KEPERAWATAN ANAK 1

PENATALAKSANAAN MEDIS Pada dasarnya pengobatan pasien Dengue Haemoragic Fever (DHF) bersifat simtomatis dan suportif (Ngastiyah, 1995 ; 344). Dengue Haemoragic Fever (DHF) ringan tidak perlu dirawat, Dengue Haemoragic Fever (DHF) sedang kadang – kadang tidak memerlukan perawatan, apabila orang tua dapat diikutsertakan dalam pengawasan penderita di rumah dengan kewaspadaan terjadinya syok yaitu perburukan gejala klinik pada hari 3-7 sakit ( Purnawan dkk, 1995 ; 571) Indikasi rawat inap pada dugaan infeksi virus dengue yaitu:
o

Panas 1-2 hari disertai dehidrasi (karena panas, muntah, masukan kurang) atau Panas 3-5 hari disertai nyeri perut, pembesaran hati uji torniquet positif/negatif, kesan Panas disertai perdarahan- perdarahan.

kejang–kejang.
o

sakit keras (tidak mau bermain), Hb dan Ht/PCV meningkat.
o

o Panas disertai renjatan. (UPF IKA, 1994 ; 203) 1. Fase Demam Tatalaksana DBD fase demam tidak berbeda dengan tatalaksana DD, bersifat simtomatik dan suportif yaitu pemberian cairan oral untuk mencegah dehidrasi. Apabila cairan oral tidak dapat diberikan oleh karena tidak mau minum, muntah atau nyeri perut yang berlebihan, maka cairan intravena rumatan perlu diberikan. Antipiretik kadang-kadang diperlukan, tetapi perlu diperhatikan bahwa antipiretik tidak dapat mengurangi lama ~demam pada 7BD. Parasetamoi direkomendasikan untuk pemberian atau dapat disederhanakan seperti tertera pada Tabel 1. Rasa haus dan keadaan dehidrasi dapat timbul sebagai akibat demam tinggi,anoreksia dan muntah. Jenis minuman yang dianjurkan adalah jus buah, air teh manis, sirup, susu, serta larutan oralit. Pasien perlu diberikan minum 50 ml/kg BB dalam 4-6 jam pertama. Setelah keadaan dehidrasi dapat diatasi anak diberikan cairan rumatan 80-100 ml/kg BB dalam 24 jam berikutnya. Bayi yang masih minum asi, tetap harus diberikan disamping larutan oiarit. Bila terjadi kejang demam, disamping antipiretik diberikan antikonvulsif selama demam.

KELOMPOK 5

Page 1

Tetesan dalam 24-28 jam berikutnya harus selalu disesuaikan dengan tanda vital. Hematokrit harus diperiksa minimal satu kali sejak hari sakit ketiga sampai suhu normal kembali. Cairan intravena diperlukan. Penggantian volume cairan harus adekuat. ditakutkan terjadinya dehidrasi sehingga mempercepat terjadinya syok. Bila terdapat asidosis. ahli dengan estimasi nilai Ht = 3 x kadar Hb 2. Secara umum volume yang dibutuhkan adalah jumlah cairan rumatan ditambah 5-8%. Bila sarana pemeriksaan hematokrit tidak tersedia. yang terjadi pada fase penurunan suhu (fase a-febris. Periode kritis adalah waktu transisi. sedangkan pada kasus syok mungkin lebih sering (setiap 30-60 menit). Apabila terdapat hemokonsentrasi 20% atau lebih maka komposisi jenis cairan yang diberikan harus sama dengan plasma. (2) Nilai hematokrit cenderung meningkat pada pemeriksaan berkala. penggantian cairan harus diberikan dengan bijaksana dan berhati-hati. dianjurkan cairan glukosa 5% di dalam larutan NaCl 0. Jumlah cairan yang diberikan tergantung dari derajat dehidrasi dankehilangan elektrolit. Penggantian volume Plasma Dasar patogenesis DBD adalah perembesan plasma. fase syok) maka dasar pengobatannya adalah penggantian volume plasma yang hilang.45%. Volume dan komposisi cairan yang KELOMPOK 5 Page 2 . apabila (1) Anak terus menerus muntah. demam tinggi sehingga tidak rnungkin diberikan minum per oral. Hemokonsentrasi pada umumnya terjadi sebelum dijumpai perubahan tekanan darah dan tekanan nadi.KEPERAWATAN ANAK 1 Pasien harus diawasi ketat terhadap kejadian syok yang mungkin terjadi. Pemeriksaan kadar hematokrit berkala merupakan pemeriksaan laboratorium yang terbaik untuk pengawasan hasil pemberian cairan yaitu menggambarkan derajat kebocoran plasma dan pedoman kebutuhan cairan intravena. kadar hematokrit. pemeriksaan hemoglobin dapat dipergunakan sebagai alternatif walaupun tidak terlalu sensitif. seminimal mungkin mencukupi kebocoran plasma. Untuk Puskesmas yang tidak ada alat pemeriksaan Ht. diberikan natrium bikarbonat 7. dan jumlah volume urin. dapat dipertimbangkandengan menggunakan Hb.46% 1-2 ml/kgBB intravena bolus perlahan-lahan. Walaupun demikian. fase krisis. Kebutuhan cairan awal dihitung untuk 2-3 jam pertama. tidak mau minum. yaitu saat suhu turun pada umumnya hari ke 3-5 fase demam.

Pasien harus dirawat dan segera diobati bila dijumpai tanda-tanda syok yaitu gelisah. yang dapat diketahui dari pemantauan kadar hematokrit. kebutuhan cairan disesuaikan dengan berat badan ideal untuk anak umur yang sama. Jumlah cairan rumatan diperhitungkan 24 jam. Apabila pada saat itu cairan tidak dikurangi. saat terjadi reabsorbsi cairan ekstravaskular kembali kedalam intravaskuler. Perembesan plasma berhenti ketika memasuki fase penyembuhan. oliguri. 3. Pada anak gemuk. seperti tertera pada tabel 2 dibawah ini. bibir sianosis. Jenis Cairan (rekomendasi WHO) KELOMPOK 5 Page 3 . Pemilihan jenis dan volume cairan yang diperlukan tergantung dari umur danberat badan pasien serta derajat kehilangan plasma. letargi/lemah. dan peningkatan mendadak dari kadar hematokrit atau kadar hematokrit meningkat terus menerus walaupun telah diberi cairan intravena. Kebutuhan cairan rumatan dapat diperhitungan dari tabel 3 berikut.KEPERAWATAN ANAK 1 diperlukan sesuai cairan untuk dehidrasi pada diare ringan sampai sedang. yang sesuai dengan derajat hemokonsentrasi. ekstrimitas dingin. Oleh karena perembesan plasma tidak konstan (perembesam plasma terjadi lebih cepat pada saat suhu turun). maka volume cairan pengganti harus disesuaikan dengan kecepatan dankehilangan plasma. maka cairan rumatan adalah 1500+(20x20) =1900 ml. tekanan nadi menyempit (20mmHg atau kurang) atau hipotensi. Penggantian volume yang berlebihan dan terus menerus setelah plasma terhenti perlu mendapat perhatian. Misalnya untuk anak berat badan 40 kg. yaitu cairan rumatan + defisit 6% (5 sampai 8%). akan menyebabkan edema paru dandistres pernafasan. dannadi lemah.

Surface cooling d. Venobarbital (luminal) (TH Rampengan. jangan diberikan golongan salisilat karena dapat menyebabkan bertambahnya pendarahan. a. pengobatannya hanya bersifat simtiomatis dan suportif. 1993) KELOMPOK 5 Page 4 . Pasien anak akan cepat mengalami syek dansembuh kembali bila diobati segera dalam 48 jam. anoreksia dan muntah. Pemberian cairan yang cukup Cairan diberikan untuk mengurangi rasa haus dan dehidrasi akibat dari demam tinggi. Demam berdarah dengue tanpa disertai pendarahan. Cairan pengganti adalah pengobatan yang utama yang berguna untuk memperbaiki kekurangan volume plasma. Dan tekanan nadi <20 mm Hg segera berikan cairan kristaloid sebanyak 20 ml/kg BB/jam seiama 30 menit. o Larutan ringer laktat (RL) o Larutan ringer asetat (RA) o Larutan garam faali (GF) o Dekstrosa 5% dalam larutan ringer laktat (D5/RL) o Dekstrosa 5% dalam larutan ringer asetat (D5/RA) o Dekstrosa 5% dalam 1/2 larutan garam faali (D5/1/2LGF) (Catatan:Untuk resusitasi syok dipergunakan larutan RL atau RA tidak boleh larutan yang mengandung dekstran) Koloid. Pada beberapa penderita dapat diberikan oralit.KEPERAWATAN ANAK 1 Kristaloid. b. Diazenam (valium) b. c. Anticonfulsan Bila penderita mengalami kejang. bila syok teratasi turunkan menjadi 10 ml/kgBB. Penderita perlu diberi minum sebanyak mungkin (1-2 liter dalam 24 jam) berupa air the dengan gula sirup atau susu. dapat diberikan : a. o Dkstran 40 o Plasma o Albumin Sindrom Syok Dengue Syok merupakan Keadaan kegawatan. Pada penderita SSD dengan tensi tak terukur. Antipiretik Seperti golongan acetamenoven (paracetamol).

untuk anak dengan BB < 25 Kg 75 ml/KgBB/24 jam. o 60 mL/Kg BB/24 jam untuk anak dengan BB 31-40 Kg. Grade III a. Untuk kasus yang menunjukkan gejala dehidrasi disarankan minum sebnyak-banyaknya dan sesering mungkin. untuk anak dengan BB 31-40 kg 50 ml/KgBB/24 jam. Grade I dan II : Oral ad libitum atau Infus cairan Ringer Laktat dengan dosis 75 ml/Kg BB/hari untuk anak dengan BB < 10 kg atau 50 ml/Kg BB/hari untuk anak dengan BB < 10 kg bersama-sama diberikan minuman oralit. Apabila anak tidak suka minum sama sekali sebaiknya jumlah cairan infus yang harus diberikan sesuai dengan kebutuhan cairan penderita dalam kurun waktu 24 jam yang diestimasikan sebagai berikut : o o o o o 100 ml/Kg BB/24 jam. darah 15 cc/kgBB/hari perdarahan hebat. KELOMPOK 5 Page 5 . untuk anak dengan BB 26-30 kg 60 ml/KgBB/24 jam. Perhitungan kebutuhan cairan dalam 24 jm diperhitungkan sebagai berikut : o 100 mL/Kg BB/24 jam untuk anak dengan BB < 25 Kg o 75 mL/Kg BB/24 jam untuk anak dng berat badan 26-30 Kg. antipiretik untuk anti panas. Dengan Renjatan .KEPERAWATAN ANAK 1 Belum atau tanpa renjatan: 1. Jika nadi dan tensi stabil lanjutkan infus tersebut dengan jumlah cairan dihitung berdasarkan kebutuhan cairan dalam kurun waktu 24 jam dikurangi cairan yang sudah masuk dibagi dengan sisa waktu ( 24 jam dikurangi waktu yang dipakai untuk mengatasi renjatan ). air buah atau susu secukupnya. untuk anak dengan BB 41-50 kg Obat-obatan lain : antibiotika apabila ada infeksi lain. 2. Berikan infus Ringer Laktat 20 mL/KgBB/1 jam Apabila menunjukkan perbaikan (tensi terukur lebih dari 80 mmHg dan nadi teraba dengan frekuensi kurang dari 120/mnt dan akral hangat) lanjutkan dengan Ringer Laktat 10 mL/KgBB/1jam.

3. biasanya ringer lactat. 5. Jika keadaan umum membai dilanjutkan cairan RL sebanyk kebutuhan cairan selama 24 jam dikurangi cairan yang sudah masuk dibagi sisa waktu setelah dapat mengatasi renjatan. sirup dan beri penderita sedikit oralit. akral dingin maka penderita tersebut memperoleh plasma atau plasma ekspander ( dextran L atau yang lainnya ) sebanyak 10 mL/ Kg BB/ 1 jam dan dapat diulang maksimal 30 mL/Kg BB dalam kurun waktu 24 jam. 2. b. korekter basa 28 mEq/liter . Apabila satu jam setelah pemberian cairan Ringer Laktat 10 mL/Kg BB/ 1 jam keadaan tensi menurun lagi. Diet makan lunak. teh manis. Monitor tanda-tanda vital tiap 3 jam (suhu. pernafasan) jika kondisi pasien memburuk. nadi.KEPERAWATAN ANAK 1 o 50 mL/Kg BB/24 jam untuk anak dengan BB 41-50 Kg. Minum banyak (2 – 2. observasi ketat tiap jam. Tirah baring atau istirahat baring. K+ 4 mEq/liter.5 liter/24 jam) dapat berupa : susu. pemberian cairan merupakan hal yang paling penting bagi penderita DHF. tetapi masih terukur kurang 80 mmHg dan nadi cepat lemah. akral dingin maka penderita tersebut harus memperoleh plasma atau plasma ekspander ( dextran L atau lainnya ) sebanyak 10 Ml/Kg BB/ 1 jam. Pada pasien renjatan : o Antibiotika o Kortikosteroid o Antikoagulasi Penatalaksanaan penderita dengan DHF adalah sebagai berikut : 1. NaCl Faali) merupakan cairan yang paling sering digunakan. Cl 109 mEq/liter dan Ca = 3 mEq/liter. tensi. 4. Apabila satu jam setelah pemakaian cairan RL 20 mL/Kg BB/1 jam keadaan tensi masih terukur kurang dari 80 mmHg dan andi cepat lemah. Dan dapat diulang maksimal 30 mg/Kg BB dalam kurun waktu 24 jam. c. nacl) ringer lactate merupakan cairan intra vena yang paling sering digunakan . Pemberian cairan intravena (biasanya ringer laktat. KELOMPOK 5 Page 6 . mengandung Na + 130 mEq/liter .

beri infus. observasi tanda vital tiap 3 jam . obsrvasi productie urin tiap jam.Pada kasus dengan renjatan pasien dirawat di perawatan intensif dan segera dipasang infus sebagai pengganti cairan yang hilang dan bila tidak tampak perbaikan diberikan plasma atau plasma ekspander atau dekstran sebanyak 20 – 30 ml/kg BB. Ht. Indikasi pemberian transfusi pada penderita DHF yaitu jika ada perdarahan yang jelas secara klinis dan abdomen yang makin tegang dengan penurunan Hb yang mencolok. PERAN PERAWATAN Pengawasan tanda – tanda vital secara kontinue tiap jam  Pemeriksaan Hb. pasang cateter. beri kompres  Pada pasien DHF derajat II : pengawasan tanda vital. 10. 8. Pantau jika terjadi: KELOMPOK 5 Page 7 . 10. 7.Monitor tanda-tanda dan renjatan meliputi keadaan umum. Thrombosit tiap 4 jam beri minum 1 ½ liter – 2 liter per hari. Apabila renjatan telah teratasi nadi sudah teraba jelas. tekanan darah menurun. Monitor tanda-tanda perdarahan lebih lanjut. 9. Pemberian obat antipiretik sebaiknya dari golongan asetaminopen.KEPERAWATAN ANAK 1 6. perhatikan gejala seperti nadi lemah. anuria dan sakit perut. perubahan tanda-tanda vital. pemeriksaan Hb. Ht dan trombosit setiap hari. Pemberian antibiotik bila terdapat kekuatiran infeksi sekunder. periksa Hb. Pemberian cairan intravena baik plasma maupun elektrolit dipertahankan 12 – 48 jam setelah renjatan teratasi. 11. beri o2 pengawasan tanda – tanda vital tiap 15 menit. Ht. Periksa Hb. hasil pemeriksaan laboratorium yang memburuk. posisi semi fowler. periksa Hb. Bila timbul kejang dapat diberikan Diazepam. tekanan sistolik 20 mmHg. Ht. kecepatan plasma biasanya dikurangi menjadi 10 ml/kg BB/jam. Ht dan thrombocyt. kecil dan cepat. Thrombocyt. Transfusi darah diberikan pada pasien dengan perdarahan gastrointestinal yang hebat. Trombocyt tiap 4 Jam  Observasi intik output  Pada pasienDHF derajat I : Pasien diistirahatkan. 12.  Pada pasien DHF derajat III : Infus guyur. amplitudo nadi cukup besar.

pengelolaan sampah padat. kolam. Epistaksis. kemudian strategi diperluas dengan menggunakan larvasida yang ditaburkan ke tempat penampungan air yang sulit dibersihkan. Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yang tepat. Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air seperti gentong air. Resiko Perdarahan o Obsevasi perdarahan : Pteckie. 1997). yaitu: 1.KEPERAWATAN ANAK 1 1. Hematomesis dan melena o Catat banyak. Peningkatan suhu tubuh o Observasi / Ukur suhu tubuh secara periodik o Beri minum banyak o Berikan kompres Pencegahan dan pengobatan alamiah penyakit DBD • Pencegahan Departemen kesehatan telah mengupayakan berbagai strategi dalam mengatasi kasus ini. dan lain-lain. vas bunga. Lingkungan : Metode lingkungan untuk mengendalikan nyamuk tersebut antara lain dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Kimiawi : Cara pengendalian ini antara lain dengan pengasapan (fogging) (dengan menggunakan malathion dan fenthion). Pencegahan penyakit DBD sangat tergantung pada pengendalian vektornya. Akan tetapi kedua metode tersebut sampai sekarang belum memperlihatkan hasil yang memuaskan. warna dari perdarahan o Pasang NGT pada pasien dengan perdarahan tractus Gastro Intestinal 2. Cara yang paling efektif dalam mencegah penyakit DBD adalah dengan KELOMPOK 5 Page 8 . yaitu nyamuk Aedes aegypti (Rozendaal JA.. modifikasi tempat perkembangbiakan nyamuk dan perbaikan desain rumah. berguna untuk mengurangi kemungkinan penularan sampai batas waktu tertentu. 2. Biologis : Pengendalian biologis antara lain dengan menggunakan ikan pemakan jentik. 3. Pada awalnya strategi yang digunakan adalah memberantas nyamuk dewasa melalui pengasapan.

Jika hal itu tidak dapat dilakukan. Lebih tinggi 10 kali dibandingkan dengan pepaya dan 10 sampai 30 kali dibandingkan dengan pisang. Bahkan saat ini tumbuhan bernama latin Imperata cylindrica (L) Beauv sudah sering diteliti secara ilmiah. Hasil penelitian tentang tanaman ini menyebutkan bahwa ada kandungan manitol. Pengobatan alamiah untuk DBD: 1. terutama dalam bentuk cairan. tak ada salahnya untuk memberikan jus jambu biji kepada pasien demam berdarah. Dengan kandungan-kandungan itu. penambahan dengan cairan intravena mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan.. glukosa. Sebab. Vitamin C ini terdapat dalam daging buahnya yang segar. yang disebut dengan 3M Plus. Selain itu juga melakukan beberapa plus seperti memelihara ikan pemakan jentik. Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum jus jambu biji bangkok. alang-alang bersifat antipiretik (menurunkan panas). menyemprot dengan insektisida. 2001). memasang obat nyamuk dan memeriksa jentik berkala sesuai dengan kondisi setempat (Deubel V et al. menggunakan kelambu pada waktu tidur. menguras dan mengubur barang-barang yang bisa dijadikan sarang nyamuk. menabur larvasida. Ini karena jambu biji merupakan sumber potassium yang baik. buah eksotis ini mengandung vitamin C yang sangat tinggi. Proses penyembuhan luka pun jadi lebih cepat. diuretik KELOMPOK 5 Page 9 .KEPERAWATAN ANAK 1 mengkombinasikan cara-cara di atas. menggunakan repellent. • Pengobatan Bagian terpenting dari pengobatannya adalah terapi suportif. Bijinya yang sering tidak dikonsumsi pun mengandung vitamin C seperti daging buahnya. Jambu biji : Walaupun khasiatnya belum teruji secara medis. Di samping itu. Sang pasien disarankan untuk menjaga penyerapan makanan. akan tetapi jambu biji kenyataannya dapat mengembalikan cairan intravena. Bahkan kandungan vitamin C di dalamnya bisa tiga sampai enam kali lebih tinggi dibanding buah jeruk. namun khasiatnya belum pernah dibuktikan secara medik. memasang kasa. Alang-alang : Tanaman liar yang sudah ribuan tahun dikenal masyarakat Cina ini bermanfaat untuk kesehatan.. malic acid. Berkat kandungan vitamin C dosis tinggi ini. Meskipun demikian kombinasi antara manajemen yang dilakukan secara medik dan alternatif harus tetap dipertimbangkan. kekebalan tubuh dalam melawan bakteri akan meningkat. yaitu menutup. 2. sakharosa. tekanan darah juga menjadi lebih baik berkat buah ini.

KEPERAWATAN ANAK 1 (meluruhkan kemih). flavonoid. Angkung hanya dikonsumsi oleh kaisar dan para petinggi di dataran Cina. stimulasi sirkulasi. penyakit hati. Ramuan alang-alang sebaiknya tidak diberikan kepada mereka yang fungsi lambungnya lemah dan sering buang air kecil. DIET PADA DHF KELOMPOK 5 Page 10 . radang otak. daun dewa. Sifat hemostatik yang bisa menghentikan pendarahan pada alang-alang dapat juga dimanfaatkan untuk mengatasi mimisan dan pendarahan di dalam. stroke. minyak asiri. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah bluntas cina. lambung. alang-alang memiliki sifat manis dan sejuk. sampai kejang dan kekurangan cairan tubuh seperti halnya dalam kasus demam berdarah. alang-alang bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit radang ginjal akut. atau samsit. Herbal yang satu ini dikenal kaya dengan berbagai kandungan kimia seperti saponin. Tanaman daun dewa berbentuk semak. 3. Angkung : "Obat kaisar" adalah julukan untuk angkung atau Angong. dan usus kecil. Di samping harganya yang mahal. dan usus kecil. Daun Dewa : Tumbuhan daun dewa bisa juga dipergunakan sebagai pengganti angkung bila harga pil tersebut dianggap terlalu mahal. Dengan kandungan kimia tersebut tumbuhan ini bermanfaat sebagai anticoagulant (mencairkan bekuan darah). lambung. dan menghilangkan haus. Sifat diuretik yang mengeluarkan cairan tubuh tak berguna ini juga berguna untuk mengontrol tekanan darah yang cenderung tinggi. sangat disayangkan harga angkung ternyata amat mahal. hemostatik (menghentikan pendarahan). Angkung diyakini oleh masyarakat Cina bisa membantu menyembuhkan penyakit radang selaput otak. Pengobatan Cina tradisional menyebutkan. membersihkan racun.. Di dalam tubuh akan menyusup ke dalam organ paru-paru. Namun. dan tanin. Dengan sifat diuretik yang melancarkan air kencing. Angkung baru terasa khasiatnya untuk mengatasi penyakit berat setelah diminum secara teratur 6 sampai 8 butir pil setiap hari 4. menghentikan perdarahan. Efek pengobatan tanaman ini memasuki meridian paru-paru. manfaat angkung tidak langsung terasa setelah minum satu atau dua butir. menghilangkan panas. Daun adalah bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat.

Jumlah trombosit cenderung naik > 50. Hematokrit stabil 5.go. memenuhi semua keadaan dibawah ini 1. o Anjurkan pasien untuk meningkatkan intake Fe o Anjurkan pasien untuk meningkatkan protein dan vitamin C o Yakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk mencegah konstipasi o Kreteria Memulangkan Pasien Pasien dapat dipulang apabila.Tampak perbaikan secara klinis 2.Tidak demam 24 jam tanpa antipiretik 3. Nafsu makan membaik Reverensi http://depkes.000/pl 6. Tiga hari setelah syok teratasi 7.Tidak dijumpai distres pernafasan (disebabkan oleh efusi pleura atau asidosis) 4. Dengan aliran lancar maka pecahnya pembuluh darah akibat darah yang mengental dapat dicegah.pdf KELOMPOK 5 Page 11 .KEPERAWATAN ANAK 1 o Komposisi mineral air kelapa yang unik membuatnya cocok sebagai minuman isotonik alami lantaran komposisi mineral dan gulanya amat sempurna.id/downloads/Tata%20Laksana%20DBD. o Pantas bila air buah anggota famili Palmae itu berfungsi sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang dan mengencerkan darah sehingga alirannya lancar.