Panen dan Pasca Panen Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth

)
• •

View Track

Sumber Gambar: http://wb7.itrademarket.com Nilam (Pogostemon cablin Benth) adalah salah satu komoditi penghasil minyak atsiri yang banyak dipergunakan dalam industri kimia sebagai bahan farmasi, bahan baku produk wewangian dan kosmetika, sehingga nilam menjadi salah komoditi penghasil devisa negara karena nilam Indonesia menguasai sekitar 70% pangsa pasar dunia, selain itu nilam juga sebagai sumber pendapatan petani di Indonesia. Yang diambil dari nilam adalah minyaknya yang diperoleh dari hasil penyulingan dari batang dan daun tanaman (terna), selain itu limbah dari hasil penyulingan yang terdiri dari ampas daun dan batang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan dupa, obat nyamuk bakar, pupuk dan mulsa. Rendahnya produktivitas dan mutu minyak nilam antara lain dipengaruhi faktor-faktor dalam penanganan panen, pasca panen dan pengolahan yang kurang tepat. Sehubungan dengan hal tersebut kita perlu memperhatikan faktorfaktor tersebut. Panen Yang perlu diperhatikan dalam melakukan panen nilam adalah umur tanaman, waktu panen dan alat panen. Umur, tanaman nilam yang terpelihara dengan baik dapat dipanen pada saat tanaman berumur 6 (enam) bulan dan panen selanjutnya dilakukan setiap 4 (empat) bulan sekali sampai tanaman berumur 3 (tiga) tahun. Waktu panen/pemetikan daun, sebaiknya dilakukan pagi hari atau sore menjelang malam. Jika pemetikan dilakukan pada siang hari, sel-sel daun sedang berfotosintesa sehingga laju pembentukan minyak berkurang, daun kurang elastis dan mudah robek. Kandungan minyak atsiri tertinggi terdapat pada tiga pasang daun termuda yang masih berwarna hijau. Alat yang dipergunakan untuk panen, berupa sabit/ parang dan gunting. Yang harus diperhatikan adalah kebersihan alat yang dipergunakan dari penyakit nilam yang tertular dari kebun lain. Cara memanen nilam yaitu dengan memangkas tanaman pada ketinggian 20 cm dari permukaan tanah. Sebaiknya tiap kali panen ditinggalkan 1-2 cabang untuk merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru pada fase selanjutnya.

Pasca panen Agar mendapat minyak atsiri yang baik, sebelum diolah nilam perlu mendapat perlakukan sebagai berikut: hasil panen diangin-anginkan ditempat yang teduh atau didalam ruangan dengan ketebalan lapisan 30 cm sambil di balik 2-3 kali sehari selama 3-4 hari sampai nilam berkadar air 15%, stelah itu baru dilakukan penyulingan. Hindari pengeringan yang terlalu cepat dengan menjemur dibawah sinar matahari, karena akan mengurangi kandungan minyak atsiri.

Pengolahan minyak nilam Setelah panen, daun nilam diolah dengan cara penyulingan. Ada dua cara cara penyulingan yaitu: 1) penyulingan menggunakan uap langsung; dan 2) penyulingan air dan uap (dikukus). Penyulingan dengan cara uap langsung yaitu melakukan penyulingan terhadap terna (daun dan batang) nilam selama 4-6 jam, sedang penyulingan dengan cara dikukus memerlukan waktu 5-10 jam. Perbandingan daun dan batang adalah 2 : 1. Lokasi penyulingan sebaiknya dekat dengan bahan baku dan sumber air atau lokasi yang mudah memperoleh air yang mengalir untuk memproses pendinginan. Alat penyulingan sebaiknya terbuat dari besi tahan karat (stainless steel) atau flat besi yang digalvanis (carbon steel) setidaknya pada bagian pipa pendingin dan pemisah minyak, agar diperoleh hasil minyak yang berwarna lebih muda dan jernih. Untuk penyulingan secara dikukus, kecepatan penyulingan 0,6 uap/kg terna. Pada penyulingan dengan uap langsung, tekanan mulamula 1,0 atm, lalu dinaikkan secara bertahap sampai 2,5-3,5 atm (tekanan dalam ketel suling 0,5 - 1,5 kg/cm2) pada akhir penyulingan. Bahan bakar yang dipergunakan diusahakan berasal dari bahan bakar setempat seperti kayu, tempurung kelapa dan batu bara sesuai kondisi lokasi. Hal-hal yang harus diperhatikan daklam proses penyulingan adalah: 1) jika tangki alat suling yang digunakan berkapasitas 1.150 liter maka kerapatan daun 100-150 gram/liter atau 120-150 kg/liter, dimana daun nilam dikukus dengan sistem tekanan/boiler; 2) alat suling sebaiknya dibuat dari bahan stainless steel supaya diperoleh hasil minyak berwarna lebih jernih; 3) sebelum disuling, sebaiknya terna kering terlebih dahulu dibasahi air supaya mudah dipadatkan; 4) penyulingan terna kering nilam akan menyerap air sebanyak bobotnya; 5) waktu yang diperlukan dalam penyulingan secara dikukus perlu waktu sekitar 5-10 jam; 6) kecepatan penyulingan secara dikukus 0,6 kg uap/kg terna.

Faktor-faktor yang menentukan mutu minyak nilam Faktor-faktor yang menentukan mutu minyak nilam antara lain: jenis nilam, mutu terna (daun dan batang) nilam serta cara penyulingan. Mutu, mutu terna ditentukan oleh kondisi tanah dan iklim, umur tanaman, periode pemotongan, penanganan pasca panen dan penyimpanan daun kering sebelum disuling. Cara penyulingan, penyulingan yang baik adalah penyulingan dengan uap langsung dimana tekanan uap diatur dengan baik. Lama penyulingan, penyulingan sebaiknya dilakukan selama 6 (enam) jam.

antara lain: Pengelolaan (1) Pengeringan jangan dilakukan terlalu cepat. sebab mengakibatkan daun menjadi rapuh dan sulit disuling. vPENGELOLAAN PASCA PANEN TANAMAN NILAM Pertanian Menulis :Dari Pertanian Oleh Petani Untuk Pertanian Pengelolaan agro-industry nilam terdiri dari dua pekerjaan masing-masing pra penyulingan dan saat penyulingan.150 liter maka kerapatan daun 100-150 gram/liter atau 120-150 kg/1. Pengelolaan agro-industry pra penyulingan terdiri dari pengeringan dan pelayuan yang harus diperhatikan. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 2006. Oleh karena itu. 2010. Pengelolaan (2) Pengeringan jangan terlalu lambat. . daun dijemur di atas tikar atau lantai semen untuk memperoleh sinar matahari selama 3 hari dari jam 10. 2008. Pengelolaan agroindustry pada saat penyulingan yang harus diperhatikan antara lain: Pengelolaan (1) Terna kering berada pada jarak tertentu di atas permukaan air. Metode ini dikenal dengan cara dikukus. Pengelolaan (5) Penyulingan terna kering nilam akan menyerap air sebanyak bobotnya.150 liter. Pengelolaan (2) Jika tangki alat suling yang digunakan berkapasitas 1. di mana daun nilam dikukus dengan sistem tekanan/boiler. Badan Litbang Pertanian.Sri Puji Rahayu (Penyuluh Pertanian) Sumber : Pedoman Budidaya Tanaman Nilam. sehingga rendemen dan mutu minyak yang dihasilkan rendah. Departemen Pertanian. Direktorat Perbenihan dan Sarana Produksi. terna kering terlebih dahulu dibasahi air supaya mudah dipadatkan. Teknologi Budidaya Nilam. Pengelolaan (3) Tebal tumpukan daun yang dijemur 50 cm dan dibalik 2-3 kali sehari. Direktorat Budidaya Tanaman Semusim.00 sampai kandungan air dalam daun turun sekitar 15% sampai penyulingan akan dimulai. Ditjen Perkebunan. Pengelolaan (3) Alat Suling dikonstruksi dari bahan stainless steel supaya diperoleh hasil minyak berwarna lebih jernih.00-14. Ditjen Perkebunan. Pedoman Pembangunan Penangkar Benih Nilam. sebab mengakibatkan daun menjadi lembab dan udah terserang jamur. Pengelolaan (4) Sebelum disuling.

5-5%. anti jamur. Dibandingkan dengan tanaman penghasil minyak atsiri (tanaman aromatik) yang lain. namun akan tumbuh dan berproduksi optimum pada daerah dengan ketinggian 10-400 m dpl. Sebagai komoditas ekspor minyak nilam mempunyai prospek yang baik karena dibutuhkan secara kontinyu dalam industri kosmetik.000 mm per tahun dan kelembaban lebih dari 60 persen.200-1. Pengelolaan(7) Kecepatan penyulingan secara dikukus 0. Nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan bahan baku minyak nilam (patchouli oil) yang merupakan komoditi ekspor terbesar (60%) dari ekspor minyak atsiri Indonesia. Membutuhkan banyak air. nilam mempunyai keunggulan tersendiri sebagai unsur pengikat (fiksatif) yang terbaik untuk wewangian (parfum). Minyak nilam juga bisa dimanfaatkan untuk bahan antiseptik.000 ton per tahun. Belum ada produk alami ataupun senyawa sintetis yang mampu menggantikan peran minyak nilam dalam industri parfum dan kosmetika. yaitu : nilam Aceh (Pogostemon cablin Benth) yang kandungan minyaknya tinggi.6 kg uap/kg terna. Hal ini disebabkan karena daya lekatnya yang kuat sehingga aroma wangi tidak mudah hilang karena tercuci atau menguap. nilam Jawa atau nilam hutan (Pogostemon heyneanus Benth) dan nilam sabun (Pogostemon hortensis Backer) kandungan minyaknya masing-masing 0. Tanaman nilam dapat tumbuh dan berproduksi pada daerah dengan ketinggian 0-1.300-3. mengingat pasar dunia membutuhkan 1.5%. sementara produksi yang tersedia baru mencapai 1.400 ton minyak nilam dan volume itu cenderung terus meningkat. Tanah yang dikehendaki adalah subur.200 m di atas permukaan laut (dpl). Dari beberapa jenis minyak atsiri. Primadona Tanaman Aromatik Indonesia Selasa. tetapi tidak tahan genangan air sehingga perlu dibuat drainase yang baik. yaitu sekitar 90% kebutuhan dunia dipasok dari Indonesia. Curah hujan yang dikehendaki sekitar 2. gembur dan mengandung bahan organic dengan pH 5. MP. anti jerawat. bahkan saat ini Indonesia merupakan pemasok utama minyak nilam dunia. Pada bulan Agustus tahun 2005 Menteri Pertanian telah melepas tiga varietas nilam unggul yaitu : Sidikalang.5-7. parfum dan sabun.. Minyak nilam Indonesia sudah dikenal sejak 65 tahun yang lalu.5-1. nilam mempunyai prospek untuk dikembangkan. . Pertanian Oleh Petani Untuk Pertanian Nilam. Lhokseumawe dan Tapak Tuan dengan kadar minyak cukup tinggi yaitu 2-4% dan produksi minyak per hektar relatif tinggi. Elvina Herdiani. Suhu udara antara 24-28o C dengan intensitas penyinaran matahari berkisar 75-100%.Pengelolaan (6) Waktu yang diperlukan dalam penyulingan secara dikukus sekitar 5-10 jam. obat eksim dan kulit pecah-pecah serta berbagai jenis kegunaan lainnya sesuai kebiasaan masyarakat di negara pemakai. dapat larut dalam alkohol dan dapat dicampur dengan minyak eteris lainnya. Terdapat tiga jenis tanaman nilam yang tumbuh di Indonesia. yaitu 2. 05 Juli 2011 00:00 Ir.

sayuran maupun jenis tanaman lainnya. Setelah 3-4 minggu stek mulai tumbuh. stek direndam dalam air. kemudian 1.5 bulan setelah tanam. SP36 dan KCl. tumpang sari atau tumpang gilir maupun budidaya lorong dengan tanaman perkebunan. Pada saat pemupukan ketiga ditambahkan pupuk organik sebanyak 2 kg per lubang tanam. Guna meningkatkan produktivitas terna dan minyak nilam perlu dilakukan cara-cara budidaya. Kemudian dibuat parit pembuangan air dengan lebar 30-40 cm kedalaman 50 cm. gunakan 2-3 stek per lubang tanam. SP36 dan KCl. Sebelum disemai. . Penanaman sebaiknya dilakukan pada saat musim hujan. namun pada tanah berbukit mengikuti kontur 50 x 100 cm atau 30 x 100 cm.000-25. Pada dataran rendah yang subur jarak tanam 100 x 100 cm. Stek ini dapat langsung ditanam di lapangan. kemudian dicangkul dan diolah hingga gembur secara merata. Daun yang ada pada buku yang akan dibenamkan dibuang. Penanaman Penanaman dapat dilakukan dengan stek langsung atau menggunakan bibit. Stek terlebih dahulu disemai dalam bedengan dengan jarak tanam 10 x 10 cm atau 5 x 5 cm dan ditanam miring 45o ke dalam tanah yang telah disiapkan dengan perbandingan 2 bagian tanah. sedangkan pemupukan ketiga dilakukan setelah panen dengan dosis masing-masing 1/3 bagian urea. bibit siap dipindahkan ke lapangan.000 stek per hektar. kompos atau pupuk hijau sebanyak 1-2 kg per lubang tanam. panen dan pasca panen serta pengolahan yang baik dan benar dengan tahapan sebagai berikut : Pembibitan Perbanyakan nilam dilakukan dengan cara vegetatif yaitu menggunakan stek batang atau stek cabang. sedangkan bila menggunakan bibit cukup satu bibit per lubang tanam. media sekelilingnya dipadatkan.Produk yang dihasilkan dari usahatani nilam adalah terna (daun dan ranting). namun cara ini kurang efisien karena seringkali banyak stek yang mati dan pertumbuhannya tidak merata. Pemupukan kedua dilakukan tiga bulan setelah tanam. Nilam dapat ditanam secara monokultur. Pemupukan Pupuk organik diberikan pada saat tanam berupa pupuk kandang. melalui proses penyulingan dihasilkan minyak nilam. Kebutuhan bibit adalah sekitar 15. buah-buahan. 1 bagian pupuk kandang dan 1 bagian pasir. Bila menggunakan stek langsung. Pupuk anorganik diberikan dengan dosis 180 kg urea. Pengolahan Tanah Tanah dibersihkan dari rumput dan gulma yang lain. Pemupukan pertama dilakukan satu bulan setelah tanam dengan dosis 1/3 bagian urea. 90 kg SP 36 dan 90 kg KCl per hektar. Stek batang atau stek cabang ini setidaknya memiliki 3 mata tunas. setelah stek ditanam.

Penyakit layu bakteri disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum yang umumnya terjadi karena bibit sudah terkontaminasi bakteri tersebut. Setelah itu tanaman sebaiknya diremajakan karena hasilnya akan semakin menurun. Selanjutnya penyiangan dilakukan 3 bulan sekali secara berkala. Pembumbunan dilakukan setelah panen. cabang-cabang yang ditinggalkan setelah panen dan letaknya dekat tanah ditimbun di dekat ujungnya setinggi 10-15 cm. Budok (hoprosep) penyebabnya adalah virus dengan gejala daun keriting. menanam varietas yang toleran. sanitasi kebun. Panen sebaiknya dilakukan pada saat pagi atau menjelang malam agar kandungan minyaknya tetap tinggi. terutama di musim kemarau. Pengendalian Hama dan Penyakit Hama utama tanaman nilam umumnya adalah : ulat penggulung daun (Pachyzaneba stutalis) yang memakan daun-daun yang tumbuh. sedangkan cabang-cabang yang letaknya jauh dari tanah dipatahkan di bagian ujungnya namun tidak terputus dari batangnya. pergiliran tanaman dan penggunaan fungisida. belalang (Orthoptera) yang memakan daun dan batang serta criket pemakan daun (Gryllidae) yang memakan daun muda sehingga berlubang-lubang. terbentuk benjolan-benjolan pada batang sampai akar.Pemeliharaan Penyulaman dilakukan satu bulan setelah tanam untuk mengganti tanaman yang mati atau tumbuhnya kurang normal. Penyakit utama tanaman nilam yang perlu diwaspadai adalah : penyakit layu bakteri dan budok. Tanaman nilam perlu diberi mulsa belukar atau alang-alang untuk menahan air. oleh karena itu perlu dilakukan pemangkasan dan penjarangan. Alat panen bisa menggunakan sabit atau ani-ani. Pemangkasan dilakukan dari cabang tingkat tiga ke atas. Panen dan Pasca Panen Panen pertama dilakukan saat tanaman berumur 6-8 bulan dan panen berikutnya dilakukan setiap 3-4 bulan sampai tanaman berumur 3 tahun. selain itu pemberian mulsa setelah panen juga merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru. Pengendalian hama-hama tersebut terutama adalah dengan sanitasi lingkungan dan menggunakan ekstrak mimba atau bioinsektisida. Setelah tanaman berumur 3 bulan. Cara panen yaitu dengan memangkas tanaman setinggi 15-30 cm dari atas tanah dengan meninggalkan satu cabang tanaman untuk merangsang pertumbuhan tanaman selanjutnya. Tanaman nilam disiang satu bulan setelah tanam atau pada saat gulma mulai tumbuh. Kandungan minyak tertinggi terdapat pada tiga pasang daun termuda yang masih berwarna hijau. kerugian hasil akibat penyakit ini bisa mencapai 65-95%. Gejala awal penyakit berupa salah satu daun pucuk layu diikuti dengan daun bagian bawah. berwarna abu-abu dan rontok. tanaman nilam telah membentuk perdu yang rimbun dan cabang-cabang telah mencapai panjang 30 cm yang menyebabkan setiap cabang saling bertautan dan saling menutupi. Pengendalian penyakit-penyakit ini adalah dengan cara : menggunakan bibit yang sehat dari kebun yang tidak terserang penyakit. . sesudah itu bagian yang patah ditimbun dengan tanah. selanjutnya jaringan akar dan batang tanaman membusuk.

para petani akan lebih diuntungkan membudidayakan tanaman nilam dibanding tanaman lain.com/ Berapa pun jumlah minyak atsiri nilam pasti diserap pasar. dan penyulingan. Prambanan. dengan rendemen 2. ia mengembangkan usahanya di Kalasan. Sleman.000-2. sedangkan pengeringan yang terlalu lambat menyebabkan daun menjadi lembab dan mudah terserang jamur. Nilam disuling selama 4-6 jam untuk cara uap langsung dan 5-10 jam untuk yang dikukus.Hasil panen dipotong-potong sepanjang 3-5 cm kemudian dijemur di bawah terik matahari selama 5-6 jam dan dikeringanginkan selama 2-3 hari hingga kadar airnya mencapai 15%. “Dari seribu meter persegi. mulai dari pembibitan. Produksi tanaman nilam tergantung pada varietas yang ditanam. Dipicu oleh misi sosial. Lahan menghijau di areal persawahan milik Lesto Kusumo itu telah dikembangkan sejak 2004. Desa Purwomartani. dan Magelang.000 per kg. Faktor pasca panen adalah penanganan bahan olah. keadaan lingkungan dan pertumbuhan tanaman. Alat suling yang digunakan dari besi tahan karat (stainless steel) setidaknya pada bagian pipa pendingin atau pemisah minyak agar diperoleh hasil minyak berwarna lebih muda dan jernih.5-4% maka diperoleh minyak nilam mencapai 100-200 kg/ha per tahun. Harus terintegrasi. rata-rata petani hanya memiliki lahan seluas 1. Kini. teknik budidaya. Dengan harga jual Rp 1. Dari perhitungannya.blogspot. Tebal lapisan penjemuran sekitar 50 cm dan harus dibalik 2-3 kali sehari. faktor lingkungan serta cara dan waktu panen yang mempengaruhi produktivitas dan mutu bahan olah. Artikel Minyak Nilam Menguak Harumnya Atsiri Nilam Sumber: http://pesisiran-kidul. Pengeringan yang terlalu cepat membuat daun menjadi rapuh dan sulit disuling. Faktor pra panen adalah bahan tanaman. Yogyakarta. misalnya. Produksi yang baik dapat mencapai 15-20 ton daun basah atau 5 ton daun kering per hektar. Pengolahan Minyak Nilam Minyak nilam mutunya ditentukan oleh faktor pra panen dan pasca panen. pengemasan dan penyimpanan berpengaruh terhadap mutu produk akhir berupa minyak nilam.000 meter persegi. cara pengolahan termasuk alatnya. Di Jawa. Ayah satu anak ini mulai terjun pada budidaya nilam tahun 2000 di Bandung. setiap . pascapanen. AROMA harum langsung tercium ketika memasuki lahan pembibitan nilam di Dusun Sambiroto. dapat ditanami dua ribu bibit. Ketertarikan Lesto mengembangkan tanaman nilam dipicu oleh misi sosial. Minyak nilam dihasilkan dengan cara penyulingan menggunakan uap langsung atau uap dan air (dengan cara dikukus). Kalasan. penanaman.

sehingga ia pun mengalokasikan anggaran untuk R&D (reseach and development). yang menghasilkan minyak atsiri berkualitas. Harga minyak nilam produksinya mampu menembus Rp 50 ribu – 150 ribu di atas harga pasar. Swis. November 2008 dan Maret 2009 dilakukan peningkatan produksi hingga mencapai target per bulan 400 kg. Jadi dibagi tiga divisi. per kg minyak nilam dihargai Rp 400 ribu. Untuk Sumatera rata-rata per bulan menyerap 50 ribu bibit. Kalimantan. Minyak atsiri nilam produksi Lesto lebih mahal dibanding harga pasar.” Lesto menambahkan. Dalam usaha nilam. jumlah nilam yang diperoleh meningkat dua kali lipat. Lesto bekerja sama dengan perusahaan dari Jepang. dan Singapura untuk ekspor minyak nilamnya. dan panen ke delapan meningkat lagi tiga kali lipat.” ujar Lesto. Bahkan Aceh yang merupakan sumber nilam mengambil bibit darinya. Kapasitas produksinya per bulan mencapai 200 kg. kita putar lagi untuk R&D.” ungkap alumni jurusan perminyakan Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta tersebut. . modernisasi perlengkapan dan sebagainya. sehingga bisa masuk kualitas ekspor. “Dengan perluasan lahan dan penambahan kapasitas penyulingan. 1972 tersebut. yang paling utama adalah bibit. Direncanakan. begitu pula Kalimantan. Dari kalkulasi tersebut betapa menggiurkan hasilnya. maka per siklus petani memperoleh keuntungan Rp 1. Ternyata hasilnya tidak memuaskan. Kapasitas produksi bibit per bulan berkisar 100 – 200 ribu bibit. Untuk mencapai bibit unggul dia melakukan penelitian bibit selama satu tahun dan berhasil. menurut dia. Dalam bisnis ini. Selain hasil panen nilam tidak maksimal. yang bisa diterima oleh pangsa pasar. “Karena kualitas dari penyulingan dijaga kebersihannya. “Sebagian yang kita dapat.” imbuhnya. mulai dari pembibitan. Pertama kali tanam. penanaman. Saat ini. dan Sulawesi. divisi yang bertanggung jawab pada penyulingan. Kala panen ke empat kalinya. selanjutnya tinggal pengembangan. Itu yang kita tekankan. “Pernah terima permintaan bibit sampai sejuta buah. Untuk mendapatkan tanaman dan minyak nilam yang berkualitas. “Dan. pengeringan dan pemotongan.” kata Lesto yang berharap tahap research bisa selesai tahun ini. Dari situ kemudian terpikir oleh Lesto membuat usaha secara terintegrasi. Juga sebagian petani di Sumatera. Divisi yang bertanggung jawab pada pembibitan dan penanaman. pascapanen. dan penyulingan.” tambah laki-laki kelahiran Bandung. Prancis. Itu perolehan pada panen pertama. Divisi pascapanen bertanggung jawab pada waktu panen. karena akan menentukan kadar kualitas dan rendemen minyak. Dipotong biaya operasional sekitar Rp 350 ribu. Meski begitu Lesto merasa belum berhasil. Pesanan terbesar dari luar Jawa. usia bibit juga tidak bertahan lama.” kata Lesto yang juga berprofesi sebagai konsultan di bidang perminyakan dan petrokimia itu.empat bulan (masa panen) mendapatkan Rp 2 juta. Lesto mengambil bibit dari beberapa petani setempat.650.000. Setelah dua kali panen produksi langsung menurun.

“Lahan pertanian dengan sistem kerja sama dengan petani. “Tapi kita alokasikan juga keuntungan untuk R&D bisa dikatakan 30-40%. Low Concentration. Omset dari kapasitas produksi atsiri nilam 200 kg per bulan ditambah produk lain bisa mencapai hampir Rp 200 juta. Di luar negeri pun harganya cukup tinggi. Sementara jumlah karyawan dengan sistem penggajian sekitar 25 orang di bagian penyulingan dan laboratorium bibit. laris. Bagaimana dengan perhitungan modal? “Kalau mau memulai usaha nilam secara terintegrasi. sementara di luar negeri sekitar Rp 400 ribu – Rp 500 ribu. Karena misi pertamanya untuk mengangkat petani setempat. Sedangkan di Magelang sekitar 20 orang dengan total luas lahan sekitar 40 – 48 hektare. Lebih murah dibanding menggunakan bahan dasar minyak nilam. Sementara total aset dari usahanya saat ini. Pure Essential Oil Blending. Ini bisa menjadi pendapatan tambahan. “Hasil olahan ini berupa aroma therapy. Selain itu dari peralatan penyulingan yang ia rancang juga menghasilkan hidrosol. diperhitungkan dari alatnya dulu. dan kematian setelah ditanam 50% lagi.8 milyar termasuk untuk research and development. Berapa pun yang kita punya pasti habis. Direncanakan mau memproduksi berapa banyak minyak nilam per minggu.Proses pembibitan dilakukan dengan mekanisme standar sesuai pengalaman. Lesto juga meriset sistem produksi dan hasil olahan minyak atsiri nilam. Dari . Body Lotion. banyak masyarakat yang tertolong karena padat karya. Asalkan menjaga kualitas. Baru mulai membuka pasar. di luar minyak nilam. Rp 40 ribu per liter di dalam negeri. Demi misi sosial. Biasanya yang terjadi tingkat kematian dari perpindahan bibit ke lahan 50%.” papar lelaki yang juga sebagai koordinator penanggulangan bencana daerah Jateng-DIY Kelompok Balerante 907 tersebut. dan Massage Oil. “Tetapi bila berjalan. Dalam budidaya nilam ini Lesto melibatkan petani 15 orang di Yogyakarta dengan masingmasing mengelola seribu hingga dua ribu meter persegi lahan. “Hidrosol sebagai bahan dasar kosmetik. Dan. berupa Pure Essentiao Oil. Selain bibit. prospek usaha nilam ke depan masih akan bagus. Bibit yang dilepas. “Jadi kami koordinir para petani dengan lahan mereka masing-masing. Setting alatnya. Body Oil. Antara lain.” pungkas Lesto yang mengembangkan dua jenis tanaman nilam tapak tuan dan sidi kalang tersebut.” ungkapnya. ternyata tingkat kematiannya kurang dari 10%.” paparnya. sebelumnya diujikan di lahan kering dengan pengairan dan pupuk minimal. Lesto mengaku Rp 1. area penyulingan dan laboratorium pembibitan (seluas setengah hektare) pun ia sewa dari warga. “Minyak nilam ini seperti kacang goreng.” kata Lesto. –cahpesisiran.” katanya. dan permintaan dari luar negeri sudah cukup banyak.” Harga produk tersebut berkisar Rp 90 ribu hingga Rp 160 ribu per kemasan 200 mililiter. telah diedit utk majalah saudagar- Kalkulasi Bisnis Nilam INVESTASI nilam tidak sedikit biayanya. Kita mulai mengenalkan pada beberapa industri kosmetik dan mereka sudah mulai mengambil.

minyak atsiri dari nilam salah satu andalan. Kelipatan berikutnya sama. “Total anggaran tersebut tahun kedua sudah kembali. Kemudian plus anggaran lahan Rp 480 juta = Rp 700 juta. Demikian juga untuk alat. Ditambah instalasi dan lain-lainnya sekitar Rp 40 juta. “Dengan kapasitas 200 kg. Kalau punya dua autoklep atau alat penyulingan berarti Rp 120 juta + Rp 90 juta = Rp 210 juta. tetapi baru sekitar 15 spesies yang diusahakan secara komersial. dengan tiga kali panen atau satu tahun sudah tertutup. minimal dibutuhkan 12 hektare lahan. Contoh. Apalagi masih sedikit yang mengenal sosok tanaman nilam dengan baik. dan rata-rata produksi–dengan penanaman yang baik– 1 kg dari 1 pohon.situ kemudian diseting luasan lahan tanaman nilam yang dibutuhkan. Aroma minyak atsiri umumnya khas. Menggiurkan bukan? –cahpesisiran. sudah kembali modal. Bersifat mudah larut dalam pelarut organik. Kalau sehektare ditanami 25 ribu bibit.000 atau berarti Rp 25 juta. Tahun kedua hingga ketiga murni keuntungan. Untuk kapasitas alat 200 kg dengan dua kali penyulingan sehari. Harga 1 kg tanaman nilam Rp 1. 1 boiler Rp 90 jutaan. tapi tidak larut air. Padahal ini peluang bisnis di masa krisis.” paparnya.600 kg. sesuai jenis tanamannya. “Jadi setahun BEP. pada lahan 16 hektare dibutuhkan biaya Rp 30 juta x 16 = Rp 480 juta. Dan bisa ditambahkan lagi peralatan sampai kapasitas 800 kg. tapi secara linear kita anggap saja dua tahun BEP.” jelasnya. Autoklep Rp 60-70 juta. Tanaman nilam dapat hidup sampai umur tiga tahun. . Untuk kebutuhan alat. anehnya minyak atsiri kurang akrab di telinga kita. Berarti dua kali panen. Tapi untuk biaya perawatan dan sebagainya dihitung tiga kali panen atau setahun baru kembali modal. maka akan menghasilkan 25 ton. Bahkan negeri kita tercatat sebagai pengekspor minyak nilam terbesar di dunia. Ia merupakan salah satu dari 150 – 200 spesies tanaman penghasil minyak atsiri. Meski populer di pasar internasional. sehingga sehari dapat menyuling 1. Dinamai demikian karena mudah terbang (menguap) pada suhu kamar (25oC) tanpa mengalami dekomposisi. Minyak atsiri (atau asiri) juga disebut minyak eteris atau minyak terbang (essensial oil atau volatile). Ini anggaran untuk lahannya saja. paling tidak membutuhkan lahan 16 hektare.” ujar Lesto. Untuk 1 kg bahan kering harus dikalikan empat.” papar Lesto.blogspot.com/ Omong-omong soal komoditi ekspor nonmigas. Dengan demikian. walaupun harga naik turun. Untuk sehektare lahan paling tidak biaya investasinya Rp 35-40 juta. Di Indonesia sendiri terdapat sekitar 40 – 50 jenis. Pada tahun berikutnya sudah murni pendapatan. Biaya lahan dan bibit kurang lebih Rp 40 juta. telah diedit utk majalah saudagar Investasi Nilam Sumber: http://bisniskediri. Return dari investasi lahan dan peralatan tidak sampai dua tahun sudah kembali. total Rp 250 juta. Nilam sama sekali bukan nila (nama jenis ikan).

Juga Jerman. Madagaskar. Terbukti minyak nilam telah tercatat sebagai penyumbang terbesar devisa negara ketimbang minyak atsiri lainnya. Aslinya dari Filipina. India. tapi tidak berbunga. minyak daun cengkih. dll. AS. terutama Aceh Selatan dan Tenggara. Sebelum diekspor. . 50% dari total devisa ekspor minyak atsiri Indonesia. Banjarnegara).500 ton. Lampung. Atsiri penyumbang devisa Sebagai tanaman penghasil minyak atsiri yang bernilai ekonomi tinggi..per kg (basah). Disusul Sumatra Utara (Nias.000. antara lain nilam.000. Minyak nilam Indonesia sangat digemari pasar Amerika dan Eropa.. Sampai saat ini Daerah Istimewa Aceh. masih didominasi perkebunan rakyat berskala kecil. dengan nilai devisa AS $ 18 – 53 juta. Alat penyuling mulai dikenal tahun 1920-an. kosmetik.. tapi sudah dikembangkan juga di Malaysia. dan kenanga. Adakalanya petani (terutama yang tidak punya alat penyuling) menjual daun nilam dengan harga Rp 2. Bengkulu. nilam bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan ekspor nonmigas. Penampungnya tidak lain petani pemilik ketel penyuling. dan Indonesia. Tapanuli Selatan). Jawa Barat.. Produksi Indonesia sekitar 450 ton per tahun. Sumatra Barat. kemudian disusul Cina (50 – 80 ton per tahun).– Rp 250. Varietas ini banyak dibudidayakan secara komersial. Brasil. yang diekspor adalah daun kering nilam.000.5). Dulu. Berdasarkan laporan Marlet Study Essential Oils and Oleoresin (ITC). nilai devisa dari ekspor minyak nilam sebesar AS $ 33 juta. minyak nilam biasanya ditampung oleh agen eksportir. produksi nilam dunia mencapai 500 – 550 ton per tahun. lantas juga dijuluki nilam aceh. 1997). 2001). Inggris. alias Pogostemon mentha. Harga minyak nilam di pasaran lokal (di tingkat agen eksportir) berkisar Rp 200. Varietas lainnya. masih menjadi sentra tanaman nilam terluas di Indonesia (Ditjen Perkebunan. Gara-gara banyak ditanam di Aceh. Belanda. sebelum petani mengenal alat penyuling. Terutama digunakan untuk bahan baku industri pembuatan minyak wangi (sebagai pengikat bau atau fixative parfum). Volume ekspor minyak nilam periode 1995 – 1998 mencapai 800 – 1. atau nilam sabun (minyak atsirinya bisa untuk mencuci pakaian). Jawa Tengah (Banyumas. Paraguay.Tanaman nilam punya julukan keren Pogostemon patchouli atau Pogostemon cablin Benth. Ada lagi Pogostemon hortensis. Umumnya. Swis. Negara tujuan ekspornya meliputi Singapura. Pogostemon heyneanus.per kg (di New York. dan Jawa Timur (Tulungagung). serai wangi. Produk atsiri dunia yang didominasi Indonesia. Juga disebut nilam jawa atau nilam hutan karena banyak tumbuh di hutan di Pulau Jawa. Sementara data terbaru menyebutkan. Secara keseluruhan Indonesia memasok lebih dari 90% kebutuhan minyak nilam dunia (Nuryani Y.. dan Spanyol. sosok tanamannya menyerupai nilam jawa.per kg (kering) atau Rp 400. berasal dari India. AS $ 14 – 23. Prancis. Banyak terdapat di daerah Banten.

5%). pertumbuhan vegetatif tanaman nilam diupayakan seoptimal mungkin. batang. Juga bisa mengurangi peradangan. sebagai penciri utama. Tapi umumnya mutu rendemen dari akar dan batang nilam lebih rendah daripada daunnya. kadar minyaknya 0. Remasan akarnya untuk obat rematik. sejak dari akar. daunnya. Bahan industri kimia penting lain meliputi patchoully camphor. kadar minyaknya rendah (0. Bagi tanaman nilam. Nilam jawa (P. Begitu pula sifat minyaknya disukai pasar. cabang dan anakan baru dipanen kedua kalinya.5 – 1. cabang dari tingkat dua ke atas.Komponen utama minyak nilam (diperoleh dari penyulingan daun nilam) berupa pachoully alcohol (45 – 50%). dengan cara dioleskan pada bagian yang sakit. obat eksem dan kulit pecah-pecah. hortensis). antijamur. Juga bersifat afrodisiak: meningkatkan gairah seksual. minyak atsiri ibarat feromon yang mampu menarik kehadiran serangga penyerbuk. Sekitar 20 cm di atas tanah. baik pupuk organik (kompos) maupun anorganik (buatan). Remasan daun nilam dioleskan pada bagian yang sakit. ya. Yang paling banyak menyimpan minyak atsiri lazimnya tiga pasang daun termuda. dan daun.5 – 4 ton daun nilam kering. kalau kondisi tanaman bagus. antijerawat. kabarnya. Tanaman dianggap matang dan siap panen kalau sudah berumur enam bulan atau 5 – 8 bulan. . tergantung pada varietasnya. Tiga bulan kemudian (bulan ke-9). Pada dasarnya semua bagian tanaman nilam. karena tidak berbunga. Biasanya disisakan satu cabang di tingkat pertama untuk mempercepat tumbuhnya tunas baru.5 – 1. cadinene. Daun muda lebih berminyak Kadar minyak atsiri nilam bervariasi. Nilam aceh (Pogostemon cablin). yang lazim dipanen. eugenol. Bahkan dapat juga membantu mengurangi kegelisahan dan depresi. benzaldehyde. ia berfungsi sebagai makanan cadangan bagi tanaman itu. Kuncinya. heyneanus) karena berbunga. Malahan air rebusan atau jus daun nilam. Periode panen berikutnya setiap selang tiga bulan. mengandung minyak terbang. Makanya minyak ini sering dipakai untuk bahan terapi aroma. Komposisi minyak atsirinya kurang diminati.5%. Hasil panen bisa mencapai 3. Nah. ada pada pemupukan. Sekaligus aromanya dapat mengusir serangga perusak tanaman. Demi kelangsungan hidup si tanaman. Bukan cuma minyak nilamnya yang bermanfaat. untuk memperbanyak pertumbuhan daun-daun muda bisa dengan cara pemangkasan. Bahkan juga manjur untuk obat bisul dan pening kepala. Bagian yang dipanen.5 – 5%). dan cinnamic aldehyde. cabang. Sebuah referensi menyebutkan. Minyak terbang ini terbentuk melalui proses metabolisme di dalam tanaman. minyak nilam bisa untuk bahan antiseptik. atau membantu penderita insomnia (gangguan susah tidur). kadar minyaknya tinggi (2. dan jenis ini kurang disukai pasar. Di India daun kering nilam juga digunakan sebagai pengharum pakaian dan permadani. Yang pasti. Sedangkan nilam sabun (P. serta ketombe. dapat diminum sebagai obat batuk dan asma. Mengingat yang dipanen daunnya.

kemudian dijemur di bawah sinar matahari selama empat jam (pukul 10. Juga tidak protes kalau ditanam di sela-sela lamtoro gung. dan berkapur kurang disukai. Terlalu cepat membuat daun rapuh dan sulit disuling. Nilam yang sudah dipanen dipotong-potong 3 – 5 cm. Musuh lainnya yakni serangga perusak daun.00 – 14. Di lereng kaki Gunung Ceremai (200 – 1. Percabangannya banyak dan bertingkat mengitari batang (ada 3 – 5 cabang tiap tingkat). nilam termasuk tanaman herba semusim. dan gejala defisiensi. dan berbulu. sangat populer. Namun bisa tumbuh baik di tempat yang agak terlindung. Berbentuk bulat lonjong. tanaman nilam kurang dikenal oleh masyarakat kita.200 m dpl). lebar 8 cm. baik di dataran rendah maupun dataran tinggi (0 – 1. atau parang tajam.5 – 1 m.5 – 5%). Juga ulat pemakan daun. Nilam tidak haus air.00). atau menjelang petang.000 – 3. Pemetikan siang hari membuat daun kurang elastis dan mudah robek. Sedangkan daunnya hijau tersusun dalam pasangan berlawanan. sambil dibolak-balik 2 – 3 kali sehari selama 3 – 4 hari hingga kadar airnya tinggal 15% (ini kondisi siap suling). Untuk pertumbuhan optimal. penyakit buduk. Curah hujan merata sepanjang tahun (2. Akibatnya. Tumbuh tegak setinggi 0. dan belalang. tanaman nilam ditumpangsarikan dengan tanaman jagung. Tapi ia akan tumbuh baik pada ketinggian 10 m – 400 m dpl. dengan ujung agak meruncing.500 mm per tahun). busuk batang. di daerah Kuningan (Jawa Barat). . Dunia mengakui Indonesia (terutama Aceh) sebagai penghasil utama minyak nilam. Radius cabang melebar sekitar 60 cm. Kondisi tanah datar atau miring (lereng) tidak masalah. Terlambat kering. luka batang. nilam perlu cukup sinar matahari.Pemanenan daun nilam sebaiknya dilakukan pagi hari. Setelah itu diangin-anginkan di atas para-para yang teduh. tapi juga tidak tahan kering.000 m dpl). Tetapi anehnya. Batangnya berkayu dan berbentuk segi empat dengan diameter 10 – 20 cm. Nilam bisa tumbuh di mana saja. kelapa. daun menjadi lembap dan mudah ditumbuhi jamur. Maksudnya agar daun tetap mengandung minyak atsiri tinggi (2. Ditilik dari segi botani tanaman. gunting. Pengeringan tidak terlalu cepat atau terlalu lambat. ketika musim kering. Karena itu oke-oke saja ditanam secara tumpang sari dengan tanaman lain. Ini barangkali karena sosok tanamannya memang tidak menarik. nematoda. rendemen atau mutu minyak yang dihasilkan menurun. tanah berpasir. atau karet. Yang penting subur dan berdrainase baik. Alatnya bisa berupa sabit. panjang 10 cm. Juga transpirasi (penguapan air) daun lebih cepat sehingga kadar minyak atsirinya berkurang. ulat penggulung daun. Tanah liat. tapi lembab (lebih dari 75%). Menghendaki suhu 24 – 28oC. Tanah tergenang memudahkan tanaman nilam diserang cendawan Phytoptora. Tangkai daun sekitar 4 cm berwarna hijau kemerahan. berwarna keunguunguan. Tanamannya kurang dikenal Di mancanegara komoditi olahan nilam (minyak nilam).

280C. 0354 – : Alwy (sms/call) 771. intensitas penyinaran matahari cukup. + 15-23 cm dan paling sedikit 3-5 mata tunas . Luas lahan dipersiapkan 300 Ha. PT Natural Nusantara berusaha meningkatkan produksi minyak nilam secara kuantitas. berdiameter 0. Faks. baru dipindahkan ke kebun begitu muncul akar dan tunas baru (3 – 4 minggu).181. suhu 24 . Lahan 100 Ha ditanami setelah 200 Ha mengalami 4x panen. Telp. Untuk itu kami membuka kesempatan bagi para pemodal untuk bekerja sama dengan minimum investasi Rp. Lokasi perkebunan di lereng G. dilakukan pada awal musim hujan.Nilam diperbanyak dengan stek yang diambil dari batang atau cabang cukup tua.247.180. 50 juta. Sehingga menjamin kontinuitas hasil tanam. Jarak tanamnya mulai dari 30 x 100 cm. ukuran lebar 1.556410859 779. hingga 100 x 100 cm. tergantung kesuburan dan jenis tanah. PENAWARAN KERJA SAMA Kami akan mengembangkan budidaya tanaman nilam & pengolahan minyak nilam. tinggi 30 cm dan panjang tergantung kebutuhan. Satu lubang tanam diisi 1 – 3 stek (bibit). Kebutuhan modal lk Rp.000. Informasi lebih lanjut hubungi : Contact Dhofir HP.779. 50 x 100 cm. Lahan 200 Ha ditanami terlebih dulu dengan pola bertahap penanaman 20 Ha perminggu. Lebih baik ditanam dulu di tempat pembibitan.5 m. B. curah hujan antara 2500 . berdiameter 0. Eksportir di Purwokerto & Citeureup siap menampung hasil panen.8-1. tanah subur dan gembur kaya akan humus.8 – 1 cm. C. PEMBIBITAN . Stek bisa langsung ditanam di kebun. kelembaban lebih dari 75%.3500 mm/th dan merata sepanjang tahun.737 BUDIDAYA NILAM A. Wilis perbatasan Kediri – Ponorogo. parit selebar 30-40 cm dan dalamnya + 50 cm .000. Setidaknya berisi 3 – 5 mata tunas atau tiga helai daun.Siapkan bedengan persemaian.0 cm. kualitas dan kelestarian lingkungan (Aspek K3).000. 0354-773. Sistem bagi hasil & jangka waktu sesuai kesepakatan. 3. PENDAHULUAN Minyak nilam memberikan sumbangan cukup besar dalam penghasil devisa Negara di antara minyak atsiri lainnya. # Referensi : Arfan Person 081.Stek diambil dari batang atau cabang yang sudah mengayu dari bagian tengah. EKOLOGI Tanaman nilam dapat tumbuh di dataran rendah maupun tinggi dengan ketinggian optimal 10-400 mdpl. Sebaiknya. Namun produksi minyak nilam di Indonesia masih terbatas dan produksinya belum optimal. Panjang stek 15 – 23 cm.

Tanah dicangkul atau dibajak serta digaru .Stek ditanam posisi miring.Siram dengan POC NASA (2-3 tutup) + HORMONIK (1 tutup) per 10 .Dataran rendah yang tanahnya subur 100 x 100 cm. 75 x 75 cm .Tanam stek secara langsung di lahan 2-3 stek per lubang tanam Catatan : Akan lebih baik pada penanaman secara langsung. kayu-kayuan dan semak belukar.Buat naungan menghadap ke timur dengan ketinggian 180 cm timur dan 120 cm barat...Setiap lubang tanam ditanami 1-2 bibit stek ~Secara Langsung . . PENGOLAHAN LAHAN .Buat parit-parit pembuangan air lebar 30-40 cm dan dalamnya 50 cm E. .15 liter air. D. JARAK TANAM .> G. PEMUPUKAN Pemupukan dengan cara melingkar di sekililing pangkal tanaman Dosis pupuk makro yang digunakan + adalah : ( lihat tabel disamping ) D S / T S P k g .Tanah berbukit dengan mengikuti garis contour 50 x 100 cm atau 30 x 100 cm F. . bila akar terlalu panjang sebaiknya dipotong supaya tidak mudah terserang busuk akar.Tanah bedengan diolah sampai gembur dicampur pasir dengan perbandingan 2:1 dan selanjutnya diberi pupuk kandang matang yang telah dicampur Natural GLIO (1 sachet Natural GLIO + 25-50 kg Pupuk Kandang) . bersudut 450 sedalam 10 cm dan jarak tanam 10 x 10 cm .Setelah umur 3-4 minggu bibit sudah siap dipindahkan ke lapangan (2-4 hari) sebelum bibit dipindah semprot POC NASA (3-4 tutup/tangki).Pada tanah lipatit. . PENANAMAN ~ Secara tidak Langsung ..Lahan dibersihkan dari jenis rumput-rumputan.Bibit stek dicabut dari persemaian umur 3-4 minggu. letakkan daun kelapa atau alang-alang di atas para-para. sebelum di tanam stek direndam dulu dalam POC NASA (1-2 tutup) + HORMONIK ( 1 tutup ) per 5 -10 liter. tanah yang kandungan liatnya tinggi 50 x 100 cm .

/ h a K C l K g / h a N A S A b t l / h a H R N b t l / h a 2 5 5 0 .

3 5 k o c o r A p l i k a s i U r e a k g / h a 2 0 2 - .

5 s e m p r o t S a a t T a n a m - 3 0 2 . 5 – 5 s .

e m p r o t 5 – 1 0 s e m p r o t 1 b u l a n 3 7 . 5 - 3 0 .

5 – 5 s e m p r o t 5 – 1 0 s e m p r o t 1 m g g s e t e l .2 .

2 5 2 5 5 0 8 0 1 0 2 0 1 0 2 0 1 .a h p a n e n I 5 6 .

2 5 TOTAL 150 Siramkan SUPER NASA yang telah dicampur air. PENYULAMAN Penyulaman dilakukan satu bulan setelah tanam untuk mengganti tanaman yang mati atau kurang normal . 50 dan 60 hari setelah tanam dengan dosis 4 5 tutup/tangki atau POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1 tutup)/tangki. 30. POC NASA disemprotkan umur 20. . 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 lt air (jadi larutan induk). H. merata di atas bedengan.alternatif 1 . setiap 1 gembor (10 lt) beri 1 sendok peres makan SUPER NASA untuk menyiram 5-10 meter bedengan.alternatif 2 . dosis ± 1 botol/1000 m2 dengan cara : .m g g S e t e l a h P a n e n I I 5 6 . Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.

Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi. Pengendalian : kumpulkan dan musnahkan . Penyakit Busuk Batang Penyebabnya jamur Fusarium sp. Penjarangan dengan mencabut tanaman yang jaraknya terlalu rapat. Pengendalian : sanitas kebun. Belalang ( Orthoptera ) Hama ini memakan daun. Penyakit a. b. Criket Pemakan Daun (Gryllidae) Memakan daun muda sehingga daun berlubang-lubang dan produksi turun.Penjarangan dan pemangkasan dilakukan pada umur 3 bulan setelah tanam. H a m a a. sambil memakan daun yang tumbuh. Selanjutnya setiap 3 bulan sekali J. PENYIANGAN Dilakukan 2 bulan setelah tanam atau saat tanaman mencapai tinggi 20-30 cm dan cabang bertingkat dengan radius 20 cm. Alat-alat kerja steril. K. cabang-cabang yang ditinggalkan setelah panen dan letaknya dekat dengan tanah ditimbun di dekat ujungnya setinggi 10-15 cm. gunakan Natural GLIO + SUPERNASA.Pemangkasan pada tanaman yang terlalu rimbun dan menutupi cabang lainnya. . tetapi tidak terputus dari batangnya. Pengendalian : sanitasi lingkungan . b. Pengendalian : sanitasi lingkungan. sesudah itu bagian yang patah ditimbun dengan tanah. warna berubah coklat lalu menghitam disekeliling batang dan akhirnya mati. Penyakit ini tumbuh setelah musim kemarau dan disebabkan oleh pemangkasan yang terlalu berat saat panen. sebaiknya dalam tiap rumpun dibiarkan satu cabang saja yang tumbuh dan semprot dengan POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1-2 tutup) setelah pemangkasan. berwarna abu-abu dan rontok. Untuk mempercepat tumbuhnya tunas baru. serangan berat hanya tinggal tulang-tulang daun saja. L. yaitu pada cabang dari tingkat tiga ke atas. PEMBUMBUNAN Dilakukan setelah panen. hindari luka. 2. terbentuk benjolan-benjolan pada batang sampai akar bila dipijit baunya tidak enak. dan menyerang pada akar atau batang. Serangan berat batang dimakan akhirnya mati. Budok (hoprosep) Penyebabnya adalah virus. PEMANGKASAN . Batang terserang akan mengerut. Pengendalian : kurangi kelembaban dengan cara dipangkas. Sedang cabangcabang yang letaknya jauh dari tanah dipatahkan di bagian ujungnya. c. dapat digunakan pestisida kimia . Ulat Penggulung Daun (Pachyzaneba stutalis) Ulat hidup dalam gulungan daun muda. sehingga tanaman menjadi gundul. gejala daun keriting.I. PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT 1.

Panen dapat dilakukan pada umur 6 . cabang dan daun mengandung minyak atsiri . bahan bakar memberikan mutu yang berbeda sangat nyata namun semuanya masih memenuhi kriteria Standar Nasional Indonesia (SNI).42. . Kombinasi perlakuan yang memberikan rendemen tertinggi adalah tipe uap. Taufiq. yaitu 1. serta proses penyulingan lebih singkat. yaitu 3.Panen pertama. dan bahan bakar tanpa menurunkan mutu minyak yang dihasilkan. serta proses penyulingan nilam lebih singkat tanpa menurunkan mutu minyak nilam yang dihasilkan. 21. Heru Prono Widayat. Universitas Syiah Kuala Tujuan penelitian ini ialah (1) menentukan tipe alat penyulingan nilam dan penggunaan jenis bahan bakar yang lebih tepat dan lebih efisien terhadap rendemen yang lebih tinggi.59. dan Zulfan Jurusan Teknologi Hasil Pertanian. 18. batang. PANEN DAN PASCA PANEN . sehingga akan diperoleh cabang-cabang baru dan anakan baru. Peningkatan Rendemen dan Efisiensi Proses Penyulingan Minyak Nilam Melalui Modifikasi Alat dan Penggunaan Jenis Bahan Bakar Posted: Juli 24. dst .Semua bagian tanaman nilam. suhu) yang lebih tepat dan efisien. .Panenan daun nilam dipotong-potong + 3-5 cm kemudian dijemur di bawah sinar matahari sampai kadar air 15 % kemudian di suling. or trackback from your own site. sedang cabang-cabang tingkat pertama ditinggalkan . bahan bakar briket batu bara dan lama penyulingan 3 jam. 2008 by admin in wawasan 12 Anshar Patria. efisiensi proses.sesuai anjuran. bagian yang boleh dipangkas adalah cabang-cabang dari tingkat dua ke atas. tanaman dapat dipanen kedua kalinya dengan cara seperti panen pertama. 15. 23:04:00 | | This entry was posted on 23:04:00 You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.Setelah tanaman umur 9 bulan. sedangkan terendah adalah sistem tradisional dengan bahan bakar briket kayu dan lama penyulingan 4 jam.8 bulan setelah tanam . yaitu akar. atau parang yang tajam dan bersih .Selesai panen pertama. dosis + 5 ml ( ½ tutup) pertangki M. Hasil analisis mutu percobaan 1 menunjukkan bahwa tipe alat. Hasil penelitian tahap pertama ialah terpilihnya desain peralatan penyulingan minyak nilam yang meningkatkan rendemen. (2) menentukan kondisi penyulingan nilam (tekanan.Demikian selanjutnya sampai panenan pada bulan ke-12. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810. gunting. bila cabang-cabang pertama jauh dari tanah dirundukkan tetapi tidak putus kemudian ditimbun tanah pada setiap tunasnya .Alat yang digunakan sabit. 24 .

145 oC) dan P5 (5 atm. 135 oC) berbeda sangat nyata dengan P4 (4 atm. . lama penyulingan 3 jam dan suhu 135 oC).10). lama penyulingan dan interaksinya. P2 (2 atm. namun semuanya masih memenuhi kriteria SNI. 120 oC) dan P3 (3 atm. lama penyulingan 3 jam dan suhu 135 oC menunjukkan hasil yang tertinggi (3.93) sedangkan yang terendah pada 5 atm. 100 oC). Penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mengkaji lebih dalam berbagai proses penyulingan minyak atsiri maupun proses yang membutuhkan pemanasan uap dengan tekanan dan suhu yang lebih tingggi. selama 3 jam dan suhu 150 oC (3.Hasil penelitian tahap kedua menunjukkan bahwa rendemen dipengaruhi oleh perlakuan tekanan. Penyulingan dengan perlakuan tekanan 3 atm. Dari uji beda nyata jujur ternyata diperoleh hasil bahwa P1(1 atm. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan yang terbaik ditinjau dari tingginya rendemen dan mutunya ialah P3L3 (tekanan 3 atm. Hasil analisis mutu berdasarkan perlakuan yang diterapkan menunjukkan bahwa perlakuan tekanan yang lebih tinggi memberikan mutu yang berbeda sangat nyata terhadap tekanan yang lebih rendah. 150 oC) sedangkan P2 dan P1 berbeda nyata.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful