P. 1
Apa itu Banjir

Apa itu Banjir

|Views: 134|Likes:
Published by Farhan Bin Naraf

More info:

Published by: Farhan Bin Naraf on Dec 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/07/2016

pdf

text

original

Apa itu Banjir & apa saja penyebab Banjir?

Sebelum kita bahas definisi dan sebab terjadinya, alangkah lebih pasnya jika kita terlebih dahulu melihat disekitar kita tentang fakta banjir atau kita baca berita tentang kejadian banjir. salah satu kejadian masih baru dibenak kita yaitu banjir wasior. Jayapura, Sebanyak 15 orang warga Wasior, ibukota Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat meninggal dunia akibat banjir bandang yang melanda daerah itu, Senin (4/10). Air bah setinggi atap rumah warga atau sekitar tiga meter, tiba-tiba datang dan merusak ribuan bangunan dan jembatan. “Kami semua panic, sebab saat itu masih sekitar pukul 07.00 WIT dan sebagian warga baru akan memulai aktifitasnya. Saat ini kami masih terisolasi,” kata Jeremi, penduduk setempat. Lanjut Jeremi, banyak kendaraan roda empat yang menyangkut diatap rumah warga. “Ini kejadian pertama kali di Wasior. Kami semua tak pernah membayangkan,” ungkapnya.

Pasalnya, air langsung mengalir sejauh lima kilometer dari arah Manggirai hingga ke bandara setempat. “Banyak warga saat kejadian pagi tadi, menyelamatkan diri dengan bertahan disejumlah tiang ataupun pohon-pohon,” jelasnya kepada Tempo, Senin (4/10), di Wasior. Air deras yang bercampur lumpur itu keluar dari arah gunung disekitar Kota Wasior. Air deras tersebut langsung merusak sejumlah bangunan dan jembatan. "Ribuan bangunan, baik rumah warga, gedung sekolah, puskesmas, kantor polisi, perkantoran dan jembatan habis rata dengan tanah, diterjang air itu," ungkapnya.[detikpos.net] Nah begitulah fakta bajir, sekarang kita akan mendefinisakan banjir Menurut ahli hidrologi banjir2 di indonesia itu dibagi menjadi tiga jenis: Pertama, banjir disebabkan sungai meluap, biasanya terjadi akibat dari sungai tidak mampu lagi menampung aliran air yang ada disungai itu akibat debit airnya sudah melebihi kapasitas. Kalo dah kayak gini, airnya itu akan mencari tempat lain, tempat itu ada dikanan kiri sungai yang biasanya merupakan daerah dataran banjir (apa lagi itu “dataran banjir”, itu bahasa Geomorfologi). luapan air ini bisa juga terjadi akibat kiriman, bila curah hujan tinggi di hulu sungai dan sistem DAS dari sungai itu rusak maka luapan airnya akan terjadi di hilir sungai. Kedua, banjir lokal. Dari namanya aja mungkin kita bisa langsung ngerti apa yang

n bisa juga karena daerah resapan airnya tinggal dikit) maka kemungkinan terjadinya banjir lokal akan sangat tinggi sekali. ketinggian muka air laut akan meningkat. Saat ini yang paling hangat dibicarakan akibat dari perubahan lingkungan adalah terjadinya pemanasan global. Pada saat air jatuh kepermukaan bumi dalam bentuk hujan (presipitasi). perubahan geomorfologi. Perubahan iklim menyebabkan pola hujan berubah dimana saat ini hujan yang terjadi mempunyai waktu yang pendek tetapi intensitasnya tinggi. Dataran banjir merupakan derah yang terbentuk akibat dari sedimentasi (pengendapan) banjir. Ketiga. banjir akibat pasang surut air laut. Akibat keadaan ini saluran2 yg ada tidak mampu lagi menampung besarnya aliran permukaan dan tanah2 cepat mengalami penjenuhan. Dan kedua adalah perubahan dari masyarakat itu sendiri Hujan merupakan faktor utama penyebab banjir. sekarang kita tengok yg tidak alami atau akibat dari perubahan Ada dua faktor perubahan kenapa banjir terjadi: Pertama itu perubahan lingkungan dimana didalamnya ada perubahan iklim. dataran banjir merupakan daerah yg subur bagi pertanian. khususnya di daerah perkotaan. Dataran banjir biasanya terbentuk di daerah pertemuan2 sungai. mengapa bisa alami??? Karena dataran banjir terbentuk akibat dari peristiwa banjir. otomatis aliran air di bagian muara sungai akan lebih lambat dibandingkan bila saat laut surut. Perubahan lingkungan? Tidak bisa kita pungkiri. Faktor Penyebab banjir Pada dasarnya banjir itu disebabkan oleh luapan aliran air yang terjadi pada saluran atau sungai. mempunyai air tanah yang dangkal sehingga cocok sekali bagi pemukiman dan perkotaan. dengan semakin meningkatnya populasi manusia telah menyebabkan semakin terdesaknya kondisi lingkungan.dimaksud banjir lokal. Semakin lama jumlah vegetasi semakin berkurang. Saat banjir terjadi. Selain melambat. Pada saat curah hujan tinggi dilokasi setempat dimana kondisi tanah dilokasi itu sulit dalam melakukan penyerapan air (bisa karena padat. Akibat dari peristiwa sedimentasi ini. Berdasarkan penelitian Diarniti (2007) jumlah . saat air pasang. tidak hanya air yang di bawa tapi juga tanah2 yang berasal dari hilir aliran sungai. Sebenarnya banjir merupakan peristiwa yang alami pada daerah dataran abnjir. bila aliran air sungai sdah melebihi kapasitasnya (ditempat yang datar atau cekungan) maka air itupun akan menyebar kesegala arah & terjadilah banjir. bisa juga karena kondisinya lembab. Banjir ini merupakan banjir yang terjadi akibat air yang berlebihan ditempat itu dan meluap juga ditempat itu. (apa hubungannya pasang surut ama banjir?) Erat bangat. maka air itu akan mengalir ketempat yang lebih rendah melalui saluran2 atau sugai2 dalam bentuk aliran permukaan (run off) sebagian akan masuk/meresap kedalam tanah (infiltrasi) dan sebagiannya lagi akan menguap keudara (evapotranspirasi). ditempat yang tinggi maupun tempat yg rendah. selain itu kita juga telah merubah penggunaan lahan ~yang juga perubahan lingkungan~ yang berakibat pada berkurangnya tutupan lahan. Itu faktor penyebab yg alami…. Bisa terjadi dimana saja. perubahan geologi dan perubahan tata ruang.

Perubahan penggunaan lahan dan otomatis juga terjadi perubahan tutupan lahan ~penggunaan lahan itu ada pemukiman. Padang. ini membuktikan bahwa vegetasi sebagai pengatur tata air dimana pada saat hujan tanaman membatu proses infiltrasi sehinggaa air disimpan sebagai air bawah tanah dan dikeluarkan saat musim kemarau. Maros. Hasil penelitian Bruijnzeel (1982) dalam Onrizal (2005) yang di lakukan pada areal DAS Kali Mondoh pada tanaman hutan memperlihatkan bahwa debit sungai pada bulan mei. makanya jngan heran kalau sewaktu-waktu hujan bisa sangat tinggi intensitasnya dan kadang sangat rendah. Menurut Suroso dan Santoso (2006) dalam WWF-Indonesia (2007) perubahan penggunaan lahan sangat berpengaruh terhadap peningkatan debit sungai. Berdasarkan analisis statistik data curah hujan dari tahun 1900 sampai tahun 1989 terhadap variansi hujan dengan menggunakan uji F dihasilkan bahwa telah terjadi perubahan intensitas hujan untuk lokasi Ambon. kedua fenomena ini menyebabkan terjadinya peningkatan curah hujan diatas normal.7 m3/ha/blan.5%. tanaman kopi 3%. Busyed dah… I luv U vegetasi… :mrgreen: .9 mm/bln di bandingkan dengan DAS tidak berhutan. klo gitu dah berkurang 27.86%. penebangan hutan menyebabkan terjadinya kenaikan aliran permukaan sebesar 624 mm/th. Dalam makalah yang sama Yuwono (2005) juga mengungkapkan pengurangan luas hutan dari 36% menjadi 25%.2 mm/bln. trus seandainya klo tanah2 dah tertutup beton pasti lebih tinggi lagi dunk aliran permukaannya hehehehe… Kembali lagi kita ke hutan yang digunakan sebagai sampel apabila ga ada vegetasi dan pengaruhnya terhadap aliran permukaan dan debit sungai.45% dari tahun 1994 sampai 2003. Sedangkan kemampuan peresapan air pada DAS berhutan lebih besar 34. Selain itu hasil penelitiannya juga menunjukkan bahwa apabila tanaman di bawah pohon hutan ~tanaman2 yg kecil2 tuh~ itu hilang akan menyebabkan peningkatan aliran permukaan yang mencapai 6. Kupang. sawah. hasil penelitian Fakhrudin (2003) dalam Yuwono (2005) menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan di DAS Ciliwung tahun 1990-1996 akan meningkatkan debit puncak dari 280 m3/det menjadi 383 m3/det. agustus dan september lebih tinggi dari curah hujan yang terjadi pada saat bulan2 tersebut. tegalan. tp juga di sebabkan oleh perubahan penggunaan lahan dan penyempitan saluran drainase (sungai). berdasarkan kesimpulan penelitian tersebut bukan hanya faktor iklim yang menyebabkan terjadinya banjir. Palembang.31% dan pada tahun 2003 itu 17. dan juga meningkatkan persentase hujan menjadi direct run-off dari 53 % menjadi 63 %. Onrizal (2005) juga mengungkapkan bahwa penebangan hutan menyebabkan berkurangnya air tanah rata-rata sebesar 53. Menurut Castro (1959) tingkat aliran permukaan pada hutan adalah 2. Itu baru perhitungan yg di lakukan pada daerah hutan yg ditebang dimana masih ada tanah yang bisa meresapkan air. 15% dan 0% akan menaikkan puncak . Aliran permukaan terjadi apabila curah hujan telah melampaui laju infiltrasi tanah. Memang. Kotaraja. ini Denpasar lho… gimana Jakarta ya… Akibat pemanasan global menyebabkan terjadinya perubahan pada pola iklim yg akhirnya merubah pola curah hujan. Berdasarkan kajian LAPAN (2006) ~LAPAN lho ini :D ~ banjir yang terjadi di Jakarta Januari tahun 2002.vegetasi di denpasar pada tahun 1994 adalah 45. 2006). rumput 18% sedangkan tanah kosong sekitar 60%. dan Pontianak (Slamet dan Berliana. Sedangkan berdasarkan penelitian Onrizal (2005) di DAS Ciwulan. Branti. ladang dll sedangkan tutupan lahan itu vegetasi yang tumbuh di atas permukaan bumi :D ~ menyebabkan semakin tingginya aliran permukaan. Juni 2004 dan Februari 2007 bertepatan dengan fenomena La Nina dan MJO (Madden-Julian oscillation). juli.

R.4%. bendungan2 dan sungai2. *disusun ulang oleh pak yus dari tulisan A. kapasitas daya tampung dari saluran irigasi tersebut menjadi lebih kecil yang akhirnya dapat menyebabkan banjir walaupun dalam kondisi curah hujan normal. 60% dan 90%. pendangkalan sungai atau waduk2 serta makin meluasnya lahan-lahan kritis. Panjang dah rentetannya klo dah kayak gini. saat terjadi perubahan penggunaan lahan dari hutan menjadi tegalan. tanah yang hilang dan terangkut inilah yang menjadi sedimentasi yang dapat mendangkalkan waduk2. . sekarng kita coba hubungkan dengan erosi dan sedimentasi. Menurut Priatna (2001) kerusakan tanah akibat terjadinya erosi dapat menyebabkan bahaya banjir pada musim hujan. banyak lapisan atas tanah yang hilang dan terangkut ke tempat-tempat yang lebih rendah. As-syakur. menurut Yuwono (2005) pengurangan luas hutan dari 36% menjadi 25%. Akibat dari erosi ini tanah menjadi padat.7%. setelah terjadi seperti itu. 58. maka kemungkinan erosi akan semakin tinggi.banjir berturut-turut 12. 15% dan 0% akan meningkatkan laju erosi sebesar 10%.7% dan 90. proses infiltrasi terganggu. Td kita ngomongin aliran permukaan dan debit sungai.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->