PEMBELAJARAN PAIKEM - Document Transcript

1. I HAN UR DA W Y T A TU NI PEMBELAJARAN BERBASIS PAIKEM (CTL, Pembelajaran Terpadu, Pembelajaran Tematik) Materi Pelatihan Penguatan Penguatan Pengawas Sekolah DIREKTORAT TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2010 2. SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Di dalam pelaksanaan program penguatan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah yang merupakan agenda dari program 100 hari Mendiknas, Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) telah menyusun materi untuk penguatan kemampuan kepala sekolah dan pengawas sekolah. Di dalam pengembangan materi tersebut telah mengacu kepada standar pengawas sekolah sebagaimana diatur dalam Permendiknas No. 12 tahun 2007. Saya memberikan penghargaan yang tinggi kepada Direktorat Tenaga Kependidikan atas dihasilkannya materi penguatan kemampuan pengawas sekolah dalam rangka meningkatkan kompetensi pengawas sekolah. Materi ini diharapkan dapat dijadikan referensi bagi individu pengawas sekolah dan lembaga yang terkait dalam penguatan kemampuan pengawas sekolah di Propinsi dan Kab/Kota. Berbagai pihak yang ingin berkontribusi terhadap program penguatan pengawas sekolah dapat memperkaya dengan berbagai referensi dan khasanah bacaan lainnya untuk mewujudkan pengawas sekolah yang profesional dan akuntabel. Semoga semua usaha kita untuk penguatan kemampuan pengawas sekolah sesuai dengan standar pengawas sekolah sebagaimana diamanahkan dalam Permendiknas No. 12 tahun 2007 dapat diwujudkan, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya dan menghasilkan lulusan yang cerdas, kreatif, inovatif dan berpikir kritis. Jakarta, Januari 2010 Direktur Jenderal PMPTK Prof. Dr. Baedhowi, M.Si NIP 19490828 197903 1 001 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah i 3. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah ii 4. KATA PENGANTAR Pada tahun 2007, Direktorat Tenaga Kependidikan, Ditjen PMPTK bekerjasama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah berhasil merumuskan standar pengawas sekolah/madrasah yang ditetapkan melalui Permendiknas No 12 tahun 2007. Untuk mengoperasionalkan dan mengimplementasikan Permendiknas tersebut, Direktorat Tenaga Kependidikan telah berupaya menyusun materi pelatihan sesuai dengan masing-masing komponen kompetensi pengawas sekolah yang diatur dalam Permendiknas No 12 tahun 2007. Materi yang telah disusun ini merupakan bagian dari rencana pelaksanaan program penguatan pengawas sekolah, program kedua dari delapan program 100 hari Mendiknas. Program penguatan kemampuan pengawas sekolah sangat penting mengingat peran strategis pengawas sekolah di dalam proses peningkatan mutu pendidikan. Pengawas sekolah mempunyai tugas yang sangat penting di dalam mendorong guru untuk malakukan proses pembelajaran untuk mampu menumbuhkan kemampuan kreatifitas, daya inovatif, kemampuan

pemecahan masalah, berpikir kritis dan memiliki naluri jiwa kewirausahaan bagi siswa sebagai produk suatu sistem pendidikan. Materi ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi peningkatan kompetensi pengawas sekolah sesuai yang diamanahkan Permendiknas No 12 tahun 2007. Kami menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna, namun kami perlu menyampaikan penghargaan kepada tim penyusun buku ini yang telah berusaha dan berhasil mempersiapakan materi yang dapat dijadikan bahan bacaan bagi usaha peningkatan kompetensi pengawas sekolah. Berbagai pihak yang terkait dengan penguatan kemampuan pengawas sekolah dapat memperkaya dengan materi yang lain sepanjang mencapai tujuan yang sama yaitu meningkatkan kompetensi pengawas sekolah sesuai dengan Permendiknas No 12 tahun 2007. Semoga buku ini bermanfaat bagi usaha penguatan kemampuan pengawas sekolah di seluruh Kab/Kota di Indonesia. Jakarta, Januari 2010 Direktur Tenaga Kependidikan Surya Dharma, MPA, Ph.D 19530927 197903 1 001 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah iii 5. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah iv 6. DAFTAR ISI SAMBUTAN DIRJEN PMPTK ........................................................................ i KATA PENGANTAR ................………………………….…………..……… iii DAFTAR ISI ....................................................................................................... v PENDAHULUAN ...…………………………….…………..……………….. 1 A. Latar belakang ....................................................................................... 1 B. Dimensi Kompetensi .............................................................................. 1 C. Kompetensi yang Hendak Dicapai ....................................................... 2 D. Indikator Pencapaian Kompetensi ....................................................... 2 E. Alokasi Waktu ...................................................................................... 2 F. Skenario .................................................................................................. 2 PEMBELAJARAN PAIKEM ……………………….……..……….. 4 …………………………. A. Latar Belakang ………………………................ …………………….... 4 B. Konsep Dasar Pembelajaran ……………………………………….. 7 …….…………………………..… C. Tujuan PAIKEM …………..…………………………………………… 14 D. Karakteristik PAIKEM ……………………………………….......….... 14 E. Jenis-jenis PAIKEM 16 …………………………………………………………………………… F. Penerapan PAIKEM…………………………………………………… 16 PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) ……………………..........… 21 A. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis ......………………………… 21 B. Pengertian Pembelajaran Kontekstual ................................................ 24 C. Langkah-langkah CTL ………………………………………………... 26 D. Karakteristik Pembelajaran CTL……………….......………………… 26 E. Strategi Pembelajaran Kontekstual ..................................................... 29 F. Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran 31 Tradisional ............................................................................................... Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah v 7. …………. G. Evaluasi Otentik dalam CTL ................................................................. 33 ……………. H. Penerapan

Pembelajaran Kontekstual di Kelas ................................. 35 ……………. PEMBELAJARAN TERPADU ..........................................................………. 55 A. Latar Belakang ........................................................................................ 58 …………. B. Tujuan Pembelajaran Terpadu ............................................................. 61 C. Jenis-jenis Pembelajaran ...................................................................... 62 D. Pembelajaran IPA Terpadu .................................................................. 62 E. Pembelajaran IPS Terpadu ................................................................... 96 ……………. PEMBELAJARAN TEMATIK ....................................................................... 109 A. Latar Belakang ........................................................................................ 116 ……………. B. Kerangka Berpikir .................................................................................. 118 C. Pengertian Pembelajaran Tematik ....................................................... 122 ...…………. D. Landasan Pembelajaran Tematik ......................................................... 125 E. Karakteristik Pembelajaran Tematik ................................................... 126 ……………. F. Rambu-rambu Pembelajaran Tematik ................................................. 128 ……………. G. Implikasi Pembelajaran Tematik .......................................................... 128 ……………. H. Tahap Persiapan Pembelajaran ............................................................ 130 ……………. I. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran ........................................................ 134 ……………. J. Penilaian Pembelajaran Tematik .......................................................... 137 …………. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah vi 8. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah vii 9. PENDAHULUAN A. Latar belakang Tugas pengawas satuan pendidikan tidak hanya melakukan supervisi manajerial kepala sekolah, namun juga membina guru melalui supervisi aka- demik. Dalam pembinaan guru tentu harus mengacu pada kompetensi guru, terutama kompetensi profesional berkaitan dengan proses pembelajaran. Se- jalan dengan perkembangan teknologi serta teori-teori pembelajaran, maka guru pun dituntut mampu menguasai dan memilih pendekatan, strategi dan metode pembelajaran yang tepat, sehingga menjadikan siswa aktif, kreatif, dan belajar dalam suasana senang serta efektif. Menghadapi tugas tersebut pengawas tentu harus menguasai strategi/ metode/ teknik pembelajaran/bimbingan yang up to date. Bila pengetahuan pengawas sudah ketinggalan, apa lagi hanya mengandalkan pengalaman tan-pa didukung teoriteori, maka pengawas tidak akan mandapatkan respek dari para guru yang dibinanya. Paling tidak, untuk jenjang pendidikan dasar pe-ngawas harus memahami garis besar strategi pembelajaran mata pelajaran utama antara lain: matematika, IPA, IPS, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Materi pelatihan ini dimaksudkan memberikan wawasan dan pengalaman langsung melalui praktekpraktek simulasi bagi pengawas dalam melaksanakan tugas supervisi akademik di tingkat TK, SD, SMP, SMA, SMK, SLB. B. Dimensi Kompetensi Dimensi kompetensi yang diharapkan dibentuk pada akhir Diklat ini adalah dimensi Kompetensi Supervisi Akademik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 1

tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang.vatif. 8.ngungkapan kembali pengalaman peserta pelatihan. Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. Post test. mampu memecahkan masalah melalui mata.mata pelajaran yang relevan. kreatif. Materi Diklat Alokasi 1. oleh karena itu para pendidik telah berjuang dengan segala cara dengan mencoba untuk membuat apa yang dipelajari siswa disekolah agar dapat dipergunakan dalam kehidupan mereka sehari-hari. 5. Diskusi tentang indikator keberhasilan pelatihan strategi pembelajaran. Pejelasan tentang dimensi kompetensi. Pembelajaran Terpadu (IPA Terpadu. Memang pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek. Alokasi Waktu No. Skenario 1. Kompetensi yang Hendak Dicapai Setelah mengikuti pelatihan ini pengawas diharapkan dapat membim-bing guru dalam memahami. Pembelajaran Tematik 4 jam F. Perkenalan 2. PEMBELAJARAN PAIKEM A. D. c. dengan memberikan ide-ide. menyenangkan. nyimpulkan. dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan sendiri ide-ide. Pre-test 4. me. b.Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 2 11. Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator pencapaian hasil diklat ini adalah apabila pengawas dapat: 1. dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri dalam belajar.10. Refleksi bersama antara peserta dengan pelatih mengenai jalannya pelatihan. memilih dan menggunakan strategi/metode/tek. dan mengeneralisasi dalam suasana diklat yang aktif. Praktik pengembangan strategi pembelajaran. Membimbing guru dalam menggunakan Berbagai Metode Pembelajaran Berbasis PAIKEM pada setiap mata pelajaran sesuai dengan tingkat berpikir peserta didik. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang mereka pelajari bukan mengetahuinya. E. 7. 3. yaitu lebih mengutamakan pe. ino. Penyampaian Materi Diklat: a. alokasi waktu dan skenario pendidikan dan pelatihan strategi pembelajaran. Mengidentifikasi Berbagai Jenis Pembelajaran PAIKEM 3. Pembelajaran Berbasis CTL 4 jam 2. 6. Menggunakan pendekatan andragogi. Guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa. menganalisis.nik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan potensi siswa agar kritis. inovatif. Memahami Hakikat Pendekatan Pembelajaran 2. kreatif. Peranan pelatih lebih sebagai fasilitator. Penutup Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 3 12. efektif. Tugas guru adalah menyampaikan materi-materi dan siswa diberi tanggung jawab untuk menghafal semua pengetahuan. IPS Terpadu) 4 jam 3. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 4 . C. Latar Belakang Para ahli pendidikan berpendapat bahwa proses pembelajaran di sekolah sampai saat ini cenderung berpusat kepada guru. Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. dan bermakna. indikator. Eksplorasi pemahaman peserta berkenaan dengan strategi pembelajaran. melalui pendekatan andragogi.

Di lihat dari urutan belajar. Pembelajaran Inkuiri dengan menggunakan metode pembelajaran berbuat seperti: kerja kelompok. Pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning /CTL). Kelas yang hidup diharapkan dapat mengimbangi perubahan yang terjadi di luar sekolah yang demikian cepat. Pendekatan atau model-model pembelajaran tersebut menjadi tumpuan harapan para ahli pendidikan dan pengajaran dalam upaya menghidupkan kelas secara Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 5 14. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Istilah pendekatan merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku akibat interaksi dengan lingkungan. (5) membedakan.13. Lebih jauh Gagne (1985) mengemukakan bahwa kata-kata seperti penemuan (discovery) dan kreatifitas (creativity) kadang-kadang diasosiasikan sebagaii pemecahan masalah. Karakteristik ini berhubungan dengan apa yang menjadi fokus dan mendapat tekanan dalam pembelajaran. dan aktivitas guru. B. Proses perubahan . dll. dan konfirmasi. Pembelajaran Pembelajaran Terpadu . menyenangkan. pengamatan. yaitu: (1) belajar isyarat. inspiratif. siswa berusaha menyeleksi dan menggunakan aturan-aturan yang telah dipelajari terdahulu untuk membuat formulasi pemecahan masalah. optimal. tingkat pemahaman yang lebih tinggi. Belajar dan Pembelajaran Belajar dan pembelajaran merupakan konsep yang saling berkaitan. (2) stimulus-respon. minat. sistem instruksional. kemampuan berpikir. eksperimen. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. penelitian sederhana. (3) rangkaian gerak. media. sosial. dan kemadirian sesuai denganbakat. krativitas. (7) pembentukan aturan dan (8) pemecahan masalah (problem solving). (6) pembentukan konsep. Pendekatan pembelajaran berfokus pada guru yang meliputi fungsi. Setiap pendekatan memiliki ciri-ciri dasar atau karakteristik sendiri. belajar pemecahan masalah adalah tipe belajar paling tinggi karena lebih kompleks. tetapi harus di upayakan sendiri siswa yang memanjat tangga itu. sumber belajar. atau pendekatan pembelajaran yang berfokus pada teknologi. dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 6 15. menantang. Konsep Dasar Pembelajaran 1. Oleh karenanya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tergantung pada pendekatannya. lingkungan. pemecahan masalah. sistem informasi. Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang menyatakan bahwa dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) yang harus dilakukan secara interaktif. aktivitas. peran. (4) rangkaian verbal. Ada pendekatan pembelajaran yang berfokus pada siswa yang meliputi perkembangan. Dalam tipe belajar pemecahan masalah. elaborasi. Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne (1985) dapat dikelompokan menjadi delapan tipe belajar. pengalaman siswa. Pendekatan pembelajaran berfokus pada masalah meliputi masalah personal. dan pembelajaran praktik dengan dikombinasikan dengan metode ekspositori seperti ceramah. tanya jawab dan demonstrasi adalah pendekatan pembelajaran yang karakteristiknya memenuhi harapan itu.

sosio kultural. Faktor internal.ekonomis. sikap. baik anak-anak maupun manusia dewasa. Cara-cara yang dipilih dalam menyusun strategi pembelajaran meliputi sifat. Faktor eksternal. Pembelajaran merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik. dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan. mencakup pengetahuan. keluarga dan masyarakat (keadaan sosio. adalah kondisi di luar individu peserta didik yang mempengaruhi belajarnya. dan dikendalikan pelaksanaannya (Miarso. melainkan juga termasuk di dalamnya materi pengajaran atau paket pengajarannya (Dick and Carey). 1991). Sehingga diperlukan strategi yang tepat dan efektif. keterampilan (kecakapan). yaitu kondisi dalam proses belajar yang berasal dari dalam diri sendiri. materi. 1985). 1993) Proses pembelajaran yang berhasil guna memerlukan teknik.tingkah laku merupakan upaya yang dilakukan secara sadar berdasarkan pengalaman ketika berinteraksi dengan lingkungan. Faktor internal adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan pribadi guru sebagai pengelola kelas. yaitu pengetahuan. Dengan demikian diperlukan kegiatan pembelajaran yang disiapkan oleh guru. (4) bersifat positif dan aktif. dan (6) mencakup seluruh aspek perubahan tingkah laku.kejadian internal yang berlangsung di dalam peserta didik (Winkel. Perubahan yang terjadi memiliki karakteristik: (1) perubahan terjadi secara sadar. (2) perubahan dalam belajar bersifat sinambung dan fungsional. Tingkah laku yang berubah sebagai hasil proses pembelajaran mengandung pengertian luas. peserta didik. Pada hakikatnya belajar dilakukan oleh siapa saja. minat. kondisi fisik. Ada beberapa hal yang termasuk faktor internal. motivasi. sikap. waktu. Strategi pembelajaran merupakan suatu seni dan ilmu untuk membawa pembelajaran sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara efesien dan efektif (T. Dalam hal ini proses belajar diharapkan terjadi secara optimal pada peserta didik melalui cara-cara yang dirancang dan difasilitasi oleh guru di sekolah. bakat (aptitude). Raka Joni. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 7 16. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 8 17. sehingga terjadi perubahan tingkah laku. yaitu: kecerdasan. Faktor yang memengaruhi proses pembelajaran terdiri dari faktor internal dan eksternal. metode. (5) memiliki arah dan tujuan. ditetapkan tujuannya sebelum dilaksanakan. dan sumber daya. Pada kenyataannya ada kewajiban bagi manusia dewasa atau orang-orang yang memiliki kompetensi lebih dahulu agar menyediakan ruang. 1992). (3) tidak bersifat sementara. dengan memperhitungkan kejadiankejadian eksternal yang berperanan terhadap rangkaian kejadian. Pola tingkah laku yang terjadi dapat dilihat atau diamati dalam bentuk perbuatan reaksi dan sikap secara mental dan fisik. Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur dan kegiatan. Guru harus dapat . Oleh karena itu pembelajaran perlu dirancang. dan kondisi agar terjadi proses belajar pada anak-anak. Keberhasilan belajar peserta didik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. dan mental. lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik (Gerlach and Ely). dan keadaan masyarakat). pemahaman. Pengaturan peristiwa pembelajaran dilakukan secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuat berhasil guna (Gagne. Adapun yang termasuk faktor eksternal adalah: lingkungan sekolah. dan sebagainya. dan perbuatan.

Faktor eksternal adalah kondisi yang timbul atau datang dari luar pribadi guru. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. dan tanya jawab. serta karakteristik peserta didik dan sumber daya yang dimiliki. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. Berdasarkan pendekatan yang digunakan. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. dan bahan cukup. dan e. b. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. yang dimaksud adalah faktor lingkungan alam. a. alat. yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi diskoveri inkuiri (discovery inquiry). Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menggunakan strategi ekspositori. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. d. dan e. d. alokasi waktu cukup tersedia. kondisi fisik. antara lain keluarga dan lingkungan pergaulan di masyarakat. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data d. lingkungan sosial. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. c. materi pembelajaran tidak terlalu luas. Resitasi. a. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: a. alokasi waktu terbatas. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. pengetahuan dan keterampilan. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan: a. guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. kesesuaian antara tugas dan tanggung jawab.melaksanakan proses pembelajaran. dan motivasi kerja. Faktor lingkungan. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. oleh sebab itu guru harus memiliki persiapan mental. b. sumber referensi. sumber referensi terbatas. Guru diharapkan mampu memilah dan memilih dengan tepat strategi yang digunakan agar hasil pembelajaran efektif dan maksimal. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. Preparasi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 10 19. sedangkan pendekatan pembelajaran Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 9 18. Pemilihan strategi ekspositori atau diskoveri inkuiri dilakukan atas pertimbangan karakteristik kompetensi yang menjadi tujuan yang terdiri dari sikap. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguhsungguh. secara umum ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi yang berpusat pada guru (teacher centre oriented) dan strategi yang berpusat pada peserta didik (student centre oriented). diskusi kelas. dan lingkungan sekolah. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. penguasaan bahan. c. media. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. Kegiatan pembelajaran berbentuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 11 . Oleh karena itu tidak ada strategi yang tepat untuk semua kondisi dan karakteristik yang dihadapi. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik.

Kemampuan memecahkan masalah (problem solving) adalah kemampuan tahap tinggi siswa dalam mengatasi hambatan. sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik. dan sebagainya. dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. diskusi kelompok. f. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. Berpikir kritis adalah kecakapan nalar secara teratur. Metode yang digunakan adalah observasi. PAIKEM Sebagai Model Pembelajaran Berbasis Kompetensi PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah.20. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. e. Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 13 22. Kritis /Kreatif. 2. berpikir kritis dan berpikir kreatif (critical dan . dan keterampilannya. Oleh karena itu dalam Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 12 21. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya. kecakapan sistematis dalam menilai. memberi keyakinan. kelas dengan jumlah tertentu. Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir. simulasi. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial. sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. kreatif. d. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. b. eksperimen. dan Menyenangkan. Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. pengetahuan. pengetahuan. Prinsip pembelajaran berbasis kompetensi adalah sebagai berikut: a. Inspiratif/Interaktif/ Inovatif. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga mencapai ketuntasan yang ditetapkan. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. kesulitan maupun ancaman. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap. Efektif. dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan. menarik keputusan. c. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap. memecahkan masalah. Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. ekplorasi. Peserta didik memiliki karakteristik. C. potensi. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan. sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis. guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya. sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya. Tujuan PAIKEM Pembelajaran berbasis PAIKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. dan kecepatan belajar yang beragam. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi.

Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. bentuknya antara lain: • Mengemukakan pendapat • Presentasi laporan • Memajangkan hasil kerja • Ungkap gagasan 3. dan transfer dalam belajar. Karakteristik PAIKEM Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 14 23. kegagalan panen. Komunikasi.bangun gagasan. Jika memungkinkan masalah diidentifikasi dan dipilih oleh siswa sendiri. makna. pembusukan makanan. 1. perhatian. Pembelajaran Pengayaan dengan menggunakan berbagai strategi antara lain dengan Les. Dalam pembelajaran pemecahan masalah. kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan tatap muka. memberi keyakinan. Dsb. bentuknya antara lain: • Diskusi • Tanya jawab • Lempar lagi pertanyaan o Kesalahan makna berpeluang terkoreksi o Makna yang terbangun semakin mantap o Kualitas hasil belajar meningkat Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 15 24. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (orginality). kejahatan.creative thinking). 4. Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi. memang berada pada diri siswa. Tanggung jawab belajar. retensi. Kegiatan Refleksi yaitu memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan. Berdasarkan panduan penyusunan KTSP (KTSP). serta konteks kehidupan dan lingkungan ini memiliki 4 ciri yaitu: mengalami. sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. Interaksi. kecakapan sistematis dalam menilai. E. dan . IPS Terpadu). kegiatan PAIKEM perlu didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. kegiatan tugas terstruktur.son Study. pengalaman dan kemandirian siswa. kemacetan lalu lintas. F. IPA Terpadu. persepsi. tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa. ketajaman pemahaman (insigt) dalam mengembangkan sesuatu (generating). maka pembelajaran yang berfokus pada siswa. Penerapan PAIKEM Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 16 25. Jenis-Jenis PAIKEM Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik PAIKEM antara lain adalah pembelajaran kotekstual (CTL). interaksi dan refleksi. wabah penyakit. Pembelajaran berbasis TIK (ICT). Pembelajaran Terpadu (Tematik. aktivitas. • mengapa demikian? • apakah hal itu berlaku untuk …? • Untuk perbaikan gagasan/makna • Untuk tidak mengulangi kesalahan • Peluang lahirkan gagasan baru Dari karakteristik PAIKEM tersebut. komunikasi. atau soal-soal dalam setiap mata pelajaran yang membutuhkan analisis dan pemahaman tingkat tinggi. memecahkan masalah menarik keputusan. motivasi. maka guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam mem. dan diidentifikasi hendaknya yang penting dan mendesak untuk diselesaikan serta sering dilihat atau diamati oleh siswa sendiri. Sesuai dengan singkatan PAIKEM. umpamanya masalah kemiskinan. 2. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Mengalami (pengalaman belajar) antara lain: • Melakukan pengamatan • Melakukan percobaan • Melakukan penyelidikan • Melakukan wawancara • Siswa belajar banyak melalui berbuat • Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera. siswa secara individual atau kelompok diberi tugas untuk memecahkan suatu masalah. pemalsuan produk. D.

Metode yang digunakan seperti penugasan. teman belajar. jumlah materi (tuntutan kompetensi dalam aspek pengetahuan) atau bahan banyak. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. Apersepsi diperlukan untuk penyegaran c. diskusi kelas. presentasi. d. demonstrasi. atau proyek. Kegiatan Tatap Muka Untuk kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik ekspositori maupun diskoveri inkuiri. tanya jawab. atau demonstrasi. Kegiatan tugas terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. Oleh karena itu pembelajaran dilakukan dengan strategi diskoveri inkuiri. observasi di sekolah. Resitasi. PAIKEM dapat diterapkan pada pembelajaran Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Tapi jika sudah ada sekolah yang menerapkan sistem SKS. yaitu relating. diskusi kelompok. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori. observasi di sekolah. cooperating. 2. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. a. peran guru sebagai fasilitator. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi ekspositori adalah sebagai berikut. presentasi. Sekolah standar. dan untuk SD terdiri dari 35 menit tatap muka untuk Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur. SMP terdiri dari 40 menit. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan. applying. Metode yang digunakan seperti ceramah interaktif. eksperimen. demonstrasi. diskusi kelas. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok. atau simulasi. Presentasi (penyajian) materi pembelajaran d. experiencing. tugas terstruktur dan kegiatan mandiri. 1. eksperimen. beban belajarnya dinyatakan dalam jam pelajaran ditetapkan bahwa satu jam pelajaran tingkat SMA/SMK terdiri dari 45 menit. tanya jawab. dan e. Kegiatan Tugas terstruktur Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 17 26. Preparasi. sumber referensi terbatas.kegiatan mandiri tidak terstruktur. pengulangan pada bagian yang menjadi kata kunci kompetensi atau materi pembelajaran. observasi lingkungan. b. ekplorasi dan kajian pustaka atau internet. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. a. c. pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. jumlah pesera didik dalam kelas banyak. Namun demikian tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi diskoveri inkuiri. karakteristik peserta didik dengan kemandirian belum memadai. observasi lingkungan. atau simulasi. alokasi waktu terbatas. Pemilihan strategi ekspositori dilakukan atas pertimbangan: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 18 27. tutor. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh guru. Bagi sekolah yang menerapkan sistem paket. kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran). pembelajaran kolaboratif dan kooperatif. atau proyek. 3. Pemilihan strategi diskoveri inkuiri . guru menyiapkan bahan/materi pembelajaran b. maka kegiatan tatap muka lebih disarankan dengan strategi ekspositori. Dalam hal ini guru perlu mendesain kegiatan pembelajaran tatap muka. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning).

alokasi waktu cukup tersedia. jumlah peserta didik dalam kelas tidak terlalu banyak. diskusi kelompok. Sejauh ini pendidikan kita masih di dominasi oleh pandangan bahawa pengetahuan sebagai perangkat fakta- . b.dilakukan atas pertimbangan: a. Sekolah progresif harus merupakan laboratorium untuk melakukan eksperimen. 2. diskusi kelas. d. ekplorasi. alat. Langkah-langkah yang dilakukan pada strategi diskoveri inkuiri adalah sebagai berikut. Selain teori progressivisme John Dewey. PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL A. Intinya. media. oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi guru agar pengaturan kelas maupun waktu lebih efektif. dan sebagainya. Strategi diskoveri inkuiri memerlukan persiapan yang sungguh-sungguh. 4. Strategi ini melibatkan aktivitas peseserta didik yang tinggi. Belajar dipendang sebagai usaha atau kegiatan intelektual untuk membangkit ideide yang masih laten melalui kegiatan introspeksi. sumber referensi. Pokok-pokok pandangan progressivisme antara lain: 1. dalam bentuk apa yang mereka ketahui dan apa yang dapat mereka lakukan. dan tanya jawab. Guru sebagai pembimbing dan peneliti. Guru atau peserta didik mengajukan dan merumuskan masalah b. Menganalisis data dan melakukan verifikasi e. d. Metode yang digunakan adalah observasi. Merumuskan logika berpikir untuk mengajukan hipotesis atau jawaban sementara c. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 20 29. Siswa belajar dengan baik apabila mereka secara aktif dapat mengkonstruksi sendiri pemahaman mereka tentang apa yang diajarkan oleh guru. Melakukan generalisasi Strategi ekspositori lebih mudah bagi guru namun kurang melibatkan aktivitas peserta didik. Metode yang digunakan adalah ceramah atau presentasi. eksperimen. materi pembelajaran tidak terlalu luas. Latar Belakang Filosofis dan Psikologis Penerapan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) di Amerika Serikat bermula dari pandangam ahli pendidikan klasik John Dewey yang pada tahun 1916 mengajukan teori kurikulum dan metodologi pengajaran yang berhubungan dengan pengalaman dan minat siswa. serta proses belajar akan produktif jika siswa terlibat dalam proses belajar di sekolah. a. Filosofi pembelajaran kontekstual berakar dari paham progressivisme John Dewey. Siswa harus bebas agar dapat berkembang wajar. Merumuskan langkah kerja untuk memperoleh data Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 19 28. 6. Penumbuhan minat melalui pengalaman langsung untuk merangsang belajar. Namun demikian ceramah atau presentasi yang dilakukan secara interaktif dan menarik dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Kegiatan pembelajaran berbentuk Problem Based Learning yang difasilitasi oleh guru. dan e. Harus ada kerja sama antara sekolah dan masyarakat. 5. Siswa akan belajar dengan baik apabila mereka terlibat secara aktif dalam segala kegiatan di kelas dan berkesempatan untuk menemukan sendiri. Kegiatan pembelajaran berupa instruksional langsung (direct instructional) yang dipimpin oleh guru. dan bahan cukup. c. teori kognitif melatarbelakangi pula filosofi pembelajaran kontekstual. karakteristik peserta didik dengan kemandirian cukup memadai. siswa akan belajar dengan baik apabila apa yang mereka pelajari berhubungan dengan apa yang telah mereka ketahui. simulasi. siswa menunjukkan belajar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 21 30. 3.

Beberapa proposisi yang dapat dikemukakan sebagai implikasi dari teori kontruktivistik dalam praktek pembeljaran di sekolah-sekolah kita sekarang adalah sebagai berikut: 1. Belajar adalah pemaknaan pengetahuan. diperlukan sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. Kebebasan merupakan unsur esensial dalam lingkungan belajar. siswa diharapkan dapat membangun pemahaman sendiri dari pengalaman/pengetahuan terdahulu. Melalui landasan filosofi konstruksivisme. Siswa diharapkan memapu mempraktikkan pengetahuan/pengalaman yang telah diperoleh dalam konteks kehidupan. Berpijak pada dua pandangan itu. siswa dapat memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan yang dipelajari. atau prinsip bagi diri mereka sendiri. 5. bukan memberikan ceramah atau mengendalikan seluruh kegiatan di kelas. Belajar pada hakikatnya memiliki aspeksosial dan budaya. berubah dan tidak menentu.fakta yang harus dihafal. Dasarnya pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dari konteks yang terbatas dan sedikit demi sedikit. Hakikat teori kontruksivisme adalah bahwa siswa harus menjadikan informasi itu menjadi miliknya sendiri. 3. Otak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 22 31. bukan perolehan pengetahuan dan mengajar diartikan sebagain kegiatan atau menggali makna. Pemahaman ini diperoleh siswa karena ia dihadapkan kepada lingkungan belajar yang bebas yang merupakan unsur yang sangat esensial. Teori konstruksivis menuntut siswa berperan aktif dalam pembelajaran mereka sendiri. Strategi belajar yang digunakan menentukan proses dan hasil belajar. siswa diharapkan belajar melalui mengalami bukan menghafal. Karena penekanannya pada siswa aktif. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 23 32. Dengan demikian. filosofi konstruksivisme berkembang. bukan memindahkan pengetahuan kepada orang yang belajar. CTL dipromosikan menjadi alternatif strategi belajar yang baru. pengetahuan bersifat non-objektif. Melalui strategi. kebebasan dipandangan sebagai penentu keberhasilan karena kontrol belajar dipegang oleh siswa sendiri. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghapal fakta-fakta. Di dalam kelas yang pengajarannya terpusat kepada siswa. 4. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. Pemahaman yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman-pengalam belajar bermakna. peranan guru adalah membantu siswa menemukan fakta. teori kontruksivisme memandang siswa secara terus menerus memeriksa informasi-informasi baru yang berlawanan dengan aturan-aturan lama dn memperbaiki aturan-aturan yang tidak sesuai lagi. Untuk itu. Siswa yang harus mengkontruksikan sendiri pengetahuannya. kemudian ceramah sebagai pilihan utama strategi belajar. Tujuan . maka strategi kontruksivis sering disebut pengajaran yang berpusat pada siswa (studentcentered instruction). Dengan paham kontruksivisme. temporer. Menurut filosofi konstruktivisme. atau akal manusia berfungsi sebagai alat untuk melakukan interpretasi sehingga muncul makna yang unik. Kerja kelompok dianggap sangat berharga. tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkontruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. dan selalu berubah. Dalam pandangan kontruksivistik. Belajar adalah proses pemaknaan informasi baru 2. Siswa diharapkan juga melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut. konsep. Segala sesuatu bersifat temporer.

cooperating. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual.atu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. Dengan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 24 33. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. menemukan (inquiri). bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Lakukan . Ciptakan masyarakat belajar. Lakukan refleksi di akhir pertemuan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 25 34. tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. B. Kembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. 3. Secara garis besar. Langkah-langkah CTL CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja. 2. dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. bertanya (questioning). Sesu. Dalam kelas kontekstual.sama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). 5. sosial. C. CTL merupakan suatu konsep belajar dimana guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. 6. Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan-nya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidu. yakni: konstruktivisme (constructivism). 7. applying. Pembelajaran kontekstual dengan pendekatan konstruktivisme dipandang sebagai salah satu strategi yang memenuhi prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. experiencing. Pengertian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. 4. konsep ini. Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah. Dengan demikian. Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel da-pat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya.pan mereka sehari-hari. langkah-langkah yang harus ditempuh dalam CTL adalah sebagai berikut: 1. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja ber. pemodelan (modeling). yaitu relating. Dengan lima strategi pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning). bidang studi apa saja. paham konstruktivistik menolak pandangan behavioristik. dan transferrini diharapkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara maksimal. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik.pembelajaran konstruktivistik menekankan pada penciptaan pemahaman yang menuntut aktivitas yang kreatif dan produktif dalam konteks nyata. masyarakat belajar (learning community). Proses pembelajaran berlangsung lebih alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelaaran efektif.

kecakapan . mereka menemukan makna. Bekerjasama (collaborating) Siswa dapat bekerja sama. membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling berkomunikasi. Kerjasama. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (je-las dan operasional).penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) dengan berbagai cara. merupakan pembelajaran yang aktif. Siswa kritis guru kreatif. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 26 35. 2. yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya. materi pembelajaran. 5. nerpikir kritis dan berpikir kreatif. Siswa aktif. Atau sejarah dengan pengalamannya mereka sendiri. dan authentic assessmentnya. program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran. Beberapa komponen utama dalam pembelajaran Kontekstual menurut Johnson (2000: 65). dan makna memberi mereka alasan untuk belajar. gambar. Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful connections) Keterkaitan yang mengarah pada makna adalah jantung dari pembelajaran dan pengajaran kontekstual. 8. Menyenangkan. artikel. peta-peta. 5. yang dapat di uraikan sebagai berikut: 1. Berpikir kritis dan kreatif (critical dan creative thinking) Pembelajaran kontekstual membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi. D. Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 27 36. Belajar dengan bergairah. lang-kah-langkah pembelajaran. 4. tidak membosankan. Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa. Melakukan kegiatankegiatan yang berarti (doing significant works) Model pembelajaran ini menekankan bahwa semua proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas harus punya arti bagi siswa sehingga mereka dapat mengkaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sisw 3. Ketika siswa dapat mengkaitkan isi dari mata pelajaran akademik. 4. Dalam konteks itu. media untuk mencapai tujuan tersebut. Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor tetapi hasil karya siswa. Pembelajaran yang diatur siswa sendiri. 2. 10. Mengkaitkan pembelajaran dengan kehidupan seseorang membuat proses belajar menjadi hidup dan keterkaitan inilah inti dari CTL. Pembelajaran terintegrasi. Guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. 9. 7. melibatkan kegiatan menghubungkan masalah ilmu dengan kehidupan sehari-hari dengan cara-cara yang berarti bagi siswa. Saling menunjang. karangan siswa dan lain-lain Dalam pembelajaran kontekstual. mandiri. sedangkan program untuk pembelajaran kontekstual le-bih menekankan pada skenario pembelajarannya. memberi kebebasan kepada siswa menggunakan gaya belajarnya sendiri. membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok. 3. ilmu pengetahuan alam. Menggunakan berbagai sumber. laporan hasil pratikum. 11. humor dan lain-lain. 6. Sharing dengan teman. Belajar yang diatur sendiri (self-regulated Learning) Pembelajaran yang diatur sendiri. Karakteristik Pembelajaran CTL 1.

ketajaman pemahaman dalam mengembangkan sesuatu. Ia mengembangkan keterampilan berpikir dan memecahkan masalah yang penting di dalam konteks kehidupan nyata. Suatu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah. Tiap siswa bisa mencapai keunggulan. mencapai keunggulan (excellent). Belajar Berbasis Inquiry (Inquiry-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan menyediakan kesempatan untuk pembelajaran bermakna. sikap. Penilaian autentik merupakan antitesis dari ujian stanar. Yasin dan Senduk. menganalisis asumsi dan pencarian ilmiah. Strategi yang berasosiasi dengan pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut. dan mempresentasikan penemuannya kepada orang lain. dan mentor. 3.sistematis dalam menilai. mensintesis. Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nuturing the individual) Dalam pembelajaran kontekstual siswa bukan hanya mengembangkan kemampuankemampuan intelektual dan keterampilan. Pendekatan ini mencakup pengumpulan informasi yang berkaitan dengan pertanyaan. 4. Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian. Menggunakan Penilaian yang otentik (using authentic assessment) Penilaian autentik menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan akademik baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu. motif berprestasi. 2. memecahkan masalah menarik keputusan. asalkan sia dibantu oleh gurunya dalam menemukan potensi dan kekuatannya. dan melaksanakan tugas bermakna lainnya. Guru dalam pembelajaran kontekstual juga berperan sebagai konselor. Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja secara mandiri dalam . Dalam hal ini siswa terlibat dalam penyelidikan untuk pemecahan masalah yang mengintegrasikan keterampilan dan konsep dari berbagai isi materi pelajaran. 2004: 56). dsb. Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards) Pembelajaran kontekstual diarahkan agar siswa berkembang secara optimal. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 28 37. memberi keyakinan. 7. serta untuk memperoleh pegetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. minat. 1. disiplin. kebutuhan dan kemampuannya. Dalam pengetahuan dan konsep yang esensi dari mata pelajaran. 8. penilaian autentik memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sambil mempertunjukkan apa yang sudah mereka pelajari. Pembelajaran Autentik (Authentic Instruction) Suatu pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa untuk mempelajari konteks bermakna. Strategi Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menempatkan siswa di dalam konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari (Nurhadi. Belajar berbasis Masalah (Problem-Based Learning) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 29 38. 6. tetapi juga aspek-aspek kepribadian: integritas pribadi. Belajar berbasis Proyek/Tugas (Project-Based Learning) Suatu pendekatan pembelajaran komprehensif di mana lingkungan belajar siswa (kelas) didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah autentik termasuk pendalaman materi dari suatu topik mata pelajaran. tanggung jawab. E. Tugas dan kegiatan yang akan dilakukan siswa harus sesuai dengan minat.

3. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 32 . Dalam pembelajaran kontekstual. bahasa diajarkan dengan pendekatan struktural: rumus diterapkan sampai paham. tempat kerja atau sejenisnya dan berbagai aktifitas dipadukan dengan materi pelajaran untuk kepentingan siswa.. jadi menekankan hubungan antara pengalaman jasa-layanan dan pembelajaran akademis. Suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan konteks tempat kerja untuk mempelajari materi pelajaran berbasis sekolah dan bagaimana materi tersebut dipergunakan kembali di tempat kerja. kemudian dilatihkan (drill). sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa belajar secara individual. Dalam pembelajaran kontekstual. 1. 8. pendekatan ini menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru yang diperlukan dan berbagi keterampilan untuk memenuhi kebutuhan dalam masyarkat melalui proyek/tugas terstruktur dan kegiatan lainnya. Belajar Berbasis Kerja (Work-Based Learning) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 30 39. dan mengkulminasikan dengan produk nyata. Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual. perilaku dibangun atas kesadaran sendiri sedangkan dalam pembelajaran tradisional perilaku dibangun atas kebiasaan. sedangkan dalam pembelajaran tradisional hadiah untuk perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor. 2. sedangkan dalam pembelajaran tradisional ketrampilan dikembangkan atas dasar latihan. sedangkan dalam pemebelajaran tradisional pembelajaran sangat abstrak. Perbedaan Pembelajaran Kontekstual Dengan Pembelajaran Tradisional Terlihat jelas perbedaan proses pembelajaran kontekstual yang berpijak pada pandangan kontrukstivisme dengan pembelajaran tradisional yang berpijak padangan behaviorisme-objektivis. F. 6. Belajar Berbasis Jasa-Layanan (Service Learning) Suatu pendekatan pembelajaran yang mengkombinasikan jasa layanan masyarakat dengan suatu struktu berbasis sekolah untuk merefleksikan jasalayanan tersebut. hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri. Menurut Sanjaya (2006 : 256) ada beberapa perbedaan yang dapat diuraikan sebagai berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 31 40. Dalam pembelajaran kontekstual. Belajar Kooperatif (Cooperatif Learning) Pendekatan pembelajaran yang menggunakan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan. yakni siswa diajak menggunakan bahasa dalam konteks nyata. Dalam pembelajaran kontekstual. Dalam pembelajaran kontekstual. 5. siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran. sedangkan dalam pembelajaran tradisional. 7. bahasa diajarkan dengan pendekatan komunikatif. Dalam pembelajaran kontekstual. seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia sadar hal itu keliru dan merugikan. sedangkan dalam pembelajaran tradisional seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia takut hukuman. pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan atau masalah yang disimulasikan. 6. keterampilan dibangun atas kesadaran diri. siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok. diskusi. Jadi dalam hal ini. 5. saling mengoreksi. 4.mengkonstruk pembelajarannya.. 7. Dengan kata lain. sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa adalah penerima informasi yang pasif.

gambar. tampa memberikan kontribusi ide dalam proses pembelajaran. terlibat penuh dalam pengupayakan terjadinya proses pembelajaran yang efektif. biasanya hanya digunakan tes. Dalam pembelajaran kontekstual.41. Dalam pembelajaran kontekstual. baik berupa rancangan. model. mendengarkan. bahwa evaluasi dengan menggunakan tes tidak bisa digunakan. maka makin mendekati evaluasi otentik. Evaluasi juga dilakukan pada waktu siswa berdiskusi. pemahaman rumus dikembangkan atas dasar skemata yang sudah ada dalam diri siswa. hasil karya dan portfolio. dan dilatihkan. makalah. Hal ini tidak berarti. ikut bertanggungjawab atas terjadinya proses pembelajaran yang efektif. Evaluasi terhadap proses pembelajaran dan hasil karya merupakan evaluasi otentik. tengah semester atau akhir unit. mencatat. G. laporan. evaluasi kenyataan. diterima dan dilafalkan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 34 . sedikit sekali atau bahkan hampir tidak ada. pengetahuan yang dimiliki oleh manusia dikembangkan oleh manusia itu sendiri. melaksanakan maupun melaporkan hasil kegiatannya. dan penyelesaian soal. 10. Makin pendek periode waktu pembelajaran yang dievaluasi. menyeluruh dan terus menerus. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 33 42. berbentuk tes obyektif atau essay. ataupun hasil pemecahan dan jawaban soal. Perubahan atau perkembangan tersebut mungkin berkenaan dengan aspek yang menjadi tujuan atau terumuskan dalam tujuan pembelajaran. Dalam evaluasi hasil pembelajaran. Evaluasi dilakukan pada waktu para siswa merencanakan sesuatu kegiatan. merupakan wujud dari perkembangan dan kemampuan hasil belajar mereka. Manusia menciptakan atau membangun pengetahuan dengan cara memberi arti dan memahami pengalamannya sedangkan dalam pembelajaran tradisional pengetahuan adalah penangkapan terhadap serangkaian fakta. akhir semester. Setiap saat terjadi perubahan dan perkembangan pada para siswa. pengamatan. Perubahan dan perkembangan bidang atau aspek tertentu mungkin sangat banyak/tinggi. percobaan. mengukur hasil pembelajaran pada akhir periode. atau hukum yang brada di luar diri manusia. menghapal). tetapi pada bidang atau aspek lainnya sedikit. yang harus dikembangkan. lisan. siswa menggunakan kemampuan berpikir kritis. rangkuman. pemecahan masalah. 11. 9. Dalam pembelajaran kontekstual. sedangkan dalam pembelajaran tradisional rumus itu ada di luar diri siswa. mengerjakan tugas. Portfolio merupakan kumpulan dokumen yang disusun secara sistematik dan terarah yang menggambarkan perkembangan atau kemajuan siswa dalam bidang tertentu. mengerjakan tugas. Evaluasi Otentik Sebagai Ciri Penilaian Pembelajaran Kontekstual Pembelajaran kontekstual menuntur evaluasi yang bersifat komprehensif. melakukan latihan. maka dalam evaluasi proses juga digunakan evaluasi perbuatan (pengamatan). karena mengevaluasi apa yang secara nyata dilakukan dan dihasilkan oleh para siswa. penelitian. konsep. karena evaluasi dengan menggunakan tes. dan membawa skemata masingmasing ke dalam proses pembelajaran sedangkan dalam pembelajaran tradisional siswa secara pasif menrima rumus atau kaidah (membaca. Bagaimana siswa melakukan berbagai kegiatan tersebut serta hasil-hasil yang mereka tunjukkan. karena dilakukan oleh guru kontekstual sepanjang proses pembelajaran.

43. H. Penerapan Pembelajaran Kontekstual di Kelas Ada tujuh komponen utama pembelajaran yang mendasari penerapan pembelajaran kontekstual dikelas. Ketujuh komponen itu adalah konstruktivisme (constructivism), bertanya (questioning), menemukan (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling) refleksi (reflection), dan penilaian sebenarnya (authentic assessment) 1. Konstruktivisme (Constructivism) Konstruktivisme merupakan landasan berpikir pendekatan kontekstual, yaitu pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak dengan tiba- tiba. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Tetapi siswa harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalaui pengalaman nyata. Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan bergelut dengan ide-ide, yaitu siswa harus mengkontruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri. Esensi dari teori kontruksivisme adalah ide bahwa siswa haarus menemukan dan mentransfomasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain, dan apabila dikehendaki informasi itu menjadi milik mereka sendiri. Dengan dasar ini pembelajaran harus dikemas menjadi proses mengkontruksi bukan mnerima pengetahuan. Landasan berpikir konstruktivisme agak berbeda dengan kaum objektif, yang lebih menekaankan pada hasil pembelajaran. Dalam pandangan konstruktivisme, strategi memperoleh lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 35 44. pengetahuan. Untuk itu tugas guru adalah memfasilitasi proses tersebut dengan : (1) menjadikan pengetahuan bermakana dan relevan bagi siswa; (2) memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri; dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. 2. Bertanya (questioning) Pengetahuan yang dimiliki seseorang, selalu bermula dari bertanya karena bertanya merupakan strategi utama pembelajaran yang produkstif, kegiatan bertanya berguna untuk: (1) menggaliinformasi baik administrasi maupun akademia; (2) mengecek pemahaman siswa; (3) membangkitkan respon pada siswa; (4) mengetahui sejauh mana keingin tahuan siswa; (5) mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa; (6) memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki gur; (7) untuk membangkitkan lebihbanyak lagi pertanyaan dari siswa; (8) untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa. Pada semua aktivitas belajar, questioning dapat diterapkan antara siswa dengan siswa, antara guru dan siswa, antara siswa dengan guru, antara siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas dan sebagainya. 3. Menemukan (inquiry) Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hanya hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi juga hasil dari menemukan sendiri. Siklus inquiry adalah (1) observasi, (2) bertanya, (3) mengajukan dugaan, (4) pengumpulan data, (5) penyimpulan. Kata kunci dari strategi inquiry Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 36

45. adalah siswa menemukan sendiri, adapun langkah-langkah kegiatan menemukan sendiri adalah: (1) merumuskan masalah dalam mata pelajaran apapun; (2) mengamati atau melakukan observasi; (3) menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar,laporan, bagan tabel, dan karya lainnya; dan (4) mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca, teman kelas, guru, atau audience lainnya. 4. Masyarakat Belajar (learning community) Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerja sama dengan orang lain. Hasil belajar didapat dari berbagi anatara kawan, kelompok, dan antara yang tahu ke yang belum tahu. Di ruang kelas ini, di sekitar sini, juga dengan orang-orang yang diluar sana semua adalah anggota masyarakat belajar. Dalam kelas yang menggunakan pendekatan kontekstual, guru disarankan dalam melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang anggotanya heterogen. Yang pandai mengajari yang lemah, yang tahu memberiyahu yang belum tahu, yang cepat menangkap mendorong temannya yang lambat, yang mempunyai gagasan segera memberikan usul dan seterusnya. Kelompok siswa bisa sanagt bervariasi bentuknya, baik keanggotaan, jumlah, bahkan bisa melibatkan siswa di dalam kelas atasnya, atau guru mengadakan kolaborasi dengan mendatangkan seorang ahli ke kelas. 5. Permodelan (modelling) Dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu, ada model yang bisa ditiru. Model itu, memberi peluang yang besar bagi guru untuk memberi contoh cara mngerjakan sesuatu, dengan begitu guru memberi model tentang bagaimana belajar. Dalam pendekatan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 37 46. kontekstual guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa, seorang siswa dapat ditunjuk untuk memberikan contoh temannya, misalnya cara melafalkan suatu kata. Siswa contoh tersebur dikatakan sebagai model, siswa lain dapat menggunakan model tersebut sebagai standar kompetensi yang harus dicapai. 6. Refleksi (reflection) Refleksi adalah cara berfikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir kebelakng tentang apa-apa yang sudah kita lakukan dalam hal belajar di masa lalu. Siswa mengendapkan apa yang dipelajarinya sebagai struktur pengetahuan yang baru, yang merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan sebelummnya. Refleksi merupakan respons terhadap kejadian, aktivitas, atau pengetahuan yang baru diterima. 7. Penilaian Sebenarnya (authentic assessment) Assessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran belajar siswa. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui olehb guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran yang benar. Apabila data yang dikumpulkan guru mengidentifikasikan bahwa siswa mengalami kemacetan dalam belajar, maka guru segera bisa mengambil tindakan yang tepat agar siswa agar siswa terbebas dari kemacetan belajar. Karena gambaran tentang kemajuanbelajar itu diperlukan disepanjang proses pembelajaran, maka penilaian tidak dilakukan diakhir periode seperti akhir semester. Kemajuan belajar dinilai dari proses, bukan melalui hasil, dan dengan berbagai cara. Tes hanyalah salah satunya, itulah hakekat penilaian yang sebarnya. Penilai tidak hanya guru, tetapi bisa juga teman Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 38

47. lain atau orang lain. Karakteristik penilain sebenarnya adalah (1) dilaksanakan selama dan sesuadah proses pembelajaran berlangsung; (2) bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif; (3) yang diukur keterampilan dan performasi, bukan hanya mengingat fakta; (4) berkesinambungan; (5) terintegrasi; (6) dapat dipergunakan sebagaifeed back. Dengan demikian pembelajaran yang benar memang seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa agar mampu mempelajari (learning how to learn) sesuatu, bukan ditekankan pada diperolehnya sebanyak mungkin informasi diakhir periode pembelajaran. Berikut contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis CTL pada mata pelajaran IPA di SMP. CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BERBASIS CTL Sekolah : SMP .......................................... Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) Kelas/Semester : IX (Sembilan)/ 2 (Dua) Alokasi Waktu : 10 x 40 menit (5 pertemuan) A. Standar Kompetensi : 4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari- hari. B. Kompetensi Dasar : 4.1. Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet. C. Tujuan Pembelajaran Pertemuan 1: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. mengidentifikasi bahan magnetik dan bahan bukan magnetik. 2. menunjukkan kutub-kutub magnet. 3. menentukan daerah gaya di sekitar magnet (medan magnet). Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 39 48. 4. mendeskripsikan sifat kutub-kutub magnet. 5. memberikan pemaknaan terhadap keberadaan kutub-kutub magnet (kutub utara dan kutub selatan). 6. memberikan pemaknaan terhadap sifat-sifat interaksi antara kutub-kutub magnet. Pertemuan 2: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara menggosok. 2. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara induksi. 3. mendemonstrasikan pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. 4. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara menggosok. 5. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara induksi. 6. memberikan pemaknaan terhadap pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. Pertemuan 3: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. menyebutkan cara-cara menghilangkan sifat kemagnetan. 2. mendeskripsikan kemagnetan bumi. 3. memberikan pemaknaan terhadap caracara menghilangkan sifat kemagnetan. 4. memberikan pemaknaan terhadap keberadaan kemagnetan bumi. Pertemuan 4: Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat: 1. menjelaskan secara kualitatif sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. 2. memberikan pemaknaan terhadap sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. Pertemuan 5: Penilaian pencapaian KD 4.1 (Ulangan Harian, materi Pertemuan 1 s.d. 4). D. Materi Pelajaran: Kemagnetan KEMAGNETAN Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 40 49. Lebih dari 2000 tahun yang lalu, orang Yunani yang hidup di suatu daerah di Turki yang dikenal sebagai Magnesia menemukan batu aneh. Batu tersebut menarik benda-benda yang mengandung besi. Karena batu tersebut ditemukan di Magnesia, orang Yunani memberi nama batu tersebut magnet. Sifat benda yang teramati sebagai suatu gaya tarik atau gaya tolak antara kutub-kutub magnet

”Allah. Tuhan yang Maha Esa menciptakan manusia secara berpasangpasangan. Jika kutub-kutub magnet senama (U dan U atau S dan S) saling didekatkan. Dua ujung tersebut dikenal sebagai kutub magnet. Besi. dan kobalt termasuk bahan magnetik.” Hanya Allah-lah dzat yang tunggal. Sedangkan kayu. • Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara menggosokkan magnet pada logam tersebut. ”Rajin pangkal pandai. dan tidak mudah menyerah. manusia mempunyai dua jenis kelamin. yaitu utara (U) dan selatan (S). Apabila kita ingin menjadi orang yang pandai. tidak beranak dan tidak diperanakkan. bagaimanapun bentuknya. Namun. Apabila kita ingin menjadi orang ”baikbaik” maka kita harus bergaul dan berteman dengan orang yang berperilaku baik pula. mempunyai dua ujung di mana pengaruh magnetiknya paling kuat. Bagi ajaran agama Islam. yaitu: bahan magnetik dan bahan bukan magnetik. hal ini sesuai dengan kandungan dalam Surat Al-Ikhlas. dan semakin lama penggosokan semakin kuat serta bertahan lama sifat kemagnetannya. Agar kemampuan (pengetahuan) kita semakin bertambah. Lingkungan sangat mempengaruhi perilaku dan perkembangan kognitif seseorang. PEMAKNAAN • Semua magnet memiliki dua kutub yang berlawanan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 41 50. Agama melarang manusia sesama jenis untuk saling jatuh cinta. aluminium. Secara kodrati. • Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara menginduksi logam tersebut dengan magnet pada logam tersebut. yang diberi nama kutub utara (U) dan kutub selatan (S). baja. • Kutub-kutub magnet yang senama (U-U atau S-S). kaca. • Sebuah magnet dapat hilang sifat kemagnetannya diantaranya apabila kita bakar dan kita pukul-pukul. kita harus sering berdiskusi dan mendapat masukan-masukan dari banyak orang yang memiliki kemampuan melebihi kemampuan kita. Oleh karena itu. Penggosokan magnet harus dilakukan secara terarah. Para ilmuwan mengetahui bahwa atom itu sendiri memiliki sifat-sifat magnetik. Sedangkan kutub-kutub magnet yang tidak senama (U-S). Allah itu satu. Sifat-sifat magnetik suatu bahan bergantung pada struktur atomnya.disebut kemagnetan.menolak. Sifat-sifat magnetik tersebut disebabkan gerak elektron atom-atom tersebut. dan plastik adalah contoh-contoh bahan bukan magnetik. jika didekatkan akan tolak-menolak.” Apabila kita ingin pandai. jika kutub utara (U) salah satu magnet didekatkan ke kutub selatan (S) magnet lain. maka kita juga harus banyak bergaul dan berteman dengan orang yang pandai. Semua magnet mempunyai sifat-sifat tertentu. Bahanbahan yang dapat ditarik oleh magnet disebut bahan magnetik. tiap atom di dalam suatu bahan magnetik adalah seperti sebuah magnet kecil yang disebut magnet atom (magnet elementer). kutub-kutub tersebut akan tarik-menarik. • Sebatang logam (besi) dapat dijadikan magnet dengan cara melilitkan kawat pada logam dan mengalirkan arus listrik pada kawat yang dililitkan pada logam tersebut. Sedangkan bahanbahan yang tidak dapat ditarik oleh magnet disebut bahan bukan magnetik. nikel. Manusia hanya boleh menikah dengan lawan jenisnya. kita harus rajin belajar. Setiap magnet. kedua kutub tersebut akan tolak. yaitu: laki-laki (L) dan perempuan (P). Sifat . Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 42 51. Secara sederhana kita dapat mengelompokkan bahan-bahan menjadi dua kelompok. jika didekatkan akan tarik-menarik. Perilaku ”menyimpang” seperti homoseksual (L-L) atau lesbian (P-P) dilarang oleh agama.

”Bersatu kita teguh. bercerai kita runtuh. dan motor listrik 5. Menjelaskan konsep kemagnetan. dll. Kabel/kawat listrik (kawat untuk kumparan) 8. apabila kita rukun tidak terjadi saling permusuhan. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 1). . Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak Kegiatan Awal • Demonstrasi menarik benda-benda dari logam (besi) dengan sebuah ”magnet”. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. dengan adanya suatu pengaruh ”negatif” dari luar. Catu daya (baterai) F.kemagnetan dimiliki oleh suatu bahan apabila magnet-magnet elementer bahan itu tersusun secara teratur. misalnya munculnya para provokatorprovokator. yaitu: U dan S. LKS Kemagnetan 4. E. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). • Meminta siswa membaca Pengaruh Magnet dan membimbing mengerjakan LKS tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 44 53. tape recorder. maka apapun yang kita cita-citakan akan dengan lebih mudah untuk kita capai. Namun. Buku Siswa CTL untuk SMP Direktorat PSMP 2.” Dalam suatu komunitas.paku kecil itu apakah dapat menempel pada sebuah paku besar tersebut. Alat/Bahan/Sumber belajar 1. motor listrik. • Membagikan LKS 1 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak Kegiatan Awal • Mendemonstrasikan dengan menempelkan sebuah paku besar ke paku-paku kecil dan meminta siswa memperhatikan paku.sifat gaya magnet antar kutub-kutub magnet. • Meminta satu-dua kelompok untuk menulis di papan tulis Tabel 1 yang telah diisi dan ditanggapi kelompok lain. Siswa diminta memperhatikan paku-paku kecil itu apakah dapat menempel pada sebuah paku besar tersebut. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 2 “Panduan Belajar Pengaruh magnet”. • Menginformasikan magnet batang mempunyai dua kutub yang dinamai kutub utara dan selatan sambil mendemonstrasikan menggantungkan magnet batang dengan benang. Pertemuan 2 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 45 54. mendemonstrasikan bahwa ada beberapa benda yang dapat ditarik oleh magnet dan ada yang tidak dapat ditarik oleh magnet. • Menginformasikan bahwa hari ini . Animasi pemaknaan untuk penanaman sikap 7. bel listrik. Menanyakan kepada siswa. mengapa benda tersebut dapat menempel? • Menginformasikan bahwa magnet banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari di sekitar kita sambil memberikan contoh misalnya bel listrik. Alat peraga magnet. Buku Sumber (Referensi) lain 3. Kegiatan Inti • Memperlihatkan magnet batang. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 43 52.magnet memiliki dua kutub. • Demonstrasi dilanjutkan dengan menempelkan paku besar tersebut dengan sebuah magnet batang dan kemudian menempelkannya pada paku-paku kecil. Model Pembelajaran: Pembelajaran Kooperatif (CL) dengan ”Pemaknaan” G. . Serbuk besi 6. maka adanya provokasi tersebut dapat memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa. antara lain berkaitan dengan: magnet dapat menarik benda.

• Membagikan LKS 3 dan membimbing siswa untuk mengerjakan LKS tersebut. • Meminta salah satu kelompok untuk menuliskan hasil kegiatannya di papan tulis dan kelompok lain diminta menanggapinya. tentang Pengaruh Magnet. Kegiatan Inti • Menyajikan informasi bahwa dalam besi yang bukan magnet susunan atom-atomnya masih acak. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 2).akan dilakukan per. antara lain berkaitan dengan: . Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang ”Cara Pembuatan Magnet” guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 46 55. in. menanyakan kepada siswa: ”ke arah mana magnet batang itu selalu menghadap?” Mengapa? • Menanyakan kepada siswa. Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak Kegiatan Awal • Sambil menggantung bebas sebuah magnet batang. serta menjelaskan bagaimana kompas dapat membantu untuk menentukan arah. Pertemuan 3 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 47 56. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara mendekatkan sebuah magnet ke besi tersebut. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif.pembuatan magnet dengan cara menggosok. . . susunan atomatomnya harus dibuat searah. • Meminta siswa membaca Buku Siswa. • Meminta satu dua kelompok untuk menggambar pola serbuk besi untuk tiap susunan magnet batang dan ditanggapi kelompok lain. • (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). dan mengalirkan arus listrik. Pertemuan 4 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 49 .pembuatan magnet dengan cara elektromagnetik. • Memberi penghargaan pada siswa/kelompok yang kinerjanya bagus. sifat kemagnetannya tidak dapat dihilangkan? • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 3).pembuatan magnet dengan cara induksi. . • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 5. antara lain berkaitan dengan: cara menghilangkan sifat kemagnetan. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. dan membimbing mengerjakan LKS 5 tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masingmasing. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. apakah suatu magnet. Agar besi menjadi magnet.cobaan membuat magnet dengan cara menggosok. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. menjelaskan pola-pola garis gaya untuk berbagai macam susunan magnet batang. Kegiatan Inti • Menginformasikan bahwa garis gaya magnet dapat digambar untuk memperlihatkan lintasan medan magnet. • (Lainlainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang cara Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 48 57.duksi.keberadaan kemagnetan bumi. • Menginformasikan bahwa terdapat perbedaan antara kutub magnetik dan kutub geografik bumi. • Membagikan LKS 4 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. Kemagnetan Bumi.

• (Lain-lainnya dapat dikembangkan sesuai kreativitas guru). Penilaian (Instrumen Penilaian Terlampir pada Lembar Penilaian) • Bentuk tes tertulis: pilihan ganda dan uraian singkat • Kinerja saat melakukan kegiatan • Laporan/presentasi Tes tertulis dilaksanakan setelah proses pembelajaran (Pertemuan 5) dengan menggunakan Lembar Penilaian (LP) 4. . Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 4. CONTOH 2: RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS CTL Sekolah : SMP Mata Pelajaran : IPA Kelas / Semester : VII / 1 Standar Kompetensi 3. Memahami wujud zat dan perubahannya 4. • Menginformasikan bahwa medan magnet solenoida dapat diperbesar dengan memperbesar jumlah lilitan maupun besar arus yang mengalir melaluinya. • Selanjutnya guru memaknai setiap materi yang telah didiskusikan sebagai contoh atau model perilaku dan budi pekerti. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 1. Terlaksana Tahap Pembelajaran Ya Tidak Kegiatan Awal • Mendemonstrasikan terjadinya penyimpangan suatu jarum kompas ketika diletakkan dekat suatu magnet. Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia. Memahami keanekara-gaman makhluk hidup.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki Indikator Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara fisika♣ Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara kimia♣ Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran♣ Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran♣ PERTEMUAN 1 A.sifat medan magnet di sekitar kawat berarus listrik.2 Melakukan pemisahan campuran dengan berbagai cara berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia 6. Adapun materi-materi yang perlu diberikan pemaknaan. Kegiatan Penutup • Untuk memantapkan pemahaman siswa tentang medan magnet Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 50 59. H.1. • Membagikan LKS 7 serta alat dan bahan yang dibutuhkan dan membimbing tiap kelompok mengerjakan LKS tersebut. mengapa jarum kompas itu dapat mengalami penyimpangan arah? • Mengingatkan kembali tentang cara membuat magnet dengan mengalirkan arus listrik. • Meminta satu-dua kelompok untuk menulis di papan tulis untuk melengkapi Tabel 1 hasil penyelidikan dan ditanggapi kelompok lain. subbab Medan Magnet di Sekitar Arus Listrik. dan membimbing mengerjakan LKS 8 tersebut dan menggarisbawahi kalimat pokok setelah mendiskusikan di kelompoknya masing-masing. • Meminta siswa duduk dalam tatanan pembelajaran kooperatif sambil mengingatkan keterampilan kooperatif yang akan dilatihkan dan bagaimana cara mengikuti pelatihan keterampilan kooperatif tersebut dan membagikan LKS 8.58. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara penyaringan 2. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 51 60. Menanyakan pada siswa. • Menyampaikan tujuan pembelajaran (Pertemuan 4). yaitu: .1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 4. Kompetensi Dasar 3. 6. • Meminta siswa membaca Buku Siswa. Kegiatan Inti • Menginformasikan bahwa arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar akan menimbulkan medan magnet yang arahnya bergantung pada arah arus listrik.

Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa. Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. meliputi: a. Tu. melakukan inferensi.Menegaskan tentang permasalahan yang muncul dalam sesi pemotivasian. botol plastik 2l bekas air mineral b. melakukan inferensi. Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok.Materi Pembelajaran Pemisahan campuran dengan cara destilasi dan kristalisasi C.Model :Cooperatif Learning 2.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan den. Alat dan bahan untuk kegiatan siswa dalam pertemuan ini. berkomunikasi B.guru dapat langsung memberikan bimbingan.Penugasan Terstruktur: Memberikan tugas lanjutan dari kegiatan yang telah dilakukan yaitu menggunakan bahan-bahan lain yang dapat digunakan untuk menyaring air dan membandingkan hasilnya dengan kelompok lain. Metode Pembelajaran 1. kemudian menanyakan kepada siswa: “Terdiri dari apa sajakah campuran tersebut. apakah terdapat organisme di dalamnya? Apakah air tersebut dapat dijernihkan?” Pengetahuan Prasyarat: Mengajukan pertanyaan tentang pengertian campuran Menyampaikan tujuan pembelajaran 2. Sumber Belajar 1.Langkah-langkah 1. Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3.Menegaskan tentang permasalahan yang muncul dalam sesi pemotivasian dan berdiskusi tentang penguapan dan pengembunan. . selanjutnya menanyakan: “Bagaimanakah memperoleh air tawar dari air asin? ” (Arahkan dalam konteks penjernihan air untuk memperoleh air tawar) Pengetahuan Prasyarat: Mengajukan pertanyaan tentang penguapan dan pengembunan Menyampaikan tujuan pembelajaran 2.ahan. berkomunikasi B. Kegiatan pendahuluan Motivasi: Menanyakan kegiatan tugas lanjutan. LKS 3.Guru membimbing siswa merangkum pelajaran. Kegiatan Inti . . air kolam c. 3. Buku siswa 2. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara destilasi 2. Kegiatan Pendahuluan Motivasi: Menunjukkan pada siswa air kotor dan air jernih. Kegiatan inti .yaringan. Materi Pembelajaran Pemisahan campuran dengan cara penyaringan C. pasir e. Kegiatan Penutup .Model Pembelajaran Pendekatan : Pembelajaran Kooperatif Metode : Pengamatan. . pisau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 53 62.Metode : Demonstrasi Eksperimen Diskusi Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 52 61. Melakukan pengamatan.Membinbing siswa melakukan percobaan dan memeriksa kegiatan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar. Tiap kelompok terdiri dari .Langkah-langkah 1.Meminta peserta didik untuk membaca LKS dan mendiskusikan dalam kelompok sebelum melakukan percobaan.gas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. kerikil d. PERTEMUAN 2 A.cobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok. menuliskan data hasil pengamatan.Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya . Diskusi D.Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan per.Melakukan pengamatan. .apakah yang kamu pikir dapat digunakan sebagai penyaring air? Lakukan kegiatan ini dengan menggunakbahanbahan yang E.Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat : 1. dilanjutkan dengan diskusi tentang berbagai kemungkinan pemisahan campuran selain pen. menuliskan data hasil pengamatan. . . D. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 4.gan benar . ijuk f. Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok.

. Buku siswa 2. .Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya . pisau PERTEMUAN KETIGA A.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan den.Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan per.ran selain penyaringan dan destilasi. meliputi: a. Kegiatan penutup . Tujuan Peserta didik dapat 1.Membinbing siswa melakukan kegiatannya.Memberi penghargaan pada semua kelompok yang telah melakukan per.Guru meminta peserta didik membaca secara individual materi tentang cara pemisahan campuran secara kimia dalam di Buku Siswa (Pengelolaan Air Minum) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 55 64. pasir e.baca dan mempelajari Buku Siswa dan sumber belajar yang lain. Menanyakan kegunaan tawas (diarahkan untuk penjernihan air) . . Sumber belajar 1. .Guru memberikan kuis untuk mengetahui daya serap materi yang baru saja dipelajari E. Langkah-langkah 1.Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa. Contoh instrumen Tes Tulis: Misalkan terdapat campuran air asin dan pasir. peta konsep. 3. sehingga . . Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 54 63.Jika masih ada peserta didik /kelompok yang belum dapat melakukan den. . Kegiatan penutup .Membagi peserta didik kedalam kelompok-kelompok.Membinbing siswa melakukan percobaan dan memeriksa kegiatan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar. 3. atau sesuai kreasi anak. Mendiskusikan pemisahan campu.Peralatan untuk membuat poster F.Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur: Guru menginformasikan untuk mem. . kerikil d.Meminta kelompok untuk membuat poster tentang proses pengolahan air sungai atau danau menjadi air minum. ijuk f. LKS 3.gan benar . botol plastik 2l bekas air mineral b. air kolam c.Buku Siswa 2. Alat dan bahan untuk kegiatan siswa dalam pertemuan ini.Meminta peserta didik untuk membaca LKS dan mendiskusikan dalam kelompok sebelum melakukan percobaan.cobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok. . Menentukan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran 3.gan benar . Sumber Belajar 1. .Guru besama peserta didik membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar . dilanjutkan dengan diskusi tentang pemisahan campuran secara kimia yang lain. Mengidentifikasi cara-cara pemisahan campuran dengan cara kimia (koagulasi) 2.Mengklarifikasi konsep yang telah didapat siswa. Peserta didik menempelkan poster hasil kerja kelompoknya dan diamati kelompok lain . E.guru dapat langsung memberikan bimbingan. dilanjutkan dengan diskusi tentang penerapan lain destilasi.guru dapat langsung memberikan bimbingan.4-5 siswa. Menerapkan cara pemisahan campuran berdasarkan karakteristik campuran B. Tuliskan langkah-langkah pemisahannya.cobaan dan mempresentasikan hasilnya sesuai kinerja kelompok. Tiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Materi Pembelajaran Pemisahan campuran C.Teknik penilaian dan bentuk instrumen Teknik Bentuk Instrumen Tes unjuk kerja Lembar Observasi (rating scale) Tes tulis Isian 2. Kegiatan inti .Model Pembelajaran Pendekatan : Pembelajaran Kooperatif Metode : Diskusi dan Penerapan Strategi Belajar (membuat peta konsep) D.Menanyakan:”Pernahkah kamu melihat tawas?” Guru menunjukkan tawas. Poster dapat berupa diagram alir.Menyampaikan tujuan pembelajaran 2. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan apersepsi . yakni kristalisasi. . Penilaian 1.Guru besama peserta didik membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar .

kamu mendapatkan air tawar. IPS Terpadu. berpikir deduktif. lebih eksplisit dan bertolak dari tema-tema. berpikir divergen. pendekatan metakurikuler digunakan threaded untuk mencapai beberapa keterampilan dan tingkatan logika para siswa dengan berbagai mata pelajaran. Lembar Observasi yang dikembangkan sebagai berikut. melakukan percobaan. mengambil keputusan. menduga dan mengukur. connected Suatu konsep dipertautkan dengan konsep lain. mengelompokan. Model Pengintegrasian Kurikulum tersebut menurut Forgaty (1991) digambarkan seperti pada tabel berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 58 67. ada langkah yang ditulis tidak urut 1: ada langkah prinsip tidak teridentifikasi. PENGINTEGRASIAN KURIKULUM MODEL RENTANGAN DESKRIPSI Mata Pelajaran Terpisah fragmented Tiap Mapel disampaikan terpisah. shared dua mata pelajaran yang sama-sama diajarkan dengan menggunakan konsep-konsep atau keterampilan. urutan langkah ditulis dengan benar 3: ada langkah yang tidak terlalu prinsip tidak teridentifikasi. Webbed Berangkat dari tema yang dibangun (terjala/tematik) bersama-sama antara guru dengan siswa. Pendekatan ini menempatkan siswa dalam posisi sentral. merumuskan hipotesis. merencanakan.keterampilan yang tumpang tindih (overlap). memperkirakan. Lintas Peserta didik immersed berpusat untuk mengakomodasikan kebutuhan para siswa. mengurutkan. menilai. dan pasir! Kriteria penskoran: 4: semua langkah teridentifikasi. Lembar Observasi terhadap Kinerja Ilmiah Siswa No Aspek Yang Diamati Skor 0 (tidak ada) 1 (kurang) 2 (sedang) 3 (baik) 1 Melakukan pengamatan 2 Menuliskan data pengamatan 3 Melakukan tafsiran terhadap data 4 Mengkomunikasikan Kriteria Penilaian skor yang didapat nilai = × 100 skor total Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 57 66. menganalisis. ada langkah prinsip tidak tertulis 0: tidak mengerjakan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 56 65. PEMBELAJARAN TERPADU A. networked jaringan kerja dengan orang-orang yang memiliki . membedakan. menggenarilasisikan. memadukan. berpikir induktif. LATAR BELAKANG Pembelajaran terpadu merupakan proses pembelajaran yang bersifat menyeluruh atau holistik. bertanya. Tematik) Menurut Joni (1996) didasarkan pada pengaitan konseptual intra dan/atau antar bidang studi yang terjadi secara spontan. terutama dalam keterampilan berpikir. seperti: mengamati. menginterpretasikan. Kemungkinan Bentuk Penerapan Pembelajaran Terpadu (IPA Terpadu. siswa sebagai peserta didik yang aktif. di mana mereka akan melihat apa yang dipelajarinya dari minat dan pengalaman mereka sendiri. berpikir konvergen. guru masing-masing mata pelajaran integrated bekerja sama melihat dan memberikan topik-topik yang berkaitan dan tumpang tindih. nested Selain target di Mapel ada target multiketerampilan Integrasi beberapa Mata Sequenced beberapa topik diatur ulang serta Pelajaran diurutkan agar dapat serupa satu sama lain. menyimpulkan. berkomunikasi. dengan program kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan secara sepenuhnya mengikuti kurikulum yang isinya masih terkotak-kotak berdasarkan bidang studi agar terorganisasi secara terstruktur. garam. atas dasar beberapa topik pada beberapa mata pelajaran yang berhubungan. Beberapa keterampilan berpikir dikembangkan dalam pembelajaran ini. urutan langkah ditulis dengan benar 2: ada langkah prinsip tidak teridentifikasi. membandingkan.

filsafat. dan dalam konteks yang lebih bermakna. • Menyusun argumentasi dan penyimpulan (berdasarkan data dan konsep) 3. • Merumuskan masalah. 2. pemikiran. Dalam hal ini Guru bekerja sama melihat dan memberikan topik-topik yang . Beberapa kegiatan utama dari modelmodel pembelajaran berpikir ini diuraikan sebagai berikut: 1. peserta didik dengan peserta didik. Evaluasi Kritis • Menentukan kriteria • Menyusun alternative pemikiran. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. TUJUAN DAN MANFAAT PEMBELAJARAN TERPADU • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran • Meningkatkan minat dan motivasi • Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. • Dengan menggabungkan berbagai bidang kajian akan terjadi penghematan waktu. berpikir kreatif. peserta didik/guru dengan nara sumber. antropologi. sehingga belajar lebih menyenangkan. memudahkan pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi dari mata pelajaran yang dipadukan. • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Pemecahan Masalah • Menghimpun fakta-fakta. Biologi dan Fisika menjadi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu. berpikir kritis. Sedangkan kajian tentang sosiologi. • Menentukan alternatif pemecahan. • Memberikan alas an. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. sehingga memudahkan memahami hubungan materi dari satu konteks ke konteks lainnya. Model-model pembelajaran berpikir yang dapat digunakan dalam pembelajaran terpadu adalah: pemecahan masalah. C. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 60 69. sehingga Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 61 70. JENIS-JENIS PEMBELAJARAN TERPADU Pembelajaran yang dimungkinkan untuk dipadukan adalah mata pelajaran Kimia. B. Berpikir Kritis • Menjelaskan ide dan pemikiran • Menentukan tingkat ketepatan informasi dasar (hasil pengamatan dan komunikasi). guru dengan peserta didik. evaluasi kritis. ekonomi. alternative pemecahan. • Membuat perkiraan dan menentukan keputusan. geografi. psikologi sosial menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu. sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam. argumentasi bagi keputusan. sejarah. • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antar konsep dalam disiplin ilmu tersebut.keahlian untuk membantu bagian dari pekerjaannya yang lebih bersifat implementatif. penyelidikan. karena ketiga atau lebih disiplin ilmu dapat dibelajarkan sekaligus. pemecahan. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 59 68. Berpikir Kreatif • Pengembangan ide-ide dalam beberapa kategori (kelenturan berpikir) • Pengembangan ide baru (kemurnian berpikir) • Penyempurnaan ide (elaborasi pemikiran) 4. Mereka akan bekerja secara terpadu sesuai dengan topik pekerjaan yang mengikat mereka. belajar dalam situasi nyata. • Mengembangkan ide. politik. pengambilan keputusan. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antar guru sub bidang kajian terkait. • Menyusun rencana tindakan pelaksanaan.

guru hanya menyampaikan IPA sebagai produk . Merujuk pada pengertian IPA itu. teori dan hukum. prinsip. metode ilmiah. fenomena alam. Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP/MTs. • aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. dengan ciri: objektif. • produk: berupa fakta. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 62 71. Pengalaman belajar yang diperoleh di kelas tidak utuh dan tidak berorientasi tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. berlaku umum (universal). dan hukum. PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. Carin dan Sund (1993) mendefinisikan IPA sebagai “pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur. evaluasi. • proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. sistematis. Webbed (tematik) dan Integrated. Pembelajaran lebih bersifat teacher-centered. dan penarikan kesimpulan. teori. mahluk hidup. meliputi mata pelajaran fisika. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 63 72. biologi. memahami fenomena alam melalui kegiatan pemecahan masalah. universal. dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen”. Kemungkinan pada pemaduan IPA adalah Connected. dan aplikasi tidak tersentuh dalam pembelajaran. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. Keempat unsur itu merupakan ciri IPA yang utuh yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan (discovery). menghafalkan konsep. Dalam proses pembelajaran IPA keempat unsur itu diharapkan dapat muncul. maka dapat disimpulkan bahwa hakikat IPA meliputi empat unsur utama yaitu: • sikap: rasa ingin tahu tentang benda. Akibatnya IPA sebagai proses. dan tentatif. bumi antariksa. metodik. IPA bersifat open ended. sikap. yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah. Kecenderungan pembelajaran IPA pada masa kini adalah peserta didik hanya mempelajari IPA sebagai produk. metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya. pengukuran.berkaitan dan tumpang tindih (dengan mencermati indikator yang telah disusun) dan memadukannya. dan kimia yang sebenarnya sangat berperan dalam membantu anak untuk memahami fenomena alam. sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa faktafakta. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan seharihari. konsep-konsep. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. D. Keadaan ini diperparah oleh pembelajaran yang beriorientasi pada tes/ujian. sehingga peserta didik dapat mengalami proses pembelajaran secara utuh. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah. dan meniru cara ilmuwan bekerja dalam menemukan fakta baru. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. perancangan eksperimen atau percobaan. PEMBELAJARAN IPA TERPADU 1.

serta bersikap ilmiah. bekerja sama dalam kelompok. KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN IPA Ilmu Pengetahuan Alam didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen. Dalam kenyataan. kreatif. kritis. dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut hasil eksperimen. diperlukan cara pembelajaran yang dapat menyiapkan peserta didik untuk melek IPA dan teknologi. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang akan dicapai peserta didik yang dituangkan dalam empat aspek yaitu. lingkungan belajar. dan media serta lingkungan belajar yang ada di sekolah. Cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektif dan psikomotor. belajar berinteraksi dan berkomunikasi. serta bumi dan alam semesta. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 65 74. kreatif. Peserta didik hanya mempelajari IPA pada domain kognitif yang terendah. Semua ini ditujukan agar guru dapat lebih aktif. sarana. Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan. pengamatan. materi dan sifatnya. “mengapa”. (2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati. dan eksperimen. prediksi. Abad 21 ditandai oleh pesatnya perkembangan IPA dan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan di masyarakat. (3) dikembangkannya sikap ilmiah. mencari jawaban. Indikator pencapaian kompetensi dikembangkan oleh sekolah. disesuaikan dengan lingkungan setempat. diharapkan peserta didik dapat membangun pengetahuannya melalui cara kerja ilmiah. Alasan yang sering dikemukakan oleh para guru adalah keterbatasan waktu. melakukan eksperimen untuk menguji prediksi. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak peserta didik yang cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri. mampu berpikir logis. Oleh karena itu. memang tidak banyak peserta didik yang menyukai mata pelajaran IPA. dan merumuskan hukum umum yang sederhana yang diorganisasikan dari hipotesis. keterbatasan kemampuan peserta didik. terutama teknologi informasi dan komunikasi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 64 73. dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. karena dianggap sukar. mereka tetap berharap agar pembelajaran IPA di sekolah dapat disajikan secara menarik. Peserta didik tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya. Melalui pembelajaran IPA terpadu. makhluk hidup dan proses kehidupan. menyempurnakan jawaban tentang “apa”. dan jumlah peserta didik per kelas yang terlalu banyak. dan efektif. dan “bagaimana” tentang gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui cara-cara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan dan teknologi. atau karena mereka tak berminat menjadi ilmuwan atau ahli teknologi. memprediksi konsekuensi dari hipotesis. Metode ilmiah dalam mempelajari IPA itu sendiri telah diperkenalkan sejak abad ke-16 (Galileo Galilei dan Francis Bacon) yang meliputi mengidentifikasi masalah. memahami jawaban.dan peserta didik menghafal informasi faktual. Dalam belajar IPA . efisien. Namun demikian. dan melakukan inovasi dalam pembelajaran tanpa meninggalkan isi kurikulum. energi dan perubahannya. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati. 2. serta dapat berargumentasi secara benar. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode ilmiah. menyusun hipotesa.

(4) memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan dan pembuatan alat. sehingga membutuhkan waktu dan energi yang lebih banyak. sebagai penerapan matematika pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam. yang didasarkan pada Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 66 75. dan biologi. dan sebagainya. dan bekerja sama dengan orang lain. tulisan. hal ini akan membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. yaitu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 67 76.alat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. pembelajaran IPA hendaknya disajikan dalam bentuk yang utuh dan tidak parsial. Oleh karena itu pembelajaran IPA di sekolah sebaiknya: (1) memberikan pengalaman pada peserta didik sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran fisis. yaitu dengan gambar.peserta didik diarahkan untuk membandingkan hasil prediksi peserta didik dengan teori melalui eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. anak melihat dunia sekitarnya masih secara holistik. merencanakan eksperimen untuk menjawab pertanyaan. cermat. Lagi pula. maka pembelajaran akan lebih efisien dan efektif. kritis. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran Dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai peserta didik masih dalam lingkup disiplin ilmu fisika. a. dan bumi-alam semesta memungkinkan adanya tumpang tindih dan pengulangan. peduli terhadap lingkungan. menggolongkan. karena anak pada usia ini masih dalam transisi dari tingkat berpikir operasional konkret ke berpikir abstrak. Bila konsep yang tumpang tindih dan pengulangan dapat dipadukan. tekun. Atas dasar itu. 3. Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”. mengukur. Di samping itu pembelajaran yang disajikan terpisah. Banyak ahli yang menyatakan pembelajaran IPA yang disajikan secara disiplin keilmuan dianggap terlalu dini bagi anak usia 7-14 tahun. disiplin. serta membosankan bagi peserta didik. Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat tersebut dinamakan dengan keterampilan proses penyelidikan atau “enquiry skills” yang meliputi mengamati. terbuka. Hipotesis ini dapat berasal dari pengamatan terhadap kejadian seharihari yang memerlukan pembuktian secara ilmiah. sabar. menggunakan peralatan sederhana serta mengkomunikasikan informasi dalam berbagai cara. biologi. . memperhatikan keselamatan kerja. (2) menanamkan pada peserta didik pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). TUJUAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU Tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut. tidak percaya tahyul. menyusun hipotesis. dan menganalisis data. mengolah. Melalui keterampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang meliputi rasa ingin tahu. mengajukan pertanyaan.pisah dalam fisika. menerapkan ide pada situasi baru. (3) latihan berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar matematika. kimia. metode ilmiah. kimia. lisan. Pendidikan IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. mengklasifikasikan. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. ulet. jujur.

menyeluruh. menerima. 4. kemampuan analitik. dan bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. Sebenarnya IPA dapat juga dipadukan dengan mata pelajaran lain di luar bidang kajian IPA dan hal ini lebih sesuai untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai mata pelajaran (Carin 1997. dan kemampuan kategorik agar dapat memahami keterkaitan atau kesamaan materi maupun metodologi. Dalam hal ini. Hal ini terjadi karena adanya proses pemaduan dan penyatuan sejumlah standar kompetensi. serta kebutuhan dan kesiapan peserta didik.Keterpaduan mata pelajaran dapat mendorong guru untuk mengembangkan kreativitas tinggi karena adanya tuntutan untuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 68 77. teratur. Selanjutnya peserta didik akan terbiasa berpikir terarah. b. tenaga. Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus Model pembelajaran IPA terpadu dapat menghemat waktu. sistemik. mengingat semakin tinggi jenjang pendidikan. dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep pengetahuan dan nilai atau tindakan yang termuat dalam tema tersebut. dan langkah pembelajaran yang dipandang memiliki kesamaan atau keterkaitan. kompetensi dasar. serta biaya karena pembelajaran beberapa kompetensi dasar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 69 78. geologi. Di samping itu. akan lebih baik bila keterpaduan dibatasi pada mata pelajaran yang termasuk bidang kajian IPA saja. maka semakin dalam dan luas pula pemahaman konsep yang . Lintas submata pelajaran dalam IPA adalah mengkoordinasikan berbagai disiplin ilmu seperti biologi.236). fisika. Pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal. memahami keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lain. Meningkatkan minat dan motivasi Pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan situasi pembelajaan yang utuh. yang akan membuka peluang timbulnya kesulitan dalam pembelajaran dan penilaian. kimia. Dengan model pembelajaran yang terpadu dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari. dan analitik. menyerap. dan astronomi. maka pada jenjang pendidikan SMP/MTs dan SMA/MA. dan bermakna sesuai dengan harapan dan kemampuan guru. peserta didik digiring untuk berpikir luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan konseptual yang disajikan guru. menyeluruh. dinamis. utuh. Peserta didik akan lebih termotivasi dalam belajar bila mereka merasa bahwa pembelajaran itu bermakna baginya. dan sarana. c. Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu banyak guru yang terlibat. pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tema yang disampaikan. PEMADUAN KONSEP DALAM PEMBELAJARAN IPA Salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas beberapa mata pelajaran adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubungkaitkan konsep-konsep dari berbagai submata-pelajaran. Mengingat pembahasan materi IPA pada tingkat lebih tinggi semakin luas dan mendalam. dapat diajarkan sekaligus. pembelajaran terpadu juga menyederhanakan langkah-langkah pembelajaran. Guru dituntut memiliki kecermatan.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 70 79. sebagai penyerbuk tanaman. Mencari informasi dari buku yang Kunjungan ke tempat Proyek:Koleksi relevan pemeliharaan lebah insekta dan mewawancarai peternak Mempelajari klasifikasi Menyelidiki siklus insekta INSEKTA hidup berbagai insekta seran Menyelidiki tentang serangga penyerbuk Penyelidikan tentang siklus hidup nyamuk . Dengan insekta sebagai tema sentral. Misalnya. merebaknya penyakit demam berdarah. penyakit kaki gajah yang vektor penyebarannya adalah insekta. β. dan dunia nyata. Jadi pembahasan topik ini dapat menjadi bahan pengayaan untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik tentang peranan insekta dalam ekosistem. sebaiknya memilih tema yang menghubungkaitkan antara IPA–lingkunganteknologi-masyarakat. ‘menulis’ dan ‘melakukan’ kegiatan menyelidiki masalah yang sedang dipelajarinya. dan ada pula yang tidak. ε. berdisiplin. akan tetapi guru dapat memilih tema insekta mengingat banyak masalah kesehatan dan lingkungan yang terkait dengan insekta. Berikut ini diberikan contoh pembelajaran IPA Terpadu dengan tema yang bernuansa IPA-lingkungan-teknologi-masyarakat. χ. karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam beberapa aspek yaitu: α. tetapi untuk daerah perkotaan mungkin agak sulit dilaksanakan. dan mungkin juga konsepnya sulit dipahami peserta didik. Pada umumnya insekta bersayap. jika guru hendak melakukan pembelajaran terpadu dalam IPA. memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik. malaria. dan penyebab timbulnya ledakan hama. sebagai vektor berbagai penyakit pada hewan dan manusia. ‘membaca’. Topik/pokok bahasan tentang Insekta juga tidak ditemukan dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. namun ada pula yang tak bersayap. Oleh karena itu.di dalam air. Begitu luasnya pembahasan tentang insekta. namun dapat dicoba. guru.harus diserap oleh peserta didik. kolaborasi. ‘berbicara’. maka dapat dibuat jaringan tema berikut: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 72 81. sebagai komponen penting dalam rantai makanan. dan sebagai hewan terbang. Pembelajaran terpadu diawali dengan penentuan TEMA. memahami rantai makanan. Topik ini bersifat kontekstual di daerah pertanian dan daerah pantai. di darat sebagai hewan yang hidup di tanah. sehingga bila disampaikan dalam pembelajaran akan memerlukan waktu yang cukup banyak. di pohon. Insekta merupakan salah satu kelas dari Phylum Arthropoda dengan anggota yang terbanyak dan tingkat keanekaragaman yang sangat tinggi. δ. sebagai hama tanaman. peserta didik lebih memahami dan lebih mudah mengingat karena mereka ‘mendengar’. dan masih banyak lagi peranan insekta. Peranannya dalam kehidupan juga sangat luas. peserta didik menjadi lebih percaya diri dan termotivas dalam belajar bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. dan mandiri. Ada yang bermetamorfosis sempurna Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 71 80. Habitat insekta juga tersebar sangat luas. belajar akan lebih baik bila peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek. Contoh 1: TEMA SERANGGA/INSEKTA Insekta merupakan hewan invertebrata yang banyak ditemukan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. dan berinteraksi dengan teman. peserta didik yang bekerja sama dengan kelompoknya akan lebih bertanggung jawab. mengasah kepekaan peserta didik terhadap kebersihan lingkungan.

Contoh lihat lampiran. Langkah (1): Menetapkan mata pelajaran yang akan dipadukan. Pada tahap ini dilakukan pengkajian atas kompetensi dasar pada semester dan kelas yang sama. Inilah contoh fleksibilitas kurikulum untuk mengembangkan potensi peserta didik. satuannya dalam kehidupan sehari-hari.1 di atas mungkin tidak termuat dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar seluruhnya. dan kemampuan).1 Melaksanakan 20 x 40’ 2.Mempelajari istilah tentang bagian tubuh Menyelidiki pengaruh Menyelidiki insekta perubahan lingkungan habitat serangga thd populasi serangga dalam ekosistem vektor penularan penyakit Gambar 2. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 73 82. Standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik sudah tercantum dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar per submata pelajaran IPA. PERENCANAAN Keberhasilan pembelajaran terpadu akan lebih optimal jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik (minat.memperoleh besaran bahan yang informasi gejala alam turunan beserta diperoleh biotik dan a-biotik. antarsemester pada kelas yang sama. Ada berbagai model dalam mengembangkan pembelajaran IPA Terpadu yang dapat dilihat pada alur penyusunan perencanaan pembelajaran terpadu berikut ini: Menetapkan mata Membuat matriks atau pelajaran yang akan bagan hubungan dipadukan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu Mempelajari Standar kompetensi dan kompetensi dasar mata Merumuskan indikator pelajaran yang pembelajaran terpadu dipadukan Memilih/menetapkan Menyusun silabus tema atau topik pembelajaran terpadu pemersatu Menyusun desain pembelajaran/rencana pelaksannan pembelajaran terpadu Gambar 3.1 Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 74 83. Pada saat menetapkan beberapa mata pelajaran yang akan dipadukan sebaiknya sudah disertai dengan alasan atau rasional yang berkaitan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar oleh peserta didik dan kebermaknaan belajar. Jaringan tema insekta Kompetensi dasar untuk jaringan tema ”insekta” pada gambar 2. Berikut ini contoh peta kompetensi dasarIPA terpadu untuk SMP kelasVII CONTOH PETA KOMPETENSI DASAR IPA TERPADU Mata Pelajaran : IPA Kelas : VII KD MP Fisika KD MP Kimia KD MP Biologi Tema Waktu 5.1 Menyelidiki 6. Dalam pembelajaran ini sekaligus kita menerapkan metode ilmiah dan mengembangkan keterampilan proses IPA dan kemampuan pemecahan masalah.1 Mendeskripsik percobaan Ilmiah secara terencana dan an besaran sederhana sistematis untuk pokok dan dengan bahan. kebutuhan. 5. Langkah (2): Mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar dari mata pelajaran yang akan dipadukan. antarsemester dan kelas yang berbeda dari beberapa submata pelajaran IPA yang memungkinkan untuk diajarkan secara terpadu.2 2.2 Melakukan Kerja pengamatan objek 1. PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU a. 3.1. namun dapat menjadi inspirasi untuk memotivasi peserta didik yang berminat melakukan penyelidikan tentang insekta. bakat.3 Melakukan Penjernih sifatsifat zat Mengklasifikasikan 20 x 40’ pemisahan an Air berdasarkan makhluk hidup campuran wujudnya dan berdasarkan ciri-ciri dengan penerapannya yang .

Fungsinya untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif. MODEL PELAKSANAAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU (Desain Pembelajaran/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Model pembelajaran dalam hal ini adalah menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 77 86. Contoh lihat lampiran. Langkah-langkah dalam kegiatan pendahuluan ini terdiri atas beberapa tahap yaitu: 1. Efisiensi waktu dalam kegiatan awal ini perlu diperhatikan. Dalam memilih tema/topik dapat dirumuskan dengan melihat isu-isu yang terkini. Kegiatan Awal/Pendahuluan Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal yang harus ditempuh guru dan peserta didik pada setiap kali pelaksanaan pembelajaran terpadu. Langkah (5): Menyusun dan merumuskan indikator pencapaian hasil belajar untuk setiap kompetensi dasar dari submata pelajaran yang dipadukan. diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik siap mengikuti pembelajaran dengan seksama. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kaitan antara tema/topik dengan kompetensi dasar yang dapat dipadukan. dan kegiatan penutup/tindak lanjut. dan lainnya. Langkah (7): Menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran atau rencana pelaksanaan pembelajaran untuk setiap pertemuan. memotivasi peserta didik: membangkitkan semangat dan minat peserta didik untuk siap menerima pelajaran. Kegiatan tatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang peserta didik dapat berinteraksi langsung . dikembangkan dari berbagai indikator submata pelajaran IPA menjadi beberapa pengalaman belajar yang konsep keterpaduan atau keterkaitan menyatu antara beberapa submata pelajaran IPA. Contoh lihat lampiran. kegiatan inti. 2. mengaitkan topik yang akan dipelajari dengan topik yang telah dipelajari yang dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan tentang topik yang sudah dipelajari sebelumnya dan memberikan komentar atas jawaban peserta didik Dalam kegiatan pendahuluan ini guru dapat pula melakukan penilaian awal peserta didik (tes awal) yang dapat diberikan secara lisan maupun tertulis. Contoh lihat lampiran. yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. karena waktu yang tersedia relatif singkat yaitu antara 5-10 menit. Langkah (3): Memilih dan menetapkan tema atau topik pemersatu. Contoh lihat lampiran. memberikan acuan topik yang akan dibahas. Langkah (6): Menyusun silabus pembelajaran IPA terpadu. dikemas dalam kegiatan pendahuluan. b. Contoh lihat lampiran.dimiliki berbagai cara dalam kehidupan berdasarkan sehari-hari sifat fisika dan sifat kimia Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 75 84. HIV/AIDS. 3. kemudian baru dilihat koneksitasnya dengan kompetensi dasar dari berbagai submata pelajaran IPA. 4. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 76 85. Dengan waktu yang relatif singkat tersebut. Pengalaman belajar dapat terjadi melalui kegiatan tatap muka dan kegiatan nontatap muka. misalnya penyakit demam berdarah. Langkah (4): Membuat matriks keterhubungan kompetensi dasar dan tema/topik pemersatu. Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran terpadu yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar peserta didik (learning experience). menarik perhatian peserta didik untuk menumbuhkan kesiapan belajar.

yang mendorong peserta didik pada upaya penemuan pengetahuan baru. menemukan sendiri apa yang dipelajarinya. serta alat evaluasi yang digunakan. d) Memberikan evaluasi lisan atau tertulis. Guru hanya sebagai fasilitator yng memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk belajar. Guru harus berupaya untuk menyajikan bahan ajar dengan strategi mengajar yang bervariasi. Oleh karena itu guru perlu mengatur dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin.dengan guru maupun dengan peserta didik lainnya. melalui pembelajaran yang bersifat klasikal. Kegiatan inti pembelajaran terpadu bersifat situasional. Hasil belajar pada hakikatnya merupakan kompetensi-kompetensi yang mencakup aspek pengetahuan. Kegiatan nontatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik dengan sumber belajar lain di luar kelas atau di luar sekolah. memberikan motivasi atau bimbingan belajar. Kompetensi dapat diukur melalui sejumlah hasil belajar yang indikatornya dapat diukur dan diamati. dan perorangan. Terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam kegiatan inti pembelajaran terpadu. Prinsip belajar sesuai dengan ’konstruktivisme’ hendaknya dilaksanakan dalam pembelajaran terpadu Dalam membahas dan menyajikan materi/bahan ajar terpadu harus diarahkan pada suatu proses perubahan tingkah laku peserta didik. keterampilan. • Kegiatan yang paling awal: Guru memberitahukan tujuan atau kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik beserta garis besar materi yang akan disampaikan. Penilaian proses dan hasil belajar saling berkaitan satu dengan yang lainnya karena hasil belajar merupakan . Kegiatan Akhir/Penutup dan tindak lanjut Waktu yang tersedia untuk kegiatan penutup atau kegiatan akhir pembelajaran terpadu ini cukup singkat. sikap dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Model penilaian ini disesuaikan dengan penilaian berbasis kelas pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. penyajian harus dilakukan secara terpadu melalui penghubungan konsep di mata pelajaran yang satu dengan konsep di mata pelajaran lainnya. Guru menyampaikan kepada peserta didik kegiatan belajar yang harus ditempuh peserta didik dalam mempelajari tema atau topik yang telah ditentukan. Peserta didik diarahkan untuk Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 78 87. yakni disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 79 88. atau berorientasi pada aktivitas peserta didik. MODEL PENILAIAN IPA TERPADU Model penilaian yang dikembangkan mencakup prosedur yang digunakan. menjelaskan kembali bahan yang dianggap sulit oleh peserta didik. c. • Alternatif kegiatan belajar yang akan dialami peserta didik. b) Melaksanakan tindak lanjut pembelajaran dengan pemberian tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah. Objek penilaian mencakup penilaian terhadap proses dan hasil belajar peserta didik. kelompok. Cara yang paling praktis adalah menuliskannya di papan tulis dengan penjelasan secara lisan mengenai pentingnya kompetensi tersebut yang akan dikuasai oleh peserta didik. Secara umum kegiatan penutup ini terdiri atas hal-hal sebagai berikut ini. di antaranya adalah sebagai berikut ini. jenis dan bentuk penilaian. membaca materi pelajaran tertentu. a) Mengajak peserta didik untuk menyimpulkan materi yang telah diajarkan. c) Mengemukakan topik yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. Kegiatan belajar hendaknya lebih mengutamakan aktivitas peserta didik.

Tes Laporan Lembar hubungan ukuran perbuatan praktikum penilaian penduduk laporan dengan Lembar kebutuhan penilaian pangan kinerja Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 82 91.akibat dari proses belajar. Tes tes sikap. Nontes Memperkirakan 2.masing tingkat trofik Memperkirakan hubungan ukuran penduduk dengan kebutuhan lahan Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk dengan kerusakan lingkungan Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk dengan kesehatan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 83 92. dan nilai Tes lisan Tes tertulis Tes perbuatan Skala sikap Tes tertulis/ uraian Tes tertulis/ objektif Daftar periksa Pilihan ganda Kuesioner Tes tertutup/ Benar salah Catatan anekdot terbatas/ Menjodohkan Portofolio terstruktur Isian singkat Catatan sekolah Bebas terbuka Isian panjang Jurnal Cuplikan kerja Isian khusus Model penilaian pembelajaran terpadu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 81 90. PENILAIAN Pengetahuan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 80 89. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem . sebab hasil belajar digambarkan dalam bentuk angka yang gambaran maknanya sangat abstrak. Non keterampilan. Berikut ini adalah contoh penilaian untuk tema/topik tentang LINGKUNGAN SEKITAR KITA TEMA: LINGKUNGAN SEKITAR KITA KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing. Sistem penilaian dengan menggunakan tes merupakan sistem penilaian konvensional. Sistem ini kurang dapat menggambarkan kemampuan peserta didik secara menyeluruh. Jenis penilaian terpadu terdiri atas tes dan bukan tes. Oleh karena itu untuk melengkapi gambaran kemajuan belajar secara menyeluruh maka dilengkapi dengan non-tes.masing tingkat trofik Memprediksi Memperkirakan Penugasan Nontes Laporan Lembar pengaruh hubungan antara hasil penilaian kepadatan populasi pengamatan laporan populasi penduduk manusia dengan terhadap kebutuhan air lingkungan bersih dan udara bersih Praktikum 1.

KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing. pembersih. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing. karya tulis dalam udara.masing tingkat trofik Mencari Mengelompokkan Praktikum Nontes Lembar informasi bahan kimia dari penilaian tentang kemasan yang Tes perbuatan laporan kegunaan dan digunakan Lembar efek samping sebagai pemutih. pengharum. dan pembasmi serangga Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 85 94.masing tingkat trofik Menjelaskan efek samping penggunaan bahan kimia dalam rumah tangga Menjelaskan Menunjukkan Penugasan Nontes Laporan Lembar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 86 95. kinerja dalam pengharum. dan tanah pengelolaan dalam kaitannya lingkungan dengan kegiatan untuk manusia mengatasi pencemaran Mengemukakan dan kerusakan contoh langkah. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing.lingkungan langkah upaya pengelolaan lingkungan hidup untuk kesejahteraan manusia Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 84 93.masing tingkat trofik Mengaplikasik Menjelaskan Penugasan Nontes Karya tulis Lembar an peran pengaruh penilaian manusia pencemaran air. dan kehidupan pembasmi sehari-hari serangga Menyelidiki pengaruh penggunaan bahan kimia yang digunakan sebagai pemutih.dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing.masing tingkat trofik hubungan bentuk energi dan hasil penilaian bentuk . penilaian bahan kimia pembersih.

biologi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 89 98. maka dalam penyusunan silabus. kimia. Tugas berupa laporan baik secara individu maupun kelompok sebaiknya berupa tugas aplikasi. 6. Dapat pula berupa tugas sintesis dan evaluasi.proses di lingkungan terhadap kesehatan manusia Berdasarkan contoh itu. baik tes maupun nontes. IMPLIKASI PEMBELAJARAN IPA TERPADU Sesuatu yang baru atau merupakan inovasi tentu tidak mudah untuk dilaksanakan. maupun psikomotor. Penilaian untuk pelaporan mengacu pada pedoman penilaian dari Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. kimia.energi perubahannya pengamatan laporan dan dalam kehidupan perubahansehari-hari nya. perencanaan pembelajaran. misalnya tugas pemecahan masalah lingkungan dan usulan cara penanggulangannya. penggunaan media. Untuk keperluan pelaporan hasil penilaian guru dapat memberikan bobot bagi setiap tugas yang diberikan tergantung pada pertimbangan guru sesuai dengan karakteristik tugas. pengamatan di luar kelas. karena memerlukan penyesuaian diri dan kemauan untuk beradaptasi. maka guru dapat mempraktikkan beberapa teknik penilaian. Oleh karena keterpaduan pembelajaran IPA meliputi mata pelajaran fisika. Hal ini tergantung pada kondisi sekolah. Guru Dalam pelaksanaannya. afektik. baik yang termasuk dalam ranah kognitif. Melalui penugasan ini maka kemampuan berpikir dan kepekaan peserta didik akan terasah.masing tingkat trofik permasalah-an proses ganda jawaban dan lingkungan pemanasan global cara dan pengaruhnya penilaian terhadap masalah lingkungan Soal uraian singkat Menjelaskan pengaruh proses. misalnya merupakan hasil Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 88 97. pembelajaran dapat dilakukan oleh tim pengajar atau guru tunggal. yaitu jenjang SMP/MTs dan SMA/MA. maka dalam pelaporan hasil penilaian tidak menjadi masalah. Pembelajaran terpadu biasa dilakukan jenjang pendidikan usia dini. Ketiganya akan dipadukan menjadi nilai mata pelajaran IPA . Hasil uji coba menunjukkan bahwa pembelajaran terpadu dapat dilaksanakan. Begitu pula dengan pembelajaran IPA Terpadu. dan strategi . prinsip "usaha dan Mengaplikasikan energi" serta konsep energi penerapan-nya dan dalam perubahannya kehidupan dalam kehidupan sehari-hari sehari-hari Menjelaskan Menjelaskan Penugasan Nontes Laporan Lembar hubungan proses pelapukan penilaian antara proses di lapisan bumi yang terjadi di berkaitan dengan lapisan litosfer masalah dan atmosfer lingkungan dengan kesehatan dan Menjelaskan Tes akhir Soal Pilihan Kunci Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 87 96. KD Indikator Sistem penilaian Prosedur Jenis dan Jenis tagihan Instrumen bentuk Menentukan Mengidentifikasi Tes awal Pilihan ganda Laporan Soal pilihan ekosistem dan satuan dalam Dapat dan isian hasil ganda yang saling ekosistem dan dilakukan pengamatan berkaitan hubungan menyatakan dapat pula dengan antara bahwa matahari tidak pemahaman komponen merupakan tergantung awal peserta ekosistem sumber energi kondisi didik utama dalam mengenai biosfer tema Penugasan Nontes Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan Lembar jaring-jaring penilaian kehidupan dan laporan menjelaskan peranan masing. Bila di suatu sekolah guru IPA terdiri atas guru fisika. a. namun tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. biologi.

dan mengalami kesulitan untuk memadukan kompetensi dasar. Program semester yang telah memuat urutan materi yang akan diajarkan. Bahan Ajar Bahan ajar yang digunakan tidak hanya buku mata pelajaran saja. Aktivitas pembelajaran harus lebih banyak berpusat pada peserta didik agar dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya. Indikator yang sudah dipadukan tidak perlu diajarkan dua kali karena tujuan pembelajaran terpadu adalah efisiensi dan efektivitas dalam pembelajaran. 1. Oleh karena itu. 3. Namun dalam pembelajarannya dapat dilakukan oleh guru tunggal. mulai dari silabus. pembelajaran terpadu dapat mempertajam kemampuan analitis terhadap konsep-konsep yang dipadukan. suatu bahan ajar dapat dibahas . Bila di sekolah. c. Dalam mengajarkan bahan ajar dilakukan oleh guru mata pelajaran yang dominan. Misalnya bahan ajar tersebut dominan biologi maka yang mengajar sebaiknya guru biologi. Peserta didik Bagi peserta didik. seorang guru mengajar semua mata pelajaran IPA. Jadwal pelajaran yang sudah diatur sedemikian rupa dan tak dapat diubah begitu saja. pengaturannya dapat dilakukan sejak awal semester atau awal tahun pelajaran. Dalam pelaksanaannya di lapangan. Hal utama yang harus dilakukan guru adalah memahami model pembelajaran terpadu secara konseptual maupun praktikal. dan materi. pembelajaran IPA terpadu dapat diajarkan oleh guru tunggal atau tim pengajar tergantung pada kesepakatan dan waktu.mengajar sebaiknya dibuat bersama hingga penyusunan alat penilaiannya. Bahkan bila memungkinkan mereka dapat menggunakan teknologi informasi yang ada. atau bersama-sama. tetapi dapat dari berbagai mata pelajaran yang direkatkan oleh tema. maka sangat dianjurkan agar guru tersebut bekerja sama dalam kelompok MGMP agar dapat terjadi diskusi tentang perencanaan strategi dan pelaksanaan KBM. Dalam pembelajaran terpadu. Bila hal ini dapat dilaksanakan. 5. Keterpaduan kompetensi yang terjadi lintas kelas. b. Masalah guru mata pelajaran IPA yang terpisah. desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran hingga kesepakatan dalam bentuk penilaian. Penguasaan bahan ajar. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 91 100. Selain meningkatkan kerja sama. bahwa yang terpenting adalah kerja sama antarguru IPA yang ada di suatu sekolah dalam membuat perencanaan pembelajaran. pembelajaran IPA Terpadu terbentur pada masalah-masalah berikut ini. Kerja sama ini meliputi saling mempelajari materi dari mata pelajaran yang lain. 4. Dalam bab sebelumnya telah diuraikan. pembelajaran terpadu juga meningkatkan keharusan bagi guru untuk memperluas wawasan pengetahuannya. baik yang ada di sekolah maupun dalam lingkup MGMP. Hal yang perlu dihindarkan adalah pembahasan materi yang tidak seimbang karena wawasan pengetahuan tentang materi pelajaran yang lain kurang memadai. Aktivitas peserta didik dalam penugasan dapat menjadi nilai tambah yang menguntungkan. Pembelajaran terpadu oleh guru tunggal dapat memperkecil masalah pelaksanaannya yang menyangkut jadwal pelajaran. Secara teknis. maka pembelajaran terpadu dapat meningkatkan kerja sama antarguru IPA. karena dapat mengembangkan kemampuan asosiasi konsep dan aplikasi konsep. Pembelajaran terpadu perlu dilakukan dengan variasi metode yang tidak membosankan. Peserta didik dapat juga mencari berbagai sumber belajar lainnya. 2. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 90 99. indikator.

Berikut contoh Pemetaan Kompetensi Dasar untuk menjadi Tema dalam pembelajaran IPA Terpadu. Kimia. • Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Salah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 92 101. Kimia. d. sehingga pemahaman menjadi lebih Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 93 102. Yang perlu dicatat ialah pemaduan kegiatan dalam bentuk tema sebaiknya dilakukan pada jenjang kelas yang sama dan masih dalam lingkup IPA . Di samping itu karena konsep-konsep itu dipadukan dalam suatu pembelajaran. • Dengan menggabungkan berbagai mata pelajaran akan terjadi penghematan waktu. bahwa sebenarnya tidak ada model pembelajaran yang cocok untuk semua konsep. e. Konsep-konsep yang dipilih untuk direkat oleh tema dapat menghemat waktu dan ruang. guru dengan peserta didik. model pembelajaran IPA Terpadu juga memiliki kelemahan.dari berberapa mata pelajaran sehingga wawasan peserta didik diharapkan akan lebih terbuka. maka penggunaan sarana pembelajaran dapat lebih efisien jika dibandingkan dengan pemisahan mata pelajaran. • Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan. Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan. oleh karena itu model pembelajaran harus disesuaikan dengan konsep yang akan diajarkan. Sarana dan Prasarana Dalam pembelajaran terpadu diperlukan berbagai alat dan media pembelajaran. satu contoh yang akan dikembangkan dalam model ini adalah guru dapat mengidentifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dekat dan relevan untuk dikemas dalam satu tema dan disajikan dalam kegiatan pembelajaran yang terpadu. sehingga belajar lebih menyenangkan. Di samping kekuatan/manfaat yang dikemukakan itu. • Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antarkonsep Fisika. • Akan terjadi peningkatan kerja sama antarguru submata pelajaran terkait. sehingga memudahkan pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi IPA. pada tingkat pelaksanaan guru memiliki keleluasaan dalam membelajarkan peserta didiknya untuk mencapai kompetensi tersebut. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran Terpadu Walaupun standar kompetensi dan kompetensi dasar IPA dikembangkan dalam submata pelajaran. dan dalam konteks yang lebih bermakna. terorganisasi dan mendalam. Begitu pula dengan pembelajaran terpadu dalam IPA memiliki beberapa kelemahan. • Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik. belajar dalam situasi nyata. karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran. Perlu disadari. karena ketiga disiplin ilmu (Fisika. dan Biologi. • Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait. peserta didik dengan peserta didik. Kekuatan/manfaat yang dapat dipetik melalui pelaksanaan pembelajaran terpadu antara laian sebagai berikut. dan Biologi) dapat dibelajarkan sekaligus. Karena digunakan untuk pembelajaran konsep yang direkatkan oleh tema. Memang tidak semua konsep dapat dipadukan. peserta didik/guru dengan narasumber. akan tetapi kelemahan tersebut sebagai tantangan untuk . maka akan mengurangi kebosanan peserta didik terhadap pengulangan bahan ajar pada berbagai mata pelajaran. sehingga memudahkan memahami hubungan materi IPA dari satu konteks ke konteks lainnya.

Suasana pembelajaran: Pembelajaran terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu mata pelajaran dan ‘tenggelam’nya mata pelajaran lain. kemampuan eksploratif dan elaboratif (menemukan dan menggali). metode. mungkin juga fasilitas internet. maka penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan. Tanpa kondisi ini. sejarah. pada saat mengajarkan sebuah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 95 104. Aspek sarana dan sumber pembelajaran: Pembelajaran terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. Secara akademik. politik. PENGERTIAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti: sosiologi. Semua ini akan menunjang.terus berupaya diatasi oleh pihak-pihak yang terlibat di sekolah. c. dan berani mengemas dan mengembangkan materi. selera. Aspek peserta didik: Pembelajaran terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif “baik”. Untuk mengurangi kelemahan-kelemahan di atas. maka guru berkecenderungan menekankan atau mengutamakan substansi gabungan tersebut sesuai dengan pemahaman. kemampuan asosiatif (menghubung-hubungkan). dan mempermudah pengembangan wawasan. keterampilan metodologis yang handal. Bila kondisi ini tidak dimiliki. maka pembelajaran terpadu dalam IPA akan sulit terwujud. maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat. e. pembelajaran terpadu menekankan pada kemampuan analitik (mengurai). hukum. E. f. penilaian keberhasilan pembelajaran peserta didik. yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa mata pelajaran terkait yang dipadukan. Guru perlu diberi kewenangan dalam mengembangkan materi. Dalam kaitan ini. dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri. geografi. Bila sarana ini tidak dipenuhi. guru selain dituntut untuk menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif. guru dituntut untuk terus menggali informasi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada mata pelajaran tertentu saja. b. Kesemuanya ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pembelajaran IPA. bila materi pelajaran berasal dari guru yang berbeda. Hal ini terjadi karena model Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 94 103. dan budaya. berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian materi). perlu dibahas bersama antara guru mata pelajaran terkait dengan sikap terbuka. a. PEMBELAJARAN IPS TERPADU 1. Sekalipun pembelajaran terpadu mengandung beberapa kelemahan selain keunggulannya. Dengan kata lain. memperkaya. sebagai sebuah bentuk inovasi dalam implementasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar perlu dikembangkan lebih lanjut. rasa percaya diri yang tinggi. Beberapa kelemahan yang perlu diatasi diuraikan sebagai berikut ini. d. TEMA. baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. memiliki kreativitas tinggi. ekonomi. juga dituntut untuk berkoordinasi dengan guru lain. Aspek penilaian: Pembelajaran terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif). Aspek kurikulum: Kurikulum harus luwes. Aspek Guru: Guru harus berwawasan luas. Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas .

aktivitas. Gambar 1: Keterpaduan Cabang Ilmu Pengetahuan Sosial Sejarah Ilmu Politik Geografi Ekonomi Ilmu Pengetahuan Sosial Psikologi Sosiologi Sosial Filsafat Antropologi 2. Bahan kajian itu menjadi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). antropologi. sejarah. teknologi. geografi. struktur sosial. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 98 . filsafat. • Kompetensi Dasar IPS berasal dari struktur keilmuan geografi.20) Dalam implementasinya. dan benda-benda budaya dari budaya-budaya terpilih. kewarganegaraan. bahkan juga bidang humaniora. sejarah. Salah satu bentuk efisiensi dan efektivitas implementasi kurikulum. Antropologi meliputi studi-studi komparatif yang berkenaan dengan nilai-nilai. dan antropologi merupakan disiplin ilmu yang memiliki keterpaduan yang tinggi. ekonomi. perlu dilakukan berbagai studi yang mengarah pada peningkatan efisiensi dan efektivitas layanan dan pengembangan sebagai konsekuensi dari suatu inovasi pendidikan. Sosiologi dan psikologi sosial merupakan ilmu-ilmu tentang perilaku seperti konsep peran. sedangkan sejarah memberikan wawasan berkenaan dengan peristiwa-peristiwa dari berbagai periode. kelompok. perlu dikembangkan berbagai model pembelajaran kurikulum. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi. politik. yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi pokok bahasan atau topik (tema) tertentu. ekspresi-ekspresi dan spiritual. meliputi bahan kajian: sosiologi. ekonomi. sejarah. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa kehidupan masyarakat (Nursid Sumaatmaja.dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu-ilmu sosial (sosiologi. Secara intensif konsep-konsep seperti ini digunakan ilmu-ilmu sosial dan studistudi sosial. ekonomi. institusi. antropologi. 1980.aktivitas ekonomi. psikologi sosial. Karateristik mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs antara lain sebagai berikut. KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN IPS Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Ilmu-Ilmu Sosial di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). politik. kepercayaan. dan budaya). filsafat. sosiologi. Mata pelajaran IPS bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. sejarah. geografi. politik. hukum dan politik. pendidikan dan agama (Numan Soemantri. IPS atau studi sosial itu merupakan bagian dari kurikulum sekolah yang diturunkan dari isi materi cabangcabang ilmu-ilmu sosial: sosiologi. proses interaksi dan kontrol sosial. organisasi politik. ekonomi. geografi. hukum dan politik. • Kompetensi Dasar IPS juga menyangkut berbagai masalah sosial yang dirumuskan dengan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner. 2001). sosiologi. Ilmu politik dan ekonomi tergolong ke dalam ilmu-ilmu tentang kebijakan pada aktivitas-aktivitas yang berkenaan dengan pembuatan keputusan. sejarah. hukum. Geografi. dan psikologi sosial. • Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan gabungan dari unsur-unsur geografi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 97 106. ekonomi. sejarah. Pembelajaran geografi memberikan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 96 105. kebulatan wawasan yang berkenaan dengan wilayah-wilayah.

1996:3). menggali. sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima. Dimensi IPS Dalam Kehidupan Manusia Dimensi dalam Ruang Waktu Nilai/Norma kehidupan manusia Area dan substansi Alam sebagai Alam dan Kaidah atau aturan yang pembelajaran tempat dan kehidupan yang menjadi perekat dan penyedia selalu berproses. 2004 3. TUJUAN PEMBELAJARAN IPS Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 99 108. dan memproduksi kesan-kesan tentang . proses dan masalah sosial serta upaya-upaya perjuangan hidup agar survive seperti pemenuhan kebutuhan. adaptasi dan pengelolaan lingkungan. Model pembelajaran terpadu pada hakikatnya merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individual maupun kelompok aktif mencari. aturan yang disepakati dikembangkan prospektif.program pelajaran IPS di sekolah diorganisasikan secara baik. • Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dapat menyangkut peristiwa dan perubahan kehidupan masyarakat dengan prinsip sebab akibat. • Menaruh perhatian terhadap isu-isu dan masalah-masalah sosial. kekuasaan. Ketiga dimensi tersebut terlihat pada tabel berikut. • Memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat atau lingkungannya. menyimpan. memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi. kehidupan manusia dan daya dan yang akan alam datang Contoh Kompetensi Adaptasi spasial Berpikir Konsisten dengan Dasar yang dan eksploratif kronologis. 1998). 4. dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik (Depdikbud. dalam mata Sosiologi/Antropologi pelajaran Sumber: Sardiman. Dari rumusan tujuan tersebut dapat dirinci sebagai berikut (Awan Mutakin. • Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS menggunakan tiga dimensi dalam mengkaji dan memahami fenomena sosial serta kehidupan manusia secara keseluruhan. selanjutnya mampu mengambil tindakan yang tepat. KONSEP PEMBELAJARAN TERPADU DALAM IPS Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 100 109. • Mampu menggunakan model-model dan proses berpikir serta membuat keputusan untuk menyelesaikan isu dan masalah yang berkembang di masyarakat. • Mampu mengembangkan berbagai potensi sehingga mampu membangun diri sendiri agar survive yang kemudian bertanggung jawab membangun masyarakat. serta mampu membuat analisis yang kritis. kewilayahan. saat ini. Pendekatan pembelajaran terpadu dalam IPS sering disebut dengan pendekatan interdisipliner. keadilan dan jaminan keamanan (Daldjoeni.107. dan kaidah alamiah antisipatif masingmasing disiplin ilmu Alternatif penyajian Geografi Sejarah Ekonomi. Salah satu di antaranya adalah memadukan Kompetensi Dasar melalui pembelajaran terpadu siswa dapat memperoleh pengalaman langsung. Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial ialah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. 1981). Tujuan tersebut dapat dicapai manakala program. dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. melalui pemahaman terhadap nilai-nilai sejarah dan kebudayaan masyarakat. penjamin keharmonisan potensi sumber masa lalu. • Mengetahui dan memahami konsep dasar dan mampu menggunakan metode yang diadaptasi dari ilmu-ilmu sosial yang kemudian dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah sosial. struktur.

peristiwa. contohnya banjir. Bisa membentuk permasalahan yang dapat dilihat dan dipecahkan dari berbagai disiplin atau sudut pandang. Persebaran. mobilitas sosial. historis kronologis dan kausalitas. pemukiman kumuh. misalnya ‘pariwisata’. Model Integrasi Berdasarkan Permasalahan Model pembelajaran terpadu pada IPS yang lainnya adalah berdasarkan permasalahan yang ada. serta perilaku masyarakat terhadap aturan. modernisasi. Melalui kajian potensi utama yang terdapat di daerahnya. Azas manfaat terhadap kesejahteraan penduduk Gambar 3: Model Integrasi IPS Berdasarkan Potensi Utama c. dan diperdalam dengan cabang-cabang ilmu yang lain. siswa terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari. Potensi objek wisata BALI SEBAGAI 2. Selanjutnya. Keadaan politik juga dapat dikaji pula pada topik pengembangan pariwisata berkaitan dengan pengaruhnya terhadap perkembangan pariwisata.hal-hal yang dipelajarinya. Secara sosiologis. Keterpaduan IPS dapat dikembangkan melalui topik yang didasarkan pada potensi utama yang ada di wilayah setempat. Skema berikut memberikan gambaran keterkaitan suatu topik/tema dengan berbagai disiplin ilmu. Pada pendekatan pembelajaran terpadu. Dengan demikian. revolusi yang dibahas dari berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial. kemudian dilengkapi. Topik/tema dapat dikembangkan dari isu. Model Integrasi Berdasarkan Topik Dalam pembelajaran IPS keterpaduan dapat dilakukan berdasarkan topik yang terkait. pariwisata itu juga dapat ditinjau dari partisipasi masyarakat. dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. dapat mengambil suatu topik dari suatu cabang ilmu tertentu. program pembelajaran disusun dari berbagai cabang ilmu dalam rumpun ilmu sosial. sosial/antropologis. Dalam pembelajaran yang dikembangkan dalam Kebudayaan Bali dikaji dan ditinjau dari faktor alam. dampak pariwisata terhadap perkembangan ekonomi lokal maupun nasional dapat dikembangkan melalui kompetensi yang berkaitan dengan ekonomi. maka siswa selain dapat memahami kondisi daerahnya juga sekaligus memahami Kompetensi Dasar yang terdapat pada beberapa disiplin yang tergabung dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. Keadaan Alam Sosiologis/ antropologis 1. Sejarah kondisi fisik perkembangan Sejarah Geografi daerah objek daerah wisata wisata PENGEMBANGAN PARIWISATA Partisipasi Dampak masyarakat Sosiologi Ekonomi terhadap kesejahteraan Pengaruh terhadap Politik masyarakat perkembangan masyarakat di sekitar objek wisata Gambar 2: Model Integrasi IPS Berdasarkan Topik/Tema b. dan permasalahan yang berkembang. dibahas. diperluas. “Potensi Bali Sebagai Daerah Tujuan Wisata”. Secara historis dapat dikembangkan melalui sejarah daerah pariwisata tersebut. dan interaksi antara wisatawan dengan masyarakat lokal. . Model Integrasi Berdasarkan Potensi Utama Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 102 111. pengaruhnya terhadap kondisi sosial budaya setempat. Pengembangan pariwisata dalam hal ini ditinjau dari persebaran dan kondisi fisis-geografis yang tercakup dalam disiplin Geografi. Memupuk aspirasi terhadap DAERAH TUJUAN kesenian WISATA Keadaan Politik Ekonomi 3. Pengembangan pembelajaran terpadu. Pariwisata dalam contoh yang dikembangkan ditinjau dari berbagai disiplin ilmu yang tercakup Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 101 110. potensi pariwisata. dalam hal ini. IPTEK. a. sebagai contoh. Keamanan dan stabilitas daerah 4.

1 Mendeskripsikan 6. Langkah pertama dalam pengembangan model pembelajaran terpadu adalah melakukan pemetaan pada semua Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPS per kelas yang dapat dipadukan. dan kemampuan). dan pada masa Islam pemukiman . Pada pembelajaran terpadu. Penjabaran (perumusan) Kompetensi Dasar ke dalam indikator sesuai topik/tema 4. • Kompetensi Dasar dipetakan tidak harus berasal dari semua Standar Kompetensi yang ada pada mata pelajaran IPS pada kelas yang sama.2 Mendeskripsikan 5. 1) Pemetaan Kompetensi Dasar Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 104 113.contohnya adalah “Pemukiman Kumuh”. Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 2 Kegiatan 6. dan budaya. ekonomi yang masyarakat. Model Integrasi IPS Berdasarkan Permasalahan 5. Penentuan Topik/tema 3. meliputi kegiatan kebudayaan. 1. melainkan memungkinkan hanya dua atau tiga Kompetensi Dasar saja. Juga dapat dari faktor historis kronologis dan kausalitas. bakat.1 Mendeskripsikan 2. • Beberapa Kompetensi Dasar yang tidak berpotensi dipadukan. sosial. Di antaranya adalah faktor ekonomi. pemerintahan lahan. dan penggunaan konsumsi. dari beberapa faktor sosial yang mempengaruhinya. Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh. dan pola produksi. Pengembangan Silabus 5. Kegiatan yang dapat dilakukan pada pemetaan ini antara lain dengan: • mengidentifikasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat dipadukan dalam satu tingkat kelas yang sama. Faktor sosial. serta perilaku masyarakat terhadap aturan/norma. • Kompetensi Dasar yang sudah dipetakan dalam satu topik/tema masih bisa dipetakan dengan topik/tema lainnya. penduduk. Pemukiman Kumuh ditinjau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 103 112. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 106 115. Faktor Ekonomi dan budaya PEMUKIMAN KUMUH Perilaku Faktor historis terhadap aturan Gambar 4. • Mengidentifikasikan beberapa Kompetensi Dasar dalam berbagai Standar Kompetensi yang memiliki potensi untuk dipadukan. dan • menentukan tema/topik pengikat antar-Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 1. Penyusunan Desain/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Langkah-langkah tersebut secara rinci dijelaslan sebagai berikut ini. Kompetensi Dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan/disajikan secara tersendiri. Untuk menyusun perencanaan pembelajaran terpadu perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini. Beberapa ketentuan dalam pemetaan Kompetensi Dasar dalam pengembangan model pembelajaran terpadu Ilmu Pengetahuan Sosial adalah sebagai berikut. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 105 114. Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas VII No. Perencanaan Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran terpadu bergantung pada kesesuaian rencana yang dibuat dengan kondisi dan potensi siswa (minat. jangan dipaksakan untuk dipadukan dalam pembelajaran. Pemetaan Kompetensi Dasar 2. Berikut ini contoh pemetaan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat diintegrasikan/dipadukan.1 Mendeskripsikan Ekonomi pola kegiatan interaksi sebagai kegiatan pokok perkembangan Penduduk ekonomi proses sosial. kebutuhan. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TERPADU a.

peninggalannya 2 Semester 2 Semester 2 Semester 1 Semester 2 Kelangkaan 4.3 Mendeskripsikan 2. ekonomi kolonialisme dan 6.nya.1 Mendeskripsikan 3.3 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat. kebutuhan dan penggunaan lahan 2. penanggulangan. kebudayaan. kebudayaan. perkembangan serta peran pergerakan pemerintah dalam kebangsaan upaya Indonesia.1 Mendeskripsikan 4. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 1.3 Mendeskripsikan Indonesia.2 Menguraikan Daerah kondisi fisik pranata sosial permasalahan proses wilayah dan dalam kehidupan angkatan kerja terbentuknya penduduk.1 Mendeskripsikan 6. 3.1 Mendeskripsikan 6. dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas VIII No. 3.2 Mendeskripsikan masyarakat.1 Mendeskripsikan 2.1 Menjelaskan Pelestarian 1.1 Mendeskripsikan 4. serta peninggalan.2 Mendeskripsikan Indonesia kondisi fisik pranata sosial pelaku-pelaku dalam wilayah dan dalam kehidupan ekonomi dalam Pergaulan penduduk. dan 6.2 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat.1 Menjelaskan kondisi fisik bentuk-bentuk bentuk pasar proses wilayah dan hubungan sosial dalam kegiatan perkembangan penduduk. jasa. dan kegiatan ekonomi. dan informasi konsumsi. serta peninggalan.1 Mendeskripsikan proses Lingkungan permasalahan bentukbentuk hubungan antara perkembangan lingkungan hidup hubungan sosial . masyarakat sistem Antarbangsa perekonomian Indonesia. identitas daya dalam Indonesia.1 Mendeskripsikan 5. dan ekonomi yang kebudayaan. pemerintahan keruangan. No.4 Menguraikan pemanfaatan dan pola proses interaksi sumber daya yang pemukiman sosial tersedia. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 108 117. atlas dan kegiatan pokok perkembangan globe untuk ekonomi yang masyarakat. serta kondisi fisik peninggalanpermukaan bumi. imperialisme pranata sosial Barat.1 Mendeskripsikan Peta peta.1 Mendeskripsikan 2. 4. mendapatkan meliputi kegiatan kebudayaan.distribusi barang/ di Indonesia. berdasarkan jasa. Semester 2 Semester 2 Semester 2 2. upaya pengendalian penyimpangan sosial 2. Semester 1 Semester 2 Semester 1 Semester 1 Globalisasi 1. Semester 1 Semester 2 Semester 2 Semester 1 Otonomi 1.2 Mendeskripsikan 7. masyarakat dan tenaga kerja kesadaran sebagai sumber nasional.2 Mendeskripsikan 7. Semester 1 Semester 1 Semester 2 Peran 1. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia.3 Mendeskripsikan Sumber kondisi geografis interkasi sebagai manusia sebagai perkembangan Daya dan penduduk proses sosial. Semester 2 Semester 2 Semester 1 Pemanfaatan 4.3 Mengidentifikasi 2.peningalannya 5.2 Mendeskripsikan 5.3 Mengidentifikasi bermoral dalam pemerintahan pola kegiatan bentuk-bentuk kaitannya dengan pada masa ekonomi interaksi sosial usaha memenuhi Kolonial Eropa penduduk.peningalannya Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 107 116. makhluk sosial masyarakat.3 Mendeskripsikan 6.1 Mendeskripsikan 6. berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. produksi dan pada masa distribusi barang/ HinduBuddha.1 Menggunakan 6. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 5.2 Mendeskripsikan palaku-pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia. No. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 7. serta dalam kehidupan pengaruh yang masyarakat ditimbulkannya di berbagai daerah di 6.

2Menguraikan keterkaitan unsur. dalam arti sesuai dengan keadaan lingkungan setempat. Pertumbuhan Industri. pada keuangan.kelangkaan kolonialisme dan dan upaya sumber daya imperialisme penang. contohnya. dan pemanfaatan peta.1 Mengidentifikasi kerjasama antar kerjasama ciri-ciri negara negara terhadap internasional berkembang dan perekonomian negara maju. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 2 Semester 2 Semester 2 Semester 2 Semester 2 Modernisasi 5. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 110 119. lembaga masyarakat internasional dan peran 3.muka bumi. dalam pembelajaran IPS Terpadu.perilaku kerjasama antar perkembangan unsur geografis negara di bidang masyarakat lembaga. serta gulangannya pranata sosial kebutuhan pengaruh yang dalam dalam kehidupan manusia yang ditimbulkannya di pembangunan masyarakat tidak terbatas berbagai daerah di berkelanjutan.3 Menguraikan 7. merupakan perekat antar-Kompetensi Dasar yang terdapat dalam satu rumpun mata pelajaran IPS. • Topik.5 Mengidentifikasi dan peran Semester 1 era global dampak Indonesia dalam 1. dapat menjadi prioritas yang dipilih dengan tidak mengabaikan keterkaitan antar-Kompetensi Dasar pada satu rumpun yang telah dipetakan. juga sebaiknya relevan dengan pengalaman pribadi siswa. • Topik yang ditentukan selain relevan dengan Kompetensi.2 Menguraikan Interketerkaitan unsur.perilaku kerjasama antar perkembangan nasional unsur geografis negara di bidang masyarakat lembaga. Semester 2 Semester 1 Semester 1 Semester 2 Pengemba. Pemberlakuan Otonomi Daerah.4 Mendeskripsikan 7. Semester 2 Semester 2 Semester 2 Semester 2 Kerjasama 5. Indonesia 2) Penentuan Topik/Tema Setelah pemetaan Kompetensi Dasar selesai. • Dalam menentukan topik. langkah selanjutnya dilakukan penentuan topik/tema.3 Menguraikan 7.1Mendeskripsi.2 Mendeskripsikan dengan Barat. Pemilihan Kepala Daerah Secara . Contohnya. Dengan demikian. No.3.6.kompetensi Dasar yang terdapat dalam satu tingkatan kelas. Indonesia.2 Mendeskripsikan 7.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu Kelas IX No. Hal ini agar pembelajaran yang dilakukan dapat lebih bermakna bagi siswa.2 Mendeskripsikan 7.dan penduduk di ekonomi kawasan Asia dalam lembaga Tenggara perubahan internasional sosial-budaya di 7.dan penduduk di ekonomi kawasan Asia dalam lembaga Tenggara perubahan internasional sosial-budaya di dan peran era global Indonesia dalam kerjasama internasional 3. Topik/tema yang ditentukan harus relevan dengan Kompetensi Dasar yang telah dipetakan. Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah Tema 1.1Mendeskripsikan 7. 6. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan topik/tema pada pembelajaran IPS Terpadu antara lain meliputi hal-hal berikut.2 Menguraikan ngan kan peta tentang kan perubahan uang dan perkembangan Pariwisata bentuk dan pola sosial-budaya lembaga lembaga. untuk kelas VII ada 3 (tiga) topik/tema yaitu: aktivitas ekonomi penduduk.7.5. isu sentral yang sedang berkembang saat ini. dalam satu mata pelajaran IPS pada satu tingkatan kelas terdapat beberapa topik yang akan dibahas.2 Menguraikan Indonesia dalam tipe-tipe kerjasama perilaku internasional masyarakat dalam menyikapi perubahan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 109 118. kelangkaan sumber daya alam.1 Menginterpretasi.4 Mendeskripsikan 7.

Kompetensi Dasar Ekonomi: Mendeksripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi. Semester 2 Semester 1 Semester 2 Semester 2 6.peninggalannya Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 111 120. dan dan pola pemukiman konsumsi. Kompetensi Dasar Sosiologi: Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial.6.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial Kelas IX SMP. lembaga-lembaga masyarakat internasional dan peran Indonesia dalam 3. dan distribusi barang/jasa. • Mendiskripsikan persebaran permukiman penduduk di berbagai bentang lahan dan mengungkapkan alasan penduduk memilih bermukim di lokasi tersebut.1 Mendeskripsikan pola 2. produksi.3 Mendeskripsikan 6.Langsung. Semester 2 Semester 1 Semester 1 Semester 2 5. maka Kompetensi-kompetensi Dasar tersebut dijabarkan ke dalam indikator pencapaian hasil belajar yang nantinya digunakan untuk penyusunan silabus.1 Menginterpretasi-kan 3. pengunaan lahan.1 Mendeskripsikan 6.1 Mendeskripsikan 4. • Menentukan sikap dalam keragaman sosial untuk mewujudkan keselarasan sosial. Perumusan indikatornya: • Menguraikan kegiatan konsumsi barang dan jasa. masyarakat Indonesia. Semester 2 Semester 2 Semester 2 2. produksi. penggunaan lahan. budaya pada keuangan. • Menguraikan .1 Menjelaskan proses 1. Kompetensi Dasar Geografi: Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk.2 Mendeskripsikan 5.1 Mendeskripsi-kan 7. iii) Topik: Pengembangan Pariwisata No Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah 1. proses sosial. Penyakit Busung Lapar.1 Mendeskripsikan perkembangan permasalahan bentuk-bentuk hubungan antara kolonialisme dan lingkungan hidup dan hubungan sosial kelangkaan sumber imperialisme Barat.2 Mendeskripsikan kegiatan ekonomi interaksi sebagai kegiatan pokok perkembangan penduduk. meliputi kegiatan kebudayaan. 6. Pasca Gempa Bumi dan Tsunami.2 Mendeskripsikan daya dengan serta pengaruh yang gulangannya dalam pranata sosial dalam kebutuhan manusia ditimbulkannya di pembangunan kehidupan yang tidak terbatas berbagai daerah di berkelanjutan.uang dan lembaga perkembangan dan pola muka bumi.2 Menguraikan tipe-tipe kerjasama perilaku masyarakat internasional dalam menyikapi perubahan 3) Penjabaran Kompetensi Dasar ke dalam Indikator Setelah melakukan langkah Pemetaan Kompetensi Dasar dan Penentuan Topik/Tema sebagai pengikat keterpaduan. Perumusan indikatornya: • Mengidentifikasi pola-pola keselarasan sosial dalam keluarga dan masyarakat. Indonesia. Kelas VII SMP i) Topik: Kegiatan Ekonomi Penduduk No Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah 1. pemerintahan pada berdasarkan kondisi dan distribusi masa Islam di fisik permukaan bumi. barang/jasa. Kelas VIII SMP ii) Topik : Pelestarian Lingkungan No Geografi Sosiologi Ekonomi Sejarah 1. dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. • Mendeskripsikan bentuk penggunaan lahan di pedesaan dan perkotaan.1 Mendeskripsikan 7. serta peninggalan. upaya penang. Penyakit Folio. nonpertanian). Perumusan indikatornya: • Mengidentifikasikan mata pencaharian penduduk (pertanian. Berikut ini beberapa contoh Topik yang relatif relevan dengan pemetaan Kompetensi Dasar.2 Menguraikan peta tentang bentuk perubahan sosial. ekonomi yang masyarakat. Contoh perumusan Kompetensi Dasar ke dalam berbagai indikator pencapaian Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 112 121.

kritis. Demikian pula untuk pelaksanaan proses pembelajaran. pembelajaran yang menyajikan mata pelajaran secara terpisah akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik dan membuat kesulitan bagi peserta didik. PEMBELAJARAN TEMATIK A. standar proses. dan SQ tumbuh dan berkembang sangat luar biasa. Sejarah. sistematis. dua. serta peninggalanpeninggalannya. maupun penilaian hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi siswa. Implikasi Pembelajaran IPS Terpadu Implikasi pembelajaran IPS terpadu terhadap guru. perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis. pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD kelas I – III kelas awal) untuk setiap mata pelajaran masih banyak dilakukan secara terpisah. 4) Penyusunan Silabus Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada langkah-langkah sebelumnya dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan silabus pembelajaran terpadu. LATAR BELAKANG Peserta didik yang berada pada sekolah dasar kelas satu. standar penilaian. Geografi. menggunakan prinsi-prinsip minimal sesuai dengan standar isi. Kompetensi Dasar. Pada umumnya tingkat perkembangan masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) serta mampu memahami hubungan antara konsep secara sederhana. dan Ekonomi). dan dikembangkan dengan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 114 123. dan penilaian. Indikator. dan kreatif. EQ. analitis. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 113 122. Pada usia tersebut seluruh aspek perkembangan kecerdasan seperti IQ. Seperti pada Mata pelajaran Matematika. Saat ini. bahan ajar. Perumusan indikatornya: • Menyusun kronologis proses masuk berkembangnya Islam di Indonesia dengan menggunakan ensiklopedi dan referensi relevan lainnya. prinsip-prinsip utama dalam pembelajaran dan penilaian pada pembelajaran kontekstual (CTL). b. dan tiga berada pada rentangan usia dini. peserta didik. alokasi waktu.kegiatan produksi barang dan jasa. 5) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Pelaksanaan Proses Pembelajaran serta Penilaian Hasil Pembelajaran. Diharapkan guru yang profesional sesuai dengan PP 74 dan minimal standar proses dapat melaksanakan pembelajaran IPS terpadu tanpa mengalami kendala. Dalam pelaksanaan kegiatannya dilakukan secara murni mata pelajaran yaitu hanya mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang berhubungan dengan mata pelajaran itu. • Menguraikan kegiatan distribusi barang dan jasa. sarana dan prasarana dalam pelaksanaannya bergantung pada sekolah masingmasing sama seperti pada pembelajaran IPA terpadu. Sesuai dengan tahapan perkembangan anak yang masih melihat segala sesuatu sebagai suatu keutuhan (holistic). Kompetensi Dasar Sejarah: Mendeksripsikan perkembangan masyarakat. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 115 124. • Menjelaskan peranan pedagang dan ulama dalam proses awal perkembangan Islam di Indonesia. Penyusunan RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan peserta didik dalam upaya mencapai KD. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialami secara langsung. serta . kebudayaan. Pengalaman belajar. dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia. Komponen penyusunan silabus terdiri dari Standar Kompetensi IPS (Sosiologi.

serta kemampuan bekerjasama. standar proses yang termuat dalam Standar Nasional Pendidikan. Oleh karena itu. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh. dan kompetitif. Demikian pula untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan tujuan agar peserta didik dapat berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku. Matematika. menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual. perbedaan pendekatan. dan prinsip-prinsip pembelajaran antara kelas satu dan dua sekolah dasar dengan pendidikan pra-sekolah dapat juga menyebabkan peserta didik yang telah mengikuti pendidikan pra-sekolah pun dapat saja mengulang kelas atau bahkan putus sekolah. dua dan tiga SD biasanya pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan. mereka telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya. dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 116 125. kritis. Karakteristik perkembangan anak pada kelas satu. Seni Budaya dan Keterampilan. memperhalus budi pekerti. menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan. serta Pendidikan Jasmani. Permasalahan menunjukkan bahwa kesiapan sekolah sebagian besar peserta didik kelas awal sekolah dasar di Indonesia cukup rendah. Ilmu Pengetahuan Sosial. memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah. Selain itu. maka pembelajaran pada kelas awal sekolah dasar yakni kelas satu. Demikian pula pada Kompetensi dasar Pendidikan Agama. Atas dasar pemikiran di atas dan dalam rangka implementasi Standar Isi. hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang telah masuk Taman Kanak-Kanak memiliki kesiapan bersekolah lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang tidak mengikuti pendidikan Taman Kanak-Kanak. menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara. tidak pasti. yang pada akhirnya pembelajaran menjadi menyenangkan. Masa usia dini ini merupakan masa yang pendek tetapi merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. baik secara lisan maupun tulis. model. serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. B. menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia. Sementara itu. Pendidikan Kewarganegaraan.mata pelajaran tersebut dipadukan menjadi sebuah tema akan diperoleh suatu kemampuan berkomunikasi secara baik sebagai indikator dalam kemampuan peserta didik dalam berpikir logis. serta kematangan emosional dan sosial. sistematis. Mereka telah . analitis. Ilmu Pengetahuan Alam. Untuk memberikan gambaran tentang pembelajaran tematik yang dapat menjadi acuan dan contoh konkret. KERANGKA BERPIKIR 1. disiapkan model pelaksanaan pembelajaran tematik untuk SD/MI kelas I hingga kelas III. memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan. dua. dan kreatif. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 117 126. Bahasa Indonesia. mengelola. dan tiga lebih sesuai jika dikelola dalam pembelajaran terpadu melalui pendekatan pembelajaran tematik. Karakteristik Perkembangan anak usia kelas awal SD Anak yang berada di kelas awal SD adalah anak yang berada pada rentangan usia dini.kemampuan bekerjasama. pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal.Olahraga dan Kesehatan perlu dikaji Jika mata pelajaran.

diraba. perkembangan sosial anak yang berada pada usia kelas awal SD antara lain mereka telah dapat menunjukkan keakuannya tentang jenis kelaminnya. Selain itu. Cara Anak Belajar Piaget (1950) menyatakan bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya (teori perkembangan kognitif). Kedua hal tersebut tidak mungkin dipisahkan karena memang proses belajar terjadi dalam konteks interaksi diri anak dengan lingkungannya. dan (5) Memahami konsep substansi. mengelompokkan obyek. berminat terhadap angka dan tulisan. meningkatnya perbendaharaan kata. Pada rentang usia tersebut anak mulai menunjukkan perilaku belajar sebagai berikut: (1) Mulai memandang dunia secara objektif. dan mempergunakan hubungan sebab akibat. Pemahaman tentang objek tersebut berlangsung melalui proses asimilasi (menghubungkan objek dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran) dan akomodasi (proses memanfaatkan konsep-konsep dalam pikiran untuk menafsirkan objek). memahami sebab akibat dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu. panjang. prinsip ilmiah sederhana.dapat melompat dengan kaki secara bergantian. dapat menangkap bola dan telah berkembang koordinasi tangan dan mata untuk dapat memegang pensil maupun memegang gunting. Dengan cara seperti itu secara bertahap anak dapat membangun pengetahuan melalui interaksi dengan lingkungannya. Konkrit Konkrit mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkrit yakni yang dapat dilihat. didengar. lebar. bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan memandang unsur-unsur secara serentak. (2) Mulai berpikir secara operasional. Berdasarkan hal tersebut. dan diotak atik. telah mampu berbagi. volume zat cair. Anak usia sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret. Kedua proses tersebut jika berlangsung terus menerus akan membuat pengetahuan lama dan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 119 128. sebab siswa Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 120 . telah mulai berkompetisi dengan teman sebaya. yaitu: a. (3) Mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan bendabenda. Memperhatikan tahapan perkembangan berpikir tersebut. Pemanfaatan lingkungan akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih bermakna dan bernilai. pengetahuan baru menjadi seimbang. luas. Untuk perkembangan kecerdasannya anak usia kelas awal SD ditunjukkan dengan kemampuannya dalam melakukan seriasi. dapat mengendarai Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 118 127. dan mandiri. sudah mampu berpisah dengan orang tua dan telah mulai belajar tentang benar dan salah. 2. Perkembangan emosi anak usia 6-8 tahun antara lain anak telah dapat mengekspresikan reaksi terhadap orang lain. sepeda roda dua. Menurutnya. dan berat. (4) Membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan. setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata yaitu sistem konsep yang ada dalam pikiran sebagai hasil pemahaman terhadap objek yang ada dalam lingkungannya. kecenderungan belajar anak usia sekolah dasar memiliki tiga ciri. dibaui. mempunyai sahabat. senang berbicara. maka perilaku belajar anak sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek dari dalam dirinya dan lingkungannya. telah dapat mengontrol emosi. dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.

Proses belajar tidak sekadar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka.129. Belajar dan Pembelajaran Bermakna Belajar pada hakekatnya merupakan proses perubahan di dalam kepribadian yang berupa kecakapan.komponen yang relevan di dalam struktur kognitif siswa. belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan orang/guru menjelaskan. konsep belajar dan pembelajaran bermakna. maka kegiatan pembelajaran bagi anak kelas awl SD sebaiknya dilakukan dengan Pembelajaran tematik. 2. Perubahan ini bersifat menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. hal ini melukiskan cara berpikir anak yang deduktif yakni dari hal umum ke bagian demi bagian. tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsepkonsep untuk menghasilkan pemahaman yang utuh. Pembelajaan tematik adalah pembelajaran tepadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Sehubungan dengan hal tersebut. Belajar bermakna (meaningfull learning) merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. keadaan yang alami. gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta. Tema adalah pokok pikiran atau Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 122 131. Integratif Pada tahap usia sekolah dasar anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan. dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya. Dengan tema diharapkan akan memberikan banyak keuntungan. sikap. Proses belajar bersifat individual dan kontekstual.aspek. lebih faktual. 3. agar terjadi belajar bermakna maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki siswa dan membantu memadukannya secara harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan. Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu. informasi atau situasi baru dengan komponen. cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks. c. dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan. b. sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan. dan cakupan keluasan serta kedalaman materi . karakteristik cara anak belajar. Hierarkis Pada tahapan usia sekolah dasar. C. artinya proses belajar terjadi dalam diri individu sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya. Dengan kata lain. keterkaitan antar materi. konsep-konsep. PENGERTIAN PEMBELAJARAN TEMATIK Sesuai dengan tahapan perkembangan anak. mereka belum mampu memilah. Kebermaknaan belajar sebagai hasil dari peristiwa mengajar ditandai oleh terjadinya hubungan antara aspek. Dengan demikian. kebiasaan. sehingga lebih nyata. lebih bermakna. Siswa mampu . Kegiatan pembelajaran ini akan menjadi bermakna bagi anak jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak. dan kepandaian. anak dengan sumber belajar dan anak dengan pendidik. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 121 130. maka perlu diperhatikan mengenai urutan logis. di antaranya: 1. Pembelajaran pada hakekatnya adalah suatu proses interaksi antar anak dengan anak.milah konsep dari berbagai disiplin ilmu. 1983).

Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas. 4) Membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa. Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata. untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari matapelajaran lain. guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkaan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 123 132. 2) Kegiatankegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan siswa. Beberapa ciri khas dari pembelajaran tematik antara lain: 1) Pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar. Kaitan konseptual antar mata pelajaran yang dipelajari akan membentuk skema. Pengalaman belajar yang menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. toleransi. sehingga siswa akan memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan. seperti kerjasama. karena tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 124 . 3. karena sesuai dengan tahap perkembangannya siswa yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik). Melalui pengalaman langsung siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya. 4. pemantapan. sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. Oleh karena itu. Selain itu. kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan matapelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa. Dengan pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan tema ini. waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial. Teori pembelajaran ini dimotori para tokoh Psikologi Gestalt. 5. 7. komunikasi. 3) Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama. akan diperoleh beberapa manfaat yaitu: 1) Dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi mata pelajaran akan terjadi penghematan. dan 6) Mengembangkan keterampilan sosial siswa. pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. termasuk Piaget yang menekankan bahwa pembelajaran haruslah bermakna dan berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan anak. dan tanggap terhadap gagasan orang lain. 6.mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar matapelajaran dalam tema yang sama. atau pengayaan. 5) Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkungannya. guru perlu mengemas atau merancang pengalaman belajar yang akan mempengaruhi kebermaknaan belajar siswa. dengan penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar akan sangat membantu siswa. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif dalam proses pembelajaran. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu (learning by doing).

melainkan suatu proses yang berkembang terus menerus. dan motivasi yang dimilikinya.133. berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. 4) Dengan adanya pemaduan antar mata pelajaran maka penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat. Menurut aliran ini. tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing siswa. Aliran konstruktivisme melihat pengalaman langsung siswa (direct experiences) sebagai kunci dalam pembelajaran. suasana yang alamiah (natural). Keaktifan siswa yang diwujudkan oleh rasa ingin tahunya sangat berperan dalam perkembangan pengetahuannya. Landasan yuridis dalam pembelajaran tematik berkaitan dengan berbagai kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah dasar. D. potensinya. (2) konstruktivisme. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi. minat. Psikologi perkembangan diperlukan terutama dalam menentukan isi/materi pembelajaran tematik yang diberikan kepada siswa agar tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. Landasan psikologis dalam pembelajaran tematik terutama berkaitan dengan psikologi perkembangan peserta didik dan psikologi belajar. UU No. bukan tujuan akhir. Berpusat pada siswa 2. Psikologi belajar memberikan kontribusi dalam hal bagaimana isi/materi pembelajaran tematik tersebut disampaikan kepada siswa dan bagaimana pula siswa harus mempelajarinya. pengetahuan adalah hasil konstruksi atau bentukan manusia. Pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seorang guru kepada anak. Pembelajaran tematik berpusat pada siswa (student centered). LANDASAN PEMBELAJARAN TEMATIK Landasan Pembelajaran tematik mencakup: Landasan filosofis dalam pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu: (1) progresivisme. pemberian sejumlah kegiatan. Manusia mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan obyek. 3. KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN TEMATIK Sebagai suatu model pembelajaran di sekolah dasar. E. Aliran humanisme melihat siswa dari segi keunikan/kekhasannya. pengalaman dan lingkungannya. dan (3) humanisme. pembelajaran tematik memiliki karakteristikkarakteristik sebagai berikut: 1. hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar sedangkan guru lebih banyak Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 126 135. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya (pasal 9). Aliran progresivisme memandang proses pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreatifitas. 3) Pembelajaran menjadi utuh sehingga siswa akan mendapat pengertian mengenai proses dan materi yang tidak terpecah. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 125 134. Landasan yuridis tersebut adalah UU No. dan memperhatikan pengalaman siswa. fenomena. dihilangkan.pecah. dan kemampuannya (Bab V Pasal 1-b). Memberikan pengalaman . 2) Siswa mampu melihat hubungan-hubungan yang bermakna sebab isi/materi pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat.

Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa. dan pemecahan masalah Implikasi terhadap sarana. Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences). Kompetensi dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan secara tersendiri. siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkrit) sebagai dasar untuk memahami halhal yang lebih abstrak. Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel) dimana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya. 5. F. minat. jangan dipaksakan untuk dipadukan. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 128 137. Siswa mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. 7. G. lingkungan. terhadap sarana-prasarana. menarik. IMPLIKASI PEMBELAJARAN TEMATIK Implikasi implementasi pembelajaran tematik di sekolah dasar mencakup implikasi terhadap guru. sumber belajar media. dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester 3. Pemisahan matapelajaran tidak begitu jelas 6. 5. 13. Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. 9. Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa 12.langsung 4. Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 127 136. Menyajikan konsep dari berbagai matapelajaran 8. juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. sumber belajar dan media • Pembelajaran tematik pada hakekatnya menekankan pada siswa baik secara individual maupun kelompok untuk aktif mencari.masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. mengadakan penelitian sederhana. Hal ini diperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah. dan pemilihan metode pembelajaran. terhadap siswa. prasarana. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa. bahkan mengaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan siswa berada. menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik. Implikasi bagi siswa • Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual. Dengan demikian. menulis. dan daerah setempat. Oleh karena itu. Kompetensi dasar yang tidak tercakup pada tema tertentu harus tetap diajarkan baik melalui tema lain maupun disajikan secara tersendiri. Dalam pembelajaran tematik pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. 11. kelompok kecil ataupun klasikal. pengaturan ruangan. Implikasi bagi guru Pembelajaran tematik memerlukan guru yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak. RAMBU-RAMBU 1. Kegiatan pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca. Siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya. • . 4. Bersifat fleksibel 10. 6. Dengan pengalaman langsung ini. menyenangkan dan utuh. pasangan. dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral. • Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelompok. Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan 2.

Implikasi terhadap Pemilihan metode Sesuai dengan karakteristik pembelajaran tematik. tanya jawab. untuk menentukan tema tersebut. maka dalam pembelajaran yang dilakukan perlu disiapkan berbagai variasi kegiatan dengan menggunakan multi metode. 1) Menentukan tema Dalam menentukan tema dapat dilakukan dengan dua cara yakni: Cara pertama. a. demonstrasi. Misalnya percobaan. 2) Prinsip Penentuan tema Dalam menetapkan . Pemetaan Kompetensi Dasar Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi. kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih. 1. mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masing-masing mata pelajaran. pengembangan silabus dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran. bermain peran. Kegiatan yang dilakukan adalah: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 130 139. perlu dilakukan beberapa hal yang meliputi tahap perencanaan yang mencakup kegiatan pemetaan kompetensi dasar. sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali. Cara kedua. • Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 129 138. Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator Melakukan kegiatan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran ke dalam indikator. menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan. • Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/karpet • Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik di dalam kelas maupun di luar kelas • Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar • Alat. Pengaturan ruang tersebut meliputi: • Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan. pengembangan jaringan tema. maupun sumber belajar yang tersedia di lingkungan yang dapat dimanfaatkan (by utilization). TAHAP PERSIAPAN PELAKSANAAN Dalam pelaksanaan pembelajaran tematik. bercakap-cakap. Dalam mengembangkan indikator perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran • Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati. • Pembelajaran ini juga perlu mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi sehingga akan membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang abstrak. dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai. H. guru dapat bekerjasama dengan peserta didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.Pembelajaran ini perlu memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang sifatnya didisain secara khusus untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran (by design). • Penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar masih dapat menggunakan buku ajar yang sudah ada saat ini untuk masingmasing mata pelajaran dan dimungkinkan pula untuk menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi Implikasi terhadap Pengaturan ruangan Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik perlu melakukan pengaturan ruang agar suasana belajar menyenangkan.

2) Standar kompetensi 3) Kompetensi dasar 4) Indikator pencapaian kompetensi 5) Tujuan pembelajaran 6) Materi ajar beserta uraiannya yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi dasar dan indikator. dan penilaian. alat dan media yang digunakan untuk memperlancar pencapaian kompetensi dasar. I. Kegiatan Pendahuluan/awal/pembukaan Kegiatan ini dilakukan terutama untuk . Alokasi waktu untuk setiap tahapan adalah kegiatan pembukaan kurang lebih satu jam pelajaran (1 x 35 menit). dan waktu/banyaknya jam pertemuan yang dialokasikan). dan kegiatan penutup. Penyusunan Silabus Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada tahap-tahap sebelumnya dijadikan dasar dalam penyusunan silabus. 3. kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai. Identifikasi dan analisis Standar Kompetensi. 10) Sumber belajar. kegiatan inti 3 jam pelajaran (3 x 35 menit) dan kegiatan penutup satu jam pelajaran (1 x 35 menit) a. Menetapkan Jaringan Tema Buatlah jaringan tema yaitu menghubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu. alat/sumber. 1) Identitas mata pelajaran (nama mata pelajaran yang akan dipadukan. 7) Alokasi waktu 8) Metode pembelajaran dan strategi pembelajaran (kegiatan pembelajaran secara konkret yang harus dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan materi pembelajaran dan sumber belajar untuk menguasai kompetensi dasar dan indikator. Rencana pembelajaran ini merupakan realisasi dari pengalaman belajar siswa yang telah ditetapkan dalam silabus pembelajaran. Komponen rencana pembelajaran tematik meliputi: Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 132 141. Penyusunan Rencana Pembelajaran Untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran guru perlu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. dan kemampuannya b. 9) Penilaian dan tindak lanjut (prosedur dan instrumen yang akan digunakan untuk menilai pencapaian belajar peserta didik serta tindak lanjut hasil penilaian). kompetensi dasar. Dengan jaringan tema tersebut akan terlihat kaitan antara tema. kebutuhan. • Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri siswa • Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan siswa. Tahapan kegiatan Pelaksanaan pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan kegiatan yaitu kegiatan pembukaan/awal/pendahuluan. Kompetensi Dasar dan indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar kompetensi. Komponen silabus terdiri dari standar kompetensi. pengalaman belajar. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 133 142.tema perlu memperhatikan beberapa prinsip yaitu: • Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan siswa: • Dari yang termudah menuju yang sulit • Dari yang sederhana menuju yang kompleks • Dari yang konkret menuju ke yang abstrak. kegiatan inti. TAHAP PELAKSANAAN 1. Kompetensi dasar dan Indikator Lakukan identifikasi dan analisis untuk setiap Standar Kompetensi. semester. 4. kompetensi dasar dan indikator terbagi habis. 2. indikator. inti dan penutup). termasuk minat. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 131 140. kelas. kegiatan ini tertuang dalam kegiatan pembelajaran mulai dari pendahuluan.

Ind. Contoh jadwal pelaksanaan pembelajaran perhari dapat dijabarkan menjadi: Contoh 1: Kegiatan Jenis kegiatan Kegiatan Anak berkumpul bernyanyi sambil menari pembukaan mengikluti irama musik Kegiatan inti • Kegiatan untuk pengembangan membaca • Kegiatan untuk pengembangan menulis • Kegitan untuk pengembangan berhitung • Kegiatan penutup Mendongeng atau membaca cerita dari buku cerita Contoh 2: Kegiatan Jenis kegiatan Kegiatan Waktu berkumpul (anak m.menciptakan suasana awal pembelajaran untuk mendorong siswa menfokuskan dirinya agar mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik. c. kegiatan fisik/jasmani. Mengingat bahwa siswa kelas I SD belum semuanya lancar membaca dan menulis. PENILAIAN PEMBELAJARAN TEMATIK 1. Kegiatan Penutup/Akhir dan Tindak Lanjut Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan. Guru bersama dengan guru mata pelajaran pendidikan agama. Matematika KTK P. kelompok kecil. maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis.Ind Matematika IPS KTK 0. Pada tahap ini dapat dilakukan penggalian terhadap pengalaman anak tentang tema yang akan disajikan. dan menyanyi b. melakukan kegiatan fisik sesuai dengan tema) Kegiatan inti • Pengembnagan kemmapuan menulis (kegiatan kelompok besar) • Pengembnagan kemampuan berhitung kegiatan kelompok kecil atau berpasangan) • Melakukan pengamatan sesuai dengan tema. 2. menulis dan berhitung merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik kelas I dan II. Ind. Matematika B. mendongeng. Ind. membacakan cerita dari buku.35-1 B. menyanyi.45-9.35-8.00-9. Kemampuan membaca. Contoh jadwal yang dapat dikembangkan seperti pada tabel berikut: JADWAL PELAJARAN SD KELAS I.Ind. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah bercerita. Matematika B. menggambar hewan hasil pengamatan Kegiatan penutup • Mendongeng • Pesan-pesan moral • Musik/menyanyi Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 135 144. penguasaan .10 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 136 145.Agama MULOK 45 8. Matematika B. pesanpesan moral. Penjaskes IPA 10 8. Mulok 35 Agama 9. Penyajian bahan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi/metode yang bervariasi dan dapat dilakukan secara klasikal.10-8. Prinsip a. Oleh karena itu. tulis dan hitung. Kegiatan Inti Dalam kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan baca.enceritakan pembukaan pengalkaman. Matematika B. guru pendidikan Jasmani dan guru muatan lokal perlu bersama-sama menyusun Jadwal pelajaran. ataupun perorangan. Penjaskes IPA 35 7. musik/apresiasi musik. Sifat dari kegiatan pembukaan adalah kegiatan untuk pemanasan. Matematika B. pantomim. Pengaturan Jadwal pelajaran Untuk memudahkan administrasi sekolah terutama dalam penjadwalan. Beberapa contoh kegiatan akhir/penutup yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan/mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 134 143. B.00-7. misalnya mengamati jenis kendaraan yang lewat pada tema transporasi.ind Matematika IPS KTK P. b. J. Istirahat 00 9. dilakukan. Penilaian di kelas I dan II mengikuti aturan penilaian mata-mata pelajaran lain di sekolah dasar. II Waktu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu 7.Ind.

Berikut adalah contoh penilaian yang dapat dilakukan guru: A. Bahan Bimbingan Teknis KTSP. Kewarganegaraan dan Tes Lisan Pengetahuan Sosial • Menyebutkan peristiwa/kegiatan yang dialami • Mengemukakan peristiwa/kegiatan yang berkesan • Mengekspresikan perasaan waktu memberi kesan. kata atau angka. Bahan Sosialisasi KTSP. Nilai akhir pada laporan (raport) dikembalikan pada kompetensi mata pelajaran yang terdapat pada kelas satu dan dua Sekolah Dasar. khususnya untuk mengetahui tentang penggunaan tanda baca. Models of Teaching. Sedangkan Tes tertulis digunakan untuk menilai kemampuan menulis siswa. Hamalik. Depdiknas. pisah sesuai dengan Kompetensi Dasar. Direktorat Pembinaan SMA. Bahan TOT untuk Calon Master Trainer Pengawas Sekolah. Aspek Penilaian Pada pembelajaran tematik penilaian dilakukan untuk mengkaji ketercapaian Kompetensi Dasar dan Indikator pada tiap-tiap mata pelajaran yang terdapat pada tema tersebut. 2000. Joyce Bruce. 2009. e. Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta. 2. Jean. 1997.masing Kompetensi Dasar dan Hasil Belajar dari mata-mata pelajaran. misalnya sewaktu siswa bercerita pada kegiatan awal. Depdiknas. melainkan sudah terpisah.Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 138 147. Penilaian dilakukan secara terus menerus dan selama proses belajar mengajar berlangsung. Tita. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. bantu. lisan. Hasil Belajar dan Indikator mata pelajaran. Direktorat Tenaga Kependidikan. Perencanaan Pengajaran. Jakarta. yaitu: Bahasa Indonesia. Allyn & Bacon: London Lestari. c. Olahraga dan kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. catatan harian perkembangan siswa. Alat Penilaian Alat penilaian dapat berupa Tes dan Non Tes. maupun angka. Direktorat Pembinaan SMP. ejaan kata. Tes mencakup: tertulis. Dampak Penerapan Metode Pemecahan Masalah Terhadap Tingkat Kemampuan Berpikir SMA Pada Pembelajaran Matematika. Hasil karya/kerja siswa dapat digunakan sebagai bahan masukan guru dalam mengambil keputusan siswa misalnya: Penggunaan tanda baca. Syaodih S Nana. Matematika. Jakarta. 1990. Oemar. Dengan demikian penilaian dalam hal ini tidak lagi terpadu melalui tema. B. 2003. 2009. Tesis-S-2 Program Studi . dan Pendidikan Jasmani. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 139 148. dan porto folio. d. Guru menilai anak melalui pengamatan yang lalu dicatat pada sebuiah buku Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 137 146. Bandung: Tarsito Ibrahim R. Et al. atau perbuatan. 2008.terhadap ke tiga kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas. Seni Budaya dan Keterampilan. Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator dari masing. membaca pada kegiatan inti dan menyanyi pada kegiatan akhir. DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. Ilmu Pengetahuan Alam. Bahasa Indonesia : Perbuatan • Kelancaran membaca • Melafalkan kata • Melagukan/intonasi • Cara bertanya jawab Tugas • Melengkapi kalimat C. Pengembangan Pembelajaran Yang Efektif. 6th Ed. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas awal penilaian yang lebih banyak digunakan adalah melalui pemberian tugas dan portofolio. Ilmu Pengetahuan Alam : Perbuatan • Mendemonstrasikan cara menggosok gigi : Lisan • Menyebutkan cara memelihara gigi • Menjelaskan manfaat menggosok gigi 3.

Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 147 156. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Jakarta: Gaung Persada Press. Martinis. IPS Menguindentifikasi • Menyebutkan nama • Menyebutkan identitas lengkap dan nama nama diri. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Menga-jar. 2006. 1989.Pengembangan Kurikulum. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Menga-jar. • Bermain peran ombak. Syaodih. hari dan atau malam hari jam (bulat) Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 150 159. Nasution. Jakarta: Bumi Aksara. atau sama banyak • Menceritakan • Bercerita Menentukan waktu pengalamannya tentnag (pagi. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 146 155. Sanjaya. MATEMATIKA Membilang banyak • Membilang atau • Membilang • Bola benda menghitung secara benda-benda di urut kelas • Membilang sambil Memantulkan bola • Menyebutkan • Mengamati lalu banyak benda menyebutkan nama benda yang dilihatnya • Membandingkan • Praktek langsung • Batu-batuan dua kumpulan mengambil dua benda melalui kumpulan benda istilah lebih lalu dihitung banyak. Lampiran3: CONTOH SILABUS KOMPETENSI Mata Pelajaran INDIKATOR KEGIATAN BELAJAR SARANA/SUMBER PENILAIAN DASAR Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 148 157. siang pengalamannya malam. 2004. Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi. Perencanaan Pembelajaran. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 140 149. Kesuma Karya. Uno. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 145 154. 2005. Jakarta: Media Prenada Sudjana. lebih sedikit. berbagai kendaraan • Menirukan suara ombak BERBICARA • Menyebutkan nama • tanya jawab Memperkenalkan diri orangtua dan tentang nama sendiri dengan saudara kandung orang tuanya kalimat sederhana dan saudara dan bahasa yang kandungnya santun (berpasangan) • Menanyakan data • tanya jawab diri dan nama tentang nama orangtua serta orang tuanya saudara teman dan saudara sekelas kandungnya (berpasangan) • melakukan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 149 158. dan panggilan lengkapnya kerabat • Menyebutkan • Menyebutkan alamat tempat alamat tinggal rumahnya IPA Makhluk Hidup • Menyebutkan • Menggambarkan dan Proses nama bagian- . BAHASA INDONESIA MENDENGARKAN • Menirukan • Menirukan bunyi Kaset dan tape Pengamatan Membedakan bunyi bunyi/suara tertentu suara burung bahasa seperti: suara burung. andung. Sudjana. Hamzah. kendaraan.keluarga. Nana. Jakarta: Bumi Aksara. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. PETA STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR YANG BERPOTENSI IPA TERPADU Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 142 151. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 143 152. saat pagi. B. Bandung: Sinar Baru. Wina. 2006. LAMPIRAN PETA STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR IPA TERPADU A. Pasca Sarjana IKIP Bandung. menjadi dan lain-lain. 1989. Bandung: Sinar Baru. 2006. S. siang. Strategi Pembelajaran. Nana. Nana. Yamin. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 144 153. Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 141 150.

SENI BUDAYA DAN SENI RUPA • Menyebutkan unsur • Mengamati KETERAMPILAN Mengidentifikasi rupa di lingkungan lingkungan lalu unsur rupa pada sekolah menyebutkan benda di alam benda-benda sekitar yang dilihatnya • Mengelompokkan • Mengamati berbagai jenis: lingkungan lalu bintik gari. cirinya melalui • Menunjukkan • Praktek langsung pengamatannya sebanyak. dalam berjalan. arah dalam Menerapkan DAN KESEHATAN lari dan loncat berjalan. serta berlari dan nilai sportivitas. berlari dan melompat. teman sebangkunya • Meyebutkan agama. kerjasama. dan bentuk huruf Matematika: • Membilang atau menghitung secara urut • Menyebutkan banyak benda • Menceritakan pengalamannya saat pagi. PENDIDIKAN • Menyebutkan jenis • Menyebutkan KEWARGANEGARAAN kelamin anggota jenis kelamin keluarga. kejujuran. OLAHRAGA gerak dasar jalan. SARANA DAN SUMBER BELAJAR: • Kartu-kartu kata • Lembar kerja (jam) • Bola STRATEGI . siang atau malam hari IPA • Menunjukkan sebanyak-banyaknya benda yang mempunyai warna. PENDIDIKAN Mempraktikkan • Menerapkan konsep • Praktek langsung JASMANI.• Menyebutkan agama yang ada di agama yang Indonesia dikenalnya Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 154 163. sederhana. daun. berlari konsep arah dalam permainan dan melompat. • Berjalan dengan • Praktek langsung toleransi dan berbagai pola berjalan dengan percaya diri langkah dan pola kecepatan Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 152 161. lingkaran.tubuhnya lalu kehidupannya • Menyebutkan • menyebutkan Mengenal bagiankegunaan bagian.ciri tertentu banyaknya • benda yang mempunyai warna. mengelompokka warna dan bentuk n benda pada benda dua berdasarkan dan tiga dimensi di garis.mengamati banyaknya benda lingkungan dan yang mempunyai menyebutkan warna. OLAHRAGA DAN KESEHATAN • Menerapkan konsep arah dalam berjalan. bentuk dan ciri tertentu Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 151 160. bentuk dan sebanyak.bagian tubuh dan bagian tubuh bagian tubuhnya kegunaannya dan kegunaannya Mengindetifikasi • Mengelompokkan • Praktek Batu. • melompat.nama bagian. bentuk dan ciri tertentu IPS • Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN • Bertepuk tangan dengan pola PENDIDIKAN JASMANI. Lampiran 4: Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS : I TEMA : LINGKUNGAN MINGGU/HARI : I/Senin ALOKASI WAKTU : 5 x 35 menit INDIKATOR: Bahasa Indonesia: • Menanyakan data diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas • Menjiplak berbagai bentuk gambar. biji benda yang ada di benda dengan pengelompokkan salak lingkungan sekitar berbagai cara yang berdasarkan diketahui anak. bintik dsb alam sekitar SENI MUSIK • Bertepuk tangan • Bermain tepuk Mengidentifikasi dengan pola tangan dengan unsur/elemen berbagai pola musik dari yang berbagai sumber dicontohkan bunyi yang dihasilkan tubuh manusia SENI TARI • Bergerak bebas • Mendengarkan Mengidentifikasi sesuai irama musik musik dan fungsi tubuh dalam bergerak bebas melaksanaan gerak mengikuti irama di tempat Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 153 162. bidang.

Pembukaan (1 X 35 menit) • Berdoa bersama • Menyanyi lagu kasih ibu sambil bertepuk dengan variasi 1-2-1-2 Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 155 164. • Guru meminta beberapa anak untuk menyebutkan identitas dirinya seperti nama dan alamatnya. Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas. memilih benda yang ada di kelas. Penutup (1 x 35 menit) • Guru bercerita tentang perlunya air bagi makhluk hidup. C. lalu anak diminta untuk menggambarkan jam didinding tersebut dilengkapi dengan penunjukkan jarum jam pada saat anak melihat dan menggambarkannya. Inti (3 x 35 menit) • Di kelas anak secara individual diminta untuk mengamati berbagai benda yang ada dalam kelasnya. menghitungnya dan menuliskan lambang bilangan dari jumlah benda yang dihitungnya (kegiatan ini dilakukan beberapa kali) • Kegiatan berikutnya (atau bagi yang sudah menyelesaikan kegiatan pertama) dapat membaca kalimat sederhana dari kartukartu kata yang sudah disiapkan guru • Guru meminta anak untuk melihat jam dinding dikelasnya. yang dilanjutkan dengan tanya jawab • Pesan-pesan moral bagi anak misalnya tentang perlunya hemat air. Tarmizi Ramadhan Mengawali tulisan ini. Inovatif. perlunya mandi/menjaga kebersihan • Berdoa pulang Model Pembelajaran PAIKEM – Pengawas Sekolah 156 Pembelajaran Aktif. Efektif. sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. dan menceritakan suatu pengalaman yang menyenangkan dirinya • Guru meminta anak untuk berkeliling di kelas sambil melompat satu kaki dengan membilang (menghitung secara urut) lompatannya • Guru meminta beberapa anak mengemukakan tentang kegiatan yang dapat dilakukan pada waktu pagi hari.KEGIATAN A. Dalam rangka mewujudkan . dan Menyenangkan 11 November 2008 at 10:58 83 komentar 50 Votes oleh A. saya ingin memberikan beberapa pemikiran dalam rangka upaya untuk mengembangkan mutu pendidikan melalui proses pembelajaran. siang hari dan malam hari B. Pokok-pokok pikiran ini merupakan bagian dari visi dan misi sekolah. Kreatif.

melainkan sudah dikenal dan populer. Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui). Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas.potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Hal senada dikatakan Margaretha S. dalam Wilis:154). Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar. Mudahmudahan tulisan singkat ini dapat menjadi bahan masukan bagi para guru untuk menengok lingkungan sekitar yang penuh arti sebagai sumber belajar dan informasi yang . Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. (2002) bahwa kecenderungan siswa sekolah dasar yang senang bermain dan bergerak menyebabkan anak-anak lebih menyukai belajar lewat eksplorasi dan penyelidikan di luar ruang kelas. Hal ini relevan dengan tingkat perkembangan intelektual usia sekolah dasar (7-11 tahun) berada pada tahap operasional konkret (Piaget. sumber belajar. Berdasarkan teori belajar. Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna. Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan. Penulis terilhami menuangkan tulisan ini dengan maksud untuk dikembangkan menjadi visi misi sekolah sebagai prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sangat efektif diterapkan di sekolah dasar. Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. hanya saja sering terlupakan. Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan.. 2002).Y. learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya). Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan (Karli dan Yuliaritiningsih. dan sarana belajar. bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya. Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru.

Model pendekatan ini pun relevan dengan pembelajaran aktif. kreatif. peserta didik aktif berbuat 7. melainkan kita belajar dari kesalahan-kesalahan orang lain. Siswa boleh saja berpikir secara global. Suasana yang menarik. sementara si pembelajar dapat melakukan proses pembelajaran dengan lebih baik dan efisien. Pembelajaran ini dapat dilakukan sembari melakukan pemberdayaan (empowering) terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. penerima Nobel asal Bangladesh adalah orang yang banyak belajar berbasis lingkungan untuk mengembangkan ekonomi. Belajar melalui berbuat. Berpusat pada peserta didik 2. sehingga pada gilirannya dapat mencetak siswa yang cerdas dan cinta lingkungan. tetapi mereka harus bertindak secara lokal. dan bermakna 4. efektif. Prinsip pembelajaran aktif. Inovatif. dan penciptaan 8. Mengembangkan kreativitas peserta didik 3. maka lingkungan sosial dan ekonomi sekitar dapat menjadi laboratorium alam. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna 6. inovatif. Bekerja dan belajar yang berbasis lingkungan sekitar memberikan nilai lebih. bahkan mencari hikmah dari berbagai macam pengalaman bangsa-bangsa lain di seluruh dunia. Dengan mendirikan Grameen Bank. sementara kita sekadar meneruskan kerja dari paradigma yang benar. Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah Pengertian PAIKEM . baik bagi si pembelajar itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. Dasar Pemikiran Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada: 1. Dengan cara kerja seperti itu. setiap orang/siswa perlu belajar apa pun. penemuan. kita tidak perlu melakukan trial and error yang berkepanjangan. dan menyenangkan (PAIKEM).mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif. Menekankan pada penggalian. Katakanlah belajar ilmu sosial atau belajar ekonomi. dia belajar sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. Artinya. efektif. Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya 9. namun pengetahuan tentang pengalaman bangsa-bangsa lain tersebut dijadikan sebagai pembelajaran dalam tindakan di lingkungan secara lokal. kreatif. menyenangkan. dan menyenangkan (PAIKEM) 5. Mohamad Yunus.

Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. dan tentu saja rasa bosan. keterbatasan pilihan. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. kemungkinan kegagalan. diantaranya membangun rasa percaya diri siswa. dan mengemukakan gagasan. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental. dan Menyenangkan. Efektif. Kreatif. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menurut hasil penelitian. menyenangkan. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif.PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran Secara garis besar. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’ . 2. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. 3. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Menyenangkan adalah suasana belajarmengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi. Inovatif. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan. perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas. dan kinestetik. mempertanyakan. PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut: 1. auditory atau kemampuan mendengar. dan cocok bagi siswa.

mencari rumus sendiri. termasuk cara belajar kelompok. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian. atau wawancara Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri Menarik kesimpulan Memecahkan masalah. menggunakan. misalnya: • • • • • • Percobaan Diskusi kelompok Memecahkan masalah Mencari informasi Menulis laporan/cerita/puisi Berkunjung keluar kelas Guru menggunakan alat bantu Sesuai mata pelajaran. • . Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. pengamatan. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. Kemampuan Guru Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Kegiatan Belajar Mengajar Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam. gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. misalnya: • • • • Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri Gambar Studi kasus Nara sumber Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Lingkungan Siswa: • • • • Melakukan percobaan. Pada saat yang sama.4. 5. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. untuk mengungkapkan gagasannya. PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. guru dan sumber yang beragam.

dan menyenangkan) salah satu metode pembelajaran berbasis lingkungan. dan menyenangkan. Dengan demikian selama dalam proses pembelajaran akan mengajak siswa lebih aktif. Mei 05 Bagaimana menyusun RPP berbasis PAIKEM ? Published By fatah85 under Home Tags: PAIKEM . kreatif. • Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan.Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan Melalui: • • Diskusi Lebih banyak pertanyaan terbuka Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa Hasil karya yang merupakan anak sendiri • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu) • • Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut. • Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan seharihari • Guru memantau kerja siswa. kreatif. Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan. efektif. • Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri. efektif. Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terusmenerus Kesimpulan Berdasarkan hasil pengembangan visi dan misi di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif. inovatif. Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. • Guru memberikan umpan balik. inovatif.

indikator pencapaian kompetensi. memahami kriteria siswa b. alokasi waktu metode pembelajaran kegiatan pembelajaran. Menciptakan ruangan kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik f. Mengembangkan kemampuan berfikir kritis dan kreatif serta mampu memecahkan masalah e. maka guru bertindak sebagai pembuat skenario pembelajaran sebagai sutradara sekaligus sebagai pemeran utama dalam pembelajaran tersebut. memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar.RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD dan Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP.RPP merupakan pedoman bagi seorang Guru ketika melaksanakan pembelajaran.Sc (2010) untuk meyusun RPP yang aktif. Sementara itu menurut Saminanto.M. Bahan / Sumber Belajar VI. seperti halnya skenario yang merupakan acuan dalam alur cerita sebuah Film. Metode Pembelajaran IV. mengenal siswa secara perorangan c. penilaian hasil belajar dan sumber belajar. inovatif.Dalam permendiknas No 41 tahun 2007 tentang Standar Proses dikatakan bahwa perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang menuai identitas mata pelajaran Standar kompetensi (SK) Kompetensi dasar (KD).efektif. materi ajar. d. Mengembangkan aktifitas fisik dan mental Adapun contoh RPP PAIKEM adalah sebagai berikut : RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Mata pelajaran : Kelas/semester : Alokasi waktu : Standar Kompetensi : Kompetensi dasar : Indikator : I. tujuan pembelajaran. Sedang RPP itu sendiri merupakan rencana yang menggambarkan cara dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan h.Spd. Tujuan Pembelajaran : II. Materi Ajar : III.RPP dibuat untuk setiap KD untuk dapat digunakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.dan menyenangkan ada hal yang perlu diperhatikan diantaranya : a.kreatif. Penilaian Meliputi : . Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar g. Kegiatan Pembelajaran Meliputi : Pendahuluan: Kegiatan Inti: Penutup: V.

Prosedur Tes: Jenis Tes: Alat Tes: .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful