EVIDENCE BASED PADA ANEMIA DALAM KEHAMILAN

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan kesehatan di suatu negara. Kematian ibu dapat terjadi karena beberapa sebab, diantaranya karena anemia. Kematian ibu 15-20% secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan anemia. Anemia pada kehamilan juga berhubungan dengan meningkatnya kesakitan ibu. Anemia karena defisiensi zat besi merupakan penyebab utama anemia pada ibu hamil dibandingkan dengan defisiensi zat gizi lain. Dengan frekuensi yang masih cukup tinggi, berkisar antara 10% dan 20% (Prawirohardjo,2002). Badan kesehatan dunia (World Health Organization/WHO) melaporkan bahwa prevalensi ibu-ibu hamil yang mengalami defisiensi besi sekitar 35-75%, serta semakin meningkat seiring dengan pertambahan usia kehamilan. Anemia defisiensi zat besi lebih cenderung berlangsung di negara yang sedang berkembang daripada negara yang sudah maju. Tiga puluh enam persen (atau sekitar 1400 juta orang) dari perkiraan populasi 3800 juta orang di negara yang sedang berkembang menderita anemia jenis ini, sedangkan prevalensi di negara maju hanya sekitar 8% (atau kira-kira 100 juta orang) dari perkiraan populasi 1200 juta orang. Di Indonesia prevalensi anemia pada kehamilan masih tinggi yaitu sekitar 40,1% (SKRT 2001). Lautan J dkk (2001) melaporkan dari 31 orang wanita hamil pada trimester II didapati 23 (74%) menderita anemia, dan 13 (42%) menderita kekurangan besi. Mengingat besarnya dampak buruk dari anemia defisiensi zat besi pada wanita hamil dan janin, oleh karena itu perlu kiranya perhatian yang cukup terhadap masalah in

Konsep dasar asuhan kehamilan
Filosofi adalah pernyataan mengenai keyakinan dan nilai/value yang dimiliki yang berpengaruh terhadap perilaku seseorang/kelompok (Pearson & Vaughan, 1986 cit. Bryar, 1995:17). Filosofi asuhan kehamilan menggambarkan keyakinan yang dianut oleh bidan dan dijadikan sebagai panduan yang diyakini dalam memberikan asuhan kebidanan pada klien selama masa kehamilan. Dalam filosofi asuhan kehamilan ini dijelaskan beberapa keyakinan yang akan mewarnai asuhan itu. 1. Kehamilan merupakan proses yang alamiah. Perubahan-perubahan yang terjadi pada wanita selama kehamilan normal adalah bersifat fisiologis, bukan patologis. Oleh karenanya, asuhan yang diberikan pun adalah asuhan yang meminimalkan intervensi. Bidan harus memfasilitasi proses alamiah dari kehamilan dan menghindari tindakan-tindakan yang bersifat medis yang tidak terbukti manfaatnya.

2. Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan pelayanan (continuity of care) Sangat penting bagi wanita untuk mendapatkan pelayanan dari seorang profesional yang sama atau dari satu team kecil tenaga profesional, sebab dengan begitu maka perkembangan kondisi mereka setiap saat akan terpantau dengan baik selain juga mereka menjadi lebih percaya dan terbuka karena merasa sudah mengenal si pemberi asuhan (Enkin, 2000). 3. Pelayanan yang terpusat pada wanita (women centered) serta keluarga (family centered) Wanita (ibu) menjadi pusat asuhan kebidanan dalam arti bahwa asuhan yang diberikan harus berdasarkan pada kebutuhan ibu, bukan kebutuhan dan kepentingan bidan. Asuhan yang diberikan hendaknya tidak hanya melibatkan ibu hamil saja melainkan juga keluarganya, dan itu sangat penting bagi ibu sebab keluarga menjadi bagian integral/tak terpisahkan dari ibu hamil. Sikap, perilaku, dan kebiasaan ibu hamil sangat dipengaruhi oleh keluarga. Kondisi yang dialami oleh ibu hamil juga akan mempengaruhi seluruh anggota
Page 1

Pelayanan yang diberikan harus berdasarkan kebutuhan ibu & janin. dengan ibu sebagai penentu utama dalam proses pengambilan keputusan. Bobak. bukan atas kebutuhan bidan. 4. maupun test/pemeriksaan sebelum mereka memutuskan untuk menyetujuinya. Asuhan kehamilan menghargai hak ibu hamil untuk berpartisipasi dan memperoleh pengetahuan/pengalaman yang berhubungan dengan kehamilannya. Page 2 . LINGKUP ASUHAN KEHAMILAN Ruang lingkup asuhan kehamilan meliputi asuhan kehamilan normal dan identifikasi kehamilan dalam rangka penapisan untuk menjaring keadaan resiko tinggi dan mencegah adanya komplikasi kehamilan PRINSIP-PRINSIP POKOK ASUHAN KEHAMILAN 1. Sebagai bidan kita meyakini bahwa model asuhan kehamilan yang membantu serta melindungi proses kehamilan & kelahiran normal adalah yang paling sesuai bagi sebagian besar wanita. Untuk dapat mengambil suatu keputusan mereka memerlukan informasi. Bidan harus memberikan informasi yang akurat tentang resiko dan manfaat dari semua prosedur. (Lowdermilk. keluarga juga merupakan unit sosial yang terdekat dan dapat memberikan dukungan yang kuat bagi anggotanya. obat-obatan. Ibu adalah pelaku utama dalam asuhan kehamilan. dan sayang ibu serta berdasarkan bukti ilmiah terkini (praktek terbaik) menjadi tanggung jawab semua profesional bidan. Oleh karena itu.keluarga. Perry. Bidan yang terampil harus tahu kapan ia harus melakukan sesuatu dan intervensi yang dilakukannya haruslah aman berdasarkan bukti ilmiah. bidan harus memberdayakan ibu (dan keluarga) dengan meningkatkan pengetahuan & pengalaman mereka melalui pendidikan kesehatan agar dapat merawat dan menolong diri sendiri pada kondisi tertentu. alami dan sehat. Pemberdayaan. 2. Perempuan harus diberdayakan untuk mampu mengambil keputusan tentang kesehatan diri dan keluarganya melalui tindakan KIE dan konseling yang dilakukan bidan. Pengambil keputusan adalah ibu & keluarga. Tenaga profesional kesehatan tidak mungkin terus menerus mendampingi dan merawat ibu hamil. bukan sebagai rutinitas sebab test-test rutin. karenanya ibu hamil perlu mendapat informasi dan pengalaman agar dapat merawat diri sendiri secara benar. Selain itu. dan bidan. atau prosedur lain pada kehamilan dapat membahayakan ibu maupun janin. dan pertimbangan yang matang. Tanggung jawab Asuhan kehamilan yang diberikan bidan harus selalu didasari ilmu. Asuhan yang berkualitas. Dalam hal pengambilan keputusan haruslah merupakan kesepakatan bersama antara ibu. Akibat yang timbul dari tindakan yang dilakukan menjadi tanggungan bidan. Hindarkan sikap negatif dan banyak mengkritik. Otonomi. berfokus pada klien. analisa. Bidan juga harus membantu ibu dalam membuat suatu keputusan tentang apa yang terbaik bagi ibu & bayinya berdasarkan sistem nilai dan kepercayaan ibu/keluarga. Kehamilan dan kelahiran adalah suatu proses yang normal. 3. 2000). 4. Tidak membahayakan Intervensi harus dilaksanakan atas dasar indikasi yang spesifik. Ibu mempunyai hak untuk memilih dan memutuskan kepada siapa dan dimana ia akan memperoleh pelayanan kebidanannya. keluarganya. 5. obat. Tidak perlu melakukan intervensi yang tidak didukung oleh bukti ilmiah (evidence-based practice).

SEJARAH ASUHAN KEHAMILAN Sejarah asuhan kehamilan sejalan dengan perkembangan dunia kebidanan secara umum. Sebenarnya bidan memiliki peran penting dalam mencegah dan atau menangani setiap kondisi yang mengancam jiwa ini melalui beberapa intervensi yang merupakan komponen penting dalam ANC seperti : mengukur tekanan darah.Banyak ibu yang digolongkan dalam kelompok resiko tinggi tidak pernah mengalami komplikasi. Mengumpulkan data dalam upaya mengidentifikasi ibu yang beresiko tinggi dan merujuknya untuk mendapatkan asuhan khusus. 3. dan 90% ibu yang diidentifikasi sebagai beresiko tinggi tidak pernah mengalami komplikasi. mendeteksi tanda-tanda awal perdarahan/infeksi. 3. emosional. posisi & presentasi janin di bawah usia 36 minggu dsb) yang memperkirakan kategori resiko ibu. 2.Memberikan keamanan palsu sebab banyak ibu yang tergolong kelompok resiko rendah mengalami komplikasi tetapi tidak pernah diberitahu bagaimana cara mengetahui dan apa yang dapat dilakukannya.Pendekatan resiko mempunyai bila prediksi yang buruk karena kita tidak bisa membedakan ibu yang akan mengalami komplikasi dan yang tidak. Mengenali secara dini penyimpangan dari normal dan memberikan penatalaksanaan yang diperlukan.000 kelahiran hidup dengan penyebab utama adalah perdarahan. 2. Page 3 . REFOCUSING ASUHAN KEHAMILAN Hasil survey kesehatan rumahtangga (SKRT) tahun 1995 menunjukkan angka kematian ibu sebesar 373 per 100. infeksi dan eklampsia. . BB. TUJUAN ASUHAN KEHAMILAN Tujuan utama ANC adalah menurunakn/mencegah kesakitan dan kematian maternal dan perinatal. Namun ternyata banyak komponen ANC yang rutin dilaksanakan tersebut tidak efektif untuk menurunkan angka kematian maternal & perinatal. Temuan-temuan fisik (TB. Fokus lama ANC : 1. Pengajaran /pendidikan kesehatan yang ditujukan untuk mencegah resiko/komplikasi Hasil-hasil penelitian yang dikaji oleh WHO (Maternal Neonatal Health) menunjukkan bahwa : . edema kaki. Memonitor kemajuan kehamilan guna memastikan kesehatan ibu & perkembangan bayi yang normal. 2000 : 22). memeriksa kadar proteinuria. Hasil studi di Kasango (Zaire) membuktikan bahwa 71% ibu yang mengalami partus macet tidak terprediksi sebelumnya. sementara mereka telah memakai sumber daya yang cukup mahal dan jarang didapat. Adapun tujuan khususnya adalah : 1. dan logis untuk menghadapi kelahiran serta kemungkinan adanya komplikasi. Dimana dunia menyadari bahwa persalinan akan berjalan lancar apabila adanya peningkatan pelayanan antenatal care. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian asuhan khusus pada ibu yang tergolong dalam kategori resiko tinggi terbukti tidak dapat mengurangi komplikasi yang terjadi (Enkin. Membina hubungan saling percaya antara ibu dan bidan dalam rangka mempersiapkan ibu dan keluarga secara fisik. ukuran pelvik. maupun deteksi & penanganan awal terhadap anemia. . Boombing terjadi pada tahun 1980-an seiring dengan munculnya safe motherhood dan making pregnancy safer.

8. dsb). dana kegawatdaruratan. tempat bersalin. Standard mencerminkan norma. Melakukan skrining/penapisan kondisi-kondisi yang memerlukan persalinan RS (riwayat SC. 5. Identifikasi ibu hamil Bidan melakukan kunjungan rumah dengan berinteraksi dengan masyarakat secara berkala untuk memberikan penyuluhan dan memotivasi ibu. Ibu yang sudah tahu kalau ia mempunyai kondisi yang memerlukan kelahiran di RS akan berada di RS saat persalinan. perdarahan pervaginam. dsb. suami dan anggota keluarganya agar Page 4 . IUFD. Ibu yang memerlukan kelahiran operatif akan sudah mempunyai jangkauan pada penolong yang terampil dan fasilitas kesehatan yang dibutuhkan. donor darah.Profilaksis cacing tambang (penanganan presumtif) untuk menurunkan insidens anemia berat. dalam melaksanakan prakteknya harus sesuai dengan standard pelayanan kebidanan yang berlaku. anemia berat. keuangan. Memberikan imunisasi Tetanus Toxoid untuk mencegah kematian BBL karena tetanus. Penerapan standard pelayanan akan sekaligus melindungi masyarakat karena penilaian terhadap proses dan hasil pelayanan dapat dilakukan atas dasar yang jelas. dsb). keputusan yang kurang tepat. penyakit menular seksual.) pada setiap kunjungan. transportasi. Kelalaian dalam praktek terjadi bila pelayanan yang diberikan tidak memenuhi standard dan terbukti membahayakan. atau hambatan dalam hal jangkauan akan dapat dicegah. 7. 3. perlengkapan esensial untuk ibu-bayi). komunikasi. Penolong persalinan yang terampil menjamin asuhan normal yang aman sehingga mencegah komplikasi yang mengancam jiwa serta dapat segera mengenali masalah dan merespon dengan tepat. Untuk populasi tertentu: . . Memberikan suplementasi zat besi & asam folat.Suplementasi yodium . 2.Pencegahan/ terapi preventif malaria untuk menurunkan resiko terkena malaria di daerah endemik . 4.Suplementasi vitamin A STANDARD ASUHAN KEHAMILAN Sebagai profesional bidan. mencari transportasi. fokus ANC perlu diperbarui (refocused) agar asuhan kehamilan lebih efektif dan dapat dijangkau oleh setiap wanita hamil. nutrisi yang baik selama hamil. Mendeteksi kehamilan ganda setelah usia kehamilan 28 minggu. pengetahuan dan tingkat kinerja yang telah disepakati oleh profesi. donor darah. Isi refocusing ANC : Penolong yang terampil/terlatih harus selalu tersedia untuk : 1. Membantu setiap bumil & keluarganya mempersiapkan diri menghadapi komplikasi (deteksi dini. biaya. sehingga kematian karena penundaan keputusan. Standar 3. Terdapat 6 standar dalam standar pelayanan antenatal seperti sebagai berikut: 1. 6. dan letak/presentasi abnormal setelah 36 minggu. Jika setiap bumil sudah mempersiapkan diri sebelum terjadi komplikasi maka waktu penyelamatan jiwa tidak akan banyak terbuang untuk membuat keputusan. Mendeteksi & menangani komplikasi (preeklamsia. Karenanya. tuberkulosis.Pelajaran yang dapat diambil dari pendekatan resiko :adalah bahwa setiap bumil beresiko mengalami komplikasi yang sangat tidak bisa diprediksi sehinggasetiap bumil harus mempunyai akses asuhan kehamilan dan persalinan yang berkualitas. Membantu setiap bumil & keluarganya membuat perencanaan persalinan : petugas kesehatan yang terampil. Umumnya anemia ringan yang terjadi pada bumil adalah anemia defisiensi zat besi & asam folat. menentukan orang yang akan membuat keputusan. malaria.

4. Hospital Center pelayanan kebidanan berada pada team antara bidan dan SPOG. (Standard Pelayanan Kebidanan. Bidan juga harus mengenal kehamilan risti/ kelainan. 3. Sistem rujukan dilakukan apabila ditemukan komplikasi atau resiko tinggi kehamilan. nasehat dan penyuluhan kesehtan serta tugas terkait lainnya yang diberikan oleh puskesmas. Standar 6: pengelolaan anemia pada kehamilan Bidan melakukan tindakan pencegahan. Page 5 . mereka harus mampu mengambil tindakan yang diperlukan dan merujuknya untuk tindakan selanjutnya. PMS/ infeksi HIV. Standar 5: Palpasi Abdominal Bidan melakukan pemeriksaan abdominal secara seksama dan melakukan plapasi untuk memperkirakan usia kehamilan. khususnya anemia. disamping persiapan transportasi dan biaya untuk merujuk. Rujukan ditujukan pada sistem pelayanan kesehatan yang lebih tinggi. Standar 4: Pemeriksaan dan pemantauan antenatal Bidan memberikan sedikitnya 4 x pelayanan antenatal. bila tiba tiba terjadi keadaan gawat darurat. untuk mencari kelainan serta melakukan rujukan tepat waktu. memeriksa posisi. serta bila umur kehamilan bertambah. 5. suami serta keluarganya pada trimester ketiga. Obstetrician and Gynecological Care Center pelayanan kebidanan berada pada SPOG. seta mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya. Standar 8: Persiapan Persalinan Bidan memberikan saran yang tepat kepada ibu hamil. kurang gizi. 5. bagian terendah janin dan masuknya kepala janin ke dalam rongga panggul. 4. Mereka harus mencatat data yang tepat pada setiap kunjungan. 2002) TIPE PELAYANAN ASUHAN KEHAMILAN 1. Lingkup pelayanan kebidanan meliputi fisiologi dan patologi sesuai dengan pelayanan yang tersedia. Ruang lingkup dan wewenang asuhan sesuai dengan kepmenkes 900/ 2002. untuk memastikan bahwa persiapan persalinan yang bersih dan aman serta suasana yang menyenangkan akan direncanakan dengan baik. penanganan dan / atau rujukan semua kasus anemia pada kehamilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Rujukan ditujukan pada rumah sakit yang lebih tinggi tipenya. 2. Pemeriksaan meliputi anamnesa dan pemantauan ibu dan janin dengan seksama untuk menilai apakah perkembangan berlangsung normal. Standar 7: Pengelolaan Dini Hipertensi pada Kehamilan Bidan menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan dan mengenali tanda tanda serta gejala preeklamsia lainnya. Dimana bidan memberikan asuhan kebidanan secara normal dan asuhan kebidanan “bisa diberikan” dalam wewenang dan batas yang jelas. Bidan hendaknya melakukan kunjungan rumah untuk hal ini. Lingkup pelayanan kebidanan meliputi fisiologi dan patologi yang disesuaikan dengan pelayanan kebidanan yang tersedia. 3. hipertensi. 6. Rujukan dilakukan pada system yang lebih tinggi. memberikan pelayanan imunisasi. Rujukuan dilakukan pada tingkat yang lebih tinggi dan mempunyai kelengkapan sesuai dengan yang diharapkan. penemuan. Bila ditemukan kelainan. Lingkup pelayanan kebidanan meliputi fisiologi dan patologi. Independent Midwive/ BPS Center pelayanan kebidanan berada pada bidan. Public Health Center/ Puskemas Center pelayanan kebidanan berada pada team antara bidan dan dokter umum. IBI. Rumah Bersalin Center pelayanan kebidanan berada pada team antara bidan dan SPOG sebagai konsultant. 2.mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini dan secara teratur.

2. harapannya terhadap sistem pelayanan. TREND & ISSUE TERKINI DALAM ANC 1. Menerima layanan senyaman mungkin. ANC pada usia kehamilan lebih dini Data statistik mengenai kunjungan ANC trimester pertama menunjukkan peningkatan yang Page 6 . Perubahan yang nyata terjadi terutama di kota-kota besar dimana klinik ANC baik itu milik perorangan. mental dan social ibu serta bayi dengan memberikan pendidikan. dalam lingkungan yang dapat ia percaya. Mendapatkan pelayanan secara pribadi / dihormati privasinya dalam setiap pelaksanaan prosedur. baik yang bersifat medis. Dokter umum c. SPOG/ dokter spesialis obstetric dan ginekology d. yaitu : 1. Meningkatkan dan memelihara kesehatan fisik. 6. berperan secara aktif dalam perawatan diri dan merubah perilaku untuk mendapatkan outcome kehamilan yang lebih baik. Mendeteksi dan mengobati komplikasi yang mungkin timbul selama kehamilan. Keterlibatan klien dalam perawatan diri sendiri (self care) Kesadaran dan tanggung jawab klien terhadap perawatan diri sendiri selama hamil semakin meningkat. 4. Bidan/ midwives b. ibu hamil dapat memilih tenaga profesional yang berkualitas & dapat dipercaya sesuai dengan tingkat pengetahuan dan kondisi sosio-ekonomi mereka. 5. HAK-HAK IBU DALAM LAYANAN ANC Hak-hak ibu ketika menerima layanan asuhan kehamilan (Saifuddin. Mendapatkan keterangan mengenai kondisi kesehatannya. 3. Menyatakan pandangan dan pilihannya mengenai pelayanan yang diterimanya. yayasan swasta maupun pemerintah sudah mulai memberikan pelayanan kursus/kelas prapersalinan bagi para calon ibu. kondisinya. psikologis dan social. Mendiskusikan keprihatinannya. Kemampuan klien dalam merawat diri sendiri dipandang sangat menguntungkan baik bagi klien maupun sistem pelayanan kesehatan karena potensinya yang dapat menekan biaya perawatan. 4. Membantu mempersiapkan ibu untuk memnyususi bayi. 2002). melalui masa nifas yang normal serta menjaga kesehatan anak secara fisik. 2. TENAGA PROFESSIONAL ASUHAN KEHAMILAN a.Lingkup pelayanan kebidanan meliputi fisiologi dan patologi yang disesuaikan dengan pelayanan yang tersedia. Dalam hal pilihan pelayanan yang diterima. suplemen dan immunisasi. Proses ini berlangsung secara pribadi dan didasari rasa saling percaya. Mengetahui sebelumnya jenis prosedur yang akan dilakukan terhadapnya. Kecenderungan saat ini klien lebih aktif dalam mencari informasi. Rujukan ditujukan pada system pelayanan yang lebih tinggi. bedah maupun tindakan obstetric 3. Membantu ibu dan keluarganya untuk mempersiapkan kelahiran dan kedaruratan yang mungkin terjadi 2. Informasi harus diberikan langsung kepada klien (dan keluarganya). Klien tidak lagi hanya menerima dan mematuhi anjuran petugas kesehatan secara pasif. Team/ antara dokter dan bidan PERAN DAN TANGGUNG JAWAB BIDAN DALAM ASUHAN KEHAMILAN Peran dan tanggungjawab bidan dalam memberikan asuhan kehamilan adalah: 1.

Tablet yang mengandung FeSO4 320 mg (= zat besi 60 mg) dan asam folat 500 c. 2. misal : tetanus neonatal. proteinuria) Trimester III 28 – 36 minggu – Sama. Ibu harus dinasehati agar tidak meminumnya bersama teh / kopi agar tidak mengganggu penyerapannya. pemerintah telah menetapkan program kebijakan ANC sebagai berikut: a. istirahat. Hal ini sangat baik sebab memungkinkan profesional kesehatan mendeteksi dini dan segera menangani masalah-masalah yang timbul sejak awal kehamilan. dsb). Antenatal / antepartum adalah sebelum persalinan 4. .Memulai persiapan kelahiran & kesiapan menghadapi komplikasi. DJJ (Detak Jantung Janin): dihitung selama 1 menit dengan nilai normal 120 sampai 160 permenit Page 7 . kebersihan . anemia. b. ditambah : deteksi kehamilan ganda. Kesempatan untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang perubahan perilaku yang diperlukan selama hamil juga lebih banyak. Trimester II 14 – 28 minggu – Sama dengan trimester I ditambah : kewaspadaan khusus terhadap hipertensi kehamilan (deteksi gejala preeklamsia. Ektopik adalah suatu kehamilan yang terjadi diluar rahim 6. Pemberian selama 90 hari (3 bulan). ANC(antenatal care) adalah asuhan yang diberikan untuk ibu sebelum persalinan atau prenatal care 3. Sesuai dengan evidence-based practice.5 cc Interval Lama perlindungan % perlindungan TT 1 Pada kunjungan ANC pertama – TT 2 4 mgg setelah TT 1 3 tahun 80% TT 3 6 bln setelah TT 2 5 tahun 95% TT 4 1 tahun setelah TT 3 10 tahun 99% TT 5 1 tahun setelah TT 4 25 th/ seumur hidup 99% TERMINOLOGI YANG UMUM PADA ANC ( Untuk Role Play) 1. Kunjungan ANC Dilakukan minimal 4 x selama kehamilan : Kunjungan Waktu Alasan Trimester I Sebelum 14 minggu – Mendeteksi masalah yg dapat ditangani sebelum membahayakan jiwa.signifikan. seks. 3. Praktek yang berdasarkan bukti (evidence-based practice) Praktek kebidanan sekarang lebih didasarkan pada bukti ilmiah hasil penelitian dan pengalaman praktek terbaik dari para praktisi dari seluruh penjuru dunia. ditambah : deteksi kelainan letak atau kondisi yang memerlukan persalinan di RS. olahraga. Rutinitas yang tidak terbukti manfaatnya kini tidak dianjurkan lagi. Pemberian suplemen mikronutrien : g sebanyak 1 tablet/hari segera setelah rasa mual hilang. Imunisasi TT 0.Membangun hubungan saling percaya .Mendorong perilaku sehat (nutrisi.Mencegah masalah. evaluasi edema. . Setelah 36 minggu – Sama. Neonatal dini adalah tujuh hari pertama setelah bayi lahir (usia bayi 0-7 hari) 5. kebiasaan tradisional yang berbahaya) . pantau TD. Abortus adalah pengeluaran buah kehamilan (hasil konsepsi) sebelum akhir minggu ke 20.

Gestasi adalah usia kehamilan atau lamanya waktu sejak konsepsi 8. HB/ haemoglobin adalah salah satu tindakan laboratorium yang dilakukan pada masa antenatal care 10. Parturience adalah seorang wanita yang sedang dalam persalinan 21. Parturient atau confinement adalah proses persalinan dan kelahiran 22. 2000) Page 8 . Multigravida adalah seorang wanita yang sudah pernah hamil 2 kali atau lebih 15. A term atau full term adalah seorang bayi yang lahir setelah usia kehamilan 37 minggu 30. Premature adalah seorang bayi yang lahir pada usia kehamilan antara 28 dan 37 minggu 26. Perinatal adalah periode antara 28 minggu usia kehamilan dan hari ke 28 setelah bayi lahir 23. Primigravida adalah seorang wanita yang hamil untuk pertama kalinya 28. Nullipara adalah seorang wanita yang belum pernah melahirkan dengan usia kehamilan lebih dari 28 minggu/ belum pernah melahirkan janin yang mampu hidup diluar rahim 19. Depkes RI. Intrapartum adalah selama dalam persalinan 11. IUFD adalah Intra Uterine Fetal Death atau kematian janin dalam rahim 12. Postnatal atau postpartum adalah masa setelah persalinan 24. IUGR atau Intra Uterine Growth retardation/ Restriction adalah pertumbuhan janin yang terlambat didalam rahim 13. Primipara adalah seorang wanita yang baru pertama kali melahirkan dimana janin mencapai usia kehamilan 28 minggu atau lebih 29. Trimester adalah periode selama 3 bulan (Buku Panduan Asuhan pada Antenatal. LMP adalah Last Menstrual period atau hari pertama haid terakhir 14.7. Nulligravida adalah seorang wanita yang belum pernah hamil 18. Gravida adalah jumlah berapa kali seorang wanita hamil / jumlah kehamilan 9. Neonatal adalah 28 hari pertama setelah bayi lahir (usia bayi 0-28 hari) 17. PPH atau Postpartum Hemorrhage adalah perdarahan yang hebat se5telah persalinan / perdarahan paska persalahan 25. Prenatal adalah selama kehamilan 27. Paritas atau para adalah jumlah kehamilan yang menghasilkan janin yang mampu hidup diluar rahim (28 minggu) 20. Multipara adalah seorang wanita yang sudah mengalami hamil dengan usia kehamilan minimal 28 minggu dan telah melahirkan buah kehamilannya 2 kali atau lebih 16.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful