ARTIKEL 1 INTERAKSI ATOM DALAM BANGUNAN MOLEKUL

A. TEORI DOMAIN ELEKTRON DAN TEORI HIBRIDISASI
1. Teori Domain Elektron Pasangan-pasangan elektron di sekitaratom pusat akan saling tolak menolak jika berdekatan. Hal itu menyebabkan pasangan elekron akan berada pada kedudukan atau domain tertentu sehingga teori ini disebut teori domain elektorn. Teori ini juga dikenal dengan nama Valance Shell Electorn Pair Repultion Teory (VSEPR). Berdasarkan teori ini, tolakan (PEB) lebih kuat dibandingkan tolakakn (VSEPR). Berdasarkan teori ini, tolakan (PEB) lebih kuat dibandingkan tolak (PEI) sehingag dapat ditentukan urutan kekuatan tolakan, yaitu kekuatan tolakan antara PEI vs PEI<PEI vs PEB<PEB vx PEB. PEB adalah pasangan elektorn bebas. PEI adalah pasnagan elektron ikatan. Jika diketahui jumlah PEI dan PEB pada suatu moelkul maka dapat diramalkan bentuk geometrinya berdasarkan kecendrungan setiap pasangan elektron menempati domainnya sebagi akibat tolakan antara pasangan elektron Bentuk-bentuk Molekul a. 1. Molekul dengan 2,3,4,5, dan 6 pasangan PEI (tanpa PEB) Senyawa dengan 2 PEI, yaitu BeCI2 Be bernomor atom 4 (1s22s2) memiliki memiliki valensi 2. Pada senyawa BeCI2. Kedua elektron valensinya membentuk 2 PEI dengan 2 atom CI. Sesuai dengan teori domain elektor, kedua pasang PEI akan saling tolak menolak hingga pengaruh tolakan tersebut mnejadi lemah. Itu menyebabkan pasangan PEIberada pada posisi yang terjauh, yaitu membentuk sudut sebesar 180o. Jadi, bentuk geometri molekul BeCI2 dapat diramaikan, yaitu berbentuk garis lurus (linier) dengan sudut ikatan 180o. 2. Senyawa BF3

Keempat elektron tersebut saling tolak menolak dengan kekuatan sama sehingga terdistribusi ke empat arah yang saling berjauhan membentuk 109. b. Ketiga elektron tersebut membentuk 3 PEI dengan atom F. Senyawa SF6 Atom S memiliki 6 elektron valensi dapat membentuk 6 PEI dengan 6 elektron dari atom F. Molekul dengan 4 pasang elektron valensi. semua PEI tersebut akan terdistribusi merata membentuk sudut ikatan sebesar 90o molekulnya berbentuk 8 bidang beraturan (oktahedral). 3.Boron dengan nomor atom 5 (1s22s22p1) memiliki 3 elektron valensi. keberadaan ketiga titik atom F tersebut dihubungkan sehingga berbentuk segitiga datar (trigonal planar). 4.5o terhadap atom pusat C. Bentuk molekul yang diperoleh adalah lima segitiga beraturan (tetrahedral). 5. c. Tolak menolak ketiga PEI tersebut sama kuatnya sehingga ketiganya terdistribusi dengan sudut 120o terhadap atom pusat B. Senyawa CH1 Atom C yang memiliki 4 elektron yang valensi akan membentuk 4 elektron valensi akan membentuk 4 PEI. Ketiga elektron valensia. Molekul dengan 5 pasangan elektron Jumlah Elektron Valensi 6 Jumlah PEI 4 Jumlah EPB 1 Jumlah PEI + PEB 5 Elektron valensi danjumlah pasangan elektron Senyawa SF4 Atom Pusat S . Senyawa PCI5 Atom P yang memiliki konfigurasi elektron 1s22s22p63s23p3 dengan 5 elektron valensi sehingga membentuk 5 PEI dengan 5 atom klor. Pengaruh tolak menolak kelimaPEI akan mendistribusikan 2 pasang elektron ke arah vertikal dengan sudut 180o dan susudt yang berbentukpada arah vertikla tegak lurus dengan bidang datar sebesar 90o. Molekul yang terbentuk memiliki bangun (trigonal piramida).

SbH3 H2O. seperti PCI5. yaitu s. Proses ini dikenal dengan istilah hibridisasi.SnCI4 NH3. H2Se.ICI3 XeF2 I Xe 7 8 3 2 2 3 5 5 Ramalan ketiga bentuk molekul tersebut dapat dimulai dengan struktur trigonal bipiramida. Perhatikan contoh-contoh berikut ini: a. sudut ikatan 109o28’ c. CH4 (tetrahedral).SbCI5. Gaya Tarik-Marik Antarmolekul . C2H4. BP33 CH2. CCI4. dan d. Molekul H2O (Huruf V) Hibridisasi sp sp2 sp3 sp3d sp3d2 Jumlah Ikatan Total 2 3 4 4 4 5 6 Jumlah Pasangan Elektron Ikat 2 3 4 3 2 5 6 Jumlah Pasangan Elektron Bebas 0 0 0 1 2 0 0 Bentuk Molekul Linier Tigonal (segitiga) Tetrahedral Trigonal piramida Huruf V Trigonal bipiramida Oktahedral Contoh BeCI2. Bentuk alternatif lainnya adlaah segitiga datar dengan kedu PEB berada pada posisi vertikal. H2S. C2H2 BCI3. Teori Hibridisasi Bentuk molekul dapat juga diramalkan dengan meninjau adanya ikatan yang terjadi pada orbital-orbital elektron terluarnya. p. Bentuk molekul ICI3 menyerupai huruf T.SeF6. Geometri molekul XeF2 dengan adanya DENGAN ADANYA 3 PEB akan berbentuk garis (linier). 2. NH3 (trigonal piramida) sudut ikatan 107o d.H2Te PCI5.FeF6 B.PCI3. BCI3 (segitiga sama sisi) b.PH3. SF4 memiliki bentuk molekul persekutujuan dua limas segitiga (trigonal bipiramida) dengan alas segitiga yang besarnya hanya seperti dari bentuk molekul PCI5. Konsep orbital hibridia merupakan penggabungan dari orbital-orbital yang memiliki energi setingkat. VF5 SF6.AgH3.

Frist London menjelaskan bahwa pad suatu saat elektorn-elektron yang senantiasa bergerak dan bergeser dalm sebuah molekul akan menimbulkan dipol sesaat (ujung-ujung listirk yantg terjadi sesaat). fisikawan Jerman. Gaya yang bekerja pada molekul nonpolar itu disebut gaya london atau gaya dispersi. N2. CO2 dan CH4 yang tidak memiliki ujung-ujung kutub listrik. . Titik didih gas-gas mulia semkainbertambah besar dari atas ke bawah dalam satu golongan sesuai dengan bertambahnya massa atom relatifnya. dan kecil (ringkas). 1.2 dimetilpropana). tetapi terdapat jarak anatr aatom C dan keempat atom H. molekul dengan Mr yang sama. 2. O2. Pengubahan fase zat dari padat ke cair atau dari cair ke gas diperlukan untuk membebaskan gaya tarik menari antar molekul tersebut. Dipol sesaat tersebut akan mengimbas atau menginduksi molekul sebelahnya sehingga terjadi dipol terinduksi atu imbasan dipol sesaat dan dipol imbasan tersebut menimbulkan tarik menarik yang menghasilkan gaya london. tertapi dapat saling tarik menarik sehingga gas-gas tersebut dapat dicairkan dan dipadatklan pada keadaan suhu dan tekann yang tepat. seperti gas H2. Pada metana terdapat empat ikatan C – H yang simetris. simetris.Pada molekul –molekul senyawa kovalen terjadi gaya tarik antar molekulnya. Itu dissaebabkan unsur Ne monoatomik sehinga partikellnya lebih komapk. Besarnya gaya London dapat dilihat dari besar kecilnya Mr molekulnya dna bentuk molekul atau partikelnya. yaitu neopentana (2. Suatu molekul nonpolar. Semakin kuat gaya tarik yang terjadi antar molekul yang satu dengan yang lainnya maka semkain rapat susunan moelkulnya. Gaya London (Gaya Dispersi) Frits London (1930). menerangkan terjadnya gaya tarik menari antarmolekul yang bersifat nonpolar. hal tersebut menyebabkan molekul dan dipol sesaat (dipol imbasn) yang dihasilkan lebih besar. seperti normal pentana (C5H12) dibadningkan dengan isomernya. a. Gas metana (CH4) dengan Mr=16 mempunyai titik didih jauh lebih tinggi daripada gas Neon (Ne) dengan Mr = 20.

Pada hibrida golongan IVA. nitrogen. dan karbon dioksida. molekul-molekul kecil berwujud gas pad asuhu kamr. Perhatik skema di samping grafik!  Gaya dipol HCI > Gaya dipol HI. Pada umumnya. seperti hidrogen. titik didih hibridanya meningkatkan secara teratur berdasarkan bertambahnya massa 20 0 15 0 10 0 50 h i d 0 i d k i -5 0 t i t -1 0 0 -1 5 0 -2 0 0 -2 5 0 M a s sa M o le k u l R e latif (M r) . yaitu Gaya Van Der Waals pada HI lebih besar dari pada HCI. Secara kolektif kedua gaya yang bekerja. metana. Pada molekul nonpolar yang tidka terdapat gay dipol permanen maka gaya Van Der Walls akan sama dengan gaya dispersinya. Gaya Van Der Waals Jumlah kolektif gaya London dan gaya dipol permanen dinamakan gaya Van der Waals. c. Interaksi Antar Molekul Polad Kepolaran molekul yang permanen disebabkan sebaran muatan yang tidak sistemetris karena adanya perbedaan elektronegativitas atom-atom menyusun molekul geometri molekul yang tidak simetris. b. tetapi gaya London HCI < gaya Lonco HI  Gaya (dipol + London) HCI < Gaya (dipol + London) HI  Gaya Van der Waals HCI < Gaya Van der Waals HI  Titk didih HCI < titik didih HI Perhatikan grafik didih senyawa hidrida segolongan diatas.Gaya London termasuk gaya antarmolekul yang relatif lemah. oksigen. Pad amolekul polar yang terdapat gaya london dan gaya dipol akan menghasilkan gaya Van der Waals yang sam dnegan faya dispersinya.

. VIIA terjadi penyimpangan urutan titik ddiih pada NH3. VIA.molekul relatif sehingga diperoleh urutan titik didih CH4 < CiH4 < GeH4 <SnH4. dan F terhadap H sehingga ikatan N – H. ikatan antara atom hidrogen pada satu molekul terhadap atom yang sangat elektornegatif pada molekulnya lainnya.H2O. O – H atau F – H. Hal ini sesaui dengankenaikan gaya Van der Waals yang teratur. senyawa yang molekul-molekulnya mengandung ikatan N – H. O. Gaya yang sangat kuat itu disebabkan perbedaan elektronegatifitas yang sangta tinggi antara atom N. Hal ini menunjukkan kuatnya ikatan antarmolekul pad aketiga senyawa tersebut. O – H. F – H menjadi sangat polar. disebtu ikatan hidrogen. Contohnya. dan HF. Pada hidrida golongan VA.

selain itu juga sangat reaktif. Kestabilan dicapai saat atom-atom memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia (semua kulit dan subkulit terisi penuh oleh elektron serta memiliki 8 elektron valensi).ARTIKEL 2 Dalam tulisan ini. hanya elektron valensi yang terlibat dalam proses pembentukan ikatan kimia. unsur S yang terletak pada golongan VIA. kita akan mempelajari dua jenis utama ikatan kimia. sehingga memiliki 2 elektron valensi (2 dot). interaksi yang terjadi sesama molekul. unsur Mg terletak pada golongan IIA. Natrium mulai memancarkan cahaya putih yang semakin terang dan gas klorin mulai bercampur. Umumnya. Sebagai contoh. Unsur-unsur di golongan A pada tabel periodik akan mendapatkan. para ahli kimia menggunakan simbol Lewis dot. proses pembentukan ikatan kimia melalui penggabungan orbitalorbitan atom pusat (hibridisasi). Jumlah elektron valensi suatu unsur sama dengan golongan unsur bersangkutan. natrium disimpan di dalam minyak untuk mencegahnya bereaksi dengan air yang berasal dari udara. kehilangan. Untuk menunjukkan elektron valensi yang terlibat dalam pembentukan ikatan. dan merupakan konduktor yang baik. Unsur yang terletak pada golongan yang sama akan memiliki struktur Lewis dot yang serupa. golongan IA pada tabel periodik. Sementara. serta meramalkan bentuk suatu molekul berdasarkan jumlah pasangan elektron yang mengelilingi atom pusat molekul tersebut. Penyusunan tabel periodik dan konsep konfigurasi elektron telah membantu para ahli kimia menjelaskan proses pembentukan molekul dan ikatan yang terdapat dalam suatu molekul. yang disertai dengan hilangnya warna. reaksi selesai. Jika kita melelehkan sepotong logam natrium dan meletakannya ke dalam beaker glass yang terisi penuh oleh gas klorin yang berwarna kuning kehijauan. klorin adalah unsur nonlogam. dan kita akan mendapatkan garam meja atau NaCl yang terendapkan di dasar beaker glass. Unsur ini berkilau. lunak. Gilbert Lewis. unsur golongan halogen (VIIA) pada tabel periodik. Saat atom-atom berinteraksi. sesuatu yang sangat menakjubkan akan terjadi. Natrium termasuk unsur logam yang cukup umum. Beberapa saat kemudian. Sebaliknya. Pada . Natrium memiliki 1 elektron valensi. atau berbagi elektron valensi untuk mengisi tingkat energi valensinya dan menjadi sempurna (meniru konfigurasi gas mulia). Unsur ini memiliki 7 elektron valensi. mengajukan teori bahwa atom akan bergabung dengan sesama atom lainnya membentuk molekul dengan tujuan untuk mencapai konfigurasi elektron yang lebih stabil. Natrium adalah logam alkali. yaitu simbol suatu unsur dan satu dot untuk mewakili tiap elektron valensi unsur bersangkutan. akan memiliki 6 elektron valensi (6 dot). seorang kimiawan berkebangsaan Amerika.

Sementara. unsur klorin membutuhkan satu elektron untuk melengkapi pengisian elektron pada 3p. Senyawa kovelen adalah senyawa yang hanya memiliki ikatan kovelen. unsur ini berubah menjadi ion dengan muatan negatif satu (Cl-). yaitu unsur akan mendapatkan atau kehilangan elektron untuk mencapai keadaan penuh delapan elektron valensi (oktet). atom hidrogen membutuhkan satu elektron tambahan. jumlah elektron natrium yang hilang akan sama dengan jumlah elektron yang diperoleh klorin. Untuk mencapai kestabilan (isoelektronik dengan helium). Yang akan terjadi adalah kedua atom akan menggunakan elektronnya secara bersama-sama.isoelektronik dengan argon (gas mulia) sehingga bersifat stabil. Natrium memiliki satu elektron valensi. atom natrium akan berubah menjadi ion natrium dengan muatan positif satu (Na+). Dengan demikian. Menurut hukum oktet. Ini merupakan contoh dari ikatan ionik. molekul H2 terbentuk melalui pembentukan ikatan kovelen. Ikatan kovalen dapat dinyatakan dalam bentuk Struktur Lewis. Jika natrium dicampurkan dengan klorin. Kedua elektron (satu dari masing-masing hidrogen) menjadi milik kedua atom tersebut. Dengan demikian. proses ini melibatkan pengisian orbital s dan p (bahkan orbital d) terluar yang disebut . Atom-atom juga dapat mencapai kestabilan melalui mekanisme pemakaian bersama pasangan elektron. yaitu ikatan kimia yang berasal dari penggunaan bersama satu atau lebih pasangan elektron antara dua atom. sementara pasangan elektron yang tidak digunakan bersama (lone pair) digambarkan sebagai pasangan dot pada atom bersangkutan. Setelah menerima satu elektron tambahan. Ion Cl. Ikatan ionik terbentuk saat unsur logam bereaksi dengan unsur nonlogam. Dengan demikian. Saat dua atom hidrogen membentuk ikatan kimia. unsur ini akan bersifat stabil ketika memiliki 8 elektron valensi. untuk memenuhi aturan oktet. yaitu representasi ikatan kovelen. proses ini melibatkan pengisian orbital s dan p terluar yang disebut sebagai aturan oktet. Sebagai contoh. tidak terjadi peristiwa serah-terima elektron. atom hidrogen memiliki satu elektron valensi. yaitu ikatan kimia (gaya tarik-menarik yang kuat yang tetap menyatukan dua unsur kimia) yang berasal dari gaya tarik elektrostatik (gaya tarik-menarik dari muatan-muatan yang berlawanan) antara ion positif (kation) dan ion negatif (anion). dimana elektron yang digunakan bersama digambarkan sebagai garis atau sepasang dot antara dua atom.umumnya. Satu elektron 3s pada natrium akan dipindahkan ke orbital 3p pada klorin. tidak semua ikatan kimia terbentuk melalui mekanisme serah-terima elektron. Ikatan yang terbentuk dikenal dengan istilah ikatan kovelen. Ikatan ini terjadi di antara dua unsur nonlogam. Peristiwa serah-terima elektron terjadi dalam proses pembentukan senyawa NaCl. Di sisi lain. Ion tersebut isoelektronik dengan neon (gas mulia) sehingga ion Na+ bersifat stabil. Pada umumnya. natrium akan kehilangan elektron 3snya.

Sifat yang digunakan untuk membedakan ikatan kovalen polar dengan ikatan kovalen nonpolar adalah elektronegativitas (keelektronegatifan). . Senyawa ionik. apabila beda elektronegativitas atom-atom sangat besar. apa yang akan terjadi bila kedua atom yang terlibat dalam ikatan kimia tidak sama? Kedua inti yang bermuatan positif yang mempunyai gaya tarik berbeda akan menarik pasangan elektron dengan derajat (kekuatan) yang berbeda. kecuali hidrogen dengan dua elektron valensi (duplet). Semakin besar beda elektronegativitas. Ikatan kovelen nonpolar terbentuk bila dua atom yang terlibat dalam ikatan adalah sama atau bila beda elektronegativitas dari atom-atom yang terlibat pada ikatan sangat kecil. Ikatan tunggal terjadi saat dua atom menggunakan sepasang elektron bersama. akan turun dari atas ke bawah. semakin polar pula ikatan yang bersangkutan. pada ikatan kovelen polar.sebagai aturan oktet. Kerapatan elektron yang mengandung ikatan kovalen terletak di tengah-tengah di antara kedua atom. maka yang akan terbentuk justru adalah ikatan ionik. Setiap atom menarik kedua elektron yang berikatan secara sama. elektronegativitas akan naik dari kiri ke kanan. serta bersifat elektrolit. Ikatan seperti ini dikenal dengan istilah ikatan kovalen nonpolar. Sebagai tambahan. maupun gas. dalam satu golongan. atom yang menarik pasangan elektron pengikat dengan lebih kuat akan sedikit lebih bermuatan negatif. semakin besar pula kekuatan atom untuk menarik pasangan elektron pada ikatan. Sementara. Sementara. sedangkan atom lainnya akan menjadi sedikit lebih bermuatan positif. cair. dengan titik didih dan titik leleh tinggi. Semakin besar nilai elektronegativitas. Atom-atom dapat membentuk berbagai jenis ikatan kovelen. Ikatan ini terbentuk bila atom-atom yang terlibat dalam ikatan adalah berbeda. Dalam tabel periodik. yaitu unsur akan berbagi elektron untuk mencapai keadaan penuh delapan elektron valensi (oktet). Selain itu. pada suhu kamar. dapat berbentuk padat. Sebaliknya. Sementara. pasangan elektron akan digunakan bersama secara seimbang. pada satu periode. Hasilnya adalah pasangan elektron cenderung ditarik dan bergeser ke salah satu atom yang lebih elektronegatif. beda elektronegativitas merupakan salah satu cara untuk meramalkan jenis ikatan yang akan terbentuk di antara dua unsur yang berikatan. Senyawa ionik memiliki sifat yang berbeda dari senyawa kovalen. yaitu kekuatan (kemampuan) suatu atom untuk menarik pasangan elektron yang berikatan. Ikatan semacam ini dikenal dengan istilah ikatan kovalen polar. Dengan demikian. Sebaliknya. ikatan rangkap tiga terjadi saat dua atom menggunakan tiga pasangan elektron bersama. senyawa kovelen. pada suhu kamar. Ketika atom klorin berikatan secara kovalen dengan atom klorin lainnya. senyawa kovalen memiliki titik didih dan titik leleh yang relatif rendah bila dibandingkan dengan senyawa ionik serta cenderung bersifat nonelektrolit. umumnya berbentuk padat. Ikatan rangkap dua (ganda) terjadi saat dua atom menggunakan menggunakan dua pasangan elektron bersama.

terdapat pula sejumlah penyimpangan aturan oktet yang terjadi dalam proses pembentukan ikatan. dari yang terlemah hingga yang terkuat. Ikatan kimia berperan dalam menjaga kestabilan molekul sekaligus dapat digunakan dalam meramalkan bentuk suatu molekul. serta fasa (wujud) zat. titik leleh. aturan oktet berlaku pada unsur-unsur periode 2 dalam tabel periodik. The incomplete octet Contoh : BeH2. antara lain: 1. yaitu: 1. sehingga memberikan pemisahan muatan yang sangat lemah dan sangat .Perbedaan Elektronegativitas 0.3 sampai 1. Gaya tarik-menarik antarmolekul ini terjadi dan merupakan jenis interaksi antarmolekul (gaya antar molekulmolekul yang berbeda). interaksi intramolekul (ikatan kimia) merupakan ikatan yang terbentuk saat atom-atom bergabung membentuk molekul. Gaya London atau Gaya Dispersi Jenis gaya tarik yang sangat lemah ini umumnya terjadi di antara molekul-molekul kovalen nonpolar. Odd electron molecules Contoh : NO dan NO2 (disebut sebagai radikal karena memiliki sebuah elektron yang tidak berpasangan) 3. Akan tetapi. Interaksi antarmolekul lebih lemah dibandingkan ikatan kimia. H2. seperti N2. Terdapat lima jenis interaksi antarmolekul. atau CH4.0 sampai 0. Interaksi ini bertanggung jawab terhadap sifat fisik suatu zat. Ini dihasilkan oleh menyurut dan mengalirnya orbitalorbital elektron. Berbeda dengan interaksi antarmolekul. dan BCl3 (catatan: BF3maupun BCl3 dapat berikatan dengan molekul lain yang memiliki lone pair (seperti NH3) membentuk ikatan kovalen koordinasi (datif) untuk mencapai konfigurasi oktet) 2.4 > 1.5 Jenis Ikatan yang Terbentuk Kovalen nonpolar Kovalen polar Ionik Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya. Ada tiga tipe penyimpangan aturan oktet. seperti titik didih. yang disusun berdasarkan kekuatan. BeCl2.2 0. The expanded octet Contoh : PCl5 dan SF6 (atom pusat dikelilingi oleh lebih dari 8 elektron valensi dengan memanfaatkan orbital d yang kosong) Molekul-molekul umumnya berinteraksi satu sama lainnya. BF3.

Sebagai contoh. Ketiga unsur ini memiliki tarikan yang sangat kuat pada pasangan elektron yang berikatan sehingga atom yang terlibat pada ikatan mendapatkan muatan parsial yang sangat besar. Akibatnya. Interaksi Dipol Terimbas (Dipol Terinduksi) Gaya antarmolekul ini terjadi saat molekul polar mengimbas (menginduksi) molekul nonpolar. sehingga interaksi antarmolekul menjadi sangat kuat. Kekuatan interaksi ini bergantung pada muatan dan ukuran ion serta kepolaran dan ukuran molekul polar.singkat di sekitar ikatan. Sebagai contoh. Selain itu. 3. Adanya percabangan pada molekul akan menurunkan kekuatan Gaya London. Titik didih senyawa sebanding sekaligus mencerminkan kekuatan Gaya London. Hal ini penting untuk diketahui oleh para ahli kimia. dalam ilmu farmasi. Dipol terimbas inilah yang menyebabkan gas oksigen larut dalam air. Gaya ini lebih kuat dari Gaya London. sebab molekul yang memiliki massa molar besar cenderung memiliki lebih banyak elektron. titik didih senyawa yang memiliki ikatan hidrogen relatif tinggi (walapun massa molarnya paling rendah) bila dibandingkan senyawa lain pada golongan yang sama. 4. molekul air (H2O) yang bersifat polar dapat menginduksi molekul oksigen (O2) yang bersifat nonpolar. 5. Interaksi Dipol-Dipol Gaya antarmolekul ini terjadi bila ujung positif dari salah satu molekul dipol ditarik ke ujung negatif dari dipol molekul lainnya. namun tetap saja sangat lemah. Gaya London meningkat seiiring bertambahnya jumlah elektron. seperti HCl dan HBr. Interaksi ini terjadi pada senyawa kovelen polar. sebab adanya percabangan akan memperkecil area kontak antarmolekul. yang terjadi bila atom hidrogen terikat pada salah satu dari ketiga unsur yang sangat elektronegatif. sedangkan yang lain tidak. dan N. yaitu F. geometri molekul juga menjelaskan . geometri molekul dari suatu obat dapat mengakibatkan reaksi-reaksi samping. sebab hal ini sering menjelaskan mengapa reaksi-reaksi tertentu dapat terjadi. Salah satu contoh interaksi ini adalah hidrasi senyawa NaCl dalam air (proses ion-ion dikelilingi oleh molekul air). Bentuk molekul (geometri molekul) dari suatu molekul adalah cara atom-atom tersusun dalam ruang tiga dimensi. 2. Interaksi Ion-Dipol Gaya antarmolekul ini terjadi saat ion (kation maupun anion) berinteraksi dengan molekul polar. O. Ikatan Hidrogen Interaksi dipol-dipol yang sangat kuat. Gaya London juga meningkat seiiring bertambahnya massa molar zat. Kation memiliki interaksi yang lebih kuat dengan molekul polar dibandingkan anion. Ikatan ini sangat polar.

sementara karbondioksida tidak. Geometri pasangan elektron (domain elektron) adalah susunan pasangan elektron. Teori VSEPR (Valence Shell Electron-Pair Repulsion) atau Tolakan Pasangan Elektron Kulit Valensi memungkinkan para ahli kimia untuk meramalkan geometri molekul dari molekul-molekul. tentukanlah geometri pasangan elektron (domain elektron) Dengan menggunakan tabel di bawah ini. baik itu bonding pair maupun lone pair (nonbonding pair). Tentukan struktur Lewis molekul tersebut 2. Teori ini mengasumsikan bahwa pasangan elektron di sekitar atom. Class of Number of Molecule Electron Pairs AB2 AB3 AB4 AB5 AB6 2 3 4 5 6 Arrangement Molecular Shape Examples (Geometry) of Electron Pairs Linear Linear BeCl2 Trigonal Planar Trigonal Planar BF3 Tetrahedral Tetrahedral CH4 Trigonal Trigonal PCl5 Bipyramidal Bipyramidal Octahedral Octahedral SF6 Class of Number Number Number of Arrangement Molecular Examples Molecule of of Lone Electron (Geometry) of Shape Bonding Pairs Pairs Electron Pairs Pairs AB2E 2 1 3 Trigonal Bent SO2 . kita dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: 1. Berdasarkan jumlah domain elektron.mengapa air mempunyai dwikutub (ujung positif pada atom H dan ujung negatif pada atom O). Tentukan jumlah keseluruhan pasangan elektron total (domain elektron) yang berada di sekitar atom pusat (ikatan rangkap dua dan rangkap tiga masing-masing dianggap satu domain) 3. baik bonding pair maupun lone pair di sekitar atom pusat. Dengan menggunakan tabel di bawah ini. akan berada dalam jarak sejauh mungkin untuk meminimalkan gaya tolakan di antara elektron tersebut. kita dapat meramalkan bentuk molekul. Untuk menentukan geometri molekul atau bentuk molekul dengan menggunakan teori VSEPR. tentukan pula bentuk molekulnya.

sp3d2 6 Octahedral SF6 d Dengan mengetahui jenis dan jumlah orbital atom pusat yang terlibat dalam proses pembentukan ikatan. kita hanya dapat menentukan bentuk geometri (domain elektron) molekul bersangkutan. p. kita dapat . p sp 3 Trigonal Planar BF3 3 s. d. bentuk molekul juga dapat diramalkan melalui pembentukan orbital hibrida. p. Sementara untuk menentukan bentuk molekul. p. p. d sp d 5 Trigonal PCl5 Bipyramidal s. bergabung membentuk orbital-orbital baru dengan tingkat energi sama (terjadi pada proses pembentukan ikatan kovalen). p. p. Hibridisasi adalah proses penggabungan orbital-orbital atom (biasanya pada atom pusat) untuk mendapatkan orbital hibrida.p sp 2 Linear BeCl2 2 s. Hubungan antara jumlah dan jenis orbital atom pusat yang digunakan pada proses hibridisasi terhadap geometri molekul senyawa bersangkutan dapat dilihat pada tabel berikut ini: Pure Hybridization Number Shape of Hybrid Examples Atomic of the Central of Hybrid Orbitals Orbitals of Atom Orbitals (Geometry the Arrangement) Central Atom s. p. yaitu orbital-orbital suatu atom yang diperoleh saat dua atau lebih orbital atom bersangkutan yang memiliki tingkat energi yang berbeda. p. p. p sp 4 Tetrahedral CH4 3 s.AB3E AB2E2 AB4E AB3E2 AB2E3 AB5E AB4E2 3 2 4 3 2 5 4 1 2 1 2 3 1 2 4 4 5 5 5 6 6 Trigonal Pyramidal Tetrahedral Bent Trigonal Seesaw Bipyramidal Trigonal T-shaped Bipyramidal Trigonal Linear Bipyramidal Octahedral Square Pyramidal Octahedral Square Planar Planar Tetrahedral NH3 H2O SF4 ClF3 I3BrF5 XeF4 Selain menggunakan teori VSEPR.

Melalui kombinasi kedua teori tersebut. Dengan demikian. kita dapat mempelajari jenis dan jumlah orbital yang terlibat dalam pembentukan ikatan sekaligus meramalkan bentuk molekulnya.menggunakan teori VSEPR. . teori hibridisasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari teori VSEPR.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful