SUKACITA UNTUK SEMUA Yes. 62:6-12; Mzm. 97; Tit. 3:4-7; Luk.

2:1-7, 8-20 Pengantar Kisah Natal yang dirayakan oleh gereja-gereja Tuhan pada umumnya ditandai oleh s uasana sukacita dan kegembiraan. Tetapi apakah perayaan Natal yang penuh dengan sukacita dan kegembiraan, juga merupakan peristiwa faktual yang menyenangkan bag i Maria dan Yusuf? Atas perintah kaisar Agustus, Maria dan Yusuf harus pergi sem entara waktu dari kota Nazaret ke Betlehem untuk melaksanakan pendaftaran sensus penduduk. Sebagaimana kita lihat jarak kota Nazaret ke Betlehem sekitar 80-90 m il atau sekitar 150-170 km, maka perjalanan Yusuf dan Maria bukanlah suatu perja lanan yang menyenangkan. Selain perjalanan tersebut sangat jauh dengan cara berj alan kaki atau naik keledai, juga keadaan Maria pada waktu itu sedang hamil tua. Dari sudut ini sebenarnya kisah Natal yang dialami oleh para pelaku karya kesel amatan Allah, yaitu Maria dan Yusuf bukanlah suatu kisah yang membawa sukacita a tau kebahagiaan. Kesulitan dan penderitaan dalam perjalanan dari Nazaret ke Be tlehem yang dialami oleh Maria terjadi sebagai konsekuensi jawaban Maria yang be rsedia untuk mengandung dari Roh Kudus (Luk. 1:38). Seandainya Maria menolak pan ggilan dari malaikat Gabriel untuk mengandung dari Roh Kudus, Maria tidak akan m engalami penderitaan yang seberat ini. Mungkin dia tetap akan berangkat ke Betle hem tetapi bukan dalam keadaan hamil. Seandainya dia menolak perkataan malaikat Gabriel, Maria juga tidak perlu menanggung risiko berupa sanksi sosial dan keaga maan dengan kehamilannya yang di luar kewajaran. Makna kebahagiaan dan sukacita sering dipahami jikalau kita selalu mengambil kep utusan yang serba aman, tidak beresiko atau berhadapan dengan kesulitan. Dalam konteks ini makna sukacita dan bahagia dipahami jikalau ritme kehidupan ini sel alu berjalan serba datar, menjauh dari tantangan, dan mulus tanpa masalah. Tetap i seandainya pula Maria dan Yusuf menolak panggilan Allah demi rasa aman mereka, maka karya keselamatan Allah dalam inkarnasi Kristus juga tidak akan terwujud. Dunia dan umat manusia tidak akan pernah mengalami kehadiran Allah dalam sejara h kehidupan mereka. Umat manusia sepanjang zaman tidak akan dapat mengalami suka cita sorgawi dengan datangnya sang Raja Kehidupan. Justru melalui kesulitan dan penderitaan yang dialami oleh Maria dan Yusuf, terbukalah wilayah yang luas tanp a batas anugerah keselamatan dari Allah bagi umat manusia. Sehingga melalui ker elaan dan sikap iman yang diperlihatkan oleh Maria telah mewujudkan perkataan na bi Yesaya: Sebab inilah yang telah diperdengarkan TUHAN sampai ke ujung bumi! Kat akanlah kepada puteri Sion: Sesungguhnya, keselamatanmu datang (Yes. 62:11). Suk acita Natal dapat kita alami secara penuh karena keselamatan dari Allah telah d atang! Keselamatan Allah Telah Datang Makna sukacita dalam kehidupan sehari-hari seringkali dilepaskan dari keselamata n Allah. Sukacita dalam kehidupan sehari-hari justru seringkali dikaitkan dengan keberhasilan untuk memiliki. Semakin banyak kita memiliki, maka semakin banyak pula kita bersukacita. Tetapi semakin banyak yang kita miliki hilang, maka hilan g pula sukacita yang kita miliki. Ketika nilai saham yang kita miliki merosot ja tuh, maka hilanglah segala sukacita yang pernah kita miliki. Ketika investasi at au harta kekayaan yang kita miliki disita, maka hancurlah segala kebanggaan dan kebahagiaan hidup kita. Dengan demikian makna sukacita dan kebahagiaan yang kita miliki berubah-ubah seiring dengan apa yang kita dapatkan dan apa yang tidak ki ta dapatkan. Justru peristiwa Natal hendak menegaskan bahwa nilai atau makna suk acita dan kebahagiaan kita bukanlah ditentukan oleh seberapa banyak yang kita mi liki, tetapi ditentukan oleh seberapa besar kita menyambut keselamatan Allah yan g telah datang. Peristiwa Natal justru merupakan momen yang penuh makna saat kit a mampu melepaskan segala hal yang kita milliki agar terbukalah ruang hati yang luas untuk menyambut peristiwa inkarnasi firman Allah menjadi manusia. Saat hat i kita penuh sesak dengan berbagai barang atau milik secara dunia, maka kita ti dak dapat menyambut sukacita dan kebahagiaan Natal.

tetapi Allah. bukankah yang menjadi penguasa da n yang menentukan riwayat hidup Yesus Kristus adalah kaisar Agustus? Tetapi apab ila kita mencermati lebih teliti. Padahal keputusan-keputusan atau kebijaksanaan mereka dalam konteks tertentu merupakan wujud dari rencana Allah bagi kehidupan kita. berpengharapan dan keyakinan maka ni scayalah kita akan berbahagia. Di Mikha 5:1 terd apat nubuat Allah: Tetapi engkau. Sebaliknya . sehingga kita dapat lebih mampu menikmati pekerjaan dan aktifvitas-aktivitas yang lebih kreatif. Justru di saat kita gagal untuk berpikir positi f dan hidup yang tidak tenteram serta penuh penderitaan. Saat hidup kita terpuru k dan tidak berharga. Jika demikian. Allah tel ah merencanakan karya keselamatanNya yaitu inkarnasi Kristus di Betlehem ribuan tahun sebelum kaisar Agustus lahir dan memerintah. yang permulaannya sudah sejak purbakala. pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita. yang mana dia termasuk sebagai salah satu pendiri dari psikologi posi tif menyatakan bahwa kebahagiaan terdiri dari emosi-emosi positif (positive emotio ns) dan aktivitas-aktivitas positif (positive activities) yang terentang dari masa lampau. tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembahar uan yang dikerjakan oleh Roh Kudus. dan kasih-Nya kepada manusia. yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus. Ini berarti yang menjadi penguasa kehid upan kita bukanlah pemerintah atau penguasa. Di Tit. kita memperoleh pengharapan sebab Allah mengasihi kita dal am inkarnasi Kristus. maka kita disadarkan bahwa perintah kaisar Agu stus tersebut justru merupakan penggenapan dari rencana Allah. bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakuk an. dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerinta h Israel. Sehingga manakala masa lampau dan masa kini ki ta penuh dengan kepuasan. Namun sayangnya. Pada zamannya kaisar Agustus mengklai m dirinya sebagai kurios (penguasa atau tuan) bagi seluruh penduduknya. kita akan dapat mengalami makna hidup yang lebih penuh sebab k ita mengarahkan tujuan hidup yang lebih besar dari pada tujuan-tujuan jangka pen dek. Pemikiran Martin Seligman tersebut pada satu segi tentunya bermanfaat bagi kita untuk menghayati dan menemukan makna sukacita atau kebahagiaan. Juruselamat kita . Maria akhirnya melahirkan Yesus di kota Betlehem. Tetapi pand angan Martin Seligman dan seperti para pemikir yang lain umumnya menempatkan mak na sukacita atau kebahagiaan sebagai hasil upaya manusia untuk mengelola emosi-e mosi secara positif agar dapat menghasilkan kegiatan atau tindakan yang positif. Penguasa Kehidupan Injil Lukas menyaksikan bahwa kaisar Agustus telah mengeluarkan suatu perintah y ang memerintahkan untuk mendaftarkan semua orang di seluruh wilayah kerajaannya . Juruselamat kita. Mereka memandang kebahagiaan sebagai hasil dan upaya manusiawi. Tetapi tidaklah demikian dengan berita Natal. di situlah kita diperke nankan mendengar tentang kemurahan hati dan kasih Allah. hai yang terkecil di antar a kaum-kaum Yehuda. kaisar Agust us dalam berita Alkitab sebenarnya hanya dipandang sebagai alat di tangan Allah. Efek dari kebahagiaan yang demikian akan membebas kan diri kita dari penghalang-penghalang emosi. kini dan masa mendatang. Atas perintah kaisar Agustus tersebut. Perintah kaisar Agustus untuk mendaftarkan semua penduduk di wilayah kerajaan R omawi pada hakikatnya terjadi di bawah kendali otoritas kehendak dan rencana All ah. serta sikap kita memanda ng masa depan dengan sikap yang optimistik. Kebahagiaan dan sukacita pada hakikatnya merupaka n anugerah keselamatan dari Allah. menyatakan: Tetapi ketika nyata kemurahan Allah. Sehingga melalui perintah kaisar Agustus tersebut mendorong Maria untuk perg i meninggalkan kota Nazaret ke Betlehem. Martin Seligman.Dalam bukunya yang berjudul Authentic Happiness (Kebahagiaan yang otentik). maka kemungkinan besar Maria akan mel ahirkan Yesus di kota Nazaret? Jika demikian. sejak dahulu kala . Sekilas pemerintah atau penguasa dunia ini mampu mengatur dan mengendalikan berb agai aspek kehidupan kita. apakah ini berarti kelahiran Yesus di kota Betlehem te rjadi karena perintah kaisar Agustus? Bukankah seandainya kaisar Agustus tidak pernah memerintahkan pendaftaran penduduk. manusia seringkali menjadikan orang-orang yang berkuasa sebagai tempat untuk bersandar dan sumber berkat. rasa bangga dan ketenteraman. Dengan cara hid up yang demikian. Dengan demikian. 3:4-6. hai Betlehem Efrata.

rahmat Allah justru dinyatakan kepad a orang yang berkenan kepadaNya yaitu para gembala di padang Efrata. biarlah banyak pulau bersukacita! Yang dipuji oleh bumi dan banyak pulau bukanlah para ra ja dan penguasa dunia. yang hidup da lam kemurahan hati. sombong. Tepatnya orang-orang yang berkenan kepada Allah menunjuk kepada setiap orang yang hidup benar. ketenteraman dan kebahagiaan yang sej ati. Itu sebabnya dalam peristiwa Natal. Peristiwa Natal tidak pernah bergerak secara eksklusif. maka yang dimaksudkan eksklusif di sini karena keselamatan Allah ditujukan hanya kepada orang-orang yang berkenan kepadaNya . tetapi selalu menyebar secara inklusif di antara manus ia yang berkenan kepada Allah .banyak penduduk yang mendewa-dewakan atau memuja-muja kebesaran kaisar Agustus. Mereka merasa diri lebih aman. Kalaupun berita keselamatan Natal pada sisi lain layak dianggap eksklusif . Jadi makna orang-orang yang berkenan kepada Allah tidak serta merta identik dengan orang-orang yang termaginalisasi. orang-orang terasing dan tidak berdaya secara ekono mis atau hukum berstatus berkenan kepada Allah . satisfaction (kepuasan). 3:22). Pola berpikir seperti inilah yang kelak menghasilkan sikap kolusi. tentera m dan terjamin keselamatannya karena merasa dilindungi atau dijaga oleh para pen guasa. orang-oran g yang terasing dan tidak berdaya secara ekonomis atau hukum. hidup sederhana. yaitu kaisar Agustus dengan Yesus Kristus! Keduanya sama-sama raja. suku. etnis. Itu sebabnya dari sikap kolusi dapat berkembang menjadi sikap nepotisme. Berita keselama tan Natal tidak pernah ditujukan kepada orang-orang yang mengklaim dirinya sebag ai kurios (tuan dan penguasa) atas hidup orang lain sebagaimana yang telah dilakuk an oleh kaisar Agustus. yang puas dengan pemeliharaan Allah dan bahagia dalam menya mbut berkat Allah. Sebab dalam kolusi. delight of men (kegembiraan). Yang Berkenan Kepada Allah Sebagai Raja Kehidupan. Berita keselamatan Natal senantiasa melampaui batas-batas: ekonomi s. Para gembal a mendengar nyanyian para malaikat memuji Allah: Kemuliaan bagi Allah di tempat y ang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepad a-Nya" (Luk. takabur dan memandang rendah . Sukacita dan damai-sejahtera Natal juga tidak mungkin d iterima oleh setiap orang yang puas diri. Perist iwa Natal mengkontraskan 2 penguasa. Lingkaran sikap kolusi dan nepotisme selalu berujung k epada tindakan yang korup. Makna ungkapan eudakia berarti: good-will (kehenda k mulia). Sukacita dan damai-sejahtera yang dinyatakan dalam nyanyian para malaikat ditujukan kepada orang yang berkenan kepada Allah . orang-orang yang ingin dekat dan memperoleh keuntungan dari pemeri ntah bersedia untuk membayar uang pelicin atau uang haram. Sebab orang-orang yang te rmaginalisasi umumnya hanya dikaitkan dengan orang-orang yang miskin. feeling of complacency of God perasaan puas akan Allah). favor (kemurahan). Jadi makna orang yang berkenan kepada Allah lebih menunjuk kepada kua litas iman dan spiritualitas kasih dari umat percaya. pandangan hidup dan agama. 2:11). pem erintah atau penguasa yang merasa diuntungkan dapat menganggap mereka sebagai ora ng-orang terdekat dan terpercaya . tetapi kelak terbukti hanya Kristuslah sang Raja Kehid upan yang mampu mengaruniakan keselamatan. 2:11). Allah memiliki hak dan kedaulatan penuh atas hidup manus ia. Dengan demikian berita keselamatan Natal yang membawa sukacita ditujukan kepada setiap orang yang berkenan kepada Allah: Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya" ( Luk. Sehingga banyak orang akan merasa bahagia dan sukacita jikalau mereka memiliki hubungan yang dekat dengan para penguasa. Sehingga tidak mengherankan jikalau Mazmur 97:1 mengungkapkan pujian kepada Allah yang adalah Raja: TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak. good-pleasure (kesukaan). Namun kedaulatan Allah sebagai Raja senantiasa dilandasi oleh rahmatNya yang bebas. Padahal belum tent u setiap orang yang miskin. Sebagai gantinya. Dengan demikian berita sukacita dan damai-sejahtera Natal p ada haikatnya ditujukan kepada orang-orang yang berkehendak mulia. bahasa. yang bersandar kep ada Allah. tetapi Allah yang adalah Raja Kehidupan. happiness (kebahagiaan). Kini berita Natal justru memproklamirkan bahwa Allah adalah Tuhan yang menjadi pelindung dan Juru-selamat sejati umat manusia. Ungkapan kata yan g berkenan (eudakia) dalam Injil Lukas juga dipakai dalam peristiwa baptisan Kris tus di sungai Yordan (Luk. bersyukur atas pemeliharaan Tuhan dan berbahagia ata s rahmatNya.

maka seharusnya sukacita dan damai-sejahtera kita tidak lagi ditentukan ol eh apa yang kita miliki. Sobekan kertas tersebut berisi Ul. Dan ketika mereka melihat-Nya. Selama dalam tahanan Victor Fra nkl seringkali mengalami berbagai kekejaman. Bahkan orang yang berkenan kepada Allah mampu me nggunakan penderitaan dan tragedi hidupnya sebagai sumber inspirasi yang memberi kekuatan kepada orang lain. Tetapi juga berita Na tal mendorong dan memanggil kita agar kita tetap menjadi berkat dan sumber inspi rasi bagi orang lain di tengah-tengah kekelaman penderitaan yang kita alami.sesamanya. Menurut pengakuan Victor Frankl. Austria menuju di sebuah kota yang bernama Auschwitz. sepe rti yang diberitahukan Tuhan kepada kita. penghinaan. Namun lebih dari pada itu. kita dimampukan untuk mengatasi (me ntransendensikan) diri kita sehingga berbagai kesusahan. yaitu kebebasan un tuk memilih atau kemauan akan arti kehidupan." Lalu mereka cepat-cepat berangkat da n menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu. mereka juga berkomi tmen membagikan sukacita keselamatan untuk kemuliaan Allah. Tetapi semangat hidupnya tidak pernah pudar. Me reka dijajar menjadi 2 kelompok kiri dan kanan. dan tekan an hidup tidak pernah berhasil melumpuhkan atau melumpuhkan kita. Itu sebabnya dalam bukunya yang be rjudul Man s Search for Meaning . yaitu: Dengarlah. Jik a kita telah menerima keselamatan Allah yang telah datang dan nyata di dalam Kri stus. TUHAN itu esa! Kas ihilah TUHAN. 6:4 -5. Pada tahun 1942 dia bersama kel uarga dan orang-orang Yahudi lainnya diangkut dengan gerbong kereta api dari kot a kelahirannya di Wina. Para gembala menjadi para pemberita Injil pertama agar kemuliaan Allah yang telah mereka lihat juga dapat dialami oleh orang lain. Sebaliknya kit . isterinya yang sedang mengandung dan kakaknya laki-laki. Dia belajar bahwa manusia dapat kehilangan segala sesuatu yang dihargainya kecuali kebebasan. Mereka bersukacita dengan apa ya ng telah mereka terima dan alami. mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu (Luk. Ini berarti sukacita dan damai-sejahtera Natal b ukanlah sesuatu yang sifatnya pasif dan konsumtif. Victor Frankl seorang Yahudi yang di Austria (26 Ma ret 1905 . Victor Frankl baru menyadari bahwa yang termasuk di kelompok sebelah kiri adal ah ayah. sehingga dia mampu memberi respon yang mem perkaya rohani dan pemikirannya. kelaparan dan kedingina n. Jumlah ya ng dieksekusi pada hari itu mencapai 1300 orang. Setelah dia bebas dari tahanan. Di dalam kuasa iman kepada Kristus. hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita. Victor Frankl mampu mengatasi (mentra nsendensikan) seluruh penderitaannya. motivasi dan dorongan untuk men emukan arti hidup bagi banyak orang. Dia tetap mampu bersukacita dan menemukan arti di tengah-tengah kekelaman dan kekejaman hidup.2 September 1997) dapat mengilhami kita bagaimanakah mampu bersukacit a dan hidup yang bermakna untuk kemuliaan Allah. Seharusnya kita bersukacita k arena kita dapat membagikan kepada orang lain sehingga mereka dapat berbahagia d an mengalami keselamatan Allah. 2:15-17). Victor Frankl mengemukakan psikologinya yang diseb ut Logotherapy sebab mengulas tentang arti dari eksistensi manusia dan kebutuhan m anusia akan makna hidup. sumber kekuatan rohaninya diperoleh saat dia me nemukan sobekan kertas di jasad temannya. Allahmu. Ayat Alkitab ini menginspirasi Victor Frankl bahwa makna k asih kepada Allah harus dihayati dengan penuh arti walau kehidupan ini sering se wenang-wenang dan dapat mencabut nyawanya. yang sedang berbaring di dalam palunga n. Frankl kemudian berperan aktif memberi kekuatan. dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan denga n segenap kekuatanmu . permasalahan. Sukacita Untuk Kemuliaan Allah Sikap para gembala yang telah memperoleh kabar gembira dari para malaikat disaks ikan: Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana. Ternyata mereka yang berada di k elompok sebelah kiri semuanya dimasukkan ke dalam kamar gas atau eksekusi tembak . Semua yang kita miliki suatu saat akan lenyap dan hilan g. Bukankah melalui kisah hidup dari Victor Fr ankl tersebut kita dapat belajar apa artinya sukacita untuk kemuliaan Allah? Ber ita Natal juga mendorong dan memanggil kita untuk menemukan arti hidup yang tela h dianugerahkan Allah melalui peristiwa inkarnasi Kristus. ibu. Tetapi tidak berarti sukacita dan damai-sejahtera Kristus harus ikut lenyap s elama kita mau menjadikan Dia sebagai satu-satunya Tuhan dan Raja atas kehidupan kita.

kegagalan. Bagaimanakah jawaban saudara? Amin. kekejaman dan ket idakadilan hidup ini yang mampu merampas sukacita dan damai-sejahtera kita. .a makin dimampukan untuk menjadi berkat keselamatan dan sukacita bagi orang-oran g di sekitar kita. Kar ena itu sebagai orang-orang yang telah memperoleh kemurahan kasih Allah. Ketika kita mampu memberi respon iman yang tepat dengan berlandaskan kepada anug erah keselamatan Allah. Panggilan Sukacita dan damai-sejahtera kita ditentukan oleh sejauh mana kita mampu memberi respon iman terhadap segala peristiwa hidup yang paling berat dan menyedihkan. kita di panggil untuk menjadi pemberita-pemberita keselamatan yang membawa sukacita dan damai-sejahtera Kristus. maka tidak ada penderitaan.