P. 1
Definisi Kesulitan Belajar

Definisi Kesulitan Belajar

|Views: 1,474|Likes:
Published by Nha Likna

More info:

Published by: Nha Likna on Dec 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/22/2013

pdf

text

original

Definisi Kesulitan Belajar Aktifitas belajar bagi setiap individu, tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar.

Kadang-kadang lancar, kadang-kadang tidak, kadang-kadang dapat cepat menangkap apa yang dipelajari, kadang-kadang terasa amat sulit. Dalam hal semangat, terkadang semangatnya tinggi, tetapi juga sulit untuk mengadakan konsentrasi. Demikian kenyataan yang sering kita jumpai pada setiap anak didik dalam kehidupan sehari-hari dalam kaitannya dengan aktifitas belajar. Setiap individu memang tidak ada yang sama. perbedaan individu ini pulalah yang menyebabkan perbedaan tingkah laku dikalangan anak didik. “dalam keadaan di mana anak didik / siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya, itulah yang disebut dengan kesulitan belajar. Kesulitan belajar merupakan kekurangan yang tidak nampak secara lahiriah. Ketidak mampuan dalam belajar tidak dapat dikenali dalam wujud fisik yang berbeda dengan orang yang tidak mengalami masalah kesulitan belajar. Kesulitan belajar ini tidak selalu disebabkan karena factor intelligensi yang rendah (kelaianan mental), akan tetapi dapat juga disebabkan karena faktor lain di luar intelligensi. Dengan demikian, IQ yang tingi belum tentu menjamin keberhasilan belajar. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kesulitan belajar adalah suatu kondisi proses belajar yang ditandai hambatan-hambatan tertentu dalam mencapai hasil belajar. Jenis Kesulitan Belajar Jenis kesulitan belajar ini dapat dikelompokkan menjadi empat macam, yaitu sebagai berikut : Dilihat dari jenis kesulitan belajar : ada yang berat ada yang sedang Dilihat dari bidang studi yang dipelajari : ada yang sebagian bidang studi yang dipelajari, dan ada yang keseluruhan bidang studi. Dilihat dari sifat kesulitannya : ada yang sifatnya permanen / menetap, dan ada yang sifatnya hanya sementara Dilihat dari segi factor penyebabnya : ada yang Karena factor intelligensi, dan ada yang karena factor bukan intelligensi Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Masalah kesulitan belajar ini, tentunya disebabkan oleh berbagai factor. Untuk memberikan suatu bantuan kepada anak yang mengalami kesulitan belajar, tentunya kita harus mengetahui terlebih dahulu faktor apa yang menjadi penyebab munculnya masalah kesulitan belajar.

Faktor-faktor penyebab kesulitan belajar dapat digolongkan ke dalam dua golongan, yaitu : A. Faktor intern (factor dari dalam diri anak itu sendiri ) yang meliputi: 1). Faktor fisiologi Faktor fisiologi adalah factor fisik dari anak itu sendiri. seorang anak yang sedang sakit, tentunya akan mengalami kelemahan secara fisik, sehingga proses menerima pelajaran, memahami pelajaran menjadi tidak sempurna. Selain sakit factor fisiologis yang perlu kita perhatikan karena dapat menjadi penyebab munculnya masalah kesulitan belajar adalah cacat tubuh, yang dapat kita bagi lagi menjadi cacat tubuh yang ringan seperti kurang pendengaran, kurang penglihatan, serta gangguan gerak, serta cacat tubuh yang tetap (serius) seperti buta, tuli, bisu, dan lain sebagainya. 2). Faktor psikologis Faktor psikologis adalah berbagai hal yang berkenaan dengan berbagai perilaku yang ada dibutuhkan dalam belajar. Sebagaimana kita ketahui bahwa belajar tentunya memerlukan sebuah kesiapan, ketenangan, rasa aman. Selain itu yang juga termasuk dalam factor psikoogis ini adalah intelligensi yang dimiliki oleh anak. Anak yang memiliki IQ cerdas (110 – 140), atu genius (lebih dari 140) memiliki potensi untuk memahami pelajaran dengan cepat. Sedangkan anak-anak yang tergolong sedang (90 – 110) tentunya tidak terlalu mengalami masalah walaupun juga pencapaiannya tidak terlalu tinggi. Sedangkan anak yang memiliki IQ dibawah 90 ataubahkan dibawah 60 tentunya memiliki potensi mengalami kesulitan dalam masalah belajar. Untuk itu, maka orang tua, serta guru perlu mengetahui tingkat IQ yang dimiliki anak atau anak didiknya. Selain IQ factor psikologis yang dapat menjadi penyebab munculnya masalah kesulitan belajar adalah bakat, minat, motivasi, kondisi kesehatan mental anak, dan juga tipe anak dalam belajar. B. Factor ekstern (factor dari luar anak) meliputi ; 1). Faktor-faktor sosial Yaitu faktor-faktor seperti cara mendidik anak oleh orang tua mereka di rumah. Anak-anak yang tidak mendapatkan perhatian yang cukup tentunya akan berbeda dengan anak-anak yang cukup mendapatkan perhatian, atau anak yang terlalu diberikan perhatian. Selain itu juga bagimana hubungan orang tua dengan anak, apakah harmonis, atau jarang bertemu, atau bahkan terpisah. Hal ini tentunya juga memberikan pengaruh pada kebiasaan belajar anak. 2). Faktor-faktor non- sosial Faktor-faktor non-sosial yang dapat menjadi penyebab munculnya masalah kesulitan belajar adalah factor guru di sekolah, kemudian alat-alat pembelajaran, kondisi tempat belajar, serta kurikulum. Mengatasi Kesulitan Belajar Anak yang memiliki keterlambatan kemampuan membaca, mengalami kesulitan dalam mengartikan atau mengenali struktur kata-kata (misalnya huruf atau suara yang seharusnya tidak diucapkan, sisipan, penggantian atau kebalikan) atau memahaminya (misalnya, memahami fakta-fakta dasar, gagasan, utama, urutan peristiwa, atau topik sebuah bacaan). Mereka juga mengalami kesulitan lain seperti cepat melupakan apa yang telah dibacanya. Sebagian ahli berargumen bahwa kesulitan mengenali bunti-bunyi bahasa (fonem) merupakan dasar bagi keterlambatan kemampuan membaca, dimana kemampuan ini penting sekali bagi pemahaman hubungan antara bunyi bahasa dan tulisan yang mewakilinya. Istilah

atau mudah marah hingga dapat memusatkan perhatian. Bila anda meminta anak tersebut untuk berfokus pada kata-kata dibuku itu. Metode ini dapat ssudah dikemas dalam bentuk yang beraneka ragam. beberapa kesulitan bagi anak-anak penderita disleksia adalah sebagai berikut : Membaca dengan sangat lambat dan dengan enggan Menyusuri teks pada halaman buku dengan menggunakan jari telunjuk.anak ini mengalami kesulitan dalam mengenali dan mengeja kata-kata. dimana ketika itu disebut dengan buta huruf (word blindness). Ketika anda menyuruh anak tersebut untuk memperhatikan kata-kata. Istilah ini sebenarnya merupakan nama bagi salh satu jenis keterlambatan membaca saja. bila anda menunjukkan sebuah buku yang asing pada seorang anak penderita disleksia. Tanda-tanda disleksia tidak sulit dikenali. maupun software. meskipun kata yang digantikan tidak mempunyai arti dalam konteksnya. ia mungkin akan mengarang –ngarang cerita berdasarkan gambar yang ia lihat tanpa berdasarkan tulisan isi buku tersebut. Kondisi ini pertama kali diketahui pada abad ke sembilan belas. Selanjutnya ketika tiba masanya untuk sekolah. Menyusun kata-kata yang tidak mempunyai arti. sehingga pada akhirnya mereka mengalami masalah dalam memahami maknanya. Mengabaikan suku kata. baik buku. frase. Kiat Mengatasi Problem Dysleksia Cara yang paling sederhana. Mengabaikan tanda baca. atau bahkan baris teks. Menambahkan kata-kata atau frase yang tidak ada dalam teks.lain yang sering dipergunakan untuk menyebutkan keterlambatan membaca adalah disleksia. Disleksia mempengaruhi 5 hingga 10 persen dari semua anak yang ada. kata-kata. 1983). termasuk kata-kata yang sudah dikenal Mengganti satu kata dengan kata lain. Metode phonic ini merupakan metode yang digunakan untuk mengajarkan anak yang mengalami problem dysleksia agar dapat membaca melalui bunyi yang dihasilkan oleh mulut. bila seorang guru dan orangtua cermat mengamatinya. dan juga meluangkan waktu untuk berlatih phonic di rumah bersama orang tua mereka. Bagi anda orang tua. Tundalah sesi jika anak terlalu lelah. Beberapa peneliti menemukan bahwa disleksia cenderung mempengaruhi anak laki-laki lebih besar disbanding anak perempuan. berikut ini merupakan ide-ide yang dapat membantu anak anda dengan phonic dan membaca: Cobalah untuk menyisihkan waktu setiap hari untuk membaca. Semasa awal kanak-kanak.. Membalik urutan huruf atau suku kata dalam sebuah kata Salah dalam melafalkan kata-kata. . maka kesulitan mebaca pada anak tersebut akan terlihat jelas. lapar. seorang anak yang menderita disleksia mengalami kesulitan dalam mempelajari bahasa lisan. paling efektif untuk membantu anak-anak penderita dysleksia belajar membaca dengan mengajar mereka membaca dengan metode phonic. Metode phonic ini telah terbukti berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan anak dalam membaca (Gittelment & Feingold. Idealnya anakanak akan mempelajari phonic di sekolah bersama guru. ia mungkin berusaha untuk mengalihkan permintaan tersebut. Sebagai contoh.

tulislah cerita tersebut. catatan singkat. bersabarlah dan bantu untuk membenarkan kesalahan. Berikan hadiah padanya ketika dia melakukan sesuatu dengan sangat baik atau ketika anda melihat perubahan yang nyata pada nilai-nilainya di sekolah.Jangan melakukan sesuatu yang berlebih-lebihan pada saat pertama. Apa yang dialami Stephen merupakan problem kesulitan menukis (disgraphya). atau mintalah anak untuk mengarang sebuah cerita. dan mintalah ia untuk membaca kembali tulisan tersebut. Tulisan tangan yang jelek biasanya tetap dapat terbaca oleh penulisnya. terdapat seorang ahli ilmu kesehatan yang bernama Stephen yang tidka pernah menulis apapun di atas kertas. berikan waktu sebelum anda terburu-buru memberi bantuan. Bersikaplah positif dan pujilah anak anda ketika dia membaca dengan benar. tetapi merasakannya juga. Mulailah dengan membaca beberapa halaman pertama atau paragraph dari cerita dengan suara keras untuk memancing anak. pertahankanlah itu. Variasikan aktivitas dengan meluangkan beberapa sesi untuk melakukan permaianan katakata sebagai ganti aktivitas membaca. Jangan membuat sesi ini sebagai pengganti kegiatan membaca dengan suara keras pada anak anda. Tanyakan pendapatnya tentang cerita atau karakterkarakter dalam cerita tersebut. seberapapun ia mencoba dengan keras ia tidak dapat menulis apapun dengan jelas. anak membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menulis. dan juga dilakukan dalam waktu yang relatif sama dengan yang menulis dengan bagus. sehingga dia dan orang lain tidak dapat membaca tulisan tangannya. keterampilan . Tentunya disgraphya ini berbeda dengan tulisan tangan yang jelek.mulailah dengan sepuluh atau lima belas menit sehari. Kemudian mintalah anak membaca terusan ceritanya untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Problem Kesulitan Menulis (Dysgraphia) Dalam sebuah pelatihan menjadi ahli ilmu kesehatan anak. Dalam menulis sesuatu kita membutuhkan penglihatan yang cukup jelas. Ketika anda membaca cerita bersama-sama. Ini akan sangat membantunya mengenal buku dengan punuh kegembiraan. Akan tetapi untuk dysgraphia. Tentukan tujuan yang dapat dicapai : satu hari sebanyak satu halaman dari buku phonics atau buku bacaan mungkin cukup pada saat pertama. Kemudian diketahui bahwa Stephen memang tidak dapat menulis secara jelas. Ia menggunakan mesin ketik yang dapat dibawa kemana-mana (portable) untuk segala sesuatu laporan pasien. pastikan bahwa anak tidak hanya melafalkan kata-kata. Jika dia raguragu. Jik anda selalu membacakan cerita waktu tidur. Ketika dia membuat kesalahan.

ia memiliki nilai yang bagus pada masa-masa awal. Mengerjakan tes-tes yang dibawa pulang (take – home test) atau tes dalam kelas dengan cara menegtik. karena pendidikan sangatlah penting bagi masa depan anak. Sebagian ahli merasa bahwa pendekatan yang terbai untuk dysgraphia adalah dengan jalan mengambil jalan pintas atas problem tersebut. tidka ada alasan untuk menyangkal kesempatan bagi seorang anak yang cerdas untuk meraih kesuksesan di sekolah. dan nantinya mungkin akan jarang butuhkan ketika beranjak dewasa.motorik halus. dan dapat menunjukkan apa yang mereka ketahui. anak-anak dapat: Meminta fotokopi dari catatan-catatan guru atau meminta ijin untuk mengkopi catatn anak lain yang memiliki tulisan tangan yang bagus . Bila strategi-strategi di atas tidak mungkin dilakukan Karena beberapa alasan. pengetahuan tentang bahasa dan ejaan. dan otak untuk mengkoordinasikan ide dengan mata dan tangan untuk menghasilkan tulisan. Anak-anak menulis karena dua alasan : pertama untuk menangkap informasi yang mereka butuhkan untuk belajar (dengan menulis catatan) dan kedua untuk menunjukkan pengetahuan mereka tentang suatu mata pelajaran (tes-tes menulis). Menggunakan alat perekam untuk menangkap informasi saat pelajaran Sebagai ganti menulis jawaban tes dengan tangan. akan tetapi kemudian nilainya jatuh dan akhirnya guru Stephen di kelas V memanggilnya. Ada dua bagian dalam pendekatan ini. Dari pada mereka harus bersusah payah mengusaia suatu keterampilan yang sangat sulit bagi mereka. Sebagai ganti menulis dengan tangan. Keuntungan dari pendekatan ini adalah bahwa pendekatan ini memberikan perbedaan yang segera tampak pada anak. mereka dapat : Melakukan tes secara lisan Mengerjakan tes dengan pilihan ganda. Kiat Mengatasi Problem Dysgrapia Untuk mengatasi problem dysgraphia ini. Guru tersebut meminta orang tua Stephen untuk mengajari Stephen mengetik pada mesin ketik yang dapat dibawa kemana-mana (portable). maka tidak sepadan resiko membiarkan anak menjadi semakin lama semakin frustasi dan menjadi putus asa karena . maka anakanak penderita dysgraphia harus diijinkan untuk mendapatkan waktu tambahan untuk tes-tes dan ujian tertulis. Hal ini membuat mereka merasa lebih baik berkenaan dengan sekolah dan diri mereka sendiri. dan juga memanggil orang tuanya. Jika salah satu elemen tersebut mengalami masalah maka menulis akan menjadi suatu pekerjaan yang sulit atau tidak mungkin dilakukan. sangatlah baik apabila kita belajar dari sebuah kasus anak yang mengalami dysgraphia. mereka dapat berkonsentrasi untuk mempelajari keterampilan lain. Problem dysgraphia muncul pada Stephen saat sekolah dasar. selain itu. Hasilnya nilai dan prestasi Stephen meningkat secara tajam. mereka dapat mengandalkan teman tersebut danmengandalkan buku teks untuk belajar. yaitu dengan menggunakan teknologi untuk memberikan kesmepatan pada anak mengerjakan pekerjaan sekolah tanpa harus bersusah payah menulis dengan tangannya. Belajar cara mengetik dan menggunakan laptop / note book untuk membuat catatan di rumah dan menyelesaikan tugas-tugas sekolah.

Lalu seorang guru memanggilnya. Anak tersebut tentunya belum tentu anak yang bodoh dalam hal yang lain. Kiat Mengatasi Anak Dengan Dyscalculia Seperti halnya problem kesulitan menulis dan membaca. duduk di kelas V) didapati mengalami masalah dengan mata pelajaran matematika. hanya saja ia mengalami masalah dengan kemampuan menghitungnya. atau system angka yang tidk menggunkan basis sepuluh. Ia berusaha keras menemukan jawabannya tetapi tetap tidak bisa. dan lain sebagainya. kemampuan membedakan ide-ide abstrak. Untuk lebih jelas mengenai gambaran anak yang mengalami problem dyscalculia. dan keterampilan bahasa lainnya. walaupun pada mata pelajaran lain. pengurangan. membayar rekening listrik. dan memberinya lembar kertas dan pensil dan memintanya menyelesaikan soal berikut :Jones seorang petani memiliki 25 pohon apel dan tiap pohon menghasilkan 50 kilogram apel pertahun. yaitu penjumlahan. baik ketika membeli sesuatu. dan pembagian. ia menjawab. seperti angka-angka negatif. atau dengan mengambil jalan pintas. biasanya mengacu pada pada suatu problem khusus dalam menghitung. ada dua pendekatan yang mungkin : kita dapat menawarkan beberapa bentuk penganganan matematika yang intensif. Inilah gambaran seorang anak yang mengalami problem “dyscalculia”. Nilai matematika yang Jessica dapat selalu rendah. yaitu penanganan matematika yang intensif. perkalian. pola. Tidak diragukan lagi bahwa berhitung merupakan pekerjaan yang kompleks yang di dalamnya melibatkan : membaca. dapat kita lakukan . berapa kilogram apel yang dihaislkan Jones tiap tahun?. ia harus mengalikan 25 dengan 50. menulis. Istilah ‘dyscalculia’. kemampuan untuk membedakan ukuran-ukuran dan kuantitas relatif dan obyektif. ingatan jangka pendek untuk meningat elemen-elemen dari sebuah soal matematika saat mengerjakan persamaan. Ketika guru bertanya bagaimana cara menyelesaikan. nilainya baik. Kemudian guru memberinya kalkulator. kemampuan untuk mengenali urutan. Anak yang mengalami problem dyscalculia merupakan anak yang memiliki masalah pada kemampuan menghitung. atau melakukan operasi aritmatika. akan tetapi ia tidak dapat menghitungnya. dan kemudian ia dapat menghitungnya. Meskipun banyak masalah yang mungkin turut mempengaruhi kemampuan untuk memahami. perhatikanlah contoh kasus berikut. Problem Kesulitan Menghitung (Dyscalculia) Berhitung merupakan kemampuan yang digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Seorang anak bersama Jesica (sepuluh tahun. Pendekatan yang pertama. dan mencapai keberhaislan dalam pelajaran matematika.pekerjaan sekolah. dan kelompok.

Pendekatan yang kedua. Kondisi tertentu itu dapat berkenaan dengan keadaan dirinya yaitu berupa kelemahan-kelemahan dan dapat juga berkenaan dengan lingkungan yang tidak . ataupun seorang guru dengan mengatakan seorang anak yang mendapatkan nilai yang rendah merupakan anak yang bodoh dan gagal perlu menjadi perhatian kita. BAB I PENDAHULUAN 1. pada tingkat pendidikan dasar berbagai kemampuan tersebut masih memiliki relasi yang kuat. Karena sebagaimana kita ketahui bahwa mungkin saja anak hanya mengalami gangguan pada salah satu kemampuan tadi. maka anak dengan problem dyscalculia ini juga dapat diberikan calculator untuk menghitung. membaca. walaupun mungkin saja kemampuan yang dimiliki berbeda satu dengan yang lainnya. Masalah yang mungkin ada pada pada salah satu kemampuan tersebut dapat menggangu kemampuan yang lain. Pendekatan ini menggunakan pengajaran secara privat dengan teman sebaya (peer tutoring). Hal ini sederhana karena anak dengan problem dyscalculia tidka memiliki masalah dengan kaitan antara angka. akan tetapi lebih kepada menghitung angka-angka tersebut.dengan teknik “individualisasi yang dibantu tim”. Dengan demikian apa yang kita sering lakukan baik sebagai seorang orang tua. Masalah belajar yang terjadi dikalangan murid sering kali terjadi dan menghambat kelancaran proses belajar siswa. serta berhitung.1 Latar Belakang Dunia pendidikan mengartikan diagnosis kesulitan belajar sebagai segala usaha yang dilakukan untuk memahami dan menetapkan jenis dan sifat kesulitan belajar. yaitu jalan pintas. Diagnosis terhadap permasalahan sesungguhnya yang dialami anak mutlak harus dilakukan. sebagaimana Jessica diberikan kalkulator untuk menghitung. Untuk itu. dan ia tidak tahu bagaimana mengatasi masalah tersebut. menulis. Teknik ini mendorong anak yang cepat menangkap materi pelajaran agar mengajarkannya pada temannya yang lain yang mengalami problem dyscalculia tersebut. dan ada juga yang lama. sehingga kita dapat menentukan alternatif pilihan bantuan bagaimana mengatasi kesulitan tersebut. yang terpenting bagi kita adalah dapat menelaah dengan baik perkembangan anak kita. Pendekatan ini mendasari tekniknya pada pemahaman bahwa kecepatan belajar seorang anak berbeda-beda. sehingga ada anak yang cepat menangkap. Dengan demikian kita akan mengetahui kesulitan belajar apa yang dialami anak. Penutup Pada dasarnya semua anak memiliki kemampuan.

tetapi juga dapat menimpa murid-murid yang pandai atau cerdas. materi yang diajarkan tidak sesuai dengan kemampuan siswa. dan pandangan siswa terhadap pelajaran tertentu.4 Hipotesis Penelitian ini dilakukan berangkat dari keyakinan penulis setelah melakukan pengenalan masalah. maka beberapa masalah yang dapat dirumuskan dan akan dibahas dalam Makalah ini adalah apa saja penyebab kesulitan belajar pada siswa? Dan bagaimana solusi yang bisa di berikan untuk menanggulangi masalah belajar pada siswa.menguntungkan bagi dirinya. Untuk mengetahui penyebab kesulitan belajar siswa. 1. Untuk mengetahui solusi apa saja yang diberikan oleh pihak BK dalam mengatasi masalah belajar siswa.2 Tujuan Tujuan dari observasi ini adalah: 1. 2. Masalah-masalah belajar ini tidak hanya dialami oleh muridmurid yang lambat saja dalam belajarnya. 1. Adapun keyakinan atau hipotesis tersebut adalah masalah belajar siswa dapat disebabkan beberapa faktor baik internal maupun eksternal dari diri siswa. Kemungkinan masalah belajar ini muncul di sebabkan oleh metode guru dalam mengajar. 1.3 Rumusan Masalah Dengan melihat latar belakang yang telah dikemukakan. 1. kondisi emosional siswa.5 Sistematika Penulisan Cover Daftar Isi .

wawancara dan kepustakaan. BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN . Untuk menambah informasi. 2.30 WIB di Jalan Dago 396. Wawancara Untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan. 4 November 2010 pukul 08. Bandung.BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V Daftar pustaka Pendahuluan Metodologi Hasil dan Pembahasan Rekomendasi Penutup BAB II METODOLOGI PENELITIAN 2.3 Waktu Penelitian Observasi dan wawancara dilakukan pada Kamis. Wawancara dilakukan dengan salah satu guru BK di sekolah tersebut. Adapun observasi dilakukan di SMA NEGERI 1 BANDUNG tepatnya di Jalan Dago 396. Tinjauan pustaka c. penulis mencari literatur yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Bandung. Observasi b. digunakan metode observasi.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan ialah: a.

Kondisi tertentu itu dapat berkenaan dengan keadaan dirinya yaitu berupa kelemahankelemahan dan dapat juga berkenaan dengan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi dirinya. tetapi juga dapat menimpa murid-murid yang pandai atau cerdas. Pengertian belajar dapat didefinisikan “Belajar ialah sesuatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. 3. 4. Masalah-masalah belajar ini tidak hanya dialami oleh murid-murid yang lambat saja dalam belajarnya.1 Tinjauan Pustaka Prayitno (1985) mengemukakan bahwa masalah adalah sesuatu yang tidak disukai adanya. . tetapi prestasi belajarnya tergolong rendah. Learning Disorder atau kekacauan belajar adalah keadaan dimana proses belajar seseorang terganggu karena timbulnya respons yang bertentangan. Menurut Gagne (1984: 77) bahwa “belajar adalah suatu proses dimana suatu organisasi berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman”. meskipun sebenarnya siswa tersebut tidak menunjukkan adanya subnormalitas mental. Kesulitan belajar siswa mencakup pengertian yang luas. atau gangguan psikologis lainnya. Under Achiever mengacu kepada siswa yang sesungguhnya memiliki tingkat potensi intelektual yang tergolong di atas normal.3. Learning Disfunction merupakan gejala dimana proses belajar yang dilakukan siswa tidak berfungsi dengan baik. Slow Learner atau lambat belajar adalah siswa yang lambat dalam proses belajar. belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan dalam tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. namun prestasi belajarnya biasa-biasa saja atau malah sangat rendah. Proses belajar merupakan aktivitas psikis berkenaan dengan bahan belajar. sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”. gangguan alat dria. Contoh : siswa yang telah dites kecerdasannya dan menunjukkan tingkat kecerdasan tergolong sangat unggul (IQ = 130 – 140). Dari definisi masalah dan belajar maka masalah belajar dapat diartikan atau didefinisikan sebagai berikut : “Masalah belajar adalah suatu kondisi tertentu yang dialami oleh murid dan menghambat kelancaran proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan”. menimbulkan kesulitan bagi diri sendiri dan atau orang lain. menurut pengertian secara psikologis. diantaranya : 1. 2. ingin atau perlu dihilangkan. Dalam interaksi belajar mengajar siswa merupakan kunci utama keberhasilan belajar selama proses belajar yang dilakukan.

sehingga ia membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan sekelompok siswa lain yang memiliki taraf potensi intelektual yang sama. Lemahnya motivasi atau tiadanya motivasi belajar akan melemahkan kegiatan belajar. Menurut seorang ilmuan ahli psikologis kekuatan belajar seseorang setelah tiga puluh menit telah mengalami penurunan. Ia menyarankan agar guru melakukan istirahat selama beberapa menit. Dengan memberikan selingan istirahat. • Konsentrasi Belajar Konsentrasi belajar merupakan kemampuan memusatkan perhatian pada pelajaran. Faktor-Faktor yang dialami dan dihayati oleh siswa dan hal ini akan sangat berpengaruh terhadap proses belajar: 1. Akibatnya tidak akan terjadi proses belajar yang kondusif. Selanjutnya mutu belajar akan menjadi rendah. 5. • Motivasi Belajar Motivasi belajar merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar. sehingga hasil belajar di bawah potensi intelektualnya. Oleh karena itu motivasi belajar pada diri siswa perlu diperkuat terus menerus. Pemusatan perhatian tersebut tertuju pada isi bahan belajar maupun proses memperolehnya. Untuk memperkuat perhatian guru perlu melakukan berbagai strategi belajar mengajar dan memperhatikan waktu belajar serta selingan istirahat. maka perhatian dan prestasi belajar dapat ditingkatkan. nilai agama. Isi bahan belajar merupakan nilai nilai dari suatu ilmu pengetahuan. Sikap siswa ini akan mempengaruhinya terhadap tindakan belajar. Pemahaman siswa yang salah terhadap belajar akan membawa kepada sikap yang salah dalam melakukan pembelajaran. Faktor-Faktor Internal Belajar • Sikap Terhadap Belajar Selama melakukan proses pembelajaran sikap siswa akan menentukan hasil dari pembelajaran tersebut. Kemampuan siswa dalam mengolah bahan pelajaran menjadi makin baik jika siswa berperan aktif selama proses belajar. . Learning Disabilities atau ketidakmampuan belajar mengacu pada gejala dimana siswa tidak mampu belajar atau menghindari belajar. serta nilai kesenian. Sikap yang salah akan membawa siswa mersa tidak peduli dengan belajar lagi. nilai kesusilaan. • Mengolah Bahan Belajar Mengolah bahan belajar merupakan kemampuan siswa untuk menrima isi dan cara pemerolehan ajaran sehingga menjadi bermakna bagi siswa.

rasa percaya diri dapat timbul berkat adanya pengakuan dari lingkungan. pra-pengolahan. • Rasa Percaya Diri Siswa Rasa percaya diri timbul dari keinginan mewujudkan diri bertindak dan berhasil. Didikan memiliki cita-cita harus . Dengan perolehan hasil belajar yang rendah. pengolahan. Kemampuan berprestasi tersebut terpengaruh pada prosesproses penerimaan. serta pemanggilan untuk pembangkitan pesan dan pengalaman. Siswa menunjukan bahwa ia telah mampu memecahkan tugas-tugas belajar atau menstransfer hasil belajar. Dalam proses belajar diketahui bahwa unjuk prestasi merupakan tahap pembuktian perwujudan diri yang diakui oleh guru dan rekan sejawat siswa. • Kebiasaan Belajar Kebiasaan-kebiasaan belajar siswa akan mempengaruhi kemampunanya dalam berlatih dan menguasai materi yang telah disampaikan oleh guru. pengaktifan. Hal ini akan merugikan calon tenaga kerja itu sendiri. penyimpanan. bergaya jantan seperti merokok. • Cita-Cita Siswa Cita-cita sebagai motivasi intrinsic perlu didikan. menyia-nyiakan kesempatan belajar. Kecakapan tersebut menjadi actual bila siswa memecahkan masalah dalam belajar atau kehidupan sehari-hari. kota besar. Pada tahap ini siswa membuktikan hasil belajar yang telah lama ia lakukan. kota kecil. datang terlambat bergaya pemimpin. Dari pengalaman sehari-hari di sekolah diketahui bahwa ada sebagian siswa tidak mampu berprestasi dengan baik. belajar tidak teratur. berpikir secara baik dan bergaul dengan lingkungan secara efisien. Semakin sering siswa mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik maka rasa percaya dirinya akan meningkat. Oleh karena itu pada tempatnya mereka didorong untuk melakukan belajar dibidang kterampilan. Kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut dapat ditemukan di sekolahsekolah pelosok. yang disebabkan oleh intelegensi yang rendah atau kurangnya kesungguhan belajar. Dan apabila sebaliknya yang terjadi maka siswa akan merasa lemah percaya dirinya.• Kemampuan Berprestasi Kemampuan berprestasi atau unjuk hasil belajar merupakan puncak suatu proses belajar. Dari segi perkembangan. • Intelegensi Dan Keberhasilan Belajar Intelegensi merupakan suatu kecakapan global atau rangkuman kecakapan untuk dapat bertindak secara terarah. bersekolah hanya untuk bergengsi. berarti terbentuknya tenaga kerja yang bermutu rendah. Untuk sebagian kebiasaan tersebut dikarenakan oleh ketidakmengertian siswa dengan arti belajar bagi diri sendiri. Kebiasaan buruk tersebut dapat berupa belajar pada akhir semester.

pemenuhan kebutuhan hidup sebagai manusia. Dalam kehidupan tersebut terjadi hubungan akrab kerjasama. peranan dan tanggung jawab sosial tertentu. Hal ini tidak berarti bahwa lengkapnya sarana dan prasarana menentukan jaminan melakukan proses pembelajaran yang baik. • Prasarana Dan Sarana Pembelajaran Lengkapnya sarana dan prasarana pembelajaran merupakan kondisi pembelajaran yang baik. Kurikulum disusun berdasarkan tuntutan kemajuan masyrakat. tetapi juga menjadi pendidik pemuda generasi bangsanya. Cita-cita merupakan harapan besar bagi siswa sehingga siswa selalu termotivasi untuk belajar dengan serius demi menggapai cita-cita tersebut. bersaing. Perubahan kurikulum sekolah menimbulkan masalah seperti tujuan yang akan dicapai mungkin akan berubah. Adanya rekonstruksi itu menimbulkan kurikulum baru. Guru yang mengajar siswa adalah seorang pribadi yang tumbuh menjadi penyandang profesi bidang studi tertentu. Dengan mengaitkan pemilikan cita-cita dengan kemampuan berprestasi maka siswa diharapkan berani bereksplorasi sesuai dengan kemampuannya sendiri. Sebagai seorang pribadi ia juga mengembangkan diri menjadi pribadi utuh. Dalam kehidupan tersebut terjadi pergaulan seperti hubungan sosial tertentu. kegiatan belajar mengajar berubah serta evaluasi berubah. berkompetisi. Sebagai seorang diri yang mengembangkan keutuhan pribadi.ditanamkan sejak mulai kecil. atau yayasan pendidikan. Ia tidak hanya mengajar bidang studi yang sesuai dengan keahliannya. Justru disinilah muncul bagaimana mengolah sarana dan prasaranapembelajaran sehingga tersenggara proses belajar yang berhasil dengan baik. isi pendidikan berubah. • Kurikulum Sekolah Kurikulum yang diberlakukan di sekolah adalah kurikulum nasional yang disahkan oleh pemerintah. Dengan kemajuan dan perkembangan masyrakat timbul tuntutan kebutuhan baru dan akibatnya kurikulum sekolah perlu direkonstruksi. Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Masalah Belajar Kesulitan belajar ini merupakan suatu gejala yang nampak dalam berbagai jenis . 2. konflik atau perkelahian. Faktor-Faktor Eksternal Belajar Faktor-faktor eksternal tersebut adalah sebagai berikut: • Guru Sebagai Pembina Siswa Belajar Guru adalah pengajar yang mendidik . ia juga menghadapi masalah pengembangan diri. • Lingkungan Sosial Siswa Di Sekolah Tiap siswa dalam lingkungan sosial memiliki kedudukan. kerja berkoprasi. 3.

antara lain : Sifat kurikulum yang kurang fleksibel Terlalu berat beban belajar (murid) dan atau mengajar (guru) Metode mengajar yang kurang memadai Kurangnya alat dan sumber untuk kegiatan belajar b). Kelemahan emosional. Ketidakseimbangan mental ( adanya gangguan dalam fungsi mental ). antara lain: Gangguan secara fisik. Guru yang akrab dengan murid. gangguan panca indera. Menurut Lindgren. pertimenampakkan kurangnya kemampuan mental. Kelemahan yang disebabkan oleh kebiasaan dan sikap salah seperti kurang perhatian dan minat terhadap pelajaran sekolah.pernyataan (manifestasi). antara lain : Keluarga tidak utuh atau kurang harmonis. dan sering bolos atau tidak mengikuti pelajaran. Pada garis besarnya sebab-sebab timbulnya masalah belajar pada murid dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu : 1) • • • • Faktor-faktor Internal ( faktor-faktor yang berada pada diri murid itu sendiri ). Pemahaman ini merupakan dasar dalam usaha memberikan bantuan kepada murid yang mengalami kesulitan belajar. terutama guru. kurang bisa menyesuaikan diri (maladjustment ). akan dapat menimbulkan perasaan sukses dalam diri muridnya dan hal ini akan menyuburkan keyakinan diri dalam diri murid. tercekam rasa takut. dan sebagainya ). benci. cacat tubuh. serta penyakit menahan ( alergi. yaitu : a). Karena guru bertanggung jawab terhadap proses belajar-mengajar. 2) • • • • • • • Faktor Eksternal ( faktor-faktor yang timbul dari luar diri individu ). seperti merasa tidak aman. Melalui contoh . seperti kurang berfungsinya organ-organ perasaan. Keluarga (rumah). dan antipati serta ketidakmatangan emosi. taraf kecerdasannya cenderung kurang. (1967 : 55) bahwa lingkungan sekolah. Sikap orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan anaknya Keadaan ekonomi. menghargai usaha-usaha murid dalam belajar dan suka memberi petunjuk kalau murid menghadapi kesulitan. alat bicara. malas dalam belajar. Sekolah. asma. maka ia seharusnya memahami manifestasi gejala-gejala kesulitan belajar.

5. Mengalokasikan letaknya kesulitan atau permasalahannya 6.sikap sehari-hari. . Komunikasi 4. sehingga murid-muridnya juga akan memiliki penilaian diri yang positif. 7. 3. Memperkirakan alternatif pertolongan. Jadi jelaslah bahwa guru yang kurang akrab dengan murid. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan diketahui penyebab kesulitan belajar siswa. Keadaan kelas yang kurang kondusif. Melokalisasikan jenis faktor dan sifat yang menyebabkan mengalami berbagai kesulitan. Langkah-langkah yang ditempuh untuk menjamin keberhasilan belajar adalah : 1) Identifikasi masalah siswa 2) Diagnosa 3) Prognosa 4) Pemberian Bantuan 5) Follow up (tindak lanjut) Upaya-Upaya Penanggulangan Masalah Belajar : 1. Keberhasilan seorang murid dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berasal dari sekolah seperti guru yang harus benar-benar memperhatikan peserta didiknya. Mengidentifikasi siswa yang diperkirakan mengalami kesulitan belajar. kurang menghargai usahausaha murid maka murid akan merasa kurang diperhatikan dan akan mengakibatkan murid itu malas belajar atau kurangnya minat belajar sehingga anak itu akan mengalami kesulitan belajar. guru yang memiliki penilaian diri yang positif akan ditiru oleh muridnya. Penataan ruangan yang tidak menunjang dalam kegiatan pembelajaran. Perhatikan Mood 2.2 Hasil Observasi Observasi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penyebab kesulitan belajar siswa dan untuk mengetahui solusi apa yang diberikan oleh pihak BK (Bimbingan Konseling) dalam mengatasi masalah belajar siswa. Siapkan Ruang Belajar 3. diantaranya sebagai berikut : 1.

2. . yaitu : 1. Pandangan siswa terhadap suatu mata pelajaran yang menganggap mata pelajaran itu sulit sehingga siswa merasa segan dan terbebani untuk mempelajarinya. Adapun solusi yang diberikan oleh pihak BK (Bimbingan Konseling) dalam mengatasi masalah belajar siswa. Pencarian data tentang masalah yaitu dengan berkomunikasi dengan orang tua siswa dan wali kelas. 3. Melakukan konsultasi secara privat. 4. 3. Adanya faktor dari lingkungan luar seperti masalah keluarga dan masalah ekonomi. Cara mengajar guru yang tidak memfasilitasi berbagai gaya belajar siswa dan sikap guru yang dictator. Melakukan pendekatan terhadap siswa 2.

• Faktor eksternal belajar siswa.BAB IV PENUTUP 4. Melakukan konsultasi secara privat. yaitu: • Faktor internal belajar siswa. lingkungan siswa di sekolah dan kurikulum sekolah. dapat kita ketahui bahwa ada 2 faktor yang dapat membuat siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran. sarana dan prasarana. meliputi sikap siswa dalam belajar. konsentrasi siswa.1 Kesimpulan Dari hasil observasi yang kita lakukan. Adapun solusi yang diberikan oleh pihak BK (Bimbingan Konseling) dalam mengatasi masalah belajar siswa. yaitu : • • • Melakukan pendekatan terhadap siswa Pencarian data tentang masalah yaitu dengan berkomunikasi dengan orang tua siswa dan wali kelas. diperlukan pendekatan yang lebih intensif dari guru BK. meliputi guru sebagai pembina siswa belajar. Sehingga siswa dapat terus terpantau bagaimana perkembangannya dalam proses pembelajaran Pendahuluan . motivasi belajar siswa. rasa percaya diri siswa.2 Saran Agar proses belajar mengajar siswa dapat berlangsung secara optimal. dan cita-cita siswa. kebiasaan belajar. cara mengolah pembelajaran. 4.

Terdapat tiga ciri utama dari metode pemecahan masalah yaitu:pertama. Dengan menggunakan metode pemecahan masalah siswa dituntut keaktifannya dalam mengikuti kegiatan pembelajaran serta dituntut kreativitasnya dalam menyelesaikan soal. Sedangkan kegiatan pembelajaran adalah kegiatan interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Dalam pembelajaran matematika seringkali siswa merasa kesulitan dalam belajar. maka rumusan masalahnya adalah: Apakah dengan menggunakan metode pemecahan masalah pada mata pelajaran matematika di sekolah dasar dapat meningkatkan aktivitas dan kreativitas belajar siswa? Kajian teori Metode Pemecahan Masalah Konsep dasar dan karakteristik metode pemecahan masalah diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan pada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. Mengacu pada berbagai teori diatas maka metode pemecahan masalah sangat tepat untuk diterapkan sebagai solusi untuk meningkatkan aktivitas dan kreativitas belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Aktif yang dimaksud adalah siswa aktif bertanya.soal yang memang menuntut mereka untuk berfikir kreatif.hal yang dipelajarinya. mempertanyakan. merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran artinya dalam implementasinya ada sejumlah kegiatan yang harus dilakukan siswa. Sehingga. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas. Akibatnya prestasi siswa baik secara nasional maupun internasional belum menggembirakan. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. karena kreativitas dalam pembelajaran dapat menciptakan situasi yang baru. sehingga pengertian siswa tentang konsep salah. Sedangkan guru yang bertugas sebagai pengelola pembelajaran seringkali belum mampu menyampaikan materi pelajaran kepada siswa secara bermakna. karena belajar memang merupakan suatu proses aktif dari siswa dalam membangun pengetahuannya. Dalam kegiatan pembelajaran siswa tidak hanya dituntut keaktifannya saja tapi juga kekreativitasannya. tidak monoton dan menarik sehingga siswa akan lebih terlibat dalam kegiatan pembelajaran. . yang menempatkan masalah sebagai kunci dari proses belajar. serta penyampaiannya juga terkesan monoton tanpa memperhatikan potensi dan kreativitas siswa sehingga siswa merasa bosan karena siswa hanya dianggap sebagai botol kosong yang siap diisi dengan materi pelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa dalam pembelajaran matematika guru harus menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dan disesuaikan dengan kondisi siswa sehingga siswa lebih memahami materi yang disampaikan dan siswa lebih berkesan dengan pembelajaran yang telah disampaikan serta siswa akan lebih mengingat dan tidak mudah melupakan hal. jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. mengemukakan gagasan dan terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. selain itu belajar siswa belum bermakna. kedua aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaiakn masalah. Karena metode pemecahan masalah sendiri diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. Dalam kegiatan pembelajaran siswa dituntut keaktifannya.Belajar merupakan suatu proses yang mengakibatkan adanya perubahan perilaku baik potensial maupun aktual dan bersifat relatif permanen sebagai akibat dari latihan dan pengalaman. Rendahnya prestasi disebabkan oleh faktor siswa yaitu mengalami masalah secara komprehensip atau secara parsial.

kemungkinan yang ada berkaitan dengan pemecahan masalahnya sebelum mengambil tindakan secara kongkrit. Dalam rangka memecahkan persoalan. Kriteria pemilihan bahan pelajaran dalam strategi pemecahan masalah: Bahan pelajaran harus mengandung isu. Beraksi(Act It Out) Strategi ini menuntut untuk melihat apa yang ada dalam masalah dan membuat hubungan . Bahan yang dipilih merupakan bahan yang berhubungan dengan kepentingan orang banyak. Bahan yang dipilih merupakan bahan yang mendukung tujuan atau kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa sesuai dengan kurikulum. Guru ingin agar siswa memahami hubungan antara apa yang dipelajari dengan kenyataan dalam kehidupannya. Macam-macam strategi pemecahan masalah matematika di sekolah dasar: Menurut Reys (1978) dan buku pengembangan pembelajaran matematika SD. Guru ingin mendorong siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajarnya. Belajar pemecahan masalah adalah tipe belajar yang paling tinggi kerena lebih kompleks dari yang lain. tetapi menguasai dan memahami secara penuh. Ada yang segera mengambil langkah begitu perintah telah dimengerti dan mencoba-coba hingga sampai pada cara yang benar. 2008.isu yang mengandung konflik. membedakan. sehingga terasa bermanfaat. Strategi pemecahan masalah dapat diterapkan manakala: Guru mengharapkan agar siswa tidak hanya sekedar dapat mengingat materi pelajaran. Bahan yang dipilih adalah bahan yang familiar dengan siswa. pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan berfikir secara ilmiah (wina Sanjaya. rangkaian verbal. stimulus respon. namun ada juga yang tidak mengambil tindakan tetapi memikirkan kemungkinan.masalah apabila diamati akan terdapat adanya perbedaan dalam langkah.pembentukan aturan dan pemecahan masalah. pembentukan konsep. Guru bermaksud untuk mengembangkan keterampilan berfikir rasional siswa.langkah yang diambil dari individu satu dengan individu yang lain.ketiga. Guru menginginkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah serta membuat tantangan intelektual siswa. yaitu: belajar isyarat. 114-115) Menurut Gagne. Bahan yang dipilih sesuai dengan minat siswa sehingga setiap siswa merasa perlu mempelajarinya. rangkaian gerak.persoalan atau masalah. belajar dapat dikelompokkan menjadi 8 tipe belajar. sehingga siswa dapat mengikuti dengan baik. disebutkan beberapa macam strategi pemecahan masalah yaitu: a.

f. dapat menyederhakan dengan mengkategorikan semua kemungkinan kedalam beberapa bagian. g.antar komponen dalam masalah menjadi jelas melalui serangkaian saksi fisik atau manipulasi objek. siswa sering kali diminta untuk membuat tabel dan kemudian menggunakannya untuk menemukan pola yang relevan dengan permasalahan yang ada. Namun. Menulis kalimat terbuka Strategi ini dapat melihat hubungan antara informasi yang diberikan dan yang dicari. karena kadang kala tidak mungkin untuk mengidentifikasi seluruh kemungkinan himpunan penyelesaian. d. Membuat gambar atau diagram Strategi ini digunakan untuk menyederhanakan masalah dan memperjelas hubungan yang ada. dan memilih langkah-langkah penyelesaian yang sesuai dengan soal. Untuk menyederhanakan permasalahan. diberikan. h. Dalam kondisi demikian. Dengan kata lain strategi ini sangat membantu dalam mengklasifikasikan dan menyusun informasi atau data dalam jumlah besar. jika memungkinkan kadang-kadang perlu mengecek atau menghitung semua kemungkinan jawaban. strategi mencari pola ini sudah dikenal sejak di Sekolah Dasar. Hasil tebakan tentu saja harus diuji kebenaranya serta diikuti oleh sejumlah alasan yang logis. Penggunaan manipulasi objek agar hubungan antar komponen dalam permasalahan menjadi jelas. Menebak dan menguji Strategi menebak yang terdidik ini didasarkan pada aspek-aspek yang relevan dengan permasalahan yang ada. Menghitung semua kemungkinan secara sistematis Strategi ini sering digunakan bersama-sama dengan strategi mencari pola dan membuat tabel. dapat menggunkan variabel-veriabel sebagai pengganti kalimat dalam soal. menyortir informasi-informasi penting untuk menjawabnya. dan diperlukan. Membuat tabel Strategi ini ini membantu mempermudah siswa untuk melihat pola dan memperjelas informasi yang hilang. Dalam hal ini perlu menentukan permasalahan yang akan dijawab. Bekerja mundur Strategi ini sangat cocok untuk menjawab permasalahan yang menyajikan kondisi atau hasil akhir dan menayakan sesuatu yang terjadi sebelumnya. e. ditambah pengetahuan dari pengalaman sebelumnya. tidak perlu membuatnya detail tetapi cukup yang berhubungan dengan permasalahan yang ada. . Mencari pola Pada prinsipnya. Strategi ini membentu menyortir informasi dan memberi pengalaman dalam merumuskan pengalaman. Untuk membuat gambar atau diagram ini. i. b. Mengidentifikasi informasi yang didinginkan. c. Untuk memudahkan memahami permasalahan.

ekonomi dan alam. matematika adalah bahasa numerik. Banyak definisi terhadap pertanyaan " what is matematics?. dipandang dari pengetahuan dan pengalaman masing. Ruseffendi ET (1980 : 148) mengemukakan bahwa matematika terbentuk sebagai hasil pemikiran manusia yang berhubungan dengan ide. Bahkan dalam satu soal pemecahan masalah matematika dapa menggunakan lebih dari satu strategi. dkk. majemuk dan emosional. diperlukan suatu keterampilan dan langkah-langkah secara rinci. Pengujian hipotesis: Yaitu langkah siswa mengambil atau merumuskan kesimpulan sesuai dengan penerimaan dan penilakan hipotesis yang diajukan. Merumuskan hipotesis: Yaitu langkah siswa merumuskan berbagai kemungkinan pemecahan yang sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Mathematics is power. k. Menyelesaikan masalah yang lebih sederhana atau serupa Suatu masalah yang rumit dapat diselesaikan dengan cara menyelesaikan masalah yang serupa tetapi lebih sederhana. Ada yang mengatakan bahwa matematika itu bahasa simbol. Mengumpulkan data: Yaitu langkah siswa mencari dan menggambarkan informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah. Terbentuknya suatu konsep matematika melalui proses berikut. Untuk memilih strategi manakah yang paling tepat digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan. Merumuskan pemecahan masalah: Yaitu langkah siswa menggambarkan rekomendasi yang dapat dilakukan sesuai rumusan hasil pengujian hipotesis dan rumusan simpulan. Langkah. tetapi adanya matematika itu terutama untuk membantu manusia dalam memahami dan dan menguasai persoalan sosial. matematika adalah bahasa yang dapat menghilangkan sifat kabur. Jika diperhatikan secara seksama antara strategi satu dengan yang lainya adalah selalu berkaitan dan berhubungan dalam menyelesaikan pemecahan masalah matematika.11-16). proses. Simbol ataau notasi dalam matematika mempunyai peranan penting dalam mengkomunikasikan ide-ide dalam membangun matemaiika. Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Berbagai pendapat muncul mengenai definisi matematika. Menganalisis masalah: Yaitu langkah siswa meninjau masalah secara kritis dari berbagai sudut pandang. Kline (1973) dealam bukunya mengatakan matematika bukanlah pengetahuan yang menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri. diantaranya ada yang mendefinisikan" mathematics is power dan " mathematics is a tool". 2007. dan penalaran. adanya simbol-simbol dari ide-ide dengan mengkomunikasikan simbol-simbol akan membangun konsep-konsep matematika sebagai kekuatan. Mengubah pandangan Strategi ini dapat digunakan setelah beberapa strategi lain telah dicoba tanpa ada hasilnya (Nyimas Aisyah. Matematika .j.langkah metode pemecahan masalah: Merumuskan masalah: Yaitu langkah siswa dalam menentukan masalah yang akan dipecahkan. dan masih banyak lagi yang lainnya.masing yang berbeda.

jenis aktivitas Aktivitas belajar banyak macamnya. memberi saran. Salah satu tujuan diberikannya matematika di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Dikatakan pula oleh Gagne (Ruseffendi. sistem pembelajaran dewasa ini sangat menekankan pada pendayagunaan aktivitas (keaktifan) dalam proses belajar dan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. antara lain Paul D. Siswa memiliki kebutuhan. mendengarkan suatu permainan instrumen musik. mengajukan pertanyaan. Dalam dirinya terkandung banyak kemungkinan dan potensi yang hidup dan sedang berkembang. Pendidikan perlu mengarahkan tingkah laku menuju ke tingkat perkembangan yang diharapkan. pembelajaran matematika mengikuti metoda spiral. Jenis. sebagai berikut: a. mengamati orang lain bekerja atau bermain.masing siswa tersebut terdapat “prinsip aktif” yakni keinginan berbuat dan bekerja sendiri. Karakteristik pembelajaran matematika diantaranya: pembelajaran matematika adalah berjenjang.kebutuhan jasmani. Sehubungan dengan hal tersebut. Dengan bekerja. siswa memperoleh pengetahuan. dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk dapat memecahkan suatu masalah. Prinsip aktif mengendalikan tingkah lakunya.gambar. Potensi yang hidup perlu mendapat kesempatan berkembang ke arah tujuan tertentu. dikatakan sebagai alat karena matematika dapat membantu mengembangkan ilmu yang lain memecahkan masalah kehidupan serta mengembangkan ilmu untuk dirinya sendiri dan dikkembangkan untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. pengajaran matematika menekankan pola berfikir deduktif. Kegiatan-kegiatan lisan (oral) : Mengemukakan fakta atau prinsip. Dengan sendirinya perbuatan itupun menjadi banyak macam ragamnya. Dalam diri masing. Kegiatan-kegiatan visual : membaca. Pendidikan modern lebih menitikberatkan pada aktivitas sejati. demonstrasi. c. diskusi. mengamati eksperimen. para siswa perlu memiliki kemampuan bernalar yang dapat diperoleh melalui pembelajaran matematika. Dierich membagi kegiatan belajar menjadi 8 kelompok. dan keterampilan serta perilaku lainnya termasuk sikap dan nilai. menghubungkan suatu kejadian. dan oleh karenanya menimbulkan dorongan berbuat tertentu. dimana siswa belajar sambil bekerja. mengemukakan pendapat. melihat gambar. Kegiatan-kegiatan mendengarkan : Mendengarkan penyajian bahan. dan sosial yang perlu mendapat pemuasan.tumbuh dan berkembang karena proses berpikir. yaitu untuk “Mempersiapkan siswa agar dapat menggunakan matematika dan pola pikir matematika dalam kehidupan sehari-hari …” (Depdikbud 1994:1). Tiap saat kebutuhan itu bisa berubah dan bertambah. 1988: 165). rohani. Para ahli mencoba mengadakan klasifikasi. pembelajaran matematika menganut kebenaran konsistensi. bahwa objek tidak langsung dari mempelajari matematika adalah agar siswa memiliki kemampuan memecahkan masalah. mendengarkan percakapan atau diskusi kelompok. Dari pendapat Gagne dan tujuan Kurikulum Matematika. b. pemahaman. Aktifitas belajar Siswa adalah suatu oraganisasi yang hidup. pameran. . sehingga varietasnya menjadi bertambah besar. berwawancara.

h. 3) Pelaksanaan aktivitas pembelajaran dengan pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) Pembelajaran dititik beratkan pada keaktifan siswa dan guru bertindak sebagai fasilitator dan nara sumber. baik aspek keluwesan maupun aspek keaslian dan jumlah.mendengarkan siaran radio. mengingat. peta. memecahkan masalah. Dalam pelaksanaan pembelajaran dilakukan dalam bentuk membawa kelas kedalam masyarakat. 436). tenang.. keja lapangan. membuat sketsa. memilih alat. Berdasarkan eksperimen Maltzman. 2) Pelaksanaan aktivitas pembelajaran sekolah masyarakat. sensitivitas. menari. gangguan atau unsur. Kegiatan-kegiatan dalam kelompok ini terdapat pada semua kegiatan tersebut diatas. sensitivities. Thorrance misalnya. Kegiatan-kegiatan mental : Merenungkan. mengisi angket. Kegiatan-kegiatan metrik : Melakukan percobaab. g.hubungan. f. Kegiatan-kegiatan emosional : Minat. pola.alat. dan apresiasi melebihi seseorang yang tergolong intelegen. dan sebagainya. membedakan. e. berkebun. dari jenjang yang rendah sampai pada jenjang yang tinggi. belajar independen. mendefinisikan berfikir kretif sebagai proses penyadaran adanya gap. Kreativitas belajar Salah satu tafsiran tentang hakikat kreatifitas dikemukakan oleh Ausubel. h.unsur yang keliru. melalui metode karyawiasata. membuat model. reflects a rare capacity for developing insights. baik dalam bentuk komunikasi langsung. ternyata latihan (belajar) menambah kreativitas. menemukan hubungan. ang appreciations in a circumscribed content area of intelectual or artistic activity.. membuat grafik. bahanbahan kopi. pembentukan . survei. yang memberikan kemudahan bagi siswa untuk belajar. diagram. Untuk memudahkan guru dalam melaksanakan asas ini. yakni : 1) Pelaksanaan aktivitas pembelajaran dalam kelas. dan bersifat tumpang tindih (Burton. 1952. sebagai berikut: Creative achievement . dan pelatihan diluar. maka seseorang yang kreatif adalah yang memiliki kemampuan pemahaman. Berdasarkan rumusan itu. berani. melaksanakan pameran. Upaya pelaksanaan aktivitas dalam pembelajaran Asas aktivitas dapat diterapkan dalam semua kegiatan dan proses pembelajaran. menulis laporan. d. atau rangkuman. Asas aktivitas dapat dilaksanakan dalam setiap tatap muka dalam kelas yang terstruktur. kegiatan kelompok. Cara lain. dan sebagainya. kegiatan kelompok kecil. mengundang nara sumber dari masyarakat ke dalam kelas. Banyak pakar yang mendiskusikan kreativitas sebagai hasil berfikir kreatif atau pemecahan masalah. mengerjakan tes. pelayanan masyarakat. Kegiatan-kegiatan menggambar : Menggambar. Kegiatan-kegiatan menulis : Menulis cerita. membuat keputusan. menganalisis faktor-faktor. memeriksa karangan. maka dalam hal ini dipilih empat alternatif pendayagunaan saja. menyelenggarakan permainan.

pemahaman. . dan akhirnya menyimpulkan. Untuk dapat mencari pemecahan dari permasalahan yang disajikan. Siswa dituntut untuk memecahkan masalah yang disajikan oleh guru sesuai dengan langkah-langkah yang telah ditetapkan. Sehubungan dengan hal tersebut. Secara tidak langsung selama siswa melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk mencari pemecahan masalah. mencatat. Metode Pemecahan Masalah dan Kreativitas Belajar Seseorang atau organisme dalam mencari pemecahan terhadap masalah yang dihadapi akan dapat menemukan sesuatu yang baru. Hal ini berkaitan dengan berfikir kreatif (creative thinking). mencari dan mengolah data. siswa telah belajar matematika dengan baik dan memahami materi pelajaran yang dikerjakannya dan akhirnya siswa berhasil mencari pemecahan dari masalah yang disediakan. pengkomunikasian hasil. dimana siswa belajar sambil bekerja. Karena metode pemecahan masalah adalah serangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. siswa dituntut untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran untuk memecahkan masalah yang disediakan oleh guru. Dalam metode pemecahan masalah siswa dihadapkan pada serangkaian aktivas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. dan keterampilan serta perilaku lainnya termasuk sikap dan nilai. Dengan berfikir kreatif orang menciptakan sesuatu yang baru. Akibatnya mau tidak mau siswa harus ikut andil didalamya dan turut serta aktif dalam pembelajaran. Siswa harus mengikuti pembelajaran dari awal sampai akhir sesuai dengan langkah-langkah yang ada dalam metode pemecahan masalah agar dapat memecahkan soal yang diberikan. Aktivitas-aktivitas pembelajaran yang diharapkan bukan hanya sekedar mendengarkan.gagasan atau hipotesis. Begitu juga dalam penggunaan metode pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Dalam pembelajaran matematika yang notabennya banyak siswa yang menganggap bahwa matematika itu sulit. penuh dengan rumus-rumus dan angka-angka.gagasan. sehingga sebelum kegiatan pembelajaran dimulai siswa sudah menyerah dan merasa tidak akan mampu menguasai materi pelajaran yang akan disampaikan. siswa memperoleh pengetahuan. yang sebelumnya mungkinbelum terdapat. berkomunikasi. kemudian menghafal materi pelajaran.hasil. Dengan menerapkan metode pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika. mungkin juga pengujian kembali atau perbaikan hipotesis. Setelah siswa berhasil mencari pemecahan masalahnya siswa akan merasa senang karena merasa bahwa mereka dapat mengikuti pelajaran matematika dengan baik dan dapat memotivasi mereka untuk selalu turut aktif dalam pembelajaran matematika. pengujian hipotesis tersebut. siswa terlebih dahulu harus memikirkan mengenai kemungkinan-kemingkinan yang akan terjadi dari setiap langkah yang dilakukannya. Pembahasan Pendidikan modern lebih menitikberatkan pada aktivitas sejati. hal ini mengakibatkan siswa menjadi tidak dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Dengan bekerja. Dalam penyelesaian masalah tersebut harus mengacu pada langkah-langkah yang ada. akan tetapi siswa dituntut untuk aktif berfikir. sistem pembelajaran dewasa ini sangat menekankan pada pendayagunaan aktivitas (keaktifan) dalam proses belajar dan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Timbulnya hal baru tersebut secara tiba-tiba dan berkaitan dengan insight. Untuk dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran matematika di sekolah dasar dapat menggunakan metode pemecahan masalah.

Mengatasi Gangguan Belajar Pada Anak. Pengantar Psikologi Umum.Bandung. Penerjemah Sudarmaji. Feldmen. 2004. Yogyakarta : Kata Hati. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. William. Bimo. 2002. Daftar Pustaka Ahmadi. 2005. Jakarta : Prestasi Putra. Abu & Widodo. 2003. Karena dengan metode pemecahan masalah aktivitas dan kreativitas belajar siswa dapat terlihat dari proses pembelajaran yang memang mensyaratkan mereka untuk terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan berfikir kreatif dalam memecahkan masalah yang ada. Jakarta : Rineka Cipta Wood. Walgito.Kemampuan untuk berfikir mengenai kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dan kemampuan untuk menyelesaikan langkah-langkah pemecahan yang ada inilah yang dapat meningkatkan kreativitas berfikir siswa. Daftar pustaka Hamalik. 1994. Bumi Aksara: Jakarta. Oemar. JICA:. Kiat Mengatasi Gangguan Belajar (Terjemahan). Perencanaan Pengajaran Berdasarkan pendekatan Sistem. Supriyono. Simpulan Untuk dapat meningkatkan aktivitas dan kreativitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika disekolah dasar diperlukan metode pemecahan masalah. Oemar. 2003. Bumi Aksara: Jakarta. dkk. Kurikulum dan Pembelajaran. 2001. Penerjemah Taniputra. Suherman. Hamalik. Erman. Psikologi Belajar. . Andi: Yogyakarta. Derek et al.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->