Pengertian Status Sosial

Setiap individu dalam masyarakat memiliki status sosialnya masing-masing. Status merupakan perwujudan atau pencerminan dari hak dan kewajiban individu dalam tingkah lakunya. Status sosial sering pula disebut sebagai kedudukan atau posisi, peringkat seseorang dalam kelompok masyarakatnya. Pada semua sistem sosial, tentu terdapat berbagai macam kedudukan atau status, seperti anak, isteri, suami, ketua RW, ketua RT, Camat, Lurah, Kepala Sekolah, Guru dsbnya. Dalam teori sosiologi, unsur-unsur dalam sistem pelapisan masyarakat adalah kedudukan (status) dan peranan (role). Kedua unsur ini merupakan unsur baku dalam pelapisan masyarakat. Kedudukan dan peranan 5/5/12

Contoh: kedudukan yang diperoleh melalui pendidikan guru. • Bagaimana cara individu memperoleh statusnya? Caracara memperoleh status atau kedudukan adalah sbb: a. Achieved Status adalah kedudukan yang diperoleh seseorang dengan disengaja. b. Contoh: Jenis kelamin. keturunan. gelar kebangsawanan. ketua OSIS dsb. Ascribed Status adalah keuddukan yang diperoleh secara otomatis tanpa usaha. Status ini sudah diperoleh sejak lahir. • • • . dsb. Cara Memperoleh Status. insinyur.2. dokter. camat. 5/5/12 gubernur.

Hal itulah yang menyebabkan timbul apa yang dinamakan Konflik Status. Akibat yang Ditimbulkan Status Sosial • Kadangkala seseorang/individu dalam masyarakat memiliki dua atau lebih status yang disandangnya secara bersamaan. Macam-macam Konflik Status: 5/5/12 • . Apabila status-status yang dimilikinya tersebut berlawanan akan terjadi benturan atau pertentangan. Jadi akibat yang ditimbulkan dari status sosial seseorang adalah timbulnya konflik status.3.

Contoh: – perebutan warisan antara dua anak dalam keluarga c. karena status yang dimilikinya. Konflik Status Antar Kelompok: 5/5/12 • • • . Konflik Status Antar Individu: Konflik status yang terjadi antara individu yang satu dengan individu yang lain.• b.

Peranan merupakan aspek dinamis dari suatu status (kedudukan). Peranan adalah tingkah laku yang diharapkan dari orang yang memiliki kedudukan atau status. Antara kedudukan dan peranan tidak dapat dipisahkan. Tidak ada peranan tanpa • 5/5/12 .1 Pengertian Peranan Sosial • a. maka ia telah menjalankan peranannya. Apabila seseorang melaksanakan hak-hak dan kewajibannya sesuai dengan status yang dimilikinya.

ia tidak melaksanakan peranannya dengan ideal/sempurna. Ketika puterinya sakit. Pada saat ia memutuskan membawa anaknya ke dokter. Akibatnya. Contoh: Ibu Tati sebagai seorang ibu dan guru di suatu sekolah. Pada umumnya konflik peranan timbul ketika seseorang dalam keadaan tertekan.2. dalam dirinya terjadi konflik karena pada saat yang sama 5/5/12 dia harus berperanan sebagai guru mengajar dikelas. Konflik Peranan • Konflik peranan timbul apabila seseorang harus memilih peranan dari dua atau lebih status yang dimilikinya. ia harus memilih untuk masuk mengajar atau mengantarkan anaknya ke dokter. . karena merasa dirinya tidak sesuai atau kurang mampu melaksakan peranan yang diberikan masyarakat kepadanya.

•Tugas-tugas yang harus ia lakukan yang menurut pandangannya bukan 5/5/12 .• konflik peran timbul jika seorang tenaga kerja mengalami adanya: •Pertentangan antara tugas-tugas yang harus ia lakukan dan antara tanggung jawab yang ia miliki.

3.5. Tindakan individu tersebut memerlukan pengorbanan. Peranan yang dimainkan seseorang dapat mempertahankan kelangsungan struktur masyarakat. seperti peran sebagai ayah atau ibu. Fungsi tersebut antara lain: 1. Peranan 5/5/12 yang dimainkan seseorang juga • • • . Fungsi Peranan Sosial • Peranan memiliki beberapa fungsi bagi individu maupun orang lain. dsb. 2. Peranan yang dimainkan seseorang dapat pula digunakan untuk membantu mereka yang tidak mampu dalam masyarakat. seperti peran dokter. perawat. pekerja sosial.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful