MANUAL

Konstruksi dan Bangunan

PERENCANAAN BETOI$ STRUKTUR BERTULANG UNTUK JEMBATAN

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT BINAMARGA JENDERAL

PRAKATA

jal pembinaan an Sa l a h sa tu a sp e k p e n ti n gu ntuk menunjangkeber hasialan a d a l a h d e n g a n te rse d i a n ya m a, Standar ,Pedomandan Manual ( NSPM ) , Nor y a n gda p a td i te ra p ka d i l a p angan n denganm udah. Untuk mengatasi permasalahandi atas, DirektoratBina Teknik Direktorat J e n d e ra lB i n a Ma rg a D e p a r tm enPeker jaanUm um telah menyusunM an ual Perencanaan Struktur BetonBertulanq untukJembatan. M a n u a l i n i d i su su n d e n g an m emper hatikanm asukan dar i nar asum ber jalandan jembatan. b e r k o mp e ted a n ya n ga h l id i bidang n peker jaan p T a t a c a ra e n u l i sa n n u a l n i mengacupada Pedom an ma ( i Nasional PSN ) Standar No. B tahun 2007.

Apabila dalampelaksanaannya ditemui ataupun terdapat kekeliruan kekurangan pada manualini, akandilakukan perbaikan dikemudian dan penyempurnaan hari.

Jakarta.

Desember 2008

Dir ekturJender alBina M ar ga

UL$ti,, L^L\,\LFG-(,N
A. Hermanto Dardak

Daftar isi

Prakata Daftarisi gambar Daftar Daftartabel 1 . P e n d a h u l u a.n. . . . . . . . . . . . . . . 1.1. Ruang Lingkup 1.2. Pemahaman terhadap Struktur Jembatan 1.2.1. Umum 1.2.2. Tipikal Struktur ............ AtasJembatan 1.2.3. Tipikal Struktur Bawah Jembatan Penjelasan Persyaratan UmumPerencanaan ................ 2.1. SyaratUmumPerencanaan Struktur Beton 2.1.1. UmurRencana Jembatan yangDigunakan 2.1.2. Satuan .......... 2.2. P r i n s i p m u m e r e n c a n a a.n. . . . . . . . . . . . . U P . . 2 . 2 . 1 . D a s a r m u m e r e n c a n a a.n . . . . . . . . . . . . . U P . . 2.2.2. Asumsi Anggapan dan Perencanaan .......... (PBKT) 2.2.3. Perencanaan Terfaktor Berdasarkan Bebandan Kekuatan 2.2.4. Perencanaan Berdasarkan BatasLayan(PBL)........ 2.2.5. Metode Analisis 2 . 3. Sifatdan Karakteristik Material Beton 2.3.1. Kekuatan Nominal Beton 2 . 3 . 2 . T e g a n g alni n. . . . . . . . . . . . . j 2.3.3. Lengkung Tegangan-regangan 2.3.4. Modulus Elastisitas

I

ii
V

vii 1-1 1-1 'l-1 1-1 1-3 1-10 2-1 2-1

2.3.5. Angka Poisson
2.3.6. KoefisienMuaiPanas 2.3.7. SusutBeton padaBeton 2.3.8. Rangkak 2.4. Sifatdan Karakteristik Material BajaTulangan Non-Prategang 2.4.1. KekuatanNominal 2.4.2. Tegangan ............. ljin 2.5. Sifatdan Karakteristik ............... Material BajaTulangan Prategang 2.5.1. KekuatanNominal 2 . 5 . 2 . T e g a n g alni n. . . . . . . . . . . . . j 2.5.3. Modulus Elastisitas 2.5.4. Lengkung Tegangan-regangan 2.6. BebanRencana 2.7. Persyaratan Kekuatran Beton 2.8. Persyaratan SelimutBeton 3 . MetodologiPerencanaan ................ 3.1. Pendahuluan................ 3.2. Pokok-pokok Perencanaan ........... 3.3. Tahapan Perencanaan ............... 4 . Perencanaan Kekuatan LenturBalok

2-1 2-1 2-1 2-1 2-2 2-2 2-2 2-3 2-3 2-3 2-4 2-4 2-6 2-7
2-7 2-7 2-10 2-13 2-13 2-13 2-15 2-15 2-15 2-16 2-16 2-'16 2-16 2-17 3-1 3-1 3-1 3-1 4-1 4-1 4-1 4-1 4-2

4.1. Umum
4.1.1. Kondisi BatasPerencanaan Berdasarkan PBKT

4 .1 .2 . A su msi e re ncanaan P ................
4.1.3. Tipikal Keruntuhan Balok

4.1.4. Penentuan RasioTulangan Keruntuhan BatokBerimbang 4.2. Analisis BatasBalokPersegi Tulangan Tunggal 4.2.1. Penyederhanaan Formulasi untukTabulasi 4.2.2. Langkah-langkah Mendesain Balokdengan TabelManual 4.2.3. Formulasi untukDesain Manual secara

4.2.4. KekuatanMinimum 4.2.5. Syarat Tulangan Minimum 4.2.6. Syarat Tulangan Maksimum
4.2.7. Jarak Tulangan Perencanaan Kekuatan BalokTulangan Ganda 4.3.1. Analisis BalokTulangan Ganda 4.3.2. Analisis BalokTulangan Gandadengan Tulangan TekanLeleh.... 4.3.3. Analisis BalokTulangan Gandadengan Tulangan TekanLeleh Menggunakan TabelManual 4.4. Perencanaan Kekuatan Balokterhadap Geser 4.4.1. Kekuatan padaBalok GeserRencana

4-3 4-4 4-5 4-8 4-8 4-10 4-'t0 4-11 4-11 4-21 4-23 4-24 4-28 4-31 4-31 4-31 4-32 4-33 4-33 4-36 4-36 4-38

4.4.2. Kuat Geseryang Disumbangkan Beton oleh 4.4.3. SyaratsyaratTulangan Geser 4.4.4. Kuat Geseryang Disumbangkan Tegangan oleh Geser 4.4.5. Tulangan Geser Minimum 4.5. Perencanaan T ............... Balok 4.5.1. Balok danBalok T T-Semu 4.5.2. Analisis Balok Tulangan T Tunggal 4.5.3. Analisis Balok Tulangan T Ganda........ 4.5.4. Analisis Balok Kotak Hollow........ 5. Perencanaan Kekuatan Ko1om........ 5 . 1. U mu m 5.1.1. Faktor Reduksi Kekuatan... 5.1.2. Prinsip Perencanaart................. 5.2. Perencanaan Kolom Pendek...... 5.2.1. Diagram InteraksiKolom........ 5.2.2. Perencanaan Menggunakan Diagram Interaksi..... 5.3. Perencanaan Kolom Lamgsing... 5.3.1. Pembesaran Momen untuk Kolom Bergoyang.............. tak 5.3.2. Pembesaran Momen untuk Kolom Bergoyang. 5.4. Kekuatan Kolom dalam Kombinasi Lentur Biaksial Tekan. dan .. 5.4.1. Asumsi Perencanaan................. 5.4.2. Perencanaan pada Momen Berdasarkan Masing-masing Lentur secara Terpisah.... 5.4.3. Perencanaan Lentur Biaksialdan Tekan 5.4.4. Persyaratan Tulangan untuk Kolom 6. Perencanaan Kombinasi Geser Puntir.. dan 6.1. Penggunaan Metode dan Perencanaan.......... 6.1.1. Pen99unaan.............,... 6 .1 .2 . Me to dP e re ncanaan................. e
6.2. Kekuatan puntir 8a1ok.......... 5.3.3. BebanTekuk......... 5.3.4. Syarat Kelangsingan................

4-50 4-57 5-1 5- 1 5-1 5-1 5-2 5-2 5-4 5-5
5-5 5-6 5-8 5-8

5-14 5-14
5-14 5-15

5-15 6-1 6-1 6-1 6- 1
6-1 6-2 6-3 6-4 6-5 6-6 6-7

6.2.1. 6.2.2. 6.2.3. 6.2.4. 6.2.5. 6.2.6.

Syarat Tulangan Puntir...,..... Torsi Keseimbangan Torsi dan Kompatibifitas................. Tulangan PuntirMinimum.... Definisi danP.o.............. A.o Detail Tulangan Puntir.. Bagan Perencanaan danGeser.. Alir Puntir
ill

7.

7-1 7-1 7-1 7-2 7-2 7-3 7-3 7-3 7 .2 .1 . U mu m padaPelatLantai 7.2.2. Kekuatan 4-5 GeserNominal 7-6 7.2.3. LuasMinimum SengKang Tertutup..... dari 7.2.4. Detail 7-6 Tulangan Geser.. Perencanaan 8-1 Dinding... 8.1. Penerapan 8-1 8 . 2 . P r o s e d u re r e n c a n a a n . . . . . . . . . . . . . . . . . 8-1 P 8.2.1. Umum 8-1 8.2.2. Dinding 8-1 hanyaDibebaniGaya Sebidang. Vertikal 8.2.3. Dinding 8-1 Dibebani dan GayaVertikal HorisontalSebidang............... 8.2.4. Dinding ................ 8-1 Dibebani GayaHorisontal Tegak Dinding Lurus 8.2.5. Dinding Dibebani Sebidang GayaHorisontal dan GayaVertikal 8-2 Tegak urus indin9............... L D 8.2.6. Dinding 8-2 merupakan Bagian dariStruktur Portal....... 8.3. Pengaku Pengikat 8-2 / Dinding...... 8.4. MetodePerencanaan 8-3 Disederhanakan untukDinding Terikatyang Menerima hanya GayaVertika|................ 8.4.1. Eksentrisitas 8-3 Beban Vertikal...... 8.4.2. Perbandingan 8-3 Tinggi Maksimum dengan Ketebalan.. Efektif 8.4.3. Tinggi Efektif......... 8-3 8.4.4. Kekuatan 8-4 AksialRencana dari Dinding 8.5. Perencanaan Dinding 8-4 untukGaya Horisontal Sebidang... 8.5.1. LenturMinimum.... 8-4 8.5.2. Penampang 8-5 Kritis Geser 8.5.3. KekuatanGeser......... 8-5 8.5.4. Kekuatan 8-5 Gesertanpa Tulangan Geser......... 8.5.5. Sumbangan Kekuatan Geser olehTulangan Geser........... 8-6 Dinding 8.6. Persyaratan Tulangan 8-6 Dinding...... 8.6.1. Tulangan 8-6 Minimum.,.. 8.6.2. Tulangan 8-7 Horisontal untukPengendalian Retak......... 8.6.3. Jarak 8-7 Spasi Tulangan............ 8.6.4. Pengekangan 8-7 Tulangan Vertikal.... 9. Perencanaan 9-1 Korbel..... 9.1, Penerapan. 9-1 yang 9.2. Faktor-faktor PerluDipertimbangkan dalamPerencanaan....................9-1 9.2.1. Tinggi 9-1 MukaSisi 9.2.2. AksipadaKorbel 9-1 g-2 9.3. Prosedur Perencanaan................ 9-2 9.3.2. Penampang 9-2 Kritis.......... 9.3.3. Kebutuhan 9-2 Tulangan Total. 9.4. Persyaratan Tulangan... 9-3 9 .4 .1 . T u l a n g a n n i mum.... 9-3 Mi 9.4.2. Sengkang 9-3 Tertutup..... 9.4.3. Pengangkuran 9-3 Tulangan Utama Tarik

Perencanaan Kekuatan Pe|at.......... pelatLantai 7.1. Perencanaan Kendaraan terhadap Lentur........ 7. 1 . 1 . T e b a M i n i m u m e l a L a n t a i . . . . . . . . . l P t 7 . 1 . 2 . T u l a n g aM i n i m u m . . . . n 7 .1.3. Penyebaran Tulangan untuk Pelat Lantai......... 7 .1.4. Pengaku Bagian Tepi........... 7.2. Perencanaan PelatLantai terhadap Geser.........

tv

. (AASHTO k LRFDsec.. 1 6 r Gambar 4. ....ror crai{ Perbandins"n K....7 1-2 Komponen Prinsip Struktur Atas...4.....*.5 Gambar 5.1 Gambar 1. 1953 Box Dusseldorf.... Tulangan 4-21 Tekan Efektifitas Tulangan Defleksi Akibat Beban TekandalamMengurangi Tetap(Sustained). 4-3 Penampang.13 G a m b a4 .3 Gambar 5..1 Gambar2. BalokT dalamMomenPositifdan Negatif 4-37 LebarEfektifBalokdenganSayap 4-38 Analisis 4-39 BalokT Tulangan Tunggal Analisis 4-40 BalokT Tulangan Tunggal KondisiTarik Penampang.6.7 Gambar 4. 1961 (Arc Jembatan Pelengkung Bridge)...4 Gambar 4..... .ffi 4-3 i"nir . 5-3 5-9 5-10 5-10 5-11 5-14 5-16 TorsiKeseimbangan TorsiKompatibilitas 6-3 6-4 . 1 ...4 Gambar 2.. 4-22 Penampang.. ...Daftar Gambar G a m b a1 ....1 0 Tipel-Girder Segmental..... Tekan 4-41 Regangan GayadalamBalokT Kondisi dan Diagram Analisis 4-43 Alir Balok Tulangan T Tunggal Analisis 4-50 BalokT Tulangan Ganda Diagram Analisis 4-53 Alir BalokT Tulangan Ganda Superposisi 4-57 Gaya-gaya KopelBalokKotakHollow Diagramlnteraksi 5-3 Kolom Gambar 4....7 Gambar 4. Jembatan Barat..5 Gambar 3.8 Jembatan Girder....2 Gambar 1.2 Gambar 4.. 6 r Gambar 2..... 4 r Gambar 1.. Cikubang-Jawa Pembagian Beton Analisis dan Perencanaan ElemenStruktur Bertulang 1-18 2-5 Kurva Tekan f-e Beton Kurva 2-6 Stress-Strain Beton Grafik 2-9 Faktor Susut Grafik 2-12 Faktor Rangkak = (Kurva Contoh Kurva Tipikal Baja Tekan Stress-Strain Tulangan Kurva 2-13 Tarik) Tahapan 3-2 Perencanaan ...4 Gambar 6.....5 G a m b a1 .... Regangan GayadalamBalokKondisi Berimbang Dan Penampang.... 4-4 4-7 Diagram Analisis Alir Tunggaf BalokTufangan (Manual) 4-9 Diagram Desain Alir BalokTulangan Tunggal 4-11 Spasidan Selimut Tulangan Perbandingan Penampang tanpa TulanganTekan (a) dan dengan (b).2...3 Gambar 4.. MacGregor .3 G a m b a1 .. 1 5 r G a m b a4 ... .i. 2005.2 Gambar 2.6 Gambar 4. 1 r Gambar 1.......9 Castlewood Canyon..........1 Gambar 4.12 Gambar 4... .... 1 1 r Gambar 4.. 1-8 Jembatan Gider Segmental....10 G a m b a4 .... 1 . g Nomograf untukFaktor Panjan Efektif.......2 Perhitungan danMnuntuk Pn Distribusi Regangan Suatu (Sway PortalBergoyang Frame) (Sway Portal Bergoyang Frame) FaklorPanjangEfektif.. k GarisKerjaAksi dari Resultante GayaAksial Spasiantara Tulangan Longitudinal Kolom .. JamesG.1 Gambar5..6 Gambar 5. 1948.3 Gambar 2...17 Gambar 5. 1-9 Jembatan Solid-Slab.7 Gambar 5..2 Gambar 5. Box Lauderdale Airportlnterchange 1.. 1 4 r G a m b a4 ... Regangan Tegangan Tulangan dan Beton Bertulang PadaPenampang Tunggal 4-2 'b..1 Gambar 6....5)...... ReganganDan Gaya dalam Beton denganTulangan Tekan 4-23 BalokT dalamSistem 4-36 PelatSatuArah .5 Gambar 4.1 Gambar4.. ...8 Gambar 4.9 Gambar 4......4 Gambar 5.. .8 Gambar 4. Regangan Dan Gaya dalam Balok KondisiKeruntuhan Tarik.. Dusseldorf...

.......Gambar 5..1 Definisi danAn .1 pambar9.....3 Gambar 7.... BalokTinggi Kantilever 6-5 7-4 9-1 vl ...... Ao Keliling Geser Kritis ..

..1 Tabel2.4 Tabel'1...... JenisBangunan (a) Bawah Pangkal Fondasi Langsung ...7 Tabel1.PangkalFondasi Tiang(b) KoefisienStandarSusut Beton sebagaiTambahanReganganJangka Panjang Koefisien Standar Rangkak Tambahan Regangan Jangka Betonsebagai Panjang Jenis (a) Bangunan . ..BetonPrategang JenisBangunan (d) Atas......6 Tabel1.Beton .PangkalFondasi Tiang(a) JenisBangunan Bawah....8 Tabel1.........2 Tabel5. .... JenisBangunan (b) Bawah Pangkal Fondasi Langsung .... u SelimutBetonBerdasarkan PadaBetonPrategang .. (b) Atas JenisBangunan (c) . JenisBangunan (a) Bawah Pangkal Fondasi Sumuran JenisBangunan (b) Bawah Pangkal Sumuran ....3 Tabel1.4-1 JenisBangunan .7 Tabel1.... .8 Tabel2. ..Beton ............1 Tabel3.......2 Tabel2...3 Tabel3.Daftar Tabel Tabel1..5-2 Tabel2. Atas 1-4 1-5 1-6 'l-7 1-11 1-12 1-13 1-14 1-15 1-16 1-17 2-10 2-11 2-16 2-17 3-4 3-5 5-17 Persyaratan Kekuatan Beton ntuk Abrasi ... Atas... JenisBangunan Bawah JenisPilar.BetonPrategang ..5 Tabel1.6 Tabel1. DiameterTulangan FaktorBebanKeadaan BatasUltimate FaktorReduksi Kekuatan U.SUntukBeton UkuranTulangan untukSengkang Spiral dan vtl . Fondasi JenisBangunan Bawah.1 Tabel1..2 Tabel1.L.....

DaftarLampiran Lampiran A DaftaxNama .

ne Lmexup Perencanaan strukturbetonini digunakanuntuk merencanakan o jembatanjalan raya o jembatanpejalankaki Dibangundenganmenggunakan l. * *) berlakujuga untuk kategori dua beton terakhir dengancatatanperlu penyesuaian perilaku dan penelitianyang dapatditerima. Secara umum strukturjembatan terbagiatasdua bagian: l.1 PnuatuutN Uuaa JsantrAN TERTTADAv STRUKTUR Jembatan adalahsuatubangunanstrukturalyang digunakanuntuk melewatkanorang atau kendaraan di atas dua daerahlkawasanatau ruang yang terpisah oleh sungai. 1. betonringan ( beratisi + 2000 kg/m3.2 1. Fungsi dari struktur atas adalah sebagaielemen horizontal yang menahanbeban-beban atas lantai kendaraanuntuk ditransferke di elemenstruktur bawahatauke perletakan.fc'antara20 MPa s.1 Raz. betonnormal ( beratisi + 2400kg/m3. betonbermututinggi (fc' > 60 Mpa). jalan atauhambatan lembah.I.fc'antara20 MPa s. Manual Perencanaan StrukturBetonBertulang untukJembatan Hal. fisik lainnya. Pnxo. jurang.d 60 MPa ).2. * 3. strukturbawahjembatan(substructure) 3.lnuLultt I PBNDAI{ULUAN 1. Fondasi Adapun yang dirnaksuddenganstruktur atasjembatanadalahsemuakomponenyang beradadi atas perletakanjembatan.d 40 Mpa ). 2. l-1 . struktur atasjembatan (superstructure) 2.

atas Porsi dari potonganpenampangpelat lantai jembatan yang menahanlalu-lintas lapisan kendaraan secaralangsung. Manual P erenc anaanStruhur Beton B ertulang untukJembatan Hal.Member direncanakan utamatipe balok sepertibetonI-girder. Pelat lantaijembatan Pelat lantaijembatanadalahkomponenstrukturjembatanyang menahanlangsung lalu lintas kendaraan atasjembatan. MemberSekunder Member sekunderadalahpengakudiafragmaatau ikatan antaramember primer yang direncanakan untuk menahandeformasi struktur atas dalam potonganarah melintang dan membantu mendistribusikansebagianbeban vertikal di antara girder-girder. Permukaan jembatan(wearingsurface). 2 .l. MemberPrimer lalu longitudinal(searah Member primer fungsinyamendistribusikan bebansecara prinsif biasanya lintas) dan secara untuk menahanlenturan. T-girder. 3 .l-2 .aawu.1Komponenprinsip strukturatas sebagai berikut : Stnrkturatasjembatanterdiri dari komponen-komponen 1. 4. Pnuo. box-girderataulainnya.Biasanyabagian ini terbagi menjadi beberapa yang terbuatdari bahanbituminuous.Fungsi utama struktur pelat lantai adalah di mendistribusikan beban-beban sepanjangjembatan secara longitudinal atau mendistribusikan bebansecara tranversal.str I otrs Pernukocr: r i Peloi Jemboicm Gambar 1.

i di Jembatan struktur atasbeton yang dimaksudkan sini adalahjembatanyang dibuat dari material beton baik pada keseluruhan ataupun sebagian elemen struktur pembentuknya. 1.".aTSrnarranATASTEMBATAN Secara umum struktur atas jembatan dapat dibedakanmenjadi 4 bagian menurut materialpembentukelemenstruktumya: l. ereksen disatukan dengan pelat kendaraansecara integral agar terjadi komposit. jembatanstnrkturbaja 1 3.I. pelat kendaraandisatukan dengan elemen gelagarnyasecara integraldari semulapembuatannya. T-Girder. 1-3 .2 TrcTr. atau fondasi dangkal. Pztnnnuu. Adapun box girder. jembatan strukturbeton 2. box girder. Jembatan strukturk.tw Illemen struktur bawah biasanyadapat berupa kolom pier .Padajembatan Struktur beton l-Girder atau T-Girder. Tidak dibahasdalammanualini Manual Perencanaan Struhur BetonBertulang untukJembatan Hal. concreteslab (pelatbeton). kemudian setelah balok gelagarjembatan dibuat terpisah pada saat pembuatannya. voided slab (pelat berongga).Elemen struktur horizontal pada jembatan struktur beton biasanya dapatberupagelagarbeton i-Girder. Adapun bagian fondasijembatan biasanyadapat berupafondasi dalam.dinding ataupunberupa pangkalj embatan(abutrnent).2.

tirtrnn t I I I | I 8onlul bontmg ulrtnl J.t 5-13m I tltS 'T' lcl Cetdtrrbo(o^ 1'13.1t15 anaanStrukturBeton B ertulang untukJembatan Manual P erenc .I.115 1 llI Gatogarb€toa bott 1t12.mbilin lr! Peli! Brton btrltjlin$ Itl: Pcltt brfon300 10-18mI 1r18 lc) K6{.{lDrrect.Beton (a) Tabel l-1. Poyn.enutu. Jenis bangunan Jcoir Smgvnan At[t bato{ }o.ttt Atas .

2 0m Manual Perencanaan Struhur BetonBertulang untukJembatan Hal.tN Tabell-2.1-5 ..s! beron{g! 6-16m 1t20 fungsional lcl Stlnrn lrrongia horapot4ocagfn lofitai lralon 8-14m 1/1 I fungsional . JenisbangunanAtas Betonft) Jlnb Baaguaro Atrr 8ofttul brotorto utrmt Vrrlotl Bchr!rg Fatbtndh$rn htt $rikd tho0ltbonlong Prnoapilrn Jrnrbotrn botonbrnuhng '! Blton luonluk Itl Lon0k\rng 0r'. PnNo.qnutu.bolrl 30-70m 1R0rata2 estetika Josnbtron Dctoop|rtokon : lrl $c0rnrnFn:rt m 6-'12 1t20 fungsional lbl So0nenp. rongeo tungstt .l. bott b!?€hggl 1 6 .

Jenis bangunan Atas . Oontul bontnng utrrma Vrimi Eentnnt PBrbonfrn0in hrL ripll(0l tincollbnntana ?onompllan 1 8 ..5 baik lil Gslagof b€l8 rnorolhik drlim bentan0 to8orhonE.tnutu.n drnoan linlrl kofioodt. ltntilove.4 0 m 1I15 1/16.l. 20-50m 1t17.39 6-150m 1/18 1/20 estetik Manual P erenc anaanStrukturBeton Bertulang untukJembatan Hal.qN Tabel l-3.5 baik 1t20 tl Golrgar bok3rntn€. &clthstnaea lta$ 1q 1.ut. Pnvo.1-6 .BetonPrategang(c) Jcnlr Eonguno{r Ator Jonrltnlrllrhoton Ptetolnn! thl Grlagrr bot| Frisa Frnilrno.

s.5 tungEional 'T'-prica hl Gctlinr pgnqlin$an.4 5 m 1r16.I. I orc'DcA{0rr}0!n dcn{r+ lefltli lo$tutoiit ddem btntsng frrftfi0!|. ptJ 4 patcn FOnC0l^01^ lll 6clo0$ | do. 2 0 .t Atas .1-7 .3 5 m 1 i l 5 .1 / 1 6 .5 1/17.BetonPrategang(d) Tabel l-4.I. Manual Perencanaan StrukturBetonBertulang untukJembatan Hal.5 fungsional tlt Grb0r. Jenis bangunan Jofilr Bln$rnrn Arrt Jafibtrart brton 9r'trlrn : orolul boeileng utrora Vsrlatl Bnnl*r! ?arbaadlogm htl dp*el tlno*iIbonunft Paotmgarn I ldl Oelooar dcrnrn lrntal ksnrgocitdllom benlons redethrrp : r nfDrlenco0n0tn .roan Inh(oi bcton hompoiit 6slom bgAlntto thltltrlJs.5 fungsional mendetaildalam laporanini akan dititik beratkanpadaelemenAdapun pembahasan elemenstruktur atasyang terbuatdari beton bertulang saja.1! . f!|3ci 0cnagln$. 'r2-35m 1 8 . PwnAnuLu. 16-25m 11151r16. 5 fungsional 'r8-25m 20-40m 1t17.

1Jembatan girdersegmental.1n" Airport Interchange.2 Jembatan girder. box box Gambar 1. 1953 Manual Perencanaan StruWurBetonBertulans untukJembatan Hal. PrNo.lautt.l. I -8 . Lauderdale Gambar 1..Dtisseldorf .

Castlewood Canyon.I. 1-9 . Pnxn.tuuruax Gambar 1. 1961 Gambar 1. 1948 Manual Perencanaan Snuhttr BetonBertulang untukJembatan Hal.4Jembatan (Arc Pelengkung Bridge).3Jembatan Solid-slab. Diisseldorf .

5Jembatan . 1.3 Ttprcat Srnaman Bawnn JrunnrtN Strukur bawah adalah komponen struktur jembatan yang menyalurkan gaya-gaya pada fondasi.2005 Gambar 1. 1-10 . PtNo. Jenispangkal(abutment) St-ruhurBetonBertulang untukJembatan Manual Perencanaan Hal.2. Secara vertikal dan horizontal dari bangunanatas (superstructure) berikut : umum Strukturbawahjembatandibedakan menjadidua bagiansebagai l.I. Jenispilar (prer) 2.nurcs:u Tipe l-GirgerSegmentalCikubang-jawabarat.

penahantanah.1. pangkal jembatan selain memikul gaya-gaya pangkal juga difungsikan sebagai dinding maupun horizontal dari superstructure.J 6 2S f--T l-Tl 5 15 15 PILAR FORTAL OUA TIIIGI(AT 2S PILARTEIIBOK PEITAM PA]IGI pcnampang ini tid* baik dlm rnenatran riiran arug eebdkrrya digunak8n dl damt 25 vertikal Sedikit berbedadenganpilar. Manual P erencanaan Struldur Beton B ertul ang untuk Jembatan Hal.da atimn aru lpari kolom 20 mcmhantu ketancartn arug r. Ptuoeuutunu Bawah. Jenis bangunan JENIS PILAR TINGGI TlPlttAL(m! 0{024t0 PILAREALOKCAPTIAIIGSEDERiIA}IA 0ua baril tiang nd&lnh maoimurn PILAR I(OLOil TUIIGGAL dianiurkan kolom sirlcutar psda alirEn arus --'*& T--_-? T I t5 PILARTEUB0K Uirrrq bun{fsr dan diftyemen teff]bok _*--@ icroai ar.I.JenisPilar Tabel I-5.Oleh karenafungsinya sebagaipenahantanah maka elemenstruktur ini biasanya tertimbundi dalamtanah.h dirln rn€mbantu ke|rincarun 6ru! d6n rtlenguringi geruun PILARFORTAL SATUTIIGKAT (ICOLOI!4 GAUOA ATAU iiAJEUUT) da.niurkan kolom lirkuhr p.11 .

Ptttolnutu.qu Tabel 1-6.I. Jenis bangunan Bawah-Pangknl FondasiLangsung(a) jarak entara perletakan t [: i "r.l-12 .. t I lii lii Ferlindungnn terhadap geruasn diperlihatkan eebagAilnuntuk keiilasan DEFAN ELEVASI rht -$ehar panEkal -{ . -$ebar Pelattniak*q -{* I lebar tennbok il penjanE pelatt iniak I tTrF I DEPAN Marual Perencanaan StrukturBetonBertulang untukJembatan Hal.+ .. i .

b$kpanuhon {'"" "---i balek depan 3D PANDAT{GAN STRUKTUR pelatinjakuntukkemudahan} terrnasult {Tldak Manual Perencanaan Snuhur BetonBertulang untukJembatan Hal. Jenisbangunan 200 mm luffi perlirHluilgan tipikal timbuftan t5Ornn t Ttplkrl l**k--.quutu. PrNo.4tl (b) Bawah-PangkalFondasi Langsung Tabel 1-6.l.t LebarbalokkeF*la tinggitembok kepala Perletakan perlirdungan Po*desi S00mm bewah di Dermukafift fisli teneh Ferflukaanasli p tembok enahan :ebalpilecap 1-1 POTOTIGAH Tcnnb*lr ra'fip elevasidepan Toaf.1-13 .

pordasi lr liI I '-. Prttoeautu..5rak i '.1-14 .-1 Lebarpanqkat _ --.rnneter surnurafi ELEVASIDEPAN r-r.r _hbar | -pelst lnlsk tembsk I | sryEp Paniang pelst inlak I OEPAN Manual P erencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. bebas samping 250 rnnt Di.1 t.lu Banah .PangkalFondasiSumuran(a) Tabel 1-7. I. Jenis bangunan Jarak pertetakan perlindunqnn terhatlap nt'/.-l.

11 .PangkalFondasiSumuran(b) Tabel 1-7.aautunu Bawah. Jenisbangunan 20$mm perlindungan tuas tipikal timhunan it0 mrr Tlpllal t*L.I.. 1 N *levaai depan 3D PANDANGAN STRUKTUR pelat (Tidak injak untuk kemudahan) termasuk Manual P erencanaan Snuktur Beton Bert ulang untuk Jembatan Hal. PnNo.han tembok pilecap P O T O r \ ' 6 . kepala balok Lebar kepala tinggitembok Forl slnhar Pondasiperlindungsn \( di 8t}0mm havrah perrnukaan tanaha*li Permukaan asli hsbebassn s6mpins 250mm penf.1-15 .

PangkalFondasi Tiang (a) lamk Elntara pertetalcan I Perl[nrlufig{ln torhcdap iameter tiang g spasitian arah memanjang ELEVASIDEPAN --tsr:h-l spasi tiang erah mesnt{xrg DENAH uirtrEmiffinum Manual Perencanaan Snuktur Beton B ertulang untuk Jembatan Hal.t-16 . JenisBangunanBawah. Pnuotnurum Tabel 1-8.I.

--\-qfi kebebasanssmgng tiang vertlkal harus digunokan dalarn wilayah gerr|pi lr2r3 dan 4 bita dinginl€n peraEakuclaktsal tebat uiung balok cap' \i FOTONGAN{-1 Temhok kefala Eler.JenisBangunanBawah.l: :L I'i I-i * perletalon FrtmutmrE-rr{ Pondasipertindungan batu6lxlrnmdi baw'h Sermukeanasli ?50mm tipikd iebar ternbok penahan pilecap '--r-.PangkalFondasiTiang (b) luas rxlmm tiPikal Per$rHungan 350 mrn tirnbunan tebar hatok kepeta . Ppuotautuau Tabel 1-8.I.O pelatinjakuntukkejelasan| ttidaktermasuk MarrualPerencanaan Struktur BetonBertulang untukJembatan .asi depan *\ Tennbok Oiameter tiarqg Bdok pilecap PAHDANGAN STRUKTUR 3.

Fondasi dangkal .Pemeriksaan SyaratKelayanan I @ | | Checf SyaratTut.tN BERTULANG BETON JEMBATAN STRUKTUR JEMB. gelagarbox. 1-18 . segmen gelagarbox.CheckTegangan dgn Cara PBL.segmen'l(Misal: Jbt. SYARATKEKUATAN . .Pemeriksaan SyaratTul.Minimum .BETONTUL.STRUKTUR (MisaLJbt. Atas Perencanaan Struktur ./\ \.Perencanaan diafragma Perencanaan Bawah Struktur .NON PRESTRESS (Mtsal:Jbt.Perencanaan balokEelagar . bokssegmental Gelagar kantilever.jbt.Perencanaan GayaV+H Sebidang .TiangFondasi -----------7-. Gelagar pracetak.Perencanaan kolompier .Perencanaan Lentur || .CheckSyarat Kelayanan PERENCANAAN STR.Perencanaan Geser .Perencanaan Geser/ Geser+ PuntirI .CheckSyaratTulangan Minimum .Pemeriksaan SyaratKelayanan || . TEI(AN EL.i--- KHUSUS JEMB.6Pembagian Analisis dan Perencanaan ElemenStrukturBeton Bertulang Manual Perenc anaanStrukturBeton Bertulang untukJembatan Hal.Perencanaan oierhead . Minimum ll .Pelatbeton.Perencanaan Lentur+ aksial .Perencanaan dan H GayaV Sebidang TegakLurusDinding ."_ \/ STRUKTUR SYARAT KEAMANAN .Perencanaan sayappangkal Perencanaan Fondasi .Sayappangkal Perancanaan Fondasi . BETON TUL. 6elagarbokssegmental Jembatankabel (cable stayedJ.kabel.Perencanaan Lentur I .gelagarbox) barongga.Pengangkuran @'. SYARATKELAYANAN I | | | | BALOK PERENCANAAN II - PERENCANAAN PELAT I DINDING PERENCANAAN .Pilecap .Pemeriksaan (Prestress) Tegangan . . beton pelengkung/are bridge) boks(box girderr.GayaH TegakLurusDinding .Pereneanaan abutmenwangkal . .PRESTRESS pelat.Pelatlantaikendaraan . Jembatanpefengkung(Arch bridge ).Perencangan DaerahPengangkuran . Ptuotauru.Perencanaan Aksial + Lentur .Perencanaan Lentur .Perencanaan pondasi dangkal pilecap Perencanaan JEMB.HitungLosses/ k€hilangan teg .Perencanaan Geser/ Geser+ Puntirl'l .segmen girder'.Perencanaan GayaV Sebidang .CheckSyaratKelayanan Gambar1.STR.Pierhead .Perencanaan Geser CheckSyaratTul.segmen'T) Struktur Atas Percncanaan .Perencanaan Geser I I I . Minimum I . Minimum Tulangan | . pelat gelagar'T'. \ v !.Kolompier .Diafragma Bawah Perencanaan Struktur .Pemeriksaan Syaratlul.Perencanaan Gcser/ Geser+ Puntir .Perencanaan pelatlantai kendaraan .Perencanaan Detailing Gempa .Ealokgelagarprestress .CheckSyaratTulangan Minimum .I. jbt.Abutmenvpangkal .STR.Perenc.

N/kl\.2.1. o Ketahanan terhadap kerusakan instabilitas. Kontinuitas dan redundansi.2. Perencanaan berdasarkan BebandanKekuatan o Perencanaan elemen lentursepertibalok.2-1 . Perencanaan Terfaktor(PBKT) 1. 2. Perencanaan elemenlenturdanaksialsepertikolom/pier geserdan puntir Perencanaan 2. menggunakan sistemSatuan (m / mm.2 2. PENYAMTAN UMUMPERENCANAAN 2 PENJELASAN PERSYARATANUMUM PERENCANAAN BnroN 2.1 Svtnar Uaaa Pnnnxc.2 DIGaNAKAN SATUAN YANG Internasional Bsrdasarkan SNI. dan Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Jembatanpenting/khususdar/atau berbentangpanjang 100 tahun. MPa.aNAAN STRUKTUR 2.1. faktor integriti komponen-komponen . oC) 2.pelat . .1 PruNstp Uaau PgnENCANAAN Dtstn Umaa PrnnNceNa.1 AMURRENCANAJEMBATAN Persyaratanumur rencanaj embatan: o o Jembatan umum minimum 50 tahun.ntt elemen Strukturdapatdibagi menjadi2bagian:. Perencanaan berdasarkan BatasLayan(PBL) o Perencanaan balok prategang o Perencanaan deformasi kelavanan dan struktur struktur: Disampingitu.

Sisi kiri mewakili kekuatan rencana. Y. 2. Beban ditentukan berdasarkanPeraturanPembebananuntuk JembatanJalan Raya. o . 2.dimana: Rn : kekuatan nominal <D= faktor reduksi kekuatan Sisi kanan mewakili kombinasi penjumlahan beban-bebanterfaktor.2-2 .2 ASUMSIDANANGGAPANPERENCANAAN Untuk prosedur dan asumsi dalam perencanaanjembatan serta besamya beban rencana harus mengikuti ketentuan berikut: .2-L\ 2. = faktor pengali beban.2. (2.tnr. Menahan beban angin dan gempa pada arah lateral.qr. PENYAMTAN UMUM PERENCANAAN .tN BERDASARKANEBANDANKrru.:Beban(Load cases).trnN (PBKT) TERFAKToR PBKT ditunjukan dalam notasi berikut : ORn> dampak dari lY. dimana: Q.2.2. Q.att(PBL) yang bekerjadibatasioleh suatunilai tegangan Secara umumnyaPBL adalahtegangan ijin dari materialstruktur.as Lev.2.3 B PsnrNctNe. Struktur menahansemuabeban yang mungkin bekerja padanya.attt B.4 PERENCANAAN Bennns. tegangan -ultimate Tegangan Keria 3 Tegangan iiin = sF Manual Perencanaan Strudur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Aspek perlindungan eksternal terhadap kemungkinan adanya beban yang tidak direncanakanatau berlebih.

3. . jembatan. f.qRAxrnRrsrrK MATERTAL 2. banjirdi sekitar Bahaya 2. Menggunakan mekanika programkomputer.33ff perawatan atau rrarapadaumur 28 hari. 0. bisadiambil sebesar: Manual Perencanaan Strudur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL2-3 . Korosi. fc' harus 2 20 MPa dan sedangkanuntuk beton prategang 30 MPa. permanen. f".2.1 KEKUATANNOMINALBTTOT. bisadiambildari ketentuan: .I Kuat tekan Kuat tekan beton untuk jembatan beton non prategang pada umur 28 hari. PENYAMTAN UMUM PERENCANAAN suatukondisi secara Dengandemikianperencanaan PBL dilakukanuntuk mengantisipasi lain dari: bataslayan.yangterdiri antara . . cara teknik yangbaku. Kuat tarik Kuat tarik langsung dari beton.2. dengan standar Kuat tarik lentur Kuat tarik lenturbeton. retakdanfatik. Menggunakan BEToN 2. prinsipdanalur kerjanyabila menggunakan Drjelaskan ataukeseluruhan Percobaan modelkomponen modelmatematik asaldapatdiaplikasikan.nN K.3 Srcer o. r . Tegangan kerja.5 METODEANALIS$ persyaratan sebagai berikut: Metodaperhitungan strukturbetonharusmemenuhi r r . Deformasi Vibrasi. ..

3.: o Beton tanpatulangan o Beton prategang penuh :0.25 J f"t' (selaindi perletakan).5 rfti' Tegangan ijin tarik pada kondisi transfer gaya prategang untuk komponen beton prategang.602' Dimana: kondisi transfer gaya f".5 . 0.lh ' (di perletakan) 2.2. Tegangantekan ijin penimpang beton. dengan a 2.ff' :0.3 LENGKUNGTEGANGAN-REGANGAN sebagai: beton Lengkungtegangan-regangan biasadigambarkan Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.. Tegangan ijin tekan pada kondisi beban sementara atau prategang untuk komponen beton prategang.6. o1*=0.1f"' MPa padaumur 28 hari. perawatan standar.' addahkuat tekan beton initial pada saattransfer gaya prategang- Tegangan ijin tarik pada kondisi batas layan Tegangantarik ijin penampangbeton.3. a 0. PENYAMTAN UMUMPERENCANAAN a atau.45i"' (untuk semuakombinasi beban). otk = 0.2-4 .I5 .2 TrotNeen utN Tegangan ijin tekan pada kondisi layan Tegangantekan ijin. Tegangan tarik yang diijinkan pada saat transfer gaya prategang: a 0.

Manual Perencanaan Struhur BetonBertulanguntukJembatan Hal. 34 !3 o q 9-r o Padabetonlunak. Diperlukanmesin tekan yang kuat (kaku) untuk mendapat kurva yang lengkap. khususnya setelah melampaui titik puncak.1 Kurva f-a Tekan Beton terhadap responnya Umumnyaperilaku dari materialbetondigambarkan sebagai bebanuniaxialtekan.kuruarelatifdatar setelah puncak rnencapai 0. PnnswnqruttUuuu PTRENCANAAN persamaan matematikyang Dianggapkurva bilinier atau trilinier berdasarkan disederhanakan a a Dianggaplinier.0(B Gambar 2.002 Concrete straio 0. berdasarkan tegangan kerja Ditentukandari hasilpengujian regangan kuattekan dari Lokasi maksimum.2-5 .dari test kuatsilinderumur 28 hari.2.

E. e Gambar2.s Modulus elastisitasbeton. untuk beton normal sebagai berikut: a (o E" = w"t't .4 MoDULasELAszslru.2-6 . -t -\ a a a Ditentukan dari hasilpengujian. atau dinyatakan .arnu Uuuu Pranrcaxnntt 2. Pmsrla.2. dalamMPa. Biasanyayang dianggapcukup mewakili adalahsecantmodulusuntuk 25% 50%fc'. yang terutama dipengaruhioleh material dan proporsi campuran beton.3.2 Kuwa Stress-Strain Beton Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. . Nilainya tergantungpada mutu beton.tu 1n 1n q) a Secant modulus Strain.Nilai E.o$.' Intialtangent modulus .[f I Ec:47a0 Jr' (sll 03-2847-2002). f.

2. e*. dan 6"". bisadiambil sebesar: Koefisienmuai panjang -6 .5 ANGKAPOISSON Angkapoissonwrtuk beton. (2.. 10 x 10 peroC. 2.3-3) pengertian: Dengan .yangbesarnya diambil sebagai: "".7 BETON SUSUT Bila tidak dilakukan pengukuranatau pengujiansecarakhusus..u to.3.3.=Q t(ts+r))e pengertian: Dengan susutbetonpadaumurt hari.K o"t "". bisa diambil sebesar: ' A. = 780 x 10{ 2"" Nilai 2. untuk beton yang dirawat basah di lokasi pekerjaan: €"".dengan t20%o. = nilai regangan € = nilai susutmaksimum bisa beton.nilai regangansusut rencana beton pada umur t (hari)..3-2) (2. PensvtnarnuUuuu PTRENCANAAN 2.3.K ut.2-7 .K"t .Ko". atau pertimbangan bervariasi bisa o Ditentukandari hasilpengujian. ditentukan oleh kondisi campuran beton dan lingkungan pekerjaan: 1"" = K ot .Umur betonyang dirawatbasah t dilokasipekerjaan terhitungsejak7 hari .u.6 KoTTTSTNMT]AIPANAS betonakibatpanas.3-l) (2.2 atau o Ditentukandari hasilpengujian...K rt .2. pengecoran setelah [hari] Ko' Ko' : Faktorpengaruh kelembaban relatiefudarasetempat (%)l tH : Faktorpengaruh ketebalan komponen beton[d (cm)] ManualPerencanaan Struhur BetonBertulanguntukJembatan Hal.

dapat diambil dari grafik 2.Ks' dibawah.2.K"".2-8 .Ko'. Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. PERSYAMTANUMUM PERENCANAAN K"' K r' Ku' Ko"' : Faktor pengaruhkonsistensi (slump) adukan beton [s (cm)] : Faktor pengaruh kadar agregathalus dalam beton [F (%)] = Faktor pengaruh jumlah semendalam beton [C (kg/m3)] = Faktor pengaruhkadar udara dalam beton [AC (%)] Ku" Ko"' .3 Besaranfaktor-faktotKr".

s (cm) 1 .H 7o 2030405060 cm 510152025 (b).8 lLt crn ?5 30 ta 02468 (c).0 .8 1. Slump. KelembabanRelatif.9 -/* '-s -tL 0.7 600 800 1000 12001400 1600 kg/rn3| (e) Jumlah semen dalam beton.7S+ 0.0 0.75+ 0.r1'o -b 10 t2 40 30 60 50 70 (d).O4075in. + S o.o3z2d in.2 1.l "iro'u 0.2 ^a d -f 1.3 Grafrk Faktor Susut Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.89 0.9 Kt.6 (s.193-o.000214 Btblm Kic 1.0 40 50 60 70 80 90 100 (a).193-0.9 0.o16 cm s ' 0.0 0.8 ft o =( 0.9 o 2 4 6 I tO12 l4 c.ol : B o < H < Bo H 0 -:l'3 1. Kadar udara.4-o. PERSYAMTANUMUM PERENCANAAN 1.89 o.1 '.0 Fac=0. A7o Gambar2.1 1.l:H{40 ' \ .0 o 0. F 1.05 o/o o.0348 sacks/cr L0.0O8A 0. l/ . 3 H: 40< H < t o o ' 1.2 KL =(3 .95+O. C kg/rn3 (f).2-9 .4 0. 0 . oa.4).4 | . Ketebalan minimumd (cm) 1.2.10 1. Kehalusans (< saringan no.0127 cml L 1.n o.2 611'1 J 1.Ylrll 0.8 05101520 I + 0.

000163 0.c.000174 0.K. bila tidak dilakukan pengukuranatau pengujian secara khusus.r = @ (2.3-4) Dimana t menyatakan umur beton yang dirawat dengan cara penguapan. maka nilai e"".terhitung sejak 1-3 hari setelah pengecoran.". PERSYAMTAN UMUMPERENCANAAN Untuk komponen beton yang dirawat dengan cara penguapan(steam cureQ.3.3-8) Keterangan: te : regangan tetap elastissesaat akibatbekerjanyategangan = waktu setelah pembebanan lmrtl = koefisien maksimum rangkak t cu Manual Perenconaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.2-10 ."" Koefisien rangkak.000170 0. susutmaksimuma.2.3-5) ""Q).3-6'.dalam satuanhari.Ko"' (2.8 RANGKAK PADABEToN Rangkak.Kr" .000161 0 .Kr". bisadihitungdari rumusan: o-(r) = (rnu * ro'u l(ro )C.3-7) (2..t = (r l(ss + r))"".o" Tcc= Kh'. 0 0 0 1 5 3 2.) (2.Kd". merupakan reganganjangka panjang yang tergantung waktu pada suatu kondisi tegangantetap : t. O""(r). ditentukanoleh rumusan(2. Cu =2. 20 25 30 35 40-60 0. Tabel2-1 Koefisien standar susut beton sebagaitambahan regangan jangka panjang Kekuatan karakteristik/c' [MPa] Koef. (2.35y"" .3-4) dibawah ini: t o. .

Prnswnar.4 K.3 2. yangdisebutsebagai suatukondisistandar r minimum betond : 15 Kelembaban relatif udarasetempat = 70 yo.makadalam asumsi pada suatu kondisi yang standar. Ketebalan H cm.5 cm.0 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.15 40-60 2.Kd".ay Uttuu Pnnnuctttttw Kr" Ko" Kr' = faktor pengaruh relatif udarasetempat[I/("2")] kelembaban = faktorpengaruh ketebalan komponen Ueton[a(crr)] = faktor penganrtr (slump)adukanbeton [s(cz)] konsistensi = faktor pengaruh kadar agregat halus dalam beton [f(%)] Kr' K*t = faktor pengaruhkadarudaradalamUeton[eC(X)] = faktorpengaruh i umur betonsaatdibeban p "(hari)l 2. langsung adalah: Dalamhal ini.K. Kadaragregat halusdalambetonAC : 6 Yo Tabel2-2 Koefisien standar rangkak beton sebagai tambahan regangan jangka panjang Kekuatan karakteristikf "LMP "l Koef.o"dapat diambildari gambar Kr" Ko'.Ko"'dan Besaran faktor-faktot dibawah. Namundemikianbila tidak dilakukansuatuperhitungan rinci sepertidiatas.nilai koefisien rangkak maksimum C.Kr'.8 25 )5 30 35 2.'.2-11 . slumps : 7. bisa diambil secara dari Tabel2-2 dibawahini.2. rangkakmaksimumC" 20 2.

0079d 20 30 40 50 60 (b)Ketebalan Minimum [cm] d 0.75oL (e)Kadar Udara (%) A 02468r012 20 J0 40 50 60 (0 Umur Pembebanan t (hari) saat Gambar Grafik FaktorRangkak 2.05 1.I cmI s 40 50 60 s no.UMUMPERENCANAAN 2.85 0.0 0.88+o.10 1.6 0.0 0.8 0.0 0. {d).zz-o.9 0. PERSYARATAN 1.6 t.oo24F I I I no -'-J0 I 5r015 (c)Slump.0 0..5 0 1.95 0. l€ = 0.0 0.7 ffi = 1.2 1.95 K.8 1.9 0.12-0.oo67H H>+o% 40 50 60 70 80 90 100 (a)Kelembaban relatifH [o/ol 0.o26s K?= 0.6 010 K t.8 0.F % q r. Kehalusan (<saringan 4).82+o.80 o.E t. 0.7 0.2 1.0 0.4 Manual Perencanaan StruHur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL2-12 .4 1.8 =( | for H<407{ for lt.}.90 G=ll ?1[:il:l[$.6 1.4 t.

nr Bln TunaNceN.08 Strain 0. os / =\ * E (rl 40' J l {400t \_ I I 20 o o -.2-13 .2.1 KEKUATAN N0MINAL Kuat tarik putus Ditentukandari hasilpengujian.1? o.l {{i00} €.04 o.4 Src.5 Contohtipikal kurva stress-strain tulangan baja (kurvatekan= kurvatarik) Kuat tarik leleh Kuat tarik le\eh.z0 Gambar2.tx KtnaxrnrusrlK MATERTAI 2. kecualiuntuk tidak bolehdidasarkan tendonprategang./ / I t__n keras (high strengtlsteel) 1 iaja r I €ao = r-T I t_t r t--i-t W I t800. PERSYARATU'I Uuuu PSRENCANAAN o.16 o. tetapi perencanaan tulangan padakuat leleh /" yang melebihi 550 MPa. r20 _ 100 E . Manual Perencanaan Strulctur Beton Bertulang untuk Jembatan HaI.4.1viutOplateauyang berbedakarakternya (200) _| yield strength= kuat minimumyang digaransi I SpecineO o. frditentukan dari hasil pengujian.lfolrPnarrelttc 2.

aTAN UMUMPERENCANAAN 2. PTnsven. 3:. Modulus elastisitas Modulus elastisitas baja tulangan. padatulangan non-prategangboleh diambil dari ketentuan dibawah ini: las polos atau ulir ) bentangnya tidak lebih dari 4 m ). f.4. bisa diambil sebesar: Koefisien muai panas Koefisien muai baja tulangan non-prategangakibat panas bisa diambil sebesar: Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL2-14 .. Tegangan ijin pada pembebanan sementara Boleh ditingkatkan 30 % dari nilai teganganijin pada pembebanantetap.2 TEGANGAN IJIN Tegangan ijin pada pembebanantetap Tegangan ijin tarik.2.

85 fo.tN K.1 Koxanr.qRAxrnRrsnrc MlrnRLAt Bttt 2.2-15 . diambil f fabrikasi mutu berdasarkan sertifikat sebesar bajayangdisebutkan fabrikator oleh yang resmi.p. PERSYAMTAN UMUMPERENCANAAN 2.5 Srcar o.5.nN r. harus ditentukan hasilpengujian.toumnt Kuat tarik putus TatexeeN Pntrnetxc atau dari Kuattarikbajaprategan5. Kuat tarik leleh ekivalen Kuat leleh baja prategang. dianggap sebagaiberikut: harus ditentukan dari hasil pengujian atau fo. 2.5. : 0 r 7 5 fo.2 TEGANGAN IilN Tegangan ijin pada kondisi batas layan Tegangan tarik ijin baja prategangpada kondisi layan: Tegangan ijin pada kondisi transfer gaya prategang Tegangan tarik ijin baja prategang pada kondisi transfer tidak boleh melampaui nilai berikut: ManualPerencanaan SnukturBetonBertulanguntukJernbatan Hal.2. rpy f : 0. fo.

3 MoDULUSEI. PERSYAMTAN UMUMPERENCANAAN 2.5-2 Persyaratan kekuatan beton untuk ahrasi Bagian bangunandan/ataujenis lalu lintas Kuat tekanminimum f"'lMPal Jalan untuk pejalan kaki dan sepeda 20 yang berhubungan Perkerasan lantaijembatan dan dengan: l.5. 2.qRATAN KEKUATANBEToN akibatlalu lintas abrasi(keausan) akanmengalami Untuk bagianbetonyang diperkirakan diisyaratkan ' sebagai berikut :.4 LENGKUNGTEGANGAN-REGANGAN Lengkung tegangan-regangan baja prategang ditentukan dari hasil pengujian.2-16 .2. Eo.7 Pnnsv.ASTISITAS Modulus elastisitasbaja prategang. f Tabel 2.6 Btn. Lalu lintas ringan yang menggunakan hidup (karetberisi ban yang mempunyai udara).qN RswcANz Untuk besaran beban dan kombinasi pembebanan. bisadiambilsebesar: : 200 x 103 MPa : 195x 103 MPa : 170x 103 MPa 2.5.untukkendaraan beratsampai3 ton yang mempunyai 2. Lalu lintasmenengah atauberat(kendaraan beratlebih besar dari 3 ton) 20 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL. diambil mengacu kepada standar pembebananuntuk JembatanJalan Raya 2.

namuntidak harus> 40 mm. PERSrA RArtu Uttuu Pgnnuc.2. Tabel2-3 Selimut hetonberdasarkan diametertulanganpada betonnon prutegang Letak struktur beton Diameter tulangan (mm) Selimut beton (mn) Cor langsung di atas tanah dan selalu berhubungandengantanah Bebas 70 Yang berhubungan tanahatau dengan cuaca Yang tidak langsung berhubungan dengan tanahataucuaca D-19s/dD-56 50 < D-16 40 Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. tetapitidak kurang dari 35 Untuk lingkungankorosif atau di laut.8 Pnnsvtnz.5x ukuranagregatterbesar b) db atau 2 x db diameterterbesarbila dipakai berkas tulangan. Lalu lintas denganroda baja 25 35 Harusdiperkirakan. Lalu lintas yang tidak menggunakan ban hidup 4.2-17 .TAN SELIMUTBEToN dari: Tebalselimutbetonuntuktulangandantendonadalah minimal nilai terbesar a) 1.tvItt t 3. diperlukanspesifikasibeton yang lebih khusus. 2.(db=diameter tulangan) c) 2 x Diameter tendon. d) 50 mm (sistempasca tarik) terhadap seratbawahdan40 mm terhadap e) 50 mm (ujungtendonpasca tarik) atauperlengkapan angkur. bagianlain.

atau membranrapat.sengkang. atau kombinasidari epoxi (epory-coated). Tulangan pengikat. D-44 danD-56 < D-36 40 25 40 b. di Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.2. cara-cara tersebut atas. Komponen struktur cangkang danpelat 25 20 Cara lain dari perlindungankorosi boleh dilakukan dengantulanganyang dilindungi pelapisanulang beton. Balok dankolom utama.2-18 . PERSYAMTAN UMUMPERENCANAAN dindingdanpelatberusuk Pelat. lilitan spiral > D-19 < D-16 c.

3. Untuk mencapai pokok tersebut tahapan perencanaan digunakan sepertidiuraikandibawah.2 Poxor-Poxor PnneNc.1 Pnr.3 Tnn.qvt.3.qp. .tu 3 METODOLOGIPERENCANAAN 3.ev.toenutaey Bagian ini memberikan lingkup peninjauan metodologi perencanaanyang dianut oleh panduan ini untuk mencapai pokok-pokok yang terdaftar dibawah. Tahapantersebutdijelaskan dalamgambar 3. 3.Ini dimulaidengan dalamhasil suatudefinisidari masalah berkembang dan yang bergunasetelahbeberapa percobaan dan modifikasi.3-l .Tahapan perencanaan adalahbersifatuji cobaatau'Trial and error'.eeN Strukturjembatanyang berfungsipaling tepat untuk suatulokasi tertentuadalahyang palingbaik memenuhi pokok-pokok berikut: o Kekuatan stabilitas dan struktural o Kelayanan o Keawetan .1.Mmoootou Pmrvc. Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.AN PgnENCANAAN Maksud seluruh tahapanperencanaan adalah untuk menemukanstruktur yang akan memenuhi pokok-pokokdiatas. Kemudahanpelaksanaan Ekonomisdapatdisetujui o Bentukestetika baik pokokPokok-pokoktersebutlebih lengkapdijelaskandalamBagian3.

stu.3-2 .4u Gambar 3. tahapan Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.1 Tahapan Perencanaan Faktor utama dalam tahapan tersebut dibahas dalam panduan ini sebagaiberikut: A.Mrroootou Pffituc. Pilihan Bentuk Struktural dan penemuan solusi Penentuankondisi lapangan. hambatan dalam perencanaan dalam alternatifdimanabentukstrukturalakhir dipilih adalahfaktor utamadan pertama perencanaan.3.

pada umumnya lebih ekonomis dan akan menghasilkan jembatan dengan kemampuan kapasitas. METoDoLoGI P ERENCANAAN B.3. > . Perencanaan berdasarkan Dua pendekatantersebuttelah dibahas dalam sub bab 2.S'. Perencanaanyang dihasilkan berdasarkan prinsip keadaan-batas. Kombinasi Beban Dalam RencanaKeadaanBatas suatu beban rencanatertentu mempunyai tiga nilai terpisah sebagaiberikut: . ii. nilai "normal"atau"biasa" Nilai maksimum mungkin disebut Nilai minimummungkindisebutnilai "terkurangi" Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Beban Rencana Tersendiri Beban pennanen. Nilai nominal . Beban-hehanRencana i. RSM.2. Terfaktor(PBKT) 1. dinyatakan dalam pertidaksamaansebagaiberikut: I{ Atau R'. lalu lintas dan lingkungan dibahas secararinci dalam Peraturan Pembebananuntuk jembatan. retak dan lainnya. namun perlu diperiksa juga terhadap syarat layannya seperti syarat lendutan.3-3 . Dalam perencanaanberdasarkanPBKT. Perencanaan berdasarkan BebandanKekuatan BatasLavanOBL) 2. . Filosofi Perencanaan Terdapat dua pendekatandasar untuk menjamin keamananstruktural yang diijinkan oleh PeraturanJembatan. Dimana: f : faktor reduksi kapasitas pengali beban batas (ulttmate) * knpasitasnominat > K x beban nominal I(:faWor C.

0 t.7 0.8 0.0 0.7 0.8 1.85 0.3.4 Bebanmati tunbahan.75 0.2s 1. nominalseperti diuraikan D.25 Pengaruh tetappelaksanaan. Krr" Faktor BebanKeadaanBatasUltimate Deskripsiatau Keterangan Baja alumunium Betonpracetak Betoncor ditempat Kayu Biasa(maksimum) l. K. Kasusumum Kasus khusus tansfer) 1. sebagai suatumodel numerik.80 0 (tidak ada) 0 (tidak ada) Manual Perencanaan Strudur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.Dari modeltersebutgayadalam bebanrencana keseluruhan deformasi stabilitas dan strukturdapatdihitung.0 2.1.9 0.l Faktor Beban Keadaan Batas Ultimate JenisBebandan Notasi Faktor Beban Berat sendiri. Krru Tekanan Tanah.0 t.Krnu Pengaruh Susut..8 r.15padasaat Tekanantanah vertikal Tekanan tanahlateral o aktif o pasif r diam (at rest) t. Krru t.40 0. Tahel3.0(1.l Terkurangi(minimum) 0.8 0. Kr " Pengaruh Pratekan. K rru Beban Lajur " D ".4 2. METoDoLoGI P ERENCANAAN Nilai normal dan terkurangi diperoleh dengan memberi faktor penggali pada beban dalamTabel3. KrD Beban Lajur " T ".2 1.3 1.3-4 .7 0.25 t.25 2. Analisis Struktur Analisis struktur mencakupidealisasistruktur dan pondasi pada aksi beban rencana tersendiri.

0 LihatPeraturan 0 (tidak ada) Tabel3. geserdantarik dalamhubungan Tekanandan tarikan dalam aksi penunjang danpengikat + 0. K' 2. N.7 0.7 4. kekuatanpenampang dalam lentur murni. 7+ 0 .7 0. K rru BebanTumbukanpada Penyangga.b darLKu (0.b\ 0.\-o. Nu ) Nuo dan Ku .> N.7 0.7sMd ttr. l N * ) N.L.7 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Kr^" BebanPejalanKaki.0 1. 1 5( I . faktor reduksi digunakan Faktor reduksi kekuatan K- R Lentur denganatau tanpa tarik aksial.S untuk Beton BagianPeraturan Situasi Rencana padamana.N .7 (sengkang) 0.0 2. Geser Puntir Tumpuan Lentur..8 0.3-5 . dan tarik aksial Kombinasilentur dantekanaksialdimana: l. MTTOoOtoGI PERENCANAAN U GayaRem.0. Krru 2.4 untuk kekuatan penampangdalam lenturmurni. II.3. UI. )N.4 untrirk 0.o\t-N" / N.7 0.0 0 (tidak ada) 0 (tidak ada) 0 (tidak ada) GayaSentrifugal.2 Faktor ReduksiKekuatan A.6 I(o.65(spiral) 0 . geserdan tekandalambetonpolos Lentur.

1.2 AsaustprnilrctNlAN Perhitungan kekuatan dari suatu penampang yang terlentur harus memperhitungkan keseimbangan dari tegangan dan kompatibilitas regangan. PERENCANAAN LENTUR BALOK 4 PERENCANAANKEKUATAN LENTUR BALOK 4.1.1 PBKT KoIvoTsTsnTAs PERENCANAAN BERDASARruN Dalam kondisi batas PBKT ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu: terlihatpadaTabel3. 4. Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.4-1 .1. bisa digunakan cara PerencanaanberdasarkanBatas Layan (PBL).. Faktor reduksi kekuatandiambil sesuaidenganTabet 3.2. 1. Faktorpengalibebanseperti 2. 4. untuk perencanaan komponen struktur jembatan yang menggunakan suatu pembatasantegangan kerja.85 f 'terdistribusi merata pada daerah tekan ekivalen sejarak a = frc dari tepi tertekanterluartersebut.4.1 Uaaa Kekuatan lentur dari balok beton bertulang sebagai komponen struktur jembatan harus direncanakan dengan menggunakan cara ultimit atau cara Perencanaan berdasarkan Beban dan Kekuatan Terfaktor (PBKT). serta konsisten dengan anggapansebagaiberikut: Diasumsikan bahwa tegangan beton : 0. Walaupun demikian. atau sebagai cara perhitungan altematif. atau ada keterkaitan dengan aspek lain yang sesuai batasan perilaku deformasinya.

Keruntuhantekan balanced beguna sebaiknya dihindarikarenalebih getasdantiba-tiba.85f I=A"f" Regangan Tegangan Gamhar 4.85f"'ab a=Bp 'oo C: 0.3 BALoK TTPTKIT KgnUNTUHAN Ada beberapa kondisi keruntuhanyang dapatterjadi pada struktur beton.008 Bt >-0. Pnrcttctvttu Ltttntn Bnox - 0.: 0.=0 '8 5 ("4'.30) B. dengan dimana Keruntuhanyang sebaiknya terjadi adalahkeruntuhan tarik (under-reinforced). Keruntuhan tarik (under-reinforced) tulangan 2. struktur lebih daktail dan dapatmelendutlebih dulu sebelumruntuh.1-1) 4.4-2 .65. yaitu dapat dibagi menjadi3 bagian: ) bajalelehlebih dulu (daktail) l.003 3.95f"' C = 0. Keruntuhantekan (over-reinforced)) beton hancur lebih dulu (regangan e"o: 0. harus sebesar: diambil B . Keruntuhan berimbang betone" mencapai lelehnyaarlangan bersamaan baj4 e. = e.1. Manual P erencanaan Struktur B eton B ertulang untuk J embatan Hal.1 Regangan dan tegangan pada penampang heton bertulang Tulangan Tunggal faktorB.4.85 0.Adapunkeruntuhan jenis keruntuhan tarik penampang kondisi keruntuhan untuk mengetahui struktursebagai atautekan.003)sebelum tulangan bajaleleh Getas) betone"mencapai (balanced)) regangan €*:0. unhrkf '5 30MPa unhrk /l'> 30 MPa (4.

CIOX .00 0.3 dan .Under-reinforced ii i: :l 0 0.25 1.50 1. PERENCANALN LilIrun B.Balanced 72W i = Beam A . d-ro Manual Perencanaan Sffuktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.003 = cb ". I {i Jvv BeamB j .4.75 Curvaturex h = ohlo/o\ 0.25 Gambar 4.2 Grafik PerbandinsanJenis Keruntuhan Balok 1.lnn '2.4-3 .=A"xfy Gambar Penampang 4.Over-reinforced j B e a mC r iailure i . Regangan GayadalamBalokKondisiBerimbang Gunakan : segitiga sebangun 0.Compression laiture .Tensionfailure .

90.ssf:Pt eoo ] *[ n. 0 0 3= 0 r c o c€ + co(0. I o. -}'ssfQp$..4 Regangan Ga dan Regangan tarik bajamencapaiey dengandem Jumlahgayaintemalpadakondisibatasharus EF=0 -+ Cc : Ts Hal. 0 0 3 d .003sy)= 0.*r> rhat [600+ 4 J 4.BALOK 4.Pbd*t*+l r"nu= {@/ bd f.-[= = 0. PERENCANAAN LENTUR Persamaanuntuk menentukan garis netral saat setimbailg.854ba0 9. "f.0 .003d " + (0.003 Gambar Penampang.4-4 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan .003s"/ - 4u = qfA = F.'.oo: a"J E" o'lsf. ar 0 .85/pao= Aqr^>f. f. . cu dan tinggi tekan beton.austsBlrAs BALqKPensnet Kondisi batas penampang dicapai pada saat nilai regangan maksimum berguna ecu = 0. l.A".{' 4ruuri *@' + f. [ooo+{J -o.2 AN. 4.003d Cx = 7:-:-::-------T 0. p Persamaan untuk menentukan bal C =T + 0.

2-3)dimasukan (4. bd" 'l = 6-^ (4. d i m a n a n = M u / $ d a n a r= p f y l f c (4. = Mn = Ts (d .a (4.4-5 .fu (d -a JZ ) (4. a.4.b (4.24) Pengecekan momenultimig Mu. ManualPerencanaan StruHurBetonBertulanguntukJembatan Hal.-f"'-(l-0. ' Y = l -f".85fc'ab=A.2-6) ( l.2-4)diperoleh: Bila persamaan persam.& Dengandemikiantinggi tekanbetondapatdiketahui.an kedalam M n = A _ .2.f .b ) Kemudian sisi kiri dankanan bila dibagidengan diperoleh bd2 9=a). 5 9.2-s) Bila Mn disubstistusi dengan Mu/Q dansisi kanandinamaidengan maka R.2-7) Selanjutrya hubunganantara Mu dan R sebagaifungsi dari p dapat ditabelkan untuk perhitungan kepentingan analisis dan desain.r\ (4.85f.59-a) bd' M .0 .8 OMnZ Mu 4.f. l d ..2-z) 4".2-3) Gaya-gaya intemal Cc dan Ts yang seimbang menimbulkan momen kopel. PEPaNCANAAN LENIaR BAINK 0.a/2\ =A ..a/2> Cc(d . Mn yang dapat mengimbangi momen dari gaya eksternal. 6:0.1 PENYEDERHANAANFORMaLASIUNTT]KTABaI^/ISI (4. dimanamomenultimit Mu haruslebih kecil dari momen nominalsetelah dikali faktor reduksi. Mu.

4-6 .4.d = 3.fy 2.d2)*bw*d2 4. Hitnng 1v1u $Mn = nilai tabel (Atu/bw.OK Adapun langkah-langkah perhitungan analisis balok tulangan tunggal dengan berikut: menggunakan tabeldapatdiuraikansebagai 1. Check$lvln> Mu rencana ManualPerencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. PEPENCANAAN LEMAR BAI. Hitung P=As/bw. Tentukanmutu beton.fc danmutu baja.

4-7 .Pwetrceua.ox f' ..qN lntrrun Bu.85 asu-pi?{rruj Js*o : g-75 r. Fr = 0.4t. 4. d.5 Gambar Diagram Tunggal Alir AnalisisBalokTulangan Manual Perencanaan StntWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. A. fu. b.4.

kemudian dengan rumus ABC diperoleh akar persamaan sebagai berikut: fy /0.ff 4. Bila dikehendaki nilai yanglebih akurat. Tentukanmutu beton.4-8 .quea. As=pbd 4. p tul.t K ln]'rruRBALo 4.Ina MANUAL Rasio tulangan beton diperoleh dengan mengganti luas tulangan dalam persamaan(4.2. Lihat padaTabel Lampiran A 6.3 FoRMaLASI wTaK DESAINSTC.Prpantc.Mudgn metodaanalisisstruktur 2. HitungMd(b d2) 5 . Hitung momen.2.d 1 J.LANGKAII langkah-langkah perhitungan desain balok tulangan tunggal dengan menggunakan tabel adalah sebagaiberikut: 1 .2-8) ManualPerencanaan StruHurBetonBertulanguntukJembatan Hal.2-5) dengan p = As/bd.85f"' (4. nilai p diinterpolasi 7.fc danmutu baja.2 MENDTSaM BETOXDENGANTNTTI MANUAL LANGKAH.4. Tentukan dimensi balokb.

d (manual) Tunggal 4. fy) t 0.6 Alir Desain BalokTulangan Gambar Diagram Manual Perencanaan Strudur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.J o'oor+ ) t'n] 'onin = *"* [ff4fy . d.85.=o.p'. fn. bw.4-9 . bawah " a. Mu pL <0'65 Batas Atas : o'8j'fc' pmax.zs[Pl' o'oo3- [.fbw. PERENCANAAN LENTUR Bagan lirAnalisis A BalokPersegi f".d2 fy p' 3 pma:< As :.BAL)K 4.bw.fc.

f rm b.2-r3) Hal.2-10) b) Pada balok T sederhanadengan bagian sayap tertarik.4.2.=1r" Manual Perencanaan Sffuhur Beton Bertulang untuk Jembatan (4. 4.n tidak boleh kurang dari nilai terkecil di antara: A"^in = \tJc .2 M minimum sebagaimana disampaikandalam sub bab dibawah ini.2.yang dipenuhioleh suatupersyaratan ".d (4.4-10 .2-e) = r. PERENCANAAN LENTURBALOK 4.^i.As min adalahsebagaiberikut =Eu-o A"^o dantidaklebihkecil dari: (4.atau dihitungsebagai berikut: /*.5 Sv.q.N MrNtturaa tarik tulangan retak). 1. Tu.2-12) c) Sebagai alternatif. baik akibat momen positif atau negatif. (4.4 Kzruer.2-rr) dan ' t'smin - fr 1 J " btd ^/... paling sedikit harus sepertigalebih besardari yang diperlukanberdasarkan analisis.o (4.untuk komponenstrukturyang besardan masif diperlukanluas tulangan pada setiap penampang.(momen Mn > 1.qRArratANenNMINIMUM a) Padabalok persegi.

L f"'A.7 5 x pb .3) a. atau b. 1. 4.2.5 x diameteragregat . ttt Selimutbeton: Normal unhrk baloklkolom 40 mm Pelat 25 mm (Lihat Subbab 2.l. Untuk beton non-prategang p maksimum.db o 25mm Jarakbersih adalahnilai terbesardari : e 1.7 Janu rur-ltNcAN Jarak bersih minimum antara tulangan sejajar.2.6 SYnntrratu'teINMAKSIMaM maka rasio tulangan denganbebanaksial Pu < 0.5 x db (db : diametertulangan).5 x diameter agregat.5xdb o 40mm Gambar 4. PERENCANAAN BALOK LENTUR 4.1.7.4-11 .7 Spasi dan Selimut Tulangan ManualPerencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal.atau c.10. 40 mm Jarak bersih antara lapisan tidak boleh kurang dari diameter tulangan (db) atau 25 mm.4.1) Jarakbersih adalahnilai terbesardari : e Diameter hrlangan. ^*50. seikat tulangan dan sejenisnya dalam satu lapis tidak boleh kurang dari: (llhatAASHTO bagian 5.

= 10.1.4. t' ir fc < 30 lo. i f f c > 3 0 pl . namunjika fc' lebih begar 30 MPa nilainya berlorang tapi tidak lebih kecil dari 0.1 Fatlor Pl terganhrng dari LAI{GKAH I : Menentukanfaktorpl .1.85 p1= 0.9S.814 mutu betoq jika kurang dari 30 MPa nilainya 0.1rc :o.esir Bl < 0.1a ANALISIS BALOK BETON TULANGAN TLINGGAL I I SOAL : Analisis balok gelagarpersegibeton bertulang DIBERIKAN : Dimensibalok lebar tinggi b := 300nm h := 60(hm Mutu material fc:= 35MPa Sr:= 400VIPa fc' : 35 MPa fy :400 MPa f diabaikan t \o tl 5D25 b=300m RSM-T12-04 Pasal 5.85.65.as lo.65 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL4-12 . PERENCANAAN LENruR BALOK CONTOH 4.

[a . Ds := 25.= k'ff 0. Under-Reinforced.=pmaxb.634Yo -^3 2 Asb = 5. LANGKAH 4 : Menghitung u.821x 10"mm Pfiiox= 2.18kN.25ikN'm Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.mm Ab := l.. OK" 46 = 4.d pb =3. 4-t3 . Po t= 600.366x lo3 m*2 kondisi keruntuhan LANIGKAH 3 : Pemeriksaan TulanganBeton Diameter Luas unit tulangan Jumlah Luastotaltul.b a= llomm 0 = 0.Ds2 4 n:= 5 As := n.909cm2 *m2 As = 2. fy -Asb := pb.7 RSM-T12-04 Pasal4.rr.2 Faktor Reduksi { = 0.7250 Asmax= 4. 6 l dc ::40nm d= 0.d pfirax:=0.5.n.E (lenur) momennominal.85fc.Bl 600 . 1 . kg1 .81fc.Ab As P:=.{s(Asmax.m Mn = 47o. Mn LANGKAH 5 : Menghitung MR := nr.454x103 P =r. 1 .534m Rasiotulanganmaksimum 0..b.PERENCANAAN LENTUR BALOK luas maksimum LANGKAH 2 : Menentukan tulangan RSM-Tl2-04 Tebal selimut beton bersih untuk balok tinggiefektifbalok d:=h-dc -26mm P a s a5 .75pb Asmax.Mn 329.9) "\ 2) = Q.532o/o a tinggi blok tekanbeton.

01 4. 3.454x 103*m2 I = 1.6949 1.S372 $.s:tulangrnbaja.€653 1.01 3.01 3-58-.01 0.5302 0.52t2 0 0.A$Jhd. SOAL : Analisis balok gelagarpersegi beton dari contoh soal 4.544t 4.01 0.56.51€2 0.4937 4.6 l.i (fc' 0.30.la denganmenggunakantabel.ilii Ferientf.4.85 0. 3.01 0.cc3s 0_0271 0 trax = Catetari : batesantulsnganFfiin E O aci < p max Satuan: l'lu Ft'mml.4178 0.8{94 2-67rS 0.5034 0. As := n.811 3.8 0.01 0. 2.9€93 0.5570 0. LANIGKAH I : Menghitung rasio tulanganp Luastotaltul.$ 0.01 p1 = 0.01 0.0891 3.Bl p roin 0.7€19 0 0.3924 0.7836 2.1b ANALISIS BALOK BETON I TULANGAN TUNGGAL . 3.01 0.5S2 1.7339 0.4€85 4.5058 2l t2 23 21 1.d As =2.4765 0.tr lrnml.d lmmi Ast lrnmz] Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL4-14 .01 0.592S 2.705? 0.€105 0.5190 4.011 't.Ab As P:=' b.0051 2. PERENCANALU Lntrrun Bttox CONTOH 4. iLlu! persegi ef*-Kif untukpenainprng tulsnqan tunggal denganb = lel'flrbahk dan d = tioggi fc' = 35 l'lPa iy = 4C0 I'lFa 18 17 1A 19 tn 2.7245 1.o p LANGKAFI2 : Mencarinilai Mu/b?ldari tabelberdasarkan di atas Tabelwttuk nilai fc = 35MPadan fv = 400MPa berdaeirkan momen de+ain Lsmpirstr 4..5750 0.008 . ?.$S39 0. 2.01 1.5905 0.t3s6 1.01 4.008{ 3. r.754'1 1. 3.01 0.0C54 2.532%.

PERENCANAAN LENTUR BALOK LANGKAH3 : Interpolasi : dan Interpolasi Mu/bdZdi antaraAst(b*d) 0.4-15 .01532.0153 0.m Mu =3.149kN.0153 LANGKAH 4 : Menghitungmomenkekuatanpenampang.0154-0.(0.5.= 4.mm lnsNr-rrz-o+ Pasal4.$lvln + :+ Mu:= 4.4.t3:e:?:.3g?lo]at.ac"nh.01s3) !!Y. 0.3e24+ _\.761xl08N.0154 nilai : Mu/bd2 4.d2 = 0[Vln Mu = 376.r) Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.3e7 0.2 Faklor Reduksi I o=o.

2 DESAIN TULANGAN LENTUR BALOK BETONBERTULANG a L I persegi SOAL : Desainbalok gelagar betonbertulang DL ) 40 kN/m LL + 15 kN/m DIBERIKAN: (simplespan). Bebanmati merata 6. Beban Hidupmerata terpusat / L:= lom fo := 20MPa \c = 24 kN/m3 fy := 40oVIPa Qdl = 4o kN/m QII. PERENCANAAN LENTUR BALOK CONTOH4.: 15kN/m i P ll = 80 kN Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Strukturditopangsecara sederhana 2.4. 1. Mutu betondanbajatulangan 4. Panjang span. Beratisi betonbertulang 5.4-16 . 3.

l V1p2= 40kN Bebanhidup terpusat YLL1.85fo.AMyy + 2.969/o Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal." vDL = 2ookll VLL = 75kl.o.Bl 0.= ). Geser Vu:= 1.Mpp+ 2.3VDy+ 2.5*d bw gayalentur berdasarkan .5*pb p = 0..BALOK 4.m Beban mati Bebart hidup vDL:= j.aAt.5. MDL = 500kli'm MLL = l87.TI2-04 Pasal4.8 (lentur) diambilp= 0.2 Faktor Reduksi 0 = 0.OMyy2 Mu = [425kN.L 4"" 1.r"t ultimatetotal.. r.4-17 .AYyy+ Z.019 RSNI. PERENCANAAN LENTUR LANGKAH MO Beban mati Bebanhidup gayadalampadabalok Menghitung MD L '=.3.oout vLL:= j-tr.L' 8*" Mrrrt=f. uv'-' 0.f Mr r :=-l.003Es f pb = 0.5kll'm MLLz = 200k]'{'m Bebanhidup terpusat total.Prr.OYyy2 Vu= 490k}{ LANGKAH 2 : Pradimensi gunakan modifikasidari rumus : asumsi = optimum 0.3pb P =0. Momenultimate Mu:= l.5 p b Agar penampang optimumrasiohrlangan p:=0.003Es + fy 0.

4-18 . : Menghitungpenulangan Tebalselimutbetonbersihrintukbalok tinggiefektif balok r - dc := 40nm d = 1.R 0. r .d3=g + 0.d2 .='1*u d=r.1 o.5.85{" P' = 0.dl\/f'' b) Cari tabel tulangan yang bersesuaindengan mutu beton. = .847Mpa .434MPa bw.134m d:=h-dc-26mm l--TMo lr . J 0. 9 ' fc R .s.. ( t\ t .4.r) 2.62278/o m: caratabel LANGKAH 3B : Menghitungpenulangan balok dengan a) Hitung rvru = l.t 0.0r2m .747MPa R=3.R = 2. . PannI.IcIuIANLENTUR BALOK .85 ) or =0. .R h:= l200nm bw:= 60ftnm digunakan ukuranbalokpierhead baloktulangantunggal LANGKAH 34. =o . fc'= 20 MPa dan fy = 400 MPa Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.R o.bw.0.8$fc. .194 d.d2=Mt + 0. bw.

8393 ?e.6Mp" pmin adalahnilai malaimum antara pninl dan pmin2 4.013€ p1 = 0.0129 4.009? 2. 0.5238 3.010t 0.8393 p :=0.0101 2.7498 0.00€t 2.4-19 .htql$l.u7. 1 .5 RSNI-T12-2004 Berdasarkan Omlltl:='fy p =0.0035 0.1. As/bd.oSC 2.8235 0.8??3 t). ImmI d lmml b A$tlmm4 lnterpolasi nilai rho antara dan 1.mml.0019 0.7250 0-009€ 1.01t!0 1.0163 3.0130 0.7979 0. 1 .0131 0. PERENCANAAN LENTUR BALOK Lampiran Al I Ni|at persanta$e momefl desan (htu)untur tulanganbsji.6230/o l.0@ 2.7990 0.91.q12S 3.pmin2) pasal5.853? 0.1.0094 4l{40 nn&4 2.t9e0i 0. berdasarkan penimpangperceqitulengen tunggaldenganb = lebarhslokdan d = tinggief*Kif bslok fc' = 20 MPn fy = 400 hlPa Ho ' tdut(bd) Ast/fbrd1 Hu/fbrf:l aettfbrdl ilrr/fM:) Asil(b'd) Mu/odt Asilfttd' 25 m a? 28 29 JU 3t 32 33 34 1.0135 0.00€i 2.01& 0.0062+ ?gry! !!!i.{106t ?.00et 1.1.arn 0-t)1 28 1"1782 0.7002 0.650{ 0. 1 .013? 0.6 RSNI-T12-2004 Berdasarkan pfirax:=0.r.009: 1_83!13 0.80.9750 0.8754 0.4Mpa RSM-Tl2-04 pmint = 0.71pb p:= p' if pmin < p' < pmax pmin if p' < pmin "Tidak OK" otherwise PlIlSX= RSM-Tl2-04 P a s a5 .4569 3.85 Q008 :30) (fc' P m i n= F tngx = Catatan: batassnlulaogan pmin E P act < P m&( gituin : . p tidak boleh lebih besardari pmax=O.28% pmin= 0.453% P = 0.623Yo Rasio luae lrlangan..tu pmin := ma{pmin 1.006: 2. Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.f. Jika lebih kecil dari pmin maka p-pmin.4. 1 .75pb(over reinforeed).5015 3.85 0.8666 0.6339 3.83e9 1.5453 3.47S2 3.0063 2.0133 0.S1S0 0. 6 l Rasio tulangan maksimum t. 5 l Rasio tulangan minimum Plll[ll ]= .8666pasal5.35Yo pmin2=0.8666 Mu/bd2: 1.1.0093 17845: g.7714 0-00S8 1.016i 4.5680 3-5901 3.E209 0.2158 0_016: 0.0134 0.005S 2.35Vo P a s a5 .

mm Asl :=1.Ds n-l Ds = 60.BALOK 4. l. 7 l Jarak bersih tulangan Spasi antara tulangan Ds = 32mm dc = 40mm smin=48mm adalah nilai terbesar dari 1. sg.d := Ds :=32.5Ds atau zrc mm.374c# Asl = 8.bw.042cm2 jumlah tulangan r i=r"uf Ambilsaja .2-dc.5Dagr.7minimum Berdasarkan bersih tulangan adalah Ukuranagregat Diametertulanganutama Selimutbeton DuO:= 2.Asl " As =48.5.louo.13mm. 1 .rr:=.1.2004pasal5.1. PEPaNCANAAN LENTUR Asreq p.2.4mm oK! Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.or2 4 Axeq=42. As :=n.n.40mn) Spasiaktual bw .4-20 .(bm RSM-Tl2-04 P a s a5 .1.Ds.25ftrn- oit"+) n=6 \Asl/ 6D32 Jadidipakaitulangan JarakantarTulangan LANGKAH 4 : Pemeriksaan jarak RS|II -Tl2 .u{t. 1 .

ur tulangan tarik dantekan b) Balok dengan Gambar 4.3 PnnrNc. Secaraumum penambahan tulangan tekan untuk p :0. a berkurang dengan demikian meningkatkan momen nominal penampangbeton.7 Perbandingan Penampang tanpa tulangan tekan (a) dan dengan tulangan tekan (b) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. jd2 sedikit lebih besar dari tanpa tulangan tekan (idl\ karena tinggi tekan beton.qAN Knrue.aN. PERENCANAAN 4.r. Effek dari digunakannyatulangantekan terhadapkekuatanadalahsebagaiberikut: 1. 2.qlG.LENTURBALOK 4.nNoe Hampir sering ditemui balok mempunyai tulangan ganda. Ts:A.ff a) Balok dengan tulangan tarik saja _[uz.015 terdapatpeningkatan momen nominal sebesar5o/o saja.nN Bttor TanqNc. Meningkatkan panjang lengan momen. yaitu tulangan tarik dan tulangan tekan.4-21 . dengan demikian pengaruhnyasangatkecil.

c I p'=A ( . Berfungsi mengurangi defleksi jangka panjang. 4.8 Efektivitas tulangan tekan dalam mengurangi defleksi akibat bebantetap (sustained). Merubah mode keruntuhan tekan menjadi tarik. h ry l S u s t a i n e do a d d e f l e c t i o n l n i l i a l e l a s t i cd e f l e c t i o n P' = P ll 120days Time Gambar 4. karena rangkak beton dalam daerah tekan beton ditransfer kedalam tulangan tekan. James G. PERENCANAAN LENTURBAL)K Alasan diperlukantulangantekan dalam desainbalok : l. dengan demikian keruntuhan getasdapat dihindari.9 !l ru 4 . hal ini penting untuk daerah gempa atau diperlukan redistribusimomen dalam desain. p E c) og. dengan demikian tegangan tekan beton berkurang oleh sebabitu defleksi jangka panjang berkurang.MacGregor 240days 2 years Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.4-22 .4. 3. (l) lf. 2. Meningkatkan daktilitas. Kemudahan fabrikasi khususnyadalam merangkai tulangan geser.

dapat kita bayangkan bahwa penampangbalok terbagi menjadi balok-|. dan balok-2 terdiri dari penampang balok tulangan tarik tunggal pada bagian bawah dan daerahtekan beton pada bagian atas. terdiri dari tulangan tekan pada bagian atas dan tulangan tarik yang cukup pada bagian bawah. : 200. PERENCANAAN 4.es' pada balok dengantulangan tekan.:<= I Cs:asrs A"r cee(l Cl tt I lca-a'r -I-6:a {i' Ts2:Ar2ff ttt i++\ (a) balok-l (a) balok-2 Gambar 4.1 BAL0K TULANGAN GATIDq ANALISIS Dalam melakukan analisis balok tulangan ganda.7 Penampang.7 menunjukkan distribusi regangan.oo.000 Es Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Regangan dan Gaya dalam Beton dengan Tulangan Tekan.o.4-23 .3.3-2 es' Bafasan d'/a agartvlangan mensubstifusikan = ey tekanleleh dapatdiperolehdengan ey MPa.=(r-or:d'). Tegangan tulangan tekan. fs' seperti ditunjukan pada balok-1 Gambar 4. d a nc = a l p l o.|tl . coco As' I . m a k a f s ' = & . 4. dengan : fylEsdimana modulus elastisitas beton.LENTUR BAL)K 4.3-l J i k a e s ' 2 e y . o'=[" a")'o'oo3 \c ) 4.

Mnr. li )0".3-4 Momen nominal pada balok-l dihitung sebagaimomen kopel terhadap tulangan. Balok-l : fs' : fy (tulangantekan leleh) Keseimbangangaya dalam balok Cs : Tsl Asfy : AsI fy <+ As':Asl 4.qNtly Lrttrun BALoK (a'\ = t(.Mnxrsebagai terhadap tunggal. /t ['- "l') 600 ) 4. Pmnuc.a/2 ) 4. momennominaltulangan Manual Perencanaan Snuhur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL4-24 .Asl Cc : Ts2 O.3-8 pers.makadapatdihitung momennominaltulanganganda..ss a b : (As-AsI) <+ fy fc' "=(ai !:r)"tv 0-85fc'b Mn2 : (As -As')fy (d.II'IOI DENGAN BALOKTULANGAN ANALISIS Balok dengan tulangan tekan leleh dapat dijelaskan dengan membuat dua penampang balok imajiner sepertisudahdijelaskandi atas..3-3 4.3-8. As2 = Ast .3-7 Dengan demikian kapasitasmomen nominal total balok dengan tulangan tekan adalah sebagaiberikut Mn: Mnl + Mn2 Mn : As' (d-d') + (As-As') fy (d.3.3-5 Balok-2: terdiri dari betondansisatulangan.2 TALqNEANTTKANLNrcN G. MnI = As'(d-d') 4.a/2) 4.3-6 4. kedalam Bila ls ' : r As (persentasi terhadap tulangan tarik totalnya)disubstitusikan perbandingan 4.4.

d /al-0.3a ANALISIS BALOK BETON TULANGAN GANDA a J I SOAL : Analisis balok beton tulangan ganda (tulangan tekan leleh) 3D25 : 6D25 <- bF40S m + DIBERIKAN : Dimensi balok lebar tinggi b := 400nm h:= 600nm Mutu material fc := 35lvlPa ft::40&1Pa Es := 20000(MPa RSNr-T12-04 Pasal 5.3-9 Mno=Kvd*Mng CONTOH 4.814 Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. * r(t " \. PERENCANAAN LENTURBALOK Mn^ =(. jika kurang dari 30 MPa nilainya 0.4-25 .65.1.rr-sf-!--ro. namunjika fc' lebih besar 30 MPa nilainya betkrang tapi tidak hrang dari 0.o's'.es.1.) | 7 \MPa ) ir fc > 30MPa pl = 0.1 Faktor pl terganhrng dari LANGKAH 1 : Menentukan faktorpl Bl'=lo.5 ) " 4.4.=*u{o.814 mutu beton.pt) pl = 0. . lo.85.ts ir fc < 3oMPa pl .a't ot)\r.

71pb Asmax.pl 600 fy 600+ ff Asb = 8430.3mrn2 pftax= 2.d pmax:=0.725% = Asma. PERENCANAAN LENTURBALoK (balanced) dan luas LANGKAH 2 : Menentukanluastulanganseimbang tulangan maksimumyang diijinkan Tebal selimut betonbersihuntuk balok tinggiefektifbalok d:=h-d' d' := 20mm d=0.Ds2 4 n:=6 As := n. : = b O. Ds := 25.x 6322.58m g.8mr3 Asb := pb.Ab p.8>fc.945x tO3m# o=l.=A ' b.27Yo a Ab = 4.mm Ab := f .d kondisi keruntuhan LANGKAH 3 : Pemeriksaan TulaneanTaxik Beton Diameter Luas unit tulangan Jumlah Luas total tul.n.909crn' ket = "Under-ReinforcedOK" Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.1.4-26 .b.d As = 2.= pmaxb.

(o Mn = 656.U) Manual PerencanaanStruhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.m ._ (As _As').Ds2 4 n:=3 As':=n.8 Mn :=As'. asumsifs':fy I fs:8 u.*.a.fs'. (fs' leleh)" fs' = 400MPa LANGKAH 6 : Menghitungmomennominal.4-27 .(d d) + (As . l = .Ab .+o+ a - Bl\ Es'0.fy 0.937<N.473x103 Q' = 0.4. : fs'akhral "ff. PERENCANAAN LENTUR BALOK TulansanTekanBeton Diameter Luas unit tulangan Jumlah Luas total tul.85fc.As' b.n.5mm LANGKAH 5 : Periksaapakah tulangantekan leleh { = o.Mn 0 = 0.b a=49.003/ Jika d'/a < (d'a_lim) maka hrlangan tekan leleh.ot'r.mm Ab := 1.d As' f:=As O ' Ab = 4.6350/o r = 50%o As'/As Perbandinean LANGKAH 4 : Menghitungtinggi blok tekanbeton. Ds := 25.909cm2 -*2 As'= 1.

4-28 . As = 2.qtor TuLq. p Luas total tul. CONTOH4. Check$Mn2 Mu rencana tunggaldalamlangkah1. LANGKAH I : Menglritung rasio tulangan. Adapun langkah-langkah perhitungan sebagaiberikut : perencanaan tunggal. PERENCANAAN 4.d2)*bw*d2 c. Mnp Hitung momennominaltulanganganda.fc danmutu baj4 f. Lakukanlangkah-langkah mutu beton.LENTURBALOK 4.3.945x to3nn*2 n'-- As b.3b ANALISISBALOK BETON J TULANGAN GANDA I SOAL: tabel Analisis balok beton tulanganganda (tulangantekan leleh) menggunakan (Contoh4. untuk mencarimomentulangan t .NeAN M ENGGANAKAN TABEL MATVUAT Balok dengan tulangan tekan leleh dapat dihitung menggunakan tabel manual (lihat Lampiran B).i a.qN Lmn TuI-+NGAN GlNol DENGAN Awtttsts B. Mencarifaktor pengalimomen J. Hitung 14u=QMn=nilai d. Kvd tulangan 2 .3a) manual.d tabel(Mu/bw. Hitung p:As/bw. Tentukan b.3 Tsx.d P = l'27Yo f Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.

Ar.r Lcmplran A.4.nr LANGKAH 3 : Mencari faktor pengalimomentulangantunggal.d' Mrl = 500.l6klf.!r.Kvd Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.bd.4-29 . berdtsirkanmoirrndesiin {Llu} tul6agsn penamolng percegi untuft tuhngnfl b lunggtldcngcn * i6barbnbkdnfld = th$oiefektif .?l?MPa.) !v{u:= 3. PERENCANAAN LENTUR BIrcT p L.{a tlhi per$eni6*e b6i!.{t{GKA}t 2 : Ivlarcui uilai lv1u'b<tl d:ui tabelberclasarkan cliatas Tabeluutrk uilai fe = 35I1Pa dan fr = 400$1P.

nl 0.0il 0.Ir: t.03! 0.m etror = 0.083 0.(0.082 0.r59 0.ss!ft Kud Mn trirngi&nPfiini P rct r F trral Srrqrnr blmmll dlmmlrr4Jt [rffnal Interpolasi nilai Kvd di antaraAst/(b*d):0.15t 0.0rzD .[.0?t 0.086 0..3a.0211 0.30)= ffc' Fmi|r: Pma:N 3 < 4'll i ! lAsr'As'l'tdffD 8!t'tc'bl Momcn nominrl trl.03{ r.ut6 t.{09 t048 t.033 0.103 1108 0.ld hed t3 t4 ts t6 t? t8 t$ t0 2l 0.0121dan0.02I t.ti?i?-lgl.!35 1.037 t.085. 657.01290.03? pl . Kvd := 1.0172 0.il3 0.002x108N.058 1.0ai' r. .PERENCANAAU LnI.937 6s6.t31 0.ont 0.05r Kvd= r.:d al.108 0. Mn: lit.113 0.0t?3 8.06s 0.053 r.093 t.4s'lAs.937 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.085kl.0?5 r.0113 Catal.0121 Untukrasiotulangan p = 0-0127 .0ta1 0-0r29 0.0129 = r.m kan tiabelmasih cukup teliti dengan kesalahan sebesar0.il1 0. 4.0r*! 0.031 r070 L07d 0.81 0.m^ 0MnO:= Mu-Kvd MnD= oMno dvInO= 525.&ls 0 0{0 r.068 r.0*t 0.{.0+B t.rd rfd kud .051 LANGKAH 4 : Menghitungmomennominalpenampang tulangan ganda.07+ r0l8 1.115 0-t3$ 0.0{5 1.t{+ 0.668k1.023Yo rumus asal pada soal no.0t5? 0.09$ r.023% terhadap nilai dari perhitungan 0 erTor:= = 657.lcrmn Tulangan Lampirtrr 8.088 0.l30 0. 4-30 .048+ 0.t8t t 02! r.0et r.0G0 't.0138 0.0$ 1.ta tt.tVlno Perhitungan mengguna- * - Mu = 5.0127' 0.107 0.04€ r.0038 0.l 602 7614 802 &st{b'dl Itld k.bel Frktor Pengali ldoff€DTulNngsn Gansa untukrfiefidapatkaft tct lX' 3 E cdP! {00 t .093 0.{65 0. 0.0tl 0. 6aodr.t6G 0.0+e t.BS 0.098 0.030 r.656.68 0.4 T.01f0 0.008 .Ea t.0!8f 0.032 r. e6z ird k.098 1.0{8 0"ffi 0.050 t.052 t.ITunBALoK Tunggal Kvtl i.

ApGsspn KEKUATAw Perencanaanini berlaku untuk balok beton bertulang yang mengalami gaya geser.sANLENTUR B.2 Kaer Grsnn YANo D$aunqNeKANOrcn BnroN a) Sesuaidengansifat bebanyang bekerja.Stox Tnnnqo..2. dgn pers.nN.4-l) (4'4-2) V" adalahkuat gesernominalyang disumbangkan oleh beton. vn =v" +V.momen jangan diterapkan pada komponen yang tidak lentur dan gaya aksial.berlaku: 'mt y" =l !!:_lb*d " t 6 )2) Untuk komponen strukturyangdibebani tekanaksial.4 Pnnzvc.4.(b(2)).44) 3) Untuk komponenstruktur yang dibebani gaya tarik aksial yang cukup besar.4-3) n"=['*&)(+\. Namun perencanaan terlenfur.4. Pffitxclu.qtor 4.tN B. <@v. (4. 4.a.qlox pada: penampang Perencanaan akibatgeser harus didasarkan t/.1 Ktra.4-31 .4-3dan4. 1) Untuk komponen strukturyangdibebanigeserdan lentursaja.4. Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Tulangangeserharusdirencanakan untuk memikul gesertotal yang terjadi.berlaku: ( (4. dan V. oleh 4. adalahkuat geser nominalyangdisumbangkan tulangangeser.kecualibila dihitung secara lebih rinci sesuai denganketentuan pasal 4.treN Gnsnn RENCANA P.maka kuat geser V" dapatdihitung 4. (4.4.4-4.qpt B.

4-32 . V.bw.<tDl". dinvatakan dalamMPa. PmnucII. 2.V.3 Sytntr-SyaRATTar-/tNGAN Grsrn sub bab tulangan minimum sesuai harusdipasang a) Apabila 0. Besaran4 n*u.dapatdihitungdengan berikut. (dimanahf : tinggi sayap.0 diman&Mu adalah momen terfaktor yang terjadi bersamandenganV. A5 4. atau Vu<QV" dengan tinggi total balok h S 250 mm . besaran Mu' (4."=({r+r2op. l.hf atauh<%. . pada penampang yangditinjau.4.IIAN LENTUR BALOK b) yang lebih rinci sebagai Kuat geser Z" boleh dihitung denganperhitungan berikut.5@V".4-5) dan tetapi tidak boleh diambil lebih besardari pada 03J1'b*d. -i. 2. < o. tidak boleh diambil melebihi 1. gayatarik aksialyang besar. bw : lebarbadan) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.W)ry v.5. denganN.i . geser b) Tulangan minimumini tidakdiperlukan bila: .5O%. )6 @'4-6) tetapi tidak kurangdaripada nol.5.4.4. v"=(r*o't!")JE'-6-a [ 'a. 4. adalahnegatif untuk tarik. Untuk komponen strukturyang hanyadibebanioleh geserdan lentur sajq . Untuk komponen strukturyang mengalami yang lebih rinci sebagai perhitungan kuat geserV.

4-8) Notasi cr adalah sudut antara sengkang miring dan sumbu longitudinal komponen struktur.) Nilai D.tulangan geser padasubbab4.4-s\ Msnual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal..!JT'*O mm nilaiyang S*o )Namundalamsegala hal.4.-f d .4-33 . harusditahanoleh tulangangeser.4.4 GESER OLEH YANG DISUMBANGKAN TAIANGAN KaET GNSTN Vu Apabila gaya geser.. tulangangeserharusdipasang . =:T /d.5 Tutettenr.1f"'bwd J 4.4-7) geser b) Untuk tulangan miring: V"= A"fr(sna +cosa)d s (4. PERENCANAAN sesuaidenganperencan:um c) Apabila V. g. dan s dinyatakan dalammillimeter.. S*o =!t *u600 mm(ambil terkecil) v" =!r[-tu*.makabatasspasimaksimum berikut: aturansebagai geser. dapatdihitungberdasarkan S *o dan luastulangan struktur.LENTURBALOK 4.4 4.4.>AV".t (4. utuu300 (anrbil terkecil) bllaV" . sumbuaksialkomponen a) Untuk tulangangeseryangtegaklurusterhadap maka: il 4.4.tGnsonMINIMUM Luastulangangeser minimum dapatdihitung sebagai berikut. V" S |.d bila nilaiyang =qo.

Pasal5.7 fc'= 20MPa fy = 400MPa LANGKAH I : Menghitung kuat geseryang disumbangkanbeton RSM-Tl2-04 Ys.14kN Pasal 5. Perlu Sengkang" Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.d b l- Vc = 507.bw.{ Vs tidak boleh > :. PERENCANAAN LENTUR BAL)K CONTOH4.4 geser LANGKAH 2 : Menghitungkebutuhan RSM-Tl2-04 Vs.2.029x t0'kN J 1_ J Notel = "OK.4-34 .= :. SOAL : Desaintulangangeser balok persegi betonbertulang DIBERIKAN: GayaGeser Ultimate Dimensi Balok Vu = 490kN bw = 600mm h = 1200mm Q:= 0.bw./fo'.4 DESAIN TULANGAN GESER BALOK BETONBERTULANG 4 I dari contoh4.bw'd 2.2.86kI.= )r{ .6 o Vs = 192. Syaratpemmpangterpenuhi" Check: Vu=4901d.4.Y.Vfc(MpiJ.2.d = Check:vs<a.Vfct(Mpa).5 6 Vc.{ Note2 = "Vu ) 0.

(tumpuan) D10-300 Manual PerencanaanStrulcturBeton Bertulang untuk Jembatan Hal..Av/s=Avs Avs :: Vs 2 Avs :0.bw.o.)Avs Avs := mo(Rvs..2 Ln.d 3 makaspasimaksimum adalahnilei terkecil dari d/4.mm Nilai Avs diambil dari nilai terbesar antara Avs dan nilai tulangan geser Tulangangeseryang harusdipasangperjarak spasi 2 .!Lbu.4. J.Av perlu Spasisengkang Dt:= 10mm nk:=2 ot}terwise 3 lebih besar atau sama a^ear.)-.0.425tnm mm RSNI.0&n# sp = 314. ^ -mm = U. RSNI-Tl2-04 Spasimaksimum: Pasal 5.O? Av SP:=Avs Av = 157.Tl2-04 Pasal 5.7 8.jikavs l-{1't'7sh.4.375h atau300mm. PERENCANAAN LENTUR BItox LANGKAH 3 : Menghitungluastulangangeserperlu per spasi.6 Spasimaksimumadalah .6oftnr) i f V s < smakgeser'= | . < !L6y.4-35 . Av :=nk-0. ^ -mm Avsotltt= U..'d Tulangangeserminimum bw Avs6rr:= .159nm geser Desainpenulangan sepanjangbalok dapat diperoleh dengan catay ang samauntuk gaya geser yang diketahui.75h.75h atau600 mm jika nilai Vs r.d nilai erkecil dari d/2.2.Avs-irr) mm LANGKAH 4 : Menentukanluasdan spasiyang digunakan minimum Avsmin.3o0nr) = smakgeser 567mm Diameter sengkang Jumlahkaki sengkang Luassengkang.0.2.n'(i.ry 2 .

Padasistemtersebut Gambar arahaxis balok.ANAAr.4.4-36 . PERENCANAAN LENTURBALOK Bttor 4. (potongan tengahbentang A-A) dannegatifmomendi atasperletakan "*l Webor stem ^*J (a) balok terdefleksi Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaI.5 PsnnNc. Pada terdefleksi (potongan B-B).8.9. balok secara dengan pelatdicor bersamaan pelatlantaiseringkali Dalamsistem 'T' sepertiterlihat pada sayapdari balok dalam hal ini pelat dapat bekerjasebagai bebansatuarahyaitu pelatdiasumsikan menyalurkan 4.t 4.SEMU BAL0KT DAN monolit.5J T BAL0KT. tegaklurus terhadap Gambar 4.8 Balok T dalam sistem pelat satu arah positifdi momen tampak dalamgambar balokT ini akanmengalami 4.

a dengan asumsiawal tinggi blok tekanbetonmemotong flens.85f"bf " Setelaha asumsidiperoleh. pemeriksaan perlu digunakan terlebih Untuk menentukan balok T semuatausebenarnya dahulutinggi blok tekanbeton. panjangbentang br= L/4 . jika a (asumsi)( hr. dimana adalah L baloktersebut bf=!*+16h1 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Adapun pada tengah bentangbalok T dapat diperlakukandengan dua kemungkinan.makadianalisissebagai balok T semu(balok persegiseperti gambar 4. makadianalisis sepertidapat sebagai balok T sebenarny4 gambar dilihatpada 4. sebagai Padadaerahperletakan balok T pada umumnyadiperlakukan persegisepertiterlihat pada karenadaerahtekan betonakibat momennegatif berbentuk gambar 4..PotonganA-A(midspan) sebagaibalok T positifdannegatif 4. > b.9b).9c.4-37 .PotonganB-B(perletakan) balok perseg sebagai (d).9 Gambar BalokT dalammomen balok persegi. .f A=- o. Potongan A-A (midspan) sebagai balok persegi (c). A. Pffituclylnu Lwrun Buor Compression zone-- lul ll (b).selanjutnya diperiksaapakaha memotongflens atau badan penampang balok: a.4. jika a (asumsi) hs. dapat dianalisissebagaibalok T semu (balok persegi)atau balok T sebenarnya.9d Lebar efektif sayap balok T berdasarkan SNI adalah nilai terkecil dari persyaratan sebagai berikut : .

bf = b* * So.4-38 .2 BAL0KT TaLANGAN ANALISIS TaNGGAL balok T terdapat beberapa Seperti halnya denganbalok persegi dalam menganalisis kondisiyaitu : a) (seimbang) Keruntuhan balans terjadi bila regangan maksimumpadaseratterluarpada Keruntuhan balansatauseimbang daerahtekan betontelah mencapd6". . Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.10Lebarefektifbalokdengan 4. Keruntuhan balansini digunakan jenis keruntuhan penampang keruntuhan apakah tarik (underreinforced)ataukeruntuhan tekan(over reinforced). bf: bw+Lll2 br=b"+6hr bf=b*+So/2 sayap Gambar 4. . dimana Soadalahjarak bersih antarabalok denganbalok sebelahnya Sedangkanlebar efektif balok L (balok yang hanya mempunyai pelat pada satu sisi saja) tidak boleh lebih dari : . Pt naN ctuttex Lnnrun BaLoK . : 0.5.4.003dan bersamaan denganitu tulanganbaja untuk memeriksa mencapai regangan leleh baja 6s= ry.

5-l).l l Analisis Balok T TulanganTunggal segitigasebangundalam gambar a. T"" d .=^(ffi)n jelasdapat a. [u. diperoleh A16 =elf o. ini tedadibila tulangan (4.* + Ccr= 0.4-39 . t. 1lang dihitungpadapers.a6 padabalok T.l I (a) diperoleh tinggi blok desak Dengan persamaan padakondisi balans.LrI. d .a.) b) Tarik (underreinforced) Keruntuhan (4.-u.5-1)kedalam Dengan nilai dari mensubstitusikan ayangdiperoleh pers.s-1) (4. a * 0.5-1) tulangan tarik bajamengalami Keruntuhan dimulai dengan tarik terjadi bila keruntuhan lelehterlebih Hal tarik bajalebihkecildari luastulangan dahulu. balans.0.IrUn BALOK 4. As6 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.85f" (br .85f" b. PERENCANAIU (a) Penampang Regangan dan Gaya dalam Balok T Kondisi Berimbang .s-2) pers.5-2) (4.ro.b*) hr (4."[ffi).5h r. (b) Keseimbangan Kopel Gaya Gambar 4.i2 rr".(4.. ".1l (b) dilihatpadagambar Keseimbangan kopelgayasecara T=C Dimana 1 : A t u& C : C.

makabalok dianalisissebagaibalok T jika tidak cukup dianalisissebagai momen nominalbalokT : persegi.a T=C Dimana 1: Ar fi C : Crr"* Ccf: 0. d .5a) Ccr(d-0.-shf (4. a sesuai Tinggi blok tekanbeton."(d-0.s-z) - A"f.Perhitungan dilanjutkan menghitung dengan + Mn = C.4-40 .qtor (a) Penampang.5hr) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.85f "b. PERENCANATU Lrvrun B. hasildari perhitungan balok a ) hf .g5f"(br -b.5-2)diselesaikan beton.Regangandan Gaya dalam Balok T Kondisi Tarik .85f" b* a -| 0.5-3)harus diperiksa... -o.s-3) Jika pers.12AnalisisBalokT Tulangan Gambar jelas dapatdilihat padagambar 4.b*) hr (4.85f" (br .12(b) Keseimbangan kopel gayasecaf.r 0.(4. a adalah makatinggi balokdesak Bila persamaan n-- T""' rr. Co" d-a/2 T*r (b) Keseimbangan Kopel Gaya KondisiTarik Tunggal 4.-b. (4.)h.O.4.

85f" b* a * 0.4-41 .b*) hr (4.5-5) kedalampers.85f" (br .t l a ) (4.4.e*E.. Hal ini terjadi bila tulangan tarik baja lebih banyak dari luas tulangan balans. pada ( g. PERENCANAAN LENTUR B.\ €". (4. ( tydengankondisi Keruntuhantekan bersifat getassehinggatidak disarankanmerencanakan keruntuhan tekan.5-5) Untuk mendapatkan nilai tinggi blok tekan beton.d .5-1) atau regangan baja. (4.s-4) sepertiterlihat Regangan segitigadiagramregangan baj4 e.a diperolehdenganmensubstitusikan denganakar persamaan pers. A.13 Penampang. Selanjutnya diselesaikan reWflhbtq$. C : C"* + Ccr: 0. t.qrcx c) Keruntuhan Tekan (over reinforced) Keruntuhan tekan terjadi bila keruntuhan dimulai dengan kehancuran pada daerah tekan beton terlebih dahulu.13. diperolehdari perbandingan gambar 4.Regangandan Gaya dalam Balok T Kondisi Tekan Keseimbangan kopelgaya: T:C Dimana T=A. = 6.rat -_-_--Manual P erencanaan StruEtD* Eeton B ertulang untuk Jembatan Hal.u yang dihitung pada pers.^\1 s . (4. Gambar 4.5-4).

*+C"t A" g'd-"^. b* a2+ (0. PERENCANAAN LENTURBALOK T=C.) 0.85 (br .b*) hr* A.- (4. %" B1dEr) Selanjutnya untuk menghitung momen nominal sama seperti menghitung momen dalam kondisikeruntuhan tarik.4. (br .(A.yaitu: + Mn: Cr* (d-0.b.(A. e"u a . e"oE*) 6 = .") ) E.)= 0 -B+^ln'-4AC q .5a) C"r(d-0.S5f.5hr) (4. e"uFrd E.( --\a hr f" rl e.s-7) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL4-42 .85f" b* a + 0. = 0.S5f.85 f" (bi .s-6) 2A Dimana: A = 0.85 f" b* 3 = (0.b*) hr + A.

.t./" ( . fy.).y.s*E.45 d. 8=l t------:--:--:--=- tsaroK r | t.#.8546"[. .85/"b.l.{g A$umsi alval Kenlntuhan tadk -0.. (4 Co=0.= 0.-* '_T"*rffi -. s-5 1r& .)hr +...r{ \-/- tr>dl ya | BalokT kefuntuhan tekan -8+r/B'-4AC !l=-**t 1r' J = 0.6.b../8'-{AC (I = *:-*_-r.=*i#lo -!r'l u.85/. I keruntuhanrrik | _l g = -B.4.JJ.l \ . PERENCANAAN LENTUR BALOK f'q.. b.rh1 = M" c*l J t"l jffi. n=o''m lrf .b1.{-e. Ar8*E.-+ I I . Eial0Kpersegl tarik Keruntuhan reinforceclJ ".{..r-... .oE( = -(l.l4DiagramAlir AnalisisBalokT Tulangan Gambar Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL4-43 .854(lr.! " '--:> i -:iJ Tunggal 4.p1d) -8+r.." 8 = 0. h1..4&. tekan Keruntuhan overreinforced 2A C* = 0"85/.85i(br -b.s5J. -b._ 0. A_ 0 ..J M.=.r .}.

:= 2OMPa ero := 0.l05. PERENCANAAN LENTURBALOK CONTOH4.5a ANALISIS BALOK T TULANGAN TUNGGAL I tarik kondisikeruntuhan tunggaldengan SOAL : Analisisbalok T tulangan bf DIBENKAN: I)ata penampang b6:= 1500mm b*:= 350mm Data material Mutu beton f. := 6160mm2 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL4-44 .4.MPa h1:= l20mm h:= 600mm d:= 504mm Luas tulangan tarik A.003 Mutu baja fr:= 4OOMPa E := 2.

= 10. tinggi blok tekan beton memotong flens Ar'fu .8llkN'm Manual P erencanaan Struhur B eton B ertulang untuk Jembatan Hal.4NneN LnNrunB. blok tekan beton memotong flens. PsRar.9r) LANGKAH2:Menentukanq 9l = o'85 tapi tidak lebih kecil dari 0.-. dengan S auadalah a LANGKAH 4 : Menghitung momen nominal balok Mn.l Faktor pl tergantung dari mutu beton..4.) Mn = llz2. 600 ab:=FtIro *\) ( 'l. jika kurang dari 30 MPa nilainya0.627mm keruntuhan tarik.04mm LANGKAH 3 : Menghitung a asumsi awal.bf a:- a=96. Asumsi awal.=^.d ab = 257.!(.l.85.' o. 445 .tt 7 \twu ) ir r" < 3oMPa if f" > 30MPa 91:=ma:(0.65.rc. namunjika fc' lebih besar 30 MPa nilainya berkurang s.l.tor faktoSl LANGKAH I : Menentukan RSNr-T12-04 Pasal 5. a < hsmakabalokpersegi.85-gf!-30) | lo..85fc.U5.

= 400MPa d = 504mm ab =257.=lo85-ryf+-. jika kurang dari 30 MPa nilainya0.Fr) LANGKAH 2 : Menentukangr Fl = o'85 .o. < 3oMPa F1= -a{o-u5.l.s'fc.55.(brb*). dengan penampang balok T LANGKAH 4 : Menghitungulang nilai a dengan Ar. blok tekanbetonmemotong flens.! .l.Pzn-suctuAAN n Buo x Lnuru ANALISIS BALOK T CONTOH4.b1 !. tinggi blok tekanbetonmemotongflens Ar'fu a=l44.l Faktor pl tergantung dari mutu beton. Asumsiawal.94ltnrrl keruntuhan Tarik" Ket = "a > hf.04mrn LANGKAH 3 : Menghitunga asumsiawal. 4-46 .85fr. jika fc' lebih besar namun 30 MPa nilainya berkurang tapi tidak lebih keeil dari 0.5b TULANGAN TUNGGAL KERUNTUHAN TARIK I tarik As : 9240mm luastulangan soal4.-0.85fc.8s f. %=p.bw a = 226.85. Balok T.[ft) As = 9240m# a. u.5anamundengan SOAL : Analisisbalok T seperti LANGKAH I : Menentukanfaktorpl 'r fc = 20MPa if fc > 30MPa RSNI-TI2-04 Pagal5.'l 1\MPo | ) if 10.891mm Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.hr 0.

-2 Mutu baja Data material Mutu beton fc = 2OMPa ecu = 0'003 l.[d - (a\(hr) . = 400tl4Pa I Es = 2'105-N4Pa Manual Perencanaan Snukur BetonBertulang untukJembatan HaL4-47 .*.* dan C.c.). "".'a'b* ccf = o.qrcrc LANGKAH 5 : Menghitung gaya-gayakopel C.[o - .85rc'(bf . ) Mn = 1.b*)'hr Cc* = 1350000N Ccf = 2346000N LANGKAH 6 : Menghitung momen nominal balok Mn .5c TULANGAN TUNGGAL KERUNTUFIAN TEKAN SOAL : Analisis balok T denganpenampangsebagaiberikut DIBERIKAN: Data penampang bf = l5oomm bw = 450mm hf = l2omm h = 600mm d = 470mm Luas tulangan tarik As = 12950.4.56887x l09N.qN LsNrunB.mm ANALISIS BALOK T CONTOH4.1 Cc* = 0'85f.PmeNceye.

l. LANGKAH 2 : Menentukan a6 600 ub= pr.hr a=397. jika kurang dari 30 MPa nilainya0. balok T. Manual PerencanaanStruhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.fy . Pznrucet'te.85f"'bg = Penampang "Balok T" A"'L a=203-l37mm balok T LANGKAH 4 : Menghitung ulang nilai a denganpenampang (asumsitarik) u=ffi Ar.l Faktor pl tergantung dari mutu beton. kerunnrhan tekan.65.85fc.85 if f" > 30MPa Fr) 91:=mu{0..u5.4.o ).turt a ) hr.124. dengan a ) or.o.(br-b*).[.---:--!0. namunjika fc' lebih besar 30 MPa nilainya berkurang p.t.qN Lstwun Bttor faktorBl LANGKAH I : Menentukan RSM-TI2-04 Pasal S.= ? \tutPu ) lo8s-ryf+-r'l | if f" < 3OMPa 10.4-48 . ab=239'7mm LANGKAH 3 : Menghitung blok tekan beton memotong flens a .85.d o* \ ) ( 9l = o'85 tapi tidak lebih kecil dari 0.

E s.u*).(ot.Ut tfU n BUOr<.[o "\ - t'r) T) t09 Mn = 1.B l .85fc'(bf .912xtO6N mN C = -3.b*)'hr Ccw = 1'994x 106N Ccf = 2'142x tO6N LANGKAH 7 : Menghitungmomennominalbalok Mn = . P gnnt t. \ 2) "".n1+ Ar-e"u-E.e cu .85fc.qt 4.104x 106 C = -(e r.q.[o -:) .65* to6 I N m B = 9.d ) Langkah 6 : Menghitung gaya-gaya kopel Cr* dan Crr Ccw = 0'85f"'a'b* ccf = o.85fc.55562x N'mm Manual P er encanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Lft LANGKAH 5 : Menghitung ulang nilai a dengan penampang balok T keruntuhan tekan.bw B = o.tC. A = 0."*. A = 7.4-49 .

3 GnNot AN. d .analisis balok T tulangan halnyadengan Seperti bila tinggr blok tekanbeton.4.. dari superposisi komponen (a) Penampang.15AnalisisBalokT Tulangan Gambar d-d' rr". T". PERENCANAAN LENTURBALOK 4.a > hr.- Tt* + (b) Keseimbangan Kopel Gaya Ganda 4. Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jernbatan Hal. dan Regangan GayadalamBalokT KondisiTarik c* d . Ir.5.si].0"5hi * b*.tttsts BetoK T TULANGAN dilakukan balok T sebenamya tunggal.4-50 . tunggaldilakukan ganda balokT tulangan samaseperti Dalamanalisis balokT tulangan gaya-gaya kopel.

dilihatpadagambar kopelgayasecara Keseimbangan asumsi awal) tekanlelehsebagai T=C Dimana 1=A.* (d-0.s-8) namunjika a > hf makabalok balok persegi.5-9) beton a adalah maka Bila persamaan diselesaikan tinggibalokdesak .5-ll) + + C".s-e) (4.)hr 0.& f" f" C = C"** Crr* C"r: 0.4 ' ' #-lA'. maka perlu dihitung tinggi blok tekan tekanleleh.t=gq .15b.a r.B5f"(br-b.d') ManualPerencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal.s-10) . -o.makatulangan leleh as' F.4-51 .85 (br . Mn = C.a dengan u-- (e".A'")f . 0.g5f"bf (4.' [6 0 0 + " f.A'")f. asumsitulangan beton. PERENCANAAN a) TekanLeleh Tulangan Keruntuhan Tarik dengan Untuk memeriksaapakahtulangantekan leleh. rnutu tekan tutangan teleh. J Jika semua syarat terpenuhi.([ 6 0 0 .b*) hi* A" fy (4.BALOK LENTUR 4. Bila a < hf .5hs) (d . (anggap jelasdapat tulangan 4.85f"b* diperoleh diperiksa : Selanjutnya a yang nilai tarik d .5a) C"s(d-0. makabalok dianalisissebagai dianalisis sebagai balokT.I ) (4.85 b* a + 0. (A".maka momen nominal balok T tulangan ganda dapat berikut: kopelsebagai diperolehdengan menjumlahkan momendari gaya-gaya (4.

85f" (h . &: 0.85 f (h . (4.b*) hi+ A'.(A'.e"oFrd'Er)=0 5 i _B+JB'_4AC . ".5-14)digunakan untukmenghitung dalampersamaan Nilai a yangdiperoleh berikut: gaya-gaya dihitungmomennominalsebagai kopel Cr*.85 b* a2+(0. e"u B1d' g . T = C"* * Ccr* Ccs A.6"uE. Selanjutnya + * Mn = Cr* (d-0.5-12)kedalam 0. ft e-(A'. C"t danC"r.b*) hr+ A'.5a) C"s(d-0.15 ) Manual Perencanaan Snulctur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.13. b* 3 =(0.85f b* a+ 0.4.r: 0. dilihatpadagambar Keseimbangan kopelgayasecara T=C Dimana T-Arf.85f" b* a + 0.- (4.15b.Sf (br . PERENCANAAN LENTURBITOT b) Tulangan TekanTidak Leleh Keruntuhan Tarik dengan jelasdapat 4.4-52 .(4.5hs)C".s-r3) nilai tinggi blok tekan beton."="*[l-ry) persamaan kuadrat.85f" Or .d') ( 4.85f. A. (d .5.s-14) kembali (4.b*) hr* A'.s-r2) sepertiterlihat segitigadiagramregangan Regangan bajq e'. E. diperoleh dari perbandingan gambar pada 4.b*)hr* A'.Selanjutnya diselesaikan pers.+ C"r* C.(4. t"u E .5-13). r'. C = C"*.A' &) Et) C = .a diperolehdenganmensubstitusikan Untuk mendapatkan persamaan denganakar pers.24 Dimana: A = 0. r*(t-E{\ "-\ a) A (4.

A* tr. =l'.o. "1.*/& [$i-=.a"-$-Ad'ldll. :0.0.)/" -f ) ''' -Fl oooa 600_.-J.}ht ".c&* cr.85d(&. )'. + Are*E.o.)i.57'. co =d'.-(-4'.bi.e*E fta'') Tulangan tekan eleh tekan kerunluhan (dihindari) n=-_l. hr.B5I -b. .s5"4's6.*. b.f.sSS -4. fy.-r'. .%['-*] .. 4 . -b*iftr Co= 0. PERENCANAAN LENTURBALOK f'a.16Diagram Gambar Alir AnalisisBalok-TTulangan Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.85/"(4 C.4. -b*)h/ ca = 0. -0l. i$t C ..!. = 0. d* ru="*id4j-+[r-?) Ganda 4.-_ -8+.95"{so a .Ji'-4-{C ffi C*.l Asumsi swal tarlk Kerunruhan (b/ {-r.r .d.85.4-53 .

:= 47Dmm d' := 65. := 2OMPa ear.LENTURBALOK 4.003 Mutu baja ! := 4OOMPa E := 2. := 6900mm2 b*:= 2.tulangantekan leleh bf DIBERIKAN : Data penampang bg:= t200mm t*:= l37. PERENCANAAN 4.5mm h1:= l00mm h := 600mm d.5d CONTOH ANALISIS BALOK T TULANGAN GANDA I SOAL : Analisis balok T hrlangangandadengankondisi kerunhrhantarik .105.:= 0.MPa desak Arr i= 40gmm2 Tulangan Tulangan tarik A.4-54 .t* bw = 275mm Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.mm Data material Mutu beton f.

l.J.nr.).78&twr Periksaasumsi /a') r-r \ u /ri| =-'l 1-lll Fr \ r F \ 600) ) ^ ' --'lt(.85fc.ro] if s. Pr) LANGKAH 2 : Menenfukan ag Pt = o' gs 30 MPa nilainya berkurang tapi tidak lebih kecil dari 0._ . ! = o.85f"'b1 a=127.zga a Tulangan desak ) telah leleh.4-55 . au:= ? Ft'l-J0+ ) .ssr.Ar.85.l LANGKAH 1 : MenentukanfaktorBl t" 99I. u.rv o.= lo. jika kurang dari 30 MPa nilainya 0. ll-l l=0. namunjika fc' lebih besar F1:=mu{o.hr(uru*) 0. d frJ . Jika d'/a < (d'la)lim maka tulangantekar/desakleleh.[ . . karena d'/a< (d'la)lim Tulangan tarik ) telah leleh.bw a = 219.rr-? \MPa ) | if f" < 3oMPa 10.. LANGKAH 3 : Menghitung /. P SRENcANAAN LsNrun BIIOr T1244 Pasal 5.6s..fy a:=0.l.os. \ ^ ( 600 ab=239'7mm blok tekan beton memotong flens (4.392 60WPa ) \ u /ri* Fr \ /o'\ t.451mm LANGKAH 4 : Menghitung ulang nilai a dengan penampangbalok T (asumsi tulangan tarik dan tekan leleh) (e.4. jika tidak tulangan tidak leleh. karena a < a5 atan Manual Perenc anaanStruhur BetonBertulang untukJernb Hal.85 fc > 30MPa Faktor Bl tergantung dari mutu beton.

! := LANGKAH 6 : Menghitung momen nominal -d') Mn'=C"*.b-) Cc*r= 0.(d -"\ d z) " "'\ 2) Mn = l.o95x 109N'mm /o\(hr) Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.4.1.+ | + C.rl d .hf (bf .a. PERENCANAAN LENTUR BAL2K LANGKAH 5 : Menghitung gaya-gayakopel Ccf := 0.4-56 .i | * C.85fr.b* Ccf = l'572x 106N Ccw = l'028x 106N Ccs= 1'6x lo5 N Ccs Ar'.85fc.r.

4. Pmtuctulltr Ltttrun BALzK

4.5.4

AN,tttstsB,ttorKornrHouow

Analisis balok kotak hollow dalam segalahal sebenarnya tidak berbedadenganprinsip balok. Bentuk tidak menjadi sesuatuhal yang rumit bila dapat diperolehtitik berat penampang yangtertekan blok tekan,a. Bila disamakan = 2 t* makabalok b* setinggi persis hollow analisisnya sama dengan balokT.

c*
d-dl

-r--C-

-LL

+
I

d - 0.54 _J_T.,

t-

-r."
+
--4----.-J

l

d-d

4.17Superposisi Gambar KopelBalokKotakHollow Gaya-Gaya jelas dapatdilihatpadagambar Keseimbangan 4.17 (anggap tulangan kopelgayasecara . tekanlelehsebagai awal) asumsi T=C Dimana T=Arf, C: C"* * C4* C..=0.85f. b* a + 0.85t (br - b*) hg+A', fy b*:2 t* (4.5-16)samapersisdenganpersamaan Persamaan (4.5-9)dengan demikianbalok box kotak dapatmengikutiprosedur perhitungan b* balok T, dengan mengganti = 2 t*,.

(4.5-16)

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

HaL4-57

4. PmnucIuIAN LENTaR BAL}K

CONTOH4.5e

ANALISISBALOK BOX HOLLOW TULANGAN GANDA
I

SOAL:

Analisis balok Box Hollow hrlanganganda dengankondisi kerunhfian tarik -

tekanleleh tulangan

d'

I

-r
ht

DIBERIKAN : Data penampang b1':=l200mm t",:= 137.inm hg:= l00mm h:= 600mm d := 470mm d' := 65.mm

Data material Mutu beton
f" := 2OMPa e",, := 0.003

Mutu baja

!

:= 4OOMPa

E, := 2.l05.MPa

Tulangandesak Ar, != 400mm2 Tulangantarik
A.:=690omm2

b*:= 2.t*

bw

275mm

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4- 58

4. P nagt tclx,qeNLaurun B.atox LANGKAH I : Menentukan faktoSl
RSM-Tt2-04 Pasal 5.1.1.1 Faktor pl tergantung dari mutu beton, jika kurang dari 30 MPa nilainya 0.85, namunjika fc' lebih besar 30 MPa nilainyaberkurang

p,,= if f^ loBs-ry[,+-r']> 30MPa
''l ? | \MPu )

lo.8s

if f" < 3oMPa Ft = o'85

F1:=ma{0.u5,9r)
LANGKAH 2 : Menentukan a6

tapi tidak lebih kecil dari

0.6s.

j9L).0 :=^ r au 0r'l7 -r00+ frl
a

ab=239'7mm

LANIGKT\I{ 3 : Menghitung blok tekan beton memotong flens a = 127.451mm

o.85fc.bf

LANGKAH 4 : Menghitung ulang nilai a denganpenampangbalok box hollow (asumsi hrlangan tarik dan tekan leleh)

o*) (o, - nr,).! - o.85r".hs(or0.85fc.bw Periksa asumsi

/\

i,

/a'\ r-r
\o/rir.

r \ | r =-.1 l-Al
Fr\

600)
Jika d'/a < (d'la)lim maka tulangan tekan/desak leleh.

/a') l-l

I' )l = 0 . 3 9 2 - - ' l t(. l 60CIvlPa/ \ u /ri- Fr \
9)= o.zga
a

Tulangan desak ) telah leleh, karena d'/a< (d'la)lim Tulangan tarik ) telah leleh, karena a < a6

Manual Perencanaan Strulaur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-59

4.Pmntcaunnu Lwran BAL)K
gaya-gaya kopel LANGKAH 5 : Menghitung Ccf:= o.Slfc.hf(br- b*) Ccwt=0.85f".a.b." Ccs,= Ar''! LANGKAH 6 : Menghitung momennominal (a\(hr) Mn,=..*.[u ;)c.f.[d c.r.(d- d') N Ccf= 1'572x106 Ccw= 1'02sxt06 N Ccs= 1'6x lo5 N

; )+

Mn = 1-095x lo9N'mm

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-60

!

KEKUATANKOLOM 5. PERENCANAAN

5 PERENCANAAN KEKUATAN KOLOM 5.1 Uma*t
bebandari lantai atau Kolom merupakan elemenstruktur yang berfungsimenyalurkan berikut kolom dapatdiuraikansebagai balokke sistemfondasi.Konsepdasarperhitungan o Perbedaan antarakolom denganbalok adalahbahwa pada kolom di mendasar bekerjapula gayaaksial (bisatekan bisatarik); momenpadapenampang samping berubah(uniaxial dan o biasanya arah momenpadakolom bisa berbalik dan/atau biaxial bending); o Selaindari padaitu semuaasumsidan ketentuan dasarkolom tetap samadengan apa yang kita kenal berlaku pada balok yang mengalamibeban luar berupa momenlentur.

5.1.1

FAKToRREDUKSIKEKUATAN

gayaaksial menahan dari kemampuannya dari kolom harusditentukan Kekuatanrencana akibat pengaruh dan momen lentur akibat bebanrencanadan momenlentur tambahan cara kelangsingan, berdasarkan PBKT. Faktor reduksi kekuatandapat dilihat pada Tabel 3.2 Qugaterdapatdalam pasal 4.5.2 RSM T-12-2004).

5.1.2

PNNSIPPERENCANAAN

a) Perencanaan komponen strukturyang dibebani kombinasilentur dan aksialharus tegangandan kompatibilitas regangandengan didasarkanatas keseimbangan asumsi dalamsubbab4.1.2. menggunakan b) Komponen struktur yang dibebani kombinasi aksial tekan dan lentur harus direncanakan terhadapmomen maksimumyang dapat menyertaibebanaksial.

Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-l

KEKUATANKOLOM 5. PERENCANAAN

Bebanaksial terfaktor {

yang ada,tidak boleh melampaui denganeksentrisitas

kuat rancang bebanaksial /P"1**1,dimana: tulanganspiral: dengan 1) Untuk komponen -f"'(A, QP,6*)= 0,85/[0,85 -A,,)* frA",]

( s.l- 1)

pengikat(ties): tulangan dengan 2) Untuk komponen

-f"'\A, - A,,)* f ,A",] dP,6*\= o,8o/[0,85

(s.r-2)

untuk memperhitungkan 3) Momen maksimumterfaktor, M, harusdiperbesar dengan bab5.3. sub efekkelangsingan sesuai

5.2

KoLoM PENDEK Pnnnr,tc.nrve.nN

penambahan momen akibat dengan mengabaikan Kolom pendek bisa direncanakan kolom pendekbisa dilakukan pengaruhkelangsingan. Dengandemikian, perencanaan pengaruh interaksi memperhitungkan dari hasil analisisstruktur,dengan sesara langsung momenlenturterfaktor. antara bebanaksialterfaktordengan

5.2.1

DaGRAM lNrnnars Kotou

Diagram interaksi kolom secaftrumum dihitung dengansejumlahdistribusi regangan. Titik-titik dalam diagram interaksi dihitung berdasarkannilai P dan M yang tersebut. dengan regangan berkorespondensi

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-2

2 Perhitungan danMo untuksuatudistribusiregangan Pn Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. = 0.. i d. PERENCANAAN KEKUATAN Pn Po 0.KoLoM 5.85liorO a' _I t. V /- J V. l* C.003 Kontrol Tekan Kontrol Tekan Pu Kontrol Tadk g:@ r--?4L L.1 Interaksi Gambar Diagram kombinasiaksialdan momen Secara umum penampang elemenstrukturyangmengalami sebagai dapatdigambarkan berikut : Pn= Pc + I -*. Gambar5.-4 n nnl t / Mo Kondisi seimbang n rvrt "J Mu Mn :*7* ./t 'fr r' F /.VV{ Kontrol Tarik Kolom 5.= f"lE.5-3 .-l e I I -T_ I ! oesr. f-.1" --t---: -f .

Mu ) dane untuk kombinasi 1) Hitung beban yangberpotensi 2) Pilih kasuspembebanan menjadipenentu. ) + c "-[-. 5-4 .(t) (s.lt. 3) Gunakannilai estimasih untuk menghitungyh.1) pusatgeometri Momenterhadap Mn . hitung ulang ( e / h ) dan 6) Jika dimensiterlalu berbeda dari nilai estimasi ulangkembalilangkah4 & 5.C . e/h untuk kasusyang menentukan.T " = 161gan positif ( 5.a' c" \ 2 2 ) .2.quIAN KEKUATAN padaCentroid Aksi GavaResultan P n =C " + C " .2 PERENCANAAN DAGMMINTEMKSI MTNEOux. 4) Gmakan grafik yang sesuai) target pu Baca dalamAuer*t ff <> diperoleh Ag: bh : frn /bh Lakukanjuga untukkasus-kasus lainnyayangmenentukan kolom b danh 5) Pilih dimensi (step3).)+'".2-2) Atau Mn 5.(L-1)*r = r". 7) Pilih nrlangan baja. pr] 9) Rencanakan tulanganlateral [selesaikan Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.("o"-L\ 2) \ )+ . beban terfaktor(Pu. Prrcuc.2.aTeN gambardiagraminteraksidari manualdapat kolom denganmenggunakan Perencanaan dilakukanmengikutilangkah-langkah sebagai berikut : yangrelevan. Ast : peb h 8) Gunakandimensiaktual & ukuranbatanguntuk mengecek semuakombinasibeban (gunakan grafik ataudiagraminteraksi).) +r"*(d. * f a .KOLOM 5. RevisiAg jikadiperlukan.

3. sub 1) momen-momen ujung Kolom boleh dianggap bila pembesaran tak bergoyang akibatpengaruh ujungorde-satu. orde-dua tidak melebihi5o/o momen-momen dari 2) Suatu tingkat pada struktur boleh dianggap tak bergoyang bila nilai index padasuatutingkat: kestabilan g =ZP.3-2) 2) Dengan faktor pembesaran d* momenuntuk kolomyang tak bergoyang. dapatdiambil: Manual Perenconaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.sedangkan direncanakan menurut bab5. maka C. M " yang didefinisikan (s.l" Dengan : (s.3 PsnnNc.o5 v.1 1) PnaTNen. dan momen terfaktor yang diperbesar. ao = simpangan relativeantartingkatorde-pertama l" : tinggi kolom padatingkatyangditinjau 5. sebesar: a-=-4-rr.75P" 3) (s.4NAArv Kotou L.0 0.s1NG Kolom harus dikelompokkansebagaitidak bergoyangatau bergoyang. PERENCANAAN KEKUATAN KoLoM 5.5-5 .qNMoMEN KoLoMTAK BERGovANG UNTaK Komponen strukturtekanharusdirencanakan dengan bebanaksial menggunakan terfaktor I sebagai: M" = 6*M.3-3) Untuk komponenstruktur yang tak bergoyangdan tanpa beban tranversaldi antara tumpuan. = jumlah bebanverticalterfaktorpadatingkatyangditinjau vu = gayageser total padatingkatyangditinjau akibat V.tN6.1. DimanaMz adalahnilaimomenujung kolom terbesar.3.2.5.3-1) IP.Kolom tak harus bergoyang kolom bergoyang harus direncanakan sub menurut bab5.o" <o.3.

5. PERENCANAAN KEKUATAN KOL2M

c^=0,6.0,+(ff;), o,+

(s.3-4)

Dimana Mt, Mz adalahmomen ujung kolom, denganMz adalahmomen ujung Perbandingan kolom terbesar. 5
M2

bemilai positif bila kolom melenturdengan

tunggal. Untuk komponen struktur denganbeban tranversal di kelengkungan dengan 1,0. diambilsama tumpuannya, harus antara C, 4) (5.3-2)tidak boleh diambil lebih kecil Momen terfaktor M, dalampersamaan dari : (5.3-5) = P,(15 0,03/r) + "^^ Untuk masing-masing sumbu yang dihitung secaraterpisah,dimana h dalam M millimeter. Untuk komponen struktur dengan Mr.^^>M, ditentukan: . . 1,0 Sama dengan atau Berdasarkanpadarasioantara dan Mzyngdihitung. M, nilai C^ harus

5.3.2 a)

Pnungsnn.IN M0MEN aNTUK KoLoMBERGOVANG samping,faktor Untuk komponentekan yang tidak tertahanterhadapgoyangan panjang efektif&,harus lebihbesardari1,0. Untuk komponen tekan yang tidak ditahan terhadap goyanganke samping, pengaruh kelarrgsingan apabila!!o.rr. bolehdiabaikan r

b)

c)

Momen Mt dmr M, padaujung-ujungkomponenstrukturtekan harusdiambil sebesar: M, = Mr* + 6Mr" Mz = Mr* *6Mr, Dengan6J4r" dan 6$ r" harusdihitungmenurutsubbab 5.3.2(d). (5.3-6) (5'3-7)

d).

Caramenghitung tsl,r'"

Manual Perencanaan Struhtur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-6

5. PERENCANAAN KEKUATANKOLOM

momen6 goyangan yang dipetbesar, JUI harusdiambil sebesar Momen-momen ", metodesebagai momen ujung kolom yang dapat dihitung denganbeberapa berikut: l. komponenstrukturyang nilai kekakuan Analisis orde-kedua berdasarkan diberikanpada5.3.3.Padametodeini dilakukaniterasiP - A sampaiselisih defleksi relatif lantai akibat beban lateral iterasi ke-i dengan iterasi mendekati ataudapatdituliskanI Ai - d-1 | o 0. nol sebelumnya Analisislangsung momenP - A (AASfffO) : Sebagai altematif 5Jv[, bolehdiambil sebesar

2.

dM-=

M"

r-Q

u.M-

(s.3-8)

Apabila nilai d"yang dihitung dengancara ini lebih besardari 1.5, maka 6"M" haras dihitung dengan menggunakan analisis elastis orde-dua atau 6rttl" boleh dihitung dengan cara pembesaranmomen portal bergoyang tradisional. 3. portalbergoyang tradisional. Analisispembesaran momen kolom-balok, Padametodaini akandihitungterlebihdahulurasiokekakuan qruntuk menghitung efektif, fr. Faktorpanjangefektif,k yang faktor panjang Pc. didapatdigunakan untuk menghitung

6M

M,

"=

, ZP, ,-

2M,

(5.3-e)

}iDi

pengertian: dengan Ip, =jurnlah seluruhbebanvertikal terfaktoryang bekerjapadasuatu tingkat lantaikendaraan. ZP"= jumlah seluruhkapasitas pada tekan kolom-kolombergoyang satutingkatlantaikendaraan.

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-7

5, PERENCANAAN KEKUATAN KoLoM
I

e).

Sebuahkomponenstruktur tekan dengankelangsingan: :):

t..

35
l l f , A" g
IJc

'

( 5.3- 10)

lP"

Harus direncanakan untuk memikul bebanaksial terfaktor {

dan momen M"

yang dihitung menurutpers. (5.3-2) dimana M, dan Mr dihitung menurutpers. (5.3-6) dan (5.3-7), Fo ged;a persam:un (5.3-12)ditentukansesuaidengan yangdigunakan. kombinasibeban

5.3.3 a)

BEBAN TEKUK Bebantekuk didapatdari:

P^ l'E-,!= -c=
Qt")' b) Bila tidak menggunakan perhitungan yang lebih akurat, EI sebesar:

(s.3-11)
dapat diambil

+ E"I "") E t - lo,2E"l,
L+Fa atau lebih konservatif:
El-

(5.3-r2)

0.48t"6

I+ Fa

(s.3-13)

Dimana:/", adalahmomen inersia tulanganterhadapsumbu pusat penampang komponen struktur. 5.3.4 SvtnqrKrntNGsrNclN

Umum Apabila gaya dan momenyang bekerj padakolom telah diperoleh dari analisis a denganmenggunakan elastis linier, pengaruhkelangsingan harus diperhitungkan radiusgirasir, dan panjang efektifsesuaidengan uraianberikut. ataupanjang bebas

A.

Radiasgirasi

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal. 5-8

5. PERENCANAAN KEKUATAN KoLoM
at l

Radius girasi r, untuk komponen struktur tekan persegi diambil sama dengan 0,3 kali dimensi total dalam arah stabilitas yang ditinjau, dan sama dengan 0,25 kali diameter untuk komponen struktur tekan yang berbentuk lingkaran. Untuk bentuk penampanglainnya r, dapat dihitung dari penampangbeton bruto.

B.

Panjang bebas Panjang bebas, I, da/. suatu komponen struktur tekan harus diambil sebesarjarak bersih antara pelat lantai, balok atau komponen shuktur lainnya yang mampu memberikan dukungan lateral terhadap komponen struktur tekan tersebut.

c.

Panjang efektif Panjang efektif , k/ dapatjugadinyatakan sebagaikl.: l./n; dimanan adalahjumlah "setengah gelombang sinus" atau (% sinus yang) dibentuk oleh deformasi elemen kolom. Beberapapanjangefektif kolom yang diidealisasi.

4

I

% (% sinus)

!.

t
7zsinus

Q z tz sinus)
(a)n=L;k(= l. (b) n:2; kL=l/2

Gambar5.3 PortalTerkekang Arah Lateral(Non SwayFrame)

% (% sinus)

s s
( a )n = % ; k l . = 2 1

a

%(%smts)

@'Sn=l;kl=l

(SwayFrame) Gambar5.4 PortalBergoyang

Manual Perencanaan Strulctur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-9

5. PERENCANAIU KnruArIN KOLOM

Panjangefektif dari suatu portal untuk pondasiyang mengalamirotasi, dapat digambarkan berikut: sebagai

*i
q

e.l

:s

a

(a)2.2<k/u<o

O) 1.2<k/u<o

(SwayFrame) Gambar5.5 PortalBergoyang rotasidantranslasi terhadap Faktorpanjangefektifdipengaruhiolehjenis kekangan AASHTO dapat ujung-ujungkolomnya.Nilai faktor panjangefektif berdasarkan dilihatpada tabeldalamGambar 5.6.
GoyanganDitahan (Braced) GoyanganTak Difiabm (U nbraced)

Bentuk kolom tertekuk ditunjukkan dalam gambardi samping

4

Teoritis Desain

k=0.5
k = 0.65

k = 0.70 k = 0.80

k= 1.0
k=1.0

k=2.0
k=2.1

k=2.0 k=2.0

k= 1.0

k= 1.2

Gambar FaktorPanjang 5.6 Efektif,k (AASHTOLRFD sec.4.6.2.5)

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-10

v.c .yaitu nilai k teoritis untuk kolom denganperletakanideal jarangditemuikolom karenasangat terkekang sempurna.i t L- zc- 4.:t.0 .0 c.dan Vs rasiokekakuan kolom dengan balok padakolom bagianbawah.10 c -Gfi 10.0 rc.0 50.0 10.5-11 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan . dan yang benar-benar terkekang sempuma.8 0.0 20.0 ?9.0 .0 lrc.3-14) Faktor panjangefektif.n u.o .0 :'1S.Prnnttcly. . .5.0 .3-14).0 0.0 -40 -3. /r diperolehdenganmenarik garis diantaranilai ry6 d(5.cx Kotou Padatabel Faktor panjangefektif. k di atasterdapatdua nilai dari pendekatan teoritis dan desain.1.50..7 Nomografuntuk faktor panjangefektif.0 -7.20.: 't*o -3UU u.=ffiffi (5.n.3.4 oec?c€UG- 7A EO t-0 3.8 u.0 r 5.9 c. persamaan V" yangtelahdihitungdengan Hal.0 li/E 100.9 c.5.A -6. k Dimana rya adalahrasio kekakuan kolom denganbalok padakolom bagian atas.l- -2.o . nilai k untuk desain.C- V.0 s0 10- 1. struktur Komponen lak-bergoyang (a) struktur Komponen bergoyang ib) Gambar5.c. dapat Juga dilaklkan dengan nomograf PerhitunganfaKor panjang efektif sebagai berikut. 5C.6! .ln Ktrulr.

235 2. . Hubungkan titik \lo dan Ve dengan membuat pada bagian unbraced frame.k: I.t4Q01\/5s garislurus padanomograf. 2.5. Ec:25000 MPa.3.. 1.L4 x 1012 : mm4 . .22x 10ll -rn' : A = 2. A = 5."=ffiffi= V B= l ' 0 3. PERENCANAAN KEKUATANKOLOM Contohpenqgunaan Nomograf Diberikan:Jembatan strukturbetonbertulang4-bentang sepertiditunjukkangambardi bawahini.01x 106 Kolom mm2 Solusi: 1.23 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL5-12 . 1"' 50m 55m 55m 50m SuperstrukturIc :3. Menghitung faklor ry untukkolom DE.86x 106 mm2 :Ic:3. Hitung faktorpanjangefektif untuk kolom DE.22$0tt)n2 = 0.

0 4.3-13) Untuk komponen struktur tekan bergoyang. t. -3ir0 : tB.1.C -:.s -0. Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. PERENCANAAN KoLoM KEKUATAN lY. $se. pengaruh kelangsingandapat Eo=rt ( s. 30. 20. * lD0 5.t 30 c: Komponsn efukturtak.a 5 .5 -o. Pengaruhkelangsingan Pengaruhkelangsingandapat diabaikan untuk komponen struktur tekan tak bergoyang apabiladipenuhi : -(trUt) 4. rcc.4 sesuai RSM T-12.7.14) Untuk semuakomponenstruktur1"1r^ t!-> 100.5.t e0 ?0 I .r -n ? BU t0 0 -0.c.o. sebaiknya dihindarikecuali r persyaratan yang berlaku semua analisisyang menyeluruh telahmemenuhi segala pasal5.0 :.0 tos it" .r ]c.=ro r ( M.) diabaikan apabila: (s.3.5-13 .blrgoyang {a} struktur bergq/ang Komponen (bi D.3.0 300 too 100 9U c e c I .

Psnnuclx.1 Knratrtrtt KoLoM D.arsat Dnw Tnx.1.atau b).zt Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.5-14 .05 kali seluruh tinggi badan komponendalam bidang lentur. Eksentrisitas dari resultantegaya aksial pada masing-masing sumbu utama tidak melampaui0.tNttN Perhitungan kekuatanpenampang melintangakibat kombinasilentur dan aksial sesuai perencanaan balok.0.ASIRKAN P.5. makapen:tmpang masingdapatdirencanakan untuk gayaaksialdengan masing momen lentur dihitung secaraterpisah.tx AsaastpnnnNc..a M.3 Garis kerja aksi dari resultante gaya aksial I I:o.4 5.qL/tM KoMBTNASILENTaR Bt.4.qN KnxulrtN KoLoM 5. Gariskerja aksi dari resultante gayaaksialjatuhdidalamluasyang diarsir dari penampang padagambar dibawahini.(lihatSubBab 4.cl x c2 dimanabila c2 adalahdimensipenampang Untuk penampang terbesar danc2lcl < 3.asalkanmemenuhisalah satu syarat berikut: a).4SING MOMENLENTURSECAM TERPISAH persegi.4.2 PNNTNCANAAN BENO.cSTNOM. t I bl + l<>l '0-2 b Gambar 5.2) dengan pada asumsi 5.Ip.

4.If"'Ar. .20.4.4-l) (s.INLENTUR BIANSIAL TEKAN dan tegangan penampang kompatibilitas berdasarkan Apabilatidak menggunakan analisis perencanaan bukanlingkaranakibatlentur berbentuk regangan.IIuI.5. r Tulangan tunggal Masing-masing tulangansudut jarak pusat pusatlebihdari 150mm dimana Seluruh tulangan ke dimanatulangandiberi jarak Sekurang-kurangnya setiaptulanganyang bergantian 150mm ataukurang o Tulanganterkelompok. 0.3 DAN PpnnIIc. tetapi tidak boleh melebihi 400 MPa.4-2) Ql. kekuatan dari penampang dengan: biaksialdapatditentukan 1111 :-=--* Pn j-Pn.4.4 KOLOM PBnSvInnrIII TULANGAN UNTAK 5.5-15 . : Luasdari tulanganmemanjang penempatan spasitulanganagartidak mempersulit atau Namunperlu diperhatikan pengecoran beton.4..2 Pengekangan tulanganmemanjang Tulangan memanjang kolom berikutini harusdikekangdalamarahlateral: o .1 Tulanganmemanjang a) kolom harus. 5.01As < Ast < 0. masing-masingkelompok Manual Perencanaan StrulcturBeton Bertulang untuk Jembatan Hal.tNllNKnxulrlN KoLoM 5. P* Po - jlka P. Pnnnnc. jika n<o.4.tf"'As 5.08 .atau (s. adalahkuat leleh tulangan spiral.4.4. b) Rasiotulanganspiral p"tidak bolehkurangdari : (s.4-3) dengan f .I ^ Y: *++' ilu{.

4. Ukuran tulangan sengkang atau spiral jangan kurang dari ukuran yang diberikan pada Tabel5.3 Pengekangan lateral Pengekangan lateral harus dipasang apabila tulangan memanjang ditempatkan didalam dan bersentuhandengan : r Ikatan yang tidak melingkar.4 Ukuran dan jarak antara sengkangdan spiral Ukuran dan jarak antaratulangan sengkangdan spiral harus memenuhi ketentuan berikut: a). 5.KOXU.4-1. atau o Ikatan melingkar atau spiral dan tulangan memanjang yang mempunyai jarak yang samaterhadap sekelilingnya.5-16 . Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untukJembatan Hal.4.4. PEMNCANA.4 Spasiantara tulangan longitudinal kolom 5.SIN mm s 150 135o Maksintunt bolehlebihdari 150mm Gambar 5. Pada lengkungan ikatan. dimana lengkungan membentuksudut l35o ataukurang o o Di antaradua kait yang membentuk sudut 135o Di dalam satu kait bersudut 135oatau kait yang kira-kira tegak lurus terhadap muka kolom.4.ATINKOLOM 5.

4. 0.5 Pendetailansengkangdan spiral Pendetailantulangan sengkangdan spiral harus mengikuti ketentuan-ketentuanberikut: . PERENCANAAN KoLoM KEKUATAN Tabel 5. Sengkang persegi harus disambung dengan las atau dengan membuat dua kait bersudut135osekeliling tulangan. (dimanaft": dimensi tulangan) kolomterkecil. .4. . Spiral harus diangkur pada ujung dengan satu atau satu setengahputaran tambahan dari spiral.5.5-17 .5 h" atau7.5d. tidak lebih dari Satusengkang atauputaranpertama dari spiral harusditempatkan 100mm arahvertikal di ataspuncakperletakan ataupuncakpelatlantai. Sengkang berbentuk lingkaran harus disambung dengan las atau dengan membuat overlap dan memasangdua kait bersudut 135odi sekeliling tulangan memanjang atau kelompok tulangan.4-I Ukuran tulangan untuk sengkang dan spiral Ukuran tulangan arah memanjang (mm) Tulangan tunggal sampai dengan 20 Ukuran minimumtulangan dan sengkang spiral(mm) 6 l0 Tulangan tunggal24 sampai 28 Tulangan tunggal32 sampai36 Tulangan tunggal40 Tulangan kelompok t2 l6 t2 b).dand o: diameter kelompok. Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Jarakantarasengkang atauspiraltidak melebihihargaterkecildari : h" atau15 du untuktulangantunggal.Sengkangbagian dalam dapat disambungdengan membuat putaran di dalam inti kolom. 5. untuktulangan 300mm c).

4. 5.4.. Pada setiap sambungan dalam kolom. diameterdalam dari lengkunganharus dinaikkan secukupnya untuk menampung kelompok tulangan. Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan H a l . atau sambungan menumpang dalam tarik. .5.tx Knru.25 frA.5 .1 8 . gaya pada tulangan harus dialihkan dengan sambungan las atau mekanik. Apabila gayatarik pada tulangan memanjang pada setiap muka kolom akibat beban rencana ultimit melebihi persyaratankekuatan minimum seperti di atas.truN KoLoM Apabila kait bersudutatautegak lurus dikombinasikan dengan kelompoktulangan. kekuatan tarik tulangan pada masing-masing muka kolom tidak boleh kurang dari 0.6 Penyambungantulangan memanjang Tulangan memanjang untuk komponen tekan harus disambung sesuaidengan ketentuan: .PmnNctNt.

65 S := 0.zsn.5.6 aksialtekan bending &:= 0.33mm h=600 d4 = 535 mm + I I I I I I I *t' ft := 40 Mpa ecu:= 0.67 wn d3 = 378.2.g (sengkang biasa) LANGKAH I: MENGHITI.5-19 .I ANALISIS KOLOM BETON BERTULANG I kolom (arahmemutarsumbumayor) SOAL : Analisistulangan DIBENKAN: Kedalaman tulangan per lapir: dl=65mm d2=221. t t') Pasal5.003 $ MATERIAL Mutu dan ReganganBatas Beton Moduluselastisitas baja TeganganLeleh Baja Es:= 200000 Mpa fv := 400 Mpa REDUKSIKEKUATAN.jum.JNGLUAS TIJLANGANI PADA SETIAP IPIS RSNI-TI2.aN.O4 tu i'= 0.Mt't KnrulrlN KoLoM CONTOH 5. Pnwuc.7 dia : diameter tulangan jum = jumlah tulangan per Iapis.(diaJ-. i adalahnomor lapis Manual Perencanaan Stuhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.

Beban Pn maksimum teori.r.". TITIK-TITIK DIAGRAM INTERAKS] l.85otherwise LANGKAH 4: RASIO TULANGAN KOLOM pru = luas nrlangan utama Io' ptul:= A.feg Y. fi. Untrk nilai rengan baja. *t". namrm jika fc' lebih besu 30 MPa nilainya be*rrang tapi tidak lebih kecil dari 0.85 dari 30 MPa nilainya 0. l".65.504x 106 c = 606.:q. l7 10. Cs.i.85fc.85.85 (fc.bw.002 | := .85fc.g1 Cc := 0. LANGKAH 5 : MENENTUI(AN kolom dibagi luas penam- ptul = 2.trs esi \ ) Cs. tekan Regangan baja dihiEng dengansegitiga sebangrm.905 if fc > 30 Bl = 0.235x lO6 N coba dengan nilai antara h sampai awal 3h. Dicoba a := c.681% pang beton.= 10. Mr-: momen akibat gaya Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. es > S/3s.l Faktor 9f terganhrng dari mutu betorq jilo kurang LANGKAH 3: MENENTUKANP1 pr . = gaya pada tiap lapis tulangan.5. BebanPn maksimumijin kosentris(titik 2 padadiagraminteraksi) Pn-*:= 0.il ) es. Cc = gaya pada daerah serat p€nampdlg beton.2 Pnmax=5. ifl lorl .l.a ajyi _ c tsi := tcu. maka ss = Sr/Es = 400200000 = 0.or) * )tar-rv) \ )- = 106 Pno 6.r:= Csr'djy.0. tinggi Dimana h a&lah penampang kolom. PERENCANAAN KEKUATAN KOLoM LANGKAH 2: MENGHITT]NGLUAS PENAMPANG RSNI-T12-04 Ag:=bw. PnO(titik I pada diagram interaksi) Pno:= 0.As. ].5-20 .544x Nilai c diperoleh dari coba- 2.c Cc = 3. c denganaaratrial-error.002 (.l.h Ag = 24oooo mm- a Pasal 5.:= esi-Es.&Pn0 pnx:= p\n* Mencari garis netral.

qrntt Kotou djyi (mm) tulang.an tahadap terluar serattenekan. I*"..5.925x r08 N'mm Mnx:=-cc'(0. * Pn"'! Mnx = 2.235x 106 (cc .5a)* Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL5-21 .Pnx error:= Pnx Momen nominal Pn= Cc . = -3'754x lo8 I*".236xtO6 tt e.508x td3 N Cst = gaya t rik total Cb ataulCs. : r 6 . PERENCANA.IU Knxu.Cst= 5.or= 3.732x l0- Pnx= 5.cst) . Total Cst = -1.

os ) fy/Es.Mnb (titik 3 padadiagraminteraksi) Garis nenal dmax = jatak blangan dmax:=mo(djy) 600 cXr= !'dmax 600+ fi' C:= CX dmax=535 cx = 321 wik lapis terjauh dari serat tekan terluar. *. .a div.*.c Cc = 1. Unhrk nilai rengan baja. maka es = ry/Es = 400t200000= 0.. := Cs. o[lo.r 5.855x106 Regangan baja dihihng dengansegitiga sebangun. Tinggi tekanbeton a := c.982x106 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.IN Knru.*. := esiEs.002 *.p1 Cc:= 0.l Cs.5-22 .t. PERENCANA. tnr.I f Cst = -1..'div.85fc.t.263x 105 Pnx:=Cc-Cst Pnx= 1..c --1 tsi:= Ecu.= .BebanPnb. I ".As. Kondisi Balanced.bw.nrIy KoLou 3.

832x 105 c = 170.. Cst= 9.831x 105 Pnx=0 Pn= Cc.o . Kondisi Momen tanpabebanaksial (titik 4 padadiagram interaksi) Pnx:=0 Mencari garis netral. maka ss = t/Es = 400200000 = 0.1 \ := as. 1 " . = 3'014x lo8 I*.3 2 Mnx = 6.Ppntnctntln Krxulrtw Kotou Momen nominal I*. es > fu/B.o o2 | r.9l Cc:= 0. tr"rr:= Csr.E .As.. dicoba a := c. Pt*.Es..5a)* 4.c s t l | c" I Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.002 (.a ajyi _ " tsi := Ecu. c dengancara trial-error. esi.428x 108 Mnx:= {c. i { l o i l .bw.1 Regangan baja dfitung dengancegitiga sebangun. Untuk nilai rengan baja.c a = 144.djy.(0. R .091 N 3 = €rror 9.Cst= 95.si .85fc.s ssi g ) := Cs. *.585 Cc = 9.672xtO N l error:=c c . . 5-23 .5.

6Mn batas:= midO..q.trtN KoLoM Momennominal Tfr.65. adalah titik 6. Bebanaksialtarik maksimum(titik 5 padadiagraminteraksi) pnx:= -Io.427x 108 N'mm 5.. Pnb) batas = 4801d\t kontrol antara daerah tekan ilan tarik Nilai batas a&lah nilai ter*ecil dari 0. Bila Pn > Batrs makaQ=0k=0. P n ' .@ . + Pno! Mnx=5. > OkN ' batas @ if Pn' < OkN koloflL { nilainya bisa bervariasi tergantung dari nilai Pn.8. PnntNctn. 5-24 .Untuk Prr terletak antara Batas dan 0ld.574x 106 N Mnx:= 0 Nilai Baras .l.ry Pnx: -2.1Ag fc danPnb.5.5a) * := I*.l maka nilai falcor reduksi db-dr 0=0b----fn balas ^ Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.I i f b a t a s Pn'.t r . sedangkanjika Pn < 0 kN maka 0=$b=0.fc. Menentukan4Pn.137x108 vs /-J IUnx -Cc.f"^^ = 6.(0.Ag. if h'i > batas > d b .el Kpxu. Faktor reduksi p€nampang 0 i : = d.

qN Koxutr.5.Mn) diatasdigambarkan (dash) sederhana garisputus-putus oleh Z Manual PerencanaanStruWurBeton Bertulang untukJembatan Hal. DiagramInteraksiuntuk 5 titik (Pn. PnnnNctnl.5-25 .qttKoLou secara 7.

0 EQ Uor Hre= 0. Tinjau kasuspembebanan = 1.06 Ws Potongan Pier A. 5-26 .5.2 ANALISIS KOLOM LANGSING BALOK BETONBERTULANG I SOAL : Desain kolom pier interior untuk sistem portal simple span (Portal Bergoyang).9 DL + 1.3 DL + 2.A TampakMelintang TampakSamping Manual PerencanaanS*uktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.0 LL dan Uoz= 0.qrlx KoLou CONTOH5.PnnnvcmlAx Kwu.

m Manual Perencanaan StruHur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.5.574x loaMPa Gaya dalam servicepadakolom GayaaksialDL GayaaksialLL MomenLL PDL = 10000kNI PLL = 40001N MLL = 1000kN.5-27 .5 m beton Ec = 4700v6MP" Moduluselastisitas Ec = 2.5m H=lOm Hpc = 2m Panjang kolom Material Beton Baja fc = 30MPa fJ = 400MPa Lu = H + Hph Lu = I1.PspauctvetuKzrcutrnw Kotou DIBERIKAN: ElevasiKolom Hph = l.

5-28 .ettN gempa Porsiberatstrukturyang dikenaipercepatan Berat struktur Wg = PDL+ 0.2 g 6>zz. A&rial= lj44m' ) (5.5m ls 1= !.iut= Pu m 1.Pp1+ 2.462m k ' Lu s2 .iut= gffiil JAq.243 pembesaran Ket = "Dimensi 1600 1600 x mr kolomsetelah momen b=l600mm h=l600mm KOMBINASI0l = 1.0P11 A4.06Wg) HEe = 0.h3 .1-1) untuk preliminari menurutACI.06.b. Panjang kolom Inersiakolom Luas Lu = 11.25'P11 Wg = I l000k}{ (Asumsi0.2 Ag = b.1 (asumsi kolom bebasberdiri terjepit di pondasi).Wg Gayagempa Momen EQ GavaGeserBatas MEQ= 759okN'm Vu = Hgq Vu = 660kN LANGKAH I : Menentukan penamprng kolom Penyederhanaan rumusanpada pers.Knrulrrm Kotou 5.3. Pu = l.SArt Momen Ml dan M2 adalah momen ujung pada kolonl adapun momen M2 adalalt morrcr terbesar pada elemen kolom terseebut. PonenclN.h Ie = 0.546m4 /1g=Z.3DL +2.ko l o m r langsing Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. radiusgirasi r= tr r/ Ae Check kelangsingan r=0.0LL LANGKAH 2 : Penentuan apakahkolom langsing? faktor panjangtekuk"k= 2.

_ _ | o.o.6b Mn2 = M2b.3 DL + 2. s-29 .3'PDL Fd =- pd=0.m (bawah) LANGKAH 4 : Menghitungmomennonsway.ew Kotou LANGKAH 3 : Menghitung Pu.5.0.' Mnsr = momen ujung terkecil akibat kombinasi Mnsl = Mlb.4MtlM2 I anrara lo.7sP" tanitioatt<unnc t' aa'i Menghitungfaktorpembesaran momenuntuk non swav.Pnnnnotrtuw Kaxu.anStruktur Beton Bertulang untuk Jembatan H .3. : Mnq momen ujung terbesar akibat kombinasi bebaannon sway. Mns Mtb = 2000kN.416 mlN Mn9 = 3819.tr. I momen FaktorPembesaran Menehitung l+Pd n' Ps = -P ) (k'Lu).Er I Pc = 5.6b ml${ Mnsl = 3819.b.0 LL Aksial terfaktor.r 'n .878xl0akN . Manual Perencano.Pp1+2.6+0.Mns RasiobebanterfaktorDL danTotal" Bd Nilai Ch adalab terbesar 1.6b cm = ma\o'o o'' * .PLL tekuk kritiS dan 0.619 1.416 bebaannon sway.m (atas) M2b = 2000kNI.oj *ro' ) 6b ( = c*.[ Momen terfaktor.o. -4 . Mns Kombinasi01 1. Pu Pu = 21000k1.

tNttNKnxu.aN Kotou LANGKAH 5 : Menghitung6sMs danMc Ms: 0 Tidak adagayalateralpadakombinasiini.ar.416kN. namununtuk desainkonservatif diperhitungkan.03'h) M2-io= 1323k]'tr'm LANGKAH 8 : Menghitung momen pembesaran. Tekukkesamping tidak terjadibila 6s bernilaipositif dan<2. sehingga 6sMs = 0k}{.75EPc Ket = "Tekuk kesamping tidak terjadi" LANGKAH 7 : Memeriksa momen minimum. Kolom bergoyang tidak harusmemenuhiini. PnpaNc. M2 = mome! ujuDg terbes8r tota! set€lah ditambah pembesaranmomen.m Ml = Mnsl + 6sMs M2 = Mn2 + 6sMs Ml = 3819. M2*io= Pu'(l5mm+ 0. EPc = Pc XPu = Pu I 6r= 6s = 1.416kN'm M2 = 3819'4l6kN'm Ms = momen ujuog akibat boban terfaktor yang struktur mengakibatkan sway. Mc = 3819.5. M1 : momerl ujung terkecil total setelah ditambah pembesaranmomen. s-30 . LANGKAH 6 : Kontrol beban gravitasi menimbulkan tekuk kesamping.m Summary Pu = 2l000k]tt Mc = 3819. terbesardari Mz dan Mc Mz-i".5.m Manual P erencanaan Struktur B eton B ertulang untuk Jembatan Hal.91 < 2.5 OK! EPu 1_0.416kN.

0. PnnpNc.+] ob = manl \ ' * .624x Pc = 9.Lu)- Menghitunefaktor pembesaran momenuntuk non sway. Fd pd=0 MenghitungJekuklcitis Fi 0. Mns Aksial terfaktor .+.t KoLoM Kombinasi02 o.25LL) + EQ LANGKAH 3 : MenghitungPu..6b c. Mns: M2b' LANGKAH 5 : Menghitungmomennonsway.9 (DL + 0.5-31 .Mns Mlb = 225k].5.sgs r -g lPu = e7.75Pc ) r.) "t \ tr{zu' ) cm= I r Db = 1-16l Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.Mns RasiobebanterfaktorDL danTotal.m (ata$ M2b = 225kN.I.517x 10alj.tsC=- t06kN'm2 Er = 5.Ec. Pu Pu = 9900kN Momen terfaktor.= -*[o.483 J t"ot Ket = "Momenmaksimum.EI 7 ) (k.{ r-.AI.l II lt.El=- Bd=0 l+Bd .0.Ig .u* o.m @awah) LANGKAH 4 : Memeriksaapakahmomenkolom maksimumterjadi l! = z+.p.eit KETUATAN s.4.

m Msr = momen ujuog terkecil akr'bat beban or- Bd=0 F.m 6sMs2 = 6s'Ms2 M l = M n s 1+ 6 s M s 1 M2=Mng+6sMs2 terbesar akibat beban terfaktor yan g mengakibatkan struktur sway. Mz = momen ujuag terbes8r total setelah ditambah pembesaranmomen.309kN'm pembesaranmomen.aN Kotou Lu fMtu l.161 M1 = mom€n ujung terkecil total setelah ditambah Ml = 225kN'm M2 = 9037.Ig faktor yang mengakibatkan 1+ pd J to6tot.m Ms2 = Mpq M.I^- Lu 35 fc.Ld2 EPc = Pc EPu = Pu 6r= . Biasanya unok kolomy'ee standing berada di bagian bawah kolorn 5s= 1.Ec.4. 5 1 7 xl 0 a l N struktur sway.6b otherwise t- Mnsl r Mnsl = 225 mlN lpu Mn2 Mzu t. Mrl = OkN. danMc (untuk bebanangindan gempabebangesertetap: 0. sehinggapd=O) Momensway. - Msz momen ujung p"=@ (k.5.2 = 7590kN.^ 35 { fc.Psnauotx.Ag Mnsl = 225 mk}.E 0. 5-32 .75EPc 6sMs1 = Old.a.Ag M1b.tN Knxuer. Manual Perenconaan Struldur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.l M2b'6b otherwise LANGKAH 6 : Menghitung6rM.# EI= 5.{. I EPU 0.I = .624x P c = 9 .

25LL)+1. PnnnnctN.309kN'm Summary Pu = 9900kN Mc = 9037.203danM"lbh2:0.7kN'm dari Mz dan Mc LANGKAH 8 : Menghitungrnomenpembesaran.932 ^ Komb 2: 0.m tulangan. dengan Komb l: 1. 16-D32 Monual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.pt=I. terbesar Mzmo' Mc = 9037.9(DL+0.75.309kN.5-33 .8 untuk kolom fc:3OMPa.3DL + 2.0LL ) P"/bh:8.0 %o dany:0.03'h) M2*io= 623.206 EQ Dengandemikiandigunakan tulangan2xl6-D32.0 ) Pu/bh:3. Kolom bergoyang tidak harusmemenuhiini.plot P'/bh vs M"/bh2hasil perhitungan LANGKAH 9: Penentuan ke dalam grafik diagram interaksi kolom pada Lampiran C.867danMJbn*:2. namununtuk desainkonservatif diperhitungkan M2-io = Pu'(l5mm+ 0.n KEKUATAN eN Kotou LANGKAH 7 : Memeriksa momen minimum.5.

0000 4.0m0 5.5.0000 3.0 2.av Kotou Lempirnn C. PoMNc.0000 oIturbd: Manual P erencanaan Struhur Beton B ertulang untuk Jembatan Hal.5-34 .0000 6"0000 7.8 Di.lf3m iffic{e*ri Kolo€ri Nsnlrlis3ei elh=1.qNAAtt Knxutr.

p t ) f dengan ratio lx/ly anrara 0.05ftN Mux:= 74.52<N.3 BETONBERTULANG Metoda Eksentrisitas Ekivalen SOAL : MATERIAL Desainkolombiaksial dengandata-data sebagaiberikut Mutubeton Regangan Beton Modulus elastisitas baja Tegangan LelehBaja REDUKSI KEKUATAN.m Muy:= l49.16m2 Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang unttrk Jentbatan Hal.tt Ktxutrttt K oto u ANALISISKOLOM BIAKSIAL CONTOH 5.65 & := 0. 1: asumsitulangan kolom p1:=t.lzkN.5 aksial tekan bending GAYADALAM Aksial Momen pu := il 12.5dan2.m fc':=20Mpa ecu:= o'oo3 Es:= 2000004pa fo:= 400Mpa fi:= 0.tN c.P mnlu t. 5-35 . 4 ( f c ' +u . Dalamhal ini lx/ly=1 kolom 400x 400) lx:=400nm (ukuran ly := 400rnm Ag := lx.g (sengkang biasa) LANGKAH Memilih penampang.e.5yo tnl digunakan Ag(trial) untuk kolom simelris 0 .ly Ag = 0.

83 LANGKAH Menghitung dan Mo 5: eg Kontrol j e- lx = 0.695 LANGKAH Menghiturg . ex.34g fc'. dansumbu-Y.erluK oto u LANGKAH2: Menghitung y t'= lx. r * P u ) . jika sebaliknya akan dihitung paralel dengan if Ketl = "dir-X" e0 = 0'1898m arahe.j. r = 0. Pu Mo M6:=Pu. eu 3: e* Muv F ' .P mtt tctw. + z z s .168 ly Jika €"-€r' l.e6 M0 = 211'05dcN'm Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulanp tmtuk Jembatan 5-36 .335 > €.+ cr.Ag ) l\ l ( ... Hitung eox" Ketl = "dir-X" ev e o : = e..-. adalah e6.nltt K axu. maka Ket = "ex/lx>eylly.ly otherwise . ev + cr.P u ) 5 .Ag l [' J a = 0.(6lmm) l* 1 = 0.2.- Pu Mux Pu ex=0'134m ey = o'067m LANGKAH Menghitung 4: 6p Pu = 0. f u + z z s 'ifs tu = o.o fc''Ag 68e's fc'.o r"'As 68rj fc'. = l ( o . "'. sif tu t o.lx "ly eksentrisitas ekivalen ep akan dihitung paralel denganarahe^ dan sumbu -x. l.lX Momen gabungan atau momen ekivalen .Ag o .

t v. 5-37 . pr= 0. /' i t'.ii./ \:P cfl=O.0000 6. PnntucttuAN KEKUATAN E untukmemperoleh pr LANGKAH Menggunakan 6: diagraminteraksi B=O.7diperoreh p.0000 5.'L' I 'tl +!4 -l t--.(0.0 i i .0000 // -.-. " 2.. . dl=l-O --l \ . :=0.l . Gti P=5x Ir crf=O-P crl=O-s ..0.KoLoM 5.. P=+x l5 q a l--t-_l i : ---^r----J .0000 J"-' t" 't--*- 1.--\"-.7 unruk + jtr#./ .SSIrapa Ag Mo -----i.tl=O-l lc'= 20 MPa lO0 ttlPr lg ft = lo0 lrtPa = 0-s 1F----.p 1 0 .? t'i rl I l_ . 7 5 .. C1 untuk 0.= 3.' .-T-r'-.60.0000 3. 0 2 1 h=400mm Dengan inrerporasi y = 0. 6l i bl 13 3l l i o t 1 9 ''J-.0000 01In'bd: -/ +./.027 1= = 1 = 0 .lon .0000 7. v ?=7x p=124.298MPa Ag'h Darigambar lampiran dan C2.i rtl :ti I o=3x '7 7-.0000 Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untak Jembatan Hal.7 Pt = 2 ' 3 Y o Lamphan DiaEaminleraksi KolomNormalisisi C..02..i 0.

-'4 J/ / p' I cll .0000 q 5.-. . 4._: cll=i jt : tc'= 20 MPe {00 MPa 0..2. = 0. h ! _h I ltffi ' " .2 . : / tll=l-O t_-- )!.0000 / 4-i _ -'7 I .}.0000 2.0000 011nbd: 6.tr . 1.0000 1.5-38 . \.../ \ /_. l l 3 : 3l l A ' o d ?0 P=5x P=4x rl--l r-T.KoLoM 5. j r-:jr...'+.1 t? t: "* .75 -.: :.etuANKEKUATAN Lampiran Diagram interahsi KolomNormalisisi C..0000 {: Manual Peren."11 tt* /\ ".=O-? .. -.0000 ta--3.I i0 . Pnntwc. ._-__J 15 q I p=3X 9=22 / :7--:ar ---\- dl=O-S + P'lx i'----Y 7".canaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.-i\F " 3{0" 3{o' --__ ..0000 ?.".l l ll ? rll=O.

1 PnNeeaIvI. diperlukanuntuk menahan 6. persamaan AdapunTo dihitungdengan (6. PTnLIIcII.IAN TERHADAP 6 PERENCANAANKOMBINASI GESERDAN PUNTIR 6. sehingga kekuatan torsi nominal penampang tergantung dari tulangan baja yang terdiri dari sengkang tertutup dan tulangan longitudinal tambahan. dengan (6. maka b) Dalam hal diperlukan tulangan puntir sesuai pasal-pasal tulangan puntir harus disediakan secara penuh disamping tulangan yang geser.DAN GTSON P(INT]R 6.2-9).2-1) Struhur BetonBertulang untuk Jembatan Manual Pereneanaan Hal. < OT.1 6. dimana To T"=0 (berdasarkan tabungtipis) sehingga = T. Cara perenc.1.IN DAN METODE PERENCANAAN PnNeeaNteN untuk balok yang memikul puntir balok berikut diterapkan a) Perencanaan kekuatan ini yang dikombinasikandengan lentur dan geser.anaan tidak yangtidak terlentur. Dalam teori ini pengaruh T" dihilangkan. BALoK 6.6-1 . diterapkan untukkomponen dibawah ini.1. Perhitungan puntir yang diterapkan sekarang pada peraturan SNI 03-2847-2002 dan AASHTO LRFD 2004 menggunakan teori tabung tipis (thin-walled tube analogy) dan teori rangka iuang plastic (plastic truss analogy). teori Tn = T" + 4 . puntirnominal.I.2 METODEPERENCANAAN Perencanaan harus didasarkan pada cara PBKT.2 Knra.qrtN PTINTIR Kekuatan puntir balok harus direncanakanberdasarkanhubungan: T. lentur. aksial.

*'o atau .2. T. Ar'lf " (6.2-7) OT.2-4) o untukkomponen strukturprategang -t o.TERHADAPGESER DAN PUNTIR 6. 0v" bila puntirbolehdiabaikan momen Pasal13.eN PUNTIR puntir tidak diperlukan apabila: Tulangan !-.r L I D \r* ) I (6.[1.2-2) (6.0. c) tertutup seluruhsengkang Kuat nominalpuntir { bisa dihitungdengan anggapan dipasang sedemikian rupasehingga: Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.[f(n*')f:n 12 [ P* Jl | lrr-: (6.2-6) Atau untuk balok dengan tinggi total tidak melampaui 250 mm atau setengahdari lebar badan.f" yang dibebani gaya tarik atau tekan untuk komponenstruktur non-prategang aksial: 3N. =. b) Apabila persyaratan atas tidak dipenuhi.o"zt {7.6tulangan Ataumenurut SNI 03-2847-2002 puntir terfaktorTubesamya kurangdari: o untuk komponen strukturnon-prategang o.'(o*') r .2-5) J. OV.6-2 . (6.2-3) or.50: atau (6. tulangan puntir yang terdiri dari di sedemikian harusdipasang tertutupmelintangdantulanganmemanjang sengkang sehingga ketidaksamaan berikut dipenuhi : To *'.1 a) Svtnnr rauNe. PERENCANAAN 6.

lJ" I^ (6.6-3 .2 menunjukkan kompatibilitasbiasanyaterdapatpada struktur statis tak tentu. karenaakanmengganggu perencanaan Punlr tidakbolehdireduksi.TIBILITAS.2-e) 6. stabilitas elemenstrukturlain. Torsi dapat dibagi dua kategori: torsi keseimbangan (equilibrium torsion) adalahtorsi yang diperlukan untuk Torsi keseimbangan ke menyeimbangkan Struktur.2-4) o untuk komponen strukhrrprategang o. Momen puntir maksimum terfaktorTu dapatdikurangimenjadi: o untukkomponen strukturnon-prategang Q"lf"'I A"n'I -/' r\ '[%J (6.[f (e*' .coto.C. Dalam hal ini torsi tidak bisa diredistribusikan strukturitu sendiri. yangterjadi bolehdireduksi.2-5) Manual Perencanoan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. dan torsi kompatibilitas.2. ["- ?f 'J cF .6. ke Torsi torsi kompatibilitas. (6.1 Sedangkan torsi kompatibilitas(compatibility torsion) adalahtorsi yang boleh torsi sehingga diredistribusikan elemenstrukturlain akibat adanyakeretakan. PERENCANAAN TERHADApGTSM pIII PUYNN T " <or. dimana Tn= (6.Gambar6.2-8) r"l!lr^.2 TONST TORSI KESEIMBANCI4ND/N KOUP. karena tidak dapat leriadi redislrilrrrsi Gambar TorsiKeseimbangan 6.

kedua harga tulangan minimum berikut harus dipasang: tertutupsedemikian hingga: Untuk sengkang A* ro2+ s Jv.atut\ Tanntotp Gnsm DAN o untuk komponen struktur non-prategang yang dibebani gaya tarik atau tekan aksial: o.o.2-7) Manual Perencanaan Struldur Beton Bertulans untuk Jembatan Hal.6-4 .t (6. [ n.3 TUL/INGANPUNTIRMINIMUM Apabila tulangan puntir dibutuhkan. Pmnttc../)'* /r 6.t PUNTIR 6.[I (n*') [-3v. ''=- .[I ""o)\' (6.V|=*^*" 6.2-6) a) b) T=Ma c) .2 Gambar Torsi Kompatibilitas /W A.2.

Pmnnc.'s A.\. atau tulangan sengkang adalah SNI tertutupminimum berdasarkan 03-2847-2002 t<lTr o..6-5 . Untuk tulangan memanjangsebagaitambahanseperti yang diperlukan untuk lentur. .Ap Gnnnp.+ZrL. n n r .2-10) Acp adalah luas area yang berada di dalam perimeter penampangterluar beton termasuk lubang (hollow) bila ada dalam perimeter tersebut.2triJ" 1200 f-.)tidakbolehkurang 3 fy..Puunn Tmnlo.2-e) -l.tN 6.3 Definisi A"o dan Aol Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.2.qn/4.lrT A.4 DrrtNNtAcrDAN Pcp (6.2-g) Ar>-0'27 SNI berdasarkan 03-2847 -2002adalah puntir Iongitudinal tambahan Tulangan (6.cl Dimana y. Adapun Pcp adalah panjang perimeter / keliling dari luas Acp. d*t l+ Dimana(rn. rupahingga: sedemikian (6.f* n 6.+2A. adalahdimensi terbesardari sengkangtertutup. m-s lTA* _(o. Gambar6.

aotr Gnsmp.qu Puunn Acp: Xo Yo Aoh = Xr Yr P " n : 2 ( X o+ Y o) Pn=2(Xl+Yl) 6.6. kecuali dalam analisis yang lebih teliti menunjukkanbahwa sengkang penuhtidak dibutuhkan denganpengangkuran o Tulangan memanjangharus ditempatkansedekatmungkin ke sudut penampang pada melintang.5 DETAILTaLANGAN PUNTIk puntir harusmemenuhi Detail tulangan ketentuan: o Harusterdiri dari sengkang tertutupdansengkang memanjang .dan sekurang-kurangnya tulanganmemanjang satu harus dipasang masing-masing sudutsengkang tertutup. Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. melintangdan Sengkang tertutup harus menerussekeliling semuatepi penampang diangkur.an Tnnn.Pmotc.2.txt.6-6 .

qN 6.l* dun I'Iitung..6 GZSZN PUNNNP.2. spasisenghang tulnnganl6ngitudinal .sfid. +LAt l inr"t vs< 6/{1t*d ^^=w i+P."- Ar- Tu s 2:{$cotd Monual Perencanaon Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.6.6-7 .Pznnnctn.aAN TERHADAp Gnsnn Puvnn n.# ul. 12 P .{""=**[#+#tsJ A"+2At-A.S.N BAGANALIRPERENCANAAN ..

= 350ruu h = ?SOrrun tlc = 4Orrul.1 DESAIN TULANGAN GABI-JNGAN GESERDAN TORSI I SOAL : Desaintulangangeserdantorsi dari balok berikutini. lentur sebagai kebutuhan dari DIBERIKAN : Penampang hasil perhitungan h:750 I iI I I <bw-350 - IpJnarnpansffiRl tru. Pnnnvc.5uuu Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan .cnPUNTv Gnsnn 6.5D3 d = h-clc clc= 0.cn'4AN TERHADAT CONTOH6. berikut.lOtnrl + 0.p.063rl I cl = 68?.

d 6 l- Vc = 200.m 3 Baja: Es = 2.TI2-04 Pasal 5.ett 6.p.bw. = 0 Vs = 81.tp Gosm Puxnn DIBERIKAN : Gaya GeserUltimate Momen Torsi Ultimate Vu = 240kN Tu = 25kN-m lTrffiil Beton fc'= 25Mpa 0 = 0.Mpa. geser: )vs < ..Mpa fiis = 240Mpa RSM-Tl2-04 Pasal 5.Pnnnuctu./fc'. Sengkang perlu lebih dari minimum" RSM./fc'.5 O Vc.2.521kN Kuat geseryang harus disumbang tulangan geser vu-v" v.2.4 Langkah1: Kebutuhan Sengkang Akibat GayaGeser: Kuat geseryang disumbang beton Vc = i.832kN RSM-Tl2-04 Checksyaratpenampang untuktul. Perludigunakan sengkang" Note3 = "Vu > OYc.Lentur Tul.eu Tnnnlp.d Pasal5.8s yc = 2400kgf. Geser 5l=400.6 Vs maksimum.6-9 .5Syarat geser tulangan Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.l05.a.bw. Notel = "Syaratpenampang untuk geser terpenuhi" Note2 = "Vu > 0.2.Mpa Tul.

tvtp".2.2 x lO3 sM-03-2847-2002 Pasal 13.m 0 Kapasitas torsiyangdisumbang beton oleh Pcp = 2'(bw+ h) mm PcP= 2.lo.625xl0"mni Aoh = (bw .") otherwise 343..4 |^t{1.7xl0"mm Momentorsinominaldesain Tu Tnd = Tnd= 29.Alw Tmn.d maksimum: Spasi = smakgeser 2 mm = 0.6oomn) I if vs < .412kN. Torsi HarusDiperhitungkan" Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.dc).m Note4 = "Tnd ) Tc.05kN.5 \2 Acp= 2.dc)] Poh= 1.298 Avs mm RSM-T12-04 | ""{.cpGnsmp.u J a Pasal5.2.6-10 .(h 2.dc)+ (h.2.75mm smakgeser= Akibat MomenTorsi Sengkang Langkah2: Kebutuhan Acp = 6v.6 Spasi maksimum.[r. Av/s:Avs Luassengkang Avs=5 E.zs-h.PiltvcAn.o*.Puynn 6.406x10-mrn Poh = 2.[(bw.o.o 3zs'h.300.Ex geser perlu/jarak. Lihat keteranganpada contoh 4.".6Perencanaan Puntir Tc= Tc = 13.2.dc) -_s 2 Aoh= 1.

465mm2 Spasisengkangperlu sp = + Aws pasangsengkang denganspasi sp=200. AvVs=Avts Luas sengkang tertutuptotal/satuan a Avts = 2.tN.l -+ ' \bw'd (v" fc'.Aoh.Ats+ Avs Pasang sengkang dengandiameter Luas sengkang.25.6. 5 l : 9 mm Langkah 3: Perencanaan Sengkang Gabungan Geser+ Torsi jumlalt kaki Pasangsengkang dengan nk = 2 jarak.fu s. Ptnetc. At/s=Ats Ats Tnd 1 2.ds2 Ay = 265.681mm s = 200mm Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Av Avts = I323mrf ds = 13mm mm Av = nk.542MPa Note5 = "Luaspenarnpang cukup" Luas sengkang torsi perlu/Jarak.qANTERHADAI GESER PUNTTR DAN penampang Pengecekan < d.Mpa'l 3) = 3.n.85.0.0.6-11 .cot(4Sdeg) A t s= O .

zs.6.OK! 1l lrEsGtilan disunakan="Sengkang. PERENCANAAN TERHADAPGESER DAN PUNT]R Spasi maksimum sengkang = smax *"{.l9mnf > Note7 = "LuasTul.s) I \ 3'fus' l200. Avm = trra)g-.t*...222mrt Luas sengkang terpasang Vs. GeserMinimum. smfi= 2l2.fys) Luassengkang minimum Avm = 97.rfrc'.5mm Note6 = "spasicukup" 3oomm.uw.s Av = fysd ) Av= 99.200' Dl3 Manual PerencanaanStruhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.s (u*. GeserTerpasang Tul. smu*srr") Kontrolluassengkang minimum .6-12 . .

6.Pnnnttcltt.e,tu Tgnn,to,sp Gzsmnlu PuNnn Langkah4: Perencanaan TulanganTorsi Longitudinal puntir Tulangan longitudinal minimum:
Almin =

ls.1@'.4.p(Ats)-Poh if -

I

rrry

Ats >

bw 6fv

Luae tulangan longiadinal minimum,

ls.fu.ecp I r;.ry
Almin= 495.728mm"

-(H) *'

It*n = sJp'ncn{tz
ry) - Ats Poh jika Ats > bd(6f), sedangkanuntuk Ats kurang dari bw/(6 fy) digunakanrumusan

otherwise

puntirlongitudinal perlu Tulangan At = Ats.Poh.cot(45.deg)2 luastulangan longitudinal: Gunakan
., m A t = 8 7 1 . 4 6m

sJfr llcvt(tzfflbd(6fy) Poh

Au = *.(arroirr,Ar)

Att= 871.46mm-

1

torsi dibagikan Tulangan dalam4 sisi: .ftl Ass-2 Ass=217.865mm

+
I I I
I

h:750

I I
I
Tulangan geser bw:350 -> +

J

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.6-13

7.Pnniltc,cl,uAN PELAT

7 PERENCANAANKEKUATAN PELAT
7.1 PnnnxctN,aeN PELATLANTAT KENDARAAN Tnnn.ao.npLrNrun
Kekuatanpelat lantaiterhadap balok lentur harusditentukan sepertihalnyasamadengan dalamhal asumsi,falrtorreduksikekuatan Mu dan syaratminimum.Bila momendesain, < 1.2 M., , maka tulanganminimum pelat ditentukanberdasarkan bab 7.1.2.Untuk sub pelat lantai satu arah di atas dua perletakanatau menerus,lebar pelat yang menahan momenlenturakibatbeban terpusat dengan: dapatditentukan sesuai a). Bila beban tidakdekatdengan yangtidakditumpu: sisi

b = tebarbeban *[t,r + 2,4a "r [f)J
dengan pengertian:

(7.1-l)

s+ = jaraktegak lurus dari tumpuan terdekat ke penampangyang diperhitungkan

t
b).

/, = bentang bersih dari pelat Bila beban dekat dengan sisi yang tidak tumpu, lebar pelat tidak boleh lebih besar dari harga terkecil berikut ini: . . (7.1-1); atau harga samadenganpersamaan setengah dari harga di atas ditambah jarak dari titik pusat beban ke sisi yang tidak tumpu.

7.1.1

TEBALMINIMUMPEI-/ITLANTAI

Pelat lantai yang berfungsi sebagai lantai kendaraan pada jembatan harus mempunyai tebal minimum tr memenuhi kedua ketentuan:

f" > 200mm + /" > (100 40/) mm denganpengertian: / = bentang pelatdiukur dari pusatke pusattumpuan(dalammeter)

(7.r-2) (7.r-3)

Manual Perencanaan Strulctur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.7-l

7.Pnnryctvt.ln PpL,tr
7.1.2 TaLANGANMINIMUM

Tulangan minimum harus dipasanguntuk menahantegangantarik utama sebagaiberikut:

o

Pelatlantaiyangditumpukolom:

A" _7,25 bd .f,

(7.r-4) (7.r-s) (7.r-6)

o o

yang Pelat lantai atau ditumpu balok dinding t Pelat telapak

#

=T

, + =+ bd f,

Apabila pelat lantaiditumpusepertihalnyapelat duaarah,luasminimumtulangandalam di masing-masing arah harus diambil dua pertiga dari harga-harga atas. Jika tidak, yangdisebarkan pasal tulangan harus dipasang sesuai 7.1.4. dengan

7.1.3 a).

PENYEBAMN TUI-/INGAN UNTUKPELATLANTAI Tulangan harus dipasang pada bagian bawah dengan arah menyilang terhadap tulanganpokok.

b).

Kecuali bila analisis yang lebih teliti dilaksanakan,jumlah tulangan diambil sebagai persentase dari tulangan pokok yang diperlukan untuk momen positif sebagaiberikut:

c).

Tulanganpokok sejajararahlalu lintas:

= 55, persentase # (rno. S}%o,min 30%) .JI

(7.r-7)

d).

pokok Tulangan tegak lurus lalu arah lintas: = persentase$1*u* J/' .67Yo,mrn 30%)
(7.1-8)

e).

Dengan adanya tulangan pokok yang tegak lurus arah lalu lintas, jumlah penyebaran tulangan dalam seperempat bentang bagian luar dapat dikurangi denganmaksimum 50%.

Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.7-2

7. PERENCANA,EN PTUT

7.1.4

BAGUNTnpT PENGAKa

arahmemanjang 7.1.4.1 Pengaku . Balok tepi harus dipasanguntuk pelat lantai yang mempunyaitulangan pokok sejajararahlalu lintas r 600 mm lebar pelat Balok tepi paling sedikit harus identik denganpenambahan yang serupa. lantaidengan tulangan

7.1.4-2 Pengaku arahmelintang Tepi melintangpadaujung jembatan,dan padabagiantengahdi manakontinuitasdari dan pelatterhenti,harusditumpuoleh diafragma atauyang sejenisnya harusdirencanakan yangpaling berbahaya beban dari roda. untuk pengaruh

Gnsnn 7.2 PnnnNc,c,IvAAN Pnntr L,nNTAITnnn,c,o,4p 7.2.1 Uuuu

sebagai yang tercantum dan dalampasal4.2 adalah Definisi-definisi simbol-simbol berikut: a). adalahluasyang mengelilingi Luas efektif dari tumpuan dan bebanterpusat
penuh perletakan atau beban yang ada dimana garis kelilingnya minimum (lihat gambar7-l). b). Garis keliling kritis untuk geser adalah garis keliling yang ditetapkan secara geometris serupadengan batas dari luas efektif perletakan atau beban terpusat dan terletak padajarak d/2 dari batastersebut. (lihat gambar7.7). c). Bukaan tersebut adalah setiap bukaan yang menembus ketebalan pelat lantai dimana tepi, atau sebagiandari tepi, dari bukaan terletak padajarak bersih kurang dari2,5 bo dari garis keliling geserkritis (lihat gambar7.1).

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.7-3

7.Pnnwclv.etxPnur

Bao,an

-1
I

yang

,iatak efthtt,

I
Xepata g*ef

TanN

buk{n

t rlttt

Gambar 7.1 Keliling geser hritis

pelatlantaiterhadap Kekuatan geser berikut: sesuai dengan ketentuan harusditentukan I. Apabila keruntuhan geserdapatterjadi sepanjang lebar pelat lantai dan keruntuhan geserdapatterjadipadalebaryangcukupbesar, kuat geserpelatharusdihitungsesuai pasal5.2.1kecualibahwa: Untuk pelatbetonbertulang tanpatulangangeser, nilai minimum

=l}Tua") v"
II.

(7.2-r)

Apabila keruntuhangeser dapat terjadi secarasetempatdi sekitar tumpuan atau beban terpusat,kuat rancanggeser pelat harus diambil sebesar QV, dimana I/, dihitung sesuai dengan salahsatuhargaberikut: a) b) =V,o Yffigdihitungsesuai ApabilaM u* = O,Vn dengan pasal5.6.2.(a). sub ApabilaM,* tidaksama dengannol,Vndihitungsesuai dengan pasal5.6.2 sub (b).

III. Bila kedua bentuk keruntuhandi atas memungkinkan,kuat geserharus dihitung (a) sesuai dengan dan(b) diatas, nilai terkecil diambil sebagai kritis. dan kekuatan

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.7-4

.makaV.V.nymg diperolehdari: l.2-3) 2).PELAT 7.zvro f /r .2 a) PELATLANTAI KEKaATANGNSaNNOUM.= \2V. sengkang bila tidak dipasang v 'vno u Mu * t '. diperoleh dari : Manual Perencanaan Strulctur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.3dan5.4.2-4) d. tertutupdengan bila strip puntir memiliki sengkang harusdiambil sebesar V.lt. harus 1) tertutuppadastrip puntir ataubaloktepi. bila terdapat balok tepi yang tegak lurus arah M"* sengkang tertutup dengan jumlah minimum.dloJ .6.A Kekuatan geser nominal dari pelat lantai di mana M nn .O. PERENCANAAN 7. yang mempunyai (7.2-4) 3).zrdy JT "' Dimana = : .. Z.Z.2-2) v* =.^io!ffig diperoleh dari : Vz. * tidak samadengannol dan tulangangeserdipasang berikut: dari pasal ditentukan salahsatuharga 5.2-3) (7. b) t( o \ - (7.6.o=M(.AO.") 2).^. dari lebihbesar tertutup bila strippuntirataubaloktepi memiliki sengkang jumlahminimum.2-s) 4). harus diambil sebesar Vn.a'.34.mm . jumlah minimum Z. * i n = . n sD <o.. q / ' 2V.f-+0.UP.2.. o * \V"ad (7.o diperoleh dari salah satu persamaanini: l) Bila tidak memiliki kepala geser: v. (7.3f.7-5 .l fc' < 0. kepalageser: Bila terdapat (7.fn ."y ns 1o*M'* ' zvuab.!f "' menurutsubDan bila M .

^o yang diperoleh dari : Vn.7. tidak bolehmelampaui nilai terbesar Sekurang-kurangnya harus dipasangsatu tulangan memanjangpada masingmasing sudutsengkang.5 s dari mukatumpuan..25/t dari muka tumpuan atau beban terpusat.2. Sengkang pertama harusditempatkan tidak lebih dari 0..4 DnrtruTuneNe. 2) 3) Jaraksengkang dari 300mm dan ho atauh.2. PERENCANAAN PELAT Vn=Vr.^*tr# di dimana 2. harus diambil lebih besar dari V.. (7.2-7) dari penampang dan terpanjang dimanax dan y adalahdimensiterpendek 7.2-8) 7.r n0.dipilih yang sesual..7-6 .3 LaASMINIMUMDARISENGKANGTERTUTUP Luas minimum tulangan yang membentuk sengkangtertutup harus memenuhi : n* sfy.eNGzsnn Tulangangeserpelat lantai padabagianstrip puntir dan balok pinggir harusberbentuk sengkang tertutupyang disusunsesuai dengan: l) jarak harusdiperluassepanjang Sengkang strip puntir dan balok pinggir dengan tidak kurang dari 0. (7. Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.*E strip puntir ataubaloktepi. (7." dihitung dari persamaan atas.2y. apabila tidak ada hal lain V.2-6) s)..^*=rrr.

kN m J RSNI.mm tws = 0.2.100=140kN Lr () J (B J Tampak Potongan Tampak Atas DIBERIKAN : Beton Baia Tul.PrnguIc.g Data PenampangPelat Bentang Tebal Aspal Coverbeton L = 2000.mm t = 200.Lentur Tul.O4 Pasal5.7-7 . 105.I DESAIN TULANGAN PELAT LANTAI IEMBATAN I SOAL : Desain tulangan pelat lantai jembatan menerusdiatas balok-balok girder Beban P Roda = 1.7.A Prtlr l.TI2. Mpa u = 24.4 &=400Mpa Ss = 400\4pa faktorreduksilentur: d = 0.0in dc = 25mm Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.4.Geser fc'= 30Mpa Es = 2.5.qn CONTOH7.u.

345# Pu = 2.062rrlrllr( d=t-u"-(ry) d = 167mm Shearareapadapenampang kritis: Skematik bebanrodatrukpadapelat: Ash = 2.l0&N P=140kN Pu= 280kN bb = 0.7-8 .Struktur gandar 100 memikul beban kendaraan sebesar kN dengan mampu impactfactorsebesar DLA = 1. l0CkN) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.4 LANGKAH3: Cekpunchingshearakibatbebanroda: Tebalpelat200 mm : Gunakan tulangan D16 D = l6rnm Asl = L . (DLA.PELAT 7. [(bb+ d) + (Lb+ d)] .d P=DLA.2n Ash= 0. D 2 4 j Asl = 20l.S tmin = 152 mm < t = 200mm OK ! pelatini harus Pelatdirencanakan dengantebal200 mm.3m pelat( pelatmenerus lebihdaridua LANGKAH Tebalminimum 2: tumpuan ) t m i n= 1 0 0 +4 0 . PERENCANAAN (slabdicormonolit dengan bentang efektif LANGKAH Panjang 1: balokgirder) S=L-7Oftnm S=1.

tws qSDL= l.6l6MPa (ok!) LANGKAH Perhitungan 4: bebanmati.454x I05.225nr-'kN Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.r. PERENCANAAN geser: Paniang bidang beton: Kekuatan madbb. -lvqC. pojok20 40.Lb) p'=iilffir ^ Kuatgeserbeton bo=2'(bb+d+Lb+d) fc'= 29MPa 9c = 2'5 vcl = | 2 * * 1. d Punching Check Ash = 3.PELAT 7.8llMPa vc = l.9m2kN = qSDL y. = # vul =0.vc3) ShearArea A s h= b 0 .':-.c- ( a\ 1 - ( *".rrr-rc'. rtrp" vo = -(rr"1.*" bo ) 12' vc3= (4).rrc.rrnr2 t.v62. ura 9") 12' \. vc2=(.DL dan SDL Superimposed. os = 40 Kolominterior tepi30.!*i-f. Berat sendiripelat q D L= 1 . t Berat WearingSurface a qDL= +.7-9 .

684kI.3. PERENCANAAN PELAT negatif momen LANGKAH Perhitungan 5: S=1.80&nm2 = ( Pakai D13-200 As aktual 650 mm2) pembagi Persentase tulangan : TegakLurusarah lalu lintas # = 96.684kN.2 AASHTO ACI 318-89 sec.t \32) Mll = 6.15. M D L + 2 . 2 .L'.8.5) rv/ ft\ t P = 0'204Yo As = p .9llmkN yang diperlukan LANGKAH Luastulangan 6: bs = 1000nm o=('o*.3m Mu=0.t r u c k M Mu: 17. M S D L + 2 .: .34turt DigunakanDl3-200 Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. 6 7 .476 VS maka: llo < 3V/o 4 VS . tm M u = 1 . 3 .bs -d As = 340.7.m Mtruck = Mll l') MDL=:'qDL'L-'lm Code: 8.2 Mtruck = 6.m MDL= l.2.I.782mkN MSDL: 0.A. Un " > 67 o/o 6T/o makadigunakan A s p= 0 . A s Asp = 225. ll l1 oSDL.It**).445mkN ll M S D L.7-10 .

2 8. kecuali bahwa perbandingan antara tinggi efektif dengan ketebalan tidak melebihi 50.4. serta untuk perencanaandinding bidang dengan perbandinganantara lebar dan ketebalan> 4. maka syarat pendetailan kolom pada sub bab 5.8-l . Kecuali bila Nu < 0.05 fo Ag. maka harus direncanakan sebagai pelat lantai sesuai dengan syarat-syarat dalam bab 7 (sebagai pelat lentur).4 DINDINGDIBEBANIGAYAHoRIzoNTALTEGAKLaRaS DINDING Apabila gaya vertikal rencanaNu tidak melampaui 0.2.qL SEBIDANG Harus direncanakanuntuk pengaruh aksi vertikal sebagaikolom sesuaidengan bab 5 dan pengaruh aksi horisontal sesuaidengan sub bab 8.qxYA DIBEBANI GaVa VenrurEL SEBIDANG Harus direncanakan sebagai kolom sesuai dengan bab 5 selama tulangan dalam arah vertikal dipasang pada masing-masing muka.3 DINDING DIBEBANI GAYA VERTIKALDANHONSOIff. Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.1 P$tsRAp. 8.4. Tinggi efektif harus ditentukan dari sub bab 8.1 PnoSnoanPERENCANAAN UMUM Dinding bidang dan cara pemasangan tulangan harus direncanakan sesuai dengan penjelasan bawah ini.4.5 0 Nn. 8.2.2 DTNoME H.2sampai5. PnrcwcIT'IIAN DINDING 8 PERENCANAANDINDING 8.Au dinding bidang seperti dinding penahandan dinding kepala Pasal ini untuk merencanakan jembatan.4.5harusdikesampingkan.4. di 8.2. 8.5.2.8.

4.ar Dinding dapat dianggap terikat jika dalam arah lateral disokong oleh satu struktur dimana semuaketentuan berikut berlaku : a) Dinding atau elemen terikat vertikal disusun dalam dua arah untuk memberikan stabilitas arah lateral secarakeseluruhan. PqnSIICIUIAN DINDING '! 8.8. tetapi tidak kurang dari 7 kN per meter panjang dari dinding.4.qxa/Prrrrcrc.8-2 . 2) 2. DTNDING 8.6 PORTAL DnynN.4.IEMTnUPAKANBAGAN DARI STRUKTAR Dinding yang dibebani gaya aksial. Bangunan atas direncanakanuntuk menyalurkan gaya lateral.q VgnTTKAL SEBIDANG LunusDtNowe Harus direncanakansebagai kolom sesuai dengan bab 5 selama tulangan dalam arah vertikal dipasang pada masing-masing muka. c) d) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.5 DINDING DnnnIru TEGAK HORISONTAL DAN GAYA Gav. b) Gaya lateral ditahan oleh geser pada bidang dari dinding atau oleh elemen pengaku.2. Sambungan antara dinding dan penyokong arah lateral direncanakan untuk menahan gaya horizontal yang sama dengan harga terbesar dari harga-harga berikut: 1) reaksi statis sederhana terhadap gaya horizontal total yang bekerja pada ketinggian penyokong lateral. maka syarat pendetailan kolom pada sub bab 5.2.5 Q Nn.-3 PrNe.4.5harus dikesampingkan 8.2sampai5. Kecuali bila Na 3 0.5Vo dari beban vertikal total dimana dinding direncanakan untuk memikul pada ketinggian penyokong arah lateral. momen lentur dan gaya geser yang timbul akibat gayayang bekerjapadaportal harusdirencanakan baik sebagaipelat maupun kolom.

Beban vertikal yang diteruskanke dinding oleh satu pelat beton tidak menerus. kecuali untuk dinding di mana gaya aksial Nz.q.Apabilaterdapat secara satupelatbetonyangdicorditempat dinding.00 /r Hal.IGAN DENGAN KETEBAI}IN Tweer EFEKTIF MAKSIMUM Perbandingan antaratinggi efektif denganketebalanh*/ tn. tidak melebihi 0.qt MBrwruan 8.05 f" Nu. Apabilatidakdikekang terhadap rotasipadakedua ujungoleh: pelat lantaibeton dindingyangberpotongan bagianyangserupa atau 1.75 hnu 0.2 PERBANDII.4 Mnroos PgnENCANAAN DBronna.NAKAN(INTUK Yewe HtrvveGtvt Vrnrm.makabebanharusdianggap bekerjapadapusatdari dinding.4.qsBrnANVrnnrat Harus memperhitungkan dari gaya vertikal tetapi dalam eksentristas sebenarnya semuahal harusdirencanakan momenlentur Mu diambil tidak kurangdari 0. maka perbandingan bolehdinaikkan menjadi50. b) c) 8. Eksentrisitas resultante dari bebanvertikal total pada dinding terikat.8-3 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan . harusdianggap bekerjasepertiga tinggi luastumpuandiukur dari mukabentang dari pada menerus dinding. tidak boleh melebihi 30. Pmpuclullu Dtuotttc DINDINGTnux.1 a) EKsENrnrsrr.00hou 1.4.8. pada setiap ketinggian antara penyokonglateral horisontalharus dihitung dengananggapan bagian bahwaeksentrisitas resultante dari seluruhbebanvertikal diataspenyokong atasadalah nol.3 TINGGI EFEKTIF Tinggi efektifHn" dari dindingterikat harusdiambil sepertiberikut : Apabila dikekang terhadap rotasipadakeduaujungoleh: pelatlantaibeton dindingyangberpotongan bagianyangserupa atau 0.4.ar 8.75|t Tetapidari nilai-nilaitersebut diambilyanglebihkecil. 8.05 /" Ag.

atau Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.DINDING 8. bidang eksentrisitas diukurpada beban siku-siku terhadap sudut ditentukan sesuai dengan bab8. bekerja bersamaan dengan gaya aksial. PERENCANAAN Tetapi dari nilai-nilai tersebutdiambil yang lebih kecil.NAANDINDTNG Gnv. Dimana: hn. sub ga (h"")Z/ 2500t".5.t HorusoNr..5 PenrNc. adalahtinggi dinding yang tidak ditumpu Ir adalahjarak horisontalantarapusatpegekanglateral. harus diambil sebesar/Nn di mana: 0= Nn: tw: Tabel3.1 LENTURBIDANG Apabila gaya horisontal bidang. sesuai dengan pasal yang lainnya. tambahan eksentrisitas diambil sebesar 8.2RSNI) faktor reduksikekuatan sesuai dengan panjang kekuatan aksialnominaldindingper satuan ketebalan dinding yang dinding.2 (ataupasal4.1.8-4 .4. 8.5.eL SEBIDANo UNTUK 8. demikian sehingga pada penampangmelintang horisontal: a) selalu tertekan pada seluruh penampang maka lentur bidang bisa diabaikan dan dinding direncanakan hanya untuk geser horisontal saja.4 KEKUATANAKSALRENCANADAruDWOUE Kekuatan aksial rencana per unit panjang dinding terikat dalam kasus tekan.4.

8 l* t*) 8.s-2) geser Kekuatan nominaldari betontanpatulangangeser harusdiambil sebesar: Vc h Aoabila -a < I Lw /v"=10. ] (0. nilai tersebut diambilyangterkecil.o.66 .3 KEKaATANGESER Perencanaan dinding yang menerima geser bidang harus diambil sebesar( Vn.DINDING 8.4 KtxalrzN GwznDttnue Tettpn TaLANGAN GESER (8.8-5 . adalah horizontaldinding 8.2 PENAMPANG KNTIS GuTn jarak dari dasar 0..5. Dimana: h* adalahtinggi total dindingdiukur dari dasarke puncak panjang /.5.4 dan pasal8. 8. l* atau0.8 r.5 di manadari kedua hr.2fc(0.5. PERENCANAAN b) untuk lentur penampang tarikan pada sebagian maka dinding harusdirencanakan bidang sesuai bab 4 dan untuk geser horisontal akan dibahas pada sub bab selanjutnya. di mana : Vu : Vc+Vs (8.5-1) Vc dan Zs ditentukan berturut-turut dari pasal8.5.) .5 tetapi dalamsemua hal Vnharusdiambil tidak lebih besardari: Vn^ar:0.[t. l_ diambil yang terkecil dari harga yang dihitung dari rumus di atas dan Manual PerencanaanStruhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.5 sebesar penampang kritis bisadiambilpada Untuk geser maksimum.5.rt!.tI L (8.5-3) Apabila dari: o'rL.

5-6) Di manap" ditentukan berikut: seperti luas Untuk dinding di manah.ll* > I.8-6 . Untuk dinding di mana h.8 lw tw) (8..terhadapluas penampang dinding padaarahyangberurutan..DNuTI'IC 8.s-4) .reN GESERDINDING Sumbangankekuatan geser nominal dinding oleh tulangan geser Vs harus ditentukan dari persamaan berikut: Vs = to fy (0.8t." a 8." diambil yang terkecil dari perbandingan tulanganvertikal atau luas tulanganhodsontal. Spasimaksimum antartulangan Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal..[1' + Tetapi dalam setiap : hal 0J. (pusatke pusat)300 mm. pw tidak kurang dari seperti yang diperlukan untuk pengendalianretak akibatsusutdan kekangan.8 lI (t'-t\ [/. ) t") (8.ll* < l.1f (0.1 Pnnsy.) (8.qN V 6 :1 0 . diarrbil sebagaiperbandinganluas tulangan horisontaldengan luaspenampang dindingper metervertikal.6. Berdasarkan ini rasiotulangandinding ketentuan persyaratan adalah sebagai berikut: Luastulangan minimum 500 mm2/mdalamarahhorizontalmaupunvertikal.[r (0.5 1- "' .nerANTULANGANDTNDTNG TatlNeatt awwtua Rasio tulangil.5.q. r.5-s) ALEH TULANGAN GNSNN SuUraT'IEeNKCruI. p.6 8. p. PERENCANA. 8.0 5 .

8.5 (Nn (8.7.6. 8.manayang sesuai: Untuk klasifikasiketidakterlindungan A Untuk klasifikasiketidakterlindungan 81.snIAN DINDING 8.4 PrTTIezrITIenN TUT.7.8. 8.3 T. tulangan horisontal dan vertikalharus dipasang dalamdualapismasing-masing dekatmukadinding./INGAN VERTIKAL Untuk dinding yang direncanakan sebagai kolom sesuaidenganpasal 5.5 apabila : Nu < 0.6. ketentuan pengekangan janganditerapkan untukpasal5.6-1) Manual PerencanaanSnuktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. diambilmana Untuk dinding dengan ketebalanlebih besar dari 200 mm. yangterkecil. PmilIc.2 pasal sampai 5.qRArSresrTULANGAN Jarakbersihminimum antaratulanganyang sejajar.' Kecuali bahwa dalam semuahal perbandingan tulangantidak boleh kurang dari yang diperlukan dalampasal8.7..82 dan C 1. Spasi maksimum pusatke pusatdaritulangan dari yangsejajar harus1.4 fl )\ /. perbandingan tulanganhorisontaltidak boleh kurangdari hargaberikut.1.Satuan daif.selongsong tendonharuscukup dan untuk menjaminbahwabetonbisa dicor dan dipadatkan tetapitidak bolehkurangdari 3 dt. 8-7 . adalah MPa.6.8.5tw atau300 mm.6.2 TaLANGAN HqNSuNTAL aNTUK PENGENDALaN RETAK Apabila dinding sepenuhnyadikekang terhadap perpanjangan atau kontraksi arah horisontalakibat penyusutan atau suhu.

34n ..DINDING 8.1 DESAIN TULANGAN DINDING I tulangan dindingretaining wall SOAL : Desain DIBERIKAN : l.8-8 .m h0:= 0m hl ::0. PERENCANAAN CONTOH 8.1. Dimensi Retaining wall bl := 0.m Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.5m b4 " b4 := 1.blplb3" h2:=2.2.5.35m b2:=0.m b3 := 0.

2.lo5. PnnnycmIAN DNDING Badan Retainingwall Lebarretaining wall. Materials: Concrete : K-250 fc := 20Mpa yc := 25.25 persyaratan 3.1 9 9 2 ) Q:= 0.15m hpc =350mm LH=1. hwe= 2.8 Kup::1.5m <50.05fc Ag atau hwe/trv sebagai Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.. h*" := 1.h.kN..8.direncanakan pelat" notel = 'Nu < 0.8-9 .3 Ku1 := 2 Kug4:= 1.rn3 Densitas Beton Steel : Es:= 2. Tinggi retaining wall Tebalretaining wall Pile cap Lebar Panjang Tebal Lebarheel bpc := lm Lpc = 2.Mpa Flexure Steel ShearSteel fy := 4OOMpa fls :: g' ( s N r /B M S ..4 Pasal 2.5m Bb:= lm hwu = 2'5 m tw = 300mm RSNI-Tt2-04 5. Pemeriksaan dinding tinggiefektifdinding.4 Kucp:= 1.".

333kN V2= 17.458kN h = 300mm d=222mnt Bl .m M2 = t4.85 pl = 0.= ql.Mpa ) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.8 Gavadalam momendan qeser daerahtumpuan L:=hwu 141.5.8-10 .0.l6rnrD Mu' = 35.s2-L' 6^ !l.85 30) if 3oMpa < fc < 55.= if fc < 3oMpa 10.L Y2:=0.rnAN DINDING 4. Tulanganlentur dan geserRetainingWall daerahtumpuan Beban-beban Tinggitanahurugan Lebaranalisis LL EP ql = 3.333 kN rn-l \2 = 14.417<N.8.243kN'm Vu = 36.oou[ *ou 10.708[<]t l't lr M2:=:.85 if fc > 55.5m Ml = 10.Mpa 10.ql.m Vl= 8. PnnnyCal.167*tkN hwu= 2.70mm.5m bw=lm 0 = 0.65 ' r ft _ o.LL L=2.5q2-L Kombinasi ultimate Mu' := Kug4'Ml + Kug4'M2 Vu:= KUSA'VI + Kug4'V2 Perencanaan tulangan lentur h:=tw d:=(h .=:.757kN.

.bw. s=1000mm/5=200mm) spasiyangdigunakan Digunakan Tul=.bw.ullN Dtttotuc fc.85.373730/o 0.m Mu = 56.'Dl6-200" s := 20&nm Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.d Ambilsajajumlahtulangan .25o/o ry tr.8-11 . fUu) Mu = 56.fc P' = 0.bw.349kN'm Mu := ma{1.011cm2 Asreq:= p'.to.Pr2 4 Asl = 2.8.957<N. 1m.37373%o Ds:= l6.l.= if(n' < pmin.d pmin = 0.3737T/" 0.85.Mu') P' = 0.2l\4cr.r/ Mpa. Pgnnttc.1.7.h" b l1 Mcr = 46.mm Asl := 1-rr. Mcr := 0.fc P' = 0.37373Vo .349kN.'.1 Pfililll= - Asreq:= p'.1r4. n=5 (perlebaranalisis makaspasi.m 1P' = 0.

ds) 6 tr :=0.8.TCIUIAN DING DIN Check tulangan geser Vu:= 1.m Vu= 12.Vft . Geser" 5.= L72mm Mu' = 6.7 Vu = 43.= ql.7ftnm.031kN d := (h .Vn = I15.222m Vc = 165.Mpa.m MZ:=!.L 2^ L I rr- Vl= 4.427kN Kombinasi ultimate Mu' := Kug4'M1 + Kug4.828kN notel = "Tidak Perlu Tul.(bpc.16nr) Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.M2 Vu:=KUSA'VI+ Kug4'V2 Perencanaan tulangan lentur bw:= Bb h:=b2 + 0.ql.5. Tulanganlentur dan geser Retaining Wall daerahlapangan Gayadalammomen dan geser x:= 0.L Ml :=:.228kN..604kN.Pat ds:=d tVc := :.o2.469kN Vn = 165.m M2 = l.834kN Vn:= Vc F.8-12 .5.167l<N .x.834kN ds = 0.! 6' L Yl. l) Ml = 2.*'. P ZNNI. y2= 4.x y2:_:o2.g45kN.t' 1.459kN Vu = 43.5b3 h = 250mm d.0.5.

d p':= pmin 4 Ambilsajajumlah tulangan .625Yo Mcr := 0.Mpa if fc 10.609kN.n.{fc.8-13 .h' Mcr = 32.65 ( | . ManualPerencanaan SnukturBetonBertulanguntukJembatan Hal.orrcr* n=3 P' = 0.33nVlu' t- Mu = 8.7. PMnIIc+T'IIAN DINDING pl '= if fc ( 3oMpa pl = o.302kN.u[pr.bw.30) if 3oMpa < rc s 55.Mpa. analisis makaspasi. Asl :=].85 > 55.8.ttt.8s 10. t tY szooo* aJ l ^ 87ooo) PrIrBx=I.m p' = 03737T/o fy 0.25Yo Ds := 16mm Asreq:= p'.:.bw. = 1 0 0 0 ml 2 = 5 0 0m m ) s m spasiyangdigunakan s := 400nm Digunakan Tul = "Dl6-z[00'.or2 Asl = 2.25Yo (perlebar 1m.o'oo*[ft .Mpa lo'85 tou ) pnax:= .85'fc p' = 0.m Mu:= 1.o o *.

201kN Vu=43.8.Mpa.8-14 .Vn=89.qAN DINDING ) Checktulangangeser Vu:= 1.5.7 Vu = 43.I. Geser" Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.172m Vc = 128.201kN Vn:= Vc 6.ds) l- S := 0.Vfc.834kN notel = 'Tidak PerluTul.Pat ds:=d ys .(bpc.= :.nnUCAI. Pr.741kN t Vn = 128.834kN ds = 0.

9-1 .ataupadapermulaan dari tiap tepi pelandaian." yang tidak lebih besar daripada Vu. Pn ant'tI t't lt'r Ko nau c I 9 PERENCANAANKORBEL 9. dan dibebani oleh satu gaya tarik horisontal N.2.2.2 F.1 TbreetMareSBrLqAR Tinggimukasisiluartidak bolehkurangdaripada d.qrro n. perlu diperlukan juga diperhitungkan adanya gaya horisontal dan pergerakan dari bagian yang ditumpu.raKTo R vANGSERLu DrpERTIMBANGKANDALAM nERENCANAAN 9.9. 2t3d An Gambar 9. 0. Jarck d harus diukur pada muka perletakan.5 9.1 Balok Tinggi Kantilever 9.2 AK9I PADA K0RBEL Garis kerja aksi dari bebanbisa diambil jatuh padatepi bagianluar bantalanperletakan kalau ada.1 Pzynntpuv Korbel direncanakan sebagai balok tinggi kantilever berdasarkan aksi batang tekan dan tarik. ataupadamuka bagianluar dari Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.. Pasal ini mencakup korbel dengan perbandinganbentang geser dan tinggi ald < 1.

ataupun(5.9. muka interiordari tulangan angkurtransversal 9. 5. maka bagian luar korbel harus pengelupasan.4' diambil dari harga yang terbesar antara(Ay+ A") atau + 2 4"113.2f"'b-dataupun bod dalamNewton.q. geserVudapatdiambil Perancangan penulangan friksi-geser dari Aufyangmenahan At 5. perhitungan dengan Dalamsemua kekuatan diambil sesuai densan Tabel 3. b) c) Jank h harusdiukur dari mukaperletakan. satu moment Vo o i Nu" (h-d).tAN K}MEL korbel. harus 9.3 a) KnnaTaUINTULANGANToTAL Luas dari penulangan tarik primer/pokok.5 2.2 a) KruTIS Prr. Untuk beton ringan total ataubeton berpasirringan.9-2 .0.3.3. tidak boleh diambil melebihi (0. dilindungiterhadap 9.07a / d) f.8.ga/d)b*d dalam b) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. A. dan satu gaya tarik horisontal N.3 Pnostoan PznnNcArv. tidak boleh diambil lebih besardaripada 0.2.MpANe Potongan penampang kritis pada muka perletakan harus direncanakan menahan secara simultan satu gaya geser Vu.l. sebesar = Vn(fy p) sesuai dengan RSNI T-12-04pasal 1. Apabila bagian komponen lentur ditumpu.2 .".5 . melebihi bebanpadabraket ataukorbel tidak boleh diproyeksikan Daerahpenahan melebihi bagianlurus dari tulangantarik utamaA.2.3.kuat geserV.t. dantidak boleh diproyeksikan (ika dipasang).tqN 9.'bd Newton.kuat geserI/. Pmnttcny.1 Uauu perencanaan sesuai yang bagian faktor reduksi ini. Untuk betonnormal.

1 TULANGANMINIMUM .".. Las direncanakan untuk mengembangkan kekuatan leleh terspesifikasi jr batang-batanE A.4.9. khususyang 0.Gayatarik Nuc harus dipandangsebagaibeban suhu. hidup walaugayatarik berasal dari rangkak. ke kurang dari 0.4.4.Pnnrvclrultr Konnu PenulanganAn yang menahangaya tarik Nuc harus ditentukan dari Nuc S 0 An fy. b) Pelengkungan batang-batangtarik utama l" sebesar 180o hingga membentuk satu /oop horisontal.4. c) Cara lainnya dari pengangkuranyang memberikan hasil positif.2 TERTaTaP SsNer.04 Rasiotulang p d I an ' b = 9.3 TaT+NEEN TARIK UTAfuA PENGANGKan. 9. harus diangkurkan dengan salah satu cara dibawah ini: a) Las struktural pada batang transversalyang berukuran paling tidak berukuran sama..4 PTnSv. tulangan tarik utama l. bolehkurangdari 0.2 Gayatarik Nuc harustidak bolehkurangdaripada Vu kecualiketentuan dibuat untuk menghindarigaya tarik. dari Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.5 (ArA^) harusdisebarkan dua pertigadari tinggi efektif yang terkait denganl".iauf.enaTANTALANGAN 9.9-3 .qMe dengan luas total An tidak Sengkang tertutup atau tulanganpengikatsejajardengan.susutatauperubahan 9.IN Pada sisi muka dari braket atau korbel.

979n..2fc bw d dan I = 0.g01< 1 OK 5.2fc.1 DESAINKORBEL 1 SOAL : Desain tulangan korbel DIBERIKAN: Dim.1 6 = 0. .--A checkgeometri korbel d = 343.TI2.5mm Vn diambil nilai terkecil di ^ntil 0.O4 Pasal 5. 0 -1 0 ".a LANGKAH1: Menentukan a=275mm c=400mm LANGKAH Menghitung 2: ketinggian minimum.bw) 2 d dmin = 74.9.d Perhitungan berdasarkan pasal11. PERENCANA+v Konnnt CONTOH 9. Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. (0.Gorbel lebar tinggi COVef Beton : fs.= llQ.9-4 .lrn ambil d:=h-S. M p a Tulangan tulanganutama ds := 13mm jarak beban ke muka kolom.g5 ACI Check: dVn>Vu dmin:= RSNI.85 Sr := 400.5(Mpa) bw d.3.3.2.- P'i bw := 400nm h := 400rnm dc := 50rnm kof 2 cm $ := 0.9.3 Vu {.9. Mpa \ E s : =2 .

85 10.637cr* Bt .5.9. d)) Vn = 565.fi' al:=0.922c1tr Vn tidakbolehlebihdari 5 .O4 Pasal 5.2 Vu LANGKAH Menghitung 4: tulangangeserfriksi. Avf l.85fc. b w .bw al = 16. l Avf := vu tt = 1. Mpa .= if fc < 30.r. .o) ir 30' Mpa< rc < 55' Mpa I o.01.TI2.4 Ard = 2.Af Af := Mu .3 Vu = l05k]. 0.85 if fc > 55.4 RSM.86cm2 Af. a + Nuc .008' [g | ) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Vn:= min((0.4).ry (o.:= I (betonnormal) 0 = 0.K 0.3.Vn=481.65 .[ N u c : =0 . 2 .338mm Af := Mu ory(. 7 1 dO1 .r LANGKAH5: Menghitung tulanganlentur.9-5 . V u Mu := Vu.+) \Mpa Af =2.Mpa Bl = 0.. untuknonmonolit F p : = 1 .062kN' Nuc tidak boleh dari 0.ed) Af = 2..0. 4 .9.034kN Vu = 105lcN ok! LANGKAH 3: Menghitung Gaya-gaya pada korbel Perhitunganberdasarkan ACI pasal 1 1.9.3.206cr* $'&' r. bw . d = 7 5 5 . d 5.85 Hargap = 1. Mpa 10. untukmonolit = 1. 5 . (h .Tc bw .d) Nuc = 21R'{ m Mu : 30. PmoycltvtAN KzRBEL . M p a.

abser-d gl .9. U*.75pb} LANGKAH Menghitung 6: tulangan.3L8crnl Ah := 0.Avf + An Af + An AsminJJ Digunakan 4DL3 4Ab:5.785cm2 . = 0. PERENCANAAN KORBEL uoo.-- 0' fv An = 0. Af+An dan Asmin.. Ah dh := 10.254cm2 LANGKAH 8: Menghitung Sengkang Horizontal.. untuktarik langsung An Nuc ful .383 O K ! d {p<0.185mm 4 = o.I := ) I ooo* rY I \ abjer_d = 0. O = Asmin 2.o+g d 3q 0.25.9.04. n. .088cm 3 Af + An =3.309cm2 As = 3.83cr3 \\ diantara2/3Avf+An.9-6 .5. ds2 /+b= l.75. mm Ab := 0. (As .327cr* RSM-Tl2-04 Pasal5. Avf + An = 2.3.3 As adalah nilai terbesar Penulangan minimum I :=0.51 Mpu) ab := d . Ah = 1. ns :=ma{[t .25.254cr* LANGKAH7: Menghitungluas penulangan tarik ds = l3mm Ab := 0. Asmin /(..abper_d ab = 175.t Fo ry .An) Digunakan 4D1o 4Ab = 3Ja2c# Akan didistribusikan dalam 2l3d dari tulanganutamanya 2-d 3 229mm Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal..618cm2 22 :. dh2 Ab = 0.

732rnr* T = 32.dia? n TeganganTulangantarik : Asoerlu f:=*.n .O4 '= Asperru ''"{(. n .543kN lr*ru*. Asperlu =325.f As =132. . a i * T:= As .9-7 .i' . Aspakai:=0.433mr* dia:= 13. PERENCANAAN KqRBEL LANGKAH Desainangkurcorbel 9: Tarikyangdibutuhkan : Tulangan RSM...fy Aspakai I I I Kekuatanlasdidesainlebih kuat l0% dari gaya tarik f=245.TI2.' )) | .18Mpa Gaya Tarik pada 1 tulangan: A s : = 0 . Avr + An Ar + An *".t=4 Aspakai = 530.929nm2 | . 2 5 .9. ManualPerencanaan SnukturBetonBertulanguntukJembatan Hal.25. mm rl.

iluuldilul .

koefisien elastisitas modulus beton. tinggi total komponenstruktur.N. E" E. MPa. faktor pengaruh kadarudaradalambetonuntuk rangkak. sumbuy yang momenterfaktorakibat kombinasipengaruhgayaluar terhadap padapenampang. M. gaya luar terhadap sumbux yang momenterfaklor akibat kombinasipengaruh padapenampang. yangberbeda. = Q. faktor pengaruh konsistensi (slump)adukanbetonuntuksusut. mm. MPa. kuattarik langsung dari beton. Jcl yang ditinjau. kelembaban untuk rangkak faktor pengaruh relatif udarasetempat Kn"t K"' Kot tls Nd = Kf Kf Kn" Krt Kr" Krt = = untuksusut.negatif untuk tarik. kuattarik lelehekivalen bajaprategang. aksialtekanpenampang. MPa. kuattarik lenturbeton.A-1 . kuattekanbetonyang disyaratkan padaumur saatdibebaniatau kuattekanbetonyang direncanakan .DAFTARNoTSI \ DAFTAR NOTASI Bab 3 av cu E. moduluselastisitas bajatulangannon-prategang. jumlah semen faktor pengaruh dalambetonuntuk susut. padaumur 28 hari. faktor pengaruh kadar agregat halusdalambetonuntuksusut. terbesar Nmm. MPa. tegak lurus padapenampang.= Rn= Manual Perencanaan Struldur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Nmm. f" Jct JC f. MPa. faktor pengaruh kadarudaradalambetonuntuk susut. terbesar Nmm. moduluselastisitas bajaprategang.MPa. ukurandari keliling geserkritis yang sejajararahlenturan rangkak maksimum.o" M. .. MPa. kekuatan momen terfaktor akibat kombinasi pengaruhgaya luar yang terbesarpada penampang. kuattarik bajaprategang. MPa. penjumlahan terkombinasi jenis-jenis dari beban komponen strukfur. MPa. faktor pengaruh kadaragregat halusdalambetonuntuk rangkak. momennominalpenampang. pengaruh danmemperhitungkan dari tarik akibatrangkakdan susut. faktor pengaruh kelembaban relatif udarasetempat (slump\adukanbetonuntukrangkak.fo.fo'.MPa. kuattarik lelehbajatulangannon-prategang. Nmm. diambil positif untuk tekan. ketahanan kekuatan besaran atau nominaldari penampang K. faktor pengaruh konsistensi faktor pengaruh umur betonsaatdibebaniuntuk rangkak. faktor pengaruh ketebalan komponen betonuntuk susut. fr= Ku"t = = fu= = = dilakukanhansfergayaWategang. M* fuIur Nn= /V'. kekuatan N. faktor pengaruh ketebalan komponen betonuntuk rangkak. yang bebanaksialterfaktorakibatkombinasipengaruhgayaluar yang terbesar.

nilai regangan elastisbetonakibatsuatutegangan tetap. luastulangan tarik non-prategang. luastulangangeser-friksi.kg/m' yang perbandingan antaraukuranterpanjang dari luas efektifgeserpenampang yang diukur tegak lurus pada ukuran penampang dibebani. A-2 . mm2. mm'. tertutup.u te L" 0 0""(t) standar hasiluji tekan. lingkungan faktor beban. faktor reduksikekuatan. [V.t tcs. faktor besaran susut yang dipengaruhi oleh material beton dan kondisi lingkunganpekerjaan. a + Nu"(h d)J. regangan faktor besaranrangkak yang dipengaruhioleh material beton dan kondisi pekerjaan. ke luas inti dari komponen struktur tekan dengan tulangan spiral diukur hingga diameterluar dari spiral. mm2. geser nominalpenampang. padawaktu t.mm'.terhitung7 hari sejaksaatpengecoran regangan untuk beton yang dirawat basahdi lokasi pekerjaan. mm'.terhadapukuran terpanjang tersebut.t Ecs. MPa. luastotal tulanganlongitudinalyang menahan gayatarik ly'. koefisienrangkakbetonyangtergantung Bab 4-9 batas tinggi blok tegangan tekanpersegi ekivalenbetondalamanalisiskekuatan penampang betonbertulang akibatlentur. luas tulangangeserdalam daerahsejarakJ. kekuatan beratjenis beton. mmz Ar As= 41 An= = APs A"= A"r At= A. a*= Ac= Act = jarak tegaklurus dari tumpuanterdekat penampangyang diperhitungkan. reganganrangkak beton pada umur t (hari) sejak saat dibebani oleh suatu tetap. angka Poisson. mm2. momenterfaktor. luas satukaki dari sengkang tertutupdalamdaerahsejaraks yang menahan mm'.mm2. luastulanganyang membentuk sengkang puntir. luastulangandi dalamkonsolpendekyang menahan . luastulangandalamkorbelyang menahan luastulanganprategang dalamdaerah tarik.". Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.mm. nilai deviasi dari panjang efektifdari kelilinggeser kritis. posisipusattulangan. puntir. atau luas tulangangeseryang tegak lurus terhadaptulanganlentur tarik dalam suatudaerahsejaraks padakomponen strukturlenturtinggi. dihitungdari luasbagianpenampang betonyang dibatasioleh tulangansengkang. Arr = = luasbrutto penampang. N. mm2.atau terhitung 1-3 hari carapenguapan' untuk betonyangdirawatdengan sejaksaatpengecoran susut maksimum beton.DtprnnNortst S u v vn W6 !o trr.mm2. tegangan susutbetonpadaumur t (hari).

lebarbadanbalok.MPa. dari tegangan tekan rata-ratapada penampang beton. kuat tarik yang disyaratkan tendonprategang. di ukurandari kolom persegi kepala kolom. momenyang ditahanolehkomponen strukturpracetak tegangan tekandalambetonakibatgayaprategang efektifsaja(setelah prategang padaseratterluardari penampang memperhitungkan semua kehilangan di manategangan tarik terjadi akibatbebanluar. yang dihitungpadabebankerja. hargarata-rata dari kuattarik belahbeton. mm. MPa.termasukakibat gaya prategang. fo" fr" fou f" fy fo" fv. kepala kolom.mm. jarak dari serattekanterluarke pusattulangantarik.ataudiameter dari penampang bulat. dari MPa.qrr. MPa. pendekdiukur dalamarahbentang manamomenlentursedang mm. kekakuan lenturkomponen strukturtekan. tinggi total dari balok tepi. komponen tekanpadatitik strukturkomposit. kelilingdari penampang kritis padapelatdanpondasi. dimensi kolomterkecil. lebardari mukatekankomponen struktur. tinggi total komponen struktur. di akibat gayaprategang yang bekerjasendiri). (Pada dan sayap terletakdalamsayap.ataukorbel. ataudiameterdari penampang lubang tendon prategang. mm. ataukolom persegi ekivalen. tinggi total dari pelatlantaiataupanelpenguat tinggi total penampang kepalageser. moduluselastisitas tulangan. lebar bagian penampangyang dibatasi oleh sengkangtertutup yang menahan puntir.MPa. luas. dikurangi bulat. mm. selongsong mm.padaseratterluardari penampang manaterjaditegangan tarik yang disebabkan oleh bebanluar.4nNortst Avn b bo bt bn b* C C1 Cz c.tulangan mm-. MPa. d d" Ec E" EI fct fd geseryang parareldengantulanganlentur tarik dalamsuatujarak s2. di tegangan akibatbebanmati tak terfaktor. prategang tegangan semua kehilangan tekanpadabeton(setelah memperhitungkan padatitik beratpenampang yang menahan dari bebanluar ataupadapertemuan jika titik beratpenampang badan MPa. moduluselastisitas beton. di diukur dalamarahtransversal terhadap arahbentang manamomenlentur sedang ditentukan. tegangan lelehpengikat kuat tekanbetonyang disyaratkan.MPa. MPa.A-3 . jarak dari serattekanterluarke garisnetral.mm.mm.f" adalahresultante tegangan dari jika titik beratpenampang kompositataupadapertemuan antarabadandan sayap dan beratpenampang kompositberada dalamsayap.mm. tegangan dalamtulangan tegangan MPa. suatu faktor yang menghubungkan diagrammomenaktual dengansuatu diagram momenmerata ekivalen.mm. mm. ditentukan.r f"' h= h6= hc= hs= hv= = = Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. setelah lebarefektif badanbalok. lelehyangdisyaratkan tulangannon-prategang. geser. tebal selimut beton diukur dari serat tarik terluar ke pusatbatangtulanganatau kawatyang terdekat.ataukonsol ukurandari kolom persegi ataukolom persegi ekivalen. mm.MPa.D.

mm'.qnNortst h* h*. atausebesar 2A. penampang struktur. atau segiempat untuk penampang masif.b* untuk penampang berongga dinding tipis.D.mm. strukturmelenturdengan kelengkungan = k Kvd I I t1 ln lu l* Mt M'rns Ms M2 Mzn" Mz" Mc= Mn= nilai yang lebih kecil dari momen ujung terfaktor pada komponenstruktur tekan goyangan sampingyang berarti.negatif bila melenturdalam kelengkungan ganda. untuk perencanaan akibatbeban momenyang menyebabkan terjadinyaretaklenturpadapenampang luar. tinggi efektifdari tinggi dindingterikat. momen ujung terfaktor yang lebih besar pada komponenstruktur tekan. momen inersia penampangbruto beton terhadap sumbu pusat.dihitung akibatbebanyang tidak menimbulkan ke dengan analisisrangkaelastiskonvensional.mm-N. mm-N. faktor panjang efektif komponen strukturtekan. nilai yang lebih kecil dari momen-momen ujung terfaktorpadakomponenstruktur goyangan sampingyang berarti.dihitung akibatbebanyang tidak menimbulkan ke positif bila komponen struktur dengan analisis rangka elastis konvensional.bernilaipositif bila momenujung terfaktoryang lebih kecil padakomponen komponen tunggal. funggal. pipa atautabungterhadap komponen strukturkomposit. mm-N.mm. melenturdalam kelengkungan tunggal. tinggi dindingyangtidak ditumpu.negatifbila komponen strukturmelenturdengan kelengkungan ganda. 0. yang menahan momeninersiapenampang bebanluar terfaktoryang bekerja.mm. momenterfaktoryangdigunakan komponen strukturtekan. di manaA' adalah luasyangdibatasigarismediandinding dari lubangtunggal.qrr.42x2y I. panjanghorisontaldinding. tulangan faktor pengalimomentulangangandabalokterhadap panjangkomponen strukfurdiukur dari pusatke pusattumpuan.positif bila komponen struktur melenturdalam kelengkungan tunggal. masifberbentuk L. atausebesar 0. selalu bernilaipositif.negatif bila melenturdalam kelengkungan ganda. komponen momeninersia tulangan terhadap sumbupusat sumbupenampang momeninersiabaja strukturalprofil. nilai yang lebih besardari momenujung terfaktor pada komponenstruktur tekan akibat beban yang menimbulkan goyanganke samping yang berarti. Mm Manual Per encanaanStruktur Beton Ber tulang untu Jembatan k Hal. panjangdari lengankepalageserdiukur dari titik bebanterpusat ataureaksi. dihitung dengan analisis rangka elastis konvensional. yang besarnya bisadiambil sebesar T.dihitung tekanakibatbebanyang menimbulkan ke dengan analisis rangka elastis konvensional. dengan mengabaikan tulangan.mm-N.4x) untuk penampang moduluspuntir. mm-N. momenyangtelahdimodifikasi. nilai yang lebih besardari momenujung terfaktor pada komponenstruktur tekan goyangan sampingyang berarti. tekan. h*u I ls /"" l1 Jt tinggi total dinding diukur dari dasarke puncak. A-4 . jarak horizontalantara pusatpengekang lateral tumpuan. bentang bersihdiukur dari muka-ke-muka panjangkomponen shuktur tekanyangtidak ditopang.mm-N.

padabagian keliling poligon dengan puncaknya padapusattulanganmemajang sudutdari penampang melintang.mm. kuat puntir nominalyang disumbangkan oleh tulanganpuntir. kuat gesernominalyang disumbangkan oleh betonpadasaatterjadinyakeretakan diagonalakibattegangan tarik utamayang berlebihan dalambadan. di gayageserpadapenampang akibatbebanmati tidak terfaktor.A-5 . kuat puntir nominalyang disumbangkan oleh beton. diambil positif untuktarik. memperhitungkan kuat aksialnominalpadaeksentrisitas yang diberikan. bebanaksialterfaktorpadaeksentrisitas indekstabilitas. pengaruh memperhifungkan dari tarik akibatrangkakdan susut. tahanan momenyang disumbangkan oleh tulangankepalageser. spasidari tulangangeserataupuntir dalamarahparaleldengan tulangan longitudinal. kuatmomenplastis kepala pada gayaluar yangterbesar momenterfaktorakibatkombinasipengaruh penampang. gayatarik terfaktoryang bekerjapadapuncakdari konsolpendek yangterjadi bersamaan denganVu. = yang dialihkandari pelatlantaike tumpuandalamarahyang momenlenturrencana ditinjau. yang diberikan< dPn. oleh Nr" N. perludari penampang geser. radiusgirasi suatupenampang komponen strukturtekan. yang gaya pengaruh beban aksialterfaktor luaryangterbesar. V"* Va ManualPerencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. negatifuntuktarik.3. Pn Pc Pn Po Pu r s o Sr S2 T" Tn 7: Tu fs= t*= u= U1 Vc= Vct = kuat gesernominalyang disumbangkan oleh betonpadasaatterjadinyakeretakan diagonal akibatkombinasi momendangeser.dan diambilpositifuntuktekan. mm. spasidari tulanganvertikal dalamdinding.mm. kekuatan panjang aksialnominaldinding per satuan kuat bebanaksialnominalpadakondisi regangan seimbang. akibatkombinasi tegakluruspadapenampang. pada gayaluar yang terbesar momenuntir terfaktorakibatkombinasipengaruh penampang. lihat sub-bab 5. kuatgeser nominalyangdisumbangkan beton. kuat puntir nominaldari penampang komponen struktur. kuat aksialnominalpadaeksentrisitas nol.DlrrlnNornst M^* Mp= Mr= Mr= Mn* Nu = momenterfaktormaksimumpadapenampang akibatbebanluar. pelatlantai(dalammillimeter) tebalminimum ketebalan dinding panjang efektifdarigariskelilinggeser kritis. pengaruh bebankritis dengan tekuk. spasi dari tulangan geser atau puntir yang tegak lurus terhadap tulangan longitudinalatauspasidari tulanganhorisontal dalamdinding.

untuk menggambarkan penyimpangan lateral akibat beban lateral dan gravitasi. komponen vertikal dari gayaprategang efektifpadapenampang. rasio dari bebanmati aksial terfaktor maksimumterhadapbebanaksial terfaktor maksimum. kondisi regangan rasiodari volumetulangan spiralterhadap volumeinti total (diukurdari sisi luar ke sisi luar spiral) dari sebuah komponen strukturtekandengan tulanganspiral. dimensi terpendek penampang. vr= x v It z a At dg 4y fi= P"= 0a= & . faktor pembesar momen untuk rangka yang tidak ditahanterhadapgoyanganke samping. hubungan p Po Ps rasiotulangantarik non-prategang. faklor pembesar goyangan samping. rasiosisi panjangterhadap pendekdari bebanterpusat sisi ataumukatumpuan. 0 Yr ao Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. ataurasio dari bebanlateral terfaktormaksimumyang bekerjaterhadapbeban lateraltotal terfaktorpadatingkat yang ditinjaudalamperhitungan P". pembatas besaran distribusi tulangan lentur. koefisien sebagai fungsidariylixl. oleh gayageserterfaklor akibatkombinasipengaruh pada gayaluar yangterbesar penampang. .4'-6 . kuat gesernominalyang disumbangkan tulangangeser. bagiansegiempat suatu dari dimens sengkang i terpanj ang. faktor reduksikekuatan. bagiandari momentidak berimbang yang dipindahkan lentur pada sebagai pelat-kolom.DapanNortst Vr Vn= Vp= Vs= gayageserterfaktorpadapenampang akibatbebanluar yang terjadibersamaan dengan M^or. momenuntuk rangkayangditahanterhadap ke untuk menggambarkan pengaruh kelengkungan komponenstrukturdi antaraujungujungkomponen strukturtekan. kuat gesernominaldari penampang komponen struktur. bagian segiempat suatu dari dimensi terpanjang penarnpang. sudutantarasengkang miring dan sumbulongitudinaldari komponen struktur. hubungan bagiandari momentidak berimbang yangdipindahkan gesereksentris pada sebagai pelat-kolom. rasiotulanganyangmemberikan yang seimbang.. geser-friksi sudutantara tulangan dengan bidanggeser. simpangan relatif antartingkat orde-pertama akibatVu. rasiokekakuan pelatkompositdi lengankepalageserterhadap penampang sekitarnya. faktor tinggi blok tegangan tekanpersegi ekivalenbeban.di manabebanyang ditinjau hanyabebangravitasidalam menghitung P".

moduluselastisitas MPa. mm2. atau luas tulangangeseryang tegak lurusterhadap tulanganlenturtarik dalamsuatudaerahsejaraks padakomponen strukturlenturtinggi.atautendon. atau padapertemuan jika titik beratpenampang (Padakomponenstruktur terletakdalam sayap. kuat tekanbetonpadasaattransfergayaprategang.MPa. lebarbadan dari bulat. olehkomponen struktur sendiri). MPa. tegangantekan beton pada lokasi titik berat baja prategang.mm jarak dari serattekanterluarke titik berattulanganprategang. balok. moduluselastisitas betonpadasaathansfergayaprategang. tegangan transfer.mm".mm.DmrtnNortst B a b1 0 luas bagian penampangantara serat muka lentur tertarik dan titik berat penampang brutto. baja non-prategang. dasarlogaritmaNapier. MPa. manategangan tarik terjadi akibatbebanluar.batangbaja. memperhitungkan semuakehilangan (yang bekerjamenahan dari badandan sayap bebanluar).akibat gaya prategangdan beban mati. mm. MPa. sesudah tegangan tekan rata-ratapadabeton akibat gaya prategang padatitik beratpenitmpang gayaprategang.mm.segera setelah di transfer. komposit. moduluselastisitas MPa. kuattarik lenturbeton. eksentrisitas moduluselastisitas beton. mm. padaseratterluar dari penampang. luastulangan tarik non-prategang. MPa.MPa.mm'. tarik non-prategang. mm2. yangditinjau. MPa. diameter nominaldari kawatbaj4 kawatuntai. mm2. efektif saja. jarak dari serattekanterluarke titik berattulangantekan. lebar efektif penampangbeton setelah dikurangi lubang selongsongtendon pfategang. adalahresultante tekan padatitik berat penampang dari tegangan jika titik beratpenampang kompositataupadapertemuan dan sayap antarabadan dan kompositberada dalamsayap. dihitung pada penampang manaterjadi momenmaksimum. MPa.mm. MPa. mm'. luasbetonpadapenampang yangdiambildari dua lajur luaspenampang brutoterbesar dari lajur balok-pelat.A-7 . lebarmukatekankomponen struktur.fp.mm. bajaprategang segera setelah Ac= A"r As= Ar" As Ar= = = b-br= b* d d' d6 dp a e'l' E" Ea E" E" fc' fcr fa' fd fr" fpa fr" fpi ManualPerencanaan StrukturBeton BertulanguntukJembatan Hal.mmz tuastulanganprategang dalamdaerah tarik. luas tulangangeserdalam daerahsejarakJ. bajaprategang. di tegangan akibat bebanmati tak terfaktor.akibatgayaprategang momenyang ditahan di pracetak yangbekerja MPa.ataudiameter penampang jarak dari serattekanterluarke titik berattulangan mm. gayaaksialdari garisberat.MPa. luaspenampang bruto. yangsalingtegaklurus dan memotong padalokasisebuah kolom dari pelatdua arah. 150 kuattekanbetonberdasarkan uji benda silinder(diameter mm dantinggi 300 mm). tegangan tekan dalam beton akibat gaya prategang efektif saja (setelah memperhitungkan semua kehilangan prategang) pada serat terluar dari penampang manategangan di tarik terjadi akibatbebanluar.

0020rad/m. a N. tendon a panjangpenyaluran pelepasan untuk berangsur. berprofilbisadiambilsebesar 0. kehilangan gaya prategang di ujung penegangan(jacking) sebelum memperhitungkan prategang. dihitung dari kombinasibeban momenterfaklor pada penampang luar yang menimbulkanmomen maksimum pada penampangyang ditinjau. momen(kekuatan) batasnominallentur. MPa.mm.setelah prategang ujungpenegangan akibatgesekan. MPa.N. yang ditinjau. f rps fou fo.yang bila tidak ada datayangtepat. gaya prategang efektif tergesekpada lokasi sejarakx (di manax : E Li) dari N.mma. = Kekuatannominalkomponen struktur.MPa. momenterfaktor (ultimit) akibat kombinasibebanluar yang paling berbahaya. f"" t. kuattarik bajaprategang. Untuk kawat baja (wire) pada selongsonglogam yang berpermukaan radim. perbandingan beton.DAFTARNOTASI pengurangan(kehilangan) tegangan pada baja prategang akibat susut dan rangkakbeton. mm. Mu n l/" N. akibat beban momenyang menyebabkan terjadinyaretak lentur padapenampang luar. gaya aksial terfaktor (ultimit) yang normal terhadap penampang.0020 Untuk kawat untai (strand) pada selongsonglogam yang berpermukaan berprofilbisadiambilsebesar 0.0005 0. mm. dari diambilpositifuntuktekan. mm.dan yang memperhitungkan pengaruh susutdanrangkak.0010 0.A-8 .0020rad/m. penampang momeninersia utuh. padatendonprategang faktor relaksasi rencana Afo.nilainya tidak direncanakan dapatditetapkan berdasarkan rujukandi bawahini: Untuk selongsongyang diberi pelumas bisa diambil sebesar0'0003 0. kehilangan N. padakekuatan tegangan bajaprategang nominal. panjangtendon yang koefisien gesekanakibat simpangan menyudutpersatuan (dalamrad/m).N. tarik.0001 0. panjang yangditinjau(padajarak darijack penegang). Mr* = M. Untuk batang baja (bar) pada selongsonglogam yang berpermukaan berprofilbisadiambilsebesar 0. moduluselastisitas moduluselastisitas bajaterhadap gayatarik dalambetonakibatbebanmati dan bebanhiduptidak terfaktor. mm.MPa. mm. kekuatan batasaksialnominalkomponen struktur.negatifuntuk N. h I k Li Lp= M". MPa. kuat leleh bajaprategang.0006rad/m. Po Rr= R1 Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. (sesudah semuakehilangan tegangan efektif baja prategang memperhitungkan prategang). gay padatendonprategang.N.N. MPa.akibat kombinasi beban luar yang paling berbahaya.N. kuatlelehbajanon-prategang.mm. (acking).P Pn Po* P^. tinggi penampang.

padasub-bab 2.dan bila semuatendondalamsatuselongsong ini: rujukandi bawah waktu bersamaan. gayageserterfaktor(ultimit) padapenampang.N.N. yangdiijinkan(pada rencana kondisilayan). gaya geserterfaktor pada penampang akibat bebanluar yang terjadi bersamaan denganM. akibatkombinasibebanluar yang palingberbahaya" N.05 yangdiberipelumas diambilsebesar .3.mm/mm. kuat geserbatasnominaldari penampang vertikal dari gayaprategang efektif. oleh kuat gesernominalyang disumbangkan tulangan aksi dan gayaprategang pengaruh gayageser yang. Pengaruh aksi rencana N. mm.N. yang dihitung sesuai faktor rangkakrencana ketentuan koefisien gesekanakibat adanyalengkungantendon. terjadi.mm.0. regangan regangan susutbeton. Kekuatan spasi dari tulangan geser atau puntir dalam arah sejajar dengan tulangan longitudinal. Pengaruh padakondisi bebanlayan.yang bila tidak ada data pada ditegangkan yang lebih tepat. Untukselongsong dapat permukaanberprofil dapat diambil Untuk selongsonglogam dengan 0. modulus penampang utuh.*.8.28 unh:knilaifr/fouyanEtidak kurangdari 0.15. ymg tidak kurangdari 0. mengacuke serat tarik terluar di mana retak akan . A-9 .40 unE:knilaifo/fo. = vn Vp= v" Vt= vu Yt= Z= di Fr= /p= ccc 6ss = Q= Q"" p= = Li. gayageserpadapenampang akibatbebanmati tidak terfaktor.akan menghasilkantegangantarik utama sebesar bagianbadandan sayap. kuatgeser nominalyangdisumbangkan beton. N. jenis tendonprategang: faktor yangmemperhitungkan = 0.mm/mm. N. jarak dari sumbupusatpenampang utuh ke serattarik terluar. Manu al P er encanaan Struktur Beto n Ber tul ang untuk Jembat an Hal.DtrrtnNortst Ru= R*= rencana Kekuatan komponen struktur. aksibatas(ultimit) akibatkombinasibebanluar yang palingberbahaya.85 = 0. perubahan prategang bagian sudutprofil tendon di sepanjang faktor tinggi blok tegangan tekanpersegi ekivalenbeton.manayang 033tlf"'pada sumbupusatatauperpotongan lebihkritis.55 unh*nilaifo/fou ymB tidak kurangdari 0.80 : 0. komponen struktur. nilainyadapatditetapkan berdasarkan 0.N.25. faktor reduksikekuatan.rad.15 sebesar . komponen geser. oleh oleh betonpadasaatterjadi keretakan kuat gesernominalyang disumbangkan akibatkombinasi N. v* Va vi kuat gesernominal yang disumbangkan oleh beton pada saatterjadi keretakan diagonalakibattegangan tarik utamadi dalambadan(web). N.90 rangkakbeton.dihitung: I / y.0. mm3 antara tulangan geser miring dan sumbu longitudinal dari komponen sudut struktur..rad. diagonal lenturdangeser.bila dikombinasikan dengan lainnya pada penampang.

rasiotulangangeser(spiral)terhadap luaspenampang beton.DerrnnNortst p p' Pp Ps Ps-min 6cc dcs ces 6p Ct) a' op 0p. dan luas tulanganharussesuai yang diperlukanuntuk mengembangkan tekan dengan kuat dari bagianbadansaja. rasiotulangantekanterhadap luaspenampang beton. rasiotulanganprategang terhadap luaspenampang beton. untuk penampang dihitung sebagai ato denganD diambil sebesarlebar badan (weD). dan luas tulanganharussesuai denganyang diperlukanuntuk mengembangkan tekan kuat dari bagianbadansaja. indeks tulangantarik non-prategang yang mempunyaisayap untuk penampang (balok T). : indekstulangantarik non-prategang yang adalah pf/f"' : indekstulangantekanyang adalah p'f/f"' : indekstulanganprategang yang adalah prfr/f"' indekstulanganprategang yang mempunyaisayap(balok T). indeks tulangan tekan untuk penampangyang mempunyai sayap (balok T). kehilangan tegangan dalamtendonprategang akibatrangkakbeton.MPa kehilangan prategang tegangan dalamtendon MPa. MPa. Aw Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. kehilangantegangandalam tendon prategangakibat relaksasibaja prategang. MPa. rasiotulangantarik non-prategang terhadap luaspenampang beton. dan luas tulanganharussesuaidenganyang diperlukanuntuk mengembangkan kuat tekandari bagianbadansaja. rasiotulanganminimum geser(spiral)terhadap luaspenampang beton. dihitung sebagaiar dengan6 diambil sebesar lebar badan(web). dihitung sebagai ar' dengan 6 diambil sebesarlebar badan (web). kehilangantegangandalam tendon prategang akibat perpendekan elastisbeton.A-10 . akibatsusut beton.

CEB-FIPModel Codefor CreepandShrinkage. BridgeEngineering Handbook 12.Departemen Umum. manual ini L RSNI-2004 TataCaraPerencanaan BetonUntukJembatan Struktur 2. SKSNI 03Ketahanan GempaUntuk Bangunan 1726-2002.1992 ManualPerenconaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal.ReportATC-32.l5th Edition. Tata CaraPerencanaan Gedung.1992. Recommendations.sn Pusrarl DAFTAR PUSTAKA yangmenjadibahan dalampembuatan masukan Standar buku-buku dan referensi perencanaan adalah. Califomia. GuideSpecifications DesignandConstruction Segmental Concrete for of 1989 10. 9.B-l . Improved SeismicDesign Kriteria for California Bridges: Provisional City. 1992(BMS) Desember 4. Bridges. for 3.RepublikIndonesia.1997 8. Tata CaraPerhitungan Gedung. 5. Standards AASHTO Specification HighwayBridges. UniformBuildingCode(UBC 1997) 7. SNI 03-2847StrukurBetonUntuk Bangunan 2002 6. NEHRP.Derr. Redwood AppliedTechnology Council. Perencanaan mengikuti Bridge Design Pembebanan Struktur Atas Jembatan Pekerjaan ManualBMS yangditerbitkan olehDirektorat JalanRaya. 1996 I l.ATC. BuildingCodeRequirements Reinforced ACI 318-02 for Concrete.

InternationalBuilding IBC 2000. L2.sKA 13. 2001 14. Manualof standard practice detailing structures. for reinforced concrete American Concrete Institute Manual Perencanaan Struklur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.ACI3l5. Code.qrrtnPusr.B-2 . 15.Caltrans Seismic Design Criteria version Desember .D.

bebanhidup Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.Dsrwtst otu Isuun DEFINISI DAN ISTILAH Istilahdan Definisi yang digunakan dalamTataCaraPerencanaan Shuktur Beton untuk Jembatan iniadalah: 1. angkur suatualat yang digunakan untuk menjangkarkan tendonkepada komponen struktur betondalamsistempasca tarik atausuatualatyangdigunakan untuk menjangkarkan tendon proses selama pengerasan pratarik. 5. 8. agregatkasar 'alami' batuan atau berupa batu pecah yang kerikil sebagaihasil desintegrasi dihasilkan oleh industripemecah batudan mempunyai ukuranbutir antara .0 5. 6.40. 5. batu pecahdan kerak tungku pijar yang digunakan bersama-sama dengan suatumediapengikat untukmembentuk suatu beton atauadukan semen hidraulik.0 mm. bahantambahan suatubahanberupabubuk atau cair.kerikil. agregathalus 'alami' batuan pasiralam sebagai hasil desintegrasi oleh ataupasiryang dihasilkan industripemecah batudanmempunyai ukuranbutirterbesar mm. agregat materialgranularmisalnyapasir. betondalamsistem 7. 3. 2. yang ditambahkan dalam campuran beton ke jumlahtertentu pengadukan selama dalam untukmerubah beberapa sifatnya.0 4. adukan campuran antara agregat halusdan semenPortland ataujenis semen hidraulikyang lain danair. agregatringan gregatyang dalamkeadaan kering dan gemburmempunyai berat ll00 kg/m3 atau kurang.C-l .

bebanterfaktor beban kerjayangtelahdikalikan yangsesuai.dan direncanakan minimum gaya berdasarkan asumsi bahwa sama dalammenahan keduamaterial tersebut bekerja yangbekerja. 15. agregathalus. komponen untukmerencanakan 10.beton bertulang betonyang diberi bajatulangan luasdanjumlah yangtidak kurangdari nilai dengan yang disyaratkandengan atau tanpa prategang. yangtidak terpisahkan suatustruktur tambahan dari 11. 13.Dtrntw otu Isrruln jembatanberupabeban lalu lintas semuabebanyang terjadi akibat penggunaan kendaraan pembebanan sesuaidenganperaturan untuk jembatan jalan raya yang berlaku. 14. bebanmati beratsemuabagiandari suatujembatanyang bersifattetap. 9.betonnormal betonyang mempunyai menggunakan beratisi 2200 -2500 kg/m3 dan dibuatdengan agregat alamyangdipecah atautanpadipecah.termasuk segala beban jembatan.beton pracetak elemenatau komponenbeton tanpa atau dengantulanganyang dicetak terlebih jembatan. dengan faktorbeban 12. Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan HaL C-2 . denganatau tanpa bahantambahan yang membentukmassa padat. bebankerja yangdigunakan beban rencana struktur.beton campuranantarasemenPortlandatau semenhidraulik yang lain.beton prategang beton bertulangyang diberi tegangandalam untuk mengurangitegangantarik potensial dalambetonakibatbeban kerja. dahulusebelum dirakitmenjadi 16. agregatkasar dan air.

betonringanpasir pasirnormal.kuat tarik leleh kuat tarik leleh minimum yang disyaratkan atau titik leleh tulangandalam megapascal (MPa). 24. betonringanyangsemua agregat halusnya merupakan 19. 20. beton ringan total pasiralami. friksi wobble yang tidak disengajapada friksi yang disebabkan oleh adanyapenyimpangan penempatan yangseharusnya.friksi kelengkungan friksi yang diakibatkanoleh bengkokan di atau lengkungan dalam profil tendon prategang yangdisyaratkan.Dorwm otu Isrnln 17. 25. 22. 18. resuksi kekuatan ManualPerencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. kuat nominal kekuatan suatu komponen struktur atau penampangyang dihitung berdasarkan ketentuan dan asumsimetodaperencanaan sebelum dikalikan dengannilai factor yangsesuai. betonringanyang agregat halusnya bukanmerupakan 21.beton polos beton tanpa tulangan atau mempunyaitulangan tetapi kurang dari ketentuan minimum.C-3 . prategang kedudukan selongsong dari 23.beton ringan struktur beton yang mengandung agregatringan dan mempunyaiberat isitidak lebihdari 1900 kg/m3. gayajacking gayasementara yangditimbulkan tarik pada terjadinya olehalatyangmengakibatkan prategang tendon dalambetonprategang.

Drrwm otu Isnnan 26. Bila nila fc di dalam tanda akar. Nilai rasioini berlaku untuktegangan bawahbatas proporsional di material. 32. 27. kuat tekan betonyang disyaratkanI'c kuat tekan beton yang ditetapkanoleh perencana struktur (bendauji berbentuk silinderdiameter150 mm dan tinggi 300 mm). maka hanya nilai numeric dalam tanda akar saja yang dipakai. kuat tarik belah fct kuat tarik betonyang ditentukan berdasarkan tekan belahsilinderbetonyang kuat padasisi panjangnya.dalamsistem prategang dimana tendonditariksesuadah beton mengeras. dan hasilnyatetapmempunyai satuan megapaskal(MPa).panjangpenyaluran panjangtulangantertanamyang diperlukanuntuk mengembangkan kuat rencana tulangan padasuatupenampang kritis. 34. pasca tarik carapemberian tarikan. C-4 .kuat rencana (D. 30. 33. untuk dipakaidalam perencanaan strukturbeton. panjangpenanaman panjangtulangantertanamyang tersediadari suatu tulangandiukur dari suatu penampang kritis. 31. ditekan 29.dinyatakan dalamsatuan megapaskal(MPa). moduluselastisitas rasiotegangan normaltarik atautekanterhadap yangtimbul akibattegangan tersebut. perangkatangkur Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. kuatnominaldikalikandengan suatufactorreduksi kekuatan 28. kuat perlu kekuatan sutaukomponen yang diperlukan strukturataupenampang untuk menahan bebanterfaktoratau momen dan gayadalamyang berkaitan dengan bebantersebut dalamsuatukombinasi yangditetapkan seperti dalamtatacaraini.

perangkat angkur strandmajemuk perangkatangkur yang digunakanuntuk strand. untuk memberigaya prategang beton. 36. kawatuntaiatausuatubundleberkas dari elemen-elemen yang digunakan pada tersebut.DwtNtstotu Isnnqa perangkat yangdigunakan gaya padasistem prategang pasca tarik untukmenyalurkan pasca tarik daritendon beton. 38. 40. U atau persegidan dipasang tegak lurus atau membentuk sudut. 39.atau > yang berlaku batangtunggalberdiameter 16 mm dan sesuai denganketentuan dalamtatacara ini.kabelbatang. berbentuk kaki tunggalataudibengkokkang dalambentukL.perangkat angkur strandtunggal perangkatangkur yang digunakan untuk strand tunggal atau batang tunggal berdiameter mm ataukurangyangsesuai 16 dengan caraini. terhadaptulangan longitudinal.tendon elemen bajamisalnya kawatbaja.sengkang ikat sengkang terhrtuppenuhyangdipakaipadakomponen strukturtekan.sengkang tulanganyang digunakanuntuk menahantegangan geserdan torsi dalam suatu komponenstruktur. Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal.kawat baja ataujaning kawat baja las polos atauulir.batangatau kawat majemuk. tegangan intensitas gayaper satuan luas. prategang efektif yang masihbekerjapadatendonsetelah tegangan yang tegangan semua kehilangan terjadi. 41.di luarpengaruh beban mati danbeban tambahan.pratarik pemberian gayaprategang dengan menarik tendon sebelum betondi cor. dipakaipadakomponen strukturlenturbalok.C-5 . tata 37. 42. ke 35.terbuatdari batangtulangan.

Dututst otu Isnua 43. khusus diikut sertakan.zonaangkur bagian komponenstruktur prategang pascatarik dimana gaya prategang terpusat disalurkan betondandisebarkan ke penampang. yang berbentukbersirip atau berukur. secara lebihmerata seluruh ke bagian Manual Per encanaan Struktur Beton Ber tulang untukJembatan Hal. C-6 .tulangan batangbajaberbentuk polosatauulir ataupipa yang berfungsi gaya untuk menahan tarik padakomponen struktur.tidak termasuk kecualibila secara tendonprategang. 45.tidakbersirip atauberukir. 49. transfer proses penyaluran tegangan angkur dari dalamtendonprategang jack atauperangkat pasca tarik kepada komponen struktur beton. 47. tekanterluarhinggatitik berattulangan 44.tulanganpolos batang bajayangpermukaan luarnya sisi rata. membentuk 48.tulanganulir batangbaja yang permukaansisi luarnya tidak rata. 46. tinggi efektif penampang (d) jarak yangdiukurdari serat tarik.tulanganspiral yangdililitkansecara tulangan menerus suatuulir lingkatsilindris.

termasuk yangdianggap segala unsurtambahan merupakan kesatuan satu tetapdengannya 7. ". C-7 . Bebankhusus bebanyang merupakan pada beban-beban khususuntuk perhitungan tegangan jembatan perencanaan 6. Aksi lingkungan pengaruh yangtimbul akibattemperatur. Bebanmati primer beratsendiridari pelat dan sistemlainnyayang dipikul langsung oleh masingjembatan gelagar masing Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. angin. Aksi nominal dalamhaltidak tersedianya statistik. Bebanprimer yangmerupakan beban padasetiap beban utama dalamperhitungan tegangan jembatan perencanaan 4. Bebanmati jembatan jembatan yang berasal semua beban yang dari beratsendiri ataubagian ditinjau.DrNuIy o. data harga nominal diambilkira-kira ekuivalen perioda dengan ulang50 tahun. 3. Bebansekunder beban yang merupakanbeban sementara yang selalu diperhitungkan dalam perhitungan jembatan padasetiap tegangan perencanaan J. Bebanhidup semuabebanyang berasal dari berat kendaraan-kendaraan bergerak/lalu lintas pejalan jembatan dan/atau kaki yangdianggap pada bekerja 8.qNISTILAH Istilah dan Definisi yang digunakan dalam Peraturan Bebanuntuk Jembatan BMS'92 adalah: 1.aliranair. gempa penyebabdan penyebab alamiah lainnya.

perkiraan lamanya aksibekerja umurrencana dibandingkan dengan jangkawaktuyangdiketahui: Ada duamacam katagori padasifatbahan Aksi tetapadalah bekerja sepanjang waktudanbersumber jembatan.tetapitidak termasuk akibattumbukan 12. Faktor bebanterkurangi pengaruh aksirencana digunakan apabila keamanan dari adalah menambah 15. beratkerb. dalammemperkirakan perbedaan adanya yangdicapai ketepatan dimensi dalampelaksanaan. 13.C-8 . 16. ketidak-tepatan pengaruh pembebanan.trotoar. Jangkawaktu aksi jembatan. Faktorbeban diambilunfuk: perbedaan adanya yangtidakdiinginkan padabeban. tiangsandaran lain-lainyangdipasang setelah dan Bebantersebut dianggap terbagi ratadi seluruhgelagar ll. Bebanmati sekunder pelatdi cor. akibat aksi kendaraanpada jembatan termasuk hubungannya deganpengaruh dinamis. Faktor beban pengali numerik yang digunakanpada aksi nominal untuk menghitungaksi rencana. faktor bebanbiasa pengaruh aksirencana digunakan apabila dari mengurangi keamanan adalah 14. Bebanlalu-lintas seluruhbebanhidup. Lantai kendaraan jembatan seluruh lebarbagian yangdigunakan dari lalu untukmenerima beban lintaskendaraan. arahvertikal dan horisontal. pada Aksi transien dengan mungkin terjadi bekerja waktuyangpendek.DEFINISI DAN ISTILAH 9. Bebannva disebut Beban"T" Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal.cara jembatan dibangun bangunan yangmungkinmenempel dan lain jembatan. walaupun seringkali. Bebanpelaksanaan yang mungkinbekerjapadabangunan atau bebansementara menyeluruh secara pelaksanaan sebagian selama 10.

7 pembebanan dimana lalu lintasrencana bekeda 19. markamediandan markayang jalan membentang kerbyangdipertinggi kerbyang berupa strip. adalah dari penghalang bagian dalamke penghalang lainnya jembatan 21.C-9 . Lebar jalan lebarkeseluruhan jembatanyangdapatdigunakan dari termasuk oleh kendaraan. Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. Tipe aksi Dalamhal tertentu aksibisameningkatkan (mengurangi respon totaljembatan keamanan) padasalah jembatan. keamanan bebanmati tambahan) 23.DzrtNtst Isrn. lajur lalu-lintasbiasa. satubagian tetapimengurangi respon total (menambah padabagianlainnya. Lajur lalu-lintas rencana stripdengan Lebar 5 m darijalur yangdigunakan 2. lebarbebas dan minimumterhadap banjir 22.bahuyang diperkeras. Lajur lalu-lintasbiasa lajuryangdiberimarkapadapermukaan untukmengendalikan lalu-lintas. Profil ruang bebas ukuranruangdengan syarat tertentu yaitumeliputitinggi bebas minimum jembatan jembatan tinggi bebas tertutup. 20. keamanan) Tak dapatdipisah-pisahkan.qn otN 17.Atau apabila kerbtidak dipertinggi. Lebar dari ke lainnya. Bebannya disebut Beban"D" 18. Lajur lalu lintas bagian dari lantaikendaraan yangdigunakan olehsuatu rangkaian kendaraan. Berat Beratdari suatubendaadalahgayagravitasi yang bekerjapadamassa benda (kN) tersebut Berat =massaxg dengan pengertian adalah g percepatan akibatgravitasi. artinyaaksitidakdapat dipisah kedalam salah satu yangmengurangi bagian keamanan bagian dan tainyangmenambah keamanan (misalnya pembebanan "T") Tersebar dimana bagian aksiyangmengurangi keamanan dapat diambilberbeda dengan bagianaksiyang menambah (misalnya.

0106 0.3351 1.2198 1.0108 0.0758 0.0113 0.1088 2.015t 4.0104 0.7990 2.015e 4.9449 2.6754 2.015C 3.0068 2.0044 0.0070 0.1960 0.4343 3.0118 0.0132 0.0822 2.5341 1.4208 1.8480 2.0086 0.9942 0.6739 1.0098 0.3709 2.1587 3.9750 2.01s8 4.8966 2.6774 0.0092 0.0139 3.2670 2.0137 3.0042 0.85-0.0124 0.6182 1.1 18 1 3.7017 1.4122 0.0099 0. 29 30 31 32 33 34 pl =0.0047 0.0060 0.4118 3.0090 0.205m 3.6990 0.62il 2.0151 3.72s0 2.d) Mu(bUz) AsU(b.0056 0.0055 0.0148 3-9R22 .3664 3.729l 1.0101 0.0169 3.1618 2.0066 0.0123 0.0555 2.0081 0.1032 1.s245 2.5902 1.8666 1.0117 0.0049 0.0M1 0.8485 0.0069 0.5015 3.9209 1.0163 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 '14 15 16 17 18 19 20 21 22.0152 4.5680 3.0097 0.0082 0.5238 3.3891 3.0095 0.0087 0.0126 0.0037 0.1353 3.9114 0.0089 0.014e 3.016' 4.8062 3.7849 0.0079 0.0096 0.0107 0.0075 0.0114 0.0038 0.0147 0.0161 4.0080 0.8274 0.0142 3.01{5 0.7570 1.momendesain(Mu) untuk LampiranA.berdasarkan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' = 20 MPa f1r = 400 MPa No Mu(bd2) AsU(b.1821 3.0136 3.0119 0.0073 0.0127 0.0135 0.8723 0.7421 0.0046 0.0163 Catatan: s pact< p max batasantulanganpmin Mu [N"mml.0051 0.0052 0.0083 0.7845 1.0071 A.2776 1.4990 2.0153 0.0128 0.0143 3.8393 1.9930 3.00.2487 1.0043 0.3966 2.0085 0.d) Mu(M2) AsU(b"d) Mu(bd2) AsU(b"d) 1.85 0.9480 1.0053 0.il98 2.4792 3.4776 1.0074 0.4736 2.0112 0.0077 0.0045 0.1 Nilaipersentase tulangan baja.0058 0.OO72 0.9529 0.6339 3.5459 3.0110 0.3191 2.1882 2.0054 0.0091 0.5901 3.0144 3.0125 0.1162 0.0133 0.0407 3.0116 0.0057 0.0035 0.7206 0.0288 2.5622 1.0129 0.8905 0.77M 2.8235 2.6120 3.7635 0.0076 0.0064 0.0109 0.0130 0.6002 2.7002 2.1562 0.0739 1.014s 3.0111 0.0147 3.8938 1.0036 0.0084 0.9736 0.0035 0.0105 0.0061 0.5059 1.0040 0.0078 0.9 0.3064 1. 23 24 25 26 27 28.13il 2.0065 0.2749 3.0.014S 3.0131 0.4493 1.0062 0.015i 4.6461 1.0067 0.2408 2.7498 2.0063 0.016C 4-1762 0.0141 0.8119 1.0102 2.0960 0.0100 0.2518 3.Aslbd.6504 2.0134 0.0094 0.1362 0.00s9 0.0120 0.3638 1.0352 0.3450 2.1325 1.0882 3.0050 0.1616 11sA7 1.2930 2.9208 2.5751 2.2979 3.0019 0.008 (fc'-30)= p ffiin = p max = 0.8695 0.0555 4.4568 3.0121 0.0088 0.3208 3_U37 3.0093 0.6557 0.4224 2.0048 0.3923 1.4480 2.014C 3.2286 3.0138 3.d [mml Satuan: Ast [mm2] .0154 4.0103 0.015S 4.9690 2.0645 3.b [mml.2146 2.2158 0.

0152 4.3041 0.0051 0.0092 0.0053 0.0077 0.7204 4.2't52 5.9246 1.2031 2.6891 2.8474 4.1753 5.0033 0.1352 5.0066 0.0139 3.8206 2.5828 2.7418 4-7630 4.0157 4.9808 2.0143 3.19't0 0.0121 0.0104 0.6360 2.8661 0.0180 0.0182 0.0337 5.0541 5.0049 0.M85 2.0047 0.0181 0.0176 0.0149 4.0164 4.2909 1.0088 0.0068 0.1953 5.0135 3.0183 0.0189 0.1428 1.6752 0.0063 0.0185 0.7949 0.berdasarkan penampang persegi tunggal tulangan denganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok {^' - 25 MPa fy= 400 MPa No Mu/(bd') AsU(b-d) Mu/(bd') AsU(b.0179 0.5560 2.2022 1.0090 0.4957 1.0134 3.0646 2.0123 0.0060 0.9100 4.7155 2.0173 0.8424 0.0100 0.0083 0.0178 0.3815 3.0203 0.0073 0.d) Mui(bd2) Asr/{b"d} Mu/(bd') Ast/(b"d) 1.0041 0.5913 0.0068 0.016S 4.0098 0.0071 0.0142 3.0ttt 0.7944 2.0160 4.0061 0.0150 4.6626 2.00SS 0.'t7s5 2.0167 4.0113 0.0096 0.0133 3.0042 0.0094 0.0119 0.0132 0.0036 0.2314 3-2566 3.0197 0.2591 0.1302 3.4821 0.4215 2.0112 0.0536 3.0089 0.475s 2.5260 0.0141 3.0202 0.0199 0.0095 0.8728 2.0037 0.0201 0.0022 3"0280 3.0191 0.8988 2.0082 0.0038 0.0035 0.0058 0.81 16 1.6689 1.0086 0.1725 1.7232 3.0103 0.5247 1.3203 1.0048 0.01214 4.5537 1.0080 t z J 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 zo 27 28 29 30 31 32 33 u 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 2-3944 2.0129 3.5782 0-4127 3.0072 0.9528 1.0177 0.0069 0.0054 0.6976 '1.4375 1.9507 2.7711 0.0091 0.7547 1.0195 0.0118 0.3936 0.9248 2.2062 3.4557 3.0088 2-0367 2.0190 0.3566 3.0200 0.0110 0.0146 4.9132 0.0084 0.3128 2.0186 0.2 Nilaipersentase tulangan baja.8468 2.0101 0.0045 0.0161 4.5292 2.6268 0.0192 0.0055 0.2549 0.5024 2.8053 4.85 0.0106 0.4083 1.6026 0.2364 0.7842 4.0831 1.8683 4-8892 4.5040 0.0074 0.5826 1.0203 Pl =0.4666 1.6130 0.0171 4.4310 3.6776 4.1556 3-1809 3.0140 3.0151 4.0187 0.0145 4. b [mml.0076 0.0052 0.285/ 2.0039 0.3266 0.0194 0.0087 0.0163 4.2137 0.8682 1.0115 0.0109 0.6346 4.0050 0.2306 2.0108 0.0120 0.7832 1.0170 4.3317 3.2580 2.8187 0.6510 0.0165 4.1453 0.0053 0.2318 1.0184 0.0107 0.0168 4.9308 4.3067 3.0117 0.5696 0.12A2 2.1479 2.4600 0.6562 4.0924 2.0078 0.3790 1.0070 0.5294 3.1224 0.0156 4.3400 2:3672 0.5049 3.0057 0.0792 3.5539 0.2351 5.0126 3:.m78 0.9601 0.0'172 4.9722 4.8965 1.0075 0.3490 0.0128 3.momendesain(Mu)untuk LampiranA.0166 4.0948 5.7682 2.0159 4.6992 0.0085 0.9765 3.0147 4.4158 0.0043 0.9515 4.As/bd.8399 1.0994 0.0137 3.0133 5.0046 0.0193 0.9835 0.8264 4.2816 0.008(fc'-30)= p min = p ffioX = Catatian: b a t a s a n t u l a n g p m i ns p a c t < p m a x an Satuan: Mu [N"mml.0158 4.7261 1.1150 5.0067 0.0155 4.3497 1.0763 0.6402 1.0116 0.0062 0.0162 4.0040 0.0196 0.9928 5.4804 3.0131 3.2817 3.0153 4.0148 4.0079 0.0035 0.7472 0.0300 0.0136 3.1047 3.0174 0.9367 0.0105 0.7415 2.6114 1. d [mml Ast [mm2l .4063 3.0097 0.0154 4.0064 0.0198 0.0125 0.1682 0.0065 0.0745 5.0081 0.0102 0.2614 1.0056 0.1553 5.3713 0.6991 4.6094 2.85-0.8897 0.0114 0.0124 0.0130 3.0122 0.0175 0.0138 3.0044 0.4380 0.0532 0.1130 1.0188 0.

7358 3.1455 2.0038 0.1633 3.0163 0-0.85-0.0083 0.3296 1.3892 1.0244 Catatan: 3 batasan tulanganpminpact< pmax Mu [N"mml.0054 0.d [mml Satuan : Ast [mm2] .0064 0.4775 4.0107 0.0147 0.0060 0.015C 0.9740 2.1496 1.0044 0.4535 4.0129 0.4004 3.6848 3.0052 0.0087 0.0126 0.4786 3.2588 2.8135 2.3878 0.0094 0.5045 3.0121 0.0599 0.009€ 0.0074 0.0166 0.8296 1.2'.5961 1.0029 0.0039 0.9220 2.1170 2.015e 0.3 Nilaipersentase tulanganbaja.0118 0.73't6 2.0109 0.2428 3.0066 0.0071 A.6676 4.8586 1.0128 0.4189 1.0091 0.5304 3.015i 0.7716 1.0161 0.0133 0.0137 0.0116 0.5940 2.4273 2.6912 4-7147 0.0146 0.7613 3.5664 2.1617 4.2698 1.1863 4.9631 3.0131 0.6767 2.0138 0.5077 1.3749 3.0M7 0.0151 0.0050 0.6078 3.0885 2.2306 2.2163 3.7425 1.O142 0.0628 4.4552 2.016r 0.0048 0.0068 2.t}8 4.85 0.5563 3.'r54 0.0134 0.0158 0.0035 0.3812 4.0070 0.0089 0.015e 0.0379 4.0122 0.0120 0.1100 3.2870 2.As/bd.0149 0.017( u p1 =0.0095 0.016i 0.0139 0-0140 0.0141 O.0148 0.4fi2 0.0130 0.1195 1.28d1 4.0152 0.0040 0.0057 0.6216 2.4124 0.2997 1.0055 0.ffi14 4.2557 4.0042 0.4831 2.6204 4.5387 2.9452 1.0075 0.0037 0.0036 0.0063 0.0067 0.0084 0.0115 0.0059 0.8875 1.8006 1.008 (fc'-30)= p min = p max = 0.0086 0.0062 0.4054 4A295 4.6548 1.0096 0.0130 4.9881 4.009€ 0.5253 4.0088 0.3328 4.M4A 4.7103 3.016€ 0.0110 0.b[mml.0082 0.3152 2.0073 0.0101 0.7133 1.2692 3.0065 0.8373 3.0113 0.4265 3.0143 0.4486 1.8626 3.3570 4.0876 4.7042 2.MA7 2.3085 4.0313 2.2023 2.0111 0.2098 1.0297 3.0135 0.8950 2.4526 3.AO72 0.5821 3.0153 0.0123 0.8120 3.0092 0.0097 0.0076 0.0103 0.9380 3.0162 0.0053 0.0127 0.009€ 0.0043 0.2398 1.0027 2.0155 0.9760 3.U33 2.4782 1.0154 0.008C 0.0081 0.3994 2.0114 0.6841 1.il52 4.0833 3.007S 0.0893 1.0041 0.3714 2.0058 0.010C 0.3594 1.0165 0.0049 0.1367 3.0085 0.7862 2.1739 2.1798 1.0145 0.2955 3.6335 3.8679 2.5730 4.7589 2.0106 0.0M6 0.3481 3.0144 0.0125 0.0069 0.0108 0.5667 1.9490 2.7867 3.0051 0.1370 4.0117 0.1123 4.LampiranA.0077 0.0035 0.9164 1.0056 0.9129 3.5109 2.1898 3.0136 3.0105 0.6492 2.0093 0.0078 0.23s3 4.5967 4.0104 0.6255 1.65€2 3.5373 1.0119 0.0102 3.0045 0.3218 3.berdasarkan momendesain(Mu) untuk penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' - 30 MPa ty- 400 MPa No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Mu/(bd2) Asu(b"d) Mu/(bdz) Asu(b-d) Mu(bdz) AsU(b*d) tuulFd2) Asu(b"d) 1.016C 0.0132 0.0565 3.0061 0.

0195 0.8043 5.0220 0.0243 0.0221 0.0209 0.4180 5.5486 0.0213 0.0216 A.As/bd.0208 0.0245 pl =0.0176 0.0173 0.0225 0.0233 0.0177 0.8253 s.9294 5.0185 0.0230 0.1289 0.5927 5.0183 0.1964 5.6132 5.3078 s.0179 0.0206 0.1137 6.0199 0.7615 4.4242 0.0226 5.0175 0.0201 0.0203 0.0202 0.024C 0.0192 0.7832 5.6560 5.9008 4.0234 0.0118 6.0229 0.2411 5.0184 G.0215 0.008(fc'-30)= p min = p max = 0.0323 6.d[mml Ast [mm2l .0236 0.0172 0.2634 5.9913 6.8546 4.7198 5.2188 5.7381 4.9238' 4.0190 0.7410 5.1541 6.3521 5.0223 0.0731 6.0182 0.1743 6.2144 6.0244 0.0935 6.0186 0.0210 0.0241 4.9707 5.0239 0.0181 0.3335 0.0170 0.0204 0.5053 5.1740 5.3961 5.0227 0.0207 5.6986 5.1943 6.4617 5.0178 0.0155 5.3300 5.A217 0.85 0.0180 0.5702 5.9698 4.0205 0.0189 0.7622 5.9087 s.2742 6.5269 5.0196 0.0194 0.2344 6.0198 0.8671 5.8777 4.1515 5.4399 5.023s 0.0035 0.0214 0.8314 4.0197 0.2940 6.berdasarkan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' = 30 MPa fy- 400 MPa No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Mu/(bd2) AsU6"d) 4.5917 5.b [mm].0228 4.3138 6.0200 0.0527 6.1340 6.7U8 4.0212 0.0191 0.0171 0.4835 5.6346 5.0193 0.3741 5.8081 4.0188 Mu/(bd2)Asu(o"d) Mu/(bd2) Asu(b"d) Mul(bdz) AsU(b"d) 5.2856 5.0231 0.0232 0.0238 0.8462 5.0174 0.0187 0.7147 4.0218 0.4 Nilaipersentase tulanganbaja.0837 5.9501 0.0237 0.6773 5.9468 4.1063 5.0244 Catatan: batasantulanganpmin3pactcpmax Satuan: Mu [N*mm].0610 5.2*3 6.4222 0.0383 5.0211 0.85-0.0219 0.0224 0.8879 5.momendesain(Mu) untuk LampiranA.

9802 4.0M9 0.4265 1.0076 0.3413 3.0118 0.008(fc'-30)= p min = p rnsx = Catatan: batasantulanganpminspactcpmax Satuan: Mu [N"mml.1925 2.0075 0.0125 0.4565 't.1346 2.0116 0.6905 0.3077 2.0087 0.0140 0.0070 0.0057 0.85-0.0046 0.0058 I I 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 20 21 22 23 24 2.0045 0.0122 0.0054 0.0063 4.0157 0.5646 2.6356' 1.0047 0.0158 0.2869 3.2790 2.0324 4-0584 4.0678 3.0151 0.0052 0.66s3 1.0121 0.N65 3.0082 0.3365 2.0040 0.6105 3.941 4.468s 4.0074 0.s760 1.0138 0.0050 0.0105 0.0072 0.t777 3.7541 1.2051 3.5a Nilaipersentase tulangan baja.0149 0.0043 0.0137 0.0084 0.0073 0.7057 2.4937 4.b [mml.0055 0.1877 4.2214 2.0150 0.0155 0.(Mu)untuk desain momen LampiranA.0039 0.2153 1.3937 2.0152 0.0035 0.d fmml Ast [mm2] .1361 4.6776 2.0144 0.0036 0.0088 0.3141 3.0153 0.3664 1.0146 0.4178 4.5034 3.Ofi2 0.A124 0.0126 3.3670 4.4864 1.3362 1.0035 O.0038 0.4223 2.0091 0.0085 0.1619 4.0077 0.2324 3.0843 4.3061 1.432 4.0111 4.0081 0.0117 0.0104 0.2391 4.7245 1.5302 3.6372 3.5838 3.0106 0.2502 2.1241 1.6639 3.5570 3.1102 4.0079 0.0089 0:0090 0.0145 0.5078 2.4495 3.7836 0.5529 2.0086 0.0042 0.2758 1. 4.berdasarkan penampang persegi denganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok tulangan tunggal fc' = 35 MPa ty- 400 MPa No 1 2 3 4 5 6 a t Mu/(od2) AsU(b"d) Mu/(bd') Ast/{b"d) Mu(Mz) Asu(b.0056 0.0041 0.6494 2.0139 0.6949 1.0147 0.0953 3.36M 3.0092 3.1ils 1.A271 0.015€ 0.0069 0.6212 2.0044 0.2597 3.0103 0.s693 0.4509 2.4793 2.0048 0.0936 1.3964 1.0120 0.01s€ 0.0071 0.0154 0.0107 0.0148 0.0080 0.422s 3.2456 1.3160 4.1849 1.0051 0.0037 0.5li62 1.0142 0.f503 3.3955 3.1056 2.7339 2.016C p1=0.3651 2.0141 0.1636 2.0114 0.'.2648 4.0110 0.d) Mu/(bd2) AsU(b"d) 1.0083 0.5190 4.1228 3.3924 4.0115 0.213l.0119 0.U15 4.0113 0.0143 0.0109 0.As/bd.6058 1.0123 A.0053 0.7619 0-81 0.0078 0.5163 1.0108 0.2904 4.5362 2.

8865 6.9073 6.1999 6. 0.3034 s.0212 0.2534 7.0170 0.0309 7.0246 0.026C 0.2077 5.0251 0.2661 6.0278 0.8/.0201 0.0256 0-0257 0.0387 s.1332 6.6791 5.2334 7.0186 0.0192 0.425/.0180 0.008(fc'-30)= p min = p ffrox = 0.0205 0.4220 5.0208 0.0239 0.0240 0.0216 0.1555 6.0262 0.0245 0.0203 0.0272 0.3747 5.0242 0.0717 7.0204 0.0193 0.9988 6.0221 0.0177 0.6U2 6.6327 5.4456 5.0200 0.0188 0.6129 6.0249 0.7022 5.1837 5.8031 6.8657 6.0238 0.0206 0.0144 5.7942 5.0211 0.1114 s.0250 0.2220 6.0281 pl =0.5161 5.2441 6.0228 0.0234 0.8628 5.0104 7.7713 s.0266 0.0265 0.8240 6.0224 0.1327 7.0269 0.0263 0.0237 0.6s59 5.berdasarkan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' = 35 MPa ty- 400 MPa No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Mu/(M') 4.4U1 6.5629 5.0227 0.5862 5.3320 6.5b Nilaipersentase tulanganbaja.0209 0.0218 0.0179 0.0183 0.2557 5.0236 0.0178 0.0222 0.0223 0.0662 6.0872 5.0258 0.4926 5.0268 0.0202 0.0225 6.028C 0.609s 5.0207 0.0214 0.0233 0.9656 4.6979 6.0229 0.1109 0.2881 6.7611 6.8921 4.6555 6.4273 4.9412 4.1597 5.027e 0.0255 0.2795 5.0271 Catatan: b a t a s a n t u l a n g a n p < pn c t < p m a x mi a Satuan: Mu [N*mml.0921 7.0252 0.0175 0.8171 5.4274 8.0tgl 0.0215 0.9310 5.0264 0.0187 0.5057 6.0253 6.7483 5.1124 7.8400 5.0220 0.2734 7.0219 0.02s9 0.3s38 6.U49 6.0261 0.0438 6.97€2 5.0213 0.0235 0.6767 6.4409 6.0243 0.29 4.7190 0-0226 0.0247 0.0189 0.7821 6.0184 0.0630 5.3280 6.0171 0.1356 5.1529 7.9536 5.9900 s.0267 0.9167 4.0230 0.As/bd.3510 5.39S4 5.O27e 0.8676 4.3757 6.0182 0.N33 0.9693 6.0172 0.0244 0.0185 0.0213 6.momendesain(Mu) untuk LampiranA.8183 4.4232 0.5915 6.5487 6.0181 0.dlmml Ast [mm2l .0197 5.027e 0.0174 0.0195 0.0198 0.0217 0.4625 6.0513 7.469f AsU(b"d) Mu(bd2) Asu(b*d) Mu(bd2) AsU(b"d) Mu/(bd2) Asu(b*d) 0.2134 7.5272 6.027C 0.0190 0.0248 0.0199 0.0035 0.0886 6.5701 6.1731 7.7253 5.0176 0.0173 0.0231 0.7441 6.0271 0.0196 0.3272 5.2317 5.9899 7.3974 6.1933 7.9487 6.3101 6.9083 s.0277 O.4192 6.85-0.8856 5.0210 0.s395 5.1777 6.0241 0.81 0.0194 0.b [mml.

s339 4.2972 4.0087 0.5840 2. [mm].7059 3.0127 0.0101 0.016e 0.1244 3.7159 4.0300 2.9269 2.0069 0.1911 4.4685 2.0053 0.0147 0.3201 3.0058 0.0M9 0.017( 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 ) p 1= 0 .01s€ 0.0039 0.1525 3.0038 0.5228 1.0062 0.48'16 4.6121 4.0118 0.5139 3.7561 2.0055 0.6128 2.0133 0.4034 3.7876 3.1378 4.2194 1.0056 0.6238 3.3524 2.3765 4r'.7330 1.0074 0.8960 0.8522 1.0138 0.0035 0.0060 0.015€ 0.6512 3.6900 4.0122 0.0143 0.0050 0.berdasarkan momendesain(Mu) untuk penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' = 40 MPa fy= 400 MPa No Mul(bd') AsU(b*d) Mu/(bd2) AsU(b.0139 0-Ot4C 0.0044 0.8190 4.0040 0.9835 3.0151 0.0045 0.0153 0.5078 4.t84 2.9500 3.0100 0.7275 2.0106 0.0963 3.6731 1.8985 2.1582 1.2922 3.280/ 1. 0 0 8 ( f c ' .3233 2.2177 4.7675 4.0071 O.9116 1.0129 0.0137 0.0102 3.0123 A.3756 3.0575 4.1888 1.0107 0.2941 2.014€ 0.0103 0.0154 0.3412 1.1'.5263 2.0075 0.4926 1.4863 3.3501 4.0083 0_0084 0.0057 0.17 2.5689 3.0090 0.0113 0.0145 0.8690 3.4013 1.0128 0.4s87 3.0134 0.8148 3.0114 0.5600 4.381s 2.0141 0.6a Nilaipersentase tulanganbaja.0089 0.0144 0.0051 0.8225 1.0M8 0.5861 4.0131 0.7031 1.0094 0.0052 0.0162 0.0120 0.0095 0.8820 1.0'f64 0.3475 3.0682 0.9230 3.0400 3.6431 1.0067 0.2649 2.7847 2.A'IQ 0.015e 0.0295 Catatan: b a t a s a n t u l a n g a n ps pia c t < p m a x m n b Satuan: Mu [N.5529 1.8960 3.0079 0.6702 2.0136 4.3 0= = p min p rn€rx= 0.2644 3.014e 0.4311 3.0969 1.0890 0.8132 2.2499 1.2085 3.8701 2. 8 5 .0152 0.0088 0.0081 0.016€ 0.0078 0.0116 0.OA72 0.4395 2.7604 3.0125 0.0109 0.6131 1.6989 2.0076 0.2442 4.0041 0.M15 2.4105 2.1478 2.1644 4.0148 0.0099 0.006s 2.028 4.0038 0.0047 0.1111 4.5964 3.0104 0.7332 3.0108 0.9413 1.9552 2.015C 0.0092 0.0115 0.7927 't.0053 0.Lampiran A.9709 2.d) Mu/(bd2) Ast/(b"d) Mu/(M2) AsU(b"d) 1.0121 0.0077 0.d lmml Ast [mm2l .7628 1.0097 0.5830 1.0307 4.27A8 4.0043 0.1771 2.8419 3.0843 4.0070 0.0132 0.1276 1.8704 4.0110 0.0005 2.U47 4.0086 0.0066 0.0085 0.9769 4.2357 2.mm].0091 0.4322 1-4624 1.0065 0.5414 3.4974 2.7417 4.1805 3.0111 O.0167 0.A124 0.0080 0.0063 0.6641 4.0035 0.7933 4.77 0.6786 3.3716 1.0 .0098 0.0036 0.0042 0.0595 2.2364 3.45il 4.3237 4.0096 0.0118 3.0117 0.6381 4.015e 0.016S 0.015i 0.016C 0.0161 0.8/.0046 0.0126 0.0093 0.0082 0.0064 0.0061 0.4291 4.0135 0.0130 0.As/bd.0105 0.0037 0.0142 0.20U 2.0054 0.0073 0.5552 2.016: 0.016€ 0.0119 0.3108 1.

0338 6.0278 0.2256 s.0249 0.8899 s.029C 0.0198 0.0295 Catatan: S tulanganpminpact< pmax batasan Satuan: Mu [N"mml.0253 0.4253.0227 0.0188 0. 5.3258 s.4842 7.0265 0.5911 7.0199 0.028/i 0.0255 0.0244 0.0207 0.028C 0.6b Nilaipersentase momendesain(Mu)untuk tulangan baja.1289 6.0238 0.0263 0.0196 0.3s48 7.5057 7.0175 0.008(fc'-30)= p min = p max = 0.3876 6.5698 7.0189 0.7783 6.0191 0.0204 0.0277 0.025? 7.0197 0.0201 0.0193 0.0206 0.1501 5.9584 6.0243 0.3175 6.0221 0.| 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 pl = 0.0256 0.6416 6.0171 0.6873 6.0178 0.0181 0.9860 6.9360 6.6.0205 0.8461 6.2678 7.0217 0.0283 0.0030 7.7390 7.2896 0.0266 0.0246 4.0099 6.0236 0.0192 0.3507 5.0215 0.0222 0.0269 0.0248 0.0240 0.02.5036 6.0200 0.0489 5.0996 5.berdasarkan penampang persegitulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' = 40 MPa ry= 400 MPa No Mu/(bd2) AsU(b.5728 6.0247 0.3981 7.4412 7.7556 6.1052 6.0220 0.1999 6.0219 0.4005 5.0179 0.02s1 0.0195 0.d) 4.0743 5.0239 0.dlmml Ast [mm2] .2240 7.0214 0.1763 6.0174 0.5271 7.6123 7.0257 0.0177 0.0576 6.029: 0.4573 6.7600 7.0254 0.4197 7.2940 .4202 0.6715 5.0260 0.A225 0.0291 0.9807 7.6il7 7.0270 A.9620 5.2005 5.028S 0.2455 7.3114 7.0211 0.6959 5-7203 0.4748 5.0223 0.8174 5.4245 4.0185 0.0475 7.5735 5.8911 6.77 0.0697 7.9136 6.27ffi s.0208 0.b[mm].3409 6.0291 A.0180 0.4501 s.62 0.9471 4.0261 0.0286 0.0285 0.7689 5.0187 0.0268 0.0264 0.5267 0.0274 A.028t 0.3008 s.4805 6.LampiranA.3331 7.7932 5.0259 0.187 6.1s26 6.5958 6.0271 7.85-0.7101 6.1245 5.8960 4.67s8 7.7180 7.6226 5.0272 0.0234 0.0919 7.5980 5.0035 0.2507 5.029t I 2 3 4 5 6 7 I I 10 1'.0229 0.0183 0.4341 6.2706 6.0282 0.9216 4.0176 0.0218 0.0237 6.4628 7.5242 5.8686 6.0184 0.1140 7.0228 0.5489 5.0216 0.M71 5.0232 0.1361 7.0242 0.8235 6.0230 0.0267 0.0194 0.0252 0.1753 5.6969 7.5498 6.0210 0.01s2 0.6..0235 0.9140 5.4996 5.O27e 0.d) Mu/(bo2) AsU(b"d) Mu(bd') Asu(b"d) Mu/(bd2) AsU(b.022e 0.0203 5.9726 4.0173 0.0170 0.9981 5.ilU 7.2471 6.8009 6.0186 0.3M2 6.9380 5.0235 5.0190 0.0258 0.8658 5.0281 0.As/bd.1801 7.0241 0.8019 0.0212 0.0209 0.4292 0.0213 0.0224 0.4108 6.7329 6.6335 7.0231 0.6645 6.3765 7.0814 6.2235 6.0273 4.027e 0.0233 0.37s6 5.1581 7.7446 5.7810 7.202't 7.8416 5.0250 0.0172 0.028i 0.AnE A.

0099 0.0149 0.0090 0.2251 2.0081 0.0068 0.3695 1.8333 2.5346 2.0271 Catatan: batasantulanganpminspactcpmax Satuan: Mu [N*mml.0111 0.0100 0.4275 2.0084 0.3523 1.4208 1.9696 1.5041 2.0115 0.0162 0.0096 0.0179 0.0112 0.3351 1.0073 0.As/bd.0153 0.OQ4 0.0169 0.0058 0.9209 1.0144 0.0136 0.0129 0.1091 1.008(fc'-30)= p min = p max = 0.0134 0.2054 0.0058 0.0074 0.0191 0.7404 1.0168 S.4429 2.0093 0.6404 2.3866 1.0145 0.A217 3.7570 1.momendesain(Mu) untuk Lampiran A.017€ 0.3179 1.b[mm].0079 0.7A72 1.9M7 1.1142 2.0109 0.0060 0.1460 2.9353 2-9498 2.0103 0.1791 1.0152 0.berdasarkan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' - 20 MPa ry- 244 MPa No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 f6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Mu/(bd2) AsU(b"d) Mu(bd') 1. 1.ffi26 2.0061 0.0117 0.85 0.3812 2.3502 2.85-0.9063 2.0173 4.730A 2.0135 0.018C 0.019C 0.303s 2.5059 1.0177 0.2565 2.0101 0.0739 1.0192 0-0193 p1=0.0102 0.6906 1.3006 1.0184 0.0104 0.0158 o0159 2.8039 2.4719 1.0141 0.57y 1.0070 0.8229 1.0360 3.0098 0.d [mm] Ast [mm2] .2A93 2.1935 s-tx2 3.0069 0.7238 1.8772 2.0181 0.2722 2.0126 0.0127 0.6238 1.6853 2.8918 2.5397 1.2408 2.9786 2.5498 2.0121 0.$175 0.0106 0.A982 2.0118 0.017C 0.6070 1.1618 2.0171 0.0095 0.0147 0.0138 0.0148 0.1070 0.0131 0.0502 2.018e 1.0123 A.0059 0.0146 0.CI187 0.2487 1.4121 2.7892 2.0185 0.0156 0.0080 0.OA72 0.0113 0.0137 0.0092 0.0019 2.5801 2.0078 0.0163 0.0097 0.0645 3.8393 1.2878 2.2140 1.3657 2.0083 0.8186 2.018€ 0.018S 0.0178 0.4736 2.2314 1.0132 0.00il 0.7a Nilaipersentase tulangan baja.0125 2.0120 0.0088 0.0089 0.1774 3.8480 2.0087 0.0128 0.8884 1.016C 0.1 2.0082 0.0075 0.0157 0.98s8 2.9642 2.0085 0.0822 2.9930 3.0073 3.4889 2.2839.1353 3.0107 0.0182 0.0130 0.0929 3.016i 0.67M 2.1634 3.0094 0.1914 3.0174 0.0116 0.2660 1.4889 1.1616 1.0143 0.4582 2.659 2.O't22 0.0915 1.0076 0.0151 0.8064 1.7744 2.0172 0.6573 1.7597 2.0154 0.5902 1.9372 1.0071 A.0077 0.1301 2.8557 1.0155 0.6739 1.0066 0.5952 2.7735 1.3346 2.0119 0.0165 0.4379 1.5228 f .7448 2.018: 0.A662 2.0114 0.1266 1.0062 0.0787 3.1966 1.0166 0.&r05 0.5s66 1.4549 't.3191 2.0139 0_0140 0.0067 0.8720 1.7002 2-7151 0.0180 2.1441 1.7900 1.0142 0.0091 AsU(b*d) Mu/(bd2) AsU(b"d) Mu/(bd2) AsU(b"d) 0.0086 0. 2.6103 2:62.0s02 3.0161 0.0105 0.0063 0.0110 0.5650 2.0108 0.4037 1.0164 0.9534 1.0133 0.3966 2.5194 2.0065 0.O3r'.1777 2.0150 0.9208 2.1494 3.

0239 0.9819 3.a247 0.0058 0. berdasarkan LampiranA.0238 0.027C 0.4225 0.1642 4.0257 0.0233 0.0231 0.0000 0.5857 3.7421 3.d [mml Ast [mm2] .026€ 0.momendesain(Mu) untuk baja.3300 3.0206 0.0000 0.9447 3.0230 0.8569 3.0218 0.023s 0.0227 0.0196 0.6513 3.0065 4.026c 0.0244 0.0000 0.7550 3.8695 3.1762 4.7292 3.7678 3.026S 0.5193 3.4658 3.0433 4.0254 0.0207 0.6382 3.0212 0.0246 0.7163 3.3M6 3.A224 4.2194 3.2118 0.5060 0.0255 0.8947 3.0311 4.2749 3.0251 0.2472 3.2610 3.1402 4.0220 0.0250 0.0262 0.9942 4.69M 3.0000 0.0236 0.0200 0.3162 3.6120 3.0000 0.0217 0.4523 3.0259 4.3573 3.0263 0.4118 3.85-0.0210 0.8062 3.0198 0.0203 0.0228 0.8316 3.7034 3.1881 4.4253 3.85 0.0232 0.0209 0.0214 0.3025 3.0208 0.0265 0.9695 3.0261 0.9571 3.0271 Gatatan: batasantulanganpminspact<pmax b Satuan: Mu [N*mml.0199 0.0000 0.0202 0.0215 p1=0.0258 0.0240 A.1522 4.0188 4.5724 3.4792 3.0271 3.6774 3.0205 0.0252 0:0253 0.0920 41041 4. [mmJ.0223 A.0242 0.7b Nilaipersentase tulangan penampang persegi denganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok tulangan tunggal fc' = 20 MPa fi1 = 24A MPa No 1 2 3 4 5 6 7 I I 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 20 21 22 Mu/(bd2) AsUb"d) Mu/(Mz) Asu(b*d) Mu(bdz) Asu(b"d) vtu/(bdz)Asu(b"d) 3.5988 3.0213 0.0221 0.5459 3.0264 0.0216 0.0555 4.0799 4.8189 3.2333 3.3437 3.9197 3.6644 3.3710 3.0204 0.0201 0.1999 4.0237 3.0222 0.008(fc'-30)= p min = p max = 0.7934 0.2887 3.5s92 3.0000 0.0229 0.4926 3.62s1 3.0249 0.0234 0.As/M.0211 0.0194 0.4388 3.5326 3.0000 0_0000 0.1162 4.0197 0.8821 3.0243 0.0241 CI.0219 0.1282 4.0256 0.0195 0.0248 0.0226 0.7806 3.0677 0.3982 3.0000 0.9322 3.0266 0.9A72 3.0245 0.8443 3.026i 0.

0071 0.0638 3.0f59 2.2690 2.8682 1.As/bd.0100 0.0162 0.0127 0.0144 0.0184 0.0078 0.0122 0.0106 0.4970 2.011s 0.0087 0.0137 0.1725 1.0153 0.1700 2.0069 0.0090 0.0077 0.5131 2.1403 3.6891 2.2465 3.1251 3.018C 0.0156 0.4485 2.2012 3.008(fc'-30)= p min = p max = 0.9713 2.7682 2.4161 2.0191 0.momendesain(Mu)untuk LampiranA.9868 3.1556 3.019C 0.0150 0.0081 0.9528 1.2917 3-3067 0.0135 0.3018 23182 2.3849 1.0113 0.0099 0.4375 1.9103 2.0535 2.0140 0.0067 0.0179 0.0066 0.0093 0.0058 0.0125 2.3835 2.4724 1.3998 2.0084 0.0064 0.1189 1.8624 2.0102 0.5247 1.1860 3.0149 0.0022 3-0177 3.0070 0.0120 0.0128 0.0185 0.0091 1.s768 1.0085 0.0161 0.0166 0.8343 1.0060 0.0073 0.0103 0.2259 1.0061 0.d) Mu/(bd2) AsU(b*d) Mu/(od2) AsU(b-d) Mu/(bd2) Asu(b"d) 1.0'121 0.0172 0.3/i97 1.0063 0.7661 1.0339 Catatan: b a t a s a n t u l a n g a n ps pn c t < p m a x mi a Satuan: Mu [N"mm].0176 0.0169 0.2526 2.0065 0.0079 0.1010 1.d [mml Ast [mm2] .85 0.6632 0.0131 0.0142 0.0831 1.018e 0.5941 1.1035 2.Ot75 0.9696 1.0076 0.0110 0.0095 0.7147 1..7524 2.3672 2.0702 2.0086 0.7839 0.0116 0.0792 3.0096 0.9190 1.6459 1.0157 0.0204 2.0331 3.1368 2.0082 0.0088 0.0094 0.0164 0.0167 0.0163 0.8311 2.0173 0.7490 1.0152 0.2968 1.0f29 0.0098 0.0062 0.berdasarkan = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok penampang persegi tulangan tunggaldenganb fc' = 25 MPa ty= 240 MPa No Mu/(bdz) AsU(b.2031 2.0181 0.6054 2.2163 3.0192 CI-0193 1 2 3 4 5 6 7 I I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 pl =0.3s09 2.0032 2.4323 2.8852 1.8173 1.018€ 0.0174 O.2767 3.6573 2.0074 0.0158 0.0104 0.2436 1.0869 2.0188 0.81il 2.2361 0.1368 1.0112 0.3346 2.0138 0.0945 3.6804 1.0132 0.0126 0.0058 0.0108 0.0136 0.7366 2.7997 2.2854 2.4899 1.0134 0.007s 0.1903 1.0141 0.6287 1.0080 0.5934 2.U2'.2614 1.3673 1.85-0.8513 1.4809 2.0097 0.0145 0.15U 2.8a Nilaipersentase tulanganbaja.0143 0.9558 2.0101 0.0146 0.0083 0.1098 ?.2196 2.7049 2.0148 0.b[mm].0130 0.5073 1.1865 2.9359 1.0117 0.0059 0.9248 2.4550 1.018i 0.0124 0.2314 3.0151 0.6732 2.0177 0.0147 0.8468 2.0092 0.4647 2.1 1.9864 2.0114 0.0109 0.2791 1.7208 2.0105 0.0118 0.0111 0.6976 1.0133 0.2616 3.0182 0.0168 0.1202 2.0139 0.0068 0.M85 3.0154 0.1il7 1.0178 0.0155 0.s614 2.5774 2.8002 1.0183 0.0170 0.0123 0.6414 2.4024 1.5292 2.0165 0.0367 2.8936 2.8780 2.0160 0.3144 1_3321 1.7832 1.0{07 0.2081 1.9092 2.0171 0.0089 0.9021 1.6254 2.4200 1.0119 0.1708 3.5594 1.7319 1.0072 0.il53 2.6114 1.

6462 3.3881 4.7375 4.0257 0.0265 0.3311 4.0315 0.0309 0.9391 4.0235 0.3713 4.0501 5.A252 0.6317 3.0250 0.0293 0.0304 1 2 3 4 5 o 7 8 I 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 3.4405 3.6171 3.9741 3.0260 0.0220 A.2430 5.4223 0.4247 0.0310 0.5957 4.0237 0.0243 0.42U 0.0994 4.d[mm] Ast [mm2] .5294 3.4557 3.0230 4.0197 0.A717 4.2906 4.berdasarkan tulangan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' - 25 MPa fy- 244 MPa No Mu(bd') Ast(b"d) Mu{bd') 3.3815 3.0224 0.7902 3.0299 0.6/75 4.0300 4.7328 3.0213 0.0330 0.5587 3.9763 4.0232 0.2311 5.0218 0.0314 0.0229 0.0339 Catatan: batasantulanganpminspactcpmax Satuan: Mu [N*mml.0270 0.71&4 3.0226 4.0203 0.8614 3.0285 0.0289 0.0254 0.9267 4.0228 0.1132 4.1953 5.6862 4.0336 0.4777 4.0263 4.0332 0.9886 5.48s3 3.2549 5.8264 4.0318 0.6217 4.8897 3.1231 5.4261 3.0281 0.0259 0.02s6 5.0208 0.0339 p1=0.0198 0.0286 0.0201 0.7472 3.6026 3.6752 3.0258 0.5040 4.0867 5.1713 5.0319 0.0337 0-0338 0.1407 4.0266 0.1819 4.0251 0.9017 4.0222 0.0236 0.0623 5.8330 3.8b Nilaipersentase momendesain(Mu)untuk baja.0202 0.0316 0.951s 4.0241 0.2500 4.024r'.1593 5.7630 4.0290 0.0287 0.9639 4.1'110 5.1955 4.0225 0.9461 3.0291 0.0195 0.0215 0.0331 0.0239 0.1il4 4.3980 4.7757 4.0058 0.5880 3.9038 3.3847 4.0578 4.0245 00246 0.0217 0.6896 3.0262 0.0328 0.0279 0.0439 4.0295 0.6087 4.8642 4.0275 0.23el 4.0308 0.0206 0.2073 5.0323 0.il41 3.0274 4.7247 4.0210 0.0280 0.85 0.8472 0.4645 4.6605 4.2667 0.4380 4.0326 0.8187 3.0305 0.U45 4.0292 0.02s5 0.0333 0.2228 4.85-0.0205 0.3217 3.8892 4.0212 0.0272 0.0282 0.032s 0.0324 0.788/ 4.4113 3.5147 3.1472 5.7040 3:.0745 5.7503 4.0298 0.0855 4.0302 0.0211 0.0321 0.8390 0.LampiranA.0133 5.0248 0.9601 3.0261 0.0283 0.0200 0.2636 4.1269 4.4512 4.0194 0.0312 0.4247 4.0278 0.0267 4.7616 3.3041 4.4705 3.0334 0.0273 A.2771 4.6607 3.8516 4.5000 3.0199 0.6991 4.0271 0.0322 0.0311 0.8011 4.5734 3.6734 4.3s79 Ast/(b"d} Mul(bd2) AsU(b"d) Mul(bdz) Asu(b"d) 0.0207 0.0219 0.0209 0.5303 45434 4. 0.4114 4.1352 s.0240 0.3176 4.0327 0.0242 0.0249 0.008(fc'-30)= p min = p max = 0.0277 0.0303 0.9320 3.0300 0.0253 0.9142 4.1682 4.5826 4.b[mm].0329 0.7759 3.0296 0.0378 5.0313 0.0010 5.0227 0.0256 0.0161 4.0320 0.8137 4.2092 4.3517 3.026/' 0.0214 0.0307 0.2192 5.5696 4.5565 4.0297 0.0196 0.0301 0.0233 0.0306 0.9179 3.0021 4.0221 0.0216 0.0276 0.0238 0.3367 3.0288 0.1833 5.490S 4.As/bd.033i 0.3964 3.8767 4.0268 0.0988 5.3666 3.0294 0.8045 3.0231 0.5172 4.0317 0.7119 4.0284 0.8755 3.0269 0.0204 0.6346 4.

1978 1.0061 0.0176 0.7316 2.M06 0.8787 2.3586 3.3658 2.0063 0.0099 0.0140 0.0192 0-0193 pl =0.0170 0.0149 0.94:36 2.0109 0.9760 2.0114 0.0097 0.4663 1.6255 1.0105 0"0106 0_0107 0.0084 2.341s 1.0191 0.0065 0.1255 1.0165 0.0096 0.0084 0:0085 0.3994 2.9048 1.0189 0.0058 0.0101 0.6431 1.0244 3.0098 0.0179 0.0771 2.2136 2.0143 0.6492 2.0171 0.0178 0.0074 0.0157 0.2481 3.0159 2.992i 3.3113 3.0148 0.0079 0.0138 0.0086 0.0075 0:0076 0.0126 0.0174 0-0f 75 0.6607 1.1617 1.0103 0.0177 0.7483 1.0167 0.0942 2.5664 2.12U 2.0186 O.0173 0.1798 1.7644 2.0062 0.0s65 3.0064 0.4998 2.0161 0.momendesain(Mu) untuk LampiranA.0163 0.0122 0.0428 2.0124 0.0145 0.4664 2.7808 2.5549 1.2004 3.2983 2.0078 0.2322 3.0141 0.3951 1.0116 0.0089 0.0134 0.3743 0.0095 0.9112 2.0059 0.0127 0.8180 1.2475 2.b[mml.0129 0.008(fc'-30)= p min = p max = Catatan: batasantulanganpminSpactcpmax Satuan: Mu [N.4831 2.1207 3.1s26 3.0077 0.0135 0.0066 0.0136 0.5-726 1.0104 0.1686 3.0183 0.0087 0.0108 0.M05 3.d [mml Ast [mm2] .6782 0.0120 0.AO72 0.0182 0.0154 0.2955 3.0131 0.0137 0.0166 0.76s8 1-7832 1.0139 0.0153 0.2814 2.7151 2.5373 1.0151 0.9222 1.2698 1.3271 3.0094 0.0188 0.1966 2.7133 1.1074 1.7308 1.3236 1.1436 1.6987 2.7971 2.0125 2.5740 1.d) Mu/(bd2) AsU(b.0147 0.4130 1.0172 0.2639 3.0168 0.0162 0.4162 2/.6079 1.0132 0.0s99 2.0080 0.8135 2.5331 2.0169 0.4486 1.5 0.329 2.8528 1.A726 3-0886 31a47 3.7480 2.0160 0.Aslbd.Ot87 0.1M5 3.mml.0152 0.0164 0.0070 o.4497 2.0158 0.01tg 0.0185 0.0067 0.5996 2.1796 2.0100 0.1455 2.0117 0.0069 0.4256 2.0130 0.9567 1.5165 2.3321 2.359t 1.0113 0.3152 2.0082 0.berdasarkan = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok penampang persegi tulangan tunggaldenganb fc' - 30 MPa fy= 240 MPa No Mu/(bd2) Asu(b.0184 0.'t113 2.6327 2.0083 0.0115 0.279T 3.0110 0.0150 0.OOZt O.0123 0.6161 2.0068 0.8875 1.83il 1.2163 3.0088 0.66s7 2.3826 2.0032 0.9912 2.0060 0.0112 0.0156 0.8298 0.9a Nilaipersentase tulangan baja.0081 0.4841 1.0102 0.9598 2.0090 0.0073 0.2518 1.0144 0.0155 0.4308 1.2338 1..0083 3.0058 0.8461 2.1367 3.0893 1.0118 O.1625.9274 2.0093 0.0180 0.6822 2.3773 1.5196 1.0146 0.9394 1.26l.0142 0.0128 0.0121 0.0133 0.d) Mu/(bd2) Asu(b"d) Mul(M2) AsU(b*d) 1.2878 1:3057 1.0111 0.s018 1.0181 0.3489 2. 2.U28 3.85 0.85-0.0091 1 2 3 4 5 6 7 I I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 1.5903 1.2306 2.2158 1.6958 1.019C 0.8702 1.5830 2.8006 1.8950 2.8624 2.5498 2.

0270 0.0239 0.0329 4.0324 0.3432 0.0261 4.0235 0.0292 0.7147 4.42M 0.6299 4.0064 5"0201 5.3860 4-4005 0.0228 0.2098 5.6014 4.0215 0.7233 5.0241 0.berdasarkan = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok penampang persegi tulangan tunggal denganb fc' - 30 MPa ry- 240 MPa No Mu/(bd2) AsU(b"d) Mu/(bo2) AsU(b.0311 0.8070 3.0209 0.4057 3.momendesain(Mu) untuk LampiranA.0234 0.1154 5.9927 5.1666 4.0286 0.4994 3.9238 4-93V6 4.0337 5.0284 0.0249 0.0303 0.A214 0.1074 4.5149 3.71* 3.85 0.a282 0.0253 0.0225 0.6157 4.0246 0.0281 0.8979 0.0197 0.d) Mu(bdz) Asv(b'd) Mu{bdz) Asu(b"d) 1 2 3 4 5 6 7 I I 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 .0247 0.8407 4.4583 4.8s25 3.0285 0.1829 5.0265 0.024s 0.6078 3.5769 3.0217 0.0264 0.8267 4.9789 4.0198 0.0194 0.6233 3.0312 0.0315 0.0224 0.030C 0.0327 0.4370 3.0290 0.9430 3.0252 0.2768 5.031S 0.b[mm].0260 0.0925 4.0328 0.7006 4.0031 4.3570 4.1964 5.031.6387 3.0277 0.0276 4.0280 0.8128 4.7428 4.9731 3.5730 4.0222 4.0314 0.8222 3.d [mm] Ast [mm2] .8962 4.0313 0.0229 0.0199 0.0218 0.0307 0.0273 0.4213 3.5615 3.0196 0.0237 0.2402 4.74ffi 3.9280 3.4295 4.0216 0.0195 0.0251 0.0212 0.1813 4.0271 0. 0.2U1 4.0289 0.A227 3.0233 0.7001 3.0305 0.0406 0.1018 5.0200 0.9129 3.1370 4.0210 0.031C 0.7568 4.0302 0.0257 0.7307 3.0058 0.0223 0.2500 5.0294 0:0295 4.0213 A.2987 4.3133 4.0266 0.0231 0.0316 0.0275 0.2108 4.5301 4.0250 0.0308 0.7708 4.W4 4.0240 0.4526 3.032C 0.42il 0:0255 0.6582 45723 4.3279 4.0318 0.9581 3.9514 4.032€ 0.0206 0.4838 3.0242 C0243 0.0297 0-0298 C"029e 0.7918 3.3300 5.8373 3.7848 4.4150 4.0202 0:0203 0.2695 4.0258 0.3425 4.0325 0.8823 0.2367 5.0279 0.U40 4.4682 3.6865 4.5587 4.2901 5.m* 5.0291 4.1222 4.As/bd.5460 3.0288 0.0287 0.2s49 4.8676 3.0309 0.85-0.1518 4.0746 5.66% 3.0321 4.9881 4.6848 3.0205 0.0259 0.0610 s.7988 4.31 32 33 g 3.4322 O:0323 0.6541 3.0221.5158 4.0204 0.0777 4.1425 sJ560 5.8828 3.0283 0.0268 0.4272 0.3900 3.8685 4.0248 0.0263 0.0208 0.0306 0.2255 4.7765 3.04'79 4.7 0.5872 4.9100 4.0232 0.4439 4.0293 0.M74 5.021'l 0.008(fc'-30)= p min = p max = Catatan: batasantulanganpminspact<pmax Satuan: Mu [N*mml.1961 4.0628 4.8546 4.3034 5.9b Nilaipersentase tulangan baja.0201 0.0274 0.0238 0.169s 5.0219 0.0269 0.3167 5.0301 0.5014 4.7287 4.7613 3.0304 0.0267 0.9652 4.0256 0.1289 5.0230 0.0296 0.4262 0.5304 3.0207 0.0236 0.0180 4.5924 3.0220 A.4871 4.0278 0.4727 4.371s 4.0226 A.O32e p1 =0.0882 5.

0393 0.0077 6.1903 6.0388 0-038S 0.7071 5.0334 0.0405 pl = 0.2861 6.4748 5.2742 6.0379 0.O2 0.8085 s.0386 6.4092 5.4224 5.0380 0.0376 0.0371 0.8211 5.0361 0.1783 6.2144 6.6816 5.6560 5.5658 5.0381 0.0331 0.0323 6.0358 0.5529 5.0347 0.s788 5.0372 0.0368 0.7453 5.0377 0.1420 6.berdasarkan tulangan Lampiran A.8837 5.85.039C 0.0362 0.1056 6.3829 5.0339 o.0384 0.6944 5.0398 0.0374 0.0333 0.0335 0.4617 5.0394 0.6046 5.4355 5.6303 5.0348 5.8336 0.1662 6.5917 0.0351 0.1299 6.0356 0.3961 5.8962 s.9584 5.0370 0.M32 5.4879 5.6688 5.0357 0.4486 5.As/bd.0342 0.1s41 6.0344 0.0392 0.0935 6.momendesain(Mu) untuk baja.0200 6.0346 0.356s 5.0367 5.0336 0.2503 6.039S 0.cr'.9831 5.0391 0.0404 0.0360 0.0373 0.0345 0.0349 0.0354 0.7579 5.8462 5.0352 0.0568 6.99il 6.9c Nilaipersentase penampang persegi tulangan tunggal denganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' = 30 MPa fy= 240 MPa No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 Mu/(bd') AsU(b"d) Mu/(bd') AsU(b*d) Mul(bd2) Asy(b"d) Mu/(bd2) Asy(b-d) 5.7832 5.2A24 6.0395 0.0.7959 5.0338 0.2975 0.0403 0.0355 0.9087 s.008 .0382 0.0387 0.9211 5.n64 6.3 0 ) = (fc' Pmin= P m a x= 0.0813 6.b [mm].0359 0.0446 6.0366 0.8587 5.8712 5.0406 Catatan: batasantulanganpmin S p act < p max Satuan: Mu [N"mm].d[mm] Ast [mm2] .0365 0.2622 6.0341 0.9707 5.OS+O 0.9336 5.1178 6.0691 0.2383 6.0350 0.9460 5.0332 0.0385 0.3697 5.M01 A.0375 0.6175 5.5399 5.0364 0.0383 0.7326 5.00s8 0.7198 5.0337 0.0397 0.0378 0.0363 0.0369 0.85 0.s269 5.039€ 0.0330 0.s009 5.0343 0.5139 5.0353 0.040C 0.7706 5.

0110 0.6051 1.0153 0.00651 1.0671 0.0081 0.0145 0.0169 0.6586 1.01011 2.0137i 3.0159 0.9592 0.2317 3.8W2 2.6656 2.9009 2.014213.9942 2.0642 2.3948 3.6408 1.0084 0.0116 0.01411 .1331 '0.0113 0.8889 0.0158 0.A292 2.339 2.0126 0.0174 3 0.8536 0-00681 1.4616 0.01001 2.00eel 2.1.momendesain(Mu) untuk tulangan baja.8340 2.83s9 I 0.00691 1.5872 1.eer'.0150 0.013e13.0192 0.0tSi I pl = 0.0452 Catatan: pmins p act < p max tulangan batasan Satuan: Mu [N"mml.0085 0.z 0.0117 0.8004 2.0124 0.9676 0-01661 0.013012.7652 0.0115 0.9U3 0.0129 2.0182 0.0193 0.01321 2.2481 3.0088 0.0108 0.3759 0.o071l 1.0114 0.5335 1.0152 0.0151 0.016E 0.7475 0.01071 2.0156 0.3930 0.00671 1.013312.0073 1.4077 1-4257 1.4177 0.280e 3.5128 0.0155 0.0120 0.2725 2.0063l 1.0178 0-0{79 0.0075 0.1001 0.4437 1.2033 2.5515 1.0195 0.1165 2.5979 2.0082 0.0122 0.6825 2.10aNilaipersentase = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok persegi penampang denganb tunggal tulangan fc' = 35 MPa f\J = 240 MPa No 1 2 3 4 5 6 7 I I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 3'l ' 32 33 34 Mu/(bd2) Ast/(b"d) tvtu/(bd21AsU(b"d) Mu/(bdz) Asu(b*d) Mut(bd2) Asu(b"d) 1.0183 0.0149 0.9240 0.1s38 1.7668 2.3623 3.0076 0.0194 0.0146 0.019€ 0.berdasarkan LampiranA..8507 2.85 0.4111 3.3536 1.6gli2 1.0095 1.As/bd.9767 1.2972 3.0066! 1.4617 1-4797 1.2267 1.008 .01?3 0.2645 3.0079 0.0080 0.00641 1.0092 0.3298 3.0171 0.9416 0.1686 2.0f 11 0.4957 0.5809 2.8172 2.3174 1.9065 O.0340 0.0170 0. 0 1 7 5 0.0089 0.5694 1.01311 0.0077 0.4273 0.6994 2.7332 2.0161 0.4787 0.3716 1.2553 2.0062 0.1496 3.0:tgl 0.0074 0.012s 0.0162 0.6487 2.0008 0.3 0 ) = (fc' pmin = p m a x= 0.0109 0.0143 0.00621 1.0187 0.3135 3.3243 23d75 I o.1989 3.o147 0.0144 0.1903 1.d [mml Ast [mm2] .00701 1.0094 0.281't 1.7500 2:.2380 2.0188 0.0117 2.o1o2l 2.81 0.0078 0.0oe6l 2.019c 0.01061 2.0083 0.6148 2.5258 0.013613.8675 2.8712 0.2153 3.0185 0.0174 0.00e71 2.0s05 0.0128 0.0181 0.9176 0.0148 0.7297 1.0816 2.0163 3.e50e 0.4596 34758 0.016q 0. 1 1 6 7 0 .4273 3.0184 0.2630 1.67e/1.3070 2.0118 0.2993 1.0991 2.01041 2.0087 0.4445 o.013513.013813.3461 3.0186 0.3587 0.0836 0.0090 0.0157 0.6230 1.7{63 2.2898 2.0091 0.6318 2.s639 2.01{2 0.0173 0.il69 ! I 0.0180 0.4172 0.7837 2.3355 1.1860 2.1513 2.01051 2.7120 1.014013.00721 1.2207 2.2085 1.3897 1.7829 0.0086 0.0119 0.0093 0.8183 0.0154 0.5156 1.M67 2.1661 3-1825 3.3786 3.0't27 0.0164 0.4435 3.0176 0.01031 2.0189 0.01641 2.0160 0.4102 0.0121 0.013413.8006 0.00e81 2.2448 1.4977 1.b[mml.1720 1.

0240 0.7799 3.0271 0.2168 5.0267 0.3409 4.0005 0.8522 4.008(fc'-30)= p min = p rnsx = 0.0138 5.0328 0.3599 5-3741 5.0284 0.0251 0.0299 0.4628 4.0241 0.0212 0.1012 5.0316 0.0198 0.0265 0.0575 5.6588 4.0866 5.2180 4.23U 4.0262 0.9553 4.0309 0.3714 4.0246 0.0281 0.0274 0.3171 5.4324 4.U88 4.6738 4.6685 3.0289 0.5885 3.0211 0.0940 4.0253 A.0318 0.0209 0.2025 4.0304 0.0252 0.7323 3.8374 4.0321 0.1716 4.7641 3.9848 4.8116 3.5403 3.032e 0.9112 4.5687 4.2795 4.0260 0.0222 0.5536 4.O202 0.0206 0.0785 4.0232 0.O2* 0.3102 4.4732 5.0264 4.3256 4.0207 0.7484 4.0319 0.0239 0.9992 5.0315 0.0221 0.0287 0.0227 0.1251 4.0273 0.0307 S-0308 0.6206 3.1591 5-1735 5.0317 0.0286 0.a292 0.0218 0.A629 4.0331 0.0257 0_0258 0.0314 0.8433 3.7186 4.4473 4.As/bd.s221 3.10b Nilaipersentase baja.4308 5.5564 3.0208 0.0266 0.0303 0.2885 5.0325 0.3867 4.s155 0.0283 0.8817 4.0242 0.0244 O.6138 4.8670 4.3562 4.70@ 3.0272 0.6045 3.0204 0.1157 5.berdasarkan tulangan = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok penampang persegi tulangan tunggaldenganb fc' = 35 MPa F/= 240 MPa No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 {6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Mu/(bd") AsU(b"d) Mu/(bd') AsU{b*d) Mu/(bd2) AsU(b"d) Mu/(bd2) AsU(b"d) 3.0310 0.1096 4.6845 3.5014 5.4591 5.0279 0.0256 0.0238 0.1879 5.47s8 3.0248 0.0297 0.2311 5_2455 5.402s 5.4476 4.0226 0.7958 3.0216 0.0223 A.0201 A.7037 4.0280 0.0306 0.0278 0.2949 4.0282 0.0323 0.0311 0.2024 5.0296 0.d lmml Ast [mm2] .033C 0.1446 5.8748 3.5242 3.0210 0.71M 3.0247 0.0203 0.7633 4.8s90 3.0250 0.0270 0.0290 0.0298 5.6438 4.0332 pl=0.1561 4.0293 0.02s9 0.6526 3.85-0.5988 4.0430 5.8965 4.0219 0.0321 0.0295 0.s837 4.1406 4.5081 3.a225 0.2642 4.momendesain(Mu) untuk Lampiran A.9699 4.0214 0.O224 0.9259 4.8274 3.0237 0.0275 0.O245 0.0324 0.4172 4.0312 0.7482 3.5083 4.0197 0.0231 0.0269 0.0317 4.5724 3.6366 3.0243 0.1871 4.0313 0.9691 3.0294 0.523/ 0.0288 0.0300 0.0301 0.4167 5.0233 0.9406 4.B1 0.4873 5.4020 4.0205 0.8078 4.4919 3.8226 4.4322 0.0199 0.7930 4.0217 0.0284 0.0161 4.3028 5.0236 0.7781 4.0220 0.0234 0.2742 5.4450 5.0263 0.0230 4.7395 4.4931 4.0326 0.0291 0.0215 0.032C 0.0268 0.3883 5.9535 3.0452 Catatan: batasantulanganpminspact<pmax Satuan: Mu [N"mml.5385 4.0062 0.0277 0.b[mml.0213 0.9378 3.0276 0.0228 0.0255 0.0235 0.6887 4.0721 5.0229 0.1301 5.0305 0.0249 0.0285 0.2599 5.9063 9.3314 5.9846 4.6288 4.0200 0.8906 3.4780 4.0261 0.0302 0.3456 5.

0416 0.6970 5.0386 0.045C 0.9440 5.044C 0.0341 A.7523 5.42 0.0445 0.0345 0.008(fc'-30)= p min = p max = 0.0391 0.0/.9068 6.0428 0.5856 5.9316 6.8569 6.6038 6.8319 6.7247 5.5782 6.0181 7.045: 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 2B 29 30 .d [mml Ast [mm2] .0419 0.1993 6.0406 0.0418 0.0549 7.9304 5.0413 0.7sM 6.8212 5.0403 0.0374 0.2920 6.8759 s.2788 6.30s1 6.0340 0.0384 0.0448 0.7661 5.0420 4.31 32 33 34 a.0417 0.6554 5.0407 0.044e 0.0377 0.0376 0.0431 0.0437 0.5296 5.0379 0.26s6 6.0365 0.8074 5.0336 0.9712 5.0412 0.0657 6.9982 6.u++ 0.0358 0.0452 Catatan: batasantulanganpminSpact<pmax Satuan: Mu [N*mm]. Asy(b"d) 5.0344 0.0366 5.0397 0.4100 6.6832 5.0062 A.0354 0.0426 4.5396 6.6677 6.81 0.0355 0.7937 s.0335 0.7690 6.7058 6.0916 7.9847 0.6294 6.8943 6.0367 0.1038 0.0304 7.0396 0.M09 0.0411 0.M25 0.0378 0.0118 6.1059 6.9576 5.4360 0.3183 6.0360 0.b [mm].6166 6.0383 0.c/.0058 7.5525 6.0352 0.momendesain(Mu) untuk LampiranA.6414 5.0372 0.9440 6.0350 0.0427 0.0363 0.0414 0.7438 6.8694 0.8896 5-9032 5.0252 6.0356 0.0387 6.0438 0.2126 6.0381 0.0371 0.0362 0.8486 s.0389 0.3446 6.4750 6.0348 0.040s 0.0408 0.0343 0.M22 6.1860 6.0452 0.0434 6.0382 0.2391 6.0337 0.8349 5.0423 0..5910 6.6693 5.8193 6.0430 0.8623 5.0433 0.7816 6.0334 0.0410 0.9168 s.1594 6:t727 6.M27 7.8819 6.0404 0.0429 0.0357 0.3969 6.0451 0.0373 0.0435 0.0369 0.0387 0.0333 0.7(M:2 6.1460 6.0401 0.0399 0.044€ 0.5653 6.5716 5.1327 6.5138 6.0398 0.6931 6.3577 6.0349 0.0422 0.4490 6.0338 0.9192 6.+ Mu/(bdz) AsU(b"d) Mu/(bdz) Asu(b*d) Mu/(bd") AsU(b.9811 6.0415 0.@00 6.5009 6.2523 6.0335 0.0361 0.0339 0.0370 0.OUZ 0.5996 5.6804 6.0791 6.0388 0.0368 0.32 p1:0.9688 6.85-0.berdasarkan tulangan penampang persegi tulangan tunggal denganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' - 35 MPa h/' = 240 MPa No 1 2 3 .2259 6.4879 6.0392 0.4230 6.0364 0.10c Nilaipersentase baja.3838 6.627s 5.95M 6.03tX 0.0385 0.8068 6.5436 5.0346 0.7799 5.0522 6.M24 0.0375 0.6136 5.5267 6.0925 6.5576 5.0353 0.9935 7.0390 0.As/bd.3708 6.1193 6.7109 5.0351 0.03s9 0.0439 0.6549 6.7311 6.7185 6.0441 0.0347 0.4620 6.0402 0.d) Mu/(bd2.0443 A-A444 0.3314 6.0436 0.0447 0.0421 0.A672 7-0794 7.7385 5.0393 0.0380 0.

A127 0.0138 0.0099 1.0116 0.8679 1.6050 2.0201 3.252A 2.981s 2.0170 0.77ffi 1.5505 3.9475 2.6222 2.3620 2.0110 0.0181 0.6710 1.0168 0.8965 2.0066 0.2394 2.0101 0.0112 0.As/bd.0492 3.0157 0. 2.0188 0.b [mm].020c 0.0120 C.0136 0.9747 1.8323 0.0069 0.9924 2.0171 0.0087 0.0141 0.0117 0.2538 1.019€ 0.7069 1.d) Mu/(bdz) AsU(b-d) Mul(bd2) Asu(b.3086 1.5340 3.0090 0.0179 0.5670 3.96z15 2.0633 2.0180 0.0129 0.0131 0.6889 1.4905 1.9392 1.0164 0.0143 0.9569 1.0166 0.2009 3.9036 1.3348 3.5809 1.7428 1.6350 1.8112 2.0105 0.0151 0.0088 0.0103 0.0089 0.0183 0.1867 2.1336 3.45/.0098 0.0323 3.0146 0.0173 0.2177 3.0185 0.0189 0.0158 0.O124 0.0068 0.0079 0.0150 0.0999 3.3€48 3.0080 0.0148 0.0094 0.4838 250fi 2..3095 2327A 2.0279 2.0125 0.0128 0.3514 3.8795 2.4180 3.2 1.6739 2.25 26 27 28 29 30 : 31.008(fc'-30)= p min = p max = O.0071 0.0186 0.0096 0.0182 0.5174 3.0086 0.7607 1.4346 3.0102 0.2512 3.019e 0.0154 0.9305 2.0163 0.1691 2.d) Mu(bd') 1:2355 1.4361 1.0132 0-0133 2.0198 0.0073 0.6911 2.2s70 2.4179 1.0155 0.0106 0.9984 3.2?44 3.0095 0.0162 0.5704 2.8624 2.A102 2.# AsU(b.0135 0.4014 3.0118 0.2M3 2.3014 3.8453 2.3681 3.5185 2.0126 O.0077 0.0104 0.0144 0.0114 0.281-7 3.il48 1.0192 0.3997 1.5877 2.0194 O-C195 0.6170 1.9214 1.0122 0.0160 C.3181 3.0066 0.77 0.5267 f .0119 0.0139 0.0078 0.6395 2.0152 0.0108 00109 0.0197 0.0134 0.0178 0.8501 1.berdasarkan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' = 40 MPa ty- 240 MPa il I.3815 1.0191 0.0111 0.007s 0.0123 O.0074 0.7426 2.0167 1 2 3 4 5 6 7 I I 10 11 12 13 14 15 f6 17 18 19 20 21 22 23 24 .0145 0.0176 A-8177 0.0661 3.0093 0.7965 1.0175 0.0147 0.0113 0.0092 0. r.3445 2.4723 1.274:5 2.0172 0.1168 3.4317 0..11aNilaipersentase tulanganbaja.s135 2.449A 2.0121 0.d) 0.5358 2.0067 0.1339 2.0084 0.momendesain(Mu) untuk LampiranA.3794 2.3633 1.0100 0.0083 0.008s 0.4664 2.2219 2.0107 0.4512 3.0986 2-1163 2.5086 1.7255 2.0165 0.7769 2.0190 0.2721 1.O16i 0.0149 0.0491 Catatan: batasantulanganpminspactcpmax Satuan: Mu [N"mml.0810 2.0070 0.0115 0.1673 3"1841 3.1505 3.4143 2.4678 3AW 3.0076 0.7940 2.0154 0.5009 3.7083 2.8858 1.85-0.7249 1.d[mm] Ast [mm2] .5989 1.5835 No Mu/(bd") AsU(b.5628 1.828s 2.0153 0.0184 0.3968 2.0142 0.0081 0.0072 0.0830 3.0097 0.0193 0.s531 2.6567 2. 32 33 34 pl =0.1515 2.0187 0.6530 1.34s1 1.0174 0.0091 0.0456 2.0159 0.2679 3.3269 1.8144 1.0169 0.0082 0.0137 0.0130 0.7598.2904 1.0140 0.0156 0.

25 4.4334 5.0285 0.0297 0.3112 0.5A77 5.0265 0.1786 5.9103 3.0323 0.03041 0.0332 0.0268 0.5946 0.01{5 5.A279 0.0230 4.0326 0.6844 .0327 0.2990 s.0258 0.6164 0.0333 0.9589 3.763e 3.1998 3.5164 0.5790 0.0244 A.azozl 4.0299 0.5634 A.0286 0.0284 0.03071 o.9963 5.6698 5.0243 0.0262 0.6985 3.0066 0.0227 4.7As7 4.85-0.0251 A.02361 0.6259 0.0254 0.2690 5.238e 5.o209l 4.o20sl 4.0334 0.008(fc'-30)= p min = p max = Catatan: batasantulanganpminspactcpmax Satuan: Mu [N*mml.0228 4.0877 5.4632 5:4780 5.6551 5.d [mml Ast [mm2l .o212l 4.1038 4.7812 4.75CI2 4.03091 0.2317 0.O257 0.02141 4.0217 4.o30q 0.momendesain(Mu) untuk tulangan baja.0248 0.4186 5.9265 3.8737 4.0302 0.0717 4.7966 4.0278 0.8890 4.0573 5.0322 0.0268 5.3588 0.8941 3.1359 0.7476 3.033€ 0.0225 4.7657 4.11b Nilaipersentase penampang persegi tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok tulangan fc' = 40 MPa fy- 240 MPa No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31.4222 4.0241 0.o2o4l 4.3439 5. 32 33 34 Mu/(bd2) Asu(b*d) Mu/(bd') Asff(b-d) Mu/(bd') AsU(b.7347 4.1332 5.77 0.2158 0.0277 0.1519 I 3.0290 0.02101 4.2238 5.8291 3.0282 0.66s7 3.As/bd.4692 0.0324 0.0491 0.3140 s.8616 3.020314.02061 4.4037 s.0321 0.9504 4.9912 4.02U 4.0335 0.7802 3.0283 0.0281 0.0275 0.0234 4.A22g 4.0292 0.0221 4.0253 0.0238 0.7192 4.9750 3.2636 0.3290 5.0318 0.0420 5.0283 0.102e 5.0224 4.29s3 o.O245 0.0296 0.4929 5.0287 0.0216 4.1679 3.3738 5.m101 0.6881 4.5ee o.0316 0.02131 4.7965 3.0250 0.2795 002111 4.s225 5.2539 5.0264 0.4377 0.0877 4.0312 0.8128 3.0256 C.7148 3.0233 4.0325 0.U77 0.5.0260 0.483 5.2840 5.M15 0.6821 3.0274 0.0298 0.o3o8l 0.0235 4.berdasarkan LampiranA.0331 0.1634 5.s373 5.O27O\ 0.39M 0.0301 0.0314 0.5320 0.0320 0.o3t3l 0.0295 0.0319 0.6570 0.0317 0.OU7 0.b[mml.0395 4.1937 A.02071 4.7312 3.0303 5.0315 0.0725 s.9657 4.0288 0.3746 0.02731 0.1483 5.5963 5.8779 3.6726 0.d) Mu(bd') Asu(b.0330 0.5816 5.0249 0.02371 0.0329 0.0232 4.5520 5.0280 0.1180 5.4535 0.0300 0.S351 4.2476 o.6257 5.6328 o.6110 5.0219 4.0276 0.02721 0.0215 4.0261 0.03111 0.8275 4.0259 0.0226 4.&154 3.0220 4.5007 0.2087 s.3271 0.025s 0.0263 0.0073 4.0239 0.0556 4.0240 0.4062 0.3888 5.5668 5.0267 0.0223 4.O252 0.3589 s.9810 4.4U9 0.0328 0.d) 3.02711 0.&e3 0.0266 0.6103 0.1198 4.0242 0.8120 4.02081 4.8/.0305 o.9198 4.v29 0.0293 0.0291 0.026S 4.6404 5.0337 I pl =0.4220 0.9M4 4.0294 0.6991 0.0231 4.1838 3.0218 4.0246 0.9127 3.8583 4.

5527 6.0340 0.0426 A.0463 0.1609 7.3706 7.0034 6.1888 0.0371 6.2924 7.0345 0.0344 0.4973 6.8302 5.4999 7.7039 6.04r''7 0.0374 0.8447 5.0434 0.6766 6.0377 0..b[mm].0464 6.7993 6.9026 5.2030 6.3439 6.0392 0.0389 0.0395 o.0400 0.M49 0.0468 0.9344 6.6491 6-6629 p1=0.3158 6.0148 7.0461 0.0462 0.0446 0.0429 0.9747 6.8592 5.0471 0.0359 0.0444 0.2400 7.8805 6.0379 0.0443 0.1320 6.0360 0.8737 5.0431 4.@15 7.4695 6.0406 0.3579 6.0548 7.11c Nilaipersentase tulangan baja.0366 0.0282 7.0397 0.0432 0.8882 5.2877 6.7449 6.0398 o.0416 0.2005 7.13c.2268 7.1178 6.0419 0.008(fc'-30)= p min = p max = 0.0438 0.0459 0.4138 6.8400 6.5384 7.0342 0.3859 6.0066 0.0409 0.9613 6.M35 0.0892 6.0814 7.0452 0.9881 7.0424 0.0351 0.0415 0.0442 0.8535 6.d) o.0433 0.035s 0.3836 7.0491 Catatan: batasantulanganpmin<pactcpmax Satuan: Mu [N"mm].6354 6.0412 0.2s9s 6.0363 0.2137 7.5640 0.3055 7.0399 0.M39 7.s2sl 6.0448 0.7575 5.0458 0.0380 o.7857 6.0423 0.0410 0.0391 0.0346 0.0413 0.0386 0.0339 0.7137 5.5255 7.4&70 7.OU7 0.0457 0.0014 7.0393 0.7866 5.9459 5.8157 5.0396 0.9478 6.0402 0.6903 6.8940 6.0405 6.4417 6.0401 0.2736 6.0408 0.0428 0.momendesain(Mu) untuk Lampiran A.0362 0.0367 0.0440 0.0422 0.2793 7.0947 7.5112 I I 10 11 12 13 14 15 r6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 6.7425 5.0472 0-0473 6.7176 6.0417 0.5941 6.0390 0.As/bd.0353 0.0407 0.7312 6.1035 6.3719 6.0420 4.0368 0.6079 6.0321 6.036s 0.0607 6.0348 0.7585 6.2662 7.0453 0.85-0.3185 7-3315 7.0411 0.0375 0.0418 0.berdasarkan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' = 40 MPa fy- 244 MPa No 1 2 3 4 5 6 T Mu(bd2) AsU(b*d) Mu/(M') 5.0349 0.77 0.1213 0.2312 6.8670 6.0341 0.0387 0.3966 7"4095 7.6217 6.0385 0.s66s 6.0437 0.0356 0.1746 6.0378 0.7721 5.9315 5.4278 6.0372 0.0750 6.5389 6.0381 0.9747 5.0357 0.4225 7.0445 0.3446 7.0352 0.0460 0.4612 7.5512 7.483 7.M30 0.7721 6.5127 7.0467 0.4421 4.0394 0.2531 7.9890 6.0404 0.d [mm] Ast [mm2] .0464 0-0465 0.3298 6.7283 5.0376 0.9075 6.3017 6.4556 6.4741 7.0455 0.0382 0.8012 5.0358 0.0364 0.A177 6.0681 7.1080 7.1604 6.8129 6.0451 0.0469 0.8U 7.0388 0.1477 7.0383 0.3576 7.0384 0.5 7.9603 5.0456 0.1742 7.0470 0.9170 5.0450 0.0414 0.0454 G.0466 0.1462 6.2171 6.0361 0.042s 0.0373 0.0343 0.5803 6.4834 6.0338 0.24il AsUfb'd) Mut(bdz) Asu(b*d) trlullud'z) AsU(b.U27 0.3999 6.0403 0.0369 0.8264 6.9209 6.1873 7.0354 0.0370 0.0350 0.0441 0.0436 0.

126 1.009 0.020 1-021 1.025 1.067 o-o41 1 .168 1.023 1.029 0.018 1.022 0.O92 1.035 u-us n nq7 1.421 o.268 o.059 1.142 0.191 1.033 1.019 n ntn o.063 1.050 o.o27 0-028 0-028 0.048 1.392 a = (Ast-As )-firl(0.02 o.A32 1.071 1 .165 o.064 0.066 1 .209 1.012 n nt? r.0074 0.098 1.o21 0.063 1.M2 1.130 1.038 1.85*fc*b) Catatan : Momen nominal tul.010 0.103 1.(x.119 1.152 1.066 1.0090 0. 1 3 0.038 0.105 o-tlo o.108 1.0086 0.044 0. 1 1 7 0.O29 1.115 0.016 0.108 1.008 0.073 1.039 0_040 0.1?3 1.135 '1.065 1.070 v-vt z 1.165 1.054 1.164 1.044 1.117 o.032 o.016 0.119 1.129 1.009 0.041 o.123 1.058 1.030 1 . 1 1 2 1 1.021 o.088 0.037 0.097 1.85 .040 1.t41 1-147 1. 0.087 1 .073 0.025 0. 23 24 25 26 27 2A 29 30 31 32 33 u 0.124 0.0133 0.096 1 .075 1.049 r.050 0.026 a.140 1.033 0.0035 p m a x = o.013 0.076 1.o77 0.427 f.0129 0.145 1.047 0.128 1.UW 1.036 1.017 0.114 1.196 1.t56 1 1 .051 0-053 0.O25 1.006 0.023 o.034 1.068 o.076 1 .UJO 1.-114 1.043 0.130 1.062 o.051 0.049 t-053 1.029 0.069 o.019 0.158 0.176 1-IV 1.051 1.069 0.014 0.096 0.172 0.027 1.054 1.010 0.056 1.0055 0.021€i 0.165 1.olar 0.059 0.086 1.0094 o.030 0.034 1.165 4.039 1.442 o.124 1.t03 1.007 0.018 0.019 0.106 0.188 o. 0 6 1 1.222 0.046 1.o12 0.084 1.092 1 .048 0.j24 0.093 1. Kvd MomenTulangan LampiranB.056 1.108 1.061 0.093 1.2y o.0109 0.078 0.lfr) 1.0.098 1.131 0.102 1.008 o.080 1. 1 7 8 1-128 0.119 1.098 1.064 0.017 0.0058 0.027 0.007 0.026 0.009 0.O92 0.194 1.179 1.037 1 .0125 0.197 1.118 1.085 1 .082 0.O75 0.O7'l 1. 1 6 1.05s 0.018 0.079 1.099 0.046 1.029 0. Ast [mm2] .153 1.096 o.0160 0.015 0.052 1-182 0.044 1.412 1. 1 6 1 1 . 1 0 o.080 1 .144 0.088 1.2s pl = 0.034 1. 1 4 1 1.187 U.85 o.017 0..170 1.Tunggal. 0 6 3 0.200 1.035 1.046 1.179 o.039 0.066 0.tx4 1.092 0.089 1.o19 t.261 o.289 1.174 o.UD3 1-193 U.095 0.158 1.254 o.080 1.133 o. 1 6 7 1_121 0-089 1-172 '|.061 1.193 0.186 0.O24 1.084 't.0152 0.023 0:025 o.089 0.016 0-016 0.081 1.068 0.073 1 .032 0.d) No 1 J 20 MPa ald kvd ald kvd ald kvd ald kvd a/d kvd ald kvd ald kvd 4 5 o 7 8 o 10 11 12 13 14 15 16 17 18 t9 20 21 2.054 0.018 0.183 o.027 0.'.014 0.O72 0.057 1.011 o.220 0.078 1 .203 1:209 0.0156 0.089 1.068 1. 0 7 1 o. Ganda.179 o.oixl: 0.113 1.138 at42 o.0:13 0-034 0.048 1.015 0.069 1.057 1.170 o.0035 0.050 0.0101 0.056 1.005 o"005 0.037 o038 0.110 0.057 0.031 1.069 0.141 1-147 1.089 't.136 1.o1M 0.050 1.203 1.0078 0.043 1.073 o.207 1.t5'l 0.075 o.03s 1.051 1.026 1.046 0.0136 0. 1 8 3 1.103 1.055 1.162 1.M8 0.040 a.078 o.422.M2 0"044 0.026 o.135 1.015 0-016 o-o17 0.056 1-034 1. 1 8 9 o.067 1.065 1.oo4 0.094 't.011 0.0148 0.050 1.093 1.075 U.013 0o14 0.216 1.098 1. Mn = Kvd MrU batasan tulanganpmin 3 p act < p max Satuan : b [mm].M7 1.012 0.052 1.156 o-160 o.031 0.006 0.018 0.060 0.084 1.082 0.008 0.103 0.0043 0.143 1-'t49 1-'!il 1-160 1.241 0.O74 1.190 1.O29 1.015 0.045 0.227 a.059 0.070 {.177 "tla4 1.275 o.058 1. 1 5 1 1. 1 2 ' l '1.0062 0.053 't.041 1.083 1.138 1.0066 0.062 0.0't63 d'la s 0.462 't. 1 5 1 1 .084 1. d [mml. 0 5 0 0.032 1. 1 3 1 1.107 1.038 0.062 0.055 o.018 0-020 a.065 0.005 o.008 (fc' .050 1.011 0.062 1 .045 1.038 1.014 0.087 0.041 't.030 0. 1 3 6 1.0082 0.o24 0.064 1 .0097 0.0039 0.060 1.011 0.053 1.3O)= Pmin = 0.156 't.185 1.0051 0.031 o.170 't.206 o.124 1.147 0.1 3 1.OM 1.036 0.213 o.o121 0.057 1laz 1.199 0.132 o.1 TabelFaktorPengali MomenTulanganGanda untuk mendapatkan fc = t = r=o"# AsU(b.078 1.076 0.282 o. 1 4 6 1.119 o-124 o-'t28 o.0113 0.023 o-o24 0.137 o.066 1.108 1.0105 0.176 0.010 0.036 1.(xl 1.015 1.4 1 .151 0.O17 1.10'r o.012 0.014 1.159 1.171 1.06s 1.193 1.213 1.053 1.0070 0.046 0..041 0.188 1.O3S 1.124 1.085 0.058 0.035 0.0{40 o.215 o.015 0.199 0.028 1.248 0.034 0.004r 0.0117 o.082 0.047 1.

015 1 .034 'i.025 ..040 0.Lampiran 8.0086 o.140| O. 1 0 8 1-108I 0.096 1.0127 0.039 1.033 0.097 1.050 o.065 o36 0 .009 0.013 .134 1.an 0.124 1.008 0.2 Tabel FaktorPengaliMomenTulanganTunggal. 1 9 8 0.148 1.273 0.244 0.032 o.0112 0.059i 0.o8f 0.040 1.101 1ia2 0.143 1.o34 0-lo5 1.153 1 .051 1.079 1.0168 a.058 1.124 I n70 .054 0.070 1.055 0.229 0.036 1. 1 1 1 .114 0.086 . 1 4 8 1.154 1 . 1 5 9 0.074 0.o38 r.050 0.@66 0.051 o. 1 4 7 1-108 o-010 { .089 .081 1.062 0.021 0.086 1.055 0.O74 1-076 1.0147 0.851c-b ) 0.O{9 1.031 0.086 0_088 0.237 0:O173 a.076 1. 1 3 6 0.oto 0.o27 0. 1 2 4 1 .011 0.044 r.016 0.024 1.017 1 .0061 0.026 o-427 0.0137 0.067 1.045 o.036 0.472 1.056 1.0't5 0.020 1.107 1.186 0.085 0.056 1.208 1.041 1.085 1.0076 0. 1 4 4 0.030 0. 1 2 5 0.034 U.005 0.023 1. 1 8 5 0.093 0.047 1.021 0.063 1.060 0.073 1.142 1.038 0-(xo 0-0.129 0.092 1.100 . 1 1 8 1.008 0. 1 6 1 1 . 1 3 7 0.058 o.0198 0.075 1.013 0.015 1 .027 1. 1 3 0 1.211 1214 0_003 0.029 0.0tr1 0.097 n n l n 1.008 0.050 1.1U 0.147 1.0188 0.028 0.067 1.037 o.265 0. 1 8 0 1l7A o.011 . 1 1 9 .024 0.046.067 1. Mn = Kvd Mr! batasan tulanganpmin g p act < p max Satuan : b [mmi. 1 7 6 0.030 0.03l t 1.UJ' 1 .068 .127 .0101 0.031 1.062 1.0071 0.086 1.028 i O:O1O 0.062 .088 f.193 a.082 .033 1.165 0. 1 1 3 0.007 0.201 t.1 9 1 0.153 1.151' 0.061 r.179 0.'t95 1 .a71 a.157 0.023 o.o72 0.113i 0-036 1 .136 0.132 U.()43 1.067 0.007 0.093 | 0.041 4.O74 't.0ll:} 1. Ganda.103 1.078i 0.019 0-021 o.046i 1.055 1.067 0-069 o.076 0.039 1 .077 1.03'l 0.0081 0.068 1.1't 5 1.090 1.057 1.104 .030 1.200 1 .028 0.1s5| 0.123 .084 0.112 1.30) = Pmin = pmax = d'la s a = (Ast-As')-fol(0.037| 1. O-os3 1.0. 1.03t 1.162| O:049 1-170 1.a& 0.093 o.M9 0.061 1.85 0.(X8 1-043 1.0193 o.0203 0.083 1.009 0.172 0. 1 7 3 1 . 1 7 2 o.(}41I 1.153 G(F5 1 .17e.o142 0.057 0.168 0.0132 0.021 1.t0& .127 11?/.033 1 . 1 9 1 0.129 1.141 1.043 o.004 0.082 1.049 .M6 1.063 1.038 0.131 o-t9t .038 1.27 B 1= 0.025 0.037 1.042 1.019 1.052 0.013 0.026 0.158 1.12S! 0.0s] 1.044 1.0096 0.172 1 .016 0.0157 4. 1 1 3 1 .036 0.010 1 .0117 0.069 1.182 1. 1 4 2 o.030 1.055 .224 o.053 1.103| 0.d) No a/d 25o/o 500/o 75o/o ffio/o OC-/o 90o/o 95o/o kvd ald kvd ald kvd ald kvd a ! ald kvd ald kvd dd kvd I 1. 1 6 6 0.280 0.176 | 1.057 0.100 0.o2e 1.065 1.258 0.071 1. 23 24 25 26 27 2a 29 30 31 32 3g u.215 :0.045 0.029 0-091 1.028 .0203 a. 1 1 0 1.0't2 1 .056 1. 1 5 8 1-164 1 . 1 1 9 1.oss o.024 o.029 0.093 . 1 3 6 ' t .o122 o.064 0.036 .014 0. 1 6 0 0.107 0.A92 't.008 (fc' ..139 1.052 .018 1.061 1.197| 0.167 1 .006 0.023 0-025 o.124| 0.208 0.057 1.0050 1.011 1 .UJD 0.05s 1.053 0.058 i 1.0183 0.2)1 0. 1 7 0 0.017 1.0035 0.019 0.019 0-020 o-o2t 1. 1 5 4 0.017 o"019 0.033 0-033 0..ovl 0.056 't.o27 0.069 1.0@ 0.096 1.0152 0.064 o.053 1.1fi lt a.018 0-019 1.447 0. Ast [mm2] .0f4 1 .039 0-l19 1.114 1.056 o-163 f.079 1-os3 | 0.018 0.0035 0.016 0.150 0.039 .011 0.187 1.034 1.087 1.0178 a-251 0.(x)8 1.075 .011 1 .006 0.079 o.033 .012 0.121 0. 1 3 0 0-012 1 .063 1.062 o-177 1 .059 1-14si 0.052 0.o22 0.0040 0.oe8 I 0.018 0.u7 1.048 0.213 't.032 0-034 0.036 o.o1e 1.058 .048 1-052 1.071 1 . 1 4 8 0. 1 3 0 1 .052 1.043 .043 1. 1 9 3 1 .060 0.12 0.017 0.432 0-100 1.071: u-t t 3J 0.O22 0.222 0.85 .031 0.052 1 j 8 2 1.189 1 .073i 0.O27 1. .287 0. 0:O49 0.102 1.069 | 0.013 1 . 1 8 1 0.0{x5 0.0091 0.(X6 1 .0s0| 1 2 J 4 b o 7 8 o 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 2A 21 2. 1 6 7 1 .206 't. 1 4 3 0.?87 0.091 0.026 1.081 1.017 o-007 0. d [mm].005 0.044 0.064t 0.2u 1.030 .0163 0.143 0-0106 0.135 732.118t 0.016 0.O35 0-013 0.014 0315 0.026 0.014 1 .392 Catatan : Momen nominal tul.095 1.010 0.009 0"009 0.o16 1 .016 1.045 0"(X8 0.038 0.078 0.048 1.O72 .039 1.0s8| o. 0.013 1 . I a.096 nqt 0.O77 1. 1 1 5 .186 ' t .Kvd untuk mendapatkan Momen TulanganGanda 6^ty - 25 MPa 400 MPa =l-r =ns'/As AsU(b.174.191t 0.031 1.043 0.038 o.117 1.

052i 0.065 .043 1.106 o.029 0.082 1.058I 0.062 t. 1 1 1 1.0085 0.010 0. 1 2 2 o.099 o.0't5 1 .054 0. 1 0 9 0.014 1 .046 .1U .036 r.011 't.20v o. 0 9 1 1.mc ! 0.tx6 0.014 0.068 0.083 0.171 1.417 0.0S4.011 0.008 i 0-027 1.249 1.0205 4.004 o.o24s 1.205 1.0s9 1.o:xl 0.037 1.025 0-026 a-o27 0.0224 n nr?6 0.426 1.047 1.026 0.0s4t 0. 11 0 . 1 3 3 o. 1 4 5 o.0161 0.1 5 1.16{} .095 1.032 0.0035 o.035 0.116 1.0104 0.053 1.392 o.019 0.156 1.006 0.166 .083 1.145 o.0244 0.037 r.ox6 o.062 1 . . 0.1s6 1 j 0 2 o.046i 0.4174 0.066 1-A71 1.060i 0.009 o.175 0-182 0. 1 6 3 0.011. 1 3 5 0-058 1.050I 0.-13{} 0.tm o.066.078 o.011 0.026 0.052 0.018 o.0073 0.0s4 .o22 0.062.126 1.047 0.016 1.026 0.011 o"ot2 0.0218 0.O27 1.082 1.121 't.034 1.009 0.056 0. 0.146 1.023 o. 0 3 6 .040 1.85'fc*h) Catatan : Mom6n nominal tul.o24 .oil 1.052 1.048 1.058 1.02e.0'16 0.061 0.114 1.198 1.190 .005 0.017 o.102 1.085 o.158 1. A126 1.060 .138 1.063 o.105 1.019 o. 1 5 7 0.olo .042 1.26 B1 = 0.o4aI a.016? 0.oe2 1 .015 1.028 0.O1.0155 0.i16 1.080 n n17 1.045 0.421 1.064 1.013 1 .115 o.0237 7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 .017 0.085 0.073 0.029 0.099 0.196 0.110 1.089 0.85 .0092 0.031t 0.094 1.04& n n4n 0.013 o.087 1.008 0.148 .O77 1.041 1.015 1 .141 1 .130 U.035 1.0041 0.138 0.010 t).125 0-054 1.187 1.Kvd 8. 0.086 1.162 1_f68 1.025 1.021 't-048 0.084 .o38 0_o03 0.008 0.021t o.0.0117 0.ms .168 0.049 1.034 0.203 1.009 0.152 0.030 o. 1 2 6 o.U2 . 1 1 0 0.041 o.103 1.06z 1.143 .137 .2a4 o.O73 1.057 1.212 1.070 1. 0 1 9 1.144 1.072 1-043 1.014i 0. 0 5 6 1.007 0"008 0.032 1 .063 1.151 1.189 0.057 o.M1 0.133 1.035 0.097 1.051 1.016 0. 1 5 1 0.27'.053 1. Ganda.131 1.031 ol}32 0-033 0.O32 1.020 0.045 1.031 0.121 1. 0.(X9 0.093 o.UJO 1 .022 o.o57 1.019 1.011 o.197 a.097 1.160 0.071 0.184 1.2u 1.036 0.033 o.028 .0067 0.044 | 0.051 .109 1.023 1.017 0.241 {.013 1.021 o.104 0.053 0.013 1. 1 7 4 0.036 0.186 1 .032 .068 1.091 1.105 .068| o.167 0.078 1.038 O:O39 0.3 lniuk mendapatkan Momen TulanganGanda 3O MPa 'y - 400 MPa =l-r = As'/As AsU(b'd) No ald rcvu ! aH kvd ald kvd ald kvd ald kvd ald kvd ald kvd 1 2 3 4 J o 0.087 1.070 0.0s2 1.061 1.023| 0.M8 0-051.049 1 .051 1.0136 o. 1 1 4 0.035| 0.130 0.008 (fc' .256 1.139 o.85 0.M2 1.075 0.074 1.014 1 .171 1 .286 1.2W 1.0180 0.016.069 1.0il | 0. 0.030 1-018I 0.010 0.094 1-104 1.30) = Pmin = pmax: d'la s a = (Ast-As')'fv/(0.107 1-056 1 .080 1.004 0_005 0.023 0. 0.191 1.095 1-02.4211 0. 0.031 0.Mn = Kvd Mr! batasan tulanganpmins p act < p max Satuan : b [mml.133 1.(X6 1.177 1.132 .226 0.035 0. ' t 6 3 0.093 0.024| O.119 0.089 .o72 't.216 o.043 1.093 1.080 r.2aa 0.013I 0. 0. 1 8 1 o.055 . 0 .Lamparan Tabel FaktorPengaliMomenTulanganTunggal.025 0.018 o-019 o-019 1. d [mm].o37 .193 o.043 0.089 1.008 0.006 o.066 0.278 1.031 1-036 1.t26 .0S7 1.139 1.212 0.033 1.o27 1.047 1 .121 . o.151 1.fftg .078 0-086 0.o14 0.157 0-066 1 .|8 0.0054 0.059 r.055 0-058 0.&li} 0.003 o.048 1.053 1.061 0:029 1.068 1.014 0.076.1sr 1.041 .108 0. 0 3 7 1.020 0.034 1.037 1.028 0.154 .166 1 .015 0.063 r.o12 0.063 0.127 1.048| 0.121 1.031 1.n 21 2 23 24 25 26 27 28 & 30 31 at 33 34 o.066 0.174 0.080 0.075 0.0&t 1.o17 't.181 1 .058 1.073 1.181 1.219 1.019i 0. 0.02S. 0.069 1. 1 1 4 o.o25 1.264 1.0186 n nloa 0.007 oo07 o.424 1.0048 0.0098 0.01 11 0.O77 1.127 7-176 1.056 1.eKBs 0:041 0.150 1.o79 .026i 0.172 r178 .016 1.164 1.0ti9 .039 0.03S 1.005 0. Ast [mm2] .029 0:030' 0.110 1 1.056 o.136 1.183 1.076 1.060 1.180 0-074 t-186 o.021 o"024 0.019 o.o39 r.016 0.01o 0.o74 .O29 1.018 0. 11 5 .219 o.0i30 0.0199 0.100 o.071 0.006 0.146 o.013 0.| 1.M2 0-044 0.189 't.038 0.196 1.174: 1.0142 0.141 0.424 0.012 1 .12A 1.088 n non 0.'t23 0.0079 0.0060 0.176 1 .145 1.041 1-046 1.056 I 0"161 1.0123 0.051 0-053 0.O27 1.

055 1. o.O229 | O-231 1.177.062 0-067 a.165 1-170 1.037 o.030 1.026 1.217 1.o45 r.117 1.o7s t 1.098 | 0-020 1.016 0.037 0.056 0.050 0. 1 8 0 i 0-051 1.167 0.010 o.025t 0.046 1.A74 1.016 I I 10 11 tz o.168 0.060 1.03S I 0.092:.175 1.017 1.061 1.01.15et 0-031 1.069 1-O74 1.oo7sI o.064 p1 = 0.005 1.017 0.018 1.071t 1.409 d'la E a = (Ast-As')"fo/(0.024 1.o7o I '1.086 0.149 4.1.011 0.019 0-021 0.073i 0.060 0.068| 0.103 0.168 1.019 1.136| 0.111 .ole 1.fc-b) Catatan : Momen nominal tul.033 0.040 1.053 1.043 0.ns 1.146 1.o35 0.03s 1 .088.098 1j02 1.131 1.ozs 1 j 2 0 0.113 1.|ZZ 0.o244 Z 0. d [mm]. 0 1 7 ' 1.107 i 1.oe3 1.014 0.035 0.029 1.006 o.025 1.048 1.048 o.176 1.148 1.1. 1 6 1 t 0:046 1.03s I 0.lsl 1.15S 0.079 1.o2os 0.oil o.(X1 1.030 i 0.043 1.'t25 1.0035 i o.045i 0.050 o.078 1.098 1.052 0.210 1-(M6 | 4.O33 1.048 1.006 0.246 1.075 o-o24 1.019 o.061| 1.0.145 0.068 i 1.18$.o28 1 .Kvd Momen TulanganGanda untuk mendapatkan fc = fv = 35 MPa 400 MPa r = As'/As =.013 0.oss o.135 1.042 | 0.a27| 0.011 1.132 1-'t38 1.125 .029 1.1 1.1s3| 0.026 1.023 0.149 t.fl3 0.1s9 0.066 o.01s7 I 0.o23 1.o4s ! 0.201 1.140 1.062 o.0136 r 0.195 1.042 1.014 1.11s O.031 1.012 1.O52 '1. 1 9 2 0.056 1.016 0.048 0-053 0.071 1 . 0 1 1 4i 0.190' 0.1 8 0 0:O73 1.162 1.020 r.033i 0. 1 7 1 0 .0107 | 0 .115 0.041 0.0(X) 0.o17e o.016 1. kvd ald kvd ald tvd ! aH kvd ald kvd .009 0.013 0"015 0.103 I 1.0216 1.024 1 j 2 5 0.140 0.04sI 0.058 1.007 1.03t} 1.087 a.028 0. 1 5 5 o.O52 a.023 1.081 0.131 0.o1o 1.039 t 0.169 o-174 0.173 0.otr! .029 0.092 0.1 1.036 1 .154 1.052 1.012 i 1. 0 3 3 1 .081t 1.o16 0.O271 0.027 1.078 ' 1.008 0.015 1.85.06sI 1.127 1.086 1.055t 0.108 1.18 0.021 i 0.142i o.163 0"067 1.O32 1.120 a-125 0.013 't.135 0.057 0.069 1 .01s3 i 0.or| I 1.oo9 1.118 | 0-080 0.137 0. 1 9 9 0.1 3 1 1.159 1.143 1.082 0.038.196| OO37 1.108 1 1.089 0.o22 1.041 1.021 1.023 1.058 0.206 t-602 0.034 1.070 1.030| 0.0215 t 0.412 0.30) = o. 1 0 8 ! 0-033 1.10s.032 1 .122 1.013 0-013 0.157 U.119 1.oo42 | 0-0049 | 0.014 t 1 .055 1.056 0.01s 1.065 1.130 0.07s| 1.o25s | 0.016 0.018 0.008 1. 0.035 1.o27 0.038 t 1.029 1 .O24 1.011 i r|'tt 1.017 o.049 1 .0121 | o.a222 l.091 1.268 1.108 0. 0.18'.078| 0.188 1.0s0 0.o24 0.088 I 2 3 4 c o 0.on 1.017 0.a172 | 0. 0 2 1 1 . o.020 13 14 15 16 't7 18 19 20 21 n 1J 24 25 26 27 2A 29 30 31 32 3i:l 34 1.224 A.0186 | 0.0s7 o. 1-O20 1.106 0-111 0.007 1.067 1.008 (fc' .0143 ! 0. Ganda. 1 4 9 0.053 i 0.027 1.064 1fi2 | o-wz .oo4 0.004 0.0s5| 1.010 1.O24 1.038 1.063 ' 0"013 1.o77 0.0165 .093 1.1 9 't.164 o.018 0.178 o.o22 1 .087 0.099 O.065 0.054 1.058 0-060 0-062 0.0e3t o.422 1.114| o.048 1.151 0.036 1.015 c.0s8| 0.85 .044 0..008 1. 1.148i 0.107 1.074 1.o11 0.033 o. 0 1 90 .00u 0-007 0.130 0.085 1. 1.055 0.014 0.ozz 1.071 0. O-O25 1.o72 o. Ast [mm2] .Lampiran B.215 o.0064 .046 1.o12e | 0.1* 0.o.4 Tabel FaktorPengaliMomenTulanganTunggal.427 1.olo 0.o7e .115 | 1.054 o.16s| 0.O27 1.129 1.054 0.042 0.028 1.064 1. 0.031 0. 0.10{ 1.208 1. o.043 0.005 0.083i 0.096 1.043 1.124 1.03& o-040 0.036 1fi9 | 4.0&l 1.oto o.o3o 1 .2SS 1-058 o.130! 0.O& 1.003 0.UOO 1.005 0.189 1.006 1.0071 | o.029 1.069 1.09r 0.008 0..o1oo| 0.0251 | O.0. 1 1 4 0.009 0.101 0.166 O.033 1.034 1 .013 0.8't P min = 0'0035 p mar = O.153 o.036 1.112 1.080 1. Mn = Kvd Mrt batasan tulanganprnin3 p act < p max Satuan : b [mml. 1 0 3 0 .031 1.015 0.088 1.060 0-063 0.053 0.260 1.035 1.O28 1.011 1:051 1.102 1.046 0.zoz 1.195 1. 5A% kvd a/d k"d aH ZJ-lo l3-/o a Asu(b"d) a/d i No .144 0.013 0.143 1.151 1.o27 1.025 o. 0.0s6 o.m6 t 0.zls 1.014 0.01 1 0.039 1.050 1.417 0.052| 0.'156 1.031 1. 1 7 4 0.M2 o-o2olI o.12l:i 0.ozn l.137 0.0150 | 0.034 1"035 1. 1.009 0..050 0.061 r.044 1.044t o. 1 8 6 0.026 1.038 0.082 0-0S4 0.014 1.0237 | a.1i37 1.0265 | 0.048 1.024| 0.o19 o.o72 1.oo$ | o.039i o.0085 0.O44 o.032 1.039 1.003 o.186 o-007 0.043 1.037 1_M2 1.103 1.056 1.0057 ! 0.022| 0.08s o.017 0.043 't.091 o"096 0.

113 o_087 .005 0.5 Tabel FaktorPengaliMomenTulanganlunggal.044 0.018 1.152 1.017 o.160 0.034 .037 0.101 0.034 0.l 1.o1o 1.o71 1.088 o.0225 0.082 .008 o.027 o.004 U.133J 1.048 0.048 o.068I 1.041 0.128 0.146| 1.0r06 0.015 0.003 o.195 1.092 0_073 .004 0.168 1.()4g 0.005 0.0185 0.0&1 .o27 0.094 0.050 0.021t o.oo8 t 1.057 _o7z o05s .ot54 0.02s | 0-010 1.0296 o-03{ 0.O12 1.o15 0.025 0. Kvd MomenTulangan Ganda untukmendapatkan 4O MPa ty - 400 MPa r = ns'tAs =|AsU(b-d) a/d ZJ-/o 50o/o I J'/o 6U-/o 850/0 90lo kvd a/d kvd ald 95o/o kvd ald kvd a/d r<uOI a/d No 1 k"d i .06S| 'l 1.011 .0233 0.o27 .071 .074 1.004 0.006 0.04st 1.u3t) 0.031 0.066 .049 1.Mn = Kvd Mq batasanlulanganpmin s p act < p max S a t u a n : b [ m m l .038 0.024 .o72 0.051 o.03s 0.034 0.038 .104 0.oes ! 1.075 0.026 .051 .086 0:O9O 0-095 0.062 0.033 0. 1 6 0 0.053 .149 0-029 1 .120| r.176 1.0035 0.034 o.031 . 1 5 4 o-030 1 .022 0.u2 .038 0.020 o.055 o. 0 5 1 o.117 1.1 o.171 1.Lampiran 8. 1.o12 1.123 1.032 .079 1.007 0. 1.132 't.009 1.24A o. 0 6 6 0. 0.009 arnno 0.026 0.010 0.01s 0.0169 4.191 0.029 1.040 o.039 1.o1s 1.'t58 1.111 L.014 '1.109.059 0.A s t [ m m 2 ] a = (Ast-As' )*to/(O-8s"fc*b) .0e0 ! 1.0067 0.037 n1'o o.o35 0.016 1.20'.o21 .142 0.078 0.o22 .o52 1.081 0.030 0.o47 0.0& 1.040 | 1.03€ 0.068 0.050 .053 't.008 1.082 0. 0 1 8 1.o14 o.0130 0.042 0.1 6 1 1. 0.087 0.o44 -(X6 .106 1.0.1 o.162| 1.| p1 : 0.A24 0.os7 0:058 0.124 1.055 .118 4123 o.0s1 o.M1 0'042 0..13:l 1.177 1-183 U.157| 1.084 1.073 0.123i 1j?6 t 1.16ar 1.020 .044 0.M7 .064| 1.(Ms 0.003 o.0201 0.198 0.04.O27 r.096 1.034 .0059 0. 1.04s 0.013 0.u9 .130' 1. 1.145 1.020 o.115| 1. Ganda.002 U.o24 . d [ m m ] .ozr ! 1.066 0. 1.017 .036 | 1.30) = Pmin = o.151i 1.082| 1.017 1.0264 o.056 -058 o.oss 0.056 o.140 1.064 0.0u .0280 0.102 0.042 0.062 1.029 .114 | 1.009 s.078 .066 0.77 0.180 1.0114 0.011 1 .044 0.095 0.091 1.M2 I 0.014 .165 1.016 0.424 o.114 0. 0 1 6 1.UUJ 0.0075 0.020 I 't.040 .219 o.037 0.0035 P m a x = 0.o24 0.139 1.109 o.036 0.0193 0.O77 1.085 .164 1.182 1.019 0.086 1.055 | O.o4e 0.0161 0.o122 0.011 .o177 0.007 .o21 0.189 1.047 o.O22 O.Oz'.006 .170 1.o24 .010 . 1.029 0.162 1.o58 o.069 0.028 0.169 ol74 o. 1.85.027 1 .016 0.01e I 1.017 o.086| 1.118I 1.025 1.111 1.008 (fc' .or2 r.156 1.017 t 0-006 i 1.070 .039 0.420 .135 o.fi3 | 1.137 0.122 0.044 O.076 0.0256 0.013 _014 .033 0.261 .026 o.053 0.0217 0.016 .069 1.062 U.O20 1.060 0.035 .059 1.016 o.032 .109 0.010 0.080 .427 .016 0.022 0.013 0-014 0.136| l-141 | 1.052 0.105| 1.050i 1.025 4.065 0.226 o.128 1.035 0 .122 1.O2s| 0.091 1.1*.151 0.ffi2 | 1.156 0.025 1. 1 0 6 0.101.100 0.030 0.112 1.101 1.0288 0.r10 ! 1.073.m8 .034 1.096 1.138 1.011 0.0295 d'la s aA28 Catatan : Momennominaltul.(M7 .062 0.0s9 0.086 1.023 .0138 o-0146 o.053 0:045 .018 .036 .041 . atd kvd 2 3 4 J o 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 7J 24 25 zd 27 2& n 30 31 32 3B s 0.141 o"146 0.059 0.010 1.080 0.1't7 1-t2Z 1. 0.127 1.174 1.106 1.023 1.148| 1.0051 0.028 0.o0s8 0.0s6 0.013 1.0f4 0 .030 0.100 1.0f7 1.149 0.075 .008 0.247 o.081 r.163 0.0209 o.013 0.047 0.023 0.085 0.015 o.086! 1.0043 0.186 1.090 1.052 .0s5 1.233 o.o4o 0.0{9 1.046 0.077.170 o-rTl 0-184 0.068 .106 1.150 1.031 0.075 1.006 0.031 0.UU3 0.010 0.031 1.0272 0.049 i 0.080 1.009 1.165 0.146 1.138| 1.134 1.032 0.2g 0.Ub/ .043 . 1.007 1.044 i 1.101 1.052 0.015 .444 1.006 1.0082 0.158' 1-164| 0.108 15 0.033 0.040 0.05e| 0.058 0.038 o.0090 o.027 1.132 0.o21 o.007 0.067 1.017 1.0240 0.O72 1.025 0.025 0.028 | 1.o17 .031 .ou 1.047 0.205 a-212 0.029 "036 0.061 .009 .100| tjM I 1.155 0.096| 1.ot5 0.O7g 1.015 1.023 o. 1 4 3 o-028 1.045 0.012 1.061 0-013 1 .is3 I 1.125 | 1.U# 0.0248 0.127 0.011 4fi12 n nat 0.050t 0.054 .143i 1.091.o22 0.035 0-039 0.ota 0.008 1.054 1.

014 0. 0 3 7 0.65 .089 1.032 1 .080 1-147 1.o4o 0.092 1-066| 0. 1 3 5 1. 1 0 4 a.079 1.O24 r.146.072| 0.018 1.022| 0.099 1 la4 1.088| 0.062 0.067| 1-071| 1.018 1.Ml 1 .oss 1 .163 1.006 0"007 0.023 0-024 o. r-103 ! 1.099 o.041 't.o4s t I 0.011 0.016 0.o72 0.018 1.036 o.062 1 .183 1.a42 1-471 1.107 o.o24 0.084 1.0ffi t 1.144 1.mo ! 0.t25 1.0086 i 0. 0.064 1.161 1 .064 0.016 1.034 1 .(Ms 1.'t60 1. 0.0095 i 0.126t 1'.424 o.113 1.007 1 .420 1.003 0.or7 1-084 0.O22 1.036 1.152 1..032 0.'t59 1.098 0.015 0.0s0 | 1. 0 6 3 1. 1.1il | 1-156r 1. Ast [mm2l . 0.069 7.L52 0.045 1.005 0.029 U.061 0.035i 0.013 1. 0 1 1 0.094 0.0154 t t3 24 25 ^^ rD 1.075i 0.t 3 3 1.031t 1.023 | 1.044 0.066 1.ozso .052 0.067 1 .03'l o.053 o.0171 | O.o273 | o.ft8 0.194 0.os7 0.099 1.a222 | a. 0 1 8 8 .157 1.025 0.028 1.161 o.050 0.013 0.151 1.fi4 0.032 1.104| o. 1.038 1 .080 1.005 0.023: 0.004 0.m4 0.031 0.ly 1.m16 I 0.054 0-055 0.o2s.422 1.049 1.M5 0.123 1.{1 0.015 0.O44 1.143 1-046 o.062 0.039 o. 1 0 1 1.027 o.73 0. f. 0 3 2 0.449 1-017 0.056 1.o12 0.osr 0.0s4I 0.201 0:207 a.o45 o.027i 0.009 0.075 1.021 1.o14 0.@8 0-008 0.040 1-057 1.056 1.030 0.117| 1.0052 | 0.O97 1.084 | 0.016 o.016 1_080 1.153 1.016 Catatan : Momennominaltul.091i 0.0120 ! 0.o21 o.171 1. 0.f31 I 1.076 0.1f I 1.053 0.177 1.104 1.o2s6 | 0:0265 | o. 0 1 4 0.13'l 1.119 1.109 1.0137 .oo44 t 0.038 0.012 o. 1 4 2 1.041 0.010 0.o22 0.069 1.047 0-048 7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 't7 18 19 N 21 22 0.054 0o58 0.094 1. 0.054 1.059 1.06St o.060t 0.009 0.017 0.o1m! o.o2ee i 0.025| 0.076 o.041| 0.008 o.025 1.'.033 1 O-02S 1.125 1.027 1.071 1.165 l.138 1.023e 0.032 0-0trI 1-109 1.006r t 0.008 0.043 1.o.028 0 .089 1. 0 5 1 0.016 r.0129 t 0.038 1. O 1 3 0.006 0.or12 I 0.051 1.026 o_o27 o.074 1.0€ I 0.009 i 1.047 1.'!i4 1.128 1.074 ' t .019 1.o12 o.067 0.048 0.0069 .05. o. 0 .ao2 0.120 1.023 o.049 r<vo I aH 1.020 o.028 0.067 0.003 0.005 0.o1 1 t kvd a/d r<vd I .025 o.or1 o.088 1.076 1.002 0.040 o-129 1.30) = Pmln = pmax = d'/a s a : (Ast-As')"fu/(0.094 0..021 0.007 0. 0.o20s | 0.009 o.121' 1.01s 't.oo7 t 0.058 0.015 1-017 1.o282 i a.o2'l ' t .tr12 0. 1 0 5 1.115 1.043 0. 0 3 2 1.009 0.o12 o.167 1.076 1.078' 0.027 0. 1 1 4 1.426 0.041 0.141 1.107.421 1.0103 | 0.015 0.089 0.015i 0.018 0.014 1 .0307 .0146 | 0.046| 0.o27 0.013 0.02e 0.010 0.045 ' t . 0 1 8 1. 0 5 5 1.006 0.a4sI o.074 o.O21 0.08e.045.018 1.116 o.o82 1:. 1.0035 i 0. Lampiran8. 1 9 1 f.023 1.047 c o 1 . d [mm].046.094 1.043 0.103 0.121 27 2& n 30 31 32 33 34 | 0.128 1.142 't.031 1.005 o.048 1. 0 1 0 0.412 1.050 1.149 1.101 0.040 l.019 0.049 o.442 0. 0 5 1 1.036 1. 0.067 4. 1 0 1 1.060 ' t .036 1 .008 0.022 1.M7 1.ooE (tc.085.015| 0-014 1.O17 1.0e7 0.061 0.029 o.011 1.094 0.'t47 1.0e3t 1-098.027 ' 1.168 't. 1 4 7 1.094| 0.0t3 o-o13 o.080 o.016 0.0035 0.o22 0.161 1.034 0.221 0:227 0.187 't.081t 0.o11 1.85-fc"b) r.'t34 1.234 0.r2z 1.137 1.016 o.057 0.010 0..156 1 .036 0.042i 1.154 1.0180 ! 0.r80 o.063| 0.061 1.1| 1-oss| 1.O29 1.025 0.118 1.121 0.0214 2 0.f39 1.025 | 1 .rAt 1 .076 ! 1. r.031 1 .038i 0. 0 2 0 .029 0.010 1.o27 1.007 0.065 1 .034 I nlc o.054 0.0248 ' o.006 0.130 1.046 0.085 1.0314 0.012 0.141 1.03€ 1.165 1.Mn = Kvd Mr! batasantulanganpmin s p act < p max Satuan : b [mm].123 1.0.165.125 1. ald kvd ald kvd ald kvd 0.148 1.057i 0.034 1.(X5 0.020 1.027 1. O 7 1 0.050 0.036 1.112 | 1.OU | l.Kvd Tunggal.O 1 4 0.136| 1fl1 t 1.104 1.059i 1.019 1. 0 1 8 0.038 0.009 1.0e7| o.452 1.014 0. 1.035 0.004 0.005 1. Ganda.059 1.034 0.043 0.070 1.084 1.039 0.214 0.030 1.029 0.028 0.136 1.0231 | O.011 1.101| 0.020 1 .020 0.013 't.o7s 1 .008 0.005 0. 0 .0078 .063 0.154 1.054 1.107 0.065 1.032 0.040 't.174 1.UJU n n2{ p 1: 0.052| o.025 1.059 0.01e o.03:} 0.ms I 1.241 o.089 0.081 0:085 0.z4z 0.133 1.009 0.114 0.004 0.o1e7 t 0.189 o.146 1.6 TabelFaktorPengali MomenTulangan untukmendapatkan MomenTulangan Ganda fc = fy = 45 MPa 4oo MPa = r = As'/As Asu(b"d)i I a/d kvd a/d No 1' J .

6l 85 o2 crj + '6 (E o o c\i . (! E g z E o Y 'cn g o o o q ct o E .c (\t G Q) -) _v o o O q t\ f c l o) o t (l) c0 :l o o o o dt l -:z I a o d (5 o - c) u o n i6 :l (s o o o q <f.g crl o d -g o o (f o o J .q.

Y l c o o o O l- (') o /ft E o - o o o co :J L a o o o n iu f. ([t '6 .q E i: o N CJ .= J pryud0 .o (s -o 1 .a (u E (D z E o Y '6 ! N o o) '= o) .

*'. \ ! : i l bs . ilttll | _l i -i-". I i \ .\ F r o o o o c. / \. q ro -o _t {-:}J /. .N o -o lz ot -l E l f I \ io I o :. s rO tl I s o) ll be (o tl E (! rit tl rl fl pvuds I \. (\ \ll I I I o o (f.- l-- ol t/ . t tJ I o o o i o co -:< f. t\ \ 'l 6l I ''/.\: ir\ -A \r \ .l'.-.a E z E o Y '6 . (l) U) r ----t.i a o l'./ \ -f o o o (o (tr o) o (L 6 ". .-'\I t'. 'ci tl ri --l ": 7 i..'.\.f.I = il E o dl '=:t I I V \ f \ I i f+ >: Rg..tl f' ..' t '-I rl *:.r< ($ L o \i |(i X.(a -i . \ \ '-)\\\ \i t"tsii' o) 6 (f) d i: 'oE J .a >. t:jT ..

d -o -l fiJ o c f -Y f o o c? t\ $ E o) o (o o co I a c (Il o G' o o (L a -ut (t' z o E o Y 'a l< (u o E o) -q o n O .= E N J pryud0 .

= J o o o o o ci pryudE .)a - = E o dl o (n .q. (E E z E = \< '6 Y (Il o c) E (u L (tl t() o) i5 d .G' (U -o n) -) .)< f a fit o o) oo f (s .

7 /'...l l l == (. (u o .bft iit -c' = o o c) F* fi/ 'll 1r t: lr \1 co o o co L f E c) s .!E o- \ I ' ..\ tt\rr n. i (! i I {. I \ \1 0) (L o t.. N ll .b ---1 s-t ||.i I o : : I \ t' I . tl (D \ . \\\'. -\\ o o o o c.. I ..')t. i r. o N ulfl sr ol l >o\l I ! c tl 4t--F\! ct) o (U \/ \ \ \ :l I € ..e bs tl \ \' E (t.(5 fit q) -) l.iI .r t /-r I r) I: '/'t i \r__i GI -a- - .\ .irt s tl o .'t. e! -c\ y. { .a (5 It E z E E Y '6 Y o I :\ : i I I -...-):\$ .t t: :l..: i5 (o cj E J pryud+ .x rJ) ll .s sf tl -- n\. (xl _.\tt 'r \\.'l f 'r/ I I I t_ -l \i /x /'.

(U (It -) v f. l = c (D (n o L (D (D :t -!l a L a (g o (L o q) .= E J puud+ .a o o o E z E :4 -6 x N o '= o. (! i5 N d .

.'.- O c = .:i l* / '.lz t I -l 0 '=. I t I 'r. I cd I I i-i r . _-i N.'....' 1 : i t' :l I ri:'\ t. ' E = Y '6 I I I I I -.! \.tl a rJ)l \ | [\t *..\ \./ ( I t . ..9 (U c I il '1tl -*1 -l I tl r . \ \. \ = -: -- E co O L Q) . t \.To.i r i f' F !-.-. r i \l .I :.L roo|f)or. \ ./ t t. _1-I \ a \ \: \ t'\ o st o a q (f) \' .i :i t. lt c o c) o oE FeEF-n 'r. \ '.\ .. rl -'-. o) o \ -'1 CJ (t. T i'r\ *"\ H 't \\ A -l l\ { O I I I z o -i'l I i \ r. 'r \\.-))\lii' r\.r. r -c a-. .'/ .J t -- 'i./ / _ i. o o o q ro I /'.i \ r ii+ Ir Xt r).(t (! - 0) -t .r)o C!NF o o o e o pryuds J .. -l . c! !l (D IY \ t . :1 \ .. o o e C\ o o - o o $ [ -'I s fi tl E 6 @ sl s NI '{l t l i ! \ -.. N t \/ d -=. '\\\. ti ! ) a o o (! :f -Y '.-b-.R rO . t.l / \ l-l). . l :\ \ . t' ii\ l- tr o T.t| rOo\ il . \: .

a . cj . lz c f = o o <) q t o co IZ 0) a q t\ q) o o o q (0 o (L o (s o o o q ro N o€ o-a o qti sf' A a o o o q (f.C (u E @ -.i o 0) o o (f q E 6 o ol o L o o o o.= E J e o .9 z E o Y '6 I (U E o o o o c.

A LAMPIRAN .

M.Depaftemen Pekerjaan Umum. MT ST.Sc lr. MT ST. Palgunadi.Sc lr. Laneke Tristanto lr. BE . JokoSulistyono.Sc lr. Didilrahadi Asep Hilmansyah. o o .Sc Prof.Eng. ST Sarmin.Eng. M. M.Sc lr. Agus Nugroho. WilanOktavian.M.DirektoratBina Teknik. b) Tim Pembahas o o o r o e o . M. DirektoratJenderal BinaMarga.Sc lr. o o . ST Yudhohrui Hadiarto. MPPM lr. o . ST Sukisno.Eng. MM lr. JajaPryadi. HerryVaza.LampiranA Daftar Nama a) Pemrakarsa Penyusun / Subdit PenyiapanStandardan Pedoman. lwanZarkasi.Eng. Bambang Widianto. lr. Budianto. HeriYugiantoro.Eng.lr. M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful