BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian tentang metode mengajar yang paling sesuai ternyata semuanya gagal, karena setiap metode mengajar bergantung pada cara atau gaya siswa belajar, pribadinya serta kesanggupannya. Biasanya dicari metode mengajar yang sesuai dengan siswa “rata-rata” yang sebenarnya khayalan belaka. Akhir-akhir ini pikiran baru yakni, bahwa mengajar itu harus memperhatikan gaya belajar atau learning style siswa, yaitu cara ia bereaksi dan menggunakan perangsang-perangsang yang diterimanya dalam proses belajar. Untuk mempertinggi efektifitas proses pembelajaran perlu diadakan penelitian yang mendalam tentang gaya belajar siswa. Salah satunya adalah gaya atau model belajar kognitf. Model belajar kognitif merupakan suatu bentuk teori belajar yang sering disebut sebagai model perseptual. Model belajar kognitif mengatakan bahwa tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan belajarnya. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
1. Bagaimana teori belajar kognitif ? 2. Ada berapa jenis-jenis gaya belajar kognitif ? 3. Bagaimana perbedaan jenis gaya kognitif pada gaya kognitif spesial ?

C. Tujuan Penulisan Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan di atas maka tujuan penulisan dalam makalah ini adalah:
1. 2.

Untuk mengetahui teori-teori belajar kognitif ? Untuk mengetahui jenis-jenis gaya belajar kognitif ?

1

Untuk mengetahui perbedaan jenis gaya kognitif pada gaya kognitif spesial ? 3. Manfaat Penulisan Diharapkan makalah ini dapat menjadi bahan bacaan yang menarik dan membangun bagi para pembaca. D. 1. Diharapkan makalah ini dapat menjadi salah satu referensi mengajar bagi guru dan dosen yang menggunakan gaya belajar kognitif. 3. 2. 2 . Diharapkan makalah ini dapat menjadi salah satu referensi bagi mahasiswa yang menggunakan model / gaya belajar kognitif sebagai judul skripsi atau proposalnya.

Teori ini berpandangan bahwa belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan. Teori kognitif juga menekankan bahwa bagian-bagian dari suatu situasi saling berhubungan dengan seluruh konteks situasi tersebut. Ketika individu berkembang menuju kedewasaan. Teori Perkembangan Piaget Piaget adalah seorang tokoh psikologi kobnitif yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan pemikiran para pakar kognitif lainnya.BAB II PEMBAHASAN A. Para penganut aliran kognitif mengatakan bahwa belajar belajar tidak sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon. Pengertian Belajar Menurut Teori Kognitif Teori belajar kognitif berbeda dengan teori belajar behavioristik. pengolahan informasi. emosi. Ia menyimpulkan bahwa daya pikir atau kekuatan mental anak yang berbeda usia akan berbeda pula secara kualitatif. 2. Belajar merupakan aktifitas yang melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks. Proses belajar terjadi antara lain mencakup pengaturan stimulus yang diterima dan menyesuaikannya dengan struktur kognitif yang sudah dimiliki dan terbentuk didalam pikiran seseorang berdasarkan pemahaman dan pengalaman-pengalaman sebelumnya. Piaget tidak melihat perkembangan kognitif sebagai sesuatu yang dapat didefinisikan secara kuantitatif. Belajar merupakan perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku yang nampak. retensi. akan mengalami adaptasi biologis dengan lingkungannya yang akan menyebabkan adanya perubahan-perubahan kualitatif di dalam struktur kognitifnya. Model belajar kognitif merupakan suatu bentuk teori belajar yang sering disebut sebagai model perseptual. maka makin komplekslah susunan sel syarafnya dan makin meningkat pula kemampuannya. 3 . Model belajar kognitif mengatakan bahwa tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan belajarnya. yaitu suatu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem syaraf. Dengan makin bertambahnya umur seseorang. Teoribelajar kognitif lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil belajarnya. perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik. Teori Belajar Kognitif 1. Menurut Piaget. dan aspek-aspek kejiwaan lainnya.

Adaptasi akan terjadi jika telah terdapat keseimbangan di dalam struktur kognitif. Kemampuan yang dimilikinya antara lain: 1) Melihat dirinya sendiri sebagai makhluk yang berbeda dengan objek yang disekitarnya. Proses adaptasi mempunyai dua bentuk dan terjadi secara stimultan. Asimilasi dan akomodasi akan terjadi aoabila seseorang mengalami konflik kognitif atau suatu ketidak seimbangan antara apa yang telah diketahui dengan apa yang dilihat atau dialaminya sekarang. terputus-putus. proses belajar seseorang akan mengikuti pola dan tahap-tahap perkembangan sesuai dengan umurnya. perkembangan kognitif seseorang akan mengalami gangguan dan tidak teratur (disorganized). 4 . Hal ini misalnya tampak pada caranya berbicara yang tidak runtut. Sedangkan proses ekuilibrasi adalah penyesuaian berkesinambungan antara asimilasi dan akomodasi. 2) Mencari rangsangan melalui sinar lampu dan suara. Proses penyeimbangan yaitu menyeimbangkan antara lingkungan luar dengan struktur kognitif yang ada dalam dirinya. yaitu: a. akomodasi. yaitu asimilasi dan akomodasi. Proses akomodasi merupakan prosres penyesuaian struktur kognitif ke dalam situasi yang baru. Perubahan struktur kognitif merupakan fungsi dari pengalaman dan kedewasaan anak terjadi melalui tahap-tahap perkembangan tertentu. maka diperlukan proses penyeimbangan. Asimilasi adalah proses perubahan apa yang dipahami sesuai dengan struktur kognitif yang ada sekarang. Menurut Piaget.Agar seseorang dapat terus mengembnngkan dan menambah pengetahuannya sekaligus menjaga stabilitas mental dalam dirinya. dan sebagainya. Menurut Piaget. Proses ini akan mempengaruhi struktur kognitif. dan dilakukan langkah demi langkah. Tanpa proses ekuilibrasi. Piaget membagi tahap-tahap perkembangan kognitif menjadi empat. Proses inilah yang disebut ekuilibrasi. sementara akomodasi adalah proses perubahan struktur kognitif sehingga dapat dipahami. Proses asimilasi dan akomodasi mempengaruhi struktur kognitif. dan ekuilibrasi (penyeimbangan). tidak logis. berbelit-belit. Tahap Sensorimotor (umur 0-2 tahun) Pertumbuhan kemampuan anak tampak dari kegiatan motorik dan persepsinya yang sederhana. Ciri poko perkembangannya berdasarkan tindakan. Proses asimilasi merupakan proses penginteg-rasian atau penyatuan informasi baru ke dalam struktur kognitif yang telah dimiliki oleh individu. proses belajar akan terjadi jika mengikuti tahap-tahap asimilasi.

3) Tidak mampu memusatkan perhatian pada objek-objek yang berbeda. 5) Dapat menyusun benda-benda secara berderet. 3) Anak dapat melakukan sesuatu terhadap sejumlah ide. Karakteristik tahap ini adalah: 1) Anak dapat membentuk kelas-kelas atau kategori objek. 4) Anak mampu memperoleh prinsi-prinsi secara benar. 2) Anak mulai mengetahui hubungan secara logis terhadap hal-hal yang lebih kompleks. Tahap ini dibagi menjadi dua. 4) Mampu mengumpulkan barang-barang menurut kriteria. 2) Dapat mengklasifikasikan objek pada tingkat dasar secara tunggal dan mencolok. anak tealh dapat memperoleh pengetahuan berdasarkan pada kesan yang agak abstraks. dan mulai berkembangnya konsep-konsep intuitif. Karakteristik tahap ini adalah: 1) Self counter nya sangat menonjol. yaitu preoperasional dan intuitif. 4) Mendefinisikan sesuatu dengan memanipulasinya. b. tetapi kurang disadarinya. anak telah mampu menggunakan bahasa dalam mengembangkan konsepnya.3) Suka memperhatikan sesuatu lebih lama. 5 . lalu ingin merubah tempatnya. Tahap Preoperasional (umur 2-7 atau 8 tahun) Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah pada penggunaan simbol atau bahasa tanda. Tahap intuitif (umur 4-7 atau 8 tahun). 5) Memperhatikan objek sebagai halyang tetap. tetapi tidak dapat menjelaskan perbedaan antara deretan. Preoperasional (umur 2-4 tahun). termasuk kriteria yang benar.

Taraf berpikirnya sudah dapat dikatakan maju. akan tetapi hanya dengan benda-benda yang bersifat konkret. Ia dapat menggunakan hasil yang telah dicapai sebelumnya. Untuk menghhindari keterbatasan berpikir anak perlu diberi gambaran konkret. Operation adalah suatu tipe tindakan untuk memanipulasi objek atau gambaran yang ada di dalam dirinya. dan akan berbeda pula dengan mereka yang sudah berada pada tahap operasional konkret. bahkan dengan mereka yang sudah berada pada tahap operasional formal. Anak telah memiliki kecakapan berpikir logis. Anak mampu untuk menangani sistem klasifikasi. Tahap Operasional Konkret (umur 7 atau 8-11 atau 12 tahun) Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah anak sudah mulai menggunakan aturan-aturan yang jelas dan logis. sehingga ia mampu menelaah persoalan. semakin tinggi tahap perkembangan kognitif 6 . Anak sudah tidak perlu coba-coba dan membuat kesalahan. Pada tahap ini kondisi berpikir anak sudah dapat: 1) Bekerja secarah efektif dan sestematis.menafsirkan dengan mengembangkan hipotesa. dan ditandai adanya reversible dan kekekalan. Tahap Operasional Formal (umur 11 atau 12-18 tahun) Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah anak yang sudah mampu berpikir abstrak dan logis dengan menggunakan polah berpikir “kemungkinan” model berpikir ilmiah dengan tipe hipothetico-deduktipe dan induktie sudah mulai dimiliki anak. 2) Manganalisis secara kombinasi. Namun pengelompokan dan pengaturan masalah (ordering problems) ia tidak sepenuhnya menyadari adanya prinsip-prinsip yang terkandung di dalamnya. Kegiatan ini memerlukan proses transformasi informasi ke dalam dirinya sehingga tindakannya lebih efektif. 4) Menarik generalisasi secara mendasar pada satu macan isi. Anak sudah tidak memusatkan diri pada karakteristik perseptual pasif. dengan kemampuan menarik kesimpulan. d. Anak usia 7-12 tahun masih memiliki masalah mengenai berpikir abstrak.c. Secara umum. karena anak sudah dapat berpikir dengan menggunakan model “kemungkinan” dalam melakukan kegiatan tertentu. 3) Berpikir secara poroporsional. Proses belajar yang dialami seorang anak pada tahap sensorimotor tentu akan berbeda dengan proses belajar yang dialami oleh seorang anak pada tahap preoperasional.

memuilih tindakan yang tepat. Peningkatan pengetahuan tergantung penyimpanan informasi secara realis. Untuk memahami konsep-konsep yang adadiprlukan bahasa. dapat memberikan prioritas yang berurutan dalam berbagai situasi. Perkembangan intelektual meliputi perkembangan kemampuan berbicara pada diri sendiri atau pada orang lain melalui kata-kata atau lambang tentang apa yang telah dilakukan dan apa yang akan dilakukan. Bahasa adalah kunci perkembangan kognitif. Menurut Bruner perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui 3 tahap yang ditentukan oleh caranya melihat lingkungan. dengan pada adanya kemajuan sistem perkebangan c. Guru seharusnya memahami tahap-tahap perkembangan kognitif para muridnya agar dalam merancang dan melaksanakan proses pembelajarannya sesuai dengan tahap-tahap tersebut. Interaksi secara sistematis antara pembimbing. e. 3. f. Perkembangan intelek tual ditandai dalammenanggapi suatu rangsangan. Perkembangan kognitif ditandai dengan kecakapan untuk mengemukakan beberapa alternatif secara simultan. Bahasa diperlukan untuk mengkomunikasikan suatu konsep kepada orang lain. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan diri sendiri. ia mengatakan bahwa proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep. guru atau orang tua dengan anak diperlukan bagi prkembangan kognitfnya. aturan. d.seseorang akan semakin teratur dan semakin abstrak cara berpikirnya. teori. b. karna bahasa merupakan alat komunikasi antara manusia. Ia menandai perkembangan fungsi kognitif manusia sebagai berikut: a. atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya. yaitu : 7 . Bruner menyatakan bahwa perkembangan bahasa besar pengaruhnya terhadap perkembangan kognitif. Dengan teorinya yang disebut free discovery learning. Teori Belajar menurut Bruner Jerome Bruner (1966) adalah seorang pengikut setia teori kognitif.

Artinya. Tujuan dan tekanan dari kedua bentuk perilaku mengkatagori ini berbeda. yaitu : 1) Nama 2) Contoh-contoh baik yang positif maupun yang negatif 3) Karakteristik. sentuhan. Pendekatan penataan materi dari umum ke khusus yang dikemukakannya dalam model kurikulum spiral merupakan bentuk penyesuaian antara materi yang dipelajari dengan tahap perkembangan kognitif orang yang belajar. Tahap simbolik. Perbedaan antara keduanya adalah : a. kegiatan mengkatagori memiliki 2 komponen yaitu . Tahap ikonik. b. Langkah-langkah dari kedua proses tidak sama. dalam memahami dunia sekitarnya anak menggunakan pengetahuan motorik. kemudian baru pemahaman konsep. dan 2) tindakan pemahaman konsep. seseorang telah mampu memiliki ide-ide atau gagasangagasan abstrak yang sangat dipengaruhi oleh kemampuan dalam berbahasa dan logika Menurut Bruner. pegangan. Artinya. Menurut Bruner. Misalnya melalui gigitan. seseorang melakukan aktivitas-aktivitas dalam upayanya untuk memahami lingkungan sekitarnya. dalam memahami dunia sekitarnya anak belajar melalui bentuk perumpamaan dan perbandingan. Tahap enaktif. baik yang pokok maupun tidak 4) Rentangan karakteristik 8 . Maksudnya. Gagasannya mengenai kurikulum spiral (a spiral curriculum) sebagai suatu cara mengorganisasikan materi pelajaran. dan seseorang dikatakan memahami suatu konsep apabila ia mengetahui semua unsurdari konsep itu. c. c. perkembangan kognitif seseorang dapat ditingkatkan dengan cara menyusun materi pelajaran dan menyajikannya sesuai dengan tahap perkembangan orang tersebut. dan sebagainya. 1) tindakan pembentukan konsep. seseorang memahami objek-objek atau dunianya melalui gambar-gambar dan visualisasi verbal. langkah pertama adalah pembentukan konsep. b. Bruner memandang bahwa suatu konsep memiliki 5 unsur.a. Keua proses mental membutuhkan strategi mengajar yang berbeda.

Ini berarti bahwa pengetahuan yang lebih umum. serta hubungannya dengan materi yang telah dipelajarinya. Materi yang dipelajari diasimilasikan dan dihubungkan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa dalam bentuk struktur kognitif. pembelajaran yang selama ini diberikan di sekolah lebih banyak menekankan pada perkembangan kemampuan analisis. dan abstrak membawahi pengetahuan yang lebih spesifik dan konkret. Skemata memiliki fungsi ganda. Belajar seharusnya merupakan asimilasi yang bermakna bagi siswa. arti. Gagasannya mengenai cara mengurutkan materi pelajaran dari umum ke khusus. atau sebagai tempat untuk mengkaitkan pengetahuan baru. kurang mengembangkan berpikir intuitif. Berdasarkan pada konsepsi organisasi kognitif Ausubel tersebut. Advance organizers akan memudahkan siswa mempelajari materi pelajaran yang baru. Dikatakan bahwa pengetahuan diorganisasi dalam ingatan seseorang dalam struktur hirarkis. Teori Belajar Bermakna Ausubel Teori-teori belajar yang ada selama ini masih banyak menekankan pada belajar asosiatif atau belajar menghafal. Belajar demikian tidak banyak bermakna bagi siswa. dari keseluruhan ke rinci yang sering disebut subsumptive sequence menjadikan belajar lebih bermakna bagi siswa. melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. dikembangkan oleh pakar teori kognitif suatu model yang lebih eksplisit yang disebut dengan skemata. Cara yang baik untuk belajar adalah memahami konsep. 4. Demikian juga pengetahuan yang lebih umum dan abstrak yang diperoleh lebih dulu oleh seseorang. dan hubungan. Strutur kognitif merupakan struktur organisasional yang ada dalam ingatan seseorang yang mengintegrasikan unsur-unsur pengetahuan yang terpisah-pisah kedalam suatu unit konseptual. Teori kognitif banyak banyak memusatkan perhatiannya pada konsepsi bahwa perolehan dan retensi pengetahuan baru merupakan fungsi dari struktur yang telah dimiliki siswa.5) Kaidah Menurut Bruner. yaitu : 9 . Skemata berfungsi untuk mengintegrasikan unsur-unsur pengetahuan yang terpisah-pisah. Yang paling awal mengemukakan konsepsi ini adalah Ausubel. Advance organizers yang juga dikembangkan oleh Ausubel merupakan penerapan konsepsi tentang struktur kognitif di dalam merencang pembelajaran. inklusif. akan dapat memudahkan perolehan pengetahuan baru yang lebih rinci.

berarti bahwa pengetahuan tertentu harus dikuasai lebih dahulu sebelum pengetahuan yang lain dapat dipelajari.1) Sebagai skema yang menggambarkan atau merepresentasikan organisasi pengetahuan. Analisis tugas Cara yang lain dipakai untuk menunjukkan keterkaitan isi bidang studi adalah information-processing approach to task analysis. Konsepsi dasar mengenai struktur kognitif inilah yang dijadikan lanasan teoritik dalam mengembangkan teori-teori pembelajaran. Beberapa pemikiran ke arah penataan isi bidang studi atau materi pelajaran sebagai strategi pengorganisasian isi pembelajaran yang berpijak pada teori kognitif. Semakin besar jumlah dasar pengetahuan yang dimiliki seseorang. Reigeluth dan Stein (1983) mengatakan bahwa skemata dapat dimodifikasi oleh pengetahuan baru sedemikian sehingga menghasilkan makna baru. b. 2) Sebagai kerangka atau tempat untuk mengkaitkan pengetahuan baru. Hirarki belajar Gagne menekankan kajiannya pada aspek penataan urutan materi pelajaran dengan memunculkan gagasan mengenai prasyarat belajar. dikemukakan secara singkat oleh Degeng (1989) : a. Tipe hubungan prosedural ini memberikan urutan dalam menampilkan tugastugas belajar. Anderson (1980) dan Tennyson (1989) mengatakan bahwa pengetahuan yang dimiliki individu selanjutnya berfungsi sebagai dasar pengetahuan bagi masing-masing individu. Demikian pula. Hubungan prosedural menunjukkan bahwa seseorang dapat saja mempelajari langkah terakhir dari suatu prosedur pertama kali. makin mudah pengetahuan tersebut ditelusuri dan dimunculkan kembali pada saat diperlukan. Subsumptive sequences Ausubel mengemukakan gagasannya mengenai cara membuat urutan isi pengajaran yang dapat menjadikan pengajaran lebih bermakna bagi yang 10 . semakin baik cara penataan pengetahuan di dalam dasar pengetahuan. Seseorang yang ahli dalam suatu bidang tertentu akan dapat digambarkan dalam skemata yang dimilikinya. Keterkaitan diantara bagian-bagian bidang studi yang dituangkan dalam bentuk prasyarat belajar. c. tetapi dalam unjuk kerja ia tidak dapat mulai dari langkah yang terakhir. yang dituangkan dalam suatu struktur isi yang disebut hirarki belajar. makin besar pula peluang yang dimiliki untuk memilih.

Ia menggunakan urutan umum ke rinci atau subsumptive sequences sebagai strategi utama untuk mengorganisasikan pengajaran. untuk menciptakan model yang komprehensif tentang cara mengorganisasi pengajaran pada tingkat makro.belajar. Kurikulum spiral Gagasan tentang kurikulum spiral yang dikemukakan oleh Bruner dilakukan dengan cara mengurutkan pengajaran. kemudian mengelaborasikan bagian-bagian yang ada dalam epitome secara lebih rinci. f. g. Urutan pengajaran dimulai dengan mengajarkan isi pengajaran secara umum. Teori skema Teori skema juga menggunakan urutan umum ke rinci. Struktur kognitif yang baru inilah yang nantinya menjadi assimilative schema pada proses belajar berikutnya. dan struktur isi bidang studi yang akan dipelajari. kemudian scara berkala kembali mengajarkan isi yang sama dengan cakupan yang lebih rinci. merupakan suatu prosedur menata urutan isi bidang studi yang dikembangkan dengan menampilkan pentingnya peranan struktur pengetahuan yang telah dimiliki oleh seseorang. e. Teori ini memandang bahwa proses belajar sebagai perolehan pengetahuan baru dalam diri seseorang dengan cara mengkaitkannya dengan struktur kognitif yang sudah ada. dimulai dengan menampilkan epitome (struktur isi bidang studi yang dipelajari). Teori ini mempreskripsikan cara pengorganisasian isi bidang studi dengan mengikuti urutan umum ke rinci. Perolehan belajar dan retensi akan dapat ditingkatkan bila pengetahuan baru diasimilasikan dengan pengetahuan yang sudah ada. Pengetahuan baru yang akan dipelajari secara bertahap harus diintegrasikan dengan struktur pengetahuan yang telah dimilikinya. merupakan suatu prosedur menurut Norman. Webteaching Webteaching yang dikemukakan Norman. d. Hasil belajar sebagai hasil pengorganisasian struktur kognitif yang baru. 11 . Teori elaborasi Teori elaborasi mengintegrasikan sejumlah pengetahuan tentang strategi penataan isi pelajaran yang sudah ada.

Cara belajar yang digemari field independent ini dengan melakukan kegiatan secara individu atau belajar sendiri-sendiri. perhatikan : Field dependent Sangat dipengaruhi lingkungan Dididik untuk memperhatikan orang lain oleh selalu Field independent Kurang dipengaruhi lingkungan Dididk untuk dapat berdiri sendiri hubungan Mempunyai hubungan sosial yang Kurang mementingkan kuat sosial Bicara lambat agar dapat dipahami Bicara cepat tanpa menghiraukan orang lain daya tangkap orang lain Memerlukan petunjuk yang banyak Tidak memerlukan petunjuk yang untuk memahami sesuatu terperinci Mengingat hal-hal dalam konteks Tidak peduli akan norma-norma sosial orang lain 12 . gaya belajar kognitif ini dibagi atas dua bagian. Field dependent adalah suatu keterikatan siswa dalam proses belajar. Field independent adalah suatu proses pembelajaran yang tidak menggantungkan dirinya pada lingkungan atau tidak dipengaruhi oleh lingkungan.B. Jenis-Jenis Gaya Belajar Kognitif Para peneliti menggolongkan gaya belajar yang sesuai dengan pandangan mereka pada saat melakukan penelitian. Diantaranya : a. Psikologis Dalam psikologis. Adapun cara belajar yang digemari oleh field dependent ini dengan melakukan kegiatan secara berkelompok. Untuk mengetahui lebih jelas perbedaan yang dimiliki oleh kedua tipe tersebut. b. yaitu : 1. Dimana siswa mengembangkan kemampuannya dalam pola pikir yang dimiliki oleh setiap individu. Dimana siswa memiliki keterikatan untuk memahami pelajaran sesuai dengan aturan yang telah dikemukakan oleh guru mereka. Berdasarkan dimensinya gaya belajar kognitif dibedakan menjadi dua. akan tetapi dari penggolongan yang telah mereka buat memiliki banyak persamaan.

Reflektif Reflektif adalah mempertimbangkan segala alternatif sebelum mengambil keputusan dalam situasi yang tidak mempunyai penyelesaian yang mudah. Gaya kognitif spesial tinggi (GKST) b. Gaya kognitif spesial rendah (GKSR) GKS Berpikir imajinatif Kecepatan berpikir hal-hal yang abstrak Menganalisis objek visual Kemampuan berbicara Bertindak mempertimbangkan resiko Kecepatan memecahkan masalah. waktu pemahaman siswa dibedakan atas dua. Orang yang implusif biasanya tidak memikirkan secara jauh resiko yang akan terjadi pada saat pengambilan keputusan. disertai gambar. C. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan. tabel grafik Kebergantungan pada orang lain Keikutsertaan rotasi mental dalam memecahkan masalah Menciptakan suatu seni Merekayasa bangunan Gubahan musik GKST √ √ √ √ √ √ √ √ √ GKSR √ √ - 13 . Gaya belajar yang reflektif ini biasanya memiliki kinerja yang lambat tapi pengambilan keputusan yang dilakukan secara tepat.2. b. setiap individu memiliki tingkat pemahaman yang berbeda-beda. yakni : a. Implusif Implusif artinya segala bentuk pengambilan keputusan dilakukan dengan cepat tanpa memikirkannya secara mendalam. Gaya kognitif Spesial Gaya kognitif spesial dibedakan berdasarkan kemampuan yang dimiliki siswa. Waktu pemahaman Dalam proses pembelajaran. yaitu : a.

14 .

dikembangkan oleh pakar teori kognitif suatu model yang lebih eksplisit yang disebut dengan skemata. maka makin komplekslah susunan sel syarafnya dan makin meningkat pula kemampuannya. 2. b. Dengan makin bertambahnya umur seseorang. 3. yaitu : a. yakni : a. 5. Skemata berfungsi untuk mengintegrasikan unsur-unsur pengetahuan yang terpisah-pisah. Gaya kognitif spesial rendah (GKSR) 15 . Skemata memiliki fungsi ganda. atau sebagai tempat untuk mengkaitkan pengetahuan baru. Gaya kognitif spesial tinggi (GKST) b. teori. Gaya kognitif spesial dibedakan berdasarkan kemampuan yang dimiliki siswa. aturan. Seseorang yang ahli dalam suatu bidang tertentu akan dapat digambarkan dalam skemata yang dimilikinya. 4. Model belajar kognitif mengatakan bahwa tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan belajarnya. Berdasarkan dimensinya gaya belajar kognitif dibedakan menjadi dua. Menurut Piaget. perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik. Kesimpulan 1. Sebagai skema yang menggambarkan atau merepresentasikan organisasi pengetahuan. Sebagai kerangka atau tempat untuk mengkaitkan pengetahuan baru. Berdasarkan pada konsepsi organisasi kognitif Ausubel tersebut. yaitu suatu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem syaraf. Bruner mengatakan bahwa proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep.BAB III PENUTUP A. yaitu psikologis dan waktu pemahaman 6. atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya.

Saran Setiap siswa memiliki daya pemahaman yang berbeda-beda. 16 .B. dapat membedakan setiap golongan dari tingkat pemahaman siswa yang berbeda-beda. Dengan penerapan gaya belajar kognitif.

1989. Atang. 1982. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Bandung: Bumi Aksara …… 2011. Teori Belajar Kognitif. Akses 6 Maret 2011 17 . Bandung: Remadja Karya CV S.php? option=com_content&task=view&id=127&Itemid=65.id/index.ac. http://elearning-po.DAFTAR PUSAKA Kusnidar. Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar.unp. Nasution.