P. 1
48-Perencanaan Struktur Beton Bertulang Untuk Jembatan

48-Perencanaan Struktur Beton Bertulang Untuk Jembatan

|Views: 395|Likes:

More info:

Published by: EddySyahputraBenSyahren on Dec 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/30/2015

pdf

text

original

MANUAL

Konstruksi dan Bangunan

PERENCANAAN BETOI$ STRUKTUR BERTULANG UNTUK JEMBATAN

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT BINAMARGA JENDERAL

PRAKATA

jal pembinaan an Sa l a h sa tu a sp e k p e n ti n gu ntuk menunjangkeber hasialan a d a l a h d e n g a n te rse d i a n ya m a, Standar ,Pedomandan Manual ( NSPM ) , Nor y a n gda p a td i te ra p ka d i l a p angan n denganm udah. Untuk mengatasi permasalahandi atas, DirektoratBina Teknik Direktorat J e n d e ra lB i n a Ma rg a D e p a r tm enPeker jaanUm um telah menyusunM an ual Perencanaan Struktur BetonBertulanq untukJembatan. M a n u a l i n i d i su su n d e n g an m emper hatikanm asukan dar i nar asum ber jalandan jembatan. b e r k o mp e ted a n ya n ga h l id i bidang n peker jaan p T a t a c a ra e n u l i sa n n u a l n i mengacupada Pedom an ma ( i Nasional PSN ) Standar No. B tahun 2007.

Apabila dalampelaksanaannya ditemui ataupun terdapat kekeliruan kekurangan pada manualini, akandilakukan perbaikan dikemudian dan penyempurnaan hari.

Jakarta.

Desember 2008

Dir ekturJender alBina M ar ga

UL$ti,, L^L\,\LFG-(,N
A. Hermanto Dardak

Daftar isi

Prakata Daftarisi gambar Daftar Daftartabel 1 . P e n d a h u l u a.n. . . . . . . . . . . . . . . 1.1. Ruang Lingkup 1.2. Pemahaman terhadap Struktur Jembatan 1.2.1. Umum 1.2.2. Tipikal Struktur ............ AtasJembatan 1.2.3. Tipikal Struktur Bawah Jembatan Penjelasan Persyaratan UmumPerencanaan ................ 2.1. SyaratUmumPerencanaan Struktur Beton 2.1.1. UmurRencana Jembatan yangDigunakan 2.1.2. Satuan .......... 2.2. P r i n s i p m u m e r e n c a n a a.n. . . . . . . . . . . . . U P . . 2 . 2 . 1 . D a s a r m u m e r e n c a n a a.n . . . . . . . . . . . . . U P . . 2.2.2. Asumsi Anggapan dan Perencanaan .......... (PBKT) 2.2.3. Perencanaan Terfaktor Berdasarkan Bebandan Kekuatan 2.2.4. Perencanaan Berdasarkan BatasLayan(PBL)........ 2.2.5. Metode Analisis 2 . 3. Sifatdan Karakteristik Material Beton 2.3.1. Kekuatan Nominal Beton 2 . 3 . 2 . T e g a n g alni n. . . . . . . . . . . . . j 2.3.3. Lengkung Tegangan-regangan 2.3.4. Modulus Elastisitas

I

ii
V

vii 1-1 1-1 'l-1 1-1 1-3 1-10 2-1 2-1

2.3.5. Angka Poisson
2.3.6. KoefisienMuaiPanas 2.3.7. SusutBeton padaBeton 2.3.8. Rangkak 2.4. Sifatdan Karakteristik Material BajaTulangan Non-Prategang 2.4.1. KekuatanNominal 2.4.2. Tegangan ............. ljin 2.5. Sifatdan Karakteristik ............... Material BajaTulangan Prategang 2.5.1. KekuatanNominal 2 . 5 . 2 . T e g a n g alni n. . . . . . . . . . . . . j 2.5.3. Modulus Elastisitas 2.5.4. Lengkung Tegangan-regangan 2.6. BebanRencana 2.7. Persyaratan Kekuatran Beton 2.8. Persyaratan SelimutBeton 3 . MetodologiPerencanaan ................ 3.1. Pendahuluan................ 3.2. Pokok-pokok Perencanaan ........... 3.3. Tahapan Perencanaan ............... 4 . Perencanaan Kekuatan LenturBalok

2-1 2-1 2-1 2-1 2-2 2-2 2-2 2-3 2-3 2-3 2-4 2-4 2-6 2-7
2-7 2-7 2-10 2-13 2-13 2-13 2-15 2-15 2-15 2-16 2-16 2-'16 2-16 2-17 3-1 3-1 3-1 3-1 4-1 4-1 4-1 4-1 4-2

4.1. Umum
4.1.1. Kondisi BatasPerencanaan Berdasarkan PBKT

4 .1 .2 . A su msi e re ncanaan P ................
4.1.3. Tipikal Keruntuhan Balok

4.1.4. Penentuan RasioTulangan Keruntuhan BatokBerimbang 4.2. Analisis BatasBalokPersegi Tulangan Tunggal 4.2.1. Penyederhanaan Formulasi untukTabulasi 4.2.2. Langkah-langkah Mendesain Balokdengan TabelManual 4.2.3. Formulasi untukDesain Manual secara

4.2.4. KekuatanMinimum 4.2.5. Syarat Tulangan Minimum 4.2.6. Syarat Tulangan Maksimum
4.2.7. Jarak Tulangan Perencanaan Kekuatan BalokTulangan Ganda 4.3.1. Analisis BalokTulangan Ganda 4.3.2. Analisis BalokTulangan Gandadengan Tulangan TekanLeleh.... 4.3.3. Analisis BalokTulangan Gandadengan Tulangan TekanLeleh Menggunakan TabelManual 4.4. Perencanaan Kekuatan Balokterhadap Geser 4.4.1. Kekuatan padaBalok GeserRencana

4-3 4-4 4-5 4-8 4-8 4-10 4-'t0 4-11 4-11 4-21 4-23 4-24 4-28 4-31 4-31 4-31 4-32 4-33 4-33 4-36 4-36 4-38

4.4.2. Kuat Geseryang Disumbangkan Beton oleh 4.4.3. SyaratsyaratTulangan Geser 4.4.4. Kuat Geseryang Disumbangkan Tegangan oleh Geser 4.4.5. Tulangan Geser Minimum 4.5. Perencanaan T ............... Balok 4.5.1. Balok danBalok T T-Semu 4.5.2. Analisis Balok Tulangan T Tunggal 4.5.3. Analisis Balok Tulangan T Ganda........ 4.5.4. Analisis Balok Kotak Hollow........ 5. Perencanaan Kekuatan Ko1om........ 5 . 1. U mu m 5.1.1. Faktor Reduksi Kekuatan... 5.1.2. Prinsip Perencanaart................. 5.2. Perencanaan Kolom Pendek...... 5.2.1. Diagram InteraksiKolom........ 5.2.2. Perencanaan Menggunakan Diagram Interaksi..... 5.3. Perencanaan Kolom Lamgsing... 5.3.1. Pembesaran Momen untuk Kolom Bergoyang.............. tak 5.3.2. Pembesaran Momen untuk Kolom Bergoyang. 5.4. Kekuatan Kolom dalam Kombinasi Lentur Biaksial Tekan. dan .. 5.4.1. Asumsi Perencanaan................. 5.4.2. Perencanaan pada Momen Berdasarkan Masing-masing Lentur secara Terpisah.... 5.4.3. Perencanaan Lentur Biaksialdan Tekan 5.4.4. Persyaratan Tulangan untuk Kolom 6. Perencanaan Kombinasi Geser Puntir.. dan 6.1. Penggunaan Metode dan Perencanaan.......... 6.1.1. Pen99unaan.............,... 6 .1 .2 . Me to dP e re ncanaan................. e
6.2. Kekuatan puntir 8a1ok.......... 5.3.3. BebanTekuk......... 5.3.4. Syarat Kelangsingan................

4-50 4-57 5-1 5- 1 5-1 5-1 5-2 5-2 5-4 5-5
5-5 5-6 5-8 5-8

5-14 5-14
5-14 5-15

5-15 6-1 6-1 6-1 6- 1
6-1 6-2 6-3 6-4 6-5 6-6 6-7

6.2.1. 6.2.2. 6.2.3. 6.2.4. 6.2.5. 6.2.6.

Syarat Tulangan Puntir...,..... Torsi Keseimbangan Torsi dan Kompatibifitas................. Tulangan PuntirMinimum.... Definisi danP.o.............. A.o Detail Tulangan Puntir.. Bagan Perencanaan danGeser.. Alir Puntir
ill

7.

7-1 7-1 7-1 7-2 7-2 7-3 7-3 7-3 7 .2 .1 . U mu m padaPelatLantai 7.2.2. Kekuatan 4-5 GeserNominal 7-6 7.2.3. LuasMinimum SengKang Tertutup..... dari 7.2.4. Detail 7-6 Tulangan Geser.. Perencanaan 8-1 Dinding... 8.1. Penerapan 8-1 8 . 2 . P r o s e d u re r e n c a n a a n . . . . . . . . . . . . . . . . . 8-1 P 8.2.1. Umum 8-1 8.2.2. Dinding 8-1 hanyaDibebaniGaya Sebidang. Vertikal 8.2.3. Dinding 8-1 Dibebani dan GayaVertikal HorisontalSebidang............... 8.2.4. Dinding ................ 8-1 Dibebani GayaHorisontal Tegak Dinding Lurus 8.2.5. Dinding Dibebani Sebidang GayaHorisontal dan GayaVertikal 8-2 Tegak urus indin9............... L D 8.2.6. Dinding 8-2 merupakan Bagian dariStruktur Portal....... 8.3. Pengaku Pengikat 8-2 / Dinding...... 8.4. MetodePerencanaan 8-3 Disederhanakan untukDinding Terikatyang Menerima hanya GayaVertika|................ 8.4.1. Eksentrisitas 8-3 Beban Vertikal...... 8.4.2. Perbandingan 8-3 Tinggi Maksimum dengan Ketebalan.. Efektif 8.4.3. Tinggi Efektif......... 8-3 8.4.4. Kekuatan 8-4 AksialRencana dari Dinding 8.5. Perencanaan Dinding 8-4 untukGaya Horisontal Sebidang... 8.5.1. LenturMinimum.... 8-4 8.5.2. Penampang 8-5 Kritis Geser 8.5.3. KekuatanGeser......... 8-5 8.5.4. Kekuatan 8-5 Gesertanpa Tulangan Geser......... 8.5.5. Sumbangan Kekuatan Geser olehTulangan Geser........... 8-6 Dinding 8.6. Persyaratan Tulangan 8-6 Dinding...... 8.6.1. Tulangan 8-6 Minimum.,.. 8.6.2. Tulangan 8-7 Horisontal untukPengendalian Retak......... 8.6.3. Jarak 8-7 Spasi Tulangan............ 8.6.4. Pengekangan 8-7 Tulangan Vertikal.... 9. Perencanaan 9-1 Korbel..... 9.1, Penerapan. 9-1 yang 9.2. Faktor-faktor PerluDipertimbangkan dalamPerencanaan....................9-1 9.2.1. Tinggi 9-1 MukaSisi 9.2.2. AksipadaKorbel 9-1 g-2 9.3. Prosedur Perencanaan................ 9-2 9.3.2. Penampang 9-2 Kritis.......... 9.3.3. Kebutuhan 9-2 Tulangan Total. 9.4. Persyaratan Tulangan... 9-3 9 .4 .1 . T u l a n g a n n i mum.... 9-3 Mi 9.4.2. Sengkang 9-3 Tertutup..... 9.4.3. Pengangkuran 9-3 Tulangan Utama Tarik

Perencanaan Kekuatan Pe|at.......... pelatLantai 7.1. Perencanaan Kendaraan terhadap Lentur........ 7. 1 . 1 . T e b a M i n i m u m e l a L a n t a i . . . . . . . . . l P t 7 . 1 . 2 . T u l a n g aM i n i m u m . . . . n 7 .1.3. Penyebaran Tulangan untuk Pelat Lantai......... 7 .1.4. Pengaku Bagian Tepi........... 7.2. Perencanaan PelatLantai terhadap Geser.........

tv

.3 Gambar 5. 1 r Gambar 1....1 Gambar 1.8 Gambar 4. . 1953 Box Dusseldorf.6.1 0 Tipel-Girder Segmental.... ....9 Castlewood Canyon.7 Gambar 4.4 Gambar 2. . 2005.. Regangan Tegangan Tulangan dan Beton Bertulang PadaPenampang Tunggal 4-2 'b.7 Gambar 4. 4-4 4-7 Diagram Analisis Alir Tunggaf BalokTufangan (Manual) 4-9 Diagram Desain Alir BalokTulangan Tunggal 4-11 Spasidan Selimut Tulangan Perbandingan Penampang tanpa TulanganTekan (a) dan dengan (b).. g Nomograf untukFaktor Panjan Efektif. Box Lauderdale Airportlnterchange 1.. JamesG.... ..2 Perhitungan danMnuntuk Pn Distribusi Regangan Suatu (Sway PortalBergoyang Frame) (Sway Portal Bergoyang Frame) FaklorPanjangEfektif. MacGregor .... Cikubang-Jawa Pembagian Beton Analisis dan Perencanaan ElemenStruktur Bertulang 1-18 2-5 Kurva Tekan f-e Beton Kurva 2-6 Stress-Strain Beton Grafik 2-9 Faktor Susut Grafik 2-12 Faktor Rangkak = (Kurva Contoh Kurva Tipikal Baja Tekan Stress-Strain Tulangan Kurva 2-13 Tarik) Tahapan 3-2 Perencanaan ... .3 Gambar 2.. Regangan Dan Gaya dalam Balok KondisiKeruntuhan Tarik...1 Gambar5... 4-3 Penampang.....*...4 Gambar 5..2 Gambar 1. 1 6 r Gambar 4.4 Gambar 4......5 G a m b a1 .ror crai{ Perbandins"n K..1 Gambar 6.Daftar Gambar G a m b a1 . ..1 Gambar 4.. 5-3 5-9 5-10 5-10 5-11 5-14 5-16 TorsiKeseimbangan TorsiKompatibilitas 6-3 6-4 ........3 Gambar 4.......13 G a m b a4 .4 Gambar 6........5 Gambar 4.. 1 4 r G a m b a4 . 1-8 Jembatan Gider Segmental..............12 Gambar 4..4.. 6 r Gambar 2..5 Gambar 3. 4-22 Penampang...8 Gambar 4... Dusseldorf.... 1 5 r G a m b a4 .......5 Gambar 5.6 Gambar 4..... ReganganDan Gaya dalam Beton denganTulangan Tekan 4-23 BalokT dalamSistem 4-36 PelatSatuArah ... 1 .... 1 1 r Gambar 4... 1961 (Arc Jembatan Pelengkung Bridge)... 1948. k GarisKerjaAksi dari Resultante GayaAksial Spasiantara Tulangan Longitudinal Kolom . 4 r Gambar 1.2 Gambar 5.. 1-9 Jembatan Solid-Slab... BalokT dalamMomenPositifdan Negatif 4-37 LebarEfektifBalokdenganSayap 4-38 Analisis 4-39 BalokT Tulangan Tunggal Analisis 4-40 BalokT Tulangan Tunggal KondisiTarik Penampang.17 Gambar 5... ..7 1-2 Komponen Prinsip Struktur Atas. Regangan GayadalamBalokKondisi Berimbang Dan Penampang...9 Gambar 4.ffi 4-3 i"nir .2 Gambar 2..... 1 .....1 Gambar4.. (AASHTO k LRFDsec.i...1 Gambar2.6 Gambar 5.8 Jembatan Girder.2 Gambar 4..10 G a m b a4 ...2. Tulangan 4-21 Tekan Efektifitas Tulangan Defleksi Akibat Beban TekandalamMengurangi Tetap(Sustained)..5)..7 Gambar 5.. Jembatan Barat.3 G a m b a1 .. Tekan 4-41 Regangan GayadalamBalokT Kondisi dan Diagram Analisis 4-43 Alir Balok Tulangan T Tunggal Analisis 4-50 BalokT Tulangan Ganda Diagram Analisis 4-53 Alir BalokT Tulangan Ganda Superposisi 4-57 Gaya-gaya KopelBalokKotakHollow Diagramlnteraksi 5-3 Kolom Gambar 4.

.3 Gambar 7...Gambar 5.... BalokTinggi Kantilever 6-5 7-4 9-1 vl ..1 Definisi danAn ...... Ao Keliling Geser Kritis ...1 pambar9........

....PangkalFondasi Tiang(a) JenisBangunan Bawah. ... JenisBangunan (a) Bawah Pangkal Fondasi Langsung ... JenisBangunan (a) Bawah Pangkal Fondasi Sumuran JenisBangunan (b) Bawah Pangkal Sumuran .BetonPrategang .6 Tabel1.. Fondasi JenisBangunan Bawah.. .. ... JenisBangunan Bawah JenisPilar...5-2 Tabel2....... (b) Atas JenisBangunan (c) ........8 Tabel1.... JenisBangunan (b) Bawah Pangkal Fondasi Langsung ..5 Tabel1..3 Tabel1.. ..Beton . DiameterTulangan FaktorBebanKeadaan BatasUltimate FaktorReduksi Kekuatan U..1 Tabel2.Daftar Tabel Tabel1.SUntukBeton UkuranTulangan untukSengkang Spiral dan vtl ..... u SelimutBetonBerdasarkan PadaBetonPrategang .4-1 JenisBangunan .3 Tabel3...6 Tabel1....8 Tabel2. Atas.1 Tabel1.......7 Tabel1... Atas 1-4 1-5 1-6 'l-7 1-11 1-12 1-13 1-14 1-15 1-16 1-17 2-10 2-11 2-16 2-17 3-4 3-5 5-17 Persyaratan Kekuatan Beton ntuk Abrasi ..BetonPrategang JenisBangunan (d) Atas....7 Tabel1..Beton ......2 Tabel1.2 Tabel5.2 Tabel2..4 Tabel'1.PangkalFondasi Tiang(b) KoefisienStandarSusut Beton sebagaiTambahanReganganJangka Panjang Koefisien Standar Rangkak Tambahan Regangan Jangka Betonsebagai Panjang Jenis (a) Bangunan ...1 Tabel3...L...

DaftarLampiran Lampiran A DaftaxNama .

Pnxo.I. betonbermututinggi (fc' > 60 Mpa).2 1.fc'antara20 MPa s. * 3.d 60 MPa ). Secara umum strukturjembatan terbagiatasdua bagian: l. 1.1 Raz.fc'antara20 MPa s. struktur atasjembatan (superstructure) 2. 2. Fondasi Adapun yang dirnaksuddenganstruktur atasjembatanadalahsemuakomponenyang beradadi atas perletakanjembatan. l-1 . Manual Perencanaan StrukturBetonBertulang untukJembatan Hal. fisik lainnya. betonringan ( beratisi + 2000 kg/m3. betonnormal ( beratisi + 2400kg/m3. jurang.lnuLultt I PBNDAI{ULUAN 1. jalan atauhambatan lembah.2. strukturbawahjembatan(substructure) 3.ne Lmexup Perencanaan strukturbetonini digunakanuntuk merencanakan o jembatanjalan raya o jembatanpejalankaki Dibangundenganmenggunakan l. * *) berlakujuga untuk kategori dua beton terakhir dengancatatanperlu penyesuaian perilaku dan penelitianyang dapatditerima.1 PnuatuutN Uuaa JsantrAN TERTTADAv STRUKTUR Jembatan adalahsuatubangunanstrukturalyang digunakanuntuk melewatkanorang atau kendaraan di atas dua daerahlkawasanatau ruang yang terpisah oleh sungai. Fungsi dari struktur atas adalah sebagaielemen horizontal yang menahanbeban-beban atas lantai kendaraanuntuk ditransferke di elemenstruktur bawahatauke perletakan.d 40 Mpa ).

Manual P erenc anaanStruhur Beton B ertulang untukJembatan Hal.Member direncanakan utamatipe balok sepertibetonI-girder. 3 .Fungsi utama struktur pelat lantai adalah di mendistribusikan beban-beban sepanjangjembatan secara longitudinal atau mendistribusikan bebansecara tranversal. box-girderataulainnya. MemberPrimer lalu longitudinal(searah Member primer fungsinyamendistribusikan bebansecara prinsif biasanya lintas) dan secara untuk menahanlenturan. 4.str I otrs Pernukocr: r i Peloi Jemboicm Gambar 1.1Komponenprinsip strukturatas sebagai berikut : Stnrkturatasjembatanterdiri dari komponen-komponen 1.l-2 . Pelat lantaijembatan Pelat lantaijembatanadalahkomponenstrukturjembatanyang menahanlangsung lalu lintas kendaraan atasjembatan. 2 .l. Pnuo. T-girder. MemberSekunder Member sekunderadalahpengakudiafragmaatau ikatan antaramember primer yang direncanakan untuk menahandeformasi struktur atas dalam potonganarah melintang dan membantu mendistribusikansebagianbeban vertikal di antara girder-girder. Permukaan jembatan(wearingsurface). atas Porsi dari potonganpenampangpelat lantai jembatan yang menahanlalu-lintas lapisan kendaraan secaralangsung.Biasanyabagian ini terbagi menjadi beberapa yang terbuatdari bahanbituminuous.aawu.

kemudian setelah balok gelagarjembatan dibuat terpisah pada saat pembuatannya.2.Elemen struktur horizontal pada jembatan struktur beton biasanya dapatberupagelagarbeton i-Girder. pelat kendaraandisatukan dengan elemen gelagarnyasecara integraldari semulapembuatannya. 1-3 .I. box girder.aTSrnarranATASTEMBATAN Secara umum struktur atas jembatan dapat dibedakanmenjadi 4 bagian menurut materialpembentukelemenstruktumya: l. Jembatan strukturk.tw Illemen struktur bawah biasanyadapat berupa kolom pier .dinding ataupunberupa pangkalj embatan(abutrnent). Adapun bagian fondasijembatan biasanyadapat berupafondasi dalam.2 TrcTr. atau fondasi dangkal. concreteslab (pelatbeton). voided slab (pelat berongga).Padajembatan Struktur beton l-Girder atau T-Girder. 1. Pztnnnuu. ereksen disatukan dengan pelat kendaraansecara integral agar terjadi komposit.". Tidak dibahasdalammanualini Manual Perencanaan Struhur BetonBertulang untukJembatan Hal. Adapun box girder. jembatan strukturbeton 2. i di Jembatan struktur atasbeton yang dimaksudkan sini adalahjembatanyang dibuat dari material beton baik pada keseluruhan ataupun sebagian elemen struktur pembentuknya. jembatanstnrkturbaja 1 3. T-Girder.

1t15 anaanStrukturBeton B ertulang untukJembatan Manual P erenc .enutu.Beton (a) Tabel l-1.I.ttt Atas . Poyn. Jenis bangunan Jcoir Smgvnan At[t bato{ }o.mbilin lr! Peli! Brton btrltjlin$ Itl: Pcltt brfon300 10-18mI 1r18 lc) K6{.115 1 llI Gatogarb€toa bott 1t12.{lDrrect.t 5-13m I tltS 'T' lcl Cetdtrrbo(o^ 1'13.tirtrnn t I I I | I 8onlul bontmg ulrtnl J.

qnutu. JenisbangunanAtas Betonft) Jlnb Baaguaro Atrr 8ofttul brotorto utrmt Vrrlotl Bchr!rg Fatbtndh$rn htt $rikd tho0ltbonlong Prnoapilrn Jrnrbotrn botonbrnuhng '! Blton luonluk Itl Lon0k\rng 0r'. PnNo.1-5 .l.2 0m Manual Perencanaan Struhur BetonBertulang untukJembatan Hal.s! beron{g! 6-16m 1t20 fungsional lcl Stlnrn lrrongia horapot4ocagfn lofitai lralon 8-14m 1/1 I fungsional .bolrl 30-70m 1R0rata2 estetika Josnbtron Dctoop|rtokon : lrl $c0rnrnFn:rt m 6-'12 1t20 fungsional lbl So0nenp. rongeo tungstt . bott b!?€hggl 1 6 .tN Tabell-2..

n drnoan linlrl kofioodt. Pnvo. 20-50m 1t17.5 baik 1t20 tl Golrgar bok3rntn€. Jenis bangunan Atas .39 6-150m 1/18 1/20 estetik Manual P erenc anaanStrukturBeton Bertulang untukJembatan Hal.4 0 m 1I15 1/16.tnutu.l. &clthstnaea lta$ 1q 1.1-6 . ltntilove..5 baik lil Gslagof b€l8 rnorolhik drlim bentan0 to8orhonE.BetonPrategang(c) Jcnlr Eonguno{r Ator Jonrltnlrllrhoton Ptetolnn! thl Grlagrr bot| Frisa Frnilrno.ut. Oontul bontnng utrrma Vrimi Eentnnt PBrbonfrn0in hrL ripll(0l tincollbnntana ?onompllan 1 8 .qN Tabel l-3.

5 fungsional mendetaildalam laporanini akan dititik beratkanpadaelemenAdapun pembahasan elemenstruktur atasyang terbuatdari beton bertulang saja.t Atas .roan Inh(oi bcton hompoiit 6slom bgAlntto thltltrlJs.1! .5 fungsional tlt Grb0r. 16-25m 11151r16.1-7 .I. 5 fungsional 'r8-25m 20-40m 1t17.5 1/17.4 5 m 1r16.BetonPrategang(d) Tabel l-4. Manual Perencanaan StrukturBetonBertulang untukJembatan Hal. I orc'DcA{0rr}0!n dcn{r+ lefltli lo$tutoiit ddem btntsng frrftfi0!|.I.1 / 1 6 .3 5 m 1 i l 5 . PwnAnuLu. 'r2-35m 1 8 . f!|3ci 0cnagln$. Jenis bangunan Jofilr Bln$rnrn Arrt Jafibtrart brton 9r'trlrn : orolul boeileng utrora Vsrlatl Bnnl*r! ?arbaadlogm htl dp*el tlno*iIbonunft Paotmgarn I ldl Oelooar dcrnrn lrntal ksnrgocitdllom benlons redethrrp : r nfDrlenco0n0tn .s. ptJ 4 patcn FOnC0l^01^ lll 6clo0$ | do.5 tungEional 'T'-prica hl Gctlinr pgnqlin$an. 2 0 .

1Jembatan girdersegmental.. 1953 Manual Perencanaan StruWurBetonBertulans untukJembatan Hal. I -8 .l.Dtisseldorf . box box Gambar 1.1n" Airport Interchange.2 Jembatan girder. Lauderdale Gambar 1. PrNo.lautt.

Castlewood Canyon. Pnxn.4Jembatan (Arc Pelengkung Bridge).I.3Jembatan Solid-slab.tuuruax Gambar 1. 1948 Manual Perencanaan Snuhttr BetonBertulang untukJembatan Hal. 1-9 . 1961 Gambar 1. Diisseldorf .

Jenispangkal(abutment) St-ruhurBetonBertulang untukJembatan Manual Perencanaan Hal. Secara vertikal dan horizontal dari bangunanatas (superstructure) berikut : umum Strukturbawahjembatandibedakan menjadidua bagiansebagai l.I. 1-10 .nurcs:u Tipe l-GirgerSegmentalCikubang-jawabarat.2005 Gambar 1.2.5Jembatan . PtNo. Jenispilar (prer) 2. 1.3 Ttprcat Srnaman Bawnn JrunnrtN Strukur bawah adalah komponen struktur jembatan yang menyalurkan gaya-gaya pada fondasi.

11 .1. Ptuoeuutunu Bawah. Manual P erencanaan Struldur Beton B ertul ang untuk Jembatan Hal.I.da atimn aru lpari kolom 20 mcmhantu ketancartn arug r.niurkan kolom lirkuhr p.JenisPilar Tabel I-5.J 6 2S f--T l-Tl 5 15 15 PILAR FORTAL OUA TIIIGI(AT 2S PILARTEIIBOK PEITAM PA]IGI pcnampang ini tid* baik dlm rnenatran riiran arug eebdkrrya digunak8n dl damt 25 vertikal Sedikit berbedadenganpilar. penahantanah. pangkal jembatan selain memikul gaya-gaya pangkal juga difungsikan sebagai dinding maupun horizontal dari superstructure.Oleh karenafungsinya sebagaipenahantanah maka elemenstruktur ini biasanya tertimbundi dalamtanah. Jenis bangunan JENIS PILAR TINGGI TlPlttAL(m! 0{024t0 PILAREALOKCAPTIAIIGSEDERiIA}IA 0ua baril tiang nd&lnh maoimurn PILAR I(OLOil TUIIGGAL dianiurkan kolom sirlcutar psda alirEn arus --'*& T--_-? T I t5 PILARTEUB0K Uirrrq bun{fsr dan diftyemen teff]bok _*--@ icroai ar.h dirln rn€mbantu ke|rincarun 6ru! d6n rtlenguringi geruun PILARFORTAL SATUTIIGKAT (ICOLOI!4 GAUOA ATAU iiAJEUUT) da.

Jenis bangunan Bawah-Pangknl FondasiLangsung(a) jarak entara perletakan t [: i "r.qu Tabel 1-6. i .I..+ . t I lii lii Ferlindungnn terhadap geruasn diperlihatkan eebagAilnuntuk keiilasan DEFAN ELEVASI rht -$ehar panEkal -{ .l-12 . Ptttolnutu.. -$ebar Pelattniak*q -{* I lebar tennbok il penjanE pelatt iniak I tTrF I DEPAN Marual Perencanaan StrukturBetonBertulang untukJembatan Hal.

t LebarbalokkeF*la tinggitembok kepala Perletakan perlirdungan Po*desi S00mm bewah di Dermukafift fisli teneh Ferflukaanasli p tembok enahan :ebalpilecap 1-1 POTOTIGAH Tcnnb*lr ra'fip elevasidepan Toaf.b$kpanuhon {'"" "---i balek depan 3D PANDAT{GAN STRUKTUR pelatinjakuntukkemudahan} terrnasult {Tldak Manual Perencanaan Snuhur BetonBertulang untukJembatan Hal. Jenisbangunan 200 mm luffi perlirHluilgan tipikal timbuftan t5Ornn t Ttplkrl l**k--.l.1-13 .4tl (b) Bawah-PangkalFondasi Langsung Tabel 1-6.quutu. PrNo.

I. Jenis bangunan Jarak pertetakan perlindunqnn terhatlap nt'/..1 t.-l. pordasi lr liI I '-.-1 Lebarpanqkat _ --.1-14 .rnneter surnurafi ELEVASIDEPAN r-r.5rak i '.PangkalFondasiSumuran(a) Tabel 1-7.r _hbar | -pelst lnlsk tembsk I | sryEp Paniang pelst inlak I OEPAN Manual P erencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. bebas samping 250 rnnt Di.lu Banah . Prttoeautu.

. Jenisbangunan 20$mm perlindungan tuas tipikal timhunan it0 mrr Tlpllal t*L. kepala balok Lebar kepala tinggitembok Forl slnhar Pondasiperlindungsn \( di 8t}0mm havrah perrnukaan tanaha*li Permukaan asli hsbebassn s6mpins 250mm penf. PnNo.I. 1 N *levaai depan 3D PANDANGAN STRUKTUR pelat (Tidak injak untuk kemudahan) termasuk Manual P erencanaan Snuktur Beton Bert ulang untuk Jembatan Hal.aautunu Bawah.1-15 . 11 .han tembok pilecap P O T O r \ ' 6 .PangkalFondasiSumuran(b) Tabel 1-7.

PangkalFondasi Tiang (a) lamk Elntara pertetalcan I Perl[nrlufig{ln torhcdap iameter tiang g spasitian arah memanjang ELEVASIDEPAN --tsr:h-l spasi tiang erah mesnt{xrg DENAH uirtrEmiffinum Manual Perencanaan Snuktur Beton B ertulang untuk Jembatan Hal.I. Pnuotnurum Tabel 1-8. JenisBangunanBawah.t-16 .

--\-qfi kebebasanssmgng tiang vertlkal harus digunokan dalarn wilayah gerr|pi lr2r3 dan 4 bita dinginl€n peraEakuclaktsal tebat uiung balok cap' \i FOTONGAN{-1 Temhok kefala Eler.l: :L I'i I-i * perletalon FrtmutmrE-rr{ Pondasipertindungan batu6lxlrnmdi baw'h Sermukeanasli ?50mm tipikd iebar ternbok penahan pilecap '--r-.I.JenisBangunanBawah.PangkalFondasiTiang (b) luas rxlmm tiPikal Per$rHungan 350 mrn tirnbunan tebar hatok kepeta .asi depan *\ Tennbok Oiameter tiarqg Bdok pilecap PAHDANGAN STRUKTUR 3.O pelatinjakuntukkejelasan| ttidaktermasuk MarrualPerencanaan Struktur BetonBertulang untukJembatan . Ppuotautuau Tabel 1-8.

Kolompier . .Sayappangkal Perancanaan Fondasi . SYARATKEKUATAN .Diafragma Bawah Perencanaan Struktur . \ v !.Perencanaan Lentur I .Pereneanaan abutmenwangkal .Perencanaan GayaV+H Sebidang .Pilecap . .STR.Perencanaan Aksial + Lentur .Pemeriksaan SyaratKelayanan || .Perencanaan pelatlantai kendaraan . Minimum ll .Perencanaan sayappangkal Perencanaan Fondasi .segmen'l(Misal: Jbt.Fondasi dangkal . gelagarbox.STRUKTUR (MisaLJbt.CheckTegangan dgn Cara PBL.Perencanaan oierhead .CheckSyaratTulangan Minimum . Ptuotauru.Perencanaan Detailing Gempa . TEI(AN EL.NON PRESTRESS (Mtsal:Jbt. jbt.Perencanaan GayaV Sebidang .Perencanaan balokEelagar .Perencanaan Geser/ Geser+ Puntirl'l .Pemeriksaan SyaratKelayanan I @ | | Checf SyaratTut. Minimum Tulangan | . Atas Perencanaan Struktur .jbt.CheckSyaratTulangan Minimum . beton pelengkung/are bridge) boks(box girderr. SYARATKELAYANAN I | | | | BALOK PERENCANAAN II - PERENCANAAN PELAT I DINDING PERENCANAAN .Pelatlantaikendaraan .PRESTRESS pelat. BETON TUL. pelat gelagar'T'.GayaH TegakLurusDinding .CheckSyaratKelayanan Gambar1.Perencanaan dan H GayaV Sebidang TegakLurusDinding .Perencanaan Geser CheckSyaratTul.segmen'T) Struktur Atas Percncanaan .Pengangkuran @'.STR.I.Perencanaan Geser .TiangFondasi -----------7-.gelagarbox) barongga.CheckSyarat Kelayanan PERENCANAAN STR.tN BERTULANG BETON JEMBATAN STRUKTUR JEMB.Pierhead .HitungLosses/ k€hilangan teg .Minimum .Perenc. bokssegmental Gelagar kantilever./\ \.Perencanaan Geser/ Geser+ PuntirI .Pemeriksaan Syaratlul. Jembatanpefengkung(Arch bridge ). 1-18 .Pelatbeton.Ealokgelagarprestress .Pemeriksaan (Prestress) Tegangan ."_ \/ STRUKTUR SYARAT KEAMANAN .Perencangan DaerahPengangkuran .6Pembagian Analisis dan Perencanaan ElemenStrukturBeton Bertulang Manual Perenc anaanStrukturBeton Bertulang untukJembatan Hal.i--- KHUSUS JEMB.Perencanaan diafragma Perencanaan Bawah Struktur . segmen gelagarbox.Perencanaan pondasi dangkal pilecap Perencanaan JEMB. Gelagar pracetak.Perencanaan Geser I I I .Abutmenvpangkal .Perencanaan Lentur || . .Perencanaan Gcser/ Geser+ Puntir . 6elagarbokssegmental Jembatankabel (cable stayedJ.kabel. Minimum I .segmen girder'.BETONTUL.Perencanaan kolompier .Perencanaan Lentur+ aksial .Pemeriksaan SyaratTul.Perencanaan Lentur .

1 AMURRENCANAJEMBATAN Persyaratanumur rencanaj embatan: o o Jembatan umum minimum 50 tahun.2. Perencanaan Terfaktor(PBKT) 1. Jembatanpenting/khususdar/atau berbentangpanjang 100 tahun. menggunakan sistemSatuan (m / mm.N/kl\.1 Svtnar Uaaa Pnnnxc.1 PruNstp Uaau PgnENCANAAN Dtstn Umaa PrnnNceNa. Perencanaan berdasarkan BatasLayan(PBL) o Perencanaan balok prategang o Perencanaan deformasi kelavanan dan struktur struktur: Disampingitu. 2. oC) 2. Perencanaan elemenlenturdanaksialsepertikolom/pier geserdan puntir Perencanaan 2.2 2.1. MPa.aNAAN STRUKTUR 2.pelat . dan Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. faktor integriti komponen-komponen .2 DIGaNAKAN SATUAN YANG Internasional Bsrdasarkan SNI.2. Perencanaan berdasarkan BebandanKekuatan o Perencanaan elemen lentursepertibalok. .1. PENYAMTAN UMUMPERENCANAAN 2 PENJELASAN PERSYARATANUMUM PERENCANAAN BnroN 2. Kontinuitas dan redundansi. o Ketahanan terhadap kerusakan instabilitas.ntt elemen Strukturdapatdibagi menjadi2bagian:.2-1 .

3 B PsnrNctNe. 2.2.2. tegangan -ultimate Tegangan Keria 3 Tegangan iiin = sF Manual Perencanaan Strudur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Struktur menahansemuabeban yang mungkin bekerja padanya. Sisi kiri mewakili kekuatan rencana. o .2-L\ 2. Aspek perlindungan eksternal terhadap kemungkinan adanya beban yang tidak direncanakanatau berlebih.attt B.dimana: Rn : kekuatan nominal <D= faktor reduksi kekuatan Sisi kanan mewakili kombinasi penjumlahan beban-bebanterfaktor. = faktor pengali beban.:Beban(Load cases). Y.qr. PENYAMTAN UMUM PERENCANAAN .2 ASUMSIDANANGGAPANPERENCANAAN Untuk prosedur dan asumsi dalam perencanaanjembatan serta besamya beban rencana harus mengikuti ketentuan berikut: .2.att(PBL) yang bekerjadibatasioleh suatunilai tegangan Secara umumnyaPBL adalahtegangan ijin dari materialstruktur.tN BERDASARKANEBANDANKrru. 2. Beban ditentukan berdasarkanPeraturanPembebananuntuk JembatanJalan Raya.trnN (PBKT) TERFAKToR PBKT ditunjukan dalam notasi berikut : ORn> dampak dari lY. (2. Menahan beban angin dan gempa pada arah lateral. Q.tnr.2.4 PERENCANAAN Bennns.2-2 .as Lev. dimana: Q.

.nN K.I Kuat tekan Kuat tekan beton untuk jembatan beton non prategang pada umur 28 hari. PENYAMTAN UMUM PERENCANAAN suatukondisi secara Dengandemikianperencanaan PBL dilakukanuntuk mengantisipasi lain dari: bataslayan. dengan standar Kuat tarik lentur Kuat tarik lenturbeton. retakdanfatik.qRAxrnRrsrrK MATERTAL 2. . f". permanen. r .3 Srcer o.2. . banjirdi sekitar Bahaya 2. Kuat tarik Kuat tarik langsung dari beton. . Menggunakan mekanika programkomputer.1 KEKUATANNOMINALBTTOT.5 METODEANALIS$ persyaratan sebagai berikut: Metodaperhitungan strukturbetonharusmemenuhi r r . 0. Tegangan kerja. Menggunakan BEToN 2. fc' harus 2 20 MPa dan sedangkanuntuk beton prategang 30 MPa. f. prinsipdanalur kerjanyabila menggunakan Drjelaskan ataukeseluruhan Percobaan modelkomponen modelmatematik asaldapatdiaplikasikan. Korosi.33ff perawatan atau rrarapadaumur 28 hari. Deformasi Vibrasi.2. bisadiambil sebesar: Manual Perencanaan Strudur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL2-3 . jembatan. cara teknik yangbaku.yangterdiri antara .3. bisadiambildari ketentuan: .

3 LENGKUNGTEGANGAN-REGANGAN sebagai: beton Lengkungtegangan-regangan biasadigambarkan Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.2.6.: o Beton tanpatulangan o Beton prategang penuh :0.1f"' MPa padaumur 28 hari. Tegangan tarik yang diijinkan pada saat transfer gaya prategang: a 0.' addahkuat tekan beton initial pada saattransfer gaya prategang- Tegangan ijin tarik pada kondisi batas layan Tegangantarik ijin penampangbeton.2-4 .25 J f"t' (selaindi perletakan). a 0.5 ..3.45i"' (untuk semuakombinasi beban). perawatan standar. dengan a 2. o1*=0. PENYAMTAN UMUMPERENCANAAN a atau.I5 . Tegangantekan ijin penimpang beton. 0.602' Dimana: kondisi transfer gaya f". Tegangan ijin tekan pada kondisi beban sementara atau prategang untuk komponen beton prategang. otk = 0.5 rfti' Tegangan ijin tarik pada kondisi transfer gaya prategang untuk komponen beton prategang.2 TrotNeen utN Tegangan ijin tekan pada kondisi layan Tegangantekan ijin.lh ' (di perletakan) 2.ff' :0.3.

2. PnnswnqruttUuuu PTRENCANAAN persamaan matematikyang Dianggapkurva bilinier atau trilinier berdasarkan disederhanakan a a Dianggaplinier.1 Kurva f-a Tekan Beton terhadap responnya Umumnyaperilaku dari materialbetondigambarkan sebagai bebanuniaxialtekan. khususnya setelah melampaui titik puncak.kuruarelatifdatar setelah puncak rnencapai 0. 34 !3 o q 9-r o Padabetonlunak.0(B Gambar 2. Manual Perencanaan Struhur BetonBertulanguntukJembatan Hal.dari test kuatsilinderumur 28 hari. Diperlukanmesin tekan yang kuat (kaku) untuk mendapat kurva yang lengkap.2-5 . berdasarkan tegangan kerja Ditentukandari hasilpengujian regangan kuattekan dari Lokasi maksimum.002 Concrete straio 0.

untuk beton normal sebagai berikut: a (o E" = w"t't . e Gambar2.s Modulus elastisitasbeton.[f I Ec:47a0 Jr' (sll 03-2847-2002).3.2 Kuwa Stress-Strain Beton Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal.' Intialtangent modulus . . -t -\ a a a Ditentukan dari hasilpengujian.o$. yang terutama dipengaruhioleh material dan proporsi campuran beton. f.arnu Uuuu Pranrcaxnntt 2. Pmsrla.E.Nilai E.tu 1n 1n q) a Secant modulus Strain.2. Biasanyayang dianggapcukup mewakili adalahsecantmodulusuntuk 25% 50%fc'. Nilainya tergantungpada mutu beton. atau dinyatakan .4 MoDULasELAszslru.2-6 . dalamMPa.

3. atau pertimbangan bervariasi bisa o Ditentukandari hasilpengujian. (2...2.3-l) (2.Ko".5 ANGKAPOISSON Angkapoissonwrtuk beton. 10 x 10 peroC.u. 2.dengan t20%o.. PensvtnarnuUuuu PTRENCANAAN 2.nilai regangansusut rencana beton pada umur t (hari). bisadiambil sebesar: Koefisienmuai panjang -6 .yangbesarnya diambil sebagai: "".3-3) pengertian: Dengan . = 780 x 10{ 2"" Nilai 2.K o"t "". pengecoran setelah [hari] Ko' Ko' : Faktorpengaruh kelembaban relatiefudarasetempat (%)l tH : Faktorpengaruh ketebalan komponen beton[d (cm)] ManualPerencanaan Struhur BetonBertulanguntukJembatan Hal.2 atau o Ditentukandari hasilpengujian.K rt .3. dan 6"".3-2) (2.2-7 .u to.K ut.=Q t(ts+r))e pengertian: Dengan susutbetonpadaumurt hari. = nilai regangan € = nilai susutmaksimum bisa beton..K"t . bisa diambil sebesar: ' A.3. e*.7 BETON SUSUT Bila tidak dilakukan pengukuranatau pengujiansecarakhusus.Umur betonyang dirawatbasah t dilokasipekerjaan terhitungsejak7 hari . ditentukan oleh kondisi campuran beton dan lingkungan pekerjaan: 1"" = K ot .6 KoTTTSTNMT]AIPANAS betonakibatpanas. 2.. untuk beton yang dirawat basah di lokasi pekerjaan: €"".

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. dapat diambil dari grafik 2.Ks' dibawah.3 Besaranfaktor-faktotKr".Ko'.2-8 . PERSYAMTANUMUM PERENCANAAN K"' K r' Ku' Ko"' : Faktor pengaruhkonsistensi (slump) adukan beton [s (cm)] : Faktor pengaruh kadar agregathalus dalam beton [F (%)] = Faktor pengaruh jumlah semendalam beton [C (kg/m3)] = Faktor pengaruhkadar udara dalam beton [AC (%)] Ku" Ko"' .2.K"".

000214 Btblm Kic 1.1 '.193-o.0 40 50 60 70 80 90 100 (a).2. 3 H: 40< H < t o o ' 1.8 05101520 I + 0.0O8A 0.75+ 0.8 ft o =( 0.0 o 0.0 Fac=0.8 lLt crn ?5 30 ta 02468 (c).2 611'1 J 1.10 1.0 . + S o.4-o. Ketebalan minimumd (cm) 1.4 0.9 0.ol : B o < H < Bo H 0 -:l'3 1.r1'o -b 10 t2 40 30 60 50 70 (d).0 0.2 KL =(3 .05 o/o o.4 | .9 o 2 4 6 I tO12 l4 c. 0 .o16 cm s ' 0. A7o Gambar2. F 1.l:H{40 ' \ .9 -/* '-s -tL 0.1 1. Kehalusans (< saringan no.0348 sacks/cr L0.3 Grafrk Faktor Susut Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.l "iro'u 0.2-9 .89 o. PERSYAMTANUMUM PERENCANAAN 1.2 ^a d -f 1.0127 cml L 1.6 (s.n o. oa. Kadar udara.Ylrll 0.4). KelembabanRelatif.7S+ 0.89 0.O4075in.9 Kt.0 0. l/ .s (cm) 1 .H 7o 2030405060 cm 510152025 (b). C kg/rn3 (f).o3z2d in. Slump.2 1.95+O.193-0.8 1.7 600 800 1000 12001400 1600 kg/rn3| (e) Jumlah semen dalam beton.

3-7) (2.Kd".r = @ (2.t = (r l(ss + r))"".) (2.3-5) ""Q).000161 0 . ditentukanoleh rumusan(2.35y"" .2.3-8) Keterangan: te : regangan tetap elastissesaat akibatbekerjanyategangan = waktu setelah pembebanan lmrtl = koefisien maksimum rangkak t cu Manual Perenconaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. .Kr" .K.3-6'.3. (2.000163 0.dalam satuanhari. 20 25 30 35 40-60 0. Cu =2. O""(r).000174 0.o" Tcc= Kh'. maka nilai e"".Ko"' (2. merupakan reganganjangka panjang yang tergantung waktu pada suatu kondisi tegangantetap : t. bila tidak dilakukan pengukuranatau pengujian secara khusus. bisadihitungdari rumusan: o-(r) = (rnu * ro'u l(ro )C.2-10 .terhitung sejak 1-3 hari setelah pengecoran.3-4) Dimana t menyatakan umur beton yang dirawat dengan cara penguapan. 0 0 0 1 5 3 2.000170 0. susutmaksimuma.8 RANGKAK PADABEToN Rangkak.Kr"..3-4) dibawah ini: t o."."" Koefisien rangkak. PERSYAMTAN UMUMPERENCANAAN Untuk komponen beton yang dirawat dengan cara penguapan(steam cureQ. Tabel2-1 Koefisien standar susut beton sebagaitambahan regangan jangka panjang Kekuatan karakteristik/c' [MPa] Koef.c.

0 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.15 40-60 2.K. slumps : 7. bisa diambil secara dari Tabel2-2 dibawahini.Prnswnar. yangdisebutsebagai suatukondisistandar r minimum betond : 15 Kelembaban relatif udarasetempat = 70 yo.2. langsung adalah: Dalamhal ini.Ko"'dan Besaran faktor-faktot dibawah.nilai koefisien rangkak maksimum C. rangkakmaksimumC" 20 2.2-11 . Namundemikianbila tidak dilakukansuatuperhitungan rinci sepertidiatas.ay Uttuu Pnnnuctttttw Kr" Ko" Kr' = faktor pengaruh relatif udarasetempat[I/("2")] kelembaban = faktorpengaruh ketebalan komponen Ueton[a(crr)] = faktor penganrtr (slump)adukanbeton [s(cz)] konsistensi = faktor pengaruh kadar agregat halus dalam beton [f(%)] Kr' K*t = faktor pengaruhkadarudaradalamUeton[eC(X)] = faktorpengaruh i umur betonsaatdibeban p "(hari)l 2.o"dapat diambildari gambar Kr" Ko'.5 cm.Kr'.Kd".makadalam asumsi pada suatu kondisi yang standar.8 25 )5 30 35 2. Ketebalan H cm.3 2.'. Kadaragregat halusdalambetonAC : 6 Yo Tabel2-2 Koefisien standar rangkak beton sebagai tambahan regangan jangka panjang Kekuatan karakteristikf "LMP "l Koef.4 K.

05 1.I cmI s 40 50 60 s no.6 t.oo24F I I I no -'-J0 I 5r015 (c)Slump.7 ffi = 1.88+o.6 0. 0.oo67H H>+o% 40 50 60 70 80 90 100 (a)Kelembaban relatifH [o/ol 0.F % q r.6 1.0 0.6 010 K t.UMUMPERENCANAAN 2.9 0.8 0.}.75oL (e)Kadar Udara (%) A 02468r012 20 J0 40 50 60 (0 Umur Pembebanan t (hari) saat Gambar Grafik FaktorRangkak 2.95 0.8 0..0 0.5 0 1. PERSYARATAN 1.0 0. {d).0079d 20 30 40 50 60 (b)Ketebalan Minimum [cm] d 0.o26s K?= 0.8 =( | for H<407{ for lt.4 t.2 1.12-0.0 0.0 0.0 0.zz-o.7 0.90 G=ll ?1[:il:l[$.82+o.10 1.80 o.4 Manual Perencanaan StruHur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL2-12 .2 1.4 1.85 0. l€ = 0.95 K.E t. Kehalusan (<saringan 4).8 1.9 0.

tetapi perencanaan tulangan padakuat leleh /" yang melebihi 550 MPa.4.l {{i00} €.1viutOplateauyang berbedakarakternya (200) _| yield strength= kuat minimumyang digaransi I SpecineO o.1 KEKUATAN N0MINAL Kuat tarik putus Ditentukandari hasilpengujian.2-13 .08 Strain 0. kecualiuntuk tidak bolehdidasarkan tendonprategang.nr Bln TunaNceN.lfolrPnarrelttc 2.1? o.z0 Gambar2./ / I t__n keras (high strengtlsteel) 1 iaja r I €ao = r-T I t_t r t--i-t W I t800.4 Src.16 o.2. PERSYARATU'I Uuuu PSRENCANAAN o.5 Contohtipikal kurva stress-strain tulangan baja (kurvatekan= kurvatarik) Kuat tarik leleh Kuat tarik le\eh. Manual Perencanaan Strulctur Beton Bertulang untuk Jembatan HaI. frditentukan dari hasil pengujian. os / =\ * E (rl 40' J l {400t \_ I I 20 o o -. r20 _ 100 E .tx KtnaxrnrusrlK MATERTAI 2.04 o.

bisa diambil sebesar: Koefisien muai panas Koefisien muai baja tulangan non-prategangakibat panas bisa diambil sebesar: Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL2-14 . Tegangan ijin pada pembebanan sementara Boleh ditingkatkan 30 % dari nilai teganganijin pada pembebanantetap. PTnsven..2.aTAN UMUMPERENCANAAN 2.4. f. Modulus elastisitas Modulus elastisitas baja tulangan. padatulangan non-prategangboleh diambil dari ketentuan dibawah ini: las polos atau ulir ) bentangnya tidak lebih dari 4 m ).2 TEGANGAN IJIN Tegangan ijin pada pembebanantetap Tegangan ijin tarik. 3:.

harus ditentukan hasilpengujian.1 Koxanr. : 0 r 7 5 fo. 2.5. PERSYAMTAN UMUMPERENCANAAN 2.qRAxrnRrsnrc MlrnRLAt Bttt 2. dianggap sebagaiberikut: harus ditentukan dari hasil pengujian atau fo. fo.5.2 TEGANGAN IilN Tegangan ijin pada kondisi batas layan Tegangan tarik ijin baja prategangpada kondisi layan: Tegangan ijin pada kondisi transfer gaya prategang Tegangan tarik ijin baja prategang pada kondisi transfer tidak boleh melampaui nilai berikut: ManualPerencanaan SnukturBetonBertulanguntukJernbatan Hal. rpy f : 0.toumnt Kuat tarik putus TatexeeN Pntrnetxc atau dari Kuattarikbajaprategan5.2.5 Srcar o.2-15 . Kuat tarik leleh ekivalen Kuat leleh baja prategang.nN r.tN K.p.85 fo. diambil f fabrikasi mutu berdasarkan sertifikat sebesar bajayangdisebutkan fabrikator oleh yang resmi.

5-2 Persyaratan kekuatan beton untuk ahrasi Bagian bangunandan/ataujenis lalu lintas Kuat tekanminimum f"'lMPal Jalan untuk pejalan kaki dan sepeda 20 yang berhubungan Perkerasan lantaijembatan dan dengan: l.2-16 . 2. bisadiambilsebesar: : 200 x 103 MPa : 195x 103 MPa : 170x 103 MPa 2. diambil mengacu kepada standar pembebananuntuk JembatanJalan Raya 2. Eo.ASTISITAS Modulus elastisitasbaja prategang.3 MoDULUSEI. Lalu lintasmenengah atauberat(kendaraan beratlebih besar dari 3 ton) 20 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL.4 LENGKUNGTEGANGAN-REGANGAN Lengkung tegangan-regangan baja prategang ditentukan dari hasil pengujian.qN RswcANz Untuk besaran beban dan kombinasi pembebanan. Lalu lintas ringan yang menggunakan hidup (karetberisi ban yang mempunyai udara). f Tabel 2.2.5. PERSYAMTAN UMUMPERENCANAAN 2.qRATAN KEKUATANBEToN akibatlalu lintas abrasi(keausan) akanmengalami Untuk bagianbetonyang diperkirakan diisyaratkan ' sebagai berikut :.untukkendaraan beratsampai3 ton yang mempunyai 2.7 Pnnsv.6 Btn.5.

8 Pnnsvtnz. tetapitidak kurang dari 35 Untuk lingkungankorosif atau di laut. PERSrA RArtu Uttuu Pgnnuc.5x ukuranagregatterbesar b) db atau 2 x db diameterterbesarbila dipakai berkas tulangan. diperlukanspesifikasibeton yang lebih khusus. 2.tvItt t 3.(db=diameter tulangan) c) 2 x Diameter tendon.TAN SELIMUTBEToN dari: Tebalselimutbetonuntuktulangandantendonadalah minimal nilai terbesar a) 1.2-17 . Lalu lintas yang tidak menggunakan ban hidup 4.2. Tabel2-3 Selimut hetonberdasarkan diametertulanganpada betonnon prutegang Letak struktur beton Diameter tulangan (mm) Selimut beton (mn) Cor langsung di atas tanah dan selalu berhubungandengantanah Bebas 70 Yang berhubungan tanahatau dengan cuaca Yang tidak langsung berhubungan dengan tanahataucuaca D-19s/dD-56 50 < D-16 40 Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Lalu lintas denganroda baja 25 35 Harusdiperkirakan. d) 50 mm (sistempasca tarik) terhadap seratbawahdan40 mm terhadap e) 50 mm (ujungtendonpasca tarik) atauperlengkapan angkur.namuntidak harus> 40 mm. bagianlain.

lilitan spiral > D-19 < D-16 c. PERSYAMTAN UMUMPERENCANAAN dindingdanpelatberusuk Pelat. di Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Komponen struktur cangkang danpelat 25 20 Cara lain dari perlindungankorosi boleh dilakukan dengantulanganyang dilindungi pelapisanulang beton. atau membranrapat.2-18 .2. atau kombinasidari epoxi (epory-coated). Balok dankolom utama. D-44 danD-56 < D-36 40 25 40 b. Tulangan pengikat. cara-cara tersebut atas.sengkang.

3 Tnn. .qvt.ev. 3.tu 3 METODOLOGIPERENCANAAN 3.Mmoootou Pmrvc.1 Pnr.eeN Strukturjembatanyang berfungsipaling tepat untuk suatulokasi tertentuadalahyang palingbaik memenuhi pokok-pokok berikut: o Kekuatan stabilitas dan struktural o Kelayanan o Keawetan . Untuk mencapai pokok tersebut tahapan perencanaan digunakan sepertidiuraikandibawah. Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. 3.1.Ini dimulaidengan dalamhasil suatudefinisidari masalah berkembang dan yang bergunasetelahbeberapa percobaan dan modifikasi. Tahapantersebutdijelaskan dalamgambar 3.3-l .3.toenutaey Bagian ini memberikan lingkup peninjauan metodologi perencanaanyang dianut oleh panduan ini untuk mencapai pokok-pokok yang terdaftar dibawah.2 Poxor-Poxor PnneNc. Kemudahanpelaksanaan Ekonomisdapatdisetujui o Bentukestetika baik pokokPokok-pokoktersebutlebih lengkapdijelaskandalamBagian3.Tahapan perencanaan adalahbersifatuji cobaatau'Trial and error'.AN PgnENCANAAN Maksud seluruh tahapanperencanaan adalah untuk menemukanstruktur yang akan memenuhi pokok-pokokdiatas.qp.

tahapan Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.3-2 .3.Mrroootou Pffituc.1 Tahapan Perencanaan Faktor utama dalam tahapan tersebut dibahas dalam panduan ini sebagaiberikut: A. Pilihan Bentuk Struktural dan penemuan solusi Penentuankondisi lapangan.4u Gambar 3.stu. hambatan dalam perencanaan dalam alternatifdimanabentukstrukturalakhir dipilih adalahfaktor utamadan pertama perencanaan.

Nilai nominal . Perencanaanyang dihasilkan berdasarkan prinsip keadaan-batas.3-3 . Dimana: f : faktor reduksi kapasitas pengali beban batas (ulttmate) * knpasitasnominat > K x beban nominal I(:faWor C. Dalam perencanaanberdasarkanPBKT. Kombinasi Beban Dalam RencanaKeadaanBatas suatu beban rencanatertentu mempunyai tiga nilai terpisah sebagaiberikut: . namun perlu diperiksa juga terhadap syarat layannya seperti syarat lendutan.3. nilai "normal"atau"biasa" Nilai maksimum mungkin disebut Nilai minimummungkindisebutnilai "terkurangi" Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. > .2. lalu lintas dan lingkungan dibahas secararinci dalam Peraturan Pembebananuntuk jembatan. Beban Rencana Tersendiri Beban pennanen. Perencanaan berdasarkan Dua pendekatantersebuttelah dibahas dalam sub bab 2. Perencanaan berdasarkan BebandanKekuatan BatasLavanOBL) 2. RSM. retak dan lainnya.pada umumnya lebih ekonomis dan akan menghasilkan jembatan dengan kemampuan kapasitas. dinyatakan dalam pertidaksamaansebagaiberikut: I{ Atau R'. Beban-hehanRencana i. ii.S'. Filosofi Perencanaan Terdapat dua pendekatandasar untuk menjamin keamananstruktural yang diijinkan oleh PeraturanJembatan. METoDoLoGI P ERENCANAAN B. . Terfaktor(PBKT) 1.

0 2.8 1.0(1.8 0.2s 1.15padasaat Tekanantanah vertikal Tekanan tanahlateral o aktif o pasif r diam (at rest) t.7 0. Krr" Faktor BebanKeadaanBatasUltimate Deskripsiatau Keterangan Baja alumunium Betonpracetak Betoncor ditempat Kayu Biasa(maksimum) l.25 Pengaruh tetappelaksanaan.25 t.0 0. K. Krru Tekanan Tanah. nominalseperti diuraikan D.3.80 0 (tidak ada) 0 (tidak ada) Manual Perencanaan Strudur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.7 0.8 0.85 0.40 0.3 1.1.l Faktor Beban Keadaan Batas Ultimate JenisBebandan Notasi Faktor Beban Berat sendiri.2 1. sebagai suatumodel numerik.4 2.Krnu Pengaruh Susut. K rru Beban Lajur " D ". Tahel3.l Terkurangi(minimum) 0.7 0.0 t. Analisis Struktur Analisis struktur mencakupidealisasistruktur dan pondasi pada aksi beban rencana tersendiri.8 r.3-4 .4 Bebanmati tunbahan.Dari modeltersebutgayadalam bebanrencana keseluruhan deformasi stabilitas dan strukturdapatdihitung.. KrD Beban Lajur " T ".25 2.75 0. Kr " Pengaruh Pratekan. METoDoLoGI P ERENCANAAN Nilai normal dan terkurangi diperoleh dengan memberi faktor penggali pada beban dalamTabel3. Krru t.9 0. Kasusumum Kasus khusus tansfer) 1.0 t.

MTTOoOtoGI PERENCANAAN U GayaRem.S untuk Beton BagianPeraturan Situasi Rencana padamana. 1 5( I . 7+ 0 .0 1.7 0. faktor reduksi digunakan Faktor reduksi kekuatan K- R Lentur denganatau tanpa tarik aksial.0 LihatPeraturan 0 (tidak ada) Tabel3. geserdan tekandalambetonpolos Lentur.7 4.0 0 (tidak ada) 0 (tidak ada) 0 (tidak ada) GayaSentrifugal.4 untuk kekuatan penampangdalam lenturmurni. N.N .8 0.7sMd ttr.7 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.0. Krru 2.o\t-N" / N.L.3-5 .b darLKu (0.4 untrirk 0. )N. kekuatanpenampang dalam lentur murni. K rru BebanTumbukanpada Penyangga.7 0. II. geserdantarik dalamhubungan Tekanandan tarikan dalam aksi penunjang danpengikat + 0. Kr^" BebanPejalanKaki.\-o. dan tarik aksial Kombinasilentur dantekanaksialdimana: l.7 0.> N.. Geser Puntir Tumpuan Lentur.2 Faktor ReduksiKekuatan A. K' 2.0 2. UI.6 I(o. l N * ) N.b\ 0.65(spiral) 0 .7 (sengkang) 0.3.7 0. Nu ) Nuo dan Ku .

Faktorpengalibebanseperti 2. PERENCANAAN LENTUR BALOK 4 PERENCANAANKEKUATAN LENTUR BALOK 4.2. serta konsisten dengan anggapansebagaiberikut: Diasumsikan bahwa tegangan beton : 0.1. Faktor reduksi kekuatandiambil sesuaidenganTabet 3. 4. untuk perencanaan komponen struktur jembatan yang menggunakan suatu pembatasantegangan kerja.1 PBKT KoIvoTsTsnTAs PERENCANAAN BERDASARruN Dalam kondisi batas PBKT ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu: terlihatpadaTabel3. Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. atau sebagai cara perhitungan altematif. atau ada keterkaitan dengan aspek lain yang sesuai batasan perilaku deformasinya.1..4. Walaupun demikian.2 AsaustprnilrctNlAN Perhitungan kekuatan dari suatu penampang yang terlentur harus memperhitungkan keseimbangan dari tegangan dan kompatibilitas regangan. bisa digunakan cara PerencanaanberdasarkanBatas Layan (PBL).1. 1.85 f 'terdistribusi merata pada daerah tekan ekivalen sejarak a = frc dari tepi tertekanterluartersebut.4-1 . 4.1 Uaaa Kekuatan lentur dari balok beton bertulang sebagai komponen struktur jembatan harus direncanakan dengan menggunakan cara ultimit atau cara Perencanaan berdasarkan Beban dan Kekuatan Terfaktor (PBKT).

1.4. Keruntuhantekan (over-reinforced)) beton hancur lebih dulu (regangan e"o: 0. Keruntuhan tarik (under-reinforced) tulangan 2.85f"'ab a=Bp 'oo C: 0.95f"' C = 0.3 BALoK TTPTKIT KgnUNTUHAN Ada beberapa kondisi keruntuhanyang dapatterjadi pada struktur beton. = e.=0 '8 5 ("4'.003)sebelum tulangan bajaleleh Getas) betone"mencapai (balanced)) regangan €*:0. struktur lebih daktail dan dapatmelendutlebih dulu sebelumruntuh. dengan dimana Keruntuhanyang sebaiknya terjadi adalahkeruntuhan tarik (under-reinforced).4-2 .65. harus sebesar: diambil B .008 Bt >-0.Keruntuhantekan balanced beguna sebaiknya dihindarikarenalebih getasdantiba-tiba. Pnrcttctvttu Ltttntn Bnox - 0.1 Regangan dan tegangan pada penampang heton bertulang Tulangan Tunggal faktorB.003 3.Adapunkeruntuhan jenis keruntuhan tarik penampang kondisi keruntuhan untuk mengetahui struktursebagai atautekan.30) B.: 0. Manual P erencanaan Struktur B eton B ertulang untuk J embatan Hal. yaitu dapat dibagi menjadi3 bagian: ) bajalelehlebih dulu (daktail) l. Keruntuhan berimbang betone" mencapai lelehnyaarlangan bersamaan baj4 e.85f I=A"f" Regangan Tegangan Gamhar 4.1-1) 4. unhrkf '5 30MPa unhrk /l'> 30 MPa (4.85 0.

Under-reinforced ii i: :l 0 0.Balanced 72W i = Beam A .Tensionfailure .75 Curvaturex h = ohlo/o\ 0.Compression laiture .50 1.25 1.2 Grafik PerbandinsanJenis Keruntuhan Balok 1.3 dan .4.=A"xfy Gambar Penampang 4.lnn '2. Regangan GayadalamBalokKondisiBerimbang Gunakan : segitiga sebangun 0. I {i Jvv BeamB j .CIOX .25 Gambar 4.00 0.4-3 . d-ro Manual Perencanaan Sffuktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.Over-reinforced j B e a mC r iailure i .003 = cb ". PERENCANALN LilIrun B.

0 0 3= 0 r c o c€ + co(0. . [ooo+{J -o. 4.BALOK 4. "f.*r> rhat [600+ 4 J 4.A". I o. l. -}'ssfQp$.0 .854ba0 9..003d Cx = 7:-:-::-------T 0.ssf:Pt eoo ] *[ n.4-4 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan . 0 0 3 d . PERENCANAAN LENTUR Persamaanuntuk menentukan garis netral saat setimbailg. ar 0 .austsBlrAs BALqKPensnet Kondisi batas penampang dicapai pada saat nilai regangan maksimum berguna ecu = 0.-[= = 0.90. f.003d " + (0.2 AN.Pbd*t*+l r"nu= {@/ bd f.{' 4ruuri *@' + f.85/pao= Aqr^>f.4 Regangan Ga dan Regangan tarik bajamencapaiey dengandem Jumlahgayaintemalpadakondisibatasharus EF=0 -+ Cc : Ts Hal.'.003s"/ - 4u = qfA = F.oo: a"J E" o'lsf.003sy)= 0. cu dan tinggi tekan beton. p Persamaan untuk menentukan bal C =T + 0.003 Gambar Penampang.

0 . PEPaNCANAAN LENIaR BAINK 0. ManualPerencanaan StruHurBetonBertulanguntukJembatan Hal. dimanamomenultimit Mu haruslebih kecil dari momen nominalsetelah dikali faktor reduksi. l d .a (4.8 OMnZ Mu 4.2-7) Selanjutrya hubunganantara Mu dan R sebagaifungsi dari p dapat ditabelkan untuk perhitungan kepentingan analisis dan desain.fu (d -a JZ ) (4.2-3) Gaya-gaya intemal Cc dan Ts yang seimbang menimbulkan momen kopel. 6:0. Mn yang dapat mengimbangi momen dari gaya eksternal.85fc'ab=A.1 PENYEDERHANAANFORMaLASIUNTT]KTABaI^/ISI (4. bd" 'l = 6-^ (4.f.a/2> Cc(d .4.4-5 .2-4)diperoleh: Bila persamaan persam.a/2\ =A .59-a) bd' M .f . d i m a n a n = M u / $ d a n a r= p f y l f c (4..85f.2-z) 4".2-s) Bila Mn disubstistusi dengan Mu/Q dansisi kanandinamaidengan maka R.b (4.an kedalam M n = A _ .24) Pengecekan momenultimig Mu.b ) Kemudian sisi kiri dankanan bila dibagidengan diperoleh bd2 9=a).-f"'-(l-0.2-3)dimasukan (4.2. 5 9.2-6) ( l. ' Y = l -f".& Dengandemikiantinggi tekanbetondapatdiketahui. Mu. a.r\ (4. = Mn = Ts (d ..

d2)*bw*d2 4. Tentukanmutu beton. Check$lvln> Mu rencana ManualPerencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. Hitung P=As/bw.4.d = 3.OK Adapun langkah-langkah perhitungan analisis balok tulangan tunggal dengan berikut: menggunakan tabeldapatdiuraikansebagai 1.fc danmutu baja.fy 2. PEPENCANAAN LEMAR BAI. Hitnng 1v1u $Mn = nilai tabel (Atu/bw.4-6 .

Pwetrceua. b.4-7 .85 asu-pi?{rruj Js*o : g-75 r. Fr = 0.. A.5 Gambar Diagram Tunggal Alir AnalisisBalokTulangan Manual Perencanaan StntWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.4.qN lntrrun Bu. 4. fu.4t.ox f' . d.

p tul. nilai p diinterpolasi 7.2.2 MENDTSaM BETOXDENGANTNTTI MANUAL LANGKAH. As=pbd 4.LANGKAII langkah-langkah perhitungan desain balok tulangan tunggal dengan menggunakan tabel adalah sebagaiberikut: 1 . HitungMd(b d2) 5 .d 1 J. Hitung momen.2-8) ManualPerencanaan StruHurBetonBertulanguntukJembatan Hal. Bila dikehendaki nilai yanglebih akurat. Lihat padaTabel Lampiran A 6. kemudian dengan rumus ABC diperoleh akar persamaan sebagai berikut: fy /0.Prpantc. Tentukan dimensi balokb.quea. Tentukanmutu beton.4.Mudgn metodaanalisisstruktur 2.t K ln]'rruRBALo 4.2-5) dengan p = As/bd.fc danmutu baja.2.ff 4.4-8 .Ina MANUAL Rasio tulangan beton diperoleh dengan mengganti luas tulangan dalam persamaan(4.3 FoRMaLASI wTaK DESAINSTC.85f"' (4.

fc.bw.d2 fy p' 3 pma:< As :. Mu pL <0'65 Batas Atas : o'8j'fc' pmax.zs[Pl' o'oo3- [.p'.85.d (manual) Tunggal 4.6 Alir Desain BalokTulangan Gambar Diagram Manual Perencanaan Strudur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.4-9 . PERENCANAAN LENTUR Bagan lirAnalisis A BalokPersegi f". bawah " a. d.BAL)K 4. fn.fbw. fy) t 0. bw.J o'oor+ ) t'n] 'onin = *"* [ff4fy .=o.

5 Sv.2-10) b) Pada balok T sederhanadengan bagian sayap tertarik. (4.qRArratANenNMINIMUM a) Padabalok persegi..^i.2-12) c) Sebagai alternatif.n tidak boleh kurang dari nilai terkecil di antara: A"^in = \tJc .2 M minimum sebagaimana disampaikandalam sub bab dibawah ini.N MrNtturaa tarik tulangan retak). Tu.f rm b. PERENCANAAN LENTURBALOK 4. baik akibat momen positif atau negatif.q.2-e) = r.4 Kzruer..d (4.4-10 .o (4.2-rr) dan ' t'smin - fr 1 J " btd ^/.2.untuk komponenstrukturyang besardan masif diperlukanluas tulangan pada setiap penampang.atau dihitungsebagai berikut: /*.(momen Mn > 1.=1r" Manual Perencanaan Sffuhur Beton Bertulang untuk Jembatan (4. paling sedikit harus sepertigalebih besardari yang diperlukanberdasarkan analisis.2. 1.4. 4.yang dipenuhioleh suatupersyaratan ".As min adalahsebagaiberikut =Eu-o A"^o dantidaklebihkecil dari: (4.2-r3) Hal.

L f"'A.7 Spasi dan Selimut Tulangan ManualPerencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal.7 5 x pb .l.5xdb o 40mm Gambar 4.3) a. seikat tulangan dan sejenisnya dalam satu lapis tidak boleh kurang dari: (llhatAASHTO bagian 5. PERENCANAAN BALOK LENTUR 4.5 x diameter agregat.atau c.4.6 SYnntrratu'teINMAKSIMaM maka rasio tulangan denganbebanaksial Pu < 0.1.10. 40 mm Jarak bersih antara lapisan tidak boleh kurang dari diameter tulangan (db) atau 25 mm.5 x db (db : diametertulangan).2. ^*50. ttt Selimutbeton: Normal unhrk baloklkolom 40 mm Pelat 25 mm (Lihat Subbab 2.5 x diameteragregat .2.1) Jarakbersih adalahnilai terbesardari : e Diameter hrlangan. 4.4-11 .db o 25mm Jarakbersih adalahnilai terbesardari : e 1.7 Janu rur-ltNcAN Jarak bersih minimum antara tulangan sejajar. atau b. 1.7. Untuk beton non-prategang p maksimum.

esir Bl < 0.1.65.4.1.65 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL4-12 .9S.= 10. t' ir fc < 30 lo.as lo.814 mutu betoq jika kurang dari 30 MPa nilainya 0.1a ANALISIS BALOK BETON TULANGAN TLINGGAL I I SOAL : Analisis balok gelagarpersegibeton bertulang DIBERIKAN : Dimensibalok lebar tinggi b := 300nm h := 60(hm Mutu material fc:= 35MPa Sr:= 400VIPa fc' : 35 MPa fy :400 MPa f diabaikan t \o tl 5D25 b=300m RSM-T12-04 Pasal 5.1 Fatlor Pl terganhrng dari LAI{GKAH I : Menentukanfaktorpl .85 p1= 0. PERENCANAAN LENruR BALOK CONTOH 4.1rc :o. namunjika fc' lebih begar 30 MPa nilainya berlorang tapi tidak lebih kecil dari 0.85. i f f c > 3 0 pl .

Mn LANGKAH 5 : Menghitung MR := nr. 4-t3 .9) "\ 2) = Q.75pb Asmax.E (lenur) momennominal.5. 1 .rr.Ds2 4 n:= 5 As := n.[a .454x103 P =r. Under-Reinforced.366x lo3 m*2 kondisi keruntuhan LANIGKAH 3 : Pemeriksaan TulanganBeton Diameter Luas unit tulangan Jumlah Luastotaltul.= k'ff 0.7 RSM-T12-04 Pasal4. 6 l dc ::40nm d= 0.534m Rasiotulanganmaksimum 0.n.821x 10"mm Pfiiox= 2.634Yo -^3 2 Asb = 5. 1 .18kN.d pfirax:=0. OK" 46 = 4.25ikN'm Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.d pb =3.85fc..909cm2 *m2 As = 2.=pmaxb.b a= llomm 0 = 0.PERENCANAAN LENTUR BALOK luas maksimum LANGKAH 2 : Menentukan tulangan RSM-Tl2-04 Tebal selimut beton bersih untuk balok tinggiefektifbalok d:=h-dc -26mm P a s a5 .Ab As P:=. Po t= 600.b.mm Ab := l.532o/o a tinggi blok tekanbeton. LANGKAH 4 : Menghitung u. kg1 . fy -Asb := pb.7250 Asmax= 4. Ds := 25.m Mn = 47o.81fc..{s(Asmax.Bl 600 .Mn 329.2 Faktor Reduksi { = 0.

5S2 1.s:tulangrnbaja.5034 0.8 0.9€93 0.0891 3.51€2 0.011 't.Bl p roin 0.544t 4.d As =2.705? 0.01 0.$S39 0.01 0.4937 4. PERENCANALU Lntrrun Bttox CONTOH 4.592S 2.4178 0.1b ANALISIS BALOK BETON I TULANGAN TUNGGAL .5058 2l t2 23 21 1.A$Jhd.52t2 0 0. ?.01 0.454x 103*m2 I = 1.cc3s 0_0271 0 trax = Catetari : batesantulsnganFfiin E O aci < p max Satuan: l'lu Ft'mml.5190 4.ilii Ferientf.5570 0.01 0.01 0.754'1 1.la denganmenggunakantabel.6949 1.008{ 3.€105 0.0C54 2. SOAL : Analisis balok gelagarpersegi beton dari contoh soal 4.3924 0.7339 0.4€85 4.5905 0.€653 1.o p LANGKAFI2 : Mencarinilai Mu/b?ldari tabelberdasarkan di atas Tabelwttuk nilai fc = 35MPadan fv = 400MPa berdaeirkan momen de+ain Lsmpirstr 4.7€19 0 0.4.01 3.. 2. 2.5302 0.S372 $.56. 3. 3.8{94 2-67rS 0.7245 1.01 4.30.$ 0.5750 0.6 l. 3.532%.i (fc' 0. iLlu! persegi ef*-Kif untukpenainprng tulsnqan tunggal denganb = lel'flrbahk dan d = tioggi fc' = 35 l'lPa iy = 4C0 I'lFa 18 17 1A 19 tn 2. 3.Ab As P:=' b.01 3-58-.01 0.0051 2.008 .d lmmi Ast lrnmz] Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL4-14 .t3s6 1.01 0. LANIGKAH I : Menghitung rasio tulanganp Luastotaltul.01 p1 = 0.4765 0. As := n.7836 2.tr lrnml.01 0. r.01 1.811 3.85 0.01 4.

0154 nilai : Mu/bd2 4.t3:e:?:.$lvln + :+ Mu:= 4.761xl08N.3g?lo]at. PERENCANAAN LENTUR BALOK LANGKAH3 : Interpolasi : dan Interpolasi Mu/bdZdi antaraAst(b*d) 0.ac"nh.4-15 .mm lnsNr-rrz-o+ Pasal4.0153 0.2 Faklor Reduksi I o=o.4.3e24+ _\.d2 = 0[Vln Mu = 376.m Mu =3.(0.01s3) !!Y.0153 LANGKAH 4 : Menghitungmomenkekuatanpenampang.0154-0.149kN. 0.5.3e7 0.= 4.01532.r) Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.

: 15kN/m i P ll = 80 kN Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Bebanmati merata 6.4-16 . Beban Hidupmerata terpusat / L:= lom fo := 20MPa \c = 24 kN/m3 fy := 40oVIPa Qdl = 4o kN/m QII. PERENCANAAN LENTUR BALOK CONTOH4. Mutu betondanbajatulangan 4.4. Beratisi betonbertulang 5. Strukturditopangsecara sederhana 2. 1.2 DESAIN TULANGAN LENTUR BALOK BETONBERTULANG a L I persegi SOAL : Desainbalok gelagar betonbertulang DL ) 40 kN/m LL + 15 kN/m DIBERIKAN: (simplespan). Panjang span. 3.

aAt.5*d bw gayalentur berdasarkan .5*pb p = 0.5.l V1p2= 40kN Bebanhidup terpusat YLL1.3.003Es + fy 0.L 4"" 1.3VDy+ 2.m Beban mati Bebart hidup vDL:= j.OMyy2 Mu = [425kN.8 (lentur) diambilp= 0.r"t ultimatetotal. MDL = 500kli'm MLL = l87.AMyy + 2.Bl 0.= ). r.969/o Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.f Mr r :=-l.85fo.2 Faktor Reduksi 0 = 0. Momenultimate Mu:= l.oout vLL:= j-tr.003Es f pb = 0. Geser Vu:= 1.BALOK 4..5 p b Agar penampang optimumrasiohrlangan p:=0.Prr. uv'-' 0.019 RSNI.L' 8*" Mrrrt=f.3pb P =0. PERENCANAAN LENTUR LANGKAH MO Beban mati Bebanhidup gayadalampadabalok Menghitung MD L '=." vDL = 2ookll VLL = 75kl.TI2-04 Pasal4..Mpp+ 2.o.OYyy2 Vu= 490k}{ LANGKAH 2 : Pradimensi gunakan modifikasidari rumus : asumsi = optimum 0.4-17 .AYyy+ Z.5kll'm MLLz = 200k]'{'m Bebanhidup terpusat total.

: Menghitungpenulangan Tebalselimutbetonbersihrintukbalok tinggiefektif balok r - dc := 40nm d = 1.85 ) or =0.R h:= l200nm bw:= 60ftnm digunakan ukuranbalokpierhead baloktulangantunggal LANGKAH 34. .R o. ( t\ t . = .5.R 0.4. J 0.dl\/f'' b) Cari tabel tulangan yang bersesuaindengan mutu beton.R = 2. =o .d3=g + 0. fc'= 20 MPa dan fy = 400 MPa Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.85{" P' = 0.134m d:=h-dc-26mm l--TMo lr .747MPa R=3.1 o.bw.62278/o m: caratabel LANGKAH 3B : Menghitungpenulangan balok dengan a) Hitung rvru = l.194 d.IcIuIANLENTUR BALOK .847Mpa . 9 ' fc R .0. .t 0.8$fc. bw. r .d2 . .434MPa bw..4-18 . PannI.d2=Mt + 0.s.r) 2.='1*u d=r.0r2m .

0062+ ?gry! !!!i.1.00€t 2.r. berdasarkan penimpangperceqitulengen tunggaldenganb = lebarhslokdan d = tinggief*Kif bslok fc' = 20 MPn fy = 400 hlPa Ho ' tdut(bd) Ast/fbrd1 Hu/fbrf:l aettfbrdl ilrr/fM:) Asil(b'd) Mu/odt Asilfttd' 25 m a? 28 29 JU 3t 32 33 34 1.5238 3..1.f.7002 0.htql$l.35Yo pmin2=0.mml.853? 0.013€ p1 = 0.28% pmin= 0.71pb p:= p' if pmin < p' < pmax pmin if p' < pmin "Tidak OK" otherwise PlIlSX= RSM-Tl2-04 P a s a5 .0130 0.0094 4l{40 nn&4 2.016i 4.85 Q008 :30) (fc' P m i n= F tngx = Catatan: batassnlulaogan pmin E P act < P m&( gituin : .7714 0-00S8 1.8393 p :=0.u7.{106t ?. 0.01& 0.2158 0_016: 0.0@ 2.4-19 .00et 1.E209 0.623Yo Rasio luae lrlangan.009? 2.4Mpa RSM-Tl2-04 pmint = 0.75pb(over reinforeed).8666 0.0093 17845: g.650{ 0.5453 3.8393 ?e.009: 1_83!13 0.0101 2.7498 0. PERENCANAAN LENTUR BALOK Lampiran Al I Ni|at persanta$e momefl desan (htu)untur tulanganbsji.1.8??3 t). 1 .7990 0.1.0131 0.8235 0.010t 0. 5 l Rasio tulangan minimum Plll[ll ]= .83e9 1.oSC 2.7979 0.35Vo P a s a5 .006: 2.6 RSNI-T12-2004 Berdasarkan pfirax:=0.0129 4. Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. 1 . As/bd.453% P = 0.8754 0.47S2 3.S1S0 0.pmin2) pasal5. 1 .4.5015 3.00€i 2. 1 .q12S 3.tu pmin := ma{pmin 1.6Mp" pmin adalahnilai malaimum antara pninl dan pmin2 4.0133 0.7250 0-009€ 1.91. ImmI d lmml b A$tlmm4 lnterpolasi nilai rho antara dan 1.85 0. 6 l Rasio tulangan maksimum t.0163 3.6339 3.0063 2.9750 0.013? 0.01t!0 1. Jika lebih kecil dari pmin maka p-pmin.0134 0.005S 2.arn 0-t)1 28 1"1782 0.5680 3-5901 3.8666pasal5.5 RSNI-T12-2004 Berdasarkan Omlltl:='fy p =0.0035 0.4569 3.8666 Mu/bd2: 1.0135 0. p tidak boleh lebih besardari pmax=O.0019 0.6230/o l.80.t9e0i 0.

sg.or2 4 Axeq=42. 1 .rr:=.BALOK 4. l.Ds.Ds n-l Ds = 60.042cm2 jumlah tulangan r i=r"uf Ambilsaja .4-20 .4mm oK! Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.25ftrn- oit"+) n=6 \Asl/ 6D32 Jadidipakaitulangan JarakantarTulangan LANGKAH 4 : Pemeriksaan jarak RS|II -Tl2 .d := Ds :=32. As :=n.1.Asl " As =48.(bm RSM-Tl2-04 P a s a5 .7minimum Berdasarkan bersih tulangan adalah Ukuranagregat Diametertulanganutama Selimutbeton DuO:= 2.1. 1 .1. 7 l Jarak bersih tulangan Spasi antara tulangan Ds = 32mm dc = 40mm smin=48mm adalah nilai terbesar dari 1.13mm.2004pasal5.5Ds atau zrc mm.5Dagr.u{t.5.2-dc.40mn) Spasiaktual bw .louo.374c# Asl = 8.2.bw.n. PEPaNCANAAN LENTUR Asreq p.mm Asl :=1.

qlG. jd2 sedikit lebih besar dari tanpa tulangan tekan (idl\ karena tinggi tekan beton.4-21 .ff a) Balok dengan tulangan tarik saja _[uz.nNoe Hampir sering ditemui balok mempunyai tulangan ganda. PERENCANAAN 4.7 Perbandingan Penampang tanpa tulangan tekan (a) dan dengan tulangan tekan (b) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.r. Meningkatkan panjang lengan momen. Effek dari digunakannyatulangantekan terhadapkekuatanadalahsebagaiberikut: 1.nN Bttor TanqNc.LENTURBALOK 4. Ts:A.015 terdapatpeningkatan momen nominal sebesar5o/o saja. yaitu tulangan tarik dan tulangan tekan. 2. a berkurang dengan demikian meningkatkan momen nominal penampangbeton.aN.qAN Knrue.ur tulangan tarik dantekan b) Balok dengan Gambar 4. dengan demikian pengaruhnyasangatkecil.3 PnnrNc. Secaraumum penambahan tulangan tekan untuk p :0.

Merubah mode keruntuhan tekan menjadi tarik. hal ini penting untuk daerah gempa atau diperlukan redistribusimomen dalam desain. p E c) og. PERENCANAAN LENTURBAL)K Alasan diperlukantulangantekan dalam desainbalok : l.8 Efektivitas tulangan tekan dalam mengurangi defleksi akibat bebantetap (sustained). karena rangkak beton dalam daerah tekan beton ditransfer kedalam tulangan tekan. 3. James G. h ry l S u s t a i n e do a d d e f l e c t i o n l n i l i a l e l a s t i cd e f l e c t i o n P' = P ll 120days Time Gambar 4.MacGregor 240days 2 years Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. 2.9 !l ru 4 . Berfungsi mengurangi defleksi jangka panjang.4-22 . dengan demikian keruntuhan getasdapat dihindari. c I p'=A ( . (l) lf.4. Kemudahan fabrikasi khususnyadalam merangkai tulangan geser. dengan demikian tegangan tekan beton berkurang oleh sebabitu defleksi jangka panjang berkurang. 4. Meningkatkan daktilitas.

m a k a f s ' = & .7 menunjukkan distribusi regangan.3. 4.LENTUR BAL)K 4.7 Penampang. coco As' I .:<= I Cs:asrs A"r cee(l Cl tt I lca-a'r -I-6:a {i' Ts2:Ar2ff ttt i++\ (a) balok-l (a) balok-2 Gambar 4.1 BAL0K TULANGAN GATIDq ANALISIS Dalam melakukan analisis balok tulangan ganda. PERENCANAAN 4. : 200. dan balok-2 terdiri dari penampang balok tulangan tarik tunggal pada bagian bawah dan daerahtekan beton pada bagian atas. d a nc = a l p l o. dengan : fylEsdimana modulus elastisitas beton.|tl .3-2 es' Bafasan d'/a agartvlangan mensubstifusikan = ey tekanleleh dapatdiperolehdengan ey MPa.o.000 Es Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. dapat kita bayangkan bahwa penampangbalok terbagi menjadi balok-|.oo. Regangan dan Gaya dalam Beton dengan Tulangan Tekan. fs' seperti ditunjukan pada balok-1 Gambar 4. o'=[" a")'o'oo3 \c ) 4.es' pada balok dengantulangan tekan. Tegangan tulangan tekan.=(r-or:d').4-23 .3-l J i k a e s ' 2 e y . terdiri dari tulangan tekan pada bagian atas dan tulangan tarik yang cukup pada bagian bawah.

Mnr.3-4 Momen nominal pada balok-l dihitung sebagaimomen kopel terhadap tulangan. kedalam Bila ls ' : r As (persentasi terhadap tulangan tarik totalnya)disubstitusikan perbandingan 4.qNtly Lrttrun BALoK (a'\ = t(.2 TALqNEANTTKANLNrcN G.a/2 ) 4. MnI = As'(d-d') 4. /t ['- "l') 600 ) 4..3-7 Dengan demikian kapasitasmomen nominal total balok dengan tulangan tekan adalah sebagaiberikut Mn: Mnl + Mn2 Mn : As' (d-d') + (As-As') fy (d. li )0".4. Balok-l : fs' : fy (tulangantekan leleh) Keseimbangangaya dalam balok Cs : Tsl Asfy : AsI fy <+ As':Asl 4.3-3 4.3-8.3-8 pers.Asl Cc : Ts2 O. As2 = Ast .makadapatdihitung momennominaltulanganganda.Mnxrsebagai terhadap tunggal.II'IOI DENGAN BALOKTULANGAN ANALISIS Balok dengan tulangan tekan leleh dapat dijelaskan dengan membuat dua penampang balok imajiner sepertisudahdijelaskandi atas.3-5 Balok-2: terdiri dari betondansisatulangan. Pmnuc..3.ss a b : (As-AsI) <+ fy fc' "=(ai !:r)"tv 0-85fc'b Mn2 : (As -As')fy (d.3-6 4.a/2) 4. momennominaltulangan Manual Perencanaan Snuhur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL4-24 .

814 mutu beton.814 Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.) | 7 \MPa ) ir fc > 30MPa pl = 0. lo.1. namunjika fc' lebih besar 30 MPa nilainya betkrang tapi tidak hrang dari 0.ts ir fc < 3oMPa pl .3-9 Mno=Kvd*Mng CONTOH 4.o's'.3a ANALISIS BALOK BETON TULANGAN GANDA a J I SOAL : Analisis balok beton tulangan ganda (tulangan tekan leleh) 3D25 : 6D25 <- bF40S m + DIBERIKAN : Dimensi balok lebar tinggi b := 400nm h:= 600nm Mutu material fc := 35lvlPa ft::40&1Pa Es := 20000(MPa RSNr-T12-04 Pasal 5.=*u{o.85.a't ot)\r. d /al-0.65. .pt) pl = 0.1 Faktor pl terganhrng dari LANGKAH 1 : Menentukan faktorpl Bl'=lo. * r(t " \.4-25 . PERENCANAAN LENTURBALOK Mn^ =(.5 ) " 4.4.rr-sf-!--ro. jika kurang dari 30 MPa nilainya 0.1.es.

d pmax:=0. : = b O.b.3mrn2 pftax= 2.27Yo a Ab = 4.d kondisi keruntuhan LANGKAH 3 : Pemeriksaan TulaneanTaxik Beton Diameter Luas unit tulangan Jumlah Luas total tul.8mr3 Asb := pb.1.71pb Asmax.= pmaxb.n.8>fc.Ds2 4 n:=6 As := n.d As = 2. Ds := 25.4-26 .=A ' b.Ab p.909crn' ket = "Under-ReinforcedOK" Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.725% = Asma.945x tO3m# o=l.mm Ab := f . PERENCANAAN LENTURBALoK (balanced) dan luas LANGKAH 2 : Menentukanluastulanganseimbang tulangan maksimumyang diijinkan Tebal selimut betonbersihuntuk balok tinggiefektifbalok d:=h-d' d' := 20mm d=0.pl 600 fy 600+ ff Asb = 8430.58m g.x 6322.

U) Manual PerencanaanStruhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.4-27 .As' b.ot'r.Mn 0 = 0. l = ._ (As _As'). PERENCANAAN LENTUR BALOK TulansanTekanBeton Diameter Luas unit tulangan Jumlah Luas total tul.909cm2 -*2 As'= 1.6350/o r = 50%o As'/As Perbandinean LANGKAH 4 : Menghitungtinggi blok tekanbeton.(d d) + (As .Ds2 4 n:=3 As':=n. asumsifs':fy I fs:8 u. : fs'akhral "ff.mm Ab := 1.8 Mn :=As'.(o Mn = 656.fy 0.937<N.+o+ a - Bl\ Es'0.m .d As' f:=As O ' Ab = 4.5mm LANGKAH 5 : Periksaapakah tulangantekan leleh { = o.85fc.*. Ds := 25.fs'.473x103 Q' = 0.Ab .n.b a=49. (fs' leleh)" fs' = 400MPa LANGKAH 6 : Menghitungmomennominal.4.a.003/ Jika d'/a < (d'a_lim) maka hrlangan tekan leleh.

3. PERENCANAAN 4.fc danmutu baj4 f. Tentukan b. Adapun langkah-langkah perhitungan sebagaiberikut : perencanaan tunggal. As = 2. Hitung p:As/bw.qN Lmn TuI-+NGAN GlNol DENGAN Awtttsts B. Hitung 14u=QMn=nilai d.3b ANALISISBALOK BETON J TULANGAN GANDA I SOAL: tabel Analisis balok beton tulanganganda (tulangantekan leleh) menggunakan (Contoh4.4-28 .NeAN M ENGGANAKAN TABEL MATVUAT Balok dengan tulangan tekan leleh dapat dihitung menggunakan tabel manual (lihat Lampiran B).3 Tsx. untuk mencarimomentulangan t . CONTOH4. LANGKAH I : Menglritung rasio tulangan.3a) manual.d P = l'27Yo f Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.qtor TuLq. Kvd tulangan 2 .LENTURBALOK 4. Mencarifaktor pengalimomen J. Lakukanlangkah-langkah mutu beton. Check$Mn2 Mu rencana tunggaldalamlangkah1. Mnp Hitung momennominaltulanganganda.i a.945x to3nn*2 n'-- As b.d tabel(Mu/bw. p Luas total tul.d2)*bw*d2 c.

Kvd Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.4-29 . PERENCANAAN LENTUR BIrcT p L.{a tlhi per$eni6*e b6i!.{t{GKA}t 2 : Ivlarcui uilai lv1u'b<tl d:ui tabelberclasarkan cliatas Tabeluutrk uilai fe = 35I1Pa dan fr = 400$1P.Ar.bd.?l?MPa.l6klf.!r. berdtsirkanmoirrndesiin {Llu} tul6agsn penamolng percegi untuft tuhngnfl b lunggtldcngcn * i6barbnbkdnfld = th$oiefektif .r Lcmplran A.d' Mrl = 500.) !v{u:= 3.nr LANGKAH 3 : Mencari faktor pengalimomentulangantunggal.4.

108 0.4 T.093 t.0r*! 0.0G0 't.0t?3 8.!35 1.0121 Untukrasiotulangan p = 0-0127 .ta tt.(0.09$ r.052 t.t6G 0.{.098 1.&ls 0 0{0 r.0127' 0. Mn: lit.058 1. 6aodr.085.l 602 7614 802 &st{b'dl Itld k.0+e t.03? pl .668k1.0038 0.008 .937 6s6.0*t 0.093 0.107 0.Ea t.bel Frktor Pengali ldoff€DTulNngsn Gansa untukrfiefidapatkaft tct lX' 3 E cdP! {00 t .m etror = 0.0121dan0.ITunBALoK Tunggal Kvtl i.ss!ft Kud Mn trirngi&nPfiini P rct r F trral Srrqrnr blmmll dlmmlrr4Jt [rffnal Interpolasi nilai Kvd di antaraAst/(b*d):0.023% terhadap nilai dari perhitungan 0 erTor:= = 657.05r Kvd= r.086 0.r59 0.PERENCANAAU LnI.3a. e6z ird k.0il 0.0!8f 0.115 0-t3$ 0.lcrmn Tulangan Lampirtrr 8.053 r.0{5 1.037 t.il1 0.033 0.085kl.{09 t048 t.0?t 0.03! 0. 4-30 .03{ r.068 r.m kan tiabelmasih cukup teliti dengan kesalahan sebesar0.0113 Catal.0ai' r.0{8 0"ffi 0.030 r.0211 0.0172 0. .002x108N.0et r.032 r.023Yo rumus asal pada soal no.031 r070 L07d 0.0tl 0.06s 0.02I t.0rzD .0?5 r.Ir: t.ti?i?-lgl.nl 0.07+ r0l8 1.0$ 1.4s'lAs.{65 0. 657.0+B t.937 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.051 LANGKAH 4 : Menghitungmomennominalpenampang tulangan ganda.082 0.ut6 t.68 0.t31 0.ont 0.083 0.103 1108 0.0129 = r.m^ 0MnO:= Mu-Kvd MnD= oMno dvInO= 525.04€ r.01f0 0.81 0.098 0.088 0.050 t.0138 0. 4.0ta1 0-0r29 0.656.il3 0.048+ 0.t{+ 0.[.ld hed t3 t4 ts t6 t? t8 t$ t0 2l 0.113 0.t8t t 02! r.BS 0.l30 0. Kvd := 1.01290.0t5? 0.:d al.15t 0.tVlno Perhitungan mengguna- * - Mu = 5.30)= ffc' Fmi|r: Pma:N 3 < 4'll i ! lAsr'As'l'tdffD 8!t'tc'bl Momcn nominrl trl.rd rfd kud . 0..

Pffitxclu.qlox pada: penampang Perencanaan akibatgeser harus didasarkan t/. Namun perencanaan terlenfur. vn =v" +V.4-31 .ApGsspn KEKUATAw Perencanaanini berlaku untuk balok beton bertulang yang mengalami gaya geser. oleh 4. dan V.a.1 Ktra. dgn pers.4 Pnnzvc.2 Kaer Grsnn YANo D$aunqNeKANOrcn BnroN a) Sesuaidengansifat bebanyang bekerja. adalahkuat geser nominalyangdisumbangkan tulangangeser.Stox Tnnnqo.4.4-l) (4'4-2) V" adalahkuat gesernominalyang disumbangkan oleh beton.tN B..4. 4.qtor 4.4.4-3) n"=['*&)(+\.nN.qpt B. (4.4-4.berlaku: ( (4.44) 3) Untuk komponenstruktur yang dibebani gaya tarik aksial yang cukup besar.(b(2)). Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.momen jangan diterapkan pada komponen yang tidak lentur dan gaya aksial.4-3dan4.kecualibila dihitung secara lebih rinci sesuai denganketentuan pasal 4. (4. <@v.treN Gnsnn RENCANA P.2. Tulangangeserharusdirencanakan untuk memikul gesertotal yang terjadi.maka kuat geser V" dapatdihitung 4. 1) Untuk komponen strukturyangdibebanigeserdan lentursaja.4.sANLENTUR B.berlaku: 'mt y" =l !!:_lb*d " t 6 )2) Untuk komponen strukturyangdibebani tekanaksial.

2. V. dinvatakan dalamMPa. bw : lebarbadan) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.4-5) dan tetapi tidak boleh diambil lebih besardari pada 03J1'b*d. -i."=({r+r2op. 2.5O%. (dimanahf : tinggi sayap.hf atauh<%. v"=(r*o't!")JE'-6-a [ 'a.5. Untuk komponen strukturyang mengalami yang lebih rinci sebagai perhitungan kuat geserV.IIAN LENTUR BALOK b) yang lebih rinci sebagai Kuat geser Z" boleh dihitung denganperhitungan berikut.3 Sytntr-SyaRATTar-/tNGAN Grsrn sub bab tulangan minimum sesuai harusdipasang a) Apabila 0. 4. Besaran4 n*u. atau Vu<QV" dengan tinggi total balok h S 250 mm . adalahnegatif untuk tarik.W)ry v. . geser b) Tulangan minimumini tidakdiperlukan bila: .4-32 .5@V". Untuk komponen strukturyang hanyadibebanioleh geserdan lentur sajq . PmnucII. A5 4. besaran Mu' (4.4.i . denganN. < o.5.0 diman&Mu adalah momen terfaktor yang terjadi bersamandenganV.4. pada penampang yangditinjau.dapatdihitungdengan berikut.V.4. l.bw. gayatarik aksialyang besar.<tDl". tidak boleh diambil melebihi 1. )6 @'4-6) tetapi tidak kurangdaripada nol.

g. S*o =!t *u600 mm(ambil terkecil) v" =!r[-tu*. harusditahanoleh tulangangeser.-f d .4.4.1f"'bwd J 4. utuu300 (anrbil terkecil) bllaV" .LENTURBALOK 4. dan s dinyatakan dalammillimeter. sumbuaksialkomponen a) Untuk tulangangeseryangtegaklurusterhadap maka: il 4..t (4.4-33 .>AV".4. dapatdihitungberdasarkan S *o dan luastulangan struktur.4.!JT'*O mm nilaiyang S*o )Namundalamsegala hal.4 GESER OLEH YANG DISUMBANGKAN TAIANGAN KaET GNSTN Vu Apabila gaya geser.4-7) geser b) Untuk tulangan miring: V"= A"fr(sna +cosa)d s (4.5 Tutettenr. =:T /d. tulangangeserharusdipasang .tGnsonMINIMUM Luastulangangeser minimum dapatdihitung sebagai berikut.4-s\ Msnual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.4-8) Notasi cr adalah sudut antara sengkang miring dan sumbu longitudinal komponen struktur. PERENCANAAN sesuaidenganperencan:um c) Apabila V.4 4.makabatasspasimaksimum berikut: aturansebagai geser..) Nilai D.d bila nilaiyang =qo. V" S |..tulangan geser padasubbab4.

4.= :. Syaratpemmpangterpenuhi" Check: Vu=4901d.4 DESAIN TULANGAN GESER BALOK BETONBERTULANG 4 I dari contoh4.Vfc(MpiJ.Vfct(Mpa).14kN Pasal 5.2.7 fc'= 20MPa fy = 400MPa LANGKAH I : Menghitung kuat geseryang disumbangkanbeton RSM-Tl2-04 Ys. SOAL : Desaintulangangeser balok persegi betonbertulang DIBERIKAN: GayaGeser Ultimate Dimensi Balok Vu = 490kN bw = 600mm h = 1200mm Q:= 0.4 geser LANGKAH 2 : Menghitungkebutuhan RSM-Tl2-04 Vs.5 6 Vc.86kI.{ Note2 = "Vu ) 0. PERENCANAAN LENTUR BAL)K CONTOH4.2.029x t0'kN J 1_ J Notel = "OK. Pasal5.2.d b l- Vc = 507. Perlu Sengkang" Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.{ Vs tidak boleh > :.d = Check:vs<a.Y.bw.bw'd 2.bw.4-34 .= )r{ ./fo'.6 o Vs = 192.

2.75h. Av :=nk-0. < !L6y. PERENCANAAN LENTUR BItox LANGKAH 3 : Menghitungluastulangangeserperlu per spasi.2.ry 2 .O? Av SP:=Avs Av = 157.n'(i. J..bw.4-35 . ^ -mm Avsotltt= U.0&n# sp = 314..Av perlu Spasisengkang Dt:= 10mm nk:=2 ot}terwise 3 lebih besar atau sama a^ear.d 3 makaspasimaksimum adalahnilei terkecil dari d/4.0.. (tumpuan) D10-300 Manual PerencanaanStrulcturBeton Bertulang untuk Jembatan Hal.!Lbu.4.d nilai erkecil dari d/2.)Avs Avs := mo(Rvs.'d Tulangangeserminimum bw Avs6rr:= . ^ -mm = U.7 8.o.0. RSNI-Tl2-04 Spasimaksimum: Pasal 5.375h atau300mm.Avs-irr) mm LANGKAH 4 : Menentukanluasdan spasiyang digunakan minimum Avsmin.2 Ln.Tl2-04 Pasal 5.6 Spasimaksimumadalah .159nm geser Desainpenulangan sepanjangbalok dapat diperoleh dengan catay ang samauntuk gaya geser yang diketahui.3o0nr) = smakgeser 567mm Diameter sengkang Jumlahkaki sengkang Luassengkang.mm Nilai Avs diambil dari nilai terbesar antara Avs dan nilai tulangan geser Tulangangeseryang harusdipasangperjarak spasi 2 .4.6oftnr) i f V s < smakgeser'= | .)-.75h atau600 mm jika nilai Vs r.Av/s=Avs Avs :: Vs 2 Avs :0.jikavs l-{1't'7sh.425tnm mm RSNI.

8.4-36 . tegaklurus terhadap Gambar 4.4.ANAAr.t 4.SEMU BAL0KT DAN monolit.8 Balok T dalam sistem pelat satu arah positifdi momen tampak dalamgambar balokT ini akanmengalami 4. Padasistemtersebut Gambar arahaxis balok.5 PsnnNc. PERENCANAAN LENTURBALOK Bttor 4. Pada terdefleksi (potongan B-B).5J T BAL0KT.9. (potongan tengahbentang A-A) dannegatifmomendi atasperletakan "*l Webor stem ^*J (a) balok terdefleksi Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaI. balok secara dengan pelatdicor bersamaan pelatlantaiseringkali Dalamsistem 'T' sepertiterlihat pada sayapdari balok dalam hal ini pelat dapat bekerjasebagai bebansatuarahyaitu pelatdiasumsikan menyalurkan 4.

makadianalisis sepertidapat sebagai balok T sebenarny4 gambar dilihatpada 4.9d Lebar efektif sayap balok T berdasarkan SNI adalah nilai terkecil dari persyaratan sebagai berikut : . dimana adalah L baloktersebut bf=!*+16h1 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.. > b.9 Gambar BalokT dalammomen balok persegi.85f"bf " Setelaha asumsidiperoleh.9c.makadianalisissebagai balok T semu(balok persegiseperti gambar 4.a dengan asumsiawal tinggi blok tekanbetonmemotong flens.f A=- o. .9b).PotonganA-A(midspan) sebagaibalok T positifdannegatif 4.PotonganB-B(perletakan) balok perseg sebagai (d). Pffituclylnu Lwrun Buor Compression zone-- lul ll (b). pemeriksaan perlu digunakan terlebih Untuk menentukan balok T semuatausebenarnya dahulutinggi blok tekanbeton. Potongan A-A (midspan) sebagai balok persegi (c). panjangbentang br= L/4 . Adapun pada tengah bentangbalok T dapat diperlakukandengan dua kemungkinan. jika a (asumsi)( hr.4.selanjutnya diperiksaapakaha memotongflens atau badan penampang balok: a. dapat dianalisissebagaibalok T semu (balok persegi)atau balok T sebenarnya.4-37 . jika a (asumsi) hs. sebagai Padadaerahperletakan balok T pada umumnyadiperlakukan persegisepertiterlihat pada karenadaerahtekan betonakibat momennegatif berbentuk gambar 4. A.

bf: bw+Lll2 br=b"+6hr bf=b*+So/2 sayap Gambar 4. .4-38 . dimana Soadalahjarak bersih antarabalok denganbalok sebelahnya Sedangkanlebar efektif balok L (balok yang hanya mempunyai pelat pada satu sisi saja) tidak boleh lebih dari : .2 BAL0KT TaLANGAN ANALISIS TaNGGAL balok T terdapat beberapa Seperti halnya denganbalok persegi dalam menganalisis kondisiyaitu : a) (seimbang) Keruntuhan balans terjadi bila regangan maksimumpadaseratterluarpada Keruntuhan balansatauseimbang daerahtekan betontelah mencapd6".5. Keruntuhan balansini digunakan jenis keruntuhan penampang keruntuhan apakah tarik (underreinforced)ataukeruntuhan tekan(over reinforced). Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Pt naN ctuttex Lnnrun BaLoK .4.003dan bersamaan denganitu tulanganbaja untuk memeriksa mencapai regangan leleh baja 6s= ry. . bf = b* * So.10Lebarefektifbalokdengan 4. : 0.

".l l Analisis Balok T TulanganTunggal segitigasebangundalam gambar a. T"" d .85f" b.(4."[ffi).LrI.85f" (br . [u.5-1)kedalam Dengan nilai dari mensubstitusikan ayangdiperoleh pers. balans.5-1) tulangan tarik bajamengalami Keruntuhan dimulai dengan tarik terjadi bila keruntuhan lelehterlebih Hal tarik bajalebihkecildari luastulangan dahulu.1l (b) dilihatpadagambar Keseimbangan kopelgayasecara T=C Dimana 1 : A t u& C : C. 1lang dihitungpadapers.s-2) pers. d .l I (a) diperoleh tinggi blok desak Dengan persamaan padakondisi balans.0.ro.IrUn BALOK 4.-u. diperoleh A16 =elf o.* + Ccr= 0.) b) Tarik (underreinforced) Keruntuhan (4. PERENCANAIU (a) Penampang Regangan dan Gaya dalam Balok T Kondisi Berimbang . a * 0.=^(ffi)n jelasdapat a.a6 padabalok T.5h r. ini tedadibila tulangan (4.. t.a.b*) hr (4. (b) Keseimbangan Kopel Gaya Gambar 4.4-39 .5-l). As6 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.s-1) (4.5-2) (4.i2 rr".

)h.85f" (br .b*) hr (4.a T=C Dimana 1: Ar fi C : Crr"* Ccf: 0. a sesuai Tinggi blok tekanbeton. PERENCANATU Lrvrun B.5hr) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.(4. d .O.5-2)diselesaikan beton.Perhitungan dilanjutkan menghitung dengan + Mn = C.r 0.-shf (4.85f "b."(d-0.s-z) - A"f.. (4.12(b) Keseimbangan kopel gayasecaf.85f" b* a -| 0.12AnalisisBalokT Tulangan Gambar jelas dapatdilihat padagambar 4.Regangandan Gaya dalam Balok T Kondisi Tarik .. hasildari perhitungan balok a ) hf . a adalah makatinggi balokdesak Bila persamaan n-- T""' rr.4.5a) Ccr(d-0.-b. -o. Co" d-a/2 T*r (b) Keseimbangan Kopel Gaya KondisiTarik Tunggal 4.s-3) Jika pers.5-3)harus diperiksa.g5f"(br -b.qtor (a) Penampang. makabalok dianalisissebagaibalok T jika tidak cukup dianalisissebagai momen nominalbalokT : persegi.4-40 .

5-5) kedalampers.u yang dihitung pada pers.5-5) Untuk mendapatkan nilai tinggi blok tekan beton.t l a ) (4.5-4).13.a diperolehdenganmensubstitusikan denganakar persamaan pers.s-4) sepertiterlihat Regangan segitigadiagramregangan baj4 e. C : C"* + Ccr: 0. Hal ini terjadi bila tulangan tarik baja lebih banyak dari luas tulangan balans.5-1) atau regangan baja.85f" b* a * 0.e*E.rat -_-_--Manual P erencanaan StruEtD* Eeton B ertulang untuk Jembatan Hal.13 Penampang.4-41 . (4. pada ( g.Regangandan Gaya dalam Balok T Kondisi Tekan Keseimbangan kopelgaya: T:C Dimana T=A. Selanjutnya diselesaikan reWflhbtq$.^\1 s . (4.b*) hr (4. diperolehdari perbandingan gambar 4. t. (4..\ €". ( tydengankondisi Keruntuhantekan bersifat getassehinggatidak disarankanmerencanakan keruntuhan tekan.d .4. PERENCANAAN LENTUR B. A. = 6. Gambar 4.qrcx c) Keruntuhan Tekan (over reinforced) Keruntuhan tekan terjadi bila keruntuhan dimulai dengan kehancuran pada daerah tekan beton terlebih dahulu.85f" (br .

s-7) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL4-42 .b*) hr + A.(A. b* a2+ (0.5hr) (4.(A.s-6) 2A Dimana: A = 0.) 0. (br .yaitu: + Mn: Cr* (d-0.S5f.85f" b* a + 0.85 (br .85 f" (bi . = 0.b. PERENCANAAN LENTURBALOK T=C.*+C"t A" g'd-"^.5a) C"r(d-0. e"uFrd E. e"oE*) 6 = .S5f. e"u a .85 f" b* 3 = (0.( --\a hr f" rl e.)= 0 -B+^ln'-4AC q .") ) E. %" B1dEr) Selanjutnya untuk menghitung momen nominal sama seperti menghitung momen dalam kondisikeruntuhan tarik.b*) hr* A.4.- (4.

}.r .r{ \-/- tr>dl ya | BalokT kefuntuhan tekan -8+r/B'-4AC !l=-**t 1r' J = 0.p1d) -8+r.8546"[.. PERENCANAAN LENTUR BALOK f'q.-* '_T"*rffi -. (4 Co=0./" ( .85/. A_ 0 .= 0.l4DiagramAlir AnalisisBalokT Tulangan Gambar Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL4-43 . Ar8*E.=*i#lo -!r'l u.4. n=o''m lrf .t.{-e.JJ.-+ I I . Eial0Kpersegl tarik Keruntuhan reinforceclJ ".{g A$umsi alval Kenlntuhan tadk -0...J M.oE( = -(l. 8=l t------:--:--:--=- tsaroK r | t..b.. tekan Keruntuhan overreinforced 2A C* = 0"85/. fy.s5J.l \ ..#.. -b..=.s*E. s-5 1r& . I keruntuhanrrik | _l g = -B.y..r-.rh1 = M" c*l J t"l jffi.45 d._ 0. ...85i(br -b.85/"b. ./8'-{AC (I = *:-*_-r.! " '--:> i -:iJ Tunggal 4. b.6.)hr +. h1." 8 = 0.4&.l.854(lr..{.b1.).

l05.MPa h1:= l20mm h:= 600mm d:= 504mm Luas tulangan tarik A. := 6160mm2 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL4-44 .003 Mutu baja fr:= 4OOMPa E := 2.4.5a ANALISIS BALOK T TULANGAN TUNGGAL I tarik kondisikeruntuhan tunggaldengan SOAL : Analisisbalok T tulangan bf DIBENKAN: I)ata penampang b6:= 1500mm b*:= 350mm Data material Mutu beton f. PERENCANAAN LENTURBALOK CONTOH4. := 2OMPa ero := 0.

85.04mm LANGKAH 3 : Menghitung a asumsi awal. a < hsmakabalokpersegi.rc. namunjika fc' lebih besar 30 MPa nilainya berkurang s.' o..85-gf!-30) | lo. Asumsi awal.8llkN'm Manual P erencanaan Struhur B eton B ertulang untuk Jembatan Hal. PsRar.tor faktoSl LANGKAH I : Menentukan RSNr-T12-04 Pasal 5.!(.tt 7 \twu ) ir r" < 3oMPa if f" > 30MPa 91:=ma:(0.65.U5.=^.627mm keruntuhan tarik. tinggi blok tekan beton memotong flens Ar'fu .= 10. dengan S auadalah a LANGKAH 4 : Menghitung momen nominal balok Mn.85fc. 600 ab:=FtIro *\) ( 'l.4NneN LnNrunB.bf a:- a=96.. jika kurang dari 30 MPa nilainya0.l Faktor pl tergantung dari mutu beton.4.9r) LANGKAH2:Menentukanq 9l = o'85 tapi tidak lebih kecil dari 0.l.d ab = 257.l. blok tekan beton memotong flens. 445 .) Mn = llz2.-.

Fr) LANGKAH 2 : Menentukangr Fl = o'85 .b1 !. u.Pzn-suctuAAN n Buo x Lnuru ANALISIS BALOK T CONTOH4.55.hr 0.l Faktor pl tergantung dari mutu beton.891mm Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. = 400MPa d = 504mm ab =257. blok tekanbetonmemotong flens.=lo85-ryf+-.85.l.l.(brb*).8s f.[ft) As = 9240m# a. Balok T. < 3oMPa F1= -a{o-u5. %=p. jika fc' lebih besar namun 30 MPa nilainya berkurang tapi tidak lebih keeil dari 0. jika kurang dari 30 MPa nilainya0. tinggi blok tekanbetonmemotongflens Ar'fu a=l44.! .85fr. Asumsiawal.'l 1\MPo | ) if 10.5b TULANGAN TUNGGAL KERUNTUHAN TARIK I tarik As : 9240mm luastulangan soal4.94ltnrrl keruntuhan Tarik" Ket = "a > hf.5anamundengan SOAL : Analisisbalok T seperti LANGKAH I : Menentukanfaktorpl 'r fc = 20MPa if fc > 30MPa RSNI-TI2-04 Pagal5. 4-46 .04mrn LANGKAH 3 : Menghitunga asumsiawal.s'fc.85fc.-0.o. dengan penampang balok T LANGKAH 4 : Menghitungulang nilai a dengan Ar.bw a = 226.

[d - (a\(hr) .'a'b* ccf = o.[o - . = 400tl4Pa I Es = 2'105-N4Pa Manual Perencanaan Snukur BetonBertulang untukJembatan HaL4-47 .85rc'(bf .c.mm ANALISIS BALOK T CONTOH4.1 Cc* = 0'85f. "". ) Mn = 1.4.PmeNceye.b*)'hr Cc* = 1350000N Ccf = 2346000N LANGKAH 6 : Menghitung momen nominal balok Mn .5c TULANGAN TUNGGAL KERUNTUFIAN TEKAN SOAL : Analisis balok T denganpenampangsebagaiberikut DIBERIKAN: Data penampang bf = l5oomm bw = 450mm hf = l2omm h = 600mm d = 470mm Luas tulangan tarik As = 12950.*.* dan C.qrcrc LANGKAH 5 : Menghitung gaya-gayakopel C.56887x l09N.-2 Mutu baja Data material Mutu beton fc = 2OMPa ecu = 0'003 l.).qN LsNrunB.

d o* \ ) ( 9l = o'85 tapi tidak lebih kecil dari 0.o ).l.65.85 if f" > 30MPa Fr) 91:=mu{0. kerunnrhan tekan. jika kurang dari 30 MPa nilainya0.[. Manual PerencanaanStruhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.t.124.o.turt a ) hr. LANGKAH 2 : Menentukan a6 600 ub= pr.4-48 . balok T.4. ab=239'7mm LANGKAH 3 : Menghitung blok tekan beton memotong flens a . Pznrucet'te.l Faktor pl tergantung dari mutu beton.qN Lstwun Bttor faktorBl LANGKAH I : Menentukan RSM-TI2-04 Pasal S. dengan a ) or.85fc.85.(br-b*). namunjika fc' lebih besar 30 MPa nilainya berkurang p.u5.fy .---:--!0.85f"'bg = Penampang "Balok T" A"'L a=203-l37mm balok T LANGKAH 4 : Menghitung ulang nilai a denganpenampang (asumsitarik) u=ffi Ar.hr a=397..= ? \tutPu ) lo8s-ryf+-r'l | if f" < 3OMPa 10.

\ 2) "".bw B = o. P gnnt t.d ) Langkah 6 : Menghitung gaya-gaya kopel Cr* dan Crr Ccw = 0'85f"'a'b* ccf = o.4-49 .qt 4. A = 0.tC.85fc.E s.65* to6 I N m B = 9.104x 106 C = -(e r.b*)'hr Ccw = 1'994x 106N Ccf = 2'142x tO6N LANGKAH 7 : Menghitungmomennominalbalok Mn = .55562x N'mm Manual P er encanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.q.[o "\ - t'r) T) t09 Mn = 1.e cu .912xtO6N mN C = -3."*.[o -:) .(ot. Lft LANGKAH 5 : Menghitung ulang nilai a dengan penampang balok T keruntuhan tekan.85fc.Ut tfU n BUOr<. A = 7.85fc'(bf .n1+ Ar-e"u-E.B l .u*).

3 GnNot AN. Ir. T".. dari superposisi komponen (a) Penampang.a > hr.analisis balok T tulangan halnyadengan Seperti bila tinggr blok tekanbeton. tunggaldilakukan ganda balokT tulangan samaseperti Dalamanalisis balokT tulangan gaya-gaya kopel.0"5hi * b*.- Tt* + (b) Keseimbangan Kopel Gaya Ganda 4.tttsts BetoK T TULANGAN dilakukan balok T sebenamya tunggal. Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jernbatan Hal. d . PERENCANAAN LENTURBALOK 4.5.15AnalisisBalokT Tulangan Gambar d-d' rr".si]. dan Regangan GayadalamBalokT KondisiTarik c* d .4-50 .4.

0.g5f"bf (4.a dengan u-- (e".d') ManualPerencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal.5a) C"s(d-0.maka momen nominal balok T tulangan ganda dapat berikut: kopelsebagai diperolehdengan menjumlahkan momendari gaya-gaya (4.85 (br . rnutu tekan tutangan teleh.s-8) namunjika a > hf makabalok balok persegi. J Jika semua syarat terpenuhi.b*) hi* A" fy (4.* (d-0. maka perlu dihitung tinggi blok tekan tekanleleh.15b. -o.BALOK LENTUR 4.& f" f" C = C"** Crr* C"r: 0.makatulangan leleh as' F.t=gq .s-e) (4. dilihatpadagambar kopelgayasecara Keseimbangan asumsi awal) tekanlelehsebagai T=C Dimana 1=A. Bila a < hf .a r.4-51 .5-ll) + + C".5-9) beton a adalah maka Bila persamaan diselesaikan tinggibalokdesak .I ) (4.5hs) (d . (A". asumsitulangan beton. makabalok dianalisissebagai dianalisis sebagai balokT.4 ' ' #-lA'.A'")f.)hr 0.85f"b* diperoleh diperiksa : Selanjutnya a yang nilai tarik d . (anggap jelasdapat tulangan 4.A'")f .85 b* a + 0.s-10) .' [6 0 0 + " f.B5f"(br-b. PERENCANAAN a) TekanLeleh Tulangan Keruntuhan Tarik dengan Untuk memeriksaapakahtulangantekan leleh.([ 6 0 0 . Mn = C.

s-r2) sepertiterlihat segitigadiagramregangan Regangan bajq e'.4.5-12)kedalam 0.5-14)digunakan untukmenghitung dalampersamaan Nilai a yangdiperoleh berikut: gaya-gaya dihitungmomennominalsebagai kopel Cr*.6"uE.s-r3) nilai tinggi blok tekan beton.r: 0.A' &) Et) C = .85f b* a+ 0.85 f (h .(A'.b*) hr* A'. diperoleh dari perbandingan gambar pada 4. Selanjutnya + * Mn = Cr* (d-0.5a) C"s(d-0.e"oFrd'Er)=0 5 i _B+JB'_4AC .(4. b* 3 =(0.85f. r'. (d .4-52 .Selanjutnya diselesaikan pers.15b.24 Dimana: A = 0.s-14) kembali (4.- (4.85 b* a2+(0. dilihatpadagambar Keseimbangan kopelgayasecara T=C Dimana T-Arf. t"u E .85f" Or .5hs)C".5. ft e-(A'.+ C"r* C. (4.(4."="*[l-ry) persamaan kuadrat. ". A.b*) hi+ A'.5-13).85f" (h . E. &: 0.d') ( 4. C"t danC"r. r*(t-E{\ "-\ a) A (4. C = C"*. T = C"* * Ccr* Ccs A.15 ) Manual Perencanaan Snulctur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.b*)hr* A'.a diperolehdenganmensubstitusikan Untuk mendapatkan persamaan denganakar pers. e"u B1d' g .13.b*) hr+ A'.Sf (br . PERENCANAAN LENTURBITOT b) Tulangan TekanTidak Leleh Keruntuhan Tarik dengan jelasdapat 4.85f" b* a + 0.

-J.c&* cr.4. "1.%['-*] .o. hr.!.16Diagram Gambar Alir AnalisisBalok-TTulangan Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.-r'. )'. + Are*E. 4 .d.-_ -8+.s5"4's6.}ht ". A* tr.85. fy.)i.95"{so a . d* ru="*id4j-+[r-?) Ganda 4.bi.0.B5I -b. co =d'.r .Ji'-4-{C ffi C*.o.a"-$-Ad'ldll.85d(&. PERENCANAAN LENTURBALOK f'a..l Asumsi swal tarlk Kerunruhan (b/ {-r.sSS -4.-(-4'.*/& [$i-=. -0l. =l'. = 0. -b*)h/ ca = 0.4-53 . -b*iftr Co= 0.e*E fta'') Tulangan tekan eleh tekan kerunluhan (dihindari) n=-_l. :0.57'.*. ..)/" -f ) ''' -Fl oooa 600_. i$t C . b. .85/"(4 C.f.

003 Mutu baja ! := 4OOMPa E := 2.t* bw = 275mm Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. PERENCANAAN 4.:= 47Dmm d' := 65.MPa desak Arr i= 40gmm2 Tulangan Tulangan tarik A. := 2OMPa ear.mm Data material Mutu beton f.105.5mm h1:= l00mm h := 600mm d.LENTURBALOK 4.4-54 .:= 0.5d CONTOH ANALISIS BALOK T TULANGAN GANDA I SOAL : Analisis balok T hrlangangandadengankondisi kerunhrhantarik .tulangantekan leleh bf DIBERIKAN : Data penampang bg:= t200mm t*:= l37. := 6900mm2 b*:= 2.

hr(uru*) 0.85 fc > 30MPa Faktor Bl tergantung dari mutu beton.4. namunjika fc' lebih besar F1:=mu{o. jika kurang dari 30 MPa nilainya 0.zga a Tulangan desak ) telah leleh.85. u.4-55 .fy a:=0.6s.ro] if s.l.l LANGKAH 1 : MenentukanfaktorBl t" 99I. . karena d'/a< (d'la)lim Tulangan tarik ) telah leleh.Ar.rr-? \MPa ) | if f" < 3oMPa 10.J.85f"'b1 a=127. ll-l l=0.78&twr Periksaasumsi /a') r-r \ u /ri| =-'l 1-lll Fr \ r F \ 600) ) ^ ' --'lt(. karena a < a5 atan Manual Perenc anaanStruhur BetonBertulang untukJernb Hal.bw a = 219.392 60WPa ) \ u /ri* Fr \ /o'\ t.).rv o.. \ ^ ( 600 ab=239'7mm blok tekan beton memotong flens (4.ssr. jika tidak tulangan tidak leleh.= lo. d frJ . LANGKAH 3 : Menghitung /. Pr) LANGKAH 2 : Menenfukan ag Pt = o' gs 30 MPa nilainya berkurang tapi tidak lebih kecil dari 0._ .nr.. P SRENcANAAN LsNrun BIIOr T1244 Pasal 5. au:= ? Ft'l-J0+ ) .l.[ . Jika d'/a < (d'la)lim maka tulangantekar/desakleleh. ! = o.451mm LANGKAH 4 : Menghitung ulang nilai a dengan penampangbalok T (asumsi tulangan tarik dan tekan leleh) (e.os.85fc.

b* Ccf = l'572x 106N Ccw = l'028x 106N Ccs= 1'6x lo5 N Ccs Ar'.85fc.(d -"\ d z) " "'\ 2) Mn = l.o95x 109N'mm /o\(hr) Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.a.r.hf (bf .4.85fr. PERENCANAAN LENTUR BAL2K LANGKAH 5 : Menghitung gaya-gayakopel Ccf := 0.1.4-56 .i | * C.! := LANGKAH 6 : Menghitung momen nominal -d') Mn'=C"*.b-) Cc*r= 0.rl d .+ | + C.

4. Pmtuctulltr Ltttrun BALzK

4.5.4

AN,tttstsB,ttorKornrHouow

Analisis balok kotak hollow dalam segalahal sebenarnya tidak berbedadenganprinsip balok. Bentuk tidak menjadi sesuatuhal yang rumit bila dapat diperolehtitik berat penampang yangtertekan blok tekan,a. Bila disamakan = 2 t* makabalok b* setinggi persis hollow analisisnya sama dengan balokT.

c*
d-dl

-r--C-

-LL

+
I

d - 0.54 _J_T.,

t-

-r."
+
--4----.-J

l

d-d

4.17Superposisi Gambar KopelBalokKotakHollow Gaya-Gaya jelas dapatdilihatpadagambar Keseimbangan 4.17 (anggap tulangan kopelgayasecara . tekanlelehsebagai awal) asumsi T=C Dimana T=Arf, C: C"* * C4* C..=0.85f. b* a + 0.85t (br - b*) hg+A', fy b*:2 t* (4.5-16)samapersisdenganpersamaan Persamaan (4.5-9)dengan demikianbalok box kotak dapatmengikutiprosedur perhitungan b* balok T, dengan mengganti = 2 t*,.

(4.5-16)

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

HaL4-57

4. PmnucIuIAN LENTaR BAL}K

CONTOH4.5e

ANALISISBALOK BOX HOLLOW TULANGAN GANDA
I

SOAL:

Analisis balok Box Hollow hrlanganganda dengankondisi kerunhfian tarik -

tekanleleh tulangan

d'

I

-r
ht

DIBERIKAN : Data penampang b1':=l200mm t",:= 137.inm hg:= l00mm h:= 600mm d := 470mm d' := 65.mm

Data material Mutu beton
f" := 2OMPa e",, := 0.003

Mutu baja

!

:= 4OOMPa

E, := 2.l05.MPa

Tulangandesak Ar, != 400mm2 Tulangantarik
A.:=690omm2

b*:= 2.t*

bw

275mm

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4- 58

4. P nagt tclx,qeNLaurun B.atox LANGKAH I : Menentukan faktoSl
RSM-Tt2-04 Pasal 5.1.1.1 Faktor pl tergantung dari mutu beton, jika kurang dari 30 MPa nilainya 0.85, namunjika fc' lebih besar 30 MPa nilainyaberkurang

p,,= if f^ loBs-ry[,+-r']> 30MPa
''l ? | \MPu )

lo.8s

if f" < 3oMPa Ft = o'85

F1:=ma{0.u5,9r)
LANGKAH 2 : Menentukan a6

tapi tidak lebih kecil dari

0.6s.

j9L).0 :=^ r au 0r'l7 -r00+ frl
a

ab=239'7mm

LANIGKT\I{ 3 : Menghitung blok tekan beton memotong flens a = 127.451mm

o.85fc.bf

LANGKAH 4 : Menghitung ulang nilai a denganpenampangbalok box hollow (asumsi hrlangan tarik dan tekan leleh)

o*) (o, - nr,).! - o.85r".hs(or0.85fc.bw Periksa asumsi

/\

i,

/a'\ r-r
\o/rir.

r \ | r =-.1 l-Al
Fr\

600)
Jika d'/a < (d'la)lim maka tulangan tekan/desak leleh.

/a') l-l

I' )l = 0 . 3 9 2 - - ' l t(. l 60CIvlPa/ \ u /ri- Fr \
9)= o.zga
a

Tulangan desak ) telah leleh, karena d'/a< (d'la)lim Tulangan tarik ) telah leleh, karena a < a6

Manual Perencanaan Strulaur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-59

4.Pmntcaunnu Lwran BAL)K
gaya-gaya kopel LANGKAH 5 : Menghitung Ccf:= o.Slfc.hf(br- b*) Ccwt=0.85f".a.b." Ccs,= Ar''! LANGKAH 6 : Menghitung momennominal (a\(hr) Mn,=..*.[u ;)c.f.[d c.r.(d- d') N Ccf= 1'572x106 Ccw= 1'02sxt06 N Ccs= 1'6x lo5 N

; )+

Mn = 1-095x lo9N'mm

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-60

!

KEKUATANKOLOM 5. PERENCANAAN

5 PERENCANAAN KEKUATAN KOLOM 5.1 Uma*t
bebandari lantai atau Kolom merupakan elemenstruktur yang berfungsimenyalurkan berikut kolom dapatdiuraikansebagai balokke sistemfondasi.Konsepdasarperhitungan o Perbedaan antarakolom denganbalok adalahbahwa pada kolom di mendasar bekerjapula gayaaksial (bisatekan bisatarik); momenpadapenampang samping berubah(uniaxial dan o biasanya arah momenpadakolom bisa berbalik dan/atau biaxial bending); o Selaindari padaitu semuaasumsidan ketentuan dasarkolom tetap samadengan apa yang kita kenal berlaku pada balok yang mengalamibeban luar berupa momenlentur.

5.1.1

FAKToRREDUKSIKEKUATAN

gayaaksial menahan dari kemampuannya dari kolom harusditentukan Kekuatanrencana akibat pengaruh dan momen lentur akibat bebanrencanadan momenlentur tambahan cara kelangsingan, berdasarkan PBKT. Faktor reduksi kekuatandapat dilihat pada Tabel 3.2 Qugaterdapatdalam pasal 4.5.2 RSM T-12-2004).

5.1.2

PNNSIPPERENCANAAN

a) Perencanaan komponen strukturyang dibebani kombinasilentur dan aksialharus tegangandan kompatibilitas regangandengan didasarkanatas keseimbangan asumsi dalamsubbab4.1.2. menggunakan b) Komponen struktur yang dibebani kombinasi aksial tekan dan lentur harus direncanakan terhadapmomen maksimumyang dapat menyertaibebanaksial.

Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-l

KEKUATANKOLOM 5. PERENCANAAN

Bebanaksial terfaktor {

yang ada,tidak boleh melampaui denganeksentrisitas

kuat rancang bebanaksial /P"1**1,dimana: tulanganspiral: dengan 1) Untuk komponen -f"'(A, QP,6*)= 0,85/[0,85 -A,,)* frA",]

( s.l- 1)

pengikat(ties): tulangan dengan 2) Untuk komponen

-f"'\A, - A,,)* f ,A",] dP,6*\= o,8o/[0,85

(s.r-2)

untuk memperhitungkan 3) Momen maksimumterfaktor, M, harusdiperbesar dengan bab5.3. sub efekkelangsingan sesuai

5.2

KoLoM PENDEK Pnnnr,tc.nrve.nN

penambahan momen akibat dengan mengabaikan Kolom pendek bisa direncanakan kolom pendekbisa dilakukan pengaruhkelangsingan. Dengandemikian, perencanaan pengaruh interaksi memperhitungkan dari hasil analisisstruktur,dengan sesara langsung momenlenturterfaktor. antara bebanaksialterfaktordengan

5.2.1

DaGRAM lNrnnars Kotou

Diagram interaksi kolom secaftrumum dihitung dengansejumlahdistribusi regangan. Titik-titik dalam diagram interaksi dihitung berdasarkannilai P dan M yang tersebut. dengan regangan berkorespondensi

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-2

V /- J V. PERENCANAAN KEKUATAN Pn Po 0.-4 n nnl t / Mo Kondisi seimbang n rvrt "J Mu Mn :*7* .KoLoM 5. f-.1" --t---: -f . Gambar5.2 Perhitungan danMo untuksuatudistribusiregangan Pn Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.003 Kontrol Tekan Kontrol Tekan Pu Kontrol Tadk g:@ r--?4L L..85liorO a' _I t.-l e I I -T_ I ! oesr.VV{ Kontrol Tarik Kolom 5. l* C./t 'fr r' F /. = 0.= f"lE. i d.5-3 .1 Interaksi Gambar Diagram kombinasiaksialdan momen Secara umum penampang elemenstrukturyangmengalami sebagai dapatdigambarkan berikut : Pn= Pc + I -*.

hitung ulang ( e / h ) dan 6) Jika dimensiterlalu berbeda dari nilai estimasi ulangkembalilangkah4 & 5.(L-1)*r = r". Ast : peb h 8) Gunakandimensiaktual & ukuranbatanguntuk mengecek semuakombinasibeban (gunakan grafik ataudiagraminteraksi). 4) Gmakan grafik yang sesuai) target pu Baca dalamAuer*t ff <> diperoleh Ag: bh : frn /bh Lakukanjuga untukkasus-kasus lainnyayangmenentukan kolom b danh 5) Pilih dimensi (step3).C .quIAN KEKUATAN padaCentroid Aksi GavaResultan P n =C " + C " . ) + c "-[-. Mu ) dane untuk kombinasi 1) Hitung beban yangberpotensi 2) Pilih kasuspembebanan menjadipenentu.a' c" \ 2 2 ) . beban terfaktor(Pu.(t) (s. RevisiAg jikadiperlukan.aTeN gambardiagraminteraksidari manualdapat kolom denganmenggunakan Perencanaan dilakukanmengikutilangkah-langkah sebagai berikut : yangrelevan. 7) Pilih nrlangan baja. pr] 9) Rencanakan tulanganlateral [selesaikan Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. * f a .T " = 161gan positif ( 5.1) pusatgeometri Momenterhadap Mn . 3) Gunakannilai estimasih untuk menghitungyh.) +r"*(d.KOLOM 5.2 PERENCANAAN DAGMMINTEMKSI MTNEOux. Prrcuc.2-2) Atau Mn 5.2.lt. 5-4 .("o"-L\ 2) \ )+ .2. e/h untuk kasusyang menentukan.)+'".

orde-dua tidak melebihi5o/o momen-momen dari 2) Suatu tingkat pada struktur boleh dianggap tak bergoyang bila nilai index padasuatutingkat: kestabilan g =ZP.o5 v.1 1) PnaTNen.s1NG Kolom harus dikelompokkansebagaitidak bergoyangatau bergoyang.3 PsnnNc. ao = simpangan relativeantartingkatorde-pertama l" : tinggi kolom padatingkatyangditinjau 5. DimanaMz adalahnilaimomenujung kolom terbesar.2. dapatdiambil: Manual Perenconaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.tN6.3-3) Untuk komponenstruktur yang tak bergoyangdan tanpa beban tranversaldi antara tumpuan.1.5-5 .4NAArv Kotou L.3.5.3-2) 2) Dengan faktor pembesaran d* momenuntuk kolomyang tak bergoyang.0 0.3-1) IP. = jumlah bebanverticalterfaktorpadatingkatyangditinjau vu = gayageser total padatingkatyangditinjau akibat V. PERENCANAAN KEKUATAN KoLoM 5.75P" 3) (s. sebesar: a-=-4-rr.3.qNMoMEN KoLoMTAK BERGovANG UNTaK Komponen strukturtekanharusdirencanakan dengan bebanaksial menggunakan terfaktor I sebagai: M" = 6*M. maka C.3.l" Dengan : (s. sub 1) momen-momen ujung Kolom boleh dianggap bila pembesaran tak bergoyang akibatpengaruh ujungorde-satu.Kolom tak harus bergoyang kolom bergoyang harus direncanakan sub menurut bab5. M " yang didefinisikan (s.sedangkan direncanakan menurut bab5.o" <o. dan momen terfaktor yang diperbesar.

5. PERENCANAAN KEKUATAN KOL2M

c^=0,6.0,+(ff;), o,+

(s.3-4)

Dimana Mt, Mz adalahmomen ujung kolom, denganMz adalahmomen ujung Perbandingan kolom terbesar. 5
M2

bemilai positif bila kolom melenturdengan

tunggal. Untuk komponen struktur denganbeban tranversal di kelengkungan dengan 1,0. diambilsama tumpuannya, harus antara C, 4) (5.3-2)tidak boleh diambil lebih kecil Momen terfaktor M, dalampersamaan dari : (5.3-5) = P,(15 0,03/r) + "^^ Untuk masing-masing sumbu yang dihitung secaraterpisah,dimana h dalam M millimeter. Untuk komponen struktur dengan Mr.^^>M, ditentukan: . . 1,0 Sama dengan atau Berdasarkanpadarasioantara dan Mzyngdihitung. M, nilai C^ harus

5.3.2 a)

Pnungsnn.IN M0MEN aNTUK KoLoMBERGOVANG samping,faktor Untuk komponentekan yang tidak tertahanterhadapgoyangan panjang efektif&,harus lebihbesardari1,0. Untuk komponen tekan yang tidak ditahan terhadap goyanganke samping, pengaruh kelarrgsingan apabila!!o.rr. bolehdiabaikan r

b)

c)

Momen Mt dmr M, padaujung-ujungkomponenstrukturtekan harusdiambil sebesar: M, = Mr* + 6Mr" Mz = Mr* *6Mr, Dengan6J4r" dan 6$ r" harusdihitungmenurutsubbab 5.3.2(d). (5.3-6) (5'3-7)

d).

Caramenghitung tsl,r'"

Manual Perencanaan Struhtur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-6

5. PERENCANAAN KEKUATANKOLOM

momen6 goyangan yang dipetbesar, JUI harusdiambil sebesar Momen-momen ", metodesebagai momen ujung kolom yang dapat dihitung denganbeberapa berikut: l. komponenstrukturyang nilai kekakuan Analisis orde-kedua berdasarkan diberikanpada5.3.3.Padametodeini dilakukaniterasiP - A sampaiselisih defleksi relatif lantai akibat beban lateral iterasi ke-i dengan iterasi mendekati ataudapatdituliskanI Ai - d-1 | o 0. nol sebelumnya Analisislangsung momenP - A (AASfffO) : Sebagai altematif 5Jv[, bolehdiambil sebesar

2.

dM-=

M"

r-Q

u.M-

(s.3-8)

Apabila nilai d"yang dihitung dengancara ini lebih besardari 1.5, maka 6"M" haras dihitung dengan menggunakan analisis elastis orde-dua atau 6rttl" boleh dihitung dengan cara pembesaranmomen portal bergoyang tradisional. 3. portalbergoyang tradisional. Analisispembesaran momen kolom-balok, Padametodaini akandihitungterlebihdahulurasiokekakuan qruntuk menghitung efektif, fr. Faktorpanjangefektif,k yang faktor panjang Pc. didapatdigunakan untuk menghitung

6M

M,

"=

, ZP, ,-

2M,

(5.3-e)

}iDi

pengertian: dengan Ip, =jurnlah seluruhbebanvertikal terfaktoryang bekerjapadasuatu tingkat lantaikendaraan. ZP"= jumlah seluruhkapasitas pada tekan kolom-kolombergoyang satutingkatlantaikendaraan.

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-7

5, PERENCANAAN KEKUATAN KoLoM
I

e).

Sebuahkomponenstruktur tekan dengankelangsingan: :):

t..

35
l l f , A" g
IJc

'

( 5.3- 10)

lP"

Harus direncanakan untuk memikul bebanaksial terfaktor {

dan momen M"

yang dihitung menurutpers. (5.3-2) dimana M, dan Mr dihitung menurutpers. (5.3-6) dan (5.3-7), Fo ged;a persam:un (5.3-12)ditentukansesuaidengan yangdigunakan. kombinasibeban

5.3.3 a)

BEBAN TEKUK Bebantekuk didapatdari:

P^ l'E-,!= -c=
Qt")' b) Bila tidak menggunakan perhitungan yang lebih akurat, EI sebesar:

(s.3-11)
dapat diambil

+ E"I "") E t - lo,2E"l,
L+Fa atau lebih konservatif:
El-

(5.3-r2)

0.48t"6

I+ Fa

(s.3-13)

Dimana:/", adalahmomen inersia tulanganterhadapsumbu pusat penampang komponen struktur. 5.3.4 SvtnqrKrntNGsrNclN

Umum Apabila gaya dan momenyang bekerj padakolom telah diperoleh dari analisis a denganmenggunakan elastis linier, pengaruhkelangsingan harus diperhitungkan radiusgirasir, dan panjang efektifsesuaidengan uraianberikut. ataupanjang bebas

A.

Radiasgirasi

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal. 5-8

5. PERENCANAAN KEKUATAN KoLoM
at l

Radius girasi r, untuk komponen struktur tekan persegi diambil sama dengan 0,3 kali dimensi total dalam arah stabilitas yang ditinjau, dan sama dengan 0,25 kali diameter untuk komponen struktur tekan yang berbentuk lingkaran. Untuk bentuk penampanglainnya r, dapat dihitung dari penampangbeton bruto.

B.

Panjang bebas Panjang bebas, I, da/. suatu komponen struktur tekan harus diambil sebesarjarak bersih antara pelat lantai, balok atau komponen shuktur lainnya yang mampu memberikan dukungan lateral terhadap komponen struktur tekan tersebut.

c.

Panjang efektif Panjang efektif , k/ dapatjugadinyatakan sebagaikl.: l./n; dimanan adalahjumlah "setengah gelombang sinus" atau (% sinus yang) dibentuk oleh deformasi elemen kolom. Beberapapanjangefektif kolom yang diidealisasi.

4

I

% (% sinus)

!.

t
7zsinus

Q z tz sinus)
(a)n=L;k(= l. (b) n:2; kL=l/2

Gambar5.3 PortalTerkekang Arah Lateral(Non SwayFrame)

% (% sinus)

s s
( a )n = % ; k l . = 2 1

a

%(%smts)

@'Sn=l;kl=l

(SwayFrame) Gambar5.4 PortalBergoyang

Manual Perencanaan Strulctur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-9

5. PERENCANAIU KnruArIN KOLOM

Panjangefektif dari suatu portal untuk pondasiyang mengalamirotasi, dapat digambarkan berikut: sebagai

*i
q

e.l

:s

a

(a)2.2<k/u<o

O) 1.2<k/u<o

(SwayFrame) Gambar5.5 PortalBergoyang rotasidantranslasi terhadap Faktorpanjangefektifdipengaruhiolehjenis kekangan AASHTO dapat ujung-ujungkolomnya.Nilai faktor panjangefektif berdasarkan dilihatpada tabeldalamGambar 5.6.
GoyanganDitahan (Braced) GoyanganTak Difiabm (U nbraced)

Bentuk kolom tertekuk ditunjukkan dalam gambardi samping

4

Teoritis Desain

k=0.5
k = 0.65

k = 0.70 k = 0.80

k= 1.0
k=1.0

k=2.0
k=2.1

k=2.0 k=2.0

k= 1.0

k= 1.2

Gambar FaktorPanjang 5.6 Efektif,k (AASHTOLRFD sec.4.6.2.5)

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-10

1.0 . v.50..n u.0 .9 c.0 r 5. /r diperolehdenganmenarik garis diantaranilai ry6 d(5. persamaan V" yangtelahdihitungdengan Hal.7 Nomografuntuk faktor panjangefektif.0 .l- -2.0 0.Prnnttcly.0 lrc.5.4 oec?c€UG- 7A EO t-0 3.5-11 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan . k di atasterdapatdua nilai dari pendekatan teoritis dan desain.0 c.c.=ffiffi (5.20.:t. dapat Juga dilaklkan dengan nomograf PerhitunganfaKor panjang efektif sebagai berikut. k Dimana rya adalahrasio kekakuan kolom denganbalok padakolom bagian atas. dan yang benar-benar terkekang sempuma.A -6. 5C.3-14).0 10.dan Vs rasiokekakuan kolom dengan balok padakolom bagianbawah.o .0 -7.8 u.0 50.0 -40 -3. .n.C- V.yaitu nilai k teoritis untuk kolom denganperletakanideal jarangditemuikolom karenasangat terkekang sempurna. struktur Komponen lak-bergoyang (a) struktur Komponen bergoyang ib) Gambar5.0 :'1S.ln Ktrulr.0 rc.0 li/E 100.: 't*o -3UU u.i t L- zc- 4.8 0.9 c.10 c -Gfi 10. .3-14) Faktor panjangefektif.3.cx Kotou Padatabel Faktor panjangefektif.5.0 s0 10- 1.6! .c .o .0 20. nilai k untuk desain.0 ?9.

22$0tt)n2 = 0."=ffiffi= V B= l ' 0 3.235 2. 1"' 50m 55m 55m 50m SuperstrukturIc :3. . Menghitung faklor ry untukkolom DE.3. . Ec:25000 MPa. Hubungkan titik \lo dan Ve dengan membuat pada bagian unbraced frame. Hitung faktorpanjangefektif untuk kolom DE..L4 x 1012 : mm4 .86x 106 mm2 :Ic:3. PERENCANAAN KEKUATANKOLOM Contohpenqgunaan Nomograf Diberikan:Jembatan strukturbetonbertulang4-bentang sepertiditunjukkangambardi bawahini.k: I.23 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL5-12 .22x 10ll -rn' : A = 2.t4Q01\/5s garislurus padanomograf.5. 1. A = 5. 2.01x 106 Kolom mm2 Solusi: 1.

Pengaruhkelangsingan Pengaruhkelangsingandapat diabaikan untuk komponen struktur tekan tak bergoyang apabiladipenuhi : -(trUt) 4.) diabaikan apabila: (s. rcc.t 30 c: Komponsn efukturtak. 20.0 tos it" . sebaiknya dihindarikecuali r persyaratan yang berlaku semua analisisyang menyeluruh telahmemenuhi segala pasal5.C -:.=ro r ( M.7.c.r ]c.0 :.0 4.t e0 ?0 I .o.s -0.a 5 . $se.0 300 too 100 9U c e c I .3. pengaruh kelangsingandapat Eo=rt ( s.4 sesuai RSM T-12.5.3.5 -o. PERENCANAAN KoLoM KEKUATAN lY. * lD0 5.1.14) Untuk semuakomponenstruktur1"1r^ t!-> 100. t. 30.blrgoyang {a} struktur bergq/ang Komponen (bi D.3-13) Untuk komponen struktur tekan bergoyang.5-13 . -3ir0 : tB. Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.r -n ? BU t0 0 -0.

t I bl + l<>l '0-2 b Gambar 5.asalkanmemenuhisalah satu syarat berikut: a).4SING MOMENLENTURSECAM TERPISAH persegi.Ip.(lihatSubBab 4.atau b).4 5..0.05 kali seluruh tinggi badan komponendalam bidang lentur.2 PNNTNCANAAN BENO.qL/tM KoMBTNASILENTaR Bt.4.tx AsaastpnnnNc.4.zt Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.2) dengan pada asumsi 5.tNttN Perhitungan kekuatanpenampang melintangakibat kombinasilentur dan aksial sesuai perencanaan balok.cSTNOM.1 Knratrtrtt KoLoM D.5-14 .3 Garis kerja aksi dari resultante gaya aksial I I:o.1.qN KnxulrtN KoLoM 5.cl x c2 dimanabila c2 adalahdimensipenampang Untuk penampang terbesar danc2lcl < 3. makapen:tmpang masingdapatdirencanakan untuk gayaaksialdengan masing momen lentur dihitung secaraterpisah. Gariskerja aksi dari resultante gayaaksialjatuhdidalamluasyang diarsir dari penampang padagambar dibawahini.5.arsat Dnw Tnx. Psnnuclx.a M.ASIRKAN P. Eksentrisitas dari resultantegaya aksial pada masing-masing sumbu utama tidak melampaui0.

4.INLENTUR BIANSIAL TEKAN dan tegangan penampang kompatibilitas berdasarkan Apabilatidak menggunakan analisis perencanaan bukanlingkaranakibatlentur berbentuk regangan.If"'Ar. masing-masingkelompok Manual Perencanaan StrulcturBeton Bertulang untuk Jembatan Hal. kekuatan dari penampang dengan: biaksialdapatditentukan 1111 :-=--* Pn j-Pn.tNllNKnxulrlN KoLoM 5.atau (s.4..4.01As < Ast < 0.I ^ Y: *++' ilu{.4 KOLOM PBnSvInnrIII TULANGAN UNTAK 5.4.5-15 . tetapi tidak boleh melebihi 400 MPa.4-2) Ql. adalahkuat leleh tulangan spiral.08 . r Tulangan tunggal Masing-masing tulangansudut jarak pusat pusatlebihdari 150mm dimana Seluruh tulangan ke dimanatulangandiberi jarak Sekurang-kurangnya setiaptulanganyang bergantian 150mm ataukurang o Tulanganterkelompok.tf"'As 5.1 Tulanganmemanjang a) kolom harus. Pnnnnc. 0.3 DAN PpnnIIc.4.4-l) (s.4.2 Pengekangan tulanganmemanjang Tulangan memanjang kolom berikutini harusdikekangdalamarahlateral: o .5. . 5.IIuI.4.20. : Luasdari tulanganmemanjang penempatan spasitulanganagartidak mempersulit atau Namunperlu diperhatikan pengecoran beton. P* Po - jlka P. jika n<o. b) Rasiotulanganspiral p"tidak bolehkurangdari : (s.4-3) dengan f .

atau o Ikatan melingkar atau spiral dan tulangan memanjang yang mempunyai jarak yang samaterhadap sekelilingnya.KOXU.SIN mm s 150 135o Maksintunt bolehlebihdari 150mm Gambar 5. Pada lengkungan ikatan.ATINKOLOM 5. 5.4 Spasiantara tulangan longitudinal kolom 5. Ukuran tulangan sengkang atau spiral jangan kurang dari ukuran yang diberikan pada Tabel5. dimana lengkungan membentuksudut l35o ataukurang o o Di antaradua kait yang membentuk sudut 135o Di dalam satu kait bersudut 135oatau kait yang kira-kira tegak lurus terhadap muka kolom.3 Pengekangan lateral Pengekangan lateral harus dipasang apabila tulangan memanjang ditempatkan didalam dan bersentuhandengan : r Ikatan yang tidak melingkar.4. PEMNCANA.4-1.4.4 Ukuran dan jarak antara sengkangdan spiral Ukuran dan jarak antaratulangan sengkangdan spiral harus memenuhi ketentuan berikut: a).5-16 . Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untukJembatan Hal.4.4.

Sengkang berbentuk lingkaran harus disambung dengan las atau dengan membuat overlap dan memasangdua kait bersudut 135odi sekeliling tulangan memanjang atau kelompok tulangan.5-17 . 0. 5. Sengkang persegi harus disambung dengan las atau dengan membuat dua kait bersudut135osekeliling tulangan. PERENCANAAN KoLoM KEKUATAN Tabel 5. .Sengkangbagian dalam dapat disambungdengan membuat putaran di dalam inti kolom. untuktulangan 300mm c).5.5 h" atau7.4. Jarakantarasengkang atauspiraltidak melebihihargaterkecildari : h" atau15 du untuktulangantunggal. Spiral harus diangkur pada ujung dengan satu atau satu setengahputaran tambahan dari spiral.5 Pendetailansengkangdan spiral Pendetailantulangan sengkangdan spiral harus mengikuti ketentuan-ketentuanberikut: . Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. . tidak lebih dari Satusengkang atauputaranpertama dari spiral harusditempatkan 100mm arahvertikal di ataspuncakperletakan ataupuncakpelatlantai.dand o: diameter kelompok. (dimanaft": dimensi tulangan) kolomterkecil.4-I Ukuran tulangan untuk sengkang dan spiral Ukuran tulangan arah memanjang (mm) Tulangan tunggal sampai dengan 20 Ukuran minimumtulangan dan sengkang spiral(mm) 6 l0 Tulangan tunggal24 sampai 28 Tulangan tunggal32 sampai36 Tulangan tunggal40 Tulangan kelompok t2 l6 t2 b).5d.4.

truN KoLoM Apabila kait bersudutatautegak lurus dikombinasikan dengan kelompoktulangan.4. 5.tx Knru.PmnNctNt.1 8 . diameterdalam dari lengkunganharus dinaikkan secukupnya untuk menampung kelompok tulangan.5.5 . Pada setiap sambungan dalam kolom. Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan H a l .25 frA. Apabila gayatarik pada tulangan memanjang pada setiap muka kolom akibat beban rencana ultimit melebihi persyaratankekuatan minimum seperti di atas. . atau sambungan menumpang dalam tarik.4. kekuatan tarik tulangan pada masing-masing muka kolom tidak boleh kurang dari 0. gaya pada tulangan harus dialihkan dengan sambungan las atau mekanik.6 Penyambungantulangan memanjang Tulangan memanjang untuk komponen tekan harus disambung sesuaidengan ketentuan: ..

g (sengkang biasa) LANGKAH I: MENGHITI. Pnwuc.O4 tu i'= 0.aN.65 S := 0.zsn.7 dia : diameter tulangan jum = jumlah tulangan per Iapis.I ANALISIS KOLOM BETON BERTULANG I kolom (arahmemutarsumbumayor) SOAL : Analisistulangan DIBENKAN: Kedalaman tulangan per lapir: dl=65mm d2=221.JNGLUAS TIJLANGANI PADA SETIAP IPIS RSNI-TI2.003 $ MATERIAL Mutu dan ReganganBatas Beton Moduluselastisitas baja TeganganLeleh Baja Es:= 200000 Mpa fv := 400 Mpa REDUKSIKEKUATAN.33mm h=600 d4 = 535 mm + I I I I I I I *t' ft := 40 Mpa ecu:= 0.Mt't KnrulrlN KoLoM CONTOH 5.67 wn d3 = 378.(diaJ-. i adalahnomor lapis Manual Perencanaan Stuhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. t t') Pasal5.jum.5-19 .6 aksialtekan bending &:= 0.5.2.

a ajyi _ c tsi := tcu. l".65.trs esi \ ) Cs. PnO(titik I pada diagram interaksi) Pno:= 0.r:= Csr'djy.= 10.:q.feg Y. PERENCANAAN KEKUATAN KOLoM LANGKAH 2: MENGHITT]NGLUAS PENAMPANG RSNI-T12-04 Ag:=bw.l. es > S/3s.l Faktor 9f terganhrng dari mutu betorq jilo kurang LANGKAH 3: MENENTUKANP1 pr .85 (fc. c denganaaratrial-error. tekan Regangan baja dihiEng dengansegitiga sebangrm.002 | := .2 Pnmax=5.bw. namrm jika fc' lebih besu 30 MPa nilainya be*rrang tapi tidak lebih kecil dari 0.0.5.504x 106 c = 606. Beban Pn maksimum teori. = gaya pada tiap lapis tulangan. l7 10. BebanPn maksimumijin kosentris(titik 2 padadiagraminteraksi) Pn-*:= 0.85 dari 30 MPa nilainya 0. Dicoba a := c.As.:= esi-Es. *t". TITIK-TITIK DIAGRAM INTERAKS] l.". Cc = gaya pada daerah serat p€nampdlg beton.5-20 . Untrk nilai rengan baja.or) * )tar-rv) \ )- = 106 Pno 6. Mr-: momen akibat gaya Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.r.85fc.681% pang beton.85fc. tinggi Dimana h a&lah penampang kolom.h Ag = 24oooo mm- a Pasal 5.g1 Cc := 0.002 (.il ) es. LANGKAH 5 : MENENTUI(AN kolom dibagi luas penam- ptul = 2.85otherwise LANGKAH 4: RASIO TULANGAN KOLOM pru = luas nrlangan utama Io' ptul:= A.c Cc = 3. ]. maka ss = Sr/Es = 400200000 = 0.&Pn0 pnx:= p\n* Mencari garis netral.l. ifl lorl .905 if fc > 30 Bl = 0. fi.85.235x lO6 N coba dengan nilai antara h sampai awal 3h.i. Cs.544x Nilai c diperoleh dari coba- 2.

236xtO6 tt e.Cst= 5.925x r08 N'mm Mnx:=-cc'(0.5a)* Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL5-21 .qrntt Kotou djyi (mm) tulang. Total Cst = -1.Pnx error:= Pnx Momen nominal Pn= Cc .732x l0- Pnx= 5.508x td3 N Cst = gaya t rik total Cb ataulCs.cst) .or= 3.235x 106 (cc . PERENCANA. : r 6 . = -3'754x lo8 I*"..5. I*".IU Knxu. * Pn"'! Mnx = 2.an tahadap terluar serattenekan.

PERENCANA. Kondisi Balanced.. := esiEs. maka es = ry/Es = 400t200000= 0. Tinggi tekanbeton a := c.bw.Mnb (titik 3 padadiagraminteraksi) Garis nenal dmax = jatak blangan dmax:=mo(djy) 600 cXr= !'dmax 600+ fi' C:= CX dmax=535 cx = 321 wik lapis terjauh dari serat tekan terluar...263x 105 Pnx:=Cc-Cst Pnx= 1.= .As.*.BebanPnb.a div.855x106 Regangan baja dihihng dengansegitiga sebangun.l Cs. := Cs. os ) fy/Es.982x106 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Unhrk nilai rengan baja.c --1 tsi:= Ecu.*.85fc. tnr. .t.p1 Cc:= 0. *.nrIy KoLou 3.r 5.002 *.5-22 .'div.c Cc = 1.I f Cst = -1.IN Knru. I ". o[lo.t.

1 " . Untuk nilai rengan baja. tr"rr:= Csr.831x 105 Pnx=0 Pn= Cc. *.1 Regangan baja dfitung dengancegitiga sebangun.Es.bw.Ppntnctntln Krxulrtw Kotou Momen nominal I*. maka ss = t/Es = 400200000 = 0.c a = 144.a ajyi _ " tsi := Ecu. Kondisi Momen tanpabebanaksial (titik 4 padadiagram interaksi) Pnx:=0 Mencari garis netral.As. .o o2 | r.832x 105 c = 170.c s t l | c" I Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.672xtO N l error:=c c .091 N 3 = €rror 9.428x 108 Mnx:= {c. 5-23 .Cst= 95. es > fu/B. Pt*.9l Cc:= 0. esi. = 3'014x lo8 I*.. c dengancara trial-error.85fc.djy.5a)* 4. dicoba a := c. i { l o i l .(0. Cst= 9.E .s ssi g ) := Cs.1 \ := as..o .. R .3 2 Mnx = 6.585 Cc = 9.5.si .002 (.

6Mn batas:= midO. sedangkanjika Pn < 0 kN maka 0=$b=0.65. Bebanaksialtarik maksimum(titik 5 padadiagraminteraksi) pnx:= -Io.574x 106 N Mnx:= 0 Nilai Baras .ry Pnx: -2. Faktor reduksi p€nampang 0 i : = d.137x108 vs /-J IUnx -Cc.@ ..q.8..I i f b a t a s Pn'.427x 108 N'mm 5. P n ' . Bila Pn > Batrs makaQ=0k=0.Untuk Prr terletak antara Batas dan 0ld. + Pno! Mnx=5.Ag. Menentukan4Pn. 5-24 .fc. if h'i > batas > d b .(0.el Kpxu. PnntNctn.l.l maka nilai falcor reduksi db-dr 0=0b----fn balas ^ Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. > OkN ' batas @ if Pn' < OkN koloflL { nilainya bisa bervariasi tergantung dari nilai Pn.5a) * := I*. Pnb) batas = 4801d\t kontrol antara daerah tekan ilan tarik Nilai batas a&lah nilai ter*ecil dari 0.5.trtN KoLoM Momennominal Tfr. adalah titik 6.f"^^ = 6.t r .1Ag fc danPnb.

5-25 .qN Koxutr. DiagramInteraksiuntuk 5 titik (Pn.qttKoLou secara 7.5. PnnnNctnl.Mn) diatasdigambarkan (dash) sederhana garisputus-putus oleh Z Manual PerencanaanStruWurBeton Bertulang untukJembatan Hal.

9 DL + 1.A TampakMelintang TampakSamping Manual PerencanaanS*uktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. 5-26 .3 DL + 2.2 ANALISIS KOLOM LANGSING BALOK BETONBERTULANG I SOAL : Desain kolom pier interior untuk sistem portal simple span (Portal Bergoyang).qrlx KoLou CONTOH5.5.0 LL dan Uoz= 0.0 EQ Uor Hre= 0. Tinjau kasuspembebanan = 1.PnnnvcmlAx Kwu.06 Ws Potongan Pier A.

5m H=lOm Hpc = 2m Panjang kolom Material Beton Baja fc = 30MPa fJ = 400MPa Lu = H + Hph Lu = I1.5 m beton Ec = 4700v6MP" Moduluselastisitas Ec = 2.5-27 .m Manual Perencanaan StruHur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.5.PspauctvetuKzrcutrnw Kotou DIBERIKAN: ElevasiKolom Hph = l.574x loaMPa Gaya dalam servicepadakolom GayaaksialDL GayaaksialLL MomenLL PDL = 10000kNI PLL = 40001N MLL = 1000kN.

Panjang kolom Inersiakolom Luas Lu = 11.25'P11 Wg = I l000k}{ (Asumsi0.iut= Pu m 1.462m k ' Lu s2 .ko l o m r langsing Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.b.SArt Momen Ml dan M2 adalah momen ujung pada kolonl adapun momen M2 adalalt morrcr terbesar pada elemen kolom terseebut. PonenclN. Pu = l.1-1) untuk preliminari menurutACI.Wg Gayagempa Momen EQ GavaGeserBatas MEQ= 759okN'm Vu = Hgq Vu = 660kN LANGKAH I : Menentukan penamprng kolom Penyederhanaan rumusanpada pers.2 g 6>zz.3DL +2.0P11 A4.546m4 /1g=Z.ettN gempa Porsiberatstrukturyang dikenaipercepatan Berat struktur Wg = PDL+ 0. radiusgirasi r= tr r/ Ae Check kelangsingan r=0.06.Knrulrrm Kotou 5.5-28 .h3 .1 (asumsi kolom bebasberdiri terjepit di pondasi).243 pembesaran Ket = "Dimensi 1600 1600 x mr kolomsetelah momen b=l600mm h=l600mm KOMBINASI0l = 1.Pp1+ 2.5m ls 1= !.h Ie = 0. A&rial= lj44m' ) (5.3.iut= gffiil JAq.0LL LANGKAH 2 : Penentuan apakahkolom langsing? faktor panjangtekuk"k= 2.06Wg) HEe = 0.2 Ag = b.

0 LL Aksial terfaktor.o. : Mnq momen ujung terbesar akibat kombinasi bebaannon sway.[ Momen terfaktor.Pnnnnotrtuw Kaxu.3.6b ml${ Mnsl = 3819.m (atas) M2b = 2000kNI.0. Manual Perencano.6+0.5.PLL tekuk kritiS dan 0.b. s-29 . -4 ._ _ | o. Pu Pu = 21000k1.oj *ro' ) 6b ( = c*. Mns Mtb = 2000kN.3 DL + 2.878xl0akN .Pp1+2.619 1.416 bebaannon sway.tr.Mns RasiobebanterfaktorDL danTotal" Bd Nilai Ch adalab terbesar 1.3'PDL Fd =- pd=0.Er I Pc = 5.m (bawah) LANGKAH 4 : Menghitungmomennonsway.4MtlM2 I anrara lo.anStruktur Beton Bertulang untuk Jembatan H . I momen FaktorPembesaran Menehitung l+Pd n' Ps = -P ) (k'Lu).r 'n .416 mlN Mn9 = 3819.7sP" tanitioatt<unnc t' aa'i Menghitungfaktorpembesaran momenuntuk non swav.o.' Mnsr = momen ujung terkecil akibat kombinasi Mnsl = Mlb.6b Mn2 = M2b. Mns Kombinasi01 1.6b cm = ma\o'o o'' * .ew Kotou LANGKAH 3 : Menghitung Pu.

terbesardari Mz dan Mc Mz-i".5. M2*io= Pu'(l5mm+ 0.416kN. s-30 .ar.03'h) M2-io= 1323k]'tr'm LANGKAH 8 : Menghitung momen pembesaran.5.m Ml = Mnsl + 6sMs M2 = Mn2 + 6sMs Ml = 3819.m Summary Pu = 2l000k]tt Mc = 3819. LANGKAH 6 : Kontrol beban gravitasi menimbulkan tekuk kesamping. M1 : momerl ujung terkecil total setelah ditambah pembesaranmomen. PnpaNc. M2 = mome! ujuDg terbes8r tota! set€lah ditambah pembesaranmomen. EPc = Pc XPu = Pu I 6r= 6s = 1.aN Kotou LANGKAH 5 : Menghitung6sMs danMc Ms: 0 Tidak adagayalateralpadakombinasiini. namununtuk desainkonservatif diperhitungkan.75EPc Ket = "Tekuk kesamping tidak terjadi" LANGKAH 7 : Memeriksa momen minimum.m Manual P erencanaan Struktur B eton B ertulang untuk Jembatan Hal. Tekukkesamping tidak terjadibila 6s bernilaipositif dan<2.91 < 2. sehingga 6sMs = 0k}{.416kN'm M2 = 3819'4l6kN'm Ms = momen ujuog akibat boban terfaktor yang struktur mengakibatkan sway.5 OK! EPu 1_0.tNttNKnxu.416kN. Kolom bergoyang tidak harusmemenuhiini. Mc = 3819.

5.t KoLoM Kombinasi02 o.6b c.= -*[o.Ec.eit KETUATAN s.sgs r -g lPu = e7. Mns Aksial terfaktor .tsC=- t06kN'm2 Er = 5.Mns Mlb = 225k].u* o.483 J t"ot Ket = "Momenmaksimum.+.I.m (ata$ M2b = 225kN.+] ob = manl \ ' * .624x Pc = 9.75Pc ) r.Lu)- Menghitunefaktor pembesaran momenuntuk non sway.0.4.m @awah) LANGKAH 4 : Memeriksaapakahmomenkolom maksimumterjadi l! = z+.Ig . Mns: M2b' LANGKAH 5 : Menghitungmomennonsway.l II lt. Fd pd=0 MenghitungJekuklcitis Fi 0. PnnpNc.25LL) + EQ LANGKAH 3 : MenghitungPu..0.Mns RasiobebanterfaktorDL danTotal.El=- Bd=0 l+Bd .{ r-.AI.5-31 .) "t \ tr{zu' ) cm= I r Db = 1-16l Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.517x 10alj.EI 7 ) (k.p. Pu Pu = 9900kN Momen terfaktor.9 (DL + 0.

624x P c = 9 .tN Knxuer. 5-32 . - Msz momen ujung p"=@ (k.E 0.I^- Lu 35 fc.75EPc 6sMs1 = Old. danMc (untuk bebanangindan gempabebangesertetap: 0.m 6sMs2 = 6s'Ms2 M l = M n s 1+ 6 s M s 1 M2=Mng+6sMs2 terbesar akibat beban terfaktor yan g mengakibatkan struktur sway.# EI= 5.2 = 7590kN.Ld2 EPc = Pc EPu = Pu 6r= .Ec.m Msr = momen ujuog terkecil akr'bat beban or- Bd=0 F. sehinggapd=O) Momensway.l M2b'6b otherwise LANGKAH 6 : Menghitung6rM.Ag M1b.161 M1 = mom€n ujung terkecil total setelah ditambah Ml = 225kN'm M2 = 9037.I = .Ag Mnsl = 225 mk}. I EPU 0.^ 35 { fc.{.5.Psnauotx. Manual Perenconaan Struldur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Mz = momen ujuag terbes8r total setelah ditambah pembesaranmomen.4.a. 5 1 7 xl 0 a l N struktur sway.309kN'm pembesaranmomen.Ig faktor yang mengakibatkan 1+ pd J to6tot.m Ms2 = Mpq M. Biasanya unok kolomy'ee standing berada di bagian bawah kolorn 5s= 1. Mrl = OkN.6b otherwise t- Mnsl r Mnsl = 225 mlN lpu Mn2 Mzu t.aN Kotou Lu fMtu l.

7kN'm dari Mz dan Mc LANGKAH 8 : Menghitungrnomenpembesaran.03'h) M2*io= 623.9(DL+0.0 ) Pu/bh:3.n KEKUATAN eN Kotou LANGKAH 7 : Memeriksa momen minimum.8 untuk kolom fc:3OMPa.203danM"lbh2:0. dengan Komb l: 1.309kN'm Summary Pu = 9900kN Mc = 9037.5.m tulangan.3DL + 2. PnnnnctN.309kN. Kolom bergoyang tidak harusmemenuhiini.0LL ) P"/bh:8.plot P'/bh vs M"/bh2hasil perhitungan LANGKAH 9: Penentuan ke dalam grafik diagram interaksi kolom pada Lampiran C.932 ^ Komb 2: 0.75.25LL)+1.867danMJbn*:2.pt=I. namununtuk desainkonservatif diperhitungkan M2-io = Pu'(l5mm+ 0.5-33 .206 EQ Dengandemikiandigunakan tulangan2xl6-D32. 16-D32 Monual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.0 %o dany:0. terbesar Mzmo' Mc = 9037.

av Kotou Lempirnn C.0 2.0m0 5.lf3m iffic{e*ri Kolo€ri Nsnlrlis3ei elh=1.0000 4. PoMNc.5.0000 6"0000 7.5-34 .0000 3.qNAAtt Knxutr.0000 oIturbd: Manual P erencanaan Struhur Beton B ertulang untuk Jembatan Hal.8 Di.

lzkN.P mnlu t.3 BETONBERTULANG Metoda Eksentrisitas Ekivalen SOAL : MATERIAL Desainkolombiaksial dengandata-data sebagaiberikut Mutubeton Regangan Beton Modulus elastisitas baja Tegangan LelehBaja REDUKSI KEKUATAN.e. 4 ( f c ' +u .m Muy:= l49.16m2 Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang unttrk Jentbatan Hal. 1: asumsitulangan kolom p1:=t.5yo tnl digunakan Ag(trial) untuk kolom simelris 0 .g (sengkang biasa) LANGKAH Memilih penampang.tt Ktxutrttt K oto u ANALISISKOLOM BIAKSIAL CONTOH 5.5 aksial tekan bending GAYADALAM Aksial Momen pu := il 12.5dan2.52<N. p t ) f dengan ratio lx/ly anrara 0.tN c.m fc':=20Mpa ecu:= o'oo3 Es:= 2000004pa fo:= 400Mpa fi:= 0.65 & := 0.05ftN Mux:= 74. 5-35 . Dalamhal ini lx/ly=1 kolom 400x 400) lx:=400nm (ukuran ly := 400rnm Ag := lx.ly Ag = 0.

.P mtt tctw.o r"'As 68rj fc'.335 > €. Pu Mo M6:=Pu.- Pu Mux Pu ex=0'134m ey = o'067m LANGKAH Menghitung 4: 6p Pu = 0. maka Ket = "ex/lx>eylly.+ cr. ev + cr. "'.lX Momen gabungan atau momen ekivalen .. r * P u ) .erluK oto u LANGKAH2: Menghitung y t'= lx. = l ( o .j.Ag l [' J a = 0.nltt K axu. l.e6 M0 = 211'05dcN'm Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulanp tmtuk Jembatan 5-36 .Ag o . sif tu t o.-.(6lmm) l* 1 = 0. f u + z z s 'ifs tu = o.168 ly Jika €"-€r' l.695 LANGKAH Menghiturg .lx "ly eksentrisitas ekivalen ep akan dihitung paralel denganarahe^ dan sumbu -x. + z z s . r = 0.34g fc'. ex.Ag ) l\ l ( .o fc''Ag 68e's fc'.83 LANGKAH Menghitung dan Mo 5: eg Kontrol j e- lx = 0. eu 3: e* Muv F ' . jika sebaliknya akan dihitung paralel dengan if Ketl = "dir-X" e0 = 0'1898m arahe. Hitung eox" Ketl = "dir-X" ev e o : = e. adalah e6..ly otherwise .P u ) 5 . dansumbu-Y.2.

. 7 5 ..i 0.298MPa Ag'h Darigambar lampiran dan C2.= 3. Gti P=5x Ir crf=O-P crl=O-s . .0000 3.. t v. C1 untuk 0.i rtl :ti I o=3x '7 7-.0.027 1= = 1 = 0 .-T-r'-.7 unruk + jtr#..60. pr= 0.0000 5.02.ii. 5-37 .0000 Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untak Jembatan Hal. :=0.(0.? t'i rl I l_ ..7 Pt = 2 ' 3 Y o Lamphan DiaEaminleraksi KolomNormalisisi C. v ?=7x p=124.-. PnntucttuAN KEKUATAN E untukmemperoleh pr LANGKAH Menggunakan 6: diagraminteraksi B=O. dl=l-O --l \ . 0 2 1 h=400mm Dengan inrerporasi y = 0.0 i i . " 2.p 1 0 .0000 // -.--\"-.0000 J"-' t" 't--*- 1. P=+x l5 q a l--t-_l i : ---^r----J .lon ./ .l .tl=O-l lc'= 20 MPa lO0 ttlPr lg ft = lo0 lrtPa = 0-s 1F----.0000 01In'bd: -/ +.0000 7.7diperoreh p./ \:P cfl=O.'L' I 'tl +!4 -l t--./.0000 6. /' i t'.' .KoLoM 5..SSIrapa Ag Mo -----i. 6l i bl 13 3l l i o t 1 9 ''J-.

0000 {: Manual Peren.. h ! _h I ltffi ' " .: :. j r-:jr..-i\F " 3{0" 3{o' --__ .-.0000 ?. 1.I i0 ..0000 011nbd: 6.etuANKEKUATAN Lampiran Diagram interahsi KolomNormalisisi C. l l 3 : 3l l A ' o d ?0 P=5x P=4x rl--l r-T. : / tll=l-O t_-- )!. -.0000 ta--3.75 -.0000 q 5..'+.0000 2.=O-? ..".0000 / 4-i _ -'7 I . ./ \ /_.2.5-38 .-'4 J/ / p' I cll ._: cll=i jt : tc'= 20 MPe {00 MPa 0..2 .l l ll ? rll=O. = 0. 4.KoLoM 5..canaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Pnntwc."11 tt* /\ ". \. .0000 1._-__J 15 q I p=3X 9=22 / :7--:ar ---\- dl=O-S + P'lx i'----Y 7".}..tr .1 t? t: "* .

2-1) Struhur BetonBertulang untuk Jembatan Manual Pereneanaan Hal. aksial. Dalam teori ini pengaruh T" dihilangkan.1 PnNeeaIvI.2 METODEPERENCANAAN Perencanaan harus didasarkan pada cara PBKT. diterapkan untukkomponen dibawah ini.qrtN PTINTIR Kekuatan puntir balok harus direncanakanberdasarkanhubungan: T.IN DAN METODE PERENCANAAN PnNeeaNteN untuk balok yang memikul puntir balok berikut diterapkan a) Perencanaan kekuatan ini yang dikombinasikandengan lentur dan geser.1.6-1 .2 Knra. < OT. maka b) Dalam hal diperlukan tulangan puntir sesuai pasal-pasal tulangan puntir harus disediakan secara penuh disamping tulangan yang geser. BALoK 6.1 6.2-9). dengan (6. teori Tn = T" + 4 . lentur. dimana To T"=0 (berdasarkan tabungtipis) sehingga = T. persamaan AdapunTo dihitungdengan (6. PTnLIIcII. diperlukanuntuk menahan 6. puntirnominal.IAN TERHADAP 6 PERENCANAANKOMBINASI GESERDAN PUNTIR 6. sehingga kekuatan torsi nominal penampang tergantung dari tulangan baja yang terdiri dari sengkang tertutup dan tulangan longitudinal tambahan.anaan tidak yangtidak terlentur.1.I. Perhitungan puntir yang diterapkan sekarang pada peraturan SNI 03-2847-2002 dan AASHTO LRFD 2004 menggunakan teori tabung tipis (thin-walled tube analogy) dan teori rangka iuang plastic (plastic truss analogy).DAN GTSON P(INT]R 6. Cara perenc.

*'o atau . =.2-4) o untukkomponen strukturprategang -t o.'(o*') r . 0v" bila puntirbolehdiabaikan momen Pasal13.2-2) (6.6-2 . T. PERENCANAAN 6.r L I D \r* ) I (6.6tulangan Ataumenurut SNI 03-2847-2002 puntir terfaktorTubesamya kurangdari: o untuk komponen strukturnon-prategang o. tulangan puntir yang terdiri dari di sedemikian harusdipasang tertutupmelintangdantulanganmemanjang sengkang sehingga ketidaksamaan berikut dipenuhi : To *'.0.f" yang dibebani gaya tarik atau tekan untuk komponenstruktur non-prategang aksial: 3N. c) tertutup seluruhsengkang Kuat nominalpuntir { bisa dihitungdengan anggapan dipasang sedemikian rupasehingga: Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Ar'lf " (6.2-5) J. b) Apabila persyaratan atas tidak dipenuhi.2-6) Atau untuk balok dengan tinggi total tidak melampaui 250 mm atau setengahdari lebar badan. OV.2-3) or.[1.2-7) OT.eN PUNTIR puntir tidak diperlukan apabila: Tulangan !-.TERHADAPGESER DAN PUNTIR 6.[f(n*')f:n 12 [ P* Jl | lrr-: (6.2.o"zt {7. (6.50: atau (6.1 a) Svtnnr rauNe.

2-4) o untuk komponen strukhrrprategang o. Dalam hal ini torsi tidak bisa diredistribusikan strukturitu sendiri.2-5) Manual Perencanoan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.2-e) 6. ke Torsi torsi kompatibilitas.Gambar6.6-3 .C. ["- ?f 'J cF . Torsi dapat dibagi dua kategori: torsi keseimbangan (equilibrium torsion) adalahtorsi yang diperlukan untuk Torsi keseimbangan ke menyeimbangkan Struktur. dimana Tn= (6. karenaakanmengganggu perencanaan Punlr tidakbolehdireduksi. dan torsi kompatibilitas. stabilitas elemenstrukturlain. Momen puntir maksimum terfaktorTu dapatdikurangimenjadi: o untukkomponen strukturnon-prategang Q"lf"'I A"n'I -/' r\ '[%J (6.2.TIBILITAS.6.2 TONST TORSI KESEIMBANCI4ND/N KOUP.[f (e*' . PERENCANAAN TERHADApGTSM pIII PUYNN T " <or.lJ" I^ (6.coto. yangterjadi bolehdireduksi.1 Sedangkan torsi kompatibilitas(compatibility torsion) adalahtorsi yang boleh torsi sehingga diredistribusikan elemenstrukturlain akibat adanyakeretakan. karena tidak dapat leriadi redislrilrrrsi Gambar TorsiKeseimbangan 6.2-8) r"l!lr^. (6.2 menunjukkan kompatibilitasbiasanyaterdapatpada struktur statis tak tentu.

o./)'* /r 6. ''=- .[I ""o)\' (6.kedua harga tulangan minimum berikut harus dipasang: tertutupsedemikian hingga: Untuk sengkang A* ro2+ s Jv.2.6-4 .3 TUL/INGANPUNTIRMINIMUM Apabila tulangan puntir dibutuhkan. Pmnttc.t (6.2-6) a) b) T=Ma c) .t PUNTIR 6.atut\ Tanntotp Gnsm DAN o untuk komponen struktur non-prategang yang dibebani gaya tarik atau tekan aksial: o.V|=*^*" 6..2-7) Manual Perencanaan Struldur Beton Bertulans untuk Jembatan Hal.2 Gambar Torsi Kompatibilitas /W A. [ n.[I (n*') [-3v.

.lrT A.\. Gambar6.4 DrrtNNtAcrDAN Pcp (6. Untuk tulangan memanjangsebagaitambahanseperti yang diperlukan untuk lentur.3 Definisi A"o dan Aol Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.Puunn Tmnlo.+ZrL.2-g) Ar>-0'27 SNI berdasarkan 03-2847 -2002adalah puntir Iongitudinal tambahan Tulangan (6.2-e) -l.2triJ" 1200 f-.Ap Gnnnp.)tidakbolehkurang 3 fy. .f* n 6.tN 6. Adapun Pcp adalah panjang perimeter / keliling dari luas Acp. d*t l+ Dimana(rn. n n r .Pmnnc. rupahingga: sedemikian (6.'s A.+2A.qn/4. m-s lTA* _(o.cl Dimana y. atau tulangan sengkang adalah SNI tertutupminimum berdasarkan 03-2847-2002 t<lTr o..2.6-5 . adalahdimensi terbesardari sengkangtertutup.2-10) Acp adalah luas area yang berada di dalam perimeter penampangterluar beton termasuk lubang (hollow) bila ada dalam perimeter tersebut.

aotr Gnsmp.2.6-6 . melintangdan Sengkang tertutup harus menerussekeliling semuatepi penampang diangkur.Pmotc. kecuali dalam analisis yang lebih teliti menunjukkanbahwa sengkang penuhtidak dibutuhkan denganpengangkuran o Tulangan memanjangharus ditempatkansedekatmungkin ke sudut penampang pada melintang.6.5 DETAILTaLANGAN PUNTIk puntir harusmemenuhi Detail tulangan ketentuan: o Harusterdiri dari sengkang tertutupdansengkang memanjang .txt. Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.qu Puunn Acp: Xo Yo Aoh = Xr Yr P " n : 2 ( X o+ Y o) Pn=2(Xl+Yl) 6.an Tnnn.dan sekurang-kurangnya tulanganmemanjang satu harus dipasang masing-masing sudutsengkang tertutup.

aAN TERHADAp Gnsnn Puvnn n.6 GZSZN PUNNNP.S.6.{""=**[#+#tsJ A"+2At-A.. 12 P .Pznnnctn.N BAGANALIRPERENCANAAN ."- Ar- Tu s 2:{$cotd Monual Perencanaon Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. +LAt l inr"t vs< 6/{1t*d ^^=w i+P.# ul. spasisenghang tulnnganl6ngitudinal .sfid..l* dun I'Iitung.2.qN 6.6-7 .

5uuu Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan .1 DESAIN TULANGAN GABI-JNGAN GESERDAN TORSI I SOAL : Desaintulangangeserdantorsi dari balok berikutini.= 350ruu h = ?SOrrun tlc = 4Orrul.063rl I cl = 68?.cnPUNTv Gnsnn 6. berikut.p. Pnnnvc.lOtnrl + 0. lentur sebagai kebutuhan dari DIBERIKAN : Penampang hasil perhitungan h:750 I iI I I <bw-350 - IpJnarnpansffiRl tru.cn'4AN TERHADAT CONTOH6.5D3 d = h-clc clc= 0.

832kN RSM-Tl2-04 Checksyaratpenampang untuktul.d Pasal5.6-9 . Notel = "Syaratpenampang untuk geser terpenuhi" Note2 = "Vu > 0.5 O Vc. geser: )vs < .4 Langkah1: Kebutuhan Sengkang Akibat GayaGeser: Kuat geseryang disumbang beton Vc = i.l05.2. Geser 5l=400.6 Vs maksimum.tp Gosm Puxnn DIBERIKAN : Gaya GeserUltimate Momen Torsi Ultimate Vu = 240kN Tu = 25kN-m lTrffiil Beton fc'= 25Mpa 0 = 0.2..bw.8s yc = 2400kgf.521kN Kuat geseryang harus disumbang tulangan geser vu-v" v./fc'.m 3 Baja: Es = 2.Mpa. Perludigunakan sengkang" Note3 = "Vu > OYc./fc'. Sengkang perlu lebih dari minimum" RSM.5Syarat geser tulangan Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.Lentur Tul.Pnnnuctu.a.p.Mpa fiis = 240Mpa RSM-Tl2-04 Pasal 5.bw.Mpa Tul. = 0 Vs = 81.2.ett 6.eu Tnnnlp.TI2-04 Pasal 5.d 6 l- Vc = 200.

dc)+ (h.lo.".cpGnsmp.dc) -_s 2 Aoh= 1.o.dc)] Poh= 1.5 \2 Acp= 2.m Note4 = "Tnd ) Tc.Ex geser perlu/jarak.[(bw.2.o 3zs'h.PiltvcAn.625xl0"mni Aoh = (bw .05kN.zs-h.6oomn) I if vs < .[r..412kN.Puynn 6.7xl0"mm Momentorsinominaldesain Tu Tnd = Tnd= 29.2 x lO3 sM-03-2847-2002 Pasal 13.(h 2.d maksimum: Spasi = smakgeser 2 mm = 0.6 Spasi maksimum. Lihat keteranganpada contoh 4.dc).tvtp".") otherwise 343. Av/s:Avs Luassengkang Avs=5 E.300.2.2. Torsi HarusDiperhitungkan" Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.298 Avs mm RSM-T12-04 | ""{.2.75mm smakgeser= Akibat MomenTorsi Sengkang Langkah2: Kebutuhan Acp = 6v.4 |^t{1.m 0 Kapasitas torsiyangdisumbang beton oleh Pcp = 2'(bw+ h) mm PcP= 2.406x10-mrn Poh = 2.Alw Tmn.6-10 .6Perencanaan Puntir Tc= Tc = 13.o*.u J a Pasal5.

At/s=Ats Ats Tnd 1 2.0. AvVs=Avts Luas sengkang tertutuptotal/satuan a Avts = 2. Av Avts = I323mrf ds = 13mm mm Av = nk.fu s.n.Ats+ Avs Pasang sengkang dengandiameter Luas sengkang.542MPa Note5 = "Luaspenarnpang cukup" Luas sengkang torsi perlu/Jarak.Mpa'l 3) = 3.85.6.tN.681mm s = 200mm Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Ptnetc.6-11 . 5 l : 9 mm Langkah 3: Perencanaan Sengkang Gabungan Geser+ Torsi jumlalt kaki Pasangsengkang dengan nk = 2 jarak.25.qANTERHADAI GESER PUNTTR DAN penampang Pengecekan < d.Aoh.l -+ ' \bw'd (v" fc'.ds2 Ay = 265.465mm2 Spasisengkangperlu sp = + Aws pasangsengkang denganspasi sp=200.cot(4Sdeg) A t s= O .0.

smfi= 2l2. smu*srr") Kontrolluassengkang minimum . GeserMinimum.5mm Note6 = "spasicukup" 3oomm.uw.200' Dl3 Manual PerencanaanStruhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.OK! 1l lrEsGtilan disunakan="Sengkang.rfrc'.s (u*..t*.s) I \ 3'fus' l200.fys) Luassengkang minimum Avm = 97.. .222mrt Luas sengkang terpasang Vs.6-12 .s Av = fysd ) Av= 99.l9mnf > Note7 = "LuasTul. GeserTerpasang Tul. zs. Avm = trra)g-.6. PERENCANAAN TERHADAPGESER DAN PUNT]R Spasi maksimum sengkang = smax *"{.

6.Pnnnttcltt.e,tu Tgnn,to,sp Gzsmnlu PuNnn Langkah4: Perencanaan TulanganTorsi Longitudinal puntir Tulangan longitudinal minimum:
Almin =

ls.1@'.4.p(Ats)-Poh if -

I

rrry

Ats >

bw 6fv

Luae tulangan longiadinal minimum,

ls.fu.ecp I r;.ry
Almin= 495.728mm"

-(H) *'

It*n = sJp'ncn{tz
ry) - Ats Poh jika Ats > bd(6f), sedangkanuntuk Ats kurang dari bw/(6 fy) digunakanrumusan

otherwise

puntirlongitudinal perlu Tulangan At = Ats.Poh.cot(45.deg)2 luastulangan longitudinal: Gunakan
., m A t = 8 7 1 . 4 6m

sJfr llcvt(tzfflbd(6fy) Poh

Au = *.(arroirr,Ar)

Att= 871.46mm-

1

torsi dibagikan Tulangan dalam4 sisi: .ftl Ass-2 Ass=217.865mm

+
I I I
I

h:750

I I
I
Tulangan geser bw:350 -> +

J

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.6-13

7.Pnniltc,cl,uAN PELAT

7 PERENCANAANKEKUATAN PELAT
7.1 PnnnxctN,aeN PELATLANTAT KENDARAAN Tnnn.ao.npLrNrun
Kekuatanpelat lantaiterhadap balok lentur harusditentukan sepertihalnyasamadengan dalamhal asumsi,falrtorreduksikekuatan Mu dan syaratminimum.Bila momendesain, < 1.2 M., , maka tulanganminimum pelat ditentukanberdasarkan bab 7.1.2.Untuk sub pelat lantai satu arah di atas dua perletakanatau menerus,lebar pelat yang menahan momenlenturakibatbeban terpusat dengan: dapatditentukan sesuai a). Bila beban tidakdekatdengan yangtidakditumpu: sisi

b = tebarbeban *[t,r + 2,4a "r [f)J
dengan pengertian:

(7.1-l)

s+ = jaraktegak lurus dari tumpuan terdekat ke penampangyang diperhitungkan

t
b).

/, = bentang bersih dari pelat Bila beban dekat dengan sisi yang tidak tumpu, lebar pelat tidak boleh lebih besar dari harga terkecil berikut ini: . . (7.1-1); atau harga samadenganpersamaan setengah dari harga di atas ditambah jarak dari titik pusat beban ke sisi yang tidak tumpu.

7.1.1

TEBALMINIMUMPEI-/ITLANTAI

Pelat lantai yang berfungsi sebagai lantai kendaraan pada jembatan harus mempunyai tebal minimum tr memenuhi kedua ketentuan:

f" > 200mm + /" > (100 40/) mm denganpengertian: / = bentang pelatdiukur dari pusatke pusattumpuan(dalammeter)

(7.r-2) (7.r-3)

Manual Perencanaan Strulctur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.7-l

7.Pnnryctvt.ln PpL,tr
7.1.2 TaLANGANMINIMUM

Tulangan minimum harus dipasanguntuk menahantegangantarik utama sebagaiberikut:

o

Pelatlantaiyangditumpukolom:

A" _7,25 bd .f,

(7.r-4) (7.r-s) (7.r-6)

o o

yang Pelat lantai atau ditumpu balok dinding t Pelat telapak

#

=T

, + =+ bd f,

Apabila pelat lantaiditumpusepertihalnyapelat duaarah,luasminimumtulangandalam di masing-masing arah harus diambil dua pertiga dari harga-harga atas. Jika tidak, yangdisebarkan pasal tulangan harus dipasang sesuai 7.1.4. dengan

7.1.3 a).

PENYEBAMN TUI-/INGAN UNTUKPELATLANTAI Tulangan harus dipasang pada bagian bawah dengan arah menyilang terhadap tulanganpokok.

b).

Kecuali bila analisis yang lebih teliti dilaksanakan,jumlah tulangan diambil sebagai persentase dari tulangan pokok yang diperlukan untuk momen positif sebagaiberikut:

c).

Tulanganpokok sejajararahlalu lintas:

= 55, persentase # (rno. S}%o,min 30%) .JI

(7.r-7)

d).

pokok Tulangan tegak lurus lalu arah lintas: = persentase$1*u* J/' .67Yo,mrn 30%)
(7.1-8)

e).

Dengan adanya tulangan pokok yang tegak lurus arah lalu lintas, jumlah penyebaran tulangan dalam seperempat bentang bagian luar dapat dikurangi denganmaksimum 50%.

Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.7-2

7. PERENCANA,EN PTUT

7.1.4

BAGUNTnpT PENGAKa

arahmemanjang 7.1.4.1 Pengaku . Balok tepi harus dipasanguntuk pelat lantai yang mempunyaitulangan pokok sejajararahlalu lintas r 600 mm lebar pelat Balok tepi paling sedikit harus identik denganpenambahan yang serupa. lantaidengan tulangan

7.1.4-2 Pengaku arahmelintang Tepi melintangpadaujung jembatan,dan padabagiantengahdi manakontinuitasdari dan pelatterhenti,harusditumpuoleh diafragma atauyang sejenisnya harusdirencanakan yangpaling berbahaya beban dari roda. untuk pengaruh

Gnsnn 7.2 PnnnNc,c,IvAAN Pnntr L,nNTAITnnn,c,o,4p 7.2.1 Uuuu

sebagai yang tercantum dan dalampasal4.2 adalah Definisi-definisi simbol-simbol berikut: a). adalahluasyang mengelilingi Luas efektif dari tumpuan dan bebanterpusat
penuh perletakan atau beban yang ada dimana garis kelilingnya minimum (lihat gambar7-l). b). Garis keliling kritis untuk geser adalah garis keliling yang ditetapkan secara geometris serupadengan batas dari luas efektif perletakan atau beban terpusat dan terletak padajarak d/2 dari batastersebut. (lihat gambar7.7). c). Bukaan tersebut adalah setiap bukaan yang menembus ketebalan pelat lantai dimana tepi, atau sebagiandari tepi, dari bukaan terletak padajarak bersih kurang dari2,5 bo dari garis keliling geserkritis (lihat gambar7.1).

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.7-3

7.Pnnwclv.etxPnur

Bao,an

-1
I

yang

,iatak efthtt,

I
Xepata g*ef

TanN

buk{n

t rlttt

Gambar 7.1 Keliling geser hritis

pelatlantaiterhadap Kekuatan geser berikut: sesuai dengan ketentuan harusditentukan I. Apabila keruntuhan geserdapatterjadi sepanjang lebar pelat lantai dan keruntuhan geserdapatterjadipadalebaryangcukupbesar, kuat geserpelatharusdihitungsesuai pasal5.2.1kecualibahwa: Untuk pelatbetonbertulang tanpatulangangeser, nilai minimum

=l}Tua") v"
II.

(7.2-r)

Apabila keruntuhangeser dapat terjadi secarasetempatdi sekitar tumpuan atau beban terpusat,kuat rancanggeser pelat harus diambil sebesar QV, dimana I/, dihitung sesuai dengan salahsatuhargaberikut: a) b) =V,o Yffigdihitungsesuai ApabilaM u* = O,Vn dengan pasal5.6.2.(a). sub ApabilaM,* tidaksama dengannol,Vndihitungsesuai dengan pasal5.6.2 sub (b).

III. Bila kedua bentuk keruntuhandi atas memungkinkan,kuat geserharus dihitung (a) sesuai dengan dan(b) diatas, nilai terkecil diambil sebagai kritis. dan kekuatan

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.7-4

2-2) v* =. (7.a'.2-4) 3). b) t( o \ - (7.7-5 ..AO.6.f-+0. bila terdapat balok tepi yang tegak lurus arah M"* sengkang tertutup dengan jumlah minimum.V. n sD <o.3f. * tidak samadengannol dan tulangangeserdipasang berikut: dari pasal ditentukan salahsatuharga 5.4. sengkang bila tidak dipasang v 'vno u Mu * t '. harus diambil sebesar Vn.2-s) 4).UP.^.nymg diperolehdari: l.dloJ . tertutupdengan bila strip puntir memiliki sengkang harusdiambil sebesar V.l fc' < 0. dari lebihbesar tertutup bila strippuntirataubaloktepi memiliki sengkang jumlahminimum.2-3) 2).. PERENCANAAN 7.lt.2-4) d. diperoleh dari : Manual Perencanaan Strulctur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.") 2).34.mm . .Z.fn .^io!ffig diperoleh dari : Vz.3dan5.6.zvro f /r . o * \V"ad (7."y ns 1o*M'* ' zvuab.!f "' menurutsubDan bila M . jumlah minimum Z. * i n = ..makaV. yang mempunyai (7.= \2V. q / ' 2V.2 a) PELATLANTAI KEKaATANGNSaNNOUM.o=M(. harus 1) tertutuppadastrip puntir ataubaloktepi.o diperoleh dari salah satu persamaanini: l) Bila tidak memiliki kepala geser: v. kepalageser: Bila terdapat (7.O.2.zrdy JT "' Dimana = : .A Kekuatan geser nominal dari pelat lantai di mana M nn .PELAT 7.2-3) (7. Z.

2-6) s). apabila tidak ada hal lain V... Sengkang pertama harusditempatkan tidak lebih dari 0.7-6 .3 LaASMINIMUMDARISENGKANGTERTUTUP Luas minimum tulangan yang membentuk sengkangtertutup harus memenuhi : n* sfy.7.. (7.2-7) dari penampang dan terpanjang dimanax dan y adalahdimensiterpendek 7.5 s dari mukatumpuan.2.. (7." dihitung dari persamaan atas. tidak bolehmelampaui nilai terbesar Sekurang-kurangnya harus dipasangsatu tulangan memanjangpada masingmasing sudutsengkang. (7.^*=rrr.25/t dari muka tumpuan atau beban terpusat.eNGzsnn Tulangangeserpelat lantai padabagianstrip puntir dan balok pinggir harusberbentuk sengkang tertutupyang disusunsesuai dengan: l) jarak harusdiperluassepanjang Sengkang strip puntir dan balok pinggir dengan tidak kurang dari 0.^o yang diperoleh dari : Vn..r n0.2y.4 DnrtruTuneNe. harus diambil lebih besar dari V.^*tr# di dimana 2.dipilih yang sesual.2-8) 7. 2) 3) Jaraksengkang dari 300mm dan ho atauh.2.*E strip puntir ataubaloktepi. Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. PERENCANAAN PELAT Vn=Vr.

Lentur Tul.5.7.mm tws = 0.2.0in dc = 25mm Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.I DESAIN TULANGAN PELAT LANTAI IEMBATAN I SOAL : Desain tulangan pelat lantai jembatan menerusdiatas balok-balok girder Beban P Roda = 1.mm t = 200.4 &=400Mpa Ss = 400\4pa faktorreduksilentur: d = 0. 105. kN m J RSNI.PrnguIc.TI2.qn CONTOH7.4.u.O4 Pasal5.A Prtlr l.100=140kN Lr () J (B J Tampak Potongan Tampak Atas DIBERIKAN : Beton Baia Tul. Mpa u = 24.Geser fc'= 30Mpa Es = 2.7-7 .g Data PenampangPelat Bentang Tebal Aspal Coverbeton L = 2000.

D 2 4 j Asl = 20l.062rrlrllr( d=t-u"-(ry) d = 167mm Shearareapadapenampang kritis: Skematik bebanrodatrukpadapelat: Ash = 2.3m pelat( pelatmenerus lebihdaridua LANGKAH Tebalminimum 2: tumpuan ) t m i n= 1 0 0 +4 0 . PERENCANAAN (slabdicormonolit dengan bentang efektif LANGKAH Panjang 1: balokgirder) S=L-7Oftnm S=1. l0CkN) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.l0&N P=140kN Pu= 280kN bb = 0. (DLA.4 LANGKAH3: Cekpunchingshearakibatbebanroda: Tebalpelat200 mm : Gunakan tulangan D16 D = l6rnm Asl = L . [(bb+ d) + (Lb+ d)] .S tmin = 152 mm < t = 200mm OK ! pelatini harus Pelatdirencanakan dengantebal200 mm.2n Ash= 0.PELAT 7.Struktur gandar 100 memikul beban kendaraan sebesar kN dengan mampu impactfactorsebesar DLA = 1.7-8 .d P=DLA.345# Pu = 2.

pojok20 40.rrnr2 t.!*i-f. Berat sendiripelat q D L= 1 . vc2=(.PELAT 7.rrc. os = 40 Kolominterior tepi30.6l6MPa (ok!) LANGKAH Perhitungan 4: bebanmati. PERENCANAAN geser: Paniang bidang beton: Kekuatan madbb. t Berat WearingSurface a qDL= +. -lvqC.7-9 .8llMPa vc = l.Lb) p'=iilffir ^ Kuatgeserbeton bo=2'(bb+d+Lb+d) fc'= 29MPa 9c = 2'5 vcl = | 2 * * 1.454x I05.rrr-rc'.v62. d Punching Check Ash = 3.*" bo ) 12' vc3= (4).9m2kN = qSDL y.':-.r.vc3) ShearArea A s h= b 0 .c- ( a\ 1 - ( *".tws qSDL= l. rtrp" vo = -(rr"1.225nr-'kN Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. ura 9") 12' \. = # vul =0.DL dan SDL Superimposed.

782mkN MSDL: 0. Un " > 67 o/o 6T/o makadigunakan A s p= 0 . A s Asp = 225.80&nm2 = ( Pakai D13-200 As aktual 650 mm2) pembagi Persentase tulangan : TegakLurusarah lalu lintas # = 96. ll l1 oSDL.684kN.445mkN ll M S D L.2 Mtruck = 6.684kI. PERENCANAAN PELAT negatif momen LANGKAH Perhitungan 5: S=1.7-10 .m Mtruck = Mll l') MDL=:'qDL'L-'lm Code: 8. 3 .t \32) Mll = 6.m MDL= l.476 VS maka: llo < 3V/o 4 VS . M D L + 2 .L'.It**).7.t r u c k M Mu: 17.I.2 AASHTO ACI 318-89 sec.: .bs -d As = 340. tm M u = 1 . 6 7 .8. M S D L + 2 . 2 .9llmkN yang diperlukan LANGKAH Luastulangan 6: bs = 1000nm o=('o*.3m Mu=0.3.34turt DigunakanDl3-200 Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.2.A.15.5) rv/ ft\ t P = 0'204Yo As = p .

8-l . maka syarat pendetailan kolom pada sub bab 5.1 PnoSnoanPERENCANAAN UMUM Dinding bidang dan cara pemasangan tulangan harus direncanakan sesuai dengan penjelasan bawah ini.2.4.2.2 8.5harusdikesampingkan. Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.Au dinding bidang seperti dinding penahandan dinding kepala Pasal ini untuk merencanakan jembatan. 8.4. di 8. kecuali bahwa perbandingan antara tinggi efektif dengan ketebalan tidak melebihi 50. Tinggi efektif harus ditentukan dari sub bab 8.8.2.2sampai5.05 fo Ag.4.4 DINDINGDIBEBANIGAYAHoRIzoNTALTEGAKLaRaS DINDING Apabila gaya vertikal rencanaNu tidak melampaui 0. 8.4.qxYA DIBEBANI GaVa VenrurEL SEBIDANG Harus direncanakan sebagai kolom sesuai dengan bab 5 selama tulangan dalam arah vertikal dipasang pada masing-masing muka.2 DTNoME H.5.3 DINDING DIBEBANI GAYA VERTIKALDANHONSOIff. 8. serta untuk perencanaandinding bidang dengan perbandinganantara lebar dan ketebalan> 4. PnrcwcIT'IIAN DINDING 8 PERENCANAANDINDING 8.4.qL SEBIDANG Harus direncanakanuntuk pengaruh aksi vertikal sebagaikolom sesuaidengan bab 5 dan pengaruh aksi horisontal sesuaidengan sub bab 8. maka harus direncanakan sebagai pelat lantai sesuai dengan syarat-syarat dalam bab 7 (sebagai pelat lentur).1 P$tsRAp.5 0 Nn.2. Kecuali bila Nu < 0.

8-2 .2.2sampai5. Bangunan atas direncanakanuntuk menyalurkan gaya lateral. b) Gaya lateral ditahan oleh geser pada bidang dari dinding atau oleh elemen pengaku.5harus dikesampingkan 8. momen lentur dan gaya geser yang timbul akibat gayayang bekerjapadaportal harusdirencanakan baik sebagaipelat maupun kolom. maka syarat pendetailan kolom pada sub bab 5. Sambungan antara dinding dan penyokong arah lateral direncanakan untuk menahan gaya horizontal yang sama dengan harga terbesar dari harga-harga berikut: 1) reaksi statis sederhana terhadap gaya horizontal total yang bekerja pada ketinggian penyokong lateral. PqnSIICIUIAN DINDING '! 8.4.5 DINDING DnnnIru TEGAK HORISONTAL DAN GAYA Gav.6 PORTAL DnynN. DTNDING 8.8.-3 PrNe.5Vo dari beban vertikal total dimana dinding direncanakan untuk memikul pada ketinggian penyokong arah lateral. c) d) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. tetapi tidak kurang dari 7 kN per meter panjang dari dinding.4.qxa/Prrrrcrc.4. 2) 2.ar Dinding dapat dianggap terikat jika dalam arah lateral disokong oleh satu struktur dimana semuaketentuan berikut berlaku : a) Dinding atau elemen terikat vertikal disusun dalam dua arah untuk memberikan stabilitas arah lateral secarakeseluruhan.2.q VgnTTKAL SEBIDANG LunusDtNowe Harus direncanakansebagai kolom sesuai dengan bab 5 selama tulangan dalam arah vertikal dipasang pada masing-masing muka.4.5 Q Nn.IEMTnUPAKANBAGAN DARI STRUKTAR Dinding yang dibebani gaya aksial. Kecuali bila Na 3 0.

4 Mnroos PgnENCANAAN DBronna.1 a) EKsENrnrsrr. 8.75 hnu 0. Apabilatidakdikekang terhadap rotasipadakedua ujungoleh: pelat lantaibeton dindingyangberpotongan bagianyangserupa atau 1. pada setiap ketinggian antara penyokonglateral horisontalharus dihitung dengananggapan bagian bahwaeksentrisitas resultante dari seluruhbebanvertikal diataspenyokong atasadalah nol.3 TINGGI EFEKTIF Tinggi efektifHn" dari dindingterikat harusdiambil sepertiberikut : Apabila dikekang terhadap rotasipadakeduaujungoleh: pelatlantaibeton dindingyangberpotongan bagianyangserupa atau 0.4.makabebanharusdianggap bekerjapadapusatdari dinding.8-3 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan . tidak boleh melebihi 30. b) c) 8.00hou 1.Apabilaterdapat secara satupelatbetonyangdicorditempat dinding. Beban vertikal yang diteruskanke dinding oleh satu pelat beton tidak menerus.IGAN DENGAN KETEBAI}IN Tweer EFEKTIF MAKSIMUM Perbandingan antaratinggi efektif denganketebalanh*/ tn.2 PERBANDII.00 /r Hal. harusdianggap bekerjasepertiga tinggi luastumpuandiukur dari mukabentang dari pada menerus dinding.qt MBrwruan 8.NAKAN(INTUK Yewe HtrvveGtvt Vrnrm.05 f" Nu.qsBrnANVrnnrat Harus memperhitungkan dari gaya vertikal tetapi dalam eksentristas sebenarnya semuahal harusdirencanakan momenlentur Mu diambil tidak kurangdari 0. Eksentrisitas resultante dari bebanvertikal total pada dinding terikat. kecuali untuk dinding di mana gaya aksial Nz. maka perbandingan bolehdinaikkan menjadi50. Pmpuclullu Dtuotttc DINDINGTnux.ar 8.4.75|t Tetapidari nilai-nilaitersebut diambilyanglebihkecil.05 /" Ag.8. tidak melebihi 0.q.4.

demikian sehingga pada penampangmelintang horisontal: a) selalu tertekan pada seluruh penampang maka lentur bidang bisa diabaikan dan dinding direncanakan hanya untuk geser horisontal saja.2RSNI) faktor reduksikekuatan sesuai dengan panjang kekuatan aksialnominaldindingper satuan ketebalan dinding yang dinding.5. bekerja bersamaan dengan gaya aksial.t HorusoNr. adalahtinggi dinding yang tidak ditumpu Ir adalahjarak horisontalantarapusatpegekanglateral.5 PenrNc.5.. tambahan eksentrisitas diambil sebesar 8.4.2 (ataupasal4.4 KEKUATANAKSALRENCANADAruDWOUE Kekuatan aksial rencana per unit panjang dinding terikat dalam kasus tekan. bidang eksentrisitas diukurpada beban siku-siku terhadap sudut ditentukan sesuai dengan bab8.1. 8.DINDING 8.eL SEBIDANo UNTUK 8.NAANDINDTNG Gnv.1 LENTURBIDANG Apabila gaya horisontal bidang. Dimana: hn. PERENCANAAN Tetapi dari nilai-nilai tersebutdiambil yang lebih kecil. harus diambil sebesar/Nn di mana: 0= Nn: tw: Tabel3. sesuai dengan pasal yang lainnya. sub ga (h"")Z/ 2500t".8-4 . atau Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.4.

l* atau0.8 l* t*) 8.4 dan pasal8.5.) .5-1) Vc dan Zs ditentukan berturut-turut dari pasal8.2 PENAMPANG KNTIS GuTn jarak dari dasar 0.3 KEKaATANGESER Perencanaan dinding yang menerima geser bidang harus diambil sebesar( Vn. PERENCANAAN b) untuk lentur penampang tarikan pada sebagian maka dinding harusdirencanakan bidang sesuai bab 4 dan untuk geser horisontal akan dibahas pada sub bab selanjutnya.8-5 . l_ diambil yang terkecil dari harga yang dihitung dari rumus di atas dan Manual PerencanaanStruhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal..5 di manadari kedua hr.5.5 tetapi dalamsemua hal Vnharusdiambil tidak lebih besardari: Vn^ar:0. nilai tersebut diambilyangterkecil.o. Dimana: h* adalahtinggi total dindingdiukur dari dasarke puncak panjang /.66 .5.DINDING 8.4 KtxalrzN GwznDttnue Tettpn TaLANGAN GESER (8.tI L (8.5. adalah horizontaldinding 8. di mana : Vu : Vc+Vs (8. ] (0.5.s-2) geser Kekuatan nominaldari betontanpatulangangeser harusdiambil sebesar: Vc h Aoabila -a < I Lw /v"=10.rt!.5-3) Apabila dari: o'rL.8 r. 8.5 sebesar penampang kritis bisadiambilpada Untuk geser maksimum.[t.2fc(0.

(pusatke pusat)300 mm.. pw tidak kurang dari seperti yang diperlukan untuk pengendalianretak akibatsusutdan kekangan.8t.8-6 . PERENCANA. Berdasarkan ini rasiotulangandinding ketentuan persyaratan adalah sebagai berikut: Luastulangan minimum 500 mm2/mdalamarahhorizontalmaupunvertikal.qN V 6 :1 0 .5-6) Di manap" ditentukan berikut: seperti luas Untuk dinding di manah.1 Pnnsy.) (8.8 lI (t'-t\ [/.5 1- "' .5-s) ALEH TULANGAN GNSNN SuUraT'IEeNKCruI." a 8. r.ll* > I.5. 8.reN GESERDINDING Sumbangankekuatan geser nominal dinding oleh tulangan geser Vs harus ditentukan dari persamaan berikut: Vs = to fy (0. Spasimaksimum antartulangan Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal..[1' + Tetapi dalam setiap : hal 0J. Untuk dinding di mana h. diarrbil sebagaiperbandinganluas tulangan horisontaldengan luaspenampang dindingper metervertikal.nerANTULANGANDTNDTNG TatlNeatt awwtua Rasio tulangil.ll* < l. p.6 8.DNuTI'IC 8.terhadapluas penampang dinding padaarahyangberurutan.8 lw tw) (8." diambil yang terkecil dari perbandingan tulanganvertikal atau luas tulanganhodsontal.0 5 . ) t") (8.1f (0.[r (0.q.. p.6.s-4) .

tulangan horisontal dan vertikalharus dipasang dalamdualapismasing-masing dekatmukadinding. Spasi maksimum pusatke pusatdaritulangan dari yangsejajar harus1.Satuan daif.8.7.5 apabila : Nu < 0.' Kecuali bahwa dalam semuahal perbandingan tulangantidak boleh kurang dari yang diperlukan dalampasal8. yangterkecil.3 T.8.4 fl )\ /.6. diambilmana Untuk dinding dengan ketebalanlebih besar dari 200 mm..8.manayang sesuai: Untuk klasifikasiketidakterlindungan A Untuk klasifikasiketidakterlindungan 81.5 (Nn (8.6.snIAN DINDING 8.6. ketentuan pengekangan janganditerapkan untukpasal5.7. 8-7 .82 dan C 1. 8. PmilIc.qRArSresrTULANGAN Jarakbersihminimum antaratulanganyang sejajar.6.2 pasal sampai 5.5tw atau300 mm.1.6-1) Manual PerencanaanSnuktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. adalah MPa. 8.2 TaLANGAN HqNSuNTAL aNTUK PENGENDALaN RETAK Apabila dinding sepenuhnyadikekang terhadap perpanjangan atau kontraksi arah horisontalakibat penyusutan atau suhu.selongsong tendonharuscukup dan untuk menjaminbahwabetonbisa dicor dan dipadatkan tetapitidak bolehkurangdari 3 dt.4 PrTTIezrITIenN TUT./INGAN VERTIKAL Untuk dinding yang direncanakan sebagai kolom sesuaidenganpasal 5.7. perbandingan tulanganhorisontaltidak boleh kurangdari hargaberikut.

1 DESAIN TULANGAN DINDING I tulangan dindingretaining wall SOAL : Desain DIBERIKAN : l.blplb3" h2:=2.m h0:= 0m hl ::0. PERENCANAAN CONTOH 8.1. Dimensi Retaining wall bl := 0.34n .5m b4 " b4 := 1.DINDING 8.8-8 ..m Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.5.35m b2:=0.m b3 := 0.2.

8 Kup::1. Pemeriksaan dinding tinggiefektifdinding.lo5.8-9 . Materials: Concrete : K-250 fc := 20Mpa yc := 25.. h*" := 1.15m hpc =350mm LH=1.8.h.kN.05fc Ag atau hwe/trv sebagai Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.1 9 9 2 ) Q:= 0.2.rn3 Densitas Beton Steel : Es:= 2.3 Ku1 := 2 Kug4:= 1.4 Pasal 2.5m Bb:= lm hwu = 2'5 m tw = 300mm RSNI-Tt2-04 5..4 Kucp:= 1.direncanakan pelat" notel = 'Nu < 0.25 persyaratan 3.".Mpa Flexure Steel ShearSteel fy := 4OOMpa fls :: g' ( s N r /B M S . Tinggi retaining wall Tebalretaining wall Pile cap Lebar Panjang Tebal Lebarheel bpc := lm Lpc = 2. PnnnycmIAN DNDING Badan Retainingwall Lebarretaining wall.. hwe= 2.5m <50.

5q2-L Kombinasi ultimate Mu' := Kug4'Ml + Kug4'M2 Vu:= KUSA'VI + Kug4'V2 Perencanaan tulangan lentur h:=tw d:=(h .l6rnrD Mu' = 35.s2-L' 6^ !l. Tulanganlentur dan geserRetainingWall daerahtumpuan Beban-beban Tinggitanahurugan Lebaranalisis LL EP ql = 3.rnAN DINDING 4.= if fc < 3oMpa 10.708[<]t l't lr M2:=:.5.85 pl = 0.Mpa ) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.85 30) if 3oMpa < fc < 55.m M2 = t4.757kN.ql.8-10 .LL L=2.0.L Y2:=0.oou[ *ou 10.333kN V2= 17.458kN h = 300mm d=222mnt Bl .8 Gavadalam momendan qeser daerahtumpuan L:=hwu 141.65 ' r ft _ o.70mm.5m Ml = 10.243kN'm Vu = 36.= ql.=:.167*tkN hwu= 2.Mpa 10. PnnnyCal.5m bw=lm 0 = 0.m Vl= 8.85 if fc > 55.417<N.8.333 kN rn-l \2 = 14.

fc P' = 0.bw.l.3737T/" 0.37373%o Ds:= l6.85.7.mm Asl := 1-rr.957<N.m 1P' = 0.349kN.011cm2 Asreq:= p'.37373Vo .bw.d pmin = 0.d Ambilsajajumlahtulangan . Pgnnttc.8.m Mu = 56. s=1000mm/5=200mm) spasiyangdigunakan Digunakan Tul=.ullN Dtttotuc fc.'.Mu') P' = 0.r/ Mpa.Pr2 4 Asl = 2.1 Pfililll= - Asreq:= p'.373730/o 0. n=5 (perlebaranalisis makaspasi.1..to. 1m.8-11 .349kN'm Mu := ma{1. fUu) Mu = 56.h" b l1 Mcr = 46. Mcr := 0.bw.1r4.2l\4cr.25o/o ry tr.= if(n' < pmin.fc P' = 0.85.'Dl6-200" s := 20&nm Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.

L Ml :=:.ds) 6 tr :=0.g45kN.16nr) Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.228kN.7ftnm.828kN notel = "Tidak Perlu Tul.Vn = I15.427kN Kombinasi ultimate Mu' := Kug4'M1 + Kug4.469kN Vn = 165.8-12 .5.t' 1. P ZNNI.8.604kN.= L72mm Mu' = 6.o2.Mpa. l) Ml = 2.*'.5.167l<N . Tulanganlentur dan geser Retaining Wall daerahlapangan Gayadalammomen dan geser x:= 0. Geser" 5.(bpc.m MZ:=!.Pat ds:=d tVc := :.ql.834kN ds = 0.m Vu= 12.x.5b3 h = 250mm d.222m Vc = 165.0.x y2:_:o2.834kN Vn:= Vc F.! 6' L Yl.459kN Vu = 43.= ql.031kN d := (h .7 Vu = 43..M2 Vu:=KUSA'VI+ Kug4'V2 Perencanaan tulangan lentur bw:= Bb h:=b2 + 0.L 2^ L I rr- Vl= 4.5.TCIUIAN DING DIN Check tulangan geser Vu:= 1.Vft .m M2 = l. y2= 4.

25Yo (perlebar 1m.orrcr* n=3 P' = 0.85'fc p' = 0.8s 10. Asl :=].bw.o'oo*[ft .o o *.m Mu:= 1.Mpa lo'85 tou ) pnax:= .u[pr. ManualPerencanaan SnukturBetonBertulanguntukJembatan Hal.or2 Asl = 2.609kN.625Yo Mcr := 0.ttt.bw.30) if 3oMpa < rc s 55.m p' = 03737T/o fy 0.:.n.85 > 55.8. t tY szooo* aJ l ^ 87ooo) PrIrBx=I.302kN. = 1 0 0 0 ml 2 = 5 0 0m m ) s m spasiyangdigunakan s := 400nm Digunakan Tul = "Dl6-z[00'.33nVlu' t- Mu = 8.7.{fc.Mpa if fc 10. PMnIIc+T'IIAN DINDING pl '= if fc ( 3oMpa pl = o.h' Mcr = 32.d p':= pmin 4 Ambilsajajumlah tulangan .8-13 .25Yo Ds := 16mm Asreq:= p'.Mpa. analisis makaspasi.65 ( | .

Vfc.nnUCAI.5.qAN DINDING ) Checktulangangeser Vu:= 1.Mpa.7 Vu = 43.I. Geser" Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.834kN notel = 'Tidak PerluTul.201kN Vu=43.741kN t Vn = 128.8.ds) l- S := 0.172m Vc = 128.(bpc.201kN Vn:= Vc 6.= :.Pat ds:=d ys .834kN ds = 0.Vn=89.8-14 . Pr.

Pasal ini mencakup korbel dengan perbandinganbentang geser dan tinggi ald < 1.1 Balok Tinggi Kantilever 9.1 Pzynntpuv Korbel direncanakan sebagai balok tinggi kantilever berdasarkan aksi batang tekan dan tarik.2 F.raKTo R vANGSERLu DrpERTIMBANGKANDALAM nERENCANAAN 9. dan dibebani oleh satu gaya tarik horisontal N. Jarck d harus diukur pada muka perletakan.9-1 .9.ataupadapermulaan dari tiap tepi pelandaian. ataupadamuka bagianluar dari Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. perlu diperlukan juga diperhitungkan adanya gaya horisontal dan pergerakan dari bagian yang ditumpu. 2t3d An Gambar 9." yang tidak lebih besar daripada Vu.1 TbreetMareSBrLqAR Tinggimukasisiluartidak bolehkurangdaripada d.2. 0..2 AK9I PADA K0RBEL Garis kerja aksi dari bebanbisa diambil jatuh padatepi bagianluar bantalanperletakan kalau ada.2.5 9.qrro n. Pn ant'tI t't lt'r Ko nau c I 9 PERENCANAANKORBEL 9.

kuat geserI/.t.1 Uauu perencanaan sesuai yang bagian faktor reduksi ini. ataupun(5.2 a) KruTIS Prr.tqN 9. dan satu gaya tarik horisontal N.5 . satu moment Vo o i Nu" (h-d). perhitungan dengan Dalamsemua kekuatan diambil sesuai densan Tabel 3. sebesar = Vn(fy p) sesuai dengan RSNI T-12-04pasal 1.2f"'b-dataupun bod dalamNewton. Untuk betonnormal.2. maka bagian luar korbel harus pengelupasan. 5.tAN K}MEL korbel. melebihi bebanpadabraket ataukorbel tidak boleh diproyeksikan Daerahpenahan melebihi bagianlurus dari tulangantarik utamaA.4' diambil dari harga yang terbesar antara(Ay+ A") atau + 2 4"113.07a / d) f.5 2. A. Untuk beton ringan total ataubeton berpasirringan. harus 9. dantidak boleh diproyeksikan (ika dipasang).0.3 a) KnnaTaUINTULANGANToTAL Luas dari penulangan tarik primer/pokok. Apabila bagian komponen lentur ditumpu.3.2 .3. tidak boleh diambil lebih besardaripada 0. geserVudapatdiambil Perancangan penulangan friksi-geser dari Aufyangmenahan At 5. tidak boleh diambil melebihi (0.l.'bd Newton.ga/d)b*d dalam b) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. b) c) Jank h harusdiukur dari mukaperletakan. Pmnttcny.kuat geserV.8.3 Pnostoan PznnNcArv.3.2.q.".9-2 . muka interiordari tulangan angkurtransversal 9.9. dilindungiterhadap 9.MpANe Potongan penampang kritis pada muka perletakan harus direncanakan menahan secara simultan satu gaya geser Vu.

4. harus diangkurkan dengan salah satu cara dibawah ini: a) Las struktural pada batang transversalyang berukuran paling tidak berukuran sama.qMe dengan luas total An tidak Sengkang tertutup atau tulanganpengikatsejajardengan. hidup walaugayatarik berasal dari rangkak.5 (ArA^) harusdisebarkan dua pertigadari tinggi efektif yang terkait denganl". c) Cara lainnya dari pengangkuranyang memberikan hasil positif. 9.susutatauperubahan 9. tulangan tarik utama l.IN Pada sisi muka dari braket atau korbel. b) Pelengkungan batang-batangtarik utama l" sebesar 180o hingga membentuk satu /oop horisontal.Gayatarik Nuc harus dipandangsebagaibeban suhu.iauf.4 PTnSv.4..9-3 . ke kurang dari 0.9..2 TERTaTaP SsNer.4. dari Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.3 TaT+NEEN TARIK UTAfuA PENGANGKan.1 TULANGANMINIMUM . bolehkurangdari 0. khususyang 0.".Pnnrvclrultr Konnu PenulanganAn yang menahangaya tarik Nuc harus ditentukan dari Nuc S 0 An fy.4.enaTANTALANGAN 9. Las direncanakan untuk mengembangkan kekuatan leleh terspesifikasi jr batang-batanE A.2 Gayatarik Nuc harustidak bolehkurangdaripada Vu kecualiketentuan dibuat untuk menghindarigaya tarik.04 Rasiotulang p d I an ' b = 9.

3. Mpa \ E s : =2 .3.O4 Pasal 5. M p a Tulangan tulanganutama ds := 13mm jarak beban ke muka kolom.--A checkgeometri korbel d = 343. .- P'i bw := 400nm h := 400rnm dc := 50rnm kof 2 cm $ := 0.9-4 .bw) 2 d dmin = 74.5mm Vn diambil nilai terkecil di ^ntil 0.9.1 DESAINKORBEL 1 SOAL : Desain tulangan korbel DIBERIKAN: Dim. (0..9.TI2.g5 ACI Check: dVn>Vu dmin:= RSNI.979n.2fc bw d dan I = 0.g01< 1 OK 5. 0 -1 0 ".lrn ambil d:=h-S.85 Sr := 400.= llQ. Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.2.Gorbel lebar tinggi COVef Beton : fs.5(Mpa) bw d. PERENCANA+v Konnnt CONTOH 9.9.a LANGKAH1: Menentukan a=275mm c=400mm LANGKAH Menghitung 2: ketinggian minimum.2fc.d Perhitungan berdasarkan pasal11.1 6 = 0.3 Vu {.

bw . d)) Vn = 565.ry (o.338mm Af := Mu ory(.r LANGKAH5: Menghitung tulanganlentur.5.4 Ard = 2.65 . b w .034kN Vu = 105lcN ok! LANGKAH 3: Menghitung Gaya-gaya pada korbel Perhitunganberdasarkan ACI pasal 1 1.01. a + Nuc .3 Vu = l05k].o) ir 30' Mpa< rc < 55' Mpa I o.Af Af := Mu . l Avf := vu tt = 1.206cr* $'&' r. PmoycltvtAN KzRBEL .TI2. Vn:= min((0.:= I (betonnormal) 0 = 0.86cm2 Af.[ N u c : =0 . d = 7 5 5 . 7 1 dO1 . V u Mu := Vu.4 RSM. 4 .85 10. Mpa 10. Mpa ..fi' al:=0.d) Nuc = 21R'{ m Mu : 30.+) \Mpa Af =2. untukmonolit = 1.85 Hargap = 1.008' [g | ) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. M p a. 0. Avf l.637cr* Bt .0.9.r.Tc bw . (h .K 0. . d 5. 2 .9.062kN' Nuc tidak boleh dari 0.= if fc < 30. untuknonmonolit F p : = 1 .4). 5 .85 if fc > 55.3.O4 Pasal 5.3.9.2 Vu LANGKAH Menghitung 4: tulangangeserfriksi.922c1tr Vn tidakbolehlebihdari 5 .Vn=481.85fc.ed) Af = 2.bw al = 16.9-5 ..Mpa Bl = 0.

Asmin /(.. .9. mm Ab := 0. PERENCANAAN KORBEL uoo. ns :=ma{[t .o+g d 3q 0.An) Digunakan 4D1o 4Ab = 3Ja2c# Akan didistribusikan dalam 2l3d dari tulanganutamanya 2-d 3 229mm Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. abser-d gl .088cm 3 Af + An =3. untuktarik langsung An Nuc ful . (As .785cm2 .25..25.I := ) I ooo* rY I \ abjer_d = 0. = 0.383 O K ! d {p<0.-- 0' fv An = 0. ds2 /+b= l. Af+An dan Asmin.75. O = Asmin 2.3 As adalah nilai terbesar Penulangan minimum I :=0..abper_d ab = 175. dh2 Ab = 0.185mm 4 = o. U*.254cr* LANGKAH7: Menghitungluas penulangan tarik ds = l3mm Ab := 0. Avf + An = 2.75pb} LANGKAH Menghitung 6: tulangan.t Fo ry .3.3L8crnl Ah := 0. n.83cr3 \\ diantara2/3Avf+An.9-6 .327cr* RSM-Tl2-04 Pasal5..04.309cm2 As = 3.Avf + An Af + An AsminJJ Digunakan 4DL3 4Ab:5. Ah = 1.618cm2 22 :.254cm2 LANGKAH 8: Menghitung Sengkang Horizontal.5.9.51 Mpu) ab := d . Ah dh := 10.

929nm2 | .n .f As =132. Asperlu =325. PERENCANAAN KqRBEL LANGKAH Desainangkurcorbel 9: Tarikyangdibutuhkan : Tulangan RSM.9-7 .dia? n TeganganTulangantarik : Asoerlu f:=*. .18Mpa Gaya Tarik pada 1 tulangan: A s : = 0 .' )) | ..TI2. 2 5 .t=4 Aspakai = 530.. Avr + An Ar + An *".732rnr* T = 32.i' . ManualPerencanaan SnukturBetonBertulanguntukJembatan Hal.433mr* dia:= 13. a i * T:= As .fy Aspakai I I I Kekuatanlasdidesainlebih kuat l0% dari gaya tarik f=245. mm rl.25. n .9.543kN lr*ru*. Aspakai:=0.O4 '= Asperru ''"{(.

iluuldilul .

faktor pengaruh ketebalan komponen betonuntuk susut. pengaruh danmemperhitungkan dari tarik akibatrangkakdan susut. = Q. M. sumbuy yang momenterfaktorakibat kombinasipengaruhgayaluar terhadap padapenampang. MPa. jumlah semen faktor pengaruh dalambetonuntuk susut. Nmm. momennominalpenampang.MPa. diambil positif untuk tekan. padaumur 28 hari. mm. tinggi total komponenstruktur. kelembaban untuk rangkak faktor pengaruh relatif udarasetempat Kn"t K"' Kot tls Nd = Kf Kf Kn" Krt Kr" Krt = = untuksusut. kuattarik bajaprategang. kuattarik lelehekivalen bajaprategang. ketahanan kekuatan besaran atau nominaldari penampang K. . tegak lurus padapenampang. terbesar Nmm. MPa. penjumlahan terkombinasi jenis-jenis dari beban komponen strukfur. moduluselastisitas bajaprategang. MPa. f" Jct JC f. MPa. faktor pengaruh kadarudaradalambetonuntuk susut. ukurandari keliling geserkritis yang sejajararahlenturan rangkak maksimum. faktor pengaruh kadarudaradalambetonuntuk rangkak. MPa. faktor pengaruh ketebalan komponen betonuntuk rangkak. kekuatan momen terfaktor akibat kombinasi pengaruhgaya luar yang terbesarpada penampang.o" M. kekuatan N.negatif untuk tarik. kuattarik lelehbajatulangannon-prategang. faktor pengaruh konsistensi (slump)adukanbetonuntuksusut. kuattekanbetonyang disyaratkan padaumur saatdibebaniatau kuattekanbetonyang direncanakan . faktor pengaruh kadar agregat halusdalambetonuntuksusut. kuattarik langsung dari beton.MPa. koefisien elastisitas modulus beton. faktor pengaruh kadaragregat halusdalambetonuntuk rangkak.DAFTARNoTSI \ DAFTAR NOTASI Bab 3 av cu E. M* fuIur Nn= /V'.A-1 . yangberbeda..fo. MPa. faktor pengaruh kelembaban relatif udarasetempat (slump\adukanbetonuntukrangkak. gaya luar terhadap sumbux yang momenterfaklor akibat kombinasipengaruh padapenampang. yang bebanaksialterfaktorakibatkombinasipengaruhgayaluar yang terbesar. aksialtekanpenampang. E" E.N. terbesar Nmm. Nmm.= Rn= Manual Perencanaan Struldur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. MPa. MPa. faktor pengaruh konsistensi faktor pengaruh umur betonsaatdibebaniuntuk rangkak. fr= Ku"t = = fu= = = dilakukanhansfergayaWategang. kuattarik lenturbeton. Jcl yang ditinjau. moduluselastisitas bajatulangannon-prategang.fo'.

".t tcs. puntir. geser nominalpenampang. reganganrangkak beton pada umur t (hari) sejak saat dibebani oleh suatu tetap. luas tulangangeserdalam daerahsejarakJ. koefisienrangkakbetonyangtergantung Bab 4-9 batas tinggi blok tegangan tekanpersegi ekivalenbetondalamanalisiskekuatan penampang betonbertulang akibatlentur. dihitungdari luasbagianpenampang betonyang dibatasioleh tulangansengkang. nilai regangan elastisbetonakibatsuatutegangan tetap. mm'. posisipusattulangan.mm.mm'. MPa. faktor besaran susut yang dipengaruhi oleh material beton dan kondisi lingkunganpekerjaan.mm2. mm2. luas satukaki dari sengkang tertutupdalamdaerahsejaraks yang menahan mm'. momenterfaktor.u te L" 0 0""(t) standar hasiluji tekan. tegangan susutbetonpadaumur t (hari). lingkungan faktor beban.kg/m' yang perbandingan antaraukuranterpanjang dari luas efektifgeserpenampang yang diukur tegak lurus pada ukuran penampang dibebani. ke luas inti dari komponen struktur tekan dengan tulangan spiral diukur hingga diameterluar dari spiral.atau terhitung 1-3 hari carapenguapan' untuk betonyangdirawatdengan sejaksaatpengecoran susut maksimum beton. mmz Ar As= 41 An= = APs A"= A"r At= A. luastotal tulanganlongitudinalyang menahan gayatarik ly'. luastulangandalamkorbelyang menahan luastulanganprategang dalamdaerah tarik.DtprnnNortst S u v vn W6 !o trr. nilai deviasi dari panjang efektifdari kelilinggeser kritis.mm2. angka Poisson. kekuatan beratjenis beton. Arr = = luasbrutto penampang. mm2.t Ecs. atau luas tulangangeseryang tegak lurus terhadaptulanganlentur tarik dalam suatudaerahsejaraks padakomponen strukturlenturtinggi. mm2.terhitung7 hari sejaksaatpengecoran regangan untuk beton yang dirawat basahdi lokasi pekerjaan. a + Nu"(h d)J. [V. luastulangangeser-friksi. Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. luastulangandi dalamkonsolpendekyang menahan . mm'. luastulanganyang membentuk sengkang puntir. padawaktu t.terhadapukuran terpanjang tersebut. a*= Ac= Act = jarak tegaklurus dari tumpuanterdekat penampangyang diperhitungkan. A-2 . mm2. luastulangan tarik non-prategang. faktor reduksikekuatan. tertutup. regangan faktor besaranrangkak yang dipengaruhioleh material beton dan kondisi pekerjaan. N.

mm. geser. ataudiameterdari penampang lubang tendon prategang. tegangan lelehpengikat kuat tekanbetonyang disyaratkan. tinggi total dari balok tepi. kekakuan lenturkomponen strukturtekan. mm. tegangan dalamtulangan tegangan MPa. jarak dari serattekanterluarke pusattulangantarik. ditentukan.MPa. MPa. di tegangan akibatbebanmati tak terfaktor. hargarata-rata dari kuattarik belahbeton. lebar bagian penampangyang dibatasi oleh sengkangtertutup yang menahan puntir.ataukorbel.4nNortst Avn b bo bt bn b* C C1 Cz c. dikurangi bulat. tebal selimut beton diukur dari serat tarik terluar ke pusatbatangtulanganatau kawatyang terdekat. mm. tinggi total komponen struktur. lebarbadanbalok. momenyang ditahanolehkomponen strukturpracetak tegangan tekandalambetonakibatgayaprategang efektifsaja(setelah prategang padaseratterluardari penampang memperhitungkan semua kehilangan di manategangan tarik terjadi akibatbebanluar. suatu faktor yang menghubungkan diagrammomenaktual dengansuatu diagram momenmerata ekivalen. MPa.qrr. tinggi total dari pelatlantaiataupanelpenguat tinggi total penampang kepalageser. luas. kuat tarik yang disyaratkan tendonprategang. jarak dari serattekanterluarke garisnetral. moduluselastisitas tulangan. ataukolom persegi ekivalen. MPa.D. lebardari mukatekankomponen struktur. fo" fr" fou f" fy fo" fv. komponen tekanpadatitik strukturkomposit.r f"' h= h6= hc= hs= hv= = = Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal.MPa. MPa. kepala kolom.A-3 . (Pada dan sayap terletakdalamsayap. di ukurandari kolom persegi kepala kolom.MPa. prategang tegangan semua kehilangan tekanpadabeton(setelah memperhitungkan padatitik beratpenampang yang menahan dari bebanluar ataupadapertemuan jika titik beratpenampang badan MPa.mm. setelah lebarefektif badanbalok. yang dihitungpadabebankerja.termasukakibat gaya prategang.padaseratterluardari penampang manaterjaditegangan tarik yang disebabkan oleh bebanluar.mm.mm.tulangan mm-.ataudiameter dari penampang bulat. d d" Ec E" EI fct fd geseryang parareldengantulanganlentur tarik dalamsuatujarak s2. dari MPa. pendekdiukur dalamarahbentang manamomenlentursedang mm. di diukur dalamarahtransversal terhadap arahbentang manamomenlentur sedang ditentukan. dari tegangan tekan rata-ratapada penampang beton. di akibat gayaprategang yang bekerjasendiri). kelilingdari penampang kritis padapelatdanpondasi. dimensi kolomterkecil. mm. selongsong mm. mm.f" adalahresultante tegangan dari jika titik beratpenampang kompositataupadapertemuan antarabadandan sayap dan beratpenampang kompositberada dalamsayap. lelehyangdisyaratkan tulangannon-prategang. moduluselastisitas beton.mm. mm.ataukonsol ukurandari kolom persegi ataukolom persegi ekivalen.MPa.

untuk perencanaan akibatbeban momenyang menyebabkan terjadinyaretaklenturpadapenampang luar. nilai yang lebih kecil dari momen-momen ujung terfaktorpadakomponenstruktur goyangan sampingyang berarti.mm-N.mm-N. dihitung dengan analisis rangka elastis konvensional. yang menahan momeninersiapenampang bebanluar terfaktoryang bekerja. melenturdalam kelengkungan tunggal. momenyangtelahdimodifikasi.negatifbila komponen strukturmelenturdengan kelengkungan ganda. mm-N.mm. tulangan faktor pengalimomentulangangandabalokterhadap panjangkomponen strukfurdiukur dari pusatke pusattumpuan. A-4 .42x2y I. di manaA' adalah luasyangdibatasigarismediandinding dari lubangtunggal. funggal.dihitung tekanakibatbebanyang menimbulkan ke dengan analisis rangka elastis konvensional. panjanghorisontaldinding. 0.negatif bila melenturdalam kelengkungan ganda.D.b* untuk penampang berongga dinding tipis. tinggi dindingyangtidak ditumpu. atausebesar 2A.qrr. mm-N.4x) untuk penampang moduluspuntir.qnNortst h* h*. h*u I ls /"" l1 Jt tinggi total dinding diukur dari dasarke puncak.bernilaipositif bila momenujung terfaktoryang lebih kecil padakomponen komponen tunggal.mm'. pipa atautabungterhadap komponen strukturkomposit. atausebesar 0. Mm Manual Per encanaanStruktur Beton Ber tulang untu Jembatan k Hal. selalu bernilaipositif. bentang bersihdiukur dari muka-ke-muka panjangkomponen shuktur tekanyangtidak ditopang. momenterfaktoryangdigunakan komponen strukturtekan. nilai yang lebih besardari momenujung terfaktor pada komponenstruktur tekan akibat beban yang menimbulkan goyanganke samping yang berarti.dihitung akibatbebanyang tidak menimbulkan ke positif bila komponen struktur dengan analisis rangka elastis konvensional. jarak horizontalantara pusatpengekang lateral tumpuan. komponen momeninersia tulangan terhadap sumbupusat sumbupenampang momeninersiabaja strukturalprofil. tekan.mm-N. momen inersia penampangbruto beton terhadap sumbu pusat.mm. mm-N. yang besarnya bisadiambil sebesar T. atau segiempat untuk penampang masif. tinggi efektifdari tinggi dindingterikat.negatif bila melenturdalam kelengkungan ganda.dihitung akibatbebanyang tidak menimbulkan ke dengan analisisrangkaelastiskonvensional. penampang struktur. panjangdari lengankepalageserdiukur dari titik bebanterpusat ataureaksi. momen ujung terfaktor yang lebih besar pada komponenstruktur tekan.positif bila komponen struktur melenturdalam kelengkungan tunggal. faktor panjang efektif komponen strukturtekan. masifberbentuk L. strukturmelenturdengan kelengkungan = k Kvd I I t1 ln lu l* Mt M'rns Ms M2 Mzn" Mz" Mc= Mn= nilai yang lebih kecil dari momen ujung terfaktor pada komponenstruktur tekan goyangan sampingyang berarti. dengan mengabaikan tulangan. nilai yang lebih besardari momenujung terfaktor pada komponenstruktur tekan goyangan sampingyang berarti.mm.

kuat puntir nominalyang disumbangkan oleh tulanganpuntir.mm. kuat aksialnominalpadaeksentrisitas nol. V"* Va ManualPerencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. pelatlantai(dalammillimeter) tebalminimum ketebalan dinding panjang efektifdarigariskelilinggeser kritis. tahanan momenyang disumbangkan oleh tulangankepalageser. oleh Nr" N.mm. kuat puntir nominaldari penampang komponen struktur. yang gaya pengaruh beban aksialterfaktor luaryangterbesar. spasi dari tulangan geser atau puntir yang tegak lurus terhadap tulangan longitudinalatauspasidari tulanganhorisontal dalamdinding. akibatkombinasi tegakluruspadapenampang.DlrrlnNornst M^* Mp= Mr= Mr= Mn* Nu = momenterfaktormaksimumpadapenampang akibatbebanluar. pengaruh bebankritis dengan tekuk. perludari penampang geser. kuat puntir nominalyang disumbangkan oleh beton. = yang dialihkandari pelatlantaike tumpuandalamarahyang momenlenturrencana ditinjau. pengaruh memperhifungkan dari tarik akibatrangkakdan susut. negatifuntuktarik.dan diambilpositifuntuktekan. lihat sub-bab 5. kuatgeser nominalyangdisumbangkan beton. kekuatan panjang aksialnominaldinding per satuan kuat bebanaksialnominalpadakondisi regangan seimbang. di gayageserpadapenampang akibatbebanmati tidak terfaktor. gayatarik terfaktoryang bekerjapadapuncakdari konsolpendek yangterjadi bersamaan denganVu. diambil positif untuktarik. spasidari tulangangeserataupuntir dalamarahparaleldengan tulangan longitudinal. yang diberikan< dPn. Pn Pc Pn Po Pu r s o Sr S2 T" Tn 7: Tu fs= t*= u= U1 Vc= Vct = kuat gesernominalyang disumbangkan oleh betonpadasaatterjadinyakeretakan diagonal akibatkombinasi momendangeser. padabagian keliling poligon dengan puncaknya padapusattulanganmemajang sudutdari penampang melintang. radiusgirasi suatupenampang komponen strukturtekan. bebanaksialterfaktorpadaeksentrisitas indekstabilitas. spasidari tulanganvertikal dalamdinding. kuat gesernominalyang disumbangkan oleh betonpadasaatterjadinyakeretakan diagonalakibattegangan tarik utamayang berlebihan dalambadan. mm. pada gayaluar yang terbesar momenuntir terfaktorakibatkombinasipengaruh penampang. memperhitungkan kuat aksialnominalpadaeksentrisitas yang diberikan.3.A-5 . kuatmomenplastis kepala pada gayaluar yangterbesar momenterfaktorakibatkombinasipengaruh penampang.

sudutantarasengkang miring dan sumbulongitudinaldari komponen struktur. komponen vertikal dari gayaprategang efektifpadapenampang. pembatas besaran distribusi tulangan lentur. faktor pembesar momen untuk rangka yang tidak ditahanterhadapgoyanganke samping. hubungan bagiandari momentidak berimbang yangdipindahkan gesereksentris pada sebagai pelat-kolom. rasio dari bebanmati aksial terfaktor maksimumterhadapbebanaksial terfaktor maksimum. geser-friksi sudutantara tulangan dengan bidanggeser.DapanNortst Vr Vn= Vp= Vs= gayageserterfaktorpadapenampang akibatbebanluar yang terjadibersamaan dengan M^or. rasiotulanganyangmemberikan yang seimbang.di manabebanyang ditinjau hanyabebangravitasidalam menghitung P". bagian segiempat suatu dari dimensi terpanjang penarnpang. simpangan relatif antartingkat orde-pertama akibatVu.untuk menggambarkan penyimpangan lateral akibat beban lateral dan gravitasi. faktor reduksikekuatan. koefisien sebagai fungsidariylixl.. kuat gesernominaldari penampang komponen struktur. vr= x v It z a At dg 4y fi= P"= 0a= & . kuat gesernominalyang disumbangkan tulangangeser. kondisi regangan rasiodari volumetulangan spiralterhadap volumeinti total (diukurdari sisi luar ke sisi luar spiral) dari sebuah komponen strukturtekandengan tulanganspiral. faktor tinggi blok tegangan tekanpersegi ekivalenbeban.4'-6 . faklor pembesar goyangan samping. 0 Yr ao Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. . ataurasio dari bebanlateral terfaktormaksimumyang bekerjaterhadapbeban lateraltotal terfaktorpadatingkat yang ditinjaudalamperhitungan P". bagiansegiempat suatu dari dimens sengkang i terpanj ang. rasiosisi panjangterhadap pendekdari bebanterpusat sisi ataumukatumpuan. dimensi terpendek penampang. rasiokekakuan pelatkompositdi lengankepalageserterhadap penampang sekitarnya. momenuntuk rangkayangditahanterhadap ke untuk menggambarkan pengaruh kelengkungan komponenstrukturdi antaraujungujungkomponen strukturtekan. bagiandari momentidak berimbang yang dipindahkan lentur pada sebagai pelat-kolom. oleh gayageserterfaklor akibatkombinasipengaruh pada gayaluar yangterbesar penampang. hubungan p Po Ps rasiotulangantarik non-prategang.

MPa. eksentrisitas moduluselastisitas beton.akibat gaya prategangdan beban mati. MPa. luaspenampang bruto. moduluselastisitas betonpadasaathansfergayaprategang.mm.batangbaja. dihitung pada penampang manaterjadi momenmaksimum. diameter nominaldari kawatbaj4 kawatuntai. MPa.mm". komposit. dasarlogaritmaNapier.mm jarak dari serattekanterluarke titik berattulanganprategang. baja non-prategang.DmrtnNortst B a b1 0 luas bagian penampangantara serat muka lentur tertarik dan titik berat penampang brutto. kuat tekanbetonpadasaattransfergayaprategang. mm. jarak dari serattekanterluarke titik berattulangantekan. tegangan transfer. moduluselastisitas MPa. di tegangan akibat bebanmati tak terfaktor.mm'. memperhitungkan semuakehilangan (yang bekerjamenahan dari badandan sayap bebanluar). olehkomponen struktur sendiri).MPa. mm2. lebar efektif penampangbeton setelah dikurangi lubang selongsongtendon pfategang. padaseratterluar dari penampang. balok.mm. mm. kuattarik lenturbeton. MPa. lebarbadan dari bulat. manategangan tarik terjadi akibatbebanluar.mmz tuastulanganprategang dalamdaerah tarik. bajaprategang. atau padapertemuan jika titik beratpenampang (Padakomponenstruktur terletakdalam sayap. mm2. 150 kuattekanbetonberdasarkan uji benda silinder(diameter mm dantinggi 300 mm). moduluselastisitas MPa. luas tulangangeserdalam daerahsejarakJ. adalahresultante tekan padatitik berat penampang dari tegangan jika titik beratpenampang kompositataupadapertemuan dan sayap antarabadan dan kompositberada dalamsayap.ataudiameter penampang jarak dari serattekanterluarke titik berattulangan mm. MPa. gayaaksialdari garisberat. MPa.atautendon.MPa. tegangan tekan dalam beton akibat gaya prategang efektif saja (setelah memperhitungkan semua kehilangan prategang) pada serat terluar dari penampang manategangan di tarik terjadi akibatbebanluar. yangsalingtegaklurus dan memotong padalokasisebuah kolom dari pelatdua arah. lebarmukatekankomponen struktur. luastulangan tarik non-prategang. mm2. MPa. tegangantekan beton pada lokasi titik berat baja prategang.segera setelah di transfer.fp. atau luas tulangangeseryang tegak lurusterhadap tulanganlenturtarik dalamsuatudaerahsejaraks padakomponen strukturlenturtinggi. yangditinjau.A-7 . sesudah tegangan tekan rata-ratapadabeton akibat gaya prategang padatitik beratpenitmpang gayaprategang. tarik non-prategang. efektif saja.mm. MPa.akibatgayaprategang momenyang ditahan di pracetak yangbekerja MPa. bajaprategang segera setelah Ac= A"r As= Ar" As Ar= = = b-br= b* d d' d6 dp a e'l' E" Ea E" E" fc' fcr fa' fd fr" fpa fr" fpi ManualPerencanaan StrukturBeton BertulanguntukJembatan Hal.mm. mm'. luasbetonpadapenampang yangdiambildari dua lajur luaspenampang brutoterbesar dari lajur balok-pelat.

gaya aksial terfaktor (ultimit) yang normal terhadap penampang. a N. tarik. kekuatan batasaksialnominalkomponen struktur. kuattarik bajaprategang. panjang yangditinjau(padajarak darijack penegang). kuatlelehbajanon-prategang.0005 0. kuat leleh bajaprategang.negatifuntuk N.yang bila tidak ada datayangtepat. MPa.0020 Untuk kawat untai (strand) pada selongsonglogam yang berpermukaan berprofilbisadiambilsebesar 0. = Kekuatannominalkomponen struktur. dihitung dari kombinasibeban momenterfaklor pada penampang luar yang menimbulkanmomen maksimum pada penampangyang ditinjau.0020rad/m. akibat beban momenyang menyebabkan terjadinyaretak lentur padapenampang luar. mm. penampang momeninersia utuh. moduluselastisitas moduluselastisitas bajaterhadap gayatarik dalambetonakibatbebanmati dan bebanhiduptidak terfaktor.A-8 . gaya prategang efektif tergesekpada lokasi sejarakx (di manax : E Li) dari N. MPa. f rps fou fo.N. tinggi penampang.0020rad/m. Mr* = M. h I k Li Lp= M". yang ditinjau. panjangtendon yang koefisien gesekanakibat simpangan menyudutpersatuan (dalamrad/m).0001 0. mm. mm.N. mm.setelah prategang ujungpenegangan akibatgesekan. momen(kekuatan) batasnominallentur. momenterfaktor (ultimit) akibat kombinasibebanluar yang paling berbahaya.mm.akibat kombinasi beban luar yang paling berbahaya.MPa. padatendonprategang faktor relaksasi rencana Afo.0006rad/m.nilainya tidak direncanakan dapatditetapkan berdasarkan rujukandi bawahini: Untuk selongsongyang diberi pelumas bisa diambil sebesar0'0003 0.0010 0. Po Rr= R1 Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal.N. (sesudah semuakehilangan tegangan efektif baja prategang memperhitungkan prategang).DAFTARNOTASI pengurangan(kehilangan) tegangan pada baja prategang akibat susut dan rangkakbeton. MPa. padakekuatan tegangan bajaprategang nominal. kehilangan N.N. f"" t. mm. Mu n l/" N.mm. tendon a panjangpenyaluran pelepasan untuk berangsur. berprofilbisadiambilsebesar 0. Untuk batang baja (bar) pada selongsonglogam yang berpermukaan berprofilbisadiambilsebesar 0. Untuk kawat baja (wire) pada selongsonglogam yang berpermukaan radim.P Pn Po* P^. dari diambilpositifuntuktekan. (acking).dan yang memperhitungkan pengaruh susutdanrangkak. perbandingan beton. kehilangan gaya prategang di ujung penegangan(jacking) sebelum memperhitungkan prategang.MPa. gay padatendonprategang. MPa.mma.N.

N. gayageserterfaktor(ultimit) padapenampang.8.rad. N. diagonal lenturdangeser.0.bila dikombinasikan dengan lainnya pada penampang. mm3 antara tulangan geser miring dan sumbu longitudinal dari komponen sudut struktur. Manu al P er encanaan Struktur Beto n Ber tul ang untuk Jembat an Hal. kuatgeser nominalyangdisumbangkan beton. gayageserpadapenampang akibatbebanmati tidak terfaktor. kuat geserbatasnominaldari penampang vertikal dari gayaprategang efektif. terjadi. Pengaruh padakondisi bebanlayan. oleh oleh betonpadasaatterjadi keretakan kuat gesernominalyang disumbangkan akibatkombinasi N. nilainyadapatditetapkan berdasarkan 0.DtrrtnNortst Ru= R*= rencana Kekuatan komponen struktur. komponen geser. oleh kuat gesernominalyang disumbangkan tulangan aksi dan gayaprategang pengaruh gayageser yang.mm. Pengaruh aksi rencana N.55 unh*nilaifo/fou ymB tidak kurangdari 0. yangdiijinkan(pada rencana kondisilayan). modulus penampang utuh. mm.N. faktor reduksikekuatan.mm/mm.85 = 0.90 rangkakbeton.dihitung: I / y.. N.N. gaya geserterfaktor pada penampang akibat bebanluar yang terjadi bersamaan denganM.25.manayang 033tlf"'pada sumbupusatatauperpotongan lebihkritis.05 yangdiberipelumas diambilsebesar .15. padasub-bab 2. Untukselongsong dapat permukaanberprofil dapat diambil Untuk selongsonglogam dengan 0.40 unE:knilaifo/fo. komponen struktur. perubahan prategang bagian sudutprofil tendon di sepanjang faktor tinggi blok tegangan tekanpersegi ekivalenbeton.mm/mm. jarak dari sumbupusatpenampang utuh ke serattarik terluar. Kekuatan spasi dari tulangan geser atau puntir dalam arah sejajar dengan tulangan longitudinal. yang dihitung sesuai faktor rangkakrencana ketentuan koefisien gesekanakibat adanyalengkungantendon.3. ymg tidak kurangdari 0.yang bila tidak ada data pada ditegangkan yang lebih tepat.dan bila semuatendondalamsatuselongsong ini: rujukandi bawah waktu bersamaan.0. aksibatas(ultimit) akibatkombinasibebanluar yang palingberbahaya. mengacuke serat tarik terluar di mana retak akan .N. jenis tendonprategang: faktor yangmemperhitungkan = 0.rad.N.akan menghasilkantegangantarik utama sebesar bagianbadandan sayap. A-9 .28 unh:knilaifr/fouyanEtidak kurangdari 0.*. regangan regangan susutbeton. v* Va vi kuat gesernominal yang disumbangkan oleh beton pada saatterjadi keretakan diagonalakibattegangan tarik utamadi dalambadan(web). akibatkombinasibebanluar yang palingberbahaya" N.15 sebesar . = vn Vp= v" Vt= vu Yt= Z= di Fr= /p= ccc 6ss = Q= Q"" p= = Li.80 : 0.

akibatsusut beton. rasiotulangantarik non-prategang terhadap luaspenampang beton.MPa kehilangan prategang tegangan dalamtendon MPa. indeks tulangan tekan untuk penampangyang mempunyai sayap (balok T). indeks tulangantarik non-prategang yang mempunyaisayap untuk penampang (balok T). Aw Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. kehilangantegangandalam tendon prategang akibat perpendekan elastisbeton. rasiotulangantekanterhadap luaspenampang beton.DerrnnNortst p p' Pp Ps Ps-min 6cc dcs ces 6p Ct) a' op 0p. dihitung sebagaiar dengan6 diambil sebesar lebar badan(web). rasiotulangangeser(spiral)terhadap luaspenampang beton. untuk penampang dihitung sebagai ato denganD diambil sebesarlebar badan (weD). MPa. dan luas tulanganharussesuai denganyang diperlukanuntuk mengembangkan tekan kuat dari bagianbadansaja. kehilangantegangandalam tendon prategangakibat relaksasibaja prategang. MPa. dihitung sebagai ar' dengan 6 diambil sebesarlebar badan (web). dan luas tulanganharussesuai yang diperlukanuntuk mengembangkan tekan dengan kuat dari bagianbadansaja. dan luas tulanganharussesuaidenganyang diperlukanuntuk mengembangkan kuat tekandari bagianbadansaja. : indekstulangantarik non-prategang yang adalah pf/f"' : indekstulangantekanyang adalah p'f/f"' : indekstulanganprategang yang adalah prfr/f"' indekstulanganprategang yang mempunyaisayap(balok T). rasiotulanganminimum geser(spiral)terhadap luaspenampang beton. rasiotulanganprategang terhadap luaspenampang beton. kehilangan tegangan dalamtendonprategang akibatrangkakbeton.A-10 .

B-l . Tata CaraPerhitungan Gedung.sn Pusrarl DAFTAR PUSTAKA yangmenjadibahan dalampembuatan masukan Standar buku-buku dan referensi perencanaan adalah. manual ini L RSNI-2004 TataCaraPerencanaan BetonUntukJembatan Struktur 2.RepublikIndonesia. UniformBuildingCode(UBC 1997) 7. Recommendations. for 3.ReportATC-32. 9. SKSNI 03Ketahanan GempaUntuk Bangunan 1726-2002. NEHRP. Perencanaan mengikuti Bridge Design Pembebanan Struktur Atas Jembatan Pekerjaan ManualBMS yangditerbitkan olehDirektorat JalanRaya.1997 8.1992 ManualPerenconaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. 5. Califomia.l5th Edition. Bridges. 1992(BMS) Desember 4. Standards AASHTO Specification HighwayBridges.1992. BuildingCodeRequirements Reinforced ACI 318-02 for Concrete.Derr. BridgeEngineering Handbook 12. Tata CaraPerencanaan Gedung. SNI 03-2847StrukurBetonUntuk Bangunan 2002 6.CEB-FIPModel Codefor CreepandShrinkage. GuideSpecifications DesignandConstruction Segmental Concrete for of 1989 10. Improved SeismicDesign Kriteria for California Bridges: Provisional City.ATC.Departemen Umum. Redwood AppliedTechnology Council. 1996 I l.

Manualof standard practice detailing structures.qrrtnPusr.D.B-2 .sKA 13. Code. L2. 15.Caltrans Seismic Design Criteria version Desember . 2001 14. for reinforced concrete American Concrete Institute Manual Perencanaan Struklur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.ACI3l5.InternationalBuilding IBC 2000.

Dsrwtst otu Isuun DEFINISI DAN ISTILAH Istilahdan Definisi yang digunakan dalamTataCaraPerencanaan Shuktur Beton untuk Jembatan iniadalah: 1.0 mm. agregat materialgranularmisalnyapasir. 5. 3. bahantambahan suatubahanberupabubuk atau cair. agregatringan gregatyang dalamkeadaan kering dan gemburmempunyai berat ll00 kg/m3 atau kurang. agregathalus 'alami' batuan pasiralam sebagai hasil desintegrasi oleh ataupasiryang dihasilkan industripemecah batudanmempunyai ukuranbutirterbesar mm. adukan campuran antara agregat halusdan semenPortland ataujenis semen hidraulikyang lain danair. bebanhidup Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.0 4. 5. agregatkasar 'alami' batuan atau berupa batu pecah yang kerikil sebagaihasil desintegrasi dihasilkan oleh industripemecah batudan mempunyai ukuranbutir antara .0 5. yang ditambahkan dalam campuran beton ke jumlahtertentu pengadukan selama dalam untukmerubah beberapa sifatnya. angkur suatualat yang digunakan untuk menjangkarkan tendonkepada komponen struktur betondalamsistempasca tarik atausuatualatyangdigunakan untuk menjangkarkan tendon proses selama pengerasan pratarik. 6. 8. betondalamsistem 7.C-l . 2.40.kerikil. batu pecahdan kerak tungku pijar yang digunakan bersama-sama dengan suatumediapengikat untukmembentuk suatu beton atauadukan semen hidraulik.

beton prategang beton bertulangyang diberi tegangandalam untuk mengurangitegangantarik potensial dalambetonakibatbeban kerja. agregathalus. komponen untukmerencanakan 10.beton campuranantarasemenPortlandatau semenhidraulik yang lain. agregatkasar dan air.beton bertulang betonyang diberi bajatulangan luasdanjumlah yangtidak kurangdari nilai dengan yang disyaratkandengan atau tanpa prategang.betonnormal betonyang mempunyai menggunakan beratisi 2200 -2500 kg/m3 dan dibuatdengan agregat alamyangdipecah atautanpadipecah. 9. 15.beton pracetak elemenatau komponenbeton tanpa atau dengantulanganyang dicetak terlebih jembatan.Dtrntw otu Isrruln jembatanberupabeban lalu lintas semuabebanyang terjadi akibat penggunaan kendaraan pembebanan sesuaidenganperaturan untuk jembatan jalan raya yang berlaku. dahulusebelum dirakitmenjadi 16. dengan faktorbeban 12.dan direncanakan minimum gaya berdasarkan asumsi bahwa sama dalammenahan keduamaterial tersebut bekerja yangbekerja. denganatau tanpa bahantambahan yang membentukmassa padat. Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan HaL C-2 . bebanmati beratsemuabagiandari suatujembatanyang bersifattetap.bebanterfaktor beban kerjayangtelahdikalikan yangsesuai. 14.termasuk segala beban jembatan. yangtidak terpisahkan suatustruktur tambahan dari 11. 13. bebankerja yangdigunakan beban rencana struktur.

22.betonringanpasir pasirnormal. betonringanyangsemua agregat halusnya merupakan 19. resuksi kekuatan ManualPerencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal.friksi kelengkungan friksi yang diakibatkanoleh bengkokan di atau lengkungan dalam profil tendon prategang yangdisyaratkan. kuat nominal kekuatan suatu komponen struktur atau penampangyang dihitung berdasarkan ketentuan dan asumsimetodaperencanaan sebelum dikalikan dengannilai factor yangsesuai. beton ringan total pasiralami.C-3 . 24. 25. betonringanyang agregat halusnya bukanmerupakan 21. prategang kedudukan selongsong dari 23.Dorwm otu Isrnln 17.kuat tarik leleh kuat tarik leleh minimum yang disyaratkan atau titik leleh tulangandalam megapascal (MPa).beton polos beton tanpa tulangan atau mempunyaitulangan tetapi kurang dari ketentuan minimum. gayajacking gayasementara yangditimbulkan tarik pada terjadinya olehalatyangmengakibatkan prategang tendon dalambetonprategang. friksi wobble yang tidak disengajapada friksi yang disebabkan oleh adanyapenyimpangan penempatan yangseharusnya.beton ringan struktur beton yang mengandung agregatringan dan mempunyaiberat isitidak lebihdari 1900 kg/m3. 20. 18.

Nilai rasioini berlaku untuktegangan bawahbatas proporsional di material. moduluselastisitas rasiotegangan normaltarik atautekanterhadap yangtimbul akibattegangan tersebut. perangkatangkur Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.kuat rencana (D. 31. C-4 . 32. 30.dalamsistem prategang dimana tendonditariksesuadah beton mengeras. Bila nila fc di dalam tanda akar. 33. kuat tarik belah fct kuat tarik betonyang ditentukan berdasarkan tekan belahsilinderbetonyang kuat padasisi panjangnya.Drrwm otu Isnnan 26. ditekan 29. dan hasilnyatetapmempunyai satuan megapaskal(MPa). kuatnominaldikalikandengan suatufactorreduksi kekuatan 28. kuat perlu kekuatan sutaukomponen yang diperlukan strukturataupenampang untuk menahan bebanterfaktoratau momen dan gayadalamyang berkaitan dengan bebantersebut dalamsuatukombinasi yangditetapkan seperti dalamtatacaraini. kuat tekan betonyang disyaratkanI'c kuat tekan beton yang ditetapkanoleh perencana struktur (bendauji berbentuk silinderdiameter150 mm dan tinggi 300 mm). pasca tarik carapemberian tarikan. 34. maka hanya nilai numeric dalam tanda akar saja yang dipakai. untuk dipakaidalam perencanaan strukturbeton.dinyatakan dalamsatuan megapaskal(MPa). 27. panjangpenanaman panjangtulangantertanamyang tersediadari suatu tulangandiukur dari suatu penampang kritis.panjangpenyaluran panjangtulangantertanamyang diperlukanuntuk mengembangkan kuat rencana tulangan padasuatupenampang kritis.

perangkat angkur strandtunggal perangkatangkur yang digunakan untuk strand tunggal atau batang tunggal berdiameter mm ataukurangyangsesuai 16 dengan caraini.perangkat angkur strandmajemuk perangkatangkur yang digunakanuntuk strand. 41.terbuatdari batangtulangan.sengkang tulanganyang digunakanuntuk menahantegangan geserdan torsi dalam suatu komponenstruktur. terhadaptulangan longitudinal. berbentuk kaki tunggalataudibengkokkang dalambentukL. 38. prategang efektif yang masihbekerjapadatendonsetelah tegangan yang tegangan semua kehilangan terjadi. Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. untuk memberigaya prategang beton. 42. ke 35.C-5 .batangatau kawat majemuk.tendon elemen bajamisalnya kawatbaja.DwtNtstotu Isnnqa perangkat yangdigunakan gaya padasistem prategang pasca tarik untukmenyalurkan pasca tarik daritendon beton. tegangan intensitas gayaper satuan luas. U atau persegidan dipasang tegak lurus atau membentuk sudut.atau > yang berlaku batangtunggalberdiameter 16 mm dan sesuai denganketentuan dalamtatacara ini. kawatuntaiatausuatubundleberkas dari elemen-elemen yang digunakan pada tersebut. 36. tata 37. 39.pratarik pemberian gayaprategang dengan menarik tendon sebelum betondi cor. 40.sengkang ikat sengkang terhrtuppenuhyangdipakaipadakomponen strukturtekan.di luarpengaruh beban mati danbeban tambahan. dipakaipadakomponen strukturlenturbalok.kawat baja ataujaning kawat baja las polos atauulir.kabelbatang.

yang berbentukbersirip atau berukur.tidak termasuk kecualibila secara tendonprategang.tulanganulir batangbaja yang permukaansisi luarnya tidak rata.tidakbersirip atauberukir. C-6 .tulangan batangbajaberbentuk polosatauulir ataupipa yang berfungsi gaya untuk menahan tarik padakomponen struktur.Dututst otu Isnua 43. 46. transfer proses penyaluran tegangan angkur dari dalamtendonprategang jack atauperangkat pasca tarik kepada komponen struktur beton.tulanganpolos batang bajayangpermukaan luarnya sisi rata. khusus diikut sertakan. membentuk 48. secara lebihmerata seluruh ke bagian Manual Per encanaan Struktur Beton Ber tulang untukJembatan Hal. 47. 49. 45.tulanganspiral yangdililitkansecara tulangan menerus suatuulir lingkatsilindris.zonaangkur bagian komponenstruktur prategang pascatarik dimana gaya prategang terpusat disalurkan betondandisebarkan ke penampang. tekanterluarhinggatitik berattulangan 44. tinggi efektif penampang (d) jarak yangdiukurdari serat tarik.

Bebanmati jembatan jembatan yang berasal semua beban yang dari beratsendiri ataubagian ditinjau. Bebanhidup semuabebanyang berasal dari berat kendaraan-kendaraan bergerak/lalu lintas pejalan jembatan dan/atau kaki yangdianggap pada bekerja 8.aliranair.termasuk yangdianggap segala unsurtambahan merupakan kesatuan satu tetapdengannya 7. Aksi lingkungan pengaruh yangtimbul akibattemperatur. Bebankhusus bebanyang merupakan pada beban-beban khususuntuk perhitungan tegangan jembatan perencanaan 6. C-7 . Bebanprimer yangmerupakan beban padasetiap beban utama dalamperhitungan tegangan jembatan perencanaan 4. 3. Bebansekunder beban yang merupakanbeban sementara yang selalu diperhitungkan dalam perhitungan jembatan padasetiap tegangan perencanaan J. data harga nominal diambilkira-kira ekuivalen perioda dengan ulang50 tahun. angin. ".qNISTILAH Istilah dan Definisi yang digunakan dalam Peraturan Bebanuntuk Jembatan BMS'92 adalah: 1. Aksi nominal dalamhaltidak tersedianya statistik. Bebanmati primer beratsendiridari pelat dan sistemlainnyayang dipikul langsung oleh masingjembatan gelagar masing Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal.DrNuIy o. gempa penyebabdan penyebab alamiah lainnya.

Bebanpelaksanaan yang mungkinbekerjapadabangunan atau bebansementara menyeluruh secara pelaksanaan sebagian selama 10. akibat aksi kendaraanpada jembatan termasuk hubungannya deganpengaruh dinamis. beratkerb. faktor bebanbiasa pengaruh aksirencana digunakan apabila dari mengurangi keamanan adalah 14. Bebanlalu-lintas seluruhbebanhidup.cara jembatan dibangun bangunan yangmungkinmenempel dan lain jembatan. perkiraan lamanya aksibekerja umurrencana dibandingkan dengan jangkawaktuyangdiketahui: Ada duamacam katagori padasifatbahan Aksi tetapadalah bekerja sepanjang waktudanbersumber jembatan.C-8 .tetapitidak termasuk akibattumbukan 12. walaupun seringkali. Bebannva disebut Beban"T" Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. Faktor beban pengali numerik yang digunakanpada aksi nominal untuk menghitungaksi rencana. Bebanmati sekunder pelatdi cor. 13.trotoar. Jangkawaktu aksi jembatan. arahvertikal dan horisontal. Faktorbeban diambilunfuk: perbedaan adanya yangtidakdiinginkan padabeban. 16. ketidak-tepatan pengaruh pembebanan. tiangsandaran lain-lainyangdipasang setelah dan Bebantersebut dianggap terbagi ratadi seluruhgelagar ll. Lantai kendaraan jembatan seluruh lebarbagian yangdigunakan dari lalu untukmenerima beban lintaskendaraan. Faktor bebanterkurangi pengaruh aksirencana digunakan apabila keamanan dari adalah menambah 15. pada Aksi transien dengan mungkin terjadi bekerja waktuyangpendek. dalammemperkirakan perbedaan adanya yangdicapai ketepatan dimensi dalampelaksanaan.DEFINISI DAN ISTILAH 9.

lebarbebas dan minimumterhadap banjir 22.Atau apabila kerbtidak dipertinggi. Lebar dari ke lainnya. Profil ruang bebas ukuranruangdengan syarat tertentu yaitumeliputitinggi bebas minimum jembatan jembatan tinggi bebas tertutup. Lajur lalu lintas bagian dari lantaikendaraan yangdigunakan olehsuatu rangkaian kendaraan.7 pembebanan dimana lalu lintasrencana bekeda 19. Lajur lalu-lintasbiasa lajuryangdiberimarkapadapermukaan untukmengendalikan lalu-lintas. Tipe aksi Dalamhal tertentu aksibisameningkatkan (mengurangi respon totaljembatan keamanan) padasalah jembatan.C-9 .DzrtNtst Isrn. markamediandan markayang jalan membentang kerbyangdipertinggi kerbyang berupa strip. Lebar jalan lebarkeseluruhan jembatanyangdapatdigunakan dari termasuk oleh kendaraan. keamanan bebanmati tambahan) 23. Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. satubagian tetapimengurangi respon total (menambah padabagianlainnya. Bebannya disebut Beban"D" 18. lajur lalu-lintasbiasa.qn otN 17.bahuyang diperkeras. artinyaaksitidakdapat dipisah kedalam salah satu yangmengurangi bagian keamanan bagian dan tainyangmenambah keamanan (misalnya pembebanan "T") Tersebar dimana bagian aksiyangmengurangi keamanan dapat diambilberbeda dengan bagianaksiyang menambah (misalnya. Lajur lalu-lintas rencana stripdengan Lebar 5 m darijalur yangdigunakan 2. Berat Beratdari suatubendaadalahgayagravitasi yang bekerjapadamassa benda (kN) tersebut Berat =massaxg dengan pengertian adalah g percepatan akibatgravitasi. 20. keamanan) Tak dapatdipisah-pisahkan. adalah dari penghalang bagian dalamke penghalang lainnya jembatan 21.

5341 1.0046 0.0095 0.0125 0.0645 3.0152 4.0049 0.0081 0.6120 3.2670 2.2930 2.0161 4.0107 0.0080 0.0064 0.6002 2.0100 0.0137 3.1032 1.1821 3.0121 0.0882 3.Aslbd.015t 4.0288 2.0061 0.0106 0.7635 0.015e 4.1618 2.0063 0.7498 2.0136 3.8235 2.0151 3.0142 3. 23 24 25 26 27 28.4208 1.9209 1.7206 0.0062 0.0076 0.6182 1.0074 0.4224 2.5751 2.7002 2.0169 3.2487 1.8966 2.0118 0.0147 0.4776 1.5459 3.0043 0.7990 2.0058 0.0147 3.4343 3.berdasarkan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' = 20 MPa f1r = 400 MPa No Mu(bd2) AsU(b.5680 3.1960 0.0101 0.0104 0.0758 0.0073 0.0097 0.0044 0.8480 2.0091 0.4493 1.0050 0.0128 0.0088 0.6739 1.0822 2.0143 3.0035 0.0045 0.2979 3.015C 3.0078 0.0135 0.77M 2.0087 0.0153 0.9480 1.0M1 0.3450 2.85 0.1362 0.0066 0.2408 2.6990 0.3064 1.0079 0.4480 2.1562 0.0069 0.0120 0.9930 3.1162 0.014C 3.0037 0.0117 0.2158 0.0119 0.0163 Catatan: s pact< p max batasantulanganpmin Mu [N"mml.7845 1.0127 0.0075 0.5015 3.0352 0.5901 3.13il 2.3638 1.9 0.014e 3.0070 0.2518 3.0096 0.0163 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 '14 15 16 17 18 19 20 21 22.0036 0.4792 3.0154 4.0085 0.4118 3.0055 0.0047 0.1 18 1 3.9750 2.0133 0.0129 0.0071 A.2776 1.016C 4-1762 0.6339 3.s245 2.9942 0.4122 0.6754 2.0131 0.7017 1.62il 2.1616 11sA7 1.7570 1.00s9 0.6557 0.momendesain(Mu) untuk LampiranA.3891 3.0054 0.0084 0.0067 0.3208 3_U37 3.0111 0.0105 0.1 Nilaipersentase tulangan baja.0083 0.OO72 0.0098 0.01{5 0.008 (fc'-30)= p ffiin = p max = 0.0114 0.8119 1.0130 0.0056 0.0139 3.0090 0.2146 2.0138 3.0099 0.015S 4.3709 2. 29 30 31 32 33 34 pl =0.5622 1.01s8 4.0148 3-9R22 .6774 0.0109 0.3966 2.9114 0.0555 4.205m 3.3191 2.d) Mu(bUz) AsU(b.4736 2.6461 1.0077 0.0089 0.3923 1.0739 1.2286 3.0035 0.0057 0.9208 2.0.0960 0.1353 3.0555 2.1325 1.0126 0.0103 0.85-0.7849 0.5238 3.3351 1.0053 0.0407 3.1882 2.5059 1.6504 2.2198 1.0116 0.0123 0.8666 1.0093 0.4990 2.0068 2.9736 0.d [mml Satuan: Ast [mm2] .8723 0.0092 0.0102 2.3664 3.8695 0.9690 2.il98 2.0082 0.014s 3.5902 1.0040 0.729l 1.0134 0.0112 0.8062 3.8393 1.2749 3.0086 0.0038 0.9449 2.1088 2.8905 0.0019 0.0124 0.4568 3.0094 0.0052 0.8485 0.0051 0.00.0110 0.7421 0.0132 0.0113 0.014S 3.9529 0.8938 1.b [mml.0141 0.0042 0.016' 4.0108 0.0060 0.72s0 2.d) Mu(M2) AsU(b"d) Mu(bd2) AsU(b"d) 1.8274 0.1587 3.0144 3.0065 0.015i 4.0048 0.

7842 4.0036 0.0067 0.4804 3.0046 0.1047 3. d [mml Ast [mm2l .0174 0.7944 2.7547 1.0182 0.0198 0.0051 0.0136 3.19't0 0.1130 1.3128 2.0054 0.0035 0.8661 0.8206 2.M85 2.0132 0.2580 2.0039 0.0120 0.4310 3.6752 0.016S 4.0063 0.0155 4.0203 Pl =0.0072 0.0074 0.0107 0.6562 4.0108 0.0090 0.0118 0.0115 0.1553 5.0041 0.0196 0.5696 0.9765 3.0157 4.7711 0.9100 4.0165 4.0134 3.0183 0.0062 0.8187 0.2591 0.'t7s5 2.0185 0.berdasarkan penampang persegi tunggal tulangan denganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok {^' - 25 MPa fy= 400 MPa No Mu/(bd') AsU(b-d) Mu/(bd') AsU(b.momendesain(Mu)untuk LampiranA.12A2 2.0056 0.0160 4.0038 0.3203 1.0047 0.0179 0.0098 0.0076 0.0161 4.008(fc'-30)= p min = p ffioX = Catatian: b a t a s a n t u l a n g p m i ns p a c t < p m a x an Satuan: Mu [N"mml.5826 1.85 0.0068 0.3317 3.2 Nilaipersentase tulangan baja.1352 5.0139 3.5247 1.4158 0. b [mml.285/ 2.8053 4.0186 0.0135 3.0133 3.0129 3.As/bd.0125 0.0050 0.6891 2.2022 1.5828 2.0116 0.0043 0.0106 0.0141 3.8264 4.4063 3.2062 3.1302 3.6992 0.1725 1.0037 0.0094 0.0541 5.7949 0.0095 0.3566 3.0203 0.2909 1.0064 0.3067 3.0131 3.0162 4.0080 t z J 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 zo 27 28 29 30 31 32 33 u 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 2-3944 2.4557 3.4083 1.0145 4.0103 0.0184 0.3936 0.2137 0.6626 2.0158 4.0102 0.7261 1.0052 0.5260 0.1682 0.6268 0.0300 0.6114 1.0191 0.0105 0.5024 2.0153 4.3400 2:3672 0.9132 0.0033 0.0114 0.0745 5.0202 0.0119 0.3713 0.0124 0.0163 4.7832 1.4821 0.0071 0.0117 0.5049 3.2314 3-2566 3.0189 0.0146 4.0948 5.7682 2.1556 3-1809 3.0152 4.6346 4.0194 0.0192 0.6776 4.1453 0.0066 0.0177 0.9528 1.0112 0.6130 0.7204 4.0044 0.0022 3"0280 3.6360 2.0087 0.8474 4.2816 0.d) Mui(bd2) Asr/{b"d} Mu/(bd') Ast/(b"d) 1.0065 0.0061 0.5537 1.0197 0.0201 0.2549 0.2031 2.0085 0.9928 5.8965 1.6976 '1.0ttt 0.0187 0.1224 0.7415 2.7472 0.5040 0.0079 0.0077 0.0055 0.9246 1.3815 3.0049 0.1428 1.2817 3.0159 4.0040 0.8897 0.0110 0.0646 2.8988 2.0133 5.3490 0.0200 0.4666 1.0088 0.0924 2.0092 0.7232 3.0532 0.5294 3.9367 0.0763 0.0140 3.0128 3.0121 0.6510 0.8399 1.0088 2-0367 2.0058 0.1953 5.0536 3.0100 0.5539 0.7155 2.0170 4.9248 2.0337 5.7418 4-7630 4.00SS 0.0101 0.0181 0.0137 3.01214 4.0113 0.0199 0.0994 0.0081 0.1753 5.0084 0.m78 0.3790 1.5913 0.0149 4.8468 2.0091 0.0171 4.5560 2.4600 0.0070 0.9722 4.0150 4.0166 4.0178 0.0176 0.6094 2.2't52 5.0130 3.0143 3.0045 0.0138 3.0078 0.1150 5.0167 4.3266 0.81 16 1.6689 1.5292 2.0083 0.9808 2.475s 2.9515 4.2351 5.4215 2.0175 0.0053 0.0180 0.0042 0.0195 0.85-0.0069 0.0147 4.0109 0.4957 1.0104 0.2318 1.0151 4.0'172 4.0122 0.0073 0.0060 0.0831 1.0086 0.0154 4.0168 4.4375 1.0164 4.6402 1.0057 0.1479 2.0792 3.0096 0.0188 0.8683 4-8892 4.2614 1.9308 4.3041 0.8424 0.3497 1.0142 3.0068 0.0148 4.5782 0-4127 3.0082 0.0123 0.0053 0.0156 4.2306 2.8682 1.9601 0.0075 0.0097 0.0048 0.6026 0.0173 0.0089 0.4380 0.0190 0.2364 0.0035 0.9835 0.6991 4.0193 0.9507 2.0126 3:.8728 2.

0059 0.015e 0.0144 0.0133 0.0565 3.0084 0.009€ 0.0138 0.3152 2.0051 0.0141 O.0146 0.0066 0.0136 3.4124 0.0155 0.016r 0.0063 0.5730 4.0165 0.8373 3.0095 0.1898 3.0045 0.0104 0.0107 0.3878 0.0087 0.73't6 2.7042 2.9380 3.0109 0.0096 0.1798 1.7589 2.0049 0.3594 1.0069 0.8120 3.0056 0.0068 2.4fi2 0.0126 0.0115 0.0117 0.0599 0.3296 1.0145 0.0088 0.0027 2.2306 2.7425 1.65€2 3.4265 3.0102 3.3570 4.berdasarkan momendesain(Mu) untuk penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' - 30 MPa ty- 400 MPa No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Mu/(bd2) Asu(b"d) Mu/(bdz) Asu(b-d) Mu(bdz) AsU(b*d) tuulFd2) Asu(b"d) 1.3749 3.7862 2.1496 1.0040 0.0037 0.0085 0.0052 0.85 0.3994 2.8626 3.5667 1.2098 1.0057 0.'r54 0.4004 3.2588 2.0M7 0.0067 0.2955 3.2997 1.1617 4.3812 4.0127 0.0091 0.2398 1.2'.009€ 0.1455 2.0137 0.1123 4.0297 3.9631 3.d [mml Satuan : Ast [mm2] .O142 0.0132 0.0081 0.t}8 4.2023 2.0029 0.0078 0.015e 0.0053 0.0153 0.9490 2.0119 0.0108 0.MA7 2.0038 0.0313 2.9129 3.8875 1.85-0.0075 0.0116 0.009€ 0.0162 0.0113 0.8950 2.5967 4.AO72 0.0110 0.il52 4.0082 0.0893 1.0149 0.0042 0.6492 2.2163 3.0048 0.7133 1.0097 0.3 Nilaipersentase tulanganbaja.0130 0.0083 0.9881 4.0050 0.2692 3.0130 4.4775 4.0885 2.4535 4.0074 0.0158 0.0135 0.0111 0.0114 0.2557 4.0092 0.6204 4.008C 0.0073 0.008 (fc'-30)= p min = p max = 0.1367 3.ffi14 4.1633 3.0166 0.0833 3.0143 0.M4A 4.5821 3.0125 0.0035 0.4273 2.016€ 0.0105 0.6676 4.0094 0.0151 0.1863 4.8006 1.017( u p1 =0.0093 0.8135 2.6548 1.7613 3.0152 0.0134 0.1170 2.6078 3.9220 2.0106 0.9760 3.0070 0.4831 2.0128 0.007S 0.0055 0.0244 Catatan: 3 batasan tulanganpminpact< pmax Mu [N"mml.4552 2.5664 2.b[mml.9452 1.As/bd.1739 2.6255 1.9740 2.8679 2.016i 0.3328 4.0065 0.28d1 4.5304 3.0064 0.5961 1.0103 0.0077 0.8296 1.0161 0.0139 0-0140 0.2870 2.0121 0.4786 3.9164 1.0062 0.0044 0.0M6 0.0101 0.5373 1.0058 0.0061 0.6216 2.5940 2.6767 2.3892 1.7103 3.5109 2.4782 1.0379 4.0118 0.0129 0.0076 0.015i 0.7716 1.5077 1.0163 0-0.0876 4.1100 3.016C 0.3481 3.5045 3.2698 1.7358 3.0089 0.0043 0.4526 3.5387 2.U33 2.6335 3.0041 0.8586 1.0148 0.0123 0.010C 0.1195 1.1370 4.0039 0.5253 4.6848 3.0071 A.LampiranA.3218 3.0036 0.7867 3.4054 4A295 4.23s3 4.4189 1.6912 4-7147 0.5563 3.0086 0.2428 3.0154 0.3085 4.0060 0.015C 0.0131 0.0120 0.4486 1.0054 0.0628 4.0147 0.0035 0.0122 0.6841 1.3714 2.

8462 5.9294 5.0231 0.0241 4.85-0.0244 Catatan: batasantulanganpmin3pactcpmax Satuan: Mu [N*mm].5053 5.4617 5.008(fc'-30)= p min = p max = 0.9501 0.7381 4.0239 0.0201 0.0183 0.8253 s.0223 0.024C 0.9698 4.0205 0.9087 s.As/bd.0170 0.6346 5.2144 6.0215 0.momendesain(Mu) untuk LampiranA.3300 5.0208 0.2344 6.1943 6.0232 0.0244 0.0228 4.0190 0.0191 0.8081 4.023s 0.3335 0.1340 6.0233 0.0203 0.0175 0.2856 5.0181 0.1541 6.0188 Mu/(bd2)Asu(o"d) Mu/(bd2) Asu(b"d) Mul(bdz) AsU(b"d) 5.5269 5.0193 0.0155 5.0220 0.0182 0.0229 0.1515 5.4222 0.5486 0.0178 0.1740 5.0210 0.0186 0.8546 4.8671 5.2*3 6.4242 0.1743 6.4 Nilaipersentase tulanganbaja.0196 0.7147 4.0179 0.1137 6.6132 5.7622 5.9707 5.0837 5.6560 5.5702 5.85 0.8314 4.0214 0.0118 6.0230 0.0211 0.berdasarkan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' = 30 MPa fy- 400 MPa No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Mu/(bd2) AsU6"d) 4.0035 0.0209 0.1289 0.7U8 4.0180 0.0219 0.0176 0.0184 G.2411 5.8879 5.0213 0.9913 6.2742 6.3521 5.0383 5.0206 0.7410 5.0207 5.0189 0.0197 0.0225 0.0198 0.0221 0.5917 5.0527 6.1964 5.0234 0.2188 5.9468 4.3078 s.9238' 4.0173 0.0199 0.0187 0.0195 0.0610 5.2634 5.6773 5.7832 5.0194 0.0323 6.0177 0.6986 5.0245 pl =0.3138 6.0227 0.4180 5.7198 5.0237 0.8777 4.0218 0.8043 5.0171 0.0204 0.0192 0.0172 0.0224 0.0174 0.5927 5.0226 5.0935 6.0212 0.1063 5.b [mm].0236 0.0238 0.9008 4.7615 4.3961 5.0216 A.2940 6.d[mml Ast [mm2l .0202 0.4835 5.3741 5.0185 0.0200 0.0731 6.4399 5.0243 0.A217 0.

5a Nilaipersentase tulangan baja.2324 3.0073 0.0048 0.A271 0.0063 4.0072 0.0142 0.5163 1.Ofi2 0.2502 2.0053 0.0076 0.s760 1.0143 0.4793 2.3664 1.0150 0.1636 2.0678 3.0114 0.5570 3.0105 0.432 4.3955 3.7619 0-81 0.5838 3.0089 0:0090 0.468s 4.d) Mu/(bd2) AsU(b"d) 1.0054 0.t777 3.0082 0.1619 4.3937 2.3651 2.0077 0.2456 1.0040 0.0324 4-0584 4.5190 4.2904 4.1925 2.2214 2.0111 4.0145 0.7339 2.016C p1=0.0043 0.0141 0.0121 0.'.3160 4.0110 0.0122 0.0157 0.2597 3.U15 4.d fmml Ast [mm2] .6212 2.1102 4.4495 3.0155 0.6639 3.5302 3.0936 1.0069 0.015€ 0.A124 0.6905 0.0085 0.0081 0.0126 3.2648 4.0047 0.4509 2.0147 0.36M 3.0046 0.(Mu)untuk desain momen LampiranA.0103 0.0109 0.0044 0.0086 0.6105 3.0154 0.0092 3.0058 I I 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 20 21 22 23 24 2.0051 0.85-0.0149 0.6058 1.1877 4.5034 3.0104 0.0035 0.0035 O.0088 0.0148 0.01s€ 0.2051 3.0953 3.3365 2.3413 3.As/bd.0106 0.0036 0.0108 0.0045 0.0113 0.0123 A.3924 4.0153 0.0038 0.N65 3.0087 0.1346 2.0115 0.0042 0.3964 1.6776 2.7836 0.berdasarkan penampang persegi denganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok tulangan tunggal fc' = 35 MPa ty- 400 MPa No 1 2 3 4 5 6 a t Mu/(od2) AsU(b"d) Mu/(bd') Ast/{b"d) Mu(Mz) Asu(b.6494 2.4265 1.4223 2.6949 1.0107 0.4864 1.0056 0.4178 4.5362 2.0079 0.0146 0.0039 0.0078 0.0843 4.5646 2. 4.3141 3.1056 2.0120 0.1228 3.0080 0.0138 0.7245 1.66s3 1.3061 1.1849 1.f503 3.0052 0.6356' 1.0137 0.0091 0.0070 0.0140 0.0084 0.9802 4.3362 1.0151 0.s693 0.213l.0117 0.008(fc'-30)= p min = p rnsx = Catatan: batasantulanganpminspactcpmax Satuan: Mu [N"mml.7057 2.4565 't.0152 0.4937 4.0144 0.0075 0.0057 0.0M9 0.0116 0.2758 1.1ils 1.0071 0.0083 0.0119 0.0118 0.2869 3.3670 4.2153 1.1241 1.7541 1.0037 0.941 4.b [mml.5529 2.2391 4.422s 3.0074 0.2790 2.1361 4.3077 2.5078 2.0139 0.0055 0.0158 0.0125 0.0041 0.0050 0.5li62 1.6372 3.

9693 6.0271 0.0216 0.0265 0.0211 0.0179 0.7611 6.0662 6.5915 6.0184 0.0264 0.0249 0.0253 6.1124 7.0213 0.1356 5.29 4.8865 6.0247 0.0251 0.026C 0.7190 0-0226 0.0921 7.5b Nilaipersentase tulanganbaja.0203 0.8657 6.7441 6.9073 6.1555 6.2534 7.berdasarkan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' = 35 MPa ty- 400 MPa No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Mu/(M') 4.3101 6.0144 5.8031 6.0227 0.0174 0. 0.3757 6.0229 0.5701 6.0204 0.0262 0.9412 4.4273 4.0252 0.0185 0.1332 6.6U2 6.0212 0.8921 4.8171 5.0207 0.0170 0.0246 0.0182 0.3320 6.8240 6.027e 0.0250 0.0219 0.0180 0.4220 5.8400 5.2661 6.2317 5.1327 7.0240 0.0231 0.1837 5.1933 7.0255 0.3280 6.0104 7.4625 6.1597 5.0268 0.6979 6.0261 0.2441 6.5629 5.0210 0.1114 s.4409 6.5487 6.425/.0221 0.7942 5.0237 0.0171 0.0196 0.0172 0.609s 5.6767 6.0186 0.0225 6.1777 6.0218 0.4274 8.0189 0.4232 0.0177 0.9899 7.027e 0.7713 s.6555 6.0183 0.0872 5.3747 5.0200 0.1999 6.0239 0.dlmml Ast [mm2l .N33 0.0277 O.3272 5.5057 6.7821 6.0256 0-0257 0.7483 5.0309 7.0241 0.9900 s.8628 5.3510 5.0243 0.3034 s.0278 0.As/bd.0201 0.0223 0.0214 0.028C 0.0208 0.027C 0.0630 5.0202 0.0173 0.0236 0.9167 4.s395 5.O27e 0.0205 0.8676 4.0220 0.6327 5.2881 6.81 0.0192 0.85-0.0190 0.0194 0.3974 6.0717 7.0197 5.5272 6.0266 0.7022 5.0176 0.0267 0.4U1 6.2557 5.0234 0.0238 0.0230 0.39S4 5.0187 0.b [mml.3s38 6.0387 s.0272 0.4456 5.469f AsU(b"d) Mu(bd2) Asu(b*d) Mu(bd2) AsU(b"d) Mu/(bd2) Asu(b*d) 0.0245 0.0209 0.2795 5.0215 0.1109 0.0235 0.1731 7.0258 0.0271 Catatan: b a t a s a n t u l a n g a n p < pn c t < p m a x mi a Satuan: Mu [N*mml.7253 5.97€2 5.0438 6.9536 5.0181 0.8856 5.2134 7.6s59 5.5161 5.8/.6129 6.0195 0.0269 0.9083 s.9310 5.2220 6.0035 0.9656 4.0886 6.0213 6.0199 0.0222 0.6791 5.0178 0.0242 0.0513 7.9487 6.5862 5.0tgl 0.8183 4.1529 7.0233 0.0244 0.0198 0.0188 0.0228 0.2334 7.U49 6.2077 5.0217 0.momendesain(Mu) untuk LampiranA.0206 0.0175 0.02s9 0.0281 pl =0.0224 0.0248 0.0263 0.4926 5.008(fc'-30)= p min = p ffrox = 0.0193 0.2734 7.4192 6.9988 6.

0129 0.5529 1.0037 0.8190 4.0056 0.0035 0.6131 1.4974 2.0126 0.17 2.5964 3.0161 0.0138 0.006s 2.0080 0.0890 0.0042 0.0118 3.0119 0.0055 0.0111 O.2922 3.4322 1-4624 1.5600 4.1244 3.015€ 0.0071 O.0067 0.20U 2.3 0= = p min p rn€rx= 0.1111 4.2499 1.0117 0.0122 0.45il 4.0035 0.0060 0.1911 4.0144 0.0963 3.0043 0.9552 2.0050 0.3765 4r'.0120 0.48'16 4.1'.d lmml Ast [mm2l .0045 0.0102 3.4105 2.0151 0.0076 0.0070 0.0295 Catatan: b a t a s a n t u l a n g a n ps pia c t < p m a x m n b Satuan: Mu [N.0053 0.8132 2.2357 2.0063 0.2941 2.0125 0.3501 4.9835 3.0130 0.berdasarkan momendesain(Mu) untuk penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' = 40 MPa fy= 400 MPa No Mul(bd') AsU(b*d) Mu/(bd2) AsU(b.7628 1.9230 3.0143 0.0096 0.1771 2.7031 1.6a Nilaipersentase tulanganbaja.0'f64 0.1378 4.0127 0.0167 0.028 4.016€ 0.017( 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 ) p 1= 0 .8/.0095 0.0083 0_0084 0.0077 0.9500 3.0136 4.0073 0.0098 0.015e 0.0152 0.0091 0.0057 0.0038 0.0064 0.7927 't.0097 0.016€ 0.5263 2.0107 0.6238 3.0088 0.A124 0.3756 3.0142 0.5139 3.8419 3.0074 0.8690 3.8522 1.2649 2.0065 0.9116 1.0075 0.5861 4.0099 0.27A8 4.8960 0.1644 4.0137 0.0053 0.0069 0.As/bd.0005 2.4034 3.0147 0.014e 0.5830 1.3524 2.0038 0.0108 0.9769 4.0400 3.0134 0.4926 1.A'IQ 0.0087 0.7417 4.7876 3.5689 3.U47 4.7604 3.6121 4.7159 4.5414 3.0036 0.016S 0.0153 0.2194 1.5840 2.0081 0.2442 4.0054 0.0106 0.6431 1.7332 3.3108 1.0131 0.0089 0.M15 2.0141 0. 0 0 8 ( f c ' .0843 4.0114 0.8225 1.4311 3. [mm].6381 4.0041 0.0058 0.1805 3.3237 4.0040 0.0115 0.7675 4.016: 0.0123 A.6731 1.8985 2.3475 3.2644 3.0133 0.0682 0.0128 0.0047 0.5552 2.Lampiran A.016C 0.0121 0.4863 3.01s€ 0.0052 0.0100 0.5078 4.0132 0.0M8 0.0082 0.7847 2.0105 0.3716 1.0094 0.0 .0046 0.3412 1.6900 4.0575 4.0M9 0.015i 0.4s87 3.0110 0.3201 3.6641 4.8704 4.0109 0.7059 3.0162 0.9709 2.0039 0.0066 0.mm].8701 2.0044 0.1276 1.0101 0.014€ 0.7561 2.0092 0.4395 2.5228 1.1478 2.3233 2.0078 0.2972 4.1888 1.0103 0.0113 0.4685 2.2177 4.2085 3.7330 1.9413 1.0154 0.6989 2.6786 3.0969 1.4291 4.015e 0.4013 1.280/ 1.6512 3.8820 1.0135 0.9269 2.t84 2. 8 5 .0116 0.1582 1.d) Mu/(bd2) Ast/(b"d) Mu/(M2) AsU(b"d) 1.0300 2.0139 0-Ot4C 0.0595 2.2364 3.0051 0.0086 0.6702 2.77 0.015C 0.381s 2.6128 2.016e 0.0079 0.0307 4.0090 0.1525 3.s339 4.8960 3.8148 3.7275 2.0104 0.0145 0.0085 0.0062 0.7933 4.0061 0.0093 0.0148 0.OA72 0.0118 0.

02s1 0.0224 0.0207 0.67s8 7.0175 0.3409 6.029C 0.4996 5.0283 0.0205 0.0237 6.0743 5.028t 0.8235 6.0247 0.0253 0.0222 0.1245 5.7180 7.0187 0.2706 6.0996 5. 5.1361 7.2240 7.77 0.0270 A.187 6.4628 7.029t I 2 3 4 5 6 7 I I 10 1'.4573 6.6.37s6 5.0217 0.0257 0.5242 5.0277 0.9380 5.9360 6.0238 0.0177 0.0258 0.2896 0.0235 5.0194 0.2005 5.1763 6.0188 0.0195 0.0170 0.As/bd.4805 6.0218 0.0203 5.2471 6.d) 4.0231 0.027e 0.3258 s.62 0.1581 7.0180 0.5057 7.ilU 7.0213 0.LampiranA.3008 s.0184 0.0265 0.M71 5.8911 6.6il7 7.4501 s.9620 5.6416 6.0219 0.0193 0.0221 0.1501 5.0241 0.0229 0.5958 6.9216 4.5735 5.0228 0.0208 0.02.9140 5.0252 0.9136 6.1052 6.4253.1s26 6.0230 0.0206 0.0249 0.1999 6.0264 0.3876 6.7556 6.27ffi s.5489 5.0232 0.2455 7.0035 0.3114 7.0234 0.O27e 0.0214 0.2235 6.0192 0.0240 0.berdasarkan penampang persegitulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' = 40 MPa ry= 400 MPa No Mu/(bd2) AsU(b.0172 0.025? 7.9860 6.d) Mu/(bo2) AsU(b"d) Mu(bd') Asu(b"d) Mu/(bd2) AsU(b.0291 0.3s48 7.0210 0.0268 0.0198 0.3M2 6.0197 0.0285 0.3175 6.0227 0.0295 Catatan: S tulanganpminpact< pmax batasan Satuan: Mu [N"mml.9981 5.0178 0.0189 0.8174 5.8686 6.0272 0.0242 0.5980 5.8658 5.4412 7.0185 0.0176 0.0174 0.4197 7.9726 4.0286 0.0179 0.6873 6.0282 0.A225 0.0199 0.5498 6.1753 5.0244 0.7600 7.0259 0.0181 0.0190 0.4245 4.0274 A.0256 0.5267 0.3331 7.0576 6.0697 7.0233 0.4108 6.028/i 0.85-0.6969 7.8960 4.0171 0.0204 0.0489 5.4292 0..7810 7.0255 0.7783 6.2256 s.0200 0.8019 0.0030 7.6645 6.008(fc'-30)= p min = p max = 0.5728 6.0338 6.7689 5.0269 0.0212 0.0250 0.0248 0.0173 0.0236 0.4842 7.6.0475 7.0273 4.0216 0.4341 6.3765 7.8461 6.7446 5.8899 s.0239 0.4748 5.0814 6.0263 0.7101 6.dlmml Ast [mm2] .4005 5.01s2 0.0261 0.2678 7.1289 6.0215 0.0209 0.0246 4.3981 7.028S 0.AnE A.1140 7.0281 0.1801 7.0223 0.7932 5.0278 0.8009 6.0186 0.7329 6.0260 0.0266 0.3507 5.5036 6.| 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 pl = 0.0271 7.b[mm].022e 0.0919 7.0267 0.4202 0.0291 A.028C 0.5698 7.0183 0.6715 5.0196 0.0191 0.2507 5.7390 7.5271 7.0220 0.2940 .9471 4.0243 0.9584 6.6123 7.6b Nilaipersentase momendesain(Mu)untuk tulangan baja.6335 7.6226 5.0099 6.8416 5.9807 7.0235 0.6959 5-7203 0.0211 0.029: 0.0254 0.0201 0.028i 0.202't 7.5911 7.

0093 0.0181 0.7735 1.0131 0.7404 1.0171 0.0135 0.0645 3.3006 1.7a Nilaipersentase tulangan baja.7570 1.2565 2.0134 0.3523 1.9M7 1.0058 0.016i 0.0174 0.0137 0.0098 0.0101 0.4889 1.0060 0.0119 0.8557 1.A662 2. 1.8480 2.7448 2.0136 0.A217 3.0166 0.8393 1.0062 0.0068 0.0084 0.7238 1.1618 2.2722 2.5346 2.8884 1.b[mm].0114 0.3346 2.1966 1.0104 0.0156 0.1774 3.018S 0.0149 0.3966 2.2878 2.1914 3.57y 1.5059 1.8064 1.0063 0.0127 0.9786 2.303s 2.0144 0.0111 0.0085 0.7597 2.0089 0.0182 0.0172 0.0105 0.0077 0.0139 0_0140 0.0097 0.1791 1.0126 0.0112 0.4275 2.O't22 0.0192 0-0193 p1=0.0125 2.019C 0.6853 2.0153 0.5194 2.0065 0.2251 2.3866 1.4719 1.0100 0.0739 1.0067 0.018: 0.4121 2.008(fc'-30)= p min = p max = 0.67M 2.3657 2.7744 2.0086 0.9696 1.0157 0.0109 0.0915 1.1142 2.6573 1.&r05 0.1460 2.0091 AsU(b*d) Mu/(bd2) AsU(b"d) Mu/(bd2) AsU(b"d) 0.0069 0.0083 0.0155 0.8918 2.$175 0.3695 1.0165 0.2314 1.0107 0.4379 1.0141 0.0103 0.0177 0.A982 2.0133 0.0180 2.OQ4 0.0184 0.9642 2.0191 0.0113 0.5s66 1.0095 0.0099 0.0079 0.016C 0.As/bd.5902 1.0094 0.0142 0.0151 0.0162 0.0178 0.0148 0.0092 0.0106 0.7A72 1.0929 3.4889 2.5228 f .d [mm] Ast [mm2] .1441 1.5650 2.0128 0.0070 0.5041 2.2839.0143 0.0147 0.0090 0.3502 2.2408 2.0073 0.8333 2.0110 0.0115 0.659 2.9534 1.0154 0.0019 2.0271 Catatan: batasantulanganpminspactcpmax Satuan: Mu [N*mml.8772 2.2660 1.1777 2.5498 2.8186 2.4582 2.OA72 0.0146 0.8720 1.0161 0.0145 0.6739 1.0117 0.0118 0.1266 1.0169 0.0087 0.9930 3.0179 0.9209 1.018C 0.0138 0.0120 0.1070 0.0150 0.4736 2.7892 2.0129 0.0123 A.0108 0.017€ 0.momendesain(Mu) untuk Lampiran A.0116 0.0082 0.9208 2.4549 't.0158 o0159 2.5397 1.3191 2.O3r'.0096 0.7002 2-7151 0.0066 0.0502 2.0076 0.4037 1.1634 3.00il 0.8229 1.4429 2.1091 1.2140 1.0121 0.3812 2.0185 0.1935 s-tx2 3.0787 3.5801 2.0163 0.2054 0.1494 3.4208 1.1616 1.018€ 0.0058 0.0132 0.0088 0.0173 4.0080 0.0078 0.0168 S.0073 3.6238 1.0164 0.0071 A.1301 2.0059 0.9372 1.0061 0.6404 2.0075 0.017C 0.6070 1.0130 0.berdasarkan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' - 20 MPa ry- 244 MPa No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 f6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Mu/(bd2) AsU(b"d) Mu(bd') 1.730A 2.9353 2-9498 2.3179 1.7900 1.0081 0.0s02 3.ffi26 2.0360 3.0822 2.0152 0.1 2.3351 1.CI187 0.6103 2:62.0074 0.5952 2. 2.85-0.6906 1.85 0.1353 3.2487 1.98s8 2.0102 0.2A93 2.8039 2.9063 2.018e 1.

4792 3.026c 0.0210 0.85-0.0000 0.0194 0.0243 0.0233 0.A224 4.7034 3.6120 3.3710 3.0244 0.0252 0:0253 0.0242 0.0237 3.5s92 3.9447 3.1402 4.4388 3.5857 3.0217 0.3162 3.0555 4.6644 3.0249 0.0000 0.0261 0.0262 0.0206 0.0246 0.0677 0.8695 3.3M6 3.0065 4.8316 3.0000 0.1522 4.0226 0.0197 0.0000 0.0208 0.8821 3. [mmJ.69M 3.9A72 3.0216 0.0227 0.7550 3.0257 0.0271 Gatatan: batasantulanganpminspact<pmax b Satuan: Mu [N*mml.7934 0.2887 3.9695 3.a247 0.0433 4.5326 3.0200 0.2118 0.1162 4.0188 4.9571 3.8569 3.0256 0.0000 0_0000 0.0238 0.5060 0.0234 0.2472 3.0266 0.0258 0.6382 3.8443 3.0205 0.0232 0.008(fc'-30)= p min = p max = 0.5193 3.0241 CI.3437 3.7163 3.1762 4.4118 3.1999 4.5724 3.3025 3.7806 3.4253 3.0231 0.0221 0.0195 0.0213 0.0214 0.62s1 3.8062 3.0223 A.0000 0.0219 0.d [mml Ast [mm2] .026S 0.0259 4.7421 3.2749 3.4225 0.0250 0.023s 0.0240 A.7b Nilaipersentase tulangan penampang persegi denganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok tulangan tunggal fc' = 20 MPa fi1 = 24A MPa No 1 2 3 4 5 6 7 I I 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 20 21 22 Mu/(bd2) AsUb"d) Mu/(Mz) Asu(b*d) Mu(bdz) Asu(b"d) vtu/(bdz)Asu(b"d) 3.3300 3.0203 0.8947 3.0000 0.026i 0.momendesain(Mu) untuk baja.0236 0.0204 0.4658 3.2610 3.1881 4.0920 41041 4.6774 3.9322 3.0196 0.2194 3.7678 3.0311 4.0199 0.3573 3.4523 3.2333 3.0251 0.1642 4.6513 3.9819 3.0201 0.0229 0.0218 0.9942 4.0228 0.3982 3.7292 3.9197 3.0239 0.0212 0.027C 0.0264 0.1282 4.0000 0.0230 0.0209 0.4926 3.As/M.0254 0.0058 0.0265 0.0207 0.0000 0.85 0.0799 4.5988 3.0245 0. berdasarkan LampiranA.0198 0.0271 3.5459 3.0202 0.026€ 0.0215 p1=0.0263 0.0220 0.8189 3.0222 0.0211 0.0248 0.0255 0.

7490 1.0164 0.0102 0.3998 2.0174 O.0158 0.2081 1.0331 3.7839 0.0165 0.2436 1.0095 0.8624 2.0082 0.0090 0.0062 0.2968 1.0128 0.7319 1.0168 0.0140 0.6254 2.0123 0.6287 1.0086 0.0085 0.7524 2.0339 Catatan: b a t a s a n t u l a n g a n ps pn c t < p m a x mi a Satuan: Mu [N"mm].0091 1.0065 0.0074 0.0108 0.M85 3.As/bd.0147 0.0185 0.0092 0.berdasarkan = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok penampang persegi tulangan tunggaldenganb fc' = 25 MPa ty= 240 MPa No Mu/(bdz) AsU(b.0105 0.0f59 2.1860 3.0146 0.2314 3.0076 0.0138 0.008(fc'-30)= p min = p max = 0.0064 0.0831 1.0191 0.9864 2.0118 0.0535 2.4485 2.0143 0.0097 0.2163 3.0119 0.0110 0.0067 0.1903 1.1368 1.1403 3.9558 2.momendesain(Mu)untuk LampiranA.0170 0.1189 1.0160 0.0149 0.0116 0.9190 1.0079 0.0032 2.0070 0.8936 2.1708 3.0163 0.6459 1.2031 2.0792 3.0094 0.7997 2.0124 0.0137 0.2614 1.5131 2.007s 0.0869 2.5073 1.0083 0.0100 0.0150 0.8468 2.0133 0.0162 0.s768 1.3346 2.0182 0.018C 0.0148 0.7147 1.3s09 2.0136 0.0061 0.1035 2.0144 0.3672 2.4899 1.3018 23182 2.8343 1.0139 0.0088 0.0154 0.5774 2.7661 1.018€ 0.6573 2.0078 0.0166 0.0022 3-0177 3.0077 0.6414 2.1202 2.9868 3.018i 0.15U 2.0184 0.1098 ?.0096 0.0084 0.0125 2.0060 0.0130 0.0111 0.7049 2.9713 2.0120 0.81il 2.4550 1.9092 2.0058 0.0945 3.0178 0.0058 0.2465 3.0073 0.2259 1.2791 1.0f29 0.d) Mu/(bd2) AsU(b*d) Mu/(od2) AsU(b-d) Mu/(bd2) Asu(b"d) 1.0172 0.0131 0.3835 2.0177 0.b[mm].8a Nilaipersentase tulanganbaja.0'121 0.9696 1.il53 2.2012 3.0702 2.1368 2.85 0.9021 1.0638 3.d [mml Ast [mm2] .0089 0.0192 CI-0193 1 2 3 4 5 6 7 I I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 pl =0.0204 2.2196 2.9528 1.0063 0.6114 1.0106 0.6054 2.5594 1.7832 1.2690 2.0153 0.4161 2.0173 0.6732 2.8513 1.1010 1.8780 2.9359 1.0157 0.5941 1.0069 0.0122 0.0126 0.5247 1.0367 2.4970 2.5934 2.4647 2.2917 3-3067 0.0152 0.8682 1.0109 0.0087 0.4375 1.6804 1.011s 0.8002 1.6976 1.8852 1.0059 0.0117 0.0081 0.0135 0.7682 2..7208 2.Ot75 0.1 1.0{07 0.018e 0.0183 0.1556 3.0099 0.0156 0.2361 0.0066 0.3849 1.8173 1.2526 2.8311 2.0181 0.2767 3.0098 0.0161 0.0101 0.3/i97 1.U2'.0145 0.3673 1.0104 0.9103 2.2616 3.6632 0.4724 1.0179 0.0176 0.1700 2.4200 1.3144 1_3321 1.0113 0.1il7 1.0142 0.0151 0.s614 2.1865 2.0134 0.7366 2.9248 2.0155 0.019C 0.0188 0.4809 2.0114 0.0072 0.2854 2.0103 0.1725 1.0068 0.0132 0.0071 0.0171 0.4323 2.0169 0.85-0.0141 0.0167 0.5292 2.6891 2.1251 3.0080 0.0127 0.4024 1.0112 0.0093 0.

0291 0.9017 4.0314 0.0249 0.0270 0.6607 3.0219 0.9461 3.b[mm].0334 0.1il4 4.0288 0.0317 0.0240 0.0578 4.0501 5.0196 0.0220 A.5147 3.0226 4.0329 0.6/75 4.8767 4.0218 0.5565 4.0250 0.0320 0.8187 3.0217 0.024r'.9639 4.0209 0.490S 4.1231 5.788/ 4.0248 0.0058 0.0263 4.0195 0.02s5 0.85-0.0327 0.1713 5.0378 5.7328 3.0256 0.LampiranA.0299 0.9142 4.0309 0.0267 4.1953 5.0230 4.0286 0.0623 5.5000 3.0293 0.0258 0.2667 0.0302 0.0316 0.0300 4.0211 0.5826 4.0988 5.0297 0.0235 0.2906 4.4261 3.0201 0.1132 4.1352 s.9391 4.0269 0.0275 0.0282 0.0305 0.0313 0.berdasarkan tulangan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' - 25 MPa fy- 244 MPa No Mu(bd') Ast(b"d) Mu{bd') 3.8892 4.7375 4.0237 0.8642 4.0199 0.0319 0.0257 0.3964 3.2192 5.0281 0.0261 0.0238 0.9038 3.0308 0.0296 0.3847 4.0306 0.7472 3.0208 0.0278 0.9886 5.0276 0.3s79 Ast/(b"d} Mul(bd2) AsU(b"d) Mul(bdz) Asu(b"d) 0.0745 5.3815 3.U45 4.0271 0.7757 4.4512 4.0337 0-0338 0.9267 4.4405 3.0215 0.0283 0.42U 0.7503 4.3713 4.2092 4.0233 0.0197 0.9763 4.4380 4.1955 4.0212 0.6752 3.71&4 3.7616 3.7630 4.5303 45434 4.0287 0.0318 0.0198 0.8897 3.0161 4.48s3 3.0266 0.0279 0.0133 5.il41 3.0274 4.6171 3.1682 4.0260 0.0867 5.0277 0.0210 0.8b Nilaipersentase momendesain(Mu)untuk baja.008(fc'-30)= p min = p max = 0.0330 0.6462 3.0295 0.8330 3.85 0.8472 0.0243 0.0214 0.4113 3.0228 0.0294 0.0200 0.0323 0.7247 4.1472 5.4247 4.3881 4.0290 0.6605 4.0242 0.d[mm] Ast [mm2] .0010 5.1407 4.0265 0.0298 0.0253 0.0225 0.0236 0.0213 0.9741 3.0312 0.0333 0.A252 0.5587 3.8137 4.0204 0.02s6 5.0273 A.5957 4.0300 0.0194 0.0280 0.0202 0.7759 3.0322 0.0304 1 2 3 4 5 o 7 8 I 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 3.0336 0.0292 0.6346 4.0855 4.026/' 0.4223 0.8045 3.3980 4.2228 4.0307 0.3367 3.0439 4.0310 0.9601 3.6734 4.3217 3.6087 4.2311 5.4777 4.2073 5.3311 4.0254 0.4645 4.2500 4.0222 0.9320 3.0231 0.0251 0.1'110 5.3666 3.0245 00246 0.5294 3.A717 4.4247 0.0321 0.8011 4.0216 0.0284 0.7119 4.0311 0.8390 0.6896 3.4557 3.4114 4.0224 0.1269 4.0328 0.1819 4.1833 5.0326 0.0239 0.033i 0.7040 3:.0229 0.2430 5.0339 p1=0.0221 0.0301 0.0262 0.9179 3.1593 5.23el 4.6026 3.0207 0.6862 4.0021 4.2771 4. 0.3176 4.2636 4.As/bd.0203 0.0232 0.6991 4.0259 0.0205 0.0339 Catatan: batasantulanganpminspactcpmax Satuan: Mu [N*mml.5172 4.0994 4.3041 4.4705 3.0206 0.5696 4.8516 4.0315 0.0332 0.8755 3.6217 4.0303 0.0285 0.8614 3.032s 0.5880 3.3517 3.5040 4.7902 3.2549 5.8264 4.6317 3.0241 0.0331 0.0324 0.0227 0.0272 0.0268 0.951s 4.5734 3.0289 0.

0087 0.0168 0.0070 o.8787 2.2475 2.0159 2.0130 0.0135 0.0103 0.0166 0.0147 0.0161 0.94:36 2.7483 1.0132 0.0083 0.0117 0.0100 0.76s8 1-7832 1.8950 2.83il 1.8702 1.0094 0.0181 0.5498 2.6255 1.0099 0.6987 2.1966 2.5331 2.359t 1.6822 2.26l.2481 3.1M5 3.7133 1.0069 0.4831 2.66s7 2.0178 0.2878 1:3057 1.A726 3-0886 31a47 3.d) Mu/(bd2) Asu(b"d) Mul(M2) AsU(b*d) 1.0125 2.0073 0.0428 2.0095 0.0179 0.6079 1.0063 0.0093 0.4664 2.0191 0.0090 0.7151 2.0170 0.8298 0.12U 2.2004 3.0067 0.0116 0.1625.0084 0:0085 0.0140 0.0096 0.1367 3.0113 0.0174 0-0f 75 0.0180 0.0109 0.0244 3.3586 3. 2.8135 2.U28 3.0162 0.1978 1.1796 2.2814 2.0138 0.8461 2.0129 0.0122 0.0127 0.0156 0.0143 0.M06 0.2518 1.d [mml Ast [mm2] .1617 1.3152 2.0186 O.7644 2.0131 0.2338 1.0079 0.5373 1.3658 2.2322 3.4663 1.3826 2.9760 2.0111 0.1686 3.0058 0.0150 0.329 2.5 0.9912 2.0115 0.8180 1.7316 2.0084 2.0169 0.0105 0"0106 0_0107 0.8875 1.0068 0.0151 0.0163 0.0118 O.6782 0.3489 2.5830 2.0142 0.2136 2.0139 0.7480 2.3236 1.0141 0.0086 0.0102 0.9a Nilaipersentase tulangan baja.6492 2.0064 0.6161 2.3113 3.0083 3.0101 0.8528 1.6958 1.5549 1.0172 0.2955 3.0091 1 2 3 4 5 6 7 I I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 1.0771 2.0153 0.4162 2/.0149 0.0097 0.3994 2.4256 2.5740 1.0893 1.341s 1.0080 0.b[mml.1798 1.6607 1.1455 2.5996 2.2158 1.9598 2.6327 2.0062 0.7971 2.9394 1.0088 0.0123 0.6431 1.0155 0.4486 1.0152 0.0165 0.d) Mu/(bd2) AsU(b.992i 3.0177 0.mml.Aslbd.1074 1.0185 0.0074 0.4308 1.0189 0.0148 0.5903 1.0098 0.0182 0.7308 1.1255 1.0089 0.0154 0.0061 0.0133 0.1436 1.0136 0.0171 0.0082 0.2698 1.0167 0.1s26 3.0075 0:0076 0.0942 2.0078 0.4841 1.4497 2.85 0.0s65 3.0160 0.0128 0.Ot87 0.0104 0.8006 1..0145 0.0188 0.0066 0.berdasarkan = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok penampang persegi tulangan tunggaldenganb fc' - 30 MPa fy= 240 MPa No Mu/(bd2) Asu(b.0120 0.019C 0.8624 2.M05 3.OOZt O.5-726 1.0144 0.0164 0.0137 0.0146 0.1207 3.0s99 2.0114 0.AO72 0.3773 1.5664 2.2163 3.momendesain(Mu) untuk LampiranA.0058 0.5196 1.008(fc'-30)= p min = p max = Catatan: batasantulanganpminSpactcpmax Satuan: Mu [N.9567 1.s018 1.0173 0.0108 0.4998 2.2639 3.0081 0.0183 0.0192 0-0193 pl =0.3321 2.3271 3.0060 0.0158 0.2983 2.0134 0.7808 2.0126 0.9222 1.85-0.0157 0.0065 0.9048 1.4130 1.0077 0.01tg 0.0124 0.0059 0.2306 2.0112 0.5165 2.0184 0.9274 2.0121 0.0110 0.279T 3.'t113 2.0032 0.3951 1.3743 0.9112 2.0176 0.

2768 5.0327 0.9280 3.021'l 0.3034 5.0281 0.4322 O:0323 0.7428 4.8070 3.0305 0.9514 4.0337 5.8373 3.0925 4.0226 A.0328 0.4272 0.1425 sJ560 5.5301 4.6865 4.0198 0.6541 3.U40 4.0303 0.5460 3.6078 3.5615 3.0285 0.6848 3.0406 0.8128 4.71* 3.9100 4.0610 s.0256 0.031S 0.0252 0.0230 0.0264 0.7918 3.0229 0.0250 0.7 0.74ffi 3.4150 4.0201 0.1829 5.0269 0.0268 0.0304 0.M74 5.0194 0.1964 5.0267 0.2367 5.7765 3.8828 3.0318 0.1666 4.0276 4.8676 3.0228 0.3432 0.0280 0.0311 0.0253 0.As/bd.8979 0.6014 4.5304 3.9881 4.d) Mu(bdz) Asv(b'd) Mu{bdz) Asu(b"d) 1 2 3 4 5 6 7 I I 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 .6299 4.0291 4.a282 0.85 0.2098 5.7613 3.b[mm].0210 0.31 32 33 g 3.0293 0.0270 0.0225 0.0307 0.0290 0.42il 0:0255 0.2402 4.2695 4.5014 4.8685 4.2987 4.0217 0.momendesain(Mu) untuk LampiranA.0746 5.9927 5.0274 0.0249 0.0288 0.0222 4.4871 4.0202 0:0203 0.2500 5.0197 0.0233 0.0263 0.0204 0.2108 4.0031 4.4295 4.032€ 0.2255 4.0241 0.0315 0.2901 5.0283 0.371s 4.0306 0.0275 0.0235 0.4994 3.2U1 4.berdasarkan = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok penampang persegi tulangan tunggal denganb fc' - 30 MPa ry- 240 MPa No Mu/(bd2) AsU(b"d) Mu/(bo2) AsU(b.0294 0:0295 4.0260 0.4727 4.0242 C0243 0.0265 0.A214 0.0279 0.0218 0.0251 0. 0.6157 4.3279 4.0277 0.8267 4.3300 5.0308 0.0312 0.032C 0.5158 4.7287 4.7708 4.0200 0.0206 0.5730 4.0205 0.0777 4.4526 3.0196 0.0301 0.1961 4.024s 0.0271 0.0314 0.3570 4.5872 4.9652 4.0199 0.0195 0.3860 4-4005 0.0325 0.7307 3.008(fc'-30)= p min = p max = Catatan: batasantulanganpminspact<pmax Satuan: Mu [N*mml.85-0.0232 0.0212 0.7568 4.0297 0-0298 C"029e 0.1370 4.1074 4.1222 4.031.7988 4.0237 0.0223 0.8962 4.0207 0.0240 0.0309 0.2s49 4.42M 0.4213 3.9731 3.4583 4.0284 0.0058 0.0882 5.0238 0.0313 0.0209 0.0216 0.7006 4.0296 0.0259 0.031C 0.9430 3.m* 5.8823 0.0266 0.030C 0.9789 4.0224 0.4262 0.0246 0.0292 0.0287 0.d [mm] Ast [mm2] .9129 3.8546 4.4682 3.9238 4-93V6 4.7001 3.0258 0.04'79 4.1289 5.O32e p1 =0.0324 0.4370 3.5149 3.0180 4.0234 0.0289 0.0219 0.0215 0.0231 0.5587 4.4838 3.1018 5.0213 A.0628 4.4439 4.0257 0.7233 5.0278 0.A227 3.5924 3.3900 3.0273 0.8222 3.1154 5.9b Nilaipersentase tulangan baja.3133 4.0247 0.3167 5.0239 0.6582 45723 4.1813 4.5769 3.0321 4.8s25 3.0221.W4 4.7848 4.7147 4.0329 4.0064 5"0201 5.0286 0.0302 0.3425 4.0261 4.6233 3.9581 3.0316 0.8407 4.0236 0.4057 3.66% 3.169s 5.0248 0.0208 0.1518 4.0220 A.6387 3.

0323 6.0405 pl = 0.0368 0.5139 5.2861 6.0568 6.0330 0.0351 0.0361 0.0391 0.9460 5.356s 5.3 0 ) = (fc' Pmin= P m a x= 0.0077 6.d[mm] Ast [mm2] .7832 5.O2 0.0349 0.0355 0.0380 0.2622 6.0357 0.0350 0.0365 0.berdasarkan tulangan Lampiran A.0382 0.momendesain(Mu) untuk baja.3961 5.0337 0.0691 0.7071 5.0366 0.0200 6.9336 5.0354 0.0362 0.039€ 0.0395 0.0364 0.OS+O 0.3697 5.0344 0.0342 0.n64 6.7579 5.039C 0.5917 0.7453 5.0359 0.4224 5.1783 6.8336 0.0386 6.4879 5.0360 0.4486 5.0372 0.1903 6.M32 5.1662 6.0378 0.0379 0.0385 0.0367 5.M01 A.8462 5.9211 5.0406 Catatan: batasantulanganpmin S p act < p max Satuan: Mu [N"mm].9831 5.0935 6.5399 5.cr'.1056 6.0403 0.0347 0.4748 5.2144 6.7326 5.s788 5.0377 0.s269 5.8962 s.3829 5.5658 5.0392 0.8837 5.2742 6.8211 5.9707 5.0358 0.2503 6.0375 0.8712 5.6560 5.0356 0.1420 6.s009 5.0336 0.0384 0.0.85.6816 5.0343 0.0388 0-038S 0.0333 0.0353 0.0363 0.4617 5.99il 6.008 .85 0.2383 6.0348 5.6046 5.6944 5.00s8 0.6688 5.0398 0.5529 5.0373 0.0374 0.0383 0.6303 5.7198 5.2975 0.0352 0.6175 5.0332 0.0339 o.0346 0.7706 5.0387 0.0345 0.0369 0.9584 5.As/bd.b [mm].0335 0.0381 0.0338 0.1s41 6.7959 5.2A24 6.4092 5.0341 0.8085 s.0371 0.8587 5.4355 5.9087 s.040C 0.9c Nilaipersentase penampang persegi tulangan tunggal denganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' = 30 MPa fy= 240 MPa No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 Mu/(bd') AsU(b"d) Mu/(bd') AsU(b*d) Mul(bd2) Asy(b"d) Mu/(bd2) Asy(b-d) 5.0404 0.039S 0.0376 0.0394 0.0370 0.0334 0.0813 6.0393 0.1299 6.0397 0.0446 6.1178 6.0331 0.

0162 0.0089 0.012s 0.7120 1.016E 0.0110 0.6230 1.7652 0.0073 1.6gli2 1.0081 0.4437 1.3461 3.01071 2.01641 2.o1o2l 2.3536 1.00671 1.0173 0.8507 2.8W2 2.2481 3.0452 Catatan: pmins p act < p max tulangan batasan Satuan: Mu [N"mml.0086 0.2448 1.b[mml.0109 0.0:tgl 0.0156 0.berdasarkan LampiranA.4616 0.As/bd.0092 0.0114 0.0180 0. 1 1 6 7 0 .4787 0.5258 0.o071l 1.8183 0.7500 2:.83s9 I 0.5694 1.7829 0.1513 2.4435 3.0161 0.0062 0.0340 0.4102 0.01411 .il69 ! I 0.008 .6487 2.0187 0.0151 0.1.019€ 0.0128 0.0117 2.0194 0.0085 0.0145 0.4957 0.8340 2.4111 3.01311 0.013312.0126 0.0163 3.4273 0.3070 2.0124 0.00721 1.2972 3.z 0.0090 0.0095 1.9065 O.281't 1.1661 3-1825 3.0082 0.5809 2.67e/1.8006 0.0f 11 0.81 0.0195 0.6051 1.5515 1.5872 1.01?3 0.5979 2.6586 1.0119 0.0150 0.0182 0.0115 0.1903 1.7668 2. 0 1 7 5 0.9240 0.0129 2.0088 0.e50e 0.6408 1.s639 2.0193 0.0192 0.0080 0.3716 1.0077 0.016q 0.00eel 2.3 0 ) = (fc' pmin = p m a x= 0.00651 1.0836 0.7837 2.01321 2.2207 2.9592 0.0816 2.0176 0.00641 1.339 2.2085 1.4177 0.3897 1.9009 2.0oe6l 2.8675 2.0066! 1.2267 1.1989 3.013413.0122 0..0087 0.3135 3.8004 2.5156 1.0008 0.2033 2.3587 0.0185 0.0084 0.0091 0.014213.01011 2.00e71 2.0118 0.019c 0.3298 3.4273 3.6148 2.A292 2.2153 3.0171 0.2630 1.2898 2.5335 1.1331 '0.01041 2.10aNilaipersentase = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok persegi penampang denganb tunggal tulangan fc' = 35 MPa f\J = 240 MPa No 1 2 3 4 5 6 7 I I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 3'l ' 32 33 34 Mu/(bd2) Ast/(b"d) tvtu/(bd21AsU(b"d) Mu/(bdz) Asu(b*d) Mut(bd2) Asu(b"d) 1.1720 1.0152 0.013813.9416 0.0063l 1.0159 0.0076 0.014013.0s05 0.0164 0.0155 0.3786 3.0160 0.1001 0.0117 0.1496 3.280e 3.0108 0.3174 1.0't27 0.01061 2.0153 0.0094 0.eer'.0148 0.0121 0.9176 0.7332 2.0181 0.8889 0.013613.d [mml Ast [mm2] .0642 2.0188 0.0078 0.0189 0.M67 2.0184 0.01001 2.3930 0.01{2 0.0tSi I pl = 0.6994 2.0137i 3.0144 0.0157 0.3243 23d75 I o.0178 0-0{79 0.2317 3.0186 0.0079 0.0074 0.0075 0.0083 0.0170 0.0154 0.0120 0.00701 1.1686 2.1165 2.00621 1.013e13.85 0.013513.3623 3.6318 2.1860 2.5128 0.4596 34758 0.3948 3.4977 1.01051 2.4077 1-4257 1.4172 0.8712 0.00e81 2.9942 2.9U3 0.o147 0.4445 o.8536 0-00681 1.0671 0.2380 2.0146 0.momendesain(Mu) untuk tulangan baja.9767 1.7{63 2.1s38 1.2993 1.3759 0.0169 0.3355 1.013012.0093 0.2645 3.9676 0-01661 0.0143 0.0149 0.0174 3 0.6656 2.6825 2.00691 1.7297 1.8172 2.7475 0.0991 2.2725 2.01031 2.2553 2.4617 1-4797 1.0158 0.0116 0.0174 0.0183 0.0113 0.

3562 4.5083 4.0216 0.0310 0.3867 4.0317 0.0282 0.U88 4.2885 5.6206 3.0452 Catatan: batasantulanganpminspact<pmax Satuan: Mu [N"mml.0287 0.0278 0.s837 4.008(fc'-30)= p min = p rnsx = 0.8374 4.momendesain(Mu) untuk Lampiran A.1591 5-1735 5.0328 0.0304 0.0295 0.0319 0.0241 0.6845 3.033C 0.0215 0.0331 0.3714 4.0273 0.0236 0.0231 0.0430 5.2025 4.0264 4.0199 0.0274 0.3456 5.1871 4.0219 0.6045 3.0291 0.0222 0.2168 5.032e 0.9378 3.0271 0.8226 4.0321 0.0303 0.4780 4.0138 5.0251 0.2024 5.5988 4.As/bd.4172 4.2642 4.1012 5.0213 0.0270 0.6588 4.6887 4.402s 5.5385 4.0866 5.0230 4.7482 3.0208 0.4308 5.0325 0.0217 0.0285 0.berdasarkan tulangan = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok penampang persegi tulangan tunggaldenganb fc' = 35 MPa F/= 240 MPa No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 {6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Mu/(bd") AsU(b"d) Mu/(bd') AsU{b*d) Mu/(bd2) AsU(b"d) Mu/(bd2) AsU(b"d) 3.0207 0.0296 0.0277 0.0940 4.0223 A.5885 3.0721 5.4167 5.9535 3.0289 0.0214 0.7484 4.47s8 3.4732 5.0315 0.5014 5.8906 3.O245 0.0250 0.3256 4.5724 3.0294 0.23U 4.4324 4.a292 0.O224 0.2599 5.7633 4.8116 3.8078 4.3171 5.0266 0.2742 5.0321 0.4020 4.7037 4.0316 0.4473 4.0244 O.9063 9.0301 0.032C 0.0205 0.2180 4.0201 A.8433 3.0314 0.O202 0.4322 0.9553 4.7781 4.7186 4.0257 0_0258 0.0268 0.71M 3.1716 4.3883 5.0575 5.s155 0.0232 0.0275 0.0267 0.0226 0.8817 4.0263 0.1251 4.0062 0.4591 5.5242 3.0283 0.9846 4.5081 3.0209 0.0246 0.0243 0.0290 0.1561 4.0229 0.1157 5.0252 0.0234 0.0302 0.0212 0.0307 S-0308 0.1406 4.7641 3.0228 0.0256 0.4628 4.6738 4.0249 0.6288 4.0281 0.s221 3.0332 pl=0.0300 0.8965 4.0242 0.0305 0.3314 5.5403 3.9992 5.9699 4.0161 4.d lmml Ast [mm2] .0288 0.1301 5.0248 0.0309 0.0203 0.1096 4.8s90 3.0210 0.8670 4.0265 0.0286 0.3409 4.0280 0.A629 4.0211 0.7799 3.0272 0.0323 0.0221 0.9259 4.0318 0.0247 0.0324 0.0005 0.0297 0.0299 0.a225 0.6366 3.6526 3.4873 5.2311 5_2455 5.0227 0.0238 0.8748 3.9406 4.0239 0.7395 4.8274 3.0198 0.0313 0.0312 0.4450 5.85-0.1446 5.0200 0.5564 3.3599 5-3741 5.0298 5.0293 0.0260 0.3028 5.6438 4.70@ 3.0311 0.0284 0.7930 4.0261 0.6138 4.0235 0.2949 4.0262 0.0233 0.0326 0.0269 0.O2* 0.10b Nilaipersentase baja.3102 4.0218 0.0276 0.0197 0.523/ 0.4919 3.0204 0.8522 4.0317 4.0279 0.0306 0.0237 0.5687 4.0253 A.6685 3.0255 0.b[mml.5536 4.0220 0.1879 5.4931 4.2795 4.4476 4.0284 0.02s9 0.0785 4.7958 3.0206 0.B1 0.7323 3.9848 4.9112 4.9691 3.0240 0.

8569 6.8319 6.1193 6.0419 0.0304 7.0375 0.9316 6.0346 0.0369 0.+ Mu/(bdz) AsU(b"d) Mu/(bdz) Asu(b*d) Mu/(bd") AsU(b.c/.9440 6.0337 0.0376 0.0352 0.0350 0.03s9 0.0549 7.2126 6.0382 0.1860 6.As/bd.M22 6.5576 5.008(fc'-30)= p min = p max = 0.6677 6.4100 6.0366 5.8694 0.5525 6.momendesain(Mu) untuk LampiranA.0411 0.9192 6.u++ 0.0429 0.7185 6.5910 6.1059 6.0386 0.0374 0.5653 6.4230 6.9982 6.0397 0.0368 0.8943 6.0448 0.0390 0.0379 0.6136 5.0403 0.0181 7.0349 0.0339 0.0335 0.0427 0.0357 0.0402 0.0437 0.0408 0.627s 5.7247 5.0404 0.3314 6.6554 5.0356 0.0118 6.10c Nilaipersentase baja.045C 0.0353 0.0418 0.1460 6.7937 s.7690 6.5436 5.0406 0.9168 s.0336 0.3577 6. Asy(b"d) 5.9688 6.81 0.9935 7.0362 0.0433 0.32 p1:0.0340 0.5396 6.0384 0.0414 0.6693 5.0347 0.5009 6.0925 6.0451 0.6294 6.95M 6.2259 6.0423 0.8068 6.5138 6.berdasarkan tulangan penampang persegi tulangan tunggal denganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' - 35 MPa h/' = 240 MPa No 1 2 3 .1993 6.1327 6.8193 6.0396 0.4490 6.0334 0.30s1 6.7661 5.0417 0.0387 6.0062 A.6970 5.5856 5.4620 6.0399 0.0252 6.0058 7.7799 5.0381 0.0343 0.0387 0.8759 s.0791 6.9068 6.0426 4.0383 0.5267 6.8212 5.0445 0.0430 0.OUZ 0.5996 5.0434 6.7109 5.0371 0.0335 0.6549 6.044e 0.0421 0.03tX 0.0365 0.0378 0.0385 0.0413 0.0436 0.0443 A-A444 0.9811 6.0333 0.31 32 33 34 a.b [mm].7(M:2 6.1038 0.@00 6.2788 6.0361 0.4879 6.3446 6.A672 7-0794 7.2523 6.6414 5.0415 0.0388 0.6804 6.0363 0.0377 0.0358 0.0438 0.9304 5.6166 6.0367 0.0389 0.d) Mu/(bd2.3969 6.0338 0.0370 0.0373 0.0351 0.7311 6.0422 0.0345 0.0416 0.0392 0.0447 0.8349 5.2391 6.0391 0.045: 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 2B 29 30 .6832 5.M24 0.7sM 6.0916 7.7816 6.3183 6.0522 6.0341 A.2920 6.0420 4.26s6 6.8819 6.M09 0.3838 6..044€ 0.0380 0.0354 0.7523 5.0360 0.0372 0.5716 5.M27 7.6931 6.3708 6.0452 Catatan: batasantulanganpminSpact<pmax Satuan: Mu [N*mm].0431 0.1594 6:t727 6.0441 0.9576 5.0393 0.7385 5.9440 5.85-0.8486 s.0435 0.0452 0.4360 0.5296 5.9847 0.0/.0344 0.M25 0.044C 0.8896 5-9032 5.0410 0.0398 0.8074 5.8623 5.5782 6.6038 6.0412 0.0364 0.0401 0.4750 6.42 0.0428 0.d [mml Ast [mm2] .040s 0.0407 0.7058 6.0348 0.0439 0.9712 5.0657 6.0355 0.7438 6.

0191 0.5009 3.0090 0.8453 2.0070 0.9747 1.8624 2.0081 0.4014 3.b [mm].4346 3.96z15 2.0103 0.8679 1.5505 3.0111 0.9475 2.6739 2.0154 0.0104 0.0149 0.4678 3AW 3.0080 0.7426 2.1691 2.0633 2.3681 3.d) 0.0115 0.8144 1.6567 2.9305 2.6911 2.5670 3.2219 2.828s 2.0116 0.0186 0.As/bd.2679 3..0118 0.0152 0.0160 C.5877 2.0082 0.1673 3"1841 3.0145 0.0142 0.0084 0.7249 1.0126 O.0114 0.1505 3.019e 0.1168 3.3815 1.0190 0.0067 0.3€48 3.0182 0.0101 0.0178 0.0165 0.0181 0.0162 0.4838 250fi 2.1336 3.0100 0.019€ 0.0135 0.0456 2.d) Mu(bd') 1:2355 1.0098 0.0173 0.0175 0.0154 0.0151 0.008s 0.0071 0.2M3 2.0112 0.0072 0.008(fc'-30)= p min = p max = O.3181 3.berdasarkan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' = 40 MPa ty- 240 MPa il I.007s 0.8795 2.25 26 27 28 29 30 : 31.2394 2.0198 0.0121 0.449A 2.0089 0.9569 1.0076 0.6889 1.0193 0.0119 0.il48 1.3794 2.# AsU(b.2?44 3.2s70 2.11aNilaipersentase tulanganbaja.0066 0.0148 0.5340 3.8323 0.0129 0.0088 0.0184 0. 32 33 34 pl =0.0166 0.0117 0.4664 2.0188 0.0130 0.8112 2.7598.85-0.0155 0.0099 1.3095 2327A 2.0092 0.0083 0.252A 2.A102 2.0141 0.7940 2.A127 0.2009 3.0107 0.2538 1..7965 1.2 1.0164 0.0159 0.0167 1 2 3 4 5 6 7 I I 10 11 12 13 14 15 f6 17 18 19 20 21 22 23 24 .0069 0.6710 1.0086 0.0323 3.0068 0.45/.3445 2.O124 0.7083 2.0095 0.0077 0.0143 0.0170 0.1867 2.0110 0.0094 0.0180 0.77 0.0096 0.0091 0.6050 2.0187 0.0197 0.0108 00109 0.0157 0.0174 0.0156 0.0079 0.5809 1.77ffi 1.5628 1.6395 2.0661 3.5704 2.1339 2.0093 0.0153 0.0138 0.0136 0.0105 0.5989 1.0986 2-1163 2.0073 0. r.0078 0.3014 3.5267 f .0146 0.0113 0.3997 1.0163 0.4512 3.5185 2.0183 0. 2.3348 3.4361 1.0087 0.6350 1.4905 1.0192 0.0131 0.281-7 3.020c 0.0172 0.3620 2.s135 2.9924 2.0189 0.O16i 0.momendesain(Mu) untuk LampiranA.0137 0.9214 1.0150 0.4143 2.4179 1.7255 2.0106 0.0125 0.981s 2.0134 0.0171 0.0194 O-C195 0.3968 2.0140 0.8858 1.6222 2.d) Mu/(bdz) AsU(b-d) Mul(bd2) Asu(b.0169 0.0279 2.7428 1.0179 0.0097 0.0122 0.d[mm] Ast [mm2] .2177 3.7607 1.0139 0.0176 A-8177 0.2721 1.s531 2.0102 0.0066 0.0120 C.4180 3.0128 0.274:5 2.3269 1.0492 3.5358 2.3514 3.0158 0.34s1 1.3086 1.0201 3.4723 1.0999 3.0123 O.0185 0.2904 1.4317 0.8501 1.9036 1.6530 1.0491 Catatan: batasantulanganpminspactcpmax Satuan: Mu [N"mml.5174 3.0132 0-0133 2.0830 3.2512 3.0147 0.6170 1.0074 0.8965 2.9392 1.0144 0.7069 1.0810 2.0168 0.5086 1.3633 1.1515 2.9984 3.7769 2.5835 No Mu/(bd") AsU(b.

0300 0.9103 3.238e 5.0242 0.1838 3.5007 0.7As7 4.momendesain(Mu) untuk tulangan baja.0337 I pl =0.8583 4.0241 0.0250 0.0312 0.02141 4.6328 o.8779 3.berdasarkan LampiranA.0235 4.b[mml.0268 0.39M 0.6726 0.0491 0.026S 4.3888 5.0244 A.5668 5.0299 0.763e 3.0073 4.7657 4.0227 4.3738 5.o3o8l 0.0333 0.1198 4.033€ 0.02U 4.0324 0.6103 0.102e 5.0291 0.9912 4.6570 0.8/.M15 0.O257 0.0226 4.1332 5.0329 0.s225 5.0281 0.v29 0.25 4.0216 4.d [mml Ast [mm2l .0283 0.7965 3.0266 0.2539 5.0228 4.77 0.0243 0.0319 0.4632 5:4780 5.4U9 0.6404 5.2795 002111 4.03091 0.1359 0.4334 5.azozl 4.0274 0.0232 4.2840 5.3588 0.66s7 3.6881 4.0276 0.0277 0.0215 4.8941 3.2990 s.2636 0.0254 0.0327 0.8890 4.3439 5.9963 5.5ee o.03111 0.0238 0.8737 4.1786 5.9504 4.6698 5.5946 0.5634 A.0305 o.As/bd.02081 4.6985 3.d) Mu(bd') Asu(b.2238 5.03071 o.o20sl 4.6110 5.&154 3.2476 o.0260 0.0322 0.0298 0.0262 0.o2o4l 4.0303 5.0314 0.85-0.0256 C.0877 4.0717 4.7812 4.02361 0.4929 5.0573 5.0286 0.8128 3.9127 3.0251 A.o212l 4.0234 4.0267 0.9198 4.0217 4.A279 0.0278 0.5520 5.0330 0.0320 0.6259 0.4220 0.0268 5.7802 3.0230 4.0283 0.0285 0.7312 3. 32 33 34 Mu/(bd2) Asu(b*d) Mu/(bd') Asff(b-d) Mu/(bd') AsU(b.483 5.02101 4.0265 0.02711 0.0233 4.m101 0.0323 0.2690 5.O252 0.2087 s.9589 3.A22g 4.1634 5.s373 5.8275 4.5320 0.0221 4.008(fc'-30)= p min = p max = Catatan: batasantulanganpminspactcpmax Satuan: Mu [N*mml.9265 3.0288 0.0246 0.0225 4.01{5 5.0395 4.3140 s.0264 0.3271 0.0293 0.1483 5.2317 0.0318 0.o30q 0.4062 0.11b Nilaipersentase penampang persegi tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok tulangan fc' = 40 MPa fy- 240 MPa No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31.1937 A.1519 I 3.3746 0.0223 4.4186 5.0231 4.1038 4.0275 0.0253 0.0219 4.OU7 0.1679 3.0321 0.5816 5.0259 0.0316 0.6821 3.o209l 4.o3t3l 0.6844 .0294 0.0280 0.0334 0.0292 0.6257 5.0296 0.0249 0.0877 5.02131 4.8120 4.&e3 0.3589 s.0218 4.0263 0.3290 5.0240 0.0248 0.1998 3.O27O\ 0.4222 4.7192 4.6991 0.0224 4.O245 0.0328 0.7148 3.0420 5.9M4 4.0297 0.9657 4.0335 0.4037 s.75CI2 4.0725 s.0315 0.29s3 o.0326 0.0261 0.0325 0.0282 0.02721 0.0066 0.0302 0.4692 0.1180 5.S351 4.7347 4.0332 0.0317 0.0287 0.9750 3.0258 0.8291 3.3112 0.d) 3.0220 4.02371 0.0239 0.4535 0.5.020314.2158 0.9810 4.02731 0.025s 0.0295 0.5963 5.0290 0.02061 4.6551 5.8616 3.U77 0.5164 0.0301 0.02071 4.0331 0.5790 0.7476 3.7966 4.0284 0.6164 0.5A77 5.4377 0.03041 0.0556 4.

4999 7.0395 o.0607 6.0458 0.0814 7.0369 0.7283 5.0453 0.5512 7.9881 7.0397 0.0384 0.0410 0.7857 6.2877 6.1462 6.0437 0.8400 6.1873 7.2005 7.2793 7.9613 6.0066 0.0420 4.0423 0.0406 0.0381 0.0348 0.0396 0.0405 6.3158 6.0491 Catatan: batasantulanganpmin<pactcpmax Satuan: Mu [N"mm].0457 0.0399 0.9344 6.3055 7.0445 0.0401 0.5127 7.3439 6.4278 6.0470 0.0419 0.4695 6.0372 0.0351 0.4421 4.0387 0.5255 7.0346 0.11c Nilaipersentase tulangan baja.0407 0.5384 7.7721 5.4741 7.0466 0.0409 0.0460 0.0426 A.0413 0.5 7.d) o.7993 6.0356 0.9170 5.0402 0.4556 6.5112 I I 10 11 12 13 14 15 r6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 6.9603 5.0440 0.0436 0.9315 5.7585 6.OU7 0.24il AsUfb'd) Mut(bdz) Asu(b*d) trlullud'z) AsU(b.0385 0.M49 0.2736 6.0368 0.6079 6.0378 0.5640 0.0464 6.3706 7.9026 5.3017 6.0463 0.2400 7.0389 0.2924 7.0403 0.0382 0.0345 0.0366 0.0433 0.0393 0.0373 0.0429 0.6491 6-6629 p1=0.04r''7 0.8012 5.0342 0.0444 0.0428 0.0379 0.0376 0.1178 6.3576 7.0468 0.As/bd.1080 7.0367 0.0282 7.6217 6.0394 0.0392 0.2662 7.7721 6.0416 0.1213 0.0443 0.3859 6.4&70 7.4973 6.0341 0.0408 0.0411 0.0374 0.3579 6.0338 0..0391 0.berdasarkan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' = 40 MPa fy- 244 MPa No 1 2 3 4 5 6 T Mu(bd2) AsU(b*d) Mu/(M') 5.2171 6.7866 5.0321 6.4834 6.036s 0.0448 0.5527 6.0548 7.d [mm] Ast [mm2] .5803 6.1888 0.0434 0.7312 6.9747 5.9478 6.0386 0.5941 6.0343 0.0415 0.8882 5.6903 6.0422 0.4138 6.1604 6.7575 5.8302 5.0352 0.0400 0.6766 6.9747 6.8805 6.U27 0.3185 7-3315 7.1609 7.0383 0.0450 0.0014 7.7039 6.0388 0.M39 7.9075 6.483 7.0454 G.0947 7.008(fc'-30)= p min = p max = 0.7176 6.2s9s 6.8940 6.s2sl 6.8592 5.0441 0.9890 6.8535 6.0432 0.2531 7.7137 5.0357 0.035s 0.0398 o.0361 0.5389 6.@15 7.0354 0.b[mm].0442 0.9459 5.0363 0.2030 6.0375 0.0349 0.0353 0.0344 0.0380 o.7449 6.0371 6.0467 0.8U 7.A177 6.0461 0.13c.0681 7.0340 0.0424 0.0471 0.1477 7.0034 6.1320 6.042s 0.0431 4.3999 6.s66s 6.0358 0.6354 6.2137 7.3719 6.7425 5.0892 6.8447 5.0362 0.85-0.1742 7.0360 0.0359 0.0472 0-0473 6.2312 6.0412 0.8264 6.8157 5.0451 0.8129 6.M35 0.0417 0.0438 0.3966 7"4095 7.8670 6.0364 0.77 0.4417 6.4612 7.3298 6.3446 7.0469 0.0452 0.0456 0.0750 6.3836 7.2268 7.0414 0.1746 6.9209 6.0148 7.0370 0.0390 0.M30 0.4225 7.0459 0.8737 5.1035 6.0462 0.0446 0.0350 0.0464 0-0465 0.0455 0.0339 0.0404 0.momendesain(Mu) untuk Lampiran A.0377 0.0418 0.

084 1.083 1.050 1.036 0.098 1.162 1.145 1.050 1.055 1.068 o.190 1.0148 0.020 1-021 1.038 1.010 0.061 1.093 1.1 TabelFaktorPengali MomenTulanganGanda untuk mendapatkan fc = t = r=o"# AsU(b.85*fc*b) Catatan : Momen nominal tul.037 1 .069 0.268 o.0082 0. Kvd MomenTulangan LampiranB.186 0.142 0.t5'l 0.063 1.058 0.152 1.041 't.095 0.089 1.059 1.0136 0.078 o.Tunggal.065 1.026 a.098 1.026 0. 23 24 25 26 27 2A 29 30 31 32 33 u 0.j24 0.0039 0.UJO 1.051 1.165 o.144 0.071 1 .008 (fc' .022 0.043 0.096 o.215 o.o77 0.046 1.057 1.032 0.158 1.A32 1.025 0.0051 0.'.151 0.036 1.037 0.UD3 1-193 U.049 r.123 1.088 1.082 0.O17 1.0113 0.0{40 o.193 0.018 0.041 o.060 0.2y o. 1 3 6 1.032 1.073 o.031 1.115 0.0156 0.076 1 .098 1.241 0.O3S 1.008 0.086 1. 1 3 0.017 0.o19 t.207 1.10'r o. 1 2 ' l '1.080 1 .080 1.029 0.069 o.089 't.073 0.0097 0.108 1.067 1.124 1.076 1.089 1.061 0.105 o-tlo o.289 1.170 1.0062 0.113 1.053 't.053 1.171 1.030 0.029 0.427 f.033 1.UW 1.084 1.027 1.147 0.044 1.059 0.011 0.156 't.118 1.019 0.099 0.056 1.156 o-160 o.0133 0.188 1.213 1.058 1.014 1.107 1.038 0.0090 0.193 1.141 1-147 1.085 1 .153 1.199 0.038 0.034 1.066 1 .009 0.023 0:025 o.065 1. 1 0 o.t03 1.055 o.067 o-o41 1 .183 o.103 1.108 1.174 o. 1 8 9 o.014 0.119 1. 1 6 1.282 o.078 0.o121 0.209 1.088 0.069 0.0078 0.050 1.0035 0.064 0.119 o-124 o-'t28 o.261 o.t56 1 1 .023 o.012 0.124 1.110 0.-114 1.138 at42 o.089 0.OM 1.035 u-us n nq7 1.0't63 d'la s 0.051 1.034 1.130 1.064 1 .206 o.172 0.070 v-vt z 1. 1 5 1 1.006 0.039 0.191 1.062 1 .3O)= Pmin = 0.033 0.03s 1.018 0.063 1.053 1. 1 1 7 0.M2 1.030 0.168 1.035 0.213 o.039 1.015 0.176 0.135 1.047 1.124 1.073 1 .032 o.026 1.194 1.080 1.016 0.0105 0.023 o-o24 0. 1 3 1 1.176 1-IV 1.220 0.179 o.062 0.037 o038 0.011 o.0101 0. Ganda.054 1.050 o.M7 1.018 0.039 0_040 0.021 o. 1 8 3 1.050 0.066 0.200 1.421 o.0035 p m a x = o.012 n nt? r.O92 0.062 0. 1 1 2 1 1.092 1 .462 't. 0 7 1 o.027 0.196 1.108 1.0152 0.078 1 .133 o.014 0.038 1.114 1.054 0.035 1.O74 1.0055 0.203 1. 1 6 7 1_121 0-089 1-172 '|.048 1.019 0.085 0.248 0.051 0.227 a.082 0.422.049 t-053 1.o1M 0.093 1.029 0.0066 0.005 o.(x.015 0-016 o-o17 0.010 0.027 0.0109 0.076 0. d [mml.081 1.034 1.098 1.066 1.013 0. 0.203 1:209 0.216 1.128 1.0094 o.079 1.131 0.177 "tla4 1.031 o.138 1.197 1.135 '1.1 3 1.85 o.015 1.096 1 .158 0.025 1.126 1.046 0.017 0.O29 1.0117 o.179 o.046 1.442 o.O92 1.045 1.041 1.082 0.165 1.412 1.018 1.087 1 .075 o.009 0.0:13 0-034 0.119 1.007 0.O75 0.M2 0"044 0.087 0. 0 6 3 0.047 0. 0 6 1 1.o12 0.oo4 0. 0 5 0 0.005 o"005 0.0058 0.048 0.124 0.392 a = (Ast-As )-firl(0.066 1.058 1.015 0.092 0.030 1 .050 0.(xl 1.010 0.084 1.006 0.060 1.031 0.043 1.016 0.199 0.036 1. Mn = Kvd MrU batasan tulanganpmin 3 p act < p max Satuan : b [mm].143 1-'t49 1-'!il 1-160 1.lfr) 1.062 o.85 .129 1.136 1.075 1.tx4 1.187 U.096 0.052 1.M8 0.052 1-182 0.021€i 0.275 o.046 0.068 0.05s 0.065 0.130 1.056 1.012 0.007 0.d) No 1 J 20 MPa ald kvd ald kvd ald kvd ald kvd a/d kvd ald kvd ald kvd 4 5 o 7 8 o 10 11 12 13 14 15 16 17 18 t9 20 21 2.0129 0.015 0.4 1 .008 o.013 0o14 0.165 4.064 0.040 1.0.188 o.170 't.069 1.164 1.070 {.170 o.048 1.140 1.078 1.057 1. Ast [mm2] .0043 0.108 1.102 1. 1 5 1 1 . 1 6 1 1 .1?3 1.051 0-053 0.0074 0.0070 0.018 0-020 a.O25 1.023 1.O7'l 1.017 0.019 n ntn o.2s pl = 0. 1 4 6 1.016 0-016 0.011 0.026 o.o27 0-028 0-028 0.011 0.015 0.084 't.045 0.094 't.O29 1.075 U.117 o. 1 4 1 1.018 0.t41 1-147 1.028 1.o21 0.O72 0.179 1.008 0.165 1.103 1.137 o.040 a.132 o.0160 0.103 0.0086 0. 1 7 8 1-128 0.068 1..004r 0.254 o.06s 1.106 0.056 1.014 0.044 1.119 1.009 0.185 1.059 0.056 1-034 1.054 1.o24 0.097 1.041 0.olar 0.046 1.159 1.oixl: 0.093 1.073 1.O24 1.057 0..222 0.02 o.0125 0.034 0.044 0.057 1laz 1.

d) No a/d 25o/o 500/o 75o/o ffio/o OC-/o 90o/o 95o/o kvd ald kvd ald kvd ald kvd a ! ald kvd ald kvd dd kvd I 1.019 0-021 o.147 1.M6 1.045 0"(X8 0. 1 1 5 .028 i O:O1O 0.o16 1 .O22 0. 1 6 6 0.17e.03'l 0. d [mm].o8f 0.oe8 I 0. 1 6 1 1 .0@ 0.0081 0.038 0.029 0-091 1. 1 1 3 1 .118t 0.027 1. 1 4 7 1-108 o-010 { .O35 0-013 0.011 1 .076 1.026 0. 1 8 0 1l7A o.031 1.O{9 1.127 .058 o.0203 a.009 0"009 0.086 1.213 't.an 0.057 1.071: u-t t 3J 0.100 0.()43 1.172 0.031 0.0tr1 0.1s5| 0.129 1.265 0.153 G(F5 1 .052 1 j 8 2 1.004 0.058 .a71 a.036 .051 o. 1 7 6 0.154 1 .052 0.096 1.117 1.174.oto 0.044 0.127 11?/.074 0.036 o.143 0-0106 0.200 1 . 1 1 9 1.061 1.079 1.041 4. 1 8 1 0.017 o"019 0.005 0.052 0.058 1.007 0.050 0.Kvd untuk mendapatkan Momen TulanganGanda 6^ty - 25 MPa 400 MPa =l-r =ns'/As AsU(b.037 o.014 0.211 1214 0_003 0.019 0-020 o-o2t 1.078i 0.0112 0.095 1.070 1. 1 1 9 .121 0.097 1.12S! 0.025 0.124 I n70 .069 | 0.ovl 0.123 .124 1.201 t.086 0_088 0.o1e 1.046.85 0. 0:O49 0.053 1.078 0. 1 6 7 1 .0076 0.071 1.o38 r.082 . Mn = Kvd Mr! batasan tulanganpmin g p act < p max Satuan : b [mmi.0183 0.073i 0.112 1..023 1.129 0.031 1.280 0. 1 1 1 .093 0.M9 0.0ll:} 1.067 1.104 .034 'i.016 1.1fi lt a.087 1.051 1.157 0.048 0.041 1.056 1.151' 0.A92 't.044 r.0't5 0.0147 0.215 :0.056 1.0s8| o.093 o.1't 5 1.193 a. 1 4 2 o.030 1.028 0.2 Tabel FaktorPengaliMomenTulanganTunggal.034 U.061 1.@66 0.020 1.0188 0.0203 0.0061 0.139 1.077 1.053 1.023 o.045 0.237 0:O173 a.Lampiran 8.0071 0.060 0.0137 0.089 .03l t 1.011 1 .057 0.UJ' 1 .05s 1.013 0. 23 24 25 26 27 2a 29 30 31 32 3g u.107 0. 1 9 1 0.224 o.o72 0.142 1. 1 1 3 0.392 Catatan : Momen nominal tul.058 i 1.062 .088 f.023 0-025 o.042 1. 1 3 6 0.028 0.061 r.014 0315 0.067 0-069 o.038 o.101 1ia2 0.0086 o. 1 7 2 o.096 1.016 0.12 0.030 0.O27 1. 1 0 8 1-108I 0.069 1.186 0.039 1 .244 0.064t 0. 1 3 0 0-012 1 .038 0.021 0.038 1.037| 1.013 .013 1 .011 0.0168 a.182 1.044 1.102 1.851c-b ) 0.038 0-(xo 0-0.065 o36 0 . 1 3 0 1.O72 .o27 0.014 1 .100 .0132 0.a& 0.018 1.079 o. 1 6 0 0.085 1.026 1.063 1.O74 1-076 1.055 .0't2 1 .208 0.024 o.017 1.(X8 1-043 1.017 0.040 1. .141 1.064 o.019 1.007 0.030 .034 1.30) = Pmin = pmax = d'la s a = (Ast-As')-fol(0.065 1.008 (fc' .1 9 1 0.017 o-007 0.093 | 0.162| O:049 1-170 1. 1 3 6 ' t .008 0. 0.082 1. 1 4 8 1.'t95 1 .153 1 .189 1 .091 0.o2e 1.048 1-052 1.(X6 1 .055 0.UJD 0.010 0.076 0.086 .069 1.064 0.056 o-163 f.060 0.071 1 .050 1.043 .o27 0.039 1.0096 0. 1 4 3 0.0101 0.(}41I 1.015 1 .055 1.031 0.005 0.054 0.093 .287 0.049 . 1 8 5 0. 1 5 4 0.176 | 1.158 1.036 0.057 1.0157 4.025 . 1 7 0 0.0152 0.026 o-427 0.103| 0.432 0-100 1.008 0. 1 5 9 0.024 0.067 1.013 0.153 1.026 0.092 1.062 1.o34 0-lo5 1. Ast [mm2] .0035 0.013 1 .079 1-os3 | 0.1U 0. 1 1 8 1.030 0.059i 0.140| O.0117 0.053 0.0{x5 0. 1 3 7 0.165 0.043 0.039 1.047 1.t0& .096 nqt 0.021 0. 1 2 5 0.0.068 .009 0..055 0.148 1.258 0.033 0.o122 o.016 0.063 1.073 1.033 1 .229 0.03t 1..107 1.056 't.187 1.012 0.033 0-033 0.0050 1.033 1.081 1.037 1.114 0.447 0.186 ' t .086 1.097 n n l n 1.039 0-l19 1.2u 1.006 0.197| 0.009 0.040 0. 1.032 o.010 1 .075 1.019 0. 1 4 8 0.oss o.167 1 .472 1.039 .135 732.273 0.056 1.103 1.131 o-t9t .050 o.018 0.2)1 0.062 o-177 1 .172 1 .083 1.?87 0. 1 9 3 1 .028 .018 0.017 1 .052 1.030 1.0f4 1 .0s] 1.o22 0.0040 0.063 1.062 0.124| 0.045 o. I a.036 0.043 o.015 1 .179 0.u7 1.191t 0.0035 0.033 .114 1.134 1.0193 o.016 0.222 0.046i 1.113i 0-036 1 .067 0. 1 9 8 0.067 1.011 .27 B 1= 0.O74 't.016 0.0127 0.075 .043 1.0091 0.006 0.059 1-14si 0.O77 1.0163 0.048 1. Ganda.068 1.0198 0.0178 a-251 0. 1 7 3 1 .057 0.011 0.029 0.085 0.036 1. 1 5 8 1-164 1 .024 1.018 0-019 1.081 1.168 0.008 0.143 1. 1 1 0 1. O-os3 1. 1 2 4 1 .85 .(x)8 1.052 .o142 0.029 0.136 0. 1 4 4 0. 1 3 0 1 .206 't.084 0.032 0-034 0.021 1.150 0.090 1.132 U.0s0| 1 2 J 4 b o 7 8 o 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 2A 21 2.208 1.

ms . o.M8 0-051.087 1.03S 1.029 0.121 't.16{} .106 o.004 0_005 0.016 1.133 1. 0 3 7 1.011 o"ot2 0.197 a. 1 5 1 0.085 0.0s4 .040 1.o12 0.02e.132 . 0.(X9 0.008 0.o14 0.029 0.0s9 1.126 1.186 1 .011.249 1.076 1. 0.100 o.021 o.043 1.0085 0.059 r.093 o.O27 1.034 1.041 .212 1.109 1.089 .003 o.044 | 0.176 1 .171 1.032 .205 1.2u 1.tm o.004 o.013 1.026 0.O73 1.097 1. 0 1 9 1.031 1.045 0.125 0-054 1. 11 5 .o38 0_o03 0.226 0.tx6 0.0161 0.039 0. 0 .061 1.007 oo07 o.082 1.006 o.013 0.193 o.062.164 1. 1 0 9 0.010 0.041 1-046 1.130 0.143 .133 1.035 1.191 1.065 .006 0.052 1.031t 0.005 0.212 0.076.174: 1.108 0.052 0.U2 .094 1.110 1 1.035 0.037 1. 1 1 4 o.4174 0.392 o.055 0-058 0.011 0.0ti9 . 1 5 7 0.|8 0.041 o.121 1.057 o.fftg .2W 1.0092 0.0218 0.019i 0.083 1.008 i 0-027 1.| 1.099 o.025 0-026 a-o27 0.043 0.424 1.0041 0.024| O.009 o.ox6 o.148 .048| 0.031 0.058 1.219 o.046i 0.047 0.053 0.008 0.171 1 .038 O:O39 0.o:xl 0.160 0.O77 1.053 1.063 r. 1 2 6 o.0199 0.029 0:030' 0.043 1.Mn = Kvd Mr! batasan tulanganpmins p act < p max Satuan : b [mml.014 0.075 0.o74 .008 (fc' .063 0.&li} 0.o17 't.M2 1.1 5 1. 0.105 .145 o.85 .426 1.0205 4.030 o.127 1.066 1-A71 1.0il | 0.o22 0.021 o"024 0.417 0.080 0.035| 0.023 0.016.O32 1.150 1.152 0.0186 n nloa 0.050I 0.130 U. 0.082 1.091 1.O1.009 0.011 o.071 0.097 1.256 1.154 .022 o.203 1.026 0.014 1 .020 0.01 11 0.013 o.045 1.172 r178 .031 0.078 1.0136 o.019 o.070 0.oil 1.27'.016 0.184 1. 1 1 4 0.0098 0.12A 1.141 1 .008 0.018 o-019 o-019 1.085 o.-13{} 0.021 't-048 0.3 lniuk mendapatkan Momen TulanganGanda 3O MPa 'y - 400 MPa =l-r = As'/As AsU(b'd) No ald rcvu ! aH kvd ald kvd ald kvd ald kvd ald kvd ald kvd 1 2 3 4 J o 0.009 0.036 r.019 1.o27 1.181 1.018 0.006 0.1s6 1 j 0 2 o. Ganda.105 1.089 1.01o 0. Ast [mm2] .0224 n nr?6 0.2aa 0.196 0.089 0.037 r.119 0.0123 0.017 0.162 1_f68 1.eKBs 0:041 0.0079 0.041 1.O29 1.0117 0.oe2 1 .0237 7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 .046 . 1 8 1 o.0i30 0.139 1.146 1. 1 1 1 1.055 .028 0.094 1-104 1.049 1 .030 1-018I 0.0180 0.0'16 0.20v o.n 21 2 23 24 25 26 27 28 & 30 31 at 33 34 o.083 0.088 n non 0.141 0.031 1-036 1.060i 0.028 .068 1.137 .421 1.121 .'t23 0.047 1.183 1.037 1. 1 3 5 0-058 1.033 o.121 1.058I 0.056 o.85'fc*h) Catatan : Mom6n nominal tul.02S.031 ol}32 0-033 0.078 0-086 0.189 0.078 o.033 1.061 0.166 .O27 1.072 1-043 1.058 1.052i 0.020 0. d [mm].216 o.087 1.074 1.138 0.4211 0.M1 0.014 1 .093 1.048 1.167 0.053 1.018 o.025 1.023| 0.056 0.068 1.073 0.(X6 1.0S7 1.021t o.080 1.146 o.038 0.048 1.056 1.181 1 .0142 0.026i 0.016? 0. 0 3 6 .080 r.066 0.olo .198 1.061 0:029 1.093 0.UJO 1 . 0.o24 .189 't. 0 9 1 1.85 0.035 0.051 1.086 1.0067 0.166 1 .013I 0. 1 6 3 0.019 o.138 1.028 0.0.168 0.051 1.158 1.131 1. A126 1.013 1 .114 1.0155 0.187 1.0035 o.Lamparan Tabel FaktorPengaliMomenTulanganTunggal.O77 1.424 0.080 n n17 1.264 1. 0.051 0-053 0.Kvd 8.103 1.010 0.0244 0. .26 B1 = 0.014 0.016 1.196 1. 1 3 3 o.034 1.180 0-074 t-186 o.063 1. ' t 6 3 0.005 0.0054 0.032 1 . 1 1 0 0.036 0.139 o.286 1.2a4 o.073 1.063 o.023 o.175 0-182 0.068 0. 1 4 5 o.M2 0-044 0.06z 1.1sr 1. 1 2 2 o.095 1. 0.099 0.054 0. 0.026 0.034 0. 0.1U . 1 7 4 0.047 1 . 11 0 .0060 0.064 1.017 o.035 0.151 1.032 0.o39 r.0s4t 0.177 1.104 0.071 0.mc ! 0.190 .066 0.110 1.057 1.t26 .023 1.0104 0.011 't.i16 1.151 1.o4aI a.036 0.157 0-066 1 .0S4.127 7-176 1.049 1.174 0.075 0.069 1.014i 0.o25 1.015 0.o57 1.013 1.144 1.066.115 o.0't5 1 .015 1. 0 5 6 1.107 1-056 1 .069 1.042 1.012 1 . 0.007 0"008 0.0048 0.056 I 0"161 1.136 1.095 1-02.062 t.015 1 .278 1.060 .o72 't.025 0.017 0.051 .o37 .068| o.145 1.30) = Pmin = pmax: d'la s a = (Ast-As')'fv/(0.o79 .019 0.010 t).156 1.060 1.062 1 .102 1.011 0.0&t 1.241 {.219 1.053 1.04& n n4n 0.0073 0.070 1.o24s 1.084 .0s2 1.116 1.016 0.

025 1.058 1.0165 .061| 1.oe3 1.210 1-(M6 | 4.otr! .033i 0.129 1.034 1.070 1.03s 1 . 1 5 5 o.009 0.009 0.015 c.'t25 1.029 1 .0136 r 0.0057 ! 0.00u 0-007 0.034 1 .073i 0.016 0.048 0-053 0.004 0.o19 o. 1-O20 1.048 1.103 0.078 ' 1.101 0. kvd ald kvd ald tvd ! aH kvd ald kvd .054 o.043 1. 1 0 3 0 .o7o I '1.019 o.142i o.043 0.165 1-170 1.0.0215 t 0.029 1.011 1:051 1. 1 0 8 ! 0-033 1.017 0.o1o 1.082 0-0S4 0.118 | 0-080 0.o45 r.085 1.01s 1.046 1.m6 t 0.014 0. 0.106 0-111 0.1* 0.o72 o.ozs 1 j 2 0 0.048 1.038 t 1.o1oo| 0.021 i 0.056 0.A74 1.120 a-125 0.092:.036 1.115 | 1.033 1.089 0.064 1fi2 | o-wz .o22 1 .0237 | a.034 1"035 1.189 1.037 o.013 0"015 0.064 1.137 0.036 1fi9 | 4.065 0.014 1.039 t 0.035 0.0143 ! 0.053 1.014 t 1 .060 0-063 0.427 1.057 0.260 1.162 1.008 0.186 o-007 0.0216 1.014 0.0085 0.031 1.217 1.058 0.1 8 0 0:O73 1.177.1 1.080 1. 0..07s| 1.026 1.131 1.o244 Z 0. 1.159 1.081t 1.012 i 1.107 1.10s.003 0.005 0. 1 9 2 0.o4s ! 0.o16 0.031 0.0186 | 0.061 1.0107 | 0 . 1 9 9 0. 0 3 3 1 .135 1.127 1.09r 0.01.023 0.oo$ | o.2SS 1-058 o.175 1.'156 1.074 1.O271 0.08s o.o17e o. 1 1 4 0.030| 0.013 0.124 1.168 1.052 1.099 O. 1 4 9 0.O24 1.0e3t o.144 0.117 1.091 1.151 0.093 1.208 1.039i o.061 r.zls 1.oto o. 5A% kvd a/d k"d aH ZJ-lo l3-/o a Asu(b"d) a/d i No .zoz 1.119 1.85.190' 0.050 o.071 0.135 0.048 1.03S I 0.050 0.o7e . 0 2 1 1 .102 1.026 1.Lampiran B. d [mm].|ZZ 0.017 0.053 i 0.027 1.03s I 0.fl3 0. 0 1 1 4i 0.011 0.1s9 0.Kvd Momen TulanganGanda untuk mendapatkan fc = fv = 35 MPa 400 MPa r = As'/As =.o22 1.o35 0.06sI 1.157 U.055 1.1 3 1 1.024 1.176 1.o.086 1.01s3 i 0.055 0.087 0.0064 .O32 1.O33 1.083i 0.o24 0.030 i 0.1s3| 0.069 1.0265 | 0.0035 i o.10{ 1.038 0. Ast [mm2] .042 0.01 1 0.o72 1.054 0.017 o.201 1.o12e | 0.037 0. o.130 0.168 0.068| 0.163 0"067 1.044 0.029 1.044t o.ole 1.108 0.006 o.18'.113 1.024| 0. O-O25 1.056 1.oo9 1.03& o-040 0.025 o.055t 0.o27 1.031 1.071t 1.oss o.O52 '1.108 1 1.060 0.O229 | O-231 1.031 1.075 o-o24 1.008 1.148i 0.154 1.054 1.122 1.016 0.011 1. 0 1 90 .069 1 .0s8| 0.0.048 1.023 1.042 1.a222 l.0s5| 1.0251 | O.036 1.042 | 0.014 0.169 o-174 0.130 0.O& 1.050 1.053 0.417 0.039 1.096 1..167 0. 0.044 1.oil o.146 1.195 1.043 1.140 0.173 0.o7s t 1.148 1.oo7sI o.052 0.013 0.017 0.079 1.01s7 I 0.065 1. 1 8 6 0.033 o.029 1.125 .0&l 1.060 1.04sI 0.O28 1.o77 0. o.4 Tabel FaktorPengaliMomenTulanganTunggal.020 r.088 1.013 0-013 0.091 o"096 0.149 t.025t 0.026 1.o3o 1 .on 1.062 o.108 1.018 1.088.15et 0-031 1.112 1.1 1.033 0.103 I 1. 1. Mn = Kvd Mrt batasan tulanganprnin3 p act < p max Satuan : b [mml.131 0.028 1.003 o.040 1.055 1.063 ' 0"013 1.oo4 0.024 1 j 2 5 0.0071 | o.O27 1.071 1 .007 1.098 1.032 1 .019 0-021 0.078 1.046 1.022| 0.136| 0.195 1.85 ..014 1.043 't.005 1.268 1.015 1.012 1.132 1-'t38 1.o23 1.036 1 .019 1.049 1 .111 .043 0.050 0.o2os 0.013 't.0s6 o.ozz 1. Ganda.006 0.30) = o.ns 1.246 1.UOO 1.412 0. 1 7 1 0 .1. 0 1 7 ' 1.045i 0.8't P min = 0'0035 p mar = O.098 1j02 1.067 1.143 1.043 1.215 o.M2 o-o2olI o.008 0.o28 1 .017 1.052| 0.078| 0.0s7 o.035 1.fc-b) Catatan : Momen nominal tul.092 0.039 1.164 o.151 1.206 t-602 0.056 0.a27| 0.140 1.409 d'la E a = (Ast-As')"fo/(0.196| OO37 1.062 0-067 a.12l:i 0.028 0.086 0.0(X) 0.114| o.015 0.149 4.035 1.010 o.081 0.166 O.008 (fc' .018 0.0s0 0.(X1 1.066 o.145 0.O24 1.016 I I 10 11 tz o.11s O.1 9 't.137 0.o25s | 0.011 i r|'tt 1.115 0.o27 0.048 o.016 1. 0.038 1. 1 8 0 i 0-051 1. 1 7 4 0.18$.069 1-O74 1.016 0.005 0.422 1.188 1.ozn l.O52 a.021 1.027 1.or| I 1.224 A.068 i 1.006 1.010 1.008 1.103 1.023 1.046 0.143 1.082 0.029 0.1.018 0. 1 6 1 t 0:046 1.013 0.0121 | o.18 0.lsl 1.058 0-060 0-062 0.030 1.088 I 2 3 4 c o 0. 1.098 | 0-020 1. 0.1i37 1.15S 0.041 1.130! 0.064 p1 = 0.107 i 1.a172 | 0.178 o.041 0.037 1_M2 1.153 o.007 1.o11 0.olo 0.020 13 14 15 16 't7 18 19 20 21 n 1J 24 25 26 27 2A 29 30 31 32 3i:l 34 1.0150 | 0. o.009 0.O44 o.oo42 | 0-0049 | 0.087 a.032 1.16s| 0.038.056 1.03t} 1.

UUJ 0.064 0.106 1. 1.1 o.127 0.082| 1.075 .149 0-029 1 .020 o. 1 0 6 0.004 0.0s6 0. Kvd MomenTulangan Ganda untukmendapatkan 4O MPa ty - 400 MPa r = ns'tAs =|AsU(b-d) a/d ZJ-/o 50o/o I J'/o 6U-/o 850/0 90lo kvd a/d kvd ald 95o/o kvd ald kvd a/d r<uOI a/d No 1 k"d i .010 0.o4o 0.034 0.067 1.059 0.M2 I 0.031 0.025 0. 1.031 .o71 1.007 0.005 0.066 .035 0 .205 a-212 0.ozr ! 1.031 .013 0.091 1.424 o.164 1.122 1.036 0.109 0.044 0.017 1.127 1.13:l 1.l 1.031 1.013 1.132 0.233 o.o27 0.117 1.069 1.033 0.025 0.01e I 1.u3t) 0.008 o.162 1.049 1.057 _o7z o05s .100| tjM I 1.2g 0.()4g 0.034 1.(Ms 0. 1. 1.017 t 0-006 i 1.034 o.177 1-183 U.'t58 1.006 0.fi3 | 1.091 1.054 1.171 1.o58 o.050 .042 0.(M7 .o0s8 0.032 .022 0.0s5 1.039 1.0248 0.011 0. Ganda.059 1.066 0. 1.0296 o-03{ 0.0185 0.064| 1.162| 1.078 .048 0.o1s 1.081 0.145 1.025 1.104 0.O2s| 0.125 | 1. 1 5 4 o-030 1 .o24 .062 0.o27 .073.Ub/ .086! 1.014 '1.133J 1.5 Tabel FaktorPengaliMomenTulanganlunggal.016 1.009 .0233 0.030 0.o21 o.146 1.009 s.009 1.041 0.155 0.004 U.054 .195 1.029 "036 0.03s 0.010 1.079 1.0193 0.022 0.o44 -(X6 .165 1.0051 0.186 1.138 1.M7 .0& 1.0217 0.038 .051 .106 1.028 | 1.040 0.0075 0.0264 o.140 1.0225 0.025 0.152 1.02s | 0-010 1.oo8 t 1.096 1.1't7 1-t2Z 1.o177 0.041 . 1.008 1.182 1.030 0.198 0.029 1.0u .029 0.135 o.165 0.o122 0.062 0.023 .113 o_087 .034 .0&1 .85.011 .427 .20'.136| l-141 | 1.04.071 .0.0f4 0 .026 0.160 0.106 1.082 .017 .Lampiran 8. 0 6 6 0.023 0.77 0.101 0.109 o.087 0.038 o.086| 1.A24 0.420 .| p1 : 0.130' 1.027 o.062 1.ffi2 | 1.010 .139 1.007 .0280 0.032 0.091.047 0. 0.oes ! 1. 1.444 1.044 O.016 o.037 n1'o o.088 o.033 0.053 0:045 . 0 1 8 1.o1o 1.0043 0.016 0.o24 0.042 0.124 1.014 .013 0.068I 1.015 .020 .r10 ! 1.013 0-014 0.226 o.026 o.0201 0.025 4. 1 6 0 0.038 0.1 6 1 1.04st 1.066 0.o22 0.or2 r.150 1.055 | O.111 L.030 0.o21 .034 0.o14 o.189 1.017 o.169 ol74 o.010 0.120| r.101 1.0161 0.174 1.039 0.is3 I 1.148| 1.100 0. 1 4 3 o-028 1.018 1.0240 0. 1.101.163 0.112 1.108 15 0.0035 0.048 o.028 0.128 1.055 .086 1.056 -058 o.095 0.0059 0.146| 1.006 0.047 0.1*.0f7 1.050t 0.o17 .023 1.0035 P m a x = 0.025 1.038 0.046 0.013 _014 .105| 1.05e| 0.059 0.002 U.052 .020 I 't.118 4123 o.096 1.A s t [ m m 2 ] a = (Ast-As' )*to/(O-8s"fc*b) .O27 r.085 0.os7 0:058 0.016 0.180 1. atd kvd 2 3 4 J o 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 7J 24 25 zd 27 2& n 30 31 32 3B s 0.o47 0.040 | 1.0r06 0.053 0.027 1.082 0.o72 0.137 0.0272 0.024 .062 U.O20 1.o15 0.04s 0.114 | 1.1 o. 0.008 1.050 0.032 .0s1 o.047 o.0{9 1.018 .068 0.068 .034 .01s 0.040 .051 o.044 0.020 o.086 1.019 0.151i 1.176 1.o52 1.080 0.0209 o.0138 o-0146 o.081 r.ota 0.052 0.040 o.011 .036 | 1.077.115| 1.o24 .008 0.0082 0.118I 1.031 0.ou 1.O77 1.191 0. 0.023 o.oss 0.219 o.134 1.0114 0.084 1.0s9 0.138| 1.122 0.03€ 0.058 0.003 o.247 o.070 .109.006 .033 0.16ar 1.015 0.035 ..Oz'.123i 1j?6 t 1.u9 .037 0.m8 .168 1.011 1 .092 0_073 .029 .006 1.156 1.017 o.075 1.031 0.101 1.043 .050i 1.009 1.0295 d'la s aA28 Catatan : Momennominaltul.065 0.M1 0'042 0.086 0:O9O 0-095 0.UU3 0.O12 1.028 0.0067 0.O22 O.0090 o.06S| 'l 1.30) = Pmin = o.011 4fi12 n nat 0.123 1.102 0.055 o.012 1.o4e 0.0169 4.o22 .080 1.056 o.075 0.044 0.044 i 1.080 .016 .111 1.ot5 0.061 0-013 1 .157| 1.090 1. d [ m m ] .096| 1.045 0.261 .021t o.Mn = Kvd Mq batasanlulanganpmin s p act < p max S a t u a n : b [ m m l .060 0.170 o-rTl 0-184 0.073 0.o21 0.037 0.170 1.114 0.o35 0.u2 .o12 1.016 0.094 0.132 't.004 0.074 1.027 1 .143i 1.151 0. 0 1 6 1.052 0.007 1.100 1.078 0.24A o.O72 1.053 .0e0 ! 1.O7g 1.035 0-039 0.010 0.017 1.0288 0.158' 1-164| 0.076 0.049 i 0.005 0.141 o"146 0.149 0.053 't.036 .026 .009 arnno 0.061 .003 o.128 0.U# 0.015 o.069 0. 0 5 1 o.007 0.085 .ot54 0.008 (fc' .142 0.0256 0.015 1.0130 0.156 0.

015 0.036 1.104 1. 1.85-fc"b) r.189 o.025 0.094 1.094 0.171 1.o2s6 | 0:0265 | o.041 0.0095 i 0. 0 2 0 .014 0.424 o.032 0.016 1.154 1.O22 1.027 1.013 0.089 1.099 o. 0.O29 1.0129 t 0.016 o.064 0.o12 o. Ast [mm2l .125 1.028 0.016 Catatan : Momennominaltul.022 1.103 0.0137 .061 1.118 1.449 1-017 0.005 0.UJU n n2{ p 1: 0.035i 0.032 1 .080 1-147 1.113 1.094 0.412 1.028 0 .059 0.031 1.119 1.061 0.161 o.047 1.010 1.007 0.141 1.015 0..098 0.141 1.023e 0.O24 r. 0 5 1 1.067 1 .007 0.144 1.015| 0-014 1.005 1.036 1.066 1.109 1.025 | 1 .L52 0.065 1 .008 0.mo ! 0.038 1.o27 0.053 o.011 1.o7s 1 .o27 1.062 1 . Lampiran8.151 1.039 0.161 1.t25 1. 1 3 5 1.013 0.012 o.041 0.018 0.o12 0. 1 9 1 f.0035 i 0.031t 1.089 0.442 0.004 0.041 't.0180 ! 0.a42 1-471 1.021 1.125 1.133 1.057 0.008 o.018 1.1f I 1.031 0.029 0.13'l 1.126t 1'.oss 1 . 0 3 2 1.028 0.025 0.053 0.084 1.065 1.0314 0.234 0. 0 .0052 | 0.0086 i 0.ooE (tc.043 0.05.osr 0.167 1.040 l.046.040 1-057 1.a4sI o.045 ' t .149 1.194 0.0146 | 0.059i 1.038 0.o1m! o.059 1.006 0.054 0o58 0.008 0.'t34 1.007 1 . 0 5 5 1.034 1.01e o.0s4I 0.0307 .o20s | 0.015i 0. O 1 3 0.o14 0.168 't.006 0.075 1.o21 o.O17 1.078' 0.163 1. 0 3 7 0.034 I nlc o.044 0.65 .Mn = Kvd Mr! batasantulanganpmin s p act < p max Satuan : b [mm]. d [mm].03:} 0.oo44 t 0. 0 6 3 1.029 o.027 1.019 1. 0 1 0 0.o2ee i 0.049 r<vo I aH 1.009 i 1.054 0.067 0. 0.084 | 0.o72 0.o11 1.o22 0.003 0.070 1.060 ' t .006 0. r.057i 0.452 1.023 1.201 0:207 a.046 0.050 0.080 1.032 0-0trI 1-109 1.046| 0.o24 0.019 1.o2'l ' t . O 7 1 0.002 0.0248 ' o.o82 1:.018 1.Kvd Tunggal.081 0:085 0.m16 I 0.112 | 1.025 1.016 0.0231 | O.038 1 .73 0.003 0.o1e7 t 0.128 1.o45 o.130 1. 0 1 1 0.025 o.156 1 .009 o.094 1.fi4 0.049 o.o.or7 1-084 0.115 1. 1. 1 0 5 1.013 1.143 1-046 o.094 0.094| 0.0e7 0.104| o.009 0.067 4.009 0.03€ 1.027 o.048 0. 0.088 1.020 1 .f31 I 1.079 1.157 1.026 o_o27 o.@8 0-008 0.005 0.O21 0.031 1 . 1 0 1 1.0171 | O.085 1.128 1.137 1.036 1 .146.o12 o.023 0-024 o.009 0.oo7 t 0. 0.0214 2 0.104 1.0€ I 0.t 3 3 1.107 0.161 1 .0e3t 1-098.214 0.rAt 1 .076 1.034 1 .041| 0.089 1.033 1 O-02S 1.136| 1fl1 t 1.071 1.054 0-055 0.076 0.or1 o.099 1 la4 1.017 0.036 0.6 TabelFaktorPengali MomenTulangan untukmendapatkan MomenTulangan Ganda fc = fy = 45 MPa 4oo MPa = r = As'/As Asu(b"d)i I a/d kvd a/d No 1' J .'t60 1.072| 0.o1 1 t kvd a/d r<vd I .005 o.187 't. 0 3 2 0.123 1.027 ' 1.052| o.029 U.os7 0.063| 0.0154 t t3 24 25 ^^ rD 1. r-103 ! 1.o4s t I 0.'t47 1.023 o.009 0.m4 0. 0 1 4 0.03'l o.0069 .ozso . 0 1 8 8 .010 0.005 0.084 1. ald kvd ald kvd ald kvd 0. 0.ao2 0.1| 1-oss| 1. 0 1 8 1.018 1.146 1.067| 1-071| 1.089 0.038 0.O44 1.099 1.a222 | a.016 o.006 0"007 0.039 o.074 o.004 0.(X5 0.048 1.040 o-129 1.027 0.069 1.043 0.174 1.004 0.01s 't.064 1.030 1.o282 i a.076 ! 1. 1 1 4 1.076 1.101 0.117| 1.116 o.0ffi t 1.018 1.016 1_080 1.036 o.177 1.165 l.025| 0.091i 0.021 0.165 1.420 1. 0 5 1 0.074 1. 0 .165.056 1.o4o 0.038i 0. 0.148 1.'!i4 1.o273 | o.221 0:227 0.088| 0.0103 | 0.034 0.069 7.121' 1.054 1.060t 0.114 0.092 1-066| 0..or12 I 0.0e7| o.ft8 0.ms I 1.012 0.040 't.032 0.121 0.142 't.023: 0.120 1.009 1.011 1.008 0.183 1.063 0. 1 0 1 1.058 0.085.M5 0.020 0.056 1.0078 .107.421 1.Ml 1 .'.015 0.08e.052 0.014 0. f.045.010 0. o.043 1.080 o.ly 1.{1 0.022| 0.050 1.050 0.241 o.'t59 1.035 0.02e 0.f39 1.051 1.032 1.(Ms 1.034 0.016 r.075i 0.067 0.061 0.tr12 0.06St o.054 1.152 1.010 0. 0 1 8 0. 1 4 2 1. 0.028 1. 1.1il | 1-156r 1.107 o.O 1 4 0.029 0.036 1.0s0 | 1.OU | l.062 0.0.123 1.049 1. 1. Ganda.013 't.027i 0.O97 1.023 | 1.025 1.r80 o.011 0.045 1.r2z 1.005 0.019 0.020 o.136 1.426 0.101| 0.121 27 2& n 30 31 32 33 34 | 0.074 ' t .138 1.. 1 4 7 1.062 0.030 0.015 1-017 1.o2s.0t3 o-o13 o.422 1.153 1.154 1.016 0.M7 1. 1 0 4 a.081t 0.30) = Pmln = pmax = d'/a s a : (Ast-As')"fu/(0.059 1.014 1 .z4z 0.o22 0.0120 ! 0.047 c o 1 .076 o.047 0-048 7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 't7 18 19 N 21 22 0.006r t 0.0035 0.043 0.042i 1.020 1.

q.c (\t G Q) -) _v o o O q t\ f c l o) o t (l) c0 :l o o o o dt l -:z I a o d (5 o - c) u o n i6 :l (s o o o q <f. 6l 85 o2 crj + '6 (E o o c\i .g crl o d -g o o (f o o J . (! E g z E o Y 'cn g o o o q ct o E .

Y l c o o o O l- (') o /ft E o - o o o co :J L a o o o n iu f.= J pryud0 . ([t '6 .a (u E (D z E o Y '6 ! N o o) '= o) .q E i: o N CJ .o (s -o 1 .

r< ($ L o \i |(i X.- l-- ol t/ .' t '-I rl *:. \ \ '-)\\\ \i t"tsii' o) 6 (f) d i: 'oE J .l'.\: ir\ -A \r \ .I = il E o dl '=:t I I V \ f \ I i f+ >: Rg. \ ! : i l bs ..tl f' .'. .a E z E o Y '6 .f./ \ -f o o o (o (tr o) o (L 6 "..\. *'. (l) U) r ----t.\ F r o o o o c.(a -i . 'ci tl ri --l ": 7 i. / \.-.. ilttll | _l i -i-". t tJ I o o o i o co -:< f. . s rO tl I s o) ll be (o tl E (! rit tl rl fl pvuds I \. (\ \ll I I I o o (f. t\ \ 'l 6l I ''/.a >. t:jT . I i \ . q ro -o _t {-:}J /.N o -o lz ot -l E l f I \ io I o :.i a o l'.-'\I t'..

d -o -l fiJ o c f -Y f o o c? t\ $ E o) o (o o co I a c (Il o G' o o (L a -ut (t' z o E o Y 'a l< (u o E o) -q o n O .= E N J pryud0 .

)a - = E o dl o (n .G' (U -o n) -) .q. (E E z E = \< '6 Y (Il o c) E (u L (tl t() o) i5 d .)< f a fit o o) oo f (s .= J o o o o o ci pryudE .

a (5 It E z E E Y '6 Y o I :\ : i I I -.\ ..iI .irt s tl o . e! -c\ y.s sf tl -- n\.'t.(5 fit q) -) l. -\\ o o o o c.t t: :l.\tt 'r \\. (u o .. I .e bs tl \ \' E (t. i (! i I {.')t.'l f 'r/ I I I t_ -l \i /x /'.r t /-r I r) I: '/'t i \r__i GI -a- - ..: i5 (o cj E J pryud+ .. (xl _.bft iit -c' = o o c) F* fi/ 'll 1r t: lr \1 co o o co L f E c) s ..b ---1 s-t ||.l l l == (. i r.-):\$ .x rJ) ll .. N ll .!E o- \ I ' .. tl (D \ ...i I o : : I \ t' I . I \ \1 0) (L o t.\ tt\rr n. { .7 /'. o N ulfl sr ol l >o\l I ! c tl 4t--F\! ct) o (U \/ \ \ \ :l I € .. \\\'.

l = c (D (n o L (D (D :t -!l a L a (g o (L o q) .= E J puud+ .a o o o E z E :4 -6 x N o '= o. (! i5 N d .(U (It -) v f.

-l . _1-I \ a \ \: \ t'\ o st o a q (f) \' ./ t t.' 1 : i t' :l I ri:'\ t.-))\lii' r\. ti ! ) a o o (! :f -Y '. lt c o c) o oE FeEF-n 'r. r i \l . ' E = Y '6 I I I I I -.t| rOo\ il .'.! \.r./ ( I t . '\\\..\ \. \ \. t.I :. 'r \\.- O c = . t' ii\ l- tr o T. o o e C\ o o - o o $ [ -'I s fi tl E 6 @ sl s NI '{l t l i ! \ -.. o o o q ro I /'. I t I 'r. . N t \/ d -=... \: . \ = -: -- E co O L Q) . T i'r\ *"\ H 't \\ A -l l\ { O I I I z o -i'l I i \ r.:i l* / '...(t (! - 0) -t .R rO . t \.'/ .'. I cd I I i-i r .i r i f' F !-.To. \ .i \ r ii+ Ir Xt r).-. l :\ \ .J t -- 'i. rl -'-. :1 \ . .. \ '.r)o C!NF o o o e o pryuds J .9 (U c I il '1tl -*1 -l I tl r . ... r -c a-.lz t I -l 0 '=. c! !l (D IY \ t . _-i N./ / _ i.i :i t.\ .L roo|f)or.l / \ l-l).tl a rJ)l \ | [\t *.-b-. o) o \ -'1 CJ (t..

9 z E o Y '6 I (U E o o o o c. a .C (u E @ -. lz c f = o o <) q t o co IZ 0) a q t\ q) o o o q (0 o (L o (s o o o q ro N o€ o-a o qti sf' A a o o o q (f.i o 0) o o (f q E 6 o ol o L o o o o.= E J e o . cj .

A LAMPIRAN .

MM lr.Eng. JokoSulistyono.Eng. lr. M.Eng.Sc Prof. lwanZarkasi.M. M. o .Depaftemen Pekerjaan Umum.Eng. M. MT ST.Sc lr. M. ST Sukisno. Agus Nugroho. o o .LampiranA Daftar Nama a) Pemrakarsa Penyusun / Subdit PenyiapanStandardan Pedoman.Sc lr. o o . MT ST. Palgunadi. BE . ST Sarmin. HeriYugiantoro. Laneke Tristanto lr.Sc lr. M.Sc lr. DirektoratJenderal BinaMarga. Bambang Widianto. Didilrahadi Asep Hilmansyah.DirektoratBina Teknik. b) Tim Pembahas o o o r o e o . WilanOktavian.Sc lr. HerryVaza. JajaPryadi. ST Yudhohrui Hadiarto.Eng. MPPM lr. Budianto.lr.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->