OKULTISME DAN AGAMA SUKU[1

]
Stanley R. Rambitan[2] Pendahuluan Kehidupan masyarakat saat ini, baik di Indonesia maupun global, diwarnai oleh banyaknya paham dan praktek keagamaan. Di Indonesia, agama-agama yang ada itu terdiri dari beberapa corak, yaitu: Pertama, agama-agama umum dan konvensional, seperti Hindu, Buddha, Islam dan Kristen; kedua, agama (dan budaya-adat) yang masih dianut dan dipraktekkan di dalam masyarakatsuku tertentu, seperti Parmalim (Batak), Kaharingan (Dayak), Marapu (Sumba) dan Kejawen (Jawa); ketiga, agama atau gerakan-gerakan keagamaan yang menekankan spiritualitas atau keagamaan oribadi (atau agama diri, the religion of the Self), atau kelompok yang digolongkan ke dalam gerakan zaman baru (New Age Movement), seperti (yang di Indonesia) Brahma Kumaris, Anand Ashram, dan kelompok-kelompok Yoga; keempat, aliran keagamaan yang berakar pada agama suku/ asli Indonesia dan agama Hindu, Buddha, Islam dan Kristen, yaitu aliran-aliran kepercayaan atau kebatinan (seperti Pangestu, Sumarah, Sapta Dharma dan Subud); kelima, aliran keagamaan yang dianggap sesat oleh mayoritas penganut agamanya, seperti yang muncul dari dalam Islam misalnya Kerajaan Eden (Lia Eden) dan Satrio Piningit Wedang Buwono; sedangkan yang muncul dari dalam agama Kristen seperti Children of God dan Satanic Church. Dari dalam umat agama atau aliran keagamaan di atas, beredar paham dan praktek yang berdasarkan kepercayaan kepada adanyaalam supranatural atau alam lain yang tidak tampak dengan mata, serta adanya mahluk-mahluk supranatural (atau mahluk halus) yang memiliki kekuatan atau kesaktian, atau juga adanya mahluk asing yang berasal dari alam semesta lain. Di dalam alam ini terdapat baik oknum atau sosok kuat dan sakti atau sosok satanik, dan energi atau kekuatan yang tidak kelihatan namun dapat berpengaruh (baik atau buruk) kepada manusia dan yang dimanfaatkan oleh orang yang memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk itu, misalnya sosok atau mahluk halus seperti hantu atau setan, roh atau arwah, jin, tuyul, mayat hidup (Zombie), benda-benda yang dipercayai memiliki kesaktian, atau benda-benda yang menjadi tempat berdiam mahluk halus. Paham dan praktek kepercayaan inilah yang saat ini disebut sebagai Okultisme. Pembahasan yang lebih lengkap tentang Okultisme akan diberikan di bagian selanjutnya. Okultisme: Arti, Keberadaan dan Perkembangannya Kata Indonesia “Okultisme” dibentuk dari kata Inggris “Occultism” dan Perancis “Occultisme”, yang berasal dari kata Latin “Occultus”, artinya yang tersembunyi, yang tidak kelihatan, rahasia atau misteri;juga berarti yang di luar atau melampaui alam atau natur, karena itu ia di sebut juga yang supra-natural. Dari pengertian asal katanya itu, Okultisme lalu didefinisikan sebagai paham atau kepercayaan terhadap alam supranatural, atau yang misterius, rahasia atau yang gaib, dengan berbagai sosok gaib dan misterius, yang diikuti oleh berbagai ritual atau ritus dengan tujuan tertentu. Bahwa di balik kenyataan hidup yang kelihatan ini, ada dunia atau oknum atau hal-hal yang tidak kelihatan, tetapi yang dapat mempengaruhi hidup manusia yang nyata; dan bahwa hal-hal misterius itu dapat dimanfaatkan bagi kepentingan manusia. Kata “okultisme” diduga dipergunakan untuk pertama kali oleh seorang Perancis, yaitu Eliphas Levi (1810-1875) dengan istilahoccultisme. Kemudian seorang Inggris, yaitu A.P. Sinnet (1881) menggunakan

tidak sanggup menjawab tantangan rasionalisme dan ilmu pengetahuan. Setelah pengunaan di Perancis dan Inggris itu. seni dan agama. astrologi-horoskop dan al-kimia (seperti membuat logam biasa menjadi emas). di Eropah. yaitu paham atau ajaran dan ilmu tentang hal-hal yang tersembunyi atau rahasia atau misterius di dalam alam ini. Namun tahun 1700-an. Kristen. Sebagai agama. jadi. khususnya Eropah. Ini dipengaruhi oleh rasionalisme absolut dan ilmu pengetahuan yang mulai berjaya ketika itu. Di dunia Timur atau pada masyarakat yang menekankan agama. Namun Okultisme di Amerika itu berkembang ke arah yang lebih bersifat keagamaan. di tempat munculnya pembahasan yang serius dan sistematis tentang Okultisme. kata itu dimasukkan sebagai salah satu kata dalam Encylopedia of Religion and Ethics. Misalnya. belum menjadi paham yang dikembangkan sebagai seni dan ilmu. anti setan dan anti roh jahat. Di Amerika. Okultisme. Okultisme lebih menonjolkan spiritisme dan terutama satanisme atau demonisme. Okultisme muncul dan berkembang pesat di saat yang Eropah terpinggirkan. . atau di Eropah. Tahun 1940-an mulai menjadi topik yang marak dibicarakan dan tahun 1951. namun jumlahnya sangat kecil. Dengan begitu. Okultisme tidak lagi diakui sebagai ilmu oleh para ilmuan di Perancis. Okultisme kemudian terpinggirkan dan mengalami kemandekan sebagai ilmu dan seni. Memang. sebagaimana juga agama Kristen. Karena itu. Okultisme di Amerika memiliki dua corak. Hal-hal itu hanya dapat dipahami oleh orang tertentu atau yang memiliki pengetahuan khusus. Di dalam masyarakat Barat. yaitu Amerika. seni dan agama ketika masa revolusi industri di Eropah abad 18/19. Karena itu. khususnya dengan tersebarnya ajaran-ajaran filsafat-agama dari India. istilah Okultisme mulai banyak digunakan. khususnya Amerika Utara (USA dan Kanada). Kemajuan industri dan kemakmuran hidup tidak memberikan kepuasan batin kepada manusia. Okultisme diakui dan dikelompokkan sebagai ilmu dan seni. yaitu ilmu-seni dan agama. dalam hal ini. paham dan praktek Okultisme seperti di atas menjadi lebih menonjol sebagai sebuah realitas dan aktifitas keagamaan. Okultisme baru muncul lagi sebagai ilmu. Di dalam masyarakat barat yang lain. kemudian tumbuh dan berkembang lagi sampai saat ini. tidak dapat menjawab berbagai kebutuhan spiritual/batin manusia. injili dan kharismatik) dengan ajaran-ajarannya yang menonjolkan tentang roh (kudus dan jahat/iblis) dan penekanan pada ajaran anti-demonik. penemuan dan penyatuan dengan hal-hal atau sosok-sosok yang bersifat gaib/supranatural atau yang rahasia atau misterius. Okultisme sebagai seni-ilmu tampaknya mulai mengalami perkembangan. Okultisme. Ada kelompok yang mempercayai UFO. yaitu usaha mencari dan menemukan serta memahami adanya alam dan mahluk-mahluk misterius yang mendiami tempat atau barang tertentu atau yang berasal dari dunia lain seperti UFO. baik sebagai ilmu. (Kata Indonesia “okultisme” tampaknya berasal dari kata Inggris tersebut). Ketika itu Okultisme dibahas di dalam bidang Esoterisme (serupa ilmu kebatinan). Okultisme dikembangkan lebih ke arah sebuah ilmu atau menjadi ilmu dan seni. Hal ini karena pengaruh agama Kristen (yang kemudian diwarnai juga oleh aliran-aliran pentakostal. Okultisme di Eropah saat ini lebih berkaraktek agama atau seni pengolah batin atau spiritualitas untuk kesempurnaan diri. Unsur-unsur Okultisme yang dominan atau yang umumnya dipraktekkan adalah unsur-unsur agama. kebutuhan batin ini yang kemudian diusahakan dipenuhi melalui paham-paham dan usaha-usaha pencarian. dan apalagi Okultisme sebagai unsur/agama. Namun. yaitu mulai sekitar tahun 1700-an. pada masa-masa awal. yang dipengaruhi oleh rasionalisme dan ilmu pengetahuan. yaitu mulai sekitar akhir tahun 1600-an.istilah occultism. Okultisme di Amerika berkembang juga ke arah ilmu. khususnya setelah masa renaisans dan kebangkitan. Ternyata rasio dan ilmu pengetahuan dan agama institusional. bentuk Okultisme seperti Yoga sangat digemari. Nanti di jaman modern.

Lalu dipahami bahwa mana terutama ada di dalam benda-benda yang dikeramatkan atau yang dianggap memiliki kesaktian. Jadi ia merupakan kekuatan supernatural. Misalnya kemudian manusia menyimpulkan bahwa ada kekuatan (ilahiah kalau dalam agama) yang menyebabkan gunung meletus. Umumnya kepercayaan dan ritualseperti itu diungkapkan dan atau ditemukan di dalam ajaran-ajaran dan praktek agama. kepercayaan kepada Alien/UFO dan bahkan kelompok-kelompok spiritualitasatau sekte-sekte atau kult. Okultisme berbeda dari agama institusional secara umum karena ada unsur-unsur utama di dalam agama yang tidak diajarkan di dalam Okultisme. manusia mengandung unsur yang misterius. 1. penyembahan leluhur. Dan ia membangkitkan dan memberi inspirasi kepeda batin manusia. Okultisme tidak dapat dipisahkan dari agama. satanisme-demonisme. kekuatan-kekuatan penyembuhan. Okultisme digolongkan sebagai paham keagamaan dan juga ilmu-seni yang meliputi banyak bidang. Juga yang masih dianggap misterius (walaupun sudah dapat dijelaskan dengan ilmu sosial dan kejiwaan) adalah hal-hal yang tidak kelihatan di alam ini tetapi yang mempengaruhi dan membentuk kepribadian atau terutama keadaan atau nasib hidup. baik seseorang itu memiliki agama/kepercayaan (sebagai sebuah sistem) atau tidak. Islam dan Kristen. atau banjir bandang. seperti mistik. Saat ini. refleksi dan kesimpulankesimpulan yang dibuat oleh manusia. Bahwa ada mahluk yang tidak kelihatan yang sedang menunggui mata air atau sebuah pohon yang besar. misteri. Ia dengan begitu memiliki kebebasan untuk hidup dan mengekspresikan keberadaan/kehidupannya dengan tujuan memberi manfaat kepadapenganutnya. serta agama-agama suku. Sebagai seni Okultisme dipahami sebagai seni batiniah. yaitu jiwa (atau roh menurut teologi) yang menghidupkan. tahyul. Bahwa seseorang meninggal karena arwahnya meninggalkan tubuhnya dan pada saat tertentu arwah orang yang telah meninggal itu bergentayangan dan akan mengajak saudaranya untuk ikut pergi. ia memberi pengetahuan dan mendorong kehidupan eksternal manusia. maka Okultisme dapat juga disebut sebagai unsur pembentuk atau bagian dari agama.Sebagai seni dan ilmu/pengetahuan. kepercayaan tentang adanya kekuatan atau kekuasaan atau kesaktian pada segala sesuatu yang ada di dalam alam ini. Melihat kesamaan unsurunsur yang merupakan ajaran-ajaran agama. Manusia dan Agama Secara psikologis. Kekuatan ini melebihi kekuatan alamiah atau natural. Okultisme dapat disebut sebagai bidang atau unsur kehidupan yang berdiri sendiri. Namun karena statusnya sebagai agama ataua bagian dari agama. yaituajaran tentang alam dan sosok supranatural. yaitu pada manusia. astrologi. Buddha. Karena unsur yang misterius inlah maka manusia umumnya dekat dengan atau memiliki kecenderungan untuk mempercayai hal-hal yang miterius. kekuatan-kekuatan (spiritisme dan satanisme) yang tidak kelihatan dan ritus-ritus yang dilakukan dalam rangka kepercayaannya itu. Di bawah ini akan diperlihatkan unsur dan ajaran agama-agama umumnya yang sama dengan ajaran Okultisme. magi/magisme/sihir/tenung. Di sini Okultisme menolong orang untuk menyempurnakan hidup batin maupun lahir. Terhadap pemahaman atau kepercayaan-kepercayaan ini. Kekuatan ini di dalam agama-agama suku disebut juga dengan “mana” atau kesaktian. mitologi. Dari ajaran dan praktek yang dijalankan penganutnya. hewan maupun benda. Karena itu. Hal-hal yang misterius ini mendapatkan konsep atau formatnya melalui pemikiran. Surga dan Neraka. atau topan tornado. seperti tentang Tuhan-Allah. Okultisme. Kitab Suci dan umat serta aturan yang tertata sebagai sebuah lembaga. Mana tidak . Dinamisme. orang lalu melakukan ritus dengan tujuannya sendiri-sendiri. Okultisme tampak memiliki unsur-unsur utama yang juga ada di dalam agama yang sudah melembaga atau agama institusional seperti Hindu. di dalam hati manusia. spiritisme. yahudi. ia dapat disebut juga sebagai agama. Sebagai Ilmu.

Mahluk atau benad-benda ini dipercayai memiliki jiwa dan kehendak karena itu mereka dapat berbuat hal-hal yang baik dan bermanfaat tapi juga yang buruk dan merugikan. sosok ini ditunjuk kepada Sang Ilahi. pohon. Roh ini bisa berasal dari orang yang baru meninggal atau yang sudah lama meninggal. yang dipercayai sebagai perwujudan dari nenek moyang atau leluhur orang atau suku yang bersangkutan. Jin dan tuyul. Juga orang dapat memanggil arwah tertentu dengan cara melakukan upacara/ritus mendatangkan arwah. Misalnya. Penangkal itu diperoleh melalui upacara-upacara/ritus. Demonisme atau Satanisme. seperti jailangkung. tanduk atau bulunya. 4. arwah orang yang sudah meninggal. baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. heran. Karena itu. atau dalam bentuk atau penjelmaan dari seseorang yang sudah meninggal. jadi ia dapat melakukan sesuatu dengan kemauan dan kemampuannya sendiri. Mana atau kekuatan ini dapat menyebabkan hal baik atau buruk pada manusia. yaitu kepercayaan pada adanya mahluk halus (yang disebut hantu atau setan. Animisme. Benda atau hewan atau manusia yang dianggap memiliki mana selalu diperhatikan atau diistimewakan. api. atau patung orang-orangan. Manusia yang dapat melihat mahluk ini adalah yang memiliki kelebihan khusus. dengan kemauannya sendiri dapat menampakan diri pada orang-orang tertentu. atau roh leluhur. seperti kepala. Totem perorangan biasanya selalu dibawa atau berada bersama-sama dengan orang yang bersangkutan. Atau. Ada totem perseorangan dan totem kelompok/suku. Karena itu. atau benda-benda yang dapat bergerak dan melakukan sesuatu (misalnya gunung. terutama bagian dari hewan. Tuhan atau Dewa-dewi. Terhadap arwah yang dapat berbuat jahat. Harus ada pihak lain yang menggerakan dan memanfaatkan kekuatan itu. demon ini. 3. kerbau dan buaya). Arwah ini dapat mendatangi manusia dan dapat melakukan sesuatu. Iblis lebih menunjuk kepada kekuatan atau kuasa jahat yang menggerakkan atau menguasai keadaan atau seseorang. manusia harus memiliki penangkal yang mencegah roh atau arwah itu mendekat atau melakukan hal buruk. Atau. buruk dan menakutkan. dalam agama suku umumnya. air. Spiritisme. Sedangkan setan atau hantu tampak dalam penampilannya sebagai mahluk aneh. Totemisme. 5. Iblis muncul dalam perkataan dan perbuatan buruk atau jahat dari seseorang atau hewan yang dikuasainya (seperti ular dalam cerita Alkitab/Kejadian). biasanya orang merasa takut kepadanya. takjub atau rasa hikmat pada manusia. halilintar dan hujan). sesuatu yang berjiwa ini biasanya ditunjuk kepada hewan (misalnyanya ular. orang melakukan upacara dan memberikan berbagai persembahan atau sesajen. kepercayaan kepada adanya kekuatan yang berpribadi di dalam dunia ini atau pada sesuatu atau benda. angin. Mahluk halus ini dapat dilihat oleh manusia atau pun tidak dapat dilihat. burung. atau sosok itu dipakai untuk menakutnakuti orang (biasanya anak kecil). dan dapat melakukan sesuatu yang buruk pada manusia. totem adalah benda. Demon biasanya dipercayai sebagai sosok yang menakutkan dan jahat. kepercayaan kepada roh. kekuatan ini menimbulkan rasa takut. orang yang bersangkutan selalu membawa tongkat dengan ujung atasnya berbentuk kepala ular atau tanduk hewan. Hantu atau setan ini berbeda dengan Iblis.berpribadi sehingga tidak dapat melakukan sesuatu dengan kemauan dan kemampuan sendiri. atau mahluk-mahluk halus lainnya seperti Malaikat. 2. Totem ini dipercayai memiliki kekuatan atau kesaktian karena ia adalah atau berisi roh nenek moyang yang menjadi pelindung mereka.Terhadap kekuatan-kekuatan ini manusia berusaha untuk menguasai atau menjinakkannya dengan berbagai cara dan penangkal. seseorang dapat menjadi bagian dari nenek moyang itu dengan menggunakan benda-benda yang disembah sebagai totem dan bersikap sebagaimana nenek . atau juga iblis). Untuk menjalin hubungan baik dengan arwah ini. Sesuatu itu adalah subjek. Di dalam agama.

sapi. Tahyul tidak mengenal pencetusnya. 6. kejatuhan cicak di kepala. Tahyul atau Superstisi. yaitu kepercayaan terhadap angka-angka atau simbol-simbol yang memiliki makna atau kekuatan-kesaktian tertentu yang dpat mempengaruhi kehidupan orang yang memiliki atau mempercayainya. Biasanya ini dipergunakan untuk perlindungan atau untuk memberi kekuatan sehingga orang yang memilikinya dapat terhindar dari ancaman bahaya atau selalu beruntung di dalam usaha. rusa. pelet. Mistisisme. tanduk atau bulu hewan itu. Magisme. dan lalu memerankan prilaku sebagai nenek moyang itu. kerbau. yaitu kepercayaan kepada sesuatu atau benda atau kejadian yang dimiliki atau dialami seseorang. misalnya angka 13. susuk dan penyembuhan dengan tenaga atau benda magis. seseorang itu menjadi perwujudan dari nenek moyangnya dengan berperan sebagai nenek moyangnya dalam peristiwa-peristiwa tertentu. 10. atau yang sudah ada tanda-tandanya sebelumnya. dsb. Numerisme dan Simbolisme. seperti di dalam upacara-upacara keagamaan. Sedangkan. Jadi ia adalah misteri. buaya. Biasanya orang yang dapat memanfaatkan kekuatan itu adalah mereka yang memiliki kesaktian seperti dukun. semedi atau bertapa. 9. dan menjadi kepercayaan umum. atau melakukan ritus/ritual khusus. Condoth-contoh tahyul: Angka 13. Jadi tahyul dipercayai secara umum tetapi yang tidak dapat dibuktikan. yang menjadi tanda akan terjadinya sesuatu pada orang yang bersangkutan atau pada keluarganya. bison. terutama kepala. bahwa ada kekuatan-kekuatan yang tidak kelihatan yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan diri sendiri atau orang lain. yaitu kepercayaan kepada ilmu atau kekutan gaib atau dunia magi atau sihir. 7. Tahyul adalah kepercayaan misterius. Fetisisme. kera. atau yang sudah ada tanda-tanda yang tidak biasa. ada kepercayaan terhadap terjadinya peristiwa tertentu yang merupakan efek atau akibat dari persitiwa yang terjadi sebelumnya. pantang makan makanan tertentu dan dalam periode tertentu. paham tentang benda-benda tertentu (yang diramu dan dibungkus bersama-sama) yang memiliki kekuatan atau kesaktian. sama dengan berbagai kepercayaan secara umum dalam agama-agama (agama suku). Orang yang bersangkutan biasanya menggunakan bagian tubuh hewan. Kepercayaan atau tahyul ini sering terbentuk atau didasarkan pada peristiwaperistiwa yang terjadi yang dihubungkan dengan peristiwa-peristiwa lain yang sudah terjadi sebelumnya. atau kebenarnnya tidak berlaku umum. 8. Benda-benda atau hewan yang biasanya dijadikan totem dalam kebanyakan suku adalah ular. 666-6 dan horoskop.moyang itu di dalam hidupnya pada masa lampau. burung. Dengan kata lain. Yang menonjol dalam tahyul adalah kepercayaan yang menyebabkan ketakutan atau kekuatiran yang tidak wajar atau tidak rasional terahadap kejadian buruk yang mungkin terjadi tapi yang masih misterius atau belum pasti. Atau juga. Kepercayaan atau tahyul ini tersebar atau diwariskan secara turun temurun oleh orang perorang lalu oleh masyarakat. cita-cita atau keinginannya. totem suku biasanya diletakkan di pintu-pintu rumah atau gerbang pemukiman suku itu. atau di depan . Karena tahyul didasarkan pada peristiwa-peristiwa yang saling berkaitan secara kebetulan dan dialami oleh orang-tertentu maka kebenarannya tidak dapat dipastikan. pada kepala atau bagian tubuh orang tersebut. Paham ini kemudian memiliki dan mengajarkan cara tersendiri untuk mencapai penyatuan itu atau untuk mendapatkan kekuatan yang ada pada sosok gaib itu. Magisme ini dipraktikan misalnya dalam santet. yaitu kepercayaan atau paham bahwa manusia dapat menjadi satu atau melebur dengan sosok atau kekuatan gaib atau ilahiah. seperti berpuasa.

Dimulai pada akhir tahun 1940-an dan khususnya pada awal tahun 1950an. khususnya dalam teologi Kristen. setan atau hantu. Partisipasi. Okultisme dan Gereja di Indonesia Di dalam wacana keagamaan. seseorang ini dapat merasakan perasaan atau mengalami kejadian seperti yang dialami oleh orang yang menjadi partnernya berpartisipasi. Tahun 1970-an memperlihatkan giatnya kalangan Kristen. dalam hal ini yang mengajarkan alam gaib atau kuasa-kuasa dan kekuatan-kekuatannya. Mead dalam tulisannya tahun 1951 menyebut istilah Okultisme sebagai penemuan baru. Cakrawala. The Last Exorcism. pada berbagai literatur (yang bersifat fiksi) dan dalam acara-acara di televisi di Indonesia (seperti acara Dunia Lain. seorang ayah yang tiba-tiba merasa sakit/badan karena anaknya yang ada di rumah jatuh sakit. Misalnya. larangan memotong atau menggunting kuku pada malam hari. 11. pelet atau tenung. dan spiritisme atau kepercayaan kepada adanya arwah atau roh orang yang sudah meninggal yang menampakkan diri atau merasuki manusia. isu tentang Okultisme mendapat perhatian yang sangat besar.serta. dll. kucing hitam. Rumah Hantu. The Legion. dunia perdukunan yang di dalamnya terdapat praktek-praktek seperti penyembuhan oleh kekuatan gaib. sihir. Misalnya antara suami dan istri. serta ajaran tentang hal yang misterius lainnya (seperti kesaktian pada benda-benda tertentu dan UFO) dapat dilihat pada ajaran dan aktivitas-aktivitas perkumpulanya. memanggil orang pada malam hari di luar rumah dengan berteriak. The Grave Dancer. larangan mengencingi kotoran hewan dan manusia. santet. Sundal Bolong. Exorcism. suara anjing mengaum pada siang/malam hari. Jenglot Pantai Selatan. Dedemit Gunung Kidul dan 13 Cara Memanggil Setan) dan film Barat (seperti Ghost. After Life. ketiga. Keberadaan (paham-ajaran dan praktek) Okultisme. Alam Gaib. kepercayaan kepada adanya mahluk-mahluk satanik (satanisme). . Dan menurutnya. pembicaraan mengenai topik ini muncul di berbagai tulisan. bersin yang harus disambut dengan kata-kata tertentu (Inggris: blessed you). Ketika partisipasi ini terjadi. yang dipercayai berasal dari planet atau galaxi lain. orang tidak boleh berjalan/berdiri/duduk di bawah tangga. larangan membunuh / menabrak kucing. pocong.seseorang. kepercayaan kepada adanya mahluk lain selain yang ada di bumi. bersin satu kali ketika akan memulai perjalanan. antara ayah dan anak. Dukun Beranak. Harry Potter. Terowongan Qasablanca. Contamination dan After Life). kepercayaan kepada kemampuan seseorang untuk mengambil bagian atau berpartisipasi dalam kehidupan seseorang yang lain di waktu yang sama sekalipun mereka berdua berada pada tempat yang berbeda. dan keempat. telinga mendengung. Mahluk ini disebut UFO. Zombie Land. rambut alis jatuh. larangan membunuh ular. bentuk-bentuk Okultisme yang paling sering dipraktekkan adalah : pertama. terutama setan yang merasuki manusia atau menjelma sebagai hewan atau mahluk lain. atau seorang suami yang merasakan sakit perut ketika istrinya sedang menstruasi. Di dalam masyarakat Indonesia. dan mahluk jadi-jadian. Potensi partisipasi ini dapat terjadi atau dialami oleh dua orang yang memiliki hubungan personal/pribadi yang dekat sekali. mimpi. firasat dan tanda-tanda. ramalan berdasarkan astrologi atau horoskop. mata berkedip. dan kedua. Ratu Pantai Selatan. Suster Ngesot. jadi dua orang itu memiliki ikatan baik batin maupun material/fisik. gadis tidak boleh duduk di depan pintu. istilah itu masih tidak ditemukan di dalam banyak kamus pada saat itu. sikap/membunyikan suara jika melewati tempat khusus/keramat. atau suami yang mengidam atau sangat ingin makan sesuatu yang aneh ketika istrinya sedang mengandung. Pocong Ngesot. seperti iblis. dan Memburu Hantu) dan film-film Indonesia (antara lain Nyi Blorong.

1995. Umumnya agamaagama universal menentang atau menolak Okultisme. /SRR-April2011 Daftar Bacaan: Buku dan Artikel: 1. Di dalam pemikiran keagamaan. Antoine. khususnya Kristen. The Encyclopedia of Religion. maka Okultisme masih akan tetap ada dan diikuti oleh banyak kalangan. khususnya yang memiliki hubungan dengan aliran-aliran gereja pentakostal dan kharismatik di Amerika. Okultisme kini merupakan kelanjutan dari Okultisme di zaman Yesus. Namun. di kalangan Kristen dunia. 1989.. Theories of Primitive Religion. E. M. Psikologi Agama. keadaan zaman saat ini di mana terjadi pertentangan antara ilmu dan agama dan kemakmuran karena industri dan kemajuan ekonomi tidak memberi jawab kepada kebutuhan spiritual-batin dan lahiriah manusia. Durkheim. (ed).khususnya di Amerika. Di pihak lain. 4. termasuk yang di Indonesia. baik di Indonesia maupun di luar negeri. 1975. Bahwa unsur-unsur Okultisme. Yogyakarta: Kanisius.. Sekian. Faivre. gereja-gereja yang beraliran tradisional (khususnya anggota PGI). seperti Yesus mengusir roh jahat dari seorang perempuan. New York: Macmillan Publishing Co. diusir. injili dan kharismatik. Karena itu. dalam menaggapi Okultisme.. soal pengusiran setan (exorcism) dari tubuh manusia atau benda tertentu atau juga penyembuhan ilahi dengan mengusir roh jahat merupakan hal yang penting dan dilakukan di dalam ibadah-ibadah. M. misalnya setan/hantu yang mengganggu atau menyengsarakan manusia harus dihadapi. dikalahkan dan dibinasakan. Saat ini. isu tentang Okultisme mendapat perhatian yang serius. Kesimpulan Dari pemaparan di atas jelas bahwa Okultisme adalah sebuah realitas baik keagamaan dan juga seniilmu yang ada. Dister. Fenomenologi Agama. 5.. Sampai tahun-tahun terakhir. Oxford: OUP. di dalam praktek banyak kalangan Kristen. Evans-Protchard. The Elementary Forms of Religious Life.. topik ini tidak diberi perhatian yang berarti. bagi kalangan itu. Okultisme berasal dari yang jahat yang bertentangan dengan Tuhan yang disembah. Karena itu. . New York: Free Press. 1987. khususnya dari kelompok pentakostal dan kharismatik. Nico Sy. E. beraktifitas dan berpengaruh di dalam kehidupan masyarakat. Okultisme adalah agama.E. Yogyakarta: Kanisius. Dhavamony. jalan hidup yang benar menuju pemenuhan kebutuhan dan kesempurnaan hidup. di mana Yesus mencontohkan sikap yang anti-okultisme dan sosok-sosok gaib seperti roh jahat dan iblis. Okultisme dinilai sebagai paham dan paktek hidup yang salah. “Occultism” dalam Eliade. 3. 1965. (11). 2. khususnya di kalangan aliran pentakostal. banyak buku yang ditulis tentang Okultisme. Ajaran-ajaran dan prakteknya yang memberi jawaban atau pemenuhan terhadap kebutuhan spiritual/rohani dan bahkan lahiriah/material bagi orang-orang tertentu.

louis: Concordia Publishing House. Antropologi Agama. How To respond to The Occult. Honig. Parapsikologi Sebuah Tinjauan. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Yogyakarta: Media Pressindo. The Beginnings of Religion. Craig. Westport-Connecticut: 1975. Pasi. Brill. Semarang: Dahara Prize. Hopes. A Modern Evaluation of Occultism and Spiritual Paths.. Marco. E. 18. The Occult Mind: Magic in The Theory and Practice.. 2007. J. (ed). Satanism. 11.6. 1993. Hawkins.J. Mantra.O. “Occultism” dalam Hastings. Bandung: Citra Aditya Bakti. 1971. Kartoatmodjo. 1997. (Trj). Pedukunan. Kelompok Minat “Rural Mission”. (Saduran dari bukuWaarheid en Lungen Bij Paranormale Verschijn Selen oleh Willem Hogendoorn). Lehrich. 16. Religi Suku Murba di Indonesia. 14. Jakarta: BPK Gunung Mulia. New York: Charles Schribner’s Son. Injil dan Penyembahan Nenek Moyang. James. 1977.. Mead. Ilmu Agama. Jampi-Jampi. Koentjaraningrat. 13.. The Brill Dictionary of Religion. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. 1975. Bob and Gretchen. Christopher I. Pelet. Ways to Self-Realization. 1951. 1982. (III).. (IX). Leiden: E. Ithaca and London: Cornell University Press. Hadikusumah. “Occultism” dalam von Stuckrad. 21. Soesanto. 1978. H. 2004. 22. 1977. David W.S. Jakarta: Haji Masagung. 1991. 23. Mouni. Ramalan. Min. Sadhu. Suh Sung. 2001. 20. G. Michael. 7.G.. Yogyakarta: (PBMR) Andi. 2007. Germany: Literature Mission Aglasterhausen Inc. Grand Rapids-Michigan: Zondervan Publishing House. Encyclopaedia of Religion and Ethichs. Jakarta: Puspa Swara. 1995. Paranormal: Kenyataan dan Gejala Kehidupan. 9.. Jakarta: Djambatan. Kocku (ed). 17. Holliwood-California: Wilshire Book Company. St. Occult ABC. Yogyakarta: Lembaga Pendidikan Kader GKJ/GKI. Seluk-Beluk Sihir: Tenung.R. A. H. 12. 10.. Hoover.Hilman. 19. 8. Hadiwijono. 15. 1987. Santet. Kurt E. 1959. Koch. . Passantino. Ilmu: Magic and Divination amongst the Benuaq and Tunjung Dayak.

Nilai-nilai warisan ini dalam pemahaman dan prakteknya berhadapan dan berbaur dengan berbagai unsur dan nilai seni dan budaya lokal (Indonesia) di mana agama Kristen itu berada. ia dikembangkan atau berkembang juga di dalam masyarakat YunaniRomawi yang secara kuat dipengaruhi oleh budaya hellenis (alam pikiran Yunani). Revival Total Ministry. Namun pembahasan di bawah akan memperlihatkan unsur-unsur budaya yang lain yaitu pola pikir dan corak pandangan manusia. akal budi. Jakarta: Penerbit Sinar Harapan-Yayasan Cipta Loka Caraka. 1981. Bandung: Pustaka Hidayah. 1977. Bandung.24. Pengantar Agama Kristen. 27. Schimmel. agama Kristen hellenis itu sudah melalui masyarakat dan budaya Romawi-Eropah. Kepercayaan dan Agama. Bukan tempatnya di sini untuk membahas bagaimana perpaduan berbagai unsur dan nilai budaya warisan Kekristenan dan lokal itu dan hasil-hasilnya. The Mistery of Numbers. (Trj).. Yahudi dan Kristen. ukir-ukiran dan tata boga. Subagya. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. lukisan. 26. Rambitan. 2006. Budaya dipahami sebagai pikiran. sastra. 25. R.com/2011/07/okultisme-dan-agama-suku. Dalam pemahaman penulis. kebiasaan atau adat istiadat. The Religious Experience of Mankind.blogspot. Di bawah ini akan disajikan unsur-unsur atau nilainilai seni dan budaya keagamaan Kristen warisan. nilai-nilai warisan itu tidak selalu cocok dengan kebudayaan lokal ini. Subagya. Smart. Tentu. Unsur dan nilai seni dan budaya ini tentu memiliki peran penting dalam pembentukan karakter komunitas dan pahampaham dan praktek keagamaan Kristen. sedikit banyak unsu-unsur dan nilai-nilai seni dan budaya keagamaan masyarakat tersebut ada dan atau bahkan mewarnai agama Kristen sampai ia masuk ke Indonesia dan hingga sekarang ini. seni menunjuk kepada kecakapan mencipta dan hasil cipta manusia yang indah yang dapat dinikmati dengan mengesankan. New York: 1984. pola pikir. R. Kemudian. Annemarie. Ninian. yang berasal dari daerah dan masyarakat dari mana .. Agama Asli Indonesia. Sebelum datang ke Indonesia. 28. Misteri Angka-angka dalam Berbagai Peradaban Kuno dan Tradisi Agama Islam. Judul tulisan ini membedakan antara seni dan budaya. Barang-Barang Tumpas. M. Samudera. Andreas (Bersama Team Revival). http://stanleyrambitan. Dalam pengertian hurufiah. budaya yang dimaksudkan dalam judul itu lebih menyangkut adat-istiadat. Di dalam kenyataan. 1998.html PERAN NILAI-NILAI SENI DAN BUDAYA-KEAGAMAAN BAGI PERTUMBUHAN GEREJA[1] Stanley R. seperti karya musik. muncul di daerah dan masyarakat Palestina-Israel. dengan Yesus dan murid-murid-Nya sebagai pelopor.Phil.

Kebudayaan adalah segala sesuatu yang menyangkut budaya. seni atau kesenian dan agama.kekristenan itu pernah ada dan dikembangkan. Rasa dan pikiran keagamaan itu terungkap dalam pengakuan iman bahwa ada mahluk dan dunia lain yang tidak kelihatan dan yang memiliki kekuatan yang lebih dari pada manusia. filsafat hidup. yang dipahami sebagai unsur-unsur dari rasa dan pikiran beragama/keberagamaan (the sense of being religious). dan apakah ia berguna atau tidak bagi pertumbuhan gereja atau bagi pertumbuhan iman (kepribadian. budaya dipahami memiliki cakupan lebih luas atau melampaui seni. Jadi agama dalam penampakkannya merupakan hasil karya manusia (yang di dalam dirinya mengandung rasa beragama. ilmu pengetahuan. Karena itu. termasuk di dalamnya kesenian. tapi belum tentu itu cocok untuk masyarakat di tempat lain yang memiliki kebudayaan yang lain. Kesenian adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan seni dan hasil-hasil karyanya seperti tersebut di atas. Ketidak-cocokan tentu dapat menimbulkan persoalan. Jika berbicara tentang budaya sebagai pikiran. Hal-hal yang merupakan penampakan dari kebudayaan itu seperti adat istiadat. Tentu ada unsur-unsur pada agama yang mejadi ciri khas dari kebudayaan. yaitu spiritualitas. akal budi dan kebiasaan. pemahaman dan praktek keagamaan merupakan hasil dari pengolahan perasaan dan pikiran manusia. dikatakan bahwa seni adalah bagian dari budaya. dipahami bahwa di samping rasa beragama dengan unsur-unsur universal tersebut. sikap dan prilaku) warga gereja. seni berdiskusi atau berdialog)). Berdasarkan hasil studi keagamaan. Walaupun ada perbedaan sisi yang menonjol. dan diperhadapkan dengan unsur-unsur dan nilai-nilai keagamaan lokal. baik sosialkultural maupun dogmatis-teologis. unsur rasio lebih menonjol. Agama didefinisikan sebagai sebuah sistem ajaran dan praktek hidup yang didasarkan pada pemahaman dan keyakinan terhadap adanya mahluk dan alam ilahi atau supranatural yang memiliki kekuatan dan kemampuan yang jauh melebihi manusia. Budaya dan Agama Arti hurufiah dari kata seni adalah kemampuan mencipta sesuatu yang indah.[2] Hubungan antara Seni. ide-ide. mengandung aspekaspek utama yang universal. Unsur kebudayaan lokal itu tentu relevan atau cocok bagi masyarakat di situ. Secara khusus. agama menjadi unsur atau bagian dari kebudayaan. seni dan budaya berperan juga di dalam pembentukan agama itu. Unsur-unsur Seni dan Budaya dalam Agama Dikatakan di atas bahwa agama sebagai sebuah sistem terbentuk dari unsur utama keagamaan atau rasa dan pikiran beragama (yaitu spiritualitas. . intlektualitas. Agama ini muncul dari dalam masyarakat. apa pun dan di mana pun itu. Makna hurufiah dari kata budaya adalah pikiran dan pola pikir yang menghasilkan sesuatu yang menjadi kebiasaan atau adat-istiadat. Di sini. yaitu seluruh keberadaan kehidupan manusia di suatu tempat yang merupakan hasil karya manusia dan yang mereka hidupi dan ungkapkan. pola pikir. kerokhanian atau kebathinan). seni dan budaya). Namun secara umum. Sebagai hasil juga dari seni dan budaya. Di sini unsur perasaan atau emosi sangat menonjol. dan hasil budaya mengandung di dalamnya nilai seni (misalnya orang mengatakan: seni berpikir. kerokhanian dan kebathinan. di tempat dan waktu tertentu. maka budaya itulah yang menghasilkan kebudayaan. akan diperlihatkan bagaimana itu berada dan dipergunakan. dan unsur-unsur kebudayaan (seni dan budaya). seni berpidato. Hasil dari seni mengandung di dalamnya peran budaya. Agama. Di sini. kedua unsur ini (seni dan budaya) tidak dapat terpisahkan.

. Ia dipahami berwujud pada kekuatan-kekuatan alam. politheisme dan monotheisme). Kepercayaan atau iman atau penghayatan kepada mahluk supra-natural (Tuhan) ini lalu mendorong manusia berkarya dan menghasilkan baik konsep-konsep tentang Tuhan.Magisme. seperti: .Ia adalah mahluk supra-natural yang mendiami dunia supranatural tapi yang kekuasaannya menyangkut dunia natural ini. Unsur-unsur seni keagamaan yang dimaksud di sini antara lain: . oknum ini mewujud dalam berbagai penampilan. baik materi (dunia dan segala isinya) maupun nilai-nilai moral-etis dan aturan-aturan atau hukum. pola pikir.mantra atau doa dengan kata-kata yang sudah tersusun (yang dipakai dalam liturgi) yang berfungsi untuk menyembah. hikmat dan wejangan . baik yang tidak berpribadi maupun yang berpribadi . Umumnya. oknum itu dikenal sebagai dewa/dewi. status. . yang dianggap memiliki kekuatan magis yang biasanya dihubungkan dengan oknum ilahi atau tokoh supernatural atau manusia yang memiliki kekuatan supernatural) . Tokoh-tokoh ilahiah ini disembah. dsb. sajak-puisi. Ini khususnya tampak pada praktek perdukunan. gambar yang bermakna khusus. seperti ikan. dan menghasilkan bentuk ibadah kepadaNya.benda-benda magis. jabatan atau pekerjaan dalam komunitas agama itu.benda-benda yang merupakan simbol sesuatu. . paham tentang adanya mahluk dan dunia roh. obor. dipuja dan ditakuti karena mereka dapat “memberi berkat atau kutuk”. yang mempercayai dan mengakui bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini ada karena ada penyebabnya atau ada yang menciptakannya. Tidak dapat tidak. dunia.busana keagamaan yang menandakan identitas. khususnya dalam hal ini roh-roh atau arwah leluhur atau orang yang sudah meninggal yang dapat mempengaruhi manusia. manusia. Mitos atau mite menjadi rujukan terhadap segala sesuatu yang ada. pada agama-agama primitif. Ia ada dan manusia tidak dapat tidak mengakuiNya. Pikiran religius tampak dalam pola pikir yang menjadi dasar ajaran-ajaran teologis dogmatis yang menjadi ciri-ciri umum agama.tulisan-tulisan prosa. Allah atau Tuhan. juga adanya teori dan cara menguasai atau mengusirnya. kebiasaan atau adat-istiadat. baik untuk kebaikan (magi putih) maupun untuk kejahatan (magi hitam). bahwa ada kekuatan-kekuatan di dalam benda atau mahluk tertentu yang dapat dimanfaatkan. seperti patung dalam bentuk mahluk khusus. yang mempercayai bahwa di dalam benda atau mahluk tertentu ada kekuatan.Spiritisme dan eksorsisme. atau kepercayaan kepada ilahilah atau penguasa-penguasa jagat raya yang memiliki kekuatan jauh melebihi manusia. salib. dan itu terjadi pada awal kehidupan dunia ini. gambar-gambar tokoh dalam agama. api. bintang. manusia dan hewan). Unsur-unsur budaya dalam agama umumnya berhubungan dengan pikiran.[3] Dalam Agama-agama umumnya.[4] Di dalam agama-agama besa.ungkapan pujian atau sembahan dalam bentuk tulisan dan nyanyian (seperti Mazmur dan lagu-lagu yang diiringi musik) . Dalam hal-hal tertentu konsep dan praktek itu menggunakan unsur atau hasil karya seni dan budaya.[6] .Dinamisme dan animisme. memuja dan memohon kepada Tuhan .Mitos/mitologis.[5] . dsb. Oknum atau kekuatan lain ini dipercayai ada.Theisme (pantheisme. yang beredar secara lisan dan tulisan.

adanya mahluk dan dunia supra natural. Spiritisme ditemukan pada paham jemaat yang menganggap bahwa roh leluhur atau orang yang sudah meninggal masih ada atau bergentayangan dan bahkan dapat merasuki manusia. boleh dan tidak boleh cerai). Nyepi. mengikuti Perjamuan Kudus. Legalisme ditemukan pada warga gereja yang menganggap bahwa ritus-ritus dan perbuatanperbuatan tertentu yang diatur dalam Alkitab adalah keharusan. . Paskah. Kuningan. Perjamuan Kudus. Itu tertulis di dalam Alkitab. air baptisan dan roti dan anggur Perjamuan Kudus. Selamatan. Formalisme mengakibatkan eksklusifisme dan rasa superior. yang mengutamakan bentuk atau format agama yang ditampakkan oleh bentuk-bentuk ajaran dan upacara yang formal dan baku. sunat.Legalisme. yaitu Tuhan. surga. yang mengutamakan kaum lelaki sebagai pihak yang melebihi drajat dan kemampuan lebih tinggi dari pada wanita.) Unsur-unsur Seni dan Budaya Keagamaan dalam Agama Kristen Dari beberapa paham yang menjadi ciri-ciri utama agama seperti yang disebutkan di atas. wajib mengikuti ibadah. pergi ke gereja. wajib dibaptis dan harus diselam. Formalisme ditemukan pada paham jemaat yang mengutamakan bentuk atau formula ajaran dan praktek agama Kristen. Hal-hal itu adalah kepercayaan kepada mitos penciptaan. yang menekankan nilai-nilai moral yang dianut masyarakat di tempat di mana agama atau budaya itu muncul (seperti konsep monogami. harus sudah dibaptis dewasa atau sudah sidi. persepuluhan. ada yang merupakan pokok-pokok ajaran utama dalam agama Kristen. salib. Perkawinan. atau agama menjadi hukum. yang dipahami sebagai peringatan terhadap peristiwa penting dalam kehidupan manusia secara umum atau umat agama itu secara khusus (seperti Natal.Ritualisme. kebanyakan umat menunjuk spirit yang masih bergentayangan itu adalah roh setan atau iblis. poligami.Ciri-ciri khusus yang merupakan hasil budaya tertentu yang terus menerus dipakai karena dianggap sebagai bagian dari ajaran agama antara lain: . ibu dan anak-anak) . juga pendeta harus menggunakan pakaian khusus. kepercayaan kepada nabi atau konsep kenabian. wajib berdoa. bahwa penderitaan yang dialaminya adalah bentuk penghukuman Tuhan karena dosanya (yang lalu ditentang oleh kasus Ayub).Paham theodisi. serta nilai-nilai spiritual. paham yang mementingkan upacara-upacara keagamaan yang dipahami sebagai simbol dari peristiwa penting bagi manusia. yang memahami bahwa agama mengandung kapasitas-kapasitas dan kewibawaan hukum. keharusan orang Kristen berdoa. misalnya. . seperti gambar Yesus dan maria. malaikat dan mahluk rohani lainya. Di dalam kehidupan umat Kristen atau gereja saat ini. seperti memberikan persembahan korban. Pelantikan Jabatan keagamaan. yang dipahami melalui berbagai penafsiran yang dibuat. Alkitab. dan bahwa mengambil bagian dalam upacara itu bisa membawa berkat atau kutuk. dsb. dan tata caranya (seperti Baptisan. formula-formula pengakuan iman dan liturgi serta unsur-unsurnya yang sudah baku. atau pengutamaan pada perayaan keagamaan. Maulid Nabi Muhammad. orang Kristen harus mengucapkan kata-kata alkitabiah. moral dan etis yang diajarkan atau dikehendaki. dsb. paham yang menganggap laki-laki atau sang bapak memiliki peran yang utama. Theodisi masih mewarnai .Moralisme sosial.Seremonialisme. Magisme ditemukan pada anggota jemaat yang memahami bahwa benda-benda kristiani tertentu mengandung kekuatan magis. beribadah.Paternalisme. . diwarisi. Idul Adha.Diskriminasi gender. melebihi pihak lain (wanita. . . . Memang. yang memahami bahwa orang yang menderita pasti sedang dihukum oleh Tuhan. dipegang dan dipelihara terus menerus. Galungan. masih dapat ditemukan unsur-unsur budaya khas agama kuno. sehingga apa yang diajarkan atau diatur oleh agama merupakan keharusan. dsb).Formalisme.

termasuk pendeta akan ditegur dan dalam doa diungkapkan permohonan ampun kepada Tuhan. Apalagi. Di dalam agama Kristen. dan moral. Kesalahan dianggap akan merusak makna ritus itu dan Tuhan tidak berkenan terhadapnya sehingga dapat mengakibatkan bencana atau penghukuman Tuhan. Pelaksanaan ibadah minggu. politik. yaitu Timur Tengah dan Eropah. Sangat dihindari kekeliruan. Pemakaian benda salib menunjukan bahwa umat . Demikian juga dengan ritualisme yang masih sangat diutamakan di dalam kehidupan gereja. pakaian jabatan untuk pastor dalam gereja Katholik. dsb. Tata cara yang dipergunakan biasanya sudah baku dan tidak diperkenankan untuk diubah. Demikian juga dengan penggunaan busana dan asesorisnya yang di tempat-tempat tertentu dijadikan ciri khas bagi pejabat gereja dengan fungsi yang khusus atau para petugas dalam ibadah. masalah-masalah sosial. yang secara tradisional memiliki makna teologis. penggunaan benda-benda estetis. Namun ini. di banyak tempat sudah menjadi budaya yang telh diberi makna teologis dan bahkan dibakukan. bahwa penderitaan atau musibah yang dialami disebabkan oleh penghukuman Tuhan karena dosa. hal atau sikap yang berbeda dari yang baku itu akan dianggap sebagai sebuah perlawanan atau sebuah kesalahan. Salib melambangkan penderitaan dan pengorbanan Kristus. yang dianggap ciri khas suatu agama. yang dipergunakan dengan alasan kepantasan atau alasan tehnis (supaya seragama dan dapat dengan mudah dikenali). yang dihadapi. pengaruh budaya atau pemikiran modern saat ini sedikit banyak menyerupai atau bahkan sama dengan warisan budaya lama itu. Di samping itu. antara lain. umumnya busana keagamaan dipergunakan karena diwarisi sebagai unsur tradisional. diskriminasi gender. Ada unsur-unsur yang memang sudah ada juga di dalam budaya atau agama masyarakat Indonesia. baik busana maupun benda-benda asesoris. magisme. seperti pakaian seragam untuk para suster dan biarawan/biarawati. Ini disebabkan oleh baik pertimbangan sosial-psikologis dan keagamaan maupun rasional-tehnis-kepantasan. Pelaku kesalahan. Paternalisme dan diskriminasi gender juga ditemukan di dalam praktek warga gereja di banyak tempat. kejenuhan pada formalisme agama dan ketidakberdayaan institusi agama dalam penyelesaian masalah-masalah kemanusiaan. Adanya paham spiritisme dan magisme di dalam kehidupan umat Kristen memang berakar pada ceritacerita yang ada di dalam Alkitab. dan pengutamaan pada busana keagamaan ternyata sudah ada di dalam budaya atau agama-agama yang ada di Indonesia. masih sangat diutamakan dan yang diatur sebaik dan setepat mungkin. paham theodisi. Tidak semua unsur seni dan budaya yang ditampilkan gereja di atas hanya berasal dari budaya di mana agama Kristen itu muncul atau dikembangkan.[7] Alasan-alasan sosial psikologis keagamaan. Spiritisme. Namun kebangkitannya semakin didorong oleh kecenderungan keberagamaan masyarakat di Indonesia (juga di Barat) saat ini yang menunjukkan adanya kebangkitan spiritisme dan magisme. Tanda atau benda salib sebenarnya merupakan warisan dari sejarah gereja. toga bagi pendeta gereja Protestan. pakaian jabatan bagi pimpinan gereja Bala Keselamatan. Gejala ini tidak hanya ada di dalam agama Kristen tapi juga di dalam agama-agama lain. saat ini telah menjadi kegemaran bagi banyak orang. Ini adalah penampilan estretis baik seni dan budaya yang diberi makna religius. ritualisme. pementingan pada perayaan keagamaan. Jika demikian. serta ibadah-ibadah khusus seperti perkawinan dan kematian. Perjamuan Kudus dan batisan. benda berbentuk salib adalah yang paling populer. Ada juga busana seperti toga atau pelengkap busana seperti stola untuk anggota majelis dan petugas ibadah.pemahaman kebanyakan warga gereja. paternalisme. Dalam lingkungan Kristen. ekonomi. menjadi pendorong kebangkitan dan semakin beredarnya spiritisme dan magisme (termasuk juga kebangkitan peran para normal) di dalam masyarakat dan juga gereja. Hal ini tampak pada reaksi keras orang jika ada kesalahan dalam pelaksanaan ibadah.

Kebanyakan merupakan warisan tradisional dari paham yang berasal dari Alkitab dan yang dalam banyak hal memiliki kemiripan dengan unsur-unsur seni dan budaya lokal Indonesia. Ia tidak prinsipil dan dan tidak berlaku di mana-mana karena tidak semua orang menerima dan menerapkan hal yang sama menyangkut itu. Dan lagi. salib dipakai lebih sebagai identitas dan asesoris. Ia harus rela berkorban. orang-orang yang memakai benda salib. Orang yang menggunakannya tentu ingin menunjukkan kepada orang lain bahwa ia adalah orang Kristen. Ini ditunjukan oleh pemahaman dan praktek mengenai hal-hal tertentu yang berbeda antara yang seseorang atau satu kelompok dengan seorang atau kelompok lain. menunjukkan identitas (kristiani). ceremonialisme dan estetika (dalam hal busana dan asesoris). tidak dalam pengertian theologis. yang berlaku di masyarakat di sana. banyak orang menggunakan salib itu dengan lebih mengutamakan makna sosial-kulturalnya. Itu merupakan hasil karya dan simbol-simbol yang dipahami dalam masyarakat dan budaya tertentu. Unsur-unsur seperti upacara-upacara atau ibadah. oleh kesukaan dan kebanggaan yang ada pada diri si pemakai. ada unsur-unsur seni dan budaya yang tidak bermakna teologis prinsipil. atau rela menderita. perayaan-perayaan.atau orang yang bersangkutan turut menanggung penderitaan sebagai engikut Kristus. Untuk mengatasi hal ini maka tentu umat Kristen perlu memahami betul unsur-unsur seni dan budaya yang ada atau mempengaruhi ajaran dan praktek agamanya. ada unsur-unsur seni dan budaya. apalagi dimutlakkan. Ada juga unsur-unsur yang merupakan hasil pengembangan dari umat yang ada sekarang yang disebabkan oleh pertimbangan-pertimbangan sosial-kultural yang kontekstual. agama Kristen bukan agama legalistik. dan tata caranya. yang ditunjukkan dengan pengabdiannya yang tulus dan tanpa pamrih bagi Tuhan dan jemaatnya. Dari segi sosial-kultural. rumah dan pada tubuh. legalisme. Menyikapi Unsur dan Nilai Seni dan Budaya bagi Pembangunan Gereja Di dalam pemahaman dan praktek keagamaan Kristen. merupakan unsur-unsur kebudayaan. nilai-nilai sosial-kultural (seperti paternalisme dan diskriminasi gender) dan pemakaian benda-benda keagamaan. karyanya di dalam Yesus Kristus dan ajaran-ajaran spiritual-moral-etis. sekalipun itu dikatakan sebagai sakramen. Namun dalam kenyataannya saat ini. yang diwarisi secara tradisional melalui Alkitab dan penafsiran-penafsirannya. Apalagi. adalah para biarawan/biarawati atau para penginjil dan pemimpin/pelayan gereja. Jadi telah ada pergeseran makna dan fungsinya. dan unsur-unsur teologisdogmatis yang merupakan pokok-pokok utama ajaran agama yang merupakan substansi agama dan yang berlaku universal. Hal ini bukan saja karena perbedaan konteks tetapi juga bisa lebih-lebih karena perbedaan penafsiran dan pemahaman. khususnya sebagai buah kalung. atau tidak substansial dan tidak universal. khususnya apabila dipakai sebagai asesoris tubuh.Ia merupakan karya seni dan budaya yang memiliki makna baik sosialkultural mapun telogis (dan bahkan di tempat-tepat tertentu ia memiliki makna politis dan ekonomis). Umat Kristen atau gereja perlu mampu memisahkan antara unsur-unsur seni dan budaya serta nilai-nilai sosial yang sifatnya kontekstual. Perbedaan dapat menimbulkan pertentangan dan konflik. apabila. Di sini. ritualisme. seperti yang dibahas di atas. Ada unsur-unsur yang telah dibakukan dan itu merupakan unsur-unsur prinsipil teologis seperti pemahaman tentang Tuhan. secara tradisional. Karena itu. atau . pemakaian salib baik di gedung gereja. Unsuunsur seperti ini tidak harus dibakukan. Ia berlaku khusus pada budaya dan masyarakat tertentu. Nilai seni dari salib itu diperlihatkan. Namun. Hal ini adalah bentukbentuk atau penampilan-penampilan luaran dan tehnis. seperti formalisme. Unsur subjektifitas dalam hal-hal seperti itu sangat kuat. dan diperlakukan sebagai sesuatu yang wajib bagi semua orang. pembakuan dan pemutlakan unsur-unsur seni dan budaya itu mengakibatkan persoalan atau pertentangan.

seperti musik. Hal ini karena ia menyangkut lebih kepada rasa atau selera beragama. tata ibadah. sastra. kaligrafi. memperkaya rasa beragama dan menambah indah agama itu sehingga dinikmati secara lebih mengesankan. Budaya keagamaan yang umumnya menyangkut pemahaman-ajaran dan pratek beragama (dan umumnya yang diwarisi) pada kenyataannya lebih rentan terhadap persoalan. apakah efektif atau bermanfaat bagi usaha memberitakan Kerajaan Allah dan membawa Injil. liturgi dan benda-benda khas kristiani. namun merupakan unsur luaran. orang perlu memperhatikan konteks di mana unsur-unsur seni dan budaya itu dikembangkan dan dipergunakan. jadi sangat subjektif. Padahal. apakah unsur-unsur itu membuat manusia merasakan dan mengungkapkan kemanusiaannya yang utuh atau tidak. dan memperkuat komitmen dan loyalitas iman. Tentu hal ini tidak dapat dijadikan sebagai ukuran untuk menilai kebenaran. cara berdoa. Ada unsur-unsur seni. hal-hal itu juga tidak lepas dari . pemimpin agama dan tugas tanggung jawab pekabaran Injil dan metodenya. tidak substantif dan universal sehingga tidak dapat dipaksakan terhadap orang atau pihak lain. gereja atau pribadi-pribadi yang mengembangkan dan mengungkapkan unsur-unsur seni itu perlu menyadari bahwa itu adalah unsur seni dan budaya yang berperan memberi bentuk. Hal ini karena umumnya soal ajaran dan praktek beragama sudah dibakukan atau dianggap baku oleh umat yang bersangkutan. menikmati keindahan persekutuannya dan mampu bersaksi kepada dan memberikan sukacita dan damai sejahtera kepada orang lain. Unsur seni tampaknya mudah diterima dan berfungsi atau bernilai positif dan tidak secara serius dipersoalkan. salib. Unsur-unsur seni dan budaya seperti nyanyian. Berbeda dengan unsur-unsur budaya yang umumnya dipahami sebagai unsur-unsur yang prinsipil. nyanyian. unsur seni dan budaya lebih banyak menyangkut rasa atau selera yang sangat subjektif.orang tidak dapat mengungkapkan kemansiaannya yang utuh atau kemanusiaannya terusik. yaitu Timur tengah dan Eropah. moral dan etis-nya. yang dipergunakan dengan tanpa menyebabkan persoalan. sesuai atau tidak. sukacita dan kedamaian bagi gereja dan masyarakat atau tidak. cara melaksanakan Perjamuan Kudus. seperti cara berdoa. lukisan dan ukir-ukiran. Fungsi dan nilai positif unsur seni dan budaya ini dapat tercapai jika mereka dikembangkan dan dimanfaatkan secara tepat dan efektif (dengan memperhatikan pertanyaan-pertanyaan di atas). Di sini. Tidak dapat diingkari bahwa unsur-unsur seni dan budaya yang ada di dalam agama berfungsi memberi bentuk dan warna variatif dan karena itu memperkaya pemahaman dan penghayatan keagamaan umat. seperti lembaran tulisan ayat-ayat khusus. Biarkanlah itu berlaku atau dipegang dan diterapkan oleh individu-individu yang menerimanya. Pertanyaan yang perlu disampaikan adalah: apakah cocok. rumusan-rumusan ajaran. nyanyian. cara membaptis. rosario. meningkatkan dan menyempurnakan kualitas warga gereja pada aspek spiritual. apakah dapat diterima atau tidak. Juga. Ini memiliki nilai positif yang secara efektif untuk bagi orang-orang tertentu berfungsi memperjelas identitas. kebanyakan merupakan warisan yang masih dipertahankan dan diterapkan. Dengan begitu. Dalam kehidupan beragama. Penutup Agama Kristen yang masuk dan berkembang di Indonesia mengandung di dalamnya unsur-unsur seni dan budaya dari mana agama ini muncul dan dikembangkan. pikiran dan cara pandang umat tentang agama. lukisan atau gambar tokoh-tokoh dalam Alkitab). maka tentu unsur-unsur seni dan budaya dalam ajaran dan praktek agama harus tidak dipaksakan. atau. gereja. sistem penatalayanan. gereja dapat berkembang menjadi gereja yang mampu berkarya. Terutama karya dan nilai seni. benda-benda keagamaan (seperti pakaian khas. Hal ini secara tidak langsung dapat membantu memperbaiki. Ia menjadi persoalan individual.

atau agama suku Batak. dsb. seperti Dewa Syiwa. baik di dalam rangka hubungan antar anggota gereja sendiri atau dengan denominasi lain. Oleh karena itu. ada orang yang menganggap air baptisan. [3] Arti YHWH dalam Perjanjian Lama adalah “Aku ada yang Aku ada”. di Wisma PGI Jakarta. dan mempergunakannya secara relevan di dalam kehidupan umat. [7] Ini ditunjukkan oleh beredarnya program-proram dan sinetron di televisi dan film-film yang bertemakan keagamaan dan horror yang menonjolkan adanya mahluk-mahluk spiritual atau pewujudannya serta praktek-praktek spiritisme. 14 Desember 2007. memang diperlukan kejelian untuk membaca warisan-warisan seni dan budaya di dalam agama. dalam hal ini Kristen. Wishnu dan Dewi Sri. Ada yang dapat diterapkan dan tidak menyebabkan persoalan.unsur subjektifitas. Minahasa. Sumba. Toraja. ada juga mitos-mitos di dalam agama atau kebudayaan lain seperti dalam Hinduisme. Jawa. [2] Analisis tulisan ini umumnya mempergunakan pendekatan studi agama-agama. Jika demikian maka unsur-unsur seni dan budaya itu dapat efektif atau bernilai positif bagi pertumbuhan iman jemaat dan masyarakat secara umum. srr/Jakarta. Jumat. misalnya. [6] Di dalam gereja. Des07 [1] Disampaikan pada acara Konsultasi Seni dan Budaya Keagamaan Kristen yang diselenggarakan oleh BIMAS Kristen Departemen Agama RI. . tapi ada juga yang menimbulkan masalah. yaitu penafsiran dan hermeneutik yang dipengaruhi oleh konteks hidup penafsir. oknum atau kekuatan-kekuatan alam ini diberi nama yang kemudian menjadi nama dewa atau dewi. [5] Cerita penciptaan dalam kitab Kejadian merupakan contohnya. anggur dan roti perjamuan sebagai benda-benda yang sakral dan mengandung kekuatan. maupun dalam rangka hubungan dengan pihak yang beragama lain. [4] Dalam agama-agama primitif atau agama suku. Sekian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful