P. 1
DEPKES RI

DEPKES RI

|Views: 2,041|Likes:
Published by Dian Nivaan

More info:

Published by: Dian Nivaan on Dec 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2013

pdf

text

original

PENGENDALIAN TB DI INDONESIA MENDEKATI TARGET MDG Pengendalian Tuberkulosis (TB) di Indonesia telah mendekati target Millenium Development Goals (MDGs

). Pada tahun 2008 prevalensi TB di Indonesia mencapai 253 per 100.000 penduduk, sedangkan target MDGs pada tahun 2015 adalah 222 per 100.000 penduduk. Sementara itu, angka kematian TB pada tahun 2008 telah menurun tajam menjadi 38 per 100.000 penduduk dibandingkan tahun 1990 sebesar 92 per 100.000 penduduk. Hal itu disebabkan implementasi strategi DOTS di Indonesia telah dilakukan secara meluas dengan hasil cukup baik. Pada tahun 2009 angka cakupan penemuan kasus mencapai 71 % dan angka keberhasilan pengobatan mencapai 90 %. Keberhasilan ini perlu ditingkatkan agar dapat menurunkan prevalensi, insiden dan kematian akibat TB. Demikian sambutan Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH saat membuka Seminar Sehari TB dalam rangka peringatan Hari TB Sedunia 2010. Hadir dalam acara ini Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Pejabat Eselon I dan II Jajaran Pemerintah, Kepala Perwakilan WHO, Ketua PPTI (Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia) serta undangan lainnya. Walaupun telah banyak kemajuan yang dicapai dalam Penanggulangan TB di Indonesia, tapi tantangan masalah TB ke depan masih besar. Terutama dengan adanya tantangan baru berupa perkembangan HIV dan MDR (Multi Drugs Resistancy) TB. Menkes menyadari TB tidak bisa diberantas oleh Pemerintah atau jajaran kesehatan saja, tetapi harus melibatkan dan bermitra dengan banyak sektor. “Hal ini memotivasi kita untuk meningkatkan upaya Penanggulangan TB jika ingin menanggulangi TB secara tuntas dan mencapai target MDG tepat waktu. Untuk itu perlu lebih ditingkatkan kemitraan dengan berbagai pihak”, tegas Menkes. Menurut Menkes, peningkatan koordinasi dan sinkronisasi Program Penanggulangan TB di antara para pemangku kepentingan dan mitra harus dilakukan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan penilaian demi tercapainya target Penanggulangan TB di Indonesia. TB merupakan salah satu masalah kesehatan penting di Indonesia. Selain itu, Indonesia menduduki peringkat ke-3 negara dengan jumlah penderita TB terbanyak di dunia setelah India dan China. Jumlah pasien TB di Indonesia adalah sekitar 5,8 % dari total jumlah pasien TB dunia. Di Indonesia, diperkirakan setiap tahun terdapat 528.000 kasus TB baru dengan kematian sekitar 91.000 orang. Angka prevalensi TB di Indonesia pada tahun 2009 adalah 100 per

Strategi ini diterapkan sebagai Program TB Nasional di berbagai negara termasuk Indonesia. k ontak@puskom. yaitu lebih dari 100 tahun yang lalu.100.depkes.000 penduduk dan TB terjadi pada lebih dari 70% usia produktif.depkes. PERCEPAT AKSI LAWAN TUBERCULO SIS Tingkatkan Inovasi.id. faks: 52921669. . Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9. atau alamat email puskom. Dr. MPH.2010). Tahun 1995 Indonesia menerapkan strategi Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) sebagai strategi penanggulangan TB yang direkomenasikan WHO. Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI. 30413700. dr.id.info@puskom. Ratna Rosita MPH. Peringatan Hari TB Sedunia (HTBS) tahun ini di tingkat global mengambil tema On the Move Againts Tuberculosis.id. Innovate to Accelerate Action yang menggambarkan kebutuhan adanya inovasi baru untuk melakukan akselerasi upaya strategis melawan TB. Hal tersebut disampaikan Menkes. Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI.co. Depkes RI. Dalam pada itu kerugian ekonomi akibat TB juga cukup besar. Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik.publik@yahoo. 23 November 2011 TINGKATKA N INOVASI.go. Di Indonesia tema tersebut diterjemahkan menjadi Inovasi dengan slogan Tingkatkan Inovasi. Tanggal 24 Maret diperingati sebagai World TB Day atau Hari TB Sedunia. Percepat Aksi melawan Tuberkulosis. percepat aksi melawan Tuberkulosis adalah tema peringatan Hari TB Sedunia yang ke-128 yang diperingati setiap tanggal 24 Maret untuk menghormati Ilmuwan Jerman Robert Koch sebagai penemu kumanMycobacterium tuberculosis penyebab tuberculosis. tahun 1993 masyarakat dunia menyatakan TB sebagai kedaruratan dunia. Call Center: 021-500567. PH dalam sambutan yang dibacakan dr. obatnya juga telah ditemukan sejak 50 tahun yang lalu. tetapi kasusnya masih tetap menjadi ancaman dunia. Bahkan.go. di Jakarta. Peringatan ini untuk mengingatkan bahwa TB telah ditemukan sejak lama. Endang Rahayu Sedyaningsih. pada acara One Day Tuberculosis Symposium World of Tuberculosis Day 2010 “ On the movie against Tuberculosis “ Innovate to Accelerate Action pada tanggal (23/03.

tetapi perlu ditunjang dengan laboratorium. kata dr. Penderita TB dengan status TB BTA (Basil Tahan Asam) positif dapat menularkan sekurangkurangnya kepada 10-15 orang lain setiap tahunnya. juga di RSUD dr. RS milik TNI/POLRI dan beberapa klinik swasta. termasuk NGO maupun organisasi profesi seperti IDI. Priyanti Z. berbicara atau meludah. yaitu isoniazid dan rifampisin yang diketahui bahwa kedua obat tersebut merupakan obat utama dalam pengobatan TB. Soetomo Surabaya dan akan diperluas ke daerah lain. TB adalah penyakit menular yang disebabkan kuman mycobacterium tuberculosis. Diperkirakan setiap tahunnya terdapat 528.8 % dari total jumlah pasien TB di dunia. Seminar diselenggarakan RSUP Persahabatan sebagai pilot project penanggulangan TB MDR di Indonesia. setelah India dan Cina. Dirut RS Persahabatan.000 kasus baru TB di Indonesia. di Indonesia terdapat 5 laboratorium pendeteksi TB-MDR yang tersebar di 4 propinsi.000 orang serta insiden kasus TB BTA positif sebesar 110 per 100. Jakarta dan Bandung. Pengobatan TB-MDR. Indonesia menduduki peringkat ke-3 negara yang terbanyak mempunyai kasus TB di dunia. ujar Menkes. semua dokter praktek swasta. Seseorang dapat terpapar dengan TB hanya dengan menghirup sejumlah kecil kuman TB. yaitu Makasar. Ketika penderita TB batuk. Saat ini. Besar dan luasnya masalah TB diperberat dengan kasus TB-MDR (Multi Drug Resistant) yaitu penderita yang resisten terhadap OAT. Strategi ini sudah diterapkan di hampir seluruh Puskesmas. Surabaya. Untuk menegakkan diagnosis TB-MDR. mereka memercikkan kuman TB ke udara. Perkiraan kasus TB-MDR pada pasien yang belum pernah mendapat pengobatan OAT (Obat Anti Tuberculosis) sekitar 2% dan sekitar 16% pernah mendapatkan pengobatan OAT. PDPI. bersin. Diikuti para direktur rumah sakit dan Kepala Puskesmas DKI Jakarta. dan PAPDI. selain waktunya lebih lama harganya pun lebih mahal dibandingkan dengan pengobatan dengan strategi DOTS. Keberhasilan penanggulangan TB memerlukan dukungan berbagai pemangku kepentingan. beberapa rumah sakit pemerintah .Menurut Menkes. . Soepandi. Diharapkan.000 penduduk. 70% di antaranya merupakan usia produktif dengan angka kematian 91. Menkes berharap agar seluruh dokter di Indonesia dapat melakukan pengobatan sesuai dengan strategi Directly Observed Shortcourse (DOTS) atau pengobatan jangka pendek dengan pengawasan. tidak cukup hanya dengan menggunakan tes klinis saja. dengan jumlah pasien sekitar 5. Pengendalian TB MDR selain dilakukan di RSUP Persahabatan. rumah sakit swasta maupun klinikklinik milik swasta lainnya berpartisipasi dalam menerapkan strategi DOTS.

Dr.publik@yahoo.go. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9. hari Selasa (27/04/2010) di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. pencapaian MDGs juga menggambarkan tingkat kemajuan dan kualitas bangsa tersebut. Selain menunjukkan tingkat kesejahteraan suatu negara. Seperti arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada rapat kerja di Bali yang dihadiri para Menteri. yaitu menurunnya angka kesakitan dan angka kematian TB menjadi setengahnya pada tahun 2015 dibandingkan angka tahun 1990.go. Menkes mengatakan bahwa Indonesia harus mencapai sasaransasaran MDGs karena masyarakat dunia memantau perkembangan pencapaian MDGs di masing-masing negara.id.000 penduduk dan pada tahun 2015 ditargetkan harus menurun menjadi 222 per 100.id.000 penduduk. faks: 52921669. info@puskom. Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. ketika membuka Parade Penelitian Operasional TB II. Hal itu disampaikan Menkes dr.Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik. PH. atau alamat e-mail : puskom.depkes. Endang Rahayu Sedyaningsih. Pencapaian penurunan angka kesakitan dan kematian TB ini masih pada tingkat atau skala nasional karena bila dicermati data-data di tiap provinsi dan . angka prevalensi TB di Indonesia pada tahun 1990 adalah 443 per 100. Angka ini menunjukkan terjadi penurunan angka kematian secara nasional sebesar 57%.000 penduduk. MPH. Menurut Menkes. Pada tahun 2007 angka tersebut telah mencapai 244 per 100.id. Sementara angka kematian TB pada tahun 1990 adalah sebesar 92 per 100. 30413700.depk es. Gubernur serta pejabat terkait beberapa beberapa waktu lalu.000 penduduk dan pada tahun 2007 telah turun menjadi 39 per 100. Call Center: 021500567. PENGENDAL IAN TUBERKULO SIS SALAH SATU INDIKATOR KEBERHASI LAN PENCAPAIA N MDG’S Pengendalian Tuberkulosis atau TB merupakan salah satu indikator keberhasilan Millenium Development Goals (MDGs) yang harus dicapai oleh Indonesia dan negara anggota PBB lainnya.co.000 penduduk yang berarti telah terjadi penurunan prevalensi secara nasional sebesar 45%.kontak@puskom. Bandung.

tetapi tantangan masalah TB ke depan masih besar. Dengan angka kematian mencapai 81. Karena itu. Tema ini menggambarkan perlunya inovasi baru untuk melakukan akselerasi dalam Pengendalian TB.000 penduduk. Kegiatan parade penelitian operasional ini merupakan rangkaian peringatan Hari TB Sedunia yang pada tingkat global mengambil tema On The Move Againts Tuberculosis. pelaksanaan sampai evaluasi.000 orang setiap tahunnya. Dengan demikian setiap aksi program yang inovatif memiliki dasar ilmiah yang kuat. Menurut Menkes. TB bukan hanya masalah sektor kesehatan saja. hasil penelitian operasional bersama para pengelola program pengendalian TB sangat penting. serta meluncurkan kebijakan BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) bagi Puskesmas. ujar Menkes. penelitian operasional TB dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk melakukan inovasi kegiatan program pengendalian TB. ujar Menkes. akuntabel. Hambatan-hambatan tersebut diatasi dengan meluncurkan program Jamkesmas. Dirut RSUP Hasan Sadikin. Peningkatan koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kegiatan Program TB di antara pemangku kepentingan dan mitranya harus dilakukan mulai dari perencanaan.kabupaten/kota maka masih terlihat adanya disparitas atau kesenjangan yang besar antar provinsi dan antar kabupaten/kota. Banyak kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Nasional melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Menkes mengatakan. tetapi juga terkait dan berdampak pada sosial ekonomi masyarakat. TB tidak mungkin ditanggulangi oleh pemerintah atau jajaran kesehatan saja. Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik. melakukan langkah-langkah PDBK (Penanganan Daerah Bermasalah Kesehatan (PDBK). tetapi harus melibatkan mitra dari sektor terkait dan mendapat dukungan seluruh lapisan masyarakat. BTA negatif dan TB Extra Paru atau prevalensi sebesar 244 per 100. Menurut WHO Report on Global TB Control 2009. dan berbasis bukti. memberikan perhatian khusus pada Daerah Terpencil. Selain itu kurikulum tentang pengendalian TB juga telah masuk di fakultas kesehatan masyarakat. di Indonesia setiap tahunnya terdapat 528. agar hasilnya dapat dimanfaatkan untuk melakukan aksi atau langkah tindak lanjut. ujar Menkes. Di Indonesia tema tersebut diterjemahkan menjadi Tingkatkan Inovasi.000 kasus TB baru untuk semua jenis baik BTA positif. Sekretariat Jenderal . fakultas keperawatan serta institusi pendidikan lain yang terkait. Hal itu disebabkan terbatasnya akses penduduk pada pelayanan kesehatan akibat berbagai hal seperti hambatan sosial ekonomi dan hambatan geografis. Innovate To Accelerate Action. serta para pejabat di lingkungan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Nasional. Dekan FK Unpad. walaupun telah banyak kemajuan yang telah dicapai dalam pengendalian TB di Indonesia. mengintegrasikan TB sebagai salah satu kurikulum berbasis kompentensi pada pendidikan dokter umum maupun pendidikan dokter spesialis Pulmonologi di fakultas kedokteran. Percepat Aksi melawan Tuberkulosis. Menkes mengharapkan. Perbatasan dan Kepulauan (DTPK). Hadir dalam acara ini Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh.

Padang. Sragen. Diperkirakan sebagian besar kematian terjadi pada masyarakat yang tinggal di negara dengan berpenghasilan rendah dan menengah termasuk Indonesia. Untuk membangun komitmen pemegang kebijakan pusat maupun daerah dalam Pengendalian Masalah Kesehatan akibat Tembakau dan Penyakit Tidak Menular. kontak@puskom. Semarang. lebih dari satu milyar orang di dunia menggunakan tembakau dan menyebabkan kematian lebih dari 5 juta orang setiap tahun. Bengkulu.go. cedera (9%) dan diabetes melitus (2%). depkes. Bengkulu. Denpasar. Padang. Pontianak. karena itu kebijakan menerapkan kawasan tanpa rokok (KTR) telah diidentifikasi sebagai strategi intervensi utama pengendalian penyakit tidak menular. Kementerian Kesehatan dan lintas sektor telah bersama-sama memperkenalkan Inisiatif Kota Sehat pada tahun 2005 dengan tujuan membuat kota sehat melalui inisiatif lokal. Makassar. Di wilayah Asia Tenggara penyakit tidak menular merupakan 51% penyebab kematian pada tahun 2003. atau alamat email puskom. Bogor. dan menimbulkan DALYs (Disability Adjusted Life Years = kehilangan . Dr. penyakit pernafasan kronik dan penyakit kronik lainnya (16%). menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO). Endang Rahayu Sedyaningsih. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah adanya kebijakan KTR di tingkat Nasional. RISIKO UTAMA PENYAKIT TIDAK MENULAR DISEBABKAN ROKOK Menurut data WHO. Pontianak. Denpasar. Bandung). Bandung. Ditjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri dan 11 Walikota (Bogor. MPH.info@puskom.id. faks: 52921669. Penggunaan rokok merupakan salah satu faktor risiko terbesar pada penyakit tidak menular. Hampir 200 kota dan kabupaten di Indonesia telah dilatih dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Palembang. Payakumbuh. kanker (13%). Makassar. pada tahun 2005 penyakit tidak menular merupakan penyebab utama 58 juta kematian di dunia. PH di Jakarta. Bangli) dan 14 Dinkes Kabupaten/Kota (Padang Panjang. 24 Januari 2011. meliputi penyakit jantung dan pembuluh darah (30%). Palembang. 30413700.Kementerian Kesehatan RI.id.co. Enrekang) dan Dinkes Provinsi DKI Jakarta. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9. Call Center: 021500567. 3 Bupati (Enrekang.publik@yahoo. Workhsop diikuti perwakilan WHO.go. Padang Panjang. Bangli. Semarang. International Union Against Tuberculosis and Lung Disease (IUTLD).depkes. Sragen. Payakumbuh.id. diselenggarakan Workshop dibuka Menkes dr. Menkes dalam sambutannya menyatakan.

diabetes melitus (1. berarti 2 diantara 3 laki-laki adalah perokok aktif.6%. dan penyakit jantung lainnya 4. kata Menkes. Mengembangkan KIE melalui media masa . Lebih bahaya lagi 85. asma (3. penyakit saluran nafas bawah kronik (5. Data Riset Riskesdas 2007 juga memperlihatkan tingginya penduduk yang merokok.4%.2% atau 6 dari 10 anak sekolah yang disurvei terpapar asap rokok selama mereka di rumah.5% pada tahun 2007. proporsi angka kematian penyakit tidak menular meningkat dari 41. Hasil Riskesdas tahun 2007 menunjukkan tingginya prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia. dan Deklarasi perlindungan anak dari bahaya rokok.8%. . diabetes melitus 5. Untuk itu diperlukan komitmen para pemegang kebijakan di tingkat Daerah untuk menerapkannya”.43%).bertahun-tahun usia produktif) sebesar 44%.7%). Menkes menyatakan. seperti membuat jejaring kerja dengan LSM. seperti hipertensi (31.7%.5%). para Bupati dan Para Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta para pemerhati masalah kesehatan.4% (65. Lebih dari sepertiga (37.9%). penyakit sendi (30. Jumlah perokok aktif penduduk umur > 15 tahun adalah 35.1%). Pada tahun 2006.8%. dan meningkat lagi menjadi 35% pada tahun 2004. Melakukan inisiasi pengembangan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di berbagai daerah . dan yang lebih mengejutkan lagi adalah 30. WHO. penyakit jantung iskemik 5.9% atau 3 diantara 10 pelajar menyatakan pertama kali merokok pada umur dibawah 10 tahun. walaupun program ini belum seragam di seluruh kabupaten/kota. Stroke merupakan penyebab utama kematian pada semua umur.83%). Sekitar 22 kabupaten/kota sudah mulai melaksanakan kebijakan tersebut. The Global Youth Survey (GYTS) melaporkan 64. Pada kesempatan itu Menkes menyampaikan penghargaan dan terima kasih dalam upaya kerjasama dengan The International Union Against Tuberculosis and Lung Disease (The Union). kanker/tumor (0.2%).3%).3% laki-laki dan 5. terintegrasi. hipertensi 6.4 % perokok aktif merokok dalam rumah bersama anggota keluarga sehingga mengancam keselamatan kesehatan lingkungan.7 %). perguruan tinggi dan masyarakat madani dalam pengendalian tembakau dan penyakit tidak menular . imbuh Menkes.7% pada tahun 1995 menjadi 59.3%) pelajar biasa merokok.5%. ujar Menkes. penyakit jantung (7. Menurut data Susenas tahun 2001. Melakukan peningkatan kapasitas tingkat nasional dan lokal.6% wanita). Untuk itu. stroke (0. “Pengendalian masalah kesehatan akibat tembakau dan penyakit tidak menular perlu dilakukan secara komprehensif. Jumlah ini meningkat menjadi 32% pada tahun 2003. dan para Walikota. cedera 6. dan berkesimbungan dengan melibatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat’.7%. kanker 5.1%) dan diabetes melitus di perkotaan (5. “Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 115 menyatakan Pemerintah Daerah wajib menerapkan Kawasan Tanpa Rokok di wilayahnya. jumlah perokok di Indonesia sebesar 31.1%. dan cedera lalu lintas darat (25. jumlahnya mencapai 15. Kementerian Kesehatan telah melakukan berbagai upaya.

Acara ini dilakukan sebagai rangkaian Hari TB Sedunia (HTBS) yang diperingati setiap tanggal 24 Maret. Bila meninggal akan kehilangan pendapatan rumah tangganya sekitar 15 tahun. Hingga saat ini. 18 Februari.000 diantaranya perempuan) sementara ada 9. 30413700. Call Center: 021500567. kontak@depkes. Tahun 2009.publik@yahoo. belum ada satu negara pun yang bebas TB.info@depkes. Transforming the Fight Towards Elimination. “Dari sini dapat dihitung kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh TB. Tjandra Yoga. 1.go TBC MASALAH KESEHATA N DUNIA Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang masih menjadi perhatian dunia. sedikitnya ada 3 faktor yang menyebabkan tingginya kasus TB di Indonesia. Demikian penjelasan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Prof. Orang yang miskin akan . TB sangat erat dengan program pengentasan kemiskinan. atau alamat email puskom.id. Selain itu.7 juta orang meninggal karena TB (600. Sepertiga dari populasi dunia sudah tertular dengan TB dimana sebagian besar penderita TB adalah usia produktif (15-55 tahun). Tjandra Yoga Aditama pada acara temu media di kantor Kemkes. dr. dimana penderita tidak sakit namun akibat daya tahan tubuh menurun. penyakit TB akan muncul. Angka kematian dan kesakitan akibat kuman Mycobacterium tuberculosis ini pun tinggi. masalah TB diperberat dengan adanya peningkatan infeksi HIV/AIDS yang berkembang cepat dan munculnya permasalahan TB-MDR (Multi Drugs Resistant=kebal terhadap bermacam obat). Masalah lain adalah adanya penderita TB laten. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9. Menurut Prof. Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI.3 juta diantaranya perempuan).Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik. Penyakit TB juga berkaitan dengan economic lost yaitu kehilangan pendapatan rumah tangga Menurut WHO. seseorang yang menderita TB diperkirakan akan kehilangan pendapatan rumah tangganya sekitar 3 – 4 bulan. Sementara tema Nasional HTBS adalah Terobosan Melawan Tuberkulosis menuju Indonesia Bebas TB. Tema Global HTBS adalah On the Move Against Tuberculosis. faks: 52921669.4 juta kasus baru TB (3.id.go.co. Waktu pengobatan TB yang relatif lama (6 – 8 bulan) menjadi penyebab penderita TB sulit sembuh karena pasien TB berhenti berobat (drop) setelah merasa sehat meski proses pengobatan belum selesai.

yaitu 91% pada tahun 2009. Mortalitas. China.” ujar Prof. Indonesia telah mencapai angka 73. pengobatan teratur selama 6-8 bulan yang diawasi. Strategi nasional pengendalian TB telah sejalan dengan petunjuk internasional (WHO DOTS dan strategi baru Stop TB). rencana global penanggulangan TB didukung oleh 6 komponen dari Strategi Penanggulangan TB baru yang dikembangkan WHO. Penemuan dengan lebih dari 70% dan keberhasilan pengobatan >85% secara berurut lebih dari 5 tahun akan menurunkan prevalensi dan penurunan insidens. Berdasarkan laporan WHO dalam Global Report 2009.000 penduduk pada tahun 2009. Secara umum ada 4 indikator yang diukur. angka kematian yang harus turun separuhnya pada tahun 2015 dibandingkan dengan data dasar (baseline data) tahun 1990. Angka Penemuan kasus (case detection rate) kasus TB BTA positif mencapai lebih 70%. dan sistem laporan untuk monitoring dan evaluasi perkembangan pengobatan dan program. Menurut Prof. pada tahun 2008 Indonesia berada pada peringkat 5 dunia penderita TB terbanyak setelah India. dari 92/100. Angka keberhasilan pengobatan (success rate) telah mencapai lebih dari 85%. Dari ke-4 indikator tersebut 3 indikator sudah dicapai oleh Indonesia. Penemuan kasus dan Keberhasilan pengobatan. Peringkat ini turun dibandingkan tahun 2007 yang menempatkan Indonesia pada posisi ke-3 kasus TB terbanyak setelah India dan China. Dunia telah menempatkan TB sebagai salah satu indikator keberhasilan pencapaian MDGs. deteksi kasus TB di antara orang-orang yang memiliki gejala-gejala melalui pemeriksaan dahak. yaitu Prevalensi. serta konsisten dengan Rencana Global Penanggulangan TB yang diarahkan untuk mencapai Target Global TB 2005 dan Tujuan Pembangunan Milenium 2015.3% pada tahun 2010. persediaan obat TB yang rutin dan tidak terputus. Strategi yang direkomendasikan untuk mengendalikan TB (DOTS = Directly Observed Treatment Shortcourse) terdiri dari 5 komponen yaitu komitmen pemerintah untuk mempertahankan control terhadap TB. begitu sebaliknya orang terkena TB akan mengurangi pendapatannya.menyebabkan kekurangan gizi dan penurunan daya tahan tubuh sehingga rentan tertular dan sakit TB. Selain itu. Afrika Selatan dan Nigeria.000 penduduk menjadi 46/100. Indonesia telah mencapai angka 39/100. yaitu mengejar peningkatan dan perluasan DOTS yang berkualitas tinggi. Tjandra Yoga. Program TB Nasional telah mencapai target dunia sejak tahun 2005 dengan penemuan kasus TB BTA (Basil Tahan Asam) positif sekitar 70% dan mencapai keberhasilan pengobatan lebih dari 85% bahkan sejak tahun 2000.000 penduduk. Angka ini akan terus ditingkatkan agar mencapai 90% pada tahun 2015 sesuai target RJPMN. menangani kasus ko- .1% pada tahun 2009 dan mencapai 77. Tjandra.

Menteri Kesehatan. serta promosi penelitian. berkontribusi dalam penguatan sistem kesehatan. Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. TB terkait HIV. Pameran Kesehatan dan Bazar Kelompok Masyarakat Peduli TB. keterlibatan seluruh penyedia layanan kesehatan dan masyarakat. dan Senam Akbar di Monas tanggal 27 Maret 2011. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9. termasuk pengelolaan kasus kekebalan obat anti TB. faks: 52921669. Saat ini di Indonesia belum ada Pusat penanganan otak dan .id. Ph melakukan Pemancangan Tiang Pertama Pembangunan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (National Brain Centre Hospital) di Jakarta.infeksi TB-HIV. Endang Rahayu Sedyaningsih.go.info@depkes. Sementara Acara Puncak Peringatan HTBS. kekebalan ganda terhadap obat anti TB dan tantangan lainnya.co. Dalam sambutannya Menkes mengatakan.publik@yahoo.id. Dr. Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik. Masalah otak dan saraf dapat menjadi masalah kesehatan nasional yang serius dan berdampakbanyak. Kementerian Kesehatan membangun Rumah Sakit Pusat Otak Nasional ini untuk menanggulangi permasalahan otak dan saraf (neurologi). 01 November 2011 Hari ini (01/11). Pada peringatan HTBS 2011 dilaksanakan beberapa acara diantaranya Kongres Nasional TB tanggal 25-26 Maret 2011. dr. dan tetap menjadi komponen utama dalam strategi penanggulangan TB yang terus diperluas. MPH. INDONESIA BANGUN RUMAH SAKIT PUSAT OTAK NASIONAL (NATIONAL BRAIN CENTRE HOSPITAL) Jakarta. 30413700. Call Center: 021500567. memberdayakan pasien TB dan masyarakat serta mewujudkan dan mempromosikan penelitian DOTS sangat penting untuk penanggulangan TB selama lebih dari satu dekade.go. tanggal 24 Maret 2011 diselenggarakan di Istana Wakil Presiden. atau alamat email puskom.id. menyamakan persepsi semua penyedia pelayanan. kontak@depkes. penguatan sistem kesehatan.

Demikian pula dengan penyakit neuro-degeneratif dan metabolik seperti demensia. Masalah neurologi lain adalah terjadinya peningkatan kasus neuro-infeksi pada otak dan persarafannya. Hal ini akan menjadi masalah nasional jika tidak diantisipasi. bakteri non spesifik. koordinasi. dengan bertambahnya usia harapan hidup di Indonesia. Jumlah kasus penderita kejang dan epilepsi yang tinggi dengan fenomena gunung es sebagai akibat stigma dalam masyarakat. gangguan fungsi eksekutif. tambah Menkes. masalah kesehatan otak dan saraf di Indonesia semakin kompleks dengan jumlah kasus yang semakin meningkat. Belakangan.4%. Menkes mengatakan. rasa tidak nyaman fungsi sensorik pada ektrimitas memperlihatkan tren peningkatan. . Prevalensi cidera kepala dan tulang belakang mencapai 7. Berdasarkan pada Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007. terpadu dan komprehensif berbasiskan pada bukti (evidence base medicine) dan mampu bersaing secara global.saraf tersendiri. akan timbul masalah baru yaitu proses penuaan otak dan jaringan saraf. keseimbangan. Selain itu masih tingginya angka kecacatan pada anak baru lahir atau gangguan pada perkembangan fungsi otak dan saraf. stroke merupakan penyebab kematian dan kecacatan utama di hampir seluruh RS di Indonesia yaitu sebesar 15. jamur dan juga meningkatnya kejadian ODHA (orang dengan HIV/AIDS) dengan manifestasi awal dan lanjut pada otak dan saraf. Masalah otak dan saraf yang cukup memprihatinkan adalah semakin tingginya angka kejadian trauma kepala dan tulang belakang akibat kecelakaan lalu lintas. Menkes mencontohkan meningitis/meningoensefalitis tuberculosis. Brain check up bisa menjadi salah satu standar pemerikasaan kesehatan sehat. Salah satu aspek yang akan dilayani Rumah Sakit Pusat Otak Nasional yakni pelaksanaan brain check up yang komprehensif. kata Menkes. Angka kejadian stroke meningkat dari tahun ke tahun. Tumor otak dan medula spinalis juga menunjukkan kecenderungan yang meningkat.5% dari total populasi.

2 ha kepada Kementerian Kesehatan sebagai tempat berdirinya Rumah Sakit Pusat Otak Nasional dan juga memberikan persetujuan kontrak tahun jamak (multi years) untuk pembangunan rumah sakit. Product Development. Pusat pelayanan brain check up terpadu. pendidikan dan penelitian yang menjadi misi utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional. Restoration & Rehabilitation. Rumah Sakit Pusat Otak Nasional dapat menjadi inspirator bagi pihak swasta untuk membangun fasilitas serupa di wilayah lain. Beberapa program pelayanan unggulan di RS ini meliputi Pusat pelayanan stroke terpadu. Pusat pelayanan gangguan memori dan neurobehavior terpadu.Menkes berharap. sehingga bisa bersaing di tingkat global”. dan Community Policy Development. Basic Clinical & Comprehensive Research. Dalam kesempatan tersebut Menkes berterima kasih kepada Kementerian Keuangan RI yang telah memberikan sebidang tanah seluas ± 1. “Konsep tersebut diharapkan menyatu dalam proses pelayanan. Pusat pelayanan infeksi SSP dan HIV terpadu. Di dalam RS ini terdapat Advance Clinical. secara substansi kualitas Rumah Sakit Pusat Otak Nasional akan berdiri sebagai Center of Excellent. Education & Training. dan Penelitian neuroscience (Basic dan Clinical) di pelayanan unggulan terpadu. Pusat pelayanan Trauma Serebro Spinal Terpadu. Menkes berharap. Selain itu Rumah Sakit Pusat Otak Nasional diharapkan mampu membangun jejaring kerjasama dengan semua pihak baik di dalam maupun di luar negeri dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan otak dan saraf di Indonesia. ujar Menkes. mengingat masih besarnya potensi pasar yang ada yang tidak akan sanggup hanya ditanggung oleh pemerintah. Pusat pelayanan neuro onkologi terpadu. Pusat pelayanan epilepsi terpadu. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Badan Narkotika Nasional beserta seluruh jajarannya yang telah membantu Kementerian Kesehatan RI dalam pengosongan lahan. .

id. Dr.go. dukungan pemerintah pusat dan daerah. Demikian sambutan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Prof. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9. Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Call Center: 021-500567. Indonesia telah mencapai 78. pendanaan semakin memadai. yaitu menurunnya angka kesakitan dan kematian menjadi setengahnya di tahun 2015. KEMENKES DAN KADINKES SE INDONESIA TANDATANGANI KERJASAMA PENGENDALIAN TB Pengendalian tuberculosis (TB) di Indonesia telah menunjukkan kemajuan bermakna.id.Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik. keberhasilan pengobatan TB telah mencapai 91% dari 85% yang ditargetkan.go. Keberhasilan ini antara lain karena akses pelayanan kesehatan semakin baik. Ini terlihat dari tercapainya target angka penemuan dan angka keberhasilan pengobatan sesuai indikator MDGs. kontak@depkes. faks: 52921669. disamping membaiknya teknologi pengendalian TB. atau email info@depkes. Tjandra Yoga Aditama pada acara Penandatanganan Sub Grant . Selain itu. Akhir 2010.3% penemuan kasus dari 70% yang ditargetkan. Peringkat Indonesia dengan jumlah penderita TB terbanyak di dunia telah turun dari peringkat ke-3 menjadi peringkat ke . peran serta masyarakat dan swasta semakin meningkat.5.

Empat Sub Recepient juga ikut menandatangani yaitu Ikatan Dokter Indonesia. Prof. Penandatanganan ini dilakukan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi seluruh Indonesia. Jumlah kasus TB di Indonesia sekitar 5. ujar Prof. Walaupun banyak keberhasilan yang dicapai. Tjandra menyatakan. “Dalam hal prevalensi TB. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan.000 penduduk dari target tahun 2015 sebesar 221/100.000 penduduk. TB terjadi pada lebih dari 70% usia produktif sehingga beban . Setiap tahun terdapat 660 ribu kasus di Indonesia.Agreement untuk Single Stream Funding (SSF) the Global Fund (GF-ATM) Komponen TB. 61 ribu diantaranya meninggal atau sama dengan 238 orang TB yang meninggal setiap harinya. saat ini angka prevalensi TB turun menjadi 285/100. Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan. Tjandra.000 penduduk dari target 46/100.8% dari total jumlah kasus TB di dunia. di Jakarta (16/9). target MDG’s Program Pengendalian TB telah on the tract”. Sementara. Sementara angka kematian TB saat ini telah mencapai target MDGs yaitu 27/100. Direktorat Kesehatan Kemenhankam dan Coordinating Country Mechanism (CCM) Indonesia.000 penduduk. namun TB masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia.

Besarnya masalah TB memerlukan perencanaan jangka pendek dan jangka panjang. jelas Prof. TB juga merupakan penyakit terkait dengan kesejahteraan dan kemiskinan. Prof Tjandra menjelaskan GF memberikan hibah pembiayaan program TB sejak tahun 2003 . Ditambahkan. Untuk itu perlu kegiatan kolaboratif antara kedua program TB dan HIV serta ekspansi manajemen program kasus TB-MDR. Tantangan lain. program dan mobilisasi sumber daya. dan pasien. Oleh karenanya perlu penanggulangan secara intersektoral sehingga keterlibatan masyarakat akan semakin penting untuk pengembangan kebijakan. dengan semakin komprehensif dan integratif program. Dengan demikian perlu strategi agar tidak tergantung dengan donor yang sewaktu-waktu dapat dihentikan. organisasi sosial kemasyarakatan.ekonomi akibat TB cukup besar. manajemen program TB semakin complicated. Untuk itu perlu keterlibatan semua pihak dalam pengendalian TB termasuk masyarakat. ada beberapa tantangan dalam pengendalian TB di Indonesia diantaranya meningkatnya kasus Multi Drug Resistant (MDR-TB) dan ko infeksi TB-HIV. Tjandra. Penguatan sistem dan layanan kesehatan penting untuk meningkatkan akses terhadap layanan TB. organisasi profesi.

sampai sekarang. Tjandra menambahkan. bukan dana utama. kata Prof. dengan ditandatanganinya Sub Grant Agreement semua wajib melaksanakan pengendalian TB sesuai aturan yang dikeluarkan oleh pemberi hibah. Dana utama di Indonesia adalah APBN dan APBD. melakukan advokasi kepada pimpinan daerah dan para stakeholders di daerah agar TB tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Single Stream Funding (SSF) merupakan penggabungan dari pendanaan hibah GF Round 8 dan Round 10. serta diskusi yang mendalam. karena itu diharapkan para Kepala Dinas di Provinsi maupun kabupaten dan kota memperkuat APBD dengan memprioritaskan kegiatan pengendalian TB. Ditegaskan. memperkuat komitmen untuk memperkuat aksi.Tjandra. Dinas Kesehatan Provinsi seluruh Indonesia dan 4 SR”. “Persetujuan ini memerlukan proses panjang dengan memberikan dokumen pendukung yang valid (aktual dan evidence based). Prof. Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik. Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan . SSF dimulai pada 1 Juli 2011 .31 Desember 2013. Dilanjutkan penandatanganan kontrak kerjasama antara Authorized Principle Recipient (APR) oleh Direktur PPML. sifat dana hibah adalah pendukung.

Menkes menambahkan. digunakan antimikroba yang rasional dalam jenis dan jumlah yang cukup. MPH. telah terjadi peningkatan 440. ”Data tersebut menggambarkan besarnya masalah yang timbul akibat resistensi antimikroba pada pengendalian salah satu penyakit menular di Indonesia. Mengutip data WHO. sehingga tidak menimbulkan masalah resistensi yang tidak terkendali. Indonesia mengangkat tema Gunakan Antibiotik Secara Tepat Untuk Mencegah Kekebalan Kuman dengan harapan penggunaan antimikroba lebih rasional agar dampak resistensi tidak meluas. . Antimicrobial Resistance and Its Global Spread. Oleh karena itu masalah ini diangkat menjadi tema Hari Kesehatan Sedunia (HKS) 2011. Indonesia menduduki peringkat ke-delapan dari 27 negara dengan beban MDR tinggi. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9.209 pasien MDRTB di seluruh Indonesia pada tahun 2007 dan akan ada sekitar 6. Di negara berkembang hanya 30-50% penderita pneumonia mendapat terapi antibiotik secara tidak tepat. upaya pengendalian penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan seperti malaria.000 kasus kematian per tahun. filariasis.000 kasus baru akibat multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB) setiap tahun dan menyebabkan sekurang-kurangnya 150. pada tahun 2009. tuberkulosis. Diperkirakan terdapat 12. Pengendalian Penyakit Tuberkulosis” terang Menkes. MASALAH KEBAL OBAT MASALAH DUNIA Masalah kebal obat antimikroba (Antimicrobial Resistance) tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga sudah menjadi masalah dunia. antara lain untuk penyakit-penyakit yang sebenarnya tidak memerlukan antibiotik. kusta. Hal ini disampaikan Menkes dr.Ph ketika membuka seminar ”Antimicrobial Resistence-Containment and Prevention” dalam memperingati puncak HKS tanggal 7 April 2011 di Jakarta. Menurut Menkes. Endang Rahayu Sedyaningsih. Call Center 021500567.395 pasien MDRTB baru setiap tahunnya. faks 52921669. Dr.RI.id.go. dan frambusia. Berbagai studi menemukan 40-62% antibiotik digunakan secara tidak tepat. Perkiraan WHO. atau email kontak@depkes.

Menkes memberikan tips penggunaan antibiotik yang benar. Menkes meluncurkan Pedoman Umum Penggunaan Antibiotika.Menurut Menkes.tidak hanya sektor kesehatan saja. yaitu jangan sembarangan mengkonsumsi antibiotik. faks: 5223002. kontak@depkes. Untuk mencegah kebal kuman. atau alamat emailpuskom.id. Menggunakan antibiotik hanya dengan resep dokter. Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI.co. Bertepatan dengan Puncak Peringatan HKS. 021-500567. Sedangkan di tingkat sarana pelayanan kesehatan dan masyarakat. obat mana yang mengandung antibiotik. dan diare tidak memerlukan antibiotik. 30413700. Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik. dengan dosis dan jangka waktu sesuai resep. Tidak menggunakan atau membeli antibiotik berdasarkan resep sebelumnya. diharapkan akan tercipta upaya pengendalian resistensi antimikroba yang lebih tajam. Sebaiknya batuk. Akan tetapi. baik milik pemerintah maupun swasta. ujar Menkes. Dalam kesempatan itu Menkes menghimbau agar penanganan resistensi antimikroba mendapatkan perhatian dari berbagai sektor . resistensi antimikroba menyebabkan potensi peningkatan jumlah pasien infeksi dan risiko terjadinya pandemi resistensi antimikroba”.go. Baik pada tingkat individu. ”Di tingkat individu. Dengan adanya strategi nasional tentang pengendalian resistensi antimikroba terpadu. resistensi antimikroba dapat memberikan dampak negatif yang bertingkat dalam upaya penanggulangan penyakit infeksi. Call Center: 021-500567.publik@yahoo. Karena salah menggunakan antibiotik menyebabkan obat menjadi tidak efektif lagi.go. . maupun di tingkat sarana pelayanan kesehatan dan masyarakat. info@depkes. serta penggunaan antimikroba tingkat lanjut yang lebih mahal dengan efek samping dan toksisitas yang lebih besar. Pedoman ini diharapkan menjadi acuan dalam penggunaan antibiotika bagi tenaga kesehatan di seluruh sarana pelayanan kesehatan. Menanyakan pada dokter. pilek. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9. memperburuk kondisi klinis. 52921669.id.id. resistensi antimikroba dapat memperpanjang masa infeksi. Kementerian Kesehatan tetap menerima masukan dari berbagai sektor dalam perumusan strategi pengendalian resistensi antimikroba.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->