TES DIAGNOSTIK

Tujuan .4 Pendekatan dan Metode dalam Pengajaran Remedial 1. 1.2. dilakukan penelitian untuk mengetahui apakah program remedial yang dilakukan di sd it tenjolaya berpengaruh secara positif terhadap hasil belajar siswa yang mengalami kesulitan belajar dalam mencapai ketuntasan belajar.2 Rumusan Masalah 1. Berdasarkan uraian di atas. Maka dalam pembahasan ini.2.2.5 Prosedure Pelaksanaan Remedial Teaching Wiwik Chrisna . Kegiatan ini belum dilaksanakan secara merata di seluruh jenjang sekolah terutama di jenjang SLTP dan SLTA. Oleh karena itu penelitian ini ditujukan pada jenjang SD yang telah melaksanakan program remedial sejak tahun 1994.BAB I Pendahuluan 1. Kesadaran tersebut belum sepenuhnya ditindaklanjuti oleh guru untuk mengupayakan solusinya.2. yang diharapkan dapat memperoleh ketuntasan belajar melalui kegiatan diagnostik dan kegiatan remedial teaching.1 Pengertian.1 Latar belakang masalah Setiap guru menyadari bahwa dalam proses belajar mengajar selalu adasiswanya yang mengalami kesulitan belajar sehingga siswa tidak mampu mencapai ketuntasan belajar.2. Fungsi Remedial Teaching dan Perbandingan Pengajaran Biasa dengan Pengajaran Remedial.2 Hubungan Pengajaran Remedial dalam Proses Pembelajaran. penulis bertujuan untuk menganalisis pengaruh hasil tes remedial teaching yang diajukan untuk salah satu tugas mata kuliah bimbingan dan konseling. 1.3 Sejarah Perkembangan Pendidikan dan Pengajaran Remedial 1. 1.

.

Pengajaran remedial pada mulanya adalah kegiatan mengajar untuk anak luar biasa yang mengalami hambatan (sakit). maka pengajaran remedial adalah bentuk khusus pengajaran yang berfungsi untuk menyembuhkan. Bertolak dari arti kata remedial dan pengertian yang telah dikemukakan para ahli dapat disimpulkan bahwa pengajaran remedial adalah suatu bentuk pengajaran (sebagai upaya guru) yang bersifat menyembuhkan. Secara khusus pengajaran remedial bertujuan agar siwa yang mengalami kesulitan belajar dapat mencapai prestasi belajar yang diharapkan sekolah melalui proses perbaikan. Yang disembuhkan adalah beberapa hambatan (ganngguan) kepribadian yang berkaitan dengan kesulitan belajar sehingga terdapat timbal balik dalam arti perbaikan belajar juga perbaikan pribadi juga sebaliknya. 2004:152). Dapat dikatakan bahwa pengajaran remedial itu berfungsi terapis untuk penyembuhan. Seperti telah kita ketahui bahwa dalam proses belajar mengajar siswa diharapkan dapat mencapai hasil sebaikbaiknya sehingga bila ternyata ada siswa yang belum berhasil sesuai dengan harapan maka diperlukan suatu pengajaran yang membantu agar tercapai hasil yang diharapkan. membetulkan. Pengertian Remedial Teaching Remedial teaching atau pengajaran remedial adalah suatu bentuk pengajaran yang bersifat menyembuhkan atau membetulkan atau dengan singkat pengajaran yang membuat menjadi lebih baik. Tujuan Pengajaran Remedial Tujuan pengajaran remedial secara umum tidak jauh berbeda dengan pengajaran biasa yaitu mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan berdasarkan tujuan pengajaran pendidikan nasional. sehingga anak yang normalpun memerlukan pelayanan pengajaran remedial (remedial teaching).. Tujuan dan Fungsi Remedial Teaching a. Remedial teaching berasal dari kata remedy (Iggris) yang artinya menyembuhkan. Abin Syamsuddin (2003) menjelaskan secara metodelogis. Dewasa ini pengertian itu sudah berkembang sebagaimana telah diuraikan di atas. Dengan demikian perbaikan diarahkan kepada pencapaian hasil yang optimal sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa melalui keseluruhan proses belajar mengajar dan keseluruhan pribadi siswa. penanganan kasus kesulatan belajar siswa dapat dilakukan dengan : 1) 2) 3) Pendekatan pengajaran remedial (remedial-teaching) Bimbingan dan penyuluhan (guidance and counseling) Psikoterapi (psychotherapy) b.BAB II PEMBAHASAN 1. atau membuat menjadi lebih baik system pengajaran agar tercapai tujuan pembelajaran yang optimal sebagai mana yang diharapkan. Pengertian. atau membuat menjadi lebih baik (Ahmadi & Supriyono.Secara terpeinci tujuan pengajaran remedial yaitu : * * Siswa dapat memahami diri sendiri terutama prestasi belajarnya Dapat memperbaiki/mengubah cara belajar ke arah yang lebih baik . membetulkan.

6. cara-cara belajar. pengajaran remedial dapat memperkaya proses belajar mengajar. pengajaran remedial mempunyai fungsi : 1. penggunaan metode. materi dan alat pelajaran.* * * Dapat memilih materi dan fasilitas belajar secara tepat Dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan yang mendorong tercapainya hasil yang lebih baik Dapat melakaksanakan tugas-tugas belajar yang diberikan kepadanya c. penilaian. 2) Tujuan pengajaran biasa dalam rangka mencapai tujuan pengajaran yang ditetapkan sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan sama untuk semua siswa. Terapsutik. Pemahaman. Pengajaran remedial dilaksanakan setelah diketahui kesulitan belajar kemudian diadakan pelayanan khusus. 2. dll 2. Hubungan Pengajaran Remedial dalam Proses Pembelajaran Sistem penilaian berbasis kompetensi yang direncanakan dalam kurikulum KTSP adalah sistem penilaian yang bekelanjutan dan sistem penilaian akhir (Dirjen Dikdasmen dalam Sukmara. Dalam sistem berkelanjutan. pengajaran remedial dapat diadakan pembetulan atau perbaikan antara lain : perumusan tujuan. 4) 5) 6) Pengajaran biasa dilakukan oleh guru. dan latar belakang kesulitan). Korektif. secara langsung atau tidak pengajaran remedial dapat memperbaiki atau menyembuhkan kondisi pribadi yang menyimpang d. Perbandingan Pengajaran Biasa dengan Pengajaran Remedial. Penyesuaian. dalam keseluruhan proses belajar mengajar. seluruh . Berapa hal yang membedakan kegiatan program pengajaran remedial dari kegiatan pengajaran biasa adalah sebagai berikut : 1) Kegiatan pengajaran biasa sebagai program belajar mengajar di kelas dan semua siswa ikut berpartisipasi. Pengajaran remedial tujuannya disesuaikan dengan kesulitan belajar siswa walaupun tujuan akhirnya sama. Metoda dalam pengajaran remedial berdiferensial (sesuai dengan sifat. pengajaran remedial dapat mempercepat proses belajar baik dari segi waktu maupun materi. 2007:174). Akselerasi. 3) Metode dalam pengajaran biasa sama untuk semua siswa. jenis. pihak guru. sedangkan pengajaran remedial dilakukan oleh tim (kerja sama) Pengajaran remedial lebih diferensial dengan pendekatan individual Pengajaran remedial evaluasinya disesuaikan dengan kesulitan belajar yang dialami oleh siswa. siswa atau pihak lain dapat memahami siswa 3. Fungsi Pengajaran Remedial Menurut Ahmadi & Supriyono (2004:154). Pengayaan. 4. 5. penyesuaian pengajaran remedial terjadi antara siswa dengan tuntutan belajarnya.

Hasil analisis ujian digunakan untuk menentukan tindakan perbaikan berupa program remedial. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dikuasai dan yang belum dikuasai. serta kesulitan-kesulitan yang dialami siswa. disamping latar belakang mereka yang berbeda-beda. yakni : 1. evaluasi dan sebagainya. Pengayaan. alat. Percepatan. khususnya dalam rangka mencapai hasil belajar yang optimal. Apabila sebagian besar siswa belum menguasai suatu kompetensi dasar. untuk siswa yang telah mencapai ketuntasan minimal. Uraian di atas juga menunjukan bahwa program pengajaran remedial perlu dilaksanakan. Oleh karena itu. Atas dasar ini perlu ada pelayanan yang bersifat individual dalam proses belajar mengajar yang menyangkut masalah bahan. maka dilakukan lagi proses pembelajaran. metode. dicirikan dengan adanya tindak lanjut dari hasil pengujian. sedang yang telah menguasai kompetensi dasar tertentu diberi tugas untuk pengayaan. Dengan melihat uraian di atas maka pengajaran remedial atau remedial teaching memegang peranan. menurut Ahmadi & Supriyono (2004:150). Siswa Kenyataan menunjukkan dalam proses belajar mengajar selalu dijumpai anak yang berbakat. dapat dilihat dari segi : a. ada yang cepat. Ada perbedaan individual yang menjadi dasar perhatian. yaitu : • • • • • • • • • • • • perbedaan kecerdasan (intelejensi) perbedaan hasil belajar (achievement) perbedaan bakat (aptitude) perbedaan sikap (attitude) perbedaan kebiasaan (habbit) perbedaan pengetahuan (knowledge) perbedaan kepribadian (personality) perbedaan kebutuhan (need) perbedaan cita-cita (ideal) perbedaan minat (interest) perbedaan fisik (phisically) perbedaan lingkungan (enviroment) . Menurut Sukmara (2007 : 175) sistem penilaian berkelanjutan. kemampuan tinggi. Demikian juga. Pengajaran remedial merupakan pelengkap dari proses pengajaran secara keseluruhan dan merupakan bagian program yang tak terpisahkan dari program pembelajaran. ada yang kurang berbakat. Remedial. 3.indikator dibuat soalnya. evaluasi sebagai salah satu komponen proses kegiatan belajar mengajar dalam kurikulum merupakan umpan balik dalam kegiatan belajar mengajar. yakni bagi siswa yang telah mencapai ketuntasan maksimum. diperuntukan siswa yang belum mencapai batas ketuntasan minimal 2. ada yang lambat. pengajaran remedial perlu dikuasai setidak-tidaknya dikenal oleh guru mata pelajaran maupun petugas bimbingan penyuluhan (guru BP) di setiap satuan pendidikan. salah satu fungsi evaluasi dipergunakan untuk pelaksanaan program pengajaran remedial bila tujuan program pengajaran tidak tercapai.

disamping memberikan perhatian khusus terhadap siswa yang mengalami kesulitan belajar. Kurikulum dibuat sesuai dengan kebutuhan individu dan kelompok. Undang-Undang Pendidikan di Amerika menghendaki pengkajian yang mendalam terhadap pendidikan khusus dan kebutuhan-kebutuhan belajar siswa. sehingga keberadaan kasus pada saat itu hanya dapat dirasakan oleh adanya perbedaan-perbedaan dan kesenjangan-kesenjangan tingkah laku yang muncul sewaktu-waktu. sebagai media. Gerakan pendidikan dan pengajaran remedial memberikan harapan baik terhadap murid-murid yang mengalami kesulitan belajar. Alat ukur pendidikan dibuat sedemikian rupa dengan maksud untuk pengembangan cita-cita di atas. diberi nama kurikulum muatan kecelakan (accident prone curriculum). Dari uraian di atas tentang perkembangan pendidikan dan pengajaran remedial dapat disimpulkan bahwa : 1. Untuk melaksanakan pelayanan bimbingan sebaik-baiknya dalam proses belajar mengajar diperlukan pelayanan khusus. Pada tahun 1940. minat. Pada tahun 1978 Warnock melaporkan hasil penemuannya tentang ketiadaan perbedaan antara pendidikan remedial dan pendidikan khusus. cara kerja. Untuk membantu digunakan pendekatan pengajaran remedial (remedial teaching). Gerakan pendidikan dan pengajaran remedial melejit maju dari konsepsi lama mengenai pelayanan ambulan ke konsepsi baru mengenai pengintegrasian kembali siswa yang mendapat kesulitan belajar ke dalam kelas biasa (ordinary class). Usaha mereka berfokus pada upaya pengintegrasian siswa yang lemah mental dan fisik. Salah satu bentuk pelayanan BP yaitu pengajaran remedial (remedial teaching) 3 Sejarah Perkembangan Pendidikan dan Pengajaran Remedial Dalam Wijaya (2000:46) dikatakan bahwa pendidikan dimasa lampau diartikan sebagai proses individual bukan proses kelompok.Dalam fungsinya yang ganda ini guru bertanggung jawab atas tercapainya tujuan pengajaran khususnya peningkatan prestasi belajar. Proses Pengajaran Dalam proses pendidikan. Pada tahun 1930-an. konselor. dan sebagainya. sehingga jenis dan hakikat bantuan tambahan yang diberikan itu dapat diidentifikasi secara cermat. tempat bekerja. pakar psikologi berpendapat bahwa kemampuan (ability) bisa diukur dan pengelompokan siswa bisa dilakukan sehingga pengajaran klasikal dapat diselenggarakan. dan kurikulumnya juga dibuat mendadak. Atas dasar perbedaan individual ini guru-guru dalam proses belajar mengajar harus menggunakan berbagai pendekatan dengan menggunakan suatu anggapan bahwa jika siswa mendapat kesempatan belajar sesuai dengan pribadinya dapat diharapkan mencapai prestasi belajar yang optimal sesuai dengan kemampuannya. pengajaran remedial merupakan peluang yang besar bagi setiap siswa untuk mencapai prestasi belajar secara optimal c. mencakup tinggi rendahnya kecerdasan. bimbingan dan penyuluhan merupakan kelengkapan dari keseluruhan proses atau pelaksanaan program. b. sebagai fasilitator dan sebagainya.. Bantuan yang diberikan berupa pelayanan ambulan untuk kepentingan individu yang mendapat kecelakaan. Perbedaan vertikal. mengundang keinginan untuk mendirikan organisasi dalam bidang pendidikan remedial.Oleh Mursell dalam bukunya Succesfull Teaching dikelompokan menjadi dua yaitu perbedaan secara vetikal dan perbedaan kualitatif. Guru Guru dalam belajar mengajar memiliki fungsi ganda yaitu sebagai instruktur. petugas psikologi. Kurikulum yang disediakan tidak memuat program khusus yang diarahkan untuk kepentingan pengembangan potensi perseorangan. Ahmadi & Supriyono (2004:150). program pendidikan dan pengajaran remedial mulai terorganisasi melalui kebijakan-kebijakan pemerintah dan butir-butir aspirasinya dimasukkan ke dalam UU Pendidikan. Dan. Untuk menjembatani perbedaan-perbedaan diciptakan pelayanan sistematis dan terarah untuk kepentingan penanggulangan kasus. Siswa yang mendapat kesulitan belajar di sekolah dan dirumah semuanya telah dapat dipecahkan oleh guru pada saat berlangsung pengajaran di sekolah. Pengajaran yang dilakukan guru untuk murid-muridnya diselenggarakan secara perseorangan. bersifat mendadak. Pada tahun 1981. sedangkan perbedaan kualitatif menyangkut bakat. .

sistem pengelolaan kelas. atau diadakan pengulangan total kalau ternyata dibawah kriteria keberhasilan minimum. dan percepatan. Untuk mencapai sasaran pencapaian dapat menggunakan pendekatan pengulangan. Pendekatan ini diadakan mengingat pada kenyataannya ada seseorang atau sejumlah siswa. yaitu : a) b) c) Pada setiap akhir pertemuan. dengan cara : Pemberian tugas/pekerjaan rumah . pendekatan yang bersifat preventif. Dari tiga tipe penndekatan tersebut. pengayaan. waktu istirahat dan sebagainya) atau diberikan pekerjaan rumah dan dikoreksi oleh guru sendiri c) Diadakan kelas remedial (kelas khusus). Pendekatan dalam Pengajaran Remedial Dalam Ahmadi&Supriyono (2004:179) ditulis. dengan bahan pengajaran sama. Pengintegrasian kembali siswa lamban belajar ke dalam kelas biasa mengundang perhatian khusus di bidang organisasi sekolah. bila sebagian/seluruh kelas mengalami kesulitan sama. bagi siswa yang mengalami kesulitan khusus dengan bimbingan khusus. 2) Pengayaan Layanan ini dikenakakan pada siswa yang kelemahannya ringan dan secara akademik mungkin termasuk berbakat. 1) Pengulangan Pengulangan dapat dilakukan dengan berbagai tingkatan sesuai dengan diagnostiknya. pendekatan yang bersifat kuratif lebih memungkinkan untuk dapat digunakan dalam pembelajaran remedial. dan pendekatan yang bersifat pengembangan. bahkan mungkin seluruh anggota kelompok belajar tidak mampu menyelesaikan program secara sempurna sesuai dengan kriteria keberhasilan dalam proses belajar mengajar . 4. latihan/penugasan/soal sejenis dan diadakan pengukuran kembali untuk mendeteksi hasil peningkatan ke arah kriteria keberhasilan b) Diadakan di luar jam pertemuan biasa. ada tiga tipe pendekatan dalam pengajaran remedial yaitu pendekatan yang bersifat kuratif. Pada setiap akhir unit pelajaran Pada setiap akhir unit program studi Pelaksanaaan dapat secara : a) Individual kalau yang mengalami kesulitan terbatas b) Kelompok kalau ternyata sejumlah siswa dalam bidang studi tertentu mempunyai jenis/sifat kesalahan atau kesulitan bersama Waktu dan cara pelaksanaannya : a) Diadakan pertemuan kelas biasa berikutnya. Pergeseran upaya bimbingan kuratif ke preventif 3.2. pengkajian tentang kebutuhan siswa dan kurikulum yang relevan. Pendekatan dan Metode dalam Pengajaran Remedial a. bila yang mengalami kesulitan hanya sejumlah siswa tertentu (waktu sore.

memperbaiki cara-cara belajar. Diskusi Metode ini digunakan dengan memanfaatkan interaksi antar individu dalam kelompok untuk memperbaiki kesulitan belajar yang dialami oleh kelompok siswa. Serangkaian tanya jawab dapat membantu siswa dalam memahami dirinya. Bila ternyata keseluruhan bidang studi unggul dibandingkan kelompoknya dapat dinaikan ke tingkat yang lebih tinggi. memperbaiki cara-cara belajar.- Pemberian tugas/soal dikerjakan di kelas 3) Percepatan (akselerasi) Layanan ini ditujukan kepada siswa yang berbakat tetapi menunjukan kesulitan psikososial (ego emosional). memperluas pendalaman meteri yang dipelajari. . mengetahui kelebihan/kekurangannya. Tugas Metode ini dapat digunakan dalam rangka mengenal kasus dan dalam rangka memberikan bantuan . Kebaikan metode ini dalam rangka pengajaran remedial yaitu sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) Setiap individu dalam kelompok dapat mengenal diri dan kesulitannya Interaksi dalam kelompok menumbuhkan sikap percaya diri Mengembangkan kerja sama antar pribadi Menumbuhkan rasa tanggung jawab 3). Metode ini dalam rangka pengajaran remedial memungkinkan terjalin hubungan guru dan siswa sehingga dapat : • • • meningkatkan motivasi belajar menciptakan kondisi yang menunjang pelaksanaan penyuluhan menumbuhkan rasa harga diri 2). Bila hanya beberapa bidang studi untuk bidang studi ini dapat diteruskan (maju berkelanjutan/continous program) b.Dengan metode ini siswa diharapkan dapat lebih memehami dirinya. Tanya jawab dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. Dengan pemberian tugas tertentu baik secara individual maupun secara kelompok siswa yang mengalami kesulitan dapat ditolong. Metode dalam Pengajaran Remedial Metode yang digunakan dalam pengajaran remedial yaitu metode yang dilaksanakan dalam keseluruhan kegiatan bimbingan belajar dari tingkat identifikasi sampai dengan tindak lanjut. Metode yang dapat digunakan yaitu : 1) Tanya Jawab Metode ini digunkan dalam rangka pengenalan kasus untuk mengetahui jenis dan sifat kesulitannya.

Pendekatan metode ini bersifat individual sesuai dengan kesulitan yang dihadapi siswa.4). Yang penting adalah interaksi di antara anggota kelompok dengan harapan terjadi perbaikan pada diri siswa yang mengalami kesulitan belajar. Materi yang diberikan dapat berupa pengulangan. Kerja Kelompok Metode ini dapat hampir sama dan dapat bersamaan dengan metode pemberian tugas dan metode diskusi. menerima dan memahami dan sebagainya. 6) Pengajaran Individual Pengajaran individual adalah interaksi antara guru-siswa secara individual dalam proses belajar mengajar. rela. tutor ini membantu temannya yang mengalami kesulitan . karena hubungan antar teman lebih dekat dibandingkan hubungan guru –siswa. Sikap dalam belajar Kebiasaan belajar . ulet. materi baru atau pengayaan dari apa yang telah dimiliki siswa. serta cara dan kemungkinan pemecahannya. Tutor berperan sebagai pemimpin dalam kegiatan kelompok sebagai pengganti guru. artinya mempunyai sifat penyembuhan dengan cara memperbaiki cara-cara belajar siswa. baik yang berasal dari diri sendiri maupun yang berasal dari luar dirinya. punya hubungan sosial baik dan cukup disenangi teman-teman. Dengan petunjuk dari guru. afektif atau psikomotornya. Selanjutnya dalam domain apa siswa mengalami kesulitan apakah kognitifnya. Untuk memiliki kemampuan membimbing dan bersikap sabar. bertanggung jawab. Penyebab kesulitan yang berasal dari dalam misalnya : Tingkat kecerdasan Motivasi untuk berprestasi. Pengajaran individual ini bersifat teaputik. Berdasarkan atas penelitian kasus akan dapat ditentukan murid-murid yang perlu mendapatkan remedial teaching. Prosedur Pelaksanaan Remedial Teaching Remedial teaching yang merupakan salah satu bentuk bimbingan belajar. 5) Tutor Sebaya Tutor adalah siswa sebaya yang ditunjuk/ditugaskan membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar. menurut Ahmadi&Supriyono (2004:185) dapat dilaksanakan dengan prosedure sebagai berikut : a. 5. Pemilihan tutor didasarkan atas prestasi. Meneliti Kasus (Diagnosis) Tujuan penelitian kasus adalah agar memperoleh gambaran yang jelas mengenai kasus tersebut. Dalam langkah pertama ini juga dibahas mengenai faktor-faktor penyebab kesulitan murid. Metode tutor memiliki kebaikan sebagai berikut : a) b) c) Adanya hubungan dekat dan akrab Bagi tutor merupakan kegiatan pengayaan. Dapat meningkatkan rasa tanggung jawan dan kepercayaan diri.

Wawancara. 3. tindakan yang ditentukan adalah remedial teaching. maka tindakan pemecahannya perlu dipikirkan. tes kepribadian. seperti tes kecerdasan. antara lain : 1. yaitu suatu teknik pengumpulan data untk mengetahui pola-pola hubungan sosial antar murid. 4. Studi dokumentasi. b. yaitu pengumpulan data yang telah tersimpan dalam dokumen tertentu. 2. Tes diagnosis. Angket atau kuesioner.- Penguasaan pengetahuan dasar Penyebab kesulitan yang berasal dari luar. Kecocokan dengan program yang diambil Kurang tepat cara mengajar Fasilitas yang terbatas Kurang serasi hubungan guru dengan murid Pengaruh lingkungan terhadap belajar. tes minat dan sebagainya. . Teknik tes adalah pengumpulan data dengan menggunakan tes yang sudah baku. yaitu mengumpulkan data melalui komunikasi secara lisan 2. 3. Untuk memperoleh data yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi kasus dapat lakukan dengan teknik tes dan teknik non-tes. Observasi. yaitu pengumpulan data dengan melakukan pengamatan terhadap sustu kegiatan baik langsung maupun tidak langsung. yaitu sebagai berikut : 1) Kalau kasusnya ringan. yaitu tes yang dipergunakan untuk mengukur hasil belajar yang telah dicapai murid. yaitu mengumpulkan data berdasarkan riwayat hidupnya Sosiometri. Menentukan Tindakan/Perlakuan Langkah ini sebagai kelanjutan dari langkah pertama. misalnya . yaitu pengumpul data dengan menggunakan seperangkat pertanyaan yang diajukan secara tertulis dan dijwab secara tertulis. 6. Tes prestasi belajar. antara lain : 1. Setelah karakeristik kasus ditentukan. • • • • • • Keterbatasan sumber belajar. Teknik non-tes adalah teknik pengumpulan data dengan menggunakan alat yang tidak tergolong tes yang baku. yaitu digunakan untuk mengetahui kelemahan atau kekurangan yang dihadapi murid. Biografi. Surya (1984:114). dilakukan usaha-usaha untuk menentukan karakteristik kasus yang ditangani tersebut. 5. Tes psikologis.

Hasil penafsiran dapat terjadi 3 kemungkinan. tercapai atau belum apa yang telah direncanakan dalam kegiatan remedial teaching. Pelaksanaan Remedial Teaching. f. Kasus yang mempunyai latar belakang sikap negatif terhadap guru. Beberapa pertimbangan yang dapat dipakai dalam mengambil keputusan adalah : 1) 2) 3) Faktor efektivitas. Tetapi ada kalanya kasus ini dapat dilakukan guru sendiri bila masalah yang diahadapinya sebagai berikut : 1). Kasus yang mempunyai latar belakang ketidak cocokan antara kedaan pribadi dengan lingkungannya dan programnya Kasus yang mempunyai latar belakang kebiasaan belajar yang salah. bea dan waktu yang dipergunakan namun hasilnya optimal. Melakukan Re-Evaluasi dan Re-Diagnosis Hasil pengukuran pada langkah ke-5 kemudian ditafsirkan dengan membandingkan dengan kriteria seperti pada proses belajar yang sesungguhnya. maka sebelum diberikan remedial teaching harus diberi layanan konseling lebih dahulu. 2). yaitu sedikit tenaga.2) Kalau kasusnya cukup dan berat. yaitu : 1) Kasus menunjukkan kenaikan prestasi yang dihasilkan sesuai dengan kriteria yang diharapkan. 3). . Faktor kesusilaan dengan jenis masalah. maka selanjutnya dilakukan pengukuran terhadap perubahan pada diri siswa yang bersangkutan. yaitu untuk mengatasi hambatan-hambatan emosional yang mempengaruhi cara belajarnya. Sasaran pokok pada langkah ini adalah peningkatan prestasi maupun kemampuan menyesuaikan diri sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh guru. Untuk mengetahui hal tersebut dilakukan pengukuran kembali dengan tes seperti yang dipergunakan dalam proses belajar biasa. 2) Kasus menunjukkan kenaikan prestasi. fasilits dan kesempatam yang tersedia. selanjutnya dilanjutkan program berikutnya. d. Faktor efisiensi. sehingga kemudian siap mengahadapi kegiatan belajar secara wajar. Tujuan dari layanan khusus bimbingan dan penyuluhan ini adalah mengusahakan agar murid yang menjadi kasus itu terbebas dari hambatan mental emosional (ketegangan batin). Setelah dilaksanakan pengajaran remedial. Berdasarkan atas karakteristik kasus tersebut maka pada tahap kedua ini adalah membuat keputusan tentang cara mana yang harus dipilih. Pemberian layanan khusus yaitu bimbingan dan konseling. Dalam hal ini dapat dilakukan oleh petugas BP atau psikolog ataupun koselor pada bidangnya. namun belum memenuhi kriteria yang yang diharapkan. e. 4). Kasus yang mempunyai latar belakang kurang motivasi dan minat belajar. sifat individu. yaitu ketepatan tercapainya tujuan pengajaran remedial. Setelah terciptanya pra kondisi seperti pada langkah (c) maka kemudian dapat dilaksanakan remedial teaching. c. Pemberian Layanan Khusus. Melakukan Pengukuran Ulang. diserahkan pada pembimbing untuk diadakan pengayaan.

visualisasi. gerakan tubuh (tari. cair dan gas. campuran. maka keterampilan anak tunagrahita meningkatakan dalam membedakan berat benda padat. maka keterampilan dan kepekaan anak tunagrahita akan meningkat. dan urutan tingkatan warna. Bimbingan Pembelajaran Sensori Penglihatan Materi pembelajaran yang dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan anak tunagrahita dalam mengenal ukuran benda dua dimensi dan tiga dimensi (panjang. terutama dalam membedakan temperature atau suhu benda dalam lingkungan alam. 94 BAB V PENUTUP . selanjutnya dilakukan diagnosis lagi untuk mengetahui letak kelemahan remedial teaching selanjutnya diadakan ulangan dengan altrnatif yang sama. maka keterampiilan dan kepekaan anak dalam mengenal dan membedakan permukaan benda yang kasar dan halus. maka dapat dikembalikan pada tahap kedua atau kesatu. b. 3) Materi Bimbingan Pembelajaran Sensorimotor Materi bimbingan pembelajaran sensorimotor dapat di klasifikasikan sebagai berikut : a. Di samping itu juga meningkatkan pemahaman anak terhadap warna dasar. Bimbingan Pembelajaran Sensori Rasa Materi ini dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan anak dalam membedakan jenis-jenis rasa dan kualitas dari suatu benda. Bimbingan Pembelajaran Sensori Perabaan Dengan melatih perabaan anak tunagrahita. c. lebar. Bimbingan Pembelajaran Sensori Terhadap Berat Dengan latihan ini. Kemudian anak menjawab dengan menyebut nama bendanya. Dengan demikian dapt dibuktikan. tingkatan kualitas perabaan serta bermacam-macam sruktur permukaan benda akan meningkat. 93 e. sedangkan anak yang lain nya. 4) Berbagai Cara Bimbingan Sensorimotor Pada Anak Tunagrahita Kita tahu cara bekajar yang baik antara lain melalui membaca dan mencatat. Bimbingan Pembelajaran Sensori Penciuman Pembelajaran sensori penciuman ini di maksudkan untuk meningkatkan kepekaan anak terhadap perbedaan baud an kualitas bau dari suatu benda. 92 Tahap Ketiga: Abstraksi (anak aktif menggunakan kata-kata) Pada tahap ini. yang ditunjukan besar) Anak : menjawab “kubus” itu besar Jadi pada tahap ketiga anak harus mampu menyebutkan sendiri nama benda dan menunjukan bendanya. beriteraksi dengan yang lain untuk menemukan jalan keluar. Apabila pada tahap ini anak tunagrahita masih mengalami kessulitan. olahraga atau bermain musik). d. dan isi atau volume). jadi anak belajar dengan berbagai cara.3) Kasus belum menunjukkan perubahan yang berarti dalam hal prestasi. Sebagian anak senang berkerja atau memecahkan soal secara individual. g. dimulai dengan guru menunjukan suatu benda dengan menanyakan nama benda tesebut. Bimbingan Pembelajaran Sensori Pendengaran Latihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan anak tunagrahita dalam membedakan bunyi dan nada serta kualitas nada atau bunyi. Bimbingan Pembelajaran Sensori Terhadap panas Dengan latihan ini. Semua materi pelajaran tersebut dapat di pelajari oleh anak tunagrahita dengan menggunakan bahan atau materi yang ada di sekitar anak atau yang di buat dan di rancang oleh guru sendiri. bahwa anak yang semula pasif dalam bebicara menjadi lebih aktif berbicara misalnya: Guru : “Apakah ini?” (menunjukan benda berbentuk kubus) Anak : menjawab “kubus” Guru : “bagaimana ukurannya?” (besar atau kecil. belajar aktif dan partisipasi bias menggunakan banyak cara untuk membantu anak belajar. f.

baik anak-anak.5. 5. dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. baik pria maupun wanita. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari pada penyembuhan (kuratif). baik secara perorangan maupun kelompok. bimbingan belajar. dan norma agama). . Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua konseli atau konseli. Bahkan baik bagi yang mempunyai masalah ataupun tidak. remaja. agar mandiri dan berkembang secara optimal. pekerjaan. baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah. berdasarkan norma-norma yang berlaku. melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung. Fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan.Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua konseli. dalam bimbingan pribadi. maupun dewasa. dan bimbingan karir.1 Kesimpulan Bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik. Berdasarkan pemahaman ini. muda. konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. bimbingan sosial. wanita ataupun pria.2 Saran Bimbingan Konseling adalah pelayanan bantuan yang diperuntukan bagi semua kalangan baik tua. Semua ini diperlukan oleh manusia agar peradaban manusia itu sendiri dapat diwariskan pada penerusnya sehingga peradaban manusia dapat terus terjaga. dan lebih diutamakan teknik kelompok dari pada perseorangan (individual).