ANALISIS STRATEGI PEMASARAN TELUR PUYUH PADA PETERNAKAN PUYUH BINTANG TIGA (PPBT) DI DESA SITU ILIR KECAMATAN

CIBUNGBULANG KABUPATEN BOGOR

SKRIPSI

MARLINDA SARI H34051087

DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2009

RINGKASAN MARLINDA SARI. Analisis Strategi Pemasaran Telur Puyuh Pada Peternakan Puyuh Bintang Tiga di Desa Situ Ilir, Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor. Skripsi. Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (Di bawah bimbingan LUSI FAUSIA). Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadikan sektor peternakan sebagai salah satu tumpuan perekonomian masyarakat yang dapat dilihat dari besarnya sumbangan sector peternakan terhadap PDB Indonesia. Selain itu sektor peternakan juga merupakan sektor yang sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi masyarakat terutama dalam mendukung tercapainya Pola Pangan Harapan (PPH) masyarakat. Sehingga keberadaan sektor peternakan sebagai penghasil sumber protein hewani bagi masyarakat mempunyai peranan penting dalam pencapaian Pola Pangan Harapan masyarakat dan menjadikan sektor peternakan sebagai suatu peluang usaha yang potensial bagi masyarakat. Salah satu usaha yang banyak diminati adalah peternakan unggas. Peternakan puyuh merupakan salah satu peternakan unggas yang kembali diminati oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan beberapa keunggulan yang dimiliki oleh ternak puyuh diantaranya kemampuan produksi telurnya cepat dan tinggi. Salah satu peternakan telur puyuh yang terdapat di Bogor adalah Peternakan Puyuh Bintang Tiga yang terletak di Desa Situ Ilir Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor. Peternakan Puyuh Bintang Tiga merupakan peternakan yang saat ini sedang melakukan pengembangan usaha dengan terus meningkatkan jumlah populasi ternak puyuh yang dikelolanya. Selain itu, adanya sistem kemitraan yang dilakukan perusahaan dengan peternak – peternak puyuh skala rumah tangga hingga sedang yang ada didaerah Cibungbulang, Lido dan Sukabumi juga akan menambah banyaknya telur yang harus dijual oleh perusahaan. Sementara itu, tingkat persaingan semakin tinggi dengan masuknya telur puyuh yang berasal dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor yang menjadi pasar sasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga menjadi suatu ancaman yang dapat menghambat kegiatan pemasaran yang akan dilakukan oleh perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengidentifikasi penerapan bauran pemasaran telur puyuh pada Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT), (2) Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal perusahaan yang mempengaruhi pemasaran telur puyuh pada Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT), dan (3) Merumuskan alternatif strategi pemasaran yang tepat bagi Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) sesuai dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan. Penelitian ini dilaksanakan di Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) yang terletak di Desa Situ Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Kegiatan pengumpulan data dimulai pada bulan Maret sampai April 2009. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Metode perumusan dan pemilihan strategi dilakukan berdasrakan analisis lingkungan internal dan eksternal dengan menggunakan matriks IFE dan EFE, matriks IE, matriks SWOT, dan QSPM.

Hasil analisis internal menghasilkan lima faktor yang menjadi kekuatan dan sembilan faktor yang menjadi kelemahan PPBT dengan kekuatan utama PPBT yaitu pelayanan dan loyalitas pelanggan dan kelemahan utama adalah belum adanya merek pada kemasan produk. Berdasarkan matriks IFE PPBT berada pada posisi internal yang lemah atau dibawah rata – rata dalam usahanya menjalankan strategi untuk memanfaatkan kekuatan dan mengurangi kelemahan Hasil analisis faktor eksternal terdapat tujuh faktor yang menjadi peluang dan lima faktor yang menjadi ancaman dengan peluang utama PPBT yaitu permintaan yang semakin meningkat dan ancaman utama adalah masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor. Hasil matriks EFE diketahui PPBT berada diatas rata – rata (2.50) dalam usahanya menjalankan strategi untuk memanfaatkan peluang dan menghindari ancaman. Nilai skor dari matriks IFE adalah 2.309 dan nilai skor dari matriks EFE adalah 3.028, sehingga apabila masing – masing total skor dari faktor internal dan faktor eksternal dipetakan dalam matriks IE akan menempatkan Peternakan Puyuh Bintang Tiga pada kuadran II termasuk kedalam tumbuh dan kembangkan (Growth and Build) dimana strategi yang paling sesuai digunakan pada posisi ini adalah strategi intensif atau integratif. Hasil matriks SWOT menghasilkan delapan alternatif strategi yang dapat dijalankan oleh PPBT. Proses pengambilan keputusan dalam penentuan alternatif strategi terbaik dilakukan dengan analisis QSPM. Hasil analisis QSPM diperoleh urutan prioritas strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga yaitu: (1) mempertahankan dan meningkatkan jumlah pelanggan dengan menjaga kualitas produk, pelayanan kepada konsumen untuk memanfaatkan adanya pasar potensial dengan nilai STAS sebesar 6,704; (2) Mempertahankan tingkat harga bersaing, kualitas produk dan pelayanan konsumen dalam menghadapi persaingan dengan nilai STAS 6,000; (3) Memberikan merek pada peti kayu dan dus yang digunakan sebagai kemasan produk dan meningkatkan kegiatan promosi untuk meningkatkan loyalitas dan pangsa pasar dengan nilai STAS 5,615; (4) Melakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan terutama peningkatan keterampilan SDM dan manajemen pemasaran untuk menghadapi tingkat persaingan yang semakin tinggi dengan nilai STAS 5,069; (5) Menjalin kerjasama dengan perbankan untuk melakukan pengembangan usaha dan memperluas wilayah pemasaran ke wilayah pasar Jabotabek dengan nilai STAS 4,994; (6) Meningkatkan keamanan dan kesehatan ternak dengan menjaga kebersihan,pemberian vaksin dan proses pemeliharaan yang tepat dengan nilai STAS 4,525; (7) Meningkatkan kontrol kepada peternak mitra dengan membuat kontrak tertulis mengenai standar produk untuk meningkatkan kualitas telur yang berasal dari mitra dengan nilai STAS 4,160; (8) Menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar dan melibatkan masyarakat sekitar dalam aktivitas pengembangan usaha dengan nilai STAS 2,751.

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN TELUR PUYUH PADA PETERNAKAN PUYUH BINTANG TIGA (PPBT) DI DESA SITU ILIR KECAMATAN CIBUNGBULANG KABUPATEN BOGOR MARLINDA SARI H34051087 Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperolah gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Agribisnis DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009 .

M. Lusi Fausia. 196003211986012001 Diketahui Ketua Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Dr. Ir.Judul Skripsi : Analisis Strategi Pemasaran Telur Puyuh Pada Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) di Desa Situ Ilir Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor Nama NIM : Marlinda Sari : H34051087 Disetujui. Pembimbing Ir.Ec NIP. MS NIP 195809081984031002 Tanggal Lulus : . Nunung Kusnadi.

Bogor. Sumber yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam bentuk daftar pustaka di bagian akhir skripsi ini. Juli 2009 Marlinda Sari H34051087 .PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul “Analisis Strategi Pemasaran Telur Puyuh Pada Peternakan Puyuh Bintang Tiga di Desa Situ Ilir Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor” adalah karya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun.

Selama mengikuti pendidikan. Penulis diterima di Institut Pertanian Bogor melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB pada tahun 2005 dan selanjutnya penulis diterima pada Program studi mayor Agribisnis dan minor Ekonomi Pertanian. Pendidikan lanjutan menengah atas di SMA Negeri 6 Bogor diselesaikan pada tahun 2005. Penulis adalah anak ketiga dari empat bersaudara dari pasangan Bapak Dadang dan Ibunda Mayanih. .RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Bogor pada tanggal 07 Agustus 1987. penulis aktif dalam berbagai kegiatan dan organisasi seperti Agrifarma. Penulis juga tercatat sebagai Asisten Responsi Mata Kuliah Ekonomi Umum selama empat semester yaitu pada tahun ajaran 2007/2008 sampai 2008/2009 dan Asisten Dosen Mata Kuliah Kewirausahaan selama satu semester pada tahun ajaran 2008/2009. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Selama kuliah penulis pernah mendapatkan dana pengembangan usaha dari Dikti melalui PKM Kewirausahaan yang berjudul “Permen Wortel sebagai Alternatif Jajanan Sehat” dan penghargaan sebagai Finallis Young Entrepreneur Award 2007 “VITA SWEET” serta sebagai Finallis Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa IPB Bidang Pendidikan pada tahun 2008 dengan judul “Pembelian Hak Cipta Buku Pelajaran Siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan?”. Penulis menyelesaikan pendidikan dasar di SD Negeri Cimanggis 03 pada tahun 1999 dan pendidikan menengah pertama diselesaikan pada tahun 2002 di SLTP Negeri 01 Bojonggede. Bina UKM dan kepanitian pada beberapa acara kemahasiswaan.

Untuk itu. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam penelitian ini dikarenakan adanya keterbatasan serta kendala yang dihadapi. Kabupaten Bogor” ini disusun untuk menyelesaikan studi dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen di Institut Pertanian Bogor. Juli 2009 Marlinda Sari . kritik dan saran yang membangun akan sangat diharapkan. Strategi pemasaran yang tepat dibutuhkan agar Peternakan Puyuh Bintang Tiga mampu bertahan ditengah tingkat persaingan pasar yang semakin tinggi. Harapan penulis. Bogor. Adapun pemilihan topik dari skripsi ini didasarkan kepada minat penulis terhadap bidang manajemen strategis dan pemasaran. semoga penelitian ini dapat bermanfaat dan berguna bagi siapapun yang membacanya.KATA PENGANTAR Puji Syukur kepada Allah SWT atas segala berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Analisis Strategi Pemasaran Telur Puyuh pada Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) di Desa Situ Ilir. Kecamatan Cibungbulang. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemasaran yang tepat bagi Peternakan Puyuh Bintang Tiga sesuai dengan kondisi eksternal dan internalnya.

UCAPAN TERIMAKASIH Skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik berkat bantuan beberapa pihak yang secara langsung maupun tidak langsung memberikan kontribusi selama proses penulisan skripsi ini.MM. Dr.Sc selaku dosen penguji utama dan Eva Yolynda Aviny. semoga persahabatan kita tetap abadi ya…). Ka Triatma. serta kesabarannya dalam mendidik penulis hingga akhirnya bisa menjadi seperti sekarang ini. jangan pernah menyerah!!!”.SE. Selain itu pada kesempatan ini penulis juga mengucapkan terima kasih kami kepada: 1. Febriantina Dewi. semangat. 3.Spt selaku manajer Peternakan Puyuh Bintang Tiga yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian dan membantu penulis dalam penyelesaian skripsi ini juga kepada seluruh karyawan PPBT atas bantuan dan .M. Riska Dwi Utami. 2.SP. perhatian dan keikhlasannya mengizinkan adiknya wisuda duluan he…he. Suhada. dukungan. Sahabat – sahabatku tersayang Rini Rahmawati.) 6. tersayang dan paling berarti dalam hidupku mama dan bapak atas kasih sayang. dan doa kepada penulis. semangat. Putri Wulandari. Maired Safdi Darma atas doa. 4. doa yang tiada henti – hentinya yang selalu dipanjatkan untuk penulis. Lusi Fausia.M.Adikku Iyad Mandagi “Sekarang saatnya kamu yang berjuang. Uci (kalian yang selalu ada untukku dan selalu mendukungku. 7.Ec selaku dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan serta saran-saran selama penyusunan skripsi ini. Ir.Ir. Bang Tiar (Atas doa. Firdania Permata Sari. semangat.. 8. Bapak Prastiyo.MS selaku pembimbing akademik penulis yang telah memberikan saran dan nasehat selama penulis kuliah.Msi sebagai dosen penguji dari departemen. Keluarga besarku yang juga selalu memberikan kasih sayang. Puji syukur penulis ucapkan atas Kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis akhirnya mampu menyelesaikan skripsi ini dengan baik. semangat dan perhatian yang selalu diberikan kepada penulis.Bayu Krisnamurthi. Bayu Agus Jumantara. Yang teristimewa. dukungan. 5.STP (Atas doa dan nasehatnya untuk selalu fokus dan jangan pernah menyerah).

Tim sukses seminar (Listy. Gita) atas kekompakkannya hingga kita bisa melewati dinginnya Ngamplang selama dua bulan dengan semangat. Dan buat semuanya yang sayang sama linda yang tak mungkin disebutkan satu persatu terima kasih banyak atas bantuan dan doanya. Nurul Istiamuji atas kerjasama dan kekompakkannya selama melakukan penelitian.Ayi) dan Mutiara Dewi sebagai pembahas pada seminar hasil penelitian terima kasih buat saran dan masukan – masukan yang sangat berarti.Uci. membuat aku merasa menjadi orang yang lebih berarti dan bermanfaat. Saudara seperjuangan ke IICC Gusri Ayu Farsa atas kekompakkannya dalam banyak hal. 17. 11.informasi yang diberikan kepada penulis 9. you can” dan Neina Ayu sebagai rekan satu pembimbing.Septi. narsis bareng. untuk selalu saling menyemangati dan meneriakkan motto dari sahabatku Daud “if you think you can. 12. Seluruh dosen dan staf departemen Agribisnis yang telah mengajarkan banyak hal dan ilmu kepada penulis.Rachmat. bahkan terkadang kalian yang bisa membangkitkan kembali semangatku. 14. Sandro. Bapak Ohi Zajuli yang telah bersedia menjadi salah satu responden dari pihak eksternal perusahaan pada penelitian ini. Retno.Sarjul.Siti. Yanuary. Tim Gladikarya Cibodas Cikajang (wiyanto. Bogor. Tim Situ Ilir Suci Melani. angkatan 45 : A26 dan B17) kalian telah memberikan warna baru yang indah dalam hidupku. pokoknya masa – masa bersama AGB 42 akan selalu menjadi sebuah anugerah terindah bagiku. 13. Juga untuk Anak – anak Responsi Kewirausahaan Manajemen 44 jangan pernah berhenti bermimpi ya… 16.Riana. Juli 2009 Marlinda Sari . 15. 10.juga buat Keluarga baru ku di Garut makasih atas surprise party nya ultah yang ga akan bisa dilupain seumur hidup. Adik – adik Ekum ku (angkatan 44 : A3 dan B4. AGB 42 kalian memang yang terhebat! Keluarga yang telah mengajarkan aku banyak hal mulai dari semangat belajar.

......................................... 4....1........... 4... 1 1........ 9 2..1 Pemasaran ......................................... TINJAUAN PUSTAKA .......................................... 5..............3 Visi dan Misi Peternakan Puyuh Bintang Tiga .............3 Analisi Lingkungan Internal .. 5......... 16 2........................... PENDAHULUAN ....................................2 Strategi Pemasaran ................................................................. 4... 17 III......................4 Tahap Keputusan ........................... 9 2........................5..............1...............1 Penelitian Puyuh ......................1 Kerangka Pemikiran Teoritis ......5 Pemeliharaan Ternak Puyuh .1...................1 Burung Puyuh .....................1 Latar Belakang ..........................2 Jenis dan Metode Pengumpulan Data ..........3 Tahap Pencocokan (Matcing Stage) ...........3 Perkandangan ................................................................... i DAFTAR TABEL ............................2 Kerangka Pemikiran Operasional .1..........1................................... vi DAFTAR LAMPIRAN ....... 3............2 Tahap Masukan (Input Stage) ..................................................................................1........... IV. 8 1....5............. 4...... 5...........................................................................2................. 15 2........................................................... 4. 9 2........1 Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal Perusahaan ......................................................2 Penelitian Terdahulu ............................. 3..............................................1 Sejarah dan Perkembangan Peternakan Puyuh Bintang Tiga ............ iv DAFTAR GAMBAR ................................................................................ 3. 1 1.....................2....3 Tujuan Penelitian ....................................................... 16 2...................................................................... 5..................1....................................................4 Pengolahan Data .......... 11 2......... 8 II.....................2 Strategi Pemasaran ......1.........................................................................................................6 Permodalan ....................4 Skala Usaha Peternakan Puyuh Bintang Tiga ........................DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI .....5 Metode Analisis Data ......5.............................................. vii I................................................................................................................... 17 2...... 4...3 Metode Penarikan Sampel ........................... KERANGKA PEMIKIRAN ................................................................................ 3...........................2 Lokasi dan Keadaan Peternakan Puyuh Bintang Tiga .............................................. V........ 5 1.................................2 Perumusan Masalah ...............4 Analisis Lingkungan Eksternal ............... 5...........................................................................6 Penyakit Puyuh .......... 3.......... 4.......................................................................5 Aspek Organisasi dan Manajemen Perusahaan ............. 17 2...............1............ GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ...................... 4....................... 4.................. 3.................4 Kegunaan Penelitian .................................. METODOLOGI PENELITIAN ......5.................................................5 Tahapan Perencanaan Strategis ................................................................1 Lokasi dan Waktu Penelitian ..............................................1...........4 Penyiapan Bibit ................................1.....1 Manfaat Beternak Puyuh ....................... 3..................................................................... 12 2.................................... 5.. 20 20 20 26 28 32 36 38 41 41 41 42 42 42 42 43 47 50 53 53 54 57 58 58 60 ..........................................................................2 Skala Usaha dan Program Pemeliharaan ...............................

. 6.. 5.1 Kesimpulan .................................................4...2 Kekuatan Sosial............................. 6.......................2 Unit Bisnis Puyuh Pembibit .................................... 6.......... 6..........................9 Strategi Pemasaran Perusahaan ....... 6........................ hukum.....................2 Ancaman Masuknya Pendatang Baru . budaya.....1....... 6....5............... 6....... 6............................ 6...............................................3 Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan .................. 6......5 Penelitian dan Pengembangan ................1 Analisis Lingkungan Internal Perusahaan ........................................................................................... 6.............. 6....1... 6.......3 Unit Bisnis Pakan Ternak ....1 Unsur Strategi Persaingan ...........9.....2 Pemasaran ......................................1 Manajemen Sumber Daya Manusia .............................. 6....................4 Identifikasi Peluang dan Ancaman .....6 Sistem Informasi Manajemen .......................................... 6.............5............... 5........5........1....................... KESIMPULAN DAN SARAN .................. 6.............2........................................................ 6....2 Ancaman ............... VI...................8.........2 Matriks IE (Internal – Eksternal) .................. 6.......................... 6........5....................4.......2 Kelemahan ....2 Analisis Lingkungan Eksternal Perusahaan ..............2.....4 Penentuan Prioritas Strategi Berdasarkan Matriks QSP ...........................9............................5...............................2................. VIII.. 5.............1.........................................1..........2.1 Unit Bisnis Budidaya Puyuh Petelur ......................... 6.....................................................................8 Unit Bisnis Perusahaan ................ 7.....8........3 Ancaman Produk dan Jasa Pengganti ................ 8.......... demografi dan lingkungan ....2 Analisis Matriks EFE (Eksternal Factor Evaluation) .................. 5........................ VII.............................................. 7................................ 7....4 Kekuatan Teknologi ..........1 Kekuatan ... 8..........................5.........2.....3 Keuangan dan Akuntansi ....................................1 Peluang ...... 5...........................................................................1 Persaingan Antar Perusahaan Sejenis ........................... LAMPIRAN ............1 Analisis Matriks IFE dan EFE .............................................................................2............... 5.............5 Kekuatan Tawar Menawar Pembeli/konsumen ...................2... 6........................................3 Matriks SWOT ........ ANALISIS LINGKUNGAN PERUSAHAAN ........................................................1....................... 6......................................2.............8............................. dan pemerintah .............4 Produksi ...................... 6............................................2 Saran ...................................... DAFTAR PUSTAKA ............................. 7.............................................2........................... PERUMUSAN ALTERNATIF STRATEGI ...... 6..............1.. 7.......................4 Kekuatan Tawar Menawar Pemasok ....................................... 61 61 61 61 62 63 63 65 70 70 70 74 75 76 79 80 80 80 81 84 85 85 85 86 86 87 89 90 90 93 95 96 98 101 101 101 103 104 106 114 118 118 120 121 123 .............................2 Strategi Bauran Pemasaran Perusahaan .........2.........7 Hubungan Kerjasama ......................5 Kekuatan Kompetitif ........... 5............................1 Kekuatan Ekonomi ........................3 Kekuatan Politik.............................................................................3...3............1..................... 7........1 Analisis Matriks IFE (Internal Factor Evaluation) ............

......................................................... 82 23......... Kandungan Zat – zat Makanan dalam Daging Mentah dan Matang Dalam Burung Puyuh . Produksi Jagung Pipilan Kering di Jawa Barat .............DAFTAR TABEL Nomor Halaman 1................... Upah Minimum Regional Kabupaten Bogor ............................................................................................ 46 10... 55 15................. Penilaian Bobot Faktor Strategi eksternal perusahaan ............................................ Daftar Pesaing di Wilayah Pemasaran PPBT ..................................... 83 24....................... Matriks EFE .................... Data Karyawan PPBT ........ Konsumsi Rata – Rata Perkapita Seminggu Untuk Telur Puyuh dan Telur Ayam Ras Menurut Golongan Pengeluaran PerKapita Sebulan ........... 79 21................ 44 9.................................................... 6 7............................... 50 13................................... 5 6.. 66 16......................................... 81 22........ 88 27. Daftar Pemasok Bahan Baku Pakan PPBT .................. Perkembangan Populasi Ternak ......... Konsumsi Rata – rata Per Minggu untuk Jenis Telur Berdasarkan Pengeluaran Rata – rata Per Kapita Sebulan .................... 10 8............................................................ Matriks IFE ............ Wilayah Pendistribusian Telur Puyuh PPBT ............................. 52 14...................... Matriks Perencanaan Strategi Kuantitatif (QSPM) ......... 47 11........................................ Pasar Sasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga .......................... 87 26. Matriks SWOT ......... Komposisi Energi.................................... 5 5...........Bobot dan Skor Pangan dalam Pola Pangan Harapan ........................... 84 25............................... 4 4................ Kepemilikan Asset Peternakan Puyuh Bintang Tiga ...... Banyaknya Telur yang dihasilkan Oleh Peternak Mitra PPBT .......... Produk Domestik Bruto Atas Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha .... Perbedaan Susunan Protein dan Lemak telur Unggas ..................... Produk Domestik Regional Bruto Per Kapita Tanpa Migas Atas Dasar Harga Konstan 2000 menurut Provinsi ....... Penilaian Bobot Faktor Strategis Internal Perusahaan .......................................................................................... Perkembangan Rata – rata Produksi Telur Per Bulan ............ 71 18............. Perkembangan Harga BBM Tahun 2008-2009 .. 1 2.................................... 78 20..................... 3 3..... 67 17. Program Kesehatan Puyuh Petelur di PPBT ..................... 47 12.............................. Jumlah Penduduk (dalam ribu) Menurut Provinsi ............................ 88 ................ 72 19....................................

....28.................. 116 ................. 103 32.......................... 102 31................................. Daftar Peternakan Puyuh Di Bogor ..................... Matriks IFE (Internal Factor Evaluation) ....................................................................................... 99 30........................... 92 29.. Daftar Pelanggan PPBT ......... Matriks QSP Peternakan Puyuh Bintang Tiga ..... Matriks EFE (Eksternal Factor Evaluation) .....

..................... 68 11........ Proses Pengambilan Telur hingga Siapa di Pasarkan ........................................ 34 5..... Langkah – Langkah dalam STP ...................................... Matriks Internal – Eksternal (IE) .. Kekuatan – Kekuatan yang Mempengaruhi Industri ................................................................... Empat Komponen P dalm Bauran Pemasaran ... 40 7....................................... 23 3................... 105 ............................................ 77 13............................ Matriks Internal – Eksternal (IE) Peternakan Puyuh Bintang Tiga .... Kerangka Kerja Analitis Untuk Perumusan Strategi ........... 22 2................... Struktur Organisasi PPBT . 55 9................. Strategi Bauran Pemasaran ......... Diagram Alur Kerangka Pemikiran Analisis Strategi Pemasaran Telur Puyuh ................. 48 8. 37 6.......... 76 12................................. 25 4................DAFTAR GAMBAR Nomor Halaman 1..................................................................... 59 10.................... Denah dan Tata Letak PPBT ................................................................................... Alur Proses Pemeliharaan pada PPBT ..................................... Saluran Distribusi Telur Puyuh PPBT ............

.............. 124 2................. 145 10........ Proses Kegiatan Pemeliharaan Puyuh Petelur Setiap Hari ........................................................... 148 13..................................................... Kuisioner Penelitian ........................................... Hasil Olahan Matriks QSP ......................................................................................... Matriks SWOT Pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga ......................................................... 139 6....................... Hasil Pengisian Kuisioner QSPM untuk Menentukan Attractiveness Score Pada Strategi 6 ....................... Hasil Pengisian Kuisioner QSPM untuk Menentukan Attractiveness Score Pada Strategi 3 ................................................................................................................................................................. 149 14............. 154 ... Hasil Pengisian Kuisioner QSPM untuk Menentukan Attractiveness Score Pada Strategi 7 ........... 125 3....... Hasil Pengisian Kuisioner QSPM untuk Menentukan Attractiveness Score Pada Strategi 5 ......................................... Hasil Pengisian Kuisioner QSPM untuk Menentukan Attractiveness Score Pada Strategi 4 ............ Hasil Pengisian Kuisioner Pembobotan Faktor Internal Perusahaan dan Rata – Rata Pembobotan ... Hasil Pengisian Kuisioner QSPM untuk Menentukan Attractiveness Score Pada Strategi 1 ......... 150 15................................ Tahapan Proses Produksi Pakan Pada Peternakan Puyuh Bintang Tiga .. 126 4................................. Jadwal Rencana Kegiatan Penyusunan Skripsi ............ Hasil Pengisian Kuisioner Pembobotan Faktor Eksternal Perusahaan dan Rata – Rata Pembobotan .............................................................. 142 8... Hasil Pengisian Kuisioner QSPM untuk Menentukan Attractiveness Score Pada Strategi 2 . 152 17... 146 11................................ 153 18............... Hasil Pengisian Kuisioner QSPM untuk Menentukan Attractiveness Score Pada Strategi 8 .......................................................................................... 147 12.......... Jenis – Jenis Penyakit yang Menyerang Puyuh .............................................................................. 144 9....... Hasil Pengisian Kuisioner Rating Faktor – Faktor Internal dan Eksternal Perusahaan ......................................................... 140 7..........................................DAFTAR LAMPIRAN Nomor Halaman 1... 151 16....................... 138 5............

346.8 4 Kehutanan ( Foresty) 17.2 34.6 134.6 77.950.5 33. and Fishery) setelah tanaman bahan pangan dan tanaman perkebunan seperti terlihat pada Tabel 1.075.561.346.430.072.7 17.5 Tanaman Perkebuan 2 ( Non Food Corps) 39.686.89 persen setiap tahunnya merupakan indikasi bahwa sektor ini semakin diminati oleh masyarakat sebagai .318.8 Peternakan dan Hasil hasilnya ( Livestock and 3 its Products) 32.176.7 Catatan : * Angka sementara/ preliminary figures ** Angka Sangat Sementara/ Very preliminary figures *** Angka Sangat Sangat sementara / Exremely preliminary figures 1 Data sampai semester 1/ Data up to first semester Sumber : BPS (2008) Berdasarkan Tabel 1 sektor peternakan terus mengalami pertumbuhan mulai dari 32.561.8 hal ini dikarenakan data pada tahun 2008 merupakan data yang diperoleh hanya sampai semester satu.1 Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadikan sektor peternakan sebagai salah satu tumpuan perekonomian masyarakat.8 129.401.419.801. sektor peternakan harus mampu menjadi sandaran perekonomian dan memiliki kontribusi yang cukup besar dalam pencapaian tujuan pembangunan perekonomian. Sebagai salah satu sektor yang menjadi andalan perekonomian bagi masyarakat. Tabel 1.I PENDAHULUAN I.0 42. Forestry.730.827. Livestock.9 41. peternakan.745. Pada tahun 2008 PDB untuk peternakan hanya bernilai 17.9 21.818.751.530.810. Produk Domestik Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2000 menurut Lapangan Usaha 2005 -2008 (Milliar Rupiah) Tahun Lapangan Usaha 2008*** 1 Industrial Origin 2005 2006* 2007** No Tanaman Bahan Makanan 1 ( Farm Food Corps) 125. kehutanan dan perikanan ( Agriculture. Kemampuan dari sektor peternakan sebagai salah satu andalan perekonomian Indonesia dapat dilihat dari besarnya sumbangan sektor ini pada Produk Domestik Bruto Indonesia yang menempati urutan ketiga di bidang pertanian. Namun berdasarkan laju pertumbuhan rata – rata sebesar 2.4 7.7 5 Perikanan ( Fishery) 38.7 pada tahun 2007.3 18.1 43.548.9 16.5 pada tahun 2005 menjadi 34.530.6 41.9 16.

sektor peternakan juga merupakan sektor yang sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi masyarakat terutama dalam mendukung tercapainya Pola Pangan Harapan (PPH) masyarakat. Sehingga keberadaan sektor peternakan sebagai penghasil sumber protein hewani bagi masyarakat mempunyai peranan penting dalam pencapaian pola pangan harapan masyarakat dan menjadikan sektor peternakan sebagai suatu peluang usaha yang potensial bagi masyarakat. Pada masa bertelur. rumah tangga miskin. Usaha peternakan yang banyak diminati oleh masyarakat saat ini salah satunya adalah usaha peternakan unggas. serta sangat miskin tersebar di beberapa kabupaten. Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan Jabar Lucki Rulyawan (2009) konsumsi pangan penduduk Jawa Barat berada di bawah pola pangan harapan (PPH) yaitu sebesar 84. Salah satu peternakan unggas yang saat ini kembali diminati oleh masyarakat adalah peternakan puyuh. Berdasarkan hasil penelitian Cahyaningsih (2008) terhadap pola konsumsi pangan masyarakat Jawa Barat diketahui bahwa konsumsi protein hewani penduduk Jawa Barat sebesar 164. hal ini dikarenakan beberapa keunggulan yang dimiliki oleh ternak puyuh diantaranya kemampuan produksi telurnya cepat dan tinggi (Listiyowati dan Roospitasari. minyak dan lemak. Puyuh betina mampu bertelur saat berumur sekitar 41 hari. Hal ini dikarenakan peternakan unggas merupakan usaha yang dapat diusahakan mulai dari skala usaha rumah tangga hingga skala usaha besar.mediaindonesia.8 dengan konsumsi energi masih didominasi kelompok padi-padian.1 kkal sedangkan konsumsi protein hewani masyarakat berdasarkan pola pangan harapan Deptan dalam Adicita (2008) sebesar 240 kkal. hal ini menunjukkan bahwa konsumsi protein hewani masyarakat Jawa Barat masih dibawah harapan. dalam satu tahun dapat dihasilkan 1 250 – 300 butir telur dengan berat rata – rata 10 www.lapangan usaha yang dapat diandalkan sebagai tumpuan harapan pembangunan ekonomi di Indonesia. Selain sebagai sumber penghasilan bagi masyarakat. Sehingga diperlukan motivasi terhadap pencapaian target PPH untuk meningkatkan skor PPH provinsi tahun 2015 menjadi 100 serta meningkatkan pola konsumsi pangan penduduk berbasis sumber daya lokal1.2007).com didownload tanggal 11 juni 2009 .

3 13.7 13.4 13.000 konsumsi telur puyuh pada tahun 2006 sampai 2007 mengalami penurunan hal ini dikarenakan golongan masyarakat ini lebih menyukai mengkonsumsi telur ayam ras yang memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan telur puyuh sehingga dapat dinikmati secara bersama – sama dalam jumlah yang lebih sedikit.1 13.8 13.1 1. Keunggulan dari segi kandungan gizi inilah yang menjadikan telur puyuh semakin diminati oleh masyarakat yang dewasa ini semakin peduli terhadap kesehatan. Informasi perbandingan perbedaan susunan protein dan lemak telur unggas dapat dilihat pada Tabel 2.1 Sumber : Woodar. sedangkan kebutuhan proteinnya tetap terpenuhi.3 10.8 11. .3 12.0 1.1 (%) 0.1 (%) 11.7 1.5 0.9 13.0 11.9 0.0 Abu (%) 1. 1973 dan sastry.7 13. Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa permintaan terhadap telur puyuh terus mengalami peningkatan terutama untuk masyarakat dengan tingkat pengeluaran per kapita/bulan sebesar lebih dari Rp. 200. Hal inilah yang membuat telur puyuh sangat baik untuk diet kolesterol karena dapat mengurangi terjadinya penimbunan lemak terutama dijantung.9 0. Sedangkan untuk golongan pengeluaran per kapita/bulan kurang dari Rp.3 14.8 1. Jika ditinjau dari nilai kandungan gizi telur puyuh memiliki keunggulan dibandingkan dengan telur jenis lainnya. Data mengenai konsumsi telur puyuh dapat dilihat pada Tabel 3.200.7 1.1 0.9 0. yaitu dalam periode bertelur sekitar 9 – 12 bulan. et al. Tabel 2. Perbedaan Susunan Protein dan Lemak Telur Unggas Jenis Protein Lemak Karbohidrat Unggas Ayam ras Ayam buras Itik Angsa Merpati Kalkun Puyuh (%) 12.gram/butir.000. et al.8 1. Namun.0 1.1982 dalam Listiyowati dan Roospitasari (2007) Berdasarkan data pada Tabel 2 terlihat bahwa telur puyuh memiliki kandungan protein yang tinggi tetapi kadar lemak yang rendah.

112 0.134 0.000 0.040 0.000 .011 0.000 dan lebih 0.169 0.154 500. Adanya peluang pasar menunjukkan adanya kesempatan untuk memperoleh keuntungan yang maksimum bagi pelaku usaha di sektor tersebut. I.052 0.499.000 .021 0.999 0.999 0. Tabel 3. Salah satu peternakan telur puyuh yang memanfaatkan peluang pasar ini adalah Peternakan puyuh Bintang Tiga yang terletak di Desa Situ Ilir Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor.102 0. Peternakan Puyuh Bintang Tiga merupakan peternakan yang saat ini sedang melakukan pengembangan usaha dengan terus meningkatkan .117 Sumber : BPS (2007 – 2008) Terjadinya peningkatan permintaan masyarakat terhadap telur puyuh merupakan peluang pasar yang dapat dimanfaatkan oleh para peternak Telur Puyuh.768 0.104 300.044 150.214 0.199.000 .097 0. Sehingga dibutuhkan suatu strategi pemasaran yang tepat bagi setiap perusahaan agar dapat memanfaatkan peluang tersebut secara maksimal dan mencegah berbagai ancaman yang datang dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan dengan sebaik – baiknya.2 Perumusan Masalah Salah satu peternakan telur puyuh yang terdapat di Bogor adalah Peternakan Puyuh Bintang Tiga yang terletak di Desa Situ Ilir Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor.043 0.069 200.047 0. Konsumsi Rata – Rata Per Kapita Seminggu Untuk Telur Puyuh dan Telur Ayam Ras di Indonesia Menurut Golongan Pengeluaran Per kapita Sebulan Telur Puyuh / Quail Telur Ayam Ras/ Boiler Egg (Butir/unit) Egg (Kg) Golongan Pengeluaran per Tahun Tahun Tahun Tahun 2006 2007 2006 2007 Kapita Sebulan (Rp) Kurang dari 100.616 Rata .012 0.999 0.088 0.Rata per kapita 0.071 0.000 -149.050 0.meningkatnya konsumsi telur puyuh rata – rata perkapita masyarakat pada tahun 2006 sampai tahun 2007 merupakan suatu peluang yang dapat dimanfaatkan. Dengan demikian strategi pemasaran menjadi suatu hal yang sangat penting dan dibutuhkan agar perusahaan memperoleh keuntungan yang maksimal dan dapat bertahan dari persaingan.117 0.070 0.999 0.299.009 0.020 100.

Perkembangan jumlah produksi telur Peternakan Puyuh Bintang Tiga dapat dilihat pada Tabel 5. adanya sistem kemitraan yang dilakukan perusahaan dengan peternak – peternak puyuh skala rumah tangga hingga sedang yang ada didaerah Cibungbulang. Bahkan sampai akhir tahun 2009 Peternakan Puyuh Bintang Tiga akan menambah jumlah ternaknya sebanyak 12.Rata Produksi Telur Tahun Per Minggu (butir) Per bulan ( butir) Per bulan (peti) 2008 18. Lido dan Sukabumi juga akan menambah banyaknya telur yang harus dijual oleh perusahaan. Perkembangan populasi ternak puyuh pada Peternakan Puyuh Bintang Tiga dapat dilihat pada Tabel 4. Sehingga pada tahun 2008 Peternakan Puyuh Bintang Tiga kembali memulai usahanya dengan jumlah populasi ternak sebanyak 3000 ekor dan terus mengalami perkembangan hingga saat ini jumlah populasi ternak puyuh menjadi sebanyak 20. Tabel 5. Peningkatan ini akan terus terjadi seiring dengan adanya kegiatan pengembangan usaha yang akan dilakukan oleh perusahaan.750 255. Perkembangan Populasi Ternak Puyuh Peternakan Puyuh Bintang Tiga Tahun Jumlah Ternak Puyuh (Ekor) 2007 5000 2008 2009 Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (Maret 2009) 3000 20.000 ekor.000 72.jumlah populasi ternak puyuh yang dikelolanya. Tabel 4.000 ekor. Perkembangan Rata – Rata produksi Telur per bulan Rata .000 60 2009 63. .000 213 Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (Maret 2009) Pada Tabel 5 dapat diketahui rata – rata produksi telur Peternakan Puyuh Bintang Tiga terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Selain itu. Penambahan jumlah ternak ini secara langsung akan menambah jumlah produksi telur yang dihasilkan oleh Peternakan Puyuh Bintang Tiga.000 Berdasarkan data pada tabel 4 dapat diketahui bahwa pada awal berdiri tahun 2007 Peternakan Puyuh Bintang Tiga mempunyai populasi sebanyak 5000 ekor namun pada akhir tahun 2007 populasi ternak habis karena terkena virus Tetelo (Newcastle Disease).

peternak yang menjadi mitra dari PPBT juga akan melakukan kegiatan pengembangan usaha seperti yang dilakukan oleh peternak mitra yang ada di Cibungbulang yaitu peternakan milik bapak Ohi Jazuli yang akan menambah populasi ternaknya sampai akhir tahun 2009 sebanyak 12.200 butir per bulan (56 peti). Sleman dan Solo Jawa Timur Yogyakarta. Saat ini jumlah pasokan telur yang berasal dari peternakan yang menjadi mitra yaitu dari Sukabumi sebanyak 127.400 butir atau sekitar 425 peti.000 butir per bulan (50 peti) dan dari Cibungbulang sebanyak 67. Sementara itu.Sistem kemitraan yang dilakukan perusahaan yaitu para peternak mitra akan menjual telur puyuh yang dihasilkannya melalui Peternakan Puyuh Bintang Tiga dan Peternakan Puyuh Bintang Tiga akan memenuhi kebutuhan pakan dan bibit bagi peternak mitra. Blitar. Beberapa pasar yang saat ini menjadi pasar sasaran utama dari Peternakan Puyuh Bintang Tiga dapat di lihat pada Tabel 6.200 butir per bulan (106 peti). Selain itu. Adanya pasokan telur yang berasal dari peternak mitra akan semakin meningkatkan jumlah telur puyuh yang harus dijual oleh perusahaan ke pasar. Sleman dan Solo Yogyakarta. Pasar Sasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga No Pasar Sasaran Pesaing 1 Pasar Bogor Ardi(Sukabumi). Lido sebanyak 60. tingkat persaingan semakin tinggi dengan masuknya telur puyuh yang berasal dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor yang menjadi pasar sasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga menjadi suatu ancaman yang dapat menghambat kegiatan pemasaran yang akan dilakukan oleh perusahaan. dan Solo 2 Pasar Anyar Ardi (Sukabumi) 3 4 Pasar Cibinong Pasar Warung Jambu Yogyakarta. Tabel 6. Sumber : Data Primer ( Maret 2009) Berdasarkan data pada Tabel 6 dapat diketahui bahwa pada empat pasar yang menjadi target pasar utama dari Peternakan Puyuh Bintang Tiga mendapatkan .000 ekor dan adanya permintaan bibit puyuh dari daerah jonggol yang mencapai 5000 ekor yang juga akan menjadi mitra dari perusahaan juga akan ikut menambah jumlah telur yang harus dipasarkan oleh Peternakan Puyuh Bintang Tiga. Sehingga total telur yang harus dipasarkan PPBT dalam satu bulan sebanyak 509. Kediri. Sleman.

perusahaan dapat meningkatkan daya saing dalam industri peternakan unggas khususnya peternakan telur puyuh. meminimumkan kelemahan – kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. dan Cibungbulang semakin menuntut Peternakan Puyuh Bintang Tiga untuk memiliki strategi pemasaran yang tepat agar usaha yang dijalankan terus berkembang dan menghasilkan keuntungan yang maksimal. Keberhasilan dalam melakukan analisis lingkungan akan menentukan keberhasilan perusahaan untuk dapat bertahan hidup dan terus berkembang. Berdasarkan fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat persaingan yang besar di pasar wilayah Bogor yang berasal dari peternakan yang ada diluar wilayah Bogor. Solo dan Sukabumi yang merupakan sentra peternakan puyuh. Kediri. adanya kegiatan pengembangan usaha yang terus dilakukan oleh perusahaan serta sistem kemitraan yang dilakukan oleh perusahaan dengan peternak skala rumah tangga di daerah Sukabumi. Berdasarkan uraian diatas maka dapat dirumuskan beberapa perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : . Peran pihak manajemen sebagai pihak yang mengambil keputusan mengenai strategi pemasaran sangatlah penting. Sleman. terutama dalam hal menentukan dan menetapkan strategi yang paling sesuai bagi perusahaan. Lido.pasokan telur puyuh tidak hanya berasal dari daerah Bogor tetapi juga berasal dari luar wilayah Bogor yaitu telur puyuh yang berasal dari daerah Yogyakarta. Blitar. Agar dapat menyusun suatu strategi pemasaran yang tepat perusahaan harus mampu mengidentifikasi faktor – faktor lingkungan perusahaan yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan dalam merumuskan strategi pemasaran. Analisis lingkungan yang meliputi lingkungan internal dan eksternal ini bertujuan untuk mengetahui apakah perusahaan dapat memanfaatkan kekuatan – kekuatan yang dimiliki. Dengan demikian. Adanya peningkatan persaingan dengan adanya telur puyuh yang berasal dari luar wilayah Bogor. memanfaatkan peluang – peluang yang dimiliki oleh perusahaan dan mengantisipasi ancaman yang muncul dari lingkungan eksternal yang dihadapi oleh perusahaan.

Mengidentifikasi penerapan bauran pemasaran telur puyuh pada Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT). . Bagaimana penerapan bauran pemasaran telur puyuh pada Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT)? 2. Apakah faktor – faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemasaran telur puyuh pada Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT)? 3. 3. Bagi Perusahaan yaitu dapat membantu dalam menentukan strategi pemasaran yang tepat sehingga dapat mendukung kemajuan perusahaan.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan uraian pada latar belakang dan perumusan masalah.ilmu yang telah diperoleh selama kuliah pada kondisi aktual di masyarakat. 2. Merumuskan alternatif strategi pemasaran yang tepat bagi Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) sesuai dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan. 2. 3.4 Kegunaan Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi berbagai pihak yaitu: 1.1. I. Bagi penulis yaitu sebagai media untuk mengaplikasikan ilmu . Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal perusahaan yang mempengaruhi pemasaran telur puyuh pada Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT). maka penelitian ini bertujuan untuk : 1. Bagi pembaca diharapkan dapat memberikan informasi dan sebagai bahan perbandingan mengenai strategi pemasaran bagi perusahaan untuk penelitian selanjutnya. Alternatif strategi pemasaran apa yang tepat bagi Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) sesuai dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan? I.

Pada tahun 1870.1. Terdapat banyak jenis puyuh yang tersebar diseluruh dunia. Parameter tersebut dilihat dari mudahnya ditemukan penjual telur puyuh. Telur Saat ini telur puyuh sudah memasyarakat. sebutan untuk puyuh ini kemudian berubah menjadi beragam seperti common quail. Bahkan. Namun. Puyuh yang saat ini banyak diternakan untuk diambil telurnya adalah puyuh Coturnix-coturnix Japonica merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang.II TINJAUAN PUSTAKA 2. Jawa Barat. termasuk di Indonesia. 2. Sentra Peternakan burung puyuh di Indonesia banyak terdapat di Sumatera. eastern quail. besar – besaran ( komersial). bulu dan kotorannya pun masih memberi manfaat. Nilai jual puyuh disetiap umurnya cukup tinggi. beternak puyuh dapat dilakukan sebagai usaha baik kecil – kecilan (skala rumah tangga). kecuali Amerika. dan japanese king quail. maupun untuk usaha sampingan. telur tetas. Di Indonesia puyuh mulai dikenal dan diternakan sejak akhir 1979 dan terus berkembang hingga sekarang. baik pedagang sayur keliling. bibit. king quail. berkaki pendek.Jawa Timur dan Jawa Tengah. Burung puyuh dalam bahasa Jawa Indonesia disebut juga Gemak dan dalam Bahasa asingnya disebut “Quail”. lubang hidung berada dipangkal paruh dan dapat diadu.1 Burung Puyuh Puyuh adalah spesies atau subspesies dari genus coturnik yang tersebar diseluruh daratan. Burung puyuh termasuk kedalam hewan pemakan biji – bijian. tidak semua puyuh tersebut dapat dimanfaatkan sebagai penghasil pangan.1 Manfaat Beternak Puyuh Selain sekedar penyaluran hobi. puyuh jepang yang disebut japanese quail ( Coturnix-coturnix Japonica ) mulai masuk Amerika. baik telur konsumsi. . asiatic quail. pharoah’s quail. memiliki bulu loreng. a. ukuran tubuh relatif kecil. warung. hingga apkirannya. Namun. japanese grey quail. stubble quail. Saat ini baru beberapa jenis burung puyuh yang dikenal serta dipelihara untuk diambil daging dan telurnya.

toko, supermarket, bahkan asongan di jalan maupun kendaraan umum. Dalam pesta pun hidangan berbahan telur puyuh dapat ditemui dengan mudah. Secara umum komposisi kandungan telur puyuh adalah 47,4% albumin (putih telur), 31,9% Yolk ( kuning telur), serta 20,7% cangkang dan selaput tipis. Dari hasil penelitian, ketebalan cangkang telur puyuh sekitar 0.197 mm dan ketebalan membran/ selaput tipis 0.063mm. bobot telur puyuh rata – rata 10 gram atau sekitar 8% dari bobot tubuh puyuh betina. Puyuh betina mampu bertelur saat berumur sekitar 41 hari. Pada masa bertelur, dalam satu tahun dapat dihasilkan 250 – 300 butir telur , yaitu dalam periode bertelur 9 – 12 bulan. b. Daging Sekarang ini, pamor daging puyuh sudah tidak kalah dibandingkan dengan daging ternak lainnya. Daging puyuh mempunyai rasa yang enak, gurih, dan nilai gizinya tinggi. Daging puyuh mengandung 21.10% protein, sedangkan lemaknya hanya 0.7%. oleh sebab itu,daging puyuh sangat diperlukan bagi penderita penyakit tekanan darah tinggi untuk mengurangi konsumsi lemak. Kandungan zat makanan pada daging puyuh dapat dilihat pada Tabel 7. Tabel 7. Kandungan Zat – Zat Makanan dalam daging Mentah dan Matang Burung Puyuh Jumlah per 100 g Mentah Jumlah per 100 g Matang Zat Makanan Air 70.50 g 54.90 g Lemak 7.70 g 8.30 g Protein 21.10 g 19.40 g Abu 1.00 g 1.40 g Kalsium 129.00 g 66.00 g Fosfor 189.00 g 169.00 g Besi 1.50 mg 1.00 mg Thiamin 0.05 mg 0.05 mg Riboflavin 0.27 mg 0.27 mg Niasin 5.20 mg 5.20 mg Vitamin A 1636.00 IU 971.00 IU
Sumber : Siregar dan Samosir, 1981 dalam dalam Listiyowati dan Roospitasari (2007)

Pada umumnya, daging puyuh berasal dari puyuh apkir, yaitu puyuh betina yang kemampuan bertelurnya sudah menurun atau puyuh jantan yang tidak terpilih sebagai pejantan. Sebagian besar puyuh jantan sengaja diapkir karena bila

diternakkan hanya menghabiskan pakan sehingga akan memperbesar biaya pemeliharaan. Daging puyuh biasanya dijual di supermarket dalam bentuk karkas (utuh) dan dimasukkan ke dalam kemasan plastik tertutup. Ada dua macam bentuk karkas yang dijual yaitu new york dress dan ready to cook. Pada karkas new york dress, tubuh puyuh sudah dibersihkan dari darah dan bulu utuh. Sementara pada karkas ready to cook, tubuh puyuh bersih dari darah, bulu, kepala, kaki, dan seluruh isi rongga perut, kecuali hati, ampela dan jantung. Di Indonesia, penjualan daging puyuh secara komersial belum begitu lazim, kecuali di Jawa Tengah. c. Kotoran Bau kotoran puyuh lebih menyengat dibandingkan dengan kotoran ayam atau unggas lain. Apalagi bila puyuh diberi pakan berkadar protein tinggi. Namun, kotoran puyuh masih dapat dimanfaatkan sebagai pupuk yang sangat baik untuk tanaman sayur, tanaman hias, dan campuran bahan pakan (konsentrat) ternak. d. Hewan Laboratorium Dalam percobaan – percobaan laboratorium, puyuh selalu dipilih sebagai hewan percobaan. Ada beberapa dasar pertimbangan yang dipakai, yaitu siklus hidupnya yang relatif singkat. Seekor puyuh khususnya Coturnix coturnix japonica, sudah mencapai dewasa kelamin pada umur 41 hari dan menghasilkan telur. e. Tabungan Ternak puyuh dapat dijadikan sebagai tabungan. Dari beternak puyuh, peternak dapat memperoleh telur, bibit, dan apkiran. Bibit puyuh banyak dicari oleh peternak puyuh pemula untuk memulai bisnisnya. Sementara puyuh apkir dapat dijual sebagai ternak potong bila sudah tidak produktif lagi. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk tabungan karena puyuh dapat dimanfaatkan mulai dari bibit hingga puyuh apkir. 2.1.2. Skala Usaha dan Program Pemeliharaan Peternakan puyuh yang dikelola secara intensif memerlukan program pemeliharaan dan tata laksana yang baik untuk mendapatkan hasil yang optimal dan menguntungkan. Program pemeliharaan dan tata laksana harus dilakukan

dengan benar dan teratur sejak penetasan telur, pemeliharaan anakan puyuh, sampai masa apkir. a. Skala Usaha Besar Skala Usaha Besar adalah jika jumlah puyuh yang dipelihara lebih dari 8000 ekor. Menurut Abidin (2002) semakin besar skala usaha maka akan semakin beragam produk yang dihasilkan dan bisa dijual. Pengusaha ternak puyuh dalam skala besar biasanya melakukan hampir seluruh kegiatan pemeliharaan, dari penetasan, pemeliharan puyuh anakan (DOQ), pemeliharaan puyuh pembibit, dan petelur atau pedaging. b. Skala Usaha Menengah Peternak skala menengah biasanya memelihara jumlah ternak sebanyak 2400 – 8000 ekor. Bagi peternak skala menengah terdapat beberapa pilihan yaitu melakukan seluruh kegiatan pemeliharaan dari penetasan sampai pemeliharaan puyuh dewasa dengan populasi kecil atau hanya melakukan usaha pemeliharaan dari stater atau grower sampai dewasa. Pada skala usaha ini, usaha yang dapat dilakukan yaitu menghasilkan puyuh pembibit, petelur, atau pedaging. Namun, peternak di Indonesia umumnya lebih memilih beternak puyuh petelur, sedangkan puyuh apkiran dimanfaatkan sebagai puyuh pedaging/potong. Walaupun ada juga yang merangkap sebagai peternak puyuh pembibit. c. Skala Usaha Kecil atau Usaha Sampingan Peternak skala kecil atau sampingan biasanya hanya memelihara puyuh dari starter atau grower sampai apkir yaitu dari puyuh petelur menjadi puyuh pedaging. Kandang yang diperlukan hanya kandang untuk puyuh petelur. 2.1.3 Perkandangan a. Persyaratan Kandang Kandang merupakan salah satu komponen penting dalam pemeliharaan puyuh sebab disitulah setiap hari puyuh tinggal. Untuk itulah penentuan lokasi harus memperhatikan syarat - syarat agar puyuh tidak mengalami stres dan memiliki produktivitas yang tinggi. Kandang harus dibuat sebaik dan senyaman mungkin serta sesuai dengan syarat – syarat hidup burung puyuh. Menurut Agus G.T.K et al (2001) syarat – syarat hidup puyuh adalah sebagai berikut :

Hindarkan kandang dari percikan air. Jauhkan lokasi kandang dari kebisingan. f. Paling baik lantai terbuat dari bahan tras. e. Sistem litter dipakai di negara empat musim. b. lantai dibuat dari susunan bata merah atau campuran semen. Untuk menunjang hal tersebut sebaiknya dinding kandang dibuat dari kawat ram. Bubuk tersebut ditabur dalam wadah penampung kotoran. Lantai kandang sebaiknya bukan dari tanah atau tidak menempel pada tanah. b. Tidak hanya pada siang hari puyuh perlu cahaya. membunuh bibit penyakit. bau kotoran dapat dinetralisir dengan bubuk zeolit. Sinar matahari sangat diperlukan untuk menghangatkan puyuh dan kandang. saat malam hari puyuh pun tetap perlu penghangat. d. Lokasi yang terlalu lembab dapat mengakibatkan puyuh mudah terkena penyakit. c. puyuh akan terkena stres dan secara langsung akan berpengaruh terhadap produktivitas telurnya. Bila tidak memungkinkan. Pilihlah lokasi yang tidak menimbulkan genangan dan tidak terlalu lembab. Puyuh termasuk burung yang peka terhadap suara. Sistem Litter Penggunaan sistem litter masih jarang dilakukan di Indonesia. sebaiknya pilih lokasi usaha yang cukup jauh dari pemukiman atau tempat tinggal penduduk. dan menyuplai vitamin D. baik tidak langsung maupun langsung. a. Jaga kelancaran sirkulasi udara dengan membuat ventilasi udara dalam kandang. Sistem kandang yang biasa digunakan adalah sistem litter dan sangkar ( baterai).a. Jarak ideal antara tanah dan lantai kandang adalah 40 cm. Sistem litter menggunakan 80% sekam padi dicampur 15% kotoran sapi kering dan 15% kapur mati. pasir dan kapur. Supaya tidak terlalu lembab. Karena itu. Sistem Kandang Terdapat beberapa jenis kandang yang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing – masing. Kandang sebaiknya dibuat menghadap timur agar sinar matahari pagi bisa masuk kandang. Bila dibiarkan ditempat bising. Seandainya sekam padi . menghindarkan kelembaban. Karena kotoran burung puyuh berbau tajam. kandang perlu dilengkapi dengan penerangan yang cukup.

Puyuh masih sangat rentan terhadap terpaan angin dan kurang tahan udara dingin. Sedangkan kelemahannya adalah telur banyak tertutup oleh litter sehingga banyak terinjak oleh puyuh.tidak tersedia peternak dapat menggunakan serbuk gergaji sebagai pengganti. Jenis Kandang Puyuh baik dewasa maupun anakan selalu dikandangkan. Karenanya kandang DOQ perlu dilengkapi pemanas (brooder). Sisi kandang sebaiknya ditutup rapat. Maksudnya . b. Kandang DOQ atau Starter Puyuh disebut DOQ atau starter saat berada pada kisaran umur 1 – 21 hari. Pengelompokan ini akan memudahkan peternak untuk memberikan pakan. Manfaat dari sistem litter adalah dapat menghemat tenaga dan praktis karena litter tidak perlu dibersihkan setiap hati. Luas kandang yang dibutuhkan per 100 ekor puyuh pada umur 1-10 hari adalah 1 m2. Penempatan puyuh dalam kandang berdasarkan umur yang sama atau rata – rata sama. Dinding dan lantai terbuat dari kawat kasa/ram sehingga disediakan alas dibawah lantai untuk menampung kotoran (dropping board). Selain itu. kandang puyuh dibedakan menjadi berberapa jenis kandang yaitu : a. Dengan adanya tempat penampungan kotoran tersebut. pemeliharaan kebersihan ruangan tempat kandang berada lebih mudah dilakukan dan kotoran tidak menimpa kandang puyuh dibawahnya. Sistem Sangkar/ baterai Sistem sangkar paling banyak digunakan oleh peternak puyuh di Indonesia. Efek yang paling merugikan adalah mudahnya puyuh terserang penyakit pernapasan karena debu yang dihasilkan pada saat mengais dan ”mandi” litter. puyuh membutuhkan perlakuan ekstra hati – hati karena kondisi tubuhnya masih sangat lemah dan fungsi – fungsi fisiologis tubuhnya belum optimal. c. Pada periode ini. minum perawatan kesehatan dan pengambilan telur. kemudian dikurangi menjadi 60 ekor per m2 setelah mencapai umur 11 – 20 hari. pakan serta air minum puyuh akan kotor tercemar oleh litter. untuk memudahkan melakukan pengawasan bila ada yang sakit dan mengendalikan sifat kanibalisme. terutama pada malam hari. Sistem kandang ini mempunyai sirkulasi udara yang sangat baik sehingga dapat mencegah beberapa penyakit yang disebabkan oleh parasit. Menurut Abidin (2002) berdasarkan peruntukannya.

dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit. Kandang Induk dan Pejantan Kandang induk dan pejantan tidak berbeda dengan kandang puyuh grower dan layer.sehingga puyuh tidak harus dipindahkan dari satu kandang ke kandang lainnya. Kandang Grower Puyuh disebut berada pada masa grower jika sudah mencapai umur 20-45 hari. dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran. Produksi telur konsumsi. pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan. ada tiga macam tujuan pemeliharaan yaitu untuk : a. b. perbedaannya biasanya terletak pada kemiringan lantai kandang. biasanya setelah berumur 45 hari ( 6-7 minggu) sampai umur apkir (60 minggu). Kandang Layer Periode layer adalah periode saat puyuh mulai berproduksi. c.4 Penyiapan Bibit Sebelum memulai usahanya peternak harus memahami tiga unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan. kandang puyuh layer tidak berbeda dengan kandang grower. Jadi jika dalam satu kandang induk dan pejantan bibit ada 50 ekor puyuh. Yang perlu diperhatikan adalah isi kandang yaitu rasio antara induk dan pejantan 3-5 : 1. lantai perlu dibuat miring sekitar 10 – 20 derajat dengan tujuan mempermudah pengumpulan telur. Produksi daging puyuh. 2. d. . b. 10 -15 ekor diantaranya harus pejantan. Pada tahap ini juga dilakukan sexing yang bertujuan untuk memisahkan puyuh jantan dan betina dan proses seleksi terhadap puyuh betina yang beratnya sangat rendah dan cacat agar tidak memboroskan pakan.untuk menghindari udara dingin yang kurang baik bagi puyuh. Didalam kandang ini puyuh mempersiapkan diri menghadapi masa produksi. Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan.1. Kebutuhan kandang adalah 50 ekor/m2. setiap kandang harus dilengkapi dengan lampu pijar yang berfungsi sebagai brooder. Untuk memberikan kehangatan yang optimal. Penutup kandang sudah bisa dibuka secara bertahap. Jika harus dibedakan. Pada prinsipnya. Pada kandang layer.

. dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik. 2. Pemberian Vaksinasi dan Obat Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis sebagian dari dosis untuk ayam. Untuk pemberian minum pada anak puyuh dan pada bibitan terus-menerus.5 Pemeliharaan Ternak Puyuh a. Pemberian Pakan Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk. penyakit yang menyerang puyuh dapat menimbulkan morbiditas (tingkat kesulitan hidup pada individu atau kelompok ternak).1. Selain menimbulkan kematian.1. b. yaitu: bentuk pallet. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan dua kali sehari pagi dan siang. Sanitasi dan Tindakan Preventif Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini mungkin. Pemberian obat segera dilakukan apabila puyuh terlihat gejala-gejala sakit dengan meminta bantuan petunjuk dari PPL setempat ataupun dari toko peternakan (Poultry Shoup).c. c. 2. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). dinas peternakan setempat atau petunjuk dari Poultry Shoup. Pembibitan atau produksi telur tetas. Pengontrolan Penyakit Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan. remah-remah dan tepung. Menurut Listiyowati dan Roospitasari (2007) Beberapa penyakit yang sering menyerang puyuh dapat dilihat pada Lampiran 1.6 Penyakit Puyuh Puyuh termasuk salah satu unggas yang peka terhadap penyakit tertentu. d. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari.

komposisi fisik.2 Penelitian Terdahulu 2.2.Bogor) hasil analisis didapatkan total bobot IFE sebesar 2.5 % menyatakan bahwa media situs web burung puyuh sudah sesuai bagi mahasiswa STPP.2.000 tiap bulan. fisik dan kualitas telur puyuh (Coturnix coturnix japonica). komponen konstruksi yang dirancang telah diuji terhadap tegangan lentur. Penelitian ini akan menganalisis dari sudut pandang ekonomi yaitu akan menganalisis strategi pemasaran telur puyuh yang belum pernah dilakukan pada penelitian – penelitian sebelumnya.2. dan kualitas telur. 2. dan defleksi. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden umur 18 – 25 tahun. Hasil dari penelitian ini adalah penentuan lokasi dan tata letak berdasarkan ketersediaan sumberdaya dan kemudahan dalam perawatan. Ramlan (2007) menganalisis pengaruh substitusi bungkil kedelai dengan bungkil jarak pohon (Ricinus communis Linn) terhadap komposisi gizi. Sedangkan secara struktural. Suhaely (2008) meneliti perencanaan fasilitas fisik usaha ternak puyuh skala komersial di Kecamatan Ranca Bungur. Sedangkan perbedaannya terletak kepada topik penelitian. Penelitian ini mempunyai persamaan dan perbedaan dengan penelitian – penelitan terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ransum perlakuan tidak berpengaruh terhadap komposisi gizi. Bogor). tegangan geser. Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada kesamaan komoditi peternakan yang diambil yaitu puyuh petelur (Coturnix coturnix japonica).2 Strategi Pemasaran Saragih (2004) analisis strategi pemasaran POP NUGGET (Studi kasus pada PT. Mayoritas responden membelanjakan uang sakunya untuk keperluan mencari informasi sebesar ≤ Rp. Mayoritas responden sebanyak 87. Kabupaten Bogor.091 memposisikan perusahaan pada sel II dalam matriks IE yaitu menggambarkan perusahaan dalam kondisi internal rata – rata dan respon . Suprasari Pratama.1 Penelitian Puyuh Waluyo (2006) menganalisis tentang tingkat penerimaan media situs web burung puyuh pada mahasiswa (kasus pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Jurusan Penyuluhan Peternakan di Cinagara Kab.515 dan EFE sebesar 3. 50.

Penentuan prioritas strategi yang telah didapatkan dengan menggunakan matriks SWOT yaitu dengan menggunakan QSPM merekomendasikan strategi pengembangan pasar dengan skor tertinggi yaitu 5.688 dan matriks EFE didapatkan skor sebesar 3. dan integrasi horizontal. pengembangan produk. Pada penelitian ini akan diteliti strategi pemasaran telur puyuh yang . dan matriks QSP. Indo Prima Food Cikarang Bekasi yang merupakan salah satu perusahaan yang menjadi produsen sosis. Indo Prima Foods dari sembilan pilihan strategi yang diperoleh dari matriks SWOT dianalisis dengan menggunakan QSPM adalah mempertahankan dan meningkatkan jumlah pelanggan. Metode perumusan dan pemilihan strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan dilakukan berdasarkan analisis lingkungan internal dan eksternal. Prioritas strategi utama PT. Pasaribu (2008) menganalisis strategi pemasaran susu UHT (Ultra High Temparatur) pada PT. Sedangkan perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada komoditi yang diteliti. matriks IE.174 dan total skor EFE diperoleh sebesar 3.984. pengembangan pasar. Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu penelitian ini juga akan menganalisis strategi pemasaran dari suatu perusahaan. Ultrajaya Tbk yang merupakan salah satu perusahaan besar yang bergerak dalam industri pengolahan susu dalam negeri. Nainggolan (2008) Penelitian dilakukan pada PT.perusahaan terhapap faktor – faktor eksternal yang dihadapi tergolong tinggi.384 memposisikan perusahaan pada kuadran II (tumbuh dan bina) alternatif strategi yang paling sesuai yaitu strategi intensif dan integratif.081 yang menempatkan perusahaan berada pada sel I dalam matriks IE sehingga strategi yang tepat yaitu strategi penetrasi pasar. Berdasarkan matriks IFE didapatkan skor sebesar 2. Peningkatan jaringan distribusi akan meningkatkan wilayah pemasaran perusahaan. integrasi kebelakang. integrasi kedepan. Berdasarkan hasil analisis QSPM didapat bahwa strategi terbaik yang dapat dilakukan perusahaan yaitu . Penelitian ini akan menganalisis strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga. menambah jaringan pemasaran luar dan dalam negeri dan meningkatkan kinerja jaringan distribusi. Matriks SWOT. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh total skor IFE sebesar 3.

.tepat untuk bagi Peternakan Puyuh Bintang Tiga yang belum pernah dilakukan pada penelitian – penelitian sebelumnya.

Idealnya pemasaran hendaknya menghasilkan seorang pelanggan yang siap untuk membeli. Tujuan dari pemasaran bukan hanya untuk memperluas penjualan tetapi untuk mengetahui dan memahami pelanggan sehingga produk atau jasa yang ditawarkan cocok dengan pelanggan dan selanjutnya produk tersebut dapat menjual dirinya sendiri.1 Kerangka Pemikiran Teoritis 3. Menurut David (2006) pemasaran dapat digambarkan sebagai proses mendefinisikan.III KERANGKA PEMIKIRAN 3. mengantisipasi. menyerahkan dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang unggul. menciptakan. menyerahkan. mengkomunikasikan. dan manajerial. menyerahkan nilai dan mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan para pemilik saham. Asosiasi Pemasaran Amerika menawarkan definisi formal yaitu pemasaran adalah satu fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan. budaya. Salah satu definisi pemasaran terpendek adalah “memenuhi kebutuhan secara menguntungkan”. ekonomi.1 Pemasaran Kegiatan pemasaran berhubungan dengan mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan masyarakat. Penjualan berfokus pada kebutuhan penjual untuk mengubah . serta memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan atas barang dan jasa. politik. menjaga dan menumbuhkan pelanggan dengan menciptakan. Theodore Levitt dar harvard menggambarkan perbedaan pemikiran yang kontras antara konsep penjualan dan pemasaran. Kotler dan Keller (2007) mendefinisikan manajemen pemasaran sebagai seni dan ilmu memilih pasar sasaran dan mendapatkan. Rangkuti (2006) pemasaran adalah suatu proses kegiatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial.1. Akibat dari pengaruh berbagai faktor tersebut adalah masing – masing individu maupun kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan dengan menciptakan. Konsep pemasaran menegaskan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan adalah perusahaan harus lebih efektif dibandingkan para pesaing dalam menciptakan. menawarkan dan menukarkan produk yang memiliki nilai komoditas. dan mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang dipilih.

sementara pemasaran mempunyai gagasan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan lewat sarana – sarana produk dan keseluruhan kelompok barang yang dihubungkan dengan hal menciptakan. dan ada sebuah dorongan untuk memenuhinya. g) Pasar dirumuskan sebagai mereka yang membeli barang sekarang. digunakan atau dikonsumsi. Pada dasarnya kepuasan pelanggan inilah yang menjadi tujuan setiap pemasaran. Amir (2005) mengklasifikasikan konsep dasar pemasaran menjadi delapan konsep yaitu : a) Kebutuhan adalah kondisi dimana kita merasa kekurangan atas suatu barang tertentu. d) Produk adalah apa saja yang dapat ditawarkan kepada pasar agar dapat dibeli. termasuk mereka yang potensial untuk barang tersebut. . f) Kepuasan pelanggan adalah sejauh mana manfaat sebuah produk dirasakan (perceived) sesuai dengan apa yang diharapkan pelanggan. b) Keinginan adalah kebutuhan manusia yang telah dibentuk oleh budaya dan kepribadian individu. Segmentasi pasar Segmentasi pasar adalah tindakan mengidentifikasikan dan membentuk kelompok pembeli atau konsumen secara terpisah. adalah keinginan manusia yan didukung oleh daya beli. Unsur Strategi Persaingan Unsur strategi persaingan dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu : a. kebutuhan produk. menyerahkan dan akhirnya mengkonsumsinya.produknya menjadi uang tunai. b. Masing – masing segmen konsumen ini memiliki karakteristik. c) Permintaan dalam konteks ilmu pemasaran. Rangkuti (2006) mengklasifikasikan unsur – unsur utama dalam pemasaran menjadi tiga unsur utama yaitu : 1. Targeting Targeting adalah suatu tindakan memilih satu atau lebih segmen pasar yang akan dimasuki. yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka. dan bauran pemasaran tesendiri. e) Nilai pelanggan (Customer Value) adalah sebuah konsep penting yaitu perbandingan antara nilai yang didapatkan dengan biaya total.

Bauran pemasaran. Membuat ukuran dari daya tarik pasar 4. Produk (product) Amir (2005) mendefinisikan produk adalah apa saja yang dapat ditawarkan kepada pasar agar dapat dibeli. atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan . Unsur Taktik Pemasaran Terdapat dua unsur taktik pemasaran yaitu : a. yang berkaitan dengan kegiatan – kegiatan mengenai produk.c. diminta. harga (price). harga. Tjiptono (1997) produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan. tempat (Place) dan promosi (promotion). promosi dan tempat. Membuat positioning untuk segmen sasaran 6. Positioning Positioning adalah penetapan posisi pasar. Unsur . Mengembangkan profil setiap segmen Penyasaran pasar ( Targeting) 3. Diferensiasi. Segmentasi pasar 1. Memilih segmen sasaran Positioning Pasar 5. Kegiatan membangun strategi pemasaran inilah yang membedakan diferensiasi yang dilakukan suatu perusahaan dengan yang dilakukan oleh perusahaan lain. dibeli.unsur bauran pemasaran secara garis besar terdiri dari bauran produk (Product). Tujuan Positioning ini adalah untuk membangun dan mengkomunikasikan keunggulan bersaing produk yang ada di pasar ke dalam benak konsumen. b. a. Unsur – unsur bauran pemasaran dapat dilihat pada gambar 2. Mengindentifikasi basis segmentasi 2. dicari. digunakan. Membuat bauran pemasaran untuk segmen sasaran Gambar 1. Langkah – langkah dalam STP Sumber : Amir (2005) 2. yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan mereka. digunakan atau dikonsumsi. yang berkaitan dengan cara membangun strategi pemasaran dalam berbagai aspek di perusahaan.

David (2006) mengemukakan terdapat lima pemangku kepentingan utama yang mempengaruhi keputusan penetapan harga yaitu konsumen. Amir (2005) mengemukakan terdapat dua metode penetapan harga yaitu : . Menurut Kotler dalam Amir (2005) harga adalah jumlah keseluruhan nilai yang diperlukan konsumen untuk manfaat yang didapatkan atau digunakan atas produk dan jasa. Produk bisa berupa manfaat tangible maupun intangible yang dapat memuaskan pelanggan. Selain produk juga dapat didefinisikan sebagai persepsi konsumen yang dijabarkan oleh produsen melalui hasil produksinya. sedangkan ketiga unsur lainnya (Produk. Bauran Pemasaran Pasar Sasaran Produk Harga Promosi Keragaman Daftar Harga Promosi produk Rabat/ Diskon penjualan Kualitas Potongan Periklanan Desain harga khusus Tenaga Ciri Periode Penjualan Merek pembayaran Kehumasan/ Kemasan Syarat kredit public relation Ukuran Pemasaran Pelayanan langsung Garansi Imbalan Gambar 2. Empat Komponen P dalam Bauran Pemasaran Sumber : Kotler dan Keller (2007) Tempat Saluran pemasaran Cakupan Pasar Pengelompokan Lokasi Persediaan Transportasi b. pemasok distributor dan pesaing. Harga ( price) Harga merupakan satu – satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan. distribusi dan promosi) menyebabkan timbulnya biaya atau pengeluaran (Tjiptono. pemerintah.kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan. 1997).

lokasi toko peritel. dan /atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima.1997). 2. Tjiptono (1997) secara garis besar pendistribusian dapat diartikan sebagai kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen kepada konsumen. alat transportasi. Cost Based dan Value Based Cost Based Pricing penetapan harga didasarkan kepada berapa jumlah biaya yang sudah dikeluarkan. Distribusi David (2006) mengungkapkan Distribusi merupakan kegiatan yang mencakup pergudangan. rabat. menghitung biaya. Sedangkan strategi harga seperti diskon. cakupan distribusi. saluran distribusi. dan terakhir menentukan produk seperti apa yang sebaiknya ditawarkan. c. terutama elemen pesaing. baru kemudian menentukan harganya. Pada hakikatnya promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran. Sedangkan yang dimaksud dengan komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi. Kita menciptakan produk baru. sehingga akan mendapat perhatian dari konsumen terhadap produk yang dihasilkan. sistem kredit dan sebagainya merupakan promosi dalam bentuk harga. d. Going rate adalah penetapan harga yang selalu mengikuti pesaing. teritori penjualan.1. tingkat dan lokasi persediaan. mempengaruhi/membujuk. Ada beberapa tipe yang berbasis situasi persaingan yaitu going rate dan sealed-bid. Memulai pemahaman mendalam tentang apa sesungguhnya yang menjadi value bagi konsumen tersebut barulah kemudian pemasar menentukan harga yang sesuai dengan pendekatan ini . Saluran pemasaran . Promosi ( promotion) Promosi merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mengkomunikasikan keunggulan produknya. Competition Based Pricing Competition Based Pricing adalah penetapan harga yang memperhatikan faktor lingkungan. membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan (Tjiptono. penjualan partai besar dan peritel. Sedangkan Value Based Pricing lebih berangkat dari pelanggan terlebih dahulu.

harga. dan pengeluaran iklan dalam jangka pendek sedangkan mengembangkan produk baru dan memodifikasi saluran distribusi hanya dalam jangka panjang.yang dipilih dapat berupa distribusi langsung. Sebaiknya perusahaan senantiasa berusaha meningkatkan brand equity-nya. Perusahaan dapat mengubah harga. David A. ukuran tenaga penjualan. Bauran Promosi Periklanan Promosi penjualan Bauran Pemasaran Perus ahaan Harga layanan Produk Acara khusus dan Pengalaman Hubungan Masyarakat Pemasaran Langsung Penjualan Pribadi Gambar 3. pemasaran langsung.Aaker (1991. promosi penjualan. distribusi tidak langsung dan kombinasi keduanya. yaitu : a. dan penjualan pribadi untuk menjangkau saluran dagang dan pelanggan sasaran. yaitu nilai yang berkaitan dengan nama atau nilai yang dimiliki dan melekat pada suatu perusahaan. Merek atau Brand . Jika brand . jasa. acara khusus dan pengalaman. Unsur Nilai Pemasaran Nilai pemasaran dapat dikelompokkan menjadi tiga. 3. Strategi Bauran Pemasaran Sumber : Kotler dan Keller (2007) Saluran Distribusi Pelanggan Sasaran Gambar 3 menunjukan perusahaan mempersiapkan satu bauran tawaran produk. humas. serta memanfaatkan satu bauran komunikasi dari iklan.1996) dalam Tjiptono dan Diana (2000) ekuitas merek adalah serangkaian aset (dan pasiva/liabilities) yang terkait dengan nama dan simbol merek tertentu yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh suatu produk atau jasa kepada suatu perusahaan dan/atau pelanggan perusahaan tersebut.

Proses yaitu nilai yang berkaitan dengan prinsip perusahaan untuk membuat setiap karyawan terlibat dan memiliki rasa tanggung jawab dalam proses memuaskan konsumen. baik secara langsung maupun secara tidak langsung. bukan dimulai dari “apa yang terjadi”. Kedua. Dalam perkembangannya. Pertama. Terjadinya kecepatan inovasi pasar baru dan perubahan pola kosumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). Hamel dan Prahalad (1995) dalam Rangkuti ( 2006) strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus – menerus dan dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan.equity ini bisa dikelola dengan baik. 3.2 Strategi Pemasaran Strategi merupakan alat atau cara yang digunakan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan. b. Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan. Rangkuti (2006) mendefinisikan strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan. Konsep – konsep tersebut adalah sebagai berikut : . keunggulan bersaing.1. Mereka dapat merasakan semua manfaat yang diperoleh dari produk yang mereka beli dan merasa puas karena produk itu sesuai dengan harapan mereka. perusahaan itu sendiri memperoleh nilai melalui loyalitas pelanggan terhadap merek yaitu peningkatan margin keuntungan. c. konsep mengenai strategi terus berkembang. dan efisiensi serta efektivitas kerja khususnya pada program pemasaran. Pemahaman tentang konsep strategi sangat menentukan kesuksesan strategi yang disusun. yaitu nilai yang berkaitan dengan pemberian jasa pelayanan kepada konsumen. Dengan demikian perencanaan strategis hampir selalu dimulai dari “ apa yang dapat terjadi”. para konsumen akan menerima nilai produknya. Kualitas pelayanan kepada konsumen ini perlu terus – menerus ditingkatkan. perusahaan yang bersangkutan setidaknya akan mendapatkan dua hal. Kotler dan Keller (2007) mengungkapkan strategi adalah suatu rencana permainan untuk mencapai sasaran. Pelayanan atau service. David (2006) mendefinisikan strategi adalah tindakan yang akan diambil untuk mencapai tujuan jangka panjang.

Semua kekuatan tersebut dapat diciptakan melalui penggunaaan seluruh potensi sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Perusahaan dapat memperoleh keunggulan bersaing yang lebih tinggi dibandingkan dengan pesaingnya jika ia dapat memberikan harga jual yang lebih murah daripada harga yang diberikan oleh pesaingnya dengan nilai/ kualitas produk yang sama. efisiensi produksi. kemudahan akses dengan bahan baku. pelayaan yang lebih baik. Suatu perusahaan yang memiliki kekuatan yang tidak mudah ditiru oleh pesaing dipandang sebagai perusahaan yang “Distinctive strategi”. Keunggulan bersaing disebabkan oleh pilihan strategi yang dilakukan perusahaan untuk merebut peluang pasar. dan penciptaan brand image yang positif serta sistem reservasi yang terkomputerisasi. b. Competitive Advantage yaitu kegiatan spesifik yang dikembangkan oleh perusahaan agar lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya. inovasi produk. persepsi terhadap keunggulan kinerja produk. dan sebagainya. Kemampuan memiliki riset pemasaran yang lebih baik merupakan manfaat bagi perusahaan karena dapat mengetahui secara tepat semua keinginan konsumen sehingga dapat menyusun strategi – strategi pemasaran yang lebih baik dibandingkan dengan pesaingnya. penggunaan sumber bahan baku yang tinggi kualitasnya. Semua itu merupakan keunggulan – keunggulan yang dapat diciptakan untuk memperoleh keuntungan dari pasar dan mengalahkan pesaing. pengggunaan jaringan distribusi cukup luas. Harga jual yang lebih rendah dapat dicapai oleh perusahaan dengan memanfaatkan skala ekonomis. Distinctive Competence yaitu tindakan yang dilakukan oleh perusahaan agar dapat melakukan kegiatan lebih baik dibandingkan dengan pesaingnya. Menurut Day dan Wensley (1988) dalam Rangkuti (2006) terdapat dua faktor yang menyebabkan perusahaan dapat lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya yaitu keahlian tenaga kerja dan kemampuan sumber daya. dan . penggunaan teknologi. seperti peralatan dan proses produksi yang canggih.a. Distinctive Competence menjelaskan kemampuan spesifik organisasi. Perusahaan juga dapat melakukan strategi diferensiasi dengan menciptakan persepsi terhadap nilai tertentu pada konsumennya misalnya.

Selain itu. strategi distribusi. 2) Marketing element strategies. misalnya strategi pemasaran. Tjiptono dan Diana (2000) mengemukakan terdapat tiga lingkup strategi pemasaran yang banyak menjadi acuan yaitu : 1) Marketing strategies.1. dan 3) Product market entry strategies mencakup strategi merebut.brand image yang lebih unggul.3 Analisis Lingkungan Internal Semua organisasi mempunyai kekuatan dan kelemahan dalam area fungsional bisnisnya. meliputi unsur individual bauran pemasaran. Strategi pada prinsipnya dapat dikelompokkan berdasarkan tiga tipe strategi yaitu : strategi manajemen. menjadi dasar untuk . strategi distribusi intensif. yang berfokus pada variabel – variabel pemasaran seperti segmentasi pasar. strategi organisasi dan strategi – strategi yang berhubungan dengan keuangan. strategi pengembangan pasar. strategi bertahan. 2006). Kekuatan dan kelemahan internal digabungkan dengan peluang dan ancaman eksternal dan pernyataan misi yang jelas. dan bauran pemasaran. strategi akuisisi. strategi mengenai keuangan dan sebagainya. strategi pengembangan produk. strategi penerapan harga. Misalnya apakah perusahaan ingin melakukan strategi pertumbuhan yang agresif atau berusaha mengadakan penetrasi pasar. seleksi atau ekslusif. strategi fokus juga dapat diterapkan untuk memperoleh keunggulan bersaing sesuai dengan segmentasi dan pasar sasaran yang diharapkan. Strategi manajemen meliputi strategi yang dapat dilakukan oleh manajemen dengan orientasi pengembangan strategi secara makro misalnya. misalnya strategi promosi “ push versus pull”. 3. positioning. Strategi investasi merupakan kegiatan yang berorientasi pada investasi. strategi pembangunan kembali suatu divisi baru atau strategi divestasi dan sebagainya. memanen atau melepaskan pangsa pasar. mempertahankan. identifikasi dan seleksi pasar sasaran. dan strategi penetapan harga “ penetrasi versus skimming price”. strategi investasi dan strategi bisnis ( Rangkuti. strategi produksi atau strategi operasional. Tidak ada perusahaan yang sama kuatnya atau lemahnya dalam semua area. Strategi bisnis sering juga disebut strategi bisnis secara fungsional karena strategi ini berorientasi pada fungsi – fungsi kegiatan manajemen.

formulasi strategi. termasuk manajemen. pengembangan. pengorientasian. Tujuan. Motivasi menjelaskan mengapa beberapa orang bekerja keras dan yang lainnya tidak. rentang pengendalian. dan pemecatan karyawan. strategi dan kebijakan memiliki kemungkinan yang kecil untuk berhasil jika karyawan dan manager tidak termotivasi untuk mengimplementasikan strategi setelah strategi diformulasikan. promosi. koordinasi. Area yang spesifik mencakup desain organisasi. Pengendalian terdiri dari empat tahap dasar yaitu : menetapkan standar kinerja. wawancara. serta juga pengelolaan hubungan dengan serikat pekerja. Pengorganisasian mencakup semua aktivitas manajerial yang menghasilkan struktur pekerjaan dan hubungan otoritas. Pekerjaan spesifik menyangkut peramalan. 5. pemasaran. desain pekerjaan. produksi atau operasi . dan penetapan tujuan. spesialisasi pekerjaan. pengkompensasian. Perencanaan terdiri atas semua aktivitas yang terkait dengan persiapan masa depan. pengembangan kebijakan. Pengendalian mencakup semua aktivitas yang dijalankan untuk memastikan operasi aktual sesuai dengan operasi yang direncanakan. mencakup aktivitas seperti perekrutan. Pengelolaan Staf (Staffing) juga disebut manajemen personel atau manajemen sumberdaya manusia (Human Resource Management). a. pengevaluasian. serta sistem informasi manajemen. pengujian. 4. penetapan sasaran.penetapan tujuan dan strategi. pemindahan. pemberian penyeleksian. David (2006) analisis lingkungan internal menekankan pada identifikasi dan evaluasi kekuatan dan kelemahan perusahaan pada area fungsional bisnis. penelitian dan pengembangan. Tujuan dan strategi ditetapkan dengan maksud memanfaatkan kekuatan internal dan mengatasi kelemahan. keuangan atau akuntansi. 3. pelatihan. 2. mengukur kinerja . perhatian. Pemberian Motivasi (motivating) didefinisikan sebagai proses mempengaruhi orang untuk mencapai tujuan tertentu. Faktor Manajemen Sumberdaya Manusia Fungsi manajemen terdiri atas lima aktivitas dasar yaitu : 1. pendisiplinan. pendemosian. kesatuan komando. dan analisis pekerjaan.

teritori penjualan. Distribusi menjadi penting terutama ketika perusahaan berusaha untuk mengimplementasikan pengembangan pasar atau strategi integrasi ke depan. dan menentukan strategi segmentasi pasar yang optimal. evaluasi strategi positioning pasar. 2006). cakupan distribusi. menghapuskan produk lama. 6. b. promosi penjualan. hubungan dengan pelanggan.dan kualitas produk. analisis informasi konsumen. 2. membandingkan kinerja aktual dengan standar kinerja yang direncanakan. model produk. Implementasi strategi yang berhasil biasanya bergantung pada kemampuan organisasi untuk menjual beberapa produk atau jasa. Riset Pemasaran (Marketing Research) adalah pengumpulan. merencanakan garansi. Aktivitas ini penting khususnya ketika perusahaan menjalankan strategi penetrasi pasar. dan analisis data secara sistematis tentang masalah yang berkaitan dengan pemasaran barang dan jasa. distributor dan pesaing. Ada tujuh fungsi dasar pemasaran yaitu : 1. dan peritel.individu dan organisasi. pencatatan. Pemasaran Pemasaran dapat digambarkan sebagai proses mendefinisikan. 5. Riset pemasaran dapat mengungkap kekuatan dan . Analisis pelanggan (Customer analysis) yaitu investigasi dan evaluasi kebutuhan. alat transportasi. penjual partai besar. dan melakukan tindakan korektif. penjualan pribadi. Penjualan Produk/Jasa. positioning produk dan merek. dan keinginan konsumen yang melibatkan administrasi survei pelanggan. dan menyediakan layanan konsumen. menentukan pilihan produk. pengemasan. mengembangkan profil pelanggan. publisitas. fitur produk. menciptakan serta memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan atas barang dan jasa (David. aspirasi. pemerintah. Penjualan (Selling) mencakup banyak aktivitas pemasaran seperti iklan. saluran distribusi. manajemen tenaga penjualan. lokasi toko peritel. Informasi yang dihasilkan oleh analisis pelanggan dapat menjadi penting dalam pengembangan pernyataan misi yang efektif. mengantisipasi. pemasok. dan hubungan dengan dealer. Distribusi mencakup pergudangan. 3. tingkat dan lokasi persediaan. Penetapan Harga dipengaruhi oleh keputusan lima pemangku kepentingan yaitu : konsumen. 4. Perencanaan produk dan Jasa mencakup aktivitas seperti uji pemasaran.

transformasi. Manajemen produksi/operasi berhubungan dengan input. instrumen. Likuiditas. arus kas. c. dan modal perusahaan dapat menghapuskan beberapa strategi dari alternatif yang layak. konsep. . Menentukan kekuatan dan kelemahan keuangan suatu organisasi merupakan hal yang penting guna memformulasikan strategi secara efektif. dan output yang bervariasi antar industri dan pasar. profitabilitas. Sistem informasi yang efektif dengan demikian mengumpulkan. Litbang dalam organisasi dapat memiliki dua bentuk dasar yaitu litbang internal dimana organisasi menjalankan departemen litbangnya sendiri dan kontrak litbang dimana perusahaan merekrut peneliti independen atau agen independen untuk mengembangkan produk spesifik. memberi simbol/kode. leverage. atau untuk memperbaiki proses produksi untuk menurunkan biaya. dan risiko yang berhubungan dengan keputusan pemasaran. prosedur. e. f. Sistem Informasi Manajemen Kegunaan sistem informasi manajemen adalah untuk memperbaiki kinerja suatu perusahaan dengan memperbaiki kualitas keputusan manajerial. Analisis Peluang yang melibatkan evaluasi terhadap biaya. d. Faktor keuangan sering kali mengubah strategi dan mengubah rencana implementasi. utilitas aset.kelemahan penting. Penelitian dan Pengembangan/ Litbang (research and Development) Pengeluaran litbang ditujukan pada pengembangan produk baru sebelum pesaing melakukannya untuk memperbaiki kualitas produk. Aktivitas produksi/operasi sering kali mewakili bagian terbesar dari aset sumber daya manusia dan modal suatu organisasi. dan teknik untuk mengumpulkan informasi. manfaat. dan peneliti pemasaran menggunakan berbagai skala. Keuangan dan Akuntansi Kondisi keuangan sering kali dianggap sebagai satu ukuran terbaik untuk posisi kompetitif dan daya tarik keseluruhan suatu perusahaan. Produksi atau Operasi Fungsi produksi/ operasi dari suatu bisnis terdiri atas semua aktivitas yang mengubah input menjadi barang dan jasa. modal kerja. Organisasi dengan kemampuan riset pemasaran yang baik memiliki kekuatan yang nyata dalam menjalankan strategi generik. 7.

Kekuatan Ekonomi Faktor ekonomi memiliki pengaruh langsung terhadap potensi menarik tidaknya berbagai strategi. Budaya. mensintesis dan menyajikan informasi dalam bentuk yang dapat menjawab pertanyaan penting operasi dan strategis. 3) kekuatan politik. pemerintah dan hukum. Jantung dari sistem informasi manajemen adalah database yang berisi berbagai catatan dan data yang penting bagi manajer. dan lingkungan.2007).1. 2. dan Lingkungan Perubahan sosial. dan pelanggan.menyimpan. Organisasi kecil. berorientasi laba dan nirlaba dalam semua industri telah dikejutkan dan ditantang oleh peluang dan ancaman yang berasal dari perubahan variabel sosial. demografi. 2) kekuatan sosial.4 Analisis lingkungan Eksternal Tujuan utama pengamatan lingkungan adalah melihat peluang pemasaran baru. Kekuatan Sosial. pasar. Khususnya bagi perusahaan – perusahaan yang produknya diangkat kekonsumen yang peka terhadap harga dan berpendapatan tinggi. Demografi. yang akan mengurangi penjualan dan laba jika tidak dilakukan tindakan pemasaran defensif (Kotler dan Keller. 3. dan 5) kekuatan Kompetitif. Para pemasar harus memperhatikan dengan cermat tren utama yang mempengaruhi pembelian karena tren tren itu bisa berdampak besar pada bisnis. jasa. Ancaman lingkungan adalah tantangan akibat kecenderungan atau perkembangan yang kurang menguntungkan. utang. Demografi. David (2006) kekuatan eksternal (external forces) dapat dibagi menjadi lima kategori besar yaitu:1) kekuatan ekonomi. 1. Budaya. Perusahaan harus merespon secara agresif atau defensif terhadap faktor – faktor eksternal dengan memformulasikan strategi yang mengambil keuntungan dari peluang eksternal atau yang meminimalkan pengaruh dari ancaman potensial. budaya. tabungan. dan ketersedian kredit terkini. harga . besar. Daya beli pada perekonomian bergantung pada penghasilan. dan Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap hampir semua produk. Beberapa perkembangan di lingkungan eksternal merupakan ancaman bagi perusahaan. 4)kekuatn teknologi. Peluang pemasaran adalah wilayah kebutuhan atau potensi permintaan pembeli dimana perusahaan dapat menggarapnya secara menguntungkan. .

perubahan posisi biaya kompetitif dalam suatu industri. dan membuat produk dan jasa saat ini menjadi ketinggalan zaman. pasar. dengan sesama. proses produksi. menciptakan siklus produksi yang lebih pendek. 4. 3. pelanggan. pandangan dunia yang merumuskan hubungan mereka dengan dirinya sendiri. praktik pemasaran. dan posisi kompetitif perusahaan secara dramatis. Kemajuan teknologi dapat menciptakan pasar baru yang menghasilkan penciptaan produk dan produk yang lebih baik. serta menghasilkan perubahan dalam nilai – nilai dan harapan karyawan. . atau pelangan. pemerintah. Masyarakat menyerap hampir tidak sadar. Kemajuan teknologi dapat mempengaruhi produk. jasa. Masyarakat membentuk keyakinan nilai dan norma. dan hukum dapat menjadi peluang atau ancaman utama untuk perusahaan kecil maupun besar. Kotler dan Keller (2007) daya beli diarahkan langsung pada barang dan jasa tertentu serta jauh dari barang dan jasa lain sesuai selera dan kesukaan konsumen. Perubahan teknologi dapat mengurangi atau menghilangkan hambatan biaya antar perusahaan. manajer dan pelanggan. Pemerintah. dan Hukum Faktor politik. Perubahan dalam undang – undang paten. distributor. fasilitas. bantuan khusus. Kekuatan Teknologi Kekuatan teknologi menggambarkan peluang dan ancaman utama yang harus dipertimbangkan dalam formulasi strategi. pemerintah dan hukum. pemasok. dengan masyarakat. pesaing.budaya. peraturan antimonopoli (antitrust). demografi. tarif pajak. Bagi perusahaan dan industri baru yang bergantung pada kontrak pemerintah atau subsidi. dan aktivitas lobi dapat mempengaruhi perusahaan secara signifikan. menciptakan kekurangan dalam keterampilan teknis. Kekuatan Politik. ramalan politik dapat menjadi bagian paling penting dalam analisis lingkungan eksternal. Peramalan politik dapat menjadi penting dan kompleks untuk perusahaan multinasional yang mengandalkan negara lain untuk sumber daya alam. dengan organisasi. dan lingkungan. Meningkatnya persaingan global menekankan kebutuhan akan peramalan yang akurat dalam bidang politik. Kemajuan teknologi dapat menciptakan keunggulan kompetitif baru yang lebih baik dari keunggulan saat ini. dengan alam sekitar dan alam semesta. distribusi produk.

Kekuatan Kompetitif Analisis kekuatan kompetitif atau analisis lingkungan industri (lingkungan mikro) dilakukan berdasarkan konsep Model Lima Kekuatan Porter ( Porter’s Five Forces model. Persaingan Antar Perusahaan Sejenis Persaingan antar perusahaan sejenis biasanya merupakan kekuatan terbesar dalam lima kekuatan kompetitif. karena pesaing semakin seragam dalam ukuran dan . PENDATANG BARU POTENSIAL Ancaman masuknya pendatang baru Kekuatan tawar – menawar Pemasok PARA PESAING INDUSTRI Kekuatan tawar – menawar Pembeli PEMASOK Persaingan di antara perusahaan yang ada Ancaman produk atau Jasa Pengganti PEMBELI PRODUK PENGGANTI Gambar 4. 5. Strategi yang dijalankan oleh suatu perusahaan dapat berhasil hanya jika mereka memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan dengan strategi yang dijalankan perusahaan pesaing. Intensitas persaingan diantara perusahaan sejenis cenderung meningkat karena jumlah pesaing semakin bertambah. indentifikasi dan evaluasi peluang dan ancaman teknologi utama dapat menjadi bagian terpenting dalam audit manajemen strategis. Menurut Porter (1991) hakikat persaingan suatu industri dapat dilihat sebagai kombinasi lima kekuatan seperti dapat dilihat pada gambar 4. Dalam industri berteknologi tinggi.Tidak ada perusahaan atau industri saat ini yang dapat mengisolasi diri dari kemajuan teknologi. Kekuatan – Kekuatan yang Mempengaruhi Industri Sumber : Porter (1991) a.

besarnya kebutuhan akan modal. karena permintaan produk industri menurun. Cara terbaik untuk mengukur kekuatan kompetitif produk substitusi adalah dengan memantau pangsa pasar yang didapat oleh produk – produk . kurangnya pengalaman. ketika perusahaan pesaing berbeda dalam hal strategi. serta ketika merger dan akuisisi menjadi umum dalam suatu industri. kuatnya prefensi merek. tugas penyusun strategi adalah untuk mengidentifikasi perusahaan yang berpotensi masuk ke pasar. dan sumber daya pemasaran yang lebih besar. dan potensi kejenuhan pasar. lokasi yang kurang menguntungkan. Ancaman Masuknya Pendatang Baru Ketika perusahaan baru dapat dengan mudah masuk ke dalam industri tertentu. ketika biaya tetap tinggi. ketika hambatan untuk meninggalkan pasar tinggi. dan karena pemotongan harga menjadi semakin umum. Persaingan juga meningkat ketika pelanggan dapat berpindah merek dengan mudah. Tetapi. hambatan untuk masuk dapat mencakup kebutuhan untuk mendapatkan teknologi dan pengetahuan khusus. ketika produk mudah rusak. perusahaan baru kadang – kadang memasuki suatu bisnis dengan produk yang berkualitas lebih tinggi. serangan balasan dari perusahaan yang sudah mapan. Ancaman Produk atau Jasa Pengganti Dalam banyak industri. b. kurangnya akses terhadap bahan mentah. kepemilikan paten. tempat merek berasal dan budaya. Tekanan kompetisi yang berasal dari produk substitusi meningkat sejalan dengan menurunnya harga relatif dari produk substitusi dan sejalan untuk biaya konsumen untuk beralih ke produk lain menurun.kemampuan. serta untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada saat ini. harga lebih rendah. Dengan demikian. untuk membuat serangan balasan apabila dibutuhkan. untuk memonitor strategi persaingan baru. perusahaan bersaing dekat dengan produsen produk substitusi dalam industri yang berbeda. dalam beberapa kasus bahkan membuat industri menjadi sangat tidak menarik. tarif. laba perusahaan menurun. Ketika persaingan antar perusahaan sejenis semakin intensif. Disamping berbagai hambatan masuk. kurangnya jalur distribusi yang memadai. c. intensitas persaingan antar perusahaan meningkat. peraturan pemerintah. tingginya kesetiaan pelanggan.

tersebut. Juga dengan memantau rencana perusahaan untuk meningkatkan kapasitas dan penetrasi pasar. d. Kekuatan tawar – menawar Pemasok/ Penjual Kekuatan tawar – menawar Pemasok/ Penjual (bargaining power of supplier) mempengaruhi intensitas persaingan dalam suatu industri, khususnya ketika ada sejumlah besar pemasok, ketika hanya ada sedikit barang substitusi yang cukup bagus, atau ketika biaya untuk mengganti bahan baku sangat mahal. Strategi ini efektif khususnya ketika pemasok tidak dapat diandalkan, terlalu mahal, atau tidak mampu memenuhi kebutuhan perusahaan secara konsisten. e. Kekuatan Tawar – menawar Pembeli/ konsumen Kekuatan posisi tawar – menawar pembeli menjadi berkembang jika mereka lebih terkonsentrasi atau terorganisasi, produk tersebut merupakan bagian yang signifikan dari biaya pembeli, produk tidak terdiferensiasi, biaya perpindahan pemasok/produk lain rendah, pembeli peka terhadap harga karena laba yang rendah, atau pembeli dapat melakukan integrasi kehulu. Untuk meningkatkan kontrol terhadap pembeli perusahaan dapat memilih pembeli yang memiliki posisi tawar yang paling rendah atau yang sulit mengganti pemasok, pertahanan yang lebih baik adalah mengembangkan tawaran unggul yang tidak dapat ditolak oleh para pembeli yang kuat. 3.1.6 Tahapan Perencanaan Strategis David (2006) mengungkapkan teknik perumusan strategi yang penting dapat diintegrasikan kedalam kerangka kerja pengambilan keputusan tiga tahap seperti terlihat pada Gambar 5. 1. Tahap Input Tahap ini akan memberikan informasi dasar untuk matriks di tahap pencocokan dan keputusan. Tahap ini meringkas informasi input dasar yang diperlukan untuk merumuskan strategi. Pada tahap ini kerangka kerja perumusan strategi terdiri atas matriks EFE, Matriks IFE, dan Matriks Profil Kompetitif (Competitive Profile Matriks - CPM). Tahap input membutuhkan penyusun strategi untuk mengkuantifikasi secara subjektif selama tahap awal dari proses perumusan strategi. Membuat keputusan kecil dalam matriks input berhubungan dengan tingkat penting relatif dari faktor

internal dan eksternal memungkinkan penyusun strategi untuk menghasilkan dan mengevaluasi strategi dengan lebih efektif. Penilaian intuitif yang baik selalu dibutuhkan untuk menentukan bobot dan peringkat yang sesuai. 2. Tahap Pencocokan Tahap ini berfokus pada menciptakan alternatif strategi yang layak dengan mencocokkan faktor eksternal dan internal kunci. Teknik tahap 2 mencakup matriks kekuatan – kelemahan - peluang - ancaman (Strengths- WeaknessOpportunities- Threats), Matriks Evaluasi Tindakan dan Posisi Strategi (Strategic Position and Action Evaluation- SPACE), Matriks Boston Consulting Group (BCG), Matriks Internal Eksternal (IE), dan Matriks Strategi Besar (Grand Strategy Matriks). Pada penelitian ini teknik yang akan digunakan adalah Matriks IE dan Matriks SWOT karena mudah dipahami dan dipelajari. TAHAP 1. TAHAP INPUT (INPUT STAGE) Matriks Evaluasi faktor Eksternal (Eksternal Factor Evaluation- EFE) Matriks Profil Kompetitif (Competitive Profile Matriks- CPM) Matriks Evaluasi Faktor Internal ( Internal Factor Evaluation IFE)

TAHAP 2. TAHAP PENCOCOKAN (MATCHING STAGE) Matriks KekuatanKelemahanPeluangAncaman (StengthWeaknessOpportunitiesThreats- SWOT) TAHAP 3. TAHAP KEPUTUSAN (DECISION STAGE) Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (Quantitative Strategic Planning Matrix- QSPM) Gambar 5. Kerangka Kerja Analitis untuk Perumusan Strategi
Sumber : David (2006)

Matriks Evaluasi Tindakan dan Posisi Strategis (Strategic Position

Matriks Boston Matriks internal Consulting Group Eksternal(IE) (BCG)

Matriks Strategi (Grand Strategy)

and Action EvaluationSPACE)

3. Tahap Keputusan Tahap keputusan melibatkan strategi tunggal yaitu Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (Quantitative Strategic Planning Matrix- QSPM). QSPM menggunakan input dari tahap 1 untuk mengevaluasi secara objektif alternatif – alternatif strategi yang layak dan dengan demikian memberikan dasar tujuan untuk memilih strategi spesifik. 3.2 Kerangka Pemikiran Operasional Adanya kegiatan pengembangan usaha dan sistem kemitraan dengan peternak skala rumah tangga dan sedang di Cibungbulang, Sukabumi, dan Lido, yang dilakukan oleh Peternakan Puyuh Bintang Tiga menuntut dilakukannya suatu analisis strategi pemasaran agar produk yang dihasilkan tetap dapat dipasarkan secara efisien sehingga akan menghasilkan profit yang maksimal. Selain itu, semakin meningkatnya persaingan dengan adanya telur puyuh yang berasal daerah Sukabumi, Yogyakarta, Sleman, Solo, Blitar dan Kediri yang masuk kedalam pasar di wilayah Bogor merupakan faktor yang mengharuskan perusahaan untuk memiliki suatu strategi pemasaran yang tepat dan terencana dengan baik, agar perusahaan dapat meningkatkan keuntungan yang akan diperoleh dan untuk menghadapi semakin besarnya persaingan yang terjadi di pasar sasaran. Perumusan strategi pemasaran dalam penelitian ini diawali dengan mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh perusahaan. Kemudian

mengidentifikasi strategi awal yang diterapkan oleh perusahaan yang dikaitkan dengan strategi bauran pemasaran yaitu : strategi produk (product), strategi harga (price), strategi tempat (place) dan strategi promosi (promotion). Hal ini bertujuan untuk melihat ketepatan strategi yang dilakukan untuk mencapai tujuan

perusahaan. Selanjutnya dilakukan analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman perusahaan yang akan membantu dalam merumuskan alternatif strategi pemasaran terkait dengan lingkungan yang dihadapi perusahaan saat ini. Selanjutnya analisis yang dilakukan terhadap lingkungan internal dirangkum dalam matriks IFE dan analisis yang dilakukan terhadap lingkungan eksternal dirangkum dalam matriks EFE. Total nilai yang dihasilkan pada matriks

IFE dan EFE kemudian menjadi input untuk menyusun matriks IE untuk mengetahui posisi perusahaan dan mengetahui strategi apakah yang dapat digunakan perusahaan berdasarkan posisinya tersebut. Tahap terakhir yang dilakukan yaitu melakukan pemilihan strategi pemasaran yang paling sesuai berdasarkan prioritasnya dengan menggunakan QSPM ( Quantitative Strategic Planning Matriks). kelemahan. Alur kerangka pemikiran operasional dapat dilihat pada Gambar 6. Strategi pemasaran yang memiliki tingkat kemenarikan paling tinggi akan direkomendasikan pada pihak perusahaan sebagai bahan pertimbangan dalam membuat strategi pemasaran. . peluang dan ancaman yang dihasilkan dari matriks IFE dan EFE kemudian dipadukan dalam Matriks SWOT untuk mendapatkan beberapa alternatif strategi pemasaran yang dapat diterapkan perusahaan. Faktor – faktor strategis yang menjadi kekuatan.

Keuangan atau akuntansi .Penelitian dan pengembangan . hukum. Diagram Alur Kerangka Pemikiran Analisis Strategi Pemasaran Telur Puyuh .Adanya persaingan yang tinggi dengan masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke dalam pasar sasaran di wilayah Bogor Analisis Strategi Bauran Pemasasaran Produk Harga Tempat Promosi Analisis lingkungan Eksternal .dan lingkungan .Kekuatan Ekonomi .demografi.Pemasaran .Kekuatan Kompetitif Matriks EFE Analisis Lingkungan Internal .Kekuatan politik.Kekuatan sosial.Manajemen Sumber Daya Manusia.Adanya kegiatan pengembangan usaha dan kegiatan kemitraan yang dilakukan perusahaan yang akan menambah jumlah output Perusahaan . Matriks IFE Formulasi Strategi Pemasaran ( Matriks IE dan SWOT) Penentuan Prioritas Strategi (QSPM) Rekomendasi Strategi Pemasaran Gambar 6. budaya.Sistem informasi manajemen.Peternakan Puyuh Bintang Tiga Analisis Masalah : . dan pemerintahan .Kekuatan Teknologi . .Produksi .

b. Data Primer a. kesediaan perusahaan untuk menerima penelitian ini menjadikan faktor kuat dalam menyelesaikan penelitian. 2. laporan penjualan dan pemasaran perusahaan). yaitu mengajukan beberapa pertanyaan secara lisan dengan pihak perusahaan dilengkapi dengan pertanyaan – pertanyaan yang dibuat secara tertulis. yaitu : 1. Kecamatan Cibungbulang.2 Jenis dan Metode Pengumpulan Data Analisis strategi pemasaran telur puyuh dalam penelitian ini memerlukan sejumlah data – data pendukung yang berasal dari dalam dan luar perusahaan.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Peternakan Puyuh Bintang Tiga di Jalan KH Abdul Hamid Km 3 Desa Situ Ilir.IV METODOLOGI PENELITIAN 4. Waktu pengumpulkan data dimulai pada bulan Maret sampai dengan April 2009. . Kabupaten Bogor. yaitu : data dan informasi perusahaan (Profil perusahaan. Wawancara. Kuesioner yaitu berupa daftar isian guna mendapatkan penilaian bobot dan peringkat (rating). c. Dinas Peternakan dan Perikanan. lembaga – lembaga pemerintahan dan institusi seperti Badan Pusat Statistika. serta informasi yang diperoleh melalui internet. Provinsi Jawa Barat. 4. Data – data yang diperlukan dapat diperoleh dengan menggunakan dua macam cara pengumpulan data. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Peternakan Puyuh Bintang Tiga merupakan salah satu peternakan penghasil telur puyuh terbesar yang terdapat di Kabupaten Bogor sehingga akan memudahkan dalam proses penelitian. Observasi (pengamatan) yaitu mengamati secara langsung semua kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan masalah penelitian. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dari kumpulan data yang dimiliki oleh pihak lain. Selain itu. studi pustaka dari perpustakaan.

karyawan tetap yang selama ini menjadi orang kepercayaan manajer dan satu orang dari pihak eksternal yaitu mitra usaha yang juga mantan pemegang saham dan salah satu pendiri Peternakan Puyuh Bintang Tiga.3 Metode Penarikan Sampel Teknik penarikan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu dengan memilih secara sengaja sampel yang akan diteliti sebagai responden. Analisis kekuatan eksternal dapat . 4. gambar dan uraian.4 Pengolahan Data Data hasil kusioner yang telah diisi dan dibobotkan dari reponden diolah dengan menggunakan program komputer Microsoft Excel 2007. Sehingga banyaknya responden pada penelitian ini sebanyak tiga orang. Analisis lingkungan eksternal perusahaan bertujuan untuk mengembangkan daftar yang terbatas tentang peluang yang dapat memberikan manfaat dan ancaman yang harus dihindari. produksi atau operasi . Selanjutnya akan masuk pada tahap masukan (input stage).5 Metode Analisis Data Metode pengolahan dan analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode yang berkaitan dengan merumuskan strategi pemasaran. penelitian dan pengembangan. termasuk manjemen. Analisis internal ini ditetapkan dengan maksud manfaatkan kekuatan dan mengatasi kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan.5.1 Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal Perusahaan Tujuan dari analisis lingkungan internal adalah untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan pada area fungsional bisnis. Hasil dari pengolahan akan dianalisis dan disajikan dalam bentuk tabel. keuangan atau akuntansi. Analisis lingkungan eksternal menekankan kepada indentifikasi dan evaluasi trend dan kejadian yang berada diluar kendali perusahaan.4. 4. serta sistem informasi manajemen. Dalam melakukan perumusan strategi yang tepat harus melalui beberapa tahap yang diawali dengan mengidentifikasi faktor – faktor lingkungan perusahaan baik lingkungan internal dan lingkungan eksternal. tahap pencocokan (matching stage) dan tahap pengambilan keputusan (desicion stage). pemasaran. 4. Responden yang dipilih sebanyak dua orang dari pihak eksternal yaitu pemilik sekaligus manajer perusahaan yang sangat berperan dalam pengambilan keputusan.

rasio. gunakan presentase. demografi. Dari matriks IFE dan EFE yang sudah disusun akan diperoleh faktor – faktor yang akan mempengaruhi atau kurang mempengaruhi perusahaan dalam lingkungan internal dan eksternal.0 (tidak penting) hingga 1. faktor yang dianggap memiliki pengaruh paling besar dalam kinerja organisasi harus diberikan bobot paling tinggi. Bobot yang diberikan kepada masing – masing faktor mengindikasikan tingkat penting relatif dari faktor terhadap keberhasilan perusahaan dalam industri. Sedangkan. Matriks IFE dapat dikembangkan dengan lima tahap yaitu: 1. Beri bobot yang berkisar dari 0. 2)kekuatan sosial. Buatlah sespesifik mungkin. Matriks IFE (Internal Factor Evaluation) Menurut David (2006) matriks IFE merupakan alat formulasi strategi yang meringkas dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan utama dalam area fungsional bisnis. Tulis faktor internal utama seperti diidentifikasi dalam proses analisis internal. Gunakan total sepuluh hingga dua puluh faktor internal. A.2 Tahap Masukan (Input Stage) Setelah faktor internal dan eksternal diperoleh.0. Jumlah seluruh bobot harus sama dengan 1. Tuliskan kekuatan terlebih dahulu dan kemudian kelemahan. 3) kekuatan politik. mencakup kekuatan dan kelemahan. 5) kekuatan kompetitif. 4. dan angka komparatif. maka langkah selanjutnya adalah menyusun matriks IFE dan EFE.0 (sangat penting) untuk masing – masing faktor.dibagi menjadi lima kategori besar yaitu : 1) kekuatan ekonomi. Daftar kelemahan dan kekuatan yang didapatkan akan dievaluasi dengan menggunakan matriks IFE. dan juga memberikan dasar untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi hubungan antara area – area tersebut. Pada penyusunan kedua matriks tersebut dilakukan pembobotan dan peratingan terhadap faktor – faktor internal dan eksternal. dan lingkungan. daftar peluang dan ancaman akan dievaluasi dengan menggunakan matriks EFE. Tanpa memandang apakah faktor kunci itu adalah kekuatan atau kelemahan internal.5. budaya. pemerintah dan hukum. Beri peringkat 1 sampai 4 untuk masing – masing faktor untuk mengindikasikan apakah faktor tersebut menunjukkan kelemahan utama . 4) kekuatan teknologi. 3. 2.

Jika rata – rata tertimbang dibawah 2. teknologi. dimana bobot di langkah 2 adalah berdasarkan industri. kekuatan minor (peringkat =3). 4. sosial. 5. Berapapun banyak nilai yang dimasukkan dalam matriks IFE.0 dan tertinggi 4. sementara total nilai diatas 2. demografi. Jumlahkan rata – rata tertimbang untuk masing – masing variabel untuk menentukan total rata – rata tertimbang untuk organisasi. dengan rata – rata 2. politik. lingkungan. Tabel 8. hukum. pemerintah. total rata – rata tertimbang berkisar antara yang terendah 1. termasuk peluang dan ancaman. Matriks EFE ( External Factor Evaluation ) Matriks evaluasi faktor eksternal ( External factor evaluation atau EFE) memungkin para penyusun strategi untuk merangkum dan mengevaluasi informasi ekonomi. Matrik EFE dapat dibuat dengan lima tahapan yaitu : 1. Tuliskan peluang terlebih dahulu dan kemudian ancaman. atau kekuatan utama (peringkat = 4). Masukkan dari total sepuluh hingga dua puluh faktor. Buat daftar lima faktor eksternal yang diidentifikasikan dalam proses analisis eksternal. atau kelemahan minor (peringkat = 2).0. Usahakan untuk . dan persaingan. Perhatikan bahwa kekuatan harus mendapatkan peringkat 3 atau 4 dan kelemahan harus mendapatkan peringkat 1 sampai 2.5 mengindikasikan posisi internal yang kuat. Kalikan masing – masing bobot faktor dengan peringkat untuk menentukan rata – rata tertimbang untuk masing – masing variabel.5. Peringkat adalah berdasarkan perusahaan. budaya. Matriks IFE Faktor Internal Utama Kekuatan Bobot Peringkat Rata – Rata Tertimbang Kelemahan Sumber : David (2006) B. yang mempengaruhi perusahaan dan industrinya.(peringkat =1).5 menggambarkan organisasi yang lemah secara internal.

0 (paling penting). Penting untuk diperhatikan bahwa ancaman dan peluang dapat diberi peringkat 1. tetapi ancaman juga dapat diberi bobot yang tinggi jika mereka sangat serius atau sangat mengancam. dan 1 = respons perusahaan jelek. peringkat didasarkan pada perusahaan (company based). Dengan kata lain. rasio..sespesifik mungkin menggunakan persentase. 3.0 mengindikasikan bahwa strategi perusahaan tidak memanfaatkan peluang atau tidak menghindari ancaman eksternal. total nilai tertimbang berkisar antara yang terendah 1. dan nilai komparatif bila mungkin. sedangkan bobot dalam tahap 2 didasarkan pada industri (industry based). Kalikan masing – masing bobot faktor dengan peringkatnya untuk menentukan nilai tertimbang. Berapapun banyak nilai yang dimasukkan dalam matriks EFE.0 (tidak penting) hingga 1. Dengan demikian. Penjumlahan dari seluruh bobot yang diberikan kepada semua faktor harus sama dengan 1. 3 atau 4. Peringkat didasari pada efektivitas strategi perusahaan. Bobot yang tepat dapat ditentukan dengan membandingkan keberhasilan atau kegagalan pesaing atau dengan mendiskusikan faktor dan mencapai konsensus kelompok. 4.0. Beri peringkat 1 hingga 4 untuk masing – masing faktor eksternal kunci tentang seberapa efektif strategi perusahaan saat ini dalam merespon faktor tersebut. total nilai tertimbang sebesar 4. 3= respons perusahaan di atas rata – rata. 2. Jumlahkan rata – rata tertimbang untuk masing – masing variabel untuk menentukan total nilai tertimbang bagi organisasi.0 mengindikasikan bahwa organisasi merespon dengan sangat baik terhadap peluang dan ancaman yang ada didalam industrinya. Total nilai 1. . Peluang sering kali diberi bobot lebih tinggi dari ancaman. 2= respons perusahaan rata – rata.0 dan tertinggi 4. 2. strategi perusahaan sangat efektif mengambil keuntungan dari peluang yang ada saat ini dan meminimalkan efek yang mungkin muncul dari ancaman eksternal.0. dimana 4= respons perusahaan superior. 5. Beri bobot untuk masing – masing faktor dari 0. Bobot mengindikasikan tingkat penting relatif dari faktor terhadap keberhasilan perusahaan dalam suatu industri.

Matriks EFE Faktor Eksternal Utama Peluang Bobot Peringkat Nilai Tertimbang Ancaman Sumber : David (2006) C. Teknik ini membandingkan setiap variabel pada baris (horizontal) dengan variabel pada kolom (vertikal). skala yang digunakan menunjukkan : 1 = Jika faktor strategi eksternal atau internal pada baris/horizontal kurang penting daripada faktor strategis eksternal atau internal pada kolom/vertikal. Adapun bentuk dari penilaian bobot dengan metode Paired Comparison terdapat pada Tabel 10 dan Tabel 11.Tabel 9. 3. Teknik Pembobotan Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk menentukan bobot dari faktor internal dan eksternal adalah teknik Paired Comparison. Penentuan bobot setiap variabel yang dibandingkan menggunakan skala 1.2. Selanjutnya bobot setiap variabel atau faktor strategis diperoleh dengan menentukan total nilai setiap faktor strategis terhadap jumlah keseluruhan variabel atau faktor strategis dengan rumus : X1 A1 = ___ n Σ X1 Dimana : A1 = bobot faktor strategis untuk variabel ke-i X1 = nilai faktor strategis untuk variabel ke-i I =jumlah faktor strategis n =jumlah faktor strategis i=n . 2 = Jika faktor strategis eksternal atau internal pada baris/horizontal sama penting daripada faktor strategis eksternal atau internal pada kolom/vertikal. 3 = Jika faktor strategi eksternal atau internal pada baris/horizontal lebih penting daripada faktor strategis eksternal atau internal pada kolom/vertikal.

Matriks IE (Internal dan Eksternal) Matriks IE didasari pada dua dimensi kunci yaitu total rata – rata tertimbang IFE pada sumbu x dan total rata – rata tertimbang EFE pada sumbu y...0 adalah tinggi (David.....Tabel 10... A B .0 hingga 4. Penilaian bobot Faktor Strategis Internal Perusahaan Faktor Strategi Internal A B . Total Sumber : Kinnear.. dan pengembangan produk.. 1991 Total Tabel 11. total rata – rata tertimbang dari 1.. Strategi intesif yang bisa diterapkan yaitu penetrasi pasar...... Pada tahap pencocokan ini digunakan alat analisis matriks IE dan Matriks SWOT...99 dianggap rendah. Total Sumber : Kinnear.0 hingga 1....... Penilaian bobot Faktor Strategis Eksternal Perusahaan Faktor Strategi Eksternal A B .5....... A.2006)... nilai dari 2. Divisi yang masuk dalam sel I. Matriks IE dapat dibagi menjadi tiga daerah utama yang memiliki implikasi strategi berbeda yaitu : 1.... Alat ini bersandar pada informasi yang diturunkan dari tahap input untuk mencocokan peluang dan ancaman eksternal dengan kekuatan dan kelemahan internal..99 adalah menengah dan nilai 3. pengembangan pasar.. A B .. Sedangkan . Pada sumbu x dari matriks IE.... 1991 Total 4. II atau IV dapat digambarkan sebagai tumbuh dan berkembang (grow and build)......0 hingga 2..3 Tahap Pencocokan (Matching Stage) Tahap pencocokan didefinisikan sebagai pencocokan yang dibuat oleh suatu organisasi antara sumberdaya dan keterampilan internalnya dengan peluang dan resiko yang diciptakan oleh faktor eksternalnya..

Matriks ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman ekstenal yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki (Rangkuti.99) – rata 2. 3.0 Tertimbang Rendah EFE (1. integrasi ke belakang dan integrasi horizontal.0) 4. Matriks SWOT (Strengths.0-4. Tuliskan kekuatan internal kunci perusahaan 4. VIII dan IX adalah tuai dan divestasi (harvest and divest) Total Rata – rata Tertimbang IFE Kuat (3.0-1. Tuliskan peluang eksternal kunci perusahaan 2. V. Tuliskan kelemahan kunci perusahaan 5. dan catat hasil strategi SO dalam sel yang sudah ditentukan .0 II III 1.0 I IV V VI VII VIII IX 1. Divisi yang masuk dalam sel VI. Matriks Internal – Eksternal (IE) B.0 Total Rata Menengah (2. atau VII dapat dikelola dengan cara terbaik dengan strategi jaga dan pertahankan ( Hold and maintain).0-2.2006). Penetrasi pasar dan pengembangan produk adalah dua strategi umum yang digunakan pada tipe ini.99) 3. Terdapat delapan langkah dalam menyusun matriks SWOT yaitu : 1.0 Gambar 7.0) 3. Cocokkan kekuatan internal dengan peluang eksternal.99) Lemah(1.0-2. Divisi yang masuk kedalam sel III.Weakness-Opportunities. 2. Tuliskan ancaman eksternal kunci perusahaan 3.0 Tinggi (3.0-1.99) Sumber : David (2006) Rata-rata(2.strategi integratif yang dapat diterapkan yaitu integrasi ke depan.Threats) Alat yang dipakai untuk menyusun faktor – faktor strategis perusahaan adalah matriks SWOT.0-4.0 2.

Melalui analisis SWOT diperoleh alternatif strategi untuk menentukan critical decision agar perusahaan dapat menerapkan strategi yang tepat. dan catat hasil strategi WT dalam sel yang ditentukan a. c. dan catat hasil strategi ST dalam sel yang ditentukan 8. Pilihan strategi yang tepat diharapkan akan membuat perusahaan dapat memanfaatkan kelemahan dan peluang yang dimiliki untuk menghindari ancaman serta kelemahan yang ada. yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar – besarnya. Strategi WO Strategi ini bertujuan untuk memperbaiki kelemahan internal dengan memanfaatkan peluang eksternal. Cocokkan kelemahn internal dengan ancaman eksternal. Strategi WT Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman. dan catat hasil strategi WO dalam sel yang ditentukan 7. b. Strategi ST Strategi ini dibuat dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk menghindari atau mengurangi pengaruh dari ancaman eksternal. Cocokkan kekuatan internal dengan ancaman eksternal. Setelah memperoleh gambaran yang jelas mengenai kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi oleh perusahaan maka selanjutnya akan dipilih strategi pemasaran yang akan diterapkan perusahaan dalam menjalankan usahanya. . d. Strategi SO Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan. Cocokkan kelemahan internal dengan peluang eksternal.6.

5. Membuat daftar peluang/ancaman eksternal dan kekuatan/kelemahan internal kunci perusahaan pada kolom kiri dalam QSPM. Berikan bobot untuk masing – masing faktor internal dan eksternal.4 Tahap Keputusan Pada tahap ini akan dilakukan analisis untuk membuat keputusan perumusan strategi yang tepat. Sejumlah alternatif strategi pemasaran yang telah diperoleh dari matriks SWOT selanjutnya akan dievaluasi lagi dengan menggunakan Matriks Perencanaan Strategi Kumulatif (Quantitative Strategic Planning Matriks-QSPM) untuk menghasilkan daftar prioritas strategi dengan membuat peringkat strategi. Minimum sepuluh faktor keberhasilan kunci eksternal dan sepuluh faktor keberhasilan kunci internal harus dimasukkan dalam QSPM 2.Tabel 12. Bobot disajikan dalam . QSPM merupakan teknik analisis yang didesain untuk menentukan daya tarik relatif dari alternatif tindakan yang layak. Bobot ini identik dengan yang ada pada matriks EFE dan IFE. Terdapat enam langkah yang dibutuhkan untuk mengembangkan QSPM yaitu : 1. Informasi ini harus diambil secara langsung dari matriks EFE atau IFE. Matriks SWOT STRENGTHS (S) Tentukan 5 – 10 Biarkan selalu kosong faktor – faktor kekuatan internal OPPORTUNITIES (O) Tentukan 5 – 10 faktor peluang eksternal STRATEGI SO WEAKNESSES (W) Tentukan 5 – 10 faktor – faktor kelemahan internal STRATEGI WO Ciptakan strategi yang Ciptakan strategi yang menggunakan untuk peluang kekuatan meminimalkan untuk memanfaatkan kelemahan memanfaatkan peluang STRATEGI WT TREATHS (T) Tentukan 5 – 10 faktor peluang eksternal STRATEGI ST Ciptakan strategi yang Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan meminimalkan dan untuk mengatasi ancaman kelemahan menghindari ancaman Sumber : David (2006) 4.

Total Nilai Daya Tarik (Total Attractiveness Score–TAS) didefinisikan sebagai produk dari pengalian bobot (langkah 2) denagn Nilai Daya Tarik (langkah 4) dalam masing – masing baris. Nilai Daya Tarik (Attractiveness Score-AS) ditentukan dengan mengevaluasi masing – masing faktor internal atau eksternal kunci. dan identifikasi alternatif strategi yang harus dipertimbangkan organisasi untuk diimplementasikan. maka yang lainnya pada baris yang sama harus mendapat minus juga. Catat strategi – strategi ini pada baris atas QSPM. . Nilai Daya Tarik harus diberikan untuk masing – masing strategi untuk mengindikasikan daya tarik relatif dari satu strategi atas strategi lainnya. 4. Evaluasi matriks tahap 2 (pencocokan). dengan demikian tidak perlu diberikan bobot terhadap strategi dalam set tersebut. Jika jawaban atas pertanyaaan diatas adalah tidak. “Apakah faktor ini mempengaruhi pilihan strategi yang dibuat?” jika jawabanya ya.dengan hanya mempertimbangkan pengaruh faktor keberhasilan kunci internal atau eksternal terdekat. 3 = cukup menarik. Total Nilai Daya tarik mengindikasikan daya tarik relatif dari masing – masing alternatif strategi.kolom percis disamping kanan faktor keberhasilan kunci eksternal dan internal. Tentukan Nilai Daya Tarik (Attractiveness Score-AS) didefinisikan sebagai angka yang mengindikasikan daya tarik relatif dari masing – masing strategi dalam set alternatif tertentu. Secara spesifitk. satu pada suatu saat tertentu. Catatan yaitu: jika anda memberikan nilai daya tarik AS untuk yang lainnya. mengindikasikan bahwa faktor kunci tersebut tidak memiliki dampak terhadap pilihan spesifik yang dibuat. Dalam kata lain. jika satu strategi mendapat minus. Jangkauan untuk nilai daya tarik yaitu 1 = tidak menarik. 4 = sangat menarik. 3. dan mengajukan pertanyaan. Hitung total Nilai Daya Tarik. dengan mempertimbangkan faktor tertentu. Gunakan tanda minus untuk mengindikasikan bahwa faktor utama tersebut tidak mempengaruhi pilihan strategi yang dibuat. Kelompokkan strategi kedalam set yang independen jika memungkinkan. 5. Semakin tinggi Total Nilai Daya Tarik. maka strategi tersebut harus dibandingkan secara relatif terhadap faktor kunci tersebut. 2 = agak menarik.

6. Hitung penjumlahan Total Nilai Daya Tarik. Nilai yang lebih tinggi mengindikasikan strategi yang lebih menarik. Tabel 13.semakin menarik alternatif strategi tersebut (dengan hanya mempertimbangkan faktor keberhasilan kunci terdekat). Penjumlahan total nilai daya tarik (STAS) mengungkapkan strategi mana yang paling menarik dari setiap set alternatif. Matriks Perencanaan Strategi Kuantitatif (QSPM) Faktor-Faktor Bobot Alternatif Strategi Kunci Strategi 1 AS Faktor-Faktor Kunci Eksternal Faktor-Faktor Kunci Internal Jumlah Total Daya Tarik Sumber : David (2006) Strategi 2 AS TAS TAS Dengan melakukan analisis dan evaluasi dengan menggunakan QSPM maka akan dihasilkan prioritas strategi pemasaran yang tepat dan dapat diterapkan oleh perusahaan. . Tambahkan total nilai daya tarik dalam masing – masing kolom strategi dari QSPM. mempertimbangkan semua faktor internal dan eksternal yang relevan yang dapat mempengaruhi keputusan strategis. Tingkat perbedaan antar penjumlahan total nilai daya tarik dari set alternatif strategi tertentu mengindikasikan tingkat kesukaan relatif dari satu strategi di atas yang lain.

PPBT pada awalnya didirikan oleh tiga orang bersahabat yang sepakat untuk mendirikan sebuah usaha peternakan yang kemudian diberi nama Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT). dan Bapak Ohi Jazuli yang menanamkan modal sebesar 10 persen. Sehingga pada bulan September 2008 seluruh modal dari Peternakan Puyuh Bintang Tiga menjadi milik Bapak Prastiyo. didukung dengan harga jual telur puyuh yang stabil dan tidak memerlukan modal yang terlalu besar untuk memulai usaha peternakan puyuh. Bapak Prastiyo.Spt dengan orang perkapalan.Spt .Spt karena memutuskan untuk lebih fokus kepada bisnis batik yang dikelola oleh istrinya. Namun.Spt yang pernah bekerja di peternakan puyuh Golden Quail Sukabumi selama 18 bulan akan sangat membantu Bapak Prastiyo. Selain itu.Spt yang akan berperan sebagai pengelola usaha dari PPBT. setelah usaha peternakan ini berjalan selama satu tahun. Alasan yang mendasari pendirian peternakan ini adalah karena tingkat permintaan telur puyuh di Kabupaten dan Kota Bogor yang sangat tinggi. Hal ini bertujuan agar bapak Prastiyo. Begitupun dengan Bapak Ohi Jazuli yang akhirnya mengelola dan diberikan saham sebesar 40% dari peternakan puyuh yang berada dibelakang lokasi Peternakan Puyuh Bintang Tiga yang selama ini dikelola oleh Bapak Prastiyo. mulai terjadi perbedaan visi diantara pemilik modal.Spt sebagai investor yang menanamkan modalnya sebesar 35 persen sekaligus berperan sebagai pengelola usaha Peternakan Puyuh Bintang Tiga. Mereka adalah Bapak Wahyudiono sebagai investor utama yang menanamkan modalnya sebesar 55 persen.V GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 5. PPBT memulai usahanya sejak bulan September 2007 dan terus mengalami perkembangan hingga saat ini.1 Sejarah dan Perkembangan Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis yaitu peternakan puyuh petelur (Coturnix-coturnix Japonic). Bapak Wahyudiono yang berperan sebagai investor utama memutuskan untuk menjual seluruh sahamnya kepada Bapak Prastiyo.Spt dapat lebih fokus untuk mengelola dan mengembangkan PPBT dengan visi yang dimilikinya. Pengalaman Bapak Prastiyo.

Sukabumi dan Lido yang akhirnya menjadi mitra bisnis dari PPBT.secara pribadi dengan luas area lahan 2000 m2 dan jumlah populasi puyuh yang dikelola saat ini mencapai 20. ijin kecamatan.434.264. Pada awal berdirinya PPBT hanya mengelola usaha puyuh petelur.520 jiwa dengan luas wilayah 31.Spt mulai melakukan perluasan usaha yaitu dengan menambah jumlah kandang untuk puyuh petelur dan juga menambah unit bisnis yang dikelolanya. Provinsi Jawa Barat. Kecamatan Cibungbulang. Bagian belakang lokasi PPBT terdapat lahan pertanian milik penduduk dan lokasi peternakan . Kecamatan Cibungbulang memiliki jumlah penduduk sekitar 106. terutama dalam menunjang proses pemasaran telur puyuh karena jarak dengan pasar terdekat yaitu Pasar Leuwiliyang hanya 8 km. Sistem kemitraan ini merupakan salah satu strategi yang dijalankan oleh PPBT untuk menambah kuantitas telur puyuh sehingga dapat memenuhi permintaan pelanggan. PPBT juga telah memiliki ijin usaha dengan surat keterangan usaha no 510/0304/11/2008 Seiring dengan semakin berkembangnya PPBT membuat Bapak Prastiyo. Sistem kemitraan yang terbangun yaitu PPBT akan menyediakan dan menjual bibit puyuh kepada peternakan kemudian menyupplai pakan puyuh setiap dua hari dan selanjutnya peternakan yang menjadi mitra akan menjual telur puyuh yang dihasilkan kepada PPBT.000 ekor.000 ekor.491. Lokasi peternakan ini dirasakan sangat menguntungkan dan strategis dalam pelaksanaan kegiatan operasional usaha.331 (Jiwa / Km2). namun saat ini PPBT juga mengelola bisnis pakan unggas untuk puyuh dan ayam ras dan mulai menjual bibit puyuh kepada para peternak skala rumah tangga didaerah Cibungbulang. PPBT berdiri dengan pendirian ijin usaha yang meliputi ijin lingkungan. Jika ditinjau dari kegiatan produksi lokasi PPBT terletak tidak jauh dari pemukiman penduduk yaitu hanya dibatasi oleh aliran sungai.000.98 km dan kepadatan penduduk sekitar 3. 5. dan telah terdaftar di direktorat jenderal pajak pada 23 Febuari 2009 sehingga memiliki NPWP dengan nomor 25. Kabupaten Bogor.9. PPBT berdiri diatas lahan seluas 2000 m2 dengan populasi puyuh saat ini mencapai 20.2 Lokasi dan Keadaan Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) Peternakan Puyuh Bintang Tiga terletak di Jalan KH Abdul Hamid Km 3 Desa Situ Ilir.

Kepemilikan asset dari PPBT dapat dilihat pada Tabel 14. Asset yang dimiliki oleh PPBT digunakan untuk mendukung kegiatan operasional PPBT. Denah dan Tata Letak PPBT Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (2009) .puyuh mitra milik Bapak Ohi Zajuli. Ha F E Hd G Hb Hc D C B A Gambar 8. Tabel 14.000 m2 Hak Sewa hingga 2014 2 Bangunan Kantor Hak Milik 3 Mess Karyawan Hak Milik 4 Kandang Starter 1buah Hak Milik 5 Kandang Grower dan Layer 4 buah Hak Milik 6 Gudang Pakan 1buah Hak Milik 7 Gudang Kotoran 1buah Hak Milik 8 Kendaraan Pick-up 1 unit Hak Milik 9 Mesin Jahit Karung 1 unit Hak Milik 10 Timbangan Besar 1 unit Hak Milik 11 Timbangan Kecil 1 unit Hak Milik 12 Sprayer 1 unit Hak Milik 13 Mesin Tetas 6 unit Hak Milik 14 Kurung DOQ 35 buah Hak milik 15 Kurung Grower dan Layer 135 buah Hak Milik 16 Sarana produksi ternak 425 buah Hak milik 17 Genset 1 buah Hak milik Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (2009) Penataan tata letak perusahaan akan berguna dalam memudahkan kegiatan operasional dari PPBT. Denah lokasi dan tata letak dari PPBT dapat dilihat pada Gambar 8. Saat ini PPBT memiliki beberapa asset yang berstatus sewa dan hak milik. Kepemilikan Asset Peternakan Puyuh Bintang Tiga Status No Uraian Banyaknya 1 Lahan/ Tanah 2.

Kandang DOQ atau Starter Kandang DOQ atau Starter merupakan tempat penetasan telur dan pemeliharaan puyuh yang berumur satu hari sampai umur tiga minggu. pelanggan dan mitra bisnis. Kantor juga berguna sebagai tempat berlangsungnya kegiatan negosiasi yang terjadi di PPBT. Sumber air ini sangat berguna dalam penyediaan air yang dibutuhkan oleh PPBT seperti pencucian tempat air minum. Sumber Air Sumber air dari PPBT berasal dari sumur bor yang dibuat sejak awal PPBT berdiri.Keterangan : A : Kantor Bangunan kantor digunakan untuk menerima tamu.000 per karung. 4. pemberian minum untuk puyuh. Kotoran yang berasal dari kandang ditampung di tempat ini untuk kemudian dimasukkan ke dalam karung dan dijual. rapat karyawan dan merupakan tempat kerja dari manajer. Gudang Kotoran Gudang kotoran merupakan tempat penampungan kotoran puyuh yang berasal dari kandang starter. D. Hal ini bertujuan agar pakan yang dihasilkan tidak terkontaminasi dengan kotoran puyuh dan virus penyakit yang mungkin ada pada kotoran puyuh. Ruang Produksi pakan Ruang produksi pakan terletak di depan bangunan kantor dan jauh dari lokasi kandang dan gudang kotoran. F. Sistem kandang yang digunakan oleh PPBT adalah sistem sangkar/ baterai. pembersihan kandang dan lain – lain. B : Mess Karyawan Mess karyawan merupakan tempat tinggal dari karyawan tetap PPBT yang berasal dari Sukabumi. Selain itu mess karyawan juga berguna sebagai tempat istirahat karyawan. C. Kandang Starter ini juga sangat berperan dalam penyediaan bibit puyuh yang berkualitas untuk PPBT ataupun peternak mitra PPBT. . Kotoran puyuh yang dihasilkan oleh PPBT adalah sebanyak 30 karung per minggu dan dijual dengan harga Rp. grower dan layer. E.

Bogor. Hb. mempertahankan kualitas telur puyuh yang dihasilkan.3 Visi dan Misi Peternakan Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) Visi merupakan sesuatu yang harus dimiliki oleh perusahaan karena dengan memiliki visi yang jelas perusahaan akan memiliki tujuan yang jelas dalam melakukan kegiatan usahanya. mendirikan unit bisnis pembibitan puyuh untuk memenuhi permintaan bibit puyuh bagi para peternak yang menjadi mitra bisnis dari PPBT serta menjalin hubungan baik dengan para mitra bisnis. H. 5.Tanggerang dan Bekasi) dengan pelayanan yang terbaik dalam pemenuhan kebutuhan telur puyuh pelanggan. Jumlah dari puyuh pembibit ini akan terus ditambah karena permintaan bibit puyuh yang semakin banyak datang ke PPBT dapat terpenuhi. dengan adanya visi perusahaan akan mempunyai arah yang jelas dalam melakukan kegiatan pengembangan usaha. Banyaknya kurung yang berisikan puyuh pembibit adalah 22 kurung yang dihuni sekitar 840 ekor puyuh pembibit. PPBT telah mempunyai dua kandang khusus yang digunakan untuk puyuh tahap grower dan Layer yaitu Ha. Agar visi yang dimiliki PPBT dapat tercapai maka PPBT mempunyai beberapa misi diantaranya dengan terus menambah jumlah populasi puyuh yang dikelola agar kuantitas telur yang dihasilkan semakin banyak dan dapat memenuhi seluruh permintaan pelanggan. Kandang pembibit ini terletak di dalam satu bangunan dengan kandang grower dan layer. Selain itu. Dan Hc.G. saat ini PPBT sedang membangun satu kandang lagi yaitu Hd yang akan dapat digunakan satu bulan kemudian. Sebagai perusahaan yang ingin terus berkembang. Kandang Grower dan Layer Kandang Grower dan Layer yaitu kandang yang digunakan setelah puyuh dipindahkan dari kandang starter. Saat ini. menjalin hubungan baik dengan pelanggan. Puyuh yang berada di kandang ini adalah puyuh pada masa produksi hingga apkir yaitu saat berumur 60 minggu. mendirikan unit bisnis pakan untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan dan mengurangi tingkat ketergantungan terhadap pemasok. Kandang Induk dan Pejantan Pada kandang ini terdapat sangkar atau kurung yang berisikan puyuh induk dan pejantan yang digunakan untuk puyuh pembibit. . Selain itu. Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) mempunyai visi yaitu menjadi penguasa pasar di wilayah pasar Jabotabek (Jakarta.

4 Skala Usaha Peternakan Puyuh Bintang Tiga Skala usaha Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) jika di tinjau berdasarkan jumlah populasi ternak yang dikelola yang mencapai 20. pemeliharaan puyuh anakan (DOQ). PPBT telah melakukan aktivitas penjualan puyuh anakan (DOQ) kepada peternak yang akan menjadi mitra dari PPBT. Bapak Prastiyo. maka PPBT termasuk kedalam peternakan dengan skala usaha besar. 5. Listiyowati dan Roospitasari (2007) mengatakan pengusaha ternak puyuh dalam skala usaha besar biasanya melakukan hampir seluruh kegiatan pemeliharaan mulai dari penetasan. Aktivitas usaha yang dilakukan oleh PPBT mulai dari penetasan.000 ekor maka menurut Abidin (2002) PPBT digolongkan menjadi peternakan dengan skala usaha besar. Selain itu. 5. . Selain telah melakukan seluruh kegiatan pemeliharaan usaha puyuh. penggolongan PPBT ke dalam peternakan dengan skala usaha besar juga ditinjau dari aktivitas usaha yang dilakukan oleh PPBT. pemeliharaan puyuh anakan (DOQ). Bahkan. yaitu Bapak Prastiyo.Bogor.Spt yang merupakan Lulusan Fakultas Peternakan IPB tahun 1991. Struktur Organisasi PPBT dapat dilihat pada gambar 9. pemeliharaan puyuh pembibit dan pemeliharaan puyuh petelur.Spt selaku manajer membawahi dan mengkoordinasikan semua kegiatan operasional PPBT. PPBT juga telah melakukan usaha pembuatan pakan untuk menunjang kegiatan opersionalnya.Adanya visi dan misi yang dimiliki oleh PPBT diharapkan akan menjadikan PPBT semakin berkembang sesuai dengan tujuan dari perusahaan yaitu dapat menjadi penguasa pasar di wilayah Jabotabek (Jakarta. Berdasarkan pertimbangan tersebu.Tanggerang dan Bekasi) dengan pelayanan terbaik dalam pemenuhan kebutuhan telur pelanggan. pemeliharaan puyuh pembibit. dan petelur atau pedaging.5 Aspek Organisasi dan Manajemen Perusahaan Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) dikelola oleh seorang manajer yang juga merupakan pemilik usaha.

Bagian ini juga bertanggung jawab langsung kepada manajer. pemberian pakan. Serta bertanggung jawab atas segala aktivitas perusahaan baik intern maupun ekstern. tugas dan tanggung jawabnya yaitu merencanakan. mendelegasikan wewenang dan bertanggung jawab atas masing – masing bagian yang dibawahinya. pembersihan kotoran. Struktur Organisasi PPBT Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (2009) Deskripsi tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh masing – masing jabatan dalam struktur organisasi PPBT adalah sebagai berikut : 1. mempunyai tugas dan tanggung jawab terhadap proses pemeliharaan dan perawatan kandang sesuai dengan standar kerja kandang seperti pemanenan telur. 4. dan memeriksa dan membuang puyuh mati disetiap kandang. mempunyai tugas dalam proses pengolahan dan pencampuran pakan puyuh dan pengelolaannya terhadap bahan baku sesuai dengan standar kualitas dan kuantitas serta sesuai dengan formulasi bahan baku yang telah ditetapkan. 3. . Manajer. penyemprotan disinfektan. Bagian sarana produksi dan peralatan. Bagian produksi pakan. mengawasi. pencucian gallon air minum. mengkoordinasikan.MANAJER Anak Kandang Produksi Pakan Sarana Produksi dan Peralatan Dapur Sopir Keamanan Gambar 9. Bagian produksi pakan bertanggung jawab penuh kepada manajer. 2. perbaikan kandang dan kurung jika terjadi kerusakan dan lain – lain. Anak kandang bertanggung jawab langsung kepada manajer. Anak Kandang. mengendalikan. mempunyai tugas dalam pembuatan sangkar burung puyuh sesuai dengan aturan – aturan yang telah ditetapkan dan pembuatan peralatan yang menunjang kegiatan operasional perusahaan seperti alas tempat kotoran. dan mengevaluasi kegiatan usaha PPBT dengan sebaik – baiknya.

Keamanan bertanggung jawab untuk mengamankan lokasi peternakan dari tindakan – tindakan yang dapat merugikan PPBT. 7. serta mempunyai tugas dalam pekerjaan rumah sehari – hari seperti mencuci pakaian manajer. Bagian ini juga mempunyai tanggun jawab kepada manajer. Sopir. Bagian dapur. .Spt sebagai pemilik utama. Jika terdapat permasalahan didalam perusahaan maka perusahaan akan memusyawarahkan dan mencari jalan keluarnya secara bersama . mempunyai tugas untuk mengantar telur. karena modal hanya berasal dari pemilik usaha membuat modal yang dimiliki oleh PPBT manjadi terbatas. Namun.5. mempunyai tugas dalam menyiapkan dan menyediakan konsumsi bagi karyawan PPBT. Bagian keamanan bertanggung jawab langsung kepada manajer. halaman kantor dan mes karyawan.6 Permodalan Dalam melaksanakan aktivitas usahanya Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) menggunakan modal sendiri yaitu yang berasal dari Bapak Prastiyo. mempunyai tugas untuk menjaga keamanan lokasi peternakan pada malam hari. Sistem pelaporan yang dilaksanakan di PPBT yaitu laporan harian yang dibuat oleh anak kandang kepada manajer yang merupakan bentuk tanggung jawab dari anak kandang terhadap manajer. Gaya manajemen yang diterapkan oleh PPBT adalah gaya demokratis yaitu adanya saling keterbukaan diantara bagian – bagian didalam struktur organisasi PPBT. 6. Proses pengendalian dan koordinasi dilakukan setiap satu bulan sekali dimana manajer akan memberikan arahan kepada para karyawan dan para karyawan dapat menyampaikan aspirasi dan keluhannya kepada manajer.sama. Sopir juga bertanggung jawab langsung kepada manajer. 5. bibit puyuh dan pakan yang dihasilkan oleh PPBT kepada para pelanggan dan mitra bisnis PPBT. Hal inilah yang membuat perusahaan tidak memiliki ketergantungan terhadap lembaga keuangan. menyapu dan membersihkan rumah. Manajer menerima segala masukan dari para karyawan baik yang bersifat posistif maupun negatif selama masukan tersebut dapat memberikan kemajuan dan perubahan yang baik bagi perusahaan. Keamanan.

Pelanggan. 5. hubungan kerjasama yang terjalin antara PPBT dengan para peternak skala rumah tangga membentuk suatu pola kemitraan. Penjualan produk sampingan berupa kotoran puyuh ini secara langsung akan menghasilkan tambahan pendapatan bagi PPBT. 3. PPBT akan menjual dan menyediakan bibit dan pakan puyuh kepada peternak mitra. Produksi telur puyuh PPBT akan terus meningkat seiring dengan penambahan jumlah populasi puyuh yang dikelola oleh PPBT.2 Unit Bisnis Puyuh Pembibit Usaha budidaya puyuh pembibit atau pengadaan bibit puyuh petelur dimulai sejak Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) mendapatkan kesulitan untuk mensdapatkan bibit puyuh dari Golden Quail. Sleman.8 Unit Bisnis Perusahaan 5. Perusahaan mampu menghasilkan telur puyuh sebanyak 255. Seperti jagung pipil. Slamet Quail Farm di daerah Cikembar Sukabumi dan dari peternakan puyuh di Turi. Selain menghasilkan produk utama berupa telur puyuh. Selanjutnya. hubungan kerjasama yang terbangun dengan pelanggan yaitu berkaitan dengan pemasaran telur puyuh yang dihasilkan.1 Unit Bisnis Budidaya Puyuh Petelur Unit bisnis budidaya puyuh petelur ini merupakan bisnis utama dari PPBT. Pemasok. Pelanggan dari PPBT adalah pedagang pengecer dan bandar pedagang asongan yang akan menjual kembali telur yang dibeli dari PPBT kepada konsumen akhir. Sehingga pasokan untuk bibit puyuh PPBT menjadi semakin berkurang.5.8. . Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini dikarenakan terjadinya serangan penyakit di daerah peternakan tersebut. dan bahan tambahan pakan. konsentrat. unit bisnis ini juga menghasilkan produk sampingan yaitu kotoran puyuh yang dapat dijual sebagai pupuk untuk pertanian.000 butir per bulan. Peternak mitra. hubungan kerjasama yang terjalin dengan pemasok saat ini terutama dalam penyediaan bahan baku pembuatan pakan. dedak.8. 2.7 Hubungan Kerjasama Dalam melaksanakan kegiatan bisnisnya Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) menjalin hubungan kerjasama dengan beberapa pihak yaitu : 1. 5. peternak mitra harus menjual telur yang dihasilkannya kepada PPBT.

Selain itu keberadaan unit usaha puyuh pembibit ini juga merupakan salah satu strategi yang digunakan oleh PPBT untuk mengurangi tingkat ketergantungan terhadap pemasok dan memperbanyak kemitraan dengan peternak skala rumah tangga yang membutuhkan bibit puyuh dan akhirnya akan menjual telur yang dihasilkannya kepada PPBT.8. Walaupun pada awalnya PPBT hanya memproduksi pakan puyuh untuk kebutuhan pribadi namun kini PPBT juga mulai menjual pakan puyuh yang dihasilkan kepada peternakan puyuh yang ada di daerah Sukabumi dan Bogor. Namun.3 Unit Bisnis Pakan Ternak Unit bisnis pakan ternak menghasilkan produk pakan puyuh yang pada awalnya hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pakan puyuh PPBT. Pakan yang diproduksi oleh PPBT terbuat dari beberapa campuran bahan baku yaitu jagung giling. baik ayam ras maupun ayam buras petelur maka PPBT juga memproduksi pakan untuk ayam. berdasarkan pertimbangan bahwa mesin pakan untuk memproduksi pakan puyuh juga bisa digunakan untuk memproduksi pakan ayam petelur. dedak padi. Namun.Atas dasar pertimbangan bahwa PPBT akan terus membutuhkan bibit puyuh untuk melakukan perluasan usaha maka PPBT mulai melakukan usaha pembibitan sendiri. tepung . 5. Sampai saat ini PPBT telah memiliki populasi puyuh pembibit sebanyak 840 ekor dan 9000 ekor Day Old Quail (DOQ) atau dara siap bertelur. Hal ini juga atas pertimbangan adanya permintaan pakan ayam yang datang ke PPBT. Pada awalnya usaha pembibitan puyuh ini hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pribadi. konsentrat ransum ayam petelur. Pakan yang dihasilkan oleh PPBT berupa pakan tepung (mash) karena puyuh ataupun ayam petelur lebih menyukai pakan yang berbentuk tepung (mash). banyaknya permintaan bibit puyuh oleh para peternak skala rumah tangga membuat PPBT semakin serius untuk menekuni usaha ini. Bahkan keberadaan unit bisnis ini juga menjadi salah satu strategi yang dimanfaatkan pihak PPBT untuk menambah mitra bisnisnya. Hal ini karena pihak PPBT akan mensupplai kebutuhan pakan peternak puyuh dan peternak puyuh yang mendapatkan supplai pakan dari PPBT harus menjual telur yang dihasilkan melalui PPBT.

Segmentasi adalah tindakan mengidentifikasikan dan membentuk kelompok pembeli atau konsumen secara terpisah ( Rangkuti. Selain segmentasi geografis PPBT juga membagi konsumen berdasarkan tingkat penggunaan konsumen yaitu konsumen akhir yang akan mengkonsumsi telur puyuh sendiri. targeting dan positioning.1 Unsur Strategi Persaingan Unsur strategi persaingan perusahaan meliputi tiga aspek yaitu segmentasi pasar. Teknologi produksi yang digunakan oleh PPBT untuk memproduksi pakan masih menggunakan teknologi sederhana karena belum menggunakan teknologi semi modern seperti penggunaan mesin pengaduk (mixer). Tahapan proses produksi pakan pada PPBT dapat dilihat pada Lampiran 4. 5. 2006). Tanggerang. Segmentasi yang dilakukan oleh PPBT yaitu dengan membagi konsumen berdasarkan wilayah geografisnya hal ini bertujuan untuk mempermudah proses pendistribusian telur. Analisis strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) dilakukan dengan menganalisis unsur strategi persaingan dari PPBT dan bauran pemasararan yang dilakukan oleh PPBT. Jakarta. dan bahan tambahan pakan (feed additive).9 Strategi Pemasaran Perusahaan Strategi pemasaran perusahaan merupakan bagian terpenting dalam melakukan kegiatan pemasaran dan sangat berperan dalam menentukan kesuksesan suatu perusahaan. pedagang pengecer (reseller) yang akan . Strategi pemasaran menggambarkan rencana permainan untuk mencapai sasaran perusahaan atau sasaran produk atau pasar. Hal ini karena strategi pemasaran merupakan aturan main yang digunakan perusahaan sepanjang periode yang akan datang. Bekasi dan luar Jabotabek. Oleh karena itu kegiatan segmentasi pasar menjadi satu hal yang penting untuk dilakukan agar proses pemasaran dapat berjalan dengan efisien sehingga akan menghasilkan profit yang menguntungkan perusahaan. 5. Segmentasi Telur puyuh termasuk makanan yang digemari oleh berbagai konsumen dan dapat diterima oleh berbagai pasar konsumen. Analisis unsur strategi persaingan Peternakan Puyuh Bintang Tiga adalah sebagai berikut : 1.ikan. Segmentasi geografis ini akan membagi konsumen dari PPBT menjadi konsumen yang berada di daerah Bogor.9.

keselarasan cangkang telur serta besar telur yang dihasilkan oleh perusahaan merata sehingga kualitas telur yang dihasilkan oleh PPBT dapat diklasifikasikan sebagi telur yang berkualitas. Namun. Tujuan Positioning ini adalah untuk membangun dan mengkomunikasikan keunggulan bersaing produk yang ada di pasar ke dalam benak konsumen (Rangkuti. Sebagai langkah awal PPBT memilih target pasar utama yaitu pedagang pengecer (reseller) dan bandar pedagang asongan yang berada di wilayah Bogor. . Targeting Setelah melakukan segmentasi pasar atau membagi pasar kedalam kelompok – kelompok tertentu langkah selanjutnya adalah memilih satu segmen sebagai target pasar dari PPBT. 2. pemilihan pasar di wilayah Bogor sebagai langkah awal juga dikarenakan produk telur puyuh yang dihasilkan oleh PPBT belum mencukupi jika mengambil target pasar yang lebih luas. Pemilihan target pasar ini berdasarkan pertimbangan permintaan pedagang pengecer (reseller) dan bandar pedagang asongan lebih banyak kuantitasnya dan lebih kontinyu permintaannya jika dibandingkan dengan konsumen akhir atau home industry seperti catering yang permintaannya lebih sedikit dan hanya pada waktu – waktu tertentu saja. 2006). Sedangkan pemilihan wilayah Bogor sebagai target pasar awal adalah atas pertimbangan kemudahan dalam proses pendistribusian produk. Posisi pasar yang ditetapkan oleh PPBT ini didukung oleh adanya keseragaman bentuk. Selain itu.menjual kembali telur yang dibelinya. 3. Positioning Positioning adalah penetapan posisi pasar. Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) menentukan posisi pasar produk telur puyuh yang dihasilkannya sebagai produk telur puyuh yang berkualitas dan bermutu baik. Bandar pedangan asongan yang akan menjual kembali telur puyuh setelah melakukan proses pengolahan ( dijual dalam bentuk telur puyuh rebus). home industry yang menjadikan telur puyuh sebagai bahan baku. seiring dengan pengembangan usaha yang terus dilakukan untuk jangka panjang PPBT akan membidik wilayah pasar yang lebih luas yaitu wilayah pasar Jabotabek.

Yogyakarta. kualitas. 2. yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan mereka. Penetapan harga yang dilakukan oleh PPBT untuk telur puyuh yang dihasilkan yaitu dengan menggunakan metode Competition Based Pricing dan Cost Based Pricing. harga (price). Kediri dan Blitar. tidak terdapat kecacatan pada produk yang dihasilkan. dan imbalan. garansi. ciri. ukuran pelayanan. ukuran dan besar telur yang dihasilkan merata. Jenis produk utama yang dihasilkan oleh PPBT adalah telur puyuh yang dikemas dalam peti kayu dan dus. desain. Solo. Strategi Harga (Price) Harga adalah satu – satunya unsur pemasaran yang menghasilkan pendapatan bagi pemasar. merek. tempat (Place) dan promosi (promotion). kemasan. Cost Based Pricing penetapan harga didasarkan kepada berapa jumlah biaya yang sudah dikeluarkan.2 Bauran Pemasaran Perusahaan Unsur . Dalam menetapkan harga jual PPBT menetapkan harga jual yang lebih rendah dibandingkan dengan pesaing yang ada pasar wilayah Bogor yaitu telur puyuh yang berasal dari daerah Sukabumi. Strategi Produk (Product) Strategi produk mencakup keputusan yang terorganisir tentang bauran produk diantaranya Keragaman produk. terutama elemen pesaing. PPBT menetapkan harga jual telur puyuh . Dalam memasarkan produk yang dihasilkannya PPBT menggunakan peti kayu yang berkapasitas 1200 butir dan dus yang berkapasitas 750 butir. Mutu dan kualitas produk yang dihasilkan oleh PPBT memiliki kelebihan jika ditinjau dari segi tampilan produk yang bagus.5. Strategi bauran pemasaran yang dilakukan oleh Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) adalah sebagai berikut : 1. digunakan atau dikonsumsi. Pemilihan penggunaan peti kayu dan dus disesuaikan dengan target pasar dari PPBT yaitu pedagang pengecer (reseller) dan bandar pedagang asongan sehingga penggunaan peti dan dus ini dirasakan telah sesuai dengan kebutuhan konsumen.unsur bauran pemasaran secara garis besar terdiri dari bauran produk (Product).9. Jawa Tengah. Competition Based Pricing adalah penetapan harga yang memperhatikan faktor lingkungan. Amir (2005) mendefinisikan produk adalah apa saja yang dapat ditawarkan kepada pasar agar dapat dibeli.Sleman.

Penetapan harga yang lebih rendah dari pesaing ini merupakan salah satu strategi perusahaan dan merupakan kekuatan yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk memenangkan persaingan pasar dengan pesaing terutama untuk merebut pasar telur puyuh dari luar wilayah Bogor. Sleman dan Solo Jambu 6 Pasar Cibinong Yogyakarta. teritori .180 – Rp. cakupan distribusi.sebesar Rp175 per butir dengan margin keuntungan sebesar 20% dari biaya produksi yang dibutuhkan untuk memproduksi satu butir telur. Sleman dan Solo Jawa Timur 7 Pasar Ciluar Tidak ada persaing 8 Pasir Angin Tidak ada pesaing 9 Cirangkong Tidak ada pesaing Sumber : Data Primer (Maret 2009) Harga (Rp/ butir) 180 180 220 190 180 .Sleman. Selain menjual ke pedagang pengecer atau bandar pedagang asongan PPBT juga menjual kepada konsumen akhir walaupun jumlahnya sangat sedikit. 3. Daftar harga pesaing yang berada di wilayah pemasaran PPBT dapat dilihat pada Tabel 15. Daftar Pesaing di Wilayah Pemasaran PPBT No Nama Pasar Pesaing 1 Pasar Anyar Ardi (Sukabumi) 2 Pasar Bogor Ardi(Sukabumi). Tabel 15. Strategi Tempat/ Distribusi (Place) David (2006) mengungkapkan distribusi merupakan kegiatan yang mencakup pergudangan. lokasi toko peritel.Blitar Yogyakarta. 220 per butir. saluran distribusi. 175 per butir sedangkan harga jual pesaing di pasar berkisar antara Rp. Harga untuk konsumen akhir yang membeli telur ke PPBT adalah Rp. dan Solo 3 Pasar Leuwiliyang Tidak ada pesaing 4 Pasar Ciawi Tidak ada pesaing 5 Pasar Warung Yogyakarta.220 185 220 - Berdasarkan data pada Tabel 15 Harga jual yang ditetapkan oleh PPBT kepada target pasar yaitu pedagang pengecer atau bandar pedagang asongan yaitu Rp. Konsumen akhir yang membeli telur puyuh dari PPBT biasanya merupakan warga yang berada di sekitar lokasi PPBT. 185 per butir penetapan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang ditetapkan kepada pedagang eceran dikarenakan jumlah yang dibeli oleh konsumen akhir sedikit dan permintaannya hanya sewaktu – waktu saja. Kediri.

Hal ini karena target pasar dari PPBT adalah pedagang pengecer yang dan bandar pedagang asongan.95% 100% Berdasarkan data pada Tabel 16 diketahui bahwa 99. Sistem kerjasama yang dilakukan oleh PPBT dalam memasarkan produknya adalah sistem jual putus. Data wilayah distribusi dan banyaknya produk yang dipasarkan oleh PPBT dapat dilihat pada Tabel 16.68% 15.56% 18.penjualan.5% telur puyuh PPBT dipasarkan ke pedagang pengecer atau bandar asongan.05% 0. Tabel 16. .12% 7. Pembayaran secara tempo biasanya diberikan khusus untuk pelanggan yang benar – benar sudah di percaya dan sudah lama (pelanggan loyal). Sistem pembayaran yang dilakukan oleh PPBT adalah dengan cara tunai (cash) atau tempo. tingkat dan lokasi persediaan. dimana kerugian akibat barang yang rusak dan tidak habis terjual menjadi tanggungan pelanggan atau bukan lagi merupakan tanggungan PPBT. Wilayah Pendistribusian Telur Puyuh PPBT Banyaknya Banyaknya Nama Pasar ( per minggu) (butir per minggu) No 1 Ciawi 3 peti 3600 2 Cibinong 5 peti 6000 3 Pasir Angin 7 peti 8400 4 Ciluar 4 peti 4800 5 Bogor 15 peti 18000 6 Anyar 10 peti 12000 7 Leuwiliyang 5 peti 6000 8 Warung Jambu 20 dus 15000 9 Cirangkong 4 peti 4800 10 Konsumen Akhir 1 dus 750 Jumlah 79350 Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (diolah). Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) hanya menjual 0. alat transportasi.59% 6. Hal ini akan mengurangi resiko kerugian yang mungkin dialami oleh PPBT akibat adanya barang yang tidak laku terjual.54% 7.95% telur kepada konsumen akhir yang berada di sekitar lokasi peternakan.56% 10.90% 6.05% 22. Batas waktu tempo yang diberikan adalah satu hari. penjualan partai besar dan peritel. (Maret 2009) Persentase 4. Dalam proses pendistribusian produk PPBT memilih saluran distribusi langsung dengan mengutamakan pedagang pengecer dan bandar pedagang asongan yang berada di wilayah Bogor.

Proses pendistribuasian produk telur puyuh adalah dengan menggunakan mobil pick up.59%) Pedagang Pengecer Telur di Pasar Ciluar (6. Pemilihan mobil Pick up didasarkan atas pertimbangan memiliki daya angkut besar sehingga lebih efektif dan efisien serta dapat menghemat biaya transportasi.90%) Konsumen Akhir (100%) 0. Penggambaran saluran distribusi PPBT dapat dilihat pada Gambar 10. Sistem pemasaran yang dilakukan oleh PPBT adalah pemasaran langsung dimana telur puyuh yang dihasilkan dijual langsung kepada pedagang pengecer yang ada di pasar tanpa melalui perantara atau tengkulak.68%) Pedagang Pengecer Telur di Pasar Anyar (15. Pedagang Pengecer Telur di Pasar Ciawi (4. Maret 2009 .05 %) PPBT Pedagang Pengecer Telur di Pasar Bogor (22.54%) Pedagang Pengecer Telur di Pasar Cibinong (7.56%) Bandar Pedagang Asongan Pasir Angin ( 10.95 % Pedagang Pengecer di Cirangkong (6.12%) Pedagang Pengecer Telur di Pasar Leuwiliyang (7. Jambu (18.56%) Pedagang Pengecer di Pasar Wr.05%) Gambar 10. Saluran Distribusi Telur Puyuh PPBT Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (diolah).

.4. Hal ini dikarenakan kapasitas telur yang dihasilkan oleh PPBT selama ini hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang telah menjadi pelanggan PPBT. namun dengan semakin berkembangnya usaha dan didukung dengan adanya sistem kemitraan yang dibangun oleh PPBT sebaiknya PPBT mulai memikirkan kegiatan promosi. Kegiatan promosi yang dilakukan oleh PPBT hanya dilakukan dengan menggunakan promosi langsung ke pelanggan di wilayah Bogor. Selain kegiatan promosi yang dilakukan oleh perusahaan promosi dari mulut ke mulut yang dilakukan oleh pedagang yang pernah membeli telur puyuh ke PPBT sangat membantu proses pemasaran PPBT. Strategi Promosi (Promotion) Promosi merupakan kegiatan perusahaan dalam mengkomunikasikan produk yang dijualnya kepada pelanggan. Sampai saat ini PPBT belum pernah melakukan promosi dengan menggunakan media cetak ataupun elektronik.

Kegiatan operasional perusahaan dimulai pukul 07. Selain itu.1 Analisis Lingkungan Internal Perusahaan Analisis lingkungan internal merupakan analisis yang dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan pada area fungsional bisnis. Data karyawan PPBT dapat dilihat pada Tabel 17. Analisis lingkungan internal Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) dilakukan untuk mengetahui faktor – faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan dari PPBT. penelitian dan pengembangan.1 Manajemen Sumber Daya Manusia Peternakan Puyuh Bintang Tiga Mempunyai satu orang manajer yang sekaligus sebagai pemilik peternakan dan delapan orang karyawan yang berasal dari lingkungan sekitar lokasi peternakan yaitu Desa Situ Ilir. Kecamatan Cibungbulang. Keterampilan dan pengalaman kerja karyawan menjadi suatu hal yang sangat penting dikarenakan dalam proses pembudidayaan puyuh diperlukan pengetahuan dan ketelitian agar proses budidaya dapat berjalan dengan lancar. Hal ini dikarenakan proses produksi dan pemeliharaan puyuh berlangsung setiap hari. 6. PPBT juga merekrut seorang karyawan tetap yang berasal dari Kabupaten Sukabumi. hal ini atas dasar pertimbangan bahwa ia telah mempunyai kemampuan dan pengalaman dalam pemeliharan puyuh karena selama 10 tahun telah bekerja di Golden Quail. serta sistem informasi manajemen. Waktu istirahat untuk karyawan selama satu jam yaitu pada pukul 12.1.00 WIB. Sehingga dalam satu hari karyawan hanya bekerja selama delapan jam. Berikut ini akan dibahas faktor – faktor internal dari PPBT. pemasaran.00 WIB. Jika karyawan bekerja lebih dari waktu kerja yang telah ditetapkan . keuangan atau akuntansi.00 WIB sampai dengan pukul 13. termasuk manajemen sumber daya manusia. Hari kerja karyawan di PPBT adalah tujuh hari kerja atau dengan kata lain karyawan bekerja setiap hari dalam satu minggu. produksi atau operasi .00 WIB sampai pukul 16.VI ANALISIS LINGKUNGAN PERUSAHAAN 6. Kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh PPBT digunakan untuk memanfaatkan peluang dan mengatasi ancaman yang berasal dari lingkungan eksternal perusahaan.

Data Karyawan PPBT No Nama karyawan Prastiyo. 20. Hal ini dilakukan agar loyalitas karyawan terhadap perusahaan .000 per hari.maka mendapatkan uang lembur sebesar Rp.000 18 8 9 10 Agus Marfuah Aben Gunung Bunder Desa Situ Ilir Desa Situ Ilir 48 51 35 SD MI SMP 1 10 18 600.000 500.000 per jam atau jika dalam satu hari penuh karyawan diminta untuk bekerja ekstra maka pihak manajemen akan memberikan uang lembur sebesar Rp. pihak manajemen juga memberikan bonus pada hari raya atau Tunjangan Hari Raya (THR).Spt Bagian Alamat Usia (Thn) 37 Tingkat Pendidika n Sarjana Masa Kerja (bln) Gaji ( Rp per bulan) _ 1 Manajer dan Pemilik Anak Kandang (DOQ) Mega Mendung 18 2 Yudi Wahyudin Cikembar Sukabumi 33 SMP 18 3 4 5 6 7 Suhendar Noviyanto Ahmad Rifai Samsudin Makmur Anak Kandang Anak Kandang Anak Kandang Produksi Pakan Sarana Produksi dan Peralatan Sopir Dapur Keamanan Desa Situ Ilir Desa Situ Ilir Desa Situ Ilir Desa Situ Ilir Desa Situ Ilir 26 25 24 39 58 SMU 7 SMP 4 SMP 9 SMP 11 SR 900.000 350. Pemberian uang lembur ini merupakan salah satu kegiatan pemberian motivasi yang dilakukan oleh pihak PPBT untuk meningkatkan semangat kerja karyawan.000 500.000 500.000 500.000 Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (2009) Selain mendapatkan uang lembur jika bekerja diluar jam kerja.000 400.000 600. 5. Tabel 17. Besarnya THR yang diberikan kepada para karyawan adalah sama dengan satu bulan gaji.

Sistem pengambilan 2 http://regionalinvestment. Perbedaan sistem pemberian gaji hanya pada karyawan bagian dapur yaitu Ibu Marfuah yang hanya mendapatkan gaji sebesar Rp. Namun.000 dengan sistem kenaikan gaji sebesar Rp. Tabel 18. 800.tetap terjaga dan sebagai bentuk perhatian pihak perusahaan terhadap para karyawan yang telah membantu kegiatan operasional perusahaan. Upah Minimun Regional Kabupaten Bogor Upah Minimum Regional Tahun 2007 Upah Minimum Regional Rp.tugas dan tanggung jawab serta lamanya bekerja. Karyawan peternakan puyuh sukabumi mendapatkan gaji sebesar Rp. Sehingga. 25.php?ia=3201&is=45 .000 per bulan sedangkan karyawan PPBT mendapatkan gaji minimal Rp. Tujuan dari perbedaan gaji ini adalah sebagai bentuk penghargaan kepada karyawan yang telah lama bekerja pada PPBT dan sebagai pemacu bagi karyawan yang masih baru untuk terus meningkatkan keterampilannya. Hal ini sesuai dengan tugas yang menjadi tanggung jawab dari bagian dapur yaitu hanya menyediakan konsumsi bagi para karyawan dan membersihkan bangunan kantor dan mess karyawan. semakin terampil dan semakin berat tugas yang menjadi tanggung jawabnya maka seorang karyawan akan mendapatkan gaji yang lebih besar dibandingkan dengan karyawan yang baru bekerja dan belum berpengalaman.231 Sumber :Direktorat Pengupahan dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (2009)2 Para karyawan PPBT juga mendapatkan jatah makan dua kali sehari yaitu pada pagi hari dan siang hari. Hal ini bertujuan agar para karyawan PPBT tidak meninggalkan lokasi peternakan ketika jam istirahat.800 2008 873. 400. jika dibandingkan dengan Upah Minimun Regional Kabupaten Bogor sebagian besar gaji karyawan PPBT masih lebih rendah seperti terlihat pada Tabel 18. besarnya gaji karyawan yang ada di PPBT berbeda – beda.000 per tiga bulan. Penentuan besarnya gaji yang diterima oleh setiap karyawan didasarkan pada pengalaman. keterampilan. 500. Para karyawan juga mendapatkan jatah libur selama dua hari selama satu bulan.com/sipid/id/ekonomiumrd. 350. Semakin lama bekerja.000 per bulan. Gaji yang diterima oleh karyawan PPBT jika dibandingkan dengan gaji karyawan peternakan puyuh yang ada di Sukabumi lebih tinggi atau lebih mahal.

Dalam melaksanakan kegiatan koordiasi manajer selalu bersifat kekeluargaan. Pelatihan bagi karyawan baru terutama bagian anak kandang biasanya diberikan oleh karyawan lama yang telah berpengalaman dalam proses pemeliharaan puyuh. Karyawan baru diberikan pelatihan selama dua hari untuk mengetahui apa yang menjadi tugas. kerajinan dan semangat kerja karyawan. Begitupun jika terjadi permasalahan di PPBT manajer akan melibatkan karyawan untuk menyelesaikan masalah tersebut sehingga karyawan akan semakin loyal terhadap perusahaan. Namun. kewajiban dan tanggung jawabnya. Sehingga para karyawan PPBT telah mengetahui dengan jelas apa yang menjadi tugas. kewajiban dan tanggung jawab utamanya masing – masing. Kegiatan pengorganisasian karyawan telah dilakukan oleh PPBT sejak awal berdiri. Setelah diberikan pelatihan selanjutnya karyawan baru dapat mengerjakan pekerjaannya sendiri dan tetap mendapatkan pengawasan dari manajer dan karyawan senior. PPBT juga mempekerjakan . Hukuman ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan dari para karyawan PPBT. hal ini dilakukan jika pekerjaan utamanya telah selesai dikerjakan. Perekrutan karyawan baru yang dilakukan oleh PPBT biasanya berdasarkan atas rekomendasi dari pekerja dan berasal dari daerah di sekitar lokasi peternakan. Dalam merekrut karyawan pihak PPBT tidak melihat dari tingkat pendidikan. Hal utama yang diperhatikan oleh pihak PPBT adalah keuletan. sampai saat ini keterampilan sumber daya manusia yang dimiliki oleh Peternakan Puyuh Bintang Tiga masih rendah hal ini dikarenakan kurangnya pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki oleh karyawan mengenai proses budidaya puyuh. pihak PPBT akan memberikan hukuman berupa pemotongan gaji sebesar Rp. Walaupun terkadang para karyawan juga melakukan pekerjaan yang bukan menjadi tugasnya. 25. Jika karyawan melakukan bolos kerja atau libur lebih dari jatah waktu yang diberikan. agar tetap ada karyawan yang bertugas merawat puyuh. Namun. Hal ini terlihat dengan sudah adanya pembagian kerja dan tanggung jawab yang jelas kepada para karyawan. dimana manajer selalu menerima semua masukan baik yang bersifat positif maupun negatif dari semua karyawan selama hal tersebut dapat memberikan perubahan dan kemajuan bagi PPBT. Selain karyawan tetap.000 per hari.jatah libur ini adalah secara bergiliran.

Jika brand equity ini bisa dikelola dengan baik. Kedua. Sehingga jika terdapat hal – hal yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dapat segera diselesaikan dan tidak menimbulkan masalah yang berlarut – larut.2 Pemasaran Proses pemasaran produk yang dihasilkan oleh Peternakan Puyuh Bintang Tiga selama ini dilakukan dengan mendatangi langsung calon pembeli ke pasar – pasar dan mempromosikan produk yang dihasilkan oleh PPBT.000 – Rp. para konsumen akan menerima nilai produknya. Padahal pemberian nama merek atau cap pada suatu produk merupakan hal yang penting sebagai media penanaman brand image yang positif bagi konsumen. Karyawan lepas yang bekerja di PPBT akan mendapatkan bayaran dengan sistem harian yaitu sebesar Rp. perusahaan itu sendiri memperoleh nilai melalui loyalitas pelanggan terhadap merek. Proses pemesanan seperti ini dapat berkembang karena telah terjalin kepercayaan antara PPBT dengan pelanggan.karyawan lepas jika sedang melakukan kegiatan pembangunan bangunan kandang. Pertama. 40. Dalam memasarkan produk yang dihasilkan PPBT menggunakan peti berkapasitas 1. 6. . perusahaan akan mendapatkan dua hal. Proses pengendalian yang dilakukan oleh PPBT dilakukan setiap hari oleh manajer. Hal ini dilakukan agar semua aktivitas yang terjadi di PPBT dapat terkontrol oleh manajer.000 per hari. Tidak adanya merek pada peti dan dus yang digunakan oleh PPBT untuk memasarkan produk menjadikan identitas dari produk yang dihasilkan tidak terlihat. dan efisiensi serta efektivitas kerja khususnya pada program pemasaran. Mereka dapat merasakan semua manfaat yang diperoleh dari produk yang mereka beli dan merasa puas karena produk itu sesuai dengan harapan mereka.1. keunggulan bersaing. PPBT belum memberikan merek pada peti atau kardus yang digunakan untuk memasarkan produk telur puyuh yang dihasilkan.200 butir dan dus berkapasitas 750 butir. Jika pelanggan tertarik untuk membeli produk PPBT proses pemesanan dilakukan dengan menggunakan media handphone atau pembeli yang datang langsung ke PPBT. 30. Manajer akan menerima laporan harian dari setiap bagian.yaitu peningkatan margin keuntungan.

Tidak adanya merek pada kemasan membuat produk yang dihasilkan oleh PPBT tidak memiliki perbedaan dengan produk yang dihasilkan oleh pesaing atau tidak memiliki identitas sendiri yang dapat menjamin kualitas dari produk yang dipasarkan.Spt. Pendeknya saluran distribusi yang dipilih oleh PPBT membuat proses pemasaran menjadi lebih efisien. . Daftar harga pesaing yang ada di wilayah pemasaran dari PPBT dapat dilihat pada Tabel 15. PPBT menetapkan harga jual produk telur puyuh yang dihasilkan dibawah dari harga pesaing.220 per butir. Peternakan Puyuh Bintang Tiga menggunakan saluran distribusi langsung yaitu dengan memasarkan produk yang dihasilkan langsung kepada pasar sasaran yaitu pedagang eceran atau bandar pedagang asongan. pemberian merek juga bermanfaat sebagai salah satu media promosi untuk memperkenalkan PPBT kepada para pelanggan khususnya calon pelanggan baru. sehingga PPBT tidak memiliki ketergantungan kepada lembaga keuangan. 175 per butir Sedangkan harga yang ditetapkan oleh pesaing di pasar wilayah Bogor yaitu berkisar antara Rp.3 Keuangan dan Akuntansi Permodalan dari PPBT yaitu berasal dari pemilik PPBT Bapak Prastiyo.180 – Rp.1. Promosi hanya terjadi dari mulut ke mulut pelanggan yang pernah membeli produk kepada PPBT. Penetapan harga yang dilakukan oleh PPBT yaitu dengan menggunakan metode Competition Based Pricing. Penetapan harga yang lebih murah dari pesaing ini merupakan salah satu strategi pemasaran yang digunakan oleh PPBT untuk mendapatkan keunggulan bersaing di pasar sasaran. Pemilihan saluran distribusi ini juga didasarkan atas pertimbangan PPBT telah memiliki sarana transportasi sendiri yaitu berupa mobil pick-up sehingga akan sangat memudahkan dalam proses pemasaran produk. PPBT belum pernah melakukan pinjaman kepada lembaga keuangan manapun. Selama ini pihak PPBT belum melakukan kegiatan promosi secara langsung. 6. Selain itu. Hal ini yang menyebabkan wilayah pemasaran dari PPBT masih terbatas yaitu hanya di wilayah Bogor.lokasi produksi yang dekat dengan wilayah pemasaran merupakan suatu keunggulan yang dimiliki oleh PPBT karena dapat menghemat biaya distribusi produk ke pasar sasaran. Harga yang ditetapkan oleh PPBT yaitu Rp. Selain itu.

4 Produksi Proses produksi pada PPBT dimulai dari puyuh yang siap bertelur (Pullet) yang berumur 35 – 45 hari hingga tidak lagi produktif (apkir) yaitu saat berumur 18 bulan.Seluruh kebutuhan modal yang perlukan dalam pelaksanaan kegiatan usaha PPBT berasal dari modal pribadi Bapak Prastiyo. Sanitasi kandang 2. Pemberian vitamin dan obat . Karena modal yang digunakan hanya berasal dari modal pribadi membuat modal yang dimiliki menjadi terbatas dan menghambat kegiatan pengembangan usaha yang dilakukan oleh perusahaan.Spt. Alur Proses Pemeliharaan pada PPBT Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (2009) . Vaksinasi 3.obatan Pemberian pakan dan minum Panen dan pasca panen Pengafkiran Gambar 11. Pencatatan keuangan ini akan sangat berguna untuk mendukung kesuksesan dan perkembangan usaha dari PPBT. PPBT telah melakukan pencatatan keuangan yang cukup rapi yang dilakukan oleh manajer.1. Persiapan Kandang Proses Budidaya Puyuh Petelur Pengendalian dan pencegahan penyakit : 1. 6. Alur proses pemeliharaan yang terjadi pada masa produksi dapat dilihat pada Gambar 11.

Setelah kandang. dilakukan persiapan pakan dan air minum yang telah dicampurkan dengan vitamin. Setelah kandang steril. Pemeliharaan puyuh petelur pada masa produksi yang dilakukan setiap hari secara rutin adalah memberi minum dan membersihkan kandang yaitu menyapu dan mengepel kandang. Proses Pengambilan Telur hingga Siap Dipasarkan Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (2009) Proses pemanenan atau pengambilan telur meliputi kegiatan penyiapan baki tempat panen yang berkapasitas 100 butir.Proses pemeliharaan dimulai dengan proses persiapan kandang yaitu kandang dilakukan fumigasi dengan penyemprotan disinfektan untuk mematikan virus dan bakteri yang ada di dalam maupun disekitar kandang. dedak. Penyiapan Baki Tempat Telur Pengambilan Telur Penyortiran Telur Pendistribusian Telur ke Pasar Sasaran Pengemasan Telur ke Peti Kayu dan Dus Gambar 12. Jumlah pakan yang diberikan rata – rata adalah sebanyak 40 gram per ekor per dua hari. Satu lantai atau tingkat sangkar berukuran panjang 100 cm. Pemberian pakan dilakukan dua hari sekali. pengambilan telur dengan menggunakan baki tersebut. bahan tambahan. Proses kegiatan pemeliharaan puyuh petelur setiap hari dapat dilihat pada Lampiran 5. Sehingga dalam satu kandang yang terdapat lima tingkat berisi 200 ekor puyuh.200 butir dan dus yang berkapasitas 750 butir telur. Pakan yang diberikan berupa ransum yang terdiri dari campuran jagung giling. Tahap terakhir yaitu proses pendistribusian . lebar 80 cm dan tinggi 20 cm berisi 40 ekor puyuh. penyortiran telur dan selanjutnya dilakukan kegiatan pengemasan telur dengan menggunakan peti yang berkapasitas 1. Disinfektan yang digunakan adalah biodes dan septoid dengan komposisi yang telah ditentukan. konsentrat ayam petelur. Dosis yang digunakan dalam kegiatan fumigasi adalah satu tutup cairan septoid ditambahkan dengan satu tutup cairan biodes untuk setiap 10 liter air. pakan dan air minum siap bibit puyuh yang siap bertelur (pullet) akan diletakkan didalam sangkar yang telah dipersiapkan.

dan Lido. Program kesehatan yang dilakukan meliputi pemberian vitamin yang dilakukan setiap minggu selama tiga hari berturut – turut. Program kesehatan yang dilakukan PPBT dalam pemeliharaan puyuh petelur dapat dilihat pada Tabel 19. Tabel 19. Banyaknya telur yang berasal dari peternak mitra PPBT dan menambah produk yang harus dipasarkan oleh PPBT dapat dilihat pada Tabel 20. Alur proses Pengambilan telur hingga siap dipasarkan dapat dilihat pada Gambar 12.600 per minggu. Kapasitas produksi saat ini masih dianggap kurang memenuhi kebutuhan pasar. Sehingga total telur yang harus dipasarkan oleh PPBT sebanyak 127. Dalam kegiatan pemeliharaan puyuh petelur. kegiatan lain yang tidak kalah penting adalah program kesehatan untuk menjaga agar puyuh terhindar dari penyakit. Selain. Sukabumi. Program Kesehatan Puyuh Petelur di PPBT No Jenis Kegiatan Waktu Keterangan 1 2 3 Pemberian Vitamin Setiap minggu Selama tiga hari berturut . Tahun 2009 Kapasitas produksi dari PPBT saat ini adalah rata – rata sekitar 63.750 butir per minggu.turut Berselang dengan pemberian obat pencernaan Berselang dengan pemberian obat snot Pemberian obat Setiap bulan untuk penyakit snot Pemberian obat Setiap bulan untuk saluran pencernaan Vaksinasi Newcastle Setiap dua bulan Desease (ND) 4 Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT). oleh karena itu.350 butir atau sekitar 106 peti per minggu. PPBT terus melakukan pengembangan usaha dengan menambah jumlah kandang dan populasi puyuh yang dipeliharanya. Berdasarkan data dari Tabel 20 diketahui bahwa total telur yang dihasilkan oleh peternak mitra sebanyak 63. Sistem kemitraan yang dibangun oleh PPBT saat ini sangat efektif untuk memenuhi permintaan yang belum dapat dipenuhi oleh kapasitas produksi PPBT . PPBT juga menjalin kemitraan dengan peternak puyuh yang berada didaerah Cibungbulang. menambah jumlah kandang. pemberian obat untuk penyakit snot yang dilakukan setiap bulan dimana waktu pemberian berselangan dengan pemberian obat pencernaan dan vaksinasi Newcastle Desease (ND) yang dilakukan setiap dua bulan sekali.telur ke pasar sasaran.

Jawa Tengah ataupun Jawa Timur.000 450 Jampang Selatan.5 Penelitian dan Pengembangan Peternakan Puyuh Bintang Tiga belum memiliki bagian khusus yang melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan. Kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh PPBT masih dipegang dan dilakukan oleh manajer. Namun.000 Produksi pakan sendiri 6 Jazuli Cibungbulang 16. Selain itu.000 350 Jampang Selatan. Tabel 20. dan cangkang telur yang tebal sehingga tidak mudah pecah dan memudahkan dalam proses pemasaran produk. Hal ini dikarenakan peternak mitra tidak melakukan sortasi berdasarkan strandar produk yang ditetapkan oleh PPBT sehingga seringkali telur telah mengalami kerusakan saat sampai di PPBT. Kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh manajer ditunjang oleh latar belakang pendidikan manajer yaitu sarjana peternakan IPB. 1 Anin Sukabumi 5. tidak terdapat kecacatan pada produk yang dihasilkan. 6.600 1600 Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (2009) Kualitas dan mutu telur puyuh yang dihasilkan oleh PPBT. jika ditinjau dari segi tampilan produk yang bagus. jarak pemasaran yang dekat dengan pasar menbuat telur puyuh yang dihasilkan oleh PPBT lebih cepat diterima oleh konsumen jika dibandingkan dengan telur puyuh yang berasal dari Sukabumi. kurangnya kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra justru menimbulkan kerugian bagi PPBT.800 600 Jumlah 63.000 Produksi pakan sendiri 5 Asep Lido 15. Banyaknya Telur yang dihasilkan Oleh Peternak Mitra PPBT Jumlah pakan yang N Peterna Jumlah Telur Alamat disupplai oleh PPBT o k Mitra (butir Per Minggu) (Kg per minggu) Jampang Selatan.sendiri. . 2 Edi Sukabumi 9. 3 Obay Sukabumi 4800 200 Jampang Selatan.1. ukuran dan besar telur yang dihasilkan merata. 4 Mamat Sukabumi 13.

Belum terstrukturnya sistem informasi manajemen di PPBT dikarenakan jumlah pekerja yang dimiliki oleh PPBT masih sedikit sehingga informasi dapat tersebar dengan cepat dan efektif kepada seluruh bagian di dalam organisasi. .1.2. Berdasarkan data pada Tabel 3 menunjukkan bahwa rata – rata konsumsi telur puyuh untuk rata – rata pengeluaran perkapita mengalami peningkatan. 6.Dengan latar belakangnya ini manajer dibantu oleh para karyawannya terus melakukan kegiatan pengembangan usaha. Analisis lingkungan eksternal bertujuan untuk mengetahui peluang yang dapat dimafaatkan oleh PPBT dan ancaman yang dapat menghambat kemajuan dari PPBT.2 Analisis Lingkungan Eksternal Perusahaan Analisis lingkungan eksternal Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) merupakan analisis terhadap lingkungan yang berada di luar perusahaan.6 Sistem Informasi Manajemen Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) belum membutuhkan sistem informasi manajemen.1 Kekuatan Ekonomi Konsumsi telur puyuh yang terus mengalami peningkatan merupakan suatu indikasi bahwa telur puyuh semakin diminati oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan informasi di PPBT dapat mengalir tanpa melalui hirarki perusahaan. informasi juga dapat berasal dari pekerja hal ini dikarenakan manajemen yang digunakan di PPBT adalah gaya demokratis dimana terdapat keterbukaan diantara bagian – bagian di dalam organisasi. 6. Selain itu. Berikut akan dibahas faktor – faktor eksternal dari PPBT yang mungkin dapat menjadi peluang atau ancaman bagi PPBT 6. karena hal ini justru akan meningkatkan pengeluran perusahaan sementara manfaat yang diterima oleh perusahaan sangat kecil. Adapun data mengenai Konsumsi Rata – Rata Per Kapita Seminggu Untuk Telur Puyuh menurut Golongan Pengeluaran Per kapita Sebulan dapat dilihat pada Tabel 3. Untuk itulah PPBT merasa belum membutuhkan suatu sistem atau alat pengelolaan informasi yang canggih. Informasi dapat berasal dari manajer dan langsung disampaikan kepada seluruh pekerja ataupun melalui salah seorang pekerja untuk disampaikan kepada pekerja lainnya.

Selain itu meningkatnya PDB masyarakat juga merupakan indikasi bahwa pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin meningkat atau semakin membaik.005.902.001.711 Sumber : BPS (2008) Pada Tabel 21 dapat terlihat bahwa PDB Per Kapita atas dasar harga konstan masyarakat DKI Jakarta. gaya hidup masyarakat Indonesia semakin peduli terhadap kesehatan.629.434 6.591.602 6.719.797. Konsumsi pangan yang sesuai 3 http://www.2.650.dan lingkungan Kondisi sosial dan budaya yang menentukan permintaan serta pertumbuhan permintaan terhadap telur puyuh antara lain adalah tren gaya hidup seseorang. 6.478 6. Tabel 21.demografi. Adanya tren gaya hidup sehat ini ditandai dengan semakin bijaksananya masyarakat dalam memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan mereka.2 Kekuatan sosial. Jawa Barat dan Banten mengalami peningkatan setiap tahunnya hal ini mengindikasikan bahwa terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi di wilayah pasar yang menjadi target pasar jangka panjang perusahaan. Jawa Barat dan Banten yang menjadi target wilayah pemasaran dari PPBT dapat dilihat pada Tabel 21.802 2005 33.627 6. Dewasa ini.722 2006 34. Data mengenai Produk Domestik Bruto provinsi DKI Jakarta.350 5.com/ . budaya.535 6. Peningkatan pertumbuhan ekomonomi ini dapat mengambarkan besarnya pendapatan yang diperoleh masayarakat yang akan digunakan untuk pengeluaran konsumsi masyarakat mengalami peningkatan dan merupakan indikasi bahwa tingkat kesejahteraaan masyarakat juga semakin meningkat.774 6.Peningkatan konsumsi telur puyuh ini merupakan suatu peluang yang dapat dimanfaatkan oleh PPBT untuk terus mengembangkan usahanya dan meningkatkan jumlah penjualan telur puyuh yang dihasilkan.435.221.kabarindonesia. healty lifestyle masuk melalui tren yang kemudian perlahan-lahan berubah menjadi sebuah gaya hidup yang lebih baik di masyarakat3.705.062 6.331 2007 36.274. Produk Domestik Regional Bruto Per Kapita Tanpa Migas Atas Dasar Harga Konstan 2000 menurut Provinsi (Rupiah) Tahun Provinsi DKI Jakarta Jawa Barat Banten 2004 31.

064. Jawa Barat.0 5. Populasi jumlah penduduk DKI Jakarta.5 24.3 9.6 40.2 40. Jumlah Penduduk (dalam Ribu) menurut Provinsi Provinsi DKI Jakarta Jawa Barat Banten Sumber : BPS.4 . Peningkatan jumlah penduduk dapat dilihat pada Tabel 23.892.5 5.098. Kandungan lemak yang rendah ini sangat cocok untuk diet kolesterol karena dapat menghidari penimbunan lemak di jantung.0 3.0 35.724.0 5.0 0.0 2. 2008 Tahun 2000 8.3 39. Telur puyuh merupakan salah satu sumber pangan hewani bagi masyarakat.0 0.0 Skor Pangan 25.0 0.146.150.0 0.0 10.6 9.0 12.1 2005 8.0 100.0 1.361.0 100 Bobot 0.0 Berdasarkan Tabel 22 terlihat bahwa salah satu kelompok pangan yang menunjang tercapainya Pola Pangan Harapan Pangan Masyarakat adalah pangan hewani.0 6.071.423.5 2. Komposisi Energi.0 2. dan Banten yang merupakan wilayah pemasaran PPBT selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya.padian 1000 Umbi-umbian 120 Pangan Hewani 240 Minyak dan Lemak 200 Buah dan biji 60 berminyak Kacang-kacangan 100 Gula 100 sayur dan buah 120 Lain-lain 60 Total 2000 Sumber : Deptan (2001) % Energi 50.5 30.5 2. Tabel 23. sementara kebutuhan akan protein akan tetap terpenuhi.602.1 2007 9.5 0.0 3.4 2008 9.0 10.0 8.1 9. Telur puyuh adalah produk yang mengandung protein yang tinggi dan kadar lemak sangat cocok untuk mendukung tren gaya hidup sehat masyarakat dan mendukung tercapainya Pola Pangan Harapan masyarakat.0 6.Bobot dan skor pangan dalam Pola Pangan Harapan Kelompok Pangan Energi (kkal) Padi .5 0.0 5. Informasi mengenai kandungan gizi telur puyuh dapat dilihat pada Tabel 2.918.dengan tren gaya hidup masyarakat sejalan dengan pencapaian Pola Pangan Harapan (PPH) masyarakat (Tabel 22). Tabel 22.329.

2. Sehingga perubahan cuaca yang tidak menentu merupakan suatu ancaman bagi PPBT. Meningkatnya jumlah penduduk akan sangat berimplikasi kepada peningkatan akan produk peternakan seperti telur puyuh. Akbibat serangan penyakit tetelo (Newcastle Disease) pada bulan Desember 2007. Selain itu. PPBT mengalami kerugian yang sangat besar. Hal ini dikarenakan situasi keamanan sekitar peternakan merupakan situasi yang diharapkan mampu mendukung situasi yang kondusif seperti lingkungan yang tidak terlalu bising. Jika puyuh mengalami stres akan berakibat pada penurunan produktivitas telur yang akan dihasilkan. Sehingga pada awal tahun 2008 PPBT kembali memulai usahanya dari awal setelah melakukan sterilisasi dan penyemprotan kandang untuk membunuh virus – virus penyakit. 6.3 Kekuatan politik. dan keamanan lain terkait aset perusahaan seperti keamanan dari pencurian. hukum serta peranan pemerintah dapat mempengaruhi lingkungan eksternal dari perusahaan yaitu melalui kebijakan dan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah. Hal ini dikarenakan puyuh merupakan unggas yang sangat peka terhadap perubahan cuaca yang akan mengakibatkan puyuh mudah mengalami stres. hukum. Selain itu merebaknya beberapa jenis penyakit seperti Flu burung. dan pemerintahan Kondisi politik.Jumlah populasi yang semakin besar. frekuensi lalu lalang orang yang tidak terlalu tinggi. tetelo dan beberapa jenis penyakit yang menyerang ternak puyuh juga merupakan suatu ancaman yang dapat menimbulkan kerugian bagi PPBT. Kebijakan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada tanggal 15 januari 2009 untuk jenis premium dari Rp. membutuhkan pasokan pangan hewani yang juga menjadi semakin besar. Terjadinya pemanasan global (global warming) sebagai efek rumah kaca di dunia dewasa ini yang mengakibatkan perubahan cuaca yang semakin tidak menentu akan sangat mempengaruhi produktivitas puyuh. salah satunya adalah telur puyuh. Salah satu pasokan pangan hewani masyarakat dapat dipenuhi oleh konsumsi telur. 5000 per liter . situasi keamanan lingkungan sekitar merupakan faktor yang mempengaruhi perkembangan usaha perusahaan. akibat penyakit ini ternak puyuh yang dikelola oleh PPBT mati secara bertahap sampai akhirnya seluruh ternak puyuh habis terserang penyakit ini.

500 5.500 4.000 2.000 2.500 2 01/06/2008 6.500 4.500 5.500 5.000 2. Tabel 24.500 11 15/11/2008 6.4 Kekuatan Teknologi Perkembangan teknologi saat ini memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan produktivitas suatu perusahaan.500 16 01/02/2009 4.500 4.500 13 15/12/2008 5.500 5. Penuruan harga premium ini berdampak kepada berkurangnya biaya distribusi telur yang selama ini menggunakan kendaraan bermotor yaitu mobil pick up.500 5.500 5.500 5.800 14 01/01/2009 5.000 2. 6.500 5.500 5 15/08/2008 6. Selain itu.4500. turunnya harga premium juga berdampak kepada penurunan harga bahan baku pakan yang digunakan oleh PPBT sehingga akan menghemat biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan.4500 per liter setelah sebelumnya pemerintah telah menurunkan sebanyak dua kali penurunan (Tabel 24). berdampak kepada penurunan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan.000 2.000 2. Pertamina (2009) Pada Tabel 24 terlihat bahwa harga premium yang menjadi bahan bakar mobil yang digunakan sebagai alat transportasi bagi kegiatan opersaional perusahaan mengalami penurunan harga menjadi Rp.000 2.500 6 01/09/2008 6.500 10 01/11/2008 6.000 2.500 4.500 5.500 5.500 9 15/10/2008 6.000 2.000 2.500 Sumber : PT.500 5.500 4 01/08/2008 6.500 12 01/12/2008 5.500 8 01/10/2008 6.500 5.2.500 7 15/09/2008 6.000 2. Perkembangan yang dapat teknologi ini terlihat dengan sektor ditemukannya teknologi meningkatkan produktivitas . Perkembangan Harga BBM Tahun 2008-2009 Harga BBM (Rp/liter) Terhitung Mulai No Tanggal Premium Minyak Tanah Minyak Solar 1 24/05/2008 6.500 2. Perkembangan teknologi di bidang peternakan cukup pesat.500 2.500 3 15/06/2008 6.500 2.menjadi Rp.800 15 15/01/2009 4.000 2.500 4.500 17 15/02/2009 4.000 2.500 2.

6. Persaingan yang dihadapi oleh perusahaan yaitu dalam pemasaran produk.5 Kekuatan Kompetitif Analisis lingkungan kompetitif atau analisis lingkungan industri (lingkungan mikro) Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) dilakukan berdasarkan konsep Model Lima Kekuatan Porter (Porter’s Five Forces model). Daftar pesaing di wilayah pemasaran PPBT dapat dilihat pada Tabel 15. Berikut akan dibahas lima kekuatan yang mempengaruhi lingkungan industri PPBT. perkembangan teknologi dalam bidang informasi dan telekomunikasi juga sangat membantu perusahaan dalam melakukan komunikasi dengan pihak – pihak di luar perusahaan baik dengan pelanggan. Persaingan antar perusahaan sejenis yang terjadi yaitu dengan petenakan puyuh lainnya terjadi dipasar yaitu dengan peternakan puyuh yang berada di Sukabumi. Tingkat persaingan yang terjadi yaitu pada tingkat harga. Jawa Tengah dan Jawa Timur yang masuk ke pasar di wilayah Bogor menjadikan tingkat persaingan yang terjadi di pasar menjadi semakin tinggi. pemasok ataupun pihak – pihak lain yang memiliki kepentingan. 6.1 Persaingan Antar Perusahaan Sejenis Persaingan selalu terjadi pada setiap kegiatan usaha.2.peternakan. Selain kemajuan teknologi yang terjadi pada proses produksi. Perkembangan teknologi biasanya terlihat dari semakin modern alat – alat yang digunakan oleh peternakan sehingga akan sangat membuat proses produksi menjadi semakin efisien dan efektif.5. Jawa Tengah. Banyaknya telur puyuh yang berasal dari Sukabumi. Kuantitas produk telur puyuh yang dihasilkan oleh pesaing mudah didapat di beberapa pasar di wilayah pemasaran PPBT dan ketesediaannya kontiyu. Hal ini dikarenakan produk yang dihasilkan oleh pesaing seperti pesaing dari Jawa Tengah berasal dari kelompok peternak sehingga produk yang dihasilkan lebih banyak begitupun dengan pesaing yang berasal dari daerah Jawa Timur. Analisis lingkungan kompetitif PPBT dilakukan dengan menganalisis lima kekuatan atau faktor yang mempengaruhi lingkungan kompetitif PPBT.2. kualitas dan kuantitas yang ditawarkan kepada pelanggan. Sedangkan pesaing yang berasal dari Sukabumi dan menjadi pesaing utama PPBT . dan Jawa timur.

Hal ini dikarenakan peternakan puyuh dapat dilakukan dengan skala usaha rumah tangga hingga skala besar. lebar 80 cm dan tinggi 20 cm untuk 40 ekor puyuh.5.2. hal ini juga dapat dimanfaatkan oleh PPBT dengan menjalin kemitraan dengan para peternak yang ingin membuka peternakan puyuh baru.5.3 Ancaman Produk atau Jasa Pengganti Ciri suatu produk adalah produk substitusi meningkat sejalan dengan menurunnya harga relatif dari produk substitusi dan sejalan untuk biaya konsumen untuk beralih ke produk lain menurun. Selain itu.2. Sistem sangkar ini akan menghemat luas lahan yang dibutuhkan untuk kandang puyuh. puyuh dipelihara di dalam kurung atau sangkar yang memiliki lima tingkat.yaitu Peternakan Ardi mempunyai jumlah populasi ternak yang lebih banyak dari PPBT sehingga dapat mensupplai produk secara kontinyu dari segi kuantitas. Namun. Jumlah permintaan untuk berbagai jenis telur yang berfungsi sebagai sumber protein dapat dilihat pada Tabel 25. Sehingga peternakan puyuh dapat dikelola sebagai usaha sampingan hingga usaha berskala besar. Selain itu modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha peternakan puyuh tidak terlalu besar karena peternakan puyuh tidak membutuhkan lahan yang lebih sempit jika dibandingkan dengan peternakan ayam ras ataupun itik.2 Ancaman Masuknya Pendatang Baru Industri peternakan puyuh merupakan industri yang memiliki hambatan masuk (barrier to entry) yang rendah atau kecil. 6. Semakin menariknya industri peternakan puyuh ini terlihat dari semakin banyaknya permintaan bibit puyuh yang datang ke PPBT. Masih besarnya permintaan telur puyuh di pasar juga menjadi daya tarik yang besar bagi pengusaha untuk memulai usaha peternakan puyuh petelur. Rendahnya hambatan masuk bagi pendatang baru akan semakin menambah tingginya persaingan di pasar. Satu tingkat berukuran panjang 100 cm. 6. . Cara terbaik untuk mengukur kekuatan kompetitif produk substitusi adalah dengan memantau pangsa pasar yang didapat oleh produk – produk yang memiliki fungsi yang sama dengan telur puyuh yaitu sebagai sumber protein.

kereta api ataupun ditempat – tempat umum. Hal ini menunjukkan bahwa telur puyuh sampai saat ini belum memiliki produk substitusi dekat.088 Sumber : BPS (2007. Hal ini dikarenakan telur puyuh memiliki pasar yang berbeda dengan telur ayam ras. pinggir jalan.07 0. kebutuhan pemasok PPBT adalah untuk mendukung kegiatan unit usaha pakan. telur puyuh juga lebih banyak dikonsumsi sebagai makanan ringan di perjalanan sehingga banyak ditemui pedagang asongan yang menjual telur puyuh di terminal. di dalam bus.rata perkapita seminggu Jenis Telur Tahun 2006 Tahun 2007 Telur Ayam Ras (broiler egg) /Kg 0.2008) Berdasarkan data pada Tabel 25 dapat dilihat bahwa meningkatnya jumlah permintaan telur puyuh tidak mempengaruhi atau menyebabkan penurunan permintaan untuk telur ayam ras dan telur itik. Daftar pemasok bahan baku pakan dari PPBT dapat dilihat pada Tabel 26.097 0.057 0.058 Telur Puyuh (Quail egg)/ butir 0. Sedangkan telur ayam atau telur itik lebih banyak dikonsumsi sebagai lauk pauk.2.5.117 Telur Itik / itik manila (Duck egg)/ Butir 0. Oleh karena itu. Saat ini. Konsumsi Rata – Rata Per Minggu untuk Jenis Telur Berdasarkan Pengeluaran Rata – Rata Per kapita Sebulan konsumsi rata . 6. . Selain itu.Tabel 25. Perusahaan membutuhkan ketersediaan bahan baku yang kontiyu dan sesuai dengan standar untuk menghasilkan produk pakan puyuh yang berkualitas yang akan mempengaruhi kualitas telur yang dihasilkan. Pasar telur puyuh yang ada saat ini adalah pedagang pengecer dan bandar pedagang asongan.4 Kekuatan Tawar – menawar Pemasok Pemasok merupakan pihak atau lembaga yang dibutuhkan oleh Peternakan Puyuh Bintang Tiga dalam penyediaan bahan baku untuk keberlangsungan kegiatan produksi. sampai saat ini dapat dikatakan belum terdapat produk substitusi yang dapat mengancam keberlangsungan usaha dari Peternakan Puyuh Bintang Tiga. ataupun telur itik.

Selain pemasok untuk bahan baku pakan.Tabel 26. Tabel 27. Banyaknya alternatif pilihan pemasok yang ada membuat pemasok PPBT saat ini tidak memiliki ketergantungan terhadap pemasok karena banyaknya alternatif pemasok yang dapat memenuhi kebutuhan bahan baku PPBT. pemasok tidak dapat dengan mudah menaikkan harga karena perusahaan akan mudah untuk berganti pemasok.647 641. Data mengenai jumlah produksi jaging pipil yang menjadi salah satu bahan baku pakan dapat dilihat pada tabel 27. Namun.id/Download_files/pr0309atap. Perusahaan menjadi tidak terlalu bergantung pada satu pemasok dikarenakan banyaknya jumlah pemasok yang ada. 2009) Pada Tabel 26 dapat diketahui pemasok yang selama ini secara rutin memenuhi kebutuhan bahan baku pemasok.880 Sumber : Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Barat (2009)4 Berdasarkan data pada Tabel 27 menunjukkan jumlah produksi jagung pipilan di Jawa Barat terus mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah produsen jagung pipil juga menjadi semakin banyak.513 2 3 2008 2009 640. Selain itu. PPBT juga membutuhkan pasokan sekam yang dibutuhkan dalam proses pengemasan telur agar mengurangi 4 http://jabar.pdfv tanggal 9 juni 2009-06-01 . Daftar Pemasok Bahan Baku Pakan PPBT No No Jenis Produk Pemasok kelompok tani di wilayah Jampang Tengah dan Kelompok Tani di Wilayah Bogor Barat 2600 Ciawi (Pak Maman dan Pak Asep) 4900 Pengilingan padi di wilayah Cibungbulang 1200 PT.go. Produksi Jagung Pipilan Kering di Jawa Barat No Tahun Produksi Jagung pipil kering 1 2007 577. banyaknya alternatif pemasok yang dapat memenuhi kebutuhan bahan baku PPBT membuat kekuatan tawar menawar pemasok menjadi kecil. Bina San Prima Bogor Harga (Rp/kg) 2 3 4 Jagung Pipil Konsentrat Dedak Bahan Pakan tambahan 10000 Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga ( Maret.bps.

Produsen puyuh lainnya yang masuk ke wilayah Bogor adalah peternakan puyuh wilayah Sukabumi. Strategi harga yang ditetapkan oleh PPBT dengan menetapkan harga yang lebih rendah dari harga pesaing membuat PPBT memiliki keunggulan dibandingkan pesaing lainnya. Pasir Angin dan Cirangkong hanya mendapatkan supplai telur puyuh dari PPBT membuat pembeli memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap PPBT. Harga yang lebih murah ini juga yang menjadikan pembeli menjadi loyal kepada PPBT selain itu kualitas telur yang baik juga menjadikan pembeli yang telah membeli produk telur dari PPBT menjadi enggan untuk berpindah. 2000 per karung. Jawa Tengah dan Jawa Timur.5. Namun. Sehingga pembeli atau konsumen utama dari PPBT adalah pedagang pengecer dan bandar pedagang asongan yang akan menjual kembali telur puyuh yang dibelinya kepada konsumen akhir. 6. Ciluar. Namun. untuk beberapa wilayah pemasaran seperti pasar lewiliyang. Banyaknya penggilingan padi yang dapat memasok sekam kepada PPBT membuat PPBT tidak bergantung kepada satu pemasok dan kekuatan tawar menawar pemasok menjadi rendah. Pasar Warung Jambu dan Pasar Cibinong adanya produsen telur puyuh dari luar wilayah bogor memberikan alternatif pilihan bagi pembeli. PPBT merupakan peternakan puyuh skala besar satu – satunya yang terdapat di wilayah Bogor.resiko kerusakan telur pada saat proses distribusi. Selain itu. Ciawi. 6.3 Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan Identifikasi terhadap lingkungan internal pemasaran perusahaan dilakukan untuk mengetahui faktor – faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan . untuk wilayah Pasar Anyar. Pemasok sekam tidak dapat dengan mudah menaikkan harga karena perusahaan memiliki alternatif pemasok dan dapat mudah berpindah pemasok. belum banyaknya peternak puyuh di wilayah Bogor menjadikan pembeli memiliki sedikit pilihan produsen dengan tingkat harga yang sama dengan PPBT. Pasar Bogor. Pasokan sekam PPBT selama ini didapat dari penggilingan padi yang banyak terdapat di wilayah sekitar lokasi peternakan dengan harga Rp.2.5 Kekuatan Tawar – menawar Pembeli/ konsumen Peternakan Puyuh Bintang Tiga memilih target pasar yaitu pedagang pengecer dan bandar pedagang asongan.

jika ditinjau dari segi tampilan produk yang bagus. Penetapan harga yang lebih murah dari .1 Kekuatan Variabel – variabel kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan yaitu : a. 175 per butir sedangkan harga yang ditetapkan oleh pesaing di pasar wilayah Bogor yaitu berkisar antara Rp. Indentifikasi dilakukan melalui wawancara dan pengisian kuisioner dengan pihak manajemen perusahaan dan mitra usaha yang juga merupakan salah satu pendiri dari PPBT. Kualitas Produk Kualitas dan mutu telur puyuh yang dihasilkan oleh PPBT memiliki kualitas yang baik.perusahaan dalam proses pemasaran telur puyuh yang dihasilkan. Kabupaten Bogor. Merupakan suatu kekuatan bagi PPBT hal ini karena lokasi produksi merupakan lokasi yang dinilai sangat menguntungkan dalam menunjang kegiatan operasional perusahaan. Provinsi Jawa Barat. Selain itu. dan cangkang telur yang tebal sehingga tidak mudah pecah dan memudahkan dalam proses pemasaran produk.3. Berdasarkan hasil identifikasi lingkungan internal maka diperoleh faktor – faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan adalah sebagai berikut : 6. Kecamatan Cibungbulang. Selain itu. Jawa Tengah ataupun Jawa Timur.200 per butir.180 – Rp. Harga Jual Produk yang lebih murah Harga jual produk yang ditetapkan oleh PPBT yaitu Rp. jarak pemasaran yang dekat dengan pasar membuat telur puyuh yang dihasilkan oleh PPBT lebih cepat diterima oleh konsumen jika dibandingkan dengan telur puyuh yang berasal dari Sukabumi. b. tidak terdapat kecacatan pada produk yang dihasilkan. Kualitas telur puyuh yang baik merupakan suatu kekuatan yang dapat dimanfaatkan oleh PPBT dalam proses pemasaran. lokasi produksi yang dekat dengan lokasi pemasaran atau wilayah pasar sasaran memberikan suatu keuntungan dalam proses pendistribusian yang menjadi lebih cepat sehingga telur yang diterima oleh konsumen masih dalam kondisi yang baik atau tidak rusak akibat terlalu lama di perjalanan menuju pasar. Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran Lokasi Produksi yang terletak di di Jalan KH Abdul Hamid Km 3 Desa Situ Ilir. c. ukuran dan besar telur yang dihasilkan merata.

pesaing ini merupakan salah satu strategi pemasaran yang digunakan oleh PPBT untuk mendapatkan keunggulan bersaing di pasar sasaran. Pelayanan konsumen yang dilakukan oleh PPBT merupakan satu kekuatan yang dimiliki oleh PPBT. PPBT selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan yaitu dengan cara memenuhi permintaan pelanggan secara tepat waktu. Saluran Distribusi Saluran distribusi yang digunakan oleh PPBT adalah saluran distribusi langsung dimana telur puyuh yang dihasilkan dipasarkan secara langsung oleh PPBT kepada konsumen yaitu pedagang pengecer atau bandar pedagang asongan tanpa melalui perantara atau tengkulak. mengirim barang sesuai dengan permintaan pelanggan. kontinyu dalam mengirimkan barang dan PPBT selalu bersedia menerima keluhan dan masukan dari pelanggan sehingga PPBT dapat mengetahui keinginan pelanggan dan dapat memperbaiki kualitas pelayanannya. Startegi harga yang lebih murah dari pesaing menjadi suatu kekuatan bagi PPBT untuk meraih lebih banyak pelanggan. Dengan adanya loyalitas dari pelanggan akan menjamin adanya pasar bagi produk yang dihasilkan. e. Pemilihan saluran distribusi langsung ini merupakan kekuatan bagi PPBT karena PPBT akan mendapatkan harga jual yang lebih tinggi dibandingkan jika melalui perantara atau tengkulak yang cenderung menetapkan harga yang lebih rendah dari harga pasar. Selain itu. Loyalitas pelanggan PPBT dapat terlihat dari frekuensi pemesanan . Selain itu. Saluran distribusi yang digunakan oleh PPBT menjadi suatu kekuatan yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung kegiatan pemasaran PPBT. Loyalitas pelanggan merupakan hal yang sangat penting bagi perkembangan dan kemajuan suatu perusahaan. pendeknya jalur distribusi yang dipilih oleh PPBT membuat proses pemasaran dari PPBT menjadi lebih efisien. d. Saluran distribusi langsung yang dipilih juga bertujuan agar perusahaan tidak bergantung kepada perantara ataupun tengkulak. Pelayanan dan loyalitas pelanggan Pelayanan pelanggan merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan hal ini karena pelayanan yang baik akan dapat menghasilkan loyalitas pelanggan. penetapan harga yang lebih murah dan kualitas yang lebih baik dari pesaing merupakan salah satu faktor yang menghasilkan loyalitas pelanggan.

Walaupun PPBT sempat tidak berproduksi pada akhir tahun 2007 akibat terserang virus Tetelo (Newcastle Disease) tetapi pelanggan tersebut tetap setia terhadap produk yang dihasilkan oleh PPBT. 2009) Jumlah Permintaan (per minggu) 10 peti 4 peti 20 dus 10 peti 15 peti 10 peti 7 peti 15 peti 15 peti 10 peti 5 peti Lamanya menjadi pelanggan (bulan) 16 16 12 6 12 16 18 18 6 18 18 Berdasarkan data pada Tabel 28 dapat terlihat bahwa pelanggan yang saat ini dimiliki semuanya telah menjadi pelanggan PPBT lebih dari enam bulan dengan rata – rata pemesanan sebanyak dua kali dalam satu minggu. Terjadinya pemesanan ulang konsumen sebanyak minimal 48 kali pemesanan terhadap produk yang dihasilkan oleh PPBT menunjukkan adanya loyalitas pelanggan. Banyaknya konsumen yang datang ke PPBT karena adanya informasi dari pelanggan tetap PPBT merupakan salah satu bukti dari adanya loyalitas pelanggan PPBT. Sehingga dapat dikatakan pelayanan dan loyalitas pelanggan merupakan kekuatan yang dimiliki oleh PPBT. Daftar Pelanggan PPBT Wilayah Pasar No Nama Konsumen 1 Rohayong Pasar Anyar 2 Darsih Pasar Anyar 3 Sugeng Warung Jambu 4 Beri Ciluar 5 Murodadi Cibinong 6 H. Kodir Ciawi 7 Iwong Pasir Angin 8 Odi Lewiliyang 9 Anton Pasar Bogor 10 Darti Pasar Bogor 11 Iwan Cirangkong Sumber : PPBT ( April. Selain itu.2 Kelemahan Variabel –variabel kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan yaitu : . Data pelangaan PPBT dapat dilihat pada Tabel 28.kembali pelanggan yang dimiliki oleh PPBT. 6. Tabel 28. Bahkan terdapat tujuh pelanggan yang merupakan pedagang pengecer atau agen telur yang telah menjadi pelanggan sejak PPBT berdiri. loyalitas pelanggan juga dapat menjadi suatu alat promosi untuk menarik pelanggan baru. Loyalitas pelanggan ini merupakan kekuatan yang dimiliki oleh PPBT.3.

PPBT harus melakukan penyortiran ulang terhadap telur yang berasal dari peternak mitra untuk menghindari adanya telur yang retak dan busuk yang sampai ke konsumen. Sistem kerjasama ini pada awalnya merupakan kekuatan yang dimiliki oleh PPBT karena dapat menambah jumlah kapasitas telur puyuh yang dapat dijual. saat ini keberadaan mitra terutama mitra yang berasal dari daerah Sukabumi dan Lido menjadi suatu kelemahan yang dapat menimbulkan kerugian bagi PPBT.a. PPBT hanya memiliki satu orang karyawan yang memiliki pengalaman selama sepuluh tahun dalam budidaya puyuh petelur sehingga hanya satu orang yang mengerti proses budidaya puyuh . b. Oleh karena itu. Faktor yang menyebabkan sistem kemitraan menjadi suatu kelemahan terjadi karena adanya penurunan kualitas telur yang dihasilkan oleh peternak mitra. hal ini dikarenakan rata – rata karyawan PPBT belum memiliki pengalaman dalam proses budidaya puyuh petelur. Keterampilan karyawan yang dimiliki oleh PPBT saat ini masih kurang. Keterampilan Sumber Daya Manusia yang dimiliki Keterampilan dari karyawan merupakan suatu faktor yang sangat penting dalam proses produksi telur. Penurunan kualitas telur yang dihasilkan oleh peternak mitra ini juga dikhawatirkan akan menimbulkan kekecewaan konsumen yang pada akhirnya dapat menghilangkan kepercayaan konsumen kepada PPBT. Banyaknya telur yang pecah dan busuk ketika sampai ke PPBT menjadi suatu kerugian yang harus ditangung oleh perusahaan. Belum adanya pengalaman yang dimiliki oleh pekerja terutama bagian kandang membuat keterampilan yang dimilikinya menjadi kurang sehingga karyawan PPBT masih terus membutuhkan pelatihan dan pengawasan oleh karyawan yang telah memiliki pengalaman dan lebih lama bekerja. Namun. Peternak yang menjadi mitra dari PPBT akan menjual telur yang dihasilkan kepada PPBT untuk dipasarkan kembali oleh pihak PPBT. Sehingga dapat disimpulkan sistem kemitraan dengan peternak saat ini menjadi suatu kelemahan yang dimiliki oleh PPBT. Hal ini dikarenakan puyuh merupakan unggas yang mudah stress sehingga membutuhkan proses pemeliharaan yang tepat dan keterampilan dari karyawan. Kurangnya kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra Peternakan Puyuh Bintang Tiga saat ini melakukan sistem kemitraan dengan beberapa peternak puyuh yang terdapat di Cibungbulang. Lido dan Sukabumi. Saat ini.

Masih rendahnya keterampilan SDM yang dimiliki oleh PPBT merupakan suatu kelemahan yang harus diatasi oleh perusahaan.000 ekor puyuh petelur untuk menambah kapasitas produk yang dihasilkan oleh PPBT. Dengan tidak adanya merek pada kemasan menjadikan telur puyuh yang dipasarkan tidak memiliki identitas. PPBT belum memiliki orang yang secara khusus menangani pemasaran menjadi salah satu faktor yang dapat menghambat kegiatan pemasaran. Namun. c.petelur dan dapat membimbing karyawan yang lain. Aktivitas manajemen yang seluruhnya dilaksanakan oleh manajer ini merupakan suatu kelemahan bagi perusahaan karena akan membuat pekerjaan manajer menjadi terlalu berat dan tidak fokus. dengan melihat banyaknya permintaan konsumen membuat pihak PPBT sampai akhir athun 2009 akan menambah satu kandang besar yang berkapasitas 12. Kapasitas Produksi Terbatasnya jumlah kandang yang dimiliki oleh PPBT saat ini membuat kapastitas produk yang dihasilkan menjadi terbatas. Keterbatasan modal usaha ini merupakan suatu kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan karena dapat menghambat perkembangan dan kemajuan dari perusahaan.Spt. f. Begitupun dengan manajemen pemasaran yang dikelola sepenuhnya oleh manajer. Modal Usaha Modal usaha dari PPBT hanya berasal dari pemilik usaha yaitu Bapak Prastiyo. Semua kegiatan manajemen PPBT berada dibawah pengawasan manajer yang sekaligus pemilik dari PPBT. Selain itu. Hal ini membuat modal usaha yang dimiliki oleh PPBT menjadi terbatas. d.200 ekor telur dan dus yang kapasitas 750 butir telur. Belum terdapatnya merek pada kemasan produk menjadi suatu kelemahan bagi perusahaan. Belum adanya merek pada kemasan produk Telur puyuh yang dihasilkan oleh PPBT dipasarkan dalam peti kayu yang berkapasitas 1. Padahal merek dapat menjadi suatu . e. Manajemen Perusahaan untuk Mendukung Kegiatan Pemasaran Manajemen perusahaan akan sangat mendukung kemajuan suatu perusahaan. Keterbatasan kapasitas produksi ini merupakan suatu kelemahan bagi perusahaan dalam memenuhi permintaan konsumen.

6. Selain itu merek dapat menjadi suatu media promosi bagi perusahaan. Kegiatan promosi yang terbatas dan tidak kontinyu menjadi suatu kelemahan bagi perusahaan Karena akan mengakibatkan wilayah pemasaran produk yang dihasilkan menjadi terbatas. Padahal promosi merupakan hal yang penting dalam memperkenalkan produk perusahaan kepada konsumen. g. h. Fasilitas dan peralatan produksi Fasilitas dan peralatan produksi yang dimiliki akan sangat menentukan kualitas dan kuantitas telur yang dihasilkan oleh PPBT. Berdasarkan hasil identifikasi maka diperoleh faktor – faktor yang . Padahal untuk mengapai visi yang dimilikinya perusahaan harus dapat memperluas wilayah pemasaran.jaminan kualitas dari produk yang dipasarkan. i. Hal ini dikarenakan masih terbatasnya jumlah fasilitas dan peralatan produksi seperti kurung yang dimiliki oleh PPBT sehingga akan menghambat kegiatan pengembangan usaha yang dilakukan oleh PPBT. Saat ini fasilitas dan peralatan produksi yang dimiliki oleh PPBT menjadi suatu faktor kelemahan perusahaan. Selain itu. Apalagi perusahaan memiliki visi untuk menjadi penguasa pasar Jabotabek. mitra usaha dan mencari informasi pendukung dari data – data instansi terkait seperti BPS dan internet. Wilayah pemasaran yang masih terbatas Wilayah pemasaran PPBT yang saat ini masih terbatas yaitu hanya di daerah Bogor merupakan suatu kelemahan yang dimiliki perusahaan. Masih sempit atau terbatasnya wilayah pemasaran PPBT ini dapat menjadi hambatan untuk menggapai visi yang dimilikinya. Kegiatan promosi hanya terjadi dari mulut ke mulut konsumen yang pernah membeli produk dari PPBT. Identifikasi faktor – faktor eksternal perusahaan dilakukan melalui wawancara dengan pihak manajemen perusahaan. Kegiatan Promosi Sampai saat ini PPBT belum melakukan kegiatan promosi secara khusus. masih sederhananya peralatan produksi yang digunakan juga menjadi faktor yang dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas telur yang dihasilkan oleh perusahaan.4 Identifikasi Peluang dan Ancaman Identifikasi lingkungan eksternal digunakan untuk menentukan peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan dalam memasarkan telur puyuh yang dihasilkan oleh PPBT.

d.774 rupiah pada tahun 2007.719. PDB Per Kapita . adanya sistem kerjasama dengan beberapa pemasok menjadi suatu jaminan agar perusahaan dapat memperoleh bahan baku yang dibutuhkan secara kontinyu. Terjaminnya ketersediaan bahan baku bagi perusahaan merupakan suatu peluang bagi perusahaan untuk mengembangkan usahanya.4. c.1 Peluang a.629. Telur puyuh yang memiliki kandungan protein yang tinggi dan kandungan lemak yang rendah sangat sesuai dengan tren gaya hidup sehat masyarakat.menjadi peluang dan ancaman adalah sebagai berikut : 6. Selain itu. Tren Gaya Hidup Sehat Berkembangnya tren gaya hidup dimasyarakat saat ini menjadi satu peluang bagi PPBT yang menghasilkan telur puyuh. Hal ini dikarenakan telur puyuh memiliki kandungan gizi yang paling tinggi dibandingkan telur lainnya termasuk telur ayam. b. Perkembangan Teknologi Perkembangan teknologi di bidang peternakan cukup pesat. Adanya perkembangan teknologi dan penerapan teknologi pada aktivitas perusahaan menjadi sebuah peluang untuk dapat mengoptimalkan produksi dan memudahkan komunikasi dengan pihak – pihak diluar perusahaan yang dapat membuat perusahaan menjadi semakin berkembang. Selain itu perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi juga akan sangat membantu dalam proses pemasaran produk yang dihasilkan. Jawa Barat dan Banten yang menjadi target pasar dari PPBT. Ketersediaan Bahan Baku Banyaknya pemasok bahan baku yang dibutuhkan oleh PPBT memberi suatu jaminan bahan baku bagi perusahaan.350 rupiah pada tahun 2004 menjadi 36. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Jabotabek Peningkatan Pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat dilihat dari semakin meningkatnya Produk Domestik Regional Bruto Per Kapita masyarakat DKI Jakarta. Peningkatkan PDB Per Kapita masyarakat DKI Jakarta dari 31. Perkembangan teknologi biasanya terlihat dari semakin modern alat – alat yang digunakan oleh peternakan sehingga akan membuat proses produksi menjadi semakin efisien dan efektif.

Dampak yang paling dirasakan oleh perusahaan akibat penurunan harga BBM ini adalah berkurangnya biaya distribusi telur yang selama ini menggunakan kendaraan bermotor. e.001. salah satunya adalah telur puyuh.802 rupiah pada tahun 2004 menjadi 6.Turunnya harga BBM ini merupakan suatu peluang bagi perusahaan untuk mengembangkan usahanya dan memperluas wilayah pemasaran produk yang dihasilkan. turunnya harga BBM juga berdampak kepada penurunan harga bahan baku pakan yang digunakan oleh PPBT sehingga akan menghemat biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan.711 pada tahun 2007 merupakan suatu peluang yang dapat dimanfaatkan oleh PPBT dalam mengembangkan usahanya. Peningkatan Jumlah Penduduk Populasi jumlah penduduk Jawa Barat khususnya Kabupaten dan Kota Bogor serta DKI Jakarta yang merupakan wilayah pemasaran PPBT selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya.627 rupiah pada tahun 2007 dan peningkatan PDB Per Kapita Banten yaitu dari 6.masyarakat Jawa Barat yang terus mengalami peningkatan dari 5. Meningkatnya jumlah penduduk akan sangat berimplikasi kepada peningkatan permintaan akan produk peternakan seperti telur puyuh.705. Dengan semakin meningkatnya permintaan terhadap telur puyuh merupakan suatu indikasi . Hal ini merupakan suatu peluang yang dapat dimanfaatkan oleh PPBT.535 rupiah pada tahun 2004 menjadi 6. Jumlah populasi yang semakin besar. g.591.4500 per liter berdampak kepada penurunan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Selain itu.902. Permintaan yang Semakin Meningkat Peningkatan permintaan telur puyuh setiap tahunnya merupakan suatu peluang yang dapat dimanfaatkan oleh PPBT untuk menambah jumlah pelanggan baru dan memperluas pangsa pasar PPBT serta memperluas usaha. Salah satu pasokan pangan hewani masyarakat masyarakat dipenuhi oleh konsumsi telur. membutuhkan pasokan pangan hewani yang besar. f. Hal ini dikarenakan peningkatan pertumbuhan PDB per kapita merupakan salah satu indikasi bahwa pengeluaran masyarakat untuk konsumsi juga mengalami peningkatan. Turunnya Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Kebijakan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada tanggal 15 januari 2009 menjadi Rp.

meningkatnya pembeli potensial terhadap telur puyuh. 6.4.2 Ancaman

a. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar Situasi keamanan lingkungan sekitar merupakan faktor yang mempengaruhi perkembangan usaha perusahaan. Hal ini dikarenakan situasi keamanan sekitar peternakan merupakan situasi yang diharapkan mampu mendukung situasi yang kondusif seperti lingkungan yang tidak terlalu bising, frekuensi lalu lalang orang yang tidak terlalu tinggi, dan keamanan lain terkait aset perusahaan seperti keamanan dari pencurian. Namun, kondisi peternakan yang belum dipagari dan adanya jalan dibelakang kadang merupakan suatu kondisi yang dapat membuat orang luar masih bebas untuk masuk ke lokasi peternakan padahal puyuh merupakan unggas yang mudah mengalami stres. Faktor lain yang menyebabkan situasi keamanan lingkungan sekitar menjadi ancaman adalah terkait dengan lokasi peternakan yang terlalu dekat dengan pemukiman penduduk dan lahan pertanian milik penduduk. Hal ini yang membuat banyaknya aktivitas masyarakat disekitar lokasi peternakan dan dapat mengganggu keamanan dari perusahaan. Adanya beberapa kasus pencurian terhadap aset perusahaan juga merupakan indikasi bahwa keamanan lingkungan sekitar perusahaan menjadi suatu ancaman yang dapat menggangu perkembangan usaha dari Peternakan Puyuh Bintang Tiga. b. Tingkat Persaingan Industri yang Semakin Tinggi Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi terutama terjadi dengan peternak yang ada di daerah Sukabumi, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bahkan untuk di daerah Bogor sendiri saat ini peternakan puyuh semakin diminati. Data mengenai perkembangan jumlah peternakan puyuh di Bogor dapat dilihat pada Tabel 29. Berdasarkan Tabel 29 diketahui bahwa jumlah peternakan puyuh di wilayah Bogor terus mengalami peningkatan kecuali pada tahun 2004 – 2006 yang mengalami penurunan hal ini terjadi karena serangan wabah flu burung terhadap unggas puyuh. Namun, berdasarkan temuan lapang pada bulan Maret 2009 saat ini di Bogor sudah terdapat tujuh peternakan puyuh padahal pada awal tahun 2006 hanya terdapat dua peternakan puyuh hal ini merupakan indikasi bahwa tingkat persaingan industri semakin tinggi.

Tabel 29. Daftar Peternakan Puyuh di Bogor Tahun Jumlah Peternakan Lokasi Peternakan 2000 - 2002 2 Cibungbulang, Jonggol 2002 - 2004 5 Cibungbulang, Sukaraja, Cileungsi, Gunung Putri, Gunung Sindur 2004 – 2006 2 Ranca Bungur, Tajur Halang 2006 – 2009 7 Tajur Halang, Ranca Bungur, Cibungbulang, Cibanteng, Pasir Angin, Leuwiliyang, Jasinga
Sumber : BPS Bogor (2002-2006), Data Primer (2009)

Tingkat persaingan yang terjadi yaitu pada tingkat harga, kualitas dan kuantitas yang ditawarkan kepada pelanggan. Kondisi persaingan yang semakin tinggi merupakan suatu ancaman bagi PPBT apalagi PPBT akan terus mengembangkan usahanya. PPBT harus mampu mempertahankan wilayah pemasaran yang sudah ada dengan terus meningkatkan kualitas, kuantitas dan mempertahankan harga produk yang lebih murah dibandingkan dengan pesaing. PPBT memiliki keunggulan jika ditinjau dari lokasi produksi karena lebih dekat ke wilayah pemasaran dibandingkan dengan pesaing yang berasal dari luar wilayah Bogor, sehingga akan menghemat biaya distribusi produk. c. Perubahan Cuaca yang Tidak Menentu Puyuh merupakan unggas yang sangat peka terhadap perubahan cuaca yang akan mengakibatkan puyuh mudah mengalami stres. Jika puyuh mengalami stres akan berakibat pada penurunan produktivitas telur yang akan dihasilkan. Perubahaan cuaca yang tidak menentu yang merupakan dampak dari terjadinya global warming merupakan suatu ancaman bagi PPBT. d. Merebaknya Penyakit Puyuh Puyuh merupakan unggas yang sangat rentan terhadap penyakit. Banyaknya penyakit yang dapat menyerang puyuh seperti flu burung, tetelo, snot dan lain sebagainya merupakan suatu ancaman bagi perusahaan. Hal ini karena jika puyuh terjangkit penyakit akan sangat berpengaruh terhadap produktivitas telur bahkan dapat menyebabkan kematian puyuh dan hal ini akan sangat merugikan bagi perusahaan. e. Masuknya Telur Puyuh dari Luar Bogor ke Pasar di wilayah Bogor Banyaknya telur puyuh yang berasal dari daerah Sukabumi, Jawa Tengah, dan Jawa Timur semakin meningkatkan persaingan yang terjadi di pasar. Hasil survey

di pasar Anyar pada bulan Maret 2009 yang menjadi salah satu pasar sasaran utama dari PPBT dari tujuh toko penjual telur puyuh hanya terdapat dua orang yang menjual telur yang berasal dari PPBT. Lima orang pedagang lainnya mendapatkan pasokan telur puyuh dari wilayah Sukabumi. Sehingga dapat dikatakan sekitar 71 persen telur puyuh yang di pasar Bogor berasal dari daerah luar Bogor. Begitupun di Pasar Bogor hasil temuan lapangan pada bulan Maret 2009 hampir 80 persen telur puyuh yang dijual berasal dari luar wilayah Bogor. Dengan adanya telur puyuh yang berasal dari luar daerah Bogor menjadi suatu ancaman bagi perusahaan. Sehingga masuknya telur puyuh yang berasal dari luar Bogor ke Pasar di wilayah Bogor yang menjadi pasar sasaran dari PPBT harus diwaspadai karena dapat mengancam posisi perusahaan di pasar dan dapat merebut pelanggan dari PPBT.

1 Analisis matriks IFE (Internal Factor Evaluation) Analisis matriks IFE dilakukan dengan mengolah faktor – faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan. pemberian rating terhadap faktor internal untuk masing – masing responden juga dapat dilihat pada Lampiran 8. karyawan tetap dan mitra usaha yang juga merupakan salah satu pendiri dari Peternakan Puyuh Bintang Tiga. Selain itu. Pelayanan yang baik yang akhirnya menghasilkan adanya loyalitas pelanggan merupakan keunggulan bersaing yang dimiliki oleh perusahaan. Hasil pengolahan data pada Tabel 30 menunjukkan bahwa total skor untuk matriks IFE adalah sebesar 2. Adapun hasil pengolahan dapat dilihat pada Tabel 30.309.1. Nilai dan bobot dari masing – masing variabel internal ditentukan oleh tiga orang responden yaitu manajer sekaligus pemilik usaha. Berdasarkan hasil perhitungan matriks IFE dapat diketahui bahwa faktor internal yang paling berpengaruh pada perusahaan adalah pelayanan dan loyalitas pelanggan.VII PERUMUSAN ALTERNATIF STRATEGI 7. Adanya keunggulan dalam pelayanan dan loyalitas pelanggan merupakan kekuatan yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk menjangkau pasar sasaran. Hal ini harus dipertahankan oleh perusahaan dan terus ditingkatkan. Penentuan bobot dilakukan dengan menggunakan metode paired comparison. Selain pemberian bobot.315. Selain pemberian bobot juga dilakukan pemberian rating terhadap faktor kekuatan dan kelemahan.1 Analisis matriks IFE dan EFE 7. dapat memudahkan perusahaan dalam memperluas daerah pemasaran khususnya untuk menggapai visi dari PPBT yaitu menjadi penguasa pasar Jabotabek. . Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki posisi internal yang lemah atau dibawah rata – rata dalam usahanya menjalankan strategi untuk memanfaatkan kekuatan dan mengurangi kelemahan internal yang ada. keunggulan dalam hal pelayanan yang dimiliki. Bobot dari masing – masing variabel kemudian dikalikan dengan rating masing – masing variabel tersebut untuk mendapatkan total skor dari analisis lingkungan internal perusahaan. Hal ini ditunjukkan dengan total skor sebesar 0. Pemberian bobot dan rata – rata bobot untuk masing – masing responden dapat dilihat pada Lampiran 6.

079 0.000 0.333 0. Belum adanya merek pada kemasan produk perlu segera diatasi karena kelemahan ini akan menjadikan produk yang dijual oleh PPBT menjadi tidak memiliki identitas dengan tidak adanya merek pada kemasan.105 Belum adanya merek pada kemasan Produk 2.077.000 0.266 Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran 3.rata Skor Rating bobot Total Kualitas Produk 3.126 fasilitas dan peralatan produksi 1. .667 0.079 0.079 0.101 Wilayah pemasaran yang masih terbatas 2.071 0.333 0.088 0.667 0.253 Saluran Distribusi 3.076 0.333 0.062 0.077 Kegiatan Promosi 2.667 0.080 0.147 Keterampilan SDM yang dimiliki 1.096 Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran 1.667 0. Hal ini ditunjukkan dengan total skor 0.058 0.127 Modal Usaha 1.102 0.038 0.315 Kelemahan Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra 1. Padahal merek merupakan suatu faktor penting yang dapat meningkatkan brand image yang positif bagi konsumen.Tabel 30.667 0.063 0.000 2.000 0.309 Faktor strategis yang menjadi kelemahan yang sangat berpengaruh bagi perusahaan yaitu belum adanya merek pada kemasan produk. karena adanya merek pada kemasanan akan menjadi jaminan kualitas dari produk yang dihasilkan oleh PPBT sebagai telur puyuh yang berkualitas. Matriks IFE (Internal Factor Evaluation) PPBT Kekuatan Rata .000 0.235 Pelayanan dan Loyalitas Pelanggan 4.131 Total 1.000 0.102 Kapasitas Produksi 1.228 Harga Jual Produk yang lebih murah dibanding pesaing 3.050 0.333 0. Selain itu merek juga dapat menjadi salah satu media promosi bagi perusahaan supaya produk yang dihasilkan menjadi semakin dikenal oleh konsumen dan hal ini akan sangat berpengaruh dalam upaya memperluas wilayah pemasaran.076 0.rata Rata .

239 0.177 0.333 0.091 Ancaman Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar 2.080 Turunnya harga BBM 3.269 0.076 Peningkatan Pertumbuhan ekonomi masyarakat Jabotabek 3. Sedangkan penilaian rating yang dilakukan oleh responden dapat dilihat pada Lampiran 8. Adapun hasil pengolahan dapat dilihat pada Tabel 31. Pemberian bobot yang dilakukan oleh responden dapat dilihat pada Lampiran 7.000 0.202 0. Pemberian bobot dan rating pada faktor eksternal dilakukan oleh responden yang sama dengan pemberian bobot dan rating pada faktor internal.364 0. Selain pemberian bobot responden juga memberikan rating terhadap faktor – faktor yang mempengaruhi perusahaan.069 Trend Gaya Hidup Sehat 2.144 3.097 Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor 2.072 Total 1.086 Peningkatan jumlah penduduk 3.7.333 0. Tabel 31.000 0.2 Analisis Matriks EFE (Eksternal Factor Evaluation) Pemberian bobot pada faktor ekternal dilakukan dengan cara yang sama dengan pemberian bobot pada faktor internal.000 0.000 Skor Total 0.290 0.333 0.162 0.1.333 0.028.273 0. Bobot dan rating dari masing – masing variabel kemudian dikalikan untuk mendapatkan total skor dari analisis lingkungan eksternal perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa PPBT berada diatas rata – rata (2.50) dalam usahanya menjalankan strategi untuk memanfaatkan peluang dan menghindari ancaman.087 Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh 3.028 Berdasarkan pengolahan matriks EFE pada Tabel 31 didapatkan total skor untuk matriks EFE adalah sebesar 3. Permintaan yang semakin meningkat menjadi peluang yang sangat berpengaruh pada PPBT hal ini .667 0.667 0. Matriks EFE ( Eksternal Factor Evaluation) PPBT Peluang Rata .088 Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi 3.286 0.299 0.000 0.333 0.000 0.rata Rata -rata Rating bobot Ketersediaan Bahan Baku 3.090 Perkembangan Teknologi 2.091 Perubahan cuaca yang tidak menentu 3.073 Permintaan yang semakin meningkat 4.324 0.

7. Rendahnya respon perusahaan terhadap ancaman ini dikarenakan perusahaan masih belum optimal dalam melakukan kegiatan promosi.2 Matriks IE ( Internal – Eksternal) Matriks IE diperoleh dari penggabungan matriks IFE dan EFE. Total skor dari ancaman masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor adalah sebesar 0.144. Nilai skor dari matriks IFE adalah 2. Selain itu faktor lain yang menjadi peluang yang sangat berpengaruh bagi perusahaan yaitu ketersediaan bahan baku dengan total skor sebesar 0. ketersediaan bahan baku yang melimpah merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk melakukan integrasi kebelakang yaitu dengan menjalin kerjasama dengan pemasok bahan baku khususnya bahan baku pakan agar unit usaha pakan ternak yang dikelola oleh PPBT dapat menjadi semakin berkembang.ditunjukkan dengan total skor yang paling besar yaitu sebesar 0. Berdasarkan analisis matriks IE maka dapat diketahui posisi perusahaan saat ini. sehingga apabila masing – masing total skor dari faktor internal dan faktor eksternal dipetakan dalam matriks IE akan menempatkan Peternakan Puyuh Bintang Tiga pada kuadran II. Faktor strategis internal yang menjadi ancaman yang sangat berpengaruh bagi perusahaan adalah masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor yang saat ini merupakan target pasar utama dari PPBT. Adapun hasil pemetaan dari matriks IFE dan EFE pada matriks IE dapat dilihat pada Gambar 13. Matriks IE juga akan mempermudah dalam pemilihan alternatif strategi yang akan dirumuskan.299. .364. Hal ini menunjukkan bahwa respon perusahaan dalam menghindari ancaman masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar yang menjadi target pasar utama dari PPBT masih sangat rendah.309 dan nilai skor dari matriks EFE adalah 3. Permintaan yang semakin meningkat menjadi peluang yang sangat besar bagi perusahaan untuk memperluas daerah pemasaran.028.

30 9 II 2. integrasi ke belakang (backward integration) dan integrasi horisontal (horizontal integration).0 Tertimbang EFE Rendah (1.0-1. Pengembangan produk merupakan strategi yang mencari peningkatan penjualan dengan memperbaiki atau memodifikasi produk saat ini. Penetrasi pasar merupakan strategi yang berusaha untuk meningkatkan pangsa pasar untuk produk yang ada saat ini melalui upaya pemasaran yang lebih besar.99) – rata 2.0 I Rata-rata(2. Integrasi ke depan melibatkan akuisisi kepemilikan atau peningkatan kontrol atas distributor atau pengecer. menawarkan promosi penjualan yang ekstensif atau meningkatkan upaya publisitas. Matriks Internal – Eksternal (IE) Peternakan Puyuh Bintang Tiga Berdasarkan Gambar 13 diketahui bahwa posisi Peternakan Puyuh Bintang Tiga yang berada pada kuadran II termasuk kedalam tumbuh dan kembangkan (Growth and Build) dimana strategi yang paling sesuai digunakan pada posisi ini adalah strategi intensif atau integratif (David.Total Rata – rata Tertimbang IFE Kuat (3.0-4. Strategi intensif terdiri dari penetrasi pasar (market penetration). meningkatkan jumlah belanja iklan.0-2.0-1.0 Total Rata Menengah (2.0) 3. Pengembangan pasar merupakan pengenalan produk yang ada saat ini ke area geografi yang baru.99) 1.0-2. 2006).0-4.028 3.0 2.0 Tinggi (3. dan pengembangan produk (product development). Integrasi ke belakang adalah strategi untuk mencari kepemilikan atau meningkatkan kontrol atas pemasok perusahaan.0 III 1. Strategi integratif terdiri dari integrasi ke depan (forward integration).99) Lemah(1.0 IV V VI VII VIII IX Gambar 13. Penetrasi pasar mencakup meningkatkan jumlah tenaga penjual.0) 4.99) 3. Strategi ini sangat cocok ketika pemasok perusahaan saat ini tidak dapat . pengembangan pasar (market development).

O5. pelayanan kepada konsumen untuk memanfaatkan adanya pasar potensial (S1.O6 dan O7). kelemahan. Strategi S-O Strategi S-O adalah strategi yang memaksimumkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang. Strategi yang akan diperoleh melalui matriks SWOT berdasarkan pada pengembangan dari matriks IE.3 Matriks SWOT Berdasarkan hasil analisis lingkungan internal dan lingkungan eksternal Peternakan Puyuh Bintang Tiga diketahui faktor – faktor yang menjadi kekuatan. Agar diperoleh strategi yang lebih spesifik bagi perusahaan maka digunakan matriks SWOT untuk melengkapi matriks IE yang berisi langkah – langkah strategi yang lebih konkrit yang dapat dilakukan oleh perusahaan. Strategi S-O bagi Peternakan Puyuh Bintang Tiga adalah sebagai berikut : 1. Mempertahankan dan meningkatkan jumlah pelanggan dengan menjaga kualitas produk. atau tidak dapat memenuhi kebutuhan perusahaan.S3.S4. Matriks SWOT Peternakan Puyuh Bintang Tiga dapat dilihat pada Lampiran 9. peluang dan ancaman yang dapat digunakan dalam merumuskan alternatif strategi yang tepat bagi perusahaan.S2. terlalu mahal. Adapun alternatif – alternatif strategi diperoleh dengan melakukan analisis dan penggabungan dengan faktor yang memiliki tujuan yang sama. O1. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk mempertahankan pelanggan yaitu dengan mengirim barang tepat waktu dan .diandalkan. Upaya yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan pelanggan yang telah dimiliki saat ini yaitu dengan selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan pelanggan melalui peningkatan pelayanan perusahaan kepada pelanggan. Integrasi horizontal mengacu pada strategi yang mencari kepemilikan atau meningkatkan kontrol atas pesaing perusahaan.O2. Strategi yang dihasilkan melalui matriks IE hanya menghasilkan gambaran strategi secara umum bagi perusahaan tanpa adanya implementasi strategi yang lebih teknis dan spesifik pada tingkat usaha. Alternatif – alternatif strategi tersebut disusun dengan menggunakan matriks SWOT. Hasil dari matriks SWOT menghasilkan delapan alternatif strategi yaitu : 1.O3. 7.O4.S5.

Selain itu perusahaan sebaiknya melakukan kegiatan promosi secara rutin dengan mengadakan pertemuan dengan pelanggan dan calon pelanggan yang ada dipasar sehingga perusahaan dapat memasarkan produk yang semakin banyak akibat adanya kegiatan pengembangan usaha yang dilakukan oleh perusahaan. memenuhi permintaan pelanggan walaupun permintaan tersebut tidak pada waktu pengiriman barang. Selain itu. Sedangkan perkembangan teknologi telekomunikasi yang dapat dimanfaatkan seperti penggunaan telepon dan Handphone dapat digunakan untuk memudahkan perusahaan untuk berkomunikasi dengan pelanggan. pedagang telur yang . Pelanggan yang loyal merupakan asset yang berharga bagi perusahaan karena akan mempromosikan produk yang dihasilkan perusahaan kepada orang lain. Sehingga adanya pelanggan yang loyal yang dimiliki oleh perusahaan secara tidak langsung akan berpengaruh pada peningkatan jumlah pelanggan perusahaan. menjaga kualitas produk yang dihasilkan agar produk yang diterima oleh pelanggan dalam keadaan baik. internet. Selain itu dalam upaya mempertahankan pelanggan hendaknya perusahaan lebih memperhatikan pelanggan dengan memperhatikan keinginan dari pelanggan. Kegiatan pengenalan perusahaan ini penting dilakukan karena berdasarkan survey lapang pada bulan Maret di pasar Anyar dan Pasar Bogor masih sangat sedikit yang mengetahui keberadaan PPBT yaitu hanya dua orang pelanggan yang mengetahui keberadaan dari PPBT dan mereka adalah pedagang yang sudah menjadi pelanggan tetap dari PPBT. Teknologi informasi yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan seperti majalah pertanian. Dengan adanya kegiatan promosi ini diharapkan konsumen yaitu pedagang pengecer yang ada dipasar semakin mengenal dan mengetahui keberadaan dari Peternakan Puyuh Bintang Tiga.sesuai dengan permintaan pelanggan. Agar loyalitas dari pelanggan tetap terjaga perusahaan sebaiknya tetap menjaga kualitas dari produk yang dihasilkan dan tingkat harga yang bersaing. Upaya pemasaran yang dapat dilakukan untuk meningkatkan jumlah pelanggan yaitu dengan memanfaatkan adanya perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi dan telekomunikasi sebagai alat atau media kegiatan promosi dan pemasaran perusahaan. dan televisi yang dapat digunakan sebagai media promosi untuk memperluas wilayah pemasaran perusahaan.

pemberian merek pada peti kayu dan dus yang digunakan bertujuan untuk memberikan identitas produk perusahaan di pasar. Pemberian nama merek atau cap pada suatu produk merupakan hal yang penting sebagai media penanaman brand image yang positif bagi konsumen.W6.W3. Selain pemberian merek. Selama ini perusahaan tidak melakukan kegiatan promosi secara khusus. Adanya merek pada kemasan produk akan menjadi jaminan bagi pelanggan bahwa produk yang diterima benar – benar berasal dari Peternakan Puyuh Bintang Tiga yang memiliki kualitas produk yang baik sehingga dapat meningkatkan loyalitas pelanggan. Kegiatan promosi yang dapat dilakukan perusahaan yaitu dengan memperkenalkan dan menawarkan produk secara langsung kepada pelanggan baru dengan mengadakan pertemuan kepada calon pelanggan yang ada di pasar atau memanfaatkan adanya media seperti internet.ada di pasar sama sekali tidak mengetahui keberadaan dari Peternakan Puyuh Bintang Tiga. Selain itu adanya merek juga merupakan media promosi bagi perusahaan karena konsumen akan semakin mengetahui keberadaan dari perusahaan. . 2. dan O7). Kegiatan promosi perusahaan hanya terjadi dari mulut ke mulut antar pelanggan yang pernah membeli telur puyuh kepada perusahaan. Hasil formulasi strategi W-O PPBT dapat dirumuskan sebagai berikut : • Memberikan merek pada peti kayu dan dus yang digunakan sebagai kemasan produk dan meningkatkan kegiatan promosi untuk meningkatkan loyalitas dan pangsa pasar (W1.O3.O1.O5. Selain itu. perusahaan sebaiknya meningkatkan kegiatan promosi perusahaan agar dapat memanfaatkan adanya pasar potensial. pemberian merek juga merupakan salah satu upaya pemasaran yang dapat dilakukan oleh perusahaan karena pemberian merek dapat menjadi suatu jaminan kualitas dari produk yang dijual dan media promosi bagi perusahaan. Strategi W-O Strategi W-O adalah strategi yang meminimumkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang. O6. Tidak adanya merek pada peti kayu dan dus yang digunakan sebagai kemasan telur puyuh yang dihasilkan oleh perusahaan menjadikan produk menjadi tidak memiliki identitas di pasar.

Kontrak tertulis yang dibuat berisi tetang kesepakatan telur yang dapat diterima oleh PPBT. Kegiatan sortasi yang tepat yang dilakukan oleh peternak mitra akan mengurangi kemungkinan kerusakan telur ketika sampai ke Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) dan akan mengurangi resiko kerugian yang akan tanggung oleh perusahaan.W9. . perusahaan juga dapat memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi seperti Handphone untuk meningkatkan kontrol dan pengawasan terhadap peternak mitra terutama untuk peternak mitra yang berada didaerah Sukabumi dan Lido. Selain itu. Peningkatan kualitas telur yang dihasilkan oleh peternak mitra terutama dilakukan dengan melakukan sortasi yang lebih ketat terhadap standar produk yang dapat dijual dengan memperhatikan aspek ketebalan kulit telur.majalah pertanian untuk mempromosikan produk yang dihasilkan oleh perusahaan. • Meningkatkan kontrol kepada peternak mitra dengan membuat kontrak tertulis mengenai standar produk untuk meningkatkan kualitas telur yang berasal dari mitra (W2. Oleh karena itu peningkatan kontrol terhadap peternak mitra dengan membuat kontrak tertulis untuk mengenai standar produk untuk meningkatkan kualitas produk yang berasal dari mitra menjadi suatu hal yang penting untuk mencapai posisi pasar yang diinginkan oleh perusahaan. Adanya kualitas produk yang baik akan sangat mendukung tercapainya positioning yang diinginkan oleh perusahaan yaitu sebagai penghasil telur puyuh yang berkualitas dan bermutu baik. Pembuatan kontrak tertulis ini juga bertujuan untuk mempertahankan kualitas produk PPBT sehingga akan memudahkan PPBT untuk memasarkan produknya kepada konsumen.ukuran telur dan corak telur puyuh. dan O7) Peningkatan kontrol terhadap peternakan mitra dengan membuat kontrak tertulis bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan para peternak mitra untuk meningkatkan kualitas telur yang dihasilkan. O4. Sehingga keberadaan perusahaan akan semakin dikenal oleh masyarakat luas. Sehingga jika telur yang berasal dari peternak dibawah standar yang ditetapkan oleh PPBT maka telur – telur tersebut akan dikembalikan kepada peternak mitra. Dengan adanya kontrak tertulis ini resiko kerugian akibat rendahnya standar produk yang berasal dari peternak mitra dapat dihindari oleh perusahaan.

• Menjalin kerjasama dengan perbankan untuk melakukan pengembangan usaha dan memperluas wilayah pemasaran ke wilayah pasar Jabotabek (W3. Dengan adanya tambahan modal untuk memperbaiki fasilitas dan peralatan produksi yang dimiliki oleh perusahaan akan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang akan dihasilkan oleh perusahaan.O2.W7.W8. Dengan adanya tambahan modal yang diperoleh dari perbankan dapat digunakan oleh perusahaan untuk melakukan kegiatan pengembangan usaha dengan menambah jumlah populasi puyuh sehingga dapat menambah jumlah telur puyuh yang dihasilkan oleh perusahaan.W5. Selain itu. perusahaan juga dapat meningkatkan kegiatan promosi perusahaan dan menambah serta memperbaiki fasilitas dan peralatan produksi yang dimiliki oleh perusahaan dengan manfaatkan modal yang diperoleh dari pihak perbankan.O3. tambahan modal ini juga diperlukan untuk menambah biaya pemasaran perusahaan seperti dengan menambah biaya untuk melakukan kegiatan promosi sehingga kegiatan promosi dapat dilakukan secara lebih kontinyu. O1. Adanya kegiatan pengembangan usaha akibat adanya tambahan modal akan membuat perusahaan dapat memperluas wilayah pemasaran ke wilayah pasar Jabotabek sesuai dengan visi perusahaan untuk menjadi penguasa pasar Jabotabek.W6.O6. Sehingga kerjasama dengan pihak perbankan untuk menambah jumlah modal PPBT diperlukan oleh perusahaan untuk memperbaiki bauran pemasaraan dari perusahaan yaitu dari sisi produk dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas dari produk yang dihasilkan serta dari sisi promosi yaitu dengan . Modal yang berasal dari pihak perbankan dapat digunakan oleh perusahaan salah satunya dengan membeli mesin tetas yang lebih modern sehingga tidak diperlukan karyawan untuk membalikkan telur yang ada didalam mesin tetas tersebut dan menjadikan kinerja mesin tetas menjadi lebih efisien. dan O7) Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan modal yang dimiliki oleh perusahaan yaitu dengan menjalin kerjasama dengan pihak perbankan.W4.O5. Kegiatan perluasan pasar ini diperlukan untuk menggapai visi dari perusahaan yaitu menjadi penguasa pasar Jabotabek dan untuk mendukung kegiatan pengembangan pasar yang akan terus dilakukan oleh perusahaan. Kegiatan promosi ini diperlukan untuk mendukung kegiatan memperluas pasar ke wilayah pasar Jabotabek. Selain itu.

S2. Ancaman yang dihadapi oleh perusahaan diantaranya tingkat persaingan industri yang semakin tinggi dan masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor. Strategi mempertahankan tingkat harga bersaing.menambah biaya promosi untuk melakukan perluasan pasar agar visi dari perusahaan menjadi penguasa pasar Jabotabek dapat tercapai.S4. perusahaan juga sebaiknya menetapkan waktu pengiriman barang secara rutin pada hari yang sama agar dapat menghemat biaya pengiriman barang ke pasar. kualitas produk dan pelayanan konsumen dalam menghadapi persaingan (S1. Tingkat harga bersaing.S5. Selain itu.S3. 3. kualitas produk dan pelayanan yang baik kepada konsumen merupakan keunggulan perusahaan yang harus dipertahankan. Hal ini dapat dilakukan dengan menekan biaya produksi agar lebih efisien seperti membeli bahan baku pakan khususnya jagung dari daerah sekitar peternakan untuk menghemat biaya transportasi. Strategi S-T Strategi S-T adalah strategi yang memaksimumkan kekuatan untuk menghadapi ancaman.T1 dan T3) Dalam menghadapi tingkat persaingan yang semakin tinggi perusahan harus memiliki keunggulan untuk dapat tetap bersaing dalam mengatasi ancaman industri dengan mengatasi ancaman yang ada. Strategi ini tetap mempertahankan bauran harga yang telah dijalankan oleh perusahaan yaitu dengan tetap mempertahankan harga yang lebih murah dibandingkan dengan pesaing agar perusahaan mampu bertahan dari persaingan bahkan mampu merebut pangsa pasar telur yang berasal dari luar wilayah Bogor. kualitas produk dan pelayanan konsumen dalam menghadapi persaingan merupakan strategi yang dapat dijalankan oleh perusahaan untuk menghadapi persaingan yang semakin tinggi terutama dengan masuknya telur puyuh dari luar wilayah Bogor ke pasar di Wilayah Bogor dan tingkat persaingan industri yang semakin tinggi dengan semakin banyaknya peternakan puyuh yang ada di wilayah Bogor. . Strategi S-T bagi PPBT dapat dirumuskan sebagi berikut : • Mempertahankan tingkat harga bersaing.

Lokasi perusahaan yang strategis dapat dipertahankan jika perusahaan . Hubungan baik yang dapat dijalin oleh perusahaan dengan masyarakat sekitar yaitu dengan melibatkan masyarakt sekitar dalam aktivitas pengembangan usaha seperti menggunakan tenaga kerja yang berasal dari masyarakat sekitar sehingga masyarakat ikut merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan. perusahaan juga dapat meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat sekitar dengan ikut berpastisipasi menjadi donatur pada kegiatan – kegiatan masyarakat sekitar atau dengan melakukan aktivitas amal dengan membagikan telur pada hari – hari tertentu kepada masyarakat sekitar secara bergiliran agar masyarakat ikut menikmati hasil dari aktivitas perusahaan. Hal ini dikarenakan puyuh merupakan hewan yang mudah stres bahkan hanya dengan adanya orang asing yang masuk keareal kandang dan akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas dari telur yang dihasilkan untuk itu kondisi yang kondusif merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perusahaan. Oleh karena itu startegi ini diperlukan selain untuk menimbulkan kondisi yang kondusif dilingkungan perusahaan juga dalam upaya mempertahankan kualitas telur yang dihasilkan. Selain itu. Adanya hubungan baik yang terjalin dengan masyakat sekitar akan membuat masyarakat ikut merasaan manfaat dari keberadaan perusahaan sehingga akan ikut menjaga keamanan dan kondisi kondusif dilingkungan perusahaan. Oleh karena itu. Sehingga strategi ini dapat mendukung bauran pemasaran perusahaan dari sisi produk yaitu untuk menjaga kualitas dan kuantitas telur puyuh yang dihasilkan juga dari sisi distribusi yaitu mempertahankan lokasi perusahaan yang strategis. strategi menjaga hubungan baik dengan masyarakat merupakan suatu hal yang sebaiknya dilakukan oleh perusahaan agar perusahaan bisa tetap berkembang dengan baik. kondisi kondusif disekitar lingkungan perusahaan terutama disekitar kandang sangatlah penting terutama untuk mempertahankan kualitas dari produk yang dihasilkan. Terciptanya kondisi kondusif dilingkungan sekitar perusahaan akan sangat mendukung kegiatan pengembangan usaha perusahaan. Selain itu.• Menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar dan melibatkan masyarakat sekitar dalam aktivitas pengembangan usaha (S5. T2) Situasi keamanan lingkungan sekitar merupakan ancaman yang dapat menghambat kemajuan perusahaan.

Hal ini bertujuan agar ternak tidak mudah stress.T3. Adanya ancaman perubahan cuaca yang tidak menentu dan merebaknya penyakit yang menyerang puyuh membuat perusahaan harus meningkatkan keamanan dan kesehatan ternak. Kegiatan peningkatan kesehatan ternak dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan.T1. 4.W7.T4 dan T5) Strategi ini bertujuan untuk mempertahankan kualitas produk telur puyuh yang dihasilkan oleh perusahaan. Lokasi perusahaan yang strategis ini perlu dipertahankan karena lokasi perusahaan merupakan kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan dibandingkan dengan pesaing.dapat menjaga hubungan baik dengan masyarakat sehingga tidak minimbulkan konflik yang dapat menghambat kegiatan pengembangan usaha dari perusahaan. Kualitas telur puyuh yang dihasilkan akan sangat mempengaruhi loyalitas dan kepercayaan pelanggan untuk itu kegiatan pemeliharaan yang tepat akan sangat menentukan kualitas dari telur puyuh yang dihasilkan.W3.W9.W6. Strategi W-T bagi PPBT diformulasikan sebagai berikut: • Melakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan terutama peningkatan keterampilan SDM dan manajemen pemasaran untuk menghadapi tingkat persaingan yang semakin tinggi.W2. Strategi W-T Strategi W-T adalah strategi yang meminimumkan kelemahan untuk mengatasi ancaman.pemberian vaksin dan proses pemeliharaan yang tepat (S2.T4 dan T5).W4. Telur yang berkualitas dan bermutu baik akan memudahkan kegiatan pemasaran yang akan dilakukan oleh perusahaan. pemberian vaksin secara rutin dan proses pemeliharaan yang tepat dan efisien. Sehingga strategi ini juga akan mendukung kegiatan pemasaran dari perusahaan yaitu melalui bauran produk perusahaan. Hal ini dikarenakan telur puyuh yang dihasilkan sangat bergantung dari kondisi kesehatan ternak. Peningkatan keamanan ternak yang dilakukan oleh perusahaan yaitu dengan mengurangi kontak ternak dengan orang luar selain pekerja dengan cara memagari areal kadang. (W1. Strategi ini dilakukan dengan melakukan evaluasi terhadap kinerja yang telah dilakukan oleh perusahaan saat ini. agar dapat menghadapi tingkat persaingan . • Meningkatkan keamanan dan kesehatan ternak dengan menjaga kebersihan.

Matriks QSP merupakan alat yang digunakan untuk membuat peringkat strategi yang diprioritaskan. Evaluasi yang dapat dilakukan meliputi kegiatan promosi yang telah dilakukan. 7.wilayah pemasaran perusahaan serta terhadap pengelolaan manajemen pemasaran yang selama ini dilakukan sepenuhnya oleh manajer. Berdasarkan hasil analisis SWOT Peternakan Puyuh Bintang Tiga terdapat delapan alternatif strategi yang dapat dilaksanakan oleh perusahaan. evaluasi terhadap manajemen pemasaran juga perlu dilakukan agar perusahaan mampu bertahan dari persaingan yang semakin tinggi. Peningkatan keterampilan karyawan dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada karyawan secara rutin.4 Penentuan Prioritas Strategi berdasarkan Matriks QSP (Quantitative Strategic Planning) Alternatif – alternatif strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT. walaupun demikian prosesnya harus menggunakan informasi obyektif. mengharuskan ahli strategi untuk memadukan faktor internal dan eksternal yang terkait dengan proses keputusan. tidak semua dapat diimplementasikan karena tergantung dari kebijakan perusahaan. Agar perusahaan dapat meningkatkan kinerja pemasaran selama ini sebaiknya perusahaan mempunyai karyawan khusus yang menangani pemasaran sehingga kegiatan pemasaran perusahaan diharapkan dapat menjadi lebih efektif. Evaluasi terhadap kinerja terutama dengan meningkatkan keterampilan dari karyawan dan pengelolaan manajemen pemasaran yang lebih profesional.yang semakin tinggi. Selain itu. Kelebihan dari matriks QSP adalah set strategi dapat diperiksa secara berurutan dan bersamaan. Pelatihan dapat diberikan oleh karyawan tetap PPBT yang telah memiliki keterampilan dan pengalaman dibidang budidaya puyuh selama sepuluh tahun dan manajer PPBT. Delapan alternatif strategi tersebut yaitu : . Tidak ada batas untuk jumlah strategi yang dievaluasi. memberikan peringkat dan nilai daya tarik mengharuskan keputusan subyektif. Kelemahan dari matriks QSP yaitu memerlukan intuitif dan asumsi yang diperhitungkan.

6. 7. Mempertahankan dan meningkatkan jumlah pelanggan dengan menjaga kualitas produk.704. Nilai STAS untuk masing . 3. Delapan strategi yang dihasilkan dari matrik SWOT tersebut kemudian di analisis dengan menggunakan matriks QSP. Melakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan terutama peningkatan keterampilan SDM dan manajemen pemasaran untuk menghadapi tingkat persaingan yang semakin tinggi. Meningkatkan keamanan dan kesehatan ternak dengan menjaga kebersihan. pelayanan kepada konsumen untuk memanfaatkan adanya pasar potensial.1. Memberikan merek pada peti kayu dan dus yang digunakan sebagai kemasan produk dan meningkatkan kegiatan promosi untuk meningkatkan loyalitas dan pangsa pasar. 5. 8. Meningkatkan kontrol kepada peternak mitra dengan membuat kontrak tertulis mengenai standar produk untuk meningkatkan kualitas telur yang berasal dari mitra. Menjalin kerjasama dengan perbankan untuk melakukan pengembangan usaha dan memperluas wilayah pemasaran ke wilayah pasar Jabotabek.masing alternatif strategi dapat dilihat pada Tabel 32. Untuk melaksanakan strategi ini perusahaan hendaknya senantiasa berusaha menjaga dan meningkatkan hubungan baik dengan pelanggan agar loyalitas pelanggan dapat . 2. pelayanan kepada konsumen untuk memanfaatkan adanya pasar potensial” sebagai strategi dengan nilai STAS tertinggi yaitu sebesar 6. Berdasarkan analisis dengan menggunakan matriks QSP diperoleh prioritas strategi yang disarankan berdasarkan urutan pertama dengan nilai STAS tertinggi sampai urutan terakhir dengan nilai STAS terendah. Menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar dan melibatkan masyarakat sekitar dalam aktivitas pengembangan usaha.pemberian vaksin dan proses pemeliharaan yang tepat . 4. kualitas produk dan pelayanan konsumen dalam menghadapi persaingan. Mempertahankan tingkat harga bersaing. Berdasarkan matriks QSP pada Tabel 32 diperoleh bahwa strategi “Mempertahankan dan meningkatkan jumlah pelanggan dengan menjaga kualitas produk.

kualitas produk dan pelayanan konsumen dalam menghadapi persaingan” strategi ini memiliki nilai STAS sebesar 6. Strategi kedua yang dapat dilakukan oleh perusahaan yaitu “Mempertahankan tingkat harga bersaing.751 VIII pengembangan usaha. Untuk melaksanakan strategi ini perusahaan .994 V wilayah pemasaran ke wilayah pasar Jabotabek 5 Mempertahankan tingkat harga bersaing. 4 Menjalin kerjasama dengan perbankan untuk melakukan pengembangan usaha dan memperluas 4. 3 Meningkatkan kontrol kepada peternak mitra dengan membuat kontrak tertulis mengenai standar 4. kualitas produk dan pelayanan konsumen dalam 6. memberikan pelayanan terbaik.Matriks QSP Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) Alternatif Strategi STAS Peringkat No 1 Mempertahankan dan meningkatkan jumlah pelanggan dengan menjaga kualitas produk. 7 Meningkatkan keamanan dan kesehatan ternak dengan menjaga kebersihan. Strategi kedua ini sangat penting dan dapat digunakan untuk menghadapi tingkat persaingan yang semakin tinggi.160 VII produk untuk meningkatkan kualitas telur yang berasal dari mitra.000. I 6. Tabel 32. 6 Menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar dan melibatkan masyarakat sekitar dalam aktivitas 2. 2 Memberikan merek pada peti kayu dan dus yang digunakan sebagai kemasan produk dan 5. 8 Melakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan terutama peningkatan keterampilan SDM dan 5. dan menjamin produk sampai kepada konsumen dalam keadaan yang baik dan sesuai dengan pesanan pelanggan. Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan yakni dengan mengirim produk tepat waktu.terjaga.615 III meningkatkan kegiatan promosi untuk meningkatkan loyalitas dan pangsa pasar. Adanya loyalitas pelanggan juga merupakan salah satu media promosi yang baik untuk menambah jumlah pelanggan. mempertahankan kualitas produk.000 II menghadapi persaingan.pemberian vaksin dan 4.704 pelayanan kepada konsumen untuk memanfaatkan adanya pasar potensial.525 VI proses pemeliharaan yang tepat.069 IV manajemen pemasaran untuk menghadapi tingkat persaingan yang semakin tinggi.

sebaiknya berupaya untuk mempertahankan kekuatan – kekuatan yang dimiliki seperti tingkat harga bersaing. Strategi yang menempati urutan prioritas ketiga yaitu memberikan merek pada peti kayu dan dus yang digunakan sebagai kemasan produk dan meningkatkan kegiatan promosi untuk meningkatkan loyalitas dan pangsa pasar. . kualitas produk dan pelayanan yang baik kepada konsumen agar dapat bersaing di pasar. strategi ini penting untuk memberikan identitas pada produk yang dihasilkan dan dapat meningkatkan loyalitas pelanggan. Strategi yang menempati urutan prioritas terakhir berdasarkan hasil analisis matriks QSP adalah Menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar dan melibatkan masyarakat sekitar dalam aktivitas pengembangan usaha.

Keterampilan SDM yang dimiliki. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran. Modal Usaha. Kegiatan promosi yang dilakukan oleh PPBT hanya dilakukan dengan menggunakan promosi langsung ke pelanggan dan promosi dari mulut ke mulut diantara para pedagang. 2. peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat Jabotabek. dan Pelayanan dan Loyalitas Pelanggan. tidak terdapat kecacatan pada produk yang dihasilkan. Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran. Sedangkan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan yaitu Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra. Kapasitas Produksi. turunnya harga BBM. Kegiatan Promosi. Analisis faktor – faktor eksternal menghasilkan faktor – faktor yang menjadi peluang dan ancaman bagi perusahaan. Belum adanya merek pada kemasan Produk. Harga Jual Produk yang lebih murah dibanding pesaing. Peluang yang dimiliki oleh perusahaan antara lain ketersediaan bahan baku. proses pendistribusian produk PPBT memilih saluran distribusi langsung dengan mengutamakan pedagang pengecer dan bandar pedagang asongan yang berada di wilayah Bogor. maka penulis . peningkatan jumlah penduduk. perkembangan teknologi. Bauran pemasaran yang diterapkan oleh Peternakan Puyuh Bintang Tiga meliputi : strategi produk yaitu dengan menghasilkan produk yang memiliki mutu dan kualitas yang baik dengan memiliki kelebihan jika ditinjau dari segi tampilan produk yang bagus. Analisis faktor – faktor internal menghasilkan faktor – faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan perusahaan.VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8. Wilayah pemasaran yang masih terbatas. Saluran Distribusi. dan fasilitas dan peralatan produksi. permintaan yang semakin meningkat. Sedangkan faktor yang menjadi ancaman yaitu hasil penelitian yang telah dilakukan.1 Kesimpulan Berdasarkan menyimpulkan : 1. ukuran dan besar telur yang dihasilkan merata. Perusahaan menetapkan harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan pesaing. Kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan adalah kualitas produk. trend gaya hidup sehat.

160). Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh. Mempertahankan tingkat harga bersaing. pelayanan kepada konsumen memanfaatkan adanya pasar potensial (6.994).704). Berdasarkan analisis matriks IE maka dapat diketahui posisi perusahaan saat ini berada pada kuadran II termasuk kedalam tumbuh dan kembangkan (Growth and Build) dimana strategi yang paling sesuai digunakan pada posisi ini adalah strategi intensif atau integratif. Meningkatkan kontrol kepada peternak mitra dengan membuat kontrak tertulis mengenai standar produk untuk meningkatkan kualitas telur yang berasal dari mitra (4.525). integrasi ke belakang (backward integration) dan integrasi horisontal (horizontal integration). Melakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan terutama peningkatan keterampilan SDM dan manajemen pemasaran untuk menghadapi tingkat persaingan yang semakin tinggi (5.069). Menjalin kerjasama dengan perbankan untuk melakukan pengembangan usaha dan memperluas wilayah pemasaran ke wilayah pasar Jabotabek (4. Berdasarkan matriks SWOT diperoleh delapan alternatif strategi dengan prioritas strategi yang diperoleh dari matriks QSP berdasarkan besarnya total nilai STAS maka urutan prioritas strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga adalah mempertahankan dan meningkatkan jumlah pelanggan dengan menjaga kualitas produk. dan pengembangan produk (product development). Perubahan cuaca yang tidak menentu. Strategi integratif terdiri dari integrasi ke depan (forward integration).pemberian vaksin dan proses pemeliharaan yang tepat (4. pengembangan pasar (market development). Meningkatkan keamanan dan kesehatan ternak dengan menjaga kebersihan. dan masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor. kualitas produk dan pelayanan konsumen dalam menghadapi persaingan (6. 3. Strategi intensif terdiri dari penetrasi pasar (market penetration). Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi. Memberikan merek pada peti kayu dan dus yang digunakan sebagai kemasan produk dan meningkatkan kegiatan promosi untuk meningkatkan loyalitas dan pangsa pasar (5.000).615).Situasi Keamanan Lingkungan sekitar. Menjaga hubungan baik dengan masyarakat .

2 Saran Adapun beberapa saran yang diajukan oleh penulis kepada Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) dan pihak – pihak terkait adalah sebagai berikut : 1. 2. 8. PPBT sebaiknya mempertahankan tingkat harga yang lebih rendah dari pesaing agar mampu bertahan dari persaingan dan dapat merebut pasar telur puyuh yang berasal dari luar wilayah Bogor. 3. PPBT memiliki peluang untuk melakukan kegiatan perluasan usaha jika dilihat dari ketersediaan bahan baku yang tersedia serta adanya peningkatan permintaan. pelayanan kepada konsumen untuk memanfaatkan adanya pasar potensial. PPBT dapat mengimplementasikan strategi yang direkomendasikan dengan memprioritaskan strategi pemasarannya pada mempertahankan dan meningkatkan jumlah pelanggan dengan menjaga kualitas produk.sekitar dan melibatkan masyarakat sekitar dalam aktivitas pengembangan usaha (2.751). .

Cahyaningsih. Jakarta : Penebar Swadaya Nainggolan. Adicita. Agus. . Jakarta : Salemba Empat. Indo Prima Foods . . Edisi 1. 2006.2002. Institut Pertanian Bogor. 2005. Bogor : Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga. 2007. Taufiq. Zainal. Ratna. [Skripsi]. Fakultas Pertanian. Jakarta : Agromedia Pustaka. Edisi Sepuluh. Presentase Pengeluaran Rata – Rata Perkapita Sebulan Menurut Kelompok Barang. 2007.2008. Jakarta : Agromedia Pustaka. Indy Fitria. Puyuh Tata Laksana Budi Daya Secara Komersial. Analisis Pangan di Provinsi Jawa Barat.2008. [Skripsi].DAFTAR PUSTAKA Abidin. Puyuh. Jakarta: Badan Pusat Statistik. Taylor JR. [Skripsi]. Produk Domestik Bruto Atas Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha. Jakarta : Erlangga Kotler dan Keller. .2008. 2001. Bogor : Program Studi Manajemen Agribisnis.Cikarang. jilid 1. Fakultas Pertanian. 1992. 2007. Edisi Revisi. Manajemen Strategis. Bogor : Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga. G. Jakarta: Badan Pusat Statistik.2008. Dinamika Pemasaran jelajahi dan rasakan. Institut Pertanian Bogor. 2008. Bekasi). Presentase Pengeluaran Rata – Rata Perkapita Sebulan Menurut Kelompok Barang. Institut Pertanian Bogor. M. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada [BPS] Badan Pusat Statistik. Amir.T. Kinnear TC.K et al. Studi Perumusan Kebijakan Perencanaan pangan dan Gizi Berdasarkan Pola Pangan Harapan di Kota Banjar Jawa Barat. Analisis Strategi Pemasaran Sosis (Studi Kasus pada PT. Meningkatkan Produktivitas Puyuh Si Kecil yang Penuh Potensi. Manajemen Pemasaran. Edisi ke-3. Fred R. Edisi kedua belas Jakarta: PT INDEKS Listiyowati E dan Roospitasari K. Riset Pemasaran. Fakultas Pertanian. Jakarta: Badan Pusat Statistik. David. Juventy A.

2008. Tingkat Penerimaan Situs Web Burung putuh Pada Mahasiswa Studi Kasus Pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Jurusan Peternakan di Cinagara Kab. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama Saragih. Fakultas Teknologi Pertanian. 1997. Fandy. Studi Pemasaran Pop Nugget Studi Kasus PT. 2004.2006. Cetakan Pertama. Suprasari Pratama Bogor. Fisik dan Kualitas Telur Puyuh.2007. Jawa Barat. Porter. Fakultas Pertanian. Rangkuti. Institut Pertanian Bogor. Strategi Bersaing Teknik Menganalisis Industri dan Pesaing.[Skripsi]. Ultrajaya. Freddy. Bogor. Bandung. [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor. Ahmad. Mohamad. Bogor: Program Studi Ekstensi Manajemen Agribisnis. Bogor: Program Studi Sosial Ekonomi Peternakan. Kabupaten Bogor. Yogyakarta : Andi Tjiptono dan Diana. Jane Lolyka. Jakarta : Penerbit Erlangga Ramlan.Pasaribu.[Skripsi]. Tjiptono. Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus BisnisReorientasi konsep perencanaan Strategi untuk Menghadapi Abad 21. Strategi Pemasaran. PT. Waluyo. . 1997. Prinsip dan Dinamika Pemasaran. Budiardjo. [Skripsi]. Suhaely.1991. 2008. Bogor: Departemen Teknik Pertanian. Analisis Strategi Pemasaran Susu UHT (Ultra High Temperature Studi Kasus. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Fakultas Peternakan.2000. Yogyakarta : J& J Learning. Leonard. Institut Pertanian Bogor. Institut Pertanian Bogor. [Skripsi]. Pengaruh Substitusi Bungkil Kedelai Dengan Bungkil Jarak Pohon ( Ricinus communis Linn) Terhadap Komposisi Gizi. Perancangan Fasilitas Fisik Usaha Ternak Puyuh Skala Komersial di Kecamatan Ranca Bungur. Bogor: Program Studi Manajemen Agribisnis. Edisi II. Bogor: Program Studi Nutrisi dan Makanan Ternak. Fakultas Pertanian. Tbk. Departemen Ilmu – Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Michael E.

LAMPIRAN .

Pada serangan hebat banyak unggas yang mati tanpa menunjukkan banyak gejala. Pengendalian dilakukan sama seperti pengendalian pada pengendalian penyakit tetelo. bersin. Tinja berdarah dan mencret. Cendawan Aspergillus fumigatus. Pengendalian dapat dilakukan dengan pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang memadai. Puyuh terlihat lesu.menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus. Pada infeksi ringan terlihat gejala gangguan pernapasan seperti batuk. sesak nafas. mencret bewarna putih hijau. mata dan hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir serta kadang kala kepala dan leher agak terpuntir. bulu kusam menggigil kedinginan. sayap terkulasi. cxaldayocox Pengendalian dengan vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfeksi. sehingga timbul peradangan pada usus. nafsu makan kurang. AI. Sanitasi yang buruk Bakteri paragillarum. bulu kelihatan kusam. binatang vektor penyakit tetelo. kotoran berak yang membentuk spora dan menyerang usus. menjaga litter tetap kering. 2) Dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut. dan suara pernapasan yang tidak normal ( ngorok). bulu kusam. sesak napas. Noxal. mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Puyuh mengalami gangguan pernafasan. mata tertutup. Adanya leleran pada hidung. pembengkakan hidung. mengantuk. bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung. 2) pisahkan ayam yang sakit. serta watan pial dan jengger membiru. kotoran berair dan mengandung asam urat. mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju. Terkadang ditemukan gejala mencret. nafsu makan berkurang. sulit bernafas. Haemophilus Timbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu. Jenis – Jenis Penyakit yang Menyerang Puyuh No 1 Jenis Penyakit Radang usus (Quail enteritis) Penyebab Bakteri anerobik membentuk spora menyerang usus yang dan Gejala 1) Puyuh tampak lesu.Lampiran 1. amprolium.2) Puyuh tampak lesu. 2 Tetelo Disease) (Newcastle Virus dan merupakan penyakit menular 3 Berak Putih (Pullorum) 4 Berak (Coccidiosis) darah Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular Kuman Salmonella pullorum Kotoran berwarna putih. lesu dan lemah. gemetar. Sampai sekarang belum ada obatnya. Pengendalian dilakukan dengan memperbaiki sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya. Pencegahan terbaik adalah menjaga kebersihan kandang dan melakukan vaksinasi dengan menggunakan vaksin snot trikulen. seperti pial. Puyuh yaitu puyuh tampak kurus. mulut dan farink yang apabila dilepaskan akan mengeluarkan darah. infeksi kelopak mata sehingga terjadi perlekatan kelopak. bulu kusam. mata tertutup. bersin. nafsu makan menurun. nafsu makan hilang. Serangan virus ini dapat dihindari dengan masuknya cahaya matahari secara leluasa dalam kandang. Pencegahan lain dilakukan dengan memilih anakan asal induk yang telah di vaksinasi. 5 Cacar Unggas (Fowl Pox) Quail Bronchitis Poxvirus 6 7 Aspergillosis Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat menular.ngorok. Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline. serta memisahkan burung puyuh yang sehat dari yang telah terinfeksi. 1) Menjaga kebersihan lingkungaan. dan produksi telur menurun Pencegahan Pengendalian dapat dilakukan dengan memperbaiki tata laksana pemeliharaan. Puyuh kelihatan lesu. Pengendalian dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terjaga kebersihannya. pembengkakan wajah. 8 9 Cacingan Snot ( Coryza) 10 Flu Burung (Avian Influenza / AI) Virus ganas Orthomyxovirus. ayam yang mati segera dibakar/dibuang. bulu kelihatan kusam. batuk dan bersi. dan penurunan produksi telur. yaitu Sumber : Listiyowati dan Roospitasari (2007) . keluarnya air mata. kaki. pembengkakan wajah. 1). hidung berlendir. kehausan.

Lampiran 2 JADWAL RENCANA KEGIATAN PENYUSUNAN SKRIPSI Januari 1 2 3 Februari 1 2 3 4 Bulan Maret April Mei 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Juni 2 3 No 1 2 3 4 5 6 7 8 Rencana Kegiatan Penentuan topik dan lokasi Penyusunan Proposal Penelitian Pengolahan Data Penyelesaian Skripsi Seminar Sidang Wisuda 4 1 4 .

.Lampiran 3 KUISIONER PENELITIAN PENENTUAN BOBOT DAN RATING FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL ANALISIS STRATEGI PEMASARAN TELUR PUYUH PADA PETERNAKAN PUYUH BINTANG TIGA(PPBT) DI DESA SITU ILIR KECAMATAN CIBUNGBULANG KEBUPATEN BOGOR IDENTITAS RESPONDEN Nama Pekerjaan / jabatan : ……………………… : ……………………… Kami mohon Bapak dapat mengisi kuisioner ini secara objektif dan benar. karena kuisioner ini adalah untuk penelitian skripsi dengan tujuan ilmiah sehingga dibutuhkan data yang akurat dan terjamin kevalidannya. Menentukan faktor – faktor strategis yang akan dimasukkan kedalam kelompok kekuatan dan kelemahan dalam strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT). Peneliti MARLINDA SARI H34051087 DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009 PENENTUAN FAKTOR INTERNAL DAN PENENTUAN RATING TERHADAP FAKTOR – FAKTOR INTERNAL Tujuan : 1. Atas kesediaanya kami ucapkan terima kasih.

Penetuan nilai rating berdasarkan pada ketentuan berikut : Identitas Kepentingan 4* Definisi Nilai Jika faktor tersebut berpengaruh sangat besar/ Kekuatan Utama bagi perusahaan 3* Jika Faktor tersebut berpengaruh besar/ kekuatan kecil bagi perusahaan 2** Jika faktor tersebut kurang berpengaruh/ kelemahan kecil bagi perusahaan ** 1 Jika faktor tersebut sangat kurang berpengaruh / kelemahan besar bagi perusahaan * ) Nilai untuk faktor – faktor kekuatan ** ) Nilai untuk faktor – faktor kelemahan . apabila faktor tersebut menjadi kelemahan dalam strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT). Penentuan peringkat ( rating) bertujuan untuk mengukur pengaruh masing – masing variable terhadap kondisi lingkungannya. apabila faktor tersebut menjadi kekuatan dalam strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT).2. Berikan tanda ( √ ) pada kolom kelemahan. 2. Variable faktor internal ini terdiri dari faktor kekuatan yang dapat dimanfaatkan dan faktor kelemahan yang mungkin dapat diatasi dengan strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT). 3. Tentukan nilai peringkat ( Rating) dengan memberikan tanda ( √ ) terhadap faktor – faktor kekuatan dan kelemahan dalam strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT). Berikan tanda ( √ ) pada kolom kekuatan. Petunjuk pengisian : 1.

Faktor – Faktor Strategis Internal Peringkat (Rating) 1 2 3 4 Kekuatan Kelemahan Faktor . Belum adanya merek pada kemasan Produk L. Harga Jual Produk yang lebih murah dibanding pesaing D. Modal Usaha J. Wilayah Pemasaran yang masih terbatas N.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran C. Pelayanan dan loyalitas pelanggan F.Faktor Strategis Internal A. Kegiatan Promosi M. Kualitas Produk B. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra G. Saluran Distribusi E. Kapasitas Produksi K. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran H. Fasilitas dan peralatan produksi . Keterampilan SDM yang dimiliki I.

Penentuan peringkat ( rating) bertujuan untuk mengukur pengaruh masing – masing variable terhadap kondisi lingkungannya. 3. Berikan tanda ( √ ) pada kolom Ancaman. 2. Petunjuk pengisian : 1. 2.PENENTUAN FAKTOR EKSTERNAL DAN PENENTUAN RATING TERHADAP FAKTOR – FAKTOR EKSTERNAL Tujuan : 1. Variable faktor internal ini terdiri dari faktor Peluang yang dapat dimanfaatkan dan faktor Ancaman yang mungkin dapat dihindari dalam upaya strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT).Penetuan nilai rating berdasarkan pada ketentuan berikut : Identitas Kepentingan 4 Definisi Nilai Jika faktor tersebut berpengaruh perusahaan sangat baik 3 Jika Faktor tersebut berpengaruh baik/ respon baik/ respon perusahaan baik 2 Jika faktor tersebut kurang berpengaruh sedang/ respon perusahaan umum 1 Jika faktor tersebut kurang berpengaruh bagi perusahaan/ Respon perusahan buruk . Menentukan faktor – faktor strategis yang akan dimasukkan kedalam kelompok Peluang dan Ancaman dalam strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT). Berikan tanda ( √ ) pada kolom Peluang . Tentukan nilai peringkat ( Rating) dengan memberikan tanda ( √ ) terhadap faktor – faktor Peluang dan Ancaman dalam strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT). apabila faktor tersebut menjadi Peluang dalam strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT). apabila faktor tersebut menjadi Ancaman dalam strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT).

Turunnya harga BBM G. Permintaan yang semakin meningkat H. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor Peringkat (Rating) 1 2 3 4 . Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh L. Perubahan cuaca yang tidak menentu K. Peningkatan jumlah penduduk F. Ketersediaan Bahan Baku B. Perkembangan Teknologi C. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi masyarakat Jabotabek E. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar I. Trend Gaya Hidup Sehat D.Faktor – Faktor Strategis Eksternal Faktor . Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi J.Faktor Strategis Eksternal Peluang Ancaman A.

Petunjuk Pengisian : 1. 2 = Jika faktor strategis eksternal atau internal pada baris / horizontal sama penting daripada faktor strategis eksternal atau internal pada kolom/vertikal. dan 3 dimana ketentuan skala tersebut berdasarkan kriteria sebagai berikut:` 1 = Jika faktor strategi eksternal atau internal pada baris /horizontal kurang penting daripada faktor strategis eksternal atau internal pada kolom/vertikal. maka isilah dengan angka 1 4. Tingkat kepentingan yang dimaksud adalah berupa pemberian bobot terhadap seberapa besar faktor strategi tersebut menentukan strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga ( PPBT). 2. 3. Contoh : Jika anda beranggapan bahwa baris A kurang penting dibandingkan kolom B. Bagian yang diwarnai seperti tidak perlu diisi . 2.PEMBOBOTAN FAKTOR INTERNAL ( KEKUATAN dan KELEMAHAN) Tujuan : Mendapatkan penilaian para responden terhadap faktor internal mengenai tingkat kepentingan suatu fakror – faktor strategis dalam strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga ( PPBT). Pemberian bobot untuk pengisian kolom pada setiap faktor – faktor yang dibandingkan menggunakan skala 1. 3 = Jika faktor strategi eksternal atau internal pada baris /horizontal lebih penting daripada faktor strategis eksternal atau internal pada kolom/vertikal. Pemberian nilai diberikan berdasarkan pada perbandingan berpasangan antara dua faktor secara relatif berdasarkan kepentingan atau pengaruhnya terhadap strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga ( PPBT).

Pelayanan dan loyalitas pelanggan F. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran H. Saluran Distribusi E. Fasilitas dan peralatan produksi . Kegiatan Promosi M.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran C. Modal Usaha J. Wilayah Pemasaran yang masih terbatas N.Matriks Banding Berpasangan Untuk Faktor Internal Faktor . Belum adanya merek pada kemasan Produk L. Harga Jual Produk yang lebih murah dibanding pesaing D. Kualitas Produk B. Kapasitas Produksi K. Keterampilan SDM yang dimiliki I.Faktor Total Strategis Internal A B C D E F G H I J K L M N Xi A. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra G.

Tingkat kepentingan yang dimaksud adalah berupa pemberian bobot terhadap seberapa besar faktor strategi tersebut menentukan strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga ( PPBT). dan 3 dimana ketentuan skala tersebut berdasarkan kriteria sebagai berikut:` 1 = Jika faktor strategi eksternal atau internal pada baris /horizontal kurang penting daripada faktor strategis eksternal atau internal pada kolom/vertikal. Bagian yang diwarnai seperti tidak perlu diisi . 2. maka isilah dengan angka 1 7. Pemberian nilai diberikan berdasarkan pada perbandingan berpasangan antara dua faktor secara relatif berdasarkan kepentingan atau pengaruhnya terhadap strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT). 6.PEMBOBOTAN FAKTOR EKSTERNAL ( PELUANG dan ANCAMAN) Tujuan : Mendapatkan penilaian para responden terhadap faktor eksternal mengenai tingkat kepentingan suatu fakror – faktor strategis dalam strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga ( PPBT). 3 = Jika faktor strategi eksternal atau internal pada baris/horizontal lebih penting daripada faktor strategis eksternal atau internal pada kolom/vertikal. 5. 2 = Jika faktor strategis eksternal atau internal pada baris/horizontal sama penting daripada faktor strategis eksternal atau internal pada kolom/vertikal. Pemberian bobot untuk pengisian kolom pada setiap faktor – faktor yang dibandingkan menggunakan skala 1. Contoh : Jika anda beranggapan bahwa baris A kurang penting dibandingkan kolom B. Petunjuk Pengisian : 1.

Turunnya harga BBM G. Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi J. Ketersediaan Bahan Baku B. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh L. Trend Gaya Hidup Sehat D. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi masyarakat Jabotabek E.Matriks Banding Berpasangan Untuk Faktor Eksternal Faktor . Peningkatan jumlah penduduk F. Perubahan cuaca yang tidak menentu K. Permintaan yang semakin meningkat H. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar I.Faktor Strategis Eksternal A B C D E F G H A. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor I J K L Total Xi . Perkembangan Teknologi C.

guna menetapkan strategi mana yang paling tetap untuk dilaksanakan terlebih dahulu oleh perusahaan.Kuisioner 2 (Lanjutan) PENENTUAN ALTERNATIF STRATEGI DENGAN QSPM Tujuan : Untuk menetapkan tingkat kemenarikan relatif dari alternatif – alternatif strategi yang dihasilkan dari analisis SWOT. Petunjuk pengisian : Tentukan AS atau daya tarik dari masing – masing faktor internal (Kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman) untuk masing – masing strtaegi sebagaimana tersebut diatas dengan cara memberikan nilai daya tarik dengan ketentuan : 1 = faktor tersebut tidak mempengaruhi (tidak menarik) alternatif strategi yang akan dipilih 2 = faktor tersebut agak mempengaruhi (agak menarik) alternatif strategi yang akan dipilih . Alternatif strategi yang dihasilkan dari analisis SWOT : 1. 5. Melakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan terutama peningkatan keterampilan SDM dan manajemen pemasaran untuk menghadapi tingkat persaingan yang semakin tinggi. pelayanan kepada konsumen untuk memanfaatkan adanya pasar potensial. kualitas produk dan pelayanan konsumen dalam menghadapi persaingan. Meningkatkan kontrol kepada peternak mitra dengan membuat kontrak tertulis mengenai standar produk untuk meningkatkan kualitas telur yang berasal dari mitra. Mempertahankan dan meningkatkan jumlah pelanggan dengan menjaga kualitas produk. Mempertahankan tingkat harga bersaing. Meningkatkan keamanan dan kesehatan ternak dengan menjaga kebersihan. 6. 2. 8. Menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar dan melibatkan masyarakat sekitar dalam aktivitas pengembangan usaha.pemberian vaksin dan proses pemeliharaan yang tepat. Menjalin kerjasama dengan perbankan untuk melakukan pengembangan usaha dan memperluas wilayah pemasaran ke wilayah pasar Jabotabek. 4. Memberikan merek pada peti kayu dan dus yang digunakan sebagai kemasan produk dan meningkatkan kegiatan promosi untuk meningkatkan loyalitas dan pangsa pasar 3. 7.

maka nilai daya tarik harus diberikan pada masing – masing strategi untuk menunjukkan daya tarik relatif suatu strategi dengan yang lain dengan mempertimbangkan faktor penentu. hal tersebut menunjukkan bahwa masing – masing faktor kunci tidak mempunyai pengaruh atas pilihan khusus yang dibuat. satu per satu dengan mengajukan pertanyaan “ apakah faktor ini mempengaruhi strtaegi yang akan dibuat?” jika jawabannya ya. Oleh karena itu.3 = faktor tersebut cukup mempengaruhi (cukup menarik) alternatif strategi yang akan dipilih 4 = faktor tersebut sangat mempengaruhi (sangat menarik) alternatif strategi yang akan dipilih Nilai daya tarik (AS) ditetapkan dengan memeriksa setiap faktor penentu internal dan eksternal. jangan memberikan nilai daya tarik pada strategi – strategi dalam rangkaian tersebut. Jika jawaban atas pertanyaan tersebut adalah tidak. .

Wilayah pemasaran yang masih terbatas N. Harga Jual Produk yang lebih murah dibanding pesaing D. Permintaan yang semakin meningkat Ancaman H. Ketersediaan Bahan Baku B. Pelayanan dan loyalitas pelanggan Kelemahan F. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor . Kegiatan Promosi M.Matriks QSP PPBT Faktor Strategis S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 Kekuatan A.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran C. Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi J. Perubahan cuaca yang tidak menentu K. fasilitas dan peralatan produksi Peluang A. Perkembangan Teknologi C. Kapasitas Produksi K. Trend Gaya Hidup Sehat D. Kualitas Produk B. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi masyarakat Jabotabek E. Saluran Distribusi E. Modal Usaha J. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra G. Turunnya harga BBM G. Peningkatan jumlah penduduk F. Belum adanya merek pada kemasan Produk L.Keterampilan SDM yang dimiliki I. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar I. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran H. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh L.

Lampiran 4. Tahapan proses produksi pakan pada Peternakan Puyuh Bintang Tiga Pengadaan bahan baku Persiapan Penetapan Formulasi Bakan baku tepung Bakan baku butiran Bahan tambahan (Feed additive) Bakna baku butiran digiling Penimbangan bahan baku sesuai dengan formulasi yang sudah ditetapkan Pencampuran bahan baku tepung dan bahan baku lainnya Pengemasan Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (2009) .

pemasaran telur ke pasar Pakan diberikan dua hari sekali.00 Pulang Kerja Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (2009) . penyemprotan kandang dan luar kandang Karyawan ISOMA Agar sanitasi kandang terjaga dan tidak menimbulkan penyakit.00 Memeriksa puyuh dan kawat pakan setiap sangkar Mengambil puyuh yang sakit.00 Pengambilan/ panen telur dengan menggunakan alat (baki panen berkapasitas 100 butir) 08. menggunakan sapu lidi untuk menyapu kandang. penyemprotan dilakukan pada saat selesai membersihkan kotoran 15.00 13. pembersihan kotoran dilakukan dua hari sekali berselang dengan pemberian pakan 12.00 Penyortiran telur sekaligus pengemasan (packing) Dengan menggunakan peti kayu berukuran 30 cm x 20 cm x 20 cm yang berkapasitas 1200 butir telur dan kemudian diberi sekam agar telur tidak rusak 09. pemberian air minum dilakukan secara terus menerus/ setiap hari.30 Pemberian pakan dan minum atau pembersihan kotoran dan pemberian minum.Lampiran 5. Proses Kegiatan Pemeliharaan Puyuh Petelur Setiap Hari Waktu Kegiatan Pemeliharaan Keterangan 07. mati atau terjepit serta memeriksa posisi tempat makan dan minum 16.00 Istrirahat Menyapu dan mengepel lantai kandang.

Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra G. Belum adanya merek pada kemasan Produk L. Saluran Distribusi E. Kualitas Produk B. Saluran Distribusi E.060 0. Modal Usaha J. Fasilitas dan peralatan produksi Total Faktor . Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra G.069 0.036 0.093 0. Keterampilan SDM yang dimiliki I. Harga Jual Produk yang lebih murah dibanding pesaing D.071 0. Pelayanan dan loyalitas pelanggan F.Lampiran 6.077 0.060 24 30 0.Faktor Strategis Internal A.066 Bobot 0. Kapasitas Produksi K.069 0.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran C. Harga Jual Produk yang lebih murah dibanding pesaing D.Faktor Strategis Internal A.055 0.074 0.044 0. Wilayah Pemasaran yang masih terbatas N. Wilayah Pemasaran yang masih terbatas N. Belum adanya merek pada kemasan Produk L.082 0.082 0. Hasil pengisian kuisioner pembobotan oleh Responden 1 ( Manajer yang sekaligus pemilik usaha PPBT) Faktor. Kegiatan Promosi M.047 0.038 0. Pelayanan dan loyalitas pelanggan F. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran H.000 1 3 2 1 1 1 2 19 3 2 1 1 2 3 27 1 1 1 1 1 13 1 1 1 2 23 2 2 3 36 2 3 35 3 31 21 364 Total Xi 26 23 B.074 1. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran H.000 22 25 0. Modal Usaha J. Hasil pengisian kuisioner pembobotan oleh Responden 2 ( Karyawan Tetap PPBT) A B 2 2 1 2 2 2 2 3 2 2 3 C 3 2 D 2 2 2 E 2 1 2 1 F 2 2 2 2 3 G 1 1 1 1 2 H 2 1 2 2 2 I 1 1 1 1 1 J 2 2 2 2 2 K 3 3 3 3 3 L 2 2 3 2 3 M 2 2 2 2 2 N 2 2 25 2 2 2 22 2 3 2 3 2 1 2 2 2 26 2 3 3 3 2 1 2 2 2 29 2 3 2 3 2 1 1 2 2 27 2 3 2 3 2 1 2 2 2 28 1 2 2 3 2 1 1 2 2 22 3 3 3 3 1 2 2 2 30 1 2 2 1 2 1 2 18 3 2 1 1 2 2 24 1 1 1 1 1 14 1 2 2 2 25 3 3 3 39 2 3 30 2 27 25 364 1 1 3 1 2 1 1 2 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 1 2 3 2 3 2 1 2 2 34 2 28 2 3 2 1 1 2 27 0.063 . Fasilitas dan peralatan produksi Total A B 3 1 1 1 1 3 3 3 1 2 2 C 3 1 D 3 1 3 E 3 1 2 2 F 3 3 3 3 3 G 1 1 2 1 2 H 3 1 3 1 3 I 1 1 1 1 1 J 3 1 2 2 2 K 3 3 3 3 3 L 3 3 3 3 3 M 3 2 2 2 3 N 2 1 2 2 2 Total Xi 34 20 30 25 30 Bobot 0.080 0. Kualitas Produk B. Kegiatan Promosi M.058 0. Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran C.069 0.104 0. Kapasitas Produksi K.Keterampilan SDM yang dimiliki I.085 1. Hasil Pengisian Kuisioner Pembobotan Faktor Internal Perusahaan Dan Rata – Rata Pembobotan A.107 0.082 1 3 1 3 1 1 1 1 2 18 1 3 3 3 3 1 1 2 3 32 1 2 1 3 2 1 1 2 2 22 1 3 3 3 2 1 1 2 2 27 1 2 1 3 2 1 1 1 2 22 3 3 3 3 2 3 3 3 38 1 1 3 1 1 1 1 2 2 3 2 3 3 3 3 1 3 3 3 3 2 1 3 2 3 3 2 2 1 2 1 3 2 1 1 1 14 33 25 39 29 16 17 21 31 0.093 0.091 0.069 38 27 13 0.

079 1.044 0.091 0.074 28 26 0.080 0.044 0.044 0.077 0.080 0. Harga Jual Produk yang lebih murah dibanding pesaing D.093 0.093 0. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran H.104 0.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran C.062 0. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra G.069 0. Wilayah Pemasaran yang masih terbatas N.082 0. Fasilitas dan peralatan produksi Total Total Xi A B 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 C 2 2 D 2 2 2 E 2 2 2 2 F 2 2 2 2 2 G 2 2 2 2 2 H 2 2 2 2 1 I 1 2 1 2 2 J 1 2 2 2 1 K 3 3 3 3 3 L 3 2 3 3 3 M 3 1 3 2 2 N 2 1 28 2 2 2 27 2 2 2 3 3 1 1 1 2 25 2 2 2 2 2 1 2 3 3 27 2 2 2 3 2 1 1 1 2 24 2 2 2 2 2 1 1 2 2 24 2 2 3 2 3 1 1 2 2 26 2 2 3 2 1 1 2 2 25 2 2 2 1 1 1 2 23 2 2 1 1 1 2 22 1 1 1 1 1 18 1 1 1 2 22 3 3 3 39 3 3 2 24 364 2 2 2 1 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 2 3 3 3 3 1 1 2 29 2 30 2 3 2 1 1 2 28 0. Modal Usaha J.082 0.000 .055 0. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran H. Belum adanya merek pada kemasan Produk L.069 0.000 Rata .082 0. Hasil rata – rata Pembobotan Faktor .Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran C.060 0. Belum adanya merek pada kemasan Produk L.069 Bobot 0. Hasil Pengisian Kuisioner pembobotan oleh Responden 3 ( mantan pemegang saham dan mitra usaha PPBT) Faktor . Kapasitas Produksi K. Pelayanan dan loyalitas pelanggan F.077 0.038 0.077 27 25 0.102 0.000 36 29 16 23 0.080 0.080 0.093 0.079 0.069 0.082 0.060 0. Modal Usaha J.000 Responden 3 0. Harga Jual Produk yang lebih murah dibanding pesaing D.074 1. Kegiatan Promosi M.038 0.074 0.Rata Bobot 0. Kualitas Produk B.071 0.Faktor Strategis Internal A. Pelayanan dan Loyaliat pelanggan F.Faktor Strategis Internal A. Kapasitas Produksi K.069 0.069 0.079 0.063 34 30 13 0. Kualitas Produk B.107 0.058 0.050 0.077 1.077 0. Kegiatan Promosi M.093 0.074 0.074 0.088 0. Saluran Distribusi E.077 0.Lampiran 6 : (Lanjutan 1) C.036 0.076 0.036 0.074 D.066 0.071 0.082 0.082 0.077 1. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra G.047 0.036 0. Keterampilan SDM yang dimiliki I. Keterampilan SDM yang dimiliki I.000 Responden 2 0. Fasilitas dan peralatan produksi Total Responden 1 0.082 0. Wilayah Pemasaran yang masih terbatas N.085 1.076 0.071 0.063 0. Saluran Distribusi E.071 0.058 0.063 0.063 0.

087 0. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar I. Trend Gaya Hidup Sehat D. Permintaan yang semakin meningkat H. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor Total 1 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 22 2 3 2 2 3 2 2 3 3 2 27 2 3 2 3 2 3 3 3 1 26 2 2 2 2 2 2 3 2 22 2 2 2 2 2 3 2 22 3 2 3 2 3 2 25 2 2 2 3 2 20 2 2 3 2 23 2 3 2 21 2 1 19 1 12 25 A B 3 C 2 2 D 2 1 2 E 2 2 1 2 F 2 2 2 2 2 G 2 1 1 2 2 1 H 2 2 2 2 2 2 2 I 2 2 1 2 2 1 2 2 J 2 1 1 2 2 2 2 2 2 K 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 L 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 Total Xi 22 17 18 22 22 19 24 21 23 25 32 19 264 Bobot 0.Faktor Strategis Eksternal A. Ketersediaan Bahan Baku B.083 0.121 0. Perkembangan Teknologi C. Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi J.102 0. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh L.Faktor Strategis Eksternal A. Turunnya harga BBM G. Hasil Pengisian Kuisioner Pembobotan Faktor Eksternal Perusahaan dan Rata – Rata Pembobotan A.076 0.091 Bobot 0.057 0.121 27 0.045 0. Perubahan cuaca yang tidak menentu K.095 0. Permintaan yang semakin meningkat H. Peningkatan Pertumbuhan ekonomi masyarakat Jabotabek E.068 0.083 0. Perubahan cuaca yang tidak menentu K. Turunnya harga BBM G. Perkembangan Teknologi C.064 0. Trend Gaya Hidup Sehat D.000 .083 0. Peningkatan jumlah penduduk F. Peningkatan jumlah penduduk F.Lampiran 7. Ketersediaan Bahan Baku B.076 0.072 0. Hasil pengisian kuisioner pembobotan oleh Responden 1 ( Manajer yang sekaligus pemilik usaha PPBT) Faktor .000 A B 3 C 2 1 D 2 1 1 E 3 2 2 2 F 2 1 1 2 1 G 1 1 1 2 2 1 H 2 1 1 2 1 1 2 I 1 1 1 1 1 1 2 2 J 1 1 1 1 1 1 1 1 2 K 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 3 3 31 32 0.080 0. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar I.095 1. Hasil pengisian kuisioner pembobotan oleh Responden 2 ( Karyawan Tetap PPBT) Faktor .057 B. Peningkatan Pertumbuhan ekonomi masyarakat Jabotabek E. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor Total 1 2 2 1 2 3 2 3 3 3 2 24 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 32 3 2 3 3 3 3 3 3 3 29 2 2 2 2 3 3 3 3 24 3 2 3 3 3 3 3 29 3 3 3 3 3 3 25 2 2 3 3 2 20 2 3 3 2 20 2 3 2 17 2 25 1 13 1 12 19 264 0.091 L 2 1 1 1 Total Xi 20 12 15 20 0.072 1.091 0. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh L.072 0. Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi J.117 1 1 2 2 15 19 24 24 0.

Hasil rata – rata Pembobotan Faktor . Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor Total Responden 1 0. Turunnya harga BBM G.076 0.076 0.000 A B 3 C 2 2 D 3 2 2 E 2 2 2 2 F 3 3 3 3 3 G 2 2 2 2 2 3 H 2 2 2 2 2 2 2 I 3 3 3 3 2 1 2 2 J 3 3 3 3 3 3 3 3 3 K 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 1 13 13 0.117 0.097 0.073 0.091 0.091 Bobot 0. Ketersediaan Bahan Baku B.098 0.098 0.121 0.091 0. Trend Gaya Hidup Sehat D.090 0.102 D.091 0.000 .095 0.068 0. Peningkatan Pertumbuhan ekonomi masyarakat Jabotabek E.049 22 0.098 0.087 0.095 L 3 3 3 3 Total Xi 29 26 27 26 0.064 0.049 0. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh L.080 0.098 0.076 0. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh L.095 1.091 0. Permintaan yang semakin meningkat H.045 0.086 0.072 1.057 0.000 Rata .083 0. Turunnya harga BBM G.083 0.091 0. Perubahan cuaca yang tidak menentu K. Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi J.091 0.076 0.121 0.049 3 3 3 3 26 20 24 25 0.049 1. Peningkatan jumlah penduduk F.076 0.083 0.072 0. Trend Gaya Hidup Sehat D.080 0.095 0. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar I.102 0.102 0.069 0.Faktor Strategis Eksternal A. Perkembangan Teknologi C. Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi J.072 1.088 0. Perkembangan Teknologi C.110 0.Rata Bobot 0. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar I. Perubahan cuaca yang tidak menentu K.072 0.083 0. Permintaan yang semakin meningkat H. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor Total 1 2 1 2 1 2 2 1 1 1 1 15 2 2 2 1 2 2 1 1 1 1 18 2 2 1 2 2 1 1 1 1 17 2 1 2 2 1 1 1 1 18 1 2 2 2 1 1 1 18 1 2 3 1 1 1 24 2 2 1 1 1 20 2 1 1 1 19 1 1 1 22 3 13 1 31 3 31 31 264 0. Peningkatan Pertumbuhan ekonomi masyarakat Jabotabek E.057 0. Hasil Pengisian Kuisioner pembobotan oleh Responden 3 ( mantan pemegang saham dan mitra usaha PPBT) Faktor .049 1.000 Responden 3 0.049 0.098 0.000 Responden 2 0.098 0. Ketersediaan Bahan Baku B. Peningkatan jumlah penduduk F.Lampiran 7 : (Lanjutan1) C.087 0.110 0.083 0.Faktor Strategis Eksternal A.

Ketersediaan Bahan Baku B.000 1.000 Responden 3 4.000 3. Modal Usaha J. Peningkatan jumlah penduduk F.000 4.667 3.000 3.000 2.000 2.000 3.000 4.000 2.000 2. Permintaan yang semakin meningkat Ancaman H.000 4.000 2.000 4.000 Responden 3 3.333 2.000 3.000 3.000 1.000 1.000 2.333 3.000 2. fasilitas dan peralatan produksi Responden 1 4.000 1.000 2. Perubahan cuaca yang tidak menentu K. Kapasitas Produksi K.667 1. Perkembangan Teknologi C.000 2.2 dan 3) Faktor . Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra G.000 1.667 1.Lampiran 8.667 4.000 4. Peningkatan Pertumbuhan ekonomi masyarakat Jabotabek E. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar I.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran C. Wilayah pemasaran yang masih terbatas N. Belum adanya merek pada kemasan Produk L.000 1.000 2.000 4.000 1.000 2.000 Responden 1 4.000 2.667 B.000 2.000 2.000 Rating Responden 2 3.000 4.000 3. Saluran Distribusi E.000 Rata .000 1.000 .000 3.000 2.000 3. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran H. Trend Gaya Hidup Sehat D. Pelayanan dan loyalitas pelanggan Kelemahan F.000 3.000 2.000 2.000 3.000 4.000 4.000 2.000 2.2 dan 3) Faktor . Kegiatan Promosi M.333 2.333 2.000 2.667 1.000 2.667 3. Hasil Pengisian Kuisioner Penilaian Rating Faktor Internal Perusahaan (berdasarkan Responden 1.000 4.000 3.000 3.000 2.333 3.000 2.000 4.000 4. Hasil Pengisian Kuisioner Penilaian Rating Faktor Eksternal Perusahaan (berdasarkan Responden 1.000 3.000 1.000 2.000 4.000 1. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor 2. Kualitas Produk B.000 3. Harga Jual Produk yang lebih murah dibanding pesaing D.Rata 3.000 1.333 3.333 2.000 3.000 Rating Responden 2 2. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh L.000 4.000 4.000 1. Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi J.000 4. Hasil Pengisian Kuisioner Rating Faktor – Faktor Internal dan Eksternal Perusahaan A.000 3.000 2.000 4.000 2.Faktor Strategis Eksternal Peluang A. Keterampilan SDM yang dimiliki I.000 2.000 3.333 4.000 2.000 Rata -Rata 3.Faktor Strategis Internal Kekuatan A.000 2.000 3.333 3.000 2.000 4.000 2.000 2. Turunnya harga BBM G.

Lampiran 9. Matriks SWOT Pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga
STRENGTHS (S) 1. 2. 3. 4. 5. Pelayanan dan loyalitas pelanggan (S1) Kualitas Produk (S2) Harga Jual Produk yang lebih murah dibanding pesaing (S3) Saluran Distribusi (S4) Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran (S5) WEAKNESSES (W) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Belum adanya merek pada kemasan Produk (W1) Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra (W2) Kegiatan Promosi (W3) Modal Usaha (W4) Kapasitas Produksi (W5) Wilayah pemasaran yang masih terbatas (W6) Keterampilan SDM yang dimiliki (W7) fasilitas dan peralatan produksi (W8) Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran (W9) STRATEGI WO Memberikan merek pada peti kayu dan dus yang digunakan sebagai kemasan produk dan meningkatkan kegiatan promosi untuk meningkatkan loyalitas dan pangsa pasar (W1,W3,W6,O1,O3,O5, O6, dan O7) Meningkatkan kontrol kepada peternak mitra dengan membuat kontrak tertulis mengenai standar produk untuk meningkatkan kualitas telur yang berasal dari mitra (W2,W9, O4, dan O7) Menjalin kerjasama dengan perbankan untuk melakukan pengembangan usaha dan memperluas wilayah pemasaran ke wilayah pasar Jabotabek (W3,W4,W5,W6,W7,W8, O1,O2,O3,O5,O6, dan O7 STRATEGI WT Melakukan evaluasi terhadap kinerja terutama peningkatan keterampilan SDM dan kegiatan pemasaran untuk menghadapi tingkat persaingan yang semakin tinggi. (W1,W2,W3,W4,W6,W7,W9,T1,T3,T4 dan T5).

OPPORTUNITIES (O) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Permintaan yang semakin meningkat (O1) Ketersediaan Bahan Baku (O2) Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Jabotabek (O3) Turunnya harga BBM (O4) Peningkatan jumlah penduduk (O5) Trend Gaya Hidup Sehat (O6) Perkembangan Teknologi (O7)

STRATEGI SO 2. Meningkatkan jumlah pelanggan dengan mempertahankan kualitas produk, pelayanan kepada konsumen untuk memanfaatkan adanya pasar potensial (S1,S2,S3,S4,S5, O1,O2,O3,O4,O5,O6 dan O7). 1.

2.

3.

THREATS (T)

STRATEGI ST 1. Mempertahankan tingkat harga bersaing, kualitas 1. produk dan pelayanan konsumen dalam menghadapi persaingan (S1,S2,S3,S4,T1 dan T3) Menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar dan melibatkan masyarakat sekitar dalam aktivitas pengembangan usaha (S5, T2) Meningkatkan keamanan dan kesehatan ternak dengan menjaga kebersihan,pemberian vaksin dan pemeliharaa yang tepat (S2,T4 dan T5)

1. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah 2. 3. 4. 5.
Bogor (T1) Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar (T2) Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi (T3) Perubahan cuaca yang tidak menentu (T4) Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh (T5)

2.

3.

Lampiran 10. Hasil pengisian kuisioner QSPM untuk menentukan Attractiveness Score pada strategi 1 Faktor Strategis Responden Rata Kekuatan 1 2 3 Rata A. Kualitas Produk 4,000 4,000 4,000 4,000 B.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran 3,000 4,000 3,000 3,333 C. Harga Jual Produk yang lebih murah 3,333 dibanding pesaing 4,000 3,000 3,000 D. Saluran Distribusi 3,000 3,000 1,000 2,333 E. Pelayanan dan loyalitas pelanggan 4,000 4,000 4,000 4,000 Kelemahan F. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra 3,000 3,000 2,000 2,667 G. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran 4,000 4,000 3,000 3,667 H.Keterampilan SDM yang dimiliki 3,000 4,000 3,000 3,333 I. Modal Usaha 4,000 4,000 3,000 3,667 J. Kapasitas Produksi 4,000 4,000 3,000 3,667 K. Belum adanya merek pada kemasan Produk 2,000 3,000 3,000 2,667 L. Kegiatan Promosi 2,000 3,000 3,000 2,667 M. Wilayah pemasaran yang masih terbatas 1,000 2,000 3,000 2,000 N. fasilitas dan peralatan produksi 3,000 3,000 3,000 3,000 Peluang A. Ketersediaan Bahan Baku 3,000 4,000 4,000 3,667 B. Perkembangan Teknologi 4,000 3,000 3,000 3,333 C. Trend Gaya Hidup Sehat 4,000 3,000 3,000 3,333 D. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi masyarakat Jabotabek 4,000 3,000 3,000 3,333 E. Peningkatan jumlah penduduk 4,000 3,000 4,000 3,667 F. Turunnya harga BBM 2,000 4,000 2,000 2,667 G. Permintaan yang semakin meningkat 4,000 4,000 4,000 4,000 Ancaman H. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar 4,000 2,000 3,000 3,000 I. Tingkat persaingan industri yang semakin 3,000 tinggi 2,000 4,000 3,000 J. Perubahan cuaca yang tidak menentu 4,000 3,000 3,000 3,333 K. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh 4,000 4,000 4,000 4,000 L. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor 4,000 4,000 4,000 4,000

Lampiran 11. Hasil pengisian kuisioner QSPM untuk menentukan Attractiveness Score pada strategi 2 Faktor Strategis Responden Rata Kekuatan 1 2 3 Rata A. Kualitas Produk 4,000 4,000 4,000 4,000 B.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran 3,000 1,000 2,000 2,000 C. Harga Jual Produk yang lebih murah 3,333 dibanding pesaing 4,000 3,000 3,000 D. Saluran Distribusi 3,000 3,000 2,000 2,667 E. Pelayanan dan loyalitas pelanggan 4,000 4,000 4,000 4,000 Kelemahan F. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra 4,000 1,000 3,000 2,667 G. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran 4,000 4,000 3,000 3,667 H.Keterampilan SDM yang dimiliki 3,000 1,000 3,000 2,333 I. Modal Usaha 4,000 4,000 3,000 3,667 J. Kapasitas Produksi 4,000 3,000 4,000 3,667 K. Belum adanya merek pada kemasan Produk 4,000 4,000 4,000 4,000 L. Kegiatan Promosi 3,000 4,000 4,000 3,667 M. Wilayah pemasaran yang masih terbatas 2,000 4,000 4,000 3,333 N. fasilitas dan peralatan produksi 3,000 1,000 2,000 2,000 Peluang A. Ketersediaan Bahan Baku 1,000 1,000 1,000 1,000 B. Perkembangan Teknologi 3,000 3,000 3,000 3,000 C. Trend Gaya Hidup Sehat 1,000 3,000 2,000 2,000 D. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi masyarakat Jabotabek 4,000 4,000 2,000 3,333 E. Peningkatan jumlah penduduk 4,000 3,000 3,000 3,333 F. Turunnya harga BBM 3,000 4,000 2,000 3,000 G. Permintaan yang semakin meningkat 3,000 4,000 3,000 3,333 Ancaman H. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar 1,000 1,000 1,000 1,000 I. Tingkat persaingan industri yang semakin 3,667 tinggi 4,000 3,000 4,000 J. Perubahan cuaca yang tidak menentu 1,000 1,000 1,000 1,000 K. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh 1,000 1,000 1,000 1,000 L. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor 4,000 4,000 3,000 3,667

Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra 4. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran 3.000 1.000 4.Lampiran 12.000 1.000 1. Permintaan yang semakin meningkat 4.000 1.000 3. fasilitas dan peralatan produksi 1.000 2.000 2.000 4.000 G.000 I.000 1.000 1.000 J. Saluran Distribusi 3.000 3.000 1.000 2.333 K.000 M.000 2.000 1. Turunnya harga BBM 4.000 1.000 2. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor 2. Trend Gaya Hidup Sehat 1.000 3.000 4.000 1.000 3.000 N.667 D.000 F.000 1.000 1.333 E. Peningkatan jumlah penduduk 1.000 4.000 1.000 1. Modal Usaha 1.000 Peluang A.667 C.000 J.000 4. Tingkat persaingan industri yang semakin 2.000 1.000 1. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar 1.000 2.000 1.000 4. Wilayah pemasaran yang masih terbatas 1.333 . Kapasitas Produksi 3. Hasil pengisian kuisioner QSPM untuk menentukan Attractiveness Score pada strategi 3 Faktor Strategis Responden Rata Kekuatan 1 2 3 Rata A.000 1.000 1. Ketersediaan Bahan Baku 1.000 B.000 3.000 B.000 4.000 1. Belum adanya merek pada kemasan Produk 1.000 L. Kualitas Produk 4.000 3.000 1.000 L.000 4.000 2.000 3.000 1.000 1.000 1.667 E.000 1.000 2.000 1.Keterampilan SDM yang dimiliki 4.000 1.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran 3. Harga Jual Produk yang lebih murah 2.000 dibanding pesaing 4.000 1.667 C.667 Ancaman H.000 4. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi masyarakat Jabotabek 1.000 1.000 1.000 1.000 3.000 3.000 3.000 1.000 1.000 3.667 tinggi 3.000 1.000 1. Kegiatan Promosi 1. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh 1.000 1. Perubahan cuaca yang tidak menentu 1. Perkembangan Teknologi 4.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.667 Kelemahan F.000 3.000 D.000 3.000 3.000 3.000 1. Pelayanan dan loyalitas pelanggan 4.667 G.333 H.667 I.000 2.000 4.000 K.

000 3.000 1.000 4.000 Ancaman H.000 3.000 3.000 1.000 2.333 H.667 . Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar 1.333 L. Kualitas Produk 4.000 3.000 3.000 2.Keterampilan SDM yang dimiliki 1. Ketersediaan Bahan Baku 2.000 1. Permintaan yang semakin meningkat 4.667 B.000 1.000 4.000 2.000 2.000 I.000 4.000 3.000 4.000 J.000 3.000 3.333 L. Wilayah pemasaran yang masih terbatas 4. Peningkatan jumlah penduduk 1.667 dibanding pesaing 4.333 F.000 I.000 3.000 3.667 tinggi 2. Turunnya harga BBM 1.000 2.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran 2. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor 1.333 M.000 2.000 4.000 1.000 3.000 1.000 1.000 J. Kapasitas Produksi 4.333 G. Tingkat persaingan industri yang semakin 1.000 3.000 3.000 3.000 1.000 3.000 3. Harga Jual Produk yang lebih murah 2.000 4.000 2.000 4.000 K.667 K.000 3.667 N.000 1. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran 4.000 3.000 3. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh 1. fasilitas dan peralatan produksi 4. Belum adanya merek pada kemasan Produk 3.333 Peluang A.000 3.000 3.333 B.000 2.000 1.000 1.000 1.000 1.000 3.000 4. Hasil pengisian kuisioner QSPM untuk menentukan Attractiveness Score pada strategi 4 Faktor Strategis Responden Rata Kekuatan 1 2 3 Rata A.000 3.000 2.333 E.000 D.Lampiran 13.000 4.000 3.000 3.000 3. Trend Gaya Hidup Sehat 2.000 3.000 1. Perkembangan Teknologi 3.000 E.000 1.000 1.000 3. Modal Usaha 4.000 2.000 1. Pelayanan dan loyalitas pelanggan 4.000 3.000 3. Kegiatan Promosi 4. Saluran Distribusi 2.000 C.000 4.667 Kelemahan F.000 3.000 2.000 3. Perubahan cuaca yang tidak menentu 1. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra 1. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi masyarakat Jabotabek 2.000 1.000 1.667 G.000 1.000 D.000 2.000 C.000 1.000 3.

000 3.000 1.000 3.Keterampilan SDM yang dimiliki 3.000 3.000 2.000 G.333 E. Ketersediaan Bahan Baku 3.000 2.000 H.000 4.000 3.000 3.000 2.000 2.000 3.000 2.000 E.000 2.000 3.000 3.000 3. Hasil pengisian kuisioner QSPM untuk menentukan Attractiveness Score pada strategi 5 Faktor Strategis Responden Rata Kekuatan 1 2 3 Rata A.000 2.000 2. Turunnya harga BBM 4.000 4.000 3.000 1. Kapasitas Produksi 4. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh 2.000 3. Pelayanan dan loyalitas pelanggan 3.000 F.000 D.000 3.000 3.000 2. Trend Gaya Hidup Sehat 1.000 3. Kualitas Produk 4.000 4.000 3.000 L.000 4.000 3.000 K.333 I.000 3. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar 1. Peningkatan jumlah penduduk 3.000 L.000 3. Saluran Distribusi 3.000 3. Modal Usaha 1.000 4.667 .667 I. Harga Jual Produk yang lebih murah 4.667 Ancaman H.000 B. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor 4.667 C.000 3. Perkembangan Teknologi 3.000 3.000 3. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra 4.667 tinggi 4. Wilayah pemasaran yang masih terbatas 1.333 Kelemahan F.000 3.000 3.000 3.Lampiran 14. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran 3.000 3.000 2.000 3.000 J.000 M.000 J.000 4.000 4.000 3.000 2.333 K.000 3.000 3.000 dibanding pesaing 4. Kegiatan Promosi 3.000 3.000 3. Belum adanya merek pada kemasan Produk 1.000 C.000 4.000 3.000 2.000 3.667 D.000 3. fasilitas dan peralatan produksi 3.000 2. Tingkat persaingan industri yang semakin 3.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran 4.000 4.000 4.667 G.000 3. Perubahan cuaca yang tidak menentu 1.000 3.000 3. Permintaan yang semakin meningkat 4.333 N.000 2.000 4.000 4.667 Peluang A.000 3.000 3.000 4.000 3.000 3.000 4.000 2.000 4.000 3.000 B.000 3. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi masyarakat Jabotabek 3.

000 2. Peningkatan jumlah penduduk 1.000 1.000 N.000 1.000 1.000 2.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1. Modal Usaha 1.Keterampilan SDM yang dimiliki 2.000 1.000 1.000 B. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor 1.000 1.000 2.000 1. Perkembangan Teknologi 1.000 1.000 4.000 Ancaman H.000 1.000 1. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran 4.000 1.000 G.000 1.000 1.000 1.000 K. Hasil pengisian kuisioner QSPM untuk menentukan Attractiveness Score pada strategi 6 Faktor Strategis Responden Rata Kekuatan 1 2 3 Rata A.000 1.000 1. Saluran Distribusi 1.000 1.667 F.000 2.000 1.000 1.000 1.000 1.000 3.000 2. Permintaan yang semakin meningkat 1.000 E.000 1.000 1. Tingkat persaingan industri yang semakin 1. Harga Jual Produk yang lebih murah 1.000 1.000 D.000 L.000 1.000 .000 1.000 1.000 4.000 1.000 1.000 1.000 3.667 C.000 G.000 1.000 1.000 D.000 1. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi masyarakat Jabotabek 1.000 4.000 1.000 1. Kegiatan Promosi 1. Perubahan cuaca yang tidak menentu 1.000 1.000 K. fasilitas dan peralatan produksi 1. Wilayah pemasaran yang masih terbatas 1.333 I.000 M.000 1.333 J.000 1. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh 2. Kualitas Produk 1.000 1. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra 1.333 Kelemahan F. Ketersediaan Bahan Baku 1.000 1.000 1. Pelayanan dan loyalitas pelanggan 1.000 1.000 1. Kapasitas Produksi 1. Turunnya harga BBM 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 B.000 E. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar 4.000 L.000 1.Lampiran 15.000 1.000 J.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran 4.000 1.000 1.000 I.000 Peluang A.000 3.000 1.667 H.000 tinggi 1.000 dibanding pesaing 1.000 1.000 C.000 1. Trend Gaya Hidup Sehat 1.000 1.000 1.000 3.000 1. Belum adanya merek pada kemasan Produk 1.000 1.000 1.

000 1.000 Kelemahan F.000 1.000 1.000 1. Belum adanya merek pada kemasan Produk 1. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran 4.000 F.000 K.000 3. Peningkatan jumlah penduduk 1.000 1.000 3.000 4.000 B.000 1.000 3.000 E.000 4. Perkembangan Teknologi 4.000 1.000 4. Modal Usaha 1.000 4.667 D.333 J.000 3.000 1.000 3.000 Ancaman H.000 2. fasilitas dan peralatan produksi 3.000 1.000 1.000 4.000 3.000 1. Turunnya harga BBM 2. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh 4.000 2. Hasil pengisian kuisioner QSPM untuk menentukan Attractiveness Score pada strategi 7 Faktor Strategis Responden Rata Kekuatan 1 2 3 Rata A. Kapasitas Produksi 3.333 B.000 1.000 1.000 3. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor 1.000 1.000 3.000 Peluang A.333 H.000 1.000 1.000 4.000 1.000 D.000 3. Saluran Distribusi 1.000 1. Trend Gaya Hidup Sehat 1.000 G.000 1. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi masyarakat Jabotabek 1.000 1.000 4.000 4.000 2.000 3.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran 1.000 1.000 2.667 tinggi 4.000 3.Lampiran 16.000 dibanding pesaing 1.000 2.000 1.000 1. Pelayanan dan loyalitas pelanggan 1.000 3.000 J.333 C.000 4.000 3.000 3.000 M.000 L.000 1.000 1. Permintaan yang semakin meningkat 1.000 4.000 4.000 1.000 2.000 1.000 3. Tingkat persaingan industri yang semakin 2. Kualitas Produk 4.000 3.000 1. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar 4.000 3.667 G.000 E.000 1.667 . Harga Jual Produk yang lebih murah 1.000 1.667 C.000 1. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra 1.000 3.000 3.000 1.000 1. Ketersediaan Bahan Baku 2.000 4.000 1.000 3. Perubahan cuaca yang tidak menentu 4.667 I. Kegiatan Promosi 1.Keterampilan SDM yang dimiliki 4.000 1.000 3.333 K.000 L. Wilayah pemasaran yang masih terbatas 1.667 I.000 N.000 1.000 1.

000 3.000 1.667 G.333 dibanding pesaing 4.667 .000 1.000 1.333 L.000 3.000 1.000 3.000 3.000 2.333 B.000 J.333 K.000 2.000 3.000 3.333 M.000 2. Kegiatan Promosi 1.000 4.000 3.667 C.000 2.000 4.000 3.000 3.000 2.000 3.000 2.667 L.000 1.Keterampilan SDM yang dimiliki 3.333 H. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar 1. Hasil pengisian kuisioner QSPM untuk menentukan Attractiveness Score pada strategi 8 Faktor Strategis Responden Rata Kekuatan 1 2 3 Rata A. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra 4. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh 2.667 I.000 E.000 1.000 3.000 N.667 B.000 1.000 D. fasilitas dan peralatan produksi 2.000 1.000 4.000 2.667 D.000 2.000 1.000 3.000 3. Ketersediaan Bahan Baku 2. Wilayah pemasaran yang masih terbatas 2. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran 4.333 J.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran 1.667 C.Lampiran 17.000 3.000 2.000 1.000 3.000 1. Harga Jual Produk yang lebih murah 3.000 2.000 2. Saluran Distribusi 2.000 2.667 E.000 1.000 1.000 3.000 1. Belum adanya merek pada kemasan Produk 1. Turunnya harga BBM 3.000 4.000 3.000 4.000 2.000 2.000 2.000 3. Tingkat persaingan industri yang semakin 3.000 2.333 F.000 3. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi masyarakat Jabotabek 3.000 2.000 3.000 3.000 3.000 1.667 tinggi 4. Peningkatan jumlah penduduk 2. Perubahan cuaca yang tidak menentu 2.000 2.000 3.000 1.333 Kelemahan F.000 1.000 2. Kualitas Produk 4. Modal Usaha 1.000 1. Pelayanan dan loyalitas pelanggan 4. Perkembangan Teknologi 4.000 1.667 Peluang A.000 3.000 3. Kapasitas Produksi 4. Permintaan yang semakin meningkat 4.000 3. Trend Gaya Hidup Sehat 1.000 3.000 3.667 K.000 3.000 Ancaman H.667 I.000 4. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor 4.000 G.000 2.000 1.000 2.

667 0.289 2.079 3.000 0. Modal Usaha 0.333 0.000 0.079 3.333 0.038 2.000 0.000 0.000 0.000 0.333 0.333 0.050 1.177 3.000 0.141 3.000 0. fasilitas dan peralatan produksi 0.063 2.667 0.038 1.333 0.088 3.203 3.333 0. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra 0.000 0.293 3.333 0.373 J.236 Peluang Strategi 2 Strategi 3 Strategi 4 Strategi 5 Strategi 6 Strategi 7 Strategi 8 AS TAS AS TAS AS TAS AS TAS AS TAS AS TAS AS TAS 4.102 4.184 3.134 M. Kualitas Produk 0.263 2.667 0.203 4.050 2.319 3.000 0.050 3.000 0.080 4.000 0.154 G.067 3.125 1.101 3.077 3.667 0.102 3.279 2.293 2.000 0.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran 0.667 0.319 4.000 0.263 3.000 0.000 0.293 3.154 1.315 3.333 0.050 1.000 0.667 0.131 .333 0.165 2.289 K.071 1.147 1.062 3. Wilayah pemasaran yang masih terbatas 0.333 0. Pelayanan dan loyalitas pelanggan 0.000 0.667 0. Saluran Distribusi 0.315 Kelemahan F. Harga Jual Produk yang lebih murah dibanding pesaing 0.253 2.667 0.158 1.000 0.000 0.237 2. Kegiatan Promosi 0. Belum adanya merek pada kemasan Produk 0.667 0.168 3.126 N.188 2.333 0.104 2.000 0.058 2.000 0.079 3.210 1.289 2.104 2.166 3.000 0.667 0.231 1.333 0.333 0. Kapasitas Produksi 0.128 2.076 3.071 1.151 1.076 3.000 0.234 3.667 0.154 4.667 0.333 0.667 0.063 1.000 0.304 1.667 0.333 0.667 0.292 2.125 3.000 0.063 2.051 3.667 0.000 0.152 2.000 0.667 0.000 0.333 0.667 0.000 0.000 0.079 3.203 1.Keterampilan SDM yang dimiliki 0.319 B.152 2.253 2.667 0.038 1.079 3.264 2.333 0.000 0.667 0. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran 0.333 0.667 0.667 0.000 0.333 0.667 0.253 D.000 0.333 0.235 1.000 0.166 1.266 4.000 0.076 1.263 2.154 3.322 3.Lampiran 18.263 4.237 3.000 0.000 0.208 C.080 4.165 E.038 3.000 0.333 0.118 4.000 0.279 2.058 2.407 2.319 3.076 3.667 0.236 1.058 1.077 1. Hasil Olahan Matriks QSP Strategi 1 Kekuatan Bobot AS TAS A.289 3.063 3.667 0.667 0.000 0.000 0.253 I.203 1.333 0.333 0.667 0.667 0.236 1.000 0.333 0.000 0.333 0.173 1.293 3.263 1.228 2.000 0.158 3.333 0.232 2.333 0.319 1.667 0.000 0.667 0.105 2.000 0.126 2.210 3.185 1.211 1.000 0.136 2.333 0.079 4.333 0.373 1.333 0.322 H.333 0.667 0.333 0.103 L.071 2.667 0.

333 0.667 0.087 1.088 1.286 3.091 3.333 0.000 0.168 1.239 1.000 0.525 5.333 0.087 3.000 0.265 1.000 0.667 0. Trend Gaya Hidup Sehat D.000 0.122 1.195 3.269 1.265 1.667 0.073 2.090 2.088 3.073 1.242 1.000 0.264 2.000 0.000 0.087 4.120 3.080 3.076 3. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi masyarakat Jabotabek E.208 3.069 3. Ketersediaan Bahan Baku B.333 0.000 0.000 0.143 3.000 0.333 0.126 2.333 1.162 0. Peningkatan jumlah penduduk F.288 3.389 1.086 1.333 1.667 0.000 0.087 1.000 0.333 0.147 0.080 2.667 0.000 0.292 2.097 1.000 0.000 0.073 0.126 0.667 0.000 0.264 1.333 0.994 6.000 0.152 2.000 0.152 1.160 4.667 0.086 3.080 2.242 3.333 0.000 0.069 3.273 3.258 0.667 0.273 3.000 0.072 4.091 4.000 0.209 2.000 0.667 0.269 1.186 0.091 1.231 2.185 0.000 0.329 1.130 3.667 0.000 0.354 2.000 0.000 0.615 4.286 1.000 0.333 2.000 0.000 0.000 0.152 3.072 1.667 0.333 0.000 0.667 0.255 3.202 1.097 1.091 2.120 3.667 0.667 0.000 0.086 3.088 1.667 0. Permintaan yang semakin meningkat Ancaman H.090 1.069 I III VII V II VIII VI IV .667 0.236 1.667 0.667 0.333 0.348 1.667 0.195 1.000 0.000 2.097 4.145 0.000 0. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor STAS Prioritas Strategi 0.290 1.220 2.076 1.333 0.090 2.186 3.667 0.122 3.667 0. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh L.333 0.000 0.242 3.000 0.000 0.258 1.253 2.091 4. Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi J.000 0.333 0.292 3.333 0.333 0.000 0. Perubahan cuaca yang tidak menentu K.667 0.389 1.667 0.087 2.364 3. Perkembangan Teknologi C.208 1.118 4.090 3.667 0.126 1.667 0.333 0. Turunnya harga BBM G.364 0.667 0.000 0.000 0.209 0.667 0.088 1.667 0.303 2.667 0.667 0.286 3.667 0.133 1.751 4.264 6.000 0.704 5.333 0.333 0.000 0.208 3.194 4.000 0.667 0. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar I.239 3.203 1.667 0.A.231 3.000 0.