Kerajaan Buleleng

Ki Gusti Panji Sakti, seorang yang dijuluki banyak nama :Ki Barak,Gde Pasekan,Gusti Panji, Ki Panji Sakti, Ki Gusti Anglurah Panji Sakti, yang berkonotasi tangguh - teguh, berjiwa pemimpin, merakyat, memiliki daya super natural - sakti, adalah pendiri kerajaan Buleleng di tahun 1660an. Sebelumnya wilayah Buleleng dikenal dengan nama Den Bukit. Masyarakat Bali Selatan jaman berkembangnya pengaruh Majapahit, Den Bukit dilihat sebagai "daerah nun disana dibalik bukit". Daerah misterius, terra incognito, banyak pendatang silih berganti, bajak laut. Orang yang ingin tinggal menetap mereka menjauhi daerah pesisir, memilih tempat lebih ke tengah, ke wilayah sebelah Selatan. Maka itu wilayah di selatan bukit disebut Bali Tengah atau Bali Selatan. Selama berkuasa di Den Bukit Panji Sakti sejak 1660an sampai 1697 sangat disegani kawan maupun lawan. Dengan pasukan Gowak yang diorganisir bersama rakyat, beliau menguasai kerajaan Blambangan, Pasuruan, Jembrana. Hingga tahun 1690an Panji Sakti menikmati kejayaannya. Buleleng adalah nama puri yang dibangun Panji Sakti di tengah tegalan jagung gembal yang juga disebut juga buleleng. Letaknya tidak jauh dari sungai yang disebut juga tukad Buleleng. Purinya disebut Puri Buleleng.Puri yang yang lebih tua, terletak di desa Sangket yang dinamai puri Sukasada. Ki Gusti Panji sakti diperkirakan wafat tahun 1699 dengan meninggalkan banyak keturunan. Namun sayang putra-putra Ki Gusti Panji Sakti mempunyai pikiran yang berbeda satu sama lain sehingga kerajaan Buleleng menjadi lemah. Kerajaan Buleleng terpecah belah. Akhirnya dikuasai kerajaan Mengwi, termasuk Blambangan. Lepas dari genggaman Mengwi kemudian tahun 1783 jatuh ke tangan kerajaan Karangasem. Sejak itu terjadi beberapa kali pergantian raja asal Karangasem. Salah seorang raja asal Karangasem yaitu I Gusti Gde Karang bertakhta sebagai raja Buleleng tahun 1806-1818. Sebagai raja Buleleng beliau juga menguasai kerajaan Karangasem dan Jembrana. Beliau dikenal berwatak keras dan curiga kepada bangsa asing. Memang pada jaman

Kerajaan Sriwijaya .. Pada malam hari. Setelah itu I Gusti Gde Karang membuka lahan dan membangun istana baru. maka dapat dibayangkan..Puri baru itu berseberangan jalan dengan Puri Buleleng yang dibangun Ki Gusti Pandji Sakti. karena Raffles sendiri sangat menentang penjualan budak yang selama ini terus dilaksanakan oleh raja I Gusti Gde Karang. suatu proses yang rumit berlangsung. Setelah itu beliau datang lagi ke Buleleng ingin bekerjasama dengan I Gusti Gde Karang untuk membangun kota pelabuhan dengan nama Singapura. Kekuasaan Karangasem berakhir setelah pasukan perang kolonial Belanda menghancurkan benteng pertahanan Buleleng di Jagaraga pada tahun 1849. Sir Stamford Raffles seorang Inggris jatuh cinta terhadap Bali. terletak di sebelah Barat jalan yang dinamai puri Singaraja. ada yang hanyut kearah laut bersama penduduknya. Raja Buleleng I Gusti Gde Karang rupanya tertarik dengan rencana Raffles. yang memerintah sejak 1818 sampai 1829. sebagai pemerintahan yang masih dalam proses konsolidasi.. Pembangunan Puri Singaraja dilanjutkan oleh I Gusti Agung Paang. Dengan berkuasanya pemerintah kolonial / asing di Buleleng. Namun tidak bisa dilaksanakan. baik alam dan budayanya setelah sempat mengunjungi pulau mungil ini di tahun 1811..itu bangsa asing seperti Belanda dan Inggris ingin menguasai Bali melalui Buleleng dan Jembrana.. tahun 1814 pihaknya membawa kapal perang Inggris ke Buleleng. Diantara cinta dan dendam. Beberapa desa tertimbun lumpur dengan penghuninya.(Babad Buleleng. namun tidak terjadi pertempuran. Prof. Rebo tanggal 24 Nopember 1815 terjadi musibah bencana alam di Buleleng. Memang Buleleng jaman itu sedang jayanya dari hasil monopoli candu dan penjualan budak. Raffles tergiur melihat ramainya pelabuhan Buleleng dengan lokasi yang dilihatnya sangat strategis di antara kepulauan Nusantara. asal Karangasem. Worsley).

Kemunduran pengaruh Sriwijaya terhadap daerah bawahannya mulai menyusut dikarenakan beberapa peperangan diantaranya serangan dari raja Dharmawangsa Teguh dari Jawa di tahun 990. Sumatera. Tidak ada orang Indonesia modern yang mendengar mengenai Sriwijaya sampai tahun 1920-an. Sriwijaya menjadi simbol kebesaran Sumatera awal. dan beberapa prasasti dalam Melayu Kuno merujuk pada kekaisaran yang sama. Coedès menyatakan bahwa referensi Tiongkok terhadap “San-fots’i”. kerajaan ini terlupakan dan eksistensi Sriwijaya baru diketahui secara resmi tahun 1918 oleh sejarawan Perancis George Cœdès dari École française d’Extrême-Orient. bertarikh 682. seorang pendeta Tiongkok. Jawa. Orang Tionghoa menyebutnya Shih-li-fo-shih atau San-fo-ts’i atau San Fo Qi. menulis bahwa ia mengunjungi Sriwijaya tahun 671 dan tinggal selama 6 bulan. Dalam bahasa . I Tsing. dan tahun 1025 serangan Rajendra Chola I dari Koromandel. yaitu prasasti Kedukan Bukit di Palembang. Kalimantan. Setelah Sriwijaya jatuh. Prasasti yang paling tua mengenai Sriwijaya juga berada pada abad ke-7. kedua kerajaan tersebut menjadi referensi oleh kaum nasionalis untuk menunjukkan bahwa Indonesia merupakan satu kesatuan negara sebelelum kolonialisme Belanda. sebelumnya dibaca “Sribhoja”. Sriwijaya disebut dengan berbagai macam nama. masa lalunya yang terlupakan dibentuk kembali oleh sarjana asing. Thailand. Pada abad ke-20. sri berarti “bercahaya” dan wijaya berarti “kemenangan”. Dalam bahasa Sansekerta. ketika sarjana Perancis George Cœdès mempublikasikan penemuannya dalam koran berbahasa Belanda dan Indonesia. dan Sulawesi. Semenanjung Malaya. Bukti awal mengenai keberadaan kerajaan ini berasal dari abad ke-7. Historiografi Tidak terdapat catatan lebih lanjut mengenai Sriwijaya dalam sejarah Indonesia. selanjutnya tahun 1183 kekuasaan Sriwijaya dibawah kendali kerajaan Dharmasraya.Kerajaan Sriwijaya (atau juga disebut Srivijaya) adalah salah satu kemaharajaan maritim yang kuat di pulau Sumatera dan banyak memberi pengaruh di Nusantara dengan daerah kekuasaan membentang dari Kamboja. dan kerajaan besar Nusantara selain Majapahit di Jawa Timur.

Kekaisaran Sriwijaya telah ada sejak 671 sesuai dengan catatan I Tsing. jika Malayu pada kawasan tersebut. Bangsa Arab menyebutnya Zabaj dan Khmer menyebutnya Malayu. dengan catatan Malayu tidak di kawasan tersebut. Kerajaan ini menjadi pusat perdagangan dan merupakan negara maritim. Pierre-Yves Manguin melakukan observasi dan berpendapat bahwa pusat Sriwijaya berada di Sungai Musi antara Bukit Seguntang dan Sabokingking (terletak di provinsi Sumatera Selatan sekarang). Beberapa ahli masih memperdebatkan kawasan yang menjadi pusat pemerintahan Sriwijaya. ia cendrung kepada pendapat Moens. dari prasasti Kedukan Bukit pada tahun 682 di diketahui imperium ini di bawah . Namun sebelumnya Soekmono berpendapat bahwa pusat Sriwijaya terletak pada kawasan sehiliran Batang Hari.300 mil di barat. yang sebelumnya juga telah berpendapat bahwa letak dari pusat kerajaan Sriwijaya berada pada kawasan Candi Muara Takus (provinsi Riau sekarang).Sansekerta dan Pali. dengan asumsi petunjuk arah perjalanan dalam catatan I Tsing. dengan pengecualian berkontribusi untuk populasi Madagaskar sejauh 3. namun kerajaan ini tidak memperluas kekuasaannya di luar wilayah kepulauan Asia Tenggara. Sriwijaya telah beribukota di Kadaram (Kedah sekarang). Sekitar tahun 1993. antara Muara Sabak sampai ke Muara Tembesi (di provinsi Jambi sekarang). serta hal ini dapat juga dikaitkan dengan berita tentang pembangunan candi yang dipersembahkan oleh raja Sriwijaya (Se li chu la wu ni fu ma tian hwa atau Sri Cudamaniwarmadewa) tahun 1003 kepada kaisar Cina yang dinamakan cheng tien wan shou (Candi Bungsu. Pembentukan dan pertumbuhan Belum banyak bukti fisik mengenai Sriwijaya yang dapat ditemukan. kerajaan Sriwijaya disebut Yavadesh dan Javadeh. salah satu bagian dari candi yang terletak di Muara Takus). selain itu kemungkinan kerajaan ini biasa memindahkan pusat pemerintahannya. berdasarkan prasasti Tanjore. sedangkan daerah pendukungnya diperintah oleh datu setempat. Sementara dari peta Ptolemaeus ditemukan keterangan tentang adanya 3 pulau Sabadeibei yang kemungkinan berkaitan dengan Sriwijaya. Banyaknya nama merupakan alasan lain mengapa Sriwijaya sangat sulit ditemukan. Namun yang pasti pada masa penaklukan oleh Rajendra Chola I. namun kawasan yang menjadi ibukota tetap diperintah secara langsung oleh penguasa.

di awal abad ke-8 berada di bawah kendali Sriwijaya. Prasasti ini juga menyebutkan bahwa Sri Jayanasa telah melancarkan ekspedisi militer untuk menghukum Bhumi Jawa yang tidak berbakti kepada Sriwijaya. Berdasarkan observasi. Selat Sunda. sampai raja Khmer Jayawarman II. Laut Jawa. Ekspansi kerajaan ini ke Jawa dan Semenanjung Malaya. peristiwa ini bersamaan dengan runtuhnya Tarumanagara di Jawa Barat dan Holing (Kalingga) di Jawa Tengah yang kemungkinan besar akibat serangan Sriwijaya. Di abad ke-7. Di abad ke-7 ini. Langkasuka di semenanjung Melayu menjadi bagian kerajaan. pelabuhan Cham di sebelah timur Indochina mulai mengalihkan banyak pedagang dari Sriwijaya. pulau Bangka dan Belitung. orang Tionghoa mencatat bahwa terdapat dua kerajaan yaitu Malayu dan Kedah menjadi bagian kemaharajaan Sriwijaya. Untuk mencegah hal tersebut. Selama masa kepemimpinannya. Tidak seperti Dharmasetu yang ekspansionis. Berdasarkan prasasti Kota Kapur yang yang berangka tahun 686 ditemukan di pulau Bangka. Laut China Selatan. antara lain Tarumanegara dan Holing berada di bawah kekuasaan Sriwijaya. ia membangun candi Borobudur di Jawa Tengah yang selesai pada tahun 825. Setelah Dharmasetu. pendiri imperium Khmer. memutuskan hubungan dengan Sriwijaya di abad yang sama. juga berada di bawah pengaruh Sriwijaya. Samaratungga tidak melakukan ekspansi militer. Sriwijaya meneruskan dominasinya atas Kamboja. menjadikan Sriwijaya mengontrol dua pusat perdagangan utama di Asia Tenggara. Kota Indrapura di tepi sungai Mekong. pada masa ini pula wangsa Sailendra bermigrasi ke Jawa Tengah dan berkuasa disana. Pan Pan dan Trambralinga. Sriwijaya tumbuh dan berhasil mengendalikan jalur perdagangan maritim di Selat Malaka. tetapi lebih memilih untuk memperkuat penguasaan Sriwijaya di Jawa. Menurut catatan. Di masa berikutnya. Maharaja Dharmasetu melancarkan beberapa serangan ke kota-kota pantai di Indochina.kepemimpinan Dapunta Hyang. yang terletak di sebelah utara Langkasuka. kemaharajaan ini telah menguasai bagian selatan Sumatera. Di akhir abad ke-8 beberapa kerajaan di Jawa. Di abad ini pula. Ia berkuasa pada periode 792 sampai 835. hingga Lampung. . ditemukan reruntuhan candi-candi Sriwijaya di Thailand dan Kamboja. Samaratungga menjadi penerus kerajaan. dan Selat Karimata.

Agama dan Budaya Sebagai pusat pengajaran Buddha Vajrayana. seorang sarjana Buddha asal Benggala yang berperan dalam mengembangkan Buddha Vajrayana di Tibet. Pada salah satu naskah surat yang ditujukan kepada khalifah Umar bin Abdul Aziz (717720M) berisi permintaan agar khalifah sudi mengirimkan da’i ke istana Sriwijaya. Sehingga beberapa kerajaan yang semula merupakan bagian dari Sriwijaya. Tercatat beberapa kali raja Sriwijaya berkirim surat ke khalifah Islam di Suriah. Sehingga sangat dimungkinkan kehidupan sosial Sriwijaya adalah masyarakat sosial yang di dalamnya terdapat masyarakat Budha dan Muslim sekaligus. kemudian tumbuh menjadi cikalbakal kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera kelak. Ada sumber yang menyebutkan. pada tahun 671 dan 695. Raja-raja Sriwijaya menguasai kepulauan Melayu melalui perdagangan dan penaklukkan dari kurun abad ke-7 hingga abad ke-9. maka raja Sriwijaya yang bernama Sri Indrawarman masuk Islam pada tahun 718. pertama oleh budaya Hindu kemudian diikuti pula oleh agama Buddha. disaat melemahnya pengaruh Sriwijaya. Perdagangan . yang melakukan kunjungan ke Sumatera dalam perjalanan studinya di Universitas Nalanda. Pengunjung yang datang ke pulau ini menyebutkan bahwa koin emas telah digunakan di pesisir kerajaan. Kerajaan Sriwijaya banyak dipengaruhi budaya India. Antara lain pendeta dari Tiongkok I Tsing. sehingga secara langsung turut serta mengembangkan bahasa Melayu beserta kebudayaannya di Nusantara. tentunya menarik minat para pedagang dan ulama muslim dari Timur Tengah. serta di abad ke-11. Atisha. Sangat dimungkinkan bahwa Sriwijaya yang termahsyur sebagai bandar pusat perdagangan di Asia Tenggara. Selain itu ajaran Buddha aliran Buddha Hinayana dan Buddha Mahayana juga turut berkembang di Sriwijaya. Sriwijaya menarik banyak peziarah dan sarjana dari negara-negara di Asia. India. I Tsing melaporkan bahwa Sriwijaya menjadi rumah bagi sarjana Buddha sehingga menjadi pusat pembelajaran agama Buddha. karena pengaruh orang muslim Arab yang banyak berkunjung di Sriwijaya.

Sriwijaya juga berhubungan dekat dengan kerajaan Pala di Benggala. Chaiya terbagi menjadi tiga kota yakni (Mueang) Chaiya. di mana raja Sriwijaya di Kadaram mengirimkan utusan yang meminta dikeluarkannya pengumuman pembebasan cukai pada kawasan sekitar Vihara Culamanivarmma tersebut. dan Khirirat Nikhom. terutama Fujian. Banyak sejarawan mengklaim bahwa Chaiya. Relasi dengan dinasti Chola di selatan India juga cukup baik. emas. dari kronik Tiongkok menyebutkan bahwa Kulothunga Chola I (Ti-hua-ka-lo) sebagai raja San-fo-ts’i membantu . dan secara teratur mengantarkan utusan beserta upeti. Tak diragukan lagi Sriwijaya mendapatkan keuntungan dari perdagangan ini. Relasi dengan kekuatan regional Untuk memperkuat posisinya atas penguasaan pada kawasan di Asia Tenggara. sebagai ibu kota kerajaan tersebut. Kemudian hubungan ini kembali membaik pada masa Kulothunga Chola I. pala. pada prasasti Nalanda berangka 860 mencatat bahwa raja Balaputradewa mendedikasikan sebuah biara kepada Universitas Nalanda. Namun demikian pada masa ini Sriwijaya dianggap telah menjadi bahagian dari dinasti Chola. di propinsi Surat Thani. kayu gaharu. Sriwijaya menjadi pengendali jalur perdagangan antara India dan Tiongkok. kerajaan Min dan negeri kaya Guangdong. perdagangan dengan luar negeri cukup marak. Pada paruh pertama abad ke-10. Sriwijaya menjalin hubungan diplomasi dengan kekaisaran China. dan timah yang membuat raja Sriwijaya sekaya raja-raja di India. Orang Arab mencatat bahwa Sriwijaya memiliki aneka komoditi seperti kapur barus. Thatong (Kanchanadit). kepulaga. Pada masa awal kerajaan Khmer merupakan daerah jajahan Sriwijaya. Setelah kejatuhan Sriwijaya. Thailand Selatan. pengaruh Sriwijaya nampak pada bangunan pagoda Borom That yang bergaya Sriwijaya. kerajaan Nan Han. cengkeh. yakni dengan penguasaan atas selat Malaka dan selat Sunda. dari prasasti Leiden disebutkan raja Sriwijaya telah membangun sebuah vihara yang dinamakan dengan Vihara Culamanivarmma. gading. Kekayaan yang melimpah ini telah memungkinkan Sriwijaya membeli kesetiaan dari vassalvassalnya di seluruh Asia Tenggara.Di dunia perdagangan. diantara kejatuhan dinasti Tang dan naiknya dinasti Song. namun menjadi buruk setelah Rajendra Chola I naik tahta yang melakukan penyerangan di abad ke-11.

Masa keemasan Kemaharajaan Sriwijaya bercirikan kerajaan maritim. Vietnam. jalur perdagangan. Dominasi atas Selat Malaka dan Selat Sunda. kerajaan Chola telah menaklukan daerah-daerah koloni Sriwijaya. melindungi kapal-kapal dagang. pada tahun 1006 atau 1016 menyerang dan menyebabkan terbunuhnya raja Medang terakhir Dharmawangsa Teguh. dan Filipina. berdasarkan prasasti Tanjore bertarikh 1030. Sriwijaya mengakumulasi kekayaannya sebagai pelabuhan dan gudang perdagangan yang melayani pasar Tiongkok. antara lain: Sumatera. dan India. menjadikan Sriwijaya sebagai pengendali rute perdagangan rempah dan perdagangan lokal yang mengenakan biaya atas setiap kapal yang lewat. dalam prasasti Pucangan disebutkan sebuah peristiwa Mahapralaya yaitu peristiwa hancurnya istana Medang di Jawa Timur. Jawa. Selama beberapa dekade berikutnya seluruh imperium Sriwijaya telah berada dalam pengaruh dinasti . menguasai dan membangun beberapa kawasan strategis sebagai pangkalan armadanya dalam mengawasi. Rajendra Chola I. memungut cukai serta untuk menjaga wilayah kedaulatan dan kekuasaanya. Penurunan Tahun 1017 dan 1025. Kamboja. Thailand. raja dari dinasti Chola di Koromandel. India selatan. mengandalkan hegemoni pada kekuatan armada lautnya dalam menguasai alur pelayaran. Semenanjung Malaya. sekaligus berhasil menawan raja Sriwijaya yang berkuasa waktu itu. di mana Haji Wurawari dari Lwaram yang kemungkinan merupakan raja bawahan Sriwijaya.perbaikan candi dekat Kanton pada tahun 1079. Sriwijaya juga disebut berperan dalam menghancurkan kerajaan Medang di Jawa. Dari catatan sejarah dan bukti arkeologi. mengirim ekspedisi laut untuk menyerang Sriwijya. pada abad ke-9 Sriwijaya telah melakukan kolonisasi di hampir seluruh kerajaan-kerajaan Asia Tenggara. pada masa dinasti Song candi ini disebut dengan nama Tien Ching Kuan dan pada masa dinasti Yuan disebut dengan nama Yuan Miau Kwan.

serta menyerahkan pula 227 tahil perhiasan. istilah San-fo-tsi terutama pada tahun 1178 tidak lagi identik dengan Sriwijaya. Kia-lo-hi (Grahi. hegemoni Sriwijaya atas rajaraja bawahannya melemah. Si-lan (Kamboja). Kemudian juga mengirimankan utusan berikutnya di tahun 1088. kronik Tionghoa mencatat bahwa San-fo-ts’i masih mengirimkan utusan dari Jambi dan Palembang. yang merupakan surat dari putri raja yang diserahi urusan negara San-fo-tsi. Sumatera. Chou-Ju-Kua menerangkan bahwa di kepulauan Asia Tenggara terdapat dua kerajaan yang sangat kuat dan kaya. Meskipun demikian Rajendra Chola I tetap memberikan peluang kepada raja-raja yang ditaklukannya untuk tetap berkuasa selama tetap tunduk kepadanya. dan memiliki 15 daerah bawahan yang meliputi. dan 13 potong pakaian. Di Jawa dia menemukan bahwa rakyatnya memeluk agama Budha dan Hindu. Duta besar tersebut menyampaikan surat dari raja Kien-pi bawahan San-fo-tsi. Hal ini dapat dikaitkan dengan adanya berita utusan Sanfo-ts’i ke Cina tahun 1028. Namun demikian. pantai timur semenanjung malaya). Chaiya sekarang. melainkan telah identik dengan Dharmasraya. selatan Thailand). Lingya-si-kia (Langkasuka). walaupun sumber Tiongkok tetap menyebut San-fo- . Antara tahun 1079 – 1088. sedangkan rakyat San-fo-ts’i memeluk Budha. Kilantan (Kelantan). rumbia. Lan-wu-li (Lamuri di Aceh). pantai timur semenanjung malaya). Tan-ma-ling (Tambralingga.Chola. Ji-lo-t’ing (Cherating. Tong-yanong (Terengganu). Ts’ienmai (Semawe. sampai muncul Dharmasraya sebagai kekuatan baru yang kemudian menguasai kembali wilayah jajahan Sriwijaya mulai dari kawasan Semenanjung Malaya. Namun akibat invasi Rajendra Chola I. Berdasarkan sumber Tiongkok pada buku Chu-fan-chi yang ditulis pada tahun 1178. sampai Jawa bagian barat. beberapa daerah taklukan melepaskan diri. Ligor. pantai timur Semenanjung Malaya). Pa-t’a (Sungai Paka. Kien-pi (Jambi). Fo-lo-an (muara sungai Dungun daerah Terengganu sekarang). yakni San-fo-ts’i dan Cho-po (Jawa). dan Sin-t’o (Sunda). dari daftar 15 negeri bawahan San-fo-tsi tersebut merupakan daftar jajahan kerajaan Dharmasraya. Pong-fong (Pahang). selatan Thailand). Dalam berita Cina yang berjudul Sung Hui Yao disebutkan bahwa kerajaan San-fo-tsi pada tahun 1082 mengirimkan utusan pada masa Cina di bawah pemerintahan Kaisar Yuan Fong. Pa-lin-fong (Palembang).

samaryyāda. samaryyāda merupakan kawasan yang berbatasan dengan vanua. vanua. dan kemudian menghadiahkan Arca Amoghapasa kepada raja Melayu. Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa di Dharmasraya sebagaimana yang tertulis pada prasasti Padang Roco. Warisan sejarah Meskipun Sriwijaya hanya menyisakan sedikit peninggalan arkeologi dan terlupakan dari ingatan masyarakat pendukungnya. Prasasti Telaga Batu banyak menyebutkan berbagai jabatan dalam struktur pemerintahan kerajaan pada masa Sriwijaya. pratiyuvarāja (putra mahkota kedua) dan rājakumāra (pewaris berikutnya). dapat dilacak dari beberapa prasasti yang mengandung informasi penting tentang kadātuan. Kadātuan ini dikelilingi oleh vanua. Kadātuan dan vanua ini merupakan satu kawasan inti bagi Sriwijaya itu sendiri. tempat disimpan mas dan hasil cukai (drawy) sebagai kawasan yang mesti dijaga. disebutkan Kertanagara raja Singhasari mengirim sebuah ekspedisi Pamalayu atau Pamalayu. Penguasa Sriwijaya disebut dengan Dapunta Hyang atau Maharaja. penemuan kembali kemaharajaan bahari ini oleh Coedès pada tahun 1920-an telah . Kadātuan dapat bermakna kawasan dātu. Struktur pemerintahan Pembentukan satu negara kesatuan dalam dimensi struktur otoritas politik Sriwijaya.tsi sebagai kerajaan yang berada di kawasan laut Cina Selatan. Peristiwa ini kemudian dikaitkan dengan manuskrip yang terdapat pada prasasti Grahi. dan dalam lingkaran raja terdapat secara berurutan yuvarāja (putra mahkota). (tnah rumah) tempat tinggal bini hāji. yang terhubung dengan jalan khusus (samaryyāda-patha) yang dapat bermaksud kawasan pedalaman. Begitu juga dalam Nagarakretagama. yang menguraikan tentang daerah jajahan Majapahit juga sudah tidak menyebutkan lagi nama Sriwijaya untuk kawasan yang sebelumnya merupakan kawasan Sriwijaya. Menurut Casparis. yang dapat dianggap sebagai kawasan kota dari Sriwijaya yang didalamnya terdapat vihara untuk tempat beribadah bagi masyarakatnya. Hal ini karena dalam Pararaton telah menyebutkan Malayu. mandala dan bhūmi. Sedangkan mandala merupakan suatu kawasan otonom dari bhūmi yang berada dalam pengaruh kekuasaan kadātuan Sriwijaya.

semua dinamakan demikian untuk menghormati. Pamor kesultanan ini didapatkan dari Walisanga. Demak. Kegemilangan Sriwijaya telah menjadi sumber kebanggaan nasional dan identitas daerah. Hal yang sama juga berlaku bagi masyarakat selatan Thailand yang menciptakan kembali tarian Sevichai (Sriwijaya) yang berdasarkan pada keanggunan seni budaya Sriwijaya. keluhuran Sriwijaya telah menjadi inspirasi seni budaya. Di samping Majapahit. Raden patah adalah bangsawan kerajaan Majapahit yang menjabat sebagai adipati kadipaten Bintara. Kerajaan Demak Demak adalah kesultanan atau kerajaan islam pertama di pulau jawa. memuliakan. dan merayakan kegemilangan kemaharajaan Sriwijaya. provinsi Sumatera Selatan. Sriwijaya Air (maskapai penerbangan). Stadion Gelora Sriwijaya. seperti lagu dan tarian tradisional Gending Sriwijaya. pernah bangkit. Demikian pula Kodam II Sriwijaya (unit komando militer). dan Sriwijaya Football Club (Klab sepak bola Palembang). Sriwijaya Post (Surat kabar harian di Palembang). nama Sriwijaya telah digunakan dan diabadikan sebagai nama jalan di berbagai kota. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Patah (1478-1518) pada tahun 1478. tumbuh. Bagi penduduk Palembang. Di Indonesia. dan nama ini telah melekat dengan kota Palembang dan Sumatera Selatan. khususnya bagi penduduk kota Palembang. Sriwijaya TV. berupa kemaharajaan yang terdiri atas persekutuan kerajaan-kerajaan bahari. dan berjaya di masa lalu. . Universitas Sriwijaya yang didirikan tahun 1960 di Palembang dinamakan berdasarkan kedatuan Sriwijaya. kaum nasionalis Indonesia juga mengagungkan Sriwijaya sebagai sumber kebanggaan dan bukti kejayaan masa lampau Indonesia.membangkitkan kesadaran bahwa suatu bentuk persatuan politik raya. PT Pupuk Sriwijaya (Perusahaan Pupuk di Sumatera Selatan).

Majapahit memang tengah berada dalam kondisi yang sangat lemah. Raden patah sebagai adipati Islam di Demak memutuskan ikatan dengan Majapahit saat itu. Nah di sanalah Raden Patah dilahirkan dari rahim sang putri cina. Sang permaisuri memiliki ketidak cocokan dengan putri pemberian Kaisar yan Lu. Tuban dan Gresik. Saat memasuki usia belasan tahun. masih kerabat Raja Champa. Kaisar Yan Lu dari Dinasti Ming di China mengirimkan seorang putri kepada raja Brawijaya V di Majapahit. bersama para saudagar muslim ketika itu. seorang panglima muslim. Saat itu. raden patah bersama adiknya berlayar ke Jawa untuk belajar di Ampel Denta. pendakwah islam paling awal di pulau jawa. Di sana pula ia mendapat dukungan dari utusan Kaisar Cina. Pasalnya sang putri telah berakidah tauhid. yaitu laksamana Cheng Ho yang juga dikenal sebagai Dampo Awang atau Sam Poo Tai-jin. Akhirnya dengan berat hati raja menyingkirkan putri cantik ini dari istana. sebagai tanda persahabatan kedua negara. Atas bantuan daerah-daerah lain yang sudah lebih dahulu menganut islam seperti Jepara. Sesudah dewasa ia kembali ke majapahit. Dalam keadaan mengandung. Dengan proklamasi itu. Patah sempat tinggal beberapa lama di ampel Denta. Arya Damar. Putri yang cantik jelita dan pintar ini segera mendapat tempat istimewa di hati raja. Mereka mendarat di pelabuhan Tuban pada tahun 1419 M. Brawijaya sudah memiliki permaisuri yang berasal dari Champa (sekarang bernama kamboja). sang putri dihibahkan kepada adipati Pelembang. 20 tahun lamanya ia hidup di istana Adipati Palembang. Nama kecil raden patah adalah pangeran Jimbun. Radeh Patah menyatakan kemandirian Demak dan mengambil gelar Sultan Syah Alam Akbar.yang terdiri atas sembila orang ulama besar. Raja brawijaya sangat tunduk kepada semua kemauan sang putri jelita. Pada awal abad ke 14. tapi beda ayah. . Pada masa mudanya raden patah memperoleh pendidikan yang berlatar belakang kebangsawanan dan politik. hingga membawa banyak pertentangan dalam istana majapahit.Raden Patah memiliki adik laki-laki seibu.

Dalam bidang dakwah islam dan pengembangannya. Adipati Muhammad Yunus atau Pati Unus sebagai raja kedua. Secara beruturut-turut. Perjuangan Raden Patah kemudian dilanjutkan oleh Pati Unus yang menggantikan ayahnya pada tahun 1518. Dalam masa pemerintahan Raden Patah. ia juga membangun istana dan mendirikan masjid (1479) yang sampai sekarang . hanya tiga sultan Demak yang namanya cukup terkenal. Selain itu. pengembangan islam dan pengamalannya. dan Demak menjadi pusat penyebaran Islam di Jawa sejak pemerintahannya. Patah juga mendirikan pondok pesantren. Makhdum ibrahim (Sunan Bonang). Yakni Raden Patah sebagai raja pertama. Penyiaran agama dilaksanakan sejalan dengan pengembangan ilmu pengetahuan. Raden patah memusatkan kegiatannya di Bintara. Pati Unus atau Adipati Yunus atau Pangeran Sabrang Lor (1511). Arya Dilah 200 tentaranya. Keberhasilan Raden Patah dalam perluasan dan pertahanan kerajaan dapat dilihat ketika ia melanklukkan Girindra Wardhana yang merebut tahkta Majapahit (1478). dan Raden Kosim (Sunan Drajat). Ia diiringi oleh Sultan Palembang. Ia mengutus pasukan di bawah pimpinan putranya. Selain itu. daerah tersebut menjadi pusat keramaian dan perniagaan. Setelah dianggap lulus. Demak berhasil dalam berbagai bidang. Di Bintara. serta penerapan musyawarah dan kerja sama antara ulama dan umara (penguasa). seperti raden Paku (Sunan Giri). dan Sultan Trenggana. sebagai raja ketiga (1524 – 1546). meski akhirnya gagal. diantaranya adalah perluasan dan pertahanan kerajaan. karena daerah tersebut direncanakan oleh Walisanga sebagai pusat kerajaan Islam di Jawa. raden patah dipercaya menjadi ulama dan membuat permukiman di Bintara.Raden patah mendalami agama islam bersama pemuda-pemuda lainnya. Perlahanlahan. saudara Pati Unus. yang telah menduduki malaka dan ingin mengganggu demak. hingga dapat menggambil alih kekuasaan majapahit. Patah juga mengadakan perlawan terhada portugis. Raden patah memerintah Demak hingga tahun 1518. Raden patah mencoba menerapkan hukum islam dalam berbagai aspek kehidupan.

Gelar Islam seperti itu sebelumnya telah diberikan kepada raden patah. setahun kemudian menduduki Wonosari (purwodadi. Trenggana memperoleh gelar Sultan Ahmad Abdul Arifin. pemuda asal Pasai (sumatera). Di masa jayanya. Demak bahkan berhasil meruntuhkan Pajajaran. Tradisi ini berhenti ketika kekuasaan beralih kepada Raja Pajang. bekerja sama dengan saudagar islam di Banten. Dari Sunan gunung jati. Pada tahun 1527. kekuatan militer Demak juga merajalela. serta menghalau tentara tentara portugis yang akan mendarat di sana. yang juga menjadi menantu Sultan Trenggana. Demak merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran (kerajaan Hindu di Jawa Barat). . jateng). Di timur laut. Sultan Trenggana lah yang berhasil menghantarkan Kusultanan Demak ke masa jayanya. panglima perang andalan Demak waktu itu adalah Fatahillah. Daerah taklukan selanjutnya adalah medangkungan (Blora. pengaruh demak juga sampai ke Kesultanan banjar di kalimantan. yaitu setelah ia berhasil mengalahkan Majapahit. Dengan jatuhnya Pajajaran. sang pewaris tahta diberi nama Islam. Di tahun 1527. kerajaan hindu terakhir di ujung timur pulau jawa (1546). Di antara ketiga raja demak Bintara. Lamongan (1542). Perlu diketahui. dan tahun 1529 menguasai Gagelang (madiun sekarang). demak dapat mengendalikan Selat Sunda. daerah kekuasaan demak bintara meliputi seluruh jawa serta sebagian besar pulau-pulau lainnya. Pada masa trenggan. guna menengahi masalah pergantian raja banjar. tentara demak menguasai tuban. Pendirian masjid itu dibantu sepenuhnya oleh walisanga. Di sebelah barat pulau jawa. dan oleh seorang ulama dari Arab. lampung sebagai sumber lada di seberang selat tersebut juga dikuasai dan diislamkan. Aksi-aksi militer yang dilakukan oleh Trenggana berhasil memperkuat dan memperluas kekuasaan demak. Surabaya (1531). Kemudian.terkenal dengan masjid Agung Demak. serta blambangan. Selama masa kesultanan Demk. Calon pewaris mahkota yang didukung oleh rakyat jawa pun masuk islam. Sultan Trenggana berkunjung kepada Sunan Gunung Jati. setiap tahun raja Banjar mengirimkan upeti kepada Sultan Demak. Melangkah lebih jauh. Calon pengganti Raja Banjar pernah meminta agar sultan Demak mengirimkan tentara. 1530). wilayah Gunung Penanggungan (1545).

Masjid agung Demak sebagai lambang kekuasaan bercorak Islam adalah sisi tak terpisahkan dari kesultanan Demak Bintara. Pada upacara sekaten. majid agung Demak menjadi pusat kegiatan kerajaan islam pertama di jawa. Kerajaan Samudera .Trenggana sangat gigih memerangi portugis. Seiring perlawanan Demak terhadap bangsa portugis yang dianggap kafir. Cepatnya kota demak berkembang menjadi pusat perniagaan dan lalu lintas serta pusat kegiatan pengislaman tidak lepas dari andil masjid Agung Demak. Sultan Trenggan meninggal pada tahn 1546. sehingga masyarakat berduyun-duyun mengerumuni dan memenuhi depan gapura. Pada awalnya. Setelah sultan trenggana mengantar Demak ke masa jaya. Lalu para wali mengadakan semacam pengajian akbar. Kegiatan walisanga yang berpusat di Masjid itu. Dari sinilah para wali dan raja dari Kesultanan Demak mengadakan perluasan kekuasaan yang dibarengi oleh kegiatan dakwah islam ke seluruh Jawa. Kerajaan samudera pasai Kerajaan Samudera Pasai Kerajaan ini didirikan oleh Sultan Malik Al-saleh dan sekaligus sebagai raja pertama pada abad ke-13. Bagunan ini juga dijadikan markas para wali untuk mengadakan Sekaten. Ia kemudian digantikan oleh Sunan Prawoto. Masjid demak didirikan oleh Walisanga secara bersama-sama. Demak sebagai kerajaan islam terkuat pada masanya meneguhkan diri sebagai pusat penyebaran Islam pada abad ke 16. Di sanalah tempat kesembilan wali bertukar pikiran tentang soal-soal keagamaan. Babad demak menunjukkan bahwa masjid ini didirikan pada tahun Saka 1399 (1477) yang ditandai oleh candrasengkala Lawang Trus Gunaning Janma. dalam sebuah pertempuran menaklukkan Pasuran. dibunyikanlah gamelan dan rebana di depan serambi masjid. hingga rakyat pun secara sukarela dituntun mengucapkan dua kalimat syahadat. sedangkan pada gambar bulus yang berada di mihrab masjid ini terdapat lambang tahun Saka 1401 yang menunjukkan bahwa masjid ini berdiri pada tahun 1479. keturunan sultan tersebut silih berganti berkuasa hingga munculnya kesultanan pajang.

Malaka. Samudra Pasai memiliki armada laut yang kuat sehingga para pedagang merasa aman singgah dan berdagang di sekitar Samudra Pasai. Pada tahun 1522 Samudra Pasai diduduki oleh Portugis. dan India yang datang ke sana.Pasai terletak di sebelah utara Perlak di daerah Lhok Semawesekarang (pantai timur Aceh). Raja-raja yang pernah memerintah Samudra Pasai adalah seperti berikut. Samudra Pasai berkembang menjadi negara maritim yang kuat di Selat Malaka. Kerajaan ini menyiarkan Islam sampai ke Minangkabau. bahkan ke Thailand. pada tahun 1345. Mata uangnya uang emas yang disebur deureuham(dirham). Halini mengingat letak Samudera Pasai yang strategis di Selat Malaka. setelah muncul Kerajaan Malaka. Samudra Pasai mulai memudar. Samudera Pasai merupakan kerajaan dagang yang makmur. Cina. Catatan lain mengenai kerajaan ini dapat diketahui dari tulisan Ibnu Battuta. Jawa. Akibatnya. Raja yang bernama asli Ahmad ini sangatteguh memegang ajaran Islamdan aktif menyiarkan Islam kenegeri-negeri sekitarnya. Samudra Pasai berkembang sebagai pusat penyebaran Islam. Banyakpedagang dari Jawa. Menurut Battuta. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya 7 buah prasasti . Pada masa pemerintahannya. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Perlak kemudian disatukan dengan Kerajaan Samudra Pasai.(2) Sultan Muhammad (Sultan Malik al Tahir I) yang memerintah sejak 12971326. Sebagai sebuah kerajaan. Keberadaan Samudra Pasai sebagai kerajaan maritim digantikan oleh Kerajaan Acehyang muncul kemudian. (1) Sultan Malik Al-saleh berusaha meletakkan dasar-dasar kekuasaan Islam dan berusaha mengembangkan kerajaannya antara lain melalui perdagangan dan memperkuat angkatan perang. seorang pengelana dari Maroko. Kerajaan Kutai merupakan kerajaan tertua di Indonesia. (3) Sultan Malik al Tahir II (1326 – 1348 M). Jambi. Namun. Samudera Pasai menjadi pusat studi Islam. Di bidang agama. Sejarah kerajaan Kutai Kartanegara Ditinjau dari sejarah Indonesia kuno. raja silih berganti memerintah di Samudra Pasai.

Aji . Pada tahun 1739. Sultan A. Tahun 1732. Berdasarkan paleografinya.yang ditulis diatas yupa (tugu batu) yang ditulis dalam bahasa Sansekerta dengan menggunakan huruf Pallawa. Kerajaan yang diperintah oleh Mulawarman ini bernama Kerajaan Kutai Martadipura. terjadilah perebutan tahta kerajaan oleh Aji Kado. putera dari Raja Aswawarman. Aji Batara Agung Dewa Sakti (1300-1325). Pada awal abad ke-13. Dengan adanya dua kerajaan di kawasan Sungai Mahakam ini tentunya menimbulkan friksi diantara keduanya. berdirilah sebuah kerajaan baru di Tepian Batu atau Kutai Lama yang bernama Kerajaan Kutai Kartanegara dengan rajanya yang pertama. Pada abad ke-17 agama Islam diterima dengan baik oleh Kerajaan Kutai Kartanegara. Idris gugur di medan laga. Putera mahkota kerajaan Aji Imbut yang saat itu masih kecil kemudian dilarikan ke Wajo. cucu dari Maharaja Kudungga. Pemerintahan Kesultanan Kutai Kartanegara untuk sementara dipegang oleh Dewan Perwalian. dan berlokasi di seberang kota Muara Kaman. Perpindahan ibukota Kerajaan Kutai Kartanegara dari Kutai Lama (13001732) ke Pemarangan (1732-1782) kemudian pindah ke Tenggarong (1782kini). Raja kemudian menamakan kerajaannya menjadi Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Dari prasasti tersebut dapat diketahui adanya sebuah kerajaan dibawah kepemimpinan Sang Raja Mulawarman. Pada abad ke-16 terjadilah peperangan diantara kedua kerajaan Kutai ini. Kerajaan Kutai Kartanegara dibawah rajanya Aji Pangeran Sinum Panji Mendapa akhirnya berhasil menaklukkan Kerajaan Kutai Martadipura. Sebutan raja pun diganti dengan sebutan Sultan.M. Selanjutnya banyak nama-nama Islami yang akhirnya digunakan pada nama-nama raja dan keluarga kerajaan Kutai Kartanegara. Sepeninggal Sultan Idris. Sulawesi Selatan untuk turut bertempur melawan VOC bersama rakyat Bugis. tulisan tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-5 Masehi. ibukota Kerajaan Kutai Kartanegara pindah dari Kutai Lama ke Pemarangan. Sultan Aji Muhammad Idris yang merupakan menantu dari Sultan Wajo Lamaddukelleng berangkat ke tanah Wajo. Sultan yang pertama kali menggunakan nama Islam adalah Sultan Aji Muhammad Idris (1735-1778).

Tahun 1778. Aji Imbut sebagai putera mahkota yang syah dari Kesultanan Kutai Kartanegara kembali ke tanah Kutai. Pada tahun 1780. Aji Kado meminta bantuan VOC namun tidak dapat dipenuhi. Sejak itu dimulailah perlawanan terhadap Aji Kado.Kado kemudian meresmikan namanya sebagai Sultan Kutai Kartanegara dengan menggunakan gelar Sultan Aji Muhammad Aliyeddin. Penobatan Sultan Muslihuddin ini dilaksanakan di Mangkujenang (Samarinda Seberang). Perlawanan berlangsung dengan siasat embargo yang ketat oleh Mangkujenang terhadap Pemarangan. Aji Kado dihukum mati dan dimakamkan di Pulau Jembayan. Setelah dewasa. . Aji Imbut dinobatkan sebagai Sultan Kutai Kartanegara dengan gelar Sultan Aji Muhammad Muslihuddin. Oleh kalangan Bugis dan kerabat istana yang setia pada mendiang Sultan Idris. Aji Imbut berhasil merebut kembali ibukota Pemarangan dan secara resmi dinobatkan sebagai sultan dengan gelar Sultan Aji Muhammad Muslihuddin di istana Kesultanan Kutai Kartanegara. Armada bajak laut Sulu terlibat dalam perlawanan ini dengan melakukan penyerangan dan pembajakan terhadap Pemarangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful