PUSKESMAS Definisi

Manajemen A. MANAJEMEN PUSKESMAS 1. PERENCANAAN Puskesmas merupakan organisasi struktural dan sebagai unit pelaksana teknis dinas, aspek fungsional bidang pelayanan kesehatan masyarakat yang merupakan unit pelaksana pelayanan kesehatan masyarakat tingkat 1 yang dibina oleh DKK, bertanggungjawab untuk melaksanakan identifikasi kondisi masalah kesehatan masyarakat dan lingkungan serta fasilitas pelayanan kesehatan meliputi cakupan, mutu pelayanan, identifikasi mutu sumber daya manusia dan provider, serta mentapkan kegiatan untuk menyelesaikan masalah. Perencanaan meliputi kegiatan program dan kegiatan rutin puskesmas yang berdasarkan visi dan misi puskesmas sebagai sarana pelayanan kesehatan primer dimana visi dan misi digunakan sebagia acuan dalam melakukan setiap kegiatan pokok puskesmas . Selain itu, kebijakan sistem puskesmas perlu ditinjau setiap akan melakukan perencanaan program, kebijakan tersebut meliputi kebijakan mandiri dari Puskesmas serta adanay fungsi dan upaya puskesmas yang berlandaskan pada UUD 1945 pasal 28, UU No.22 tahun 1999 dan UU No.25 tahun 1999, PP No.25 tahun 2000 serta PP No.48 tahun 2000dimana tujuan dari kebijakan tersebut adalah untuk mewujudkan puskesmas yang kuat dari segi kemitraan, unit kesehatan amndiri, akontabilitas dan teknologi tepat guna. Budgeting dalam perencanaan menejemn keuangan dikelola sendiri oleh puskesmas sesuai tatacara pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan, adapun sumber biaya didapatkan dari pemerintah daerah, retribusi puskesmas, swasta atau lembaga sosial masyarakat dan pemerintah adapun pembiayaan tersebut ditujukan untuk jemis pembiayaan layanan kesehatan yang mempunyai ciri – ciri barang atau jasa public seperti penyuluhan kesehatan, perbaikan gizi, P2M dan pelayanan kesehatan yang mempunyai ciri – ciri barang atau jasa swasta seperti pengobatan individu.

Fungsi dan peran

2.

ORGANIZING Dinas Kesehatan Kota mempunyai tugas untuk menenetukan menetapkan struktur organisasi puskesmas dengan pertimbangan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat tingkat I, adapun pola organisasi meliputi kepala, wakil kepala, unit tata usaha, unit fungsional agar tidak terajdi

Page 1 of 14

c. farmasi. Orientasi Merupakan pelatihan perseorangan yang dipakai untuk mengakrabkan pegawai baru dengan tanggungjawab pekerjaan. Kepala urusan tata usaha Bertugas dibidang kepegawaian. 2. 3. Unsur pelaksana : Unit I. Unit III Melaksanakan kegiatan kesehatan gigi dan mulut. Pearlin dan Kohn (1966) menyatakan bahwa seseorang yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi Page 2 of 14 .tujuan dan norma – norma. ketrampilan. untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan. dan sikap bagi peningkatan praktek keperawatan. kesehatan lingkungan dan laboratorium sederhana. Unsur pembantu pimpinan : Tata usaha 3. Struktur organisasi dan tata kerja : Struktur organisasi puskesmas 1. 7. a. kesehatan mata dan kesehatan khusus lainnya. Kepala Puskesmas Bertugas memimpin. Pengembangan Staff Tujuan : kegiatan pengembangan staff ditujukan untuk meningkatkan produktifitas organisasi.tumpang tindih dalam pelaksanaan kegiatan yang nantinya akan berpengaruh terhadap kualitas program yang ditangani. kesehatan jiwa. kuantitas tenaga didasarkan pada kebutuhan priorotas layanan kesehatan dan pendayagunaan tenaga kesehatan disesuaikan dengan kebutuhan layanan kesehatan dan profesionalisme pekerjaan. berencana dan perbaikan gizi. 2. Unit VI Melaksanakan kegiatan pengobatan rawat jalan dan rawat inap Unit VII Melaksanakan kegiatan kefarmasian. VI. 6. Kebutuhan pendidikan 2. orang. 5. tenaga gizi. keuangan perlengkapan dan surat menyurat serta pencatatan dan pelaporan. 4. VII. Tugas pokok : 1. kesehatan masyarakat (penyuluh kesehatan. 3. Melalui pendidikan akan menghasilkan perubahan keseluruhan cara hidup seseorang. tujuan. kesehatan remaja dan dana sehat. Konsep – konsep pengembangan staff 1. Unit I Bertugas melaksanakan kesejahteraan ibu dan anak. 3. Pelatihan induksi Merupakan indoktrinasi standart dan singkat bagi filosofi unit kerja. Unit V Melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengembangan upaya masyarakat dan penyuluhankesehatan masyarakat. Daya saing Ketidaksesuaian yang dapt diukur antara daya saing dan pekerjaaan seseorang sebenarnya dengan tingkat daya saing ayng diinginkan. kesehatan tenaga kerja dan manula. kebijaksanaan dan peraturan yang diberikan kepada masing – masing pekerja selam atiga hari pertama kerja untuk memastikan identifikasi dengan filosofi unit kerja. sanitarian). Kelanjutan pendidikan Hal ini termasuk kegiatan pembelajaran yang direncanakandibalik program pendidikan dasar keperawatan dan dirancang untuk memberikan pengetahuan. program. III. 8. Sistem ketenagaan yang ada di puskesmas dilaksanakan sesuai program yang dikembangkan serta kemampuan dana dengan diketahui oleh DKK. pelangan dan rekan kerja. 9. ACTUATING Sistem ketenagaan Juster (1984) menyatakan bahwa pendidikan merupakan faktor yang penting dalam seorang pekerja. tenaga keperawatan. kegiatan keluarga mempunyai keinginan untuk mengembangkan dirinya sedangkan mereka yang berasal dari tingkat pendidikan rendah cenderung untuk emmpertahnkan kondisi yang telah ada. b. kesehatan sekolah dan olahraga. mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan puskesmas yang dapat dilakukan dalam jabatan structural.32 tahun 1996 tentang tenaga kesehatan yang seharusnya ada adalah tenaga medis. Unsur pimpinan : Kepala Puskesmas 2. tempat kerja. II. dan jabatan fungsional. Sesuai PP RI No. Minat Faktor yang mempengaruhi seseorang untuk menerima atau menolak objek. dan teknisi medis (analis dan perawat gigi). Unit IV Melaksanakan kegiatan perawatan kesehatan masyarakat. 3. V. Jenis – jenis pengembangan staff : 1. IV. Unit II Melaksanakan kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit menular khususnya imunisasi.

Motivasi dalam organisasi kerja ditinjau dari segi perannya terdapat 2 macam yaitu motivasi positif dan motivasi negatif. sumber daya dari konsorsia kesehatan. fasilitas. menyalurkan dan mempertahankan tingkah laku manusia dalam arah tekad tertentu. 3. Manajer bertanggungjawab untuk memotivasi orang yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan organisasi. e. mengatakan bahwa ada 3 unsur penting dalam motivasi yaitu antara kebutuhan. Dengan motivasi negatif orang lain dapat digerakkan oleh pihak yang memotivasi untuk tujuan tertentu. Motivasi positif adalah motivasi yang menimbulkan harapan yang sifatnay menguntungkan atau menggembirakan bagi pegawai misalnya gaji. c. afiliasi dengan perguruan tinggi. 4. Tahapan pengembangan staff 1. 4. Motivasi staf Menurut Stoner dan Freeman (1995). dorongan dan tujuan. g. 2) Komunikasi dalam keperawatan Unsur yang ada dalam setiap komunikasi adalah pengirim pesan (sender). temperamen dan tingkat stress sedangkan faktor eksternal meliputi keadaan cuaca. organisasi keperawatan professional dan tugas belajar. Usia 50 tahun : pengembangann dan perbaikan pengetahuan dan keterampilan.Merupakan keadaan memiliki kualitas atau kemampuan yang dianggap perlu bagi peran tertentu. suhu. Pesan dapat berupa verbal. Komunikasi harus jelas. perasaan dan pendapat dan memberikan nasehat dimana terjadi antara dua orang atau lebih bekerjasama. d. Usia 20 – 30 tahun : menjawab pekerjaan dan tekanan pribadi dengan mempertanyakan komitmen pada pekerjaan dan hubungan keluarga. Akhir usia 30 tahun : mengaitkan dirinya dengan pembimbing yang memungkinkan mengunggulinya. Pembelajaran teknis Perubahan dalam perilaku yang disadari dan disengaja terutama kognitif dan psikomotor yang terjadi sebagai respon terhadap stimulus yang diberikan oleh pengajar. waktu. penerima pesan (receiver). Mengorganisir sumber daya pengembangan staf Keberhasilan usaha pengembangan staf tergantung pada penataan sumber daya yang sesuai. Awal usia 20 – 25 tahun : membuat arah pekerjaan 2. Unsur manusia dalam organisasi terdiri dari 2 kelompok orang yaitu orang yang memimpin (manajer) dan orang yang dipimpin (pegawai / pekerja). Komponen penting lainnya bagi seorang manajer adalah menajdi pendengar yang baik. Manajer harus mempertimbangkan isi komunikasi termasuk dampaknya terhadap orang yg dipimpinnya. d. Hal in termasuk faktor – faktor yang menyebabkan. Komunikasi dalam manajemen 1) Proses komunikasi Tappen (1995) mendefinisikan komuniksi adalah suatu pertukaran pikiran. Komunikasi merupakanbagian proses yang tak terpisahkan dalam kebijakan organisasi. yang termasuk lingkungan internal adalah nilai – nilai. Ngalim Purwanto (2000). motivasi yang tepat dapat memajukan dan mengembangkan oraganisasi. sederhana dan tepat. kepercayaan. f. 3) Prinsip komunikasi manajer keperawatan Tahapan komunikasi : a. baik fisiologis maupun psikologis. intimidasi dan semacamnya. Shortel & Kaluzni (1994) motivasi adalah karakteristik psikologi manusia yang membrikan kontribusi pada tingkat komitmen seseorang. pesan (massage). jaminan keselamatan dan lain – lain. Lingkungan internal maupun eksternal juga dilibatkan. jaminan kesehatan. tertulis maupun non verbal. Kebutuhan muncul karena ada sesuatu yang kurang dirasakan oleh seseorang. Sedangkan motivasi negatif adalah motivasi yang menimbulkan rasa takutmisalnya ancaman. Manajer harus meminta umpan balik agar dapat mengetahui keefektifan dan keakuratan komunikasi. Dorongan merupakan arahan untuk memenuhi kebutuhan sedangkan tujuan adalah akhir dari suatu siklus motivasi. 4. Motivasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam suatu organisasi. jaminan hari tua. Stanford (1970). tekanan. Sumber – sumber pendidikan lanjutan untuk pegawai keperwatan dapat brupa pengajar. namun hal ini tidak dapat dipertahankan dalam waktu yang lama. karier. Manajer harus mengerti struktur organisasiagar dapat memahami sasaran dai pengambilan keputusan b. Usia 40 tahun : memisahkan diri dari pembimbing 5. e. CONTROLLING Controlling dalam manajemen puskesmas merupakan indikator keberhasilan puskesmas yang meliputi 2 faktor yaitu menjadi indikator Page 3 of 14 . Komunikassi juga merupakan suatuseni untuk dapat menyusun dan menghantarkan suatu pesan dengan cara yang muadah sehinga orang lain dapat mnegrti dan menerima.

4.pencapaian sehat meliputi lingkungan. perilaku masyarakat. Struktur Kriteria rumah sakit. 1984) Kontrol kualitas Merupakan suatu upaya organisasi dalam menyediakan pelayanan yang memenuhi standar professional dan dapat diterima oleh klien. laporan tanggapan bebas Pengurutan ayng sederhana Checklist pelaksanaan kerja Penilian grafik (Henderson. 5. unit keperawatan (LOD. Selain itu juga merupakan indicator penggerak pembangunan berwawasan kesehatan. Pertemuan evaluasi antara perawat dan menajer sebaiknya dilakukan dalam waktu yang tepat. proses interpersonal. praktek keperawatan professional. 2. kemampuan fungsional. Perawat sebaiknya diberi salinan deskripsi kerja. 3. e) Menyusun sasaran tudak lanjut untuk lebih memantapkan serta meningkatkan mutu pelayanan. kepuasan pasien. Prinsip – prinsip evaluasi : 1. Tujuan Tingkat kesehatan atau kesejahteraan. pemberdayaan masyarakat dan keluarga. 4. Evaluasi Salah satu ukuran pengawasan yang digunakan oleh manajer guna mencapai ahsil organisasi adalah system penilaian kerja karyawan. Syarat pelayanan berkualitas Efficacy a) b) c) d) e) f) g) Efficacy (kamanjuran) Appropriatenne s (kepantasan) Accebility (mudah dicapai) Accepbility (diterima) Effectiveness (keberhasilan) Efficiency (ketepatan) Continuity (terus . orientasi tingkah laku untuk posisi yang ditempati. metode pengorganisasian. sumberpenggunaan/ pengeluaran efektif dan efisien. insiden penyakit yang berbasis lingkungan dan kesehatna ibu dan anak. pelayanan kesehatan tingkat I meluputi : a. perspektif keperawatan proesional. Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakaian jasa pelayanan kesehatan sesuai dengan tingkat kepuasan rata – rata penduduk. 3. 2. Evaluasi pekerja sebaiknya didasarkan pada standar pelaksanaan kerja. visi dan misi. Sample tingkah laku perawat yang cukup representative 3. Kedudukan Page 4 of 14 . Melalui evaluasi regular dari setiap pelaksanaan kerja pegawai manajer dapat mencapai beberapa tujuan. Laporan evaluasi maupun pertemuan tersusun secara rapih sehingga membantu dalam pelaksanaan kerja. Proses Fungsi.menerus) Pelaksanaan kegiatan pengendalian mutu a) Menetapkan masalah mutu pelayanan kesehatan yang diselenggarakan b) Menetapkan penyebab masalah mutu pelayanan kesehatan yang diselenggarakan c) Menetapkan cara penyelesaian masalah mutu pelayanan kesehatan yang diselenggarakan d) Menetapkan cara penyelesaian masalah mutu pelayanan kesehatanan. Manajer menjelaskan area mana yang dijadiakn prioritas 6. Alat evalausi : 1. 1996) Kriteria mutu pelayanan kesehatan 1. serta yang penyelenggaraannya sesuai dengan standar atau kode etik profesi yang telah ditetapkan (Azwar. standar pelaksanaan kerjadan bentuk evaluasi untuk peninjauan ulang. Terdapat strategi pelaksanaan kerja yang memuaskan dan strategi perbaikan yang diperlukan. layanan kesehatan dan status kesehatan mrliputi KEP balita. konsep asuhan keperawatan) 2. 7. b. kejadian dan proses yang tidak menyenangkan.

Organisasi Sistem rujukan Peran perawat Page 5 of 14 .

Program Pengembangan baca pedoman SKN 2004 UPAYA KESEHATAN 2 UNSUR UTAMA – UKM • SETIAP KEGIATAN YANG DILAKUKAN OLEH PEMERINTAH DAN ATAU MASYARAKAT SERTA SWASTA UNTUK MEMELIHARA DAN MENINGKATKAN KESEHATAN SERTA MENCEGAH DAN MENANGGULANGI TIMBULNYA MASALAH KESEHATAN MASYARAKAT – UKP • SETIAP KEGIATAN YANG DILAKUKAN OLEH PEMERINTAH DAN ATAU MASYARAKAT SERTA SWASTA. UNTUK MEMELIHARA DAN MENINGKATKAN KESEHATAN SERTA MENCEGAH DAN MENYEMBUHKAN PENYAKIT DAN MEMULIHKAN KESEHATAN PERORANGAN Program pokok/wajib Jenis  Page 6 of 14 .

" ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah. Puskesmas Pangkalan Baru memiliki jumlah pegawai sebanyak 26 orang yang terdiri dari tenaga kebidanan. keperawatan dan dokter. Bangka Tengah. Ia menjelaskan. untuk mendapatkan sertifikasi dari ISO beberapa persyaratan penilaian yang harus dipenuhi diantaranya dokumentasi kegiatan yang telah dilaksanakan selama ini. Provinsi Bangka Belitung. 25/11 (ANTARA) . sertifikat dari ISO juga menjadi modal besar bagi Puskesmas yang bersangkutan dalam memberikan daya tarik kepada masyarakat di sekitarnya untuk berobat. • • • • • • • • Kesehatan Olahraga Kesehatan Usila Kesehatan Jiwa Kesehatan Indera Kesehatan Gigi Mulut Perkesmas Kesehatan Kerja Kesehatan Perkotaan Kapan dilaksanakan Indikator dijadikan prioritas PUSKESMAS PEMBANTU Definisi Fungsi dan peran Program Alasan di bentuk PERATURAN DAERAH KABUPATEN KENDAL NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN DI KESEHATAN MASYARAKAT KABUPATEN KENDAL PUSAT Page 7 of 14 . sehingga langsung diajukan. kata dia. peralatan medis." ujarnya. itu. Ia mengatakan. yg harus disiapkan PEMKAB TARGETKAN PUSKESMAS RAIH SERTIFIKASI ISO Koba. penilaian kelayakan Puskesmas untuk diberikan sertifikat ISO (International Organization for Standardization) adalah berdasarkan kriteria dan standarisasi organisasi internasional." ujarnya.Perbedaan Puskesmas dan Pustu AKREDITASI ISO Kriteria puskesmas yang baik Langkah2 akreditasi ISO. Ia menjelaskan. Jumat. "Diharapkan kepada para pegawai di Puskesmas tersebut agar terus menjaga komitmen bersama untuk mengajukan sertifikasi kepada ISO. apabila Puskesmas di Kabupaten Bangka Tengah ada yang telah memiliki sertifikat dari ISO merupakan salah satu kebanggaan bagi daerah tersebut.Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah. karena salah satu poin penilaian yang paling menentukan adalah mereka. Ia menjelaskan. karena manajemen dan pelayanannya sudah sesuai dengan standarisasi organisasi internasional. karena kualitas pelayanannya tidak diragukan lagi. Selain. menargetkan pada 2012 Puskesmas Kecamatan Pangkalan Baru meraih sertifikasi ISO sebagai bentuk terjaminnya kualitas pelayanan kepada masyarakat. "Saat ini kami masih dalam proses penyusunan dan pengumpulan dokumenhtasi pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat yang telah dilaksanakan Puskesmas tersebut selama ini dengan harapan akhir tahun ini dapat terselesaikan. "Untuk sementara satu Puskemas terlebih dahulu yang akan diajukan untuk dinilai kepada perwakilan ISO di Jakarta. komitmen bersama para petugas di Puskesmas yang bersangkutan dan lainnya. Bahrun Siregar Sutrisno di Koba.

Proses validasi tidak sebatas pemantauan dan pengukuran. menurut seorang konsultan ISO permintaan sertifikasi ISO pada proses kliring. efisiensi. karena hal ini sangat relatif. karena pengajuan sertifikasi kepada ISO bukan pekerjaan mudah namun kami akan terus berupaya sampai rencana tersebut benar-benar terwujud. namun kini jumlah dokter sudah relatif banyak. apalagi dengan banyaknya dokter PTT (Pegawai Tidak Tetap) yang disebar di pelosok desa. bagaimana dengan data-data pasien yang dipegang dokter apakah sama. sertifikasi ISO berhubungan dengan fungsi kuratif Puskesmas. Bicara mengenai kompetensi. Bila fungsi kuratif berhubungan dengan upaya kesehatan perorangan (UKP). demikian halnya dengan pasien puskesmas yang terpilih untuk diverifikasi. termasuk pelayanan kesehatan publik. fokus pada pasien. Dalam proses validasi. dan seterusnya. Hal ini yang melandasi adanya indikator-indikator dalam upaya pencapaian dimensi kualitas dalam tatakelola klinik puskesmas. "Dalam upaya itu kami berharap dukungan dari semua pihak terkait. (19 Mei 2010) sebuah lembaga kemahasiswaan dalam lingkungan fakultas kesehatan masyarakat Universitas Muslim Indonesia (UMI). Ia berharap. Namun persoalannya adalah apakah dokter sudah melakukan tindakan pemeriksaan medis sesuai dengan SOP. suntik. Jadi. keselamatan. lalu dokter datang seenaknya. tetapi menyangkut proses kelembagaannya dimulai dari bagaimana kualitas pelayanan pendaftaran di front office." ujarnya. Bila pasien sudah menunggu. serta penelitian dan pengembangan.:: D0251111000439 (2011-11-25 08:11:11) ::. Kenyataan ini mungkin bisa terjadi pada puskesmas di wilayah pedesaan yang masih terbatas jumlah dokternya. Misalnya istilah “keamanan dan keselamatan” berbeda indikatornya antara sektor kesehatan dengan sektor pertambangan Page 8 of 14 . validasi proses yang diverikasi terdapat pada klausul 7. Bila pasien datang kembali berobat ke dokter/puskesmas bukan harapan setiap pasien. lalu SOP untuk pemeriksaan tekanan darah. Pada puskesmas yang mengharapkan mendapat sertifikat ISO. mungkin masih bisa dimaklumi karena terbatasnya jumlah dokter yang siap melayani keluhan penyakit pasien. point2 standar akreditasi kesehatan vs nonkesehatan Sertifikasi ISO untuk Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Hari ini Rabu. tapi logo ISO 9001 dipajang seakan-akan seluruh area pelayanan dalam perbankan tersebut sudah mendapatkan ISO 9001. Proses pencapaian dimensi kualitas inilah yang harus di audit dengan baik dalam ISO. Padahal. Proses validasi jasa pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada dokter dan penyakit pasien itu sendiri. pelayanan tepat waktu. Dalam dokumen/formulasi pengajuan sertifikasi. tetapi verifikasinya pada keluhan penyakit pasien dan penulisan resep obat dari dokter. karena mendapatkan sertifikat tersebut bukanlah perkara mudah harus benar-benar sesuai dengan kriteria ISO. Sedangkan. Bila dekade 1980-1990-an. Sebenarnya fungsi utama eksistensi puskesmas sebagai unit public service adalah upaya promotif dan preventif terhadap risiko kesakitan di tengah masyarakat yang dilayaninya. seorang dokter puskesmas dengan status pegawai negeri seharusnya sudah hadir di kantor/puskesmas sekitar pukul 08-09 pagi. Selembar sertifikat ISO 9001 dari badan sertifikasi itu biasanya tergantung di belakang resepsionis agar masyarakat/pelanggan mudah melihatnya. sementara faktanya hingga pada pukul 10 banyak pasien puskesmas belum terlayani akibat ketiadaan seorang dokter yang siap mendiagnosa penyakit atau keluhannya. Sertifikasi ISO seakan sudah menjadi kebutuhan bagi institusi yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. keterlibatan pasien.5. relevansi sertifikasi ISO lebih ditujukan pada puskesmas plus yakni puskesmas yang menjalankan fungsi kuratif berupa rawat inap dan rawat jalan secara simultan. Makassar akan melaksanakan Seminar tentang sertifikasi ISO untuk Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat).2 (Validation of processes for production and service provision). kadang ada perbedaan antara bidang kerja pelayanan. Dalam implementasinya. apakah terekam dan tersimpan dengan baik. maka fungsi promotif dan preventif berkaitan dengan upaya kesehatan masyarakat (UKM). Selanjutnya melangkah ke tahap data pasien. semestinya perilaku dokter semacam itu harus mendapatkan perhatian karena akan mengganggu aspek pelayanan medis pada puskesmas sehingga saatnya untuk merubah kebiasaan."Ini adalah nilai lebih dan kebanggaan bagi daerah. ***4*** . hal ini tidak sesuai dengan yang dijanjikan dalam audit itu. Namun pada lembaga perbankan. Verifikasi yang penting adalah kebiasaan dokter baru siap melayani pasien ketika orang-orang yang datang berobat (pasien) sudah terkumpul dan mengantri diruang tunggu. namun hal ini tidak tertutup kemungkinan juga terjadi pada puskesmas di perkotaan yang telah memiliki jumlah dokter yang sudah lumayan banyak." ujarnya. Area Sertifikasi Beberapa puskesmas yang telah mendapatkan sertifikasi ISO dengan logo ISO 9001 yang terpampang di dinding kantornya menganggap skop pelayanannya sudah prima. jangan sampai setiap berobat selalu membuat kartu baru. seorang dokter dituntut kesediaannya untuk terbuka memberikan keterangan dan mau diverifikasi. semua dokter sudah certified karena sudah memenuhi peraturan yang berlaku setelah yang bersangkutan mengikuti kerja praktek di rumah sakit dan tidak bisa mengukur produknya dari sakit menjadi sembuh. efektifitas. Kemudian pada saat pasien menunggu untuk pemeriksaan. disitulah pokok validasinya. audit klinik. antara lain: keamanan. Hal ini disebabkan karena badan sertifikasi tidak menyangkut skop/area sertifikasi. upaya Pemkab Bangka Tengah untuk mendapatkan sertifikat dari ISO bagi Puskesmas di Kecamatan Pangkalan Baru dapat terealisasi sesuai dengan yang diinginkan untuk meningkatkan citra dan kualitas pelayanan kesehatan di daerah itu. Pelayanan puskesmas yang berdimensi kualitas tatakelola (management system) klinik sudah seharusnya melakukan.

Apalagi bila digunakan istilah pelanggan (customer) bagi pasien puskemas. bagi external auditor ketika melakukan external audit baik berupa surveillance maupun renewal. apakah sekedar mengejar sertifikat atau untuk meningkatkan value layanannya. Jasa layanan kesehatan publik tentunya berbeda dalam layanan kesehatan privat. Maka tak ayal. Konsultasi ISO Dalam proses pengajuan sertifikasi ISO. Informasi tentang motivasi dan kapasitas salah satunya didapat dari penyelenggaraan operasi intelijen (atau meng-outsource proses ini kepada third party/agent). Apapun jenis manajemen mutu yang dipilih. Pengertian pelanggan dalam kamus bisnis diharapkan untuk selalu kembali berhubungan secara bisnis. Namun pada lain pihak. yaitu : TULISKAN APA YANG ANDA KERJAKAN DAN KERJAKAN APA YANG ANDA TULIS”. sesuai dengan prinsip utama ISO. Secara teknis. Kalau toh belum terakreditasi. Suatu organisasi yang sudah terakreditasi tidak serta merta mengantongi sertifikat ISO. demokratisasi. Salah satu caranya dengan melakukan sertifikasi (ISO) pada pemberi pelayanan kesehatan baik Puskesmas maupun Rumah Sakit. Puskesmas Sleman dan Puskesmas lainnya yang telah tersertifikasi ISO. Bila pasien dianggap pelanggan. Puskesmas Piyungan (Yogyakarta). sedangkan sertifikasi bersifat sukarela. yang dinilai lewat kapasitas dan motivasi dari adversaries/enemy atau gruntled employee. seperti rumah sakit swasta atau medical center yang dikelola masyarakat bisnis. MANFAAT SERTIFIKASI ISO LAYANAN KESEHATAN Ditengah maraknya kritik layanan kesehatan saat ini baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit. badan sertifikasi juga memiliki lembaga konsultasi atau lembaga afiliasi yang menjalankan fungsi konsultasi sertifikasi ISO. seiring dengan semangat otonomi daerah. beberapa puskesmas di Jakarta dan di Makassar telah berhasil mendapatkan sertifikasi ISO. kalau motifnya hanya memperoleh sertifikat tanpa perubahan pelayanan yang signifikan kepada pelanggan. Sektor layanan jasa kesehatan memang agak spesifik dibanding sektor lainnya. di validasi dan disertifikasi oleh pihak badan sertifikasi. di Malaysia. kondisi seperti ini adalah permasalahan etika. namun tidak sunyi komplain pengguna layanan (costumer). Dalam sektor pertambangan (oil dan gas). bahwa akreditasinya adalah bersifat wajib. Hal ini tidak ditemukan pada perangkat akreditasi. Padahal. maka hanya untuk sekedar prestise belaka. kalau memang belum memenuhi standar untuk mendapatkan ISO pada saat ini. SERTIFIKASI VERSUS AKREDITASI Tidak jarang ada pertanyaan yang menggelitik. Namun bagi sebagian konsultan dan auditor ISO lainnya menganggap pendapat tersebut tidak beralasan karena dalam kenyataannya. bukan badan sertifikasinya yang bermasalah tetapi oknum didalam institusi badan sertifikasi tersebut. Puskesmas Pasar Minggu (DKI Jakarta). meski bernaung dalam satu holding company. Sementara itu badan sertifikasi tidak boleh merangkap sebagai konsultan yang membantu proses sertifikasi karena nanti akan terjadi conflict of interest dalam menilai kelayakan sebuah puskesmas dalam mendapatkan sertifikat ISO. Namun terkadang. dan perlindungan hak asasi manusia (HAM). yang intinya pelayanan prima. Itu semua dapat dicapai melalui implementasi the total quality management. Mengapa ? Karena memang tidak ada jaminan bahwa semua anggota organisasi (pegawai) telah melaksanakan standarstandar yang telah ditetapkan pada instrumen akreditasi. para konsultan ISO menganggap ada klausul tertentu yang tidak bisa dipenuhi bagi Puskesmas untuk mendapat sertifikat ISO 9001. Seyogyanya semua faktor dan semua elemen dalam Puskesmas atau industri layanan kesehatan pada umumnya dapat didefinisikan terlebih dulu secara logis dan proporsional sebelum di audit. pengelola puskesmas seyogyanya didampingi oleh konsultan ISO yang berpengalaman dalam mengisi formulir sertifikasi yang akan diajukan kepada badan sertifikasi. lembaga sertifikasi seringkali merasakan ada ketakutan kehilangan klien sehingga berakhir pada negosiasi. Yang perlu diperhatikan adalah motif dasar dalam mengajukan sertifikasi ISO. Sebagian pihak menganggap bahwa hal tersebut sah-sah saja sepanjang orang dan lembaganya berbeda. Tampaknya budaya organisasi kesehatan sudah harus melakukan perubahan paradigma. Alhasil. maka aplikasi manajemen di Puskesmas Kaliwiro dianggap telah sama perlakuan pelayanannya terhadap pengguna jasa (customer) dengan Puskesmas lainnya seperti di Singapura. tuntutam layanan prima. atau apakah organisasi yang telah disertifikasi masih perlu diakreditasi ? Yang perlu dipahami. istilah “keamanan” akan menyangkut Security Vulnerability Assessment (SVA) dengan mengidentifikasi “threat” dari luar maupun dari dalam. pada umumnya mereka lebih mudah menjalani proses akreditasi. dengan lulusnya Puskesmas Kaliwiro dari sertifikasi ISO 9001 pada bulan Nopember 2009. bahwa baik akreditasi maupun sertifikasi keduanya mengacu pada peningkatan mutu melalui implementasi standar pelayanan agar tercapai pelayanan prima yang memuaskan bagi pelanggan (custumer). Organisasi yang sudah mengantongi sertifikasi (ISO) ada jaminan bahwa standar pelayanan yang tertuang dalam manual mutu telah dilaksanakan. apakah pasien tersebut selalu diharapkan untuk sakit sehingga kembali memeriksakan dirinya pada puskesmas atau layanan medis lainnya? Hal ini menjadi paradox untuk memvalidasi persyaratan pelanggan yang selalu mengharapkan kesembuhan dari jasa medis. Apa perbedaan antara akreditasi dengan sertifikasi (ISO) ? Apakah sebuah organisasi yang telah terakreditasi perlu disertifikasi. Dengan adanya sertifikasi ISO ini tentunya Puskesmas Kaliwiro akan selalu meningkatkan mutu pelayanan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan dan diharapkan pimpinan serta semua karyawan selalu berusaha Page 9 of 14 . Kelebihan suatu sistem manajemen mutu ISO. bisa dilakukan pada masa mendatang seraya memperbaiki SOP sesuai dengan standar ISO. Hal inilah yang membedakannya dengan sertifikasi (ISO). Cuma bedanya. Sedangkan organisasi yang sudah tersertifikasi biasanya sudah terakreditasi. bahwa ia memiliki kemampuan telusur sehingga mulah melakukan audit manajemen. atau di Indonesia seperti Puskesmas Tebet.(oil dan gas). Dari paradigma lama yaitu provider needs ke costumer needs yaitu pemberian jasa layanan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. Itulah sebabnya beberapa unit pelayanan kesehatan yang sudah terakreditasi.

Sertifikasi hanya menyatakan bahwa bisnis proses yang berkualitas dan konsisten dilaksanakan di perusahaan atau organisasi tersebut. Bagian ini memberikan masukan tentang apa yang bisa dilakukan untuk mengembangkan sistem yang telah terbentuk lama. sehingga konsumen / pasien yang berkunjung ke Puskesmas Kaliwiro aman dan terlindungi. ketrampilan dan perbaikan secara terus menerus dan berkelanjutan. ISO 9000 pertama kali dikeluarkan pada tahun 1987 oleh International Organization for Standardization Technical Committee (ISO/TC) 176. hanya memberikan masukan saja. sebuah organisasi yang mengumumkan bahwa dirinya "ISO 9000 Registered" biasanya merujuk pada ISO 9001  ISO 9000 .. Walaupan standar-standar ini pada mulanya untuk pabrik-pabrik. [sunting]Kumpulan Standar dalam ISO 9000 ISO 9000 mencakup standar-standar di bawah ini:  ISO 9001 .  secara teratur meninjau keefektifan tiap-tiap proses dan sistem kualitas itu sendiri. Sebagai catatan. Suatu organisasi akan meraup keuntungan penuh ketika standarstandar baru diintegrasikan dengan standar-standar yang lain sehingga seluruh bagian ISO 9000 dapat diimplementasikan". ISO 9002 dan ISO 9003 telah diintegrasikan menjadi ISO 9001. ISO 9000 yang dirumuskan oleh TC 176 ISO.. Sertifikasi terhadap salah satu ISO 9000 standar tidak menjamin kualitas dari barang dan jasa yang dihasilkan. memproduksi. Masih banyak lagi standar yang termasuk dalam kumpulan ISO 9000.  tersimpannya data dan arsip penting dengan baik. dengan disertai tindakan perbaikan yang benar apabila dibutuhkan. ISO 9001. ISO 9000 adalah kumpulan standar untuk sistem manajemen mutu (SMM). Standar ini tidaklah ditujukan sebagai panduan untuk implementasi. Sebuah perusahaan atau organisasi yang telah diaudit dan disertifikasi sebagai perusahaan yang memenuhi syarat-syarat dalam ISO 9001 berhak mencantumkan label"ISO 9001 Certified" atau "ISO 9001 Registered".Quality Management Systems - Guidelines for Performance Improvements: mencakup perihal perbaikan sistem yang terusmenerus. Kebanyakan.[1]  adanya satu set prosedur yang mencakup semua proses penting dalam bisnis. spesifikasi terminologi dari Sistem Manajemen Mutu (SMM). memasang dan/atau melayani produk apapun atau memberikan bentuk jasa apapun. saat ini mereka telah diaplikasikan ke berbagai perusahaan dan organisasi. Sebagai contoh ISO 10007:1995 yang mendiskusikan ManajemenKonfigurasi dimana di kebanyakan organisasi adalah salah satu elemen dari suatu sistem manajemen. termasuk perguruan tinggi dan universitas. [1] ISO/TC inilah yang bertanggungjawab untuk standarstandar sistem manajemen mutu. membangun. [1] Revisi terhadap standar ISO 9000 telah dilakukan pada tahun 1994 dan tahun 2000.  adanya pemeriksaan barang-barang yang telah diproduksi untuk mencari unit-unit yang rusak. Standar ini memberikan daftar persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah organisasi apabila mereka hendak memperoleh kepuasan pelanggan sebagai hasil dari barang dan jasa yang secara konsisten memenuhi permintaan pelanggan tersebut. Beberapa standar dalam area ISO 10000 masih dianggap sebagai bagian dari kumpulan ISO 9000. yaitu organisasi internasional di bidang standardisasi.  ISO 9004 .Quality Management Systems - Requirements: ditujukan untuk digunakan di organisasi manapun yang merancang. guna menjamin bahwa standar-standar ISO 9000 akan menjadi up to date dan relevan untuk organisasi. dimana banyak juga diantaranya yang tidak menyebutkan nomor "ISO 900x" seperti di atas. ISO mencatat "Perhatian terhadap sertifikasi sering kali menutupi fakta bahwa terdapat banyak sekali bagian dalam kumpulan standar ISO 9000 .Quality Management Systems DASAR HUKUM Fundamentals and Vocabulary: mencakup dasardasar sistem manajemen kualitas dan Page 10 of 14 .  adanya pengawasan dalam proses pembuatan untuk memastikan bahwa sistem menghasilkan produk-produk berkualitas.[1] ISO/TC 176 menetapkan siklus peninjauan ulang setiap lima tahun. Implementasi standar ini adalah satu-satunya yang bisa diberikan sertifikasi oleh pihak ketiga.meningkatkan pengetahuan.

dilaksanakan dengan cara: pelayanan kesehatan dasar (basic health care services) yang lebih mengedepankan upaya Page 11 of 14 . mandiri maka semangat Puskesmas dituntut dalam menentukan tetap pelayanannya yang akan dilaksanakan. tidak sebatas aspek kuratif dan rehabilitatif saja seperti di Rumah Sakit. Fungsi Puskesmas (Ilham Akhsanu Ridlo. Fungsi Puskesmas adalah mengembangkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh seiring dengan misinya. promosi service). dan pencegahan dengan (public health otonomi untuk kegiatan oleh Seiring daerah. 2006. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya. 2008) 1. kewenangan menentukan kegiatan yang termasuk public goods atau private goods serta kewenangan menentukan target kegiatan pada sesuai tiap kondisi Puskesmas dan geografi sesuai Puskesmas. curative. LEVEL PELAYANAN KESEHATAN RS Provinsi a. preventif. Sebagai Pusat Pembangunan Kesehatan Masyarakat di wilayah kerjanya. Definisi Puskesmas (Ilham Akhsanu Ridlo. 2. namun Puskesmas tetap melaksanakan kegiatan pelayanan dasar yang menjadi kesepakatan nasional. Jumlah kegiatan pokok Puskesmas diserahkan kebutuhan 3. yang dikembangkan ke Puskesmas harus diarahkan bentuk b. kewenangan yang dimiliki Puskesmas juga meliputi : kewenangan merencanakan kegiatan sesuai masalah kesehatan di wilayahnya. Nomor 128/MENKES/SK/II/2004 Renstra depkes 2010-1014 pedoman kerja puskesmas Pedoman kegiatan perawat kesehatan masy d puskesmas. Pelayanan kesehatan tersebut harus bersifat menyeluruh atau yang disebut dengan Comprehensive Health Prioritas Care Service harus yang meliputi aspek oleh promotive. Tetapi pembiayaannya pemerintah. Kepmenkes No 128 th 2004. Jadi.- - - - Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Di Kabupaten/Kota Peraturan Menteri Kesehatan Ri Nomor 741/Menkes/Per/Vii/2008 Sisten Kesehatan Nasional 2004 Kebijakan dasar puskesmas. didukung Sebagai organisasi pelayanan mandiri.1 Definisi dan Fungsi Puskesmas masyarakat kemampuan sumber daya yang dimiliki. “Suatu unit organisasi yang bergerak dalam sebagai bidang pusat yang pelayanan kesehatan yang berada di garda terdepan dan mempunyai misi pengembangan melaksanakan masyarakat pelayanan pembinaan di suatu kesehatan. Proses dalam melaksanakan fungsinya. dan rehabilitatif. 2008) dan pelayanan kesehatan secara menyeluruh terpadu untuk wilayah kerja tertentu yang telah ditentukan secara mandiri dalam menentukan kegiatan pelayanan namun tidak mencakup aspek RS Kabupaten Puskesmas Kecamatan Puskesmas pembiayaan”. dan tombak yang harus diketahui adalah bahwa peran Puskesmas adalah sebagai ujung dalam mewujudkan kesehatan nasional secara komprehensif. Puskesmas merupakan unit pelayanan kesehatan yang letaknya berada paling dekat ditengah-tengah masyarakat dan mudah dijangkau dibandingkan dengan unit pelayanan kesehatan lainya (Rumah Sakit Swasta maupun Negeri). Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat 2.

bedah. Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali dan menggunakan sumberdaya yang ada secara efektif dan efisien. Surat Pelaksanaan Menteri Standar Pelayanan Minimal (UW-SPM) diatur dalam Keputusan Kesehatan Republik Indonesia No. Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri. c. penyelenggaraan penyelenggaraan penyelenggaraan menular. RANCANGAN KEWENANGAN WAJIB DAN STANDARD PELAYANAN MINIMAL Kewenangan Wajib 1. Hal ini dapat kita lihat pula dalam SPM (Standar Pelayanan Minimal). d. Memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat. Standar Pelayanan Minimal adalah suatu standar dengan batas-batas tertentu untuk mengukur dasar kinerja kepada penyelenggaraan masyarakat Urusan Wajib yang dan kewenangan wajib daerah yang berkaitan dengan pelayanan mencakup : jenis pelayanan. pencegahan dan pemberantasan penyakit malaria. Bekerja sama dengan sektor-sektor yang bersangkutan dalam melaksanakan program 3. anak)  Pelayanan kesehatan darurat  Pelayanan laboratorium kesehatan mendukung upaya kesehatan perorangan kesehatan masyarakat  Penyediaan dan yang 4 kompetensi dasar / jiwa usia usia anak usia sekolah dan bayi pra bayi ibu baru b. Page 12 of 14 .2 Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan oleh Puskesmas Visi dan misi Puskesmas di Indonesia merujuk pada program Indonesia Sehat 2010. e. 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standard Pelayanan Minimal. 1457/MENKES/SK/X/2003 dibedakan atas : UW-SPM yang wajib diselenggarakan oleh seluruh kabupaten-kota di seluruh Indonesia dan UW-SPM spesifik yang hanya diselenggarakan oleh kabupaten-kota tertentu sesuai keadaan setempat. penyakit promosi masyarakat. indikator. Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Dasar Jenis Pelayanan  Pelayanan kesehatan dan lahir  Pelayanan kesehatan dan anak sekolah  Pelayanan kesehatan remaja  Pelayanan kesehatan subur Pelayanan kesehatan lanjut  Pelayanan imunisasi  Pelayanan kesehatan masyarakat  Pelayanan pengobatan 2. UW-SPM pelayanan perbaikan wajib gizi meliputi dasar. Hal ini diperkuat dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.a. dll. Memberikan bantuan yang bersifat bimbingan teknis materi dan rujukan medis maupun rujukan kesehatan kepada masyarakat dengan ketentuan bantuan tersebut tidak menimbulkan ketergantungan. kesehatan. penyakit dalam. kesehatan  pemberantasan penyelenggaraan Sedangkan UW-SPM spesifik meliputi pelayanan kesehatan kerja. dll. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan rujukan penunjang dan  perawatan Pelayanan kesehatan dengan (kebidanan. dan nilai (benchmark).

Penyelenggaraan pemberantasan penyakit menular  Penyelenggaraan penyelidikan epidemiologi dan penanggulangan Kejadian Biasa (KLB) Pencegahan penyakit polio Luar dan 6. psikotropika zat adiktif lain dan 8. kesehatan makanan  masyarakat Penyediaan obat dan perbekalan untuk kesehatan pelayanan kesehatan dasar Penyediaan pemerataan pelayanan kefarmasian saranan pelayanan kesehatan Pelayanan pengamanan farmasi kesehatan alat di dan pemberantasan  dan minuman  pemberantasan 4. Namun demikian kegiatan pokok Puskesmas yang lazim dan seharusnya dilaksanakan adalah sebagai berikut : 1. Penyelenggaraan promosi kesehatan  Penyuluhan prilaku sehat Penyuluhan pemberdayaan masyarakat dalam upaya  3.pembiayaan jaminan kesehatan dan 5. Kesejahteraan ibu dan Anak ( KIA ) Page 13 of 14 .  pemberantasan  dan 7. karenanya kegiatan pokok di setiap Puskesmas dapat berbedabeda. Penyelenggaraan perbaikan masyarakat  gizi  penyakit fliariasis Pemantauan pertumbuhan balita Pemberian suplemen gizi   Pelayanan gizi Penyuluhan seimbang  Penyelenggaraan kewaspadaan gizi gizi Program Pokok Puskesmas Kegiatan pokok Puskesmas dilaksanakan sesuai kemampuan tenaga maupun fasilitasnya. Penyelenggaraan kesehatan lingkungan sanitasi dasar  dan  kesehatan Pemeliharaan kualitas lingkungan kimia. Penyelenggaraan pelayanan kefarmasian dan pengamanan sediaan alat serta farmasi. Pencegahan dan  Pencegahan  pemberantasan penyakit TB paru  Pencegahan dan pemberantasan penyakit malaria  Pencegahan dan pemberantasan penyakit kusta  Pencegahan penyakit ISPA  Pencegahan dan pemberantasan penyakit HIV-AIDS  Pencegahan penyakit DBD  Pencegahan penyakit diare  Pencegahan dan dan pemberantasan dan pemberantasan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika. biologi Pengendalian vektor Pelayanan hygiene sanitasi di tempat umum Penyuluhan P3 NAPZA (Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan NAPZA) berbasis yang fisik.

2. Azas pertanggungjawaban wilayah a. Pemberantasan Penyakit Menular 6. dilaksanakan Kesehatan Disamping pokok Puskesmas pendekatan Desa seperti Masyarakat Puskesmas penyelenggaraan usaha-usaha tersebut kegiatan sewaktu-waktu dapat diminta untuk melaksanakan program kesehatan tertentu oleh Pemerintah Pusat ( contoh: Pekan Imunisasi Nasional ). misalnya karena timbulnya wabah penyakit menular atau bencana alam. Upaya Pengobatan termasuk Pelayanan Darurat Kecelakaan 7. Penyuluhan Kesehatan Masyarakat 8. Kesehatan Olah Raga 10. keluarga dan masyarakat agar berperan aktif dalam menyelenggarakan setiap upaya Puskesmas b. Kesehatan Lingkungan 5. Ditunjang dengan puskesmas pembantu. Azas keterpaduan Setiap upaya diselenggarakan secara terpadu Keterpaduan lintas program • UKS : keterpaduan Kesehatan Gigi. Pengobatan. pertanian. sebagai bagian dari masyarakat di wilayah kerjanya. Azas rujukan  • • •  • • • Rujukan rujukan kasus bahan pemeriksaan ilmu pengetahuan medis/upaya kesehatan perorangan kesehatan dengan camat. dunia usaha. untuk kegiatan kegiatan pokok pokok Puskesmas Puskesmas keluarga diarahkan kepada keluarga sebagai satuan masyarakat kepentingan pokok ( kesehatan c. Usaha Kesehatan Kerja 12. Kesehatan Mata 15. Promkes. • pertanian. Dalam hal demikian. Dilakukan kegiatan dalam gedung dan luar gedung Rujukan upaya kesehatan masyarakat rujukan sarana dan logistik rujukan tenaga rujukan operasional Page 14 of 14 . pendidikan. Usaha Kesehatan Jiwa 14. dengan lurah/kades. atas. PKK Upaya Promosi Kesehatan : keterpaduan sektor agama 4. Laboratorium ( diupayakan tidak lagi sederhana ) 16. Usaha Kesehatan Gigi dan Mulut 13. ditujukan Setiap dengan Karenanya. Pembinaan Pengobatan Tradisional Pelaksanaan terkecil. Pencatatan dan Pelaporan Sistem Informasi Kesehatan 17. Usaha Kesehatan Sekolah 9. Potensi masyarakat perlu dihimpun 3. Puskesmas bertanggung jawab meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya. Puskesmas harusmemberdayakan perorangan. kegiatan Puskesmas Pembangunan PKMD di ). b. puskesmas keliling 2. Kesehatan Usia Lanjut 18. agama. Untuk mengatasi kejadian darurat seperti di atas bisa mengurangi atau menunda kegiatan lain. Usaha Peningkatan Gizi 4. Kesehatan Jiwa Keterpaduan lintassektoral • Upaya sektor Perbaikan kesehatan Gizi : keterpaduan camat. bersama baik petunjuk pelaksanaan Keadaan maupun darurat perbekalan akan diberikan oleh Pemerintah Pusat Pemerintah Daerah. Azas Penyelenggaraan Puskesmas Menurut Kepmenkes No 128 Tahun 2004 1. lurah/kades. koperasi. Remaja. pendidikan. mengenai kesehatan dapat terjadi. Kespro. Azas pemberdayaan masyarakat a. Perawatan Kesehatan Masyarakat 11. Keluarga Berencana 3. Bidan di desa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful