ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE

BAB 10 KEBIJAKAN PERDAGANGAN SEBAGAI DETERMINAN PERDAGANGAN  Perbedaan antara harga konsumen , harga produsen dan harga dunia Q = Harga konsumen P = Harga produsen P* = Harga dunia  Hubungan Antara Harga Konsumen Dan Produsen Dengan Pajak Dan Subsidi Pajak Subsidi

q = p(1 – t) > p q = p(1 – s) < p

t = Pajak s = Subsidi 
Y

Kurva Efek Perubahan Pajak Y Atau Subsidi
TT’ = Kurva Kemungkinan X = Komoditi X = Komoditi Y Produksi

T A

Y

A = Autarki P = Harga produsen Q = Harga konsumen E P 0 T’ q X E = Ekuilibrium

Kurva konsumsi pajak dan subsidi dalam sebuah ekonomi kecil

ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE

Y P-P* T A

TT’

= Batas

kemungkinan

produksi

untuk

komoditi X dan Y. X = Komoditi X Y = Komoditi Y P = Rasio harga produsen q = Rasio harga konsumen P X A = Autarki C = Konsumsi

0  Y P-P* T A

T’

Produksi pajak dan subsidi dalam sebuah ekonomi kecil TT’ = Batas kemungkinan produksi untuk

komoditi X dan Y P = Harga produsen P* = Harga dunia q = Harga konsumen A = Autarki P X C = Konsumsi

0

T’


Y

Pajak dan subsidi sebagai penentu perdagangan : dua negara yang identik
X P-P* Y = Komoditi X = Komoditi Y

T Cf Q q E 0 T’ Ch X

P=P* = Harga dunia A Ch Cf = Autarki = Konsumsi negara H = Konsumsi negara F

yaitu :  Di dalam ekonomi pasar bebas. monopoli disebabkan oleh adanya skala ekonomi dalam produksi. Artinyanya.ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE Y TT’ = Batas kemungkinan X T Q A Ch P P* E 0 T’ P* X Cf Y = Komoditi X = Komoditi Y produksi P=P* = Harga dunia Q R A Ch Cf = Produksi negara F = Produksi negara H = Autarki = Konsumsi negaraH = Konsumsi negara F faktor market distortions tiga efek utama dari corperate income tax  Corporate income tax menciptakan sebuah perbedaan antara rasio harga faktor yang dihadapi oleh produsen dalam dua sektor.  Garis keseimbangan harga umumnya tidak akan bersinggungan dengan batas produksi yang terdistorsi BAB 11 Persaingan Tidak Sempurna Sebagai Determinan Perdagangan Dan Keuntungan Dari Perdagangan  Keseimbangan Autarki Dengan Sektor Monopoli Monopoli dapat timbul karena adanya berbagai alasan. .  Batas produksi terdistorsi tidak harus concave ke titik origin tapi bisa convex atau bisa bergantian antara yang concave dan convex. akan menghasilkan produksi pada batas kemungkinan produksi. menetapkan biaya yang tinggi untuk menghasilkan output yang sedikit.

ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE  Adanya batasan yang menghalangi perusahaan lain untuk bisa masuk ke dalam pasar tersebut. Dimana di dalam negeri (home country) memiliki produsen monopoli terhadap X dalam keadaan autarki. yaitu MR = MC. Pada perusahaan-perusahaan dengan tingkat kompetisi yang kecil diasumsikan menghadapi harga yang tetap. •  Keseimbangan autarki dengan monopoli terhadap komoditi X Y P* T Am A A Pa Am : Autarky equilibrum. Kedua industry di satu negara telah dimonopoli atau bahwa industry monopoli ada di kedua negara. dan marginal revenuenya sama dengan harga barang itu sendiri yaitu MR = P. Dalam hal ini monopoli tidak memiliki kekuatan monopsoni (hanya ada satu pembeli atau tunggal) di dalam pasar sector. Pm : Rasio harga pada saat monopoli. Pm X 0 T’ . : Rasio harga pada saat autarki.  asumsikan : Skala produksi adalah constant returns to scale. yang pada akhirnya bahwa harga yang dibayar oleh konsumen dan harga yang diterima oleh produsen adalah sama. Sebuah perusahaan memiliki teknologi untuk berproduksi yang tidak dapat dimiliki oleh perusahaan lain. : Autarky equilibrium bagi suatu negara pada saat melakukan monopoli terhadap komoditi X. • Keuntungan maximum produsen tercapai apabila produsen dapat meningkatkan produksinya sampai ke titik dimana keuntungan yang telah diperoleh dari satu unit tambahan yang dijual (MR) adalah sama dengan biaya tambahan satu unit produksi (MC).

Dengan kurva permintaan (D).ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE • Dengan monopoli pada industri X. memaksimalkan profit output Xm.  Kondisi standar profit-maximization untuk perusahaan monopoli X Px Pm Ouput yang dihasilkan. Tidak mungkin seorang monopolist untuk menjual semua output pada tingkat harga yang tetap. Persaingan sempurna mengacu pada situasi dimana permintaan yang dihadapi seorang monopolist adalah elastis sempurna. maka kurva MR juga linear dan lebih curam dari kurva D (ingat bahwa MR harus kurang dari harga pada setiap jumlah output). untuk menjual lebih banyak unit barang. Harga dari komoditi X. MR yang diterima dari penjualan unit tambahan terhadap komoditi X harus kurang dari harga yang sebenarnya dari komoditi X tersebut. MR D MR Xm MC MR MC D Marginal revenue. • Pada titik Am. Harga dari komoditi X pada saat monopoli. • Kurva tersebut mengilustrasikan kondisi standar maksimisasi laba untuk monopoli. Harga jelas lebih tinggi daripada penerimaan marginal MR0. karena harga harus dikurangi pada unit lainnya yang telah dijual. . Keseimbangan monopoli Am relative terhadap keseimbangan pada saat autarki (A) : Monopoli membatasi output X. Pm Xm Jumlah ouput X yang dihasilkan pada saat monopoli. produsen monopoli harus menurunkan harga yang dikenakan pada setiap unit (kita mengasumsikan bahwa semua penjual menetapkan harga yang sama). yang berada di bawah tingkat output X pada saat autarki (A). Dengan biaya marginal MC. Marginal cost. monopolist dihadapkan pada kurva permintaan yang miring ke bawah (downward-sloping demand curve). Kurva permintaan (AR). dan ini dapat dijual dengan harga pm.

keuntungan ini adalah sama dengan keuntungan yang dapat dicapai dalam perekonomian tertutup dengan menghilangkan distorsi monopoli. Pergerakan dari titik A ke B merupakan keuntungan murni pro-kompetitif dari perdagangan.  Pro-Kompetitif Keuntungan Dari Perdagangan Y P* T A Q B C P1* X. Y A Kurva PPC terhadap komoditi X dan Y. Dengan adanya perdagangan produsen monopoli domestic akan menghadapi harga Px* (kostan) dimana MR = Px*. yang berada di bawah tingkat kesejateraan pada saat autarki (A). yang berada di atas tingkat harga output X pada saat autarki (Pa). dimana negara akan berproduksi dan berkonsumsi pada titik B. P* Rasio harga dunia autarki Rasio harga dunia pada saat terjadi Pm 0 T’ P* X P1* perdagangan (free trade). Q C Produksi pada saat rasio harga P1* Konsumsi pada saat raso harga P1*  Keterangan gambar Titik A merupakan titik kesimbangan produsen monopoli terhadap komoditi X pada saat autarki (pada negara kecil) dengan asumsi harga dunia tetap. B Autarki pada saat monopoli pada rasio harga P*. dimana kemampuan konsumen domestic untuk membeli dan produsen untuk menjual pada . elastisitas permintaan yang dirasakan oleh monopoli tak terbatas (distorsi monopoli yang akan bernilai nol) kesamaan antara rasio harga dan MRT akan dikembalikan pada rasio harga dunia P*. Autarki pada saat monopoli pada rasio harga Pm. Monopoli mengakibatkan kesejahteraan menjadi berkurang.ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE Monopoli menaikkan harga relative terhadap komoditi X.

Seperti yang kita indikasikan pada awalnya dan juga industry yang sama cendrung menjadi pasar tidak sempurna dalam semua negara. Asumsi perilaku Cournot-Nash.  Cournot-Nash Competition Cournot-Nash Competition merupakan contoh lain dari keuntungan pro-competitive dari perdagangan. T A Q Pm 0 P* X T’ • Inisial keseimbangan autarki untuk kedua negara identik diperlihatkan pada titik A. Masing masing perusahaan akan meningkatkan outputnya sampai MR=MC sama. .Y A Pm Q P* Kurva PPC terhadap komoditi X dan Y. Free trade equilibrium Rasio harga free trade. Rasio harga autarki.ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE rasio harga terdistorsi autarki mengarah pada eliminasi menguntungkan dari distorsi monopoli. Y X. Dan sedangkan Pergeseran dari B ke C merupakan keuntungan normal dari perdagangan. Autarki equilibrium. keseimbangan Cournot-Nash merupakan situasi dimana masing masing perusahaan berproduksi pada respon output yang terbaik yang diberikan oleh output dari perusahaan lain. Contoh ini mendorong kekuatan monopoli sering meningkatkan keadaan scala economies. Dengan pedagangan terbuka masing masing perusahaan merasa MR melebihi MC. Di dalam ekonomi terbuka untuk perdagangan dan asumsi bahwa masing masing monopolist (disebut sebagai monopoli) untuk memilih output yang terbaik yang diberikan oleh perusahaan lain. Pada model ini juga memberikan pembatasan namun ini akan membantu membuat titik keuntungan pro-competitive yang lebih umum. Kita asumsikan dua negara indentik dengan masing masing satu produsen monopoli komoditi X.

PENDAPATAN PERKAPITA DAN PERUBAHAN TEKNOLOGI SEBAGAI PENENTU PERDAGANGAN Perilaku Konsumsi Dan Perdagangan Internasional DIFFERENT TASTES Asumsi: • • • • Perbedaan dikedua negara adalah kondisi permintaan Faktor endowment di kedua negara adalah identik fungsi produksi identik diantara negara-negara yang berdagang produksi yang terjadi dengan tingkat pengembalian konstan (constant return) dan persaingan sempurna. dengan harga ratio P* situasi ini tidak akan menjadi perdagangan sebagai masing masing konsumsi negara dan produksi sama sepanjang dari X dan Y. Y Uh = indefferen curve negara H Uf = indifferen curve dari negara f Ph = harga autarky untuk negara H Pf = harga autarky untuk negara F Ah = keseimbangan autarky untuk negara H Af = keseimbangan autarky untuk negara F T-T’ = kurva kemungkina produksi kedua negara. kadang kadang konsumen dapat membeli dari produsen luar negeri namun perdagangan tepatnya akan seimbang). karena fungsi produksi yang identik X T’ Uh T Ah Ph Af Uf Pf . (tanpa ada hambatan perdagangan. BAB 13 SELERA.ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE Seharusnya ini juga menjadi titik sebagai Q .

ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE Y U’h T Ch Q Bh Cf U’f Bf P* X T’ Non homogeneus taste Y P Tf P Th Cy Ah Qh Qf Af Ch U’h = indefferen curve negara Hsetelah terjadi perdagangan U’f = indifferen curve dari negara f setelah terjadi perdagangan Paaah = harga autarky untuk negara H P* = harga dunia Q = titik produksi umum Ch = titik keseimbangan baru negara H setelah adanya perdagangan Cf = titik keseimbangan baru negara F setelah terjadinya perdagangan T-T’ = kurva kemungkina produksi kedua negara. karena fungsi produksi yang identik Cf Tf-Tf = kurva kemungkina produksi negara F yang memiliki teknologi yang lebih tinggi dari negara H Th-Th’ = kurva kemungkinan produkisi negara H Cy = minimum consumption requirement Qh dan Qf = titik produksi kedua negara yang identik X Th’ Tf’ HIPOTESIS LINDER {Staffan Linder (1961) • Komoditi yang baik diproduksi oleh pengusaha adalah komoditi yang inovatif guna menanggapi permintaan pasar Menjelaskan keberadaan perdagangan perdagangan dan intra-industri antar-industri: menggabungkan pengaruh permintaan dan penawaran  Klasifikasi industri  Biaya transportasi .

produksi beralih keupah rendah di negara berkembang melalui investasi asing langsung Iklus Model Dan Keunggulan Komparatif • • • Teori siklus produk menunjukkan bahwa negara-negara terkaya mengkhususkan diri dalam barang-barang baru yang memenuhi selera konsumen berpenghasilan tinggi.  Studi empiris ini merupakan penyederhanaan dari berbagai teori sebelumnya.ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE  Diferensiasi produk Siklus hidup untuk produk baru  Raymond Vernon • • • • Fase pertama hipotesis siklus produk yang eksplisit. membahas kesulitan pekerjaan empiris. reservasi akhir tentang teori siklus adalah bahwa pendapatan per kapita yang tinggi menyebabkan pengembangan produk baru dan teknologi. Kedua. kondisi autarki merupakan suatu situasi yang sulit diamati. BAB 14 STUDI EMPIRIS : MODEL KEUNTUNGAN KOMPARATIF Tujuan dari bab 14 adalah: Pertama. pada kenyataannya banyaknya asumsi yang digunakan oleh para ekonom yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. dimana teori ini menyatakan dalam kondisi autarki terdapat perbedaan biaya relatif dan harga antar negara. teknologi baru menyebabkan pendapatan menjadi tinggi. namun kenyataannya. tahap pendewasaan siklus produk. sehingga untuk menganalisa perdagangan secara . ditujukan untuk mengulas kembali kebenaran dari model keutungan komparatif. Tahap ketiga dari siklus produk (tahap standar) Tahap keempat. Fase kedua.

tidak ada pembalikan intensitas faktor. leontief . Pada tahun tsb. constan return to scale . Leontief menghitung modal dan kebutuhan akan TK dalam produksi diwakili senilai $1juta baik ekspor maupun impor pada tahun 1947. persaingan sempurna. beragamnya teori perdagangan internasional adalah untuk menjelaskan pola dan volume perdagangan. tidak adanya faktor yang berpindah antar negara dan tidak adanya hambatan perdagangan. sehingga menjadi tugas penting bagi ekonom empiris dalam menjelaskan determinan dari variasi perdagangan ini. menghasilkan produktivitas TK yang bervariasi. Dalam dunia nyata asumsi ini tidak berlaku dan model ini tidak dapat diharapkan selalu benar. Namun. teori perdagangan internasional tidak harus dipandang sebagai hipotesa kompetisi. PENGUJIAN MODEL RICHARDIAN  Model ricardian bertumpu pada asumsi teknologi yang berbeda di berbagai negara. Produktivitas TK menentukan keuntungan komparatif. AS adalah negara yang tidak diragukan lagi mempunyai modal yang berlimpah dan diharapkan mengekspor barang pada modal. Tes dari model berupaya untuk menemukan hubungan antara produktivitas TK relatif dan arus perdagangan. LEONTIEF PARADOKS  Leontief menghitung modal dan TK yang dibutuhkan untuk memproduksi barang-barang AS yang mirip dengan barang impor AS. pilihan yang identik dan homogen. Asumsi ini termasuk teknologi yang sama. PENGUJIAN MODEL HECKHSCER-OHLIN   HO membuat asumsi yang kuat untuk menutup efek dari perbedaan faktor pendukung pada perdagangan antar negara.ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE empiris perlu dipertanyaan: “seberapa teliti data korespon perdagangan aktual diprediksi dengan berbagai teori perdagangan? “ Ketiga.

Untuk menghilangkan atau membatasi dan mengurangi impor ke negara lain.  Kesejahteraan negara kecil mengalami penurunan akibat pengenaan tarif. Untuk melindungi industri dalam negeri yang bersaing dengan barang impor. Tarif impor akan meningkatkan harga domestik tetapi juga akan mengurangi jumlah impor. pada consumen dan produsen dapat dilihat baik dari segi sektor impor dan ekspor. Sedangkan negara besar dapat memanfaatkan kekuatan monopoli di pasar dunia dengan . ALTERNATIF PENJELASAN PARADOKS  Berbagai macam keberatan yang dinyatakan terhadap Leontief pada dasarnya adalah karena assumsi dari H-O tidak benar – benar dapat dicapai secara nyata dan dipercaya struktur internasional dari hambatan perdagangan sebagian dapat menjelaskan hasil Leontief. Hasil yang tidak terduga ini disebut Leontief Paradox. Meningkatkan pendapatan pemerintah.ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE menemukan bahwa rasio modal dan TK dalam impor AS melebihi ekspor AS sebanyak 23%. analisis kita tentang model endowmen menunjukkan bahwa perdagangan bebas akan menurunkan pendapatan riil faktor langka masing-masing negara. Tujuan diadakannya Tarif :      Sebagai hambatan untuk membatasi trade (perdagangan).Sekaligus memperbesar/mendorong ekspor luar negeri. Tarif impor setara dengan kombinasi dari pajak atas konsumsi barang impor dikombinasikan dengan subsidi pada produksi impor.  efek dari tarif. memberikan intensif untuk itu faktor untuk melobi untuk perlindungan impor BAB 15 TARIFF Tarif : adalah pajak (bea yang dibebankan) terhadap suatu barang yang akan masuk maupun keluar dari dan kesuatu negara. seperti distorsi kebijakan.

BAB 16 QUOTQ DAN HAMBATAN NON TARIF LAINNYA  kuota secara langsung membatasi jumlah impor dan hanya secara tidak langsung mempengaruhi harga melalui kelangkaan yang disebabkan oleh pembatasan kuantitas.ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE menggunakan tarif untuk mendapatkan efek dari nilai tukar perdagangan yang menguntungkannya. Y Qf Cf Uf Qq B A Cq Uq P O Qx QR P* Cx X P* gambar efek dari quota Keuntungan dari kuota    Keuntungan monopoli keuntungan rente kuota Bagi pemerintah yaitu dengan cara memungutnya dari siapa saja yang menerima lisensi impor VERs ( Voluntary Export Restraint) .  tarif dan kuota secara fundamental serupa bahwa mereka berdua akhirnya membatasi jumlah impor dan meningkatkan harga domestik yang akhirnya memiliki efek yang sama dalam hal impor barang/jasa.

ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE  Konsep ini mengacu kepada kasus dimana negara pengimpor mendorong atau bahkan memaksa negara lain untuk mengurangi ekspornya “secara sukarela”. dan Strategi Kebijakan Perdagangan Persaingan Cournot Asumsi: • • • Terdapat dua negara yaitu dalam dan luar negeri. maka pemberlakuan kuota impor membatasi arus impor dalam jumlah yang pasti BAB 17 Persaingan Tidak Sempurna. Contoh : AS terhadap Jepang. Biasanya dibarengi dengan ancaman bahwa negara pengimpor tersebut akan melakukan hambatan perdagangan yang lebih keras lagi. PERBEDAAN ANTARA KUOTA IMPOR DAN TARIF IMPOR  Adanya lisensi impor dalam kuota  Dengan menerapkan kuota pemerintah tidak memperoleh pendapatan secara langsung ( berupa pemasukan pajak impor)  Tarif impor akan membatasi arus masuk dalam jumlah tertentu yang tidak bisa dipastikan. . “Increasing Return”. Masing-masing negara memiliki satu perusahaan yang menghasilkan produk sejenis Diasumsikan tidak ada penjualan domestik. setiap produk dijual ke negara ke tiga Persaingan Bertrand • Dalam persaingan bertrand kebijakan pemerintah yang optimal adalah memberikan pajak untuk perusahaan dalam negeri • Dalam persaingan bertrand perusahaan berproduksi lebih kompetitif.

Pertama-tama kita membuat asumsi Cournot bahwa tiap perusahaan menganggap sebagai saingan output tetap (fixed). Model Formal • • • • • • • • Fungsi permintaan konsumen untuk dua barang yang dinyatakan oleh: Ph = a – bXh – cXf Pf = a – bXf – cXh b≥c pendapatan untuk setiap perusahaan adalah harga kali keluaran>> Rh = PhXh = aXh . Ketika mh = mf = m • • • • • • • • • PERLINDUNGAN IMPOR EKSPOR SEBAGAI PROMOSI . pendapatan marjinal sama dengan biaya marjinal kondisi ini dapat diselesaikan untuk memberikan output yang optimal setiap perusahaan sebagai fungsi dari output perusahaan lain Xh= Xf= dalam kasus di mana biaya marjinal dari dua perusahaan adalah sama.bX2f – cXhXf pendapatan marjinal suatu perusahaan adalah perubahan dalam pendapatan yang terkait dengan perubahan kecil dalam output. mengoptimalkan perusahaan dengan menetapkan pendapatan marjinal sama dengan biaya marjinal MRh = MRf = Dimana mh dan mf merupakan marginal cost dari home dan asing. disederhanakan dengan : .ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE • Negara home dapat meningkatkan kesejahteraan negaranya karena pajak penghasilan yang diperoleh dari perusahaan dalam negeri.bX2h – cXfXh Rf = PfXf = aXf .

Efek dari hambatan perdagangan Jepang adalah membatasi pasar dalam negeri Jepang untuk perusahaan domestik. Beberapa negara sepakat membuat area perdagangan preferensial dengan tujuan memperbaiki kondisi perekonomian. Tingkat kesejahteraan negara anggota meningkat karena dapat memperoleh komoditi yang dibutuhkan dengan harga lebih murah. Keuntungan dari areal perdagangan preferensial adalah terciptanya perdagangan antara negara dalam blok dengan negara diluar blok. Y A* A Z Lo E F .ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE • Contoh penggunaan strategis subsidi ekspor terjadi ketika biaya marjinal produksi menurun. perusahaan AS akan kurang kompetitif di rumah dan pasar negara ketiga. Bentuk kesepakatan tersebut diantaranya adalah NAFTA. Output pasar Jepang meningkat. Kondisi ini akan dapat dijelaskan melalui grafik berikut. 2. Asumsikan biaya marjinal menurun dengan jumlah yang diproduksi dan Jepang mendirikan sebuah hambatan perdagangan (tarif atau kuota) untuk impor dari produk Amerika. mengekspor ke pasar lain. China-AFTA. BAB 18 AREAL PERDAGANGAN PREFERENSIAL • 1. Sebaliknya. Perusahaan Jepang akan lebih kompetitif di pasar AS dan di pasar negara-ketiga. Misalkan sebuah perusahaan AS dan saingan Jepang menjual di pasar mereka sendiri. dan perusahaan AS jatuh. dan mungkin menjual di negara-negara ketiga.

garis OZ adalah konsumsi secara teus menerus . akibatnya biaya impor untuk Negara B dan C naik . karena dapat mengekspor produk yang dihasilkan tanpa menanggung tariff di negara tujuan.  Bagi produsen dalam negeri yang efisien akan menjadi untung. Untuk Negara C biaya relative komoditi X untuk Y digambarkan oleh garis AB.2 A H K E . 3. Setelah diadakan tariff pada komoditi X harga pada garis AC da AB bergeser kesumbu horizontal . Konsumsi dalam substitusi Y Gambar 18.ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE X 0 C’ B C” C Dalam hal ini kita mengasumsikan bahwa Negara A tidak dapat memproduksi komoditi X tetapi dapat mengimpor komoditi X dari Negara B atau Negara C. Konsumsi di Negara A digambarkan oleh garis isoquan Lo. Dengan dikenakannya terif terhadap komoditi impor X. menyebabkan terjadinya penurunan konsumsi sebagai mana digambarkan oleh garis AC’. Tariff impor menghasilkan biaya relative dari komoditi X pada A*C*.  Bagi produsen dalam negeri yang tidak efisien akan menjadi rugi karena produk yang diproduksi tidak kompetitif baik dipasar domestic maupun dipasar luar negeri. Dengan adanya perdagangan bebas Negara A akan membeli komoditi X dari negara C dan titik konsumsinya berada pada titik E. Kerugiannya adalah . Di pasar dalam negeri produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan baik dari produk impor yang tidak dikenanakan tariff.

tingkat kepuasan sama pada titik H. Konsumsi dalam subsitusi. Dalam perdagangan bebas akan mengkonsumsi dititik E.ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE P X 0 B C Pada gambar 18. dengan pembebanan tariff akan menaikkan harga domestic pada garis P. implikasi areal perdagangan bebas tidak ada mengurangi kesejahteraan. dengan tariff akan menjatuhkan negara C. Usaha untuk memaximumkan kepuasan di RT constrainnya bermacam-macam : .pendapatan . Tingkat kesejahteraan maksimum dicapai saat diadakan perdagangan bebas.waktu Atau manager di perusahaan yang berusaha memaximumkan keuntungan dengan constrain : • Cost . Yang dibentuk biaya relative pada negara B dengan garis AB. Pembentukan area free trade di antara negara A dan B. akan meningkatkan kesejahteraan suatu negara. BAB 19 POLITIK EKONOMI DARI KEBIJAKAN PERDAGANGAN Analisis pilihan publik membuat asumsi sederhana dari perilaku individu yang terlihat seperti kepala di Rumah Tangga (RT).konsumen dalam negeri akan membeli komoditi X dari negara B dengan garis rasio harga AB dan akan mengkonsumsi dititik K. dimana garis harga domestik baru dan kurva kepuasan tertinggi pada garis AC. dititik K.2 ini menggambarkan situasi yang sama kecuali dengan perbedaan kurva subsitusi dalam mengkonsumsi.2 Pada gambar 18. maka akan mengkonsumsi dititik H. dengan konsumsi dititik E.

ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE • • • Technologi Bermacam pasar constrain Pemerintah sebagai pembuat keputusan perundangundangan (legislatif). Tetap menggunakan poin awal untuk menjelaskan political decision/keputusan politik. Asumsi: . • Stolper samuelson teori mengatakn bahwa tarif menguntungkan negara yang menggunakan labor intensif.Y) Model median voter adalah satu jalan yang menjelaskan perilaku pembuat keputusan (pemerintah) sebagai cara yang tidak langsung. • • Model Median-Voter • Fungsi utility pembuat keputusan : U=U(X. bahkan jika beberapa pengaruh dari keputusan tidak akan pergi kepenemuan biaya apa dari pembayaran disesi ini. Itu memuaskan proses pebuat kebijakan. Andaikata keputusan untuk pindah ke freetrade adalah pasti untuk keuntungan 60% dan sisanya 40% rugi. pengembalian labor lebih tinggi dan pengembalian terhadap kapital lebih rendah Keputusan Median-Voter di Bawah Keraguaan Ketika model median voter menjadi subjek untuk beberapa modifikasi saran di seksi selanjutnya. Bagaimanapun asumsi mengizinkan untuk beberapa ketidakpastian untuk penyelesaian ekonomi dari keputusan politik. untuk contoh : tujuan akhir ialah menguntungkan diri sendiri sebelum mencapai kebijakan soial yang optimal. Disesi ini kita melanjutkan untuk menguji hasil perurutan pekerja dari keputusan politik dapat diprediksi dengan kepastian.

BENTUK PERLINDUNGAN  Pertama.  Kedua. kuota mungkin mengizinkan produsen dalam negeri dan eksportir asing untuk berkolusi atas pembagian pangsa pasar. Karena mutual liberalisatiom dari partner perdagangan Tipe ini dari protectionism menjelaskan apa yang diberi nama Fungsi Kesejahteraan Konservatif pada bagian masyarakat.ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE  Industri eksport akan bertambah  Industri import akan turun. Yang mana kebijakan perdagangan adalah formula dari pengeluaran distribusi pendapatan pada beberapa sektor. Dengan kuota ada pembatasan pada impor yang kuantitas perusahaan asing dapat menyampaikan kepada pasar domestik. persaingan harga sehingga lebih lanjut digantikan oleh kerjasama. Pengeluaran pendapatan berupa penambahan import. Policy Preferences of Interest Groups  Subsidies > Tariffs > quotas > Subsidies BAB 20 ADMINISTERED PROTECTION Multilateralism: The General Agreement on Tariffs and Trade . di mana produk mungkin akan sedikit dibedakan dalam beberapa kelas produk yang lebih besar. misalnya berbeda truk-tempat tidur ukuran-kuota bisa dengan halus disesuaikan dengan kategori produk yang berbeda dengan cara yang membantu kelompok kepentingan produser menegakkan terhadap bebas naik antara anggota kelompok.

tetapi juga dari negara yang bukan anggota dikenakan tarif yang rendah tanpa adanya diskriminasikesempatan kali ini. keistimewaan dari konsep ini adalah : 1. Barang-barang dari negara berkembang dikenakan tarif kusus oleh sebuah lembaga yang disebut Generalized System Of Dreferences ( GSP) Fungsi utama GATT 1. Develop nation 3. yaitu : a) PBB. Bea masuk yang rendah tidak hanya terbuka bagi negara anggota GATT saja. Menyediakan sebuah forum bagi negara anggotanya untuk menyeleseikan . Ada 4 lembaga yang mendukung dalam hal proses perbaikan setelah PDII ini.prinsipnya bea masuk dan peraturan tidak menyebabkan ketidakadilan terhadap barang asing.Memberikan pinjaman bagi negara yang sedang berkembang. Setiap anggota negara mesti mematuhi kebijaksanaan perdagangan yang mereka buat 2.yang akan kita bahas secara terperinci pada Fungsi utama Perjanjian Umum mengenai Tarif dan Perdagangan.Lembaga untuk menyelesaikan permasalahan politik b) IMF(International Monetery Fund). Landasan dari GATT adalah general obligation. tiga pengecualian penting untuk aturan MFN yaitu diantaranya adalah : 1. c) Bank Dunia(International Bank Of Reconstruktion and Development). 2.ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE Setelah perang dunia II berakhir. Mengadakan perundingan secara berkala untuk membahas penurunan tarif multilateral. Organisasi Perdagangan dunia(ITO). Pada area perdagangan bebas 2. Amerika Serikat dan negara besar lainnya meningkatkan kerjasama multilateral untuk mendorong perbaikan ekonomi. Nation Treatment.Membantu negara yang memiliki kesulitan dalam hal keuangan dan makroekonomi. atau GATT ini adalah : 1.

dimana banyak negara yang menyetujui untuk dilakukannya penurunan/pengurangan hambatan perdagangan.dimana setiap negara berkomitmen untuk memenuhi norma-norma internasional yang mengatur regulasi perdagangan. Mengadakan perundingan perdagangan multilateral (MTN) antar bangsa. Multilateralism.Dalam hal ini.ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE persengketaan/perselisian yang terjadi sesama anggota. Kebijaksanaan aturan dasar perdagangan .  Predatory dumping adalah ilegal dalam hukum antitrust.   Countervailing Duties Safeguards tingkat harga yang rendah untuk . Contingent Protection Bentuk-Bentuk Contingent Protection :  Dumping & Antidumping Ada alasan sebuah perusahaan melakukan dumping yaitu :  Permintaan terhadap barangnya dipasar domestik lebih sedikit dibandingkan dengan kapasitas produksi .Maka perusahaan harus mempertahankan mencegahnya.sehingga perusahaan tersebut menguasai pasar Beberapa hal yang mesti dipertimbangkan sebelum melakukan dumping:  Ketika harga barang kembali naik hal ini akan mendorong masuknya pesaing ke dalam pasar. 2.GATT telah berhasil menurunkan tarif secara global GATT mempresentasikan dua hal pokok yang melatarbalakangi lahir perdagangan bebas.  Agar pesaingnya keluar dari pasar atau supaya perusahaan yang ingin masuk kedalam pasar sulit untuk masuk. 2.yaitu: 1.

 Karena modal memiliki saham yang signifikan dari kepemilikan asing.investasi asing langsung -investasi portofolio.migrasi tenaga kerja. Harga domestik barang sama dengan biaya domestik memproduksi satu unit barang. lebih besar dari harga yang dibayarkan kepada orang asing. KEBIJAKAN PERDAGANGAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI TERHADAP LUAR NEGERI  Jika impor barang adalah padat modal maka tarif menguntungkan untuk modal sementara itu membuat tenagakerja lebih buruk.  Misalkan bahwa suatu negara memasang tarif impor barang padat kapital.ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE Safeguard adalah suatu tindakan pengamanan industri dalam negeri yang berupa larangan impor dan atau menaikkan tarif atau menetapkan kuota selama periode waktu tertentu BAB 21 PERDAGANGAN FAKTOR PRODUKSI  PERDAGANGAN FAKTOR-FAKTOR Para ekonom umumnya mengidentifikasikan perdagangan internasional menjadi tiga jenis : . PERDAGANGAN FAKTOR YANG DIPENGARUHI OLEH DISTORSI  Dengan adanya hambatan perdagangan untuk menarik investasi asing ke suatu negara tidak mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan. . keuntungan untuk modal sebagian besar ditangkap oleh orang asing. dan .

BAB 22 INVESTASI ASING LANGSUNG DAN PERUSAHAAN MULTINASIONAL Investasi Asing Langsung dalam Kerangka Kerja OLI  Investasi asing langsung didefinisikan arus modal internasional dimana perusahaan dari suatu negara mendirikan atau memperluas perusahaannya di negara lain. hubungan perdagangan cenderung bergerak menuju ke negera yang menerima perpindahan itu. MASALAH TRANSFER. Investasi asing langsung melibatkan kepemilikan perusahaan yang berada di luar negeri. dengan faktor pendukung identik. Analisis efek atau kondisi perdagangan sering disebut sebagai "masalah transfer"  Jika masing-masing negera mempunyai suatu kecenderungan yang tinggi untuk berbelanja pada barang ekspor mereka. Perdagangan Faktor Dan Perdagangan Komoditi Sebagai Pengganti Subsitusi  Gerakan faktor dalam mempengaruhi jumlah perdagangan dunia dalam komoditas. pergerakan faktor dijamin meningkatkan total pendapatan dunia dengan menciptakan keuntungan untuk kedua negara.  Jika negara-negara tidak mempunyai distorsi tarif atau pajak lain. H dan F. Faktor Gerakan Dan Perdagangan Komoditi Sebagai Pelengkap  Mengasumsikan kedua negara. DAN KESEJAHTERAAN GLOBAL  Kondisi perdagangan akan selalu menguntungkan satu negara dan merugikan yang lain. Kendala dalam Pembentukan Perusahaan Multinasional di luar negeri  Pengelolaan cabang perusahaan diluar negeri membutuhkan biaya untuk komunikasi dan transportasi yang tidak dikeluarkan pada perusahaan local.ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE EFEK HUBUNGAN PERDAGANGAN. dan pengendalian terhadap perkembangan .

dan prosedur pemerintah lainnya.  Perusahaan multinasional tidak memiliki hubungan yang dekat dengan komunitas bisnis Negara tuan rumah. hukum perpajakan. dan tindakan pemerintah lainnya.  Perusahaan multinasional secara berkala harus mengirimkan manajer dan teknisi keluar negeri.  Perusahaan multinasional menghadapi resiko seperti pertukaran nilai mata uang.  Location Advantage  Keunggulan lokasi yang menyebabkan suatu perusahaan mau melakukan proses produksi di luar negeri dibandingkan berproduksi di dalam negeri dan melakukan eksport  Internalization  Internalisasi dimana perusahaan lebih memilih mengembangkan keunggulan kepemilikan keluar negeri dengan menciptakan atau membeli sebuah cabang perusahaan dari pada memasarkan dengan jarak yang jauh dari perusahaan utama Internalisasi . Keunggulan kepemilikan adalah sesuatu yang memberikan perusahaan kekuatan dasar yang cukup untuk mengatasi kendala melakukan bisnis di luar negeri.ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE  Perbedaan budaya dan bahasa antara Negara tuan rumah dengan dengan Negara asing yang mendirikan perusahaan multinasional. pengambil alihan. seperti hak patent. dan rahasia perdagangan. Tapi keunggulannya juga bisa dalam bentuk yang tidak berwujud seperti merek dagang dan reputasi. Dengan tingkat gaji yang tinggi untuk dapat tinggal di luar negeri Kerangka Kerja OLI Duning (1977-1981)  Ownership Advantage dalam bentuk produk atau proses produksi terhadap yang tidak dimiliki perusahaan yang lain.

 Blueprint. dan pertumbuhan immiserizing  ika negara yang ingin meningkatkan perdagangan maka pertumbuhan akan dilakukan pada sektor ekspor. bahkan sekalipun di temukannya barang superior. dan reputasi merupakan sebagian dari modal dasar pengetahuan yang mudah hilang kepada pesaing apabila tidak dimonitor dengan baik. Tetapi kesalahan kesalahan dapat terjadi dalam perdagangan . BAB 23 AKUMULASI FAKTOR DAN PERDAGANGAN INTERTEMPORAL (ANTAR WAKTU) Skala ekonomi yang dinamis & akumulasi modal pengetahuan   Modal pengetahuan adalah modal yang digunakan tidak hanya pada masa akan datang. distorsi. kepemilikan dari modal pengetahuan akan mendorong keunggulan kepemilikan. Karakteristik yang sama membuat modal pengetahuan mudah untuk ditransfer ke cabang perusahaan baru membuat nilainya tersebar keluar jika perusahaan tidak mengendalikannya dengan baik.ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE  Keunggulan Internalisasi sering menghasilkan joint-input yang sama atau barang publik.  Selain itu. Berarti elastisitas pendapatan untuk setiap barang adalah 1. ELASTISITAS PENDAPATAN DAN PERUBAHAN JANGKA PANJANG DALAM SUATU PERDAGANGAN  Asumsikan fungsi utilitas adalah homogen. Contoh: penemuan formula kimia. artinya tidak akan hilang dimakan waktu seperti kapital. pengetahuan bersifat mendepresiasi. efeknya dapat dipakai pada masa sekarang & yang akan datang. Berarti setiap kenaikan pendapatan 1 persen maka akan meningkatkan permintaan setiap barang. formula. Efek syarat perdagangan.

ARFENDIOS HARTONO/0910512050 TUGAS UAS INTERNASIONAL TRADE internasional akan berdampak pada buruknya pembangunan suatu negara. fenomena yang disebut sebagai pertumbuhan immiserizing. . Hal ini memang bisa terjadi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful