EVIDENCE BASED PADA ANEMIA DALAM KEHAMILAN

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan kesehatan di suatu negara. Kematian ibu dapat terjadi karena beberapa sebab, diantaranya karena anemia. Kematian ibu 15-20% secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan anemia. Anemia pada kehamilan juga berhubungan dengan meningkatnya kesakitan ibu. Anemia karena defisiensi zat besi merupakan penyebab utama anemia pada ibu hamil dibandingkan dengan defisiensi zat gizi lain. Dengan frekuensi yang masih cukup tinggi, berkisar antara 10% dan 20% (Prawirohardjo,2002). Badan kesehatan dunia (World Health Organization/WHO) melaporkan bahwa prevalensi ibu-ibu hamil yang mengalami defisiensi besi sekitar 35-75%, serta semakin meningkat seiring dengan pertambahan usia kehamilan. Anemia defisiensi zat besi lebih cenderung berlangsung di negara yang sedang berkembang daripada negara yang sudah maju. Tiga puluh enam persen (atau sekitar 1400 juta orang) dari perkiraan populasi 3800 juta orang di negara yang sedang berkembang menderita anemia jenis ini, sedangkan prevalensi di negara maju hanya sekitar 8% (atau kira-kira 100 juta orang) dari perkiraan populasi 1200 juta orang. Di Indonesia prevalensi anemia pada kehamilan masih tinggi yaitu sekitar 40,1% (SKRT 2001). Lautan J dkk (2001) melaporkan dari 31 orang wanita hamil pada trimester II didapati 23 (74%) menderita anemia, dan 13 (42%) menderita kekurangan besi. Mengingat besarnya dampak buruk dari anemia defisiensi zat besi pada wanita hamil dan janin, oleh karena itu perlu kiranya perhatian yang cukup terhadap masalah in

Konsep dasar asuhan kehamilan
Filosofi adalah pernyataan mengenai keyakinan dan nilai/value yang dimiliki yang berpengaruh terhadap perilaku seseorang/kelompok (Pearson & Vaughan, 1986 cit. Bryar, 1995:17). Filosofi asuhan kehamilan menggambarkan keyakinan yang dianut oleh bidan dan dijadikan sebagai panduan yang diyakini dalam memberikan asuhan kebidanan pada klien selama masa kehamilan. Dalam filosofi asuhan kehamilan ini dijelaskan beberapa keyakinan yang akan mewarnai asuhan itu. 1. Kehamilan merupakan proses yang alamiah. Perubahan-perubahan yang terjadi pada wanita selama kehamilan normal adalah bersifat fisiologis, bukan patologis. Oleh karenanya, asuhan yang diberikan pun adalah asuhan yang meminimalkan intervensi. Bidan harus memfasilitasi proses alamiah dari kehamilan dan menghindari tindakan-tindakan yang bersifat medis yang tidak terbukti manfaatnya.

2. Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan pelayanan (continuity of care) Sangat penting bagi wanita untuk mendapatkan pelayanan dari seorang profesional yang sama atau dari satu team kecil tenaga profesional, sebab dengan begitu maka perkembangan kondisi mereka setiap saat akan terpantau dengan baik selain juga mereka menjadi lebih percaya dan terbuka karena merasa sudah mengenal si pemberi asuhan (Enkin, 2000). 3. Pelayanan yang terpusat pada wanita (women centered) serta keluarga (family centered) Wanita (ibu) menjadi pusat asuhan kebidanan dalam arti bahwa asuhan yang diberikan harus berdasarkan pada kebutuhan ibu, bukan kebutuhan dan kepentingan bidan. Asuhan yang diberikan hendaknya tidak hanya melibatkan ibu hamil saja melainkan juga keluarganya, dan itu sangat penting bagi ibu sebab keluarga menjadi bagian integral/tak terpisahkan dari ibu hamil. Sikap, perilaku, dan kebiasaan ibu hamil sangat dipengaruhi oleh keluarga. Kondisi yang dialami oleh ibu hamil juga akan mempengaruhi seluruh anggota
Page 1

keluarga. 4. maupun test/pemeriksaan sebelum mereka memutuskan untuk menyetujuinya. Tidak perlu melakukan intervensi yang tidak didukung oleh bukti ilmiah (evidence-based practice). Perempuan harus diberdayakan untuk mampu mengambil keputusan tentang kesehatan diri dan keluarganya melalui tindakan KIE dan konseling yang dilakukan bidan. Pelayanan yang diberikan harus berdasarkan kebutuhan ibu & janin. keluarga juga merupakan unit sosial yang terdekat dan dapat memberikan dukungan yang kuat bagi anggotanya. Oleh karena itu. Ibu mempunyai hak untuk memilih dan memutuskan kepada siapa dan dimana ia akan memperoleh pelayanan kebidanannya. 2000). obat-obatan. Bidan yang terampil harus tahu kapan ia harus melakukan sesuatu dan intervensi yang dilakukannya haruslah aman berdasarkan bukti ilmiah. Bidan juga harus membantu ibu dalam membuat suatu keputusan tentang apa yang terbaik bagi ibu & bayinya berdasarkan sistem nilai dan kepercayaan ibu/keluarga. Kehamilan dan kelahiran adalah suatu proses yang normal. Tenaga profesional kesehatan tidak mungkin terus menerus mendampingi dan merawat ibu hamil. Ibu adalah pelaku utama dalam asuhan kehamilan. bidan harus memberdayakan ibu (dan keluarga) dengan meningkatkan pengetahuan & pengalaman mereka melalui pendidikan kesehatan agar dapat merawat dan menolong diri sendiri pada kondisi tertentu. 2. obat. analisa. dan pertimbangan yang matang. dan sayang ibu serta berdasarkan bukti ilmiah terkini (praktek terbaik) menjadi tanggung jawab semua profesional bidan. Selain itu. dan bidan. Perry. (Lowdermilk. Pengambil keputusan adalah ibu & keluarga. 3. dengan ibu sebagai penentu utama dalam proses pengambilan keputusan. Pemberdayaan. Akibat yang timbul dari tindakan yang dilakukan menjadi tanggungan bidan. alami dan sehat. bukan sebagai rutinitas sebab test-test rutin. Page 2 . berfokus pada klien. karenanya ibu hamil perlu mendapat informasi dan pengalaman agar dapat merawat diri sendiri secara benar. Dalam hal pengambilan keputusan haruslah merupakan kesepakatan bersama antara ibu. LINGKUP ASUHAN KEHAMILAN Ruang lingkup asuhan kehamilan meliputi asuhan kehamilan normal dan identifikasi kehamilan dalam rangka penapisan untuk menjaring keadaan resiko tinggi dan mencegah adanya komplikasi kehamilan PRINSIP-PRINSIP POKOK ASUHAN KEHAMILAN 1. Tanggung jawab Asuhan kehamilan yang diberikan bidan harus selalu didasari ilmu. Untuk dapat mengambil suatu keputusan mereka memerlukan informasi. keluarganya. Otonomi. Hindarkan sikap negatif dan banyak mengkritik. Bobak. atau prosedur lain pada kehamilan dapat membahayakan ibu maupun janin. Asuhan kehamilan menghargai hak ibu hamil untuk berpartisipasi dan memperoleh pengetahuan/pengalaman yang berhubungan dengan kehamilannya. Sebagai bidan kita meyakini bahwa model asuhan kehamilan yang membantu serta melindungi proses kehamilan & kelahiran normal adalah yang paling sesuai bagi sebagian besar wanita. Bidan harus memberikan informasi yang akurat tentang resiko dan manfaat dari semua prosedur. bukan atas kebutuhan bidan. Tidak membahayakan Intervensi harus dilaksanakan atas dasar indikasi yang spesifik. 4. Asuhan yang berkualitas. 5.

dan logis untuk menghadapi kelahiran serta kemungkinan adanya komplikasi. 2000 : 22). Penelitian menunjukkan bahwa pemberian asuhan khusus pada ibu yang tergolong dalam kategori resiko tinggi terbukti tidak dapat mengurangi komplikasi yang terjadi (Enkin. emosional. edema kaki. 2. 3. Namun ternyata banyak komponen ANC yang rutin dilaksanakan tersebut tidak efektif untuk menurunkan angka kematian maternal & perinatal. Page 3 . Dimana dunia menyadari bahwa persalinan akan berjalan lancar apabila adanya peningkatan pelayanan antenatal care. Sebenarnya bidan memiliki peran penting dalam mencegah dan atau menangani setiap kondisi yang mengancam jiwa ini melalui beberapa intervensi yang merupakan komponen penting dalam ANC seperti : mengukur tekanan darah. Mengenali secara dini penyimpangan dari normal dan memberikan penatalaksanaan yang diperlukan.Pendekatan resiko mempunyai bila prediksi yang buruk karena kita tidak bisa membedakan ibu yang akan mengalami komplikasi dan yang tidak. posisi & presentasi janin di bawah usia 36 minggu dsb) yang memperkirakan kategori resiko ibu. infeksi dan eklampsia. Pengajaran /pendidikan kesehatan yang ditujukan untuk mencegah resiko/komplikasi Hasil-hasil penelitian yang dikaji oleh WHO (Maternal Neonatal Health) menunjukkan bahwa : . Membina hubungan saling percaya antara ibu dan bidan dalam rangka mempersiapkan ibu dan keluarga secara fisik. dan 90% ibu yang diidentifikasi sebagai beresiko tinggi tidak pernah mengalami komplikasi. Boombing terjadi pada tahun 1980-an seiring dengan munculnya safe motherhood dan making pregnancy safer. mendeteksi tanda-tanda awal perdarahan/infeksi.Banyak ibu yang digolongkan dalam kelompok resiko tinggi tidak pernah mengalami komplikasi. Memonitor kemajuan kehamilan guna memastikan kesehatan ibu & perkembangan bayi yang normal. REFOCUSING ASUHAN KEHAMILAN Hasil survey kesehatan rumahtangga (SKRT) tahun 1995 menunjukkan angka kematian ibu sebesar 373 per 100.Memberikan keamanan palsu sebab banyak ibu yang tergolong kelompok resiko rendah mengalami komplikasi tetapi tidak pernah diberitahu bagaimana cara mengetahui dan apa yang dapat dilakukannya. TUJUAN ASUHAN KEHAMILAN Tujuan utama ANC adalah menurunakn/mencegah kesakitan dan kematian maternal dan perinatal. . ukuran pelvik. .SEJARAH ASUHAN KEHAMILAN Sejarah asuhan kehamilan sejalan dengan perkembangan dunia kebidanan secara umum. 3. maupun deteksi & penanganan awal terhadap anemia. Temuan-temuan fisik (TB.000 kelahiran hidup dengan penyebab utama adalah perdarahan. Hasil studi di Kasango (Zaire) membuktikan bahwa 71% ibu yang mengalami partus macet tidak terprediksi sebelumnya. memeriksa kadar proteinuria. Adapun tujuan khususnya adalah : 1. Fokus lama ANC : 1. BB. 2. sementara mereka telah memakai sumber daya yang cukup mahal dan jarang didapat. Mengumpulkan data dalam upaya mengidentifikasi ibu yang beresiko tinggi dan merujuknya untuk mendapatkan asuhan khusus.

Mendeteksi & menangani komplikasi (preeklamsia. Membantu setiap bumil & keluarganya membuat perencanaan persalinan : petugas kesehatan yang terampil. dan letak/presentasi abnormal setelah 36 minggu. keputusan yang kurang tepat. menentukan orang yang akan membuat keputusan. Ibu yang memerlukan kelahiran operatif akan sudah mempunyai jangkauan pada penolong yang terampil dan fasilitas kesehatan yang dibutuhkan.Pelajaran yang dapat diambil dari pendekatan resiko :adalah bahwa setiap bumil beresiko mengalami komplikasi yang sangat tidak bisa diprediksi sehinggasetiap bumil harus mempunyai akses asuhan kehamilan dan persalinan yang berkualitas. nutrisi yang baik selama hamil. mencari transportasi. suami dan anggota keluarganya agar Page 4 . biaya. Memberikan suplementasi zat besi & asam folat. 4. Kelalaian dalam praktek terjadi bila pelayanan yang diberikan tidak memenuhi standard dan terbukti membahayakan. perdarahan pervaginam. perlengkapan esensial untuk ibu-bayi). Untuk populasi tertentu: . Karenanya. donor darah. Melakukan skrining/penapisan kondisi-kondisi yang memerlukan persalinan RS (riwayat SC. dsb. 2.Suplementasi vitamin A STANDARD ASUHAN KEHAMILAN Sebagai profesional bidan. penyakit menular seksual.) pada setiap kunjungan. Isi refocusing ANC : Penolong yang terampil/terlatih harus selalu tersedia untuk : 1. Terdapat 6 standar dalam standar pelayanan antenatal seperti sebagai berikut: 1. Umumnya anemia ringan yang terjadi pada bumil adalah anemia defisiensi zat besi & asam folat. 8. Standar 3. tempat bersalin. keuangan. pengetahuan dan tingkat kinerja yang telah disepakati oleh profesi. Standard mencerminkan norma. 3.Pencegahan/ terapi preventif malaria untuk menurunkan resiko terkena malaria di daerah endemik . dana kegawatdaruratan. Mendeteksi kehamilan ganda setelah usia kehamilan 28 minggu. 6. transportasi. tuberkulosis. komunikasi. IUFD. anemia berat. Jika setiap bumil sudah mempersiapkan diri sebelum terjadi komplikasi maka waktu penyelamatan jiwa tidak akan banyak terbuang untuk membuat keputusan. Penolong persalinan yang terampil menjamin asuhan normal yang aman sehingga mencegah komplikasi yang mengancam jiwa serta dapat segera mengenali masalah dan merespon dengan tepat. 5. dalam melaksanakan prakteknya harus sesuai dengan standard pelayanan kebidanan yang berlaku.Profilaksis cacing tambang (penanganan presumtif) untuk menurunkan insidens anemia berat. Memberikan imunisasi Tetanus Toxoid untuk mencegah kematian BBL karena tetanus. malaria. Membantu setiap bumil & keluarganya mempersiapkan diri menghadapi komplikasi (deteksi dini. sehingga kematian karena penundaan keputusan. donor darah.Suplementasi yodium . . fokus ANC perlu diperbarui (refocused) agar asuhan kehamilan lebih efektif dan dapat dijangkau oleh setiap wanita hamil. Penerapan standard pelayanan akan sekaligus melindungi masyarakat karena penilaian terhadap proses dan hasil pelayanan dapat dilakukan atas dasar yang jelas. Identifikasi ibu hamil Bidan melakukan kunjungan rumah dengan berinteraksi dengan masyarakat secara berkala untuk memberikan penyuluhan dan memotivasi ibu. Ibu yang sudah tahu kalau ia mempunyai kondisi yang memerlukan kelahiran di RS akan berada di RS saat persalinan. dsb). dsb). 7. atau hambatan dalam hal jangkauan akan dapat dicegah.

6. Rujukan ditujukan pada sistem pelayanan kesehatan yang lebih tinggi. Bidan hendaknya melakukan kunjungan rumah untuk hal ini. Standar 4: Pemeriksaan dan pemantauan antenatal Bidan memberikan sedikitnya 4 x pelayanan antenatal. Rumah Bersalin Center pelayanan kebidanan berada pada team antara bidan dan SPOG sebagai konsultant. 2. seta mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya. khususnya anemia. IBI. Dimana bidan memberikan asuhan kebidanan secara normal dan asuhan kebidanan “bisa diberikan” dalam wewenang dan batas yang jelas. 3. Standar 7: Pengelolaan Dini Hipertensi pada Kehamilan Bidan menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan dan mengenali tanda tanda serta gejala preeklamsia lainnya. memberikan pelayanan imunisasi. 5. untuk memastikan bahwa persiapan persalinan yang bersih dan aman serta suasana yang menyenangkan akan direncanakan dengan baik. Sistem rujukan dilakukan apabila ditemukan komplikasi atau resiko tinggi kehamilan. Standar 5: Palpasi Abdominal Bidan melakukan pemeriksaan abdominal secara seksama dan melakukan plapasi untuk memperkirakan usia kehamilan. Independent Midwive/ BPS Center pelayanan kebidanan berada pada bidan. Public Health Center/ Puskemas Center pelayanan kebidanan berada pada team antara bidan dan dokter umum. hipertensi. Bidan juga harus mengenal kehamilan risti/ kelainan. 4. Ruang lingkup dan wewenang asuhan sesuai dengan kepmenkes 900/ 2002. Bila ditemukan kelainan. Mereka harus mencatat data yang tepat pada setiap kunjungan. untuk mencari kelainan serta melakukan rujukan tepat waktu. suami serta keluarganya pada trimester ketiga. penanganan dan / atau rujukan semua kasus anemia pada kehamilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 4. Standar 8: Persiapan Persalinan Bidan memberikan saran yang tepat kepada ibu hamil. Standar 6: pengelolaan anemia pada kehamilan Bidan melakukan tindakan pencegahan. 3. Page 5 . Lingkup pelayanan kebidanan meliputi fisiologi dan patologi.mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini dan secara teratur. Rujukan dilakukan pada system yang lebih tinggi. Obstetrician and Gynecological Care Center pelayanan kebidanan berada pada SPOG. nasehat dan penyuluhan kesehtan serta tugas terkait lainnya yang diberikan oleh puskesmas. mereka harus mampu mengambil tindakan yang diperlukan dan merujuknya untuk tindakan selanjutnya. Hospital Center pelayanan kebidanan berada pada team antara bidan dan SPOG. serta bila umur kehamilan bertambah. Pemeriksaan meliputi anamnesa dan pemantauan ibu dan janin dengan seksama untuk menilai apakah perkembangan berlangsung normal. bagian terendah janin dan masuknya kepala janin ke dalam rongga panggul. bila tiba tiba terjadi keadaan gawat darurat. Lingkup pelayanan kebidanan meliputi fisiologi dan patologi sesuai dengan pelayanan yang tersedia. memeriksa posisi. Rujukan ditujukan pada rumah sakit yang lebih tinggi tipenya. 2. 2002) TIPE PELAYANAN ASUHAN KEHAMILAN 1. Rujukuan dilakukan pada tingkat yang lebih tinggi dan mempunyai kelengkapan sesuai dengan yang diharapkan. penemuan. Lingkup pelayanan kebidanan meliputi fisiologi dan patologi yang disesuaikan dengan pelayanan kebidanan yang tersedia. kurang gizi. 5. PMS/ infeksi HIV. (Standard Pelayanan Kebidanan. disamping persiapan transportasi dan biaya untuk merujuk.

6. Membantu mempersiapkan ibu untuk memnyususi bayi. melalui masa nifas yang normal serta menjaga kesehatan anak secara fisik. Bidan/ midwives b. 4. Menyatakan pandangan dan pilihannya mengenai pelayanan yang diterimanya. Mendeteksi dan mengobati komplikasi yang mungkin timbul selama kehamilan. Mendiskusikan keprihatinannya. Dokter umum c. yayasan swasta maupun pemerintah sudah mulai memberikan pelayanan kursus/kelas prapersalinan bagi para calon ibu. yaitu : 1. 3. bedah maupun tindakan obstetric 3. Keterlibatan klien dalam perawatan diri sendiri (self care) Kesadaran dan tanggung jawab klien terhadap perawatan diri sendiri selama hamil semakin meningkat. 2. kondisinya. Mendapatkan keterangan mengenai kondisi kesehatannya. psikologis dan social. Team/ antara dokter dan bidan PERAN DAN TANGGUNG JAWAB BIDAN DALAM ASUHAN KEHAMILAN Peran dan tanggungjawab bidan dalam memberikan asuhan kehamilan adalah: 1. 5. TENAGA PROFESSIONAL ASUHAN KEHAMILAN a. Rujukan ditujukan pada system pelayanan yang lebih tinggi. Perubahan yang nyata terjadi terutama di kota-kota besar dimana klinik ANC baik itu milik perorangan. baik yang bersifat medis. dalam lingkungan yang dapat ia percaya. Meningkatkan dan memelihara kesehatan fisik. mental dan social ibu serta bayi dengan memberikan pendidikan. Menerima layanan senyaman mungkin. 4. harapannya terhadap sistem pelayanan. ANC pada usia kehamilan lebih dini Data statistik mengenai kunjungan ANC trimester pertama menunjukkan peningkatan yang Page 6 .Lingkup pelayanan kebidanan meliputi fisiologi dan patologi yang disesuaikan dengan pelayanan yang tersedia. Kemampuan klien dalam merawat diri sendiri dipandang sangat menguntungkan baik bagi klien maupun sistem pelayanan kesehatan karena potensinya yang dapat menekan biaya perawatan. Proses ini berlangsung secara pribadi dan didasari rasa saling percaya. HAK-HAK IBU DALAM LAYANAN ANC Hak-hak ibu ketika menerima layanan asuhan kehamilan (Saifuddin. Kecenderungan saat ini klien lebih aktif dalam mencari informasi. Klien tidak lagi hanya menerima dan mematuhi anjuran petugas kesehatan secara pasif. Membantu ibu dan keluarganya untuk mempersiapkan kelahiran dan kedaruratan yang mungkin terjadi 2. ibu hamil dapat memilih tenaga profesional yang berkualitas & dapat dipercaya sesuai dengan tingkat pengetahuan dan kondisi sosio-ekonomi mereka. suplemen dan immunisasi. Mengetahui sebelumnya jenis prosedur yang akan dilakukan terhadapnya. Dalam hal pilihan pelayanan yang diterima. SPOG/ dokter spesialis obstetric dan ginekology d. TREND & ISSUE TERKINI DALAM ANC 1. 2. Mendapatkan pelayanan secara pribadi / dihormati privasinya dalam setiap pelaksanaan prosedur. Informasi harus diberikan langsung kepada klien (dan keluarganya). 2002). berperan secara aktif dalam perawatan diri dan merubah perilaku untuk mendapatkan outcome kehamilan yang lebih baik.

signifikan. . Kesempatan untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang perubahan perilaku yang diperlukan selama hamil juga lebih banyak. b. Rutinitas yang tidak terbukti manfaatnya kini tidak dianjurkan lagi. misal : tetanus neonatal. ditambah : deteksi kelainan letak atau kondisi yang memerlukan persalinan di RS. kebiasaan tradisional yang berbahaya) . Pemberian selama 90 hari (3 bulan).Mencegah masalah.Memulai persiapan kelahiran & kesiapan menghadapi komplikasi. Ektopik adalah suatu kehamilan yang terjadi diluar rahim 6. ANC(antenatal care) adalah asuhan yang diberikan untuk ibu sebelum persalinan atau prenatal care 3. dsb). Praktek yang berdasarkan bukti (evidence-based practice) Praktek kebidanan sekarang lebih didasarkan pada bukti ilmiah hasil penelitian dan pengalaman praktek terbaik dari para praktisi dari seluruh penjuru dunia. 2. Setelah 36 minggu – Sama. DJJ (Detak Jantung Janin): dihitung selama 1 menit dengan nilai normal 120 sampai 160 permenit Page 7 . seks.Mendorong perilaku sehat (nutrisi. pantau TD. proteinuria) Trimester III 28 – 36 minggu – Sama. Ibu harus dinasehati agar tidak meminumnya bersama teh / kopi agar tidak mengganggu penyerapannya.Tablet yang mengandung FeSO4 320 mg (= zat besi 60 mg) dan asam folat 500 c. evaluasi edema. olahraga. Trimester II 14 – 28 minggu – Sama dengan trimester I ditambah : kewaspadaan khusus terhadap hipertensi kehamilan (deteksi gejala preeklamsia. anemia. Neonatal dini adalah tujuh hari pertama setelah bayi lahir (usia bayi 0-7 hari) 5. istirahat. Hal ini sangat baik sebab memungkinkan profesional kesehatan mendeteksi dini dan segera menangani masalah-masalah yang timbul sejak awal kehamilan. pemerintah telah menetapkan program kebijakan ANC sebagai berikut: a. ditambah : deteksi kehamilan ganda.Membangun hubungan saling percaya . Imunisasi TT 0. . kebersihan . Abortus adalah pengeluaran buah kehamilan (hasil konsepsi) sebelum akhir minggu ke 20. Sesuai dengan evidence-based practice.5 cc Interval Lama perlindungan % perlindungan TT 1 Pada kunjungan ANC pertama – TT 2 4 mgg setelah TT 1 3 tahun 80% TT 3 6 bln setelah TT 2 5 tahun 95% TT 4 1 tahun setelah TT 3 10 tahun 99% TT 5 1 tahun setelah TT 4 25 th/ seumur hidup 99% TERMINOLOGI YANG UMUM PADA ANC ( Untuk Role Play) 1. Kunjungan ANC Dilakukan minimal 4 x selama kehamilan : Kunjungan Waktu Alasan Trimester I Sebelum 14 minggu – Mendeteksi masalah yg dapat ditangani sebelum membahayakan jiwa. 3. Pemberian suplemen mikronutrien : g sebanyak 1 tablet/hari segera setelah rasa mual hilang. Antenatal / antepartum adalah sebelum persalinan 4.

Gravida adalah jumlah berapa kali seorang wanita hamil / jumlah kehamilan 9. Nulligravida adalah seorang wanita yang belum pernah hamil 18. Premature adalah seorang bayi yang lahir pada usia kehamilan antara 28 dan 37 minggu 26. LMP adalah Last Menstrual period atau hari pertama haid terakhir 14. Parturient atau confinement adalah proses persalinan dan kelahiran 22. Prenatal adalah selama kehamilan 27. Neonatal adalah 28 hari pertama setelah bayi lahir (usia bayi 0-28 hari) 17. Multipara adalah seorang wanita yang sudah mengalami hamil dengan usia kehamilan minimal 28 minggu dan telah melahirkan buah kehamilannya 2 kali atau lebih 16. PPH atau Postpartum Hemorrhage adalah perdarahan yang hebat se5telah persalinan / perdarahan paska persalahan 25. Paritas atau para adalah jumlah kehamilan yang menghasilkan janin yang mampu hidup diluar rahim (28 minggu) 20. Perinatal adalah periode antara 28 minggu usia kehamilan dan hari ke 28 setelah bayi lahir 23. Postnatal atau postpartum adalah masa setelah persalinan 24. Primipara adalah seorang wanita yang baru pertama kali melahirkan dimana janin mencapai usia kehamilan 28 minggu atau lebih 29.7. Intrapartum adalah selama dalam persalinan 11. Parturience adalah seorang wanita yang sedang dalam persalinan 21. A term atau full term adalah seorang bayi yang lahir setelah usia kehamilan 37 minggu 30. Nullipara adalah seorang wanita yang belum pernah melahirkan dengan usia kehamilan lebih dari 28 minggu/ belum pernah melahirkan janin yang mampu hidup diluar rahim 19. 2000) Page 8 . Gestasi adalah usia kehamilan atau lamanya waktu sejak konsepsi 8. Multigravida adalah seorang wanita yang sudah pernah hamil 2 kali atau lebih 15. Depkes RI. IUFD adalah Intra Uterine Fetal Death atau kematian janin dalam rahim 12. IUGR atau Intra Uterine Growth retardation/ Restriction adalah pertumbuhan janin yang terlambat didalam rahim 13. HB/ haemoglobin adalah salah satu tindakan laboratorium yang dilakukan pada masa antenatal care 10. Primigravida adalah seorang wanita yang hamil untuk pertama kalinya 28. Trimester adalah periode selama 3 bulan (Buku Panduan Asuhan pada Antenatal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful