P. 1
Bab3-Kebutuhan Air Irigasi

Bab3-Kebutuhan Air Irigasi

|Views: 206|Likes:
Published by Supriyadi

More info:

Published by: Supriyadi on Dec 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2015

pdf

text

original

KEBUTUHAN AIR IRIGASI

3. ,. PENDAHULUAN
Kebutuhan air irigasi adalah jumlah volume air yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan evapontranspirasi, kehilangan air, kebutuhan airuntuk tanaman dengan memperhatikan jumlah air yang diberikan oleh alam melalui hujan dan kontribusi air tanah. Kebutuhan air sawah untuk padi ditentukan oleh faktor-faktor berikut : a. penyiapan lahan b. penggunaan konsumtif c. perkolasi dan rembesan d. pergantian lapisan air e. curah hujan efektif. Kebutuhan air di sawah dinyatakan dalam mmlhari atau ltldt/ha. Kebutuhan air belum termasuk efisiensi di jaringan tersier dan utama. Efisiensi dihitung dalam kebutuhan pengambilan air irigasi.

3.2. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHIKEBUTUHAN AIR TANAMAN
1. Topografi
Keadaan topografi mempengaruhi kebutuhan air tanaman. Untuk lahan yang miring membutuhkan air yang lebih banyak dari pada lahan yang datar, karena air akan lebih cepat mengalir menjadi aliran permukaan dan hanya sedikit yang mengalami infiltrasi, dengan kata lain kehilangan air di lahan miring akan lebih besar. 2. Hidrologi Jumlah contoh hujan mempengaruhi kebutuhan air makin banyak curah hujannya, maka makin sedikit kebutuhan air tanaman, hal ini di karenakan hujan efektif akan menjadi besar.

. 20

3.

Klimatologi Keadaan cuaca adalah salah satu syarat yang penting untuk pengelolaan pertanian. Tanaman tidak dapat bertahan dalam keadaan cuaca buruk. Dengan memperhatikan keadaan cuaca dan cara pemanfaatannya, maka dapat dilaksanakan penanaman tanaman yang tepat untuk periode yang tepat dan sesuai dengan keadaan tanah. Cuaca dapat digunakan untuk rasionalisasi penentuan laju evaporasi dan evapotranspirasi, hal ini sangat bergantung pada jumlah jam penyinaran mataharid an radiasi matahari. Untuk penentuan tahun/periode dasar bagi rancangan irigasi harus dikumpulkan data curah hujan dengan jangka waktu yang sepanjang mungkin. Disamping data curah hujan diperlukan juga penyelidikan evapotranspirasi, kecepatan angin, arah angin, suhu udara, jumlah jam penyinaran matahari, kelembaban.

4.

Tekstur taoab Selain membutuhkan air, tanaman juga membutuhkan tempat untuk tumbuh, yang dalam tehnik irigasi dinamakan tanah. Tanah yang baik untuk usaha pertanian ialah tanah yang mudah dikerjakan dan bersifat produktif serta subur. Tanah yang baik tersebut memberi kesempatan pada akar tanaman untuk tumbuh de~gan mudah, menjamin sirkulasi air dan udara serta baik pada zona perakaran dan secara relatif memiliki persediaan hara dan kelembaban tanah yang cukup.

Tanaman membutuhkan air. Oleh karena itu, pada zone perakaran perlu tersedia lengas tanah yang cukup. Tetapi walaupun kelembaban tanah perlu dipelihara, air yang diberikan tidak boleh berlebih. Pemberian air harus sesuai dengan kebutuhan dan sifat tanah serta tanaman.

3.3. KEBUTUHAN AIR TANAMAN
Kebutuhan air tanaman dipengaruhi oleh faktor-faktor evaporasi, transpirasi yang kemudian dihitung sebagai evapotranspirasi. 1. . Evaporasi Evaporasi adalah suatu peristiwa perubahan air menjadi uap. Dalam proses penguapan air berubah menjadi uang dengan adanya energi panas matahari. 21

= 0.86 55.55 31.40 22 . E = 0.Pu) (1 + Ui100) Contoh Soal Umpama suhu bola kering 30°C.1. : Tekanan Uap Jenuh OoC 20 30 40 P (mm/Hg) 17.65 mmIHg.2. sehingga bentuk U2dalam mldt masih harus dikalikan dengan 24 x 60 x 60 x 1600. Tabel 3. kelembaban udara. Rumus evaporasi dengan metode Penman adalah : Eo dengan Eo = Pa = Pu = U2 = : Penguapan dalam mm/hari Tekanan uap jenuh pada suhu rata harian dalam mmHg Tekanan uap sebenamya dalam mmHg Kecepatan angin pada ketinggian 2 m dalam mile/hari. Terdapat beberapa metode untuk menghitung besamya evaporasi. kelembaban relatif = 68% (tabel 3. dengan suhu udara 300C didapat Pa = 31. udara yang bertiup (angin).1.65) (1 + 54/100) = 5 mm/hari.86 (mmIHg).35 (31.86 .). Kecepatan angin 1 mldet diubah menjadi 1 mldet x 24 jam x 60 menit x 60 detik : 1600 ml/mile = 54 mile/hari. dan lain-Ian. suhu bola basah 26°C dan kecepatan angin 1 mldet maka evaporasinya : Tekanan uap jenuh dilihat dari tabel 3.21.35 (Pa .Laju evaporasi dipengaruhi oleh faktor lamanya penyinaran matahari. diantaranya adalah metode Penman.86 mmIHg x 68% = 21. Jadi tekanan uap sebenamya adalah : Pu = 31.

Transpirasi Transpirasi adalah suatu proses pada peristiwa uap air meninggalkan tubuh tanaman dan memasuki atmosfir.0 Persentasi % 74 71 67 64 61 58 56 53 50 75 71 68 65 62 59 52 54 51 75 72 68 65 62 59 57 54 52 2. air atau permukaan tanah basah.5 7. tetapi sebaliknya pada malam hari lebih keeil bahkan tidak ada transpirasi.0 6. 3. EFISIENSI RIGASI I Air yang diambil dari sumber air atau sungai yang di alirkan ke areal irigasi tidak semuanya dimanfaatkan oleh tanaman.Tabel 3. Transpirasi dari tubuh tanaman pada siang hari dapat melampaui evaporasi dari permukaan. Dalam praktek irigasi terjadi kehilangan air. suhu. Kehilangan air tersebut dapat berupa penguapan di saluran irigasi.0 4.5 4.0 2.0 1.5 2.0 5.5 5. 23 .4. tekanan uap air di udara. Efisiensi pengaliran Jumlah air yang dilepaskan dari bangunan sadap ke areal irigasi mengalami kehilangan air selama pengalirannya. Fakta iklim yang mempengaruhi laju transpirasi adalah : intensitas penyinaran matahari.5 1. : Kelembaban Pembacaan thermometer Derajat Centigrde °C 25 26 27 100 95 90 86 82 78 100 95 91 86 82 78 100 95 91 87 83 79 selisih antara thermometer bola kering dan basah 0. 3. 1.2.0 3. Kehilangan air ini menentukan besarnya efisiensi pengaliran. rembesan dari saluran atau untuk keperluan lain (rumahtangga). keeepatan aingin. Evapotranspirasi Evapotranspirasi sering disebut sebagai kebutuhan konsumtif tanaman yang merupakan jumlah air untuk evaporasi dari permukaan areal tanaman dengan air untuk transpirasi dari tubuh tanaman.0 0.5 6.5 3.

3. EPMK = (Adzp/ Asa) x 100% dengan : EPMK Adzp Asa = = = Efisiensi pemakai Air yang dapat ditahan pada zoae perakaran Air yang diberikan (sampai) diareal irigasi.EPNG = (AsaJAdb) x 100% dengan : EPNG = Asa Adb = = Efisiensi pengairan Air yang sampai di irigasi Air yang diambil dari bangunan sadap . Etisiensi Penyimpanan Apabila keadaan sangat kekurangan jumlah air yang dibutuhkan untuk mengisi lengas tanah pada zone perakaran adalah Asp (air tersimpan penuh) dan air yang diberikan adalah Adk maka efisiensi penyimpanan adalah : EPNY dengan : EPNY = (Adk/Asp) x 100% = Asp Adk = = Efisiensi penyimpanan Air yang tersimpan Air yang diberikan Sesungguhnya jenis efisiensi tidak terbatas seperti tertulis diatas karena nilai efisiensi dapat pula terjadi pada saluran primer. Etisiensi pemakaian Efisiensi pemakaian adalah perbandingan antara air yang dapat ditahan pada zone perakaran dalam periode pemberian air. saluran sekunder dan sebagainya. Secara prinsip nilai efisiensi adalah : AF = [(Adbk . dengan air yang diberikan pada areal irigasi. 2.Ahl)/Adbk] x 100% 24 . bangunan bagi.

agar air yang tersedia dapat digunakan secara merata dan seadH-adilnya.Palawija . Besarnya debit Q yang tersedia tidak tetap.Palawija Padi . Sumber air tidak selalu dapat menyediakan air irigasi yang dibutuhkan.Bera Palawijaya Padi . Pada saat-saat dimana air tidak eukup untuk memenuhi kebutuhan air tanaman dengan pengaliranmenerus. Tersedia air eukup banyak 2.Bera Padi . Kebutuhan air yang tertinggi untuk suatu petak terisier adalab Qmax. Padi .Palawija Padi . Pola Tanam Untuk memenuhi kebutuhan air bagi tanaman. penentuan pola tanam merupakan hal yang perlu dipertimbangkan. Daerah yang eenderung kekurangan air Pola Tanam Dalam Satu Tabun.Padi . Sistem golongan Untuk memperoleh tanaman dengan pertumbuhan yang optimal guna meneapai produktifitas yang tinggi. yang didapat sewaktu mereneanakan seluruh sistim irigasi.5. maka penanaman harns memperhatikan pembagian air secara merata ke semua petak terisier dalam jaringan irigasi. sehingga harns dibuat reneana pembagian air yang baik.Bara 2. maka pemberian air tanaman dilakukans 25 .Palawija . Tersedia air dalam jumlah eukup 3. POLA TATATANAM DAN 51ST GOLONGAN EM 1. Tabel dibawab ini merupakan contoh pola tanam yang dapat dipakai. bergantung pada sumber dan luas tanaman yang harns diairi.Pad .dengan EF Adbk Ahl = = = Efisiensi Air yang diberikan Air yang hHang 3. Tabel Pola Tanam Ketersediaan air untuk jaringan irigasi 1.

26 It/detlha.95 It/detlha = sub tersier c luas 35.00 ha dengan kebutuhan air 3.55 ha dapat air = 47. akibatnya lebih sedikit waktu tersedia untuk tanaman kedua daurlsiklus gangguan serangga.80 It/det Petak b luas 47. Keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh dari sistem giliran adalah : berkurangnya kebutuhan pengambilan puncak kebutuhan pengambilan bertambah secara berangsur-angsur pada awal waktu pemberian air irigasi (pada periode penyiapan lahan). Dalam musim kemarau dimana keadaan air mengalami kritis..00 ha dapat air = 35. maka pemberian air tanaman akan diberikan/diprioritaskan kepada tanaman yang telah direncanakan.95 It/det = 140. Petak a luas 53. pemakaian insektisida Contoh Soal Petak tersier sel~as 135.55 x 2. Pemberian air bila Q = 100% Q maks. Perhitungan debit rencana Pemberian air secara terus menerus dapat dilakukan selama Q > 65% Q maks.00 x 3.10 ha dengan kebutuhan air 2. Sedangkan hal-hal yang tidak menguntungkan adalah : timbulnya komplikasi sosial eksploitasi lebih rumit kehilangan air akibat e~spoitasi sedikit lebih tinggi jangka waktu irigasi untuk tanaman pertama lebih lama.10 It/det. Jumlah Q max = 405.26 It/det = 114.55 ha dengan kebutuhan air 2.84 It/detlha = sub tersier b luas 47.84 It/det = 150.10 x 2.17 It/det 26 .27 It/det Petak c luas 35. A.makapemberian air dilakukan secara bergiliran. tetapi bergiliran menurut jadwal yang ditentukan.ecara bergilir.65 ha terdiri dari 3 petak sub tersier dengan masingmasing luas = sub tersier a-Iuas 53. permulaan tanam tidaks erentak. Dalam sistem pemberian air secara bergilir ini. Sawah dibagi menjadi golongan-golongan dan saat permulaan perkerjaan sawah bergiliran menurut --golongan masingmasing. Bila Q < 65% Q maks. dengan maksud penggunaan air lebih efisien.10 ha dapat air = 53.

36 ltldet = 104.17 30% 121.27 1140.36ltldet = 138.63 Itldet Periode II Periode III : sub tersier b dan c diairi.10 47.10 405.70 Itldet sub tersier c = 35.66 Itldet x Pemberian air bila Q = 30% Qmax= 0.55 x 263.10/100.36 ltldet.65 x 263.55 ha sub tersier b = 47.55 121.55 Itldet tidak dapat diberikan secara proporsional dalam waktu bersamaan dan dipakai hanya untuk mengairi satu petak sawah tersier secara bergiliran.65x 263.73 151.55 35. luas a + c = 88.55 121. sehingga debit rencana tidak dapat begitu saja ditentukan dari pembagian debit pada 100% Qmax.65 Q (It/dt) 65% 158. luas b + c = 82.36 ltldet = 124.55 263.65 ha sub tersier a = 53.10 ha sub tersier a = 53.00/100.Pemberian air bila Q = 65% Qmax = 65/100 x 405.94ltldet sub tersier c = 35.73ltldet sub tersier c = 35. 27 .73 151.00/88.36 Itldet = 151. luas a + b = 100.70 121.36ltldet = 158.55/82.55Itldet.55 121.66 263.55 Dari tabel diatas dapat diambil kesimpulan bahwa debit yang terbesar tidak selalu terdapat dari Q = Qmax.10x 263.42ltlde : sub tersier a dan c diairi.70 111. Perhitungan berdasarkan pada pemberian air giliran sub tersier I Periode I : Sub tersier a dan b diairi.10/88.10 x 263.36 Itldet = 111. Hasil hitungan di atas dihimpun dalam tabel sebagai berikut : Petak Sub Tersier a b c Jumlah Luas (ha) 53.00 135.36 Q Rencana 158.35 x 405.17 = 121.00/82. Air sebanyak 121.17 = 263.80 140.55 100% 150. Lamanya giliran berdasarkan rotasi sub tersier II.

55 + 35) x 168/1 = 58 jam = 2 hari 11 jam C = 35.55/(53.(0)/(53. 12:00 . + 6:00 6:00 .100% =30 . 12:00 11:00 A+B+C B A Jum'at Sabtu Minggu .10 + 47.10 + 47.55)/(53.55+ 35.(0)/(53.10 47.65% Petak yang di airi Jam Senin Selasa 6:00 Petak yang di airi Jam 6:00 .10+ 47.55 + 35) x 168/1 = 65 jam = 2 hari 18 jam B = 47.10+ 47.B.10+ 47.55 + 35) x 336/2 = 124jam = 5 hari 5 jam B + C = (47.10/(53. B+C + 6:00 Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu Senin 28 6:00 .00/(53.55 + 35) x 336/2= 102jam = 4 hari 6 jam A + C = (53. Perhitungan jam rotsi Rotasi I Semua petak mendapat air secara terus menerus Rotasi II 2 golongan dibuka 1 golongan di tutup + A + B = (53.55+ 35) x 336/2= 109jam = 4 hari 13jam Rotasi III 1 golongan dibuka dan 2 golongan ditutup A = 53. A+B 17:00 B Rabu Kamis .10 + 47.10+ 35. 17:00 A+C 17:00 B C A .55 + 35) x 168/1 = 43 jam = 1 hari 19 jam Pemberian air terus menerus Q Rotasi I Q Rotasi II Q = < 35% Jam Petak yang di airi 6:00 = 65 .

Faktor-faktorpenting yang menentukan besarnya kebutuhan air untuk penyiapan lahan adalah : a. Bilamana untuk penyiapan lahan diperkirakan akan dipakai peralatan mesin secara luas. Rumus berikut dipakai untuk memperkirakan kebutuhan air untuk lahan : 29 . b.5 bulan untuk menyelesaikan penyiapan lahan diseluruh petak tersier.6. KEBUTUHAN AIR UNTUKPENYIAPANLAHAN Pada umumnya jumlah air yang dibutuhkan untuk penyiapan lahan dapat ditentukan berdasarkan kedalaman serta porositas tanah disawah. KEBUTUHAN AIR . Faktor-faktor tersebut saling berkaitan. Sebagai pedoman diambil jangka waktu 1. maka jangka waktu penyiapan lahan akan diambil 1 bulan. Perlu diingat bahwa transplantasi (perpindahan bibit ke sawah) mungkin sudah dimulai setelah 3 sampai 4 minggu di beberapa bagian petak tersier dimana pengolahan sudah selesai. jangka waktu penyiapan lahan akan ditetapkan berdasarkan kebiasaan yang berlaku didaerah-daerah didekatnya. budaya yang ada didaerah penanaman padi akan mempengaruhi lamanya waktu yang diperlukan untuk penyiapan lahan. kondisi sosial. PENYIAPAN LAHAN Kebutuhan air untuk penyiapan lahan umumnya menentukan kebutuhan air irigasi pada suatu proyek irigasi.. lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan penyiapan lahan. jumlah air yang diperlukan untuk penyiapan lahan Faktor-faktor penting yang menentukan lamanya jangka waktu penyiapan lahan adalah : tersedianya tenaga kerja dan temak penghela atau traktor untuk menggarap tanah perlu memperpendek jangka waktu tersebut agar tersedia cukup waktu untuk menanam padi sawah atau padi ladang kedua. Untuk daerah irigasi baru.3.

kebutuhan air untuk penyiapan lahan diambil 200 mm.PWR = = = (Sa . KEBUTUHANAIR SELAMA PENYIAPAN LAHAN Untuk perhitungan kebutuhan irigasi selama penyiapan lahan.d 1000 + Pd + Fl dengan : PWR Sa Sb N d Pd FL = = = = = Kebutuhan air untuk penyiapan lahan (mm) Derajat kejenuhan tanah setelah penyiapan lahan dimulai (%) Derajat kejenuhan tanah sebelum penyiapan lahan dimulai (%) Porositas tanah dalam (%) pada harga rata-rata untuk kedalaman tanah Asumsi kedalaman tanah setelah pekerjaan penyiapan lahan (mm) Kedalaman genangan setelah pekerjaan penyiapan lahan (mm) Kehilangan air disawah selama 1 hari (mm) Untuk tanah bertekstur berat tanpa retak-retak. digunakan metode yang dikembangkan oleh Van de Goor dan Zijlstra (1968). yakni 200 + 50 = 250 mm seperti yang sudah diterangkan diatas. ini termasuk air untuk penjenuhan dan pengolahan tanah.Sb) N. 30 . Metode tersebut didasarkan pada laju air ~onstan dalam ItJdt selama periode penyiapan lahan dan menghasilkan rumus sebagai berikut : IR = Mek/(ek.1 Eto selama penyiapan lahan P = (mmlhari) Perkolasi k = MTIS T = Jangka waktu penyiapan lahan (hari) S = Kebutuhan air. untuk penjenuhan di tambah dengan lapisan air 50 mm.1) dengan : IR = Kebutuhan air irigasi ditingkat persawahan (mmlhari) M = Kebutuhan air untuk mengganti kehilangan air akibat evaporasi dan perkolasi di sawah yang sudah dijenuhkan M = Eo + P (mmI hari) Eo = Evaporasi air terbuka yang dianibill.

Perembesan terjadi akibat meresapnya air melalui tanggul sawah. 5. laju perkolasi dapat mencapai I . Penggunaan konsumtif dihitung dengan rumus berikut : dengan Ere = Era = Ke = : evapotranspirasi tanaman (mmlhari) evapotranspirasi tanaman acuan (mmlhari) Koefisien tanaman 3.2. tinggi muka air tanah juga harns diperhitungkan. Pada tanah lempung berat dengan karakteristik pengolahan yangbaik. besarnya laju perkolasi serta tingkat kecocokan tanah untuk pengolahan tanah dapat ditetapkan dan dianjurkan pemakaiannya. Pada tanah-tanah yang lebih ringan. Dari hasil-hasil penyelidikan tanah pertanian dan penyelidikan kelulusan. lalu perkolasi bisa lebih tinggi. CURAH HUJAN EFEKT/F. curah hujan efektif bulanan diambH 70% dari curah hujan minimum tengah bulanan dengan periode ulang 5 tahun. 31 . PERKOLAS/ Laju perkolasi sangat tergantung kepada sifat-sifat tanah.3 mmlhari. 4.3 mmlhari selama 1/2 bulan) selama sebulan dan dua bulan setelah transplantasi. Untuk irigasi padi.7 x 1/2 Rs (setengah bulanan dengan T = 5 tahun). Penggantian lapisan air dilakukan menurut kebutuhan. lakukan penggantian sebanyak 2 kali. Penggunaan konsumtif adalah jumlah air yang dipakai oleh tanaman untuk proses fotosintesis dari tanaman tersebut. PENGGUNAANKONSUMT/F. masing-masing 50 mm (atau 3. Jika tidak ada penjadwalan semacam itu. Re = 0. Guna menentukan laju perkolasi. PENGGANT/AN LAP/SANA/R. Penggantian lapisan air dilakukan setelah pemupukan.

banyaknya turnn hujan. KEBUTUHAN AIR DISAWAHUNTUKPETAKTERSIER. laju perkolasi P dan curah hujan efektif Re adalah harga-harga asumsi. Ir = S + Et + P . iklim. b. pemeliharaan saluran/bangunan dan eksploitasi. Dengan rotasi (alamiah) didalam petak tersier kegiatan-kegiatan penyiapan lahan diseluruh petak dapat diselesaikan secara berangsur-angsur.Re Rs = = curah hujan efektif (mmlhari) curah hujan minimum dengan periode ulang 5 tahun (mm) 6. Kedua penggantian lapisan air (WLR) diasumsikan. jenis tanah. Kebutuhan air untuk tanaman tergantung pada macam tanaman dan masa pertumbuhannya sampai di panen sehingga memberikan produksi yang optimum. A. Perkiraan banyaknya air untuk irigasi didasarkan pada faktor-faktor jenis tanaman. cara pemberian air. 32 . PADI Perhitungan kebutuhan air dapat dilakukan dengan menggunakan tabel. Perhitungan dilakukan sebagai berikut : a. Masing-masing WLR dibuat bertahap. c. cara pengelolaan tanah. Harga-harga evapotranspirasi tanaman acuan Eto. d. Banyaknya air untuk irigasi pada petak sawah dapat dirumuskan sebagai berikut : .Re dengan Ir = S = Et = Re = : Kebutuhan air untuk irigasi Kebutuhan air untuk pengolahan tanah atau penggenangan Evapotranspirasi: Crop Consumptive Use Curah hujan efektif. waktu penanaman. Transplantasi akan dimulai pada pertengahan bulan kedua dan akan selesai dalam waktu 11/2bulan sesudah selesainya penyiapan lahan. Rotasi alamiah digambarkan dengan pengaturan kegaitan-kegiatan setiap jangka waktu 1/2bulan secara bertahap.

sedangkan cara perhitungannya bisa menurut cara FAG atau cara NedecolProsida. Kecepatan angin antara 0 dan 5 rnIdt c. maka dianjurkan agar harga-harga koefisien dihitung dari histogram-histogram tersebut dengan skala waktu yang dikonversi. Apabila harga-harga kisaran tersebut dirasa terlalu penyimpang atau tidak sesuai dengan keadaan daerah lapangan. TANAMANLADANGDAN TEBU . Frekwensi irigasi/curah hujan per 7 hari. 3. Evapotranspirasi harian 5 mm b. 2. Dalam mempertimbangkan efisiensi irigasi. PERKOLASI Pada tanaman ladang. kecuali jika terdapat kondisi-kondisi khusus (misalnya ada tanaman lain yang ditanam segera sesudah padi). Dalam penjabaran harga-harga koefisien ini untuk dipakai secara umum di Indonesia. Jumlah air 50 sampai 100 mm dianjurkan untuk tanaman ladang dan 100 sampai 200 mm untuk tebu. Jika harga-harga jangka waktu pertumbuhan berbeda dari harga-harga yang ditunjukkan.. 33 . asumsi harga-harga berikut : a.B. PENYIAPANAHAN L Masa prairigasi diperlukan guna menggarap lahan untuk ditanarni dan untuk menciptakan kondisi lembab yang memadai untuk persemaian yang bam tumbuh. dianjurkan bahwa untuk indeks evapotranspirasi dipakai rumus evapotranspirasi Penman yang dimodifikasi. perkolasi hendaknya diperhitungkan. perkolasi air ke dalam lapisan tanah bawah hanya akan terjadi setelah pemberian air irigasi. maka dianjurkan agar harga-harga koefisien dijabarkan langsung dari FAG Guideline. PENGGUNAAN KONSUMTIF Seperti halnya untuk padi. Banyak air yang dibutuhkan bergantung kepad akondisi tanah dan pola tanam yang diterapkan. Kelembaban relatif minimum 70% d.

86 x 1 ha x (10000 x 31 x 24 x 3600)/1000 = 1.86 + 170 .14 mm Pola tanam . Contoh perhitungan kebutuhan air Evapotranspirasi pada bulan Oktober Curah hujan rencana = = = = = = 153.86 + = 326.4. suhu bola basah 280C dan kecepatan angin 1 mldet.14 Pemakaian konsumtif = 1. Buat tabel pembagian waktu untuk sistim pemberian air dengan cara bergilir. Diminta : a.ha Latihan Soal 1.131 Kebutuhan air disawah = 365. Suatu sawah dengan luas petak tersier 140 Ha. sub tersier C = 48 Ha dengan kebutuhan air 3.62 It/det/ha. CURAH HUJAN EFEKTIF Curah hujan efektif dapat dihitung dengan menggunakan metode yang diperkenalkan oleh USD Soil Conservation Service.37It/dt. Hitung evaporasinya 2.45 mm 187. 34 .86 155 = 171.7 x 187.2 155mm 170mm 131mm = 171. di bagi menjadi 3 golongan dengan luas masing-masing adalah sebagai berikut : sub tersier A = 64 Ha dengan kebutuhan air 3. Jika laju infiltrasi rendah serta intensitas curah hujan tinggi. Padi Dalam .Padi Ganjah Awal Tanam adalah bulan September Koefisien pada bulan kedua Perkolasi pada bulan kedua Pengolahan tanah = 0. Perlu dicatat bahwa metode ini tidak berlaku untuk tanaman padi yang digenangi.2 x 153. sub tersier B ~ 57 Ha dengan kebutuhan air 3. laju infiltrasi tanah dan intensitas curah hujan.75 It/det/ha.45 Curah hujan efekti Kebutuhan air untuk tanaman Kebutuhan air disawah 1.86mm = 365. Diketahui suhu bola kering 400C.86 mm = 326.15 It/det/ha. maka kehilangan air karena melimpas mungkin sangat besar sedangkan hal ini tidak diperhitungkan dalam metode diatas.

3.6mm = 147. Buktikan bahwa debit yang terbesar tidak selalu sarna dengan debit maksimum.b.6 mm Hujan efektif Pola tanam = padi .padi -' palawijay Koefisien tanarnan = 0. 35 . Hitung berapa Itldet/ha kebutuhan air di sawah jika diketahui data-data pada bulan September sebagai berikut : Evapotranspirasi = 144.91 mm Perkolasi = 180 mm Kebutuhan air bulan pertarna = 70 mm.

I. jangka waktu penyiapan lahan 1 bulan) fL-.. jangka waktu penyiapan lahan 1. 4 dan 5 golongan. Kebutuhan pengembilan (3. golonc.JARINGAN IRIGASI Glzmbar 3.".olehen 1.=" lane.180 KRITERIA PERENCANAAN. Kebutuhan pengembilan (4 dan 5 golongan.5 bulen Gambar 3.5 bulan) 36 .2.1.cn ~ 5 golo". lan.

0 2.0 Persentasi (%) 90 90 90 91 91 91 92 92 92 93 93 93 93 94 94 94 94 94 94 95 95 95 95 95 95 95 95 95 95 96 96 96 96 96 96 80 81 82 82 83 84 84 85 85 86 86 87 87 88 88 88 88 89 89 89 89 90 90 90 90 90 91 91 91 91 91 91 91 92 92 92.0 4. Tabel kelembabanPembacaan thermometer bola basah Derajat centigrade (0C) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 _ Selisih antara thermometer bola kering dan bola basah 0.5 5.5 4.2.0 3.665 cmldet2. Jika tidak ada anemometer.5 7.5 3.0 5.6.000 dyne pada bidang seluas 1 cm2 dan percepatan gaya tarik bumi adalah 980.5 2.0 6.Tabel 3. maka perkiraan kecepatan angin dapat diperoleh dari tabel gradasi kecepatan angin Beaufort yang tercantum dalam tabel 2.5 6. 71 72 74 75 75 76 77 78 79 79 80 81 81 82 82 83 83 83 84 84 85 85 85 86 86 86 86 87 87 87 87 87 88 88 88 88 63 65 66 67 69 70 71 72 73 74 75 75 76 76 77 78 78 79 79 80 80 80 81 81 82 82 82 83 83 83 83 83 84 84 84 84 56 58 59 61 62 64 65 66 67 48 69 70 71 71 72 73 74 74 75 75 76 76 77 77 78 78 78 79 79 79 80 80 80 80 81 81 49 51 53 55 56 58 59 61 62 63 64 65 66 67 68 68 69 70 70 71 72 73 73 73 74 74 75 75 75 76 76 76 77 77 77 78 43 45 47 49 51 53 54 56 57 58 59 60 61 63 63 64 65 66 67 67 68 68 69 70 70 71 71 72 72 72 73 73 73 74 74 74 37 40 42 44 46 48 49 51 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 63 64 65 66 66 67 67 68 68 69 69 70 70 70 71 71 71 32 35 37 39 41 43 45 47 48 50 51 52 54 55 56 57 58 59 59 60 61 62 62 63 63 64 65 65 66 66 67 67 67 68 68 68 28 23 30 26 33 29 35 31 37 33 39 35 41 37 43 39 44 41 46 42 47 44 49 45 50 47 51 48 52 49 53 50 54 51 55 52 55 53 56 54 57 55 58 55 58 56 59 57 60 58 61 58 62 59 62 59 63 60 63 60 64 61 64 61 65 62 65 62 65 -63 66 63 20 16 22 19 25 22 27 24 30 26 32 29 34 31 36 33 37 34 39 36 41 38 42 39 43 41 45 42 46 43 47 44 48 45 49 46 50 47 51 48 52 49 53 50 53 51 54 51 55 52 56 53 56 54 57 54 57 55 58 55 58 56 59 56 59 57 60 57 60 58 61 58 13 16 19 21 24 26 28 30 32 33 35 36 38 39 40 42 43 44 45 46 47 47 48 49 50 50 51 52 52 53 53 54 54 55 55 56 100 94 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 kecepatan angin (kecepatan maksimum sesaat) adalah kira-kira 1. maka : 37 .0 0.50 kali harga rata-rata selama 10 menit tersebut diatas.0 1.5 1. Tekana udara satuan adalah tekanan gaya 1.

7 3.52 0 0 NFR2) mmlhari 10.3 4.77 0. Mar.25 1.8 1.68 0.3 3.3 3.ha 1.1 4.55 0 0 I) 2) 3) T NFR DR = periode penyiapan lahan kebutuhan pengambilan = kebutuhanbersih air di sawah = 38 .3 5. Feb.85 0.5 4.25 0. Sep. Apr.1 10. 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 .80 0.0 5.0 7.25 1.37 0.8 2.5 bulan NFR mmlhari 7.69 0.3 4.1 3.9 0 0 DR l/dt.3 2.77 0.0 7.25 1.80 1. Jan.Tabel 3.9 4. Des. Agt.1 0 0 DR3) l/dt. T 1.3 0 0 4.50 0.0 7.8 4. Okt.69 0.ha 1.23 0 0 0.0 2.9 4.48 0.4.77 0. Jul.77 0 0 1.77 0. Kebutuhan pengambilan tanpa rotasi teknis T satu bulan1) Bulan Nov.59 0. Mei Jun.80 0.91 0.9 3.94 0.3 0 0 7.25 0.

Des.60 1.7 4.4 3.4 1.64 x 0.5 0 0 6.4 3.65 39 .9 4.1 10.1 10.0 7.3 1.5 4.3 3.4 0 3.80 0. Agt.72 0. Feb.Tabel 3.28 0.9 2.7 3.1 4. 3) 4) MFR G DR kebutuhan bersihlnetto air di sawah. G3.1 4. Mar.83 0.6 0.5 0 0 6.1 10.5 4.49 1.7 8.9 4.8 4.61 0.2 2. Jul.7 4. Sep.42 0.59 0.3 4.8 2.6 5.8 3. Okt.0 4.21 0.5 Kebutuhan pengambilan lahan satu bulan dengan 3 golongan dan jangka waktu penyiapan NFR Bulan (1) GIl) (2) I 2 I 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 10.8 0.4 5.6 4.9 6.1 0 0.0 2.3 3.7 6.5 2.5 3. rata-rata Gl. Apr.8 4.5 4. seperti pada Tabel A.97 0.5 3.58 0.2. Kebutuhan pengambilan dengan efisiensi irigasi 65 persen (5) dibagi dengan 8. tapi mulai per 2 Des.18 0.20 1.7 6.3 0 0 7.7 3.8 0 0 10.4 6. Jan.1 0 0 G22) (3) G3 (4) G3) DR4) Nov.3 sama.1 4.02 0 1) NFR Gl 2) NFR G2 . G2. Mei Jun.7 3.5 3.7 3.83 0. (5) - (6) 10.43 0.

8 2.45 1.7 3. Des.49 0.64 x 0. Sep. Mar.5 1.7 2.7 4.5 0 0 6.8 1. Apr.12 1.Tabel3.1 10.12 1. dengan 4 golongan dan jangka waktu penyiapan NFR Bulan (1) GII) (2) 1 2 1 2 1 2 1 2 I 2 I 2 1 2 1 2 I 2 I 2 I 2 1 2 10.4 3.5 5.0 4.9 6.4 ' 5.66 0.9 0 0 7.9 4.7 3.7 4.9 4.62 0. (6) 2.5 4. Feb.7 3.1 10.1 4.5 6.3 0 0 7.5 3.5 4.2.9 4.1 4.4 3.8 0.1 (7) 0.07 0. Jut.5 3.8 1.8 4. G2.0 6.0 2. Agt.65 40 .18 0 10.1 0 0 G22) (3) G3 (4) G4 (5) GJ) DR4) Nov.8 3.1 4.2 7.81 0.44 0.7 4. Okt.1 4.1 10.3 3.60 0.5 5. G3.8 4. rata-rata Gl.8 0 0 10.8 3.9 2.33 1.66 0.7 6.44 0.9 3.1 0 6. tapi mulai per 2 Des.3 sama.4 0 10.1 5.7 3.5 3.3 7.2 3. seperti pada Tabel A.6 2.7 2.0 7.0 0 I) 2) 3) 4) NFR Gl NFR G2 MFR G DR kebutuhan bersihlnetto air di sawah. Mei Jun.32 0.32 0.0 4.78 0.8 2.5 3.1 10.5 0 0 6. Jan.68 0.6 Kebutuhan pengambilan lahan satu bulan. Kebutuhan pengambilan dengan efisiensi irigasi 65 persen (6) dibagi dengan 8.5 3.

9 3. G2.3 3.3 4.7 3.5 3.3 4.8 4.1 10. Jul.7 3.7 3.01 0.Tabel 3.2.1 5. I 2 I 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 kebutuhan bersih/netto air di sawah.9 3.3 7.8 3.3 0 0 7.6 3.7 3.25 0.23 1.3 sarna.1 4.9 4.0 7.9 4.5 0 0 6. Agt.1 0 0 10.8 0.8 0 0 10.9 6. Kebutuhan pengambilan lahan satu bulan.40 0.4 5. Des.65 0.8 4.5 3. 2 rata-rata GI.40 0.8 0 (8) 0. tapi mulai per Nov.7 3.9 0 0 7.3 5. Feb.0 4.4 0.1 0 G22) (3) G3 (4) G4 (5) G5 (6) GJI DR4) (7) 2. G4 Kebutuhan pengambilan dengan efisiensi irigasi 65 persen dibagi'dengan 8.5 4. Mei Jun.0 6.4 4.68 0.0 6.1 10.2 7.3 11.7 2.1 2.8 3.9 5.3 0 0 7.35 0.1 4.7 6.6 4.3 3.7 4.52 0.7 3.07 1.0 1. seperti pada Tabel A. Apr.62 0.1 4. Okt.8 2. Jan. Mar.65 GIll (2) 11.15 0 I) 2) 3) 4) NFR GI NFR G2 MFR G DR (5) 41 .53 0.0 6.78 0.1 0 0 10.64 x 0.4 3.8 4.7.7 4.1 10.9 1.0 2.4 2.2 3.1 10.7 2.4 2.48 0.8 4.9 2.1 4.5 4.4 0 10. dengan 5 golongan dan jangka waktu penyiapan NFR Bulan (1) Nov. Sep.0 2.40 0.5 3.9 4.76 08.5 0 0 6.7 3.73 0.5 5.5 3. G3.

4 sarna.0 7.3 4.9 5.3 4.82 0.8 0 6.8 Kebutuhan pengambilan lahan satu bulan.7 1.5 0 0 6.3 3.3 2.6 4.2 5.31 0.64 x 0.16 1.9 4.6 6.93 1.3 3. dengan 4 golongan dan jangka waktu penyiapan NFR Bulan (1) GF) (2) G22) (3) G3 (4) G4 (5) G3) DR4) (6) (7) Nov.9 6.14 0.3 4.4 4.5 0.5 5.8 0 0 5.93 0.6 5.3 0 0 4.2 4.9 4. 3. Agt.2 0.6 2.0 0.0 5.6 4.4 4.0 7.0 1.39 0.Tabel 3.9 0 0 7.93 0.4 3.3 3.2. G3.9 6.8 3.82 0.9 6.58 0.3 51.5 5.6 4. 2 rata-rata Gl.2 5.2 4.81 0.8 1.3 4.0 0.59 0.3 4. Sep.0 5. Jan. tapi mulai per Dec.5 5.23 2.1 3.4 4.6 5.3 2.17 I) 2) NFR G2 NFR G12 : 3) MFR G 4) DR 42 .5 5.4 0 0 4.4 0. Ju!.38 0.30 0.9 3.8 1.6 7. Okt.65 efisiensi irigasi 65 persen (6) 70 7.0 5.62 0. Apr. seperti pada Tabel A.9 6.48 0.6 4.5 5.5 6.0 7.2 6. I 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 kebutuhan bersih/netto air di sawah.8 0 0 4.6 6.6 4.7 1. Mei Jun.9 5.9 1. Feb.07 0.80 0.3 2. Des. G2.2 3. G4 Kebutuhan penfJambilan dengan dibagi dengan 8. Mar.9 3.

3 4.47 0.9 4.99 0.2 5.2 0 0 4.9 6.1 3.65 0.34 0.65 (7) 43 .1 4.3 4.9 6.27 0.5 2.5 3.24 0.4 4.6 2.4 3.31 ° 4.38 0.0 7.9 4.85 4.6 4.8 4.8 ° ° 0. tapi mulai per Nov.2 4.0 ° ° ° 1) 2) 3) 4) NFR G2 NFR GI MFR G DR kebutuhan bersih/netto air di sawah. Feb.83 0.6 2.0 1. Mar.9 4.9 5. Apr. Des.79 0.0 5.3 5.52 0.2 6.6 6.7 7.5 5.93 1.3 5.4 0.4 4.6 0.4 3.4 7.7 (8) 0.6 7.3 5.3 G2Z) (3) G3 (4) G4 (5) G5 (6) GJ) DR4) (7) 1.9 3.9 6. Kebutuhan pengambilan lahan 1. Sep. Okt.8 0 1.3 6.6 ° 5.5 5.7 5.7 2.77 0.3 3.0 7.1 1. G4 Kebutuhan pengambilan dengan efisiensi irigasi 65 persefr dibagi dengan 8.8 Agt.Tabel 3.27 0.0 5.5 1. seperti pada Tabel A. Jul.8 1.6 6.5 5.3 3.3 5.7 3.6 4.6 5.6 1.0 7.11 0. G3.3 4.5 0 ° 0.9 6.5 4.2 3.64 x 0.5 bulan.8 2.66 0.59 0.2 4.3 3.4 0 7. Jan.9 ° ° 2.14 4.6 0.9.9 2.4 4.47 0.2.2 6.9 4.9 3.4 4.3 0.6 4. . 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 GII) (2) 7. G2.9 5.8 ° 3.1 3.9 2. 2 rata-rata GI.7 7. dengan 5 golongan dan jangka waktu penyiapan NFR Bulan (I) Nov. Mei Jun. 1 2 1 2 1 2 ° ° 2.73 0.3 2 1 2 1 2 1 2 ° ° 4.0 7.3 5.0 6.3 sama.

12 04) Varietas 3) unggu1 1.33 1.30 0 Varietas biasa 1. Bina Program PSA 010.95 0 Sumber : Dirjen Pengairan. Tabel 3.35 1.32 1.20 1. Varietas unggul adalah varietas padi yang jangka waktu tumbuhnya pendek.10 1. KoefIsientanaman Harga-harga koefisien tanaman padi yang diberikan pada Tabe1 akan dipakai. dengan menggunakan metode yang diperkenalkan oleh NedecolProsida atau FAO.95 0 FAO Varietas unggul 1. Selama setengah bulan terakhir pemberian air irigasi ke sawah dihentikan.10 1.5 2 2.10 Harga-harga koefisienl) tanaman padi NedecolProsida Bulan Varietas2) biasa 0.10 1.5 4 1. 1985 1) 2) 3) 4) Harga-harga koefisien ini akan dipakai dengan rumus evapotranspirasi Penman yang sudah dimodifikasi. kemudian koefisien tanaman diambil "nol" dan padi akan menjadi masak dengan air yang tersedia.5 1 1.27 1. Varietas padi biasa adalah varietas.05 0.b.05 1.24 1.20 1.10 1.20 1.05 0.30 1.5 3 3. padi yang masa tumbuhnya lama.10 1.10 1. 44 .10 1.40 1.

0 1. Diambil dari FAO Guideline for Crop Water Requirements (Ref.02 0.TabeI3.95* 0.5 0.65 0.05 1.66 0.95 0.15.5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kedelai Jagung Kacang tanah Bawang Buncis Kapas * Untuk sisanya 0.90 0.05 1.88 0.95* 0.04 1.51 0.55* 0.5 0.45* 0. FAO.65 0. Untuk diterapkan dengan metode ET Prosida.58 0.85 0.3 0.95 0. kalikan harga-harga koefisien tanaman itu dengan 1.05 1.96 1.5 0.51 0.69 0. 2. 45 .89 0. 1977).78 0.64 0.5 0.95 0.95 0.65 dari //2 bulan.05 0.5 0. 0.91 1.55 0.0 0. Harga-harga evapotranspirasi Jangka tumbuh/ hari 85 80 130 70 75 195 kurang koefisien FAO untuk diterapkan dengan metode perhitungan Bulan 1/2 bulan No.82 0.59 0.75 1. Catatan 1.11.75 0.

5 0.12.85 .6 angin kencang .25rimbun *) 2. 46 . sehingga bila dilihat dari atas tanah di sela-selanya tidak tampak.5.25.5 saatanam t sampai 0.4 .65 anginkeeil sampai edang s .5 .2 1.15. maksudnya pada saat tanaman telah mencapai tahap berdaun rimbun. Harga-haga koefisien tanaman tebu yang cocok untuk diterapkan rumus evapotranspirasi FAO.45 .0.8 .85 . RHmm<20% .2.8 .95 .22 22 .17 17 .75 -1 1 2 4 11 -2 .75 .0 1.1 1. 1977) : 2.5. Untuk diterapkandenganmetodeET Prosida. Sumber: Ref (FAO.3.95 1.6 6 .0 1.5 0.3 1.24 0.5.55 . *) rimbun * full conopy.2.5 -10 0.75rimbun 4.75sampai rimbun penggunaan ir puncak a awal berbunga menjadimasak 2.8 1.9 1.1 1.05 .5 rimbun 3.4.25 .05 .95 1. dengan Umur Tanaman Bulan 24 bulan TahapPertumbuhan anginkeeil sampai edang s .6 .7 angin kencang .kalikan masing-masing harga koefisien dengan 1.TabeI3.12 Catatan 1.0.5 . FHmm<70% .4 10 -11 .15 .

97 75 1.02 125 ].S 75 87.93 62.07 Faktor koreksi untuk tampungan efektif 79 mm Curah hujan efektif 1. 1969) mean mm 25 50 75 100 125 150 175 200 225 250 12. (FAO.S 50 62.77 37. harga-harga faktor koreksi yang akan dipakai adalab : Tampungan efektif Faktor tampungan 20 . 47 .Tabel3.06 ]75 1.100 mm.00 100 1.04 150 1.13 Curah hujan efektif rata-rata bulanan dikaitkan dengan ET tanaman rata-rata bulanan dan curah hujan mean bulanan (mean monthly rainfall) (USD (SCS).S 100 112. 1977) . Et tanaman tampungan efektif .86 50 .08 CONTOH : Diketahui : Curah hujan mean bulanan .5 .07 200 ].5 125 137.175 mm Pemecahan : 1.5 200 Curah hujan bulalan ET tanaman rata-rata bulanan/mm 8 8 9 9 10 10 11 11 12 13 16 17 18 19 20 21 23 24 25 25 24 25 27 28 30 33 32 33 15 38 32 34 35 37 39 42 44 47 50 39 43 43 46 49 52 54 57 61 46 48 52 54 57 6] 64 68 72 Curah hujan efektif rata-rata bulananlmm 56 59 62 66 69 73 78 84 62 66 70 74 78 82 82 92 69 73 76 81 86 91 96 102 80 85 89 95 100 106 112 87 92 93 103 109 115 121 94 98 104 III 117 124 132 100 107 112 118 125 132 140 116 119 126 134 143 150 120 127 134 142 150 ]58 133 143 150 159 167 Apabila kedalaman bersih air yang dapat di tampung dalam tanab pada waktu irigasi lebih besar atau lebih kecil dari 75 mm.5 25 37.73 25 .5 175 187.5 .150 mm.07 x 74 Sumber : Ref.5 150 162.

45 0.5 0.14 Air tanah yang tersedia bagi tanaman-tanaman ladang untuk berbagai jenis tanah.3 0.25 0.7 1.5 1. 48 .3 1.6 0.2. Tanaman kasar 35 40 25 15 30 40 40 Kedelai Jagung Kacang tanah Bawang Buncis Kapas Tebu 0. 1977) 2.0 - 1.Tabel 3.2 .6 1.40. Harga-harga ini cocok dengan jenis-jenis tanah jika harga ET tanaman 5 sampai 6 mmlhari.65 100 120 80 50 90 130 130 Catatan: 1.0 0.0 0.7 1.5 0.0 0.65 0.7 1. Dalamnya akar m Fraksi air yang tersedia Air tanah tersedia yang siap-pakai dalam mm halus sedang 75 80 55 35 65 90 90 .5 0. Sumber: Ref (FAO.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->