Tes Diagnostik Nitip Nu Abi Selian Reviuww

TES DIAGNOSTIK

Kesadaran tersebut belum sepenuhnya ditindaklanjuti oleh guru untuk mengupayakan solusinya.1 Pengertian. Fungsi Remedial Teaching dan Perbandingan Pengajaran Biasa dengan Pengajaran Remedial.2 Rumusan Masalah 1.2.BAB I Pendahuluan 1.3 Sejarah Perkembangan Pendidikan dan Pengajaran Remedial 1.2 Hubungan Pengajaran Remedial dalam Proses Pembelajaran. yang diharapkan dapat memperoleh ketuntasan belajar melalui kegiatan diagnostik dan kegiatan remedial teaching. 1. 1. Kegiatan ini belum dilaksanakan secara merata di seluruh jenjang sekolah terutama di jenjang SLTP dan SLTA. Tujuan .1 Latar belakang masalah Setiap guru menyadari bahwa dalam proses belajar mengajar selalu adasiswanya yang mengalami kesulitan belajar sehingga siswa tidak mampu mencapai ketuntasan belajar.2. Berdasarkan uraian di atas. dilakukan penelitian untuk mengetahui apakah program remedial yang dilakukan di sd it tenjolaya berpengaruh secara positif terhadap hasil belajar siswa yang mengalami kesulitan belajar dalam mencapai ketuntasan belajar. penulis bertujuan untuk menganalisis pengaruh hasil tes remedial teaching yang diajukan untuk salah satu tugas mata kuliah bimbingan dan konseling.2. 1. Oleh karena itu penelitian ini ditujukan pada jenjang SD yang telah melaksanakan program remedial sejak tahun 1994.5 Prosedure Pelaksanaan Remedial Teaching Wiwik Chrisna .2.2. Maka dalam pembahasan ini.4 Pendekatan dan Metode dalam Pengajaran Remedial 1.

.

Tujuan dan Fungsi Remedial Teaching a.. Pengajaran remedial pada mulanya adalah kegiatan mengajar untuk anak luar biasa yang mengalami hambatan (sakit). Seperti telah kita ketahui bahwa dalam proses belajar mengajar siswa diharapkan dapat mencapai hasil sebaikbaiknya sehingga bila ternyata ada siswa yang belum berhasil sesuai dengan harapan maka diperlukan suatu pengajaran yang membantu agar tercapai hasil yang diharapkan. Dapat dikatakan bahwa pengajaran remedial itu berfungsi terapis untuk penyembuhan.BAB II PEMBAHASAN 1. Abin Syamsuddin (2003) menjelaskan secara metodelogis. Dewasa ini pengertian itu sudah berkembang sebagaimana telah diuraikan di atas.Secara terpeinci tujuan pengajaran remedial yaitu : * * Siswa dapat memahami diri sendiri terutama prestasi belajarnya Dapat memperbaiki/mengubah cara belajar ke arah yang lebih baik . membetulkan. Pengertian. penanganan kasus kesulatan belajar siswa dapat dilakukan dengan : 1) 2) 3) Pendekatan pengajaran remedial (remedial-teaching) Bimbingan dan penyuluhan (guidance and counseling) Psikoterapi (psychotherapy) b. sehingga anak yang normalpun memerlukan pelayanan pengajaran remedial (remedial teaching). Bertolak dari arti kata remedial dan pengertian yang telah dikemukakan para ahli dapat disimpulkan bahwa pengajaran remedial adalah suatu bentuk pengajaran (sebagai upaya guru) yang bersifat menyembuhkan. Yang disembuhkan adalah beberapa hambatan (ganngguan) kepribadian yang berkaitan dengan kesulitan belajar sehingga terdapat timbal balik dalam arti perbaikan belajar juga perbaikan pribadi juga sebaliknya. Remedial teaching berasal dari kata remedy (Iggris) yang artinya menyembuhkan. membetulkan. atau membuat menjadi lebih baik system pengajaran agar tercapai tujuan pembelajaran yang optimal sebagai mana yang diharapkan. maka pengajaran remedial adalah bentuk khusus pengajaran yang berfungsi untuk menyembuhkan. Tujuan Pengajaran Remedial Tujuan pengajaran remedial secara umum tidak jauh berbeda dengan pengajaran biasa yaitu mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan berdasarkan tujuan pengajaran pendidikan nasional. atau membuat menjadi lebih baik (Ahmadi & Supriyono. Pengertian Remedial Teaching Remedial teaching atau pengajaran remedial adalah suatu bentuk pengajaran yang bersifat menyembuhkan atau membetulkan atau dengan singkat pengajaran yang membuat menjadi lebih baik. Secara khusus pengajaran remedial bertujuan agar siwa yang mengalami kesulitan belajar dapat mencapai prestasi belajar yang diharapkan sekolah melalui proses perbaikan. 2004:152). Dengan demikian perbaikan diarahkan kepada pencapaian hasil yang optimal sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa melalui keseluruhan proses belajar mengajar dan keseluruhan pribadi siswa.

Terapsutik.* * * Dapat memilih materi dan fasilitas belajar secara tepat Dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan yang mendorong tercapainya hasil yang lebih baik Dapat melakaksanakan tugas-tugas belajar yang diberikan kepadanya c. Pengajaran remedial tujuannya disesuaikan dengan kesulitan belajar siswa walaupun tujuan akhirnya sama. 5. penyesuaian pengajaran remedial terjadi antara siswa dengan tuntutan belajarnya. dan latar belakang kesulitan). Akselerasi. Korektif. materi dan alat pelajaran. Pengajaran remedial dilaksanakan setelah diketahui kesulitan belajar kemudian diadakan pelayanan khusus. Fungsi Pengajaran Remedial Menurut Ahmadi & Supriyono (2004:154). siswa atau pihak lain dapat memahami siswa 3. pengajaran remedial mempunyai fungsi : 1. 2) Tujuan pengajaran biasa dalam rangka mencapai tujuan pengajaran yang ditetapkan sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan sama untuk semua siswa. 2. Pengayaan. jenis. pengajaran remedial dapat mempercepat proses belajar baik dari segi waktu maupun materi. dalam keseluruhan proses belajar mengajar. penilaian. Pemahaman. Dalam sistem berkelanjutan. 4. seluruh . 6. cara-cara belajar. 2007:174). secara langsung atau tidak pengajaran remedial dapat memperbaiki atau menyembuhkan kondisi pribadi yang menyimpang d. Berapa hal yang membedakan kegiatan program pengajaran remedial dari kegiatan pengajaran biasa adalah sebagai berikut : 1) Kegiatan pengajaran biasa sebagai program belajar mengajar di kelas dan semua siswa ikut berpartisipasi. Perbandingan Pengajaran Biasa dengan Pengajaran Remedial. 3) Metode dalam pengajaran biasa sama untuk semua siswa. 4) 5) 6) Pengajaran biasa dilakukan oleh guru. pihak guru. Penyesuaian. sedangkan pengajaran remedial dilakukan oleh tim (kerja sama) Pengajaran remedial lebih diferensial dengan pendekatan individual Pengajaran remedial evaluasinya disesuaikan dengan kesulitan belajar yang dialami oleh siswa. pengajaran remedial dapat memperkaya proses belajar mengajar. Hubungan Pengajaran Remedial dalam Proses Pembelajaran Sistem penilaian berbasis kompetensi yang direncanakan dalam kurikulum KTSP adalah sistem penilaian yang bekelanjutan dan sistem penilaian akhir (Dirjen Dikdasmen dalam Sukmara. pengajaran remedial dapat diadakan pembetulan atau perbaikan antara lain : perumusan tujuan. penggunaan metode. Metoda dalam pengajaran remedial berdiferensial (sesuai dengan sifat. dll 2.

kemampuan tinggi. metode. ada yang lambat. Menurut Sukmara (2007 : 175) sistem penilaian berkelanjutan. Hasil analisis ujian digunakan untuk menentukan tindakan perbaikan berupa program remedial. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dikuasai dan yang belum dikuasai. diperuntukan siswa yang belum mencapai batas ketuntasan minimal 2. Percepatan. alat. Dengan melihat uraian di atas maka pengajaran remedial atau remedial teaching memegang peranan.indikator dibuat soalnya. Siswa Kenyataan menunjukkan dalam proses belajar mengajar selalu dijumpai anak yang berbakat. disamping latar belakang mereka yang berbeda-beda. Pengayaan. dicirikan dengan adanya tindak lanjut dari hasil pengujian. ada yang kurang berbakat. Atas dasar ini perlu ada pelayanan yang bersifat individual dalam proses belajar mengajar yang menyangkut masalah bahan. sedang yang telah menguasai kompetensi dasar tertentu diberi tugas untuk pengayaan. Uraian di atas juga menunjukan bahwa program pengajaran remedial perlu dilaksanakan. yakni bagi siswa yang telah mencapai ketuntasan maksimum. ada yang cepat. 3. Apabila sebagian besar siswa belum menguasai suatu kompetensi dasar. evaluasi dan sebagainya. salah satu fungsi evaluasi dipergunakan untuk pelaksanaan program pengajaran remedial bila tujuan program pengajaran tidak tercapai. yakni : 1. Demikian juga. yaitu : • • • • • • • • • • • • perbedaan kecerdasan (intelejensi) perbedaan hasil belajar (achievement) perbedaan bakat (aptitude) perbedaan sikap (attitude) perbedaan kebiasaan (habbit) perbedaan pengetahuan (knowledge) perbedaan kepribadian (personality) perbedaan kebutuhan (need) perbedaan cita-cita (ideal) perbedaan minat (interest) perbedaan fisik (phisically) perbedaan lingkungan (enviroment) . dapat dilihat dari segi : a. Pengajaran remedial merupakan pelengkap dari proses pengajaran secara keseluruhan dan merupakan bagian program yang tak terpisahkan dari program pembelajaran. serta kesulitan-kesulitan yang dialami siswa. Oleh karena itu. untuk siswa yang telah mencapai ketuntasan minimal. menurut Ahmadi & Supriyono (2004:150). maka dilakukan lagi proses pembelajaran. evaluasi sebagai salah satu komponen proses kegiatan belajar mengajar dalam kurikulum merupakan umpan balik dalam kegiatan belajar mengajar. khususnya dalam rangka mencapai hasil belajar yang optimal. pengajaran remedial perlu dikuasai setidak-tidaknya dikenal oleh guru mata pelajaran maupun petugas bimbingan penyuluhan (guru BP) di setiap satuan pendidikan. Ada perbedaan individual yang menjadi dasar perhatian. Remedial.

Siswa yang mendapat kesulitan belajar di sekolah dan dirumah semuanya telah dapat dipecahkan oleh guru pada saat berlangsung pengajaran di sekolah. Dan. dan sebagainya. Ahmadi & Supriyono (2004:150). pengajaran remedial merupakan peluang yang besar bagi setiap siswa untuk mencapai prestasi belajar secara optimal c. tempat bekerja. konselor. Guru Guru dalam belajar mengajar memiliki fungsi ganda yaitu sebagai instruktur. disamping memberikan perhatian khusus terhadap siswa yang mengalami kesulitan belajar. Atas dasar perbedaan individual ini guru-guru dalam proses belajar mengajar harus menggunakan berbagai pendekatan dengan menggunakan suatu anggapan bahwa jika siswa mendapat kesempatan belajar sesuai dengan pribadinya dapat diharapkan mencapai prestasi belajar yang optimal sesuai dengan kemampuannya. diberi nama kurikulum muatan kecelakan (accident prone curriculum). program pendidikan dan pengajaran remedial mulai terorganisasi melalui kebijakan-kebijakan pemerintah dan butir-butir aspirasinya dimasukkan ke dalam UU Pendidikan. sedangkan perbedaan kualitatif menyangkut bakat. dan kurikulumnya juga dibuat mendadak. petugas psikologi. Perbedaan vertikal. Undang-Undang Pendidikan di Amerika menghendaki pengkajian yang mendalam terhadap pendidikan khusus dan kebutuhan-kebutuhan belajar siswa. Alat ukur pendidikan dibuat sedemikian rupa dengan maksud untuk pengembangan cita-cita di atas. . Dari uraian di atas tentang perkembangan pendidikan dan pengajaran remedial dapat disimpulkan bahwa : 1. mengundang keinginan untuk mendirikan organisasi dalam bidang pendidikan remedial. Bantuan yang diberikan berupa pelayanan ambulan untuk kepentingan individu yang mendapat kecelakaan. Pengajaran yang dilakukan guru untuk murid-muridnya diselenggarakan secara perseorangan. Pada tahun 1940. Pada tahun 1981. sebagai media. sebagai fasilitator dan sebagainya. Proses Pengajaran Dalam proses pendidikan. Gerakan pendidikan dan pengajaran remedial melejit maju dari konsepsi lama mengenai pelayanan ambulan ke konsepsi baru mengenai pengintegrasian kembali siswa yang mendapat kesulitan belajar ke dalam kelas biasa (ordinary class). sehingga keberadaan kasus pada saat itu hanya dapat dirasakan oleh adanya perbedaan-perbedaan dan kesenjangan-kesenjangan tingkah laku yang muncul sewaktu-waktu.. Pada tahun 1930-an. sehingga jenis dan hakikat bantuan tambahan yang diberikan itu dapat diidentifikasi secara cermat. Gerakan pendidikan dan pengajaran remedial memberikan harapan baik terhadap murid-murid yang mengalami kesulitan belajar. mencakup tinggi rendahnya kecerdasan. bimbingan dan penyuluhan merupakan kelengkapan dari keseluruhan proses atau pelaksanaan program. b. Untuk menjembatani perbedaan-perbedaan diciptakan pelayanan sistematis dan terarah untuk kepentingan penanggulangan kasus. bersifat mendadak. Kurikulum yang disediakan tidak memuat program khusus yang diarahkan untuk kepentingan pengembangan potensi perseorangan. pakar psikologi berpendapat bahwa kemampuan (ability) bisa diukur dan pengelompokan siswa bisa dilakukan sehingga pengajaran klasikal dapat diselenggarakan. cara kerja. minat. Salah satu bentuk pelayanan BP yaitu pengajaran remedial (remedial teaching) 3 Sejarah Perkembangan Pendidikan dan Pengajaran Remedial Dalam Wijaya (2000:46) dikatakan bahwa pendidikan dimasa lampau diartikan sebagai proses individual bukan proses kelompok.Dalam fungsinya yang ganda ini guru bertanggung jawab atas tercapainya tujuan pengajaran khususnya peningkatan prestasi belajar. Untuk membantu digunakan pendekatan pengajaran remedial (remedial teaching). Untuk melaksanakan pelayanan bimbingan sebaik-baiknya dalam proses belajar mengajar diperlukan pelayanan khusus. Kurikulum dibuat sesuai dengan kebutuhan individu dan kelompok.Oleh Mursell dalam bukunya Succesfull Teaching dikelompokan menjadi dua yaitu perbedaan secara vetikal dan perbedaan kualitatif. Pada tahun 1978 Warnock melaporkan hasil penemuannya tentang ketiadaan perbedaan antara pendidikan remedial dan pendidikan khusus. Usaha mereka berfokus pada upaya pengintegrasian siswa yang lemah mental dan fisik.

1) Pengulangan Pengulangan dapat dilakukan dengan berbagai tingkatan sesuai dengan diagnostiknya. bahkan mungkin seluruh anggota kelompok belajar tidak mampu menyelesaikan program secara sempurna sesuai dengan kriteria keberhasilan dalam proses belajar mengajar . ada tiga tipe pendekatan dalam pengajaran remedial yaitu pendekatan yang bersifat kuratif. waktu istirahat dan sebagainya) atau diberikan pekerjaan rumah dan dikoreksi oleh guru sendiri c) Diadakan kelas remedial (kelas khusus). pendekatan yang bersifat preventif. dengan bahan pengajaran sama. sistem pengelolaan kelas. 2) Pengayaan Layanan ini dikenakakan pada siswa yang kelemahannya ringan dan secara akademik mungkin termasuk berbakat. bila sebagian/seluruh kelas mengalami kesulitan sama. latihan/penugasan/soal sejenis dan diadakan pengukuran kembali untuk mendeteksi hasil peningkatan ke arah kriteria keberhasilan b) Diadakan di luar jam pertemuan biasa. dengan cara : Pemberian tugas/pekerjaan rumah . Untuk mencapai sasaran pencapaian dapat menggunakan pendekatan pengulangan. pendekatan yang bersifat kuratif lebih memungkinkan untuk dapat digunakan dalam pembelajaran remedial. Pergeseran upaya bimbingan kuratif ke preventif 3. pengayaan. Pada setiap akhir unit pelajaran Pada setiap akhir unit program studi Pelaksanaaan dapat secara : a) Individual kalau yang mengalami kesulitan terbatas b) Kelompok kalau ternyata sejumlah siswa dalam bidang studi tertentu mempunyai jenis/sifat kesalahan atau kesulitan bersama Waktu dan cara pelaksanaannya : a) Diadakan pertemuan kelas biasa berikutnya. 4. dan percepatan.2. bila yang mengalami kesulitan hanya sejumlah siswa tertentu (waktu sore. pengkajian tentang kebutuhan siswa dan kurikulum yang relevan. dan pendekatan yang bersifat pengembangan. Pendekatan dan Metode dalam Pengajaran Remedial a. Pendekatan ini diadakan mengingat pada kenyataannya ada seseorang atau sejumlah siswa. atau diadakan pengulangan total kalau ternyata dibawah kriteria keberhasilan minimum. Pendekatan dalam Pengajaran Remedial Dalam Ahmadi&Supriyono (2004:179) ditulis. Dari tiga tipe penndekatan tersebut. Pengintegrasian kembali siswa lamban belajar ke dalam kelas biasa mengundang perhatian khusus di bidang organisasi sekolah. bagi siswa yang mengalami kesulitan khusus dengan bimbingan khusus. yaitu : a) b) c) Pada setiap akhir pertemuan.

Diskusi Metode ini digunakan dengan memanfaatkan interaksi antar individu dalam kelompok untuk memperbaiki kesulitan belajar yang dialami oleh kelompok siswa. Tanya jawab dapat dilakukan secara individual maupun kelompok.Dengan metode ini siswa diharapkan dapat lebih memehami dirinya.- Pemberian tugas/soal dikerjakan di kelas 3) Percepatan (akselerasi) Layanan ini ditujukan kepada siswa yang berbakat tetapi menunjukan kesulitan psikososial (ego emosional). memperbaiki cara-cara belajar. mengetahui kelebihan/kekurangannya. Bila hanya beberapa bidang studi untuk bidang studi ini dapat diteruskan (maju berkelanjutan/continous program) b. Serangkaian tanya jawab dapat membantu siswa dalam memahami dirinya. . Bila ternyata keseluruhan bidang studi unggul dibandingkan kelompoknya dapat dinaikan ke tingkat yang lebih tinggi. Metode ini dalam rangka pengajaran remedial memungkinkan terjalin hubungan guru dan siswa sehingga dapat : • • • meningkatkan motivasi belajar menciptakan kondisi yang menunjang pelaksanaan penyuluhan menumbuhkan rasa harga diri 2). Metode dalam Pengajaran Remedial Metode yang digunakan dalam pengajaran remedial yaitu metode yang dilaksanakan dalam keseluruhan kegiatan bimbingan belajar dari tingkat identifikasi sampai dengan tindak lanjut. Kebaikan metode ini dalam rangka pengajaran remedial yaitu sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) Setiap individu dalam kelompok dapat mengenal diri dan kesulitannya Interaksi dalam kelompok menumbuhkan sikap percaya diri Mengembangkan kerja sama antar pribadi Menumbuhkan rasa tanggung jawab 3). Dengan pemberian tugas tertentu baik secara individual maupun secara kelompok siswa yang mengalami kesulitan dapat ditolong. memperluas pendalaman meteri yang dipelajari. Tugas Metode ini dapat digunakan dalam rangka mengenal kasus dan dalam rangka memberikan bantuan . Metode yang dapat digunakan yaitu : 1) Tanya Jawab Metode ini digunkan dalam rangka pengenalan kasus untuk mengetahui jenis dan sifat kesulitannya. memperbaiki cara-cara belajar.

4). Kerja Kelompok Metode ini dapat hampir sama dan dapat bersamaan dengan metode pemberian tugas dan metode diskusi. rela. serta cara dan kemungkinan pemecahannya. menurut Ahmadi&Supriyono (2004:185) dapat dilaksanakan dengan prosedure sebagai berikut : a. Meneliti Kasus (Diagnosis) Tujuan penelitian kasus adalah agar memperoleh gambaran yang jelas mengenai kasus tersebut. Materi yang diberikan dapat berupa pengulangan. Pemilihan tutor didasarkan atas prestasi. karena hubungan antar teman lebih dekat dibandingkan hubungan guru –siswa. Prosedur Pelaksanaan Remedial Teaching Remedial teaching yang merupakan salah satu bentuk bimbingan belajar. afektif atau psikomotornya. punya hubungan sosial baik dan cukup disenangi teman-teman. 6) Pengajaran Individual Pengajaran individual adalah interaksi antara guru-siswa secara individual dalam proses belajar mengajar. Pengajaran individual ini bersifat teaputik. tutor ini membantu temannya yang mengalami kesulitan . Dengan petunjuk dari guru. Tutor berperan sebagai pemimpin dalam kegiatan kelompok sebagai pengganti guru. Yang penting adalah interaksi di antara anggota kelompok dengan harapan terjadi perbaikan pada diri siswa yang mengalami kesulitan belajar. 5. artinya mempunyai sifat penyembuhan dengan cara memperbaiki cara-cara belajar siswa. Untuk memiliki kemampuan membimbing dan bersikap sabar. Sikap dalam belajar Kebiasaan belajar . ulet. Selanjutnya dalam domain apa siswa mengalami kesulitan apakah kognitifnya. 5) Tutor Sebaya Tutor adalah siswa sebaya yang ditunjuk/ditugaskan membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar. bertanggung jawab. Dalam langkah pertama ini juga dibahas mengenai faktor-faktor penyebab kesulitan murid. Dapat meningkatkan rasa tanggung jawan dan kepercayaan diri. Metode tutor memiliki kebaikan sebagai berikut : a) b) c) Adanya hubungan dekat dan akrab Bagi tutor merupakan kegiatan pengayaan. materi baru atau pengayaan dari apa yang telah dimiliki siswa. baik yang berasal dari diri sendiri maupun yang berasal dari luar dirinya. menerima dan memahami dan sebagainya. Penyebab kesulitan yang berasal dari dalam misalnya : Tingkat kecerdasan Motivasi untuk berprestasi. Berdasarkan atas penelitian kasus akan dapat ditentukan murid-murid yang perlu mendapatkan remedial teaching. Pendekatan metode ini bersifat individual sesuai dengan kesulitan yang dihadapi siswa.

Setelah karakeristik kasus ditentukan. yaitu digunakan untuk mengetahui kelemahan atau kekurangan yang dihadapi murid. • • • • • • Keterbatasan sumber belajar. . Untuk memperoleh data yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi kasus dapat lakukan dengan teknik tes dan teknik non-tes. Kecocokan dengan program yang diambil Kurang tepat cara mengajar Fasilitas yang terbatas Kurang serasi hubungan guru dengan murid Pengaruh lingkungan terhadap belajar. yaitu tes yang dipergunakan untuk mengukur hasil belajar yang telah dicapai murid. Tes psikologis. 3. yaitu mengumpulkan data melalui komunikasi secara lisan 2. yaitu mengumpulkan data berdasarkan riwayat hidupnya Sosiometri. Biografi. yaitu sebagai berikut : 1) Kalau kasusnya ringan. Angket atau kuesioner. yaitu pengumpulan data yang telah tersimpan dalam dokumen tertentu. yaitu pengumpulan data dengan melakukan pengamatan terhadap sustu kegiatan baik langsung maupun tidak langsung. tes kepribadian. antara lain : 1. antara lain : 1. Teknik tes adalah pengumpulan data dengan menggunakan tes yang sudah baku. Tes prestasi belajar. yaitu pengumpul data dengan menggunakan seperangkat pertanyaan yang diajukan secara tertulis dan dijwab secara tertulis. Teknik non-tes adalah teknik pengumpulan data dengan menggunakan alat yang tidak tergolong tes yang baku. 6. 5. Menentukan Tindakan/Perlakuan Langkah ini sebagai kelanjutan dari langkah pertama. Studi dokumentasi. seperti tes kecerdasan. 3. misalnya . maka tindakan pemecahannya perlu dipikirkan. Wawancara. 2. tes minat dan sebagainya.- Penguasaan pengetahuan dasar Penyebab kesulitan yang berasal dari luar. yaitu suatu teknik pengumpulan data untk mengetahui pola-pola hubungan sosial antar murid. Observasi. 4. Tes diagnosis. Surya (1984:114). dilakukan usaha-usaha untuk menentukan karakteristik kasus yang ditangani tersebut. b. tindakan yang ditentukan adalah remedial teaching.

e. yaitu : 1) Kasus menunjukkan kenaikan prestasi yang dihasilkan sesuai dengan kriteria yang diharapkan. yaitu untuk mengatasi hambatan-hambatan emosional yang mempengaruhi cara belajarnya.2) Kalau kasusnya cukup dan berat. fasilits dan kesempatam yang tersedia. Pemberian Layanan Khusus. sifat individu. c. Kasus yang mempunyai latar belakang ketidak cocokan antara kedaan pribadi dengan lingkungannya dan programnya Kasus yang mempunyai latar belakang kebiasaan belajar yang salah. selanjutnya dilanjutkan program berikutnya. Melakukan Pengukuran Ulang. Sasaran pokok pada langkah ini adalah peningkatan prestasi maupun kemampuan menyesuaikan diri sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh guru. namun belum memenuhi kriteria yang yang diharapkan. Faktor efisiensi. yaitu sedikit tenaga. Setelah dilaksanakan pengajaran remedial. Kasus yang mempunyai latar belakang kurang motivasi dan minat belajar. d. Berdasarkan atas karakteristik kasus tersebut maka pada tahap kedua ini adalah membuat keputusan tentang cara mana yang harus dipilih. diserahkan pada pembimbing untuk diadakan pengayaan. Pelaksanaan Remedial Teaching. Untuk mengetahui hal tersebut dilakukan pengukuran kembali dengan tes seperti yang dipergunakan dalam proses belajar biasa. 2). Setelah terciptanya pra kondisi seperti pada langkah (c) maka kemudian dapat dilaksanakan remedial teaching. bea dan waktu yang dipergunakan namun hasilnya optimal. 2) Kasus menunjukkan kenaikan prestasi. Kasus yang mempunyai latar belakang sikap negatif terhadap guru. sehingga kemudian siap mengahadapi kegiatan belajar secara wajar. 4). Tujuan dari layanan khusus bimbingan dan penyuluhan ini adalah mengusahakan agar murid yang menjadi kasus itu terbebas dari hambatan mental emosional (ketegangan batin). maka sebelum diberikan remedial teaching harus diberi layanan konseling lebih dahulu. maka selanjutnya dilakukan pengukuran terhadap perubahan pada diri siswa yang bersangkutan. yaitu ketepatan tercapainya tujuan pengajaran remedial. Hasil penafsiran dapat terjadi 3 kemungkinan. Dalam hal ini dapat dilakukan oleh petugas BP atau psikolog ataupun koselor pada bidangnya. Melakukan Re-Evaluasi dan Re-Diagnosis Hasil pengukuran pada langkah ke-5 kemudian ditafsirkan dengan membandingkan dengan kriteria seperti pada proses belajar yang sesungguhnya. . Pemberian layanan khusus yaitu bimbingan dan konseling. Beberapa pertimbangan yang dapat dipakai dalam mengambil keputusan adalah : 1) 2) 3) Faktor efektivitas. tercapai atau belum apa yang telah direncanakan dalam kegiatan remedial teaching. Faktor kesusilaan dengan jenis masalah. f. Tetapi ada kalanya kasus ini dapat dilakukan guru sendiri bila masalah yang diahadapinya sebagai berikut : 1). 3).

3) Kasus belum menunjukkan perubahan yang berarti dalam hal prestasi. maka keterampiilan dan kepekaan anak dalam mengenal dan membedakan permukaan benda yang kasar dan halus. Bimbingan Pembelajaran Sensori Penglihatan Materi pembelajaran yang dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan anak tunagrahita dalam mengenal ukuran benda dua dimensi dan tiga dimensi (panjang. belajar aktif dan partisipasi bias menggunakan banyak cara untuk membantu anak belajar. Bimbingan Pembelajaran Sensori Terhadap Berat Dengan latihan ini. terutama dalam membedakan temperature atau suhu benda dalam lingkungan alam. Bimbingan Pembelajaran Sensori Rasa Materi ini dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan anak dalam membedakan jenis-jenis rasa dan kualitas dari suatu benda. gerakan tubuh (tari. sedangkan anak yang lain nya. beriteraksi dengan yang lain untuk menemukan jalan keluar. Kemudian anak menjawab dengan menyebut nama bendanya. 92 Tahap Ketiga: Abstraksi (anak aktif menggunakan kata-kata) Pada tahap ini. Di samping itu juga meningkatkan pemahaman anak terhadap warna dasar. olahraga atau bermain musik). maka dapat dikembalikan pada tahap kedua atau kesatu. Bimbingan Pembelajaran Sensori Perabaan Dengan melatih perabaan anak tunagrahita. bahwa anak yang semula pasif dalam bebicara menjadi lebih aktif berbicara misalnya: Guru : “Apakah ini?” (menunjukan benda berbentuk kubus) Anak : menjawab “kubus” Guru : “bagaimana ukurannya?” (besar atau kecil. Bimbingan Pembelajaran Sensori Penciuman Pembelajaran sensori penciuman ini di maksudkan untuk meningkatkan kepekaan anak terhadap perbedaan baud an kualitas bau dari suatu benda. Bimbingan Pembelajaran Sensori Terhadap panas Dengan latihan ini. Sebagian anak senang berkerja atau memecahkan soal secara individual. visualisasi. 93 e. 3) Materi Bimbingan Pembelajaran Sensorimotor Materi bimbingan pembelajaran sensorimotor dapat di klasifikasikan sebagai berikut : a. campuran. lebar. f. d. tingkatan kualitas perabaan serta bermacam-macam sruktur permukaan benda akan meningkat. Dengan demikian dapt dibuktikan. 4) Berbagai Cara Bimbingan Sensorimotor Pada Anak Tunagrahita Kita tahu cara bekajar yang baik antara lain melalui membaca dan mencatat. Apabila pada tahap ini anak tunagrahita masih mengalami kessulitan. Semua materi pelajaran tersebut dapat di pelajari oleh anak tunagrahita dengan menggunakan bahan atau materi yang ada di sekitar anak atau yang di buat dan di rancang oleh guru sendiri. 94 BAB V PENUTUP . jadi anak belajar dengan berbagai cara. dimulai dengan guru menunjukan suatu benda dengan menanyakan nama benda tesebut. selanjutnya dilakukan diagnosis lagi untuk mengetahui letak kelemahan remedial teaching selanjutnya diadakan ulangan dengan altrnatif yang sama. cair dan gas. Bimbingan Pembelajaran Sensori Pendengaran Latihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan anak tunagrahita dalam membedakan bunyi dan nada serta kualitas nada atau bunyi. c. b. dan urutan tingkatan warna. yang ditunjukan besar) Anak : menjawab “kubus” itu besar Jadi pada tahap ketiga anak harus mampu menyebutkan sendiri nama benda dan menunjukan bendanya. maka keterampilan anak tunagrahita meningkatakan dalam membedakan berat benda padat. g. maka keterampilan dan kepekaan anak tunagrahita akan meningkat. dan isi atau volume).

Fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan.1 Kesimpulan Bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik. Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua konseli atau konseli. baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah. pekerjaan. muda.Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua konseli. dan lebih diutamakan teknik kelompok dari pada perseorangan (individual). wanita ataupun pria. baik pria maupun wanita. bimbingan sosial.2 Saran Bimbingan Konseling adalah pelayanan bantuan yang diperuntukan bagi semua kalangan baik tua. Berdasarkan pemahaman ini. agar mandiri dan berkembang secara optimal. dan bimbingan karir. maupun dewasa. Bahkan baik bagi yang mempunyai masalah ataupun tidak. berdasarkan norma-norma yang berlaku.5. baik anak-anak. konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Semua ini diperlukan oleh manusia agar peradaban manusia itu sendiri dapat diwariskan pada penerusnya sehingga peradaban manusia dapat terus terjaga. 5. bimbingan belajar. dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. baik secara perorangan maupun kelompok. dan norma agama). remaja. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari pada penyembuhan (kuratif). . dalam bimbingan pribadi. melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful