P. 1
Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak Dalam Islam

Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak Dalam Islam

|Views: 1,356|Likes:
Published by Mike Dodik S

More info:

Published by: Mike Dodik S on Dec 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2013

pdf

text

original

Anak adalah nikmat Allah SWT yang tak ternilai dan pemberian yang tak terhingga.

Tidak ada yang lebih tahu besarnya karunia ini selain orang yang tidak atau belum memiliki anak. Nikmat yang agung ini merupakan amanah bagi kedua orang tuanya, yang kelak akan dimintai pertaggung jawabannya, apakah keduanya telah menjaganya atau justru menyia-nyiakannya. Rasulullah SAW bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang imam adalah pemimpin dan dia akan ditanya tentang kepemimpinannya, dan seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya dan dia akan ditanya akan kepemimpinannya” (Muttafaq „alaih).

Islam mempertimbangkan bahwa masalah hak anak sangatlah penting, dikarenakan anak merupakan dasar dari lingkungan yang sehat. Islam mendorong pria dan wanita untuk menikah dan memilih pasangan hidupnya yang terbaik menurut mereka karena memiliki pasangan yang tepat merupakan dasar bagi terbentuknya rumah tangga yang baik dan yang nantinya dapat menjadi tempat untuk mendidik anak.

1. Syariat Islam memerintahkan sudah menjadi kewajiban (orangtua dan masyarakat) untuk melindungi janin dari segala sesuatu yang dapat membahayakan sang ibu seperti bahaya dari racun dan obat-obatan. 2. Anak memiliki hak untuk selamat sejak dia dalam masa kehamilan; hak ini dalam arti ia tidak boleh dilanggar dengan aborsi atau melakukan sesuatu yang dapat mengakibatkan cacat secara fisik pada sang anak. 3. Setiap anak memiliki hak fisik dan moral. Hak fisik itu antara lain hak kepemilikan, warisan, disumbang, dan disokong. Hak moral antara lain : diberikan nama yang baik, mengetahui siapa orangtuanya, mengetahui asal leluhurnya dan mendapat bimbingan dalam bidang agama dan moral. 4. Seorang anak yatim, anak yang terbuang, terlantar, korban perang dan semacamnya memiliki hak yang sama seperti anak-anak yang lain; pemerintah dan masyarakat seharusnya bisa melihat dengan jelas hak-hak mereka. 5. Anak memiliki hak untuk disusui selama 2 tahun. 6. Seorang anak memiliki hak untuk berada dalam lingkungan yang bersih dan layak dan jika dalam suatu kasus dimana orang tua sang anak berpisah maka sang anak harus tetap dalam asuhan salah satu dari kedua orang tuanya. Jika hal ini tidak memungkinkan maka sang anak harus dalam pengasuhan keluarganya yang terdekat seperti yang tertera jelas dalam syariat Islam. 7. Kesejahteraan dan hidup sang anak harus dalam pengawasan keluarganya sampai dia mencapai usia yang cukup dan dianggap dapat bertanggung jawab. 8. Hak untuk mendapat pendidikan moral yang baik, menerima pendidikan dan pelatihan yang baik, mempelajari keahlian-keahlian yang dapat membawanya untuk nantinya mampu menunjang hidupnya serta mampu untuk mandiri adalah beberapa hak anak yang cukup penting. Anak-anak yang berbakat mesti diberikan perhatian yang khusus sehingga energinya dapat berkembang dengan baik. Semuanya ini harus dilakukan dalam tatanan syariat Islam. 9. Islam mengingatkan orang tua dan masyarakat agar tidak melalaikan anak, yang berdampak anak akan merasa kesepian dan kehilangan. Islam juga melarang eksploitasi anak dalam suatu pekerjaan yang dapat berakibat langsung pada fisik, mental psikologi mereka.

anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang bertakwa” Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya. [Al-Furqon : 74] Ya Rabbi. Islam menganggap menyalahgunakan hak berkeyakinan anak.” (HR. membahayakan hidup mereka. yang keras yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.At-Tahrim:6) . Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya nasrani.10. 02: 233). Bukhari). Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a” [Ali-Imran : 38] Ya Rabbi. harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan.” (QS. yahudi atau majusi. menyalahgunakan harta benda mereka dan mencuci otak mereka adalah merupakan kejahatan yang nyata. Sabda Rasul SAW: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. 4:5) “Hai orang-orang yang beriman.” (QS. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. “Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. (Qs. Kami akan memberikan rizqi kepadamu dan kepada mereka” ( QS. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Al-An’am. penjaganya malaikat-malaikat yang kasar. Al-Baqarah. 06: 151) “Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama 2 tahun penuh bagi yang ingin menyusui secara sempurna. mengeksploitasi secara sex. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.

“Didiklah mereka dan ajarlah mereka”. Oleh karena itu siapa saja yang mendidik anak sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Apabila engkau melihat mereka berbuat maksiat maka celalah dan hardiklah mereka.” Pendidikan yang baik merupakan pemberian terbaik orangtua kepada anak. pengajar dan pendidiknya sama-sama mendapat pahala. dirawat dan dipupuk dengan cara menjaga keselamatan diri dan seisi rumah tanga dari api neraka.” (HR.” (HR. “Setiap orang Islam berkewajiban untuk mengajar keluarganya baik kerabatnya maupun pembantunya tentang apa-apa yang diwajibkan oleh Allah dari apa-apa yang dilarang-Nya. Kemudian kami menceritakan bahwa kami tidak meninggalkan apa-apa. dan dosanya menimpa pengasuh dan orang tuanya. Ia menerima setiap yang dilukiskan. Dengan demikian jelaslah betapa pentingnya pendidikan menurut Islam. Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seseorang diantara kamu yang memiliki tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan kemudian mendidik mereka dengan sebaik-baiknya kecuali ia akan masuk surga. engkau larang mereka berbuat maksiat. bahwa semata mata beriman saja belumlah cukup.” Adl-Dlahak dan Muqatil berkata.At-Tirmidzy dari Abu Said Al-Hudri) Imam Al-Ghazali berkata. Jika ia dibiasakan belajar dengan baik ia akan tumbuh menjadi baik. Ibnu Abbas berkata. maka Allah akan menyelamatkanmu dari api neraka.” Qotadah berkata. beruntung di dunia dan diakhirat. memelihara diri dan keluarga termasuk anak dari neraka adalah dengan pendidikan dan pengajaran. sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam: “Tidak ada pemberian orangtua kepada anak yang lebih utama daripada pendidikan yang baik. “Kembalilah kalian kepada keluarga kalian. ia akan mendapat siksa. Al-Bukhari) Adapun pendidikan yang harus diberikan oleh orangtua sebagai wujud tanggung jawab terhadap keluarga adalah: . “Anak itu amanah Allah bagi kedua orangtuanya. Beliau mengerti bahwa kami sangat menyayangi keluarga kami sehingga beliau menanyakan apa yang kami tinggalkan untuk keluarga kami. ia akan celaka dan rusak. ajarlah mereka dan perintahkanlah mereka shalat…” (HR. bersih dari setiap lukisan dan gambar. kemudian memperhatikan perkembangan mereka agar berakhlak mulia dan menunjukkan kepada mereka hal-hal yang bermanfaat dan membahagiakan.At-Tirmidzy) Di samping itu pendidikan yang baik juga merupakan wujud kasih sayang orang tua kepada anak. ia akan mendapatkan pahala sedang siapa saja yang tidak memberikan pendidikan anak sebagaimana mestinya. Dan jika ia dibiasakan melakukan keburukan dan diabaikan sebagaimana mengabaikan hewan. Kedua orangtuanya semua gurunya. Iman harus dipelihara.Dengan ayat ini Allah Subhaanahu wa Ta‟ala mengingatkan orang-orang yang beriman.” Selanjutnya Ibnu Katsir mengatakan bahwa makna ayat ini dijelaskan dalam sabda Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam: “Perintahkanlah anak untuk shalat ketika telah mencapai umur tujuh tahun dan apabila mencapai umur Menurut Sayyid Sabiq. lalu dengan lemah-lembut dan penuh kasih sayang beliau berkata. “Kami pernah mendatangi nabi Shallallahu „alaihi wa sallam dan bermukim selama dua puluh malam. sebagai berikut: Ali Radhiallahu „anhu ketika menjelaskan kalimat “peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” berkata. “Hendaknya engkau perintahkan keluargamu untuk mentaati Allah. jauhilah perbuatan maksiat dan perintahkan keluargamu untuk selalu dzikir (ingat kepada Allah). sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits dari Abu Sulaiman. cenderung ke arah apa saja yang diarahkan kepadanya. Malik bin Al Haris berkata. “Taatlah kepada Allah. engkau layani mereka dengan ketentuan-ketentuan Allah dan engkau perintahkan serta engkau bantu mereka untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan Allah. Ketika menafsirkan ayat ini Al-„Allamah Ibnu Katsir menukilkan penjelasan para ahli tafsir baik dari generasi sahabat maupun tabi‟in. hatinya bersih bagaikan mutiara yang indah bersahaja.

orang-orang yang shalih dan mengajar anak membaca Al-Qur‟an. Al-Ghazali berkata. ilmu alam. guna membangun dunia ini sesuai dengan konsep yang ditetapkan Allah. Ayat ini sesuai dengan hasil penelitian para ahli kesehatan bahwa agar tubuh sehat dan kuat. Al-Baqarah : 31) 5. memanah. mendidik anak untuk mencintai Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam. hendaklah disediakan tanah lapangan tempat para pemuda berolah raga. “Diantara kewajiban bapak kepada anaknya ialah memperbagus budi pekertinya dan membaguskan namanya. hendaklah mereka dapat melompat ke punggung kuda sekali lompat”. dianjurkan untuk tidak makan dan minum secara berlebih-lebihan. Untuk mewujudkan ukhuwah Islamiyah ini . beliau membuat rencana (maket) pembangunan kota Kuffah. latihan perang seperti melempar tombak. Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam bersabda: “Ajarilah anak-anakmu berenang dan memanah. Allah Ta‟ala berfirman: “Makanlah dan minumlah kamu tetapi jangan berlebih-lebihan. 3. 4. Pendidikan Sosial Yang dimaksud dengan pendidikan sosial adalah pendidikan anak sejak dini agar bergaul di tengahtengah masyarakat dengan menerapkan prinsip-prinsip syari‟at Islam. teknologi dan sains modern sehingga anak mampu menyesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dalam rangka menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya. bermain pedang dan menunggang kuda.” 2. Di antara prinsip syari‟at Islam yang sangat erat berkaiatan dengan pendidikan sosial ini adalah prinsip ukhuwwah Islamiyah. Pendidikan Jasmani Islam memberi petunjuk kepada kita tentang pendidikan jasmani agar anak tumbuh dan berkembang secara sehat dan bersemangat. mengenalkan hukum halal-haram memerintahkan anak beribadah (shalat) sejak umur tujuh tahun. Apabila kedua orang tuamu memanggilmu maka penuhilah panggilan ibumu. keluarganya. Pendidikan Akhlaq Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. Islam telah menjadikan ukhuwwah Islamiyah sebagai kewajiban yang sangat fundamental dan mengibaratkan kasih sayang sesama muslim dengan sebatang tubuh. sebab tujuan tertinggi pendidikan Islam adalah mendidik jiwa dan akhlak. Sebaik-baik pengisi waktu bagi wanita beriman adalah memintal. Di antara ucapan beliau yang terkenal ialah “Ajarkanlah kepada anak-anak kamu berenang dan memanah.Baihaqi). Setelah maket itu diajukan kepada Khalifah Umar bin Al-Khattab beliau sangat menyetujui.” (HR Ad-Dailami) Diriwayatkan bahwa setelah seluruh negeri Irak dibebaskan oleh shahabat Saad bin Abi Waqqash.” (HR.AlA‟raf:31). (QS.1. Rasa ukhuwwah yang benar akan melahirkan perasaan luhur dan sikap positif untuk saling menolong dan tidak mementingkan diri sendiri. “Hendaklah anak kecil diajari Al-Qur‟an hadits dan sejarah orang-orang shalih kemudian hukum Islam. maka yang lain ikut merasakannya. sesungguhnya Allah tidak senang kepada orang yang berlebih-lebihan. apabila salah satu anggota badannya sakit. Allah mengajarkan nama-nama (asma) yang tidak diajarkan kepada para malaikat. Pendidikan agama ini meliputi pendidikan aqidah. Para ahli pendidikan Islam menyatakan bahwa pendidikan akhlak adalah jiwa pendidikan Islam.” (QS. Hanya beliau tambah bahwa disamping mendirikan masjid Jami‟. Pendidikan Akal Yang dimaksud dengan pendidikan akal adalah meningkatkan kemampuan intelektual anak. Hal inilah yang diisyaratkan oleh Allah dengan proses penciptaan nabi Adam AS dimana sebelum ia diturunkan ke bumi. Pendidikan Agama Pendidikan agama dan spiritual adalah pondasi utama bagi pendidikan keluarga.

Dalam riwayat lain beliau bersabda: “Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun pada sebagian malam lalu dibangunkannya keluarganya. Oleh karena itu setiap orang tua harus mengajarkan kehidupan berjama‟ah kepada anak-anaknya sejak dini. “Bangunlah dan berwitirlah hai Aisyah”.” (HR. Kala dia tidak mau bangun dipercikkannya air di mukanya. Kalau dia tidak mau bangun dipercikkanya di mukanya. Wallohu a’lam bis shawwab.com . Dan Allah merahmati seorang perempuan yang bangun pada sebagian malam lalu dibangunkannya suaminya.Ali Imran : 103). Hal inilah yang telah dipraktekkan oleh Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam di tengah-tengah keluarganya. Sumber :jamaahmuslimin. Diriwayatkan oleh Muslim bahwa apabila Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam akan mengajarkan shalat witir (tahajud yang diakhiri dengan witir) beliau membangunkan isterinya (Aisyah).An-Nasai) Dengan keteladanan inilah orang tua akan mempunyai pengaruh wibawa dan disegani di tengahtengah keluarganya sehingga terwujudlah keluarga sakinah yang dihiasi dengan dzurriyah thoyibah (keturunan yang baik dan berkualitas) yang menjadi dambaan semua manisia.Islam telah menggariskan syari‟at Al-Jama‟ah (QS. Seluruh aspek pendidikan ini akan berjalan maksimal apabila orangtua dapat dijadikan teladan bagi anakanaknya di samping harus berusaha secara maksimal agar setiap dia melakukan pekerjaan yang baik bagi keluarganya dapat melakukan seperti yang dia lakukan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->