P. 1
Rangkuman Instalasi Lan Eki

Rangkuman Instalasi Lan Eki

|Views: 207|Likes:
Published by Rasta Eki

More info:

Published by: Rasta Eki on Dec 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/28/2014

pdf

text

original

RANGKUMAN INSTALASI LAN

DI SUSUN OLEH : NAMA KELAS : RASTA EKI SAPUTRA : XI TKJ-B

NO. ABSEN : 23

Bab 1 Komunikasi Data Komunikasi data adalah transmisi atau proses pengiriman dan penerimaan data dari dua atau lebih device (sumber), melalui beberapa media yang dapat berupa kabel koaksial, fiber optic (serat optic) , microware dan sebagainya. Beberapa komunikasi dapat dibedakan berdasarkan informasi yag ditumpangkannya, yaitu sebagai berikut . 1. Komunikasi Audio, yaitu jenis komunikasi dengan informasi yang ditumpangkannya berupa suara, seperti pada radio radio broadcast 2. Komunikasi Video, yaitu jenis komunikasi dengan informasi yang ditumpangkannya berupa video, seperti pada big screen di tempat keramaian 3. Komunikasi Audio Video, yaitu jenis komunikasi dengan informasi yang dikirim terimakan merupakan pencampuran antara informasi suara dan gambar, contoh pengiriman informasi melalui televise 4. Komunikasi Data, yaitu jenis komunikasi dengan informasi yang dikirim-terimakan berupa data digital, contohnya aplikasi internet working pada jaringan computer. Komunikasi data terdiri atas 5 komponen yang saling melengkapi ketika proses melakukan informasi, yaitu : 1. Sumber (Source) Alat yang membangkitkan data atau informasi yang akan ditransmisikan. 2. Pengirim (Tramsmitter) Alat yang digunakan untuk memproses data atau informasi yang berasal dari source agar dapat disalurkan ke media transmisi Source
Transmitter Receer

Destination

Media

3. Sistem Transmisi Berupa jalur transmisi tunggal atau jalur kompleks yang menghubungkan system dengan tujuan. Jalur transmisi tunggal maksudnya antara pengirim dan penerima satu jenis media dalam satu segmen jaringan. Jalur transmisi kompleks yaitu pengirim dan

penerima dihubngkan satu system komunikasi yang terdiri atas banyak fungsi komunikasi di dalamnya. 4. Penerima (receiver) Alat untuk menerima sinyal dari sistem transmisi dan memproses menjadi informasi yang dapat ditangkap oleh tujuan. 5. Tujuan (Destination) Menangkap informasi yang dihasilkan penerima, informasi yang diterima perangkat tujuan selanjutnya diubah menjadi jenis informasi yang sama dengan informasi yang dikirimkan. Pengertian Jaringan Komputer Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer, software dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Metode Komunikasi Data 1. Simplex, yaitu metode komunikasi data yang dilakukan satu arah atau tidak ada respon dari client yang lainnya

1.

2. Half Duplex, yaitu metode komunikasi data yang dilakukan secara bergantian atau ada respon dari client lainnya namun dalam waktu yang tidak bersamaan (bergiliran)

3. Full Duplex, yaitu metode komunikasi data yang dilakukan secara bersamaan atau ad respn dari client lainnya dan tidak dalam waktu yang berbeda

Bab 2 Model Referensi Komunikasi Data

Model referensi komunikasi data adalah model referensi terdiri atas beberapa lapisan, yang dijadikan sebagai standar dalam implementasi komunikasi data, dari penggunaan peripheral, sampai proses dalam implementasi komunikasinya. Protokol merupakan sekumpulan peraturan yang memungkinkan pengefektifan sebuah komunikasi terjadi. Standards adalah ketentuan dari sebuah protokol. Dengan standards kita dapat menghubungkan NIC yang berbeda developer. Lima Organisasi yang membuat standards dalam jaringan yaitu :

1. American National Standards Institute (ANSI) 2. Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE) 3. International Organzation for Standarization (ISO) 4. Internet Engineering Task Force (IETF) 5. World Wide Web Consortum (WWWC)

Model referensi komunikasi data ada dua, yaitu :

1. Model Referensi OSI (Open System Interconnection) Model referensi OSI adalah sebuah model arsitektural jaringan yang terdiri dari tujuh lapis yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa. Lapisan-lapisan tersebut yaitu :  Application Layer

Aplication layer berfungsi sebagai interface antara user dan komputer. Application layer menentukan identitas dan ketersediaan dari partner komunikasi untuk sebuah aplikasi dengan data yang dikirim. Menangani bagaimana program aplikasi dapat berkomunikasi dengan jaringan. Aplikasi-aplikasi yang bekerja di application layer yaitu : 1. Telnet (Telecommunication Network) Telnet merupakan program yang menyediakan kemampuan bagi user untuk dapat mengakses resource sebuah mesin dari mesin lain secara remote, seolah-olah user berada dekat dengan mesin dimana resource tersimpan.

2. FTP (File Transfer Protocol) FTP merupakan sebuah program yang berfungsi mengirimkan file dari suatu komputer ke computer lain melalui jaringan. 3. DNS (Domain Name system) FQDN (Fully Qualified Domain Names) merupakan sebuah hierarki yang secara logika menempatkan sistem berbasis pada domain pengenal. 4. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) SMTP merupakan sebuah protokol (program yang dieksekusi oleh program lain) yang berfungsi untuk mengatur pengiriman e-mail 5. SNMP (Simple Network Manajemen Protocol) SNMP merupakan salah satu jenis protokol yang memberikan kemampuan untuk mengawasi dan mengatur peralatan-peralatan dalam jaringan komputer. 

Presentation Layer

Bertanggung jawab agar data dapat dibaca atau dimengerti, dapat juga menyatukan data sebelum ditransmisikan dan menguraikannya di akhir menggunakan enkripsi yang canggih Fungsinya : 1. Menyediakan sistem penyajian data ke aplication layer 2. Menyediakan sistem pembentuk kode 3. Menyediakan proses konversi antar format coding yang berbeda. 4. Menyediakan layanan translation. 5. Menyediakan sarana untuk melakukan compression, decompression, encriprion dan decryption. Beberapa contoh aplikasi yang bekerja di presentation layer yaitu : 1. PICT, TIFF, JPEG, merupakan format data untuk aplikasi berupa gambar (image). 2. MIDI, MPEG dan quicktime, merupakan format data untuk aplikasi sound & movie. 3. EBDIC dan ASCII, merupakan format data untuk informasi dalam bentuk teks. 

Session Layer

Berguna untuk memanage session komunikasi antara entitas presentation layer. 3 tipe transmisinya yaitu simplex, half-duplex dan full duplex Fungsinya : 1. Mengkoordinasi jalannya komunikasi antar sistem

2. Melakukan proses pembentukan, pengelolaan dan pemutusan session antar sistem aplikasi 3. Mengendalikan dialog antar device atau nodes.

Beberapa contoh protokol yang bekerja di session layer yaitu : 1. Remote Procedure Call (RPC), merupakan protokol yang menyediakan mekanisme client/server pada sistem operasi windows NT. 2. Structure Query Language (SQL), untuk menyediakan kemudahan bagi user dalam mendefinisikan kebutuhan-kebutuhan informasi yang terdapat di sistem lokal atau remote sitem. 3. Network File System (NFS), unyuk dapat mengakses remote resource. 4. X Windows, merupakan protokol yang menyediakan mekanisme client/server pada sistem operasi Unix 5. Apple Talk Session Protokol (ASP), merupakan protokol yang menyediakan mekanisme client/server pada mesin-mesin apple. 

Transport Layer

Menangani jalur informasi dari satu komputer ke lainnya. Menetapkan layanan transport data yang terpecaya tanpa error. Bertanggung jawab untuk : 1. Pengemasan data upper layer ke dalam bentuk segment. 2. Pengiriman segment antar komputer. 3. Penetapan hubungan secara logika antar komputer pengirim dan penerima dengan membentuk virtual circuit. 4. Secara opsional, menjamin proses pengiriman data yang dapat diandalkan. Beberapa protokol yang bekerja di layer ini yaitu : 1. ATP (Appletalk Transaction Protokol) dan NBP ( Name Binding Protocol), merupakan protokol-protokol di jaringan apple yang bertugas membentuk hubungan antar komputer. 2. NetBios/NetBEUI, menetapkan dan mengelola komunikasi antar computer sedangkan NetBEUI menyediakan layanan transport data untuk melakukan komunikasi. 3. SPX(sequenced Packet Exchange) dan NWLink protocol connection oriented pada jaringan Netware yang digunakan untuk menjamin pengiriman data. 4. TCP (Transmission Control Protocol), bagian dari protokol TCP/IP yang bertanggung jawab untuk mengirimkan data.

Network Layer

Menangani pencarian rute terbaik untuk data dari satu komputer ke lainnya. Logical addressing, memperbolehkan untuk mengakses device jaringan (MAC Address) menggunakan IP address yang telah diberikan. bertanggung jawab untuk: 1. Melakukan mekanisme routing melalui internetwork, router merupakan device yang berfungsi membawa trafik antar host yang terletak dalam network yang berbeda. 2. Mengelola sistem pengalamatan logika terhadap jaringan komputer. 3. Data berupa segment yang diterima dari trasport layer akan dikemas ke dalam bentuk packet. Beberapa contoh protokol yang bekerja di network layer yaitu : 1. DDP ( delivery datagram protocol), merupakan protokol transport yang biasa digunakan oleh jaringan komputer apple. 2. IP (internet Protocol), bagian dari Protokol TCP/IP yang menyediakan informasi routing dan sistem pengalamatan logika. 3. IPX (Internet packet Exchange) dan NWLink merupakan protokol yang disediakan oleh sistem operasi netware yang digunakan untuk routing paket. 4. NETBEUI dibangun oleh IBM dan Microsoft, menyedikan layanan transport untuk NetBIOS. 

Data Link Layer Data link layer memastikan menerima data dari layer atas dan merubah menjadi aliran

bit untuk ditransmisikan oleh physical layer. Data link layer menyediakan pendeteksian kesalahan dan pengkoreksian untuk memastikan data tetap sama sampai tujuan. Bila terjadi kesalahan, data link harus mengetahui bagaimana utuk mentransmisikan kembali. Device data link adalah MAC address, bridge dan switch. Cara kerja CSMA/CD : 1. Carrier sense Pertama melihat jaringan, bila tidak ada yang mengirimkan paket, maka komputer akan mengirimkan paket 2. Multiple access Untuk mencegah dua atau lebih mengirimkan paket dalam waktu yang bersamaan. 3. Collision detection

Berarti sesudah komputer mengirimkan data, memastikan bahwa data masih utuh. Packet yang diperolah dari network layer dibungkus (dienkapulasi oleh data link layer pada sebuah frame. Fungsinya : 1. Menjamin pesan yang dikirimkan ke media yang tepat dan menterjemahkan pesan dari network layer ke dalam bentuk bit di physical layer untuk dikirimkan ke komputer lain. 2. Data link layer akan membentuk packet ke dalam bentuk frame dan menambahkan sebuah header yang berisi alamat hardware (physical/hardware addressing). 

Physical Layer

Tanggung jawab dari layer ini adalah melakukan pengiriman dan penerimaan bit. Physical layer secara langsung menghubungkan media komunikasi yang berbeda-beda. Menangani fisik dari sebuah jaringan seperti kabel, tipe kabel, konektor kabel dan seberapa panjang kabel. Topologi star, mesh, bus dan ring diaplikasikan di physical layer. Physical layer menggunakan sinyal untuk mentransmisikan data ke kabel dari satu ke lainnya dalam jaringan. Physicl layer hanya mengerti sinyal biner. Device yang digunakan adalah NIC, repeater dan hub. Repeater berfungsi untuk menguatkan sinyal suatu kabel.

2. Model Referensi TCP/IP layer TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standarkomunikasi data yang digunakan oleh komunitas Internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol. TCP/IP terdiri atas sekumpulan protokol yang masing-masing bertanggung jawab atas bagian-bagian tertentu dalam komunikasi data dan didesain untuk melakukan fungsi-fungsi komunikasi data pada LAN maupun WAN. Dengan prinsip pembagian tersebut TCP/IP menjadi protokol komunikasi data yang fleksibel dan dapat diterapkan dengan mudah di setiap jenis computer dan antar muka jaringan, karena sebagian besar isi kumpulan protokol ini tidak spesifik terhadap satu computer atau peralatan jaringan tertentu. Agar TCP/IP dapat berjalan pada antar muka jaringan tertentu ,hanya diperlukan perubahan pada bagian yang berhubungan dengan antar muka jaringan saja. Sekumpulan protokol TCP/IP ini dimodelkan dalam empat lapisan/ layer yang bertingkat, yaitu :

1. Application Layer Application layer (Layer 4) model TCP/IP berkutat dengan urusan presentasi, encoding dan dialog control. TCP/IP mengkombinasikan session, presentation dan application dalam satu layer dan mengasumsikan data telah siap dienkapsulasi pada layer berikutnya. 2. Transport Layer Transport layer (layer 3 TCP/IP) berkutat dengan urusan quality of service dari reliability, flow control dan error corection. Salah satu dari protokolnya, transmission control protocol (TCP), menyediakan cara yang fleksibel dan sempurna untuk komunikasi jaringan yang reliable, well-flowing, low-error. TCP berdialog antara pengirim dan penerima ketika melakukan enkapsulasi data ke dalam segment. TCP adalah protokol connection-oriented, artinya segment bergerak bolak balik antara dua host untuk memberitahukan bahwa koneksi terjadi selama waktu tertentu (packet switching). 3. Internet Layer Internet layer (Layer 2 TCP/IP) berfungsi mengirim paket antara jaringan yang berbeda dan menentukan lintasan yang ditempuh. Protokol spesifik layer ini adalah Internet protocol (IP). Best path determination and packet switching occur at this layer. 4. Network Layer Network layer (Layer 1 TCP/IP) juga disebut layer host-to-network. Layer ini menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan paket data untuk membuat sambungan langsung (physical link) termasuk detil teknologi LAN dan WAN dan seluruh detil dalam Physical dan Data link layer (Layer 1 dan layer 2 OSI). 5. Physical layer Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio. Pengertian Jaringan Komputer Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer, software dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama.

Berbagi sumber daya anatara lain: 1. Data 2. Hardware (Printer, CD-Rom) 3. Perangkat komunikasi Sebuah jaringan dapat dihubungkan dengan berbagai media komunikasi antara lain : 1. Kabel 2. Radio 3. Satelit Keuntungan dari jaringan komputer : 1. Kecepatan Dengan jaringan computer pekerjaan akan lebih cepat, fasilitas sharing akan memudahkan transfer data antar komputer. 2. Cost Sumber daya hardware dapat diminimalisir karena dapat berbagi hardware antar komputer. 3. Security Jaringan computer memberikan layanan hak akses terhadap file atau sumber daya yang lain. Modul Sistem Jaringan Komputer 1. Centralized Software Management Salah satu keuntungan jaringan computer adalah pemusatan program aplikasi. Ini akan mengurangi waktu dan tenaga untuk instalasi program di masing – masing komputer. 2. Resource Sharing Jaringan computer dapat mengatasi terbatasnya hardware (printer, CDROM, dll) maupun data. 3. Fleksibel Access User dapatmengakses data yang terpusat dari computer manapun. 1. Berdasarkan distribusi sumber informasi/data  Jaringan terpusat Jaringan ini terdiri dari komputer klient dan server yang mana komputer klient yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi/data yang berasal dari satu komputer server

Jaringan terdistribusi

Merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga terdapat beberapa komputer server yang saling berhubungan dengan klient membentuk sistem jaringan tertentu. 2. Berdasarkan jangkauan geografis dibedakan menjadi:  Jaringan LAN merupakan jaringan yang menghubungkan 2 PC atau lebih dalam cakupan seperti laboratorium, serta dalam 1 warnet.

Jaringan MAN

Merupakan jaringan yang mencakup satu kota besar beserta daerah setempat. Contohnya jaringan telepon lokal, sistem telepon seluler, serta jaringan relay beberapa ISP internet.

Jaringan WAN

Merupakan jaringan dengan cakupan seluruh dunia. Contohnya jaringan PT Indosat, serta jaringan GSM Seluler seperti Satelindo, Telkomsel , dan masih banyak lagi. 3. Berdasarkan peranan dan hubungan tiap komputer dalam memproses data.  Jaringan Client-Server Pada jaringan ini terdapat 1 atau beberapa komputer server dan komputer client. Komputer yang akan menjadi komputer server maupun menjadi komputer client dan diubah-ubah melalui software jaringan pada protokolnya. Komputer client sebagai perantara untuk dapat mengakses data pada komputer server sedangkan komputer server menyediakan informasi yang diperlukan oleh komputer client.

Jaringan Peer-to-peer

Pada jaringan ini tidak ada komputer client maupun komputer server karena semua komputer dapat melakukan pengiriman maupun penerimaan informasi sehingga semua komputer berfungsi sebagai client sekaligus sebagai server. 4. Berdasarkan media transmisi data  Jaringan Berkabel (Wired Network) Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.

Jaringan Nirkabel(WI-FI)

Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer jaringan.

Bab 3

Topologi dasar jaringan komputer Arsitektur topologi merupakan bentuk koneksi fisik untuk menghubungkan setiap node pada sebuah jaringan. Pada sistem LAN terdapat tiga topologi utama yang paling sering digunakan: bus, star, dan ring. Topologi jaringan ini kemudian berkembang menjadi topologi tree dan mesh yang merupakan kombinasi dari star, mesh, dan bus. Dengan populernya teknologi nirkabel dewasa ini maka lahir pula satu topologi baru yaitu topologi wireless. Macam-macam topologi sebagai berikut :

1. Topologi Star Merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah. Kelebihan nya : 1. Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut. 2. Tingkat keamanan termasuk tinggi. 3. Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk. 4. Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah. Kekurangan nya : Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.

Berikut adalah contoh dari topologi star

2. Topologi Ring Topologi Ring adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan.

Kelebihan nya : 1. Hemat kabel 2. Tidak akan terjadi tabrakan pengiriman data (collision), karena pada satu waktu hanya satu node yang dapat mengirimkan data

Kekurangan nya : 1. Peka kesalahan, sehingga jika terdapat gangguan di suatu node mengakibatkan terganggunya seluruh jaringan. 2. Pengembangan jaringan lebih kaku

3. Sulit mendeteksi kerusakan 4. Dapat terjadi collision[dua paket data tercampur] 5. Diperlukan penanganan dan pengelolaan khusus Berikut adalah contoh dari topologi ring

3. Topologi Bus Pada topologi bus dua ujung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan men tap Ethernetnya sepanjang kabel. Kelebihan nya : 1. Pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain.

Kekurangan nya : 1. Bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.

Berikut adalah contoh dari topologi bus

5. Topologi Mesh suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links). Kelebihan nya : 1. Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing). 2. Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan memengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya. 3. Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya. 4. Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer. Kekurangan nya :

5. Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus penghitungan kebutuhan kabel dan Port). 6. Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini * Karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit. 7. Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam ruangan tempat komputer-komputer tersebut berada. Berikut adalah contoh topologi mesh

5. Topologi tree kombinasi karakteristik antara topologi star dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi star yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung atau backbone.

berikut adalah contoh topologi tree

Topologi Dual Ring

Topolgi ini berbentuk terdiri dua lapis jalur cincin untuk satu hubungan. Kabel yang digunakan adalah fiber optic. Setiap topologi memiliki cara bagaimana melakukan proses pertukaran data. Cara pertukaran data inilah yang disebut dengan logical topologi.Logical topologi untuk LAN yang paling umum adalah ethernet, token ring, dan FDDI. Ethernet

Teknologi ethernet adalah teknologi yang paling umum untuk teknologi jaringan LAN.Ethernet dirancang untuk jaringan yang tidak membutuhkan kecepatan tinggi, berjarak dekat, jaringan komputer dalam ruangan. Cara kerjanya adalah broadcast (menyebarkan data keseluruh komputer). Saat sebuah host mengirimkan data kesebuah komputer maka seluruh komputer yang ada dalam jaringan tersebut akan menerima data tersebut. Tetapi hanya komputer yang dituju saja yang memproses data tersebut. Dengan keadaan seperti ini akan memungkinkan terjadinya tabrakan data saat dua buah host atau lebih mengirimkan data secara bersamaan. Hal ini dapat diatasi dengan sebuah mekanisme deteksi tabrakan dan pemulihan yang disebut dengan CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection). Topologi fisik yang didukung ethernet adalah semua topologi yang dibahas sebelumnya kecuali ring dan dual ring. Token

Pada saat ini teknologi token ring sudah kurang populer sebab teknologi ini kurang fleksibel dibandingkan dengan teknologi ethernet. Token ring juga dirancang untuk jaringan yang berjarak dekat, jaringan dalam ruangan, dan jaringan yang memerlukan kecepatan tinggi seperti ethernet.Cara kerjanya adalah dengan memutarkan sebuah token pada jaringan secara periodik. Jika sebuah komputer menerima token maka ia akan ditanya oleh token tersebut “ Apakah anda ingin mengirim data atau tidak ?” jika ya, maka token tersebut akan membawa data tersebut. Setelah itu token yang membawa data tersebut berputer pada jaringan sampai dia menemukan tujuan data tersebut.Topologi fisik yang didukung token ring adalah topologi ring. FDDI Teknologi ini adalah teknologi yang paling mahal dan canggih dibandingkan dua teknologi sebelumnya. FDDI dirancang untuk jaringan yang berkecepatan sangat tinggi.Biasanya FDDI ditaruh pada jaringan backbone untuk menangani arus data yang sibuk. Cara kerjanya hampir sama dengan token ring tetapi kelebihannya FDDI memiliki jalur cadangan seandainya jalur utama putus. Topologi fisik yang didukung FDDI adalah topologi dual ring.

Pengertian Aturan 5-4-3
Pertimbangan dalam membentuk jaringan bertopologi pohon dengan protokol Ethernet mengikuti aturan 5-4-3. Salah satu aspek dari Ethernet protocol mensyaratkan bahwa sinyal yang dikirim menjangkau setiap bagian jaringan dalam waktu - waktu tertentu. Setiap ada sinyal yang melewati concentrator atau repeater membutuhkan alokasi waktu yang lebih lama. Sehingga aturan ini menyatakan bahwa di antara dua simpul jaringan hanya boleh ada maksimum 5 segmen jaringan yang terhubung dengan 4 repeater/concentrator. Kemudian, hanya boleh 3 dari segmen itu boleh disi dengan segmen jaringan yang baru jika dihubungan dengan kabel coaxial. Namun aturan ini tidak berlaku pada protokol lain.

Bab 4

Perangkat Jaringan Jaringan Komputer tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen hardware dan software, yaitu : 1. Komponen Hardware Personal Computer (PC), Network Interface Card (NIC), Kabel dan topologi jaringan. 2. Komponen Software Sistem Operasi Jaringan, Network Adapter Driver, Protokol Jaringan. 1. NIC (Network Interface Card) Agar sebuah jaringan computer dapat terhubung ke suatu jaringan, maka computer tersebut harus dilengkapi dengan perangkat yang berupa kartu jaringan atau NIC (Network Interface Card). NIC ini berupa sebuah kartu ekspansi yang dipasang pada salah satu slot ekspansi pada mainboard computer. Jenis NIC yang dipasang pada computer tersebut harus sesuai dengan jaringan yang akan dibangun. Pada NIC ini terdapat konektor yang berfungsi untuk memasang kabel komunikasi dalam jaringan. Konektor yang tersedia sesuai dengan jenis atau tipe kabel yang digunakan.

LAN card memerlukan software driver agar berfungsi dengan baik. Driver ini meenghubungkan antara card dan operating system. Software driver menyediakan fungsifungsi sebagai berikut: a. Inisialisasi routing b. Interrupt service routin c. Procedure transmit dan receive data d. Procedure untuk status, konfigurasi dan control

2. Hub

Merupakan network device yang berfungsi untuk menghubungkan semua client, printer, workstation, server atau perangkat network lainnya (Access Point) dengan menggunakan kabel-kabel jaringan(Coax, UTP ataupun Fiber Optik). Sama seperti switch, tetapi perbedaannya adalah hub tidak memiliki faslitas routing. Sehingga semua informasi yang datang akan dikirimkan ke semua komputer (broadcast). Hub adalah istilah umum yang digunakan untuk menerangkan sebuah central connection point untuk komputer pada network. Fungsi dasar yang dilakukan oleh hub adalah menerima sinyal dari satu komputer dan mentransmisikannya ke komputer yang lain. Sebuah hub bisa active atau passive. Active hub bertindak sebagai repeater; ia meregenerasi dan mengirimkan sinyal yang diperkuat. Passive hub hanya bertindak sebagai kotak sambungan; ia membagi/memisahkan sinyal yang masuk untuk ditransmisikan ke seluruh network. Hub adalah central untuk topologi star dan mengijinkan komputer untuk ditambahkan atau dipindahkan pada network dengan relatif mudah. Fungsi tambahan selain sebagai central connection point, hub menyediakan kemampuan berikut:
memfasilitasikan penambahan, penghilangan atau pemindahan workstation menambah jarak network (fungsi sebagai repeater) menyediakan fleksibilitas dengan mensupport interface yang berbeda (Ethernet, Token Ring, FDDI). 4. menawarkan feature yang fault tolerance (isolasi kerusakan) 5. memberikan manajemen service yang tersentralisasi (koleksi informasi, diagnostic)
1. 2. 3.

Kekurangannya, hub cukup mahal, membutuhkan kabel tersendiri untuk berjalan, dan akan mematikan seluruh network jika ia tidak berfungsi. Cara kerja Hub Pada dasarnya adalah sebuah pemisah sinyal (signal splitter). Ia mengambil bit-bit yang datang dari satu port dan mengirimkan copynya ke tiap-tiap port yang lain. Setiap host yang tersambung ke hub akan melihat paket ini tapi hanya host yang ditujukan saja yang akan memprosesnya. Ini dapat menyebabkan masalah network traffic karena paket yang ditujukan ke satu host sebenarnya dikirimkan ke semua host (meskipun ia hanya diproses oleh salah satu yang ditujukannya saja)

3. Switch Biasanya switch banyak digunakan untuk jaringan LAN token star. Dan switch ini digunakan sebagai repeater/penguat. Berfungsi untuk menghubungkan kabel-kabel UTP (Kategori 5/5e) komputer yang satu dengan komputer yang lain. Dalam switch biasanya terdapat routing, routing sendiri berfungsi untuk batu loncat untuk melakukan koneksi dengan komputer lain dalam LAN. Switch adalah hub pintar yang mempunyai kemampuan untuk menentukan tujuan MAC address dari packet. Daripada melewatkan packet ke semua port, switch meneruskannya ke port dimana ia dialamatkan. Jadi, switch dapat secara drastic mengurangi traffic network. Switch memelihara daftar MAC address yang dihubungkan ke port-portnya yang ia gunakan untuk menentukan kemana harus mengirimkan paketnya. Karena ia beroperasi pada MAC address bukan pada IP address, switch secara umum lebih cepat daripada sebuah router.

Dalam mengolah data switch dapat digolongkan dalam tiga jenis : 1. Store and Forward – switch akan meneruskan frame setelah data di terima secara lengkap 2. Cut-Through Switch Meneruskan Frame tanpa menunggu penerimaan frame secara lengkap 3. Fragment Free ( Hybrid ) merupakan kompromi dari kedua jenis switch diatas 4. Bridge Bridge adalah perangkat yang berfungsi menghubungkan beberapa jaringan terpisah. Bridges diibaratkan seperti seperti polisi lalu lintas yang mengatur di persimpangan jalan pada saat jam-jam sibuk. Dia mengatur agar informasi di antara kedua sisi network tetap jalan dengan baik dan teratur.Bridge bisa menghubungkan tipe jaringan berbeda (seperti Ethernet dan Fast Ethernet) atau tipe jaringan yang sama. Bridge memetakan alamat Ethernet dari setiap node yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan memperbolehkan hanya lalu lintas data yang diperlukan melintasi bridge. Ketika menerima sebuah paket, bridge menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmennya sama, paket akan ditolak; jika segmennya berbeda, paket diteruskan ke segmen tujuannya. Bridge juga bisa mencegah pesan rusak untuk tak menyebar keluar dari satu segmen.

5. Repeater Alat yang digunakan untuk menerima sinyal dari satu segmen kabel LAN dan memancarkannya kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen (satu atau lebih) kabel LAN yang lain. Dengan adanya repeater ini jarak antarjaringan komputer dapat dibuat lebih jauh.

Di dalam jaringan komputer, repeater berfungsi untuk memperpanjang rentang jaringan dengan cara memperkuat isyarat elektronis. Dengan menggunakan repeater, LAN yang memakai ethernet dapat diperpanjang rentang jaringannya sampai 20 km dengan memasang repeater pada setiap 2,5 km.

6. Router Sebuah Router mengartikan informaari dari satu jaringan ke jaringan yang lain, dia hampir sama dengan Bridge namun agak pintar sedikit, router akan mencari jalur yang terbaik untuk mengirimkan sebuah pesan yang berdasakan atas alamat tujuan dan alamat asal. Sementara Bridges dapat mengetahui alamat masing-masing komputer di masingmasing sisi jaringan, router mengetahui alamat komputer, bridges dan router lainnya. router dapat mengetahui keseluruhan jaringan melihat sisi mana yang paling sibuk dan dia bisa menarik data dari sisi yang sibuk tersebut sampai sisi tersebut bersih. Jika sebuah perusahaan mempunyai LAN dan menginginkan terkoneksi ke Internet, mereka harus membeli router. Ini berarti sebuah router dapat menterjemahkan informasi diantara LAN anda dan Internet. ini juga berarti mencarikan alternatif jalur yang terbaik untuk mengirimkan data melewati internet. Ini berarti Router itu :

   

Mengatur jalur sinyal secara effisien Mengatur Pesan diantara dua buah protocol Mengatur Pesan diantara topologi jaringan linear Bus dan star Mengatur Pesan diantara melewati Kabel Fiber optic, kabel koaksial atau kabel twisted pair

Bab 5

Media Transmisi Media transmisi adalah media yang dapat mengirimkan data dari suatu tempat ke tempat lain, yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diunah kemabli menjadi data. Media transmisi dibagi menjadi 2 jenis, yaitu : 1. Bounded Media Adalah link fisik melalui sinyal yang terbatas pada jalan yang sempit. Ini juga disebut media panduan. Media dibatasi terdiri konduktor oa eksternal (Biasanya Tembaga) dibatasi oleh bahan jaket. Media dibatasi yang besar untuk LABS karena mereka menawarkan kecepatan tinggi, keamanan yang baik dan cor rendah. Namun, beberapa waktu mereka tidak dapat digunakan komunikasi jarak jatuh tempo. Kabel Koaksial : Kabel koaksial ini sangat umum & Media pergantian banyak digunakan.Misalnya kawat TV biasanya koaksial. Kabel Coaxial mendapatkan namanya karena mengandung dua konduktor yang sejajar satu sama lain. Pusat konduktor dalam kabel biasanya tembaga. Tembaga dapat berupa kawat padat atau terdampar bela diri. Di luar pusat Konduktor adalah bahan non-konduktif. Hal ini biasanya putih, bahan plastik yang digunakan untuk memisahkan bentuk Konduktor Konduktor batin luar.Para Konduktor lainnya adalah mesh halus yang terbuat dari Tembaga. Hal ini digunakan untuk membantu melindungi kabel EMI bentuk. Luar mesh tembaga tutup pelindung akhir. (Seperti yang ditunjukkan pada Gambar) Data yang sebenarnya bergerak melalui pusat konduktor dalam kabel. EMI interferensi tertangkap oleh jala tembaga luar. Ada berbagai jenis kabel koaksial bervariasi oleh pengukur & impedansi. Gauge adalah ukuran ketebalan kabel. Hal ini diukur dengan pengukuran kelas Radio, atau nomor RG. Tinggi nomor RG, yang lebih tipis inti konduktor pusat, semakin rendah nomor tebal inti.

Berikut standar koaksial yang paling umum. 1. 50-Ohm RG-7 atau RG-11: digunakan dengan Ethernet tebal. 2. 50-Ohm RG-58: digunakan dengan thin Ethernet 3. 75-Ohm RG-59: digunakan dengan televisi kabel 4. 93-Ohm RG-62: digunakan dengan ARCNet.

Karakteristik kabel koaksial 1. Biaya rendah 2. Mudah untuk menginstal 3. Sampai 10Mbps kapasitas 4. Sedang bentuk kekebalan EMI 5. Sedang pelemahan

Keunggulan Kabel Koaksial 1. Murah 2. Mudah untuk kawat 3. Mudah untuk memperluas 4. Sedang tingkat kekebalan EMI Berikut adalah contoh gambar coaxial

Twisted Pair

Jenis kabel ini paling banyak digunakan dalam jaringan komputer saat ini. Sesuai dengan namanya, kabel ini berisi empat pasang (pair) kabel yang tiap pasangnya dipilin (twisted). Kabel ini tidak dilengkapi dengan pelindung (Unshield). Keempat pasang kabel (delapan kabel) yang menjadi isi kabel berupa kabel tembaga tunggal yang terisolator. Setiap jenis kabel mempunyai kemampuan dan spesifikasinya yang berbeda, oleh karena itu dibuatlah pengenalan tipe kabel. Tabel 2.1 merupakan kategori dua jenis kabel yang dikenal secara umum, yaitu UTP (Unshielded Twisted Pair) dan STP (Shielded Twisted Pair). Pemberian kategori 1/2/3/4/5/6 merupakan kategori spesifikasi untuk masing-masing kabel tembaga dan juga untuk jack. Masing-masing merupakan seri revisi atas kualitas kabel, kualitas pembungkusan kabel (isolator) dan juga untuk kualitas “belitan” (twist) masingmasing pasang kabel. Selain itu juga untuk menentukan besaran frekuensi yang bisa lewat pada sarana kabel tersebut, dan juga kualitas isolator sehingga bisa mengurangi efek induksi antar kabel (noise) bisa ditekan sedemikian rupa. Perlu diperhatikan juga, spesifikasi antara CAT5 dan CAT5 enchanced mempunyai standar industri yang sama, namun pada CAT5e sudah dilengkapi dengan insolator untuk mengurangi efek induksi atau electromagnetic interference. Kabel CAT5e bisa digunakan untuk menghubungkan network hingga kecepatan 1Gbps.

Kabel UTP dan Conector RJ-45 Connector yang bisa digunakan untuk UTP Cable CAT5 adalah RG-45. untuk penggunaan koneksi computer, dikenal 2 buah tipe penyambungan kabel UTP ini, yaitu straight cable dan crossover cable. fungsi masing – masing jenis koneksi ini berbeda, straight cable digunakan untuk menghubungkan client ke hub/router, sedangkan crossover cable digunakan untuk menghubungkan client ke client atau dalam kasus tertentu digunakan untuk menghubungkan hub ke hub.

1. Straight Cable Menghubungkan ujung satu dengan ujung lain dengan satu warna, dalam arti ujung nomor satu merupakan ujung nomor dua di ujung lain. Sebenarnya urutan warna dari masing-masing kabel tidak menjadi masalah, namun ada standard secara internasional yang digunakan untuk Straight Cable ini. Koneksi minimum berdasarkan standar EIA/TIA-568B RJ-45 Wiring

Scheme. Urutan kabel berdasarkan Standarisasi Standart 568 A Putih hijau Hijau Putih orange Biru Putih biru Orange Putih coklat coklat

2. Crossover Cable Kabel UTP bisa dipasang langsung untuk menghubungkan perangkat yang berbeda atau hanya dua PC. Urutan kabel berdasarkan Standarisasi

Standart 568 B Putih orange orange Putih hijau Biru Putih biru hijau Putih coklat coklat

Serat Optik Kabel serat optik menggunakan sinyal listrik untuk mengirimkan data.Menggunakan cahaya. Dalam cahaya kabel serat optik hanya bergerak dalam satu arah untuk komunikasi dua arah untuk mengambil tempat koneksi kedua harus dibuat antara dua perangkat. Ini sebenarnya adalah dua berdiri kabel. Setiap berdiri bertanggung jawab untuk satu arah komunikasi. Sebuah laser pada satu perangkat mengirimkan pulsa cahaya melalui kabel ini ke perangkat lain.Pulsa ini diterjemahkan menjadi " yang 1 "dan" 0 itu "di ujung lain. Di tengah-tengah kabel serat adalah berdiri kaca atau inti. Cahaya dari laser bergerak melalui kaca ini ke perangkat lain di sekitar inti internal adalah bahan reflektif dikenal sebagai kelongsong . Tidak ada cahaya lolos inti kaca karena ini reflektif cladding. Kabel serat optik memiliki bandwidth lebih dari 2 Gbps (Gigabyte per Kedua) Berikut adalah contoh kabel fiber optic

2. Unbounded Media Bentuk transmisi dalam media ini disebut sebagai wireless transmission. Dalam komunikasi data media yang digunakannya tidak terlihat secara fisik.menggunakan teknologi gelombang elektromagnetik. Yang tergolong dalam media transmisi jenis Unbounded media sebagai berikut :

Microwave (Gelombang Micro) Gelombang mikro adalah gelombang elektromagnetik yang mempunyai panjang gelombang 1 meter – 1 mm atau frekuensi 300 Mhz – 300 Ghz. Seperti telah diketahui bahwa hubungan antara frekuensi dan panjang gelombang adalah: Panjang gelombang = Kecepatan merambat gelombang/ frekuensi. Pemanfaatan gelombang elektromagnetik sangat luas dalam kehidupan sehari hari. Pemanfaatan gelombang elektromagnetik tersebut terutama untuk keperluan telekomunikasi. Karakteristik Microwave

Jenis-jenis microwave Gelombang mikro (Micro Wave) dibagi menjadi 2 bagian, yaitu : 1. Terrestial Microwave 2. Satellite Microwave

Terrestial Microwave Terrestial microwave adalah gelombang mikro yang menggunakan parabola dan antena untuk berkomunikasi ( mengirimkan dan menerima sinyal dalam range dibawah Gigahertz). Contoh dari Komunikasi Terrestial Microwave

Satellite Microwave 1. Adalah jenis dari microwave yang menggunakan satellite untuk mengirimkan sinyal 2. transmitter atau parabola. Satellite microwave mengirimkan sinyal secara menyeluruh ke setiap transmitter. Aplikasi gelombang Mikro Pemanasan Microwave oven menggunakan gelombang mikro dalam band frekuensi ISM sekitar 2.45 GHz. Food processing hanyalah salah satu contoh saja yang sederhana. Gelombang mikro juga dimanfaatkan untuk pemanasan material dalam bidang industri. Pemanasan dengan gelombang mikro mempunyai kelebihan yaitu pemanasan lebih merata karena bukan mentransfer panas dari luar tetapi membangkitkan panas dari dalam bahan tersebut. Pemanasannya juga dapat bersifat selektif artinya tergantung dari dielektrik properties bahan. Hal ini akan menghemat energi untuk pemanasan. Misalkan dipakai untuk pemanasan bahan untuk body mobil maka chamber untuk pemanasan tidak akan panas tapi body mobil akan panas sesuai dengan yang kita inginkan. SIstem autoclave yang konvensional sangat boros

energi karena chambernya ikut panas sehingga perlu proses pendinginan yang memakan energi juga. Dengan sifat selecting heating tersebut teknik pemanasan gelombang mikro juga dipakai untuk terapy kanker yang sering disebut dengan hyperthermia. Penngaturan daya dan perangcangan antena merupakan hal yang utama dari terapi ini. Fokus pemanasan pada volume sel kanker dapat dioptimasi ari perancangan antenna dan pengaturan daya serta jarak antena dengan sel kanker tersebut. Telekomunikasi Bagi yang senang memanfaatkan fasilitas hotspot tentunya tidak asing dengan WiFi yang menggunakan band frekuensi ISM. Begitu juga yang gemar menggunakan bluetooth untuk transfer file antara handphone atau handphone dnegan komputer. Operator telekomunikasi juga memanfaatkan gelombang mikro untuk komunikasi antara BTS ataupun antara BTS dengan pelanggannya. di Eropa khususnya di Jerman sudah jarang terlihat penggunaan gelombang mikro untuk komunikasi dengan metode WDM antara BTS dengan BSC. Jaringan backbone komunikasi sudah memakai jarinagn fiber optis. Untuk komunikasi ke end user pada sistem selular tetap menggunakan gelombang mikro. Untuk di indonesia pada tower2 operator telekomunikasi sangat sering kita jumpai antena directional untuk komunikasi antara BTS . Untuk komunikasi ke end user operator GSM di indonesia memakai frekuensi di sekitar 800 MHz, 900MHz dan 1800MHz. radar dan navigasi Radar juga memakai gelombang mikro untuk mendeteksi suatu object. Sesuai dengan namanya radio detection and ranging, radar memanfaatkan pantulan gelombang dari object tersebut untuk pendeteksian. meskipun sinyal sangat lemah tetapi dapat dikuatkan kembali sehingga object bisa terdeteksi. Radar biasa dipergunakan untuk mendeteksi benda bergerak. Pantulan tersebut berasal dari polarisasi horizontal, vertical maupun circular. Waktu antar transmit dan receive itu yang dipergunakan untuk mengitung jarak objek tersebut. pada sistem radar, pengolahan sinyal memainkan peranan yang penting untuk mengurangi interferens. Radar memancarkan dan menerima sinyal pantulan secara bergantian dengan sistem switch.Begitu juga dengan sistem GPS. GPS mempunyai prinsip yang mirip dengan radar. setiap satelit secara periodis mengirimkan pesan yang isinya adalah waktu pengiriman pesan dan informasi orbit satelit. receiver GPS akan menghitung jarak receiver dengan setiap satelit yang mengirimkan pesan2 tersebut. Dengan membandingkan jarak antara beberapa satelit ini dapat ditentukan letak gps receiver tersebut.

Keuntungan dari gelombang mikro : 1. Very High Bandwith Jadi, bandwidth yang dapat diterima oleh wireless yang menggunakan gelombang mikro adalah 100 Mbps dan itu adalah yang paling besar dibanding gelombang lainnya. 2. Transmition travel over long distance Jadi, dengan teknologi yang luar biasa dari gelombang mikro, gelombang mikro dapat ditransmisikan pada jarak bermil-mil jauhnya 3. Signal can be point to point be broadcast jadi, gelombang mkro ini memiliki dua cara pentransimisian sinyal, yaitu : point-to-point dan broadcast kerugian dari gelombang mikro : 1. Equipment is Expensive Kenapa sangat mahal? Karena transmitter dan receiver combo hardwarenya dapat mencapai 5000 US$ di Amerika Serikat. Dan minimal yang harus digunakan adalah 2 device. 2. Line of Sight required Jadi, dalam pentransmisian gelombang mikro tidak dapat dipantulkan, atau akan di transmisikan lurus. Dan tidak boleh ada sesuatu yang menghalanginya. 3. Propagation delay Delay pada pentransmisian data pada Satelite

Radio (gelombang radio) Radio frekuensi adalah sistem transmisi jaringan yang menggunakan gelombang radio untuk mentransmisikan data .

Gelombang radio memiliki frekuensi dari 10 KHz – 1 GHz . Radio frekuensi menggunakan gelombang dengan frekuensi antara 10 KHz – 1GHz Untuk dapat mentransmisikan data . Range dari spektrum elektromagnetik antara 10 KHz – 1 GHz disebut radio frekuensi (RF) Multicast Communication Dimana sistem penyampaian pesan dikirim atau disampaikan melalui satu sumber kemudian disebarkan ke semua penerima . Keuntungannya : 1. Tidak memerlukan kabel 2. Murah Biaya 3. Fleksibel Kerugiannya: 1. Dapat dengan mudah terjadinya pencurian data 2. Seringkali terjadi noise 3. Jangkauan (range) terbatas

Infrared Transmisi Infrared adalah sinyal transmisi yang menggunakan radiasi infrared sebagai metode transmisinya. Radiasi Infrared adalah bagian dari spektrum electromagnetic. Infrared memiliki panjang gelombang yang pendek. Tapi Infrared adalah metode yang paling populer yang digunakan dalam jaringan wireless. Cara kerja infrared 1. Cara kerja Infrared sangat sederhana, semua koneksi infrared cara kerjanya serupa dengan transmisi dalam jaringan LAN tetapi tidak menggunakan kabel. 2. Gelombang tunggal dari Infrared diproduksi oleh laser dioda. Sedangkan alat yang menerimanya (receiver) menggunakan photo dioda. 3. Jadi, sebuah alat Infrared yang terdiri dari transmitter dan receiver disebut sebagai Infrared transceiver. Macam-macam tipe infrared 1. point to point Salah satu type dari transmisi Infrared adalah point to point disebut juga line of straight transmission . Aplikasi point to point ini dapat digunakan dalam LAN maupun WAN. Tetapi ada juga yang menggunakan metode transmisi Broadcast. Koneksi dalam Infrared Point to Point harus berada dalam garis lurus antara transmitter dan receiver karena jika tidak, koneksi tidak akan terjadi.

Karateristik Infared Point to Point

 Frekuensinya antara 100GHz sampai 1000THz  Jarak yangdapat dicapai tergantung dari alat yang digunakan  Instalasinya harus oleh orang yang profesional dan harus hati hati karena dapat merusak mata, membakar mata, dan menyebabkan kematian  Kapasitas datanya berkisar antara 100 Kbps sampai 16 Mbps dalam satu kilometer 2. Broadcast  Infared Broadcast adalah sistem infrared yang menyebarkan sinyal ke area yang lebih luas dan memungkinkan sinyal tersebut dapat diterima oleh beberapa receiver . Infrared ini disebut juga sebagai diffuse infrared.  Karena broadcast infrared tidak sefokus point to point maka infrared tipe ini tidak dapat mengirimkan data pada jalur yang sama.  Broadcast infrared bersifat terbatas dalam aksesnya ( kurang dari 1 Mbps). Karateristik Broadcast Infrared : 1. Frekuensi antara 100 GHz – 1000THz 2. Kualitas dari alatnya tergantung dari harga. ( Harga sangat mahal ) 3. Instalasi dan konfigurasi mudah, tidak dapat seperti point to point yang instalasinya sulit dan membahayakan 4. Kapasitas datanya kurang dari 1 Mbps 5. Kualitas tergantung pemancar sinyal 6. Sinyal lebih mudah diterima bila dibandingkan Point to Point Kelebihannya : 1. Relatif murah tapi untuk alat yang lebih bagus mungkin harganya akan lebih mahal 2. Bandwidthnya besar. Terutama dalam point to point infrared yang mensupport bandwidth sebanyak 1544 Mbps 3. Tidak membutuhkan lisensi FCC ( Federal Communication Commision) 4. Instalasi cukup mudah terutama untuk Broadcast Infrared 5. Memiliki pengamanan yang ketat pada point to point transmission

6. Portability, karena alatnya yang kecil dan lower power requirment ( daya listrik yang lebih rendah ) Kekurangannya : 1. Harus memfokuskan sinyal antara transmitter dan receiver terutama pada point to point 2. Mudah terpengaruh oleh cuaca ( seperti hujan) dan suhu Contoh dari 1. IrDA ports ( Infrared Data Association) Contohnya : Port yang terdapat pada Laptop atau PDA yang dapat saling bertukar data dengan menggunakan IrDA port tersebut.

2.Infared laser device Alat yang digunakan untuk melakukan komunikasi dengan jarak yang jauh misalkan menghubungkan 2 buah kampus atau gedung.

FHSS (Frequency Hop Spread Spectrum)

FHSS merupakan Frequency Hop Spread Spectrum. Yang dicirikan dengan Bandwith lebar dan peak power rendah. Komunikasi spread spectrum menggunakan berbagai teknik modulasi dalam LAN nirkabel dan memiliki banyak keunggulan jika dibanding pendahulunya, yaitu komunikasi narrow band. Sinyal-sinyal spread spectrum mirip dengan noise (derau), sulit dideteksi, dan bahkan lebih sulit lagi ditangkap atau didemodulasi tanpa menggunakan perangkat yang tepat. Jamming dan interferensi memiliki pengaruh yang lebih ringan terhadap komunikasi spread spectrum jika dibanding terhadap komunikasi narrow band. Karena alasan ini, teknologi spread spectrum telah lama menjadi teknologi unggulan didunia militer. Narrow band transmission merupakan suatu teknologi komunikasi yang hanya menggunakan spektrum frekuensi sekadar cukup untuk membawa sinyal data, tidak lebih dari itu. Memang telah menjadi misi FCC (Federal Communication Comission) untuk sedapat mungkin menghemat penggunaan frekuensi, yaitu dengan memberikan sebatas yang diperlukan untuk membuat agar fungsi dapat berjalan. Bertentangan dengan misi FCC di atas, teknologi spread spectrum justru menggunakan band frekuensi yang jauh lebih lebar dibanding dengan frekuensi yang dibutuhkan untuk memancarkan.

Perbedaan FHSS dengan DSSS 1. FHSS mudah dilaksanakan, namun keamanan adalah lebih rendah dari DSSS.DSSS merupakan teknik dan memberikan keamanan maksimum namun sedikit sulit untuk diterapkan. 2. Sistem dengan FHSS biasanya lebih lambat dari DSSS. Konsekuensinya, mengkonsumsi bandwidth lebih sedikit, sekitar satu (1) MHz atau lebih kecil. Akibatnya, kecepatan FHSS lebih rendah dari DSSS. Di lapangan menunjukan bahwa biasanya FHSS dapat survive lebih baik untuk komunikasi atau untuk jaringan yang sangat padat. 3. FHSS: - Frekuensi Hopping Spread Spectrum.Dalam hal ini, pengguna trasmitted sinyal perubahan frekuensi secara acak.Itu berarti, seandainya pengguna pada frekuensi f1 ketika mulai transmisi.Lalu setelah beberapa waktu acak, ia beralih ke F2 kemudian f3 yang Nf6 kemudian F9 dan sebagainya.Ini berada di frekuensi yang sama dari band frekuensi.Oleh karena itu transmisi ini tidak mudah untuk melacak atau intercept karena tidak mungkin untuk mengetahui frequecy karena selalu berubah. 4. FHSS membutuhkan konsumsi daya dan kompleksitas yang lebih rendah dibandingkan DSSS hal ini disebabkan karena DSSS menggunakan kecepatan chip (chip rate) dibandingkan dengan kecepatan simbol (symbol rate) yang digunakan oleh FHSS, sehingga cost yang dibutuhkan untuk menggunakan DSSS akan lebih tinggi.

kompleksnya teknologi yang digunakan pada FHSS maka perlu dibuat standarisasi aturan. IEEE mengeluarkan standarisasi operasi yang meliputi beberapa kategori sistem diantaranya : - Band Frekuensi IEEE 802.11 menetapkan standart data rates sebesar 1 Mbps dan 2 Mbps, sedangkan OpenAir (suatu standar yang diciptakan oleh forum antar operasi LAN nirkabel yang sekarang tidak berfungsi) menetapkan data rates sebesar 800 kbps dan 1.6 Mbps. Agar suatu

frequency hopping systems berada pada 802.11 atau sesuai dengan OpenAir, maka ia harus beroperasi pada band frekuensi 2.4 GHz ISM (yang didefinisikan oleh FCC berada pada kisaran dari 2.4000 GHz sampai 2.5000 GHz). Kedua standar ini memungkinkan operasi pada kisaran frekuensi 2.4000 GHz sampai 2.4833 GHz, atau dengan kata lain frequency hopping band memiliki lebar lebih dari 83 MHz. - Hop Sequences Frekuensi hopping bekerja menggunakan hop pattern yang disebut dengan channel. Berikut analogi dari teknik FHSS, dimana pada tiap periode waktu tertentu sinyal carrier akan mengalami perubahan frekuensi. - Dwell Time Pada saat frequency hopping system memancar pada suatu frekuensi, maka proses pemancaran ini harus berlangsung selama jangka waktu tertentu. Jangka waktu ini disebut dwell time. Setelah dwell time habis,maka sistem ini beralih ke suatu frekuensi berbeda dan mulai memancar lagi. Anggaplah suatu frequency hopping system hanya memancar pada dua frekuensi, yaitu 2.401 GHz dan 2.402 GHz. Sistem tersebut akan memancar pada frekuensi 2.401 selama jangka dwell time – misalnya 100 milidetik (ms). Setelah 100 milidetik radio tersebut akan mengubah frekuensi pemancarnya menjadi 2.402 GHz dan mengirimkan informasi pada frekuensi itu selama 100 milidetik. Karena dalam contoh ini, radio tersebut hanya menggunakan frekuensi 2.401 dan 2.402 GHz maka radio tersebut akan melompat kembali ke frekuensi 2.401 dan memulai proses tersebut secara berulang-ulang. - Data Rate DSSS (Direct Sequence Spread Spectrum) DSSS ( Direct Sequence Spread Spectrum ) adalah sebuah teknik modulasi hasil pengembangan FHSS. Berbeda dengan FHSS, pada DSSS sinyal ditransmisikan menggunakan carrier dengan frekuensi tetap. Sandi sebaran menyebarkan sinyal sepanjang pita frekuensi yang lebih lebar dari perbandingan langsung tadap banyak bit yang digunakan. Maka sandi sebaran 10 bit menyebarkan sinyal sepanjang pita frekuensi yang 10 kali lebih besar daripada sandi sebaran 1 bit. Jadi, DSSS adalah satu teknik untuk direct sequence spread spectrum adalah memadukan informasi digital dengan aliran bit

sandi sebaran menggunakan exclusive-OR ( XOR ). Bekerja pada kecepatan 1 Mbps, 2 Mbps dan 11 Mbps. Digunakan dalam perangkat wireless network.

CaraKerja Sebelum transmisi dilakukan, data ( stream of information ) akan dikalikan dengan pseudo noise sequence ( PN ), sehingga menghasilkan bentuk sinyal baru yang dapat dimengerti oleh perangkat penerima ( receiver ). Setelah sinyal diterima oleh receiver, proses yang sama ( perkalian dengan PN ) akan dilakukan kembali. Sehingga data semula dapat dibaca. Kelebihannya : 1. Kinerja anti jam & noise sangat baik 2. Lebih sukar dideteksi Kekurangan nya : 1. Membutuhkan kanal pita lebar dengan posisi distorsi fasa kecil 2. Waktu akuisi lama 3. Membutuhlan generator kode dengan rate tinggi 4. Ada masalah near-far

Contoh DSSS 1. DSSS di Transmitter 2. DSSS di Receiver 3. DSSS di BPSK

Perbedaan DSSS dengan FHSS

1. DSSS membutuhkan konsumsi daya dan kompleksitas yang lebih tinggi dibandingkan FHSS. 2. DSSS menggunakan BPSK (untuk IEEE 802.11 2Mbps) atau CCK (IEEE 802.11b 11Mbps) menyebabkan ketahana terhadap gangguan noise lebih rendah dibandingkan FHSS yang memakai FSK. 3. DSSS membutuhkan konsumsi daya dan kompleksitas yang lebih tinggi dibandingkan FHSS. 4. DSSS menggunakan BPSK (untuk IEEE 802.11 2Mbps) atau CCK (IEEE 802.11b 11Mbps) menyebabkan ketahana terhadap gangguan noise lebih rendah dibandingkan FHSS yang memakai FSK.

Bab 6

Pengkabelan Kabel merupakan komponen-komponen utama yang terlibat dalam proses transmisi data dari area kerja ke wiring kloset yaitu horizontal kabel, backbone kabel dan patch kabel. 1. Horizontal kabel Horizontal kabel bekerja diantara cross-connect panel di wiring closet dan walljack. Kabel ini bekerja di 100 Ohm, 4 pair , kabel UTP, solid-konduktor kabel, seperti yang ditentukan ANSI/TIA/EIA 568. Standar ini juga membuat agar kabel horizontal dapat diimplementasikan menggunakan 62,5/125-micron atau 50/125-micron multimode kabel optikal. Kabel koaksial tidak cocok untuk suara/data. 2. Backbone kabel Kabel backboe bekerja antara wiring closet dan main cross-connect point pada bangunan. 3. Modular patch kabel Kabel ini digunakan untuk menyediakan koneksi antara kabel horizontal dengan perangkat koneksi jaringan seperti switch , hub dan koneksi antara wall-plate serta perangkat jaringan seperti PC. 4. Wall Plate dan konektor Wall plate adalah plat logam yang biasa dipasang di dinding. Plat ini biasanya mencakup satu atau lebih jack. Konektor stop kontak pada wall plate yang memungkinkan terjadinya koneksi. Wall plate dan konektor berfungsi sebagai titik kerja akhir kabel horizontal. 5. Conduit Konduit adalah sebuah pipa. Bisa berupa logam atau nonlogam, fleksibel atau kaku dan bekerja dari area kerja sampai wiring closet. Satu keuntungan menggunakan conduit yaitu menjaga kabel.

6. Kabel tray Kabel tray adalah alternatif conduit. Dapat terbuat dari logam dan nonlogam serta kaku atau fleksibel.

7. Raceways Yaitu jenis khusus dari conduit untuk permukaan kabel horizontal. Raceways dipasang di luar dinding di tempat yang sulit untuk dipasangkan kabel.

8. Wiring Closet Wiring kloset adalah tempat dimana jaringan dimulai. Dua tipe wiring closet yaitu ruang telekomunikasi dan ruang perlengkapan atau perangkat. Dilihat dari ukuran ruang

kerja dan gedung, kita harus memiliki satu atau lebih ruang telekomunikasi yang ditempatkan secara strategis. 9. Electrical Grounding Jaringan dapat mematikan jika tidak ada grounding. Dengan adanya grounding, akan ada juga jalur antara kawat tembaga dan landasan yang ditancapkan ke tanah untuk mengakhiri sirkuit

Pembuatan kabel A. Pembuatan Cable twisted pair : a. Kupas kabel menggunakan crimping tools

b. Atur posisi kabel sesuai aturan (kabel crossover), jika staright maka posisi di kedua RJ nya sama. Ujung RJ ke 1 (aturan T568 B) ujung RJ ke 2 (aturan T568 A), atau sebaliknya.

c. Atur panjang kabel agar bisa masuk ke RJ-45

d. Jika sudah rapih lakukan crimp, menggunakan crimping tools.

e. Lakukan pengecekan dengan LAN tester.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->