2.

ETIKA PROFESIONAL Etika profesional diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa yangdiserahkan oleh profesi. Masyarakat akan sangat menghargai profesi yang menerapkan standar mututinggi terhadap pelaksanaan pekerjaannya, karena masyarakat akan merasa terjamin untuk memperolehjasa yang dapat diandalkan dari profesi yang bersangkutan. Begitu juga profesi akuntan publik perlumenerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan audit oleh anggota profesi akuntan. Etika profesional bagi praktik akuntan di indonesia disebut dengan istilah kode etik dandikeluarkan oleh ikatan akuntan indonesia, sebagai profesi akuntan. IAI adalah satu-satunya organisasiprofesi akuntan di Indonesia. Ikatan akuntan indonesia beranggotakan auditor dari berbagai tipe(auditor independen dan auditor intern), akuntan manajemen, akuntan yang bekerja sebagai pendidik,serta akuntan sektor publik. Sehingga kode etik yang dikeluarkan oleh IAI tidak hanya mengaturanggotanya yang berpraktik sebagai akuntan publik, namun mengatur perilaku semua anggotanya yangberpraktik dalam berbagai tipe profesi auditor dan profesi akuntan lain.Kode Etik Akuntan Indonesia kode etik IAI dibagi menjadi empat bagian berikut ini: (1). prinsip etika. (2). aturan etika. (3).interpretasi aturan etika. (4). dan tanya jawab. Prinsip Etika memberikan rerangka dasar bagi aturan etika yang mengatur pelaksanaanpemberian jasa profesional oleh anggota. Berikut ini prinsip etika profesi akuntan indonesia yangdiputuskan dalam kongres VIII IAI tahun 1998:Prinsip kesatu: Tanggung Jawab Profesi Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setia anggota harus senantiasamenggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. Anggotajuga harus selalu bertanggung jawab untuk bekerja sama dengan sesama anggota untukmengembangkan profesi akuntansi, memelihara kepercayaan masyarakat dan menjalankan tanggungjawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri. Usaha kolektif semua anggota diperlukan untukmemelihara dan meningkatkan tradisi profesi.Prinsip kedua: Kepentingan Publik Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada 3. publik, menghormati publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme. Kepentingan publikdidefiniskan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani oleh anggota secarakeseluruhan. Anggota diharapkan untuk memberikan jasa berkualitas, mengenakan imbalan jasa yangpantas, serta menawarkan berbagai jasa, semuanya dilakukan dengan tingkat profesionalisme yangkonsisten dengan prinsip etika profesi.Prinsip ketiga: Integritas integritas mengharuskan seorang anggota untuk jujur dan berterus terang tanpa harusmengorbankan rahasia penerima jasa, pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan olehkepentingan pribadi. Integritas dapat menerima kesalahan ang tidak disengaja dan perbedaan pendapatyang jujur, tetapi tidak dapat menerima kecurangan atau peniadaan prinsip.Prinsip keempat: Objektivitas Objektivitas adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota.Prinsip objektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidakberprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau berada dibawah pengaruh pihaklain.Prinsip kelima: Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional kehati-hatian profesional mengharuskan anggota untuk memenuhi tanggung jawabprofesionalnya dengan kompetensi dan ketekunan. Artinya, bahwa anggota mempunyai kewajibanuntuk melaksanakan jasa profesional dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya, demikepentingan pengguna jasa dan konsisten dengan tanggung jawab profesi kepada publik. Kompetensi menunjukkan terdapatnya pencapaian dan pemeliharaan suatu tingkatanpemahaman dan pengetahuan yang memungkinkan seorang anggota memberikan jasa dengankemudahan dan kecerdikan. Kompetensi profesional dapat

dicapai melalui dua fase yang terpisah:pencapaian kompetensi profesional dan pemeliharaan kompetensi profesional.Prinsip keenam: Kerahasiaan Kerahasiaan tidaklah semata-mata masalah pengungkapan informasi. Kerahasiaan jugamengharuskan anggota untuk memperoleh informasi selama melakukan jasa profesional tidakmenggunakan atau terlibat menggunakan informasi tersebut untuk keuntungan pribadi atau keuntunganpihak ketiga. 4. Prinsip ketujuh: Perilaku Profesional setiap anggota harus berprilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhitindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.Prinsip kedelapan: Standar Teknis standar teknis dan standar profesional yang harus ditaati oleh anggota adalah standar yangdikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia, International Federation of Accounts, badan pengatur, danperaturan perundang-undangan yang relevan.Aturan etika kompartemen akuntan publik Aturan etika secara khusus ditujukan untuk mengatur perilaku profesional yang menjadianggota kompartement akuntan publik. Aturan etika kompartemen akuntan publik ini berlaku efektiftanggal 5 mei 2000. aturan etika tersbut adalah sebagai berikut:Independensi Anggota KAP harus selalu mempertahankan sikap mental independen dalam menjalankanprofesinya sebagaimana yang diatur dalam standar profesional akuntan publik yang diterapkan olehIAI. Sikap independen tersebut haruslah meliputi independen dalam fakta (in fact) maupun dalampenampilan (in appearance).Integritas dan Objektivitas Anggota KAP harus mempertahankan integritas dan dan objektivitas harus bebas dari benturankepentingan (conflict of interest) dan tidak boleh membiarkan faktor salah saji material (materialmisstatement) yang diketahuinya atau mengalihkan (mensubordinasikan) pertimbangannya kepadapihak lain.Standar umum. Anggota KAP harus memenuhi standar berikut ini beserta interpretasi yang terkai yangdikeluarkan oleh badan pengatur standar yang diterapkan IAI: 1. Kompetensi profesional 2. Kecermatan dan keseksamaan profesional 3. Perencanaan dan supervisi 5. 4. Data relevan yang memadai 5. Kepatuhan terhadap standar Anggota KAP yang melaksanakan penugasan jasa auditing, atestasi, review, kompilasi,konsulatasi manajemen, perpajakan, atau jasa profesional lainnya wajib memenuhi standar yangdikeluarkan oleh badan pengatur standar yang diterapkan oleh IAI.Prinsipprinsip akuntansi Anggota KAP tidak diperkanankan: menyatakan pendapat atau memberikan penegasan bahwalaporan keuangan lain suatu entitas disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, atauia menyatakan bahwa ia tidak menemukan perlunya modifikasi material yang harus dilakukan terhadaplaporan atau data tersebut agar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku, apabila laporan tersebutmemuat penyimpangan yang berdampak material.Informasi klien yang rahasia anggota KAP tidak diperkenankan mengungkapkan informasi klien yang rahasia, tanpapersetujuan dari klien.Fee Profesional Besaran fee anggota dapat bervariasi tergantung resiko penugasan, kompleksitas jasa yangdiberikan, tingkat keahlian yang diperlukan, struktur biaya KAP dan pertimbangan profesional lainnya. Fee kontinjen adalah fee yang ditetapkan untuk pelaksanaan suatu jasa profesional tanpa adanyafee yang akan diberikan. Fee tidak dianggap kontinjen jika ditetapkan oleh pengadilan atau badanpengatur atau dalam hal perpajakan.Tanggung jawab kepada rekan seprofesi Anggota wajib memelihara citra profesi, dengan tidak melakukan perkataan dan perbuatan yangdapat merusak reputasi rekan seprofesi.Komunikasi anarakuntan publik Anggota wajib berkomunikasi tertulis dengan akuntan publik pendahulu bila akan mengadakanperikatan (engagement) audit menggantikan akuntan publik pendahulu.

Faktor ekonomi. menghitung kembali dan melakukan rekonsiliasi jumlah-jumlah yangberhubungan dengan penerapan informasi yang sama.6. objektivitas 11. auditor pelu dasar yang layakberkaitan dengan tingkat keyakinan secara keseluruhan. relevansi 8.Data Akuntansi Auditor menguji data akuntansi yang mendasari laporan keuangan dengan jalan 1. 4. Perikatan atestasi Akuntan publik tidak diperkenankan mengadakan perikatan atestasi yang jenis atestasi danperiodenya sama dengan perikatan yang dilakukan oleh akuntan yang lebih dahulu ditunjuk oleh klien.Iklan promosi dan kegiatan pemasaran lainnya Anggota dalam menjalankan praktik akuntan publik diperkenankan mencari klien melaluipemasangan iklan. Pengendalian yang dibentuk dalam setiap kegiatan perusahaan dapat digunakan untukmengecek ketelitian dan keandalan data kuntansi. 8. Bukti audit yang mendukung laporan keuangan terdiri dari: data akuntansi dan semua informasipenguat (corroborating information) yang tersedia bagi auditor. Pertimbangan auditor tentang kelayakan buktiaudit dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini: 1. menelusuri kembali langkah0langkah prosedur yang diikuti dalam proses akuntansidan dalam pembuatan laporan 3.konfirmasi. 6. 5. notulen rapat. melakukan promosi pemasaran dan kegiatan pemasaran lainnya sepanjang tidakmerendahkan citra profesi. 7.Informasi Penguat Informasi penguat meliputi segala dokumen seperti cek. 2. serta informasi lain yangdikembangkan oleh atau tersedia bagi auditor yang memungkinkannya untuk menarik kesimpulanberdasarkan alasan yang kuat. 4. sumber 9. Kompetensi bukti audit berhubungan dengan kualitas atau keandalan data akuntansi dan informasi penguat. surat kontrak. inspeksi dan pemeriksaan fisik. ketepatan waktu 10. 3. integritas manajemen 3. cara perolehan buktiKelayakan Bukti Audit Untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan. BUKTI AUDIT Bukti audit adalah segala informasi yang mendukung angka-angka atau informasi lain yangdisajikan dalam laporan keuangan. Tipe data akuntansi: pengendalian intern.Bentuk organisasi dan KAP Anggota hanya dapat berpraktik akuntan publik dalam bentuk organisasi yang diizinkan olehperaturan perundang-undangan yang berlaku dan/atau tidak menyesatkan dan merendahkan citraprofesi. Ukuran dan karakteristik populasi.kecuali untuk memenuhi ketentuan perudangundangan atau peraturan yang dibuat oleh badan yangberwenang. pertimbangan profesional 2. dan pernyataan tertulis dari pihak yang mengetahui. faktur.Tipe Bukti Audit Tipe bukti audit dapat digolongkan berikut ini:1. Kesalahan dapat diketahui dengan adanyapengecekan silang (cross check) dan cara-cara pembuktian (proof) yang dibentuk didalamnya.Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Bukti Audit Faktor yang mempengaruhi pertimbangan auditor dalam menentukan cukup tidaknya buktiaudit adalah: 1. Kondisi keuangan. menganalisadan mereview 2. Kompetensi informasi penguat dipengaruhi berbagai faktor berikut ini: 7. kepemilikan publik versus terbatas. Kuatlemahnya pengendalian intern merupakan faktor utama . mateerialitas dan risiko. yang dapat digunakan oleh auditor sebagai dasar untuk menyatakanpendapatnya.Perbuatan dan perkataan yang mendiskreditkan Anggota tidak diperkenankan melakukan tindakan dan atau mengucapkan perkataan yangmencemarkan profesi. informasi yang diperoleh auditormelalui permintaan keterangan.Komisi dan Fee referal Komisi adalah imbalan dalam bentuk uang atau barang atau bentuk lainnya yang diberikankepada atau diterima dari klien/pihak lain untuk memperoleh perikatan dari klien/pihak lain Fee referal (rujukan) adalah imbalan yang diberikan/diterima kepada/dari sesama penyedia jasaprofesional akuntan publik. Keandalan catatan akuntansi dipengaruhi secara langsung oleh efektivitas pengendalian intern. pengamatan. Pengendalian intern yang kuat menyebabkan keandalan catatan akuntansi dan buktibukti lainnya yang dibuat dalam organisasi klien.

Bukti audit berupa perbandingan dan rasio ini dikumpulkan olehauditor pada awal audit untuk membantu penentuan objek audit yang memerlukan penyelidikan yangmendalam dan diperiksa kembali pada akhir audit untuk menguatkan kesimpulan-kesimpulan yangdibuat atas dasar bukti-bukti yang lain. inspeksi. Tipe informasi penguat: Bukti fisik. Tipe bukti audit ini dibuat dari kertas bertuliskan huruf dan atau angka atausimbol-simbol yang lain. Bukti dari spesialis. Perhitungan yang dilakukan sendiri oleh auditor untuk membuktikan ketelitianperhitungan yang terdapat dalam catatan klien merupakan salah satu bukti audit yang bersifatkuantitatif. Buktidokumenter yang dibuat pihak luar yang bebas dikirimkan langsung kepada auditor.yang menentukan jumlah bukti audi yang harusdikumpulkan. diterapkan dalam penyelenggaraan catatan akuntansi tersebut. Semakin kuat pengendalian intern semakin sedikit bukti audit yang harus dikumpulkan. tetapitidak boleh menerima begitu saja hasi-hasil penemuan spesialis tersebut. Penelusuran (tracing).Jika pengendalian intern lemah. cross footing (penjulahan horisontal). Tipe bukti ini pada umumnya dikumpulkan oleh auditor dalam pemeriksaan terhadapsediaan dan kas. Perhitungan. Spesialis adalah seorang atau perusahaan yang memiliki keahlian ataupengetahuan khusus dalam bidang selain akuntansi dan auditing. Perbandingan dan rasio. 10. Adalah bukti audit yang diperoleh dengan cara inspeksi atau perhitungan aktivaberwujud.. Prosedur yang ditempuh oleh auditor dalam konfirmasi adalah: 1. lokasi catatan dan dokumen. Prosedur audit ini terutamaditerapkan terhadap bukti dokumenter. Inspeksi merupakan pemeriksaan secara rinci terhadap dokumen atau kondisi fisik sesuatu. 2. 3. Auditor mendapatkan keterangan yang meliputi masalah-masalah yang sangat luas. Klien meminta kepada pihak luar yang ditunjuk oleh auditor untuk memberikan jawaban langsung kepada auditor mengenai informasi yang ditanyakan auditor tersebut. Pemeriksaan bukti pendukung (vouching). Auditor harus membuat surat perjanjian kerja dengan spesialis.3.Prosedur ini dilakukan untuk menentukan keaslian dokumen tersebut. Permintaan keterangan merupakan prosedur audit yangdilakukan dengan meminta keterangan secara lisan. Auditor menerima jawaban langsung dari pihak ketiga tersebut. Keandalan catatan akuntansi sebagai bukti audit tergantung pada pengendalian intern yang 9.geologist. penilai (appraiser). Coantoh : pengacaraa. Pemeriksaan dokumen . Contoh: footing (penjumlahan vertikal). auditor melakukanpenelusuran informasi sejak mula-mula data tersebut direkam pertama kali dalam dokumen. Menurut sumbernya bukti dokumenter dibagi menjadi tiga golongan:1. dan kemungkinan adanya utang bersyarat.2.seperti kebijakan akuntansi. pengamatan (observation). Prosedur audit antara lain:1. kemungkinan pengumpulan piutang usaha yang sudah lama tidaktertagih. Bukti audit yang dihasilkan dari prosedur iniadalah bukti lisan dan bukti dokumenter.4. Prosedur Audit Prosedur audit adalah intruksi rinci untuk mengumpulkan tipe bukti audit tertentu yang harusdiperoleh pada saat tertentu dalam audit. 3. alasan penggunaan prinsip akunatansi yangtidak berterima umum di indonesia. buktidokumenter yang dibuat pihak luar yang bebas yang disimpan dalam arsip klien. Catatan akuntansi. 2. Konfirmasi. Bukti lisan. Permintaan keterangan (enquiry). bukti dokumenteryang dibuat dan disimpan dalam organisasi klien. dilanjutkandengan pelacakan pengolahan data tersebut dalam proses akuntansi. Dalam melaksanakan prosedur audit ini.2. Bukti dokumenter. Auditor meminta dari klien untuk menanyakan informasi tertentu kepada pihak luar. insinyur sipil. auditor harus mengumpulkan lebih banyak bukti audit. Ia harus memahami metode-metode dan asumsi-asumsi yang digunakan oleh spesialis tersebut dan harus melakukan pengujianterhadap akuntansi yang diserahkan oleh klien kepada spesialis tersebut.

2. Etika secara terminologi kemudian berkembang menjadi suatu konsep yang menjelaskan tentang batasan baik atau buruk.. 11. dalam Ludigdo. pertanggung jawaban semua formulir bernomor urut cetak. dan bisa atau tidak bisa. 2. Scanning merupakan review secara cepat terhadap dokumen. Pelaksanaan ulang (reperforming). Prosedur audit ini meliputi: 1. Istilah kode etik kemudian muncul untuk menjelaskan tentang batasan yang perlu diperhatikan oleh seorang profesional ketika menjalankan profesinya.8. dan berdaya guna. catatan dan daftar untukmendeteksi unsurunsur yang tampak tidak biasa yang memerlukan penyelidikan lebih mendalam. auditor perlu menggunakan computer-assistedaudit techniques dalam menggunakan berbagai prosedur audit yang telah dijelaskan. Scwhartz (dalam Ludigdo. Prosedur ini merupakan pengulangan aktivitas yangdilaksanakan oleh klien. akan menciptakan pribadi Akuntan yang profesional. Fenomena akan keberadaan kode etik keprofesian merupakan hal yang menarik untuk diperhatikan. Pemahaman yang cukup dari seorang Akuntan tentang kode etik. 2007). Umumnya pelaksanaan ulang diterapkan pada penghitungan dan rekonsiliasiyang telah dilakukan oleh klien. Bilamana catatanakuntansi klien diselenggarakan dalam media elektronik. kompeten. bahkan akan menghilangkan nilai esensial yang paling tinggi dari profesinya tersebut.pendukung (vouching)merupakan prosedur audit yang meliputi: 1. Akuntan juga mempunyai kode etik yang digunakan sebagai rambu-rambu atau batasan-batasan ketika seorang Akuntan menjalankan perannya. penghitungan fisik terhadap sumberdaya berwujud. 2007) menyebutkan kode etik sebagai dokumen formal yang tertulis dan membedakan yang terdiri dari standar moral untuk membantu mengarahkan perilaku karyawan dan organisasi.6. dkk. Teknik audit berbantukan komputer (computer-assisted audit techniques). \Etika secara harfiah bermakna pengetahuan tentang azas-azas akhlak atau moral. Penghitungan (counting). B. inspeksi terhadap dokumen-dokumen yang mendukung suatu transaksi atau data keuangan untuk menentukan kewajaran dan kebenarannya. Atau secara prinsip sebagai petunjuk atau pengingat untuk berprilaku secara terhormat dalam situasi-situasi tertentu. Tuntutan ini kemudian direspon dengan antara lain membuat kode etik atau kode perilaku. Sementara fungsinya adalah sebagai alat untuk mencapai standar etis yang tinggi dalam bisnis (kavali. Pembandingan dokumen tersebut dengan catatan akuntansi yang berkaitan. 2. seorang Akuntan akan terkesan tidak elegan.5. Seperti halnya profesi-profesi yang lain. benar atau salah. Tanpa adanya pemahaman yang cukup tentang kode etik. Scanning. 7. akan suatu hal untuk dilakukan dalam suatu pekerjaan tertentu. Dilema Etika dan Solusinya . Hal ini terutama jika dikaitkan dengan besarnya tuntutan publik terjadap dunia usaha yang pada umumnya mengedepankan etika dalam menjalankan akifitas bisnisnya.

Dorongan orang untuk berbuat tidak etis mungkin diperkuat oleh rasionalisasi yang dikembangkan sendiri oleh yang bersangkutan berdasarkan pengamatan dan pengetahuannya.Terdapat dua faktor utama yang mungkin menyebabkan orang berperilaku tidak etis. Argumen tersebut didasarkan pada pemikiran bahwa hukum yang sempurna harus sepenuhnya dilandaskan pada etika. Misalnya. Dia mengambil isinya dan membuang dompet tersebut di tempat tersembunyi dan merahasiakan kejadian tersebut. Standar etika orang tersebut berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Misalnya. Misalnya. b. menyontek dalam ujian. Dia mungkin akan memutuskan untuk lebih baik menunggu pembeli protes untuk mengoreksinya. Orang tersebut secara sengaja bertindak tidak etis untuk keuntungan diri sendiri. Misalnya. pada saat bertemu dengan keluarga dan teman-temannya.  Kemungkinan bahwa tindakan tidak etisnya akan diketahui orang lain serta sanksi yang harus ditanggung jika perbuatan tidak etis tersebut diketahui orang lain tidak signifikan. seseorang menemukan dompet berisi uang di bandara. seseorang menemukan dompet berisi uang di bandar udara (bandara). Rasionalisasi tersebut mencakup tiga hal sebagai berikut:  Setiap orang juga melakukan hal (tidak etis) yang sama. seseorang yang menemukan barang hilang tidak wajib mengembalikannya kecuali jika pemiliknya dapat membuktikan bahwa barang yang ditemukannya tersebut benar-benar milik orang yang kehilangan tersebut. Dia mengambil isinya dan membuang dompet tersebut di tempat terbuka. . seperti contoh di atas.  Jika sesuatu perbuatan tidak melanggar hukum berarti perbuatan tersebut tidak melanggar etika. yang bersangkutan dengan bangga bercerita bahwa dia telah menemukan dompet dan mengambil isinya. atau menjual barang yang cacat tanpa memberitahukan kepada pembelinya bukan perbuatan yang tidak etis karena yang bersangkutan berpendapat bahwa orang lain pun melakukan tindakan yang sama. yakni: a. Misalnya penjual yang secara tidak sengaja terlalu besar menulis harga barang mungkin tidak akan dengan kesadaran mengoreksinya jika jumlah tersebut sudah dibayar oleh pembelinya. orang mungkin berargumen bahwa tindakan memalsukan perhitungan pajak. Pada kesempatan berikutnya.

Tanggung jawab profesi : Bahwa akuntan di dalam melaksanakan tanggungjawabnya sebagai profesional harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. menghormati kepentingan publik. harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya tersebut dengan menjaga integritasnya setinggi mungkin. bahkan dengan pengorbanan keuntungan pribadi. Selain itu prinsip ini meminta komitmen untuk berperilaku terhormat.sedangkan jika pembeli tidak menyadari dan tidak protes maka penjual tidak perlu memberitahu. Delapan butir tersebut terdeskripsikan sebagai berikut : 1. setiap akuntan sebagai anggota IAI harus menjaga obyektifitasnya dan bebas dari benturan kepentingan. 3. dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme. Kedelapan butir pernyataan tersebut merupakan hal-hal yang seharusnya dimiliki oleh seorang akuntan. Obyektifitas : Dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. C. Kompetensi dan kehati-hatian profesional : . Sementara itu prinsip etika akuntan atau kode etik akuntan itu sendiri meliputi delapan butir. 4. dalam memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik. 2. 5. Integritas : Akuntan sebagai seorang profesional. Kepentingan publik : Akuntan sebagai anggota IAI berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik. Kode Etik Profesi Auditor Mukadimah prinsip etika profesi akuntan antara lain menyebutkan bahwa dengan seorang akuntan mempunyai kewajiban untuk menjaga disiplin diri melebihi yang disyaratkan oleh hukum dan peraturan yang berlaku.

6. D. kompetensi. akuntan mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektifitas. . legislasi. Sikap mental independen tersebut harus meliputi independen dalam fakta (infacts) maupun dalam penampilan (in appearance). 8. Independensi Profesi Auditor Dalam menjalankan tugasnya anggota KAP harus selalu mempertahankan sikap mental independen di dalam memberikan jasa profesional sebagaimana diatur dalam Standar Profesional Akuantan Publik yang ditetapkan olh IAI. Standar teknis : Akuntan dalam menjalankan tugas profesionalnya harus mengacu dan mematuhi standar teknis dan standar profesional yang relevan. dan teknik yang paling mutakhir. dan ketekunan. tetapi juga harus independen dalam penampilan.Akuntan dituntut harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan penuh kehatihatian. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati. Auditor tidak hanya harus independen dalam fakta. Kerahasiaan : Akuntan harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan. mengevaluasi hasilnya dan membuat laporan audit. serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesionalnya pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik. Independensi dalam Audit dapat diartikan sebagai sudut pandang yang tidak bias dalam melakukan ujian audit. Perilaku profesional : Akuntan sebagai seorang profesional dituntut untuk berperilaku konsisten selaras dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesinya. kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya. 7.

 Independen berarti bebas dari pengaruh. 2) Kedudukan dalam perusahaan yang diaudit . Tiga aspek dalam independensi auditor. tidak dikendalikan oleh pihak lain dan tidak tergantung pada orang lain. (b) Independensi dalam penampilan (perceived independence). Dengan kata lain auditor dapat mempertimbangkan fakta dengan baik yang kemudian ditarik menjadi suatu kesimpulan jika ia memiliki keahliam mengenai hal tersebut. yaitu: (a) Independensi dalam diri auditor (independence in fact): kejujuran dalam diri auditor dalam mempertimbangkan berbagai faktor dalam audit finding. 3) Keterlibatan dalam usaha yang tidak sesuai dan tidak konsisten 4) Pelaksanaan jasa lain untuk klien audit . Independensi dalam fakta : Auditor benar-benar mempertahankan perilaku yang tidak bias (independen) disepanjang audit  Independensi dalam penampilan : Pemakai laporan keuangan memiliki kepercayaan atas independensi tsb. 5) Hubungan keluarga dan pribadi . Hal yang dapat mempengaruhi independensi dan objektivitas seorang auditor seperti : 1) Hubungan keuangan dengan klien. 6) Imbalan atas jasa profesional . 7) Penerimaan barang atau jasa dari klien . Keahlian juga merupakan faktor independensi yang harus diperhitungkan selain kedua independensi yang telah disebutkan. (c) Independensi di pandang dari sudut keahliannya. Independensi ini merupakan tinjauan pihak lain yang mengetahui informasi yang bersangkutan dengan diri auditor. .

Komite Audit Adalah sejumlah anggota dewan direksi perusahaan yang tanggung jawabnya termasuk membantu auditor agar tetap independen dari manajemen. Kebanyakan komite audit terdiri dari tiga hingga lima atau terkadang paling banyak tujuh direktur yang bukan merupakan bagian dari manajemen perusahaan. Sarbanes-Oxley Act dan SEC mewajibkan semua anggota komte audit bersikap independen.8) Pemberian barang atau jasa kepada klien. • Revisi dari Persyaratan Independensi Auditor SEC  Kepentingan Kepemilikan  TI dan Jasa Non Audit lainnya • Dewan Standar Independen (Independence Standards Board/ISB) memberikan rangka kerja konseptual bagi masalah independensi yang berhubungan dengan audit perusahaan publik • Komite Audit Sejumlah anggota terpilih dari Dewan Direksi yang bertanggungjawab membantu Auditor untuk tetap independen dari manajemen • Berbelanja untuk Prinsip Akuntansi • Persetujuan Auditor oleh Pemegang Saham Pemilihan KAP baru atau melanjutkan KAP yang ada melalui persetujuan pemegang saham • Penugasan dan Pembayaran Fee Audit oleh Manajemen E. . dan perusahaan harus mengungkapkan apakah dalam komite audit paling sedikit ada satu pakar keuangan.

pertimbangan orang yang independen dan kompeten tentang apakah asersi suatu entitas sesuai dalam semua hal yang material. http://rachmatjusuf. dan pengawasan atas ekerjaan auditor.Sarbanes-Oxley Act selanjutny mensyaratkan komite audit perusahaan publik bertanggung jawab atas penunjukan. namun mulai memerlukan modal dari kreditur. Jasa atestasi terdiri dari audit. Auditor bertaggung jawab untuk mengomunikasikan semua hal yang signifika yang dapat diidentifikasi selama audit kepada komite audit. jasa atestasi. dan jasa nonassurance.megabyet.net/berita-139-profesi-akuntan-publik-danpelaporannya. serta bertanggung jawab untuk mengawasi pekerjaan auditor. Dari profesi akuntan publik inilah masyarakat kreditur dan investor mengharapkan penilaian yang bebas tidak memihak terhadap informasi yang disajikan dalam laporan keuangan oleh manajemen perusahaan. yaitu jasa assurance.html Minggu. termasuk penyelesaian ketidaksepakatan yang melibatkan pelaporan keuangan antra manajemen dan auditor. jasa akuntan publik mulai diperlukan dan berkembang. dan prosedur yang disepakati (agreed upon procedure).Dibaca: 419 kali Profesi Akuntan Publik dan Pelaporannya Timbul dan berkembangnya profesi akuntan publik di suatu negara adalah sejalan dengan berkembangnya perusahaan dan berbagai bentuk badan hukum perusahaan di negara tersebut. dengan kriteria yang telah ditetapkan. Jasa assurance adalah jasa profesional independen yang meningkatkan mutu informasi bagi pengambil keputusan.16:35:21 WIB Diposting oleh : Administrator Kategori: Akuntan . Komite audit harus menyetujui terlebih dahulu semua jasa audit dan non audit. review. Profesi akuntan publik menghasilkan berbagai jasa bagi masyarakat. kompensasi. Jasa atestasi adalah suatu pernyataan pendapat. pemeriksaan (examination). Jasa nonassurance adalah jasa yang dihasilkan oleh akuntan . 04 April 2010 . Jika perusahaan-perusahaan di suatu negara berkembang sedemikian rupa sehingga tidak hanya memerlukan modal dari pemiliknya. dan jika timbul berbagai perusahaan berbentuk badan hukum perseroan terbatas yang modalnya berasal dari masyarakat.

Paragraf lingkup berisi pernyataan ringkas mengenai lingkup audit yang dilaksanakan oleh auditor. (2) Objek yang diaudit oleh auditor bukanlah catatan . tujuan untuk menentukan apakah laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar keadaan keuangan dan hasil usaha perusahaan atau organisasi tersebut. Laporan audit baku terdiri dari tiga paragraf. Profesi akuntan publik bertanggung jawab untuk menaikkan tingkat keandalan laporan keuangan perusahaan-perusahaan. laporan ekuitas. Laporan Audit Laporan audit merupakan alat yang digunakan oleh auditor untuk mengkomunikasikan hasil auditnya kepada masyarakat. keyakinan negatif. yaitu paragraf pengantar. makna setiap kalimat yang tercantum dalam laporan audit baku dapat digunakan untuk mengenal secara umum profesi akuntan publik. ringkasan temuan. (1) Auditor memberikan pendapat atas laporan keuangan setelah ia melakukan audit atas laporan keuangan tersebut. sehingga masyarakat keuangan memperoleh informasi keuangan yang andal sebagai dasar untuk memutuskan alokasi sumber-sumber ekonomi. dan paragraf pendapat. Contoh jasa nonassurance yang dihasilkan oleh profesi akuntan publik adalah jasa kompilasi. atau bentuk lain keyakinan. serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan. jasa konsultasi. Ditinjau dari sudut auditor independen. serta laporan arus kas untuk tahun yang terakhir pada tanggal-tanggal tersebut” berisi tiga hal penting berikut ini. Oleh karena itu. jasa perpajakan. paragraf lingkup.publik yang di dalamnya ia tidak memberikan suatu pendapat. Secara umum auditing adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan tentang kejadian ekonomi. dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan. auditing adalah pemeriksaan secara objektif atas laporan keuangan suatu perusahaan atau organisasi yang lain dengan. Paragraf pengantar berisi objek yang diaudit oleh auditor dan penjelasan tanggung jawab manajemen dan tanggung jawab auditor. dan paragraf pendapat berisi pernyataan ringkas mengenai pendapat auditor tentang kewajaran laporan keuangan auditan. Kalimat pertama paragraf pengantar yang berbunyi “Kami telah mengaudit neraca PT X tanggal 31 Desember 20X2 dan 20X1 serta laporan laba-rugi.

Tanggung jawab atas kewajaran laporan keuangan terletak di tangan manajemen. laporan arus kas. paragraf pengantar berbunyi “Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. namun juga menempuh prosedur audit lainnya yang dipandang perlu oleh auditor. Dalam kalimat ini auditor menyatakan bahwa audit atas laporan keuangan yang telah dilaksanakan bukan sembarang audit. 4. berdasarkan kriteria prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia dan konsistensi penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam tahun yang diaudit . laporan ekuitas. laporan laba-rugi. melainkan audit yang dilaksanakan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh organisasi profesi auditor. dalam auditnya. pemahaman yang memadai atas pengendalian intern merupakan dasar untuk menentukan jenis dan lingkup pengujian yang dilakukan dalam audit. paragraf lingkup juga berisi suatu pernyataan keyakinan bahwa audit yang dilaksanakan berdasarkan standar auditing tersebut memberikan dasar yang memadai bagi auditor untuk memberikan pendapat atas laporan keuangan auditan.akuntansi melainkan laporan keuangan kliennya. “Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia”. yaitu Ikatan Akuntan Indonesia. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami”. bukan di tangan auditor. lingkup pengujian dan pemilihan prosedur audit ditentukan oleh pertimbangan auditor atas dasar pengalamannya. Paragraf lingkup berisi pernyataan auditor bahwa auditnya dilaksanakan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh organisasi profesi akuntan dan beberapa penjelasan tambahan tentang standar auditing tersebut. Kalimat kedua dan ketiga. auditor melaksanakan auditnya atas dasar pengujian. kalimat kedua dalam paragraf lingkup tersebut menyampaikan pesan bahwa: 1. Di samping itu. yang meliputi neraca. Paragraf pendapat digunakan oleh auditor untuk menyatakan pendapatnya atas kewajaran laporan keuangan auditan. 3. 2. dalam perikatan umum. Di samping itu. auditor tidak hanya melakukan pengujian terbatas pada catatan akuntansi klien. bukan atas dasar perneriksaan terhadap seluruh bukti. Kalimat pertama dalam paragraf lingkup laporan audit baku berbunyi.

Standar umum mengatur persyaratan pribadi auditor. auditor menyatakan pendapat tidak wajar (adverse opinion). Audit laporan keuangan adalah audit yang dilakukan oleh auditor independen terhadap laporan keuangan yang disajikan oleh kliennya untuk menyatakan pendapat . Auditor intern adalah auditor yang bekerja dalam perusahaan (perusahaan negara maupun perusahaan swasta) yang tugas pokoknya adalah menentukan apakah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen puncak telah dipatuhi. audit kepatuhan. 3. Auditor independen adalah auditor profesional yang menjual jasanya kepada masyarakat umum. menentukan baik atau tidaknya penjagaan terhadap kekayaan organisasi. serta menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai bagian organisasi. sikap mental independen yang harus dipertahankan oleh auditor dalam segala hal yang bersangkutan dengan pelaksanaan perikatannya. dan auditor intern. dan keharusan auditor menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama. dan audit operasional. 2. auditor menyatakan pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion). yaitu: 1. yaitu audit laporan keuangan. audit kepatuhan. Ada empat kemungkinan pernyataan pendapat auditor. auditor menyatakan pendapat wajar dengan pengecualian (qualified opinion. menentukan efisiensi dan efektivitas prosedur kegiatan organisasi. Tipe Audit dan Auditor Ada tiga tipe auditing. yaitu audit laporan keuangan. 4. Ada tiga tipe auditing. yaitu auditor independen.dibanding dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam tahun sebelumnya. Auditor pemerintah adalah auditor profesional yang bekerja di instansi pemerintah yang tugas pokoknya melakukan audit atas pertanggungjawaban keuangan yang disajikan oleh unit-unit organisasi dalam pemerintahan atau pertanggungjawaban keuangan yang ditujukan kepada pemerintah. dan audit operasional. Kelompok standar ini mengatur keahlian dan pelatihan teknis yang harus dipenuhi agar seseorang memenuhi syarat untuk melakukan auditing. auditor menyatakan tidak memberikan pendapat (disclaimer of opinion atau no opinion). terutama dalam bidang audit atas laporan keuangan yang disajikan oleh kliennya. Ada tiga tipe auditor menurut lingkungan pekerjaan auditing. auditor pemerintah.

yang tugas pokoknya melakukan audit atas pertanggungjawaban keuangan yang disajikan oleh unit-unit organisasi dalam pemerintahan atau pertanggungjawaban keuangan yang ditujukan kepada pemerintah. dan auditor intern. yang tugas pokoknya adalah menentukan apakah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen puncak telah dipatuhi. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik merupakan etika profesional bagi akuntan yang berpraktik sebagai akuntan publik Indonesia. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik bersumber dari Prinsip Etika yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. menentukan efisiensi dan efektivitas prosedur kegiatan organisasi. dan menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai bagian organisasi. jika profesi tersebut menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan profesional yang dilakukan oleh anggota profesinya. atau bagian daripadanya. Auditor intern adalah auditor yang bekerja dalam perusahaan (perusahaan negara maupun perusahaan swasta). dengan tujuan untuk. Etika profesional yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dalam kongresnya tahun 1998 diberi nama Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia. terutama dalam bidang audit atas laporan keuangan yang disajikan oleh kliennya. Audit operasional merupakan review secara sistematik atas kegiatan organisasi. (1) mengevaluasi kinerja. Auditor pemerintah adalah auditor profesional yang bekerja di instansi pemerintah. Dalam konggresnya tahun 1973.1994. auditor pemerintah. Audit kepatuhan adalah audit yang tujuannya untuk menentukan kepatuhan entitas yang diaudit terhadap kondisi atau peraturan tertentu. (2) mengidentifikasi kesempatan untuk peningkatan. . 1986. yaitu auditor independen. Etika Profesional Profesi Akuntan Publik Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya. menentukan baik atau tidaknya penjagaan terhadap kekayaan organisasi. kemudian disempurnakan dalam konggres IAI tahun 1981. dan terakhir tahun 1998.mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan publik akan menjadi lebih tinggi. Auditor independen adalah auditor profesional yang menyediakan jasanya kepada masyarakat umum. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk pertama kalinya menetapkan kode etik bagi profesi akuntan Indonesia. (3) membuat rekomendasi untuk perbaikan atau tindakan lebih lanjut Ada tiga tipe auditor menurut lingkungan pekerjaan auditing.

co. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dijabarkan ke dalam Etika Kompartemen Akuntan Publik untuk mengatur perilaku akuntan yang menjadi anggota IAI yang berpraktik dalam profesi akuntan publik. Rekan Seprofesi 500 Tanggung Jawab dan Praktik Lain http://www. yaitu auditing.cc/2010/11/independensi-dan-kode-etik-profesional. 100 Independensi. (3) Interpretasi Aturan Etika. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik terdiri dari berikut ini. yang menyediakan berbagai jenis jasa yang diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik. Integritas dan Objektivitas 200 Standar Umum dan Prinsip Akuntansi 300 Tanggung Jawab kepada Klien 400 Tanggung Jawab kepada.Akuntan publik adalah akuntan yang berpraktik dalam kantor akuntan publik.(0) . dan jasa konsultansi. (2) Aturan Etika. Kode Etik IAI dibagi menjadi empat bagian berikut ini.00 bytes Hits: 20 Penilaian: . dan (4) Tanya dan Jawab. atestasi.akuntanmaniak. (1) Prinsip Etika. akuntansi dan review. Auditor independen adalah akuntan publik yang melaksanakan penugasan audit atas laporan keuangan historis yang menyediakan jasa audit atas dasar standar auditing yang tercantum dalam Standar Profesional Akuntan Publik.html INDEPENDENSI AUDITOR DAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI MEDIASI PENGARUH PEMAHAMAN Tanggal: 30/11/1999 Ukuran: 0.

akan bertindak jujur dan tegas dalam mempertimbangkan fakta. Demikian pula. maupun kepentingan akuntan publik itu sendiri. akuntan publik harus bersikap independen terhadap kepentingan klien. Oleh karena itu. pemakai laporan keuangan. memperoleh kepercayaan dari klien dan para pemakai laporan keuangan untuk membuktikan kewajaran laporan keuangan yang disusun dan disajikan oleh klien. sehingga para pemakai laporan keuangan seperti investor dan kreditur mempertanyakan eksistensi akuntan publik sebagai pihak independen. audit kepatuhan (compliance audit) dan audit laporan keuangan (Arens dan Loebbecke. Di Indonesia dikenal dengan nama Kode Etik Akuntan Indonesia. Auditor yang mempertahankan objektivitas. Di samping itu dengan adanya kode etik. bahkan mungkin bertentangan dengan kepentingan para pemakai laporan keuangan. tidak akan terpengaruh dan tidak dipengaruhi oleh berbagai kekuatan yang berasal dari luar diri auditor dalam mempertimbangkan fakta yang dijumpainya dalam pemeriksaan. masyarakat akan dapat menilai sejauh mana seorang auditor telah bekerja sesuai dengan standar-standar etika yang telah ditetapkan oleh profesinya. Akuntan publik dalam melaksanakan pemeriksaan akuntan. 2003:4). objektivitas dan independensi dalam melaksanakan tugasnya. Kurangnya independensi auditor dan maraknya manipulasi akuntansi korporat membuat kepercayaan para pemakai laporan keuangan auditan mulai menurun. Klien dapat mempunyai kepentingan yang berbeda. . dalam memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan yang diperiksa. terlepas dari kepentingan pribadi. Pasal 1 ayat 2 Kode Etik Akuntan Indonesia menyatakan bahwa setiap anggota harus mempertahankan integritas. Seorang auditor yang mempertahankan integritas. kepentingan pemakai laporan keuangan yang satu mungkin berbeda dengan pemakai lainnya. GAYA KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA AUDITOR Kantor akuntan publik merupakan sebuah organisasi yang bergerak di bidang jasa. Akuntan publik dalam menjalankan profesinya diatur oleh kode etik profesi.INDEPENDENSI AUDITOR DAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI MEDIASI PENGARUH PEMAHAMAN GOOD GOVERNANCE. Jasa yang diberikan berupa jasa audit operasional. Auditor yang menegakkan independensinya. akan bertindak adil tanpa dipengaruhi tekanan dan permintaan pihak tertentu atau kepentingan pribadinya.

1). baik oleh perusahaan bisnis manufaktur maupun non-manufaktur termasuk KAP sendiri. dalam kasus ini melibatkan KAP papan atas (Winarto. Easman Christensen) untuk melakukan penyuapan kepada aparat perpajakan Indonesia untuk mendapatkan keringanan atas jumlah kewajiban pajak yang harus dibayarnya (Sinaga. Akuntan publik bahkan dituduh sebagai pihak yang paling besar tanggungjawabnya atas kemerosotan perekonomian Indonesia (Ludigdo. Telkom yang melibatkan KAP ”Eddy Pianto & Rekan”. kasus penggelapan pajak oleh KAP ”KPMG Sidharta Sidharta & Harsono” yang menyarankan kepada kliennya (PT. Telkom tidak diakui oleh SEC (pemegang otoritas pasar modal di Amerika Serikat). namun secara mengejutkan pada 2 Desember 2001 dinyatakan pailit. Peran profesi auditor dalam hal ini harus lebih diberdayakan baik secara internal (KAP) maupun eksternal (stakeholder) agar mempunyai kontribusi yang lebih besar dalam mewujudkan good governance tersebut. Kasus Kimia Farma dan Bank Lippo juga berawal dari terdeteksinya manipulasi dalam laporan keuangan. salah satu kantor akuntan publik (KAP) dalam jajaran big four. 2006). Laporan keuangan AMKP-02 3 Enron sebelumnya dinyatakan wajar tanpa pengecualian oleh kantor akuntan Arthur Anderson. Kasus lain yang cukup menarik adalah kasus audit PT. AMKP-02 4 Oleh karena itu tuntutan terhadap terwujudnya good governance (tata kelola yang baik) sangat diperlukan. dan kemudian dihubungkan dengan terjadinya krisis ekonomi di Indonesia. 2006). 2002).E.Krisis moral dalam dunia bisnis yang mengemuka akhir-akhir ini adalah kasus Enron Corporation. Sementara itu Sunarsip (2001) mengemukakan bahwa terjadinya krisis ekonomi di Indonesia disebabkan oleh tata kelola yang buruk (bad governance) pada sebagian besar pelaku ekonomi (publik dan swasta). Hal ini disebabkan karena peran pentingnya akuntan dalam masyarakat bisnis. Di samping itu. Telkom oleh KAP yang lain. dkk. Kepailitan tersebut salah satunya karena Arthur Anderson memberikan dua jasa sekaligus. 2002). akuntan seolah menjadi profesi yang harus/paling bertanggung jawab. Berdasarkan kasus-kasus di atas. Lebih lanjut Sunarsip menyatakan bahwa peran profesi akuntan selama ini masih belum optimal dalam mewujudkan good governance. Pelanggaran-pelanggaran lain oleh perusahaan publik yang tidak terpublikasi oleh media ini disebabkan adanya benturan kepentingan (melanggar Keputusan Ketua Bapepam nomor Kep-32/PM/2000 peraturan nomor IX. Di Indonesia sendiri ada kasus Kimia Farma dan Bank Lippo. dalam kasus ini laporan keuangan auditan PT. dengan melibatkan kantor-kantor akuntan yang selama ini diyakini memiliki kualitas audit tinggi. Peristiwa ini mengharuskan dilakukannya audit ulang terhadap PT. Kasus keterlibatan 10 KAP yang melakukan audit terhadap bank beku operasi (BBO) dan bank beku kegiatan usaha. dalam Ludigdo. yaitu sebagai auditor dan konsultan bisnis (Santoso. Pemberdayaan auditor antara lain: .

Motivasi yang dimiliki seorang auditor akan mendorong keinginan individu auditor tersebut untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu untuk AMKP-02 5 mencapai suatu tujuan. standar umum dan prinsip akuntansi. Ketiga. motivasi. Aturan yang mengacu prinsip good governance tidak hanya akan mencegah skandal tetapi juga bisa mendongkrak kinerja korporat (Samianto. dan kepuasan kerja. Di samping itu juga dipatuhinya kode etik akuntan publik. harus bersikap independen dan menegakkan keadilan terhadap kepentingan klien. Pengetahuan akan hukum bisnis agar mampu mengidentifikasi perilaku bisnis yang lebih kompleks. juga pelaporan. Auditor juga harus mentaati aturan etika profesi yang meliputi pengaturan tentang independensi. accountability (akuntabilitas): menjelaskan peran dan tanggung jawabnya dalam melaksanakan pemeriksaan dan kedisiplinan dalam melengkapi pekerjaan. responsibility (pertanggungjawaban): memastikan dipatuhinya prinsip akuntansi yang berlaku umum dan berpedoman pada standar profesional akuntan publik selama menjalankan profesinya. Kinerja KAP yang berkualitas sangat ditentukan oleh kinerja auditor. komitmen profesional. 2004). Seorang auditor yang mempunyai kemampuan dalam hal auditing maka akan cakap dalam menyelesaikan pekerjaan. integritas dan obyektivitas. Kedua. Pertama. antara lain: kemampuan (ability). pemakai laporan keuangan. Keahlian dalam menganalisis kondisi mendatang (future) yang lebih baik sehingga opini yang dihasilkan akan sangat aktual dan terpercaya. serta tanggung jawab dan praktik lainnya (Satyo. Lebih lanjut Satyo menyatakan . Keempat. maupun terhadap kepentingan akuntan publik itu sendiri. 2005). Adapun kepuasan kerja auditor adalah tingkat kepuasan individu auditor dengan posisinya dalam organisasi secara relatif dibandingkan dengan teman sekerja atau teman seprofesi lainnya. Prinsip dasar konsep good governance pada KAP antara lain terkait dengan beberapa hal. tanggungjawab yang lebih besar dan kebebasan mengkreasi pekerjaan dalam membantu stakeholder namun tidak menyalahi etika profesi yang ada. tanggung jawab kepada rekan seprofesi. Auditor yang komitmen terhadap profesinya maka akan loyal terhadap profesinya seperti yang dipersepsikan oleh audititor tersebut. seorang auditor hendaknya memperhatikan prinsip dasar good governance dalam KAP tersebut. Larkin (1990) menyatakan bahwa terdapat empat dimensi personalitas dalam mengukur kinerja auditor. tanggung jawab kepada klien. fairness (keadilan): akuntan publik dalam memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan yang diperiksa. transparency (transparansi): hendaknya berusaha untuk selalu transparansi terhadap informani laporan keuangan klien yang diaudit.pemahaman good governance yang lebih baik. Secara ideal di dalam menjalankan profesinya.

atau mendukung temuan Somers dan Bimbaum (1998) bahwa komitmen organisasional (affective dan continuance) tidak . Terkait dengan good governance. Peneliti ingin membuktikan apakah auditor yang komitmen terhadap organisasinya akan mempengaruhi kinerjanya. gaya kepemimpinan (leadership style) juga dapat mempengaruhi kinerja. namun memberikan kebebasan yang lebih luas bagi auditor untuk mengkreasi pekerjaannya serta tanggung jawab yang lebih besar. Temuan Yousef mendukung hasil penelitian Meyer et al. (1989) dan Fernando et al. Yousef (2000) menyatakan bahwa komitmen organisasi memediasi hubungan antara perilaku kepemimpinan dengan kinerja. Hasil analisanya menunjukkan bahwa budaya organisasi dan gaya kepemimpinan berpengaruh positif signifikan pada komitmen organisasi. Alberto et al. Temuan ini memberikan sinyal bahwa gaya kepemimpinan seorang pemimpin sangat berpengaruh terhadap kinerja bawahannya. terutama untuk memperoleh karakter perusahaan yang kuat dalam menghasilkan manajemen kinerja yang unggul. di mana anggota organisasi lebih puas dengan pekerjaannya dan kinerja mereka menjadi tinggi. (2005) bahwa hubungan komitmen organisasional (affective dan continuance) dengan kinerja adalah positif dan kuat. Di samping itu budaya organisasi memoderasi hubungan perilaku pimpinan dengan kepuasan kerja.memahami kode etik saja tidak cukup untuk membuat perilaku karyawan dan perusahaan menjadi lebih baik dan etis. seperti yang dikemukakan Mayer et al. Lok dan Crawford (2004) meneliti tentang pengaruh gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap komitmen organisasi ditinjau dari tingkat pekerjaan dan AMKP-02 6 budaya antar Negara. 2002:575). akibat dari instrumen organisasi secara formal belum memadai. sedangkan di Hongkong gaya kepemimpinan berpengaruh negatif pada kepuasan kerja dan berpengaruh positif pada komitmen organisasi. Gaya kepemimpinan (leadership style) merupakan cara pimpinan untuk mempengaruhi orang lain atau bawahannya sedemikian rupa sehingga orang tersebut mau melakukan kehendak pimpinan untuk mencapai tujuan organisasi meskipun secara pribadi hal tersebut mungkin tidak disenangi (Luthans. Pemahaman good governance diimplementasikan pada perusahaan secara tepat. (2005) bahwa kepemimpinan berpengaruh positif kuat terhadap kinerja. juga berpengaruh signifikan terhadap learning organisasi. Demikian pula gaya kepemimpinan pada KAP sangat diperlukan karena dapat memberikan nuansa pada kinerja auditor yang cenderung bisa formal maupun informal. (2005). Gaya kepemimpinan berpengaruh lebih kuat terhadap komitmen organisasi di Australia. Fernando et al. di samping itu untuk mendapatkan kinerja yang baik diperlukan juga adanya pemberian pembelajaran terhadap bawahannya. (1989) serta didukung oleh Lok dan Crawford (2004). Gaya kepemimpinan yang cenderung informal lebih menekankan pola keteladanan pimpinan.

gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja auditor. karena hal ini perlu dipahami dan ditanggapi secara serius oleh masyarakat. dan komitmen organisasi terhadap kinerja pada perusahaan bisnis manufaktur sudah sering dilakukan. dengan asumsi auditor yang menegakkan independensi dan mempunyai komitmen terhadap organisasinya maka kinerjanya akan semakin baik. Menurut Otley (1980) pendekatan kontinjensi dalam penelitian dapat menjelaskan pengaruh bukti empiris yang tidak diharapkan dalam pengembangan teori yang menggunakan pengujian universalistik. budaya organisasi. maka isu sentral dari penelitian ini adalah: (1) Peneliti ingin membuktikan secara empiris. dan (3) Membuktikan secara empiris. Berdasarkan teori kontinjensi tersebut peneliti ingin menguji apakah auditor yang menegakkan independensinya juga mempunyai komitmen (loyalitas) yang tinggi terhadap organisasinya. karena auditor yang menegakkan independensinya dan komitmen terhadap organisasinya. tidak akan terpengaruh dan tidak dipengaruhi oleh berbagai kekuatan yang berasal dari luar diri auditor dalam mempertimbangkan fakta AMKP-02 7 yang dijumpainya dalam pemeriksaan. karena dengan etika suatu profesi akan mendapatkan kepercayaan publik terhadap kualitas jasa yang diberikan. Dengan demikian seorang auditor yang memahami good governance. Oleh karena itu. Auditing . Kebutuhan akan perilaku beretika dalam suatu profesi sangat penting. Peneliti juga ingin menguji apakah independensi auditor dan komitmen organisasi berfungsi sebagai variabel kontinjensi. seperti KAP dengan responden auditor independen. hasil penelitian selanjutnya akan sama ataukah berbeda apabila dilakukan pada KAP.berhubungan dengan kinerja. dengan merujuk teori Otley (1980). apakah independensi auditor dan komitmen organisasi sebagai variabel intervening akan memediasi pengaruh pemahaman good governance. karena etika akan sangat mempengaruhi setiap profesi yang akan mereka jalani. tetapi masih jarang sekali dilakukan penelitian pada perusahaan bisnis non-manufaktur. (2) Mengembangkan dan melakukan kajian lebih lanjut penelitian terdahulu yang masih kontroversi.Etika Profesi Etika merupakan topik yang menarik dan menyita banyak perhatian dalam masyarakat saat ini. ditunjang gaya kepemimpinan yang ideal serta budaya organisasi yang didukung dengan independensi serta mempunyai komitmen (loyalitas) yang tinggi terhadap organisasinya maka kinerja auditor tersebut diharapkan menjadi lebih baik. Penelitian akuntansi keperilakuan (behavior) tentang gaya kepemimpinan. Penelitian ini menggunakan independensi auditor dan komitmen organisasi sebagai variabel intervening. dan kemudian akan meningkatkan kinerjanya. Perhatian ini merupakan indikasi penting perilaku beretika dimasyarakat. .

Pengacara dalam menjalankan profesinya ia dituntut untuk membela orang yang telah menyewa jasanya. ada beberapa prinsip etika yang tidak dirumuskan dalam IAI tetapi dianggap menjiwai kode perilaku IAI. Objektivitas dan independensi Suatu profesi terutama akuntan harus mempertahankan objektivitasnya dalam menjalankan tanggung jawabnya. Moral biasanya dipakai untuk perbuatan yang sedang dinilai/dikaji yang merupakan subyek. Secara etimologi kata etika berasal dari bahasa Yunani yang dalam bentuk tunggal yaitu ethos dan dalam bentuk jamak yaitu ta etha. Pada akhirnya etika akan menghimbau orang untuk bertindak sesuai dengan moralitas. Contohnya: profesi pengacara. "Ethos" yang berarti sikap. Masyarakat akan sangat menghargai profesi yang menerapkan standar mututinggi terhadap pelaksanaan pekerjaannya. Prinsip-prinsip tersebut akan sangat berguna karena kini banyak para pengemban profesi yang menyalahgunakan tanggung jawabnya hanya untuk kepentingan pribadi mereka.Untuk itu.  ETIKA PROFESIONAL Etika profesional diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa yangdiserahkan oleh profesi. antara lain: 1. agar penyimpangan atau penyalahgunaan etika dapat dihindari dan ditegakkan. karena masyarakat akan merasa terjamin untuk memperolehjasa yang dapat diandalkan dari . 4. Etika secara umum didefinisikan sebagai perangkat prinsip moral atau nilai. Etika sangat dibutuhkan dalam menjalankan suatu profesi. 5. sikap inilah yang membedakan profesi akuntan dengan profesi . Keseksamaan Akuntan harus mematuhi standar teknis dan etika profesi. 3. Tanggung jawab Dalam melaksanakan tanggung jawabnya secara profesional. Dan dengan adanya profesionalisme. agar memperoleh kepercayaan masyarakat. sedangkan akuntan ditugaskan dan dibayar oleh perusahaan untuk mengeluarkan laporan keuangan. untuk menghasilkan nafkah hidup. Istilah profesi itu sendiri adalah suatu pekerjaan yang mengandalkan keahlian dan keterampilan tertentu. suatu profesi akan memperoleh kepercayaan publik atas kualitas jasa yang diberikan. Kepentingan masyarakat Suatu profesi harus mendahulukan kepentingan masyarakat. Sedangkan moral berasal dari kata latin "mos" yang dalam bentuk jamaknya "mores" yang berarti adat atau cara hidup. pertama-tama kita perlu mengetahui. tetapi yang mengambil manfaat dari audit itu adalah para pemakai laporan. Selain itu juga harus bersikap independen. apakah etika itu?. Namun keduanya memiliki perbedaan. Lingkup dan sifat jasa Akuntan harus mematuhi prinsip-prinsip perilaku profesional. Profesionalisme itu sendiri adalah tanggung jawab untuk berperilaku yang lebih dari sekedar memenuhi tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. karena suatu profesi menuntut adanya profesionalisme. harus mempertimbangkan moral dan berlandaskan standar profesi dalam menjalankan semua aktivitasnya agar hasil yang dicapai efektif dan efisien. 2. Selain itu. Etika sangat erat kaitannya dengan profesi. sedangkan etika dipakai untuk pengkajian nilai-nilai yang merupakan aktivitas atau hasil kajian. cara berpikir. 6.profesi lain. menghargai kepercayaan masyarakat dan menunjukkan komitmen pada profesionalisme. Integritas Integritas atau kejujuran merupakan jaminan yang harus diberikan kepada masyarakat. perlu pula ditegaskan dengan adanya hukuman bagi para pelanggar etika profesi. Untuk mewujudkan perilaku profesional tersebut. watak kesusilaan atau adat. Pengertian etika sama artinya dengan moral.

Kompetensi menunjukkan terdapatnya pencapaian dan pemeliharaan suatu tingkatanpemahaman dan pengetahuan yang memungkinkan seorang anggota memberikan jasa dengankemudahan dan kecerdikan. prinsip etika. Prinsip Etika memberikan rerangka dasar bagi aturan etika yang mengatur pelaksanaanpemberian jasa profesional oleh anggota. Usaha kolektif semua anggota diperlukan untukmemelihara dan meningkatkan tradisi profesi. Kepentingan publikdidefiniskan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani oleh anggota secarakeseluruhan.Prinsip kedua: Kepentingan Publik Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada  publik.interpretasi aturan etika.Prinsip kelima: Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional kehati-hatian profesional mengharuskan anggota untuk memenuhi tanggung jawabprofesionalnya dengan kompetensi dan ketekunan. akuntan manajemen.Prinsip objektivitas mengharuskan anggota bersikap adil. Sehingga kode etik yang dikeluarkan oleh IAI tidak hanya mengaturanggotanya yang berpraktik sebagai akuntan publik. sebagai profesi akuntan. Anggota diharapkan untuk memberikan jasa berkualitas. tetapi tidak dapat menerima kecurangan atau peniadaan prinsip. demikepentingan pengguna jasa dan konsisten dengan tanggung jawab profesi kepada publik. setia anggota harus senantiasamenggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. Kompetensi profesional dapat dicapai melalui dua fase yang terpisah:pencapaian kompetensi profesional dan pemeliharaan kompetensi profesional. Kerahasiaan jugamengharuskan anggota untuk memperoleh informasi selama melakukan jasa profesional tidakmenggunakan atau terlibat menggunakan informasi tersebut untuk keuntungan pribadi atau keuntunganpihak ketiga. memelihara kepercayaan masyarakat dan menjalankan tanggungjawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri. IAI adalah satu-satunya organisasiprofesi akuntan di Indonesia. tidak memihak.Prinsip keempat: Objektivitas Objektivitas adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota.profesi yang bersangkutan.Prinsip kedelapan: Standar Teknis standar teknis dan standar profesional yang harus . semuanya dilakukan dengan tingkat profesionalisme yangkonsisten dengan prinsip etika profesi. jujur secara intelektual. Artinya. Begitu juga profesi akuntan publik perlumenerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan audit oleh anggota profesi akuntan. (4).Prinsip ketiga: Integritas integritas mengharuskan seorang anggota untuk jujur dan berterus terang tanpa harusmengorbankan rahasia penerima jasa. akuntan yang bekerja sebagai pendidik. Ikatan akuntan indonesia beranggotakan auditor dari berbagai tipe(auditor independen dan auditor intern). namun mengatur perilaku semua anggotanya yangberpraktik dalam berbagai tipe profesi auditor dan profesi akuntan lain. serta bebas dari benturan kepentingan atau berada dibawah pengaruh pihaklain.Prinsip keenam: Kerahasiaan Kerahasiaan tidaklah semata-mata masalah pengungkapan informasi.serta akuntan sektor publik. Integritas dapat menerima kesalahan ang tidak disengaja dan perbedaan pendapatyang jujur. aturan etika.Kode Etik Akuntan Indonesia kode etik IAI dibagi menjadi empat bagian berikut ini: (1). dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme. mengenakan imbalan jasa yangpantas. (2). Etika profesional bagi praktik akuntan di indonesia disebut dengan istilah kode etik dandikeluarkan oleh ikatan akuntan indonesia. dan tanya jawab. tidakberprasangka atau bias. pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan olehkepentingan pribadi.  Prinsip ketujuh: Perilaku Profesional setiap anggota harus berprilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhitindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. Anggotajuga harus selalu bertanggung jawab untuk bekerja sama dengan sesama anggota untukmengembangkan profesi akuntansi. (3). menghormati publik. Berikut ini prinsip etika profesi akuntan indonesia yangdiputuskan dalam kongres VIII IAI tahun 1998:Prinsip kesatu: Tanggung Jawab Profesi Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional. serta menawarkan berbagai jasa. bahwa anggota mempunyai kewajibanuntuk melaksanakan jasa profesional dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya.

Komunikasi anarakuntan publik Anggota wajib berkomunikasi tertulis dengan akuntan publik pendahulu bila akan mengadakanperikatan (engagement) audit menggantikan akuntan publik pendahulu. Anggota KAP harus memenuhi standar berikut ini beserta interpretasi yang terkai yangdikeluarkan oleh badan pengatur standar yang diterapkan IAI: 1. Kecermatan dan keseksamaan profesional 3. atauia menyatakan bahwa ia tidak menemukan perlunya modifikasi material yang harus dilakukan terhadaplaporan atau data tersebut agar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.  Perikatan atestasi Akuntan publik tidak diperkenankan mengadakan perikatan atestasi yang jenis atestasi danperiodenya sama dengan perikatan yang dilakukan oleh akuntan yang lebih dahulu ditunjuk oleh klien.Tanggung jawab kepada rekan seprofesi Anggota wajib memelihara citra profesi. perpajakan. atestasi. Aturan etika kompartemen akuntan publik ini berlaku efektiftanggal 5 mei 2000.Prinsip-prinsip akuntansi Anggota KAP tidak diperkanankan: menyatakan pendapat atau memberikan penegasan bahwalaporan keuangan lain suatu entitas disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. melakukan promosi pemasaran dan kegiatan pemasaran lainnya sepanjang tidakmerendahkan citra profesi.Integritas dan Objektivitas Anggota KAP harus mempertahankan integritas dan dan objektivitas harus bebas dari benturankepentingan (conflict of interest) dan tidak boleh membiarkan faktor salah saji material (materialmisstatement) yang diketahuinya atau mengalihkan (mensubordinasikan) pertimbangannya kepadapihak lain. tingkat keahlian yang diperlukan. Perencanaan dan supervisi  4. atau jasa profesional lainnya wajib memenuhi standar yangdikeluarkan oleh badan pengatur standar yang diterapkan oleh IAI.Fee Profesional Besaran fee anggota dapat bervariasi tergantung resiko penugasan. struktur biaya KAP dan pertimbangan profesional lainnya.Iklan promosi dan kegiatan pemasaran lainnya Anggota dalam menjalankan praktik akuntan publik diperkenankan mencari klien melaluipemasangan iklan.Perbuatan dan perkataan yang mendiskreditkan Anggota tidak diperkenankan melakukan tindakan dan atau mengucapkan perkataan yangmencemarkan profesi.Standar umum.Aturan etika kompartemen akuntan publik Aturan etika secara khusus ditujukan untuk mengatur perilaku profesional yang menjadianggota kompartement akuntan publik. badan pengatur.Bentuk organisasi dan KAP Anggota hanya dapat berpraktik akuntan publik dalam bentuk organisasi . International Federation of Accounts.Komisi dan Fee referal Komisi adalah imbalan dalam bentuk uang atau barang atau bentuk lainnya yang diberikankepada atau diterima dari klien/pihak lain untuk memperoleh perikatan dari klien/pihak lain Fee referal (rujukan) adalah imbalan yang diberikan/diterima kepada/dari sesama penyedia jasaprofesional akuntan publik. Sikap independen tersebut haruslah meliputi independen dalam fakta (in fact) maupun dalampenampilan (in appearance). danperaturan perundang-undangan yang relevan. kompleksitas jasa yangdiberikan.Informasi klien yang rahasia anggota KAP tidak diperkenankan mengungkapkan informasi klien yang rahasia. review. Kepatuhan terhadap standar Anggota KAP yang melaksanakan penugasan jasa auditing.ditaati oleh anggota adalah standar yangdikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.konsulatasi manajemen. Fee tidak dianggap kontinjen jika ditetapkan oleh pengadilan atau badanpengatur atau dalam hal perpajakan. Fee kontinjen adalah fee yang ditetapkan untuk pelaksanaan suatu jasa profesional tanpa adanyafee yang akan diberikan. Data relevan yang memadai 5. dengan tidak melakukan perkataan dan perbuatan yangdapat merusak reputasi rekan seprofesi. apabila laporan tersebutmemuat penyimpangan yang berdampak material. Kompetensi profesional 2. aturan etika tersbut adalah sebagai berikut:Independensi Anggota KAP harus selalu mempertahankan sikap mental independen dalam menjalankanprofesinya sebagaimana yang diatur dalam standar profesional akuntan publik yang diterapkan olehIAI.kecuali untuk memenuhi ketentuan perudang-undangan atau peraturan yang dibuat oleh badan yangberwenang. tanpapersetujuan dari klien. kompilasi.

dan pernyataan tertulis dari pihak yang mengetahui. menganalisadan mereview 2. Semakin kuat pengendalian intern semakin sedikit bukti audit yang harus dikumpulkan. Buktidokumenter yang dibuat pihak luar yang bebas dikirimkan langsung kepada auditor. Faktor ekonomi. 3. menghitung kembali dan melakukan rekonsiliasi jumlah-jumlah yangberhubungan dengan penerapan informasi yang sama. Pengendalian yang dibentuk dalam setiap kegiatan perusahaan dapat digunakan untukmengecek ketelitian dan keandalan data kuntansi. auditor pelu dasar yang layakberkaitan dengan tingkat keyakinan secara keseluruhan. Bukti lisan. Kesalahan dapat diketahui dengan adanyapengecekan silang (cross check) dan cara-cara pembuktian (proof) yang dibentuk didalamnya. 2.Jika pengendalian intern lemah. cara perolehan buktiKelayakan Bukti Audit Untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan. Tipe data akuntansi: pengendalian intern. Kompetensi bukti audit berhubungan dengan kualitas atau keandalan data akuntansi dan informasi penguat. Perhitungan yang dilakukan sendiri oleh auditor untuk membuktikan ketelitianperhitungan yang terdapat dalam catatan klien merupakan salah satu bukti audit yang bersifatkuantitatif.Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Bukti Audit Faktor yang mempengaruhi pertimbangan auditor dalam menentukan cukup tidaknya buktiaudit adalah: 1. Tipe informasi penguat: Bukti fisik. notulen rapat. informasi yang diperoleh auditormelalui permintaan keterangan.Informasi Penguat Informasi penguat meliputi segala dokumen seperti cek. objektivitas 11. Kompetensi informasi penguat dipengaruhi berbagai faktor berikut ini: 7. cross footing (penjulahan horisontal). Ukuran dan karakteristik populasi. Tipe bukti audit ini dibuat dari kertas bertuliskan huruf dan atau angka atausimbol-simbol yang lain. kepemilikan publik versus terbatas. menelusuri kembali langkah0langkah prosedur yang diikuti dalam proses akuntansidan dalam pembuatan laporan 3. Menurut sumbernya bukti dokumenter dibagi menjadi tiga golongan:1. Pertimbangan auditor tentang kelayakan buktiaudit dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini: 1. Pengendalian intern yang kuat menyebabkan keandalan catatan akuntansi dan buktibukti lainnya yang dibuat dalam organisasi klien.konfirmasi. auditor harus mengumpulkan lebih banyak bukti audit. Keandalan catatan akuntansi dipengaruhi secara langsung oleh efektivitas pengendalian intern. inspeksi dan pemeriksaan fisik. sumber 9. 4. 2. 5. faktur.2. Contoh: footing (penjumlahan vertikal).Data Akuntansi Auditor menguji data akuntansi yang mendasari laporan keuangan dengan jalan 1. Kondisi keuangan. Kuatlemahnya pengendalian intern merupakan faktor utama yang menentukan jumlah bukti audi yang harusdikumpulkan.yang diizinkan olehperaturan perundang-undangan yang berlaku dan/atau tidak menyesatkan dan merendahkan citraprofesi. Bukti audit yang mendukung laporan keuangan terdiri dari: data akuntansi dan semua informasipenguat (corroborating information) yang tersedia bagi auditor. Perhitungan.Tipe Bukti Audit Tipe bukti audit dapat digolongkan berikut ini:1. bukti dokumenteryang dibuat dan disimpan dalam organisasi klien. integritas manajemen 3. buktidokumenter yang dibuat pihak luar yang bebas yang disimpan dalam arsip klien. relevansi 8. pertimbangan profesional 2. 3. Tipe bukti ini pada umumnya dikumpulkan oleh auditor dalam pemeriksaan terhadapsediaan dan kas. mateerialitas dan risiko. Catatan akuntansi. 4. Adalah bukti audit yang diperoleh dengan cara inspeksi atau perhitungan aktivaberwujud. yang dapat digunakan oleh auditor sebagai dasar untuk menyatakanpendapatnya. Bukti dokumenter. Keandalan catatan akuntansi sebagai bukti audit tergantung pada pengendalian intern yang  diterapkan dalam penyelenggaraan catatan akuntansi tersebut. surat kontrak. ketepatan waktu 10. pengamatan. serta informasi lain yangdikembangkan oleh atau tersedia bagi auditor yang memungkinkannya untuk menarik kesimpulanberdasarkan alasan yang kuat.  6.  BUKTI AUDIT Bukti audit adalah segala informasi yang mendukung angka-angka atau informasi lain yangdisajikan dalam laporan keuangan. Auditor mendapatkan keterangan yang meliputi .

Spesialis adalah seorang atau perusahaan yang memiliki keahlian ataupengetahuan khusus dalam bidang selain akuntansi dan auditing. Auditor menerima jawaban langsung dari pihak ketiga tersebut. inspeksi. Prosedur yang ditempuh oleh auditor dalam konfirmasi adalah: 1. Pemeriksaan bukti pendukung (vouching). Auditor harus membuat surat perjanjian kerja dengan spesialis. pengamatan (observation). kemungkinan pengumpulan piutang usaha yang sudah lama tidaktertagih. Klien meminta kepada pihak luar yang ditunjuk oleh auditor untuk memberikan jawaban langsung kepada auditor mengenai informasi yang ditanyakan auditor tersebut. Penghitungan (counting). 3. auditor melakukanpenelusuran informasi sejak mula-mula data tersebut direkam pertama kali dalam dokumen. Prosedur audit ini terutamaditerapkan terhadap bukti dokumenter. penilai (appraiser). dilanjutkandengan pelacakan pengolahan data tersebut dalam proses akuntansi. Bukti audit berupa perbandingan dan rasio ini dikumpulkan olehauditor pada awal audit untuk membantu penentuan objek audit yang memerlukan penyelidikan yangmendalam dan diperiksa kembali pada akhir audit untuk menguatkan kesimpulan-kesimpulan yangdibuat atas dasar bukti-bukti yang lain.4. Coantoh : pengacaraa. Dalam melaksanakan prosedur audit ini. Prosedur audit ini meliputi: 1.masalah-masalah yang sangat luas. Prosedur ini merupakan pengulangan aktivitas yangdilaksanakan oleh klien. Perbandingan dan rasio. pertanggung jawaban semua formulir bernomor urut cetak. alasan penggunaan prinsip akunatansi yangtidak berterima umum di indonesia. 2. Teknik audit berbantukan komputer (computer-assisted audit techniques). Bilamana catatanakuntansi klien diselenggarakan dalam media elektronik. Pemeriksaan dokumen pendukung (vouching)merupakan prosedur audit yang meliputi: 1. Auditor meminta dari klien untuk menanyakan informasi tertentu kepada pihak luar.  7. catatan dan daftar untukmendeteksi unsur-unsur yang tampak tidak biasa yang memerlukan penyelidikan lebih mendalam.3. .seperti kebijakan akuntansi. Bukti dari spesialis. Konfirmasi.geologist. penghitungan fisik terhadap sumberdaya berwujud. Inspeksi merupakan pemeriksaan secara rinci terhadap dokumen atau kondisi fisik sesuatu. Umumnya pelaksanaan ulang diterapkan pada penghitungan dan rekonsiliasiyang telah dilakukan oleh klien.2. auditor perlu menggunakan computer-assistedaudit techniques dalam menggunakan berbagai prosedur audit yang telah dijelaskan. Penelusuran (tracing).  Prosedur Audit Prosedur audit adalah intruksi rinci untuk mengumpulkan tipe bukti audit tertentu yang harusdiperoleh pada saat tertentu dalam audit. Bukti audit yang dihasilkan dari prosedur iniadalah bukti lisan dan bukti dokumenter. Ia harus memahami metode-metode dan asumsi-asumsi yang digunakan oleh spesialis tersebut dan harus melakukan pengujianterhadap akuntansi yang diserahkan oleh klien kepada spesialis tersebut. Scanning. dan kemungkinan adanya utang bersyarat. lokasi catatan dan dokumen. tetapitidak boleh menerima begitu saja hasi-hasil penemuan spesialis tersebut. 2.6. 2. Permintaan keterangan (enquiry).Prosedur ini dilakukan untuk menentukan keaslian dokumen tersebut. Pembandingan dokumen tersebut dengan catatan akuntansi yang berkaitan.. insinyur sipil. 2.5. Permintaan keterangan merupakan prosedur audit yangdilakukan dengan meminta keterangan secara lisan. Pelaksanaan ulang (reperforming).8. Prosedur audit antara lain:1. inspeksi terhadap dokumen-dokumen yang mendukung suatu transaksi atau data keuangan untuk menentukan kewajaran dan kebenarannya. Scanning merupakan review secara cepat terhadap dokumen.