ANALISIS STRATEGI PEMASARAN TELUR PUYUH PADA PETERNAKAN PUYUH BINTANG TIGA (PPBT) DI DESA SITU ILIR KECAMATAN

CIBUNGBULANG KABUPATEN BOGOR

SKRIPSI

MARLINDA SARI H34051087

DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2009

RINGKASAN MARLINDA SARI. Analisis Strategi Pemasaran Telur Puyuh Pada Peternakan Puyuh Bintang Tiga di Desa Situ Ilir, Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor. Skripsi. Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (Di bawah bimbingan LUSI FAUSIA). Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadikan sektor peternakan sebagai salah satu tumpuan perekonomian masyarakat yang dapat dilihat dari besarnya sumbangan sector peternakan terhadap PDB Indonesia. Selain itu sektor peternakan juga merupakan sektor yang sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi masyarakat terutama dalam mendukung tercapainya Pola Pangan Harapan (PPH) masyarakat. Sehingga keberadaan sektor peternakan sebagai penghasil sumber protein hewani bagi masyarakat mempunyai peranan penting dalam pencapaian Pola Pangan Harapan masyarakat dan menjadikan sektor peternakan sebagai suatu peluang usaha yang potensial bagi masyarakat. Salah satu usaha yang banyak diminati adalah peternakan unggas. Peternakan puyuh merupakan salah satu peternakan unggas yang kembali diminati oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan beberapa keunggulan yang dimiliki oleh ternak puyuh diantaranya kemampuan produksi telurnya cepat dan tinggi. Salah satu peternakan telur puyuh yang terdapat di Bogor adalah Peternakan Puyuh Bintang Tiga yang terletak di Desa Situ Ilir Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor. Peternakan Puyuh Bintang Tiga merupakan peternakan yang saat ini sedang melakukan pengembangan usaha dengan terus meningkatkan jumlah populasi ternak puyuh yang dikelolanya. Selain itu, adanya sistem kemitraan yang dilakukan perusahaan dengan peternak – peternak puyuh skala rumah tangga hingga sedang yang ada didaerah Cibungbulang, Lido dan Sukabumi juga akan menambah banyaknya telur yang harus dijual oleh perusahaan. Sementara itu, tingkat persaingan semakin tinggi dengan masuknya telur puyuh yang berasal dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor yang menjadi pasar sasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga menjadi suatu ancaman yang dapat menghambat kegiatan pemasaran yang akan dilakukan oleh perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengidentifikasi penerapan bauran pemasaran telur puyuh pada Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT), (2) Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal perusahaan yang mempengaruhi pemasaran telur puyuh pada Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT), dan (3) Merumuskan alternatif strategi pemasaran yang tepat bagi Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) sesuai dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan. Penelitian ini dilaksanakan di Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) yang terletak di Desa Situ Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Kegiatan pengumpulan data dimulai pada bulan Maret sampai April 2009. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Metode perumusan dan pemilihan strategi dilakukan berdasrakan analisis lingkungan internal dan eksternal dengan menggunakan matriks IFE dan EFE, matriks IE, matriks SWOT, dan QSPM.

Hasil analisis internal menghasilkan lima faktor yang menjadi kekuatan dan sembilan faktor yang menjadi kelemahan PPBT dengan kekuatan utama PPBT yaitu pelayanan dan loyalitas pelanggan dan kelemahan utama adalah belum adanya merek pada kemasan produk. Berdasarkan matriks IFE PPBT berada pada posisi internal yang lemah atau dibawah rata – rata dalam usahanya menjalankan strategi untuk memanfaatkan kekuatan dan mengurangi kelemahan Hasil analisis faktor eksternal terdapat tujuh faktor yang menjadi peluang dan lima faktor yang menjadi ancaman dengan peluang utama PPBT yaitu permintaan yang semakin meningkat dan ancaman utama adalah masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor. Hasil matriks EFE diketahui PPBT berada diatas rata – rata (2.50) dalam usahanya menjalankan strategi untuk memanfaatkan peluang dan menghindari ancaman. Nilai skor dari matriks IFE adalah 2.309 dan nilai skor dari matriks EFE adalah 3.028, sehingga apabila masing – masing total skor dari faktor internal dan faktor eksternal dipetakan dalam matriks IE akan menempatkan Peternakan Puyuh Bintang Tiga pada kuadran II termasuk kedalam tumbuh dan kembangkan (Growth and Build) dimana strategi yang paling sesuai digunakan pada posisi ini adalah strategi intensif atau integratif. Hasil matriks SWOT menghasilkan delapan alternatif strategi yang dapat dijalankan oleh PPBT. Proses pengambilan keputusan dalam penentuan alternatif strategi terbaik dilakukan dengan analisis QSPM. Hasil analisis QSPM diperoleh urutan prioritas strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga yaitu: (1) mempertahankan dan meningkatkan jumlah pelanggan dengan menjaga kualitas produk, pelayanan kepada konsumen untuk memanfaatkan adanya pasar potensial dengan nilai STAS sebesar 6,704; (2) Mempertahankan tingkat harga bersaing, kualitas produk dan pelayanan konsumen dalam menghadapi persaingan dengan nilai STAS 6,000; (3) Memberikan merek pada peti kayu dan dus yang digunakan sebagai kemasan produk dan meningkatkan kegiatan promosi untuk meningkatkan loyalitas dan pangsa pasar dengan nilai STAS 5,615; (4) Melakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan terutama peningkatan keterampilan SDM dan manajemen pemasaran untuk menghadapi tingkat persaingan yang semakin tinggi dengan nilai STAS 5,069; (5) Menjalin kerjasama dengan perbankan untuk melakukan pengembangan usaha dan memperluas wilayah pemasaran ke wilayah pasar Jabotabek dengan nilai STAS 4,994; (6) Meningkatkan keamanan dan kesehatan ternak dengan menjaga kebersihan,pemberian vaksin dan proses pemeliharaan yang tepat dengan nilai STAS 4,525; (7) Meningkatkan kontrol kepada peternak mitra dengan membuat kontrak tertulis mengenai standar produk untuk meningkatkan kualitas telur yang berasal dari mitra dengan nilai STAS 4,160; (8) Menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar dan melibatkan masyarakat sekitar dalam aktivitas pengembangan usaha dengan nilai STAS 2,751.

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN TELUR PUYUH PADA PETERNAKAN PUYUH BINTANG TIGA (PPBT) DI DESA SITU ILIR KECAMATAN CIBUNGBULANG KABUPATEN BOGOR MARLINDA SARI H34051087 Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperolah gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Agribisnis DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009 .

Pembimbing Ir. Ir. M. 196003211986012001 Diketahui Ketua Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Dr.Ec NIP. Lusi Fausia. Nunung Kusnadi.Judul Skripsi : Analisis Strategi Pemasaran Telur Puyuh Pada Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) di Desa Situ Ilir Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor Nama NIM : Marlinda Sari : H34051087 Disetujui. MS NIP 195809081984031002 Tanggal Lulus : .

Sumber yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam bentuk daftar pustaka di bagian akhir skripsi ini.PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul “Analisis Strategi Pemasaran Telur Puyuh Pada Peternakan Puyuh Bintang Tiga di Desa Situ Ilir Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor” adalah karya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Bogor. Juli 2009 Marlinda Sari H34051087 .

. Penulis adalah anak ketiga dari empat bersaudara dari pasangan Bapak Dadang dan Ibunda Mayanih. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Penulis menyelesaikan pendidikan dasar di SD Negeri Cimanggis 03 pada tahun 1999 dan pendidikan menengah pertama diselesaikan pada tahun 2002 di SLTP Negeri 01 Bojonggede. Selama kuliah penulis pernah mendapatkan dana pengembangan usaha dari Dikti melalui PKM Kewirausahaan yang berjudul “Permen Wortel sebagai Alternatif Jajanan Sehat” dan penghargaan sebagai Finallis Young Entrepreneur Award 2007 “VITA SWEET” serta sebagai Finallis Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa IPB Bidang Pendidikan pada tahun 2008 dengan judul “Pembelian Hak Cipta Buku Pelajaran Siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan?”. Pendidikan lanjutan menengah atas di SMA Negeri 6 Bogor diselesaikan pada tahun 2005. Selama mengikuti pendidikan.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Bogor pada tanggal 07 Agustus 1987. Bina UKM dan kepanitian pada beberapa acara kemahasiswaan. Penulis juga tercatat sebagai Asisten Responsi Mata Kuliah Ekonomi Umum selama empat semester yaitu pada tahun ajaran 2007/2008 sampai 2008/2009 dan Asisten Dosen Mata Kuliah Kewirausahaan selama satu semester pada tahun ajaran 2008/2009. Penulis diterima di Institut Pertanian Bogor melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB pada tahun 2005 dan selanjutnya penulis diterima pada Program studi mayor Agribisnis dan minor Ekonomi Pertanian. penulis aktif dalam berbagai kegiatan dan organisasi seperti Agrifarma.

kritik dan saran yang membangun akan sangat diharapkan.KATA PENGANTAR Puji Syukur kepada Allah SWT atas segala berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Analisis Strategi Pemasaran Telur Puyuh pada Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) di Desa Situ Ilir. Bogor. Kabupaten Bogor” ini disusun untuk menyelesaikan studi dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen di Institut Pertanian Bogor. Adapun pemilihan topik dari skripsi ini didasarkan kepada minat penulis terhadap bidang manajemen strategis dan pemasaran. Untuk itu. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemasaran yang tepat bagi Peternakan Puyuh Bintang Tiga sesuai dengan kondisi eksternal dan internalnya. Harapan penulis. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam penelitian ini dikarenakan adanya keterbatasan serta kendala yang dihadapi. semoga penelitian ini dapat bermanfaat dan berguna bagi siapapun yang membacanya. Kecamatan Cibungbulang. Juli 2009 Marlinda Sari . Strategi pemasaran yang tepat dibutuhkan agar Peternakan Puyuh Bintang Tiga mampu bertahan ditengah tingkat persaingan pasar yang semakin tinggi.

doa yang tiada henti – hentinya yang selalu dipanjatkan untuk penulis.SE. Bayu Agus Jumantara.Ir. semangat. 3. 2.Adikku Iyad Mandagi “Sekarang saatnya kamu yang berjuang. tersayang dan paling berarti dalam hidupku mama dan bapak atas kasih sayang.Ec selaku dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan serta saran-saran selama penyusunan skripsi ini. Selain itu pada kesempatan ini penulis juga mengucapkan terima kasih kami kepada: 1. Sahabat – sahabatku tersayang Rini Rahmawati. semangat dan perhatian yang selalu diberikan kepada penulis.Spt selaku manajer Peternakan Puyuh Bintang Tiga yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian dan membantu penulis dalam penyelesaian skripsi ini juga kepada seluruh karyawan PPBT atas bantuan dan . 7.M.Msi sebagai dosen penguji dari departemen. Bapak Prastiyo. jangan pernah menyerah!!!”.) 6..MM.SP. serta kesabarannya dalam mendidik penulis hingga akhirnya bisa menjadi seperti sekarang ini. 5. Puji syukur penulis ucapkan atas Kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis akhirnya mampu menyelesaikan skripsi ini dengan baik. semangat. dukungan. Maired Safdi Darma atas doa. Ka Triatma.M. 4. Bang Tiar (Atas doa. Dr.MS selaku pembimbing akademik penulis yang telah memberikan saran dan nasehat selama penulis kuliah. dukungan.Sc selaku dosen penguji utama dan Eva Yolynda Aviny. Riska Dwi Utami. Firdania Permata Sari. perhatian dan keikhlasannya mengizinkan adiknya wisuda duluan he…he. Yang teristimewa. Suhada. Uci (kalian yang selalu ada untukku dan selalu mendukungku. Putri Wulandari. Keluarga besarku yang juga selalu memberikan kasih sayang. semangat.STP (Atas doa dan nasehatnya untuk selalu fokus dan jangan pernah menyerah). 8. dan doa kepada penulis.Bayu Krisnamurthi. Ir. Lusi Fausia.UCAPAN TERIMAKASIH Skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik berkat bantuan beberapa pihak yang secara langsung maupun tidak langsung memberikan kontribusi selama proses penulisan skripsi ini. semoga persahabatan kita tetap abadi ya…). Febriantina Dewi.

Rachmat. untuk selalu saling menyemangati dan meneriakkan motto dari sahabatku Daud “if you think you can. Tim Situ Ilir Suci Melani.Riana. 14. Sandro. Retno. Bapak Ohi Zajuli yang telah bersedia menjadi salah satu responden dari pihak eksternal perusahaan pada penelitian ini. 13.informasi yang diberikan kepada penulis 9.Septi. Adik – adik Ekum ku (angkatan 44 : A3 dan B4. bahkan terkadang kalian yang bisa membangkitkan kembali semangatku. 10. Saudara seperjuangan ke IICC Gusri Ayu Farsa atas kekompakkannya dalam banyak hal. Juga untuk Anak – anak Responsi Kewirausahaan Manajemen 44 jangan pernah berhenti bermimpi ya… 16. 17. AGB 42 kalian memang yang terhebat! Keluarga yang telah mengajarkan aku banyak hal mulai dari semangat belajar.Ayi) dan Mutiara Dewi sebagai pembahas pada seminar hasil penelitian terima kasih buat saran dan masukan – masukan yang sangat berarti. 12. Nurul Istiamuji atas kerjasama dan kekompakkannya selama melakukan penelitian. angkatan 45 : A26 dan B17) kalian telah memberikan warna baru yang indah dalam hidupku. Tim sukses seminar (Listy. Gita) atas kekompakkannya hingga kita bisa melewati dinginnya Ngamplang selama dua bulan dengan semangat. 11.Sarjul. Yanuary. Dan buat semuanya yang sayang sama linda yang tak mungkin disebutkan satu persatu terima kasih banyak atas bantuan dan doanya. Tim Gladikarya Cibodas Cikajang (wiyanto.Uci. narsis bareng. you can” dan Neina Ayu sebagai rekan satu pembimbing. pokoknya masa – masa bersama AGB 42 akan selalu menjadi sebuah anugerah terindah bagiku. Juli 2009 Marlinda Sari . Seluruh dosen dan staf departemen Agribisnis yang telah mengajarkan banyak hal dan ilmu kepada penulis.juga buat Keluarga baru ku di Garut makasih atas surprise party nya ultah yang ga akan bisa dilupain seumur hidup. Bogor. 15.Siti. membuat aku merasa menjadi orang yang lebih berarti dan bermanfaat.

...........................1 Lokasi dan Waktu Penelitian .............................1.1 Manfaat Beternak Puyuh ......................................................... 11 2.....................................5 Metode Analisis Data ...........4 Pengolahan Data ........................ vii I.....2 Lokasi dan Keadaan Peternakan Puyuh Bintang Tiga ..........2 Perumusan Masalah ............1...................................... 5............................DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI ..............6 Permodalan .............5 Pemeliharaan Ternak Puyuh .......... 4...............................................1 Penelitian Puyuh ........................................................................4 Analisis Lingkungan Eksternal ... TINJAUAN PUSTAKA ....... 20 20 20 26 28 32 36 38 41 41 41 42 42 42 42 43 47 50 53 53 54 57 58 58 60 .5.......2 Strategi Pemasaran ................... vi DAFTAR LAMPIRAN ..... 4............................................................. 12 2............... 5............................................... iv DAFTAR GAMBAR ........4 Kegunaan Penelitian ......................2 Tahap Masukan (Input Stage) ..................... PENDAHULUAN .............. 3....................................... i DAFTAR TABEL ..............................................................................................................................1...............3 Metode Penarikan Sampel ............................. 4........................ 1 1.... 17 III. 4...............................4 Tahap Keputusan ..................... 3....................................2....... 5.........................1 Latar Belakang .........1 Kerangka Pemikiran Teoritis .............. 5...........................3 Tujuan Penelitian ..................2.............................................. 5 1...........1......................................... 3.........................................................................................3 Tahap Pencocokan (Matcing Stage) .......................................................................1 Pemasaran .................. IV... 4.. 4...................................................1 Burung Puyuh ................................................. 4...........1 Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal Perusahaan ...........1..................................................................................... 3.............. 8 1. 9 2........................................2 Penelitian Terdahulu ...........................1..3 Perkandangan .......... GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ........4 Penyiapan Bibit ....2 Kerangka Pemikiran Operasional ..................... 17 2..5................................................................................. 1 1................................................................ METODOLOGI PENELITIAN .3 Analisi Lingkungan Internal .........1..... 5......................5 Tahapan Perencanaan Strategis .................5...1..........................................1...................................................................2 Jenis dan Metode Pengumpulan Data ............5..........................6 Penyakit Puyuh ................................................................................. 9 2...........................................3 Visi dan Misi Peternakan Puyuh Bintang Tiga ..............................................................4 Skala Usaha Peternakan Puyuh Bintang Tiga ............ 16 2...... 4...................................................5 Aspek Organisasi dan Manajemen Perusahaan ........ 3...................................... 17 2.......2 Strategi Pemasaran ...................................1....................................................................................... KERANGKA PEMIKIRAN ..... 8 II. 9 2................................................................................. 15 2...1 Sejarah dan Perkembangan Peternakan Puyuh Bintang Tiga ......................2 Skala Usaha dan Program Pemeliharaan .................................. 5........................................................ 3..................1............ 3................ 16 2..... V............. 4............................................................

1.. 61 61 61 61 62 63 63 65 70 70 70 74 75 76 79 80 80 80 81 84 85 85 85 86 86 87 89 90 90 93 95 96 98 101 101 101 103 104 106 114 118 118 120 121 123 .......................................................................................................2 Kekuatan Sosial...................2................ 7....5........................................................1 Manajemen Sumber Daya Manusia ...... 6...............................................3 Keuangan dan Akuntansi ......... ANALISIS LINGKUNGAN PERUSAHAAN ............8 Unit Bisnis Perusahaan ...2.....................................2 Matriks IE (Internal – Eksternal) ............................. 8............................................................................................................................... 6........ 6.... 6........................................ 6.................1 Unsur Strategi Persaingan ......4 Produksi ..3.................. VII................2 Analisis Lingkungan Eksternal Perusahaan ......1 Kekuatan .............................................................3........................................................................................4.........2.. VIII...3 Ancaman Produk dan Jasa Pengganti .......5..................1 Kesimpulan ..................... 6.....4 Identifikasi Peluang dan Ancaman ............4 Kekuatan Teknologi ............................................................................8...... KESIMPULAN DAN SARAN .... 6...... 6....................5 Kekuatan Tawar Menawar Pembeli/konsumen ..... 7.....................................1.....................1.......................... 5.............................................3 Unit Bisnis Pakan Ternak .1................................. 5. VI..........2....................... 8................................2................5..1 Kekuatan Ekonomi ..... demografi dan lingkungan ............1 Unit Bisnis Budidaya Puyuh Petelur ............................ 6.................... budaya.................1 Analisis Matriks IFE dan EFE ...................................................... 5....9 Strategi Pemasaran Perusahaan ..................................................... 6........... 7.......1 Analisis Matriks IFE (Internal Factor Evaluation) .........1 Persaingan Antar Perusahaan Sejenis ............. 5.........2 Pemasaran ........2.............................................................4............................1................................ 6............ 6......... 6.................2................................. 6..9................................4 Kekuatan Tawar Menawar Pemasok ................. 6.... 7............. 7....2......... DAFTAR PUSTAKA .............1....5 Penelitian dan Pengembangan ........... hukum.4 Penentuan Prioritas Strategi Berdasarkan Matriks QSP ..........8..................................5..........................2.....2 Unit Bisnis Puyuh Pembibit ......3 Kekuatan Politik.............................. 6....... 6...................................... 6...........................5.........2.............3 Matriks SWOT .............2 Ancaman Masuknya Pendatang Baru ................5 Kekuatan Kompetitif ......... 6.2 Analisis Matriks EFE (Eksternal Factor Evaluation) ..............3 Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan ........ 6...... 5......... 6................5....... LAMPIRAN ........9..............................................2 Kelemahan ..7 Hubungan Kerjasama ............. PERUMUSAN ALTERNATIF STRATEGI ..........................................................2 Strategi Bauran Pemasaran Perusahaan ........................ 6......1..............................1 Peluang ........................................ 5....................... 6.......2 Saran .............................................. dan pemerintah ..............................................................2 Ancaman ...................6 Sistem Informasi Manajemen ................ 6....................1..................... 7........8............... 5................1 Analisis Lingkungan Internal Perusahaan .......

.......................................................................... 44 9......................................... Data Karyawan PPBT ......................................... Kepemilikan Asset Peternakan Puyuh Bintang Tiga .......... Perbedaan Susunan Protein dan Lemak telur Unggas ........................... Daftar Pemasok Bahan Baku Pakan PPBT ................................... Kandungan Zat – zat Makanan dalam Daging Mentah dan Matang Dalam Burung Puyuh ..... 88 .................................... Matriks EFE ............................................ Perkembangan Rata – rata Produksi Telur Per Bulan .... 52 14.. Perkembangan Harga BBM Tahun 2008-2009 ............ 5 5........... Matriks SWOT ............. 84 25............................... 66 16.............. Produk Domestik Regional Bruto Per Kapita Tanpa Migas Atas Dasar Harga Konstan 2000 menurut Provinsi .................................................Bobot dan Skor Pangan dalam Pola Pangan Harapan . 46 10.................................... Jumlah Penduduk (dalam ribu) Menurut Provinsi .. Konsumsi Rata – Rata Perkapita Seminggu Untuk Telur Puyuh dan Telur Ayam Ras Menurut Golongan Pengeluaran PerKapita Sebulan .... Konsumsi Rata – rata Per Minggu untuk Jenis Telur Berdasarkan Pengeluaran Rata – rata Per Kapita Sebulan ................................................. 88 27......................... 6 7. 67 17......... 3 3... Produksi Jagung Pipilan Kering di Jawa Barat ............................ Penilaian Bobot Faktor Strategi eksternal perusahaan ......................................................... Program Kesehatan Puyuh Petelur di PPBT .............................. Matriks IFE ................................... 83 24........................................ Komposisi Energi............. 55 15.............. Upah Minimum Regional Kabupaten Bogor ................... Penilaian Bobot Faktor Strategis Internal Perusahaan ... Matriks Perencanaan Strategi Kuantitatif (QSPM) .............................. 47 11...............DAFTAR TABEL Nomor Halaman 1.............................. 78 20...................... 71 18............... 47 12..................... 79 21.... Perkembangan Populasi Ternak .... Daftar Pesaing di Wilayah Pemasaran PPBT ............ 4 4....... 50 13........................................................................................................... 82 23....................... 81 22......... 10 8............ Banyaknya Telur yang dihasilkan Oleh Peternak Mitra PPBT .... 87 26............. 1 2........................... 72 19.......... Wilayah Pendistribusian Telur Puyuh PPBT .... Produk Domestik Bruto Atas Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha ......................... Pasar Sasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga ............................................. 5 6..................

....................... Matriks IFE (Internal Factor Evaluation) ................ Matriks QSP Peternakan Puyuh Bintang Tiga ..................................................... 99 30................28... 102 31.................................... Daftar Peternakan Puyuh Di Bogor ............. 116 ..... 103 32........................... 92 29........................................................ Matriks EFE (Eksternal Factor Evaluation) . Daftar Pelanggan PPBT .....

................................................... Struktur Organisasi PPBT .. 23 3........................... Matriks Internal – Eksternal (IE) ............................................................... Alur Proses Pemeliharaan pada PPBT ...... Proses Pengambilan Telur hingga Siapa di Pasarkan .......... Kekuatan – Kekuatan yang Mempengaruhi Industri ............................................... Kerangka Kerja Analitis Untuk Perumusan Strategi .... 77 13............ 59 10... 37 6.................................. Langkah – Langkah dalam STP ............................ 40 7....................................................................DAFTAR GAMBAR Nomor Halaman 1........................................ 105 ... 22 2.. Denah dan Tata Letak PPBT .................................................................................. Matriks Internal – Eksternal (IE) Peternakan Puyuh Bintang Tiga ............ 68 11..................... Empat Komponen P dalm Bauran Pemasaran ..... 25 4.............................................. 48 8... Saluran Distribusi Telur Puyuh PPBT ............................ Diagram Alur Kerangka Pemikiran Analisis Strategi Pemasaran Telur Puyuh ................................. 34 5........... 76 12.... Strategi Bauran Pemasaran ........ 55 9....................

....................... 154 .............. 150 15.............................................................................. Proses Kegiatan Pemeliharaan Puyuh Petelur Setiap Hari ............................ 147 12...................................................................................................................................... 139 6................................................ Hasil Pengisian Kuisioner Pembobotan Faktor Internal Perusahaan dan Rata – Rata Pembobotan ....... 152 17.. Kuisioner Penelitian ... Hasil Pengisian Kuisioner Pembobotan Faktor Eksternal Perusahaan dan Rata – Rata Pembobotan .......................................................................................................................................................................................................................... 151 16............. 153 18............................. Hasil Olahan Matriks QSP ........................ Hasil Pengisian Kuisioner QSPM untuk Menentukan Attractiveness Score Pada Strategi 3 .......................................... Hasil Pengisian Kuisioner QSPM untuk Menentukan Attractiveness Score Pada Strategi 7 . Hasil Pengisian Kuisioner QSPM untuk Menentukan Attractiveness Score Pada Strategi 8 .................................... 149 14... 125 3......................... Matriks SWOT Pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga ...................................... 145 10..... Tahapan Proses Produksi Pakan Pada Peternakan Puyuh Bintang Tiga ....... Hasil Pengisian Kuisioner QSPM untuk Menentukan Attractiveness Score Pada Strategi 4 ....................... Hasil Pengisian Kuisioner Rating Faktor – Faktor Internal dan Eksternal Perusahaan ............ 124 2............................... Hasil Pengisian Kuisioner QSPM untuk Menentukan Attractiveness Score Pada Strategi 5 .... Hasil Pengisian Kuisioner QSPM untuk Menentukan Attractiveness Score Pada Strategi 1 ............................. 146 11... Hasil Pengisian Kuisioner QSPM untuk Menentukan Attractiveness Score Pada Strategi 6 . Jadwal Rencana Kegiatan Penyusunan Skripsi ................... 138 5................................ 140 7....... 142 8............................... 144 9.................... Jenis – Jenis Penyakit yang Menyerang Puyuh ...................................................................................................................................DAFTAR LAMPIRAN Nomor Halaman 1. 126 4........................... Hasil Pengisian Kuisioner QSPM untuk Menentukan Attractiveness Score Pada Strategi 2 ........ 148 13......

Produk Domestik Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2000 menurut Lapangan Usaha 2005 -2008 (Milliar Rupiah) Tahun Lapangan Usaha 2008*** 1 Industrial Origin 2005 2006* 2007** No Tanaman Bahan Makanan 1 ( Farm Food Corps) 125. and Fishery) setelah tanaman bahan pangan dan tanaman perkebunan seperti terlihat pada Tabel 1.7 17. Namun berdasarkan laju pertumbuhan rata – rata sebesar 2. Forestry.548.530.7 pada tahun 2007.2 34.8 4 Kehutanan ( Foresty) 17.5 pada tahun 2005 menjadi 34.430.6 41.561. Livestock.1 43.318.9 21.9 41.827. peternakan. sektor peternakan harus mampu menjadi sandaran perekonomian dan memiliki kontribusi yang cukup besar dalam pencapaian tujuan pembangunan perekonomian.6 77.176.8 Peternakan dan Hasil hasilnya ( Livestock and 3 its Products) 32. Kemampuan dari sektor peternakan sebagai salah satu andalan perekonomian Indonesia dapat dilihat dari besarnya sumbangan sektor ini pada Produk Domestik Bruto Indonesia yang menempati urutan ketiga di bidang pertanian.745.3 18.818.0 42. Sebagai salah satu sektor yang menjadi andalan perekonomian bagi masyarakat.561.1 Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadikan sektor peternakan sebagai salah satu tumpuan perekonomian masyarakat.530.9 16.346.6 134.801.346.5 Tanaman Perkebuan 2 ( Non Food Corps) 39.751.072.5 33.419.4 7.730.686.401.075.89 persen setiap tahunnya merupakan indikasi bahwa sektor ini semakin diminati oleh masyarakat sebagai .I PENDAHULUAN I.9 16. kehutanan dan perikanan ( Agriculture.950. Tabel 1. Pada tahun 2008 PDB untuk peternakan hanya bernilai 17.7 Catatan : * Angka sementara/ preliminary figures ** Angka Sangat Sementara/ Very preliminary figures *** Angka Sangat Sangat sementara / Exremely preliminary figures 1 Data sampai semester 1/ Data up to first semester Sumber : BPS (2008) Berdasarkan Tabel 1 sektor peternakan terus mengalami pertumbuhan mulai dari 32.810.8 129.8 hal ini dikarenakan data pada tahun 2008 merupakan data yang diperoleh hanya sampai semester satu.7 5 Perikanan ( Fishery) 38.

Pada masa bertelur. Hal ini dikarenakan peternakan unggas merupakan usaha yang dapat diusahakan mulai dari skala usaha rumah tangga hingga skala usaha besar.8 dengan konsumsi energi masih didominasi kelompok padi-padian.lapangan usaha yang dapat diandalkan sebagai tumpuan harapan pembangunan ekonomi di Indonesia. rumah tangga miskin. serta sangat miskin tersebar di beberapa kabupaten. minyak dan lemak. Berdasarkan hasil penelitian Cahyaningsih (2008) terhadap pola konsumsi pangan masyarakat Jawa Barat diketahui bahwa konsumsi protein hewani penduduk Jawa Barat sebesar 164. Usaha peternakan yang banyak diminati oleh masyarakat saat ini salah satunya adalah usaha peternakan unggas.mediaindonesia. Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan Jabar Lucki Rulyawan (2009) konsumsi pangan penduduk Jawa Barat berada di bawah pola pangan harapan (PPH) yaitu sebesar 84. Sehingga keberadaan sektor peternakan sebagai penghasil sumber protein hewani bagi masyarakat mempunyai peranan penting dalam pencapaian pola pangan harapan masyarakat dan menjadikan sektor peternakan sebagai suatu peluang usaha yang potensial bagi masyarakat. Salah satu peternakan unggas yang saat ini kembali diminati oleh masyarakat adalah peternakan puyuh. hal ini dikarenakan beberapa keunggulan yang dimiliki oleh ternak puyuh diantaranya kemampuan produksi telurnya cepat dan tinggi (Listiyowati dan Roospitasari.1 kkal sedangkan konsumsi protein hewani masyarakat berdasarkan pola pangan harapan Deptan dalam Adicita (2008) sebesar 240 kkal. hal ini menunjukkan bahwa konsumsi protein hewani masyarakat Jawa Barat masih dibawah harapan. dalam satu tahun dapat dihasilkan 1 250 – 300 butir telur dengan berat rata – rata 10 www. sektor peternakan juga merupakan sektor yang sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi masyarakat terutama dalam mendukung tercapainya Pola Pangan Harapan (PPH) masyarakat. Puyuh betina mampu bertelur saat berumur sekitar 41 hari. Selain sebagai sumber penghasilan bagi masyarakat.com didownload tanggal 11 juni 2009 . Sehingga diperlukan motivasi terhadap pencapaian target PPH untuk meningkatkan skor PPH provinsi tahun 2015 menjadi 100 serta meningkatkan pola konsumsi pangan penduduk berbasis sumber daya lokal1.2007).

0 Abu (%) 1. et al.1982 dalam Listiyowati dan Roospitasari (2007) Berdasarkan data pada Tabel 2 terlihat bahwa telur puyuh memiliki kandungan protein yang tinggi tetapi kadar lemak yang rendah.000 konsumsi telur puyuh pada tahun 2006 sampai 2007 mengalami penurunan hal ini dikarenakan golongan masyarakat ini lebih menyukai mengkonsumsi telur ayam ras yang memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan telur puyuh sehingga dapat dinikmati secara bersama – sama dalam jumlah yang lebih sedikit.4 13.8 1.1 (%) 11.8 1.200.1 Sumber : Woodar.9 0. 1973 dan sastry.0 1. Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa permintaan terhadap telur puyuh terus mengalami peningkatan terutama untuk masyarakat dengan tingkat pengeluaran per kapita/bulan sebesar lebih dari Rp. sedangkan kebutuhan proteinnya tetap terpenuhi.7 13.7 1.7 1. Informasi perbandingan perbedaan susunan protein dan lemak telur unggas dapat dilihat pada Tabel 2. Perbedaan Susunan Protein dan Lemak Telur Unggas Jenis Protein Lemak Karbohidrat Unggas Ayam ras Ayam buras Itik Angsa Merpati Kalkun Puyuh (%) 12. Hal inilah yang membuat telur puyuh sangat baik untuk diet kolesterol karena dapat mengurangi terjadinya penimbunan lemak terutama dijantung.8 13. yaitu dalam periode bertelur sekitar 9 – 12 bulan. Namun.3 10.8 11.7 13. Sedangkan untuk golongan pengeluaran per kapita/bulan kurang dari Rp.3 13.5 0. Jika ditinjau dari nilai kandungan gizi telur puyuh memiliki keunggulan dibandingkan dengan telur jenis lainnya.000. Data mengenai konsumsi telur puyuh dapat dilihat pada Tabel 3.1 13. . 200. et al.1 1.gram/butir.0 1.3 12.9 0. Tabel 2. Keunggulan dari segi kandungan gizi inilah yang menjadikan telur puyuh semakin diminati oleh masyarakat yang dewasa ini semakin peduli terhadap kesehatan.0 11.1 (%) 0.9 13.3 14.1 0.9 0.

I.020 100. Peternakan Puyuh Bintang Tiga merupakan peternakan yang saat ini sedang melakukan pengembangan usaha dengan terus meningkatkan .616 Rata .999 0.214 0.044 150.104 300.070 0.999 0.000 . Dengan demikian strategi pemasaran menjadi suatu hal yang sangat penting dan dibutuhkan agar perusahaan memperoleh keuntungan yang maksimal dan dapat bertahan dari persaingan. Adanya peluang pasar menunjukkan adanya kesempatan untuk memperoleh keuntungan yang maksimum bagi pelaku usaha di sektor tersebut. Tabel 3.499.134 0.169 0.040 0.000 0.117 0.000 -149. Sehingga dibutuhkan suatu strategi pemasaran yang tepat bagi setiap perusahaan agar dapat memanfaatkan peluang tersebut secara maksimal dan mencegah berbagai ancaman yang datang dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan dengan sebaik – baiknya.meningkatnya konsumsi telur puyuh rata – rata perkapita masyarakat pada tahun 2006 sampai tahun 2007 merupakan suatu peluang yang dapat dimanfaatkan.199.299.999 0.112 0.071 0.088 0.012 0.097 0. Konsumsi Rata – Rata Per Kapita Seminggu Untuk Telur Puyuh dan Telur Ayam Ras di Indonesia Menurut Golongan Pengeluaran Per kapita Sebulan Telur Puyuh / Quail Telur Ayam Ras/ Boiler Egg (Butir/unit) Egg (Kg) Golongan Pengeluaran per Tahun Tahun Tahun Tahun 2006 2007 2006 2007 Kapita Sebulan (Rp) Kurang dari 100.021 0.Rata per kapita 0.000 .069 200.052 0. Salah satu peternakan telur puyuh yang memanfaatkan peluang pasar ini adalah Peternakan puyuh Bintang Tiga yang terletak di Desa Situ Ilir Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor.117 Sumber : BPS (2007 – 2008) Terjadinya peningkatan permintaan masyarakat terhadap telur puyuh merupakan peluang pasar yang dapat dimanfaatkan oleh para peternak Telur Puyuh.102 0.047 0.050 0.154 500.009 0.000 .011 0.768 0.000 dan lebih 0.999 0.2 Perumusan Masalah Salah satu peternakan telur puyuh yang terdapat di Bogor adalah Peternakan Puyuh Bintang Tiga yang terletak di Desa Situ Ilir Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor.043 0.

750 255. Perkembangan Populasi Ternak Puyuh Peternakan Puyuh Bintang Tiga Tahun Jumlah Ternak Puyuh (Ekor) 2007 5000 2008 2009 Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (Maret 2009) 3000 20. Selain itu. Penambahan jumlah ternak ini secara langsung akan menambah jumlah produksi telur yang dihasilkan oleh Peternakan Puyuh Bintang Tiga. Perkembangan populasi ternak puyuh pada Peternakan Puyuh Bintang Tiga dapat dilihat pada Tabel 4. Bahkan sampai akhir tahun 2009 Peternakan Puyuh Bintang Tiga akan menambah jumlah ternaknya sebanyak 12. Sehingga pada tahun 2008 Peternakan Puyuh Bintang Tiga kembali memulai usahanya dengan jumlah populasi ternak sebanyak 3000 ekor dan terus mengalami perkembangan hingga saat ini jumlah populasi ternak puyuh menjadi sebanyak 20.000 60 2009 63. Tabel 4. Perkembangan jumlah produksi telur Peternakan Puyuh Bintang Tiga dapat dilihat pada Tabel 5.000 72. Lido dan Sukabumi juga akan menambah banyaknya telur yang harus dijual oleh perusahaan.jumlah populasi ternak puyuh yang dikelolanya.000 213 Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (Maret 2009) Pada Tabel 5 dapat diketahui rata – rata produksi telur Peternakan Puyuh Bintang Tiga terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Perkembangan Rata – Rata produksi Telur per bulan Rata .Rata Produksi Telur Tahun Per Minggu (butir) Per bulan ( butir) Per bulan (peti) 2008 18.000 ekor. Tabel 5. Peningkatan ini akan terus terjadi seiring dengan adanya kegiatan pengembangan usaha yang akan dilakukan oleh perusahaan. .000 ekor. adanya sistem kemitraan yang dilakukan perusahaan dengan peternak – peternak puyuh skala rumah tangga hingga sedang yang ada didaerah Cibungbulang.000 Berdasarkan data pada tabel 4 dapat diketahui bahwa pada awal berdiri tahun 2007 Peternakan Puyuh Bintang Tiga mempunyai populasi sebanyak 5000 ekor namun pada akhir tahun 2007 populasi ternak habis karena terkena virus Tetelo (Newcastle Disease).

peternak yang menjadi mitra dari PPBT juga akan melakukan kegiatan pengembangan usaha seperti yang dilakukan oleh peternak mitra yang ada di Cibungbulang yaitu peternakan milik bapak Ohi Jazuli yang akan menambah populasi ternaknya sampai akhir tahun 2009 sebanyak 12. Adanya pasokan telur yang berasal dari peternak mitra akan semakin meningkatkan jumlah telur puyuh yang harus dijual oleh perusahaan ke pasar.000 ekor dan adanya permintaan bibit puyuh dari daerah jonggol yang mencapai 5000 ekor yang juga akan menjadi mitra dari perusahaan juga akan ikut menambah jumlah telur yang harus dipasarkan oleh Peternakan Puyuh Bintang Tiga. Sumber : Data Primer ( Maret 2009) Berdasarkan data pada Tabel 6 dapat diketahui bahwa pada empat pasar yang menjadi target pasar utama dari Peternakan Puyuh Bintang Tiga mendapatkan . Selain itu. Sleman dan Solo Jawa Timur Yogyakarta. Tabel 6. Blitar.200 butir per bulan (106 peti). dan Solo 2 Pasar Anyar Ardi (Sukabumi) 3 4 Pasar Cibinong Pasar Warung Jambu Yogyakarta. Kediri. Sementara itu. tingkat persaingan semakin tinggi dengan masuknya telur puyuh yang berasal dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor yang menjadi pasar sasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga menjadi suatu ancaman yang dapat menghambat kegiatan pemasaran yang akan dilakukan oleh perusahaan. Saat ini jumlah pasokan telur yang berasal dari peternakan yang menjadi mitra yaitu dari Sukabumi sebanyak 127. Sleman dan Solo Yogyakarta. Beberapa pasar yang saat ini menjadi pasar sasaran utama dari Peternakan Puyuh Bintang Tiga dapat di lihat pada Tabel 6. Sleman.200 butir per bulan (56 peti).400 butir atau sekitar 425 peti. Sehingga total telur yang harus dipasarkan PPBT dalam satu bulan sebanyak 509. Pasar Sasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga No Pasar Sasaran Pesaing 1 Pasar Bogor Ardi(Sukabumi).Sistem kemitraan yang dilakukan perusahaan yaitu para peternak mitra akan menjual telur puyuh yang dihasilkannya melalui Peternakan Puyuh Bintang Tiga dan Peternakan Puyuh Bintang Tiga akan memenuhi kebutuhan pakan dan bibit bagi peternak mitra.000 butir per bulan (50 peti) dan dari Cibungbulang sebanyak 67. Lido sebanyak 60.

memanfaatkan peluang – peluang yang dimiliki oleh perusahaan dan mengantisipasi ancaman yang muncul dari lingkungan eksternal yang dihadapi oleh perusahaan. Keberhasilan dalam melakukan analisis lingkungan akan menentukan keberhasilan perusahaan untuk dapat bertahan hidup dan terus berkembang. Agar dapat menyusun suatu strategi pemasaran yang tepat perusahaan harus mampu mengidentifikasi faktor – faktor lingkungan perusahaan yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan dalam merumuskan strategi pemasaran. Dengan demikian. Sleman. Adanya peningkatan persaingan dengan adanya telur puyuh yang berasal dari luar wilayah Bogor. Kediri. Analisis lingkungan yang meliputi lingkungan internal dan eksternal ini bertujuan untuk mengetahui apakah perusahaan dapat memanfaatkan kekuatan – kekuatan yang dimiliki. adanya kegiatan pengembangan usaha yang terus dilakukan oleh perusahaan serta sistem kemitraan yang dilakukan oleh perusahaan dengan peternak skala rumah tangga di daerah Sukabumi. terutama dalam hal menentukan dan menetapkan strategi yang paling sesuai bagi perusahaan. perusahaan dapat meningkatkan daya saing dalam industri peternakan unggas khususnya peternakan telur puyuh. Berdasarkan uraian diatas maka dapat dirumuskan beberapa perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : . meminimumkan kelemahan – kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. Solo dan Sukabumi yang merupakan sentra peternakan puyuh.pasokan telur puyuh tidak hanya berasal dari daerah Bogor tetapi juga berasal dari luar wilayah Bogor yaitu telur puyuh yang berasal dari daerah Yogyakarta. Blitar. Peran pihak manajemen sebagai pihak yang mengambil keputusan mengenai strategi pemasaran sangatlah penting. Lido. Berdasarkan fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat persaingan yang besar di pasar wilayah Bogor yang berasal dari peternakan yang ada diluar wilayah Bogor. dan Cibungbulang semakin menuntut Peternakan Puyuh Bintang Tiga untuk memiliki strategi pemasaran yang tepat agar usaha yang dijalankan terus berkembang dan menghasilkan keuntungan yang maksimal.

1. Merumuskan alternatif strategi pemasaran yang tepat bagi Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) sesuai dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan. Bagaimana penerapan bauran pemasaran telur puyuh pada Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT)? 2. . 2. Mengidentifikasi penerapan bauran pemasaran telur puyuh pada Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT). Apakah faktor – faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemasaran telur puyuh pada Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT)? 3. Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal perusahaan yang mempengaruhi pemasaran telur puyuh pada Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT). I. Bagi pembaca diharapkan dapat memberikan informasi dan sebagai bahan perbandingan mengenai strategi pemasaran bagi perusahaan untuk penelitian selanjutnya.4 Kegunaan Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi berbagai pihak yaitu: 1. 3. Bagi Perusahaan yaitu dapat membantu dalam menentukan strategi pemasaran yang tepat sehingga dapat mendukung kemajuan perusahaan. Alternatif strategi pemasaran apa yang tepat bagi Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) sesuai dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan? I.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan uraian pada latar belakang dan perumusan masalah.ilmu yang telah diperoleh selama kuliah pada kondisi aktual di masyarakat. maka penelitian ini bertujuan untuk : 1. Bagi penulis yaitu sebagai media untuk mengaplikasikan ilmu . 3. 2.

Telur Saat ini telur puyuh sudah memasyarakat. Bahkan. tidak semua puyuh tersebut dapat dimanfaatkan sebagai penghasil pangan. sebutan untuk puyuh ini kemudian berubah menjadi beragam seperti common quail.Jawa Timur dan Jawa Tengah. Puyuh yang saat ini banyak diternakan untuk diambil telurnya adalah puyuh Coturnix-coturnix Japonica merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang. telur tetas. baik telur konsumsi. a. bulu dan kotorannya pun masih memberi manfaat. Namun. Burung puyuh termasuk kedalam hewan pemakan biji – bijian. Terdapat banyak jenis puyuh yang tersebar diseluruh dunia. hingga apkirannya. berkaki pendek. warung. . Di Indonesia puyuh mulai dikenal dan diternakan sejak akhir 1979 dan terus berkembang hingga sekarang.1 Manfaat Beternak Puyuh Selain sekedar penyaluran hobi. Pada tahun 1870. bibit. beternak puyuh dapat dilakukan sebagai usaha baik kecil – kecilan (skala rumah tangga). memiliki bulu loreng.II TINJAUAN PUSTAKA 2. puyuh jepang yang disebut japanese quail ( Coturnix-coturnix Japonica ) mulai masuk Amerika. ukuran tubuh relatif kecil. king quail. asiatic quail. stubble quail. japanese grey quail. dan japanese king quail. Nilai jual puyuh disetiap umurnya cukup tinggi. lubang hidung berada dipangkal paruh dan dapat diadu. Burung puyuh dalam bahasa Jawa Indonesia disebut juga Gemak dan dalam Bahasa asingnya disebut “Quail”. Jawa Barat. 2. eastern quail. Sentra Peternakan burung puyuh di Indonesia banyak terdapat di Sumatera. Saat ini baru beberapa jenis burung puyuh yang dikenal serta dipelihara untuk diambil daging dan telurnya. termasuk di Indonesia. pharoah’s quail. Namun.1. maupun untuk usaha sampingan.1 Burung Puyuh Puyuh adalah spesies atau subspesies dari genus coturnik yang tersebar diseluruh daratan. besar – besaran ( komersial). Parameter tersebut dilihat dari mudahnya ditemukan penjual telur puyuh. kecuali Amerika. baik pedagang sayur keliling.

toko, supermarket, bahkan asongan di jalan maupun kendaraan umum. Dalam pesta pun hidangan berbahan telur puyuh dapat ditemui dengan mudah. Secara umum komposisi kandungan telur puyuh adalah 47,4% albumin (putih telur), 31,9% Yolk ( kuning telur), serta 20,7% cangkang dan selaput tipis. Dari hasil penelitian, ketebalan cangkang telur puyuh sekitar 0.197 mm dan ketebalan membran/ selaput tipis 0.063mm. bobot telur puyuh rata – rata 10 gram atau sekitar 8% dari bobot tubuh puyuh betina. Puyuh betina mampu bertelur saat berumur sekitar 41 hari. Pada masa bertelur, dalam satu tahun dapat dihasilkan 250 – 300 butir telur , yaitu dalam periode bertelur 9 – 12 bulan. b. Daging Sekarang ini, pamor daging puyuh sudah tidak kalah dibandingkan dengan daging ternak lainnya. Daging puyuh mempunyai rasa yang enak, gurih, dan nilai gizinya tinggi. Daging puyuh mengandung 21.10% protein, sedangkan lemaknya hanya 0.7%. oleh sebab itu,daging puyuh sangat diperlukan bagi penderita penyakit tekanan darah tinggi untuk mengurangi konsumsi lemak. Kandungan zat makanan pada daging puyuh dapat dilihat pada Tabel 7. Tabel 7. Kandungan Zat – Zat Makanan dalam daging Mentah dan Matang Burung Puyuh Jumlah per 100 g Mentah Jumlah per 100 g Matang Zat Makanan Air 70.50 g 54.90 g Lemak 7.70 g 8.30 g Protein 21.10 g 19.40 g Abu 1.00 g 1.40 g Kalsium 129.00 g 66.00 g Fosfor 189.00 g 169.00 g Besi 1.50 mg 1.00 mg Thiamin 0.05 mg 0.05 mg Riboflavin 0.27 mg 0.27 mg Niasin 5.20 mg 5.20 mg Vitamin A 1636.00 IU 971.00 IU
Sumber : Siregar dan Samosir, 1981 dalam dalam Listiyowati dan Roospitasari (2007)

Pada umumnya, daging puyuh berasal dari puyuh apkir, yaitu puyuh betina yang kemampuan bertelurnya sudah menurun atau puyuh jantan yang tidak terpilih sebagai pejantan. Sebagian besar puyuh jantan sengaja diapkir karena bila

diternakkan hanya menghabiskan pakan sehingga akan memperbesar biaya pemeliharaan. Daging puyuh biasanya dijual di supermarket dalam bentuk karkas (utuh) dan dimasukkan ke dalam kemasan plastik tertutup. Ada dua macam bentuk karkas yang dijual yaitu new york dress dan ready to cook. Pada karkas new york dress, tubuh puyuh sudah dibersihkan dari darah dan bulu utuh. Sementara pada karkas ready to cook, tubuh puyuh bersih dari darah, bulu, kepala, kaki, dan seluruh isi rongga perut, kecuali hati, ampela dan jantung. Di Indonesia, penjualan daging puyuh secara komersial belum begitu lazim, kecuali di Jawa Tengah. c. Kotoran Bau kotoran puyuh lebih menyengat dibandingkan dengan kotoran ayam atau unggas lain. Apalagi bila puyuh diberi pakan berkadar protein tinggi. Namun, kotoran puyuh masih dapat dimanfaatkan sebagai pupuk yang sangat baik untuk tanaman sayur, tanaman hias, dan campuran bahan pakan (konsentrat) ternak. d. Hewan Laboratorium Dalam percobaan – percobaan laboratorium, puyuh selalu dipilih sebagai hewan percobaan. Ada beberapa dasar pertimbangan yang dipakai, yaitu siklus hidupnya yang relatif singkat. Seekor puyuh khususnya Coturnix coturnix japonica, sudah mencapai dewasa kelamin pada umur 41 hari dan menghasilkan telur. e. Tabungan Ternak puyuh dapat dijadikan sebagai tabungan. Dari beternak puyuh, peternak dapat memperoleh telur, bibit, dan apkiran. Bibit puyuh banyak dicari oleh peternak puyuh pemula untuk memulai bisnisnya. Sementara puyuh apkir dapat dijual sebagai ternak potong bila sudah tidak produktif lagi. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk tabungan karena puyuh dapat dimanfaatkan mulai dari bibit hingga puyuh apkir. 2.1.2. Skala Usaha dan Program Pemeliharaan Peternakan puyuh yang dikelola secara intensif memerlukan program pemeliharaan dan tata laksana yang baik untuk mendapatkan hasil yang optimal dan menguntungkan. Program pemeliharaan dan tata laksana harus dilakukan

dengan benar dan teratur sejak penetasan telur, pemeliharaan anakan puyuh, sampai masa apkir. a. Skala Usaha Besar Skala Usaha Besar adalah jika jumlah puyuh yang dipelihara lebih dari 8000 ekor. Menurut Abidin (2002) semakin besar skala usaha maka akan semakin beragam produk yang dihasilkan dan bisa dijual. Pengusaha ternak puyuh dalam skala besar biasanya melakukan hampir seluruh kegiatan pemeliharaan, dari penetasan, pemeliharan puyuh anakan (DOQ), pemeliharaan puyuh pembibit, dan petelur atau pedaging. b. Skala Usaha Menengah Peternak skala menengah biasanya memelihara jumlah ternak sebanyak 2400 – 8000 ekor. Bagi peternak skala menengah terdapat beberapa pilihan yaitu melakukan seluruh kegiatan pemeliharaan dari penetasan sampai pemeliharaan puyuh dewasa dengan populasi kecil atau hanya melakukan usaha pemeliharaan dari stater atau grower sampai dewasa. Pada skala usaha ini, usaha yang dapat dilakukan yaitu menghasilkan puyuh pembibit, petelur, atau pedaging. Namun, peternak di Indonesia umumnya lebih memilih beternak puyuh petelur, sedangkan puyuh apkiran dimanfaatkan sebagai puyuh pedaging/potong. Walaupun ada juga yang merangkap sebagai peternak puyuh pembibit. c. Skala Usaha Kecil atau Usaha Sampingan Peternak skala kecil atau sampingan biasanya hanya memelihara puyuh dari starter atau grower sampai apkir yaitu dari puyuh petelur menjadi puyuh pedaging. Kandang yang diperlukan hanya kandang untuk puyuh petelur. 2.1.3 Perkandangan a. Persyaratan Kandang Kandang merupakan salah satu komponen penting dalam pemeliharaan puyuh sebab disitulah setiap hari puyuh tinggal. Untuk itulah penentuan lokasi harus memperhatikan syarat - syarat agar puyuh tidak mengalami stres dan memiliki produktivitas yang tinggi. Kandang harus dibuat sebaik dan senyaman mungkin serta sesuai dengan syarat – syarat hidup burung puyuh. Menurut Agus G.T.K et al (2001) syarat – syarat hidup puyuh adalah sebagai berikut :

membunuh bibit penyakit. Pilihlah lokasi yang tidak menimbulkan genangan dan tidak terlalu lembab. sebaiknya pilih lokasi usaha yang cukup jauh dari pemukiman atau tempat tinggal penduduk. Lokasi yang terlalu lembab dapat mengakibatkan puyuh mudah terkena penyakit. baik tidak langsung maupun langsung. Lantai kandang sebaiknya bukan dari tanah atau tidak menempel pada tanah. Tidak hanya pada siang hari puyuh perlu cahaya. menghindarkan kelembaban. Sistem Litter Penggunaan sistem litter masih jarang dilakukan di Indonesia. Supaya tidak terlalu lembab. Sistem litter menggunakan 80% sekam padi dicampur 15% kotoran sapi kering dan 15% kapur mati. Sistem litter dipakai di negara empat musim. pasir dan kapur. dan menyuplai vitamin D. b. f. Puyuh termasuk burung yang peka terhadap suara. Sistem kandang yang biasa digunakan adalah sistem litter dan sangkar ( baterai). puyuh akan terkena stres dan secara langsung akan berpengaruh terhadap produktivitas telurnya. Sinar matahari sangat diperlukan untuk menghangatkan puyuh dan kandang. Seandainya sekam padi . Bila dibiarkan ditempat bising. Hindarkan kandang dari percikan air. Jaga kelancaran sirkulasi udara dengan membuat ventilasi udara dalam kandang. Bila tidak memungkinkan. Jarak ideal antara tanah dan lantai kandang adalah 40 cm. a. Untuk menunjang hal tersebut sebaiknya dinding kandang dibuat dari kawat ram. Jauhkan lokasi kandang dari kebisingan. kandang perlu dilengkapi dengan penerangan yang cukup. c. Bubuk tersebut ditabur dalam wadah penampung kotoran. Sistem Kandang Terdapat beberapa jenis kandang yang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing – masing. e. saat malam hari puyuh pun tetap perlu penghangat. Karena itu. Kandang sebaiknya dibuat menghadap timur agar sinar matahari pagi bisa masuk kandang. d. bau kotoran dapat dinetralisir dengan bubuk zeolit.a. b. lantai dibuat dari susunan bata merah atau campuran semen. Paling baik lantai terbuat dari bahan tras. Karena kotoran burung puyuh berbau tajam.

Menurut Abidin (2002) berdasarkan peruntukannya. Luas kandang yang dibutuhkan per 100 ekor puyuh pada umur 1-10 hari adalah 1 m2. Selain itu. minum perawatan kesehatan dan pengambilan telur. Dengan adanya tempat penampungan kotoran tersebut. Pada periode ini. puyuh membutuhkan perlakuan ekstra hati – hati karena kondisi tubuhnya masih sangat lemah dan fungsi – fungsi fisiologis tubuhnya belum optimal. c. Jenis Kandang Puyuh baik dewasa maupun anakan selalu dikandangkan. b. kemudian dikurangi menjadi 60 ekor per m2 setelah mencapai umur 11 – 20 hari. Penempatan puyuh dalam kandang berdasarkan umur yang sama atau rata – rata sama. pakan serta air minum puyuh akan kotor tercemar oleh litter. Karenanya kandang DOQ perlu dilengkapi pemanas (brooder).tidak tersedia peternak dapat menggunakan serbuk gergaji sebagai pengganti. Puyuh masih sangat rentan terhadap terpaan angin dan kurang tahan udara dingin. Sistem kandang ini mempunyai sirkulasi udara yang sangat baik sehingga dapat mencegah beberapa penyakit yang disebabkan oleh parasit. Pengelompokan ini akan memudahkan peternak untuk memberikan pakan. untuk memudahkan melakukan pengawasan bila ada yang sakit dan mengendalikan sifat kanibalisme. terutama pada malam hari. Efek yang paling merugikan adalah mudahnya puyuh terserang penyakit pernapasan karena debu yang dihasilkan pada saat mengais dan ”mandi” litter. Kandang DOQ atau Starter Puyuh disebut DOQ atau starter saat berada pada kisaran umur 1 – 21 hari. Dinding dan lantai terbuat dari kawat kasa/ram sehingga disediakan alas dibawah lantai untuk menampung kotoran (dropping board). Maksudnya . Manfaat dari sistem litter adalah dapat menghemat tenaga dan praktis karena litter tidak perlu dibersihkan setiap hati. Sistem Sangkar/ baterai Sistem sangkar paling banyak digunakan oleh peternak puyuh di Indonesia. Sisi kandang sebaiknya ditutup rapat. Sedangkan kelemahannya adalah telur banyak tertutup oleh litter sehingga banyak terinjak oleh puyuh. pemeliharaan kebersihan ruangan tempat kandang berada lebih mudah dilakukan dan kotoran tidak menimpa kandang puyuh dibawahnya. kandang puyuh dibedakan menjadi berberapa jenis kandang yaitu : a.

.4 Penyiapan Bibit Sebelum memulai usahanya peternak harus memahami tiga unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan. c. dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit. Untuk memberikan kehangatan yang optimal. ada tiga macam tujuan pemeliharaan yaitu untuk : a. Kebutuhan kandang adalah 50 ekor/m2. biasanya setelah berumur 45 hari ( 6-7 minggu) sampai umur apkir (60 minggu). pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan. Kandang Layer Periode layer adalah periode saat puyuh mulai berproduksi. setiap kandang harus dilengkapi dengan lampu pijar yang berfungsi sebagai brooder. Pada kandang layer. Jadi jika dalam satu kandang induk dan pejantan bibit ada 50 ekor puyuh. Pada prinsipnya. b. lantai perlu dibuat miring sekitar 10 – 20 derajat dengan tujuan mempermudah pengumpulan telur. Penutup kandang sudah bisa dibuka secara bertahap. dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran. Kandang Induk dan Pejantan Kandang induk dan pejantan tidak berbeda dengan kandang puyuh grower dan layer.sehingga puyuh tidak harus dipindahkan dari satu kandang ke kandang lainnya. b. Pada tahap ini juga dilakukan sexing yang bertujuan untuk memisahkan puyuh jantan dan betina dan proses seleksi terhadap puyuh betina yang beratnya sangat rendah dan cacat agar tidak memboroskan pakan. Kandang Grower Puyuh disebut berada pada masa grower jika sudah mencapai umur 20-45 hari. perbedaannya biasanya terletak pada kemiringan lantai kandang. Didalam kandang ini puyuh mempersiapkan diri menghadapi masa produksi.1. Jika harus dibedakan. Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan. 2.untuk menghindari udara dingin yang kurang baik bagi puyuh. d. 10 -15 ekor diantaranya harus pejantan. kandang puyuh layer tidak berbeda dengan kandang grower. Produksi daging puyuh. Produksi telur konsumsi. Yang perlu diperhatikan adalah isi kandang yaitu rasio antara induk dan pejantan 3-5 : 1.

Pengontrolan Penyakit Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral).1. remah-remah dan tepung.5 Pemeliharaan Ternak Puyuh a. 2. Sanitasi dan Tindakan Preventif Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini mungkin. Pemberian Vaksinasi dan Obat Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis sebagian dari dosis untuk ayam. dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik. d. Pemberian obat segera dilakukan apabila puyuh terlihat gejala-gejala sakit dengan meminta bantuan petunjuk dari PPL setempat ataupun dari toko peternakan (Poultry Shoup). Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. . 2.c. Untuk pemberian minum pada anak puyuh dan pada bibitan terus-menerus. Selain menimbulkan kematian. c. yaitu: bentuk pallet.6 Penyakit Puyuh Puyuh termasuk salah satu unggas yang peka terhadap penyakit tertentu. Pembibitan atau produksi telur tetas. penyakit yang menyerang puyuh dapat menimbulkan morbiditas (tingkat kesulitan hidup pada individu atau kelompok ternak).1. Pemberian Pakan Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk. b. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan dua kali sehari pagi dan siang. Menurut Listiyowati dan Roospitasari (2007) Beberapa penyakit yang sering menyerang puyuh dapat dilihat pada Lampiran 1. dinas peternakan setempat atau petunjuk dari Poultry Shoup.

komposisi fisik.2.2 Penelitian Terdahulu 2. dan defleksi.Bogor) hasil analisis didapatkan total bobot IFE sebesar 2.091 memposisikan perusahaan pada sel II dalam matriks IE yaitu menggambarkan perusahaan dalam kondisi internal rata – rata dan respon . fisik dan kualitas telur puyuh (Coturnix coturnix japonica). Kabupaten Bogor. Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada kesamaan komoditi peternakan yang diambil yaitu puyuh petelur (Coturnix coturnix japonica).2. Mayoritas responden membelanjakan uang sakunya untuk keperluan mencari informasi sebesar ≤ Rp.1 Penelitian Puyuh Waluyo (2006) menganalisis tentang tingkat penerimaan media situs web burung puyuh pada mahasiswa (kasus pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Jurusan Penyuluhan Peternakan di Cinagara Kab.2. 2. Mayoritas responden sebanyak 87.000 tiap bulan. Sedangkan perbedaannya terletak kepada topik penelitian. Suhaely (2008) meneliti perencanaan fasilitas fisik usaha ternak puyuh skala komersial di Kecamatan Ranca Bungur. Penelitian ini akan menganalisis dari sudut pandang ekonomi yaitu akan menganalisis strategi pemasaran telur puyuh yang belum pernah dilakukan pada penelitian – penelitian sebelumnya.2 Strategi Pemasaran Saragih (2004) analisis strategi pemasaran POP NUGGET (Studi kasus pada PT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ransum perlakuan tidak berpengaruh terhadap komposisi gizi. komponen konstruksi yang dirancang telah diuji terhadap tegangan lentur. 50.5 % menyatakan bahwa media situs web burung puyuh sudah sesuai bagi mahasiswa STPP. Hasil dari penelitian ini adalah penentuan lokasi dan tata letak berdasarkan ketersediaan sumberdaya dan kemudahan dalam perawatan. Bogor). tegangan geser. dan kualitas telur. Penelitian ini mempunyai persamaan dan perbedaan dengan penelitian – penelitan terdahulu.515 dan EFE sebesar 3. Ramlan (2007) menganalisis pengaruh substitusi bungkil kedelai dengan bungkil jarak pohon (Ricinus communis Linn) terhadap komposisi gizi. Suprasari Pratama. Sedangkan secara struktural. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden umur 18 – 25 tahun.

pengembangan produk. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh total skor IFE sebesar 3. Pasaribu (2008) menganalisis strategi pemasaran susu UHT (Ultra High Temparatur) pada PT. Indo Prima Foods dari sembilan pilihan strategi yang diperoleh dari matriks SWOT dianalisis dengan menggunakan QSPM adalah mempertahankan dan meningkatkan jumlah pelanggan. Ultrajaya Tbk yang merupakan salah satu perusahaan besar yang bergerak dalam industri pengolahan susu dalam negeri. Sedangkan perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada komoditi yang diteliti.081 yang menempatkan perusahaan berada pada sel I dalam matriks IE sehingga strategi yang tepat yaitu strategi penetrasi pasar. Metode perumusan dan pemilihan strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan dilakukan berdasarkan analisis lingkungan internal dan eksternal. Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu penelitian ini juga akan menganalisis strategi pemasaran dari suatu perusahaan.174 dan total skor EFE diperoleh sebesar 3. Matriks SWOT. Penelitian ini akan menganalisis strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga. menambah jaringan pemasaran luar dan dalam negeri dan meningkatkan kinerja jaringan distribusi. dan matriks QSP.688 dan matriks EFE didapatkan skor sebesar 3. Penentuan prioritas strategi yang telah didapatkan dengan menggunakan matriks SWOT yaitu dengan menggunakan QSPM merekomendasikan strategi pengembangan pasar dengan skor tertinggi yaitu 5.384 memposisikan perusahaan pada kuadran II (tumbuh dan bina) alternatif strategi yang paling sesuai yaitu strategi intensif dan integratif. Nainggolan (2008) Penelitian dilakukan pada PT. Berdasarkan matriks IFE didapatkan skor sebesar 2. integrasi kebelakang. Peningkatan jaringan distribusi akan meningkatkan wilayah pemasaran perusahaan. Pada penelitian ini akan diteliti strategi pemasaran telur puyuh yang . pengembangan pasar. matriks IE.perusahaan terhapap faktor – faktor eksternal yang dihadapi tergolong tinggi. Indo Prima Food Cikarang Bekasi yang merupakan salah satu perusahaan yang menjadi produsen sosis. integrasi kedepan.984. Prioritas strategi utama PT. dan integrasi horizontal. Berdasarkan hasil analisis QSPM didapat bahwa strategi terbaik yang dapat dilakukan perusahaan yaitu .

tepat untuk bagi Peternakan Puyuh Bintang Tiga yang belum pernah dilakukan pada penelitian – penelitian sebelumnya. .

Rangkuti (2006) pemasaran adalah suatu proses kegiatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial. mengkomunikasikan.III KERANGKA PEMIKIRAN 3. dan manajerial. menawarkan dan menukarkan produk yang memiliki nilai komoditas. Tujuan dari pemasaran bukan hanya untuk memperluas penjualan tetapi untuk mengetahui dan memahami pelanggan sehingga produk atau jasa yang ditawarkan cocok dengan pelanggan dan selanjutnya produk tersebut dapat menjual dirinya sendiri. mengantisipasi.1 Kerangka Pemikiran Teoritis 3. serta memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan atas barang dan jasa. Menurut David (2006) pemasaran dapat digambarkan sebagai proses mendefinisikan. ekonomi. menyerahkan. politik. Akibat dari pengaruh berbagai faktor tersebut adalah masing – masing individu maupun kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan dengan menciptakan. menyerahkan nilai dan mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan para pemilik saham. menciptakan. Penjualan berfokus pada kebutuhan penjual untuk mengubah .1. Theodore Levitt dar harvard menggambarkan perbedaan pemikiran yang kontras antara konsep penjualan dan pemasaran. Kotler dan Keller (2007) mendefinisikan manajemen pemasaran sebagai seni dan ilmu memilih pasar sasaran dan mendapatkan. menyerahkan dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang unggul. dan mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang dipilih.1 Pemasaran Kegiatan pemasaran berhubungan dengan mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan masyarakat. menjaga dan menumbuhkan pelanggan dengan menciptakan. budaya. Konsep pemasaran menegaskan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan adalah perusahaan harus lebih efektif dibandingkan para pesaing dalam menciptakan. Idealnya pemasaran hendaknya menghasilkan seorang pelanggan yang siap untuk membeli. Salah satu definisi pemasaran terpendek adalah “memenuhi kebutuhan secara menguntungkan”. Asosiasi Pemasaran Amerika menawarkan definisi formal yaitu pemasaran adalah satu fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan.

sementara pemasaran mempunyai gagasan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan lewat sarana – sarana produk dan keseluruhan kelompok barang yang dihubungkan dengan hal menciptakan. termasuk mereka yang potensial untuk barang tersebut. c) Permintaan dalam konteks ilmu pemasaran. menyerahkan dan akhirnya mengkonsumsinya. g) Pasar dirumuskan sebagai mereka yang membeli barang sekarang. d) Produk adalah apa saja yang dapat ditawarkan kepada pasar agar dapat dibeli. Pada dasarnya kepuasan pelanggan inilah yang menjadi tujuan setiap pemasaran. dan bauran pemasaran tesendiri. Targeting Targeting adalah suatu tindakan memilih satu atau lebih segmen pasar yang akan dimasuki. digunakan atau dikonsumsi. Rangkuti (2006) mengklasifikasikan unsur – unsur utama dalam pemasaran menjadi tiga unsur utama yaitu : 1. . Segmentasi pasar Segmentasi pasar adalah tindakan mengidentifikasikan dan membentuk kelompok pembeli atau konsumen secara terpisah. e) Nilai pelanggan (Customer Value) adalah sebuah konsep penting yaitu perbandingan antara nilai yang didapatkan dengan biaya total. Unsur Strategi Persaingan Unsur strategi persaingan dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu : a. f) Kepuasan pelanggan adalah sejauh mana manfaat sebuah produk dirasakan (perceived) sesuai dengan apa yang diharapkan pelanggan. b) Keinginan adalah kebutuhan manusia yang telah dibentuk oleh budaya dan kepribadian individu. Amir (2005) mengklasifikasikan konsep dasar pemasaran menjadi delapan konsep yaitu : a) Kebutuhan adalah kondisi dimana kita merasa kekurangan atas suatu barang tertentu. adalah keinginan manusia yan didukung oleh daya beli. dan ada sebuah dorongan untuk memenuhinya. kebutuhan produk.produknya menjadi uang tunai. Masing – masing segmen konsumen ini memiliki karakteristik. b. yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka.

harga (price). b. Langkah – langkah dalam STP Sumber : Amir (2005) 2. Unsur – unsur bauran pemasaran dapat dilihat pada gambar 2. dibeli. yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan mereka. tempat (Place) dan promosi (promotion).unsur bauran pemasaran secara garis besar terdiri dari bauran produk (Product). dicari. Positioning Positioning adalah penetapan posisi pasar. Membuat bauran pemasaran untuk segmen sasaran Gambar 1. Segmentasi pasar 1. diminta. Kegiatan membangun strategi pemasaran inilah yang membedakan diferensiasi yang dilakukan suatu perusahaan dengan yang dilakukan oleh perusahaan lain. Unsur . Mengembangkan profil setiap segmen Penyasaran pasar ( Targeting) 3. Diferensiasi. digunakan. Tjiptono (1997) produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan. a. Membuat positioning untuk segmen sasaran 6. atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan . harga.c. Tujuan Positioning ini adalah untuk membangun dan mengkomunikasikan keunggulan bersaing produk yang ada di pasar ke dalam benak konsumen. digunakan atau dikonsumsi. Membuat ukuran dari daya tarik pasar 4. Produk (product) Amir (2005) mendefinisikan produk adalah apa saja yang dapat ditawarkan kepada pasar agar dapat dibeli. Memilih segmen sasaran Positioning Pasar 5. yang berkaitan dengan kegiatan – kegiatan mengenai produk. Mengindentifikasi basis segmentasi 2. yang berkaitan dengan cara membangun strategi pemasaran dalam berbagai aspek di perusahaan. Bauran pemasaran. Unsur Taktik Pemasaran Terdapat dua unsur taktik pemasaran yaitu : a. promosi dan tempat.

pemasok distributor dan pesaing. distribusi dan promosi) menyebabkan timbulnya biaya atau pengeluaran (Tjiptono. pemerintah. Menurut Kotler dalam Amir (2005) harga adalah jumlah keseluruhan nilai yang diperlukan konsumen untuk manfaat yang didapatkan atau digunakan atas produk dan jasa. Empat Komponen P dalam Bauran Pemasaran Sumber : Kotler dan Keller (2007) Tempat Saluran pemasaran Cakupan Pasar Pengelompokan Lokasi Persediaan Transportasi b.kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan. sedangkan ketiga unsur lainnya (Produk. 1997). Amir (2005) mengemukakan terdapat dua metode penetapan harga yaitu : . Selain produk juga dapat didefinisikan sebagai persepsi konsumen yang dijabarkan oleh produsen melalui hasil produksinya. Harga ( price) Harga merupakan satu – satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan. Bauran Pemasaran Pasar Sasaran Produk Harga Promosi Keragaman Daftar Harga Promosi produk Rabat/ Diskon penjualan Kualitas Potongan Periklanan Desain harga khusus Tenaga Ciri Periode Penjualan Merek pembayaran Kehumasan/ Kemasan Syarat kredit public relation Ukuran Pemasaran Pelayanan langsung Garansi Imbalan Gambar 2. David (2006) mengemukakan terdapat lima pemangku kepentingan utama yang mempengaruhi keputusan penetapan harga yaitu konsumen. Produk bisa berupa manfaat tangible maupun intangible yang dapat memuaskan pelanggan.

alat transportasi. penjualan partai besar dan peritel. Sedangkan yang dimaksud dengan komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi. Pada hakikatnya promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran. Sedangkan Value Based Pricing lebih berangkat dari pelanggan terlebih dahulu. cakupan distribusi. sistem kredit dan sebagainya merupakan promosi dalam bentuk harga. Going rate adalah penetapan harga yang selalu mengikuti pesaing. baru kemudian menentukan harganya. Distribusi David (2006) mengungkapkan Distribusi merupakan kegiatan yang mencakup pergudangan. Saluran pemasaran . Cost Based dan Value Based Cost Based Pricing penetapan harga didasarkan kepada berapa jumlah biaya yang sudah dikeluarkan. Memulai pemahaman mendalam tentang apa sesungguhnya yang menjadi value bagi konsumen tersebut barulah kemudian pemasar menentukan harga yang sesuai dengan pendekatan ini . 2. d. dan terakhir menentukan produk seperti apa yang sebaiknya ditawarkan. Tjiptono (1997) secara garis besar pendistribusian dapat diartikan sebagai kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen kepada konsumen. Kita menciptakan produk baru. Ada beberapa tipe yang berbasis situasi persaingan yaitu going rate dan sealed-bid.1997). Competition Based Pricing Competition Based Pricing adalah penetapan harga yang memperhatikan faktor lingkungan. menghitung biaya. Sedangkan strategi harga seperti diskon. lokasi toko peritel. rabat. dan /atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima. mempengaruhi/membujuk. tingkat dan lokasi persediaan.1. saluran distribusi. terutama elemen pesaing. c. sehingga akan mendapat perhatian dari konsumen terhadap produk yang dihasilkan. membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan (Tjiptono. teritori penjualan. Promosi ( promotion) Promosi merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mengkomunikasikan keunggulan produknya.

serta memanfaatkan satu bauran komunikasi dari iklan. Jika brand . ukuran tenaga penjualan. Sebaiknya perusahaan senantiasa berusaha meningkatkan brand equity-nya. humas. Merek atau Brand . harga. Perusahaan dapat mengubah harga.1996) dalam Tjiptono dan Diana (2000) ekuitas merek adalah serangkaian aset (dan pasiva/liabilities) yang terkait dengan nama dan simbol merek tertentu yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh suatu produk atau jasa kepada suatu perusahaan dan/atau pelanggan perusahaan tersebut. yaitu nilai yang berkaitan dengan nama atau nilai yang dimiliki dan melekat pada suatu perusahaan. acara khusus dan pengalaman. 3. jasa. David A. yaitu : a. promosi penjualan.yang dipilih dapat berupa distribusi langsung. dan penjualan pribadi untuk menjangkau saluran dagang dan pelanggan sasaran. distribusi tidak langsung dan kombinasi keduanya. pemasaran langsung. dan pengeluaran iklan dalam jangka pendek sedangkan mengembangkan produk baru dan memodifikasi saluran distribusi hanya dalam jangka panjang. Unsur Nilai Pemasaran Nilai pemasaran dapat dikelompokkan menjadi tiga.Aaker (1991. Strategi Bauran Pemasaran Sumber : Kotler dan Keller (2007) Saluran Distribusi Pelanggan Sasaran Gambar 3 menunjukan perusahaan mempersiapkan satu bauran tawaran produk. Bauran Promosi Periklanan Promosi penjualan Bauran Pemasaran Perus ahaan Harga layanan Produk Acara khusus dan Pengalaman Hubungan Masyarakat Pemasaran Langsung Penjualan Pribadi Gambar 3.

perusahaan itu sendiri memperoleh nilai melalui loyalitas pelanggan terhadap merek yaitu peningkatan margin keuntungan. keunggulan bersaing. Pertama. baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Dalam perkembangannya. yaitu nilai yang berkaitan dengan pemberian jasa pelayanan kepada konsumen. konsep mengenai strategi terus berkembang. Kedua. Pelayanan atau service.2 Strategi Pemasaran Strategi merupakan alat atau cara yang digunakan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan.equity ini bisa dikelola dengan baik. David (2006) mendefinisikan strategi adalah tindakan yang akan diambil untuk mencapai tujuan jangka panjang. Rangkuti (2006) mendefinisikan strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan. Kotler dan Keller (2007) mengungkapkan strategi adalah suatu rencana permainan untuk mencapai sasaran. b. Hamel dan Prahalad (1995) dalam Rangkuti ( 2006) strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus – menerus dan dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Terjadinya kecepatan inovasi pasar baru dan perubahan pola kosumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). Mereka dapat merasakan semua manfaat yang diperoleh dari produk yang mereka beli dan merasa puas karena produk itu sesuai dengan harapan mereka.1. Proses yaitu nilai yang berkaitan dengan prinsip perusahaan untuk membuat setiap karyawan terlibat dan memiliki rasa tanggung jawab dalam proses memuaskan konsumen. c. 3. Kualitas pelayanan kepada konsumen ini perlu terus – menerus ditingkatkan. Pemahaman tentang konsep strategi sangat menentukan kesuksesan strategi yang disusun. Konsep – konsep tersebut adalah sebagai berikut : . Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan. bukan dimulai dari “apa yang terjadi”. para konsumen akan menerima nilai produknya. dan efisiensi serta efektivitas kerja khususnya pada program pemasaran. Dengan demikian perencanaan strategis hampir selalu dimulai dari “ apa yang dapat terjadi”. perusahaan yang bersangkutan setidaknya akan mendapatkan dua hal.

efisiensi produksi. Perusahaan juga dapat melakukan strategi diferensiasi dengan menciptakan persepsi terhadap nilai tertentu pada konsumennya misalnya. Harga jual yang lebih rendah dapat dicapai oleh perusahaan dengan memanfaatkan skala ekonomis. Semua itu merupakan keunggulan – keunggulan yang dapat diciptakan untuk memperoleh keuntungan dari pasar dan mengalahkan pesaing. dan penciptaan brand image yang positif serta sistem reservasi yang terkomputerisasi. pengggunaan jaringan distribusi cukup luas. penggunaan sumber bahan baku yang tinggi kualitasnya. Distinctive Competence yaitu tindakan yang dilakukan oleh perusahaan agar dapat melakukan kegiatan lebih baik dibandingkan dengan pesaingnya. Menurut Day dan Wensley (1988) dalam Rangkuti (2006) terdapat dua faktor yang menyebabkan perusahaan dapat lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya yaitu keahlian tenaga kerja dan kemampuan sumber daya. kemudahan akses dengan bahan baku. persepsi terhadap keunggulan kinerja produk. penggunaan teknologi. Competitive Advantage yaitu kegiatan spesifik yang dikembangkan oleh perusahaan agar lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya. Kemampuan memiliki riset pemasaran yang lebih baik merupakan manfaat bagi perusahaan karena dapat mengetahui secara tepat semua keinginan konsumen sehingga dapat menyusun strategi – strategi pemasaran yang lebih baik dibandingkan dengan pesaingnya. pelayaan yang lebih baik. Distinctive Competence menjelaskan kemampuan spesifik organisasi.a. Keunggulan bersaing disebabkan oleh pilihan strategi yang dilakukan perusahaan untuk merebut peluang pasar. inovasi produk. b. seperti peralatan dan proses produksi yang canggih. dan sebagainya. Perusahaan dapat memperoleh keunggulan bersaing yang lebih tinggi dibandingkan dengan pesaingnya jika ia dapat memberikan harga jual yang lebih murah daripada harga yang diberikan oleh pesaingnya dengan nilai/ kualitas produk yang sama. dan . Suatu perusahaan yang memiliki kekuatan yang tidak mudah ditiru oleh pesaing dipandang sebagai perusahaan yang “Distinctive strategi”. Semua kekuatan tersebut dapat diciptakan melalui penggunaaan seluruh potensi sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan.

dan strategi penetapan harga “ penetrasi versus skimming price”. strategi organisasi dan strategi – strategi yang berhubungan dengan keuangan. mempertahankan. Strategi pada prinsipnya dapat dikelompokkan berdasarkan tiga tipe strategi yaitu : strategi manajemen. strategi penerapan harga. meliputi unsur individual bauran pemasaran. yang berfokus pada variabel – variabel pemasaran seperti segmentasi pasar. dan 3) Product market entry strategies mencakup strategi merebut. Kekuatan dan kelemahan internal digabungkan dengan peluang dan ancaman eksternal dan pernyataan misi yang jelas. seleksi atau ekslusif.brand image yang lebih unggul. Strategi investasi merupakan kegiatan yang berorientasi pada investasi. Tjiptono dan Diana (2000) mengemukakan terdapat tiga lingkup strategi pemasaran yang banyak menjadi acuan yaitu : 1) Marketing strategies. strategi mengenai keuangan dan sebagainya. 2) Marketing element strategies. Strategi bisnis sering juga disebut strategi bisnis secara fungsional karena strategi ini berorientasi pada fungsi – fungsi kegiatan manajemen. strategi bertahan. misalnya strategi promosi “ push versus pull”.3 Analisis Lingkungan Internal Semua organisasi mempunyai kekuatan dan kelemahan dalam area fungsional bisnisnya. menjadi dasar untuk . strategi fokus juga dapat diterapkan untuk memperoleh keunggulan bersaing sesuai dengan segmentasi dan pasar sasaran yang diharapkan. strategi pembangunan kembali suatu divisi baru atau strategi divestasi dan sebagainya. strategi distribusi intensif. strategi pengembangan pasar. strategi distribusi. strategi pengembangan produk. Tidak ada perusahaan yang sama kuatnya atau lemahnya dalam semua area. Strategi manajemen meliputi strategi yang dapat dilakukan oleh manajemen dengan orientasi pengembangan strategi secara makro misalnya. positioning. dan bauran pemasaran. strategi akuisisi.1. strategi investasi dan strategi bisnis ( Rangkuti. memanen atau melepaskan pangsa pasar. Misalnya apakah perusahaan ingin melakukan strategi pertumbuhan yang agresif atau berusaha mengadakan penetrasi pasar. 3. Selain itu. identifikasi dan seleksi pasar sasaran. strategi produksi atau strategi operasional. misalnya strategi pemasaran. 2006).

Faktor Manajemen Sumberdaya Manusia Fungsi manajemen terdiri atas lima aktivitas dasar yaitu : 1. mencakup aktivitas seperti perekrutan. David (2006) analisis lingkungan internal menekankan pada identifikasi dan evaluasi kekuatan dan kelemahan perusahaan pada area fungsional bisnis. rentang pengendalian. serta sistem informasi manajemen. Pengendalian mencakup semua aktivitas yang dijalankan untuk memastikan operasi aktual sesuai dengan operasi yang direncanakan. 2. 4. 3. pemberian penyeleksian. wawancara. Pengelolaan Staf (Staffing) juga disebut manajemen personel atau manajemen sumberdaya manusia (Human Resource Management). dan pemecatan karyawan. pengevaluasian. 5. Motivasi menjelaskan mengapa beberapa orang bekerja keras dan yang lainnya tidak. Pemberian Motivasi (motivating) didefinisikan sebagai proses mempengaruhi orang untuk mencapai tujuan tertentu. pengembangan. produksi atau operasi . kesatuan komando. Area yang spesifik mencakup desain organisasi. pengorientasian. keuangan atau akuntansi. pelatihan. pendisiplinan. strategi dan kebijakan memiliki kemungkinan yang kecil untuk berhasil jika karyawan dan manager tidak termotivasi untuk mengimplementasikan strategi setelah strategi diformulasikan. Perencanaan terdiri atas semua aktivitas yang terkait dengan persiapan masa depan. dan analisis pekerjaan. desain pekerjaan. koordinasi. mengukur kinerja . pemasaran. dan penetapan tujuan. spesialisasi pekerjaan. pengujian. pemindahan. formulasi strategi. Pengendalian terdiri dari empat tahap dasar yaitu : menetapkan standar kinerja.penetapan tujuan dan strategi. termasuk manajemen. Pengorganisasian mencakup semua aktivitas manajerial yang menghasilkan struktur pekerjaan dan hubungan otoritas. pendemosian. penetapan sasaran. pengkompensasian. promosi. Pekerjaan spesifik menyangkut peramalan. penelitian dan pengembangan. a. serta juga pengelolaan hubungan dengan serikat pekerja. Tujuan dan strategi ditetapkan dengan maksud memanfaatkan kekuatan internal dan mengatasi kelemahan. Tujuan. pengembangan kebijakan. perhatian.

menentukan pilihan produk. 2. merencanakan garansi. Informasi yang dihasilkan oleh analisis pelanggan dapat menjadi penting dalam pengembangan pernyataan misi yang efektif. dan menyediakan layanan konsumen. lokasi toko peritel.individu dan organisasi. dan analisis data secara sistematis tentang masalah yang berkaitan dengan pemasaran barang dan jasa. Implementasi strategi yang berhasil biasanya bergantung pada kemampuan organisasi untuk menjual beberapa produk atau jasa. hubungan dengan pelanggan. b. Analisis pelanggan (Customer analysis) yaitu investigasi dan evaluasi kebutuhan. Penjualan (Selling) mencakup banyak aktivitas pemasaran seperti iklan.dan kualitas produk. pencatatan. manajemen tenaga penjualan. alat transportasi. pengemasan. penjual partai besar. 6. Riset Pemasaran (Marketing Research) adalah pengumpulan. pemasok. membandingkan kinerja aktual dengan standar kinerja yang direncanakan. Distribusi mencakup pergudangan. 5. cakupan distribusi. 4. dan hubungan dengan dealer. 3. evaluasi strategi positioning pasar. dan keinginan konsumen yang melibatkan administrasi survei pelanggan. Aktivitas ini penting khususnya ketika perusahaan menjalankan strategi penetrasi pasar. Distribusi menjadi penting terutama ketika perusahaan berusaha untuk mengimplementasikan pengembangan pasar atau strategi integrasi ke depan. publisitas. Ada tujuh fungsi dasar pemasaran yaitu : 1. positioning produk dan merek. distributor dan pesaing. Pemasaran Pemasaran dapat digambarkan sebagai proses mendefinisikan. teritori penjualan. saluran distribusi. Perencanaan produk dan Jasa mencakup aktivitas seperti uji pemasaran. model produk. Riset pemasaran dapat mengungkap kekuatan dan . dan peritel. Penetapan Harga dipengaruhi oleh keputusan lima pemangku kepentingan yaitu : konsumen. analisis informasi konsumen. tingkat dan lokasi persediaan. fitur produk. pemerintah. mengembangkan profil pelanggan. Penjualan Produk/Jasa. penjualan pribadi. menciptakan serta memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan atas barang dan jasa (David. menghapuskan produk lama. dan menentukan strategi segmentasi pasar yang optimal. dan melakukan tindakan korektif. 2006). aspirasi. promosi penjualan. mengantisipasi.

transformasi. Keuangan dan Akuntansi Kondisi keuangan sering kali dianggap sebagai satu ukuran terbaik untuk posisi kompetitif dan daya tarik keseluruhan suatu perusahaan. Produksi atau Operasi Fungsi produksi/ operasi dari suatu bisnis terdiri atas semua aktivitas yang mengubah input menjadi barang dan jasa. manfaat. Sistem informasi yang efektif dengan demikian mengumpulkan. Organisasi dengan kemampuan riset pemasaran yang baik memiliki kekuatan yang nyata dalam menjalankan strategi generik. prosedur. instrumen. dan output yang bervariasi antar industri dan pasar. konsep. Menentukan kekuatan dan kelemahan keuangan suatu organisasi merupakan hal yang penting guna memformulasikan strategi secara efektif. Analisis Peluang yang melibatkan evaluasi terhadap biaya. Manajemen produksi/operasi berhubungan dengan input. d. 7. e. Aktivitas produksi/operasi sering kali mewakili bagian terbesar dari aset sumber daya manusia dan modal suatu organisasi. dan modal perusahaan dapat menghapuskan beberapa strategi dari alternatif yang layak.kelemahan penting. Litbang dalam organisasi dapat memiliki dua bentuk dasar yaitu litbang internal dimana organisasi menjalankan departemen litbangnya sendiri dan kontrak litbang dimana perusahaan merekrut peneliti independen atau agen independen untuk mengembangkan produk spesifik. dan peneliti pemasaran menggunakan berbagai skala. . Penelitian dan Pengembangan/ Litbang (research and Development) Pengeluaran litbang ditujukan pada pengembangan produk baru sebelum pesaing melakukannya untuk memperbaiki kualitas produk. utilitas aset. memberi simbol/kode. arus kas. leverage. modal kerja. Sistem Informasi Manajemen Kegunaan sistem informasi manajemen adalah untuk memperbaiki kinerja suatu perusahaan dengan memperbaiki kualitas keputusan manajerial. dan teknik untuk mengumpulkan informasi. dan risiko yang berhubungan dengan keputusan pemasaran. f. Faktor keuangan sering kali mengubah strategi dan mengubah rencana implementasi. atau untuk memperbaiki proses produksi untuk menurunkan biaya. c. profitabilitas. Likuiditas.

dan lingkungan. tabungan.menyimpan. utang. besar. Organisasi kecil.2007). Peluang pemasaran adalah wilayah kebutuhan atau potensi permintaan pembeli dimana perusahaan dapat menggarapnya secara menguntungkan. dan pelanggan. . dan ketersedian kredit terkini. harga . 3. 4)kekuatn teknologi. Perusahaan harus merespon secara agresif atau defensif terhadap faktor – faktor eksternal dengan memformulasikan strategi yang mengambil keuntungan dari peluang eksternal atau yang meminimalkan pengaruh dari ancaman potensial. Khususnya bagi perusahaan – perusahaan yang produknya diangkat kekonsumen yang peka terhadap harga dan berpendapatan tinggi. dan Lingkungan Perubahan sosial. Kekuatan Ekonomi Faktor ekonomi memiliki pengaruh langsung terhadap potensi menarik tidaknya berbagai strategi. pasar. jasa. dan Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap hampir semua produk. berorientasi laba dan nirlaba dalam semua industri telah dikejutkan dan ditantang oleh peluang dan ancaman yang berasal dari perubahan variabel sosial.1.4 Analisis lingkungan Eksternal Tujuan utama pengamatan lingkungan adalah melihat peluang pemasaran baru. Daya beli pada perekonomian bergantung pada penghasilan. 2) kekuatan sosial. 3) kekuatan politik. Budaya. demografi. David (2006) kekuatan eksternal (external forces) dapat dibagi menjadi lima kategori besar yaitu:1) kekuatan ekonomi. yang akan mengurangi penjualan dan laba jika tidak dilakukan tindakan pemasaran defensif (Kotler dan Keller. Demografi. 1. Budaya. budaya. 2. Kekuatan Sosial. Para pemasar harus memperhatikan dengan cermat tren utama yang mempengaruhi pembelian karena tren tren itu bisa berdampak besar pada bisnis. pemerintah dan hukum. dan 5) kekuatan Kompetitif. mensintesis dan menyajikan informasi dalam bentuk yang dapat menjawab pertanyaan penting operasi dan strategis. Beberapa perkembangan di lingkungan eksternal merupakan ancaman bagi perusahaan. Demografi. Ancaman lingkungan adalah tantangan akibat kecenderungan atau perkembangan yang kurang menguntungkan. Jantung dari sistem informasi manajemen adalah database yang berisi berbagai catatan dan data yang penting bagi manajer.

fasilitas. Perubahan teknologi dapat mengurangi atau menghilangkan hambatan biaya antar perusahaan. tarif pajak. Kemajuan teknologi dapat menciptakan keunggulan kompetitif baru yang lebih baik dari keunggulan saat ini. pasar. dan aktivitas lobi dapat mempengaruhi perusahaan secara signifikan. demografi. Perubahan dalam undang – undang paten. dengan masyarakat. pemasok. pemerintah. dan lingkungan. pandangan dunia yang merumuskan hubungan mereka dengan dirinya sendiri. bantuan khusus. menciptakan kekurangan dalam keterampilan teknis. . manajer dan pelanggan. menciptakan siklus produksi yang lebih pendek. dan posisi kompetitif perusahaan secara dramatis. Kekuatan Teknologi Kekuatan teknologi menggambarkan peluang dan ancaman utama yang harus dipertimbangkan dalam formulasi strategi. pesaing. dengan organisasi. dan hukum dapat menjadi peluang atau ancaman utama untuk perusahaan kecil maupun besar. serta menghasilkan perubahan dalam nilai – nilai dan harapan karyawan. perubahan posisi biaya kompetitif dalam suatu industri. distributor. Bagi perusahaan dan industri baru yang bergantung pada kontrak pemerintah atau subsidi. Masyarakat menyerap hampir tidak sadar. Masyarakat membentuk keyakinan nilai dan norma. praktik pemasaran. Kotler dan Keller (2007) daya beli diarahkan langsung pada barang dan jasa tertentu serta jauh dari barang dan jasa lain sesuai selera dan kesukaan konsumen.budaya. Kemajuan teknologi dapat mempengaruhi produk. Kekuatan Politik. dan membuat produk dan jasa saat ini menjadi ketinggalan zaman. 3. Pemerintah. atau pelangan. dan Hukum Faktor politik. Peramalan politik dapat menjadi penting dan kompleks untuk perusahaan multinasional yang mengandalkan negara lain untuk sumber daya alam. peraturan antimonopoli (antitrust). Meningkatnya persaingan global menekankan kebutuhan akan peramalan yang akurat dalam bidang politik. dengan alam sekitar dan alam semesta. Kemajuan teknologi dapat menciptakan pasar baru yang menghasilkan penciptaan produk dan produk yang lebih baik. proses produksi. pelanggan. 4. pemerintah dan hukum. ramalan politik dapat menjadi bagian paling penting dalam analisis lingkungan eksternal. jasa. distribusi produk. dengan sesama.

Kekuatan Kompetitif Analisis kekuatan kompetitif atau analisis lingkungan industri (lingkungan mikro) dilakukan berdasarkan konsep Model Lima Kekuatan Porter ( Porter’s Five Forces model. Kekuatan – Kekuatan yang Mempengaruhi Industri Sumber : Porter (1991) a.Tidak ada perusahaan atau industri saat ini yang dapat mengisolasi diri dari kemajuan teknologi. Dalam industri berteknologi tinggi. Strategi yang dijalankan oleh suatu perusahaan dapat berhasil hanya jika mereka memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan dengan strategi yang dijalankan perusahaan pesaing. Menurut Porter (1991) hakikat persaingan suatu industri dapat dilihat sebagai kombinasi lima kekuatan seperti dapat dilihat pada gambar 4. Persaingan Antar Perusahaan Sejenis Persaingan antar perusahaan sejenis biasanya merupakan kekuatan terbesar dalam lima kekuatan kompetitif. Intensitas persaingan diantara perusahaan sejenis cenderung meningkat karena jumlah pesaing semakin bertambah. indentifikasi dan evaluasi peluang dan ancaman teknologi utama dapat menjadi bagian terpenting dalam audit manajemen strategis. karena pesaing semakin seragam dalam ukuran dan . PENDATANG BARU POTENSIAL Ancaman masuknya pendatang baru Kekuatan tawar – menawar Pemasok PARA PESAING INDUSTRI Kekuatan tawar – menawar Pembeli PEMASOK Persaingan di antara perusahaan yang ada Ancaman produk atau Jasa Pengganti PEMBELI PRODUK PENGGANTI Gambar 4. 5.

hambatan untuk masuk dapat mencakup kebutuhan untuk mendapatkan teknologi dan pengetahuan khusus. ketika biaya tetap tinggi. besarnya kebutuhan akan modal. Dengan demikian.kemampuan. b. dalam beberapa kasus bahkan membuat industri menjadi sangat tidak menarik. Tetapi. ketika hambatan untuk meninggalkan pasar tinggi. untuk membuat serangan balasan apabila dibutuhkan. perusahaan bersaing dekat dengan produsen produk substitusi dalam industri yang berbeda. kepemilikan paten. Disamping berbagai hambatan masuk. peraturan pemerintah. kuatnya prefensi merek. harga lebih rendah. Persaingan juga meningkat ketika pelanggan dapat berpindah merek dengan mudah. tugas penyusun strategi adalah untuk mengidentifikasi perusahaan yang berpotensi masuk ke pasar. dan potensi kejenuhan pasar. karena permintaan produk industri menurun. dan sumber daya pemasaran yang lebih besar. tarif. untuk memonitor strategi persaingan baru. dan karena pemotongan harga menjadi semakin umum. kurangnya akses terhadap bahan mentah. serta untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada saat ini. lokasi yang kurang menguntungkan. Cara terbaik untuk mengukur kekuatan kompetitif produk substitusi adalah dengan memantau pangsa pasar yang didapat oleh produk – produk . ketika produk mudah rusak. kurangnya pengalaman. ketika perusahaan pesaing berbeda dalam hal strategi. intensitas persaingan antar perusahaan meningkat. kurangnya jalur distribusi yang memadai. serta ketika merger dan akuisisi menjadi umum dalam suatu industri. Ancaman Masuknya Pendatang Baru Ketika perusahaan baru dapat dengan mudah masuk ke dalam industri tertentu. Ketika persaingan antar perusahaan sejenis semakin intensif. Ancaman Produk atau Jasa Pengganti Dalam banyak industri. tempat merek berasal dan budaya. serangan balasan dari perusahaan yang sudah mapan. Tekanan kompetisi yang berasal dari produk substitusi meningkat sejalan dengan menurunnya harga relatif dari produk substitusi dan sejalan untuk biaya konsumen untuk beralih ke produk lain menurun. tingginya kesetiaan pelanggan. perusahaan baru kadang – kadang memasuki suatu bisnis dengan produk yang berkualitas lebih tinggi. c. laba perusahaan menurun.

tersebut. Juga dengan memantau rencana perusahaan untuk meningkatkan kapasitas dan penetrasi pasar. d. Kekuatan tawar – menawar Pemasok/ Penjual Kekuatan tawar – menawar Pemasok/ Penjual (bargaining power of supplier) mempengaruhi intensitas persaingan dalam suatu industri, khususnya ketika ada sejumlah besar pemasok, ketika hanya ada sedikit barang substitusi yang cukup bagus, atau ketika biaya untuk mengganti bahan baku sangat mahal. Strategi ini efektif khususnya ketika pemasok tidak dapat diandalkan, terlalu mahal, atau tidak mampu memenuhi kebutuhan perusahaan secara konsisten. e. Kekuatan Tawar – menawar Pembeli/ konsumen Kekuatan posisi tawar – menawar pembeli menjadi berkembang jika mereka lebih terkonsentrasi atau terorganisasi, produk tersebut merupakan bagian yang signifikan dari biaya pembeli, produk tidak terdiferensiasi, biaya perpindahan pemasok/produk lain rendah, pembeli peka terhadap harga karena laba yang rendah, atau pembeli dapat melakukan integrasi kehulu. Untuk meningkatkan kontrol terhadap pembeli perusahaan dapat memilih pembeli yang memiliki posisi tawar yang paling rendah atau yang sulit mengganti pemasok, pertahanan yang lebih baik adalah mengembangkan tawaran unggul yang tidak dapat ditolak oleh para pembeli yang kuat. 3.1.6 Tahapan Perencanaan Strategis David (2006) mengungkapkan teknik perumusan strategi yang penting dapat diintegrasikan kedalam kerangka kerja pengambilan keputusan tiga tahap seperti terlihat pada Gambar 5. 1. Tahap Input Tahap ini akan memberikan informasi dasar untuk matriks di tahap pencocokan dan keputusan. Tahap ini meringkas informasi input dasar yang diperlukan untuk merumuskan strategi. Pada tahap ini kerangka kerja perumusan strategi terdiri atas matriks EFE, Matriks IFE, dan Matriks Profil Kompetitif (Competitive Profile Matriks - CPM). Tahap input membutuhkan penyusun strategi untuk mengkuantifikasi secara subjektif selama tahap awal dari proses perumusan strategi. Membuat keputusan kecil dalam matriks input berhubungan dengan tingkat penting relatif dari faktor

internal dan eksternal memungkinkan penyusun strategi untuk menghasilkan dan mengevaluasi strategi dengan lebih efektif. Penilaian intuitif yang baik selalu dibutuhkan untuk menentukan bobot dan peringkat yang sesuai. 2. Tahap Pencocokan Tahap ini berfokus pada menciptakan alternatif strategi yang layak dengan mencocokkan faktor eksternal dan internal kunci. Teknik tahap 2 mencakup matriks kekuatan – kelemahan - peluang - ancaman (Strengths- WeaknessOpportunities- Threats), Matriks Evaluasi Tindakan dan Posisi Strategi (Strategic Position and Action Evaluation- SPACE), Matriks Boston Consulting Group (BCG), Matriks Internal Eksternal (IE), dan Matriks Strategi Besar (Grand Strategy Matriks). Pada penelitian ini teknik yang akan digunakan adalah Matriks IE dan Matriks SWOT karena mudah dipahami dan dipelajari. TAHAP 1. TAHAP INPUT (INPUT STAGE) Matriks Evaluasi faktor Eksternal (Eksternal Factor Evaluation- EFE) Matriks Profil Kompetitif (Competitive Profile Matriks- CPM) Matriks Evaluasi Faktor Internal ( Internal Factor Evaluation IFE)

TAHAP 2. TAHAP PENCOCOKAN (MATCHING STAGE) Matriks KekuatanKelemahanPeluangAncaman (StengthWeaknessOpportunitiesThreats- SWOT) TAHAP 3. TAHAP KEPUTUSAN (DECISION STAGE) Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (Quantitative Strategic Planning Matrix- QSPM) Gambar 5. Kerangka Kerja Analitis untuk Perumusan Strategi
Sumber : David (2006)

Matriks Evaluasi Tindakan dan Posisi Strategis (Strategic Position

Matriks Boston Matriks internal Consulting Group Eksternal(IE) (BCG)

Matriks Strategi (Grand Strategy)

and Action EvaluationSPACE)

3. Tahap Keputusan Tahap keputusan melibatkan strategi tunggal yaitu Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (Quantitative Strategic Planning Matrix- QSPM). QSPM menggunakan input dari tahap 1 untuk mengevaluasi secara objektif alternatif – alternatif strategi yang layak dan dengan demikian memberikan dasar tujuan untuk memilih strategi spesifik. 3.2 Kerangka Pemikiran Operasional Adanya kegiatan pengembangan usaha dan sistem kemitraan dengan peternak skala rumah tangga dan sedang di Cibungbulang, Sukabumi, dan Lido, yang dilakukan oleh Peternakan Puyuh Bintang Tiga menuntut dilakukannya suatu analisis strategi pemasaran agar produk yang dihasilkan tetap dapat dipasarkan secara efisien sehingga akan menghasilkan profit yang maksimal. Selain itu, semakin meningkatnya persaingan dengan adanya telur puyuh yang berasal daerah Sukabumi, Yogyakarta, Sleman, Solo, Blitar dan Kediri yang masuk kedalam pasar di wilayah Bogor merupakan faktor yang mengharuskan perusahaan untuk memiliki suatu strategi pemasaran yang tepat dan terencana dengan baik, agar perusahaan dapat meningkatkan keuntungan yang akan diperoleh dan untuk menghadapi semakin besarnya persaingan yang terjadi di pasar sasaran. Perumusan strategi pemasaran dalam penelitian ini diawali dengan mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh perusahaan. Kemudian

mengidentifikasi strategi awal yang diterapkan oleh perusahaan yang dikaitkan dengan strategi bauran pemasaran yaitu : strategi produk (product), strategi harga (price), strategi tempat (place) dan strategi promosi (promotion). Hal ini bertujuan untuk melihat ketepatan strategi yang dilakukan untuk mencapai tujuan

perusahaan. Selanjutnya dilakukan analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman perusahaan yang akan membantu dalam merumuskan alternatif strategi pemasaran terkait dengan lingkungan yang dihadapi perusahaan saat ini. Selanjutnya analisis yang dilakukan terhadap lingkungan internal dirangkum dalam matriks IFE dan analisis yang dilakukan terhadap lingkungan eksternal dirangkum dalam matriks EFE. Total nilai yang dihasilkan pada matriks

IFE dan EFE kemudian menjadi input untuk menyusun matriks IE untuk mengetahui posisi perusahaan dan mengetahui strategi apakah yang dapat digunakan perusahaan berdasarkan posisinya tersebut. Alur kerangka pemikiran operasional dapat dilihat pada Gambar 6. kelemahan. Tahap terakhir yang dilakukan yaitu melakukan pemilihan strategi pemasaran yang paling sesuai berdasarkan prioritasnya dengan menggunakan QSPM ( Quantitative Strategic Planning Matriks). Strategi pemasaran yang memiliki tingkat kemenarikan paling tinggi akan direkomendasikan pada pihak perusahaan sebagai bahan pertimbangan dalam membuat strategi pemasaran. peluang dan ancaman yang dihasilkan dari matriks IFE dan EFE kemudian dipadukan dalam Matriks SWOT untuk mendapatkan beberapa alternatif strategi pemasaran yang dapat diterapkan perusahaan. Faktor – faktor strategis yang menjadi kekuatan. .

Adanya kegiatan pengembangan usaha dan kegiatan kemitraan yang dilakukan perusahaan yang akan menambah jumlah output Perusahaan . dan pemerintahan .Sistem informasi manajemen.Kekuatan Ekonomi . hukum.Kekuatan sosial. .Manajemen Sumber Daya Manusia.Peternakan Puyuh Bintang Tiga Analisis Masalah : .Produksi .Adanya persaingan yang tinggi dengan masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke dalam pasar sasaran di wilayah Bogor Analisis Strategi Bauran Pemasasaran Produk Harga Tempat Promosi Analisis lingkungan Eksternal .Pemasaran . budaya.Kekuatan Teknologi .demografi. Matriks IFE Formulasi Strategi Pemasaran ( Matriks IE dan SWOT) Penentuan Prioritas Strategi (QSPM) Rekomendasi Strategi Pemasaran Gambar 6. Diagram Alur Kerangka Pemikiran Analisis Strategi Pemasaran Telur Puyuh .Penelitian dan pengembangan .Keuangan atau akuntansi .Kekuatan politik.Kekuatan Kompetitif Matriks EFE Analisis Lingkungan Internal .dan lingkungan .

c. serta informasi yang diperoleh melalui internet. Kuesioner yaitu berupa daftar isian guna mendapatkan penilaian bobot dan peringkat (rating). b. 4.IV METODOLOGI PENELITIAN 4. studi pustaka dari perpustakaan. yaitu : 1. Provinsi Jawa Barat. Kecamatan Cibungbulang. yaitu : data dan informasi perusahaan (Profil perusahaan.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Peternakan Puyuh Bintang Tiga di Jalan KH Abdul Hamid Km 3 Desa Situ Ilir. Data Primer a. kesediaan perusahaan untuk menerima penelitian ini menjadikan faktor kuat dalam menyelesaikan penelitian. lembaga – lembaga pemerintahan dan institusi seperti Badan Pusat Statistika. .2 Jenis dan Metode Pengumpulan Data Analisis strategi pemasaran telur puyuh dalam penelitian ini memerlukan sejumlah data – data pendukung yang berasal dari dalam dan luar perusahaan. laporan penjualan dan pemasaran perusahaan). Selain itu. Wawancara. Observasi (pengamatan) yaitu mengamati secara langsung semua kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan masalah penelitian. yaitu mengajukan beberapa pertanyaan secara lisan dengan pihak perusahaan dilengkapi dengan pertanyaan – pertanyaan yang dibuat secara tertulis. Data – data yang diperlukan dapat diperoleh dengan menggunakan dua macam cara pengumpulan data. Waktu pengumpulkan data dimulai pada bulan Maret sampai dengan April 2009. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dari kumpulan data yang dimiliki oleh pihak lain. Kabupaten Bogor. 2. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Peternakan Puyuh Bintang Tiga merupakan salah satu peternakan penghasil telur puyuh terbesar yang terdapat di Kabupaten Bogor sehingga akan memudahkan dalam proses penelitian. Dinas Peternakan dan Perikanan.

produksi atau operasi . 4. karyawan tetap yang selama ini menjadi orang kepercayaan manajer dan satu orang dari pihak eksternal yaitu mitra usaha yang juga mantan pemegang saham dan salah satu pendiri Peternakan Puyuh Bintang Tiga. penelitian dan pengembangan.4.5 Metode Analisis Data Metode pengolahan dan analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode yang berkaitan dengan merumuskan strategi pemasaran. Analisis kekuatan eksternal dapat .3 Metode Penarikan Sampel Teknik penarikan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu dengan memilih secara sengaja sampel yang akan diteliti sebagai responden. 4. Hasil dari pengolahan akan dianalisis dan disajikan dalam bentuk tabel.4 Pengolahan Data Data hasil kusioner yang telah diisi dan dibobotkan dari reponden diolah dengan menggunakan program komputer Microsoft Excel 2007. Analisis internal ini ditetapkan dengan maksud manfaatkan kekuatan dan mengatasi kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. Analisis lingkungan eksternal perusahaan bertujuan untuk mengembangkan daftar yang terbatas tentang peluang yang dapat memberikan manfaat dan ancaman yang harus dihindari. termasuk manjemen.5. 4. Sehingga banyaknya responden pada penelitian ini sebanyak tiga orang. tahap pencocokan (matching stage) dan tahap pengambilan keputusan (desicion stage).1 Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal Perusahaan Tujuan dari analisis lingkungan internal adalah untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan pada area fungsional bisnis. gambar dan uraian. Selanjutnya akan masuk pada tahap masukan (input stage). pemasaran. Analisis lingkungan eksternal menekankan kepada indentifikasi dan evaluasi trend dan kejadian yang berada diluar kendali perusahaan. serta sistem informasi manajemen. Responden yang dipilih sebanyak dua orang dari pihak eksternal yaitu pemilik sekaligus manajer perusahaan yang sangat berperan dalam pengambilan keputusan. Dalam melakukan perumusan strategi yang tepat harus melalui beberapa tahap yang diawali dengan mengidentifikasi faktor – faktor lingkungan perusahaan baik lingkungan internal dan lingkungan eksternal. keuangan atau akuntansi.

3) kekuatan politik. Jumlah seluruh bobot harus sama dengan 1. Matriks IFE (Internal Factor Evaluation) Menurut David (2006) matriks IFE merupakan alat formulasi strategi yang meringkas dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan utama dalam area fungsional bisnis. dan angka komparatif.0 (tidak penting) hingga 1. dan lingkungan. Beri bobot yang berkisar dari 0. maka langkah selanjutnya adalah menyusun matriks IFE dan EFE. gunakan presentase.5.0 (sangat penting) untuk masing – masing faktor. Tuliskan kekuatan terlebih dahulu dan kemudian kelemahan. Beri peringkat 1 sampai 4 untuk masing – masing faktor untuk mengindikasikan apakah faktor tersebut menunjukkan kelemahan utama . faktor yang dianggap memiliki pengaruh paling besar dalam kinerja organisasi harus diberikan bobot paling tinggi.2 Tahap Masukan (Input Stage) Setelah faktor internal dan eksternal diperoleh. 5) kekuatan kompetitif. 3.dibagi menjadi lima kategori besar yaitu : 1) kekuatan ekonomi. Tulis faktor internal utama seperti diidentifikasi dalam proses analisis internal. Gunakan total sepuluh hingga dua puluh faktor internal. mencakup kekuatan dan kelemahan. rasio. budaya. Dari matriks IFE dan EFE yang sudah disusun akan diperoleh faktor – faktor yang akan mempengaruhi atau kurang mempengaruhi perusahaan dalam lingkungan internal dan eksternal. demografi. A. 4. 4) kekuatan teknologi. dan juga memberikan dasar untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi hubungan antara area – area tersebut. 2. Sedangkan. Matriks IFE dapat dikembangkan dengan lima tahap yaitu: 1.0. daftar peluang dan ancaman akan dievaluasi dengan menggunakan matriks EFE. Pada penyusunan kedua matriks tersebut dilakukan pembobotan dan peratingan terhadap faktor – faktor internal dan eksternal. Bobot yang diberikan kepada masing – masing faktor mengindikasikan tingkat penting relatif dari faktor terhadap keberhasilan perusahaan dalam industri. pemerintah dan hukum. 2)kekuatan sosial. Buatlah sespesifik mungkin. Tanpa memandang apakah faktor kunci itu adalah kekuatan atau kelemahan internal. Daftar kelemahan dan kekuatan yang didapatkan akan dievaluasi dengan menggunakan matriks IFE.

4.5. demografi. teknologi.0 dan tertinggi 4. lingkungan. atau kekuatan utama (peringkat = 4). Masukkan dari total sepuluh hingga dua puluh faktor. Matriks IFE Faktor Internal Utama Kekuatan Bobot Peringkat Rata – Rata Tertimbang Kelemahan Sumber : David (2006) B. 5. Usahakan untuk . Perhatikan bahwa kekuatan harus mendapatkan peringkat 3 atau 4 dan kelemahan harus mendapatkan peringkat 1 sampai 2. pemerintah. yang mempengaruhi perusahaan dan industrinya.5 mengindikasikan posisi internal yang kuat. total rata – rata tertimbang berkisar antara yang terendah 1. Berapapun banyak nilai yang dimasukkan dalam matriks IFE. dan persaingan. sementara total nilai diatas 2. Jika rata – rata tertimbang dibawah 2. Kalikan masing – masing bobot faktor dengan peringkat untuk menentukan rata – rata tertimbang untuk masing – masing variabel. Matrik EFE dapat dibuat dengan lima tahapan yaitu : 1. politik. dengan rata – rata 2. Matriks EFE ( External Factor Evaluation ) Matriks evaluasi faktor eksternal ( External factor evaluation atau EFE) memungkin para penyusun strategi untuk merangkum dan mengevaluasi informasi ekonomi.0. Tabel 8. atau kelemahan minor (peringkat = 2). kekuatan minor (peringkat =3). Tuliskan peluang terlebih dahulu dan kemudian ancaman. termasuk peluang dan ancaman.(peringkat =1). Peringkat adalah berdasarkan perusahaan. Jumlahkan rata – rata tertimbang untuk masing – masing variabel untuk menentukan total rata – rata tertimbang untuk organisasi. hukum. Buat daftar lima faktor eksternal yang diidentifikasikan dalam proses analisis eksternal. dimana bobot di langkah 2 adalah berdasarkan industri.5 menggambarkan organisasi yang lemah secara internal. sosial. budaya.

Beri bobot untuk masing – masing faktor dari 0. total nilai tertimbang berkisar antara yang terendah 1. 5. 2= respons perusahaan rata – rata.0. Penjumlahan dari seluruh bobot yang diberikan kepada semua faktor harus sama dengan 1. tetapi ancaman juga dapat diberi bobot yang tinggi jika mereka sangat serius atau sangat mengancam. strategi perusahaan sangat efektif mengambil keuntungan dari peluang yang ada saat ini dan meminimalkan efek yang mungkin muncul dari ancaman eksternal. Jumlahkan rata – rata tertimbang untuk masing – masing variabel untuk menentukan total nilai tertimbang bagi organisasi. Total nilai 1. 4. peringkat didasarkan pada perusahaan (company based). Penting untuk diperhatikan bahwa ancaman dan peluang dapat diberi peringkat 1.0 mengindikasikan bahwa strategi perusahaan tidak memanfaatkan peluang atau tidak menghindari ancaman eksternal. Dengan kata lain. sedangkan bobot dalam tahap 2 didasarkan pada industri (industry based). Dengan demikian. Bobot yang tepat dapat ditentukan dengan membandingkan keberhasilan atau kegagalan pesaing atau dengan mendiskusikan faktor dan mencapai konsensus kelompok. Kalikan masing – masing bobot faktor dengan peringkatnya untuk menentukan nilai tertimbang.0 dan tertinggi 4.0..0 (paling penting). 2. 2. Bobot mengindikasikan tingkat penting relatif dari faktor terhadap keberhasilan perusahaan dalam suatu industri. Berapapun banyak nilai yang dimasukkan dalam matriks EFE.0 (tidak penting) hingga 1. Peluang sering kali diberi bobot lebih tinggi dari ancaman. 3= respons perusahaan di atas rata – rata.0 mengindikasikan bahwa organisasi merespon dengan sangat baik terhadap peluang dan ancaman yang ada didalam industrinya. . dan 1 = respons perusahaan jelek. total nilai tertimbang sebesar 4. dimana 4= respons perusahaan superior. Beri peringkat 1 hingga 4 untuk masing – masing faktor eksternal kunci tentang seberapa efektif strategi perusahaan saat ini dalam merespon faktor tersebut. dan nilai komparatif bila mungkin. Peringkat didasari pada efektivitas strategi perusahaan.sespesifik mungkin menggunakan persentase. rasio. 3 atau 4. 3.

2 = Jika faktor strategis eksternal atau internal pada baris/horizontal sama penting daripada faktor strategis eksternal atau internal pada kolom/vertikal. skala yang digunakan menunjukkan : 1 = Jika faktor strategi eksternal atau internal pada baris/horizontal kurang penting daripada faktor strategis eksternal atau internal pada kolom/vertikal. Teknik Pembobotan Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk menentukan bobot dari faktor internal dan eksternal adalah teknik Paired Comparison. 3. Matriks EFE Faktor Eksternal Utama Peluang Bobot Peringkat Nilai Tertimbang Ancaman Sumber : David (2006) C.2. Adapun bentuk dari penilaian bobot dengan metode Paired Comparison terdapat pada Tabel 10 dan Tabel 11.Tabel 9. Selanjutnya bobot setiap variabel atau faktor strategis diperoleh dengan menentukan total nilai setiap faktor strategis terhadap jumlah keseluruhan variabel atau faktor strategis dengan rumus : X1 A1 = ___ n Σ X1 Dimana : A1 = bobot faktor strategis untuk variabel ke-i X1 = nilai faktor strategis untuk variabel ke-i I =jumlah faktor strategis n =jumlah faktor strategis i=n . Penentuan bobot setiap variabel yang dibandingkan menggunakan skala 1. Teknik ini membandingkan setiap variabel pada baris (horizontal) dengan variabel pada kolom (vertikal). 3 = Jika faktor strategi eksternal atau internal pada baris/horizontal lebih penting daripada faktor strategis eksternal atau internal pada kolom/vertikal.

.. Pada sumbu x dari matriks IE. Pada tahap pencocokan ini digunakan alat analisis matriks IE dan Matriks SWOT.. Matriks IE dapat dibagi menjadi tiga daerah utama yang memiliki implikasi strategi berbeda yaitu : 1.2006). Penilaian bobot Faktor Strategis Eksternal Perusahaan Faktor Strategi Eksternal A B . Divisi yang masuk dalam sel I..0 hingga 1...... A B .99 adalah menengah dan nilai 3.. nilai dari 2. Total Sumber : Kinnear... Strategi intesif yang bisa diterapkan yaitu penetrasi pasar....99 dianggap rendah... Alat ini bersandar pada informasi yang diturunkan dari tahap input untuk mencocokan peluang dan ancaman eksternal dengan kekuatan dan kelemahan internal.. Sedangkan .. pengembangan pasar.. Penilaian bobot Faktor Strategis Internal Perusahaan Faktor Strategi Internal A B ...0 hingga 4.Tabel 10. A.....5. total rata – rata tertimbang dari 1. Total Sumber : Kinnear.... II atau IV dapat digambarkan sebagai tumbuh dan berkembang (grow and build). 1991 Total Tabel 11.0 hingga 2........3 Tahap Pencocokan (Matching Stage) Tahap pencocokan didefinisikan sebagai pencocokan yang dibuat oleh suatu organisasi antara sumberdaya dan keterampilan internalnya dengan peluang dan resiko yang diciptakan oleh faktor eksternalnya....0 adalah tinggi (David.. A B .. dan pengembangan produk... Matriks IE (Internal dan Eksternal) Matriks IE didasari pada dua dimensi kunci yaitu total rata – rata tertimbang IFE pada sumbu x dan total rata – rata tertimbang EFE pada sumbu y..... 1991 Total 4..

Penetrasi pasar dan pengembangan produk adalah dua strategi umum yang digunakan pada tipe ini. atau VII dapat dikelola dengan cara terbaik dengan strategi jaga dan pertahankan ( Hold and maintain).0 Tertimbang Rendah EFE (1.0-2.99) 3. Divisi yang masuk kedalam sel III. Tuliskan kekuatan internal kunci perusahaan 4. integrasi ke belakang dan integrasi horizontal. 2.0-1.0 2.0 II III 1.99) Lemah(1. 3. Matriks ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman ekstenal yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki (Rangkuti.Threats) Alat yang dipakai untuk menyusun faktor – faktor strategis perusahaan adalah matriks SWOT.0) 4. Tuliskan peluang eksternal kunci perusahaan 2. V. Matriks Internal – Eksternal (IE) B.99) Sumber : David (2006) Rata-rata(2. VIII dan IX adalah tuai dan divestasi (harvest and divest) Total Rata – rata Tertimbang IFE Kuat (3.0-1.0 I IV V VI VII VIII IX 1. Terdapat delapan langkah dalam menyusun matriks SWOT yaitu : 1.0 Gambar 7.0-2.0) 3. Tuliskan kelemahan kunci perusahaan 5.0-4. dan catat hasil strategi SO dalam sel yang sudah ditentukan .99) – rata 2. Matriks SWOT (Strengths.0-4. Divisi yang masuk dalam sel VI.Weakness-Opportunities.strategi integratif yang dapat diterapkan yaitu integrasi ke depan.2006). Cocokkan kekuatan internal dengan peluang eksternal.0 Total Rata Menengah (2. Tuliskan ancaman eksternal kunci perusahaan 3.0 Tinggi (3.

dan catat hasil strategi WO dalam sel yang ditentukan 7. Strategi SO Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan. d. Pilihan strategi yang tepat diharapkan akan membuat perusahaan dapat memanfaatkan kelemahan dan peluang yang dimiliki untuk menghindari ancaman serta kelemahan yang ada. Cocokkan kelemahn internal dengan ancaman eksternal. Strategi ST Strategi ini dibuat dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk menghindari atau mengurangi pengaruh dari ancaman eksternal. dan catat hasil strategi ST dalam sel yang ditentukan 8. c. b. dan catat hasil strategi WT dalam sel yang ditentukan a. Melalui analisis SWOT diperoleh alternatif strategi untuk menentukan critical decision agar perusahaan dapat menerapkan strategi yang tepat. Strategi WO Strategi ini bertujuan untuk memperbaiki kelemahan internal dengan memanfaatkan peluang eksternal. Strategi WT Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.6. Cocokkan kekuatan internal dengan ancaman eksternal. Cocokkan kelemahan internal dengan peluang eksternal. yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar – besarnya. Setelah memperoleh gambaran yang jelas mengenai kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi oleh perusahaan maka selanjutnya akan dipilih strategi pemasaran yang akan diterapkan perusahaan dalam menjalankan usahanya. .

Bobot ini identik dengan yang ada pada matriks EFE dan IFE.4 Tahap Keputusan Pada tahap ini akan dilakukan analisis untuk membuat keputusan perumusan strategi yang tepat. Minimum sepuluh faktor keberhasilan kunci eksternal dan sepuluh faktor keberhasilan kunci internal harus dimasukkan dalam QSPM 2. Sejumlah alternatif strategi pemasaran yang telah diperoleh dari matriks SWOT selanjutnya akan dievaluasi lagi dengan menggunakan Matriks Perencanaan Strategi Kumulatif (Quantitative Strategic Planning Matriks-QSPM) untuk menghasilkan daftar prioritas strategi dengan membuat peringkat strategi. Informasi ini harus diambil secara langsung dari matriks EFE atau IFE. Membuat daftar peluang/ancaman eksternal dan kekuatan/kelemahan internal kunci perusahaan pada kolom kiri dalam QSPM. Bobot disajikan dalam .Tabel 12. QSPM merupakan teknik analisis yang didesain untuk menentukan daya tarik relatif dari alternatif tindakan yang layak. Terdapat enam langkah yang dibutuhkan untuk mengembangkan QSPM yaitu : 1. Matriks SWOT STRENGTHS (S) Tentukan 5 – 10 Biarkan selalu kosong faktor – faktor kekuatan internal OPPORTUNITIES (O) Tentukan 5 – 10 faktor peluang eksternal STRATEGI SO WEAKNESSES (W) Tentukan 5 – 10 faktor – faktor kelemahan internal STRATEGI WO Ciptakan strategi yang Ciptakan strategi yang menggunakan untuk peluang kekuatan meminimalkan untuk memanfaatkan kelemahan memanfaatkan peluang STRATEGI WT TREATHS (T) Tentukan 5 – 10 faktor peluang eksternal STRATEGI ST Ciptakan strategi yang Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan meminimalkan dan untuk mengatasi ancaman kelemahan menghindari ancaman Sumber : David (2006) 4. Berikan bobot untuk masing – masing faktor internal dan eksternal.5.

dan identifikasi alternatif strategi yang harus dipertimbangkan organisasi untuk diimplementasikan. Dalam kata lain. Evaluasi matriks tahap 2 (pencocokan).dengan hanya mempertimbangkan pengaruh faktor keberhasilan kunci internal atau eksternal terdekat. Jangkauan untuk nilai daya tarik yaitu 1 = tidak menarik. “Apakah faktor ini mempengaruhi pilihan strategi yang dibuat?” jika jawabanya ya. maka yang lainnya pada baris yang sama harus mendapat minus juga. Jika jawaban atas pertanyaaan diatas adalah tidak. satu pada suatu saat tertentu. Kelompokkan strategi kedalam set yang independen jika memungkinkan. jika satu strategi mendapat minus. 5. dengan demikian tidak perlu diberikan bobot terhadap strategi dalam set tersebut. Tentukan Nilai Daya Tarik (Attractiveness Score-AS) didefinisikan sebagai angka yang mengindikasikan daya tarik relatif dari masing – masing strategi dalam set alternatif tertentu. Total Nilai Daya Tarik (Total Attractiveness Score–TAS) didefinisikan sebagai produk dari pengalian bobot (langkah 2) denagn Nilai Daya Tarik (langkah 4) dalam masing – masing baris. Hitung total Nilai Daya Tarik. Catat strategi – strategi ini pada baris atas QSPM. Nilai Daya Tarik harus diberikan untuk masing – masing strategi untuk mengindikasikan daya tarik relatif dari satu strategi atas strategi lainnya. mengindikasikan bahwa faktor kunci tersebut tidak memiliki dampak terhadap pilihan spesifik yang dibuat. dengan mempertimbangkan faktor tertentu. 4 = sangat menarik. maka strategi tersebut harus dibandingkan secara relatif terhadap faktor kunci tersebut. Semakin tinggi Total Nilai Daya Tarik. Gunakan tanda minus untuk mengindikasikan bahwa faktor utama tersebut tidak mempengaruhi pilihan strategi yang dibuat. Catatan yaitu: jika anda memberikan nilai daya tarik AS untuk yang lainnya. 2 = agak menarik. Nilai Daya Tarik (Attractiveness Score-AS) ditentukan dengan mengevaluasi masing – masing faktor internal atau eksternal kunci. dan mengajukan pertanyaan.kolom percis disamping kanan faktor keberhasilan kunci eksternal dan internal. . Secara spesifitk. 4. 3 = cukup menarik. Total Nilai Daya tarik mengindikasikan daya tarik relatif dari masing – masing alternatif strategi. 3.

Penjumlahan total nilai daya tarik (STAS) mengungkapkan strategi mana yang paling menarik dari setiap set alternatif. Nilai yang lebih tinggi mengindikasikan strategi yang lebih menarik. Matriks Perencanaan Strategi Kuantitatif (QSPM) Faktor-Faktor Bobot Alternatif Strategi Kunci Strategi 1 AS Faktor-Faktor Kunci Eksternal Faktor-Faktor Kunci Internal Jumlah Total Daya Tarik Sumber : David (2006) Strategi 2 AS TAS TAS Dengan melakukan analisis dan evaluasi dengan menggunakan QSPM maka akan dihasilkan prioritas strategi pemasaran yang tepat dan dapat diterapkan oleh perusahaan. Hitung penjumlahan Total Nilai Daya Tarik. Tabel 13. 6. . Tambahkan total nilai daya tarik dalam masing – masing kolom strategi dari QSPM.semakin menarik alternatif strategi tersebut (dengan hanya mempertimbangkan faktor keberhasilan kunci terdekat). mempertimbangkan semua faktor internal dan eksternal yang relevan yang dapat mempengaruhi keputusan strategis. Tingkat perbedaan antar penjumlahan total nilai daya tarik dari set alternatif strategi tertentu mengindikasikan tingkat kesukaan relatif dari satu strategi di atas yang lain.

setelah usaha peternakan ini berjalan selama satu tahun. PPBT memulai usahanya sejak bulan September 2007 dan terus mengalami perkembangan hingga saat ini.V GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 5. didukung dengan harga jual telur puyuh yang stabil dan tidak memerlukan modal yang terlalu besar untuk memulai usaha peternakan puyuh.Spt dapat lebih fokus untuk mengelola dan mengembangkan PPBT dengan visi yang dimilikinya. dan Bapak Ohi Jazuli yang menanamkan modal sebesar 10 persen.Spt karena memutuskan untuk lebih fokus kepada bisnis batik yang dikelola oleh istrinya.Spt yang pernah bekerja di peternakan puyuh Golden Quail Sukabumi selama 18 bulan akan sangat membantu Bapak Prastiyo.Spt . Bapak Wahyudiono yang berperan sebagai investor utama memutuskan untuk menjual seluruh sahamnya kepada Bapak Prastiyo.1 Sejarah dan Perkembangan Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis yaitu peternakan puyuh petelur (Coturnix-coturnix Japonic). Namun.Spt yang akan berperan sebagai pengelola usaha dari PPBT. PPBT pada awalnya didirikan oleh tiga orang bersahabat yang sepakat untuk mendirikan sebuah usaha peternakan yang kemudian diberi nama Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT). Hal ini bertujuan agar bapak Prastiyo. mulai terjadi perbedaan visi diantara pemilik modal. Alasan yang mendasari pendirian peternakan ini adalah karena tingkat permintaan telur puyuh di Kabupaten dan Kota Bogor yang sangat tinggi. Selain itu.Spt sebagai investor yang menanamkan modalnya sebesar 35 persen sekaligus berperan sebagai pengelola usaha Peternakan Puyuh Bintang Tiga. Bapak Prastiyo.Spt dengan orang perkapalan. Pengalaman Bapak Prastiyo. Mereka adalah Bapak Wahyudiono sebagai investor utama yang menanamkan modalnya sebesar 55 persen. Sehingga pada bulan September 2008 seluruh modal dari Peternakan Puyuh Bintang Tiga menjadi milik Bapak Prastiyo. Begitupun dengan Bapak Ohi Jazuli yang akhirnya mengelola dan diberikan saham sebesar 40% dari peternakan puyuh yang berada dibelakang lokasi Peternakan Puyuh Bintang Tiga yang selama ini dikelola oleh Bapak Prastiyo.

520 jiwa dengan luas wilayah 31. Sukabumi dan Lido yang akhirnya menjadi mitra bisnis dari PPBT.491.Spt mulai melakukan perluasan usaha yaitu dengan menambah jumlah kandang untuk puyuh petelur dan juga menambah unit bisnis yang dikelolanya. Lokasi peternakan ini dirasakan sangat menguntungkan dan strategis dalam pelaksanaan kegiatan operasional usaha. PPBT berdiri diatas lahan seluas 2000 m2 dengan populasi puyuh saat ini mencapai 20.000.000 ekor. Kabupaten Bogor. PPBT juga telah memiliki ijin usaha dengan surat keterangan usaha no 510/0304/11/2008 Seiring dengan semakin berkembangnya PPBT membuat Bapak Prastiyo. namun saat ini PPBT juga mengelola bisnis pakan unggas untuk puyuh dan ayam ras dan mulai menjual bibit puyuh kepada para peternak skala rumah tangga didaerah Cibungbulang.secara pribadi dengan luas area lahan 2000 m2 dan jumlah populasi puyuh yang dikelola saat ini mencapai 20.9. Provinsi Jawa Barat. ijin kecamatan. dan telah terdaftar di direktorat jenderal pajak pada 23 Febuari 2009 sehingga memiliki NPWP dengan nomor 25. 5. Bagian belakang lokasi PPBT terdapat lahan pertanian milik penduduk dan lokasi peternakan .98 km dan kepadatan penduduk sekitar 3.000 ekor.434. Sistem kemitraan ini merupakan salah satu strategi yang dijalankan oleh PPBT untuk menambah kuantitas telur puyuh sehingga dapat memenuhi permintaan pelanggan. Pada awal berdirinya PPBT hanya mengelola usaha puyuh petelur.331 (Jiwa / Km2). Kecamatan Cibungbulang.264. terutama dalam menunjang proses pemasaran telur puyuh karena jarak dengan pasar terdekat yaitu Pasar Leuwiliyang hanya 8 km. Jika ditinjau dari kegiatan produksi lokasi PPBT terletak tidak jauh dari pemukiman penduduk yaitu hanya dibatasi oleh aliran sungai. PPBT berdiri dengan pendirian ijin usaha yang meliputi ijin lingkungan. Sistem kemitraan yang terbangun yaitu PPBT akan menyediakan dan menjual bibit puyuh kepada peternakan kemudian menyupplai pakan puyuh setiap dua hari dan selanjutnya peternakan yang menjadi mitra akan menjual telur puyuh yang dihasilkan kepada PPBT. Kecamatan Cibungbulang memiliki jumlah penduduk sekitar 106.2 Lokasi dan Keadaan Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) Peternakan Puyuh Bintang Tiga terletak di Jalan KH Abdul Hamid Km 3 Desa Situ Ilir.

Kepemilikan asset dari PPBT dapat dilihat pada Tabel 14.puyuh mitra milik Bapak Ohi Zajuli. Denah dan Tata Letak PPBT Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (2009) . Denah lokasi dan tata letak dari PPBT dapat dilihat pada Gambar 8. Saat ini PPBT memiliki beberapa asset yang berstatus sewa dan hak milik. Ha F E Hd G Hb Hc D C B A Gambar 8. Asset yang dimiliki oleh PPBT digunakan untuk mendukung kegiatan operasional PPBT.000 m2 Hak Sewa hingga 2014 2 Bangunan Kantor Hak Milik 3 Mess Karyawan Hak Milik 4 Kandang Starter 1buah Hak Milik 5 Kandang Grower dan Layer 4 buah Hak Milik 6 Gudang Pakan 1buah Hak Milik 7 Gudang Kotoran 1buah Hak Milik 8 Kendaraan Pick-up 1 unit Hak Milik 9 Mesin Jahit Karung 1 unit Hak Milik 10 Timbangan Besar 1 unit Hak Milik 11 Timbangan Kecil 1 unit Hak Milik 12 Sprayer 1 unit Hak Milik 13 Mesin Tetas 6 unit Hak Milik 14 Kurung DOQ 35 buah Hak milik 15 Kurung Grower dan Layer 135 buah Hak Milik 16 Sarana produksi ternak 425 buah Hak milik 17 Genset 1 buah Hak milik Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (2009) Penataan tata letak perusahaan akan berguna dalam memudahkan kegiatan operasional dari PPBT. Kepemilikan Asset Peternakan Puyuh Bintang Tiga Status No Uraian Banyaknya 1 Lahan/ Tanah 2. Tabel 14.

Kotoran yang berasal dari kandang ditampung di tempat ini untuk kemudian dimasukkan ke dalam karung dan dijual. E.Keterangan : A : Kantor Bangunan kantor digunakan untuk menerima tamu. . Sumber Air Sumber air dari PPBT berasal dari sumur bor yang dibuat sejak awal PPBT berdiri. F.000 per karung. pembersihan kandang dan lain – lain. Ruang Produksi pakan Ruang produksi pakan terletak di depan bangunan kantor dan jauh dari lokasi kandang dan gudang kotoran. Sumber air ini sangat berguna dalam penyediaan air yang dibutuhkan oleh PPBT seperti pencucian tempat air minum. Kantor juga berguna sebagai tempat berlangsungnya kegiatan negosiasi yang terjadi di PPBT. Sistem kandang yang digunakan oleh PPBT adalah sistem sangkar/ baterai. pelanggan dan mitra bisnis. 4. Selain itu mess karyawan juga berguna sebagai tempat istirahat karyawan. Kandang Starter ini juga sangat berperan dalam penyediaan bibit puyuh yang berkualitas untuk PPBT ataupun peternak mitra PPBT. Hal ini bertujuan agar pakan yang dihasilkan tidak terkontaminasi dengan kotoran puyuh dan virus penyakit yang mungkin ada pada kotoran puyuh. D. pemberian minum untuk puyuh. C. Kandang DOQ atau Starter Kandang DOQ atau Starter merupakan tempat penetasan telur dan pemeliharaan puyuh yang berumur satu hari sampai umur tiga minggu. rapat karyawan dan merupakan tempat kerja dari manajer. B : Mess Karyawan Mess karyawan merupakan tempat tinggal dari karyawan tetap PPBT yang berasal dari Sukabumi. grower dan layer. Gudang Kotoran Gudang kotoran merupakan tempat penampungan kotoran puyuh yang berasal dari kandang starter. Kotoran puyuh yang dihasilkan oleh PPBT adalah sebanyak 30 karung per minggu dan dijual dengan harga Rp.

Hb.Tanggerang dan Bekasi) dengan pelayanan yang terbaik dalam pemenuhan kebutuhan telur puyuh pelanggan. PPBT telah mempunyai dua kandang khusus yang digunakan untuk puyuh tahap grower dan Layer yaitu Ha. Kandang Grower dan Layer Kandang Grower dan Layer yaitu kandang yang digunakan setelah puyuh dipindahkan dari kandang starter. dengan adanya visi perusahaan akan mempunyai arah yang jelas dalam melakukan kegiatan pengembangan usaha. Kandang pembibit ini terletak di dalam satu bangunan dengan kandang grower dan layer. saat ini PPBT sedang membangun satu kandang lagi yaitu Hd yang akan dapat digunakan satu bulan kemudian. Banyaknya kurung yang berisikan puyuh pembibit adalah 22 kurung yang dihuni sekitar 840 ekor puyuh pembibit.G.3 Visi dan Misi Peternakan Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) Visi merupakan sesuatu yang harus dimiliki oleh perusahaan karena dengan memiliki visi yang jelas perusahaan akan memiliki tujuan yang jelas dalam melakukan kegiatan usahanya. Sebagai perusahaan yang ingin terus berkembang. Dan Hc. mendirikan unit bisnis pembibitan puyuh untuk memenuhi permintaan bibit puyuh bagi para peternak yang menjadi mitra bisnis dari PPBT serta menjalin hubungan baik dengan para mitra bisnis. Selain itu. H.Bogor. . menjalin hubungan baik dengan pelanggan. 5. Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) mempunyai visi yaitu menjadi penguasa pasar di wilayah pasar Jabotabek (Jakarta. mendirikan unit bisnis pakan untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan dan mengurangi tingkat ketergantungan terhadap pemasok. Puyuh yang berada di kandang ini adalah puyuh pada masa produksi hingga apkir yaitu saat berumur 60 minggu. Saat ini. Agar visi yang dimiliki PPBT dapat tercapai maka PPBT mempunyai beberapa misi diantaranya dengan terus menambah jumlah populasi puyuh yang dikelola agar kuantitas telur yang dihasilkan semakin banyak dan dapat memenuhi seluruh permintaan pelanggan. Jumlah dari puyuh pembibit ini akan terus ditambah karena permintaan bibit puyuh yang semakin banyak datang ke PPBT dapat terpenuhi. Selain itu. Kandang Induk dan Pejantan Pada kandang ini terdapat sangkar atau kurung yang berisikan puyuh induk dan pejantan yang digunakan untuk puyuh pembibit. mempertahankan kualitas telur puyuh yang dihasilkan.

Selain telah melakukan seluruh kegiatan pemeliharaan usaha puyuh. Bapak Prastiyo. Aktivitas usaha yang dilakukan oleh PPBT mulai dari penetasan. 5. Listiyowati dan Roospitasari (2007) mengatakan pengusaha ternak puyuh dalam skala usaha besar biasanya melakukan hampir seluruh kegiatan pemeliharaan mulai dari penetasan. Bahkan. yaitu Bapak Prastiyo. pemeliharaan puyuh pembibit dan pemeliharaan puyuh petelur. dan petelur atau pedaging. 5. pemeliharaan puyuh anakan (DOQ). Selain itu. .Spt selaku manajer membawahi dan mengkoordinasikan semua kegiatan operasional PPBT. PPBT telah melakukan aktivitas penjualan puyuh anakan (DOQ) kepada peternak yang akan menjadi mitra dari PPBT.Adanya visi dan misi yang dimiliki oleh PPBT diharapkan akan menjadikan PPBT semakin berkembang sesuai dengan tujuan dari perusahaan yaitu dapat menjadi penguasa pasar di wilayah Jabotabek (Jakarta. pemeliharaan puyuh anakan (DOQ).000 ekor maka menurut Abidin (2002) PPBT digolongkan menjadi peternakan dengan skala usaha besar. penggolongan PPBT ke dalam peternakan dengan skala usaha besar juga ditinjau dari aktivitas usaha yang dilakukan oleh PPBT. maka PPBT termasuk kedalam peternakan dengan skala usaha besar. pemeliharaan puyuh pembibit.4 Skala Usaha Peternakan Puyuh Bintang Tiga Skala usaha Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) jika di tinjau berdasarkan jumlah populasi ternak yang dikelola yang mencapai 20.Tanggerang dan Bekasi) dengan pelayanan terbaik dalam pemenuhan kebutuhan telur pelanggan.5 Aspek Organisasi dan Manajemen Perusahaan Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) dikelola oleh seorang manajer yang juga merupakan pemilik usaha. PPBT juga telah melakukan usaha pembuatan pakan untuk menunjang kegiatan opersionalnya. Struktur Organisasi PPBT dapat dilihat pada gambar 9.Bogor. Berdasarkan pertimbangan tersebu.Spt yang merupakan Lulusan Fakultas Peternakan IPB tahun 1991.

mendelegasikan wewenang dan bertanggung jawab atas masing – masing bagian yang dibawahinya. pembersihan kotoran. Serta bertanggung jawab atas segala aktivitas perusahaan baik intern maupun ekstern. pemberian pakan. mempunyai tugas dan tanggung jawab terhadap proses pemeliharaan dan perawatan kandang sesuai dengan standar kerja kandang seperti pemanenan telur. 4. dan memeriksa dan membuang puyuh mati disetiap kandang. Bagian produksi pakan bertanggung jawab penuh kepada manajer.MANAJER Anak Kandang Produksi Pakan Sarana Produksi dan Peralatan Dapur Sopir Keamanan Gambar 9. pencucian gallon air minum. Anak Kandang. Bagian sarana produksi dan peralatan. mempunyai tugas dalam proses pengolahan dan pencampuran pakan puyuh dan pengelolaannya terhadap bahan baku sesuai dengan standar kualitas dan kuantitas serta sesuai dengan formulasi bahan baku yang telah ditetapkan. Anak kandang bertanggung jawab langsung kepada manajer. penyemprotan disinfektan. mempunyai tugas dalam pembuatan sangkar burung puyuh sesuai dengan aturan – aturan yang telah ditetapkan dan pembuatan peralatan yang menunjang kegiatan operasional perusahaan seperti alas tempat kotoran. 3. Manajer. Bagian produksi pakan. Struktur Organisasi PPBT Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (2009) Deskripsi tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh masing – masing jabatan dalam struktur organisasi PPBT adalah sebagai berikut : 1. Bagian ini juga bertanggung jawab langsung kepada manajer. mengawasi. perbaikan kandang dan kurung jika terjadi kerusakan dan lain – lain. . tugas dan tanggung jawabnya yaitu merencanakan. dan mengevaluasi kegiatan usaha PPBT dengan sebaik – baiknya. mengendalikan. 2. mengkoordinasikan.

6. Sopir juga bertanggung jawab langsung kepada manajer. mempunyai tugas untuk mengantar telur. Bagian ini juga mempunyai tanggun jawab kepada manajer. Keamanan. 7.5. Keamanan bertanggung jawab untuk mengamankan lokasi peternakan dari tindakan – tindakan yang dapat merugikan PPBT.sama. Bagian keamanan bertanggung jawab langsung kepada manajer. menyapu dan membersihkan rumah. Bagian dapur. Gaya manajemen yang diterapkan oleh PPBT adalah gaya demokratis yaitu adanya saling keterbukaan diantara bagian – bagian didalam struktur organisasi PPBT. mempunyai tugas dalam menyiapkan dan menyediakan konsumsi bagi karyawan PPBT. . halaman kantor dan mes karyawan. serta mempunyai tugas dalam pekerjaan rumah sehari – hari seperti mencuci pakaian manajer. Namun. 5.6 Permodalan Dalam melaksanakan aktivitas usahanya Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) menggunakan modal sendiri yaitu yang berasal dari Bapak Prastiyo. mempunyai tugas untuk menjaga keamanan lokasi peternakan pada malam hari. bibit puyuh dan pakan yang dihasilkan oleh PPBT kepada para pelanggan dan mitra bisnis PPBT.Spt sebagai pemilik utama. Hal inilah yang membuat perusahaan tidak memiliki ketergantungan terhadap lembaga keuangan. karena modal hanya berasal dari pemilik usaha membuat modal yang dimiliki oleh PPBT manjadi terbatas. Jika terdapat permasalahan didalam perusahaan maka perusahaan akan memusyawarahkan dan mencari jalan keluarnya secara bersama . Sistem pelaporan yang dilaksanakan di PPBT yaitu laporan harian yang dibuat oleh anak kandang kepada manajer yang merupakan bentuk tanggung jawab dari anak kandang terhadap manajer. Manajer menerima segala masukan dari para karyawan baik yang bersifat posistif maupun negatif selama masukan tersebut dapat memberikan kemajuan dan perubahan yang baik bagi perusahaan. Proses pengendalian dan koordinasi dilakukan setiap satu bulan sekali dimana manajer akan memberikan arahan kepada para karyawan dan para karyawan dapat menyampaikan aspirasi dan keluhannya kepada manajer. Sopir.

2.5. Pemasok. Slamet Quail Farm di daerah Cikembar Sukabumi dan dari peternakan puyuh di Turi. 5. hubungan kerjasama yang terjalin dengan pemasok saat ini terutama dalam penyediaan bahan baku pembuatan pakan. Selain menghasilkan produk utama berupa telur puyuh. dedak. peternak mitra harus menjual telur yang dihasilkannya kepada PPBT. 5. Sleman. Perusahaan mampu menghasilkan telur puyuh sebanyak 255. Selanjutnya. Pelanggan dari PPBT adalah pedagang pengecer dan bandar pedagang asongan yang akan menjual kembali telur yang dibeli dari PPBT kepada konsumen akhir. Peternak mitra. Penjualan produk sampingan berupa kotoran puyuh ini secara langsung akan menghasilkan tambahan pendapatan bagi PPBT. dan bahan tambahan pakan. hubungan kerjasama yang terjalin antara PPBT dengan para peternak skala rumah tangga membentuk suatu pola kemitraan. Daerah Istimewa Yogyakarta. . unit bisnis ini juga menghasilkan produk sampingan yaitu kotoran puyuh yang dapat dijual sebagai pupuk untuk pertanian. Hal ini dikarenakan terjadinya serangan penyakit di daerah peternakan tersebut.8. hubungan kerjasama yang terbangun dengan pelanggan yaitu berkaitan dengan pemasaran telur puyuh yang dihasilkan. Produksi telur puyuh PPBT akan terus meningkat seiring dengan penambahan jumlah populasi puyuh yang dikelola oleh PPBT. PPBT akan menjual dan menyediakan bibit dan pakan puyuh kepada peternak mitra.8.1 Unit Bisnis Budidaya Puyuh Petelur Unit bisnis budidaya puyuh petelur ini merupakan bisnis utama dari PPBT. konsentrat. 3.2 Unit Bisnis Puyuh Pembibit Usaha budidaya puyuh pembibit atau pengadaan bibit puyuh petelur dimulai sejak Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) mendapatkan kesulitan untuk mensdapatkan bibit puyuh dari Golden Quail.7 Hubungan Kerjasama Dalam melaksanakan kegiatan bisnisnya Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) menjalin hubungan kerjasama dengan beberapa pihak yaitu : 1. Seperti jagung pipil. Pelanggan.8 Unit Bisnis Perusahaan 5. Sehingga pasokan untuk bibit puyuh PPBT menjadi semakin berkurang.000 butir per bulan.

Atas dasar pertimbangan bahwa PPBT akan terus membutuhkan bibit puyuh untuk melakukan perluasan usaha maka PPBT mulai melakukan usaha pembibitan sendiri. Selain itu keberadaan unit usaha puyuh pembibit ini juga merupakan salah satu strategi yang digunakan oleh PPBT untuk mengurangi tingkat ketergantungan terhadap pemasok dan memperbanyak kemitraan dengan peternak skala rumah tangga yang membutuhkan bibit puyuh dan akhirnya akan menjual telur yang dihasilkannya kepada PPBT. Pakan yang diproduksi oleh PPBT terbuat dari beberapa campuran bahan baku yaitu jagung giling. Pada awalnya usaha pembibitan puyuh ini hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pribadi. konsentrat ransum ayam petelur. Namun.8. Pakan yang dihasilkan oleh PPBT berupa pakan tepung (mash) karena puyuh ataupun ayam petelur lebih menyukai pakan yang berbentuk tepung (mash). berdasarkan pertimbangan bahwa mesin pakan untuk memproduksi pakan puyuh juga bisa digunakan untuk memproduksi pakan ayam petelur. Namun. dedak padi. Hal ini juga atas pertimbangan adanya permintaan pakan ayam yang datang ke PPBT. banyaknya permintaan bibit puyuh oleh para peternak skala rumah tangga membuat PPBT semakin serius untuk menekuni usaha ini. Bahkan keberadaan unit bisnis ini juga menjadi salah satu strategi yang dimanfaatkan pihak PPBT untuk menambah mitra bisnisnya. tepung .3 Unit Bisnis Pakan Ternak Unit bisnis pakan ternak menghasilkan produk pakan puyuh yang pada awalnya hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pakan puyuh PPBT. 5. Walaupun pada awalnya PPBT hanya memproduksi pakan puyuh untuk kebutuhan pribadi namun kini PPBT juga mulai menjual pakan puyuh yang dihasilkan kepada peternakan puyuh yang ada di daerah Sukabumi dan Bogor. Hal ini karena pihak PPBT akan mensupplai kebutuhan pakan peternak puyuh dan peternak puyuh yang mendapatkan supplai pakan dari PPBT harus menjual telur yang dihasilkan melalui PPBT. Sampai saat ini PPBT telah memiliki populasi puyuh pembibit sebanyak 840 ekor dan 9000 ekor Day Old Quail (DOQ) atau dara siap bertelur. baik ayam ras maupun ayam buras petelur maka PPBT juga memproduksi pakan untuk ayam.

Segmentasi geografis ini akan membagi konsumen dari PPBT menjadi konsumen yang berada di daerah Bogor. Tahapan proses produksi pakan pada PPBT dapat dilihat pada Lampiran 4. Bekasi dan luar Jabotabek. targeting dan positioning.1 Unsur Strategi Persaingan Unsur strategi persaingan perusahaan meliputi tiga aspek yaitu segmentasi pasar. Segmentasi Telur puyuh termasuk makanan yang digemari oleh berbagai konsumen dan dapat diterima oleh berbagai pasar konsumen. Selain segmentasi geografis PPBT juga membagi konsumen berdasarkan tingkat penggunaan konsumen yaitu konsumen akhir yang akan mengkonsumsi telur puyuh sendiri. Jakarta. Oleh karena itu kegiatan segmentasi pasar menjadi satu hal yang penting untuk dilakukan agar proses pemasaran dapat berjalan dengan efisien sehingga akan menghasilkan profit yang menguntungkan perusahaan. 5. Teknologi produksi yang digunakan oleh PPBT untuk memproduksi pakan masih menggunakan teknologi sederhana karena belum menggunakan teknologi semi modern seperti penggunaan mesin pengaduk (mixer). Strategi pemasaran menggambarkan rencana permainan untuk mencapai sasaran perusahaan atau sasaran produk atau pasar. Analisis unsur strategi persaingan Peternakan Puyuh Bintang Tiga adalah sebagai berikut : 1.9. 2006). Analisis strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) dilakukan dengan menganalisis unsur strategi persaingan dari PPBT dan bauran pemasararan yang dilakukan oleh PPBT. Segmentasi yang dilakukan oleh PPBT yaitu dengan membagi konsumen berdasarkan wilayah geografisnya hal ini bertujuan untuk mempermudah proses pendistribusian telur. Tanggerang. Segmentasi adalah tindakan mengidentifikasikan dan membentuk kelompok pembeli atau konsumen secara terpisah ( Rangkuti. dan bahan tambahan pakan (feed additive). pedagang pengecer (reseller) yang akan .ikan.9 Strategi Pemasaran Perusahaan Strategi pemasaran perusahaan merupakan bagian terpenting dalam melakukan kegiatan pemasaran dan sangat berperan dalam menentukan kesuksesan suatu perusahaan. 5. Hal ini karena strategi pemasaran merupakan aturan main yang digunakan perusahaan sepanjang periode yang akan datang.

2. Sebagai langkah awal PPBT memilih target pasar utama yaitu pedagang pengecer (reseller) dan bandar pedagang asongan yang berada di wilayah Bogor. Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) menentukan posisi pasar produk telur puyuh yang dihasilkannya sebagai produk telur puyuh yang berkualitas dan bermutu baik.menjual kembali telur yang dibelinya. Selain itu. seiring dengan pengembangan usaha yang terus dilakukan untuk jangka panjang PPBT akan membidik wilayah pasar yang lebih luas yaitu wilayah pasar Jabotabek. pemilihan pasar di wilayah Bogor sebagai langkah awal juga dikarenakan produk telur puyuh yang dihasilkan oleh PPBT belum mencukupi jika mengambil target pasar yang lebih luas. Sedangkan pemilihan wilayah Bogor sebagai target pasar awal adalah atas pertimbangan kemudahan dalam proses pendistribusian produk. 3. Bandar pedangan asongan yang akan menjual kembali telur puyuh setelah melakukan proses pengolahan ( dijual dalam bentuk telur puyuh rebus). Pemilihan target pasar ini berdasarkan pertimbangan permintaan pedagang pengecer (reseller) dan bandar pedagang asongan lebih banyak kuantitasnya dan lebih kontinyu permintaannya jika dibandingkan dengan konsumen akhir atau home industry seperti catering yang permintaannya lebih sedikit dan hanya pada waktu – waktu tertentu saja. home industry yang menjadikan telur puyuh sebagai bahan baku. Targeting Setelah melakukan segmentasi pasar atau membagi pasar kedalam kelompok – kelompok tertentu langkah selanjutnya adalah memilih satu segmen sebagai target pasar dari PPBT. keselarasan cangkang telur serta besar telur yang dihasilkan oleh perusahaan merata sehingga kualitas telur yang dihasilkan oleh PPBT dapat diklasifikasikan sebagi telur yang berkualitas. Positioning Positioning adalah penetapan posisi pasar. . 2006). Tujuan Positioning ini adalah untuk membangun dan mengkomunikasikan keunggulan bersaing produk yang ada di pasar ke dalam benak konsumen (Rangkuti. Namun. Posisi pasar yang ditetapkan oleh PPBT ini didukung oleh adanya keseragaman bentuk.

Sleman. Yogyakarta. Dalam memasarkan produk yang dihasilkannya PPBT menggunakan peti kayu yang berkapasitas 1200 butir dan dus yang berkapasitas 750 butir. digunakan atau dikonsumsi. tidak terdapat kecacatan pada produk yang dihasilkan. Competition Based Pricing adalah penetapan harga yang memperhatikan faktor lingkungan. Strategi Produk (Product) Strategi produk mencakup keputusan yang terorganisir tentang bauran produk diantaranya Keragaman produk.9. Amir (2005) mendefinisikan produk adalah apa saja yang dapat ditawarkan kepada pasar agar dapat dibeli. kemasan. yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan mereka. Dalam menetapkan harga jual PPBT menetapkan harga jual yang lebih rendah dibandingkan dengan pesaing yang ada pasar wilayah Bogor yaitu telur puyuh yang berasal dari daerah Sukabumi. Jawa Tengah. Solo. Strategi Harga (Price) Harga adalah satu – satunya unsur pemasaran yang menghasilkan pendapatan bagi pemasar. Strategi bauran pemasaran yang dilakukan oleh Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) adalah sebagai berikut : 1. Kediri dan Blitar. Pemilihan penggunaan peti kayu dan dus disesuaikan dengan target pasar dari PPBT yaitu pedagang pengecer (reseller) dan bandar pedagang asongan sehingga penggunaan peti dan dus ini dirasakan telah sesuai dengan kebutuhan konsumen.5. Jenis produk utama yang dihasilkan oleh PPBT adalah telur puyuh yang dikemas dalam peti kayu dan dus. 2. ciri. desain. harga (price).2 Bauran Pemasaran Perusahaan Unsur . PPBT menetapkan harga jual telur puyuh . dan imbalan. kualitas. merek. ukuran pelayanan. Cost Based Pricing penetapan harga didasarkan kepada berapa jumlah biaya yang sudah dikeluarkan. Penetapan harga yang dilakukan oleh PPBT untuk telur puyuh yang dihasilkan yaitu dengan menggunakan metode Competition Based Pricing dan Cost Based Pricing. tempat (Place) dan promosi (promotion). garansi.unsur bauran pemasaran secara garis besar terdiri dari bauran produk (Product). Mutu dan kualitas produk yang dihasilkan oleh PPBT memiliki kelebihan jika ditinjau dari segi tampilan produk yang bagus. terutama elemen pesaing. ukuran dan besar telur yang dihasilkan merata.

Sleman. Sleman dan Solo Jambu 6 Pasar Cibinong Yogyakarta.sebesar Rp175 per butir dengan margin keuntungan sebesar 20% dari biaya produksi yang dibutuhkan untuk memproduksi satu butir telur. cakupan distribusi. Daftar Pesaing di Wilayah Pemasaran PPBT No Nama Pasar Pesaing 1 Pasar Anyar Ardi (Sukabumi) 2 Pasar Bogor Ardi(Sukabumi). dan Solo 3 Pasar Leuwiliyang Tidak ada pesaing 4 Pasar Ciawi Tidak ada pesaing 5 Pasar Warung Yogyakarta. 185 per butir penetapan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang ditetapkan kepada pedagang eceran dikarenakan jumlah yang dibeli oleh konsumen akhir sedikit dan permintaannya hanya sewaktu – waktu saja. Strategi Tempat/ Distribusi (Place) David (2006) mengungkapkan distribusi merupakan kegiatan yang mencakup pergudangan. 3. Kediri.220 185 220 - Berdasarkan data pada Tabel 15 Harga jual yang ditetapkan oleh PPBT kepada target pasar yaitu pedagang pengecer atau bandar pedagang asongan yaitu Rp. teritori . Tabel 15. Konsumen akhir yang membeli telur puyuh dari PPBT biasanya merupakan warga yang berada di sekitar lokasi PPBT. saluran distribusi.180 – Rp. 175 per butir sedangkan harga jual pesaing di pasar berkisar antara Rp.Blitar Yogyakarta. Penetapan harga yang lebih rendah dari pesaing ini merupakan salah satu strategi perusahaan dan merupakan kekuatan yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk memenangkan persaingan pasar dengan pesaing terutama untuk merebut pasar telur puyuh dari luar wilayah Bogor. 220 per butir. Harga untuk konsumen akhir yang membeli telur ke PPBT adalah Rp. lokasi toko peritel. Sleman dan Solo Jawa Timur 7 Pasar Ciluar Tidak ada persaing 8 Pasir Angin Tidak ada pesaing 9 Cirangkong Tidak ada pesaing Sumber : Data Primer (Maret 2009) Harga (Rp/ butir) 180 180 220 190 180 . Selain menjual ke pedagang pengecer atau bandar pedagang asongan PPBT juga menjual kepada konsumen akhir walaupun jumlahnya sangat sedikit. Daftar harga pesaing yang berada di wilayah pemasaran PPBT dapat dilihat pada Tabel 15.

Hal ini karena target pasar dari PPBT adalah pedagang pengecer yang dan bandar pedagang asongan. Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) hanya menjual 0. dimana kerugian akibat barang yang rusak dan tidak habis terjual menjadi tanggungan pelanggan atau bukan lagi merupakan tanggungan PPBT.56% 10.5% telur puyuh PPBT dipasarkan ke pedagang pengecer atau bandar asongan.90% 6.56% 18. penjualan partai besar dan peritel.05% 22. Wilayah Pendistribusian Telur Puyuh PPBT Banyaknya Banyaknya Nama Pasar ( per minggu) (butir per minggu) No 1 Ciawi 3 peti 3600 2 Cibinong 5 peti 6000 3 Pasir Angin 7 peti 8400 4 Ciluar 4 peti 4800 5 Bogor 15 peti 18000 6 Anyar 10 peti 12000 7 Leuwiliyang 5 peti 6000 8 Warung Jambu 20 dus 15000 9 Cirangkong 4 peti 4800 10 Konsumen Akhir 1 dus 750 Jumlah 79350 Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (diolah). Hal ini akan mengurangi resiko kerugian yang mungkin dialami oleh PPBT akibat adanya barang yang tidak laku terjual. Sistem kerjasama yang dilakukan oleh PPBT dalam memasarkan produknya adalah sistem jual putus. Dalam proses pendistribusian produk PPBT memilih saluran distribusi langsung dengan mengutamakan pedagang pengecer dan bandar pedagang asongan yang berada di wilayah Bogor. tingkat dan lokasi persediaan.95% telur kepada konsumen akhir yang berada di sekitar lokasi peternakan.68% 15. Data wilayah distribusi dan banyaknya produk yang dipasarkan oleh PPBT dapat dilihat pada Tabel 16.54% 7.59% 6.12% 7.95% 100% Berdasarkan data pada Tabel 16 diketahui bahwa 99. (Maret 2009) Persentase 4. Tabel 16. Sistem pembayaran yang dilakukan oleh PPBT adalah dengan cara tunai (cash) atau tempo.penjualan. Pembayaran secara tempo biasanya diberikan khusus untuk pelanggan yang benar – benar sudah di percaya dan sudah lama (pelanggan loyal). alat transportasi. . Batas waktu tempo yang diberikan adalah satu hari.05% 0.

54%) Pedagang Pengecer Telur di Pasar Cibinong (7. Pedagang Pengecer Telur di Pasar Ciawi (4.56%) Pedagang Pengecer di Pasar Wr. Penggambaran saluran distribusi PPBT dapat dilihat pada Gambar 10. Jambu (18.Proses pendistribuasian produk telur puyuh adalah dengan menggunakan mobil pick up.68%) Pedagang Pengecer Telur di Pasar Anyar (15. Saluran Distribusi Telur Puyuh PPBT Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (diolah).95 % Pedagang Pengecer di Cirangkong (6.05 %) PPBT Pedagang Pengecer Telur di Pasar Bogor (22. Sistem pemasaran yang dilakukan oleh PPBT adalah pemasaran langsung dimana telur puyuh yang dihasilkan dijual langsung kepada pedagang pengecer yang ada di pasar tanpa melalui perantara atau tengkulak.59%) Pedagang Pengecer Telur di Pasar Ciluar (6.12%) Pedagang Pengecer Telur di Pasar Leuwiliyang (7.56%) Bandar Pedagang Asongan Pasir Angin ( 10. Maret 2009 .90%) Konsumen Akhir (100%) 0.05%) Gambar 10. Pemilihan mobil Pick up didasarkan atas pertimbangan memiliki daya angkut besar sehingga lebih efektif dan efisien serta dapat menghemat biaya transportasi.

Hal ini dikarenakan kapasitas telur yang dihasilkan oleh PPBT selama ini hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang telah menjadi pelanggan PPBT. Kegiatan promosi yang dilakukan oleh PPBT hanya dilakukan dengan menggunakan promosi langsung ke pelanggan di wilayah Bogor. Selain kegiatan promosi yang dilakukan oleh perusahaan promosi dari mulut ke mulut yang dilakukan oleh pedagang yang pernah membeli telur puyuh ke PPBT sangat membantu proses pemasaran PPBT. Sampai saat ini PPBT belum pernah melakukan promosi dengan menggunakan media cetak ataupun elektronik. Strategi Promosi (Promotion) Promosi merupakan kegiatan perusahaan dalam mengkomunikasikan produk yang dijualnya kepada pelanggan.4. . namun dengan semakin berkembangnya usaha dan didukung dengan adanya sistem kemitraan yang dibangun oleh PPBT sebaiknya PPBT mulai memikirkan kegiatan promosi.

1 Analisis Lingkungan Internal Perusahaan Analisis lingkungan internal merupakan analisis yang dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan pada area fungsional bisnis. Analisis lingkungan internal Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) dilakukan untuk mengetahui faktor – faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan dari PPBT. Kecamatan Cibungbulang.00 WIB sampai pukul 16. Keterampilan dan pengalaman kerja karyawan menjadi suatu hal yang sangat penting dikarenakan dalam proses pembudidayaan puyuh diperlukan pengetahuan dan ketelitian agar proses budidaya dapat berjalan dengan lancar. Kegiatan operasional perusahaan dimulai pukul 07. penelitian dan pengembangan. PPBT juga merekrut seorang karyawan tetap yang berasal dari Kabupaten Sukabumi. Data karyawan PPBT dapat dilihat pada Tabel 17.VI ANALISIS LINGKUNGAN PERUSAHAAN 6. Jika karyawan bekerja lebih dari waktu kerja yang telah ditetapkan . hal ini atas dasar pertimbangan bahwa ia telah mempunyai kemampuan dan pengalaman dalam pemeliharan puyuh karena selama 10 tahun telah bekerja di Golden Quail.00 WIB. Berikut ini akan dibahas faktor – faktor internal dari PPBT. pemasaran.00 WIB. Kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh PPBT digunakan untuk memanfaatkan peluang dan mengatasi ancaman yang berasal dari lingkungan eksternal perusahaan. 6. termasuk manajemen sumber daya manusia.1. keuangan atau akuntansi. Hari kerja karyawan di PPBT adalah tujuh hari kerja atau dengan kata lain karyawan bekerja setiap hari dalam satu minggu. serta sistem informasi manajemen.00 WIB sampai dengan pukul 13. Selain itu. Sehingga dalam satu hari karyawan hanya bekerja selama delapan jam. produksi atau operasi . Hal ini dikarenakan proses produksi dan pemeliharaan puyuh berlangsung setiap hari. Waktu istirahat untuk karyawan selama satu jam yaitu pada pukul 12.1 Manajemen Sumber Daya Manusia Peternakan Puyuh Bintang Tiga Mempunyai satu orang manajer yang sekaligus sebagai pemilik peternakan dan delapan orang karyawan yang berasal dari lingkungan sekitar lokasi peternakan yaitu Desa Situ Ilir.

pihak manajemen juga memberikan bonus pada hari raya atau Tunjangan Hari Raya (THR). Besarnya THR yang diberikan kepada para karyawan adalah sama dengan satu bulan gaji. Data Karyawan PPBT No Nama karyawan Prastiyo.maka mendapatkan uang lembur sebesar Rp. 20. Tabel 17.Spt Bagian Alamat Usia (Thn) 37 Tingkat Pendidika n Sarjana Masa Kerja (bln) Gaji ( Rp per bulan) _ 1 Manajer dan Pemilik Anak Kandang (DOQ) Mega Mendung 18 2 Yudi Wahyudin Cikembar Sukabumi 33 SMP 18 3 4 5 6 7 Suhendar Noviyanto Ahmad Rifai Samsudin Makmur Anak Kandang Anak Kandang Anak Kandang Produksi Pakan Sarana Produksi dan Peralatan Sopir Dapur Keamanan Desa Situ Ilir Desa Situ Ilir Desa Situ Ilir Desa Situ Ilir Desa Situ Ilir 26 25 24 39 58 SMU 7 SMP 4 SMP 9 SMP 11 SR 900.000 500.000 500.000 Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (2009) Selain mendapatkan uang lembur jika bekerja diluar jam kerja.000 18 8 9 10 Agus Marfuah Aben Gunung Bunder Desa Situ Ilir Desa Situ Ilir 48 51 35 SD MI SMP 1 10 18 600. 5.000 500.000 500.000 350.000 400.000 600. Hal ini dilakukan agar loyalitas karyawan terhadap perusahaan .000 per jam atau jika dalam satu hari penuh karyawan diminta untuk bekerja ekstra maka pihak manajemen akan memberikan uang lembur sebesar Rp.000 per hari. Pemberian uang lembur ini merupakan salah satu kegiatan pemberian motivasi yang dilakukan oleh pihak PPBT untuk meningkatkan semangat kerja karyawan.

Upah Minimun Regional Kabupaten Bogor Upah Minimum Regional Tahun 2007 Upah Minimum Regional Rp. 500. Semakin lama bekerja.000 dengan sistem kenaikan gaji sebesar Rp. 350.php?ia=3201&is=45 .000 per bulan. keterampilan. besarnya gaji karyawan yang ada di PPBT berbeda – beda.tugas dan tanggung jawab serta lamanya bekerja.com/sipid/id/ekonomiumrd. Perbedaan sistem pemberian gaji hanya pada karyawan bagian dapur yaitu Ibu Marfuah yang hanya mendapatkan gaji sebesar Rp. jika dibandingkan dengan Upah Minimun Regional Kabupaten Bogor sebagian besar gaji karyawan PPBT masih lebih rendah seperti terlihat pada Tabel 18. Penentuan besarnya gaji yang diterima oleh setiap karyawan didasarkan pada pengalaman. Tabel 18.800 2008 873.000 per tiga bulan. Para karyawan juga mendapatkan jatah libur selama dua hari selama satu bulan. semakin terampil dan semakin berat tugas yang menjadi tanggung jawabnya maka seorang karyawan akan mendapatkan gaji yang lebih besar dibandingkan dengan karyawan yang baru bekerja dan belum berpengalaman. Namun.tetap terjaga dan sebagai bentuk perhatian pihak perusahaan terhadap para karyawan yang telah membantu kegiatan operasional perusahaan.231 Sumber :Direktorat Pengupahan dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (2009)2 Para karyawan PPBT juga mendapatkan jatah makan dua kali sehari yaitu pada pagi hari dan siang hari. Gaji yang diterima oleh karyawan PPBT jika dibandingkan dengan gaji karyawan peternakan puyuh yang ada di Sukabumi lebih tinggi atau lebih mahal. Hal ini bertujuan agar para karyawan PPBT tidak meninggalkan lokasi peternakan ketika jam istirahat. Sistem pengambilan 2 http://regionalinvestment. 400. Karyawan peternakan puyuh sukabumi mendapatkan gaji sebesar Rp. Sehingga. Tujuan dari perbedaan gaji ini adalah sebagai bentuk penghargaan kepada karyawan yang telah lama bekerja pada PPBT dan sebagai pemacu bagi karyawan yang masih baru untuk terus meningkatkan keterampilannya. 800.000 per bulan sedangkan karyawan PPBT mendapatkan gaji minimal Rp. Hal ini sesuai dengan tugas yang menjadi tanggung jawab dari bagian dapur yaitu hanya menyediakan konsumsi bagi para karyawan dan membersihkan bangunan kantor dan mess karyawan. 25.

Namun. kewajiban dan tanggung jawab utamanya masing – masing. Sehingga para karyawan PPBT telah mengetahui dengan jelas apa yang menjadi tugas. Pelatihan bagi karyawan baru terutama bagian anak kandang biasanya diberikan oleh karyawan lama yang telah berpengalaman dalam proses pemeliharaan puyuh. Dalam merekrut karyawan pihak PPBT tidak melihat dari tingkat pendidikan.000 per hari. Hukuman ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan dari para karyawan PPBT. Hal ini terlihat dengan sudah adanya pembagian kerja dan tanggung jawab yang jelas kepada para karyawan.jatah libur ini adalah secara bergiliran. agar tetap ada karyawan yang bertugas merawat puyuh. Selain karyawan tetap. 25. sampai saat ini keterampilan sumber daya manusia yang dimiliki oleh Peternakan Puyuh Bintang Tiga masih rendah hal ini dikarenakan kurangnya pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki oleh karyawan mengenai proses budidaya puyuh. dimana manajer selalu menerima semua masukan baik yang bersifat positif maupun negatif dari semua karyawan selama hal tersebut dapat memberikan perubahan dan kemajuan bagi PPBT. Setelah diberikan pelatihan selanjutnya karyawan baru dapat mengerjakan pekerjaannya sendiri dan tetap mendapatkan pengawasan dari manajer dan karyawan senior. Namun. hal ini dilakukan jika pekerjaan utamanya telah selesai dikerjakan. pihak PPBT akan memberikan hukuman berupa pemotongan gaji sebesar Rp. Karyawan baru diberikan pelatihan selama dua hari untuk mengetahui apa yang menjadi tugas. kewajiban dan tanggung jawabnya. Walaupun terkadang para karyawan juga melakukan pekerjaan yang bukan menjadi tugasnya. Begitupun jika terjadi permasalahan di PPBT manajer akan melibatkan karyawan untuk menyelesaikan masalah tersebut sehingga karyawan akan semakin loyal terhadap perusahaan. Dalam melaksanakan kegiatan koordiasi manajer selalu bersifat kekeluargaan. Hal utama yang diperhatikan oleh pihak PPBT adalah keuletan. Jika karyawan melakukan bolos kerja atau libur lebih dari jatah waktu yang diberikan. Perekrutan karyawan baru yang dilakukan oleh PPBT biasanya berdasarkan atas rekomendasi dari pekerja dan berasal dari daerah di sekitar lokasi peternakan. kerajinan dan semangat kerja karyawan. Kegiatan pengorganisasian karyawan telah dilakukan oleh PPBT sejak awal berdiri. PPBT juga mempekerjakan .

Jika pelanggan tertarik untuk membeli produk PPBT proses pemesanan dilakukan dengan menggunakan media handphone atau pembeli yang datang langsung ke PPBT. Karyawan lepas yang bekerja di PPBT akan mendapatkan bayaran dengan sistem harian yaitu sebesar Rp. Manajer akan menerima laporan harian dari setiap bagian. 30. Dalam memasarkan produk yang dihasilkan PPBT menggunakan peti berkapasitas 1.karyawan lepas jika sedang melakukan kegiatan pembangunan bangunan kandang.yaitu peningkatan margin keuntungan. perusahaan itu sendiri memperoleh nilai melalui loyalitas pelanggan terhadap merek. 6.2 Pemasaran Proses pemasaran produk yang dihasilkan oleh Peternakan Puyuh Bintang Tiga selama ini dilakukan dengan mendatangi langsung calon pembeli ke pasar – pasar dan mempromosikan produk yang dihasilkan oleh PPBT. Hal ini dilakukan agar semua aktivitas yang terjadi di PPBT dapat terkontrol oleh manajer. perusahaan akan mendapatkan dua hal. Tidak adanya merek pada peti dan dus yang digunakan oleh PPBT untuk memasarkan produk menjadikan identitas dari produk yang dihasilkan tidak terlihat.000 per hari. dan efisiensi serta efektivitas kerja khususnya pada program pemasaran. keunggulan bersaing. Mereka dapat merasakan semua manfaat yang diperoleh dari produk yang mereka beli dan merasa puas karena produk itu sesuai dengan harapan mereka. Sehingga jika terdapat hal – hal yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dapat segera diselesaikan dan tidak menimbulkan masalah yang berlarut – larut.000 – Rp.1. Pertama. . Jika brand equity ini bisa dikelola dengan baik. Padahal pemberian nama merek atau cap pada suatu produk merupakan hal yang penting sebagai media penanaman brand image yang positif bagi konsumen. PPBT belum memberikan merek pada peti atau kardus yang digunakan untuk memasarkan produk telur puyuh yang dihasilkan. Proses pemesanan seperti ini dapat berkembang karena telah terjalin kepercayaan antara PPBT dengan pelanggan. Proses pengendalian yang dilakukan oleh PPBT dilakukan setiap hari oleh manajer.200 butir dan dus berkapasitas 750 butir. Kedua. 40. para konsumen akan menerima nilai produknya.

PPBT menetapkan harga jual produk telur puyuh yang dihasilkan dibawah dari harga pesaing.Tidak adanya merek pada kemasan membuat produk yang dihasilkan oleh PPBT tidak memiliki perbedaan dengan produk yang dihasilkan oleh pesaing atau tidak memiliki identitas sendiri yang dapat menjamin kualitas dari produk yang dipasarkan.Spt. Pemilihan saluran distribusi ini juga didasarkan atas pertimbangan PPBT telah memiliki sarana transportasi sendiri yaitu berupa mobil pick-up sehingga akan sangat memudahkan dalam proses pemasaran produk.180 – Rp. Harga yang ditetapkan oleh PPBT yaitu Rp. Penetapan harga yang lebih murah dari pesaing ini merupakan salah satu strategi pemasaran yang digunakan oleh PPBT untuk mendapatkan keunggulan bersaing di pasar sasaran.3 Keuangan dan Akuntansi Permodalan dari PPBT yaitu berasal dari pemilik PPBT Bapak Prastiyo. 175 per butir Sedangkan harga yang ditetapkan oleh pesaing di pasar wilayah Bogor yaitu berkisar antara Rp.1. . Peternakan Puyuh Bintang Tiga menggunakan saluran distribusi langsung yaitu dengan memasarkan produk yang dihasilkan langsung kepada pasar sasaran yaitu pedagang eceran atau bandar pedagang asongan. 6. Penetapan harga yang dilakukan oleh PPBT yaitu dengan menggunakan metode Competition Based Pricing. Selain itu. Selain itu. Daftar harga pesaing yang ada di wilayah pemasaran dari PPBT dapat dilihat pada Tabel 15. sehingga PPBT tidak memiliki ketergantungan kepada lembaga keuangan.220 per butir. Promosi hanya terjadi dari mulut ke mulut pelanggan yang pernah membeli produk kepada PPBT. Hal ini yang menyebabkan wilayah pemasaran dari PPBT masih terbatas yaitu hanya di wilayah Bogor. Selama ini pihak PPBT belum melakukan kegiatan promosi secara langsung. pemberian merek juga bermanfaat sebagai salah satu media promosi untuk memperkenalkan PPBT kepada para pelanggan khususnya calon pelanggan baru.lokasi produksi yang dekat dengan wilayah pemasaran merupakan suatu keunggulan yang dimiliki oleh PPBT karena dapat menghemat biaya distribusi produk ke pasar sasaran. Pendeknya saluran distribusi yang dipilih oleh PPBT membuat proses pemasaran menjadi lebih efisien. PPBT belum pernah melakukan pinjaman kepada lembaga keuangan manapun.

1. Sanitasi kandang 2. Alur Proses Pemeliharaan pada PPBT Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (2009) . Karena modal yang digunakan hanya berasal dari modal pribadi membuat modal yang dimiliki menjadi terbatas dan menghambat kegiatan pengembangan usaha yang dilakukan oleh perusahaan. Vaksinasi 3.Seluruh kebutuhan modal yang perlukan dalam pelaksanaan kegiatan usaha PPBT berasal dari modal pribadi Bapak Prastiyo. PPBT telah melakukan pencatatan keuangan yang cukup rapi yang dilakukan oleh manajer. Persiapan Kandang Proses Budidaya Puyuh Petelur Pengendalian dan pencegahan penyakit : 1. 6. Alur proses pemeliharaan yang terjadi pada masa produksi dapat dilihat pada Gambar 11.obatan Pemberian pakan dan minum Panen dan pasca panen Pengafkiran Gambar 11.4 Produksi Proses produksi pada PPBT dimulai dari puyuh yang siap bertelur (Pullet) yang berumur 35 – 45 hari hingga tidak lagi produktif (apkir) yaitu saat berumur 18 bulan. Pencatatan keuangan ini akan sangat berguna untuk mendukung kesuksesan dan perkembangan usaha dari PPBT.Spt. Pemberian vitamin dan obat .

Pemeliharaan puyuh petelur pada masa produksi yang dilakukan setiap hari secara rutin adalah memberi minum dan membersihkan kandang yaitu menyapu dan mengepel kandang.200 butir dan dus yang berkapasitas 750 butir telur. bahan tambahan. konsentrat ayam petelur. Dosis yang digunakan dalam kegiatan fumigasi adalah satu tutup cairan septoid ditambahkan dengan satu tutup cairan biodes untuk setiap 10 liter air. dedak. Jumlah pakan yang diberikan rata – rata adalah sebanyak 40 gram per ekor per dua hari. Sehingga dalam satu kandang yang terdapat lima tingkat berisi 200 ekor puyuh. pengambilan telur dengan menggunakan baki tersebut. Disinfektan yang digunakan adalah biodes dan septoid dengan komposisi yang telah ditentukan. Proses Pengambilan Telur hingga Siap Dipasarkan Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (2009) Proses pemanenan atau pengambilan telur meliputi kegiatan penyiapan baki tempat panen yang berkapasitas 100 butir. Setelah kandang. Tahap terakhir yaitu proses pendistribusian . Satu lantai atau tingkat sangkar berukuran panjang 100 cm. Setelah kandang steril. penyortiran telur dan selanjutnya dilakukan kegiatan pengemasan telur dengan menggunakan peti yang berkapasitas 1. Penyiapan Baki Tempat Telur Pengambilan Telur Penyortiran Telur Pendistribusian Telur ke Pasar Sasaran Pengemasan Telur ke Peti Kayu dan Dus Gambar 12.Proses pemeliharaan dimulai dengan proses persiapan kandang yaitu kandang dilakukan fumigasi dengan penyemprotan disinfektan untuk mematikan virus dan bakteri yang ada di dalam maupun disekitar kandang. Proses kegiatan pemeliharaan puyuh petelur setiap hari dapat dilihat pada Lampiran 5. pakan dan air minum siap bibit puyuh yang siap bertelur (pullet) akan diletakkan didalam sangkar yang telah dipersiapkan. lebar 80 cm dan tinggi 20 cm berisi 40 ekor puyuh. Pakan yang diberikan berupa ransum yang terdiri dari campuran jagung giling. dilakukan persiapan pakan dan air minum yang telah dicampurkan dengan vitamin. Pemberian pakan dilakukan dua hari sekali.

600 per minggu. dan Lido. Selain. Sukabumi. oleh karena itu.350 butir atau sekitar 106 peti per minggu.750 butir per minggu. Program Kesehatan Puyuh Petelur di PPBT No Jenis Kegiatan Waktu Keterangan 1 2 3 Pemberian Vitamin Setiap minggu Selama tiga hari berturut . PPBT juga menjalin kemitraan dengan peternak puyuh yang berada didaerah Cibungbulang.turut Berselang dengan pemberian obat pencernaan Berselang dengan pemberian obat snot Pemberian obat Setiap bulan untuk penyakit snot Pemberian obat Setiap bulan untuk saluran pencernaan Vaksinasi Newcastle Setiap dua bulan Desease (ND) 4 Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT). pemberian obat untuk penyakit snot yang dilakukan setiap bulan dimana waktu pemberian berselangan dengan pemberian obat pencernaan dan vaksinasi Newcastle Desease (ND) yang dilakukan setiap dua bulan sekali. Program kesehatan yang dilakukan meliputi pemberian vitamin yang dilakukan setiap minggu selama tiga hari berturut – turut. Sistem kemitraan yang dibangun oleh PPBT saat ini sangat efektif untuk memenuhi permintaan yang belum dapat dipenuhi oleh kapasitas produksi PPBT . Sehingga total telur yang harus dipasarkan oleh PPBT sebanyak 127.telur ke pasar sasaran. PPBT terus melakukan pengembangan usaha dengan menambah jumlah kandang dan populasi puyuh yang dipeliharanya. Alur proses Pengambilan telur hingga siap dipasarkan dapat dilihat pada Gambar 12. menambah jumlah kandang. kegiatan lain yang tidak kalah penting adalah program kesehatan untuk menjaga agar puyuh terhindar dari penyakit. Dalam kegiatan pemeliharaan puyuh petelur. Program kesehatan yang dilakukan PPBT dalam pemeliharaan puyuh petelur dapat dilihat pada Tabel 19. Berdasarkan data dari Tabel 20 diketahui bahwa total telur yang dihasilkan oleh peternak mitra sebanyak 63. Tahun 2009 Kapasitas produksi dari PPBT saat ini adalah rata – rata sekitar 63. Kapasitas produksi saat ini masih dianggap kurang memenuhi kebutuhan pasar. Tabel 19. Banyaknya telur yang berasal dari peternak mitra PPBT dan menambah produk yang harus dipasarkan oleh PPBT dapat dilihat pada Tabel 20.

000 Produksi pakan sendiri 6 Jazuli Cibungbulang 16. Banyaknya Telur yang dihasilkan Oleh Peternak Mitra PPBT Jumlah pakan yang N Peterna Jumlah Telur Alamat disupplai oleh PPBT o k Mitra (butir Per Minggu) (Kg per minggu) Jampang Selatan. Hal ini dikarenakan peternak mitra tidak melakukan sortasi berdasarkan strandar produk yang ditetapkan oleh PPBT sehingga seringkali telur telah mengalami kerusakan saat sampai di PPBT.000 Produksi pakan sendiri 5 Asep Lido 15. jika ditinjau dari segi tampilan produk yang bagus.000 450 Jampang Selatan. Jawa Tengah ataupun Jawa Timur. Tabel 20. 3 Obay Sukabumi 4800 200 Jampang Selatan. Kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh PPBT masih dipegang dan dilakukan oleh manajer. kurangnya kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra justru menimbulkan kerugian bagi PPBT. 1 Anin Sukabumi 5.1.000 350 Jampang Selatan. 4 Mamat Sukabumi 13.800 600 Jumlah 63. jarak pemasaran yang dekat dengan pasar menbuat telur puyuh yang dihasilkan oleh PPBT lebih cepat diterima oleh konsumen jika dibandingkan dengan telur puyuh yang berasal dari Sukabumi. 2 Edi Sukabumi 9. Selain itu.5 Penelitian dan Pengembangan Peternakan Puyuh Bintang Tiga belum memiliki bagian khusus yang melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan. dan cangkang telur yang tebal sehingga tidak mudah pecah dan memudahkan dalam proses pemasaran produk. Kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh manajer ditunjang oleh latar belakang pendidikan manajer yaitu sarjana peternakan IPB. .600 1600 Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (2009) Kualitas dan mutu telur puyuh yang dihasilkan oleh PPBT.sendiri. tidak terdapat kecacatan pada produk yang dihasilkan. ukuran dan besar telur yang dihasilkan merata. Namun. 6.

Selain itu. Untuk itulah PPBT merasa belum membutuhkan suatu sistem atau alat pengelolaan informasi yang canggih. karena hal ini justru akan meningkatkan pengeluran perusahaan sementara manfaat yang diterima oleh perusahaan sangat kecil. Berikut akan dibahas faktor – faktor eksternal dari PPBT yang mungkin dapat menjadi peluang atau ancaman bagi PPBT 6.1.1 Kekuatan Ekonomi Konsumsi telur puyuh yang terus mengalami peningkatan merupakan suatu indikasi bahwa telur puyuh semakin diminati oleh masyarakat. Belum terstrukturnya sistem informasi manajemen di PPBT dikarenakan jumlah pekerja yang dimiliki oleh PPBT masih sedikit sehingga informasi dapat tersebar dengan cepat dan efektif kepada seluruh bagian di dalam organisasi. 6. Analisis lingkungan eksternal bertujuan untuk mengetahui peluang yang dapat dimafaatkan oleh PPBT dan ancaman yang dapat menghambat kemajuan dari PPBT.2.2 Analisis Lingkungan Eksternal Perusahaan Analisis lingkungan eksternal Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) merupakan analisis terhadap lingkungan yang berada di luar perusahaan. Hal ini dikarenakan informasi di PPBT dapat mengalir tanpa melalui hirarki perusahaan. .Dengan latar belakangnya ini manajer dibantu oleh para karyawannya terus melakukan kegiatan pengembangan usaha. 6.6 Sistem Informasi Manajemen Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) belum membutuhkan sistem informasi manajemen. informasi juga dapat berasal dari pekerja hal ini dikarenakan manajemen yang digunakan di PPBT adalah gaya demokratis dimana terdapat keterbukaan diantara bagian – bagian di dalam organisasi. Berdasarkan data pada Tabel 3 menunjukkan bahwa rata – rata konsumsi telur puyuh untuk rata – rata pengeluaran perkapita mengalami peningkatan. Adapun data mengenai Konsumsi Rata – Rata Per Kapita Seminggu Untuk Telur Puyuh menurut Golongan Pengeluaran Per kapita Sebulan dapat dilihat pada Tabel 3. Informasi dapat berasal dari manajer dan langsung disampaikan kepada seluruh pekerja ataupun melalui salah seorang pekerja untuk disampaikan kepada pekerja lainnya.

Peningkatan konsumsi telur puyuh ini merupakan suatu peluang yang dapat dimanfaatkan oleh PPBT untuk terus mengembangkan usahanya dan meningkatkan jumlah penjualan telur puyuh yang dihasilkan.650. healty lifestyle masuk melalui tren yang kemudian perlahan-lahan berubah menjadi sebuah gaya hidup yang lebih baik di masyarakat3. Konsumsi pangan yang sesuai 3 http://www.902.001. budaya.com/ .797. Selain itu meningkatnya PDB masyarakat juga merupakan indikasi bahwa pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin meningkat atau semakin membaik.2 Kekuatan sosial.627 6.274.722 2006 34.331 2007 36.774 6.802 2005 33.221. Tabel 21. Data mengenai Produk Domestik Bruto provinsi DKI Jakarta. Jawa Barat dan Banten yang menjadi target wilayah pemasaran dari PPBT dapat dilihat pada Tabel 21.kabarindonesia. 6.629. Adanya tren gaya hidup sehat ini ditandai dengan semakin bijaksananya masyarakat dalam memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan mereka. Dewasa ini.478 6. Jawa Barat dan Banten mengalami peningkatan setiap tahunnya hal ini mengindikasikan bahwa terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi di wilayah pasar yang menjadi target pasar jangka panjang perusahaan.dan lingkungan Kondisi sosial dan budaya yang menentukan permintaan serta pertumbuhan permintaan terhadap telur puyuh antara lain adalah tren gaya hidup seseorang.591.602 6.2.719.434 6.demografi.435.535 6. Peningkatan pertumbuhan ekomonomi ini dapat mengambarkan besarnya pendapatan yang diperoleh masayarakat yang akan digunakan untuk pengeluaran konsumsi masyarakat mengalami peningkatan dan merupakan indikasi bahwa tingkat kesejahteraaan masyarakat juga semakin meningkat. gaya hidup masyarakat Indonesia semakin peduli terhadap kesehatan.711 Sumber : BPS (2008) Pada Tabel 21 dapat terlihat bahwa PDB Per Kapita atas dasar harga konstan masyarakat DKI Jakarta.350 5. Produk Domestik Regional Bruto Per Kapita Tanpa Migas Atas Dasar Harga Konstan 2000 menurut Provinsi (Rupiah) Tahun Provinsi DKI Jakarta Jawa Barat Banten 2004 31.062 6.005.705.

Komposisi Energi.5 5. Kandungan lemak yang rendah ini sangat cocok untuk diet kolesterol karena dapat menghidari penimbunan lemak di jantung.0 8.098.0 Skor Pangan 25.6 40.724.0 5.0 0.0 35.146.0 6.0 3.0 2. sementara kebutuhan akan protein akan tetap terpenuhi.4 .2 40.5 0.0 10.5 24.0 Berdasarkan Tabel 22 terlihat bahwa salah satu kelompok pangan yang menunjang tercapainya Pola Pangan Harapan Pangan Masyarakat adalah pangan hewani.0 12.0 5.602.071.150.5 0.892.5 2.0 100.Bobot dan skor pangan dalam Pola Pangan Harapan Kelompok Pangan Energi (kkal) Padi .0 3.0 0.6 9.0 0. Tabel 23.3 39. Peningkatan jumlah penduduk dapat dilihat pada Tabel 23.0 100 Bobot 0. Telur puyuh adalah produk yang mengandung protein yang tinggi dan kadar lemak sangat cocok untuk mendukung tren gaya hidup sehat masyarakat dan mendukung tercapainya Pola Pangan Harapan masyarakat.423.3 9.1 9. Jumlah Penduduk (dalam Ribu) menurut Provinsi Provinsi DKI Jakarta Jawa Barat Banten Sumber : BPS.0 6.918.0 0. dan Banten yang merupakan wilayah pemasaran PPBT selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. 2008 Tahun 2000 8.0 5.5 2.064. Tabel 22.5 30.4 2008 9.0 2. Populasi jumlah penduduk DKI Jakarta.361.0 1. Telur puyuh merupakan salah satu sumber pangan hewani bagi masyarakat.1 2005 8. Informasi mengenai kandungan gizi telur puyuh dapat dilihat pada Tabel 2.329.1 2007 9.0 10.dengan tren gaya hidup masyarakat sejalan dengan pencapaian Pola Pangan Harapan (PPH) masyarakat (Tabel 22).padian 1000 Umbi-umbian 120 Pangan Hewani 240 Minyak dan Lemak 200 Buah dan biji 60 berminyak Kacang-kacangan 100 Gula 100 sayur dan buah 120 Lain-lain 60 Total 2000 Sumber : Deptan (2001) % Energi 50. Jawa Barat.

salah satunya adalah telur puyuh. Akbibat serangan penyakit tetelo (Newcastle Disease) pada bulan Desember 2007. tetelo dan beberapa jenis penyakit yang menyerang ternak puyuh juga merupakan suatu ancaman yang dapat menimbulkan kerugian bagi PPBT.3 Kekuatan politik. Kebijakan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada tanggal 15 januari 2009 untuk jenis premium dari Rp. hukum. frekuensi lalu lalang orang yang tidak terlalu tinggi. Selain itu. akibat penyakit ini ternak puyuh yang dikelola oleh PPBT mati secara bertahap sampai akhirnya seluruh ternak puyuh habis terserang penyakit ini. Sehingga pada awal tahun 2008 PPBT kembali memulai usahanya dari awal setelah melakukan sterilisasi dan penyemprotan kandang untuk membunuh virus – virus penyakit. membutuhkan pasokan pangan hewani yang juga menjadi semakin besar. hukum serta peranan pemerintah dapat mempengaruhi lingkungan eksternal dari perusahaan yaitu melalui kebijakan dan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah. situasi keamanan lingkungan sekitar merupakan faktor yang mempengaruhi perkembangan usaha perusahaan. Terjadinya pemanasan global (global warming) sebagai efek rumah kaca di dunia dewasa ini yang mengakibatkan perubahan cuaca yang semakin tidak menentu akan sangat mempengaruhi produktivitas puyuh. Sehingga perubahan cuaca yang tidak menentu merupakan suatu ancaman bagi PPBT.Jumlah populasi yang semakin besar. PPBT mengalami kerugian yang sangat besar. Hal ini dikarenakan puyuh merupakan unggas yang sangat peka terhadap perubahan cuaca yang akan mengakibatkan puyuh mudah mengalami stres. Hal ini dikarenakan situasi keamanan sekitar peternakan merupakan situasi yang diharapkan mampu mendukung situasi yang kondusif seperti lingkungan yang tidak terlalu bising. 6. dan pemerintahan Kondisi politik. Jika puyuh mengalami stres akan berakibat pada penurunan produktivitas telur yang akan dihasilkan. Selain itu merebaknya beberapa jenis penyakit seperti Flu burung. dan keamanan lain terkait aset perusahaan seperti keamanan dari pencurian. Meningkatnya jumlah penduduk akan sangat berimplikasi kepada peningkatan akan produk peternakan seperti telur puyuh.2. Salah satu pasokan pangan hewani masyarakat dapat dipenuhi oleh konsumsi telur. 5000 per liter .

500 7 15/09/2008 6.500 2.000 2.500 4.000 2.4500 per liter setelah sebelumnya pemerintah telah menurunkan sebanyak dua kali penurunan (Tabel 24). 6.500 5.500 5.500 5.500 5.500 16 01/02/2009 4.800 15 15/01/2009 4.000 2. Pertamina (2009) Pada Tabel 24 terlihat bahwa harga premium yang menjadi bahan bakar mobil yang digunakan sebagai alat transportasi bagi kegiatan opersaional perusahaan mengalami penurunan harga menjadi Rp.500 5.000 2.500 10 01/11/2008 6.500 Sumber : PT. berdampak kepada penurunan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan.500 5.000 2.500 8 01/10/2008 6.000 2.000 2.500 17 15/02/2009 4. Perkembangan teknologi di bidang peternakan cukup pesat. Tabel 24.500 2.000 2.menjadi Rp.500 5 15/08/2008 6.500 13 15/12/2008 5.000 2.500 4 01/08/2008 6.800 14 01/01/2009 5.500 5.000 2.500 4.500 2.500 4.500 2 01/06/2008 6.500 12 01/12/2008 5.500 3 15/06/2008 6. Perkembangan yang dapat teknologi ini terlihat dengan sektor ditemukannya teknologi meningkatkan produktivitas .500 5.500 5.500 4.500 2.000 2. turunnya harga premium juga berdampak kepada penurunan harga bahan baku pakan yang digunakan oleh PPBT sehingga akan menghemat biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan.4 Kekuatan Teknologi Perkembangan teknologi saat ini memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan produktivitas suatu perusahaan.500 9 15/10/2008 6.4500. Penuruan harga premium ini berdampak kepada berkurangnya biaya distribusi telur yang selama ini menggunakan kendaraan bermotor yaitu mobil pick up.000 2. Selain itu.500 5.000 2.500 5.500 4.500 5.2.500 6 01/09/2008 6. Perkembangan Harga BBM Tahun 2008-2009 Harga BBM (Rp/liter) Terhitung Mulai No Tanggal Premium Minyak Tanah Minyak Solar 1 24/05/2008 6.500 11 15/11/2008 6.

6. Perkembangan teknologi biasanya terlihat dari semakin modern alat – alat yang digunakan oleh peternakan sehingga akan sangat membuat proses produksi menjadi semakin efisien dan efektif. Sedangkan pesaing yang berasal dari Sukabumi dan menjadi pesaing utama PPBT . 6. perkembangan teknologi dalam bidang informasi dan telekomunikasi juga sangat membantu perusahaan dalam melakukan komunikasi dengan pihak – pihak di luar perusahaan baik dengan pelanggan. Persaingan yang dihadapi oleh perusahaan yaitu dalam pemasaran produk. Jawa Tengah. Daftar pesaing di wilayah pemasaran PPBT dapat dilihat pada Tabel 15.peternakan. Hal ini dikarenakan produk yang dihasilkan oleh pesaing seperti pesaing dari Jawa Tengah berasal dari kelompok peternak sehingga produk yang dihasilkan lebih banyak begitupun dengan pesaing yang berasal dari daerah Jawa Timur. Tingkat persaingan yang terjadi yaitu pada tingkat harga.2. Selain kemajuan teknologi yang terjadi pada proses produksi.5 Kekuatan Kompetitif Analisis lingkungan kompetitif atau analisis lingkungan industri (lingkungan mikro) Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) dilakukan berdasarkan konsep Model Lima Kekuatan Porter (Porter’s Five Forces model). Banyaknya telur puyuh yang berasal dari Sukabumi. kualitas dan kuantitas yang ditawarkan kepada pelanggan. Jawa Tengah dan Jawa Timur yang masuk ke pasar di wilayah Bogor menjadikan tingkat persaingan yang terjadi di pasar menjadi semakin tinggi. Kuantitas produk telur puyuh yang dihasilkan oleh pesaing mudah didapat di beberapa pasar di wilayah pemasaran PPBT dan ketesediaannya kontiyu.2. Persaingan antar perusahaan sejenis yang terjadi yaitu dengan petenakan puyuh lainnya terjadi dipasar yaitu dengan peternakan puyuh yang berada di Sukabumi. dan Jawa timur.1 Persaingan Antar Perusahaan Sejenis Persaingan selalu terjadi pada setiap kegiatan usaha. Berikut akan dibahas lima kekuatan yang mempengaruhi lingkungan industri PPBT. pemasok ataupun pihak – pihak lain yang memiliki kepentingan. Analisis lingkungan kompetitif PPBT dilakukan dengan menganalisis lima kekuatan atau faktor yang mempengaruhi lingkungan kompetitif PPBT.5.

5. . Masih besarnya permintaan telur puyuh di pasar juga menjadi daya tarik yang besar bagi pengusaha untuk memulai usaha peternakan puyuh petelur. puyuh dipelihara di dalam kurung atau sangkar yang memiliki lima tingkat. lebar 80 cm dan tinggi 20 cm untuk 40 ekor puyuh.yaitu Peternakan Ardi mempunyai jumlah populasi ternak yang lebih banyak dari PPBT sehingga dapat mensupplai produk secara kontinyu dari segi kuantitas. Semakin menariknya industri peternakan puyuh ini terlihat dari semakin banyaknya permintaan bibit puyuh yang datang ke PPBT. 6.3 Ancaman Produk atau Jasa Pengganti Ciri suatu produk adalah produk substitusi meningkat sejalan dengan menurunnya harga relatif dari produk substitusi dan sejalan untuk biaya konsumen untuk beralih ke produk lain menurun. Jumlah permintaan untuk berbagai jenis telur yang berfungsi sebagai sumber protein dapat dilihat pada Tabel 25. Satu tingkat berukuran panjang 100 cm. Sistem sangkar ini akan menghemat luas lahan yang dibutuhkan untuk kandang puyuh.5. Sehingga peternakan puyuh dapat dikelola sebagai usaha sampingan hingga usaha berskala besar. hal ini juga dapat dimanfaatkan oleh PPBT dengan menjalin kemitraan dengan para peternak yang ingin membuka peternakan puyuh baru. 6.2. Hal ini dikarenakan peternakan puyuh dapat dilakukan dengan skala usaha rumah tangga hingga skala besar.2 Ancaman Masuknya Pendatang Baru Industri peternakan puyuh merupakan industri yang memiliki hambatan masuk (barrier to entry) yang rendah atau kecil. Cara terbaik untuk mengukur kekuatan kompetitif produk substitusi adalah dengan memantau pangsa pasar yang didapat oleh produk – produk yang memiliki fungsi yang sama dengan telur puyuh yaitu sebagai sumber protein. Rendahnya hambatan masuk bagi pendatang baru akan semakin menambah tingginya persaingan di pasar.2. Selain itu modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha peternakan puyuh tidak terlalu besar karena peternakan puyuh tidak membutuhkan lahan yang lebih sempit jika dibandingkan dengan peternakan ayam ras ataupun itik. Namun. Selain itu.

rata perkapita seminggu Jenis Telur Tahun 2006 Tahun 2007 Telur Ayam Ras (broiler egg) /Kg 0. kereta api ataupun ditempat – tempat umum. ataupun telur itik.07 0. kebutuhan pemasok PPBT adalah untuk mendukung kegiatan unit usaha pakan. di dalam bus. Hal ini menunjukkan bahwa telur puyuh sampai saat ini belum memiliki produk substitusi dekat.4 Kekuatan Tawar – menawar Pemasok Pemasok merupakan pihak atau lembaga yang dibutuhkan oleh Peternakan Puyuh Bintang Tiga dalam penyediaan bahan baku untuk keberlangsungan kegiatan produksi.058 Telur Puyuh (Quail egg)/ butir 0.5. Perusahaan membutuhkan ketersediaan bahan baku yang kontiyu dan sesuai dengan standar untuk menghasilkan produk pakan puyuh yang berkualitas yang akan mempengaruhi kualitas telur yang dihasilkan. Oleh karena itu. telur puyuh juga lebih banyak dikonsumsi sebagai makanan ringan di perjalanan sehingga banyak ditemui pedagang asongan yang menjual telur puyuh di terminal.117 Telur Itik / itik manila (Duck egg)/ Butir 0.057 0. . Konsumsi Rata – Rata Per Minggu untuk Jenis Telur Berdasarkan Pengeluaran Rata – Rata Per kapita Sebulan konsumsi rata . 6. Daftar pemasok bahan baku pakan dari PPBT dapat dilihat pada Tabel 26. Saat ini. Hal ini dikarenakan telur puyuh memiliki pasar yang berbeda dengan telur ayam ras.2008) Berdasarkan data pada Tabel 25 dapat dilihat bahwa meningkatnya jumlah permintaan telur puyuh tidak mempengaruhi atau menyebabkan penurunan permintaan untuk telur ayam ras dan telur itik.088 Sumber : BPS (2007. sampai saat ini dapat dikatakan belum terdapat produk substitusi yang dapat mengancam keberlangsungan usaha dari Peternakan Puyuh Bintang Tiga.097 0. pinggir jalan. Selain itu. Pasar telur puyuh yang ada saat ini adalah pedagang pengecer dan bandar pedagang asongan.2. Sedangkan telur ayam atau telur itik lebih banyak dikonsumsi sebagai lauk pauk.Tabel 25.

banyaknya alternatif pemasok yang dapat memenuhi kebutuhan bahan baku PPBT membuat kekuatan tawar menawar pemasok menjadi kecil. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah produsen jagung pipil juga menjadi semakin banyak.647 641. Bina San Prima Bogor Harga (Rp/kg) 2 3 4 Jagung Pipil Konsentrat Dedak Bahan Pakan tambahan 10000 Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga ( Maret. Daftar Pemasok Bahan Baku Pakan PPBT No No Jenis Produk Pemasok kelompok tani di wilayah Jampang Tengah dan Kelompok Tani di Wilayah Bogor Barat 2600 Ciawi (Pak Maman dan Pak Asep) 4900 Pengilingan padi di wilayah Cibungbulang 1200 PT. PPBT juga membutuhkan pasokan sekam yang dibutuhkan dalam proses pengemasan telur agar mengurangi 4 http://jabar.bps.pdfv tanggal 9 juni 2009-06-01 . Tabel 27. pemasok tidak dapat dengan mudah menaikkan harga karena perusahaan akan mudah untuk berganti pemasok.id/Download_files/pr0309atap. Perusahaan menjadi tidak terlalu bergantung pada satu pemasok dikarenakan banyaknya jumlah pemasok yang ada. Produksi Jagung Pipilan Kering di Jawa Barat No Tahun Produksi Jagung pipil kering 1 2007 577.go.513 2 3 2008 2009 640. Namun.Tabel 26. Banyaknya alternatif pilihan pemasok yang ada membuat pemasok PPBT saat ini tidak memiliki ketergantungan terhadap pemasok karena banyaknya alternatif pemasok yang dapat memenuhi kebutuhan bahan baku PPBT. Selain itu.880 Sumber : Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Barat (2009)4 Berdasarkan data pada Tabel 27 menunjukkan jumlah produksi jagung pipilan di Jawa Barat terus mengalami peningkatan. Data mengenai jumlah produksi jaging pipil yang menjadi salah satu bahan baku pakan dapat dilihat pada tabel 27. 2009) Pada Tabel 26 dapat diketahui pemasok yang selama ini secara rutin memenuhi kebutuhan bahan baku pemasok. Selain pemasok untuk bahan baku pakan.

Selain itu. untuk beberapa wilayah pemasaran seperti pasar lewiliyang.5. 6. Namun.resiko kerusakan telur pada saat proses distribusi.2. Ciluar. Produsen puyuh lainnya yang masuk ke wilayah Bogor adalah peternakan puyuh wilayah Sukabumi. Sehingga pembeli atau konsumen utama dari PPBT adalah pedagang pengecer dan bandar pedagang asongan yang akan menjual kembali telur puyuh yang dibelinya kepada konsumen akhir.5 Kekuatan Tawar – menawar Pembeli/ konsumen Peternakan Puyuh Bintang Tiga memilih target pasar yaitu pedagang pengecer dan bandar pedagang asongan. Harga yang lebih murah ini juga yang menjadikan pembeli menjadi loyal kepada PPBT selain itu kualitas telur yang baik juga menjadikan pembeli yang telah membeli produk telur dari PPBT menjadi enggan untuk berpindah. Pasar Warung Jambu dan Pasar Cibinong adanya produsen telur puyuh dari luar wilayah bogor memberikan alternatif pilihan bagi pembeli. Strategi harga yang ditetapkan oleh PPBT dengan menetapkan harga yang lebih rendah dari harga pesaing membuat PPBT memiliki keunggulan dibandingkan pesaing lainnya. Pemasok sekam tidak dapat dengan mudah menaikkan harga karena perusahaan memiliki alternatif pemasok dan dapat mudah berpindah pemasok. Banyaknya penggilingan padi yang dapat memasok sekam kepada PPBT membuat PPBT tidak bergantung kepada satu pemasok dan kekuatan tawar menawar pemasok menjadi rendah. PPBT merupakan peternakan puyuh skala besar satu – satunya yang terdapat di wilayah Bogor. Ciawi.3 Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan Identifikasi terhadap lingkungan internal pemasaran perusahaan dilakukan untuk mengetahui faktor – faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan . Pasir Angin dan Cirangkong hanya mendapatkan supplai telur puyuh dari PPBT membuat pembeli memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap PPBT. 2000 per karung. untuk wilayah Pasar Anyar. Pasar Bogor. 6. Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun. belum banyaknya peternak puyuh di wilayah Bogor menjadikan pembeli memiliki sedikit pilihan produsen dengan tingkat harga yang sama dengan PPBT. Pasokan sekam PPBT selama ini didapat dari penggilingan padi yang banyak terdapat di wilayah sekitar lokasi peternakan dengan harga Rp.

Jawa Tengah ataupun Jawa Timur.1 Kekuatan Variabel – variabel kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan yaitu : a. Kabupaten Bogor. 175 per butir sedangkan harga yang ditetapkan oleh pesaing di pasar wilayah Bogor yaitu berkisar antara Rp. jarak pemasaran yang dekat dengan pasar membuat telur puyuh yang dihasilkan oleh PPBT lebih cepat diterima oleh konsumen jika dibandingkan dengan telur puyuh yang berasal dari Sukabumi. Indentifikasi dilakukan melalui wawancara dan pengisian kuisioner dengan pihak manajemen perusahaan dan mitra usaha yang juga merupakan salah satu pendiri dari PPBT. Berdasarkan hasil identifikasi lingkungan internal maka diperoleh faktor – faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan adalah sebagai berikut : 6. Kecamatan Cibungbulang. Provinsi Jawa Barat. lokasi produksi yang dekat dengan lokasi pemasaran atau wilayah pasar sasaran memberikan suatu keuntungan dalam proses pendistribusian yang menjadi lebih cepat sehingga telur yang diterima oleh konsumen masih dalam kondisi yang baik atau tidak rusak akibat terlalu lama di perjalanan menuju pasar. b. Kualitas Produk Kualitas dan mutu telur puyuh yang dihasilkan oleh PPBT memiliki kualitas yang baik. tidak terdapat kecacatan pada produk yang dihasilkan. jika ditinjau dari segi tampilan produk yang bagus. Kualitas telur puyuh yang baik merupakan suatu kekuatan yang dapat dimanfaatkan oleh PPBT dalam proses pemasaran. c. Selain itu.200 per butir. ukuran dan besar telur yang dihasilkan merata.180 – Rp. Merupakan suatu kekuatan bagi PPBT hal ini karena lokasi produksi merupakan lokasi yang dinilai sangat menguntungkan dalam menunjang kegiatan operasional perusahaan.perusahaan dalam proses pemasaran telur puyuh yang dihasilkan.3. Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran Lokasi Produksi yang terletak di di Jalan KH Abdul Hamid Km 3 Desa Situ Ilir. Selain itu. Harga Jual Produk yang lebih murah Harga jual produk yang ditetapkan oleh PPBT yaitu Rp. Penetapan harga yang lebih murah dari . dan cangkang telur yang tebal sehingga tidak mudah pecah dan memudahkan dalam proses pemasaran produk.

Saluran distribusi yang digunakan oleh PPBT menjadi suatu kekuatan yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung kegiatan pemasaran PPBT. Pemilihan saluran distribusi langsung ini merupakan kekuatan bagi PPBT karena PPBT akan mendapatkan harga jual yang lebih tinggi dibandingkan jika melalui perantara atau tengkulak yang cenderung menetapkan harga yang lebih rendah dari harga pasar. e. Startegi harga yang lebih murah dari pesaing menjadi suatu kekuatan bagi PPBT untuk meraih lebih banyak pelanggan. mengirim barang sesuai dengan permintaan pelanggan. penetapan harga yang lebih murah dan kualitas yang lebih baik dari pesaing merupakan salah satu faktor yang menghasilkan loyalitas pelanggan. Loyalitas pelanggan merupakan hal yang sangat penting bagi perkembangan dan kemajuan suatu perusahaan. Selain itu. Dengan adanya loyalitas dari pelanggan akan menjamin adanya pasar bagi produk yang dihasilkan. Loyalitas pelanggan PPBT dapat terlihat dari frekuensi pemesanan . Saluran Distribusi Saluran distribusi yang digunakan oleh PPBT adalah saluran distribusi langsung dimana telur puyuh yang dihasilkan dipasarkan secara langsung oleh PPBT kepada konsumen yaitu pedagang pengecer atau bandar pedagang asongan tanpa melalui perantara atau tengkulak. d.pesaing ini merupakan salah satu strategi pemasaran yang digunakan oleh PPBT untuk mendapatkan keunggulan bersaing di pasar sasaran. Pelayanan dan loyalitas pelanggan Pelayanan pelanggan merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan hal ini karena pelayanan yang baik akan dapat menghasilkan loyalitas pelanggan. pendeknya jalur distribusi yang dipilih oleh PPBT membuat proses pemasaran dari PPBT menjadi lebih efisien. Pelayanan konsumen yang dilakukan oleh PPBT merupakan satu kekuatan yang dimiliki oleh PPBT. PPBT selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan yaitu dengan cara memenuhi permintaan pelanggan secara tepat waktu. kontinyu dalam mengirimkan barang dan PPBT selalu bersedia menerima keluhan dan masukan dari pelanggan sehingga PPBT dapat mengetahui keinginan pelanggan dan dapat memperbaiki kualitas pelayanannya. Selain itu. Saluran distribusi langsung yang dipilih juga bertujuan agar perusahaan tidak bergantung kepada perantara ataupun tengkulak.

Selain itu. Banyaknya konsumen yang datang ke PPBT karena adanya informasi dari pelanggan tetap PPBT merupakan salah satu bukti dari adanya loyalitas pelanggan PPBT.3. 6. Data pelangaan PPBT dapat dilihat pada Tabel 28. Loyalitas pelanggan ini merupakan kekuatan yang dimiliki oleh PPBT. loyalitas pelanggan juga dapat menjadi suatu alat promosi untuk menarik pelanggan baru. Daftar Pelanggan PPBT Wilayah Pasar No Nama Konsumen 1 Rohayong Pasar Anyar 2 Darsih Pasar Anyar 3 Sugeng Warung Jambu 4 Beri Ciluar 5 Murodadi Cibinong 6 H.kembali pelanggan yang dimiliki oleh PPBT. Kodir Ciawi 7 Iwong Pasir Angin 8 Odi Lewiliyang 9 Anton Pasar Bogor 10 Darti Pasar Bogor 11 Iwan Cirangkong Sumber : PPBT ( April. Tabel 28. Bahkan terdapat tujuh pelanggan yang merupakan pedagang pengecer atau agen telur yang telah menjadi pelanggan sejak PPBT berdiri.2 Kelemahan Variabel –variabel kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan yaitu : . Walaupun PPBT sempat tidak berproduksi pada akhir tahun 2007 akibat terserang virus Tetelo (Newcastle Disease) tetapi pelanggan tersebut tetap setia terhadap produk yang dihasilkan oleh PPBT. Sehingga dapat dikatakan pelayanan dan loyalitas pelanggan merupakan kekuatan yang dimiliki oleh PPBT. Terjadinya pemesanan ulang konsumen sebanyak minimal 48 kali pemesanan terhadap produk yang dihasilkan oleh PPBT menunjukkan adanya loyalitas pelanggan. 2009) Jumlah Permintaan (per minggu) 10 peti 4 peti 20 dus 10 peti 15 peti 10 peti 7 peti 15 peti 15 peti 10 peti 5 peti Lamanya menjadi pelanggan (bulan) 16 16 12 6 12 16 18 18 6 18 18 Berdasarkan data pada Tabel 28 dapat terlihat bahwa pelanggan yang saat ini dimiliki semuanya telah menjadi pelanggan PPBT lebih dari enam bulan dengan rata – rata pemesanan sebanyak dua kali dalam satu minggu.

PPBT hanya memiliki satu orang karyawan yang memiliki pengalaman selama sepuluh tahun dalam budidaya puyuh petelur sehingga hanya satu orang yang mengerti proses budidaya puyuh . Belum adanya pengalaman yang dimiliki oleh pekerja terutama bagian kandang membuat keterampilan yang dimilikinya menjadi kurang sehingga karyawan PPBT masih terus membutuhkan pelatihan dan pengawasan oleh karyawan yang telah memiliki pengalaman dan lebih lama bekerja. Namun. Hal ini dikarenakan puyuh merupakan unggas yang mudah stress sehingga membutuhkan proses pemeliharaan yang tepat dan keterampilan dari karyawan. saat ini keberadaan mitra terutama mitra yang berasal dari daerah Sukabumi dan Lido menjadi suatu kelemahan yang dapat menimbulkan kerugian bagi PPBT. Kurangnya kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra Peternakan Puyuh Bintang Tiga saat ini melakukan sistem kemitraan dengan beberapa peternak puyuh yang terdapat di Cibungbulang. b. Keterampilan karyawan yang dimiliki oleh PPBT saat ini masih kurang.a. Oleh karena itu. Faktor yang menyebabkan sistem kemitraan menjadi suatu kelemahan terjadi karena adanya penurunan kualitas telur yang dihasilkan oleh peternak mitra. Banyaknya telur yang pecah dan busuk ketika sampai ke PPBT menjadi suatu kerugian yang harus ditangung oleh perusahaan. Penurunan kualitas telur yang dihasilkan oleh peternak mitra ini juga dikhawatirkan akan menimbulkan kekecewaan konsumen yang pada akhirnya dapat menghilangkan kepercayaan konsumen kepada PPBT. PPBT harus melakukan penyortiran ulang terhadap telur yang berasal dari peternak mitra untuk menghindari adanya telur yang retak dan busuk yang sampai ke konsumen. Keterampilan Sumber Daya Manusia yang dimiliki Keterampilan dari karyawan merupakan suatu faktor yang sangat penting dalam proses produksi telur. Saat ini. Sistem kerjasama ini pada awalnya merupakan kekuatan yang dimiliki oleh PPBT karena dapat menambah jumlah kapasitas telur puyuh yang dapat dijual. Peternak yang menjadi mitra dari PPBT akan menjual telur yang dihasilkan kepada PPBT untuk dipasarkan kembali oleh pihak PPBT. Sehingga dapat disimpulkan sistem kemitraan dengan peternak saat ini menjadi suatu kelemahan yang dimiliki oleh PPBT. Lido dan Sukabumi. hal ini dikarenakan rata – rata karyawan PPBT belum memiliki pengalaman dalam proses budidaya puyuh petelur.

000 ekor puyuh petelur untuk menambah kapasitas produk yang dihasilkan oleh PPBT.200 ekor telur dan dus yang kapasitas 750 butir telur. dengan melihat banyaknya permintaan konsumen membuat pihak PPBT sampai akhir athun 2009 akan menambah satu kandang besar yang berkapasitas 12. Manajemen Perusahaan untuk Mendukung Kegiatan Pemasaran Manajemen perusahaan akan sangat mendukung kemajuan suatu perusahaan. Dengan tidak adanya merek pada kemasan menjadikan telur puyuh yang dipasarkan tidak memiliki identitas. Belum terdapatnya merek pada kemasan produk menjadi suatu kelemahan bagi perusahaan. e. Semua kegiatan manajemen PPBT berada dibawah pengawasan manajer yang sekaligus pemilik dari PPBT. Padahal merek dapat menjadi suatu . d. c. Masih rendahnya keterampilan SDM yang dimiliki oleh PPBT merupakan suatu kelemahan yang harus diatasi oleh perusahaan. PPBT belum memiliki orang yang secara khusus menangani pemasaran menjadi salah satu faktor yang dapat menghambat kegiatan pemasaran. Begitupun dengan manajemen pemasaran yang dikelola sepenuhnya oleh manajer. Keterbatasan kapasitas produksi ini merupakan suatu kelemahan bagi perusahaan dalam memenuhi permintaan konsumen.petelur dan dapat membimbing karyawan yang lain. Namun. Kapasitas Produksi Terbatasnya jumlah kandang yang dimiliki oleh PPBT saat ini membuat kapastitas produk yang dihasilkan menjadi terbatas. Hal ini membuat modal usaha yang dimiliki oleh PPBT menjadi terbatas.Spt. Selain itu. Belum adanya merek pada kemasan produk Telur puyuh yang dihasilkan oleh PPBT dipasarkan dalam peti kayu yang berkapasitas 1. Keterbatasan modal usaha ini merupakan suatu kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan karena dapat menghambat perkembangan dan kemajuan dari perusahaan. Aktivitas manajemen yang seluruhnya dilaksanakan oleh manajer ini merupakan suatu kelemahan bagi perusahaan karena akan membuat pekerjaan manajer menjadi terlalu berat dan tidak fokus. f. Modal Usaha Modal usaha dari PPBT hanya berasal dari pemilik usaha yaitu Bapak Prastiyo.

Identifikasi faktor – faktor eksternal perusahaan dilakukan melalui wawancara dengan pihak manajemen perusahaan. Kegiatan promosi hanya terjadi dari mulut ke mulut konsumen yang pernah membeli produk dari PPBT. mitra usaha dan mencari informasi pendukung dari data – data instansi terkait seperti BPS dan internet. Saat ini fasilitas dan peralatan produksi yang dimiliki oleh PPBT menjadi suatu faktor kelemahan perusahaan. Selain itu merek dapat menjadi suatu media promosi bagi perusahaan.jaminan kualitas dari produk yang dipasarkan. i. h. Padahal untuk mengapai visi yang dimilikinya perusahaan harus dapat memperluas wilayah pemasaran. g.4 Identifikasi Peluang dan Ancaman Identifikasi lingkungan eksternal digunakan untuk menentukan peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan dalam memasarkan telur puyuh yang dihasilkan oleh PPBT. Masih sempit atau terbatasnya wilayah pemasaran PPBT ini dapat menjadi hambatan untuk menggapai visi yang dimilikinya. Fasilitas dan peralatan produksi Fasilitas dan peralatan produksi yang dimiliki akan sangat menentukan kualitas dan kuantitas telur yang dihasilkan oleh PPBT. Padahal promosi merupakan hal yang penting dalam memperkenalkan produk perusahaan kepada konsumen. Berdasarkan hasil identifikasi maka diperoleh faktor – faktor yang . Kegiatan promosi yang terbatas dan tidak kontinyu menjadi suatu kelemahan bagi perusahaan Karena akan mengakibatkan wilayah pemasaran produk yang dihasilkan menjadi terbatas. Hal ini dikarenakan masih terbatasnya jumlah fasilitas dan peralatan produksi seperti kurung yang dimiliki oleh PPBT sehingga akan menghambat kegiatan pengembangan usaha yang dilakukan oleh PPBT. 6. Wilayah pemasaran yang masih terbatas Wilayah pemasaran PPBT yang saat ini masih terbatas yaitu hanya di daerah Bogor merupakan suatu kelemahan yang dimiliki perusahaan. masih sederhananya peralatan produksi yang digunakan juga menjadi faktor yang dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas telur yang dihasilkan oleh perusahaan. Kegiatan Promosi Sampai saat ini PPBT belum melakukan kegiatan promosi secara khusus. Apalagi perusahaan memiliki visi untuk menjadi penguasa pasar Jabotabek. Selain itu.

Terjaminnya ketersediaan bahan baku bagi perusahaan merupakan suatu peluang bagi perusahaan untuk mengembangkan usahanya. Adanya perkembangan teknologi dan penerapan teknologi pada aktivitas perusahaan menjadi sebuah peluang untuk dapat mengoptimalkan produksi dan memudahkan komunikasi dengan pihak – pihak diluar perusahaan yang dapat membuat perusahaan menjadi semakin berkembang. Telur puyuh yang memiliki kandungan protein yang tinggi dan kandungan lemak yang rendah sangat sesuai dengan tren gaya hidup sehat masyarakat. Perkembangan teknologi biasanya terlihat dari semakin modern alat – alat yang digunakan oleh peternakan sehingga akan membuat proses produksi menjadi semakin efisien dan efektif.4. Jawa Barat dan Banten yang menjadi target pasar dari PPBT.350 rupiah pada tahun 2004 menjadi 36. Selain itu. c. d.774 rupiah pada tahun 2007. Ketersediaan Bahan Baku Banyaknya pemasok bahan baku yang dibutuhkan oleh PPBT memberi suatu jaminan bahan baku bagi perusahaan. adanya sistem kerjasama dengan beberapa pemasok menjadi suatu jaminan agar perusahaan dapat memperoleh bahan baku yang dibutuhkan secara kontinyu. Perkembangan Teknologi Perkembangan teknologi di bidang peternakan cukup pesat.menjadi peluang dan ancaman adalah sebagai berikut : 6. b. Peningkatkan PDB Per Kapita masyarakat DKI Jakarta dari 31. Selain itu perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi juga akan sangat membantu dalam proses pemasaran produk yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan telur puyuh memiliki kandungan gizi yang paling tinggi dibandingkan telur lainnya termasuk telur ayam.629. PDB Per Kapita . Tren Gaya Hidup Sehat Berkembangnya tren gaya hidup dimasyarakat saat ini menjadi satu peluang bagi PPBT yang menghasilkan telur puyuh.719.1 Peluang a. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Jabotabek Peningkatan Pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat dilihat dari semakin meningkatnya Produk Domestik Regional Bruto Per Kapita masyarakat DKI Jakarta.

591.802 rupiah pada tahun 2004 menjadi 6. Dengan semakin meningkatnya permintaan terhadap telur puyuh merupakan suatu indikasi . Turunnya Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Kebijakan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada tanggal 15 januari 2009 menjadi Rp. Hal ini dikarenakan peningkatan pertumbuhan PDB per kapita merupakan salah satu indikasi bahwa pengeluaran masyarakat untuk konsumsi juga mengalami peningkatan. g. Salah satu pasokan pangan hewani masyarakat masyarakat dipenuhi oleh konsumsi telur. Meningkatnya jumlah penduduk akan sangat berimplikasi kepada peningkatan permintaan akan produk peternakan seperti telur puyuh.Turunnya harga BBM ini merupakan suatu peluang bagi perusahaan untuk mengembangkan usahanya dan memperluas wilayah pemasaran produk yang dihasilkan. salah satunya adalah telur puyuh.627 rupiah pada tahun 2007 dan peningkatan PDB Per Kapita Banten yaitu dari 6. Hal ini merupakan suatu peluang yang dapat dimanfaatkan oleh PPBT.001. Peningkatan Jumlah Penduduk Populasi jumlah penduduk Jawa Barat khususnya Kabupaten dan Kota Bogor serta DKI Jakarta yang merupakan wilayah pemasaran PPBT selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Dampak yang paling dirasakan oleh perusahaan akibat penurunan harga BBM ini adalah berkurangnya biaya distribusi telur yang selama ini menggunakan kendaraan bermotor. e.masyarakat Jawa Barat yang terus mengalami peningkatan dari 5. Selain itu.711 pada tahun 2007 merupakan suatu peluang yang dapat dimanfaatkan oleh PPBT dalam mengembangkan usahanya.902.4500 per liter berdampak kepada penurunan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Permintaan yang Semakin Meningkat Peningkatan permintaan telur puyuh setiap tahunnya merupakan suatu peluang yang dapat dimanfaatkan oleh PPBT untuk menambah jumlah pelanggan baru dan memperluas pangsa pasar PPBT serta memperluas usaha. turunnya harga BBM juga berdampak kepada penurunan harga bahan baku pakan yang digunakan oleh PPBT sehingga akan menghemat biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. membutuhkan pasokan pangan hewani yang besar. f. Jumlah populasi yang semakin besar.705.535 rupiah pada tahun 2004 menjadi 6.

meningkatnya pembeli potensial terhadap telur puyuh. 6.4.2 Ancaman

a. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar Situasi keamanan lingkungan sekitar merupakan faktor yang mempengaruhi perkembangan usaha perusahaan. Hal ini dikarenakan situasi keamanan sekitar peternakan merupakan situasi yang diharapkan mampu mendukung situasi yang kondusif seperti lingkungan yang tidak terlalu bising, frekuensi lalu lalang orang yang tidak terlalu tinggi, dan keamanan lain terkait aset perusahaan seperti keamanan dari pencurian. Namun, kondisi peternakan yang belum dipagari dan adanya jalan dibelakang kadang merupakan suatu kondisi yang dapat membuat orang luar masih bebas untuk masuk ke lokasi peternakan padahal puyuh merupakan unggas yang mudah mengalami stres. Faktor lain yang menyebabkan situasi keamanan lingkungan sekitar menjadi ancaman adalah terkait dengan lokasi peternakan yang terlalu dekat dengan pemukiman penduduk dan lahan pertanian milik penduduk. Hal ini yang membuat banyaknya aktivitas masyarakat disekitar lokasi peternakan dan dapat mengganggu keamanan dari perusahaan. Adanya beberapa kasus pencurian terhadap aset perusahaan juga merupakan indikasi bahwa keamanan lingkungan sekitar perusahaan menjadi suatu ancaman yang dapat menggangu perkembangan usaha dari Peternakan Puyuh Bintang Tiga. b. Tingkat Persaingan Industri yang Semakin Tinggi Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi terutama terjadi dengan peternak yang ada di daerah Sukabumi, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bahkan untuk di daerah Bogor sendiri saat ini peternakan puyuh semakin diminati. Data mengenai perkembangan jumlah peternakan puyuh di Bogor dapat dilihat pada Tabel 29. Berdasarkan Tabel 29 diketahui bahwa jumlah peternakan puyuh di wilayah Bogor terus mengalami peningkatan kecuali pada tahun 2004 – 2006 yang mengalami penurunan hal ini terjadi karena serangan wabah flu burung terhadap unggas puyuh. Namun, berdasarkan temuan lapang pada bulan Maret 2009 saat ini di Bogor sudah terdapat tujuh peternakan puyuh padahal pada awal tahun 2006 hanya terdapat dua peternakan puyuh hal ini merupakan indikasi bahwa tingkat persaingan industri semakin tinggi.

Tabel 29. Daftar Peternakan Puyuh di Bogor Tahun Jumlah Peternakan Lokasi Peternakan 2000 - 2002 2 Cibungbulang, Jonggol 2002 - 2004 5 Cibungbulang, Sukaraja, Cileungsi, Gunung Putri, Gunung Sindur 2004 – 2006 2 Ranca Bungur, Tajur Halang 2006 – 2009 7 Tajur Halang, Ranca Bungur, Cibungbulang, Cibanteng, Pasir Angin, Leuwiliyang, Jasinga
Sumber : BPS Bogor (2002-2006), Data Primer (2009)

Tingkat persaingan yang terjadi yaitu pada tingkat harga, kualitas dan kuantitas yang ditawarkan kepada pelanggan. Kondisi persaingan yang semakin tinggi merupakan suatu ancaman bagi PPBT apalagi PPBT akan terus mengembangkan usahanya. PPBT harus mampu mempertahankan wilayah pemasaran yang sudah ada dengan terus meningkatkan kualitas, kuantitas dan mempertahankan harga produk yang lebih murah dibandingkan dengan pesaing. PPBT memiliki keunggulan jika ditinjau dari lokasi produksi karena lebih dekat ke wilayah pemasaran dibandingkan dengan pesaing yang berasal dari luar wilayah Bogor, sehingga akan menghemat biaya distribusi produk. c. Perubahan Cuaca yang Tidak Menentu Puyuh merupakan unggas yang sangat peka terhadap perubahan cuaca yang akan mengakibatkan puyuh mudah mengalami stres. Jika puyuh mengalami stres akan berakibat pada penurunan produktivitas telur yang akan dihasilkan. Perubahaan cuaca yang tidak menentu yang merupakan dampak dari terjadinya global warming merupakan suatu ancaman bagi PPBT. d. Merebaknya Penyakit Puyuh Puyuh merupakan unggas yang sangat rentan terhadap penyakit. Banyaknya penyakit yang dapat menyerang puyuh seperti flu burung, tetelo, snot dan lain sebagainya merupakan suatu ancaman bagi perusahaan. Hal ini karena jika puyuh terjangkit penyakit akan sangat berpengaruh terhadap produktivitas telur bahkan dapat menyebabkan kematian puyuh dan hal ini akan sangat merugikan bagi perusahaan. e. Masuknya Telur Puyuh dari Luar Bogor ke Pasar di wilayah Bogor Banyaknya telur puyuh yang berasal dari daerah Sukabumi, Jawa Tengah, dan Jawa Timur semakin meningkatkan persaingan yang terjadi di pasar. Hasil survey

di pasar Anyar pada bulan Maret 2009 yang menjadi salah satu pasar sasaran utama dari PPBT dari tujuh toko penjual telur puyuh hanya terdapat dua orang yang menjual telur yang berasal dari PPBT. Lima orang pedagang lainnya mendapatkan pasokan telur puyuh dari wilayah Sukabumi. Sehingga dapat dikatakan sekitar 71 persen telur puyuh yang di pasar Bogor berasal dari daerah luar Bogor. Begitupun di Pasar Bogor hasil temuan lapangan pada bulan Maret 2009 hampir 80 persen telur puyuh yang dijual berasal dari luar wilayah Bogor. Dengan adanya telur puyuh yang berasal dari luar daerah Bogor menjadi suatu ancaman bagi perusahaan. Sehingga masuknya telur puyuh yang berasal dari luar Bogor ke Pasar di wilayah Bogor yang menjadi pasar sasaran dari PPBT harus diwaspadai karena dapat mengancam posisi perusahaan di pasar dan dapat merebut pelanggan dari PPBT.

Penentuan bobot dilakukan dengan menggunakan metode paired comparison. Selain pemberian bobot juga dilakukan pemberian rating terhadap faktor kekuatan dan kelemahan. pemberian rating terhadap faktor internal untuk masing – masing responden juga dapat dilihat pada Lampiran 8. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki posisi internal yang lemah atau dibawah rata – rata dalam usahanya menjalankan strategi untuk memanfaatkan kekuatan dan mengurangi kelemahan internal yang ada.1 Analisis matriks IFE dan EFE 7.315. Hal ini ditunjukkan dengan total skor sebesar 0. Pemberian bobot dan rata – rata bobot untuk masing – masing responden dapat dilihat pada Lampiran 6. Berdasarkan hasil perhitungan matriks IFE dapat diketahui bahwa faktor internal yang paling berpengaruh pada perusahaan adalah pelayanan dan loyalitas pelanggan. Hal ini harus dipertahankan oleh perusahaan dan terus ditingkatkan. Selain itu. Nilai dan bobot dari masing – masing variabel internal ditentukan oleh tiga orang responden yaitu manajer sekaligus pemilik usaha.VII PERUMUSAN ALTERNATIF STRATEGI 7. Adapun hasil pengolahan dapat dilihat pada Tabel 30. Adanya keunggulan dalam pelayanan dan loyalitas pelanggan merupakan kekuatan yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk menjangkau pasar sasaran.1. Bobot dari masing – masing variabel kemudian dikalikan dengan rating masing – masing variabel tersebut untuk mendapatkan total skor dari analisis lingkungan internal perusahaan. . Hasil pengolahan data pada Tabel 30 menunjukkan bahwa total skor untuk matriks IFE adalah sebesar 2. Selain pemberian bobot. keunggulan dalam hal pelayanan yang dimiliki.309.1 Analisis matriks IFE (Internal Factor Evaluation) Analisis matriks IFE dilakukan dengan mengolah faktor – faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan. karyawan tetap dan mitra usaha yang juga merupakan salah satu pendiri dari Peternakan Puyuh Bintang Tiga. dapat memudahkan perusahaan dalam memperluas daerah pemasaran khususnya untuk menggapai visi dari PPBT yaitu menjadi penguasa pasar Jabotabek. Pelayanan yang baik yang akhirnya menghasilkan adanya loyalitas pelanggan merupakan keunggulan bersaing yang dimiliki oleh perusahaan.

karena adanya merek pada kemasanan akan menjadi jaminan kualitas dari produk yang dihasilkan oleh PPBT sebagai telur puyuh yang berkualitas.127 Modal Usaha 1.000 0.000 2.000 0. Padahal merek merupakan suatu faktor penting yang dapat meningkatkan brand image yang positif bagi konsumen.147 Keterampilan SDM yang dimiliki 1.079 0. Belum adanya merek pada kemasan produk perlu segera diatasi karena kelemahan ini akan menjadikan produk yang dijual oleh PPBT menjadi tidak memiliki identitas dengan tidak adanya merek pada kemasan.228 Harga Jual Produk yang lebih murah dibanding pesaing 3. Hal ini ditunjukkan dengan total skor 0.080 0.333 0.266 Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran 3.096 Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran 1.rata Skor Rating bobot Total Kualitas Produk 3.062 0. .235 Pelayanan dan Loyalitas Pelanggan 4. Selain itu merek juga dapat menjadi salah satu media promosi bagi perusahaan supaya produk yang dihasilkan menjadi semakin dikenal oleh konsumen dan hal ini akan sangat berpengaruh dalam upaya memperluas wilayah pemasaran.000 0.rata Rata .077 Kegiatan Promosi 2.667 0.063 0.038 0.333 0.077.076 0.071 0.000 0.667 0.Tabel 30.079 0.131 Total 1.667 0.333 0.050 0.102 Kapasitas Produksi 1.088 0.000 0.667 0.667 0.101 Wilayah pemasaran yang masih terbatas 2.079 0.333 0.253 Saluran Distribusi 3.058 0.315 Kelemahan Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra 1.076 0. Matriks IFE (Internal Factor Evaluation) PPBT Kekuatan Rata .309 Faktor strategis yang menjadi kelemahan yang sangat berpengaruh bagi perusahaan yaitu belum adanya merek pada kemasan produk.126 fasilitas dan peralatan produksi 1.102 0.105 Belum adanya merek pada kemasan Produk 2.

202 0.000 Skor Total 0.091 Perubahan cuaca yang tidak menentu 3.000 0. Bobot dan rating dari masing – masing variabel kemudian dikalikan untuk mendapatkan total skor dari analisis lingkungan eksternal perusahaan.269 0.286 0. Hal ini menunjukkan bahwa PPBT berada diatas rata – rata (2.364 0. Pemberian bobot yang dilakukan oleh responden dapat dilihat pada Lampiran 7.7.088 Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi 3. Matriks EFE ( Eksternal Factor Evaluation) PPBT Peluang Rata .000 0.333 0.324 0.162 0. Sedangkan penilaian rating yang dilakukan oleh responden dapat dilihat pada Lampiran 8. Selain pemberian bobot responden juga memberikan rating terhadap faktor – faktor yang mempengaruhi perusahaan.333 0.091 Ancaman Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar 2.069 Trend Gaya Hidup Sehat 2. Adapun hasil pengolahan dapat dilihat pada Tabel 31.144 3.072 Total 1.290 0.239 0.090 Perkembangan Teknologi 2.667 0.1. Pemberian bobot dan rating pada faktor eksternal dilakukan oleh responden yang sama dengan pemberian bobot dan rating pada faktor internal.667 0.000 0.177 0.087 Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh 3.000 0. Tabel 31.076 Peningkatan Pertumbuhan ekonomi masyarakat Jabotabek 3.097 Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor 2.50) dalam usahanya menjalankan strategi untuk memanfaatkan peluang dan menghindari ancaman.rata Rata -rata Rating bobot Ketersediaan Bahan Baku 3. Permintaan yang semakin meningkat menjadi peluang yang sangat berpengaruh pada PPBT hal ini .028.080 Turunnya harga BBM 3.028 Berdasarkan pengolahan matriks EFE pada Tabel 31 didapatkan total skor untuk matriks EFE adalah sebesar 3.333 0.086 Peningkatan jumlah penduduk 3.000 0.2 Analisis Matriks EFE (Eksternal Factor Evaluation) Pemberian bobot pada faktor ekternal dilakukan dengan cara yang sama dengan pemberian bobot pada faktor internal.273 0.333 0.299 0.333 0.073 Permintaan yang semakin meningkat 4.

Rendahnya respon perusahaan terhadap ancaman ini dikarenakan perusahaan masih belum optimal dalam melakukan kegiatan promosi. Hal ini menunjukkan bahwa respon perusahaan dalam menghindari ancaman masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar yang menjadi target pasar utama dari PPBT masih sangat rendah. . Adapun hasil pemetaan dari matriks IFE dan EFE pada matriks IE dapat dilihat pada Gambar 13. Berdasarkan analisis matriks IE maka dapat diketahui posisi perusahaan saat ini. Selain itu faktor lain yang menjadi peluang yang sangat berpengaruh bagi perusahaan yaitu ketersediaan bahan baku dengan total skor sebesar 0. Permintaan yang semakin meningkat menjadi peluang yang sangat besar bagi perusahaan untuk memperluas daerah pemasaran. ketersediaan bahan baku yang melimpah merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk melakukan integrasi kebelakang yaitu dengan menjalin kerjasama dengan pemasok bahan baku khususnya bahan baku pakan agar unit usaha pakan ternak yang dikelola oleh PPBT dapat menjadi semakin berkembang.309 dan nilai skor dari matriks EFE adalah 3. 7.364.2 Matriks IE ( Internal – Eksternal) Matriks IE diperoleh dari penggabungan matriks IFE dan EFE.028. Matriks IE juga akan mempermudah dalam pemilihan alternatif strategi yang akan dirumuskan.299. Faktor strategis internal yang menjadi ancaman yang sangat berpengaruh bagi perusahaan adalah masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor yang saat ini merupakan target pasar utama dari PPBT. Nilai skor dari matriks IFE adalah 2.144.ditunjukkan dengan total skor yang paling besar yaitu sebesar 0. sehingga apabila masing – masing total skor dari faktor internal dan faktor eksternal dipetakan dalam matriks IE akan menempatkan Peternakan Puyuh Bintang Tiga pada kuadran II. Total skor dari ancaman masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor adalah sebesar 0.

99) Lemah(1. Strategi intensif terdiri dari penetrasi pasar (market penetration). pengembangan pasar (market development). integrasi ke belakang (backward integration) dan integrasi horisontal (horizontal integration).99) 3.0 2.0-1.0 IV V VI VII VIII IX Gambar 13. dan pengembangan produk (product development). Penetrasi pasar merupakan strategi yang berusaha untuk meningkatkan pangsa pasar untuk produk yang ada saat ini melalui upaya pemasaran yang lebih besar. Integrasi ke belakang adalah strategi untuk mencari kepemilikan atau meningkatkan kontrol atas pemasok perusahaan.028 3.0-1.Total Rata – rata Tertimbang IFE Kuat (3.0 Total Rata Menengah (2. Strategi ini sangat cocok ketika pemasok perusahaan saat ini tidak dapat . meningkatkan jumlah belanja iklan. Pengembangan pasar merupakan pengenalan produk yang ada saat ini ke area geografi yang baru. Matriks Internal – Eksternal (IE) Peternakan Puyuh Bintang Tiga Berdasarkan Gambar 13 diketahui bahwa posisi Peternakan Puyuh Bintang Tiga yang berada pada kuadran II termasuk kedalam tumbuh dan kembangkan (Growth and Build) dimana strategi yang paling sesuai digunakan pada posisi ini adalah strategi intensif atau integratif (David. Penetrasi pasar mencakup meningkatkan jumlah tenaga penjual.0-4.99) – rata 2.30 9 II 2.0 III 1.0) 3.0) 4. 2006). menawarkan promosi penjualan yang ekstensif atau meningkatkan upaya publisitas. Integrasi ke depan melibatkan akuisisi kepemilikan atau peningkatan kontrol atas distributor atau pengecer.99) 1.0-4. Strategi integratif terdiri dari integrasi ke depan (forward integration). Pengembangan produk merupakan strategi yang mencari peningkatan penjualan dengan memperbaiki atau memodifikasi produk saat ini.0 I Rata-rata(2.0 Tertimbang EFE Rendah (1.0-2.0 Tinggi (3.0-2.

O6 dan O7). Matriks SWOT Peternakan Puyuh Bintang Tiga dapat dilihat pada Lampiran 9. atau tidak dapat memenuhi kebutuhan perusahaan. pelayanan kepada konsumen untuk memanfaatkan adanya pasar potensial (S1.S2.S3.S5. peluang dan ancaman yang dapat digunakan dalam merumuskan alternatif strategi yang tepat bagi perusahaan. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk mempertahankan pelanggan yaitu dengan mengirim barang tepat waktu dan . O1. Strategi S-O bagi Peternakan Puyuh Bintang Tiga adalah sebagai berikut : 1.O3.3 Matriks SWOT Berdasarkan hasil analisis lingkungan internal dan lingkungan eksternal Peternakan Puyuh Bintang Tiga diketahui faktor – faktor yang menjadi kekuatan.diandalkan. Mempertahankan dan meningkatkan jumlah pelanggan dengan menjaga kualitas produk. Adapun alternatif – alternatif strategi diperoleh dengan melakukan analisis dan penggabungan dengan faktor yang memiliki tujuan yang sama. Hasil dari matriks SWOT menghasilkan delapan alternatif strategi yaitu : 1. Integrasi horizontal mengacu pada strategi yang mencari kepemilikan atau meningkatkan kontrol atas pesaing perusahaan. Alternatif – alternatif strategi tersebut disusun dengan menggunakan matriks SWOT. Strategi S-O Strategi S-O adalah strategi yang memaksimumkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang. Agar diperoleh strategi yang lebih spesifik bagi perusahaan maka digunakan matriks SWOT untuk melengkapi matriks IE yang berisi langkah – langkah strategi yang lebih konkrit yang dapat dilakukan oleh perusahaan. Strategi yang dihasilkan melalui matriks IE hanya menghasilkan gambaran strategi secara umum bagi perusahaan tanpa adanya implementasi strategi yang lebih teknis dan spesifik pada tingkat usaha. 7. Upaya yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan pelanggan yang telah dimiliki saat ini yaitu dengan selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan pelanggan melalui peningkatan pelayanan perusahaan kepada pelanggan.O4. Strategi yang akan diperoleh melalui matriks SWOT berdasarkan pada pengembangan dari matriks IE.O5.S4.O2. terlalu mahal. kelemahan.

internet. Selain itu dalam upaya mempertahankan pelanggan hendaknya perusahaan lebih memperhatikan pelanggan dengan memperhatikan keinginan dari pelanggan. pedagang telur yang . Selain itu perusahaan sebaiknya melakukan kegiatan promosi secara rutin dengan mengadakan pertemuan dengan pelanggan dan calon pelanggan yang ada dipasar sehingga perusahaan dapat memasarkan produk yang semakin banyak akibat adanya kegiatan pengembangan usaha yang dilakukan oleh perusahaan. Teknologi informasi yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan seperti majalah pertanian. memenuhi permintaan pelanggan walaupun permintaan tersebut tidak pada waktu pengiriman barang. dan televisi yang dapat digunakan sebagai media promosi untuk memperluas wilayah pemasaran perusahaan.sesuai dengan permintaan pelanggan. Kegiatan pengenalan perusahaan ini penting dilakukan karena berdasarkan survey lapang pada bulan Maret di pasar Anyar dan Pasar Bogor masih sangat sedikit yang mengetahui keberadaan PPBT yaitu hanya dua orang pelanggan yang mengetahui keberadaan dari PPBT dan mereka adalah pedagang yang sudah menjadi pelanggan tetap dari PPBT. Upaya pemasaran yang dapat dilakukan untuk meningkatkan jumlah pelanggan yaitu dengan memanfaatkan adanya perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi dan telekomunikasi sebagai alat atau media kegiatan promosi dan pemasaran perusahaan. Sehingga adanya pelanggan yang loyal yang dimiliki oleh perusahaan secara tidak langsung akan berpengaruh pada peningkatan jumlah pelanggan perusahaan. Pelanggan yang loyal merupakan asset yang berharga bagi perusahaan karena akan mempromosikan produk yang dihasilkan perusahaan kepada orang lain. Sedangkan perkembangan teknologi telekomunikasi yang dapat dimanfaatkan seperti penggunaan telepon dan Handphone dapat digunakan untuk memudahkan perusahaan untuk berkomunikasi dengan pelanggan. menjaga kualitas produk yang dihasilkan agar produk yang diterima oleh pelanggan dalam keadaan baik. Dengan adanya kegiatan promosi ini diharapkan konsumen yaitu pedagang pengecer yang ada dipasar semakin mengenal dan mengetahui keberadaan dari Peternakan Puyuh Bintang Tiga. Selain itu. Agar loyalitas dari pelanggan tetap terjaga perusahaan sebaiknya tetap menjaga kualitas dari produk yang dihasilkan dan tingkat harga yang bersaing.

O5.ada di pasar sama sekali tidak mengetahui keberadaan dari Peternakan Puyuh Bintang Tiga. Hasil formulasi strategi W-O PPBT dapat dirumuskan sebagai berikut : • Memberikan merek pada peti kayu dan dus yang digunakan sebagai kemasan produk dan meningkatkan kegiatan promosi untuk meningkatkan loyalitas dan pangsa pasar (W1. . Selain itu. perusahaan sebaiknya meningkatkan kegiatan promosi perusahaan agar dapat memanfaatkan adanya pasar potensial. 2.W3. pemberian merek juga merupakan salah satu upaya pemasaran yang dapat dilakukan oleh perusahaan karena pemberian merek dapat menjadi suatu jaminan kualitas dari produk yang dijual dan media promosi bagi perusahaan. Selain itu adanya merek juga merupakan media promosi bagi perusahaan karena konsumen akan semakin mengetahui keberadaan dari perusahaan.W6.O3. O6. Tidak adanya merek pada peti kayu dan dus yang digunakan sebagai kemasan telur puyuh yang dihasilkan oleh perusahaan menjadikan produk menjadi tidak memiliki identitas di pasar. pemberian merek pada peti kayu dan dus yang digunakan bertujuan untuk memberikan identitas produk perusahaan di pasar. Adanya merek pada kemasan produk akan menjadi jaminan bagi pelanggan bahwa produk yang diterima benar – benar berasal dari Peternakan Puyuh Bintang Tiga yang memiliki kualitas produk yang baik sehingga dapat meningkatkan loyalitas pelanggan. Selain pemberian merek. Kegiatan promosi perusahaan hanya terjadi dari mulut ke mulut antar pelanggan yang pernah membeli telur puyuh kepada perusahaan.O1. dan O7). Pemberian nama merek atau cap pada suatu produk merupakan hal yang penting sebagai media penanaman brand image yang positif bagi konsumen. Kegiatan promosi yang dapat dilakukan perusahaan yaitu dengan memperkenalkan dan menawarkan produk secara langsung kepada pelanggan baru dengan mengadakan pertemuan kepada calon pelanggan yang ada di pasar atau memanfaatkan adanya media seperti internet. Strategi W-O Strategi W-O adalah strategi yang meminimumkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang. Selama ini perusahaan tidak melakukan kegiatan promosi secara khusus.

Selain itu. Peningkatan kualitas telur yang dihasilkan oleh peternak mitra terutama dilakukan dengan melakukan sortasi yang lebih ketat terhadap standar produk yang dapat dijual dengan memperhatikan aspek ketebalan kulit telur. O4. Pembuatan kontrak tertulis ini juga bertujuan untuk mempertahankan kualitas produk PPBT sehingga akan memudahkan PPBT untuk memasarkan produknya kepada konsumen. Dengan adanya kontrak tertulis ini resiko kerugian akibat rendahnya standar produk yang berasal dari peternak mitra dapat dihindari oleh perusahaan. dan O7) Peningkatan kontrol terhadap peternakan mitra dengan membuat kontrak tertulis bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan para peternak mitra untuk meningkatkan kualitas telur yang dihasilkan. Kontrak tertulis yang dibuat berisi tetang kesepakatan telur yang dapat diterima oleh PPBT.ukuran telur dan corak telur puyuh.W9. Sehingga keberadaan perusahaan akan semakin dikenal oleh masyarakat luas. Oleh karena itu peningkatan kontrol terhadap peternak mitra dengan membuat kontrak tertulis untuk mengenai standar produk untuk meningkatkan kualitas produk yang berasal dari mitra menjadi suatu hal yang penting untuk mencapai posisi pasar yang diinginkan oleh perusahaan. Adanya kualitas produk yang baik akan sangat mendukung tercapainya positioning yang diinginkan oleh perusahaan yaitu sebagai penghasil telur puyuh yang berkualitas dan bermutu baik. • Meningkatkan kontrol kepada peternak mitra dengan membuat kontrak tertulis mengenai standar produk untuk meningkatkan kualitas telur yang berasal dari mitra (W2.majalah pertanian untuk mempromosikan produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Sehingga jika telur yang berasal dari peternak dibawah standar yang ditetapkan oleh PPBT maka telur – telur tersebut akan dikembalikan kepada peternak mitra. Kegiatan sortasi yang tepat yang dilakukan oleh peternak mitra akan mengurangi kemungkinan kerusakan telur ketika sampai ke Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) dan akan mengurangi resiko kerugian yang akan tanggung oleh perusahaan. . perusahaan juga dapat memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi seperti Handphone untuk meningkatkan kontrol dan pengawasan terhadap peternak mitra terutama untuk peternak mitra yang berada didaerah Sukabumi dan Lido.

Kegiatan promosi ini diperlukan untuk mendukung kegiatan memperluas pasar ke wilayah pasar Jabotabek. Selain itu. O1.O2.W7.W5. dan O7) Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan modal yang dimiliki oleh perusahaan yaitu dengan menjalin kerjasama dengan pihak perbankan.W4.W6. Adanya kegiatan pengembangan usaha akibat adanya tambahan modal akan membuat perusahaan dapat memperluas wilayah pemasaran ke wilayah pasar Jabotabek sesuai dengan visi perusahaan untuk menjadi penguasa pasar Jabotabek. tambahan modal ini juga diperlukan untuk menambah biaya pemasaran perusahaan seperti dengan menambah biaya untuk melakukan kegiatan promosi sehingga kegiatan promosi dapat dilakukan secara lebih kontinyu.O3. Dengan adanya tambahan modal yang diperoleh dari perbankan dapat digunakan oleh perusahaan untuk melakukan kegiatan pengembangan usaha dengan menambah jumlah populasi puyuh sehingga dapat menambah jumlah telur puyuh yang dihasilkan oleh perusahaan.O6. Kegiatan perluasan pasar ini diperlukan untuk menggapai visi dari perusahaan yaitu menjadi penguasa pasar Jabotabek dan untuk mendukung kegiatan pengembangan pasar yang akan terus dilakukan oleh perusahaan.• Menjalin kerjasama dengan perbankan untuk melakukan pengembangan usaha dan memperluas wilayah pemasaran ke wilayah pasar Jabotabek (W3. Sehingga kerjasama dengan pihak perbankan untuk menambah jumlah modal PPBT diperlukan oleh perusahaan untuk memperbaiki bauran pemasaraan dari perusahaan yaitu dari sisi produk dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas dari produk yang dihasilkan serta dari sisi promosi yaitu dengan . Modal yang berasal dari pihak perbankan dapat digunakan oleh perusahaan salah satunya dengan membeli mesin tetas yang lebih modern sehingga tidak diperlukan karyawan untuk membalikkan telur yang ada didalam mesin tetas tersebut dan menjadikan kinerja mesin tetas menjadi lebih efisien.O5.W8. perusahaan juga dapat meningkatkan kegiatan promosi perusahaan dan menambah serta memperbaiki fasilitas dan peralatan produksi yang dimiliki oleh perusahaan dengan manfaatkan modal yang diperoleh dari pihak perbankan. Selain itu. Dengan adanya tambahan modal untuk memperbaiki fasilitas dan peralatan produksi yang dimiliki oleh perusahaan akan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang akan dihasilkan oleh perusahaan.

S4.T1 dan T3) Dalam menghadapi tingkat persaingan yang semakin tinggi perusahan harus memiliki keunggulan untuk dapat tetap bersaing dalam mengatasi ancaman industri dengan mengatasi ancaman yang ada.S5.menambah biaya promosi untuk melakukan perluasan pasar agar visi dari perusahaan menjadi penguasa pasar Jabotabek dapat tercapai.S3. Strategi S-T Strategi S-T adalah strategi yang memaksimumkan kekuatan untuk menghadapi ancaman. kualitas produk dan pelayanan konsumen dalam menghadapi persaingan (S1. Tingkat harga bersaing. Strategi mempertahankan tingkat harga bersaing. Ancaman yang dihadapi oleh perusahaan diantaranya tingkat persaingan industri yang semakin tinggi dan masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor. Hal ini dapat dilakukan dengan menekan biaya produksi agar lebih efisien seperti membeli bahan baku pakan khususnya jagung dari daerah sekitar peternakan untuk menghemat biaya transportasi. kualitas produk dan pelayanan konsumen dalam menghadapi persaingan merupakan strategi yang dapat dijalankan oleh perusahaan untuk menghadapi persaingan yang semakin tinggi terutama dengan masuknya telur puyuh dari luar wilayah Bogor ke pasar di Wilayah Bogor dan tingkat persaingan industri yang semakin tinggi dengan semakin banyaknya peternakan puyuh yang ada di wilayah Bogor. perusahaan juga sebaiknya menetapkan waktu pengiriman barang secara rutin pada hari yang sama agar dapat menghemat biaya pengiriman barang ke pasar. kualitas produk dan pelayanan yang baik kepada konsumen merupakan keunggulan perusahaan yang harus dipertahankan. .S2. Strategi S-T bagi PPBT dapat dirumuskan sebagi berikut : • Mempertahankan tingkat harga bersaing. Selain itu. Strategi ini tetap mempertahankan bauran harga yang telah dijalankan oleh perusahaan yaitu dengan tetap mempertahankan harga yang lebih murah dibandingkan dengan pesaing agar perusahaan mampu bertahan dari persaingan bahkan mampu merebut pangsa pasar telur yang berasal dari luar wilayah Bogor. 3.

Selain itu. Oleh karena itu.• Menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar dan melibatkan masyarakat sekitar dalam aktivitas pengembangan usaha (S5. kondisi kondusif disekitar lingkungan perusahaan terutama disekitar kandang sangatlah penting terutama untuk mempertahankan kualitas dari produk yang dihasilkan. Oleh karena itu startegi ini diperlukan selain untuk menimbulkan kondisi yang kondusif dilingkungan perusahaan juga dalam upaya mempertahankan kualitas telur yang dihasilkan. strategi menjaga hubungan baik dengan masyarakat merupakan suatu hal yang sebaiknya dilakukan oleh perusahaan agar perusahaan bisa tetap berkembang dengan baik. Selain itu. Lokasi perusahaan yang strategis dapat dipertahankan jika perusahaan . Hubungan baik yang dapat dijalin oleh perusahaan dengan masyarakat sekitar yaitu dengan melibatkan masyarakt sekitar dalam aktivitas pengembangan usaha seperti menggunakan tenaga kerja yang berasal dari masyarakat sekitar sehingga masyarakat ikut merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan. Terciptanya kondisi kondusif dilingkungan sekitar perusahaan akan sangat mendukung kegiatan pengembangan usaha perusahaan. Sehingga strategi ini dapat mendukung bauran pemasaran perusahaan dari sisi produk yaitu untuk menjaga kualitas dan kuantitas telur puyuh yang dihasilkan juga dari sisi distribusi yaitu mempertahankan lokasi perusahaan yang strategis. perusahaan juga dapat meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat sekitar dengan ikut berpastisipasi menjadi donatur pada kegiatan – kegiatan masyarakat sekitar atau dengan melakukan aktivitas amal dengan membagikan telur pada hari – hari tertentu kepada masyarakat sekitar secara bergiliran agar masyarakat ikut menikmati hasil dari aktivitas perusahaan. T2) Situasi keamanan lingkungan sekitar merupakan ancaman yang dapat menghambat kemajuan perusahaan. Hal ini dikarenakan puyuh merupakan hewan yang mudah stres bahkan hanya dengan adanya orang asing yang masuk keareal kandang dan akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas dari telur yang dihasilkan untuk itu kondisi yang kondusif merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perusahaan. Adanya hubungan baik yang terjalin dengan masyakat sekitar akan membuat masyarakat ikut merasaan manfaat dari keberadaan perusahaan sehingga akan ikut menjaga keamanan dan kondisi kondusif dilingkungan perusahaan.

W2.dapat menjaga hubungan baik dengan masyarakat sehingga tidak minimbulkan konflik yang dapat menghambat kegiatan pengembangan usaha dari perusahaan. Adanya ancaman perubahan cuaca yang tidak menentu dan merebaknya penyakit yang menyerang puyuh membuat perusahaan harus meningkatkan keamanan dan kesehatan ternak. Lokasi perusahaan yang strategis ini perlu dipertahankan karena lokasi perusahaan merupakan kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan dibandingkan dengan pesaing.W6. Strategi W-T bagi PPBT diformulasikan sebagai berikut: • Melakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan terutama peningkatan keterampilan SDM dan manajemen pemasaran untuk menghadapi tingkat persaingan yang semakin tinggi. Kualitas telur puyuh yang dihasilkan akan sangat mempengaruhi loyalitas dan kepercayaan pelanggan untuk itu kegiatan pemeliharaan yang tepat akan sangat menentukan kualitas dari telur puyuh yang dihasilkan. Sehingga strategi ini juga akan mendukung kegiatan pemasaran dari perusahaan yaitu melalui bauran produk perusahaan. 4.W3. Hal ini dikarenakan telur puyuh yang dihasilkan sangat bergantung dari kondisi kesehatan ternak. • Meningkatkan keamanan dan kesehatan ternak dengan menjaga kebersihan.T4 dan T5). agar dapat menghadapi tingkat persaingan . (W1.W9. Kegiatan peningkatan kesehatan ternak dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan.T3. pemberian vaksin secara rutin dan proses pemeliharaan yang tepat dan efisien. Hal ini bertujuan agar ternak tidak mudah stress.T4 dan T5) Strategi ini bertujuan untuk mempertahankan kualitas produk telur puyuh yang dihasilkan oleh perusahaan. Telur yang berkualitas dan bermutu baik akan memudahkan kegiatan pemasaran yang akan dilakukan oleh perusahaan. Strategi ini dilakukan dengan melakukan evaluasi terhadap kinerja yang telah dilakukan oleh perusahaan saat ini.W4.pemberian vaksin dan proses pemeliharaan yang tepat (S2. Strategi W-T Strategi W-T adalah strategi yang meminimumkan kelemahan untuk mengatasi ancaman.T1. Peningkatan keamanan ternak yang dilakukan oleh perusahaan yaitu dengan mengurangi kontak ternak dengan orang luar selain pekerja dengan cara memagari areal kadang.W7.

Matriks QSP merupakan alat yang digunakan untuk membuat peringkat strategi yang diprioritaskan. Evaluasi terhadap kinerja terutama dengan meningkatkan keterampilan dari karyawan dan pengelolaan manajemen pemasaran yang lebih profesional. Delapan alternatif strategi tersebut yaitu : .yang semakin tinggi. Kelemahan dari matriks QSP yaitu memerlukan intuitif dan asumsi yang diperhitungkan. Kelebihan dari matriks QSP adalah set strategi dapat diperiksa secara berurutan dan bersamaan. Evaluasi yang dapat dilakukan meliputi kegiatan promosi yang telah dilakukan. tidak semua dapat diimplementasikan karena tergantung dari kebijakan perusahaan. Agar perusahaan dapat meningkatkan kinerja pemasaran selama ini sebaiknya perusahaan mempunyai karyawan khusus yang menangani pemasaran sehingga kegiatan pemasaran perusahaan diharapkan dapat menjadi lebih efektif.wilayah pemasaran perusahaan serta terhadap pengelolaan manajemen pemasaran yang selama ini dilakukan sepenuhnya oleh manajer. Pelatihan dapat diberikan oleh karyawan tetap PPBT yang telah memiliki keterampilan dan pengalaman dibidang budidaya puyuh selama sepuluh tahun dan manajer PPBT. 7. Selain itu. walaupun demikian prosesnya harus menggunakan informasi obyektif. Peningkatan keterampilan karyawan dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada karyawan secara rutin. mengharuskan ahli strategi untuk memadukan faktor internal dan eksternal yang terkait dengan proses keputusan. Berdasarkan hasil analisis SWOT Peternakan Puyuh Bintang Tiga terdapat delapan alternatif strategi yang dapat dilaksanakan oleh perusahaan. Tidak ada batas untuk jumlah strategi yang dievaluasi. memberikan peringkat dan nilai daya tarik mengharuskan keputusan subyektif.4 Penentuan Prioritas Strategi berdasarkan Matriks QSP (Quantitative Strategic Planning) Alternatif – alternatif strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT. evaluasi terhadap manajemen pemasaran juga perlu dilakukan agar perusahaan mampu bertahan dari persaingan yang semakin tinggi.

Delapan strategi yang dihasilkan dari matrik SWOT tersebut kemudian di analisis dengan menggunakan matriks QSP. Melakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan terutama peningkatan keterampilan SDM dan manajemen pemasaran untuk menghadapi tingkat persaingan yang semakin tinggi. 5. Untuk melaksanakan strategi ini perusahaan hendaknya senantiasa berusaha menjaga dan meningkatkan hubungan baik dengan pelanggan agar loyalitas pelanggan dapat . 8. Menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar dan melibatkan masyarakat sekitar dalam aktivitas pengembangan usaha.704. Berdasarkan matriks QSP pada Tabel 32 diperoleh bahwa strategi “Mempertahankan dan meningkatkan jumlah pelanggan dengan menjaga kualitas produk. Nilai STAS untuk masing . 2. pelayanan kepada konsumen untuk memanfaatkan adanya pasar potensial. Mempertahankan tingkat harga bersaing.1. Menjalin kerjasama dengan perbankan untuk melakukan pengembangan usaha dan memperluas wilayah pemasaran ke wilayah pasar Jabotabek. kualitas produk dan pelayanan konsumen dalam menghadapi persaingan.pemberian vaksin dan proses pemeliharaan yang tepat . 7.masing alternatif strategi dapat dilihat pada Tabel 32. Meningkatkan kontrol kepada peternak mitra dengan membuat kontrak tertulis mengenai standar produk untuk meningkatkan kualitas telur yang berasal dari mitra. 3. pelayanan kepada konsumen untuk memanfaatkan adanya pasar potensial” sebagai strategi dengan nilai STAS tertinggi yaitu sebesar 6. 6. Meningkatkan keamanan dan kesehatan ternak dengan menjaga kebersihan. 4. Berdasarkan analisis dengan menggunakan matriks QSP diperoleh prioritas strategi yang disarankan berdasarkan urutan pertama dengan nilai STAS tertinggi sampai urutan terakhir dengan nilai STAS terendah. Mempertahankan dan meningkatkan jumlah pelanggan dengan menjaga kualitas produk. Memberikan merek pada peti kayu dan dus yang digunakan sebagai kemasan produk dan meningkatkan kegiatan promosi untuk meningkatkan loyalitas dan pangsa pasar.

Adanya loyalitas pelanggan juga merupakan salah satu media promosi yang baik untuk menambah jumlah pelanggan. memberikan pelayanan terbaik. 2 Memberikan merek pada peti kayu dan dus yang digunakan sebagai kemasan produk dan 5. Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan yakni dengan mengirim produk tepat waktu. mempertahankan kualitas produk. 7 Meningkatkan keamanan dan kesehatan ternak dengan menjaga kebersihan.751 VIII pengembangan usaha.160 VII produk untuk meningkatkan kualitas telur yang berasal dari mitra. dan menjamin produk sampai kepada konsumen dalam keadaan yang baik dan sesuai dengan pesanan pelanggan. 4 Menjalin kerjasama dengan perbankan untuk melakukan pengembangan usaha dan memperluas 4. kualitas produk dan pelayanan konsumen dalam menghadapi persaingan” strategi ini memiliki nilai STAS sebesar 6. kualitas produk dan pelayanan konsumen dalam 6.000 II menghadapi persaingan.069 IV manajemen pemasaran untuk menghadapi tingkat persaingan yang semakin tinggi. Untuk melaksanakan strategi ini perusahaan .000.terjaga.Matriks QSP Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) Alternatif Strategi STAS Peringkat No 1 Mempertahankan dan meningkatkan jumlah pelanggan dengan menjaga kualitas produk. Strategi kedua yang dapat dilakukan oleh perusahaan yaitu “Mempertahankan tingkat harga bersaing. Tabel 32. Strategi kedua ini sangat penting dan dapat digunakan untuk menghadapi tingkat persaingan yang semakin tinggi.615 III meningkatkan kegiatan promosi untuk meningkatkan loyalitas dan pangsa pasar. 8 Melakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan terutama peningkatan keterampilan SDM dan 5.pemberian vaksin dan 4. 6 Menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar dan melibatkan masyarakat sekitar dalam aktivitas 2.704 pelayanan kepada konsumen untuk memanfaatkan adanya pasar potensial.994 V wilayah pemasaran ke wilayah pasar Jabotabek 5 Mempertahankan tingkat harga bersaing.525 VI proses pemeliharaan yang tepat. 3 Meningkatkan kontrol kepada peternak mitra dengan membuat kontrak tertulis mengenai standar 4. I 6.

sebaiknya berupaya untuk mempertahankan kekuatan – kekuatan yang dimiliki seperti tingkat harga bersaing. . Strategi yang menempati urutan prioritas ketiga yaitu memberikan merek pada peti kayu dan dus yang digunakan sebagai kemasan produk dan meningkatkan kegiatan promosi untuk meningkatkan loyalitas dan pangsa pasar. strategi ini penting untuk memberikan identitas pada produk yang dihasilkan dan dapat meningkatkan loyalitas pelanggan. Strategi yang menempati urutan prioritas terakhir berdasarkan hasil analisis matriks QSP adalah Menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar dan melibatkan masyarakat sekitar dalam aktivitas pengembangan usaha. kualitas produk dan pelayanan yang baik kepada konsumen agar dapat bersaing di pasar.

perkembangan teknologi. Sedangkan faktor yang menjadi ancaman yaitu hasil penelitian yang telah dilakukan. Sedangkan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan yaitu Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra. dan Pelayanan dan Loyalitas Pelanggan. Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran. Bauran pemasaran yang diterapkan oleh Peternakan Puyuh Bintang Tiga meliputi : strategi produk yaitu dengan menghasilkan produk yang memiliki mutu dan kualitas yang baik dengan memiliki kelebihan jika ditinjau dari segi tampilan produk yang bagus. turunnya harga BBM. Keterampilan SDM yang dimiliki.VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran. Wilayah pemasaran yang masih terbatas. Analisis faktor – faktor eksternal menghasilkan faktor – faktor yang menjadi peluang dan ancaman bagi perusahaan. Modal Usaha. Perusahaan menetapkan harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan pesaing. Analisis faktor – faktor internal menghasilkan faktor – faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan perusahaan. ukuran dan besar telur yang dihasilkan merata. peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat Jabotabek. proses pendistribusian produk PPBT memilih saluran distribusi langsung dengan mengutamakan pedagang pengecer dan bandar pedagang asongan yang berada di wilayah Bogor.1 Kesimpulan Berdasarkan menyimpulkan : 1. Kapasitas Produksi. Peluang yang dimiliki oleh perusahaan antara lain ketersediaan bahan baku. dan fasilitas dan peralatan produksi. Harga Jual Produk yang lebih murah dibanding pesaing. Kegiatan Promosi. permintaan yang semakin meningkat. trend gaya hidup sehat. Kegiatan promosi yang dilakukan oleh PPBT hanya dilakukan dengan menggunakan promosi langsung ke pelanggan dan promosi dari mulut ke mulut diantara para pedagang. 2. tidak terdapat kecacatan pada produk yang dihasilkan. maka penulis . peningkatan jumlah penduduk. Belum adanya merek pada kemasan Produk. Kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan adalah kualitas produk. Saluran Distribusi.

615).pemberian vaksin dan proses pemeliharaan yang tepat (4. kualitas produk dan pelayanan konsumen dalam menghadapi persaingan (6. Berdasarkan analisis matriks IE maka dapat diketahui posisi perusahaan saat ini berada pada kuadran II termasuk kedalam tumbuh dan kembangkan (Growth and Build) dimana strategi yang paling sesuai digunakan pada posisi ini adalah strategi intensif atau integratif. Melakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan terutama peningkatan keterampilan SDM dan manajemen pemasaran untuk menghadapi tingkat persaingan yang semakin tinggi (5. Strategi intensif terdiri dari penetrasi pasar (market penetration).704).160). Berdasarkan matriks SWOT diperoleh delapan alternatif strategi dengan prioritas strategi yang diperoleh dari matriks QSP berdasarkan besarnya total nilai STAS maka urutan prioritas strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga adalah mempertahankan dan meningkatkan jumlah pelanggan dengan menjaga kualitas produk. Strategi integratif terdiri dari integrasi ke depan (forward integration). Perubahan cuaca yang tidak menentu. pengembangan pasar (market development). Menjalin kerjasama dengan perbankan untuk melakukan pengembangan usaha dan memperluas wilayah pemasaran ke wilayah pasar Jabotabek (4. integrasi ke belakang (backward integration) dan integrasi horisontal (horizontal integration). 3. Mempertahankan tingkat harga bersaing.000).069).994). dan pengembangan produk (product development). Memberikan merek pada peti kayu dan dus yang digunakan sebagai kemasan produk dan meningkatkan kegiatan promosi untuk meningkatkan loyalitas dan pangsa pasar (5. Meningkatkan keamanan dan kesehatan ternak dengan menjaga kebersihan.525).Situasi Keamanan Lingkungan sekitar. dan masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor. Meningkatkan kontrol kepada peternak mitra dengan membuat kontrak tertulis mengenai standar produk untuk meningkatkan kualitas telur yang berasal dari mitra (4. Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi. pelayanan kepada konsumen memanfaatkan adanya pasar potensial (6. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh. Menjaga hubungan baik dengan masyarakat .

. 8. PPBT dapat mengimplementasikan strategi yang direkomendasikan dengan memprioritaskan strategi pemasarannya pada mempertahankan dan meningkatkan jumlah pelanggan dengan menjaga kualitas produk. 2.sekitar dan melibatkan masyarakat sekitar dalam aktivitas pengembangan usaha (2. PPBT memiliki peluang untuk melakukan kegiatan perluasan usaha jika dilihat dari ketersediaan bahan baku yang tersedia serta adanya peningkatan permintaan.2 Saran Adapun beberapa saran yang diajukan oleh penulis kepada Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT) dan pihak – pihak terkait adalah sebagai berikut : 1. PPBT sebaiknya mempertahankan tingkat harga yang lebih rendah dari pesaing agar mampu bertahan dari persaingan dan dapat merebut pasar telur puyuh yang berasal dari luar wilayah Bogor. 3.751). pelayanan kepada konsumen untuk memanfaatkan adanya pasar potensial.

Presentase Pengeluaran Rata – Rata Perkapita Sebulan Menurut Kelompok Barang. Bekasi). Kinnear TC. 2007. Indy Fitria. Puyuh Tata Laksana Budi Daya Secara Komersial. . Jakarta: Badan Pusat Statistik. Puyuh. David. 2005. 2007. Taufiq. 1992. Analisis Pangan di Provinsi Jawa Barat. 2006. Fakultas Pertanian.T. Institut Pertanian Bogor. Cahyaningsih.2002. Jakarta: Badan Pusat Statistik. Studi Perumusan Kebijakan Perencanaan pangan dan Gizi Berdasarkan Pola Pangan Harapan di Kota Banjar Jawa Barat. M. Edisi 1.2008. 2007. Manajemen Strategis. Riset Pemasaran. Bogor : Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga. Edisi ke-3. Fakultas Pertanian.2008. Jakarta : Salemba Empat. Indo Prima Foods . [Skripsi]. Fred R. Jakarta : Agromedia Pustaka. jilid 1. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada [BPS] Badan Pusat Statistik. G. Jakarta : Agromedia Pustaka. Institut Pertanian Bogor. Jakarta : Penebar Swadaya Nainggolan. Zainal. [Skripsi]. Ratna. Juventy A. Adicita. Fakultas Pertanian. Amir. .2008. Jakarta: Badan Pusat Statistik. Manajemen Pemasaran. Dinamika Pemasaran jelajahi dan rasakan. Edisi kedua belas Jakarta: PT INDEKS Listiyowati E dan Roospitasari K. Meningkatkan Produktivitas Puyuh Si Kecil yang Penuh Potensi. Agus. 2008. [Skripsi].DAFTAR PUSTAKA Abidin. Edisi Revisi. Presentase Pengeluaran Rata – Rata Perkapita Sebulan Menurut Kelompok Barang. . Jakarta : Erlangga Kotler dan Keller. Taylor JR. Institut Pertanian Bogor. Produk Domestik Bruto Atas Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha. 2001.2008. Bogor : Program Studi Manajemen Agribisnis. Edisi Sepuluh. Analisis Strategi Pemasaran Sosis (Studi Kasus pada PT.K et al. Bogor : Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga.Cikarang.

2006. Bogor: Program Studi Manajemen Agribisnis. Bogor: Program Studi Nutrisi dan Makanan Ternak. Tjiptono. 2008.Pasaribu. Yogyakarta : J& J Learning.[Skripsi]. [Skripsi]. Pengaruh Substitusi Bungkil Kedelai Dengan Bungkil Jarak Pohon ( Ricinus communis Linn) Terhadap Komposisi Gizi. Tbk. Suprasari Pratama Bogor. Analisis Strategi Pemasaran Susu UHT (Ultra High Temperature Studi Kasus. Rangkuti. 1997. . Bogor: Departemen Teknik Pertanian. Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus BisnisReorientasi konsep perencanaan Strategi untuk Menghadapi Abad 21. Fakultas Peternakan. Leonard. Bogor: Program Studi Sosial Ekonomi Peternakan.2007.[Skripsi]. Fakultas Pertanian. Jane Lolyka. Institut Pertanian Bogor. Fakultas Peternakan. 2004. Ahmad. Bandung. PT.2000. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Cetakan Pertama.1991. Studi Pemasaran Pop Nugget Studi Kasus PT. Michael E. Budiardjo. Departemen Ilmu – Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Ultrajaya. Prinsip dan Dinamika Pemasaran. Institut Pertanian Bogor. Strategi Bersaing Teknik Menganalisis Industri dan Pesaing. Institut Pertanian Bogor. Suhaely. Mohamad. Fakultas Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian. Jawa Barat. Edisi II. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama Saragih. Fisik dan Kualitas Telur Puyuh. Strategi Pemasaran. Jakarta : Penerbit Erlangga Ramlan. Freddy. Waluyo. Yogyakarta : Andi Tjiptono dan Diana. [Skripsi]. 2008. Bogor: Program Studi Ekstensi Manajemen Agribisnis. 1997. Tingkat Penerimaan Situs Web Burung putuh Pada Mahasiswa Studi Kasus Pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Jurusan Peternakan di Cinagara Kab. Fandy. Perancangan Fasilitas Fisik Usaha Ternak Puyuh Skala Komersial di Kecamatan Ranca Bungur. Kabupaten Bogor. Institut Pertanian Bogor. [Skripsi]. Porter.

LAMPIRAN .

kehausan. keluarnya air mata. mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju. kotoran berair dan mengandung asam urat. Pengendalian dilakukan dengan memperbaiki sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya. serta memisahkan burung puyuh yang sehat dari yang telah terinfeksi. mata dan hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir serta kadang kala kepala dan leher agak terpuntir. gemetar. bersin. Pengendalian dapat dilakukan dengan pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang memadai. sulit bernafas. dan produksi telur menurun Pencegahan Pengendalian dapat dilakukan dengan memperbaiki tata laksana pemeliharaan. 2 Tetelo Disease) (Newcastle Virus dan merupakan penyakit menular 3 Berak Putih (Pullorum) 4 Berak (Coccidiosis) darah Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular Kuman Salmonella pullorum Kotoran berwarna putih. seperti pial. Adanya leleran pada hidung. 8 9 Cacingan Snot ( Coryza) 10 Flu Burung (Avian Influenza / AI) Virus ganas Orthomyxovirus. Pada infeksi ringan terlihat gejala gangguan pernapasan seperti batuk. bulu kusam menggigil kedinginan. bulu kelihatan kusam. mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. dan penurunan produksi telur. Puyuh kelihatan lesu. infeksi kelopak mata sehingga terjadi perlekatan kelopak. pembengkakan hidung. Terkadang ditemukan gejala mencret.2) Puyuh tampak lesu.menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus. mencret bewarna putih hijau. Pengendalian dilakukan sama seperti pengendalian pada pengendalian penyakit tetelo. cxaldayocox Pengendalian dengan vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfeksi. Sampai sekarang belum ada obatnya. 1) Menjaga kebersihan lingkungaan. bersin. Puyuh yaitu puyuh tampak kurus. 2) pisahkan ayam yang sakit. yaitu Sumber : Listiyowati dan Roospitasari (2007) . sayap terkulasi. sesak nafas. sesak napas. mata tertutup. mengantuk. Puyuh terlihat lesu. Serangan virus ini dapat dihindari dengan masuknya cahaya matahari secara leluasa dalam kandang. bulu kusam. nafsu makan hilang. 5 Cacar Unggas (Fowl Pox) Quail Bronchitis Poxvirus 6 7 Aspergillosis Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat menular. pembengkakan wajah. batuk dan bersi. nafsu makan berkurang. Sanitasi yang buruk Bakteri paragillarum. pembengkakan wajah.Lampiran 1. bulu kelihatan kusam. Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline. mata tertutup. Cendawan Aspergillus fumigatus. kaki. Puyuh mengalami gangguan pernafasan. 1). kotoran berak yang membentuk spora dan menyerang usus. Pada serangan hebat banyak unggas yang mati tanpa menunjukkan banyak gejala. Jenis – Jenis Penyakit yang Menyerang Puyuh No 1 Jenis Penyakit Radang usus (Quail enteritis) Penyebab Bakteri anerobik membentuk spora menyerang usus yang dan Gejala 1) Puyuh tampak lesu. Tinja berdarah dan mencret. Pencegahan terbaik adalah menjaga kebersihan kandang dan melakukan vaksinasi dengan menggunakan vaksin snot trikulen. nafsu makan kurang. binatang vektor penyakit tetelo.ngorok. dan suara pernapasan yang tidak normal ( ngorok). Noxal. nafsu makan menurun. ayam yang mati segera dibakar/dibuang. serta watan pial dan jengger membiru. AI. Pengendalian dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terjaga kebersihannya. Haemophilus Timbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu. lesu dan lemah. menjaga litter tetap kering. mulut dan farink yang apabila dilepaskan akan mengeluarkan darah. 2) Dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut. hidung berlendir. sehingga timbul peradangan pada usus. Pencegahan lain dilakukan dengan memilih anakan asal induk yang telah di vaksinasi. bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung. amprolium. bulu kusam.

Lampiran 2 JADWAL RENCANA KEGIATAN PENYUSUNAN SKRIPSI Januari 1 2 3 Februari 1 2 3 4 Bulan Maret April Mei 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Juni 2 3 No 1 2 3 4 5 6 7 8 Rencana Kegiatan Penentuan topik dan lokasi Penyusunan Proposal Penelitian Pengolahan Data Penyelesaian Skripsi Seminar Sidang Wisuda 4 1 4 .

Menentukan faktor – faktor strategis yang akan dimasukkan kedalam kelompok kekuatan dan kelemahan dalam strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT). Atas kesediaanya kami ucapkan terima kasih. . karena kuisioner ini adalah untuk penelitian skripsi dengan tujuan ilmiah sehingga dibutuhkan data yang akurat dan terjamin kevalidannya.Lampiran 3 KUISIONER PENELITIAN PENENTUAN BOBOT DAN RATING FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL ANALISIS STRATEGI PEMASARAN TELUR PUYUH PADA PETERNAKAN PUYUH BINTANG TIGA(PPBT) DI DESA SITU ILIR KECAMATAN CIBUNGBULANG KEBUPATEN BOGOR IDENTITAS RESPONDEN Nama Pekerjaan / jabatan : ……………………… : ……………………… Kami mohon Bapak dapat mengisi kuisioner ini secara objektif dan benar. Peneliti MARLINDA SARI H34051087 DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009 PENENTUAN FAKTOR INTERNAL DAN PENENTUAN RATING TERHADAP FAKTOR – FAKTOR INTERNAL Tujuan : 1.

3. apabila faktor tersebut menjadi kelemahan dalam strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT). Tentukan nilai peringkat ( Rating) dengan memberikan tanda ( √ ) terhadap faktor – faktor kekuatan dan kelemahan dalam strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT). 2. Penentuan peringkat ( rating) bertujuan untuk mengukur pengaruh masing – masing variable terhadap kondisi lingkungannya. Variable faktor internal ini terdiri dari faktor kekuatan yang dapat dimanfaatkan dan faktor kelemahan yang mungkin dapat diatasi dengan strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT).Penetuan nilai rating berdasarkan pada ketentuan berikut : Identitas Kepentingan 4* Definisi Nilai Jika faktor tersebut berpengaruh sangat besar/ Kekuatan Utama bagi perusahaan 3* Jika Faktor tersebut berpengaruh besar/ kekuatan kecil bagi perusahaan 2** Jika faktor tersebut kurang berpengaruh/ kelemahan kecil bagi perusahaan ** 1 Jika faktor tersebut sangat kurang berpengaruh / kelemahan besar bagi perusahaan * ) Nilai untuk faktor – faktor kekuatan ** ) Nilai untuk faktor – faktor kelemahan .2. Berikan tanda ( √ ) pada kolom kekuatan. Petunjuk pengisian : 1. apabila faktor tersebut menjadi kekuatan dalam strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT). Berikan tanda ( √ ) pada kolom kelemahan.

Faktor Strategis Internal A.Faktor – Faktor Strategis Internal Peringkat (Rating) 1 2 3 4 Kekuatan Kelemahan Faktor . Kegiatan Promosi M. Pelayanan dan loyalitas pelanggan F. Saluran Distribusi E. Belum adanya merek pada kemasan Produk L. Modal Usaha J. Kualitas Produk B. Harga Jual Produk yang lebih murah dibanding pesaing D. Kapasitas Produksi K.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran C. Keterampilan SDM yang dimiliki I. Wilayah Pemasaran yang masih terbatas N. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran H. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra G. Fasilitas dan peralatan produksi .

Berikan tanda ( √ ) pada kolom Peluang . 3. Petunjuk pengisian : 1. 2. apabila faktor tersebut menjadi Ancaman dalam strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT).Penetuan nilai rating berdasarkan pada ketentuan berikut : Identitas Kepentingan 4 Definisi Nilai Jika faktor tersebut berpengaruh perusahaan sangat baik 3 Jika Faktor tersebut berpengaruh baik/ respon baik/ respon perusahaan baik 2 Jika faktor tersebut kurang berpengaruh sedang/ respon perusahaan umum 1 Jika faktor tersebut kurang berpengaruh bagi perusahaan/ Respon perusahan buruk . apabila faktor tersebut menjadi Peluang dalam strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT). Penentuan peringkat ( rating) bertujuan untuk mengukur pengaruh masing – masing variable terhadap kondisi lingkungannya. Menentukan faktor – faktor strategis yang akan dimasukkan kedalam kelompok Peluang dan Ancaman dalam strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT). 2.PENENTUAN FAKTOR EKSTERNAL DAN PENENTUAN RATING TERHADAP FAKTOR – FAKTOR EKSTERNAL Tujuan : 1. Variable faktor internal ini terdiri dari faktor Peluang yang dapat dimanfaatkan dan faktor Ancaman yang mungkin dapat dihindari dalam upaya strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT). Tentukan nilai peringkat ( Rating) dengan memberikan tanda ( √ ) terhadap faktor – faktor Peluang dan Ancaman dalam strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT). Berikan tanda ( √ ) pada kolom Ancaman.

Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi masyarakat Jabotabek E. Turunnya harga BBM G.Faktor – Faktor Strategis Eksternal Faktor . Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi J. Perubahan cuaca yang tidak menentu K. Ketersediaan Bahan Baku B. Trend Gaya Hidup Sehat D. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh L. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar I.Faktor Strategis Eksternal Peluang Ancaman A. Permintaan yang semakin meningkat H. Peningkatan jumlah penduduk F. Perkembangan Teknologi C. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor Peringkat (Rating) 1 2 3 4 .

Tingkat kepentingan yang dimaksud adalah berupa pemberian bobot terhadap seberapa besar faktor strategi tersebut menentukan strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga ( PPBT). Petunjuk Pengisian : 1.PEMBOBOTAN FAKTOR INTERNAL ( KEKUATAN dan KELEMAHAN) Tujuan : Mendapatkan penilaian para responden terhadap faktor internal mengenai tingkat kepentingan suatu fakror – faktor strategis dalam strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga ( PPBT). Contoh : Jika anda beranggapan bahwa baris A kurang penting dibandingkan kolom B. 2. 3. dan 3 dimana ketentuan skala tersebut berdasarkan kriteria sebagai berikut:` 1 = Jika faktor strategi eksternal atau internal pada baris /horizontal kurang penting daripada faktor strategis eksternal atau internal pada kolom/vertikal. Pemberian nilai diberikan berdasarkan pada perbandingan berpasangan antara dua faktor secara relatif berdasarkan kepentingan atau pengaruhnya terhadap strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga ( PPBT). 2. 3 = Jika faktor strategi eksternal atau internal pada baris /horizontal lebih penting daripada faktor strategis eksternal atau internal pada kolom/vertikal. Bagian yang diwarnai seperti tidak perlu diisi . maka isilah dengan angka 1 4. Pemberian bobot untuk pengisian kolom pada setiap faktor – faktor yang dibandingkan menggunakan skala 1. 2 = Jika faktor strategis eksternal atau internal pada baris / horizontal sama penting daripada faktor strategis eksternal atau internal pada kolom/vertikal.

Kualitas Produk B. Modal Usaha J. Fasilitas dan peralatan produksi . Kegiatan Promosi M. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra G. Saluran Distribusi E. Pelayanan dan loyalitas pelanggan F. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran H. Kapasitas Produksi K.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran C.Faktor Total Strategis Internal A B C D E F G H I J K L M N Xi A. Keterampilan SDM yang dimiliki I. Belum adanya merek pada kemasan Produk L. Harga Jual Produk yang lebih murah dibanding pesaing D. Wilayah Pemasaran yang masih terbatas N.Matriks Banding Berpasangan Untuk Faktor Internal Faktor .

3 = Jika faktor strategi eksternal atau internal pada baris/horizontal lebih penting daripada faktor strategis eksternal atau internal pada kolom/vertikal. Pemberian nilai diberikan berdasarkan pada perbandingan berpasangan antara dua faktor secara relatif berdasarkan kepentingan atau pengaruhnya terhadap strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga (PPBT). Tingkat kepentingan yang dimaksud adalah berupa pemberian bobot terhadap seberapa besar faktor strategi tersebut menentukan strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga ( PPBT). 2. 6. Contoh : Jika anda beranggapan bahwa baris A kurang penting dibandingkan kolom B. 5.PEMBOBOTAN FAKTOR EKSTERNAL ( PELUANG dan ANCAMAN) Tujuan : Mendapatkan penilaian para responden terhadap faktor eksternal mengenai tingkat kepentingan suatu fakror – faktor strategis dalam strategi pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga ( PPBT). maka isilah dengan angka 1 7. Pemberian bobot untuk pengisian kolom pada setiap faktor – faktor yang dibandingkan menggunakan skala 1. dan 3 dimana ketentuan skala tersebut berdasarkan kriteria sebagai berikut:` 1 = Jika faktor strategi eksternal atau internal pada baris /horizontal kurang penting daripada faktor strategis eksternal atau internal pada kolom/vertikal. Bagian yang diwarnai seperti tidak perlu diisi . 2 = Jika faktor strategis eksternal atau internal pada baris/horizontal sama penting daripada faktor strategis eksternal atau internal pada kolom/vertikal. Petunjuk Pengisian : 1.

Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh L. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor I J K L Total Xi . Ketersediaan Bahan Baku B. Permintaan yang semakin meningkat H. Perkembangan Teknologi C. Trend Gaya Hidup Sehat D. Turunnya harga BBM G. Peningkatan jumlah penduduk F. Perubahan cuaca yang tidak menentu K. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi masyarakat Jabotabek E.Matriks Banding Berpasangan Untuk Faktor Eksternal Faktor .Faktor Strategis Eksternal A B C D E F G H A. Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi J. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar I.

7. 8. Menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar dan melibatkan masyarakat sekitar dalam aktivitas pengembangan usaha.pemberian vaksin dan proses pemeliharaan yang tepat. Menjalin kerjasama dengan perbankan untuk melakukan pengembangan usaha dan memperluas wilayah pemasaran ke wilayah pasar Jabotabek. 4. Petunjuk pengisian : Tentukan AS atau daya tarik dari masing – masing faktor internal (Kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman) untuk masing – masing strtaegi sebagaimana tersebut diatas dengan cara memberikan nilai daya tarik dengan ketentuan : 1 = faktor tersebut tidak mempengaruhi (tidak menarik) alternatif strategi yang akan dipilih 2 = faktor tersebut agak mempengaruhi (agak menarik) alternatif strategi yang akan dipilih . Melakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan terutama peningkatan keterampilan SDM dan manajemen pemasaran untuk menghadapi tingkat persaingan yang semakin tinggi. Mempertahankan dan meningkatkan jumlah pelanggan dengan menjaga kualitas produk. Meningkatkan kontrol kepada peternak mitra dengan membuat kontrak tertulis mengenai standar produk untuk meningkatkan kualitas telur yang berasal dari mitra. 5. 2. Alternatif strategi yang dihasilkan dari analisis SWOT : 1.Kuisioner 2 (Lanjutan) PENENTUAN ALTERNATIF STRATEGI DENGAN QSPM Tujuan : Untuk menetapkan tingkat kemenarikan relatif dari alternatif – alternatif strategi yang dihasilkan dari analisis SWOT. Meningkatkan keamanan dan kesehatan ternak dengan menjaga kebersihan. Mempertahankan tingkat harga bersaing. Memberikan merek pada peti kayu dan dus yang digunakan sebagai kemasan produk dan meningkatkan kegiatan promosi untuk meningkatkan loyalitas dan pangsa pasar 3. 6. pelayanan kepada konsumen untuk memanfaatkan adanya pasar potensial. kualitas produk dan pelayanan konsumen dalam menghadapi persaingan. guna menetapkan strategi mana yang paling tetap untuk dilaksanakan terlebih dahulu oleh perusahaan.

hal tersebut menunjukkan bahwa masing – masing faktor kunci tidak mempunyai pengaruh atas pilihan khusus yang dibuat. satu per satu dengan mengajukan pertanyaan “ apakah faktor ini mempengaruhi strtaegi yang akan dibuat?” jika jawabannya ya. Jika jawaban atas pertanyaan tersebut adalah tidak. Oleh karena itu. . maka nilai daya tarik harus diberikan pada masing – masing strategi untuk menunjukkan daya tarik relatif suatu strategi dengan yang lain dengan mempertimbangkan faktor penentu. jangan memberikan nilai daya tarik pada strategi – strategi dalam rangkaian tersebut.3 = faktor tersebut cukup mempengaruhi (cukup menarik) alternatif strategi yang akan dipilih 4 = faktor tersebut sangat mempengaruhi (sangat menarik) alternatif strategi yang akan dipilih Nilai daya tarik (AS) ditetapkan dengan memeriksa setiap faktor penentu internal dan eksternal.

Kapasitas Produksi K. Trend Gaya Hidup Sehat D. Perubahan cuaca yang tidak menentu K. Kegiatan Promosi M. Peningkatan jumlah penduduk F. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran H. Ketersediaan Bahan Baku B. Pelayanan dan loyalitas pelanggan Kelemahan F. Harga Jual Produk yang lebih murah dibanding pesaing D. Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi J. Permintaan yang semakin meningkat Ancaman H. fasilitas dan peralatan produksi Peluang A. Wilayah pemasaran yang masih terbatas N. Modal Usaha J. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor . Saluran Distribusi E. Belum adanya merek pada kemasan Produk L. Perkembangan Teknologi C. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar I. Kualitas Produk B.Keterampilan SDM yang dimiliki I. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra G. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh L. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi masyarakat Jabotabek E.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran C.Matriks QSP PPBT Faktor Strategis S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 Kekuatan A. Turunnya harga BBM G.

Lampiran 4. Tahapan proses produksi pakan pada Peternakan Puyuh Bintang Tiga Pengadaan bahan baku Persiapan Penetapan Formulasi Bakan baku tepung Bakan baku butiran Bahan tambahan (Feed additive) Bakna baku butiran digiling Penimbangan bahan baku sesuai dengan formulasi yang sudah ditetapkan Pencampuran bahan baku tepung dan bahan baku lainnya Pengemasan Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (2009) .

00 Pengambilan/ panen telur dengan menggunakan alat (baki panen berkapasitas 100 butir) 08.Lampiran 5.00 Istrirahat Menyapu dan mengepel lantai kandang. mati atau terjepit serta memeriksa posisi tempat makan dan minum 16.30 Pemberian pakan dan minum atau pembersihan kotoran dan pemberian minum. pemberian air minum dilakukan secara terus menerus/ setiap hari. penyemprotan kandang dan luar kandang Karyawan ISOMA Agar sanitasi kandang terjaga dan tidak menimbulkan penyakit. pembersihan kotoran dilakukan dua hari sekali berselang dengan pemberian pakan 12. menggunakan sapu lidi untuk menyapu kandang.00 13. Proses Kegiatan Pemeliharaan Puyuh Petelur Setiap Hari Waktu Kegiatan Pemeliharaan Keterangan 07.00 Pulang Kerja Sumber : Peternakan Puyuh Bintang Tiga (2009) .00 Penyortiran telur sekaligus pengemasan (packing) Dengan menggunakan peti kayu berukuran 30 cm x 20 cm x 20 cm yang berkapasitas 1200 butir telur dan kemudian diberi sekam agar telur tidak rusak 09. penyemprotan dilakukan pada saat selesai membersihkan kotoran 15.00 Memeriksa puyuh dan kawat pakan setiap sangkar Mengambil puyuh yang sakit. pemasaran telur ke pasar Pakan diberikan dua hari sekali.

Modal Usaha J.093 0.000 22 25 0.Faktor Strategis Internal A.082 0. Fasilitas dan peralatan produksi Total Faktor .069 0. Belum adanya merek pada kemasan Produk L.091 0.082 0.055 0. Kegiatan Promosi M.069 38 27 13 0. Saluran Distribusi E. Hasil Pengisian Kuisioner Pembobotan Faktor Internal Perusahaan Dan Rata – Rata Pembobotan A. Kualitas Produk B.Faktor Strategis Internal A.071 0. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran H.Lampiran 6. Keterampilan SDM yang dimiliki I.074 0.060 24 30 0.077 0.082 1 3 1 3 1 1 1 1 2 18 1 3 3 3 3 1 1 2 3 32 1 2 1 3 2 1 1 2 2 22 1 3 3 3 2 1 1 2 2 27 1 2 1 3 2 1 1 1 2 22 3 3 3 3 2 3 3 3 38 1 1 3 1 1 1 1 2 2 3 2 3 3 3 3 1 3 3 3 3 2 1 3 2 3 3 2 2 1 2 1 3 2 1 1 1 14 33 25 39 29 16 17 21 31 0.044 0. Fasilitas dan peralatan produksi Total A B 3 1 1 1 1 3 3 3 1 2 2 C 3 1 D 3 1 3 E 3 1 2 2 F 3 3 3 3 3 G 1 1 2 1 2 H 3 1 3 1 3 I 1 1 1 1 1 J 3 1 2 2 2 K 3 3 3 3 3 L 3 3 3 3 3 M 3 2 2 2 3 N 2 1 2 2 2 Total Xi 34 20 30 25 30 Bobot 0.085 1.066 Bobot 0.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran C.104 0.107 0. Hasil pengisian kuisioner pembobotan oleh Responden 1 ( Manajer yang sekaligus pemilik usaha PPBT) Faktor. Pelayanan dan loyalitas pelanggan F.080 0. Wilayah Pemasaran yang masih terbatas N.036 0. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra G.038 0.058 0.060 0.047 0. Harga Jual Produk yang lebih murah dibanding pesaing D.000 1 3 2 1 1 1 2 19 3 2 1 1 2 3 27 1 1 1 1 1 13 1 1 1 2 23 2 2 3 36 2 3 35 3 31 21 364 Total Xi 26 23 B.Keterampilan SDM yang dimiliki I. Kapasitas Produksi K. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran H.074 1. Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran C.093 0. Kapasitas Produksi K. Modal Usaha J.063 . Kualitas Produk B. Belum adanya merek pada kemasan Produk L. Saluran Distribusi E. Kegiatan Promosi M. Pelayanan dan loyalitas pelanggan F. Hasil pengisian kuisioner pembobotan oleh Responden 2 ( Karyawan Tetap PPBT) A B 2 2 1 2 2 2 2 3 2 2 3 C 3 2 D 2 2 2 E 2 1 2 1 F 2 2 2 2 3 G 1 1 1 1 2 H 2 1 2 2 2 I 1 1 1 1 1 J 2 2 2 2 2 K 3 3 3 3 3 L 2 2 3 2 3 M 2 2 2 2 2 N 2 2 25 2 2 2 22 2 3 2 3 2 1 2 2 2 26 2 3 3 3 2 1 2 2 2 29 2 3 2 3 2 1 1 2 2 27 2 3 2 3 2 1 2 2 2 28 1 2 2 3 2 1 1 2 2 22 3 3 3 3 1 2 2 2 30 1 2 2 1 2 1 2 18 3 2 1 1 2 2 24 1 1 1 1 1 14 1 2 2 2 25 3 3 3 39 2 3 30 2 27 25 364 1 1 3 1 2 1 1 2 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 1 2 3 2 3 2 1 2 2 34 2 28 2 3 2 1 1 2 27 0.069 0. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra G.069 0. Wilayah Pemasaran yang masih terbatas N. Harga Jual Produk yang lebih murah dibanding pesaing D.

107 0. Kualitas Produk B.080 0.050 0.063 0.000 Responden 3 0.071 0.063 34 30 13 0. Fasilitas dan peralatan produksi Total Responden 1 0.062 0.093 0.077 0. Pelayanan dan Loyaliat pelanggan F.091 0.077 0.000 36 29 16 23 0. Kegiatan Promosi M.082 0.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran C.082 0.063 0.038 0.079 1.066 0. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran H.036 0.080 0.077 0.Faktor Strategis Internal A.093 0. Modal Usaha J.077 1. Wilayah Pemasaran yang masih terbatas N. Wilayah Pemasaran yang masih terbatas N.093 0.077 0.058 0.102 0.Lampiran 6 : (Lanjutan 1) C.044 0.060 0.069 0. Fasilitas dan peralatan produksi Total Total Xi A B 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 C 2 2 D 2 2 2 E 2 2 2 2 F 2 2 2 2 2 G 2 2 2 2 2 H 2 2 2 2 1 I 1 2 1 2 2 J 1 2 2 2 1 K 3 3 3 3 3 L 3 2 3 3 3 M 3 1 3 2 2 N 2 1 28 2 2 2 27 2 2 2 3 3 1 1 1 2 25 2 2 2 2 2 1 2 3 3 27 2 2 2 3 2 1 1 1 2 24 2 2 2 2 2 1 1 2 2 24 2 2 3 2 3 1 1 2 2 26 2 2 3 2 1 1 2 2 25 2 2 2 1 1 1 2 23 2 2 1 1 1 2 22 1 1 1 1 1 18 1 1 1 2 22 3 3 3 39 3 3 2 24 364 2 2 2 1 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 2 3 3 3 3 1 1 2 29 2 30 2 3 2 1 1 2 28 0.093 0.071 0.038 0.077 1.076 0.082 0.058 0. Harga Jual Produk yang lebih murah dibanding pesaing D. Kapasitas Produksi K. Kapasitas Produksi K.071 0.074 0.069 0.082 0. Belum adanya merek pada kemasan Produk L. Hasil rata – rata Pembobotan Faktor .000 .036 0.085 1. Kegiatan Promosi M. Modal Usaha J.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran C. Harga Jual Produk yang lebih murah dibanding pesaing D.036 0.074 28 26 0.082 0.079 0. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra G.069 0.063 0.074 0.044 0.079 0. Saluran Distribusi E.080 0.074 D.069 Bobot 0.000 Rata .076 0.074 0. Pelayanan dan loyalitas pelanggan F.060 0.071 0.080 0.044 0.000 Responden 2 0. Keterampilan SDM yang dimiliki I.069 0.074 1. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra G. Saluran Distribusi E.104 0.055 0.088 0.082 0. Keterampilan SDM yang dimiliki I. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran H. Belum adanya merek pada kemasan Produk L.047 0.Rata Bobot 0.069 0.077 27 25 0. Hasil Pengisian Kuisioner pembobotan oleh Responden 3 ( mantan pemegang saham dan mitra usaha PPBT) Faktor .082 0.Faktor Strategis Internal A. Kualitas Produk B.

Lampiran 7. Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi J. Ketersediaan Bahan Baku B.Faktor Strategis Eksternal A. Perkembangan Teknologi C.072 0. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar I.102 0.076 0.091 Bobot 0.072 0.117 1 1 2 2 15 19 24 24 0. Peningkatan Pertumbuhan ekonomi masyarakat Jabotabek E. Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi J.091 0. Turunnya harga BBM G.068 0.057 B.083 0. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh L. Hasil Pengisian Kuisioner Pembobotan Faktor Eksternal Perusahaan dan Rata – Rata Pembobotan A.121 27 0.121 0.095 1. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar I.091 L 2 1 1 1 Total Xi 20 12 15 20 0.000 A B 3 C 2 1 D 2 1 1 E 3 2 2 2 F 2 1 1 2 1 G 1 1 1 2 2 1 H 2 1 1 2 1 1 2 I 1 1 1 1 1 1 2 2 J 1 1 1 1 1 1 1 1 2 K 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 3 3 31 32 0.076 0. Turunnya harga BBM G.095 0.Faktor Strategis Eksternal A. Ketersediaan Bahan Baku B. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh L. Hasil pengisian kuisioner pembobotan oleh Responden 1 ( Manajer yang sekaligus pemilik usaha PPBT) Faktor . Peningkatan Pertumbuhan ekonomi masyarakat Jabotabek E.083 0.083 0.080 0. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor Total 1 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 22 2 3 2 2 3 2 2 3 3 2 27 2 3 2 3 2 3 3 3 1 26 2 2 2 2 2 2 3 2 22 2 2 2 2 2 3 2 22 3 2 3 2 3 2 25 2 2 2 3 2 20 2 2 3 2 23 2 3 2 21 2 1 19 1 12 25 A B 3 C 2 2 D 2 1 2 E 2 2 1 2 F 2 2 2 2 2 G 2 1 1 2 2 1 H 2 2 2 2 2 2 2 I 2 2 1 2 2 1 2 2 J 2 1 1 2 2 2 2 2 2 K 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 L 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 Total Xi 22 17 18 22 22 19 24 21 23 25 32 19 264 Bobot 0.045 0. Peningkatan jumlah penduduk F. Perubahan cuaca yang tidak menentu K. Hasil pengisian kuisioner pembobotan oleh Responden 2 ( Karyawan Tetap PPBT) Faktor .064 0.087 0. Trend Gaya Hidup Sehat D. Perubahan cuaca yang tidak menentu K. Peningkatan jumlah penduduk F.072 1. Trend Gaya Hidup Sehat D. Perkembangan Teknologi C. Permintaan yang semakin meningkat H.000 . Permintaan yang semakin meningkat H. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor Total 1 2 2 1 2 3 2 3 3 3 2 24 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 32 3 2 3 3 3 3 3 3 3 29 2 2 2 2 3 3 3 3 24 3 2 3 3 3 3 3 29 3 3 3 3 3 3 25 2 2 3 3 2 20 2 3 3 2 20 2 3 2 17 2 25 1 13 1 12 19 264 0.057 0.

072 0.049 1. Peningkatan jumlah penduduk F.083 0.091 0. Permintaan yang semakin meningkat H.083 0.Faktor Strategis Eksternal A.083 0.076 0.072 0.098 0. Ketersediaan Bahan Baku B. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor Total Responden 1 0.072 1.000 Responden 2 0.076 0. Perubahan cuaca yang tidak menentu K.057 0.090 0.073 0.095 0.098 0.083 0. Turunnya harga BBM G. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar I. Peningkatan jumlah penduduk F.091 0.091 0. Trend Gaya Hidup Sehat D. Peningkatan Pertumbuhan ekonomi masyarakat Jabotabek E.076 0.098 0.095 0. Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi J.072 1.049 3 3 3 3 26 20 24 25 0.102 0. Perkembangan Teknologi C.095 L 3 3 3 3 Total Xi 29 26 27 26 0. Hasil rata – rata Pembobotan Faktor . Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor Total 1 2 1 2 1 2 2 1 1 1 1 15 2 2 2 1 2 2 1 1 1 1 18 2 2 1 2 2 1 1 1 1 17 2 1 2 2 1 1 1 1 18 1 2 2 2 1 1 1 18 1 2 3 1 1 1 24 2 2 1 1 1 20 2 1 1 1 19 1 1 1 22 3 13 1 31 3 31 31 264 0.091 0.000 A B 3 C 2 2 D 3 2 2 E 2 2 2 2 F 3 3 3 3 3 G 2 2 2 2 2 3 H 2 2 2 2 2 2 2 I 3 3 3 3 2 1 2 2 J 3 3 3 3 3 3 3 3 3 K 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 1 13 13 0.095 1.076 0. Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi J.049 0.057 0. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar I.000 Rata . Trend Gaya Hidup Sehat D.068 0.Rata Bobot 0.Faktor Strategis Eksternal A. Ketersediaan Bahan Baku B.098 0.097 0.080 0.Lampiran 7 : (Lanjutan1) C.080 0.049 1.000 Responden 3 0.049 0.117 0. Peningkatan Pertumbuhan ekonomi masyarakat Jabotabek E.102 D. Permintaan yang semakin meningkat H.045 0.076 0.121 0.091 Bobot 0.064 0.087 0.091 0. Perubahan cuaca yang tidak menentu K.121 0. Turunnya harga BBM G. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh L.102 0. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh L. Perkembangan Teknologi C.098 0.086 0.069 0.098 0.083 0.049 22 0.088 0.000 .091 0.087 0. Hasil Pengisian Kuisioner pembobotan oleh Responden 3 ( mantan pemegang saham dan mitra usaha PPBT) Faktor .110 0.110 0.

000 2.000 4.000 2. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra G. Ketersediaan Bahan Baku B.000 4.000 4.000 3.000 1.000 3.000 3.000 1.000 2. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh L.000 2.000 2.000 Rating Responden 2 3.000 Responden 3 3.Lampiran 8.333 3.000 4.667 3.000 3.Faktor Strategis Internal Kekuatan A.000 1.000 2.000 4.000 2.000 3.000 2.000 4.000 2.000 .000 4.000 2.000 2. Belum adanya merek pada kemasan Produk L.000 2.000 3.000 1.000 2.000 2.000 Rata -Rata 3.000 2. Perubahan cuaca yang tidak menentu K.000 1.000 3. Turunnya harga BBM G.000 2. Permintaan yang semakin meningkat Ancaman H.000 3.000 2.000 4.333 2. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar I.000 3.000 2.000 2.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran C.667 1. Hasil Pengisian Kuisioner Penilaian Rating Faktor Eksternal Perusahaan (berdasarkan Responden 1.000 4.000 3. Modal Usaha J.000 Rating Responden 2 2.000 4.333 2.000 1.000 3.000 1.667 3.000 3.000 1.000 4.000 2.000 Rata . Keterampilan SDM yang dimiliki I. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor 2. Saluran Distribusi E.000 2.000 2.000 1.000 Responden 3 4.000 4.333 3.000 Responden 1 4.000 2.000 3. Peningkatan Pertumbuhan ekonomi masyarakat Jabotabek E. Harga Jual Produk yang lebih murah dibanding pesaing D.000 3.333 3.000 1. Pelayanan dan loyalitas pelanggan Kelemahan F. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran H. Trend Gaya Hidup Sehat D.000 2.2 dan 3) Faktor .Faktor Strategis Eksternal Peluang A. Hasil Pengisian Kuisioner Rating Faktor – Faktor Internal dan Eksternal Perusahaan A.000 3. Perkembangan Teknologi C.000 2.333 2.2 dan 3) Faktor .000 3.000 2.000 4.000 2.333 4.000 2.000 3.000 1. fasilitas dan peralatan produksi Responden 1 4.000 3.000 4. Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi J.000 2.667 B.333 3.667 4. Kualitas Produk B.000 2. Kegiatan Promosi M.000 4.000 2.000 1.667 1.000 4.667 1. Peningkatan jumlah penduduk F.Rata 3. Kapasitas Produksi K.000 4.000 2. Wilayah pemasaran yang masih terbatas N. Hasil Pengisian Kuisioner Penilaian Rating Faktor Internal Perusahaan (berdasarkan Responden 1.333 2.000 4.

Lampiran 9. Matriks SWOT Pemasaran Peternakan Puyuh Bintang Tiga
STRENGTHS (S) 1. 2. 3. 4. 5. Pelayanan dan loyalitas pelanggan (S1) Kualitas Produk (S2) Harga Jual Produk yang lebih murah dibanding pesaing (S3) Saluran Distribusi (S4) Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran (S5) WEAKNESSES (W) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Belum adanya merek pada kemasan Produk (W1) Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra (W2) Kegiatan Promosi (W3) Modal Usaha (W4) Kapasitas Produksi (W5) Wilayah pemasaran yang masih terbatas (W6) Keterampilan SDM yang dimiliki (W7) fasilitas dan peralatan produksi (W8) Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran (W9) STRATEGI WO Memberikan merek pada peti kayu dan dus yang digunakan sebagai kemasan produk dan meningkatkan kegiatan promosi untuk meningkatkan loyalitas dan pangsa pasar (W1,W3,W6,O1,O3,O5, O6, dan O7) Meningkatkan kontrol kepada peternak mitra dengan membuat kontrak tertulis mengenai standar produk untuk meningkatkan kualitas telur yang berasal dari mitra (W2,W9, O4, dan O7) Menjalin kerjasama dengan perbankan untuk melakukan pengembangan usaha dan memperluas wilayah pemasaran ke wilayah pasar Jabotabek (W3,W4,W5,W6,W7,W8, O1,O2,O3,O5,O6, dan O7 STRATEGI WT Melakukan evaluasi terhadap kinerja terutama peningkatan keterampilan SDM dan kegiatan pemasaran untuk menghadapi tingkat persaingan yang semakin tinggi. (W1,W2,W3,W4,W6,W7,W9,T1,T3,T4 dan T5).

OPPORTUNITIES (O) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Permintaan yang semakin meningkat (O1) Ketersediaan Bahan Baku (O2) Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Jabotabek (O3) Turunnya harga BBM (O4) Peningkatan jumlah penduduk (O5) Trend Gaya Hidup Sehat (O6) Perkembangan Teknologi (O7)

STRATEGI SO 2. Meningkatkan jumlah pelanggan dengan mempertahankan kualitas produk, pelayanan kepada konsumen untuk memanfaatkan adanya pasar potensial (S1,S2,S3,S4,S5, O1,O2,O3,O4,O5,O6 dan O7). 1.

2.

3.

THREATS (T)

STRATEGI ST 1. Mempertahankan tingkat harga bersaing, kualitas 1. produk dan pelayanan konsumen dalam menghadapi persaingan (S1,S2,S3,S4,T1 dan T3) Menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar dan melibatkan masyarakat sekitar dalam aktivitas pengembangan usaha (S5, T2) Meningkatkan keamanan dan kesehatan ternak dengan menjaga kebersihan,pemberian vaksin dan pemeliharaa yang tepat (S2,T4 dan T5)

1. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah 2. 3. 4. 5.
Bogor (T1) Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar (T2) Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi (T3) Perubahan cuaca yang tidak menentu (T4) Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh (T5)

2.

3.

Lampiran 10. Hasil pengisian kuisioner QSPM untuk menentukan Attractiveness Score pada strategi 1 Faktor Strategis Responden Rata Kekuatan 1 2 3 Rata A. Kualitas Produk 4,000 4,000 4,000 4,000 B.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran 3,000 4,000 3,000 3,333 C. Harga Jual Produk yang lebih murah 3,333 dibanding pesaing 4,000 3,000 3,000 D. Saluran Distribusi 3,000 3,000 1,000 2,333 E. Pelayanan dan loyalitas pelanggan 4,000 4,000 4,000 4,000 Kelemahan F. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra 3,000 3,000 2,000 2,667 G. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran 4,000 4,000 3,000 3,667 H.Keterampilan SDM yang dimiliki 3,000 4,000 3,000 3,333 I. Modal Usaha 4,000 4,000 3,000 3,667 J. Kapasitas Produksi 4,000 4,000 3,000 3,667 K. Belum adanya merek pada kemasan Produk 2,000 3,000 3,000 2,667 L. Kegiatan Promosi 2,000 3,000 3,000 2,667 M. Wilayah pemasaran yang masih terbatas 1,000 2,000 3,000 2,000 N. fasilitas dan peralatan produksi 3,000 3,000 3,000 3,000 Peluang A. Ketersediaan Bahan Baku 3,000 4,000 4,000 3,667 B. Perkembangan Teknologi 4,000 3,000 3,000 3,333 C. Trend Gaya Hidup Sehat 4,000 3,000 3,000 3,333 D. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi masyarakat Jabotabek 4,000 3,000 3,000 3,333 E. Peningkatan jumlah penduduk 4,000 3,000 4,000 3,667 F. Turunnya harga BBM 2,000 4,000 2,000 2,667 G. Permintaan yang semakin meningkat 4,000 4,000 4,000 4,000 Ancaman H. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar 4,000 2,000 3,000 3,000 I. Tingkat persaingan industri yang semakin 3,000 tinggi 2,000 4,000 3,000 J. Perubahan cuaca yang tidak menentu 4,000 3,000 3,000 3,333 K. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh 4,000 4,000 4,000 4,000 L. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor 4,000 4,000 4,000 4,000

Lampiran 11. Hasil pengisian kuisioner QSPM untuk menentukan Attractiveness Score pada strategi 2 Faktor Strategis Responden Rata Kekuatan 1 2 3 Rata A. Kualitas Produk 4,000 4,000 4,000 4,000 B.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran 3,000 1,000 2,000 2,000 C. Harga Jual Produk yang lebih murah 3,333 dibanding pesaing 4,000 3,000 3,000 D. Saluran Distribusi 3,000 3,000 2,000 2,667 E. Pelayanan dan loyalitas pelanggan 4,000 4,000 4,000 4,000 Kelemahan F. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra 4,000 1,000 3,000 2,667 G. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran 4,000 4,000 3,000 3,667 H.Keterampilan SDM yang dimiliki 3,000 1,000 3,000 2,333 I. Modal Usaha 4,000 4,000 3,000 3,667 J. Kapasitas Produksi 4,000 3,000 4,000 3,667 K. Belum adanya merek pada kemasan Produk 4,000 4,000 4,000 4,000 L. Kegiatan Promosi 3,000 4,000 4,000 3,667 M. Wilayah pemasaran yang masih terbatas 2,000 4,000 4,000 3,333 N. fasilitas dan peralatan produksi 3,000 1,000 2,000 2,000 Peluang A. Ketersediaan Bahan Baku 1,000 1,000 1,000 1,000 B. Perkembangan Teknologi 3,000 3,000 3,000 3,000 C. Trend Gaya Hidup Sehat 1,000 3,000 2,000 2,000 D. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi masyarakat Jabotabek 4,000 4,000 2,000 3,333 E. Peningkatan jumlah penduduk 4,000 3,000 3,000 3,333 F. Turunnya harga BBM 3,000 4,000 2,000 3,000 G. Permintaan yang semakin meningkat 3,000 4,000 3,000 3,333 Ancaman H. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar 1,000 1,000 1,000 1,000 I. Tingkat persaingan industri yang semakin 3,667 tinggi 4,000 3,000 4,000 J. Perubahan cuaca yang tidak menentu 1,000 1,000 1,000 1,000 K. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh 1,000 1,000 1,000 1,000 L. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor 4,000 4,000 3,000 3,667

000 1.000 1. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi masyarakat Jabotabek 1. Permintaan yang semakin meningkat 4.000 1. Kegiatan Promosi 1.000 dibanding pesaing 4.000 4.000 L.000 1.000 1.000 1.000 1.000 4.000 4.000 1.000 1.000 1. Ketersediaan Bahan Baku 1.667 D.000 1.000 4. Turunnya harga BBM 4.000 4.000 N.000 3.000 4.333 K.000 1.000 I.000 L.000 1.000 B.000 1.000 J.000 1.000 3.667 C. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar 1. Perubahan cuaca yang tidak menentu 1.000 J.000 2. Pelayanan dan loyalitas pelanggan 4.000 1.000 3.000 1.000 4.333 H.667 E.000 3. Kapasitas Produksi 3. Saluran Distribusi 3.000 1.000 1.333 .000 1.000 1.333 E.000 1.000 1. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh 1.Keterampilan SDM yang dimiliki 4. Hasil pengisian kuisioner QSPM untuk menentukan Attractiveness Score pada strategi 3 Faktor Strategis Responden Rata Kekuatan 1 2 3 Rata A.000 3.000 3.667 tinggi 3. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran 3.000 1.000 3.667 Kelemahan F.000 1.667 G. Kualitas Produk 4.000 4.000 3. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor 2.000 1.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran 3.000 D.000 F.667 Ancaman H.000 2.000 2.000 2.000 1.000 1.000 3.000 3. Peningkatan jumlah penduduk 1.000 3.000 1.Lampiran 12.000 3.000 1.000 3.000 1. Modal Usaha 1.000 2.000 2.000 3. Wilayah pemasaran yang masih terbatas 1.000 1.000 2.000 1.000 4.000 3.000 1. Trend Gaya Hidup Sehat 1.000 K.000 1.000 2. Tingkat persaingan industri yang semakin 2.000 B.000 1.667 C.000 1.000 1.000 1. Perkembangan Teknologi 4. fasilitas dan peralatan produksi 1. Harga Jual Produk yang lebih murah 2.000 1.000 1.000 G.000 4. Belum adanya merek pada kemasan Produk 1.000 Peluang A.667 I.000 M.000 1.000 2. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra 4.

Modal Usaha 4.000 1. Saluran Distribusi 2.000 3.000 3.000 3. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar 1.000 2.000 1.000 4.000 1.000 J. fasilitas dan peralatan produksi 4. Ketersediaan Bahan Baku 2. Turunnya harga BBM 1.000 D.000 4.000 Ancaman H.000 3.667 G.000 J. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi masyarakat Jabotabek 2. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran 4.000 1. Perubahan cuaca yang tidak menentu 1.000 3.000 2.000 3.000 3.000 3.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran 2.000 1.Keterampilan SDM yang dimiliki 1.000 4.000 3.000 1.000 1.667 .000 2.000 1.000 4.333 B.667 dibanding pesaing 4.000 4.667 N.000 3.000 2.000 4.000 2.000 3.333 G.000 3. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor 1.000 4.000 1.000 3. Hasil pengisian kuisioner QSPM untuk menentukan Attractiveness Score pada strategi 4 Faktor Strategis Responden Rata Kekuatan 1 2 3 Rata A.000 3.000 3.000 2.000 3.667 B.000 1.000 3.000 3. Peningkatan jumlah penduduk 1.000 3.000 2.000 1. Kapasitas Produksi 4.000 2.000 1. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh 1.333 E.000 1. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra 1.000 4.000 2. Trend Gaya Hidup Sehat 2.333 H.333 Peluang A. Perkembangan Teknologi 3.000 I.000 1.000 2.667 K.667 Kelemahan F.Lampiran 13. Kegiatan Promosi 4.000 1.333 M.000 1.000 C.000 1.333 F.000 2.000 3.333 L.000 3.000 3. Belum adanya merek pada kemasan Produk 3.000 2.000 4.000 3.000 1.000 3. Kualitas Produk 4.000 3. Permintaan yang semakin meningkat 4.000 1.000 3. Wilayah pemasaran yang masih terbatas 4.000 3. Pelayanan dan loyalitas pelanggan 4.000 3.000 4. Tingkat persaingan industri yang semakin 1.000 1.000 I.000 3.000 K.000 D. Harga Jual Produk yang lebih murah 2.333 L.000 E.667 tinggi 2.000 3.000 3.000 C.000 3.000 1.000 3.

000 K.000 F.000 4.000 L.000 dibanding pesaing 4.000 2. Hasil pengisian kuisioner QSPM untuk menentukan Attractiveness Score pada strategi 5 Faktor Strategis Responden Rata Kekuatan 1 2 3 Rata A.000 3. Perkembangan Teknologi 3. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh 2.000 4.000 3. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor 4.667 I.000 L.000 2.000 2.000 4. Wilayah pemasaran yang masih terbatas 1. Peningkatan jumlah penduduk 3.000 3.000 2.000 3. Kegiatan Promosi 3.000 3.000 3.667 D.667 G.000 3.000 3.000 2.Lampiran 14. Turunnya harga BBM 4.000 3.000 3.000 H.000 3.000 3.000 2.333 N.000 2.000 4.000 1.000 3.000 3.667 .000 3.Keterampilan SDM yang dimiliki 3.000 4.000 3.000 3. Perubahan cuaca yang tidak menentu 1.000 3. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran 3.000 3.000 2.000 4.000 4. fasilitas dan peralatan produksi 3.000 3. Permintaan yang semakin meningkat 4.000 2.000 3.000 4.333 E.000 J.000 M.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran 4. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi masyarakat Jabotabek 3. Kualitas Produk 4.000 E.000 3. Ketersediaan Bahan Baku 3.000 3.000 3.000 3. Pelayanan dan loyalitas pelanggan 3.000 3.667 tinggi 4. Kapasitas Produksi 4.000 3.000 3.000 3.000 4.000 4.000 3.000 2.000 B. Modal Usaha 1.667 Ancaman H.000 2.000 J.000 C.000 3.000 3. Trend Gaya Hidup Sehat 1.000 3.000 3.000 D.000 2.000 4.000 3.333 Kelemahan F.000 4.000 4.000 2. Belum adanya merek pada kemasan Produk 1.000 3.667 Peluang A. Harga Jual Produk yang lebih murah 4. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra 4.333 K.000 3.000 1.667 C.000 2.000 3.000 3.000 3. Saluran Distribusi 3.000 3.000 B. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar 1.000 G.000 4.000 2.000 3.000 3. Tingkat persaingan industri yang semakin 3.333 I.000 3.000 4.

Perubahan cuaca yang tidak menentu 1.000 1. Ketersediaan Bahan Baku 1.000 1.000 N.000 1.000 1.000 dibanding pesaing 1. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran 4.000 1.000 2. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi masyarakat Jabotabek 1.000 M.000 1.000 1.000 E.333 J.000 G. Perkembangan Teknologi 1.667 C.000 B.000 1.000 1.000 tinggi 1.000 G.000 K.000 1. Saluran Distribusi 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1. Wilayah pemasaran yang masih terbatas 1.000 1.000 1. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra 1.000 Ancaman H. Harga Jual Produk yang lebih murah 1.000 1. Kapasitas Produksi 1.000 1. Modal Usaha 1.000 L.000 1.000 2.000 1.000 1.000 1.000 2.333 Kelemahan F.000 1.000 1.000 1.000 1.000 I.Keterampilan SDM yang dimiliki 2.000 1.000 1.000 1.Lampiran 15.000 3.000 1. Peningkatan jumlah penduduk 1.000 1.000 E.000 4.000 1.000 C. Tingkat persaingan industri yang semakin 1.000 K.000 1.000 1.000 1.000 1.000 3.000 1.000 2.000 1.000 1. Kualitas Produk 1. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor 1.000 1.000 1.000 1.333 I. Hasil pengisian kuisioner QSPM untuk menentukan Attractiveness Score pada strategi 6 Faktor Strategis Responden Rata Kekuatan 1 2 3 Rata A.000 1.000 1.000 B.000 3.000 1. Trend Gaya Hidup Sehat 1.000 .000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 2. Turunnya harga BBM 1. Belum adanya merek pada kemasan Produk 1.000 1. fasilitas dan peralatan produksi 1.000 Peluang A. Permintaan yang semakin meningkat 1. Pelayanan dan loyalitas pelanggan 1.000 D. Kegiatan Promosi 1.000 1.000 D.000 1.667 H.000 3.000 1.000 1.000 1.000 1. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar 4.667 F.000 4. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh 2.000 L.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran 4.000 1.000 4.000 1.000 J.000 1.000 1.

000 N.000 L.333 C. Kegiatan Promosi 1.000 1.667 I.000 3.000 1.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran 1.000 1.000 1.000 Kelemahan F.000 1.000 1.000 1. Wilayah pemasaran yang masih terbatas 1.000 1.667 G. Peningkatan jumlah penduduk 1.000 1.Lampiran 16. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh 4.000 3.000 1.000 1.000 1.000 D.000 3. Ketersediaan Bahan Baku 2. Kualitas Produk 4.000 4.000 1.000 3.000 4.000 Ancaman H.000 3.000 1.000 1.333 H.000 K.000 dibanding pesaing 1.000 3.000 1.000 F.000 3. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra 1.000 2. Harga Jual Produk yang lebih murah 1.000 4.000 3.000 4.000 E.000 3.000 1. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran 4.000 2.000 4. Tingkat persaingan industri yang semakin 2.000 1.000 2.000 2.667 .000 1. Perkembangan Teknologi 4.000 3.333 B.000 3.667 I.667 tinggi 4.000 B.000 1.000 1.000 L. Permintaan yang semakin meningkat 1.000 1.000 E. Kapasitas Produksi 3.000 3.000 3.000 1.Keterampilan SDM yang dimiliki 4.000 1.000 3. fasilitas dan peralatan produksi 3.000 4.000 4.000 1.000 3. Turunnya harga BBM 2.000 M. Hasil pengisian kuisioner QSPM untuk menentukan Attractiveness Score pada strategi 7 Faktor Strategis Responden Rata Kekuatan 1 2 3 Rata A.667 D. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi masyarakat Jabotabek 1. Pelayanan dan loyalitas pelanggan 1. Trend Gaya Hidup Sehat 1.000 3.000 1. Perubahan cuaca yang tidak menentu 4.000 J.333 J.000 4. Belum adanya merek pada kemasan Produk 1.333 K.000 1.000 2. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor 1.000 1.000 1.000 3.000 1.000 1.000 1.667 C.000 4.000 4. Modal Usaha 1.000 Peluang A.000 2.000 4.000 1.000 4. Saluran Distribusi 1.000 3. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar 4.000 1.000 G.000 1.000 3.000 3.000 1.000 1.000 3.

Kegiatan Promosi 1.000 3.000 2.000 D.000 3. Perubahan cuaca yang tidak menentu 2. Ketersediaan Bahan Baku 2. Pelayanan dan loyalitas pelanggan 4.000 1.333 Kelemahan F.667 tinggi 4.333 F.000 2.000 2.000 3.000 2.333 dibanding pesaing 4.000 2.000 1.000 E.000 1.000 3.000 4.667 L. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh 2.000 1.000 3.000 1.000 1.000 1.667 E.000 2.000 4. Turunnya harga BBM 3.000 1.667 . Kualitas Produk 4. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran 4.667 I.000 3.000 2.000 1.667 K.000 4.000 3.000 2. Hasil pengisian kuisioner QSPM untuk menentukan Attractiveness Score pada strategi 8 Faktor Strategis Responden Rata Kekuatan 1 2 3 Rata A.000 2. Belum adanya merek pada kemasan Produk 1. Wilayah pemasaran yang masih terbatas 2.000 4. Peningkatan jumlah penduduk 2. Harga Jual Produk yang lebih murah 3.000 3. Saluran Distribusi 2.000 3.000 N.333 K.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran 1. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra 4.000 3.000 1.000 2.000 1.667 G.000 3.000 2.667 C.667 B.000 1. Tingkat persaingan industri yang semakin 3.Keterampilan SDM yang dimiliki 3.000 2.Lampiran 17.333 L.000 3. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi masyarakat Jabotabek 3.000 2.000 3.000 3. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar 1.000 2.667 D. Trend Gaya Hidup Sehat 1.000 3. fasilitas dan peralatan produksi 2.000 3.667 I.000 3.000 1. Kapasitas Produksi 4.000 2.667 Peluang A.000 1.000 1. Perkembangan Teknologi 4.000 3.000 2.000 2.333 J.000 3.000 3.000 1.667 C.000 Ancaman H.000 3.000 4. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor 4.000 G.000 2.000 1.333 H.000 J.000 3.000 3.000 1.000 3.000 2. Permintaan yang semakin meningkat 4.333 M.000 3.333 B.000 2.000 4. Modal Usaha 1.000 1.000 2.000 3.000 1.000 3.000 3.000 3.

210 1.333 0.128 2.333 0.038 2.293 3.079 3.333 0.050 1.071 1.103 L.667 0.333 0.263 2.667 0.063 2.667 0.667 0.050 3.188 2.292 2.000 0.071 2.266 4.263 3.000 0.125 1.000 0.667 0.063 3.237 2.158 1. fasilitas dan peralatan produksi 0.000 0.333 0.126 N.667 0.038 3.407 2.333 0.253 D.000 0.293 3.208 C.184 3.102 4.667 0.667 0.038 1.000 0.Keterampilan SDM yang dimiliki 0.333 0.000 0.333 0.667 0.333 0.667 0.000 0.333 0.076 3.080 4.000 0.279 2.289 3.667 0.131 .264 2.667 0.000 0.101 3.166 1.203 1.000 0.319 3.263 2.000 0.667 0.333 0.319 B.000 0.000 0.000 0.Lokasi produksi dalam menunjang kegiatan pemasaran 0.211 1.289 2.333 0.177 3.Lampiran 18.289 K.667 0.000 0.000 0.152 2.154 4.125 3.667 0.185 1.000 0.000 0. Kapasitas Produksi 0.063 2. Kegiatan Promosi 0.088 3.333 0.373 1.000 0.000 0.079 3.333 0.058 2.000 0.373 J.104 2.232 2.319 1.333 0.051 3.237 3.667 0.134 M.667 0.203 3.210 3.000 0.333 0. Harga Jual Produk yang lebih murah dibanding pesaing 0.173 1.000 0.289 2.118 4.080 4.154 3.322 H.333 0.067 3.304 1.231 1.141 3.076 3.050 2.333 0.234 3.667 0.667 0.333 0.667 0.102 3.038 1.263 4.000 0.319 4.000 0.000 0.203 1.000 0.071 1. Pelayanan dan loyalitas pelanggan 0.000 0.152 2.236 1.667 0. Manajemen Perusahaan untuk mendukung kegiatan pemasaran 0.667 0.235 1.166 3.079 3.165 E. Kurangnya Kontrol terhadap standar produk yang berasal dari mitra 0.000 0.667 0. Belum adanya merek pada kemasan Produk 0.667 0. Modal Usaha 0.333 0.667 0.333 0. Wilayah pemasaran yang masih terbatas 0.076 1.253 2.667 0.104 2.333 0.000 0.077 1.293 3.154 G.000 0.279 2.079 4.319 3.000 0.000 0.000 0.050 1.000 0.333 0.126 2.322 3.315 3.151 1.253 I.147 1.058 1.063 1.077 3.203 4.667 0.000 0.000 0.154 1.079 3.158 3.333 0.000 0.333 0.000 0.667 0.333 0.315 Kelemahan F.105 2.000 0.079 3.263 1. Saluran Distribusi 0.000 0.667 0.000 0.076 3.667 0.667 0. Kualitas Produk 0.165 2.000 0.000 0.000 0.333 0.253 2.236 Peluang Strategi 2 Strategi 3 Strategi 4 Strategi 5 Strategi 6 Strategi 7 Strategi 8 AS TAS AS TAS AS TAS AS TAS AS TAS AS TAS AS TAS 4.333 0.062 3.333 0.000 0.293 2.333 0. Hasil Olahan Matriks QSP Strategi 1 Kekuatan Bobot AS TAS A.236 1.168 3.333 0.058 2.136 2.333 0.667 0.000 0.228 2.

185 0.091 3.667 0.118 4.126 1.087 4.069 3.303 2.203 1.000 0.333 0.667 0.994 6.269 1.086 3.364 0.076 3.152 3.286 3.087 1.097 1.120 3.704 5. Perkembangan Teknologi C.097 4.333 0.000 0.000 0.389 1.288 3.133 1.073 2.000 0.162 0.090 1.143 3.000 0.073 0.208 3.667 0.667 0.333 0.220 2.000 0.000 0.264 6.667 0.000 0.333 2.286 1.209 2.097 1.000 0.A.088 1.667 0.000 0.126 0. Perubahan cuaca yang tidak menentu K.145 0.292 3.667 0.087 1.253 2.091 4.333 0.667 0.667 0.000 0.088 1.242 1.667 0.667 0.087 2.667 0.231 3.000 0.186 0.000 0.258 1. Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi J.209 0.242 3.152 1.088 1.000 0.072 1.000 0.264 1.333 0.080 2.239 1.000 0. Permintaan yang semakin meningkat Ancaman H.152 2.091 4.364 3.333 0.667 0.000 0.667 0.000 0.667 0.389 1.069 I III VII V II VIII VI IV .000 0.120 3.000 0. Merebaknya penyakit yang menyerang puyuh L.000 0.000 0.269 1.667 0.333 0.265 1.333 0.333 0.122 1.000 0.333 0.000 0.333 0.194 4.258 0.273 3.168 1.080 3.333 0.000 0.091 1.667 0.160 4.000 0.242 3.130 3.667 0.667 0.348 1.236 1.000 0.273 3.090 3.667 0.333 0.000 0.000 0. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi masyarakat Jabotabek E.126 2.000 0.354 2.000 0.000 2.091 2.208 3.000 0.751 4.667 0.147 0.292 2.333 0.086 1.667 0.000 0.000 0. Masuknya telur puyuh dari luar Bogor ke pasar di wilayah Bogor STAS Prioritas Strategi 0.186 3.086 3. Peningkatan jumlah penduduk F.329 1.000 0.000 0. Situasi Keamanan Lingkungan Sekitar I.122 3.667 0.667 0.231 2.667 0.000 0.073 1.090 2.265 1.667 0. Trend Gaya Hidup Sehat D.667 0.000 0.264 2.000 0.667 0.000 0.072 4.195 1.290 1.088 3.255 3.239 3.195 3.000 0. Turunnya harga BBM G.202 1.000 0.000 0.615 4.333 0.090 2.525 5. Ketersediaan Bahan Baku B.667 0.286 3.333 1.080 2.000 0.000 0.087 3.000 0.333 0.069 3.208 1.333 0.667 0.667 0.333 1.333 0.076 1.667 0.667 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful