P. 1
Ukuran Asosiasi Di Antara Dua Variabel

Ukuran Asosiasi Di Antara Dua Variabel

|Views: 202|Likes:
Published by Iis Rosita

More info:

Published by: Iis Rosita on Dec 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/06/2015

pdf

text

original

Level Pengukuran Variabel 1. Nominal : JK=L P; SB=H =; 2. Ordinal : (ordo)---orde—ordinal---kelompok-- -prestasi belajar; 3. Interval : 4.

Ratio : Konsekuensi Mengenai Level Pengukuran Variabel UKURAN ASOSIASI DI ANTARA DUA VARIABEL Nominal Ordinal Interval/Ratio Pearson’s Lambda Cramer’s Nominal Tschuprow’st Wilcoxon’s Theta Eta the correlation Phi ratio Tetrachoric Ordinal Kruskal’s Gamma Jaspen’s M Kendall’s Somer’s dyx Interval/Ratio Spearman’s rho Pearson’s Sumber : Champion (1981 : 354) , dalam Rakhmat 1985; 134).

Contoh 1 : Ukuran asosiasi di antara dua variable nominal Contoh masalah penelitian : Seberapa kuat pengaruh factor gender terhadap Jenis acara televisi yang ditonton ? Hipotesis : Hipotesis 1 : Terdapat pengaruh factor gender terhadap jenis acara tv yang ditonton Hipotesis 0 : Tidak terdapat pengaruh factor gender terhadap jenis acara tv yang fitonton Jawaban : 1) Data Penelitian : Acara TV Ditonton Sinetron Bukan Sinetron Jumlah Hubungan dua Variabel Nominal Gender Pria Wanita 11 58 24 47 35 105 Jumlah 69 71 140

2) Hitung asosiasi menurut λ Lambda : λ = fb + fk – (Fb + Fk) 2 N.: Tabel 1 Hubungan Kosmopolitanisme dengan Kecepatan Menerima Kosmopolitanisme n: 150 Rendah Cukup Tinggi Kecepatan Menerima Gagasan Cepat 25 a 18 b 10 c Cukup 12 d 13 e 15 f Lambat 8g 17 h 32 i 45 48 57 Prosedur Analisis : Kita menghitung koefisien korelasi Kruskal’s Gamma. makin cepat menerima gagasan baru Hipotesis Nol : Tidak ada hubungan antara kosmopolitanisme dengan kecepatan menerima gagasan gagasan baru Hasil penelitian. Υ .(Fb + Fk) λ = (58 + 47) + (24 + 58) – (71 + 105) 2. Rumusnya.140 – (105) λ = (105) + (82) – (176) 280 – 176 λ = 187 – 176 104 λ = 11 104 λ = 0. setelah diolah/ditabulasi disajikan dalam table 1 Hasilnya.1057692 Contoh 2 : Ukuran asosiasi di antara dua variabel Ordinal: Contoh masalah Penelitian : Apakah ada hubungan antara kosmopolitanisme dengan kecepatan menerima gagasan baru ? Hipotesis : Hipotesis 1 : Makin kosmopolit.sbb. .

fi ∑ fa + fi di mana : fa = frekuensi kesepakatan (agreements) fi = frekuensi inverse (inversions) Secara operasional.48 fa = 3775 fi = 1339 N = 150 Jadi.48) (4. Tinhgkat significansi Υ dapat dinilai dengan menghitung nilai Z Z = (ϒ ) √ fa-fi N (1-ϒ ) Nilai ϒ hasil perhitungan = 0. . Dengan demikian. Artinya. nilai Kritis adalah sekitar 1.592) = 2. memang makin cepat mereka dalam menerima gagasan baru.96. nilai gamma hasil perhitungan. Hitung dahulu fa dan fi fa = (25) (13 +15 + 17 + 32) + 18 (15 + 32) + (12) (17 + 32) + 13 (32) fa = 1925 + 846 + 588 + 416 fa = 3775 fi = (10) (12 + 13 + 8 + 17) – 18 (12 + 8) + (15) (8 + 17) + (13) (8) fi = 500 + 300 + 375 + 104 fi = 1339 2.48) √ 3775 -1339 (150) (1-0. Karena itu hipotesis nol dapat ditolak. Z = (0. Masukkan hasil perhitungan pada langkah pertama ke dalam rumus : Υ = 3775 . makin kosmopolit responden.96.05 dengan uji dua arah (two tail test).48 3.Υ = ∑ fa .1339 3775 + 1339 = 2436 5114 = 0.48) = (0. dengan melihat lambang-lambang huruf pada tabel 1.20 Untuk tingkat signifikansi 0.20. lebih besar daripada 1. sebesar 2.04 = (0.48) √ 21. fa = a (e +f + h + i ) + b (f + i) + d (h +i) + (e) (i) fi = c (d + e + g + h) + b (d + g) + f (g + h) + (e) (g) Langkah-langkah perhitungan : 1.

83 Untuk mengetahui asosiasi/hubungan kedua variabel. maka perlu dicari lebih dulu nilai X² .85 f 38 24 Jumlah % 100.Proosedur lain bdlm statstik : 1)Statistik Deskriptif 2)Statistik Inferensial == Contoh : Perhitungan X² Hubungan Motif Menonton Televisi dengan Kebutuhan Informasi Kriminal Dalam Sergap RCTI N = 71 Motif Kadar Kebutuhan Tinggi Sedang f0 6 6 Kognitif Ft 6.33 4.45 22 84 100. df 6.00 (28.nya.16 2 18 4.14 5. % ( ) adalah % ke sub motif.57) Rendah Jumlah 2 14 3.14 Companion ship f0 3 6 Ft 7.0 F0 17 8 Afektif Ft 15.24) 100.10 Keterangan: Kecenderungan bentuk motif lebih dari satu. p < 0.981.00 (26. Pebruari 2006 df (derajat kebebasan) untuk tabel 8.33 38 x 35 /84 = 15.00 (45. Menurut Rakhmat (1984 : 135).83 10.1 = (3-1) (4-1) = (2) (3) = 6 Ft = total baris x total kolom / Total Observasi Contoh : 38 x 14 / 84 = 6.00 X² = 11. Sumber : Hasil Olahan Data.19) 100.0 f0 12 4 Escapist ft% 8.69 4. caranya dengan menggunakan rumus berikut ini : Jumlah X² adalah .71 8 17 4.ke bawah.66 10 35 9.

369 ( 3.33 15.273 0.077 1.981 tadi lebih besar dibandingkan dengan nilai pada tabel distribusi X² pada sejumlah tingkat probabiliti. hipotesis yang menyebutkan adanya hubungan di antara variabel kebutuhan informasi kriminal dengan motif menonton televisi.71 ) ² = 7.69 4.60 0.84 ) ² = 0. Ini berarti.0 10.981.14 7.66 9.981.00 ( -2 ) ² = 4.00 ( -1.344 ( 3.830 2.017 0. Hasil lengkap perbandingan dengan nilai dalam tabel distribusi X² adalah sbb.90 ( -4.14 4.14 ) ² = 1.592.45 ( -0. adalah sebesar 11.753 0.1.16 4.981 Hasil perhitungan X² tabel 8.86 ) ² = 14. jika ditelusuri lebih jauh pada tabel distibusi X². maka terlihat di situ bahwa untuk p (probabilitas) 0.1. Meskipun begitu.17 ) ² = 1. diketahui bahwa nilai X² tabel 8.05.860 1. dapat ditolak.253 0.33 ) ² = 0.71 4. : .75 ( 0.70 ( -2.109 ( 1.000 0.32 ( -1.55 ) ² = 12.∑ (f0 – ft)² ft Berdasarkan rumus tersebut.0 5.99 ( 2.0 ) ² = 4. Dengan demikian nilai ini lebih besar dari pada nilai X² tabel 8.832 _______+ 11.69 ) ² = 21. yang sebesar11.83 8. pada df 6 adalah sebesar 12.30 ( -1.1 yang nilainya sebesar 11.086 1.400 0.66 ) ² = 2. Dengan melihat tabel distribusi X². maka hasil perhitungannya menjadi sebagai berikut : Kamar f0 ft (f0 – ft)² (f0 – ft)² ft 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 6 17 12 3 6 8 4 6 2 10 2 8 6.60 2.85 3.15 ) ² = 1.

645 = 8.0. Dengan signifikansi tersebut. maka diantaranya dengan mengacu pada usuran Guilford (1956 : 145.70 0.50 0. 1985.70 . koefisien korelasi diartikan secara kasar.558 = 7. kiranya dapat diartikan bahwa hubungan dua variabel memiliki signifikansi.90 hubungan sangat tinggi. : < 0.231 = 5. 29).0.30 0.90 hubungan yang tinggi.40 hubungan rendah tapi pasti 0.0.10 = 10. kuat sekali.645. Signifikansi tertingginya yaitu pada taraf probabllitas 0. maka dalam kondisi yang sama terhadap penelitian yang sejenis.pada taraf probabllitas pada taraf probabllitas pada taraf probabllitas pada taraf probabllitas pada taraf probabllitas pada taraf probabllitas 0. dalam Rakhmat.10 0. maka hubungan…………… Untuk mengetahui kadar hubungan ini. sbb.80 = 10.20 0. Menurut Guilford.828 = 3.20 hubungan rendah sekali 0. kuat > .20 – 0. dapat diantalkan .70 hubungan yang cukup berarti 0.070 Dengan hasil tinjauan terhadap nilai pada tabel distibusi X² di atas.348 = 3.40 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->