KEPERAWATAN ANAK 1

PENATALAKSANAAN MEDIS Pada dasarnya pengobatan pasien Dengue Haemoragic Fever (DHF) bersifat simtomatis dan suportif (Ngastiyah, 1995 ; 344). Dengue Haemoragic Fever (DHF) ringan tidak perlu dirawat, Dengue Haemoragic Fever (DHF) sedang kadang – kadang tidak memerlukan perawatan, apabila orang tua dapat diikutsertakan dalam pengawasan penderita di rumah dengan kewaspadaan terjadinya syok yaitu perburukan gejala klinik pada hari 3-7 sakit ( Purnawan dkk, 1995 ; 571) Indikasi rawat inap pada dugaan infeksi virus dengue yaitu:
o

Panas 1-2 hari disertai dehidrasi (karena panas, muntah, masukan kurang) atau Panas 3-5 hari disertai nyeri perut, pembesaran hati uji torniquet positif/negatif, kesan Panas disertai perdarahan- perdarahan.

kejang–kejang.
o

sakit keras (tidak mau bermain), Hb dan Ht/PCV meningkat.
o

o Panas disertai renjatan. (UPF IKA, 1994 ; 203) 1. Fase Demam Tatalaksana DBD fase demam tidak berbeda dengan tatalaksana DD, bersifat simtomatik dan suportif yaitu pemberian cairan oral untuk mencegah dehidrasi. Apabila cairan oral tidak dapat diberikan oleh karena tidak mau minum, muntah atau nyeri perut yang berlebihan, maka cairan intravena rumatan perlu diberikan. Antipiretik kadang-kadang diperlukan, tetapi perlu diperhatikan bahwa antipiretik tidak dapat mengurangi lama ~demam pada 7BD. Parasetamoi direkomendasikan untuk pemberian atau dapat disederhanakan seperti tertera pada Tabel 1. Rasa haus dan keadaan dehidrasi dapat timbul sebagai akibat demam tinggi,anoreksia dan muntah. Jenis minuman yang dianjurkan adalah jus buah, air teh manis, sirup, susu, serta larutan oralit. Pasien perlu diberikan minum 50 ml/kg BB dalam 4-6 jam pertama. Setelah keadaan dehidrasi dapat diatasi anak diberikan cairan rumatan 80-100 ml/kg BB dalam 24 jam berikutnya. Bayi yang masih minum asi, tetap harus diberikan disamping larutan oiarit. Bila terjadi kejang demam, disamping antipiretik diberikan antikonvulsif selama demam.

KELOMPOK 5

Page 1

Cairan intravena diperlukan. seminimal mungkin mencukupi kebocoran plasma. Tetesan dalam 24-28 jam berikutnya harus selalu disesuaikan dengan tanda vital.46% 1-2 ml/kgBB intravena bolus perlahan-lahan. Penggantian volume cairan harus adekuat. fase krisis. Hematokrit harus diperiksa minimal satu kali sejak hari sakit ketiga sampai suhu normal kembali. tidak mau minum.45%. Hemokonsentrasi pada umumnya terjadi sebelum dijumpai perubahan tekanan darah dan tekanan nadi. Apabila terdapat hemokonsentrasi 20% atau lebih maka komposisi jenis cairan yang diberikan harus sama dengan plasma. demam tinggi sehingga tidak rnungkin diberikan minum per oral. dianjurkan cairan glukosa 5% di dalam larutan NaCl 0. fase syok) maka dasar pengobatannya adalah penggantian volume plasma yang hilang. Secara umum volume yang dibutuhkan adalah jumlah cairan rumatan ditambah 5-8%. Kebutuhan cairan awal dihitung untuk 2-3 jam pertama. kadar hematokrit. pemeriksaan hemoglobin dapat dipergunakan sebagai alternatif walaupun tidak terlalu sensitif. yaitu saat suhu turun pada umumnya hari ke 3-5 fase demam. ahli dengan estimasi nilai Ht = 3 x kadar Hb 2. dapat dipertimbangkandengan menggunakan Hb.KEPERAWATAN ANAK 1 Pasien harus diawasi ketat terhadap kejadian syok yang mungkin terjadi. Pemeriksaan kadar hematokrit berkala merupakan pemeriksaan laboratorium yang terbaik untuk pengawasan hasil pemberian cairan yaitu menggambarkan derajat kebocoran plasma dan pedoman kebutuhan cairan intravena. apabila (1) Anak terus menerus muntah. Jumlah cairan yang diberikan tergantung dari derajat dehidrasi dankehilangan elektrolit. Penggantian volume Plasma Dasar patogenesis DBD adalah perembesan plasma. penggantian cairan harus diberikan dengan bijaksana dan berhati-hati. Bila sarana pemeriksaan hematokrit tidak tersedia. (2) Nilai hematokrit cenderung meningkat pada pemeriksaan berkala. Volume dan komposisi cairan yang KELOMPOK 5 Page 2 . yang terjadi pada fase penurunan suhu (fase a-febris. diberikan natrium bikarbonat 7. Periode kritis adalah waktu transisi. sedangkan pada kasus syok mungkin lebih sering (setiap 30-60 menit). ditakutkan terjadinya dehidrasi sehingga mempercepat terjadinya syok. dan jumlah volume urin. Bila terdapat asidosis. Untuk Puskesmas yang tidak ada alat pemeriksaan Ht. Walaupun demikian.

Pemilihan jenis dan volume cairan yang diperlukan tergantung dari umur danberat badan pasien serta derajat kehilangan plasma. Perembesan plasma berhenti ketika memasuki fase penyembuhan. kebutuhan cairan disesuaikan dengan berat badan ideal untuk anak umur yang sama. yang dapat diketahui dari pemantauan kadar hematokrit. yaitu cairan rumatan + defisit 6% (5 sampai 8%). Jenis Cairan (rekomendasi WHO) KELOMPOK 5 Page 3 . 3. dannadi lemah.KEPERAWATAN ANAK 1 diperlukan sesuai cairan untuk dehidrasi pada diare ringan sampai sedang. yang sesuai dengan derajat hemokonsentrasi. tekanan nadi menyempit (20mmHg atau kurang) atau hipotensi. Penggantian volume yang berlebihan dan terus menerus setelah plasma terhenti perlu mendapat perhatian. oliguri. bibir sianosis. Jumlah cairan rumatan diperhitungkan 24 jam. maka cairan rumatan adalah 1500+(20x20) =1900 ml. Kebutuhan cairan rumatan dapat diperhitungan dari tabel 3 berikut. seperti tertera pada tabel 2 dibawah ini. dan peningkatan mendadak dari kadar hematokrit atau kadar hematokrit meningkat terus menerus walaupun telah diberi cairan intravena. letargi/lemah. akan menyebabkan edema paru dandistres pernafasan. Pasien harus dirawat dan segera diobati bila dijumpai tanda-tanda syok yaitu gelisah. saat terjadi reabsorbsi cairan ekstravaskular kembali kedalam intravaskuler. ekstrimitas dingin. Misalnya untuk anak berat badan 40 kg. maka volume cairan pengganti harus disesuaikan dengan kecepatan dankehilangan plasma. Pada anak gemuk. Apabila pada saat itu cairan tidak dikurangi. Oleh karena perembesan plasma tidak konstan (perembesam plasma terjadi lebih cepat pada saat suhu turun).

c. Demam berdarah dengue tanpa disertai pendarahan. a. Pasien anak akan cepat mengalami syek dansembuh kembali bila diobati segera dalam 48 jam. pengobatannya hanya bersifat simtiomatis dan suportif. Penderita perlu diberi minum sebanyak mungkin (1-2 liter dalam 24 jam) berupa air the dengan gula sirup atau susu. o Larutan ringer laktat (RL) o Larutan ringer asetat (RA) o Larutan garam faali (GF) o Dekstrosa 5% dalam larutan ringer laktat (D5/RL) o Dekstrosa 5% dalam larutan ringer asetat (D5/RA) o Dekstrosa 5% dalam 1/2 larutan garam faali (D5/1/2LGF) (Catatan:Untuk resusitasi syok dipergunakan larutan RL atau RA tidak boleh larutan yang mengandung dekstran) Koloid. Antipiretik Seperti golongan acetamenoven (paracetamol). anoreksia dan muntah. bila syok teratasi turunkan menjadi 10 ml/kgBB. Surface cooling d. o Dkstran 40 o Plasma o Albumin Sindrom Syok Dengue Syok merupakan Keadaan kegawatan. Diazenam (valium) b. Cairan pengganti adalah pengobatan yang utama yang berguna untuk memperbaiki kekurangan volume plasma. 1993) KELOMPOK 5 Page 4 . jangan diberikan golongan salisilat karena dapat menyebabkan bertambahnya pendarahan. Anticonfulsan Bila penderita mengalami kejang. Dan tekanan nadi <20 mm Hg segera berikan cairan kristaloid sebanyak 20 ml/kg BB/jam seiama 30 menit.KEPERAWATAN ANAK 1 Kristaloid. Pemberian cairan yang cukup Cairan diberikan untuk mengurangi rasa haus dan dehidrasi akibat dari demam tinggi. dapat diberikan : a. b. Pada beberapa penderita dapat diberikan oralit. Venobarbital (luminal) (TH Rampengan. Pada penderita SSD dengan tensi tak terukur.

untuk anak dengan BB 26-30 kg 60 ml/KgBB/24 jam. antipiretik untuk anti panas. untuk anak dengan BB 31-40 kg 50 ml/KgBB/24 jam. Grade I dan II : Oral ad libitum atau Infus cairan Ringer Laktat dengan dosis 75 ml/Kg BB/hari untuk anak dengan BB < 10 kg atau 50 ml/Kg BB/hari untuk anak dengan BB < 10 kg bersama-sama diberikan minuman oralit. Jika nadi dan tensi stabil lanjutkan infus tersebut dengan jumlah cairan dihitung berdasarkan kebutuhan cairan dalam kurun waktu 24 jam dikurangi cairan yang sudah masuk dibagi dengan sisa waktu ( 24 jam dikurangi waktu yang dipakai untuk mengatasi renjatan ). untuk anak dengan BB 41-50 kg Obat-obatan lain : antibiotika apabila ada infeksi lain. Perhitungan kebutuhan cairan dalam 24 jm diperhitungkan sebagai berikut : o 100 mL/Kg BB/24 jam untuk anak dengan BB < 25 Kg o 75 mL/Kg BB/24 jam untuk anak dng berat badan 26-30 Kg. Apabila anak tidak suka minum sama sekali sebaiknya jumlah cairan infus yang harus diberikan sesuai dengan kebutuhan cairan penderita dalam kurun waktu 24 jam yang diestimasikan sebagai berikut : o o o o o 100 ml/Kg BB/24 jam. Grade III a.KEPERAWATAN ANAK 1 Belum atau tanpa renjatan: 1. KELOMPOK 5 Page 5 . air buah atau susu secukupnya. Untuk kasus yang menunjukkan gejala dehidrasi disarankan minum sebnyak-banyaknya dan sesering mungkin. 2. darah 15 cc/kgBB/hari perdarahan hebat. Dengan Renjatan . untuk anak dengan BB < 25 Kg 75 ml/KgBB/24 jam. o 60 mL/Kg BB/24 jam untuk anak dengan BB 31-40 Kg. Berikan infus Ringer Laktat 20 mL/KgBB/1 jam Apabila menunjukkan perbaikan (tensi terukur lebih dari 80 mmHg dan nadi teraba dengan frekuensi kurang dari 120/mnt dan akral hangat) lanjutkan dengan Ringer Laktat 10 mL/KgBB/1jam.

K+ 4 mEq/liter. pernafasan) jika kondisi pasien memburuk. korekter basa 28 mEq/liter . 4. tensi. pemberian cairan merupakan hal yang paling penting bagi penderita DHF. akral dingin maka penderita tersebut harus memperoleh plasma atau plasma ekspander ( dextran L atau lainnya ) sebanyak 10 Ml/Kg BB/ 1 jam. c. b. Cl 109 mEq/liter dan Ca = 3 mEq/liter. nacl) ringer lactate merupakan cairan intra vena yang paling sering digunakan . Dan dapat diulang maksimal 30 mg/Kg BB dalam kurun waktu 24 jam. biasanya ringer lactat. Diet makan lunak. 2. NaCl Faali) merupakan cairan yang paling sering digunakan. Apabila satu jam setelah pemberian cairan Ringer Laktat 10 mL/Kg BB/ 1 jam keadaan tensi menurun lagi.5 liter/24 jam) dapat berupa : susu.KEPERAWATAN ANAK 1 o 50 mL/Kg BB/24 jam untuk anak dengan BB 41-50 Kg. Tirah baring atau istirahat baring. Pemberian cairan intravena (biasanya ringer laktat. KELOMPOK 5 Page 6 . Minum banyak (2 – 2. 3. nadi. mengandung Na + 130 mEq/liter . 5. Pada pasien renjatan : o Antibiotika o Kortikosteroid o Antikoagulasi Penatalaksanaan penderita dengan DHF adalah sebagai berikut : 1. Jika keadaan umum membai dilanjutkan cairan RL sebanyk kebutuhan cairan selama 24 jam dikurangi cairan yang sudah masuk dibagi sisa waktu setelah dapat mengatasi renjatan. sirup dan beri penderita sedikit oralit. Monitor tanda-tanda vital tiap 3 jam (suhu. tetapi masih terukur kurang 80 mmHg dan nadi cepat lemah. teh manis. observasi ketat tiap jam. akral dingin maka penderita tersebut memperoleh plasma atau plasma ekspander ( dextran L atau yang lainnya ) sebanyak 10 mL/ Kg BB/ 1 jam dan dapat diulang maksimal 30 mL/Kg BB dalam kurun waktu 24 jam. Apabila satu jam setelah pemakaian cairan RL 20 mL/Kg BB/1 jam keadaan tensi masih terukur kurang dari 80 mmHg dan andi cepat lemah.

Pemberian obat antipiretik sebaiknya dari golongan asetaminopen. Thrombosit tiap 4 jam beri minum 1 ½ liter – 2 liter per hari. 10. Pemberian cairan intravena baik plasma maupun elektrolit dipertahankan 12 – 48 jam setelah renjatan teratasi. pasang cateter. anuria dan sakit perut. 12.Monitor tanda-tanda dan renjatan meliputi keadaan umum. Apabila renjatan telah teratasi nadi sudah teraba jelas. PERAN PERAWATAN Pengawasan tanda – tanda vital secara kontinue tiap jam  Pemeriksaan Hb.KEPERAWATAN ANAK 1 6. Ht. Thrombocyt.  Pada pasien DHF derajat III : Infus guyur. obsrvasi productie urin tiap jam. Pantau jika terjadi: KELOMPOK 5 Page 7 . kecepatan plasma biasanya dikurangi menjadi 10 ml/kg BB/jam. observasi tanda vital tiap 3 jam . tekanan darah menurun. periksa Hb. Ht. 10. amplitudo nadi cukup besar. kecil dan cepat. 11. 7. periksa Hb. Bila timbul kejang dapat diberikan Diazepam. beri kompres  Pada pasien DHF derajat II : pengawasan tanda vital. Ht dan thrombocyt. posisi semi fowler. beri infus. perhatikan gejala seperti nadi lemah. Ht dan trombosit setiap hari. perubahan tanda-tanda vital. Trombocyt tiap 4 Jam  Observasi intik output  Pada pasienDHF derajat I : Pasien diistirahatkan. 8. hasil pemeriksaan laboratorium yang memburuk. Pemberian antibiotik bila terdapat kekuatiran infeksi sekunder.Pada kasus dengan renjatan pasien dirawat di perawatan intensif dan segera dipasang infus sebagai pengganti cairan yang hilang dan bila tidak tampak perbaikan diberikan plasma atau plasma ekspander atau dekstran sebanyak 20 – 30 ml/kg BB. 9. beri o2 pengawasan tanda – tanda vital tiap 15 menit. Indikasi pemberian transfusi pada penderita DHF yaitu jika ada perdarahan yang jelas secara klinis dan abdomen yang makin tegang dengan penurunan Hb yang mencolok. Transfusi darah diberikan pada pasien dengan perdarahan gastrointestinal yang hebat. pemeriksaan Hb. tekanan sistolik 20 mmHg. Monitor tanda-tanda perdarahan lebih lanjut. Periksa Hb. Ht.

Lingkungan : Metode lingkungan untuk mengendalikan nyamuk tersebut antara lain dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). 2. Cara yang paling efektif dalam mencegah penyakit DBD adalah dengan KELOMPOK 5 Page 8 . vas bunga. modifikasi tempat perkembangbiakan nyamuk dan perbaikan desain rumah. Biologis : Pengendalian biologis antara lain dengan menggunakan ikan pemakan jentik. Hematomesis dan melena o Catat banyak. Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air seperti gentong air. yaitu: 1. Akan tetapi kedua metode tersebut sampai sekarang belum memperlihatkan hasil yang memuaskan. dan lain-lain. Pada awalnya strategi yang digunakan adalah memberantas nyamuk dewasa melalui pengasapan. 3. kolam. kemudian strategi diperluas dengan menggunakan larvasida yang ditaburkan ke tempat penampungan air yang sulit dibersihkan. pengelolaan sampah padat. 1997). Kimiawi : Cara pengendalian ini antara lain dengan pengasapan (fogging) (dengan menggunakan malathion dan fenthion). Resiko Perdarahan o Obsevasi perdarahan : Pteckie. Peningkatan suhu tubuh o Observasi / Ukur suhu tubuh secara periodik o Beri minum banyak o Berikan kompres Pencegahan dan pengobatan alamiah penyakit DBD • Pencegahan Departemen kesehatan telah mengupayakan berbagai strategi dalam mengatasi kasus ini. Epistaksis. berguna untuk mengurangi kemungkinan penularan sampai batas waktu tertentu. warna dari perdarahan o Pasang NGT pada pasien dengan perdarahan tractus Gastro Intestinal 2.KEPERAWATAN ANAK 1 1. Pencegahan penyakit DBD sangat tergantung pada pengendalian vektornya. yaitu nyamuk Aedes aegypti (Rozendaal JA. Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yang tepat..

akan tetapi jambu biji kenyataannya dapat mengembalikan cairan intravena. 2001). Jika hal itu tidak dapat dilakukan. Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum jus jambu biji bangkok. menyemprot dengan insektisida. Dengan kandungan-kandungan itu. Lebih tinggi 10 kali dibandingkan dengan pepaya dan 10 sampai 30 kali dibandingkan dengan pisang. diuretik KELOMPOK 5 Page 9 . alang-alang bersifat antipiretik (menurunkan panas). Pengobatan alamiah untuk DBD: 1. yang disebut dengan 3M Plus.. Di samping itu. menguras dan mengubur barang-barang yang bisa dijadikan sarang nyamuk. yaitu menutup. 2. Bijinya yang sering tidak dikonsumsi pun mengandung vitamin C seperti daging buahnya. glukosa. menggunakan kelambu pada waktu tidur. Meskipun demikian kombinasi antara manajemen yang dilakukan secara medik dan alternatif harus tetap dipertimbangkan. Hasil penelitian tentang tanaman ini menyebutkan bahwa ada kandungan manitol. malic acid. Vitamin C ini terdapat dalam daging buahnya yang segar. menggunakan repellent. sakharosa. Sebab. Proses penyembuhan luka pun jadi lebih cepat. buah eksotis ini mengandung vitamin C yang sangat tinggi. Berkat kandungan vitamin C dosis tinggi ini. Jambu biji : Walaupun khasiatnya belum teruji secara medis. Ini karena jambu biji merupakan sumber potassium yang baik. Sang pasien disarankan untuk menjaga penyerapan makanan. terutama dalam bentuk cairan. memasang kasa. Bahkan kandungan vitamin C di dalamnya bisa tiga sampai enam kali lebih tinggi dibanding buah jeruk. menabur larvasida. penambahan dengan cairan intravena mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Selain itu juga melakukan beberapa plus seperti memelihara ikan pemakan jentik. • Pengobatan Bagian terpenting dari pengobatannya adalah terapi suportif.. kekebalan tubuh dalam melawan bakteri akan meningkat. namun khasiatnya belum pernah dibuktikan secara medik. Alang-alang : Tanaman liar yang sudah ribuan tahun dikenal masyarakat Cina ini bermanfaat untuk kesehatan. tekanan darah juga menjadi lebih baik berkat buah ini.KEPERAWATAN ANAK 1 mengkombinasikan cara-cara di atas. Bahkan saat ini tumbuhan bernama latin Imperata cylindrica (L) Beauv sudah sering diteliti secara ilmiah. tak ada salahnya untuk memberikan jus jambu biji kepada pasien demam berdarah. memasang obat nyamuk dan memeriksa jentik berkala sesuai dengan kondisi setempat (Deubel V et al.

lambung. Daun adalah bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat. lambung. sampai kejang dan kekurangan cairan tubuh seperti halnya dalam kasus demam berdarah. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah bluntas cina. dan tanin. Di samping harganya yang mahal.KEPERAWATAN ANAK 1 (meluruhkan kemih). 3. Namun. Angkung baru terasa khasiatnya untuk mengatasi penyakit berat setelah diminum secara teratur 6 sampai 8 butir pil setiap hari 4. Efek pengobatan tanaman ini memasuki meridian paru-paru. manfaat angkung tidak langsung terasa setelah minum satu atau dua butir. Sifat diuretik yang mengeluarkan cairan tubuh tak berguna ini juga berguna untuk mengontrol tekanan darah yang cenderung tinggi. dan usus kecil. Pengobatan Cina tradisional menyebutkan. stroke. Di dalam tubuh akan menyusup ke dalam organ paru-paru. Tanaman daun dewa berbentuk semak. atau samsit. radang otak. Dengan kandungan kimia tersebut tumbuhan ini bermanfaat sebagai anticoagulant (mencairkan bekuan darah). Daun Dewa : Tumbuhan daun dewa bisa juga dipergunakan sebagai pengganti angkung bila harga pil tersebut dianggap terlalu mahal. dan menghilangkan haus. daun dewa. Dengan sifat diuretik yang melancarkan air kencing. flavonoid. Angkung : "Obat kaisar" adalah julukan untuk angkung atau Angong. Angkung hanya dikonsumsi oleh kaisar dan para petinggi di dataran Cina. Ramuan alang-alang sebaiknya tidak diberikan kepada mereka yang fungsi lambungnya lemah dan sering buang air kecil. Sifat hemostatik yang bisa menghentikan pendarahan pada alang-alang dapat juga dimanfaatkan untuk mengatasi mimisan dan pendarahan di dalam. DIET PADA DHF KELOMPOK 5 Page 10 . penyakit hati. membersihkan racun. alang-alang memiliki sifat manis dan sejuk. menghentikan perdarahan. Angkung diyakini oleh masyarakat Cina bisa membantu menyembuhkan penyakit radang selaput otak. alang-alang bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit radang ginjal akut.. dan usus kecil. Herbal yang satu ini dikenal kaya dengan berbagai kandungan kimia seperti saponin. stimulasi sirkulasi. menghilangkan panas. minyak asiri. sangat disayangkan harga angkung ternyata amat mahal. hemostatik (menghentikan pendarahan).

Tidak dijumpai distres pernafasan (disebabkan oleh efusi pleura atau asidosis) 4.pdf KELOMPOK 5 Page 11 .Tidak demam 24 jam tanpa antipiretik 3.Tampak perbaikan secara klinis 2. Dengan aliran lancar maka pecahnya pembuluh darah akibat darah yang mengental dapat dicegah. o Anjurkan pasien untuk meningkatkan intake Fe o Anjurkan pasien untuk meningkatkan protein dan vitamin C o Yakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk mencegah konstipasi o Kreteria Memulangkan Pasien Pasien dapat dipulang apabila.go.id/downloads/Tata%20Laksana%20DBD. memenuhi semua keadaan dibawah ini 1. Jumlah trombosit cenderung naik > 50. Nafsu makan membaik Reverensi http://depkes.000/pl 6. o Pantas bila air buah anggota famili Palmae itu berfungsi sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang dan mengencerkan darah sehingga alirannya lancar.KEPERAWATAN ANAK 1 o Komposisi mineral air kelapa yang unik membuatnya cocok sebagai minuman isotonik alami lantaran komposisi mineral dan gulanya amat sempurna. Hematokrit stabil 5. Tiga hari setelah syok teratasi 7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful