P. 1
Isbd Peranan Dalam Kesehatan

Isbd Peranan Dalam Kesehatan

|Views: 3,521|Likes:
Published by Nur ALam Napoleon

More info:

Published by: Nur ALam Napoleon on Dec 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/28/2013

pdf

text

original

KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang

telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan makalah ini tepat waktu. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar yang diberikan oleh Drs. Hairuddin K.,S.S., M. Kes. dengan judul “ Peranan Ilmu Sosial Dalam Mengkaji Ilmu Kesehatan” Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada makalah yang kami susun. Maka dari itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak demi terciptanya kesempurnaan dalam makalah ini. Semoga dengan disusunnya makalah ini dapat memberikan manfaat terutama dalam menambah pengetahuan dan pemahaman terhadap materi Ilmu Sosial Budaya Dasar khususnya bagi saya pribadi dan juga teman-teman pada umumnya.

Makassar 13 Desember 2011

IKHA

BAB I

PENDAHULUAN
Latar Belakang Budaya adalah pengetahuan, cara hidup, kebiasaan, nilai dan norma serta perangkat sosial yang dimiliki dan berkembang dalam sekelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya ini dapat berupa materi abstrak, konkret maupun fisik. Secara langsung maupun tidak langsung, budaya akan sangat berpengaruh pada kesehatan masyarakat yang menganut suatu budaya. Hal ini dikarenakan budaya sangat berkaitan dengan pola-pola hidup, pola pikir, kebiasaan dan pandangan dalam suatu masyarakat. Indonesia yang yang terdiri dari beragam etnis tentu memiliki banyak budaya dalam masyarakatnya. Terkadang, budaya suatu etnis dengan etnis yang lain dapat berbeda jauh. Hal ini menyebabkan suatu budaya yang positif, dapat dianggap budaya negatif di etnis lainnya. Sehingga tidaklah mengherankan jika permasalahan kesehatan di Indonesia begitu kompleksnya. Sebagai contoh, masyarakat Jawa memiliki budaya mencuci kaki selepas bepergian dengan alasan kepercayaan menghindari musibah dan gangguan makhluk halus. Meskipun memiliki alasan yang tidak ilmiah, namun budaya tersebut secara langsung mempengaruhi kesehatan masyarakat. Contoh lainnya adalah budaya sumpah-serapah dalam keluarga di beberapa daerah di Indonesia. Budaya ini lebih jauh dapat mempengaruhi kesehatan kejiwaan anggota keluarga. Perbedaan budaya di atas hanya sebagian kecil dari kompleksitas masalah kesehatan di Indonesia yang berkaitan dengan kebudayaan. Untuk itu, untuk mengatasi dan memahami suatu masalah kesehatan diperlukan pengetahuan yang memadai mengenai budaya dasar dan budaya suatu daerah. Atas dasar inilah, kami ingin mengetahui lebih lanjut mengenai budaya dan kaitannya dengan kesehatan, perkembangan budaya kesehatan serta faktor yang dapat mempengaruhi suatu budaya. Sehingga dalam mensosialisasikan kesehatan pada masyarakat luas dapat lebih terarah yang implikasinya adalah naiknya derajat kesehatan masyarakat.

Menurut konsep budaya lainingen (1978. budaya adalah sesuatu yang kompleks yang mengandung pengetahuan. seni dan benda . d) Hakekat manusia dengan alam sekitarnya. seperti makanan. yaitu : 1.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Ilmu Sosial dan Budaya Budaya adalah keyakinan dan perilaku yang diaturkan atau diajarkan manusia kepada generasi berikutnya (taylor 1989). b) Hakekat karya manusia. Budaya yang di pelajari melalui kegiatan formal yang disebut PROFFESIONAL CARING. tetapi juga dinamis karena budaya tersebut diturunkan kepada generasi berikutnya sehingga mengalami perubahan. c) Hakekat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu. Budaya adalah pengalaman yang bersifat univerbal sehingga tidak ad dua budaya yang sama persis. 2. 2. pakaian. bahasa dan intitusi sosial . karena setiap masyarakat atau setiap kehidupan memiliki nilai-nilai tertentu . Budaya diisi dan tentukan oleh kehidupan manusia sendiri tanpa disadari Menurut leininger (1991). e) Hakekat hubungan manusia dengan sesamanya. berharga yang mempengarui prilaku sosial dari orang yang memliki nilai itu ( DS. Budaya yang diturunkan oleh orang tuanya yang disebut ETNO CARING. Robert m . Menurut Koenijaraningrat ada 5 masalah pokok dimana semua sistem nilai dari semua kebudayaan di dunia ini berhubungan dengan masalah-masalah yaitu : a) Hakekat hidup. kebiasaan dan kecakapan lain yang merupakan kebiasaan manusia sebagai anggota komunikasi setempat. kebiasaan. budaya dibagi menjadi dua yaitu : 1. moral. hukum. 3.2 lawang ). keyakinan. Menurut pandangan antopologi tradisional. . Budaya bersifat stabil. terdapat 2 jenis budaya.benda kepercayaan (jimat). Nilai itu erat hubungannya dengan kehidupan dan masyarakat. sedangkan menurut sir Eduarel taylor (1871) dalam Andrew dan boyle (1995). Budaya non material Yang mencakup kepercayaan. Nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan yang pantas . Budaya material Dapat beruapa objek. seni. 2. 1984) karakteristik budaya dapat digambarkan sebagai berikut : 1.

Agar manusia menjadi humanus. dengan demikian bisa dikatakan bahwa ilmu Sosial dan Budaya berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya manusia. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. seni rupa. Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu : 1. lebih berbudaya dan lebih halus. Prof Dr. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Ingngris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya (the humanities) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Dengan mempelajari Ilmu Sosial dan Budaya diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi. Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. 3. mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri. Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Pengetahuan budaya dalam bahas inggris disebut . Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. seni musik dan lain-lain. Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu. lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding keahlian lain. Ilmu-ilmu Alamiah (natural scince). Ilmu-ilmu sosial (social scince). 2. seperti seni tari. dengan perkataan lain Ilmu Sosial dan Budaya menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik. Istilah ISBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. kemudian diberi arti.Secara sederhana Ilmu Sosial dan Budaya adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. berbudaya dan halus. lebih berbudaya dan lebih halus. dengan mempelajari Ilmu Sosial dan Budaya diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi.

Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus).dengan istilah the humanities. melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya. . Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya.

dll.BAB II PEMBAHASAN Pengertian ISBD adalah pengetahuan yang menelaah masalah-makalah sosial. Ilmu sosial dasar itu sendiri bukan merupakan gabuangan dari ilmu-ilmu sosial lain yang dipadukan sebab ilmu sosial dasar tidak mempunyai objek dan metode ilmiah tersendiri serta tidak menegembangkan suatu pengkajian dan penelitian sebagaimana ilmu-ilmu sosial lainnya. sikap ) dll  Ilmu Sosuial Dasar : adalah Sebagai organisasi pengetahuan tentang pokok masalah sosial . teori) yg berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu2 sosial (seperti Geografi Sosial. saling menghargai. Ilmu Politik.sejarah. Psikologi Sosial dan Sejarah) MK. Sosiologi. khususnya masalah-masalah yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia. seni tari dll Melainkan teori budaya yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah kebudayaan :( norma . intuisi. Lingkup Ilmu Sosial Budaya Dasar  Ilmu budaya dasar identik dengan Basic Humanities Humanities berasal dari kata latin Human yang berarti manusiawi.ekonomi sosiologi. saling menghormati. dengan menggunakan Teori2 (fakta. tidak merupakan penggabungan beberapa ilmu sosial ( siswanto 1988 ) Ilmu sosial dasar secara garis besar adalah ilmu yang mempelajari tentang hidup bermasyarakat yang berasal dari ilmu ilmu sosial dan pengetahuan meliputi alam.antropologi. Ekonomi. persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan . Antropologi Sosial. yang berbudaya dan berbudi halus. ISD merupakan suatu usaha yang dapat diharapkan memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep2 yg dikembangkan untuk melengkapi gejala2 sosial agar daya tanggap (tanggap nilai). sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya menjadi lebih besar. Fakta sosial merupakan abstraksi kejadian sosial yang konkrit yang dinyatakan dengan pernyataan diskriptif ( Koentjoronigrat ) 1971 . adat.dan ilmu yang mempelajari masalah-masalah yang timbul dimasyarakat sehingga dapat menyelesaikan masalah sosial dan tercipta kehidupan bermasyarakat yang baik serta dapat bersosialisasi dengan lingkungan di mana saja. konsep.  ( refined) diharap seseorang mempelajari Basic Humanities tidaklah sama dengan the humanities ( pengetahuan budaya ) yang menyangkut keahlian filsafat dan seni : seni pahat.

dan penafsiran perilaku sosial nyata dalam masyarakat.suatu sistem yang terdiri dari pengetahuan. Dengan demikian merupakan pedoman bagi anggota-anggota masyarakat untuk berperilaku sosial yang baik/pantas dan sebagai penafsiran bagi perilaku orang-orang lain. Ini berarti bahwa kebudayaan berada dalam “tatanan kenyataan yang ideasional”. Pemahaman kebudayaan seperti dalam konteks ideasionalisme bukan hanya mengacu pada tipe-tipe masyarakat. Atau kebudayaan merupakan perlengkapan mental yang oleh anggota-anggota masyarakat dipergunakan dalam proses-proses orientasi. transaksi. dan reaksi yang diperoleh dan terutama diwujudkan oleh simbul-simbul pada pencapaian tersendiri dari kelompok manusia yang bersifat universal ( Kroeber & klukhon 1950 ) Konsep Kebudayaan Kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta “ budayah “ / “ bodhi “ yang berarti budi akal atau segala sesuatu yang berkaitan dengan akal. kepercayaan. moral. adalah pemahaman yang meliputi : pengetahuan. Budaya dapat dipisahkan sebagai kata majemuk Budi & Daya yang berupa : cipta . karya ( kuncoroningrat 1980 ) KEBUDAYAAN DAN PERILAKU SEBAGAI KONSEP DASAR Kebudayaan sebagai pedoman dalam kehidupan warga penyandangnya jauh lebih kompleks dari sekedar menentukan pemikiran dasar.1994:1-2). dan perilaku anggota-anggotanya (Kalangie. dan nilai yang berada dalam pikiran anggota-anggota individual masyarakat. adat istiadat yang diperoleh dari anggota masyarakat ( Taylor 1997 ) Pendapat umum sesuatu yang baik dan berharga dalam kehidupan masyarakat. kepercayaan . 1985) dalam kajian khususnya kesehatan. atau yang dikenal dengan “Ideasionalisme” (ideationalism) (Keesing. karena kenyataan kebudayaan itu sendiri akan membuka suatu cakrawala kompetensi dan kinerja manusia sebagai makhluk sosial yang fenomenal. suku bangsa. hukum. pembenaran. Untuk itu dapatlah dikemukakan beberapa rumusan kebudayaan: “…dalam konteks suatu aliran atau golongan teori kebudayaan yang besar pengaruhnya dalam kajian antropologi. pertemuan. Hal yang sama pula dikemukakan oleh Sathe (1985:10) bahwa kebudayaan adalah gagasangagasan dan asumsi-asumsi penting yang dimiliki suatu masyarakat yang menentukan atau mempengaruhi komunikasi. rasa. tidaklah berpendapat bahwa . Goodenough mengemukakan bahwa kebudayaan adalah suatu sistem kognitif. Sathe.Kebudayaan Pengertian Kebudayaan atau yang disebut peradapan . tetapi terilihat juga pada sistem-sistem yang formal (organisasi formal dalam membicarakan pengaruh-pengaruh kebudayaan birokratisme dan profesionalisme). perumusan gagasan. Untuk dapat memahami rumusan kebudayaan. karsa. ( Bakker 1984 ) Pola tingkah laku mantap : pikiran. 1981. perasaan. seni. penggolongan.

Dalam hubungan ini kedokteran adalah mitra senior yang terjadi intreksiyang terjadi dalam konteks kebudayaan yang lebih luas yang melihat kedokteran sebagai paragon ilmu pengetahuan dan penerapan rasional prinspprinsipilmuan dan teknologi bagi manusia. membahas konsep medikalisasi. HUBUNGAN ANTARA SOSIOLOGI DAN KEDOKTERAN Hubungan antara sosiologi dan kedokteran secara luas dapat diselamatkan dalam 3 fase Pase pertama disiplin ini membangun basis disiplin di universitas-unifersitas di amerika serikat. Person bukan satu-satunya teoris yang bekerja ditanah ini. . ajan tetapi pada dasarnya mereka memiliki bersama pandangan yang sama . tetapi masing-masing kelompok masyarakat menunjukkan adanya perbedaan budaya secara nyata (Geertz. Sosiologi mengandung bias medis .meninjau hubungan yang yang tengah beruba yang selanjutnya mendiskusikan beberapa ciri khas kunci pembahasan sosiologi tentang khas kedokteran modern dan fungsi-fungsi social pengetahuan kedokteran itu.yakni transformasi tindakan menjadi penyakit. 1966)..masa ini ditandai dengan suberdionisasi sosiologi terhadap kedokterAN Selama masa 1950 an sosiologi yang diterapkan ke dalam bidang kedokteran digunakan untuk membantu desiminasi pengetahuan kedokteran dan untuk mendorong agar pasien patu terhadap arahan-arahan medis. dan sosiologi bahkan memilikim sejumlah proposisi yang sangat menantang seputar model kedokteran. PERKEMBANGAN SOSIOLOGI KESEHATAN Hubungan antara sosiologi dan kedokteran sebagai disiplin dan praktek selalu memberikan dampak besar terhadap dbiidang sosiologi kesehatan dan penyakit. kami berpendapat bahwa meski berguna untuk mendikalisasi i kondisikondisitertentu hal ini membuat penderitaberhak untuk konpensasi. dan sosiologi memandang dirinya sendiri bekerja dengan kedokteran.kedokteran komonitas dan kedokteran asuhan primer sudah berdiri pada akhir 1960 an dan 1970 an .menempatkan kajian kesehatan dalam ruang kepentingan sosiologi yang lebih luas. BIAS MEDIS DALAM ILMU SOSIOLOGI KESEHATAAN Kedokteran mengintegrasikan banyak pandangan sosiologi tanpa masalah. Barulah pada tahun1950 –an . dan aliran –aliran pemikiran kedokteran perilaku. kedokteran dan sosaiologi memiliki penekanan yang berbeda. Meskipun hal ini mencerminkan dalam tulisan-tulisan hebderson (1935-1936) dan wrth (1931). atau agak bias.seluruh kelompok masyarakat memiliki kesatuan kebudayaan.tetapi karyanya .mengiringi kajian person mengenai profesi kedokteran dalam bukunya the social system(1950) bahwa bidan itu mulai mengembangkan identitas yang jelas. memberikan defenisi yang lebih jelas.

faktor-faktor social yang membentuk praktek kedokteran : 1. Hal-hal yang penting untuk membangun sejumlah alasan : 1. Contonya:kajian tentang pekerjaan sehari-haripraktisi umum menunjukkan kepada kita pola-pola pengobatan . Terkhir dokter mengobati pasien dalam cara mencerminkan kedudukan social pasien . Jumlah operasi yang dilakukan dalam suatu daerah adalah salah satu fungsi dari jumlah ahli bedah di daerah itu. Butir pertama: Sosiologi tidak mencoba memberitahu praktisi kesehatan tentang bagaiman mereka melaksanakan pekerjaan mereka. memiliki tingkat intervensi merupakan 2 kali lebih banyak pula (bunker 1970) 3. 2. di inggris menemukan bahwa tingkat intervensi merupakan akibat dari jumlah ahli kardologi. Sakit atau penyakit Pengalaman sakit Organisasi profesi kedokteran Cara-cara yang ditempuh dalam membuat kkebijakan-kebijakan kesehatan Dan proses kerja rumah sakit. Butir kedua : menjadikan karakter perspektifsosiologi fokusnyabukan individu melainkan kelompok dimana individu adalah anggotanya 3. pasien yang berasal dari kalangan kelas bawah diperiksa dalam waktu periksa lebih singkat darin pada pasien Dario ke. 5. Amerika serikat .hal yang sam kebiasaan diagnostic dokterterbuka bagi kemungkinan gaya (fashion) yang sama. Konsep-konsep kunci dalam sosiologi kesehatan Sosiologi kesehatanmerentang dalam wilayah yang luas: bagaiman kondisi tertentu dapat disebut : 1. 4. . 4. Butir ketiga : suatu elemen kunci dalam perspektif sosiologi mengenai penyakit adalah untuk melihat cara kita untuk melabel dan mengobati sakit sebagai bentuk control social. dengan system pelayanan garis dan dua kali lebih banyak ahli bedaah di bandingkan di inggris . Juga diperlihatkan bahwa tingkat beda elektif berfariasi dalam hubungannya dengan tingkat penghasilan profesi dokter(bloor 1976). bukan kebutuhan kelinikpada populasi disuatu daerah (bunker 1970) 2.as atas.diagnosis dan pedoman yang sama bagi semua praktisi umum(dokter umum) yang memiliki karakteristik bersama 2. 3.

fisik. Terbentuknya pribadi seseorang dipengaruhi oleh lingkungan bahkan secara ekstrim dapat dikatakan. maupun kesejarahan. Dalam hubungannya dengan lingkungan dan budaya. menyuburkan. setiap orang berasal dari satu lingkungan. berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). menuntut agar perbedaan itu berkurang dan kehilangan itu tergantikan. yang berasal dari Bahasa Sangsekerta budhayah yaitu bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal. Kemudian pengertian ini berkembang dalam arti culture. Alat untuk memenuhi kebutuhan itu bersumber dari lingkungan.Definisi Manusia. mengerjakan. manusia merupakan suatu organisme hidup (living organism). “mens” (Latin). yaitu sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam. dan mengembangkan tanah (bertani). yang berarti berpikir. ia membutuhkan sesuatu. Sedangkan dalam bahasa Latin dari kata colera. Dalam bahasa Inggris culture. baik lingkungan vertikal (genetika. Budaya atau kebudayaan dalam Bahasa Belanda di istilahkan dengan kata culturur. Oleh karena itu budaya mempunyai pengaruh besar terhadap manusia itu sendiri. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta. dan oleh kaena itu ia menangis. sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. sosial). dan rasa. karsa. Untuk dapat hidup. Sedangkan panduan untuk mengolah dan berinteraksi dengan lingkungan dibutuhkan adanya budaya. Ahli-ahli antropologi merumuskan definisi budaya sebagai berikut: . Sebenarnya kata budaya hanya dipakai sebagai singkatan kata kebudayaan. sebuah gagasan atau realitas. Budaya dan Kesehatan Definisi Manusia Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta). horizontal (geografik. Dari sana timbul anggapan dasar bahwa setiap manusia dianugerahi kepekaan (sense) untuk membedakan (sense of discrimination) dan keinginan untuk hidup. Colera berarti mengolah. ia merasakan perbedaan suhu dan kehilangan energi. tradisi). Tatkala seorang bayi lahir. Definisi Budaya Kata budaya merupakan bentuk majemuk kata budi-daya yang berarti cipta. Definisi budaya dalam pandangan ahli antropologi sangat berbeda dengan pandangan ahli berbagai ilmu sosial lain.

adat istiadat. peraturan. berada dalam pikiran masing-masing anggota masyarakat di tempat kebudayaan itu hidup. Selain itu terdapat tiga wujud kebudayaan yaitu : 1. hukum. Sistem sosial terdiri atas aktifitasaktifitas manusia yang saling berinteraksi. baik yang eksplisit maupun implisit. sebagai pedoman yang potensial untuk perilaku manusia. Aktifitas kelakuan berpola manusia dalam masyarakat. Taylor: 1871 berpendapat bahwa budaya adalah: Suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan. Sistem sosial ini bersifat nyata atau konkret. Lain halnya dengan Koentjaraningrat: 1979 yang mengatikan budaya dengan: Keseluruhan sistem gagasan. Adapun Kluckhohn dan Kelly: 1945 berpendapat bahwa budaya adalah: Semua rancangan hidup yang tercipta secara historis.E. 2. Dimana budaya lahir melalui proses belajar yang merupakan kegiatan inti dalam dunia pendidikan.dan sebagainya. berhubungan serta bergaul satu dengan yang lain setiap saat dan selalu mengikuti pola-pola tertentu berdasarkan adat kelakuan. mengartikan budaya dengan: Keseluruhan dari pengetahuan. tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. gagasan.B. Wujud pertama dari kebudayaan ini bersifat abstrak. Sedangkan Linton: 1940. Wujud pikiran. irasional. Hanya sedikit tindakan manusia dalam rangka kehidupan bermasyarakat yang tak perlu dibiasakan dengan belajar. norma-norma. rasional. . kesusilaan. Dari kerangka tersebut diatas tampak jelas benang merah yang menghubungkan antara pendidikan dan kebudayaan. ide-ide. seni. yang ada pada suatu waktu. kepercayaan. Berdasarkan definisi para ahli tersebut dapat dinyatakan bahwa unsur belajar merupakan hal terpenting dalam tindakan manusia yang berkebudayaan. sikap dan pola perilaku yang merupakan kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota suatu masyarakat tertentu. serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat.

Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang. mengatakan bahwa kesehatan adalah "sumber daya bagi kehidupan sehari-hari. Kesehatan adalah konsep yang positif menekankan sumber daya sosial dan pribadi. Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur.3. emosional. pada tahun 1948. kesehatan didefinisikan sebagai "keadaan lengkap fisik. dan kesejahteraan sosial dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan. kuatir. Hubungan Antara Budaya dan Kesehatan Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. 1. pujian. Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen. Pada saat berdirinya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ini juga merupakan tingkat fungsional dan / atau efisiensi metabolisme organisme. Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran. mental. gembira. merupakan seluruh total hasil fisik dari aktifitas perbuatan dan karya manusia dalam masyarakat. dan spiritual. bukan tujuan dari kehidupan. 3. dalam Piagam Ottawa untuk Promosi Kesehatan. 2. Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain. kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini." Ciri Ciri Sehat : Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. yakni pikiran. yakni Tuhan Yang Maha Kuasa. Definisi Kesehatan Kesehatan dalah kondisi umum dari seseorang dalam semua aspek. yang kemudian . Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Wujud fisik. misalnya takut. serta kemampuan fisik. WHO." Pada 1986. sedih dan sebagainya. sering secara implisit manusia. Melville J Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.

kebudayaan adalah sarana hasil karya. norma. hidup sehat dapat ditelusuri. kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian. ketika pengetahuan tentang kesehatan masih belum berkembang. moral. nilai budaya sehat merupakan bagian yang tak terpisahkan akan keberadaanya sebagai upaya mewujudkan hidup sehat dan merupakan bagian budaya yang ditemukan secara universal. bahasa. tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. dan cipta masyarakat. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya. Menurut Andreas Eppink. Pemahaman terhadap keadaan sehat dan keadaan sakit tentunya berbeda di setiap masyarakat tergantung dari kebudayaan yang mereka miliki. yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. sehingga dalam kehidupan sehari-hari. seni. Sebagai contoh pengaruh kebudayaan terhadap masalah kesehatan adalah penggunaan kunyit sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit kuning (hepatitis) di kalangan masyarakat Indonesia. dan lain-lain. cacat dan kematian.disebut sebagai superorganic. Kemudian perpaduan antara pengalaman empiris dengan konsep kesehatan ditambah juga dengan konsep budaya dalam hal kepercayaan merupakan konsep sehat tradisional secara kuratif. sakit. kebudayaan itu bersifat abstrak. nilai. Menurut Edward B. Dari budaya pula. religius. misalnya pola-pola perilaku. hukum. kesenian. rasa. Mengacu pada esensi budaya. Masyarakat menganggap bahwa warna penyakit pasti akan sesuai . dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yang mana akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia. berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata. Tylor. peralatan hidup. Yaitu melalui komponen pemahaman tentang sehat. yang di dalamnya terkandung pengetahuan. religi. Dari berbagai definisi tersebut. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi. dan lain-lain. serta kebudayaan dan teknologi yang berkembang di masyarakat. kebudayaan memaksa masyarakat untuk menempuh cara “trial and error” guna menyembuhkan segala jenis penyakit. adat istiadat. kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks. meskipun resiko untuk mati masih terlalu besar bagi pasien. kepercayaan. organisasi sosial. ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial. dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. nilai yang dilaksanakan dan diyakini di masyarakat. Pada masa lalu. derita akibat penyakit.

Orang Yunani Kuno mandi untuk alasan kecantikan dan tidak menggunakan sabun. Di pemandian yang dibangun tahun 312 SM itu terdapat saluran air. Manusia akan selalu berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mereka hasilkan. Masyarakat Mesir Kuno melakukan ritual mandi dengan menggunakan kombinasi minyak hewani dan nabati ditambah garam alkali. Ini adalah bahan pengganti sabun. Ini menunjukkan bahwa kebudayaan dan pengetahuan serta teknologi sangat berpengaruh terhadap kesehatan. budaya kesehatan di masa lalu berbeda dengan kebudayaan kesehatan di masa sekarang dan mendatang. Sejak saat itu mandi menjadi hal yang mewah dan populer. Kemudian contoh lainnya adalah ditemukannya system drainase pada tahun 3000 SM di kebudayaan bangsa Kreta. karya. kimiawan Persia. Salah satu contoh budaya kesehatan adalah tentang cara menjaga kesehatan personal. dan bangsa Minoans. pasir. Perkembangan Budaya Kesehatan Manusia Budaya adalah hasil cipta. Mereka juga mengoleskan tubuh dengan minyak dan kadang dicampur abu. Pada zaman dahulu sebelum ditemukannya formula untuk membuat sabun oleh Al-Razi. Mereka membersihkan tubuh dengan menggunakan balok lilin. Budaya kesehatan akan mengalami perubahan. . manusia di berbagai daerah di belahan bumi ini memiliki cara yang berbeda dalam membersihkan badan. Tempat mandi Romawi yang pertama sangat terkenal. Hal yang sama terjadi budaya kesehatan yang ada di masyarakat. atau batu apung sesuai dengan kebudayaan mereka. Budaya manusia pun juga akan ikut berkembang dan berubah dari waktu ke waktu. Sedangkan orang Sunda kuno biasa menggunakan tanaman wangi liar sebagai alat mandi mereka. keramas. Dengan kemajuan ilmu pengethuan yang pesat dan teknologi yang semakin canggih. dan karsa manusia. seperti mandi. atau sikat gigi. penduduk jadi sering mandi.dengan warna obat yang telah disediakan oleh alam. Ketika peradaban Romawi mulai maju. batu apung dan abu. Budaya lahir akibat adanya interaksi dan pemikiran manusia. abu. Penggunaan yang lazim pada masa itu diantaranya adalah minyak. Ramuan ini pun berfungsi untuk menyembuhkan penyakit kulit sekaligus untuk membersihkan.

Orang Roma menggunakan pecahan kaca halus sebagai bagian dari pembersih mulut mereka. secara luas masyarakat menggunakan merang untuk keramas. masyarakat cenderung berparadigma sehat dalam memaknai kesehatan mereka. Galen menganjurkan sabun untuk pengobatan dan pembersih. penjagaan kebugaran dan mengkonsumsi makanan bergizi. mandi dengan memnggunakan sabun menjadi sebuah kegiatan rutin hingga saat ini.Di abad-ke 2 Masehi. tapi juga budaya gosok gigi. Masyarakat menjadi rajin berolah raga. Sedangkan perilaku sehat adalah tindakan yang dilakukan individu untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Masyarakat akan selalu menjaga kesehatannya agar tidak menjadi sakit. chek up ke pusat layanan kesehatan. Sedangkan masyarakat Indonesia menggunakan halusan genting dan bata. yaitu perilaku sakit jika mereka merasa sakit dan perilaku sehat jika mereka menganggap sehat. Bahkan mereka bisa tahu bagaimana keadaan calon bayi mereka di dalam kandungan melalui USG. Dahulu masyarakat lebih ke arah paradigma sakit. contohnya mereka akan pergi ke pusat layanan kesehatan jika sakit saja. Begitu juga dengan shampoo yang secara luas digunakan. Bukan hanya cara mandi yang berbeda dari masa dahulu dan sekarang. dokter Yunani. Budaya kesehatan masyarakat pun saat ini telah mengalami perubahan jika dibandingkan dengan masa lalu. misalnya: pencegahan penyakit. . Perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor perubahan budaya kesehatan dalam masyarakat. personal hygiene. Pada zaman dahulu masyarakat Jazirah Arab menggunakan kayu siwak untuk menggosok gigi. Tidak hanya tentang budaya kesehatan individu atau personal yang mengalami perubahan. Akhirnya. Contohnya masyarakat dahulu saat persalinan minta bantuan oleh dukun bayi dengan peralatan sederhana. namun saat ini masyarakat lebih banyak yang ke bidan atau dokter kandungan dengan peralatan yang serba canggih. Namun saat ini manusia beralih menggunakan pasta gigi untuk menggosok gigi. karena mereka ingin sakitnya menjadi sembuh. Perilaku sakit yaitu segala bentuk tindakan yang dilakukan oleh individu yang sedang sakit agar memperoleh kesembuhan. Dahulu. fitness. membudayakan cuci tangan menggunakan sabun. Penilaian individu terhadap status kesehatan merupakan salah satu faktor yang menentukan perilakunya. menghindari makanan berkolesterol tinggi dan lain-lain. Namun saat ini seiring dengan perkembangan zaman.

dengan kata lain ibu mempunyai peran sebagai gatekeeper dari keluarga. ayah yang bekerja sebagai pencari nafkah berhak mendapat jumlah makanan yang lebih banyak dan bagian yang lebih baik. Pada masyarakat tradisional pemberian ASI bukan merupakn permasalahan yang besar karena pada umumnya ibu memberikan bayinya ASI. namun yang paling berperan mengatur menu setiap hari dan mendistrubusikan makanan kepada keluarga adalah ibu. jenis kelamin dan situasi-situasi tertentu. namun yang menjadi permasalahan adalah pola pemberian ASI yang tidak sesuai dengan konsep medis sehingga menimbulkan dampak negatif pada kesehatan dan pertumbuhan bayi. Sebagai contoh. kualitas ASI juga kurang. Disamping pola pemberian yang salah. dnegan konsepsi kesehatan modern. Pada beberapa masyarakat tradisional di Indonesia kita bisa melihat konsepsi budaya yang terwujud dalam prilaku yang berkaitan dengan pola pemberian makanan pada bayi yang berbeda. sesuai dengan kedudukan. Daripada anggota keluarga yang lain . Sekarang pola pikir masyarakat kebanyakan lebih ke arah preventif terhadap adanya suatu penyakit. Walaupun pola makan ini sudah menjadi tradisi ataupun kebiasaan.Saat ini masyarakat lebih memaknai kesehatan. pemberian ASI menurut konsep kesehatan modern ataupun medis dianjurkan selama 2 (dua) tahun dan pemberian makanan tambahan berupa makanan padat sebaiknya dimulai sesudah bayi berumur 4 tahun. Misalnya. Aspek Sosial Budaya yang Berhubungan dengan Kesehatan Anak Salah satu faktor yang secara langsung dapat mempengaruhi kondisi kesehatan bayi adalah makanan yang diberikan. Yaitu pola pikir bahwa mencegah datangnya penyakit itu lebih baik daripada mengobati penyakit. . atau anak laki-laki diberi makan lebih dulu daripada anak perempuan. Dengan kesehatan kita bisa melakukan berbagai macam kegiatan yang bermanfaat. kualitas dan jenis-jenis makanan yang seharusnya dan tidak seharusnya dikonsumsi oleh anggota-anggota suatu rumah tangga. Banyaknya informasi kesehatan yang diberikan melalui penyuluhan dan promosi kesehatan membuat masyarakat mengetahui pentingnya kesehatan. Dalam setiap masyarakat ada aturan-aturan yang menentukan kuantitas. Hal ini disebabkan banyaknya pantangan terhadap makanan yang dikonsumsi si ibu baik pada saat hamil maupun sesudah melahirkan. ibu yang sedang hamil tidak diperbolehkan atau di anjurkan untuk mengkonsumsi makanan tertentu . baik untuk diri sendiri maupun orang lain. usia.

Permasalahan lain yang cukup besar pengaruhnya pada kehamilan adalah masalah gizi.Masalah kesehatan selalu berkaitan dengan 2 hal yaitu sistem teori penyakit dan sistem perawatan penyakit. Mereka tidak perlu memeriksakan dirinya secara rutin ke bidan ataupun dokter. Masih banyak ibu-ibu yang kurang menyadari pentingnya pemeriksaan kehamilan menyebabkan tidak terdeteksinya faktor-faktor resiko tinggi yang mungkin dialami oleh mereka. Hal ini disebabkan karena adanya kepercayaaan-kepercayaan dan pantangan-pantangan terhadap beberapa makanan. masih banyak ibu-ibu yang menganggap kehamilan sebagai hal yang bisa. Sementara. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan dan kurangnya informasi. Memahami perilaku perawatan kehamilan ( ante natal care ) adalah penting untuk mengetahui dampak kesehatan bayi dan si ibu sendiri. Sistem teori penyakit lebih menekankan pada penyebab sakit. Perawatan kehamilan merupakan salah satu faktor yang amat perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya komplikasi dan kematian ketika persalinan. karena kasusnya sudah terlambat dapat membawa akibat fatal yaitu kematian. kegiatan mereka sehari-hari tidak berkurang ditambah lagi dengan pantangan-pantangan terhadap beberapa makanan yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh wanita hamil tentunya akan berdampak negatif terhadap kesehatan . Sementara. alamiah dan kodrati. Menghadapi masalah ini maka pada bulan Mei 1988 dicanangkan program Safe Motherhood yang mempunyai prioritas pada peningkatan pelayanan kesehatan wanita terutama pada masa kehamilan. persalinan dan pasca persalinan. teknik-teknik pengobatan penyakit. Resiko ini baru diketahui pada saat persalinan yang sering kali. disamping itu juga untuk menjaga pertumbuhan dan kesehatan janin. Pacta berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Persepsi terhadap penyebab penyakit akan menentukan cara pengobatannya. Penyebab penyakit dapat dikategorikan kedalam 2 golongan yaitu personalistik dan naturalistik. Aspek Sosial Budaya yang Berhubungan dengan Kesehatan Ibu Permasalahan utama yang saat ini masih dihadapi berkaitan dengan kesehatan ibu di Indonesia adalah masih tingginya angka kematian ibu yang berhubungan dengan persalinan. sistem perawatan penyakit merupakan suatu institusi sosial yang melibatkan interaksi beberapa orang.

ibu yang kehamilannya memasuku 8-9 bulan sengaja harus mengurangi makannya agar bayi yang dikandungnya kecil dan mudah dilahirkan. kemampuan penolong persalinan sampai sikap keluarga dalam menghadapi keadaan gawat. nanas. Misalnya mengurut perut yang bertujuan untuk mengembalikan rahim ke posisi semula . Tentunya hal ini sangat mempengaruhi daya tahan dan kesehatan si bayi. berat badan bayi yang dilahirkan juga rendah. ikan laut. mulai dari ada tidaknya faktor resiko kesehatan ibu. ada praktek-praktek yang dilakukan dukun beranak untuk mengembalikan kondisi fisik dan kesehatan si ibu. ada kepercayaan bahwa ibu hamil pantang makan telur karena akan mempersulit persalinan dan pantang makan daging karena akan menyebabkan pendarahan yang banyak. ada makanan tertentu yang sebaiknya dikonsumsi untuk memperbanyak produksi ASI . pemilihan penolong persalinan. Dan memang. larangan untuk memakan buahbuahan seperti pisang. Secara tradisional. kebanyakan ibu hamil masih mempercayai dukun beranak untuk menolong persalinan yang biasanya dilakukan di rumah. Contoh lain di daerah Subang. Di Jawa Tengah. Selain itu. ibu hamil pantang makan dengan menggunakan piring yang besar karena khawatir bayinya akan besar sehingga akan mempersulit persalinan. 1993). udang dan kepiting karena dapat menyebabkan ASI menjadi asin. Data Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 1992 menunjukkan bahwa 65% persalinan ditolong oleh dukun beranak. ketimun dan lain-lainbagi wanita hamil juga ih dianut oleh beberapa kalangan masyarakat terutama masyarakat di daerah pedesaan. Beberapa penelitian yang pernah dilakukan mengungkapkan bahwa masih terdapat praktekpraktek persalinan oleh dukun yang dapat membahayakan si ibu. ( Wibowo.ibu dan janin. keterjangkauan dan ketersediaan pelayanan kesehatan. Di aderah pedesaan. Di masyarakat Betawi berlaku pantangan makan ikan asin. pantangan-pantangan atau anjuran masih diberlakukan juga pada masa pasca persalinan. Pantangan ataupun anjuran ini biasanya berkaitan dengan proses pemulihan kondisi fisik misalnya. Sejumlah faktor memandirikan peranan dalam proses ini.. Tidak heran kalau anemia dan kurang gizi pada wanita hamil cukup tinggi terutama didaerah pedesaan. Selain pada masa hamil. Sementara di salah satu daerah di Jawa Barat. ada pula makanan tertentu yang dilarang karena dianggap dapat mempengaruhi kesehatan bayi. memasukkan ramuan . selain ibunya kurang gizi. Memasuki masa persalinan merupakan suatu periode yang kritis bagi para ibu hamil karena segala kemungkinan dapat terjadi sebelum berakhir dengan selamat atau dengan kematian.

.seperti daun-daunan kedalam vagina dengan maksud untuk membersihkan darah dan cairan yang keluar karena proses persalinan .. atau memberi jamu tertentu untuk memperkuat tubuh( Iskandar et al. 1996).

pemahaman akan budaya masyarakat sangat penting dalam memecahkan permasalahan kesehatan masyarakat. kepercayaan. Berbagai faktor dapat mempengaruhi budaya manusia. Faktor-faktor tersebut adalah sosial-ingkungan. . hukum. Ini dikarenakan budaya bersifat dinamis sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Setiap aspek dari kebudayaan diatas dapat dapat mempengaruhi budaya kesehatan seseorang baik secara langsung maupun tidak langsung. seni. kesusilaan. pendidikan dan teknologi. Budaya sebagai hasil dari aktivitas manusia dapat berubah dan berkembang sesuai dengan kemajuan aktivitas masyarakatnya.BAB III PENUTUP Kesimpulan Budaya memiliki kaitan yang erat dengan kesehatan. Sebagai individu yang berperan dalam kesehatan masyarakat. Indonesia sebagai negara yang tinggi kebhinnekaannya. Hal ini tidak lain karena pngertian budaya itu sendiri mencakup pengetahuan. besar maupun kecil. tentu memiliki masalah kesehatan yang lebih kompleks dari negara yang homogen atau mendekati homogen. ekonomi. adat istiadat dan kebiasaan. baik individu maupun kelompok.

MAKALAH “ PERANAN ILMU SOSIAL DALAM MENGKAJI ILMU KESEHATAN” DI SUSUN OLEH NAMA : IKHA SENGKANG NAK MANJA NIM : 11 KELAS : STIKes MEGA REZKY MAKASSAR TAHUN AJARAN 2011-2012 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->