P. 1
Penatalaksanaan Medis Dhf Anak

Penatalaksanaan Medis Dhf Anak

|Views: 478|Likes:
Published by Mutmainah Ayu

More info:

Published by: Mutmainah Ayu on Dec 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/07/2014

pdf

text

original

KEPERAWATAN ANAK 1

PENATALAKSANAAN MEDIS Pada dasarnya pengobatan pasien Dengue Haemoragic Fever (DHF) bersifat simtomatis dan suportif (Ngastiyah, 1995 ; 344). Dengue Haemoragic Fever (DHF) ringan tidak perlu dirawat, Dengue Haemoragic Fever (DHF) sedang kadang – kadang tidak memerlukan perawatan, apabila orang tua dapat diikutsertakan dalam pengawasan penderita di rumah dengan kewaspadaan terjadinya syok yaitu perburukan gejala klinik pada hari 3-7 sakit ( Purnawan dkk, 1995 ; 571) Indikasi rawat inap pada dugaan infeksi virus dengue yaitu:
o

Panas 1-2 hari disertai dehidrasi (karena panas, muntah, masukan kurang) atau Panas 3-5 hari disertai nyeri perut, pembesaran hati uji torniquet positif/negatif, kesan Panas disertai perdarahan- perdarahan.

kejang–kejang.
o

sakit keras (tidak mau bermain), Hb dan Ht/PCV meningkat.
o

o Panas disertai renjatan. (UPF IKA, 1994 ; 203) 1. Fase Demam Tatalaksana DBD fase demam tidak berbeda dengan tatalaksana DD, bersifat simtomatik dan suportif yaitu pemberian cairan oral untuk mencegah dehidrasi. Apabila cairan oral tidak dapat diberikan oleh karena tidak mau minum, muntah atau nyeri perut yang berlebihan, maka cairan intravena rumatan perlu diberikan. Antipiretik kadang-kadang diperlukan, tetapi perlu diperhatikan bahwa antipiretik tidak dapat mengurangi lama ~demam pada 7BD. Parasetamoi direkomendasikan untuk pemberian atau dapat disederhanakan seperti tertera pada Tabel 1. Rasa haus dan keadaan dehidrasi dapat timbul sebagai akibat demam tinggi,anoreksia dan muntah. Jenis minuman yang dianjurkan adalah jus buah, air teh manis, sirup, susu, serta larutan oralit. Pasien perlu diberikan minum 50 ml/kg BB dalam 4-6 jam pertama. Setelah keadaan dehidrasi dapat diatasi anak diberikan cairan rumatan 80-100 ml/kg BB dalam 24 jam berikutnya. Bayi yang masih minum asi, tetap harus diberikan disamping larutan oiarit. Bila terjadi kejang demam, disamping antipiretik diberikan antikonvulsif selama demam.

KELOMPOK 5

Page 1

(2) Nilai hematokrit cenderung meningkat pada pemeriksaan berkala. seminimal mungkin mencukupi kebocoran plasma. Secara umum volume yang dibutuhkan adalah jumlah cairan rumatan ditambah 5-8%. Jumlah cairan yang diberikan tergantung dari derajat dehidrasi dankehilangan elektrolit. penggantian cairan harus diberikan dengan bijaksana dan berhati-hati. fase syok) maka dasar pengobatannya adalah penggantian volume plasma yang hilang. Bila sarana pemeriksaan hematokrit tidak tersedia. ahli dengan estimasi nilai Ht = 3 x kadar Hb 2. Apabila terdapat hemokonsentrasi 20% atau lebih maka komposisi jenis cairan yang diberikan harus sama dengan plasma. Hemokonsentrasi pada umumnya terjadi sebelum dijumpai perubahan tekanan darah dan tekanan nadi.45%. demam tinggi sehingga tidak rnungkin diberikan minum per oral. Tetesan dalam 24-28 jam berikutnya harus selalu disesuaikan dengan tanda vital. tidak mau minum. pemeriksaan hemoglobin dapat dipergunakan sebagai alternatif walaupun tidak terlalu sensitif. apabila (1) Anak terus menerus muntah. yang terjadi pada fase penurunan suhu (fase a-febris. fase krisis. sedangkan pada kasus syok mungkin lebih sering (setiap 30-60 menit). Cairan intravena diperlukan. Untuk Puskesmas yang tidak ada alat pemeriksaan Ht.KEPERAWATAN ANAK 1 Pasien harus diawasi ketat terhadap kejadian syok yang mungkin terjadi. dapat dipertimbangkandengan menggunakan Hb. diberikan natrium bikarbonat 7. ditakutkan terjadinya dehidrasi sehingga mempercepat terjadinya syok. Walaupun demikian. Kebutuhan cairan awal dihitung untuk 2-3 jam pertama. Hematokrit harus diperiksa minimal satu kali sejak hari sakit ketiga sampai suhu normal kembali. Volume dan komposisi cairan yang KELOMPOK 5 Page 2 . Bila terdapat asidosis. kadar hematokrit. Penggantian volume cairan harus adekuat. yaitu saat suhu turun pada umumnya hari ke 3-5 fase demam. Pemeriksaan kadar hematokrit berkala merupakan pemeriksaan laboratorium yang terbaik untuk pengawasan hasil pemberian cairan yaitu menggambarkan derajat kebocoran plasma dan pedoman kebutuhan cairan intravena.46% 1-2 ml/kgBB intravena bolus perlahan-lahan. Periode kritis adalah waktu transisi. Penggantian volume Plasma Dasar patogenesis DBD adalah perembesan plasma. dianjurkan cairan glukosa 5% di dalam larutan NaCl 0. dan jumlah volume urin.

yaitu cairan rumatan + defisit 6% (5 sampai 8%). Oleh karena perembesan plasma tidak konstan (perembesam plasma terjadi lebih cepat pada saat suhu turun). ekstrimitas dingin. seperti tertera pada tabel 2 dibawah ini. maka volume cairan pengganti harus disesuaikan dengan kecepatan dankehilangan plasma. Penggantian volume yang berlebihan dan terus menerus setelah plasma terhenti perlu mendapat perhatian. oliguri.KEPERAWATAN ANAK 1 diperlukan sesuai cairan untuk dehidrasi pada diare ringan sampai sedang. Pemilihan jenis dan volume cairan yang diperlukan tergantung dari umur danberat badan pasien serta derajat kehilangan plasma. Jumlah cairan rumatan diperhitungkan 24 jam. saat terjadi reabsorbsi cairan ekstravaskular kembali kedalam intravaskuler. akan menyebabkan edema paru dandistres pernafasan. yang dapat diketahui dari pemantauan kadar hematokrit. 3. Kebutuhan cairan rumatan dapat diperhitungan dari tabel 3 berikut. bibir sianosis. dan peningkatan mendadak dari kadar hematokrit atau kadar hematokrit meningkat terus menerus walaupun telah diberi cairan intravena. Pada anak gemuk. dannadi lemah. Pasien harus dirawat dan segera diobati bila dijumpai tanda-tanda syok yaitu gelisah. yang sesuai dengan derajat hemokonsentrasi. tekanan nadi menyempit (20mmHg atau kurang) atau hipotensi. Apabila pada saat itu cairan tidak dikurangi. maka cairan rumatan adalah 1500+(20x20) =1900 ml. Jenis Cairan (rekomendasi WHO) KELOMPOK 5 Page 3 . letargi/lemah. Perembesan plasma berhenti ketika memasuki fase penyembuhan. Misalnya untuk anak berat badan 40 kg. kebutuhan cairan disesuaikan dengan berat badan ideal untuk anak umur yang sama.

b. anoreksia dan muntah. Surface cooling d. a. Penderita perlu diberi minum sebanyak mungkin (1-2 liter dalam 24 jam) berupa air the dengan gula sirup atau susu. dapat diberikan : a.KEPERAWATAN ANAK 1 Kristaloid. 1993) KELOMPOK 5 Page 4 . Pasien anak akan cepat mengalami syek dansembuh kembali bila diobati segera dalam 48 jam. o Dkstran 40 o Plasma o Albumin Sindrom Syok Dengue Syok merupakan Keadaan kegawatan. Pemberian cairan yang cukup Cairan diberikan untuk mengurangi rasa haus dan dehidrasi akibat dari demam tinggi. Antipiretik Seperti golongan acetamenoven (paracetamol). pengobatannya hanya bersifat simtiomatis dan suportif. Demam berdarah dengue tanpa disertai pendarahan. Pada penderita SSD dengan tensi tak terukur. Venobarbital (luminal) (TH Rampengan. Anticonfulsan Bila penderita mengalami kejang. Diazenam (valium) b. c. Dan tekanan nadi <20 mm Hg segera berikan cairan kristaloid sebanyak 20 ml/kg BB/jam seiama 30 menit. bila syok teratasi turunkan menjadi 10 ml/kgBB. o Larutan ringer laktat (RL) o Larutan ringer asetat (RA) o Larutan garam faali (GF) o Dekstrosa 5% dalam larutan ringer laktat (D5/RL) o Dekstrosa 5% dalam larutan ringer asetat (D5/RA) o Dekstrosa 5% dalam 1/2 larutan garam faali (D5/1/2LGF) (Catatan:Untuk resusitasi syok dipergunakan larutan RL atau RA tidak boleh larutan yang mengandung dekstran) Koloid. jangan diberikan golongan salisilat karena dapat menyebabkan bertambahnya pendarahan. Cairan pengganti adalah pengobatan yang utama yang berguna untuk memperbaiki kekurangan volume plasma. Pada beberapa penderita dapat diberikan oralit.

untuk anak dengan BB 26-30 kg 60 ml/KgBB/24 jam. untuk anak dengan BB < 25 Kg 75 ml/KgBB/24 jam. Grade I dan II : Oral ad libitum atau Infus cairan Ringer Laktat dengan dosis 75 ml/Kg BB/hari untuk anak dengan BB < 10 kg atau 50 ml/Kg BB/hari untuk anak dengan BB < 10 kg bersama-sama diberikan minuman oralit. KELOMPOK 5 Page 5 . antipiretik untuk anti panas. Berikan infus Ringer Laktat 20 mL/KgBB/1 jam Apabila menunjukkan perbaikan (tensi terukur lebih dari 80 mmHg dan nadi teraba dengan frekuensi kurang dari 120/mnt dan akral hangat) lanjutkan dengan Ringer Laktat 10 mL/KgBB/1jam. Jika nadi dan tensi stabil lanjutkan infus tersebut dengan jumlah cairan dihitung berdasarkan kebutuhan cairan dalam kurun waktu 24 jam dikurangi cairan yang sudah masuk dibagi dengan sisa waktu ( 24 jam dikurangi waktu yang dipakai untuk mengatasi renjatan ). 2. o 60 mL/Kg BB/24 jam untuk anak dengan BB 31-40 Kg.KEPERAWATAN ANAK 1 Belum atau tanpa renjatan: 1. air buah atau susu secukupnya. Dengan Renjatan . Grade III a. Untuk kasus yang menunjukkan gejala dehidrasi disarankan minum sebnyak-banyaknya dan sesering mungkin. darah 15 cc/kgBB/hari perdarahan hebat. Perhitungan kebutuhan cairan dalam 24 jm diperhitungkan sebagai berikut : o 100 mL/Kg BB/24 jam untuk anak dengan BB < 25 Kg o 75 mL/Kg BB/24 jam untuk anak dng berat badan 26-30 Kg. Apabila anak tidak suka minum sama sekali sebaiknya jumlah cairan infus yang harus diberikan sesuai dengan kebutuhan cairan penderita dalam kurun waktu 24 jam yang diestimasikan sebagai berikut : o o o o o 100 ml/Kg BB/24 jam. untuk anak dengan BB 41-50 kg Obat-obatan lain : antibiotika apabila ada infeksi lain. untuk anak dengan BB 31-40 kg 50 ml/KgBB/24 jam.

tetapi masih terukur kurang 80 mmHg dan nadi cepat lemah. K+ 4 mEq/liter. 2. KELOMPOK 5 Page 6 . Jika keadaan umum membai dilanjutkan cairan RL sebanyk kebutuhan cairan selama 24 jam dikurangi cairan yang sudah masuk dibagi sisa waktu setelah dapat mengatasi renjatan. Diet makan lunak. teh manis. korekter basa 28 mEq/liter . mengandung Na + 130 mEq/liter . nacl) ringer lactate merupakan cairan intra vena yang paling sering digunakan . akral dingin maka penderita tersebut memperoleh plasma atau plasma ekspander ( dextran L atau yang lainnya ) sebanyak 10 mL/ Kg BB/ 1 jam dan dapat diulang maksimal 30 mL/Kg BB dalam kurun waktu 24 jam. pemberian cairan merupakan hal yang paling penting bagi penderita DHF. Tirah baring atau istirahat baring. b. Apabila satu jam setelah pemakaian cairan RL 20 mL/Kg BB/1 jam keadaan tensi masih terukur kurang dari 80 mmHg dan andi cepat lemah. pernafasan) jika kondisi pasien memburuk. Dan dapat diulang maksimal 30 mg/Kg BB dalam kurun waktu 24 jam.KEPERAWATAN ANAK 1 o 50 mL/Kg BB/24 jam untuk anak dengan BB 41-50 Kg. Minum banyak (2 – 2. Pada pasien renjatan : o Antibiotika o Kortikosteroid o Antikoagulasi Penatalaksanaan penderita dengan DHF adalah sebagai berikut : 1. 5. Monitor tanda-tanda vital tiap 3 jam (suhu. NaCl Faali) merupakan cairan yang paling sering digunakan. Cl 109 mEq/liter dan Ca = 3 mEq/liter. 4. Apabila satu jam setelah pemberian cairan Ringer Laktat 10 mL/Kg BB/ 1 jam keadaan tensi menurun lagi. 3. observasi ketat tiap jam. c. nadi. biasanya ringer lactat. sirup dan beri penderita sedikit oralit. Pemberian cairan intravena (biasanya ringer laktat. tensi.5 liter/24 jam) dapat berupa : susu. akral dingin maka penderita tersebut harus memperoleh plasma atau plasma ekspander ( dextran L atau lainnya ) sebanyak 10 Ml/Kg BB/ 1 jam.

7. hasil pemeriksaan laboratorium yang memburuk. perubahan tanda-tanda vital. observasi tanda vital tiap 3 jam . Ht. Monitor tanda-tanda perdarahan lebih lanjut. beri kompres  Pada pasien DHF derajat II : pengawasan tanda vital. 8. pemeriksaan Hb. 12. PERAN PERAWATAN Pengawasan tanda – tanda vital secara kontinue tiap jam  Pemeriksaan Hb. Pemberian antibiotik bila terdapat kekuatiran infeksi sekunder. Ht. Ht dan trombosit setiap hari. perhatikan gejala seperti nadi lemah. amplitudo nadi cukup besar. pasang cateter.Pada kasus dengan renjatan pasien dirawat di perawatan intensif dan segera dipasang infus sebagai pengganti cairan yang hilang dan bila tidak tampak perbaikan diberikan plasma atau plasma ekspander atau dekstran sebanyak 20 – 30 ml/kg BB.Monitor tanda-tanda dan renjatan meliputi keadaan umum.  Pada pasien DHF derajat III : Infus guyur. Ht dan thrombocyt. periksa Hb. beri infus. Pemberian obat antipiretik sebaiknya dari golongan asetaminopen. Ht. tekanan darah menurun. Indikasi pemberian transfusi pada penderita DHF yaitu jika ada perdarahan yang jelas secara klinis dan abdomen yang makin tegang dengan penurunan Hb yang mencolok.KEPERAWATAN ANAK 1 6. kecepatan plasma biasanya dikurangi menjadi 10 ml/kg BB/jam. periksa Hb. beri o2 pengawasan tanda – tanda vital tiap 15 menit. 10. 11. 9. kecil dan cepat. anuria dan sakit perut. obsrvasi productie urin tiap jam. Pemberian cairan intravena baik plasma maupun elektrolit dipertahankan 12 – 48 jam setelah renjatan teratasi. Bila timbul kejang dapat diberikan Diazepam. Periksa Hb. 10. Transfusi darah diberikan pada pasien dengan perdarahan gastrointestinal yang hebat. Thrombosit tiap 4 jam beri minum 1 ½ liter – 2 liter per hari. posisi semi fowler. Apabila renjatan telah teratasi nadi sudah teraba jelas. Thrombocyt. tekanan sistolik 20 mmHg. Trombocyt tiap 4 Jam  Observasi intik output  Pada pasienDHF derajat I : Pasien diistirahatkan. Pantau jika terjadi: KELOMPOK 5 Page 7 .

KEPERAWATAN ANAK 1 1. modifikasi tempat perkembangbiakan nyamuk dan perbaikan desain rumah. Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yang tepat. 3. yaitu: 1. Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air seperti gentong air. Peningkatan suhu tubuh o Observasi / Ukur suhu tubuh secara periodik o Beri minum banyak o Berikan kompres Pencegahan dan pengobatan alamiah penyakit DBD • Pencegahan Departemen kesehatan telah mengupayakan berbagai strategi dalam mengatasi kasus ini. kolam. Kimiawi : Cara pengendalian ini antara lain dengan pengasapan (fogging) (dengan menggunakan malathion dan fenthion). Epistaksis. Pencegahan penyakit DBD sangat tergantung pada pengendalian vektornya. warna dari perdarahan o Pasang NGT pada pasien dengan perdarahan tractus Gastro Intestinal 2. vas bunga. berguna untuk mengurangi kemungkinan penularan sampai batas waktu tertentu.. Pada awalnya strategi yang digunakan adalah memberantas nyamuk dewasa melalui pengasapan. 2. yaitu nyamuk Aedes aegypti (Rozendaal JA. pengelolaan sampah padat. Cara yang paling efektif dalam mencegah penyakit DBD adalah dengan KELOMPOK 5 Page 8 . dan lain-lain. Hematomesis dan melena o Catat banyak. kemudian strategi diperluas dengan menggunakan larvasida yang ditaburkan ke tempat penampungan air yang sulit dibersihkan. Resiko Perdarahan o Obsevasi perdarahan : Pteckie. 1997). Akan tetapi kedua metode tersebut sampai sekarang belum memperlihatkan hasil yang memuaskan. Biologis : Pengendalian biologis antara lain dengan menggunakan ikan pemakan jentik. Lingkungan : Metode lingkungan untuk mengendalikan nyamuk tersebut antara lain dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

terutama dalam bentuk cairan. 2001).. namun khasiatnya belum pernah dibuktikan secara medik. buah eksotis ini mengandung vitamin C yang sangat tinggi. yaitu menutup. Selain itu juga melakukan beberapa plus seperti memelihara ikan pemakan jentik. • Pengobatan Bagian terpenting dari pengobatannya adalah terapi suportif. Lebih tinggi 10 kali dibandingkan dengan pepaya dan 10 sampai 30 kali dibandingkan dengan pisang. Bahkan kandungan vitamin C di dalamnya bisa tiga sampai enam kali lebih tinggi dibanding buah jeruk. Vitamin C ini terdapat dalam daging buahnya yang segar. malic acid. 2. Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum jus jambu biji bangkok. yang disebut dengan 3M Plus. Meskipun demikian kombinasi antara manajemen yang dilakukan secara medik dan alternatif harus tetap dipertimbangkan. alang-alang bersifat antipiretik (menurunkan panas). menggunakan kelambu pada waktu tidur. Proses penyembuhan luka pun jadi lebih cepat. Di samping itu. Ini karena jambu biji merupakan sumber potassium yang baik. glukosa. kekebalan tubuh dalam melawan bakteri akan meningkat.. Jambu biji : Walaupun khasiatnya belum teruji secara medis. memasang obat nyamuk dan memeriksa jentik berkala sesuai dengan kondisi setempat (Deubel V et al. tak ada salahnya untuk memberikan jus jambu biji kepada pasien demam berdarah. memasang kasa. tekanan darah juga menjadi lebih baik berkat buah ini. Pengobatan alamiah untuk DBD: 1. Dengan kandungan-kandungan itu. menggunakan repellent. diuretik KELOMPOK 5 Page 9 . akan tetapi jambu biji kenyataannya dapat mengembalikan cairan intravena. Sebab. Sang pasien disarankan untuk menjaga penyerapan makanan. menguras dan mengubur barang-barang yang bisa dijadikan sarang nyamuk. Bijinya yang sering tidak dikonsumsi pun mengandung vitamin C seperti daging buahnya. Berkat kandungan vitamin C dosis tinggi ini. Alang-alang : Tanaman liar yang sudah ribuan tahun dikenal masyarakat Cina ini bermanfaat untuk kesehatan. penambahan dengan cairan intravena mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan.KEPERAWATAN ANAK 1 mengkombinasikan cara-cara di atas. sakharosa. menyemprot dengan insektisida. menabur larvasida. Bahkan saat ini tumbuhan bernama latin Imperata cylindrica (L) Beauv sudah sering diteliti secara ilmiah. Jika hal itu tidak dapat dilakukan. Hasil penelitian tentang tanaman ini menyebutkan bahwa ada kandungan manitol.

lambung. Namun. dan tanin. Di samping harganya yang mahal. alang-alang memiliki sifat manis dan sejuk. 3. Efek pengobatan tanaman ini memasuki meridian paru-paru. Pengobatan Cina tradisional menyebutkan. manfaat angkung tidak langsung terasa setelah minum satu atau dua butir. daun dewa. dan menghilangkan haus. alang-alang bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit radang ginjal akut. Sifat hemostatik yang bisa menghentikan pendarahan pada alang-alang dapat juga dimanfaatkan untuk mengatasi mimisan dan pendarahan di dalam. lambung. Daun adalah bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat. Angkung diyakini oleh masyarakat Cina bisa membantu menyembuhkan penyakit radang selaput otak. Dengan sifat diuretik yang melancarkan air kencing.KEPERAWATAN ANAK 1 (meluruhkan kemih). Sifat diuretik yang mengeluarkan cairan tubuh tak berguna ini juga berguna untuk mengontrol tekanan darah yang cenderung tinggi. menghilangkan panas. radang otak. menghentikan perdarahan. Di dalam tubuh akan menyusup ke dalam organ paru-paru. Angkung : "Obat kaisar" adalah julukan untuk angkung atau Angong. membersihkan racun. sangat disayangkan harga angkung ternyata amat mahal. Daun Dewa : Tumbuhan daun dewa bisa juga dipergunakan sebagai pengganti angkung bila harga pil tersebut dianggap terlalu mahal. DIET PADA DHF KELOMPOK 5 Page 10 . Angkung hanya dikonsumsi oleh kaisar dan para petinggi di dataran Cina. Herbal yang satu ini dikenal kaya dengan berbagai kandungan kimia seperti saponin. minyak asiri. Dengan kandungan kimia tersebut tumbuhan ini bermanfaat sebagai anticoagulant (mencairkan bekuan darah). Tanaman daun dewa berbentuk semak. Angkung baru terasa khasiatnya untuk mengatasi penyakit berat setelah diminum secara teratur 6 sampai 8 butir pil setiap hari 4. stimulasi sirkulasi. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah bluntas cina. atau samsit. hemostatik (menghentikan pendarahan). sampai kejang dan kekurangan cairan tubuh seperti halnya dalam kasus demam berdarah. flavonoid. dan usus kecil. stroke. Ramuan alang-alang sebaiknya tidak diberikan kepada mereka yang fungsi lambungnya lemah dan sering buang air kecil.. penyakit hati. dan usus kecil.

Tiga hari setelah syok teratasi 7. Jumlah trombosit cenderung naik > 50.go.pdf KELOMPOK 5 Page 11 . Nafsu makan membaik Reverensi http://depkes.KEPERAWATAN ANAK 1 o Komposisi mineral air kelapa yang unik membuatnya cocok sebagai minuman isotonik alami lantaran komposisi mineral dan gulanya amat sempurna.Tidak demam 24 jam tanpa antipiretik 3. o Anjurkan pasien untuk meningkatkan intake Fe o Anjurkan pasien untuk meningkatkan protein dan vitamin C o Yakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk mencegah konstipasi o Kreteria Memulangkan Pasien Pasien dapat dipulang apabila. Hematokrit stabil 5. Dengan aliran lancar maka pecahnya pembuluh darah akibat darah yang mengental dapat dicegah.Tampak perbaikan secara klinis 2. memenuhi semua keadaan dibawah ini 1.000/pl 6. o Pantas bila air buah anggota famili Palmae itu berfungsi sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang dan mengencerkan darah sehingga alirannya lancar.id/downloads/Tata%20Laksana%20DBD.Tidak dijumpai distres pernafasan (disebabkan oleh efusi pleura atau asidosis) 4.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->