P. 1
PENGKAJIAN KOMUNITAS rempoAh

PENGKAJIAN KOMUNITAS rempoAh

|Views: 536|Likes:
Published by Lya Alifah

More info:

Published by: Lya Alifah on Dec 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/15/2013

pdf

text

original

TUGAS TERSTRUKTUR KEPERAWATAN KOMUNITAS II PENGKAJIAN KOMUNITAS DESA REMPOAH RW II

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Komunitas II Dosen pembimbing: Asep Iskandar, M.Kep., Sp.Kom

OLEH KELOMPOK V Hanung Dwaya D Ahwal Yanuar Liya Alifah Handayani Tisna Putriyani M Siska Amanah N Dria Sunu Priambudi Risa Yuliana U Yuniko Febby H. F Praptik S. A G1D008066 G1D008075 G1D008084 G1D008092 G1D008101 G1D008109 G1D008117 G1D009042 G1D009057 G1D009068

KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN KEPERAWATAN 2011

BAB 1 PENDAHULUAN

BAB II LANDASAN TEORI

A. Pengertian Menurut WHO (1959), keperawatan komunitas adalah bidang perawatan khusus yang merupakan gabungan ketrampilan ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat dan bantuan sosial, sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat secara keseluruhan guns meningkatkan kesehatan, penyempumaan kondisi sosial, perbaikan lingkungan fisik, rehabilitasi, pence-gahan penyakit dan bahaya yang lebih besar, ditujukan kepada individu, keluarga, yang mempunyai masalah dimana hal itu mempengaruhi masyarakat secara keseluruhan. Keperawatan kesehatan komunitas adalah pelayanan keperawatan

profesional yang ditujukan kepada masyarakat dengan pendekatan pads kelompok resiko tinggi, dalam upaya pencapaian derajat kesehatan yang optimal melalui pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan dengan menjamin keterjangkauan pela¬yanan kesehatan yang dibutuhkan dan melibatkan klien sebagai mitra dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pelayanan keperawatan (Spradley, 1985; Logan and Dawkin, 1987). Keperawatan kesehatan komunitas menurut ANA (1973) adalah suatu sintesa dari praktik kesehatan masyarakat yang dilaku¬kan untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan masyarakat. Praktik keperawatan kesehatan komunitas ini bersifat menye¬luruh dengan tidak membatasi pelayanan yang diberikan kepada kelompok umur tertentu, berkelanjutan dan melibatkan masyarakat. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa perawatan kesehatan komunitas adalah suatu bidang dalam ilmu keperawatan yang merupakan keterpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta masyarakat, serta mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan dengan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif, secara menyeluruh dan terpadu ditujukan kesatuan yang utuh

melalui proses keperawatan untuk ikut meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal.

B. Paradigma Keperawatan Komunitas

Paradigma keperawatan komunitas terdiri dari empat komponen pokok, yaitu manusia, keperawatan, kesehatan dan lingkungan (Logan & Dawkins, 1987). Sebagai sasaran praktik keperawatan klien dapat dibedakan menjadi individu, keluarga dan masyarakat.

1. Individu Sebagai Klien Individu adalah anggota keluarga yang unik sebagai kesatuan utuh dari aspek biologi, psikologi, social dan spiritual. Peran perawat pada individu sebagai klien, pada dasarnya memenuhi kebutuhan dasarnya yang mencakup kebutuhan biologi, sosial, psikologi dan spiritual karena adanya kelemahan fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan, kurangnya kemauan menuju kemandirian pasien/klien. 2. Keluarga Sebagai Klien Keluarga merupakan sekelompok individu yang berhubungan erat secara terus menerus dan terjadi interaksi satu sama lain baik secara perorangan maupun secara bersama-sama, di dalam lingkungannya sendiri atau masyarakat secara keseluruhan. Keluarga dalam fungsinya mempengaruhi dan lingkup kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman dan nyaman, dicintai dan mencintai, harga diri dan aktualisasi diri. Beberapa alasan yang menyebabkan keluarga merupakan salah satu fokus pelayanan keperawatan yaitu : a. Keluarga adalah unit utama dalam masyarakat dan merupakan

lembaga yang menyangkut kehidupan masyarakat.

keluarga. udara. Lingkungan fisik yaitu lingkungan yang berkaitan dengan fisik seperti air. Masalah kesehatan didalam keluarga saling berkaitan. Keturunan merupakan faktor yang telah ada pada diri manusia yang dibawanya sejak lahir. norma. Keempat faktor tersebut saling berkaitan dan saling menunjang satu dengan yang lainnya dalam menentukan derajat kesehatan individu. misalnya penyakit asma. c. Penyakit yang diderita salah satu anggota keluarga akan mempengaruhi seluruh anggota keluarga tersebut. Keluarga sebagai suatu kelompok dapat menimbulkan. Lingkungan terdiri dari lingkungan fisik dan lingkungan sosial.b. Masyarakat Sebagai Klien Masyarakat memiliki cirri-ciri adanya interaksi antar warga. 3. pelayanan kesehatan dan keturunan. Menurut Hendrik L. iklim. Blum ada empat faktor yang mempengaruhi kesehatan. Contoh di suatu daerah mengalami wabah diare dan penyakit kulit akibat kesulitan air bersih. perilaku. diatur oleh adat istiadat. Kesehatan dalam keperawatan kesehatan komunitas didefenisikan sebagai kemampuan melaksanakan peran dan fungsi dengan efektif. kelompok dan masyarakat. Kesehatan adalah proses yang berlangsung mengarah kepada kreatifitas. konstruktif dan produktif. keluarga. tanah. sampah. memperbaiki ataupun mengabaikan masalah kesehatan didalam kelompoknya sendiri. hukum dan peraturan yang khas dan memiliki identitas yang kuat mengikat semua warga. mencegah. Keperawatan dalam keperawatan kesehatan komunitas dipandang sebagai bentuk pelayanan esensial yang diberikan oleh perawat kepada individu. yaitu lingkungan. dan kelompok dan masyarakat yang mempunyai masalah kesehatan meliputi . dan perumahan.

promotif. Dipahaminya pengertian sehat dan sakit oleh masyarakat. dimana lingkungan dapat mempengaruhi status kesehatan manusia. preventif. 2. sosial dan spiritual secara komprehensif yang ditujukan kepada individu keluarga dan masyarakat baik sehat maupun sakit mencakup siklus hidup manusia. sosial dan budaya dan lingkungan spiritual. keluarga serta masyarakat. C. Tujuan khusus a. keluarga dan kelompok didalam konteks komunitas serta perhatian lagsung terhadap kesehatan seluruh masyarakat dan mempertimbangkan masalah atau isu kesehatan masyarakat yang dapat mempengaruhi individu. Lingkungan dalam paradigm keperawatan berfokus pada lingkungan masyarakat. . Tujuan keperawatan kesehatan komunitas Keperawatan komunitas merupakan suatu bentuk pelayanan kesehatan yang dilakukan sebagai upaya dalam pencegahan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan keperawatan langsung (direction) terhadap individu. kuratif dan rehabilitative dengan menggunakan proses keperawatan untuk mencapai tingkat kesehatan yang optimal. 1. psikologi. Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan professional sebagai bagian integral pelayanan kesehatan dalam bentuk pelayanan biologi. psikologis. Tujuan Umum Meningkatkan derajat kesehatan dan kemampuan masyarakat secara meyeluruh dalam memelihara kesehatannya untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal secara mandiri. Lingkungan disini meliputi lingkungan fisik.

Terlayaninya kasus-kasus tertentu yang termasuk kelompok resiko tinggi yang memerlukan penanganan dan asuhan keperawatan di rumah dan di Puskesmas. c. Tingkat Individu. f. dan kelompok yang beresiko tinggi seperti keluarga penduduk di daerah kumuh. kelompok dan masyarakat untuk melaksanakan upaya perawatan dasar dalam rangka mengatasi masalah keperawatan. e. balita dan ibu hamil. Tertanganinya kasus-kasus yang memerlukan penanganan tindaklanjut dan asuhan keperawatan di rumah. d. keluarga.b. g. D. Sasaran keperawatan kesehatan komunitas Sasaran keperawatan komunitas adalah seluruh masyarakat termasuk individu. ibu hamil d1l) yang . Tertanganinya kelompok keluarga rawan yang memerlu¬kan pembinaan dan asuhan keperawatan. Perawat memberikan asuhan keperawatan kepada individu yang mempunyai masalah kesehatan tertentu (misalnya TBC. Tertanganinya kelompok masyarakat khusus/rawan yang memerlukan pembinaan dan asuhan keperawatan di rumah. di panti dan di masyarakat. Menurut Anderson (1988) sasaran keperawatan komunitas terdiri dari tiga tingkat yaitu : 1. Meningkatnya kemampuan individu. keluarga. daerah terisolasi dan daerah yang tidak terjangkau termasuk kelompok bayi. Teratasi dan terkendalinya keadaan lingkungan fisik dan sosial untuk menuju keadaan sehat optimal.

3. penyakit endemis. memberikan perawatan kepada anggota keluarga. infeksi. Puskesmas dengan sasaran dan pusat perhatian pada masalah kesehatan dan pemecahan masalah kesehatan individu. keluarga dengan usia lanjut jompo atau keluarga dengan kasus percobaan bunuh diri. Keluarga dengan resiko tinggi. yaitu keluarga dengan: ibu hamil yang belum ANC. mengambil keputusan untuk mengatasi masalah kesehatan. Pembinaan kelompok khusus .dijumpai di poliklinik. penyakit kronis menular yang tidak bisa diintervensi oleh program. Keluarga yang belum terjangkau pelayanan kesehatan. seperti anemia gizi be-rat (HB kurang dari 8 gr %) ataupun Kurang Energi Kronis (KEK). 2. penyakit kronis tidak menular atau keluarga dengan kecacatan tertentu (mental atau fisik). c. yaitu keluarga dengan ibu hamil yang memiliki masalah gizi. b. hipertensi. menciptakan lingkungan yang sehat dan memanfaatkan sumber daya dalam masyarakat untuk meningkatkan kesehatan keluarga. Prioritas pelayanan Perawatan Kesehatan Masyarakat difokuskan pada keluarga rawan yaitu : a. a. keluarga dengan balita dengan BGM. Sasaran kegiatan adalah keluarga dimana anggota keluarga yang mempunyai masalah kesehatan dirawat sebagai bagian dari keluarga dengan mengukur sejauh mana terpenuhinya tugas kesehatan keluarga yaitu mengenal masalah kesehatan. Tingkat Komunitas Dilihat sebagai suatu kesatuan dalam komunitas sebagai klien. keluarga dengan neonates BBLR. Keluarga dengan tindak lanjut perawatan 4. keluarga dengan ibu hamil resiko tinggi seperti perdarahan. Tingkat Keluarga. ibu nifas yang persalinannya ditolong oleh dukun dan neo¬natusnya. balita tertentu.

pemeliharaan kesehatan perorangan. olahraga teratur. Upaya resosialitatif adalah upaya untuk mengembalikan penderita ke masyarakat yang karena penyakitnya dikucilkan oleh masyarakat seperti. pemberian vitamin A. Upaya kuratif bertujuan untuk mengobati anggota keluarga yang sakit atau masalah kesehatan melalui kegiatan perawatan orang sakit dirumah. Upaya promotif dilakukan untuk meningkatkan kesehatan individu. kelompok dan masyarakat dengan melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan. kusta dan cacat fisik lainnya melalui kegiatan latihan fisik pada penderita kusta. pemeriksaan kesehatan berkala melalui posyandu. kegiatan fisioterapi pada penderita stroke. peningkatan gizi. rehabilitatif. penderita AIDS. keluarga kelompok dan masyarakat melalui kegiatan imunisasi. nifas dan menyusui. kusta dan wanita tuna susila. Pembinaan desa atau masyarakat bermasalah E. perawatan buah dada. ataupun perawatan tali pusat bayi baru lahir. dll. Upaya preventif untuk mencegah terjadinya penyakit dan gang¬guan kesehatan terhadap individu. perawatan orang sakit sebagai tindaklanjut dari Pukesmas atau rumah sakit. batuk efektif pada penderita TBC. kuratif.b. puskesmas dan kunjungan rumah. iodium. preventif. ataupun pemeriksaan dan peme¬liharaan kehamilan. keluarga. . patch tulang dan lain sebagainya. Upaya rehabilitatif atau pemulihan terhadap pasien yang dirawat dirumah atau kelompok-kelompok yang menderita penyakit tertentu seperti TBC. Ruang lingkup keperawatan komunitas Keperawatan komunitas mencakup berbagai bentuk upaya pelayanan kesehatan baik upaya promotif. perawatan ibu hamil dengan kondisi patologis. maupun resosialitatif. rekreasi dan pendidikan seks. pemeliharaan kesehatan lingkungan.

BAB III PEMBAHASAN A. sebelah timur berbatasan dengan sungai pelus (kec. Letak desa ini secara administratif termasuk dalam wilayah . Desa rempoah sebagai ibukota kecamatan Baturraden semenjak tahun 1956 karena letak desa Rempoah yang strategis antara desa yang satu dengan desa yang lain dalam wilayah kecamatan Baturraden. karang tengah dan sumbang. Pengkajian 1. Pemerintahan desa Rempoah dimulai kurang lebih pada akhir abad ke 19 atau pada tahun 1830 an dengan kepala pemerintahan desa waktu itu disebut dengan demang. Lingkungan fisik a) Lokasi Wilayah ini terletak di desa rempoah sebelah selatan lokawisata baturaden. salah satu tempat pengkajiannya dilakukan di RW 2 yang terdiri dari 8 RT. Seiring berkembangnya wilayah tersebut akhirnya menjadi sebuah pedukuhan Rempoah yang letaknya kurang lebih 200 ke arah timur laut yang sekarang menjadi Mushola Baitul Dakirin. Desa Rempoah merupakan sebuah desa yang terletak di kecamatan baturaden yang di atit oleh desa pandak. Sumbang) dan sebelah selatan berbatasan dengan desa pandak. sebelah barat berbatasan dengan desa kebumen. kebumen. Riwayat atau sejarah wilayah Menurut sejarah desa rempoah dimulai dengan adanya cerita tentang petilasan Pancakoah yang kurang lebih dimulai tahun 1700 an. pamijen. Sebelah utara berbatasan dengan desa karang tengah. dan Padukuhan tersebut berkembang menjadi desa Rempoah. 2. Desa rempoah terdiri dari 6 RW. Pancakoah adalah tempat petilasan pertapaan jaman dulu dimana letaknya sekarang ada di sebelah barat kali Taman dan sebelah barat makam desa Rempoah. Desa ini menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian wilayah kecamatan Baturraden. Rempoah berasal dari kata Rem yang berarti mengendap dan Poah yang berarti goda atau napsu kesenangan. Desa ini merupakan desa yang sudah sangat padat penduduk.

Jumlah penduduk RW 2 sebesar 1. RW 02 diketuai oleh Bp. tepat di kecamatan Baturraden. RT 4 Bp. RT 3 Ahmad Sahirin. Dengan penduduk KK miskin berjumlah 279 KK dan 638 jiwa. RT 3 Ahmad Sahirin. RW 2 merupakan salah satu RW yang berada di wilayah RW 2 dengan jumlah KK sebanyak 349 KK dengan jumlah penduduk sebanyak seribu tujuh jiwa. Ahmad Darsono. terletak dfi arah utara kota purwokerto kurang lebih 8 KM dari Purwokerto. . RT 7 Bp. Sumardjo. Ahmad Darsono. .H Ahmad Sobari. H. 6 RW dan terbagi dalam 40 RT dengan pembagian wilayah masing-masing kadus sbb: • • • Kadus I membawahi wilayah RW I dan RW II yang meliputi empt bels RT Kadus II membawahi wilayah RW 3 dan RW 4 yang meliputi enm bls RT Kadus III membawahi wilayah RW 5 dan RW 6 yang meliputi sepuluh RT Luas wilayah desa rempoah adalah 246. RW 02 memiliki 8 RT. . RT 6 Bp.446 orang. Dengan penduduk KK miskin berjumlah 279 KK dan 638 jiwa.kecamatan Baturaden kab banyumas. Wilayah tersebut terdapat KK yang tinggal dalam 31 rumah dengan bangunan rumah milik pribadi. H. terdiri dari 744 orang laki-laki dan 702 orang perempuan. RW 02 diketuai oleh Bp. Tarsun. Sumardjo. Jumlah penduduk laki-laki berjumlah 566 jiwa dan perempuan berjumlah 538 jiwa. Jumlah penduduk laki-laki berjumlah 566 jiwa dan perempuan berjumlah 538 jiwa. Sutoni. Tarsun. RT 4 Bp.433 Ha. dan RT 8 Bp. RT 5 Ahmad Murwanto. ketua RT 1 Bp. RT 2 Bp. Amad Suwarso. b) Demografi RW 2 merupakan salah satu RW yang berada di wilayah RW 2 dengan jumlah KK sebanyak 349 KK dengan jumlah penduduk sebanyak seribu tujuh jiwa. ketua RT 1 Bp. RT 2 Bp. RW 02 memiliki 8 RT. Desa rempoah ini terdiri dari 3 dusun.H Ahmad Sobari. Ahmad Suwarto.

Dari 1. Agama yang dianut oleh mayoritas warga RW 2 adalah Islam.444 orang jiwa beragama islam dan 2 sisanya beragama kristen. . RT 7 Bp.RT 5 Ahmad Murwanto. Keterangan: RT 01: laki-laki 78 RT 02: laki-laki 72 RT 03: laki-laki 79 perempuan 68 perempuan 74 perempuan 68 RT 04: laki-laki 129 perempuan 126 RT 05: laki-laki 118 perempuan 119 RT 06: laki-laki 76 RT 07: laki-laki 70 perempuan 65 perempuan 72 RT 08: laki-laki 122 perempuan 110 c) Nilai. Nilai spiritual mereka juga tinggi. dan RT 8 Bp. kepercayaan dan agama Nilai dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat RW 2 adalah beragama islam. Ahmad Suwarto. ini dinilai dari aktivitas pengajian yang sering diadakan oleh mereka.446 orang warga RW 02 sejumlah 1. Sutoni. Amad Suwarso. RT 6 Bp.

RT 5: 62 KK 6. ayam dan itik serta ikan. Banyak penduduk yang sudah memiliki jamban. hal ini mengakibatkan kenyamanan warga menjadi terganggu. RT 6: 42 KK . Selain itu terdapat beberapa warga yang memelihara hewan ternak seperti kambing. sapi. RT 2: 42 KK 3. Pengelolaan sampah di beberapa RT ditampung setiap seminggu 2 kali setiap hari selasa dan jum’at. karena masih banyak pepohonan dan terletak dekat jalan raya. RT 3: 44 KK 4. Lingkungan Batas wilayah RW 2 diantaranya berbatasan dengan RW satu. RT 1: 49 KK 2.3. Rumah warga di RW 2 ini sudah lumayan bagus. RT 4: 73 KK 5. Kandang yang mereka bangun berada di tengah pemukiman warga. lantai warga sudah permanen dan kondisi rumahnya permanen. selain itu di dekat tempat sampah tersebut ditemukan adanya jamban umum yang pembuangan akhirnya di buang di dalam kolam. Di desa ini terdiri dari 8 RT. Selain itu mempunyai resiko mencemari lingkungan disekitarnya dari kotoran yang dihasilkannya. Sebagian besar penduduk memanfaatkan sumber air mereka berasal dari PDAM dan air sumur. Keadaan lingkungan di RW tersebut masih tergolong asri. Iuran yang mereka kumpulkan untuk pembiayaan pengelolaan sampah tersebut adalah sebesar Rp2500/bulan untuk setiap rumah tangga. Subsistem yang mempengaruhi komunitas a. Di RT terdapat tempat penampungan sampah yang letaknya terbuka dan berdekatan dengan rumah warga. dengan jumlah per masing-masing RT memiliki KK sebanyak: 1. namun di RT 6 masih banyak warganya yang belum memiliki jamban . jaman yang mereka bangun adalah tempat untuk berak yang dibangun di atas kolam ikan.

Kebanyakan masyarakat disekitar banyak memanfaatkan fasilitas kesehatan seperti polindes. Kegiatan yang dilakukan di posyandu balita diantanya imunisasi. dan posyandu lansia. antara 75 sampai 90 tahun Usia sangat tua (very old). narkoba dan miras. Jumlah keseluruhan balita 95 dan yang aktif 90 balita.7. yang berasal dari RT 1-8. selain posyandu balita juga ada posyandu lansia dengan jumlah lansia 387 yang aktif 30 dengan rentang umur 45 sampai 90 tahun ke atas. dan pemberian obat jika ada lansia yang sakit. RT 8: 65 KK b. Banyak lansia yang tidak mengikuti kegiatan posyandu karena jarak rumah dengan posyandu jauh. Posyandu lansia di RW ini berdasarkan usia: Usia pertengahan (middle age) usia 45 sampai 59 tahun Lanjut usia (elderly). PMT dan kesehatan ibu dan anak (KIA). pengajian dan GIBITA atau PIK pemuda tentang AIDS. kumpulan ibu-ibu PKK. penimbangan berat badan. Kegiatan social yang dilakukan di RW ini diantaranya arisan RT yang rutin dilakukan setiap seminggu sekali. Posyandu balita yang berada di RW ini ada 2 buah. Di RW 02 terdapat 2 posyandu balita dan 1 posyandu lansia yang bernama “Bina Kasih”. Selain itu terdapat panti anak yang di sana merawat anak usia pre . Pelayanan kesehatan dan social Pelayanan kesehatan yang umumnya di jangkau oleh masyarakat sekitar adalah puskesmas. “Bina Kasih II” dan Bina Kasih III”. Di Bina Kasih II jumlah anggota posyandu balita 45 yang aktif 40. pemeriksaan tanda-tanda vital. RT 7: 36 KK 8. posyandu balita. antara 60 sampai 74 tahun Lanjut usia tua (old). Mayoritas anggota posyandu lansia adalah perempuan. posyandu lansia sebanyak satu buah. diatas 90 tahun : 208 : 123 : 54 :2 Kegiatan yang sering dilakukan di posyandu lansia diantaranya senam lansia.

Kegiatan social seperti kerja bakti terkadang dilakukan di RW. Berdasarkan data kependudukan tahun 2010. didapatkan data warga masyarakat sekitar 80-90% termasuk dalam criteria keluarga miskin. koordinasi antara ketua RW dengan ketua RT dan tokoh masyarakat sekitar kurang baik.149 Total 6. Kebanyakan yang bekerja adalah remaja putri dan ibuibu.492 Di RW 02 banyak terdapat home industry dan toko-toko kecil. . Tigaputra Abadiperkasa Purbalingga.school yang kurang mampu.589 Pedagang/Pengusaha 223 PNS/Guru 48 Karyawan/Pekerja kantor 510 Buruh/Buruh pabrik 627 TNI/POLRI 184 Sopir/Montir 66 Tukang/Pertukangan 69 Pensiunan 27 Lain-lain/Belum kerja 2. Ekonomi Tingkat ekonomi masyarakat di wilayah RW 02 adalah ekonomi menengah kebawah. tepatnya di RT 06 terdapat tempat pengepul bulu mata yang merupakan mitra kerja kerajinan kniting bulu mata dari PT. Home industry banyak di manfaatkan warga sebagai lapangan pekerjaan. Adapun data pekerjaan warga RW 02 berdasarkan data kependudukan 2010 secara umum dapat dijelaskan dalam tabel berikut : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Mata Pencaharian/Pekerjaan Jumlah Tani/Ternak 2. Kegiatan ini dilakukan setiap menjelang HUT RI dan menyambut bulan suci ramadhan. Selain pengepul bulu mata juga terdapat home industri gula dan lain-lain. c. Di sana terdapat taman bermain yang kegiatannya meliputi pembelajaran untuk anak usia pre school. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan ketua RT. Berdasarkanwinsield survey yang dilakukan kelompok.

ketika ditemukan masyarakat yang tidak mampu tetapi tidak menadapat jamkesmas maka akan mendapatkan SKTM sebesar Rp. Prosedurnya adalah ada pendataan terhadap masyarakat. Jumlah penduduk yang memiliki hak pilih dalam pemilu yang lalu di desa Rempoah mencapai 4.namun sebagian besar warga tersebut tidak fanatic dengan partai politik tertentu.d. Biasanya saat ada pemilihan Kades maka sangat terlihat suasana politiknya. diantaranya:  Partai PDI perjuangan  Partai Golkar  Partai Amanat Nasional .7026 orang dan parpol yang memiliki pengurus sampai tingkat desa 5 parpol.sumur warga) Swadaya SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) 3) 4) Program ini berasal dari Pemda Banyumas. Politik dan pemerintahan Beberapa warga di RW 2 ada yang menjadi pengurus partai politik. Transportasi dan keamanan e. 1250000/jiwa yang sakit dan membutuhkan bantuan. prosedurnya adalah saat ada bantuan dari pemerintah untuk X orang maka atas kebijakan ketua RT setempat beras tersebut dibagi rata pada lebih banyak penduduk tidak sesuai dengan daftar X orang dari pemerintah sehingga beras yang diterima lebih sedikit. Tapi pada kenyataan tidak diwujudkan janjinya. Seorang calon Kades akan menjanjikan sesuatu dengan imbalan untuk memilihnya.mProgram dari pemerintah yang sudah masuk desa ada beberapa antara lain: 1) 2) Jamkesmas PNPM ( pembuatan jalan. 5) Raskin Ada pembagian Raskin (beras miskin) di RT 3 RW 1.WC umum.

Cara masyarakat menerima informasi melalui perkumpulan warga. dari mulut ke mulut. Panti asuhan dikelola oleh yayasan swasta dan diperuntukan sebagai tempat belajar anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu. g. handphone maupun surat. Bahasa sehari-hari yang digunakan antar warga adalah bahasa Jawa. Hubungan antar warga terjalin baik. Tingkat pendidikan warga RW II. Perkumpulan lain yang menjadi media penyampaian informasi adalah arisan. Partai Demokrat  Partai Kebangkitan Bangsa f. pos surat.Muda : 23 . pengeras suara.terkadang juga menggunakan bahasa Indonesia. posyandu lansia dan posyandu balita. pesantren. TK. pengajian. Komunikasi Sistem komunikasi yang digunakan oleh warga di wilayah adalah terbuka dan demokratis diwujudkan dalam musyawarah bersama. yaitu: Tidak / belum sekolah Tidak tamat SD / sederajat Tamat SD / sederajat SLTP / sederajat SLTA / sederajat Diploma I / II Diploma IV / S1 Strata II Riwayat Pendidikan Tidak/Belum Sekolah : 247 : 183 : 590 : 192 : 174 :2 : 31 :4 RT 1 1 2 3 4 1 5 6 1 7 8 Akademi / Diploma II/ S. Namun hubungan antara ketua RW dengan RT dan kadus kurang terjalin dengan baik. Perkumpulan rutin yang menjadi media penyampaian informasi adalah rapat bulanan disetiap RT. Pendidikan Fasilitas pendidikan yang ada di RW 02 yaitu PAUD. dan panti asuhan. papan informasi.

. mendengarkan radio serta berekreasi ke tempat-tempat wisata. baturraden. Rekreasi Rekreasi yang sering dilakukan oleh warga RW II diantaranya adalah menonton berkumpul bersama keluarga. menonton televisi. curug bayan.Tidak Tamat SD/Sederajat Tamat SD/Sederajat SLTP/Sederajat SLTA/Sederajat Diploma I/ II Akademi/Diploma III/S. Tempat rekreasi yang bisanya mereka tuju diantaranya Bali. curug belot. baik liburan setelah hari raya idul fitri. ziarah wali songo dll. Muda Diploma IV/Strata I Strata II 4 25 4 10 1 24 7 5 3 1 5 6 1 5 6 32 10 17 2 2 2 1 4 3 3 1 6 8 2 3 4 4 1 1 2 8 1 3 2 50 4 7 2 3 3 2 4 1 1 1 2 2 h. Rekreasi tersebut mereka lakukan biasanya pada waktu liburan.

B. Analisis data DO : • Etiologi Problem Kurangnya kesadaran Risiko melakukan masyarakat untuk kejadian kebersihan diare Warga BAB aktivitas menggunakan menjaga jamban umum kolam yang berada lingkungan di dekat pemukiman warga • Terdapat pemukiman adanya warga. pembuangan sampah akhir di dekat kondisinya terbuka. Analisis komunitas No 1. banyak lalat serta sampah yang berserakan DS : • Warga mengatakan bahwa mereka menggunakan untuk toileting • Warga fasilitas kolam aktivitas melakukan merasakan bau yang menyengat dari sumber sampah .

DO: Kurangnya kesadaran Resiko untuk terjadi kegiatan tindakan kriminal dari keseluruhan RT yang berada di masyarakat RW 2 yang memiliki poskamling melakukan hanya 3 RT dan kegiatan ronda di ronda sebagian besar RT tidak berjalan dengan rutin DS: Beberapa warga mengeluhkan adanya kehilangan uang seratus ribu. Diagnosa 1. Resiko terjadi tindakan criminal berhubungan dengan Kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan kegiatan ronda. 2. Prioritas masalah .2. Risiko kejadian diare berhubungan denngan kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. C. D. mereka mempercayai kehilangan tersebut karena dicuri oleh tuyul.

Penyuluhan kepada pembuangan sampah dan warga yang masih melakukan aktivitas toileting di jamban kolam warga di sekitar tempat Puskesmas pertemu verbal warga di RW meningkat. penyebab. pencegahan dan Ketua RW Petugas puskesmas warga di sekitar tempat Puskesmas Kumpulan pembuangan sampah dan warga yang masih melakukan aktivitas materi penyuluhan pertemu verbal . Strategi intervensi dan implementasi Dx Dx. Memberikan motivasi dan dukungan kepada warga untuk menjaga kebersihan lingkungan sehingga tidak jamban kolam sampah yang Pengetahuan mengenai Penyuluhan penyakit dan diare. ada dibiarkan tidak melakukan aktivitas lagi b. Sasaran Setelah tindakan keperawatan selama bulan diharapkan 02 sadar Tujuan Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 4x pertemuan : 2 Pengetahuan dan kesadaran pentingnya kebersihan lingkungan Strategi Penyuluhan Rencana Kegiatan Sumber Mahasiswa Kumpulan materi penyuluhan Tempat Rumah warga Waktu Saat an RT Kriteria Respon Standar Evaluasi 75% warga mampu menjelaskan pentingnya kebersihan lingkungan. efek negatif bagi kesehatan dari aktivitas buang sampah sembarangan dan melakukan aktivitas toileting di jamban kolam Evaluator Mahasiswa Ketua RW Petugas puskesmas a. penyebab. Penyuluhan kepada Mahasiswa Rumah warga Saat an RT Respon 75 warga mampu Mahasiswa menjelaskan tentang penyakit diare. diolah.E. pencegahan penanganannya meningkat a. efek Desa negatif bagi kesehatan aktivitas buang akan sampah sembarangan dan melakukan aktivitas toileting di Rempoah kebersihan lingkungan.

Memberikan motivasi dan dukungan kepada warga untuk mampu mengenal pencegahan terjadinya diare serta penanganannya Masyarakat swadaya membangun sementara membangun umum standar yang secara Empowering: Musyawarah mengenai mampu musyarawah tempat warga dan jamban sesuai pembangunan tempat penampungan sampah sementara dan jamban umum Mahasiswa Kumpulan materi Pelatihan Rumah Saat ada Psikomo 70 % warga menyetujui diadakannya alokasi dana untuk peningkatan kebersihan lingkungan (pembangunan tempat penampungan sampah sementara dan jamban umum) ulan RW Mahasiswa Ketua RW Ketua RT alokasi dana PNPM untuk Puskesmas ketua RW perkump tor penampungan sampah . di toileting di jamban kolam penanganannya b.toileting jamban.

melakukan iuran secara rutin untuk biaya pengangkutan sampah. b. Analisis pemahaman warga mengenai penyakit diare. penyebab. Evaluasi Beberapa evaluasi yang dapat dilakukan setelah diberikannya beberapa intervensi pada diagnosa utama adalah sebagai berikut : a. penceghan. terhadap peningkatan perhatian warga pentingnya keberesihan lingkungan. c. Analisis efektifitas atau perubahan yang nampak setelah pemberian intervensi berupa musyawarah bersama untuk mengadakan manipulasi lingkungan guna mencegah terjadinya penyakit diare pada warga beresiko. Analisis efektifitas atau perubahan yang nampak setelah pemberian intervensi berupa penyuluhan/pendidikan kesehatan.Kemitraan: bekerjasama dengan dinas kebersihan Melakukan kerjasama dengan dinas kebersihan untuk melakukan pengangkutan sampah rutin setiap minggu Mahasiswa Dinas kebersihan Rumah Saat ada Psikomo warga mampu mengadakan dinas kebersihan. ulan RW Mahasiswa Ketua RW ketua RW perkump tor kerjasama dengan Ketua RT F. dan penanganannya setelah dilakukan intervensi pendidikan kesehatan. BAB IV PEMBAHASAN .

Warga sudah lingkungan dan kebiasaan hygiene memiliki yang benar aktivitas arisan 4. Koordinasi 1. Setiap RT 1. Pemberdayaan masyarakat perlu dan pertemuan dilakukan untuk mengubah suatu rutin. Jalan-jalan maupun stikes an fasilitas petugas kesehatan setempat.Diagnosa Strength Weakness Opportunity Threated Tindak lanjut Risiko kejadian 1. sehingga kebiasaan dan mewujudkan memungkinkan lingkungan yang bersih agar dilaksanakannya tercipta lingkungan dan kebiasaan musyawarah yang sehat. kesadaran menuju RW II setiap tahunnya di TPS 2. Adanya mahasiswa 1. . Terbatasnya 1. Melakukan koordinasi dengan pengangkut berbagai lintas sector untuk sampah mewujudnya adanya kebersihan 3. Peningkatan kesadaran warga diare mempunyai antara ketua praktik dari lahan milik mengenai kebersihan lingkungan berhubungan sumber dana RW dan ketua institusi kesehatan desa untuk dapat ditingkatkan dengan denngan berupa PNPM RT kurang baik baik universitas pembangun diadakannya penyuluhan dari kurangnya 2. lingkungan dilalui truk 3. Perlu diadakannya modifikasi masyarakat sudah di aspal wilayah RW 02 lingkungan guna mencegah untuk menjaga dan lebar terjadinya penyakit akibat kebersihan memungkinkan kebersihan lingkungan seperti diare.

. Selain itu pemberdayaan masyarakat dan diadakannya kerjasama dengan berbagai lintas sector diharapkan menyelesaikan masalah kebersihan lingkungan dan kebiasaan hygiene yang tidak baik. 6 RW dan terbagi dalam 40 RT. Berdasarkan observasi yang dilakukan terdapat kebiasaan warga yang masih membuang sampah dilahan terbuka dan melakukan aktifitas toileting di jamban kolam. Desa Rempoah terdiri dari 3 Dusun. RW 02 merupakan salah satu bagian komunitas dari Desa Rempoah.BAB V PENUTUP A. Masalah yang menjadi fokus intervensi asuhan keperawatan berkaitan dengan meningkatkan kesadaran dan modifikasi lingkungan. Kesimpulan Secara administratif desa Rempoah termasuk dalam wilayah Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas.

salah satunya berlokasi di RW II Kandang kambing warga.LAMPIRAN Papan informasi yang digunakan wvrga untuk menyalurkan informasi Beberapa wvrga membuka usaha warung sebagai mata pencaharian mereka Poskamling. berlokasi di tengah pemukiman penduduk Jamban yang digunakan warga untuk melakukan aktifitas toileting Terdapat pabrik bulu mata sebagai sumber mata pencahatian warga .

Mushola sebagai tempat peribadatan warga Kondisi jalanan di RW 2 sebagian besar sudah di aspal dan di paving .

Sebagian besar rumah di wilayah tersebut telah permanen.????????? m2. sumur desa dan…. pos kamling. Denah wilayah RW 02 adalah sebagai berikut. pabrik bulu mata. seperti di RT 06. posyandu. GIBITA. taman bermain yang bersatu dengan panti anak. Bangunan yang terdapat di wilayah tersebut antara lain bangunan rumah warga. masjid. . .. . yang sebagian besar terbuat dari batu bata namun ada beberapa RT yang belum permanen. home industry kripik. 07. 05.. Bangunan yang bersifat umum biasanya digunakan untuk kepentingan bersama.Luas bangunan dan tanah di RW 2 sekitar…. home industry gula merah. kandang ternak milik pribadi. masjid.

dan ada juga kegiatan kerja bakti.sawah WC kamar tidur d e Tempat jemur j a l a n tempat p a n sawah penyimpanan Mesin penggilingan padi Ruang penimbangan pekarangan 4. Kegiatan sosial yang terdapat di wilayah ini adalah kegiatan arisan rutin (baik arisan bapk-bapak ataupun ibu-ibu). posyandu. Pelayanan kesehatan yang ada di wilayah ini antara lain posyandu balita dan posyandu lansia dalam lingkup RW. sedangkan pelayanan kesehatan dalam lingkup desa terdapat puskesmas.pengajian.bank sampah dilakukan setiap 2x seminggu. kegiatan PKK. . Kesadaran penduduk akan kesehatan sudah cukup baik. karang taruna. pertemuan RT setiap bulan. Polindes sering dimanfaatkan oleh warga ini untuk mendapatkan pemeliharaan dan pengobatan kesehatan. bidan desa. PELAYANAN KESEHATAN DAN SOSIAL Di wilayah RW 2 ini terdapat berbagai pelayanan kesehatan secara umum yang diperlukan oleh seluruh kalangan masyarakat. polindes.

buruh pabrik.di dapatkan data warga masyarakat sekitar 8090% termasuk dalam kriteria keluarga miskin. Sedangkan untuk tahun 20102011 ini. Berdasarkan data kependudukan tahun 2009 . peternak.JUMLAH PASANGAN USIA SUBUR BUKAN PESERTA KB JUMLAH PASANGAN USIA SUBUR DI RW 1 5. EKONOMI Warga di wilayah ini sebagian besar bekerja sebagai buruh tani.warga masyarakat termasuk dalam criteria keluarga sejahtera II. . Tingkat ekonomi masyarakat di wilayah ini adalah ekonomi menengah ke bawah.karyawan swasta.

seperti di RT 4. .BANTUAN MODAL KREDIT HASIL PENTAHAPAN KELUARGA SEJAHTERA 6. ada beberapa warga yang mempunyai mobil dan hamper sebagian besar warga memiliki sepeda. namun ada bebrapa RT .6……. Alat transportasi umum yang ada yaitu angkutan desa. sedangkan transportasi pribadi yang dimiliki warga kebanyakan adalah sepeda motor.ada beberapa RT juga yang tidak terdapat poskamling.yang tidak menjalankan kegiatan ronda. Alat transportasi yang terdapat di wilayah ini kebanyakan alat transportasi umum dan pribadi. KEAMANAN DAN TRANSPORTASI Keamanan di desa ini di dukung dengan adanya kegiatan jaga malam (ronda).

9) 10) SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) Program ini berasal dari Pemda Banyumas. 11) Raskin Ada pembagian Raskin (beras miskin) di RT 3 RW 1.WC umum. Tapi pada kenyataan tidak diwujudkan janjinya.7. KOMUNIKASI Sistem komunikasi yang digunakan oleh warga di wilayah adalah terbuka dan demokratis diwujudkan dalam musyawarah bersama. Program dari pemerintah yang sudah masuk desa ada beberapa antara lain: 6) Jamkesmas 7) PNPM ( pembuatan jalan.namun sebagian besar warga tersebut tidak fanatic dengan partai politik tertentu………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………….sumur warga. 1250000/jiwa yang sakit dan membutuhkan bantuan. Hubungan antar warga terjalin baik. Seorang calon Kades akan menjanjikan sesuatu dengan imbalan untuk memilihnya. ketika ditemukan masyarakat yang tidak mampu tetapi tidak menadapat jamkesmas maka akan mendapatkan SKTM sebesar Rp. prosedurnya adalah saat ada bantuan dari pemerintah untuk X orang maka atas kebijakan ketua RT setempat beras tersebut dibagi rata pada lebih banyak penduduk tidak sesuai dengan daftar X orang dari pemerintah sehingga beras yang diterima lebih sedikit.namun hubungan antara ketua . 8) Swadaya ( bank sampah. Biasanya saat ada pemilihan Kades maka sangat terlihat suasana politiknya.. Prosedurnya adalah ada pendataan terhadap masyarakat. 8. Bahasa sehari-hari yang digunakan antar warga adalah bahasa Jawa tapi kadang-kadang juga bahasa Indonesia. POLITIK DAN PEMERINTAHAN Beberapa warga di RW 2 ada yang menjadi pengurus partai politik.

Cara masyarakat menerima info 1) Dari mulut ke mulut Biasanya jika ada berita tentang bantuan akan sangat cepat sampai sehingga antusias dari warga untuk berbagai macam bantuan dari pemerintah sangat tinggi.RW dengan RT dan kadus kurang terjalin dengan baik. 2) Pengeras suara Biasanya jika ada berita duka cita maka akan di informasikan lewat pengeras suara. posyandu lansia dan . 3) 4) 5) 6) 7) balita). Papan informasi Televise dan radio Surat Perkumpulan warga (arisan. pengajian.di tunjukan dengan ………………… a.

JUMLAH KEPALA KELUARGA MENURUT STATUS PENDIDIKAN…… 10. di tingkat ke 2 tamat SLT sebesar 747 jiwa. curug belot. REKREASI Warga rata-rata mempunyai televisi dan kalaupun tidak biasanya minimal warga memiliki radio untuk sarana rekreasi. tamat sedangkan perguruan tinnggi 578 . Warga rempoah sebagian besar lebih dari 50% tammat SD dengan jumlah 3391 jiwa. bali.. wali songo. Menetapkan kebutuhan komuniti . biasanya ada beberapa KK yang sengaja memilih rekreaksi ke tempat wisata seperti Baturaden tapi hanya pada waktu tertentu misalnya saat libur panjang dan libur hari besar. Tapi berdasarkan wawancara pada ketua RW dan masing-masing RT. Ada beberapa RT yang sengaja memilih rekreasi ke obyek wisata diantaranya. 11.. …. ANALISIS KOMUNITAS a. PeNDIDIKAN SLTA 570 jiwa.9.

Menetapkan kekuatan (power) Para pekerja bekerja dengan baik. Mengidentifikasi pola respon kesehatan Pengetahuan para pekerja tentang kesehatan cukup baik. d. b. makan. . c. selain itu mereka juga didukung dengan fasilitas kesehatan. namun karena mereka tidak begitu mempedulikan kesehatannya maka mereka jarang menggunakan pelayanan kesehatan. Mengidentifikasi kecenderungan penggunaan pelayanan kesehatan Para pekerja mempunyai pengetahuan tentang kesehatan yang cukup. mereka selalu mengabaikan proteksi diri dan tidak mempedulikan dampak yang mungkin muncul pada diri sendiri. Namun. namun keadaan ini menjadi berubah ketika salah satu dari pekerja mengalami sakit.Kebutuhan para pekerja antara lain upah kerja. semangat dan selalu mendukung satu sama lain. Keadaan ini selalu terjaga. dan kesehatan keselamatan kerja dapat terpenuhi dengan baik sehingga hubungan antar pekerja dengan pengelola usaha juga baik. Mereka menggunakan layanan kesehatan kalau sudah sakit atau keadaan sudah parah.

mesin penggilingan gangguan padi pekerja sistem pendengaran muka menahan . pekerja terkadang memegang pinggang dan ekspresi sakit 3. mengatakan tidak Risiko Aktivitas mengangkat tubuh dan cara beban berat tidak terlihat pada belakang cidera tulang Analisis data Etiologi Problem Tingginya kadar Risiko gangguan akibat faal paru proses penggilingan padi Batuk. menggunakan masker saat bekerja dengan alasan repot dan tidak nyaman DO : Posisi berjalan nyaman. DS : Para pekerja mengeluh sakit Tingginya tingkat Risiko gangguan pinggang sehingga sering kebisingan akibat pada tidak masuk kerja DO : Terjadi kelelahan DS : Pekerja kepala mengeluh sakit komunikasi antar pekerja. bersih pada pekerja. debu saat penggilingan padi.Analisis data No 1. DO : pada DS : Pengelola pegawainya 2.

Debu yang berterbangan setiap kali melakukan proses penggilingan padi membuat pekerja mengalami sesak napas. baik pada saat proses penggilingan sedang dilakukan maupun saat para pekerja sedang istirahat. . Sudah ada sekitar 12 orang yang mengalami keluhan batuk. c. Jika hal ini terus dibiarkan. Mengingat masih rendahnya perhatian dan kesadaran masyarakat. PRIORITAS MASALAH Prioritas masalah pada kasus ini adalah risiko gangguan faal paru. dan sesak nafas pada pekerja. Risiko cidera pada tulang belakang di perusahaan Untung berhubungan dengan aktifitas mengangkat beban berat di manifestasikan oleh sakit pinggang oleh yang dialami pekerja. maka prognosis akan berkembang ke arah yang negatif.1. bersin. bersin dan sesak napas. untuk menggunakan masker pada saat melakukan proses penggilingan padi. Masalah ini harus segera ditangani mengingat besarnya dampak negatif yang akan terjadi dan mengantisipasi bertambahnya keluhan mengenai saluran pernapasan. bersin dan batuk. b. Risiko gangguan pada sistem pendengaran pekerja di perusahaan Untung berhubungan dengan tingginya tingkat kebisingan akibat mesin penggilingan padi 2. khususnya para pekerja di pabrik bapak Untung. Risiko gangguan faal paru di perusahaan untung berhubungan dengan tingginya kadar debu akibat penggilingan biji padi di manifestasikan oleh batuk. yaitu berupa kerusakan sistemik pada saluran pernapasan. DIAGNOSA KEPERAWATAN a.

.

Sumber Mahasiswa Puskesmas Kumpulan materi penyuluhan Tempat Dx. Memasang poster tentang akibat yang ditimbulkan dari tidak menggunakan APD. d. Setelah dilakukan Penyuluhan tindakan pekerja keperawatan selama 3 minggu : Pengetahuan pekerja tentang kebersihan lingkungan meningkat. menggunakan masker bila berada di sekitar perusahaan untung Bersama masyarakat Mahasiswa melakukan UNSOED memasang poster kebersihan Desa Karangang kal . e.3. batuk menurun. Memotivsi pekerja untuk senantiasa menggunakan APD. Penyuluhan kepada pekerja tentang pentingnya menggunakan alat pelindung diri. I Setelah tindakan keperawatan selama 6 bulan diharapkan pekerja perusahaan untung terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang buruk dengan indikator. sesak nafas menurun dan angka kesakitan menurun. STRATEGI INTERVENSI DAN IMPLEMENTASI Dx Sasaran Tujuan Strategi Rencana Kegiatan c. Perusahaa n untung Pengetahuan pekerja mengenai kesehatan kerja meningkat Pelatihan dan penyegaran Mengadakan pelatihan Mahasiswa dan Puskesmas Kumpulan materi pelatihan Perusahaa n untung Masyarakat Penyebaran termotivasi ikut informasi.

Analisis pemahaman klien mengenai pentingnya alat pelindung diri.4. Analisis efektifitas atau perubahan yang nampak setelah pemberian intervensi berupa penyuluhan/pendidikan kesehatan. . EVALUASI Beberapa evaluasi yang dapat dilakukan setelah diberikannya beberapa intervensi pada diagnosa utama adalah sebagai berikut : d. batuk dan sesak napas yang dialami klien sebelum diberikan intervensi. dalam hal ini penggunaan masker. e. f. utamanya pada pekerja saat melakukan proses penggilingan padi. terhadap pengurangan gejala yang bersin. terutama mengenai gangguan faal paru. Analisis kesadaran klien tentang pentingnya pemeriksaan dini ke fasilitas kesehatan yang terdekat ketika mengalami gangguan kesehatan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->