bahan dasar. Dengan alasan ini maka penggunaan gerakan ayun harusmemperhatikan tebal bahan dasar .

Alur Spiral

Alur Zig-zag

• Alur segitiga •

Posisi pengelasan • Posisi di bawah tangan

Posisi horizontal (2G Pengelasan pipa 2G adalah pengelasanposisi horizontal. • Posisi datar (horizontal) Mengelas dengan horizontal biasa disebut juga mengelas merata dimanakedudukan benda kerja dibuat tegak dan arah elektroda mengikuti horizontal.Gerakan seperti ini diulangi untuk pengisian berikutnya. .Adapun posisi sudut electrodepengelasan pipa 2G yaitu 90º Panjang gerakan elektrode antara 1-2 kali diameterelektrode. Bila terlalu panjang dapat mengakibatkan kurang baiknya mutu las. tetapi dapat juga dilakukan penetrasi pada satu sisi saja. oleh karena itu diperlukan perlengkapanyang serba lengkap. Type posisi datar(1G) didalam pelaksanaannya sangat mudah. Dapat diapplikasikan pada materialpipa dengan jalan pipa diputar.Untuk pengelasan pengisian dilakukan dengan gerakan melingkar dan diusahakandapat membakar dengan baik pada kedua sisi kampuh agar tidak terjadi cacat.Kesulitan pengelasan posisi horizontaladalah adanya gaya gravitasi akibatnyacairan las akan selalu kebawah. • Posisi tegak (vertical) Mengelas posisi tegak adalah apabila dilakukan arah pengelasannya keatasatau ke bawah.Panjang busur diusahakan sependek mungkin yaitu ½ kali diameter elektrode las. yaitu pipa padaposisi tegak dan pengelasan dilakukansecara horizontal mengelilingi pipa.Posisi bawah tanganmerupakan posisipengelasan yang palingmudah dilakukan.Sewaktu mengelas elektroda dibuat miring sekitar 5 derajat – 10 derajatterhadap garis vertical dan 70 derajat – 80 derajat kearah benda kerja. Olehsebab itu untuk menyelesaikan setiappekerjaan pengelasansedapat meungkin diusahakan pada posisi dibawah tangan. Mengelas dengan posisi ini benda kerja terletak padabagian atas juru las dan kedudukan elektroda sekitar 5 derajat – 20 derajatterhadap garis vertical dan 75 derajat-85 derajat terhadap benda kerja. Posisi datar (1G) Pada posisi ini sebaiknya menggunakan metode weaving yaitu zigzag dansetengah bulan Untuk jenis sambungan ini dapat dilakukan penetrasi pada keduasisi. • Posisi di atas kepala (Overhead) Posisi pengelasan ini sangat sulit dan berbahaya karena bahan cair banyak berjatuhan dapat mengenai juru las.Kemiringan elektroda 10 derajat – 20 derajat terhadap garis vertical kea rah jalan elektroda dan 70 derajat-80 derajat terhadap benda kerja. Pengelasan ini termasuk pengelasan yang paling sulit karenabahan cair yang mengalir atau menumpuk diarah bawah dapat diperkeci dengan kemiringan elektroda sekitar 10 derajat-15 derajat terhadapvertikal dan70 derajat-85 derajat terhadap benda kerja.

Posisi 3G inidilaksanakan pada plate danelektrode vertikal. Pengelasan naik Biasanya dilakukan pada pipayang mempunyai dinding tealkarena membutuhkan panas yangtinggi. Mulai pengelasan pada jam5. Padasambungan ini terdapat diantaramaterial pada posisi mendatardan posisi tegak.joint pada posisicairan las-lasan diberikan padaposisi menyudut.00 melalui jam 3. Kesulitanpengelasan ini hampir sama denganposisi 2G akibat gaya gravitasicairan elektrode las akan selalukebawah. namun hal yang perlu diperhatikan pada sambungan ini adalahkemiringan elektroda. Posisi pengelasan5G pipa diletakkan pada posisi horizontal tetap dan pengelasan dilakukanmengelilingi pipa tersebut. Pengelasan posisi Fillet Pengelasan fillet juga disebutsambungan T. sehingga panas masukan tiap satuan luas lebih tinggi dibanding dengan pengelasan turun. maka diperlukan laskancing (tack weld) pada posisi jam 5-811 dan 2. .00 melalui jam 6 dan kemudian dilanjutkan dengan posisi jam5. gerakan ayunan tergantung pada kondisi atau kebiasaanoperator las. Alasan penggunaan las turun lebih menguntungkan dikarenakan lebihcepat dan lebih ekonomis. Pengelasan turunBiasanya dilakukan pada pipa yang tipis dan pipa saluran minyak serta gasbumi. yaitu :1.30 ke jam 12. Posisi horizontal pipa (5G) Pada pengelasan posisi 5G dibagimenjadi 2.2. Supaya hasil pengelasan baik. Pengelasan arah naik kecepatannya lebih rendahdibandingkan pengelasan dengan arah turun. Gerakan elektrode untuk posisi root pass (lasakar) adalah berbentuk segitiga teratur dengan jarak busur ½ kali diameterelektrode.30 ke jam 12. Posisisambungan ini termasuk posisisambungan yang relativemudah.Posisi vertikal (3G) Pengelasan posisi 3G dilakukanpada material plate.

.

14 untuk pangelasan diatas 400 amper. 6.8. dipakai untuk Ias titik No. 10untuk pengelasan dari 75 sampai 200 amper. No. No. . Oleh karena itu pada saat mengelas harusmengunakan helm/kedok las yang dapat menahan sinsar las dengan kaca las. 6 untuk pengelasan dari 30 sampai 75 amper. 6 dan 7 untuk pengelasan sampai 30 amper. Ukurankaca Ias yang dipakai tergantung pada pelaksanaan pengelasan. untuk pengelasan dari 200 sampai400 amper. Pada waktumengelas harus selalu dipakai sepasang sarung tangan. Umumnya penggunaankaca las adalah sebagai berikut: No.Helmlas ini dilengkapi dengan kaca khusus yang dapatmengurangi sinar ultra violet dan ultra merah tersebut.Sinar Ias yang sangat terang/kuat itu tidak boleh dilihatdangan mata langsung sampai jarak 16 meter. No. No. Perlengkapan Keselamatan Kerja Helm Las Helm Ias maupun tabir las digunakan untuk melindungikulit muka dan mata dari sinar las (sinar ultra violet danultra merah) yang dapat merusak kulit maupun mata. Untuk melindungi kacapenyaring ini biasanya pada bagian luar maupun dalam dilapisi dengan kaca putih. 12. Sarung Tangan (Welding Gloves) Sarung tangan dibuat dari kulit atau asbes lunak untuk memudahkan memegang pemegang elektroda.

ASETILIN )1. Kamarya tidak terngeluarkanistim ventilMeja lasterbakar akebakaranuat dari kulentilasirhindarlas pentinanggu olehgas. agar teapi.Bila tidak ada sepatu las. sebaik si: Didalaarus bersihgar terhinoleh percilit/asbesg agar oracahaya las. Pengertian Las Oksi-Asetilin .Apron Apron adalan alat pelindung badan dari percikan bunga api yang dibuat dari kulit ataudari asbes.ahan tahan. LAS GAS ( OKSI . sepatu biasa yang tertutup seluruhnya dapat juga dipaka M Jik yada K Ka Ja Ja sker Las a tidak meg baik.gan yang te ar las dan vlas.disekitarnUntuk mdangan smeja Ias.mudahterjadinyapi.Ada beberapa jenis/bagian apron : apron lengan apron lengkap apron dada Sepatu Las Sepatu las berguna untuk melindungi kaki dari semburan bunga api.nya kamar lkamar lasdari bahaar dari kan terak lng yang aas dilengkaditempatk -bahan yakemungkins dan bunapingna B. mai asap dan d mar Las mar Ias di et Las et pelindunungkinkanka gunakanebu las yanuat dari bbadan+tanadanya kamlah maskerberacun.

Asetilen ataugas lainya dapat dilihat dari kode warna yang ada pada tabung itu. Gas bahan bakar yang paling popular dan paling banyak digunakan dibengkel-bengkel adalah gas Asetilen ( dari kata “acetylene”.Las Oksi asetilin adalah pengelasan yang dilaksanakan dengan pencampuran 2 jenisgas sebagai pembentuk nyala api dan sebagai sumber panas. tapi dapat dikompresi menjadi cairan yang mudah dipindahkandalam kontainer yang tidak mahal. 3. barbeque (pemanggang). kedua karbon terikat melalui ikatan rangkap tiga. dan memilikirumus kimia C2H2 ). dan di rumah-rumah. Senyawa ini diturunkan dari produk petroleumlain pada pemrosesan minyak bumi atau gas alam. Dalam proses las gas ini. menghasilkan temperaturenyala api lebih tinggi dari gas bahan bakar lainya. Asetilena merupakan alkuna yang palingsederhana. Kelebihan yang dimiliki gas Asetilen antara lain. Peralatan Las Oksi Asetilin Tabung Gas Tabung gas berfungsi untuk menampung gas ataugas cair dalam kondisi bertekanan. baik bila dicampur dengan udaraataupun Oksigen. Padaasetilena. Hal inimenyebabkan keempat atom pada asetilena terletak pada satu garis lurus. 2. dengan rumus C 2 H 2 . Ukuran tabungini dibuat berbeda karena disesuaikan dengan kapasitas daya tampung gas dan juga jenis gas yang ditampung. dengansudut CC-H sebesar 180°. Gas ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan gas bahanbakar lain. Tabung gastersedia dalam bentuk beragam mulai berukuran kecil hingga besar. Propana umumnya digunakansebagai bahan bakar untuk mesin. Propan Propana adalah senyawa alkana tiga karbon (C3H8) yang berwujud gas dalamkeadaan normal.Untuk membedakan tabung gas apakah didalamnya berisi gas Oksigen. .gas yang digunakan adalah campuran dari gas Oksigen (O2) dan gas lain sebagai gasbahan bakar (fuel gas). Umumnyatabung gas dibuat dari Baja. dan masing-masingatom karbon memiliki hibridisasi orbital sp untuk ikatan sigma. karena hanya terdiri dari dua atom karbon dan dua atom hidrogen. Bahan Bakar Gas Asetilin ( C2H2 ) Asetilena (Nama sistematis: etuna) adalah suatu hidrokarbon yang tergolongkepada alkuna. tetapi sekarang ini sudah banyak tabung-tabung gas yang terbuat dari paduan Alumunium.

Dalampemakaiannya. katupini terbuat dari material Baja. Untuk memudahkan bagimana . sedangkan untuk tabung gas Asetilen. katup pengaturan tekankerja. Bahkan jika tekanan dalamtabung menurun. Regulator Regulator atau lebih tepat dikatakanKatup Penutun Tekan.Pada regulator terdapat bagian-bagian seperti saluran masuk. selang dibedakan berdasarkan jenis gasyang dialirkan. tekana kerja harus dipertahankan tetap oleh regulator. dipasang padakatub tabung dengan tujuan untuk mengurangi atau menurunkan tekannhingga mencapai tekana kerja torch. selang harus mampu menahantekan kerja dan tidak mudah bocor.Regulator ini juga berperan untuk mempertahankan besarnya tekanan kerjaselama proses pengelasan ataupemotongan. Untuk memenuhipersyaratan keamanan. Selang gas Untuk mengalirkan gas yang keluar dari tabung menujutorch digunakan selang gas. Katup iniditempatkan tepat dibagian atas dari tabung. alat pengukuran tekanan tabung. katup pengaman.Katup Tabung Sedang pengatur keluarnya gas dari dalam tabung maka digunakan katup. alat pengukuran tekanankerja dan katup pengatur keluar gas menuju selang. Pada tabung gas Oksigen. katupbiasanya dibuat dari material Kuningan.

tekanan gas oksigen dan tekanan gas bahan bakar pada sisisaluran masuk sama besar. Torch dapat dapat dibagi menjadi beberapa jenis menurut klasifikasi berikut ini : Menurut cara/jalannya gas masuk keruang pencampur. tekanan gas bahan bakar selalu dibuat lebih rendah daritekanan gas oksigen. Dari keterangan diatas. tercampur didalamnyadan akhirnya pada ujuang nosel terbentuk nyala api.proses pencampuran kedua gas dalam ruangpencampur berlangsung dalam tekanan yang sama. Torch ( Pembakar ) Gas yang dialirkan melalui selang selanjutnyaditeruskan oleh torch.Dibedakan atas : • Injector ⎫ torch (tekanan rendah)Pada torch jenis ini. Dibedakan atas : • Toch normal • Torch ringan/kecil . Menurut ukuran dan berat. Berikut ini diperlihatkan table yang berisi informasi tentangperbedaan warna untuk membedakan jenis gas yang mengalir dalam selang. tochmemiliki dua fungsi yaitu : • Sebagai pencampur gas oksigen dan gasbahan bakar.membedakan selang Oksigen dan selang Asetilen mak cukup memperhatikan kodewarna pada selang. • Equal pressure torch (torch ⎫ bertekanan sama)Pada torch ini. • Sebagai pembentuk nyala api diujungnosel.

Dibedakan atas : • Torch manual • Torch otomatik/semi otomatik . Dibedakan atas : • Torch nyala api tunggal • Torch nyala api jamak Menurut gas yang digunakan.Menurut jumlah saluran nyala api. Dibedakan atas : • Torch untuk gas asetilen • Torch untuk gas hydrogen. Menurut aplikasi. dan lain-lain.

Proses Pengelasan Oksi Acetilin Menentukan nyala api • Nyala api Karburasi Bila terlalu banyak perbandingan gas asetilenyang digunakan maka di antara kerucut dalamdan kerucut luar akan timbul kerucut nyala baruberwarna biru. 4. nikel. . Di antara kerucut yang menyaladan selubung luar akan terdapat kerucut antara yang berwarna keputih-putihan. Nyala ini banyak digunakandalam pengelasan logam monel.Pematik api Las Alat yang berfungsi untuk menyalakan api las.yang panjangnya ditentukan oleh jumlah kelebihan asetilen. berbagai jenis baja dan bermacam-macambahan pengerasan permukaan non-ferous. Hal ini akanmenyebabkan terjadinya karburisasi pada logam cair. Tip Cleaner Alat ini berfungsi untuk membersihkan lubang mulutpembakar.

.

Kedudukan ujung pembakar ke sudutsambungan dengan jarak 2 – 3 mm agar terjadi panas maksimal pada sambungan. nyala diarahkan ke tengah sambungan dangerakannya adalah lurus. Suhu maksimum setinggi 3300 sampai 3500 oC tercapai padaujung nyala kerucut. sedangkankawat pengisi dimiringkan pada sudut 10° di atas garis mendatar. Kedudukan brander terhadap bendakerja menyudut 70° dan miring kira-kira 10° di bawah garis mendatar. Nyala terdiriatas kerucut dalam yang berwarna putihbersinar dan kerucut luar yang berwarna birubening.Pada sambungan sudut luar.40° dengan benda kerja. Teknik Pengelasan • Posisi pengelasan di bawah tangan Pengelasan di bawah tangan adalah proses pengelasan yang dilakukan di bawahtangan dan benda kerja terletak di atas bidang datar. • Posisi pengelasan datar ( horizontal ) Pada posisi ini benda kerja berdiri tegak sedangkan pengelasan dilakukan denganarah mendatar sehingga cairan las cenderung mengalir ke bawah. Sudut ujung pembakar(brander) terletak diantara 60° dan kawat pengisi (filler rod) dimiringkan dengansudut antara 30° .• Nyala api Netral Nyala ini terjadi bila perbandingan antaraoksigen dan asetilen sekitar satu. untuk ituayunan brander sebaiknya sekecil mungkin. • Nyala api oksidasi Bila gas oksigen lebih daripada yangdibutuhkan untuk menghasilkan nyalanetral maka nyala api menjadi pendek dan warna kerucut dalam berubah menjadi ungu. . Nyala yang bersifatoksidasi ini harus digunakan dalam pengelasan fusion dari kuningan danperunggu namun tidak dianjurkan untuk pengelasan lainnya. Oksigen yang diperlukan nyala iniberasal dari udara. Nyala ini akan menyebabkanterjadinya proses oksidasi atau dekarburisasi pada logam cair.

Proses . Misalnyasaja proses penyambungan pelat baja yang menggunakan kawat las darikuningan. • Operasi Pemotongan Logam ( Flame Cut ) Kasus pemotongan logam sebenarnya dap atdilakukan dengan berbagai cara. Kawat pengisi ditempatkan antara nyala api dan tempat sambunganyang bersudut 45°-60° dan sudut brander sebesar 80°. proses branzing. Cara ini banyak digunakan karena cara pengelasannya mudah dan tidak membutuhkan posisi yangsulit saat mengelas. akan lebihmudah dilaksanakan daripada proses pengelasan.Pengelasan dengan cara ini diperlukan untuk pengelasan baja yang tebalnya 4. • Posisi pengelasan di atas kepala ( Overhead ) Pengelasan dengan posisi ini adalah yang paling sulit dibandingkan dengan posisilainnya dimana benda kerja berada di atas kepala dan pengelasan dilakukan daribawahnya. • Operasi Branzing ( Flame Brazing ) Yang dimaksud dengan branzing disini ada lah proses penyambunngan tanpamencairkan logaminduk yang disambung. Pada pengelasan posisi ini sudut brander dimiringkan 10° dari garisvertikal sedangkan kawat pengisi berada di belakangnya bersudut 45°-60°. dengan perbedaan titik car itu.• Posisi pengelasan tegak ( vertical ) Pada pengelasan dengan posisi tegak. • Pengelasan arah ke kanan ( mundur ) Cara pengelasan ini adalah arahnya kebalikan daripada arah pengelasan ke kiri. Prosespenggergajian (sewing) dan menggunting(shearing) merupakan contoh dari prosespemotongan logam dan lembaran logam. • Pengelasan arah ke kiri ( maju ) Cara pengelasan ini paling banyak digunakan dimana nyala api diarahkan ke kiridengan membentuk sudut 60° dan kawat las 30° terhadap benda kerja sedangkansudut melintangnya tegak lurus terhadap arah pengelasan. hanya logam p eng isi saja. Ingat bahwa titik cair Baja ( ± 1550 °C) lebih tinggi dari kuningan (sekitar 1080°C).5mm ke atas. arah pengelasan berlangsung ke atas atauke bawah.

• Operasi Pelurusan ( Flame Straightening ) Operasi pelurusan dilaksanakan denganmemberikan panas pada komponendengan bentuk pola pemanasan tertentu.menggunting hanya cocok diterapkan pada lembaran logam yang ketebalannyatipis. Daerah pemanasan terbesar. Pemotongan pelat logam dengan nyala api ini dilakukan dengan memberikansuplai gas Oksigen berlebih.Batang lurus dipanaskan dengan polapemanasan segitiga. • Operasi Perluasan ( Flame Gauging ) Operasi perluasan dan pencukilan ini biasanya diterapkan pada produk/komponenlogam yang terdapat cacat/retak permukaannya.Ilustrasi dibawah ini menunjukkanprinsip dasar pemuaian dan pengkerutanpada suatu logam batang. Retak/cacat tadi sebelumditambal kembali dengan pengelasan. Logam mengkerutpasa saat didinginkan. . Logam cenderungmemuai pada saat dipanaskan. Proses penggergajian dapat diterapkan pada pelat yang lebih tebal tetapimemerlukan waktu pemotongan yang lebih lama. Daerahpemanasan tersebut menghasilkanpemuaian yang besar. dapat diatur padatorch yang memang dibuat untuk keperluan memotong. Untuk dapat memotong pelattebal denngan waktu lebih singkat dari cara gergaji maka digunakan las gas inidengan peralatan khusus misalnya mengganti torchnya ( dibengkel-bengkelmenyebutnya brender ). terlebih dahulu dicukil atau diperluas untuk tujuan menghilangkan retak itu. Pemberian gas Oksigen lebih. Setelah retak dihilangkan barulah kemudian alurhasil pencungkilan tadi diisi kembali denganlogam las.

.

.

Nyala terdiriatas kerucut dalam yang berwarna putihbersinar dan kerucut luar yang berwarna birubening. Oksigen yang diperlukan nyala iniberasal dari udara. Nyala yang bersifatoksidasi ini harus digunakan dalam pengelasan fusion dari kuningan danperunggu namun tidak dianjurkan untuk pengelasan lainnya. Teknik Pengelasan • .Makalah Las Listrik & Gas Nyala api Netral Nyala ini terjadi bila perbandingan antaraoksigen dan asetilen sekitar satu. • Nyala api oksidasi Bila gas oksigen lebih daripada yangdibutuhkan untuk menghasilkan nyalanetral maka nyala api menjadi pendek dan warna kerucut dalam berubah menjadi ungu. Nyala ini akan menyebabkanterjadinya proses oksidasi atau dekarburisasi pada logam cair. Suhu maksimum setinggi 3300 sampai 3500 oC tercapai padaujung nyala kerucut.

• Pengelasan arah ke kanan ( mundur ) Cara pengelasan ini adalah arahnya kebalikan daripada arah pengelasan ke kiri.Pada sambungan sudut luar. hanya logam p eng isi saja. • Posisi pengelasan datar ( horizontal ) Pada posisi ini benda kerja berdiri tegak sedangkan pengelasan dilakukan denganarah mendatar sehingga cairan las cenderung mengalir ke bawah. • Posisi pengelasan tegak ( vertical ) Pada pengelasan dengan posisi tegak. Kedudukan ujung pembakar ke sudutsambungan dengan jarak 2 – 3 mm agar terjadi panas maksimal pada sambungan. arah pengelasan berlangsung ke atas atauke bawah.40° dengan benda kerja. Cara ini banyak digunakan karena cara pengelasannya mudah dan tidak membutuhkan posisi yangsulit saat mengelas.5mm ke atas. Kedudukan brander terhadap bendakerja menyudut 70° dan miring kira-kira 10° di bawah garis mendatar. Sudut ujung pembakar(brander) terletak diantara 60° dan kawat pengisi (filler rod) dimiringkan dengansudut antara 30° . • Operasi Branzing ( Flame Brazing ) Yang dimaksud dengan branzing disini ada lah proses penyambunngan tanpamencairkan logaminduk yang disambung.Pengelasan dengan cara ini diperlukan untuk pengelasan baja yang tebalnya 4.Posisi pengelasan di bawah tangan Pengelasan di bawah tangan adalah proses pengelasan yang dilakukan di bawahtangan dan benda kerja terletak di atas bidang datar. Kawat pengisi ditempatkan antara nyala api dan tempat sambunganyang bersudut 45°-60° dan sudut brander sebesar 80°. untuk ituayunan brander sebaiknya sekecil mungkin. nyala diarahkan ke tengah sambungan dangerakannya adalah lurus. • Posisi pengelasan di atas kepala ( Overhead ) Pengelasan dengan posisi ini adalah yang paling sulit dibandingkan dengan posisilainnya dimana benda kerja berada di atas kepala dan pengelasan dilakukan daribawahnya. sedangkankawat pengisi dimiringkan pada sudut 10° di atas garis mendatar. Pada pengelasan posisi ini sudut brander dimiringkan 10° dari garisvertikal sedangkan kawat pengisi berada di belakangnya bersudut 45°-60°. Misalnyasaja proses . • Pengelasan arah ke kiri ( maju ) Cara pengelasan ini paling banyak digunakan dimana nyala api diarahkan ke kiridengan membentuk sudut 60° dan kawat las 30° terhadap benda kerja sedangkansudut melintangnya tegak lurus terhadap arah pengelasan.

Untuk dapat memotong pelattebal denngan waktu lebih singkat dari cara gergaji maka digunakan las gas inidengan peralatan khusus misalnya mengganti torchnya ( dibengkel-bengkelmenyebutnya brender ). terlebih dahulu dicukil atau diperluas untuk tujuan menghilangkan retak itu.penyambungan pelat baja yang menggunakan kawat las darikuningan. Prosespenggergajian (sewing) dan menggunting(shearing) merupakan contoh dari prosespemotongan logam dan lembaran logam. Logam cenderungmemuai pada saat dipanaskan. Logam mengkerutpasa saat didinginkan.Ilustrasi dibawah ini menunjukkanprinsip dasar pemuaian dan pengkerutanpada suatu logam batang. • Operasi Pemotongan Logam ( Flame Cut ) Kasus pemotongan logam sebenarnya dap atdilakukan dengan berbagai cara. Ingat bahwa titik cair Baja ( ± 1550 °C) lebih tinggi dari kuningan (sekitar 1080°C).Batang lurus dipanaskan dengan polapemanasan segitiga. akan lebihmudah dilaksanakan daripada proses pengelasan. Pemberian gas Oksigen lebih. Retak/cacat tadi sebelumditambal kembali dengan pengelasan. • Operasi Pelurusan ( Flame Straightening ) Operasi pelurusan dilaksanakan denganmemberikan panas pada komponendengan bentuk pola pemanasan tertentu. Proses menggunting hanya cocok diterapkan pada lembaran logam yang ketebalannyatipis. Pemotongan pelat logam dengan nyala api ini dilakukan dengan memberikansuplai gas Oksigen berlebih. dengan perbedaan titik car itu. Daerahpemanasan tersebut menghasilkanpemuaian yang besar. Setelah retak dihilangkan barulah kemudian alurhasil pencungkilan tadi diisi kembali denganlogam las. proses branzing. Proses penggergajian dapat diterapkan pada pelat yang lebih tebal tetapimemerlukan waktu pemotongan yang lebih lama. dapat diatur padatorch yang memang dibuat untuk keperluan memotong. • Operasi Perluasan ( Flame Gauging ) Operasi perluasan dan pencukilan ini biasanya diterapkan pada produk/komponenlogam yang terdapat cacat/retak permukaannya. Daerah pemanasan terbesar .

B. jenis-jenis nyala api. • Cara penggunaannya sangat mudah. serta posisi pengelasan pada proses lasgas. tingkat kesususahandalam pengelasan las listrik serta keselamatan kerja yang semestinya dilaksanakandalam proses pengelasan las listrik. Pelajari makalah yang telah dibuat. tidak memerlukan teknik-teknik pengelasanyang tinggi sehingga mudah untuk dipelajari. alat-alat yang digunakanpada proses pengelasan las listrik. perlengkapan yang digunakanpada praktik las gas. Saran Adapun saran-saran yang dapat diberikan kepada pembaca makalah ini sebagai berikut : Dalam pembuatan makalah diperlukan kerja keras dalam mencari berbagai referensiagar makalah yang dibuat lebih baik. agar dapat menambah wawasan lagi DAFTAR PUSTAKA . Penulis akhirnya dapat mengetahui pengertian las gas.Keuntungan mengelas Oksi Asetilin • peralatan relatif murah dan memerlukan pemeliharaan minimal/sedikit. Kesimpulan Setelah penulis membaca dari semua referensi yang di dapatkan dan daripenyusunan makalah ini maka penulis dapat menyimpulkan bahwa : Pada akhirnya penulis mengetahui Pengertian las listrik. • Mudah dibawa dan dapat digunakan di lapangan maupun di pabrik atau dibengkel-bengkel karena peralatannya kecil dan sederhana • Dengan teknik pengelasan yang tepat hampir semua jenis logam dapat dilas danalat ini dapat digunakan untuk pemotongan maupun penyambungan. BAB IIIPENUTUP A. Posisi pengelasan laslstrik.

htm l . “Principles of Welding” John Wiley & Sons.Messler R.comhttp://kamissore. 1994.www. NewJersey Q7632. USA.com/2009/06/. “Modern Welding Technology” Prentice Hall.lab teknologi mekanik. 1999.com/2009/06/.blogspot.htmlhttp://.com/2009/06/.html Cary Howard B. Inc.W.http://laslistrik.com/2009/06/kerja-las-listrik-dangas.htmlhttp://materikuliah. Englewood Cliffs.arcwelding&gasweldingblogspot.blogspot.blogspot.. USA. Jr.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful