2.

STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COOPERATIVE LEARNING MODEL) Kelompok merupakan konsep yang penting dalam kehidupan manusia, karena sepanjang hidupnya manusia tidak akan terlepas dari kelompoknya. Kelompok dalam konteks pembelajaran dapat diartikan sebagai kumpulan dua orang individu atau lebih yang berinteraksi secara tatap muka, dan setiap individu menyadari bahwa dirinya merupakan bagian dari kelompoknya, sehingga mereka merasa memiliki, dan merasa saling ketergantungan secara positif yang digunakan untuk mencapai tujuan bersama. Dari konsep di atas maka jelas, dalam proses pembelajaran kelompik setiap anggota kelompok akan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama pula. Dilihat dari landasan psikologi belajar, pembelajaran kelompok banyak dipengaruhi oleh psikologi belajar kognitif holistik yang menekankan bahwa belajar pada dasarnya proses berpikir. Namun demikian, psikologi humanistik juga mendasari strategi pembelajaran ini. Dalam pembelajaran kelompok pengembangan kemampuan kognitif harus diimbangi dengan perkembangan pribadi secara utuh melalui kemampuan hubungan interpersonal. Teori medan, misalanya yang bersumber dari aliran psikologi kognitif atau psikologi Gestalt, menjelaskan bahwa keseluruhan lebih member makna daripada bagian-bagian yang terpisah. Setiap tingkah laku, menurut teori medan bersumber dari adanya ketegangan (tension) dan ketegangan itu muncul karena adanya kebutuhan (need). Menurut teori psikodinamika, kelompok bukan hanya sekedar kumpulan individu melainkan merupakan satu kesatuan yang memiliki cirri dinamika dan emosi tersendiri. Misalnya, kelompok terbentuk karena adanya ketergantungan masing-masing individu, mereka merasa tidak berdaya sehingga mereka membutuhkan perlindungan, mereka membutuhkan bantuan orang lain. Dalam situasi yang demikian, maka pimpinan kelompk bias mengarahkan perilaku dan interaksi antara anggota kelompok.

A. Konsep Strategi Pembelajaran Kooperatif (SPK) Model pembelajaran kelompok adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Ada empat unsur penting dalam SPK, yaitu: (1) adanya peserta dalam kelompok; (2) adanya aturan kelompk; (3) adanya upaya belajar setiap anggota kelompok; (4) adanya tujuan yang harus dicapai. Peserta adalah siswa yang melakukan proses pembelajaran dalam setiap kelompok belajar. Pengelompokan siswa bias ditetapkan berdasarkan beberapa pendekatan, di antaranya pengelompokan yang didasarkan atas minat dan bakat siswa, pengelompokan yang didasarkan atas latar belakang kemampuan, pengelompokan yang didasarkan atas campuran baik campuran ditinjau dari minat maupun campuran ditinjau dari kemampuan. Pendekatan apa pun yang digunakan, tujuan pembelajaran haruslah menjadi pertimbangan utama.

pertama. sehingga setiap indvidu akan memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan kontribusi demi keberhasilan kelompok. SPK mempunyai dua komponen utama. penghargaan terhadap waktu. Stategi pembelajaran ini bias digunakan manakala: . memecahkan masalah. Sistem penilaian dilakukan terhadap kelompok. beberapa hasil penelitian membuktikan bahwa penggunaan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa sekaligus dapat meningkatkan kemampuan hubungan sosial. sehingga mencapai tujuan kelompok. dan mengintegrasikan pengetahuan dengan keterampilan. sehingga antarpeserta dapat saling membelajarkan melalui tukar pikiran. jenis kelamin. Aktivitas pembelajaran tersebut dilakukan dalam kegiatan kelompok. ras. jika kelompok mampu menunjukkan prestasi yang disyaratkan. baik kemampuan dalam aspek pengetahuan. Tugas kooperatif berkaitan dengan hal yang menyebabkan anggota bekerja sama dalam menyelesaikan tugas kelompok. Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan/tim kecil. Kedua. Salah satu strategi dari model pembelajaran kelompok adalah strategi pembelajaran kooperatif (cooperative learning) (SPK). dan suka member pertolongan pada yang lain. mereka akan mempunyai motivasi untuk keberhasilan kelompik. maka pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pembelajaran yang dapat memperbaiki sistem pembelajaran yang salama ini memiliki kelemahan. maupun gagasan-gagasan. penerimaan terhadap peserta didik yang dianggap lemah. Dengan demikian. pengalaman. Struktur insentif dianggap sebagai keunikan dari pembelajaran kooperatif. Setiap individu akan saling membantu. yaitu berupa peningkatan prestasi belajar peserta didik (student archiviement) juga mempunyai dampak pengiring seperti relasi sosial. setiap anggota kelompok akan mempunyai ketergantungan positif. Ketergantungan semacam itulah yang selanjutkan akan memunculkan tanggung jawab individu terhadap kelompok dan keterampilan interpersonal dari setiap anggota kelompok.Upaya belajar adalah segala aktivitas siswa untuk meningkatkan kemampuannya yang telah dimiliki maupun meningkatkan kemampuan baru. yaitu komponen tugas kooperatif (cooperative task) dan komponen struktur insetif kooperatif (cooperative incentive structure). norma akademik. Setiap kelompoka akan memperoleh penghargaan (reward). atau suku yang berbeda (heterogen). sikap. harga diri. pembelajaran kooperatif dapat merealisasikan kebutuhan siswa dalam belajar berpikir. karena melalui struktur insentif setiap anggota kelompok bekerja keras untuk belajar. SPK merupakan strategi pembelajaran kelompk yang akhir-akhir ini menjadi perhatian dan dianjurkan para ahli pendidikan untuk digunakan. menumbuhkan sikap menerima kekurangan diri dan orang lain. Slavin (1995) mengemukakan dua alas an. sedangkan struktur insentif kooperatif merupakan sesuatu yang membangkitkan motivasi individu untuk bekerja sama mencapai tujuan kelompok. yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik. hal yang menarik dari SPK adalah adanya harapan selain memiliki dampak pembelajaran. maupun keterampilan. serta dapat meningkatkan harga diri. Dari dua alas an tersebut. mendorong dan memotivasi anggota lain untuk menguasai materi pelajaran. jadi.

di mana setiap anggota kelompok menginginkan semuanya memperoleh keberhasilan. Bekerja secara tim dengan mengevaluasi keberhasilan sendiri oleh kelompok. Tujuan yang ingin dicapai tidak hanya kemampuan akademik dalam pengertian penguasaan bahan pelajaran. Elaborasi kognitif. Adanya kerja sama inilah yang menjadi cirri khas dari pembelajaran kooperatif. bahwa siswa dapat belajar dari teman lainnya. a. Slavin. Jika guru menghendaki seluruh siswa (bukan hanya siswa yang pintar saja) untuk memperoleh keberhasilan dalam belajar. perspektif perkembangan kognitif. merupakan iklim yang bagus. dan Chambers (1996) berpendapat bahwa belajar melalui kooperatif dapat dijelaskan dari beberapa perspektif. Dengan demikian. yaitu perspektif motivasi. karakteristik strategi pembelajaran kooperatif dijelaskan di bawah ini. Jika guru menghendaki untuk mengembangkan kemampuan komunikasi siswa sebagai bagian dari isi kurikulum.1. keberhasilan setiap individu pada dasarnya adalah keberhasilan kelompok. Perspektif perkembangan kognitif artinya bahwa dengan adanya interaksi antara anggota kelompok dapat mengembangkan prestasi siswa untuk berpikir mengolah berbagai informasi. 5. dan belajar dari bantuan orang lain. Abrani. tetapi juga adanya unsur kerja sama untuk penguasaan materi tersebut. artinya bahwa setiap siswa akan berusaha untuk memahami dan menimba informasi untuk menambah pengetahuan kognitifnya. Karakterisitik SPK Pembeljaran kooperatif berbeda dengan strategi pembelajaran yang lain. 2. B. Guru menekankan pentingnya usaha kolektif di samping usaha individual dalam belajar. 3. dan perspektif elaborasi kognitif. Perspektif motivasi artinya bahwa penghargaan yang diberikan kepada kelompok memungkinkan setiap anggota akan saling membantu. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari proses pembelajaran yang lebih menekankan kepada proses pembelajaran yang lebih menekankan kepada proses kerja sama dalam kelompok. Jika guru menghendaki berkembangnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dan menemukan berbagai solusi pemecahan. Dengan demikian. Karakteristik dan Prinsip-Prinsip SPK 1. 4. Hal semacam ini akan mendorong setiap anggota kelompok untuk memperjuangkan keberhasilan kelompoknya. Pembelajaran Secara Tim . 6. Jika guru ingin menanamkan. perspektif sosial. Jika guru menghendaki untuk meningkatkan motivasi siswa dan menambah tingkat partisipasi mereka. Perspeketif sosial artinya bahwa melalu kooperatif setiap siswa akansaling membantu dalam belajar karena mereka menginginkan semua anggota kelompok memperoleh keberhasilan.

ajaran kooperatif perlu ditentukan criteria keberhasilan baik melalui tes dan nontes. Oleh sebab itu. mengemukakan pendapat. Fungsi organisasi menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah pekerjaan bersama antar setiap anggota kelompok. manajemen mempunyai empat fungsi pokok. 2. apa yang harus digunakan untuk mencapai tujuan itu dan lain sebagainya. Oleh karena itu. dan latar belakang sosial yang berbeda. Misalnya. dan memberikan kontribusi kepada keberhasilan keolompok. Siswa perlu dibantu mengatasi berbagai hambatan dalam berinteraksi dan berkomunikasi. saling member dan menerima. sehingga diharapkan setiap anggota dapat memberikan kontribusi terhadap keberhasilan kelompok. akan tetapi juga ditanamkan perlunya saling membantu. yang pintar perlu membantu yang kurang pintar. Keterampilan Bekerja Sama Kemauan untuk bekerja sama itu kemudian dipraktikkan melalui aktivitas dan kegiatan yang tergambarkan dalam keterampilan bekerja sama. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Kooperatif . dan fungsi kontrol. melalui langkahlangkah pembelajaran yang sudah ditentukan termasuk ketentuan-ketentuan yang sudah disepakati bersama. fungsi pelaksanaan. sehingga setiap siswa dapat menyampaikan ide. b. d. oleh sebab itu perlu diatur tugas dan tanggung jawab setiap anggota kelompok. fungsi organisasi. Setiap anggota kelompok bukan saja harus diatur tugas dan tanggung jawab masing-masing. Fungsi perencanaan menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif memerlukan perencanaan yang matang agar proses pembelajaran berjalan secara efektif. Demikian juga dalam pembelajaran kooperatif. misalnya tujuan apa yang harus dicapai. siswa perlu didorong untuk mau dan sanggup berinteraksi dan berkomunikasi dengan anggota lain. c. Fungsi pelaksanaan menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif harus dilaksanakan sesuai dengan perencanaan. Dengan demikian. Untuk itulah. Didasarkan pada Manajemen Kooperatif Sebagaimana pada umumnya. Fungsi kontrol menunjukkan bahwa dalam pembe. jenis kelamin.Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran secara tim. Setiap kelompok bersifat heterogen. Hal ini dimaksudkan agar setiap anggota kelompok dapat saling memberikan pengalaman. Artinya. Tim merupakan tempat untuk mencapai tujuan. criteria keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh keberhasilan tim. prinsip bekerja sama perlu ditekankan dalam proses pembelajaran kooperatif. Kemauan untuk Bekerja Sama Keberhasilan pembelajaran kooperatif ditentukan oleh keberhasilan secara kelompok. bagaimana cara mencapainya. tim harus mampu membuat setiap siswa belajar. kelompok terdiri atas anggota yang memiliki kemampuan akademik. yaitu fungsi perencanaan. Semua anggota tim (anggota kelompok) harus saling membantu untuk mencapai tujuan pembelajaran.

. keberhasilan suatu penyelesaian tugas sangat tergantung kepada usaha yang dilakukan setiap anggota kelompoknya. Anggota kelompok yang mempunyai kemampuan lebih. guru perlu memberikan penilaian terhadap individu dan juga kelompok. menghargai setiap perbedaan. seperti dijelaskan di bawah ini. Dengan demikian.Terdapat empat prinsip dasar pembelajaran kooperatif. Prinsip Ketergantungan Positif (Positive Interdependence) Dalam pembelajaran kelompok. Penilaian individu bisa berbeda. d. Tanggung Jawab Perseorangan (Individual Accountability) Prinsip ini merupakan konsekuensi dari prinsip yang pertama. a. b. Untuk terciptanya kelompok kerja yang efektif. memanfaatkan kelebihan masingmasing anggota. Oleh karena keberhasilan kelompok tergantung pada setiap anggotanya. Kelompok belajar kooperatif dibentuk secara heterogen. artinya tugas kelompok tidak mungkin bias diselesaikan manakala ada anggota yang tak bisa menyelesaikan tugasnya. Inilah hakikat ketergantungan positif. Untuk mencapai hal tersebut. c. dan semua ini memerlukan kerja sama yang baik dari masing-masing anggota kelompok. Kemampuan ini sangat penting sebagai bekal mereka dalam kehidupan di masyarakat kelak. perlu disadari oleh setiap anggota kelompok keberhasilan penyelesaian tugas kelompok akan ditentukan oleh kinerja masing-masing anggota. Perbedaan semacam ini akan menjadi modal utama dalam proses saling memperkaya antar anggota kelompok. sebelum melakukan kooperatif. Oleh sebab itu. Partisipasi dan Komunikasi (Participation Communication) Pembelajaran kooperatif melatih siswa untuk dapat mampu berpatisipasi aktif dan berkomuikasi. Tugas tersebut tentu saja disesuaikan dengan kemampuan setiap anggota kelompok. Tidak setiap siswa mempunyai kemampuan berkomunikasi. diharapkan mau dan mampu membantu temannya untuk menyelesaikan tugasnya. setiap anggota kelompok masing-masing perlu membagi tugas sesuai dengan tujuan kelompoknya. Setiap anggota harus memberikan yang terbaik untuk keberhasilan kelempoknya. semua anggota dalam kelompok akan merasa saling ketergantungan. Oleh sebab itu. guru perlu membekali siswa dengan kemampuan berkomunikasi. akan tetapi penilaian kelompok harus sama. latar belakang sosial. dan kemampuan akademik yang berbeda. Interaksi tatap muka akan memberikan pengalaman yang berharga kepada setiap anggota kelompok untuk bekerja sama. Interaksi Tatap Muka (Face to Face Promotion Interaction) Pembelajaran kooperatif member ruang dan kesempatan yang luas kepada setiap anggota kelompok untuk bertatap muka salaing memberikan informasi dan saling membelajarkan. maka setiap anggota kelompok harus memiliki tanggung jawab sesuai dengan tugasnya. dan mengisi kekurangan masing-masing. yang berasal dari budaya.

artinya kelompok dibentuk berdasarkan perbedaan-perbedaan setiap anggotanya. Tujuaan utama dalam tahap ini adalah pemahaman siswa terhadap pokok materi pelajaran. kelompok heterogen memudahkan pengelolaan kelas karena dengan adanya satu orang yang berkemampuan akademis tinggi. guru perlu terus melatih dan melatih. dan gender. agama. padahal keberhasilan kelompok ditentukan oleh partisipasi setiap anggotanya. C. cara menyatakan ketidaksetujuan atau cara menyanggah pendapat orang lain secara santun. Misalnya. sosial-ekonomi. Selanjutnya. dan tanya jawab. (3) penilaian. dan satu lainnya dari kelompok kemampuan akademis kurang (Anita Lie. siswa perlu dibekali dengan kemampuan-kemampuan berkomunikasi. Dalam hal kemampuan akademis. yaitu: (1) penjelasan materi. Untuk dapat melakukan partisipasi dan komunikasi. selanjutnya siswa diminta untuk belajar pada kelompoknya masing-masing yang telah dibentuk sebelumnya. Pertama. 2005). tidak memojokkan. dua orang dengan kemampuan sedang. Melalui pembelajaran dalam tim siswa didorong untuk melakukan tukar-menukar (sharing) informasi . sampai pada akhirnya setiap siswa memiliki kemampuan untuk menjadi komunikator yang baik. Di samping itu. Penjelasan Materi Tahap penjelasan diartikan sebagai proses penyampaian pokok-pokok materi pelajaran sebelum siswa belajar dalam kelompok. Oleh sebab itu. guru juga dapat menggunakan berbagai media pembelajaran agar proses penyampaian dapat lebih menarik siswa. dan etnik. Pada tahap ini guru dapat menggunakan metode ceramah. bahkan kalau perlu guru dapat menggunakan demonstrasi. Pengelompokan dalam SPK bersifat heterogen. etnis. Lie menjelaskan beberapa alas an lebih disukainya pengelompokan heterogen.. Pada tahap ini guru memberikan gambaran umum tentang materi pelajaran yang harus dikuasai yang selanjutnya siswa akan memperdalam materi dalam pembelajaran kelompok (tim).misalnya kemampuan mendengarkan dan kemampuan berbicara. guru mendapatkan satu asisten untuk setiap tiga orang. Keterampilan berkomunikasi memang memerlukan waktu. baik perbedaan gender. Terakhir. kelompok heterogen memberikan kesempatan untuk saling mengajar (peer tutoring) dan saling mendukung. kelompok ini meningkatkan relasi dan interaksi antarras. Kedua. Belajar dalam Kelompok Setelah guru menjelaskan gambaran umum tentang pokok-pokok materi pelajaran. 2. curah pendapat. cara menyampaikan gagasan dan ide-ide yang dianggapnya baik dan berguna. Prosedur Pembelajaran Kooperatif Prosedur pembelajaran kooperatif pada prinsipnya terdiri atas empat tahap. (2) belajar dalam kelompok. serta perbedaan kemampuan akademik. (4) pengakuan tim. 1. kelompok pembelajaran biasanya terdiri dari satu orang berkemampuan akademis tinggi. latar belakang agama. Siswa tak mungkin dapat menguasainya dalam waktu sekejap.

b. 4. Melalui SPK siswa tidak terlalu menggantungkan pada guru. Tes atau kuis dilakukan baik secara individual maupun secara kelompok. Hasil akhir setiap siswa adalah penggabungan keduanya dan dibagi dua. f. e. SPK dapat mengembangkan kemampuan mengungkapkan idea tau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan membandingkannya dengan ide-ide orang lain. karena keputusan yang dibaut adalah tanggung jawab kelompoknya. SPK dapat membantu anak untuk respek pada orang lain dan menyadari akan segala keterbatasannya serta menerima segala perbedaan. . menemukan informasi dari berbagai sumber. Tes individual nantinya akan memberikan informasi kemampuan setiap siswa. Nilai setiap kelompok memiliki nilai sama dalam kelompoknya. E.dan pendapat. termasuk mengembangkan rasa harga diri. menerima umpan balik. Pengakuan Tim Pengakuan tim (team recognition) adalah penetapan tim yang dianggap paling menonjol atau paling berprestasi untuk kemudian diberikan penghargaan atau hadiah. c. Hal ini disebabkan nilai kelompok adalah nilai bersama dalam kelompoknya yang merupakan hasil kerja sama setiap anggota kelompok. Keunggulan SPK Keunggulan pembelajaran kooperatif sebagai suatu strategi pembelajaran di antaranya: a. akan tetapi dapat menambah kepercayaan kemampuan berpikir sendiri. Pengakuan dan pemberian penghargaan tersebut diharapkan dapat memotivasi tim untuk terus berprestasi dan juga membangkitkan motivasi tim lain untuk lebih mampu meningkatkan prestasi mereka. Penilaian Penilaian dalam SPK bisa dilakukan dengan tes atau kuis. Melalui SPK dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk menguji ide dan pemahamannya sendiri. SPK dapat meningkatkan kemampuan siswa menggunakan infornasi dan kemampuan belajar abstrak menjadi nyata (riil). mengembangkan keterampilan me-manage waktu. Keunggulan dan Kelemahan SPK 1. dan mengoreksi hal-hal yang kurang tepat. dan sikap positif terhadap sekolah. dan belajar dari siswa yang lain. g. SPK merupakan suatu strategi yang cukup ampuh untuk meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial. dan tes kelompok akan memberikan informasi kemampuan setiap kelompok. Siswa dapat berpraktik memecahkan masalah tanpa takut membuat kesalahan. 3. d. hubungan interpersonal yang positif dengan yang lain. membandingkan jawaban mereka. mendiskusikan permasalahan secara bersama. SPK dapat membantu memberdayakan setiap siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar.

Dan. . Untuk siswa yang dianggap memiliki kelebihan. siswa juga harus belajar bagaimana membangun kepercayaan diri. maka dibandingkan dengan pengajaran langsung oleh guru. Sangat tidak rasional kalau kita mengharapkan secara otomotatis siswa dapat mengerti dan memahami filsafat cooperative learning.h. Oleh karena itu. e. akan tetapi banyak aktivitas dalam kehidupan yang hanya didasarkan kepada kemampuan secara individual. bahwa sebenarnya hasil atau prestasi yang diharapkan adalah prestasi setiap individu siswa. 2. Walaupun kemampuan bekerja sama merupakan kemampuan yang sangat penting untuk siswa. Oleh karena itu idealnya melalui SPK selain belajar bekerja sama. c. bisa terjadi cara belajar yang demikian apa yang seharunsnya dipelajari dan dipahami tidak pernah dicapai oleh siswa. contohnya. di antaranya: a. Akibatnya. Namun demikian. Interaksi selama kooperatif berlangsung dapat meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berpikir. Ciri utama dari SPK adalah bahwa siswa saling membelajarkan. keadaan semacam ini dapat mengganggu iklim kerja sama dalam kelompok. SPK juga memiliki keterbatasan. guru perlu menyadari. b. jika tanpa peer teaching yang efektif. Keberhasilan SPK dalam upaya mengembangkan kesadaran berkelompok memerlukan periode waktu yang cukup panjang. mereka akan merasa terhambat oleh siswa yang dianggap kurang memiliki kemampuan. Untuk mencapai kedua hal itu dalam SPK memang bukan pekerjaan yang mudah. hal ini tidak mungkin dapat tercapai hanya dengan satu kali atau sekali-sekali penerapan strategi ini. d. Hal ini berguna untuk proses pendidikan jangka panjang. Untuk memahami dan mengerti filosofis SPK memang butuh waktu. Keterbatasan SPK Di samping keunggulan. Penilaian yang diberikan dalam SPK didasarkan kepada hasil kerja kelompok.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.