MANUAL

Konstruksi dan Bangunan

PERENCANAAN BETOI$ STRUKTUR BERTULANG UNTUK JEMBATAN

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT BINAMARGA JENDERAL

PRAKATA

jal pembinaan an Sa l a h sa tu a sp e k p e n ti n gu ntuk menunjangkeber hasialan a d a l a h d e n g a n te rse d i a n ya m a, Standar ,Pedomandan Manual ( NSPM ) , Nor y a n gda p a td i te ra p ka d i l a p angan n denganm udah. Untuk mengatasi permasalahandi atas, DirektoratBina Teknik Direktorat J e n d e ra lB i n a Ma rg a D e p a r tm enPeker jaanUm um telah menyusunM an ual Perencanaan Struktur BetonBertulanq untukJembatan. M a n u a l i n i d i su su n d e n g an m emper hatikanm asukan dar i nar asum ber jalandan jembatan. b e r k o mp e ted a n ya n ga h l id i bidang n peker jaan p T a t a c a ra e n u l i sa n n u a l n i mengacupada Pedom an ma ( i Nasional PSN ) Standar No. B tahun 2007.

Apabila dalampelaksanaannya ditemui ataupun terdapat kekeliruan kekurangan pada manualini, akandilakukan perbaikan dikemudian dan penyempurnaan hari.

Jakarta.

Desember 2008

Dir ekturJender alBina M ar ga

UL$ti,, L^L\,\LFG-(,N
A. Hermanto Dardak

Daftar isi

Prakata Daftarisi gambar Daftar Daftartabel 1 . P e n d a h u l u a.n. . . . . . . . . . . . . . . 1.1. Ruang Lingkup 1.2. Pemahaman terhadap Struktur Jembatan 1.2.1. Umum 1.2.2. Tipikal Struktur ............ AtasJembatan 1.2.3. Tipikal Struktur Bawah Jembatan Penjelasan Persyaratan UmumPerencanaan ................ 2.1. SyaratUmumPerencanaan Struktur Beton 2.1.1. UmurRencana Jembatan yangDigunakan 2.1.2. Satuan .......... 2.2. P r i n s i p m u m e r e n c a n a a.n. . . . . . . . . . . . . U P . . 2 . 2 . 1 . D a s a r m u m e r e n c a n a a.n . . . . . . . . . . . . . U P . . 2.2.2. Asumsi Anggapan dan Perencanaan .......... (PBKT) 2.2.3. Perencanaan Terfaktor Berdasarkan Bebandan Kekuatan 2.2.4. Perencanaan Berdasarkan BatasLayan(PBL)........ 2.2.5. Metode Analisis 2 . 3. Sifatdan Karakteristik Material Beton 2.3.1. Kekuatan Nominal Beton 2 . 3 . 2 . T e g a n g alni n. . . . . . . . . . . . . j 2.3.3. Lengkung Tegangan-regangan 2.3.4. Modulus Elastisitas

I

ii
V

vii 1-1 1-1 'l-1 1-1 1-3 1-10 2-1 2-1

2.3.5. Angka Poisson
2.3.6. KoefisienMuaiPanas 2.3.7. SusutBeton padaBeton 2.3.8. Rangkak 2.4. Sifatdan Karakteristik Material BajaTulangan Non-Prategang 2.4.1. KekuatanNominal 2.4.2. Tegangan ............. ljin 2.5. Sifatdan Karakteristik ............... Material BajaTulangan Prategang 2.5.1. KekuatanNominal 2 . 5 . 2 . T e g a n g alni n. . . . . . . . . . . . . j 2.5.3. Modulus Elastisitas 2.5.4. Lengkung Tegangan-regangan 2.6. BebanRencana 2.7. Persyaratan Kekuatran Beton 2.8. Persyaratan SelimutBeton 3 . MetodologiPerencanaan ................ 3.1. Pendahuluan................ 3.2. Pokok-pokok Perencanaan ........... 3.3. Tahapan Perencanaan ............... 4 . Perencanaan Kekuatan LenturBalok

2-1 2-1 2-1 2-1 2-2 2-2 2-2 2-3 2-3 2-3 2-4 2-4 2-6 2-7
2-7 2-7 2-10 2-13 2-13 2-13 2-15 2-15 2-15 2-16 2-16 2-'16 2-16 2-17 3-1 3-1 3-1 3-1 4-1 4-1 4-1 4-1 4-2

4.1. Umum
4.1.1. Kondisi BatasPerencanaan Berdasarkan PBKT

4 .1 .2 . A su msi e re ncanaan P ................
4.1.3. Tipikal Keruntuhan Balok

4.1.4. Penentuan RasioTulangan Keruntuhan BatokBerimbang 4.2. Analisis BatasBalokPersegi Tulangan Tunggal 4.2.1. Penyederhanaan Formulasi untukTabulasi 4.2.2. Langkah-langkah Mendesain Balokdengan TabelManual 4.2.3. Formulasi untukDesain Manual secara

4.2.4. KekuatanMinimum 4.2.5. Syarat Tulangan Minimum 4.2.6. Syarat Tulangan Maksimum
4.2.7. Jarak Tulangan Perencanaan Kekuatan BalokTulangan Ganda 4.3.1. Analisis BalokTulangan Ganda 4.3.2. Analisis BalokTulangan Gandadengan Tulangan TekanLeleh.... 4.3.3. Analisis BalokTulangan Gandadengan Tulangan TekanLeleh Menggunakan TabelManual 4.4. Perencanaan Kekuatan Balokterhadap Geser 4.4.1. Kekuatan padaBalok GeserRencana

4-3 4-4 4-5 4-8 4-8 4-10 4-'t0 4-11 4-11 4-21 4-23 4-24 4-28 4-31 4-31 4-31 4-32 4-33 4-33 4-36 4-36 4-38

4.4.2. Kuat Geseryang Disumbangkan Beton oleh 4.4.3. SyaratsyaratTulangan Geser 4.4.4. Kuat Geseryang Disumbangkan Tegangan oleh Geser 4.4.5. Tulangan Geser Minimum 4.5. Perencanaan T ............... Balok 4.5.1. Balok danBalok T T-Semu 4.5.2. Analisis Balok Tulangan T Tunggal 4.5.3. Analisis Balok Tulangan T Ganda........ 4.5.4. Analisis Balok Kotak Hollow........ 5. Perencanaan Kekuatan Ko1om........ 5 . 1. U mu m 5.1.1. Faktor Reduksi Kekuatan... 5.1.2. Prinsip Perencanaart................. 5.2. Perencanaan Kolom Pendek...... 5.2.1. Diagram InteraksiKolom........ 5.2.2. Perencanaan Menggunakan Diagram Interaksi..... 5.3. Perencanaan Kolom Lamgsing... 5.3.1. Pembesaran Momen untuk Kolom Bergoyang.............. tak 5.3.2. Pembesaran Momen untuk Kolom Bergoyang. 5.4. Kekuatan Kolom dalam Kombinasi Lentur Biaksial Tekan. dan .. 5.4.1. Asumsi Perencanaan................. 5.4.2. Perencanaan pada Momen Berdasarkan Masing-masing Lentur secara Terpisah.... 5.4.3. Perencanaan Lentur Biaksialdan Tekan 5.4.4. Persyaratan Tulangan untuk Kolom 6. Perencanaan Kombinasi Geser Puntir.. dan 6.1. Penggunaan Metode dan Perencanaan.......... 6.1.1. Pen99unaan.............,... 6 .1 .2 . Me to dP e re ncanaan................. e
6.2. Kekuatan puntir 8a1ok.......... 5.3.3. BebanTekuk......... 5.3.4. Syarat Kelangsingan................

4-50 4-57 5-1 5- 1 5-1 5-1 5-2 5-2 5-4 5-5
5-5 5-6 5-8 5-8

5-14 5-14
5-14 5-15

5-15 6-1 6-1 6-1 6- 1
6-1 6-2 6-3 6-4 6-5 6-6 6-7

6.2.1. 6.2.2. 6.2.3. 6.2.4. 6.2.5. 6.2.6.

Syarat Tulangan Puntir...,..... Torsi Keseimbangan Torsi dan Kompatibifitas................. Tulangan PuntirMinimum.... Definisi danP.o.............. A.o Detail Tulangan Puntir.. Bagan Perencanaan danGeser.. Alir Puntir
ill

7.

7-1 7-1 7-1 7-2 7-2 7-3 7-3 7-3 7 .2 .1 . U mu m padaPelatLantai 7.2.2. Kekuatan 4-5 GeserNominal 7-6 7.2.3. LuasMinimum SengKang Tertutup..... dari 7.2.4. Detail 7-6 Tulangan Geser.. Perencanaan 8-1 Dinding... 8.1. Penerapan 8-1 8 . 2 . P r o s e d u re r e n c a n a a n . . . . . . . . . . . . . . . . . 8-1 P 8.2.1. Umum 8-1 8.2.2. Dinding 8-1 hanyaDibebaniGaya Sebidang. Vertikal 8.2.3. Dinding 8-1 Dibebani dan GayaVertikal HorisontalSebidang............... 8.2.4. Dinding ................ 8-1 Dibebani GayaHorisontal Tegak Dinding Lurus 8.2.5. Dinding Dibebani Sebidang GayaHorisontal dan GayaVertikal 8-2 Tegak urus indin9............... L D 8.2.6. Dinding 8-2 merupakan Bagian dariStruktur Portal....... 8.3. Pengaku Pengikat 8-2 / Dinding...... 8.4. MetodePerencanaan 8-3 Disederhanakan untukDinding Terikatyang Menerima hanya GayaVertika|................ 8.4.1. Eksentrisitas 8-3 Beban Vertikal...... 8.4.2. Perbandingan 8-3 Tinggi Maksimum dengan Ketebalan.. Efektif 8.4.3. Tinggi Efektif......... 8-3 8.4.4. Kekuatan 8-4 AksialRencana dari Dinding 8.5. Perencanaan Dinding 8-4 untukGaya Horisontal Sebidang... 8.5.1. LenturMinimum.... 8-4 8.5.2. Penampang 8-5 Kritis Geser 8.5.3. KekuatanGeser......... 8-5 8.5.4. Kekuatan 8-5 Gesertanpa Tulangan Geser......... 8.5.5. Sumbangan Kekuatan Geser olehTulangan Geser........... 8-6 Dinding 8.6. Persyaratan Tulangan 8-6 Dinding...... 8.6.1. Tulangan 8-6 Minimum.,.. 8.6.2. Tulangan 8-7 Horisontal untukPengendalian Retak......... 8.6.3. Jarak 8-7 Spasi Tulangan............ 8.6.4. Pengekangan 8-7 Tulangan Vertikal.... 9. Perencanaan 9-1 Korbel..... 9.1, Penerapan. 9-1 yang 9.2. Faktor-faktor PerluDipertimbangkan dalamPerencanaan....................9-1 9.2.1. Tinggi 9-1 MukaSisi 9.2.2. AksipadaKorbel 9-1 g-2 9.3. Prosedur Perencanaan................ 9-2 9.3.2. Penampang 9-2 Kritis.......... 9.3.3. Kebutuhan 9-2 Tulangan Total. 9.4. Persyaratan Tulangan... 9-3 9 .4 .1 . T u l a n g a n n i mum.... 9-3 Mi 9.4.2. Sengkang 9-3 Tertutup..... 9.4.3. Pengangkuran 9-3 Tulangan Utama Tarik

Perencanaan Kekuatan Pe|at.......... pelatLantai 7.1. Perencanaan Kendaraan terhadap Lentur........ 7. 1 . 1 . T e b a M i n i m u m e l a L a n t a i . . . . . . . . . l P t 7 . 1 . 2 . T u l a n g aM i n i m u m . . . . n 7 .1.3. Penyebaran Tulangan untuk Pelat Lantai......... 7 .1.4. Pengaku Bagian Tepi........... 7.2. Perencanaan PelatLantai terhadap Geser.........

tv

5 Gambar 3.17 Gambar 5.Daftar Gambar G a m b a1 .. 1-8 Jembatan Gider Segmental... 1 1 r Gambar 4... 1 ... Regangan GayadalamBalokKondisi Berimbang Dan Penampang.1 Gambar 6. 1-9 Jembatan Solid-Slab.....ffi 4-3 i"nir .8 Gambar 4..2 Gambar 5.. Cikubang-Jawa Pembagian Beton Analisis dan Perencanaan ElemenStruktur Bertulang 1-18 2-5 Kurva Tekan f-e Beton Kurva 2-6 Stress-Strain Beton Grafik 2-9 Faktor Susut Grafik 2-12 Faktor Rangkak = (Kurva Contoh Kurva Tipikal Baja Tekan Stress-Strain Tulangan Kurva 2-13 Tarik) Tahapan 3-2 Perencanaan ........ 1953 Box Dusseldorf... Box Lauderdale Airportlnterchange 1.2 Perhitungan danMnuntuk Pn Distribusi Regangan Suatu (Sway PortalBergoyang Frame) (Sway Portal Bergoyang Frame) FaklorPanjangEfektif. Jembatan Barat... 1 4 r G a m b a4 .5 G a m b a1 .5 Gambar 4.......i..4 Gambar 2... Regangan Tegangan Tulangan dan Beton Bertulang PadaPenampang Tunggal 4-2 'b.2 Gambar 1.. Tulangan 4-21 Tekan Efektifitas Tulangan Defleksi Akibat Beban TekandalamMengurangi Tetap(Sustained).3 Gambar 5...3 Gambar 2. k GarisKerjaAksi dari Resultante GayaAksial Spasiantara Tulangan Longitudinal Kolom ........8 Jembatan Girder.12 Gambar 4....... 1961 (Arc Jembatan Pelengkung Bridge).....1 Gambar5. 2005...1 Gambar4. 1948..6 Gambar 5..6 Gambar 4. .4...........1 Gambar 1..13 G a m b a4 . (AASHTO k LRFDsec.8 Gambar 4..2 Gambar 4. ReganganDan Gaya dalam Beton denganTulangan Tekan 4-23 BalokT dalamSistem 4-36 PelatSatuArah ..7 1-2 Komponen Prinsip Struktur Atas.. 6 r Gambar 2.3 Gambar 4. .. . Regangan Dan Gaya dalam Balok KondisiKeruntuhan Tarik.1 Gambar2. g Nomograf untukFaktor Panjan Efektif.. .7 Gambar 4. 1 r Gambar 1.4 Gambar 4.... 4-22 Penampang. Tekan 4-41 Regangan GayadalamBalokT Kondisi dan Diagram Analisis 4-43 Alir Balok Tulangan T Tunggal Analisis 4-50 BalokT Tulangan Ganda Diagram Analisis 4-53 Alir BalokT Tulangan Ganda Superposisi 4-57 Gaya-gaya KopelBalokKotakHollow Diagramlnteraksi 5-3 Kolom Gambar 4....ror crai{ Perbandins"n K.*.. .... .2..... 4-4 4-7 Diagram Analisis Alir Tunggaf BalokTufangan (Manual) 4-9 Diagram Desain Alir BalokTulangan Tunggal 4-11 Spasidan Selimut Tulangan Perbandingan Penampang tanpa TulanganTekan (a) dan dengan (b)..7 Gambar 4.1 Gambar 4. 4-3 Penampang...4 Gambar 5.7 Gambar 5. JamesG..10 G a m b a4 ..5 Gambar 5.....3 G a m b a1 . BalokT dalamMomenPositifdan Negatif 4-37 LebarEfektifBalokdenganSayap 4-38 Analisis 4-39 BalokT Tulangan Tunggal Analisis 4-40 BalokT Tulangan Tunggal KondisiTarik Penampang. ....1 0 Tipel-Girder Segmental.. 1 5 r G a m b a4 .....2 Gambar 2......4 Gambar 6.6... 1 . 5-3 5-9 5-10 5-10 5-11 5-14 5-16 TorsiKeseimbangan TorsiKompatibilitas 6-3 6-4 ........9 Castlewood Canyon..... MacGregor ..5).. Dusseldorf.. 4 r Gambar 1...9 Gambar 4.... 1 6 r Gambar 4..

..1 pambar9......1 Definisi danAn . BalokTinggi Kantilever 6-5 7-4 9-1 vl ......Gambar 5.3 Gambar 7.... Ao Keliling Geser Kritis .......

.....8 Tabel1... Atas 1-4 1-5 1-6 'l-7 1-11 1-12 1-13 1-14 1-15 1-16 1-17 2-10 2-11 2-16 2-17 3-4 3-5 5-17 Persyaratan Kekuatan Beton ntuk Abrasi .Beton ..2 Tabel2. u SelimutBetonBerdasarkan PadaBetonPrategang ...4 Tabel'1.... ...BetonPrategang JenisBangunan (d) Atas.L.. ...Daftar Tabel Tabel1.6 Tabel1.4-1 JenisBangunan .. ...3 Tabel3.1 Tabel3.6 Tabel1.3 Tabel1.............PangkalFondasi Tiang(a) JenisBangunan Bawah.... ..2 Tabel5..7 Tabel1.......... JenisBangunan (a) Bawah Pangkal Fondasi Sumuran JenisBangunan (b) Bawah Pangkal Sumuran ...BetonPrategang . JenisBangunan Bawah JenisPilar.PangkalFondasi Tiang(b) KoefisienStandarSusut Beton sebagaiTambahanReganganJangka Panjang Koefisien Standar Rangkak Tambahan Regangan Jangka Betonsebagai Panjang Jenis (a) Bangunan ....1 Tabel1....8 Tabel2...7 Tabel1.5 Tabel1...SUntukBeton UkuranTulangan untukSengkang Spiral dan vtl ...... JenisBangunan (b) Bawah Pangkal Fondasi Langsung .Beton . JenisBangunan (a) Bawah Pangkal Fondasi Langsung ..1 Tabel2.2 Tabel1.5-2 Tabel2. Fondasi JenisBangunan Bawah.. Atas.. (b) Atas JenisBangunan (c) .... DiameterTulangan FaktorBebanKeadaan BatasUltimate FaktorReduksi Kekuatan U.

DaftarLampiran Lampiran A DaftaxNama .

2. jalan atauhambatan lembah. jurang. 2. Fondasi Adapun yang dirnaksuddenganstruktur atasjembatanadalahsemuakomponenyang beradadi atas perletakanjembatan.1 Raz. l-1 . betonringan ( beratisi + 2000 kg/m3. 1. strukturbawahjembatan(substructure) 3.2 1.fc'antara20 MPa s.d 40 Mpa ). fisik lainnya.fc'antara20 MPa s.d 60 MPa ).ne Lmexup Perencanaan strukturbetonini digunakanuntuk merencanakan o jembatanjalan raya o jembatanpejalankaki Dibangundenganmenggunakan l.I. Manual Perencanaan StrukturBetonBertulang untukJembatan Hal. Pnxo.1 PnuatuutN Uuaa JsantrAN TERTTADAv STRUKTUR Jembatan adalahsuatubangunanstrukturalyang digunakanuntuk melewatkanorang atau kendaraan di atas dua daerahlkawasanatau ruang yang terpisah oleh sungai.lnuLultt I PBNDAI{ULUAN 1. betonbermututinggi (fc' > 60 Mpa). * 3. * *) berlakujuga untuk kategori dua beton terakhir dengancatatanperlu penyesuaian perilaku dan penelitianyang dapatditerima. Fungsi dari struktur atas adalah sebagaielemen horizontal yang menahanbeban-beban atas lantai kendaraanuntuk ditransferke di elemenstruktur bawahatauke perletakan. betonnormal ( beratisi + 2400kg/m3. Secara umum strukturjembatan terbagiatasdua bagian: l. struktur atasjembatan (superstructure) 2.

l. MemberPrimer lalu longitudinal(searah Member primer fungsinyamendistribusikan bebansecara prinsif biasanya lintas) dan secara untuk menahanlenturan.Fungsi utama struktur pelat lantai adalah di mendistribusikan beban-beban sepanjangjembatan secara longitudinal atau mendistribusikan bebansecara tranversal.Biasanyabagian ini terbagi menjadi beberapa yang terbuatdari bahanbituminuous.aawu. 2 . MemberSekunder Member sekunderadalahpengakudiafragmaatau ikatan antaramember primer yang direncanakan untuk menahandeformasi struktur atas dalam potonganarah melintang dan membantu mendistribusikansebagianbeban vertikal di antara girder-girder. Permukaan jembatan(wearingsurface).str I otrs Pernukocr: r i Peloi Jemboicm Gambar 1. box-girderataulainnya. Pelat lantaijembatan Pelat lantaijembatanadalahkomponenstrukturjembatanyang menahanlangsung lalu lintas kendaraan atasjembatan. 4.l-2 . Pnuo. atas Porsi dari potonganpenampangpelat lantai jembatan yang menahanlalu-lintas lapisan kendaraan secaralangsung. T-girder.Member direncanakan utamatipe balok sepertibetonI-girder.1Komponenprinsip strukturatas sebagai berikut : Stnrkturatasjembatanterdiri dari komponen-komponen 1. Manual P erenc anaanStruhur Beton B ertulang untukJembatan Hal. 3 .

Adapun bagian fondasijembatan biasanyadapat berupafondasi dalam.Elemen struktur horizontal pada jembatan struktur beton biasanya dapatberupagelagarbeton i-Girder. Tidak dibahasdalammanualini Manual Perencanaan Struhur BetonBertulang untukJembatan Hal. pelat kendaraandisatukan dengan elemen gelagarnyasecara integraldari semulapembuatannya. Adapun box girder. voided slab (pelat berongga). box girder. Pztnnnuu.2 TrcTr. 1.Padajembatan Struktur beton l-Girder atau T-Girder.".tw Illemen struktur bawah biasanyadapat berupa kolom pier . T-Girder. kemudian setelah balok gelagarjembatan dibuat terpisah pada saat pembuatannya.2. atau fondasi dangkal. Jembatan strukturk. concreteslab (pelatbeton).dinding ataupunberupa pangkalj embatan(abutrnent). i di Jembatan struktur atasbeton yang dimaksudkan sini adalahjembatanyang dibuat dari material beton baik pada keseluruhan ataupun sebagian elemen struktur pembentuknya.aTSrnarranATASTEMBATAN Secara umum struktur atas jembatan dapat dibedakanmenjadi 4 bagian menurut materialpembentukelemenstruktumya: l. ereksen disatukan dengan pelat kendaraansecara integral agar terjadi komposit. jembatanstnrkturbaja 1 3.I. jembatan strukturbeton 2. 1-3 .

t 5-13m I tltS 'T' lcl Cetdtrrbo(o^ 1'13.mbilin lr! Peli! Brton btrltjlin$ Itl: Pcltt brfon300 10-18mI 1r18 lc) K6{. Poyn.tirtrnn t I I I | I 8onlul bontmg ulrtnl J.Beton (a) Tabel l-1.{lDrrect.ttt Atas .115 1 llI Gatogarb€toa bott 1t12.I. Jenis bangunan Jcoir Smgvnan At[t bato{ }o.1t15 anaanStrukturBeton B ertulang untukJembatan Manual P erenc .enutu.

l.bolrl 30-70m 1R0rata2 estetika Josnbtron Dctoop|rtokon : lrl $c0rnrnFn:rt m 6-'12 1t20 fungsional lbl So0nenp.s! beron{g! 6-16m 1t20 fungsional lcl Stlnrn lrrongia horapot4ocagfn lofitai lralon 8-14m 1/1 I fungsional . bott b!?€hggl 1 6 .tN Tabell-2..2 0m Manual Perencanaan Struhur BetonBertulang untukJembatan Hal. JenisbangunanAtas Betonft) Jlnb Baaguaro Atrr 8ofttul brotorto utrmt Vrrlotl Bchr!rg Fatbtndh$rn htt $rikd tho0ltbonlong Prnoapilrn Jrnrbotrn botonbrnuhng '! Blton luonluk Itl Lon0k\rng 0r'. PnNo.qnutu.1-5 . rongeo tungstt .

Pnvo. &clthstnaea lta$ 1q 1. ltntilove.qN Tabel l-3. Oontul bontnng utrrma Vrimi Eentnnt PBrbonfrn0in hrL ripll(0l tincollbnntana ?onompllan 1 8 .tnutu.5 baik 1t20 tl Golrgar bok3rntn€.l. Jenis bangunan Atas .ut.BetonPrategang(c) Jcnlr Eonguno{r Ator Jonrltnlrllrhoton Ptetolnn! thl Grlagrr bot| Frisa Frnilrno.5 baik lil Gslagof b€l8 rnorolhik drlim bentan0 to8orhonE.39 6-150m 1/18 1/20 estetik Manual P erenc anaanStrukturBeton Bertulang untukJembatan Hal.n drnoan linlrl kofioodt..4 0 m 1I15 1/16. 20-50m 1t17.1-6 .

t Atas .1-7 .1! . f!|3ci 0cnagln$.5 fungsional tlt Grb0r.4 5 m 1r16. ptJ 4 patcn FOnC0l^01^ lll 6clo0$ | do.3 5 m 1 i l 5 .5 fungsional mendetaildalam laporanini akan dititik beratkanpadaelemenAdapun pembahasan elemenstruktur atasyang terbuatdari beton bertulang saja.s.BetonPrategang(d) Tabel l-4. 2 0 . I orc'DcA{0rr}0!n dcn{r+ lefltli lo$tutoiit ddem btntsng frrftfi0!|. Manual Perencanaan StrukturBetonBertulang untukJembatan Hal.5 tungEional 'T'-prica hl Gctlinr pgnqlin$an. PwnAnuLu.1 / 1 6 .roan Inh(oi bcton hompoiit 6slom bgAlntto thltltrlJs.I. Jenis bangunan Jofilr Bln$rnrn Arrt Jafibtrart brton 9r'trlrn : orolul boeileng utrora Vsrlatl Bnnl*r! ?arbaadlogm htl dp*el tlno*iIbonunft Paotmgarn I ldl Oelooar dcrnrn lrntal ksnrgocitdllom benlons redethrrp : r nfDrlenco0n0tn . 'r2-35m 1 8 . 16-25m 11151r16.I. 5 fungsional 'r8-25m 20-40m 1t17.5 1/17.

lautt.l.1Jembatan girdersegmental. I -8 . box box Gambar 1. Lauderdale Gambar 1. PrNo.Dtisseldorf .1n" Airport Interchange..2 Jembatan girder. 1953 Manual Perencanaan StruWurBetonBertulans untukJembatan Hal.

Pnxn.tuuruax Gambar 1.I. 1-9 . 1961 Gambar 1. Diisseldorf .3Jembatan Solid-slab. 1948 Manual Perencanaan Snuhttr BetonBertulang untukJembatan Hal. Castlewood Canyon.4Jembatan (Arc Pelengkung Bridge).

2005 Gambar 1. 1-10 .2. Jenispangkal(abutment) St-ruhurBetonBertulang untukJembatan Manual Perencanaan Hal.3 Ttprcat Srnaman Bawnn JrunnrtN Strukur bawah adalah komponen struktur jembatan yang menyalurkan gaya-gaya pada fondasi. PtNo. Jenispilar (prer) 2.5Jembatan . Secara vertikal dan horizontal dari bangunanatas (superstructure) berikut : umum Strukturbawahjembatandibedakan menjadidua bagiansebagai l.nurcs:u Tipe l-GirgerSegmentalCikubang-jawabarat.I. 1.

11 . penahantanah. Ptuoeuutunu Bawah. pangkal jembatan selain memikul gaya-gaya pangkal juga difungsikan sebagai dinding maupun horizontal dari superstructure.J 6 2S f--T l-Tl 5 15 15 PILAR FORTAL OUA TIIIGI(AT 2S PILARTEIIBOK PEITAM PA]IGI pcnampang ini tid* baik dlm rnenatran riiran arug eebdkrrya digunak8n dl damt 25 vertikal Sedikit berbedadenganpilar. Jenis bangunan JENIS PILAR TINGGI TlPlttAL(m! 0{024t0 PILAREALOKCAPTIAIIGSEDERiIA}IA 0ua baril tiang nd&lnh maoimurn PILAR I(OLOil TUIIGGAL dianiurkan kolom sirlcutar psda alirEn arus --'*& T--_-? T I t5 PILARTEUB0K Uirrrq bun{fsr dan diftyemen teff]bok _*--@ icroai ar. Manual P erencanaan Struldur Beton B ertul ang untuk Jembatan Hal.niurkan kolom lirkuhr p.da atimn aru lpari kolom 20 mcmhantu ketancartn arug r.I.h dirln rn€mbantu ke|rincarun 6ru! d6n rtlenguringi geruun PILARFORTAL SATUTIIGKAT (ICOLOI!4 GAUOA ATAU iiAJEUUT) da.Oleh karenafungsinya sebagaipenahantanah maka elemenstruktur ini biasanya tertimbundi dalamtanah.JenisPilar Tabel I-5.1.

.I. -$ebar Pelattniak*q -{* I lebar tennbok il penjanE pelatt iniak I tTrF I DEPAN Marual Perencanaan StrukturBetonBertulang untukJembatan Hal. Ptttolnutu.l-12 . t I lii lii Ferlindungnn terhadap geruasn diperlihatkan eebagAilnuntuk keiilasan DEFAN ELEVASI rht -$ehar panEkal -{ .qu Tabel 1-6. i .. Jenis bangunan Bawah-Pangknl FondasiLangsung(a) jarak entara perletakan t [: i "r.+ .

PrNo.t LebarbalokkeF*la tinggitembok kepala Perletakan perlirdungan Po*desi S00mm bewah di Dermukafift fisli teneh Ferflukaanasli p tembok enahan :ebalpilecap 1-1 POTOTIGAH Tcnnb*lr ra'fip elevasidepan Toaf.l.4tl (b) Bawah-PangkalFondasi Langsung Tabel 1-6.b$kpanuhon {'"" "---i balek depan 3D PANDAT{GAN STRUKTUR pelatinjakuntukkemudahan} terrnasult {Tldak Manual Perencanaan Snuhur BetonBertulang untukJembatan Hal.quutu. Jenisbangunan 200 mm luffi perlirHluilgan tipikal timbuftan t5Ornn t Ttplkrl l**k--.1-13 .

bebas samping 250 rnnt Di.-l.lu Banah . Prttoeautu.1-14 .PangkalFondasiSumuran(a) Tabel 1-7.-1 Lebarpanqkat _ --.5rak i '. Jenis bangunan Jarak pertetakan perlindunqnn terhatlap nt'/.1 t.r _hbar | -pelst lnlsk tembsk I | sryEp Paniang pelst inlak I OEPAN Manual P erencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal..rnneter surnurafi ELEVASIDEPAN r-r. pordasi lr liI I '-. I.

11 .I. kepala balok Lebar kepala tinggitembok Forl slnhar Pondasiperlindungsn \( di 8t}0mm havrah perrnukaan tanaha*li Permukaan asli hsbebassn s6mpins 250mm penf.PangkalFondasiSumuran(b) Tabel 1-7. PnNo.han tembok pilecap P O T O r \ ' 6 .1-15 . 1 N *levaai depan 3D PANDANGAN STRUKTUR pelat (Tidak injak untuk kemudahan) termasuk Manual P erencanaan Snuktur Beton Bert ulang untuk Jembatan Hal..aautunu Bawah. Jenisbangunan 20$mm perlindungan tuas tipikal timhunan it0 mrr Tlpllal t*L.

JenisBangunanBawah.PangkalFondasi Tiang (a) lamk Elntara pertetalcan I Perl[nrlufig{ln torhcdap iameter tiang g spasitian arah memanjang ELEVASIDEPAN --tsr:h-l spasi tiang erah mesnt{xrg DENAH uirtrEmiffinum Manual Perencanaan Snuktur Beton B ertulang untuk Jembatan Hal. Pnuotnurum Tabel 1-8.t-16 .I.

PangkalFondasiTiang (b) luas rxlmm tiPikal Per$rHungan 350 mrn tirnbunan tebar hatok kepeta .O pelatinjakuntukkejelasan| ttidaktermasuk MarrualPerencanaan Struktur BetonBertulang untukJembatan .l: :L I'i I-i * perletalon FrtmutmrE-rr{ Pondasipertindungan batu6lxlrnmdi baw'h Sermukeanasli ?50mm tipikd iebar ternbok penahan pilecap '--r-.--\-qfi kebebasanssmgng tiang vertlkal harus digunokan dalarn wilayah gerr|pi lr2r3 dan 4 bita dinginl€n peraEakuclaktsal tebat uiung balok cap' \i FOTONGAN{-1 Temhok kefala Eler.JenisBangunanBawah.I. Ppuotautuau Tabel 1-8.asi depan *\ Tennbok Oiameter tiarqg Bdok pilecap PAHDANGAN STRUKTUR 3.

Perencanaan balokEelagar .Minimum .PRESTRESS pelat.Pemeriksaan (Prestress) Tegangan .STR. .Perencanaan GayaV Sebidang .tN BERTULANG BETON JEMBATAN STRUKTUR JEMB. Atas Perencanaan Struktur . BETON TUL.GayaH TegakLurusDinding . Ptuotauru.Perencanaan Geser/ Geser+ PuntirI .Perencangan DaerahPengangkuran .Pilecap .Diafragma Bawah Perencanaan Struktur .Perencanaan kolompier . TEI(AN EL.Perencanaan Lentur . Jembatanpefengkung(Arch bridge ).CheckSyaratTulangan Minimum .HitungLosses/ k€hilangan teg .Perencanaan oierhead .Fondasi dangkal . . Minimum Tulangan | .Kolompier .Pelatlantaikendaraan . SYARATKEKUATAN . bokssegmental Gelagar kantilever.Perencanaan Geser .Perencanaan sayappangkal Perencanaan Fondasi .BETONTUL.segmen'T) Struktur Atas Percncanaan . \ v !.TiangFondasi -----------7-.Pengangkuran @'.Perenc. Minimum ll . .Pemeriksaan SyaratKelayanan I @ | | Checf SyaratTut. 1-18 .Pemeriksaan SyaratTul. gelagarbox.Perencanaan dan H GayaV Sebidang TegakLurusDinding .i--- KHUSUS JEMB.CheckTegangan dgn Cara PBL.gelagarbox) barongga.Perencanaan GayaV+H Sebidang .Perencanaan Geser I I I .Pierhead .Sayappangkal Perancanaan Fondasi .Ealokgelagarprestress . Gelagar pracetak.Perencanaan Lentur+ aksial . 6elagarbokssegmental Jembatankabel (cable stayedJ.STRUKTUR (MisaLJbt.kabel.CheckSyarat Kelayanan PERENCANAAN STR.CheckSyaratKelayanan Gambar1.Abutmenvpangkal .Pelatbeton. jbt.Perencanaan Geser/ Geser+ Puntirl'l . beton pelengkung/are bridge) boks(box girderr.6Pembagian Analisis dan Perencanaan ElemenStrukturBeton Bertulang Manual Perenc anaanStrukturBeton Bertulang untukJembatan Hal.STR."_ \/ STRUKTUR SYARAT KEAMANAN .CheckSyaratTulangan Minimum .Perencanaan Geser CheckSyaratTul.Pemeriksaan Syaratlul.Pemeriksaan SyaratKelayanan || . SYARATKELAYANAN I | | | | BALOK PERENCANAAN II - PERENCANAAN PELAT I DINDING PERENCANAAN .Pereneanaan abutmenwangkal .Perencanaan Lentur I . segmen gelagarbox.Perencanaan Detailing Gempa .segmen girder'.NON PRESTRESS (Mtsal:Jbt.Perencanaan pelatlantai kendaraan .Perencanaan Aksial + Lentur .jbt.Perencanaan Gcser/ Geser+ Puntir .Perencanaan diafragma Perencanaan Bawah Struktur . Minimum I .Perencanaan Lentur || . pelat gelagar'T'.Perencanaan pondasi dangkal pilecap Perencanaan JEMB.I.segmen'l(Misal: Jbt./\ \.

pelat .1.1.N/kl\. oC) 2. o Ketahanan terhadap kerusakan instabilitas. MPa. faktor integriti komponen-komponen .ntt elemen Strukturdapatdibagi menjadi2bagian:. Kontinuitas dan redundansi. Jembatanpenting/khususdar/atau berbentangpanjang 100 tahun.2-1 . Perencanaan berdasarkan BebandanKekuatan o Perencanaan elemen lentursepertibalok. Perencanaan berdasarkan BatasLayan(PBL) o Perencanaan balok prategang o Perencanaan deformasi kelavanan dan struktur struktur: Disampingitu.1 AMURRENCANAJEMBATAN Persyaratanumur rencanaj embatan: o o Jembatan umum minimum 50 tahun. menggunakan sistemSatuan (m / mm. Perencanaan Terfaktor(PBKT) 1. 2.2 DIGaNAKAN SATUAN YANG Internasional Bsrdasarkan SNI.2 2. dan Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. PENYAMTAN UMUMPERENCANAAN 2 PENJELASAN PERSYARATANUMUM PERENCANAAN BnroN 2.aNAAN STRUKTUR 2.2.1 PruNstp Uaau PgnENCANAAN Dtstn Umaa PrnnNceNa.2. . Perencanaan elemenlenturdanaksialsepertikolom/pier geserdan puntir Perencanaan 2.1 Svtnar Uaaa Pnnnxc.

(2.att(PBL) yang bekerjadibatasioleh suatunilai tegangan Secara umumnyaPBL adalahtegangan ijin dari materialstruktur. Sisi kiri mewakili kekuatan rencana.2.2-2 . Aspek perlindungan eksternal terhadap kemungkinan adanya beban yang tidak direncanakanatau berlebih.2.:Beban(Load cases). = faktor pengali beban.2.3 B PsnrNctNe. dimana: Q. 2. Beban ditentukan berdasarkanPeraturanPembebananuntuk JembatanJalan Raya.dimana: Rn : kekuatan nominal <D= faktor reduksi kekuatan Sisi kanan mewakili kombinasi penjumlahan beban-bebanterfaktor. tegangan -ultimate Tegangan Keria 3 Tegangan iiin = sF Manual Perencanaan Strudur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.trnN (PBKT) TERFAKToR PBKT ditunjukan dalam notasi berikut : ORn> dampak dari lY.2 ASUMSIDANANGGAPANPERENCANAAN Untuk prosedur dan asumsi dalam perencanaanjembatan serta besamya beban rencana harus mengikuti ketentuan berikut: .as Lev.tN BERDASARKANEBANDANKrru. PENYAMTAN UMUM PERENCANAAN . Q. 2.qr. o .2-L\ 2.2.attt B. Y.tnr. Menahan beban angin dan gempa pada arah lateral. Struktur menahansemuabeban yang mungkin bekerja padanya.4 PERENCANAAN Bennns.

banjirdi sekitar Bahaya 2.nN K. Deformasi Vibrasi. f.2. . Korosi. 0. . f". Kuat tarik Kuat tarik langsung dari beton.5 METODEANALIS$ persyaratan sebagai berikut: Metodaperhitungan strukturbetonharusmemenuhi r r .33ff perawatan atau rrarapadaumur 28 hari. PENYAMTAN UMUM PERENCANAAN suatukondisi secara Dengandemikianperencanaan PBL dilakukanuntuk mengantisipasi lain dari: bataslayan. fc' harus 2 20 MPa dan sedangkanuntuk beton prategang 30 MPa. Tegangan kerja. bisadiambil sebesar: Manual Perencanaan Strudur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL2-3 . Menggunakan BEToN 2.qRAxrnRrsrrK MATERTAL 2. retakdanfatik. r .3 Srcer o. . bisadiambildari ketentuan: . permanen.3.I Kuat tekan Kuat tekan beton untuk jembatan beton non prategang pada umur 28 hari. dengan standar Kuat tarik lentur Kuat tarik lenturbeton. jembatan.. Menggunakan mekanika programkomputer. prinsipdanalur kerjanyabila menggunakan Drjelaskan ataukeseluruhan Percobaan modelkomponen modelmatematik asaldapatdiaplikasikan.2.yangterdiri antara . cara teknik yangbaku.1 KEKUATANNOMINALBTTOT.

dengan a 2..3. 0.lh ' (di perletakan) 2. o1*=0.: o Beton tanpatulangan o Beton prategang penuh :0.5 . Tegangan ijin tekan pada kondisi beban sementara atau prategang untuk komponen beton prategang.' addahkuat tekan beton initial pada saattransfer gaya prategang- Tegangan ijin tarik pada kondisi batas layan Tegangantarik ijin penampangbeton.I5 .3. PENYAMTAN UMUMPERENCANAAN a atau.2-4 .602' Dimana: kondisi transfer gaya f".6. Tegangantekan ijin penimpang beton.1f"' MPa padaumur 28 hari.5 rfti' Tegangan ijin tarik pada kondisi transfer gaya prategang untuk komponen beton prategang.2 TrotNeen utN Tegangan ijin tekan pada kondisi layan Tegangantekan ijin. otk = 0.3 LENGKUNGTEGANGAN-REGANGAN sebagai: beton Lengkungtegangan-regangan biasadigambarkan Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.ff' :0.45i"' (untuk semuakombinasi beban).25 J f"t' (selaindi perletakan). a 0. Tegangan tarik yang diijinkan pada saat transfer gaya prategang: a 0. perawatan standar.2.

kuruarelatifdatar setelah puncak rnencapai 0. 34 !3 o q 9-r o Padabetonlunak. PnnswnqruttUuuu PTRENCANAAN persamaan matematikyang Dianggapkurva bilinier atau trilinier berdasarkan disederhanakan a a Dianggaplinier. Manual Perencanaan Struhur BetonBertulanguntukJembatan Hal. Diperlukanmesin tekan yang kuat (kaku) untuk mendapat kurva yang lengkap.2.002 Concrete straio 0. berdasarkan tegangan kerja Ditentukandari hasilpengujian regangan kuattekan dari Lokasi maksimum.0(B Gambar 2.1 Kurva f-a Tekan Beton terhadap responnya Umumnyaperilaku dari materialbetondigambarkan sebagai bebanuniaxialtekan.2-5 . khususnya setelah melampaui titik puncak.dari test kuatsilinderumur 28 hari.

tu 1n 1n q) a Secant modulus Strain.[f I Ec:47a0 Jr' (sll 03-2847-2002). dalamMPa. e Gambar2. atau dinyatakan .Nilai E.2 Kuwa Stress-Strain Beton Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal.E.arnu Uuuu Pranrcaxnntt 2.3. Pmsrla.s Modulus elastisitasbeton.' Intialtangent modulus . yang terutama dipengaruhioleh material dan proporsi campuran beton. f.2-6 . . Biasanyayang dianggapcukup mewakili adalahsecantmodulusuntuk 25% 50%fc'. -t -\ a a a Ditentukan dari hasilpengujian. Nilainya tergantungpada mutu beton.4 MoDULasELAszslru.o$. untuk beton normal sebagai berikut: a (o E" = w"t't .2.

3-2) (2.3-3) pengertian: Dengan .3.Ko".2-7 ..K ut.. e*.. 10 x 10 peroC. bisadiambil sebesar: Koefisienmuai panjang -6 . (2.dengan t20%o.yangbesarnya diambil sebagai: "".Umur betonyang dirawatbasah t dilokasipekerjaan terhitungsejak7 hari .. dan 6"".K o"t ""..2 atau o Ditentukandari hasilpengujian. bisa diambil sebesar: ' A. = 780 x 10{ 2"" Nilai 2. 2. pengecoran setelah [hari] Ko' Ko' : Faktorpengaruh kelembaban relatiefudarasetempat (%)l tH : Faktorpengaruh ketebalan komponen beton[d (cm)] ManualPerencanaan Struhur BetonBertulanguntukJembatan Hal.u to.7 BETON SUSUT Bila tidak dilakukan pengukuranatau pengujiansecarakhusus.2.K"t . 2.3-l) (2.3.nilai regangansusut rencana beton pada umur t (hari).3. atau pertimbangan bervariasi bisa o Ditentukandari hasilpengujian.5 ANGKAPOISSON Angkapoissonwrtuk beton. = nilai regangan € = nilai susutmaksimum bisa beton.K rt .u.=Q t(ts+r))e pengertian: Dengan susutbetonpadaumurt hari.6 KoTTTSTNMT]AIPANAS betonakibatpanas. untuk beton yang dirawat basah di lokasi pekerjaan: €"". ditentukan oleh kondisi campuran beton dan lingkungan pekerjaan: 1"" = K ot . PensvtnarnuUuuu PTRENCANAAN 2.

2.Ko'.K"". dapat diambil dari grafik 2.3 Besaranfaktor-faktotKr".2-8 . PERSYAMTANUMUM PERENCANAAN K"' K r' Ku' Ko"' : Faktor pengaruhkonsistensi (slump) adukan beton [s (cm)] : Faktor pengaruh kadar agregathalus dalam beton [F (%)] = Faktor pengaruh jumlah semendalam beton [C (kg/m3)] = Faktor pengaruhkadar udara dalam beton [AC (%)] Ku" Ko"' .Ks' dibawah. Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.

75+ 0.0127 cml L 1. 0 .8 lLt crn ?5 30 ta 02468 (c).o16 cm s ' 0. + S o.95+O.0 Fac=0.193-o.0348 sacks/cr L0.s (cm) 1 . A7o Gambar2.9 -/* '-s -tL 0.O4075in.4-o.89 o.0O8A 0.8 05101520 I + 0.0 . Ketebalan minimumd (cm) 1. C kg/rn3 (f).2.10 1.4 | .2 KL =(3 .6 (s. l/ .1 '.r1'o -b 10 t2 40 30 60 50 70 (d).2 ^a d -f 1.0 o 0.193-0.n o.ol : B o < H < Bo H 0 -:l'3 1.l "iro'u 0.0 40 50 60 70 80 90 100 (a).4 0.Ylrll 0.l:H{40 ' \ .89 0.3 Grafrk Faktor Susut Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.9 0.8 1.9 Kt.0 0.000214 Btblm Kic 1.o3z2d in.2-9 .4).7S+ 0.9 o 2 4 6 I tO12 l4 c. Kadar udara. KelembabanRelatif.05 o/o o.0 0. oa.7 600 800 1000 12001400 1600 kg/rn3| (e) Jumlah semen dalam beton.2 1.H 7o 2030405060 cm 510152025 (b). 3 H: 40< H < t o o ' 1. PERSYAMTANUMUM PERENCANAAN 1.2 611'1 J 1. Slump. F 1.8 ft o =( 0.1 1. Kehalusans (< saringan no.

bisadihitungdari rumusan: o-(r) = (rnu * ro'u l(ro )C.r = @ (2. Tabel2-1 Koefisien standar susut beton sebagaitambahan regangan jangka panjang Kekuatan karakteristik/c' [MPa] Koef.Kr" .35y"" .dalam satuanhari.3-6'.000161 0 .000174 0.2-10 .. PERSYAMTAN UMUMPERENCANAAN Untuk komponen beton yang dirawat dengan cara penguapan(steam cureQ. 20 25 30 35 40-60 0.terhitung sejak 1-3 hari setelah pengecoran.8 RANGKAK PADABEToN Rangkak.3-8) Keterangan: te : regangan tetap elastissesaat akibatbekerjanyategangan = waktu setelah pembebanan lmrtl = koefisien maksimum rangkak t cu Manual Perenconaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.) (2. ditentukanoleh rumusan(2. .3-4) Dimana t menyatakan umur beton yang dirawat dengan cara penguapan."" Koefisien rangkak.o" Tcc= Kh'.000163 0.Ko"' (2. O""(r).K. maka nilai e"". susutmaksimuma.000170 0.2. bila tidak dilakukan pengukuranatau pengujian secara khusus.Kr".3-4) dibawah ini: t o.3-5) ""Q).3.". (2.3-7) (2. 0 0 0 1 5 3 2.t = (r l(ss + r))"".Kd". Cu =2. merupakan reganganjangka panjang yang tergantung waktu pada suatu kondisi tegangantetap : t.c.

3 2. Kadaragregat halusdalambetonAC : 6 Yo Tabel2-2 Koefisien standar rangkak beton sebagai tambahan regangan jangka panjang Kekuatan karakteristikf "LMP "l Koef. rangkakmaksimumC" 20 2. Namundemikianbila tidak dilakukansuatuperhitungan rinci sepertidiatas.'.2. bisa diambil secara dari Tabel2-2 dibawahini.0 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.Kd".Ko"'dan Besaran faktor-faktot dibawah.5 cm. Ketebalan H cm.o"dapat diambildari gambar Kr" Ko'.Prnswnar.4 K.nilai koefisien rangkak maksimum C.K.2-11 . slumps : 7.makadalam asumsi pada suatu kondisi yang standar. yangdisebutsebagai suatukondisistandar r minimum betond : 15 Kelembaban relatif udarasetempat = 70 yo. langsung adalah: Dalamhal ini.Kr'.8 25 )5 30 35 2.ay Uttuu Pnnnuctttttw Kr" Ko" Kr' = faktor pengaruh relatif udarasetempat[I/("2")] kelembaban = faktorpengaruh ketebalan komponen Ueton[a(crr)] = faktor penganrtr (slump)adukanbeton [s(cz)] konsistensi = faktor pengaruh kadar agregat halus dalam beton [f(%)] Kr' K*t = faktor pengaruhkadarudaradalamUeton[eC(X)] = faktorpengaruh i umur betonsaatdibeban p "(hari)l 2.15 40-60 2.

0 0.8 =( | for H<407{ for lt.8 0.4 Manual Perencanaan StruHur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL2-12 .80 o.0 0.oo67H H>+o% 40 50 60 70 80 90 100 (a)Kelembaban relatifH [o/ol 0.4 1.0 0.9 0.F % q r..10 1.05 1.95 K.12-0.o26s K?= 0.I cmI s 40 50 60 s no.0079d 20 30 40 50 60 (b)Ketebalan Minimum [cm] d 0.95 0. l€ = 0.0 0.7 ffi = 1.8 1.0 0.6 010 K t.9 0.2 1.}.2 1.75oL (e)Kadar Udara (%) A 02468r012 20 J0 40 50 60 (0 Umur Pembebanan t (hari) saat Gambar Grafik FaktorRangkak 2. 0. PERSYARATAN 1.8 0.6 t.85 0.E t.90 G=ll ?1[:il:l[$.6 1. {d).7 0.UMUMPERENCANAAN 2.82+o.0 0.88+o.5 0 1.4 t.oo24F I I I no -'-J0 I 5r015 (c)Slump.6 0.zz-o. Kehalusan (<saringan 4).

nr Bln TunaNceN. PERSYARATU'I Uuuu PSRENCANAAN o.08 Strain 0.1viutOplateauyang berbedakarakternya (200) _| yield strength= kuat minimumyang digaransi I SpecineO o.5 Contohtipikal kurva stress-strain tulangan baja (kurvatekan= kurvatarik) Kuat tarik leleh Kuat tarik le\eh.l {{i00} €. kecualiuntuk tidak bolehdidasarkan tendonprategang. os / =\ * E (rl 40' J l {400t \_ I I 20 o o -.tx KtnaxrnrusrlK MATERTAI 2./ / I t__n keras (high strengtlsteel) 1 iaja r I €ao = r-T I t_t r t--i-t W I t800.z0 Gambar2.1? o.04 o. frditentukan dari hasil pengujian.2-13 .4.16 o.4 Src.2.1 KEKUATAN N0MINAL Kuat tarik putus Ditentukandari hasilpengujian. r20 _ 100 E .lfolrPnarrelttc 2. Manual Perencanaan Strulctur Beton Bertulang untuk Jembatan HaI. tetapi perencanaan tulangan padakuat leleh /" yang melebihi 550 MPa.

2. f. PTnsven.2 TEGANGAN IJIN Tegangan ijin pada pembebanantetap Tegangan ijin tarik. 3:.. Tegangan ijin pada pembebanan sementara Boleh ditingkatkan 30 % dari nilai teganganijin pada pembebanantetap.4. Modulus elastisitas Modulus elastisitas baja tulangan. bisa diambil sebesar: Koefisien muai panas Koefisien muai baja tulangan non-prategangakibat panas bisa diambil sebesar: Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL2-14 . padatulangan non-prategangboleh diambil dari ketentuan dibawah ini: las polos atau ulir ) bentangnya tidak lebih dari 4 m ).aTAN UMUMPERENCANAAN 2.

toumnt Kuat tarik putus TatexeeN Pntrnetxc atau dari Kuattarikbajaprategan5. : 0 r 7 5 fo.5 Srcar o.85 fo. PERSYAMTAN UMUMPERENCANAAN 2. Kuat tarik leleh ekivalen Kuat leleh baja prategang.2.5. diambil f fabrikasi mutu berdasarkan sertifikat sebesar bajayangdisebutkan fabrikator oleh yang resmi. dianggap sebagaiberikut: harus ditentukan dari hasil pengujian atau fo.5.2-15 .p.qRAxrnRrsnrc MlrnRLAt Bttt 2.2 TEGANGAN IilN Tegangan ijin pada kondisi batas layan Tegangan tarik ijin baja prategangpada kondisi layan: Tegangan ijin pada kondisi transfer gaya prategang Tegangan tarik ijin baja prategang pada kondisi transfer tidak boleh melampaui nilai berikut: ManualPerencanaan SnukturBetonBertulanguntukJernbatan Hal.tN K. 2.1 Koxanr.nN r. rpy f : 0. harus ditentukan hasilpengujian. fo.

5. Lalu lintas ringan yang menggunakan hidup (karetberisi ban yang mempunyai udara).6 Btn. Lalu lintasmenengah atauberat(kendaraan beratlebih besar dari 3 ton) 20 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL. Eo. f Tabel 2.ASTISITAS Modulus elastisitasbaja prategang.3 MoDULUSEI.qN RswcANz Untuk besaran beban dan kombinasi pembebanan.5-2 Persyaratan kekuatan beton untuk ahrasi Bagian bangunandan/ataujenis lalu lintas Kuat tekanminimum f"'lMPal Jalan untuk pejalan kaki dan sepeda 20 yang berhubungan Perkerasan lantaijembatan dan dengan: l.7 Pnnsv. bisadiambilsebesar: : 200 x 103 MPa : 195x 103 MPa : 170x 103 MPa 2. diambil mengacu kepada standar pembebananuntuk JembatanJalan Raya 2.4 LENGKUNGTEGANGAN-REGANGAN Lengkung tegangan-regangan baja prategang ditentukan dari hasil pengujian.2-16 .5.2.qRATAN KEKUATANBEToN akibatlalu lintas abrasi(keausan) akanmengalami Untuk bagianbetonyang diperkirakan diisyaratkan ' sebagai berikut :. PERSYAMTAN UMUMPERENCANAAN 2. 2.untukkendaraan beratsampai3 ton yang mempunyai 2.

5x ukuranagregatterbesar b) db atau 2 x db diameterterbesarbila dipakai berkas tulangan.namuntidak harus> 40 mm.8 Pnnsvtnz. Tabel2-3 Selimut hetonberdasarkan diametertulanganpada betonnon prutegang Letak struktur beton Diameter tulangan (mm) Selimut beton (mn) Cor langsung di atas tanah dan selalu berhubungandengantanah Bebas 70 Yang berhubungan tanahatau dengan cuaca Yang tidak langsung berhubungan dengan tanahataucuaca D-19s/dD-56 50 < D-16 40 Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.2-17 . 2. diperlukanspesifikasibeton yang lebih khusus. Lalu lintas yang tidak menggunakan ban hidup 4.tvItt t 3. PERSrA RArtu Uttuu Pgnnuc. bagianlain. Lalu lintas denganroda baja 25 35 Harusdiperkirakan.(db=diameter tulangan) c) 2 x Diameter tendon. tetapitidak kurang dari 35 Untuk lingkungankorosif atau di laut.TAN SELIMUTBEToN dari: Tebalselimutbetonuntuktulangandantendonadalah minimal nilai terbesar a) 1.2. d) 50 mm (sistempasca tarik) terhadap seratbawahdan40 mm terhadap e) 50 mm (ujungtendonpasca tarik) atauperlengkapan angkur.

PERSYAMTAN UMUMPERENCANAAN dindingdanpelatberusuk Pelat. Komponen struktur cangkang danpelat 25 20 Cara lain dari perlindungankorosi boleh dilakukan dengantulanganyang dilindungi pelapisanulang beton. Tulangan pengikat. atau kombinasidari epoxi (epory-coated). di Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. D-44 danD-56 < D-36 40 25 40 b.sengkang. cara-cara tersebut atas. atau membranrapat.2. Balok dankolom utama.2-18 . lilitan spiral > D-19 < D-16 c.

ev.eeN Strukturjembatanyang berfungsipaling tepat untuk suatulokasi tertentuadalahyang palingbaik memenuhi pokok-pokok berikut: o Kekuatan stabilitas dan struktural o Kelayanan o Keawetan . 3.qp.Tahapan perencanaan adalahbersifatuji cobaatau'Trial and error'.1.tu 3 METODOLOGIPERENCANAAN 3.3-l .qvt.3.AN PgnENCANAAN Maksud seluruh tahapanperencanaan adalah untuk menemukanstruktur yang akan memenuhi pokok-pokokdiatas. 3. Tahapantersebutdijelaskan dalamgambar 3.1 Pnr.toenutaey Bagian ini memberikan lingkup peninjauan metodologi perencanaanyang dianut oleh panduan ini untuk mencapai pokok-pokok yang terdaftar dibawah. .2 Poxor-Poxor PnneNc. Kemudahanpelaksanaan Ekonomisdapatdisetujui o Bentukestetika baik pokokPokok-pokoktersebutlebih lengkapdijelaskandalamBagian3.3 Tnn.Ini dimulaidengan dalamhasil suatudefinisidari masalah berkembang dan yang bergunasetelahbeberapa percobaan dan modifikasi. Untuk mencapai pokok tersebut tahapan perencanaan digunakan sepertidiuraikandibawah.Mmoootou Pmrvc. Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.

3. tahapan Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. hambatan dalam perencanaan dalam alternatifdimanabentukstrukturalakhir dipilih adalahfaktor utamadan pertama perencanaan.1 Tahapan Perencanaan Faktor utama dalam tahapan tersebut dibahas dalam panduan ini sebagaiberikut: A.3-2 .stu.4u Gambar 3.Mrroootou Pffituc. Pilihan Bentuk Struktural dan penemuan solusi Penentuankondisi lapangan.

Terfaktor(PBKT) 1. Perencanaan berdasarkan BebandanKekuatan BatasLavanOBL) 2.pada umumnya lebih ekonomis dan akan menghasilkan jembatan dengan kemampuan kapasitas. . nilai "normal"atau"biasa" Nilai maksimum mungkin disebut Nilai minimummungkindisebutnilai "terkurangi" Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Dalam perencanaanberdasarkanPBKT. Beban-hehanRencana i. Perencanaan berdasarkan Dua pendekatantersebuttelah dibahas dalam sub bab 2.S'. retak dan lainnya. Beban Rencana Tersendiri Beban pennanen. dinyatakan dalam pertidaksamaansebagaiberikut: I{ Atau R'. namun perlu diperiksa juga terhadap syarat layannya seperti syarat lendutan. Kombinasi Beban Dalam RencanaKeadaanBatas suatu beban rencanatertentu mempunyai tiga nilai terpisah sebagaiberikut: . lalu lintas dan lingkungan dibahas secararinci dalam Peraturan Pembebananuntuk jembatan. Nilai nominal . ii. Perencanaanyang dihasilkan berdasarkan prinsip keadaan-batas. Dimana: f : faktor reduksi kapasitas pengali beban batas (ulttmate) * knpasitasnominat > K x beban nominal I(:faWor C.3-3 . RSM. > . Filosofi Perencanaan Terdapat dua pendekatandasar untuk menjamin keamananstruktural yang diijinkan oleh PeraturanJembatan. METoDoLoGI P ERENCANAAN B.2.3.

l Terkurangi(minimum) 0. Kasusumum Kasus khusus tansfer) 1. METoDoLoGI P ERENCANAAN Nilai normal dan terkurangi diperoleh dengan memberi faktor penggali pada beban dalamTabel3. nominalseperti diuraikan D.0 t.2s 1.3-4 . Tahel3. Analisis Struktur Analisis struktur mencakupidealisasistruktur dan pondasi pada aksi beban rencana tersendiri.Dari modeltersebutgayadalam bebanrencana keseluruhan deformasi stabilitas dan strukturdapatdihitung.9 0.15padasaat Tekanantanah vertikal Tekanan tanahlateral o aktif o pasif r diam (at rest) t. Krru Tekanan Tanah. KrD Beban Lajur " T ".3.l Faktor Beban Keadaan Batas Ultimate JenisBebandan Notasi Faktor Beban Berat sendiri..Krnu Pengaruh Susut.7 0.85 0. Kr " Pengaruh Pratekan.25 t.80 0 (tidak ada) 0 (tidak ada) Manual Perencanaan Strudur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.8 0.75 0. sebagai suatumodel numerik. K.3 1. Krr" Faktor BebanKeadaanBatasUltimate Deskripsiatau Keterangan Baja alumunium Betonpracetak Betoncor ditempat Kayu Biasa(maksimum) l.7 0.8 r.4 Bebanmati tunbahan.0 2.8 1.1.4 2.2 1.0(1.25 Pengaruh tetappelaksanaan. Krru t.8 0.40 0.25 2. K rru Beban Lajur " D ".0 t.0 0.7 0.

7 0.0.7 0. K' 2.> N.0 1. UI.0 2.6 I(o.7sMd ttr. Kr^" BebanPejalanKaki.0 0 (tidak ada) 0 (tidak ada) 0 (tidak ada) GayaSentrifugal.L.3-5 .4 untuk kekuatan penampangdalam lenturmurni.7 0. dan tarik aksial Kombinasilentur dantekanaksialdimana: l. MTTOoOtoGI PERENCANAAN U GayaRem.65(spiral) 0 . faktor reduksi digunakan Faktor reduksi kekuatan K- R Lentur denganatau tanpa tarik aksial.b darLKu (0. N. 1 5( I . kekuatanpenampang dalam lentur murni. Geser Puntir Tumpuan Lentur.7 0. )N.7 4.2 Faktor ReduksiKekuatan A.. Nu ) Nuo dan Ku .4 untrirk 0. geserdantarik dalamhubungan Tekanandan tarikan dalam aksi penunjang danpengikat + 0. K rru BebanTumbukanpada Penyangga.7 (sengkang) 0.7 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. geserdan tekandalambetonpolos Lentur. Krru 2.N .0 LihatPeraturan 0 (tidak ada) Tabel3. l N * ) N.S untuk Beton BagianPeraturan Situasi Rencana padamana.3.o\t-N" / N.8 0. 7+ 0 .b\ 0. II.\-o.

1 Uaaa Kekuatan lentur dari balok beton bertulang sebagai komponen struktur jembatan harus direncanakan dengan menggunakan cara ultimit atau cara Perencanaan berdasarkan Beban dan Kekuatan Terfaktor (PBKT). PERENCANAAN LENTUR BALOK 4 PERENCANAANKEKUATAN LENTUR BALOK 4.1. atau sebagai cara perhitungan altematif. atau ada keterkaitan dengan aspek lain yang sesuai batasan perilaku deformasinya.1.4-1 . Faktor reduksi kekuatandiambil sesuaidenganTabet 3. 1. serta konsisten dengan anggapansebagaiberikut: Diasumsikan bahwa tegangan beton : 0. bisa digunakan cara PerencanaanberdasarkanBatas Layan (PBL).4.2 AsaustprnilrctNlAN Perhitungan kekuatan dari suatu penampang yang terlentur harus memperhitungkan keseimbangan dari tegangan dan kompatibilitas regangan. untuk perencanaan komponen struktur jembatan yang menggunakan suatu pembatasantegangan kerja. 4.1 PBKT KoIvoTsTsnTAs PERENCANAAN BERDASARruN Dalam kondisi batas PBKT ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu: terlihatpadaTabel3. Walaupun demikian.2. Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. 4..1. Faktorpengalibebanseperti 2.85 f 'terdistribusi merata pada daerah tekan ekivalen sejarak a = frc dari tepi tertekanterluartersebut.

=0 '8 5 ("4'. harus sebesar: diambil B .: 0.Adapunkeruntuhan jenis keruntuhan tarik penampang kondisi keruntuhan untuk mengetahui struktursebagai atautekan. dengan dimana Keruntuhanyang sebaiknya terjadi adalahkeruntuhan tarik (under-reinforced).1. unhrkf '5 30MPa unhrk /l'> 30 MPa (4. Manual P erencanaan Struktur B eton B ertulang untuk J embatan Hal. Keruntuhantekan (over-reinforced)) beton hancur lebih dulu (regangan e"o: 0.1 Regangan dan tegangan pada penampang heton bertulang Tulangan Tunggal faktorB.85 0.30) B.4.008 Bt >-0. Pnrcttctvttu Ltttntn Bnox - 0. Keruntuhan tarik (under-reinforced) tulangan 2.Keruntuhantekan balanced beguna sebaiknya dihindarikarenalebih getasdantiba-tiba.65. = e.4-2 . struktur lebih daktail dan dapatmelendutlebih dulu sebelumruntuh. yaitu dapat dibagi menjadi3 bagian: ) bajalelehlebih dulu (daktail) l.003 3.85f"'ab a=Bp 'oo C: 0.1-1) 4.3 BALoK TTPTKIT KgnUNTUHAN Ada beberapa kondisi keruntuhanyang dapatterjadi pada struktur beton.003)sebelum tulangan bajaleleh Getas) betone"mencapai (balanced)) regangan €*:0.95f"' C = 0. Keruntuhan berimbang betone" mencapai lelehnyaarlangan bersamaan baj4 e.85f I=A"f" Regangan Tegangan Gamhar 4.

3 dan .4.25 Gambar 4.50 1.Compression laiture .4-3 .00 0. I {i Jvv BeamB j . PERENCANALN LilIrun B.Under-reinforced ii i: :l 0 0.Balanced 72W i = Beam A .003 = cb ". Regangan GayadalamBalokKondisiBerimbang Gunakan : segitiga sebangun 0.Tensionfailure .Over-reinforced j B e a mC r iailure i . d-ro Manual Perencanaan Sffuktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.CIOX .2 Grafik PerbandinsanJenis Keruntuhan Balok 1.lnn '2.75 Curvaturex h = ohlo/o\ 0.25 1.=A"xfy Gambar Penampang 4.

ar 0 . .4 Regangan Ga dan Regangan tarik bajamencapaiey dengandem Jumlahgayaintemalpadakondisibatasharus EF=0 -+ Cc : Ts Hal. I o. 0 0 3= 0 r c o c€ + co(0. -}'ssfQp$.003d Cx = 7:-:-::-------T 0.'.85/pao= Aqr^>f.oo: a"J E" o'lsf. "f.003 Gambar Penampang.*r> rhat [600+ 4 J 4. 4. f..2 AN.{' 4ruuri *@' + f.003d " + (0.0 .90.ssf:Pt eoo ] *[ n.A". [ooo+{J -o.003s"/ - 4u = qfA = F.003sy)= 0. l.austsBlrAs BALqKPensnet Kondisi batas penampang dicapai pada saat nilai regangan maksimum berguna ecu = 0.Pbd*t*+l r"nu= {@/ bd f. cu dan tinggi tekan beton.4-4 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan . PERENCANAAN LENTUR Persamaanuntuk menentukan garis netral saat setimbailg.BALOK 4.854ba0 9. p Persamaan untuk menentukan bal C =T + 0. 0 0 3 d .-[= = 0.

b (4. l d .2-7) Selanjutrya hubunganantara Mu dan R sebagaifungsi dari p dapat ditabelkan untuk perhitungan kepentingan analisis dan desain.8 OMnZ Mu 4.an kedalam M n = A _ . 5 9. a. bd" 'l = 6-^ (4.85fc'ab=A.2-s) Bila Mn disubstistusi dengan Mu/Q dansisi kanandinamaidengan maka R. Mu.f.2.2-4)diperoleh: Bila persamaan persam.4. Mn yang dapat mengimbangi momen dari gaya eksternal. dimanamomenultimit Mu haruslebih kecil dari momen nominalsetelah dikali faktor reduksi. PEPaNCANAAN LENIaR BAINK 0.85f.b ) Kemudian sisi kiri dankanan bila dibagidengan diperoleh bd2 9=a).59-a) bd' M .& Dengandemikiantinggi tekanbetondapatdiketahui.2-z) 4"..1 PENYEDERHANAANFORMaLASIUNTT]KTABaI^/ISI (4.f . = Mn = Ts (d .-f"'-(l-0.a/2\ =A .r\ (4.. ManualPerencanaan StruHurBetonBertulanguntukJembatan Hal.0 . d i m a n a n = M u / $ d a n a r= p f y l f c (4.2-3)dimasukan (4.2-6) ( l.a/2> Cc(d .fu (d -a JZ ) (4.2-3) Gaya-gaya intemal Cc dan Ts yang seimbang menimbulkan momen kopel.4-5 . 6:0.a (4.24) Pengecekan momenultimig Mu. ' Y = l -f".

Hitnng 1v1u $Mn = nilai tabel (Atu/bw.d = 3. Hitung P=As/bw.OK Adapun langkah-langkah perhitungan analisis balok tulangan tunggal dengan berikut: menggunakan tabeldapatdiuraikansebagai 1.fc danmutu baja.4-6 .d2)*bw*d2 4. Check$lvln> Mu rencana ManualPerencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. PEPENCANAAN LEMAR BAI.fy 2. Tentukanmutu beton.4.

4.. d.4. b.85 asu-pi?{rruj Js*o : g-75 r.5 Gambar Diagram Tunggal Alir AnalisisBalokTulangan Manual Perencanaan StntWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.Pwetrceua.4-7 . Fr = 0. fu.ox f' .4t.qN lntrrun Bu. A.

Hitung momen.ff 4. Tentukan dimensi balokb.LANGKAII langkah-langkah perhitungan desain balok tulangan tunggal dengan menggunakan tabel adalah sebagaiberikut: 1 .2.t K ln]'rruRBALo 4. HitungMd(b d2) 5 . kemudian dengan rumus ABC diperoleh akar persamaan sebagai berikut: fy /0.4.2-8) ManualPerencanaan StruHurBetonBertulanguntukJembatan Hal. As=pbd 4.Ina MANUAL Rasio tulangan beton diperoleh dengan mengganti luas tulangan dalam persamaan(4.quea.4-8 .d 1 J.85f"' (4. p tul.3 FoRMaLASI wTaK DESAINSTC. nilai p diinterpolasi 7.2 MENDTSaM BETOXDENGANTNTTI MANUAL LANGKAH. Tentukanmutu beton.Mudgn metodaanalisisstruktur 2.2. Lihat padaTabel Lampiran A 6.fc danmutu baja. Bila dikehendaki nilai yanglebih akurat.Prpantc.2-5) dengan p = As/bd.

4-9 .d (manual) Tunggal 4.fc. d.zs[Pl' o'oo3- [. PERENCANAAN LENTUR Bagan lirAnalisis A BalokPersegi f".p'.fbw. bawah " a.6 Alir Desain BalokTulangan Gambar Diagram Manual Perencanaan Strudur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Mu pL <0'65 Batas Atas : o'8j'fc' pmax.d2 fy p' 3 pma:< As :.bw. fn. fy) t 0.=o. bw.BAL)K 4.85.J o'oor+ ) t'n] 'onin = *"* [ff4fy .

untuk komponenstrukturyang besardan masif diperlukanluas tulangan pada setiap penampang.(momen Mn > 1. 1.q.As min adalahsebagaiberikut =Eu-o A"^o dantidaklebihkecil dari: (4. paling sedikit harus sepertigalebih besardari yang diperlukanberdasarkan analisis.2. Tu.2-12) c) Sebagai alternatif.2.yang dipenuhioleh suatupersyaratan ".o (4.2-r3) Hal.2-10) b) Pada balok T sederhanadengan bagian sayap tertarik.N MrNtturaa tarik tulangan retak). 4.2-e) = r.n tidak boleh kurang dari nilai terkecil di antara: A"^in = \tJc .d (4. (4.qRArratANenNMINIMUM a) Padabalok persegi.f rm b.2 M minimum sebagaimana disampaikandalam sub bab dibawah ini. PERENCANAAN LENTURBALOK 4.4...2-rr) dan ' t'smin - fr 1 J " btd ^/.^i.5 Sv.atau dihitungsebagai berikut: /*.4 Kzruer. baik akibat momen positif atau negatif.4-10 .=1r" Manual Perencanaan Sffuhur Beton Bertulang untuk Jembatan (4.

10.5 x diameteragregat . 4.L f"'A. seikat tulangan dan sejenisnya dalam satu lapis tidak boleh kurang dari: (llhatAASHTO bagian 5.atau c.2.4-11 .5xdb o 40mm Gambar 4.7 Janu rur-ltNcAN Jarak bersih minimum antara tulangan sejajar.7. ttt Selimutbeton: Normal unhrk baloklkolom 40 mm Pelat 25 mm (Lihat Subbab 2. ^*50.4. Untuk beton non-prategang p maksimum.6 SYnntrratu'teINMAKSIMaM maka rasio tulangan denganbebanaksial Pu < 0.7 Spasi dan Selimut Tulangan ManualPerencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal.1.db o 25mm Jarakbersih adalahnilai terbesardari : e 1.2.7 5 x pb .3) a.1) Jarakbersih adalahnilai terbesardari : e Diameter hrlangan. atau b. 40 mm Jarak bersih antara lapisan tidak boleh kurang dari diameter tulangan (db) atau 25 mm.5 x diameter agregat.5 x db (db : diametertulangan). 1.l. PERENCANAAN BALOK LENTUR 4.

i f f c > 3 0 pl .1 Fatlor Pl terganhrng dari LAI{GKAH I : Menentukanfaktorpl .as lo.1rc :o.65 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL4-12 . PERENCANAAN LENruR BALOK CONTOH 4.= 10.4.1.814 mutu betoq jika kurang dari 30 MPa nilainya 0.1.65.85. namunjika fc' lebih begar 30 MPa nilainya berlorang tapi tidak lebih kecil dari 0.esir Bl < 0.9S.85 p1= 0.1a ANALISIS BALOK BETON TULANGAN TLINGGAL I I SOAL : Analisis balok gelagarpersegibeton bertulang DIBERIKAN : Dimensibalok lebar tinggi b := 300nm h := 60(hm Mutu material fc:= 35MPa Sr:= 400VIPa fc' : 35 MPa fy :400 MPa f diabaikan t \o tl 5D25 b=300m RSM-T12-04 Pasal 5. t' ir fc < 30 lo.

18kN.85fc.PERENCANAAN LENTUR BALOK luas maksimum LANGKAH 2 : Menentukan tulangan RSM-Tl2-04 Tebal selimut beton bersih untuk balok tinggiefektifbalok d:=h-dc -26mm P a s a5 .b a= llomm 0 = 0.534m Rasiotulanganmaksimum 0.Bl 600 . 4-t3 . LANGKAH 4 : Menghitung u.821x 10"mm Pfiiox= 2.7250 Asmax= 4.25ikN'm Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. 6 l dc ::40nm d= 0. 1 .. kg1 ..Ds2 4 n:= 5 As := n. Ds := 25.d pb =3.= k'ff 0.7 RSM-T12-04 Pasal4.Mn 329.n. Po t= 600.454x103 P =r.9) "\ 2) = Q. OK" 46 = 4.366x lo3 m*2 kondisi keruntuhan LANIGKAH 3 : Pemeriksaan TulanganBeton Diameter Luas unit tulangan Jumlah Luastotaltul.{s(Asmax.m Mn = 47o.634Yo -^3 2 Asb = 5.rr.d pfirax:=0.2 Faktor Reduksi { = 0.909cm2 *m2 As = 2.Ab As P:=. 1 .=pmaxb.5. Mn LANGKAH 5 : Menghitung MR := nr.b.75pb Asmax. Under-Reinforced.E (lenur) momennominal.[a . fy -Asb := pb.532o/o a tinggi blok tekanbeton.81fc.mm Ab := l.

d lmmi Ast lrnmz] Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL4-14 .592S 2.4765 0.01 4.008{ 3.5905 0.4937 4.5570 0.cc3s 0_0271 0 trax = Catetari : batesantulsnganFfiin E O aci < p max Satuan: l'lu Ft'mml.5302 0.85 0.la denganmenggunakantabel.o p LANGKAFI2 : Mencarinilai Mu/b?ldari tabelberdasarkan di atas Tabelwttuk nilai fc = 35MPadan fv = 400MPa berdaeirkan momen de+ain Lsmpirstr 4.008 . 3.01 0.52t2 0 0.01 p1 = 0. 3.454x 103*m2 I = 1.tr lrnml.01 0.01 4.8 0.7836 2.01 1.€105 0.3924 0.ilii Ferientf.5058 2l t2 23 21 1.544t 4.705? 0.01 0.754'1 1. PERENCANALU Lntrrun Bttox CONTOH 4.4178 0.A$Jhd.011 't.01 0.4.6949 1.t3s6 1.01 3.Ab As P:=' b.5190 4.8{94 2-67rS 0.€653 1.9€93 0.5S2 1. 2. ?.$S39 0.Bl p roin 0.6 l.0C54 2. LANIGKAH I : Menghitung rasio tulanganp Luastotaltul. 2. As := n.5034 0. 3.5750 0.532%. SOAL : Analisis balok gelagarpersegi beton dari contoh soal 4.7245 1. 3.1b ANALISIS BALOK BETON I TULANGAN TUNGGAL .S372 $.01 0.0051 2.d As =2.30.7€19 0 0.811 3. r.01 3-58-. iLlu! persegi ef*-Kif untukpenainprng tulsnqan tunggal denganb = lel'flrbahk dan d = tioggi fc' = 35 l'lPa iy = 4C0 I'lFa 18 17 1A 19 tn 2.s:tulangrnbaja..51€2 0.$ 0.01 0.i (fc' 0.7339 0.56.0891 3.01 0.01 0.4€85 4.

4-15 .5. PERENCANAAN LENTUR BALOK LANGKAH3 : Interpolasi : dan Interpolasi Mu/bdZdi antaraAst(b*d) 0.2 Faklor Reduksi I o=o.3e7 0.ac"nh.3g?lo]at.(0.761xl08N.0154-0.= 4.d2 = 0[Vln Mu = 376.4. 0.m Mu =3.3e24+ _\.r) Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.$lvln + :+ Mu:= 4.01532.0153 0.0153 LANGKAH 4 : Menghitungmomenkekuatanpenampang.mm lnsNr-rrz-o+ Pasal4.t3:e:?:.149kN.0154 nilai : Mu/bd2 4.01s3) !!Y.

3.: 15kN/m i P ll = 80 kN Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Bebanmati merata 6.4. 1. Strukturditopangsecara sederhana 2.4-16 . Panjang span. PERENCANAAN LENTUR BALOK CONTOH4. Mutu betondanbajatulangan 4.2 DESAIN TULANGAN LENTUR BALOK BETONBERTULANG a L I persegi SOAL : Desainbalok gelagar betonbertulang DL ) 40 kN/m LL + 15 kN/m DIBERIKAN: (simplespan). Beratisi betonbertulang 5. Beban Hidupmerata terpusat / L:= lom fo := 20MPa \c = 24 kN/m3 fy := 40oVIPa Qdl = 4o kN/m QII.

5 p b Agar penampang optimumrasiohrlangan p:=0.= ). MDL = 500kli'm MLL = l87.5*pb p = 0.5.Mpp+ 2.019 RSNI.OMyy2 Mu = [425kN.AMyy + 2.BALOK 4.l V1p2= 40kN Bebanhidup terpusat YLL1.5kll'm MLLz = 200k]'{'m Bebanhidup terpusat total. Geser Vu:= 1.o.L 4"" 1.3VDy+ 2.2 Faktor Reduksi 0 = 0. uv'-' 0. Momenultimate Mu:= l.3pb P =0.TI2-04 Pasal4." vDL = 2ookll VLL = 75kl.8 (lentur) diambilp= 0..003Es + fy 0.Bl 0.3.L' 8*" Mrrrt=f.85fo..m Beban mati Bebart hidup vDL:= j.4-17 .AYyy+ Z.r"t ultimatetotal.5*d bw gayalentur berdasarkan .003Es f pb = 0.aAt.oout vLL:= j-tr.OYyy2 Vu= 490k}{ LANGKAH 2 : Pradimensi gunakan modifikasidari rumus : asumsi = optimum 0.f Mr r :=-l.969/o Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.Prr. PERENCANAAN LENTUR LANGKAH MO Beban mati Bebanhidup gayadalampadabalok Menghitung MD L '=. r.

dl\/f'' b) Cari tabel tulangan yang bersesuaindengan mutu beton.4.R h:= l200nm bw:= 60ftnm digunakan ukuranbalokpierhead baloktulangantunggal LANGKAH 34.d3=g + 0.134m d:=h-dc-26mm l--TMo lr . bw. fc'= 20 MPa dan fy = 400 MPa Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.4-18 . =o . .bw.t 0.62278/o m: caratabel LANGKAH 3B : Menghitungpenulangan balok dengan a) Hitung rvru = l. . .='1*u d=r.0r2m .R = 2.d2 . 9 ' fc R . ( t\ t .r) 2.d2=Mt + 0.847Mpa . J 0. r .8$fc.5.s..85 ) or =0.1 o.IcIuIANLENTUR BALOK . PannI.194 d.85{" P' = 0.0.R o. : Menghitungpenulangan Tebalselimutbetonbersihrintukbalok tinggiefektif balok r - dc := 40nm d = 1. = .434MPa bw.747MPa R=3.R 0.

8666pasal5.650{ 0.oSC 2.91.6 RSNI-T12-2004 Berdasarkan pfirax:=0.75pb(over reinforeed).8666 0.9750 0.00€t 2.80.0101 2. 1 .1.4.009? 2.r.0131 0.7498 0. 5 l Rasio tulangan minimum Plll[ll ]= . p tidak boleh lebih besardari pmax=O.4-19 .7002 0.2158 0_016: 0.35Vo P a s a5 .1. ImmI d lmml b A$tlmm4 lnterpolasi nilai rho antara dan 1.q12S 3.u7.853? 0.01& 0.28% pmin= 0.4569 3.8393 ?e.0019 0.7990 0.013€ p1 = 0.5015 3. 0.0129 4.0163 3.4Mpa RSM-Tl2-04 pmint = 0. 1 .0062+ ?gry! !!!i.8666 Mu/bd2: 1.htql$l.83e9 1.arn 0-t)1 28 1"1782 0. 6 l Rasio tulangan maksimum t.0134 0.009: 1_83!13 0.8235 0.006: 2.85 Q008 :30) (fc' P m i n= F tngx = Catatan: batassnlulaogan pmin E P act < P m&( gituin : .t9e0i 0.6230/o l.6Mp" pmin adalahnilai malaimum antara pninl dan pmin2 4.5238 3.mml.pmin2) pasal5.1.71pb p:= p' if pmin < p' < pmax pmin if p' < pmin "Tidak OK" otherwise PlIlSX= RSM-Tl2-04 P a s a5 .5453 3.0063 2.f.0135 0.8??3 t).0093 17845: g.tu pmin := ma{pmin 1.8393 p :=0.453% P = 0.E209 0.013? 0. Jika lebih kecil dari pmin maka p-pmin.010t 0.0035 0.00€i 2.1.0@ 2.00et 1.S1S0 0.0094 4l{40 nn&4 2. 1 . Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.7714 0-00S8 1.8754 0.47S2 3.5 RSNI-T12-2004 Berdasarkan Omlltl:='fy p =0.016i 4. 1 .01t!0 1..0133 0.7979 0.6339 3.0130 0.623Yo Rasio luae lrlangan.{106t ?.35Yo pmin2=0.5680 3-5901 3.005S 2. PERENCANAAN LENTUR BALOK Lampiran Al I Ni|at persanta$e momefl desan (htu)untur tulanganbsji.7250 0-009€ 1. As/bd. berdasarkan penimpangperceqitulengen tunggaldenganb = lebarhslokdan d = tinggief*Kif bslok fc' = 20 MPn fy = 400 hlPa Ho ' tdut(bd) Ast/fbrd1 Hu/fbrf:l aettfbrdl ilrr/fM:) Asil(b'd) Mu/odt Asilfttd' 25 m a? 28 29 JU 3t 32 33 34 1.85 0.

1.1.louo.(bm RSM-Tl2-04 P a s a5 .Asl " As =48.d := Ds :=32.n. l.13mm.BALOK 4.042cm2 jumlah tulangan r i=r"uf Ambilsaja .5. sg.4-20 . 7 l Jarak bersih tulangan Spasi antara tulangan Ds = 32mm dc = 40mm smin=48mm adalah nilai terbesar dari 1.4mm oK! Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.2. As :=n.1.Ds n-l Ds = 60. 1 .40mn) Spasiaktual bw .374c# Asl = 8. PEPaNCANAAN LENTUR Asreq p.bw.25ftrn- oit"+) n=6 \Asl/ 6D32 Jadidipakaitulangan JarakantarTulangan LANGKAH 4 : Pemeriksaan jarak RS|II -Tl2 .Ds.7minimum Berdasarkan bersih tulangan adalah Ukuranagregat Diametertulanganutama Selimutbeton DuO:= 2.2004pasal5.or2 4 Axeq=42.mm Asl :=1.u{t.5Dagr.2-dc.rr:=. 1 .5Ds atau zrc mm.

7 Perbandingan Penampang tanpa tulangan tekan (a) dan dengan tulangan tekan (b) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. a berkurang dengan demikian meningkatkan momen nominal penampangbeton.ur tulangan tarik dantekan b) Balok dengan Gambar 4. yaitu tulangan tarik dan tulangan tekan.nNoe Hampir sering ditemui balok mempunyai tulangan ganda. Effek dari digunakannyatulangantekan terhadapkekuatanadalahsebagaiberikut: 1. Ts:A.nN Bttor TanqNc. 2.aN. Secaraumum penambahan tulangan tekan untuk p :0.qAN Knrue.4-21 .r. dengan demikian pengaruhnyasangatkecil. Meningkatkan panjang lengan momen.3 PnnrNc.ff a) Balok dengan tulangan tarik saja _[uz. jd2 sedikit lebih besar dari tanpa tulangan tekan (idl\ karena tinggi tekan beton.LENTURBALOK 4.015 terdapatpeningkatan momen nominal sebesar5o/o saja. PERENCANAAN 4.qlG.

4.4. 2. James G. Meningkatkan daktilitas.9 !l ru 4 . (l) lf. hal ini penting untuk daerah gempa atau diperlukan redistribusimomen dalam desain. 3.4-22 . c I p'=A ( . Berfungsi mengurangi defleksi jangka panjang. Merubah mode keruntuhan tekan menjadi tarik. h ry l S u s t a i n e do a d d e f l e c t i o n l n i l i a l e l a s t i cd e f l e c t i o n P' = P ll 120days Time Gambar 4. dengan demikian keruntuhan getasdapat dihindari.8 Efektivitas tulangan tekan dalam mengurangi defleksi akibat bebantetap (sustained). dengan demikian tegangan tekan beton berkurang oleh sebabitu defleksi jangka panjang berkurang. karena rangkak beton dalam daerah tekan beton ditransfer kedalam tulangan tekan. Kemudahan fabrikasi khususnyadalam merangkai tulangan geser. p E c) og. PERENCANAAN LENTURBAL)K Alasan diperlukantulangantekan dalam desainbalok : l.MacGregor 240days 2 years Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.

m a k a f s ' = & . dengan : fylEsdimana modulus elastisitas beton.o.|tl .000 Es Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.3. Tegangan tulangan tekan.=(r-or:d').LENTUR BAL)K 4.es' pada balok dengantulangan tekan.4-23 .1 BAL0K TULANGAN GATIDq ANALISIS Dalam melakukan analisis balok tulangan ganda. PERENCANAAN 4. o'=[" a")'o'oo3 \c ) 4. : 200. terdiri dari tulangan tekan pada bagian atas dan tulangan tarik yang cukup pada bagian bawah.:<= I Cs:asrs A"r cee(l Cl tt I lca-a'r -I-6:a {i' Ts2:Ar2ff ttt i++\ (a) balok-l (a) balok-2 Gambar 4. dapat kita bayangkan bahwa penampangbalok terbagi menjadi balok-|. d a nc = a l p l o. coco As' I . dan balok-2 terdiri dari penampang balok tulangan tarik tunggal pada bagian bawah dan daerahtekan beton pada bagian atas. 4.7 menunjukkan distribusi regangan.3-2 es' Bafasan d'/a agartvlangan mensubstifusikan = ey tekanleleh dapatdiperolehdengan ey MPa.3-l J i k a e s ' 2 e y .oo. fs' seperti ditunjukan pada balok-1 Gambar 4. Regangan dan Gaya dalam Beton dengan Tulangan Tekan.7 Penampang.

2 TALqNEANTTKANLNrcN G. /t ['- "l') 600 ) 4.4. Mnr. As2 = Ast . Balok-l : fs' : fy (tulangantekan leleh) Keseimbangangaya dalam balok Cs : Tsl Asfy : AsI fy <+ As':Asl 4.3-7 Dengan demikian kapasitasmomen nominal total balok dengan tulangan tekan adalah sebagaiberikut Mn: Mnl + Mn2 Mn : As' (d-d') + (As-As') fy (d..3-4 Momen nominal pada balok-l dihitung sebagaimomen kopel terhadap tulangan.3-8. MnI = As'(d-d') 4.3-3 4. Pmnuc.a/2 ) 4. kedalam Bila ls ' : r As (persentasi terhadap tulangan tarik totalnya)disubstitusikan perbandingan 4.3-5 Balok-2: terdiri dari betondansisatulangan. momennominaltulangan Manual Perencanaan Snuhur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL4-24 .makadapatdihitung momennominaltulanganganda.3-8 pers.II'IOI DENGAN BALOKTULANGAN ANALISIS Balok dengan tulangan tekan leleh dapat dijelaskan dengan membuat dua penampang balok imajiner sepertisudahdijelaskandi atas.3.3-6 4. li )0".a/2) 4.Mnxrsebagai terhadap tunggal..Asl Cc : Ts2 O.ss a b : (As-AsI) <+ fy fc' "=(ai !:r)"tv 0-85fc'b Mn2 : (As -As')fy (d.qNtly Lrttrun BALoK (a'\ = t(.

4.4-25 .3a ANALISIS BALOK BETON TULANGAN GANDA a J I SOAL : Analisis balok beton tulangan ganda (tulangan tekan leleh) 3D25 : 6D25 <- bF40S m + DIBERIKAN : Dimensi balok lebar tinggi b := 400nm h:= 600nm Mutu material fc := 35lvlPa ft::40&1Pa Es := 20000(MPa RSNr-T12-04 Pasal 5.o's'.65.85.1 Faktor pl terganhrng dari LANGKAH 1 : Menentukan faktorpl Bl'=lo.) | 7 \MPa ) ir fc > 30MPa pl = 0.5 ) " 4. PERENCANAAN LENTURBALOK Mn^ =(.a't ot)\r.814 Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. namunjika fc' lebih besar 30 MPa nilainya betkrang tapi tidak hrang dari 0.1.=*u{o. * r(t " \. jika kurang dari 30 MPa nilainya 0.rr-sf-!--ro. lo.1. .es.814 mutu beton.3-9 Mno=Kvd*Mng CONTOH 4.ts ir fc < 3oMPa pl . d /al-0.pt) pl = 0.

PERENCANAAN LENTURBALoK (balanced) dan luas LANGKAH 2 : Menentukanluastulanganseimbang tulangan maksimumyang diijinkan Tebal selimut betonbersihuntuk balok tinggiefektifbalok d:=h-d' d' := 20mm d=0.Ab p.d As = 2.n.27Yo a Ab = 4.d kondisi keruntuhan LANGKAH 3 : Pemeriksaan TulaneanTaxik Beton Diameter Luas unit tulangan Jumlah Luas total tul.= pmaxb.8>fc.=A ' b.1. : = b O.58m g.71pb Asmax.Ds2 4 n:=6 As := n.3mrn2 pftax= 2.b.x 6322.pl 600 fy 600+ ff Asb = 8430.945x tO3m# o=l.8mr3 Asb := pb.725% = Asma.909crn' ket = "Under-ReinforcedOK" Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.mm Ab := f .d pmax:=0. Ds := 25.4-26 .

(o Mn = 656.473x103 Q' = 0.n.Ds2 4 n:=3 As':=n.fy 0.As' b.8 Mn :=As'.003/ Jika d'/a < (d'a_lim) maka hrlangan tekan leleh.+o+ a - Bl\ Es'0.Ab .(d d) + (As .6350/o r = 50%o As'/As Perbandinean LANGKAH 4 : Menghitungtinggi blok tekanbeton. Ds := 25. asumsifs':fy I fs:8 u.4.*.m .a. (fs' leleh)" fs' = 400MPa LANGKAH 6 : Menghitungmomennominal.U) Manual PerencanaanStruhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal._ (As _As').5mm LANGKAH 5 : Periksaapakah tulangantekan leleh { = o. PERENCANAAN LENTUR BALOK TulansanTekanBeton Diameter Luas unit tulangan Jumlah Luas total tul.fs'.4-27 .85fc.909cm2 -*2 As'= 1.ot'r. l = .d As' f:=As O ' Ab = 4.937<N.b a=49.mm Ab := 1. : fs'akhral "ff.Mn 0 = 0.

LENTURBALOK 4. Hitung p:As/bw.3.3a) manual.945x to3nn*2 n'-- As b. Mnp Hitung momennominaltulanganganda.d tabel(Mu/bw. CONTOH4. Tentukan b.NeAN M ENGGANAKAN TABEL MATVUAT Balok dengan tulangan tekan leleh dapat dihitung menggunakan tabel manual (lihat Lampiran B). Mencarifaktor pengalimomen J. Hitung 14u=QMn=nilai d. Adapun langkah-langkah perhitungan sebagaiberikut : perencanaan tunggal.3b ANALISISBALOK BETON J TULANGAN GANDA I SOAL: tabel Analisis balok beton tulanganganda (tulangantekan leleh) menggunakan (Contoh4.3 Tsx.4-28 . p Luas total tul. LANGKAH I : Menglritung rasio tulangan. untuk mencarimomentulangan t .qN Lmn TuI-+NGAN GlNol DENGAN Awtttsts B. Lakukanlangkah-langkah mutu beton. PERENCANAAN 4.d2)*bw*d2 c.qtor TuLq. As = 2.d P = l'27Yo f Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.i a. Kvd tulangan 2 .fc danmutu baj4 f. Check$Mn2 Mu rencana tunggaldalamlangkah1.

4. berdtsirkanmoirrndesiin {Llu} tul6agsn penamolng percegi untuft tuhngnfl b lunggtldcngcn * i6barbnbkdnfld = th$oiefektif . PERENCANAAN LENTUR BIrcT p L.{t{GKA}t 2 : Ivlarcui uilai lv1u'b<tl d:ui tabelberclasarkan cliatas Tabeluutrk uilai fe = 35I1Pa dan fr = 400$1P.) !v{u:= 3.l6klf.!r.r Lcmplran A.d' Mrl = 500.4-29 .Ar.bd.Kvd Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.nr LANGKAH 3 : Mencari faktor pengalimomentulangantunggal.{a tlhi per$eni6*e b6i!.?l?MPa.

050 t.008 .bel Frktor Pengali ldoff€DTulNngsn Gansa untukrfiefidapatkaft tct lX' 3 E cdP! {00 t .lcrmn Tulangan Lampirtrr 8.!35 1.[.ti?i?-lgl.0et r.{09 t048 t.002x108N.06s 0.&ls 0 0{0 r.053 r.0038 0.3a.m kan tiabelmasih cukup teliti dengan kesalahan sebesar0. 4-30 .PERENCANAAU LnI.ld hed t3 t4 ts t6 t? t8 t$ t0 2l 0.0{5 1.0121dan0.656.0*t 0.023% terhadap nilai dari perhitungan 0 erTor:= = 657.093 t.0172 0.0?t 0.0138 0.083 0.t6G 0. 657.l30 0.m etror = 0.0+B t.0127' 0.032 r.0rzD . 4.082 0.il3 0.(0.031 r070 L07d 0. 0.m^ 0MnO:= Mu-Kvd MnD= oMno dvInO= 525.t{+ 0.668k1.01290. 6aodr.il1 0.4 T.0121 Untukrasiotulangan p = 0-0127 .0G0 't.68 0.037 t.937 6s6.0t?3 8.05r Kvd= r.0113 Catal.103 1108 0.ss!ft Kud Mn trirngi&nPfiini P rct r F trral Srrqrnr blmmll dlmmlrr4Jt [rffnal Interpolasi nilai Kvd di antaraAst/(b*d):0.085.30)= ffc' Fmi|r: Pma:N 3 < 4'll i ! lAsr'As'l'tdffD 8!t'tc'bl Momcn nominrl trl.4s'lAs.0ta1 0-0r29 0.0r*! 0.0+e t.02I t.030 r.01f0 0.07+ r0l8 1.033 0. Kvd := 1.098 1.093 0.088 0.rd rfd kud .085kl.048+ 0.0tl 0.09$ r.ITunBALoK Tunggal Kvtl i.l 602 7614 802 &st{b'dl Itld k.0il 0.058 1.052 t.{65 0.81 0.t31 0.03? pl .108 0.086 0.115 0-t3$ 0.0{8 0"ffi 0.ut6 t.107 0.nl 0.15t 0.0ai' r.0!8f 0.0211 0.03! 0.0t5? 0.051 LANGKAH 4 : Menghitungmomennominalpenampang tulangan ganda.BS 0.ont 0. .068 r.Ea t.ta tt.0?5 r. Mn: lit.tVlno Perhitungan mengguna- * - Mu = 5.04€ r.03{ r.113 0.r59 0.937 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.Ir: t. e6z ird k.0129 = r.0$ 1.t8t t 02! r.023Yo rumus asal pada soal no.{.:d al.098 0..

Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. (4.1 Ktra.ApGsspn KEKUATAw Perencanaanini berlaku untuk balok beton bertulang yang mengalami gaya geser. Pffitxclu.Stox Tnnnqo.berlaku: ( (4.4.qpt B. <@v. (4. dgn pers. adalahkuat geser nominalyangdisumbangkan tulangangeser.kecualibila dihitung secara lebih rinci sesuai denganketentuan pasal 4.sANLENTUR B. oleh 4.4.4 Pnnzvc. dan V.nN. vn =v" +V. 4.maka kuat geser V" dapatdihitung 4.2 Kaer Grsnn YANo D$aunqNeKANOrcn BnroN a) Sesuaidengansifat bebanyang bekerja.4. Namun perencanaan terlenfur.momen jangan diterapkan pada komponen yang tidak lentur dan gaya aksial.4-3) n"=['*&)(+\.. 1) Untuk komponen strukturyangdibebanigeserdan lentursaja. Tulangangeserharusdirencanakan untuk memikul gesertotal yang terjadi.berlaku: 'mt y" =l !!:_lb*d " t 6 )2) Untuk komponen strukturyangdibebani tekanaksial.qlox pada: penampang Perencanaan akibatgeser harus didasarkan t/.4-4.4-3dan4.qtor 4.4-l) (4'4-2) V" adalahkuat gesernominalyang disumbangkan oleh beton.44) 3) Untuk komponenstruktur yang dibebani gaya tarik aksial yang cukup besar.treN Gnsnn RENCANA P.(b(2)).a.2.tN B.4.4-31 .

Untuk komponen strukturyang hanyadibebanioleh geserdan lentur sajq .3 Sytntr-SyaRATTar-/tNGAN Grsrn sub bab tulangan minimum sesuai harusdipasang a) Apabila 0. dinvatakan dalamMPa. 2. Besaran4 n*u. pada penampang yangditinjau. tidak boleh diambil melebihi 1.4-32 .hf atauh<%.V.4.4-5) dan tetapi tidak boleh diambil lebih besardari pada 03J1'b*d.W)ry v. 2. denganN.5. PmnucII. l. gayatarik aksialyang besar. bw : lebarbadan) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. besaran Mu' (4. adalahnegatif untuk tarik.4.bw. . (dimanahf : tinggi sayap. V. -i. )6 @'4-6) tetapi tidak kurangdaripada nol. geser b) Tulangan minimumini tidakdiperlukan bila: . < o.dapatdihitungdengan berikut. 4.5.0 diman&Mu adalah momen terfaktor yang terjadi bersamandenganV. A5 4. Untuk komponen strukturyang mengalami yang lebih rinci sebagai perhitungan kuat geserV."=({r+r2op.<tDl". v"=(r*o't!")JE'-6-a [ 'a.IIAN LENTUR BALOK b) yang lebih rinci sebagai Kuat geser Z" boleh dihitung denganperhitungan berikut. atau Vu<QV" dengan tinggi total balok h S 250 mm .5@V".5O%.i .4.

makabatasspasimaksimum berikut: aturansebagai geser. tulangangeserharusdipasang .. S*o =!t *u600 mm(ambil terkecil) v" =!r[-tu*..4 4. PERENCANAAN sesuaidenganperencan:um c) Apabila V.t (4.4 GESER OLEH YANG DISUMBANGKAN TAIANGAN KaET GNSTN Vu Apabila gaya geser.1f"'bwd J 4.LENTURBALOK 4. sumbuaksialkomponen a) Untuk tulangangeseryangtegaklurusterhadap maka: il 4.4-33 .4. =:T /d.-f d .) Nilai D. g.5 Tutettenr. utuu300 (anrbil terkecil) bllaV" . harusditahanoleh tulangangeser.4.>AV".4-s\ Msnual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. V" S |. dan s dinyatakan dalammillimeter. dapatdihitungberdasarkan S *o dan luastulangan struktur.4-8) Notasi cr adalah sudut antara sengkang miring dan sumbu longitudinal komponen struktur.4-7) geser b) Untuk tulangan miring: V"= A"fr(sna +cosa)d s (4.tulangan geser padasubbab4.4.!JT'*O mm nilaiyang S*o )Namundalamsegala hal..4.tGnsonMINIMUM Luastulangangeser minimum dapatdihitung sebagai berikut.d bila nilaiyang =qo.

Vfc(MpiJ.2.d b l- Vc = 507.4-34 .{ Note2 = "Vu ) 0.5 6 Vc.bw.86kI.= )r{ .d = Check:vs<a.bw'd 2. PERENCANAAN LENTUR BAL)K CONTOH4.14kN Pasal 5.Y.2.6 o Vs = 192.2.4 geser LANGKAH 2 : Menghitungkebutuhan RSM-Tl2-04 Vs. Syaratpemmpangterpenuhi" Check: Vu=4901d. Perlu Sengkang" Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.= :. Pasal5.Vfct(Mpa).4.{ Vs tidak boleh > :. SOAL : Desaintulangangeser balok persegi betonbertulang DIBERIKAN: GayaGeser Ultimate Dimensi Balok Vu = 490kN bw = 600mm h = 1200mm Q:= 0.4 DESAIN TULANGAN GESER BALOK BETONBERTULANG 4 I dari contoh4.7 fc'= 20MPa fy = 400MPa LANGKAH I : Menghitung kuat geseryang disumbangkanbeton RSM-Tl2-04 Ys.bw./fo'.029x t0'kN J 1_ J Notel = "OK.

75h.3o0nr) = smakgeser 567mm Diameter sengkang Jumlahkaki sengkang Luassengkang.'d Tulangangeserminimum bw Avs6rr:= . J.mm Nilai Avs diambil dari nilai terbesar antara Avs dan nilai tulangan geser Tulangangeseryang harusdipasangperjarak spasi 2 .o.6oftnr) i f V s < smakgeser'= | .6 Spasimaksimumadalah . Av :=nk-0.375h atau300mm.2.jikavs l-{1't'7sh. ^ -mm Avsotltt= U.Av perlu Spasisengkang Dt:= 10mm nk:=2 ot}terwise 3 lebih besar atau sama a^ear.Avs-irr) mm LANGKAH 4 : Menentukanluasdan spasiyang digunakan minimum Avsmin.)-.0.4. (tumpuan) D10-300 Manual PerencanaanStrulcturBeton Bertulang untuk Jembatan Hal.2..Tl2-04 Pasal 5.4.425tnm mm RSNI.O? Av SP:=Avs Av = 157.. < !L6y. PERENCANAAN LENTUR BItox LANGKAH 3 : Menghitungluastulangangeserperlu per spasi.d nilai erkecil dari d/2.7 8.n'(i.2 Ln. RSNI-Tl2-04 Spasimaksimum: Pasal 5.bw.0&n# sp = 314.d 3 makaspasimaksimum adalahnilei terkecil dari d/4.!Lbu..ry 2 .0. ^ -mm = U.)Avs Avs := mo(Rvs.159nm geser Desainpenulangan sepanjangbalok dapat diperoleh dengan catay ang samauntuk gaya geser yang diketahui.4-35 .Av/s=Avs Avs :: Vs 2 Avs :0.75h atau600 mm jika nilai Vs r.

(potongan tengahbentang A-A) dannegatifmomendi atasperletakan "*l Webor stem ^*J (a) balok terdefleksi Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaI. tegaklurus terhadap Gambar 4.9.t 4.8. Pada terdefleksi (potongan B-B).5J T BAL0KT.SEMU BAL0KT DAN monolit. PERENCANAAN LENTURBALOK Bttor 4.8 Balok T dalam sistem pelat satu arah positifdi momen tampak dalamgambar balokT ini akanmengalami 4.ANAAr. Padasistemtersebut Gambar arahaxis balok.4-36 . balok secara dengan pelatdicor bersamaan pelatlantaiseringkali Dalamsistem 'T' sepertiterlihat pada sayapdari balok dalam hal ini pelat dapat bekerjasebagai bebansatuarahyaitu pelatdiasumsikan menyalurkan 4.4.5 PsnnNc.

a dengan asumsiawal tinggi blok tekanbetonmemotong flens.9d Lebar efektif sayap balok T berdasarkan SNI adalah nilai terkecil dari persyaratan sebagai berikut : . Potongan A-A (midspan) sebagai balok persegi (c). dapat dianalisissebagaibalok T semu (balok persegi)atau balok T sebenarnya.9 Gambar BalokT dalammomen balok persegi.selanjutnya diperiksaapakaha memotongflens atau badan penampang balok: a.85f"bf " Setelaha asumsidiperoleh. jika a (asumsi)( hr.PotonganA-A(midspan) sebagaibalok T positifdannegatif 4. .9c.4. A.f A=- o. dimana adalah L baloktersebut bf=!*+16h1 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. > b. panjangbentang br= L/4 . Adapun pada tengah bentangbalok T dapat diperlakukandengan dua kemungkinan.. jika a (asumsi) hs.4-37 . sebagai Padadaerahperletakan balok T pada umumnyadiperlakukan persegisepertiterlihat pada karenadaerahtekan betonakibat momennegatif berbentuk gambar 4.PotonganB-B(perletakan) balok perseg sebagai (d).makadianalisissebagai balok T semu(balok persegiseperti gambar 4. pemeriksaan perlu digunakan terlebih Untuk menentukan balok T semuatausebenarnya dahulutinggi blok tekanbeton. makadianalisis sepertidapat sebagai balok T sebenarny4 gambar dilihatpada 4. Pffituclylnu Lwrun Buor Compression zone-- lul ll (b).9b).

bf = b* * So. .4-38 . Keruntuhan balansini digunakan jenis keruntuhan penampang keruntuhan apakah tarik (underreinforced)ataukeruntuhan tekan(over reinforced). Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. . dimana Soadalahjarak bersih antarabalok denganbalok sebelahnya Sedangkanlebar efektif balok L (balok yang hanya mempunyai pelat pada satu sisi saja) tidak boleh lebih dari : .003dan bersamaan denganitu tulanganbaja untuk memeriksa mencapai regangan leleh baja 6s= ry.10Lebarefektifbalokdengan 4.5. Pt naN ctuttex Lnnrun BaLoK .2 BAL0KT TaLANGAN ANALISIS TaNGGAL balok T terdapat beberapa Seperti halnya denganbalok persegi dalam menganalisis kondisiyaitu : a) (seimbang) Keruntuhan balans terjadi bila regangan maksimumpadaseratterluarpada Keruntuhan balansatauseimbang daerahtekan betontelah mencapd6".4. : 0. bf: bw+Lll2 br=b"+6hr bf=b*+So/2 sayap Gambar 4.

".* + Ccr= 0.(4.1l (b) dilihatpadagambar Keseimbangan kopelgayasecara T=C Dimana 1 : A t u& C : C.i2 rr".5-1) tulangan tarik bajamengalami Keruntuhan dimulai dengan tarik terjadi bila keruntuhan lelehterlebih Hal tarik bajalebihkecildari luastulangan dahulu.5h r.-u. As6 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.s-1) (4.a6 padabalok T.IrUn BALOK 4. (b) Keseimbangan Kopel Gaya Gambar 4.4-39 .0.b*) hr (4.s-2) pers.5-1)kedalam Dengan nilai dari mensubstitusikan ayangdiperoleh pers. d . [u.LrI. a * 0.. t.l l Analisis Balok T TulanganTunggal segitigasebangundalam gambar a. T"" d . ini tedadibila tulangan (4.ro.85f" b. balans. diperoleh A16 =elf o.a.l I (a) diperoleh tinggi blok desak Dengan persamaan padakondisi balans."[ffi).5-l). 1lang dihitungpadapers. PERENCANAIU (a) Penampang Regangan dan Gaya dalam Balok T Kondisi Berimbang .5-2) (4.85f" (br .) b) Tarik (underreinforced) Keruntuhan (4.=^(ffi)n jelasdapat a.

s-z) - A"f.5hr) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. makabalok dianalisissebagaibalok T jika tidak cukup dianalisissebagai momen nominalbalokT : persegi.85f" b* a -| 0.g5f"(br -b.12(b) Keseimbangan kopel gayasecaf. PERENCANATU Lrvrun B.12AnalisisBalokT Tulangan Gambar jelas dapatdilihat padagambar 4.5-2)diselesaikan beton. hasildari perhitungan balok a ) hf .85f" (br .-b.85f "b.)h. (4.4.s-3) Jika pers.b*) hr (4.qtor (a) Penampang.Perhitungan dilanjutkan menghitung dengan + Mn = C..O.r 0.4-40 .Regangandan Gaya dalam Balok T Kondisi Tarik .5-3)harus diperiksa. Co" d-a/2 T*r (b) Keseimbangan Kopel Gaya KondisiTarik Tunggal 4.(4.5a) Ccr(d-0. a sesuai Tinggi blok tekanbeton. d . -o. a adalah makatinggi balokdesak Bila persamaan n-- T""' rr..-shf (4."(d-0.a T=C Dimana 1: Ar fi C : Crr"* Ccf: 0.

5-1) atau regangan baja. Gambar 4.4-41 . (4.13 Penampang. (4.85f" b* a * 0.e*E.5-5) kedalampers.\ €".4.13..5-4). pada ( g.^\1 s . = 6.u yang dihitung pada pers. t.b*) hr (4.d . A. Selanjutnya diselesaikan reWflhbtq$. PERENCANAAN LENTUR B.s-4) sepertiterlihat Regangan segitigadiagramregangan baj4 e. Hal ini terjadi bila tulangan tarik baja lebih banyak dari luas tulangan balans.Regangandan Gaya dalam Balok T Kondisi Tekan Keseimbangan kopelgaya: T:C Dimana T=A.85f" (br .5-5) Untuk mendapatkan nilai tinggi blok tekan beton.rat -_-_--Manual P erencanaan StruEtD* Eeton B ertulang untuk Jembatan Hal. ( tydengankondisi Keruntuhantekan bersifat getassehinggatidak disarankanmerencanakan keruntuhan tekan.qrcx c) Keruntuhan Tekan (over reinforced) Keruntuhan tekan terjadi bila keruntuhan dimulai dengan kehancuran pada daerah tekan beton terlebih dahulu. C : C"* + Ccr: 0. (4. diperolehdari perbandingan gambar 4.t l a ) (4.a diperolehdenganmensubstitusikan denganakar persamaan pers.

b*) hr + A.*+C"t A" g'd-"^.s-6) 2A Dimana: A = 0.4.)= 0 -B+^ln'-4AC q .85 (br .s-7) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL4-42 .(A. b* a2+ (0.) 0.S5f.85 f" b* 3 = (0. (br .S5f. e"u a . e"oE*) 6 = .b*) hr* A.5a) C"r(d-0.yaitu: + Mn: Cr* (d-0. = 0. PERENCANAAN LENTURBALOK T=C.- (4. e"uFrd E.( --\a hr f" rl e.5hr) (4. %" B1dEr) Selanjutnya untuk menghitung momen nominal sama seperti menghitung momen dalam kondisikeruntuhan tarik.") ) E.85f" b* a + 0.(A.85 f" (bi .b.

r .y.85i(br -b. (4 Co=0.)hr +.8546"[. n=o''m lrf .rh1 = M" c*l J t"l jffi..{g A$umsi alval Kenlntuhan tadk -0.l.r-..J M..4.oE( = -(l.b.=.{-e.s5J.=*i#lo -!r'l u. fy.s*E.JJ..b1. -b.854(lr.r{ \-/- tr>dl ya | BalokT kefuntuhan tekan -8+r/B'-4AC !l=-**t 1r' J = 0." 8 = 0. .}. Ar8*E... ..l \ .6.#..-* '_T"*rffi -. I keruntuhanrrik | _l g = -B.p1d) -8+r..t. s-5 1r& . PERENCANAAN LENTUR BALOK f'q.. A_ 0 ..-+ I I .85/.= 0. 8=l t------:--:--:--=- tsaroK r | t.4&.85/"b.45 d.l4DiagramAlir AnalisisBalokT Tulangan Gambar Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL4-43 ./8'-{AC (I = *:-*_-r.! " '--:> i -:iJ Tunggal 4. b./" ( . Eial0Kpersegl tarik Keruntuhan reinforceclJ ".{._ 0.).. tekan Keruntuhan overreinforced 2A C* = 0"85/. h1.

l05. := 2OMPa ero := 0.4.003 Mutu baja fr:= 4OOMPa E := 2. := 6160mm2 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL4-44 .5a ANALISIS BALOK T TULANGAN TUNGGAL I tarik kondisikeruntuhan tunggaldengan SOAL : Analisisbalok T tulangan bf DIBENKAN: I)ata penampang b6:= 1500mm b*:= 350mm Data material Mutu beton f.MPa h1:= l20mm h:= 600mm d:= 504mm Luas tulangan tarik A. PERENCANAAN LENTURBALOK CONTOH4.

-.9r) LANGKAH2:Menentukanq 9l = o'85 tapi tidak lebih kecil dari 0.U5. 600 ab:=FtIro *\) ( 'l. Asumsi awal.l.85..!(. blok tekan beton memotong flens.l Faktor pl tergantung dari mutu beton.8llkN'm Manual P erencanaan Struhur B eton B ertulang untuk Jembatan Hal.' o.rc. a < hsmakabalokpersegi.4. 445 . PsRar.65.tt 7 \twu ) ir r" < 3oMPa if f" > 30MPa 91:=ma:(0.4NneN LnNrunB.85-gf!-30) | lo. dengan S auadalah a LANGKAH 4 : Menghitung momen nominal balok Mn.tor faktoSl LANGKAH I : Menentukan RSNr-T12-04 Pasal 5. jika kurang dari 30 MPa nilainya0. namunjika fc' lebih besar 30 MPa nilainya berkurang s.=^..627mm keruntuhan tarik.= 10. tinggi blok tekan beton memotong flens Ar'fu .85fc.) Mn = llz2.d ab = 257.04mm LANGKAH 3 : Menghitung a asumsi awal.l.bf a:- a=96.

dengan penampang balok T LANGKAH 4 : Menghitungulang nilai a dengan Ar. jika kurang dari 30 MPa nilainya0.o.891mm Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.=lo85-ryf+-.'l 1\MPo | ) if 10.hr 0. Asumsiawal. jika fc' lebih besar namun 30 MPa nilainya berkurang tapi tidak lebih keeil dari 0.-0.85fc.85fr.8s f. blok tekanbetonmemotong flens. = 400MPa d = 504mm ab =257.b1 !.! .bw a = 226.(brb*).55. 4-46 .l.l Faktor pl tergantung dari mutu beton.[ft) As = 9240m# a.5anamundengan SOAL : Analisisbalok T seperti LANGKAH I : Menentukanfaktorpl 'r fc = 20MPa if fc > 30MPa RSNI-TI2-04 Pagal5.94ltnrrl keruntuhan Tarik" Ket = "a > hf.85. %=p.Fr) LANGKAH 2 : Menentukangr Fl = o'85 . u. Balok T.Pzn-suctuAAN n Buo x Lnuru ANALISIS BALOK T CONTOH4.04mrn LANGKAH 3 : Menghitunga asumsiawal. < 3oMPa F1= -a{o-u5. tinggi blok tekanbetonmemotongflens Ar'fu a=l44.5b TULANGAN TUNGGAL KERUNTUHAN TARIK I tarik As : 9240mm luastulangan soal4.l.s'fc.

mm ANALISIS BALOK T CONTOH4.85rc'(bf .qrcrc LANGKAH 5 : Menghitung gaya-gayakopel C.'a'b* ccf = o.* dan C.5c TULANGAN TUNGGAL KERUNTUFIAN TEKAN SOAL : Analisis balok T denganpenampangsebagaiberikut DIBERIKAN: Data penampang bf = l5oomm bw = 450mm hf = l2omm h = 600mm d = 470mm Luas tulangan tarik As = 12950. = 400tl4Pa I Es = 2'105-N4Pa Manual Perencanaan Snukur BetonBertulang untukJembatan HaL4-47 .).4.*.qN LsNrunB.[o - . "".PmeNceye.-2 Mutu baja Data material Mutu beton fc = 2OMPa ecu = 0'003 l.1 Cc* = 0'85f.b*)'hr Cc* = 1350000N Ccf = 2346000N LANGKAH 6 : Menghitung momen nominal balok Mn . ) Mn = 1.[d - (a\(hr) .56887x l09N.c.

4-48 .turt a ) hr. Manual PerencanaanStruhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.65.o.85f"'bg = Penampang "Balok T" A"'L a=203-l37mm balok T LANGKAH 4 : Menghitung ulang nilai a denganpenampang (asumsitarik) u=ffi Ar. balok T.fy .d o* \ ) ( 9l = o'85 tapi tidak lebih kecil dari 0.t.85 if f" > 30MPa Fr) 91:=mu{0. kerunnrhan tekan. dengan a ) or.l Faktor pl tergantung dari mutu beton.o ).4.[.85. jika kurang dari 30 MPa nilainya0.124.qN Lstwun Bttor faktorBl LANGKAH I : Menentukan RSM-TI2-04 Pasal S.= ? \tutPu ) lo8s-ryf+-r'l | if f" < 3OMPa 10. Pznrucet'te.l.85fc. namunjika fc' lebih besar 30 MPa nilainya berkurang p.u5. LANGKAH 2 : Menentukan a6 600 ub= pr.---:--!0.hr a=397.(br-b*).. ab=239'7mm LANGKAH 3 : Menghitung blok tekan beton memotong flens a .

\ 2) "". Lft LANGKAH 5 : Menghitung ulang nilai a dengan penampang balok T keruntuhan tekan.bw B = o.d ) Langkah 6 : Menghitung gaya-gaya kopel Cr* dan Crr Ccw = 0'85f"'a'b* ccf = o."*.[o -:) .85fc'(bf . A = 0. A = 7.85fc.(ot.104x 106 C = -(e r.[o "\ - t'r) T) t09 Mn = 1.4-49 .Ut tfU n BUOr<.65* to6 I N m B = 9.55562x N'mm Manual P er encanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.u*). P gnnt t.912xtO6N mN C = -3.qt 4.85fc.E s.n1+ Ar-e"u-E.e cu .b*)'hr Ccw = 1'994x 106N Ccf = 2'142x tO6N LANGKAH 7 : Menghitungmomennominalbalok Mn = .q.B l .tC.

si]. Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jernbatan Hal. PERENCANAAN LENTURBALOK 4.5.3 GnNot AN.4.analisis balok T tulangan halnyadengan Seperti bila tinggr blok tekanbeton. Ir.a > hr.0"5hi * b*. dan Regangan GayadalamBalokT KondisiTarik c* d . d . tunggaldilakukan ganda balokT tulangan samaseperti Dalamanalisis balokT tulangan gaya-gaya kopel. dari superposisi komponen (a) Penampang. T".tttsts BetoK T TULANGAN dilakukan balok T sebenamya tunggal.15AnalisisBalokT Tulangan Gambar d-d' rr".- Tt* + (b) Keseimbangan Kopel Gaya Ganda 4..4-50 .

5-9) beton a adalah maka Bila persamaan diselesaikan tinggibalokdesak . J Jika semua syarat terpenuhi.I ) (4. Bila a < hf .85 b* a + 0.s-e) (4.maka momen nominal balok T tulangan ganda dapat berikut: kopelsebagai diperolehdengan menjumlahkan momendari gaya-gaya (4.a dengan u-- (e".a r.5a) C"s(d-0. asumsitulangan beton.85 (br .5hs) (d .85f"b* diperoleh diperiksa : Selanjutnya a yang nilai tarik d . rnutu tekan tutangan teleh.' [6 0 0 + " f.A'")f.* (d-0.15b.([ 6 0 0 . Mn = C.B5f"(br-b.BALOK LENTUR 4. -o. (A".A'")f .t=gq .5-ll) + + C".s-10) .g5f"bf (4. 0.4 ' ' #-lA'. (anggap jelasdapat tulangan 4. dilihatpadagambar kopelgayasecara Keseimbangan asumsi awal) tekanlelehsebagai T=C Dimana 1=A.4-51 .b*) hi* A" fy (4.makatulangan leleh as' F. makabalok dianalisissebagai dianalisis sebagai balokT. maka perlu dihitung tinggi blok tekan tekanleleh.s-8) namunjika a > hf makabalok balok persegi.& f" f" C = C"** Crr* C"r: 0.d') ManualPerencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal.)hr 0. PERENCANAAN a) TekanLeleh Tulangan Keruntuhan Tarik dengan Untuk memeriksaapakahtulangantekan leleh.

85f" (h .85 b* a2+(0.e"oFrd'Er)=0 5 i _B+JB'_4AC .(4.r: 0.5hs)C". t"u E . (d . ".4. Selanjutnya + * Mn = Cr* (d-0. e"u B1d' g .85f" Or .85f" b* a + 0.b*) hi+ A'.5-12)kedalam 0. b* 3 =(0.13. ft e-(A'.s-14) kembali (4. E. A.5.b*) hr+ A'. C = C"*.+ C"r* C.85f. (4.4-52 .s-r2) sepertiterlihat segitigadiagramregangan Regangan bajq e'.15 ) Manual Perencanaan Snulctur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.(4.Selanjutnya diselesaikan pers. C"t danC"r. &: 0. dilihatpadagambar Keseimbangan kopelgayasecara T=C Dimana T-Arf.15b. r'. PERENCANAAN LENTURBITOT b) Tulangan TekanTidak Leleh Keruntuhan Tarik dengan jelasdapat 4.24 Dimana: A = 0.Sf (br .d') ( 4.6"uE.5-14)digunakan untukmenghitung dalampersamaan Nilai a yangdiperoleh berikut: gaya-gaya dihitungmomennominalsebagai kopel Cr*.A' &) Et) C = .b*) hr* A'.85 f (h ."="*[l-ry) persamaan kuadrat.5a) C"s(d-0.85f b* a+ 0.- (4.s-r3) nilai tinggi blok tekan beton.b*)hr* A'. r*(t-E{\ "-\ a) A (4. T = C"* * Ccr* Ccs A. diperoleh dari perbandingan gambar pada 4.5-13).a diperolehdenganmensubstitusikan Untuk mendapatkan persamaan denganakar pers.(A'.

)/" -f ) ''' -Fl oooa 600_.!. =l'.*/& [$i-=.-r'.-_ -8+. hr.-(-4'.l Asumsi swal tarlk Kerunruhan (b/ {-r.. = 0.Ji'-4-{C ffi C*. -b*)h/ ca = 0.85/"(4 C. fy.B5I -b.o.a"-$-Ad'ldll.4-53 .*. "1.16Diagram Gambar Alir AnalisisBalok-TTulangan Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. + Are*E.e*E fta'') Tulangan tekan eleh tekan kerunluhan (dihindari) n=-_l.s5"4's6.o. A* tr.85.}ht ". b.0.-J.f. d* ru="*id4j-+[r-?) Ganda 4.%['-*] .r . . i$t C . PERENCANAAN LENTURBALOK f'a.85d(&.sSS -4. -b*iftr Co= 0.c&* cr. 4 .bi.95"{so a . :0.. -0l.d.)i. co =d'. )'. .57'.4.

LENTURBALOK 4.5d CONTOH ANALISIS BALOK T TULANGAN GANDA I SOAL : Analisis balok T hrlangangandadengankondisi kerunhrhantarik .003 Mutu baja ! := 4OOMPa E := 2.:= 0.:= 47Dmm d' := 65.tulangantekan leleh bf DIBERIKAN : Data penampang bg:= t200mm t*:= l37.MPa desak Arr i= 40gmm2 Tulangan Tulangan tarik A.5mm h1:= l00mm h := 600mm d. PERENCANAAN 4.t* bw = 275mm Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.4-54 .mm Data material Mutu beton f. := 2OMPa ear.105. := 6900mm2 b*:= 2.

bw a = 219.85. \ ^ ( 600 ab=239'7mm blok tekan beton memotong flens (4. LANGKAH 3 : Menghitung /. namunjika fc' lebih besar F1:=mu{o. Jika d'/a < (d'la)lim maka tulangantekar/desakleleh.4-55 .rv o. Pr) LANGKAH 2 : Menenfukan ag Pt = o' gs 30 MPa nilainya berkurang tapi tidak lebih kecil dari 0.l. ll-l l=0. u. . karena a < a5 atan Manual Perenc anaanStruhur BetonBertulang untukJernb Hal. au:= ? Ft'l-J0+ ) ..[ .ssr. d frJ . jika kurang dari 30 MPa nilainya 0.85fc.os.= lo.fy a:=0._ . jika tidak tulangan tidak leleh.ro] if s.J.451mm LANGKAH 4 : Menghitung ulang nilai a dengan penampangbalok T (asumsi tulangan tarik dan tekan leleh) (e.78&twr Periksaasumsi /a') r-r \ u /ri| =-'l 1-lll Fr \ r F \ 600) ) ^ ' --'lt(.. karena d'/a< (d'la)lim Tulangan tarik ) telah leleh. ! = o.hr(uru*) 0.85f"'b1 a=127.Ar. P SRENcANAAN LsNrun BIIOr T1244 Pasal 5.l.392 60WPa ) \ u /ri* Fr \ /o'\ t.4.nr.zga a Tulangan desak ) telah leleh.).85 fc > 30MPa Faktor Bl tergantung dari mutu beton.rr-? \MPa ) | if f" < 3oMPa 10.6s.l LANGKAH 1 : MenentukanfaktorBl t" 99I.

rl d .a.+ | + C.(d -"\ d z) " "'\ 2) Mn = l.4. PERENCANAAN LENTUR BAL2K LANGKAH 5 : Menghitung gaya-gayakopel Ccf := 0.85fc.b* Ccf = l'572x 106N Ccw = l'028x 106N Ccs= 1'6x lo5 N Ccs Ar'.b-) Cc*r= 0.hf (bf .r.4-56 .1.! := LANGKAH 6 : Menghitung momen nominal -d') Mn'=C"*.i | * C.o95x 109N'mm /o\(hr) Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.85fr.

4. Pmtuctulltr Ltttrun BALzK

4.5.4

AN,tttstsB,ttorKornrHouow

Analisis balok kotak hollow dalam segalahal sebenarnya tidak berbedadenganprinsip balok. Bentuk tidak menjadi sesuatuhal yang rumit bila dapat diperolehtitik berat penampang yangtertekan blok tekan,a. Bila disamakan = 2 t* makabalok b* setinggi persis hollow analisisnya sama dengan balokT.

c*
d-dl

-r--C-

-LL

+
I

d - 0.54 _J_T.,

t-

-r."
+
--4----.-J

l

d-d

4.17Superposisi Gambar KopelBalokKotakHollow Gaya-Gaya jelas dapatdilihatpadagambar Keseimbangan 4.17 (anggap tulangan kopelgayasecara . tekanlelehsebagai awal) asumsi T=C Dimana T=Arf, C: C"* * C4* C..=0.85f. b* a + 0.85t (br - b*) hg+A', fy b*:2 t* (4.5-16)samapersisdenganpersamaan Persamaan (4.5-9)dengan demikianbalok box kotak dapatmengikutiprosedur perhitungan b* balok T, dengan mengganti = 2 t*,.

(4.5-16)

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

HaL4-57

4. PmnucIuIAN LENTaR BAL}K

CONTOH4.5e

ANALISISBALOK BOX HOLLOW TULANGAN GANDA
I

SOAL:

Analisis balok Box Hollow hrlanganganda dengankondisi kerunhfian tarik -

tekanleleh tulangan

d'

I

-r
ht

DIBERIKAN : Data penampang b1':=l200mm t",:= 137.inm hg:= l00mm h:= 600mm d := 470mm d' := 65.mm

Data material Mutu beton
f" := 2OMPa e",, := 0.003

Mutu baja

!

:= 4OOMPa

E, := 2.l05.MPa

Tulangandesak Ar, != 400mm2 Tulangantarik
A.:=690omm2

b*:= 2.t*

bw

275mm

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4- 58

4. P nagt tclx,qeNLaurun B.atox LANGKAH I : Menentukan faktoSl
RSM-Tt2-04 Pasal 5.1.1.1 Faktor pl tergantung dari mutu beton, jika kurang dari 30 MPa nilainya 0.85, namunjika fc' lebih besar 30 MPa nilainyaberkurang

p,,= if f^ loBs-ry[,+-r']> 30MPa
''l ? | \MPu )

lo.8s

if f" < 3oMPa Ft = o'85

F1:=ma{0.u5,9r)
LANGKAH 2 : Menentukan a6

tapi tidak lebih kecil dari

0.6s.

j9L).0 :=^ r au 0r'l7 -r00+ frl
a

ab=239'7mm

LANIGKT\I{ 3 : Menghitung blok tekan beton memotong flens a = 127.451mm

o.85fc.bf

LANGKAH 4 : Menghitung ulang nilai a denganpenampangbalok box hollow (asumsi hrlangan tarik dan tekan leleh)

o*) (o, - nr,).! - o.85r".hs(or0.85fc.bw Periksa asumsi

/\

i,

/a'\ r-r
\o/rir.

r \ | r =-.1 l-Al
Fr\

600)
Jika d'/a < (d'la)lim maka tulangan tekan/desak leleh.

/a') l-l

I' )l = 0 . 3 9 2 - - ' l t(. l 60CIvlPa/ \ u /ri- Fr \
9)= o.zga
a

Tulangan desak ) telah leleh, karena d'/a< (d'la)lim Tulangan tarik ) telah leleh, karena a < a6

Manual Perencanaan Strulaur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-59

4.Pmntcaunnu Lwran BAL)K
gaya-gaya kopel LANGKAH 5 : Menghitung Ccf:= o.Slfc.hf(br- b*) Ccwt=0.85f".a.b." Ccs,= Ar''! LANGKAH 6 : Menghitung momennominal (a\(hr) Mn,=..*.[u ;)c.f.[d c.r.(d- d') N Ccf= 1'572x106 Ccw= 1'02sxt06 N Ccs= 1'6x lo5 N

; )+

Mn = 1-095x lo9N'mm

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.4-60

!

KEKUATANKOLOM 5. PERENCANAAN

5 PERENCANAAN KEKUATAN KOLOM 5.1 Uma*t
bebandari lantai atau Kolom merupakan elemenstruktur yang berfungsimenyalurkan berikut kolom dapatdiuraikansebagai balokke sistemfondasi.Konsepdasarperhitungan o Perbedaan antarakolom denganbalok adalahbahwa pada kolom di mendasar bekerjapula gayaaksial (bisatekan bisatarik); momenpadapenampang samping berubah(uniaxial dan o biasanya arah momenpadakolom bisa berbalik dan/atau biaxial bending); o Selaindari padaitu semuaasumsidan ketentuan dasarkolom tetap samadengan apa yang kita kenal berlaku pada balok yang mengalamibeban luar berupa momenlentur.

5.1.1

FAKToRREDUKSIKEKUATAN

gayaaksial menahan dari kemampuannya dari kolom harusditentukan Kekuatanrencana akibat pengaruh dan momen lentur akibat bebanrencanadan momenlentur tambahan cara kelangsingan, berdasarkan PBKT. Faktor reduksi kekuatandapat dilihat pada Tabel 3.2 Qugaterdapatdalam pasal 4.5.2 RSM T-12-2004).

5.1.2

PNNSIPPERENCANAAN

a) Perencanaan komponen strukturyang dibebani kombinasilentur dan aksialharus tegangandan kompatibilitas regangandengan didasarkanatas keseimbangan asumsi dalamsubbab4.1.2. menggunakan b) Komponen struktur yang dibebani kombinasi aksial tekan dan lentur harus direncanakan terhadapmomen maksimumyang dapat menyertaibebanaksial.

Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-l

KEKUATANKOLOM 5. PERENCANAAN

Bebanaksial terfaktor {

yang ada,tidak boleh melampaui denganeksentrisitas

kuat rancang bebanaksial /P"1**1,dimana: tulanganspiral: dengan 1) Untuk komponen -f"'(A, QP,6*)= 0,85/[0,85 -A,,)* frA",]

( s.l- 1)

pengikat(ties): tulangan dengan 2) Untuk komponen

-f"'\A, - A,,)* f ,A",] dP,6*\= o,8o/[0,85

(s.r-2)

untuk memperhitungkan 3) Momen maksimumterfaktor, M, harusdiperbesar dengan bab5.3. sub efekkelangsingan sesuai

5.2

KoLoM PENDEK Pnnnr,tc.nrve.nN

penambahan momen akibat dengan mengabaikan Kolom pendek bisa direncanakan kolom pendekbisa dilakukan pengaruhkelangsingan. Dengandemikian, perencanaan pengaruh interaksi memperhitungkan dari hasil analisisstruktur,dengan sesara langsung momenlenturterfaktor. antara bebanaksialterfaktordengan

5.2.1

DaGRAM lNrnnars Kotou

Diagram interaksi kolom secaftrumum dihitung dengansejumlahdistribusi regangan. Titik-titik dalam diagram interaksi dihitung berdasarkannilai P dan M yang tersebut. dengan regangan berkorespondensi

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-2

./t 'fr r' F /.KoLoM 5.1 Interaksi Gambar Diagram kombinasiaksialdan momen Secara umum penampang elemenstrukturyangmengalami sebagai dapatdigambarkan berikut : Pn= Pc + I -*.-l e I I -T_ I ! oesr.-4 n nnl t / Mo Kondisi seimbang n rvrt "J Mu Mn :*7* . i d.VV{ Kontrol Tarik Kolom 5.003 Kontrol Tekan Kontrol Tekan Pu Kontrol Tadk g:@ r--?4L L. = 0.= f"lE. V /- J V. f-. PERENCANAAN KEKUATAN Pn Po 0. Gambar5.1" --t---: -f .85liorO a' _I t. l* C.2 Perhitungan danMo untuksuatudistribusiregangan Pn Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.5-3 .

T " = 161gan positif ( 5. Mu ) dane untuk kombinasi 1) Hitung beban yangberpotensi 2) Pilih kasuspembebanan menjadipenentu.lt.KOLOM 5.2 PERENCANAAN DAGMMINTEMKSI MTNEOux.2.C .2. ) + c "-[-.quIAN KEKUATAN padaCentroid Aksi GavaResultan P n =C " + C " .("o"-L\ 2) \ )+ .)+'".(L-1)*r = r". RevisiAg jikadiperlukan.(t) (s.2-2) Atau Mn 5. 4) Gmakan grafik yang sesuai) target pu Baca dalamAuer*t ff <> diperoleh Ag: bh : frn /bh Lakukanjuga untukkasus-kasus lainnyayangmenentukan kolom b danh 5) Pilih dimensi (step3). Ast : peb h 8) Gunakandimensiaktual & ukuranbatanguntuk mengecek semuakombinasibeban (gunakan grafik ataudiagraminteraksi). Prrcuc. pr] 9) Rencanakan tulanganlateral [selesaikan Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. beban terfaktor(Pu. hitung ulang ( e / h ) dan 6) Jika dimensiterlalu berbeda dari nilai estimasi ulangkembalilangkah4 & 5.) +r"*(d.1) pusatgeometri Momenterhadap Mn . 3) Gunakannilai estimasih untuk menghitungyh. * f a .a' c" \ 2 2 ) . 7) Pilih nrlangan baja. e/h untuk kasusyang menentukan.aTeN gambardiagraminteraksidari manualdapat kolom denganmenggunakan Perencanaan dilakukanmengikutilangkah-langkah sebagai berikut : yangrelevan. 5-4 .

tN6.3.o5 v.sedangkan direncanakan menurut bab5.1 1) PnaTNen. sub 1) momen-momen ujung Kolom boleh dianggap bila pembesaran tak bergoyang akibatpengaruh ujungorde-satu.3 PsnnNc.3. = jumlah bebanverticalterfaktorpadatingkatyangditinjau vu = gayageser total padatingkatyangditinjau akibat V.s1NG Kolom harus dikelompokkansebagaitidak bergoyangatau bergoyang.3-2) 2) Dengan faktor pembesaran d* momenuntuk kolomyang tak bergoyang. PERENCANAAN KEKUATAN KoLoM 5. dapatdiambil: Manual Perenconaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. DimanaMz adalahnilaimomenujung kolom terbesar. dan momen terfaktor yang diperbesar.4NAArv Kotou L.5.Kolom tak harus bergoyang kolom bergoyang harus direncanakan sub menurut bab5.l" Dengan : (s.3.2.0 0.75P" 3) (s. sebesar: a-=-4-rr. orde-dua tidak melebihi5o/o momen-momen dari 2) Suatu tingkat pada struktur boleh dianggap tak bergoyang bila nilai index padasuatutingkat: kestabilan g =ZP. ao = simpangan relativeantartingkatorde-pertama l" : tinggi kolom padatingkatyangditinjau 5.o" <o.1. M " yang didefinisikan (s.3-3) Untuk komponenstruktur yang tak bergoyangdan tanpa beban tranversaldi antara tumpuan.5-5 .3-1) IP. maka C.qNMoMEN KoLoMTAK BERGovANG UNTaK Komponen strukturtekanharusdirencanakan dengan bebanaksial menggunakan terfaktor I sebagai: M" = 6*M.

5. PERENCANAAN KEKUATAN KOL2M

c^=0,6.0,+(ff;), o,+

(s.3-4)

Dimana Mt, Mz adalahmomen ujung kolom, denganMz adalahmomen ujung Perbandingan kolom terbesar. 5
M2

bemilai positif bila kolom melenturdengan

tunggal. Untuk komponen struktur denganbeban tranversal di kelengkungan dengan 1,0. diambilsama tumpuannya, harus antara C, 4) (5.3-2)tidak boleh diambil lebih kecil Momen terfaktor M, dalampersamaan dari : (5.3-5) = P,(15 0,03/r) + "^^ Untuk masing-masing sumbu yang dihitung secaraterpisah,dimana h dalam M millimeter. Untuk komponen struktur dengan Mr.^^>M, ditentukan: . . 1,0 Sama dengan atau Berdasarkanpadarasioantara dan Mzyngdihitung. M, nilai C^ harus

5.3.2 a)

Pnungsnn.IN M0MEN aNTUK KoLoMBERGOVANG samping,faktor Untuk komponentekan yang tidak tertahanterhadapgoyangan panjang efektif&,harus lebihbesardari1,0. Untuk komponen tekan yang tidak ditahan terhadap goyanganke samping, pengaruh kelarrgsingan apabila!!o.rr. bolehdiabaikan r

b)

c)

Momen Mt dmr M, padaujung-ujungkomponenstrukturtekan harusdiambil sebesar: M, = Mr* + 6Mr" Mz = Mr* *6Mr, Dengan6J4r" dan 6$ r" harusdihitungmenurutsubbab 5.3.2(d). (5.3-6) (5'3-7)

d).

Caramenghitung tsl,r'"

Manual Perencanaan Struhtur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-6

5. PERENCANAAN KEKUATANKOLOM

momen6 goyangan yang dipetbesar, JUI harusdiambil sebesar Momen-momen ", metodesebagai momen ujung kolom yang dapat dihitung denganbeberapa berikut: l. komponenstrukturyang nilai kekakuan Analisis orde-kedua berdasarkan diberikanpada5.3.3.Padametodeini dilakukaniterasiP - A sampaiselisih defleksi relatif lantai akibat beban lateral iterasi ke-i dengan iterasi mendekati ataudapatdituliskanI Ai - d-1 | o 0. nol sebelumnya Analisislangsung momenP - A (AASfffO) : Sebagai altematif 5Jv[, bolehdiambil sebesar

2.

dM-=

M"

r-Q

u.M-

(s.3-8)

Apabila nilai d"yang dihitung dengancara ini lebih besardari 1.5, maka 6"M" haras dihitung dengan menggunakan analisis elastis orde-dua atau 6rttl" boleh dihitung dengan cara pembesaranmomen portal bergoyang tradisional. 3. portalbergoyang tradisional. Analisispembesaran momen kolom-balok, Padametodaini akandihitungterlebihdahulurasiokekakuan qruntuk menghitung efektif, fr. Faktorpanjangefektif,k yang faktor panjang Pc. didapatdigunakan untuk menghitung

6M

M,

"=

, ZP, ,-

2M,

(5.3-e)

}iDi

pengertian: dengan Ip, =jurnlah seluruhbebanvertikal terfaktoryang bekerjapadasuatu tingkat lantaikendaraan. ZP"= jumlah seluruhkapasitas pada tekan kolom-kolombergoyang satutingkatlantaikendaraan.

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-7

5, PERENCANAAN KEKUATAN KoLoM
I

e).

Sebuahkomponenstruktur tekan dengankelangsingan: :):

t..

35
l l f , A" g
IJc

'

( 5.3- 10)

lP"

Harus direncanakan untuk memikul bebanaksial terfaktor {

dan momen M"

yang dihitung menurutpers. (5.3-2) dimana M, dan Mr dihitung menurutpers. (5.3-6) dan (5.3-7), Fo ged;a persam:un (5.3-12)ditentukansesuaidengan yangdigunakan. kombinasibeban

5.3.3 a)

BEBAN TEKUK Bebantekuk didapatdari:

P^ l'E-,!= -c=
Qt")' b) Bila tidak menggunakan perhitungan yang lebih akurat, EI sebesar:

(s.3-11)
dapat diambil

+ E"I "") E t - lo,2E"l,
L+Fa atau lebih konservatif:
El-

(5.3-r2)

0.48t"6

I+ Fa

(s.3-13)

Dimana:/", adalahmomen inersia tulanganterhadapsumbu pusat penampang komponen struktur. 5.3.4 SvtnqrKrntNGsrNclN

Umum Apabila gaya dan momenyang bekerj padakolom telah diperoleh dari analisis a denganmenggunakan elastis linier, pengaruhkelangsingan harus diperhitungkan radiusgirasir, dan panjang efektifsesuaidengan uraianberikut. ataupanjang bebas

A.

Radiasgirasi

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal. 5-8

5. PERENCANAAN KEKUATAN KoLoM
at l

Radius girasi r, untuk komponen struktur tekan persegi diambil sama dengan 0,3 kali dimensi total dalam arah stabilitas yang ditinjau, dan sama dengan 0,25 kali diameter untuk komponen struktur tekan yang berbentuk lingkaran. Untuk bentuk penampanglainnya r, dapat dihitung dari penampangbeton bruto.

B.

Panjang bebas Panjang bebas, I, da/. suatu komponen struktur tekan harus diambil sebesarjarak bersih antara pelat lantai, balok atau komponen shuktur lainnya yang mampu memberikan dukungan lateral terhadap komponen struktur tekan tersebut.

c.

Panjang efektif Panjang efektif , k/ dapatjugadinyatakan sebagaikl.: l./n; dimanan adalahjumlah "setengah gelombang sinus" atau (% sinus yang) dibentuk oleh deformasi elemen kolom. Beberapapanjangefektif kolom yang diidealisasi.

4

I

% (% sinus)

!.

t
7zsinus

Q z tz sinus)
(a)n=L;k(= l. (b) n:2; kL=l/2

Gambar5.3 PortalTerkekang Arah Lateral(Non SwayFrame)

% (% sinus)

s s
( a )n = % ; k l . = 2 1

a

%(%smts)

@'Sn=l;kl=l

(SwayFrame) Gambar5.4 PortalBergoyang

Manual Perencanaan Strulctur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-9

5. PERENCANAIU KnruArIN KOLOM

Panjangefektif dari suatu portal untuk pondasiyang mengalamirotasi, dapat digambarkan berikut: sebagai

*i
q

e.l

:s

a

(a)2.2<k/u<o

O) 1.2<k/u<o

(SwayFrame) Gambar5.5 PortalBergoyang rotasidantranslasi terhadap Faktorpanjangefektifdipengaruhiolehjenis kekangan AASHTO dapat ujung-ujungkolomnya.Nilai faktor panjangefektif berdasarkan dilihatpada tabeldalamGambar 5.6.
GoyanganDitahan (Braced) GoyanganTak Difiabm (U nbraced)

Bentuk kolom tertekuk ditunjukkan dalam gambardi samping

4

Teoritis Desain

k=0.5
k = 0.65

k = 0.70 k = 0.80

k= 1.0
k=1.0

k=2.0
k=2.1

k=2.0 k=2.0

k= 1.0

k= 1.2

Gambar FaktorPanjang 5.6 Efektif,k (AASHTOLRFD sec.4.6.2.5)

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.5-10

9 c.0 ?9.0 -40 -3.3.3-14).1. /r diperolehdenganmenarik garis diantaranilai ry6 d(5.yaitu nilai k teoritis untuk kolom denganperletakanideal jarangditemuikolom karenasangat terkekang sempurna.0 10.20.i t L- zc- 4.ln Ktrulr.: 't*o -3UU u.3-14) Faktor panjangefektif.5.l- -2. nilai k untuk desain.0 -7.8 u.5.o .0 :'1S. dapat Juga dilaklkan dengan nomograf PerhitunganfaKor panjang efektif sebagai berikut. persamaan V" yangtelahdihitungdengan Hal.10 c -Gfi 10.c.8 0.A -6.:t. v. struktur Komponen lak-bergoyang (a) struktur Komponen bergoyang ib) Gambar5.0 50.=ffiffi (5.0 0. k di atasterdapatdua nilai dari pendekatan teoritis dan desain.0 .5-11 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan .0 lrc. .dan Vs rasiokekakuan kolom dengan balok padakolom bagianbawah.0 .o .n.0 li/E 100..50.6! .c . 5C.C- V.0 .4 oec?c€UG- 7A EO t-0 3. k Dimana rya adalahrasio kekakuan kolom denganbalok padakolom bagian atas.7 Nomografuntuk faktor panjangefektif.0 rc.cx Kotou Padatabel Faktor panjangefektif.0 s0 10- 1.0 c.0 r 5.n u.0 20.Prnnttcly.9 c. . dan yang benar-benar terkekang sempuma.

3. .235 2.22x 10ll -rn' : A = 2.01x 106 Kolom mm2 Solusi: 1.. Menghitung faklor ry untukkolom DE. Hitung faktorpanjangefektif untuk kolom DE. 1"' 50m 55m 55m 50m SuperstrukturIc :3.22$0tt)n2 = 0. . 1. Ec:25000 MPa. A = 5.k: I."=ffiffi= V B= l ' 0 3.t4Q01\/5s garislurus padanomograf. PERENCANAAN KEKUATANKOLOM Contohpenqgunaan Nomograf Diberikan:Jembatan strukturbetonbertulang4-bentang sepertiditunjukkangambardi bawahini. Hubungkan titik \lo dan Ve dengan membuat pada bagian unbraced frame.5. 2.86x 106 mm2 :Ic:3.23 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL5-12 .L4 x 1012 : mm4 .

1. $se. PERENCANAAN KoLoM KEKUATAN lY.a 5 .r -n ? BU t0 0 -0.t e0 ?0 I . t.3.5-13 .5.C -:.t 30 c: Komponsn efukturtak.s -0.3-13) Untuk komponen struktur tekan bergoyang.o.) diabaikan apabila: (s. 20.0 300 too 100 9U c e c I . rcc.4 sesuai RSM T-12. pengaruh kelangsingandapat Eo=rt ( s. * lD0 5. sebaiknya dihindarikecuali r persyaratan yang berlaku semua analisisyang menyeluruh telahmemenuhi segala pasal5. Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.blrgoyang {a} struktur bergq/ang Komponen (bi D.0 :.r ]c.3. 30.c.7.0 tos it" .=ro r ( M.14) Untuk semuakomponenstruktur1"1r^ t!-> 100.5 -o. -3ir0 : tB. Pengaruhkelangsingan Pengaruhkelangsingandapat diabaikan untuk komponen struktur tekan tak bergoyang apabiladipenuhi : -(trUt) 4.0 4.

1.a M.3 Garis kerja aksi dari resultante gaya aksial I I:o.(lihatSubBab 4.1 Knratrtrtt KoLoM D..cl x c2 dimanabila c2 adalahdimensipenampang Untuk penampang terbesar danc2lcl < 3.zt Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.ASIRKAN P.2 PNNTNCANAAN BENO.4.qL/tM KoMBTNASILENTaR Bt.asalkanmemenuhisalah satu syarat berikut: a).4 5.05 kali seluruh tinggi badan komponendalam bidang lentur.4SING MOMENLENTURSECAM TERPISAH persegi.tNttN Perhitungan kekuatanpenampang melintangakibat kombinasilentur dan aksial sesuai perencanaan balok.Ip.atau b). Psnnuclx.5-14 .tx AsaastpnnnNc.qN KnxulrtN KoLoM 5.arsat Dnw Tnx.2) dengan pada asumsi 5.5. makapen:tmpang masingdapatdirencanakan untuk gayaaksialdengan masing momen lentur dihitung secaraterpisah.cSTNOM. Gariskerja aksi dari resultante gayaaksialjatuhdidalamluasyang diarsir dari penampang padagambar dibawahini. t I bl + l<>l '0-2 b Gambar 5.0. Eksentrisitas dari resultantegaya aksial pada masing-masing sumbu utama tidak melampaui0.4.

tetapi tidak boleh melebihi 400 MPa.08 . Pnnnnc.20.tNllNKnxulrlN KoLoM 5.4. : Luasdari tulanganmemanjang penempatan spasitulanganagartidak mempersulit atau Namunperlu diperhatikan pengecoran beton.If"'Ar..4.3 DAN PpnnIIc.4.4 KOLOM PBnSvInnrIII TULANGAN UNTAK 5. kekuatan dari penampang dengan: biaksialdapatditentukan 1111 :-=--* Pn j-Pn. P* Po - jlka P.4.2 Pengekangan tulanganmemanjang Tulangan memanjang kolom berikutini harusdikekangdalamarahlateral: o . r Tulangan tunggal Masing-masing tulangansudut jarak pusat pusatlebihdari 150mm dimana Seluruh tulangan ke dimanatulangandiberi jarak Sekurang-kurangnya setiaptulanganyang bergantian 150mm ataukurang o Tulanganterkelompok.atau (s.4. b) Rasiotulanganspiral p"tidak bolehkurangdari : (s.5-15 .1 Tulanganmemanjang a) kolom harus. . adalahkuat leleh tulangan spiral. masing-masingkelompok Manual Perencanaan StrulcturBeton Bertulang untuk Jembatan Hal.4-l) (s.4-3) dengan f .4.01As < Ast < 0.INLENTUR BIANSIAL TEKAN dan tegangan penampang kompatibilitas berdasarkan Apabilatidak menggunakan analisis perencanaan bukanlingkaranakibatlentur berbentuk regangan.4. 5.tf"'As 5.5.4-2) Ql.I ^ Y: *++' ilu{.IIuI. jika n<o. 0.

SIN mm s 150 135o Maksintunt bolehlebihdari 150mm Gambar 5.4. dimana lengkungan membentuksudut l35o ataukurang o o Di antaradua kait yang membentuk sudut 135o Di dalam satu kait bersudut 135oatau kait yang kira-kira tegak lurus terhadap muka kolom. Pada lengkungan ikatan.4 Ukuran dan jarak antara sengkangdan spiral Ukuran dan jarak antaratulangan sengkangdan spiral harus memenuhi ketentuan berikut: a). 5.4. Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untukJembatan Hal. Ukuran tulangan sengkang atau spiral jangan kurang dari ukuran yang diberikan pada Tabel5.KOXU.5-16 .4.4.3 Pengekangan lateral Pengekangan lateral harus dipasang apabila tulangan memanjang ditempatkan didalam dan bersentuhandengan : r Ikatan yang tidak melingkar.4 Spasiantara tulangan longitudinal kolom 5.ATINKOLOM 5.4-1. atau o Ikatan melingkar atau spiral dan tulangan memanjang yang mempunyai jarak yang samaterhadap sekelilingnya. PEMNCANA.

. .Sengkangbagian dalam dapat disambungdengan membuat putaran di dalam inti kolom. untuktulangan 300mm c).4-I Ukuran tulangan untuk sengkang dan spiral Ukuran tulangan arah memanjang (mm) Tulangan tunggal sampai dengan 20 Ukuran minimumtulangan dan sengkang spiral(mm) 6 l0 Tulangan tunggal24 sampai 28 Tulangan tunggal32 sampai36 Tulangan tunggal40 Tulangan kelompok t2 l6 t2 b).5 Pendetailansengkangdan spiral Pendetailantulangan sengkangdan spiral harus mengikuti ketentuan-ketentuanberikut: . tidak lebih dari Satusengkang atauputaranpertama dari spiral harusditempatkan 100mm arahvertikal di ataspuncakperletakan ataupuncakpelatlantai.5. 5. (dimanaft": dimensi tulangan) kolomterkecil.4. PERENCANAAN KoLoM KEKUATAN Tabel 5. Spiral harus diangkur pada ujung dengan satu atau satu setengahputaran tambahan dari spiral.4. 0.5 h" atau7.5d. Sengkang persegi harus disambung dengan las atau dengan membuat dua kait bersudut135osekeliling tulangan. Jarakantarasengkang atauspiraltidak melebihihargaterkecildari : h" atau15 du untuktulangantunggal.5-17 . Sengkang berbentuk lingkaran harus disambung dengan las atau dengan membuat overlap dan memasangdua kait bersudut 135odi sekeliling tulangan memanjang atau kelompok tulangan.dand o: diameter kelompok. Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.

tx Knru..5. Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan H a l .6 Penyambungantulangan memanjang Tulangan memanjang untuk komponen tekan harus disambung sesuaidengan ketentuan: . diameterdalam dari lengkunganharus dinaikkan secukupnya untuk menampung kelompok tulangan. atau sambungan menumpang dalam tarik. . Pada setiap sambungan dalam kolom.25 frA.4.truN KoLoM Apabila kait bersudutatautegak lurus dikombinasikan dengan kelompoktulangan.1 8 .5 . 5. Apabila gayatarik pada tulangan memanjang pada setiap muka kolom akibat beban rencana ultimit melebihi persyaratankekuatan minimum seperti di atas. gaya pada tulangan harus dialihkan dengan sambungan las atau mekanik.PmnNctNt. kekuatan tarik tulangan pada masing-masing muka kolom tidak boleh kurang dari 0.4.

5.I ANALISIS KOLOM BETON BERTULANG I kolom (arahmemutarsumbumayor) SOAL : Analisistulangan DIBENKAN: Kedalaman tulangan per lapir: dl=65mm d2=221.O4 tu i'= 0.aN.7 dia : diameter tulangan jum = jumlah tulangan per Iapis.67 wn d3 = 378.zsn.(diaJ-.33mm h=600 d4 = 535 mm + I I I I I I I *t' ft := 40 Mpa ecu:= 0. i adalahnomor lapis Manual Perencanaan Stuhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.6 aksialtekan bending &:= 0.65 S := 0.5-19 .jum. t t') Pasal5.JNGLUAS TIJLANGANI PADA SETIAP IPIS RSNI-TI2.g (sengkang biasa) LANGKAH I: MENGHITI.003 $ MATERIAL Mutu dan ReganganBatas Beton Moduluselastisitas baja TeganganLeleh Baja Es:= 200000 Mpa fv := 400 Mpa REDUKSIKEKUATAN.Mt't KnrulrlN KoLoM CONTOH 5.2. Pnwuc.

65.bw.l Faktor 9f terganhrng dari mutu betorq jilo kurang LANGKAH 3: MENENTUKANP1 pr .504x 106 c = 606.85 (fc.85fc.85 dari 30 MPa nilainya 0. Dicoba a := c.As. PnO(titik I pada diagram interaksi) Pno:= 0. tinggi Dimana h a&lah penampang kolom. BebanPn maksimumijin kosentris(titik 2 padadiagraminteraksi) Pn-*:= 0.r:= Csr'djy.5-20 .905 if fc > 30 Bl = 0.feg Y.a ajyi _ c tsi := tcu. maka ss = Sr/Es = 400200000 = 0.0. *t".681% pang beton. es > S/3s.g1 Cc := 0. = gaya pada tiap lapis tulangan. TITIK-TITIK DIAGRAM INTERAKS] l.h Ag = 24oooo mm- a Pasal 5. Cs.:= esi-Es.or) * )tar-rv) \ )- = 106 Pno 6.i.002 (.r.". PERENCANAAN KEKUATAN KOLoM LANGKAH 2: MENGHITT]NGLUAS PENAMPANG RSNI-T12-04 Ag:=bw.85fc. namrm jika fc' lebih besu 30 MPa nilainya be*rrang tapi tidak lebih kecil dari 0. LANGKAH 5 : MENENTUI(AN kolom dibagi luas penam- ptul = 2. Cc = gaya pada daerah serat p€nampdlg beton.85.:q. Mr-: momen akibat gaya Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. ifl lorl .&Pn0 pnx:= p\n* Mencari garis netral.= 10.5. Beban Pn maksimum teori. ]. Untrk nilai rengan baja. fi.trs esi \ ) Cs.544x Nilai c diperoleh dari coba- 2. l". tekan Regangan baja dihiEng dengansegitiga sebangrm.85otherwise LANGKAH 4: RASIO TULANGAN KOLOM pru = luas nrlangan utama Io' ptul:= A. c denganaaratrial-error.l.c Cc = 3.2 Pnmax=5.il ) es. l7 10.l.235x lO6 N coba dengan nilai antara h sampai awal 3h.002 | := .

= -3'754x lo8 I*".5a)* Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan HaL5-21 .925x r08 N'mm Mnx:=-cc'(0.5.or= 3. PERENCANA..cst) . I*".732x l0- Pnx= 5. Total Cst = -1.236xtO6 tt e.Pnx error:= Pnx Momen nominal Pn= Cc .qrntt Kotou djyi (mm) tulang.an tahadap terluar serattenekan.Cst= 5.508x td3 N Cst = gaya t rik total Cb ataulCs. : r 6 . * Pn"'! Mnx = 2.235x 106 (cc .IU Knxu.

nrIy KoLou 3.l Cs.c --1 tsi:= Ecu.. .IN Knru.85fc.bw.r 5.t.t.p1 Cc:= 0.002 *.As.855x106 Regangan baja dihihng dengansegitiga sebangun. tnr.Mnb (titik 3 padadiagraminteraksi) Garis nenal dmax = jatak blangan dmax:=mo(djy) 600 cXr= !'dmax 600+ fi' C:= CX dmax=535 cx = 321 wik lapis terjauh dari serat tekan terluar. := esiEs.263x 105 Pnx:=Cc-Cst Pnx= 1. PERENCANA. maka es = ry/Es = 400t200000= 0. *..= . := Cs.BebanPnb. Tinggi tekanbeton a := c. I ".c Cc = 1. Unhrk nilai rengan baja.*.*. Kondisi Balanced.a div. os ) fy/Es.I f Cst = -1.982x106 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. o[lo..'div.5-22 .

si .djy.o . 1 " .bw.002 (.c a = 144.585 Cc = 9. Cst= 9.E .c s t l | c" I Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. R . Pt*. *.091 N 3 = €rror 9.o o2 | r.428x 108 Mnx:= {c.1 Regangan baja dfitung dengancegitiga sebangun.As.9l Cc:= 0.5. 5-23 . ..3 2 Mnx = 6.Es. es > fu/B. i { l o i l ..1 \ := as.(0.832x 105 c = 170. dicoba a := c.831x 105 Pnx=0 Pn= Cc.a ajyi _ " tsi := Ecu. Kondisi Momen tanpabebanaksial (titik 4 padadiagram interaksi) Pnx:=0 Mencari garis netral. esi.s ssi g ) := Cs. tr"rr:= Csr..5a)* 4. = 3'014x lo8 I*. c dengancara trial-error.Ppntnctntln Krxulrtw Kotou Momen nominal I*.672xtO N l error:=c c . maka ss = t/Es = 400200000 = 0. Untuk nilai rengan baja.Cst= 95.85fc.

fc. 6Mn batas:= midO. PnntNctn. 5-24 . if h'i > batas > d b .427x 108 N'mm 5.5.l. Pnb) batas = 4801d\t kontrol antara daerah tekan ilan tarik Nilai batas a&lah nilai ter*ecil dari 0. + Pno! Mnx=5.574x 106 N Mnx:= 0 Nilai Baras .trtN KoLoM Momennominal Tfr..t r .. Faktor reduksi p€nampang 0 i : = d.(0.f"^^ = 6. > OkN ' batas @ if Pn' < OkN koloflL { nilainya bisa bervariasi tergantung dari nilai Pn.5a) * := I*. Menentukan4Pn.8.ry Pnx: -2. Bila Pn > Batrs makaQ=0k=0.Ag.65.q.I i f b a t a s Pn'. P n ' .Untuk Prr terletak antara Batas dan 0ld.l maka nilai falcor reduksi db-dr 0=0b----fn balas ^ Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. adalah titik 6.1Ag fc danPnb.137x108 vs /-J IUnx -Cc.el Kpxu.@ . sedangkanjika Pn < 0 kN maka 0=$b=0. Bebanaksialtarik maksimum(titik 5 padadiagraminteraksi) pnx:= -Io.

5. PnnnNctnl.Mn) diatasdigambarkan (dash) sederhana garisputus-putus oleh Z Manual PerencanaanStruWurBeton Bertulang untukJembatan Hal.qttKoLou secara 7. DiagramInteraksiuntuk 5 titik (Pn.5-25 .qN Koxutr.

0 EQ Uor Hre= 0.5. 5-26 .qrlx KoLou CONTOH5.0 LL dan Uoz= 0.3 DL + 2.PnnnvcmlAx Kwu.2 ANALISIS KOLOM LANGSING BALOK BETONBERTULANG I SOAL : Desain kolom pier interior untuk sistem portal simple span (Portal Bergoyang).06 Ws Potongan Pier A. Tinjau kasuspembebanan = 1.A TampakMelintang TampakSamping Manual PerencanaanS*uktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.9 DL + 1.

5m H=lOm Hpc = 2m Panjang kolom Material Beton Baja fc = 30MPa fJ = 400MPa Lu = H + Hph Lu = I1.574x loaMPa Gaya dalam servicepadakolom GayaaksialDL GayaaksialLL MomenLL PDL = 10000kNI PLL = 40001N MLL = 1000kN.5 m beton Ec = 4700v6MP" Moduluselastisitas Ec = 2.m Manual Perencanaan StruHur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.PspauctvetuKzrcutrnw Kotou DIBERIKAN: ElevasiKolom Hph = l.5.5-27 .

radiusgirasi r= tr r/ Ae Check kelangsingan r=0.25'P11 Wg = I l000k}{ (Asumsi0.546m4 /1g=Z. Pu = l.iut= gffiil JAq.3DL +2.ettN gempa Porsiberatstrukturyang dikenaipercepatan Berat struktur Wg = PDL+ 0.06.0P11 A4.1-1) untuk preliminari menurutACI.Pp1+ 2.b.Knrulrrm Kotou 5.5-28 . Panjang kolom Inersiakolom Luas Lu = 11.iut= Pu m 1.h3 .Wg Gayagempa Momen EQ GavaGeserBatas MEQ= 759okN'm Vu = Hgq Vu = 660kN LANGKAH I : Menentukan penamprng kolom Penyederhanaan rumusanpada pers.0LL LANGKAH 2 : Penentuan apakahkolom langsing? faktor panjangtekuk"k= 2.243 pembesaran Ket = "Dimensi 1600 1600 x mr kolomsetelah momen b=l600mm h=l600mm KOMBINASI0l = 1.2 g 6>zz.462m k ' Lu s2 .2 Ag = b.06Wg) HEe = 0.1 (asumsi kolom bebasberdiri terjepit di pondasi).SArt Momen Ml dan M2 adalah momen ujung pada kolonl adapun momen M2 adalalt morrcr terbesar pada elemen kolom terseebut. PonenclN. A&rial= lj44m' ) (5.3.5m ls 1= !.h Ie = 0.ko l o m r langsing Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.

Mns Kombinasi01 1.anStruktur Beton Bertulang untuk Jembatan H .6b Mn2 = M2b. -4 .0. s-29 .416 bebaannon sway.ew Kotou LANGKAH 3 : Menghitung Pu.r 'n .Pp1+2.619 1.Er I Pc = 5._ _ | o. I momen FaktorPembesaran Menehitung l+Pd n' Ps = -P ) (k'Lu).tr.6b cm = ma\o'o o'' * .oj *ro' ) 6b ( = c*. Manual Perencano.6+0.6b ml${ Mnsl = 3819.Pnnnnotrtuw Kaxu. Mns Mtb = 2000kN. : Mnq momen ujung terbesar akibat kombinasi bebaannon sway.3.' Mnsr = momen ujung terkecil akibat kombinasi Mnsl = Mlb.5.m (atas) M2b = 2000kNI.o.PLL tekuk kritiS dan 0.Mns RasiobebanterfaktorDL danTotal" Bd Nilai Ch adalab terbesar 1.o.3'PDL Fd =- pd=0.3 DL + 2.4MtlM2 I anrara lo.878xl0akN .0 LL Aksial terfaktor.7sP" tanitioatt<unnc t' aa'i Menghitungfaktorpembesaran momenuntuk non swav. Pu Pu = 21000k1.b.m (bawah) LANGKAH 4 : Menghitungmomennonsway.[ Momen terfaktor.416 mlN Mn9 = 3819.

03'h) M2-io= 1323k]'tr'm LANGKAH 8 : Menghitung momen pembesaran. sehingga 6sMs = 0k}{.tNttNKnxu.416kN'm M2 = 3819'4l6kN'm Ms = momen ujuog akibat boban terfaktor yang struktur mengakibatkan sway. M2 = mome! ujuDg terbes8r tota! set€lah ditambah pembesaranmomen.5. Mc = 3819. LANGKAH 6 : Kontrol beban gravitasi menimbulkan tekuk kesamping.75EPc Ket = "Tekuk kesamping tidak terjadi" LANGKAH 7 : Memeriksa momen minimum. terbesardari Mz dan Mc Mz-i". Kolom bergoyang tidak harusmemenuhiini. M1 : momerl ujung terkecil total setelah ditambah pembesaranmomen.5 OK! EPu 1_0. PnpaNc.416kN. s-30 .m Ml = Mnsl + 6sMs M2 = Mn2 + 6sMs Ml = 3819.ar.91 < 2. M2*io= Pu'(l5mm+ 0.m Manual P erencanaan Struktur B eton B ertulang untuk Jembatan Hal.5. EPc = Pc XPu = Pu I 6r= 6s = 1.416kN.m Summary Pu = 2l000k]tt Mc = 3819. namununtuk desainkonservatif diperhitungkan. Tekukkesamping tidak terjadibila 6s bernilaipositif dan<2.aN Kotou LANGKAH 5 : Menghitung6sMs danMc Ms: 0 Tidak adagayalateralpadakombinasiini.

AI.l II lt.+] ob = manl \ ' * .483 J t"ot Ket = "Momenmaksimum.Mns Mlb = 225k].9 (DL + 0.sgs r -g lPu = e7. Mns: M2b' LANGKAH 5 : Menghitungmomennonsway.624x Pc = 9.{ r-.Mns RasiobebanterfaktorDL danTotal.Ig .75Pc ) r.) "t \ tr{zu' ) cm= I r Db = 1-16l Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. Fd pd=0 MenghitungJekuklcitis Fi 0.u* o.I.5.m @awah) LANGKAH 4 : Memeriksaapakahmomenkolom maksimumterjadi l! = z+.Ec.t KoLoM Kombinasi02 o. Mns Aksial terfaktor .517x 10alj.6b c.eit KETUATAN s.p.5-31 .tsC=- t06kN'm2 Er = 5.+..m (ata$ M2b = 225kN.= -*[o.4.EI 7 ) (k.25LL) + EQ LANGKAH 3 : MenghitungPu.0.El=- Bd=0 l+Bd .Lu)- Menghitunefaktor pembesaran momenuntuk non sway. PnnpNc.0. Pu Pu = 9900kN Momen terfaktor.

^ 35 { fc. sehinggapd=O) Momensway.2 = 7590kN.I = .E 0.{. I EPU 0.I^- Lu 35 fc. - Msz momen ujung p"=@ (k.aN Kotou Lu fMtu l. Manual Perenconaan Struldur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.4.161 M1 = mom€n ujung terkecil total setelah ditambah Ml = 225kN'm M2 = 9037. Biasanya unok kolomy'ee standing berada di bagian bawah kolorn 5s= 1.Psnauotx.624x P c = 9 .75EPc 6sMs1 = Old.tN Knxuer.# EI= 5.309kN'm pembesaranmomen.m 6sMs2 = 6s'Ms2 M l = M n s 1+ 6 s M s 1 M2=Mng+6sMs2 terbesar akibat beban terfaktor yan g mengakibatkan struktur sway.l M2b'6b otherwise LANGKAH 6 : Menghitung6rM.6b otherwise t- Mnsl r Mnsl = 225 mlN lpu Mn2 Mzu t. Mrl = OkN.a. danMc (untuk bebanangindan gempabebangesertetap: 0.Ag Mnsl = 225 mk}.Ld2 EPc = Pc EPu = Pu 6r= .Ig faktor yang mengakibatkan 1+ pd J to6tot. 5-32 .Ag M1b.Ec. 5 1 7 xl 0 a l N struktur sway.m Ms2 = Mpq M. Mz = momen ujuag terbes8r total setelah ditambah pembesaranmomen.m Msr = momen ujuog terkecil akr'bat beban or- Bd=0 F.5.

dengan Komb l: 1. PnnnnctN.309kN'm Summary Pu = 9900kN Mc = 9037. Kolom bergoyang tidak harusmemenuhiini.0LL ) P"/bh:8.7kN'm dari Mz dan Mc LANGKAH 8 : Menghitungrnomenpembesaran.8 untuk kolom fc:3OMPa. namununtuk desainkonservatif diperhitungkan M2-io = Pu'(l5mm+ 0.867danMJbn*:2.25LL)+1.5-33 .pt=I.n KEKUATAN eN Kotou LANGKAH 7 : Memeriksa momen minimum.03'h) M2*io= 623.203danM"lbh2:0.309kN.75.3DL + 2.932 ^ Komb 2: 0.plot P'/bh vs M"/bh2hasil perhitungan LANGKAH 9: Penentuan ke dalam grafik diagram interaksi kolom pada Lampiran C.5.m tulangan.9(DL+0.0 ) Pu/bh:3. 16-D32 Monual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.0 %o dany:0. terbesar Mzmo' Mc = 9037.206 EQ Dengandemikiandigunakan tulangan2xl6-D32.

0000 oIturbd: Manual P erencanaan Struhur Beton B ertulang untuk Jembatan Hal.0m0 5.qNAAtt Knxutr.0 2.8 Di.lf3m iffic{e*ri Kolo€ri Nsnlrlis3ei elh=1.5. PoMNc.0000 3.0000 6"0000 7.av Kotou Lempirnn C.5-34 .0000 4.

e.m fc':=20Mpa ecu:= o'oo3 Es:= 2000004pa fo:= 400Mpa fi:= 0. p t ) f dengan ratio lx/ly anrara 0.tt Ktxutrttt K oto u ANALISISKOLOM BIAKSIAL CONTOH 5. 1: asumsitulangan kolom p1:=t.P mnlu t.ly Ag = 0. 4 ( f c ' +u .g (sengkang biasa) LANGKAH Memilih penampang.tN c.3 BETONBERTULANG Metoda Eksentrisitas Ekivalen SOAL : MATERIAL Desainkolombiaksial dengandata-data sebagaiberikut Mutubeton Regangan Beton Modulus elastisitas baja Tegangan LelehBaja REDUKSI KEKUATAN.65 & := 0. Dalamhal ini lx/ly=1 kolom 400x 400) lx:=400nm (ukuran ly := 400rnm Ag := lx. 5-35 .5 aksial tekan bending GAYADALAM Aksial Momen pu := il 12.lzkN.16m2 Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang unttrk Jentbatan Hal.5yo tnl digunakan Ag(trial) untuk kolom simelris 0 .52<N.05ftN Mux:= 74.m Muy:= l49.5dan2.

lX Momen gabungan atau momen ekivalen . r = 0.168 ly Jika €"-€r' l. + z z s .- Pu Mux Pu ex=0'134m ey = o'067m LANGKAH Menghitung 4: 6p Pu = 0.. f u + z z s 'ifs tu = o.(6lmm) l* 1 = 0.83 LANGKAH Menghitung dan Mo 5: eg Kontrol j e- lx = 0.. ex.e6 M0 = 211'05dcN'm Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulanp tmtuk Jembatan 5-36 . dansumbu-Y.+ cr.. r * P u ) .-. "'.695 LANGKAH Menghiturg . eu 3: e* Muv F ' . Pu Mo M6:=Pu.o fc''Ag 68e's fc'. ev + cr. adalah e6.Ag o .34g fc'.ly otherwise .lx "ly eksentrisitas ekivalen ep akan dihitung paralel denganarahe^ dan sumbu -x. l.Ag ) l\ l ( .nltt K axu.j. Hitung eox" Ketl = "dir-X" ev e o : = e.o r"'As 68rj fc'.P u ) 5 . sif tu t o.2. maka Ket = "ex/lx>eylly. = l ( o .335 > €. jika sebaliknya akan dihitung paralel dengan if Ketl = "dir-X" e0 = 0'1898m arahe.Ag l [' J a = 0.P mtt tctw.erluK oto u LANGKAH2: Menghitung y t'= lx.

.tl=O-l lc'= 20 MPa lO0 ttlPr lg ft = lo0 lrtPa = 0-s 1F----. /' i t'..p 1 0 . PnntucttuAN KEKUATAN E untukmemperoleh pr LANGKAH Menggunakan 6: diagraminteraksi B=O.. . 7 5 . 5-37 .0000 7. 6l i bl 13 3l l i o t 1 9 ''J-.298MPa Ag'h Darigambar lampiran dan C2.027 1= = 1 = 0 . C1 untuk 0.'L' I 'tl +!4 -l t--.60.= 3..0000 J"-' t" 't--*- 1.l .i rtl :ti I o=3x '7 7-.. pr= 0.0000 // -./ .0. Gti P=5x Ir crf=O-P crl=O-s . v ?=7x p=124. :=0. t v.i 0. " 2.0000 6.SSIrapa Ag Mo -----i.-./.-T-r'-. dl=l-O --l \ .? t'i rl I l_ .--\"-.02.7 unruk + jtr#.0000 5.(0.lon .7diperoreh p.0000 Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untak Jembatan Hal.0000 3.0000 01In'bd: -/ +.KoLoM 5..0 i i .' ./ \:P cfl=O. 0 2 1 h=400mm Dengan inrerporasi y = 0.7 Pt = 2 ' 3 Y o Lamphan DiaEaminleraksi KolomNormalisisi C. P=+x l5 q a l--t-_l i : ---^r----J .ii.

_: cll=i jt : tc'= 20 MPe {00 MPa 0. 4..0000 {: Manual Peren. l l 3 : 3l l A ' o d ?0 P=5x P=4x rl--l r-T.2.=O-? .0000 1.'+. 1./ \ /_. Pnntwc.canaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal._-__J 15 q I p=3X 9=22 / :7--:ar ---\- dl=O-S + P'lx i'----Y 7".. : / tll=l-O t_-- )!.l l ll ? rll=O.0000 ta--3.: :..5-38 .etuANKEKUATAN Lampiran Diagram interahsi KolomNormalisisi C.I i0 ...0000 2.0000 011nbd: 6.0000 q 5.-'4 J/ / p' I cll .. . .-.-i\F " 3{0" 3{o' --__ .tr . h ! _h I ltffi ' " ."11 tt* /\ ".0000 / 4-i _ -'7 I .1 t? t: "* .".0000 ?.}.. -.2 . = 0.KoLoM 5. j r-:jr.. \.75 -.

dengan (6. aksial. sehingga kekuatan torsi nominal penampang tergantung dari tulangan baja yang terdiri dari sengkang tertutup dan tulangan longitudinal tambahan. Perhitungan puntir yang diterapkan sekarang pada peraturan SNI 03-2847-2002 dan AASHTO LRFD 2004 menggunakan teori tabung tipis (thin-walled tube analogy) dan teori rangka iuang plastic (plastic truss analogy). maka b) Dalam hal diperlukan tulangan puntir sesuai pasal-pasal tulangan puntir harus disediakan secara penuh disamping tulangan yang geser.2 METODEPERENCANAAN Perencanaan harus didasarkan pada cara PBKT. Cara perenc. BALoK 6.anaan tidak yangtidak terlentur.IN DAN METODE PERENCANAAN PnNeeaNteN untuk balok yang memikul puntir balok berikut diterapkan a) Perencanaan kekuatan ini yang dikombinasikandengan lentur dan geser. puntirnominal. teori Tn = T" + 4 . lentur.qrtN PTINTIR Kekuatan puntir balok harus direncanakanberdasarkanhubungan: T. PTnLIIcII.2-1) Struhur BetonBertulang untuk Jembatan Manual Pereneanaan Hal. diterapkan untukkomponen dibawah ini.1 PnNeeaIvI.1 6.1. dimana To T"=0 (berdasarkan tabungtipis) sehingga = T.1.6-1 .IAN TERHADAP 6 PERENCANAANKOMBINASI GESERDAN PUNTIR 6.2 Knra.2-9). < OT. Dalam teori ini pengaruh T" dihilangkan. diperlukanuntuk menahan 6.DAN GTSON P(INT]R 6. persamaan AdapunTo dihitungdengan (6.I.

OV. c) tertutup seluruhsengkang Kuat nominalpuntir { bisa dihitungdengan anggapan dipasang sedemikian rupasehingga: Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.6-2 .50: atau (6. b) Apabila persyaratan atas tidak dipenuhi. =.eN PUNTIR puntir tidak diperlukan apabila: Tulangan !-.2-5) J.r L I D \r* ) I (6.2-3) or.f" yang dibebani gaya tarik atau tekan untuk komponenstruktur non-prategang aksial: 3N.[f(n*')f:n 12 [ P* Jl | lrr-: (6.6tulangan Ataumenurut SNI 03-2847-2002 puntir terfaktorTubesamya kurangdari: o untuk komponen strukturnon-prategang o. *'o atau . T.0.2-4) o untukkomponen strukturprategang -t o.2-6) Atau untuk balok dengan tinggi total tidak melampaui 250 mm atau setengahdari lebar badan. (6. tulangan puntir yang terdiri dari di sedemikian harusdipasang tertutupmelintangdantulanganmemanjang sengkang sehingga ketidaksamaan berikut dipenuhi : To *'. Ar'lf " (6. PERENCANAAN 6.'(o*') r .2-7) OT.2-2) (6.2.TERHADAPGESER DAN PUNTIR 6. 0v" bila puntirbolehdiabaikan momen Pasal13.1 a) Svtnnr rauNe.o"zt {7.[1.

stabilitas elemenstrukturlain. karenaakanmengganggu perencanaan Punlr tidakbolehdireduksi.2 TONST TORSI KESEIMBANCI4ND/N KOUP. dan torsi kompatibilitas.6-3 .coto.lJ" I^ (6.2 menunjukkan kompatibilitasbiasanyaterdapatpada struktur statis tak tentu.2-8) r"l!lr^. yangterjadi bolehdireduksi.2-5) Manual Perencanoan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.2.2-4) o untuk komponen strukhrrprategang o. (6. Dalam hal ini torsi tidak bisa diredistribusikan strukturitu sendiri.C. PERENCANAAN TERHADApGTSM pIII PUYNN T " <or.6. dimana Tn= (6.Gambar6.1 Sedangkan torsi kompatibilitas(compatibility torsion) adalahtorsi yang boleh torsi sehingga diredistribusikan elemenstrukturlain akibat adanyakeretakan.2-e) 6.TIBILITAS. Momen puntir maksimum terfaktorTu dapatdikurangimenjadi: o untukkomponen strukturnon-prategang Q"lf"'I A"n'I -/' r\ '[%J (6. ke Torsi torsi kompatibilitas.[f (e*' . karena tidak dapat leriadi redislrilrrrsi Gambar TorsiKeseimbangan 6. Torsi dapat dibagi dua kategori: torsi keseimbangan (equilibrium torsion) adalahtorsi yang diperlukan untuk Torsi keseimbangan ke menyeimbangkan Struktur. ["- ?f 'J cF .

atut\ Tanntotp Gnsm DAN o untuk komponen struktur non-prategang yang dibebani gaya tarik atau tekan aksial: o.2 Gambar Torsi Kompatibilitas /W A. [ n.[I ""o)\' (6..2-7) Manual Perencanaan Struldur Beton Bertulans untuk Jembatan Hal.6-4 . Pmnttc.t (6.2.[I (n*') [-3v.kedua harga tulangan minimum berikut harus dipasang: tertutupsedemikian hingga: Untuk sengkang A* ro2+ s Jv. ''=- .3 TUL/INGANPUNTIRMINIMUM Apabila tulangan puntir dibutuhkan.o.2-6) a) b) T=Ma c) ./)'* /r 6.V|=*^*" 6.t PUNTIR 6.

)tidakbolehkurang 3 fy.2. Adapun Pcp adalah panjang perimeter / keliling dari luas Acp.+ZrL.cl Dimana y. adalahdimensi terbesardari sengkangtertutup.2-10) Acp adalah luas area yang berada di dalam perimeter penampangterluar beton termasuk lubang (hollow) bila ada dalam perimeter tersebut.6-5 . n n r . . rupahingga: sedemikian (6.2-g) Ar>-0'27 SNI berdasarkan 03-2847 -2002adalah puntir Iongitudinal tambahan Tulangan (6. Untuk tulangan memanjangsebagaitambahanseperti yang diperlukan untuk lentur..qn/4.3 Definisi A"o dan Aol Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.'s A.f* n 6.Pmnnc.2triJ" 1200 f-.. d*t l+ Dimana(rn. Gambar6. m-s lTA* _(o.lrT A.Ap Gnnnp.4 DrrtNNtAcrDAN Pcp (6.Puunn Tmnlo.\.tN 6.+2A.2-e) -l. atau tulangan sengkang adalah SNI tertutupminimum berdasarkan 03-2847-2002 t<lTr o.

Pmotc.qu Puunn Acp: Xo Yo Aoh = Xr Yr P " n : 2 ( X o+ Y o) Pn=2(Xl+Yl) 6.txt.5 DETAILTaLANGAN PUNTIk puntir harusmemenuhi Detail tulangan ketentuan: o Harusterdiri dari sengkang tertutupdansengkang memanjang .6. kecuali dalam analisis yang lebih teliti menunjukkanbahwa sengkang penuhtidak dibutuhkan denganpengangkuran o Tulangan memanjangharus ditempatkansedekatmungkin ke sudut penampang pada melintang.dan sekurang-kurangnya tulanganmemanjang satu harus dipasang masing-masing sudutsengkang tertutup.an Tnnn. melintangdan Sengkang tertutup harus menerussekeliling semuatepi penampang diangkur.aotr Gnsmp.2. Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.6-6 .

. +LAt l inr"t vs< 6/{1t*d ^^=w i+P."- Ar- Tu s 2:{$cotd Monual Perencanaon Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. 12 P .# ul.6-7 .6.2..Pznnnctn.{""=**[#+#tsJ A"+2At-A.S.N BAGANALIRPERENCANAAN .l* dun I'Iitung.aAN TERHADAp Gnsnn Puvnn n.6 GZSZN PUNNNP.sfid. spasisenghang tulnnganl6ngitudinal .qN 6.

lOtnrl + 0.cnPUNTv Gnsnn 6.cn'4AN TERHADAT CONTOH6.= 350ruu h = ?SOrrun tlc = 4Orrul. berikut.1 DESAIN TULANGAN GABI-JNGAN GESERDAN TORSI I SOAL : Desaintulangangeserdantorsi dari balok berikutini.5D3 d = h-clc clc= 0.p. Pnnnvc. lentur sebagai kebutuhan dari DIBERIKAN : Penampang hasil perhitungan h:750 I iI I I <bw-350 - IpJnarnpansffiRl tru.063rl I cl = 68?.5uuu Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan .

ett 6.Mpa fiis = 240Mpa RSM-Tl2-04 Pasal 5.2.p.5Syarat geser tulangan Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.d Pasal5. Notel = "Syaratpenampang untuk geser terpenuhi" Note2 = "Vu > 0.m 3 Baja: Es = 2.6-9 .a.Pnnnuctu. geser: )vs < ./fc'.2.6 Vs maksimum. Geser 5l=400.bw.2. Perludigunakan sengkang" Note3 = "Vu > OYc. Sengkang perlu lebih dari minimum" RSM.eu Tnnnlp.Mpa Tul.d 6 l- Vc = 200.521kN Kuat geseryang harus disumbang tulangan geser vu-v" v.Mpa.Lentur Tul.TI2-04 Pasal 5.l05.bw. = 0 Vs = 81.832kN RSM-Tl2-04 Checksyaratpenampang untuktul./fc'.tp Gosm Puxnn DIBERIKAN : Gaya GeserUltimate Momen Torsi Ultimate Vu = 240kN Tu = 25kN-m lTrffiil Beton fc'= 25Mpa 0 = 0.8s yc = 2400kgf.5 O Vc.4 Langkah1: Kebutuhan Sengkang Akibat GayaGeser: Kuat geseryang disumbang beton Vc = i..

7xl0"mm Momentorsinominaldesain Tu Tnd = Tnd= 29.6-10 .[(bw.zs-h.Puynn 6. Lihat keteranganpada contoh 4.d maksimum: Spasi = smakgeser 2 mm = 0.u J a Pasal5.412kN.298 Avs mm RSM-T12-04 | ""{.[r.") otherwise 343.75mm smakgeser= Akibat MomenTorsi Sengkang Langkah2: Kebutuhan Acp = 6v.o*.dc)+ (h.05kN.dc)..2 x lO3 sM-03-2847-2002 Pasal 13.Alw Tmn.4 |^t{1.6 Spasi maksimum. Av/s:Avs Luassengkang Avs=5 E.PiltvcAn.dc)] Poh= 1.o.m Note4 = "Tnd ) Tc.dc) -_s 2 Aoh= 1.(h 2.5 \2 Acp= 2.6oomn) I if vs < .300.m 0 Kapasitas torsiyangdisumbang beton oleh Pcp = 2'(bw+ h) mm PcP= 2.o 3zs'h.lo.2.6Perencanaan Puntir Tc= Tc = 13.cpGnsmp.625xl0"mni Aoh = (bw .".2.tvtp".2. Torsi HarusDiperhitungkan" Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.406x10-mrn Poh = 2.Ex geser perlu/jarak.2.

Ptnetc.qANTERHADAI GESER PUNTTR DAN penampang Pengecekan < d. Av Avts = I323mrf ds = 13mm mm Av = nk.n.Mpa'l 3) = 3.6.465mm2 Spasisengkangperlu sp = + Aws pasangsengkang denganspasi sp=200.Aoh.ds2 Ay = 265.6-11 .tN.cot(4Sdeg) A t s= O .0.Ats+ Avs Pasang sengkang dengandiameter Luas sengkang. AvVs=Avts Luas sengkang tertutuptotal/satuan a Avts = 2.681mm s = 200mm Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.25. At/s=Ats Ats Tnd 1 2.fu s.l -+ ' \bw'd (v" fc'.542MPa Note5 = "Luaspenarnpang cukup" Luas sengkang torsi perlu/Jarak.85. 5 l : 9 mm Langkah 3: Perencanaan Sengkang Gabungan Geser+ Torsi jumlalt kaki Pasangsengkang dengan nk = 2 jarak.0.

5mm Note6 = "spasicukup" 3oomm. GeserTerpasang Tul. PERENCANAAN TERHADAPGESER DAN PUNT]R Spasi maksimum sengkang = smax *"{. .fys) Luassengkang minimum Avm = 97.rfrc'.OK! 1l lrEsGtilan disunakan="Sengkang..222mrt Luas sengkang terpasang Vs.l9mnf > Note7 = "LuasTul.6..200' Dl3 Manual PerencanaanStruhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.s) I \ 3'fus' l200.uw.s (u*.6-12 . Avm = trra)g-.t*. GeserMinimum.s Av = fysd ) Av= 99. zs. smu*srr") Kontrolluassengkang minimum . smfi= 2l2.

6.Pnnnttcltt.e,tu Tgnn,to,sp Gzsmnlu PuNnn Langkah4: Perencanaan TulanganTorsi Longitudinal puntir Tulangan longitudinal minimum:
Almin =

ls.1@'.4.p(Ats)-Poh if -

I

rrry

Ats >

bw 6fv

Luae tulangan longiadinal minimum,

ls.fu.ecp I r;.ry
Almin= 495.728mm"

-(H) *'

It*n = sJp'ncn{tz
ry) - Ats Poh jika Ats > bd(6f), sedangkanuntuk Ats kurang dari bw/(6 fy) digunakanrumusan

otherwise

puntirlongitudinal perlu Tulangan At = Ats.Poh.cot(45.deg)2 luastulangan longitudinal: Gunakan
., m A t = 8 7 1 . 4 6m

sJfr llcvt(tzfflbd(6fy) Poh

Au = *.(arroirr,Ar)

Att= 871.46mm-

1

torsi dibagikan Tulangan dalam4 sisi: .ftl Ass-2 Ass=217.865mm

+
I I I
I

h:750

I I
I
Tulangan geser bw:350 -> +

J

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.6-13

7.Pnniltc,cl,uAN PELAT

7 PERENCANAANKEKUATAN PELAT
7.1 PnnnxctN,aeN PELATLANTAT KENDARAAN Tnnn.ao.npLrNrun
Kekuatanpelat lantaiterhadap balok lentur harusditentukan sepertihalnyasamadengan dalamhal asumsi,falrtorreduksikekuatan Mu dan syaratminimum.Bila momendesain, < 1.2 M., , maka tulanganminimum pelat ditentukanberdasarkan bab 7.1.2.Untuk sub pelat lantai satu arah di atas dua perletakanatau menerus,lebar pelat yang menahan momenlenturakibatbeban terpusat dengan: dapatditentukan sesuai a). Bila beban tidakdekatdengan yangtidakditumpu: sisi

b = tebarbeban *[t,r + 2,4a "r [f)J
dengan pengertian:

(7.1-l)

s+ = jaraktegak lurus dari tumpuan terdekat ke penampangyang diperhitungkan

t
b).

/, = bentang bersih dari pelat Bila beban dekat dengan sisi yang tidak tumpu, lebar pelat tidak boleh lebih besar dari harga terkecil berikut ini: . . (7.1-1); atau harga samadenganpersamaan setengah dari harga di atas ditambah jarak dari titik pusat beban ke sisi yang tidak tumpu.

7.1.1

TEBALMINIMUMPEI-/ITLANTAI

Pelat lantai yang berfungsi sebagai lantai kendaraan pada jembatan harus mempunyai tebal minimum tr memenuhi kedua ketentuan:

f" > 200mm + /" > (100 40/) mm denganpengertian: / = bentang pelatdiukur dari pusatke pusattumpuan(dalammeter)

(7.r-2) (7.r-3)

Manual Perencanaan Strulctur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.7-l

7.Pnnryctvt.ln PpL,tr
7.1.2 TaLANGANMINIMUM

Tulangan minimum harus dipasanguntuk menahantegangantarik utama sebagaiberikut:

o

Pelatlantaiyangditumpukolom:

A" _7,25 bd .f,

(7.r-4) (7.r-s) (7.r-6)

o o

yang Pelat lantai atau ditumpu balok dinding t Pelat telapak

#

=T

, + =+ bd f,

Apabila pelat lantaiditumpusepertihalnyapelat duaarah,luasminimumtulangandalam di masing-masing arah harus diambil dua pertiga dari harga-harga atas. Jika tidak, yangdisebarkan pasal tulangan harus dipasang sesuai 7.1.4. dengan

7.1.3 a).

PENYEBAMN TUI-/INGAN UNTUKPELATLANTAI Tulangan harus dipasang pada bagian bawah dengan arah menyilang terhadap tulanganpokok.

b).

Kecuali bila analisis yang lebih teliti dilaksanakan,jumlah tulangan diambil sebagai persentase dari tulangan pokok yang diperlukan untuk momen positif sebagaiberikut:

c).

Tulanganpokok sejajararahlalu lintas:

= 55, persentase # (rno. S}%o,min 30%) .JI

(7.r-7)

d).

pokok Tulangan tegak lurus lalu arah lintas: = persentase$1*u* J/' .67Yo,mrn 30%)
(7.1-8)

e).

Dengan adanya tulangan pokok yang tegak lurus arah lalu lintas, jumlah penyebaran tulangan dalam seperempat bentang bagian luar dapat dikurangi denganmaksimum 50%.

Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.7-2

7. PERENCANA,EN PTUT

7.1.4

BAGUNTnpT PENGAKa

arahmemanjang 7.1.4.1 Pengaku . Balok tepi harus dipasanguntuk pelat lantai yang mempunyaitulangan pokok sejajararahlalu lintas r 600 mm lebar pelat Balok tepi paling sedikit harus identik denganpenambahan yang serupa. lantaidengan tulangan

7.1.4-2 Pengaku arahmelintang Tepi melintangpadaujung jembatan,dan padabagiantengahdi manakontinuitasdari dan pelatterhenti,harusditumpuoleh diafragma atauyang sejenisnya harusdirencanakan yangpaling berbahaya beban dari roda. untuk pengaruh

Gnsnn 7.2 PnnnNc,c,IvAAN Pnntr L,nNTAITnnn,c,o,4p 7.2.1 Uuuu

sebagai yang tercantum dan dalampasal4.2 adalah Definisi-definisi simbol-simbol berikut: a). adalahluasyang mengelilingi Luas efektif dari tumpuan dan bebanterpusat
penuh perletakan atau beban yang ada dimana garis kelilingnya minimum (lihat gambar7-l). b). Garis keliling kritis untuk geser adalah garis keliling yang ditetapkan secara geometris serupadengan batas dari luas efektif perletakan atau beban terpusat dan terletak padajarak d/2 dari batastersebut. (lihat gambar7.7). c). Bukaan tersebut adalah setiap bukaan yang menembus ketebalan pelat lantai dimana tepi, atau sebagiandari tepi, dari bukaan terletak padajarak bersih kurang dari2,5 bo dari garis keliling geserkritis (lihat gambar7.1).

Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.7-3

7.Pnnwclv.etxPnur

Bao,an

-1
I

yang

,iatak efthtt,

I
Xepata g*ef

TanN

buk{n

t rlttt

Gambar 7.1 Keliling geser hritis

pelatlantaiterhadap Kekuatan geser berikut: sesuai dengan ketentuan harusditentukan I. Apabila keruntuhan geserdapatterjadi sepanjang lebar pelat lantai dan keruntuhan geserdapatterjadipadalebaryangcukupbesar, kuat geserpelatharusdihitungsesuai pasal5.2.1kecualibahwa: Untuk pelatbetonbertulang tanpatulangangeser, nilai minimum

=l}Tua") v"
II.

(7.2-r)

Apabila keruntuhangeser dapat terjadi secarasetempatdi sekitar tumpuan atau beban terpusat,kuat rancanggeser pelat harus diambil sebesar QV, dimana I/, dihitung sesuai dengan salahsatuhargaberikut: a) b) =V,o Yffigdihitungsesuai ApabilaM u* = O,Vn dengan pasal5.6.2.(a). sub ApabilaM,* tidaksama dengannol,Vndihitungsesuai dengan pasal5.6.2 sub (b).

III. Bila kedua bentuk keruntuhandi atas memungkinkan,kuat geserharus dihitung (a) sesuai dengan dan(b) diatas, nilai terkecil diambil sebagai kritis. dan kekuatan

Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan

Hal.7-4

n sD <o.2-3) 2).O. * i n = . kepalageser: Bila terdapat (7. yang mempunyai (7. sengkang bila tidak dipasang v 'vno u Mu * t '..7-5 .l fc' < 0.a'."y ns 1o*M'* ' zvuab.^. dari lebihbesar tertutup bila strippuntirataubaloktepi memiliki sengkang jumlahminimum.V.4.2-4) d.mm .3f. bila terdapat balok tepi yang tegak lurus arah M"* sengkang tertutup dengan jumlah minimum.fn .2-2) v* =. o * \V"ad (7.34.UP.nymg diperolehdari: l..lt..3dan5.2.!f "' menurutsubDan bila M .makaV.2 a) PELATLANTAI KEKaATANGNSaNNOUM.o=M(. q / ' 2V. b) t( o \ - (7.zrdy JT "' Dimana = : . PERENCANAAN 7.zvro f /r . jumlah minimum Z.Z. (7.PELAT 7.2-4) 3).^io!ffig diperoleh dari : Vz.AO.= \2V.A Kekuatan geser nominal dari pelat lantai di mana M nn .f-+0. Z.2-3) (7. diperoleh dari : Manual Perencanaan Strulctur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.2-s) 4).o diperoleh dari salah satu persamaanini: l) Bila tidak memiliki kepala geser: v. harus 1) tertutuppadastrip puntir ataubaloktepi. tertutupdengan bila strip puntir memiliki sengkang harusdiambil sebesar V.6.dloJ . * tidak samadengannol dan tulangangeserdipasang berikut: dari pasal ditentukan salahsatuharga 5. . harus diambil sebesar Vn.6.") 2).

7-6 .2-8) 7.4 DnrtruTuneNe. PERENCANAAN PELAT Vn=Vr. apabila tidak ada hal lain V.^*tr# di dimana 2.^o yang diperoleh dari : Vn. Manual Perencanaan StruWur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.r n0.2y. 2) 3) Jaraksengkang dari 300mm dan ho atauh...2.3 LaASMINIMUMDARISENGKANGTERTUTUP Luas minimum tulangan yang membentuk sengkangtertutup harus memenuhi : n* sfy.^*=rrr.dipilih yang sesual. (7. (7.*E strip puntir ataubaloktepi. Sengkang pertama harusditempatkan tidak lebih dari 0.2.5 s dari mukatumpuan..25/t dari muka tumpuan atau beban terpusat.2-6) s). tidak bolehmelampaui nilai terbesar Sekurang-kurangnya harus dipasangsatu tulangan memanjangpada masingmasing sudutsengkang." dihitung dari persamaan atas. (7..eNGzsnn Tulangangeserpelat lantai padabagianstrip puntir dan balok pinggir harusberbentuk sengkang tertutupyang disusunsesuai dengan: l) jarak harusdiperluassepanjang Sengkang strip puntir dan balok pinggir dengan tidak kurang dari 0.7..2-7) dari penampang dan terpanjang dimanax dan y adalahdimensiterpendek 7. harus diambil lebih besar dari V.

TI2.I DESAIN TULANGAN PELAT LANTAI IEMBATAN I SOAL : Desain tulangan pelat lantai jembatan menerusdiatas balok-balok girder Beban P Roda = 1. kN m J RSNI.mm tws = 0.7-7 .PrnguIc.u.0in dc = 25mm Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.2.Lentur Tul.100=140kN Lr () J (B J Tampak Potongan Tampak Atas DIBERIKAN : Beton Baia Tul. 105.Geser fc'= 30Mpa Es = 2.g Data PenampangPelat Bentang Tebal Aspal Coverbeton L = 2000.mm t = 200.O4 Pasal5.qn CONTOH7.4.A Prtlr l.7. Mpa u = 24.4 &=400Mpa Ss = 400\4pa faktorreduksilentur: d = 0.5.

3m pelat( pelatmenerus lebihdaridua LANGKAH Tebalminimum 2: tumpuan ) t m i n= 1 0 0 +4 0 .2n Ash= 0.S tmin = 152 mm < t = 200mm OK ! pelatini harus Pelatdirencanakan dengantebal200 mm.4 LANGKAH3: Cekpunchingshearakibatbebanroda: Tebalpelat200 mm : Gunakan tulangan D16 D = l6rnm Asl = L .7-8 . D 2 4 j Asl = 20l. l0CkN) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.d P=DLA.345# Pu = 2.Struktur gandar 100 memikul beban kendaraan sebesar kN dengan mampu impactfactorsebesar DLA = 1.062rrlrllr( d=t-u"-(ry) d = 167mm Shearareapadapenampang kritis: Skematik bebanrodatrukpadapelat: Ash = 2.PELAT 7.l0&N P=140kN Pu= 280kN bb = 0. PERENCANAAN (slabdicormonolit dengan bentang efektif LANGKAH Panjang 1: balokgirder) S=L-7Oftnm S=1. [(bb+ d) + (Lb+ d)] . (DLA.

-lvqC. vc2=(.':-.r.c- ( a\ 1 - ( *".tws qSDL= l.6l6MPa (ok!) LANGKAH Perhitungan 4: bebanmati.225nr-'kN Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.rrr-rc'. t Berat WearingSurface a qDL= +. pojok20 40.v62. d Punching Check Ash = 3.DL dan SDL Superimposed.PELAT 7. = # vul =0.9m2kN = qSDL y. ura 9") 12' \.8llMPa vc = l.*" bo ) 12' vc3= (4).rrc.vc3) ShearArea A s h= b 0 .454x I05.Lb) p'=iilffir ^ Kuatgeserbeton bo=2'(bb+d+Lb+d) fc'= 29MPa 9c = 2'5 vcl = | 2 * * 1. rtrp" vo = -(rr"1. os = 40 Kolominterior tepi30. Berat sendiripelat q D L= 1 .rrnr2 t. PERENCANAAN geser: Paniang bidang beton: Kekuatan madbb.!*i-f.7-9 .

7-10 .782mkN MSDL: 0.476 VS maka: llo < 3V/o 4 VS . A s Asp = 225.2 AASHTO ACI 318-89 sec.It**).445mkN ll M S D L.2 Mtruck = 6.3m Mu=0.9llmkN yang diperlukan LANGKAH Luastulangan 6: bs = 1000nm o=('o*.L'.8.t \32) Mll = 6.bs -d As = 340.: .m MDL= l. M D L + 2 .80&nm2 = ( Pakai D13-200 As aktual 650 mm2) pembagi Persentase tulangan : TegakLurusarah lalu lintas # = 96. 6 7 . PERENCANAAN PELAT negatif momen LANGKAH Perhitungan 5: S=1.5) rv/ ft\ t P = 0'204Yo As = p .684kI.I.2. Un " > 67 o/o 6T/o makadigunakan A s p= 0 .A.684kN. 3 . M S D L + 2 .34turt DigunakanDl3-200 Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.15. tm M u = 1 . 2 .t r u c k M Mu: 17.7.3. ll l1 oSDL.m Mtruck = Mll l') MDL=:'qDL'L-'lm Code: 8.

1 PnoSnoanPERENCANAAN UMUM Dinding bidang dan cara pemasangan tulangan harus direncanakan sesuai dengan penjelasan bawah ini.2sampai5. Tinggi efektif harus ditentukan dari sub bab 8.5harusdikesampingkan. kecuali bahwa perbandingan antara tinggi efektif dengan ketebalan tidak melebihi 50.2.4.Au dinding bidang seperti dinding penahandan dinding kepala Pasal ini untuk merencanakan jembatan.3 DINDING DIBEBANI GAYA VERTIKALDANHONSOIff.2.8.1 P$tsRAp.2.4.5 0 Nn.05 fo Ag.8-l . 8. di 8.4 DINDINGDIBEBANIGAYAHoRIzoNTALTEGAKLaRaS DINDING Apabila gaya vertikal rencanaNu tidak melampaui 0.qxYA DIBEBANI GaVa VenrurEL SEBIDANG Harus direncanakan sebagai kolom sesuai dengan bab 5 selama tulangan dalam arah vertikal dipasang pada masing-masing muka.qL SEBIDANG Harus direncanakanuntuk pengaruh aksi vertikal sebagaikolom sesuaidengan bab 5 dan pengaruh aksi horisontal sesuaidengan sub bab 8. Kecuali bila Nu < 0. 8.2 DTNoME H. serta untuk perencanaandinding bidang dengan perbandinganantara lebar dan ketebalan> 4. PnrcwcIT'IIAN DINDING 8 PERENCANAANDINDING 8.2 8.4.2. 8. maka syarat pendetailan kolom pada sub bab 5.4. maka harus direncanakan sebagai pelat lantai sesuai dengan syarat-syarat dalam bab 7 (sebagai pelat lentur).5.4. Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.

4. tetapi tidak kurang dari 7 kN per meter panjang dari dinding.q VgnTTKAL SEBIDANG LunusDtNowe Harus direncanakansebagai kolom sesuai dengan bab 5 selama tulangan dalam arah vertikal dipasang pada masing-masing muka. Sambungan antara dinding dan penyokong arah lateral direncanakan untuk menahan gaya horizontal yang sama dengan harga terbesar dari harga-harga berikut: 1) reaksi statis sederhana terhadap gaya horizontal total yang bekerja pada ketinggian penyokong lateral.2.-3 PrNe.5Vo dari beban vertikal total dimana dinding direncanakan untuk memikul pada ketinggian penyokong arah lateral. PqnSIICIUIAN DINDING '! 8. DTNDING 8.qxa/Prrrrcrc. c) d) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. maka syarat pendetailan kolom pada sub bab 5. Kecuali bila Na 3 0.2sampai5. Bangunan atas direncanakanuntuk menyalurkan gaya lateral. momen lentur dan gaya geser yang timbul akibat gayayang bekerjapadaportal harusdirencanakan baik sebagaipelat maupun kolom.4.4.2.5harus dikesampingkan 8.IEMTnUPAKANBAGAN DARI STRUKTAR Dinding yang dibebani gaya aksial.8-2 .5 DINDING DnnnIru TEGAK HORISONTAL DAN GAYA Gav.5 Q Nn.ar Dinding dapat dianggap terikat jika dalam arah lateral disokong oleh satu struktur dimana semuaketentuan berikut berlaku : a) Dinding atau elemen terikat vertikal disusun dalam dua arah untuk memberikan stabilitas arah lateral secarakeseluruhan.8. 2) 2. b) Gaya lateral ditahan oleh geser pada bidang dari dinding atau oleh elemen pengaku.4.6 PORTAL DnynN.

4. Apabilatidakdikekang terhadap rotasipadakedua ujungoleh: pelat lantaibeton dindingyangberpotongan bagianyangserupa atau 1.3 TINGGI EFEKTIF Tinggi efektifHn" dari dindingterikat harusdiambil sepertiberikut : Apabila dikekang terhadap rotasipadakeduaujungoleh: pelatlantaibeton dindingyangberpotongan bagianyangserupa atau 0. 8.4 Mnroos PgnENCANAAN DBronna. Beban vertikal yang diteruskanke dinding oleh satu pelat beton tidak menerus. Eksentrisitas resultante dari bebanvertikal total pada dinding terikat. pada setiap ketinggian antara penyokonglateral horisontalharus dihitung dengananggapan bagian bahwaeksentrisitas resultante dari seluruhbebanvertikal diataspenyokong atasadalah nol.75|t Tetapidari nilai-nilaitersebut diambilyanglebihkecil. maka perbandingan bolehdinaikkan menjadi50.75 hnu 0. tidak melebihi 0.q.qt MBrwruan 8.Apabilaterdapat secara satupelatbetonyangdicorditempat dinding.8. Pmpuclullu Dtuotttc DINDINGTnux.00 /r Hal.05 f" Nu.2 PERBANDII.05 /" Ag.IGAN DENGAN KETEBAI}IN Tweer EFEKTIF MAKSIMUM Perbandingan antaratinggi efektif denganketebalanh*/ tn. tidak boleh melebihi 30.qsBrnANVrnnrat Harus memperhitungkan dari gaya vertikal tetapi dalam eksentristas sebenarnya semuahal harusdirencanakan momenlentur Mu diambil tidak kurangdari 0. harusdianggap bekerjasepertiga tinggi luastumpuandiukur dari mukabentang dari pada menerus dinding.NAKAN(INTUK Yewe HtrvveGtvt Vrnrm.makabebanharusdianggap bekerjapadapusatdari dinding.00hou 1.8-3 Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan .1 a) EKsENrnrsrr. b) c) 8.ar 8. kecuali untuk dinding di mana gaya aksial Nz.4.4.

bekerja bersamaan dengan gaya aksial..8-4 .5. demikian sehingga pada penampangmelintang horisontal: a) selalu tertekan pada seluruh penampang maka lentur bidang bisa diabaikan dan dinding direncanakan hanya untuk geser horisontal saja.5 PenrNc.eL SEBIDANo UNTUK 8.4 KEKUATANAKSALRENCANADAruDWOUE Kekuatan aksial rencana per unit panjang dinding terikat dalam kasus tekan. 8. PERENCANAAN Tetapi dari nilai-nilai tersebutdiambil yang lebih kecil.2RSNI) faktor reduksikekuatan sesuai dengan panjang kekuatan aksialnominaldindingper satuan ketebalan dinding yang dinding.t HorusoNr. sesuai dengan pasal yang lainnya.DINDING 8.1 LENTURBIDANG Apabila gaya horisontal bidang.NAANDINDTNG Gnv.2 (ataupasal4. Dimana: hn. sub ga (h"")Z/ 2500t".5. adalahtinggi dinding yang tidak ditumpu Ir adalahjarak horisontalantarapusatpegekanglateral. tambahan eksentrisitas diambil sebesar 8.4. bidang eksentrisitas diukurpada beban siku-siku terhadap sudut ditentukan sesuai dengan bab8. atau Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.4. harus diambil sebesar/Nn di mana: 0= Nn: tw: Tabel3.1.

DINDING 8. 8.5 sebesar penampang kritis bisadiambilpada Untuk geser maksimum. l_ diambil yang terkecil dari harga yang dihitung dari rumus di atas dan Manual PerencanaanStruhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal..8 l* t*) 8.[t.s-2) geser Kekuatan nominaldari betontanpatulangangeser harusdiambil sebesar: Vc h Aoabila -a < I Lw /v"=10.5-3) Apabila dari: o'rL.o.5 tetapi dalamsemua hal Vnharusdiambil tidak lebih besardari: Vn^ar:0. di mana : Vu : Vc+Vs (8.4 KtxalrzN GwznDttnue Tettpn TaLANGAN GESER (8. ] (0.5. nilai tersebut diambilyangterkecil.5.4 dan pasal8.2 PENAMPANG KNTIS GuTn jarak dari dasar 0.3 KEKaATANGESER Perencanaan dinding yang menerima geser bidang harus diambil sebesar( Vn. l* atau0.2fc(0.rt!.8-5 . adalah horizontaldinding 8.) .5.5.5-1) Vc dan Zs ditentukan berturut-turut dari pasal8.5 di manadari kedua hr.5.8 r. Dimana: h* adalahtinggi total dindingdiukur dari dasarke puncak panjang /. PERENCANAAN b) untuk lentur penampang tarikan pada sebagian maka dinding harusdirencanakan bidang sesuai bab 4 dan untuk geser horisontal akan dibahas pada sub bab selanjutnya.tI L (8.66 .

. r. pw tidak kurang dari seperti yang diperlukan untuk pengendalianretak akibatsusutdan kekangan.ll* > I.. p.1f (0.8 lw tw) (8. (pusatke pusat)300 mm.q. Berdasarkan ini rasiotulangandinding ketentuan persyaratan adalah sebagai berikut: Luastulangan minimum 500 mm2/mdalamarahhorizontalmaupunvertikal.ll* < l.5 1- "' ..0 5 .reN GESERDINDING Sumbangankekuatan geser nominal dinding oleh tulangan geser Vs harus ditentukan dari persamaan berikut: Vs = to fy (0.6 8.1 Pnnsy. 8.[r (0. p. diarrbil sebagaiperbandinganluas tulangan horisontaldengan luaspenampang dindingper metervertikal.5-6) Di manap" ditentukan berikut: seperti luas Untuk dinding di manah." a 8.5-s) ALEH TULANGAN GNSNN SuUraT'IEeNKCruI.[1' + Tetapi dalam setiap : hal 0J.qN V 6 :1 0 . PERENCANA.nerANTULANGANDTNDTNG TatlNeatt awwtua Rasio tulangil.8 lI (t'-t\ [/." diambil yang terkecil dari perbandingan tulanganvertikal atau luas tulanganhodsontal. Untuk dinding di mana h. ) t") (8.8-6 .6.DNuTI'IC 8.s-4) .8t.terhadapluas penampang dinding padaarahyangberurutan.) (8.5. Spasimaksimum antartulangan Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.

2 TaLANGAN HqNSuNTAL aNTUK PENGENDALaN RETAK Apabila dinding sepenuhnyadikekang terhadap perpanjangan atau kontraksi arah horisontalakibat penyusutan atau suhu.snIAN DINDING 8. 8-7 . PmilIc. tulangan horisontal dan vertikalharus dipasang dalamdualapismasing-masing dekatmukadinding.5tw atau300 mm.6.' Kecuali bahwa dalam semuahal perbandingan tulangantidak boleh kurang dari yang diperlukan dalampasal8.82 dan C 1.5 apabila : Nu < 0.3 T.8.qRArSresrTULANGAN Jarakbersihminimum antaratulanganyang sejajar./INGAN VERTIKAL Untuk dinding yang direncanakan sebagai kolom sesuaidenganpasal 5.8..1.7.6-1) Manual PerencanaanSnuktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.4 PrTTIezrITIenN TUT.8. ketentuan pengekangan janganditerapkan untukpasal5. diambilmana Untuk dinding dengan ketebalanlebih besar dari 200 mm.7. adalah MPa.4 fl )\ /. perbandingan tulanganhorisontaltidak boleh kurangdari hargaberikut.Satuan daif. 8.5 (Nn (8.6.6. Spasi maksimum pusatke pusatdaritulangan dari yangsejajar harus1.6. yangterkecil.selongsong tendonharuscukup dan untuk menjaminbahwabetonbisa dicor dan dipadatkan tetapitidak bolehkurangdari 3 dt.7.2 pasal sampai 5. 8.manayang sesuai: Untuk klasifikasiketidakterlindungan A Untuk klasifikasiketidakterlindungan 81.

DINDING 8.34n .5m b4 " b4 := 1.2.1 DESAIN TULANGAN DINDING I tulangan dindingretaining wall SOAL : Desain DIBERIKAN : l.blplb3" h2:=2.m b3 := 0.8-8 .1.35m b2:=0.5.. Dimensi Retaining wall bl := 0. PERENCANAAN CONTOH 8.m h0:= 0m hl ::0.m Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.

Materials: Concrete : K-250 fc := 20Mpa yc := 25.8-9 . PnnnycmIAN DNDING Badan Retainingwall Lebarretaining wall.1 9 9 2 ) Q:= 0.8.2.4 Pasal 2.15m hpc =350mm LH=1.rn3 Densitas Beton Steel : Es:= 2.Mpa Flexure Steel ShearSteel fy := 4OOMpa fls :: g' ( s N r /B M S .8 Kup::1. Tinggi retaining wall Tebalretaining wall Pile cap Lebar Panjang Tebal Lebarheel bpc := lm Lpc = 2.5m <50.4 Kucp:= 1.".. Pemeriksaan dinding tinggiefektifdinding.kN. hwe= 2.h.5m Bb:= lm hwu = 2'5 m tw = 300mm RSNI-Tt2-04 5.direncanakan pelat" notel = 'Nu < 0..25 persyaratan 3.3 Ku1 := 2 Kug4:= 1.05fc Ag atau hwe/trv sebagai Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. h*" := 1.lo5..

ql.rnAN DINDING 4.70mm.8 Gavadalam momendan qeser daerahtumpuan L:=hwu 141. PnnnyCal.L Y2:=0.0.oou[ *ou 10.85 pl = 0.= if fc < 3oMpa 10.5m Ml = 10.Mpa 10.8.Mpa ) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.85 30) if 3oMpa < fc < 55.243kN'm Vu = 36.757kN.333 kN rn-l \2 = 14.5.5q2-L Kombinasi ultimate Mu' := Kug4'Ml + Kug4'M2 Vu:= KUSA'VI + Kug4'V2 Perencanaan tulangan lentur h:=tw d:=(h .5m bw=lm 0 = 0.417<N.333kN V2= 17.65 ' r ft _ o.l6rnrD Mu' = 35.m M2 = t4.8-10 .85 if fc > 55. Tulanganlentur dan geserRetainingWall daerahtumpuan Beban-beban Tinggitanahurugan Lebaranalisis LL EP ql = 3.= ql.458kN h = 300mm d=222mnt Bl .167*tkN hwu= 2.m Vl= 8.LL L=2.s2-L' 6^ !l.=:.708[<]t l't lr M2:=:.

Pgnnttc.37373Vo .= if(n' < pmin.8.8-11 .957<N.7.011cm2 Asreq:= p'. 1m.85.85.'.mm Asl := 1-rr.d Ambilsajajumlahtulangan .349kN. fUu) Mu = 56.'Dl6-200" s := 20&nm Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.fc P' = 0.ullN Dtttotuc fc.3737T/" 0.m 1P' = 0.r/ Mpa.Mu') P' = 0.1.bw.1 Pfililll= - Asreq:= p'.Pr2 4 Asl = 2.l.373730/o 0.to.bw.. s=1000mm/5=200mm) spasiyangdigunakan Digunakan Tul=.349kN'm Mu := ma{1.25o/o ry tr.1r4. n=5 (perlebaranalisis makaspasi.37373%o Ds:= l6. Mcr := 0.fc P' = 0.2l\4cr.d pmin = 0.m Mu = 56.h" b l1 Mcr = 46.bw.

5.427kN Kombinasi ultimate Mu' := Kug4'M1 + Kug4.0.t' 1.L Ml :=:.Vn = I15.M2 Vu:=KUSA'VI+ Kug4'V2 Perencanaan tulangan lentur bw:= Bb h:=b2 + 0..031kN d := (h .604kN.x y2:_:o2. l) Ml = 2.m MZ:=!.828kN notel = "Tidak Perlu Tul.Pat ds:=d tVc := :. P ZNNI.167l<N .222m Vc = 165.x.(bpc.228kN.834kN ds = 0.*'.L 2^ L I rr- Vl= 4.5b3 h = 250mm d.m Vu= 12.! 6' L Yl.16nr) Manual Perencanaan Struhur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.7 Vu = 43.= ql.ql.g45kN.7ftnm.834kN Vn:= Vc F.469kN Vn = 165.o2.Vft .8-12 . Geser" 5.8. y2= 4.ds) 6 tr :=0.459kN Vu = 43.5.Mpa.= L72mm Mu' = 6.TCIUIAN DING DIN Check tulangan geser Vu:= 1. Tulanganlentur dan geser Retaining Wall daerahlapangan Gayadalammomen dan geser x:= 0.m M2 = l.5.

n. ManualPerencanaan SnukturBetonBertulanguntukJembatan Hal.25Yo (perlebar 1m.8.m Mu:= 1.Mpa.85 > 55.orrcr* n=3 P' = 0.609kN.:.8-13 . t tY szooo* aJ l ^ 87ooo) PrIrBx=I.or2 Asl = 2. = 1 0 0 0 ml 2 = 5 0 0m m ) s m spasiyangdigunakan s := 400nm Digunakan Tul = "Dl6-z[00'. Asl :=].{fc.8s 10.d p':= pmin 4 Ambilsajajumlah tulangan .m p' = 03737T/o fy 0.bw. PMnIIc+T'IIAN DINDING pl '= if fc ( 3oMpa pl = o.Mpa if fc 10.ttt. analisis makaspasi.302kN.7.25Yo Ds := 16mm Asreq:= p'.30) if 3oMpa < rc s 55.u[pr.bw.h' Mcr = 32.o o *.o'oo*[ft .85'fc p' = 0.65 ( | .625Yo Mcr := 0.33nVlu' t- Mu = 8.Mpa lo'85 tou ) pnax:= .

(bpc. Pr.7 Vu = 43.8-14 .I.qAN DINDING ) Checktulangangeser Vu:= 1.741kN t Vn = 128.201kN Vn:= Vc 6.ds) l- S := 0.201kN Vu=43.Pat ds:=d ys .172m Vc = 128.Vn=89.834kN notel = 'Tidak PerluTul.834kN ds = 0.= :.8.5.Vfc.Mpa.nnUCAI. Geser" Manual Perencanaan Snuktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.

0.1 Pzynntpuv Korbel direncanakan sebagai balok tinggi kantilever berdasarkan aksi batang tekan dan tarik.ataupadapermulaan dari tiap tepi pelandaian..9.qrro n. ataupadamuka bagianluar dari Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.2 F. 2t3d An Gambar 9.1 TbreetMareSBrLqAR Tinggimukasisiluartidak bolehkurangdaripada d. perlu diperlukan juga diperhitungkan adanya gaya horisontal dan pergerakan dari bagian yang ditumpu. dan dibebani oleh satu gaya tarik horisontal N.9-1 . Pasal ini mencakup korbel dengan perbandinganbentang geser dan tinggi ald < 1.1 Balok Tinggi Kantilever 9.2. Pn ant'tI t't lt'r Ko nau c I 9 PERENCANAANKORBEL 9. Jarck d harus diukur pada muka perletakan." yang tidak lebih besar daripada Vu.2 AK9I PADA K0RBEL Garis kerja aksi dari bebanbisa diambil jatuh padatepi bagianluar bantalanperletakan kalau ada.raKTo R vANGSERLu DrpERTIMBANGKANDALAM nERENCANAAN 9.5 9.2.

kuat geserI/.2 . tidak boleh diambil lebih besardaripada 0.2 a) KruTIS Prr. perhitungan dengan Dalamsemua kekuatan diambil sesuai densan Tabel 3. dan satu gaya tarik horisontal N.1 Uauu perencanaan sesuai yang bagian faktor reduksi ini.4' diambil dari harga yang terbesar antara(Ay+ A") atau + 2 4"113.3.kuat geserV. dantidak boleh diproyeksikan (ika dipasang).2. A.l. satu moment Vo o i Nu" (h-d).2.tAN K}MEL korbel.3 a) KnnaTaUINTULANGANToTAL Luas dari penulangan tarik primer/pokok.5 .9. muka interiordari tulangan angkurtransversal 9.3 Pnostoan PznnNcArv. Pmnttcny. 5.5 2.8.3.2f"'b-dataupun bod dalamNewton.t.".9-2 . b) c) Jank h harusdiukur dari mukaperletakan. ataupun(5. Untuk beton ringan total ataubeton berpasirringan.MpANe Potongan penampang kritis pada muka perletakan harus direncanakan menahan secara simultan satu gaya geser Vu.3.0. dilindungiterhadap 9.07a / d) f. Apabila bagian komponen lentur ditumpu. tidak boleh diambil melebihi (0.q. melebihi bebanpadabraket ataukorbel tidak boleh diproyeksikan Daerahpenahan melebihi bagianlurus dari tulangantarik utamaA. geserVudapatdiambil Perancangan penulangan friksi-geser dari Aufyangmenahan At 5.'bd Newton. Untuk betonnormal. harus 9. sebesar = Vn(fy p) sesuai dengan RSNI T-12-04pasal 1.tqN 9. maka bagian luar korbel harus pengelupasan.ga/d)b*d dalam b) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.

dari Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.enaTANTALANGAN 9.Gayatarik Nuc harus dipandangsebagaibeban suhu..1 TULANGANMINIMUM .4.04 Rasiotulang p d I an ' b = 9. 9. ke kurang dari 0.4.Pnnrvclrultr Konnu PenulanganAn yang menahangaya tarik Nuc harus ditentukan dari Nuc S 0 An fy. hidup walaugayatarik berasal dari rangkak.9. c) Cara lainnya dari pengangkuranyang memberikan hasil positif..iauf.susutatauperubahan 9.9-3 .2 Gayatarik Nuc harustidak bolehkurangdaripada Vu kecualiketentuan dibuat untuk menghindarigaya tarik. harus diangkurkan dengan salah satu cara dibawah ini: a) Las struktural pada batang transversalyang berukuran paling tidak berukuran sama.5 (ArA^) harusdisebarkan dua pertigadari tinggi efektif yang terkait denganl".4.IN Pada sisi muka dari braket atau korbel. b) Pelengkungan batang-batangtarik utama l" sebesar 180o hingga membentuk satu /oop horisontal.3 TaT+NEEN TARIK UTAfuA PENGANGKan. Las direncanakan untuk mengembangkan kekuatan leleh terspesifikasi jr batang-batanE A.2 TERTaTaP SsNer.4. bolehkurangdari 0. khususyang 0. tulangan tarik utama l.4 PTnSv.".qMe dengan luas total An tidak Sengkang tertutup atau tulanganpengikatsejajardengan.

9.5mm Vn diambil nilai terkecil di ^ntil 0.Gorbel lebar tinggi COVef Beton : fs.5(Mpa) bw d.3.2.g5 ACI Check: dVn>Vu dmin:= RSNI.lrn ambil d:=h-S.O4 Pasal 5.1 DESAINKORBEL 1 SOAL : Desain tulangan korbel DIBERIKAN: Dim. 0 -1 0 ".a LANGKAH1: Menentukan a=275mm c=400mm LANGKAH Menghitung 2: ketinggian minimum. PERENCANA+v Konnnt CONTOH 9. M p a Tulangan tulanganutama ds := 13mm jarak beban ke muka kolom.g01< 1 OK 5. .979n.9. Manual PerencanaanStruktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.9.9-4 . Mpa \ E s : =2 .- P'i bw := 400nm h := 400rnm dc := 50rnm kof 2 cm $ := 0.bw) 2 d dmin = 74.3.2fc bw d dan I = 0.= llQ.--A checkgeometri korbel d = 343. (0.TI2.2fc..d Perhitungan berdasarkan pasal11.1 6 = 0.85 Sr := 400.3 Vu {.

85 10.ry (o.3. d)) Vn = 565.Af Af := Mu .9.4). d = 7 5 5 .637cr* Bt . l Avf := vu tt = 1.9.ed) Af = 2.3 Vu = l05k]. 7 1 dO1 .85 if fc > 55.4 Ard = 2.338mm Af := Mu ory(.5. b w . a + Nuc .bw al = 16. Mpa .O4 Pasal 5.[ N u c : =0 .Vn=481.01. untuknonmonolit F p : = 1 .922c1tr Vn tidakbolehlebihdari 5 .3.= if fc < 30. 0. Avf l.Mpa Bl = 0.r LANGKAH5: Menghitung tulanganlentur. M p a. untukmonolit = 1. d 5. V u Mu := Vu.86cm2 Af.206cr* $'&' r. 5 . Mpa 10.65 .fi' al:=0. 2 .Tc bw .. 4 .9-5 .85fc.+) \Mpa Af =2. (h .0.:= I (betonnormal) 0 = 0.d) Nuc = 21R'{ m Mu : 30.r.85 Hargap = 1.4 RSM. PmoycltvtAN KzRBEL .062kN' Nuc tidak boleh dari 0. .K 0.034kN Vu = 105lcN ok! LANGKAH 3: Menghitung Gaya-gaya pada korbel Perhitunganberdasarkan ACI pasal 1 1.008' [g | ) Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.9. bw .o) ir 30' Mpa< rc < 55' Mpa I o.2 Vu LANGKAH Menghitung 4: tulangangeserfriksi..TI2. Vn:= min((0.

n.9. ds2 /+b= l.3 As adalah nilai terbesar Penulangan minimum I :=0.9-6 .o+g d 3q 0..25.abper_d ab = 175. Ah = 1.t Fo ry .83cr3 \\ diantara2/3Avf+An.3. untuktarik langsung An Nuc ful . (As .254cr* LANGKAH7: Menghitungluas penulangan tarik ds = l3mm Ab := 0.185mm 4 = o. PERENCANAAN KORBEL uoo.5. .51 Mpu) ab := d . Ah dh := 10.25.383 O K ! d {p<0. Avf + An = 2.-- 0' fv An = 0. U*. Af+An dan Asmin.04.785cm2 . ns :=ma{[t .3L8crnl Ah := 0. mm Ab := 0.75pb} LANGKAH Menghitung 6: tulangan.327cr* RSM-Tl2-04 Pasal5.9... Asmin /(. = 0. abser-d gl . O = Asmin 2.254cm2 LANGKAH 8: Menghitung Sengkang Horizontal.I := ) I ooo* rY I \ abjer_d = 0.309cm2 As = 3..Avf + An Af + An AsminJJ Digunakan 4DL3 4Ab:5.088cm 3 Af + An =3. dh2 Ab = 0.618cm2 22 :.75.An) Digunakan 4D1o 4Ab = 3Ja2c# Akan didistribusikan dalam 2l3d dari tulanganutamanya 2-d 3 229mm Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.

' )) | . .i' . ManualPerencanaan SnukturBetonBertulanguntukJembatan Hal.9.f As =132. n .25. Aspakai:=0.732rnr* T = 32. PERENCANAAN KqRBEL LANGKAH Desainangkurcorbel 9: Tarikyangdibutuhkan : Tulangan RSM.433mr* dia:= 13. mm rl.fy Aspakai I I I Kekuatanlasdidesainlebih kuat l0% dari gaya tarik f=245.. 2 5 .18Mpa Gaya Tarik pada 1 tulangan: A s : = 0 .t=4 Aspakai = 530.9-7 .543kN lr*ru*.dia? n TeganganTulangantarik : Asoerlu f:=*.929nm2 | . a i * T:= As .TI2.O4 '= Asperru ''"{(. Avr + An Ar + An *".n . Asperlu =325..

iluuldilul .

kuattarik lelehbajatulangannon-prategang.MPa.o" M.DAFTARNoTSI \ DAFTAR NOTASI Bab 3 av cu E. faktor pengaruh kelembaban relatif udarasetempat (slump\adukanbetonuntukrangkak. ukurandari keliling geserkritis yang sejajararahlenturan rangkak maksimum. aksialtekanpenampang. faktor pengaruh ketebalan komponen betonuntuk rangkak. sumbuy yang momenterfaktorakibat kombinasipengaruhgayaluar terhadap padapenampang. Nmm. MPa. terbesar Nmm. jumlah semen faktor pengaruh dalambetonuntuk susut. faktor pengaruh kadarudaradalambetonuntuk rangkak. kuattarik bajaprategang.MPa. faktor pengaruh kadar agregat halusdalambetonuntuksusut. f" Jct JC f. terbesar Nmm. moduluselastisitas bajatulangannon-prategang.fo'. M.= Rn= Manual Perencanaan Struldur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. . koefisien elastisitas modulus beton. MPa. MPa. M* fuIur Nn= /V'. kuattekanbetonyang disyaratkan padaumur saatdibebaniatau kuattekanbetonyang direncanakan .negatif untuk tarik. MPa. E" E. moduluselastisitas bajaprategang. tinggi total komponenstruktur. faktor pengaruh konsistensi (slump)adukanbetonuntuksusut. padaumur 28 hari. kelembaban untuk rangkak faktor pengaruh relatif udarasetempat Kn"t K"' Kot tls Nd = Kf Kf Kn" Krt Kr" Krt = = untuksusut. faktor pengaruh kadaragregat halusdalambetonuntuk rangkak..A-1 . faktor pengaruh ketebalan komponen betonuntuk susut. tegak lurus padapenampang. yangberbeda. gaya luar terhadap sumbux yang momenterfaklor akibat kombinasipengaruh padapenampang. MPa. MPa. penjumlahan terkombinasi jenis-jenis dari beban komponen strukfur. kuattarik lelehekivalen bajaprategang. yang bebanaksialterfaktorakibatkombinasipengaruhgayaluar yang terbesar. = Q. diambil positif untuk tekan. kuattarik langsung dari beton. Jcl yang ditinjau. Nmm. kekuatan momen terfaktor akibat kombinasi pengaruhgaya luar yang terbesarpada penampang. momennominalpenampang. kekuatan N.fo. mm. fr= Ku"t = = fu= = = dilakukanhansfergayaWategang. MPa. ketahanan kekuatan besaran atau nominaldari penampang K. pengaruh danmemperhitungkan dari tarik akibatrangkakdan susut. faktor pengaruh kadarudaradalambetonuntuk susut.N. faktor pengaruh konsistensi faktor pengaruh umur betonsaatdibebaniuntuk rangkak. MPa. kuattarik lenturbeton.

padawaktu t. mmz Ar As= 41 An= = APs A"= A"r At= A. kekuatan beratjenis beton. koefisienrangkakbetonyangtergantung Bab 4-9 batas tinggi blok tegangan tekanpersegi ekivalenbetondalamanalisiskekuatan penampang betonbertulang akibatlentur. posisipusattulangan.u te L" 0 0""(t) standar hasiluji tekan. lingkungan faktor beban. atau luas tulangangeseryang tegak lurus terhadaptulanganlentur tarik dalam suatudaerahsejaraks padakomponen strukturlenturtinggi.DtprnnNortst S u v vn W6 !o trr. nilai regangan elastisbetonakibatsuatutegangan tetap.". mm2. faktor besaran susut yang dipengaruhi oleh material beton dan kondisi lingkunganpekerjaan. mm'. faktor reduksikekuatan. N. mm2. ke luas inti dari komponen struktur tekan dengan tulangan spiral diukur hingga diameterluar dari spiral.terhitung7 hari sejaksaatpengecoran regangan untuk beton yang dirawat basahdi lokasi pekerjaan. luastulangan tarik non-prategang. momenterfaktor. geser nominalpenampang.t Ecs. tegangan susutbetonpadaumur t (hari). a*= Ac= Act = jarak tegaklurus dari tumpuanterdekat penampangyang diperhitungkan. luastulanganyang membentuk sengkang puntir. angka Poisson. mm2. Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. mm'. MPa. regangan faktor besaranrangkak yang dipengaruhioleh material beton dan kondisi pekerjaan. reganganrangkak beton pada umur t (hari) sejak saat dibebani oleh suatu tetap. luastotal tulanganlongitudinalyang menahan gayatarik ly'. luas satukaki dari sengkang tertutupdalamdaerahsejaraks yang menahan mm'. [V.mm2.terhadapukuran terpanjang tersebut. luastulangandi dalamkonsolpendekyang menahan . A-2 .t tcs.kg/m' yang perbandingan antaraukuranterpanjang dari luas efektifgeserpenampang yang diukur tegak lurus pada ukuran penampang dibebani. luas tulangangeserdalam daerahsejarakJ. tertutup.mm2. nilai deviasi dari panjang efektifdari kelilinggeser kritis. mm2. Arr = = luasbrutto penampang. dihitungdari luasbagianpenampang betonyang dibatasioleh tulangansengkang. puntir.atau terhitung 1-3 hari carapenguapan' untuk betonyangdirawatdengan sejaksaatpengecoran susut maksimum beton.mm'. luastulangandalamkorbelyang menahan luastulanganprategang dalamdaerah tarik. a + Nu"(h d)J.mm. luastulangangeser-friksi.

MPa. lebar bagian penampangyang dibatasi oleh sengkangtertutup yang menahan puntir. ataukolom persegi ekivalen. prategang tegangan semua kehilangan tekanpadabeton(setelah memperhitungkan padatitik beratpenampang yang menahan dari bebanluar ataupadapertemuan jika titik beratpenampang badan MPa. tinggi total dari balok tepi. di akibat gayaprategang yang bekerjasendiri). dimensi kolomterkecil. mm. ditentukan.MPa. tinggi total komponen struktur.f" adalahresultante tegangan dari jika titik beratpenampang kompositataupadapertemuan antarabadandan sayap dan beratpenampang kompositberada dalamsayap. dari tegangan tekan rata-ratapada penampang beton. luas. di diukur dalamarahtransversal terhadap arahbentang manamomenlentur sedang ditentukan.ataukonsol ukurandari kolom persegi ataukolom persegi ekivalen. mm. lebarbadanbalok. jarak dari serattekanterluarke garisnetral. kepala kolom.A-3 . tegangan lelehpengikat kuat tekanbetonyang disyaratkan. mm. mm.termasukakibat gaya prategang. (Pada dan sayap terletakdalamsayap. MPa. di tegangan akibatbebanmati tak terfaktor.D. lebardari mukatekankomponen struktur. fo" fr" fou f" fy fo" fv.mm.mm. komponen tekanpadatitik strukturkomposit. ataudiameterdari penampang lubang tendon prategang.tulangan mm-.qrr.mm. lelehyangdisyaratkan tulangannon-prategang. MPa. MPa.mm.r f"' h= h6= hc= hs= hv= = = Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. dari MPa. kelilingdari penampang kritis padapelatdanpondasi. d d" Ec E" EI fct fd geseryang parareldengantulanganlentur tarik dalamsuatujarak s2. jarak dari serattekanterluarke pusattulangantarik. momenyang ditahanolehkomponen strukturpracetak tegangan tekandalambetonakibatgayaprategang efektifsaja(setelah prategang padaseratterluardari penampang memperhitungkan semua kehilangan di manategangan tarik terjadi akibatbebanluar. yang dihitungpadabebankerja. dikurangi bulat.MPa. kuat tarik yang disyaratkan tendonprategang. suatu faktor yang menghubungkan diagrammomenaktual dengansuatu diagram momenmerata ekivalen. kekakuan lenturkomponen strukturtekan. pendekdiukur dalamarahbentang manamomenlentursedang mm. moduluselastisitas tulangan.ataukorbel.4nNortst Avn b bo bt bn b* C C1 Cz c.ataudiameter dari penampang bulat. hargarata-rata dari kuattarik belahbeton. tegangan dalamtulangan tegangan MPa.MPa. selongsong mm. moduluselastisitas beton.MPa. setelah lebarefektif badanbalok. di ukurandari kolom persegi kepala kolom.mm. mm.padaseratterluardari penampang manaterjaditegangan tarik yang disebabkan oleh bebanluar. tebal selimut beton diukur dari serat tarik terluar ke pusatbatangtulanganatau kawatyang terdekat. tinggi total dari pelatlantaiataupanelpenguat tinggi total penampang kepalageser. geser.

nilai yang lebih kecil dari momen-momen ujung terfaktorpadakomponenstruktur goyangan sampingyang berarti.4x) untuk penampang moduluspuntir. panjanghorisontaldinding.dihitung tekanakibatbebanyang menimbulkan ke dengan analisis rangka elastis konvensional. dihitung dengan analisis rangka elastis konvensional.qrr.bernilaipositif bila momenujung terfaktoryang lebih kecil padakomponen komponen tunggal. tinggi efektifdari tinggi dindingterikat. 0. tulangan faktor pengalimomentulangangandabalokterhadap panjangkomponen strukfurdiukur dari pusatke pusattumpuan.positif bila komponen struktur melenturdalam kelengkungan tunggal. nilai yang lebih besardari momenujung terfaktor pada komponenstruktur tekan goyangan sampingyang berarti. momen ujung terfaktor yang lebih besar pada komponenstruktur tekan. atausebesar 2A. mm-N.D. dengan mengabaikan tulangan.42x2y I.negatif bila melenturdalam kelengkungan ganda. atausebesar 0. momen inersia penampangbruto beton terhadap sumbu pusat. faktor panjang efektif komponen strukturtekan. di manaA' adalah luasyangdibatasigarismediandinding dari lubangtunggal. yang besarnya bisadiambil sebesar T. atau segiempat untuk penampang masif.dihitung akibatbebanyang tidak menimbulkan ke positif bila komponen struktur dengan analisis rangka elastis konvensional.negatif bila melenturdalam kelengkungan ganda.mm. momenterfaktoryangdigunakan komponen strukturtekan. panjangdari lengankepalageserdiukur dari titik bebanterpusat ataureaksi. strukturmelenturdengan kelengkungan = k Kvd I I t1 ln lu l* Mt M'rns Ms M2 Mzn" Mz" Mc= Mn= nilai yang lebih kecil dari momen ujung terfaktor pada komponenstruktur tekan goyangan sampingyang berarti. jarak horizontalantara pusatpengekang lateral tumpuan. penampang struktur. nilai yang lebih besardari momenujung terfaktor pada komponenstruktur tekan akibat beban yang menimbulkan goyanganke samping yang berarti. komponen momeninersia tulangan terhadap sumbupusat sumbupenampang momeninersiabaja strukturalprofil.qnNortst h* h*.mm-N.mm. yang menahan momeninersiapenampang bebanluar terfaktoryang bekerja. bentang bersihdiukur dari muka-ke-muka panjangkomponen shuktur tekanyangtidak ditopang.mm'. mm-N. selalu bernilaipositif.negatifbila komponen strukturmelenturdengan kelengkungan ganda. A-4 . momenyangtelahdimodifikasi.dihitung akibatbebanyang tidak menimbulkan ke dengan analisisrangkaelastiskonvensional.mm-N.b* untuk penampang berongga dinding tipis. untuk perencanaan akibatbeban momenyang menyebabkan terjadinyaretaklenturpadapenampang luar. tekan. melenturdalam kelengkungan tunggal. h*u I ls /"" l1 Jt tinggi total dinding diukur dari dasarke puncak. pipa atautabungterhadap komponen strukturkomposit.mm-N. masifberbentuk L.mm. mm-N. Mm Manual Per encanaanStruktur Beton Ber tulang untu Jembatan k Hal. tinggi dindingyangtidak ditumpu. funggal.

Pn Pc Pn Po Pu r s o Sr S2 T" Tn 7: Tu fs= t*= u= U1 Vc= Vct = kuat gesernominalyang disumbangkan oleh betonpadasaatterjadinyakeretakan diagonal akibatkombinasi momendangeser. kuat aksialnominalpadaeksentrisitas nol. pada gayaluar yang terbesar momenuntir terfaktorakibatkombinasipengaruh penampang. mm.mm. spasidari tulangangeserataupuntir dalamarahparaleldengan tulangan longitudinal. kuat gesernominalyang disumbangkan oleh betonpadasaatterjadinyakeretakan diagonalakibattegangan tarik utamayang berlebihan dalambadan. pengaruh bebankritis dengan tekuk.3. spasi dari tulangan geser atau puntir yang tegak lurus terhadap tulangan longitudinalatauspasidari tulanganhorisontal dalamdinding. padabagian keliling poligon dengan puncaknya padapusattulanganmemajang sudutdari penampang melintang. = yang dialihkandari pelatlantaike tumpuandalamarahyang momenlenturrencana ditinjau. diambil positif untuktarik. bebanaksialterfaktorpadaeksentrisitas indekstabilitas. kuatgeser nominalyangdisumbangkan beton. yang gaya pengaruh beban aksialterfaktor luaryangterbesar. lihat sub-bab 5. gayatarik terfaktoryang bekerjapadapuncakdari konsolpendek yangterjadi bersamaan denganVu.mm. spasidari tulanganvertikal dalamdinding. perludari penampang geser. kuat puntir nominalyang disumbangkan oleh beton. memperhitungkan kuat aksialnominalpadaeksentrisitas yang diberikan. V"* Va ManualPerencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. oleh Nr" N. akibatkombinasi tegakluruspadapenampang.A-5 . tahanan momenyang disumbangkan oleh tulangankepalageser.dan diambilpositifuntuktekan. kuat puntir nominalyang disumbangkan oleh tulanganpuntir. di gayageserpadapenampang akibatbebanmati tidak terfaktor. pengaruh memperhifungkan dari tarik akibatrangkakdan susut. kekuatan panjang aksialnominaldinding per satuan kuat bebanaksialnominalpadakondisi regangan seimbang. negatifuntuktarik. yang diberikan< dPn. kuat puntir nominaldari penampang komponen struktur. radiusgirasi suatupenampang komponen strukturtekan. pelatlantai(dalammillimeter) tebalminimum ketebalan dinding panjang efektifdarigariskelilinggeser kritis. kuatmomenplastis kepala pada gayaluar yangterbesar momenterfaktorakibatkombinasipengaruh penampang.DlrrlnNornst M^* Mp= Mr= Mr= Mn* Nu = momenterfaktormaksimumpadapenampang akibatbebanluar.

oleh gayageserterfaklor akibatkombinasipengaruh pada gayaluar yangterbesar penampang. hubungan p Po Ps rasiotulangantarik non-prategang. rasio dari bebanmati aksial terfaktor maksimumterhadapbebanaksial terfaktor maksimum.untuk menggambarkan penyimpangan lateral akibat beban lateral dan gravitasi. geser-friksi sudutantara tulangan dengan bidanggeser.di manabebanyang ditinjau hanyabebangravitasidalam menghitung P".. momenuntuk rangkayangditahanterhadap ke untuk menggambarkan pengaruh kelengkungan komponenstrukturdi antaraujungujungkomponen strukturtekan.DapanNortst Vr Vn= Vp= Vs= gayageserterfaktorpadapenampang akibatbebanluar yang terjadibersamaan dengan M^or. hubungan bagiandari momentidak berimbang yangdipindahkan gesereksentris pada sebagai pelat-kolom. kuat gesernominalyang disumbangkan tulangangeser. faklor pembesar goyangan samping. dimensi terpendek penampang. vr= x v It z a At dg 4y fi= P"= 0a= & . sudutantarasengkang miring dan sumbulongitudinaldari komponen struktur.4'-6 . faktor reduksikekuatan. rasiotulanganyangmemberikan yang seimbang. koefisien sebagai fungsidariylixl. rasiokekakuan pelatkompositdi lengankepalageserterhadap penampang sekitarnya. bagiansegiempat suatu dari dimens sengkang i terpanj ang. rasiosisi panjangterhadap pendekdari bebanterpusat sisi ataumukatumpuan. faktor tinggi blok tegangan tekanpersegi ekivalenbeban. simpangan relatif antartingkat orde-pertama akibatVu. kuat gesernominaldari penampang komponen struktur. pembatas besaran distribusi tulangan lentur. . faktor pembesar momen untuk rangka yang tidak ditahanterhadapgoyanganke samping. ataurasio dari bebanlateral terfaktormaksimumyang bekerjaterhadapbeban lateraltotal terfaktorpadatingkat yang ditinjaudalamperhitungan P". 0 Yr ao Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. kondisi regangan rasiodari volumetulangan spiralterhadap volumeinti total (diukurdari sisi luar ke sisi luar spiral) dari sebuah komponen strukturtekandengan tulanganspiral. bagiandari momentidak berimbang yang dipindahkan lentur pada sebagai pelat-kolom. komponen vertikal dari gayaprategang efektifpadapenampang. bagian segiempat suatu dari dimensi terpanjang penarnpang.

MPa. diameter nominaldari kawatbaj4 kawatuntai. olehkomponen struktur sendiri). memperhitungkan semuakehilangan (yang bekerjamenahan dari badandan sayap bebanluar).batangbaja. balok. MPa. luaspenampang bruto. lebar efektif penampangbeton setelah dikurangi lubang selongsongtendon pfategang. komposit.ataudiameter penampang jarak dari serattekanterluarke titik berattulangan mm. tarik non-prategang.mmz tuastulanganprategang dalamdaerah tarik. bajaprategang. adalahresultante tekan padatitik berat penampang dari tegangan jika titik beratpenampang kompositataupadapertemuan dan sayap antarabadan dan kompositberada dalamsayap. luasbetonpadapenampang yangdiambildari dua lajur luaspenampang brutoterbesar dari lajur balok-pelat. mm. lebarmukatekankomponen struktur.MPa.mm jarak dari serattekanterluarke titik berattulanganprategang.mm. jarak dari serattekanterluarke titik berattulangantekan. MPa. MPa.MPa. eksentrisitas moduluselastisitas beton. moduluselastisitas MPa. kuat tekanbetonpadasaattransfergayaprategang. mm'. MPa.segera setelah di transfer.mm. atau padapertemuan jika titik beratpenampang (Padakomponenstruktur terletakdalam sayap. moduluselastisitas MPa. lebarbadan dari bulat. MPa.fp. gayaaksialdari garisberat.akibat gaya prategangdan beban mati.mm.MPa. atau luas tulangangeseryang tegak lurusterhadap tulanganlenturtarik dalamsuatudaerahsejaraks padakomponen strukturlenturtinggi. efektif saja. mm2. kuattarik lenturbeton. dasarlogaritmaNapier. manategangan tarik terjadi akibatbebanluar. tegangantekan beton pada lokasi titik berat baja prategang.mm. yangditinjau. yangsalingtegaklurus dan memotong padalokasisebuah kolom dari pelatdua arah.mm'.A-7 .atautendon. luas tulangangeserdalam daerahsejarakJ. tegangan transfer.mm". MPa. mm. bajaprategang segera setelah Ac= A"r As= Ar" As Ar= = = b-br= b* d d' d6 dp a e'l' E" Ea E" E" fc' fcr fa' fd fr" fpa fr" fpi ManualPerencanaan StrukturBeton BertulanguntukJembatan Hal. sesudah tegangan tekan rata-ratapadabeton akibat gaya prategang padatitik beratpenitmpang gayaprategang. 150 kuattekanbetonberdasarkan uji benda silinder(diameter mm dantinggi 300 mm). mm2. tegangan tekan dalam beton akibat gaya prategang efektif saja (setelah memperhitungkan semua kehilangan prategang) pada serat terluar dari penampang manategangan di tarik terjadi akibatbebanluar. dihitung pada penampang manaterjadi momenmaksimum.akibatgayaprategang momenyang ditahan di pracetak yangbekerja MPa. moduluselastisitas betonpadasaathansfergayaprategang. luastulangan tarik non-prategang. di tegangan akibat bebanmati tak terfaktor. mm2. padaseratterluar dari penampang.DmrtnNortst B a b1 0 luas bagian penampangantara serat muka lentur tertarik dan titik berat penampang brutto. baja non-prategang.

f rps fou fo. yang ditinjau. mm.N. tinggi penampang. berprofilbisadiambilsebesar 0.DAFTARNOTASI pengurangan(kehilangan) tegangan pada baja prategang akibat susut dan rangkakbeton. penampang momeninersia utuh.N. dari diambilpositifuntuktekan. tarik. padakekuatan tegangan bajaprategang nominal. kehilangan gaya prategang di ujung penegangan(jacking) sebelum memperhitungkan prategang.akibat kombinasi beban luar yang paling berbahaya. gay padatendonprategang. kehilangan N.negatifuntuk N.0020rad/m. Po Rr= R1 Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. dihitung dari kombinasibeban momenterfaklor pada penampang luar yang menimbulkanmomen maksimum pada penampangyang ditinjau.0005 0. mm.mma. panjangtendon yang koefisien gesekanakibat simpangan menyudutpersatuan (dalamrad/m). Untuk kawat baja (wire) pada selongsonglogam yang berpermukaan radim. padatendonprategang faktor relaksasi rencana Afo. momenterfaktor (ultimit) akibat kombinasibebanluar yang paling berbahaya.dan yang memperhitungkan pengaruh susutdanrangkak. moduluselastisitas moduluselastisitas bajaterhadap gayatarik dalambetonakibatbebanmati dan bebanhiduptidak terfaktor.mm. tendon a panjangpenyaluran pelepasan untuk berangsur.setelah prategang ujungpenegangan akibatgesekan. = Kekuatannominalkomponen struktur.N.0006rad/m. (acking). Mr* = M.nilainya tidak direncanakan dapatditetapkan berdasarkan rujukandi bawahini: Untuk selongsongyang diberi pelumas bisa diambil sebesar0'0003 0. panjang yangditinjau(padajarak darijack penegang). mm.N.0020rad/m.A-8 . f"" t. gaya prategang efektif tergesekpada lokasi sejarakx (di manax : E Li) dari N.N.P Pn Po* P^. akibat beban momenyang menyebabkan terjadinyaretak lentur padapenampang luar. kuatlelehbajanon-prategang. kekuatan batasaksialnominalkomponen struktur. Untuk batang baja (bar) pada selongsonglogam yang berpermukaan berprofilbisadiambilsebesar 0. MPa. (sesudah semuakehilangan tegangan efektif baja prategang memperhitungkan prategang).0010 0.0001 0. kuattarik bajaprategang. mm. MPa. Mu n l/" N. kuat leleh bajaprategang. a N.0020 Untuk kawat untai (strand) pada selongsonglogam yang berpermukaan berprofilbisadiambilsebesar 0. MPa.MPa.yang bila tidak ada datayangtepat. gaya aksial terfaktor (ultimit) yang normal terhadap penampang. mm.MPa.mm. momen(kekuatan) batasnominallentur. MPa. h I k Li Lp= M". perbandingan beton.

N. gaya geserterfaktor pada penampang akibat bebanluar yang terjadi bersamaan denganM.*. oleh oleh betonpadasaatterjadi keretakan kuat gesernominalyang disumbangkan akibatkombinasi N. N.dan bila semuatendondalamsatuselongsong ini: rujukandi bawah waktu bersamaan.40 unE:knilaifo/fo. nilainyadapatditetapkan berdasarkan 0. mengacuke serat tarik terluar di mana retak akan . terjadi. Pengaruh padakondisi bebanlayan.80 : 0. perubahan prategang bagian sudutprofil tendon di sepanjang faktor tinggi blok tegangan tekanpersegi ekivalenbeton. kuat geserbatasnominaldari penampang vertikal dari gayaprategang efektif. Untukselongsong dapat permukaanberprofil dapat diambil Untuk selongsonglogam dengan 0.mm. aksibatas(ultimit) akibatkombinasibebanluar yang palingberbahaya. Kekuatan spasi dari tulangan geser atau puntir dalam arah sejajar dengan tulangan longitudinal. diagonal lenturdangeser.05 yangdiberipelumas diambilsebesar .manayang 033tlf"'pada sumbupusatatauperpotongan lebihkritis. faktor reduksikekuatan. Pengaruh aksi rencana N.akan menghasilkantegangantarik utama sebesar bagianbadandan sayap. regangan regangan susutbeton.85 = 0. oleh kuat gesernominalyang disumbangkan tulangan aksi dan gayaprategang pengaruh gayageser yang. yangdiijinkan(pada rencana kondisilayan).15 sebesar .0.8.mm/mm.90 rangkakbeton.N.15. = vn Vp= v" Vt= vu Yt= Z= di Fr= /p= ccc 6ss = Q= Q"" p= = Li.rad.yang bila tidak ada data pada ditegangkan yang lebih tepat.0. gayageserpadapenampang akibatbebanmati tidak terfaktor.. akibatkombinasibebanluar yang palingberbahaya" N. ymg tidak kurangdari 0.55 unh*nilaifo/fou ymB tidak kurangdari 0. mm. modulus penampang utuh.mm/mm.DtrrtnNortst Ru= R*= rencana Kekuatan komponen struktur. yang dihitung sesuai faktor rangkakrencana ketentuan koefisien gesekanakibat adanyalengkungantendon. Manu al P er encanaan Struktur Beto n Ber tul ang untuk Jembat an Hal. mm3 antara tulangan geser miring dan sumbu longitudinal dari komponen sudut struktur. A-9 .28 unh:knilaifr/fouyanEtidak kurangdari 0.bila dikombinasikan dengan lainnya pada penampang.25. jarak dari sumbupusatpenampang utuh ke serattarik terluar. kuatgeser nominalyangdisumbangkan beton. gayageserterfaktor(ultimit) padapenampang. N.N. v* Va vi kuat gesernominal yang disumbangkan oleh beton pada saatterjadi keretakan diagonalakibattegangan tarik utamadi dalambadan(web). komponen struktur.N. jenis tendonprategang: faktor yangmemperhitungkan = 0. komponen geser. padasub-bab 2.3.rad.dihitung: I / y.N.

MPa. MPa. rasiotulangangeser(spiral)terhadap luaspenampang beton. rasiotulanganprategang terhadap luaspenampang beton.DerrnnNortst p p' Pp Ps Ps-min 6cc dcs ces 6p Ct) a' op 0p. kehilangantegangandalam tendon prategang akibat perpendekan elastisbeton. dan luas tulanganharussesuai yang diperlukanuntuk mengembangkan tekan dengan kuat dari bagianbadansaja. dan luas tulanganharussesuai denganyang diperlukanuntuk mengembangkan tekan kuat dari bagianbadansaja. rasiotulangantekanterhadap luaspenampang beton. indeks tulangantarik non-prategang yang mempunyaisayap untuk penampang (balok T). dan luas tulanganharussesuaidenganyang diperlukanuntuk mengembangkan kuat tekandari bagianbadansaja.A-10 . rasiotulanganminimum geser(spiral)terhadap luaspenampang beton. : indekstulangantarik non-prategang yang adalah pf/f"' : indekstulangantekanyang adalah p'f/f"' : indekstulanganprategang yang adalah prfr/f"' indekstulanganprategang yang mempunyaisayap(balok T). dihitung sebagaiar dengan6 diambil sebesar lebar badan(web). kehilangantegangandalam tendon prategangakibat relaksasibaja prategang. indeks tulangan tekan untuk penampangyang mempunyai sayap (balok T). kehilangan tegangan dalamtendonprategang akibatrangkakbeton. dihitung sebagai ar' dengan 6 diambil sebesarlebar badan (web). untuk penampang dihitung sebagai ato denganD diambil sebesarlebar badan (weD). rasiotulangantarik non-prategang terhadap luaspenampang beton.MPa kehilangan prategang tegangan dalamtendon MPa. Aw Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. akibatsusut beton.

for 3.ATC.ReportATC-32. 1992(BMS) Desember 4. NEHRP. SNI 03-2847StrukurBetonUntuk Bangunan 2002 6. Perencanaan mengikuti Bridge Design Pembebanan Struktur Atas Jembatan Pekerjaan ManualBMS yangditerbitkan olehDirektorat JalanRaya. 9. BridgeEngineering Handbook 12. GuideSpecifications DesignandConstruction Segmental Concrete for of 1989 10. 5.1992 ManualPerenconaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal.Derr.l5th Edition.RepublikIndonesia.CEB-FIPModel Codefor CreepandShrinkage. Improved SeismicDesign Kriteria for California Bridges: Provisional City. 1996 I l. Tata CaraPerencanaan Gedung. SKSNI 03Ketahanan GempaUntuk Bangunan 1726-2002. manual ini L RSNI-2004 TataCaraPerencanaan BetonUntukJembatan Struktur 2.Departemen Umum. Tata CaraPerhitungan Gedung. Redwood AppliedTechnology Council.B-l . UniformBuildingCode(UBC 1997) 7.1997 8. Califomia. BuildingCodeRequirements Reinforced ACI 318-02 for Concrete.1992. Standards AASHTO Specification HighwayBridges.sn Pusrarl DAFTAR PUSTAKA yangmenjadibahan dalampembuatan masukan Standar buku-buku dan referensi perencanaan adalah. Recommendations. Bridges.

InternationalBuilding IBC 2000. 15.B-2 . Code.D.sKA 13. for reinforced concrete American Concrete Institute Manual Perencanaan Struklur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.Caltrans Seismic Design Criteria version Desember .ACI3l5. 2001 14. L2. Manualof standard practice detailing structures.qrrtnPusr.

6. yang ditambahkan dalam campuran beton ke jumlahtertentu pengadukan selama dalam untukmerubah beberapa sifatnya.0 4. 3.0 mm. batu pecahdan kerak tungku pijar yang digunakan bersama-sama dengan suatumediapengikat untukmembentuk suatu beton atauadukan semen hidraulik. betondalamsistem 7. agregat materialgranularmisalnyapasir. 5.0 5.40. 2. agregathalus 'alami' batuan pasiralam sebagai hasil desintegrasi oleh ataupasiryang dihasilkan industripemecah batudanmempunyai ukuranbutirterbesar mm. bebanhidup Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal.kerikil. 5. agregatringan gregatyang dalamkeadaan kering dan gemburmempunyai berat ll00 kg/m3 atau kurang. 8. bahantambahan suatubahanberupabubuk atau cair.C-l . adukan campuran antara agregat halusdan semenPortland ataujenis semen hidraulikyang lain danair. angkur suatualat yang digunakan untuk menjangkarkan tendonkepada komponen struktur betondalamsistempasca tarik atausuatualatyangdigunakan untuk menjangkarkan tendon proses selama pengerasan pratarik. agregatkasar 'alami' batuan atau berupa batu pecah yang kerikil sebagaihasil desintegrasi dihasilkan oleh industripemecah batudan mempunyai ukuranbutir antara .Dsrwtst otu Isuun DEFINISI DAN ISTILAH Istilahdan Definisi yang digunakan dalamTataCaraPerencanaan Shuktur Beton untuk Jembatan iniadalah: 1.

14. agregatkasar dan air.dan direncanakan minimum gaya berdasarkan asumsi bahwa sama dalammenahan keduamaterial tersebut bekerja yangbekerja. dahulusebelum dirakitmenjadi 16. dengan faktorbeban 12.beton campuranantarasemenPortlandatau semenhidraulik yang lain. agregathalus.termasuk segala beban jembatan. komponen untukmerencanakan 10. 9. bebanmati beratsemuabagiandari suatujembatanyang bersifattetap. denganatau tanpa bahantambahan yang membentukmassa padat. 13.beton prategang beton bertulangyang diberi tegangandalam untuk mengurangitegangantarik potensial dalambetonakibatbeban kerja. yangtidak terpisahkan suatustruktur tambahan dari 11.Dtrntw otu Isrruln jembatanberupabeban lalu lintas semuabebanyang terjadi akibat penggunaan kendaraan pembebanan sesuaidenganperaturan untuk jembatan jalan raya yang berlaku.beton bertulang betonyang diberi bajatulangan luasdanjumlah yangtidak kurangdari nilai dengan yang disyaratkandengan atau tanpa prategang.beton pracetak elemenatau komponenbeton tanpa atau dengantulanganyang dicetak terlebih jembatan. 15. bebankerja yangdigunakan beban rencana struktur. Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan HaL C-2 .bebanterfaktor beban kerjayangtelahdikalikan yangsesuai.betonnormal betonyang mempunyai menggunakan beratisi 2200 -2500 kg/m3 dan dibuatdengan agregat alamyangdipecah atautanpadipecah.

20.beton ringan struktur beton yang mengandung agregatringan dan mempunyaiberat isitidak lebihdari 1900 kg/m3. prategang kedudukan selongsong dari 23. betonringanyangsemua agregat halusnya merupakan 19. 24. beton ringan total pasiralami. friksi wobble yang tidak disengajapada friksi yang disebabkan oleh adanyapenyimpangan penempatan yangseharusnya.beton polos beton tanpa tulangan atau mempunyaitulangan tetapi kurang dari ketentuan minimum.kuat tarik leleh kuat tarik leleh minimum yang disyaratkan atau titik leleh tulangandalam megapascal (MPa). resuksi kekuatan ManualPerencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal.friksi kelengkungan friksi yang diakibatkanoleh bengkokan di atau lengkungan dalam profil tendon prategang yangdisyaratkan. betonringanyang agregat halusnya bukanmerupakan 21.C-3 . gayajacking gayasementara yangditimbulkan tarik pada terjadinya olehalatyangmengakibatkan prategang tendon dalambetonprategang. 22.Dorwm otu Isrnln 17.betonringanpasir pasirnormal. kuat nominal kekuatan suatu komponen struktur atau penampangyang dihitung berdasarkan ketentuan dan asumsimetodaperencanaan sebelum dikalikan dengannilai factor yangsesuai. 18. 25.

dan hasilnyatetapmempunyai satuan megapaskal(MPa). Nilai rasioini berlaku untuktegangan bawahbatas proporsional di material.panjangpenyaluran panjangtulangantertanamyang diperlukanuntuk mengembangkan kuat rencana tulangan padasuatupenampang kritis. pasca tarik carapemberian tarikan.dalamsistem prategang dimana tendonditariksesuadah beton mengeras. kuatnominaldikalikandengan suatufactorreduksi kekuatan 28. 33. 30. panjangpenanaman panjangtulangantertanamyang tersediadari suatu tulangandiukur dari suatu penampang kritis.dinyatakan dalamsatuan megapaskal(MPa). 31. kuat tarik belah fct kuat tarik betonyang ditentukan berdasarkan tekan belahsilinderbetonyang kuat padasisi panjangnya. moduluselastisitas rasiotegangan normaltarik atautekanterhadap yangtimbul akibattegangan tersebut. untuk dipakaidalam perencanaan strukturbeton.Drrwm otu Isnnan 26. kuat perlu kekuatan sutaukomponen yang diperlukan strukturataupenampang untuk menahan bebanterfaktoratau momen dan gayadalamyang berkaitan dengan bebantersebut dalamsuatukombinasi yangditetapkan seperti dalamtatacaraini. kuat tekan betonyang disyaratkanI'c kuat tekan beton yang ditetapkanoleh perencana struktur (bendauji berbentuk silinderdiameter150 mm dan tinggi 300 mm). 34.kuat rencana (D. 32. ditekan 29. maka hanya nilai numeric dalam tanda akar saja yang dipakai. perangkatangkur Manual Perencanaan Struktur Beton Bertulang untuk Jembatan Hal. 27. Bila nila fc di dalam tanda akar. C-4 .

pratarik pemberian gayaprategang dengan menarik tendon sebelum betondi cor. 39.C-5 . untuk memberigaya prategang beton. 41.di luarpengaruh beban mati danbeban tambahan. 40.perangkat angkur strandmajemuk perangkatangkur yang digunakanuntuk strand.tendon elemen bajamisalnya kawatbaja. terhadaptulangan longitudinal.kawat baja ataujaning kawat baja las polos atauulir. ke 35. tegangan intensitas gayaper satuan luas. berbentuk kaki tunggalataudibengkokkang dalambentukL.sengkang tulanganyang digunakanuntuk menahantegangan geserdan torsi dalam suatu komponenstruktur. U atau persegidan dipasang tegak lurus atau membentuk sudut. 36. Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal.batangatau kawat majemuk. tata 37. 42. kawatuntaiatausuatubundleberkas dari elemen-elemen yang digunakan pada tersebut.DwtNtstotu Isnnqa perangkat yangdigunakan gaya padasistem prategang pasca tarik untukmenyalurkan pasca tarik daritendon beton. prategang efektif yang masihbekerjapadatendonsetelah tegangan yang tegangan semua kehilangan terjadi.perangkat angkur strandtunggal perangkatangkur yang digunakan untuk strand tunggal atau batang tunggal berdiameter mm ataukurangyangsesuai 16 dengan caraini.terbuatdari batangtulangan.atau > yang berlaku batangtunggalberdiameter 16 mm dan sesuai denganketentuan dalamtatacara ini. 38.kabelbatang. dipakaipadakomponen strukturlenturbalok.sengkang ikat sengkang terhrtuppenuhyangdipakaipadakomponen strukturtekan.

zonaangkur bagian komponenstruktur prategang pascatarik dimana gaya prategang terpusat disalurkan betondandisebarkan ke penampang. 46. yang berbentukbersirip atau berukur.tidak termasuk kecualibila secara tendonprategang.Dututst otu Isnua 43. secara lebihmerata seluruh ke bagian Manual Per encanaan Struktur Beton Ber tulang untukJembatan Hal.tulanganpolos batang bajayangpermukaan luarnya sisi rata. 47. membentuk 48. 49. transfer proses penyaluran tegangan angkur dari dalamtendonprategang jack atauperangkat pasca tarik kepada komponen struktur beton.tulangan batangbajaberbentuk polosatauulir ataupipa yang berfungsi gaya untuk menahan tarik padakomponen struktur.tidakbersirip atauberukir. tekanterluarhinggatitik berattulangan 44. tinggi efektif penampang (d) jarak yangdiukurdari serat tarik.tulanganulir batangbaja yang permukaansisi luarnya tidak rata.tulanganspiral yangdililitkansecara tulangan menerus suatuulir lingkatsilindris. 45. khusus diikut sertakan. C-6 .

Bebanhidup semuabebanyang berasal dari berat kendaraan-kendaraan bergerak/lalu lintas pejalan jembatan dan/atau kaki yangdianggap pada bekerja 8. ". Aksi lingkungan pengaruh yangtimbul akibattemperatur. Bebankhusus bebanyang merupakan pada beban-beban khususuntuk perhitungan tegangan jembatan perencanaan 6. C-7 . Aksi nominal dalamhaltidak tersedianya statistik. angin. Bebanmati jembatan jembatan yang berasal semua beban yang dari beratsendiri ataubagian ditinjau. Bebanmati primer beratsendiridari pelat dan sistemlainnyayang dipikul langsung oleh masingjembatan gelagar masing Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. 3. Bebansekunder beban yang merupakanbeban sementara yang selalu diperhitungkan dalam perhitungan jembatan padasetiap tegangan perencanaan J. data harga nominal diambilkira-kira ekuivalen perioda dengan ulang50 tahun.DrNuIy o. gempa penyebabdan penyebab alamiah lainnya. Bebanprimer yangmerupakan beban padasetiap beban utama dalamperhitungan tegangan jembatan perencanaan 4.aliranair.qNISTILAH Istilah dan Definisi yang digunakan dalam Peraturan Bebanuntuk Jembatan BMS'92 adalah: 1.termasuk yangdianggap segala unsurtambahan merupakan kesatuan satu tetapdengannya 7.

cara jembatan dibangun bangunan yangmungkinmenempel dan lain jembatan. Faktor beban pengali numerik yang digunakanpada aksi nominal untuk menghitungaksi rencana. dalammemperkirakan perbedaan adanya yangdicapai ketepatan dimensi dalampelaksanaan. faktor bebanbiasa pengaruh aksirencana digunakan apabila dari mengurangi keamanan adalah 14. Bebannva disebut Beban"T" Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. Bebanlalu-lintas seluruhbebanhidup. akibat aksi kendaraanpada jembatan termasuk hubungannya deganpengaruh dinamis. arahvertikal dan horisontal. Bebanpelaksanaan yang mungkinbekerjapadabangunan atau bebansementara menyeluruh secara pelaksanaan sebagian selama 10. walaupun seringkali. 16. 13.trotoar. tiangsandaran lain-lainyangdipasang setelah dan Bebantersebut dianggap terbagi ratadi seluruhgelagar ll. Bebanmati sekunder pelatdi cor. Jangkawaktu aksi jembatan.tetapitidak termasuk akibattumbukan 12. Lantai kendaraan jembatan seluruh lebarbagian yangdigunakan dari lalu untukmenerima beban lintaskendaraan. beratkerb. Faktor bebanterkurangi pengaruh aksirencana digunakan apabila keamanan dari adalah menambah 15.DEFINISI DAN ISTILAH 9. ketidak-tepatan pengaruh pembebanan. perkiraan lamanya aksibekerja umurrencana dibandingkan dengan jangkawaktuyangdiketahui: Ada duamacam katagori padasifatbahan Aksi tetapadalah bekerja sepanjang waktudanbersumber jembatan.C-8 . Faktorbeban diambilunfuk: perbedaan adanya yangtidakdiinginkan padabeban. pada Aksi transien dengan mungkin terjadi bekerja waktuyangpendek.

keamanan) Tak dapatdipisah-pisahkan.C-9 . satubagian tetapimengurangi respon total (menambah padabagianlainnya.DzrtNtst Isrn. Bebannya disebut Beban"D" 18.qn otN 17. keamanan bebanmati tambahan) 23. lebarbebas dan minimumterhadap banjir 22.bahuyang diperkeras. Berat Beratdari suatubendaadalahgayagravitasi yang bekerjapadamassa benda (kN) tersebut Berat =massaxg dengan pengertian adalah g percepatan akibatgravitasi. markamediandan markayang jalan membentang kerbyangdipertinggi kerbyang berupa strip. Lebar jalan lebarkeseluruhan jembatanyangdapatdigunakan dari termasuk oleh kendaraan. 20.7 pembebanan dimana lalu lintasrencana bekeda 19. Tipe aksi Dalamhal tertentu aksibisameningkatkan (mengurangi respon totaljembatan keamanan) padasalah jembatan. Lajur lalu-lintas rencana stripdengan Lebar 5 m darijalur yangdigunakan 2. Lajur lalu lintas bagian dari lantaikendaraan yangdigunakan olehsuatu rangkaian kendaraan. lajur lalu-lintasbiasa. Manual Perencanaan StrukturBetonBertulanguntukJembatan Hal. Lajur lalu-lintasbiasa lajuryangdiberimarkapadapermukaan untukmengendalikan lalu-lintas. artinyaaksitidakdapat dipisah kedalam salah satu yangmengurangi bagian keamanan bagian dan tainyangmenambah keamanan (misalnya pembebanan "T") Tersebar dimana bagian aksiyangmengurangi keamanan dapat diambilberbeda dengan bagianaksiyang menambah (misalnya. adalah dari penghalang bagian dalamke penghalang lainnya jembatan 21.Atau apabila kerbtidak dipertinggi. Lebar dari ke lainnya. Profil ruang bebas ukuranruangdengan syarat tertentu yaitumeliputitinggi bebas minimum jembatan jembatan tinggi bebas tertutup.

7421 0. 23 24 25 26 27 28.6557 0.2670 2.0098 0.4776 1.0109 0.0.2518 3.0068 2.7002 2.8938 1.0077 0.8723 0.9690 2.0136 3.00s9 0.0111 0.0118 0.6120 3.7017 1.5015 3.72s0 2.008 (fc'-30)= p ffiin = p max = 0.0126 0.4208 1.0M1 0.7990 2.0132 0.5622 1.8062 3.0083 0.9942 0.1362 0.6002 2.014e 3.016C 4-1762 0.0103 0.il98 2.0096 0.0110 0.0090 0.0154 4.0085 0.0073 0.0046 0.0036 0.d) Mu(bUz) AsU(b.3664 3.0407 3.0065 0.4480 2.13il 2.0056 0.1618 2.2146 2.0960 0.0035 0.0052 0.0079 0.0048 0.0076 0.015S 4.0102 2.1162 0.3450 2.2408 2.00.b [mml.6990 0.9449 2.2749 3.4118 3.8485 0.0758 0.0066 0.1821 3.8695 0.OO72 0.3208 3_U37 3.2158 0.0147 3.7635 0.5902 1.0081 0.4568 3.0094 0.2198 1.0089 0.0060 0.3064 1.9750 2.0141 0.2930 2.3966 2.0105 0.0074 0.2776 1.6504 2.4990 2.01s8 4.5341 1.0137 3.0139 3.4493 1.0882 3.6339 3.0101 0.0133 0.0144 3.1 Nilaipersentase tulangan baja.1587 3.0163 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 '14 15 16 17 18 19 20 21 22.0127 0.0112 0.0352 0.0555 2.015e 4.0035 0.0739 1.0055 0.0044 0.0061 0.729l 1.0114 0.4792 3.015t 4.0151 3.0045 0.0119 0.7845 1.0131 0.0135 0.3351 1.85-0.0075 0.2286 3.0106 0.0142 3.0104 0.0100 0.4736 2.015i 4.2487 1.0037 0.0130 0.1882 2.0125 0.0040 0.0148 3-9R22 .0120 0.8393 1.0087 0.9480 1.0163 Catatan: s pact< p max batasantulanganpmin Mu [N"mml.d [mml Satuan: Ast [mm2] .0064 0.0092 0.0062 0.0153 0.7570 1.85 0.0138 3.0095 0.berdasarkan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' = 20 MPa f1r = 400 MPa No Mu(bd2) AsU(b.0063 0.9114 0.0161 4.0152 4. 29 30 31 32 33 34 pl =0.9930 3.0078 0.5680 3.8480 2.0117 0.9736 0.0058 0.1353 3.2979 3.8905 0.8119 1.0053 0.0645 3.7498 2.0093 0.01{5 0.0116 0.8235 2.0147 0.0555 4.0050 0.8274 0.0288 2.Aslbd.0124 0.0019 0.4122 0.015C 3.0047 0.1088 2.0057 0.0069 0.0070 0.9208 2.0128 0.1562 0.0080 0.014C 3.3191 2.0054 0.1960 0.0043 0.0042 0.014S 3.0169 3.0134 0.4343 3.0049 0.014s 3.3638 1.7849 0.0099 0.0108 0.momendesain(Mu) untuk LampiranA.0123 0.d) Mu(M2) AsU(b"d) Mu(bd2) AsU(b"d) 1.6461 1.0082 0.0051 0.1325 1.7206 0.6739 1.0129 0.5238 3.s245 2.016' 4.77M 2.0143 3.62il 2.9209 1.0088 0.5059 1.8666 1.205m 3.5459 3.0091 0.0038 0.1616 11sA7 1.5751 2.0086 0.8966 2.6754 2.6182 1.1 18 1 3.3891 3.3709 2.0113 0.6774 0.0067 0.0121 0.1032 1.0097 0.9 0.0084 0.4224 2.3923 1.0822 2.9529 0.0071 A.0107 0.5901 3.

2318 1.0159 4.1682 0.0135 3.2 Nilaipersentase tulangan baja.4666 1.0187 0.6402 1.4375 1.0076 0.0060 0.0138 3.1553 5.0185 0.9928 5.9722 4.1352 5.0066 0.0067 0.0191 0.0194 0.0130 3.2062 3.0084 0.0133 3.3400 2:3672 0.0151 4.0046 0.0126 3:.5560 2.0180 0.5913 0.5292 2.0048 0.1428 1.8965 1.0143 3.0948 5.7204 4.0064 0.3936 0.9248 2.5247 1.9515 4.0119 0.0'172 4.0129 3.0146 4.0105 0.0157 4.3041 0.8682 1.7261 1.9367 0.0170 4.0088 0.6094 2.0068 0.0082 0.0147 4.0116 0.008(fc'-30)= p min = p ffioX = Catatian: b a t a s a n t u l a n g p m i ns p a c t < p m a x an Satuan: Mu [N"mml.2580 2.7682 2.8187 0.0190 0.0128 3.4804 3.M85 2.0132 0.0110 0.0065 0.2't52 5.9835 0.6360 2.4600 0.7949 0.0198 0.2022 1.7472 0.0045 0.2614 1.0153 4.19't0 0.0077 0.85-0.1302 3.9132 0.0102 0.0174 0.0197 0.2817 3.2314 3-2566 3.0112 0.3317 3.0085 0.8053 4.0033 0.6130 0.'t7s5 2.0763 0.0039 0.0ttt 0.0108 0.7155 2.5537 1.0140 3.0189 0.0040 0.0083 0.4083 1.0160 4.1224 0.0117 0.0121 0.0536 3.2909 1. d [mml Ast [mm2l .5828 2.2549 0.0091 0.2031 2.0162 4.4557 3.0063 0.9528 1.0195 0.0053 0.1453 0.0792 3.1725 1.5294 3.0058 0.4310 3.0042 0.285/ 2.0123 0.3490 0.5782 0-4127 3.1556 3-1809 3.0074 0.6268 0.0161 4.8264 4.0149 4.0080 t z J 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 zo 27 28 29 30 31 32 33 u 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 2-3944 2.0106 0.2816 0.6026 0.3266 0.0071 0.0141 3.0087 0.0202 0.9100 4.0994 0.0201 0.5260 0.0541 5.0043 0.5539 0.0193 0.0165 4.0113 0.8474 4.0131 3.0200 0.6114 1.3067 3.0079 0.0179 0.0114 0.0167 4.0081 0.2591 0.0300 0.0109 0.6689 1.6776 4.0156 4.0062 0.1953 5.0078 0.0203 0.2306 2.6510 0.0052 0.6992 0.0177 0.7232 3.0178 0.2364 0.0646 2.0095 0.0053 0.0124 0.0094 0.8206 2.0166 4.0057 0.0050 0.0103 0.0054 0.0192 0.5826 1.0158 4.8897 0.4158 0.0136 3.81 16 1.0096 0.016S 4.7547 1.0092 0.475s 2.0199 0.9765 3.3203 1.6891 2.0051 0.2351 5.00SS 0.0163 4.0133 5.0036 0.7832 1.0041 0.0745 5.0035 0.8728 2.0044 0.0049 0.0139 3.0098 0.As/bd.0142 3.0164 4.d) Mui(bd2) Asr/{b"d} Mu/(bd') Ast/(b"d) 1.3128 2.9808 2.0831 1.0182 0.6562 4.5696 0.2137 0.1130 1.1150 5.01214 4.8424 0.0038 0.7415 2.0104 0.4063 3.6752 0.12A2 2.0145 4.0100 0.m78 0.0152 4.0069 0.3790 1.7842 4.7711 0.9601 0.6991 4.6346 4.5024 2.1047 3.8399 1.0056 0.0196 0.9246 1.0188 0.0097 0.0532 0.5040 0.9507 2.0120 0.5049 3.0134 3.0154 4. b [mml.0035 0.4821 0.6626 2.0183 0.0022 3"0280 3.1479 2.7944 2.0061 0.3566 3.0184 0.0175 0.0072 0.0075 0.0068 0.0337 5.0090 0.4215 2.0168 4.0176 0.0148 4.3497 1.momendesain(Mu)untuk LampiranA.0070 0.0186 0.8988 2.3713 0.0073 0.0047 0.0150 4.0125 0.0101 0.0037 0.1753 5.berdasarkan penampang persegi tunggal tulangan denganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok {^' - 25 MPa fy= 400 MPa No Mu/(bd') AsU(b-d) Mu/(bd') AsU(b.0115 0.0203 Pl =0.0089 0.0173 0.8683 4-8892 4.0118 0.4380 0.0122 0.0171 4.0924 2.0088 2-0367 2.85 0.4957 1.6976 '1.9308 4.3815 3.0137 3.8468 2.0107 0.8661 0.7418 4-7630 4.0155 4.0086 0.0055 0.0181 0.

0066 0.7867 3.0120 0.4782 1.0086 0.4124 0.0095 0.007S 0.0131 0.4552 2.0107 0.0118 0.9220 2.0092 0.0093 0.0M7 0.9760 3.3085 4.4189 1.0121 0.0135 0.6848 3.0078 0.0127 0.0101 0.0042 0.3570 4.6548 1.0043 0.009€ 0.0070 0.0064 0.7589 2.2023 2.9631 3.5667 1.0893 1.9129 3.3878 0.8120 3.0117 0.0143 0.0152 0.0136 3.0103 0.0165 0.016C 0.0082 0.7103 3.0096 0.0041 0.4265 3.6335 3.6912 4-7147 0.'r54 0.017( u p1 =0.0137 0.0035 0.M4A 4.0129 0.4786 3.0313 2.0037 0.0068 2.0035 0.0144 0.berdasarkan momendesain(Mu) untuk penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' - 30 MPa ty- 400 MPa No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Mu/(bd2) Asu(b"d) Mu/(bdz) Asu(b-d) Mu(bdz) AsU(b*d) tuulFd2) Asu(b"d) 1.4273 2.3892 1.0085 0.2163 3.5045 3.4526 3.0116 0.0102 3.0151 0.2955 3.8373 3.U33 2.5967 4.4831 2.0104 0.3994 2.0050 0.8296 1.b[mml.85-0.0141 O.2692 3.0565 3.0097 0.0074 0.7042 2.0149 0.0111 0.0067 0.5961 1.0027 2.As/bd.4535 4.009€ 0.0049 0.0073 0.1633 3.1898 3.0158 0.5304 3.5563 3.0876 4.3218 3.0132 0.015i 0.0114 0.1455 2.6767 2.0029 0.0113 0.0039 0.3594 1.015e 0.8950 2.1739 2.0045 0.0044 0.73't6 2.0628 4.0125 0.0083 0.1123 4.0128 0.0108 0.0146 0.2428 3.0138 0.7358 3.0145 0.008C 0.010C 0.0139 0-0140 0.015C 0.0076 0.2098 1.5387 2.65€2 3.0094 0.0166 0.2'.3 Nilaipersentase tulanganbaja.016r 0.0153 0.8626 3.8679 2.5077 1.0110 0.0036 0.9164 1.7716 1.3749 3.0885 2.0058 0.0106 0.0040 0.0048 0.0133 0.0075 0.0154 0.1195 1.6492 2.1170 2.5253 4.3812 4.0059 0.6204 4.016€ 0.6676 4.0126 0.0244 Catatan: 3 batasan tulanganpminpact< pmax Mu [N"mml.6841 1.0119 0.0077 0.2398 1.0109 0.008 (fc'-30)= p min = p max = 0.015e 0.0M6 0.2306 2.5109 2.0053 0.5940 2.6255 1.9380 3.AO72 0.7613 3.1863 4.1617 4.9490 2.0061 0.1367 3.0069 0.4fi2 0.0155 0.0089 0.5730 4.0056 0.0161 0.1798 1.1100 3.0162 0.0115 0.3152 2.4775 4.1496 1.LampiranA.9452 1.O142 0.il52 4.8586 1.5821 3.MA7 2.6216 2.4004 3.23s3 4.9881 4.85 0.0105 0.0297 3.0123 0.0130 0.2557 4.0084 0.6078 3.8006 1.2997 1.0060 0.3714 2.0599 0.8135 2.4054 4A295 4.0054 0.5664 2.2870 2.0833 3.0063 0.4486 1.2588 2.3328 4.0148 0.d [mml Satuan : Ast [mm2] .0134 0.0088 0.009€ 0.0062 0.3481 3.0091 0.2698 1.0122 0.0147 0.9740 2.016i 0.1370 4.8875 1.t}8 4.0130 4.5373 1.0051 0.7425 1.7862 2.0081 0.0379 4.0038 0.0163 0-0.0071 A.3296 1.0065 0.0052 0.28d1 4.0055 0.0057 0.0087 0.7133 1.ffi14 4.

0177 0.0186 0.0231 0.024C 0.0244 0.2742 6.3741 5.6560 5.4 Nilaipersentase tulanganbaja.4617 5.2188 5.0208 0.0197 0.0187 0.b [mm].A217 0.0207 5.0179 0.0184 G.0200 0.4180 5.9087 s.1515 5.0195 0.0527 6.8253 s.9707 5.0170 0.0232 0.0192 0.0221 0.0203 0.2856 5.0174 0.1743 6.0173 0.0193 0.momendesain(Mu) untuk LampiranA.7147 4.9294 5.2634 5.0188 Mu/(bd2)Asu(o"d) Mu/(bd2) Asu(b"d) Mul(bdz) AsU(b"d) 5.9008 4.3300 5.9238' 4.8043 5.0205 0.6132 5.6986 5.0199 0.0181 0.0190 0.0183 0.0230 0.0218 0.8671 5.7198 5.2344 6.0241 4.2411 5.berdasarkan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' = 30 MPa fy- 400 MPa No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Mu/(bd2) AsU6"d) 4.9468 4.0189 0.0214 0.023s 0.6346 5.0182 0.1340 6.0172 0.1137 6.9501 0.7410 5.0225 0.008(fc'-30)= p min = p max = 0.1541 6.8462 5.0245 pl =0.0171 0.2144 6.4835 5.0223 0.4399 5.0194 0.0227 0.8879 5.8081 4.7622 5.0731 6.8314 4.0238 0.7832 5.4242 0.1943 6.5269 5.0215 0.d[mml Ast [mm2l .0198 0.0323 6.0236 0.6773 5.4222 0.0213 0.0201 0.0237 0.0178 0.0196 0.8546 4.0224 0.7381 4.0837 5.0211 0.0216 A.3521 5.0228 4.3078 s.0175 0.7U8 4.0185 0.0220 0.5486 0.0233 0.0610 5.0202 0.0191 0.0204 0.0118 6.0209 0.9698 4.0035 0.5917 5.0155 5.9913 6.3138 6.0229 0.5053 5.5927 5.3335 0.0219 0.0176 0.3961 5.As/bd.0244 Catatan: batasantulanganpmin3pactcpmax Satuan: Mu [N*mm].2*3 6.0935 6.1063 5.1740 5.0383 5.0180 0.85 0.5702 5.1964 5.0210 0.0206 0.8777 4.0243 0.0234 0.0226 5.7615 4.0239 0.2940 6.1289 0.85-0.0212 0.

1102 4.3955 3.0104 0.66s3 1.A124 0.0036 0.0155 0.4223 2.0107 0.0077 0.2502 2.0125 0.0121 0.4793 2.t777 3.6949 1.3413 3.3964 1.5078 2.4864 1.0150 0.4509 2.0075 0.1361 4.3077 2.berdasarkan penampang persegi denganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok tulangan tunggal fc' = 35 MPa ty- 400 MPa No 1 2 3 4 5 6 a t Mu/(od2) AsU(b"d) Mu/(bd') Ast/{b"d) Mu(Mz) Asu(b.0040 0.0139 0.1241 1.0953 3.(Mu)untuk desain momen LampiranA.0113 0.0105 0.3664 1.5a Nilaipersentase tulangan baja.1849 1.0035 0.0089 0:0090 0.1ils 1.5646 2.0154 0.0038 0.6639 3.015€ 0.0047 0.422s 3.0117 0.0091 0.0078 0.0074 0.5362 2.0144 0.5034 3.0087 0.0142 0.0103 0.0843 4.3362 1.3365 2.0M9 0.2648 4.2790 2.0140 0.0069 0.0143 0.0123 A.A271 0.0115 0.0055 0.0147 0.U15 4.0111 4.0088 0.7339 2.0081 0.5302 3.0051 0.0073 0.0138 0.0120 0.6058 1.0146 0.As/bd.0045 0.016C p1=0.2597 3.0106 0.0079 0.01s€ 0.0116 0.0092 3.s693 0.0324 4-0584 4.941 4.0082 0.4178 4.b [mml.2153 1.d fmml Ast [mm2] .0054 0.008(fc'-30)= p min = p rnsx = Catatan: batasantulanganpminspactcpmax Satuan: Mu [N"mml.0126 3.0048 0.0083 0.4265 1.2869 3.0118 0.0041 0.1619 4.0050 0.0053 0.0086 0.0157 0.0044 0.0114 0.3924 4.0145 0.0148 0.1877 4.0046 0.0052 0.2051 3.7836 0.Ofi2 0.0158 0.5190 4.1228 3.5570 3.6356' 1.2456 1.6776 2.0110 0.0039 0.0152 0.s760 1.d) Mu/(bd2) AsU(b"d) 1.0122 0.5838 3.4565 't.468s 4.0042 0.0085 0.2214 2.'.0080 0.0070 0.6372 3.3670 4.6212 2.0076 0.0056 0.0137 0.0043 0.3651 2.1346 2.0109 0.6105 3.7619 0-81 0.0678 3.0119 0.213l.2324 3.0057 0.0936 1.0035 O.0058 I I 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 20 21 22 23 24 2.9802 4.0108 0.1925 2.0071 0. 4.0151 0.5li62 1.7245 1.1636 2.3141 3.0141 0.0063 4.3061 1.0153 0.6494 2.3160 4.432 4.2904 4.5163 1.2391 4.0149 0.85-0.f503 3.7541 1.1056 2.0037 0.6905 0.N65 3.4495 3.3937 2.4937 4.2758 1.36M 3.7057 2.5529 2.0072 0.0084 0.

027e 0.0243 0.7441 6.0261 0.1597 5.5272 6.2534 7.1529 7.9073 6.6U2 6.1327 7.4232 0.0717 7.8657 6.0tgl 0.6s59 5.2661 6.0252 0.0246 0.7942 5.0177 0.As/bd.5701 6.4926 5.8/.0192 0.0886 6.85-0.momendesain(Mu) untuk LampiranA.0221 0.6791 5.0263 0.7713 s.0244 0.1731 7.b [mml.5161 5.028C 0.0186 0.425/.0253 6.0278 0.0206 0.0188 0.0229 0.0266 0.3757 6.0210 0.8856 5.9310 5.0205 0.0195 0.2077 5.0190 0.0281 pl =0.0035 0.9656 4.0242 0.0214 0.008(fc'-30)= p min = p ffrox = 0.0268 0.0203 0.0144 5.8676 4.0196 0.s395 5.0219 0.0309 7.0172 0.U49 6.0228 0.0230 0.0224 0.1555 6.0181 0.0218 0.0630 5.5487 6.0223 0.2220 6.8400 5.1837 5.1124 7.5057 6.0180 0.027C 0.1114 s.3510 5.0234 0.39S4 5.3034 s.469f AsU(b"d) Mu(bd2) Asu(b*d) Mu(bd2) AsU(b"d) Mu/(bd2) Asu(b*d) 0.0262 0.0247 0.0256 0-0257 0.4625 6.6555 6.0251 0.0209 0.4273 4.8031 6.0197 5.0173 0.0183 0.0249 0.0258 0.9899 7.0175 0.4220 5.0174 0.2557 5.0513 7.0198 0.7253 5.0208 0.0225 6.8628 5.0189 0.6327 5.8171 5.0255 0.0227 0.9487 6.4274 8.9900 s.7022 5.0199 0.0217 0.0272 0.1933 7.7190 0-0226 0.2795 5.1356 5.0271 Catatan: b a t a s a n t u l a n g a n p < pn c t < p m a x mi a Satuan: Mu [N*mml.0248 0.0271 0.0194 0.0211 0.29 4.3747 5.0104 7.8240 6.O27e 0.3280 6.0176 0.0182 0.609s 5.0215 0.4U1 6.3272 5.81 0.0193 0.97€2 5.dlmml Ast [mm2l .4409 6.2317 5.4456 5.0239 0.0241 0.0171 0.6129 6.6767 6.0237 0.0179 0.1777 6.0220 0.8865 6.0921 7.1109 0.0200 0.0277 O.0222 0.0170 0.3974 6.7821 6.9412 4.3s38 6.0178 0.026C 0.0240 0.6979 6.2881 6.0264 0.0250 0.02s9 0.5629 5.1999 6.0187 0.0184 0.berdasarkan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' = 35 MPa ty- 400 MPa No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Mu/(M') 4.0387 s.8183 4.2734 7.0212 0.7611 6.0213 6.0233 0.9167 4.0872 5.0231 0.9988 6.5b Nilaipersentase tulanganbaja.0213 0. 0.0201 0.0238 0.5915 6.0269 0.0235 0.3320 6.0267 0.7483 5.0245 0.9693 6.N33 0.9536 5.5862 5.2134 7.0216 0.0265 0.0662 6.8921 4.0202 0.0204 0.2334 7.2441 6.027e 0.0438 6.0185 0.0207 0.9083 s.4192 6.0236 0.1332 6.3101 6.

3237 4.45il 4.0054 0.1478 2.9230 3.016: 0.0094 0.9769 4.0035 0.3524 2.0077 0.0082 0.7059 3.0295 Catatan: b a t a s a n t u l a n g a n ps pia c t < p m a x m n b Satuan: Mu [N.014€ 0.0127 0.3475 3.028 4.1582 1.4034 3.8701 2.0126 0.0154 0.5840 2.M15 2.280/ 1.0104 0.0089 0.5529 1.0099 0.0307 4.0092 0.0682 0.015e 0.0105 0.8690 3.0147 0.0139 0-Ot4C 0.0144 0.5078 4.0843 4. [mm].0041 0.0093 0.0132 0.0046 0.006s 2.8820 1.0065 0.014e 0.2177 4.1911 4.0113 0.0088 0.0143 0.2972 4.9413 1.0045 0.0107 0.0091 0.2649 2.0042 0.0138 0.015i 0.0109 0.0 .0047 0.6131 1.0'f64 0.0122 0.4395 2.0053 0.6786 3.6a Nilaipersentase tulanganbaja.9116 1.77 0.1378 4.015e 0.9269 2.17 2.7159 4.s339 4.2442 4.0038 0.U47 4.016€ 0.0142 0.0086 0.6121 4.2499 1.0118 3.0111 O.0148 0.0073 0.0115 0.0098 0. 8 5 .0161 0.0057 0.6989 2.0120 0.0121 0.3108 1.0064 0.6381 4.0075 0.0141 0.4974 2.0118 0.7332 3.0074 0.0963 3.0M9 0.9835 3.berdasarkan momendesain(Mu) untuk penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' = 40 MPa fy= 400 MPa No Mul(bd') AsU(b*d) Mu/(bd2) AsU(b.0038 0.3233 2.1'.0080 0.0005 2.d lmml Ast [mm2l .3501 4.0575 4.27A8 4.0128 0.7933 4.0070 0.0052 0.0136 4.4013 1.8985 2.4863 3.3412 1.mm].017( 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 ) p 1= 0 .0078 0.0117 0.4322 1-4624 1.0102 3.1244 3.015C 0.6238 3.0145 0.0123 A.0062 0.0090 0.0060 0.016C 0.d) Mu/(bd2) Ast/(b"d) Mu/(M2) AsU(b"d) 1.0050 0.0043 0.2644 3.2085 3.7847 2.1888 1.0153 0.2922 3.4311 3.0114 0.0035 0.4105 2.1525 3.A124 0.0055 0.4s87 3.6900 4.6702 2.7675 4.0067 0.5600 4.0108 0.0116 0.3 0= = p min p rn€rx= 0.8704 4.0056 0.t84 2.0151 0.0130 0.0083 0_0084 0.5552 2.4291 4.0890 0.2357 2.0300 2.0100 0.3765 4r'.0969 1.381s 2.7275 2.0125 0.5861 4.0063 0.0069 0.4926 1.1111 4.0129 0.0087 0.0071 O.0076 0.2194 1.0137 0.0133 0.016S 0.7628 1.1771 2.5689 3.0131 0.0079 0.0040 0.7604 3.7330 1.0085 0.0162 0.6512 3. 0 0 8 ( f c ' .0053 0.8148 3.0595 2.0110 0.0061 0.0036 0.8/.7561 2.0096 0.016€ 0.0101 0.3756 3.1805 3.0M8 0.016e 0.0058 0.3201 3.5830 1.8190 4.0400 3.6641 4.1644 4.0051 0.5263 2.0106 0.7927 't.7417 4.6731 1.Lampiran A.0037 0.2941 2.9709 2.6431 1.5139 3.0119 0.0152 0.As/bd.0097 0.7031 1.5964 3.8225 1.8960 3.0044 0.A'IQ 0.8419 3.8960 0.0081 0.0134 0.5414 3.5228 1.0039 0.1276 1.6128 2.0066 0.OA72 0.9500 3.20U 2.2364 3.0167 0.4685 2.01s€ 0.015€ 0.7876 3.9552 2.0095 0.8132 2.0103 0.48'16 4.3716 1.8522 1.0135 0.

0271 7.3008 s.0253 0.5728 6.0192 0.0265 0.9584 6.3114 7.9620 5.1245 5.0261 0.0180 0.02.0200 0.0272 0.3M2 6.1s26 6.5498 6.0241 0.8911 6.0238 0.0173 0.6b Nilaipersentase momendesain(Mu)untuk tulangan baja.3765 7.3409 6.9360 6.2678 7.8658 5.d) Mu/(bo2) AsU(b"d) Mu(bd') Asu(b"d) Mu/(bd2) AsU(b.6226 5.0179 0.0171 0.0213 0.3876 6.27ffi s.0237 6.0338 6.7446 5.5911 7.0170 0.7390 7.0227 0.0174 0.1753 5.1361 7.0186 0.0814 6.8235 6.0203 5.| 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 pl = 0.0249 0.028i 0.0221 0.4748 5.1763 6.0235 5.0274 A.8416 5.9807 7.62 0.9981 5.9140 5.b[mm].8960 4.022e 0.0211 0.2706 6.7329 6.0207 0.0267 0.3981 7.008(fc'-30)= p min = p max = 0.8019 0.0198 0.025? 7.0205 0..0229 0.0254 0.0214 0.0216 0.9726 4.0224 0.6335 7.7101 6.202't 7.029C 0.028S 0.0222 0.0215 0.7783 6.028C 0.0204 0.AnE A.0259 0.0246 4.9471 4.3258 s.5958 6.8686 6.O27e 0.7932 5.4341 6.0212 0.3507 5.0199 0.0183 0.0256 0.0257 0.7689 5.4996 5.0184 0.0197 0.4805 6.0234 0.0177 0.5698 7.0576 6.0189 0.5735 5.0743 5.1581 7.0218 0.0247 0.6.0475 7.7810 7.0030 7.0248 0.6416 6.dlmml Ast [mm2] .0240 0.0242 0.7180 7.2940 .berdasarkan penampang persegitulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' = 40 MPa ry= 400 MPa No Mu/(bd2) AsU(b.0185 0.0190 0.0208 0.0258 0.0196 0.1999 6.M71 5.2005 5.6il7 7.187 6.027e 0.0210 0.0201 0.77 0.2240 7.2896 0.4628 7.5489 5.0181 0.9380 5.1140 7.0270 A.01s2 0.0035 0.37s6 5.0232 0.0919 7.8899 s.67s8 7.6959 5-7203 0.0219 0.0209 0.0266 0.0235 0.5271 7.0231 0.0269 0.0223 0.6715 5.5242 5.A225 0.8009 6.4573 6.029t I 2 3 4 5 6 7 I I 10 1'.0230 0.0283 0.0281 0.0194 0.8174 5.2507 5. 5.028/i 0.2471 6.0243 0.5036 6.4197 7.0277 0.0099 6.2256 s.6873 6.85-0.0188 0.0263 0.0172 0.6969 7.4412 7.1501 5.0228 0.0264 0.0252 0.2455 7.0233 0.7556 6.0217 0.3175 6.3331 7.0291 0.3s48 7.4842 7.8461 6.0244 0.As/bd.0175 0.0206 0.0236 0.0273 4.0278 0.6123 7.0697 7.0291 A.6645 6.0176 0.9860 6.4202 0.5267 0.4108 6.4245 4.0489 5.5980 5.9216 4.LampiranA.0268 0.5057 7.0195 0.0193 0.0239 0.0187 0.ilU 7.0255 0.029: 0.4253.02s1 0.6.7600 7.0295 Catatan: S tulanganpminpact< pmax batasan Satuan: Mu [N"mml.0260 0.0191 0.0178 0.0220 0.1801 7.9136 6.0285 0.4292 0.0996 5.1052 6.0286 0.4005 5.4501 s.0282 0.1289 6.0250 0.d) 4.2235 6.028t 0.

0185 0.A662 2.0139 0_0140 0.1914 3.98s8 2.0165 0.0135 0.3966 2.0163 0.3866 1.9208 2.0092 0.CI187 0.0s02 3.5397 1.7448 2.0102 0.3006 1.0075 0.0787 3.3346 2.0166 0.0059 0.7597 2.9063 2.85-0.momendesain(Mu) untuk Lampiran A.0154 0.0095 0.0156 0.9M7 1.6070 1.0079 0.1353 3.0105 0.8039 2.0136 0.5194 2.0066 0.0125 2.8918 2.0172 0.OQ4 0.67M 2.0169 0.3191 2.OA72 0.0110 0.O3r'.00il 0.6103 2:62.0106 0.0094 0.0058 0.0113 0.3657 2.7002 2-7151 0.1441 1.0085 0.0126 0.016i 0.0174 0.6906 1.0098 0.0148 0.0078 0.0137 0.0149 0.8393 1.019C 0.0739 1.8884 1.0111 0.3523 1.1301 2.0161 0.0118 0.0101 0.5801 2.4889 1.A982 2.1070 0.8557 1.0088 0.9696 1.0060 0.2487 1.85 0.7892 2.0093 0. 1.0121 0.2314 1.7570 1.7a Nilaipersentase tulangan baja.0131 0.0117 0.4208 1.1494 3.0147 0.017C 0.4736 2.0019 2.0097 0.1091 1.0073 0.3502 2.1460 2.0129 0.2660 1.3351 1.4719 1.4429 2.0181 0.0073 3.303s 2.berdasarkan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' - 20 MPa ry- 244 MPa No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 f6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Mu/(bd2) AsU(b"d) Mu(bd') 1.1616 1.4549 't.4275 2.1618 2.&r05 0.4121 2.8333 2.8772 2.0133 0.As/bd.3179 1.0138 0.0645 3.8064 1.0086 0.8480 2.5902 1.0146 0.1791 1.0123 A.9642 2.0144 0.0158 o0159 2.2722 2.9372 1.0068 0.0171 0.7404 1.0081 0.1266 1.2408 2.0182 0.0184 0.0180 2.0130 0.6853 2.5650 2.008(fc'-30)= p min = p max = 0.0360 3.5498 2.0108 0.8229 1.0162 0.018C 0.2565 2.0099 0.0061 0.2839.1777 2.6739 1.57y 1.0142 0.018: 0.0090 0.0177 0.0132 0.9209 1.0089 0.0152 0.0083 0.0179 0.0063 0.O't22 0.4582 2.0058 0.0173 4.0128 0.5952 2.016C 0.0151 0.b[mm].0074 0.0096 0.4037 1.2140 1.1966 1.4379 1.0120 0.$175 0.0070 0.0077 0.659 2.7A72 1.2878 2.0134 0.0929 3.0822 2.018S 0.0114 0.ffi26 2.0087 0.3812 2.0076 0.2251 2.8720 1.0127 0.5228 f .0150 0.7238 1.0141 0.0091 AsU(b*d) Mu/(bd2) AsU(b"d) Mu/(bd2) AsU(b"d) 0.0104 0.0915 1.017€ 0.2A93 2.1142 2.0082 0.0103 0.0080 0.0502 2.0067 0.0065 0.0192 0-0193 p1=0.9534 1. 2.730A 2.4889 2.0157 0.0109 0.9353 2-9498 2.0084 0.5059 1.5s66 1.0191 0.6238 1.5346 2.0115 0.1 2.0112 0.6404 2.9930 3.0153 0.6573 1.0145 0.2054 0.0069 0.0116 0.0100 0.0143 0.0168 S.0071 A.7744 2.5041 2.d [mm] Ast [mm2] .7735 1.0119 0.0178 0.1774 3.018€ 0.0155 0.0062 0.7900 1.A217 3.0271 Catatan: batasantulanganpminspactcpmax Satuan: Mu [N*mml.0107 0.1634 3.8186 2.018e 1.9786 2.3695 1.1935 s-tx2 3.0164 0.

0000 0.0219 0.0255 0.7934 0.6513 3.2333 3.69M 3.0248 0.7550 3.023s 0.0000 0.0259 4.0065 4.8695 3.0207 0.2887 3.0238 0.0222 0.026i 0.0214 0.026€ 0.1999 4.a247 0.3982 3.0265 0.7163 3.027C 0.0215 p1=0.5s92 3.0209 0.1162 4.6382 3.5988 3.0233 0.0218 0.8443 3.0205 0.0252 0:0253 0.3573 3.62s1 3.0226 0.0433 4.0227 0.0232 0.6644 3.3300 3.0000 0.3162 3.0234 0.0239 0.0555 4.4658 3.4523 3.0000 0.0000 0.0799 4.3M6 3.0210 0.4388 3.0262 0.7292 3.85 0.8821 3.1402 4.0221 0.0198 0.3025 3.0000 0.0258 0.0246 0.0242 0.8062 3.4926 3.5724 3.momendesain(Mu) untuk baja.008(fc'-30)= p min = p max = 0.0245 0.1881 4.0271 3.5326 3.3437 3.0211 0.0241 CI.0261 0.0920 41041 4.026S 0.5857 3.0204 0.0231 0.4792 3.As/M. berdasarkan LampiranA.85-0.7034 3.1282 4.0203 0.0194 0.8189 3.0217 0.1762 4.2472 3.0000 0_0000 0.0243 0.7421 3.3710 3.2749 3.7678 3.8569 3.0201 0.0223 A. [mmJ.8947 3.9A72 3.9819 3.9322 3.d [mml Ast [mm2] .0188 4.0677 0.7806 3.0228 0.0202 0.5459 3.0206 0.0197 0.0000 0.0244 0.0220 0.026c 0.9695 3.0251 0.9942 4.0230 0.0240 A.0254 0.6120 3.5060 0.0311 4.9197 3.0263 0.0266 0.2118 0.9447 3.0264 0.0236 0.0212 0.1522 4.4118 3.2610 3.8316 3.0229 0.5193 3.0199 0.1642 4.0208 0.0271 Gatatan: batasantulanganpminspact<pmax b Satuan: Mu [N*mml.7b Nilaipersentase tulangan penampang persegi denganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok tulangan tunggal fc' = 20 MPa fi1 = 24A MPa No 1 2 3 4 5 6 7 I I 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 20 21 22 Mu/(bd2) AsUb"d) Mu/(Mz) Asu(b*d) Mu(bdz) Asu(b"d) vtu/(bdz)Asu(b"d) 3.0250 0.4225 0.0196 0.0249 0.0195 0.A224 4.0216 0.0256 0.0257 0.0000 0.6774 3.0237 3.0058 0.2194 3.4253 3.9571 3.0213 0.0200 0.

0134 0.1865 2.berdasarkan = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok penampang persegi tulangan tunggaldenganb fc' = 25 MPa ty= 240 MPa No Mu/(bdz) AsU(b.0f29 0.7490 1.1368 1.0156 0.6573 2.0062 0.0191 0.1368 2.0162 0.011s 0.0073 0.0109 0.0124 0.0110 0.0077 0.0831 1.0139 0.0152 0.d) Mu/(bd2) AsU(b*d) Mu/(od2) AsU(b-d) Mu/(bd2) Asu(b"d) 1.0105 0.2854 2.d [mml Ast [mm2] .0177 0.0126 0.2614 1.1708 3.0106 0.5247 1.0f59 2.U2'.0167 0.5774 2.9868 3.2526 2.0132 0.0088 0.0078 0.3835 2.4200 1.1700 2.3672 2.0059 0.9713 2.0067 0.0169 0.0147 0.0072 0.0100 0.0104 0.0112 0.6459 1.6732 2.8936 2.0120 0.6254 2.0151 0.1098 ?.Ot75 0.2690 2.1251 3.0087 0.0064 0.0076 0.0118 0.2465 3.5073 1.0166 0.0108 0.0091 1.008(fc'-30)= p min = p max = 0.3346 2.0160 0.4809 2.8780 2.2361 0.0148 0.2767 3.7839 0.0094 0.4970 2.3018 23182 2.0116 0.0117 0.0068 0.0138 0.8002 1.3849 1.0142 0.4375 1.0171 0.0'121 0.9696 1.0125 2.0095 0.3998 2.2031 2.7997 2.0058 0.0188 0.0081 0.0089 0.il53 2.0127 0.1189 1.0164 0.0092 0.6804 1.0150 0.0070 0.3/i97 1.8173 1.0111 0.M85 3.8682 1.9248 2.8311 2.85-0.2917 3-3067 0.9103 2.0131 0.0178 0.0066 0.0137 0.4485 2.2196 2.0071 0.3673 1.0165 0.0085 0.2012 3.0123 0.0331 3.0367 2.15U 2.6414 2.0130 0.0082 0.0184 0.0163 0.0792 3.2163 3.0185 0.0096 0.0060 0.9558 2.0074 0.6114 1.0119 0.0136 0.018i 0.0097 0.0339 Catatan: b a t a s a n t u l a n g a n ps pn c t < p m a x mi a Satuan: Mu [N"mm].5934 2.0114 0.6054 2.0149 0.6891 2.2968 1.0192 CI-0193 1 2 3 4 5 6 7 I I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 pl =0.0144 0.1il7 1.0061 0.0084 0.0174 O.1 1.0176 0.s768 1.5594 1.1556 3.0161 0.6287 1.s614 2.0182 0.8852 1.0153 0.1035 2.1903 1.0158 0.5131 2.0101 0.0155 0.0638 3.0135 0.8468 2.4647 2.0204 2.7524 2.9864 2.0022 3-0177 3.7147 1.3s09 2.0143 0.0170 0.0168 0.018e 0.7366 2.0140 0.3144 1_3321 1.85 0.4024 1.9359 1.8a Nilaipersentase tulanganbaja.As/bd.0145 0.7319 1.0065 0.0146 0.0069 0..018€ 0.9021 1.2791 1.0083 0.0183 0.4899 1.0098 0.5292 2.007s 0.0172 0.2616 3.1010 1.1725 1.1860 3.8624 2.4550 1.8343 1.019C 0.b[mm].0702 2.2314 3.0122 0.0099 0.0103 0.2259 1.0133 0.018C 0.momendesain(Mu)untuk LampiranA.9092 2.8513 1.7049 2.0141 0.0090 0.0063 0.4323 2.0113 0.1202 2.5941 1.0157 0.0945 3.6632 0.7661 1.0181 0.1403 3.7208 2.0086 0.0128 0.0093 0.0179 0.0058 0.81il 2.9190 1.4161 2.0{07 0.0032 2.4724 1.7682 2.0102 0.2436 1.0080 0.7832 1.2081 1.0535 2.0079 0.6976 1.0173 0.9528 1.0154 0.0869 2.

0867 5.8390 0.033i 0.0266 0.8330 3.0439 4.6346 4.0233 0.0249 0.0270 0.85-0.0205 0.8614 3.8137 4.0273 A.0314 0.0277 0.A252 0.0294 0.0204 0.0306 0.0323 0.9639 4.4247 0.0218 0.0161 4.2073 5.4777 4.5826 4.0200 0.2500 4.4261 3. 0.5000 3.b[mm].6991 4.0855 4.0324 0.0222 0.0299 0.3367 3.0197 0.5172 4.0319 0.4223 0.As/bd.0209 0.8897 3.0276 0.8892 4.0289 0.4247 4.0339 Catatan: batasantulanganpminspactcpmax Satuan: Mu [N*mml.026/' 0.0265 0.0291 0.0227 0.6734 4.0336 0.0210 0.0211 0.6462 3.3517 3.42U 0.1407 4.0133 5.71&4 3.0274 4.0283 0.0237 0.0327 0.1593 5.3s79 Ast/(b"d} Mul(bd2) AsU(b"d) Mul(bdz) Asu(b"d) 0.0320 0.6/75 4.0257 0.0321 0.788/ 4.0328 0.0501 5.2092 4.0216 0.7472 3.4705 3.6317 3.0300 4.7757 4.0226 4.0239 0.0231 0.7040 3:.0280 0.4557 3.3815 3.6862 4.85 0.d[mm] Ast [mm2] .0275 0.0262 0.9886 5.7902 3.3713 4.9320 3.0267 4.0278 0.0623 5.1682 4.0292 0.1819 4.0256 0.0272 0.0337 0-0338 0.0286 0.5294 3.7375 4.0202 0.berdasarkan tulangan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' - 25 MPa fy- 244 MPa No Mu(bd') Ast(b"d) Mu{bd') 3.48s3 3.0240 0.0279 0.0213 0.0253 0.0203 0.6087 4.1231 5.1953 5.5303 45434 4.0303 0.0230 4.0220 A.0243 0.8045 3.8642 4.0196 0.0295 0.0331 0.0285 0.2906 4.0263 4.0214 0.5957 4.0297 0.8187 3.7630 4.0301 0.1713 5.0259 0.0242 0.0339 p1=0.A717 4.0304 1 2 3 4 5 o 7 8 I 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 3.0315 0.8b Nilaipersentase momendesain(Mu)untuk baja.0322 0.0245 00246 0.2311 5.0313 0.0208 0.0994 4.0312 0.1955 4.0281 0.0334 0.4380 4.9461 3.0199 0.9179 3.0296 0.0212 0.0260 0.4645 4.9017 4.0271 0.008(fc'-30)= p min = p max = 0.0198 0.5040 4.9391 4.0235 0.4512 4.9763 4.0010 5.LampiranA.0221 0.6896 3.3881 4.6607 3.2549 5.1352 s.0330 0.024r'.7503 4.7759 3.8767 4.0228 0.6026 3.0745 5.7328 3.0284 0.0288 0.3041 4.0326 0.0201 0.0217 0.1472 5.1833 5.9267 4.0236 0.2667 0.2192 5.3847 4.U45 4.23el 4.8516 4.0268 0.0302 0.0224 0.0317 0.4405 3.0269 0.8472 0.0378 5.7119 4.0206 0.0287 0.4113 3.0254 0.8755 3.0293 0.0058 0.3311 4.0250 0.0290 0.0238 0.490S 4.0229 0.8011 4.02s5 0.2430 5.1il4 4.2771 4.7616 3.6752 3.9038 3.0251 0.0316 0.0241 0.0194 0.5734 3.5696 4.6171 3.2228 4.4114 4.0305 0.0282 0.6605 4.0298 0.0318 0.6217 4.0578 4.0195 0.0310 0.1269 4.0258 0.5147 3.3964 3.3176 4.3666 3.0219 0.5587 3.0215 0.0332 0.3217 3.0309 0.0307 0.0308 0.9741 3.0988 5.0333 0.02s6 5.1132 4.9142 4.8264 4.0261 0.2636 4.1'110 5.5565 4.0207 0.0300 0.951s 4.9601 3.0225 0.5880 3.032s 0.0232 0.7247 4.0021 4.0329 0.0248 0.3980 4.il41 3.0311 0.

0065 0.9a Nilaipersentase tulangan baja.9567 1.0135 0.0129 0.0074 0. 2.2481 3.0120 0.94:36 2.1978 1.0090 0.76s8 1-7832 1.3743 0.6255 1.0081 0.6782 0.0161 0.momendesain(Mu) untuk LampiranA.0165 0.0428 2.008(fc'-30)= p min = p max = Catatan: batasantulanganpminSpactcpmax Satuan: Mu [N.0083 0.3951 1.0082 0.7971 2.0070 o.279T 3.0086 0.0157 0.0087 0.0171 0.0066 0.0097 0.0150 0.0116 0.3826 2.0117 0.0156 0.2004 3.0186 O.2878 1:3057 1.7151 2.0159 2.0137 0.0058 0.0078 0.2814 2.0167 0.4831 2.A726 3-0886 31a47 3.1455 2.3113 3.6327 2.0182 0.0155 0.1367 3.0166 0.9394 1.2306 2.0177 0.0105 0"0106 0_0107 0.0032 0.2322 3.0153 0.0115 0.8298 0.1436 1.0111 0.6431 1.0191 0.0094 0.0141 0.0942 2.6987 2.5903 1.0169 0.berdasarkan = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok penampang persegi tulangan tunggaldenganb fc' - 30 MPa fy= 240 MPa No Mu/(bd2) Asu(b.0127 0.4664 2.5-726 1.0160 0.5165 2.0101 0.0084 2.M05 3.4130 1.AO72 0.0067 0.9112 2.1796 2.0158 0.2639 3.8950 2.0110 0.0149 0.85 0.0174 0-0f 75 0.0146 0.0148 0.0147 0.0145 0.0154 0.0133 0.4497 2.0089 0.6161 2.d) Mu/(bd2) Asu(b"d) Mul(M2) AsU(b*d) 1.4841 1.Aslbd.0103 0.329 2.7133 1.3489 2.3236 1.0059 0.0144 0.0108 0.341s 1.0095 0.0130 0.359t 1.0104 0.1966 2.5830 2.6822 2.2983 2.6958 1.3271 3.2518 1.0184 0.8624 2.2955 3.OOZt O.'t113 2.0114 0.0893 1.5549 1.5196 1.8006 1.2158 1.5996 2.d [mml Ast [mm2] .0s65 3.4256 2.3994 2.85-0.0152 0.5498 2.0136 0.0068 0.8461 2.0134 0.7483 1.0075 0:0076 0.mml.U28 3.0100 0.3152 2.3321 2.1255 1.1625.0s99 2.0096 0.9274 2.0132 0.5664 2.0122 0.8528 1.0179 0.2475 2.0112 0.0172 0.0168 0.0073 0.0128 0.0140 0.5740 1.83il 1.0113 0.9760 2.0162 0.0058 0.0098 0.1617 1.1074 1.0143 0.0142 0.0084 0:0085 0.0189 0.2698 1.0102 0.7480 2.0771 2.8787 2.8702 1.12U 2.0077 0.3586 3.0192 0-0193 pl =0.6079 1.7308 1.7644 2.4162 2/.1M5 3.8135 2.1798 1.0109 0.5373 1.0178 0.3773 1.0244 3.1207 3.9598 2.1s26 3.8180 1.26l.2338 1.0063 0.2136 2.0080 0.M06 0.3658 2.5331 2.6607 1.0123 0.0183 0.4998 2.0126 0.0118 O.0061 0.66s7 2.s018 1.0185 0.9912 2.019C 0.0138 0.0062 0.2163 3.0121 0.7316 2.8875 1.1686 3.b[mml.0176 0.0091 1 2 3 4 5 6 7 I I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 1.0099 0.6492 2.d) Mu/(bd2) AsU(b.0088 0.0163 0.Ot87 0.0069 0.0170 0.4308 1.0131 0.9222 1.4663 1.0093 0.01tg 0.5 0.0079 0.0139 0.0125 2.0060 0.0181 0.0064 0.0188 0..7808 2.992i 3.0151 0.0173 0.9048 1.4486 1.0083 3.0124 0.0180 0.0164 0.

8s25 3.71* 3.berdasarkan = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok penampang persegi tulangan tunggal denganb fc' - 30 MPa ry- 240 MPa No Mu/(bd2) AsU(b"d) Mu/(bo2) AsU(b.0225 0.6299 4.0292 0.1289 5.5301 4.04'79 4.0196 0.7765 3.9789 4.7988 4.2500 5.9514 4.0312 0.0269 0.8828 3.5460 3.031S 0.0223 0.2402 4.7307 3.0260 0.0278 0.2901 5.1961 4.0264 0.9581 3.3570 4.0231 0.0285 0.7006 4.42M 0.7428 4.0261 4.0195 0.0251 0.0279 0.4213 3.0208 0.032C 0.032€ 0.d [mm] Ast [mm2] .M74 5.8685 4.0306 0.0228 0.0200 0.0248 0.0314 0.0246 0.0275 0.8962 4.0233 0.0242 C0243 0.0610 s.3860 4-4005 0.d) Mu(bdz) Asv(b'd) Mu{bdz) Asu(b"d) 1 2 3 4 5 6 7 I I 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 .0882 5.3432 0.0277 0.0199 0.8676 3.0205 0.9731 3.0238 0.5304 3.0328 0.0239 0.9652 4.8128 4.1222 4.7147 4.2768 5.5158 4.0253 0.4322 O:0323 0.169s 5.U40 4.4057 3.2098 5.9927 5.0274 0.0220 A.0309 0.371s 4.8222 3.1370 4.0259 0.0316 0.6233 3.0284 0.0202 0:0203 0.0271 0.0235 0.9430 3.7287 4.2987 4.As/bd.6848 3.8979 0.4871 4.024s 0.85 0.4262 0.031C 0.m* 5.1018 5.0197 0.0283 0.9100 4.0218 0.0265 0.0213 A.7568 4.4682 3.9280 3.4150 4.0315 0.0232 0.0207 0.4994 3.7613 3.8267 4.031.0276 4.7001 3.0221.0297 0-0298 C"029e 0.0250 0.0237 0.0281 0.6582 45723 4.0198 0.0257 0.0256 0.3300 5.1813 4.0304 0.7233 5.1829 5.008(fc'-30)= p min = p max = Catatan: batasantulanganpminspact<pmax Satuan: Mu [N*mml.0216 0.0224 0.5587 4.85-0.0325 0. 0.0287 0.3133 4.2695 4.9238 4-93V6 4.0267 0.31 32 33 g 3.momendesain(Mu) untuk LampiranA.0289 0.1666 4.0217 0.2s49 4.b[mm].0249 0.9129 3.2108 4.2U1 4.0031 4.6865 4.A214 0.5014 4.2255 4.6078 3.8070 3.0201 0.0219 0.0258 0.5924 3.3279 4.4526 3.0270 0.0280 0.3425 4.3167 5.6014 4.0252 0.5149 3.0241 0.6541 3.0406 0.0313 0.0296 0.7708 4.4370 3.0327 0.0215 0.0302 0.0337 5.3900 3.W4 4.4439 4.0294 0:0295 4.0329 4.8373 3.0318 0.0064 5"0201 5.0321 4.4838 3.0777 4.0307 0.0212 0.0268 0.4583 4.0229 0.0222 4.0194 0.0628 4.0288 0.0266 0.6387 3.1425 sJ560 5.0311 0.0240 0.0293 0.O32e p1 =0.0247 0.1518 4.8407 4.0204 0.0206 0.021'l 0.0058 0.74ffi 3.0286 0.0925 4.4295 4.8823 0.0303 0.0263 0.7848 4.0290 0.0234 0.0308 0.9b Nilaipersentase tulangan baja.0301 0.5730 4.8546 4.66% 3.7918 3.2367 5.0210 0.42il 0:0255 0.0180 4.0226 A.0209 0.A227 3.4727 4.0291 4.4272 0.0324 0.3034 5.0746 5.0236 0.5872 4.0230 0.7 0.5769 3.6157 4.0273 0.1154 5.9881 4.1074 4.a282 0.0305 0.030C 0.1964 5.5615 3.

7579 5.8962 s.0405 pl = 0.8336 0.As/bd.7198 5.0371 0.4486 5.7071 5.1178 6.1056 6.85 0.3829 5.1299 6.8085 s.2144 6.2861 6.0404 0.9336 5.0333 0.0388 0-038S 0.0353 0.5529 5.0360 0.M32 5.6175 5.0378 0.0383 0.0344 0.1s41 6.4879 5.7326 5.0382 0.1420 6.0330 0.3697 5.0346 0.0366 0.0387 0.0377 0.0373 0.00s8 0.0359 0.0372 0.7453 5.8587 5.s269 5.0367 5.1903 6.9087 s.6816 5.9460 5.0338 0.2A24 6.040C 0.s009 5.0323 6.9584 5.7959 5.0384 0.1783 6.0362 0.2742 6.99il 6.0077 6.039€ 0.0691 0.0375 0.6688 5.5658 5.9831 5.b [mm].0355 0.0370 0.4092 5.8211 5.7706 5.0347 0.0358 0.0406 Catatan: batasantulanganpmin S p act < p max Satuan: Mu [N"mm].8837 5.0386 6.0364 0.0351 0.5917 0.5139 5.6944 5.0335 0.6303 5.0392 0.0395 0.0363 0.n64 6.0935 6.0349 0.0361 0.0352 0.008 .2975 0.0345 0.0403 0.2503 6.cr'.0354 0.momendesain(Mu) untuk baja.039S 0.0813 6.85.0357 0.6560 5.0397 0.0343 0.4748 5.8462 5.9211 5.s788 5.2622 6.0391 0.0380 0.356s 5.0568 6.2383 6.0393 0.0369 0.O2 0.0348 5.0398 0.9c Nilaipersentase penampang persegi tulangan tunggal denganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' = 30 MPa fy= 240 MPa No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 Mu/(bd') AsU(b"d) Mu/(bd') AsU(b*d) Mul(bd2) Asy(b"d) Mu/(bd2) Asy(b-d) 5.M01 A.0200 6.0337 0.0341 0.0356 0.5399 5.0376 0.d[mm] Ast [mm2] .0374 0.9707 5.0336 0.0350 0.berdasarkan tulangan Lampiran A.0385 0.039C 0.0394 0.0334 0.6046 5.4355 5.4617 5.0339 o.8712 5.0381 0.0.0331 0.1662 6.0379 0.3 0 ) = (fc' Pmin= P m a x= 0.0365 0.0342 0.0332 0.0368 0.7832 5.3961 5.OS+O 0.0446 6.4224 5.

7297 1.01?3 0.0159 0.7475 0.5156 1.3298 3.0089 0.0185 0.014213.0091 0.4273 0.0126 0.2898 2.0093 0.4596 34758 0.3948 3.016q 0.8172 2.9009 2.019€ 0.0195 0.4435 3.4177 0.0188 0.d [mml Ast [mm2] .7120 1.0174 0.0063l 1.9176 0.2380 2.6gli2 1.0171 0.0836 0.0178 0-0{79 0.5515 1.4977 1.0008 0.3897 1.5979 2.83s9 I 0.0187 0.o1o2l 2.01641 2.8712 0.0816 2.5335 1.o147 0.0124 0.4445 o.0144 0.b[mml.berdasarkan LampiranA.0073 1.2645 3.3786 3.0078 0.9416 0.7332 2.5128 0.8183 0.4077 1-4257 1.6230 1.3623 3.1686 2.o071l 1.00651 1.momendesain(Mu) untuk tulangan baja.0:tgl 0.0170 0.6586 1.e50e 0.2972 3.6656 2.0086 0.0193 0.01311 0.2553 2.339 2.0158 0.8340 2.0182 0.016E 0.0129 2.01041 2.10aNilaipersentase = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok persegi penampang denganb tunggal tulangan fc' = 35 MPa f\J = 240 MPa No 1 2 3 4 5 6 7 I I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 3'l ' 32 33 34 Mu/(bd2) Ast/(b"d) tvtu/(bd21AsU(b"d) Mu/(bdz) Asu(b*d) Mut(bd2) Asu(b"d) 1.1001 0.0128 0.1903 1.0192 0.0090 0.0173 0.4111 3.0116 0.0154 0.013413.0080 0.0s05 0.01011 2.4957 0.0137i 3.0155 0.00e71 2.4102 0.0062 0.4172 0.0120 0.01071 2.013613.019c 0.0452 Catatan: pmins p act < p max tulangan batasan Satuan: Mu [N"mml.0160 0.0164 0.7{63 2.0114 0.8006 0.00e81 2.00691 1.008 .0077 0.00701 1.6408 1.0181 0.2448 1.0066! 1.0169 0.s639 2.1720 1.3461 3.1331 '0.0151 0.0671 0.3536 1.00621 1.0084 0.0117 0.2993 1.0150 0.0092 0.3587 0.013813. 1 1 6 7 0 .0340 0.2085 1.0f 11 0.01031 2.7652 0.0991 2.8W2 2.3930 0.281't 1.9240 0.0183 0.1661 3-1825 3.7829 0.0083 0.3355 1.0161 0.0163 3.5258 0.0118 0.0076 0.0153 0. 0 1 7 5 0.9676 0-01661 0.9592 0.0156 0.01001 2.3 0 ) = (fc' pmin = p m a x= 0.2153 3.00721 1.2317 3.3135 3.0109 0.0't27 0.1989 3.0122 0.7837 2.1.0074 0.0189 0.0110 0.5872 1.0152 0.0143 0.1s38 1.8536 0-00681 1.01{2 0.0oe6l 2.0184 0.01061 2.1165 2.As/bd.0148 0.0145 0.8675 2.7668 2.0176 0.4437 1.0113 0.0162 0.0119 0.81 0.5694 1.2630 1.7500 2:.01321 2.3243 23d75 I o.8507 2.0180 0.5809 2.00eel 2.6318 2.0094 0.8004 2.6051 1.0087 0.3716 1.2725 2.2207 2.M67 2.280e 3.6487 2.013e13.0tSi I pl = 0.4787 0.85 0.2267 1.9065 O.3174 1.0157 0.A292 2.0149 0.0174 3 0.9U3 0.8889 0.00671 1.4273 3.1513 2.0194 0.3759 0.01051 2.4616 0.il69 ! I 0.0117 2.0186 0.1860 2.eer'.2033 2.014013.013012..0108 0.9767 1.0085 0.0642 2.0082 0.4617 1-4797 1.0121 0.013513.01411 .0088 0.0115 0.1496 3.0081 0.0075 0.3070 2.0095 1.6994 2.00641 1.0146 0.2481 3.013312.67e/1.z 0.0079 0.6148 2.012s 0.6825 2.9942 2.

0231 0.0316 0.5014 5.8522 4.0204 0.0217 0.0203 0.0255 0.0236 0.3456 5.3256 4.0302 0.3883 5.7799 3.5724 3.9553 4.0229 0.02s9 0.9699 4.0235 0.3028 5.5885 3.0275 0.0318 0.3562 4.0319 0.0300 0.0260 0.0309 0.3714 4.0201 A.0138 5.0297 0.7323 3.2311 5_2455 5.7958 3.9378 3.2742 5.a225 0.008(fc'-30)= p min = p rnsx = 0.0219 0.4732 5.5083 4.1251 4.0311 0.032e 0.8116 3.23U 4.0575 5.0248 0.As/bd.0222 0.9992 5.0328 0.2885 5.0267 0.2599 5.0264 4.0430 5.0313 0.9063 9.3314 5.0209 0.5988 4.0291 0.d lmml Ast [mm2] .0257 0_0258 0.0289 0.0321 0.0279 0.0288 0.3599 5-3741 5.70@ 3.8226 4.4628 4.0214 0.0285 0.0234 0.0227 0.0280 0.0232 0.0278 0.1406 4.6845 3.0304 0.0452 Catatan: batasantulanganpminspact<pmax Satuan: Mu [N"mml.0272 0.0276 0.0307 S-0308 0.9846 4.4780 4.4167 5.0240 0.0277 0.2025 4.6206 3.402s 5.0721 5.berdasarkan tulangan = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok penampang persegi tulangan tunggaldenganb fc' = 35 MPa F/= 240 MPa No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 {6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Mu/(bd") AsU(b"d) Mu/(bd') AsU{b*d) Mu/(bd2) AsU(b"d) Mu/(bd2) AsU(b"d) 3.5403 3.0062 0.10b Nilaipersentase baja.0207 0.032C 0.6887 4.6288 4.4308 5.0263 0.0247 0.1716 4.0306 0.0242 0.0210 0.0265 0.0270 0.1591 5-1735 5.2949 4.2024 5.0293 0.6438 4.0274 0.0266 0.0244 O.momendesain(Mu) untuk Lampiran A.2180 4.0296 0.0221 0.4324 4.0237 0.1301 5.0317 0.0295 0.7484 4.4931 4.6138 4.0315 0.47s8 3.0268 0.5385 4.0246 0.9112 4.0332 pl=0.0262 0.0301 0.7037 4.U88 4.1879 5.O245 0.1561 4.7641 3.6366 3.7186 4.0228 0.0220 0.5687 4.0269 0.0199 0.0251 0.5242 3.6045 3.B1 0.0226 0.0286 0.a292 0.8274 3.4919 3.3867 4.0161 4.0261 0.2642 4.4172 4.0299 0.0282 0.7482 3.3102 4.6588 4.0283 0.4473 4.0211 0.8906 3.0303 0.0212 0.0326 0.8433 3.0206 0.0312 0.s221 3.8s90 3.5564 3.3171 5.4020 4.0284 0.0208 0.1096 4.0940 4.0331 0.0200 0.0785 4.6738 4.0218 0.9406 4.4322 0.0243 0.s155 0.0866 5.6526 3.8374 4.033C 0.0271 0.O202 0.0298 5.85-0.0241 0.1157 5.1871 4.4873 5.6685 3.71M 3.7633 4.8817 4.2168 5.0197 0.0314 0.4591 5.0324 0.0290 0.0249 0.b[mml.0216 0.0256 0.0253 A.0239 0.8078 4.0233 0.523/ 0.0273 0.O224 0.1012 5.4450 5.0223 A.4476 4.1446 5.5081 3.0325 0.8965 4.7781 4.9848 4.5536 4.9259 4.0005 0.0281 0.0284 0.0252 0.0205 0.0287 0.0250 0.8670 4.0294 0.7930 4.0310 0.0213 0.0230 4.8748 3.9691 3.0321 0.0323 0.s837 4.2795 4.9535 3.O2* 0.0198 0.0317 4.7395 4.0215 0.0238 0.A629 4.3409 4.0305 0.

0437 0.0379 0.0347 0.5009 6.0414 0.2788 6.OUZ 0.3577 6.0438 0.0350 0.0340 0.0358 0.0401 0.0381 0.0384 0.3969 6.0382 0.0385 0.0398 0.5436 5.0387 0.6549 6.9168 s.7385 5.044C 0.0062 A.0549 7.0058 7.85-0.3314 6.0360 0.0402 0.7799 5.0343 0.0406 0.0451 0.0397 0.0452 Catatan: batasantulanganpminSpact<pmax Satuan: Mu [N*mm].7690 6.42 0.6693 5.0417 0.0418 0.0657 6.0336 0.0388 0.0393 0.8212 5.5296 5.0430 0.7937 s.044e 0.u++ 0.M09 0.0434 6.4750 6.8068 6.7247 5.7523 5.0378 0.044€ 0.9068 6.0341 A.9935 7.0447 0.M24 0.0349 0.0436 0.0391 0.5653 6.8486 s.1038 0.0408 0.0363 0.0791 6.5525 6.95M 6.0410 0.10c Nilaipersentase baja.0443 A-A444 0.6677 6.0335 0.627s 5.1594 6:t727 6.8819 6.5716 5.4879 6.81 0.0925 6.0421 0.0403 0.3838 6.7185 6.0431 0.0411 0.0374 0.4490 6.d) Mu/(bd2.0370 0.0333 0.0435 0.As/bd.5910 6.7438 6.0377 0.0916 7.045: 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 2B 29 30 .7311 6.6294 6.2523 6.M27 7.2126 6.0334 0.0386 0.0413 0.A672 7-0794 7.+ Mu/(bdz) AsU(b"d) Mu/(bdz) Asu(b*d) Mu/(bd") AsU(b.4230 6. Asy(b"d) 5.040s 0.03tX 0.0419 0.0365 0.1993 6.2259 6.1059 6.6804 6.8759 s.6832 5.0392 0.5138 6.7109 5.9576 5.6166 6.0412 0.5576 5.9982 6.0373 0.0522 6.8319 6.0423 0.0387 6.5996 5.0367 0.0362 0.0351 0.7sM 6.0439 0.3183 6.@00 6.6970 5.0375 0.0389 0.8349 5.1327 6.0345 0.6038 6.0369 0.9440 5.0416 0.0368 0.0372 0.0428 0.1193 6.6931 6.9847 0.2920 6.0399 0.5856 5.26s6 6.7661 5.6414 5.5396 6.0376 0.0383 0.32 p1:0.0357 0.0356 0.0353 0.1460 6.1860 6.momendesain(Mu) untuk LampiranA.0361 0.0390 0.8896 5-9032 5.0118 6.4100 6.0427 0.0304 7.8943 6.0335 0.3446 6.0181 7.7058 6.2391 6.0346 0.9712 5.008(fc'-30)= p min = p max = 0.5782 6.0364 0.0445 0.0352 0.6136 5.0355 0.6554 5.7(M:2 6.9440 6.b [mm].0441 0.berdasarkan tulangan penampang persegi tulangan tunggal denganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' - 35 MPa h/' = 240 MPa No 1 2 3 .M25 0.9316 6.0429 0.0/.0452 0.3708 6.M22 6.0404 0.0337 0.5267 6.03s9 0.9192 6.0415 0.4360 0.0339 0.0407 0.9304 5.0252 6.0396 0.0433 0..7816 6.4620 6.c/.9688 6.8074 5.8623 5.0338 0.d [mml Ast [mm2] .0380 0.0420 4.0366 5.31 32 33 34 a.8569 6.0344 0.0448 0.0371 0.0426 4.9811 6.045C 0.30s1 6.0422 0.0348 0.8694 0.8193 6.0354 0.

1673 3"1841 3.0151 0.0168 0.0079 0.6567 2.007s 0.0099 1.34s1 1.5185 2.2721 1.0661 3.0105 0.8144 1.0189 0.8501 1.1336 3.2904 1.0115 0.0162 0.O124 0.4014 3.2 1.0173 0.4905 1.0098 0.9305 2.0194 O-C195 0.0093 0.0087 0.0136 0..5358 2.5628 1.3095 2327A 2.0150 0.0080 0.2512 3.0101 0.0131 0.6395 2.8795 2.0071 0.3794 2.9475 2.0116 0.252A 2.019€ 0.4723 1.b [mm].8453 2.0069 0.2s70 2.1168 3.0070 0.6911 2.11aNilaipersentase tulanganbaja.0081 0.0193 0.0830 3.0186 0.0148 0.d) Mu/(bdz) AsU(b-d) Mul(bd2) Asu(b.0633 2.0155 0.3514 3.274:5 2.0094 0.0154 0.5989 1.2177 3.O16i 0.0169 0.8112 2.9984 3.0126 O.0090 0.0144 0.0170 0.0077 0.3815 1.0072 0.0137 0.0074 0.7428 1.5267 f .0152 0.7249 1.6050 2.0143 0. r.3620 2.0114 0.0089 0.4179 1.3633 1.6530 1.0192 0.0191 0.2?44 3.0166 0.0181 0.0106 0.0149 0.0165 0.0083 0.2538 1.9747 1.0159 0.5174 3.0067 0.7940 2. 2.96z15 2.77 0.4512 3.4143 2.As/bd. 32 33 34 pl =0.0129 0.7607 1.s531 2.0110 0.9924 2.281-7 3.0154 0.0066 0.1339 2.4346 3.0066 0.0157 0.4361 1.828s 2.2679 3.9569 1.2219 2.1867 2.0092 0.1515 2.0088 0.0164 0.0107 0.7255 2.0491 Catatan: batasantulanganpminspactcpmax Satuan: Mu [N"mml.7598.# AsU(b.0179 0.0122 0.0095 0.0086 0.0125 0.il48 1.0198 0.0323 3.4838 250fi 2.A102 2.0091 0.0986 2-1163 2.8965 2.0810 2.0185 0.8679 1.3014 3.0279 2.25 26 27 28 29 30 : 31.6710 1.449A 2.4678 3AW 3.0140 0.0171 0.0175 0.0180 0.7426 2.1691 2.3681 3.0123 O.0096 0.008(fc'-30)= p min = p max = O.6889 1.5340 3.0197 0.981s 2.0078 0.0174 0.0138 0.4180 3.3997 1.7069 1.0119 0.0158 0.0188 0.3086 1.9214 1.0113 0.0128 0.6170 1.3968 2.A127 0.0073 0.7083 2.0160 C.0176 A-8177 0.0190 0.d) Mu(bd') 1:2355 1.7965 1.0121 0.0142 0.0097 0.2009 3.0183 0.9036 1.5086 1.0456 2.3348 3.0156 0.3181 3.0145 0.0100 0..0108 00109 0.0130 0.0134 0.0167 1 2 3 4 5 6 7 I I 10 11 12 13 14 15 f6 17 18 19 20 21 22 23 24 .8858 1.0112 0.0104 0.6222 2.0999 3.0147 0.0135 0.0082 0.0111 0.6350 1.0132 0-0133 2.0076 0.5835 No Mu/(bd") AsU(b.5505 3.0118 0.0178 0.6739 2.5704 2.9392 1.momendesain(Mu) untuk LampiranA.7769 2.0141 0.0102 0.0201 3.0184 0.berdasarkan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' = 40 MPa ty- 240 MPa il I.d[mm] Ast [mm2] .4664 2.008s 0.77ffi 1.4317 0.0492 3.8323 0.019e 0.0163 0.020c 0.3445 2.s135 2.0146 0.45/.0172 0.5670 3.1505 3.5009 3.0117 0.d) 0.0187 0.0139 0.2394 2.0153 0.5877 2.5809 1.0120 C.0182 0.0103 0.0084 0.3€48 3.85-0.2M3 2.3269 1.0068 0.8624 2.

S351 4.0282 0.0318 0.0290 0.0242 0.9963 5.7148 3.8583 4.02101 4.6328 o.0248 0.5946 0.020314.m101 0.8941 3.0319 0.0275 0.4929 5.0287 0.02081 4.0293 0.5320 0.momendesain(Mu) untuk tulangan baja.U77 0.A22g 4.02141 4.02131 4.0314 0.4037 s.0328 0.02U 4.0234 4.8120 4.0224 4.0331 0.008(fc'-30)= p min = p max = Catatan: batasantulanganpminspactcpmax Satuan: Mu [N*mml.0317 0.0283 0.5.0281 0.0226 4.0268 0.03091 0.1483 5.0298 0.0231 4.0296 0.0320 0.8890 4.0292 0.3746 0.o2o4l 4.0232 4.03071 o.O27O\ 0.0330 0.M15 0.8275 4.9750 3.0573 5.s373 5.&e3 0.5164 0.0265 0.2840 5.v29 0.6821 3.5963 5.9912 4.1359 0.0322 0.As/bd.2476 o.5634 A.0283 0.3738 5.025s 0.O245 0.0315 0.9198 4.3588 0.29s3 o.7657 4.0256 C.0297 0.2690 5.o212l 4.4U9 0.0246 0.0274 0.0241 0.3140 s.9657 4.8616 3.0228 4.0285 0.0326 0.85-0.0291 0.2990 s.0249 0.4632 5:4780 5.0323 0.238e 5.3888 5.0263 0.8128 3.4377 0.0217 4.0278 0.0216 4.0215 4.0258 0.8291 3.2238 5.0250 0.763e 3.02731 0.1198 4.0066 0.s225 5.0316 0.0395 4.0284 0.9127 3.1634 5.102e 5.0262 0.6259 0.0301 0.5668 5.02061 4. 32 33 34 Mu/(bd2) Asu(b*d) Mu/(bd') Asff(b-d) Mu/(bd') AsU(b.6257 5.6881 4.02711 0.2087 s.1180 5.02721 0.4222 4.5ee o.75CI2 4.0223 4.0288 0.3439 5.5816 5.0329 0.0420 5.4062 0.0725 s.0251 A.0225 4.66s7 3.4186 5.39M 0.2636 0.0877 4.6103 0.0268 5.0332 0.5A77 5.0305 o.0253 0.O257 0.0219 4.02371 0.0218 4.1679 3.d) 3.d) Mu(bd') Asu(b.0556 4.4535 0.6404 5.03111 0.7As7 4.0277 0.7192 4.2539 5.6698 5.0238 0.4692 0.11b Nilaipersentase penampang persegi tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok tulangan fc' = 40 MPa fy- 240 MPa No 1 2 3 4 5 6 7 8 I 10 11 12 13 14 15 t6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31.0717 4.3290 5.6570 0.0295 0.0294 0.6110 5.7812 4.25 4.9810 4.azozl 4.7802 3.0321 0.0267 0.9589 3.0276 0.o20sl 4.02071 4.2795 002111 4.0877 5.0325 0.0259 0.0334 0.1937 A.0299 0.2158 0.0235 4.0240 0.03041 0.o209l 4.1786 5.9M4 4.0221 4.4334 5.OU7 0.A279 0.0337 I pl =0.0300 0.6726 0.026S 4.0230 4.0220 4.0243 0.0244 A.033€ 0.0280 0.berdasarkan LampiranA.77 0.7312 3.0327 0.3271 0.0266 0.0302 0.5790 0.0324 0.9265 3.6551 5.01{5 5.1519 I 3.0491 0.o30q 0.0073 4.0260 0.0286 0.0333 0.7476 3.0227 4.0254 0.1998 3.7965 3.0335 0.6164 0.8/.0312 0.8737 4.0233 4.2317 0.o3o8l 0.6985 3.0303 5.0239 0.1332 5.6844 .0261 0.5007 0.6991 0.9504 4.d [mml Ast [mm2l .9103 3.1838 3.0264 0.1038 4.3112 0.b[mml.7347 4.4220 0.O252 0.02361 0.483 5.o3t3l 0.5520 5.&154 3.8779 3.7966 4.3589 s.

8447 5.0383 0.0422 0.3706 7.0282 7.0366 0.0607 6.0373 0.0454 G.7137 5.0354 0.0396 0.4225 7.9170 5.0389 0.0491 Catatan: batasantulanganpmin<pactcpmax Satuan: Mu [N"mm].04r''7 0.7721 6.0385 0.0390 0.1035 6.0453 0.3719 6.8264 6.0469 0.3966 7"4095 7.1320 6.1609 7.0460 0.0382 0.berdasarkan penampang persegi tulangan tunggaldenganb = lebarbalokdan d = tinggiefektifbalok fc' = 40 MPa fy- 244 MPa No 1 2 3 4 5 6 T Mu(bd2) AsU(b*d) Mu/(M') 5.7993 6.U27 0.0345 0.2030 6.2877 6.7176 6.0371 6.0467 0.5 7.0404 0.0470 0.9881 7.0357 0.0387 0.0391 0.0445 0.0429 0.6903 6.0814 7.0459 0.9075 6.3579 6.s2sl 6.5112 I I 10 11 12 13 14 15 r6 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 6.1213 0.0361 0.9890 6.483 7.0418 0.0405 6.0440 0.0399 0.0442 0.5389 6.3859 6.0066 0.0034 6.0403 0.0344 0.8882 5.0456 0.0417 0.0321 6.3576 7.0364 0.0451 0.0380 o.0438 0.0420 4.3055 7.0437 0.0411 0.0394 0.0413 0.0450 0.0463 0.6079 6.0419 0.1462 6.0401 0.4417 6.4421 4.8670 6.0392 0.0468 0.0458 0.0947 7.0407 0.77 0.0148 7.4138 6.0455 0.2137 7.8805 6.3158 6.M39 7.0386 0.0462 0.85-0.7312 6.9344 6.5255 7.1742 7.0338 0.0378 0.7039 6.3439 6.0406 0.1178 6.0360 0.0472 0-0473 6.8129 6..4&70 7.3298 6.8012 5.7283 5.0464 6.4278 6.0448 0.M49 0.b[mm].0416 0.2793 7.0548 7.0356 0.0384 0.8940 6.0444 0.4999 7.1604 6.0362 0.0441 0.036s 0.0379 0.9603 5.7857 6.3017 6.0340 0.0464 0-0465 0.0446 0.2005 7.0343 0.5384 7.7585 6.6766 6.9747 5.0409 0.0377 0.0381 0.0681 7.0353 0.0431 4.2924 7.0424 0.5512 7.0358 0.0414 0.0388 0.0461 0.1477 7.0368 0.7425 5.035s 0.8592 5.0339 0.0410 0.0428 0.4834 6.0432 0.0346 0.3185 7-3315 7.0341 0.8400 6.13c.0342 0.8157 5.0376 0.0433 0.9026 5.8U 7.0466 0.5527 6.2531 7.0436 0.2736 6.0400 0.8535 6.3836 7.9478 6.0352 0.0471 0.@15 7.9459 5.0443 0.6354 6.9613 6.1888 0.4741 7.0369 0.momendesain(Mu) untuk Lampiran A.2268 7.s66s 6.0426 A.5941 6.2400 7.0892 6.11c Nilaipersentase tulangan baja.3446 7.A177 6.0370 0.7575 5.2171 6.9315 5.7449 6.0412 0.0423 0.4695 6.0457 0.M35 0.9747 6.2312 6.5803 6.1873 7.7721 5.008(fc'-30)= p min = p max = 0.0402 0.9209 6.0395 o.0359 0.4973 6.0367 0.OU7 0.5640 0.0452 0.6491 6-6629 p1=0.0397 0.24il AsUfb'd) Mut(bdz) Asu(b*d) trlullud'z) AsU(b.0415 0.1746 6.6217 6.0349 0.0750 6.7866 5.0348 0.M30 0.0408 0.d) o.0374 0.As/bd.0398 o.d [mm] Ast [mm2] .8302 5.0393 0.0351 0.2662 7.3999 6.0434 0.4556 6.042s 0.5127 7.0372 0.2s9s 6.0014 7.0363 0.1080 7.0375 0.0350 0.8737 5.4612 7.

073 1.044 1.'.191 1. 1 6 1 1 .044 1.142 0.d) No 1 J 20 MPa ald kvd ald kvd ald kvd ald kvd a/d kvd ald kvd ald kvd 4 5 o 7 8 o 10 11 12 13 14 15 16 17 18 t9 20 21 2.108 1.022 0.188 1.078 o.030 0.179 1. 0 7 1 o.0't63 d'la s 0.009 0. 1 8 9 o.197 1.050 o. 0 6 3 0.t41 1-147 1.053 't.138 at42 o.023 o.048 1.088 1.0055 0.tx4 1.014 0.124 0.046 1.0125 0.0117 o.O24 1.014 0.021€i 0.0152 0. 23 24 25 26 27 2A 29 30 31 32 33 u 0.064 0.098 1.oo4 0. 0 6 1 1. 1 6 1.087 0.027 1.041 0.187 U.093 1.069 0.156 't.A32 1.013 0.051 0.oixl: 0.018 0-020 a..059 0.O72 0.158 0.131 0.060 1.lfr) 1.062 1 .035 1.159 1.029 0.206 o.o24 0.M8 0.030 0.007 0.275 o.129 1.034 1.092 1 .0035 p m a x = o.o21 0.004r 0.170 1.057 1.124 1.082 0.034 0.085 0.UD3 1-193 U.037 0.145 1.1?3 1.103 0.O92 0.412 1.064 0.216 1.047 0.037 1 .0.096 0.079 1.0039 0.172 0.282 o.057 1.199 0.068 o.008 0.0109 0.o19 t.254 o.3O)= Pmin = 0.050 1.033 1.093 1.442 o.061 0.046 0.065 0.049 r.025 1.053 1.027 0. 1 3 1 1.017 0.OM 1.063 1.85 o.t03 1.O25 1.041 o.119 1. 1 8 3 1. 1 1 2 1 1. 1 4 1 1.006 0.152 1.039 0.098 1.088 0.4 1 .026 a.165 o.025 0.108 1.056 1.O3S 1.076 1.110 0.032 o.014 0.O74 1.031 o.141 1-147 1.036 0.089 't.2s pl = 0. 1 5 1 1.UW 1.008 (fc' .005 o.0090 0.179 o.O75 0.048 1.050 0.213 1.065 1.156 o-160 o.222 0.108 1.047 1.462 't.2y o.010 0.015 0.009 0.066 1.165 4.179 o.147 0.068 1.0035 0.026 1.006 0.248 0.069 o.165 1. 1 7 8 1-128 0.089 1.083 1.85*fc*b) Catatan : Momen nominal tul.188 o.009 0.M2 0"044 0.076 1 .03s 1.06s 1.194 1.185 1.177 "tla4 1. 1 4 6 1.051 1.008 o.050 1.055 1.057 1laz 1.170 't.113 1.227 a.010 0.0156 0.036 1.140 1.289 1.062 0.0086 0.119 1.0:13 0-034 0.099 0.067 o-o41 1 .050 1.012 n nt? r. 1 1 7 0.084 't.082 0.olar 0.119 o-124 o-'t28 o.082 0.168 1.029 0.0133 0.038 0.o27 0-028 0-028 0.162 1.008 0.070 v-vt z 1.017 0.0160 0.054 0. 1 3 0.010 0.114 1.023 o-o24 0.268 o.016 0-016 0.060 0.115 0.200 1.0{40 o.0129 0.o77 0.196 1.132 o.078 1.176 0.017 0.026 o.019 n ntn o.220 0.075 o.032 1.0094 o.034 1.0113 0.094 't.041 1.o12 0.005 o"005 0.164 1.056 1-034 1.015 0.066 1 .136 1.0074 0.073 0.M7 1.UJO 1.038 1.075 U.095 0.0101 0.05s 0.037 o038 0.073 1 .035 u-us n nq7 1.016 0.106 0.038 0.054 1.427 f.019 0.023 0:025 o.066 1.0043 0.102 1.078 1 .050 0.084 1.093 1.144 0.044 0.0070 0.046 1. Ast [mm2] .176 1-IV 1.041 't.056 1.019 0.118 1.193 1.171 1. d [mml.051 1.052 1.151 0.016 0.153 1.081 1.011 0.O7'l 1.199 0.0051 0.018 0.096 1 .0058 0.013 0o14 0.135 1. 0.158 1.080 1.040 a.138 1.092 0.076 0.021 o.033 0.011 0.018 0. 0 5 0 0.039 1.039 0_040 0.080 1.0066 0.123 1.031 0. 1 5 1 1 . 1 0 o.130 1.040 1.062 o.066 0.085 1 .070 {.o121 0.261 o.126 1.086 1.034 1.012 0.0062 0.063 1.241 0.011 0.108 1.007 0.M2 1.035 0.213 o.023 1. Ganda.046 0.069 1.85 .209 1.014 1.203 1:209 0.027 0.0136 0.O29 1.015 0.098 1.10'r o.190 1.026 0.065 1.j24 0.(x.028 1.143 1-'t49 1-'!il 1-160 1.030 1 .051 0-053 0.059 0.084 1.170 o.103 1.029 0.t56 1 1 .097 1.O29 1.043 1.080 1 .098 1.038 1.117 o.058 1.124 1.Tunggal. Kvd MomenTulangan LampiranB.061 1. Mn = Kvd MrU batasan tulanganpmin 3 p act < p max Satuan : b [mm].015 0.-114 1.174 o.O92 1.1 3 1.128 1.0105 0.421 o.043 0. 1 2 ' l '1.073 o.059 1.392 a = (Ast-As )-firl(0.011 o.020 1-021 1.o1M 0.107 1.215 o.057 0.078 0.119 1.0082 0.015 0-016 o-o17 0.193 0.062 0.049 t-053 1.032 0.087 1 .018 0.012 0.045 1. 1 3 6 1.053 1.133 o.422.046 1.055 o..096 o.036 1.(xl 1.045 0.02 o.1 TabelFaktorPengali MomenTulanganGanda untuk mendapatkan fc = t = r=o"# AsU(b.0148 0.058 0.103 1.207 1.031 1.t5'l 0.183 o.068 0.186 0.084 1.137 o.018 1.075 1.0097 0.O17 1.135 '1.048 0.130 1.105 o-tlo o.064 1 .056 1.058 1.052 1-182 0. 1 6 7 1_121 0-089 1-172 '|.069 0.165 1.071 1 .203 1.089 1.0078 0.018 0.124 1.089 0.015 1.054 1.067 1.

1 8 0 1l7A o.186 0..016 0.0178 a-251 0.017 0.028 i O:O1O 0.062 0.028 0.0198 0.0't5 0.033 1.021 1.086 0_088 0.045 0"(X8 0.0035 0.0061 0.208 0.o72 0.026 o-427 0.O74 't.018 0-019 1.052 0.03l t 1.158 1.176 | 1.197| 0.142 1.Lampiran 8.oto 0.051 o.026 0.075 1.023 1.068 .034 U.013 0. 1 1 3 0.141 1.A92 't.011 1 .(x)8 1.oe8 I 0.0137 0.055 0.a& 0.039 .17e. 1 3 0 1 . 1 0 8 1-108I 0.010 0.129 0.@66 0.088 f.097 1.()43 1.162| O:049 1-170 1.131 o-t9t . 1 3 6 ' t .069 1.082 1.024 1.140| O.o8f 0.0035 0.014 0315 0.151' 0.211 1214 0_003 0.067 1.132 U.(X6 1 .095 1.029 0-091 1.033 0.12 0.060 0.069 1.062 .244 0.055 0.043 0.053 0.093 o.008 0.o38 r.039 1.093 | 0.030 1.0@ 0.85 . 1 9 1 0.153 G(F5 1 .038 0. 1 9 3 1 .038 0.019 0-020 o-o2t 1.096 nqt 0.(X8 1-043 1.006 0.089 .070 1.030 1.O77 1.050 o.287 0.189 1 .1U 0.016 0.057 0.045 o.057 1.062 1.063 1.12S! 0.055 . 1 8 5 0.o2e 1. 1 4 7 1-108 o-010 { .0050 1.071: u-t t 3J 0. 1 6 1 1 . 1 1 0 1.018 0.o22 0.079 o.092 1.084 0.023 0-025 o.041 1.029 0. 0.157 0.055 1.273 0.UJ' 1 .206 't.044 1.025 .265 0.101 1ia2 0.043 1.009 0.063 1.057 1.052 1.139 1. 1 3 7 0. 1 3 6 0.d) No a/d 25o/o 500/o 75o/o ffio/o OC-/o 90o/o 95o/o kvd ald kvd ald kvd ald kvd a ! ald kvd ald kvd dd kvd I 1.O35 0-013 0.0188 0.050 1.085 1.136 0.036 0.O{9 1.007 0.071 1.014 0.143 0-0106 0.061 1.o142 0.020 1.073 1.024 0.u7 1. 1 4 4 0.058 o.0157 4.041 4. 1 7 3 1 .079 1-os3 | 0.172 1 .016 0.200 1 .033 1 .472 1.0't2 1 . 1 1 3 1 .100 .017 1 .193 a.057 0.050 0.172 0.104 .058 i 1.076 0.039 0-l19 1. 1 7 6 0. 1 4 8 1.009 0.091 0.075 .052 .0132 0. 1 3 0 1.0076 0.016 0.134 1.034 1.1s5| 0.013 0. 1 6 0 0.065 o36 0 .036 o. 23 24 25 26 27 2a 29 30 31 32 3g u.026 1.123 .t0& .011 .0152 0.037| 1.076 1.0s8| o.085 0.013 1 .036 1.013 1 .0147 0. 1 1 5 .032 o.258 0.067 0.021 0.048 1-052 1.040 0.392 Catatan : Momen nominal tul.043 o.019 0.049 .028 .086 .0203 0.0091 0.024 o. 1 6 6 0.124| 0. 1 4 8 0.O27 1.061 r.153 1.056 1.012 0.063 1. 1 7 2 o.a71 a.038 0-(xo 0-0.008 0.174. 1 5 8 1-164 1 .Kvd untuk mendapatkan Momen TulanganGanda 6^ty - 25 MPa 400 MPa =l-r =ns'/As AsU(b.0040 0. O-os3 1. d [mm].0086 o.M9 0.213 't.087 1.o16 1 .067 0-069 o.033 .O22 0.011 0.044 0.060 0.148 1. 1 2 5 0.045 0.0163 0.018 1.1 9 1 0. 1 1 9 1.036 0.026 0.064 o.051 1.154 1 .03t 1.0117 0.006 0.074 0.056 't.037 1.081 1.021 0.008 0.034 'i.215 :0.o1e 1.025 0.0.039 1.096 1.0203 a.081 1.086 1.0s0| 1 2 J 4 b o 7 8 o 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 2A 21 2.1't 5 1.127 11?/.030 .039 1 .071 1 .201 t.028 0.078 0.0127 0.ovl 0.0096 0. 1 9 8 0.o27 0.033 0-033 0.005 0.447 0.0168 a.032 0-034 0.0{x5 0.186 ' t .222 0.0s] 1.040 1.M6 1.0ll:} 1.030 0.102 1.851c-b ) 0.053 1.114 0.011 1 .093 .017 o"019 0.27 B 1= 0.an 0.031 1.165 0.30) = Pmin = pmax = d'la s a = (Ast-As')-fol(0.058 .008 (fc' .0071 0. 1 4 3 0. 1 1 1 .112 1.129 1.o27 0.135 732.229 0.036 .118t 0.067 1. 1 5 9 0.117 1.083 1.1fi lt a. 1 8 1 0.011 0.090 1.019 0-021 o.069 | 0.103| 0.0tr1 0.107 1. 1 1 9 .096 1. Mn = Kvd Mr! batasan tulanganpmin g p act < p max Satuan : b [mmi.023 o.004 0.224 o..0112 0.0081 0.043 .168 0.016 1. .093 0.056 1.048 0. 0:O49 0.031 1.062 o-177 1 .'t95 1 .046. 1 1 8 1.079 1.017 1.237 0:O173 a.005 0.0183 0.191t 0.037 o.0193 o.(}41I 1.010 1 .05s 1.056 o-163 f.029 0. 1 5 4 0.2 Tabel FaktorPengaliMomenTulanganTunggal.014 1 .047 1.432 0-100 1.018 0.oss o. 1 3 0 0-012 1 .121 0.179 0.007 0.053 1.103 1.2)1 0.2u 1.147 1.044 r.100 0.150 0.038 o.208 1.077 1.107 0.031 0.086 1.068 1.127 .073i 0.009 0"009 0.187 1.059i 0.067 1.124 I n70 .015 1 .054 0.078i 0.031 0.027 1.143 1.113i 0-036 1 .03'l 0.064 0.061 1.O72 .019 1.182 1.114 1.O74 1-076 1. Ast [mm2] .082 . Ganda.UJD 0.o122 o.013 .?87 0.064t 0.048 1.052 1 j 8 2 1.097 n n l n 1. 1 2 4 1 . 1 6 7 1 . 1.017 o-007 0. 1 7 0 0.85 0.153 1 .o34 0-lo5 1.0101 0.280 0.015 1 .124 1.042 1.0f4 1 .046i 1.030 0.167 1 .059 1-14si 0.058 1.038 1. I a.. 1 4 2 o.052 0.065 1.056 1.

024| O.053 1. 0.127 7-176 1.017 0.013 1.034 1. 1 2 2 o.044 | 0.158 1.015 1 .o12 0.0il | 0.014 1 .o38 0_o03 0.O77 1.o27 1.016? 0.1sr 1.099 o.171 1.017 0.Kvd 8.045 1.110 1.066.075 0. .i16 1.160 0.2W 1.193 o.008 0.0224 n nr?6 0. A126 1.2a4 o.034 0.ox6 o.0218 0.151 1.189 0.062 t. 0.o25 1.157 0-066 1 .166 .014 1 .01 11 0.197 a.058I 0.216 o.085 o.040 1.031 0.O73 1.o17 't.180 0-074 t-186 o.01o 0.061 0:029 1.264 1.015 1.030 o. 1 3 5 0-058 1.055 .107 1-056 1 .278 1.035 0.421 1.049 1.138 0.043 0. 1 1 4 o.16{} .032 0. 1 1 4 0.U2 .O29 1.1 5 1.053 0.145 1. 1 0 9 0.041 . d [mm].2u 1.137 .010 t).183 1.029 0:030' 0.0123 0.127 1.1s6 1 j 0 2 o. 1 2 6 o.093 1.056 0.026 0.060 .011 't.075 0.139 o.063 1.008 0.1U .105 1.30) = Pmin = pmax: d'la s a = (Ast-As')'fv/(0.'t23 0.063 0.031 1-036 1.0085 0.0155 0.023 o.076 1.20v o.181 1 .119 0.203 1.065 .083 1.oe2 1 .3 lniuk mendapatkan Momen TulanganGanda 3O MPa 'y - 400 MPa =l-r = As'/As AsU(b'd) No ald rcvu ! aH kvd ald kvd ald kvd ald kvd ald kvd ald kvd 1 2 3 4 J o 0.011 0.174: 1.099 0.053 1.019 o.080 r.0041 0.018 o.061 1.0073 0.025 1.082 1.o24s 1.037 1.392 o.156 1.010 0.139 1.035 0.017 o.|8 0.074 1.0060 0.0104 0.116 1.0092 0.026 0.019 1.226 0. 0 3 6 .133 1.026 0.007 0"008 0.85 . Ganda.023 0.12A 1.052i 0.023| 0.046 .176 1 .030 1-018I 0.151 1.131 1.019 o. 0.M2 1.094 1.426 1.424 1.073 0.031 1.154 .080 0.03S 1.036 r. 1 4 5 o.080 1.0048 0.008 0. 11 0 .02S.121 't.018 o-019 o-019 1.144 1.ms .054 0.051 1.053 1.141 1 .o72 't.018 0.037 r.o24 .O32 1.035| 0.047 0.047 1 .043 1.071 0.041 1.190 .070 1.061 0.184 1.020 0.191 1.186 1 .121 1.27'.068 1.078 0-086 0.048 1.006 o. o.0i30 0.| 1.078 1.063 r.025 0-026 a-o27 0.02e.060i 0.047 1.009 o.013 o.055 0-058 0.012 1 .196 1.n 21 2 23 24 25 26 27 28 & 30 31 at 33 34 o.o79 .174 0.130 U.o74 .028 0. 0 9 1 1.M8 0-051.091 1.150 1.039 0.048 1.4211 0.125 0-054 1.0't5 1 .196 0.036 0.0s2 1.0244 0.049 1 .212 1.051 .171 1 .o4aI a. 1 5 1 0.008 (fc' .089 0.oil 1.0237 7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 .0S4. ' t 6 3 0.145 o.034 1.010 0.048| 0.062 1 .062.056 o.032 1 .0054 0.241 {.168 0.198 1.004 0_005 0.071 0.O27 1.0180 0. 0.85 0.eKBs 0:041 0.084 .UJO 1 .059 r.152 0.013I 0. 1 5 7 0.073 1. 1 7 4 0.106 o.076.052 1.130 0.057 1.070 0.146 o.020 0.051 0-053 0.133 1.-13{} 0.013 0.t26 .019 0.205 1.007 oo07 o.032 .0ti9 .166 1 .189 't.105 . 0 5 6 1.087 1. 1 1 1 1.028 .M1 0.tx6 0.0S7 1.097 1.06z 1.080 n n17 1.011. 0.175 0-182 0.014i 0.006 0.0'16 0.095 1-02.115 o.078 o.031 ol}32 0-033 0. 1 8 1 o.087 1.042 1.037 1.Mn = Kvd Mr! batasan tulanganpmins p act < p max Satuan : b [mml.086 1.089 1.286 1.102 1. 0.114 1.146 1.104 0.014 0.011 o"ot2 0.(X6 1.035 1.181 1.029 0.162 1_f68 1. 1 1 0 0.003 o.011 0.0&t 1.009 0.2aa 0.066 0.212 0.041 o.014 0.097 1.0.021 o.0067 0.022 o. 1 3 3 o.0s4 .109 1.008 i 0-027 1.256 1. 0.148 .o22 0.0098 0.019i 0.O27 1.066 1-A71 1.121 1.0035 o. 0 3 7 1.Lamparan Tabel FaktorPengaliMomenTulanganTunggal.089 .038 O:O39 0.013 1 .011 o.187 1.038 0.110 1 1. 1 6 3 0.026i 0.094 1-104 1.0199 0.085 0.031t 0.009 0. 0.424 0.021 't-048 0.083 0.029 0.033 1.056 1.051 1.26 B1 = 0. 0 .o37 .o14 0.082 1.249 1.068| o.132 .143 .016 0.4174 0.058 1.04& n n4n 0.417 0.093 o.&li} 0.021t o.088 n non 0.0136 o.O77 1.025 0.041 1-046 1.015 0.063 o.069 1.tm o.138 1.060 1.olo . 0 1 9 1.177 1.(X9 0. 11 5 .046i 0.108 0.167 0.068 0.136 1.058 1.057 o.016.023 1.o:xl 0.004 o.126 1.013 1.o39 r.0079 0.036 0.045 0.85'fc*h) Catatan : Mom6n nominal tul.219 1.fftg .066 0.031 0.0117 0.M2 0-044 0.043 1.0s4t 0.050I 0.064 1.028 0.100 o.068 1.052 0.016 1.219 o.0s9 1. 0.093 0.141 0.o57 1.005 0.O1.035 0.016 1.069 1.121 . Ast [mm2] .021 o"024 0.033 o.0161 0.056 I 0"161 1.172 r178 .0186 n nloa 0.mc ! 0.005 0.164 1.103 1.095 1.0142 0.016 0. 0.0205 4.006 0.072 1-043 1.

06sI 1.024| 0.12l:i 0.01 1 0.008 1.169 o-174 0.164 o.1 3 1 1.131 1.030| 0.009 0.O24 1.050 0.0s0 0. d [mm].004 0.058 1.052| 0.092:.zoz 1.o77 0.025 1.0143 ! 0.101 0.0215 t 0.005 1. 1 1 4 0.088 1.089 0.052 1.024 1 j 2 5 0.053 i 0.188 1.014 t 1 .o2os 0.096 1.0e3t o.088 I 2 3 4 c o 0.043 1.039 1.035 1.135 0.069 1-O74 1.015 0.012 i 1.069 1.098 1.018 0.065 0.UOO 1.O44 o.1i37 1.019 o. 0 3 3 1 .062 0-067 a.044 1.162 1.078 ' 1.014 1.o45 r.fl3 0.061| 1.064 1.175 1.159 1.166 O.093 1.O28 1.Lampiran B.oo7sI o.09r 0.'t25 1.050 1.0265 | 0.013 0.036 1.196| OO37 1.117 1.A74 1.412 0.061 r.012 1.058 0.078| 0.043 0.079 1.008 (fc' .055 1. O-O25 1.071 0.0085 0.007 1.0.013 0-013 0.03s 1 .201 1.130 0.042 | 0.011 0.154 1.o1o 1.023 1.034 1 .031 1.oto o.m6 t 0.0165 . 1 7 1 0 .o11 0. 0.01s7 I 0.246 1.o25s | 0.148 1.075 o-o24 1.140 0.146 1.023 1.037 1_M2 1.056 1.03S I 0.056 0. o. 1.151 0.103 0.014 0.046 0.033i 0.029 1 .118 | 0-080 0.006 1.053 1.136| 0.03t} 1.044t o.027 1.017 1.038 0.029 1.056 1.103 1.o12e | 0.149 t.069 1 .ole 1.115 0.082 0-0S4 0.o1oo| 0.026 1.026 1.091 o"096 0.165 1-170 1.1 8 0 0:O73 1.120 a-125 0.055 1.063 ' 0"013 1.033 o.011 1.122 1.0057 ! 0.017 0.037 0.o3o 1 .427 1..148i 0.O32 1.070 1.o24 0.03& o-040 0.o23 1.115 | 1.189 1.043 1.10s.048 o.016 1.014 0.085 1.046 1.163 0"067 1.0s7 o.017 0.013 0"015 0.124 1.028 0.080 1.083i 0.215 o. 1.048 1.040 1.064 p1 = 0.011 1:051 1.'156 1.033 0. kvd ald kvd ald tvd ! aH kvd ald kvd .061 1.190' 0.020 13 14 15 16 't7 18 19 20 21 n 1J 24 25 26 27 2A 29 30 31 32 3i:l 34 1.140 1.029 0.048 1.1.M2 o-o2olI o.o7e .1* 0.005 0.114| o.053 0.031 1.050 o.032 1 .lsl 1.07s| 1.108 1.08s o.043 0.15et 0-031 1.ozz 1.a222 l.o16 0.068 i 1.025 o.062 o.127 1.olo 0.210 1-(M6 | 4.087 a.o244 Z 0.01s3 i 0.o27 1.0s6 o.119 1.0121 | o.01.099 O.034 1"035 1.081 0.O52 a.10{ 1.on 1.039 t 0.092 0.O271 0.0.017 0.056 0.1 1.015 1.031 1.030 1.087 0. o.o22 1 .005 0.043 1. 0 2 1 1 .157 U.045i 0.014 0. 0. 1 0 3 0 . 1 4 9 0.0150 | 0.073i 0.036 1.055t 0.135 1. 0 1 90 .044 0.ns 1.008 0.18'. 1 6 1 t 0:046 1.067 1.fc-b) Catatan : Momen nominal tul.086 1.0(X) 0..O24 1. 0 1 1 4i 0.168 1.046 1.18 0.186 o-007 0.129 1.027 1.130 0.018 0.018 1.195 1.0035 i o.006 0.048 0-053 0. 1 8 6 0.013 0.008 0.otr! .038 1.Kvd Momen TulanganGanda untuk mendapatkan fc = fv = 35 MPa 400 MPa r = As'/As =.071 1 .o19 o. 1.032 1.009 0.010 o.057 0.0064 .031 0.11s O.033 1.217 1.081t 1.015 c.065 1.102 1. Mn = Kvd Mrt batasan tulanganprnin3 p act < p max Satuan : b [mml.048 1.103 I 1.ozs 1 j 2 0 0.068| 0.a27| 0.O52 '1.010 1.039 1.oo4 0.016 I I 10 11 tz o.041 0.108 0.o27 0.224 A.039i o.oe3 1. o.409 d'la E a = (Ast-As')"fo/(0.029 1.01s 1.088.009 0.003 0.144 0.016 0.417 0.064 1fi2 | o-wz .0136 r 0..071t 1.074 1. 1 0 8 ! 0-033 1.o72 o.016 0.050 0.4 Tabel FaktorPengaliMomenTulanganTunggal.268 1.208 1.1s3| 0.111 .130! 0.066 o.021 i 0.142i o.153 o.oil o.013 't.108 1 1.o28 1 .04sI 0.011 i r|'tt 1.086 0.106 0-111 0.o17e o.o22 1.052 0.014 1.041 1.125 .091 1.042 1.1s9 0.0&l 1.026 1.008 1.oo9 1.167 0.18$.178 o. 0.O229 | O-231 1.038.260 1.058 0-060 0-062 0.036 1 . Ast [mm2] .0237 | a.oss o.o72 1.049 1 .021 1.or| I 1.2SS 1-058 o.060 1.o7o I '1.019 1.003 o.043 't.038 t 1.a172 | 0.042 0.132 1-'t38 1.ozn l.15S 0.151 1.168 0.023 0.30) = o.85 .013 0.006 o.85.173 0.422 1.149 4. Ganda.176 1. 1 9 9 0.016 0.131 0.O33 1.017 o.034 1.0s5| 1.078 1.036 1fi9 | 4.o4s ! 0.054 o.03s I 0.00u 0-007 0.195 1.0071 | o.028 1.O& 1.206 t-602 0.145 0.022| 0.030 i 0.037 o.024 1.107 1.060 0-063 0. 0 1 7 ' 1.107 i 1. 1 8 0 i 0-051 1.177.0186 | 0.16s| 0.143 1.0216 1.035 1.oo42 | 0-0049 | 0. 0.0s8| 0.020 r.054 1.112 1.113 1.098 1j02 1.025t 0.055 0.o.048 1.098 | 0-020 1.029 1. 1-O20 1.143 1.060 0.082 0.oo$ | o.|ZZ 0.0107 | 0 . 1 5 5 o.1.zls 1.8't P min = 0'0035 p mar = O. 1 7 4 0.007 1.1 1.019 0-021 0. 5A% kvd a/d k"d aH ZJ-lo l3-/o a Asu(b"d) a/d i No .o7s t 1.137 0.137 0.(X1 1. 1 9 2 0.1 9 't. 0.054 0.O27 1.0251 | O.035 0.o35 0.

020 o.007 1.o35 0.132 't.006 0.020 .M1 0'042 0.040 | 1.062 U.028 | 1.0138 o-0146 o.080 .043 .03s 0.124 1. 1 4 3 o-028 1.171 1.031 .106 1.091 1.127 1. d [ m m ] .030 0.010 1.021t o.066 .o22 0.122 0.041 0.047 o.023 . 1.or2 r.101.156 1.123i 1j?6 t 1.85.o44 -(X6 .096 1.068I 1. 1.088 o.033 0.142 0.064 0.025 0.060 0.079 1.062 0.045 0.101 1.13:l 1.104 0.056 -058 o.053 't.030 0.A24 0.005 0.444 1.05e| 0.025 1.138 1.o14 o.044 0.169 ol74 o.162| 1.018 1.o27 .025 1.038 0.0296 o-03{ 0.123 1.006 .085 0.006 0.007 0.038 0.0043 0.066 0.036 | 1.o1s 1.068 .162 1.163 0.198 0.050i 1.133J 1.177 1-183 U.143i 1.013 0.139 1.0256 0.0185 0.078 0.ota 0.157| 1.029 "036 0.034 0.149 0-029 1 .o47 0.039 0.146 1.044 0. atd kvd 2 3 4 J o 8 I 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 7J 24 25 zd 27 2& n 30 31 32 3B s 0.m8 .055 o.031 1. 0.156 0.094 0.075 1.0&1 .004 U.O22 O.100 0.017 .u9 .o27 0.114 | 1.115| 1.o17 .056 o.049 i 0.015 1.30) = Pmin = o.101 1.051 o.128 1.080 1.138| 1.019 0. 1.152 1.003 o.U# 0.o1o 1.O7g 1.049 1.118 4123 o.146| 1.095 0.033 0.009 1.034 o.053 0:045 .100 1.os7 0:058 0.016 1.016 o.034 1.174 1.1 6 1 1.036 0.UU3 0.029 0.o122 0.017 1.091 1.oss 0. 1 0 6 0.0280 0.109 0.010 0.1't7 1-t2Z 1.027 1 .oes ! 1. 1.042 0.o12 1.061 .180 1.420 .047 0.016 0.035 0-039 0.427 .145 1.007 0.109.080 0.O77 1.165 1.0193 0.135 o.Oz'.082 .105| 1. Kvd MomenTulangan Ganda untukmendapatkan 4O MPa ty - 400 MPa r = ns'tAs =|AsU(b-d) a/d ZJ-/o 50o/o I J'/o 6U-/o 850/0 90lo kvd a/d kvd ald 95o/o kvd ald kvd a/d r<uOI a/d No 1 k"d i .226 o.044 i 1.16ar 1. 0.039 1.113 o_087 .035 .009 s.()4g 0.o22 .032 .108 15 0.081 r.0059 0.0.141 o"146 0.032 .04.148| 1.189 1.160 0.008 0.0u .o21 .016 0.046 0.112 1.0240 0.053 .205 a-212 0.100| tjM I 1.037 0.008 1.0201 0..024 .151i 1.| p1 : 0.0r06 0.'t58 1.015 o.014 .120| r.096 1.o21 0.182 1.028 0.fi3 | 1.011 .016 0.0s1 o.035 0 .191 0.l 1.016 .008 o.012 1.059 0.o4e 0.061 0-013 1 .1 o.041 .077.170 o-rTl 0-184 0.029 .134 1.02s | 0-010 1.0272 0.424 o.Lampiran 8.015 .06S| 'l 1.o24 .025 4. 1.034 0. Ganda.086 0:O9O 0-095 0. 1.073.017 t 0-006 i 1.0& 1. 0 1 8 1.081 0.030 0.010 0.011 1 .O72 1.102 0.114 0.164 1.069 0.078 .M2 I 0.ffi2 | 1.ozr ! 1.048 0.008 1.038 .118I 1. 1.059 0.03€ 0.o177 0.0114 0.011 .071 .031 0.158' 1-164| 0.261 .A s t [ m m 2 ] a = (Ast-As' )*to/(O-8s"fc*b) .0161 0.053 0.219 o.051 .132 0.028 0.109 o.o24 0.0051 0.085 .04s 0.o21 o.044 0.o24 .is3 I 1.027 1.5 Tabel FaktorPengaliMomenTulanganlunggal.029 1.140 1.090 1.UUJ 0.007 .023 o.036 .155 0.168 1.064| 1.034 .025 0.075 .013 _014 .O27 r.042 0.165 0.084 1.125 | 1.044 O.04st 1.176 1.023 1.025 0.050t 0.111 1.005 0.0264 o.106 1.031 0.0s5 1.026 .013 0-014 0.065 0.150 1.017 1.Ub/ .082| 1.r10 ! 1.0217 0.027 o.0295 d'la s aA28 Catatan : Momennominaltul.ou 1.011 0.0s9 0.004 0.o0s8 0.082 0.0s6 0. 0.052 0.o15 0.091.0225 0.087 0.0082 0.0f7 1.013 1.0035 P m a x = 0.0130 0.ot5 0.047 0.020 I 't.149 0.(Ms 0.055 .023 0.u3t) 0.(M7 .034 .022 0.122 1.77 0.01s 0.o71 1.0288 0.0169 4.009 arnno 0.0248 0.24A o.O2s| 0.0233 0.003 o.052 .062 1.0067 0.O12 1.058 0. 0 6 6 0.130' 1.038 o.086 1.M7 .0075 0.048 o.059 1.070 .127 0.2g 0.031 0.o52 1.096| 1.057 _o7z o05s .106 1.040 o.233 o.o72 0.086| 1.oo8 t 1.050 .1 o. 1 6 0 0.026 0.055 | O.040 .0090 o.092 0_073 .040 0.008 (fc' .013 0.020 o.128 0.0e0 ! 1. 1 5 4 o-030 1 .01e I 1.052 0.o4o 0. 1.004 0.026 o.006 1.136| l-141 | 1.o58 o.Mn = Kvd Mq batasanlulanganpmin s p act < p max S a t u a n : b [ m m l .015 0.075 0.u2 .009 1.033 0.074 1.137 0.066 0.037 0.170 1.037 n1'o o.0{9 1.032 0.017 o.076 0.022 0.017 o.086 1.101 0.151 0.010 .011 4fi12 n nat 0.0035 0.247 o.195 1.010 0.002 U.067 1.1*.031 .062 0. 0 5 1 o.ot54 0.0209 o.O20 1.009 .186 1.086! 1.014 '1.0f4 0 .018 .073 0.20'.069 1.054 1.068 0.117 1.111 L.054 .050 0. 0 1 6 1.

420 1.136 1.f39 1.1| 1-oss| 1.85-fc"b) r.121 27 2& n 30 31 32 33 34 | 0.171 1.045 1. 1.143 1-046 o.013 't. 0 3 2 0.a42 1-471 1.O17 1.041 0.040 1-057 1.034 1 .009 1.039 0.030 1.023 0-024 o.412 1.015 0.005 1.154 1.(Ms 1.041 't.o20s | 0.063| 0.078' 0.104| o.06St o.113 1.085 1.023: 0.121 0.0231 | O.089 1.069 1.047 1.157 1.038 1.0120 ! 0.007 0.005 0.054 1.o82 1:.424 o.076 1.067| 1-071| 1.o12 o.005 0.067 0.0137 .070 1.044 0.074 o.089 0.73 0.104 1.a222 | a.019 0.'.006 0.023 | 1.o27 1.009 o.103 0.(X5 0.Kvd Tunggal.084 | 0.013 0.021 0.039 o.02e 0.094 0.064 1.080 o.oss 1 .084 1.z4z 0.449 1-017 0.054 0-055 0.o12 o.{1 0.018 1.'!i4 1.009 0.ozso .O 1 4 0.mo ! 0.oo44 t 0.138 1.002 0.028 1.30) = Pmln = pmax = d'/a s a : (Ast-As')"fu/(0.0052 | 0.107 0.085.o282 i a.046 0.163 1.014 0.020 0.o.008 0.076 0.0035 i 0.062 0.o27 0.029 0.004 0.161 1 .120 1.165.049 o.033 1 O-02S 1.027 1.144 1.052 0. Ganda.116 o.121' 1.115 1.0314 0.1il | 1-156r 1.011 0.080 1.o24 0.123 1.o2s6 | 0:0265 | o.0t3 o-o13 o.029 U.013 0.161 o.006 0.151 1.003 0.0180 ! 0.174 1.O97 1.003 0.165 l.214 0.076 o.026 o_o27 o.031 1.089 1.099 1 la4 1.165 1.030 0. 0 1 8 8 .027i 0.048 0.221 0:227 0.o4o 0.043 0.010 0.109 1.084 1.'t34 1. 0.049 r<vo I aH 1.025 0.146 1.oo7 t 0.031t 1. 0 1 4 0.006r t 0. 0 1 8 1.107 o.442 0.036 1 . 1 0 5 1.015 1-017 1.016 o.016 1.074 1.052| o.183 1.234 0. 0 .03'l o.020 o.o12 0.089 0.Ml 1 . Ast [mm2l . 1.187 't.032 0.061 0.o1 1 t kvd a/d r<vd I .041| 0.049 1.0095 i 0.03:} 0.01s 't.152 1.167 1.123 1.022| 0. 0.o273 | o.036 1.or7 1-084 0.@8 0-008 0.r2z 1.025 0.032 1 .047 0-048 7 8 I 10 11 12 13 14 15 16 't7 18 19 N 21 22 0.094 1.'t47 1.088 1. 1 0 4 a.027 0.027 1.015 0.o7s 1 .099 1.041 0.081t 0.065 1 .032 1. O 1 3 0.034 1.088| 0.013 1. 0.043 1. 1 4 2 1.O22 1.125 1.189 o.005 0.016 o.OU | l.tr12 0.015 0.o11 1.076 ! 1.009 i 1.133 1.064 0.0e3t 1-098.148 1.0171 | O.194 0.0. d [mm].045.094| 0.125 1.011 1.023 1.0e7 0.072| 0.099 o.'t60 1.053 o.0069 .098 0.061 1.011 1.016 r.ft8 0.038 0. f.036 1.ao2 0.009 0.101 0.020 1.036 1. 0.o22 0.0307 . 0 3 2 1.03€ 1.0035 0.062 0.ms I 1.004 0.0146 | 0.154 1.005 0.o21 o.f31 I 1.034 0.017 0. O 7 1 0.65 .016 1_080 1.060t 0.053 0.047 c o 1 .015i 0.038i 0.0103 | 0.038 0.076 1.062 1 .081 0:085 0.149 1. 0..r80 o.rAt 1 . 0 5 1 1. 1 0 1 1. 0 6 3 1.006 0.118 1. 1 9 1 f.059 0. 0 5 1 0.038 1 .080 1-147 1.056 1.Mn = Kvd Mr! batasantulanganpmin s p act < p max Satuan : b [mm].091i 0.043 0.0078 .452 1.128 1. r-103 ! 1.o1m! o.153 1.019 1.028 0 .069 7.012 o.079 1.168 't. 1 1 4 1.054 1.01e o.128 1. 0.060 ' t . 0 5 5 1.6 TabelFaktorPengali MomenTulangan untukmendapatkan MomenTulangan Ganda fc = fy = 45 MPa 4oo MPa = r = As'/As Asu(b"d)i I a/d kvd a/d No 1' J .o4s t I 0.045 ' t .065 1.m4 0.032 0.161 1.010 0.008 0.t25 1.050 1.034 0.117| 1.136| 1fl1 t 1.0ffi t 1.018 0.056 1.028 0.074 ' t .0€ I 0.0154 t t3 24 25 ^^ rD 1.025 1.015| 0-014 1..114 0.023 o.059 1.101| 0.007 1 .or1 o.067 0.o22 0.043 0.o2'l ' t . r.036 0.o1e7 t 0.051 1.046.061 0.025 1.063 0. 1 3 5 1.M5 0.O24 r.0248 ' o.O21 0.050 0.057i 0. 1.058 0.13'l 1.112 | 1.014 0.022 1.a4sI o.004 0.012 0.054 0.141 1.018 1.071 1.020 1 .L52 0. 0.029 0.021 1.ooE (tc.or12 I 0.fi4 0.054 0o58 0.094 1.O44 1.1f I 1.016 0.010 0.0s4I 0.007 0.092 1-066| 0.107.M7 1.008 o.0129 t 0.ly 1.025 | 1 .028 0.025| 0. 0 3 7 0.010 1.146.o2ee i 0.018 1.031 1 . ald kvd ald kvd ald kvd 0.040 l.426 0.osr 0.032 0-0trI 1-109 1.067 4.050 0.156 1 .075 1.177 1.040 't. 0 1 1 0.027 o. o.034 I nlc o.042i 1.046| 0.005 o.141 1. 0 .0e7| o.018 1. Lampiran8.009 0.08e.05.016 Catatan : Momennominaltul.137 1..o45 o.035i 0.0214 2 0.029 o.048 1.019 1. 1 4 7 1.067 1 .014 1 .059 1. 0 2 0 .422 1.421 1.035 0. 0 1 0 0.m16 I 0.040 o-129 1.0s0 | 1.031 0.027 ' 1.142 't.o2s.126t 1'.094 0. 1. 1 0 1 1.066 1. 0 1 8 0.009 0.os7 0.UJU n n2{ p 1: 0.023e 0.094 0.201 0:207 a.059i 1.006 0"007 0.075i 0.o14 0.o72 0.104 1.025 o.036 o.0086 i 0.130 1.241 o.119 1.057 0.008 0.'t59 1.016 0.t 3 3 1.O29 1.

g crl o d -g o o (f o o J . (! E g z E o Y 'cn g o o o q ct o E . 6l 85 o2 crj + '6 (E o o c\i .q.c (\t G Q) -) _v o o O q t\ f c l o) o t (l) c0 :l o o o o dt l -:z I a o d (5 o - c) u o n i6 :l (s o o o q <f.

o (s -o 1 .a (u E (D z E o Y '6 ! N o o) '= o) .Y l c o o o O l- (') o /ft E o - o o o co :J L a o o o n iu f. ([t '6 .= J pryud0 .q E i: o N CJ .

\ F r o o o o c.N o -o lz ot -l E l f I \ io I o :..r< ($ L o \i |(i X. (\ \ll I I I o o (f.tl f' . t:jT .\: ir\ -A \r \ . s rO tl I s o) ll be (o tl E (! rit tl rl fl pvuds I \./ \ -f o o o (o (tr o) o (L 6 ".a E z E o Y '6 . t tJ I o o o i o co -:< f. t\ \ 'l 6l I ''/. .-.' t '-I rl *:.a >. \ ! : i l bs . 'ci tl ri --l ": 7 i.-'\I t'. . / \.\. q ro -o _t {-:}J /..'.- l-- ol t/ . *'.l'.. \ \ '-)\\\ \i t"tsii' o) 6 (f) d i: 'oE J .f..I = il E o dl '=:t I I V \ f \ I i f+ >: Rg. (l) U) r ----t.i a o l'. I i \ .(a -i . ilttll | _l i -i-".

d -o -l fiJ o c f -Y f o o c? t\ $ E o) o (o o co I a c (Il o G' o o (L a -ut (t' z o E o Y 'a l< (u o E o) -q o n O .= E N J pryud0 .

G' (U -o n) -) .)a - = E o dl o (n .)< f a fit o o) oo f (s .q. (E E z E = \< '6 Y (Il o c) E (u L (tl t() o) i5 d .= J o o o o o ci pryudE .

. I \ \1 0) (L o t. { . (xl _.bft iit -c' = o o c) F* fi/ 'll 1r t: lr \1 co o o co L f E c) s .\tt 'r \\.x rJ) ll .. I . N ll ..irt s tl o . i (! i I {.'t.-):\$ . (u o ..s sf tl -- n\. \\\'.'l f 'r/ I I I t_ -l \i /x /'. e! -c\ y...r t /-r I r) I: '/'t i \r__i GI -a- - .b ---1 s-t ||.iI .7 /'.l l l == (. i r. tl (D \ .i I o : : I \ t' I .. -\\ o o o o c.')t.(5 fit q) -) l. o N ulfl sr ol l >o\l I ! c tl 4t--F\! ct) o (U \/ \ \ \ :l I € ..e bs tl \ \' E (t...\ .!E o- \ I ' .t t: :l.\ tt\rr n.a (5 It E z E E Y '6 Y o I :\ : i I I -.: i5 (o cj E J pryud+ .

(! i5 N d .= E J puud+ .(U (It -) v f.a o o o E z E :4 -6 x N o '= o. l = c (D (n o L (D (D :t -!l a L a (g o (L o q) .

N t \/ d -=.-b-.:i l* / '.lz t I -l 0 '=. t \.t| rOo\ il ../ t t.i \ r ii+ Ir Xt r). rl -'-. \ '. T i'r\ *"\ H 't \\ A -l l\ { O I I I z o -i'l I i \ r. o) o \ -'1 CJ (t.. \ = -: -- E co O L Q) .(t (! - 0) -t . c! !l (D IY \ t .! \.. 'r \\. _-i N. \ \.L roo|f)or.\ . o o o q ro I /'. ./ ( I t .'.' 1 : i t' :l I ri:'\ t. . \: . _1-I \ a \ \: \ t'\ o st o a q (f) \' ..'..r)o C!NF o o o e o pryuds J . lt c o c) o oE FeEF-n 'r. o o e C\ o o - o o $ [ -'I s fi tl E 6 @ sl s NI '{l t l i ! \ -. l :\ \ .-. .9 (U c I il '1tl -*1 -l I tl r . t.i :i t.tl a rJ)l \ | [\t *.l / \ l-l)..r./ / _ i. r i \l .i r i f' F !-..To.'/ . I t I 'r. \ .. -l . ti ! ) a o o (! :f -Y '. '\\\.- O c = .-))\lii' r\. :1 \ .\ \.R rO . I cd I I i-i r . ' E = Y '6 I I I I I -. r -c a-..J t -- 'i.. t' ii\ l- tr o T.I :.

i o 0) o o (f q E 6 o ol o L o o o o. cj .9 z E o Y '6 I (U E o o o o c.C (u E @ -. a . lz c f = o o <) q t o co IZ 0) a q t\ q) o o o q (0 o (L o (s o o o q ro N o€ o-a o qti sf' A a o o o q (f.= E J e o .

A LAMPIRAN .

MPPM lr. M. lwanZarkasi.Depaftemen Pekerjaan Umum. JokoSulistyono. Bambang Widianto. M. MT ST. Palgunadi.lr.Sc lr. MT ST. Agus Nugroho. HeriYugiantoro.Sc lr. o o . DirektoratJenderal BinaMarga. o o . ST Sukisno. lr. WilanOktavian.Sc lr. Budianto. o .Eng.LampiranA Daftar Nama a) Pemrakarsa Penyusun / Subdit PenyiapanStandardan Pedoman. MM lr. M. ST Yudhohrui Hadiarto. ST Sarmin. b) Tim Pembahas o o o r o e o .Eng.DirektoratBina Teknik. Laneke Tristanto lr.M.Eng. M.Eng. M.Sc lr. JajaPryadi.Eng.Sc lr. BE .Sc Prof. Didilrahadi Asep Hilmansyah. HerryVaza.