P. 1
Kalorimeter

Kalorimeter

|Views: 1,810|Likes:

More info:

Published by: i putu brama arya diputra oi on Dec 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/29/2013

pdf

text

original

Lembar Pengesahan

Judul Percobaan Hari/Tanggal Tempat Nama NPM Jurusan Kelompok

: Kalorimeter : Kamis, 16 April 2009 : Laboratorium Fisika Dasar : Mulyanah : 0913022101 : Pendidikan Fisika : 1(satu)

Bandar Lampung, 27 April 2009 Mengetahui, Asisten

Zetmika Sari NPM. 0613022013

1 i

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ..............................................................................i DAFTAR ISI......................................................................................................ii ABSTRAK .........................................................................................................iii I. PENDAHULUAN .......................................1 1.1............................................................................................................Lat ar Belakang .............................................................................................1 1.2............................................................................................................Tuj uan Percobaan .........................................................................................1 II. III. TINJAUAN PUSTAKA ..............................2 PROSEDUR PERCOBAAN ......................4

Alat dan Bahan ....................................................................................................4 Cara Kerja ...........................................................................................................6 IV. PEMBAHASAN HASIL 7 PENGAMATAN DAN

4.1............................................................................................................Has il Percobaan (data) .................................................................................7 4.2............................................................................................................Pe mbahasan ................................................................................................7 V. DAFTAR PUSTAKA KESIMPULAN ...........................................9

2 ii

ABSTRAK KALORIMETER Oleh Mulyanah

Pada percobaan kali ini, mengenai kaloremeter. Kalorimeter adalah suatu alat untuk mengukur kalor dan suatu sistem tertutup yang berarti tidak terjadi transfer energi baik keluar maupun kedalam sistem kalorimeter tersebut. Alat dan bahan yang digunakan adalah termometer, neraca, pembakar bunsen atau kompor, kalorimeter alumunium dengan pengaduk, stopwatch, logam yang akan ditentukan Cp-nya, air dan penjepit. Percobaan yang telah kami lakukan adalah berhasil, dikarenakan keasalahan relatifnya adalah 0%. Tetapi, hasilnya yang diperoleh dari percobaan ini adalah berbeda dengan referensi. Kesalahan-kesalahan yang terjadi dikarenakan penggunaan alat dan bahan yang terbatas serta waktu yang digunakan untuk pemindahan logam dari panci ke dalam kalorimeter, dapat juga kesalahan dalam pengukuran suhu awal zat dan suhu akhir yang berpengaruh besar dalam kalor jenis logam.

iii 3

I. PENDAHULUAN Latar Belakang Kalor adalah perpindahan benda yang suhunya tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah. Dalam laboratorium, pertukaran kalor dalam proses fisika dan kimia diukur dengan menggunakan kalorimeter dengan alat kalorimeter, suatu wadah tertutup yang dirancang secara khusus untuk tujuan ini. Pembahasan kita tentang kalorimeter dengan alat kalorimeter, pengukuran perubahan kalor, akan tergantung pada pemahaman tentang kalor jenis dan kapasitas kalor. Dalam ilmu fisika, energi dalam bentuk panas dinyatakan dalam ”kalori” atau dalam BTU (Britis Thermal Unit). 1 kalori adalah banyaknya panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 kilogram H2O sebesar 1o C. Dan 1 BTU adalah banyaknya panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 pound H2O sebesdar 1 oF satuan internasional dari kalorimeter yaitu kalor adalah Joule (J) dengan ketentuan : 1 kalor = 4,184 J = 4,2 J. Pengukuran kalor menyangkut pada perpindahan energi, karena energi adalah kekal. Benda yang mempunyai suhu tinggi melepaskan energi QL dan benda yang bersuhu rendah akan menerima energi QT dengan besar yang sama juga. Untuk mengetahuinya dari sistem apa yang terjadi di kalorimeter maka dilakukan percobaan ini. Tujuan Percobaan Setelah melakukan percobaan ini, diharapkan mahasiswa dapat ; 1. Mengetahui prinsip dan penerapan aliran kalor pada sistem. 2. Mengetahui panas jenis zat (Cp) logam kalorimeter.

4

II. TINJAUAN PUSTAKA

Kalorimeter volume – konstan dan kalorimeter kekanan-konstatn digunakan untuk mengukur perubahan kalor pada proses fisika dan kimia. Hukum Hess menyatakan bahwa perubahan entalpi keseluruhan dalam suatu reaksi adalah sama dengan jumlah perubahan entalpi untuk masing-masing tahap yang menyusun reaksi keseluruhan (Raymond Chang, 2004: 172 - 173) Perubahan suhu adalah perpindahan ”sesuatu” dari sebuah benda pada suatu suhu yang lebih tinggi ke sebuah benda pada suatu suhu yang lebih rendah, dan ”sesuatu” ini dinamakan kalor. Jadi, kalor berpindah dari benda yang suhunya tinggi ke benda yang suhunya rendah. Semua bentuk energi adalah ekuivalen dan bahwa sejumlah yang diberikan sesuatu bentuk energi tidak dapat lenyap tanpa munculnya suatu jumlah energi yang sama di dalam sesuatu bentuk lain (Frederik Bueche, 1989) Kalorimeter merupakan suatu sistem tertutup yang berarti tidak terjadi transfer energi baik keluar maupun ke dalam sistem kalorimeter. Apabila suatu zat padat dengan suhu yang lebih tinggi dimasukkan ke dalam kalorimeter yang berisi sejumlah air, maka banyaknya panas yang diberikan oleh zat adalah sama dengan banyaknya panas yang diberikan oleh kalorimeter beserta air yang berada didalamnya. Suhu zat akan berubah turun sedangkan suhu kalorimeter berserta air akan berubah naik. Dan pada akhirnya, akan mencapai suhu yang sama. Qzat = Q kalorimeter air
M zat C p ( zat ) ∆ zat =M kal C p ( kal ) ∆ zat +M air C p ( air ) ∆ air t t t ∆ zat =t zat −t rata −rata t ∆ kal t dan =∆ airt −t rata −rata −t k −a t

Maka :

Dengan mendistribusikan kedua persamaan diatas didapat:

M zat C p zat ( t zat − t rata −rata ) = M kal C p kal + M air C p air ( t zat − t rata −rata )
Sehingga:

(

)

5

C p ( zat ) =

(M

kal

C p kal + M air C p air ( t zat − t rata −rata ) M zat ( t zat − zat − t rata −rata )

)

(Drs. I Wayan Distrik, M.Si., 2008)

6

III.PROSEDUR PERCOBAAN

Alat dan bahan Alat dan bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah 1. Termometer:

2. Neraca Teknis:

3. Pembakar Bunsen Atau Kompor:

7

4. Kalorimeter Alumunium dan Pengaduk b. Kalorimeter

c. Pengaduk

5. Stopwatch

6. Logam yang akan ditentukan Cp nya 7. Air

8

8. Penjepit

Cara Kerja 1. Menimbang massa kalorimeter dan pengaduk (Mkal) dengan neraca teknis; 2. Memasukkan 200 ml air ke dalam kalorimeter, menimbang kembali massa kalorimeter + pengaduk + air (Mkal + Mair) tersebut dengan neraca teknis; 3. Memasukkan termometer ke dalam kalorimeter, menutup kalorimeter tersebut, setelah itu menentukan suhu awal kalorimeter dan air (tk-a), setelah kalorimeter menyentuh air dalam kalorimeter beberapa saat lamanya; 4. Menimbang massa logam yang ditentukan massa jenisnya (Mzat) dengan neraca; 5. Merebus logam besi tersebut dalam air panas sekira-kira 5 menit, kemudian mengukur suhu air panas tersebut. membandingkan dengan suhu awal; 6. Membuka tutp kalorimeter, lalu mengangkat pengaduk dan dengan segera memasukkan logam tadi ke dalam kalorimeter dengan penjepit. Menutup kalorimeter dengan segera, mengaduk. Mencatat sushu termometer dan

9

IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Pengamatan Dari percobaan praktikum pada kalorimeter yang telah dilakukan didapat data hasil pengamatan. Keterangan Massa air Massa logam tembaga Tabel 1. Tabel pengamatan No. Waktu perpindahan logam (S) 1. 0,3 sekon 2. 0,6 sekon 3. 0,5 sekon Pembahasan Berdasarkan pecobaan yang dilakukan, waktu perpindahan logam adalah sekon setelah 3 kali percobaan secara berturut-turut adalah 1,3 S, 0,6 S, 0,5 S. Suhu kalorimeter dan air berturut-turut adalah 31oC, 33 oC, dan 36 oC. Sedangkan, suhu dari zat diperoleh 35 oC, 36 oC, dan 38 oC. Suhu rata-rata yang diperoleh adalah 33 oC, 34,5 oC, dan 37 oC. Hal yang dilakukan dalam percobaan ini adalah menimbang massa kalorimeter dan pengaduk (Mzat) dengan neraca teknis. Memasukkan air 200 ml ke dalam, menimbang kembali massa kalorimeter dan pengaduk diperoleh 334,47 gram. Memasukkan termometer ke dalam kalorimeter, menutupnya dari kalorimeter sebelumnya. tk-a (oC) 31 33 36 tzat (oC) 35 36 38 trata-rata (oC) 33 34,5 37 : massa kalorimeter + pengaduk adalah 334,47 gr : 250 ml : 100 gr

10

Setelah itu menentukan suhu awal kalorimeter dan air (tk-a), setelah termometer menyentuh air dalam kalorimeter beberapa saat lamanya. Menimbang massa logam yang akan ditentukan massa jenisnya (Mzat) dengan neraca. Merebus logam besi tersebut ke dalam air panas tersebut kira-kira 5 menit, kemudian mengukur air panas tersebut. Dengan mencatat suhu pada termometer dan membandingkannya dengan suhu awal. Membuka tutup kalorimeter, lalu mengangkat pengaduk dan dengan segera logam yang telah direbus tadi dimasukkan kedalam kalorimeter dengan menggunakan penjepit. Lalu, meutup kalorimeter dengan segera pula. Mengaduk air dengan batang pengaduk untuk beberapa saat sampai suhu konstan. Dari data yang didapatkan maka Cp besi dapat dihitung dengan menggunakan persamaan. Akan tetapi, seringkali didapat harga Cp yang tidak sesuai akibat faktor lain antara lain waktu pemindahan logam panas atau hal lain yang mengakibatkan adanya proses transfer energi yang tidak diinginkan. lama 2,5 detik (mengukur dengan stopcwatch). Kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam percobaan ini terdiri dari lamanya selang waktu dalam pemindahan logam dari panci menuju kalorimeter, kurangnya ketelitian dalam mengukur suhu yang telah dicapai pada sebuah percobaan, dalam mengukur suhu yang telah dicapai pada sebuah percobaan, dalam pengukuran, suhu merupakan salah satu yang mempengaruhi pada validitas percobaan, pengadukan kalorimeter juga mempengaruhi juga. Pada Cp percobaan 1, 2, dan 3 didapatkan sebesar 2,64 kal g/oC. Jadi, Cp rata-rata juga tetap 2,64 kal g/oC. Sehingga kesalahan relatif yang didpatkan adalah ) %. Jika, KR (Kesalahan relatif) yang didapatkan dalam rentang 0 – 10 % berarti percobaan berhasil. Apabila KR lebih dari 10 % berarti percobaan gagal. Berarti, percobaan kali ini adalah berhasil. Tetapi hasil yang diperoleh berbeda dengan referensi. Lalu mengulangi percobaan sehingga beberapa kali dengan waktu pemindahan paling

11

V. KESIMPULAN

Dari percobaan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Kalor adalah energi dalam yang dipindahkan dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah ketika benda disentuhkan (dicampur). 2. Kalorimeter adalah alat yang dugunakan akan untuk mengukur kalor yang merupakan suatu sistem tertutup yang tidak terjadi transfer energi baik keluar maupun ke dalam sistem kalorimeter. 3. Kalor jenis merupakan banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 kg suatu zat sebesar 1 kelvin. 4. Kapasitas kalor merupakan kemampuan yang diperlukan untuk menaikkan atau menurunkan suhu seluruh benda sebesar satu derajat, kapasitas kalor dinyatakan dalam j/k. 5. Waktu pemindahan logam panas sangatlah mempengaruhi pada perhitungan untuk mencari kalor jenis.

12

DAFTAR PUSTAKA

Beueche, Fredrick. 1989. Fisika Dasar Edisi V. Jakarta : Erlangga Chang, Raumond. 2004. Kimia-Fisika. Jakarta : Erlangga Tim Revisi. 2009. Penuntun Praktikum Fisika Dasar. Universitas Lampung Bandar Lampung :

13

KALORIMETER Tanggal: 16 April 2009  Massa kalorimeter + pengaduk : 334,47 g  Memasukkan air 250 ml ke kalorimeter dan ditutup.  Massa logam tembaga 100 g. Cari Cp! (tembaga dan air)  Suhu dalam kalorimeter : TA : 28oC, TA : 31oC, 33oC, 36oC TB : 92oC, TB : 90oC, 91oC, 90oC TC : 35oC, 36oC, 38oC TA : tanpa tembaga TB : air panas panci TC : setelah tembaga ada  Memasukkan logam ke dalam panci (setelah mendidih). Rebus selama 5 menit.  Memindahkan logam dalam kalorimeter :  Waktu pemindahan : 1,3 sekon 0,6 sekon 0,5 sekon

Mengetahui, Asisten

(Zetmika Sari) 0613022013

14

TUGAS AKHIR 1. Tentukan harga kapasitas panas (Cp) dan ketidakpastiannya untuk setiap percobaan di atas! 2. Tentukan harga rata-rata kapasitas panas (Cp), dan ketidakpastiannya dari keseluruhan percobaan yang anda lakukan! 3. Bandingkan hasil yang anda peroleh dengan referensi! Jawab : 1. Perhitungan telah didpatkan Cp dari zat. Cp percobaan 1 = 2,64 kal g/oC Cp percobaan 2 = 2,64 kal g/oC Cp percobaan 3 = 2,65 kal g/oC Juga telah didpatkan KR = 0% 2.
C p rata -rata = 2,64 + 2,64 + 2,64 kal g / o C =2,64 kal g / o C 3

Rata-rata Cp adalah 2,64 kal g/oC KR = 0 % 3. Menurut hasil dari referensi Cp air sebesar 1, maka diperoleh Cp :
C p1 = C p2 = C p3 = M 2 C 2 ∆ 2 0,25 ⋅1 ⋅ 31 o T = =2,2 M ⋅∆ 1 T 0,1 ⋅ 35 o M 2C 2 ∆ 2 0,25 ⋅1 ⋅ 33 o T = =2,29 M ⋅∆ 1 T 0,1 ⋅ 36 o M 2 C 2 ∆ 2 0,25 ⋅1 ⋅ 36 o T = =2,36 M ⋅∆ 1 T 0,1 ⋅ 38 o

Kesalahan dari perbedaan adalah kurangnya keterampilan dari praktikum dan perhitungan dalam kalor jenis.

PERHITUNGAN

15

Dik : Mkal Cp air Cp kal tk-a 1 tzat 1 Dit :

= 66,5 kal g/oC = 1 kal g/oC = 0,22 kal g/oC = 31o; 2 = 33o; 3 = 36o = 35o; 2 = 36o; 3 = 38o

a) Cp percobaan 1? b) Cp percobaan 2? c) Cp percobaan 3? Jawab : a) Cp percobaan 1
C p zat =

(M

kal

C p kal + M air C p air
o

= =

(66,5 kal g/

M zat ( t zat − t rata −rata )

)( t

rata −rata

− t k −a )

(14 ,63 kal g/

C ⋅ 0,22 kal g/ o C + 250 kal g/ o C ⋅1 kal g/ o C 33 o − 31o C 100 g 35 o − 33 o o C

(

o

C + 250 kal g / C 2 C 200 g o C
2 o o

)(

)

)

)(

)

= 2,64 kal g/ o C

b) Cp percobaan 2
C p zat =

(M

kal

C p kal + M air C p air
o

= =

(66,5 kal g/

M zat ( t zat − t rata −rata )

)( t

rata −rata

− t k −a )

246 ,63 (1,5o C ) 150 g o C

C ⋅ 0,22 kal g/ o C + 250 kal g/ o C ⋅1 kal g/ o C )(34 ,5o − 33 o )C 100 g (36 o − 34 ,5o ) o C

= 2,64 kal g/ o C

c) Cp percobaan 3

16

C p zat =

(M

kal

C p kal + M air C p air
o

= =

(66,5 kal g/
246 ,63 (1) 100 g o C

M zat ( t zat − t rata −rata )

)( t

rata −rata

− t k −a )

C ⋅ 0,22 kal g/ o C + 250 kal g/ o C ⋅1 kal g/ o C 37 o − 36 o C 100 g 38 o − 37 o o C

(

)

)(

)

= 2,64 kal g/ o C

d) C p =

C p1 + C p 2 + C p 3
o

3 2,64 kal g/ C + 2,64 kal g/ o C + 2,64 kal g/ o C = 3 o = 2,64 kal g/ C

∑C

2 p1

=C p 1 + C p 2 + C p 3
2 2

2

2

2 2

=( 2,64 ) + ( 2,64 ) + ( 2,64 ) =6,96 + 6,96 + 6,96 = 20,9 kal g/ o C

∆C p = = = KR =

∑C

2 p

n( n −1)

− n (C p )

2

20 ,90 −3( 2,64 ) 3( 3 −1) 0 =0 6 ×100 % =

2

∑C

∆C p
p

0 ×100 % = 0% 20 ,9

N = p ± Cp T C ∆ = ,6 ± 2 4 0 = ,6 2 4

17

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->