1

MAKALAH MANAJEMEN OPERASI ( RISET OPERASI ) DI S U S U N

OLEH: 1.RULI YULIANTARA 2.ZAELANI ( RUANG 303 )

EKONOMOMI MANAJEMEN PEMASARAN SEMESTER VII B UNIVERSITAS PAMULANG-TANGERANG BANTEN

2

MAKALAH MANAJEMEN OPERASI :KELOMPOK SEBELAS TENTANG MANAJEMEN MUTU (TQM )

BAB I PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG Dewasa ini perkembangan teknologi semakin maju dan berkembang. Kemajuan teknologi bukan hanya perkembangan mesin-mesin produksi dan transportasi, melainkan teknologi informasi. Sekarang ini banyak sekali orang memakai teknologi, bahkan teknologi merupakan bagian dari hidupnya. Tanpa teknologi, orang seperti ini akan merasa hampa di dalam hidupnya. Teknologi ini contohnya seperti teknologi informasi dan multimedia. Masyarakat memakai handphone untuk berkomunikasi. Mereka memakai laptop yang dipasang GPS (Global Positioning System) lewat satelit untuk memandu mereka untuk menunjukan arah dan tempat. Website-website yang marak beredar di dalam dunia internet sebagai sarana bisnis ataupun hiburan. Masyarakat yang pekerjaan sehari-harinya menjadi wartawan atau fotografer sangat erat dengan kamera. Bayangkan, apabila masyarakat saat memakai teknologi tersebut mengalami suatu gangguan. Desain grafis saat membuat website, ternyata komputernya hang. Wartawan dan fotografer memakai kamera ternyata kamera tersebut dapat melukai penggunannya. Para pembisnis saat mengadakan rapat lewat handphone (multi converence) ternyata baterai handphone tersebut rusak. Bayangkan apabila para pendaki gunung memakai laptop dan modem internet tersebut rusak sehingga tidak ada koneksi GPS ke satelit. Dan bayangkan apabila anda mengerjakan suatu proyek, makalah/skripsi melalui komputer yang ternyata komputer tersebut terinfeksi virus. Bayangkan, dan apa yang terjadi? Desain grafis akan kesulitan untuk membuat website dari pesanan pelanggan. Wartawan dan fotografer tidak bisa mengambil object untuk diliput. Pembisnis akan

3

membatalkan rapat dan akhirnya perjanjian diantara mereka batal. Para pendaki gunung pasti akan tersesat. Dan pastinya kita akan stress ketika proyek, makalah/skripsi yang kita buat, dimakan oleh virus. Kita tidak bisa menjamin bahwa barang yang diproduksi memakai mesin-mesin canggih, apalagi produk teknologi, maka mutunya juga canggih pula. Nah, di sini kami akan mencari tahu sebab-sebab terjadinya kerusakan produk tersebut. NOKIA & SONY merupakan perusahaan ternama terkenal di dunia. Kami tertarik untuk membahas perusahaan tersebut, karena perusahaan besar juga bisa berpotensi membuat kesalahan yang fatal. NOKIA yang mempunyai kesalahan dalam memproduksi baterai yang diproduksi oleh Matsushita baterai industrial Co. Ltd. Dan SONY mempunyai kesalahan dalam perencanaan pembuatan kamera, sehingga kamera tersebut dapat melukai jari penggunannya. Yang membuat kami lebih tertarik ialah, kedua perusahaan tersebut sangat profesionalisme dalam mempertanggungjawabkan kerusakan produk mereka. Mereka mengganti semua komponen yang rusak secara cuma-cuma atas kesalahan mereka, dan kami juga tertarik atas penggantian secara cuma-cuma tersebut, karena penggantian secara cuma-cuma memakan biaya yang sangat banyak.

BATASAN PERMASALAHAN Karena banyaknya permasalahan dalam topik yang kami ambil, maka penulis (kami) membatasi permasalahan khusus pada kualitas produk dan tersebarnya produk gagal di pasaraan, tetapi kami juga akan membahas sedikit mengenai Total Quality Mutu dan Standarisasi Produk, hal ini kami berikan karena Total Quality Mutu dan Standarisasi Produk tidak dapat dipisahkan dengan Kualitas Managemen.

RUMUSAN MASALAH

1. Apa itu kualitas? Dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kualitas?

4 2. 3. 4. Apa yang terjadi pada produk ini? Mengapa produk ini bisa lolos sampai ke pasaran? Bagaimana cara perusahaan membuat suatu standar? macro pada perusahaan

5. Apa saja dampak secara tersebut dan konsumen?

6. Bagaimana cara untuk meng-cover (menutupi) kerugian tersebut? 7. Apabila menimbulkan kerugian jiwa konsumen, apa yang akan dilakukan oleh perusahaan tersebut? 8. Untuk mencegah kerugian yang semakin besar, apa yang harus dilakukan oleh pihak perusahaan?

TUJUAN Tujuan kami membuat makalah ini adalah; 1. Untuk mendeskripsikan apa itu kualitas mencari faktor-faktor masalah yang yang mempengaruhi terjadi pada

2. Untuk kualitas.

3. Untuk mencari tahu perusahaan tersebut.

4. Untuk mencari faktor-faktor yang menyebabkan produk rusak beredar di masyarakat. 5. Untuk mencari tahu cara-cara yang dipakai perusahaan untuk menentukan standar produknya. 6. Untuk mencari tau tindakan-tindakan perusahaan dalam mengatasi masalah kerugian bagi jiwa konsumen dan kerugian yang terus membesar. 7. Untuk mengetahui dampak-dampak secara makro bagi perusahaan & konsumen. 8. Untuk tersebut. BAB II mencari tahu cara-cara meng-cover kerugian

5 LANDASAN TEORI KUALITAS 1. Pengertian Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita mendengar orang membicarakan masalah kualitas, misalnya mengenai kualitas sebagian besar produk buatan luar negeri yang lebih baik daripada produk dalam negri. Jadi apa sesungguhnya kualitas itu? Menurut kami, tak ada definisi yang pas mengenai kualitas yang diterima secara universal, dari definisi-definisi yang ada terdapat beberapa persamaan, yaitu dalam elemen-elemen sebagai berikut; Kualitas meliputi harapan pelanggan.
• • •

usaha

memenuhi

atau

melebihi

Kualitas mencakup produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan. Kualtas merupakan kondisi yang selalu berubah, misalnya apa yang dianggap merupakan berkualitas saat ini mungkin dianggap kurang berkualitas pada masa mendatang. Dengan berdasarkan elemen-elemen tersebut, kami membuat definisi mengenai kualitas yang lebih luas cakupannya. Definisi tersebut adalah: Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. 2. Sumber Kualitas Paling tidak ada lima sumber kualitas yang biasa dijumpai, yaitu; Program, kebijakan, dan sikap komitmen dari management puncak.
• • •

yang

melibatkan

System informasi yang menekankan ketetapan, baik pada waktu maupun detail. Desain produk yang menekankan keandalan dan perjanjian extensi (perpanjangan) produk sebelum dilepas ke pasar.

maka hal ini dapat menyebabkan barang tersebut kurang disenangi oleh pembeli. tetapi bila wujud luarnya tidak menarik. konsumen akan beranggapan bahwa barang tersebut tidak layak untuk dikonsumsi. Hal ini terlihat dari suatu barang yang harganya mahal. menurut kami umumnya biaya atau harga suatu barang akan dapat menentukan mutu barang tersebut. • Biaya barang. warna. maka mutunya dipercaya kurang baik (buruk). Mereka menganggap bahwa untuk menentukan mutu suatu barang ialah dari wujud luarnya. Menurut kami. • Wujud luar menurut kami. Fungsi ini tercemin pada spesifikasi dari barang tersebut. sedangkan barang-barang yang dihasilkan harus benar-benar memenuhi fungsi tersebut. . wujud luar ialah salah satu faktor yang penting dan sering dipergunakan oleh konsumen dalam melihat suatu barang pertama kalinya. • Management vendor (penjaga) kualitas sebagai sasaran utama. bunyi. Apabila suatu barang dikatakan murah. tata letak penyusunan (lay out). tahan lamanya. dan kepercayaannya. suatu barang yang dihasilkan hendaknya memperhatikan fungsi untuk apa barang tersebut dimaksudkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi wujud luar seperti bentuk. Kadang-kadang walaupun barang yang dihasilkan secara teknis atau mekanis telah maju. kegunaannya. tetapi jika suatu barang yang harganya murah. mudah atau sulitnya layanan servis. dan sebaliknya jika harganya murah. Oleh karena itu pemenuhan fungsi tersebut mempengaruhi kepuasan para konsumen.6 Kebijakan produksi dan tenaga kerja yang menekankan peralatan yang terpelihara baik. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kualitas • Fungsi suatu barang menurut kami. seperti kecepatan. pernyataan kami diatas merupakan tradisi konsumen yang tradisional. belum tentu mereka memproduksi dengan mutu rendah. • yang menekankan 3. Mutu yang hendak dicapai sesuai dengan fungsi untuk apa barang tersebut digunakan atau dibutuhkan. pekerja yang terlatih baik. dan hal-hal lainnya. dan penemuan penyimpangan secara tepat. berat. maka mutunya dipercaya sangat baik.

Tujuan Menurut kami tujuan dari pengawasan mutu ada dua. Maksud & Pengertian Maksud pengawasan mutu adalah kegiatan untuk memastikan apakah kebijaksanaan dalam hal mutu dapat tercemin dalam hasil akhir. agar sesuai dengan spesifikasi produk yang telah ditetapkan berdasarkan kebijaksanaan pimpinan perusahaan. melakukan efisiensi dan/atau PENGAWASAN MUTU 1. • • • Mengusahakan agar biaya inspeksi dapat menjadi sekecil mungkin. Dengan kata lain pengawasan mutu merupakan usaha untuk mempertahankan mutu/kualitas dari barang yang dihasilkan. Kami berhasil menyimpulkan secara garis besar. Pengawasan selama pengelolahan. yaitu. yaitu agar produk yang dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan oleh pimpinan dan agar selama proses produksi dan non produksi tidak terjadi pemborosan atau mubazir. Ruang Lingkup Kegiatan pengawasan mutu sangatlah luas. Kami menjabarkan tujuan pengawasan mutu menjadi empat poin.7 melainkan mereka bisa saja mengurangi laba yang didapat. Agar barang hasil produksi dapat mencapai standar mutu yang telah ditetapkan. 2. yaitu pengawasan yang dilakukan hanya terdapat sebagian dari • . yaitu. bahwa pengawasan mutu terdiri dari dua tingkatan. Mengusahakan agar biaya desain dari produk dan proses dengan menggunakan mutu produksi tertentu dapat menjadi sekecil mungkin. Mengusahakan serendah mungkin • agar biaya produksi dapat menjadi 3.

proses. baik pelanggan internal maupun external merupakan driver. Karakteristik TQM Aspek kedua membahas bagaimana mencapainnya. Dalam TQM. definisi TQM juga ada bermacammacam. Pengawasan atas barang yang telah dihasilkan. dan lingkungan yang berhubungan dengan produk atau jasa.8 proses. dan lingkungannya. manusia. Pelanggan external menentukan kualitas produk atau jasa yang disampaikan kepada mereka. 1. proses. . Untuk memudahkan pemahamannya. 2. TQM dapat dicapai dengan meperhatikan karakteristik TQM berikut ini: • Focus pada pelanggan terutama pelanggan external maupun internal. Suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimalkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus atas produk. Menurut kami. jasa. pengertian TQM dapat dibedakan dalam dua aspek. Pengertian Aspek pertama menguraikan apa itu TQM. TQM ialah. Menurut kami. yang memungkinkan tidak ada artinya bila tidak diikuti dengan pengawasan pada bagian lain. • TOTAL QUALITY MANAGEMENT Seperti halnya dengan kualitas. Pengawasan terhadap proses ini termasuk pengawasan untuk bahanbahan mentah. sedangkan pelanggan internal menentukan kualitas manusia. yaitu pengawasan untuk menjaga barangbarang hasil yang cukup baik dan menjaga agar barang yang paling sedikit rusaknya agar tidak lolos dari pabrik untuk sampai ke konsumen. • Memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas.

maka berlaku prinsip ‘good enough is never good enough’”.9 Dalam organisasi yang menerapkan TQM. terutama untuk mendesain pekerjaan dan dalam proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan yang didesain tersebut. sering kali diciptakan persaingan antar departemen yang ada dalam organisasi tersebut agar daya saingnya terdongkrak. • Menggunakan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. dan melaksanakan perbaikan. Hal ini berarti bahwa. . yang pada gilirannya untuk meningkatkan daya saing external. Dengan demikian data diperlukan dan dipergunakan dalam menyusun patok duga (benchmark)2. Oleh karena itu. TQM merupakan suatu paradigma baru dalam melaksanakan bisnis. kemitraan dan hubungan dijalin dan dibina. dan masyarakat sekitarnya. memantau prestasi. lembaga-lembaga pemerintah. pelanggan internal dan external menentukan kualitas. Untuk itu dibutuhkan budaya perusahaan yang baru pula. • Memiliki komitmen jangka panjang. kerjasama tim. • Membutuhkan kerjasama tim. • Memperbaiki proses secara terus-menerus. Dalam organisasi yang dikelola secara tradisional. Sementara itu dalam organisasi yang menerapkan TQM. baik antar karyawan perusahaan maupun dengan pemasok. Dengan kualitas yang ditetapkan tersebut. organisasi harus terobsesi untuk memenuhi atau melebihi apa yang ditentukan tersebut. Pendekatan ilmiah sangat diperlukan dalam penerapan TQM. Akan tetapi persaingan internal tersebut cenderung hanya menggunakan dan menghabiskan energy yang seharusnya dipusatkan pada upaya perbaikan kualitas. semua karyawan pada setiap level berusaha melaksanakan setiap aspek pekerjaannya berdasarkan perspektif “bagaimana kita dapat melakukannya dengan lebih baik? Bila suatu organisasi terobsesi dengan kualitas. komitmen jangka panjang sangat penting guna mengadakan perubahan budaya agar penerapan TQM dapat berjalan dengan sukses.

Setiap orang diharapkan dan didorong untuk terus belajar. Dalam TQM keterlibatan dan pemberdayaan karyawan dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah merupakan unsur yang sangat penting. Saat ini masih terdapat perusahaan yang menutup mata terhadap pentingnya pendidikan dan pelatihan. Hal ini dikarenakan unsur tersebut dapat menyebabkan “rasa memiliki” dan tanggung jawab karyawan terhadap keputusan yang telah dibuat.10 Setiap produk dan / atau jasa dihasilkan dengan memanfaatkan proses-proses tertentu didalam suatu system/lingkungan. Sedangkan dalam organisasi yang menerapkan TQM. • Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan. Mereka beranggapan bahwa perusahaan bukanlah sekolah. • Memberikan kebebasan yang terkendali. Kondisi seperti itu menyebabkan perusahaan yang bersangkutan tidak berkembang dan sulit bersaing dengan perusahaan lainnya. Dalam hal ini berlaku prinsip bahwa belajar merupakan proses yang tidak ada akhirnya dan tidak mengenal batas usia. apalagi dalam era persaingan global. yang diperlukan adalah tenaga terampil siap pakai. Meskipun demikian. Dalam hal ini karyawan yang melakukan standarisasi proses dan mereka pula yang berusaha mencari cara untuk meyakinkan setiap orang agar bersedia mengikuti prosedur standar tersebut. karena pihak yang terlibat lebih banyak. Selain itu unsur ini juga dapat memperkaya wawasan dan pendangan dalam suatu keputusan yang diambil. Oleh karena itu system yang ada perlu diperbaiki secara terus-menerus agar kualitas yang dihasilkannya dapat meningkat. Dengan belajar. kebebasan yang timbul karena keterlibatan dan pemberdayaan tersebut merupakan hasil dari pengendalian yang terencana dan terlaksana dengan baik. Jadi. setiap orang dalam perusahaan dapat meningkatkan ketrampilan teknis dan keahlian profesionalnya. . perusahaan-perusahaan seperti itu hanya akan memberikan pelatihan sekedarnya kepada karyawannya. Pengendalian itu sendiri dilakukan terhadap metodemetode pelaksanaan setiap proses tertentu. pendidikan dan pelatihan merupakan faktor yang fundamental.

keterlibatan karyawan juga meningkatkan “rasa memiliki” dan tanggung jawab atas keputusan dan melibatkan orang-orang yang harus melaksanakannya. Supaya TQM dapat diterapkan dengan baik maka perusahaan harus memiliki kesatuan tujuan. Usaha untuk melibatkan karyawan membawa dua manfaat utama. rencana yang lebih baik. atau perbaikan yang lebih efektif karena juga mencakup pandangan dan pemikiran dari pihak-pihak yang langsung behubungan dengan situasi kerja. Akan tetapi kesatuan tujuan ini tidak berati bahwa harus selalu ada persetujuan/kesepakatan antara pihak management dan karyawan mengenai upah dan kondisi kerja. Sumber Standarisasi Produk Menurut kami. Pertama. namun secara umum standar berasal dari empat sumber. dll. yaitu. . Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menyusun pekerjaan yang memungkinkan para karyawan untuk mengambil keputusan mengenai perbaikan proses pekerjaannya dalam parameter yang ditetapkan dengan jelas. jam kerja. Dengan demikian setiap usaha dapat diarahkan pada tujuan yang sama. 2. Pengertian Ialah pedoman yang akan dapat dergunakan untuk melaksanakan proses produksi. Kedua. Keterlibatan dan pemberdayaan karyawan merupakan hal yang penting dalam menerapkan TQM. STANDARISASI MUTU 1. sebenarnya sumber standar produksi berasal dari beberapa sumber. seperti standarisasi upah dan gaji. standarisasi penggunaan bahan. • • Dan adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan. hal ini akan meningkatkan kemungkinan dihasilkannya keputusan yang baik.11 Memiliki kesatuan tujuan. pemberdayaan bukan berati sekedar melibatkan karyawan tetapi juga melibatkan mereka dengan memberikan pengaruh yang sungguh-sungguh berati.

atau badanbadan khusus atas persetujuan lembaga konsumen. • 4. standar pemakaian bahan baku. Dirjen POM. badan-badan khusus atas persetujuan. standar bentuk dan ukuran. standar proses. dan standar kualitas produk . • Contohnya.12 Aktivitas Perusahaan Asosiasi Perusahaan & Masyarakat • • • Standar Nasional ditujukan untuk pengamanan dan pengawasan. tetapi akibatnya bagi perusahaan adalah kemungkinan barangnya tidak laku terjual • Standar Kualitas adalah penetapan kualitas tertentu untuk barang-barang tertentu. Standar ukuran dapat ditetapkan oleh pemerintah. maka mesin dan peralatan produksi yang akan digunakan dalam perusahaan merupakan mesin yang sama pula yang digunakan oleh perusahaan lain di negara lain. Jenis Standar Standar Teknis adalah standar yang meliputi proses produksi dan hasil produksi. Untuk standar ini sebenarnya tidak ada sanksi untuk tidak mengikutinya. Perusahaan di suatu negara yang mengikuti standar Internasional. kelangsungan pertumbuhan. Tujuan dari standar kualitas ini adalah untuk melindungi konsumen agar tidak dirugikan. standar bahan baku. dan perkembangan perusahaan yang bersangkutan. Standarisasi ini biasanya secara konsensus diakui perusahaan bersama-sama. dan menjaga keterpaduan. • Standar Ukuran adalah penetapan ukuran tertentu untuk barang-barang tertentu. penggunaan standar nasional. volume. Standar ini ditetapkan untuk menetapkan jumlah tertentu suatu barang dalam suatu pembungkusan. Standar Internasional berlaku secara Internasional. Oleh karena itu produk yang dihasilkan dari perusahaan yang bersangkutan merupakan produk yang memenuhi standar Internasional. Macam-macam Standarisasi Standar Jumlah adalah standar yang menetapkan jumlah (unit. dan berat). • 3. Penetapan standar kualitas pun ditetapkan oleh Pemerintah.

Terlewatinya suatu sub sistem dalam pemroduksian barang. Minimnya pengujian terhadap produk tersebut. standar pembukuan. • yang meliputi Contohnya. BAB III KEGAGALAN SONY CYBER-SHOT & NOKIA MASALAH PERUSAHAAN Perusahaan SONY dan NOKIA merupakan perusahaan ternama. standar gaji & upah. Saat diisi ulang. standar harga. di antaranya. Ltd mulai periode desember 2005 sampai november 2006 beresiko mengalami hubungan pendek. . standar jejang kepangkatan & jabatan. Kamera yang terkena memiliki nomor seri mulai 4500001 sampai 4569350. • • • • • Kuranganya pengawasan di pabrik pendukung/pembuat. 1. Produk NOKIA menarik sekitar 46 juta baterai mereka. Produk SONY memiliki masalah pada mental bagian bawah bodi kamera bisa bengkok ke bawah karena ada cacat produksi.13 Standar Managerial adalah standar bidang-bidang adminitrasi perusahaan. Pinggir yang tajam ini bisa melukai jari penggunanya. 2. LOLOSNYA PRODUK Lolosnya produk ini dikarenakan. Mereka akan mengganti plat body bawah ini secara gratis. baterai seri BL-5C yang diproduksi oleh Matsushita baterai industrial Co. Terlalu cepat memasarkan produk ke pelanggan tanpa rencana yang matang. tetapi dalam kasus ini pihak SONY dan NOKIA mengalami beberapa masalah.000 kamera. Kurangnya perhitungan dalam membuat produk. standar penilaian. SONY harus melakukan perbaikan sekitar 461.

Perusahaan harus membuat strategi baru yang sekreatif mungkin untuk menarik para pelanggannya kembali. Konsumen harus meluangkan lebih banyak waktu dan biaya lain-lain untuk penggantian produk tersebut. SD.14 Penggunaan mesin yang tidak sesuai prosedur-prosedur perusahaan. • DAMPAK SECARA MAKRO 1. dipakai oleh semua perusahaan di dunia. PENETAPAN STANDAR PERUSAHAAN Dalam hal ini perusahaan seperti SONY dan NOKIA dapat melakukan penetapan standarisasi produknya. Mereka memilih ini juga harus memperhatikan banyaknya konsumen yang memakai media penyimpanan tersebut. Konsumen Berkurangnya kepercayaan konsumen terhadap produk ini (kecewa). seperti. sehingga konsumen jelas lebih dirugikan. 2. • • • Konsumen akan belajar untuk memilih produk yang mana kualitasnya baik. Bagi SONY. karena format gambar yang digunakan. mereka dapat memilih memory apa yang mereka pakai sebagai media penyimpanan. Perusahaan mengalami kerugian yang cukup banyak. misalnya penetapan format gambar dalam kamera. . Micro SD. 1. • 2. Penetapan format ini seperti JPEG. Akibat dari kejadian ini. SONY dapat melakukan perkumpulan dengan perusahaan sejenis (kamera). perusahaan akan belajar dari pengalamannya untuk terus mengawasi dan menginovasi terus produknya. SONY harus bekerjasama dengan Joint Photographic Expert Group. Perusahaan • • • Merusak nama perusahaan. Bagi SONY dan NOKIA. dll. Hal ini dilakukan agar konsumen lebih mudah memakai kamera SONY. seperti MMC.

mereka harus mengikuti standar Operating System di dalam handphone. Dalam kasus ini bagaimana jika masa kadarluasa garansi suatu produk telah berakhir? Dalam kasus ini perusahaan akan memberikan penggantian secara cuma-cuma kepada produk yang telah melewati masa garansi (kadarluasa). Baru-baru ini telah keluar Operating System baru yaitu Mini Windows dari Microsoft Co. perusahaan mengkira-kira berapa banyaknya nominal yang harus ditetapkan dalam allowance for guarantee expenses. upaya agar perusahaan untuk menutupi (cover) biaya tambahan yaitu: 1. 4. banyak konsumen akan meninggalkan produk ini. Sebagai contoh. Maksud kami. yaitu dimana sebuah penggantian suatu produk atas kelalaian perusahaan dimasukan ke dalam garansi perusahaan. karena kesulitan dengan menggunakan Operating System yang baru. mereka harus memperhitungkan matang-matang agar produk yang dihasilkan tidak terjadi efek yang merugikan untuk jangka panjang. Bagi NOKIA. Bagi SONY dan NOKIA. MENG – COVER KERUGIAN Menurut kami. Semua orang memakai Operating system ini di dalam Handphone mereka. mereka harus menjaga mesinmesin produksi dengan baik dan dalam pembuatan produk baru. Sumber berasal dari Cadangan Garansi • • • Perusahan harus membuat account cadangan garansi (allowance for guarantee expenses) di dalam pembukuan perusahaan itu. mereka memutuskan untuk mencadangkan uangnya ke dalam cadangan biaya garansi sebesar 1 milyar rupiah. Setelah membuat account cadangan untuk biaya garansi. Operating System ini ialah Symbian. Dengan demikian perusahaan mengcover kerugian atas rusaknya barang dari cadangan biaya garansi (guarantee expenses). Apabila NOKIA memakai Operating System baru ini. Perusahaan SONY memiliki jumlah kas sebesar 300 milyar rupiah. Maka kas akan berkurang 1 milyar untuk . Perkiraan (estimasi) ini bisa berdasarkan banyaknya guarantee expenses pada masa lampau atau coba-coba.15 3.

2. perusahaan NOKIA mendapatkan suatu musibah bahwa setelah diteliti oleh peneliti. mereka belum mengetahui efek samping dari produk tersebut untuk jangka panjang. persemester. Dari pihak NOKIA sendiri. Cadangan untuk biaya garansi Kas 1 milyar Setelah itu. produk. atau pertahun).16 ditambahkan ke dalam cadangan untuk biaya garansi. walaupun kita membayar premi asuransi setiap periodenya. Kita harus membayar premi asuransinya setiap periode (perbulan. Ltd. sampai karyawan-karyawan diasuransikan. Menggunakan Asuransi Perusahaan pastinya mengasuransikan seluruh bagian perusahaannya. perusahaan SONY mendapat musibah bahwa produknya rusak dan tidak diterima oleh konsumen. Setelah dihitung-hitung. Biaya garansi Cadangan 800 juta untuk biaya garansi 800 juta 2. Maka sebagai permintaan maaf. sehingga kas yang baru menjadi 299 milyar rupiah. pemberian perbaikan bodi secara cuma-cuma ini memakan biaya sebesar 800 juta rupiah. bahwa baterai NOKIA tipe BL-5C memungkinkan terjadinya hubungan singkat yang dapat merusak kinerja handphone. mulai dari bangunan fisik. melainkan cadangan untuk biaya garansi yang berkurang untuk menutupi kerugian yang ditimbulkan dari kasus ini. Menggunakan Asuransi 1 milyar Jadi kas yang semula sebesar 299 milyar tidak akan berkurang akibat musibah yang menimpa produk SONY. namun kita mendapatkan perlindungan atas asuransi ini. Metode semacam ini dapat dipergunakan untuk produk NOKIA atas musibah yang terjadi pada baterai BL-5C yang diproduksi oleh Matsushita baterai industrial Co. Dalam kasus ini. SONY memberikan ganti rugi untuk perbaikan bodi secara gratis kepada produk kamera yang terkena memiliki nomor seri mulai 4500001 sampai 4569350. . maka SONY mengambil uang untuk menutupi kerugian atas produk itu dari cadangan untuk biaya garansi sebesar 800 juta rupiah.

Hal ini dilakukan agar dalam pemrosesan barang. kita analisis mulai dari gugus kendali mutunya. Dengan demikian perusahaan NOKIA terbebas dari kerugian yang menimpa dirinya. Memberikan garansi kepada produk tersebut. sistem yang dilakukan sesuai dengan prosedur-prosedur perusahaan. kita mengambil sample sebagai sample untuk proyek kita. • Membuat proses menjadi lebih sederhana. Kita dapat melakukan lebih banyak effisiensi dan efektivitas dengan cara kita investasi untuk membeli teknologi yang paling canggih. • Mengusahakan secara konstan untuk melakukan investasi dalam teknologi baru. • Analisis variasi dari semua proses. Setelah sample/contoh didapat. maka kita dapat mengambil keputusan untuk melakukan tindakan effisiensi dan meningkatkan efektivitas dari proses tersebut. Mengadakan evaluasi dan perbaikan terus menerus. pertama-tama kita melihat bagaimana proses produksi itu dilakukan. tetapi hasil untuk penghematan dan hasil yang . 2. Maksudnya kita membuat suatu proyek dimana proyek ini tujuannya untuk meneliti kualitas barang tersebut. • Mulai dengan suatu proyek contoh. Setelah kita membuat proyek. walaupun kita mengeluarkan lebih banyak dana untuk investasi ini. Setelah kita menganalisis proses. Gugus kendali mutu ialah peningkatan mutu pada setiap elemen sehingga mutu secara totalitas baik. • Memperhatikan proses tidak hanya hasil. mereka (pihak asuransi) akan memberikan penggantian uang atas total penggantian produk baterai BL-5C ini. seperti. Setelah setiap elemen dianalisis. dan lebih sederhana lagi. TINDAKAN PERUSAHAAN 1.17 Setelah pihak asuransi mendapatkan claim dari NOKIA. Hasil merupakan nomor dua.

18 optimal untuk kurun waktu kedepan lebih baik dari pada tanpa investasi. tetapi dengan kondisi seperti ini kita diarahkan untuk menghasilkan suatu produk yang baru. harus bagian bagian bagian setiap Realokasi disini maksudnya kita sebagai pemimpin perusahaan mencari suatu sumber daya yang baru. Jika kita mendapat masalah dalam kegagalan produk kita. tetapi efek untuk ke depannya sesuai dengan harapan perusahaan. 3. • Memberikan penghargaan ke pemasok. • Indentifikasi pelanggan external dan internal. Hal ini dilakukan karena jika kita memproduksi kamera dan sumber dayanya berupa kromium untuk body kamera tersebut. seperti. walaupun sumber tersebut jauh. Mulai dari administrasi. sehingga kerjasama antara pemasok dan perusahaan dapat berjalan dengan baik. sumber daya untuk Reorganisasi disini maksudnya kita sebagai pimpinan memperbaiki sistem dalam organisasi. Kinerja disini mempengaruhi kualitas mutu barang yangakan diproduksi. hal ini dapat memupuk suggesti pelanggan untuk membeli produk tersebut. dengan memberikan penghargaan ke pemasok. Jelas. penjualan. entah sumber daya itu jauh maupun dekat dari tempat kita berproduksi. maka kita jangan berkecil hati atau putus asa. bagian SDM (non produksi) sampai produksinya. Menjaga relasi antara pemasok dan pelanggan. Toh kromium merupakan bahan mentah yang tidak mudah rusak. Inilah tantangan kita! • Melakukan reorganisasi termasuk realokasi memudahkan perbaikan terus menerus. Hal ini ditujukan agar kinerja karyawan setiap meningkat. maka kita membuat pemasok sangat penting. Dengan memberikan visi yang jelas. Kita terus-menerus tanpa lelah untuk memodifikasi produk kita agar konsumen merasa puas dengan produk kita. Maka hal pertama yang harus kita lakukan ialah mencari sumber daya (kromium) yang lain yang mutunya lebih baik. • Memandang masalah dan kegagalan sebagai kesempatan untuk perbaikan. • Menghubungkan visi organisasi ke kepuasan pelanggan. .

kami menyimpulkan bahwa perusahaan jasa dapat menggunakan metode ini. karena perlakuan kita terhadap pelanggan external dan internal berbeda. Dalam perusahaan manufaktur maupun jasa. desain gedung. mereka harus memakai pengawas mutu. agar mutu yang ditetapkan sesuai dengan standar perusahaan. kita harus melihat yang mana pelanggan external dan pelanggan internal. Dengan adanya pengawas mutu ini diharapkan perusahaan dapat meminimalisasi kerusakankerusakan atas kelalaian karyawan ataupun mesin. memperbaiki kerusakan-kerusakan dalam versi sebelumnya. serta menjaga relasi yang baik dengan pemasok maupun pelanggan. Dalam hal kualitasperusahaan jasa dapat meningkatkan mutu dengan cara menata kembali tata layoutnya. 4. BAB IV KESIMPULAN Dari hasil makalah yang kami bahas ini. Perusahaan harus mengerti apa yang diinginkan konsumen. sebaiknya perusahaan terus mencari informasi terus-menerus untuk dapat menganalisa kekurangan-kekurangan dalam produk tersebut. menambah fiturfitur baru yang diinginkan oleh konsumen. mengembangkan kualitas produknya. seperti desain ruangan. . sehingga para karyawan dapat bekerja lebih produktif dan konsumen akan menilai bahwa perusahaan tersebut telah mempunyai kualitas yang lebih baik. membuat suasana perusahaan yang nyaman.19 Sebagai pemimpin. Kita harus mengindentifikasi mereka. Agar kepercayaan masyarakat ke produk perusahaan tersebut. menambah fasilitas.

Malangkucecwara. Kamera yang terkena memiliki nomor seri mulai 4500001 sampai 4569350. Jakarta Gaspersz. digicam melukai penggunanya. Total Quality Management. Pinggir yang tajam ini bisa melukai jari penggunanya. Elex Media Komputindo.000 kamera. Sony harus melakukan perbaikan sekitar 461. . Tjiptono. Jakarta Sumber dari majalah CHIP edisi 10 Oktober 2008. Yogyakarta Render. 2001. Beberapa waktu lalu.20 DAFTAR PUSTAKA Sumarno & Indarti. Mental bagian bawah bodi kamera bisa bengkok ke bawah karena ada cacat produksi. Jakarta KASUS SONY CYBER-SHOT Digicam Lukai Pengguna Produk Sony mendapat musibah lagi. baterai notebook sony meledak sehingga harus ditarik dari peredaran. Mereka akan mengganti plat body bawah ini secara gratis. 1995. Malang 2008. Grasindo. Vincent. Barry & Jay Heizer. Fandy & Anastasia Diana. Management Kualitas – Penerapan KonsepKonsep Kualitas. Cyber-Shot DSC-T5 bisa melukai jari penggunanya. 1997. Andi Offset. Kini. Salemba Empat. Managemen Operational. Prinsip-prinsip Management Operasi.

Namun belum menimbulkan kerugian material atau pun jiwa.com. Baterai ini banyak model mulai kelas hemat Nokia 1100 sampai model kelas atas N70 atau N91. baterai seri BL-5C yang diproduksi oleh Matsushita baterai industrial Co. www. Saat diisi ulang. . Jika di bagian terdapat tulisan Nokia dan BL-5C. Apabila baterai tersebut termasuk di dalamnya. Ltd mulai periode desember 2005 sampai november 2006 beresiko mengalami hubungan pendek.21 NOKIA Jutaan Baterai Berbahaya Nokia. sudah 100 baterai yang bermasalah. Untuk memeriksanya. baterai harus dilepas dari ponsel. Selama ini. periksakan no ID 26 digit bagian belakang melalui website Nokia.Nokia. menarik sekitar 46 juta baterai mereka. produsen ponsel terbesar di dunia. Nokia akan memberikan baterai pengganti secara cuma-Cuma.

22 “Laporan Model Jaringan” .

Penjadwalan ulang untuk mengatasi hambatan dan keterlambatan. Analisa jaringan kerja merupakan suatu perpaduan pemikiran yang logis. Keuntungan dari penggunaan analisa jaringan kerja adalah: 1. yang sebenarnya di antara keduanya terdapat perbedaan penting. Pengadaan pengawasan dan pembagian kerja maupun biaya. Analisa jaringan kerja memungkinkan suatu perencanaan yang efektif dari suatu rangkaian yang mempunyai interaktivitas. Menentukan kemungkinan pertukaran antara waktu dan biaya. 4. Salah satu prosedur yang telah dikembangkan berdasarkan jaringan kerja untuk mengatasi permasalahan pengelolaan suatu proyek adalah PERT (Program Evaluation and Review Technique) dan CPM (Critical Path Method). 5. Untuk itu kemudian dikembangkan prosedur-prosedur formal yang didasarkan atas penggunaan jaringan kerja (network) dan teknik-teknik network. dan pengordinasian yang hati-hati dari berbagai aktivitas yang saling berkaitan. digambarkan dengan suatu jaringan yang berisi lintasanlintasan kegiatan dan memungkinkan pengolahan secara analitis. CPM digunakan kala taksiran waktu pengerjaan setiap aktivitas diketahui dengan jelas dimana deviasi relatif kecil atau dapat . dan terpesimis. 2. termungkin. 2. yaitu: 1. 3. CPM menggunakan satu jenis waktu untuk taksiran waktu kegiatan sedangkan PERT menggunakan tiga jenis waktu.23 Analisa Jaringan Kerja Pengelolaan proyek-proyek berskala besar yang berhasil memerlukan perencanaan. Penjadwalan pekerjaan dalam urutan yang praktis dan efisien. penjadwalan. yaitu: prakiraan waktu teroptimis. Dapat merencanakan suatu proyek secara keseluruhan.

Untuk menentukan probabilitas kemungkinan tercapainya batas waktu proyek.. Meskipun terdapat perbedaan-perbedaan seperti di atas. Kegiatan di sini didefinisikan sebagai hal yang memerlukan .24 diabaikan sedangkan PERT digunakan saat taksiran waktu aktivitas tidak dapat dipastikan seperti aktivitas tersebut belum pernah dilakukan atau bervariasi waktu yang besar. CPM digunakan untuk memperkiraan waktu kegiatan suatu proyek dengan pendekatan deterministik. Tujuan sistem ini adalah: 1. 4. PERT-type system dirancang untuk membantu dalam perencanaan dan pengendalian. namun kecenderungan dewasa ini adalah menggabungkan kedua pendekatan tersebut menjadi PERT-type system. Anak panah (arrow). 2. menyatakan sebuah kegiatan atau aktivitas. Simbol-simbol yang digunakan Dalam menggambarkan suatu jaringan kerja digunakan tiga buah simbol sebagai berikut: 1. sehingga tidak langsung terlibat dalam dalam optimasi. 3. Untuk menetapkan kegiatan mana (dari suatu proyek) yang merupakan bottlenecks (menentukan waktu penyelesaian seluruh proyek) sehingga dapat diketahui pada kegiatan mana kita harus bekerja keras agar jadwal terpenuhi. Untuk mengevaluasi akibat dari terjadinya penyimpangan pada jadwal proyek. sementara PERT direkayasa untuk menghadapi situasi dengan kadar ketidakpastian yang tinggi pada aspek kurun waktu kegiatan. 3. Untuk mengevaluasi akibat dari perubahan-perubahan program.

Untuk 2 verteks s dan t dalam G. biaya) 2. 2. Dummy tidak mempunyai jangka waktu tertentu. Dalam beberapa hal. menyatakan sebuah kejadian atau peristiwa atau event. 3. Di antara dua event yang sama. Panjang dari lintasan adalah menentukan panjang jumlah dari masingmasing garis yang terdiri dari lintasan. Aktivitas harus mengalir dari event bernomor rendah ke event bernomor tinggi.y) mewakili panjang dari garis. Lingkaran kecil (node). 3. Nama suatu aktivitas dinyatakan dengan huruf atau nomor urut event. Jalur Terpendek ( SHORTEST PATH ) Andaikan diberikan sebuah graph G dalam tiap garis (x.y) dihubungkan dengan titik a x.25 jangka waktu tertentu dalam pemakaian sejumlah sumber daya (sumber tenaga. panjang sebenarnya mewakili biaya atau beberapa nilai lainnya. Diagram hanya memiliki sebuah initial evet dan sebuah terminal event. . Kejadian didefinisikan sebagai ujung atau pertemuan dari satu atau beberapa kegiatan. Masalah lintasan terpendek meliputi pencarian lintasan dari s ke t yang mempunyai lintasan terpendek dan biaya termurah. Anak panah terputus-putus. Penggunaan simbol-simbol ini mengikuti aturan-aturan sebagai berikut: 1. ada beberapa lintasan dari s ke t . peralatan. hanya boleh digambarkan satu anak panah. menyatakan kegiatan semu atau dummy . 4. material. karena tidak memakai sejumlah sumber daya.

Contoh 1. Defnisi Jalur Terpendek Jalur terpendek (Shortest Path) antara dua verteks dari s ke t dalam jaringan adalah lintasan graph berarah sederhana dari s ke t dengan sifat dimana tidak ada lintasan lain yang memiliki nilai terendah. Dari ukuran dasar ini dapat dirumuskan masalah seperti “ mencari lintasan terpendek antara dua vertek dan meminimumkan biaya”. Definisi 1. Lintasan terpendek antara dua verteks dari s ke t dalam jaringan adalah lintasan graph berarah sederhana dari s ke t dengan sifat dimana tidak ada lintasan lain yang memiliki nilai terendah. Pilihan lain adalah membuang kendala tak negatif bagi “jarak”.26 a. yang nilainya adalah jumlah dari nilai edge path tersebut. Pada persoalan ini akan terdorong untuk menyelesaikan suatu persoalan untuk menentukan jalur terpendek dan biaya termurah dalam suatu jaringan dengan mengimplementasikannya ke dalam kasus travelling salesman problem yang merupakan salah satu persoalan dalam Jaringan Syaraf Tiruan. Setiap path dalam digraph mempunyai nilai yang dihubungkan dengan nilai path tersebut. Suatu kendala lain dapat juga diberlakukan dalam suatu masalah lintasan terpendek.1. Algoritma yang diberikan dapat dimodifikasi dengan mudah untuk menghadapi lintasan berarah pada setiap iterasinya. . Banyak bidang penerapan mensyaratkan untuk menentukan lintasan terpendek berarah dari asal ke tujuan di dalam suatu distribusi aliran berarah. Suatu versi yang lebih umum dari masalah lintasan terpendek adalah menentukan lintasan terpendek dari sembarang verteks menuju ke setiap verteks lainnya.

Shortest path (garis tebal) Pada gambar 2. Sedangkan verteks merepresentasikan persimpangan saluran. Edge merepresentasikan saluran dengan kapasitas tertentu (contohnya. Air mengalir melalui verteks pada vertex yang dilalui Lintasan terpendek dari verteks pada graph di atas adalah P = {1 – 4.27 2 X1 1 2 3 X3 X2 X4 1 3 3 4 1 X6 Gambar 1. dapat dilihat bahwa setiap edge terletak pada pathpath dari titik 1 ke titik 5.1. 4 – 5} dengan kapasitas 4.7. 5 3 X5 X7 5 X5 2 . air) dapat dialirkan melalui saluran.

teknik pencarian lintasan terpendek diberikan oleh Algoritma Dijkstra. Setiap iterasi dari algoritma tersebut mengubah status satu label dari sementara ke tetap.28 Algoritma Lintasan-Terpendek Dalam graf berbobot. Pada bagian ini L(z) merupakan panjang lintasan terpendek dari a ke z. Dalam menggambarkan algoritma tersebut. Untuk graf berbobot tersambung. Kita misalkan T menyatakan himpunan verteks yang mempunyai label sementara. beberapa verteks mempunyai label sementara dan yang lain mempunyai label tetap. . Pada setiap pembahasan. Selanjutnya akan kita tunjukkan bahwa jika L(v) adalah label tetap dari verteks v. maka L(v) merupakan panjang lintasan terpendek dari a ke v. sebuah lintasan yang mempunyai panjang minimum) antara dua verteks yang diketahui. sehingga kita dapat mengakhiri algoritma tersebut jika z menerima sebuah label tetap. Kita misalkan L(v) menyatakan label dari verteks v. kita sering kali ingin mencari sebuah lintasan terpendek (yakni. kita akan melingkari verteks-verteks yang mempunyai label tetap. Algoritma Dijkstra melibatkan pemasangan label pada verteks. Sebelumnya semua verteks mempunyai label sementara.

4.2 . Verteks a sampai z. 6. pilih v T dengan minimum L(v) 10. begin 9. Hasilnya. Bobot dari rusuk (i.a.z.L) L(a) := 0 for semua verteks x ≠ a do L(x) := T := himpunan semua verteks // T adalah himpunan verteks yang panjang terpendeknya dari a belum ditemukan 7. L(z) merupakan panjang lintasan terpendek dari a ke z.j)>0 dan label verteks x adalah L(x). Keluaran : L(z). for setiap x T di samping v do 12. L(v)+w(v.1 : Algoritma Dijkstra Algoritma ini mencari panjang lintasan terpendek dari verteks a ke z dalam sebuah graf berbobot tersambung. panjang lintasan terpendek dari a ke z. end 14.2 : Carilah panjang lintasan terpendek dari verteks a ke z dalam graf berbobot tersambung berikut. while z T do 8. 3. procedure dijkstra (w. T:=T-{v} 11. end dijkstra 1. 5. Masukan : Sebuah graf berbobot tersambung dengan bobot positif.29 Algoritma 10. L(x):=min{L(x).j) adalah w(i.x)} 13. ∞ ∈ ∈ ∈ Contoh 10. b c 2 2 3 1 2 4 a z d e 4 7 3 1 6 f g 5 Gambar 10. 2.

b. kita lanjutkan ke baris 9. Kita dapatlkan label-label baru L(b) = min{ ∞ . 1+3} = 4. . tak L(f) = min{ ∞ . L(f) = min{ ∞ . 0+1} = 1. Sampai pada bagian ini. di mana kita memilih verteks f. d dan g.z). b dan f. Hasil pelaksanaan baris 2-4 dari Algoritma 10. Pada baris 7. verteks dilingkari dengan melingkarinya. dan melingkarinya. 1+5} = 6. Pada baris 11 dan 12 kita perbarui setiap verteks tak terlinkari. dan Sampai pada bagian ini. label terkecil.c. kita kembali ke baris 7.30 Penyelesaian : Kita akan menerapkan Algoritma Dijkstra. menyatakan panjang lintasan terpendek dari a ke z adalah 5.1 adalah L(a) = 0. 0+2} = 2. z dilabeli 5. z tidak dilingkari. yang berdekatan dengan f. yang berdekatan dengan a. di mana kita memilih verteks a. Karena z tak dilingkari. Pada baris 12 dan 13 kita perbarui setiap label dari verteks tak dilingkari. Kita dapatkan label-label baru L(d) = min{ ∞ . Kita lanjutkan ke baris 9. kita kembali ke baris 7. Sebuah lintasan terpendek diberikan oleh (a. L(b) = L(c) = L(d) = L(e) = L(f) = L(g) = L(z) = ∞ . Demikian seterusnya dan pada akhir algoritma. verteks tak dilingkari dengan label terkecil.

sedangkan . perhatikan semua node apakah terdapat node yang belum terhubung. gedung listrik (atau biasa Istec Corporation yang baru memiliki listrik akan beberapa ruangan dan tiap ruangan membutuhkan 1 lubang aliran disebut sebagai steker).31 MINIMAL SPANNING TREE Pohon rentang minimum (minimal spanning tree) adalah teknik mencari jalan penghubung yang dapat menghubungkan semua titik dalam jaringan secara bersamaan sampai diperoleh jarak minimum. Masalah pohon rentang minimum serupa dengan masalah rute terpendek (shortest route). Jaringan yang dihasilkan merentangkan (menghubungkan) semua titikdalam jaringan tersebut pada total jarak (panjang) minimum. hubungkan node tersebut dengan node terdekat yang dapat meminimalkan total jarak 3. di gambarkan dalam gambar ini. ulangi langkah ketiga sampai seluruh node dapat terhubung Sebagai contoh. temukan dan hubungkan node terdekat yang belum terhubung 4. kecuali bahwa tujuannya adalah untuk menghubungkan seluruh simpul dalam jaringan sehingga total panjang cabang tersebut diminimisasi. pilih secara arbitrer sebuah node dalam jaringan 2. Teknisi kabel yang menyalurkan listrik dari ruang bagian ruangan dengan jaringan total panjang berikut Ada pun jarak antar ruangan dapat depan sampai keseluruh seefisien mungkin. Langkah-langkah dari pohon rentang minimum adalah : 1.

32 uangbagiandepandigambarkansebagainode-1. sehingga kita hubungkan node 1 dengan node-3. Karena node-1 adalah ruangan terdepan yang menjadi sumber aliran listrik utama. Node yang paling dekat dengan node-1 adalah node dengan jarak 2 meter. Kemudian kita lihat node-node terdekat yang belum terhubung . maka node-1 akan dijadikan sebagai patokan dalam jaringan.

Node yang belum terhubung dan dekat dengan node 1. yaitu node 7. Node 5 dapat terhubung dengan node 6 dengan jarak .33 dengan node 1 dan 3.7 dan 6 adalah 5 dan 2. Yang terdekat dengan node 3 adalah node 7 dengan jarak 3 meter. 3 dan 7 adalah node 6 dengan panjang 2 meter. Kemudian node 3 dan node 7 dapat dihubungkan.3. 6 dan 2. Node yang belum terhubung terdekat dengan node 1.

sedangkan node 3 dapat dihubungkan dengan node-1 dengan jarak 3 meter. Sisa node yang belum terhubung adalah node 8. Node 4 dapat dihubungkan dengan node 5 dengan jarak 3 meter. dan untuk mencapai node 9 total jarak terdekat lebih pendek jika ditempuh dari node 8 ke 9 dari pada melalui node 4. 4 dan 9. .34 3 meter.

35 Karena seluruh node telah terhubung atau telah terkait dalam satu jaringan. 6 – 7. 3 – 7. 6 – 8. 1 – 3. 4 – 5. Jadi teknisi listrik dapat memulai merentangkan kabelnya dengan menghubungkan node 1 – 2. 5 – 6. 8 – 9 Panjang kabel yang dibutuhkan adalah : 21 meter . maka solusi di atas telah optimum.

Algoritma ini sering digunakan pada routing Algoritma dijkstra mencari lintasan . 1. dan menghasilkan sebuah pohon lintasan terpendek. 87-92])mengulas ini pada bab tersebut dengan judul Greedy Algorithms. p. Dijkstra – seorang ilmuwan computer berumur dua puluh sembilan tahun -mengusulkan algoritma-algoritma untuk solusi dari duamasalah teoritis graf dasar: the minimum weight Algoritma Dijkstra untuk masalah jalan terpendek adalah satu dari algoritma-algoritma paling ternama pada ilmu komputer dan sebuah algoritma paling popular pada oparasi pencarian(OR). pp. Edsger W. OSPF dan IS-IS. algoritma ini merupakan salah satu bentuk algoritma greedy.36 ALGORITMA DIJKSTRA Pada tahun 1959 sebuah tulisan sepanjang tiga halaman yang berjudul A Note on Two Problems in Connexion with Graphs diterbitkan pada jurnal Numerische Mathematik. Algoritma ini termasuk algoritma pencarian graf yang digunakan untuk menyelesaikan masalah lintasan terpendek dengan satu sumber pada sebuah graf yang tidak memiliki cost sisi negatif. Pada literatur tersebut. pp. Encyclopedia of Operations Research and Management Science (Gass and Harris [1996. Contohnya. 264]). Implementasi algoritma dijkstra pada ilmu computer antara lain adalah pada link-state routing protocol.1 Definisi Algoritma Dijkstra Pada dasarnya. algoritma ini sering digambarkan sebagai sebuah algoritma yang tamak. buku Algorithmics (Brassard and Bratley [1988. Pada tulisan ini. 166-167]) menggambarkan algoritma ini sebagai sebuah "node labelling greedy algorithm " dan sebuah algoritma yang tamak digambarkan sebagai "a heuristic algorithm that at every step selects the best choice available at that step without regard to future consequences " (Gass and Harris [1996.

Update list 1 dan 2 berdasarkan simpul-simpul yang dapat langsung dicapai dari current vertex 8. 3. dan list simpul yang sudah dikunjungi(list 3). 7. 1. 6. Isi semua nilai dalam list 2 dengan false 4. bila simpul pada graf merepresentasikan kota dan bobot sisi merepresentasikan jarak antara 2 kota yang mengapitnya. Algoritma ini menggunakan strategi greedy sebagai berikut : Untuk setiap simpul sumber(source) dalam graf. Ulangi langkah 6 sampai semua simpul sudah dikunjungi. kecuali simpul awal yang diisi dengan0. Tandai current vertex sebagai simpul yang telah dikunjungi. Algoritma juga dapat digunakan untuk mencari total biaya(cost) dari lintasan terpendek yang dibentuk dari sebuah simpul ke sebuah simpul tujuan. serta sebuah variable yang menampung simpul saat ini(current vertex). yaitu list jarak(list 1). 2.37 terpendek dalam sejumlah langkah. list simpul-simpul sebelumnya(list 2). Isi semua nilai dalam list 3 dengan null 5. Update current vertex dengan simpul yang paling dekat dengan simpul awal. Buatlah 3 buah list. . Sebagai contoh. Isi semua nilai dalam list jarak dengan tak hingga. maka algoritma dijkstra dapat digunakan untuk mencari rute terpendek antara sebuah kota dengan kota lainnya. 9. algortima ini akan mencari jalur dengna cost minimum antara simpul tersebut dengan simpul lainnya. Current Vertex diisi dengan simpul awal(start).2 Skema Umum Algoritma Dijkstra Berikut adalah skema umum dari algoritma dijkstra pada pencarian shortest path : 1.

38 .

dsb. Pada lintasan yang dipilih. 2. . harus memenuhi sebuah batasan yaitu arus yang masuk pada suatu simpul harus sama dengan arus yang keluar pada simpul tersebut. 3. Cari sebuah lintasan yang belum dipilih yang menghubungkan simpul awal dengan simpul 1. langsung ke langkah 4. Setiap arus(flow) yang ada dalam network. saluran pipa. PENYELESAIAN MAXIMUM FLOW PROBLEM DENGAN ALGORITMA DIJKSTRA Langkah Penyelesaian Untuk menyelesaikan Maximum Flow Problem dengan algoritma Dijkstra. Sebuah network biasanya digunakan untuk memodelkan sistem lalulintas. yang arus masuknya lebih besar dari arus keluar. yang arus keluarnya lebih besar dari arus masuk. Bila kapasitas minimum sisa sama dengan 0. Kapasitas sisa minimum didapat dari kapasitas sisi tersebut dikurangi arus yang sudah mengalir pada sisi itu(c -f). kecuali pada source. carilah sebuah sisi dengan kapasitas sisa minimum. tujuan. sebuah graf berarah sering disebut dengan network. skema dari algoritma yang akan dijelaskan adalah sebagai berikut: 1. Secara garis besar.39 MAXIMUM FLOW PROBLEM Network Flow c Jumlah arus yang mengalir pada tiap sisi harus lebih kecil atau sama dengan kapasitas sisi tersebut. sirkuit elektrik. dan sink.Pada aplikasinya. maka kita harus melakukan sedikit modifikasi dari algoritma ini.

Alirkan arus sejumlah 2 satuan. Langkah 1 : Pilih lintasan S-A-D-F. Alirkan arus sejumlah kapasitas minimum sisa pada lintasan yang dipilih. Pada lintasan ini nilai kapasitas minimum sisanya adalah 2. 5. Contoh implementasinya adalah sebagai berikut : Dalam network gambar 2 bisa kita lihat terdapat 5 lintasan yang menghubungkan simpul awal (S) dan simpul tujuan (F). Kembali ke langkah 1 sampai semua lintasan diperiksa.40 4. Langkah 2 : .

Alirkan arus sebanyak 2 satuan. Alirkan arus sebanyak 1 satuan. lintasan ini sudah tidak dapat dialiri arus lagi karena nilai kapasitasa sisa minimumnya 0. Nilai kapasitas sisa minimum pada lintasan ini adalah 1.41 Pilih lintasan S-B-D-F. . Langkah 3 : pilih lintasan S-B-E-F. Langkah 4 : pilih lintasan S-C-B-E-F. nilai kapasitas sisa minimum pada lintasan ini adalah 2.

yaitu jumlah arus yang meninggalkan simpul awal atau jumlah arus yang masuk ke simpul tujuan.2 Analisis . Dari gambar 6 ini dapat dilihat bahwa jumlah arus maksimum yang dapat mengalir dari network tersebut adalah 7. Gambar 6 merupakan solusi dari masalah maximumflow pada network pada gambar 2. Nilai kapasitas sisa minimum lintasan ini adalah 2. 3.42 Langkah 5 : pilih lintasan terakhir yaitu S-C-F.

pemilihan urutan lintasan akan sangat menentukan solusi dari permasalahan ini. sama halnya seperti algoritma greedy pada umumnya. dalam hal ini Maximum Flow Problem. prioritas utama dalam maximum flow problem ini adalah lintasan yang memiliki kapasitas tertinggi. terdapat beberapa kasus dimana algoritma dijkstra tidak memberikan solusi maksimum.43 Algoritma dijkstra yang digunakan di atas. mampu memberikan solusi optimal untuk kebanyakan kasus. Sama seperti algoritma greedy. dengan fungsi prioritas ini –pun masih ada kasus yang tidak memberikan hasil optimal. misalnya : . atau terkadang disebut Priority First Search(PFS). Hal ini biasanya merupakan akibat dari pemilihan urutan lintasan yang kurang tepat. kita dapat menentukan fungsi prioritas untuk menentukan urutan lintasan yang akan diproses. Akan tetapi. Biasanya. Akan tetapi. Karena itu.

44 Solusi yang terdapat pada gambar 8 merupakan solusi Maximum Flow Problem dengan menggunakan algoritma Ford – Fulkerson. algoritma yang paling sering digunakan untuk menyelesaikan masalah maksimum flow. . tidak seperti algoritma dijkstra yang dirancang untuk menyelesaikan masalah shortest path secara global. Algoritma ini ternyata memang lebih baik daripada algoritma dijkstra dalam mencari solusi optimal pada maximum flow problem karena algoritma ini memang dirancang untuk menyelesaikan masalah ini.

Teknik PERT adalah suatu metode yang bertujuan untuk sebanyak mungkin mengurangi adanya penundaan. Dalam metode PERT dan CPM masalah utama yaitu teknik untuk menentukan jadwal kegiatan beserta anggaran biayanya dengan maksud pekerjaan-pekerjaan yang telah dijadwalkan itu dapat diselesaikan secara tepat waktu serta tepat biaya. maupun gangguan produksi. karena jadwal dan anggaran dari suatu pekerjaan telah ditentukan terlebih dahulu sebelum dilaksanakan. sedangkan CPM adalah singkatan dari Critical Path Method (metode jalur kritis) dimana keduanya merupakan suatu teknik manajemen. Jadi CPM merupakan analisa jaringan kerja yang berusaha mengoptimalkan biaya total . jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai tahap suatu proyek dianggap diketahui dengan pasti. demikian pula hubungan antara sumber yang digunakan dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek.45 PENGERTIAN PERT DAN CPM PERT merupakan singkatan dari Program Evaluation and Review Technique (teknik menilai dan meninjau kembali program). CPM adalah suatu metode perencanaan dan pengendalian proyekproyek yang merupakan sistem yang paling banyak digunakan diantara semua sistem yang memakai prinsip pembentukan jaringan. Dengan CPM. serta mengkoordinasikan menyeluruh dan berbagai bagian suatu pekerjaan proyek. Tujuan dari PERT adalah pencapaian suatu taraf tertentu dimana waktu merupakan dasar penting dari PERT dalam penyelesaian kegiatankegiatan bagi suatu proyek. secara ini mempercepat selesainya Teknik memungkinkan dihasilkannya suatu pekerjaan yang terkendali dan teratur.

sama dengan yang digunakan pada PERT. Pengertian PERT dan CPM seperti yang dikemukakan oleh para ahli dikutipkan seperti berikut : “Teknik PERT adalah suatu metode yang bertujuan untuk sebanyak mungkin gangguan mengurangi produksi. Pada activity oriented anak-panah menunjukkan activity atau pekerjaan dengan beberapa keterangan aktivitasnya. : 401) mengemukakan bahwa : “PERT adalah suatu metode analisis yang dirancang untuk membantu dalam penjadwalan dan pengendalian proyek-proyek yang kompleks. yang menuntut bahwa masalah utama yang dibahas yaitu masalah teknik untuk menentukan jadwal kegiatan beserta anggaran biayanya sehingga dapat diselesaikan secara tepat waktu dan biaya. Sedangkan CPM adalah suatu teknik perencanaan dan pengendalian yang dipergunakan dalam proyek berdasarkan pada data biaya dari masa lampau (past cost data)”. Teknik penyusunan jaringan kerja yang terdapat pada CPM. adanya penundaan maupun konflik dan dan serta mengkoordinasikan mengsingkronisasikan berbagai bagian dari keseluruhan pekerjaan dan mempercepat selesainya proyek. sedang event oriented pada peristiwalah yang merupakan pokok perhatian dari suatu aktivitas. sedangkan CPM adalah suatu metode yang dirancang untuk mengoptimalkan biaya proyek dimana dapat ditentukan kapan pertukaran biaya dan waktu harus dilakukan untuk memenuhi jadwal penyelesaian proyek dengan biaya seminimal mungkin” . Perbedaan yang terlihat adalah bahwa PERT menggunakan activity oriented. Hari Handoko (1993 hal. T. sedangkan dalam CPM menggunakan event oriented.46 proyek melalui pengurangan waktu penyelesaian total proyek yang bersangkutan.

tenaga kerja serta waktu yang dibutuhkan oleh setiap aktivitas. PENJADWALAN PROYEK PERANGKAT LUNAK Penjadwalan proyek meliputi kegiatan menetapkan jangka waktu kegiatan proyek yang harus diselesaikan. d. Pada PERT yang ditekankan tepat waktu. c. sedangkan pada CPM menekankan tepat biaya. sebab dengan penyingkatan waktu maka biaya proyek turut mengecil. PERT (Project Evaluation and Review Technique). sedangkan pada CPM hanya memiliki satu jenis informasi waktu pengerjaan yaitu waktu yang paling tepat dan layak untuk menyelesaikan suatu proyek. Dalam PERT anak panah menunjukkan tata urutan (hubungan presidentil). Pendekatan yang lazim digunakan adalah digram Gantt Chart. sedangkan CPM digunakan untuk menjadwalkan dan mengendalikan aktivitas yang sudah pernah dikerjakan sehingga data. sedangkan pada CPM tanda panah adalah kegiatan. bahan baku. PERT digunakan pada perencanaan dan pengendalian proyek yang belum pernah dikerjakan.47 Perbedaan PERT dan CPM Pada prinsipnya yang menyangkut perbedaan PERT dan CPM adalah sebagai berikut : a. waktu dan biaya setiap unsur kegiatan telah diketahui oleh evaluator. terlama serta terlayak. b. dan CPM (Critical Path Method). Pada PERT digunakan tiga jenis waktu pengerjaan yaitu yang tercepat. Penjadwalan dibutuhkan untuk membantu: .

Mengidentifikasikan hubungan yang harus didahulukan di antara kegiatan. peralatan. 7. lokasi proyek ditinjau dari fasilitas . 2. dan material pelengkap lainnya yang menunjang terwujudnya proyek tersebut. kebutuhan dan fungsi proyek tersebut. Membantu penggunaan tenaga kerja. uang dan sumber daya lainnya dengan cara hal-hal kritis pada proyek    Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam membuat jadwal pelaksanaan proyek : 1. keterjangkauan perhubungannya. 5. apabila proyek tersebut milik pemerintah.48  Menunjukkan hubungan tiap kegiatan lainnya dan terhadap keseluruhan proyek. 4. selama operasional berlangsung dengan referensi dan perhitungan yang memenuhi aturan teknis. 6. 8. keterkaitannya dengan proyek berikutnya ataupun kelanjutan dari proyek selanjutnya. kondisi alam dan lokasi proyek. alasan social politis lainnya. kapasitas atau daya tampung area kerja proyek terhadap sumber daya yang dipergunakan selama operasional pelaksanaan berlangsung. ketersediaan dan keterkaitan sumber daya material. peralatan proyek dan tenaga kerja proyek. Dengan selesainya proyek itu proyek diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. produktivitas sumber daya. 3. Menunjukkan perkiraan biaya dan waktu yang realistis untuk tiap kegiatan.

Gantt Chart Gantt chart adalah suatu alat yang bernilai khususnya untuk proyek-proyek dengan jumlah anggota tim yang sedikit. 10. mudah dibuat dan dipahami.  Dapat menggambarkan jadwal suatu kegiatan dan kenyataan kemajuan sesungguhnya pada saat pelaporan  Bila digabungkan dengan metoda lain dapat dipakai pada saat pelaporan Kelemahan Gantt Chart :  Tidak menunjukkan secara spesifik hubungan ketergantungan antara satu kegiatan dan kegiatan yang lain. sehingga sangat bermanfaat sebagai alat komunikasi dalam penyelenggaraan proyek. 3. referensi hari kerja efektif. Semakin banyak tugas-tugas dalam proyek dan semkin penting urutan antara tugas-tugas maka semakin besar kecenderungan dan keinginan untuk memodifikasi gantt chart. sehingga sulit . Keuntungan menggunakan Gantt chart :  Sederhana. Gantt chart secara luas dikenal sebagai alat fundamental dan mudah diterapkan oleh para manajer proyek untuk memungkinkan seseorang melihat dengan mudah waktu dimulai dan selesainya tugas-tugas dan sub. 1.sub tugas dari proyek. musim dan gejala alam lainnya.49 9. proyek mendekati penyelesaian dan beberapa kendala proyek. 2. cuaca. Gantt chart membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan “what if” saat melihat kesempatan-kesempatan untuk membuat perubahan terlebih dahulu terhadap kebutuhan.

karena pada umumnya ini berarti membuat bagan balok baru. 2 orang dalam 1 tim proyek b. 3 orang dalam 1 tim proyek c.50 untuk mengetahui dampak yang diakibatkan oleh keterlambatan satu kegiatan terhadap jadwal keseluruhan proyek. Berikut ini adalah bentuk sederhana dari PERT : a. 10 jalur kritis. 5 orang dalam 1 tim proyek Contoh Kasus: Diketahui aktivitas sebuah proyek sebagi berikut: Dari kasus tersebut diselesaikan dengan menggunakan POM for Windows . 1 jalur kritis.  Sulit mengadakan penyesuaian atau perbaikan/pembaharuan bila diperlukan. 3 jalur kritis.

Ada 2 jalur kritis yaitu: A .C .G dan B – E – G . Diagram PERT . yaitu jalur dengan waktu penyelesaian proyek terlama.51 Dari table tersebut dapat dilihat waktu yang diperlukan melalui jalur kritis yaitu 19 Gantt chart Dari Gantt Chart tersebut jalur yang berwarna merah adalah jalur kritis.

52 Jalurnya adalah: A – C – G : 6 + 3 + 10 = 19 B – E – G : 5 + 4 + 10 = 19 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful