BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah KB adalah singkatan dari Keluarga Berencana.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997), maksud daripada ini adalah: "Gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran." Dengan kata lain KB adalah perencanaan jumlah keluarga. Pembatasan bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom, spiral, IUD dan sebagainya. Jumlah anak dalam sebuah keluarga yang dianggap ideal adalah dua. Gerakan ini mulai dicanangkan pada tahun akhir 1970'an. KB termasuk masalah yang kontroversional sehingga tidak ditemukan bahasannya oleh imam-imam madzhab. Secara umum, hingga kini di kalangan umat islam masih ada dua kubu antara yang membolehkan KB dan yang menolak KB. Ada beberapa alasan dari para ulama yang memperbolehkan KB, diantaranya dari segi kesehatan ibu dan ekonomi keluarga. Selain itu, program KB juga didukung oleh pemerintah. Sebagaimana diketahui, sejak 1970, program Keluarga Berencana (KB) Nasional telah meletakkan dasar-dasar mengenai pentingnya perencanaan dalam keluarga. Intinya, tentu saja untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang berkaitan dengan masalah dan beban keluarga jika kelak memiliki anak. KB secara prinsipil dapat diterima oleh Islam, bahkan KB dengan maksud menciptakan keluarga sejahtera yang berkualitas dan melahirkan keturunan yang tangguh sangat sejalan dengan tujuan syari`at Islam yaitu mewujudkan kemashlahatan bagi umatnya. Selain itu, KB juga memiliki sejumlah manfaat yang dapat mencegah timbulnya kemudlaratan. Bila dilihat dari fungsi dan manfaat KB yang dapat melahirkan kemaslahatan dan mencegah kemudlaratan maka tidak diragukan lagi kebolehan KB dalam Islam. Para ulama yang membolehkan KB sepakat bahwa Keluarga Berencana (KB) yang dibolehkan syari`at adalah suatu usaha pengaturan/penjarangan

Kamilah yang memberi rezeki kepaad mereka dan kepada kalian. Dengan demikian KB disini mempunyai arti sama dengan tanzim al nasl (pengaturan keturunan). maka orang tersebut tidak lagi memiliki anak . Betapapun secara teoritis sudah banyak fatwa ulama yang membolehkan KB dalam arti tanzim al-nasl. kita harus mempelajari pengetahuan tentang KB dari beberapa sudut pandang sehingga bisa memberi manfaat bagi masyarakat luas serta meyakinkan masyarakat tentang hukum KB. maka KB tidak dilarang.kelahiran atau usaha pencegahan kehamilan sementara atas kesepakatan suamiistri karena situasi dan kondisi tertentu untuk kepentingan (maslahat) keluarga. seperti aborsi untuk menyelamatkan jiwa ibu atau karena analisa medis melihat kelainan dalam kehamilan. Adapun aborsi yang dilakukan atas dasar indikasi medis. tetapi kita harus tetap memperhatikan jenis dan cara kerja alat/metode kontrasepsi yang akan digunakan untuk ber-KB. dibolehkan bahkan diharuskan. Hal ini didasarkan pada firman Allah Qs. beberapa ulama berpendapat bahwa KB itu haram. mereka tidak memperbolehkan KB. Sejauh pengertiannya adalah tanzim al nasl (pengaturan keturunan). kemudian mungkin saja seluruhnya mati dalam jangka waktu satu tahun (misalnya karena kecelakaan). Begitu pula dengan pemandulan. bukan tahdid al nasl (pembatasan keturunan) dalam arti pemandulan (taqim) dan aborsi (isqot al-haml). Al-Isra’: 31 yang berbunyi: “Dan janganlah kalian membunuh anak-anak kalian karena takut miskin. Maka dari itu. Di lain pihak. jika dilakukan dalam keadaan darurat karena alasan medis. baik oleh individu ulama maupun lembaga-lembaga ke Islam tingkat nasional dan internasional. Kebolehan KB dalam batas pengertian diatas sudah banyak difatwakan. Jika seseorang membatasi jumlah anak dengan jumlah tertentu (misalnya hanya 2 anak). sehingga dapat disimpulkan bahwa kebolehan KB dengan pengertian/batasan ini sudah hampir menjadi Ijma Ulama. seperti pemandulan pada wanita yang terancam jiwanya jika ia hamil atau melahirkan maka hukumnya mubah. Kesehatan dan Pembangunan tahun 1983. MUI (Majelis Ulama Indonesia) juga telah mengeluarkan fatwa serupa dalam Musyawarah Nasional Ulama tentang Kependudukan. Pemandulan dan aborsi yang dilarang oleh Islam disini adalah tindakan pemandulan atau aborsi yang tidak didasari medis yang syari`i.” Oleh karena itu.

karena umat yang banyak tidak membutuhkan umat yang lain. sehingga mereka beribadah kepada Allah. Misalnya ada orang tua yang hanya memiliki satu anak pria. dan Allah akan menjaga mereka dari tipu daya musuh-musuh mereka. Inilah dia udzur yang membolehkan mencegah keturunan. Allahumma.dan keturunan yang tersisa. dan hal tersebut merupakan salah satu sebab kehinaan kaum muslimin. dan ditakutkan penyakitnya akan menjalar sehingga akan menyebabkan kematian. berjihad di jalan-Nya. [b] Juga seperti wanita tertimpa penyakit di rahimnya. Karena jika kaum muslimin berjumlah banyak. Maka seseorang tidak boleh melakukan sebab/usaha yang memutuskan keturunan sama sekali. dan tidak mengapa jika si wanita melakukan usaha untuk mencegah keturunan. karena kalaupun anaknya itu mati dalam perang dia masih memiliki banyak anak yang lain. Manfaat lain dari memiliki banyak anak adalah memperkuat semangat jihad umat islam. Maka sebaiknya kaum muslimin memiliki anak sebanyak-banyaknya agar kalau sebagian anaknya mati dia tidak akan merana atau kesepian karena masih banyak anaknya yang masih hidup. karena hal tersebut bertentangan dengan maksud Nabi mensyari’atkan pernikahan kepada umatnya. Karena umat itu membutuhkan jumlah yang banyak. Kenyataanpun menguatkan pernyataan di atas. . mungkin dia tidak akan mengijinkan anaknya berjihad di medan perang karena takut anaknya yang cuma satu itu mati dalam perang (apalagi jika belum punya cucu sehingga keturunannya akan terputus). Jika para orang tua memiliki banyak anak maka mereka tidak akan segan-segan mengirimkan anaknya ke medan perang untuk berjuang di jalan Allah. melindungi kaum muslimin -dengan ijin Allah-. seperti : [a] Seorang Ibu jika hamil dikhawatirkan akan binasa atau meninggal dunia. maka akan menimbulkan kemuliaan dan kewibawaaan. Karena jumlah umat yang banyak merupakan salah satu nikmat Allah seperti kepada Bani Israil. maka dalam keadaan seperti inilah yang disebut darurat. kecuali dikarenakan darurat. Para ulama telah menegaskan bahwa memutuskan keturunan sama sekali adalah haram. serta memiliki kekuasaan dan kehebatan di depan musuh-musuhnya. maka tidak mengapa. sehingga rahimnya harus diangkat.

Tujuan Makalah ini bertujuan agar mahasiswa khusunya mahasiswa akademi kebidanan mengetahui arti dari KB . Selain itu. Metode Pengumpulan Data Data yang dikemukakan dalam makalah ini diperoleh melalui berbagai cara yaitu diperoleh dengan metode studi kepustakaan. Apa saja manfaat KB ? 3. serta apa saja manfaat dari KB dan yang paling penting mahasiswa harus tahu bagaimana pandangan agama islam dan beberapa agama lainya terhadap KB. Apa yang dimaksud dengan KB ? 2.Metode studi kepustakaan yaitu suatu metode dengan membaca telah pustaka. Bagaimana pandangan agama islam terhadap KB ? 7. tim penulis juga memperoleh data dari internet.[c] Sebab-sebab lain yang diijinkan oleh Allah B. D. Apa tujuan KB? 4. Bagaimana metode / Alat Kontrasepsi dan Hukum Penggunaannya ? 6. . Rumusan Masalah Makalah ini membahas tentang : 1. Bagaimana Hukum KB ? 5. Bagaimana pandangan berbagai agama lain terhadap KB C.

persalinan. KB adalah gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Dengan kata lain KB adalah perencanaan jumlah keluarga. Karena tubuhnya belum sepenuhnya tumbuh. Lagipula bayinya pun dihadang risiko kematian sebelum usianya mencapai 1 tahun. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997). Gerakan ini mulai dicanangkan pada tahun akhir 1970'an. atau sudah terlalu sering hamil dan melahirkan. KB dapat mencegah munculnya bahaya-bahaya akibat: 1. KB artinya mengatur jumlah anak sesuai kehendak dan menentukan sendiri kapan ingin hamil. . dan pengguguran kandungan (aborsi) yang tidak aman. Pengertian KB Keluarga Berencana (KB) adalah istilah yang mungkin sudah lama dikenal. Di masa kehamilan. kehamilan terlalu “telat” Perempuan yang usianya sudah terlalu tua untuk mengandung dan melahirkan terancam banyak bahaya.000 perempuan meninggal akibat berbagai masalah yang melingkupi kehamilan. belum cukup matang dan siap untuk dilewati oleh bayi. Manfaat KB Setiap tahun ada 500.BAB II PEMBAHASAN A. spiral. IUD dan sebagainya. Pembatasan bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom. Jumlah anak dalam sebuah keluarga yang dianggap ideal adalah dua. B. kehamilan terlalu dini Perempuan yang sudah hamil tatkala umurnya belum mencapai 17 tahun sangat terancam oleh kematian sewaktu persalinan. umpamanya. 2. KB bisa mencegah sebagian besar kematian itu. Khususnya bila ia punya problemaproblema kesehatan lain.

C. terlalu sering hamil dan melahirkan Perempuan yang sudah punya lebih dari 4 anak dihadang bahaya kematian akibat pendarahan hebat dan macam-macam kelainan lagi. Kalau ia belum pulih dari satu persalinan tapi sudah hamil lagi. bila ia terus saja hamil dan bersalin lagi. dan berbagai masalah. 1. apakah ia hanya pencegahan kehamilan sementara atau bersifat pemandulan permanen (ta’qim). menghadang. tubuhnya tak sempat memulihkan kebugaran. Tujuan KB Tujuan Keluarga Berencana Nasional di Indonesia adalah : 1. Menurunnya jumlah angka kelahiran bayi. 4. Sifatnya. Tujuan Khusus    Meningkatkan jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi. kehamilan-kehamilan terlalu berdesakan jaraknya Kehamilan dan persalinan menuntut banyak energi dan kekuatan tubuh perempuan. 2. Tujuan Umum Meningkatkan kesejahteraan ibu. 2. .3. bahkan juga bahaya kematian. Meningkatnya kesehatan Keluarga Berencana dengan cara penjarangan kelahiran D. Cara kerjanya. anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Normal Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk. apakah mencegah kehamilan (man’u al-haml) atau menggugurkan kehamilan (isqat al-haml). Metode / Alat Kontrasepsi dan Hukum Penggunaannya Ada lima 5 persoalan yang terkait dengan penggunaan alat kontrasepsi yaitu sebagai berikut.

Alat/metode kontrasepsi yang tersedia saat ini telah memenuhi kriteriakriteria tersebut diatas. sudah menjadi kesepakatan para ulama dalam forum-forum ke Islam. 4. penjelasan yang menyebutkan bahwa Rasulullah berbangga di Hari Kiamat dengan banyaknya pengikut beliau (HR. mawadah. Pandangan Agama Islam Mengenai KB Jika program Keluarga Berencana (KB) dimaksudkan untuk membatasi kelahiran. Selain itu bahan pembuatan yang digunakan harus berasal dari bahan yang halal. Bahkan. bersifat sementara (tidak permanen) dan dapat dipasang sendiri olrh yang bersangkutan atau oleh orang lain yang tidak haram memandang auratnya atau oleh orang lain yang pada dasarnya tidak boleh memandang auratnya tetapi dalam keadaan darurat ia dibolehkan. kebolehan (mubah) hukum ber-KB. (Hal ini berkaitan dengan masalah hukum melihat aurat orang lain). Bahan yang digunakan untuk membuat alat kontrasepsi tersebut. terdapat banyak hadits yang mendorong umat Islam untuk memperbanyak anak. Pemasangannya. Bagaimana dan siapa yang memasang alat kontrasepsi tersebut. . Selain itu. Misalnya: Tidak bolehnya membunuh anak apalagi karena takut miskin (QS. dan Ahmad). Alat kontrasepsi yang dibenarkan menurut Islam adalah yang cara kerjanya mencegah kehamilan (man’u al-haml). dengan ketentuanketentuan seperti dijelaskan diatas. Abu Dawud. perintah menikahi perempuan yang subur dan banyak anak. baik pada tingkat nasional maupun Internasional (ijma’almajami). yaitu menciptakan keluarga yang tangguh. Karena Islam tidak mengenal pembatasan kelahiran (tahdid an-nasl). oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa KB secara substansial tidak bertentangan dengan ajaran Islam bahkan merupakan salah satu bentuk implementasi semangat ajaran Islam dalam rangka mewujudkan sebuah kemashlahatan. Implikasi alat kontrasepsi terhadap kesehatan penggunanya. Nasa’i. maka hukumnya tidak boleh. sakinah dan penuh rahmah. dan sebagainya. E. al-Isra’: 31). 5. serta tidak menimbulkan implikasi yang membahayakan (mudlarat) bagi kesehatan.3.

al-Isra: 31). Azal adalah mengeluarkan sperma di luar rahim ketika terasa akan keluar. Bukhari dan Muslim). lalu menerima saja sesuatu yang haram dan melakukan hal-hal yang dilarang demi anak-anaknya. al-Baqarah: 195). Alasan lainnya adalah agar bayi memperoleh susuan dengan baik dan cukup. 1. Dr. Allah berfirman: “Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan tidak menghendaki kesulitan. Hal ini didasarkan pada para sahabat yang melakukan azal di masa Nabi. Ketiga. dan dikhawatirkan kehadiran anak selanjutnya dalam waktu cepat membuat hak susuannya tidak terpenuhi. Yusuf al-Qaradhawi. 285-288).Yang dikenal dalam Islam adalah pengaturan kelahiran (tanzhim an-nasl). Allah Swt. hlm. Sebab. kekhawatiran akan kehidupan dan kesehatan ibu jika ia hamil atau melahirkan. minimnya tawakal dan keyakinan bahwa Allah Maha Memberi rezeki. berfirman: “Dan janganlah kalian membunuh anakanak kalian karena takut miskin.” (QS. alBaqarah: 185). Membatasi anak dengan alasan takut miskin atau tidak mampu memberikan nafkah bukanlah alasan yang dibenarkan. kesehatannya buruk atau pendidikannya tidak teratasi (Lihat: Halal dan Haram dalam Islam. Era Intermedia.” (QS.” (QS. Firman Allah: “Dan janganlah kalian campakkan diri kalian dalam kebinasaan. (HR. itu mencerminkan kedangkalan akidah. Pandangan Al-Qur’an Tentang KB Dalam al-Qur’an banyak sekali ayat yang memberikan petunjuk yang perlu kita laksanakan dalam kaitannya dengan KB diantaranya ialah :  Surat An-Nisa’ ayat 9: “Dan hendaklah takut pada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah. Beberapa alasan yang membenarkan pengaturan kelahiran antara lain: pertama. berdasarkan pengalaman atau keterangan dari dokter yang terpercaya. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepada kalian. dan beliau tidak melarang hal tersebut. Kedua. khawatir akan kesulitan materi yang terkadang menyebabkan munculnya kesulitan dalam beragama. alasan kekhawatiran akan nasib anak-anaknya. Mereka .

Hal ini sesuai dengan firman Allah: )591 : ‫وال تلقىا بأيديكم إلى التهلكت (البقرة‬ “Janganlah kalian menjerumuskan diri dalam kerusakan”. al-Ahkaf: 15. Tetapi dalam al-Qur’an ada ayat-ayat yang berindikasi tentang diperbolehkannya mengikuti program KB.” Dari hadits ini menjelaskan bahwa suami istri mempertimbangkan tentang biaya rumah tangga selagi keduanya masih hidup. Pandangan Al-Hadist Tentangn KB Dalam Hadits Nabi diriwayatkan:  )‫إنك تدر ورثك أغنياء خير من أن تدرهم عالت لتكففىن الناس (متفق عليه‬ “sesungguhnya lebih baik bagimu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan berkecukupan dari pada meninggalkan mereka menjadi beban atau tanggungan orang banyak. al-Baqarah: 233. dan at-Thalaq: 7. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”. jangan sampai anak-anak mereka menjadi beban bagi orang lain. Dari ayat-ayat diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa petunjuk yang perlu dilaksanakan dalam KB antara lain. karena hukum ber-KB harus dikembalikan kepada kaidah hukum Islam. F. Selain ayat diatas masih banyak ayat yang berisi petunjuk tentang pelaksanaan KB diantaranya ialah surat al-Qashas: 77. yakni karena hal-hal berikut:  Menghawatirkan keselamatan jiwa atau kesehatan ibu. al-Anfal: 53.khawatir terhadap kesejahteraan mereka. 2. memperhitungkan biaya hidup brumah tangga. menjaga kesehatan istri. mempertimbangkan kepentingan anak. . Hukum Keluarga Berencana Sebenarnya dalam al-Qur’an dan Hadits tidak ada nas yang shoreh yang melarang atau memerintahkan KB secara eksplisit. Dengan demikian pengaturan kelahiran anak hendaknya dipikirkan bersama. Lukman: 14.

Agama Kristen Protestan tidak melarang umatnya berKB. Tetapi kita bisa menelaah ajaran-Nya yang relevan dengan makna Keluarga Berencana. KB. bagaimana ia memainkan peranannya dengan tepat terhadap tiap anggota yang lain. program KB dapat menunjang terciptanya kebahagiaan keluarga. G. akibat kesempitan penghidupan hal ini sesuai dengan hadits Nabi: ‫كادا الفقر أن تكىن كفرا‬ “Kefakiran atau kemiskinan itu mendekati kekufuran”. Tapi sedikit berbeda dengan agama Katolik yang memandang kesejahteraan keluarga diletakkan dan diwujudkan dalam pemahaman holistik sesuai dengan kehendak Allah. Menghawatirkan keselamatan agama. Agama Budha Masalah kependudukan dan Keluarga Berencana belum timbul ketika Buddha Gotama masih hidup. . di mana hak dan peran anggotanya dapat diwujudkan secara memadai. Namun terdapat sedikit perbedaan dalam pandangan agama Kristen. suami-istri harus tetap menghormati dan menaati moral Katolik dan umat Katolik dibolehkan berKB dengan metode alami yang memanfaatkan masa tidak subur 2. Untuk mengatur kelahiran anak. Agama Kristen Kristen mendukung program KB. Kita perlu membatasi hidup. Bagi agama Kristen. bahwa kebahagiaan suatu keluarga bergantung dari tiap anggota. Pandangan Berbagai Agama Terhadap KB 1. Kebahagiaan dalam keluarga adalah adanya hidup harmonis antara suami dan isteri. yang intinya mengatur kelahiran. secara filosofis bertujuan untuk melindungi hidup. Pandangan ini didasarkan antara lain. dan antara orang tua dengan anaknya.  Menghawatirkan kesehatan atau pendidikan anak-anak bila jarak kelahiran anak terlalu dekat sebagai mana hadits Nabi: ‫وال ضرر وال ضرار‬ “Jangan bahayakan dan jangan lupa membahayakan orang lain.

Jadinya. Dan umat Buddha hanya memilih cara KB yang cocok untuk mereka masing-masing. .Kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah berusaha menimbulkan dan memperkembangkan kesejahteraan untuk anak-anaknya. KB dibenarkan dalam agama Buddha. karena KB menimbulkan kesejahteraan keluarga. bila kita perhatikan KB menurut agama budha harus laksanakan.

Saran .BAB III PENUTUP B. Kesimpulan C.

DAFTAR PUSTAKA Atmalia.blogspot. Hukum KB dalam Islam. http://keluargaberencanadalamislam.com/keluarga-berencana-kb-dalam-pandangan-islam/ (17 November 2011) Yakub. Pandangan Hukum Islam tentang Keluarga Berencana. http://8tunas8.wordpress.wordpress. Ami.blogspot. (17 http://nursingreligionamiatmalia.wordpress. Tu’nas.com/2009/12/pandangan-hukumislam-tentang-keluarga.com/hukum-kb-dalam-islam/ November 2011) Fuaidah.com/2009/12/kb-hubungannya-dengan-pandanganagama.com/2009/08/29/kontrasepsi-dan-kb-keluargaberencana-dalam-pandangan-islam-membatasi-jumlah-anak-bertentangan-denganajaran-islam/ http://ikhwan554.html . Aminudin. Keluarga Berencana (KB) dalam Pandangan Islam.html (17 November 2011) http://ita081325537150.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful