Banjir Bandang" adalah salah satu karya seni grafis Winanto Taufiq dari lima karya seni grafisnya

dalam judul "Imaji Tentang Kerusakan Alam" ketika yang menjadi pemenang pertama pada kompetisi Trienal Seni Grafis Indonesia III 2009.

analisis karya cetak dalam” pesta pencuri”Tisna Sanjaya
16 Mei

Pendahuluan Karya di atas adalah salah satu contoh karya grafis yang menggunakan teknik cetak dalam atau

Sebelum meninjau lebih jauh terkait kekomplekan karya grafis tersebut alangkah baiknya jika dijelaskan terlebih dahulu beberapa hal yang berhubungan dengan teknik cetak dalam atau intaglio print. dan permukaan cetak dibentuk dengan teknik etsa. Kertas cetak kemudian ditekan ke atas pelat intaglio sehingga tinta berpindah. Penggunaan pelat ini dengan menyelimuti permukaan acuan dengan tinta.org/wiki/Etsa) Seniman grafis wood cut Sutrisno SZ .intaglio print dengan pemanfaatan teknik etsa. kemudian tinta di permukaan yang tinggi dihapus dengan kain tarlatan atau kertas koran sehingga yang tertinggal hanyalah tinta di bagian rendah. Biasanya pelat tembaga atau seng digunakan sebagai bahan acuan utama.(http://id. drypoint. Disebut cetak dalam karena bagian yang dijadikan sebagai penghantar tinta atau warna adalah bagian yang dalam atau yang tenggelam atau memparit dari permukaan dasar acuan. atau secara singkat cetak dalam merupakan kebalikan dari cetak tinggi. Adapun menurut versi Wikipedia. atau mezzotint.atau goresan.wikipedia. engraving.Intaglio atau cetak dalam adalah teknik cetak dengan prinsip penggoresan imaji ke atas permukaan. Cetak dalam adalah cetak atau seni grafis yang menggunakan acuan bagian negatif pada cetak tinggi.

dengan bermodalkan daya kreatif. . 50 x 70 cm. dia membuat kue dari pasir dan menghiasinya dengan karang" dan rumah kerang agar terlihat lebih indah. 2007 ingin balas budi terhadap orang tua saya membuat satu karya yang menggambarkan keinginan seorang anak untuk membalas budi kepada orang tuanya.Wood Cut On Wood And canvas 145X300cm 3 panels "Arsip yang berguna" YAMYULI DWI IMAN Monasisa. anak ini membuatnya khusus untuk ibunya sebagai ucapan terima kasih atas semua jasanya merawat dirinya dengan penuh kesabaran. hardboard cut. tanpa harus membeli kue sungguhan anak ini tetap bisa berkreasi untuk menyenangkan mamanya.

Yassir R Malik Lino cut 2/5 (2007) 12x25 cm GUN ANGKAT bamboo-monoprint karya Angga Anggur .

Alat ukir tersebut memiliki bermacam-macam bentuk dan ukuran menghasilkan jenis garis yang berbeda-beda. . salah seorang seniman grafis. kemudian tinta dibersihkan dari permukaan. Pembuat engraving memakai alat dari logam yang diperkeras yang disebut dengan burin untuk mengukir desain ke permukaan logam. tradisionalnya memakai plat tembaga. menghasilkan karya cetak.Engraving Artikel utama untuk bagian ini adalah: Engraving Proses ini dikembangkan di Jerman sekitar tahun 1430 dari engraving (ukiran halus) yang digunakan oleh para tukang emas untuk mendekorasi karya mereka. penggunaan alat yang disebut dengan burin merupakan ketrampilan yang rumit. melancholiaengraving karya Albrecht Dürer. yang tertinggal hanya tinta yang berada di garis yang diukir. Seluruh permukaan plat diberi tinta. Kemudian plat ditaruh pada alat press bertekanan tinggi bersama dengan lembaran kertas (seringkali dibasahi untuk melunakkan). Kertas kemudian mengambil tinta dari garis engraving (bagian yang diukir).

selanjutnya batu di-roll dengan tinta berbasis minyak ke seluruh permukaan. Litografi adalah teknik yang ditemukan pada tahun 1798 oleh Alois Senefelder dan didasari pada sifat kimiawi minyak dan air yang tak bisa bercampur. air akan berada pada bagian permukaan yang tidak tertutup medium gambar berbasis minyak tadi. sehingga gambar 'terbakar' pada permukaan. Batu lantas dibasahi. Digunakan permukaan berpori. Kemudian dilakukan pengasaman . Lalu dilapisi gum arab. . image/gambar ditransfer ke kertas dengan menggunakan alat press. untuk mentransfer minyak ke batu. kemudian pencetakan dilakukan dengan cara yang sama. Teknik litografi dikenal dengan kemampuannya menangkap gradasi halus dan detail yang sangat kecil. gambar dibuat pada permukaan batu dengan medium berminyak. Kemudian selembar kertas lembab diletakkan pada permukaan. biasanya sejenis batu yang disebut limestone/batu kapur. bahan yang larut air. Variasi dari teknik ini adalah foto-litografi. karena air menolak sifat minyak pada tinta maka tinta hanya menempel pada bagian gambar yang berminyak. menutupi permukaan batu yang tidak tertutupi medium gambar (yang berbasis minyak). Poster litografi karya Toulouse-Lautrec. di mana gambar ditangkap lewat proses fotografis pada plat logam.Litografi Artikel utama untuk bagian ini adalah: Litografi La Goulue.

. etsa relatif mudah dipelajari oleh seniman yang terbiasa menggambar. pada etsa bagian permukaan tinggi bebas tinta. mezzotint dan aquatint. bagian permukaan rendah menahan tinta. drypoint. Plat tersebut lalu dicelupkan dalam larutan asam atau larutan asam disapukan di atasnya. seng atau baja) ditutup dengan lapisan semacam lilin. Jerman. Mula-mula selembar plat logam (biasanya tembaga. tidak seperti engraving yang memerlukan ketrampilan khusus dalam pertukangan logam. Proses ini diyakini bahwa penemunya adalah Daniel Hopfer (sekitar 1470-1536) dari Augsburg. dan proses pencetakan selanjutnya sama dengan proses pada engraving. Garis bervariasi dari halus sampai kasar. sehingga bagian logamnya terbuka. Etsa kemudian menjadi tandingan engraving sebagai medium seni grafis yang populer. Teknik etsa berlawanan dengan teknik cukil kayu. yang mendekorasi baju besinya dengan teknik ini. Kelebihannya adalah. lapisan yang tersisa dibersihkan dari plat.Etsa "Tidurnya Pikiran menciptakan monster-monster" etsa dan aquatint karya Francisco Goya Artikel utama untuk bagian ini adalah: Etsa Etsa adalah bagian dari kelompok teknik intaglio bersama dengan engraving. Setelah itu. Kemudian seniman menggores lapisan tersebut dengan jarum etsa yang runcing. Asam akan mengikis bagian plat yang digores (bagian logam yang terbuka/tak terlapisi). Hasil cetakan etsa umumnya bersifat linear dan seringkali memiliki detail dan kontur halus.

Tiga Salib. etsa karya Rembrandt Etsa "Tidurnya Pikiran menciptakan monster-monster" etsa dan aquatint karya Francisco Goya Artikel utama untuk bagian ini adalah: Etsa .

Kemudian seniman menggores lapisan tersebut dengan jarum etsa yang runcing. Plat tersebut lalu dicelupkan dalam larutan asam atau larutan asam disapukan di atasnya.Etsa adalah bagian dari kelompok teknik intaglio bersama dengan engraving. mezzotint dan aquatint. tidak seperti engraving yang memerlukan ketrampilan khusus dalam pertukangan logam. Teknik etsa berlawanan dengan teknik cukil kayu. Mula-mula selembar plat logam (biasanya tembaga. Kelebihannya adalah. Setelah itu. Etsa kemudian menjadi tandingan engraving sebagai medium seni grafis yang populer. pada etsa bagian permukaan tinggi bebas tinta. yang mendekorasi baju besinya dengan teknik ini. sehingga bagian logamnya terbuka. etsa relatif mudah dipelajari oleh seniman yang terbiasa menggambar. dan proses pencetakan selanjutnya sama dengan proses pada engraving. Asam akan mengikis bagian plat yang digores (bagian logam yang terbuka/tak terlapisi). lapisan yang tersisa dibersihkan dari plat. bagian permukaan rendah menahan tinta. ulasan karya : cukil kayu untuk seni grafis . etsa karya Rembrandt Seniman yang menggunakan teknik ini: . Garis bervariasi dari halus sampai kasar. Hasil cetakan etsa umumnya bersifat linear dan seringkali memiliki detail dan kontur halus. drypoint. seng atau baja) ditutup dengan lapisan semacam lilin. Tiga Salib. Proses ini diyakini bahwa penemunya adalah Daniel Hopfer (sekitar 1470-1536) dari Augsburg. Jerman.

2008) karya : Rindy Atmoko .cukil kayu untuk seni grafis rahmadiah puput novrentia Media/teknik : seni grafis cukil Mengayuh Kehidupan (Wood cut on canvas.

cukil kayu untuk seni grafis rahmadiah puput novrentia Media/teknik : seni grafis cukil Mengayuh Kehidupan (Wood cut on canvas. 2008) karya : Rindy Atmoko .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful