P. 1
SPK

SPK

|Views: 81|Likes:
Published by Rika Febriana

More info:

Published by: Rika Febriana on Dec 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2012

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita dihadapkan pada suatu masalah. Setiap permasalahan tidak akan berhenti sendiri tanpa disertai solusi untuk menyelesaikannya Masalah yang timbul biasanya terjadi pada komunitas-komunitas baik komunitas kecil maupun komunitas besar.

Permasalahan yang kompleks sering terjadi pada perusahaan-perusahaan yang pada akhirnya secara tidak langsung menuntut seorang Manager untuk mengambil keputusan. Pada saat ini suatu pendekatan sistematis untuk pemecahan masalah telah diciptakan yang terdiri dari tiga jenis usaha yakni persiapan,definisi dan solusi.

Dalam mempersiapkan pemecahan masalah, manajer memandang perusahaan sebagai suatu system dengan memahami lingkungan perusahaan dan mengidentifikasi subsistemsubsistem dalam perusahaan. Dalam mendefenisikan masalah, manager bergerak dari tingkat system ke subsistem dan menganalisis bagian-bagiansistem menurut suatu urutan tertentu. Dalam memecahkan masalah manajer mengidentifikasi berbagai alternative solusi, mengevaluasinya, memilih yang terbaik, menerapkannya, dan membuat tindak lanjut untuk memastikan bahwa solusi itu berjalan sebagaimana mestinya.

Dalam menyelesaikan masalah manager membutuhkan aliran informasi untuk mengambil bermacam keputusan yang dibutuhkan. Aliran informasi ini diatur dan diarahkan dalam suatu sistem informasi. Sistem informasi berperan dalam proses pengambilan keputusan operasional harian sampai perencanaan jangka panjang.

1

Sebelum komputer ada, sistem informasi sudah menjadi kebutuhan perusahaan. Ini berarti sistem informasi tidak selamanya berbasis komputer. Namun dengan berkembangnya

fungsi komputer, sistem informasi saat ini umumnya didukung penuh oleh komputer. Dengan demikian istilah sistem informasi lebih sering berarti sistem informasi berbasis komputer. Sistem informasi berbasis komputer mempunyai 6 bagian: hardware, software, data/informasi, prosedur, komunikasi dan orang. SI ditentukan dalam perusahaan

bergantung pada sifat dan struktur bisnisnya. Ini berarti SI bersifat modifikatif terhadap kebutuhan perusahaan. Komponen prosedur dalam SI berkaitan dengan prosedur manual dan prosedur berbasis komputer serta standar untuk mengolah data menjadi informasi yang berguna. prosedur adalah urutan langkah yang dilakukan untuk menyelesaikan satu atau Suatu lebih

aktifitas pengolahan informasi. Pengolahan informasi ini dapat dikerjakan dengan pengguna, atau kombinasi pengguna dan staff TI. Suatu bisnis terdiri dari berbagai macam prosedur yang digabungkan secara logis untuk membentuk suatu sistem. Sebagai contoh sistem yang umumnya ada dalam suatu

organisasi adalah sistem penggajian, personalia, akuntansi, dan gudang. Data mengalir dari bermacam sumber seperti : konsumen yang membeli produk atau layanan, penjual yang menyediakan barang, bank, agen pemerintah, dan agen asuransi. Sistem informasi membantu organisasi mengolah data tersebut menjadi berguna. informasi yang lengkap dan

1.2 Maksud dan tujuan

Penulisan makalah ini bermaksud membuka pemikiran para mahasiswa untuk lebih tanggap dalam menghadapi sebuah permasalahan dan mampu mengambil keputusan dalam menyelesaikan permasalah tersebut, dan tentunya tulisan ini sangat bermanfaat bagi para mahasiswa ketika memasuki dunia kerja nantinya

2

1.3 Ruang lingkup

Pada makalah ini penulis hanya membahas tentang perkembangan system pengambilan keputusan dan bagaimana seorang manager perusahaan mengambil sebuah keputusan ketika terjadi sebuah permasalahan pada perusahaan yang mereka pimpin. Oleh sebab itu, maka pada makalah ini berisikan pendekatan system dalam pengambilan keputusan, struktur masalah, tahap pemecahan masalah ,faktor manusia yang mempengaruhi pemecahan masalah serta study kasus pada perusahaan serta solusinya.

3

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 PENDEKATAN SISTEM

Masalah merupakan suatu kondisi yang memiliki potensi untuk menimbulkan kerugian luar biasa atau menghasilkan keuntungan luar biasa. Jadi pemecahan masalahberarti tindakan memberikan respon terhadap masalah untuk menakan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang keuntungannya. Oleh karena itu masalah penting untukdipecahkan.

Keputusan adalah pemilihan suatu strategi atau tindakan. Pengambilan keputusan adalah tindakan memilih strategi atau aksi yang manajer yakini akan memberikan solusi terbaik atas masalah tersebut.

Elemen-elemen proses pemecahan masalah :

Proses pemecahan masalah secara sistematis bermula dari John Dewey, seorang profesor filosofi di Columbia University pada awal abad ini.

4

Dalam bukunya tahun 1910, ia mengidentifikasi tiga seri penilaian yang terlibat dalam memecahkan masalah suatu kontroversi secara memadai yaitu: 1. Mengenali kontroversi 2. Menimbang klaim alternative 3. Membentuk penilaian

Kerangka kerja yang dianjurkan untuk penggunaan komputer dikenal sebagai pendekatan sistem . Serangkaian langkah-langkah pemecahan masalah yang memastikan bahwa masalah itu pertama-tama dipahami, solusi alternative dipertimbangkan, dan solusi yang dipilih bekerja.

2.2 STRUKTUR MASALAH

Masalah terstruktur terdiri dari elemen-elemen dan hubungan-hubungan antar elemen yang semuanya dipahami oleh pemecah masalah. Masalah tak terstruktur berisikan elemen-elemen atau hubungan-hubungan antar elemen yang tidak dipahami oleh pemecah masalah. Sebenarnya dalam suatu organisasi sangat sedikit permasalahan yang sepenuhnya terstruktur atau sepenuhnya tidak terstruktur. Sebagaian besar masalah adalah masalah semi-terstruktur, yaitu manajer memiliki pemahaman yang kurang sempurna mengenai elemen-elemen dan hubungannya. Masalah semi-terstruktur adalah masalah yang berisi sebagian elemen-elemen atau hubungan yang dimengerti oleh pemecah masalah.

2.3 TAHAP PEMECAHAN MASALAH

Dalam memecahkan masalah kita berpegangan pada tiga jenis usaha yang harus dilakukan oleh manajer yaitu usaha persiapan, usaha definisi, dan usaha solusi / pemecahan. 1 Usaha persiapan, mempersiapkan manajer untuk memecahkan masalah dengan menyediakan orientasi sistem.

5

2 Usaha definisi, mencakup mengidentifikasikan masalah untuk dipecahkan dan kemudian memahaminya. 3 Usaha solusi, mencakup mengidentifikasikan berbagai solusi alternatif,

mengevaluasinya, memilih salah satu yang tampaknya terbaik, menerapkan solusi itu dan membuat tindak lanjutnya untuk menyakinkan bahwa masalah itu terpecahkan.

Sistem informasi berbasis komputer atau CBIS dapat digunakan sebagai system dukungan (support systems) saat menerapkan pendekatan sistem. Beberapa sistem informasi bisnis yang umum diimplementasikan dalam perusahaan adalah transaction processing system, management information system dan decicion support system

Transaction processing system (TPS) adalah bisnis proses pertama yang dikomputerisasi dan tanpa IS, pencatatan dan pengolahan transaksi bisnis akan menghabiskan banyak waktu. TPS juga menyediakan data untuk pekerja pada bisnis proses lain seperti MIS dan DSS serta IS khusus. TPS melayani kebutuhan dasar dari sistem lain

6

Management information system ( MIS ) berperan untuk menyediakan informasi yang tepat kepada orang yang tepat pada waktu yang tepat dalam organisasi. Informasi tersebut digunakan para manajer untuk mencapai tujuan organisasi. Bentuk dari informasi pada umumnya berupa laporan untuk mendukung pengambilan keputusan. Laporan-laporan

tersebut merupakan hasil pengolahan data-data yang masuk melalui TPS secara harian ataupun mingguan. Beberapa jenis laporan yang dihasilkan oleh MIS adalah 1 laporan rutin laporan rutin yang dibuat secara periodik atau terjadwal baik harian, mingguan atau bulanan 2 Laporan berdasarkan permintaan.Laporan ini dapat dihasilkan pada saat ada permintaan khusus. 3 Laporan khusus Laporan khusus dihasilkan pada situasi khusus atau kebutuhan khusus manajemen.

Decision Support System (DSS) adalah sekumpulan orang, prosedur, software, database dan peralatan yang digunakan utnuk mendukung pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Fokus dari DSS adalah efektifitas pengambilan keputusan ketika menghadapi masalah bisnis yang terstruktur maupun yang tidak terstruktur. Seperti halnya MIS dan TPS, DSS juga dirancang untuk membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya.

2.3.1 Usaha persiapan Tiga langkah persiapan tidak harus dilaksanakan secara berurutan, karena ketiganya bersama - sama menghasilkan kerangka pikir yang diinginkan untuk mengenai masalah. Ketiga masalah itu terdiri dari: a) Memandang perusahaan sebagai suatu system b) Mengenal sistem lingkungan c) Mengidentifikasikan subsistem-subsistem perusahaan

7

2.3.2 Usaha definisi Usaha definisi mencakup pertama-tama menyadari bahwa suatu masalah ada atau akan ada (identifikasi masalah) dan kemudian cukup mempelajarinya untuk mencari solusi (pemahaman masalah). Usaha definisi mencakup dua langkah yaitu : 1) Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem 2) Menganalisis bagian-bagian sistem dalam sustu urutan tertentu 2.3.3 Usaha pemecahan Usaha pemecahan meliputi pertimbangan berbagai alternatif yang layak (feasible), pemilihan alternatif terbaik, dan penerapannya.

2.4 PEMECAHAN MASALAH Dengan kenyataan tersebut, kita mendefinisikan masalah sebagai suatu kondisi yang memiliki potensi untuk menimbulkan kerugian luar biasa atau menghasilkan keuntungan luar biasa. Jadi pemecahan masalah berarti tindakan memberi respon terhadap masalah untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang keuntungannya. Pentingnya pemecahan masalah bukan didasarkan pada jumlahwaktu yang dihabiskan, tetapi pada konsekuensinya keputusan adalah pemilihan suatu strategi atau tindakan.

Pengambilan keputusan adalah tindakan memilih strategi atau aksi yang manajer yakini akan memberikan solusi terbaik atas masalah tersebut. Salah satu kunci pemecahan masalah adalah identifikasi berbagai alternative keputusan. Solusi bagi suatu masalah harus mendayagunakan system untuk memenuhi tujuannya, seperti tercermin pada standar kinerja system. Standar ini menggambarkan keadaan yang diharapkan, apa yang harus dicapai oleh system.

Selanjutnya manajer harus memiliki informasi yang terkini, informasi itu menggambarkan keadaan saat ini, apa yang sedang dicapai oleh system. Jika keadaan saat ini dan keadaan yang diharapkan sama, tidak terdapat masalah dan manajer tidak mengambil tindakan. Jika

8

kedua keadaan itu berbeda, sejumlah masalah merupakan penyebabnya dan harus dipecahkan.

Perbedaan antara keadaan saat ini dan keadaan yang diharapkan menggambarkan criteria solusi (solution criterion), atau apa yang diperlukan untuk mengubah keadaan saat ini menjadi keadaan yang diharapkan. Setelah berbagai alternative, diidentifikasi system informasi dapat digunakan untuk mengevaluasi tiap alternative. Evaluasi ini harus mempertimbangkan berbagai kendala (constraints) yang mungkin, baik inter maupun ekstern/ lingkungan. 1) Kendala intern dapat berupa sumber daya yang terbatas, seperti kurangnya bahan baku, modal kerja,SDM yang kurang memenuhi syarat, dan lain – lain. 2) Kendala lingkungan dapat berupa tekanan dari berbagai elemen lingkungan, seperti pemerintah atau pesaing untuk bertindak menurut cara tertentu.

Gejala adalah kondisi yang dihasilkan oleh masalah. Sangat sering para manajer melihat gejala dari pada masalah. Gejala menarik perhatian manajer melalui lingkaran umpan balik. Namun gejala tidak mengungkapkan seluruhnya, bahwa suatu masalah adalah penyebab dari suatu persoalan, atau penyebab dari suatu peluang.

2.5 FAKTOR MANUSIA YANG MEMPENGARUHI PEMECAHAN MASALAH Tiap manajer memiliki gaya pemecahan masalah yang unik. Gaya mereka mempengaruhi bagaimana mereka terlibat dalam merasakan masalah, mengumpulkan informasi, dan menggunakan informasi.

2.5.1 Merasakan masalah Manajer dapat dibagi dalam tiga kategori dasar dalam hal gaya merasakan masalah (problem solving styles) mereka, yaitu bagaimana mereka menghadapi masalah.  Penghindar Masalah (problem avoider)

9

Manajer ini mengambil sikap positif dan menganggap bahwa semua baik-baik saja. Ia berusaha menghalangi kemungkinan masalah dengan mengabaikan informasi atau menghindarinya sepanjang perencanaan.  Pemecah Masalah (problem solver) Manajer ini tidak mencari masalah juga tidak menghalanginya. Jika timbul suatu masalah, masalah tersebut dipecahkan.  Pencari Masalah (problem seeker) Manajer ini menikmati pemecahan masalah dan mencarinya.

2.5.2 Mengumpulkan informasi Para manajer dapat menunjukkan salah satu dari dua gaya mengumpulkan informasi (information-gathering styles) atau sikap terhadap total volume informasi yang tersedia bagi mereka.  Gaya Teratur (preceptive style) Manajer jenis ini mengikuti management by exception dan menyaring segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan area minatnya.  Gaya Menerima (receptive style) Manajer jenis ini ingin melihat semuanya, kemudian menentukan apakah informasi tersebut bernilai baginya atau orang lain dalam organisasi

2.5.3 Menggunakan informasi Manajer juga cenderung lebih menyukai salah satu dari dua gaya menggunakan informasi (information-using styles), yaitu cara-cara menggunakan informasi untuk memecahkan suatu masalah.  Gaya Semantik (systematic style) Manajer memberi perhatian khusus untuk mengikuti suatu metode yang telah ditetapkan, misalnya pendekatan sistem.

10

Gaya Intuitif (intuitive style) Manajer tidak lebih menyukai suatu metode tertentu tetapi menyesuaikan pendekatan dengan situasi.

2.6 Sistem Penunjang Keputusan ( SPK ) Suatu keputusan adalah apa yang terjadi pada saat pikiran kita memutuskan sesuatu , dan meski kita tidak melakukannya , kita tetap sedang membuat keputusan-keputusan untuk tidak membuat keputusan. Kita perlu melakukan tindakan memutuskan karena kita terus – meneruskan memberikan respon terhadap perubahan atau memprakarsai perubahan.

2.6.1. Pandangan umum tentang pengambilan keputusan 1. Fred Luthans dalam bukunya Perilaku Organisasi menyebutkan bahwa keputusan didefinisikan secara universal sebagai

pengambilan

pemilihanal ternatif. 2. Pendapat yang senada diungkapkan oleh Chester Barnard dalam bahwa analisis komprehensif sebagai suatu

The Function of the Executive mengenai pengambilan

keputusan

disebutkan

“ p r o s e s k e p u t u s a n . . . merupakan teknik untuk mempersempit pilihan”. 3. Sementara dalam bahanajar DR. Mohammad “ Abdul The Mukhyi, of keputusana d a l a h

SE., MM bahwa ”.Sehingga

membuat

process

c h o o s i n g a c o u r s e o f a c t i o n f o r d e a l i n g w i t h a problem or opportunity dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan erat

kaitannyadengan pemilihan suatu alternatif untuk menyelesaikan atau memecahkanmasalah serta memperoleh kesempatan. 4. Herbert Simon, ahli teori keputusan dan organisasi

mengonseptualisasikan tiga tahap utama dalam proses pengambilan keputusan yaitu :

11

o Aktivitas intelegensi yakni penelusuran kondisi lingkungan yangmemerlukan pengambilan keputusan o Aktivitas desain yakni terjadi tindakan penemuan, pengembangandan analisis masalah o Aktivitas memilih yakni memilih tindakan tertentu dari yang tersedia

2.6.2 Fungsi dan tujuan pengambilan keputusan Fungsi pengambilan keputusan yaitu : 1. Pengambilan keputusan sebagai suatu kelanjutan dari cara pemecahan masalah mempunyai fungsi antara lain sebagai berikut  Pangkal permulaan dari semua aktivitas manusia yang sadar dan terarah baik secara individual maupun secara kelompok , baik secara institusional maupun secara organisasional  Sesuatu yang bersifat futuristic yang artinya menyangkur dengan hari depan / masa yang akan datang, dimana efeknya atau pengaruhnya berlangsung cukup lama. 2. Tujuan pengambilan keputusan dapat dibedakan atas dua yaitu :  Tujuan bersifat tunggal yaitu tujuan pengambilan keputusan yang bersifat tunggal terjadi apabila yang dihasilkan hanya menyangkut satu masalah artinya sekali diputuskan dan tidak aka nada kaitannya denagn masalah lain.  Tujuan bersifat ganda yaitu tujuan pengambilankeputusan yang bersifat ganda terjadi apabila keputusan yang dihasilkan itu menyangkut lebih dari satu masalah artinya bahwa satu keputusan yang diambil itu sekaligus memecahkan dua masalah atau lebih yang bersifat kontradiktif atau bersifat tidak kontradiktif.

12

Ada tiga hal utama yang perlu diketahui oleh penganalisis sistem pendukung keputusan, yaitu : 1) apakah pembuat keputusan utama bersifat analitis atau heuristik; 2) bagaimana keputusan dibuat dalam tiga fase penyelesaian masalah dalam hal kecerdasan, perancangan, dan pemilihan; 3) metode kriteria-ganda yang sangat berguna dalam menyelesaikan masalah-masalah semiterstruktur 2.6.3 Karakteristik SPK

Sistem pendukung keputusan (SPK) adalah salah satu cara mengorganisir informasi (melibatkan pengunaan basis data) yang dimaksudkan untuk digunakan dalam membuat keputusan. SPK dirancang untuk pendekatan menyelesaikan masalah para pembuat keputusan dan kebutuhan-kebutuhan aplikasi, tetapi tidak untuk menggantikan keputusan maupun membuat suatu keputusan untuk pengguna.

SPK dirancang sedemikian rupa untuk mebantu mendukung keputusan-keputusan yang melibatkan masalah-maslah kompleks yang diformulasikan sebagai problemproblem semiterstruktur. SPK bisa dibangun untuk mendukung keputuisan sekali saja, keputusan– keputusan yang jarang dibuat atau keputusan-keputusan yang muncul secara rutin. SPK berbeda dengan SIM tradisional, SIM tradisional berorientasi produk yang menghasilkan keluaran sedangakan SPK berorientasi proses dimana fokus SPK adalah pada interaksi pembuat keputusan dengan sistem tersebut, bukan pada keluaran yang dihasilkan, seperti pada Gambar 2.6.1

13

Pembuat keputusan dalam organisasi terjadi pada tiga level utama yaitu : level strategik, manajerial dan operasional. Keputusan pada level operasional merupakan keputusankeputusan terstruktur yaitu keputusan-keputusan dimana semua atau sebagian besar variabel-variabel yang ada diketahui dan bisa diprogram secara total (secara menyeluruh dapat diotomatiskan). Keputusan-keputusan terstruktur bersifat rutin dan memerlukan sedikit pendapat manusia begitu variabel-variabel tersebut terprogram. Pada level manajerial dan strategik merupakan keputusan semistruktur, dimana problemproblem dan peluang tidak dapat distrukturkan secara total dan memerlukan pendapat dan pengalaman manusia untuk membuat suatu keputusan. Dalam hal ini SPK dapat digunakan untuk mengembangkan solusi problem– problem yang bersifat kompleks dan semiterstruktur dengan mempertimbangkan SIM tradisional. Penggunaan SPK tidak terbatas untuk manajer-manajer dari level menengah sampai ke level tinggi, tetapi dapat digunakan oleh individu-individu. Pengguna memiliki gaya pembuatan keputusan tersendiri, kebutuhan yang berbeda serta tingkat pengalamannya sendiri-sendiri, oleh karenanya perancang SPK perlu mempertimbangkan atribut-atribut khusus sehingga memungkinkan pengguna berhasil berinteraksi dengan sistem.

14

2.6.4 Pengguna SPK Pembuat keputusan dalam organisasi terjadi pada tiga level utama yaitu : level strategik, manajerial dan operasional. Keputusan pada level operasional merupakan keputusankeputusan terstruktur yaitu keputusan-keputusan dimana semua atau sebagian besar variabel-variabel yang ada diketahui dan bisa diprogram secara total (secara menyeluruh dapat diotomatiskan). Keputusan-keputusan terstruktur bersifat rutin dan memerlukan sedikit pendapat manusia begitu variabel-variabel tersebut terprogram. Pada level manaterial dan strategik merupakan keputusan semistruktur, dimana problemproblem dan peluang tidak dapat distrukturkan secara total dan memerlukan pendapat dan pengalaman manusia untuk membuat suatu keputusan. Dalam hal ini SPK dapat digunakan untuk mengembangkan solusi problem–problem yang bersifat kompleks dan semiterstruktur dengan mempertimbangkan SIM tradisional. Penggunaan SPK tidak terbatas untuk manajer-manajer dari level menengah sampai ke level tinggi, tetapi dapat digunakan oleh individu-individu. Pengguna memiliki gaya

15

pembuatan keputusan tersendiri, kebutuhan yang berbeda serta tingkat pengalamannya sendiri-sendiri, oleh karenanya perancang SPK perlu mempertimbangkan atribut-atribut khusus sehingga memungkinkan pengguna berhasil berinteraksi dengan sistem.

2.6.5 Konsep Pembuatan Keputusan Beberapa konsep yang membantu dalam pembuatan SPK, yaitu bagaimana keterkaitan antara SPK dengan pembuat keputusan, bagaimana menentukan gaya pembuat keputusan dan fase-fase penyelesaian masalah.

1) Pembuatan keputusan beresiko Pembuatan keputus dan klasik biasanya mengasumsi keputusan yang dibuat berdasarkan tiga rangkaian kondisi, yaitu : kepastian, ketidakpastian dan resiko.yang dimaksud dengan kepastian adalah kita mengetahui segala sesuatu sebelumnya dalam membuat keputusan. Model ilmu pengetahuan manajemen umum yang mengasumsikan kondisi-kondisi kepastian adalah program linier, dimana sumber daya, tingkat komsumsi, tekanan dan laba semuanya diasumsikan sudah diketahui dan tepat. Sedangkan ketidakpastian merupakan sebaliknya yaitu kita tidak mengetahui tentang probabilitas atau konsekuensi keputusan-keputuisan kita. Diantara dua perbedaan dari kepastian dengan ketidakpastian terdapat serangkaian kondisi yang disebut resiko. Keputusan-keputusan yang dibuat mengandung resiko mengasumsikan bahwa kita setidaknya tahu tentang alternatifalternatif yang dimiliki.

2) Gaya Pembuatan Keputusan Parameter gaya pembuatan keputusan didasarkan pada cara dimana informasi dikumpulkan, diproses, dan digunakan; serta bagaimana informasi dikomunikasikan dan diterapkan. Penggolongan keputusan analitis atau heuristik seperti terlihat pada Tabel 2.6.1

16

Pembuatan Keputusan Analitis, pembuat keputusan analitis tergantung pada informasi yang diperoleh secara sistematis dan dievaluasi secara sistematis pula dengan cara memperkecil alternatif-alternatif yang ada serta membuat suatu keputusan berdasakan informasi tersebut. Pembuatan Keputusan Heuristik, pembuat keputusan yang menggunakan heuristic membuat keputusan dengan batuan beberapa petunjuk (atau petunjuk praktis), meskipun mereka tidak selalu bisa diterapkan secara konsisten atau sistematis. Mereka mengupayakan kepuasan, bukan solusi optimal. Heuristik umumnya berdasarkan pengalaman.

Gaya pembuatan keputusan manajer tersebut berhubungan dengan keterbukaan dan ketertutupan sistem organisasi. Jika informasi di dalam perusahaan mengalir bebas, peluang untuk menggunakan bantuan keputusan dan analisis sitematis bisa lebih besar. Jika informasi tepat waktu sulit diperoleh, organisasi bisa mendorong manajer menuju gaya yang lebih heuristik

17

Fase Penyelesaian Masalah Tiga fase penyelesaian masal;ah yaitu : 1) Kecerdasan Kecerdasan adalah kesadaran mengenai suatu masalah atau peluang. Dalam hal ini, pembuat keputusan berupaya mencari lingkungan bisnis internal dan eksternal, memeriksa keputusan-keputusan yang perlu dibuat, dan masalah-masalah yang perlu diatasi, atau peluang-peluang yang perlu dipertimbangkan. Kecerdasan berarti kesadaran aktif akan perubahan-perubahan di lingkungan yang menuntut dilakukannya tindakan-tindakan tertentu. 2) Perancangan Dalam fase perancangan, pembuat keputusan merumuskan suatu masalah dan menganalisis sejumlah solusi alternatif. 3) Pemilihan Dalam fase pemilihan ini, pembuat keputusan memilih solusi masalah atau peluang yang ditandai dalam fase kecerdasan. Pemilihan ini diikuti dari analisis sebelumnya dalam fase perancangan dan memperkuatnya lewat informasi-informasi yang diperoleh dalam fase pemilihan.

2.6.6 Pembuatan Keputusan Kriteria-Ganda Dalam memodelkan keputusan-keputusan serealitis mungkin, peneliti mengembangkan beberapa pendekatan untuk mengevaluasi tujuan ganda atau problemproblem kriteriaganda. Pendekatan kriteria-ganda memungkinkan pembuat keputusan menyusun prioritas mereka serta memungkinkan ditampilkannya analisis sensitivitas dengan menanyakan jenis pertanyaan bagaimana-jika. Metode ini meliputi metode-metode pembobotan, pendekatan batasan konjungtif, pemrosesan hiraki analitis, dan pemrograman tujuan.

2.6.7 Sistem Ahli, Jaringan saraf dan Perangkat-perangkat Keputusan lainnya. Model-model keputusan lainnya yang tersedia bagi para manajer meliputi system ahli dan jarangan saraf. Sistem ahli adalah sistem-sistem pemikiran berdasarkan aturan yang

18

dikembangkan untuk bidang keahlian tertentu.Mengumpulkan keahlian disebut menambah pengetahuan dan ini merupakan bagian yang paling sulit dari aturan yang membentuk spesifikasi. Jaringan saraf dikembangkan dengan menyelesaikan sejumlah masalah dari satu jenis dan membiarkan perangkat lunak mendapat umpan balik atas keputusan-keputusan yang diambil, mengamati apa yang dilibatkan sehingga keputusan tersebut berhasil.

Kedua model di atas disebut di bidang kecerdasan buatan (AI). AI disebut SPK karena menuntut pembuat keputusan manusia melakukan identifikasi terhadap masalahmasalah yang ada, menambah pengetahuan dan melakukan analisis sensitivitas.

Kecerdasan Buatan ( AI ) · H. A. Simon [1987] : “ Kecerdasan buatan (artificial intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah- cerdas” · Rich and Knight [1991]: “Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.” · Encyclopedia Britannica: “Kecerdasan Buatan (AI) merupakan cabang dari ilmu komputer yang dalam merepresentasi pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada bilangan, dan memproses informasi berdasarkan metode heuristic atau dengan berdasarkan sejumlah aturan”

Tujuan dari kecerdasan buatan menurut Winston dan Prendergast [1984]: 1. Membuat mesin menjadi lebih pintar (tujuan utama) 2. Memahami apa itu kecerdasan (tujuan ilmiah) 3. Membuat mesin lebih bermanfaat (tujuan entrepreneurial)

19

AI dapat dipandang dalam berbagai perspektif.  Dari perspektif Kecerdasan (Intelligence) AI adalah bagaimana membuat mesin yang “cerdas” dan dapat melakukan hal-hal yang sebelumnya dapat dilakukan oleh manusia  Dari perspektif bisnis, AI adalah sekelompok alat bantu (tools) yang berdaya guna, dan metodologi yang menggunakan tool-tool tersebut guna menyelesaikan masalahmasalah bisnis.  Dari perspektif pemrograman (Programming), AI termasuk didalamnya adalah studi tentang pemrograman simbolik, pemecahan masalah, proses pencarian (search) Umumnya program AI lebih fokus pada simbol-simbol daripada pemrosesan numerik (huruf, kata, angka untuk merepresentasikan obyek, proses dan hubungannya).    Pemecahan masalah -> pencapaian tujuan Search -> jarang mengarah langsung ke solusi. beberapa teknik. Bahasa pemrograman AI : A. LISP, dikembangkan awal tahun 1950-an, bahasa pemrograman pertama yang diasosiasikan dengan AI. B. PROLOG, dikembangkan pada tahun 1970-an. C. Bahasa pemrograman berorientasi obyek (Object Oriented Programming (Objective C, C++, Smalltalk, Java)  Proses search menggunakan

Dari perspektif penelitian (research)  Riset tentang AI dimulai pada awal tahun 1960-an, percobaan pertama adalah membuat program permainan (game) catur, membuktikan teori, dan general problem solving (untuk tugastugas sederhana)  “Artificial intelligence” adalah nama pada akar dari studi area.

20

BAB III STUDY KASUS

3.1 Permasalahan Dalam bab ini penulis mengangkat masalah PT.Union Carbide dalam memasarkan produk baru. Pada awal tahun 1980-an , Union Carbide , pembuat kantong Glad , mengetahui kelebihan plastic polyurethane. Selanjutnya manager PT.Union mendekati Leo Burnett Company dan meminta untuk mengembangkan ide-ide baru dalam pembuatan kantong samaph plastic. Leo Burnett Company mulai dengan memodifikasi panca indra. Pertama, mereka memikirkan suatu yang terlihat berbeda. Kantong jaring-jaring berwarna hijau muda untuk kamar mandi , kuning untuk dapur, merah muda untuk kamar anak-anak.Tapi ternyata produk itu gagal saat diuji. Riset menunjukkan bahwa konsumen tidak menganggap tempat sampah mereka sebagai barang dekoratif. Selanjutnya mereka menangani masalah bau, aroma pohon pinus untuk kamar mandi,lemon untuk dapur,dan bedak bayi untuk kamar anak-anak.Produk ini juga gagal saat diuji.Jika konsumen tidak akan menggunakan tempat sampah mereka sebagai dekorasi, mereka pastinya juga tidak mengharapkan kantong sampah itu mengharumkan ruangan.

3.2 Analisa Produk baru memberikan peluang baru untuk meraup pendapatan. Produk baru menunjukkan citra pada industry bahwa perusahaan untuk selalu terdepan.Pengembangan produk baru sebagian adalah kebutuhan , sebagai ilmu pengetahuan dan sebagian lagi sihir. Ada beberapa teknik kreatif yang dirancang untuk membantu mengambangkan ide produk. Perusahaan biasanya mengembangkan produk dan jasa baru karena alasan : 1. Produk lama semakin membosankan 2. Pelanggan lebih senang berbisnis dengan pemasok yang menawarkan produk terbaru dan terbaik.

21

Berujuk pada landasan teori bab sebelumnya , ada 3 tahap pemecahan masalah yang dapat dilakukan oleh seorang manager yakni : 1 Usaha persiapan, mempersiapkan manajer untuk memecahkan masalah dengan menyediakan orientasi sistem. 2 Usaha definisi, mencakup mengidentifikasikan masalah untuk dipecahkan dan kemudian memahaminya. 3 Usaha solusi, mencakup mengidentifikasikan berbagai solusi alternatif,

mengevaluasinya, memilih salah satu yang tampaknya terbaik, menerapkan solusi itu dan membuat tindak lanjutnya untuk menyakinkan bahwa masalah itu terpecahkan. Dalam Kasus PT.Union Carbide semula didapatkan flowchart pengambilan keputusan sebagai serikut :

Start

Riset Pasar

Alternative produk

Pemasaran

Produk gagal

y

n end

Gambar : Flowchart 1

22

3.2.1 Usaha Persiapan Pada tahap ini seorang manager harus mengetahui bagaimana siklus hidup sebuah produk. Produk memiliki empat tahap siklus hidup yakni : 1. Pengenalan Pada tahap ini perusahaan akan menguji produk,mempelajari berbagai pilihan distribusi , menganalisis pasar sasaran dan pilihan pemasaran 2. Pertumbuhan Pasar mulai menerima produk 3. Kemapanan Pada tahap ini produksi dalam kapasitas penuh dan biaya dapat diprediksi namun kategori produk telah menarik pesaing yang mulai merebut pangsa pasar. Dalam hal ini seorang manajer harus segera memikirkan sesuatu gebrakan untuk produk tersebut. 4. Penurunan Pada tahap ini pasar sudah mulai jenuh,produk semakin ketinggalan zaman dan pesaingpun semakin banyak. Pada tahap pengenalan , perusahaan harus melibatkan pelanggan lebih awal dalam proses bisnis.Produk gagal sering kali merupakan hasil peluncuran produk baru perusahaan tanpa pengetahuan memadai mengenai pelanggan. 3.2.2 Tahap Definisi Seorang manager harus bisa mendefinisikan penyebab kegagalan produk. Biasanya untuk menghindari kegagalan produk maka seorang manager akan memutuskan untuk memodifikasi produk tersebut. Tapi satu hal yang perlu diingat tingkat kegagalan produk baru sangatlah tinggi. Langkah modifikasi tidak sepenuhnya dapat membantu produk itu bisa berhasil di pasar. Banyak hal yang harus dilakukan oleh manager agar hasil modifikasi mereka tidak sia-sia. Adapun factor-faktor penyebab gagalnya produk adalah : 1. Ketidaktahuan pasar Diperlukan riset pasar, peramalan atau penetapan posisi yang tepat

23

2. Desain dan pembuatan yang buruk Desain yang menarik sangat dibutuhkan dalam mendesain suatu produk 3. Produk yang salah Produk biasanya tidak memiliki keunikan atau tidak memiliki manfaat yang menguntungkan bagi konsumen 4. Biaya produksi yang tinggi Setelah diketahui penyebab gagalnya produk , selanjutnya dilanjutkan pada tahap solusi.

3.2.3 Tahap solusi Pada tahap ini seorang manager akan melakukan beberapa cara untu mendapatkan solusi yakni : 1. Riset Pasar 2. Brainstroming

A.Riset Pasar Riset Pasar adalah sesuatu yang penting dalam bisnis karena dengan riset pasar akan diketahui apa yang dibutuhkan pasar atau masyarakat dan juga mengetahui pesaing-pesaing bisnis yang ada. Dengan mengetahui apa yang dibutuhkan pasar dan pesaing yang ada maka perusahaan dapat menghasilkan produk yang handal yang punya daya saing di pasar. Dari hasil riset pasar dapat juga diketahui siapa yang membutuhkan produk kita, dimana produk tersebut dibutuhkan dan kapan produk tersebut dibutuhkan, dan kualitas produk seperti apa yang dibutuhkan oleh pelanggan. Selain itu juga dapat diketahui juga besar permintaan nyata dan potensi permintaan, kemudian kapan saat-saat permintaan memuncak, kapan saat-saat menurun. Sehingga kecenderungan - kecenderuangan dan trend pasar dapat diketahui apakah terus menaik atau pada saat tertentu akan menurun.Produk yang laku adalah bukan produk yang perfek segala bisa - feature hiper komplit - very full customize tetapi yang laku adalah produk yang disukai dan dibutuhkan oleh pasar atau masyarakat.

24

Seorang manager akan mengirimkan team khusus untuk melakukan survey dan riset pasar baik langsung ke konsumen ( pembeli ) , penjual maupun melakukan penelitian ke lembaga penelitian mengenai produk tersebut. Konsumen biasanya akan mengungkapkan keinginan dari produk, pemasok akan menawarkan imitasi produk pesaing atau perbaikan kecil dari model tahun lalu.

Berikut tiga hal yang dilakukan para manager untuk menumbuhkan hubungan yang lebih dekat dengan pengguna langsung , sambil menggumpulkan informasi utama dan umpan balik tentang produk : 1. Lewatkan lebih banyak waktu dengan pelanggan Dengan melakukan pertemuan rutin tiap minggunya dengan pelanggan maka manager akan mendapatkan informasi tanggapan pasar menggenai produk yang mereka luncurkan baik itu kekurangan maupun kelebihan produk tersebut dibandingkan dengan produk-produk yang lain. 2. Undang pelangan utama untuk berbicara dengan unit-unit utama Menciptakan forum dimana pelangan dapat berbicara dengan orang-orang penting diperusahaan sehingga tidak hanya memberikan informasi dan wawasan yang penting pada pelanggan tapi juga membantu pelangan memahami tentang produk tersebut. 3. Gunakan internet dan cara tanpa pengantara lain untuk menciptakan hubungan pelanggan bersinambung. Mendapatkan umpan balik dari pelanggan merupakan langkah yang sangat penting dalam proses ini. Email merupakan salah satu alat untuk menjaga hubungan dengan pelangan. Setelah didapatkan hasil survey pasar, selanjutnya manager akan melanjutkan ke tahap brainstorming.

25

B.Brainstorming

Pada metode ini seorang manajer membutuhkan beberapa ide dari sekumpulan orang yang mengetahui produk dan pelanggan perusahaannya. Semakin gila ide yang mereka berikan maka semakin baik ditambah lagi teknologi untuk menciptakan kombinasi dan mutasi. Brainstorming merupakan suatu alat kreatif untuk memecahkan masalah, menurut arti harfiahnya menuntut penggunaan otak (brain) untuk melakukan penghancur leburan (to storm) suatu problem. Pada pelaksanaannya brainstorming tak lain adalah pencatatan semua ide yang dilontarkan atau digagas oleh sekelompok orang terhadap suatu pertanyaan atau masalah yang disodorkan kehadapan mereka. Brainstorming dilakukan dengan

terpimpin dimana seorang manager yang juga berfungsi sebagai pengarah menjaga agar supaya respon-respon dari peserta tidak keluar dari permasalahan yang telah disodorkan kehadapan mereka sebelumnya. Dalam pelaksanaannya, para peserta diberi kebebasan untuk berfikir dilakukan oleh pemandu dengan cara tidak membolehkan reatif. Hal ini

adanya pembahasan atau

tanggapan terhadap suatu ide sebelum semua ide dianggap telah dikumpulkan. Dengan demikian semua ide dianggap sah-sah saja untuk dilontarkan, bahkan ide-ide yang sangat eksentrik sekalipun. Brainstorming yang dilakukan secara terstruktur dapat menghasilkan banyak ide terhadap suatu jenis pertanyaan/permasalahan. Khususnya pada pertanyaan seperti: • Peluang-peluang apa yang dapat dimanfaatkan tahun ini ? • Faktor-faktor apa yang menyebabkan kegagalan produk ? • Hal apakah yang mungkin menjadi penyebab masalah gagal produk ? • Hal apakah yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah gagal produk tersebut? Nah pada perusahaan Union ini, Burnet menggunakan kelompok focus untuk mengetahui pendapat konsumen terhadap kantong sampah Glad. Burnett mendengar bahwa pelanggan mengeluhkan cara menutupnya, tali pembelit yang menjengkelkan. Sehingga pelanggan menyarankan memodifikasi atribut ini yaitu menambahkan pegangan. Pasar yang diuji sangat menyukai kantong baru ini. Kantong dengan pegangan dan pengikat menjadi tren

26

dalam waktu singkat dengn membuat satu pasar baru. Modifikasi kecil dilakukan yaitu dengan menambahkan pegangan pada kantong itu dan kategori yang benar-benar baru telah lahir. Berkenan dengan kegagalan pengambil keputusan yang menggunakan metode lama (lihat flowchart 1 ) PT.Union Carbide menggembangkan metode pengambilan keputusan baru dengan memasukan activity survey dan brainstorming .Metode pengambilan keputusan baru tersebut dapat dilihat di flowchart sebagai berikut :
Start Riset Pasar

Alternative produk

Survey

Gambar : Flowchart 2

Brainstorming

Pemasaran

Produk gagal

Y

N Produk baru

sukses

27

3.3 Sistem Penunjang keputusan dengan logika fuzzy

Selanjutnya untuk mendukung pengambilan keputusan seorang manager maka seorang manager memerlukan sebuah system penunjang keputusan. Di mana system ini mampu membantu hasil yang terbaik dari data survey dan riset pasar. Pada system ini kita gunakan logika fuzzy. Logika fuzzy berbeda dengan logika digital biasa, dimana logika digital biasa hanya mengenal dua keadaan yaitu: Ya dan Tidak atau ON dan OFF atau High dan Low atau "1" dan "0". Sedangkan Logika Fuzzy meniru cara berpikir manusia dengan menggunakan konsep sifat kesamaran suatu nilai. 1. Market (pasar), terdiri dari permintaan, competitor, dan reseller. Kelompok

permintaan dibagi berdasarkan banyaknya permintaan terhadap jenis kantong Glad yang sama dalam kurun waktu bulanan. Faktor competitor dievaluasi berdasarkan mutu produk antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Dan factor reseller dikelompokkan berdasarkan banyaknya barang yang berhasil dijual. 2. Individu, terdiri dari usia, pekerjaan, dan kondisi ekonomi. Faktor usia yang

diperhitungkan adalah usia dewasa karena pada usia inilah ditujukan konsumen pengguna produk ini. Faktor pekerjaan diperhitungkan untuk pekerja kelas

menengah. Dan factor keadaan ekonomik dilihat seberapa banyak kantong ini dapat dibeli oleh konsumen. Nah hasil dari survey dan brainstorm tersebut tinggal di input pada system dan didapatkan nilai persentase. Nilai yang tertinggi dari inputan tersebut maka solusi itulah yang digunakan. Akhirnya masalah untuk produk baru terselesaikan.Namun seorang manager tak akan puas dengan begitu saja. Mereka harus memikirkan bagaimana produk ini dapat bertahan untuk 5 tahun ke depan atau bahkan untuk 10 tahun yang akan datang. Sehingga untuk itu maka dibutuhkan berbagai ide yang kreatif dan inovatif dalam pengambilan keputusan yang tepat.

28

BAB IV SARAN DAN KESIMPULAN

4.1 Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan makalah Pendekatan Sistem Dalam Memecahkan Masalah Dan Mengambil Keputusan adalah sebagai berikut : 1. Proses pemecahan masalah secara sistematis bermula dari John Dewey, seorang profesor filosofi di Columbia University pada awal abad ini. Dalam bukunya tahun 1910, ia mengidentifikasi tiga seri penilaian yang terlibat dalam memecahkan masalah suatu kontroversi secara memadai yaitu: 1. Mengenali kontroversi 2. Menimbang klaim alternative 3. Membentuk penilaian 2. Fred Luthans dalam bukunya Perilaku Organisasi menyebutkan bahwa keputusan didefinisikan secara universal sebagai

pengambilan

pemilihanal ternatif 3. Pemecahan masalah berarti tindakan memberi respon terhadap masalah untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang keuntungannya. 4. Pengambilan keputusan adalah tindakan memilih strategi atau aksi yang manajer yakini akan memberikan solusi terbaik atas masalah tersebut. 5. Tiap manajer memiliki gaya pemecahan masalah yang unik. Gaya mereka mempengaruhi bagaimana mereka terlibat dalam merasakan masalah,

mengumpulkan informasi, dan menggunakan informasi. 6. Seorang manajer membutuhkan masukan – masukan ide yang kreatif baik dari riset pasar yang dilakukan kepada konsumen, penjual dan menjalin hubungan yang baik dengan lembaga-lembaga pendidikan dalam mengambil suatu keputusan. 7. Produk gagal sering kali merupakan hasil peluncuran produk baru perusahaan tanpa pengetahuan memadai mengenai pelanggan

29

8. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam pemecahan masalah produk baru yang gagal di pasaran diantaranya dengan menggunakan metode riset pasar,survey dan brainstorming serta menggunakan system yang menggunakan logika fuzzy

4.2 Saran Makalah ini belum sepenuhnya dapat memberikan solusi dalam hal pemecahan masalah dan pengambilan keputusan, sehingga perlu dikembangkan lebih lanjut. Tetapi makalah ini bisa dijadikan sebagai referensi untuk mengambil keputusan dalam menghadapi suatu permasalahan yang sedang dihadapi bagi seorang manager ataupun bagi orang awam yang sedang menghadapi suatu permasalahan.

30

DAFTAR PUSTAKA

Roberth Grede, 2006 : 5 Strategi Ampuh berbisnis , Sourcebooks.Inc Craven David W., (2000) : Pemasaran Strategis Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta Andrew Leigh, 1988:Perfect Decision , Elex Media Komputindo, Jakarta Jeffrey A.Krames ,2003:Rahasia CEO terhebat “Kiat Sukses 7 Pemimpin Hebat Dalam Mengubah Semua Bisnis “ Gramedia,Jakarta Luthans F , 2006 Prilaku Organisasi Edisi 10 penerbit Andi Yogyakarta

31

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->