P. 1
Pemajuan, Penghormatan Dan an HAM

Pemajuan, Penghormatan Dan an HAM

|Views: 151|Likes:
Published by Vicry Faturohman

More info:

Published by: Vicry Faturohman on Dec 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/19/2014

pdf

text

original

Tugas Kewarganegaraan

Pemajuan, Penghormatan, Dan Perlindungan HAM
Disusun Oleh:
Vicry Faturohman Kelas : X-8

No. Absen : 30 SMA NEGERI 2 CIREBON

DAFTAR ISI

1

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ............................................................................................................................................................................................. 1 KATA PENGANTAR ............................................................................................................................................................................ 2 A. Pendahuluan ...................................................................................................................................................................................... 3 B. Pengertian dan CIiri Pokok HAM ................................................................................................................................................ 3 1. 2. 3. Pengertian HAM ..................................................................................................................................................................... 3 Ciri Pokok Hakikat HAM ..................................................................................................................................................... 4 Macam-Macam HAM ............................................................................................................................................................. 4

C. Upaya Pemajuan, Penghormatan, dan Penegakan HAM ......................................................................................................... 5 D. Perkembangan Pemikiran HAM ................................................................................................................................................... 7 1. 2. 3. 4. Generasi Pertama .................................................................................................................................................................. 7 Generasi Kedua ...................................................................................................................................................................... 7 Generasi Ketiga ...................................................................................................................................................................... 8 Generasi Keempat ................................................................................................................................................................. 8

Pelanggaran HAM dan pengadilan HAM ........................................................................................................................................... 8 1. 2. 3. 4. Pengertian Pelanggaran HAM.............................................................................................................................................. 8 Kejahatan Genosida............................................................................................................................................................... 8 kejahatan Kemanusiaan......................................................................................................................................................... 9 Pelanggaran Terhadap Ham ................................................................................................................................................. 9

E. Penutup ............................................................................................................................................................................................10 1. 2. Kesimpulan ............................................................................................................................................................................ 10 Saran-Saran ............................................................................................................................................................................ 10

Daftar Pustaka .......................................................................................................................................................................................11

KATA PENGANTAR

2

KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang sedalam-dalamnya penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas yang berjudul “PEMAJUAN, PENGHORMATAN, Dan PERLINDUNGAN HAM” untuk mata pelajaran Kewarganegaraan ini dengan sebaik-baiknya. Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para guru, teman-teman dan pihak-pihak lain yang turut mendukung sehingga tugas ini dapat diselesaikan dengan baik. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Oleh, Vicry Faturohman Cirebon, 1 Desember 2011

Pendahuluan

3

A. PENDAHULUAN

Hak merupakan unsur normatif yang melekat pada diri setiap manusia yang dalam penerapannya berada pada ruang lingkup hak persamaan dan hak kebebasan yang terkait dengan interaksinya antara individu atau dengan instansi. Hak juga merupakan sesuatu yang harus diperoleh. Masalah HAM adalah sesuatu hal yang sering kali dibicarakan dan dibahas terutama dalam era reformasi ini. HAM lebih dijunjung tinggi dan lebih diperhatikan dalam era reformasi dari pada era sebelum reformasi. Perlu diingat bahwa dalam hal pemenuhan hak, kita hidup tidak sendiri dan kita hidup bersosialisasi dengan orang lain. Jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM terhadap orang lain dalam usaha perolehan atau pemenuhan HAM pada diri kita sendiri. Dalam hal ini penulis merasa tertarik untuk membuat makalah tentang HAM. Maka dengan ini penulis mengambil judul “Hak Asasi Manusia”.
B. PENGERTIAN DAN CIIRI POKOK HAM 1. PENGERTIAN HAM

Hak asasi manusia merupakan hak dasar yang dimiliki oleh setiap manusia sebagai anugerah Tuhan yang melekat pada setiap diri manusia sejak lahir. Dalam perwujudannya, hak asasi manusia tidak dapat dilaksanakan secara mutlak karena dapat melanggar hak asasi orang lain. Memperjuangkan hak sendiri dengan mengabaikan hak orang lain merupakan hal yang tidak manusiawi. Kita wajib menyadari bahwa hak-hak asasi kita selalu berbatasan negan hak asasi orang lain, karena itulah ketaatan terhadap aturan menjadi penting. Dalam berbagai dokumen manapun ataupun pemikiran para tokoh, pengertian hak asasi manusia mungkin berbeda-beda. Tetapi hampir semua pengertian mengarah pada suatu garis besar bahwa ham merupakan hak yang melekat dalam diri manusia yang tanpa hak tersebut manusia menjadi kehilangan inti keberadaan dirinya. Beberapa pengertian dari para tokoh dan dokumen HAM dapat dikemukakan di sini:  John Locke menyatakan bahwa HAM adalah hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai hak yang kodrati.  Koentjoro Poerbanoto (1976) menyatakan bahwa hak yang bersifat asasi. Artinya, hakhak yang dimiliki manusia menurut kodratnya yang tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya sehingga sifatnya suci.  Dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM disebutkan bahwa “Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan

Pengertian dan CIiri Pokok HAM

4

anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia”
2. CIRI POKOK HAKIKAT HAM

Berdasarkan beberapa rumusan HAM di atas, dapat ditarik kesimpulan tentang beberapa ciri pokok hakikat HAM yaitu:

HAM tidak perlu diberikan, dibeli ataupun diwarisi. HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis. HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis, pandangan politik atau asal-usul sosial dan bangsa. HAM tidak bisa dilanggar. Tidak seorangpun mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain. Orang tetap mempunyai HAM walaupun sebuah Negara membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggar HAM (Mansyur Fakih, 2003).

3. MACAM-MACAM HAM

Beberapa pengertian mengenai HAM yang dikemukakan oleh para pemikir hingga abad ke-19 masih sangat mendasar, yaitu menyangkut tentang kebebasan untuk menyampaikan pendapat atau bebas dari rasa takut. Pemaknaan pemaknaan terhadap HAM kemudian berkembang seiring dengan tingkat kemajuan peradaban, dan karenanya dewasa ini hak – hak asasi manusia mencakup berikut:  Hak-hak asasi pribadi (personal right), yaitu meliputi kebebasan menyatakan pendapta, kebebasan memeluk agama, kebebasan bergerak, dan sebagainya.  Hak-hak asasi ekonomi (property right, yaitu hak untuk memiliki, membeli, dan menjual serta memanfaatkan sesuatu.  Hak-hak asasi politik (political right), yaitu hak iktu serta dalam pemerintahan, hak pilih (dipilih dan memilih dalam suatu pemilu), hak untuk mendirikan partai politik, dan sebagainya.  Hak-hak asasi untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan (right of legal equality).  Hak-hak asasi manusia untuk mendapatkanperlakuan tata cara peradilan dan perlindungan (procedural right). Misalnya, peraturan dalam hal penahanan, penangkapan, penggeledahan, peradilan, dan sebagainya.

Upaya Pemajuan, Penghormatan, dan Penegakan HAM

5

C. UPAYA PEMAJUAN, PENGHORMATAN, DAN PENEGAKAN HAM

Pada Masa lalu, banyak raja menyalahgunakan kekuasaan dengan melakukan penindasan terhadap rakyat. Selain itu banyak pula kerajaan atau negara yang melakukan invasi dan kemudian menjajah daerah lain. Tindakan-tindakan para penguasa yang lalim tersebut banyak mengakibatkan penderitaan pihak yang ditindas dan dijajah. Keinginan untuk merdeka dari penindasan dan penjajahan kemudian melahirkan pemberontakan terhadap kelaliman, hingga akhirnya muncul kesadaran bahwa manusia lahir dengan deranahat yang sama dan hak-hak asasi sebagai anugerah Tuhan yang tidak boleh direnggut oleh pihak lain. Salah satu tonggak dalam upaya pemajuan, penghormatan, dan penegakan hak asasi manusia yang telah mendapat perhatian dunia internasional adalah ketika organisasi PBB membentuk Komisi PBB untuk HAM pada tahun 1946. Langkah untuk pemajuan, penghormatan, dan penegakan HAM semakin nyata ketika Majelis Umum PBB mengeluarkan Deklerasi Universal HAM pada tanggal 10 Desember 1948. Deklerasi ini menjadi salah satu acuan bagi negara-negara anggota PBB untuk menyusun langkahlangkah dalam penegakan HA. Meski demikian, Deklerasi Universal HAM tidak berfat mengikat negara-negara anggota PBB.. secara rinci, hak-hak asasi manusia tercantum dalam pembukaan dan 30 pasal yang terdapat di dalam deklarasi tersebut. Berikut ini akan diuraikan sejarah perkembangan upaya pemajuan, pengormatan, dan penegakan hak asasi manusia dari barbagai sumber atau dokumen.
No Tahun Nama Dokumen Isi Perjuangan Nabi Ibrahim melawan kelaliman Raja namrud yang memaksakann harus menyembah patung(berhala). Nabi Musa memerdekakan bangsa yahudi dari perbudakan Raja Fir’aun (Mesir) Terdapat pada masyarakat Babylonia yang menetapkan ketentuan-ketentuan hukum yang menjamin keadilan bagi warganya Di Atherna (yunani), solon telah menyusun undangundang yang menjamin keadilan dan persamaan bagi setiap warganya. Unuk itu dia membentuk Helaiae, yaitu Mahkamah keadilan untuk melindungi orangorang miskin dan Majelis Rakyat atau Ecedsia. Karena gagasan-nya inilah Solon dianggap sebagai pengajar demokrasi. Perjuangan Solon didukung oleh Pericles (tokoh negarawan Athena) Kasiar Romawi pada masa Flavius Anacius Justinianus menciptakan peraturan hukum modern yang termodifikasi dalam icorpus Luris sebagai jaminan atas keadilan dan hak asasi manusia

____________ 1 2500 s.d. 1000 SM Hukum Hammurabi

2

600 SM

____________

3

527 s.d. 322 SM

Corpus Luris

Upaya Pemajuan, Penghormatan, dan Penegakan HAM

6

4

30 SM s.d 632

Kitab Suci Al-Qur’an

Diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, banyak mengajar tentang toleransi, berbuat adil, tidak boleh memaksa, bijaksana, menerapkan kasih sayang, memberikan rahmat kepada seluruh alam semesta, dan sebagainya. Pembatasan kekusaaan raja dan hak asasi manusia, antaralain mencakup:  Raja ridak boleh memungut pajak kalau tidak dengan izin dari great Council  Orang tidak boleh ditangkap, dipenjara, disiksa, atau disita miliknya tanpa alasan menurut hukum negara.  Pajak dan hak-hak istimewa harus dengan izin parlemen.  Tentara tidak boleh diberi penginapan di rumahrumah penduduk. Dalam keadaan damai, tentara tidak boleh menjalankan hukum perang. Orang tidak boleh ditangkap tanpa tuduhan yang sah. Jika diminta, hakim harus dapat menunjukan orang yang ditangkapnya lengkap dengan alasan penangkapan itu. Orang yang ditangkap harus diperiksa selambatlambatnya dua haru setelah ditangkap.

5

1215

Magna Charta (Masa Pemerintahan Locklan di Inggris)

6

1629

Petition of Right (Masa Pemerintahan Charles I di Inggris)

  

7

1679

Habeas Corpus Act (Masa Pemerintahan Charles II di Inggris)

 

8

1689

Bill of rights (Masa Pemerintahan willian III di Inggris)

9

1776

Declaration of independence (Amerika Serikat)

10

1789

Declaration de Droits de L’homme et du Citoyen (Perancis)

Membuat undang-undang harus dengan izin parlemen  Pengenaan pajak harus atas izin parlemen  Mempunyai tentara tetap harus dengan izin parlemen  Parlemen berhak mengubah keputusan raja  Bahwa semua orang yang diciptakan sama. Mereka dikaruniai oleh Tuhan, hak-hak yang tidak dapat dicabuy dari dirinya ialah: hak hdup, hak kebebasan, dan hak mengejar kebahagiaan. Amerika serikat dianggap sebagai negara pertama yang mencantumkan hak asasi dalam konstitusi (dimuat secara resmi dalam Constiitution of USA tahun 1787) atas jasa Presiden Thomas jefferson. Pernyattaan hak-hak asasi manusia dan warga negara sebagai hasil Revolusi Perancis dibawah pimpinan jenderal Laffayete, antara lain menyebutkan:  Manusia dilahirkan bebas dan mempunyai hakhak yang sama  Hak-hak itu ialah hak kebebasan, hak milik, keamanan, dan sebagainya

Perkembangan Pemikiran HAM

7

11

1918

Right of Determination

Tahun-tahun berikutnya, pencantuman hak asasi manusia dalam konstitusi diikuti oleh Belgia (1831), Uni soviet (1936), indonesia (1945), dan sebagainya. Naskah yang diusulkan oleh Presiden Woodrow Wilson memuat 14 pasal dasar untuk mencapai perdamaiann yang adil. Muncul pada saat berkobarnya perang dunia II, kemudian disebutkan empat kebebasan 9the four freedoms0 antara lain:  Kebebasan berbicara, mengeluarkan pendapat, berkumpul, dan berorganisasi  Kebebasan untuk beragama dan beribadah.  Kebebasan dari kemiskinan dan kekurangan.  Kebebasan seseorang dari rasa takut. Pernyataan sedunia tentang hak-hak asasi manusia yang terdiri dari 30 pasal. Piagam tersebut menyerukan kepada semua anggota dan bangsa di dunia untuk menjamin dan mengakui hak-hak asasi manusia dimuat di dalam konstitusi negara masingmasing.

12

1941

Atlantic Charter (dipelopori oleh Franklin D. roosevelt)

13

1948

Universal Declaration of Human Right

D. PERKEMBANGAN PEMIKIRAN HAM

Dibagi dalam 4 generasi, yaitu :
1. GENERASI PERTAMA

Berpendapat bahwa pemikiran HAM hanya berpusat pada bidang hukum dan politik. Fokus pemikiran HAM generasi pertama pada bidang hukum dan politik disebabkan oleh dampak dan situasi perang dunia II, totaliterisme dan adanya keinginan Negara-negara yang baru merdeka untuk menciptakan sesuatu tertib hukum yang baru.
2. GENERASI KEDUA

Pemikiran HAM tidak saja menuntut hak yuridis melainkan juga hak-hak sosial, ekonomi, politik dan budaya. Jadi pemikiran HAM generasi kedua menunjukan perluasan pengertian konsep dan cakupan hak asasi manusia. Pada masa generasi kedua, hak yuridis kurang mendapat penekanan sehingga terjadi ketidakseimbangan dengan hak sosialbudaya, hak ekonomi dan hak politik.

Pelanggaran HAM dan pengadilan HAM

8

3. GENERASI KETIGA

Sebagai reaksi pemikiran HAM generasi kedua. Generasi ketiga menjanjikan adanya kesatuan antara hak ekonomi, sosial, budaya, politik dan hukum dalam suatu keranjang yang disebut dengan hak-hak melaksanakan pembangunan. Dalam pelaksanaannya hasil pemikiran HAM generasi ketiga juga mengalami ketidakseimbangan dimana terjadi penekanan terhadap hak ekonomi dalam arti pembangunan ekonomi menjadi prioritas utama, sedangkan hak lainnya terabaikan sehingga menimbulkan banyak korban, karena banyak hak-hak rakyat lainnya yang dilanggar. 4. GENERASI KEEMPAT Yang mengkritik peranan negara yang sangat dominant dalam proses pembangunan yang terfokus pada pembangunan ekonomi dan menimbulkan dampak negative seperti diabaikannya aspek kesejahteraan rakyat. Selain itu program pembangunan yang dijalankan tidak berdasarkan kebutuhan rakyat secara keseluruhan melainkan memenuhi kebutuhan sekelompok elit. Pemikiran HAM generasi keempat dipelopori oleh Negara-negara di kawasan Asia yang pada tahun 1983 melahirkan deklarasi hak asasi manusia yang disebut Declaration of the basic Duties of Asia People and Government
PELANGGARAN HAM DAN PENGADILAN HAM 1. PENGERTIAN PELANGGARAN HAM

Pelanggaran HAM adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja ataupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi, menghalangi, membatasi dan atau mencabut HAM seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-Undang ini, dan tidak didapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang berlaku (UU No. 26/2000 tentang pengadilan HAM). Sedangkan bentuk pelanggaran HAM ringan selain dari kedua bentuk pelanggaran HAM berat itu.
2. KEJAHATAN GENOSIDA

Kejahatan genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, kelompok etnis dan kelompok agama. Kejahatan genosida dilakukan dengan cara membunuh anggota

Pelanggaran HAM dan pengadilan HAM

9

kelompok, mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota-anggota kelompok, menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan secara fisik baik seluruh atau sebagiannya, memaksakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok, dan memindahkan secara paksa anak-anak dari kelompok tertentu ke kelompok lain (UU No. 26/2000 tentang pengadilan HAM).
3. KEJAHATAN KEMANUSIAAN

Sementara itu kejahatan kemanusiaan adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut tujukan secara langsung terhadap penduduk sipil berupa pembunuhan, pemusnahan, perbudakan, pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa, perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara sewenang-wenang yang melanggar (asas-asas) ketentuan pokok hukum internasional, penyiksaan, perkosaan, perbudakan seksual, pelacuran secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lain yang setara, penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik, ras, kebangsaan, etnis, budaya, agama, jenis kelamin atau alasan lain yang telah diakui secara universal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional, penghilangan orang secara paksa, dan kejahatan apartheid.
4. PELANGGARAN TERHADAP HAM

Pelanggaran terhadap HAM dapat dilakukan oleh baik aparatur negara maupun bukan aparatur negara (UU No. 26/2000 tentang pengadilan HAM). Karena itu penindakan terhadap pelanggaran HAM tidak boleh hanya ditujukan terhadap aparatur negara, tetapi juga pelanggaran yang dilakukan bukan oleh aparatur negara. Penindakan terhadap pelanggaran HAM mulai dari penyelidikan, penuntutan, dan persidangan terhadap pelanggaran yang terjadi harus bersifat non-diskriminatif dan berkeadilan. Pengadilan HAM merupakan pengadilan khusus yang berada di lingkungan pengadilan umum.

Penutup

10

E. PENUTUP 1. KESIMPULAN

HAM adalah hak-hak dasar yang dimiliki oleh manusia sesuai dengan kiprahnya. Setiap individu mempunyai keinginan agar HAM-nya terpenuhi, tapi satu hal yang perlu kita ingat bahwa Jangan pernah melanggar atau menindas HAM orang lain. HAM setiap individu dibatasi oleh HAM orang lain. Dalam Islam, Islam sudah lebih dulu memperhatikan HAM. Ajaran Islam tentang Islam dapat dijumpai dalam sumber utama ajaran Islam itu yaitu Al-Qur’an dan Hadits yang merupakan sumber ajaran normatif, juga terdapat dalam praktik kehidupan umat Islam. Dalam kehidupan bernegara HAM diatur dan dilindungi oleh perundang-undangan RI, dimana setiap bentuk pelanggaran HAM baik yang dilakukan oleh seseorang, kelompok atau suatu instansi atau bahkan suatu Negara akan diadili dalam pelaksanaan peradilan HAM, pengadilan HAM menempuh proses pengadilan melalui hukum acara peradilan HAM sebagaimana terdapat dalam Undang-Undang pengadilan HAM

2. SARAN-SARAN

Sebagai makhluk sosial kita harus mampu mempertahankan dan memperjuangkan HAM kita sendiri. Di samping itu kita juga harus bisa menghormati dan menjaga HAM orang lain jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM. Dan Jangan sampai pula HAM kita dilanggar dan dinjak-injak oleh orang lain. Jadi dalam menjaga HAM kita harus mampu menyelaraskan dan mengimbangi antara HAM kita dengan HAM orang lain.

Daftar Pustaka

11

DAFTAR PUSTAKA Drs. Hasim. M. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMA Kelas X, Penerbit Yudhistira, Jakarta. Budiyanto. 2007.Pendidkan Kewarganegaraan untuk SMA Kelas X, Penerbit Erlangga,Jakarta.

http://id.wikipedia.org/ http://www.google.com/

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->