DIAZEPAM

OBAT YANG MENGHAMBAT SUSUNAN SARAF PUSAT (DIAZEPAM) O L E H

KELOMPOK IV:
1. ARMIDA SIRINGO-RINGO 2. IMRAN PARDAMEAN SIREGAR 3. INDRA SYAPUTRA HASIBUAN 4. SONTINA SARAGIH

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SARI MUTIARA MEDAN T.A 2010 KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan kasih karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul: Obat Yang Menghambat Susunan Saraf Pusat (Diazepam). Makalah ini merupakan tugas yang diembankan kepada kelompok IV

Dalam penyusunan makalah ini tidak terlepas dari bantuan, bimbingan dan arahan dari semua pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada :Dr. Zulkarnaen selaku pembimbing dalam penyelesaian makalah ini. Akhir kata penulis ucapkan terima kasih pada semua pihak yang terkait yang telah memberikan bantuan kepada penulis, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi setiap pembaca.

Penulis

Kelompok IV

DAFTAR ISI Halaman

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I.... PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang......................................................................................... 1 1.2 Obat yang bekerja pada susunan saraf pusat............................................ 3 1.3 Obat-obat yang termasuk kelompok obat................................................ 3 1.4 Farmakokinetik......................................................................................... 4 1.5 Farmakodinamik....................................................................................... 4 1.6 Efek samping............................................................................................ 5 1.7 Interaksi Obat........................................................................................... 5 BAB II.. PEMBAHASAN 2.1 Defenisi ................................................................................................... 6 2.2 pengkajian................................................................................................ 6 2.2.1 Indikasi ......................................................................................... 6 2.2.2 Kontaindikasi................................................................................. 7

..................3................ 10 2..............................................4 Interaksi obat...................................................... sangat khusus..............................3 Nasib obat..........4............................... 7 2.......3 Efek terapi....................................................... 9 2........................... 9 2.............1 Mekanisme Kerja obat...4.......2............................. 10 2... berfungsi menyalurkan informasi yang berasal dari organ reseptor. mengatur.. dan mengendalikan interaksi antara seorang individu dengan lingkungan sekitarnya............................2 Dosis obat............4............. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan medulla spinalis yang mempunyai beragam pusat dengan fungsi yang berbeda-beda. Pada dasarnya proses tersebut bertujuan untuk mengendalikan berbagai system organ yang lain sehingga terbentuk keluaran berupa perilaku mahluk hidup.................................................... system saraf pusat secara garis besar dapat dibagi dalam system saraf pusan dan system saraf tepi. Sistem saraf tepi terdiri dari saraf aferen dan saraf eferen.... ..... Saraf aferen yang juga disebut sebagai saraf sensorik............. 9 2......2..........................................................2..........3 Perencanaan.......................................... Sitem tubuh yang penting ini juga mengatur aktivitas sebagian besar system tubuh lainnya....1 Cara Pemberian Obat.......................................4................................................................ ................. dan kompleks............................ Berdasarkan struktur dan fungsinya.............4.............................. Mekanisme penghantaran informasi antara reseptor dengan sistem saraf pusat terjadi melalui proses penghantaran impuls dengan kode irama dan ....................3.........2 Efek terapi...................... 8 2.3..... 11 BAB III KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN POWER POINT BAB I PENDAHULUAN 1...... 8 2............................... 10 2..... System saraf ini mengkordinasikan....5 Evaluasi..................................4 Diagnosis....... Dalam sistem saraf pusat ini terjadi berbagai proses analisis informasi yang masuk serta proses sintesis dan mengintegrasikannya..................... 8 2......................................4 Efek samping...........................3........................ 8 2...............3 Bentuk sediaan obat....4 Pelaksanaan.............. 7 2...1 Latar Belakang Sistem saraf manusia merupakan jalinan jaringan saraf yang saling berhubungan....................................

dan fungsi pencernaan. otot jantung dan kelenjar. 1. menyintesis dan mengintegrasi-kan berbagai masukan dari saraf sensorik maupun dari bangunan lain yang terdapat di otak maupun di medula spinalis. Saraf motorik somatik membawa impuls dari pusat ke otot rangka sebagai organ efektor. Saraf motorik autonom merupakan salah satu komponen sistem saraf autonom yang mengendalikan otot polos. Baik kekuatan maupun jenis kontraksi otot rangka dapat dikendalikan oleh sistem saraf pusat maupun oleh sistem saraf tepi.frekuensi tertentu. Obat-obat SSP bekerja pada resptor khusus yang mengatur transmisi sinaps dan merupakan alat paling penting untuk mempelajari aspek fisiologi SSP mulai dari terjadinya bangkitan sampai pada penympanan memori jangka panjang . Saraf eferen yang juga disebut saraf motorik terdiri dari dua bagianyaitu sa raf motorik somatik dan saraf motorik autonom. dapat terbangkit kontraksi otot. Susunan Saraf Tepi merupakan gabungan saraf aferen (bagian sensorik saraf tepi) dengan saraf eferen (bagian motorik saraf tepi). Organ Reseptor dapat berupa sel yang berbeda dengan sel saraf aferen (sensorik) yang terdapat pada beberapa organ sensorik khusus. SSAU terutama mengendalikan berbagai fungsi organ viseral yang sangat penting untuk mempertahankan kehidupan. 1. Pembagian secara garis besar yang berdasarkan struktur dapat dilihat pada gambar Gb. Susunan Saraf Pusat terdiri dari otak dan medula spinalis yang berfungsi antara lain menganalisis. Organ reseptor dapat pula merupakan bagian ujung sel saraf aferen. Melalui proses komunikasi secara biolistrik di saraf dan proses komunikasi melalui neurotransmitor di hubungan saraf-otot. Sistem saraf autonom (SSAU) termasuk berbagai pusat pengendali di otak. Sistem saraf somatik turut berperan dalam proses mengendalikan kinerja otot rangka yang diperlukan untuk menyelenggarakan beragam sikap dan gerakan tubuh. Terlihat pembagian struktur berdasarkan fungsinya.2 Obat Yang Bekerja Pada Sususnan Saraf Pusat Obat-obat yang bekerja untuk system saraf pusat (SSP) merupakan salah satu yang pertama ditemukan manusia primitive dan masih dipergunakan secara luas sebagai zat farmakologi. fungsi pembuluh darah dalam mengatur aliran darah ke berbagai organ. Organ Efektor dapat berupa otot rangka yang disarafi oleh saraf motorik somatik serta otot polos. pada dasarnya melaksanakan kegiatan secara independen dan tidak langsung dikendalikan oleh kesadaran. antara lain fungsi jantung dalam mengatur volume curah jantung (cardiac output). Bagan garis besar Susunan Saraf. otot jantung dan kelenjar yang disarafi oleh saraf motorik autonom.

Absorbs per oral triazolam sangat cepat sekali dan juga diazepam dan metabolt aktif dari klorazepat lebih cepat diabsorbsi dari pada benzodiazepine lain yang umum digunakan. Diabsorbsi Jika digunakan untuk mengobati ansietas atau gangguan tidur. Nitrazepam 8. . Benzodiazepine merupakan obat-obat basa lemah dan diabsorbsi sangat efektif pada pH tinggi yang ditemukan didalam duodenum.1.4 Farmakokinetik a. b. Diazepam 2. dan permeamibilitas. hipnotik sedatip biasanya diberikan per oral. Flurazepam 4. Lorazepam 7. Ekskresi Metabolik benzodiazepin dan hipnotik-sedatif lain yang larut dalam air diekskrsikan terutama melelui ginjal. Triazolam 9. Oxazepam 6. Distribusi Transfor hipnotik-sedatip didalam darah adalah proses dinamik dimana banyaknya molekul obat masuk dan meninggalkan jaringan tergantungpada aliran darah.3 Obat-obat Yang Termasuk Kelompok Obat 1. Biotransformasi: Redistribusi ke jaringan lain selain otak sama pentingnya seperti biotransformasi untuk mengakhiri efek hipnotik-sedatif terhadap susnan saraf puast dari kebanyakan hipnotiksedatip d. tingginya konsentrasi. c. Kecepatan absorbs benzodiazepine yang diberikan per oral berbeda tergntung pada beberapa faktor termasuk sifat kelarutannya dalam lemak. Klordiazepoksid 3. Alfrazolam 1. Desmatildiazepam 5. Kelarutan dalam lemak memegang peranan penting dalam menentukan berapa banyak hipnotik-sedatif yang khusus masuk ke susnan saraf pusat.

jaundice dan neutropenia. sakit kepala. gejalagejala ekstra pirimidal. 1. vomiting dan resedasi potensial.7 Intraksi Obat Flumazenil (salah satu imidazobenzodiazepin) merupakan reseptor antagonis benzodiazepine spesifik yang efektif membalikkan kebanyakan dari system saraf pusat oleh benzodiazepine.Cimetidin berikatan dengan cytochrome P-450 dan mengurangi metabolisme diazepam. dengan waktu paruh yang singkat (t1/2 = 1 jam). perubahan libido.1-1 mg. mual dan konstipasi. Benzodiazepine menurunkan konsentrasi minimum alveolar dari anestesi yang diuapkan sampai tingkat 30%.5 Farmakodinamik a. BAB II PEMBAHASAN 2.1. Farmakologi molecular reseptor GABA: benzodiazepine terikat pada saluran molekul klorida yang fungsinya sebagai reseptor GABA b.ataksia.1 Defenisi . c. nausea. incontinence. Ligan resptor benzodiazepin: interaksi tiga macam ligan resptor ligan benzodiazepine telah dilaporkan yaitu agonist. Neurofarmakologi: asam gama-aminobutirat (GABA) adalah penghambat nerutransmiter yang utama pada SSP. amnesia. 1. Interaksi sinergis ini selalu di waspadai pada pasien dengan ischemik atau penyakit katup jantung. inverse agonist. hipotensi. antagonis. Kombinasi dari opioid dan diazepam menyebabkan penurunan tekanan darah arteri dan tahanan vaskuler perifer. efek samping dari pembalikkan tersebut meliputi anxietas.Etanol. Dosis intravena adalah 0. barbiturate dan depressan susunan saraf pusat yang lain berpotensi menimbulkan efek sedative dari benzodiazepine. gangguan visual dan retensi urin.6 Efek Samping Mengantuk. sakit kepala. kelelahan Erupsi pada kulit. edema. Benzodiazepine secara luas dan cepat dimetabolisme oleh hepar. Benzodiazepine menguatkan nurotransmisi GABA pada semua tingkat neuroaksis.Heparin mnggantikan diazepam dari ikatan protein dan meningkatkan konsentrasi obat bebas (200% meningkat setelah pemberian 1000 unit heparin).

Depresi SSP yang sudah ada sebelumnya 5. Glaukoma sudut sempit 7. kegilaan dan dapat menyerang secara tiba-tiba. didalamnya estazolam dan temazepam. dizepam digunakan sebagai obat penenang dan dapat juga dikombinasikan dengan obat lain. Pasien koma 4. antikonvulsan. Halusinasi sebagai akibat mengkonsumsi alkohol. dengan waktu paruh lebih dari 24 jam. dengan waktu paruh 6 hingga 24 jam. Sub kelas terapi : Susunan saraf pusat (SSP) . dan sedatif. Nyeri berat tak terkendali 6. diazepam dan quazepam. Benzodiazepin long-acting.3 Bentuk Sediaan Obat     Per oral : 2-10 mg IM / IV : 5-10 mg 2. diazepam juga dapat diinginkan untuk gemeteran.2. yaitu : 1. Merupakan senyawa Kristal tidak berwarna atau agak kekuningan yang tidak larut dalam air. senyawa aktif benzodiazepine dibagi kedalam empat kategori berdasarkan waktu paruh eliminasinya.4 Diagnosis Kelas terapi : Obat dengan kelas terapi antiansietas. Secara umum . diazepam juga dapat digunakan untuk kejang otot. 3.2.2 Kontraindikasi 1. 2. Sensitivitas silang dengan benzodiazepin lain 3.2. Termasuk Termasuk Termasuk 2.4-benzodiazepin-2-on. Benzodiazepin intermediate-acting.2.1 Indikasi Diazepam digunakan untuk memperpendek mengatasi gejala yang timbul seperti gelisah yang berlebihan. didalamnya flurazepam.2 Pengkajian 2. Hipersensitivitas 2. Diketahui intoleran terhadap alkohol atau glikol propilena (hanya injeksi) 2. kejang otot merupakan penyakit neurologi. didalamnya triazolam. dengan waktu paruh kurang dari 6 jam. 2. Kehamilan atau laktasi 8. zolpidem dan zopiclone.3dihidro-1-metil-5-fenil-2H-1. Benzodiazepin short-acting.Diazepam adalah turunan dari benzodiazepine dengan rumus molekul 7-kloro-1.

Flurazepam  Rumus bangun : 7-Kloro-1.Quazepam . saluran ion klorida akan terbuka sehingga ion klorida akan lebih banyak yang mengalir masuk ke dalam sel.2 Efek Terapi .4- benzodiazepin-2-on.3-dihidro-1-metil-5-fenil-2H-1.Neurodial .Stesolid  Nama obat Generik . IV) 2. terdapat dengan kerapatan yang tinggi terutama dalam korteks otak frontal dan oksipital.Valium . Meningkatnya jumlah ion klorida menyebabkan hiperpolarisasi sel bersangkutan dan sebagai akibatnya. di hipokampus dan dalam otak kecil.1 Mekanisme Kerja Obat Bekerja pada sistem GABA.3.3 Perencanaan 2. Dengan adanya interaksi benzodiazepin. yaitu dengan memperkuat fungsi hambatan neuron GABA. benzodiazepin akan bekerja sebagai agonis. Nama obat dagang . kemampuan sel untuk dirangsang berkurang.Validex .Temazepam : .3. C16H13ClN2O (FI. afinitas GABA terhadap reseptornya akan meningkat. Terdapat korelasi tinggi antara aktivitas farmakologi berbagai benzodiazepin dengan afinitasnya pada tempat ikatan.Hipnosis : Penurunan terhadap tingkat stimulus : Dapat menyebabkan tidur . 2. Dengan aktifnya reseptor GABA. Pada reseptor ini. dan dengan ini kerja GABA akan meningkat.Danalgin : .Diazepam . Reseptor Benzodiazepin dalam seluruh sistem saraf pusat.Sedasi .Metaneuron .Valisanbe .

Depresi pernapasan 2. dan dosis dapat dinaikkan secara bertahap bila diberikan secara parenteral (suntikan.Hematologi . boleh melalui pipa infuse.3.Saluran Pernapasan :Mengantuk.- Anestesi : Akan menekan SSP ke titik yang dikenal sebagai stadium III anastesi umum Anti konvulsi : Menghambat perkembangan dan penyebaran aktivitas epileptifourmis dalam SSP Relaksasi otot berkontraksi otot Respirasi dan Kardiovaskuler pada : Menimbulkan penderita paru depresi obstruktif paru dan pernapasan depresi : Merelaksasikan pada penyakit otot sendi volunter atau yang spasme pada kardiovaskuler 2. sedangkan melalui suntik IM dilakukan secara lambat dan tidak konstan. dan secara lambat didalam vena besar mengurangi resiko tromboflebitis .Dewasa: 2-10 mg.4.3 Efek Samping . lemas :Bradikardi.4.1 Cara Pembeian Obat Obat ini diberikan secara oral untuk mencegah ataksia atau sedasi berlebih.4 X sehari.) dalam pembrian IVsecara langsung tidakmemungkinkan. sedekat mungkin dengan insersinya kedalam vena (karena diazepam sulit terlarut). sakit kepala.Kardiovaskular . 2. tergantung indikasinya.4 Pelaksanaan 2.SSP . . kolaps :Urtikaria :Neutropenia :Konstipasi :Batuk.Dermatologi . 2.Saluran cerna .2 Dosis Obat -Per Oral: .

begitu juga dari usus halus b. -Anak (> 5 tahun): 5-10 mg. Ekskresi: diekskresikan terutama dalam ginjal. dinaikkan secara bertahap sesuai kebutuhan. Nasib Obat Absorbsi : diabsorbsi dari lambung kedalam darah. Inhibitor MAO dan anti defresan lain: meningkatkan efek terhadap SSP.4. .4.Untuk mengurangi spasme otot. IM atau IV(perlahan).2-2 mg IM atau IV sesuai dengan indikasinya 2. 2.3 a.4. analgesic narkotik. 3X sehari atau 4 X sehari sebagai permulaan. Memperberat hipotensi dan kelemahan otot pada pemakaian parenteral. -Parenteral: -Dewasa:7-10 mg. hipnotik-sedatif. IM atau IV sebagai permulaan. sesuai dengan indikasinya -Anak kecil (1 bulan -5 tahun):0.-Bayi (> 6 Bulan):1-2. Metabolisme: dimetabolisme dalam hati d. dan defresan SSP lainnya:memperberat depresi SSP.Untuk menghentikan kejang kontiniu .5 mg. dan urine 2.4 Interaksi Obat Akohol.5 Evaluasi .dan sesuai indikasinya.Untuk menurunkan spastic yang terdapat pada sumsum tulang belakang karena efektip untuk pasien yang cedera sum-sum tulang belakang . diulangi 3-4 jam kemudian bila diperlukan. Distribusi: di distribusi kedalam darah c.

BAB III KESIMPULAN Sistem saraf manusia merupakan jalinan jaringan saraf yang saling berhubungan. mengatur. dan kompleks. Obat-obat yang bekerja untuk system saraf pusat (SSP) merupakan salah satu yang pertama ditemukan manusia primitive dan masih dipergunakan secara luas sebagai zat farmakologi. senyawa aktif benzodiazepine dibagi kedalam empat kategori berdasarkan waktu paruh eliminasinya. Benzodiazepin short-acting. Desmatildiazepam. Termasuk Termasuk Termasuk .jenis obat SSP antara lain : Diazepam. dengan waktu paruh kurang dari 6 jam. Alfrazolam. Berdasarkan struktur dan fungsinya. 3.4-benzodiazepin-2-on. system saraf pusat secara garis besar dapat dibagi dalam system saraf pusan dan system saraf tepi. System saraf ini mengkordinasikan. yaitu : 1. Secara umum . didalamnya flurazepam. 2. Benzodiazepin long-acting. Triazolam. Nitrazepam.3-dihidro-1metil-5-fenil-2H-1. dan mengendalikan interaksi antara seorang individu dengan lingkungan sekitarnya. Klordiazepoksid. Jenis. Flurazepam. zolpidem dan zopiclone. Sitem tubuh yang penting ini juga mengatur aktivitas sebagian besar system tubuh lainnya. Diazepam adalah turunan dari benzodiazepine dengan rumus molekul 7-kloro-1. dengan waktu paruh lebih dari 24 jam. Merupakan senyawa Kristal tidak berwarna atau agak kekuningan yang tidak larut dalam air. didalamnya triazolam. Oxazepam. sangat khusus. Obat-obat SSP bekerja pada resptor khusus yang mengatur transmisi sinaps dan merupakan alat paling penting untuk mempelajari aspek fisiologi SSP mulai dari terjadinya bangkitan sampai pada penyimpanan memori jangka panjang. dengan waktu paruh 6 hingga 24 jam. Benzodiazepin intermediate-acting. diazepam dan quazepam. Lorazepam. didalamnya estazolam dan temazepam.

S dkk. G Betram. diakses 29 Oktober 2010. Diazepam. . www. www.rerarosalina. Jam .blogspot.rxlist.blogspot. Dinamika Obat.------(2008) Sistem Saraf-Sebagai Sistem Pengendali. Farmakologi dan Terapi. http://www.com. diakses 29 Oktober 2010 Diazepam – oral Index. diakses 29 Oktober 2010. (2007). Gunawan. Bandung : IPB Valium. diakses 21 Oktober 2010.DAFTAR PUSTAKA Diazepam.mentalhealth. (1991). www. Farmakologi Dasar dan Klinik.com. Jakarta : EGC Mutschler E. Diambil pada tanggal 29 Oktober 2010.com.com. Jakarta : Gaya Baru Katzung.com. Edisi V. (1997). www. Edisi VI.MediciNet.

yaitu : 1. Valium®. Benzodiazepin short-acting. Secara umum . Benzodiazepin long-acting. untuk sediaan kombinasi dengan metampiron dalam bentuk sediaan tablet. diazepam tersedia dalam bentuk tablet. Merupakan senyawa Kristal tidak berwarna atau agak kekuningan yang tidak larut dalam air. Benzodiazepin intermediate-acting. diazepam dan quazepam. dalam berbagai dosis sediaan. dengan waktu paruh 6 hingga 24 jam. untuk sediaan tunggal dan Neurodial®. senyawa aktif benzodiazepine dibagi kedalam empat kategori berdasarkan waktu paruh eliminasinya.3dihidro-1-metil-5-fenil-2H-1. dengan waktu paruh lebih dari 24 jam. 2009 Diazepam adalah turunan dari benzodiazepine dengan rumus molekul 7-kloro-1. 3. Termasuk didalamnya triazolam.4-benzodiazepin-2-on. 2. injeksi dan gel rectal. Termasuk didalamnya flurazepam. Beberapa nama dagang diazepam dipasaran yaitu Stesolid®. Validex® dan Valisanbe®. Termasuk didalamnya estazolam dan temazepam. . zolpidem dan zopiclone. Dipasaran.LAMPIRAN Profil Diazepam Posted by: rgmaisyah on: Januari 5. Metaneuron® dan Danalgin®. dengan waktu paruh kurang dari 6 jam.

8 dan DMDZ luas. afinitas GABA terhadap reseptornya akan meningkat. Dengan aktifnya reseptor GABA. PROFIL FARMAKOKINETIKA * * t½ : Diazepam 20-40 jam. . Tergantung pada variasi subyek. Perbedaan jenis kelamin juga harus dipertimbangkan. kemampuan sel untuk dirangsang berkurang. 1. yaitu dengan memperkuat fungsi hambatan neuron GABA. * * Jalur metabolisme : Oksidasi * * Dimetabolisme terutama oleh hati.MEKANISME KERJA Bekerja pada sistem GABA. * * Volume Distribusi : Diazepam dan DMDZ 0. * * Metabolit klinis yang signifikan : Desmetildiazepam (DMDZ) . Menembus plasenta dan memasuki ASI. Beberapa produk metabolismenya bersifat aktif sebagai depresan SSP. Dengan adanya interaksi benzodiazepin.Ikatan Protein : Diazepam 98 – 99% dan DMDZ 97%.5 mL/menit/Kg. t½ meningkat pada mereka yang lanjut usia dan bayi neonatus serta penderita gangguan liver. Didistribusi secara Menembus sawar darah otak. DMDZ 40-100 jam. terdapat dengan kerapatan yang tinggi terutama dalam korteks otak frontal dan oksipital. Pada reseptor ini.5 – 2 jam. Terdapat korelasi tinggi antara aktivitas farmakologi berbagai benzodiazepin dengan afinitasnya pada tempat ikatan. dan dengan ini kerja GABA akan meningkat.3-0. Juga meningkat pada mereka yang lanjut usia. * * Distribusi dalam Darah : Plasma (perbandingan dalam darah) Diazepam 1. temazepam & oksazepam. saluran ion klorida akan terbuka sehingga ion klorida akan lebih banyak yang mengalir masuk ke dalam sel. * * Waktu untuk mencapai plasma puncak : 0. Meningkatnya jumlah ion klorida menyebabkan hiperpolarisasi sel bersangkutan dan sebagai akibatnya. di hipokampus dan dalam otak kecil.7. benzodiazepin akan bekerja sebagai agonis. Reseptor Benzodiazepin dalam seluruh sistem saraf pusat.

Sensitivitas silang dengan benzodiazepin lain 3. Hipersensitivitas 2. kegilaan dan dapat menyerang secara tiba-tiba. Kehamilan atau laktasi 8. Glaukoma sudut sempit 7. selain memiliki efek yang menguntungkan diazepam juga memiliki efek samping yang perlu diperhatikan dengan seksama. Kontraindikasi 1. Depresi SSP yang sudah ada sebelumnya 5. Halusinasi sebagai akibat mengkonsumsi alkohol. diazepam juga dapat digunakan untuk kejang otot. Impaired Cognition . Efek samping diazepam memiliki tiga kategori efek samping. Pasien koma 4.PENGGUNAAN TERAPI Indikasi Diazepam digunakan untuk memperpendek mengatasi gejala yang timbul seperti gelisah yang berlebihan. kejang otot merupakan penyakit neurologi. Nyeri berat tak terkendali 6. mengantuk 2. seperti : pusing. Efek samping yang jarang terjadi. Efek samping yang sering terjadi. dizepam digunakan sebagai obat penenang dan dapat juga dikombinasikan dengan obat lain. yaitu : 1. seperti : Depresi. diazepam juga dapat diinginkan untuk gemeteran. Diketahui intoleran terhadap alkohol atau glikol propilena (hanya injeksi) EFEK SAMPING & PERHATIAN Efek Samping Sebagaimana obat.

Jika berusia diatas 65 tahun dosis yang diberikan tidak boleh terlalu tinggi karena dapat membahayakan jiwa pasien tersebut. . Usia lanjut dapat mempengaruhi distribusi. takiaritmia. Efek samping yang jarang sekali terjadi. diskrasia darah. mual. amnesia. 3. 2. sembelit. angioedema. perubahan libido. Hal ini juga berpengaruh pada tiap tingkatan kehamilan dan konsentrasi asam lemak bebas plasenta pada ibu dan janin. anemia. penyakit hati. muntah. sialorrhea. tremor. gangguan sakit kepala. kelemahan otot.seperti : reaksi alergi. umum. Sebelum menggunakan diazepam harap kontrol pada dokter terlebih dahulu. leukopenia. kelemahan kelelahan. Efek samping yang dapat timbul pada bayi neonatus selama beberapa hari setelah kelahiran disebabkan oleh enzim metabolism obat yang belum lengakp. 4. otomatisme tidur. Pada ibu hamil diazepam sangat tidak dianjurkan karena dapat sangat berpengaruh pada janin. perubahan koordinasi. xerostomia. penglihatan kabur. gangguan perilaku. Kemampuan diazepam untuk melalui plasenta tergantung pada derajat relativitas dari ikatan protein pada ibu dan janin. polidipsia. pruritus kulit. gangguan neutropenia.3. kejang otot. penyakit ekstrapiramidal. trombositopenia. kehilangan keseimbangan. Rasa palsu kesejahteraan. gangguan kejang. perubahan visual. eliminasi dan klirens dari benzodiazepine. Kompetisi antara diazepam dan bilirubin pada sisi ikatan protein dapat menyebabkan hiperbilirubinemia pada bayi neonatus. Obat ini tidak diperbolehkan diminum pada saat membawa kendaraan karena obat ini menyebabkan mengantuk. hipotensi. disuria. Perhatian Peringatan – peringatan yang perlu diperhatikan bagi pengguna diazepam sebagai berikut : 1. diare. ruam kulit. Peningkatan sekresi bronkial. ketergantungan obat.

Dapat menurunkan efisiensi levodopa. segera setelah pemberian heparin secara intravena. dan sleep apnoea 9. 6. antidepresan. Alkohol. Katakan pada dokter jika memiliki alergi. metoprolol. Jangan menggunakan diazepam apabila menderita glukoma narrowangle karena dapat memperburuk penyakit 7. miastenia gravis. Diazepam tidak sesuai untuk pengobatan psikosis kronik atau obsesional states. atau asam valproat dapat menurunkan metabolisme diazepam. 8. Pada pasien yang merokok harus konsultasi pada dokter lebih dahulu sebelum menggunakan efektifitas diazepam. antihistamin dan analgesik opioid – pemberian bersama mengakibatkan depresi SSP tambahan. Ikatan plasma dari diazepam dan DMDZ akan direduksi dan konsentrasin obat yang bebas akan meningkat. propranolol. fluoksetin. memperkuat kerja diazepam. Simetidin. 5. 10. 6. karena apabila digunakan secara bersamaan dapat menurunkan diazepam. insufisiensi pulmonari akut. depresi pernafasan..5. kontrasepsi oral. propoksifen. isoniazid. 2. ketokonazol. 3. . 4. Rifampicin atau barbiturat dapat meningkatkan metabolisme dan mengurangi efektifitas diazepam. INTERAKSI OBAT Obat-obat : 1. pasien lanjut usia dan lemah. disulfiram. Efek sedatifnya dapat menurun karena teofilin. Hindarkan penggunaan pada pasien dengan depresi CNS atau koma. Hati-hati penggunaan pada pasien dengan kelemahan otot serta penderita gangguan hati atau ginjal.

6. . Antikonvulsan. IV (Dewasa) : sampai 20 mg. IV (Anak-anak 1 bulan – 5 tahun) : 0. IV (Dewasa) : 2-10 mg. IM. 8. .5 mg/kg.Pra-kardioversi IV (Dewasa) : 5-15 mg 5-10 menit prakardioversi. 2.15-0.Pra-endoskopi 1. PO (Dewasa) : 2-10 mg 2-4 kali sehari atau 15-30 mg bentuk lepas lambat sekali sehari. 5. Rektal (Dewasa) : 0.7. 3. 2.5 mg/kg (sampai 20 mg/dosis). .2-0. dan triazolam.3 mg/kg. RUTE & DOSIS PEMBERIAN . IV (Anak-anak > 5 tahun) : 1 mg tiap 2-5 menit total 10 mg. Rektal (Anak-anak) : 0. Benzodiazepin tidak digunakan bersamaan dengan intibitor protease-HIV. PO (anak-anak > 6 bulan) : 1-2. IV (Dewasa) : 5-10 mg.2-0. Perubahan motilitas dari gastrointestinal juga memberikan pengaruh terhadap proses absorbsi.5 mg tiap 2-5 menit sampai maksimum 5 mg. program pengobatan ini dapat diulang kembali dalam 2-4 jam (rute IM biasanya digunakan bila rute IV tidak tersedia). clorazepate.5 mg 3-4 kali sehari. 2. estazolam. 4. diazepam.2-0. Diazepam yang diberikan secara oral akan sangat cepat diabsorbsi stelah pamberian metoclorpropamida secara intravena. diulang tiap 2-4 jam. IM (Dewasa) : 5-10 mg 30 menit pra-endoskopi. dapat diulang dalam 3-4 jam bila perlu. dapat diulang tiap 2-4 jam.Antiansietas. 1. flurazepam.Status Epileptikus 1. . IM. dapat diulang tiap 10-15 menit total 30 mg. IM. 3. Rektal (Geriatrik) : 0. termasuk alprazolam.

Koma yang mendalam atau manifestasi lain depresi berat pada fungsi batang otak yang terganggu. curah dan irama jantung tetap normal pada saat anoxia atau hipertensi berat.5 mg 1-2 kali sehari diawal pada lansia atau pasien yang sangat lemah. keadaan sering kembali pada saat konsentrasi obat dalam darah tinggi kemudian dapat diikuti dengan terjadinya koma. IM. sStudi terakhir dari 303 kasus keracunan . ini dapat terjadi pada pasien yang sebelumnya menjadi pemakai kronik.. OVER DOSIS . Perbandingan tingkat kematian dengan data penulisan resep pada periode yang sama. 2. 2-2. PO (Dewasa) : 2-10 mg 3-4 kali sehari atau 15-30 mg bentuk lepas lambat satu kali sehari. untuk menghitung indeks kematian karena keracunan per sejuta resep.Keracunan benzodiazepin dapat menyebabkan lemahnya kesadaran secara cepat. .Putus Alkohol 1. IV (Dewasa) : 10 mg di awal.Relaksasi Otot Skelet 1.Sejak tahun 1980-1989. yang dapat berkembang menjadi withdrawal syndrome (gangguan mental akibat penghentian penggunaan zat psikoaktif). pada individu yang overdosis benzodiazepin memberikan kesan keracunan yang relatif berbeda. 891 kasus dihubungkan dengan over dosis benzodiazepin sendiri dan 591 kasus lainnya over dosis terjadi karena dikombinasikan dengan alkohol. PO (Dewasa) : 10 mg 3-4 kali pada 24 jam pertama. 1576 keracunan fatal di Inggris dihubungkan dengan penggunaan benzodiazepin. pada keadaan ini pasien seperti tidur dan dapat sadar sesaat dengan rangsangan yang cepat. IV (Dewasa) : 5-10 mg (2-5 mg pada pasien yang sangat lemah) dapat diulang dalam 2-4 jam. diturunkan sampai 5 mg 3-4 kali sehari. Pada overdosis akut selama pemulihannya dapat terjadi ansietas dan insomnia. keudian 5-10 mg dalam 3-4 jam sesuai keperluan. Pada keadaan ini biasanya disertai sedikit atau tanpa depresi pernapasan. 2. Toleransi benzodiazepin terjadi dengan cepat. IM. . dapat pula diikuti dengan kejang yang hebat.

Mempertahankan keluar masuknya udara adalah hal yang penting apabila pasien dalam keadaan tidak sadar. London. Martindale : The Complete Drugs Reference 35th Edition (Electronic Version). London. Mc Graw-Hill Book Company.all. 2. 2007. 4. . Pharmacotherapy Handbook 6th Edition (Electronic Version). Pemberian intraperitoneal pada dosis 400 mg/Kg menyebabkan kematian pada hari keenam setelah pemberian pada hewan coba. et. LD50 oral dari diazepam adalah 720 mg/Kg pada mencit dan 1240 mg/Kg pada tikus. Clarke’s Analysis of Drugs and Poisons 3rd Edition (Electronic Version). Galichet. Sean C. Pharmaceutical Press. Dinamika Obat . monyet. kondisi fatal yang disebabkan oleh penggunaan tunggal diazepam jarang ditemukan. Pharmaceutical Press. Bandung. TOKSISITAS Efek toksis dapat terjadi bila konsentrasi dalam darah lebih besar dari 1. ITB. diindikasikan untuk penanganan parsial atau menyeluruh pada efek sedative benzodiazepine dan digunakan pada keadaan over dosis benzodiazepine. Referensi : 1. penanganan secara umum dengan monitoring pernaafasan dan tekanan darah.all. 1986. Tidak ada keuntungan khusus dengan pengosongan lambung. Flumazenil.. New York.Pada over dosis benzodiazepine. Wells. Barbara G. .benzodiazepin didukung oleh perbedaan penemuan dalam menilai keracunan akibat overdosis benzodiazepin yang relatif aman. 3.. Laurent C. Farmakologi dan Toksikologi (terjemahan). Sweetman. 2006. tetapi dapat terjadi bila konsentrasi dalam darah lebih besar dari 5 mg/L. Ernst Mutschler. merupakan antagonis spesifik reseptor benzodiazepine.5 mg/L. pemberian arang aktif (carbo adsorben) untuk mereduksi absorbsi. et. 2005. Reaksi muntah diinduksi (selama 1 jam) bila pasien tetap sadar.

9. 8.5. www. 2006. www.rxlist. Diazepam. diakses 30 Desember 2008.blogspot. diakses 21 Desember 2008. diakses 29 Desember 2008. .com.MediciNet. Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics 11th Edition (electronic Version). Mc-Graw Hill Medical Publishing Division.rerarosalina. 7. 6. Diazepam – oral Index.com. www. Valium. Diazepam. www.mentalhealth. diakses 21 Desember 2008. Alfred Goodman Gilman. New York.com.com.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful