P. 1
Laporan Praktikum Asam Karboksilat

Laporan Praktikum Asam Karboksilat

|Views: 3,404|Likes:
Published by Dede Anjar Riswara

More info:

Published by: Dede Anjar Riswara on Dec 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK ASAM KARBOKSILAT

Oleh :

Nama NIM Kelas Kelompok Asisten

: Dede Anjar Riswara : 1410160080 : IPA Bio C/III :5 : Kasiful Gito Prantonajasera

LABORATORIUM BIOLOGI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2011 Asam Karboksilat A. Asam format terdapat pada semut merah (asal dari nama). Tujuan Mahasiswa memahami reaksi-reaksi analisis gugus karboksilat dalam suatu senyawa. –COOH. mempunyai gugus asam dan aldehida (Riawan. tak berwarna. merusak kulit. B. . 1997). Sifat fisika: cairan. larut dalam H2O dengan sempurna. Dasar Teori Suatu asam karboksilat adalah suatu senyawa organik yang mengandung gugus karboksil. jelatang dan sebagainya (juga sedikit dalam urine dan peluh). 1990). berbau tajam. Gugus karboksil mengandung gugus karbonil dan sebuah gugus hidroksil. lebah. antar aksi dari kedua gugus ini mengakibatkan suatu kereaktifan kimia yang unik dan untuk asam karboksilat (Fessenden. Sifat kimia: asam paling kuat dari asam-asam karboksilat.

Adapun sifat-sifat yang dimiliki oleh asam karboksilat adalah: 1. Bentuk murninya disebut asam asetat glasial karena senyawa ini menjadi padat seperti es bila didinginkan. Reaksi yang terjadi adalah: HCOOH + Na+ → HCOONa + H2O 2.Asam asetat (CH3COOH) sejauh ini merupakan asam karboksilat yang paling penting diperdagangan. cairan mudah terbakar (titik leleh 7ºC. Reaksi Esterifikasi Ester asam karboksilat ialah senyawa yang mengandung gugus –COOR dengan R dapat berbentuk alkil. titik didih 80ºC). Dapat bercampur dengan air dan banyak pelarut organik (Fessenden. Asam asetat glasial tidak berwarna. Ester dapat dibentuk berkat reaksi langsung antara asam karboksilat dengan alkohol. Gugus asam karboksilat teroksidasi sangat lambat. panas. industri dan laboratorium. Reaksi Oksidasi Reaksi terjadi pada pembakaran atau oleh reagen yang sangat kokoh dan kuat seperti asam sulfat. CrO3. . NaCl dan KNO3 adalah garam organik yang meleleh pada temperatur tinggi. 1997). Reaksi Pembentukan Garam Garam organik yang membentuk dan memiliki sifat fisik dari garam anorganik padatannya. dengan bau pedas menggigit. Secara umum reaksinya adalah: RCOOH + R’OH → RCOOR + H2O 3. larut dalam air dan tidak berbau.

Bahan D. 1997). Alat • • • • • • • Pemanas bunsen Botol semprot Pipet tetes Gelas bekker Tabung reaksi Gelas ukur Penjepit • KMnO4 Natrium asetat Asam formiat Fehling A Fehling B NaOH H2SO4 Asam asetat Etanol 70% • • • • • • • • 2. C. Pembentukan Asam Karboksilat Beberapa cara pembentukan asam karboksilat dengan jalan sintesa dapat dikelompokkan dalam 3 cara yaitu: reaksi hidrolisis turunan asam karboksilat. Langkah kerja . oksidasi alkena. Banyak dijumpai dalam lemak dan minyak. reaksi oksidasi. dengan basa akan membentuk garam dan dengan alkohol menghasilkan eter. hidroilisa asil halida. reaksi Grignat (Fessenden. sehingga sering juga disebut asam lemak. dan reagen organolitium (Wilbraham. Pembuatannya antara lain melalui oksidasi alkohol primer. sekunder atau aldehida. 1992). Alat dan Bahan 1. oksidasi alkuna hidrolisa alkil sianida (suatu nitril) dengan HCl encer. hidrolisa ester dengan asam. Asam karboksilat.4.

Diperhatikan bau yang timbul. 3.5 ml H2SO4 encer.25 ml H2SO4 pekat ke dalam tabung reaksi dan ditambahkan 0. c. Dimasukkan 0. Dikocok. 2.5 ml KMnO4 ke dalam tabung reaksi dan ditambahkan 2 tetes H2SO4 pekat. Dimasukkan 0. Dikocok dan diamati perubahan yang terjadi. Diulangi percobaan dengan asam format. 2. b. Ditambahkan 0. Dikocok dan dipanaskan.5 ml asetaldehid lalu dipanaskan dalam penangas air.5 ml larutan asam asetat ke dalam tabung reaksi lalu ditambahkan 0. 3. Pembentukan Garam Karboksilat 1.5 ml larutan Na-asetat dan 0. Oksidasi aldehid 1.5 ml NaOH. Reaksi garam karboksilat dengan asam sulfat 1.1. Diperhatikan bau yang timbul. Dimasukkan 0. 2. Hidrolisis ester 1.5 ml asam asetat. 2. 2. 3. Pembentukan Asam Karboksilat a. Ditutup tabung reaksi dengan sumbat karet. . Dimasukkan 0.

5 ml etanol 70% lalu ditambahkan 0. 4. 2. 3.3. Dimasukkan ke dalam tabung reaksi 0. Dimasukkan ke dalam tabung reaksi 0.5 ml FeCl3 hingga terbentuk warna merah. Dikocok dan dipanaskan dalam penangas air selama 5 menit. Dituang isi tabung reaksi ke dalam air dan dicatat bau ester yang timbul. Hasil pengamatan . E. Reaksi Garam Karboksilat 1. Esterifikasi 1. 4.5 ml Na-Asetat dan ditambahkan 0. Diamati perubahan yang terjadi. 2.5 ml asam asetat dan 3 tetes H2SO4 pekat. Diulangi percobaan dengan etanol absolut.

oksidasi aldehid 10 tetes KMnO4 berwarna ungu + 2tetes H2SO4 berwarna putih Hasil Pengamatan Terjadi perubahan bau yang agak menyengat. dan terdapat endapan yaitu tiga endapan yakni bening . Pembentukan garam karboksilat 10 tetes CH3COOH + 10 tetes NaOH dikocok Tidak terjadi perubahan warna tetapi menghasilkan bau seperti bau cuka asam. C. cokelat muda. 2. dan cokelat tua. 3. reaksi asam karboksilat dengan asam sulfat 10 tetes CH3COONa + 10 tetes H2SO4 Tidak warna. Langkah Kerja a. hidrolisis ester 5 tetes H2SO4 + 10 tetes CH3COOH ditutup kapas Tidak terjadi perubahan warna dan tetap bening sedangkan bau yang dihasilkan menyengat dan terdapat uap air. .No 1. ada bau perubahan menyengat seperti bau karbit. 10 tetes CH2O formal dehid b. Esterifikasi 10 tetes etanol 70% Cairan bening dan bau yang menyengat.

CH3COONa+FeCl3 F. dan cokelat tua. Pembahasan Pada praktikum kali ini telah kita ketahui sebelumnya bahwa asam karbokilat mempunyai sifat-sifat seperti reaksi pembentukan garam. reaksi esterifikasi. CH3COOH+NaOH 3. CH3COOH+C2H5OH C4H8SO4+ H20 4. Untuk mempercepat reaksi yang berlangsung larutan tersebut dipanaskan. hidrolisis ester.+Fe3+ b). dan yang terakhir yaitu reaksi garam karboksilat. esterifikasi. pembentukan garam karbokilat. a).Reaksi 1.5 ml KMnO4 kedalam tabung reaksi. pembentukan asam karbokilat. KMn04 + 2H2SO4 K2SO4 + Mn2SO4 + 2H20 + 3CO2 CH3COOSO4+NaH2O CH3COOSO4+Na2CO4 CH3COONa+H20 C4H8SO4+ H20 C4H8SO+H20 NaCl+CH3SOO. tapi setelah di tambahkan formaldehid yaitu CH2O terjadi perubahan bau yang agak menyengat. yaitu okidasi aldehid. Maka dari itu kami melakukan 6 percobaan. H2SO4+CH3COOH c). cokelat muda. Pada percobaan yang pertama yaitu pembentukan asam karboksilat dengan cara oksidasi aldehid. reaksi oksidasi. Hal yang pertama kami lakukan adalah memasukan 0. CH3COONa+ H2SO4 2. Hasilnya didapatkan perubahan yang terjadi adalah larutan . reaksi asam karboksilat dengan asam sulfat. dan terdapat endapan yaitu tiga endapan yakni bening . dan dua tetes H2SO4 kemudian dikocok dan berwarna ungu kecoklat-coklatan.

pertama kami masukan 0.5 ml larutan sampel (asam asetat. mengalami perubahan warna dari ungu menjadi cokelat. Kemudian dikocok agar larutan homogen.1M dan ingat bahwa konentrasi mempengaruhi reaksi karboksilat. muncul gelembung.5 ml etil asetat. Hal tersebut menunjukkan adanya reaksi positif dari etil asetat karena munculnya bau balon yang menunjukkan adanya proses pembentukan asam karboksilat. Maka didapatkan perubahan yang terjadi secara berturut-turut adalah pada sampel asam asetat larutan berwarna bening. asam propionat) ke dalam tabung reaksi lalu ditambahkan 0.5 ml NaOH. Dan percobaan yang berikutnya adalah reaksi asam karboksilat dengan asam sulfat. yaitu memasukan 0.setelah dimasukannya 5 tetes H2SO4 dan 10 tetes CH3COOH kedalam tabung reaksi dan dicium baunya. dan bau menyengat.25 ml H2SO4 ke dalam tabung reaksi lalu ditambah 0.terasa panas. setelah dimasukkannya 10 tetes CH3COONa+10 tetes H2SO4 kemudian dipanaskan tercium bau balon dan warna larutan tetap bening.5 ml H2SO4 encer sambil dikocok kemudian dipanaskan. Percobaam yang kedua yaitu hidrolisis eter. sampel asam propionat larutan berwarna bening dan terdapat gelembung. langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dimasukkan 0. sampel asam format larutan berwarna bening. Percobaan di atas menunjukkan adanya reaksi positif dari sampel asetaldehid karena terbentuknya asam karboksilat yang dibuktikan dengan bau yang menyengat. Percobaan ketiga yaitu reaksi garam karboksilat. Dan setelah diamati bau yang dihasilkan tidak menyengat karena yang dipakai yaitu dengan kadar 0. Hal tersebut menunjukkan hanya asam propionat yang .5 ml larutan Na asetat dan 0. asam format. Dalam pembentukan garam karboksilat.dipanaskan ternyata terdapat perubahan warna sebelum dipanaskan KMnO4 berwarna ungu dan H2SO4 berwarna putih. Kemudian ditutup dengan kapas ternyata setelah diamati tidak terjadi perubahan warna dan tetap bening sedangkan bau yang dihasilkan menyengat dan terdapat uap air.

Reaksi yang terjadi pada etanol 70% sedikit bau asetat (menyengat). yang berfungsi sebagai pengikat air. Hal ini disebabkan pada etanol 70% terdapat 30% air. pemanasan dilakukan untuk mempercepat reaksi yang berlangsung. pembentukan asam . setelah dipanaskan bau menyengat. yang ditunjukkan dengan munculnya gelembung.bereaksi positif pada pembentukan garam karboksilat. Percobaan terakhir adalah mengenai oksidasi dengan KMnO4. setelah dipanaskan tidak ada endapan. Kemudian dipanaskan dalam pemanas selama 2 menit. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dimasukkan ke dalam tabung reaksi 0. kemudian warna larutan menjadi bening setelah ditambah sampel. G. Kesimpulan Berdasarkan hasil praktikum dan pembahasan pada percobaan Asam Karboksilat dapat disimpulkan bahwa: • Asam karbokilat mempunyai sifat-sifat seperti reaksi pembentukan garam. Bedanya hanya pada bau yang dihasilkan. reaksi oksidasi. Percobaan tersebut diketahui bahwa asam asetat yang paling tidak bereaksi.5 ml etanol 70% lalu ditambahkan 0.5 ml asam asetat dan 3 tetes H2SO4 pekat Kemudian dikocok agar larutan homogen dan dipanaskan dalam penangas air selama 5 menit. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memasukan ke dalam tabung reaksi 0. Percobaan selanjutnya adalah esterifikasi. Maka didapatkan utnuk sampel asam format warna cokelat. pemanasan dilakukan untuk mempercepat reaksi yang berlangsung. Etanol 70% baunya adalah bau balon dan sedikit bau asetat (menyengat). sehingga ketika larutan dituangkan ke air menghasilkan bau yang menyengat. reaksi esterifikasi. Reaksi yang terjadi pada etanol 70% adalah sama seperti di atas.5 ml asam format dan ditambahkan 2 tetes KMnO 4. Maka didapatkan asam asetat warna larutan bening.

dan terdapat endapan yaitu tiga endapan yakni bening . (1999). dan bening. bau menyengat seperti bau karbit. DAFTAR PUSTAKA Fessenden. cairan bening dan bau yang menyengat Reaksi garam karboksilat terjadi sedikit perubahan warna dari orange menjadi orange tua. dan dengan prosedur kerja dalam percobaan asam karboksilat telah sesuai dengan teori. • Pada oksidasi aldehid terjadi perubahan bau yang agak menyengat. S. Fessenden. cokelat muda. Kimia Organik. J. J.. R. Jilid 1. • Pada reaksi asam karboksilat dengan asam sulfat tidak ada perubahan warna. • Pembentukan garam karboksilat tidak terjadi perubahan warna tetapi menghasilkan bau seperti bau cuka asam • • Esterifikasi.karbokilat Senyawa alkana akan terdapat gelembung ketika bereaksi pada saat dipanaskan. Penerbit Erlangga. Edisi ketiga. • Pada hidrolisis ester idak terjadi perubahan warna dan tetap bening sedangkan bau yang dihasilkan menyengat dan terdapat uap air. Dengan demikian bahwa percobaan yang telah dilakukan dengan alat dan bahan. Jakarta . dan cokelat tua.

(1992). Fessenden. dan Fessenden. (1986). Dasar-dasatr Kimia Organik. Fessenden. Edisi ketiga. Jakarta Wilbraham. 1990. Pengantar Kimia Organik 1. ITB. Ralph J. S. Joan S. Antony C. J. J. .Fessenden. Jakarta. Bandung. S. Kimia Organik. 1997. Penerbit Karunika Universitas Terbuka. Jakarta Riawan. Kimia Organik Edisi 1.A. S.. 1992. R. Buku Materi Pokok Kimia Organik Bahan Alam. Penerbit Erlangga. Bina Aksara. Binarupa Aksara. Jilid 2. Jakarta Achmad.

LAMPIRAN .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->