksi dan refleksi. makna. kegagalan panen. 4. Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. pembusukan makanan. 2. memecahkan masalah menarik keputusan. dan . Komunikasi. bentuknya antara lain: • Mengemukakan pendapat • Presentasi laporan • Memajangkan hasil kerja • Ungkap gagasan 3. IPA Terpadu. • mengapa demikian? • apakah hal itu berlaku untuk …? • Untuk perbaikan gagasan/makna • Untuk tidak mengulangi kesalahan • Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. bentuknya antara lain: • Diskusi • Tanya jawab • Lempar lagi pertanyaan o Kesalahan makna berpeluang terkoreksi o Makna yang terbangun semakin mantap o Kualitas hasil belajar meningkat Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 15 24. D. kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). perhatian. E. dan diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri. Pembelajaran Pengayaan dengan menggunakan berbagai strategi antara lain dengan Les. memang berada pada diri siswa. pemalsuan produk. Sesuai dengan singkatan PAIKEM. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi.creative thinking). Penerapan PAIKEM Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 16 25. persepsi. kemacetan lalu lintas. komunikasi. retensi. kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. aktivitas. wabah penyakit. kecakapan sistematis dalam menilai. motivasi. Tanggung jawab belajar. kegiatan tugas terstruktur. memberi keyakinan. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: • Melakukan pengamatan • Melakukan percobaan • Melakukan penyelidikan • Melakukan wawancara • Siswa belajar banyak melalui berbuat • Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. Dsb. kejahatan.bangun gagasan. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam mem. IPS Terpadu). Dalam pembelajaran pemecahan masalah. pengalaman dan kemandirian siswa. F. dan transfer dalam belajar. umpamanya masalah kemiskinan. Interaksi. Pembelajaran berbasis TIK (ICT). ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. 1. Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri.

Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. b. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. observasi di sekolah. diskusi kelas. 2. presentasi. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. tanya jawab. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru.kegiatan mandiri tidak terstruktur. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. atau simulasi. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. atau proyek. Kegiatan Tugas terstruktur Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 17 26. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. Sekolah standar. d. observasi lingkungan. eksperimen. Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. diskusi kelompok. atau proyek. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri . jumlah pesera didik dalam kelas banyak. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. dan untuk SD terdiri dari 35 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. c. sumber referensi terbatas. a. peran guru sebagai fasilitator. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. dan e. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. tutor. 1. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 18 27. tanya jawab. diskusi kelas. beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA/SMK terdiri dari 45 menit. yaitu relating. atau demonstrasi. Metode yang digunakan seperti penugasan. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. demonstrasi. demonstrasi. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. alokasi waktu terbatas. cooperating. Preparasi. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. observasi di sekolah. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. teman belajar. experiencing. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). atau simulasi. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. presentasi. observasi lingkungan. applying. 3. eksperimen. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. a. Resitasi. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. SMP terdiri dari 40 menit.

Selain teori progressivisme John Dewey. Filosofi pembelajaran kontekstual berakar dari paham progressivisme John Dewey. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis Penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) di Amerika Serikat bermula dari pandangam ahli pendidikan klasik John Dewey yang pada tahun 1916 mengajukan teori kurikulum dan metodologi pengajaran yang berhubungan dengan pengalaman dan minat siswa. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. Sejauh ini pendidikan kita masih di dominasi oleh pandangan bahawa pengetahuan sebagai perangkat fakta- . jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 19 28. c. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. Pokok-pokok pandangan progressivisme antara lain: 1. 4. Sekolah progresif harus merupakan laboratorium untuk melakukan eksperimen. 3. dan tanya jawab. alokasi waktu cukup tersedia. 2. simulasi. materi pembelajaran tidak terlalu luas. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 20 29. dalam bentuk apa yang mereka ketahui dan apa yang dapat mereka lakukan. diskusi kelompok. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. Metode yang digunakan adalah observasi. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. dan sebagainya. diskusi kelas. dan e. media. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. Belajar dipendang sebagai usaha atau kegiatan intelektual untuk membangkit ideide yang masih laten melalui kegiatan introspeksi. siswa akan belajar dengan baik apabila apa yang mereka pelajari berhubungan dengan apa yang telah mereka ketahui. ekplorasi. siswa menunjukkan belajar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 21 30. Siswa belajar dengan baik apabila mereka secara aktif dapat mengkonstruksi sendiri pemahaman mereka tentang apa yang diajarkan oleh guru. Siswa akan belajar dengan baik apabila mereka terlibat secara aktif dalam segala kegiatan di kelas dan berkesempatan untuk menemukan sendiri. serta proses belajar akan produktif jika siswa terlibat dalam proses belajar di sekolah. Siswa harus bebas agar dapat berkembang wajar. teori kognitif melatarbelakangi pula filosofi pembelajaran kontekstual. PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL A. eksperimen. Penumbuhan minat melalui pengalaman langsung untuk merangsang belajar. alat. Guru sebagai pembimbing dan peneliti. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. Intinya. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. a. Harus ada kerja sama antara sekolah dan masyarakat. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c.dilakukan atas pertimbangan: a. 6. 5. d. d. b. sumber referensi. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. dan bahan cukup. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e.

atau akal manusia berfungsi sebagai alat untuk melakukan interpretasi sehingga muncul makna yang unik. bukan perolehan pengetahuan dan mengajar diartikan sebagain kegiatan atau menggali makna. Pemahaman ini diperoleh siswa karena ia dihadapkan kepada lingkungan belajar yang bebas yang merupakan unsur yang sangat esensial. Berpijak pada dua pandangan itu. Melalui strategi. maka strategi kontruksivis sering disebut pengajaran yang berpusat pada siswa (studentcentered instruction). Di dalam kelas yang pengajarannya terpusat kepada siswa. temporer. CTL dipromosikan menjadi alternatif strategi belajar yang baru. pengetahuan bersifat non-objektif. Strategi belajar yang digunakan menentukan proses dan hasil belajar. Teori konstruksivis menuntut siswa berperan aktif dalam pembelajaran mereka sendiri. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghapal fakta-fakta. Untuk itu. Beberapa proposisi yang dapat dikemukakan sebagai implikasi dari teori kontruktivistik dalam praktek pembeljaran di sekolah-sekolah kita sekarang adalah sebagai berikut: 1. Belajar adalah pemaknaan pengetahuan. Dengan demikian. siswa dapat memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan yang dipelajari. kemudian ceramah sebagai pilihan utama strategi belajar. siswa diharapkan belajar melalui mengalami bukan menghafal. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. Belajar pada hakikatnya memiliki aspeksosial dan budaya. Kerja kelompok dianggap sangat berharga. Dengan paham kontruksivisme. filosofi konstruksivisme berkembang. Karena penekanannya pada siswa aktif. Otak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 22 31. Siswa diharapkan memapu mempraktikkan pengetahuan/pengalaman yang telah diperoleh dalam konteks kehidupan. Dasarnya pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dari konteks yang terbatas dan sedikit demi sedikit. 3. atau prinsip bagi diri mereka sendiri. diperlukan sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkontruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. kebebasan dipandangan sebagai penentu keberhasilan karena kontrol belajar dipegang oleh siswa sendiri. Belajar adalah proses pemaknaan informasi baru 2. konsep. 4. bukan memindahkan pengetahuan kepada orang yang belajar. Kebebasan merupakan unsur esensial dalam lingkungan belajar. peranan guru adalah membantu siswa menemukan fakta. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 23 32. Pemahaman yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman-pengalam belajar bermakna.fakta yang harus dihafal. Menurut filosofi konstruktivisme. 5. berubah dan tidak menentu. Melalui landasan filosofi konstruksivisme. Siswa diharapkan juga melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut. Segala sesuatu bersifat temporer. dan selalu berubah. Hakikat teori kontruksivisme adalah bahwa siswa harus menjadikan informasi itu menjadi miliknya sendiri. siswa diharapkan dapat membangun pemahaman sendiri dari pengalaman/pengetahuan terdahulu. teori kontruksivisme memandang siswa secara terus menerus memeriksa informasi-informasi baru yang berlawanan dengan aturan-aturan lama dn memperbaiki aturan-aturan yang tidak sesuai lagi. Siswa yang harus mengkontruksikan sendiri pengetahuannya. Dalam pandangan kontruksivistik. Tujuan . bukan memberikan ceramah atau mengendalikan seluruh kegiatan di kelas.

dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. bertanya (questioning). Kembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. Dengan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 24 33. dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelaaran efektif. bidang studi apa saja. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan-nya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidu. Proses pembelajaran berlangsung lebih alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. Pengertian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. yaitu relating. 4. 2. dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel da-pat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik. cooperating. menemukan (inquiri). pemodelan (modeling). dan kelas yang bagaimanapun keadaannya.pembelajaran konstruktivistik menekankan pada penciptaan pemahaman yang menuntut aktivitas yang kreatif dan produktif dalam konteks nyata.pan mereka sehari-hari. tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). Langkah-langkah CTL CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja. Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah. Secara garis besar.atu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. C. 7. bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. 6.sama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). sosial. masyarakat belajar (learning community). dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. yakni: konstruktivisme (constructivism). Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran. paham konstruktivistik menolak pandangan behavioristik. 3. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual. langkah-langkah yang harus ditempuh dalam CTL adalah sebagai berikut: 1. experiencing. Dalam kelas kontekstual. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 25 34. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja ber. Sesu. CTL merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. B. Dengan demikian. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. applying. Lakukan refleksi di akhir pertemuan. 5. Lakukan . Ciptakan masyarakat belajar. konsep ini. hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa.

melibatkan kegiatan menghubungkan masalah ilmu dengan kehidupan sehari-hari dengan cara-cara yang berarti bagi siswa. ilmu pengetahuan alam. materi pembelajaran. Pembelajaran terintegrasi. dan makna memberi mereka alasan untuk belajar. 6. Siswa kritis guru kreatif. 7. media untuk mencapai tujuan tersebut. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (je-las dan operasional). 4. tidak membosankan. Atau sejarah dengan pengalamannya mereka sendiri. D. Mengkaitkan pembelajaran dengan kehidupan seseorang membuat proses belajar menjadi hidup dan keterkaitan inilah inti dari CTL. Beberapa komponen utama dalam pembelajaran Kontekstual menurut Johnson (2000: 65). Kerjasama. 11. membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling berkomunikasi. Sharing dengan teman. 4. 5. merupakan pembelajaran yang aktif. Berpikir kritis dan kreatif (critical dan creative thinking) Pembelajaran kontekstual membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. nerpikir kritis dan berpikir kreatif. program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru. 8. Dalam konteks itu. kecakapan . Menyenangkan. humor dan lain-lain. program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya. 2. Siswa aktif. Guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. Ketika siswa dapat mengkaitkan isi dari mata pelajaran akademik. Pembelajaran yang diatur siswa sendiri. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 26 35. Melakukan kegiatankegiatan yang berarti (doing significant works) Model pembelajaran ini menekankan bahwa semua proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas harus punya arti bagi siswa sehingga mereka dapat mengkaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sisw 3. artikel. Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa. Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. laporan hasil pratikum. Saling menunjang. dan authentic assessmentnya. 2. yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. gambar. yang dapat di uraikan sebagai berikut: 1. Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor tetapi hasil karya siswa. Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful connections) Keterkaitan yang mengarah pada makna adalah jantung dari pembelajaran dan pengajaran kontekstual. mandiri. membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. Bekerjasama (collaborating) Siswa dapat bekerja sama. sedangkan program untuk pembelajaran kontekstual le-bih menekankan pada skenario pembelajarannya. memberi kebebasan kepada siswa menggunakan gaya belajarnya sendiri. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran. 5. Belajar dengan bergairah.penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) dengan berbagai cara. 10. lang-kah-langkah pembelajaran. 3. Menggunakan berbagai sumber. Belajar yang diatur sendiri (self-regulated Learning) Pembelajaran yang diatur sendiri. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 27 36. Karakteristik Pembelajaran CTL 1. karangan siswa dan lain-lain Dalam pembelajaran kontekstual. 9. mereka menemukan makna. peta-peta.

Tiap siswa bisa mencapai keunggulan. asalkan sia dibantu oleh gurunya dalam menemukan potensi dan kekuatannya. memecahkan masalah menarik keputusan. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian. 7. memberi keyakinan. Pendekatan ini mencakup pengumpulan informasi yang berkaitan dengan pertanyaan. tanggung jawab. 2. Dalam pengetahuan dan konsep yang esensi dari mata pelajaran. Ia mengembangkan keterampilan berpikir dan memecahkan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata. dan mentor. mencapai keunggulan (excellent). mensintesis. ketajaman pemahaman dalam mengembangkan sesuatu. serta untuk memperoleh pegetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. 6. dan melaksanakan tugas bermakna lainnya. Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja secara mandiri dalam . Pembelajaran Autentik (Authentic Instruction) Suatu pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. dan mempresentasikan penemuannya kepada orang lain. 8. Guru dalam pembelajaran kontekstual juga berperan sebagai konselor. kebutuhan dan kemampuannya. Menggunakan Penilaian yang otentik (using authentic assessment) Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan akademik baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu. Strategi yang berasosiasi dengan pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut. 1. 2004: 56). motif berprestasi. Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nuturing the individual) Dalam pembelajaran kontekstual siswa bukan hanya mengembangkan kemampuankemampuan intelektual dan keterampilan. Belajar Berbasis Inquiry (Inquiry-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan menyediakan kesempatan untuk pembelajaran bermakna. minat. Dalam hal ini siswa terlibat dalam penyelidikan untuk pemecahan masalah yang mengintegrasikan keterampilan dan konsep dari berbagai isi materi pelajaran. Strategi Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menempatkan siswa di dalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari (Nurhadi. Suatu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah. Tugas dan kegiatan yang akan dilakukan siswa harus sesuai dengan minat. Penilaian autentik merupakan antitesis dari ujian stanar. 4. penilaian autentik memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sambil mempertunjukkan apa yang sudah mereka pelajari. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 28 37. dsb. sikap. tetapi juga aspek-aspek kepribadian: integritas pribadi. disiplin. E. Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards) Pembelajaran kontekstual diarahkan agar siswa berkembang secara optimal. Belajar berbasis Masalah (Problem-Based Learning) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 29 38.sistematis dalam menilai. 3. Yasin dan Senduk. Belajar berbasis Proyek/Tugas (Project-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran komprehensif di mana lingkungan belajar siswa (kelas) didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah autentik termasuk pendalaman materi dari suatu topik mata pelajaran.

Dalam pembelajaran kontekstual. siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran. 7. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa adalah penerima informasi yang pasif. 3. 6. saling mengoreksi. sedangkan dalam pemebelajaran tradisional pembelajaran sangat abstrak. perilaku dibangun atas kesadaran sendiri sedangkan dalam pembelajaran tradisional perilaku dibangun atas kebiasaan. sedangkan dalam pembelajaran tradisional ketrampilan dikembangkan atas dasar latihan. Menurut Sanjaya (2006 : 256) ada beberapa perbedaan yang dapat diuraikan sebagai berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 31 40. F. 1. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa belajar secara individual. 8. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 32 . Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran Tradisional Terlihat jelas perbedaan proses pembelajaran kontekstual yang berpijak pada pandangan kontrukstivisme dengan pembelajaran tradisional yang berpijak padangan behaviorisme-objektivis. Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pembelajaran tradisional hadiah untuk perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor.mengkonstruk pembelajarannya. keterampilan dibangun atas kesadaran diri. Dalam pembelajaran kontekstual. bahasa diajarkan dengan pendekatan komunikatif. Suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi pelajaran berbasis sekolah dan bagaimana materi tersebut dipergunakan kembali di tempat kerja. sedangkan dalam pembelajaran tradisional seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia takut hukuman. sedangkan dalam pembelajaran tradisional. 2. 4. pendekatan ini menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru yang diperlukan dan berbagi keterampilan untuk memenuhi kebutuhan dalam masyarkat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya. Belajar Berbasis Kerja (Work-Based Learning) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 30 39. Dalam pembelajaran kontekstual. pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan atau masalah yang disimulasikan. seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia sadar hal itu keliru dan merugikan. diskusi. jadi menekankan hubungan antara pengalaman jasa-layanan dan pembelajaran akademis. 7. 6. dan mengkulminasikan dengan produk nyata. Jadi dalam hal ini. kemudian dilatihkan (drill). siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok. 5.. Belajar Berbasis Jasa-Layanan (Service Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengkombinasikan jasa layanan masyarakat dengan suatu struktu berbasis sekolah untuk merefleksikan jasalayanan tersebut. Dengan kata lain. tempat kerja atau sejenisnya dan berbagai aktifitas dipadukan dengan materi pelajaran untuk kepentingan siswa. hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri.. yakni siswa diajak menggunakan bahasa dalam konteks nyata. Dalam pembelajaran kontekstual. Belajar Kooperatif (Cooperatif Learning) Pendekatan pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan. 5. Dalam pembelajaran kontekstual. bahasa diajarkan dengan pendekatan struktural: rumus diterapkan sampai paham.

melaksanakan maupun melaporkan hasil kegiatannya. atau hukum yang brada di luar diri manusia. menyeluruh dan terus menerus. hasil karya dan portfolio. gambar. 9. percobaan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 33 42. Perubahan dan perkembangan bidang atau aspek tertentu mungkin sangat banyak/tinggi. diterima dan dilafalkan. laporan. lisan. tetapi pada bidang atau aspek lainnya sedikit. maka dalam evaluasi proses juga digunakan evaluasi perbuatan (pengamatan). karena evaluasi dengan menggunakan tes. Dalam pembelajaran kontekstual. Makin pendek periode waktu pembelajaran yang dievaluasi. Bagaimana siswa melakukan berbagai kegiatan tersebut serta hasil-hasil yang mereka tunjukkan. Dalam pembelajaran kontekstual. model. Evaluasi terhadap proses pembelajaran dan hasil karya merupakan evaluasi otentik. Dalam evaluasi hasil pembelajaran. karena dilakukan oleh guru kontekstual sepanjang proses pembelajaran. mengerjakan tugas. Manusia menciptakan atau membangun pengetahuan dengan cara memberi arti dan memahami pengalamannya sedangkan dalam pembelajaran tradisional pengetahuan adalah penangkapan terhadap serangkaian fakta. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 34 . melakukan latihan. G. akhir semester. 10. dan penyelesaian soal. sedikit sekali atau bahkan hampir tidak ada. berbentuk tes obyektif atau essay. Setiap saat terjadi perubahan dan perkembangan pada para siswa. Evaluasi Otentik Sebagai Ciri Penilaian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menuntur evaluasi yang bersifat komprehensif. ikut bertanggungjawab atas terjadinya proses pembelajaran yang efektif. makalah. mengukur hasil pembelajaran pada akhir periode. rangkuman. dan membawa skemata masingmasing ke dalam proses pembelajaran sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa secara pasif menrima rumus atau kaidah (membaca. terlibat penuh dalam pengupayakan terjadinya proses pembelajaran yang efektif. sedangkan dalam pembelajaran tradisional rumus itu ada di luar diri siswa. tengah semester atau akhir unit. biasanya hanya digunakan tes. mendengarkan. mengerjakan tugas. Hal ini tidak berarti. menghapal). maka makin mendekati evaluasi otentik. penelitian. yang harus dikembangkan. konsep. ataupun hasil pemecahan dan jawaban soal. bahwa evaluasi dengan menggunakan tes tidak bisa digunakan. evaluasi kenyataan.41. tampa memberikan kontribusi ide dalam proses pembelajaran. 11. merupakan wujud dari perkembangan dan kemampuan hasil belajar mereka. Evaluasi dilakukan pada waktu para siswa merencanakan sesuatu kegiatan. pengamatan. pemahaman rumus dikembangkan atas dasar skemata yang sudah ada dalam diri siswa. baik berupa rancangan. pemecahan masalah. siswa menggunakan kemampuan berpikir kritis. Portfolio merupakan kumpulan dokumen yang disusun secara sistematik dan terarah yang menggambarkan perkembangan atau kemajuan siswa dalam bidang tertentu. Evaluasi juga dilakukan pada waktu siswa berdiskusi. mencatat. Dalam pembelajaran kontekstual. karena mengevaluasi apa yang secara nyata dilakukan dan dihasilkan oleh para siswa. Perubahan atau perkembangan tersebut mungkin berkenaan dengan aspek yang menjadi tujuan atau terumuskan dalam tujuan pembelajaran. pengetahuan yang dimiliki oleh manusia dikembangkan oleh manusia itu sendiri. dan dilatihkan.

43. H. Penerapan Pembelajaran Kontekstual di Kelas Ada tujuh komponen utama pembelajaran yang mendasari penerapan pembelajaran kontekstual dikelas. Ketujuh komponen itu adalah konstruktivisme (constructivism), bertanya (questioning), menemukan (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling) refleksi (reflection), dan penilaian sebenarnya (authentic assessment) 1. Konstruktivisme (Constructivism) Konstruktivisme merupakan landasan berpikir pendekatan kontekstual, yaitu pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak dengan tiba- tiba. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Tetapi siswa harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalaui pengalaman nyata. Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan bergelut dengan ide-ide, yaitu siswa harus mengkontruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri. Esensi dari teori kontruksivisme adalah ide bahwa siswa haarus menemukan dan mentransfomasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain, dan apabila dikehendaki informasi itu menjadi milik mereka sendiri. Dengan dasar ini pembelajaran harus dikemas menjadi proses mengkontruksi bukan mnerima pengetahuan. Landasan berpikir konstruktivisme agak berbeda dengan kaum objektif, yang lebih menekaankan pada hasil pembelajaran. Dalam pandangan konstruktivisme, strategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 35 44. pengetahuan. Untuk itu tugas guru adalah memfasilitasi proses tersebut dengan : (1) menjadikan pengetahuan bermakana dan relevan bagi siswa; (2) memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri; dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. 2. Bertanya (questioning) Pengetahuan yang dimiliki seseorang, selalu bermula dari bertanya karena bertanya merupakan strategi utama pembelajaran yang produkstif, kegiatan bertanya berguna untuk: (1) menggaliinformasi baik administrasi maupun akademia; (2) mengecek pemahaman siswa; (3) membangkitkan respon pada siswa; (4) mengetahui sejauh mana keingin tahuan siswa; (5) mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa; (6) memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki gur; (7) untuk membangkitkan lebihbanyak lagi pertanyaan dari siswa; (8) untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa. Pada semua aktivitas belajar, questioning dapat diterapkan antara siswa dengan siswa, antara guru dan siswa, antara siswa dengan guru, antara siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas dan sebagainya. 3. Menemukan (inquiry) Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hanya hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi juga hasil dari menemukan sendiri. Siklus inquiry adalah (1) observasi, (2) bertanya, (3) mengajukan dugaan, (4) pengumpulan data, (5) penyimpulan. Kata kunci dari strategi inquiry Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 36

45. adalah siswa menemukan sendiri, adapun langkah-langkah kegiatan menemukan sendiri adalah: (1) merumuskan masalah dalam mata pelajaran apapun; (2) mengamati atau melakukan observasi; (3) menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar,laporan, bagan tabel, dan karya lainnya; dan (4) mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca, teman kelas, guru, atau audience lainnya. 4. Masyarakat Belajar (learning community) Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerja sama dengan orang lain. Hasil belajar didapat dari berbagi anatara kawan, kelompok, dan antara yang tahu ke yang belum tahu. Di ruang kelas ini, di sekitar sini, juga dengan orang-orang yang diluar sana semua adalah anggota masyarakat belajar. Dalam kelas yang menggunakan pendekatan kontekstual, guru disarankan dalam melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang anggotanya heterogen. Yang pandai mengajari yang lemah, yang tahu memberiyahu yang belum tahu, yang cepat menangkap mendorong temannya yang lambat, yang mempunyai gagasan segera memberikan usul dan seterusnya. Kelompok siswa bisa sanagt bervariasi bentuknya, baik keanggotaan, jumlah, bahkan bisa melibatkan siswa di dalam kelas atasnya, atau guru mengadakan kolaborasi dengan mendatangkan seorang ahli ke kelas. 5. Permodelan (modelling) Dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu, ada model yang bisa ditiru. Model itu, memberi peluang yang besar bagi guru untuk memberi contoh cara mngerjakan sesuatu, dengan begitu guru memberi model tentang bagaimana belajar. Dalam pendekatan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 37 46. kontekstual guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa, seorang siswa dapat ditunjuk untuk memberikan contoh temannya, misalnya cara melafalkan suatu kata. Siswa contoh tersebur dikatakan sebagai model, siswa lain dapat menggunakan model tersebut sebagai standar kompetensi yang harus dicapai. 6. Refleksi (reflection) Refleksi adalah cara berfikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir kebelakng tentang apa-apa yang sudah kita lakukan dalam hal belajar di masa lalu. Siswa mengendapkan apa yang dipelajarinya sebagai struktur pengetahuan yang baru, yang merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan sebelummnya. Refleksi merupakan respons terhadap kejadian, aktivitas, atau pengetahuan yang baru diterima. 7. Penilaian Sebenarnya (authentic assessment) Assessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran belajar siswa. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui olehb guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran yang benar. Apabila data yang dikumpulkan guru mengidentifikasikan bahwa siswa mengalami kemacetan dalam belajar, maka guru segera bisa mengambil tindakan yang tepat agar siswa agar siswa terbebas dari kemacetan belajar. Karena gambaran tentang kemajuanbelajar itu diperlukan disepanjang proses pembelajaran, maka penilaian tidak dilakukan diakhir periode seperti akhir semester. Kemajuan belajar dinilai dari proses, bukan melalui hasil, dan dengan berbagai cara. Tes hanyalah salah satunya, itulah hakekat penilaian yang sebarnya. Penilai tidak hanya guru, tetapi bisa juga teman Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 38

47. lain atau orang lain. Karakteristik penilain sebenarnya adalah (1) dilaksanakan selama dan sesuadah proses pembelajaran berlangsung; (2) bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif; (3) yang diukur keterampilan dan performasi, bukan hanya mengingat fakta; (4) berkesinambungan; (5) terintegrasi; (6) dapat dipergunakan sebagaifeed back. Dengan demikian pembelajaran yang benar memang seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa agar mampu mempelajari (learning how to learn) sesuatu, bukan ditekankan pada diperolehnya sebanyak mungkin informasi diakhir periode pembelajaran. Berikut contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis CTL pada mata pelajaran IPA di SMP. CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BERBASIS CTL Sekolah : SMP .......................................... Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) Kelas/Semester : IX (Sembilan)/ 2 (Dua) Alokasi Waktu : 10 x 40 menit (5 pertemuan) A. Standar Kompetensi : 4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari- hari. B. Kompetensi Dasar : 4.1. Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet. C. Tujuan Pembelajaran Pertemuan 1: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. mengidentifikasi bahan magnetik dan bahan bukan magnetik. 2. menunjukkan kutub-kutub magnet. 3. menentukan daerah gaya di sekitar magnet (medan magnet). Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 39 48. 4. mendeskripsikan sifat kutub-kutub magnet. 5. memberikan pemaknaan terhadap keberadaan kutub-kutub magnet (kutub utara dan kutub selatan). 6. memberikan pemaknaan terhadap sifat-sifat interaksi antara kutub-kutub magnet. Pertemuan 2: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara menggosok. 2. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara induksi. 3. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. 4. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara menggosok. 5. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara induksi. 6. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. Pertemuan 3: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. menyebutkan cara-cara menghilangkan sifat kemagnetan. 2. mendeskripsikan kemagnetan bumi. 3. memberikan pemaknaan terhadap caracara menghilangkan sifat kemagnetan. 4. memberikan pemaknaan terhadap keberadaan kemagnetan bumi. Pertemuan 4: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. menjelaskan secara kualitatif sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. 2. memberikan pemaknaan terhadap sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. Pertemuan 5: Penilaian pencapaian KD 4.1 (Ulangan Harian, materi Pertemuan 1 s.d. 4). D. Materi Pelajaran: Kemagnetan KEMAGNETAN Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 40 49. Lebih dari 2000 tahun yang lalu, orang Yunani yang hidup di suatu daerah di Turki yang dikenal sebagai Magnesia menemukan batu aneh. Batu tersebut menarik benda-benda yang mengandung besi. Karena batu tersebut ditemukan di Magnesia, orang Yunani memberi nama batu tersebut magnet. Sifat benda yang teramati sebagai suatu gaya tarik atau gaya tolak antara kutub-kutub magnet

Sedangkan bahanbahan yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut bahan bukan magnetik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 41 50.” Apabila kita ingin pandai. Perilaku ”menyimpang” seperti homoseksual (L-L) atau lesbian (P-P) dilarang oleh agama. dan tidak mudah menyerah.” Hanya Allah-lah dzat yang tunggal. Bagi ajaran agama Islam. bagaimanapun bentuknya. ”Rajin pangkal pandai. Dua ujung tersebut dikenal sebagai kutub magnet. nikel. Sifat . Secara kodrati. Setiap magnet. • Kutub-kutub magnet yang senama (U-U atau S-S). Bahanbahan yang dapat ditarik oleh magnet disebut bahan magnetik. ”Allah. Manusia hanya boleh menikah dengan lawan jenisnya. kaca. Tuhan yang Maha Esa menciptakan manusia secara berpasangpasangan. baja. jika didekatkan akan tolak-menolak. tiap atom di dalam suatu bahan magnetik adalah seperti sebuah magnet kecil yang disebut magnet atom (magnet elementer). mempunyai dua ujung di mana pengaruh magnetiknya paling kuat. Apabila kita ingin menjadi orang yang pandai. Semua magnet mempunyai sifat-sifat tertentu. Secara sederhana kita dapat mengelompokkan bahan-bahan menjadi dua kelompok. Sedangkan kayu. PEMAKNAAN • Semua magnet memiliki dua kutub yang berlawanan. jika kutub utara (U) salah satu magnet didekatkan ke kutub selatan (S) magnet lain. tidak beranak dan tidak diperanakkan. • Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara menginduksi logam tersebut dengan magnet pada logam tersebut. Apabila kita ingin menjadi orang ”baikbaik” maka kita harus bergaul dan berteman dengan orang yang berperilaku baik pula. maka kita juga harus banyak bergaul dan berteman dengan orang yang pandai. dan plastik adalah contoh-contoh bahan bukan magnetik. yaitu utara (U) dan selatan (S). hal ini sesuai dengan kandungan dalam Surat Al-Ikhlas. Besi. kita harus rajin belajar. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 42 51. Namun. dan kobalt termasuk bahan magnetik. • Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara menggosokkan magnet pada logam tersebut. Agar kemampuan (pengetahuan) kita semakin bertambah. yaitu: laki-laki (L) dan perempuan (P). Allah itu satu. Sifat-sifat magnetik tersebut disebabkan gerak elektron atom-atom tersebut. kutub-kutub tersebut akan tarik-menarik.disebut kemagnetan.menolak. Sifat-sifat magnetik suatu bahan bergantung pada struktur atomnya. dan semakin lama penggosokan semakin kuat serta bertahan lama sifat kemagnetannya. Jika kutub-kutub magnet senama (U dan U atau S dan S) saling didekatkan. manusia mempunyai dua jenis kelamin. Sedangkan kutub-kutub magnet yang tidak senama (U-S). jika didekatkan akan tarik-menarik. • Sebuah magnet dapat hilang sifat kemagnetannya diantaranya apabila kita bakar dan kita pukul-pukul. • Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara melilitkan kawat pada logam dan mengalirkan arus listrik pada kawat yang dililitkan pada logam tersebut. kita harus sering berdiskusi dan mendapat masukan-masukan dari banyak orang yang memiliki kemampuan melebihi kemampuan kita. Penggosokan magnet harus dilakukan secara terarah. Agama melarang manusia sesama jenis untuk saling jatuh cinta. yaitu: bahan magnetik dan bahan bukan magnetik. Lingkungan sangat mempengaruhi perilaku dan perkembangan kognitif seseorang. aluminium. Para ilmuwan mengetahui bahwa atom itu sendiri memiliki sifat-sifat magnetik. kedua kutub tersebut akan tolak. Oleh karena itu. yang diberi nama kutub utara (U) dan kutub selatan (S).

Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 43 52.kemagnetan dimiliki oleh suatu bahan apabila magnet-magnet elementer bahan itu tersusun secara teratur. Alat peraga magnet.” Dalam suatu komunitas. Kegiatan Inti • Memperlihatkan magnet batang. antara lain berkaitan dengan: magnet dapat menarik benda. Pertemuan 2 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 45 54. dan motor listrik 5. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. dengan adanya suatu pengaruh ”negatif” dari luar. • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). Serbuk besi 6. Catu daya (baterai) F. • Menginformasikan magnet batang mempunyai dua kutub yang dinamai kutub utara dan selatan sambil mendemonstrasikan menggantungkan magnet batang dengan benang. • Demonstrasi dilanjutkan dengan menempelkan paku besar tersebut dengan sebuah magnet batang dan kemudian menempelkannya pada paku-paku kecil. Buku Sumber (Referensi) lain 3. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 44 53. ”Bersatu kita teguh. • Menginformasikan bahwa hari ini . LKS Kemagnetan 4. Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak Kegiatan Awal • Mendemonstrasikan dengan menempelkan sebuah paku besar ke paku-paku kecil dan meminta siswa memperhatikan paku. Namun. Kabel/kawat listrik (kawat untuk kumparan) 8. • Meminta satu-dua kelompok untuk menulis di papan tulis Tabel 1 yang telah diisi dan ditanggapi kelompok lain. Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak Kegiatan Awal • Demonstrasi menarik benda-benda dari logam (besi) dengan sebuah ”magnet”. • Meminta siswa membaca Pengaruh Magnet dan membimbing mengerjakan LKS tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. . apabila kita rukun tidak terjadi saling permusuhan. . dll. maka adanya provokasi tersebut dapat memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa. misalnya munculnya para provokatorprovokator.paku kecil itu apakah dapat menempel pada sebuah paku besar tersebut.sifat gaya magnet antar kutub-kutub magnet. E. bel listrik. Menanyakan kepada siswa. mendemonstrasikan bahwa ada beberapa benda yang dapat ditarik oleh magnet dan ada yang tidak dapat ditarik oleh magnet. Alat/Bahan/Sumber belajar 1. mengapa benda tersebut dapat menempel? • Menginformasikan bahwa magnet banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari di sekitar kita sambil memberikan contoh misalnya bel listrik. bercerai kita runtuh. Siswa diminta memperhatikan paku-paku kecil itu apakah dapat menempel pada sebuah paku besar tersebut. tape recorder. Model Pembelajaran: Pembelajaran Kooperatif (CL) dengan ”Pemaknaan” G. yaitu: U dan S.magnet memiliki dua kutub. maka apapun yang kita cita-citakan akan dengan lebih mudah untuk kita capai. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 1). Buku Siswa CTL untuk SMP Direktorat PSMP 2. Animasi pemaknaan untuk penanaman sikap 7. • Membagikan LKS 1 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. Menjelaskan konsep kemagnetan. motor listrik. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 2 “Panduan Belajar Pengaruh magnet”.

cobaan membuat magnet dengan cara menggosok.keberadaan kemagnetan bumi. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 5. Agar besi menjadi magnet.duksi. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. dan membimbing mengerjakan LKS 5 tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masingmasing. • (Lainlainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). .pembuatan magnet dengan cara induksi. • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). dan mengalirkan arus listrik. • Memberi penghargaan pada siswa/kelompok yang kinerjanya bagus. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. • Meminta siswa membaca Buku Siswa. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 2). menjelaskan pola-pola garis gaya untuk berbagai macam susunan magnet batang. • Menginformasikan bahwa terdapat perbedaan antara kutub magnetik dan kutub geografik bumi. antara lain berkaitan dengan: . in. • Meminta salah satu kelompok untuk menuliskan hasil kegiatannya di papan tulis dan kelompok lain diminta menanggapinya. • Membagikan LKS 3 dan membimbing siswa untuk mengerjakan LKS tersebut. tentang Pengaruh Magnet.akan dilakukan per. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. Kemagnetan Bumi. Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang cara Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 48 57. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara mendekatkan sebuah magnet ke besi tersebut. • Meminta satu dua kelompok untuk menggambar pola serbuk besi untuk tiap susunan magnet batang dan ditanggapi kelompok lain. . sifat kemagnetannya tidak dapat dihilangkan? • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 3). Pertemuan 4 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 49 . . Kegiatan Inti • Menyajikan informasi bahwa dalam besi yang bukan magnet susunan atom-atomnya masih acak. serta menjelaskan bagaimana kompas dapat membantu untuk menentukan arah. Kegiatan Inti • Menginformasikan bahwa garis gaya magnet dapat digambar untuk memperlihatkan lintasan medan magnet. antara lain berkaitan dengan: cara menghilangkan sifat kemagnetan.pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik.pembuatan magnet dengan cara menggosok. Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang ”Cara Pembuatan Magnet” guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 46 55. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. • Membagikan LKS 4 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak Kegiatan Awal • Sambil menggantung bebas sebuah magnet batang. menanyakan kepada siswa: ”ke arah mana magnet batang itu selalu menghadap?” Mengapa? • Menanyakan kepada siswa. Pertemuan 3 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 47 56. apakah suatu magnet. susunan atomatomnya harus dibuat searah. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif.

1. Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak Kegiatan Awal • Mendemonstrasikan terjadinya penyimpangan suatu jarum kompas ketika diletakkan dekat suatu magnet. Penilaian (Instrumen Penilaian Terlampir pada Lembar Penilaian) • Bentuk tes tertulis: pilihan ganda dan uraian singkat • Kinerja saat melakukan kegiatan • Laporan/presentasi Tes tertulis dilaksanakan setelah proses pembelajaran (Pertemuan 5) dengan menggunakan Lembar Penilaian (LP) 4. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 8.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki Indikator Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara fisika♣ Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara kimia♣ Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran♣ Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran♣ PERTEMUAN 1 A. H. Memahami keanekara-gaman makhluk hidup. dan membimbing mengerjakan LKS 8 tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 4. yaitu: . Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara penyaringan 2. mengapa jarum kompas itu dapat mengalami penyimpangan arah? • Mengingatkan kembali tentang cara membuat magnet dengan mengalirkan arus listrik.sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. . Menanyakan pada siswa. Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang medan magnet Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 50 59. Kompetensi Dasar 3. Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. Memahami wujud zat dan perubahannya 4. • Membagikan LKS 7 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. • Meminta siswa membaca Buku Siswa. CONTOH 2: RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS CTL Sekolah : SMP Mata Pelajaran : IPA Kelas / Semester : VII / 1 Standar Kompetensi 3. • Meminta satu-dua kelompok untuk menulis di papan tulis untuk melengkapi Tabel 1 hasil penyelidikan dan ditanggapi kelompok lain.1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 4. subbab Medan Magnet di Sekitar Arus Listrik. • Menginformasikan bahwa medan magnet solenoida dapat diperbesar dengan memperbesar jumlah lilitan maupun besar arus yang mengalir melaluinya. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 1. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. Kegiatan Inti • Menginformasikan bahwa arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar akan menimbulkan medan magnet yang arahnya bergantung pada arah arus listrik.58. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 51 60. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 4). • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru).2 Melakukan pemisahan campuran dengan berbagai cara berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia 6. 6.

Materi Pembelajaran Pemisahan campuran dengan cara penyaringan C. PERTEMUAN 2 A. apakah terdapat organisme di dalamnya? Apakah air tersebut dapat dijernihkan?” Pengetahuan Prasyarat: Mengajukan pertanyaan tentang pengertian campuran Menyampaikan tujuan pembelajaran 2. selanjutnya menanyakan: “Bagaimanakah memperoleh air tawar dari air asin? ” (Arahkan dalam konteks penjernihan air untuk memperoleh air tawar) Pengetahuan Prasyarat: Mengajukan pertanyaan tentang penguapan dan pengembunan Menyampaikan tujuan pembelajaran 2.gas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. air kolam c.Menegaskan tentang permasalahan yang muncul dalam sesi pemotivasian. meliputi: a. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 4. Sumber Belajar 1.Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya . pisau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 53 62. Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. LKS 3. .Penugasan Terstruktur: Memberikan tugas lanjutan dari kegiatan yang telah dilakukan yaitu menggunakan bahan-bahan lain yang dapat digunakan untuk menyaring air dan membandingkan hasilnya dengan kelompok lain. Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok. Buku siswa 2. Diskusi D. ijuk f. .Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat : 1.Langkah-langkah 1.Membinbing siswa melakukan percobaan dan memeriksa kegiatan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar. melakukan inferensi.Materi Pembelajaran Pemisahan campuran dengan cara destilasi dan kristalisasi C. menuliskan data hasil pengamatan.Model Pembelajaran Pendekatan : Pembelajaran Kooperatif Metode : Pengamatan. . Metode Pembelajaran 1.Melakukan pengamatan. Kegiatan Pendahuluan Motivasi: Menunjukkan pada siswa air kotor dan air jernih.Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan per.Guru membimbing siswa merangkum pelajaran. Kegiatan inti .Metode : Demonstrasi Eksperimen Diskusi Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 52 61.cobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok. kerikil d. menuliskan data hasil pengamatan. D. Tiap kelompok terdiri dari . Melakukan pengamatan. Alat dan bahan untuk kegiatan siswa dalam pertemuan ini. . 3. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara destilasi 2. berkomunikasi B. botol plastik 2l bekas air mineral b.Model :Cooperatif Learning 2.Langkah-langkah 1. Kegiatan Penutup .Menegaskan tentang permasalahan yang muncul dalam sesi pemotivasian dan berdiskusi tentang penguapan dan pengembunan.ahan. Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok.yaringan. dilanjutkan dengan diskusi tentang berbagai kemungkinan pemisahan campuran selain pen. Tu. . pasir e. kemudian menanyakan kepada siswa: “Terdiri dari apa sajakah campuran tersebut.Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa.apakah yang kamu pikir dapat digunakan sebagai penyaring air? Lakukan kegiatan ini dengan menggunakbahanbahan yang E. .guru dapat langsung memberikan bimbingan. melakukan inferensi. Kegiatan Inti . Kegiatan pendahuluan Motivasi: Menanyakan kegiatan tugas lanjutan. berkomunikasi B.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan den.gan benar .Meminta peserta didik untuk membaca LKS dan mendiskusikan dalam kelompok sebelum melakukan percobaan. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 54 63. Materi Pembelajaran Pemisahan campuran C.Membinbing siswa melakukan percobaan dan memeriksa kegiatan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar.guru dapat langsung memberikan bimbingan. .gan benar .Menyampaikan tujuan pembelajaran 2.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan den. . Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran B. Sumber Belajar 1. .Menanyakan:”Pernahkah kamu melihat tawas?” Guru menunjukkan tawas.Teknik penilaian dan bentuk instrumen Teknik Bentuk Instrumen Tes unjuk kerja Lembar Observasi (rating scale) Tes tulis Isian 2. botol plastik 2l bekas air mineral b.Model Pembelajaran Pendekatan : Pembelajaran Kooperatif Metode : Diskusi dan Penerapan Strategi Belajar (membuat peta konsep) D.Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur: Guru menginformasikan untuk mem.Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa.Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya . Langkah-langkah 1.Guru besama peserta didik membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar . Kegiatan inti .Meminta kelompok untuk membuat poster tentang proses pengolahan air sungai atau danau menjadi air minum. 3. E.Guru meminta peserta didik membaca secara individual materi tentang cara pemisahan campuran secara kimia dalam di Buku Siswa (Pengelolaan Air Minum) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 55 64. Alat dan bahan untuk kegiatan siswa dalam pertemuan ini.gan benar .ran selain penyaringan dan destilasi.4-5 siswa. Buku siswa 2. Peserta didik menempelkan poster hasil kerja kelompoknya dan diamati kelompok lain . Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan apersepsi . atau sesuai kreasi anak. air kolam c. . dilanjutkan dengan diskusi tentang pemisahan campuran secara kimia yang lain. pasir e.cobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok.Membinbing siswa melakukan kegiatannya. . pisau PERTEMUAN KETIGA A. 3. ijuk f.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan den. Contoh instrumen Tes Tulis: Misalkan terdapat campuran air asin dan pasir.Guru besama peserta didik membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar . Poster dapat berupa diagram alir. yakni kristalisasi. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara kimia (koagulasi) 2. . . .cobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok.Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa.baca dan mempelajari Buku Siswa dan sumber belajar yang lain. .Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan per.Meminta peserta didik untuk membaca LKS dan mendiskusikan dalam kelompok sebelum melakukan percobaan. Kegiatan penutup . LKS 3. Penilaian 1.guru dapat langsung memberikan bimbingan. meliputi: a. Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan per. Tujuan Peserta didik dapat 1.Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok. . Mendiskusikan pemisahan campu.Buku Siswa 2. kerikil d.Peralatan untuk membuat poster F. Sumber belajar 1. peta konsep. sehingga . dilanjutkan dengan diskusi tentang penerapan lain destilasi. Menanyakan kegunaan tawas (diarahkan untuk penjernihan air) .Guru memberikan kuis untuk mengetahui daya serap materi yang baru saja dipelajari E. Kegiatan penutup . Tuliskan langkah-langkah pemisahannya. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3.

ada langkah yang ditulis tidak urut 1: ada langkah prinsip tidak teridentifikasi. Webbed Berangkat dari tema yang dibangun (terjala/tematik) bersama-sama antara guru dengan siswa. Model Pengintegrasian Kurikulum tersebut menurut Forgaty (1991) digambarkan seperti pada tabel berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 58 67. berpikir konvergen. Kemungkinan Bentuk Penerapan Pembelajaran Terpadu (IPA Terpadu. atas dasar beberapa topik pada beberapa mata pelajaran yang berhubungan. menilai. menduga dan mengukur. mengurutkan. menggenarilasisikan. bertanya. guru masing-masing mata pelajaran integrated bekerja sama melihat dan memberikan topik-topik yang berkaitan dan tumpang tindih. dengan program kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan secara sepenuhnya mengikuti kurikulum yang isinya masih terkotak-kotak berdasarkan bidang studi agar terorganisasi secara terstruktur. berpikir deduktif. berpikir induktif.kamu mendapatkan air tawar. memperkirakan. Tematik) Menurut Joni (1996) didasarkan pada pengaitan konseptual intra dan/atau antar bidang studi yang terjadi secara spontan. merumuskan hipotesis. garam. ada langkah prinsip tidak tertulis 0: tidak mengerjakan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 56 65. networked jaringan kerja dengan orang-orang yang memiliki . di mana mereka akan melihat apa yang dipelajarinya dari minat dan pengalaman mereka sendiri. mengelompokan. menganalisis. terutama dalam keterampilan berpikir. seperti: mengamati. shared dua mata pelajaran yang sama-sama diajarkan dengan menggunakan konsep-konsep atau keterampilan. PENGINTEGRASIAN KURIKULUM MODEL RENTANGAN DESKRIPSI Mata Pelajaran Terpisah fragmented Tiap Mapel disampaikan terpisah. melakukan percobaan. memadukan. connected Suatu konsep dipertautkan dengan konsep lain. mengambil keputusan. pendekatan metakurikuler digunakan threaded untuk mencapai beberapa keterampilan dan tingkatan logika para siswa dengan berbagai mata pelajaran. urutan langkah ditulis dengan benar 2: ada langkah prinsip tidak teridentifikasi. berpikir divergen.keterampilan yang tumpang tindih (overlap). siswa sebagai peserta didik yang aktif. Pendekatan ini menempatkan siswa dalam posisi sentral. menyimpulkan. merencanakan. Beberapa keterampilan berpikir dikembangkan dalam pembelajaran ini. urutan langkah ditulis dengan benar 3: ada langkah yang tidak terlalu prinsip tidak teridentifikasi. IPS Terpadu. membandingkan. Lembar Observasi terhadap Kinerja Ilmiah Siswa No Aspek Yang Diamati Skor 0 (tidak ada) 1 (kurang) 2 (sedang) 3 (baik) 1 Melakukan pengamatan 2 Menuliskan data pengamatan 3 Melakukan tafsiran terhadap data 4 Mengkomunikasikan Kriteria Penilaian skor yang didapat nilai = × 100 skor total Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 57 66. Lembar Observasi yang dikembangkan sebagai berikut. membedakan. lebih eksplisit dan bertolak dari tema-tema. dan pasir! Kriteria penskoran: 4: semua langkah teridentifikasi. berkomunikasi. LATAR BELAKANG Pembelajaran terpadu merupakan proses pembelajaran yang bersifat menyeluruh atau holistik. PEMBELAJARAN TERPADU A. nested Selain target di Mapel ada target multiketerampilan Integrasi beberapa Mata Sequenced beberapa topik diatur ulang serta Pelajaran diurutkan agar dapat serupa satu sama lain. menginterpretasikan. Lintas Peserta didik immersed berpusat untuk mengakomodasikan kebutuhan para siswa.

evaluasi kritis. antropologi. pengambilan keputusan. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. B. sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam. belajar dalam situasi nyata. ekonomi. Biologi dan Fisika menjadi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. • Merumuskan masalah. alternative pemecahan. karena ketiga atau lebih disiplin ilmu dapat dibelajarkan sekaligus. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antar guru sub bidang kajian terkait. dan dalam konteks yang lebih bermakna. Berpikir Kreatif • Pengembangan ide-ide dalam beberapa kategori (kelenturan berpikir) • Pengembangan ide baru (kemurnian berpikir) • Penyempurnaan ide (elaborasi pemikiran) 4. • Menentukan alternatif pemecahan. psikologi sosial menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. memudahkan pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi dari mata pelajaran yang dipadukan. sehingga belajar lebih menyenangkan. politik. sejarah. • Menyusun argumentasi dan penyimpulan (berdasarkan data dan konsep) 3.keahlian untuk membantu bagian dari pekerjaannya yang lebih bersifat implementatif. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antar konsep dalam disiplin ilmu tersebut. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 59 68. guru dengan peserta didik. Berpikir Kritis • Menjelaskan ide dan pemikiran • Menentukan tingkat ketepatan informasi dasar (hasil pengamatan dan komunikasi). berpikir kritis. Mereka akan bekerja secara terpadu sesuai dengan topik pekerjaan yang mengikat mereka. • Mengembangkan ide. • Dengan menggabungkan berbagai bidang kajian akan terjadi penghematan waktu. penyelidikan. • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. • Membuat perkiraan dan menentukan keputusan. pemecahan. filsafat. 2. Pemecahan Masalah • Menghimpun fakta-fakta. C. • Memberikan alas an. Sedangkan kajian tentang sosiologi. • Menyusun rencana tindakan pelaksanaan. geografi. sehingga Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 61 70. Beberapa kegiatan utama dari modelmodel pembelajaran berpikir ini diuraikan sebagai berikut: 1. pemikiran. JENIS-JENIS PEMBELAJARAN TERPADU Pembelajaran yang dimungkinkan untuk dipadukan adalah mata pelajaran Kimia. argumentasi bagi keputusan. TUJUAN DAN MANFAAT PEMBELAJARAN TERPADU • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran • Meningkatkan minat dan motivasi • Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 60 69. • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait. Dalam hal ini Guru bekerja sama melihat dan memberikan topik-topik yang . Evaluasi Kritis • Menentukan kriteria • Menyusun alternative pemikiran. peserta didik dengan peserta didik. berpikir kreatif. Model-model pembelajaran berpikir yang dapat digunakan dalam pembelajaran terpadu adalah: pemecahan masalah. peserta didik/guru dengan nara sumber. sehingga memudahkan memahami hubungan materi dari satu konteks ke konteks lainnya.

pengukuran. • produk: berupa fakta. Webbed (tematik) dan Integrated. dan tentatif. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. berlaku umum (universal). Dalam proses pembelajaran IPA keempat unsur itu diharapkan dapat muncul. metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis. dan hukum. menghafalkan konsep. prinsip. Keadaan ini diperparah oleh pembelajaran yang beriorientasi pada tes/ujian. guru hanya menyampaikan IPA sebagai produk . • proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. evaluasi. • aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis.berkaitan dan tumpang tindih (dengan mencermati indikator yang telah disusun) dan memadukannya. dan kimia yang sebenarnya sangat berperan dalam membantu anak untuk memahami fenomena alam. Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP/MTs. dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen”. peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan seharihari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Keempat unsur itu merupakan ciri IPA yang utuh yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. dan aplikasi tidak tersentuh dalam pembelajaran. fenomena alam. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 62 71. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 63 72. biologi. sistematis. Pengalaman belajar yang diperoleh di kelas tidak utuh dan tidak berorientasi tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya. perancangan eksperimen atau percobaan. konsep-konsep. teori. Pembelajaran lebih bersifat teacher-centered. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan (discovery). sehingga peserta didik dapat mengalami proses pembelajaran secara utuh. dengan ciri: objektif. metode ilmiah. metodik. maka dapat disimpulkan bahwa hakikat IPA meliputi empat unsur utama yaitu: • sikap: rasa ingin tahu tentang benda. sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa faktafakta. sikap. Carin dan Sund (1993) mendefinisikan IPA sebagai “pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur. Kemungkinan pada pemaduan IPA adalah Connected. D. Kecenderungan pembelajaran IPA pada masa kini adalah peserta didik hanya mempelajari IPA sebagai produk. dan meniru cara ilmuwan bekerja dalam menemukan fakta baru. bumi antariksa. mahluk hidup. teori dan hukum. Akibatnya IPA sebagai proses. universal. yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah. PEMBELAJARAN IPA TERPADU 1. meliputi mata pelajaran fisika. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah. memahami fenomena alam melalui kegiatan pemecahan masalah. IPA bersifat open ended. Merujuk pada pengertian IPA itu. dan penarikan kesimpulan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar.

serta dapat berargumentasi secara benar. dan jumlah peserta didik per kelas yang terlalu banyak. melakukan eksperimen untuk menguji prediksi. Abad 21 ditandai oleh pesatnya perkembangan IPA dan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan di masyarakat. kreatif. dan melakukan inovasi dalam pembelajaran tanpa meninggalkan isi kurikulum. Dalam belajar IPA . dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut hasil eksperimen. Dalam kenyataan. memahami jawaban. pengamatan. dan efektif. Indikator pencapaian kompetensi dikembangkan oleh sekolah. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati. “mengapa”. Cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektif dan psikomotor. makhluk hidup dan proses kehidupan. kritis. disesuaikan dengan lingkungan setempat. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak peserta didik yang cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri. dan merumuskan hukum umum yang sederhana yang diorganisasikan dari hipotesis. energi dan perubahannya. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang akan dicapai peserta didik yang dituangkan dalam empat aspek yaitu. dan eksperimen. Melalui pembelajaran IPA terpadu. terutama teknologi informasi dan komunikasi. (2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati. Oleh karena itu. serta bersikap ilmiah. mereka tetap berharap agar pembelajaran IPA di sekolah dapat disajikan secara menarik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 65 74. keterbatasan kemampuan peserta didik. dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. diperlukan cara pembelajaran yang dapat menyiapkan peserta didik untuk melek IPA dan teknologi. KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN IPA Ilmu Pengetahuan Alam didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen. efisien. Peserta didik tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya. Peserta didik hanya mempelajari IPA pada domain kognitif yang terendah. mencari jawaban. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 64 73. mampu berpikir logis. karena dianggap sukar. dan “bagaimana” tentang gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui cara-cara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan dan teknologi.dan peserta didik menghafal informasi faktual. 2. lingkungan belajar. memprediksi konsekuensi dari hipotesis. bekerja sama dalam kelompok. dan media serta lingkungan belajar yang ada di sekolah. diharapkan peserta didik dapat membangun pengetahuannya melalui cara kerja ilmiah. kreatif. serta bumi dan alam semesta. menyempurnakan jawaban tentang “apa”. sarana. memang tidak banyak peserta didik yang menyukai mata pelajaran IPA. Namun demikian. (3) dikembangkannya sikap ilmiah. Semua ini ditujukan agar guru dapat lebih aktif. materi dan sifatnya. prediksi. belajar berinteraksi dan berkomunikasi. Alasan yang sering dikemukakan oleh para guru adalah keterbatasan waktu. atau karena mereka tak berminat menjadi ilmuwan atau ahli teknologi. menyusun hipotesa. Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode ilmiah. Metode ilmiah dalam mempelajari IPA itu sendiri telah diperkenalkan sejak abad ke-16 (Galileo Galilei dan Francis Bacon) yang meliputi mengidentifikasi masalah.

kimia. terbuka. TUJUAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU Tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut. Bila konsep yang tumpang tindih dan pengulangan dapat dipadukan. menerapkan ide pada situasi baru. Hipotesis ini dapat berasal dari pengamatan terhadap kejadian seharihari yang memerlukan pembuktian secara ilmiah. dan sebagainya. dan menganalisis data.alat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. jujur. maka pembelajaran akan lebih efisien dan efektif. kritis. mengolah. pembelajaran IPA hendaknya disajikan dalam bentuk yang utuh dan tidak parsial. merencanakan eksperimen untuk menjawab pertanyaan. Oleh karena itu pembelajaran IPA di sekolah sebaiknya: (1) memberikan pengalaman pada peserta didik sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran fisis. kimia. lisan. a. menggolongkan. 3. tidak percaya tahyul. . menyusun hipotesis. Banyak ahli yang menyatakan pembelajaran IPA yang disajikan secara disiplin keilmuan dianggap terlalu dini bagi anak usia 7-14 tahun. karena anak pada usia ini masih dalam transisi dari tingkat berpikir operasional konkret ke berpikir abstrak. (2) menanamkan pada peserta didik pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran Dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai peserta didik masih dalam lingkup disiplin ilmu fisika. cermat. mengajukan pertanyaan. sabar. menggunakan peralatan sederhana serta mengkomunikasikan informasi dalam berbagai cara. mengklasifikasikan. Lagi pula. Atas dasar itu. yaitu dengan gambar. memperhatikan keselamatan kerja. yaitu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 67 76. anak melihat dunia sekitarnya masih secara holistik. Di samping itu pembelajaran yang disajikan terpisah. Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”. tekun. ulet.peserta didik diarahkan untuk membandingkan hasil prediksi peserta didik dengan teori melalui eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. tulisan. sehingga membutuhkan waktu dan energi yang lebih banyak. disiplin. metode ilmiah.pisah dalam fisika. Pendidikan IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. peduli terhadap lingkungan. sebagai penerapan matematika pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam. dan bekerja sama dengan orang lain. biologi. yang didasarkan pada Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 66 75. dan bumi-alam semesta memungkinkan adanya tumpang tindih dan pengulangan. (4) memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan dan pembuatan alat. Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat tersebut dinamakan dengan keterampilan proses penyelidikan atau “enquiry skills” yang meliputi mengamati. (3) latihan berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar matematika. serta membosankan bagi peserta didik. hal ini akan membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. mengukur. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui keterampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang meliputi rasa ingin tahu. dan biologi.

Dalam hal ini. dan sarana. kimia. Dengan model pembelajaran yang terpadu dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari. sistemik. geologi. dan langkah pembelajaran yang dipandang memiliki kesamaan atau keterkaitan. Guru dituntut memiliki kecermatan. Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus Model pembelajaran IPA terpadu dapat menghemat waktu. Meningkatkan minat dan motivasi Pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan situasi pembelajaan yang utuh. serta biaya karena pembelajaran beberapa kompetensi dasar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 69 78. menerima. pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tema yang disampaikan. mengingat semakin tinggi jenjang pendidikan.Keterpaduan mata pelajaran dapat mendorong guru untuk mengembangkan kreativitas tinggi karena adanya tuntutan untuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 68 77. dinamis. Mengingat pembahasan materi IPA pada tingkat lebih tinggi semakin luas dan mendalam. pembelajaran terpadu juga menyederhanakan langkah-langkah pembelajaran. yang akan membuka peluang timbulnya kesulitan dalam pembelajaran dan penilaian. dan analitik. menyerap. menyeluruh. dan bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. b. Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu banyak guru yang terlibat. maka pada jenjang pendidikan SMP/MTs dan SMA/MA. maka semakin dalam dan luas pula pemahaman konsep yang . Selanjutnya peserta didik akan terbiasa berpikir terarah. dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep pengetahuan dan nilai atau tindakan yang termuat dalam tema tersebut. serta kebutuhan dan kesiapan peserta didik. Peserta didik akan lebih termotivasi dalam belajar bila mereka merasa bahwa pembelajaran itu bermakna baginya. Di samping itu. dapat diajarkan sekaligus. kemampuan analitik. dan kemampuan kategorik agar dapat memahami keterkaitan atau kesamaan materi maupun metodologi. akan lebih baik bila keterpaduan dibatasi pada mata pelajaran yang termasuk bidang kajian IPA saja. fisika. menyeluruh. tenaga. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai mata pelajaran (Carin 1997. Hal ini terjadi karena adanya proses pemaduan dan penyatuan sejumlah standar kompetensi. c.236). utuh. Sebenarnya IPA dapat juga dipadukan dengan mata pelajaran lain di luar bidang kajian IPA dan hal ini lebih sesuai untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar. dan astronomi. memahami keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lain. peserta didik digiring untuk berpikir luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan konseptual yang disajikan guru. dan bermakna sesuai dengan harapan dan kemampuan guru. kompetensi dasar. PEMADUAN KONSEP DALAM PEMBELAJARAN IPA Salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas beberapa mata pelajaran adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubungkaitkan konsep-konsep dari berbagai submata-pelajaran. Lintas submata pelajaran dalam IPA adalah mengkoordinasikan berbagai disiplin ilmu seperti biologi. Pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal. 4. teratur.

belajar akan lebih baik bila peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek. Habitat insekta juga tersebar sangat luas. dan dunia nyata. tetapi untuk daerah perkotaan mungkin agak sulit dilaksanakan. sebagai penyerbuk tanaman. Mencari informasi dari buku yang Kunjungan ke tempat Proyek:Koleksi relevan pemeliharaan lebah insekta dan mewawancarai peternak Mempelajari klasifikasi Menyelidiki siklus insekta INSEKTA hidup berbagai insekta seran Menyelidiki tentang serangga penyerbuk Penyelidikan tentang siklus hidup nyamuk . sebagai vektor berbagai penyakit pada hewan dan manusia. di darat sebagai hewan yang hidup di tanah. Jadi pembahasan topik ini dapat menjadi bahan pengayaan untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik tentang peranan insekta dalam ekosistem. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 70 79. sebaiknya memilih tema yang menghubungkaitkan antara IPA–lingkunganteknologi-masyarakat. peserta didik yang bekerja sama dengan kelompoknya akan lebih bertanggung jawab. ‘membaca’. memahami rantai makanan. malaria.harus diserap oleh peserta didik. peserta didik menjadi lebih percaya diri dan termotivas dalam belajar bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. maka dapat dibuat jaringan tema berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 72 81. β. Topik/pokok bahasan tentang Insekta juga tidak ditemukan dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. ‘berbicara’. Topik ini bersifat kontekstual di daerah pertanian dan daerah pantai. Berikut ini diberikan contoh pembelajaran IPA Terpadu dengan tema yang bernuansa IPA-lingkungan-teknologi-masyarakat. Pembelajaran terpadu diawali dengan penentuan TEMA. Begitu luasnya pembahasan tentang insekta. penyakit kaki gajah yang vektor penyebarannya adalah insekta. dan mungkin juga konsepnya sulit dipahami peserta didik. Pada umumnya insekta bersayap. dan berinteraksi dengan teman. namun ada pula yang tak bersayap. dan mandiri. peserta didik lebih memahami dan lebih mudah mengingat karena mereka ‘mendengar’. guru. Peranannya dalam kehidupan juga sangat luas. jika guru hendak melakukan pembelajaran terpadu dalam IPA. dan sebagai hewan terbang. Contoh 1: TEMA SERANGGA/INSEKTA Insekta merupakan hewan invertebrata yang banyak ditemukan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. χ. Misalnya. sebagai hama tanaman. dan masih banyak lagi peranan insekta. δ. di pohon. sebagai komponen penting dalam rantai makanan. memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik. sehingga bila disampaikan dalam pembelajaran akan memerlukan waktu yang cukup banyak. kolaborasi.di dalam air. berdisiplin. mengasah kepekaan peserta didik terhadap kebersihan lingkungan. merebaknya penyakit demam berdarah. Oleh karena itu. namun dapat dicoba. ‘menulis’ dan ‘melakukan’ kegiatan menyelidiki masalah yang sedang dipelajarinya. karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam beberapa aspek yaitu: α. akan tetapi guru dapat memilih tema insekta mengingat banyak masalah kesehatan dan lingkungan yang terkait dengan insekta. Ada yang bermetamorfosis sempurna Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 71 80. dan penyebab timbulnya ledakan hama. Insekta merupakan salah satu kelas dari Phylum Arthropoda dengan anggota yang terbanyak dan tingkat keanekaragaman yang sangat tinggi. Dengan insekta sebagai tema sentral. dan ada pula yang tidak. ε.

1 Menyelidiki 6. PERENCANAAN Keberhasilan pembelajaran terpadu akan lebih optimal jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik (minat.2 Melakukan Kerja pengamatan objek 1.1 Mendeskripsik percobaan Ilmiah secara terencana dan an besaran sederhana sistematis untuk pokok dan dengan bahan. Jaringan tema insekta Kompetensi dasar untuk jaringan tema ”insekta” pada gambar 2.1 Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 74 83.1 Melaksanakan 20 x 40’ 2. antarsemester dan kelas yang berbeda dari beberapa submata pelajaran IPA yang memungkinkan untuk diajarkan secara terpadu.1 di atas mungkin tidak termuat dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar seluruhnya. Pada tahap ini dilakukan pengkajian atas kompetensi dasar pada semester dan kelas yang sama.Mempelajari istilah tentang bagian tubuh Menyelidiki pengaruh Menyelidiki insekta perubahan lingkungan habitat serangga thd populasi serangga dalam ekosistem vektor penularan penyakit Gambar 2. Langkah (2): Mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar dari mata pelajaran yang akan dipadukan.2 2. 3. bakat. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 73 82. kebutuhan.1. Dalam pembelajaran ini sekaligus kita menerapkan metode ilmiah dan mengembangkan keterampilan proses IPA dan kemampuan pemecahan masalah. antarsemester pada kelas yang sama. PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU a.memperoleh besaran bahan yang informasi gejala alam turunan beserta diperoleh biotik dan a-biotik. Berikut ini contoh peta kompetensi dasarIPA terpadu untuk SMP kelasVII CONTOH PETA KOMPETENSI DASAR IPA TERPADU Mata Pelajaran : IPA Kelas : VII KD MP Fisika KD MP Kimia KD MP Biologi Tema Waktu 5. Langkah (1): Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan. 5. dan kemampuan). namun dapat menjadi inspirasi untuk memotivasi peserta didik yang berminat melakukan penyelidikan tentang insekta. Contoh lihat lampiran. Inilah contoh fleksibilitas kurikulum untuk mengembangkan potensi peserta didik.3 Melakukan Penjernih sifatsifat zat Mengklasifikasikan 20 x 40’ pemisahan an Air berdasarkan makhluk hidup campuran wujudnya dan berdasarkan ciri-ciri dengan penerapannya yang . satuannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada saat menetapkan beberapa mata pelajaran yang akan dipadukan sebaiknya sudah disertai dengan alasan atau rasional yang berkaitan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar oleh peserta didik dan kebermaknaan belajar. Standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik sudah tercantum dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar per submata pelajaran IPA. Ada berbagai model dalam mengembangkan pembelajaran IPA Terpadu yang dapat dilihat pada alur penyusunan perencanaan pembelajaran terpadu berikut ini: Menetapkan mata Membuat matriks atau pelajaran yang akan bagan hubungan dipadukan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu Mempelajari Standar kompetensi dan kompetensi dasar mata Merumuskan indikator pelajaran yang pembelajaran terpadu dipadukan Memilih/menetapkan Menyusun silabus tema atau topik pembelajaran terpadu pemersatu Menyusun desain pembelajaran/rencana pelaksannan pembelajaran terpadu Gambar 3.

Efisiensi waktu dalam kegiatan awal ini perlu diperhatikan. Kegiatan Awal/Pendahuluan Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal yang harus ditempuh guru dan peserta didik pada setiap kali pelaksanaan pembelajaran terpadu. Langkah (5): Menyusun dan merumuskan indikator pencapaian hasil belajar untuk setiap kompetensi dasar dari submata pelajaran yang dipadukan. Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran terpadu yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar peserta didik (learning experience). memberikan acuan topik yang akan dibahas. Langkah-langkah dalam kegiatan pendahuluan ini terdiri atas beberapa tahap yaitu: 1. kemudian baru dilihat koneksitasnya dengan kompetensi dasar dari berbagai submata pelajaran IPA. Contoh lihat lampiran. dikembangkan dari berbagai indikator submata pelajaran IPA menjadi beberapa pengalaman belajar yang konsep keterpaduan atau keterkaitan menyatu antara beberapa submata pelajaran IPA. dan lainnya. dikemas dalam kegiatan pendahuluan. Contoh lihat lampiran. kegiatan inti. Contoh lihat lampiran. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 77 86. mengaitkan topik yang akan dipelajari dengan topik yang telah dipelajari yang dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan tentang topik yang sudah dipelajari sebelumnya dan memberikan komentar atas jawaban peserta didik Dalam kegiatan pendahuluan ini guru dapat pula melakukan penilaian awal peserta didik (tes awal) yang dapat diberikan secara lisan maupun tertulis. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 76 85. dan kegiatan penutup/tindak lanjut. MODEL PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU (Desain Pembelajaran/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Model pembelajaran dalam hal ini adalah menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu. Dalam memilih tema/topik dapat dirumuskan dengan melihat isu-isu yang terkini. menarik perhatian peserta didik untuk menumbuhkan kesiapan belajar. memotivasi peserta didik: membangkitkan semangat dan minat peserta didik untuk siap menerima pelajaran. Langkah (6): Menyusun silabus pembelajaran IPA terpadu. Kegiatan tatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang peserta didik dapat berinteraksi langsung . Langkah (3): Memilih dan menetapkan tema atau topik pemersatu. b. misalnya penyakit demam berdarah. HIV/AIDS. Langkah (7): Menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran atau rencana pelaksanaan pembelajaran untuk setiap pertemuan. Contoh lihat lampiran. 2. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kaitan antara tema/topik dengan kompetensi dasar yang dapat dipadukan. Langkah (4): Membuat matriks keterhubungan kompetensi dasar dan tema/topik pemersatu. 3.dimiliki berbagai cara dalam kehidupan berdasarkan sehari-hari sifat fisika dan sifat kimia Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 75 84. yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Fungsinya untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif. 4. Pengalaman belajar dapat terjadi melalui kegiatan tatap muka dan kegiatan nontatap muka. Contoh lihat lampiran. karena waktu yang tersedia relatif singkat yaitu antara 5-10 menit. Dengan waktu yang relatif singkat tersebut. diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik siap mengikuti pembelajaran dengan seksama.

Kompetensi dapat diukur melalui sejumlah hasil belajar yang indikatornya dapat diukur dan diamati. jenis dan bentuk penilaian. Kegiatan inti pembelajaran terpadu bersifat situasional. Kegiatan Akhir/Penutup dan tindak lanjut Waktu yang tersedia untuk kegiatan penutup atau kegiatan akhir pembelajaran terpadu ini cukup singkat. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 79 88. b) Melaksanakan tindak lanjut pembelajaran dengan pemberian tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah. Secara umum kegiatan penutup ini terdiri atas hal-hal sebagai berikut ini. Guru menyampaikan kepada peserta didik kegiatan belajar yang harus ditempuh peserta didik dalam mempelajari tema atau topik yang telah ditentukan. Kegiatan nontatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik dengan sumber belajar lain di luar kelas atau di luar sekolah. • Kegiatan yang paling awal: Guru memberitahukan tujuan atau kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik beserta garis besar materi yang akan disampaikan. menjelaskan kembali bahan yang dianggap sulit oleh peserta didik. Model penilaian ini disesuaikan dengan penilaian berbasis kelas pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. memberikan motivasi atau bimbingan belajar. a) Mengajak peserta didik untuk menyimpulkan materi yang telah diajarkan. penyajian harus dilakukan secara terpadu melalui penghubungan konsep di mata pelajaran yang satu dengan konsep di mata pelajaran lainnya. kelompok. Oleh karena itu guru perlu mengatur dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin. serta alat evaluasi yang digunakan. menemukan sendiri apa yang dipelajarinya. c. Peserta didik diarahkan untuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 78 87. atau berorientasi pada aktivitas peserta didik. dan perorangan. Kegiatan belajar hendaknya lebih mengutamakan aktivitas peserta didik. • Alternatif kegiatan belajar yang akan dialami peserta didik. c) Mengemukakan topik yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. Prinsip belajar sesuai dengan ’konstruktivisme’ hendaknya dilaksanakan dalam pembelajaran terpadu Dalam membahas dan menyajikan materi/bahan ajar terpadu harus diarahkan pada suatu proses perubahan tingkah laku peserta didik. di antaranya adalah sebagai berikut ini. MODEL PENILAIAN IPA TERPADU Model penilaian yang dikembangkan mencakup prosedur yang digunakan. Guru harus berupaya untuk menyajikan bahan ajar dengan strategi mengajar yang bervariasi. Guru hanya sebagai fasilitator yng memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk belajar. yakni disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. sikap dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. d) Memberikan evaluasi lisan atau tertulis. Terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam kegiatan inti pembelajaran terpadu.dengan guru maupun dengan peserta didik lainnya. Hasil belajar pada hakikatnya merupakan kompetensi-kompetensi yang mencakup aspek pengetahuan. yang mendorong peserta didik pada upaya penemuan pengetahuan baru. Objek penilaian mencakup penilaian terhadap proses dan hasil belajar peserta didik. Penilaian proses dan hasil belajar saling berkaitan satu dengan yang lainnya karena hasil belajar merupakan . membaca materi pelajaran tertentu. Cara yang paling praktis adalah menuliskannya di papan tulis dengan penjelasan secara lisan mengenai pentingnya kompetensi tersebut yang akan dikuasai oleh peserta didik. keterampilan. melalui pembelajaran yang bersifat klasikal.

sebab hasil belajar digambarkan dalam bentuk angka yang gambaran maknanya sangat abstrak. dan nilai Tes lisan Tes tertulis Tes perbuatan Skala sikap Tes tertulis/ uraian Tes tertulis/ objektif Daftar periksa Pilihan ganda Kuesioner Tes tertutup/ Benar salah Catatan anekdot terbatas/ Menjodohkan Portofolio terstruktur Isian singkat Catatan sekolah Bebas terbuka Isian panjang Jurnal Cuplikan kerja Isian khusus Model penilaian pembelajaran terpadu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 81 90. Berikut ini adalah contoh penilaian untuk tema/topik tentang LINGKUNGAN SEKITAR KITA TEMA: LINGKUNGAN SEKITAR KITA KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing. Jenis penilaian terpadu terdiri atas tes dan bukan tes. Sistem ini kurang dapat menggambarkan kemampuan peserta didik secara menyeluruh. Tes tes sikap. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem . Oleh karena itu untuk melengkapi gambaran kemajuan belajar secara menyeluruh maka dilengkapi dengan non-tes. Tes Laporan Lembar hubungan ukuran perbuatan praktikum penilaian penduduk laporan dengan Lembar kebutuhan penilaian pangan kinerja Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 82 91. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 80 89.akibat dari proses belajar. Nontes Memperkirakan 2.masing tingkat trofik Memperkirakan hubungan ukuran penduduk dengan kebutuhan lahan Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk dengan kerusakan lingkungan Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk dengan kesehatan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 83 92. PENILAIAN Pengetahuan. Sistem penilaian dengan menggunakan tes merupakan sistem penilaian konvensional. Non keterampilan.masing tingkat trofik Memprediksi Memperkirakan Penugasan Nontes Laporan Lembar pengaruh hubungan antara hasil penilaian kepadatan populasi pengamatan laporan populasi penduduk manusia dengan terhadap kebutuhan air lingkungan bersih dan udara bersih Praktikum 1.

dan kehidupan pembasmi sehari-hari serangga Menyelidiki pengaruh penggunaan bahan kimia yang digunakan sebagai pemutih. pengharum.lingkungan langkah upaya pengelolaan lingkungan hidup untuk kesejahteraan manusia Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 84 93. penilaian bahan kimia pembersih. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing.masing tingkat trofik hubungan bentuk energi dan hasil penilaian bentuk . KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing. pembersih.masing tingkat trofik Mencari Mengelompokkan Praktikum Nontes Lembar informasi bahan kimia dari penilaian tentang kemasan yang Tes perbuatan laporan kegunaan dan digunakan Lembar efek samping sebagai pemutih. dan pembasmi serangga Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 85 94. dan tanah pengelolaan dalam kaitannya lingkungan dengan kegiatan untuk manusia mengatasi pencemaran Mengemukakan dan kerusakan contoh langkah.dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing.masing tingkat trofik Menjelaskan efek samping penggunaan bahan kimia dalam rumah tangga Menjelaskan Menunjukkan Penugasan Nontes Laporan Lembar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 86 95. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing. kinerja dalam pengharum.masing tingkat trofik Mengaplikasik Menjelaskan Penugasan Nontes Karya tulis Lembar an peran pengaruh penilaian manusia pencemaran air. karya tulis dalam udara.

afektik. pengamatan di luar kelas. biologi. kimia. yaitu jenjang SMP/MTs dan SMA/MA. penggunaan media.proses di lingkungan terhadap kesehatan manusia Berdasarkan contoh itu. Begitu pula dengan pembelajaran IPA Terpadu. namun tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Hasil uji coba menunjukkan bahwa pembelajaran terpadu dapat dilaksanakan. misalnya tugas pemecahan masalah lingkungan dan usulan cara penanggulangannya. Hal ini tergantung pada kondisi sekolah.masing tingkat trofik permasalah-an proses ganda jawaban dan lingkungan pemanasan global cara dan pengaruhnya penilaian terhadap masalah lingkungan Soal uraian singkat Menjelaskan pengaruh proses. Ketiganya akan dipadukan menjadi nilai mata pelajaran IPA . kimia. perencanaan pembelajaran. Pembelajaran terpadu biasa dilakukan jenjang pendidikan usia dini. a. prinsip "usaha dan Mengaplikasikan energi" serta konsep energi penerapan-nya dan dalam perubahannya kehidupan dalam kehidupan sehari-hari sehari-hari Menjelaskan Menjelaskan Penugasan Nontes Laporan Lembar hubungan proses pelapukan penilaian antara proses di lapisan bumi yang terjadi di berkaitan dengan lapisan litosfer masalah dan atmosfer lingkungan dengan kesehatan dan Menjelaskan Tes akhir Soal Pilihan Kunci Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 87 96. Tugas berupa laporan baik secara individu maupun kelompok sebaiknya berupa tugas aplikasi. Dapat pula berupa tugas sintesis dan evaluasi.energi perubahannya pengamatan laporan dan dalam kehidupan perubahansehari-hari nya. Melalui penugasan ini maka kemampuan berpikir dan kepekaan peserta didik akan terasah. Untuk keperluan pelaporan hasil penilaian guru dapat memberikan bobot bagi setiap tugas yang diberikan tergantung pada pertimbangan guru sesuai dengan karakteristik tugas. maka dalam penyusunan silabus. maupun psikomotor. IMPLIKASI PEMBELAJARAN IPA TERPADU Sesuatu yang baru atau merupakan inovasi tentu tidak mudah untuk dilaksanakan. Penilaian untuk pelaporan mengacu pada pedoman penilaian dari Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 89 98. 6. misalnya merupakan hasil Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 88 97. Guru Dalam pelaksanaannya. karena memerlukan penyesuaian diri dan kemauan untuk beradaptasi. baik tes maupun nontes. dan strategi . maka dalam pelaporan hasil penilaian tidak menjadi masalah. maka guru dapat mempraktikkan beberapa teknik penilaian. Bila di suatu sekolah guru IPA terdiri atas guru fisika. baik yang termasuk dalam ranah kognitif. Oleh karena keterpaduan pembelajaran IPA meliputi mata pelajaran fisika. biologi. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing. pembelajaran dapat dilakukan oleh tim pengajar atau guru tunggal.

indikator. Bahan Ajar Bahan ajar yang digunakan tidak hanya buku mata pelajaran saja. atau bersama-sama. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 91 100. Hal yang perlu dihindarkan adalah pembahasan materi yang tidak seimbang karena wawasan pengetahuan tentang materi pelajaran yang lain kurang memadai. 3. mulai dari silabus. pembelajaran terpadu dapat mempertajam kemampuan analitis terhadap konsep-konsep yang dipadukan. dan mengalami kesulitan untuk memadukan kompetensi dasar. b. Selain meningkatkan kerja sama. maka sangat dianjurkan agar guru tersebut bekerja sama dalam kelompok MGMP agar dapat terjadi diskusi tentang perencanaan strategi dan pelaksanaan KBM. Penguasaan bahan ajar. 5. Oleh karena itu. suatu bahan ajar dapat dibahas . Dalam bab sebelumnya telah diuraikan. pembelajaran IPA Terpadu terbentur pada masalah-masalah berikut ini. bahwa yang terpenting adalah kerja sama antarguru IPA yang ada di suatu sekolah dalam membuat perencanaan pembelajaran. karena dapat mengembangkan kemampuan asosiasi konsep dan aplikasi konsep. Misalnya bahan ajar tersebut dominan biologi maka yang mengajar sebaiknya guru biologi. Bahkan bila memungkinkan mereka dapat menggunakan teknologi informasi yang ada. Jadwal pelajaran yang sudah diatur sedemikian rupa dan tak dapat diubah begitu saja. Pembelajaran terpadu perlu dilakukan dengan variasi metode yang tidak membosankan. baik yang ada di sekolah maupun dalam lingkup MGMP. Dalam pembelajaran terpadu. c. Dalam mengajarkan bahan ajar dilakukan oleh guru mata pelajaran yang dominan. 4. Program semester yang telah memuat urutan materi yang akan diajarkan. Bila hal ini dapat dilaksanakan. Kerja sama ini meliputi saling mempelajari materi dari mata pelajaran yang lain. maka pembelajaran terpadu dapat meningkatkan kerja sama antarguru IPA. 1. desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran hingga kesepakatan dalam bentuk penilaian. Peserta didik dapat juga mencari berbagai sumber belajar lainnya. pengaturannya dapat dilakukan sejak awal semester atau awal tahun pelajaran. Aktivitas pembelajaran harus lebih banyak berpusat pada peserta didik agar dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya. dan materi. Pembelajaran terpadu oleh guru tunggal dapat memperkecil masalah pelaksanaannya yang menyangkut jadwal pelajaran. Namun dalam pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru tunggal. 2.mengajar sebaiknya dibuat bersama hingga penyusunan alat penilaiannya. Hal utama yang harus dilakukan guru adalah memahami model pembelajaran terpadu secara konseptual maupun praktikal. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 90 99. Bila di sekolah. Masalah guru mata pelajaran IPA yang terpisah. pembelajaran IPA terpadu dapat diajarkan oleh guru tunggal atau tim pengajar tergantung pada kesepakatan dan waktu. tetapi dapat dari berbagai mata pelajaran yang direkatkan oleh tema. Secara teknis. Keterpaduan kompetensi yang terjadi lintas kelas. Peserta didik Bagi peserta didik. seorang guru mengajar semua mata pelajaran IPA. pembelajaran terpadu juga meningkatkan keharusan bagi guru untuk memperluas wawasan pengetahuannya. Indikator yang sudah dipadukan tidak perlu diajarkan dua kali karena tujuan pembelajaran terpadu adalah efisiensi dan efektivitas dalam pembelajaran. Dalam pelaksanaannya di lapangan. Aktivitas peserta didik dalam penugasan dapat menjadi nilai tambah yang menguntungkan.

akan tetapi kelemahan tersebut sebagai tantangan untuk . Perlu disadari. d. peserta didik dengan peserta didik. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antarguru submata pelajaran terkait. belajar dalam situasi nyata. model pembelajaran IPA Terpadu juga memiliki kelemahan. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait.dari berberapa mata pelajaran sehingga wawasan peserta didik diharapkan akan lebih terbuka. guru dengan peserta didik. dan Biologi. e. sehingga belajar lebih menyenangkan. maka penggunaan sarana pembelajaran dapat lebih efisien jika dibandingkan dengan pemisahan mata pelajaran. Yang perlu dicatat ialah pemaduan kegiatan dalam bentuk tema sebaiknya dilakukan pada jenjang kelas yang sama dan masih dalam lingkup IPA . Kekuatan/manfaat yang dapat dipetik melalui pelaksanaan pembelajaran terpadu antara laian sebagai berikut. oleh karena itu model pembelajaran harus disesuaikan dengan konsep yang akan diajarkan. Kimia. Berikut contoh Pemetaan Kompetensi Dasar untuk menjadi Tema dalam pembelajaran IPA Terpadu. terorganisasi dan mendalam. • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. sehingga memudahkan pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi IPA. • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. peserta didik/guru dengan narasumber. Di samping kekuatan/manfaat yang dikemukakan itu. dan dalam konteks yang lebih bermakna. Salah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 92 101. Sarana dan Prasarana Dalam pembelajaran terpadu diperlukan berbagai alat dan media pembelajaran. sehingga pemahaman menjadi lebih Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 93 102. sehingga memudahkan memahami hubungan materi IPA dari satu konteks ke konteks lainnya. Di samping itu karena konsep-konsep itu dipadukan dalam suatu pembelajaran. bahwa sebenarnya tidak ada model pembelajaran yang cocok untuk semua konsep. Kimia. pada tingkat pelaksanaan guru memiliki keleluasaan dalam membelajarkan peserta didiknya untuk mencapai kompetensi tersebut. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antarkonsep Fisika. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran Terpadu Walaupun standar kompetensi dan kompetensi dasar IPA dikembangkan dalam submata pelajaran. maka akan mengurangi kebosanan peserta didik terhadap pengulangan bahan ajar pada berbagai mata pelajaran. satu contoh yang akan dikembangkan dalam model ini adalah guru dapat mengidentifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dekat dan relevan untuk dikemas dalam satu tema dan disajikan dalam kegiatan pembelajaran yang terpadu. karena ketiga disiplin ilmu (Fisika. Karena digunakan untuk pembelajaran konsep yang direkatkan oleh tema. • Dengan menggabungkan berbagai mata pelajaran akan terjadi penghematan waktu. Konsep-konsep yang dipilih untuk direkat oleh tema dapat menghemat waktu dan ruang. dan Biologi) dapat dibelajarkan sekaligus. Memang tidak semua konsep dapat dipadukan. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. Begitu pula dengan pembelajaran terpadu dalam IPA memiliki beberapa kelemahan.

kemampuan eksploratif dan elaboratif (menemukan dan menggali). penilaian keberhasilan pembelajaran peserta didik. dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri. Dengan kata lain. Tanpa kondisi ini. Dalam kaitan ini. Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas . maka penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan. Untuk mengurangi kelemahan-kelemahan di atas. Bila sarana ini tidak dipenuhi. politik. Guru perlu diberi kewenangan dalam mengembangkan materi. juga dituntut untuk berkoordinasi dengan guru lain. Aspek peserta didik: Pembelajaran terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif “baik”. guru selain dituntut untuk menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif. Secara akademik. maka pembelajaran terpadu dalam IPA akan sulit terwujud. f. dan berani mengemas dan mengembangkan materi. dan mempermudah pengembangan wawasan. pada saat mengajarkan sebuah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 95 104. TEMA. geografi. a. Beberapa kelemahan yang perlu diatasi diuraikan sebagai berikut ini. mungkin juga fasilitas internet. Aspek sarana dan sumber pembelajaran: Pembelajaran terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. keterampilan metodologis yang handal. Kesemuanya ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pembelajaran IPA. yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa mata pelajaran terkait yang dipadukan. Sekalipun pembelajaran terpadu mengandung beberapa kelemahan selain keunggulannya. E. baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. Aspek penilaian: Pembelajaran terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif). maka guru berkecenderungan menekankan atau mengutamakan substansi gabungan tersebut sesuai dengan pemahaman. Aspek Guru: Guru harus berwawasan luas. memiliki kreativitas tinggi. b. sebagai sebuah bentuk inovasi dalam implementasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar perlu dikembangkan lebih lanjut. maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat. selera.terus berupaya diatasi oleh pihak-pihak yang terlibat di sekolah. hukum. Bila kondisi ini tidak dimiliki. ekonomi. d. metode. bila materi pelajaran berasal dari guru yang berbeda. berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian materi). dan budaya. guru dituntut untuk terus menggali informasi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada mata pelajaran tertentu saja. Hal ini terjadi karena model Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 94 103. Aspek kurikulum: Kurikulum harus luwes. c. Suasana pembelajaran: Pembelajaran terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu mata pelajaran dan ‘tenggelam’nya mata pelajaran lain. sejarah. PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti: sosiologi. kemampuan asosiatif (menghubung-hubungkan). pembelajaran terpadu menekankan pada kemampuan analitik (mengurai). e. perlu dibahas bersama antara guru mata pelajaran terkait dengan sikap terbuka. rasa percaya diri yang tinggi. memperkaya. PEMBELAJARAN IPS TERPADU 1. Semua ini akan menunjang.

sejarah. filsafat. dan budaya). Pembelajaran geografi memberikan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 96 105. Gambar 1: Keterpaduan Cabang Ilmu Pengetahuan Sosial Sejarah Ilmu Politik Geografi Ekonomi Ilmu Pengetahuan Sosial Psikologi Sosiologi Sosial Filsafat Antropologi 2. ekonomi. • Kompetensi Dasar IPS berasal dari struktur keilmuan geografi. sosiologi. IPS atau studi sosial itu merupakan bagian dari kurikulum sekolah yang diturunkan dari isi materi cabangcabang ilmu-ilmu sosial: sosiologi. bahkan juga bidang humaniora. 1980. Geografi. antropologi. yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi pokok bahasan atau topik (tema) tertentu. pendidikan dan agama (Numan Soemantri. politik. ekonomi. Ilmu politik dan ekonomi tergolong ke dalam ilmu-ilmu tentang kebijakan pada aktivitas-aktivitas yang berkenaan dengan pembuatan keputusan. ekspresi-ekspresi dan spiritual. proses interaksi dan kontrol sosial. Bahan kajian itu menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Mata pelajaran IPS bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. • Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan gabungan dari unsur-unsur geografi. sedangkan sejarah memberikan wawasan berkenaan dengan peristiwa-peristiwa dari berbagai periode. teknologi. organisasi politik. dan antropologi merupakan disiplin ilmu yang memiliki keterpaduan yang tinggi. dan psikologi sosial. sosiologi. struktur sosial. Antropologi meliputi studi-studi komparatif yang berkenaan dengan nilai-nilai. filsafat. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 98 . sejarah. ekonomi. sejarah.dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu-ilmu sosial (sosiologi. aktivitas. psikologi sosial. KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN IPS Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Ilmu-Ilmu Sosial di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). antropologi. sejarah. ekonomi. kebulatan wawasan yang berkenaan dengan wilayah-wilayah. perlu dilakukan berbagai studi yang mengarah pada peningkatan efisiensi dan efektivitas layanan dan pengembangan sebagai konsekuensi dari suatu inovasi pendidikan. hukum. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa kehidupan masyarakat (Nursid Sumaatmaja. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi. perlu dikembangkan berbagai model pembelajaran kurikulum.20) Dalam implementasinya. sejarah. politik. kewarganegaraan. sejarah. Sosiologi dan psikologi sosial merupakan ilmu-ilmu tentang perilaku seperti konsep peran. geografi. hukum dan politik. hukum dan politik. meliputi bahan kajian: sosiologi. dan benda-benda budaya dari budaya-budaya terpilih. • Kompetensi Dasar IPS juga menyangkut berbagai masalah sosial yang dirumuskan dengan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner. politik. geografi. kepercayaan. 2001).aktivitas ekonomi. Secara intensif konsep-konsep seperti ini digunakan ilmu-ilmu sosial dan studistudi sosial. Salah satu bentuk efisiensi dan efektivitas implementasi kurikulum. kelompok. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 97 106. geografi. ekonomi. institusi. Karateristik mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs antara lain sebagai berikut.

menyimpan. Model pembelajaran terpadu pada hakikatnya merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individual maupun kelompok aktif mencari. KONSEP PEMBELAJARAN TERPADU DALAM IPS Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 100 109. aturan yang disepakati dikembangkan prospektif. 4. Dimensi IPS Dalam Kehidupan Manusia Dimensi dalam Ruang Waktu Nilai/Norma kehidupan manusia Area dan substansi Alam sebagai Alam dan Kaidah atau aturan yang pembelajaran tempat dan kehidupan yang menjadi perekat dan penyedia selalu berproses. • Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dapat menyangkut peristiwa dan perubahan kehidupan masyarakat dengan prinsip sebab akibat.107. 1998). • Mampu mengembangkan berbagai potensi sehingga mampu membangun diri sendiri agar survive yang kemudian bertanggung jawab membangun masyarakat. • Menaruh perhatian terhadap isu-isu dan masalah-masalah sosial. TUJUAN PEMBELAJARAN IPS Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 99 108. Dari rumusan tujuan tersebut dapat dirinci sebagai berikut (Awan Mutakin. melalui pemahaman terhadap nilai-nilai sejarah dan kebudayaan masyarakat. saat ini. dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik (Depdikbud. dan kaidah alamiah antisipatif masingmasing disiplin ilmu Alternatif penyajian Geografi Sejarah Ekonomi. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. • Mampu menggunakan model-model dan proses berpikir serta membuat keputusan untuk menyelesaikan isu dan masalah yang berkembang di masyarakat. dan memproduksi kesan-kesan tentang . kehidupan manusia dan daya dan yang akan alam datang Contoh Kompetensi Adaptasi spasial Berpikir Konsisten dengan Dasar yang dan eksploratif kronologis. 1996:3). keadilan dan jaminan keamanan (Daldjoeni. Ketiga dimensi tersebut terlihat pada tabel berikut. proses dan masalah sosial serta upaya-upaya perjuangan hidup agar survive seperti pemenuhan kebutuhan. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi. serta mampu membuat analisis yang kritis. struktur. 1981). adaptasi dan pengelolaan lingkungan. sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima. dalam mata Sosiologi/Antropologi pelajaran Sumber: Sardiman. • Mengetahui dan memahami konsep dasar dan mampu menggunakan metode yang diadaptasi dari ilmu-ilmu sosial yang kemudian dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah sosial. menggali.program pelajaran IPS di sekolah diorganisasikan secara baik. kekuasaan. selanjutnya mampu mengambil tindakan yang tepat. penjamin keharmonisan potensi sumber masa lalu. Salah satu di antaranya adalah memadukan Kompetensi Dasar melalui pembelajaran terpadu siswa dapat memperoleh pengalaman langsung. • Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS menggunakan tiga dimensi dalam mengkaji dan memahami fenomena sosial serta kehidupan manusia secara keseluruhan. kewilayahan. 2004 3. Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Tujuan tersebut dapat dicapai manakala program. • Memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat atau lingkungannya. Pendekatan pembelajaran terpadu dalam IPS sering disebut dengan pendekatan interdisipliner.

a. Pengembangan pariwisata dalam hal ini ditinjau dari persebaran dan kondisi fisis-geografis yang tercakup dalam disiplin Geografi. dan interaksi antara wisatawan dengan masyarakat lokal. Dalam pembelajaran yang dikembangkan dalam Kebudayaan Bali dikaji dan ditinjau dari faktor alam. Model Integrasi Berdasarkan Permasalahan Model pembelajaran terpadu pada IPS yang lainnya adalah berdasarkan permasalahan yang ada. Bisa membentuk permasalahan yang dapat dilihat dan dipecahkan dari berbagai disiplin atau sudut pandang. Skema berikut memberikan gambaran keterkaitan suatu topik/tema dengan berbagai disiplin ilmu. Pengembangan pembelajaran terpadu. Topik/tema dapat dikembangkan dari isu. Keamanan dan stabilitas daerah 4. Sejarah kondisi fisik perkembangan Sejarah Geografi daerah objek daerah wisata wisata PENGEMBANGAN PARIWISATA Partisipasi Dampak masyarakat Sosiologi Ekonomi terhadap kesejahteraan Pengaruh terhadap Politik masyarakat perkembangan masyarakat di sekitar objek wisata Gambar 2: Model Integrasi IPS Berdasarkan Topik/Tema b. maka siswa selain dapat memahami kondisi daerahnya juga sekaligus memahami Kompetensi Dasar yang terdapat pada beberapa disiplin yang tergabung dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. siswa terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari. dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. Pada pendekatan pembelajaran terpadu. Memupuk aspirasi terhadap DAERAH TUJUAN kesenian WISATA Keadaan Politik Ekonomi 3. Secara sosiologis. misalnya ‘pariwisata’. IPTEK. sosial/antropologis. pariwisata itu juga dapat ditinjau dari partisipasi masyarakat. Persebaran. dalam hal ini. pengaruhnya terhadap kondisi sosial budaya setempat. mobilitas sosial. Potensi objek wisata BALI SEBAGAI 2. revolusi yang dibahas dari berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial. dibahas. Keterpaduan IPS dapat dikembangkan melalui topik yang didasarkan pada potensi utama yang ada di wilayah setempat. Melalui kajian potensi utama yang terdapat di daerahnya. contohnya banjir. sebagai contoh. modernisasi. “Potensi Bali Sebagai Daerah Tujuan Wisata”. Pariwisata dalam contoh yang dikembangkan ditinjau dari berbagai disiplin ilmu yang tercakup Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 101 110. Model Integrasi Berdasarkan Potensi Utama Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 102 111. dapat mengambil suatu topik dari suatu cabang ilmu tertentu. kemudian dilengkapi. peristiwa. . dan permasalahan yang berkembang. program pembelajaran disusun dari berbagai cabang ilmu dalam rumpun ilmu sosial. Dengan demikian. pemukiman kumuh. Keadaan politik juga dapat dikaji pula pada topik pengembangan pariwisata berkaitan dengan pengaruhnya terhadap perkembangan pariwisata. historis kronologis dan kausalitas. Azas manfaat terhadap kesejahteraan penduduk Gambar 3: Model Integrasi IPS Berdasarkan Potensi Utama c. dampak pariwisata terhadap perkembangan ekonomi lokal maupun nasional dapat dikembangkan melalui kompetensi yang berkaitan dengan ekonomi. serta perilaku masyarakat terhadap aturan. Keadaan Alam Sosiologis/ antropologis 1. potensi pariwisata. diperluas.hal-hal yang dipelajarinya. Selanjutnya. Model Integrasi Berdasarkan Topik Dalam pembelajaran IPS keterpaduan dapat dilakukan berdasarkan topik yang terkait. dan diperdalam dengan cabang-cabang ilmu yang lain. Secara historis dapat dikembangkan melalui sejarah daerah pariwisata tersebut.

sosial. Kegiatan yang dapat dilakukan pada pemetaan ini antara lain dengan: • mengidentifikasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat dipadukan dalam satu tingkat kelas yang sama. Juga dapat dari faktor historis kronologis dan kausalitas. Pemetaan Kompetensi Dasar 2. Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas VII No. melainkan memungkinkan hanya dua atau tiga Kompetensi Dasar saja. • Mengidentifikasikan beberapa Kompetensi Dasar dalam berbagai Standar Kompetensi yang memiliki potensi untuk dipadukan. Penyusunan Desain/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Langkah-langkah tersebut secara rinci dijelaslan sebagai berikut ini.1 Mendeskripsikan 6. kebutuhan. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 1. dan kemampuan). 1.2 Mendeskripsikan 5. Penjabaran (perumusan) Kompetensi Dasar ke dalam indikator sesuai topik/tema 4. Pemukiman Kumuh ditinjau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 103 112. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TERPADU a.contohnya adalah “Pemukiman Kumuh”. dan pada masa Islam pemukiman . dan • menentukan tema/topik pengikat antar-Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Untuk menyusun perencanaan pembelajaran terpadu perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini. Kompetensi Dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan/disajikan secara tersendiri. dari beberapa faktor sosial yang mempengaruhinya. Pada pembelajaran terpadu. dan pola produksi.1 Mendeskripsikan Ekonomi pola kegiatan interaksi sebagai kegiatan pokok perkembangan Penduduk ekonomi proses sosial. Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 2 Kegiatan 6. Perencanaan Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran terpadu bergantung pada kesesuaian rencana yang dibuat dengan kondisi dan potensi siswa (minat. pemerintahan lahan. jangan dipaksakan untuk dipadukan dalam pembelajaran. meliputi kegiatan kebudayaan. Di antaranya adalah faktor ekonomi. ekonomi yang masyarakat. Beberapa ketentuan dalam pemetaan Kompetensi Dasar dalam pengembangan model pembelajaran terpadu Ilmu Pengetahuan Sosial adalah sebagai berikut. dan penggunaan konsumsi. serta perilaku masyarakat terhadap aturan/norma. Langkah pertama dalam pengembangan model pembelajaran terpadu adalah melakukan pemetaan pada semua Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPS per kelas yang dapat dipadukan. • Kompetensi Dasar yang sudah dipetakan dalam satu topik/tema masih bisa dipetakan dengan topik/tema lainnya. Faktor sosial. 1) Pemetaan Kompetensi Dasar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 104 113. Penentuan Topik/tema 3. Model Integrasi IPS Berdasarkan Permasalahan 5. bakat. dan budaya. • Kompetensi Dasar dipetakan tidak harus berasal dari semua Standar Kompetensi yang ada pada mata pelajaran IPS pada kelas yang sama. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 106 115.1 Mendeskripsikan 2. Pengembangan Silabus 5. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 105 114. • Beberapa Kompetensi Dasar yang tidak berpotensi dipadukan. penduduk. Berikut ini contoh pemetaan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat diintegrasikan/dipadukan. Faktor Ekonomi dan budaya PEMUKIMAN KUMUH Perilaku Faktor historis terhadap aturan Gambar 4. Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh.

penanggulangan.1 Mendeskripsikan 5. kebutuhan dan penggunaan lahan 2.1 Mendeskripsikan 2. No. identitas daya dalam Indonesia. dan ekonomi yang kebudayaan. 3. Semester 2 Semester 2 Semester 1 Pemanfaatan 4.2 Mendeskripsikan 5. serta dalam kehidupan pengaruh yang masyarakat ditimbulkannya di berbagai daerah di 6. 4.1 Menjelaskan Pelestarian 1. makhluk sosial masyarakat. Semester 1 Semester 1 Semester 2 Peran 1.2 Mendeskripsikan 7. jasa. kebudayaan. kebudayaan. berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi.1 Mendeskripsikan 2. imperialisme pranata sosial Barat.2 Mendeskripsikan palaku-pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia.1 Mendeskripsikan 4. serta peninggalan.2 Mendeskripsikan 7. serta peninggalan. dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas VIII No.1 Menggunakan 6. atlas dan kegiatan pokok perkembangan globe untuk ekonomi yang masyarakat. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 5. perkembangan serta peran pergerakan pemerintah dalam kebangsaan upaya Indonesia. peninggalannya 2 Semester 2 Semester 2 Semester 1 Semester 2 Kelangkaan 4.1 Mendeskripsikan Peta peta. upaya pengendalian penyimpangan sosial 2.2 Menguraikan Daerah kondisi fisik pranata sosial permasalahan proses wilayah dan dalam kehidupan angkatan kerja terbentuknya penduduk.1 Mendeskripsikan 6.3 Mendeskripsikan Indonesia.1 Mendeskripsikan 6. dan 6.1 Mendeskripsikan proses Lingkungan permasalahan bentukbentuk hubungan antara perkembangan lingkungan hidup hubungan sosial . ekonomi kolonialisme dan 6. berdasarkan jasa. 3. Semester 2 Semester 2 Semester 2 2. serta kondisi fisik peninggalanpermukaan bumi. produksi dan pada masa distribusi barang/ HinduBuddha. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia.3 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 1.1 Mendeskripsikan 6. mendapatkan meliputi kegiatan kebudayaan. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 7.3 Mengidentifikasi bermoral dalam pemerintahan pola kegiatan bentuk-bentuk kaitannya dengan pada masa ekonomi interaksi sosial usaha memenuhi Kolonial Eropa penduduk.1 Mendeskripsikan 3.3 Mengidentifikasi 2.peningalannya 5.2 Mendeskripsikan Indonesia kondisi fisik pranata sosial pelaku-pelaku dalam wilayah dan dalam kehidupan ekonomi dalam Pergaulan penduduk.peningalannya Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 107 116. dan kegiatan ekonomi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 108 117.nya. masyarakat sistem Antarbangsa perekonomian Indonesia.2 Mendeskripsikan masyarakat. dan informasi konsumsi.3 Mendeskripsikan 2.2 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. pemerintahan keruangan.distribusi barang/ di Indonesia. masyarakat dan tenaga kerja kesadaran sebagai sumber nasional. Semester 1 Semester 2 Semester 2 Semester 1 Otonomi 1.3 Mendeskripsikan Sumber kondisi geografis interkasi sebagai manusia sebagai perkembangan Daya dan penduduk proses sosial.1 Menjelaskan kondisi fisik bentuk-bentuk bentuk pasar proses wilayah dan hubungan sosial dalam kegiatan perkembangan penduduk.4 Menguraikan pemanfaatan dan pola proses interaksi sumber daya yang pemukiman sosial tersedia.1 Mendeskripsikan 4.3 Mendeskripsikan 6. No. Semester 1 Semester 2 Semester 1 Semester 1 Globalisasi 1.

langkah selanjutnya dilakukan penentuan topik/tema. lembaga masyarakat internasional dan peran 3. Semester 2 Semester 2 Semester 2 Semester 2 Kerjasama 5.1 Menginterpretasi. isu sentral yang sedang berkembang saat ini. untuk kelas VII ada 3 (tiga) topik/tema yaitu: aktivitas ekonomi penduduk. Hal ini agar pembelajaran yang dilakukan dapat lebih bermakna bagi siswa. dapat menjadi prioritas yang dipilih dengan tidak mengabaikan keterkaitan antar-Kompetensi Dasar pada satu rumpun yang telah dipetakan. Semester 2 Semester 1 Semester 1 Semester 2 Pengemba.2Menguraikan keterkaitan unsur.1Mendeskripsi. Indonesia. 6.1Mendeskripsikan 7. Indonesia 2) Penentuan Topik/Tema Setelah pemetaan Kompetensi Dasar selesai.3 Menguraikan 7. Pemberlakuan Otonomi Daerah.4 Mendeskripsikan 7.2 Menguraikan Interketerkaitan unsur. Dengan demikian.2 Menguraikan ngan kan peta tentang kan perubahan uang dan perkembangan Pariwisata bentuk dan pola sosial-budaya lembaga lembaga. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 1. contohnya.perilaku kerjasama antar perkembangan unsur geografis negara di bidang masyarakat lembaga. dalam satu mata pelajaran IPS pada satu tingkatan kelas terdapat beberapa topik yang akan dibahas. dalam pembelajaran IPS Terpadu.5. pada keuangan. Pertumbuhan Industri.5 Mengidentifikasi dan peran Semester 1 era global dampak Indonesia dalam 1. • Topik. • Topik yang ditentukan selain relevan dengan Kompetensi. • Dalam menentukan topik.dan penduduk di ekonomi kawasan Asia dalam lembaga Tenggara perubahan internasional sosial-budaya di dan peran era global Indonesia dalam kerjasama internasional 3. dan pemanfaatan peta.2 Mendeskripsikan 7. merupakan perekat antar-Kompetensi Dasar yang terdapat dalam satu rumpun mata pelajaran IPS.6.2 Menguraikan Indonesia dalam tipe-tipe kerjasama perilaku internasional masyarakat dalam menyikapi perubahan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 109 118. Contohnya.7.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas IX No. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 2 Semester 2 Semester 2 Semester 2 Semester 2 Modernisasi 5. dalam arti sesuai dengan keadaan lingkungan setempat.dan penduduk di ekonomi kawasan Asia dalam lembaga Tenggara perubahan internasional sosial-budaya di 7. serta gulangannya pranata sosial kebutuhan pengaruh yang dalam dalam kehidupan manusia yang ditimbulkannya di pembangunan masyarakat tidak terbatas berbagai daerah di berkelanjutan. juga sebaiknya relevan dengan pengalaman pribadi siswa.2 Mendeskripsikan 7.3.kompetensi Dasar yang terdapat dalam satu tingkatan kelas.kelangkaan kolonialisme dan dan upaya sumber daya imperialisme penang. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 110 119. Pemilihan Kepala Daerah Secara . Topik/tema yang ditentukan harus relevan dengan Kompetensi Dasar yang telah dipetakan.3 Menguraikan 7.perilaku kerjasama antar perkembangan nasional unsur geografis negara di bidang masyarakat lembaga.1 Mengidentifikasi kerjasama antar kerjasama ciri-ciri negara negara terhadap internasional berkembang dan perekonomian negara maju.muka bumi. No.4 Mendeskripsikan 7. kelangkaan sumber daya alam.2 Mendeskripsikan dengan Barat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan topik/tema pada pembelajaran IPS Terpadu antara lain meliputi hal-hal berikut.

2 Mendeskripsikan daya dengan serta pengaruh yang gulangannya dalam pranata sosial dalam kebutuhan manusia ditimbulkannya di pembangunan kehidupan yang tidak terbatas berbagai daerah di berkelanjutan. Kompetensi Dasar Ekonomi: Mendeksripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi. • Menguraikan .Langsung. Perumusan indikatornya: • Menguraikan kegiatan konsumsi barang dan jasa. Contoh perumusan Kompetensi Dasar ke dalam berbagai indikator pencapaian Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 112 121. penggunaan lahan. Berikut ini beberapa contoh Topik yang relatif relevan dengan pemetaan Kompetensi Dasar. masyarakat Indonesia. Kompetensi Dasar Sosiologi: Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial. Pasca Gempa Bumi dan Tsunami.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Kelas IX SMP. Semester 2 Semester 2 Semester 2 2. pemerintahan pada berdasarkan kondisi dan distribusi masa Islam di fisik permukaan bumi.1 Mendeskripsikan 7.1 Menjelaskan proses 1. ekonomi yang masyarakat. maka Kompetensi-kompetensi Dasar tersebut dijabarkan ke dalam indikator pencapaian hasil belajar yang nantinya digunakan untuk penyusunan silabus. Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 2 6. Indonesia.6. proses sosial. • Mendeskripsikan bentuk penggunaan lahan di pedesaan dan perkotaan. barang/jasa. Kelas VIII SMP ii) Topik : Pelestarian Lingkungan No Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah 1. Penyakit Folio. budaya pada keuangan.2 Mendeskripsikan 5.1 Menginterpretasi-kan 3.2 Menguraikan tipe-tipe kerjasama perilaku masyarakat internasional dalam menyikapi perubahan 3) Penjabaran Kompetensi Dasar ke dalam Indikator Setelah melakukan langkah Pemetaan Kompetensi Dasar dan Penentuan Topik/Tema sebagai pengikat keterpaduan. Penyakit Busung Lapar. • Menentukan sikap dalam keragaman sosial untuk mewujudkan keselarasan sosial.1 Mendeskripsikan 4. dan dan pola pemukiman konsumsi.3 Mendeskripsikan 6. iii) Topik: Pengembangan Pariwisata No Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah 1. meliputi kegiatan kebudayaan. Semester 2 Semester 1 Semester 1 Semester 2 5. dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi.1 Mendeskripsi-kan 7. produksi.1 Mendeskripsikan pola 2.1 Mendeskripsikan 6. dan distribusi barang/jasa. lembaga-lembaga masyarakat internasional dan peran Indonesia dalam 3. nonpertanian). upaya penang. 6.peninggalannya Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 111 120. Perumusan indikatornya: • Mengidentifikasikan mata pencaharian penduduk (pertanian.uang dan lembaga perkembangan dan pola muka bumi. Perumusan indikatornya: • Mengidentifikasi pola-pola keselarasan sosial dalam keluarga dan masyarakat. Kompetensi Dasar Geografi: Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk.2 Mendeskripsikan kegiatan ekonomi interaksi sebagai kegiatan pokok perkembangan penduduk. serta peninggalan. • Mendiskripsikan persebaran permukiman penduduk di berbagai bentang lahan dan mengungkapkan alasan penduduk memilih bermukim di lokasi tersebut. Kelas VII SMP i) Topik: Kegiatan Ekonomi Penduduk No Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah 1. produksi.2 Menguraikan peta tentang bentuk perubahan sosial. pengunaan lahan.1 Mendeskripsikan perkembangan permasalahan bentuk-bentuk hubungan antara kolonialisme dan lingkungan hidup dan hubungan sosial kelangkaan sumber imperialisme Barat.

Kompetensi Dasar. EQ. standar penilaian. serta . Sejarah. b. menggunakan prinsi-prinsip minimal sesuai dengan standar isi. serta peninggalanpeninggalannya. Geografi. dua.kegiatan produksi barang dan jasa. analitis. Penyusunan RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan peserta didik dalam upaya mencapai KD. sarana dan prasarana dalam pelaksanaannya bergantung pada sekolah masingmasing sama seperti pada pembelajaran IPA terpadu. Kompetensi Dasar Sejarah: Mendeksripsikan perkembangan masyarakat. dan SQ tumbuh dan berkembang sangat luar biasa. Demikian pula untuk pelaksanaan proses pembelajaran. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia. kritis. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 115 124. 5) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Pelaksanaan Proses Pembelajaran serta Penilaian Hasil Pembelajaran. pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD kelas I – III kelas awal) untuk setiap mata pelajaran masih banyak dilakukan secara terpisah. Pengalaman belajar. Sesuai dengan tahapan perkembangan anak yang masih melihat segala sesuatu sebagai suatu keutuhan (holistic). • Menguraikan kegiatan distribusi barang dan jasa. perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis. dan kreatif. dan tiga berada pada rentangan usia dini. standar proses. Diharapkan guru yang profesional sesuai dengan PP 74 dan minimal standar proses dapat melaksanakan pembelajaran IPS terpadu tanpa mengalami kendala. • Menjelaskan peranan pedagang dan ulama dalam proses awal perkembangan Islam di Indonesia. dan dikembangkan dengan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 114 123. dan Ekonomi). peserta didik. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialami secara langsung. prinsip-prinsip utama dalam pembelajaran dan penilaian pada pembelajaran kontekstual (CTL). Perumusan indikatornya: • Menyusun kronologis proses masuk berkembangnya Islam di Indonesia dengan menggunakan ensiklopedi dan referensi relevan lainnya. LATAR BELAKANG Peserta didik yang berada pada sekolah dasar kelas satu. PEMBELAJARAN TEMATIK A. dan penilaian. Saat ini. maupun penilaian hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi siswa. Indikator. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 113 122. bahan ajar. sistematis. alokasi waktu. Seperti pada Mata pelajaran Matematika. Implikasi Pembelajaran IPS Terpadu Implikasi pembelajaran IPS terpadu terhadap guru. 4) Penyusunan Silabus Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada langkah-langkah sebelumnya dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan silabus pembelajaran terpadu. Dalam pelaksanaan kegiatannya dilakukan secara murni mata pelajaran yaitu hanya mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang berhubungan dengan mata pelajaran itu. Pada umumnya tingkat perkembangan masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) serta mampu memahami hubungan antara konsep secara sederhana. kebudayaan. pembelajaran yang menyajikan mata pelajaran secara terpisah akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik dan membuat kesulitan bagi peserta didik. Komponen penyusunan silabus terdiri dari Standar Kompetensi IPS (Sosiologi. Pada usia tersebut seluruh aspek perkembangan kecerdasan seperti IQ.

perbedaan pendekatan. menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara. maka pembelajaran pada kelas awal sekolah dasar yakni kelas satu. Atas dasar pemikiran di atas dan dalam rangka implementasi Standar Isi. Demikian pula untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan tujuan agar peserta didik dapat berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku. dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 116 125. Selain itu. serta kematangan emosional dan sosial. Permasalahan menunjukkan bahwa kesiapan sekolah sebagian besar peserta didik kelas awal sekolah dasar di Indonesia cukup rendah. Ilmu Pengetahuan Sosial. yang pada akhirnya pembelajaran menjadi menyenangkan. dan tiga lebih sesuai jika dikelola dalam pembelajaran terpadu melalui pendekatan pembelajaran tematik. Bahasa Indonesia.Olahraga dan Kesehatan perlu dikaji Jika mata pelajaran. Seni Budaya dan Keterampilan. menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia. serta Pendidikan Jasmani. Oleh karena itu. KERANGKA BERPIKIR 1. mereka telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya. Untuk memberikan gambaran tentang pembelajaran tematik yang dapat menjadi acuan dan contoh konkret. model. Masa usia dini ini merupakan masa yang pendek tetapi merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. Ilmu Pengetahuan Alam. dua. dan kreatif. Matematika. analitis. B. menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual. Sementara itu. Karakteristik Perkembangan anak usia kelas awal SD Anak yang berada di kelas awal SD adalah anak yang berada pada rentangan usia dini. memperhalus budi pekerti. standar proses yang termuat dalam Standar Nasional Pendidikan. disiapkan model pelaksanaan pembelajaran tematik untuk SD/MI kelas I hingga kelas III. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh. tidak pasti. hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang telah masuk Taman Kanak-Kanak memiliki kesiapan bersekolah lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang tidak mengikuti pendidikan Taman Kanak-Kanak. Karakteristik perkembangan anak pada kelas satu. memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah.mata pelajaran tersebut dipadukan menjadi sebuah tema akan diperoleh suatu kemampuan berkomunikasi secara baik sebagai indikator dalam kemampuan peserta didik dalam berpikir logis. dua dan tiga SD biasanya pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan. baik secara lisan maupun tulis. Mereka telah .kemampuan bekerjasama. kritis. serta kemampuan bekerjasama. menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan. dan prinsip-prinsip pembelajaran antara kelas satu dan dua sekolah dasar dengan pendidikan pra-sekolah dapat juga menyebabkan peserta didik yang telah mengikuti pendidikan pra-sekolah pun dapat saja mengulang kelas atau bahkan putus sekolah. Pendidikan Kewarganegaraan. pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal. serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Demikian pula pada Kompetensi dasar Pendidikan Agama. memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan. mengelola. dan kompetitif. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 117 126. sistematis.

meningkatnya perbendaharaan kata. Untuk perkembangan kecerdasannya anak usia kelas awal SD ditunjukkan dengan kemampuannya dalam melakukan seriasi. 2. Anak usia sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret. (4) Membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan. sebab siswa Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 120 . Pemanfaatan lingkungan akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih bermakna dan bernilai. dan berat. prinsip ilmiah sederhana.dapat melompat dengan kaki secara bergantian. pengetahuan baru menjadi seimbang. bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan memandang unsur-unsur secara serentak. yaitu: a. mempunyai sahabat. senang berbicara. kecenderungan belajar anak usia sekolah dasar memiliki tiga ciri. Dengan cara seperti itu secara bertahap anak dapat membangun pengetahuan melalui interaksi dengan lingkungannya. luas. setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata yaitu sistem konsep yang ada dalam pikiran sebagai hasil pemahaman terhadap objek yang ada dalam lingkungannya. diraba. Perkembangan emosi anak usia 6-8 tahun antara lain anak telah dapat mengekspresikan reaksi terhadap orang lain. Kedua proses tersebut jika berlangsung terus menerus akan membuat pengetahuan lama dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 119 128. dapat menangkap bola dan telah berkembang koordinasi tangan dan mata untuk dapat memegang pensil maupun memegang gunting. maka perilaku belajar anak sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek dari dalam dirinya dan lingkungannya. (2) Mulai berpikir secara operasional. telah mulai berkompetisi dengan teman sebaya. Memperhatikan tahapan perkembangan berpikir tersebut. Cara Anak Belajar Piaget (1950) menyatakan bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya (teori perkembangan kognitif). (3) Mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan bendabenda. didengar. telah dapat mengontrol emosi. volume zat cair. memahami sebab akibat dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu. Pada rentang usia tersebut anak mulai menunjukkan perilaku belajar sebagai berikut: (1) Mulai memandang dunia secara objektif. sepeda roda dua. Menurutnya. berminat terhadap angka dan tulisan. dan mandiri. dibaui. Konkrit Konkrit mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkrit yakni yang dapat dilihat. telah mampu berbagi. dan mempergunakan hubungan sebab akibat. dan diotak atik. perkembangan sosial anak yang berada pada usia kelas awal SD antara lain mereka telah dapat menunjukkan keakuannya tentang jenis kelaminnya. sudah mampu berpisah dengan orang tua dan telah mulai belajar tentang benar dan salah. panjang. mengelompokkan obyek. dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Pemahaman tentang objek tersebut berlangsung melalui proses asimilasi (menghubungkan objek dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran) dan akomodasi (proses memanfaatkan konsep-konsep dalam pikiran untuk menafsirkan objek). dapat mengendarai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 118 127. dan (5) Memahami konsep substansi. Selain itu. lebar. Berdasarkan hal tersebut. Kedua hal tersebut tidak mungkin dipisahkan karena memang proses belajar terjadi dalam konteks interaksi diri anak dengan lingkungannya.

karakteristik cara anak belajar. Dengan demikian. dan kepandaian. agar terjadi belajar bermakna maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki siswa dan membantu memadukannya secara harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan. Belajar bermakna (meaningfull learning) merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Perubahan ini bersifat menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. Proses belajar tidak sekadar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka. Kebermaknaan belajar sebagai hasil dari peristiwa mengajar ditandai oleh terjadinya hubungan antara aspek. maka kegiatan pembelajaran bagi anak kelas awl SD sebaiknya dilakukan dengan Pembelajaran tematik. konsep belajar dan pembelajaran bermakna.milah konsep dari berbagai disiplin ilmu. PENGERTIAN PEMBELAJARAN TEMATIK Sesuai dengan tahapan perkembangan anak. 3. sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan.komponen yang relevan di dalam struktur kognitif siswa. Pembelajaan tematik adalah pembelajaran tepadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. C. lebih faktual. Siswa mampu . keadaan yang alami. sikap. kebiasaan. Hierarkis Pada tahapan usia sekolah dasar. cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks. dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan. Dengan tema diharapkan akan memberikan banyak keuntungan. lebih bermakna. Integratif Pada tahap usia sekolah dasar anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan. keterkaitan antar materi.129. Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu. Kegiatan pembelajaran ini akan menjadi bermakna bagi anak jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak. di antaranya: 1. Proses belajar bersifat individual dan kontekstual. Dengan kata lain. hal ini melukiskan cara berpikir anak yang deduktif yakni dari hal umum ke bagian demi bagian. artinya proses belajar terjadi dalam diri individu sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya. dan cakupan keluasan serta kedalaman materi . Belajar dan Pembelajaran Bermakna Belajar pada hakekatnya merupakan proses perubahan di dalam kepribadian yang berupa kecakapan. c. 2. anak dengan sumber belajar dan anak dengan pendidik. dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya. Pembelajaran pada hakekatnya adalah suatu proses interaksi antar anak dengan anak. Tema adalah pokok pikiran atau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 122 131. belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan orang/guru menjelaskan.aspek. konsep-konsep. maka perlu diperhatikan mengenai urutan logis. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 121 130. 1983). Sehubungan dengan hal tersebut. mereka belum mampu memilah. informasi atau situasi baru dengan komponen. sehingga lebih nyata. tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsepkonsep untuk menghasilkan pemahaman yang utuh. gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta. b.

Kaitan konseptual antar mata pelajaran yang dipelajari akan membentuk skema. 4) Membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa. pemantapan. guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkaan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan. Pengalaman belajar yang menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. Beberapa ciri khas dari pembelajaran tematik antara lain: 1) Pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar. Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata. kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan matapelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa. 5. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif dalam proses pembelajaran.mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar matapelajaran dalam tema yang sama. 3) Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama. waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial. guru perlu mengemas atau merancang pengalaman belajar yang akan mempengaruhi kebermaknaan belajar siswa. 7. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu (learning by doing). toleransi. Selain itu. Teori pembelajaran ini dimotori para tokoh Psikologi Gestalt. atau pengayaan. termasuk Piaget yang menekankan bahwa pembelajaran haruslah bermakna dan berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan anak. komunikasi. sehingga siswa akan memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan. dengan penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar akan sangat membantu siswa. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 123 132. karena tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 124 . karena sesuai dengan tahap perkembangannya siswa yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik). Oleh karena itu. 5) Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkungannya. 3. 2) Kegiatankegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan siswa. dan 6) Mengembangkan keterampilan sosial siswa. Melalui pengalaman langsung siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya. sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. 6. 4. Dengan pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan tema ini. Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas. untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari matapelajaran lain. seperti kerjasama. dan tanggap terhadap gagasan orang lain. akan diperoleh beberapa manfaat yaitu: 1) Dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi mata pelajaran akan terjadi penghematan.

dan kemampuannya (Bab V Pasal 1-b). KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN TEMATIK Sebagai suatu model pembelajaran di sekolah dasar. (2) konstruktivisme. Aliran humanisme melihat siswa dari segi keunikan/kekhasannya. tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing siswa. Psikologi belajar memberikan kontribusi dalam hal bagaimana isi/materi pembelajaran tematik tersebut disampaikan kepada siswa dan bagaimana pula siswa harus mempelajarinya. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi. pembelajaran tematik memiliki karakteristikkarakteristik sebagai berikut: 1. potensinya. dan (3) humanisme. Landasan yuridis dalam pembelajaran tematik berkaitan dengan berbagai kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah dasar. Manusia mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan obyek. pemberian sejumlah kegiatan. hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar sedangkan guru lebih banyak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 126 135. E. Menurut aliran ini. dan motivasi yang dimilikinya. 3.133. Landasan psikologis dalam pembelajaran tematik terutama berkaitan dengan psikologi perkembangan peserta didik dan psikologi belajar. melainkan suatu proses yang berkembang terus menerus.pecah. LANDASAN PEMBELAJARAN TEMATIK Landasan Pembelajaran tematik mencakup: Landasan filosofis dalam pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu: (1) progresivisme. suasana yang alamiah (natural). Keaktifan siswa yang diwujudkan oleh rasa ingin tahunya sangat berperan dalam perkembangan pengetahuannya. berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar. dan memperhatikan pengalaman siswa. Berpusat pada siswa 2. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 125 134. minat. UU No. D. fenomena. pengetahuan adalah hasil konstruksi atau bentukan manusia. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya (pasal 9). pengalaman dan lingkungannya. bukan tujuan akhir. 3) Pembelajaran menjadi utuh sehingga siswa akan mendapat pengertian mengenai proses dan materi yang tidak terpecah. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. dihilangkan. Memberikan pengalaman . 2) Siswa mampu melihat hubungan-hubungan yang bermakna sebab isi/materi pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat. Pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seorang guru kepada anak. 4) Dengan adanya pemaduan antar mata pelajaran maka penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat. Psikologi perkembangan diperlukan terutama dalam menentukan isi/materi pembelajaran tematik yang diberikan kepada siswa agar tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. Landasan yuridis tersebut adalah UU No. Aliran progresivisme memandang proses pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreatifitas. Pembelajaran tematik berpusat pada siswa (student centered). Aliran konstruktivisme melihat pengalaman langsung siswa (direct experiences) sebagai kunci dalam pembelajaran.

5. Kompetensi dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan secara tersendiri. Hal ini diperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah. dan pemilihan metode pembelajaran. siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkrit) sebagai dasar untuk memahami halhal yang lebih abstrak. menulis. 4. pengaturan ruangan. dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral. dan daerah setempat. lingkungan. Siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya. • . jangan dipaksakan untuk dipadukan. Implikasi bagi guru Pembelajaran tematik memerlukan guru yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak. dan pemecahan masalah Implikasi terhadap sarana.langsung 4. kelompok kecil ataupun klasikal. Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel) dimana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya. pasangan. Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan 2. menyenangkan dan utuh. sumber belajar media. mengadakan penelitian sederhana. Dengan demikian. Siswa mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. Dengan pengalaman langsung ini. terhadap sarana-prasarana. IMPLIKASI PEMBELAJARAN TEMATIK Implikasi implementasi pembelajaran tematik di sekolah dasar mencakup implikasi terhadap guru. dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. 7. Bersifat fleksibel 10. Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 127 136. Implikasi bagi siswa • Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual. Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences). menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik. Oleh karena itu. Kompetensi dasar yang tidak tercakup pada tema tertentu harus tetap diajarkan baik melalui tema lain maupun disajikan secara tersendiri. Menyajikan konsep dari berbagai matapelajaran 8. F.masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca. Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa 12. Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa. 13. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 128 137. 5. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa. • Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelompok. Pemisahan matapelajaran tidak begitu jelas 6. G. menarik. Dalam pembelajaran tematik pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester 3. sumber belajar dan media • Pembelajaran tematik pada hakekatnya menekankan pada siswa baik secara individual maupun kelompok untuk aktif mencari. RAMBU-RAMBU 1. 11. terhadap siswa. minat. 9. juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. prasarana. bahkan mengaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan siswa berada. 6.

bercakap-cakap. demonstrasi. Pengaturan ruang tersebut meliputi: • Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan. maupun sumber belajar yang tersedia di lingkungan yang dapat dimanfaatkan (by utilization). Dalam mengembangkan indikator perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran • Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati. sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali. Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator Melakukan kegiatan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran ke dalam indikator. Misalnya percobaan. • Pembelajaran ini juga perlu mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi sehingga akan membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang abstrak. • Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/karpet • Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik di dalam kelas maupun di luar kelas • Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar • Alat. Pemetaan Kompetensi Dasar Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi. 1. • Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 129 138. kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih. dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai. perlu dilakukan beberapa hal yang meliputi tahap perencanaan yang mencakup kegiatan pemetaan kompetensi dasar. H.Pembelajaran ini perlu memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang sifatnya didisain secara khusus untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran (by design). mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masing-masing mata pelajaran. pengembangan silabus dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran. a. tanya jawab. Cara kedua. guru dapat bekerjasama dengan peserta didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. 1) Menentukan tema Dalam menentukan tema dapat dilakukan dengan dua cara yakni: Cara pertama. untuk menentukan tema tersebut. pengembangan jaringan tema. maka dalam pembelajaran yang dilakukan perlu disiapkan berbagai variasi kegiatan dengan menggunakan multi metode. TAHAP PERSIAPAN PELAKSANAAN Dalam pelaksanaan pembelajaran tematik. 2) Prinsip Penentuan tema Dalam menetapkan . bermain peran. Implikasi terhadap Pemilihan metode Sesuai dengan karakteristik pembelajaran tematik. Kegiatan yang dilakukan adalah: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 130 139. • Penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar masih dapat menggunakan buku ajar yang sudah ada saat ini untuk masingmasing mata pelajaran dan dimungkinkan pula untuk menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi Implikasi terhadap Pengaturan ruangan Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik perlu melakukan pengaturan ruang agar suasana belajar menyenangkan. menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan.

Komponen rencana pembelajaran tematik meliputi: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 132 141. Penyusunan Rencana Pembelajaran Untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran guru perlu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. dan kegiatan penutup. kegiatan ini tertuang dalam kegiatan pembelajaran mulai dari pendahuluan.tema perlu memperhatikan beberapa prinsip yaitu: • Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan siswa: • Dari yang termudah menuju yang sulit • Dari yang sederhana menuju yang kompleks • Dari yang konkret menuju ke yang abstrak. inti dan penutup). 2) Standar kompetensi 3) Kompetensi dasar 4) Indikator pencapaian kompetensi 5) Tujuan pembelajaran 6) Materi ajar beserta uraiannya yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi dasar dan indikator. kegiatan inti. Identifikasi dan analisis Standar Kompetensi. pengalaman belajar. dan kemampuannya b. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 133 142. Menetapkan Jaringan Tema Buatlah jaringan tema yaitu menghubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 131 140. 2. Kegiatan Pendahuluan/awal/pembukaan Kegiatan ini dilakukan terutama untuk . Kompetensi Dasar dan indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar kompetensi. Dengan jaringan tema tersebut akan terlihat kaitan antara tema. kompetensi dasar. kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. alat dan media yang digunakan untuk memperlancar pencapaian kompetensi dasar. 9) Penilaian dan tindak lanjut (prosedur dan instrumen yang akan digunakan untuk menilai pencapaian belajar peserta didik serta tindak lanjut hasil penilaian). dan penilaian. Kompetensi dasar dan Indikator Lakukan identifikasi dan analisis untuk setiap Standar Kompetensi. semester. indikator. 4. • Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri siswa • Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan siswa. serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai. TAHAP PELAKSANAAN 1. I. kompetensi dasar dan indikator terbagi habis. Penyusunan Silabus Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada tahap-tahap sebelumnya dijadikan dasar dalam penyusunan silabus. kebutuhan. Komponen silabus terdiri dari standar kompetensi. 1) Identitas mata pelajaran (nama mata pelajaran yang akan dipadukan. 10) Sumber belajar. alat/sumber. dan waktu/banyaknya jam pertemuan yang dialokasikan). Tahapan kegiatan Pelaksanaan pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan kegiatan yaitu kegiatan pembukaan/awal/pendahuluan. kelas. 3. termasuk minat. Alokasi waktu untuk setiap tahapan adalah kegiatan pembukaan kurang lebih satu jam pelajaran (1 x 35 menit). kegiatan inti 3 jam pelajaran (3 x 35 menit) dan kegiatan penutup satu jam pelajaran (1 x 35 menit) a. Rencana pembelajaran ini merupakan realisasi dari pengalaman belajar siswa yang telah ditetapkan dalam silabus pembelajaran. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema. 7) Alokasi waktu 8) Metode pembelajaran dan strategi pembelajaran (kegiatan pembelajaran secara konkret yang harus dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan materi pembelajaran dan sumber belajar untuk menguasai kompetensi dasar dan indikator.

tulis dan hitung. melakukan kegiatan fisik sesuai dengan tema) Kegiatan inti • Pengembnagan kemmapuan menulis (kegiatan kelompok besar) • Pengembnagan kemampuan berhitung kegiatan kelompok kecil atau berpasangan) • Melakukan pengamatan sesuai dengan tema. menyanyi. Pada tahap ini dapat dilakukan penggalian terhadap pengalaman anak tentang tema yang akan disajikan. Mengingat bahwa siswa kelas I SD belum semuanya lancar membaca dan menulis. 2. guru pendidikan Jasmani dan guru muatan lokal perlu bersama-sama menyusun Jadwal pelajaran.00-7. Sifat dari kegiatan pembukaan adalah kegiatan untuk pemanasan. membacakan cerita dari buku. musik/apresiasi musik. c.Ind Matematika IPS KTK 0.Agama MULOK 45 8.35-1 B. PENILAIAN PEMBELAJARAN TEMATIK 1. Penjaskes IPA 35 7. Ind. kegiatan fisik/jasmani. maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis. Mulok 35 Agama 9. Matematika B. pesanpesan moral.00-9.menciptakan suasana awal pembelajaran untuk mendorong siswa menfokuskan dirinya agar mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Istirahat 00 9.10 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 136 145.enceritakan pembukaan pengalkaman. kelompok kecil. Beberapa contoh kegiatan akhir/penutup yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan/mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 134 143. dan menyanyi b. Contoh jadwal yang dapat dikembangkan seperti pada tabel berikut: JADWAL PELAJARAN SD KELAS I. Pengaturan Jadwal pelajaran Untuk memudahkan administrasi sekolah terutama dalam penjadwalan. ataupun perorangan. Matematika B. Penjaskes IPA 10 8. misalnya mengamati jenis kendaraan yang lewat pada tema transporasi. Penyajian bahan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi/metode yang bervariasi dan dapat dilakukan secara klasikal. Matematika B. Kegiatan Penutup/Akhir dan Tindak Lanjut Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan.45-9. Contoh jadwal pelaksanaan pembelajaran perhari dapat dijabarkan menjadi: Contoh 1: Kegiatan Jenis kegiatan Kegiatan Anak berkumpul bernyanyi sambil menari pembukaan mengikluti irama musik Kegiatan inti • Kegiatan untuk pengembangan membaca • Kegiatan untuk pengembangan menulis • Kegitan untuk pengembangan berhitung • Kegiatan penutup Mendongeng atau membaca cerita dari buku cerita Contoh 2: Kegiatan Jenis kegiatan Kegiatan Waktu berkumpul (anak m.10-8. pantomim.35-8. menulis dan berhitung merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik kelas I dan II. Matematika KTK P.Ind. dilakukan. b. Ind.Ind. II Waktu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu 7.ind Matematika IPS KTK P.Ind. Penilaian di kelas I dan II mengikuti aturan penilaian mata-mata pelajaran lain di sekolah dasar. mendongeng. J. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah bercerita. penguasaan . Kemampuan membaca. Kegiatan Inti Dalam kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan baca. Matematika B. Matematika B. Oleh karena itu. Prinsip a. Guru bersama dengan guru mata pelajaran pendidikan agama. menggambar hewan hasil pengamatan Kegiatan penutup • Mendongeng • Pesan-pesan moral • Musik/menyanyi Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 135 144. B.

Bahan Sosialisasi KTSP. 6th Ed. Perencanaan Pengajaran. Bahan TOT untuk Calon Master Trainer Pengawas Sekolah. DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. 2009. Jakarta: Rineka Cipta. lisan. dan Pendidikan Jasmani.Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 138 147. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas awal penilaian yang lebih banyak digunakan adalah melalui pemberian tugas dan portofolio. Tita. Hamalik. Direktorat Pembinaan SMA. Jakarta. Models of Teaching. e. Aspek Penilaian Pada pembelajaran tematik penilaian dilakukan untuk mengkaji ketercapaian Kompetensi Dasar dan Indikator pada tiap-tiap mata pelajaran yang terdapat pada tema tersebut. dan porto folio. Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Guru menilai anak melalui pengamatan yang lalu dicatat pada sebuiah buku Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 137 146. ejaan kata. Bahan Bimbingan Teknis KTSP. Oemar. Seni Budaya dan Keterampilan. maupun angka. Joyce Bruce. Et al. 2008. 2003. d. c. B. Depdiknas. 2000. Dengan demikian penilaian dalam hal ini tidak lagi terpadu melalui tema.terhadap ke tiga kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas. atau perbuatan. Jean. Nilai akhir pada laporan (raport) dikembalikan pada kompetensi mata pelajaran yang terdapat pada kelas satu dan dua Sekolah Dasar. Jakarta. pisah sesuai dengan Kompetensi Dasar. 1997. Direktorat Pembinaan SMP. Depdiknas. Penilaian dilakukan secara terus menerus dan selama proses belajar mengajar berlangsung. Bahasa Indonesia : Perbuatan • Kelancaran membaca • Melafalkan kata • Melagukan/intonasi • Cara bertanya jawab Tugas • Melengkapi kalimat C.masing Kompetensi Dasar dan Hasil Belajar dari mata-mata pelajaran. Berikut adalah contoh penilaian yang dapat dilakukan guru: A. yaitu: Bahasa Indonesia. membaca pada kegiatan inti dan menyanyi pada kegiatan akhir. khususnya untuk mengetahui tentang penggunaan tanda baca. Allyn & Bacon: London Lestari. melainkan sudah terpisah. Bandung: Tarsito Ibrahim R. Alat Penilaian Alat penilaian dapat berupa Tes dan Non Tes. Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator dari masing. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 139 148. Ilmu Pengetahuan Alam. bantu. Tesis-S-2 Program Studi . Syaodih S Nana. Kewarganegaraan dan Tes Lisan Pengetahuan Sosial • Menyebutkan peristiwa/kegiatan yang dialami • Mengemukakan peristiwa/kegiatan yang berkesan • Mengekspresikan perasaan waktu memberi kesan. Ilmu Pengetahuan Alam : Perbuatan • Mendemonstrasikan cara menggosok gigi : Lisan • Menyebutkan cara memelihara gigi • Menjelaskan manfaat menggosok gigi 3. Direktorat Tenaga Kependidikan. Dampak Penerapan Metode Pemecahan Masalah Terhadap Tingkat Kemampuan Berpikir SMA Pada Pembelajaran Matematika. kata atau angka. misalnya sewaktu siswa bercerita pada kegiatan awal. catatan harian perkembangan siswa. Sedangkan Tes tertulis digunakan untuk menilai kemampuan menulis siswa. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. Pengembangan Pembelajaran Yang Efektif. Matematika. Jakarta. Hasil Belajar dan Indikator mata pelajaran. Hasil karya/kerja siswa dapat digunakan sebagai bahan masukan guru dalam mengambil keputusan siswa misalnya: Penggunaan tanda baca. 2. 2009. Tes mencakup: tertulis. Olahraga dan kesehatan. 1990.

Strategi Pembelajaran. Kesuma Karya. lebih sedikit. saat pagi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 140 149. • Bermain peran ombak. 2006. Yamin. dan panggilan lengkapnya kerabat • Menyebutkan • Menyebutkan alamat tempat alamat tinggal rumahnya IPA Makhluk Hidup • Menyebutkan • Menggambarkan dan Proses nama bagian- . Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 141 150. Wina. 1989. PETA STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR YANG BERPOTENSI IPA TERPADU Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 142 151.Pengembangan Kurikulum. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Menga-jar. berbagai kendaraan • Menirukan suara ombak BERBICARA • Menyebutkan nama • tanya jawab Memperkenalkan diri orangtua dan tentang nama sendiri dengan saudara kandung orang tuanya kalimat sederhana dan saudara dan bahasa yang kandungnya santun (berpasangan) • Menanyakan data • tanya jawab diri dan nama tentang nama orangtua serta orang tuanya saudara teman dan saudara sekelas kandungnya (berpasangan) • melakukan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 149 158. LAMPIRAN PETA STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR IPA TERPADU A. Bandung: Sinar Baru. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 143 152. Nasution. Sanjaya. Nana. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 146 155. siang pengalamannya malam. 1989. andung. Nana. Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta: Gaung Persada Press. atau sama banyak • Menceritakan • Bercerita Menentukan waktu pengalamannya tentnag (pagi. Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi. Jakarta: Bumi Aksara. Bandung: Sinar Baru. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Nana. IPS Menguindentifikasi • Menyebutkan nama • Menyebutkan identitas lengkap dan nama nama diri. kendaraan. Uno. Hamzah. Lampiran3: CONTOH SILABUS KOMPETENSI Mata Pelajaran INDIKATOR KEGIATAN BELAJAR SARANA/SUMBER PENILAIAN DASAR Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 148 157. B. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. 2005. menjadi dan lain-lain. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 144 153. Perencanaan Pembelajaran. Pasca Sarjana IKIP Bandung.keluarga. 2004. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 145 154. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 147 156. 2006. S. 2006. siang. Martinis. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Menga-jar. Sudjana. BAHASA INDONESIA MENDENGARKAN • Menirukan • Menirukan bunyi Kaset dan tape Pengamatan Membedakan bunyi bunyi/suara tertentu suara burung bahasa seperti: suara burung. Jakarta: Media Prenada Sudjana. MATEMATIKA Membilang banyak • Membilang atau • Membilang • Bola benda menghitung secara benda-benda di urut kelas • Membilang sambil Memantulkan bola • Menyebutkan • Mengamati lalu banyak benda menyebutkan nama benda yang dilihatnya • Membandingkan • Praktek langsung • Batu-batuan dua kumpulan mengambil dua benda melalui kumpulan benda istilah lebih lalu dihitung banyak. hari dan atau malam hari jam (bulat) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 150 159. Syaodih.

serta berlari dan nilai sportivitas. teman sebangkunya • Meyebutkan agama.nama bagian. • melompat. bentuk dan ciri tertentu IPS • Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN • Bertepuk tangan dengan pola PENDIDIKAN JASMANI. cirinya melalui • Menunjukkan • Praktek langsung pengamatannya sebanyak. siang atau malam hari IPA • Menunjukkan sebanyak-banyaknya benda yang mempunyai warna. daun. OLAHRAGA DAN KESEHATAN • Menerapkan konsep arah dalam berjalan. lingkaran. biji benda yang ada di benda dengan pengelompokkan salak lingkungan sekitar berbagai cara yang berdasarkan diketahui anak. bentuk dan sebanyak. bentuk dan ciri tertentu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 151 160.bagian tubuh dan bagian tubuh bagian tubuhnya kegunaannya dan kegunaannya Mengindetifikasi • Mengelompokkan • Praktek Batu. OLAHRAGA gerak dasar jalan. arah dalam Menerapkan DAN KESEHATAN lari dan loncat berjalan. kejujuran. kerjasama. berlari dan melompat. PENDIDIKAN • Menyebutkan jenis • Menyebutkan KEWARGANEGARAAN kelamin anggota jenis kelamin keluarga. • Berjalan dengan • Praktek langsung toleransi dan berbagai pola berjalan dengan percaya diri langkah dan pola kecepatan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 152 161. dan bentuk huruf Matematika: • Membilang atau menghitung secara urut • Menyebutkan banyak benda • Menceritakan pengalamannya saat pagi. bidang. SARANA DAN SUMBER BELAJAR: • Kartu-kartu kata • Lembar kerja (jam) • Bola STRATEGI . PENDIDIKAN Mempraktikkan • Menerapkan konsep • Praktek langsung JASMANI.ciri tertentu banyaknya • benda yang mempunyai warna.• Menyebutkan agama yang ada di agama yang Indonesia dikenalnya Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 154 163.tubuhnya lalu kehidupannya • Menyebutkan • menyebutkan Mengenal bagiankegunaan bagian. SENI BUDAYA DAN SENI RUPA • Menyebutkan unsur • Mengamati KETERAMPILAN Mengidentifikasi rupa di lingkungan lingkungan lalu unsur rupa pada sekolah menyebutkan benda di alam benda-benda sekitar yang dilihatnya • Mengelompokkan • Mengamati berbagai jenis: lingkungan lalu bintik gari. sederhana. dalam berjalan.mengamati banyaknya benda lingkungan dan yang mempunyai menyebutkan warna. bintik dsb alam sekitar SENI MUSIK • Bertepuk tangan • Bermain tepuk Mengidentifikasi dengan pola tangan dengan unsur/elemen berbagai pola musik dari yang berbagai sumber dicontohkan bunyi yang dihasilkan tubuh manusia SENI TARI • Bergerak bebas • Mendengarkan Mengidentifikasi sesuai irama musik musik dan fungsi tubuh dalam bergerak bebas melaksanaan gerak mengikuti irama di tempat Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 153 162. mengelompokka warna dan bentuk n benda pada benda dua berdasarkan dan tiga dimensi di garis. Lampiran 4: Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS : I TEMA : LINGKUNGAN MINGGU/HARI : I/Senin ALOKASI WAKTU : 5 x 35 menit INDIKATOR: Bahasa Indonesia: • Menanyakan data diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas • Menjiplak berbagai bentuk gambar. berlari konsep arah dalam permainan dan melompat.

Penutup (1 x 35 menit) • Guru bercerita tentang perlunya air bagi makhluk hidup.KEGIATAN A. lalu anak diminta untuk menggambarkan jam didinding tersebut dilengkapi dengan penunjukkan jarum jam pada saat anak melihat dan menggambarkannya. Efektif. dan Menyenangkan 11 November 2008 at 10:58 83 komentar 50 Votes oleh A. Inti (3 x 35 menit) • Di kelas anak secara individual diminta untuk mengamati berbagai benda yang ada dalam kelasnya. yang dilanjutkan dengan tanya jawab • Pesan-pesan moral bagi anak misalnya tentang perlunya hemat air. Pembukaan (1 X 35 menit) • Berdoa bersama • Menyanyi lagu kasih ibu sambil bertepuk dengan variasi 1-2-1-2 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 155 164. Tarmizi Ramadhan Mengawali tulisan ini. siang hari dan malam hari B. Pokok-pokok pikiran ini merupakan bagian dari visi dan misi sekolah. perlunya mandi/menjaga kebersihan • Berdoa pulang Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 156 Pembelajaran Aktif. Dalam rangka mewujudkan . • Guru meminta beberapa anak untuk menyebutkan identitas dirinya seperti nama dan alamatnya. Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas. menghitungnya dan menuliskan lambang bilangan dari jumlah benda yang dihitungnya (kegiatan ini dilakukan beberapa kali) • Kegiatan berikutnya (atau bagi yang sudah menyelesaikan kegiatan pertama) dapat membaca kalimat sederhana dari kartukartu kata yang sudah disiapkan guru • Guru meminta anak untuk melihat jam dinding dikelasnya. memilih benda yang ada di kelas. saya ingin memberikan beberapa pemikiran dalam rangka upaya untuk mengembangkan mutu pendidikan melalui proses pembelajaran. sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Inovatif. C. dan menceritakan suatu pengalaman yang menyenangkan dirinya • Guru meminta anak untuk berkeliling di kelas sambil melompat satu kaki dengan membilang (menghitung secara urut) lompatannya • Guru meminta beberapa anak mengemukakan tentang kegiatan yang dapat dilakukan pada waktu pagi hari. Kreatif.

dan sarana belajar. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan.Y. dalam Wilis:154). learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru. Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Hal senada dikatakan Margaretha S. 2002). Hal ini relevan dengan tingkat perkembangan intelektual usia sekolah dasar (7-11 tahun) berada pada tahap operasional konkret (Piaget. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan (Karli dan Yuliaritiningsih. melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna. Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan.potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui).. melainkan sudah dikenal dan populer. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya. learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya). Mudahmudahan tulisan singkat ini dapat menjadi bahan masukan bagi para guru untuk menengok lingkungan sekitar yang penuh arti sebagai sumber belajar dan informasi yang . Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret. Berdasarkan teori belajar. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sangat efektif diterapkan di sekolah dasar. sumber belajar. bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru. (2002) bahwa kecenderungan siswa sekolah dasar yang senang bermain dan bergerak menyebabkan anak-anak lebih menyukai belajar lewat eksplorasi dan penyelidikan di luar ruang kelas. Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. Penulis terilhami menuangkan tulisan ini dengan maksud untuk dikembangkan menjadi visi misi sekolah sebagai prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan. hanya saja sering terlupakan. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan.

maka lingkungan sosial dan ekonomi sekitar dapat menjadi laboratorium alam. Belajar melalui berbuat. Dengan mendirikan Grameen Bank. Artinya. Pembelajaran ini dapat dilakukan sembari melakukan pemberdayaan (empowering) terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Mohamad Yunus. Berpusat pada peserta didik 2. bahkan mencari hikmah dari berbagai macam pengalaman bangsa-bangsa lain di seluruh dunia. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna 6. penerima Nobel asal Bangladesh adalah orang yang banyak belajar berbasis lingkungan untuk mengembangkan ekonomi. kita tidak perlu melakukan trial and error yang berkepanjangan. Inovatif. Dasar Pemikiran Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada: 1. sementara kita sekadar meneruskan kerja dari paradigma yang benar. baik bagi si pembelajar itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. efektif. penemuan. Model pendekatan ini pun relevan dengan pembelajaran aktif. efektif. kreatif. setiap orang/siswa perlu belajar apa pun. dan menyenangkan (PAIKEM). dan menyenangkan (PAIKEM) 5. Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya 9. menyenangkan. Mengembangkan kreativitas peserta didik 3. inovatif. Dengan cara kerja seperti itu. tetapi mereka harus bertindak secara lokal. Menekankan pada penggalian. dia belajar sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. peserta didik aktif berbuat 7. Siswa boleh saja berpikir secara global. Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah Pengertian PAIKEM . sementara si pembelajar dapat melakukan proses pembelajaran dengan lebih baik dan efisien. melainkan kita belajar dari kesalahan-kesalahan orang lain. Bekerja dan belajar yang berbasis lingkungan sekitar memberikan nilai lebih. sehingga pada gilirannya dapat mencetak siswa yang cerdas dan cinta lingkungan. kreatif. dan bermakna 4.mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif. Katakanlah belajar ilmu sosial atau belajar ekonomi. Suasana yang menarik. namun pengetahuan tentang pengalaman bangsa-bangsa lain tersebut dijadikan sebagai pembelajaran dalam tindakan di lingkungan secara lokal. Prinsip pembelajaran aktif. dan penciptaan 8.

Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas. dan mengemukakan gagasan. Inovatif. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ . dan kinestetik. mempertanyakan. dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. dan tentu saja rasa bosan. Menyenangkan adalah suasana belajarmengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. 2. dan cocok bagi siswa. auditory atau kemampuan mendengar. Efektif. PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut: 1. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. keterbatasan pilihan. tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Kreatif. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa.PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Menurut hasil penelitian. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. 3. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. kemungkinan kegagalan. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. menyenangkan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Secara garis besar. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas.

untuk mengungkapkan gagasannya. PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. Kemampuan Guru Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Kegiatan Belajar Mengajar Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. misalnya: • • • • • • Percobaan Diskusi kelompok Memecahkan masalah Mencari informasi Menulis laporan/cerita/puisi Berkunjung keluar kelas Guru menggunakan alat bantu Sesuai mata pelajaran. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.4. atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah. Pada saat yang sama. 5. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. mencari rumus sendiri. menggunakan. • . Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian. misalnya: • • • • Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Lingkungan Siswa: • • • • Melakukan percobaan. pengamatan. guru dan sumber yang beragam. Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri. termasuk cara belajar kelompok.

Mei 05 Bagaimana menyusun RPP berbasis PAIKEM ? Published By fatah85 under Home Tags: PAIKEM . efektif. • Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan seharihari • Guru memantau kerja siswa.Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan Melalui: • • Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa Hasil karya yang merupakan anak sendiri • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) • • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. inovatif. • Guru memberikan umpan balik. Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. • Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan. • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. dan menyenangkan) salah satu metode pembelajaran berbasis lingkungan. Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terusmenerus Kesimpulan Berdasarkan hasil pengembangan visi dan misi di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif. dan menyenangkan. inovatif. Dengan demikian selama dalam proses pembelajaran akan mengajak siswa lebih aktif. kreatif. efektif. Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan. kreatif.

Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar g. d. mengenal siswa secara perorangan c.RPP dibuat untuk setiap KD untuk dapat digunakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. tujuan pembelajaran. seperti halnya skenario yang merupakan acuan dalam alur cerita sebuah Film.efektif. Mengembangkan aktifitas fisik dan mental Adapun contoh RPP PAIKEM adalah sebagai berikut : RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Mata pelajaran : Kelas/semester : Alokasi waktu : Standar Kompetensi : Kompetensi dasar : Indikator : I. Kegiatan Pembelajaran Meliputi : Pendahuluan: Kegiatan Inti: Penutup: V. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan h. indikator pencapaian kompetensi. Bahan / Sumber Belajar VI.M.dan menyenangkan ada hal yang perlu diperhatikan diantaranya : a.RPP merupakan pedoman bagi seorang Guru ketika melaksanakan pembelajaran. Sedang RPP itu sendiri merupakan rencana yang menggambarkan cara dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar.kreatif. Menciptakan ruangan kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik f. Materi Ajar : III. inovatif. alokasi waktu metode pembelajaran kegiatan pembelajaran.Dalam permendiknas No 41 tahun 2007 tentang Standar Proses dikatakan bahwa perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang menuai identitas mata pelajaran Standar kompetensi (SK) Kompetensi dasar (KD). Mengembangkan kemampuan berfikir kritis dan kreatif serta mampu memecahkan masalah e. memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar. maka guru bertindak sebagai pembuat skenario pembelajaran sebagai sutradara sekaligus sebagai pemeran utama dalam pembelajaran tersebut. Metode Pembelajaran IV. Sementara itu menurut Saminanto. memahami kriteria siswa b. materi ajar. penilaian hasil belajar dan sumber belajar.Spd. Tujuan Pembelajaran : II.RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD dan Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP. Penilaian Meliputi : .Sc (2010) untuk meyusun RPP yang aktif.

Prosedur Tes: Jenis Tes: Alat Tes: .