Pengaruh Intensitas Cahaya dan Suhu Terhadap Laju Fotosintesis

June 20th, 2010 | Author: ridwan.sy08

Tujuan : Melihat pengaruh suhu dan intensitas cahaya terhadap laju fotosintesis dengan mengukur banyaknya oksigen yang dikeluarkan. Pendahuluan : Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi laju fotosintesis adalah intensitas cahaya dan suhu. Terdapat beberapa pengertian cahaya menurut Isaac Newton adalah cahaya terdiri atas benda – benda / partikel kecil, menurut Hugens cahaya adalah gelombang dari eter dunia, sedangkan menurut Planck and Einstein cahaya adalah pertikel – partikel kecil yang sifat sifat materi dan Gelombang serta memiliki energi dinyatakan dengan kuantum. Pada intensitas cahaya rendah laju fotosintesis akan rendah namun bila semakin tinggi laju fotosintesis akan stagnan (tidak bergerak) karena stomata akam menutup pada daun yang juga mempengaruhi fotosintesis tidak dapat berlangsung, sehingga cahaya dan menjadi faktor pembatas. Puncak kegiatan fotosintesis sesuai dengan banyaknya sinar dan tingginya temperatur tinggi yaitu pada siang hari dan meururn pada sore hari. Pada dearah tropik bila sinar cukup , cukup namun suhu rendah maka fotosintesis akan terhambat, dapat dikatakan suhu sebgai faktor penghambat (Dwijosaputro.1989.)

Laporan Praktikum FOTOSINTESIS

BAB PENDAHULUAN

I

1.1 Latar Belakang

Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya, dan sintesis yang berarti menyusun.Jadi fotosintesis dapat diartikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia kompleks yang memerlukan energi cahaya. Sumber energi cahaya alami adalah matahari. Proses ini dapat berlangsung karena adanya suatu pigmen tertentu dengan bahan CO2 dan H2O. Cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing spektrum mempunyai panjang gelombang berbeda, sehingga pengaruhnya terhadap proses fotosintesis juga berbeda (Salisbury, 1995).

Tetapi yang menjadi faktor utama fotosintesis agar dapat berlangsung adalah cahaya.Fotosintesis merupakan suatu proses biologi yang kompleks. air. translokasi karbohidrat. konsentrasi CO2. proses ini menggunakan energi dan cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Berbeda dengan organisme heterotrof. hidup dan tumbuh dengan memasukan molekul-molekul organik ke dalam sel-selnya (Kimball. Ada juga yang mengartikan fotosintesis dengan suatu peristiwa pengolahan atau pemasakan makanan yang terjadi pada daun dengan bantuan cahaya matahari(Kimball. lalu mengamati pengaruh cahaya dan CO2 terhadap pembentukan . Organisasi dan fungsi suatu sel hidup bergantung pada persediaan energi yang tak hentihentinya. dan cahaya. Proses fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air (H2O). Organisme heterotrofik. 1. karena dalam proses pembentukan senyawa organiknya menggunakan energi yang berasal dari cahaya matahari(Kimball.2 Tujuan Tujuan percobaan tentang fotosintesis ini adalah untuk membuktikan bahwa dalam fotosintesis dihasilkan oksigen (O2). Organisme yang demikian disebut kemoautotrof. karena menggunakan zat – zat kimiawi dalam memproduksi senyawa organik dari senyawa nonorganik. umur daun. Fotosintesis sering didefinisikan sebagai suatu proses pembentukan karbohidrat dan karbondioksida serta air yang dilakukan sel-sel yang berklorofil dengan adanya cahaya matahari yang disebabkan oleh oksigen (O2). organisme autotrof menggunakan energi yang berasal dari oksidasi dan zat-zat organik tertentu. 1986). 1992). Sedangkan peristiwa fotosintesis sendiri dilakukan oleh organisme autotrof yang seringkali disebut dengan organisme fotoautotrof. 1992). seperti ragi dan kita sendiri. Sumber energi ini tersimpan dalam molekul-molekul organik seperti karbohidrat. dan karbondioksida (Kimball. 1992). diantaranya dengan memberi perlakuan variasi cahaya matahari yang berbeda pada daun tumbuhan dan mengujinya dengan larutan JKJ untuk memperoleh hasil dan data yang bervariasi antara daun tumbuhan sampel (Ellis. kloroplas mempunyai membran luar dan membran dalam. Seperti halnya mitokondria. 1992). suhu. Membran dalam mengelilingi suatu stroma yang mengandung enzim-enzim tang larut dalam struktur membran yang disebut tilakoid. Untuk mengetahui ada atau tidaknya amilum yang terdapat dalam proses fotosintesis dapat dilakukan dengan berbagai percobaan.

a. Ditandai A = dalam keadaan terbalik perlakuan dan (di dengan dalam label A. dimana setiap 100 ml air ditambahkan 2 ml NaHCO3 0. larutan 0. Dimasukkan beberapa cabang Hydrilla verticillata yang sehat sepanjang kira-kira 15 cm ke dalam corong kaca 2.25 % NaHCO3. 4. 2. bertempat di Laboratorium Dasar Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat. air kolam. alkohol 95 %. Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah Hydrilla verticillata. tabung reaksi. yang dan berisi E. Dimasukkan corong kaca (a) ke dalam beaker glass yang berisi medium. BAB II METODE PRAKTIKUM 2. 3.1 Waktu dan Tempat Praktikum fotosintesis ini berlangsung pada hari Senin tanggal 15 Desember 2008 pada pukul 13. bak B. juga kawat dan cutter. lampu spiritus/kompor. dengan posisi corong menghadap ke bawah. air. dan kertas karbon/aluminium foil. dan untuk mengetahui ada tidaknya simpanan amilum dalam jaringan daun yang diberi perlakuan cahaya matahari berbeda.30 WITA.oksigen pada proses fotosintesis.30–15.3 Prosedur kerja Fotosintesis 1.2 Alat dan Bahan Alat – alat yang digunakan dalam praktikum tentang fotosintesis ini adalah beaker glass. larutan JKJ. Daun tumbuhan segar. 2. C. corong kaca. air) : masing-masing Medium air dimana diletakkan didalam ruangan (tanpa cahaya) .25 %. kaki tiga dan penjepit. Ditutup bagian atas corong dengan tabung reaksi yang diusahakan dari sebagian besar medium. cawan petri.

Diamati timbulnya gelembung-gelembung gas yang muncul dari potongan cabang / ranting yang terjadi selama 5’. Hasil pengamatan atau data yang diperoleh ditampilkan dalam bentuk grafik. Banyaknya gelembung yang muncul per satuan waktu dapat digunakan sebagai petunjuk laju fotosintesis. Diulangi percobaan ini dengan menggunakan daun lain yang tidak diberi perlakuan air panas. 3. D = Medium air + larutan NaHCO3.d pagi hari III) 2. Dibuat pembahasan dan kesimpulan. Dipanaskan alkohol di dalam beaker glass kecil pada air mendidih (2) 4. Dimasukkan daun tumbuhan yang akan diuji ke dalam air panas (5 menit) sampai layu. 6. Pembentukan Karbohidrat pada Fotosintesis 1. 7.diletakkan didalam ruangan (tanpa cahaya) d. 10’ . B = Medium air dan diletakkan ditempat terbuka (cahaya) c. Ditutup sebagian daun tumbuhan yang belum kena sinar matahari dengan aluminium foil / kertas karbon dan dijepit selama 2 x 24 jam(sore hari I s. BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN . kemudian dalam alkohol panas (5 menit). C = Medium air + larutan NaHCO3. Dicuci daun tersebut dengan air panas dan kemudian dibentangkan dan diamati perubahan yang terjadi (amilum + JKJ memberikan warna biru sampai kehitam-hitaman). Direbus air dalam beaker glass sampai mendidih pada lampu spiritus/panci berisi air mendidih diatas kompor. diletakkan ditempat terbuka luar ruangan(cahaya) 5. 5.b. Dilakukan perhitungan sebanyak 3 kali dan mengambil rata-ratanya. Dicuci daun (4) tersebut dengan air panas dan memasukan kedalam larutan JKJ selama beberapa menit. dan 15’. 6.

intensitas cahaya yang terlalu tinggi akan merusak klorofil dan mengurangi kecepatan fotosintesis. Dalam hal ini penambahan larutan NaHCO3 dimaksudkan untuk menambah kandungan CO2 yang terdapat dalam air.3. 3. akibatnya penyerapan karbondioksida terhambat sehingga laju fotosintesis menurun. Intensitas cahaya Makin tinggi intensitas cahaya makin banyak energi yang terbentuk. Fungsi larutan NaHCO3 disini sebagai katalis dalam reaksi fotosintesis. Namun.2 Pembahasan Pada percobaan tentang proses fotosintesis. maka Hydrilla verticillata yang direndam akan mengeluarkan gelembung udara dalam jumlah yang relatif sangat sedikit. 2. Percobaan yang ditambah larutn NaHCO3 ternyata dapat mempercepat laju fotosintesis. Faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis : 1. dapat dilihat perbandingan banyak gelembung gas yang timbul.1 Data Hasil Pengamatan ------------------------------------------------------------------------------------------------- 3. sehingga mempercepat fotosintesis. Hydrilla verticillata dengan panjang yang telah ditentukan dimasukkan ke dalam corong kaca yang ditutup dengan tabung reaksi dan kemudian ke dalam beaker glass yang berisi air sampai penuh. . Ketersediaan air Kekurangan air menyebabkan daun layu dan stomata menutup. dengan persamaan reaksi sebagai berikut : NaHCO3 + H2O NaOH + CO2 + H2O Dari kedua tabel. Semakin tinggi Konsentrasi konsentrasi CO2 karbondioksida semakin meningkatkan laju (CO2) fotosintesis. sedangkan apabila diberi perlakuan dengan ditempatkan pada tempat yang tidak terdapat cahaya dengan lama pengamatan yang sama. apabila dilakukan perlakuan dengan memberikan cahaya pada Hydrilla verticillata tersebut akan menghasilkan gelembung udara yang banyak.

Daun yang semula berwarna hijau tua berubah menjadi hijau muda. Dengan kata lain. Memasukkan daun dalam alkohol bertujuan untuk melarutkan klorofil dan menjadikan amilum lebih mudah bereaksi dengan larutan JKJ. Memasukkan daun dalam alkohol bertujuan untuk melarutkan klorofil dan menjadikan amilum lebih mudah bereaksi dengan larutan JKJ. daun yang diberi perlakuan dengan dipanaskan pada air mendidih kemudian dimasukkan dalam alkohol panas mengakibatkan pigmen daun jadi luntur. sehingga daun tersebut tidak dapat melaksanakan fungsi fisiologisnya secara sempurna. Pada daun yang ditutupi oleh kertas karbon masih dapat melakukan respirasi dan transpirasi walaupun tidak mendapat sinar matahari yang cukup. hal ini jelas terlihat adanya amilum pada daun dengan jumlah yng sedikit.Menguji ada tidaknya amilum yang terdapat pada daun dilakukan dengan merebus daun pada air mendidih 30 menit. selama menjadikan sel-sel daun lebih permeabel terhadap iodium atau JKJ. Hal ini disebabkan karena kertas karbon mempunyai sifat memantulkan cahaya matahari sehingga fotosintesis tidak dpat berlangsung. Perebusan dilakukan agar sel dalam daun mati dan menjadikan sel-sel daun lebih permeabel terhadap larutan JKJ. Berbeda dengan daun yang tidak mendapat perlakuan. Setelah itu meletakkan daun pada cawan untuk ditetetsi permukaan daun dengan . Hal ini dimaksudkan agar ada tidaknya amilum pada daun dapat terlihat dengan jelas pada saat daun tersebut dicuci dengan larutan JKJ. Setelah itu meletakkan daun pada cawan untuk ditetetsi permukaan daun dengan larutan lugol/iodium sampai merata. Perbedaan warna antara daun yang tertutup kertas karbon dengan bgian daun yang terbuka yaitu pada daun yang tidak ditutupi karbon akan tampak warna biru kehitamhitaman yang menandai bahwa pada daun telah terjadi proses fotosintesis.Semua faktor tersebut mempengaruhi fotosintesis. Perlakuan ini membuat daun menjadi berwarna biru kehitam-hitaman yang menunjukkan adanya amilum dalam jaringan daun. hal ini dilakukan agar sel dalam daun mati dan Proses pembentukan karbohidrat pada fotosintesis. akan tampak bercakbercak ungu kehitam-hitaman yang menandakan ada amilum. secara umum fotosintesis hanya dapat berlangsung jika ada cahaya matahari yang cukup mengenai permukaan daun yang ditandai dengan adanya amilum pada daun. yang paling membatasi hanyalah faktor ketersediaan air. Dari perbedaan warna yang terjadi atas perbedaan perlakuan menunjukkan bagian daun yang berbeda warna disebabkan oleh faktor kurangnya cahaya matahari. Namun pada daun yang tidak mendapat perlakuan terdapat banyak amilum sebagai tanda melakukan proses fotosintesis.

Perlakuan ini membuat daun menjadi berwarna biru kehitam-hitaman yang menunjukkan adanya amilum dalam jaringan daun. Bagian daun yang tidak tertutup kertas karbon menghasilkan warna ungu kehitam-hitaman yang menandakan terbentuknya amilum yang berarti menunjukkan terjadinya fotosintesis. CO2 dan H2O yang menghasilkan karbohidrat dan oksigen. daun yang telah ditutup sebelumnya berwarna agak kebiru-tuaan disekitar pinggir – pinggirnya dan di bagian – bagian yang tidak ditutupi lainnya. BAB V PENUTUP 5. Sedangkan pada daun yang tidak ditutup warna biru tua kehitamannya akan merata diseluruh bagiannya. Intensitas cahaya matahari dan karbondioksida ikut mempengaruhi pembentukan oksigen pada proses ini. sedangkan bagian tengahnya atau bagian yang ditutupi berwarna sedikit lebih cerah. karena pada seluruh bagian permukaan daun terjadi proses fotosintesis. 3. Hal ini disebabkan karena pada bagian yang ditutup tidak terjadi proses fotosintesis.larutan lugol/iodium sampai merata. . sehingga dibagian tersebut tidak terdapat amilum yang ditunjukkan oleh warna biru tua kehitaman. Fotosintesis adalah suatu proses biologi yang kompleks dengan menggunakan energi matahari. Fotosintesis adalah suatu proses metabolisme dalam tanaman untuk membentuk karbohidrat dengan memakai karbondioksida (CO2) dari udara dan air (H2O) dari dalam tanah dengan bantuan cahaya matahari dan klorofil. Gelembung-gelembung yang timbul dari percobaan menunjukkan dalam fotosintesis dihasilkan oksigen. 2. 4. Setelah dimasukkan dalam larutan JKJ. Larutan JKJ disini berfungsi untuk memberikan warna pada daun agar dapat dibedakan bagian daun yang mengandung amilum dan tidak. 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil praktikum yang diperoleh maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1.

Jakarta. DAFTAR PUSTAKA Ellis. Bagian daun yang ditutupi kertas karbon tidak mengalami perubahan warna dan ini berarti tidak terjadinya fotosintesis dan tidak terdapat amilum.004 ‘C pada suhu 30 ‘C. Erlangga.56 (jarak 120 cm).2 Saran Sebaiknya dalam melakukan percobaan. Fisiologi Tumbuhan Jilid I. F. 5. agar hasil yang diperoleh tidak berlawanan dengan hasil yang diharapkan. Simpulan Praktikum ini dapat disimpulkan bahwa cahaya dan suhu memiliki pengaruh terhadap laju fotosintesis. ITB. daun yang akan digunakan ditutup dengan sebaik – baiknya. B dan Ross. W. Jenuh cahaya (kenaikan intensitas cahaya tidak mempengaruhi produksi oksigen) terjadi pada intensitas cahaya 1. Anatomi Tumbuhan. 1995. 1992. karena pada intensitas cahaya ini laju fotosintesis berlangsung lambat. W. . Peningkatan konsentrasi CO2 di atmosfir akan merangsang proses fotosintesis. Bandung. meningkatkan pertumbuhan tanaman dan produktivitas pertanian tanpa diikuti oleh peningkatan kebutuhan air (transpirasi). Jakarta. agar praktikum dapat lebih cepat selesai.25 pada suhu 20 ‘C dimana jumlah oksigen tidak terjadi perubahan. Lalu sebaiknya pemanas air yang dimiliki lebih dari satu. 1986. John. Suhu yang tinggi juga akan mempercepat laju fotosintesis.6. Salisbury. Kimball. Terbukti dari kecilnya volume O2 yang 3 dihasilkan sebesar 0. Pustaka Tanaman membutuhkan CO2 untuk pertumbuhannya. Rajawali Press.56 pada suhu 30 ‘C dan 6. Nihayati.0002 cm pada suhu 20 ‘C dan 0. Faktor pembatas (intensitas cahaya rendah maka laju fotosintesis rendah) berada pada intensitas cahaya 1. Biologi Umum. Semakin besar intensitas cahaya yang diterima maka akan semakin cepat laju fotosintesis tumbuhan dan begitupula sebaliknya terlihat pada intensitas cahaya 100 menghasilkan oksigen terbanyak. Terlihat dari jumlah volume O2 yang lebih besar pada 30 ‘C daripada 20 ‘C. C.

Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat diatmosfer bumi. yaitu: faktor yang dapat mempengaruhi secara langsung maupun faktor yang tidak mempengaruhi secara langsung. konsentrasi karbon dioksida. 1.5 10. Pembahasan dititikberatkan pada tingkat daun dengan beberapa contohcontoh hasil penelitian penulis.75 27. Selain bahan anorganik . Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. suhu. dapat mengurangi bahkan menghilangkan pengaruh positif dari kenaikan CO2. perlunya "modelling" untuk memperkirakan hasil pada skala besar dan kompleksnya sistem yang dihadapi. sehingga factor-faktor itu dikenal juga sebagai faktor pembatas dalam laju fotosintesis (http://www. Tulisan ini merupakan ulasan singkat untuk mengupas hubungan antara kenaikan CO2 dan suhu dengan reaksi yang diberikan tanaman. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof (http://en.5625 Jumlah Gas (mm/waktu) 20°C 30°C 20 27. dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari. Hasil Pengamatan Tabel 1. Faktor yang memengaruhi secara tidak langsung. karbondioksida. Pendahuluan Fotosintesis adalah suatu proses yang hanya terjadi pada tumbuhan yang berklorofil dan bakteri fotosintetik. dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara. yang disusun melalui fiksasi karbondioksida dan air (Devlin.5 Tumbuhan bersifat autotrof.Sebaliknya. Faktor yang memengaruhi langsung adalah kondisi lingkungan. Tujuan Melihat pengaruh suhu dan intensitas cahaya terhadap laju fotosintesis dengan mengukur banyaknya O2yang dikeluarkan. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik. dimana energi matahari (dalam bentuk foton) ditangkap dan diubah menjadi energi kimia (ATP dan NADPH). 1. Dibahas juga mengenai perbedaan reaksi antara tanaman C3 dan C4 .tutorvista.wikipedia. Jumlah Gas yang Dihasilkan pada Intensitas Cahaya yang Diberikan Jarak Cahaya (cm) 15 25 60 120 IV. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. III. Proses fotosintesis dipengaruhi beberapa faktor. Pembahasan Intensitas Cahaya Relatif 100 36 6. Energi kimia tersebut akan digunakan sebagai bahan baku pembentukan karbohidrat.org).5 5. yakni: terganggunya beberapa fungsiorgan yang penting bagi proses fotosintesis dan tahap pertumbuhan tanaman. dan kadar fotosintat. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigenyang diperlukan sebagai makanannya. kenaikan suhu di permukaan bumi mempunyai pengaruh yang "kurang menguntungkan" terhadap pertanian. Fotosintesis dapat diartikan juga sebagai suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan. Proses fotosintesis sebenarnya peka terhadap beberapa kondisi lingkungan yang memengaruhi secara langsung (direct). alga. kadar air.25 2. 1975).5 10 12. seperti: intensitas cahaya.25 1.com).

1. Diasumsikan pada jarak sebesar 15 cm. Jumlah CO2 yang dilepaskan selama proses respirasi terlalu besar. Air merupakan salah satu factor pembatas dalam laju fotosintesis. bahkan jika kondisi lainnya yang diperlukan untuk fotosintesis ditingkatkan. Gelembung-gelembung ini awalnya berukuran kecil. air. oleh sebab itu tumbuhan disebut juga sebagai organism fotoautotrof. Kenaikan konsentrasi CO2 sebesar 0. Hal tersebut dapat diamati dari semakin banyaknya gelembung-gelembung udara yang terbentuk pada pipa kapiler mikroburet audus.tutorvista. namun suhu air sebagai habitat hydrilla sp.123helpme. konsentrasi klorofil. Jarak sumber cahaya yang lebih dekat dengan tanaman. Terlihat dari grafik bahwa factor pembatas pada suhu 20°C ketika intensitas cahaya bernilai 36. Laju fotosintesis yang telah mencapai kapasitas maksimum. Semakin dekat dengan sumber cahaya. Setelah kondisi maksimum ini tercapai. Hal tersebut akan merugikan tumbuhan. akan semakin banyak jumlah oksigen yang dihasilkan. Selain factor intensitas cahaya dan suhu. Seperti kesalahan praktikan ketika mengukur panjang gelembung. karena cadangan makanan terbatas. Titik kompensasi yang terlalu kecil juga dapat menghambat fotosintesis untuk mencapai kondisi optimum. Laju fotosintesis dipengaruhi oleh intensitas cahaya dan suhu. maka fotosintesis akan berlangsung semakin cepat. Nilai ini akan semakin menurun seiring dengan jarak sumber cahaya yang menjauh. terjadi perbedaan volume oksigen yang dihasilkan oleh Hydrilla sp. akan dibatasai oleh faktor pembatas.tersebut.neiljohan. Proses fotosintesis mengikuti persamaan reaksi sebagai berikut : 6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2 Praktikum ini membahas mengenai pengaruh intensitas cahaya dan suhu terhadap laju fotosintesis dari tumbuhan air. yakni pada suhu yang lebih tinggi laju fotosintesis menjadi meningkat dengan volume gelembung udara (O2) yang semakin membesar. dan titik kompensasi. aplikasi. dan cahaya matahari.com). Namun demikian. karena membukanya stomata daun untuk memperoleh CO2 akan berdampak bagi transpirasi air oleh tumbuhan. Hasil demikian diperoleh karena enzim yang mengatur proses fotosintesis pada tumbuhan bekerja optimum pada suhu 30°C. Berdasarkan hasil pengamatan. Hydrilla sp. Apabila kondisi transpirasi ini berlebihan. Enzim-enzim ini mengkatalis reaksi fotosintesis agar berlangsung secara efisien dan efektif (www.com).com). Tak hanya pengaruh intensitas cahaya. namun respirasi dalam jumlah besar terus berlangsung (www. yang diamati dengan menggunakan mikroburet audus. maupun ketidaktepatan sewaktu memasang alat yang memungkinkan O2 yang dihasilkan tidak seluruhnya masuk ke dalam mikroburet audus (www. Penurunan ini dapat terlihat dari belokan maupun patahan pada grafik. kemudian membesar ketika bergabung dengan gelembung lainnya. intensitas cahayanya adalah 100. Kesimpulan Fotosintesis adalah suatu mekanisme pembentukan zat makanan yang dilakukan oleh organisme fotoautotrof dengan menggunakan CO2. air. terdapat beberapa factor lain yang mendorong laju fotosintesis. laju fotosintesis akan kembali menurun akibat dari factor pembatas ini. dan menurun pada intensitas cahaya 100. hasil percobaan ini dapat saja terpapar beberapa kesalahan sehingga hasil yang diperoleh kurang tepat. dan tidak seimbang denagn jumlah CO2 yang diserap untuk fotosintesis. Faktor ini akan mencegah laju fotosintesis dari naik di atas tingkat tertentu. mengindikasikan jumlah cahaya/intensitas cahaya yang diterima oleh tanaman akan semakin besar. yaitu semakin tinggi intensitas cahaya dan suhu yang berlangsung selama proses tersebut. Juga memiliki pengaruh yang cukup signifikan. . Terlihat perbedaan yang cukup besar antara perlakuan 20°C dan 30°C. maka akan sangat merugikan tumbuhan. cahaya matahari juga sangat berperan penting dalam proses fotosintesis.1% dan konsentrasi klorofil akan berpengaruh secara signifikan hingga mencapai 2 kali lipat laju fotosintesis semula. pada jarak sumber cahaya yang berbeda. yaitu : konsentrasi CO2.

dan titik kompensasi.Besarnya laju fotosintesis dapat diamati dari jumlah O2 ynag dihasilkan. fotosintesis juga dipengaruhi oleh : konsentrasi karbon dioksida. air. konsentrasi klorofil. VI. Daftar Pustaka . Laju fotosintesis juga dikontrol oleh suatu faktor pembatas ketika telah mencapai kondisi maksimum. Selain kedua faktor di atas.

)RWRVLQWHVLVGDSDWGLDUWLNDQMXJDVHEDJDLVXDWX SURVHVELRNLPLDSHPEHQWXNDQ]DWPDNDQDQDWDXHQHUJL\DLWXJOXNRVD\DQJGLODNXNDQWXPEXKDQDOJDGDQ EHEHUDSDMHQLVEDNWHULGHQJDQPHQJJXQDNDQ]DWKDUDNDUERQGLRNVLGDGDQDLUVHUWDGLEXWXKNDQEDQWXDQHQHUJL FDKD\DPDWDKDUL+DPSLUVHPXDPDNKOXNKLGXSEHUJDQWXQJGDULHQHUJL\DQJGLKDVLONDQGDODPIRWRVLQWHVLV $NLEDWQ\DIRWRVLQWHVLVPHQMDGLVDQJDWSHQWLQJEDJLNHKLGXSDQGLEXPL)RWRVLQWHVLVMXJDEHUMDVDPHQJKDVLONDQ VHEDJLDQEHVDURNVLJHQ\DQJWHUGDSDWGLDWPRVIHUEXPL2UJDQLVPH\DQJPHQJKDVLONDQHQHUJLPHODOXL IRWRVLQWHVLV SKRWRVEHUDUWLFDKD\D.

GLVHEXWVHEDJDLIRWRWURI KWWSHQZLNLSHGLDRUJ.

 3URVHVIRWRVLQWHVLVGLSHQJDUXKLEHEHUDSDIDNWRU\DLWXIDNWRU\DQJGDSDWPHPSHQJDUXKLVHFDUDODQJVXQJ PDXSXQIDNWRU\DQJWLGDNPHPSHQJDUXKLVHFDUDODQJVXQJ)DNWRU\DQJPHPHQJDUXKLODQJVXQJDGDODKNRQGLVL OLQJNXQJDQVHSHUWLLQWHQVLWDVFDKD\DVXKXNRQVHQWUDVLNDUERQGLRNVLGDNDGDUDLUGDQNDGDUIRWRVLQWDW)DNWRU \DQJPHPHQJDUXKLVHFDUDWLGDNODQJVXQJ\DNQLWHUJDQJJXQ\DEHEHUDSDIXQJVLRUJDQ\DQJSHQWLQJEDJLSURVHV IRWRVLQWHVLVGDQWDKDSSHUWXPEXKDQWDQDPDQ3URVHVIRWRVLQWHVLVVHEHQDUQ\DSHNDWHUKDGDSEHEHUDSDNRQGLVL OLQJNXQJDQ\DQJPHPHQJDUXKLVHFDUDODQJVXQJ GLUHFW.

VHKLQJJDIDFWRUIDNWRULWXGLNHQDOMXJDVHEDJDLIDNWRU SHPEDWDVGDODPODMXIRWRVLQWHVLV KWWSZZZWXWRUYLVWDFRP.

.5 10 12.5 10.5625 Jumlah Gas (mm/waktu) 20°C 30°C 20 27.5 5.25 1.93HPEDKDVDQ 7XPEXKDQEHUVLIDWDXWRWURI$XWRWURIDUWLQ\DGDSDWPHQVLQWHVLVPDNDQDQODQJVXQJGDULVHQ\DZDDQRUJDQLN 7XPEXKDQPHQJJXQDNDQNDUERQGLRNVLGDGDQDLUXQWXNPHQJKDVLONDQJXODGDQRNVLJHQ\DQJGLSHUOXNDQVHEDJDL PDNDQDQQ\D6HODLQEDKDQDQRUJDQLNWHUVHEXWFDKD\DPDWDKDULMXJDVDQJDWEHUSHUDQSHQWLQJGDODPSURVHV IRWRVLQWHVLVROHKVHEDELWXWXPEXKDQGLVHEXWMXJDVHEDJDLRUJDQLVPIRWRDXWRWURI3URVHVIRWRVLQWHVLVPHQJLNXWL SHUVDPDDQUHDNVLVHEDJDLEHULNXW +2&2FDKD\D &+ 2 JOXNRVD.25 2.5 ..+DVLO3HQJDPDWDQ 7DEHO-XPODK*DV\DQJ'LKDVLONDQSDGD.75 27.QWHQVLWDV&DKD\D\DQJ'LEHULNDQ Jarak Cahaya (cm) 15 25 60 120 Intensitas Cahaya Relatif 100 36 6. .

2 3UDNWLNXPLQLPHPEDKDVPHQJHQDLSHQJDUXKLQWHQVLWDVFDKD\DGDQVXKXWHUKDGDSODMXIRWRVLQWHVLVGDUL WXPEXKDQDLU+\GULOODVS\DQJGLDPDWLGHQJDQPHQJJXQDNDQPLNUREXUHWDXGXV%HUGDVDUNDQKDVLO SHQJDPDWDQWHUMDGLSHUEHGDDQYROXPHRNVLJHQ\DQJGLKDVLONDQROHK+\GULOODVSSDGDMDUDNVXPEHUFDKD\D \DQJEHUEHGD6HPDNLQGHNDWGHQJDQVXPEHUFDKD\DDNDQVHPDNLQEDQ\DNMXPODKRNVLJHQ\DQJGLKDVLONDQ +DOWHUVHEXWGDSDWGLDPDWLGDULVHPDNLQEDQ\DNQ\DJHOHPEXQJJHOHPEXQJXGDUD\DQJWHUEHQWXNSDGDSLSD NDSLOHUPLNUREXUHWDXGXV*HOHPEXQJJHOHPEXQJLQLDZDOQ\DEHUXNXUDQNHFLONHPXGLDQPHPEHVDUNHWLND EHUJDEXQJGHQJDQJHOHPEXQJODLQQ\D-DUDNVXPEHUFDKD\D\DQJOHELKGHNDWGHQJDQWDQDPDQ PHQJLQGLNDVLNDQMXPODKFDKD\DLQWHQVLWDVFDKD\D\DQJGLWHULPDROHKWDQDPDQDNDQVHPDNLQEHVDU .

'LDVXPVLNDQSDGDMDUDNVHEHVDUFPLQWHQVLWDVFDKD\DQ\DDGDODK1LODLLQLDNDQVHPDNLQPHQXUXQ VHLULQJGHQJDQMDUDNVXPEHUFDKD\D\DQJPHQMDXK 7DNKDQ\DSHQJDUXKLQWHQVLWDVFDKD\DQDPXQVXKXDLUVHEDJDLKDELWDWK\GULOODVS-XJDPHPLOLNLSHQJDUXK\DQJ FXNXSVLJQLILNDQ7HUOLKDWSHUEHGDDQ\DQJFXNXSEHVDUDQWDUDSHUODNXDQq&GDQq&\DNQLSDGDVXKX\DQJ OHELKWLQJJLODMXIRWRVLQWHVLVPHQMDGLPHQLQJNDWGHQJDQYROXPHJHOHPEXQJXGDUD 2.

\DQJVHPDNLQPHPEHVDU +DVLOGHPLNLDQGLSHUROHKNDUHQDHQ]LP\DQJPHQJDWXUSURVHVIRWRVLQWHVLVSDGDWXPEXKDQEHNHUMDRSWLPXPSDGD VXKXq&(Q]LPHQ]LPLQLPHQJNDWDOLVUHDNVLIRWRVLQWHVLVDJDUEHUODQJVXQJVHFDUDHILVLHQGDQHIHNWLI ZZZWXWRUYLVWDFRP.

HQDLNDQNRQVHQWUDVL&2VHEHVDU GDQNRQVHQWUDVLNORURILODNDQEHUSHQJDUXKVHFDUDVLJQLILNDQKLQJJDPHQFDSDLNDOLOLSDWODMXIRWRVLQWHVLV VHPXOD$LUPHUXSDNDQVDODKVDWXIDFWRUSHPEDWDVGDODPODMXIRWRVLQWHVLVNDUHQDPHPEXNDQ\DVWRPDWDGDXQ XQWXNPHPSHUROHK&2DNDQEHUGDPSDNEDJLWUDQVSLUDVLDLUROHKWXPEXKDQ$SDELODNRQGLVLWUDQVSLUDVLLQL EHUOHELKDQPDNDDNDQVDQJDWPHUXJLNDQWXPEXKDQ7LWLNNRPSHQVDVL\DQJWHUODOXNHFLOMXJDGDSDWPHQJKDPEDW IRWRVLQWHVLVXQWXNPHQFDSDLNRQGLVLRSWLPXP-XPODK&2\DQJGLOHSDVNDQVHODPDSURVHVUHVSLUDVLWHUODOX EHVDUGDQWLGDNVHLPEDQJGHQDJQMXPODK&2\DQJGLVHUDSXQWXNIRWRVLQWHVLV+DOWHUVHEXWDNDQPHUXJLNDQ WXPEXKDQNDUHQDFDGDQJDQPDNDQDQWHUEDWDVQDPXQUHVSLUDVLGDODPMXPODKEHVDUWHUXVEHUODQJVXQJ ZZZQHLOMRKDQFRP. 6HODLQIDFWRULQWHQVLWDVFDKD\DGDQVXKXWHUGDSDWEHEHUDSDIDFWRUODLQ\DQJPHQGRURQJODMXIRWRVLQWHVLV\DLWX NRQVHQWUDVL&2NRQVHQWUDVLNORURILODLUDSOLNDVLGDQWLWLNNRPSHQVDVL.

 /DMXIRWRVLQWHVLV\DQJWHODKPHQFDSDLNDSDVLWDVPDNVLPXPDNDQGLEDWDVDLROHKIDNWRUSHPEDWDV)DNWRULQLDNDQ PHQFHJDKODMXIRWRVLQWHVLVGDULQDLNGLDWDVWLQJNDWWHUWHQWXEDKNDQMLNDNRQGLVLODLQQ\D\DQJGLSHUOXNDQXQWXN IRWRVLQWHVLVGLWLQJNDWNDQ6HWHODKNRQGLVLPDNVLPXPLQLWHUFDSDLODMXIRWRVLQWHVLVDNDQNHPEDOLPHQXUXQDNLEDW GDULIDFWRUSHPEDWDVLQL3HQXUXQDQLQLGDSDWWHUOLKDWGDULEHORNDQPDXSXQSDWDKDQSDGDJUDILN7HUOLKDWGDUL JUDILNEDKZDIDFWRUSHPEDWDVSDGDVXKXq&NHWLNDLQWHQVLWDVFDKD\DEHUQLODLGDQPHQXUXQSDGDLQWHQVLWDV FDKD\D1DPXQGHPLNLDQKDVLOSHUFREDDQLQLGDSDWVDMDWHUSDSDUEHEHUDSDNHVDODKDQVHKLQJJDKDVLO\DQJ GLSHUROHKNXUDQJWHSDW6HSHUWLNHVDODKDQSUDNWLNDQNHWLNDPHQJXNXUSDQMDQJJHOHPEXQJPDXSXQ NHWLGDNWHSDWDQVHZDNWXPHPDVDQJDODW\DQJPHPXQJNLQNDQ2\DQJGLKDVLONDQWLGDNVHOXUXKQ\DPDVXNNH GDODPPLNUREXUHWDXGXV ZZZKHOSPHFRP.

HVLPSXODQ )RWRVLQWHVLVDGDODKVXDWXPHNDQLVPHSHPEHQWXNDQ]DWPDNDQDQ\DQJGLODNXNDQROHKRUJDQLVPHIRWRDXWRWURI GHQJDQPHQJJXQDNDQ&2DLUGDQFDKD\DPDWDKDUL/DMXIRWRVLQWHVLVGLSHQJDUXKLROHKLQWHQVLWDVFDKD\DGDQ VXKX\DLWXVHPDNLQWLQJJLLQWHQVLWDVFDKD\DGDQVXKX\DQJEHUODQJVXQJVHODPDSURVHVWHUVHEXWPDND IRWRVLQWHVLVDNDQEHUODQJVXQJVHPDNLQFHSDW%HVDUQ\DODMXIRWRVLQWHVLVGDSDWGLDPDWLGDULMXPODK2\QDJ GLKDVLONDQ6HODLQNHGXDIDNWRUGLDWDVIRWRVLQWHVLVMXJDGLSHQJDUXKLROHKNRQVHQWUDVLNDUERQGLRNVLGD NRQVHQWUDVLNORURILODLUGDQWLWLNNRPSHQVDVL/DMXIRWRVLQWHVLVMXJDGLNRQWUROROHKVXDWXIDNWRUSHPEDWDVNHWLND WHODKPHQFDSDLNRQGLVLPDNVLPXP 9.  .'DIWDU3XVWDND .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful