KATA PENGANTAR

“Sebuah awal adalah sebuah pengantar”, mungkin ungkapan itu adalah katakata yang tepat untuk menggambarkan tentang tujuan dan maksud dari pembuatan buku kecil ini. Selayang pandang seputar ilmu „induk‟ dari segala ilmu, yakni ilmu politik. Ilmu politik merupakan salah satu ilmu yang sudah tidak asing lagi di telinga kita namun anehnya kita sendiri belum memahami apa arti sebenarnya dan apa saja yang dipelajari dalam ilmu klasik ini. Banyak orang berpandangan negatif mengenai ilmu politik. Pandangan negatif ini kebanyakan timbul dari ketidaktahuan tentang arti apa sebenarnya ilmu politik itu. Perlu diketahui bahwa tanpa kita sadari segala aspek dalam keseharian kita ini berrelasi dengan politik. Maka dari itu, perlulah kita untuk dapat memahami atau memperdalam wawasan kita tentang ilmu politik. Buku kecil ini sebenarnya hanya merupakan resume atau rangkuman dari buku “Memahami Ilmu Politik” karya Ramlan Surbakti. Buku ini memuat secara ringkas garis-garis besar pemahaman tentang ilmu politik. Dengan tersusunnya buku ini, bersamaan denganya saya ucapan terima kasih saya kepada Allah SWT, bapak Achmad Taufiq selaku dosen pengantar ilmu politik atas bimbingan dan konsultasinya, dukungan teman-teman jurusan Ilmu Komunikasi Undip angkatan 2011, pengertian dari teman-teman kos serta kesediaan percetakan dalam mencetak dan menjilid buku mini ini. Saya berharap, buku ini tidak hanya sebagai perwujudan tugas tetapi juga agar dapat dimanfaatkan oleh siapapun yang membutuhkan informasi-informasi singkat, padat dan jelas mengenai Ilmu politik.

Semarang, 2 Desember 2011

Maulana Ocky Adhicondro 14030111130054 Ringkasan Memahami Ilmu Politik 0

BAB 1 PENDAHULUAN Politik berada di sekeliling kita tanpa disadari mau tidak mau mempengaruhi kehidupan kita. Menurut Aristoteles, politik adalah master of science, yang berarti bahwa dimensi politik memengaruhi dimensi lain dalam kehidupan manusia. KONSEP POLITIK Ada beberapa konsep politik dasar yang bersumber dari para ahli, yaitu : 1. Klasik Pada pandangan klasik (Aristoteles) mengemukakan bahwa politik digunakan masyarakat untuk mencapai suatu kebaikan bersama yang dianggap memilki nilai moral yang lebih tinggi daripada kepentingan swasta. Kepentingan umum sering diartikan sebagai tujuan-tujuan moral atau nilai-nilai ideal yang bersifat abstrak seperti keadilan, kebenaran dan kebahagiaan. Pandangan klasik dianggap kabur seiring banyaknya penafsiran tentang kepentingan umum itu sendiri. kepentingan umum dapat diartikan pula sebagai general will, will of all atau kepentingan mayoritas. 2. Kelembagaan Menurut Max Weber, politik adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara. Max Weber melihat negara dari sudut pandang yuridis formal yang statis. Negara dianggap memiliki hak memonopoli kekuasaan fisik yang utama. Namun konsep ini hanya berlaku bagi negara modern yaitu negara yang sudah ada differensiasi dan spesialisasi peranan, negara yang memiliki batas wilayah yang pasti dan penduduknya tidak nomaden. 3. Kekuasaan Robson mengemukakan politik adalah kegiatan mencari dan mempertahankan kekuasaan ataupun menentang pelaksanaan kekuasaan. Kekuasaan sendiri adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain, baik pikiran maupun perbuatan agar orang tersebut berfikir dan bertindak sesuai dengan orang yang mempengaruhi. Kelemahan dari konsep ini adalah tidak dapat dibedakannya konsep beraspek politik dan yang non politik dan juga kekuasaan hanya salah satu konsep dalam ilmu politik, masih ada konsep ideologi, legitimasi dan konflik. 4. Fungsionalisme David Easton berpendapat bahwa politik adalah alokasi nilai-nilai secara otoritatif berdasarkan kewenangan dan mengikat suatu masyarakat. Sedangkan menurut Harold Lasswell, politik merupakan who gets, what gets, when gets dan how gets nilai. Dapat diketahui bahwa politik sebagai perumusan dan pelaksanaan kebijakan umum.

Ringkasan Memahami Ilmu Politik 1

Kelemahan dari konsep ini adalah ditempatkannya pemerintah sebagai sarana dan wasit terhadap persaingan diantara pelbagai kekuatan politik untuk mendapatkan nilai-nilai terbanyak dari kebijakan umum tanpa memperhatikan kepentingan pemerintah itu sendiri. 5. Konflik Pandangan konflik mendeskripsikan bahwa politik merupakan kegiatan untuk memengaruhi perumusan dan kebijaksanaan umum dalam rangka usaha untuk memengaruhi, mendapatkan dan mempertahankan nilai. Oleh karena itu sering terjadi perdebatan dan pertentangan antara pihak yang memperjuangkan dan pihak yang mempertahankan nilai. Kelemahan konsep ini adalah tidak semua konflik berdimensi politik, ASUMSI-ASUMSI POLITIK 1. Setiap masyarakat menghadapi kelangkaan dan keterbatasan sumber-sumber sehingga konflik timbul dalam proses penentuan distribusi. 2. Kelompok yang dominan dalam masyarakat ikut dalam proses pendistribusian dan pengalokasian sumber-sumber melalui keputusan politik sebagai upaya menegakkan pelaksanaan keputusan politik. 3. Pemerintah mengalokasian sumber-sumber yang langka, tetapi mengurangi atau tidak mengalokasikannya kepada kelompok dan individu lain. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah yang diambil tidak akan pernah menguntungkan semua pihak. 4. Ada tekanan secara terus-menerus untuk mengalokasikan sumber-sumber yang langka. Tekanan-tekanan itu bisa berupa petisi, demonstrasi, protes, huru-hara dan perdebatan dalam proses pemilihan umum yang berasal dari kelompok yang tidak puas. 5. Meluasnya tekanan-tekanan maka kelompok atau individu yang mendapatkan keuntungan dari pola distribusi sumber yang ada, berusaha untuk mempertahankan struktur yang menguntungkan. 6. Dalam politik tidak ada yang serba gratis. Artinya setiap usul kebijakan untuk memecahkan masalah selalu mengandung unsur untung-ruginya. 7. Penguasa semakin mampu meyakinkan masyarakat umum bahwa sistem politik yang ada sudah sah maka makin mantap kedudukan penguasa dan kelompok yang diuntungkan dalam menghadapi kelompok yang menginginkan perubahan. 8. Politik tetap merupakan the art of possible. Banyak pemecahan masalah yang ditempuh pemerintah hanya bersifat semu karena sukar dilaksanakan dalam kenyataan. 9. Tuntutan perluasan demokrasi mungkin akan mengurangi efektivitas pemerintahan, sebaliknya pemerintah yang semakin efektif mungkin menghendaki pertanggungjawaban pemerintah yang terbatas pada masyarakat.

Ringkasan Memahami Ilmu Politik 2

RANGKUMAN Secara komprehensif, politik dapat didefinisikan sebagai interaksi antara masyarakat dan pemerintah, dalam rangka proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal disuatu wilayah tertentu. Hubungan interaksi itu bersifat dua arah atau lebih. Pusat perhatian dalam ilmu politik adalah proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan politik dalam rangka untuk mencapai tujuan masyarakat atau negara yang dianggap paling baik oleh seluruh anggota masyarakatnya (general will bukan will of all). Keputusan politik yang berupa kebijakan umum menyangkut 3 hal, yaitu : penyerapan sumber-sumber materiil dan manusia dari masyarakat (ekstraktif), Distribusi dan alokasi sumber-sumber kepada masyarakat (distributif) dan pengaturan perilaku anggota masyarakat (regulatif). PERILAKU POLITIK Perilaku politik adalah perilaku yang berkaitan dengan proses politik. Yaitu interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pembuatan, pelaksanaan dan penegakan keputusan politik. Perilaku politik dibagi dua menjadi perilaku politik lembaga-lembaga dan para pejabat pemerintah yang bertanggung jawab membuat, melaksanakan dan menegakkan keputusan politik dan perilaku politik warga negara biasa yang tidak berwenang tetapi dapat memengaruhi pihak pembuat keputusan politik (partisipasi politik). KEPUTUSAN YANG MENGIKAT Menurut David Easton, anggota masyarakat menaati keputusan politik Karena mereka merasa terikat dengan kewenangan yang ada, yang disebabkan takut akan paksaan fisik atau sanksi psikologis, takut dikucilkan oleh masyarakat. Sedangkan Gene Sharp mengungkapkan tujuh alasan menaati kewenangan, yaitu : tradisi, takut akan paksaan, kewajiban moral, kepentingan sendiri, identifikasi psikologis dengan penguasa, tak berdampak baginya dan sikap kurang percaya diri di kalangan warga negara.

Ringkasan Memahami Ilmu Politik 3

KONFLIK. Konflik ini diselesaikan melalui mekanisme yang disepakati bersama yaitu melalui dialog. pelaksanaan dan penegakan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama untuk masyarakat umum. musyawarah untuk mencapai mufakat. MASYARAKAT UMUM Pada dasarnya ilmu politik merupakan ilmu yang mengkaji interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka pembuatan. Pembangunan politik secara luas diartikan sebagai perubahan-perubahan yang direncanakan. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 4 . Bentuk lain dari kesepakatan itu adalah koalisi atau aliansi guna membuat dan melaksanakan keputusan. konflik sering terjadi dalam proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan politik antara pihak yang mempertahankan nilai dan pihak yang ingin mendapatkan nilai atau pihak yang menginginkan perubahan. KONSENSUS DAN PERUBAHAN Dalam proses politik. Oleh karena itu keputusan dapat mengatasi suatu konflik namun bisa juga menimbulkan konflik baru.

Ringkasan Memahami Ilmu Politik 5 . Untuk itu dibentuk pemerintah yang mengatur dan memelihara perdamaian antar manusia itu sendiri. yakni perdamaian.BAB 2 KEBAIKAN BERSAMA Kebaikan bersama pada setiap negara berbeda-beda penafsirannya. demokrasi dan tyrani. Dengan kata lain. Menurut Socrates. keadilan adalah melaksanakan apa yang menjadi fungsi atau pekerjaan sendiri sebaik-baiknya tanpa harus mencampuri fungsi dan pekerjaan orang lain. Tetapi pemerintah yang stabil harus meminta agar individu mengurangi kebebasan mutlak demi terciptanya tertib sosial. politik. secara alamiah manusia cenderung berkonflik dengan sesamanya. Dalam negara. warga masyarakat hanya memiliki hak untuk diwakili dalam pemerintahan tetapi tidak punya hak untuk berperanserta. REZIM TERBAIK Rezim terbaik adalah keseluruhan tata masyarakat. Thomas Hobbes Hobbes memandang pada dasarnya manusia itu mementingkan diri sendiri dan berisfat rasional. Kebaikan bersama merupakan pedoman dalam menyusun kebijakan publik yang diambil berdasarkan nilai-nilai yang dianggap terbaik sebagai kebaikan bersama. Maka dari itu. Socrates Socrates memandang keadilan adalah tujuan utama dari politik. Hobbes menekankan bahwa kebebasan individu hanya dapat dipelihara dengan suatu pemerintahan yang mutlak. ekonomi dan sosial budaya yang dianggap terbaik bagi negara-bangsa. keselamatan dan kebaikan bersama setiap warga negara. Setiap individu harus menyesuaikan diri dengan kehendak mayoritas dengan catatan kepentingan kaum minoritas tidak tertindas kaum mayoritas. Lalu Socrates membedakan rezim menjadi : arsitokrasi. Baginya. suatu rezim atau masyarakat dikatakan adil jika setiap kelas melaksanakan fungsi dan pekerjaannya secara maksimal dan bekerja sama secara harmonis dibawah pengarahan filosof/raja yang bijaksana. Dalam tata masyarakat akan terlihat seperti apa watak manusianya. Oleh karena itu. Jadi fungsi pemerintah adalah memeilhara “milik pribadi”. timokrasi. oligarkhi. pemerintah ditetapkan berdasarkan persetujuan yang diperintah. John Locke Locke berpandangan bahwa kebebasan individu hanya dapat dijamin dengan suatu pemerintah yang memilki kewenangan yang terbatas.

Secara struktural. gagasan dan kebutuhannya.Jean Jaques Rousseau Rousseau menekankan pada keinginan umum. dibentuklah suatu pemerintah yang melaksanakan kewenangan berdasarkan kontrak sosial dan keinginan umum demi mengembalikan keharmonisan. IDEOLOGI-IDEOLOGI DUNIA Ideologi fungsional adalah seperangkat gagasan tentang kebaikan bersama. Seseorang mungkin saja menyumbang pada pembentukan nilai dan gagasan namun setiap anggota masyarakat lebih banyak dipengaruhi oleh kelas darimana ia tergolong daripada sebaliknya. pembagian kekuasaan pemerintahan dan jaminan hak-hak warga negara. beragama dan berbicara. Sedangkan ideologi struktural adalah sistem pembenaran seperti gagasan dan formula politik atas setiap kebijakan dan tindakan yang diambil oleh penguasa. Pada mulanya kehidupan manusia harmonis namun sejak adanya lembaga hak milik dalam masyarakat. meningkatkan kesejahteraan rakyat dan ikut serta menciptakan ketertiban duina berdasarkan kemerdekaan dan Pancasila sebagai sumber dasar filsafat. Oleh karena itu. mencerdaskan bangsa. melindungi seluruh golongan masyarakat dan seluruh tumpah darah Indonesia. timbulah ketimpangan sosial dalam masyarakat. anggota masyarakat memilki kebeasan pers. kekuasaan dari seseorang terhadap orang lain adalah hal yang buruk (agar kekuasaan tidak disalahgunakan). Karl Marx Karl Marx melihat masyarakat terdiri dari kelas-kelas sosial. Seorang anggota masyarakat mengembangkan dirinya dari dan melalui kelas dimana dia tergolong dan ia tidak membentuk nilai-nilai dan gagasan-gagasan mereka tentang politik namun gabungan dari individu itulah sebagai kelas yang membentuk nilai. atau tentang masyarakat dan negara yang dianggap paling baik dan paling pas. pemerintah ahanya mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas (hanya sedikit dan mendorong masyarakat membuat keputusan sendiri) . Ringkasan Memahami Ilmu Politik 6 . Pemerintah berdasarkan hukum berusaha menempatkan semua kepentingan individu dalam suatu persamaan dan dirangkum menjadi keinginan umum. Ideologi liberalis bercirikan : demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang lebih baik. Pancasila dan UUD 1945 Rezim terbaik menurut UUD 1945 tercantum dalam empat tujuan negara Indonesia yakni. rezim terbaik tampak dalam bentuk dan susunan negara (negara republik dan kesatuan). Liberalisme Rezim terbaik versi liberalisme adalah yang memungkinkan individu mengembangkan kemampuan-kemampuan individu sepenuhya. Selanjutnya rezim terbaik itu diopersionalkan lewat berbagai ketetapan MPR dan GBHN.

Ringkasan Memahami Ilmu Politik 7 . Beda sosialisme dan komunisme adalah pada sarana yang digunakan untuk mengubah kapitalisme menjadi sosialisme. ekonomi dan pasar bebas dengan sendirinya akan menguntungkan semua individu. Fasisme Fasisme lebih condong ke gaya politik dimana tedapat tipe nasionalisme yang romantik dengan segala kemegahan upacara dan simbol-simbol yang mendukung untuk mencapai kebesaran negara. Konservatisme memandang masyarakat dan kelompok masyarakat yang lain tidak hanya penjumlahan unsurunsurnya dan suatu kelompok masyarakat lebih dapat menciptakan kebahagiaan yang lebih besar daripada yang diciptakan oleh anggota masyarakat secara individual. pemerintah yang baik adalah yang memeintah sesedikit mungkin. Pada masa transisi tersebut semua hak milik pribadi dihapuskan dan diambil alih oleh negara seluruhnya. Maka perlu adanya pembatasan atau meniadakan hak milik pribadi dan menggantinya dengan pemilikan bersama.Konseravtisme Konservatisme melihat kebalikan dari liberalisme. Sosialisme dan Komunisme Sosialisme adalah respon dari revolusi industri. Hal ini dapat dicapai bila terdapat pemimpin yang kharismatik sebagai simbol kebesaran negara yang didukung oleh fanatisme massa yang terindoktrinasi oleh slogan-slogan dan simbol-simbol yang ditanamkan pemimpinnya. Paham ini menentang adanya lembaga hak milik atas sarana produksi karena dianggap menghalangi kemajuan manusia. Paham sosialisme berkeyakinan perubahan dapat dilakukan melalui cara damai dan demokratis sedangkan komunisme berpaham perubahan hanya dapat dicapai melalui cara-cara revolusi dan pemerintah diktator proletariat diperlukan dalam masa transisi tersebut. Menurut konservatisme.

Perbedaan model ortodoks dan mutakhir Aspek Adanya perubahan unsur dlm masyarakat Lama proses pembentukan Munculnya kesadaran politik Partisipasi politik terhadap proses integrasi Ortodoks Tidak ada Relatif singkat Setelah terbentuk bangsa Terpisah Mutakhir Ada Relatif lama Sebelum terbentuk bangsa Terpadu FAKTOR PEMBENTUKAN IDENTITAS BERSAMA Primordial : Ikatan kekerabatan (ikatan darah) dan kesamaan suku bangsa. bangsa adalah komunitas politik yang dibayangkan dalam wilayah yang jelas batasnya dan berdaulat. PROSES PEMBENTUKAN BANGSA-NEGARA  Model Ortodoks : bermula dari adanya suatu bangsa dulu lalu kemudian bangsa itu membentuk negara tersendiri. Menurut Ben Anderson. Warga masyarakat mengidentifikasikan dirinya kepada sang pemimpin karena pemimpin itu dianggap sebagai penyalur aspirasi masyarakat. : Kepemimpinan seorang tokoh yang disegani secara luas oleh masyarakat. Negara menggambarkan adanya satu struktur kekuasaan yang memonopoli penggunaan paksaan fisik yang sah terhadap kelompok masyarakat yang tinggal dalam wilayah yang jelas batas-batasnya. Sakral : Kesamaan agama yang dipeluk oleh suatu masyarakat atau ikatan ideologi doktriner (menjanjikan masyarakat tanpa kelas) yang kuat dalam suatu masyarakat. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 8 Tokoh . dan adat isitadat melahirkan kesamaan persepsi tentang masyarakat yang dicita-citakan. bahasa. Sedangkan negara adalah pengelompokan masyarakat atas dasar kesamaan struktur kekuasaan yang memerintah.BAB 3 BANGSA DAN NEGARA Suku bangsa adalah pengelompokan masyarakat menurut kesamaan ciri-ciri fisik bioogis. daerah.  Model Mutakhir : berawal dari adanya suatu negara lalu kemudian penduduknya merupakan kumpulan dari berbagai kelompok suku bangsa dan ras.

baik dan adil dengan berbagai kelompok masyarakat. Pengorganisasian Konsensus dicapai dengan cara lembaga-lembaga negara harus tampil untuk mengemban kepentingan umum yang bersifat mengatasi kepentingan-kepentingan pribadi atau golongan. NEGARA : SISTEM DOMINASI DAN KONSENSUS Negara adalah hubungan sosial yang bersifat dominatif. ras atau agama. Negara mendukung dan mengorganisasikan hubungan-hubungan dominasi ini melalui institusi-institusi yang biasanya memonopoli sarana paksan fisik (koersi) di dalam wilayah tertentu. Kelembagaan : Fungsi lembaga pemerintahan dalam mempertemukan berbagai kepentingan dalam instansi sehingga tersusun suatu kepentingan nasional.Sejarah : Berpersepsi yang sama tentang asal-usul (nenek moyang) dan persepsi tentang kesamaan pengalaman masa lalu yang melahirkan solidaritas dalam masyarakat. INTEGRASI POLITIK Integrasi politik adalah penyatuan masyarakat dengan sistem politik. adat istiadat . Bhinneka Tunggal Ika : Bersatu dalam perbedaan tanpa menghilangkan keterikatan kepada suku bangsa. maka tercipta suasan saling bergantung dan akhirnya timbulah solidaritas. Pekembangan Ekonomi : setiap orang bergantung pada pihak lain dalam memenuhi kebutuhannya.  Integrasi khalayak dan elit : upaya untuk menghubungkan antara golongan elit yang memerintah dengan rakyat yang diperintah.  Perilaku integratif : kesediaan masyarakat untuk bekerja sama dalam suatu organisasi besar dan berperilaku sesuai dengan cara yang dapat membantu pencapaian tujuan organisasi atau negara.  Integrasi wilayah : pembentukan kewenangan nasional pusat terhadap wilayah atau daerah politik yang lebih kecil yang terdiri dari satu atau lebih kelompok budaya. IDEOLOGI NASIONAL Ideologi nasional merupakan suatu pandangan atau sistem nilai yang menyeluruh dan mendalam tentang tujuan yang hendak dicapai oleh suatu masyrakat bersama.  Integrasi nilai : penciptaan suatu sitem nilai (ideologi nasional) yang dipandang ideal. dibagi menjadi lima aspek yakni :  Integrasi bangsa : proses penyatuan berbagai kelompok sosial budaya dalam satu kesatuan wilayah dan dalam suatu identitas nasional. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 9 .

: pengaruh. Jabatan dan Pribadi Pada masyarakat maju dan mapan baik jabatan maupun kualitas pribadi yang menduduki jabatan merupakan sumber kekuasaan. Kekuasaan Negatif : penggunaan sumber-sumber kekuasaan untuk mencegah pihak lain mencapai tujuannya yang tidak hanya dipandang tidak perlu tetapi juga merugikan pihaknya. Pada masyarakat sederhana. status sosial yang tinggi dll. kelompoknya ataupun masyarakat pada umumnya. Positif dan Negatif Kekuasaan Positif : penggunaan sumber-sumber kekuasaan untuk mencapai tujuan yang dipandang penting dan diharuskan. pertentangan. kepandaian.BAB 4 KEKUASAAN POLITIK Menurut Robert Dahl. seperti kekayaan. Cenderung memandang politik sebagai perjuangan. Kekuasaan Aktual adalah jika seseorang telah menggunakan sumber-sumber yang dimilikinya ke dalam kegiatan politik secara efektif Konsensus dan Paksaan Dimensi Paksaan : menekankan aspek paksaan. persuasi. dominasi dan konflik. struktur masyarakat kekuasaan yang didasarkan atas kualitas pribadi tampak lebih menonjol daripada kekuasaan yang terkandung dalam jabatan. Sebaliknya. Dimensi Konsensus : cenderung memandang elit politik sebagai orang yang tengah berusaha menggunakan kekuasaan untuk mencapai tujuan masyarakat secara keseluruhan. koersi. kekuasaan dimisalkan jika seseoarang dapat mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya orang tersebut tidak mau melakukan sesuatu itu. force (penggunaan tekanan fisik) dan kewenangan. manipulasi. Konsep-konsep dalam kekuasaan antara lain. DIMENSI-DIMENSI KEKUASAAN Potensial dan Aktual Kekuasaan Potensial adalah jika seseorang memilki sumber-sumber kekuasaan. Maka kekuasaan politik diartikan sebagai kemampuan menggunakan sumbersumber pengaruh untuk memengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan politik sehingga keputusan politik itu menguntungkan dirinya. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 10 .

Kekuasaan tidak langsung adalah penggunaan sumber-sumber kekuasaan untuk mempengaruhi pembuat dan pelaksana keputusan politik melalui perantara pihak lain yang diperkirakan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap pembuat dan pelaksana keputusan politik. tipe birokrasi dan tingkat. Dan yang termasuk sumber pelengkap kekuasaan adalah. Distribusi Sumber dalam Masyarakat Di negara yang masih sederhana. normatif. popularitas pribadi dan massa. Sumber utama akan dapat digunakan jika sumber pelengkap ada dan sumber pelengkap akan tiada artinya tanpa adanya sumber utama. sarana paksaan fisik. PELAKSANAAN KAKUASAAN POLITIK Tiga masalah utama pelaksanaan politik yakni. waktu. Di negara maju distribusi juga merata dikarenakan telah dapat mengangkat lebih banyak masyrakat ke tingkat hidup yang lebih baik. bagaimana kekuasaan didistribusikan? dan mengapa seseorang atau kelompok memiliki kekuasaan lebih daripada orang atau kelompok lain? Bentuk dan Jumlah Sumber Kekuasaan Yang termasuk dalam sumber utama kekuasaan adalah. tidak dapat dilihat tetapi dapat Kekuasaan eksplisit adalah pengaruh yang secara jelas terlihat dan terasakan. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 11 . jenis dan kualitas pengadaan barang dan jasa. status sosial. jabatan.Implisit dan Eksplisit Kekuasaan Implisit adalah pengaruh yang dirasakan. keterampilan dan minat atau perhatian pada proses politik. kekayaan dan harta benda. Langsung dan Tidak Langsung Kekuasaan langsung adalah penggunaan sumber-sumber untuk mempengaruhi pembuat dan pelaksana keputusan politik dengan melakukan hubungan secara langsung tanpa perantara. tingkat perkembangan pendidikan dan tehnologi. Distribusi sumber kekuasaan ditentukan oleh susunan masyarakat. distribusi sumber-sumber kekuasan relatif lebih merata dibandingkan pada negara berkembang karena sumber-sumber kekuasaan yang masih sedikit dan hubungan antar sesama yang lebih erat dan dilandasi prinsip kekeluargaan. keahlian. informasi. bagaimana kekuasaan dilakukan?.

masyarakat yang dikontrol lebih banyak karena sumber kekuasaannya berlimpah. yakni  Model Elit yang Memerintah Gaetano Mosca dan ilmuwan politik lain menerangkan distribusi kekuasaan dalam masyarakat dimana masyarakat itu terbagi menjadi dua kelas. Pada masyarakat yang sederhana. pnguasa hanya dapat mengendalikan sekelompok kecil orang saja karena kekuasaannya yang masih terpusat. yaitu kelas yang memerintah (elit politik) yang jumlahnya lebih sedikit yang memiliki kekuasaan dan kelas yang diperintah yang berjumlah lebih banyak dan tidak memilki kekuasaan yang berarti. DISTRIBUSI KEKUASAAN Menurut Charles Andrain. Apakah mempengaruhi perilaku luar ataukah sampai mempengaruhi perilaku dalam seperti persepsi. Sedangkan pada politik Demokrasi. jumlah individu yang dikendalikan masih sedikit karena belum punya sumber-sumber kekuasaan yang beraneka dan berbobot. Pada politik totaliter komunis maupun fasis. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 12 . distribusi kekuasaan digambarkan dalam tiga model.Penggunaan Sumber-sumber Kekuasaan Charles Andrain bependapat bahwa ada empat faktor yang dipertimbangkan dalam menggunakan sumber untuk mempengaruhi proses politik. Pada politik otokrasi. di masyarakat maju jumlah indvidu yang diatur lebih. orang yang dikendalikan lebih sedikit karena pendistribusiannya relatif merata. orientasi sikap dan cara berpikir. Sebaliknya.     Kuatnya motivasi untuk mencapai tujuan tertentu Harapan akan keberhasilan mencapai tujuan Persepsi mengenai biaya dan resiko yang timbul dalam mencapai tujuan Pengetahuan mengenai cara-cara mencapai tujuan Hasil Pengunaan Sumber-sumber kekuasaan Jumlah Individu yang Dikendalikan Yakni jumlah anggota masyarakat yang menyesuaikan diri dengan kehendak pemegang kekuasaan. Bidang-bidang Kehidupan yang Dikendalikan Bidang yang dimaksud adalah sektor-sektor kehidupan atau urusan-urusan yang ditangani dan dikendalikan pemegang kekuasaan (pemerintah pusat). Kedalaman Pengaruh Kekuasaan Didefinisikan sebagai seberapa dalam perilaku individu dipengaruhi pemegang kekuasaan. Lingkup tersebut dipengaruhi oleh adanya sumber-sumber dan tipe dari sitem politik yang diterapkan.

Partisipasi individu warga negara dalam proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan politik. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 13 .  Model Populis Berdasarkan azas demokrasi. Dalam konsep Jawa kekuasaan diperoleh atau bersumber dari pertapaan. Tidak meluas maupun menyempit. Kekuasaan dalam konsep Jawa bersifat kongkret sehingga kekuasaan tidak terikat pada orang yang menggunakannya. Pemerintah hanya sebagai arena persaingan dan kompromi diantara berbagai organisasi dan kelompok kepentingan dan sebagai pihak yang mengesahkan hasil kompromi berbagai kelompok yang bersaing menjadi keputusan politik. dengan kata lain model ini menghendaki parisipasi rakyat dalam mengalokasikan dan mendistribusikan nilai-nilai kepada masyarakat. bersifat homogen yang berarti semua kekuasaan bersumber dari sumber yang sama dan jumlah kekuasaan di dunia ini bersifat tetap. Model Pluralis Diasumsikan dalam suatu negara terdapat banyak kelompok sosial atau kekuatan sosial yang berupaya untuk mempertahankan karakteristik dan otonominya dari pengaruh organisasi lain maupun pemerintah. benda-benda pusaka maupun wahyu yang diterima oleh seseorang. KEKUASAAN MENURUT BUDAYA JAWA Konsep kekuasaan atau dalam budaya jawa dikenal dengan kasekten pada prinsipnya bertolak belakang dengan pandangan barat. Maka kekuasaan dalam masyrakat akan terdistribusikan secara relatif merata diantara berbagai organisasi.

Kewenangan adalah hak moral untuk membuat dan melaksanakan keputusan politik.  Hak Memerintah Berasal dari Sumber Instrumental Seseorang yang memiliki sumber instrumental seperti keahlian dan kekayaan. Kewenangan adalah kekuasaan yang memiliki keabsahan sedangkan kekuasaan tidak selalu memilik keabsahan.monarkhi). pemimpin mengatasnamakan Tuhan dalam menjalankan kekuasaannya dan memperoleh legitimasi dari masyarakat yang percaya akan hal tersebut. SUMBER KEWENANGAN  Hak Memerintah Berasal dari Tradisi Artinya. yaitu hak memerintahnya berasal dan berdasarkan dari peraturan perundangan-undangan yang bersifat tertulis dan tidak tertulis. Kekuasaannya bersifat sakral. Dapat disimpulkan. Kewenangan yang bersifat substansial.BAB 5 KEWENANGAN DAN LEGITIMASI Kewenangan adalah kekuasan. Menurut Paul Conn.  Hak Memerintah Berasal dari Tuhan Artinya. seperti tradisi. Masyarakat percaya bahwa yang ditakdirkan menjadi pemimpin ialah dari keluarga tertentu “darah biru” atau bangsawan. yakni secara turun-temurun (tradisi. namun kekuasaan tidak selalu berupa kewenangan. sumber kewenangan dibedakan menjadi : Kewenangan yang bersifat prosedural. ada tiga cara peralihan kewenangan. yaitu hak memrintah yang berdasarkan faktor-faktor yang melekat dalam diri pemimpin.  Hak Memerintah Berasal dari Peraturan Perundang-undangan Pemimpin tersebut memperoleh legitimasi kewenangan lewat peraturan perundangan dan prosedur-prosedur yang mengatur bagaimana menjadi seorang pemimpin.   PERALIHAN KEWENANGAN Jabatan bersifat tetap sedangkan orang yang memegang dan menjalankan fungsi jabatan bersifat dinamis. sakral dan keahlian. Diharapkan keahlian dan kekayaan tersebut digunakan sebagai sumber legitimasi dalam menjalankan kekuasaan. pemilihan (demokrasi) dan paksaan (revolusi dan kudeta). kepercayaan yang telah berakar dipelihara secara terus-menerus dalam masyarakat. Pemimpin biasanya dipilih secara langsung oleh rakyat. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 14 .  Hak Memerintah Berasal dari Kualitas Pribadi Pemimpin Seseorang yang memilki Kharisma dan popular dikalangan masyarakatnya sehingga orang tersebut mendapatkan legitimasi dan menjadi seorang pemimpin.

membuat dan melaksanakan keputusan politik.SIKAP TERHADAP KEWENANGAN Sikap masyarakat terhadap kewenangan di kelompokkan menjadi tiga. Sebaliknya. yakni komunitas politik. sedangkan pemerintah tidak dapat menciptakan legitimasinya sendiri. Sementara itu. sedangkan pemerintah terus berusaha mempertahankan kekuasaannya. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 15 . LEGITIMASI Definisi legitimasi dapat dirumuskan sebagai penerimaan dan pengakuan masyarakat terhadap hak moral pemimpin untuk memerintah. Penggunaan simbol-simbol ini digunakan untuk mempertahankan dan mendapatkan legitimasi yang bersifat ritualistik dan sakral. tradisi dan kepercayaan dan nilai-nilai budaya dalam bentuk simbol-simbol. lembaga politik. o Pascalegitimasi ialah jika dasar legitimasi yang lama dianggap tidak sesuai lagi dengan aspirasi masyarakat dan telah muncul dasar legitimasi baru. pemimpin politik dan kebijakan. politik. o Berlegitimasi ketika yang diperintah mengakui dan mendukung hak moral penguasa untuk memerintah. mempertanyakan (skeptis) dan kombinasi dari keduanya. yakni apabila pihak yang memerintah sangat yakin memiliki hak moral untuk memerintah masyarakat. hukum. OBYEK LEGITIMASI David Easton menyatakan ada tiga obyek yang memerlukan legitimasi. Charles Andrain memaparkan lebih jauh lagi obyek legitimasi menjadi lima. CARA MENDAPATKAN LEGITIMASI Cara-cara yang secara umum digunakan mempertahankan legitimasi dibedakan menjadi: untuk mendapatkan dan o Simbolis Cara ini dilakukan dengan memanipulasi kecenderungan-kecederungan moral emosional. rezim dan pemerintahan. keempat itu antara lain : o Pralegitimasi. o Tak Berlegitimasi ialah manakala pihak yang diperintah tidak mengakui hak moral penguasa untuk memerintah. yaitu menerima. antara lain: masyarakat. banyak pihak yang diperintah belum mengakui hak moral. KADAR LEGITIMASI Terdapat empat kadar legitimasi dalam masyarakat terhadap pmerintahanya. masyarakat dapat memberikan legitimasi kepada pemerintah.

fasilitas kesehatan.o Prosedural Legitimasi diperoleh dan dipertahankan melalui jalur perundangan yang mengatur prosedur memperoleh kewenangan. seperti menjamin tersedianya kebutuhan dasar. KRISIS LEGITIMASI Lucyan Pye membagi empat sebab-sebab krisis. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 16 . o Legitimasi Prosedural Masyarakat memberikan dukungan kepada pemimpin yang mendapatkan kewenangan menurut prosedur yang ditetapkan dalam peraturan perundangan. o Pemerintah tidak mampu memenuhi janjinya sehingga masyarakat merasa kecewa dan mengurangi legitimasi pemerintah. pendidikan dan sebagainya. melalui pemilihan umum dan menggunakan referendum dalam mengesahkan suatu kebijakan. yaitu o Prisnsip kewenangan beralih pada prinsip kewenangan yang lain. Artinya prinsip kewenangan yang selama ini digunakan tidak lagi diakui dan digantikan dengan prinsip baru yang dianggap lebih baik. o Legitimasi Kualitas Pribadi Masyarakat memberikan kepercayaan dan dukungan kepada pemimpin yang mempunyai kualitas pribadi berupa kharisma maupun penampilan pribadi dan prestasi tertentu. Sehingga terjadi perpecahan dalam tubuh pemerintahan. o Persaingan sangat tajam dan tidak sehat tetapi juga tidak disalurkan melalui prosedur yang seharusnya. o Legitimasi Ideologi Masyarakat memberikan dukungan kepada pemimpin yang dianggap penafsir dan pelaksana ideologi. o Materiil Memperoleh dan mempertahankan legitimasi dengan cara menjanjikan dan memberikan kesejahteraan materiil kepada masyarakat. o Sosialisasi tentang kewenangan mengalami perubahan. Baik ideologi yang doktriner semacam komunisme maupun ideologi pragmatis. o Legitimasi Instrumental Masyarakat memberikan dukungan kepada pemimpin yang menjanjikan atau menjamin kesejahteraan materiil keapda masyarakat. Sebagai contoh. TIPE-TIPE LEGITIMASI o Legitimasi Tradisional Masyarakat mengakui dan mendukung kepada pemimpin pemerintahan karena pemimpin tersebut merupakan keturunan pemimpin dan ditakdirkan untuk menjadi pemimpin.

o Keputusan di dalam organisasi dan dalam berinteraksi terhadap kelompok lain dicapai dengan cara perundingan. o Keanggotaan asosiasi bersifat sukarela o Pemerintahan tidak mencampuri urusan kelompok kepentingan melainkan bertindak sebagai wasit yang memelihara aturan persaingan. Korporatisme dibagi menjadi (Philipe Schimitter) : Korporatisme negara yang merupakan hasil penegaraan berbagai kegiatan orgainsasi kemasyarakatan. Karakteristik pluralisme antara lain : o Setiap kelompok dan individu masyarakat mempunyai kepentingan yang sama.BAB 6 SISTEM PERWAKiLAN KEPENTINGAN Sistem perwakilan kepentingan adalah pola hubungan asosiasi dan pemerintah. berhak membentuk asosiasi. o Para anggota asosiasi itulah yang berwenang menetukan pemimpinnya dan merumuskan kepentingan yang akan diperjuangkan kepada pemerintah. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 17 . KORPORATISME Korporatisme merupakan upaya ganda untuk menghubungkan negara dan masyarakat yaitu dengan penegaraan (statization) bebagai kegiatan organisasi kemasyarakatan dan privatisasi beberapa urusan kenegaraan. pengaturan mengenai karakteristik orgainsasi dan pola hubungan kewenangan dengan pemerintah. PLURALISME Pluralisme adalah suatu sistem yang memungkinkan semua kepentingan dalam masyarakat bersaing secara bebas untuk mempengaruhi proses politik sehingga tercegah terjadinya suatu kelompok yang mendominasi kelompok lain. Korporatisme negara adalah suatu sistem perwakilan kepentingan yang melibatkan pemerintah secara aktif dalam pengorganisasian kelompok kepentingan sehingga kelompok-kelompok kepentingan itu turut terlibat dalam perumusan kebijakan umum. sistem perwakilan dibedakan menjadi Pluralistik dan Korporatisme. tawar-menawar dan kompromi. Secara umum. tanpa campur tangan pemerintah. Dan Korporatisme masyarakat yang merupakan hasil penswastaan beberapa urusan kemasyarakatan.

KELOMPOK KEPENTINGAN Kelompok kepentingan (interest group) adalah sekelompok orang yang memiliki kesamaan sifat. kepercayaan dan tujuan yang sepakat mengorganisasikan diri utuk melindungi dan mencapai tujuan. Kelompok kepentingan berfungsi untuk menyalurkan kepentingan tertentu pada pemerintah sehingga pemerintah menyusun kebijakan yang menampung kepentingan dari kelompok penekan tersebut. sikap. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 18 . Kelompok kepentingan dibedakan menjadi kelompok penekan dan partai politik. Sedangkan Partai politik berfungsi menyalurkan kepentingan tertentu pada pemerintah dengan cara menempatkan wakil-wakilnya dalam sistem pemerintahan sehingga diharapkan wakil-wakilnya itu membawa kepentingan partai dan merumuskannya menjadi sebuah kebijakan.

Definisi Partai politik Carl Friederich Partai politik adalah kelompok manusia yang terorganisasikan secara stabil dengan tujuanuntuk merebut atau mempertahankan kekuasaan dalam pemerintahan bagi pemimpinnya dan kekuasaan tersebut memberikan keuntungan materiil dan idiil kepada anggotanya.H. perubahan struktur masyarakat dari tradisional ke masyarakat modern. R.BAB 7 PARTAI POLITIK Setidaknya ada tiga teori yang menjelaskan tentang asal-usul terjadinya suatu partai politik. Soltau Partai politik adalah kelompok warga negara yang terorganisasi. Dengan bertumbuhnya modernisasi melahirkan kebutuhan akan penghimpun aspirasi masyarakat yang makin kompleks kebutuhannya. didasari oleh kebutuhan para anggota parlemen untuk dapat berhubungan dengan masyarakat. Definisi umum partai politik adalah kelompok orang yang terorganisasi secara rapi dan stabil yang dipersatukan dan termotivasi dengan ideologi tertentu dan yang berusaha mencari dan mempertahankan kekuasaan dalam pemerintahan dalam pemilihan umum guna melaksanakan alternatif kebijakan umum yang mereka susun. Contoh. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 19 . yaitu :  Teori kelembagaan yang melihat hubungan antara parlemen awal dan timbulnya partai politik. FUNGSI PARTAI POLITIK  Sosialisasi politik Parpol befungsi sebagai sarana sosialisasi politik yaitu proses pembentukan sikap dan orientasi politik para anggota masyarakat.  Teori pembangunan yang memandang partai politik sebagai produk modernisasi sosial ekonomi.  Teori situasi historik yang melihat timbulnya partai politik sebagai upaya suatu sistem politik untuk mengatasi krisis yang diakibatkan oleh perubahan masyarakat secara luas. bertujuan untuk menguasai pemerintahan dan menjalankan kebijakan umum yang mereka buat. yang bertindak sebagai kesatuan politik dan dengan memanfaatkan kekuasaannya untuk memilih.

partai yang memiliki program dan kegiatan yang tak terikat kaku pada suatu doktrin dan ideologi tertentu. partai yang dibentuk dan dikelola atas dasar kepentingan tertentu. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 20 .  Partai Politik Doktriner . TIPOLOGI PARTAI POLITIK Tipologi partai politik adalah suatu pengklasifikasian berbagai partai politik berdasarkan kriteria tertentu Berdasarkan Azas dan Orientasi  Partai Politik Pragmatis .  Kontrol politik Parpol melakukan sebuah pengawasan terhadap kesalahan.  Komunikasi politik Parpol bertugas untuk menyampaikan informasi mengenai politik dari pemerintah kepada masyarakat dan dari masyarakat kepada pemerintah. Rekrutmen politik Partai politik berfungsi untuk menyeleksi dan pengangkatan seseorang atau sekelompok orang untuk melaksanakan peranan dalam sistem politik dan pemerintahan. memadukan dan menganalisis berbagai kepentingan dari masyarakat dan kemudian diperjuangkan dalam pembuatan keputusan politik dan kebijakan umum.  Pemadu kepentingan Parpol berfungsi untuk menampung.  Pengatur konflik Parpol sebagai pengendali konflik lewat cara berdialog dengan pihak-pihak yang berkonflik. menampung dan memadukan berbagai aspirasi kepentingannya dan membawanya ke musyawarah perwakilan rakyat agar mendapat putusan politik. kelemahan dan penyimpangan dalam isi suatu kebijakan atau dalam pelaksanaan kebijakan yang dibuat dan dilaksanakan pemerintah.  Partisipasi politik Sebagai sarana warga negara biasa dalam mempengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan kebijaksanaan umum dan dalam menentukan pemimpin pemerintahan. partai yang memiliki sejumlah program dan kegiatan kongkret sebagai penjabaran ideologi  Partai Politik kepentingan .

 Sistem multi partai (terdapat banyak partai yang berbeda-beda). JUMLAH PARTAI  Partai tunggal o Otoriter : banyak partai namun ada satu partai yang yang digunakan penguasa untuk mengesahkan kekuasaannya.  Sistem dwi partai (hanya ada dua partai atau banyak partai tetapi mewakili dua kubu). o Totaliter : hanya ada satu partai yang mengatur seluruh aspek masyarakatnya  Dwi partai o Dominan : hanya ada dua partai.  Multi partai Terdapat banyak partai yang saling bersaing dan mendominasi. o Dominan : ada banyak partai namun hanya ada satu partai yang dominan. Menurut Maurice Duverger sistem kepartaian dibedakan menjadi :  Sistem partai tunggal (hanya ada satu partai). namun ada salah satu yang dominan.  Partai Kader .Berdasarkan Komposisi dan Fungsi  Partai Massa (lindungan) . Berdasarkan Basisi Sosial dan Tujuan  Dari lapisan sosial  Dari kelompok kepentingan tertentu  Dari pemeluk agama tertentu  Dari kelompok budaya tertentu SISTEM KEPARTAIAN Sistem kepartaian adalah pola perilaku dan interaksi di antara sejumlah partai politik dalam suatu sistem politik. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 21 . keketatan organisasi dan disiplin anggota sebagai sumber kekuatan utama. partai politik yang mengandalkan kekuatan pada keunggulan jumlah anggota dengan cara memobilisasi massa sebanyakbanyaknya dan mengembangkan diri sebagai pelindung berbagai kelompok. o Bersaing : hanya ada dua partai yang bersaing demokratis. Sistem ini produk dari masyarakat yang majemuk . partai yang mengandalkan kualitas anggota.

Sistem kepartaian menurut Sartori Sistem Partai Kutub Polaritas Arah Pluralisme sederhana Pluralisme moderat Pluralisme ekstrim *ket: Bipolar Bipolar Multipolar Tidak ada Kecil Besar Sentripetal Sentripetal Sentrifugal Bipolar : kegiatan aktual sistem partai bertumpu pada dua kutub.JARAK IDEOLOGI Jarak ideologi menurut Giovanni Sartori adalah jumlah kutub. jarak diantara kutub-kutub itu (polaritas) dan arah perilaku politiknya. Sentripetal : menuju ke integrasi nasional. Sentrifugal : menjauh dari integrasi nasional. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 22 . Multipolar : kegiatan aktual sistem partai bertumpu pada lebih dari dua kutub.

PEMIMPIN POLITIK Kepemimpinan adalah suatu hubungan antara pihak yang mempunyai pengaruh dan orang yang dipengaruhi dan juga kemampuan seseorang menggunakan sumber-sumber pengaruh secara efektif. Dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat. PARTISIPASI POLITIK Partisipasi politik adalah keikutsertaan warga negara dalam menentukan segala keputusan yang menyangkut dan mempengaruhi hidupnya. Kepemimpinan menjadi bagian dari kekuasaan namun tidak sebaliknya. birokrasi. Agregasi politik adalah individu aktor politik secara kolektif seperti kelompok kepentingan.BAB 7 PERILAKU DAN PARTISISPASI POLITIK Perilaku politik diartikan sebagai kegiatan yang berkenaan dengan proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan politik. aktivis politik dan warga negara biasa. Tipologi kepribadian politik adalah tipe-tipe kepribadian pemimpin otoriter. Rumus Kebutuhan Memimpin menurut Lasswell p > d > r = P *ket: > : transformasi menjadi yang lain p : motif-motif pribadi individu (dari tahap awal diri atau interaksi dengan lingkungan). r : rasionalisasi atas peralihan kebencian kepada obyek-obyek politik. d : pemindahan motif-motif pribadi (dari obyek keluarga ke obyek politik). MODEL PERILAKU POLITIK Terdapat tiga kemungkinan unit analisis perilaku politik yaitu : Individu aktor politik yakni pemimpin. P : orang politik. parpol dan lembaga pemerintahan. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 23 . Kepemimpinan lebih mengutamakan persuasi.

PERILAKU MEMILIH Perilaku memilih dikaji lewat beberapa pendekatan ilmu.TIPOLOGI PARTISIPASI POLITIK Partisipasi politik aktif adalah kegiatan berpartisipasi yang berorientasi pada proses input dan output politik. MODEL PARTISIPASI POLITIK Menurut Paige. komunikator. marginal dan orang yang terisolasikan. yakni :     Cencerung Aktif bila seseorang memiliki kesadaran yang tinggi kepada pemerintah. Milbrath dan Goel menggolongkan partisipasi menjadi : apatis (tidak berpartisipasi dan menarik diri dari politik). seperi struktur sosial. Tidak aktif jika kesadaran politiknya rendah tetapi pemerintah tinggi. spectator (sedikitnya pernah ikut dalam kegiatan politik). aktivis politik. Sedangkan Partisipasi politik pasif berorientasi pada proses output saja. Pendekatan psikologi mempertimbangkan persepsi dan keterikatan emosional pemilih terhadap partai tertentu. model partisipasi ada empat. Dapat berupa Kolektif maupun Individual. Pendekatan Ekologis melihat dari territorial atau wilayah. kelompok masyarakat dan kelas pemilihnya. Cenderung pasif-tertekan bila sesorang kesadaran yang rendah kepada pemerintah. gladiator (aktif terlibat dalam peta perpolitikan) dan kritikus (partisipasinya tidak konvensional). yaitu antara lain :  Pendekatan Struktural melihat kegiatan memilih sebagai hasil dari konteks struktur yang lebih luas. sistem partai dan sistem pemilihan umum. Militant radikal jika kesadaran politiknya tinggi tetapi pemerintah rendah. Pendekatan pilhan rasional yakni melihat kegiatan memilih sebagai hasil perhitungan untung–rugi bagi pemilih. politik dan kepercayaan politik dan kepercayaan kepercayaannya kepada kepercayaannya kepada     Ringkasan Memahami Ilmu Politik 24 . warga negara. Pendekatan Sosiologis menempatkan kegiatan memilih dalam kaitannya dengan konteks sosial pemilih. Olsen menggolongkan partisipasi menjadi seperti lapisan stratifikasi yaitu : pemimpin politik.

Dan penyebab utama konflik politik adalah distribusi kekayaan. pengetahuan dan kekuasaan. situasi konflik dibedakan menjadi :  Menang-kalah (zero-sum conflict ) Situasi konflik yang bersifat antagonistik sehingga tidak memungkinkan tercapainya kompromi pada pihak-pihak yang berkonflik. Pada umumnya konflik hanya bertujuan untuk mendapatkan atau mempertahankan sumber-sumber kekuasaan. Menang-menang (non zero-sum conflict) Situasi konflik dimana masih mungkin untuk mengadakan kompromi dan kerja sama antara pihak-pihak yang berkonflik.BAB 9 KONFLIK DAN PROSES POLITIK Konflik politik merupakan suatu keadaan dimana terdapat dua pihak yang berbeda pendapat saling bertentangan dan cerderung oposisional dalam memperebutkan dan mempertahankan keputusan yang dilaksanakan pemerintah.  Ringkasan Memahami Ilmu Politik 25 . pengetahuan dan kekuasaan yang timpang. TIPE-TIPE KONFLIK  Konflik positif adalah konflik yang tidak mengancam eksistensi sistem politik yang biasanya disalurkan lewat mekanisme penyelesaian konflik yang disetujui bersama dalam konstitusi. PENYEBAB KONFLIK POLITIK Konflik politik disebabkan dua faktor yaitu kemajemukan horisontal yaitu struktur masyarakat yang majemuk secara kultural dan kemajemukan vertikal yakni struktur masyarakat yang terpolarisasi dan terstratifikasi menurut kekayaan.  STRUKTUR KONFLIK Menurut Paul Conn. Konflik negatif adalah konflik yang dapat mengancam eksistensi sistem politik yang biasanya disalurkan melalui cara-cara nonkonstitusional.

Ringkasan Memahami Ilmu Politik 26   . konflik tidak dapat di basmi atau di selesaikan. maka konflik diatur saja. Semakin besar dan penting sumber-sumber yang diperebutkan maka semakin mungkin terjadi konflik yang intens. Tahap pembuatan keputusan Tahap dimana tuntutan-tuntutan dari pihak yang berkonflik dirumuskan dan dianalisis kemudian menjadi sebuah keputusan politik.   KONFLIK DAN PROSES POLITIK Salah satu dimensi penting proses politik ialah penyelesaian konflik yang melibatkan pemerintah. jika keadaan organisasi kelompok yang berkonflik secara sah terorganisasi maka konflik yang terjadi cenderung tanpa kekerasan. Arbritasi : pihak-pihak yang berkonflik menunjuk pihak ketiga sebagai wasit atau penentu akhir konflik yang harus di sepakati kedua belah pihak.INTENSITAS KONFLIK Dari segi eksternal. Dari segi internal. jika dipengaruhi oleh besar-kecilnya sumber-sumber yang diperebutkan dan besar-kecilnya resiko yang timbul dari konflik tersebut. Bentuk-bentuk pengaturan konfilk :  Konsiliasi : pihak-pihak yang berkonflik berdiskusi dan berdebat terbuka untuk mencapai kesepakatan tanpa ada pemaksaan satu sama lain. Yaitu:  Tahap politisasi atau koalisi Tahap dimana pihak-pihak yang berkonflik mengajukan tuntutan kepada pemerintah selaku pembuat keputusan. Mediasi : pihak-pihak yang berkonflik menunjuk pihak ketiga sebagai mediator atau penasihat netral atau sebagai pihak perantara. PENGATURAN KONFLIK Pengaturan konflik merupakan pengendalian konflik yang diarahkan pada manifestasi konflik daripada sebab-sebab konflik. Penyelesaian konflik oleh pemerintah tanpa kekerasan dibagi menjadi tiga tahap. Dengan asumsi. Tahap pelaksanaan dan integrasi Tahap dimana keputusan politik dilaksanakan dan diharapkan dapat memicu integrasi pihak-pihak yang berkonflik.

Sedangkan negara kesatuan adalah negara yang hanya memiliki satu pemerintahan dimana pemerintah pusat tersebut memiliki seluruh tugas dan kewenangan negara tersebut. Kabinet bisa saja mengendalikan parlemen. Kabinet dapat bertahan selama mendapat dukungan mayoritas parlemen. Fungsi kepala negara dan kepala pemerintahan dipegang oleh orang yang berbeda.BAB 10 PEMERINTAH DAN PEMERINTAHAN Pemerintah (government) secara etimologi berasal dari bahasa Yunani kubernan yang berarti nahkoda kapal. Ditinjau dari bentuk negara Terdapat sistem kerajaan (monarkhi) dan sistem republik. Parlemen dapat menjatuhkan kabinet. Anggota kabinet dipilih oleh parlemen sebagai pelaksana kewenangan eksekutif. Jika ada permasalahan dapat ditangani secara komprehensif dan cepat. menyangkut rakyat dan wilayah negara itu demi tercapainya tujuan negara. KESATUAN DAN REPUBLIK Ditinjau dari susunan negaranya Negara federasi merupakan gabungan dari bagian-bagian menjadisatu tanpa meninggalkan ciri khas masing-masing bagian. Yang membedakan diantara keduanya adalah sistem penetapan kepala negaranya. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 27      . Jika monarkhi adalah raja yang dipilih atas dasar keturunan sedangkan di sistem republik kepala negaranya (presiden) dipilih langsung oeh rakyat lewat prosedur undang-undang. Parlemen dijadikan lahan kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif. bersumber dari kedaulatan dan berlandaskan pada dasar negara. Garis tanggung jawabnya jelas. sedangkan secara istilah pemerintah merupakan aparat terorganisasi yang berfungsi menyelenggarakan tugas dan kewenangan negara yang berlandaskan dasar negara. KABINET PRESIDENSIAL DAN PERLEMENTER Kabinet parlementer     Parlemen merupakan satu-satunya lembaga yang dipilih langsung oleh rakyat. Sedangkan pemerintahan dirumuskan sebagai segala kegiatan atau usaha yang terorganisasikan. maka perdana menteri membubarkan perlemen. Dan jika kebijakan perdana menteri tidak mendapat dukungan dari parlemen.

Pemencaran fungsi pada berbagai struktur pemerintahan satu sama lain yang memiliki hubungan yang sederajat. Tipe delegasi berpendirian bahwa wakil rakyat adalah penyuara aspirasi. Legislatif (parlemen) bukan tempat kaderisasi jabatan eksekutif. Pemusatan fungsi negara biasanya terdapat pada pemerintahan diktator dan absolut dimana kewenangan dipegang oleh satu tangan.Kabinet presidensial     Kepemimpinan dalam pelaksanaan kebijakan lebih jelas. yakni    Sentralisasi : daerah lokal sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat/ Dekonsentrasi : daerah lokal punya keleluasaan namun masih tunduk pada pelaksanaan tugas dari pusat Desentralisasi :daerah lokal berhak mengurus rumah tangganya sendiri. tipe Delegasi dan tipe Trustee. Sedangkan Tipe Trustee berpendirian bahwa wakil rakyat dipilih berdasarkan pertimbangkan tertentu dan kemampuan wakil rakyat tersebut dalam mempertimbangkan secara baik. yakni pemusatan fungsi-fungsi negara dan pemencaran fungsi-fungsi negara. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 28 . Tata cara yang harus diikuti pemilih yang akan memberikan suaranya. Kebijakan yang bersifat komprehensif jarang dibuat. SISTEM PEMILIHAN UMUM Pemilihan umum setidaknya mempunyai tiga variable pokok. Pemencaran fungsi negara secara territorial. yakni di tangan presiden. yaitu :  Penyuaraan. FUNGSI-FUNGSI PEMERINTAHAN Hanya ada dua kemungkinan pelaksanaan fungsi negara. Sedangkan pemencaran fungsi negara terdapat di negara yang cenderung demokratis. tidak saling membawahi.aspirasi rakyat. fungsi pemrintahan adalah sebagai berikut :    Rule making (pembuatan peraturan) Ruling application (penerapan peraturan) Rule adjudication (pengawasan peraturan) PERWAKILAN RAKYAT Tipe-tipe perwakilan rakyat yakni. Menurut Almond. Jabatan kepala negara dan kepala pemerintahan berada di satu tangan. karena eksekutif dan yudikatif memiliki kedudukan terpisah.

Tujuan pemilihan umum    Sebagai mekanisme pemilihan para pemimpin pemerintahan dan alternatif kebijakan umum. Menurut Max Weber. maka dikatakan menang. Ketentuan yang mengatur berapa jumlah kursi yang diperebutkan per distrik atau daerah pemilihan.  Formula perwakilan berimbang : ukuran kemenangan adalah perolehan banyak kursi per distrik. Menganut prinsip Hierarki.  Daerah pemilihan atau distrik. Administrasinya bersifat birokrasi yang lebih mampu mencapai tingkat efisiensi tinggi. Setiap aparat melaksanakan tugasnya dalam semangat dan hubungan formal dan impersonal. Formula (ketentuan) pemilihan. Rumus yang digunakan untuk menentukan siapa atau partai politik apa yang memenangkan kursi di suatu daerah pemilihan. digaji dan dipensiun. PENGHAKIMAN PERATURAN Penghakiman peraturan adalah suatu peranan untuk menyelesaikan pertikaian atau persengketaan yang menyangkut persoalan peraturan.  Formula pluralitas : jika suatu partai atau calon berhasil mendapatkan suara lebih banyak daripada partai lain atau calon lain. karakteristik birokrasi adalah sebagai berikut :       Terdapat pembagian kerja dengan spesialisasi peranan yang jelas. Sebagai sarana mobilisasi dan menggalang dukungan rakyat terhadap negara dan pemerintahan. Sebagai mekanisme pemindahan konflik kepentingan dari masyarakat kepada badan-badan perwakilan rakyat. pelanggaran peraturan dan penegasan fakta-fakta yang perlu untuk mendapatkan keputusan keadilan. Berdasakan sistem aturan abstrak yang konsisten dan terdiri dari penerapan aturan-aturan dalam kasus-kasus khusus. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 29 . BIROKRASI Birokrasi adalah dinas pemerintahan.  Formula mayoritas : jika suatu partai atau calon berhasil mendapatkan suara sebanyak 50 % + 1 dari jumlah seluruh perolehan suara. Setiap pegawai direkrut menurut prinsip kualifikasi teknis .

Peraturan pembuatan keputusan atau rumus pengambilan keputusan. Informasi Informasi. data dan fakta yang menjadi dasar dalam proses perumusan keputusan. Dapat dikatakan bahwa kebijakan umum merupakan bagian dari keputusan politik. Contoh : UU pidana dan UU antimonopoli  Kebijakan Redistributif Kebijakan yang mengandung paksaan secara langsung kepada warga negara tetapi diterapkan melalui lingkungan. Biasanya dirumuskan dalam konstitusi atau undang-undang negara. Contoh : keamanan negara dan pelayanan administrasi negara.   ISI KEBIJAKAN UMUM Theodore Lowi mengemukakan empat tipe kebijakan umum berdasarkan ada tidaknya paksaan secara langsung dan langsung tidaknya suatu kebijakan diterapkan pada individu. yaitu programprogram perilaku untuk mencapai tujuan masyarakat-negara (kebijakan umum) dan orang-orang yang akan menyelenggarakan kebijakan umum (pejabat pemerintah). Contoh: Pemilihan umum dan sidang paripurna badan perwakilan rakyat.BAB 11 KEPUTUSAN POLITIK DAN KEBIJAKAN UMUM Alternatif keputusan politik secara umum dibagi menjadi dua. Contoh : penentapan Pajak progresif. Ketentuan atau prosedur yang ditempuh dalam merumuskan suatu keputusan.  Kebijakan Konstituen Kebijakan yang jauh dari paksaan fisik dan akan diterapkan secara tidak langsung pada lingkungan. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 30 . Jumlah orang yang ikut merumuskan dan mengesahkan suatu keputusan.  Kebijakan Distributif Kebijakan yang mengandung paksaan tidak secara langsung tetapi diterapkan secara langsung pada individu. Keempatnya adalah :  Kebijakan Regulatif Kebijakan yang mengandung paksaan dan akan diterapkan secara langsung pada individu. UNSUR-UNSUR PEMBUAT KEBIJAKAN  Jumlah orang yang ikut mengambil keputusan. pajak pendapatan dan pajak bumi dan bangunan. Contoh : penggunaan APBD dan APBN untuk subsidi masyarakat dan pendidikan gratis.

politik dan nilai. Berdasarkan corak dan arah keputusan  Ideologi dan konstitusi Ideologi dan konstitusi memberikan gambaran akan tujuan keputusan yang akan dibuat.  Golongan pendukung pembuat keputusan Golongan atau kelompok pendukung pembuat keputusan keputusan akan menjadi pertimbangan tersendiri dalam mengarahkan tujuan suatu kebijakan yang akan dibuat. Akankah menguntungkan atau merugikan golongan pendukung pembuat keputusan. TAHAP-TAHAP KEBIJAKAN  Politisasi suatu permasalahan Politisasi atau mempolitikan suatu permasalahan pemerintah dan dicarikan jalan keluar lewat kebijakan. o Lingkungan di dalam pemerintahan : karakteristik birokratis dan pejabat.    agar diperhatikan Ringkasan Memahami Ilmu Politik 31 .  Latar belakang pembuat keputusan Latar belakang pembuat keputusan akan menjadi pertimbangan tersendiri dalam mengarahkan tujuan suatu kebijakan yang akan dibuat. ekonomi.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBIJAKAN Berdasarkan proses kebijakan  Lingkungan o Lingkungan diluar pemerintahan : faktor sosial. Persepsi pembuat kebijakan terhadap lingkungan Kebijakan yang akan dibuat terpengaruhi oleh persepsi pembuat kebijakan terhadap lingkungan. Aktivitas masyarakat perihal kebijakan o Aktivitas pemanfaatan kebijakan.  Keputusan yang sudah ada Perlu adanya pertimbangan dari keputusan-keputusan yang sudah ada demi terciptanya kesinambungan dan keselarasan suatu program tertentu. o Lingkungan khusus dari kebijakan tertentu : pengaruh kebijakan sebelumnya. o Aktivitas-aktivitas masyarakat yang merupakan dampak dari kebijakan. Aktivitas pemerintah perihal kebijakan o Aktivitas membuat suatu rumusan kebijakan. o Aktivitas melaksanakan kebijakan.  Informasi yang tersedia Informasi yang akurat dan lengkap sebagai dasar dalam merumuskan suatu kebijakan.

o Penguasa merupakan orang yang secara nyata membuat keputusan. BENTUK DAN TIPE KEBIJAKAN Berdasarkan bentuk dan sifat pengaruh  Kebijakan komprehensif merupakan kebijakan yang mampu memberikan pengaruh yang mendasar yang menyeluruh. PEMBUAT KEPUTUSAN POLITIK o Elit formal merupakan elit politik yang menurut undang-undang berwenang membuat keputusan. Perumusan Merumuskan kebijakan apa yang akan ditetapkan.  Pengesahan program Mengesahkan kebijakan agar dapat secara langsung kepada khalayak  Pelaksanaan program Pelaksanaan dan penerapan kebijakan pada masyarakat. Elit formal dan orang yang berpengaruh dapat menjadi penguasa. o Orang yang berpengaruh ialah orang yang karena memiliki sumber-sumber kekuasaan yang mampu mempengaruhi elit formal sehingga keputusan yang dibuat elit formal sesuai dengan kehendaknya.  Pengawasan dan evaluasi Kebijakan yang sudah diterapkan harus selalu dipantau keberhasilan dan kekurangannya dan selanjutnya dilakukan evaluasi dalam rangka membenahi kekurangan suatu kebijakan tadi.  Keputusan bukan keputusan merupakan keputusan yang dibuat hanya untuk menenangkan masyarakat tanpa adanya suatu tindakan nyata. Berdasarkan isi dan prosedur  Keputusan rutin merupakan keputusan yang dipersiapkan secara seksama. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 32 .  Kebijakan marjinal adalah kebijakan yang hanya mampu menimbulkan perubahan pada permukaan dan pinggiran-pinggiran permasalah saja. tawar-menawar dan perdebatan.  Keputusan darurat merupakan keputusan yang dibuat dalam rangka menanggulangi suatu keadaan darurat dan perlu penanganan segera. Dilakukan melalui diskusi . disusun menurut prosedur yang normal sesuai dengan ketetapan konstitusi dan undang-undang.

 Sosialis Terdapat pembagian tugas antara perencanaan terpusat dan mekanisme pasar dalam koordinasi unit ekonomi dan antara swasta dan negara dalam pemilikan barang dan jasa. pengaturan organisasi dan alokasi sumber-sumber yang terbatas. Sistem ekonomi memuat sejumlah mekanisme. Menurut Paul Gregory dan Robert Stuart Membedakan sistem ekonomi berdasarkan pengaturan pembuatan keputusan. pendapatan dan konsumsi di dalam suatu wilayah tertentu. Menurut Grossman Membagi sistem ekonomi berdasarkan koordinasi unit ekonomi dan kepemilikan barang dan jasa.  Kapitalisme Keputusan diserahkan kepada pemilik faktor produksi. Perspektif ekonomisme menganggap proses-prose politik adalah sebagai produk proses-proses non politik (ekonomi menentukan politik). faktor produksi dimiliki swasta dan insentif materill diberikan untuk memotivasi. pemilikan barang dan mekanisme penetapan tujuan. barang dan jasa (saran dan alat produksi) dimiliki swasta. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 33 . dikoordinasikan oleh mekanisme pasar.BAB 12 POLITIK DAN EKONOMI Hubungan antara ekonomi dan politik dapat dilihat dari dua persepsi yaitu. dan membujuk orang bertindak (insentif).  Kapitalis Koordinasi unit ekonomi dilakukan oleh mekanisme pasar. SISTEM EKONOMI Sistem ekonomi adalah seperangkat mekanisme dan lembaga untuk membuat dan melaksanakan keputusan mengenai produksi. Hal-hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasai negara.  Komunis Koordinasi unit ekonomi dengan perencanaan terpusat dan barang dan jasa dimiliki oleh negara. mekanisme pengadaan informasi dan koordinasi. Sedangkan perspektif politisisme memandang struktur politik memiliki dan mengembangkan kepentingan sendiri dan mengenakan kepentingan-kepentingan ini terhadap kepentingan ekonomi tertentu (politik menentukan ekonomi).

faktor produksi dimiliki oleh publik dan insentif materiil dan moril diberikan untuk memotivasi. yakni lewat penerapan pajak yang hasilnya disalurkan kembali kepada masayarakat lewat subsidi.  Sosialisme pasar Pembuatan keputusan didesentralisasikan. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 34 . sistem transportasi. dikoordinasikan oleh mekanisme pasar. Sosialisme terencana Pembuatan keputusan didesentralisasi oleh peringkat atas organisasi dan dikoordinasikan oleh suatu perencanaan terpusat yang memberikan pengarahan mengikat.  Pengadaan barang dan jasa publik seperti keamanan. kepentingan elit yang memerintah dan pedoman dan batasan yang dikenakan oleh struktur kelembagaan.  Pengaturan kegiatan ekonomi swasta agar kemungkinan monopoli atau kegiatan lain yang dapat merugikan masyarakat banyak dapat dihindari.  Redistribusi pendapatan. POLITIK DAN KEBIJAKAN EKONOMI Pada dasarnya kebijakan ekonomi adalah bagian dari keputusan politik karena mempengaruhi distribusi kekayaan dan pendapatan dalam masyarakat. Kebijakan ekonomi juga merupakan masalah politik karena ia mencerminkan keputusan yang dibuat oleh para pejabat pemerintah dalam konteks kelembagaan. Keputusan ini dibuat brdasarkan kehendak umum. FUNGSI PEMERINTAH DALAM EKONOMI  Pengarahan kegiatan ekonomi masyarakat sehigga mencapai tujuan yang dikehendaki. faktor produksi dimiliki oleh publik dan insentif materiil dan moril diberikan untuk memotivasi. telekomunikasi dan aturan perbankan.

Artinya pemimpin dipilih dan diangkat melalui prosedur yang tercantum dalam konstitusi dan undang-undang. Hubungan kekuasaan dalam demokrasi dilakukan lewat adanya kompromi dan bekerja sama dalam mencapai suatu tujuan bersama. Legitimasi kewenangan diperoleh melalui proses prosedural menurut undangundang. jarak kekuasaan (politik) dan ekonomi antara penguasa dan penduduk di pedesaan sangat jauh. negara memegang penuh kendali perekonomian lewat pemilikan alat produksi dan sumber-sumber produksi. ras atau agama. SISTEM POLITIK DEMOKRASI Sistem demokrasi secara ideal ialah sistem politik yang mengedepankan keseimbangan antara konflik dan konsensus dimana perbedaan pendapat dan persaingan diperbolehkan antar individu atau kelompok. d.BAB 13 MODEL-MODEL SISTEM POLITIK a. cenderung bersifat pribadi dan negatif karena sumber-sumber kekuasaan pada masyarakatnya sedikit mengakibatkan kesukaran dalam melakukan pengawasan terhadap pihak penguasa. b. c. Kewenangan otokrat bersumber dan berdasarkan tradisi. dianut mekanisme pasar namun pemerintah tetap mengatur sumber-sumber yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Disamping itu. Pemimpin partai sekaligus pemimpin pemerintahan dan pemimpin negara. Setiap individu bebas untuk mengejar tujuan hidupnya. Sistem ini dipersatukan oleh faktor primordial dimana pemimpin menjadi lambang kebersamaan dalam suku bangsa. SISTEM POLITIK OTOKRASI TRADISIONAL Kebaikan bersama pada sistem politik ini menekankan pada stratifikasi ekonomi ketaatan pada penguasa. Dalam bidang ekonomi. menonjolkan kebutuhan moril dan menekankan pada kolektivitisme. Hubungan kekuasaan dalam sistem ini. SISTEM POLITIK TOTALITER Sistem politik totaliter sangat menekankan pada konsensus total di dalam masyarakat. SISTEM POLITIK KOMUNIS Sistem ini menekankan prinsip sama rata sama rasa dalam berbagai bidang masyarakat. Identitas bersama yang dianut adalah prinsip bersatu dalam perbedaan (bhinneka tunggal ika). Sedangkan hubungan kekuasaan dalam sistem ini dimonopoli dan dilaksanakan secara sentral dengan partai tunggal. Sistem totaliter dibedakan menjadi komunisme dan fasisme yang sama-sama menghendaki pengaturan masyarakat secara menyeluruh dan menempatkan kepentingan individu dibawah kepentingan nasional. Dalam bidang ekonomi. Ideologi doktriner dan eskatologis mendasari azas persatuan masyarakat. Hak-hak sipil dan individu tidak diakui. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 35 . Legitimasi kewenangan berasal dari peran pemimpin sebagai penafsir ideologi yang doktriner dan eskatologis. Kebaikan bersama pada sistem ini dilihat dari persamaan kesempatan politik bagi setiap individu dan dijamin oleh hukum.

 Basis legitimasi Sumber atau dasar darimana legitimasi pemerintah itu berasal. pemerintah masih sangat berperan dalam proses pencarian identitas bangsa. Hubungan kekuasannya pun masih bersifat dominatif dan negatif cenderung ke paksaan. Kriteria dibedakannya sistem politik pada negara berkembang yaitu :  Rezim politik Bergantung dari kebijakan rezim pemerintahan yang berkuasa. Sedangkan prinsip kewenangan dan legitimasinya masih belum menemukan pola yang sesuai karena masyarakat ini masih sangat didominasi oleh keputusan sepihak dari penguasa. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 36 .e. Kekuasaan dan campur tangan pemerintah sangat luas.  Pihak yang diuntungkan Pihak-pihak mana saja yang diuntungkan dari sistem politik yang diterapkan. SISTEM POLITIK NEGARA BERKEMBANG Dalam sistem ini. merumuskan kebaikan bersama maupun dalam memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakatnya.  Koalisi yang memerintah Koalisi dari sejumlah spesialis yakni seseorang atau suatu lembaga yang dikhususkan untuk menangani permasalahan atau bidang tertentu.

Bedanya dengan pembangunan politik. keagamaan dan pengaruh partai. tujuan negara dan prioritas pemerintah dan segala tujuan negara yang hendak dicapai. Struktur kekuasaan Pengaruh infrastruktur dan suprastruktur dalam proses kebijakan. stabilitas sebagai tujuan utama negara. Pembangunan politik adalah suatu implikasi nyata dari politik itu sendiri. stabilitas dan otonomi daerah sebagai tujuan lain pembangunan politik suatu negara. Infrastruktur politik adalah pengaruh berbagai kelompok sosial. OBJEK PERUBAHAN POLITIK Objek perubahan atau unsur politik yang dimaksud antara lain. pemerataan. Sedangkan suprastruktur politik yang dimaksud adalah karakteristik distribusi dan pelaksanaan kekuasaan oleh lembaga-lembaga pemerintahan. Pembangunan ini cenderung dibedakan dari pembangunan ekonomi karena sasaran pembangunan politik tidak hanya sistem politiknya saja namun juga pada kemampuan-kemampuan lain yang dianggap penting dalam melestarikan sistem politik.  Perubahan regresif yakni perubahan yang menuju ke situasi yang lebih buruk atau menurun daripada situasi sebelumnya. pemerataan. demokrasi.  Sistem nilai politik Nilai-nilai politik. TUJUAN PEMBANGUNAN POLITIK Myron Weiner menerangkan bahwa integrasi politik. pemerintah yang efisien. Sedangkan modernisasi diartikan sebagai proses perubahan untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan masyarakat mengikuti perkembangan zaman. Secara umum tipe perubahan adalah sebagai berikut :  Perubahan progresif yakni perubahan yang menuju ke situasi yang lebih baik daripada situasi sebelumnya.  Ringkasan Memahami Ilmu Politik 37 . bersih dan berwibawa sebagai tujuan dari pembangunan politik. Indonesia menganut tiga dari tujuan pembanguna politik yang dikemukakan Hutington sebagai Trilogi Pembangunan yang menerapkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.BAB 14 PERUBAHAN DAN PEMBANGUNAN POLITIK Perubahan dalam politik sering dikaitkan dengan pembangunan politik bangsa atau negara daam rangka mencapai tujuan nasionalnya. modernisasi tidak memilki tujuan yang jelas. Sedangkan Hutington menyatakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Sistem nilai. PENYEBAB PERUBAHAN POLITIK a. Sumber alam yang dipengaruhi dan mempengaruhi sistem politik. Perubahan ini cenderung bersifat radikal dan dicapai melalui cara-cara revolusioner. yakni perubahan progresif adalah perubahan dari kelompok revolusioner bertujuan untuk memperluas kesempatan bagi semua orang.  Perubahan dalam sistem Perubahan dalam proses politik yang terjadi sebagai modifikasi dari ketiga elemen sistem politik. TIPOLOGI PERUBAHAN POLITIK  Perubahan sistem Perubahan yang terjadi pada ketiga elemen sistem sekaligus.  Strategi menangani permasalahan kebijakan umum. b. dan perubahan Retrogresif yakni perubahan yang dimotori oleh kelompok reaksioner yang bertujuan untuk memulihkan kembali sistem stratifikasi yang kaku dan elitis. Kebijakan-kebijakan ini membawa efek yang secara langsung ataupun tidak langsung mempengaruhi sistem politik sehingga mengacu pada sebuah perubahan. Sumber-sumber atau faktor fisik yang mempengaruhi suatu sistem politik atau yang dipengaruhi oleh sistem politik. Suatu perubahan bisa terjadi sebagai dampak dari suatu kebijkan umum yang diterapkan pemerintah. Jalan atau prosedural yang ditempuh pemerintah dalam menangani permasalahan yang timbul akibat kekurangan dalam penerapan kebijakan umum. Konflik kepentingan Perubahan merupakan hasil interaksi kepentingan yang secara ketat dikontrol. bahkan ditentukan oleh posisi sosial atau kondisi materiil elit yang terlibat sehingga menimbulkan konflik antara kepentingan-kepentingan itu sendiri. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 38 . struktur kekuasaan dan strategi penanganan permasalahan kebijakan tidak berubah meskipun terjadi perubahan pemimpin pemerintahan dan isi kebijakan umum. Terdapat dua perubahan sistem nilai. Gagasan dan nilai-nilai baru ini dianggap dapat memicu masyarakat berkembang dinamis dan pro kemajuan.  Perubahan karena dampak dari kebijakan umum. Gagasan atau ide-ide baru Gagasan dan nilai-nilai baru sebagai variabel yang independen yang menjelaskan perbedaan antara sistem sosial dan proses-proses perubahan dan reproduksi.

Yaitu antara lain :        Sistem organisasi pemerintahan sangat terdeferensiasikan ddengan fungsifungsi yang spesifik. meskipun belum tentu semuanya terlibat dalam pembuatan keputusan. Integrasi di dalam struktur pemerintahan sangat tinggi. sedangkan partikularisme adalah paham yang menempatkan perlakuan berbeda tergantung faktor-faktor tertentu. Apakah netral atau terpengaruh faktor tertentu sehingga cenderung berpihak.     Di lain pihak. wilayah dan identitas nasional negara. Identifikasi masyarakat yang luas dan mendalam dengan sejarah. Keputusan-keputusan politik dan administratif bercakupan besar dan sangat efektif. Ciri negara yang belum modern atau masih tradisional adalah kebalikan dari ciri-ciri tersebut diatas. Universalisme ataukah partikularisme Unversalisme diartikan sebagai paham kesamaan kedudukan dalam hal-hal tertentu.. Afektif melihat dari pandangan emosional antar anggota masyarakat. Ward dan Rustow mengemukakan tujuh ciri masyarakat yang dapat dikatakan sebagai masyarakat modern. Perhatian dan keterlibatan masyarakat sangat luas dalam sistem politik. Faktor kemampuan ataukah faktor keturunan dan hadiah Faktor kemampuan ataukah faktor keturunan atau juga faktor hadiah yang mempengaruhi kedudukan atau status seseorang dalam masyarakat. Kespesifikan ataukah keberbauran Kespesifikasian ini merujuk pada sistem hukum yang dirumuskan secara spesifik ataukah berbaur atau tidak terperinci. Alokasi peranan-peranan politik ditentukan berdasarkan kemampuan.DIKOTOMI MASYARAKAT TRADISIONAL DAN MODERN Parsons dan Shills mengemukakan lima kriteria yang dapat digunakan dalam mengindikasikan suatu masyarakat modern ataukah masyarakat tradisional. Ringkasan Memahami Ilmu Politik 39 . bukan berdasarkan keturunan atau hadiah. hanya berdasarkan norma atau nilai yang berlaku dalam masyarakat. Orientasi kolektif ataukah orientasi individual Orientasi atau suatu prinsip hidup seseorang terhadap lingkungannya. yaitu :  Afektif ataukah afektif yang netral. Prosedur yang rasional dan sekuler dalam pembuatan keputusan.

Maka apa yang sudah tercapai tidak mungkin akan surut lagi.         --o0o-- Ringkasan Memahami Ilmu Politik 40 . Sistemik Perubahan tersebut akan berkaitan dan mempengaruhi faktor-faktor lain.Sementara itu Hutington mengemukakan pula Sembilan karakteristik proses modernisasi suatu negara. tapi ibarat niat. Tak akan mundur lagi Meskipun suatu saat perubahan mengalami kemunduran. Kompleks Peubahan tersebut harus melibatkan semua bidang pemikiran dan perilaku manusia. Evolusioner Keseluruhan perubahan yang dilibatkan dengan modernisasi hanya akan dicapai dalam waktu dalam proses yang memakan waktu panjang. Bertahap Perubahan ini dilakukan dalam beberapa tahap yang saling berkaitan. Suatu saat modernisasi akan menjelma sebagai suatu kebutuhan. Global Perubahan ini merupakan respon dari gejala-gejala perubahan di berbagai belahan dunia. Progresif Suatu perubahan diharapkan untuk dapat mencapai hasil yang lebih baik dari keadaan sebelum perubahan. Penyeragaman Perubahan ini cenderung menuju ke bentuk masyarakat modern yang menitikberatkan pada persamaan atau keseragaman. yaitu :  Revolusioner Revolusioner dalam artian perubahan pola kehidupan manusia secara radikal dan menyeluruh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful