P. 1
Alat

Alat

|Views: 34|Likes:
Published by Uzank Photos

More info:

Published by: Uzank Photos on Dec 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/05/2012

pdf

text

original

Laminary air flow Untuk pengerjaan sacara aseptis karena mempunyai pola pengaturan dan penyaringan aliran udara

sehingga aseptis dan aplikasi sinar UV beberapa jam sebelum digunakan.

Neraca ohaus Untuk menimbang bahan- bhan secara manual

Autoklaf Untuk sterilisasi basah dengan penun juk tekanan dan katub pengaman pada dasarnya berfungsi untuk membuang uap panas dari alat yang disterilkan yang dihasilkan dari bahan cair yang merupakan pendukungnya.

Shaker Untuk mengigantasi/menghomogenkan medium dan mikroba dengan tujuan memberikan oksigen yang cukup untuk pertumbuhan mikroba dan agar pertumbuhan mikroba merata.

Neraca analitik Untuk menimbang bahan- bahan secara analitik PH meter adalah alat untuk mengukur tingkat keasaman dan kebasa-an air minum Keasaman dalam larutan itu dinyatakan sebagai kadar ion hidrogen disingkat dengan [H+], atau sebagai pH yang artinya –log [H+]. Dengan kata lain pH merupakan ukuran kekuatan suatu asam. pH suatu larutan dapat ditera dengan beberapa cara antara lain dengan jalan menitrasi larutan dengan asam dengan indikator atau yang lebih teliti lagi dengan pH meter. Pengukur PH tingkat asam dan basa air minum ini bekerja secara digital, PH air disebut asam bila kurang dari 7, PH air disebut basa (alkaline) bila lebih dari 7 dan PH air disebut netral bila ph sama dengan 7. PH air minum ideal menurut standar Departemen Kesehatan RI adalah berkisar antara 6,5 sampai 8,5 Cara kerja alat ini adalah dengan cara mencelupkan kedalam air yang akan diukur (kira-kira kedalaman 5cm) dan secara otomatis alat bek Waterbath berfungsi untuk menyimpan media yg masih akan digunakan. Neraca analitis atau timbangan analitis digunakan untuk menimbang padatan kimia Autoclave adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang digunakan dalam mikrobiologi menggunakan uap air panas bertekanan. Mikropipet adalah alat untuk memindahkan cairan yang bervolume cukup kecil, biasanya kurang dari 1000 µl. Banyak pilihan kapasitas dalam mikropipet, misalnya mikropipet yang dapat diatur volume pengambilannya (adjustable volume pipette) antara 1µl sampai 20 µl, atau mikropipet yang tidak bisa diatur volumenya, hanya tersedia satu pilihan volume (fixed volume pipette) misalnya mikropipet 5 µl. dalam penggunaannya, mukropipet memerlukan tip.

BAB 1 PENGENALAN ALAT

HASIL REVISI DOKUMEN INI (2011) ADA DI LINK INI : BAB. Dengan mikroskop kita dapat mengamati sel bakteri yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Eyepiece / oculars (lensa okuler) Untuk memperbesar bayangan yang dibentuk lensa objektif .1 mm. 1 ALAT-ALAT LABORATORIUM MIKROBIOLOGI Kompetensi : mahasiswa mengenal dan mengetahui fungsi dari tiap-tiap alat Berikut daftar alat-alat mikrobiologi yang perlu dikenal: Alat-alat elektrik · Mikroskop cahaya · Mikroskop stereo · Autoklaf elektrik · Incubator · Hot plate & stirrer · Colony counter · Biological Safety Cabinet (BSC) · Mikropipet Alat-alat gelas dan keramik · Cawan Petri · Pipet ukur · Pipet tetes · Tabung reaksi · Labu Erlenmeyer · Glass beads · Mortar & pestle · Beaker glass · Bunsen burner · Gelas ukur · Batang L / Drugalsky · Tabung durham Alat-alat non gelas · Jarum inokulum / ose · Pinset · Rubber bulb · pH meter universal · Mikroskop Cahaya (Brightfield Microscope) Salah satu alat untuk melihat sel mikroorganisme adalah mikroskop cahaya. berikut merupakan uraian tentang cara penggunaan bagian-bagiandan spesifikasi mikroskop cahaya merk Olympus CH20 yang dimiliki Laboratorium Mikrobiologi. Pada umumnya mata tidak mampu membedakan benda dengan diameter lebih kecil dari 0. Bagian-bagian Mikroskop: 1.

Objective lense (lensa objektif) Memperbesar spesimen 1. Horizontal feed knob (sekrup pengatur horizontal) Untuk menggeser ke kanan / kiri objek glas 1. 2. Observation tube (tabung pengamatan / tabung okuler) 2.1. Diopter adjustmet ring (cincin pengatur diopter) Untuk menyamakan focus antara mata kanan dan kiri 1. Revolving nosepiece (pemutar lensa objektif) Untuk memutar objektif sehingga mengubah perbesaran 1. Brightness adjustment knob (pengatur kekuatan lampu) Untuk memperbesar dan memperkecil cahaya lampu 1. Condenser (condenser) Untuk mengumpulkan cahaya supaya tertuju ke lensa objektif 1. Main switch (tombol on-off) 2. Stage (meja benda) Spesimen diletakkan di sini 1. 4. Coarse focus knob (sekrup fokus kasar) Menaik turunkan meja benda (untuk mencari fokus) secara kasar dan cepat 1. Interpupillar distance adjustment knob (pengatur jarak interpupillar) Specimen holder (penjepit spesimen) Illuminator (sumber cahaya) Vertical feed knob (sekrup pengatur vertikal) Untuk menaikkan atau menurunkan object glass 1. Fine focus knob (sekrup fokus halus) Menaik turunkan meja benda secara halus dan lambat 1. 3. Observation tube securing knob (sekrup pengencang tabung okuler) .

Condenser adjustment knob (sekrup pengatur kondenser) Untuk menaik-turunkan kondenser Prosedur Operasi 1. Letakan objek glas diatas meja benda (4) kemudian jepit dengan (11). dan ingin memutar objektif ke perbesaran 100x. Menempatkan spesimen pada meja benda a. Daya pisah dapat diperkuat dengan memperbesarkan indeks bias atau menggunakan cahaya yang memiliki panjang gelombang (λ) pendek.2. Jika perlu diopter adjustment knob (9) dapat diatur untuk memperoleh bayangan focus yang seimbang antara mata kanan dan kiri c. 4. hal ini akan mengubah dua bayangan yang akan diterima oleh 2 mata menjadi gambar yang tunggal sehingga sangat membantu dalam mengatasi kelelahan mata b. diturunkan dengan sekrup kasar (15) b. maka putar (2) pada perbesaran selanjutnya yaitu perbesaran objektif 10x. Biasanya dapat digunakan minyak imersi untuk meningkatkan indeks bias pada perbesaran 10 x 100 a.Setelah fokus perbesaran 4 x 10 didapatkan. akan semakin kuat kemampuan lensa untuk memisahkan dua titikyang berdekatan pada preparat sehingga struktur benda terlihat lebih jelas. tetesi minyak imersi 1 – 2 tetes dari sisi lensa c. atur kekuatan lampu dengan memutar bagian (7) 2. Pengaturan condenser (5) akan memperjelas bayangan yang tampak dengan mensetting pada posisi tertinggi (cahaya penuh) Perbesaran total Ukuran specimen yang diamati dapat diperoleh dengan mengalikan perbesaran lensa okuler dengan lensa objektif. Lakukan hal yang sama jika menggunakan perbesaran yang lebih tinggi Berikut adalah tabel yang menunjukan jarak antara spesimen dengan lensa objektif jika okus telah didapatkan Catatan: Setelah mendapatkkan fokus pada perbesaran tetentu. Jika perlu interpupillar distance adjustment knob (10) dapat digeser. bersihkan lensa objektif 100x dengan kertas lensa yang dibasahi xylol .Cari bagian dari objek glas yang terdapat preparat ulas (dicari dan diperkirakan memiliki gambar yang jelas) dengan memutar sekrup vertikal dan horizontal (13) dan (14) 3. Tambahan a. misal 40x. Jika meja benda belum turun. maka meja benda tidak perlu diturunkan dan tidak perlu khawatir bahwa lensa objektif akan menggesek cover glass karena terdapat sisa jarak A yang lebih kecil antara cover glass dengan lensa objektif (lihat tabel diatas). Misal = Okuler (10x) x Objektif (40x) = 400x Penggunaan minyak imersi Semakin kecil nilai daya pisah. Jika fokus pada perbesaran 10 x 40 telah didapatkan maka putar ke perbesaran objektif 100x b. Menyalakan lampu a. Memfokuskan a. Putar Revolving nosepiece (2) pada perbesaran objektif 4x lalu putar sekrup kasar (15) sehingga meja benda bergerak ke atas untuk mencari fokus b. Jika telah selesai menggunakan mikroskop. tekan tombol on (8) b. kemudian putar sekrup halus (16) untuk mendapatkan fokusnya c.

Zoom control knob (sekrup pengatur pembesaran) 4. Di Laboratorium Mikrobiologi. kelep pengaman 5. Aquades (dH2O) 9. Tekanan yang digunakan pada umumnya 15 Psi atau sekitar 2 atm dan dengan suhu 121oC (250oF). Focusing knob (sekrup pengatur fokus) 5. Jadi tekanan yang bekerja ke seluruh permukaan benda adalah 15 pon tiap inchi2 (15 Psi = 15 pounds per square inch). Tombol on-off 6. jepit jika perlu 2. pengukur tekanan 4. Berikut merupakan uraian tentang mikroskop stereo yang dimiliki Laboratorium Mikrobiologi yaitu Zoom Stereo Microscope. Sekrup pengaman 10. Oculars eyepiece (lensa okuler) 2. Diopter adjustment ring (cincin pengatur diopter) 3. Stage plate (pelat tempat specimen diletakkan) 6. Olimpus SZ3060. Termometer 7. Letakkan spesimen / preparat di stage plate (5). Atur perbesaran pada perbesaran terkecil dengan memutar Zoom Control Knob (3) kemudian dicari fokusnya dengan memutar Focusing Knob (4) 3. Jika ingin mendapatkan bayangan yang lebih besar. Lama sterilisasi yang dilakukan biasanya 15 menit untuk 121oC. mikroskop stereo biasanya digunakan untuk mengamati secara detail bentuk koloni dan jamur.1 2 1 2 · Mikroskop stereo (Zoom Stereo Microscope) Mikroskop ini berfungsi untuk melihat objek yang membutuhkan perbesaran tidak terlalu besar. putar Zoom Control Knob (3) ke perbesaran yang lebih tinggi kemudian dicari fokusnya Mikroskop ini memiliki pilihan perbesaran: · Autoklaf (Autoclave) Diagram autoklaf vertical 1. Cara Penggunaan : . batas penambahan air Autoclave adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang digunakan dalam mikrobiologi menggunakan uap air panas bertekanan. 1. Katup pengeluaran uap 3. Tombol pengatur waktu mundur (timer) 2. Stage clip (penjepit spesimen / preparat) Prosedur operasi 1. Lempeng sumber panas 8.

Klep pengaman jangan dikencangkan terlebih dahulu. Masukkan peralatan dan bahan. Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu dan pengatur waktu. 3. · Colony counter Alat ini berguna untuk mempermudah perhitungan koloni yang tumbuh setelah diinkubasi di dalam cawankarena adanya kaca pembesar. Penghitungan waktu 15’ dimulai sejak tekanan mencapai 2 atm. Usap permukaan interior BSC dengan alkohol 70 % atau desinfektan yang cocok dan biarkan menguap . diatur timer dengan waktu minimal 15 menit pada suhu 121oC. Jumlah koloni pada cawan Petri dapat ditandai dan dihitung otomatis yang dapat di-reset. Kisaran suhu untuk inkubator produksi Heraeus B5042 misalnya adalah 10-70oC. Biarkan selama 5 menit 5. dengan kecepatan sangat lambat sampai 1600 rpm dan dapat dipanaskan sampai 425oC.1. Cuci tangan dan lengan dengan sabun gemisidal / alkohol 70 % 6. Pastikan kaca penutup terkunci dan pada posisi terendah 3. 6. · Hot plate stirrer dan Stirrer bar Hot plate stirrer dan Stirrer bar (magnetic stirrer) berfungsi untuk menghomogenkan suatu larutan dengan pengadukan. Selain itu alat tersebut dilengkapi dengan skala/ kuadran yang sangat berguna untuk pengamatan pertumbuhan koloni sangat banyak. Kemudian klep-klep pengaman dibuka dan keluarkan isi autoklaf dengan hati-hati. Nyalakan autoklaf. 5. Pelat (plate) yang terdapat dalam alat ini dapat dipanaskan sehingga mampu mempercepat proses homogenisasi. Tunggu samapai air mendidih sehingga uapnya memenuhi kompartemen autoklaf dan terdesak keluar dari klep pengaman. maka tutup harus dikendorkan. Tutup autoklaf dengan rapat lalu kencangkan baut pengaman agar tidak ada uap yang keluar dari bibir autoklaf. Jika alarm tanda selesai berbunyi. maka dapat ditambah air sampai batas tersebut. Jika air kurang dari batas yang ditentukan. Nyalakan lampu neon dan blower 4. maka tunggu tekanan dalam kompartemen turun hingga sama dengan tekanan udara di lingkungan (jarum pada preisure gauge menunjuk ke angka nol). 2. Jika mensterilisasi botol beretutup ulir. · Inkubator (Incubator) Inkubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol. 4. Hidupkan lampu UV selama 2 jam. Sebelum melakukan sterilisasi cek dahulu banyaknya air dalam autoklaf. Purifier™ Biological Safety Cabinet dari LABCONCO yang dimiliki laboratorium mikrobiologi adalah sebagai berikut: 1. Kemudian klep pengaman ditutup (dikencangkan) dan tunggu sampai selesai. selanjutnya matikan segera sebelum mulai bekerja 2. Gunakan air hasil destilasi. Pengadukan dengan bantuan batang magnet Hot plate dan magnetic stirrer seri SBS-100 dari SBS® misalnya mampu menghomogenkan sampai 10 L.. · Biological Safety Cabinet Biological Safety Cabinet (BSC) atau dapat juga disebut Laminar Air Flow (LAF) adalah alat yang berguna untuk bekerja secara aseptis karena BSC mempunyai pola pengaturan dan penyaring aliran udara sehingga menjadi steril dan aplikasisinar UV beberapa jam sebelum digunakan. Prosedur penggunaan BSC seri 36212. untuk menghindari terbentuknya kerak dan karat.

6. . 7. 5. Tekan Thumb Knob sampai hambatan kedua / second stop atau tekan semaksimal mungkin maka semua cairan akan keluar dari ujung tip. Tersedia berbagai macam ukuran kapasitas pipet ukur. Medium dapat dituang ke cawan bagian bawah dan cawan bagian atas sebagai penutup. Tahan pipet dalam posisi vertikal kemudian lepaskan tekanan dari Thumb Knob maka cairan akan masuk ke tip. hanya tersedia satu pilihan volume (fixed volume pipette) misalnya mikropipet 5 µl. Masukkan Tip bersih ke dalam Nozzle / ujung mikropipet. Cawan petri tersedia dalam berbagai macam ukuran. · Pipet Ukur (Measuring Pippete) Pipet ukur merupakan alat untuk memindahkan larutan dengan volume yang diketahui. 3. Tekan Thumb Knob sampai hambatan pertama / first stop. · Cawan Petri (Petri Dish) Cawan petri berfungsi untuk membiakkan (kultivasi) mikroorganisme. Cara Penggunaan : 1. setelah selesai bekerja. dalam penggunaannya. 8. Usap permukaan interior BSC dengan alkohol 70 % dan biarkan menguap lalu tangan dibasuh dengan desinfektan 13. jangan terlalu penuh (overload) karena memperbesar resiko kontaminan 8. Pindahkan ujung tip ke tempat penampung yang diinginkan. Sebelum digunakan Thumb Knob sebaiknya ditekan berkali-kali untuk memastikan lancarnya mikropipet. biasanya kurang dari 1000 µl. atau menggunakan alat tambahan yang berfungsi mendorong tip keluar. Banyak pilihan kapasitas dalam mikropipet. 4. mukropipet memerlukan tip.7. Kerja secara aseptis dan jangan sampai pola aliran udara terganggu oleh aktivitas kerja 11. Cara penggunaanya adalah cairan disedot dengan pipet ukur dengan bantuan filler sampai dengan volume yang diingini. Atur alat dan bahan yang telah dimasukan ke BSC sedemikian rupa sehingga efektif dalam bekerja dan tercipta areal yang benar-benar steril 9. Volume yang dipindahkan dikeluarkan menikuti skala yang tersedia (dilihat bahwa skala harus tepat sejajar dengan mensikus cekung cairan) dengan cara menyamakan tekanan filler dengan udara sekitar. 10. diameter cawan yang biasa berdiameter 15 cm dapat menampung media sebanyak 15-20 ml. atau mikropipet yang tidak bisa diatur volumenya. Matikan lampu neon dan blower · Mikropipet (Micropippete) dan Tip Mikropipet adalah alat untuk memindahkan cairan yang bervolume cukup kecil. Jika ingin melepas tip putar Thumb Knob searah jarum jam dan ditekan maka tip akan terdorong keluar dengan sendirinya. diantaranya pipet berukuran 1 ml. misalnya mikropipet yang dapat diatur volume pengambilannya (adjustable volume pipette) antara 1µl sampai 20 µl. 5 ml dan 10 ml. Masukkan tip ke dalam cairan sedalam 3-4 mm. sedangkan cawan berdiameter 9 cm kira-kira cukup diisi media sebanyak 10 ml. Jangan menggunakan pembakar Bunsen dengan bahan bakar alkohol tapi gunakan yang berbahan bakar gas. biarkan 2-3 menit supaya kontaminan tidak keluar dari BSC 12. 2. jangan ditekan lebih ke dalam lagi. masukkan alat dan bahan yang akan dikerjakan.

· Pipet tetes (Pasteur Pippete) Fungsinya sama dengan pipet ukur. Alat ini juga disebut spreader. Salah satu penerapannya adalah dalam menambahkan HCl / NaOH saat mengatur pH media. Pada saat mengukur volume larutan. penambahan reagen ada uji biokimia. · Batang L (L Rod) Batang L bermanfaat untuk menyebarkan cairan di permukaan agar supaya bakteri yang tersuspensi dalam cairan tersebut tersebar merata. · Gelas ukur (Graduated Cylinder) Berguna untuk mengukur volume suatu cairan. seperti labu erlenmeyer. Media padat yang dimasukkan ke tabung reaksi dapat diatur menjadi 2 bentuk menurut fungsinya. 300 ml. dll. Labu Erlenmeyer dapat digunakan untuk meracik dan menghomogenkan bahan-bahan komposisi media. 500 ml. misal daging. 1000 ml. . bahan atau cairan yang. · Labu Erlenmeyer (Erlenmeyer Flask) Berfungsi untuk menampung larutan. kultivasi mikroba dalam kultur cair. menampung akuades. yaitu media agar tegak (deep tube agar) dan agar miring (slants agar). tutup metal. 100 ml. · Tabung reaksi (Reaction Tube / Test Tube) Di dalam mikrobiologi. 250 ml. Untuk alas an efisiensi. sebaiknya volume tersebut ditentukan berdasarkan meniskus cekung larutan. media yang ditambahkan berkisar 10-12 ml tiap tabung. 50 ml. tabung reaksi digunakan untuk uji-uji biokimiawi dan menumbuhkan mikroba. Terdapat beberapa pilihan berdasarkan volume cairan yang dapat ditampungnya yaitu 25 ml. Untuk membuat agar miring.Tabung reaksi dapat diisi media padat maupun cair. gelas ukur memiliki beberapa pilihan berdasarkan skala volumenya. perlu diperhatikan tentang kemiringan media yaitu luas permukaan yang kontak dengan udara tidak terlalu sempit atau tidak terlalu lebar dan hindari jarak media yang terlalu dekat dengan mulut tabung karena memperbesar resiko kontaminasi. roti atau tanah sebelum diproses lebih lanjut. Tutup tabung reaksi dapat berupa kapas. · Mortar dan Pestle Mortar dan penumbuk (pastle) digunakan untuk menumbuk atau menghancurkan materi cuplikan. dsb. namun volume yang dipindahkan tidak diketahui. tutup plastik atau aluminium foil. dll.

Glass beads digunakan pada teknik spread plate yang fungsinya sama dengan batang L atau Spreader. Inoculating loop cocok untuk melakukan streak di permukaan agar. sedangkan inoculating needle cocok digunakan untuk inokulasi secara tusukan pada agar tegak (stab inoculating). Di dalam mikrobiologi. · Pembakar Bunsen (Bunsen Burner) Salah satu alat yang berfungsi untuk menciptakan kondisi yang steril adalah pembakar bunsen. · Tabung Durham Tabung durham berbentuk mirip dengan tabung reaksi namun ukurannya lebih kecil dan berfungsi untuk menampung/menjebak gas yang terbentuk akibat metabolisme pada bakteri yang diujikan. dapat digunakan untuk preparasi media media. · Pinset Pinset memiliki banyak fungsi diantaranya adalah untuk mengambil benda dengan menjepit misalnya saat memindahkan cakram antibiotik. dan yang berbentuk lurus disebut inoculating needle/Transfer needle.· Beaker Glass Beaker glass merupakan alat yang memiliki banyak fungsi. Untuk sterilisasi jarum ose atau yang lain. Hal ini sangat penting dalam pembuatan media karena pH pada media berpengaruh terhadap petumbuhan mikroba. S (suction) merupakan katup yang jika ditekan maka . bagian api yang paling cocok untuk memijarkannya adalah bagian api yang berwarna biru (paling panas). Kertas pH indikator dicelupkan sampai tidak ada perubahan warna kemudian strip warna dicocokkan dengan skala warna acuan. · Pipet Filler / Rubber Bulb Filler adalah alat untuk menyedot larutan yang dapat dipasang pada pangkal pipet ukur. Perubahan bunsen dapat menggunakan bahan bakar gas atau metanol. Penempatannya terbalik dalam tabung reaksi dan harus terendam sempurna dalam media (jangan sampai ada sisa udara). Filler memiliki 3 saluran yang masing-masing saluran memiliki katup.. · Jarum Inokulum Jarum inokulum berfungsi untuk memindahkan biakan untuk ditanam/ditumbuhkan ke media baru. Karet sebagai bahan filler merupakan karet yang resisten bahan kimia. Jarum inokulum biasanya terbuat dari kawat nichrome atau platinum sehingga dapat berpijar jika terkena panas. · pH Indikator Universal berguna untuk mengukur/mengetahui pH suatu larutan. Katup yang bersimbol A (aspirate) berguna untuk mengeluarkan udara dari gelembung. menampung akuades dll. Bentuk ujung jarum dapat berbentuk lingkaran (loop) dan disebut ose atau inoculating loop/transfer loop. Jarum inokulum ini akan sangat bermanfaat saat membelah agar untuk preprasi Heinrich’s Slide Culture. · Glass Beads Glass Beads adalah manik-manik gelas kecil yang digunakan untuk meratakan suspensi biakan dengan menyebarkan beberapa butir di atas permukaan agar dan digoyang merata.

Kemudian katup E (exhaust) berfungsi untuk mengeluarkan cairan dari pipet ukur. .cairan dari ujung pipet akan tersedot ke atas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->