Click to edit Master subtitle style

BAB 1 INDUSTRI SEMEN
5/5/12

1.1 . PENDAHULUAN Kata “semen” dari diambil dari kata caementum yang artinya bahan perekat yang memiliki kemampuan untuk mempersatukan atau mengikat bahan-bahan padat menjadi satu kesatuan yang kokoh. Pada saat sekarang ini, istilah semen dapat pula diartikan yaitu yang meliputi bahan pengikat yang terdiri dari zat organic yang tidak dapat 5/5/12 dimanfaatkan untuk bahan gedung

Inggris. Dikatakan semen portland.Seiring perkembangan zaman. namun semen Portland yang merupakan jenis semen yang paling banyak digunakan di dalam kontruksi Indonesia. . karena beton yang dibuat dengan semen ini menyerupai batu bangunan yang 5/5/12 ada di Pulau Portland. Semen Portland ditemukan oleh Joseph Aspdin pada tahun 1824. semen dibuat sesuai dengan kebutuhan dalam pembangunan.

yang pada umumnya bercampur dengan MgCO3.2.2.1. Batu kapur berwarna abu-abu hingga 5/5/12 kuning dikarenakan mengandung .1. Alumina silikat dan senyawa oksida lainnya . BAHAN BAKU PEMBUATAN SEMEN 1. MgSO4. Batu Kapur Batu kapur adalah komponen yang utama oksida yang mempunyai rumus CaCO3 ( Calcium Carbonat).

2. Gipsum yang paling umum ditemukan adalah 5/5/12 jenis hidrat kalsium sulfat dengan .2. Gypsum Gipsum adalah salah satu contoh mineral dengan kadar kalsium yang lebih banyak dari pada mineralnya.4.3.2H2O 1.1. Tanah Liat Rumus kimia tanah liat yang digunakan pada produksi semen SiO2Al2O3.

1.3. Bahan Baku Batu Kapur  Berat molekul : 100.32 gr/ml didih : 2850°C larut dalam air dan asam 5/5/12 Titik Density Titik Dapat   .08 gr/mol leleh : 2570°C : 3. SIFAT FISIKA DAN KIMIA BAHAN BAKU DAN PRODUK 1. 1.3.

99 leleh : 1999oC-203oC beku : 2210oC Tidak larut dalam air tapi larut dalam asam dan alkali 5/5/12 .Tanah Liat Berat Spgr Titik Titik molekul : 101.96 gr/mol : 3.

tapi menurun lagi ketika suhu semakin tinggi memiliki pecahan yang baik.31 – 2.1 gr/liter pada 40 °C. antara 66o sampai dengan 114o dan belahannya adalah 5/5/12 jenis choncoidal. Gipsum .8 gr/liter pada 0 °C yang meningkat menjadi 2.35 Kelarutan dalam air 1.Gypsum Berat jenis gipsum antara 2.

C3A) Sifat FisiK Kehalusan Kehalusan dapat mewakili sifatsifat fisika lainnya terutama terhadap kekuatan. C2S. Produk (campuran C3S. bertambahnya kehalusan pada umumnya akan bertambah pula kekuatan. 2. mempercepat reaksi hidarsi begitu pula waktu 5/5/12 pengikatannya semakin singkat .1.3.

C2S memberikan kekuatan semen pada umur yang 5/5/12 lebih lama. Kuat tekan dimaksud sebagai kemampuan suatu material untuk menahan suatu beban tekan. C2S memberikan kontribusi yang besar pada perkembangan kuat tekan awal. Kuat tekan dipengaruhi oleh komposisi mineral utama. C3A mempengaruhi .Kuat Tekan Kuat tekan merupakan sifat yang paling penting bagi mortar ataupun beton.

Sifat Kimia Magnesium oksida (MgO) Pada umumnya semua standard semen membatasi kandungan MgO dalam semen Portland. berdasarkan persamaan reaksi sbb : Mg O + H2O 5/5/12 Mg (OH)2 . karena MgO akan menimbulkan magnesia expansion pada semen setelah jangka waktu lebih daripada setahun.

5/5/12 karena pengukurannya .Reaksi tersebut diakibatkan karena MgO bereaksi dengan H2O menjadi magnesium hidroksida yang mempunyai volume yang lebih. Pada umumnya standard yang ada tidak membatasi besarnya mineral compound tersebut. C2S. Mineral compound C3A . C4AF) (C3S.

Tetapi karena C3A bereaksi terhadap sulfat.Tetapi ada standard yang mensyaratkan mineral compound ini untuk jenisjenis semen tertentu. maka untuk pemakaian5/5/12 di daerah yang . adanya kandungan C3A dalam semen pada dasarnya adalah untuk mengontrol sifat plastisitas adonan semen dan beton. Salah satu mineral yang penting yaitu C3A. misalnya ASTM untuk standard semen type IV dan type V.

4. DATA KUANTITATIF Produk 5/5/12 : 1 ton . REAKSI KIMIA Reaksi kimia umum yang terjadi dalam proses pembuatan semen yaitu: CaCO3 CaO CaO + CO2 + Al2O3 + SiO2 campuran C3S.5. C3A 1.1. C2S.

Kandungan yang tidak diinginkan ini. sebagian besar banyak mengandung silika dan kandungan besi. dapat dibuang dengan metode fluida atau adsorpsi 5/5/12 . Campuran Batu Kapur Batu kapur lokal dimanfaatkan yang dapat langsung untuk pembuatan semen.6. 1.1.

penggilingan bahan baku lebih baik dilakukan dalam lingkar tertutup (Closed Circuit) daripada lingkar terbua (Open Circuit) karena dalam cara pertama bagian yang sudah halus diteruskan dan yang masih kasar dikembalikan. . sedang dalam cara yang kedua bahan baku digiling terus sampai kehalusan rataratanya sudah mencapai tingkat 5/5/12 yang dikehendaki.Pada kedua proses tersebut.

Hal ini dikarenakan lebih hemeat energi.Proses basah merupakan proses yang paling lama dikenal. namun pada saat ini proses kering yang paling banyak digunakan. terutama pada pabrik. Sebab pengendalian dan pencampurannya dapat dilakukan dengan teliti 5/5/12 .pabrik baru.

High Grade Limesstone + clay Diagram Alir Semen Portland Beneficiat ed Rock Slury Rotary Filter Waste heat boiler To stack START Pulverizer Klim Flue Gasses P-1 Tube Mill Wet.Grind Closed Circult Cooler Air Klinker Talis Fines Talis Four Compartment Tube Mill In Closed Circult With Two Air Classifier Peripheral 5/5/12 .

1. Di pulverizer kedua bahan digiling. Hasil dari pulverizer dihaluskan lagi ke Tube mill. Di tube mill penghalusan terjadi secara basah dan tertutup.8. Lalu bahan yang halus tadi di alirkan ke rotary filter untuk memisahkan antara yang padat dan yang cair. yang padat di recycle ke .Di rotary filter terjadi pemisahan antara cair dan 5/5/12 padat. URAIAN PROSES Batu kapur di tambah tanah liat diumpankan ke pulverizer.

bahan yang masih mengandung kapur namun belum menjadi butiran semen di recycle ke waste heat boiler kembali. dimana 5/5/12 butiran tersebut telah dialirkan gas . Sedangkan bahan yang telah menjadi butiran semen didinginkan di cooler. lalu dimasukkan ke waste heat boiler.bahan yang tidak mengandung kapur di buang melalui stack. Di sini terjadi perebusan.Filter yang tadi ditambah dengan campuran batu kapur.

Butiran semen yang telah dingin disimpan di clinker storage. Jadi butiran semen di ayak dengan periotheral screen. sedangkan yang sudah halus akan langsung keluar menjadi produk. yang lolos akan diayak ke periotheral screen selanjutnya. Sebagian butiran semen ini akan di ayak dan di haluskan kembali. Sedangkan yang tidak lolos akan dihaluskan kembali di dalam tube mill dan diayak kembali 5/5/12 sampai mendapatkan produk yang .

1. KEGUNAAN  Kegunaan semen pada aplikasi di kehidupan antra lain: digunakan untuk membangun rumah digunakan untuk membangun bangunan pada umumnya digunakan untuk membuat jalan . jembatan dan 5/5/12 pabrik Dapat Dapat Dapat .9.