P. 1
PEMBELAJARAN PAIKEM

PEMBELAJARAN PAIKEM

|Views: 371|Likes:
Published by boiolifu

More info:

Published by: boiolifu on Dec 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/02/2014

pdf

text

original

PEMBELAJARAN PAIKEM - Document Transcript

1. I HAN UR DA W Y T A TU NI PEMBELAJARAN BERBASIS PAIKEM (CTL, Pembelajaran Terpadu, Pembelajaran Tematik) Materi Pelatihan Penguatan Penguatan Pengawas Sekolah DIREKTORAT TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2010 2. SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Di dalam pelaksanaan program penguatan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah yang merupakan agenda dari program 100 hari Mendiknas, Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) telah menyusun materi untuk penguatan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah. Di dalam pengembangan materi tersebut telah mengacu kepada standar pengawas sekolah sebagaimana diatur dalam Permendiknas No. 12 tahun 2007. Saya memberikan penghargaan yang tinggi kepada Direktorat Tenaga Kependidikan atas dihasilkannya materi penguatan kemampuan pengawas sekolah dalam rangka meningkatkan kompetensi pengawas sekolah. Materi ini diharapkan dapat dijadikan referensi bagi individu pengawas sekolah dan lembaga yang terkait dalam penguatan kemampuan pengawas sekolah di Propinsi dan Kab/Kota. Berbagai pihak yang ingin berkontribusi terhadap program penguatan pengawas sekolah dapat memperkaya dengan berbagai referensi dan khasanah bacaan lainnya untuk mewujudkan pengawas sekolah yang profesional dan akuntabel. Semoga semua usaha kita untuk penguatan kemampuan pengawas sekolah sesuai dengan standar pengawas sekolah sebagaimana diamanahkan dalam Permendiknas No. 12 tahun 2007 dapat diwujudkan, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya dan menghasilkan lulusan yang cerdas, kreatif, inovatif dan berpikir kritis. Jakarta, Januari 2010 Direktur Jenderal PMPTK Prof. Dr. Baedhowi, M.Si NIP 19490828 197903 1 001 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah i 3. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah ii 4. KATA PENGANTAR Pada tahun 2007, Direktorat Tenaga Kependidikan, Ditjen PMPTK bekerjasama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah berhasil merumuskan standar pengawas sekolah/madrasah yang ditetapkan melalui Permendiknas No 12 tahun 2007. Untuk mengoperasionalkan dan mengimplementasikan Permendiknas tersebut, Direktorat Tenaga Kependidikan telah berupaya menyusun materi pelatihan sesuai dengan masing-masing komponen kompetensi pengawas sekolah yang diatur dalam Permendiknas No 12 tahun 2007. Materi yang telah disusun ini merupakan bagian dari rencana pelaksanaan program penguatan pengawas sekolah, program kedua dari delapan program 100 hari Mendiknas. Program penguatan kemampuan pengawas sekolah sangat penting mengingat peran strategis pengawas sekolah di dalam proses peningkatan mutu pendidikan. Pengawas sekolah mempunyai tugas yang sangat penting di dalam mendorong guru untuk malakukan proses pembelajaran untuk mampu menumbuhkan kemampuan kreatifitas, daya inovatif, kemampuan

pemecahan masalah, berpikir kritis dan memiliki naluri jiwa kewirausahaan bagi siswa sebagai produk suatu sistem pendidikan. Materi ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi peningkatan kompetensi pengawas sekolah sesuai yang diamanahkan Permendiknas No 12 tahun 2007. Kami menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna, namun kami perlu menyampaikan penghargaan kepada tim penyusun buku ini yang telah berusaha dan berhasil mempersiapakan materi yang dapat dijadikan bahan bacaan bagi usaha peningkatan kompetensi pengawas sekolah. Berbagai pihak yang terkait dengan penguatan kemampuan pengawas sekolah dapat memperkaya dengan materi yang lain sepanjang mencapai tujuan yang sama yaitu meningkatkan kompetensi pengawas sekolah sesuai dengan Permendiknas No 12 tahun 2007. Semoga buku ini bermanfaat bagi usaha penguatan kemampuan pengawas sekolah di seluruh Kab/Kota di Indonesia. Jakarta, Januari 2010 Direktur Tenaga Kependidikan Surya Dharma, MPA, Ph.D 19530927 197903 1 001 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah iii 5. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah iv 6. DAFTAR ISI SAMBUTAN DIRJEN PMPTK ........................................................................ i KATA PENGANTAR ................………………………….…………..……… iii DAFTAR ISI ....................................................................................................... v PENDAHULUAN ...…………………………….…………..……………….. 1 A. Latar belakang ....................................................................................... 1 B. Dimensi Kompetensi .............................................................................. 1 C. Kompetensi yang Hendak Dicapai ....................................................... 2 D. Indikator Pencapaian Kompetensi ....................................................... 2 E. Alokasi Waktu ...................................................................................... 2 F. Skenario .................................................................................................. 2 PEMBELAJARAN PAIKEM ……………………….……..……….. 4 …………………………. A. Latar Belakang ………………………................ …………………….... 4 B. Konsep Dasar Pembelajaran ……………………………………….. 7 …….…………………………..… C. Tujuan PAIKEM …………..…………………………………………… 14 D. Karakteristik PAIKEM ……………………………………….......….... 14 E. Jenis-jenis PAIKEM 16 …………………………………………………………………………… F. Penerapan PAIKEM…………………………………………………… 16 PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) ……………………..........… 21 A. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis ......………………………… 21 B. Pengertian Pembelajaran Kontekstual ................................................ 24 C. Langkah-langkah CTL ………………………………………………... 26 D. Karakteristik Pembelajaran CTL……………….......………………… 26 E. Strategi Pembelajaran Kontekstual ..................................................... 29 F. Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran 31 Tradisional ............................................................................................... Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah v 7. …………. G. Evaluasi Otentik dalam CTL ................................................................. 33 ……………. H. Penerapan

Pembelajaran Kontekstual di Kelas ................................. 35 ……………. PEMBELAJARAN TERPADU ..........................................................………. 55 A. Latar Belakang ........................................................................................ 58 …………. B. Tujuan Pembelajaran Terpadu ............................................................. 61 C. Jenis-jenis Pembelajaran ...................................................................... 62 D. Pembelajaran IPA Terpadu .................................................................. 62 E. Pembelajaran IPS Terpadu ................................................................... 96 ……………. PEMBELAJARAN TEMATIK ....................................................................... 109 A. Latar Belakang ........................................................................................ 116 ……………. B. Kerangka Berpikir .................................................................................. 118 C. Pengertian Pembelajaran Tematik ....................................................... 122 ...…………. D. Landasan Pembelajaran Tematik ......................................................... 125 E. Karakteristik Pembelajaran Tematik ................................................... 126 ……………. F. Rambu-rambu Pembelajaran Tematik ................................................. 128 ……………. G. Implikasi Pembelajaran Tematik .......................................................... 128 ……………. H. Tahap Persiapan Pembelajaran ............................................................ 130 ……………. I. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran ........................................................ 134 ……………. J. Penilaian Pembelajaran Tematik .......................................................... 137 …………. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah vi 8. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah vii 9. PENDAHULUAN A. Latar belakang Tugas pengawas satuan pendidikan tidak hanya melakukan supervisi manajerial kepala sekolah, namun juga membina guru melalui supervisi aka- demik. Dalam pembinaan guru tentu harus mengacu pada kompetensi guru, terutama kompetensi profesional berkaitan dengan proses pembelajaran. Se- jalan dengan perkembangan teknologi serta teori-teori pembelajaran, maka guru pun dituntut mampu menguasai dan memilih pendekatan, strategi dan metode pembelajaran yang tepat, sehingga menjadikan siswa aktif, kreatif, dan belajar dalam suasana senang serta efektif. Menghadapi tugas tersebut pengawas tentu harus menguasai strategi/ metode/ teknik pembelajaran/bimbingan yang up to date. Bila pengetahuan pengawas sudah ketinggalan, apa lagi hanya mengandalkan pengalaman tan-pa didukung teoriteori, maka pengawas tidak akan mandapatkan respek dari para guru yang dibinanya. Paling tidak, untuk jenjang pendidikan dasar pe-ngawas harus memahami garis besar strategi pembelajaran mata pelajaran utama antara lain: matematika, IPA, IPS, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Materi pelatihan ini dimaksudkan memberikan wawasan dan pengalaman langsung melalui praktekpraktek simulasi bagi pengawas dalam melaksanakan tugas supervisi akademik di tingkat TK, SD, SMP, SMA, SMK, SLB. B. Dimensi Kompetensi Dimensi kompetensi yang diharapkan dibentuk pada akhir Diklat ini adalah dimensi Kompetensi Supervisi Akademik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 1

Pembelajaran Tematik 4 jam F. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 4 . dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide. efektif.mata pelajaran yang relevan. Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. Materi Diklat Alokasi 1.vatif. Peranan pelatih lebih sebagai fasilitator. Diskusi tentang indikator keberhasilan pelatihan strategi pembelajaran. kreatif. nyimpulkan. Penutup Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 3 12. mampu memecahkan masalah melalui mata. 3. b. Mengidentifikasi Berbagai Jenis Pembelajaran PAIKEM 3. C. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. kreatif.nik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan potensi siswa agar kritis. alokasi waktu dan skenario pendidikan dan pelatihan strategi pembelajaran. Pembelajaran Berbasis CTL 4 jam 2. Pre-test 4. dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar. Perkenalan 2. Guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa. 8. Praktik pengembangan strategi pembelajaran. c. 6. dan bermakna. Post test. Skenario 1. Tugas guru adalah menyampaikan materi-materi dan siswa diberi tanggung jawab untuk menghafal semua pengetahuan. menyenangkan. Memang pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek. dan mengeneralisasi dalam suasana diklat yang aktif. Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator pencapaian hasil diklat ini adalah apabila pengawas dapat: 1. melalui pendekatan andragogi. menganalisis. Pejelasan tentang dimensi kompetensi. 5. D. Eksplorasi pemahaman peserta berkenaan dengan strategi pembelajaran. Penyampaian Materi Diklat: a. Pembelajaran Terpadu (IPA Terpadu. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya. Menggunakan pendekatan andragogi. Memahami Hakikat Pendekatan Pembelajaran 2. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. IPS Terpadu) 4 jam 3. Refleksi bersama antara peserta dengan pelatih mengenai jalannya pelatihan. Membimbing guru dalam menggunakan Berbagai Metode Pembelajaran Berbasis PAIKEM pada setiap mata pelajaran sesuai dengan tingkat berpikir peserta didik. inovatif.Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 2 11. PEMBELAJARAN PAIKEM A. oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Alokasi Waktu No. Latar Belakang Para ahli pendidikan berpendapat bahwa proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini cenderung berpusat kepada guru.ngungkapan kembali pengalaman peserta pelatihan. yaitu lebih mengutamakan pe. 7.10. Kompetensi yang Hendak Dicapai Setelah mengikuti pelatihan ini pengawas diharapkan dapat membim-bing guru dalam memahami. indikator. ino. E. dengan memberikan ide-ide. me. memilih dan menggunakan strategi/metode/tek.

Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. penelitian sederhana. atau pendekatan pembelajaran yang berfokus pada teknologi. sumber belajar. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 6 15. dll. (3) rangkaian gerak. Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif. kemampuan berpikir. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. inspiratif. sosial. optimal. Setiap pendekatan memiliki ciri-ciri dasar atau karakteristik sendiri. Belajar dan Pembelajaran Belajar dan pembelajaran merupakan konsep yang saling berkaitan. dan konfirmasi. Konsep Dasar Pembelajaran 1. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Lebih jauh Gagne (1985) mengemukakan bahwa kata-kata seperti penemuan (discovery) dan kreatifitas (creativity) kadang-kadang diasosiasikan sebagaii pemecahan masalah. Pembelajaran Inkuiri dengan menggunakan metode pembelajaran berbuat seperti: kerja kelompok. menyenangkan. dan aktivitas guru. Pendekatan pembelajaran berfokus pada masalah meliputi masalah personal. tingkat pemahaman yang lebih tinggi. Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning /CTL). tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. Di lihat dari urutan belajar. (5) membedakan. Pendekatan pembelajaran berfokus pada guru yang meliputi fungsi. Istilah pendekatan merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan. (6) pembentukan konsep. (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving). yaitu: (1) belajar isyarat. Dalam tipe belajar pemecahan masalah. siswa berusaha menyeleksi dan menggunakan aturan-aturan yang telah dipelajari terdahulu untuk membuat formulasi pemecahan masalah. Proses perubahan . peran. Kelas yang hidup diharapkan dapat mengimbangi perubahan yang terjadi di luar sekolah yang demikian cepat. B. pengalaman siswa. Pendekatan atau model-model pembelajaran tersebut menjadi tumpuan harapan para ahli pendidikan dan pengajaran dalam upaya menghidupkan kelas secara Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 5 14. aktivitas. Oleh karenanya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tergantung pada pendekatannya. Ada pendekatan pembelajaran yang berfokus pada siswa yang meliputi perkembangan. lingkungan. dan kemadirian sesuai denganbakat. tanya jawab dan demonstrasi adalah pendekatan pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan itu. sistem instruksional. Pembelajaran Pembelajaran Terpadu . pemecahan masalah. (4) rangkaian verbal. pengamatan. eksperimen. belajar pemecahan masalah adalah tipe belajar paling tinggi karena lebih kompleks. krativitas. menantang. elaborasi. dan pembelajaran praktik dengan dikombinasikan dengan metode ekspositori seperti ceramah. Karakteristik ini berhubungan dengan apa yang menjadi fokus dan mendapat tekanan dalam pembelajaran. sistem informasi. media. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa.13. Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne (1985) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar. minat. (2) stimulus-respon.

lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). minat. dan dikendalikan pelaksanaannya (Miarso. (2) perubahan dalam belajar bersifat sinambung dan fungsional. (4) bersifat positif dan aktif. sikap. pemahaman. sosio kultural. Pembelajaran merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik. Faktor eksternal. (5) memiliki arah dan tujuan.ekonomis. adalah kondisi di luar individu peserta didik yang mempengaruhi belajarnya. 1991). 1985). 1992). keluarga dan masyarakat (keadaan sosio. yaitu kondisi dalam proses belajar yang berasal dari dalam diri sendiri. Pola tingkah laku yang terjadi dapat dilihat atau diamati dalam bentuk perbuatan reaksi dan sikap secara mental dan fisik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 8 17. Pada kenyataannya ada kewajiban bagi manusia dewasa atau orang-orang yang memiliki kompetensi lebih dahulu agar menyediakan ruang. Dalam hal ini proses belajar diharapkan terjadi secara optimal pada peserta didik melalui cara-cara yang dirancang dan difasilitasi oleh guru di sekolah. sikap. melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey). sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Pada hakikatnya belajar dilakukan oleh siapa saja. Pengaturan peristiwa pembelajaran dilakukan secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuat berhasil guna (Gagne. Raka Joni. dengan memperhitungkan kejadiankejadian eksternal yang berperanan terhadap rangkaian kejadian. dan sebagainya. Oleh karena itu pembelajaran perlu dirancang. Sehingga diperlukan strategi yang tepat dan efektif. Faktor yang memengaruhi proses pembelajaran terdiri dari faktor internal dan eksternal. materi. dan sumber daya. dan (6) mencakup seluruh aspek perubahan tingkah laku. dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan. Keberhasilan belajar peserta didik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Perubahan yang terjadi memiliki karakteristik: (1) perubahan terjadi secara sadar. kondisi fisik. dan mental. yaitu pengetahuan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 7 16. Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan.tingkah laku merupakan upaya yang dilakukan secara sadar berdasarkan pengalaman ketika berinteraksi dengan lingkungan. dan perbuatan. motivasi. Dengan demikian diperlukan kegiatan pembelajaran yang disiapkan oleh guru. waktu. mencakup pengetahuan. Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. bakat (aptitude). Faktor internal adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan pribadi guru sebagai pengelola kelas. baik anak-anak maupun manusia dewasa. yaitu: kecerdasan. Ada beberapa hal yang termasuk faktor internal. Adapun yang termasuk faktor eksternal adalah: lingkungan sekolah. 1993) Proses pembelajaran yang berhasil guna memerlukan teknik.kejadian internal yang berlangsung di dalam peserta didik (Winkel. dan keadaan masyarakat). Faktor internal. Tingkah laku yang berubah sebagai hasil proses pembelajaran mengandung pengertian luas. (3) tidak bersifat sementara. Guru harus dapat . keterampilan (kecakapan). peserta didik. dan kondisi agar terjadi proses belajar pada anak-anak. metode. Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat. ditetapkan tujuannya sebelum dilaksanakan.

dan e. diskusi kelas. yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi diskoveri inkuiri (discovery inquiry). Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. dan tanya jawab. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguhsungguh. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. dan lingkungan sekolah. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menggunakan strategi ekspositori. Preparasi. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 10 19. secara umum ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre oriented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre oriented). pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. kesesuaian antara tugas dan tanggung jawab. alokasi waktu terbatas. Pemilihan strategi ekspositori atau diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan karakteristik kompetensi yang menjadi tujuan yang terdiri dari sikap. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. sedangkan pendekatan pembelajaran Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 9 18. media. b. a. alokasi waktu cukup tersedia. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut.melaksanakan proses pembelajaran. sumber referensi terbatas. b. sumber referensi. lingkungan sosial. Oleh karena itu tidak ada strategi yang tepat untuk semua kondisi dan karakteristik yang dihadapi. kondisi fisik. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. materi pembelajaran tidak terlalu luas. penguasaan bahan. d. dan e. pengetahuan dan keterampilan. Guru diharapkan mampu memilah dan memilih dengan tepat strategi yang digunakan agar hasil pembelajaran efektif dan maksimal. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. Kegiatan pembelajaran berbentuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 11 . a. c. Faktor lingkungan. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. dan bahan cukup. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. antara lain keluarga dan lingkungan pergaulan di masyarakat. Resitasi. oleh sebab itu guru harus memiliki persiapan mental. Faktor eksternal adalah kondisi yang timbul atau datang dari luar pribadi guru. dan motivasi kerja. c. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. alat. d. serta karakteristik peserta didik dan sumber daya yang dimiliki. Berdasarkan pendekatan yang digunakan. yang dimaksud adalah faktor lingkungan alam.

Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. eksperimen. sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. C. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan. e. Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. Tujuan PAIKEM Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik. sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis. Prinsip pembelajaran berbasis kompetensi adalah sebagai berikut: a. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah. diskusi kelompok. memberi keyakinan. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. Kritis /Kreatif. Efektif. c. 2. Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur. dan Menyenangkan. kelas dengan jumlah tertentu. potensi. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap.20. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 13 22. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan . Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. kecakapan sistematis dalam menilai. Oleh karena itu dalam Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 12 21. Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan. PAIKEM Sebagai Model Pembelajaran Berbasis Kompetensi PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. pengetahuan. Metode yang digunakan adalah observasi. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial. kreatif. dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya. memecahkan masalah. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. menarik keputusan. dan kecepatan belajar yang beragam. dan sebagainya. sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya. d. Peserta didik memiliki karakteristik. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya. dan keterampilannya. pengetahuan. simulasi. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga mencapai ketuntasan yang ditetapkan. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap. kesulitan maupun ancaman. ekplorasi. Inspiratif/Interaktif/ Inovatif. b. f. Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru.

Komunikasi. IPS Terpadu).bangun gagasan. komunikasi. kecakapan sistematis dalam menilai. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. bentuknya antara lain: • Diskusi • Tanya jawab • Lempar lagi pertanyaan o Kesalahan makna berpeluang terkoreksi o Makna yang terbangun semakin mantap o Kualitas hasil belajar meningkat Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 15 24. memberi keyakinan. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. aktivitas. makna. Dalam pembelajaran pemecahan masalah. 1. dan diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri. siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. Sesuai dengan singkatan PAIKEM. Pembelajaran Terpadu (Tematik. Pembelajaran berbasis TIK (ICT). kegagalan panen. F. Berdasarkan panduan penyusunan KTSP (KTSP). Penerapan PAIKEM Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 16 25. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. perhatian. kejahatan.creative thinking). kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. 2. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: • Melakukan pengamatan • Melakukan percobaan • Melakukan penyelidikan • Melakukan wawancara • Siswa belajar banyak melalui berbuat • Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. Tanggung jawab belajar. persepsi. 4. interaksi dan refleksi. motivasi. kemacetan lalu lintas. Karakteristik PAIKEM Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 14 23. dan . umpamanya masalah kemiskinan. serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. maka pembelajaran yang berfokus pada siswa. E. pemalsuan produk. memang berada pada diri siswa.son Study. retensi. Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. wabah penyakit. Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri. pengalaman dan kemandirian siswa. dan transfer dalam belajar. Pembelajaran Pengayaan dengan menggunakan berbagai strategi antara lain dengan Les. D. • mengapa demikian? • apakah hal itu berlaku untuk …? • Untuk perbaikan gagasan/makna • Untuk tidak mengulangi kesalahan • Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. IPA Terpadu. tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam mem. kegiatan tugas terstruktur. Dsb. pembusukan makanan. Jenis-Jenis PAIKEM Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PAIKEM antara lain adalah pembelajaran kotekstual (CTL). kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka. Interaksi. ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). bentuknya antara lain: • Mengemukakan pendapat • Presentasi laporan • Memajangkan hasil kerja • Ungkap gagasan 3. atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi. memecahkan masalah menarik keputusan.

atau simulasi. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri . jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. a. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). jumlah pesera didik dalam kelas banyak. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). Preparasi. Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. sumber referensi terbatas. beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA/SMK terdiri dari 45 menit. a. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. tutor. tanya jawab. tanya jawab. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. peran guru sebagai fasilitator. dan untuk SD terdiri dari 35 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. demonstrasi. atau demonstrasi. applying. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. Metode yang digunakan seperti penugasan. diskusi kelompok. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. yaitu relating. observasi di sekolah. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. c. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. diskusi kelas. 2. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. b. observasi lingkungan. observasi lingkungan. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. atau simulasi. teman belajar. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 18 27. presentasi. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. presentasi. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. eksperimen. experiencing. Kegiatan Tugas terstruktur Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 17 26. SMP terdiri dari 40 menit.kegiatan mandiri tidak terstruktur. demonstrasi. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. 1. atau proyek. cooperating. d. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. diskusi kelas. Resitasi. observasi di sekolah. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. alokasi waktu terbatas. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. eksperimen. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. dan e. 3. Sekolah standar. atau proyek.

PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL A. Siswa harus bebas agar dapat berkembang wajar. simulasi. Sekolah progresif harus merupakan laboratorium untuk melakukan eksperimen. d. 3. a. media. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. 2. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. alokasi waktu cukup tersedia. eksperimen. d. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh.dilakukan atas pertimbangan: a. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. dalam bentuk apa yang mereka ketahui dan apa yang dapat mereka lakukan. diskusi kelas. Metode yang digunakan adalah observasi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 20 29. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. diskusi kelompok. serta proses belajar akan produktif jika siswa terlibat dalam proses belajar di sekolah. siswa menunjukkan belajar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 21 30. dan e. Filosofi pembelajaran kontekstual berakar dari paham progressivisme John Dewey. 4. Intinya. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. dan tanya jawab. teori kognitif melatarbelakangi pula filosofi pembelajaran kontekstual. 5. materi pembelajaran tidak terlalu luas. c. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. 6. Selain teori progressivisme John Dewey. Belajar dipendang sebagai usaha atau kegiatan intelektual untuk membangkit ideide yang masih laten melalui kegiatan introspeksi. Guru sebagai pembimbing dan peneliti. ekplorasi. b. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. Penumbuhan minat melalui pengalaman langsung untuk merangsang belajar. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. alat. Pokok-pokok pandangan progressivisme antara lain: 1. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. dan sebagainya. sumber referensi. Harus ada kerja sama antara sekolah dan masyarakat. siswa akan belajar dengan baik apabila apa yang mereka pelajari berhubungan dengan apa yang telah mereka ketahui. dan bahan cukup. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. Siswa belajar dengan baik apabila mereka secara aktif dapat mengkonstruksi sendiri pemahaman mereka tentang apa yang diajarkan oleh guru. Siswa akan belajar dengan baik apabila mereka terlibat secara aktif dalam segala kegiatan di kelas dan berkesempatan untuk menemukan sendiri. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis Penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) di Amerika Serikat bermula dari pandangam ahli pendidikan klasik John Dewey yang pada tahun 1916 mengajukan teori kurikulum dan metodologi pengajaran yang berhubungan dengan pengalaman dan minat siswa. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. Sejauh ini pendidikan kita masih di dominasi oleh pandangan bahawa pengetahuan sebagai perangkat fakta- . Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 19 28.

konsep. Untuk itu. teori kontruksivisme memandang siswa secara terus menerus memeriksa informasi-informasi baru yang berlawanan dengan aturan-aturan lama dn memperbaiki aturan-aturan yang tidak sesuai lagi. siswa diharapkan dapat membangun pemahaman sendiri dari pengalaman/pengetahuan terdahulu. CTL dipromosikan menjadi alternatif strategi belajar yang baru. Siswa diharapkan juga melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut. tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkontruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. atau prinsip bagi diri mereka sendiri. atau akal manusia berfungsi sebagai alat untuk melakukan interpretasi sehingga muncul makna yang unik. bukan perolehan pengetahuan dan mengajar diartikan sebagain kegiatan atau menggali makna. siswa dapat memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan yang dipelajari. kemudian ceramah sebagai pilihan utama strategi belajar. 4. siswa diharapkan belajar melalui mengalami bukan menghafal. Belajar adalah pemaknaan pengetahuan. filosofi konstruksivisme berkembang. Teori konstruksivis menuntut siswa berperan aktif dalam pembelajaran mereka sendiri. Segala sesuatu bersifat temporer. maka strategi kontruksivis sering disebut pengajaran yang berpusat pada siswa (studentcentered instruction). Kebebasan merupakan unsur esensial dalam lingkungan belajar. 3. kebebasan dipandangan sebagai penentu keberhasilan karena kontrol belajar dipegang oleh siswa sendiri. peranan guru adalah membantu siswa menemukan fakta. diperlukan sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. Pemahaman yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman-pengalam belajar bermakna. dan selalu berubah. Karena penekanannya pada siswa aktif. temporer. Dalam pandangan kontruksivistik. Berpijak pada dua pandangan itu. Hakikat teori kontruksivisme adalah bahwa siswa harus menjadikan informasi itu menjadi miliknya sendiri. Strategi belajar yang digunakan menentukan proses dan hasil belajar. Dasarnya pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dari konteks yang terbatas dan sedikit demi sedikit. Kerja kelompok dianggap sangat berharga. berubah dan tidak menentu. Melalui landasan filosofi konstruksivisme. Dengan paham kontruksivisme. Otak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 22 31. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghapal fakta-fakta. Pemahaman ini diperoleh siswa karena ia dihadapkan kepada lingkungan belajar yang bebas yang merupakan unsur yang sangat esensial. Siswa yang harus mengkontruksikan sendiri pengetahuannya. 5. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 23 32. bukan memberikan ceramah atau mengendalikan seluruh kegiatan di kelas. Menurut filosofi konstruktivisme. Tujuan . Belajar pada hakikatnya memiliki aspeksosial dan budaya. Di dalam kelas yang pengajarannya terpusat kepada siswa. Belajar adalah proses pemaknaan informasi baru 2. pengetahuan bersifat non-objektif. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. Dengan demikian. Melalui strategi. Beberapa proposisi yang dapat dikemukakan sebagai implikasi dari teori kontruktivistik dalam praktek pembeljaran di sekolah-sekolah kita sekarang adalah sebagai berikut: 1. bukan memindahkan pengetahuan kepada orang yang belajar. Siswa diharapkan memapu mempraktikkan pengetahuan/pengalaman yang telah diperoleh dalam konteks kehidupan.fakta yang harus dihafal.

menemukan (inquiri). tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. applying. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja ber. Lakukan refleksi di akhir pertemuan. Langkah-langkah CTL CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja. Pengertian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. Dalam kelas kontekstual.pembelajaran konstruktivistik menekankan pada penciptaan pemahaman yang menuntut aktivitas yang kreatif dan produktif dalam konteks nyata. Sesu. Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah.atu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. yaitu relating. dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. 7.sama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). masyarakat belajar (learning community). Ciptakan masyarakat belajar. Lakukan . Dengan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 24 33. Kembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. bidang studi apa saja. dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan-nya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidu. CTL merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. 4. B. Secara garis besar. dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelaaran efektif. bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. 5. pemodelan (modeling). Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 25 34. Dengan demikian. konsep ini. Proses pembelajaran berlangsung lebih alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. 3. Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. 6. experiencing.pan mereka sehari-hari. hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual. bertanya (questioning). sosial. Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. langkah-langkah yang harus ditempuh dalam CTL adalah sebagai berikut: 1. dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel da-pat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya. cooperating. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik. dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). 2. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran. paham konstruktivistik menolak pandangan behavioristik. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). yakni: konstruktivisme (constructivism). C.

4. laporan hasil pratikum. karangan siswa dan lain-lain Dalam pembelajaran kontekstual. Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. Bekerjasama (collaborating) Siswa dapat bekerja sama. Dalam konteks itu. membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. gambar. kecakapan . Berpikir kritis dan kreatif (critical dan creative thinking) Pembelajaran kontekstual membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru. 4. 2. 8. Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa. Beberapa komponen utama dalam pembelajaran Kontekstual menurut Johnson (2000: 65). tidak membosankan. sedangkan program untuk pembelajaran kontekstual le-bih menekankan pada skenario pembelajarannya. Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor tetapi hasil karya siswa. mandiri. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (je-las dan operasional). 2. 6. Pembelajaran yang diatur siswa sendiri. melibatkan kegiatan menghubungkan masalah ilmu dengan kehidupan sehari-hari dengan cara-cara yang berarti bagi siswa. 9. memberi kebebasan kepada siswa menggunakan gaya belajarnya sendiri. Siswa kritis guru kreatif. Mengkaitkan pembelajaran dengan kehidupan seseorang membuat proses belajar menjadi hidup dan keterkaitan inilah inti dari CTL.penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) dengan berbagai cara. Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful connections) Keterkaitan yang mengarah pada makna adalah jantung dari pembelajaran dan pengajaran kontekstual. merupakan pembelajaran yang aktif. Ketika siswa dapat mengkaitkan isi dari mata pelajaran akademik. 5. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 26 35. ilmu pengetahuan alam. dan makna memberi mereka alasan untuk belajar. Sharing dengan teman. D. Kerjasama. nerpikir kritis dan berpikir kreatif. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 27 36. membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling berkomunikasi. dan authentic assessmentnya. Menggunakan berbagai sumber. media untuk mencapai tujuan tersebut. Belajar dengan bergairah. lang-kah-langkah pembelajaran. materi pembelajaran. yang dapat di uraikan sebagai berikut: 1. 3. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran. Melakukan kegiatankegiatan yang berarti (doing significant works) Model pembelajaran ini menekankan bahwa semua proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas harus punya arti bagi siswa sehingga mereka dapat mengkaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sisw 3. yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. Pembelajaran terintegrasi. Saling menunjang. Guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. 10. Belajar yang diatur sendiri (self-regulated Learning) Pembelajaran yang diatur sendiri. mereka menemukan makna. 5. artikel. 7. program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya. Siswa aktif. Menyenangkan. humor dan lain-lain. 11. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. peta-peta. Karakteristik Pembelajaran CTL 1. Atau sejarah dengan pengalamannya mereka sendiri.

4. serta untuk memperoleh pegetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Belajar berbasis Proyek/Tugas (Project-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran komprehensif di mana lingkungan belajar siswa (kelas) didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah autentik termasuk pendalaman materi dari suatu topik mata pelajaran. Tugas dan kegiatan yang akan dilakukan siswa harus sesuai dengan minat. ketajaman pemahaman dalam mengembangkan sesuatu. Dalam pengetahuan dan konsep yang esensi dari mata pelajaran. kebutuhan dan kemampuannya. Belajar Berbasis Inquiry (Inquiry-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan menyediakan kesempatan untuk pembelajaran bermakna. E. Pendekatan ini mencakup pengumpulan informasi yang berkaitan dengan pertanyaan. mencapai keunggulan (excellent). tetapi juga aspek-aspek kepribadian: integritas pribadi. motif berprestasi. Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nuturing the individual) Dalam pembelajaran kontekstual siswa bukan hanya mengembangkan kemampuankemampuan intelektual dan keterampilan. memecahkan masalah menarik keputusan. Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards) Pembelajaran kontekstual diarahkan agar siswa berkembang secara optimal. 7. Tiap siswa bisa mencapai keunggulan. 6. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 28 37. dan melaksanakan tugas bermakna lainnya. Strategi yang berasosiasi dengan pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut. Belajar berbasis Masalah (Problem-Based Learning) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 29 38. Penilaian autentik merupakan antitesis dari ujian stanar. penilaian autentik memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sambil mempertunjukkan apa yang sudah mereka pelajari. sikap. mensintesis. Strategi Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menempatkan siswa di dalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari (Nurhadi. 2004: 56). Guru dalam pembelajaran kontekstual juga berperan sebagai konselor. Suatu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah. dan mentor. Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja secara mandiri dalam . memberi keyakinan. tanggung jawab. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian.sistematis dalam menilai. Menggunakan Penilaian yang otentik (using authentic assessment) Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan akademik baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu. minat. 1. Dalam hal ini siswa terlibat dalam penyelidikan untuk pemecahan masalah yang mengintegrasikan keterampilan dan konsep dari berbagai isi materi pelajaran. 2. asalkan sia dibantu oleh gurunya dalam menemukan potensi dan kekuatannya. Yasin dan Senduk. disiplin. dsb. Ia mengembangkan keterampilan berpikir dan memecahkan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata. dan mempresentasikan penemuannya kepada orang lain. Pembelajaran Autentik (Authentic Instruction) Suatu pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna. 8. 3.

perilaku dibangun atas kesadaran sendiri sedangkan dalam pembelajaran tradisional perilaku dibangun atas kebiasaan. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa belajar secara individual. Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pembelajaran tradisional. 5. 3. Dengan kata lain. Belajar Berbasis Jasa-Layanan (Service Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengkombinasikan jasa layanan masyarakat dengan suatu struktu berbasis sekolah untuk merefleksikan jasalayanan tersebut. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 32 . bahasa diajarkan dengan pendekatan struktural: rumus diterapkan sampai paham. jadi menekankan hubungan antara pengalaman jasa-layanan dan pembelajaran akademis... F. 6. pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan atau masalah yang disimulasikan. 4. sedangkan dalam pembelajaran tradisional hadiah untuk perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor. keterampilan dibangun atas kesadaran diri. sedangkan dalam pembelajaran tradisional ketrampilan dikembangkan atas dasar latihan. bahasa diajarkan dengan pendekatan komunikatif. diskusi. Dalam pembelajaran kontekstual. yakni siswa diajak menggunakan bahasa dalam konteks nyata. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa adalah penerima informasi yang pasif. 6. siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok. 7. kemudian dilatihkan (drill). Dalam pembelajaran kontekstual. siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran. 7.mengkonstruk pembelajarannya. pendekatan ini menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru yang diperlukan dan berbagi keterampilan untuk memenuhi kebutuhan dalam masyarkat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya. seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia sadar hal itu keliru dan merugikan. hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pemebelajaran tradisional pembelajaran sangat abstrak. Belajar Kooperatif (Cooperatif Learning) Pendekatan pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan. Menurut Sanjaya (2006 : 256) ada beberapa perbedaan yang dapat diuraikan sebagai berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 31 40. tempat kerja atau sejenisnya dan berbagai aktifitas dipadukan dengan materi pelajaran untuk kepentingan siswa. 8. sedangkan dalam pembelajaran tradisional seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia takut hukuman. Suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi pelajaran berbasis sekolah dan bagaimana materi tersebut dipergunakan kembali di tempat kerja. 5. Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran Tradisional Terlihat jelas perbedaan proses pembelajaran kontekstual yang berpijak pada pandangan kontrukstivisme dengan pembelajaran tradisional yang berpijak padangan behaviorisme-objektivis. saling mengoreksi. Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual. 2. 1. Jadi dalam hal ini. Belajar Berbasis Kerja (Work-Based Learning) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 30 39. dan mengkulminasikan dengan produk nyata.

karena evaluasi dengan menggunakan tes. siswa menggunakan kemampuan berpikir kritis. yang harus dikembangkan. menyeluruh dan terus menerus. akhir semester. mendengarkan. 10. melakukan latihan. dan penyelesaian soal. percobaan. maka dalam evaluasi proses juga digunakan evaluasi perbuatan (pengamatan). evaluasi kenyataan. Perubahan atau perkembangan tersebut mungkin berkenaan dengan aspek yang menjadi tujuan atau terumuskan dalam tujuan pembelajaran. dan membawa skemata masingmasing ke dalam proses pembelajaran sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa secara pasif menrima rumus atau kaidah (membaca. pemahaman rumus dikembangkan atas dasar skemata yang sudah ada dalam diri siswa. atau hukum yang brada di luar diri manusia. sedikit sekali atau bahkan hampir tidak ada. Hal ini tidak berarti. rangkuman. konsep. Dalam pembelajaran kontekstual. mengukur hasil pembelajaran pada akhir periode. hasil karya dan portfolio. ikut bertanggungjawab atas terjadinya proses pembelajaran yang efektif. Setiap saat terjadi perubahan dan perkembangan pada para siswa. Evaluasi Otentik Sebagai Ciri Penilaian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menuntur evaluasi yang bersifat komprehensif. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 34 . Portfolio merupakan kumpulan dokumen yang disusun secara sistematik dan terarah yang menggambarkan perkembangan atau kemajuan siswa dalam bidang tertentu. tengah semester atau akhir unit. lisan. ataupun hasil pemecahan dan jawaban soal. mengerjakan tugas. Makin pendek periode waktu pembelajaran yang dievaluasi. Evaluasi juga dilakukan pada waktu siswa berdiskusi. berbentuk tes obyektif atau essay. mengerjakan tugas. penelitian. sedangkan dalam pembelajaran tradisional rumus itu ada di luar diri siswa. tampa memberikan kontribusi ide dalam proses pembelajaran. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 33 42. pengetahuan yang dimiliki oleh manusia dikembangkan oleh manusia itu sendiri. dan dilatihkan. Manusia menciptakan atau membangun pengetahuan dengan cara memberi arti dan memahami pengalamannya sedangkan dalam pembelajaran tradisional pengetahuan adalah penangkapan terhadap serangkaian fakta. mencatat. 11. 9. Perubahan dan perkembangan bidang atau aspek tertentu mungkin sangat banyak/tinggi. pemecahan masalah. Dalam evaluasi hasil pembelajaran. gambar. model. Dalam pembelajaran kontekstual. karena mengevaluasi apa yang secara nyata dilakukan dan dihasilkan oleh para siswa. pengamatan. Evaluasi dilakukan pada waktu para siswa merencanakan sesuatu kegiatan. merupakan wujud dari perkembangan dan kemampuan hasil belajar mereka. karena dilakukan oleh guru kontekstual sepanjang proses pembelajaran. makalah. biasanya hanya digunakan tes.41. G. Dalam pembelajaran kontekstual. Bagaimana siswa melakukan berbagai kegiatan tersebut serta hasil-hasil yang mereka tunjukkan. laporan. tetapi pada bidang atau aspek lainnya sedikit. baik berupa rancangan. melaksanakan maupun melaporkan hasil kegiatannya. menghapal). bahwa evaluasi dengan menggunakan tes tidak bisa digunakan. maka makin mendekati evaluasi otentik. Evaluasi terhadap proses pembelajaran dan hasil karya merupakan evaluasi otentik. diterima dan dilafalkan. terlibat penuh dalam pengupayakan terjadinya proses pembelajaran yang efektif.

43. H. Penerapan Pembelajaran Kontekstual di Kelas Ada tujuh komponen utama pembelajaran yang mendasari penerapan pembelajaran kontekstual dikelas. Ketujuh komponen itu adalah konstruktivisme (constructivism), bertanya (questioning), menemukan (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling) refleksi (reflection), dan penilaian sebenarnya (authentic assessment) 1. Konstruktivisme (Constructivism) Konstruktivisme merupakan landasan berpikir pendekatan kontekstual, yaitu pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak dengan tiba- tiba. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Tetapi siswa harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalaui pengalaman nyata. Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan bergelut dengan ide-ide, yaitu siswa harus mengkontruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri. Esensi dari teori kontruksivisme adalah ide bahwa siswa haarus menemukan dan mentransfomasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain, dan apabila dikehendaki informasi itu menjadi milik mereka sendiri. Dengan dasar ini pembelajaran harus dikemas menjadi proses mengkontruksi bukan mnerima pengetahuan. Landasan berpikir konstruktivisme agak berbeda dengan kaum objektif, yang lebih menekaankan pada hasil pembelajaran. Dalam pandangan konstruktivisme, strategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 35 44. pengetahuan. Untuk itu tugas guru adalah memfasilitasi proses tersebut dengan : (1) menjadikan pengetahuan bermakana dan relevan bagi siswa; (2) memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri; dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. 2. Bertanya (questioning) Pengetahuan yang dimiliki seseorang, selalu bermula dari bertanya karena bertanya merupakan strategi utama pembelajaran yang produkstif, kegiatan bertanya berguna untuk: (1) menggaliinformasi baik administrasi maupun akademia; (2) mengecek pemahaman siswa; (3) membangkitkan respon pada siswa; (4) mengetahui sejauh mana keingin tahuan siswa; (5) mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa; (6) memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki gur; (7) untuk membangkitkan lebihbanyak lagi pertanyaan dari siswa; (8) untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa. Pada semua aktivitas belajar, questioning dapat diterapkan antara siswa dengan siswa, antara guru dan siswa, antara siswa dengan guru, antara siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas dan sebagainya. 3. Menemukan (inquiry) Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hanya hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi juga hasil dari menemukan sendiri. Siklus inquiry adalah (1) observasi, (2) bertanya, (3) mengajukan dugaan, (4) pengumpulan data, (5) penyimpulan. Kata kunci dari strategi inquiry Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 36

45. adalah siswa menemukan sendiri, adapun langkah-langkah kegiatan menemukan sendiri adalah: (1) merumuskan masalah dalam mata pelajaran apapun; (2) mengamati atau melakukan observasi; (3) menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar,laporan, bagan tabel, dan karya lainnya; dan (4) mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca, teman kelas, guru, atau audience lainnya. 4. Masyarakat Belajar (learning community) Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerja sama dengan orang lain. Hasil belajar didapat dari berbagi anatara kawan, kelompok, dan antara yang tahu ke yang belum tahu. Di ruang kelas ini, di sekitar sini, juga dengan orang-orang yang diluar sana semua adalah anggota masyarakat belajar. Dalam kelas yang menggunakan pendekatan kontekstual, guru disarankan dalam melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang anggotanya heterogen. Yang pandai mengajari yang lemah, yang tahu memberiyahu yang belum tahu, yang cepat menangkap mendorong temannya yang lambat, yang mempunyai gagasan segera memberikan usul dan seterusnya. Kelompok siswa bisa sanagt bervariasi bentuknya, baik keanggotaan, jumlah, bahkan bisa melibatkan siswa di dalam kelas atasnya, atau guru mengadakan kolaborasi dengan mendatangkan seorang ahli ke kelas. 5. Permodelan (modelling) Dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu, ada model yang bisa ditiru. Model itu, memberi peluang yang besar bagi guru untuk memberi contoh cara mngerjakan sesuatu, dengan begitu guru memberi model tentang bagaimana belajar. Dalam pendekatan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 37 46. kontekstual guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa, seorang siswa dapat ditunjuk untuk memberikan contoh temannya, misalnya cara melafalkan suatu kata. Siswa contoh tersebur dikatakan sebagai model, siswa lain dapat menggunakan model tersebut sebagai standar kompetensi yang harus dicapai. 6. Refleksi (reflection) Refleksi adalah cara berfikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir kebelakng tentang apa-apa yang sudah kita lakukan dalam hal belajar di masa lalu. Siswa mengendapkan apa yang dipelajarinya sebagai struktur pengetahuan yang baru, yang merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan sebelummnya. Refleksi merupakan respons terhadap kejadian, aktivitas, atau pengetahuan yang baru diterima. 7. Penilaian Sebenarnya (authentic assessment) Assessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran belajar siswa. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui olehb guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran yang benar. Apabila data yang dikumpulkan guru mengidentifikasikan bahwa siswa mengalami kemacetan dalam belajar, maka guru segera bisa mengambil tindakan yang tepat agar siswa agar siswa terbebas dari kemacetan belajar. Karena gambaran tentang kemajuanbelajar itu diperlukan disepanjang proses pembelajaran, maka penilaian tidak dilakukan diakhir periode seperti akhir semester. Kemajuan belajar dinilai dari proses, bukan melalui hasil, dan dengan berbagai cara. Tes hanyalah salah satunya, itulah hakekat penilaian yang sebarnya. Penilai tidak hanya guru, tetapi bisa juga teman Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 38

47. lain atau orang lain. Karakteristik penilain sebenarnya adalah (1) dilaksanakan selama dan sesuadah proses pembelajaran berlangsung; (2) bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif; (3) yang diukur keterampilan dan performasi, bukan hanya mengingat fakta; (4) berkesinambungan; (5) terintegrasi; (6) dapat dipergunakan sebagaifeed back. Dengan demikian pembelajaran yang benar memang seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa agar mampu mempelajari (learning how to learn) sesuatu, bukan ditekankan pada diperolehnya sebanyak mungkin informasi diakhir periode pembelajaran. Berikut contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis CTL pada mata pelajaran IPA di SMP. CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BERBASIS CTL Sekolah : SMP .......................................... Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) Kelas/Semester : IX (Sembilan)/ 2 (Dua) Alokasi Waktu : 10 x 40 menit (5 pertemuan) A. Standar Kompetensi : 4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari- hari. B. Kompetensi Dasar : 4.1. Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet. C. Tujuan Pembelajaran Pertemuan 1: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. mengidentifikasi bahan magnetik dan bahan bukan magnetik. 2. menunjukkan kutub-kutub magnet. 3. menentukan daerah gaya di sekitar magnet (medan magnet). Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 39 48. 4. mendeskripsikan sifat kutub-kutub magnet. 5. memberikan pemaknaan terhadap keberadaan kutub-kutub magnet (kutub utara dan kutub selatan). 6. memberikan pemaknaan terhadap sifat-sifat interaksi antara kutub-kutub magnet. Pertemuan 2: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara menggosok. 2. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara induksi. 3. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. 4. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara menggosok. 5. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara induksi. 6. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. Pertemuan 3: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. menyebutkan cara-cara menghilangkan sifat kemagnetan. 2. mendeskripsikan kemagnetan bumi. 3. memberikan pemaknaan terhadap caracara menghilangkan sifat kemagnetan. 4. memberikan pemaknaan terhadap keberadaan kemagnetan bumi. Pertemuan 4: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. menjelaskan secara kualitatif sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. 2. memberikan pemaknaan terhadap sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. Pertemuan 5: Penilaian pencapaian KD 4.1 (Ulangan Harian, materi Pertemuan 1 s.d. 4). D. Materi Pelajaran: Kemagnetan KEMAGNETAN Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 40 49. Lebih dari 2000 tahun yang lalu, orang Yunani yang hidup di suatu daerah di Turki yang dikenal sebagai Magnesia menemukan batu aneh. Batu tersebut menarik benda-benda yang mengandung besi. Karena batu tersebut ditemukan di Magnesia, orang Yunani memberi nama batu tersebut magnet. Sifat benda yang teramati sebagai suatu gaya tarik atau gaya tolak antara kutub-kutub magnet

kedua kutub tersebut akan tolak. kutub-kutub tersebut akan tarik-menarik. Agar kemampuan (pengetahuan) kita semakin bertambah. maka kita juga harus banyak bergaul dan berteman dengan orang yang pandai. ”Rajin pangkal pandai.” Hanya Allah-lah dzat yang tunggal. yaitu: bahan magnetik dan bahan bukan magnetik. yang diberi nama kutub utara (U) dan kutub selatan (S).menolak. Sedangkan kayu. Sifat-sifat magnetik tersebut disebabkan gerak elektron atom-atom tersebut. kaca. • Kutub-kutub magnet yang senama (U-U atau S-S). Tuhan yang Maha Esa menciptakan manusia secara berpasangpasangan. kita harus rajin belajar. nikel. aluminium. yaitu utara (U) dan selatan (S). Manusia hanya boleh menikah dengan lawan jenisnya. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 42 51. Sedangkan kutub-kutub magnet yang tidak senama (U-S). jika didekatkan akan tarik-menarik. Jika kutub-kutub magnet senama (U dan U atau S dan S) saling didekatkan. dan plastik adalah contoh-contoh bahan bukan magnetik. Apabila kita ingin menjadi orang ”baikbaik” maka kita harus bergaul dan berteman dengan orang yang berperilaku baik pula. dan tidak mudah menyerah. tiap atom di dalam suatu bahan magnetik adalah seperti sebuah magnet kecil yang disebut magnet atom (magnet elementer). bagaimanapun bentuknya. Sifat . Bagi ajaran agama Islam. Perilaku ”menyimpang” seperti homoseksual (L-L) atau lesbian (P-P) dilarang oleh agama. dan semakin lama penggosokan semakin kuat serta bertahan lama sifat kemagnetannya. ”Allah. Dua ujung tersebut dikenal sebagai kutub magnet. Sifat-sifat magnetik suatu bahan bergantung pada struktur atomnya. yaitu: laki-laki (L) dan perempuan (P). Agama melarang manusia sesama jenis untuk saling jatuh cinta. Apabila kita ingin menjadi orang yang pandai.disebut kemagnetan. dan kobalt termasuk bahan magnetik. hal ini sesuai dengan kandungan dalam Surat Al-Ikhlas. Secara kodrati. baja. Namun. Semua magnet mempunyai sifat-sifat tertentu. jika didekatkan akan tolak-menolak. Para ilmuwan mengetahui bahwa atom itu sendiri memiliki sifat-sifat magnetik. Lingkungan sangat mempengaruhi perilaku dan perkembangan kognitif seseorang. mempunyai dua ujung di mana pengaruh magnetiknya paling kuat.” Apabila kita ingin pandai. jika kutub utara (U) salah satu magnet didekatkan ke kutub selatan (S) magnet lain. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 41 50. Oleh karena itu. • Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara menggosokkan magnet pada logam tersebut. • Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara melilitkan kawat pada logam dan mengalirkan arus listrik pada kawat yang dililitkan pada logam tersebut. kita harus sering berdiskusi dan mendapat masukan-masukan dari banyak orang yang memiliki kemampuan melebihi kemampuan kita. manusia mempunyai dua jenis kelamin. • Sebuah magnet dapat hilang sifat kemagnetannya diantaranya apabila kita bakar dan kita pukul-pukul. Besi. Penggosokan magnet harus dilakukan secara terarah. Bahanbahan yang dapat ditarik oleh magnet disebut bahan magnetik. Setiap magnet. Allah itu satu. PEMAKNAAN • Semua magnet memiliki dua kutub yang berlawanan. Secara sederhana kita dapat mengelompokkan bahan-bahan menjadi dua kelompok. tidak beranak dan tidak diperanakkan. • Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara menginduksi logam tersebut dengan magnet pada logam tersebut. Sedangkan bahanbahan yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut bahan bukan magnetik.

Menanyakan kepada siswa. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan.magnet memiliki dua kutub. motor listrik. • Meminta satu-dua kelompok untuk menulis di papan tulis Tabel 1 yang telah diisi dan ditanggapi kelompok lain. yaitu: U dan S. mendemonstrasikan bahwa ada beberapa benda yang dapat ditarik oleh magnet dan ada yang tidak dapat ditarik oleh magnet. Serbuk besi 6. E. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 43 52. bel listrik. Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak Kegiatan Awal • Mendemonstrasikan dengan menempelkan sebuah paku besar ke paku-paku kecil dan meminta siswa memperhatikan paku. .” Dalam suatu komunitas. Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak Kegiatan Awal • Demonstrasi menarik benda-benda dari logam (besi) dengan sebuah ”magnet”. Pertemuan 2 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 45 54. Buku Sumber (Referensi) lain 3. • Membagikan LKS 1 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. LKS Kemagnetan 4. tape recorder. • Demonstrasi dilanjutkan dengan menempelkan paku besar tersebut dengan sebuah magnet batang dan kemudian menempelkannya pada paku-paku kecil. Buku Siswa CTL untuk SMP Direktorat PSMP 2. Alat peraga magnet. • Menginformasikan magnet batang mempunyai dua kutub yang dinamai kutub utara dan selatan sambil mendemonstrasikan menggantungkan magnet batang dengan benang.paku kecil itu apakah dapat menempel pada sebuah paku besar tersebut. mengapa benda tersebut dapat menempel? • Menginformasikan bahwa magnet banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari di sekitar kita sambil memberikan contoh misalnya bel listrik. bercerai kita runtuh. apabila kita rukun tidak terjadi saling permusuhan. • Meminta siswa membaca Pengaruh Magnet dan membimbing mengerjakan LKS tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. Alat/Bahan/Sumber belajar 1. maka apapun yang kita cita-citakan akan dengan lebih mudah untuk kita capai. misalnya munculnya para provokatorprovokator. Siswa diminta memperhatikan paku-paku kecil itu apakah dapat menempel pada sebuah paku besar tersebut. ”Bersatu kita teguh. dll. • Menginformasikan bahwa hari ini . Namun. maka adanya provokasi tersebut dapat memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. Menjelaskan konsep kemagnetan. Catu daya (baterai) F.sifat gaya magnet antar kutub-kutub magnet. . • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 1). dengan adanya suatu pengaruh ”negatif” dari luar. antara lain berkaitan dengan: magnet dapat menarik benda. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 44 53. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 2 “Panduan Belajar Pengaruh magnet”. Kegiatan Inti • Memperlihatkan magnet batang. Kabel/kawat listrik (kawat untuk kumparan) 8. Animasi pemaknaan untuk penanaman sikap 7.kemagnetan dimiliki oleh suatu bahan apabila magnet-magnet elementer bahan itu tersusun secara teratur. dan motor listrik 5. Model Pembelajaran: Pembelajaran Kooperatif (CL) dengan ”Pemaknaan” G. • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru).

• Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. • Menginformasikan bahwa terdapat perbedaan antara kutub magnetik dan kutub geografik bumi. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. Agar besi menjadi magnet.akan dilakukan per. sifat kemagnetannya tidak dapat dihilangkan? • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 3). Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. menjelaskan pola-pola garis gaya untuk berbagai macam susunan magnet batang. tentang Pengaruh Magnet. Kegiatan Inti • Menginformasikan bahwa garis gaya magnet dapat digambar untuk memperlihatkan lintasan medan magnet. • Meminta satu dua kelompok untuk menggambar pola serbuk besi untuk tiap susunan magnet batang dan ditanggapi kelompok lain. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. antara lain berkaitan dengan: . • (Lainlainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). • Meminta salah satu kelompok untuk menuliskan hasil kegiatannya di papan tulis dan kelompok lain diminta menanggapinya. in. Kegiatan Inti • Menyajikan informasi bahwa dalam besi yang bukan magnet susunan atom-atomnya masih acak. apakah suatu magnet. . Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang cara Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 48 57. Pertemuan 3 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 47 56. dan membimbing mengerjakan LKS 5 tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masingmasing. antara lain berkaitan dengan: cara menghilangkan sifat kemagnetan. susunan atomatomnya harus dibuat searah. • Memberi penghargaan pada siswa/kelompok yang kinerjanya bagus. • Membagikan LKS 3 dan membimbing siswa untuk mengerjakan LKS tersebut. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 2). Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara mendekatkan sebuah magnet ke besi tersebut. Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang ”Cara Pembuatan Magnet” guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 46 55. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif. Pertemuan 4 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 49 . • Meminta siswa membaca Buku Siswa. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 5.keberadaan kemagnetan bumi.cobaan membuat magnet dengan cara menggosok. Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak Kegiatan Awal • Sambil menggantung bebas sebuah magnet batang. Kemagnetan Bumi.duksi. dan mengalirkan arus listrik.pembuatan magnet dengan cara menggosok.pembuatan magnet dengan cara induksi. . . serta menjelaskan bagaimana kompas dapat membantu untuk menentukan arah. • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). menanyakan kepada siswa: ”ke arah mana magnet batang itu selalu menghadap?” Mengapa? • Menanyakan kepada siswa.pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. • Membagikan LKS 4 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut.

2 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki Indikator Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara fisika♣ Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara kimia♣ Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran♣ Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran♣ PERTEMUAN 1 A. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara penyaringan 2. 6. subbab Medan Magnet di Sekitar Arus Listrik. Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang medan magnet Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 50 59. mengapa jarum kompas itu dapat mengalami penyimpangan arah? • Mengingatkan kembali tentang cara membuat magnet dengan mengalirkan arus listrik. . Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. • Menginformasikan bahwa medan magnet solenoida dapat diperbesar dengan memperbesar jumlah lilitan maupun besar arus yang mengalir melaluinya. • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru).sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. H. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 1. Memahami wujud zat dan perubahannya 4. Menanyakan pada siswa. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 51 60. Memahami keanekara-gaman makhluk hidup. • Membagikan LKS 7 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia. • Meminta satu-dua kelompok untuk menulis di papan tulis untuk melengkapi Tabel 1 hasil penyelidikan dan ditanggapi kelompok lain.1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 4. yaitu: . Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak Kegiatan Awal • Mendemonstrasikan terjadinya penyimpangan suatu jarum kompas ketika diletakkan dekat suatu magnet. Penilaian (Instrumen Penilaian Terlampir pada Lembar Penilaian) • Bentuk tes tertulis: pilihan ganda dan uraian singkat • Kinerja saat melakukan kegiatan • Laporan/presentasi Tes tertulis dilaksanakan setelah proses pembelajaran (Pertemuan 5) dengan menggunakan Lembar Penilaian (LP) 4. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 4). dan membimbing mengerjakan LKS 8 tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing.1. Kegiatan Inti • Menginformasikan bahwa arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar akan menimbulkan medan magnet yang arahnya bergantung pada arah arus listrik. Kompetensi Dasar 3.2 Melakukan pemisahan campuran dengan berbagai cara berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia 6. • Meminta siswa membaca Buku Siswa. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti.58. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 8. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 4. CONTOH 2: RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS CTL Sekolah : SMP Mata Pelajaran : IPA Kelas / Semester : VII / 1 Standar Kompetensi 3.

Model Pembelajaran Pendekatan : Pembelajaran Kooperatif Metode : Pengamatan.cobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok. Metode Pembelajaran 1. meliputi: a. selanjutnya menanyakan: “Bagaimanakah memperoleh air tawar dari air asin? ” (Arahkan dalam konteks penjernihan air untuk memperoleh air tawar) Pengetahuan Prasyarat: Mengajukan pertanyaan tentang penguapan dan pengembunan Menyampaikan tujuan pembelajaran 2.guru dapat langsung memberikan bimbingan. melakukan inferensi.Langkah-langkah 1.Guru membimbing siswa merangkum pelajaran. PERTEMUAN 2 A. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara destilasi 2. Kegiatan inti . Buku siswa 2.Membinbing siswa melakukan percobaan dan memeriksa kegiatan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar. Sumber Belajar 1. .Model :Cooperatif Learning 2. pasir e.gas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. botol plastik 2l bekas air mineral b. D.Menegaskan tentang permasalahan yang muncul dalam sesi pemotivasian. Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Kegiatan Penutup . dilanjutkan dengan diskusi tentang berbagai kemungkinan pemisahan campuran selain pen.Materi Pembelajaran Pemisahan campuran dengan cara destilasi dan kristalisasi C.Langkah-langkah 1. Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok.Penugasan Terstruktur: Memberikan tugas lanjutan dari kegiatan yang telah dilakukan yaitu menggunakan bahan-bahan lain yang dapat digunakan untuk menyaring air dan membandingkan hasilnya dengan kelompok lain. . Alat dan bahan untuk kegiatan siswa dalam pertemuan ini. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. Materi Pembelajaran Pemisahan campuran dengan cara penyaringan C. 3. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 4. air kolam c. Diskusi D.Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa. kemudian menanyakan kepada siswa: “Terdiri dari apa sajakah campuran tersebut. LKS 3. Melakukan pengamatan. apakah terdapat organisme di dalamnya? Apakah air tersebut dapat dijernihkan?” Pengetahuan Prasyarat: Mengajukan pertanyaan tentang pengertian campuran Menyampaikan tujuan pembelajaran 2.Menegaskan tentang permasalahan yang muncul dalam sesi pemotivasian dan berdiskusi tentang penguapan dan pengembunan.Meminta peserta didik untuk membaca LKS dan mendiskusikan dalam kelompok sebelum melakukan percobaan.apakah yang kamu pikir dapat digunakan sebagai penyaring air? Lakukan kegiatan ini dengan menggunakbahanbahan yang E. melakukan inferensi. Kegiatan Inti . berkomunikasi B. menuliskan data hasil pengamatan. ijuk f. Tu. Tiap kelompok terdiri dari . .Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya . kerikil d. .Metode : Demonstrasi Eksperimen Diskusi Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 52 61. pisau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 53 62.yaringan.gan benar . menuliskan data hasil pengamatan. . Kegiatan Pendahuluan Motivasi: Menunjukkan pada siswa air kotor dan air jernih.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan den.ahan.Melakukan pengamatan. berkomunikasi B. Kegiatan pendahuluan Motivasi: Menanyakan kegiatan tugas lanjutan. .Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan per.Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat : 1. Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok.

guru dapat langsung memberikan bimbingan. Penilaian 1.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan den. peta konsep. .Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa.Peralatan untuk membuat poster F.Guru besama peserta didik membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar . Contoh instrumen Tes Tulis: Misalkan terdapat campuran air asin dan pasir.Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok. Alat dan bahan untuk kegiatan siswa dalam pertemuan ini. yakni kristalisasi. Kegiatan inti . dilanjutkan dengan diskusi tentang pemisahan campuran secara kimia yang lain. .Menyampaikan tujuan pembelajaran 2. 3.baca dan mempelajari Buku Siswa dan sumber belajar yang lain. . 3. Sumber belajar 1. Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.Buku Siswa 2.Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur: Guru menginformasikan untuk mem. pisau PERTEMUAN KETIGA A.Meminta peserta didik untuk membaca LKS dan mendiskusikan dalam kelompok sebelum melakukan percobaan. dilanjutkan dengan diskusi tentang penerapan lain destilasi.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan den. Tujuan Peserta didik dapat 1. Mendiskusikan pemisahan campu. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 54 63. . Poster dapat berupa diagram alir. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan apersepsi . air kolam c. Materi Pembelajaran Pemisahan campuran C.Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan per.Teknik penilaian dan bentuk instrumen Teknik Bentuk Instrumen Tes unjuk kerja Lembar Observasi (rating scale) Tes tulis Isian 2.Menanyakan:”Pernahkah kamu melihat tawas?” Guru menunjukkan tawas. . Kegiatan penutup . Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara kimia (koagulasi) 2.ran selain penyaringan dan destilasi. Menanyakan kegunaan tawas (diarahkan untuk penjernihan air) . . .gan benar . Sumber Belajar 1. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. sehingga . Langkah-langkah 1. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran B.Guru besama peserta didik membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar . . Buku siswa 2.Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan per. ijuk f. Peserta didik menempelkan poster hasil kerja kelompoknya dan diamati kelompok lain . atau sesuai kreasi anak.Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa.cobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok. . E. LKS 3. Tuliskan langkah-langkah pemisahannya. kerikil d.Meminta kelompok untuk membuat poster tentang proses pengolahan air sungai atau danau menjadi air minum. botol plastik 2l bekas air mineral b.Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya .4-5 siswa. pasir e.cobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok.guru dapat langsung memberikan bimbingan. .Model Pembelajaran Pendekatan : Pembelajaran Kooperatif Metode : Diskusi dan Penerapan Strategi Belajar (membuat peta konsep) D.Guru meminta peserta didik membaca secara individual materi tentang cara pemisahan campuran secara kimia dalam di Buku Siswa (Pengelolaan Air Minum) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 55 64.Guru memberikan kuis untuk mengetahui daya serap materi yang baru saja dipelajari E.gan benar .Membinbing siswa melakukan kegiatannya. meliputi: a.Membinbing siswa melakukan percobaan dan memeriksa kegiatan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar. Kegiatan penutup .

networked jaringan kerja dengan orang-orang yang memiliki . memperkirakan. berpikir induktif. seperti: mengamati. melakukan percobaan. menduga dan mengukur. nested Selain target di Mapel ada target multiketerampilan Integrasi beberapa Mata Sequenced beberapa topik diatur ulang serta Pelajaran diurutkan agar dapat serupa satu sama lain. PEMBELAJARAN TERPADU A. berkomunikasi. menginterpretasikan. menilai. lebih eksplisit dan bertolak dari tema-tema. urutan langkah ditulis dengan benar 3: ada langkah yang tidak terlalu prinsip tidak teridentifikasi. IPS Terpadu. Pendekatan ini menempatkan siswa dalam posisi sentral. menyimpulkan.keterampilan yang tumpang tindih (overlap). di mana mereka akan melihat apa yang dipelajarinya dari minat dan pengalaman mereka sendiri. bertanya. ada langkah prinsip tidak tertulis 0: tidak mengerjakan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 56 65. shared dua mata pelajaran yang sama-sama diajarkan dengan menggunakan konsep-konsep atau keterampilan. Tematik) Menurut Joni (1996) didasarkan pada pengaitan konseptual intra dan/atau antar bidang studi yang terjadi secara spontan. mengurutkan. dengan program kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan secara sepenuhnya mengikuti kurikulum yang isinya masih terkotak-kotak berdasarkan bidang studi agar terorganisasi secara terstruktur. Lintas Peserta didik immersed berpusat untuk mengakomodasikan kebutuhan para siswa. guru masing-masing mata pelajaran integrated bekerja sama melihat dan memberikan topik-topik yang berkaitan dan tumpang tindih. terutama dalam keterampilan berpikir. berpikir divergen. mengambil keputusan. urutan langkah ditulis dengan benar 2: ada langkah prinsip tidak teridentifikasi. merencanakan. Beberapa keterampilan berpikir dikembangkan dalam pembelajaran ini. Model Pengintegrasian Kurikulum tersebut menurut Forgaty (1991) digambarkan seperti pada tabel berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 58 67. dan pasir! Kriteria penskoran: 4: semua langkah teridentifikasi. PENGINTEGRASIAN KURIKULUM MODEL RENTANGAN DESKRIPSI Mata Pelajaran Terpisah fragmented Tiap Mapel disampaikan terpisah. berpikir deduktif. Webbed Berangkat dari tema yang dibangun (terjala/tematik) bersama-sama antara guru dengan siswa. menganalisis. Kemungkinan Bentuk Penerapan Pembelajaran Terpadu (IPA Terpadu. siswa sebagai peserta didik yang aktif. menggenarilasisikan. merumuskan hipotesis. memadukan. Lembar Observasi terhadap Kinerja Ilmiah Siswa No Aspek Yang Diamati Skor 0 (tidak ada) 1 (kurang) 2 (sedang) 3 (baik) 1 Melakukan pengamatan 2 Menuliskan data pengamatan 3 Melakukan tafsiran terhadap data 4 Mengkomunikasikan Kriteria Penilaian skor yang didapat nilai = × 100 skor total Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 57 66. LATAR BELAKANG Pembelajaran terpadu merupakan proses pembelajaran yang bersifat menyeluruh atau holistik.kamu mendapatkan air tawar. pendekatan metakurikuler digunakan threaded untuk mencapai beberapa keterampilan dan tingkatan logika para siswa dengan berbagai mata pelajaran. Lembar Observasi yang dikembangkan sebagai berikut. membedakan. garam. mengelompokan. connected Suatu konsep dipertautkan dengan konsep lain. atas dasar beberapa topik pada beberapa mata pelajaran yang berhubungan. membandingkan. berpikir konvergen. ada langkah yang ditulis tidak urut 1: ada langkah prinsip tidak teridentifikasi.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 59 68. TUJUAN DAN MANFAAT PEMBELAJARAN TERPADU • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran • Meningkatkan minat dan motivasi • Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. penyelidikan. sejarah. Berpikir Kritis • Menjelaskan ide dan pemikiran • Menentukan tingkat ketepatan informasi dasar (hasil pengamatan dan komunikasi). Beberapa kegiatan utama dari modelmodel pembelajaran berpikir ini diuraikan sebagai berikut: 1. Sedangkan kajian tentang sosiologi. ekonomi. antropologi. argumentasi bagi keputusan. geografi. • Menentukan alternatif pemecahan. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. pemecahan. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antar guru sub bidang kajian terkait. politik. sehingga belajar lebih menyenangkan. Dalam hal ini Guru bekerja sama melihat dan memberikan topik-topik yang . filsafat. berpikir kreatif. B. • Merumuskan masalah. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. • Memberikan alas an. dan dalam konteks yang lebih bermakna. sehingga Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 61 70. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 60 69. • Menyusun argumentasi dan penyimpulan (berdasarkan data dan konsep) 3. berpikir kritis. Evaluasi Kritis • Menentukan kriteria • Menyusun alternative pemikiran. psikologi sosial menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu. Berpikir Kreatif • Pengembangan ide-ide dalam beberapa kategori (kelenturan berpikir) • Pengembangan ide baru (kemurnian berpikir) • Penyempurnaan ide (elaborasi pemikiran) 4. C. 2. guru dengan peserta didik. peserta didik/guru dengan nara sumber. karena ketiga atau lebih disiplin ilmu dapat dibelajarkan sekaligus. Biologi dan Fisika menjadi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu. pemikiran. sehingga memudahkan memahami hubungan materi dari satu konteks ke konteks lainnya. evaluasi kritis. • Menyusun rencana tindakan pelaksanaan. pengambilan keputusan. belajar dalam situasi nyata. • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. • Membuat perkiraan dan menentukan keputusan.keahlian untuk membantu bagian dari pekerjaannya yang lebih bersifat implementatif. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antar konsep dalam disiplin ilmu tersebut. JENIS-JENIS PEMBELAJARAN TERPADU Pembelajaran yang dimungkinkan untuk dipadukan adalah mata pelajaran Kimia. Model-model pembelajaran berpikir yang dapat digunakan dalam pembelajaran terpadu adalah: pemecahan masalah. Pemecahan Masalah • Menghimpun fakta-fakta. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. alternative pemecahan. • Mengembangkan ide. Mereka akan bekerja secara terpadu sesuai dengan topik pekerjaan yang mengikat mereka. peserta didik dengan peserta didik. • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait. memudahkan pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi dari mata pelajaran yang dipadukan. sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam. • Dengan menggabungkan berbagai bidang kajian akan terjadi penghematan waktu.

Keempat unsur itu merupakan ciri IPA yang utuh yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. dengan ciri: objektif.berkaitan dan tumpang tindih (dengan mencermati indikator yang telah disusun) dan memadukannya. dan aplikasi tidak tersentuh dalam pembelajaran. PEMBELAJARAN IPA TERPADU 1. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 63 72. bumi antariksa. dan meniru cara ilmuwan bekerja dalam menemukan fakta baru. prinsip. guru hanya menyampaikan IPA sebagai produk . Carin dan Sund (1993) mendefinisikan IPA sebagai “pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur. Kecenderungan pembelajaran IPA pada masa kini adalah peserta didik hanya mempelajari IPA sebagai produk. sistematis. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan (discovery). teori dan hukum. Dalam proses pembelajaran IPA keempat unsur itu diharapkan dapat muncul. evaluasi. universal. Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP/MTs. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. metode ilmiah. PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. dan kimia yang sebenarnya sangat berperan dalam membantu anak untuk memahami fenomena alam. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah. metodik. sikap. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. perancangan eksperimen atau percobaan. teori. fenomena alam. dan penarikan kesimpulan. konsep-konsep. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 62 71. biologi. dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen”. maka dapat disimpulkan bahwa hakikat IPA meliputi empat unsur utama yaitu: • sikap: rasa ingin tahu tentang benda. Webbed (tematik) dan Integrated. meliputi mata pelajaran fisika. • produk: berupa fakta. mahluk hidup. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan seharihari. • proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. memahami fenomena alam melalui kegiatan pemecahan masalah. berlaku umum (universal). dan hukum. IPA bersifat open ended. yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya. Keadaan ini diperparah oleh pembelajaran yang beriorientasi pada tes/ujian. • aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. menghafalkan konsep. Pembelajaran lebih bersifat teacher-centered. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. D. Pengalaman belajar yang diperoleh di kelas tidak utuh dan tidak berorientasi tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa faktafakta. Merujuk pada pengertian IPA itu. Akibatnya IPA sebagai proses. metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis. pengukuran. sehingga peserta didik dapat mengalami proses pembelajaran secara utuh. Kemungkinan pada pemaduan IPA adalah Connected. dan tentatif.

2. Dalam kenyataan. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati.dan peserta didik menghafal informasi faktual. prediksi. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang akan dicapai peserta didik yang dituangkan dalam empat aspek yaitu. mampu berpikir logis. energi dan perubahannya. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 65 74. keterbatasan kemampuan peserta didik. menyusun hipotesa. disesuaikan dengan lingkungan setempat. serta bumi dan alam semesta. Peserta didik tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya. dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. lingkungan belajar. kreatif. mencari jawaban. Namun demikian. atau karena mereka tak berminat menjadi ilmuwan atau ahli teknologi. karena dianggap sukar. KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN IPA Ilmu Pengetahuan Alam didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen. (2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati. diharapkan peserta didik dapat membangun pengetahuannya melalui cara kerja ilmiah. kreatif. dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut hasil eksperimen. “mengapa”. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak peserta didik yang cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri. serta bersikap ilmiah. terutama teknologi informasi dan komunikasi. memprediksi konsekuensi dari hipotesis. (3) dikembangkannya sikap ilmiah. efisien. dan media serta lingkungan belajar yang ada di sekolah. Alasan yang sering dikemukakan oleh para guru adalah keterbatasan waktu. memang tidak banyak peserta didik yang menyukai mata pelajaran IPA. melakukan eksperimen untuk menguji prediksi. diperlukan cara pembelajaran yang dapat menyiapkan peserta didik untuk melek IPA dan teknologi. Semua ini ditujukan agar guru dapat lebih aktif. Cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektif dan psikomotor. Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan. pengamatan. bekerja sama dalam kelompok. Indikator pencapaian kompetensi dikembangkan oleh sekolah. kritis. materi dan sifatnya. dan eksperimen. dan jumlah peserta didik per kelas yang terlalu banyak. sarana. dan melakukan inovasi dalam pembelajaran tanpa meninggalkan isi kurikulum. Metode ilmiah dalam mempelajari IPA itu sendiri telah diperkenalkan sejak abad ke-16 (Galileo Galilei dan Francis Bacon) yang meliputi mengidentifikasi masalah. makhluk hidup dan proses kehidupan. Oleh karena itu. belajar berinteraksi dan berkomunikasi. memahami jawaban. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode ilmiah. dan “bagaimana” tentang gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui cara-cara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan dan teknologi. Abad 21 ditandai oleh pesatnya perkembangan IPA dan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan di masyarakat. dan merumuskan hukum umum yang sederhana yang diorganisasikan dari hipotesis. Dalam belajar IPA . menyempurnakan jawaban tentang “apa”. Melalui pembelajaran IPA terpadu. mereka tetap berharap agar pembelajaran IPA di sekolah dapat disajikan secara menarik. serta dapat berargumentasi secara benar. dan efektif. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 64 73. Peserta didik hanya mempelajari IPA pada domain kognitif yang terendah.

peserta didik diarahkan untuk membandingkan hasil prediksi peserta didik dengan teori melalui eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. . biologi. Melalui keterampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang meliputi rasa ingin tahu. Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat tersebut dinamakan dengan keterampilan proses penyelidikan atau “enquiry skills” yang meliputi mengamati. serta membosankan bagi peserta didik. 3. tekun. mengajukan pertanyaan. maka pembelajaran akan lebih efisien dan efektif. disiplin.pisah dalam fisika. Hipotesis ini dapat berasal dari pengamatan terhadap kejadian seharihari yang memerlukan pembuktian secara ilmiah. Bila konsep yang tumpang tindih dan pengulangan dapat dipadukan. yaitu dengan gambar. kimia. Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”. menerapkan ide pada situasi baru. dan sebagainya. hal ini akan membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. kimia. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. lisan. dan biologi. yaitu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 67 76. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran Dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai peserta didik masih dalam lingkup disiplin ilmu fisika. mengklasifikasikan. merencanakan eksperimen untuk menjawab pertanyaan. kritis. Oleh karena itu pembelajaran IPA di sekolah sebaiknya: (1) memberikan pengalaman pada peserta didik sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran fisis. dan menganalisis data. menyusun hipotesis. menggolongkan. Banyak ahli yang menyatakan pembelajaran IPA yang disajikan secara disiplin keilmuan dianggap terlalu dini bagi anak usia 7-14 tahun. (4) memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan dan pembuatan alat. ulet. yang didasarkan pada Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 66 75. karena anak pada usia ini masih dalam transisi dari tingkat berpikir operasional konkret ke berpikir abstrak. (2) menanamkan pada peserta didik pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). Atas dasar itu. peduli terhadap lingkungan. pembelajaran IPA hendaknya disajikan dalam bentuk yang utuh dan tidak parsial. sebagai penerapan matematika pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam. menggunakan peralatan sederhana serta mengkomunikasikan informasi dalam berbagai cara. dan bekerja sama dengan orang lain. memperhatikan keselamatan kerja. sabar. cermat. dan bumi-alam semesta memungkinkan adanya tumpang tindih dan pengulangan. Lagi pula. mengukur. mengolah. sehingga membutuhkan waktu dan energi yang lebih banyak. tulisan. terbuka. TUJUAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU Tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut. metode ilmiah. a. (3) latihan berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar matematika. jujur.alat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. Pendidikan IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. anak melihat dunia sekitarnya masih secara holistik. tidak percaya tahyul. Di samping itu pembelajaran yang disajikan terpisah.

dan analitik. serta biaya karena pembelajaran beberapa kompetensi dasar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 69 78. yang akan membuka peluang timbulnya kesulitan dalam pembelajaran dan penilaian. Lintas submata pelajaran dalam IPA adalah mengkoordinasikan berbagai disiplin ilmu seperti biologi. Pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal. Di samping itu. teratur. dinamis. dan bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. Dengan model pembelajaran yang terpadu dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari. PEMADUAN KONSEP DALAM PEMBELAJARAN IPA Salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas beberapa mata pelajaran adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubungkaitkan konsep-konsep dari berbagai submata-pelajaran. dan bermakna sesuai dengan harapan dan kemampuan guru. menyeluruh. peserta didik digiring untuk berpikir luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan konseptual yang disajikan guru. Meningkatkan minat dan motivasi Pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan situasi pembelajaan yang utuh. menerima. dan astronomi. serta kebutuhan dan kesiapan peserta didik. dapat diajarkan sekaligus. c. menyerap. kemampuan analitik. Sebenarnya IPA dapat juga dipadukan dengan mata pelajaran lain di luar bidang kajian IPA dan hal ini lebih sesuai untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar. geologi. pembelajaran terpadu juga menyederhanakan langkah-langkah pembelajaran. 4. Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus Model pembelajaran IPA terpadu dapat menghemat waktu. dan sarana. kompetensi dasar.236). Selanjutnya peserta didik akan terbiasa berpikir terarah. Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu banyak guru yang terlibat. fisika. Guru dituntut memiliki kecermatan. sistemik. Peserta didik akan lebih termotivasi dalam belajar bila mereka merasa bahwa pembelajaran itu bermakna baginya. kimia. Hal ini terjadi karena adanya proses pemaduan dan penyatuan sejumlah standar kompetensi. Dalam hal ini. b.Keterpaduan mata pelajaran dapat mendorong guru untuk mengembangkan kreativitas tinggi karena adanya tuntutan untuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 68 77. Mengingat pembahasan materi IPA pada tingkat lebih tinggi semakin luas dan mendalam. maka pada jenjang pendidikan SMP/MTs dan SMA/MA. memahami keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lain. dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep pengetahuan dan nilai atau tindakan yang termuat dalam tema tersebut. tenaga. utuh. mengingat semakin tinggi jenjang pendidikan. dan kemampuan kategorik agar dapat memahami keterkaitan atau kesamaan materi maupun metodologi. menyeluruh. maka semakin dalam dan luas pula pemahaman konsep yang . Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai mata pelajaran (Carin 1997. akan lebih baik bila keterpaduan dibatasi pada mata pelajaran yang termasuk bidang kajian IPA saja. pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tema yang disampaikan. dan langkah pembelajaran yang dipandang memiliki kesamaan atau keterkaitan.

Pada umumnya insekta bersayap. dan sebagai hewan terbang. peserta didik yang bekerja sama dengan kelompoknya akan lebih bertanggung jawab. dan penyebab timbulnya ledakan hama. karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam beberapa aspek yaitu: α. namun dapat dicoba. dan mandiri. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 70 79. β. Jadi pembahasan topik ini dapat menjadi bahan pengayaan untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik tentang peranan insekta dalam ekosistem. belajar akan lebih baik bila peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek. dan mungkin juga konsepnya sulit dipahami peserta didik. memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik. maka dapat dibuat jaringan tema berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 72 81. tetapi untuk daerah perkotaan mungkin agak sulit dilaksanakan. ε.di dalam air. Peranannya dalam kehidupan juga sangat luas. Habitat insekta juga tersebar sangat luas. malaria. ‘berbicara’. peserta didik lebih memahami dan lebih mudah mengingat karena mereka ‘mendengar’. Topik/pokok bahasan tentang Insekta juga tidak ditemukan dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Dengan insekta sebagai tema sentral. ‘membaca’. peserta didik menjadi lebih percaya diri dan termotivas dalam belajar bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. penyakit kaki gajah yang vektor penyebarannya adalah insekta. Oleh karena itu. Contoh 1: TEMA SERANGGA/INSEKTA Insekta merupakan hewan invertebrata yang banyak ditemukan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. ‘menulis’ dan ‘melakukan’ kegiatan menyelidiki masalah yang sedang dipelajarinya. χ. memahami rantai makanan. Misalnya. Topik ini bersifat kontekstual di daerah pertanian dan daerah pantai. dan masih banyak lagi peranan insekta. sehingga bila disampaikan dalam pembelajaran akan memerlukan waktu yang cukup banyak. sebaiknya memilih tema yang menghubungkaitkan antara IPA–lingkunganteknologi-masyarakat. Mencari informasi dari buku yang Kunjungan ke tempat Proyek:Koleksi relevan pemeliharaan lebah insekta dan mewawancarai peternak Mempelajari klasifikasi Menyelidiki siklus insekta INSEKTA hidup berbagai insekta seran Menyelidiki tentang serangga penyerbuk Penyelidikan tentang siklus hidup nyamuk . Insekta merupakan salah satu kelas dari Phylum Arthropoda dengan anggota yang terbanyak dan tingkat keanekaragaman yang sangat tinggi. di pohon. dan ada pula yang tidak. mengasah kepekaan peserta didik terhadap kebersihan lingkungan. berdisiplin. jika guru hendak melakukan pembelajaran terpadu dalam IPA. merebaknya penyakit demam berdarah. guru. Berikut ini diberikan contoh pembelajaran IPA Terpadu dengan tema yang bernuansa IPA-lingkungan-teknologi-masyarakat. sebagai vektor berbagai penyakit pada hewan dan manusia. Ada yang bermetamorfosis sempurna Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 71 80. dan dunia nyata. kolaborasi. dan berinteraksi dengan teman. δ. namun ada pula yang tak bersayap. sebagai hama tanaman. sebagai komponen penting dalam rantai makanan. Pembelajaran terpadu diawali dengan penentuan TEMA. di darat sebagai hewan yang hidup di tanah. Begitu luasnya pembahasan tentang insekta.harus diserap oleh peserta didik. sebagai penyerbuk tanaman. akan tetapi guru dapat memilih tema insekta mengingat banyak masalah kesehatan dan lingkungan yang terkait dengan insekta.

Langkah (1): Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan. bakat. PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU a. dan kemampuan). Standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik sudah tercantum dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar per submata pelajaran IPA. PERENCANAAN Keberhasilan pembelajaran terpadu akan lebih optimal jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik (minat. satuannya dalam kehidupan sehari-hari.1 Mendeskripsik percobaan Ilmiah secara terencana dan an besaran sederhana sistematis untuk pokok dan dengan bahan. namun dapat menjadi inspirasi untuk memotivasi peserta didik yang berminat melakukan penyelidikan tentang insekta. Pada saat menetapkan beberapa mata pelajaran yang akan dipadukan sebaiknya sudah disertai dengan alasan atau rasional yang berkaitan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar oleh peserta didik dan kebermaknaan belajar. 3.1 di atas mungkin tidak termuat dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar seluruhnya.1 Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 74 83.memperoleh besaran bahan yang informasi gejala alam turunan beserta diperoleh biotik dan a-biotik.Mempelajari istilah tentang bagian tubuh Menyelidiki pengaruh Menyelidiki insekta perubahan lingkungan habitat serangga thd populasi serangga dalam ekosistem vektor penularan penyakit Gambar 2.1.1 Melaksanakan 20 x 40’ 2.3 Melakukan Penjernih sifatsifat zat Mengklasifikasikan 20 x 40’ pemisahan an Air berdasarkan makhluk hidup campuran wujudnya dan berdasarkan ciri-ciri dengan penerapannya yang .2 Melakukan Kerja pengamatan objek 1. Pada tahap ini dilakukan pengkajian atas kompetensi dasar pada semester dan kelas yang sama. Berikut ini contoh peta kompetensi dasarIPA terpadu untuk SMP kelasVII CONTOH PETA KOMPETENSI DASAR IPA TERPADU Mata Pelajaran : IPA Kelas : VII KD MP Fisika KD MP Kimia KD MP Biologi Tema Waktu 5. Contoh lihat lampiran. antarsemester pada kelas yang sama. 5. Jaringan tema insekta Kompetensi dasar untuk jaringan tema ”insekta” pada gambar 2. Langkah (2): Mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar dari mata pelajaran yang akan dipadukan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 73 82. Inilah contoh fleksibilitas kurikulum untuk mengembangkan potensi peserta didik. Dalam pembelajaran ini sekaligus kita menerapkan metode ilmiah dan mengembangkan keterampilan proses IPA dan kemampuan pemecahan masalah.1 Menyelidiki 6. antarsemester dan kelas yang berbeda dari beberapa submata pelajaran IPA yang memungkinkan untuk diajarkan secara terpadu.2 2. kebutuhan. Ada berbagai model dalam mengembangkan pembelajaran IPA Terpadu yang dapat dilihat pada alur penyusunan perencanaan pembelajaran terpadu berikut ini: Menetapkan mata Membuat matriks atau pelajaran yang akan bagan hubungan dipadukan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu Mempelajari Standar kompetensi dan kompetensi dasar mata Merumuskan indikator pelajaran yang pembelajaran terpadu dipadukan Memilih/menetapkan Menyusun silabus tema atau topik pembelajaran terpadu pemersatu Menyusun desain pembelajaran/rencana pelaksannan pembelajaran terpadu Gambar 3.

dimiliki berbagai cara dalam kehidupan berdasarkan sehari-hari sifat fisika dan sifat kimia Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 75 84. Kegiatan Awal/Pendahuluan Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal yang harus ditempuh guru dan peserta didik pada setiap kali pelaksanaan pembelajaran terpadu. b. dan lainnya. menarik perhatian peserta didik untuk menumbuhkan kesiapan belajar. misalnya penyakit demam berdarah. MODEL PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU (Desain Pembelajaran/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Model pembelajaran dalam hal ini adalah menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu. 2. dikemas dalam kegiatan pendahuluan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 77 86. yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Langkah (6): Menyusun silabus pembelajaran IPA terpadu. HIV/AIDS. Contoh lihat lampiran. 3. Efisiensi waktu dalam kegiatan awal ini perlu diperhatikan. Contoh lihat lampiran. Contoh lihat lampiran. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 76 85. dikembangkan dari berbagai indikator submata pelajaran IPA menjadi beberapa pengalaman belajar yang konsep keterpaduan atau keterkaitan menyatu antara beberapa submata pelajaran IPA. Fungsinya untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif. karena waktu yang tersedia relatif singkat yaitu antara 5-10 menit. memotivasi peserta didik: membangkitkan semangat dan minat peserta didik untuk siap menerima pelajaran. mengaitkan topik yang akan dipelajari dengan topik yang telah dipelajari yang dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan tentang topik yang sudah dipelajari sebelumnya dan memberikan komentar atas jawaban peserta didik Dalam kegiatan pendahuluan ini guru dapat pula melakukan penilaian awal peserta didik (tes awal) yang dapat diberikan secara lisan maupun tertulis. Contoh lihat lampiran. kegiatan inti. Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran terpadu yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar peserta didik (learning experience). Contoh lihat lampiran. memberikan acuan topik yang akan dibahas. 4. Langkah (5): Menyusun dan merumuskan indikator pencapaian hasil belajar untuk setiap kompetensi dasar dari submata pelajaran yang dipadukan. Pengalaman belajar dapat terjadi melalui kegiatan tatap muka dan kegiatan nontatap muka. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kaitan antara tema/topik dengan kompetensi dasar yang dapat dipadukan. Langkah (3): Memilih dan menetapkan tema atau topik pemersatu. Kegiatan tatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang peserta didik dapat berinteraksi langsung . dan kegiatan penutup/tindak lanjut. Dalam memilih tema/topik dapat dirumuskan dengan melihat isu-isu yang terkini. Langkah-langkah dalam kegiatan pendahuluan ini terdiri atas beberapa tahap yaitu: 1. Langkah (7): Menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran atau rencana pelaksanaan pembelajaran untuk setiap pertemuan. diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik siap mengikuti pembelajaran dengan seksama. kemudian baru dilihat koneksitasnya dengan kompetensi dasar dari berbagai submata pelajaran IPA. Dengan waktu yang relatif singkat tersebut. Langkah (4): Membuat matriks keterhubungan kompetensi dasar dan tema/topik pemersatu.

Penilaian proses dan hasil belajar saling berkaitan satu dengan yang lainnya karena hasil belajar merupakan . • Alternatif kegiatan belajar yang akan dialami peserta didik. Peserta didik diarahkan untuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 78 87. menjelaskan kembali bahan yang dianggap sulit oleh peserta didik. Secara umum kegiatan penutup ini terdiri atas hal-hal sebagai berikut ini. Kegiatan belajar hendaknya lebih mengutamakan aktivitas peserta didik. kelompok. yakni disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. Objek penilaian mencakup penilaian terhadap proses dan hasil belajar peserta didik. Cara yang paling praktis adalah menuliskannya di papan tulis dengan penjelasan secara lisan mengenai pentingnya kompetensi tersebut yang akan dikuasai oleh peserta didik. MODEL PENILAIAN IPA TERPADU Model penilaian yang dikembangkan mencakup prosedur yang digunakan. Model penilaian ini disesuaikan dengan penilaian berbasis kelas pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. di antaranya adalah sebagai berikut ini. Oleh karena itu guru perlu mengatur dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin.dengan guru maupun dengan peserta didik lainnya. atau berorientasi pada aktivitas peserta didik. • Kegiatan yang paling awal: Guru memberitahukan tujuan atau kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik beserta garis besar materi yang akan disampaikan. keterampilan. serta alat evaluasi yang digunakan. Kegiatan Akhir/Penutup dan tindak lanjut Waktu yang tersedia untuk kegiatan penutup atau kegiatan akhir pembelajaran terpadu ini cukup singkat. c. Guru hanya sebagai fasilitator yng memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk belajar. yang mendorong peserta didik pada upaya penemuan pengetahuan baru. memberikan motivasi atau bimbingan belajar. Kegiatan nontatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik dengan sumber belajar lain di luar kelas atau di luar sekolah. Prinsip belajar sesuai dengan ’konstruktivisme’ hendaknya dilaksanakan dalam pembelajaran terpadu Dalam membahas dan menyajikan materi/bahan ajar terpadu harus diarahkan pada suatu proses perubahan tingkah laku peserta didik. jenis dan bentuk penilaian. c) Mengemukakan topik yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. sikap dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Hasil belajar pada hakikatnya merupakan kompetensi-kompetensi yang mencakup aspek pengetahuan. menemukan sendiri apa yang dipelajarinya. Guru menyampaikan kepada peserta didik kegiatan belajar yang harus ditempuh peserta didik dalam mempelajari tema atau topik yang telah ditentukan. d) Memberikan evaluasi lisan atau tertulis. Guru harus berupaya untuk menyajikan bahan ajar dengan strategi mengajar yang bervariasi. a) Mengajak peserta didik untuk menyimpulkan materi yang telah diajarkan. Kompetensi dapat diukur melalui sejumlah hasil belajar yang indikatornya dapat diukur dan diamati. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 79 88. penyajian harus dilakukan secara terpadu melalui penghubungan konsep di mata pelajaran yang satu dengan konsep di mata pelajaran lainnya. Terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam kegiatan inti pembelajaran terpadu. melalui pembelajaran yang bersifat klasikal. dan perorangan. b) Melaksanakan tindak lanjut pembelajaran dengan pemberian tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah. Kegiatan inti pembelajaran terpadu bersifat situasional. membaca materi pelajaran tertentu.

Berikut ini adalah contoh penilaian untuk tema/topik tentang LINGKUNGAN SEKITAR KITA TEMA: LINGKUNGAN SEKITAR KITA KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing. Nontes Memperkirakan 2. Tes tes sikap. dan nilai Tes lisan Tes tertulis Tes perbuatan Skala sikap Tes tertulis/ uraian Tes tertulis/ objektif Daftar periksa Pilihan ganda Kuesioner Tes tertutup/ Benar salah Catatan anekdot terbatas/ Menjodohkan Portofolio terstruktur Isian singkat Catatan sekolah Bebas terbuka Isian panjang Jurnal Cuplikan kerja Isian khusus Model penilaian pembelajaran terpadu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 81 90.masing tingkat trofik Memprediksi Memperkirakan Penugasan Nontes Laporan Lembar pengaruh hubungan antara hasil penilaian kepadatan populasi pengamatan laporan populasi penduduk manusia dengan terhadap kebutuhan air lingkungan bersih dan udara bersih Praktikum 1. Jenis penilaian terpadu terdiri atas tes dan bukan tes. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 80 89. Sistem penilaian dengan menggunakan tes merupakan sistem penilaian konvensional. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem . PENILAIAN Pengetahuan. Oleh karena itu untuk melengkapi gambaran kemajuan belajar secara menyeluruh maka dilengkapi dengan non-tes.akibat dari proses belajar. sebab hasil belajar digambarkan dalam bentuk angka yang gambaran maknanya sangat abstrak. Sistem ini kurang dapat menggambarkan kemampuan peserta didik secara menyeluruh. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing.masing tingkat trofik Memperkirakan hubungan ukuran penduduk dengan kebutuhan lahan Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk dengan kerusakan lingkungan Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk dengan kesehatan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 83 92. Tes Laporan Lembar hubungan ukuran perbuatan praktikum penilaian penduduk laporan dengan Lembar kebutuhan penilaian pangan kinerja Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 82 91. Non keterampilan.

KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing. pembersih.masing tingkat trofik Menjelaskan efek samping penggunaan bahan kimia dalam rumah tangga Menjelaskan Menunjukkan Penugasan Nontes Laporan Lembar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 86 95. dan kehidupan pembasmi sehari-hari serangga Menyelidiki pengaruh penggunaan bahan kimia yang digunakan sebagai pemutih.lingkungan langkah upaya pengelolaan lingkungan hidup untuk kesejahteraan manusia Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 84 93. penilaian bahan kimia pembersih. dan pembasmi serangga Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 85 94.masing tingkat trofik Mengaplikasik Menjelaskan Penugasan Nontes Karya tulis Lembar an peran pengaruh penilaian manusia pencemaran air. karya tulis dalam udara.masing tingkat trofik hubungan bentuk energi dan hasil penilaian bentuk . KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing. kinerja dalam pengharum. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing.masing tingkat trofik Mencari Mengelompokkan Praktikum Nontes Lembar informasi bahan kimia dari penilaian tentang kemasan yang Tes perbuatan laporan kegunaan dan digunakan Lembar efek samping sebagai pemutih. dan tanah pengelolaan dalam kaitannya lingkungan dengan kegiatan untuk manusia mengatasi pencemaran Mengemukakan dan kerusakan contoh langkah.dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing. pengharum.

biologi. a. Hal ini tergantung pada kondisi sekolah. Untuk keperluan pelaporan hasil penilaian guru dapat memberikan bobot bagi setiap tugas yang diberikan tergantung pada pertimbangan guru sesuai dengan karakteristik tugas. maka dalam pelaporan hasil penilaian tidak menjadi masalah.masing tingkat trofik permasalah-an proses ganda jawaban dan lingkungan pemanasan global cara dan pengaruhnya penilaian terhadap masalah lingkungan Soal uraian singkat Menjelaskan pengaruh proses. kimia. Begitu pula dengan pembelajaran IPA Terpadu. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 89 98. Penilaian untuk pelaporan mengacu pada pedoman penilaian dari Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. maka dalam penyusunan silabus. dan strategi . pembelajaran dapat dilakukan oleh tim pengajar atau guru tunggal. Dapat pula berupa tugas sintesis dan evaluasi. Melalui penugasan ini maka kemampuan berpikir dan kepekaan peserta didik akan terasah. 6. Ketiganya akan dipadukan menjadi nilai mata pelajaran IPA . yaitu jenjang SMP/MTs dan SMA/MA. Guru Dalam pelaksanaannya. Pembelajaran terpadu biasa dilakukan jenjang pendidikan usia dini. Hasil uji coba menunjukkan bahwa pembelajaran terpadu dapat dilaksanakan. baik yang termasuk dalam ranah kognitif. baik tes maupun nontes. maka guru dapat mempraktikkan beberapa teknik penilaian. Oleh karena keterpaduan pembelajaran IPA meliputi mata pelajaran fisika.proses di lingkungan terhadap kesehatan manusia Berdasarkan contoh itu.energi perubahannya pengamatan laporan dan dalam kehidupan perubahansehari-hari nya. penggunaan media. IMPLIKASI PEMBELAJARAN IPA TERPADU Sesuatu yang baru atau merupakan inovasi tentu tidak mudah untuk dilaksanakan. namun tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. biologi. perencanaan pembelajaran. Tugas berupa laporan baik secara individu maupun kelompok sebaiknya berupa tugas aplikasi. misalnya tugas pemecahan masalah lingkungan dan usulan cara penanggulangannya. misalnya merupakan hasil Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 88 97. prinsip "usaha dan Mengaplikasikan energi" serta konsep energi penerapan-nya dan dalam perubahannya kehidupan dalam kehidupan sehari-hari sehari-hari Menjelaskan Menjelaskan Penugasan Nontes Laporan Lembar hubungan proses pelapukan penilaian antara proses di lapisan bumi yang terjadi di berkaitan dengan lapisan litosfer masalah dan atmosfer lingkungan dengan kesehatan dan Menjelaskan Tes akhir Soal Pilihan Kunci Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 87 96. karena memerlukan penyesuaian diri dan kemauan untuk beradaptasi. kimia. Bila di suatu sekolah guru IPA terdiri atas guru fisika. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing. maupun psikomotor. pengamatan di luar kelas. afektik.

Dalam pembelajaran terpadu. 1. indikator. tetapi dapat dari berbagai mata pelajaran yang direkatkan oleh tema. mulai dari silabus. Bahan Ajar Bahan ajar yang digunakan tidak hanya buku mata pelajaran saja. Bahkan bila memungkinkan mereka dapat menggunakan teknologi informasi yang ada. baik yang ada di sekolah maupun dalam lingkup MGMP. Pembelajaran terpadu oleh guru tunggal dapat memperkecil masalah pelaksanaannya yang menyangkut jadwal pelajaran. Penguasaan bahan ajar. desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran hingga kesepakatan dalam bentuk penilaian. b. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 91 100. pembelajaran terpadu juga meningkatkan keharusan bagi guru untuk memperluas wawasan pengetahuannya. Hal yang perlu dihindarkan adalah pembahasan materi yang tidak seimbang karena wawasan pengetahuan tentang materi pelajaran yang lain kurang memadai. atau bersama-sama. Keterpaduan kompetensi yang terjadi lintas kelas. Namun dalam pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru tunggal. pengaturannya dapat dilakukan sejak awal semester atau awal tahun pelajaran. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 90 99. Selain meningkatkan kerja sama. Secara teknis. Program semester yang telah memuat urutan materi yang akan diajarkan. dan mengalami kesulitan untuk memadukan kompetensi dasar.mengajar sebaiknya dibuat bersama hingga penyusunan alat penilaiannya. Oleh karena itu. pembelajaran terpadu dapat mempertajam kemampuan analitis terhadap konsep-konsep yang dipadukan. Hal utama yang harus dilakukan guru adalah memahami model pembelajaran terpadu secara konseptual maupun praktikal. Bila di sekolah. 2. Aktivitas pembelajaran harus lebih banyak berpusat pada peserta didik agar dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya. Jadwal pelajaran yang sudah diatur sedemikian rupa dan tak dapat diubah begitu saja. suatu bahan ajar dapat dibahas . seorang guru mengajar semua mata pelajaran IPA. maka sangat dianjurkan agar guru tersebut bekerja sama dalam kelompok MGMP agar dapat terjadi diskusi tentang perencanaan strategi dan pelaksanaan KBM. Kerja sama ini meliputi saling mempelajari materi dari mata pelajaran yang lain. Pembelajaran terpadu perlu dilakukan dengan variasi metode yang tidak membosankan. Bila hal ini dapat dilaksanakan. c. Peserta didik Bagi peserta didik. Dalam bab sebelumnya telah diuraikan. Misalnya bahan ajar tersebut dominan biologi maka yang mengajar sebaiknya guru biologi. bahwa yang terpenting adalah kerja sama antarguru IPA yang ada di suatu sekolah dalam membuat perencanaan pembelajaran. Dalam pelaksanaannya di lapangan. Dalam mengajarkan bahan ajar dilakukan oleh guru mata pelajaran yang dominan. Masalah guru mata pelajaran IPA yang terpisah. pembelajaran IPA Terpadu terbentur pada masalah-masalah berikut ini. maka pembelajaran terpadu dapat meningkatkan kerja sama antarguru IPA. karena dapat mengembangkan kemampuan asosiasi konsep dan aplikasi konsep. 5. dan materi. Indikator yang sudah dipadukan tidak perlu diajarkan dua kali karena tujuan pembelajaran terpadu adalah efisiensi dan efektivitas dalam pembelajaran. pembelajaran IPA terpadu dapat diajarkan oleh guru tunggal atau tim pengajar tergantung pada kesepakatan dan waktu. 3. 4. Peserta didik dapat juga mencari berbagai sumber belajar lainnya. Aktivitas peserta didik dalam penugasan dapat menjadi nilai tambah yang menguntungkan.

Kekuatan/manfaat yang dapat dipetik melalui pelaksanaan pembelajaran terpadu antara laian sebagai berikut. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antarguru submata pelajaran terkait. Yang perlu dicatat ialah pemaduan kegiatan dalam bentuk tema sebaiknya dilakukan pada jenjang kelas yang sama dan masih dalam lingkup IPA . belajar dalam situasi nyata. oleh karena itu model pembelajaran harus disesuaikan dengan konsep yang akan diajarkan. d. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. Begitu pula dengan pembelajaran terpadu dalam IPA memiliki beberapa kelemahan. peserta didik dengan peserta didik. karena ketiga disiplin ilmu (Fisika. e. Salah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 92 101. guru dengan peserta didik. terorganisasi dan mendalam. satu contoh yang akan dikembangkan dalam model ini adalah guru dapat mengidentifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dekat dan relevan untuk dikemas dalam satu tema dan disajikan dalam kegiatan pembelajaran yang terpadu. Di samping itu karena konsep-konsep itu dipadukan dalam suatu pembelajaran. Konsep-konsep yang dipilih untuk direkat oleh tema dapat menghemat waktu dan ruang. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. maka penggunaan sarana pembelajaran dapat lebih efisien jika dibandingkan dengan pemisahan mata pelajaran. Kimia. maka akan mengurangi kebosanan peserta didik terhadap pengulangan bahan ajar pada berbagai mata pelajaran. • Dengan menggabungkan berbagai mata pelajaran akan terjadi penghematan waktu. sehingga pemahaman menjadi lebih Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 93 102. akan tetapi kelemahan tersebut sebagai tantangan untuk . Karena digunakan untuk pembelajaran konsep yang direkatkan oleh tema. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Perlu disadari. dan dalam konteks yang lebih bermakna. peserta didik/guru dengan narasumber. model pembelajaran IPA Terpadu juga memiliki kelemahan. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antarkonsep Fisika. Kimia. Sarana dan Prasarana Dalam pembelajaran terpadu diperlukan berbagai alat dan media pembelajaran. dan Biologi.dari berberapa mata pelajaran sehingga wawasan peserta didik diharapkan akan lebih terbuka. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran Terpadu Walaupun standar kompetensi dan kompetensi dasar IPA dikembangkan dalam submata pelajaran. sehingga memudahkan memahami hubungan materi IPA dari satu konteks ke konteks lainnya. dan Biologi) dapat dibelajarkan sekaligus. Di samping kekuatan/manfaat yang dikemukakan itu. sehingga memudahkan pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi IPA. • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait. • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. sehingga belajar lebih menyenangkan. pada tingkat pelaksanaan guru memiliki keleluasaan dalam membelajarkan peserta didiknya untuk mencapai kompetensi tersebut. bahwa sebenarnya tidak ada model pembelajaran yang cocok untuk semua konsep. Berikut contoh Pemetaan Kompetensi Dasar untuk menjadi Tema dalam pembelajaran IPA Terpadu. Memang tidak semua konsep dapat dipadukan.

Secara akademik. Bila kondisi ini tidak dimiliki.terus berupaya diatasi oleh pihak-pihak yang terlibat di sekolah. metode. Aspek kurikulum: Kurikulum harus luwes. sejarah. bila materi pelajaran berasal dari guru yang berbeda. perlu dibahas bersama antara guru mata pelajaran terkait dengan sikap terbuka. PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti: sosiologi. dan budaya. mungkin juga fasilitas internet. Hal ini terjadi karena model Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 94 103. guru dituntut untuk terus menggali informasi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada mata pelajaran tertentu saja. pembelajaran terpadu menekankan pada kemampuan analitik (mengurai). hukum. maka pembelajaran terpadu dalam IPA akan sulit terwujud. ekonomi. b. dan mempermudah pengembangan wawasan. sebagai sebuah bentuk inovasi dalam implementasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar perlu dikembangkan lebih lanjut. TEMA. maka penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan. Aspek sarana dan sumber pembelajaran: Pembelajaran terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. Bila sarana ini tidak dipenuhi. Beberapa kelemahan yang perlu diatasi diuraikan sebagai berikut ini. Dalam kaitan ini. Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas . politik. Aspek peserta didik: Pembelajaran terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif “baik”. memperkaya. guru selain dituntut untuk menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif. PEMBELAJARAN IPS TERPADU 1. maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat. rasa percaya diri yang tinggi. dan berani mengemas dan mengembangkan materi. selera. yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa mata pelajaran terkait yang dipadukan. pada saat mengajarkan sebuah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 95 104. berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian materi). geografi. f. Dengan kata lain. Sekalipun pembelajaran terpadu mengandung beberapa kelemahan selain keunggulannya. Aspek Guru: Guru harus berwawasan luas. juga dituntut untuk berkoordinasi dengan guru lain. e. Guru perlu diberi kewenangan dalam mengembangkan materi. maka guru berkecenderungan menekankan atau mengutamakan substansi gabungan tersebut sesuai dengan pemahaman. Tanpa kondisi ini. E. penilaian keberhasilan pembelajaran peserta didik. c. kemampuan eksploratif dan elaboratif (menemukan dan menggali). Semua ini akan menunjang. d. dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri. Aspek penilaian: Pembelajaran terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif). a. keterampilan metodologis yang handal. kemampuan asosiatif (menghubung-hubungkan). Suasana pembelajaran: Pembelajaran terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu mata pelajaran dan ‘tenggelam’nya mata pelajaran lain. Kesemuanya ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pembelajaran IPA. baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. memiliki kreativitas tinggi. Untuk mengurangi kelemahan-kelemahan di atas.

perlu dikembangkan berbagai model pembelajaran kurikulum. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 98 . ekonomi. teknologi. sejarah. • Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan gabungan dari unsur-unsur geografi. filsafat. 1980. bahkan juga bidang humaniora. politik. sedangkan sejarah memberikan wawasan berkenaan dengan peristiwa-peristiwa dari berbagai periode. kebulatan wawasan yang berkenaan dengan wilayah-wilayah. hukum. IPS atau studi sosial itu merupakan bagian dari kurikulum sekolah yang diturunkan dari isi materi cabangcabang ilmu-ilmu sosial: sosiologi. sejarah. politik. ekspresi-ekspresi dan spiritual. perlu dilakukan berbagai studi yang mengarah pada peningkatan efisiensi dan efektivitas layanan dan pengembangan sebagai konsekuensi dari suatu inovasi pendidikan. Bahan kajian itu menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi. politik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 97 106. proses interaksi dan kontrol sosial. ekonomi. filsafat. • Kompetensi Dasar IPS berasal dari struktur keilmuan geografi. antropologi. sosiologi. sejarah. Antropologi meliputi studi-studi komparatif yang berkenaan dengan nilai-nilai. dan psikologi sosial. struktur sosial.20) Dalam implementasinya. hukum dan politik. kelompok. geografi. kepercayaan. 2001). yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi pokok bahasan atau topik (tema) tertentu. Ilmu politik dan ekonomi tergolong ke dalam ilmu-ilmu tentang kebijakan pada aktivitas-aktivitas yang berkenaan dengan pembuatan keputusan. pendidikan dan agama (Numan Soemantri. sejarah. sosiologi. kewarganegaraan. ekonomi. ekonomi. Geografi. Salah satu bentuk efisiensi dan efektivitas implementasi kurikulum. Pembelajaran geografi memberikan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 96 105. institusi. Secara intensif konsep-konsep seperti ini digunakan ilmu-ilmu sosial dan studistudi sosial. geografi. sejarah. KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN IPS Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Ilmu-Ilmu Sosial di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sosiologi dan psikologi sosial merupakan ilmu-ilmu tentang perilaku seperti konsep peran. psikologi sosial. sejarah. ekonomi. antropologi. Gambar 1: Keterpaduan Cabang Ilmu Pengetahuan Sosial Sejarah Ilmu Politik Geografi Ekonomi Ilmu Pengetahuan Sosial Psikologi Sosiologi Sosial Filsafat Antropologi 2. aktivitas. meliputi bahan kajian: sosiologi. dan benda-benda budaya dari budaya-budaya terpilih.dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu-ilmu sosial (sosiologi. dan budaya). hukum dan politik. Karateristik mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs antara lain sebagai berikut. organisasi politik.aktivitas ekonomi. • Kompetensi Dasar IPS juga menyangkut berbagai masalah sosial yang dirumuskan dengan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner. geografi. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa kehidupan masyarakat (Nursid Sumaatmaja. Mata pelajaran IPS bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. dan antropologi merupakan disiplin ilmu yang memiliki keterpaduan yang tinggi.

dalam mata Sosiologi/Antropologi pelajaran Sumber: Sardiman. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. dan memproduksi kesan-kesan tentang . • Menaruh perhatian terhadap isu-isu dan masalah-masalah sosial. Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. adaptasi dan pengelolaan lingkungan. Tujuan tersebut dapat dicapai manakala program. KONSEP PEMBELAJARAN TERPADU DALAM IPS Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 100 109. kekuasaan. keadilan dan jaminan keamanan (Daldjoeni. • Mampu mengembangkan berbagai potensi sehingga mampu membangun diri sendiri agar survive yang kemudian bertanggung jawab membangun masyarakat. struktur. selanjutnya mampu mengambil tindakan yang tepat. kewilayahan. • Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dapat menyangkut peristiwa dan perubahan kehidupan masyarakat dengan prinsip sebab akibat. • Mengetahui dan memahami konsep dasar dan mampu menggunakan metode yang diadaptasi dari ilmu-ilmu sosial yang kemudian dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah sosial. 1996:3). • Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS menggunakan tiga dimensi dalam mengkaji dan memahami fenomena sosial serta kehidupan manusia secara keseluruhan. Dari rumusan tujuan tersebut dapat dirinci sebagai berikut (Awan Mutakin. Ketiga dimensi tersebut terlihat pada tabel berikut. TUJUAN PEMBELAJARAN IPS Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 99 108. kehidupan manusia dan daya dan yang akan alam datang Contoh Kompetensi Adaptasi spasial Berpikir Konsisten dengan Dasar yang dan eksploratif kronologis. 4. dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik (Depdikbud. menggali. 2004 3.107. Dimensi IPS Dalam Kehidupan Manusia Dimensi dalam Ruang Waktu Nilai/Norma kehidupan manusia Area dan substansi Alam sebagai Alam dan Kaidah atau aturan yang pembelajaran tempat dan kehidupan yang menjadi perekat dan penyedia selalu berproses. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi.program pelajaran IPS di sekolah diorganisasikan secara baik. menyimpan. dan kaidah alamiah antisipatif masingmasing disiplin ilmu Alternatif penyajian Geografi Sejarah Ekonomi. • Memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat atau lingkungannya. penjamin keharmonisan potensi sumber masa lalu. Pendekatan pembelajaran terpadu dalam IPS sering disebut dengan pendekatan interdisipliner. proses dan masalah sosial serta upaya-upaya perjuangan hidup agar survive seperti pemenuhan kebutuhan. Model pembelajaran terpadu pada hakikatnya merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individual maupun kelompok aktif mencari. sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima. saat ini. Salah satu di antaranya adalah memadukan Kompetensi Dasar melalui pembelajaran terpadu siswa dapat memperoleh pengalaman langsung. melalui pemahaman terhadap nilai-nilai sejarah dan kebudayaan masyarakat. 1998). • Mampu menggunakan model-model dan proses berpikir serta membuat keputusan untuk menyelesaikan isu dan masalah yang berkembang di masyarakat. 1981). aturan yang disepakati dikembangkan prospektif. serta mampu membuat analisis yang kritis.

Potensi objek wisata BALI SEBAGAI 2. Pengembangan pembelajaran terpadu. “Potensi Bali Sebagai Daerah Tujuan Wisata”. program pembelajaran disusun dari berbagai cabang ilmu dalam rumpun ilmu sosial. Keadaan politik juga dapat dikaji pula pada topik pengembangan pariwisata berkaitan dengan pengaruhnya terhadap perkembangan pariwisata. dampak pariwisata terhadap perkembangan ekonomi lokal maupun nasional dapat dikembangkan melalui kompetensi yang berkaitan dengan ekonomi. dan permasalahan yang berkembang. pengaruhnya terhadap kondisi sosial budaya setempat. potensi pariwisata. Persebaran. Pada pendekatan pembelajaran terpadu. Memupuk aspirasi terhadap DAERAH TUJUAN kesenian WISATA Keadaan Politik Ekonomi 3. peristiwa. Dengan demikian. . dibahas. historis kronologis dan kausalitas.hal-hal yang dipelajarinya. kemudian dilengkapi. dan diperdalam dengan cabang-cabang ilmu yang lain. a. Bisa membentuk permasalahan yang dapat dilihat dan dipecahkan dari berbagai disiplin atau sudut pandang. Secara historis dapat dikembangkan melalui sejarah daerah pariwisata tersebut. mobilitas sosial. dan interaksi antara wisatawan dengan masyarakat lokal. dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. pemukiman kumuh. Secara sosiologis. Topik/tema dapat dikembangkan dari isu. Model Integrasi Berdasarkan Potensi Utama Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 102 111. diperluas. Pariwisata dalam contoh yang dikembangkan ditinjau dari berbagai disiplin ilmu yang tercakup Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 101 110. IPTEK. contohnya banjir. Sejarah kondisi fisik perkembangan Sejarah Geografi daerah objek daerah wisata wisata PENGEMBANGAN PARIWISATA Partisipasi Dampak masyarakat Sosiologi Ekonomi terhadap kesejahteraan Pengaruh terhadap Politik masyarakat perkembangan masyarakat di sekitar objek wisata Gambar 2: Model Integrasi IPS Berdasarkan Topik/Tema b. Selanjutnya. Azas manfaat terhadap kesejahteraan penduduk Gambar 3: Model Integrasi IPS Berdasarkan Potensi Utama c. Pengembangan pariwisata dalam hal ini ditinjau dari persebaran dan kondisi fisis-geografis yang tercakup dalam disiplin Geografi. Keadaan Alam Sosiologis/ antropologis 1. serta perilaku masyarakat terhadap aturan. pariwisata itu juga dapat ditinjau dari partisipasi masyarakat. Dalam pembelajaran yang dikembangkan dalam Kebudayaan Bali dikaji dan ditinjau dari faktor alam. misalnya ‘pariwisata’. Skema berikut memberikan gambaran keterkaitan suatu topik/tema dengan berbagai disiplin ilmu. revolusi yang dibahas dari berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial. maka siswa selain dapat memahami kondisi daerahnya juga sekaligus memahami Kompetensi Dasar yang terdapat pada beberapa disiplin yang tergabung dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. sebagai contoh. modernisasi. sosial/antropologis. Keterpaduan IPS dapat dikembangkan melalui topik yang didasarkan pada potensi utama yang ada di wilayah setempat. Model Integrasi Berdasarkan Topik Dalam pembelajaran IPS keterpaduan dapat dilakukan berdasarkan topik yang terkait. Keamanan dan stabilitas daerah 4. dapat mengambil suatu topik dari suatu cabang ilmu tertentu. dalam hal ini. Model Integrasi Berdasarkan Permasalahan Model pembelajaran terpadu pada IPS yang lainnya adalah berdasarkan permasalahan yang ada. Melalui kajian potensi utama yang terdapat di daerahnya. siswa terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari.

Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas VII No. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TERPADU a. • Kompetensi Dasar dipetakan tidak harus berasal dari semua Standar Kompetensi yang ada pada mata pelajaran IPS pada kelas yang sama. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 105 114. Faktor sosial. Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh. Pemukiman Kumuh ditinjau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 103 112. sosial. Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 2 Kegiatan 6. serta perilaku masyarakat terhadap aturan/norma. Model Integrasi IPS Berdasarkan Permasalahan 5. 1. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 106 115. Penjabaran (perumusan) Kompetensi Dasar ke dalam indikator sesuai topik/tema 4. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 1. dan kemampuan).1 Mendeskripsikan 6.1 Mendeskripsikan Ekonomi pola kegiatan interaksi sebagai kegiatan pokok perkembangan Penduduk ekonomi proses sosial. Penyusunan Desain/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Langkah-langkah tersebut secara rinci dijelaslan sebagai berikut ini. Berikut ini contoh pemetaan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat diintegrasikan/dipadukan. ekonomi yang masyarakat. dan penggunaan konsumsi. • Beberapa Kompetensi Dasar yang tidak berpotensi dipadukan. Untuk menyusun perencanaan pembelajaran terpadu perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini. Juga dapat dari faktor historis kronologis dan kausalitas. Kompetensi Dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan/disajikan secara tersendiri. Penentuan Topik/tema 3.2 Mendeskripsikan 5. kebutuhan. Perencanaan Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran terpadu bergantung pada kesesuaian rencana yang dibuat dengan kondisi dan potensi siswa (minat. penduduk.1 Mendeskripsikan 2. Pengembangan Silabus 5. Faktor Ekonomi dan budaya PEMUKIMAN KUMUH Perilaku Faktor historis terhadap aturan Gambar 4. dan • menentukan tema/topik pengikat antar-Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Beberapa ketentuan dalam pemetaan Kompetensi Dasar dalam pengembangan model pembelajaran terpadu Ilmu Pengetahuan Sosial adalah sebagai berikut. Langkah pertama dalam pengembangan model pembelajaran terpadu adalah melakukan pemetaan pada semua Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPS per kelas yang dapat dipadukan. meliputi kegiatan kebudayaan. dan pada masa Islam pemukiman . • Kompetensi Dasar yang sudah dipetakan dalam satu topik/tema masih bisa dipetakan dengan topik/tema lainnya. 1) Pemetaan Kompetensi Dasar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 104 113. Kegiatan yang dapat dilakukan pada pemetaan ini antara lain dengan: • mengidentifikasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat dipadukan dalam satu tingkat kelas yang sama. jangan dipaksakan untuk dipadukan dalam pembelajaran. Di antaranya adalah faktor ekonomi. bakat. melainkan memungkinkan hanya dua atau tiga Kompetensi Dasar saja. • Mengidentifikasikan beberapa Kompetensi Dasar dalam berbagai Standar Kompetensi yang memiliki potensi untuk dipadukan. dan budaya. pemerintahan lahan. dan pola produksi. dari beberapa faktor sosial yang mempengaruhinya. Pemetaan Kompetensi Dasar 2.contohnya adalah “Pemukiman Kumuh”. Pada pembelajaran terpadu.

2 Mendeskripsikan Indonesia kondisi fisik pranata sosial pelaku-pelaku dalam wilayah dan dalam kehidupan ekonomi dalam Pergaulan penduduk.2 Mendeskripsikan 5.2 Menguraikan Daerah kondisi fisik pranata sosial permasalahan proses wilayah dan dalam kehidupan angkatan kerja terbentuknya penduduk. Semester 2 Semester 2 Semester 1 Pemanfaatan 4.1 Mendeskripsikan 4.peningalannya Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 107 116.1 Mendeskripsikan 3.3 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. produksi dan pada masa distribusi barang/ HinduBuddha.2 Mendeskripsikan 7.1 Mendeskripsikan 6. perkembangan serta peran pergerakan pemerintah dalam kebangsaan upaya Indonesia.2 Mendeskripsikan palaku-pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia.2 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat.1 Mendeskripsikan 2.1 Menggunakan 6.2 Mendeskripsikan masyarakat. 4.1 Menjelaskan kondisi fisik bentuk-bentuk bentuk pasar proses wilayah dan hubungan sosial dalam kegiatan perkembangan penduduk. masyarakat dan tenaga kerja kesadaran sebagai sumber nasional. masyarakat sistem Antarbangsa perekonomian Indonesia.distribusi barang/ di Indonesia.1 Mendeskripsikan 6. pemerintahan keruangan.1 Mendeskripsikan proses Lingkungan permasalahan bentukbentuk hubungan antara perkembangan lingkungan hidup hubungan sosial . serta peninggalan. kebudayaan. serta kondisi fisik peninggalanpermukaan bumi. ekonomi kolonialisme dan 6. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 7.peningalannya 5. peninggalannya 2 Semester 2 Semester 2 Semester 1 Semester 2 Kelangkaan 4. identitas daya dalam Indonesia. makhluk sosial masyarakat.3 Mengidentifikasi bermoral dalam pemerintahan pola kegiatan bentuk-bentuk kaitannya dengan pada masa ekonomi interaksi sosial usaha memenuhi Kolonial Eropa penduduk.3 Mendeskripsikan Sumber kondisi geografis interkasi sebagai manusia sebagai perkembangan Daya dan penduduk proses sosial. penanggulangan.1 Mendeskripsikan 4.2 Mendeskripsikan 7. Semester 1 Semester 2 Semester 1 Semester 1 Globalisasi 1. dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas VIII No. dan ekonomi yang kebudayaan. upaya pengendalian penyimpangan sosial 2.1 Mendeskripsikan 6.3 Mendeskripsikan 2. kebutuhan dan penggunaan lahan 2. No. kebudayaan. Semester 1 Semester 2 Semester 2 Semester 1 Otonomi 1. No. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia. jasa. 3. mendapatkan meliputi kegiatan kebudayaan.nya. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 1.1 Mendeskripsikan 2. imperialisme pranata sosial Barat. atlas dan kegiatan pokok perkembangan globe untuk ekonomi yang masyarakat.1 Mendeskripsikan Peta peta.3 Mendeskripsikan Indonesia. dan informasi konsumsi. berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi.3 Mengidentifikasi 2. 3.1 Menjelaskan Pelestarian 1.4 Menguraikan pemanfaatan dan pola proses interaksi sumber daya yang pemukiman sosial tersedia. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 108 117. berdasarkan jasa. dan 6. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 5. serta dalam kehidupan pengaruh yang masyarakat ditimbulkannya di berbagai daerah di 6. Semester 2 Semester 2 Semester 2 2. serta peninggalan. dan kegiatan ekonomi.3 Mendeskripsikan 6. Semester 1 Semester 1 Semester 2 Peran 1.1 Mendeskripsikan 5.

2 Mendeskripsikan 7.2Menguraikan keterkaitan unsur. untuk kelas VII ada 3 (tiga) topik/tema yaitu: aktivitas ekonomi penduduk. serta gulangannya pranata sosial kebutuhan pengaruh yang dalam dalam kehidupan manusia yang ditimbulkannya di pembangunan masyarakat tidak terbatas berbagai daerah di berkelanjutan. 6.5 Mengidentifikasi dan peran Semester 1 era global dampak Indonesia dalam 1.4 Mendeskripsikan 7.2 Mendeskripsikan 7.1Mendeskripsikan 7.4 Mendeskripsikan 7. Hal ini agar pembelajaran yang dilakukan dapat lebih bermakna bagi siswa. isu sentral yang sedang berkembang saat ini. Indonesia. Dengan demikian. dan pemanfaatan peta.perilaku kerjasama antar perkembangan nasional unsur geografis negara di bidang masyarakat lembaga.muka bumi. No.1Mendeskripsi.2 Menguraikan Indonesia dalam tipe-tipe kerjasama perilaku internasional masyarakat dalam menyikapi perubahan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 109 118. dalam pembelajaran IPS Terpadu. Topik/tema yang ditentukan harus relevan dengan Kompetensi Dasar yang telah dipetakan. Semester 2 Semester 2 Semester 2 Semester 2 Kerjasama 5. Pemberlakuan Otonomi Daerah.2 Mendeskripsikan dengan Barat.3 Menguraikan 7. • Topik. Semester 2 Semester 1 Semester 1 Semester 2 Pengemba.perilaku kerjasama antar perkembangan unsur geografis negara di bidang masyarakat lembaga. contohnya. • Topik yang ditentukan selain relevan dengan Kompetensi. dapat menjadi prioritas yang dipilih dengan tidak mengabaikan keterkaitan antar-Kompetensi Dasar pada satu rumpun yang telah dipetakan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 110 119. dalam satu mata pelajaran IPS pada satu tingkatan kelas terdapat beberapa topik yang akan dibahas. pada keuangan.2 Menguraikan Interketerkaitan unsur. Indonesia 2) Penentuan Topik/Tema Setelah pemetaan Kompetensi Dasar selesai.6.7. langkah selanjutnya dilakukan penentuan topik/tema. lembaga masyarakat internasional dan peran 3. juga sebaiknya relevan dengan pengalaman pribadi siswa. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 1.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas IX No. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan topik/tema pada pembelajaran IPS Terpadu antara lain meliputi hal-hal berikut.kelangkaan kolonialisme dan dan upaya sumber daya imperialisme penang.1 Menginterpretasi.dan penduduk di ekonomi kawasan Asia dalam lembaga Tenggara perubahan internasional sosial-budaya di 7. • Dalam menentukan topik.3. Contohnya. merupakan perekat antar-Kompetensi Dasar yang terdapat dalam satu rumpun mata pelajaran IPS. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 2 Semester 2 Semester 2 Semester 2 Semester 2 Modernisasi 5. Pertumbuhan Industri.5. Pemilihan Kepala Daerah Secara .2 Menguraikan ngan kan peta tentang kan perubahan uang dan perkembangan Pariwisata bentuk dan pola sosial-budaya lembaga lembaga.kompetensi Dasar yang terdapat dalam satu tingkatan kelas. dalam arti sesuai dengan keadaan lingkungan setempat.1 Mengidentifikasi kerjasama antar kerjasama ciri-ciri negara negara terhadap internasional berkembang dan perekonomian negara maju.3 Menguraikan 7. kelangkaan sumber daya alam.dan penduduk di ekonomi kawasan Asia dalam lembaga Tenggara perubahan internasional sosial-budaya di dan peran era global Indonesia dalam kerjasama internasional 3.

1 Mendeskripsikan perkembangan permasalahan bentuk-bentuk hubungan antara kolonialisme dan lingkungan hidup dan hubungan sosial kelangkaan sumber imperialisme Barat. Kompetensi Dasar Sosiologi: Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial.1 Menjelaskan proses 1. Pasca Gempa Bumi dan Tsunami. • Menentukan sikap dalam keragaman sosial untuk mewujudkan keselarasan sosial. pemerintahan pada berdasarkan kondisi dan distribusi masa Islam di fisik permukaan bumi. Indonesia. proses sosial. produksi. Berikut ini beberapa contoh Topik yang relatif relevan dengan pemetaan Kompetensi Dasar. penggunaan lahan. produksi. barang/jasa.1 Mendeskripsikan pola 2. serta peninggalan. Semester 2 Semester 2 Semester 2 2.uang dan lembaga perkembangan dan pola muka bumi. Contoh perumusan Kompetensi Dasar ke dalam berbagai indikator pencapaian Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 112 121. Perumusan indikatornya: • Menguraikan kegiatan konsumsi barang dan jasa. • Mendeskripsikan bentuk penggunaan lahan di pedesaan dan perkotaan. Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 2 6.2 Menguraikan peta tentang bentuk perubahan sosial.2 Mendeskripsikan 5. masyarakat Indonesia. dan dan pola pemukiman konsumsi. • Menguraikan .1 Menginterpretasi-kan 3. 6.1 Mendeskripsikan 6. iii) Topik: Pengembangan Pariwisata No Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah 1. maka Kompetensi-kompetensi Dasar tersebut dijabarkan ke dalam indikator pencapaian hasil belajar yang nantinya digunakan untuk penyusunan silabus. Kelas VII SMP i) Topik: Kegiatan Ekonomi Penduduk No Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah 1. Kompetensi Dasar Geografi: Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk. Penyakit Busung Lapar. nonpertanian).2 Mendeskripsikan kegiatan ekonomi interaksi sebagai kegiatan pokok perkembangan penduduk. Perumusan indikatornya: • Mengidentifikasi pola-pola keselarasan sosial dalam keluarga dan masyarakat. ekonomi yang masyarakat. Perumusan indikatornya: • Mengidentifikasikan mata pencaharian penduduk (pertanian. dan distribusi barang/jasa. pengunaan lahan.1 Mendeskripsi-kan 7. • Mendiskripsikan persebaran permukiman penduduk di berbagai bentang lahan dan mengungkapkan alasan penduduk memilih bermukim di lokasi tersebut. upaya penang.3 Mendeskripsikan 6. Semester 2 Semester 1 Semester 1 Semester 2 5.peninggalannya Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 111 120.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Kelas IX SMP.1 Mendeskripsikan 4.Langsung.2 Mendeskripsikan daya dengan serta pengaruh yang gulangannya dalam pranata sosial dalam kebutuhan manusia ditimbulkannya di pembangunan kehidupan yang tidak terbatas berbagai daerah di berkelanjutan. Kompetensi Dasar Ekonomi: Mendeksripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi. lembaga-lembaga masyarakat internasional dan peran Indonesia dalam 3.2 Menguraikan tipe-tipe kerjasama perilaku masyarakat internasional dalam menyikapi perubahan 3) Penjabaran Kompetensi Dasar ke dalam Indikator Setelah melakukan langkah Pemetaan Kompetensi Dasar dan Penentuan Topik/Tema sebagai pengikat keterpaduan. budaya pada keuangan. Penyakit Folio. Kelas VIII SMP ii) Topik : Pelestarian Lingkungan No Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah 1. dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi.6. meliputi kegiatan kebudayaan.1 Mendeskripsikan 7.

dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia. Pada umumnya tingkat perkembangan masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) serta mampu memahami hubungan antara konsep secara sederhana. Implikasi Pembelajaran IPS Terpadu Implikasi pembelajaran IPS terpadu terhadap guru. Pengalaman belajar. pembelajaran yang menyajikan mata pelajaran secara terpisah akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik dan membuat kesulitan bagi peserta didik. kebudayaan. analitis. Dalam pelaksanaan kegiatannya dilakukan secara murni mata pelajaran yaitu hanya mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang berhubungan dengan mata pelajaran itu. PEMBELAJARAN TEMATIK A. Seperti pada Mata pelajaran Matematika. alokasi waktu. Kompetensi Dasar. Geografi. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialami secara langsung. sistematis. Pada usia tersebut seluruh aspek perkembangan kecerdasan seperti IQ. Komponen penyusunan silabus terdiri dari Standar Kompetensi IPS (Sosiologi. kritis. dua. dan penilaian. Penyusunan RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan peserta didik dalam upaya mencapai KD. sarana dan prasarana dalam pelaksanaannya bergantung pada sekolah masingmasing sama seperti pada pembelajaran IPA terpadu. bahan ajar. dan dikembangkan dengan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 114 123. pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD kelas I – III kelas awal) untuk setiap mata pelajaran masih banyak dilakukan secara terpisah. Indikator. prinsip-prinsip utama dalam pembelajaran dan penilaian pada pembelajaran kontekstual (CTL). b. Perumusan indikatornya: • Menyusun kronologis proses masuk berkembangnya Islam di Indonesia dengan menggunakan ensiklopedi dan referensi relevan lainnya. serta . dan tiga berada pada rentangan usia dini. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 115 124. standar proses. EQ. Saat ini. standar penilaian. serta peninggalanpeninggalannya. Sejarah. 4) Penyusunan Silabus Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada langkah-langkah sebelumnya dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan silabus pembelajaran terpadu. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 113 122. dan Ekonomi). Kompetensi Dasar Sejarah: Mendeksripsikan perkembangan masyarakat. Diharapkan guru yang profesional sesuai dengan PP 74 dan minimal standar proses dapat melaksanakan pembelajaran IPS terpadu tanpa mengalami kendala.kegiatan produksi barang dan jasa. • Menguraikan kegiatan distribusi barang dan jasa. LATAR BELAKANG Peserta didik yang berada pada sekolah dasar kelas satu. maupun penilaian hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi siswa. dan kreatif. peserta didik. Sesuai dengan tahapan perkembangan anak yang masih melihat segala sesuatu sebagai suatu keutuhan (holistic). dan SQ tumbuh dan berkembang sangat luar biasa. perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis. menggunakan prinsi-prinsip minimal sesuai dengan standar isi. Demikian pula untuk pelaksanaan proses pembelajaran. • Menjelaskan peranan pedagang dan ulama dalam proses awal perkembangan Islam di Indonesia. 5) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Pelaksanaan Proses Pembelajaran serta Penilaian Hasil Pembelajaran.

memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan. Selain itu. memperhalus budi pekerti. dua dan tiga SD biasanya pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan. yang pada akhirnya pembelajaran menjadi menyenangkan. menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia. standar proses yang termuat dalam Standar Nasional Pendidikan. Sementara itu. baik secara lisan maupun tulis. mengelola. Oleh karena itu. hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang telah masuk Taman Kanak-Kanak memiliki kesiapan bersekolah lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang tidak mengikuti pendidikan Taman Kanak-Kanak. dan kompetitif. serta kemampuan bekerjasama.mata pelajaran tersebut dipadukan menjadi sebuah tema akan diperoleh suatu kemampuan berkomunikasi secara baik sebagai indikator dalam kemampuan peserta didik dalam berpikir logis. maka pembelajaran pada kelas awal sekolah dasar yakni kelas satu. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 117 126. Karakteristik Perkembangan anak usia kelas awal SD Anak yang berada di kelas awal SD adalah anak yang berada pada rentangan usia dini. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh. tidak pasti. dan prinsip-prinsip pembelajaran antara kelas satu dan dua sekolah dasar dengan pendidikan pra-sekolah dapat juga menyebabkan peserta didik yang telah mengikuti pendidikan pra-sekolah pun dapat saja mengulang kelas atau bahkan putus sekolah. serta Pendidikan Jasmani.kemampuan bekerjasama. pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal. menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual. serta kematangan emosional dan sosial. dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 116 125. disiapkan model pelaksanaan pembelajaran tematik untuk SD/MI kelas I hingga kelas III. dan tiga lebih sesuai jika dikelola dalam pembelajaran terpadu melalui pendekatan pembelajaran tematik. dan kreatif. mereka telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya. Karakteristik perkembangan anak pada kelas satu. Pendidikan Kewarganegaraan. Mereka telah . Demikian pula pada Kompetensi dasar Pendidikan Agama. KERANGKA BERPIKIR 1.Olahraga dan Kesehatan perlu dikaji Jika mata pelajaran. Matematika. menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara. kritis. Demikian pula untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan tujuan agar peserta didik dapat berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku. Ilmu Pengetahuan Sosial. B. model. Untuk memberikan gambaran tentang pembelajaran tematik yang dapat menjadi acuan dan contoh konkret. menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan. perbedaan pendekatan. memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah. Bahasa Indonesia. Masa usia dini ini merupakan masa yang pendek tetapi merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. analitis. sistematis. serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Permasalahan menunjukkan bahwa kesiapan sekolah sebagian besar peserta didik kelas awal sekolah dasar di Indonesia cukup rendah. Seni Budaya dan Keterampilan. dua. Atas dasar pemikiran di atas dan dalam rangka implementasi Standar Isi. Ilmu Pengetahuan Alam.

mempunyai sahabat. dibaui. senang berbicara. (2) Mulai berpikir secara operasional. Konkrit Konkrit mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkrit yakni yang dapat dilihat. Untuk perkembangan kecerdasannya anak usia kelas awal SD ditunjukkan dengan kemampuannya dalam melakukan seriasi. 2. sebab siswa Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 120 . Anak usia sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret. sudah mampu berpisah dengan orang tua dan telah mulai belajar tentang benar dan salah. telah mampu berbagi. dan mempergunakan hubungan sebab akibat. Pemanfaatan lingkungan akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih bermakna dan bernilai. prinsip ilmiah sederhana. Kedua hal tersebut tidak mungkin dipisahkan karena memang proses belajar terjadi dalam konteks interaksi diri anak dengan lingkungannya. Dengan cara seperti itu secara bertahap anak dapat membangun pengetahuan melalui interaksi dengan lingkungannya. telah mulai berkompetisi dengan teman sebaya. setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata yaitu sistem konsep yang ada dalam pikiran sebagai hasil pemahaman terhadap objek yang ada dalam lingkungannya. Menurutnya. volume zat cair. Berdasarkan hal tersebut. Kedua proses tersebut jika berlangsung terus menerus akan membuat pengetahuan lama dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 119 128. panjang. lebar. Cara Anak Belajar Piaget (1950) menyatakan bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya (teori perkembangan kognitif). memahami sebab akibat dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu. dapat mengendarai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 118 127. (3) Mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan bendabenda. diraba. Selain itu. dan berat. mengelompokkan obyek. dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Pemahaman tentang objek tersebut berlangsung melalui proses asimilasi (menghubungkan objek dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran) dan akomodasi (proses memanfaatkan konsep-konsep dalam pikiran untuk menafsirkan objek). (4) Membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan. Memperhatikan tahapan perkembangan berpikir tersebut. berminat terhadap angka dan tulisan. pengetahuan baru menjadi seimbang. luas. yaitu: a. dapat menangkap bola dan telah berkembang koordinasi tangan dan mata untuk dapat memegang pensil maupun memegang gunting.dapat melompat dengan kaki secara bergantian. Perkembangan emosi anak usia 6-8 tahun antara lain anak telah dapat mengekspresikan reaksi terhadap orang lain. meningkatnya perbendaharaan kata. Pada rentang usia tersebut anak mulai menunjukkan perilaku belajar sebagai berikut: (1) Mulai memandang dunia secara objektif. dan mandiri. kecenderungan belajar anak usia sekolah dasar memiliki tiga ciri. dan (5) Memahami konsep substansi. bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan memandang unsur-unsur secara serentak. sepeda roda dua. didengar. perkembangan sosial anak yang berada pada usia kelas awal SD antara lain mereka telah dapat menunjukkan keakuannya tentang jenis kelaminnya. maka perilaku belajar anak sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek dari dalam dirinya dan lingkungannya. dan diotak atik. telah dapat mengontrol emosi.

di antaranya: 1. sikap. c. maka kegiatan pembelajaran bagi anak kelas awl SD sebaiknya dilakukan dengan Pembelajaran tematik.aspek. 2. gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta. karakteristik cara anak belajar. Perubahan ini bersifat menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. informasi atau situasi baru dengan komponen. Kebermaknaan belajar sebagai hasil dari peristiwa mengajar ditandai oleh terjadinya hubungan antara aspek. konsep-konsep. artinya proses belajar terjadi dalam diri individu sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya. Integratif Pada tahap usia sekolah dasar anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan. konsep belajar dan pembelajaran bermakna. sehingga lebih nyata. 1983). Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 121 130. keterkaitan antar materi. Proses belajar tidak sekadar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka. Belajar dan Pembelajaran Bermakna Belajar pada hakekatnya merupakan proses perubahan di dalam kepribadian yang berupa kecakapan. PENGERTIAN PEMBELAJARAN TEMATIK Sesuai dengan tahapan perkembangan anak. maka perlu diperhatikan mengenai urutan logis. dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya. lebih faktual. Hierarkis Pada tahapan usia sekolah dasar. keadaan yang alami. Proses belajar bersifat individual dan kontekstual. anak dengan sumber belajar dan anak dengan pendidik. belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan orang/guru menjelaskan. Kegiatan pembelajaran ini akan menjadi bermakna bagi anak jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak. hal ini melukiskan cara berpikir anak yang deduktif yakni dari hal umum ke bagian demi bagian. C. Dengan demikian. sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan. kebiasaan. dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan. cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks. Dengan kata lain. Dengan tema diharapkan akan memberikan banyak keuntungan. dan cakupan keluasan serta kedalaman materi . dan kepandaian. 3. Siswa mampu . Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu. Tema adalah pokok pikiran atau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 122 131.milah konsep dari berbagai disiplin ilmu.komponen yang relevan di dalam struktur kognitif siswa. Pembelajaan tematik adalah pembelajaran tepadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Pembelajaran pada hakekatnya adalah suatu proses interaksi antar anak dengan anak.129. Belajar bermakna (meaningfull learning) merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Sehubungan dengan hal tersebut. lebih bermakna. b. tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsepkonsep untuk menghasilkan pemahaman yang utuh. agar terjadi belajar bermakna maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki siswa dan membantu memadukannya secara harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan. mereka belum mampu memilah.

dan tanggap terhadap gagasan orang lain. Melalui pengalaman langsung siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya. dan 6) Mengembangkan keterampilan sosial siswa. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 123 132. 5. 4. untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari matapelajaran lain. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif dalam proses pembelajaran. 4) Membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa. waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial. sehingga siswa akan memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan. Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata. 3. Beberapa ciri khas dari pembelajaran tematik antara lain: 1) Pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar. Selain itu. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu (learning by doing). sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkaan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan. toleransi. Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas. pemantapan. Kaitan konseptual antar mata pelajaran yang dipelajari akan membentuk skema. karena sesuai dengan tahap perkembangannya siswa yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik). 6. komunikasi. karena tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 124 . Teori pembelajaran ini dimotori para tokoh Psikologi Gestalt. 7. 5) Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkungannya. Dengan pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan tema ini. dengan penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar akan sangat membantu siswa. seperti kerjasama. kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan matapelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa. akan diperoleh beberapa manfaat yaitu: 1) Dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi mata pelajaran akan terjadi penghematan. termasuk Piaget yang menekankan bahwa pembelajaran haruslah bermakna dan berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan anak. 3) Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama. Oleh karena itu.mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar matapelajaran dalam tema yang sama. 2) Kegiatankegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan siswa. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. atau pengayaan. Pengalaman belajar yang menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. guru perlu mengemas atau merancang pengalaman belajar yang akan mempengaruhi kebermaknaan belajar siswa.

fenomena. Landasan psikologis dalam pembelajaran tematik terutama berkaitan dengan psikologi perkembangan peserta didik dan psikologi belajar. pemberian sejumlah kegiatan. Landasan yuridis tersebut adalah UU No. 3) Pembelajaran menjadi utuh sehingga siswa akan mendapat pengertian mengenai proses dan materi yang tidak terpecah. Aliran humanisme melihat siswa dari segi keunikan/kekhasannya. Keaktifan siswa yang diwujudkan oleh rasa ingin tahunya sangat berperan dalam perkembangan pengetahuannya. 4) Dengan adanya pemaduan antar mata pelajaran maka penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat. dan memperhatikan pengalaman siswa. potensinya. KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN TEMATIK Sebagai suatu model pembelajaran di sekolah dasar. minat. Manusia mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan obyek. dihilangkan. melainkan suatu proses yang berkembang terus menerus. pengetahuan adalah hasil konstruksi atau bentukan manusia. E. (2) konstruktivisme. Menurut aliran ini. dan kemampuannya (Bab V Pasal 1-b). pengalaman dan lingkungannya. berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. LANDASAN PEMBELAJARAN TEMATIK Landasan Pembelajaran tematik mencakup: Landasan filosofis dalam pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu: (1) progresivisme. Aliran progresivisme memandang proses pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreatifitas. Pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seorang guru kepada anak.133. D. 2) Siswa mampu melihat hubungan-hubungan yang bermakna sebab isi/materi pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat. dan (3) humanisme. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya (pasal 9). Aliran konstruktivisme melihat pengalaman langsung siswa (direct experiences) sebagai kunci dalam pembelajaran.pecah. Landasan yuridis dalam pembelajaran tematik berkaitan dengan berbagai kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah dasar. Pembelajaran tematik berpusat pada siswa (student centered). tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing siswa. dan motivasi yang dimilikinya. Psikologi perkembangan diperlukan terutama dalam menentukan isi/materi pembelajaran tematik yang diberikan kepada siswa agar tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. bukan tujuan akhir. suasana yang alamiah (natural). Memberikan pengalaman . pembelajaran tematik memiliki karakteristikkarakteristik sebagai berikut: 1. 3. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 125 134. hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar sedangkan guru lebih banyak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 126 135. Psikologi belajar memberikan kontribusi dalam hal bagaimana isi/materi pembelajaran tematik tersebut disampaikan kepada siswa dan bagaimana pula siswa harus mempelajarinya. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi. Berpusat pada siswa 2.

Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences).masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. menyenangkan dan utuh. jangan dipaksakan untuk dipadukan. sumber belajar media. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 128 137. lingkungan. G. Implikasi bagi guru Pembelajaran tematik memerlukan guru yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak. 13. pasangan. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan. RAMBU-RAMBU 1. Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel) dimana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya. dan daerah setempat. 9. dan pemecahan masalah Implikasi terhadap sarana. Kegiatan pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca. Siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya. minat. sumber belajar dan media • Pembelajaran tematik pada hakekatnya menekankan pada siswa baik secara individual maupun kelompok untuk aktif mencari. Hal ini diperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah. Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 127 136. menulis. terhadap siswa. dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral. Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan 2. mengadakan penelitian sederhana. Dengan pengalaman langsung ini. 5. Implikasi bagi siswa • Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual. IMPLIKASI PEMBELAJARAN TEMATIK Implikasi implementasi pembelajaran tematik di sekolah dasar mencakup implikasi terhadap guru. Oleh karena itu. Kompetensi dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan secara tersendiri. Menyajikan konsep dari berbagai matapelajaran 8. siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkrit) sebagai dasar untuk memahami halhal yang lebih abstrak. Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa. Dalam pembelajaran tematik pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. • . kelompok kecil ataupun klasikal. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa. Bersifat fleksibel 10. 5.langsung 4. F. Kompetensi dasar yang tidak tercakup pada tema tertentu harus tetap diajarkan baik melalui tema lain maupun disajikan secara tersendiri. dan pemilihan metode pembelajaran. bahkan mengaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan siswa berada. juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa 12. Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester 3. dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. prasarana. 4. menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik. Dengan demikian. pengaturan ruangan. Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. 11. 6. • Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelompok. Siswa mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. menarik. terhadap sarana-prasarana. Pemisahan matapelajaran tidak begitu jelas 6. 7.

a.Pembelajaran ini perlu memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang sifatnya didisain secara khusus untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran (by design). Implikasi terhadap Pemilihan metode Sesuai dengan karakteristik pembelajaran tematik. pengembangan jaringan tema. Dalam mengembangkan indikator perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran • Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati. bercakap-cakap. menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan. • Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 129 138. • Penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar masih dapat menggunakan buku ajar yang sudah ada saat ini untuk masingmasing mata pelajaran dan dimungkinkan pula untuk menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi Implikasi terhadap Pengaturan ruangan Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik perlu melakukan pengaturan ruang agar suasana belajar menyenangkan. Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator Melakukan kegiatan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran ke dalam indikator. perlu dilakukan beberapa hal yang meliputi tahap perencanaan yang mencakup kegiatan pemetaan kompetensi dasar. Kegiatan yang dilakukan adalah: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 130 139. tanya jawab. Misalnya percobaan. guru dapat bekerjasama dengan peserta didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. • Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/karpet • Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik di dalam kelas maupun di luar kelas • Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar • Alat. TAHAP PERSIAPAN PELAKSANAAN Dalam pelaksanaan pembelajaran tematik. 2) Prinsip Penentuan tema Dalam menetapkan . kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih. maupun sumber belajar yang tersedia di lingkungan yang dapat dimanfaatkan (by utilization). pengembangan silabus dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran. Pengaturan ruang tersebut meliputi: • Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan. 1) Menentukan tema Dalam menentukan tema dapat dilakukan dengan dua cara yakni: Cara pertama. Cara kedua. sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali. H. untuk menentukan tema tersebut. Pemetaan Kompetensi Dasar Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi. bermain peran. demonstrasi. 1. maka dalam pembelajaran yang dilakukan perlu disiapkan berbagai variasi kegiatan dengan menggunakan multi metode. dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai. mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masing-masing mata pelajaran. • Pembelajaran ini juga perlu mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi sehingga akan membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang abstrak.

dan kemampuannya b. kegiatan inti 3 jam pelajaran (3 x 35 menit) dan kegiatan penutup satu jam pelajaran (1 x 35 menit) a. kebutuhan. indikator. 4. 2. I. kompetensi dasar. kegiatan ini tertuang dalam kegiatan pembelajaran mulai dari pendahuluan. Komponen silabus terdiri dari standar kompetensi. Alokasi waktu untuk setiap tahapan adalah kegiatan pembukaan kurang lebih satu jam pelajaran (1 x 35 menit). Kompetensi dasar dan Indikator Lakukan identifikasi dan analisis untuk setiap Standar Kompetensi. Menetapkan Jaringan Tema Buatlah jaringan tema yaitu menghubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu. dan penilaian. Penyusunan Rencana Pembelajaran Untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran guru perlu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. pengalaman belajar. Identifikasi dan analisis Standar Kompetensi. dan waktu/banyaknya jam pertemuan yang dialokasikan). kelas. Kompetensi Dasar dan indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar kompetensi. dan kegiatan penutup. TAHAP PELAKSANAAN 1. 10) Sumber belajar. semester. 3. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 133 142. kegiatan inti. kompetensi dasar dan indikator terbagi habis. Kegiatan Pendahuluan/awal/pembukaan Kegiatan ini dilakukan terutama untuk . termasuk minat. inti dan penutup). kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. 7) Alokasi waktu 8) Metode pembelajaran dan strategi pembelajaran (kegiatan pembelajaran secara konkret yang harus dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan materi pembelajaran dan sumber belajar untuk menguasai kompetensi dasar dan indikator. Komponen rencana pembelajaran tematik meliputi: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 132 141. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema. • Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri siswa • Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan siswa.tema perlu memperhatikan beberapa prinsip yaitu: • Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan siswa: • Dari yang termudah menuju yang sulit • Dari yang sederhana menuju yang kompleks • Dari yang konkret menuju ke yang abstrak. Rencana pembelajaran ini merupakan realisasi dari pengalaman belajar siswa yang telah ditetapkan dalam silabus pembelajaran. 9) Penilaian dan tindak lanjut (prosedur dan instrumen yang akan digunakan untuk menilai pencapaian belajar peserta didik serta tindak lanjut hasil penilaian). 1) Identitas mata pelajaran (nama mata pelajaran yang akan dipadukan. Penyusunan Silabus Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada tahap-tahap sebelumnya dijadikan dasar dalam penyusunan silabus. Tahapan kegiatan Pelaksanaan pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan kegiatan yaitu kegiatan pembukaan/awal/pendahuluan. serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai. alat dan media yang digunakan untuk memperlancar pencapaian kompetensi dasar. 2) Standar kompetensi 3) Kompetensi dasar 4) Indikator pencapaian kompetensi 5) Tujuan pembelajaran 6) Materi ajar beserta uraiannya yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi dasar dan indikator. Dengan jaringan tema tersebut akan terlihat kaitan antara tema. alat/sumber. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 131 140.

Matematika B. Guru bersama dengan guru mata pelajaran pendidikan agama. Penjaskes IPA 10 8. menyanyi. Matematika B. dan menyanyi b. Matematika B. Contoh jadwal yang dapat dikembangkan seperti pada tabel berikut: JADWAL PELAJARAN SD KELAS I. Oleh karena itu.ind Matematika IPS KTK P. Matematika KTK P. Istirahat 00 9. Ind. mendongeng. maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis. menggambar hewan hasil pengamatan Kegiatan penutup • Mendongeng • Pesan-pesan moral • Musik/menyanyi Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 135 144. J. Penilaian di kelas I dan II mengikuti aturan penilaian mata-mata pelajaran lain di sekolah dasar. Kegiatan Penutup/Akhir dan Tindak Lanjut Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan.Ind. Prinsip a.45-9.35-1 B.Ind Matematika IPS KTK 0. misalnya mengamati jenis kendaraan yang lewat pada tema transporasi. B. melakukan kegiatan fisik sesuai dengan tema) Kegiatan inti • Pengembnagan kemmapuan menulis (kegiatan kelompok besar) • Pengembnagan kemampuan berhitung kegiatan kelompok kecil atau berpasangan) • Melakukan pengamatan sesuai dengan tema.35-8. kelompok kecil. Penyajian bahan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi/metode yang bervariasi dan dapat dilakukan secara klasikal. Ind. Contoh jadwal pelaksanaan pembelajaran perhari dapat dijabarkan menjadi: Contoh 1: Kegiatan Jenis kegiatan Kegiatan Anak berkumpul bernyanyi sambil menari pembukaan mengikluti irama musik Kegiatan inti • Kegiatan untuk pengembangan membaca • Kegiatan untuk pengembangan menulis • Kegitan untuk pengembangan berhitung • Kegiatan penutup Mendongeng atau membaca cerita dari buku cerita Contoh 2: Kegiatan Jenis kegiatan Kegiatan Waktu berkumpul (anak m. Kemampuan membaca. Pengaturan Jadwal pelajaran Untuk memudahkan administrasi sekolah terutama dalam penjadwalan.10 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 136 145. pantomim. Mengingat bahwa siswa kelas I SD belum semuanya lancar membaca dan menulis. ataupun perorangan. Sifat dari kegiatan pembukaan adalah kegiatan untuk pemanasan. Mulok 35 Agama 9.menciptakan suasana awal pembelajaran untuk mendorong siswa menfokuskan dirinya agar mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Matematika B. pesanpesan moral. Beberapa contoh kegiatan akhir/penutup yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan/mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 134 143. guru pendidikan Jasmani dan guru muatan lokal perlu bersama-sama menyusun Jadwal pelajaran. membacakan cerita dari buku.00-9.00-7.10-8.Ind. menulis dan berhitung merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik kelas I dan II. 2.enceritakan pembukaan pengalkaman. penguasaan . musik/apresiasi musik. Matematika B. Kegiatan Inti Dalam kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan baca. Pada tahap ini dapat dilakukan penggalian terhadap pengalaman anak tentang tema yang akan disajikan. kegiatan fisik/jasmani. PENILAIAN PEMBELAJARAN TEMATIK 1.Agama MULOK 45 8. Penjaskes IPA 35 7. b. dilakukan. tulis dan hitung. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah bercerita. II Waktu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu 7.Ind. c.

Tes mencakup: tertulis. Bandung: Tarsito Ibrahim R. 2008. membaca pada kegiatan inti dan menyanyi pada kegiatan akhir. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 139 148. Ilmu Pengetahuan Alam. catatan harian perkembangan siswa. lisan. Jakarta. bantu. Hamalik. Et al. Jean. Aspek Penilaian Pada pembelajaran tematik penilaian dilakukan untuk mengkaji ketercapaian Kompetensi Dasar dan Indikator pada tiap-tiap mata pelajaran yang terdapat pada tema tersebut. misalnya sewaktu siswa bercerita pada kegiatan awal. Dengan demikian penilaian dalam hal ini tidak lagi terpadu melalui tema. 2000. Tesis-S-2 Program Studi . Hasil Belajar dan Indikator mata pelajaran. Depdiknas. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. Olahraga dan kesehatan. Jakarta. c. Direktorat Pembinaan SMA. maupun angka. 1990. Dampak Penerapan Metode Pemecahan Masalah Terhadap Tingkat Kemampuan Berpikir SMA Pada Pembelajaran Matematika. Guru menilai anak melalui pengamatan yang lalu dicatat pada sebuiah buku Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 137 146. khususnya untuk mengetahui tentang penggunaan tanda baca. Syaodih S Nana. Bahasa Indonesia : Perbuatan • Kelancaran membaca • Melafalkan kata • Melagukan/intonasi • Cara bertanya jawab Tugas • Melengkapi kalimat C. Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Depdiknas. Direktorat Pembinaan SMP. dan Pendidikan Jasmani. 2003. Hasil karya/kerja siswa dapat digunakan sebagai bahan masukan guru dalam mengambil keputusan siswa misalnya: Penggunaan tanda baca. B. Jakarta: Rineka Cipta. Direktorat Tenaga Kependidikan. kata atau angka. Sedangkan Tes tertulis digunakan untuk menilai kemampuan menulis siswa. pisah sesuai dengan Kompetensi Dasar. Alat Penilaian Alat penilaian dapat berupa Tes dan Non Tes. Seni Budaya dan Keterampilan. Pengembangan Pembelajaran Yang Efektif. DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. Jakarta. 6th Ed. Bahan Sosialisasi KTSP. melainkan sudah terpisah. Models of Teaching. Matematika. Bahan Bimbingan Teknis KTSP. 2. 1997. 2009.terhadap ke tiga kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas. dan porto folio. yaitu: Bahasa Indonesia. 2009.masing Kompetensi Dasar dan Hasil Belajar dari mata-mata pelajaran. Oemar. Berikut adalah contoh penilaian yang dapat dilakukan guru: A. Joyce Bruce. ejaan kata. Ilmu Pengetahuan Alam : Perbuatan • Mendemonstrasikan cara menggosok gigi : Lisan • Menyebutkan cara memelihara gigi • Menjelaskan manfaat menggosok gigi 3. atau perbuatan. Perencanaan Pengajaran. Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator dari masing. Tita. Kewarganegaraan dan Tes Lisan Pengetahuan Sosial • Menyebutkan peristiwa/kegiatan yang dialami • Mengemukakan peristiwa/kegiatan yang berkesan • Mengekspresikan perasaan waktu memberi kesan. d.Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 138 147. Nilai akhir pada laporan (raport) dikembalikan pada kompetensi mata pelajaran yang terdapat pada kelas satu dan dua Sekolah Dasar. e. Bahan TOT untuk Calon Master Trainer Pengawas Sekolah. Penilaian dilakukan secara terus menerus dan selama proses belajar mengajar berlangsung. Allyn & Bacon: London Lestari. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas awal penilaian yang lebih banyak digunakan adalah melalui pemberian tugas dan portofolio.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 143 152. Nana. menjadi dan lain-lain. Martinis. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. kendaraan. Yamin. Sanjaya. Nasution. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 147 156. 2005. Lampiran3: CONTOH SILABUS KOMPETENSI Mata Pelajaran INDIKATOR KEGIATAN BELAJAR SARANA/SUMBER PENILAIAN DASAR Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 148 157. B. Kesuma Karya. Bandung: Sinar Baru. siang. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Menga-jar. berbagai kendaraan • Menirukan suara ombak BERBICARA • Menyebutkan nama • tanya jawab Memperkenalkan diri orangtua dan tentang nama sendiri dengan saudara kandung orang tuanya kalimat sederhana dan saudara dan bahasa yang kandungnya santun (berpasangan) • Menanyakan data • tanya jawab diri dan nama tentang nama orangtua serta orang tuanya saudara teman dan saudara sekelas kandungnya (berpasangan) • melakukan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 149 158.Pengembangan Kurikulum. PETA STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR YANG BERPOTENSI IPA TERPADU Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 142 151. Jakarta: Gaung Persada Press. LAMPIRAN PETA STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR IPA TERPADU A. 1989. andung. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 146 155. Sudjana. 2006. Perencanaan Pembelajaran. atau sama banyak • Menceritakan • Bercerita Menentukan waktu pengalamannya tentnag (pagi. • Bermain peran ombak. Jakarta: Bumi Aksara. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 144 153. Jakarta: Media Prenada Sudjana. Syaodih. MATEMATIKA Membilang banyak • Membilang atau • Membilang • Bola benda menghitung secara benda-benda di urut kelas • Membilang sambil Memantulkan bola • Menyebutkan • Mengamati lalu banyak benda menyebutkan nama benda yang dilihatnya • Membandingkan • Praktek langsung • Batu-batuan dua kumpulan mengambil dua benda melalui kumpulan benda istilah lebih lalu dihitung banyak. IPS Menguindentifikasi • Menyebutkan nama • Menyebutkan identitas lengkap dan nama nama diri. Nana. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Menga-jar. Jakarta: Bumi Aksara. Wina. dan panggilan lengkapnya kerabat • Menyebutkan • Menyebutkan alamat tempat alamat tinggal rumahnya IPA Makhluk Hidup • Menyebutkan • Menggambarkan dan Proses nama bagian- . Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 141 150. Nana. Uno. Pasca Sarjana IKIP Bandung. Hamzah. siang pengalamannya malam. S. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 140 149. 2004. lebih sedikit. 1989. Bandung: Sinar Baru. Strategi Pembelajaran. 2006.keluarga. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 145 154. 2006. BAHASA INDONESIA MENDENGARKAN • Menirukan • Menirukan bunyi Kaset dan tape Pengamatan Membedakan bunyi bunyi/suara tertentu suara burung bahasa seperti: suara burung. saat pagi. hari dan atau malam hari jam (bulat) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 150 159. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar.

SARANA DAN SUMBER BELAJAR: • Kartu-kartu kata • Lembar kerja (jam) • Bola STRATEGI . biji benda yang ada di benda dengan pengelompokkan salak lingkungan sekitar berbagai cara yang berdasarkan diketahui anak. siang atau malam hari IPA • Menunjukkan sebanyak-banyaknya benda yang mempunyai warna. bentuk dan sebanyak.ciri tertentu banyaknya • benda yang mempunyai warna. dalam berjalan. berlari dan melompat. kerjasama. SENI BUDAYA DAN SENI RUPA • Menyebutkan unsur • Mengamati KETERAMPILAN Mengidentifikasi rupa di lingkungan lingkungan lalu unsur rupa pada sekolah menyebutkan benda di alam benda-benda sekitar yang dilihatnya • Mengelompokkan • Mengamati berbagai jenis: lingkungan lalu bintik gari. teman sebangkunya • Meyebutkan agama.nama bagian. arah dalam Menerapkan DAN KESEHATAN lari dan loncat berjalan. bidang. berlari konsep arah dalam permainan dan melompat.mengamati banyaknya benda lingkungan dan yang mempunyai menyebutkan warna. bentuk dan ciri tertentu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 151 160.• Menyebutkan agama yang ada di agama yang Indonesia dikenalnya Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 154 163. cirinya melalui • Menunjukkan • Praktek langsung pengamatannya sebanyak. dan bentuk huruf Matematika: • Membilang atau menghitung secara urut • Menyebutkan banyak benda • Menceritakan pengalamannya saat pagi. PENDIDIKAN • Menyebutkan jenis • Menyebutkan KEWARGANEGARAAN kelamin anggota jenis kelamin keluarga. serta berlari dan nilai sportivitas. kejujuran. bintik dsb alam sekitar SENI MUSIK • Bertepuk tangan • Bermain tepuk Mengidentifikasi dengan pola tangan dengan unsur/elemen berbagai pola musik dari yang berbagai sumber dicontohkan bunyi yang dihasilkan tubuh manusia SENI TARI • Bergerak bebas • Mendengarkan Mengidentifikasi sesuai irama musik musik dan fungsi tubuh dalam bergerak bebas melaksanaan gerak mengikuti irama di tempat Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 153 162.tubuhnya lalu kehidupannya • Menyebutkan • menyebutkan Mengenal bagiankegunaan bagian. sederhana. OLAHRAGA DAN KESEHATAN • Menerapkan konsep arah dalam berjalan. • melompat. • Berjalan dengan • Praktek langsung toleransi dan berbagai pola berjalan dengan percaya diri langkah dan pola kecepatan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 152 161. bentuk dan ciri tertentu IPS • Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN • Bertepuk tangan dengan pola PENDIDIKAN JASMANI. lingkaran. mengelompokka warna dan bentuk n benda pada benda dua berdasarkan dan tiga dimensi di garis. OLAHRAGA gerak dasar jalan.bagian tubuh dan bagian tubuh bagian tubuhnya kegunaannya dan kegunaannya Mengindetifikasi • Mengelompokkan • Praktek Batu. Lampiran 4: Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS : I TEMA : LINGKUNGAN MINGGU/HARI : I/Senin ALOKASI WAKTU : 5 x 35 menit INDIKATOR: Bahasa Indonesia: • Menanyakan data diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas • Menjiplak berbagai bentuk gambar. PENDIDIKAN Mempraktikkan • Menerapkan konsep • Praktek langsung JASMANI. daun.

Kreatif. Inti (3 x 35 menit) • Di kelas anak secara individual diminta untuk mengamati berbagai benda yang ada dalam kelasnya. Inovatif. Penutup (1 x 35 menit) • Guru bercerita tentang perlunya air bagi makhluk hidup. memilih benda yang ada di kelas. • Guru meminta beberapa anak untuk menyebutkan identitas dirinya seperti nama dan alamatnya. perlunya mandi/menjaga kebersihan • Berdoa pulang Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 156 Pembelajaran Aktif.KEGIATAN A. Tarmizi Ramadhan Mengawali tulisan ini. Efektif. Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas. Dalam rangka mewujudkan . C. Pokok-pokok pikiran ini merupakan bagian dari visi dan misi sekolah. menghitungnya dan menuliskan lambang bilangan dari jumlah benda yang dihitungnya (kegiatan ini dilakukan beberapa kali) • Kegiatan berikutnya (atau bagi yang sudah menyelesaikan kegiatan pertama) dapat membaca kalimat sederhana dari kartukartu kata yang sudah disiapkan guru • Guru meminta anak untuk melihat jam dinding dikelasnya. saya ingin memberikan beberapa pemikiran dalam rangka upaya untuk mengembangkan mutu pendidikan melalui proses pembelajaran. sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. yang dilanjutkan dengan tanya jawab • Pesan-pesan moral bagi anak misalnya tentang perlunya hemat air. Pembukaan (1 X 35 menit) • Berdoa bersama • Menyanyi lagu kasih ibu sambil bertepuk dengan variasi 1-2-1-2 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 155 164. dan menceritakan suatu pengalaman yang menyenangkan dirinya • Guru meminta anak untuk berkeliling di kelas sambil melompat satu kaki dengan membilang (menghitung secara urut) lompatannya • Guru meminta beberapa anak mengemukakan tentang kegiatan yang dapat dilakukan pada waktu pagi hari. siang hari dan malam hari B. lalu anak diminta untuk menggambarkan jam didinding tersebut dilengkapi dengan penunjukkan jarum jam pada saat anak melihat dan menggambarkannya. dan Menyenangkan 11 November 2008 at 10:58 83 komentar 50 Votes oleh A.

dalam Wilis:154). Penulis terilhami menuangkan tulisan ini dengan maksud untuk dikembangkan menjadi visi misi sekolah sebagai prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan. bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru. Hal senada dikatakan Margaretha S. Hal ini relevan dengan tingkat perkembangan intelektual usia sekolah dasar (7-11 tahun) berada pada tahap operasional konkret (Piaget. Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui). 2002). Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sangat efektif diterapkan di sekolah dasar.Y. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. Berdasarkan teori belajar. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. hanya saja sering terlupakan. melainkan sudah dikenal dan populer. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya. sumber belajar. learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru. Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. Mudahmudahan tulisan singkat ini dapat menjadi bahan masukan bagi para guru untuk menengok lingkungan sekitar yang penuh arti sebagai sumber belajar dan informasi yang .. Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret. Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. dan sarana belajar. melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna. learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya). Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan (Karli dan Yuliaritiningsih. (2002) bahwa kecenderungan siswa sekolah dasar yang senang bermain dan bergerak menyebabkan anak-anak lebih menyukai belajar lewat eksplorasi dan penyelidikan di luar ruang kelas. Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan.potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar.

Siswa boleh saja berpikir secara global. Pembelajaran ini dapat dilakukan sembari melakukan pemberdayaan (empowering) terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Mohamad Yunus. Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya 9. bahkan mencari hikmah dari berbagai macam pengalaman bangsa-bangsa lain di seluruh dunia. penemuan. Belajar melalui berbuat. Dengan cara kerja seperti itu. Inovatif. Artinya. dan menyenangkan (PAIKEM). dia belajar sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif. dan bermakna 4. penerima Nobel asal Bangladesh adalah orang yang banyak belajar berbasis lingkungan untuk mengembangkan ekonomi. dan menyenangkan (PAIKEM) 5. Bekerja dan belajar yang berbasis lingkungan sekitar memberikan nilai lebih. peserta didik aktif berbuat 7. menyenangkan. efektif. setiap orang/siswa perlu belajar apa pun. Dasar Pemikiran Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada: 1. sehingga pada gilirannya dapat mencetak siswa yang cerdas dan cinta lingkungan. kita tidak perlu melakukan trial and error yang berkepanjangan. sementara kita sekadar meneruskan kerja dari paradigma yang benar. Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah Pengertian PAIKEM . dan penciptaan 8. Berpusat pada peserta didik 2. sementara si pembelajar dapat melakukan proses pembelajaran dengan lebih baik dan efisien. maka lingkungan sosial dan ekonomi sekitar dapat menjadi laboratorium alam. kreatif. Prinsip pembelajaran aktif. Dengan mendirikan Grameen Bank. efektif. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna 6. namun pengetahuan tentang pengalaman bangsa-bangsa lain tersebut dijadikan sebagai pembelajaran dalam tindakan di lingkungan secara lokal. Menekankan pada penggalian. baik bagi si pembelajar itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. Suasana yang menarik. inovatif. tetapi mereka harus bertindak secara lokal. Model pendekatan ini pun relevan dengan pembelajaran aktif. melainkan kita belajar dari kesalahan-kesalahan orang lain. Mengembangkan kreativitas peserta didik 3. kreatif. Katakanlah belajar ilmu sosial atau belajar ekonomi.

mempertanyakan. Kreatif. auditory atau kemampuan mendengar. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut: 1. Menurut hasil penelitian. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Efektif. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. dan Menyenangkan. Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Secara garis besar. dan tentu saja rasa bosan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. 3. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat.PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas. keterbatasan pilihan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. menyenangkan. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ . Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. kemungkinan kegagalan. tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. Menyenangkan adalah suasana belajarmengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. dan mengemukakan gagasan. Inovatif. 2. dan cocok bagi siswa. dan kinestetik.

dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. menggunakan.4. atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah. termasuk cara belajar kelompok. mencari rumus sendiri. Pada saat yang sama. untuk mengungkapkan gagasannya. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. Kemampuan Guru Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Kegiatan Belajar Mengajar Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam. Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri. guru dan sumber yang beragam. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. • . 5. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. misalnya: • • • • • • Percobaan Diskusi kelompok Memecahkan masalah Mencari informasi Menulis laporan/cerita/puisi Berkunjung keluar kelas Guru menggunakan alat bantu Sesuai mata pelajaran. pengamatan. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian. misalnya: • • • • Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Lingkungan Siswa: • • • • Melakukan percobaan.

Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan. Dengan demikian selama dalam proses pembelajaran akan mengajak siswa lebih aktif. • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. efektif. Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terusmenerus Kesimpulan Berdasarkan hasil pengembangan visi dan misi di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif. inovatif. efektif. dan menyenangkan) salah satu metode pembelajaran berbasis lingkungan. kreatif. • Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan seharihari • Guru memantau kerja siswa. • Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan. inovatif. Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. • Guru memberikan umpan balik. Mei 05 Bagaimana menyusun RPP berbasis PAIKEM ? Published By fatah85 under Home Tags: PAIKEM . dan menyenangkan.Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan Melalui: • • Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa Hasil karya yang merupakan anak sendiri • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) • • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. kreatif.

indikator pencapaian kompetensi.kreatif. memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar. Penilaian Meliputi : .efektif.Dalam permendiknas No 41 tahun 2007 tentang Standar Proses dikatakan bahwa perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang menuai identitas mata pelajaran Standar kompetensi (SK) Kompetensi dasar (KD). Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar g. memahami kriteria siswa b.RPP merupakan pedoman bagi seorang Guru ketika melaksanakan pembelajaran. alokasi waktu metode pembelajaran kegiatan pembelajaran.Sc (2010) untuk meyusun RPP yang aktif.RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD dan Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP. Menciptakan ruangan kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik f. Materi Ajar : III.RPP dibuat untuk setiap KD untuk dapat digunakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.M. Sementara itu menurut Saminanto. mengenal siswa secara perorangan c. Bahan / Sumber Belajar VI. Mengembangkan aktifitas fisik dan mental Adapun contoh RPP PAIKEM adalah sebagai berikut : RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Mata pelajaran : Kelas/semester : Alokasi waktu : Standar Kompetensi : Kompetensi dasar : Indikator : I. maka guru bertindak sebagai pembuat skenario pembelajaran sebagai sutradara sekaligus sebagai pemeran utama dalam pembelajaran tersebut. Metode Pembelajaran IV. inovatif. Sedang RPP itu sendiri merupakan rencana yang menggambarkan cara dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar. Mengembangkan kemampuan berfikir kritis dan kreatif serta mampu memecahkan masalah e.Spd.dan menyenangkan ada hal yang perlu diperhatikan diantaranya : a. Tujuan Pembelajaran : II. Kegiatan Pembelajaran Meliputi : Pendahuluan: Kegiatan Inti: Penutup: V. d. seperti halnya skenario yang merupakan acuan dalam alur cerita sebuah Film. materi ajar. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan h. tujuan pembelajaran. penilaian hasil belajar dan sumber belajar.

Prosedur Tes: Jenis Tes: Alat Tes: .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->