Distribusi Peluang Kontinu

Bahan Kuliah II2092 Probabilitas dan Statistik Oleh: Rinaldi Munir Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB

1

Fungsi Padat Peluang
• Untuk peubah acak kontinu, fungsi peluangnya atau distribusi peluangnya tidak bisa disajikan dalam bentuk tabel, tetapi dalam bentuk rumus. • Fungsi peluang, f(x), untuk peubah acak kontinu X disebut fungsi padat peluang (probability density function atau pdf) atau fungsi padat saja. • Grafik fungsi padat adalah kurva kontinu dan peluang dinyatakan sebagai luas daerah di bawah kurva. • Karena peluang selalu positif, maka kurva fungsi padat selalu berada di atas sumbu-x
2

Definisi 1. Fungsi f(x) adalah fungsi padat peluang dari peubah acak kontinu X yang didefinisikan di atas himpunan semua bilangan riil R, bila memenuhi syarat: 1) f(x) ≥ 0 untuk semua x ∈ R

2)

−∞

∫ f ( x)dx = 1
b

3) P(a < X < b) = ∫
a

f ( x)dx

f(x)

a

b

x

3

P(a < X < b)

f(x) x a P(a < X < b) 4 b .

peluang memilih mahasiswa yang tingginya paling sedikit 172.• Perhatikan bahwa peubah acak kontinu mempunyai peluang nol pada setiap titik x. Hal ini tidak benar pada X diskrit. Namun.0000) adalah sangat kecil sehingga peluang kejadian tersebut diberi nilai nol. tetapi lebih besar dari 0 untuk X yang terletak dalam sebuah selang (interval). Peluang mahasiswa yang terpilih memiliki tinggi tepat 172 cm (tidak kurang atau tidak lebih sedikitpun yaitu presisi 172. 5 .000 cm dan 174.000 cm lebih besar dari nol. • Perhatikan pula bahwa bila X kontinu. P(a < X ≤ b) = P(a < X < b) + P(X = b) = P(a < X < b) + 0 = P(a < X < b) artinya tidak penting benar apakah titik diujung selang diikutsertakan atau tidak. • Contoh ilustrasinya sebagai berikut: misalkan satu orang dipilih secara acak dari suatu kelompok mahasiswa.

untuk x lainnya (a) Tunjukkan bahwa syarat 2 pada Definisi 1 terpenuhi (b) Hitunglah P(0 < x ≤ 1) Jawaban: ∞ (a) −∞ ∫ f ( x) dx = ∫ x / 3dx = x / 9 = 8 / 9 + 1 / 9 = 1 2 3 −1 1 2 2 −1 (b) P(0 < X ≤ 1) = ∫ x / 3dx = x / 9 = 1 / 9 2 3 0 0 1 6 .−1 < x < 2 .• Contoh 1. Misalkan peubah acak X yang menyatakan galat pengukuran sebuah percobaan fisika mempunyai fungsi padat peluang ⎧x ⎪ f ( x) = ⎨ 3 ⎪0 ⎩ 2 .

0 < x < 3 . (Jawaban ada pada slide berikut) 7 . kemudian hitung P(1 < X < 2). Tentukan konstanta c sedemikian hingga fungsi ⎧cx f ( x) = ⎨ ⎩0 2 . lainnya adalah fungsi padat peluang.• Latihan.

Jawaban: Dari syarat 1 pada Definisi 1. Kemudian. maka 9c = 1 sehingga c = 1/9. ∞ −∞ ∫ f ( x)dx = ∫ cx dx = cx / 3 = 9c 2 3 0 0 3 3 dan karena persamaan ini harus sama dengan 1 (sesuai syarat 2). 8 1 7 x x = − = P(1 < x < 2) = ∫ dx = 9 27 27 27 27 2 1 1 2 3 2 8 . c harus ≥ 0 agar f(x) ≥ 0.

∞ < X < ∞ −∞ x Sebagai akibatnya. Distribusi kumulatif atau fungsi distribusi dari suatu pebuah acak kontinu X dengan fungsi padatnya f(x) adalah F ( x) = P ( X ≤ x) = ∫ f (t )dt untuk .• Definisi 2. P(a < X < b) = F(b) – F(a) dan f(x) = dF(x)/dx 9 .

Carilah distribusi kumulatif untuk peubah acak pada Contoh 2 di atas.0 ≤ x < 3 ⎪ 1 . Jika 0 ≤ x < 3. maka t F ( x) = ∫ f (t ) dt + ∫ f (t )dt = ∫ dt + ∫ 0dt = 1 9 3 x 3 x 0 3 0 3 2 maka distribusi kumulatifnya adalah . Jawab: Jika x < 0. maka F(x) = 0.x >3 ⎩ 3 10 . kemudian gunakan hasilnya untuk menghitung nilai P(1 < X < 2).• Contoh 2.x < 0 ⎧ 0 ⎪ F ( x) = ⎨ x / 27 . maka t t x = F ( x) = ∫ f (t )dt = ∫ dt = 9 27 27 x x 0 0 0 2 3 x 3 Jika x ≥ 3.

P(1 < X < 2) = F(2) – F(1) = 23/27 – 13/27 = 727 11 .Kurvanya kira-kira sebagai berikut: 1 0 3 Selanjutnya.

• Oleh karena itu. • Seringkali dalam eksperimen yang menyangkut peubah acak kontinu. fungsi padat f(x) tidak diketahui. himpunan data tersebut digunakan untuk menaksir f(x) 12 . Oleh karena itu penting untuk mencirikan atau meringkas sifat himpunan data tersebut dengan cukup jelas.Distribusi Empiris • Para ilmuwan dan enjinir hanya memiliki himpunan data.

• Sebagai contoh. • Distribusi empiris mengelompokkan data ke dalam suatu interval. di mana frekuensi data dalam setiap interval dapat digunakan untuk menentukan frekuensi nisbinya. misalkan umur 40 batere mobil yang serupa dicatat dimana yang dalam hal ini umur tersebut dibulatkan sampai persepuluhan tahun 13 .• Langkah awal dalam menaksir f(x) adalah membuat distribusi frekuensi nisbi (nisbi = relatif).

9 3.7 3.7 3.5 --------------------------------------------------------------------------------- Umur Batere Mobil Misalkan dipilih 7 interval kelas.1 3.5 4.6 3.4 3.1 3.4 1.7 – 1.5 3.1 4.2 2.5 4.4 3.1 1.3 3.7 2.0 2.3 3.2 3.7 3.5 14 .7 4.9 3.0 4.4 4.9 3.6 3.443 ≈ 0. panjang interval adalah (4.1 3.8 3.6 2.--------------------------------------------------------------------------------2.9 3.6)/7 = 0.2 4.8 3.1 3.2 3.2 4.3 3.3 3.6 3.

0-3.250 0.2 2.2 3.Interval 1.7 4.100 0.9 Titik Tengah 1.7 3.0-2.5-3.2 4.050 0.4 2.025 0.125 0.9 3.9 4.5-2.7 2.4 4.0-4.4 3.7 Frekuensi 2 1 4 15 10 5 3 Frekuensi Nisbi 0.375 0.075 Tabel Distribusi Frekuensi Nisbi Umur Batere 15 .5-4.9 2.5-1.

25 0.35 0.2 3.Histogram Frekuensi Nisbi 0.4 0.1 0.2 2.7 2.7 3.05 0 1.2 4.3 Frekuensi Relatif 0.7 4.15 0.2 0.7 Umur Batere 16 .

Peluang taksiran adalah jumlah luas persegi panjang antara 3. kurva berbentuk seperti lonceng yang persamaan fungsinya sudah dikenal (persamaan Gaussian).45. maka peluang yang dicari dapat dihitung.• Misalkan akan dicari peluang batere berumur antara 3. • Fungsi f(x) dapat ditaksir dengan melihat bentuknya dan persamaan yang mewakilinya. 17 . • Pada gambar di atas. lalu dicari parameter persamaan tersebut.45 dan 4. • Namun luas persegi panjang tersebut belum dapat dihitung karena rumus f(x) belum diketahui. Setelah parameter Gaussian diketahui.45 bila dipilih secara acak dari produksi batere yang sama.45 dan 4.

y) = P(X = x . • Misalkan pengukuran tekanan (P) dan volume gas (V) akan memberikan hasil (p. Y = y). • Bila dalam percobaan dilakukan pencatatan dan peubah acak secara serentak.Distribusi Peluang Gabungan • Konsep-konsep fungsi peluang dapat dirampatkan untuk dua atau lebih peubah acak.y) dimana f(x. v). 18 . maka distribusi peluang terjadinya secara serentak X dan Y disebut distribusi peluang gabungan X dan Y dan dinyatakan dengan f(x. • Tinjau kasus dua peubah acak yang keduanya diskrit atau keduanya kontinu. • Bila X dan Y adalah peubah acak. maka peluang kedua peubah acak itu dapat dihitung.

Y) ∈ A] = ∑ ∑ f(x. y) A 19 . Kasus X dan Y keduanya diskrit • Definisi 3.y) adalah fungsi peluang gabungan peubah acak diskrit X dan Y bila: 1) f(x.1. Y = y) = f(x.y) = 1 x y 3) P(X = x. y) Untuk tiap daerah A di bidang xy. y) ≥ 0 untuk semua (x. Fungsi f(x. P[(X. y) 2) ∑ ∑ f(x.

(0. bila A adalah daerah {x. 2 bola merah.• Contoh 3. (1. y) b. dan 3 bola hijau. Y) ∈ A]. 1). tentukan: a. y) yang mungkin adalah 20 (0. (1. Dua buah bola diambil dari sebuah kotak yang berisi 3 bola biru. Bila X menyatakan banyaknya bola biru dan Y bola merah. 0). P[(X. 0). y) | x + y ≤ 1} Jawaban: (a) Pasangan nilai (x. . 2). 0). (0. 1) dan (2. Fungsi peluang gabungan f(x.

1. 0). f(1.Gunakan cara yang sama untuk menghitung f(0. 2-x-y)/ C(8. y) = C(3. dan f(2.y)C(3. f(1. 2 ----------------------------------------------------------------------------------------f(x.1).y) | x=0 y=1 y=2 Jumlah baris ----------------------------------------------------------------------------------------y=0 | 3/28 9/28 3/28 15/28 | y=1 | 3/14 3/14 3/7 | y=2 | 1/28 1/28 ----------------------------------------------------------------------------------------Jumlah kolom | 5/14 15/28 3/28 1 21 . 2. 1. 0). Secara umum: f(x. F(0. y = 0. 2).0).x)C(2. Hasilnya dinyatakan dalam tabel berikut. 2) dimana x = 0.

0) + f(0.1) + f(1.0) = 3/28 + 3/14 + 9/28 = 9/14 22 .(b) P[(X. Y) ∈ A] = P(X + Y ≤ 1) = f(0.

2.y) adalah fungsi padat gabungan peubah acak kontinu X dan Y bila: 1) f(x. Y ) ∈ A] = ∫∫ f ( x. y )dxdy A 23 . y) 2) ∞ ∞ −∞ −∞ ∫ ∫ f ( x. y ) dxdy = 1 3) Untuk tiap daerah A di bidang xy. Fungsi f(x. Kasus X dan Y keduanya kontinu • Definisi 4. P[( X . y) ≥ 0 untuk semua (x.

0 ≤ x ≤ 1 f ( x.y) | 0 < x < ½.• Contoh 4. 0 ≤ x ≤ 1. ¼ < y < ½} Jawaban: 1 1 a) ∞ ∞ −∞ −∞ 1 ∫ ∫ f ( x. y ) = ⎨ 5 ⎪ 0. bila A adalah daerah {(x. lainnya ⎩ a) Tunjukkan syarat 2 dipenuhi b) Hitung P[(X.Y) ∈ A]. Diketahui fungsi padat gabungan peubah acak kontinu X dan Y adalah ⎧2 ⎪ (2 x + 3 y ). y )dxdy = ∫ ∫ 2(2 x + 2 y ) / 5dxdy 0 0 2 x =1 x =0 0 = ∫ 2 x / 5 + 6 xy / 5 | dy = ∫ (2 / 5 + 6 y / 5)dy = 2 y / 5 + 3 y / 5 | 2 0 1 y =1 y =0 = 2 / 5 + 3/ 5 =1 24 .

Y) ∈ A] = P(0 < X < ½.b) P[(X. ¼ < Y < ½) = ∫ ∫ 2(2 x + 3 y ) / 5dxdy 1/ 4 1/2 0 1 / 2 1/2 = ∫ 2 x / 5 + 6 xy / 5 | 2 1/ 4 1/ 2 1/ 4 x =1 / 2 x =0 = ∫ (1 / 10 + 3 y / 5)dy = y / 10 + 3 y / 10 | 2 y =1 / 2 y =1 / 4 = 1 / 10[(1 / 2 + 3 / 4) − (1 / 4 + 3 / 16)] = 13 / 160 25 .

• Latihan. ¼ < y < ½} 26 .Y)∈A] bila A adalah daerah {(x.y) | 0 <x < 1. 0 < y < 1 f ( x. y ) = ⎨ 4 ⎪ 0. Pandang fungsi padat gabungan ⎧ x(1 + 3 y ) ⎪ . 0 < x < 2. untuk x. y lainnya ⎩ 2 a) Periksalah syarat 2 dipenuhi b) Hitunglah P[(X.

y) terhadap s emua nilai X.y) dari peubah acak X dan Y maka distribusi peluang g(x) dari X dapat diperoleh dengan menjumlahkan f(x. • Begitupula distribusi peluang h(y) dari Y dapat diperoleh dengan menjumlahkan f(x. 27 .y) terhadap semua nilai Y. • Distribusi peluang g(x) dan h(y) disebut distribusi peluang marginal dari X dan Y.Distribusi Marginal • Bila diketahui distribusi peluang gabungan f(x.

Distribusi marginal dari X dan Y adalah g ( x) = ∑ f ( x. 28 . y ) dan h( y ) = ∑ f ( x. y )dx untuk kasus kontinu. y ) y x untuk kasus diskrit. y )dy −∞ ∞ dan h( y ) = ∫ ∞ −∞ f ( x. dan g ( x) = ∫ f ( x.Definisi 5.

2) = (3/28) + 0 + 0 = 3/28 29 . 1) + f(2. Dari tabel berikut. f(x. 0) + f(2. 1) + f(1. y) = f(0. 2) = (9/28) + (3/14) + 0 = 15/28 P(X = 2) = g(2) = Σ f(2. 0) + f(0. tentukan distribusi marginal X dan Y. 1) + f(0. y) y=0 y=1 y=2 Total Kolom x=0 3/28 3/14 1/28 5/14 15/28 3/28 x=1 9/28 3/14 x=2 3/28 Total Baris 15/28 3/7 1/28 1 Jawaban: Untuk peubah acak X dapat dihitung sebagai berikut: P(X = 0) = g(0) = Σ f(0. y) = f(1. 2) = (3/28) + (3/14) + (1/28) = 5/14 P(X = 1) = g(1) = Σ f(1.Contoh 5. y) = f(2. 0) + f(1.

nilai h(y) merupakan jumlah barisnya.Dalam bentuk tabel sebagai berikut: x g(x) 0 5/14 1 15/28 2 3/28 Dengan cara yang sama. Hasilnya dalam bentuk tabel adalah sebagai berikut: Y h(x) 0 15/28 1 3/7 2 1/28 30 .

31 . Tentukan g(x) dan h(y) dari Contoh 4.Contoh 6. y )dy = ∫ (2 x + 3 y )dy = 0 5 5 1 untuk 0 ≤ x ≤ 1 dan g(x) = 0 untuk x yang lain. Dengan cara yang sama. 2 2(1 + 3 y ) h( y ) = ∫ (2 x + 3 y )dx = −∞ 5 5 ∞ untuk 0 ≤ y ≤ 1 dan h(y) = 0 untuk y lain. Jawaban: g ( x) = ∫ ∞ −∞ 4x + 3 2 f ( x.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful