BABI PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada hakekatnya belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi.

Bahasa seseorang mencerminkan pikirannya. Semakin terampil seseorang berbahasa, semakin cerah danjelas pulajalan pikiranya. Dalam GBPP (Depdikbud 1993 : 1) disebutkan bahwa salah satu tujuan umum pembelajaran bahasa adalah siswa memiliki kemampuan menggunakan bahasa Indonesia untuk kemampuan intelektual ( berpikir kreatif, menggunakan akal sehat, menerapkan pengetahuan yang berguna, dan memecahkan masalah ), kematangan emosional dan sosial. Tujuan terse but direalisasikan dalam pembelajaran keterampilan berbahasa yang meliputi empat aspek dasar berbahasa yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Pada prinsipnya pembelajaran bahasa Indonesia di kelas hendaknya disaj ikan dalam bentuk keterpaduan antara 4 aspek tersebut, baik secara internal maupun eksternal dengan pendekatan komunikatif, integarif, dan tematif. Menurut Tarigan ( 1985 : 22 ) pada prinsipnya menulis merupakan suatu kerampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. Di samping itu menulis juga sangat penting bagi pendidikan k:arena dapat memudahkan para pelajar berpikir kritis, dapat menolong berpikir secara kritis, dapat memudahkan kita untuk menikmati hubungan-hubungan, memperdalam daya tangkap, memecahkan

masalah, dan menyusun urutan pengalaman. J adi menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Kalau kita perhatikan uraian di atas, jelaslah bahwa keterampilan menulis merupakan salah satu aspek penting dalam proses komunikasi. Tidaklah berlebihanjika dikatakan bahwa kemajuan suatu bangsa dan negara dapat diukur dari maju tidaknya komunikasi tulis bangsa tersebut. Dengan kata lain, kualitas dan kuantitas para pengarang beserta hasil karyanya turut menentukan maju tidaknya suatu bangsa atau negara. Dengan demikian maka sangatlah diperlukan adanya pembinaan atau bimbingan dari para guru bahasa Indonesia untuk kegiatan menulis. Walaupun sudahjelas bahwa kegiatan menulis itu sangat penting, kenyataan di sekolah-sekolah menunjukkan bahwa kegiatan menulis kurang diminati sebagian besar guru dan siswa. Hal itu juga diperkuat oleh hasil survei Alchadiyah ( 1994 : 14 ) yang menyatakan bahwa beberapa guru bahasa Indonesia dan siswa tidak menyukai kegiatan menulis/mengarang. Bahkan ada sebagian guru bahasa Indone'sia tidak pemah melakukan aktivitas menulis. Para guru tersebut di sekolah dalam proses belajar mengajar hanya menyuruh siswanya menulis, tidak pemah membimbing atau memberi contoh menulis kepada para slswanya. Pembelajaran menulis yang biasanya diberikan oleh para guru selama ini sebagian besar adalah menulis non fiksi, padahal kegiatan menulis non fiksi hampir semua guru mata pelajaran memberi tugas tersebut, misalnya membuat makalah, merangkum, menyirnpulkan, dan sebagainya.. Para guru bahasa

karena mctode ini selalu ada dalam pikiran anak-anak dan mudah digunakan. dan drama. (3) meulis pengalaman pribadi yang paling menarik dalam bentuk cerpen. (2) membuat puisi dan menyusun cerita. Sedangkan dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) hampir setiap tingkatan kelas ada kompetensi dasar menulis kreatif. maka penulis menggunakan metode pemetaan pikiran. Padahal kegiatan menulis kreatif dapat mencerdaskan siswa dan dapat mengembangkan daya imaj inatif dan kreatif.Indonesia jarang sekali melatih siswa menulis kreatif. penulis sebagai guru bahasa Indonesia tentunya ingin menerapkan pembelajaran tersebut. yakni (1) menulis cerita tentang pengalaman yang paling mengesankan. Dengan metode ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menulis kreatif cerpen. Pembelajaran menulis kreatifyang diajarkan kepada para siswa SMP berupa menulis puisi. Hal itu sebagaimana yang dijelaskan dalam kurikulum 1994. cerpen. Untuk mengatasi permasalahan menulis kreatif cerpen. Dengan adanya butir pembelajaran "menulis pengalaman pribadi yang paling menarik dalam bentuk cerpen". .

Pembatasan clan Rumusan Masalah Dalam penelitian ini penulis batasi pada masalah peningkatan menulis kreatif cerpen yang bersumber pada pengalaman pribadi siswa yang paling menarik. Bagaimanakah peningkatan kemampuan menulis kreatif cerpen dengan metode pemetaan pikiran siswa kelas III semester 1 SMP N 1 Driyorejo ? . Sedangkan teknik yang digunakan dengan pemetaan pikiran berdasarkan kurikulum 1994.untuk mengukur keterampilan siswa menulis kreatif cerpen yang bersumber pada pengalaman pribadi yang paling menarik adalah sebagai berikut : A. dapat dirumuskan suatu permasalahan sebagai berikut : D. Atas dasar latar belakang di atas. B. C. Mengapa kemampuan menulis kreatif cerpen siswa kelas III semester 1 SMP N 1 Driyorejo mengalami peningkatan ? E. Mampu menulis pengalaman pribadi yang paling mengesankan dengan menggunakan pilihan kata yang tepat. C. Mampu menulis pengalaman pribadi yang paling mengesankan dalam bentuk cerpen. IdentitKasi Masalah Adapun identifikasi masalah . Mampu menulis pengalaman pribadi.B.

Tujuan Penelitian Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan kemampuan menulis kreatif cerpen dengan pemetaan pemikiran di kelas III semester 1 SI\1PN1 Dri yorej o-Gresik. (2) menumbuhkan kreatifitas siswa dalam menulis cerpen. Manfaat Hasil Penelitian Adapun manfaat hasil penelitian tindakan kelas ini di antaranya adalah (1) sebagai masukan para guru bahasa Indonesia dalam menerapkan metode pembelajaran menulis kreatif cerpen. .D. E.

Dengan tugas menulis yang diberikan para guru tidak hanya akan memperluas wawasan siswa. Dengan topik tersebut siswa akan terlatih mengungkapkan hasil pengamatan dan pengalaman pribadinya denganjujur. suasana kesedian tatkala ada sanak saudara yang meninggal.BAB II KAJIAN PUSTAKA F. mengomentari pesta perkawinan. perpisahan kelas. baik secara lisan atau tulisan. Sebagian besar dari pengalaman diperoleh dari dunia nyata yang terbatas ruang dan waktu. Bentuk aktivitas yang terlibat dalam proses belajar bahasa dan sastra akhirnya terkait juga dengan mengembangkan kemampuan menulis ekspresif dan kreatif. biasanya akan berkaitan dengan kegiatan karang-mengarang. ulang tahun. . sehingga guru juga akan lebih nyaman dan asyik untuk memeriksa karangan siswa. B Rahmanto ( 1988 : 11 ) menegaskan bahwa tulisan yang baik menuntut penyajian pokok persoalan yang jelas. pengungkapan ide-ide secara teratuf dan pokok persoalan yang dibahas sesuai dengan minat dan pengalaman siswa. dan sebagainya. misalnya melukiskan cerita perjalanan karya wisata. Disamping itu juga banyak memperoleh pengalaman dari dunia imajinasi. Kajian Teori Aktivitas pengajaran bahasa. Pengalaman pada pokoknya adalah sesuatu yang mengesankan. Dengan demikian jelas bahwa topik-topik yang dipilihnya hendaknya nyata dan komunikatif. tetapi juga akan mcningkatkan keterampilan dan kreativitas siswa dalam berbahasa.

Pemetaan pikiran sebagai pendekatan yang melibatkan selumh otak. berkonsentrasi. (3) Iluminasi . menulis perlu latihan. dan mengakrabkan diri sepenuhnya dengan semua aspek masalah. Pemetaan pikiran dapat membantu menemukan pikiran kita. pemikiran kita hams mengalir dan mengembara ke mana-mana. (2) Inkubasi . bemsaha memperoleh dukungan orang lain. sehingga tulisan akan menjadi lebih beremosi.Adapun Joyce Wycoff ( 2002 : 52 ) mengatakan bahwa proses kreatifitas dapat dibagi dalam beberapa tahap.saat NAB.beristirahat sejenak mengesampingkan dahulu masalah. Siswa akan menulis fokus . INI DIA ! saatjawaban tiba-tiba muncul sering terjadi saat kita sedang santai dan melakukan hallain. memberi waktu bagi pikiran untuk beristirahat dan mengumpulkan energi. Saat kita mulai berpikir tentang suatu masalah. Seperti keterampilan yang lain.mengumpulkan infonnasi. yang akhirnya kita dapat mengambil dan memilih mana yang terbaik. lebih berwarna yang nantinya dapat mencerminkan ciri khas pribadi penulis lebih akurat. yaitu (1) Persiapan . Pemetaan pikiran dapat membuat seseorang berhubungan dengan pikiran bawah sadar sebelum menulis. Dengan pemetaan pikiran memungkinkan kita menuangkan infonnasi yang diperolehnya di atas kertas. menentukan berbagai sumber daya yang diperlukan. sehingga dapat mendorong kita untuk berososiasi dan mencari jalur berpikir bam. (4) Implementasi menyelesaikan masalah praktis. walaupun begitu menulis mempakan proses menemukan pikiran. Pembelajaran menulis kreatif cerpen dengan pemetaan pikiran ini hanya memerlukan selembar kertas dan alat tulis.

bebas tetapi tidak menyimpang dari fokus utama tadi. yang akan dikembangkan dalam menulis kreatif. Jika fokus sudah tertulis di selembar kertas. Kata-kata tersebut mengandung banyak makna dan sangat memungkinkan asosiasi dengan kata lain. Kajian Hasil Penelitihan. siswa mulai menentukan kata kunci lainnya yang berkaitan dengan fokus tersebut. Fokus ini harus berupa satu atau dua kata saja. Penelitihan ini penulis laksanakan setelah penulis merasa kesulitan dalam menerapkan metode yang tepat saat memberi materi tentang menulis pengalaman pribadi yang sangat mengesankan. Kata-kata kunci biasanya berupa kata keIja atau kata benda. Penelitihan tindakan kelas tentang pembelajaran menulis kreatif cerpen dengan pemetaan pikiran ini belum pemah penulis laksanakan sebelumnya di SMP Negeri 1 Driyorejo. Sebelumnya . Adapun hipotesis tindakan dalam penelitihan ini adalah " Pembelajaran menulis kreatif cerpen dapat meningkat dengan menggunakan teknik pemetaan pikiran". Peta pikiran itulah sebagai gambaran pikirannya. dapat kita tentukan dulu unSUf-unsUf dalam situasi. Dengan mempertimbangkan unSUf-unsur tersebut kita dapat memilih fokus yang akan membawa ke proses pemikiran yang lebih produktif. lni terus terjadi. G. Sebelum menetapkan fokus. yang mencakup intisari masalah yang dipikirkan.pemikirannya. Siswa yang kreatif akan menghasilkan peta pikiran yang menarik.

penulis hanya memberi tugas kepada siswa untuk menulis cerpen yang bersumber tentang pengalaman pribadi yang mengesankan dengan memberi beberapa contoh cerpen. Setelah membaca dan memahami buku "Menjadi Super KreatifMelalui Metode Pemetaan . Ternyata metode pemetaan pikiran sangat cocok diterapkan dalam pembejaran menulis kreatif cerpen yang bersumber pada pengalaman pribadi yang menarik.Pikiran" karya Joyce Wycoff penulis mencoba menerapkan metode tersebut. .

jumlah guru 53. di antara kelas-kelas yang lain. kelas IT 6 rombongan belajar kelas III 6 rombongan belajar jumlah siswa 825. Dipilih sebagai objek penelitiankarena kebetulan peneliti mengajar di kelas tersebut. yang memiliki 19 ruang kelas. Setting Penelitian Penelihan Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri IDriyorejoGresik. Data yang dikumpulkan melalui pengamatan langsung yaitu catatan lapangan berupa diskripsi semua peristiwa yang dilakukan siswa dalam proses penerapan metode . C. Masing-masing kelas terdiri dari . Hal ini masih perlu ditingkatkan dengan menggunakan metode pemetaan pikiran. Objek Tindakan Rancangan model Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) yang dilaksanakan dalam penelitian ini sebagai objeknya adalah siswa kelas III F. Sedangkan sarana dan prasarana cukup memadai.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Pengumpulan Data Untuk memperoleh data dalam penelitian tindakan kelas ini digunakan instrumen penelitian yang berupa tes subjektifyaitu menulis cerpen. sehingga diharapkan siswa lebih kreatif. kelas VII 7 rombongan belajar. Di samping itu kemampuan dalam pembelajaran menulis kreatif cerpen masih tergo long cukup. B.

. Hasil tes tersebut dianalisis berdasarkan ketuntasan belajar. D. maka perlu adanya perbaikan pada siklus ke-2 dan seterusnya. maka penelitian dianggap selesai. Di samping itu terlihat adanya upaya perbaikan atau menunjukkan adanya kenaikan hasi rata-rata yang dicapai siswa setelah dilaksanakannya tindakan. Cara Pengambilan Kesimpulan. Untuk menyimpulkan dan menafsirkan hasil penelitian ini ditentukan kriteria keberhasilan sebagai berikut : Kriteria keberhasilan penelitian adalah nilai yang diperoleh siswa dari hasil tes rata-rata 65 ke atas dengan ketuntasan 85% dari jumlah siswa yang diteliti. Jika belum mencapai hasil di atas. Jika hasil tes diperoleh rata':rata kelas 65 dengan ketuntasan belajar 85 %. Metode Analisis Data Data yang berupa hasil tes yaitu hasil karangan siswa yang berupa cerpen. dianalisis secara diskriptif dengan membuat grafik presentase kemampuan siswa dalam pembelajaran menulis kreatif cerpen dengan pemetaan pikiran.pemetaan pikiran beserta pendapat peneliti dan analisis hasil tes yang berupa hasil karangan siswa yang berbentuk cerpen. E.

Gambaran Selintas tentang Setting Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri I Driyorejo Gresik. Kegiatan Belajar Mengajar dilaksanakan sesuai dengan jadwal pelajaran dengan waktu 3 jam pelajaran. maka dilakukan tindakan perbaikan pada pertemuan ke-2 dengan prosedur yang sama tetapi ditekankan pada penggunaan metode pcmetaan pikiran dan pada aIm. Sekolah ini berada di tengah-tengah kawasan industri. Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari 2 siklus/pertemuan. rata-rata kelas ekonomi menengah ke bawah. B. kelas Il 6 rombongan belajar. Prosedur Pelaksanaan Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana. masih banyak gagasan yang meloncat-loncat . Jarak antara Driyorejo ke kota Gresik kurang lebih 35 km. di Gresik bagian selatan. Guru dapat melaksanakan pembelajaran sesuai dengan model pembelajaran dan bahan ajar tindakan yang digunakan. kelas III 6 rombongan belajar. Sekolah ini pad a tahun pelajaran 2004/2005 memiliki 825 siswa. Pada umumnya siswa berasal dari keluarga petani dan buruh pabrik.BABlV HASlL PENELITlAN A . yang terdiri atas kelas VII 7 rombongan belajar. Karena pada tindakan pertemuan 1 belum optimal. Sebagian besar siswa belum bisa mcnuangkan gagasan secara runtut. Adapun kelas yang diteliti adalah kelas III F dengan j umlah siswa 46 orang.

Hasil tindakan pada pertemuan ke-2 sudah dianggap optimal dan sesuai dengan harapan. Mcnggali ingatan siswa tentang pengalaman menarik yang pernah dial ami slswa c) Menyusun kerangka karangan c l)Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan utuh J. Setelah dikembalikan. terutama pada ketepatan menggunakan ejaan dan tanda baca.sehingga jalan ceritanya agak membingungkan. Mengarahkan siswa untuk memberi judul yang menarik K. Selain itu juga ditekankan pada pemakaian kaidah bahasa. hasilnya untuk revisi rancangan tindakan berikutnya Pertemuan ke-2 N. Menggali ingatan siswa tentang pengalaman menarik yang pemah dialami slswa . Melaksanakan KBM sesuai dengan pembelajaran yang telah disusun I. maka Penelitian Tindakan Kelas ini dapat diakhiri. siswa memperbaiki karangannya M. Gambaran lengkap pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini sebagai berikut : Pertemuan ke-l H. Hasil karangan siswa dianalisis. Melaksanakan KBM sesuai dengan pembelajaran yang telah disusun O. Meminta siswa menukar karangannya dengan teman sebangkunya untuk saling menyunting L.

c) Mengajak siswa untuk membuat peta pikiran dengan membimbing siswa untuk menentukan topik karangan di tengah-tengah selembar kertas d) Siswa menentukan subtopik secara terperinci e) Guru memberi penjelasan tentang cara menulis kreatif cerpen f) Siswa menulis kreatif cerpen berdasarkan subtopik yang telah ditentukan g) Siswa menukar karangan dengan teman sebangkunya untuk disunting h) Setelah dikembalikan. Diskripsi hasil pengamatan sebagai berikut : ~ Sebagian besar siswa dapat mengingat kembali pengalaman yang menarik yang pernah dialami. hasilnya merupakan kondisi akhir yang dapat dibandingkan dengan kondisi sebelumnya. C. ~ Sebagian besar siswa mengambil tema perjalanan \ ~ Sebagian besar siswa mengalami kesulitan pada saat menyusun kerangka karangan ~ Sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam menuangkan gagasanya ~ Masih kurang lengkapnya informasi yang dituangkan dalam karangan. . Proses Analisis Data Pertemuan ke-l Hasil kegiatan pad a pertemuan ke-l diperoleh melalui pengamatan saat KBM berlangsung dan melalui analisis hasil evaluasi berupa karangan siswa. siswa memperbaiki karangannya i) Hasil karangan siswa dianalisis.

Siswa diajak merenung. karena siswa merasa terbebani. Dari diskripsi hasil pengamatan tersebut dapat disimpulkan bahwa menulis kreatif cerpen dengan pemetaan pikiran dapat meningkatkan kreatifitas .67 dengan ketuntasan belajar 63% ( lihat lampiran analisis hasil evaluasi pertemuan 1 ) Pertemuan ke-2 Model pembelajaran pada pertemuan ke-l dengan sedikit perubahan yaitu siswa tidak menyusun kerangka karangan melainkan siswa diajak untuk membuat pemetaan pikiran dengan membimbing siswa untuk menentukan topik karangan. menulis karangan dalam bentuk cerpen ini tanpa kerangka karangan. Dari sedikit perubahan model pembelajaran tersebut. ~ Sebagian besar siswa mampu menyelesaikan karangannya secara lengkap. memusatkan pikiran yang dapat membantu menemukan ide/gagasan yang lebih bebas mengalir.Dari diskripsi hasil pengamatan tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa mengharapkan. Sedangkan dari analisis hasil evaluasi yang berupa karangan siswa pad a pertemuan ke-l diperoleh nilai rata-rata kelas 69. kemudian menentukan subtopik. yang akhimya siswa dapat mengambil dan memilih mana yang terbaik. tidak hanya tentang perjalanan saja. maka tampak adanya perubahan sebagai berikut : ~ Dengan tidak adanya kerangka karangan. siswa merasa lebih bebas dan tidak terbebani ~ Siswa lebih aktif dan bersemangat untuk menuangkan gagasan-gagasannya ~ Karangan siswa lebih bervariasi.

( lihat lampiran analisis hasil evaluasi pertemuan 2) Pelaksanaan tindakan pada pertemuan ke-2 ternyata ada peningkatan dalam beberapa hal.57 dengan ketuntasan belajar 91 %. Prestasi belajar siswa Adanya peningkatan kemampuan rata-rata kelas dan ketuntasan belajar.siswa. Berdasarkan data yang ada. Dengan temuan dan analisis hasil evaluasi pada tindakan pertemuan ke-l dan ke-2. yaitu : P. karena kriteria yang ditetapkan sudah tercapai. Aktifitas siswa Siswa menjadi bersemangat dan lebih kreatif dalam memilih topik dan menuangkan gagasan-gagasannya sehingga siswa benar-benar dapat menuntaskan karngannya. maka dapat diputuskan bahwa Penelitian Tindakan Kelas pada pertemuan ke-2 ini dapat diakhiri. Sedangkan analisis hasil evaluasi pada pertemuan ke-2 diperoleh nilai ratarata 77. . Q. maka hasil perbaikan atau peningkatan dapat digambarkan dalam grafik berikut.

maka peneliti mencoba untuk menerapkan metode pemetaan pikiran. Berdasarkan data tersebut. Kesimpulan Berdasarkan temuan dan hasil Pene1itian Tindakan Kelas dapat disimpulkan sebagai berikur : R. karena kriteria ketuntasan sudah tercapai disamping adanya peningkatan ratarata kelas. Pembelajaran menulis kreatif cerpen yang di1aksanakan dengan metode pemetaan pikiran ternyata dapat meningkatkan prestasi siswa. B. . Saran Berdasarkan kesimpulan hasil PTK di atas. Berdasarkan prestasi yang dipero1eh siswa. S. Pembe1ajaran menulis kreatif cerpen dengan menuliskan kerangka karangan terlebih dahu1u ternyata hasil yang dicapai belum memuaskan. meskipun be1um dianggap optimal. disampaikan saran sebagai berikut : T. Hendaknya para guru lebih kreatif dalam menentukan metode pembelajaran yang tepat. maka dapat diputuskan bahwa Penelitian Tindakan Kelas ini berakhir sampai pertemuan ke2. Pada pertemuan ke-1. Pada pertemuan ke-2.BABY KESIMPULAN DAN SARAN A.

U. Metode pembelajaran pemetaan pikiran ternyata membuat siswa lebih kreatif dan bersemangat dalam menulis cerpen. V. Metode pembelajaran pemetaan pikiran ternyata efektif untuk meningkatkan pembelajaran menulis kreatif cerpen. .

Tarigan.DAFT AR PUST AKA Akhadiyah. Metode Pengajaran Sastra. Bandung : Angkasa Wycoff. S. Menulis. 1985. Rahmanto. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa . Guntur. 1988. Joyce.. Jogjakarta : Kanisius. . Bandung : Kaifa. Jakarta: Depdikbud Depdikbud. B. Kurikulum Pendidikan Dasar : GBPP Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk SL TP. 1997. Menjadi Super Kreatif melalui Metode Pemetaan Pikiran. 2002. 1993. Jakarta: Depdikbud.

LAMPIRAN I RENCANAPEMBELAJARAN .

Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : Babasa Indonesia : I1I/I : 3 jam pelajaran .

Pendahuluan a. B. HasH Belajar Mampu menulis pengalaman pribadi yang paling berkesan C. Kegiatan Inti . Skenario Pembelajaran Alokasi No. Tanya jawab tentang cerpen b. Kegiatan Pembelajaran Waktu Metode 1. Menyampaikan tujuan pembelajaran c. Kompetensi Dasar Menulis pengalaman pribadi yang paling berkesan dan membacakannya di depan dan mempublikasikannya.A. Indikator Dapat menulis pengalaman pribadi yang paling mengesankan D.M~motivasi dan menggali ingatan slswa tentang pengalaman menarik yang pemah dialami 10 menit Tanya Jawab 2.

Penutup a. Siswa mulai mengembangkan subtopiksubtopik menjadi sebuah karangan (cerpen) sesuai dengan alur cerita 115 menit Penugasan Inkuiri f. Guru dan siswa merefleksi tentang penerapan pembelajaran dengan metode pemetaan pikiran 10 menit Refleksi E. Sumber Belajar Penuntun Terampil Berbahasa Indonesia 3 oleh Drs.a. Siswa memperbaiki karangan berdasarkan hasil suntingan temannya 3. Siswa menukar hasil karangannya dengan teman sebangkunya untuk disunting g. Siswa menentukan subtopik-subtopik secara terperinci e. Siswa menulis kalimat topik di tengah-tengah selembar kertas d. Siswa mencoba membuat peta pikiran I dengan menentukan kalimat topik c.Siswa memperhatikan penjelasan tentang menulis kreatif cerpen b. Abdullah Ambary dkk .

ketepatan penggunaan ejaan dan tanda baca . Pemakaian kaidah bahasa a. ketepat1n penggunaan stru1'1Uf kalinlat b. ketepatan penggunaan bentuk kata dan istilah . Alur a. c. keruntutan dalam menuangkan gagasan 3. Penilaian Teknik : tes Bentuk instrumen : uraian Instnunen Buatlah sebuah karangan tentang pengalaman pribadi yang paling mengesankan dalam bentuk cerpen ! Rubrik penilaian NO NAMA A URUT ASPEK Y ANG DINILAI kaidah ISI alur bahasa C C B B B A A JML NILAI SKOR 0-5 000-5 0-5 0-5 0-5 0-5 5 5 Keterangan : 1. ketuntasanlkelengkapan informasi 2. pengembangan konflik secara wajar b. kesesuaian isi dengan judul c. Isi a. ketepatanJkesesuaian jenis karangan b.F.

19.13.17.45 : 2 dan 3 . Perlu perbaikan secara individual Siswa nomor C. Peorangan .Jumlah siswa yang belum tuntas belajar Y.41.34.16.jumlah siswa yang tuntas belajar . Kesimpulan: AA.37. Ketuntasan belajar : X. Perlu perbaikan pada aspel = 46 siswa = 29 siswa = 17 siswa =63% : y a : y a : 3.9.HASIL ANALISIS : W.7.Jumlah siswa seluruhnya .Perlu perbaikan secara klasikal BB.3 1.6. 33.29.44.22.Presentase siswa yang tuntas belajar Z. Klasikal .

Kesimpulan: GG. Perlu perbaikan pada aspel .16.Presentase siswa yang tuntas belajar FF.jumlah siswa yang tuntas belajar .Jumlah siswa seluruhnya . Klasikal .Jumlah siswa yang belum tuntas belajar EE. = 46 Slswa = 41 siswa = 5 siswa =91 % :ya : ya : 13.41 .Perlu perbaikan secara klasikal HH.29.31. Ketuntasan belajar : DD.Perlu perbaikan secara individual Siswa nomor II.Peorangan .HASIL ANALISIS : CC.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful