P. 1
TUGAS KEWIRAUSAHAAN

TUGAS KEWIRAUSAHAAN

|Views: 522|Likes:
Published by Faiz Love Respecta

More info:

Published by: Faiz Love Respecta on Dec 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/01/2013

pdf

text

original

Hakikat Sikap Pantang Menyerah dan Ulet

Ilustrasi: “Seorang siswa belajar tentang bagaimana merakit sebuah komputer. Untuk yang pertama kalinya dia mengalami kegagalan yang sangat fatal. Kemudian ia bertanya kepada instrukturnya tentang beberapa hal yang tidak ia pahami. Setelah itu siswa tersebut kembali mencoba dan mencoba terus sampai akhirnya ia berhasil merakit komputer itu dengan sempurna” Pantang menyerah: aspek dari komitmen tinggi, yakni sikap bertahan untuk tetap ingin mencapai apa yang diinginkan kendati mengalami kegagalan, mendapat hambatan dan rintangan. Wirausahawan yang memiliki komitmen tinggi dan pantang menyerah di dalam berwirausaha, setidaknya harus memiliki 7 kekuatan yang dapat membangun kepribadian, a.l: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 1. 2. 3. 4. keyakinan yang kuat untuk maju kemauan yang keras untuk maju pemikiran yang konstruktif dan kreatif kesabaran dan ketabahan ketahanan fisik dan mental kejujuran dan tanggung jawab memberi semangat dalam berusaha meningkatkan daya usaha menunjang keberhasilan usaha mengeliminasi keputusasaan

Manfaat sikap pantang menyerah dan ulet:

Ulet: tangguh, kuat, dan tidak mudah putus asa Faktor-faktor yang mempengaruhi keuletan: 1. Pembawaan (hereditas): manusia lahir memiliki sifat-sifat bawaan dari orang tuanya 2. Pendidikan dan pelatihan: dengan adanya pendidikan dan latihan maka bawaan lahir akan berkembang lebih baik 3. Lingkungan: manusia cenderung akan menyesuaikan diri dengan kebiasaan-kebiasaan yang ada di lingkungannya. 4. Pengalaman: semakin banyak pengalaman akan meningkatkan kemampuan dalam menentukan strategi pemecahan masalah 5. Motivasi: seorang wirausahawan yang komit untuk berhasil dan berkembang dalam usaha kan termotivasi mewujudkan keinginannya, sehingga akan mencari dan menggunakan berbagai cara (positif) untuk mewujudkan obsesinya Membina sikap ulet: 1. 2. 3. 4. 5. 6. menjaga dan meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani menjaga dan meningkatkan semangat dalam bekerja selalu optimis dalam menjalankan usaha menyenangi pekerjaannya berani menghadapi tantangan meningkatkan kepedulian akan peristiwa atau kejadian di sekitarnya baik secara makro maupun mikro 7. berusaha memiliki banyak informasi dan sumber 8. menerima dengan senang hati kritik dan saran 9. berani mencoba berbagai alternatif dengan sudah mempertimbangkan secara matang 10. memandang kegagalan dari sisi positif 11. tidak memandang ringan maslah yang dihadapi

2. 9. 5.12. 4. 5. 1. 7. 3. 2. 6. 8. meningkatkan kepekaan. diataranya: 1. kecermatan dan kewaspadaan diri Karakteristik sikap pantang menyerah dan ulet: kerja keras. 4. mempunyai komitmen tinggi dalam bekerja mempunyai etos kerja yang tinggi menyangkut distribusi kekuasaan dalam bekerja melibatkan orang lain dalm bekerja menyangkut penanaman pengaruh dalam mengarahkan karyawan “Jadi: kita tidak boleh berpangku tangan dan mengaharapkan reski hanya dengan berdoa saja tanpa bekerja dan berusaha” . ulet dan disiplin mandiri dan realistis prestatif dan komitmen tinggi berfikir positif dan bertanggung jawab memperhitungkan resiko usaha mencari jalan keluar dari setiap permasalahan merencanakan sesuatu sebelum bertindak kreatif dan inovatif kerja efektif dan efisien Kepemimpinan dalam kerja pantang menyerah dan ulet Efektifitas kepemimpinan dalam penerapan kerja pantang menyerah dan ulet akan membawa keberhasilan berwirausaha. 3.

3. Penyebab timbulnya rasa putus asa: 1. 3.Wujud Sikap Pantang Menyerah Dan Ulet 1. pelanggan. 4. Melakukan usaha dengan semangat Semangat bekerja: salah satu sifat kejiwaan yang sangat erat hubungannya dengan faktor kepuasan kerja. kepuasan kerja: orang yang menyukai pekerjaannya akan mendapatkan kepuasan tersendiri. 2. Melakukan usaha dengan tidak putus asa Putus asa / putus harapan:  Kondisi kejiwaan yang merasa dan menganggap bahwa apa diinginkan tidak akan tercapai  Kondisi batiniah yang menganggap adanya kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan apa yang dialaminya. faktor ekstern: penyebab yang timbul dari luar diri wirausaha. seperti kondisi ekonomi yang berfluktuasi. 5. kegairahan kerja. faktor intern: penyebab yang timbul dari dalam diri wirausaha. Mengantisipasi dan mengeliminasi keputusasaan: 1. 2. Terancamnya kelangsungan usaha. 1. akan semangat untuk meningkatkan hasil kerjanya untuk selanjutnya. ketabahan: tetap dan kuat hati dalam menghadapi cobaan dan kesulitan hidup . Mempertinggi hasil kerja: ketika target yang telah ditetapkan tercapai. dimana terdapat kesenjangan antara harapan dan kenyataan. 4. dan keinginan mempertinggi hasil kerja. pemasok dan kreditur. sebaliknya pekerjaan yang kurang disenangi akan mengurangi rasa kepuasan 2. 3. Manfaat semangat dalam bekerja: 1. Ini disebabkan sumber daya yang dimiliki kurang memadai untuk mencapai tujuan yang diinginkan 2. 1. 4. 5. memperoleh kepuasan dalam bekerja menimbulkan kegairahan dalam bekerja membangunkan tenaga meningkatkan efisiensi waktu kerja dan biaya menimbulkan keinginan mempertinggi hasil kerja mengembangkan semangat pribadi bekerjalah dengan penuh semangat semangat yang tinggi untuk mencapai prestasi yang tinggi selalu semangat semangat membawa percaya pada hari depan Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam mengembangkan semangat pribadi: 2. Dampak negatif putus asa: 1. kegairahan kerja: ketika harapan dan hasil yang ditargetkan tercapai akan meningkatkan kegairahan dalam bekerja. 2. bencana alam. 3. berkurang / hilangnya semangat menjalankan usaha menurunnya produktivitas kerja menurunnya percaya diri wirausaha menurunnya tingkat kepercayaan dari teman-teman sekerja. 6. persaingan yang semakin ketat. dsb.

meningkatkan kualitas sumber daya manusia 3. menggunakan jasa asuransi “ jadi kemauan yang keras akan memberikan semangat dalam berusaha dan tidak pernah merasa putus asa terhadap segala rintangan yang dihadapi” .2. penerapan manajemen secara efektif 4.

Kelompok yang satu tidak dapat bekerja karena menunggu hasil kerja dari kelompok lainnya. Apabila sumberdaya baik berupa uang. tetapi sekarang konflik dianggap sebagai gejala yang wajar yang dapat berakibat negatif maupun positif tergantung bagaimana cara mengelolanya. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang management skills dan personal development. karena merasa mendapat perlakuan yang tidak “adil”. Personil yang mempertahankan peraturan-peraturan secara kaku. Konflik terjadi karena batas-batas aturan tidak jelas. 2. Penyebab Konflik Konflik di dalam organisasi dapat disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut: A. Ditimbulkan oleh atasan. rutin dan rumit. Tiap-tiap unit dalam organisasi mempunyai spesialisasi dalam fungsi. Suatu kelompok tertentu mempunyai persepsi yang negatif. sikap fanatik. 7. Dari pandangan baru dapat kita lihat bahwa pimpinan atau manajer tidak hanya wajib menekan dan memecahkan konflik yang terjadi. 6. Kekaburan yurisdiksional. Hambatan komunikasi. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang management skills dan personal development. Perbedaan nilai dan persepsi. maka dapat timbul persaingan dalam penggunaannya. temperamental. konflik sebenarnya merupakan hal alamiah. Konflik dapat terjadi karena suatu unit/departemen mencoba memperbaiki dan meningkatkan status. 5. Konflik terjadi karena adanya saling ketergantungan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. atau sarana lainnya terbatas atau dibatasi. dan bidangnya. sedangkan para manajer senior men¬dapat tugas yang ringan dan sederhana. 3. material. Faktor Manusia 1. Akibat-akibat Konflik . sementara unit produksi menginginkan harga yang tinggi dengan tujuan untuk memajukan perusahaan. dan sikap otoriter. Perbedaan ini sering mengarah pada konflik minat antar unit tersebut. sedangkan unit/departemen yang lain menganggap sebagai sesuatu yang mengancam posisinya dalam status hirarki organisasi. Ini merupakan potensi terjadinya konflik antar unit/departemen dalam suatu organisasi.MENGELOLA KONFLIK Dalam interaksi dan interelasi sosial antar individu atau antar kelompok. Perbedaan tujuan antar unit-unit organisasi. baik dalam perencanaan. Faktor Organisasi 1. tetapi juga wajib untuk mengelola/memanaj konflik sehingga aspek-aspek yang membahayakan dapat dihindari dan ditekan seminimal mungkin. B. yaitu adanya tanggung jawab yang tumpang tindih. Timbul karena ciri-ciri kepriba-dian individual. Misalnya. unit penjualan menginginkan harga yang relatif rendah dengan tujuan untuk lebih menarik konsumen. Persaingan dalam menggunakan sumberdaya. Para manajer yang relatif muda memiliki presepsi bahwa mereka mendapat tugastugas yang cukup berat. Interdependensi tugas. terutama karena gaya kepemimpinannya. Dahulu konflik dianggap sebagai gejala atau fenomena yang tidak wajar dan berakibat negatif. 2. 4. koordinasi bahkan kepemimpinan dapat menimbulkan konflik antar unit/ departemen. dan aspek-aspek yang menguntungkan dikembangkan semaksimal mungkin. pengawasan. tugas. antara lain sikap egoistis. Hambatan komunikasi. Masalah “status”. 3.

Konflik dapat berakibat negatif maupun positif tergantung pada cara mengelola konflik tersebut. program. • Memunculkan keputusan-keputusan yang bersifat inovatif. • Mengganggu kohesi (keeratan hubungan). mekanisme. • Mengganggu proses produksi. • Memunculkan persepsi yang lebih kritis terhadap perbedaan pendapat. menarik diri. • Berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan. • Individu atau personil menga-lami tekanan (stress). dan apatisme. frustrasi. bahkan tujuan organisasi. . mangkir. • Mengganggu kerjasama atau “team work”. Akibat negatif • Menghambat komunikasi. mengganggu konsentrasi. • Melakukan adaptasi. Akibat Positif dari konflik: • Membuat organisasi tetap hidup dan harmonis. sehingga dapat terjadi perubahan dan per-baikan dalam sistem dan prosedur. bahkan dapat menurunkan produksi. menimbulkan kecemasan. • Menumbuhkan ketidakpuasan terhadap pekerjaan.

Konsultan tidak mempunyai wewenang untuk memutuskan dan tidak berusaha untuk menengahi. Intervensi (campur tangan) pihak ketiga: Apabila fihak yang bersengketa tidak bersedia berunding atau usaha kedua pihak menemui jalan buntu. dengan bukti faktual serta dengan menunjukkan bahwa usul kita menguntungkan dan konsisten dengan norma dan standar keadilan yang berlaku. dapat dipergunakan ancaman atau bentuk-bentuk intimidasi lainnya. Cara ini efektif apabila dalam tugas kedua pihak tidak perlu berinteraksi dan tidak efektif apabila tugas saling bergantung satu sama lain. Cepat-tidaknya suatu konflik dapat diatasi tergantung pada kesediaan dan keterbukaan pihak-pihak yang bersengketa untuk menyelesaikan konflik. Penarikan diri: Suatu penyelesaian masalah. dan kebutuhan berlangsung secara terbuka dan jujur. tanpa mengemukakan janji secara eksplisit. yaitu salah satu atau kedua pihak menarik diri dari hubungan. Apabila tidak terdapat perbedaan wewenang. Menimbulkan rasa saling percaya dengan merumuskan alternatif pemecahan secara bersama de¬ngan keuntungan yang berimbang bagi kedua pihak. 2. fakta. Pemecahan masalah terpadu: Usaha menyelesaikan masalah dengan memadukan kebutuhan kedua pihak. Proses pertukaran informasi. Mediator dapat membantu mengumpulkan fakta. Hal-hal yang Perlu Diperhati-kan Dalam Mengatasi Konflik: 1. Diatasi oleh pihak-pihak yang bersengketa: Rujuk: Merupakan suatu usaha pendekatan dan hasrat untuk kerja-sama dan menjalani hubungan yang lebih baik. Cara ini mungkin tidak menguntungkan kedua pihak secara sama. tetapi dianggap lebih baik daripada terjadi muncul perilaku saling agresi atau tindakan destruktif. Persuasi: Usaha mengubah po-sisi pihak lain. dengan saling mempertukarkan konsesi yang dapat diterima. berat ringannya bobot atau tingkat konflik tersebut serta kemampuan campur tangan (intervensi) pihak ketiga yang turut berusaha mengatasi konflik yang muncul. Pemaksaan dan penekanan: Cara ini memaksa dan menekan pihak lain agar menyerah. dengan menunjukkan kerugian yang mungkin timbul. menjernihkan dan memperjelas masalah serta mela-pangkan jalan untuk pemecahan masalah secara terpadu. akan lebih efektif bila salah satu pihak mempunyai wewenang formal atas pihak lain. .Cara atau Taktik Mengatasi Konflik Mengatasi dan menyelesaikan suatu konflik bukanlah suatu yang sederhana. Arbitrase (arbitration): Pihak ketiga mendengarkan keluhan kedua pihak dan berfungsi sebagai “hakim” yang mencari pemecahan mengikat. demi kepentingan bersama. Ciptakan sistem dan pelaksanaan komunikasi yang efektif. maka pihak ketiga dapat dilibatkan dalam penyelesaian konflik. Tawar-menawar: Suatu penyelesaian yang dapat diterima kedua pihak. Cara ini sering kurang efektif karena salah satu pihak hams mengalah dan menyerah secara terpaksa. la menggunakan berbagai teknik untuk meningkatkan persepsi dan kesadaran bahwa tingkah laku kedua pihak terganggu dan tidak berfungsi. Penengahan (mediation): Menggunakan mediator yang diundang untuk menengahi sengketa. menjalin komunikasi yang terputus. perasaan. Konsultasi: Tujuannya untuk memperbaiki hubungan antar kedua pihak serta mengembangkan kemampuan mereka sendiri untuk menyelesaikan konflik. sehingga menghambat proses penyelesaian masalah yang menjadi pokok sengketa. Efektivitas penengahan tergantung juga pada bakat dan ciri perilaku mediator. Dalam cara ini dapat digunakan komunikasi tidak langsung. Cegahlah konflik yang destruktif sebelum terjadi.

5. Atasan mempunyai peranan penting dalam menyelesaikan konflik yang muncul. dan saling pengertian antar unit/departemen/ eselon. . 8.3. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang management skills dan personal development. 7. 6. Tetapkan peraturan dan prosedur yang baku terutama yang menyangkut hak karyawan. toleransi. Bentuklah team work dan kerja-sama yang baik antar kelompok/ unit kerja. Ciptakanlah iklim dan suasana kerja yang harmonis. Semua pihak hendaknya sadar bahwa semua unit/eselon merupakan mata rantai organisasi yang saling mendukung. Bina dan kembangkan rasa solidaritas. jangan ada yang merasa paling hebat. 4.

mari kita bahas terlebih dahulu apa itu pengertian visi dan misi perusahaan :  Istilah visi berasal dari kata vision yang berasal dari bahasa Inggris yang memiliki arti penglihatan. Sehingga perjalanan menuju Jogja hanya sekedar angan – angan. Visi biasanya berisi pernyataan yang singkat dan jelas. Contoh misi PT. misi perusahaan juga berpengaruh terhadap perjalanan perusahaan. perusahaan tersebut juga belum bisa bergerak kemanapun karena belum memiliki tujuan usaha. semua tergantung tujuan yang akan dicapai oleh masing – masing perusahaan. Oleh karena itu tak perlu ditanyakan lagi. Jadi bisa dikatakan bahwa misi adalah kegiatan atau aktivitas yang dilakukan untuk mendukung perusahaan hingga mencapai tujuannnya. Namun sebelum mengetahui pentingnya visi dan misi perusahaan. yang belum bisa diwujudkan. menciptakan lapangan kerja. siapkan pondasi bisnis Anda dengan membuat visi dan misi yang kuat. karena visi dan misi perusahaan menjadi landasan dasar bagi sebuah perusahaan. sebuah perusahaan tidak akan bisa mencapai tujuan yang diimpikan. menciptakan inovasi bagi dunia bisnis. Biasanya visi dan misi dibuat saat perusahaan sedang akan dibangun. Semoga dapat bermanfaat dan salam sukses. menciptakan jaringan bisnis. Sebelum memulai perjalanan. membantu menyediakan berbagai prospektus bisnis berkualitas dan tepat guna. Khalifah Niaga Lantabura : menciptakan para pengusaha Indonesia yang berkarakter. Setelah mengetahui pengertiannya dapat dipastikan bahwa tanpa adanya visi dan misi. namun bisa mencakup semua tujuan dan cita – cita perusahaan. mustahil rasanya bila sebuah perusahaan dapat berjalan. Setiap perusahaan memiliki visi dan misi yang berbeda. Bisa diartikan yang dimaksud visi adalah sebuah pandangan tentang tujuan jangka panjang perusahaan atau rencana yang akan dicapai oleh suatu perusahaan. Contoh mudahnya. . Jika perusahaan tidak memiliki misi. Tak kalah pentingnya dengan visi. Contoh visi PT. Tanpa memiliki tujuan tempat atau kota yang akan dikunjungi. orang tersebut tidak akan pernah beranjak kemanapun. Dari contoh diatas dapat di ambil kesimpulan bahwa tanpa adanya visi dan misi perusahaan yang saling bersinergi. Sama halnya dengan perusahaan yang belum memiliki visi.Pentingnya Visi dan Misi Perusahaan Adanya visi dan misi merupakan syarat wajib bagi sebuah perusahan atau organisasi. Khalifah Niaga Lantabura : “Membantu Siapa Saja Bisa Sukses Berbisnis“  Sedangkan misi adalah kegiatan atau aktifitas yang mengarahkan perusahaan Anda pada tujuan yang menjadi impian perusahaan tersebut. Anda tentukan terlebih dahulu kota tujuan Anda. Maka bagi Anda yang berminat untuk membuka usaha baru. bahwa peranan visi dan misi perusahaan sangatlah penting. kita misalkan membangun perusahaan sama halnya dengan memulai sebuah perjalanan. keadaannya akan sama dengan orang yang sudah memiliki kota tujuan ( misalnya : perjalanan ke kota Jogja ) namun belum memiliki rencana sarana transportasi yang akan digunakan dan kapan waktu keberangkatan. sehingga kemandirian ekonomi bangsa dapat terwujud.

jpg Artikel Terkait: 1. 4.ehms. 3. 5.com/images/mission. Motivasi Hidup untuk Sebuah Kesuksesan Apa saja Kebutuhan Modal untuk Memulai Usaha? Motivasi Berwirausaha di Kalangan Mahasiswa Tips Sukses Mengatasi Stress Kerja Tips Sukses Menjadi Pemimpin Baik .Sumber gambar : http://www. 2.

Dia menyebutnya sebagai "strategic excellence. Visi merupakan tanggung jawab dari pemilik atau pendiri perusahaan. Mari kita telusuri satu per satu. terlebih dalam era persaingan yang sangat ketat. Justru dengan membuat strategi dengan skenario perkembangan. oleh karena para pembuat strategi dihadapkan dengan fakta di lapangan yang tidak sinkron dengan misi yang dikehendaki. akan terjadi penyimpangan atau arah. mempertahankan adalah sebuah keharusan agar tidak lepas apa yang sudah ada di tangan. Oleh karena itulah perlu dari waktu ke waktu dilakukan kaji ulang. Kedua." Pertama. kemudian divisi. di mana strategi harus disesuaikan dengan mengakomodasi faktor internal (visi dan misi) dan faktor eksternal (implementasi di lapangan). Banyak perusahaan yang berpikir untuk mengutamakan survival. Tetapi. dan karenanya misi serta strategi juga perlu disesuaikan. yang sering terjadi adalah antara misi dan strategi. dan terakhir unit yang terkecil dalam perusahaan. strategi demikian cenderung mengurangi bahkan mengeliminasi kekuatan yang ada di perusahaan dan menghilangkan kesempatan yang timbul atau datang dari sebuah persaingan. misi biasanya menjadi tanggung jawab top manajemen dan strategi menjadi tanggung jawab middle dan low level manajemen. Strategi berada di beberapa tingkat. Biasanya antara visi dan misi tidak terlalu jauh penyimpangan dan jaraknya. memberikan petunjuk dan saran bagaimana membuat dan menjaga agar strategi pas dengan misi dan visi perusahaan. strategi. tidak ada strategi yang baku akan tetapi harus dinamis dengan melihat perkembangan pasar atau lingkungan. Partner and Executive Vice President Kepner Tregoe Inc.Membuat Strategi Seiring Visi dan Misi Perusahaan Strategi adalah penjabaran dari misi dan misi lahir dari visi yang konsisten. Ketiga. tanpa kendali. akan lebih memperkuat daya tahan perusahaan dengan tetap mengambil kesempatan atau peluang yang terbuka di pasar. perencanaan dan kegiatan operasional harus terintegrasi jangan terlepas sendiri-sendiri. Mike Fredman. Setelah sekian tahun berjalan. organisasi atau perusahaan memerlukan strategi yang menuju pertumbuhan perusahaan jangan hanya asal bertahan. mulai dari corporate atau group of companies. Tetapi. sebuah perusahaan konsultan global. bisa saja visi yang biasanya datang dari pemilik atau pendiri perusahaan mengalami perubahan dalam arti penyempurnaan atau perluasan karena perkembangan yang dialami. Strategi dibuat untuk memenangkan sebuah persaingan. untuk mencapai sasaran . lalu departmen.

Strategy monitoring. review and updating. 5. Strategic master project planning. Ingat. 2. Seperti halnya seekor kuda yang tugasnya membawa kereta lari secepatnya. para investor atau bank pemberi pinjaman. faktor lingkungan baik pada saat kita membuat strategi maupun beberapa tahun ke depan sesuai dengan program jangka menengah dan jangka panjang. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa strategi tidak boleh terlepas dari visi dan misi perusahaan namun perlu beradaptasi dan reaktif pada tempatnya dan pada waktunya. Dari sekian skenario bisa disimpan tiga skenario: a. Kita harus pandai-pandai membaca faktor eksternal. perlu dibuat beberapa skenario berdasarkan perkiraan dan pertimbangan tadi. tanpa meninggalkan misi yang terkait dengan visi. namun tidak semudah seperti membuat strategi itu sendiri dalam pelaksanaannya. b. Banyak yang membuat strategi untuk menyenangkan bos. Strategic Intelligence gathering and analysis. Oleh karena itulah. perusahaan tanpa strategi sama saja dengan membuat strategi untuk gagal. . Strategy implementation. 4.namun kendali tetap di tangan sais yang mengarahkan ke mana kuda itu berlari. dalam situasi lingkungan yang beragam sekalipun. Strategy formulation. Jika perlu lebih dari tiga skenario dengan input dan pertimbangan yang berbeda. Mike Fredman juga merinci ada lima fase dalam memformulasi strategi: 1. untuk meningkatkan performa. dan c.paling mendekati. 3.pada waktunya. dan meluruskan kembali agar tiba di tempat tujuan. yang paling pesimistis. yang memperlihatkan serba “wah” sehingga dana mengalir masuk. paling optimistis. Yang pada intinya seperti diuraikan di atas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->