P. 1
Penerapan Metode Demonstrasi Dan Eksperimen Dalam Mengajar Di Kelas XII IPA

Penerapan Metode Demonstrasi Dan Eksperimen Dalam Mengajar Di Kelas XII IPA

4.93

|Views: 34,075|Likes:
Published by mariano_n
Makalah ini membahas tentang metode demonstrasi dan eksperimen yang dilakukan di SMA kelas XII IPA dalam materi Gelombang dan sub materi pipa organa. Disajikan juga analisis hasil penerapan tersebut di kelas
Makalah ini membahas tentang metode demonstrasi dan eksperimen yang dilakukan di SMA kelas XII IPA dalam materi Gelombang dan sub materi pipa organa. Disajikan juga analisis hasil penerapan tersebut di kelas

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: mariano_n on Oct 29, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

pdf

text

original

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DENGAN METODA DEMONSTRASI DAN EKSPERIMEN UNTUK PELAJARAN FISIKA DI TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN SMA MATERI

: GELOMBANG BUNYI SUB MATERI : BUNYI PADA PIPA ORGANA TERBUKA
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Belajar dan Pembelajaran

Disusun oleh :

Mariano Nathanael, S.Si.

NIM : 41154035080175

PROGRAM PEMBENTUKAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PPKM) FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS LANGLANGBUANA
1

tetapi kami sekali lagi bersyukur karena dapat menuntaskan makalah ini. Banyak sekali pembelajaranpembelajaran non formal yang kami peroleh selama menyusun makalah ini. dan juga dari searching di internet. Meskipun kami tahu masih banyak kekurangan di sana-sini dikarenakan masih kurangnya pengetahuan kami dalam perkara belajar dan pembelajaran dan juga karena minimnya pengalaman kami dalam menerapkan metode pembelajaran dengan benar di dalam kelas. karena itu kami hanya berani mengambil metode yang sangat sederhana saja tetapi yang sudah diterapkan di kelas dari salah satu anggota dari tim penyusun. Jadi makalah ini bukan hanya melulu terdiri dari teori saja. Buku-buku teks book tidak kami punyai. Kami berharap makalah ini dapat memberikan satu sumbangsih kepada rekan-rekan di akta IV UNLA angkatan 27. dalami dan menelurkannya dalam makalah ini. Wassalam Tim Penyusun DAFTAR ISI 2 . dan yang paling terpengaruh besar atas makalah ini adalah kami sendiri. semoga isinya bermanfaat bagi semua dan saran-sarannya bermanfaat juga bagi kami dan semuanya. Pengalaman di kelas dengan metode demonstrasi dan eksperimen itulah yang kami bahas bersama. Makalah sederhana ini lahir dengan bahan-bahan yang hanya diambil dari mata kuliah ybs. dan juga meskipun kecil. tentu saja kami sangat membutuhkan masukan dan saran dari siapapun juga untuk memperbaiki dan menyempurnakan makalah ini. tetapi ada pengalaman belajar di kelas. Akhirnya.2008 KATA PENGANTAR Kami memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. mungkin itulah salah satu nilai lebih dari makalah yang kami susun ini. sebagai tim penyusun. terutama jika kami memperoleh kesempatan untuk mempresentasikannya di hadapan rekan-rekan di akta IV UNLA angkatan 27. tapi kami juga berharap dapat memberi satu tambahan pengalaman bagi pendidikan di Indonesia. karena hanya dengan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas dari mata kuliah Belajar dan Pembelajaran ini.

.............. 2 Daftar Isi .............16 I....................................15 LAMPIRAN ..................... KESIMPULAN ............................................Kata Pengantar ................................................ 4 METODE DEMONSTRASI DAN EKSPERIMEN..... Pembelajaran merupakan proses komunikasi transaksional timbal balik antar siswa dengan guru...... 3 I............................ E........................ 2008) adalah : 1................................................................................. Mempelajari ketrampilan dan pengetahuan tentang materi-materi pelajaran secara spesifik....................................................................... II................. 5 PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DAN EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN DI KELAS........................... V......................... 3 ..................................... 4 RUMUSAN MASALAH.......... 11 IV.... siswa dengan sumber belajar.... PENDAHULUAN ... 14 DAFTAR PUSTAKA ..... PENDAHULUAN Belajar merupakan proses perubahan perilaku individu yang bersifat menetap dan merupakan hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungannya...................................................................................................................... Tiga tujuan belajar (Syaodih.................. III................................................................... siswa dengan siswa....................................................................................... pada lingkungan belajar tertentu untuk sasran tertentu.........................................................

yaitu menyenangkan dan bermakna. pada makalah ini. teori. prinsip dan hukumhukum fisika. mampu menerapkan konsep yang sama atau berkaitan dengan bidang lain 3. asas. Demikian pula suatu metode yang dianggap baik untuk suatu pokok bahasan yang disampaikan oleh guru tertentu. perlu diketahui bahwa tidak ada satu metode pun yang dianggap paling baik diantara metode-metode yang lain. Suatu metode mungkin baik untuk suatu tujuan tertentu. Mengembangkan kemampuan konseptual umum. Hal yang juga dikembangkan selama berlangsungnya proses belajar mengajar fisika adalah sikap ilmiah seperti jujur. Karena itu perlu dikembangkan pendekatan-pendekatan pembelajaran. Hal ini berdampak pada rendahnya minat siswa untuk belajar fisika. kami hanya akan mengangkat satu metode pembelajaran yang telah diterapkan di kelas XII IPA SMAK BPPK Bandung untuk mata pelajaran Fisika. masyarakatnya dan bangsanya (memenuhi tujuan Pendidikan Nasional). Fisika merupakan bagian dari sains yang mempelajari fenomena dan gejala alam secara empiris. Masalah ini merupakan salah satu masalah klasik yang kerap dijumpai oleh para guru fisika di sekolah. 4 . kritis. yaitu metode demonstrasi dan eksperimen. siswa akan dikenalkan tentang produk fisika berupa materi. kadang-kadang belum tentu berhasil dibawakan oleh guru lain. Selama ini. sistematis dan rasional yang melibatkan proses dan sikap ilmiah. pokok bahasan maupun situasi dan kondisi tertentu. Bagi siswa. Siswa juga akan diajarkan untuk bereksperimen di dalam laboratorium atau di luar laboratorium sebagai proses ilmiah untuk memahami berbagai pokok bahasan dalam fisika. konsep dan prinsip fisika menjadi sulit dipahami dan dicerna oleh kebanyakan mereka. Ketika belajar fisika. Dari berbagai macam metode mengajar yang ada. logis. Siswa berpendapat bahwa pelajaran fisika sulit karena mereka banyak menjumpai persamaan matematik sehingga fisika diidentikkan dengan angka dan rumus. dan sebagainya. Tiap metode mempunyai karakteristik tertentu dengan segala kelebihan dan kelemahan masing masing. II. Karena itu.2. Mengembangkan kemampuan dan sikap pribadi yang secara mudah dapat digunakan dalam segala tindakan kita Untuk mencapai tujuan tersebut. RUMUSAN MASALAH Pelajaran fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan pada jenjang pendidikan SMP dan SMA di Indonesia. tetapi mungkin tidak tepat untuk situasi yang lain. konsep. antusiasme siswa dalam mengikuti pelajaran fisika di sekolah tidak seperti mengikuti pelajaran lainnya. rasional. model-model pembelajaran dan metodemetode pembelajaran yang dapat diterapkan pada peserta didik secara optimal sehingga seluruh potensi peserta didik dapat digali sehingga berguna dirinya. maka belajar harus efektif. skeptis. obyektif.

misalnya : bagaimana cara kerja suatu mesin cuci atau apa yang terjadi jika suatu balon berisi air bakar dengan api dsb.Ketidaksukaan pada pelajaran fisika. 1 METODE DEMONSTRASI Pengertian Metode Demonstrasi Yang dimaksud dengan Metode Demonstrasi ialah metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana berjalannya atau bekerjanya suatu proses atau langkah-langkah kerja dari suatu alat atau instrumen tertentu kepada siswa. dapat berdampak pula pada sikap siswa terhadap guru fisikanya. Metode Demonstrasi cukup baik apabila digunakan dalam penyampaian bahan pelajaran sains dan teknologi. Tidak sedikit guru fisika yang kurang mendapat simpati dari para muridnya karena ketidakberhasilan siswa dalam belajar fisika. yang telah diterapkan pada pembelajaran di kelas XII IPA SMAK BPPK Bandung untuk mata pelajaran Fisika pada hari Sabtu. METODE DEMONSTRASI DAN EKSPERIMEN Yang di maksud dengan Metode Demonstrasi dan Eksperimen ialah suatu upaya atau praktek dengan menggunakan peragaan yang ditujukan pada siswa dengan tujuan agar semua siswa lebih mudah dalam memahami dan mempraktekan apa yang telah diperolehnya dan dapat belajar mengalami suatu proses dan menganalisa proses tersebut. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam metode demonstrasi : 1. Juga akan dianalisis bagaimana kekurangan dan kelebihan metode ini ketika diterapkan sehingga metode ini akan semakin baik ketika diterapkan kembali meskipun untuk pokok bahasan yang lain. Sikap siswa akan sangat berbeda pada guru kesenian atau olah raga misalnya. Misalnya alatnya terlalu kecil atau penjelasannya tidak jelas. Untuk memperjelas pengertian tersebut dalam prakteknya dapat dilakukan oleh guru atau anak didik itu sendiri. Demonstrasi menjadi kurang efektif bila tidak diikuti oleh aktivitas di mana siswa sendiri dapat ikut memperhatikan dan menjadi aktivitas mereka sebagai pengalaman yang berharga. Demonstrasi akan menjadi metode yang tidak wajar apabila alat yang di Demonstrasikan tidak bisa di amati dengan seksama oleh siswa. yaitu menyenangkan dan bermakna. sehingga ketidaksukaan siswa pada mata pelajaran fisika dapat direduksi perlahan-lahan. Salah satu metode yang diangkat dalam makalah ini adalah metode demonstrasi dan eksperimen. III. 2. guru perlu menerapkan metode-metode pembelajaran yang dapat menghasilkan belajar yang efektif. Untuk itu. Keberhasilan metode ini akan diukur melalui respon atau tanggapan siswa setelah metode ini diterapkan. Nilai yang buruk dalam tes formatif dan sumatif fisika menempatkan guru sebagai penyebab kegagalan di mata siswa dan orang tua. 5 . 23 Agustus 2008 yang membahas materi Gelombang Bunyi dalam sub pelajaran : Bunyi pada pipa organa terbuka. III. pelajaran yang menjadi favorit bagi kebanyakan siswa.

2. Memerlukan waktu yang cukup banyak 2. Perhatian anak didik akan lebih terpusat pada apa yang didemonstrasikan. Apabila siswa tidak aktif maka metode demonstran menjadi tidak efektif. 7. metode demonstrasi menjadi kurang efesien 3. Selama demonstrasi berlangsung guru harus intropeksi diri apakah : 6 . 6. 4. 3. 4. Dapat mengurangi kesalah pahaman karena pengajaran lebih jelas dan kongkrit. Memperhitungkan waktu yang di butuhkan. 4. Tidak semua hal dapat didemonstrasikan di kelas karena alat-alat yang terlalu besar atau yang berada di tempat lain yang tempatnya jauh dari kelas. dan titik berat yang di anggap penting oleh guru dapat di amati. Bisa membantu siswa ingat lebih lama tentang materi yang di sampaikan. Langkah-langkah dalam penerapan metode demonstrasi adalah: a. 3.3. Kelemahan metode demonstrasi adalah: 1. 5. terutama untuk membeli bahan-bahannya 4. Memerlukan tenaga yang tidak sedikit 5. karena itu guru perlu mengulang-ulang peragaan di rumah dan memeriksa semua alat yang akan dipakai sebelumnya sehingga sewaktu mendemonstrasikan di depan kelas semuanya berjalan dengan baik. Dapat menjawab semua masalah yang timbul di dalam pikiran setiap siswa karna ikut serta berperan secara langsung. 5. Dapat menambah pengalaman anak didik. 2. Hendaknya dilakukan dalam hal-hal yang bersifat praktis tetapi dapat membangkitkan minat siswa. Guru harus dapat memperagakan demonstrasi dengan sebaik-baiknya. Merumuskan tujuan yang baik dari sudut kecakapan atau kegiatan yang diharapkan dapat tercapai setelah metode demontrasi berakhir. Memerlukan biaya yang cukup mahal. Perencanaan Dalam perencanaan hal-hal yang dilakukan ialah : 1. Kelebihan metode demonstrasi adalah: 1. jadi proses anak didik akan lebih terarah dan akan mengurangi perhatian anak didik kepada masalah lain. Dapat merangsang siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti proses belajar. Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan di laksanakan. Apabila terjadi kekurangan media. Perhatian anak didik dapat dipusatkan.

atau mencoba mencari suatu hukum atau dalil. baik di sekolah ataupun di rumah. mencari kebenaran. Memberikan kesempatan pada siswa untuk aktif 6. Pelaksanaannya: Hal-hal yang di lakukan adalah : 1. mengadakan latihan lebih lanjut. Kedua metode ini seringkali digabungkan bersama-sama. Hal-hal yang Perlu di perhatikan dalam melakukan Metode Eksperimen 1. mengamati suatu obyek. Metode Eksperimen adalah Metode atau cara di mana guru dan murid bersama-sama mengerjakan sesuatu latihan atau percobaan untuk mengetahui pengaruh atau akibat dari sesuatu aksi. III. Menetapkan rencana penilaian terhadap kemampuan anak didik b. di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari atau melakukan sendiri. seperti membuat laporan. dan menarik kesimpulan dari proses yang dialaminya itu. keadaan atau proses sesuatu. hingga semua siswa dapat melihat semuanya dengan jelas Siswa membuat catatan-catatan yang dianggap perlu 5. Melakukan demonstrasi dengan menarik perhatian siswa 3. apakah semuanya mengikuti demonstrasi dengan baik 5. Usahakan siswa terlibat langsung sewaktu mengadakan eksperimen 7 . Mengingat pokok-pokok materi yang akan di demonstrasikan agar mencapai sasaran 4. siswa dituntut untuk mengalami sendiri . menjawab pertanyaan. Dengan demikian. Evaluasi : dapat berupa pemberian tugas. Memeriksa hal-hal tersebut di atas untuk kesekian kalinya 2.– – – Keterangan-keterangan dapat di dengar dengan jelas oleh siswa Apakah semua media yang di gunaka telah di tempatkan pada posisi yang baik.2 METODE EKSPERIMEN Pengertian Metode Eksperimen Metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran. Menghindari ketegangan 7. Persiapkan terlebih dahulu bahan-bahan yang di butuhkan 2. maka setelah itu giliran siswa sendiri yang melakukan demonstrasi tersebut. tetapi pada metode eksperimen yang melakukan kegiatan terutama adalah siswa. mengikuti suatu proses. Pada metode demonstrasi yang melakukan kegiatan terutama adalah guru. yaitu setelah guru mengadakan demonstrasi di depan kelas. Perbedaan metode demonstrasi dengan metode eksperiman adalah siapa yang melakukannya. Memperhatikan kedaan siswa.

Setiap kelompok atau individu dapat melaporkan hasil percobaanya secara tertulis. 2. Untuk membantu siswa dalam memahami sesuatu proses secara cermat dan teliti. dan mengadakan tes untuk menguji pemahaman murit III. Lakukan pengelompokan atau masing-masing individu melakukan percobaan yang telah di rencanakan bila hasilnya belum memuaskan dapat di ulangi lagi untuk membuktikn kebenaranya 5. Menambah keaktifan untuk berbuat dan memecahkan sendiri sebuah permasalahan 2. Sebelum guru menetapkan alat yang di perlukan langkah-langkah apa saja yang harus di catatdan variebel-variebel apa yang harus di control 4. Tidak semua mata pelajaran dapat menggunakan metode ini 2. Menerangkan Metode Eksperimen 2. memproses kegiatan. Untuk memudahkan penjelasan yang di berikan agar siswa langsung mengetahui dan dapat terampil dan melakukannya.3. pembentukan sikap serta kecakapan praktis 3. 3. Kelebihan Metode Eksperimen 1. Untuk memberikan latihan keterampilan tertetu pada siswa.3 GABUNGAN METODE DEMONSTRASI DAN EKSPERIMEN Metode Demonstrasi dan Eksperimen ini cocok digunakan apabila: 1. Lakukan Metode Demonstrasi dan Eksperimen dalam hal-hal yang bersifat praktis dan urgent dalam masarakat 2. Murid yang kurang mempunyai daya intelektual yang kuat kurang baik hasilnya. Sebelum di laksanakan eksperimen siswa terlebih dahulu di berikan penjelasan dan petunjukpetunjuk seperlunya 4. Usahakan agar semua anak dapat mengikuti demonstrasi dan eksperimen 8 . Dapat melaksanakan metode ilmiah dengan baik Kekurangannya Metode Eksperimen 1. Setelah eksperimen di lakukan guru harus mengumpulkan laporan. Arahkan pendemonstrasian dan eksperimen agar murid-murid mendapatkan pengertian yang jelas. Membicarakan terlebih dahulu permasalahan yang seknifikasi untuk di angkat 3. Langkah-langkah metode eksperimen 1. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Metode Demonstrasi dan Eksperimen 1.

Memberikan pengalaman praktis yang dapat membentuk ingatan yang kuat dan keterampilan dalam berbuat 3. Hasil yang maksimal akan diperoleh kalau kedua metode ini digabungkan bersama-sama. Kelemahan Metode Demonstrasi dan Eksperimen adalah: 1. Persiapan dan pelaksanaannya memakan waktu lama 2. Sukar dilaksanakan bila siswa belum matang kemampuan untuk melaksanakannya Metode demonstrasi adalah salah satu metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu dengan jalan mendemonstrasikan terlebih dulu kepada siswa Metode Eksperimen adalah suatu metode di mana murid melakukan pekerjaan akademis dalam mata pelajaran tertentu dengan menyaksikan peragaan-peragaan tersebut. IV. Jumlah murid sebanyak 24 9 . karena metode ini hanya tepat jika digunakan untuk materi-materi tertentu saja.4. Metode ini diterapkan pada materi pelajaran Gelombang Bunyi. Hal-hal yang menjadi teka-teki siswa dapat terjawab melalui eksperimen 4. Berilah pengertian sejelas-jelasmya landasan teori dari apa yang hendak di demonstrasikan maupun di eksperimenkan Kelebihan Metode Demonstrasi dan Eksperimen ini adalah: 1. 23 Agustus 2008 di SMAK BPPK Kebon Jati Bandung. Menghindarkan kesalahan siswa dalam mengambil kesimpulan karena mereka mengamati secara langsung jalannya proses demonstrasi yang di adakan atau eksperimen. PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DAN EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN DI KELAS Model pembelajaran demonstrasi dan eksperimen ini telah diterapkan untuk mata pelajaran Fisika kelas XII IPA pada hari Sabtu. hanya saja guru harus tetap memperhatikan kekurangan dan kelebihan metode ini dan juga bahwa metode ini bukan metode yang sempurna. Perhatian siswa akan dapat terpusat sepenuhnya pada anak yang di Demonstrasikan atau di Eksperienkan 2. sedangkan untuk materi yang lainnya harus menggunakan metode pembelajaran yang lain agar hasilnya dapat efektif. Metode ini tidak efektif apabila tidak di tunjang dengan peralatan yang lengkap sesuai dengan kebutuhan 3.

4. 5. maka alat yang diperlukan adalah gelas-gelas anggur (6 buah gelas anggur) dan gelas biasa (3 buah) yang keduanya terbuat dari kaca dan air secukupnya dalam jumlah yang mencukupi untuk mengisi gelas-gelas tersebut. apakah ada perubahannya? Kalau ada perubahannya. 2. guru membagikan beberapa gelas anggur kepada siswa yang telah membentuk kelompok-kelompok (1 kelompok sekitar 6 orang) lalu menantang siswa agar dapat membunyikan gelas anggur tersebut seperti demonstrasi guru di depan kelas (murid mengulangi demonstrasi guru). bagaimana dengan bunyi yang terdengar. maka siswa diajak untuk bereksperimen dengan cara : – Dibagikan gelas biasa untuk dicoba dibunyikan (yang sebenarnya tidak akan berbunyi). Setelah gelas berhasil dibunyikan oleh siswa (berarti siswa telah menguasai teknik membunyikan gelas anggur). Bibir gelas anggur kemudian digesek oleh guru dengan jari di depan kelas. Mengapa gelas bisa berbunyi dengan nyaring? Mekanisme apa yang menjadi pemicu bunyi gelas tersebut? b. Siswa mencoba untuk mengurangi atau menambah air pada gelas atau bahkan mengosongkan gelas lalu mencoba membedakan bunyi suara yang dihasilkan Siswa mencoba menentukan besarnya frekuensi suara yang dihasilkan (dengan hukum-hukum bunyi yang berlaku pada pipa organa terbuka yang sudah dipelajari sebelumnya) – – – Siswa mencoba menduga apa yang terjadi jika diberikan gelas anggur yang lebih besar atau yang lebih kecil 6. Hal yang sama dilakukan pada gelas biasa.orang. Tanpa memberikan penjelasan apapaun. Jika air pada gelas ditambah atau dikurangi. Untuk keperluan ini. Gelas anggur diisi oleh air kira-kira setengahnya. sehingga terdengar bunyi yang nyaring (guru melakukan demonstrasi). Kemudian siswa diberikan pertanyaan untuk didiskusikan bersama kelompoknya (jawaban pertanyaan ini diberikan di lampiran dari makalah ini) : a. Bunyi yang dihasilkan cukup nyaring sehingga dapat didengar oleh murid yang duduk di belakang kelas 3. tetapi suara yang nyaring tersebut tidak terdengar. Mengapa pada gelas biasa tidak terjadi bunyi? c. Langkah-langkah demonstrasi dan eksperimen yang dilakukan adalah : 1. bagaimana perubahan bunyi tersebut? 10 .

Bisakah hal ini diaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari? Dalam bidang apa? 7. Tidak ada pembedaan antar siswa yang menonjol nilai fisikanya dengan yang kurang dalam nilai fisikanya. Keuntungan yang diamati dari penerapan metode demonstrasi dan eksperimen : 1. 4. 11 . 2. 4. sehingga jawaban-jawaban siswa bukanlah jawaban teks book. tetapi jawaban dari hasil pemikiran mereka sendiri. Antusiasme siswa terlihat dengan jelas pada metode ini (dari awal hingga akhir pelajaran) meskipun pada pelajaran yang dianggap sulit seperti fisika. Siswa begitu antusias untuk mencoba membunyikan gelas. Teori yang diberikan di kelas tentang gelombang stasioner pada pipa organa terbuka dapat dipelajari melalui suatu pengalaman belajar dan dapat melihat penerapan pengalaman ini dalam hidup sehari-hari. karena sebenarnya membutuhkan usaha dan percobaan beberapa kali hingga menemukan teknik yang tepat. tetapi dapat memberikan hasil yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.d. karena untuk membunyikan gelas anggur tersebut tidak tergantung pada kepintaran dalam mata pelajaran fisika. tetapi pada permulaan demonstrasi tidak disebutkan. siswa yang kurang nilai fisikanya yang lebih dulu dapat membunyikan gelas tersebut sehingga mengundang decak kagum dari teman-temannya. tetapi pada kecakapan hidup sehari-hari. 3. Yang kurang dalam nilai fisika bisa ‘mengalahkan’ yang nilai fisikanya lebih baik sehingga timbul rasa percaya diri yang lebih besar dalam pelajaran fisika pada siswa tersebut. 2. Ada beberapa anak yang bahkan sampai akhir pelajaranpun belum berhasil membunyikan gelas (padahal teman-temannya sudah). Bisakah frekuensi bunyi yang terdengar dicari besarnya? Bagaimana caranya? e. 3. Dasar pengetahuan dari prinsip membunyikan gelas ini sebenarnya telah mereka pelajari sebelumnya (materi resonansi dan materi gelombang stasioner pada pipa organa). Metode ini dapat merangsang rasa ingin tahu siswa karena melalui alat yang sederhana dan mudah diperoleh. Jawaban dari pertanyaan tersebut didiskusikan bersama dalam satu kelas dan jawaban- jawaban yang ada disimpulkan oleh guru. sehingga ketika pelajaran berakhir mereka masih ngotot supaya pelajaran fisikanya diteruskan saja. bahkan terkesan ‘tidak nyambung’ atau bahkan ada yang melenceng dari jawaban yang sebenarnya. Justru pada demonstrasi dan eksperimen ini. Hasil yang diamati setelah melakukan demonstrasi dan eksperimen ini : 1.

Hal ini hanya dapat diketahui jika dilakukan tes lisan atau tes tertulis untuk seluruh kelas. Pelajaran ini bisa memberi nilai untuk ranah psikomotor (kemampuan membunyikan gelas). 2. 2. Kelemahan yang diamati dari penerapan metode demonstrasi dan eksperimen ini : 1. yaitu hanya metode demonstrasi atau hanya metode eksperimen lalu membandingkan hasilnya jika digunakan 12 . baru pertama kali mencoba metode ini di dalam kelas.5. 6. Perlu dicoba oleh guru untuk menerapkan hanya satu metode. Jawaban-jawaban kelompok yang diberikan tidak bisa menyatakan pengertian dari masingmasing siswa dalam kelompok tersebut. Pengalaman belajar ini bisa diulang kapanpun dan dimanapun oleh siswa (untuk ‘dipamerkan’ pada orang lain) karena alat yang diperlukan sangat sederhana dan mudah diperoleh. Perlu membawa beberapa gelas (lebih dari setengah lusin) ke dalam kelas sehingga cukup merepotkan karena gelas-gelas yang dibawa adalah gelas yang mudah pecah. ternyata hasil yang diperoleh cukup sesuai dengan teori dari metode ini (yang disajikan dalam Bab II). karena itu gelas dipakai bergantian. Ada beberapa siswa yang ‘terlalu sibuk’ untuk membunyikan gelas sehingga kurang memperhatikan pada waktu diskusi kelompok maupun diskusi kelas. KESIMPULAN 1. Hanya saja hal ini tidak sempat terpikirkan untuk dilakukan karena guru ybs. baik dari segi kelebihan maupun kekurangannya. Hampir tidak mungkin untuk menyediakan gelas untuk semua siswa. Dari hasil ujicoba lapangan untuk metode demonstrasi dan eksperimen di kelas XII IPA SMAK BPPK Kebon Jati Bandung. 3. ranah afektif (sikap siswa selama diskusi berlangsung) dan ranah kognitif (jawaban-jawaban siswa yang diberikan selama diskusi berlangsung). dan siswa yang belum mendapatkan gelas untuk melakukan eksperimen tersebut terlihat bosan menunggu dan cenderung untuk mengobrol dengan temannya atau melakukan aktivitas lain yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran. V. 4.

Dari http://udhiexz. Metode demonstrasi dan eksperimen. Bandung. Untuk ini.Ag. 2008.com Yosuke. Dari http://yastaki56.152.33. 5. Dari: http://www.live. DAFTAR PUSTAKA Syaodih.com Suhirman. 2008. Hasil akhir dari metode ini perlu dirumuskan lebih mendetil lagi sehingga setiap variabel dapat terukur dan dapat dibandingkan dengan metode-metode yang lainnya. E.com Hurrahman.gabungan metode demonstrasi dan eksperimen. Belajar Pembelajaran Efektif. I.84/ UU no. Konsep dan teori belajar. Dari http://irfan-na.com Arifani. Bandung. 2008. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Karena metode ini tidak bisa diterapkan untuk semua materi . Syaodih.blogspot. Dari http://202.wordpress. 2008.spaces.kabarindonesia. 2008. Bahan pembelajaran perkuliahan Akta IV di Universitas Langlang Buana. Irawati. 4. 2008. sehingga bisa menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi guru ybs. E. Syaodih. Dari http://mitrapulsa. Metode pembelajaran. 3.com Tobing. Peranan metode dalam strategi belajar mengajar. Model-model pembelajaran. I. T. E. 2008. guru dituntut untuk lebih banyak belajar dan mencoba mengembangkan ide-ide baru yang dapat merangsang minat siswa untuk belajar. Bahan pembelajaran perkuliahan Akta IV di Universitas Langlang Buana. 2008.N. Bandung. Konsep pembelajaran. Metode demonstrasi dan eksperimen. M. Meningkatkan motivasi belajar fisika. maka guru dituntut untuk mengerti dan menerapkan berbagai metode pembelajaran sehingga potensi dan kemampuan peserta didik dapat digali dan ditingkatkan secara maksimal. 2008. Bahan pembelajaran perkuliahan Akta IV di Universitas Langlang Buana. S. Keberhasilan metode demonstrasi dan eksperimen dengan pelajaran yang diberikan tergantung dari kreativitas guru dan juga pemahaman guru untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk percobaan sederhana. F. 13 .

Mengapa gelas bisa berbunyi dengan nyaring? Mekanisme apa yang menjadi pemicu bunyi gelas tersebut? JAWAB Gelas dapat berbunyi dengan nyaring karena getaran udara yang ada di dalam gelas. Semakin besar volume udara di dalam gelas.LAMPIRAN JAWABAN PENUNTUN BAGI PERTANYAAN DISKUSI KELOMPOK DI KELAS Ada lima buah pertanyaan penuntun yang disiapkan untuk menjadi materi diskusi kelas setelah melakukan eksperimen membunyikan gelas anggur. Udara dalam gelas dapat bergetar karena beresonansi dengan gelas air P o a l n a j a g n e g l o p m i b p a n g o r s g t a a n yang juga bergetar. maka kita akan mendengar suara yang semakin keras. 14 . Gelas bergetar karena digesek oleh jari. Bunyi yang ditimbulkan oleh udara dalam gelas memenuhi bentuk gelombang bunyi pada pipa organa tertutup pada frekuensi dasar. Pertanyaan dan jawaban diberikan dibawah ini : 1.

juga tangan kita yang memegang gelas akan berfungsi sebagai penyerap getaran. diperoleh hubungan : f ~ 1/L. apakah ada perubahannya? Kalau ada perubahannya. bagaimana perubahan bunyi tersebut? JAWAB : Dalam eksperimen. atau dengan kata lain frekuensi berbanding terbalik dengan panjang pipa. 3. Hal ini tidak akan terjadi pada gelas anggur karena tangan kita memegang bagian kaki dari gelas dan bagian kaki tersebut juga sebagai sumbu getar sehingga gelas anggur dapat bergetar dan menghasilkan bunyi. Pada gelas biasa yang tidak mempunyai kaki. bagaimana dengan bunyi yang terdengar. 15 . Jika air pada gelas ditambah atau dikurangi. maka dasar gelas yang menyentuh meja akan berfungsi sebagai penyerap getaran gelas sehingga gelas tidak bisa bergetar. Sumber bunyi adalah getaran gelas. dapat diketahui jika air ditambah (ketinggian air dinaikkan = memperpendek panjang pipa organa tertutup). akan terdengar bunyi yang semakin rendah (frekuensi mengecil). Jika pipa diperpanjang maka frekuensi mengecil dan sebaliknya. maka kita akan mudah memahami hal ini. sebaliknya jika air dikurangi (ketinggian air diturunkan = memperpanjang pipa organa tertutup). hasilnya suara yang kita dengarkan akan semakin tinggi (frekuensi bunyi membesar).i o ( n L e ) r y a 2. n Mengapa pada gelas biasa tidak terjadi bunyi? g JAWAB : t e r b e n t u k Jika kita sudah mengerti bagaiman mekanisme bunyi dapat terbentuk. Secara teori pipa organa tertutup.

kita dapat menghitung panjang pipa organa yang dibutuhkan dan tinggal mengaturnya dengan air. misalnya kita memerlukan suara nada A. maka bisa diambil nada A4 = 440 Hz. yaitu : f0 = v / 4L. (Untuk latihan paduan suara biasanya dipakai alat metronome sebagai acuan nada). maka kecepatan bunyi di udara sebesar 343 m/s). setelah itu tinggal memasukkan ke dalam rumus pipa organa tertutup untuk frekuensi dasar. dimana f0 adalah frekuensi dasar yang dihasilkan. maka kita memperoleh acuan nada yang sering dipakai untuk acuan latihan Paduan Suara. Dalam hal ini harus mengukur panjang pipa organa yang terbentuk (hanya dengan menggunakan penggaris saja). 16 .4. atau A5 = 1760 Hz). Hanya dengan penggaris. Bisakah frekuensi bunyi yang terdengar dicari besarnya? Bagaimana caranya? JAWAB : Frekuensi yang dihasilkan bisa dicari besarnya. L adalah panjang pipa dan v adalah kecepatan bunyi di udara (pada suhu normal 25 0C. Bisakah hal ini diaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari? Dalam bidang apa? JAWAB : Hal ini bisa kita aplikasikan dalam bidang seni musik. Dengan mengetahui kebutuhan frekuensi yang diinginkan. maka frekuensi dasar gelas dapat dihitung 5. Dengan rumus di atas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->