P. 1
Asbabul Wurud Hadits Niat

Asbabul Wurud Hadits Niat

|Views: 1,149|Likes:
Published by RamadhaniPutriAyu

More info:

Published by: RamadhaniPutriAyu on Dec 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/27/2013

pdf

text

original

Jumat, 29 Mei 2009

Masalah fiqih dan asbabul wurud hadis
Berangkat dari keterangan yang telah terurai dengan panjang lebar pada catatan sebelum ini. Maka dapatlah kita simpulkan bahwa petunjuk persoalan agama—Fiqih dan petunjuk mulia yang lain—penuh terkandung di dalam hadis ini dan sangat luas sekali. Di antaranya adalah; 1. Niat menjadi sarat pada setiap amal. Kesepakatan ulama dalam hal ini adalah; Amal yang dikerjakan oleh orang “mukallaf” dan mukmin, tidak akan berarti apa-apa dalam pandangan syara‘ dan tidak akan menuai ganjaran pahala bagi si pelakunya, jika tidak disertai dengan niat. karena niat dalam ibadah yang telah jelas seperti; Shalat, Haji, dan Puasa adalah menjadi bagian dari rukun-rukunnya. Tidak dapat dihukumi sah amal-amal itu, jika tidak diserentakkan dengan niat. Adapun perkara yang menjadi penghantar (wasilah) kefardhuan tersebut, seperti wudhu, mandi dan lainnya. Menurut Imam Hanafiyah hanyalah menjadi sarat bagi kesempurnaan amal saja, demi menggapai ganjaran pahala. Sedangkan menurut Imam Syafi’i dan lainnya; Niat itu menjadi sarat sahnya amal. Dan begitu juga pada wasilah kefardhuan. Tidak dianggap sah, jika tidak niat atau salah niat. 2. Waktu dan tempat niat adalah pada awal pelaksanaan ibadah. Seperti Takbiratul-ihrâm tatkala shalat, saatIhram ketika melaksanakan ibadah haji. Adapun ketika berpuasa, niat boleh didahulukan dari pelaksanaannya. Karena sulitnya menepati atau “Muqaranah" niat dengan datangnya fajar shodiq. Adapun tempat atau “Mahal niat" adalah di hati. Melafalkan niat (Talaffudz an-Niyyat) memang tidak disaratkan, tetapi disunnahkan, demi untuk membantu konsentrasi atau khudhurnya hati dalam beribadah.

Maka. Ibadah. dan kemudian berhasil mempersuntingnya sesuai permintaan wanita yang bernama Ummu Qais itu. Iman dan Ihsan (Hadits Arbain 2) → Setiap Perbuatan Tergantung Niatnya Posted on 1 Maret 2010 .Seorang yang niat. hijrahlah lelaki itu. agar dengan begitu kita dapat memahami porsi hadis dengan benar. Ummu Qais. 3. dari sahabat Ibn Mas’ud ra. di kalangan kami terdapat seorang lelaki yang berniat menyunting seorang wanita yang bernama. disaratkan untuk “Ta’yîn” (menentukan jenis ibadahnya. Setiap amal kebajikan yang bermanfaat bagi diri atau orang lain. Lalu wanita itu menolak untuk dipersuntingnya kecuali hingga datang saat Hijrah ke Madinah. Dalam hadis ini jelas sekali tersirat bahwa. Sebab timbulnya Hadis (Asbâb al-Wurûd al-Hadîs) Al-Imam at-Thabrâny ra meriwayatkan dalam kitab “Mu’jam Kabir” dengan sanad atau sandaran rawi hadis yang“Tsiqqôh”. sekaligus berisikan anjuran perintah untuk ikhlas. 4. Shalat misalnya. patut bagi kita untuk memperhatikannya. Lalu kami menjulukinya dengan. Wallâhu a‘lam. jika diawali dengan niat dan ikhlas serta mencari ridha Allah swt semata. “Muhajir Ummu Qais”. bahwa. Berkata. siapa yang niat beramal shalih. maka amal itu dinamakan. Ikhlas itu sangat penting dalam beramal dan ibadah. Maka orang itu tetap mendapatkan pahala dari apa yang telah ia niatkan. kemudian dia tidak dapat melakukannya karena adanya halangan tiba-tiba. 5. Hari yang Tidak Disukai Karyawan? Makna Islam. Inilah sebab-sebab datangnya hadis tersebut. seperti shalat dzuhur atau ashar) dan“Tamyîz” (dapat membedakan bentuk ibadahnya). sehingganya dengan ikhlas kita mendapatkan ganjaran pahala nanti di akhirat. Seperti sakit atau meninggal dunia dan lain sebagainya. Hadis ini menunjukan kepada kita. ← Senin. bahagia dan mendapat pertolongan kala masih mendiami bumi. Maka seseorang tidak dibenarkan hanya berniat shalat saja dalam shalat fardhunya.

Terdapat sebanyak empat puluh dua buah hadist sabda junjungan Nabi MuhammadShallallahu’alaihi wasallam yang membicarakan mengenai akidah dan tauhid di dalam Islam. Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang) . Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. yaitu: ada seseorang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tujuan untuk dapat menikahi seorang wanita yang konon bernama : “Ummu Qais” bukan untuk mendapatkan keutamaan hijrah. Imam Ahmad dan Imam syafi’i berkata : Dalam hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu. Pelajaran yang terdapat dalam Hadits: 1. Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu. 2. Hadits ini ada sebabnya (asbabul wurud). Sebabnya adalah bahwa perbuatan hamba terdiri dari perbuatan hati. Sejumlah ulama bahkan ada yang berkata : Hadits ini merupakan sepertiga Islam. dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Diriwayatkan dari Imam Syafi’i bahwa dia berkata : Hadits ini mencakup tujuh puluh bab dalam fiqh. Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain. Niat merupakan syarat layak/diterima atau tidaknya amal perbuatan. lisan dan anggota badan. Maka orang itu kemudian dikenal dengan sebutan “Muhajir Ummi Qais” (Orang yang hijrah karena Ummu Qais). . (Riwayat dua imam hadits. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. Waktu pelaksanaan niat dilakukan pada awal ibadah dan tempatnya di hati.Hadits arbain (Hadits empatpuluh) adalah koleksi hadits-hadits yang disusun oleh Imam Nawawi di dalam kitab karangannya yang bernama Matan Arba’in. Bunyi hadits arbain yang pertama: Dari Amirul Mu’minin. maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan RasulNya. Penjelasan singkat hadits ini: Hadits ini merupakan salah satu dari hadits-hadits yang menjadi inti ajaran Islam. sedangkan niat merupakan salah satu dari ketiganya. dan amal ibadah tidak akan mendatangkan pahala kecuali berdasarkan niat (karena Allah ta’ala).

diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan. dan kematian telah menyirnakan para penghuninya ‫أٌي الولىك الحً ماًث هغلطٌة. Yang membedakan antara ibadah dan adat (kebiasaan/rutinitas) adalah niat.أى الغالهة فٍها جشك ها فٍها‬ (Sungguh aneh) jika jiwa menangis karena perkara dunia (yang terluput) padahal jiwa tersebut mengetahui bahwa keselamatan adalah dengan meninggalkan dunia ‫ال داس للوشء تعذ الوىت ٌغنٌها. 6.ححى عقاها تنأط الوىت عاقٍها‬ Dimanakah para raja dan pimpinan yang dahulu berkuasa? Agar mereka bisa meneguk cangkir kematian . 5.. namun akhirnya rusak dan runtuh.ودوسًا لخشاب الذهش ًثٌٍها‬ Harta kita yang kita kumpulkan adalah milik ahli waris kita. dan iman menurut pemahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah membenarkan dalam hati. kecuali rumah yang ia bangun sebelum matinya ‫فإى تٌاها تخٍش طاب هغنٌه. 4.. dan rumah-rumah (batu) yang kita bangun akan rusak dimakan waktu ‫من هي هذائي فً اَفاق قذ تٌٍث.. 7. Semua perbuatan yang bermanfaat dan mubah (boleh) jika diiringi niat karena mencari keridhoan Allah maka dia akan bernilai ibadah. Seorang mu’min akan diberi ganjaran pahala berdasarkan kadar niatnya.إال الحً ماى قثل الوىت ٌثٌٍها‬ Tidak ada rumah bagi seseorang untuk ditempati setelah kematian.وإى تٌاها تشش خاب تاًٍها‬ Jika ia membangun rumahnya (tatkala masih hidup) dengan amalan kebaikan maka rumah yang akan ditempatinya setelah matipun akan baik pula ‫أهىالٌا لزوي الوٍشاخ ًجوعها.. Ikhlas dan membebaskan niat semata-mata karena Allah ta’ala dituntut pada semua amal shalih dan ibadah..3..... Hadits di atas menunjukkan bahwa niat merupakan bagian dari iman karena dia merupakan pekerjaan hati... Share this:   Facebook T Penyejuk Hati   Rumah Masa Depan Bekal Takwa ‫الٌفظ جثنً على الذًٍا وقذ علوث.أهغث خشاتا وأفٌى الوىت أهلٍها‬ Betapa banyak kota (megah) dipenjuru dunia telah dibangun..

01 APRIL 2011 09:33 ADMINISTRATOR (dikutip dari buku : "DARI MADINAH HINGGA KE RADIORODJA" (Mendulang Pelajaran Akhlak dari Syaikh Abdurrozzaq Al-Badr. hafizhahullah) Oleh: Abu Abdil Muhsin Firanda) .والجاس أحوذ والشحوي تاًٍها‬ Hendaknya engkau beramal untuk rumah masa depan yang isinya adalah keridoan Allah..ال شل ٌفٌٌٍا وٌفٌٍها‬ Janganlah engkau condong kepada dunia.. madu dan khomr... yang mengalir dengan bau yang semerbak ‫والطٍش جشذو على األغصاى عامفة.. dan tetanggamu adalah Nabi Muhammad serta yang membangunnya adalah Ar-Rohman (Allah yang maha penyayang) ‫قصىسها رهة والوغل طٌٍحها..‫ال جشمٌي إلى الذًٍا فالوىت.جغثح هللا جهشا فى هغاًٍها‬ Burung-burung berkicau di atas ranting dan dahan di atas pohon-pohon yang ada di surga Mereka bertasbih memuji Allah dalam kicauan mereka ‫فوي ٌشحشي الذاس فً الفشدوط ٌعوشها..تشمعة فً ظالم اللٍل ٌحٍٍها‬ Siapa yang hendak membangun surga firdaus maka hendaknya ia memenuhinya dengan sholat di dalam kegelapan malam Mendulang Pelajaran Akhlak dari Syaikh Abdurrozzaq AlBadr -hafizhahullah. dan tanahnya menghembuskan harumnya misik serta za'faron adalah rerumputan yang tumbuh di tanah tersebut ‫أًهاسها لثي هصفى وهي عغل.(seri 3) FRIDAY. karena tidak diragukan lagi bahwa kematian pasti akan membuat dunia sirna dan mebuat kitapun fana ‫واعول لذاس غذا سضىاى خاصًها.والضعفشاى حشٍش ًاتث فٍها‬ Bangunannya terbuat dari emas.....والخوش ٌجشي سحٍقا فً هجاسٌها‬ Sungai-sungainya adalah air susu yang murni jernih..

―Apakah engkau liburan di negaramu pada liburan ikhwan keadaan ibumu? Apakah engkau bertemu musim panas kemarin?‖ tersebut. Akan tetapi karena melihat faedah yang begitu besar maka saya nekat menyampaikannya. kemudian beliau berkata. ―Fulan. Tapi uang tersebut bukan dari saya. Saat itu. maka Syaikh pun bertanya. dan jauhnya beliau dari sikap ingin dipuji. dengannya?‖ ―Alhamdulillah. lalu berkata. kisah berikut ini sebenarnya tidak ingin saya sampaikan. dan lupakanlah pemberian saya ini. saya ingin berbicara denganmu setelah pelajaran. tapi dari beberapa orang baik. Saya harap jangan kau ceritakan kepada siapa pun juga. jawab ―Bagaimana Maka sang ikhwan terdiam sejenak. Maka tatkala beliau masuk kelas untuk mengisi kuliah. bahkan mungkin tidak boleh saya sampaikan. ―Uang ini bukan hanya dari saya.‖ Setelah selesai pelajaran. ada seseorang ustadz yang datang kepada beliau dan menceritakan kerinduannya untuk bertemu Syaikh. Hingga saat mahasiswa bubar meninggalkan beliau maka beliau pun mengeluarkan sejumlah uang dan memberikannya kepada si ikhwan tersebut sembari berkata. Hal semacam ini aku saksikan lagi ketika beliau di Jakarta.Uang ini Bukan dari Saya. tentunya saya akan mengira bahwasanya uang tersebut seluruhnya berasal dari beliau. seperti biasa para mahasiswa berkumpul di sekeliling beliau untuk menanyakan permasalahan-permasalahan agama. Hal ini menunjukkan keikhlasan beliau. suatu saat ada seorang ikhwan yang mengunjungi rumah Syaikh. beliau menjelaskan bahwa uang ini bukan hanya berasal dari beliau. beliau berkata kepada ikhwan tersebut dengan suara lirih. dan si ikhwan juga mengikuti beliau. Semoga Allah memaafkan saya. ―Kami akan mentransfer uang ke rekeningmu sejumlah lima juta rupiah.‖ Subhanallah! Lihatlah dua pelajaran yang bisa kita ambil dari perkataan beliau ini. bahkan meskipun harus meninggalkan istrinya yang sakit dan ada kemungkinan harus dioperasi. Sang donatur pun bersedia. ―Saya tidak sempat mengunjungi ibu saya karena . Dan. Anggap saja seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa.‖ Kejadian yang lain. ada seorang donatur yang memberikannya hadiah untukmu. tetapi dari Orang Lain Dan. Setelah itu Syaikh pun menelepon sang Ustadz dan meminta nomor rekening. Syaikh pernah memberikan bantuan kepada salah seorang ikhwah berupa sejumlah uang karena waktu itu ada yang mengabarkan kepada beliau bahwasanya istri ikhwan tersebut telah melakukan operasi caesar. Yang pertama. beliau meminta salah seorang donatur kalau tidak keberatan untuk menanggung biaya operasi istri ustadz tersebut. Seandainya beliau tidak mengatakan demikian. dan melihat ikhwan tersebut hadir di kuliah.‖ Syaikh pun bertanya lagi. yang penting tujuannya adalah bantuan tersampaikan kepada yang membutuhkan. Setelah ustadz tersebut pergi. sebenarnya beliau tidak perlu menjelaskan bahwa uang tersebut bukanlah seluruhnya dari beliau. Apalagi dipuji dengan sesuatu yang tidak beliau lakukan. Bahkan sampai orang tersebut menangis di hadapan Syaikh karena sudah lama dia tidak mendengar nasihat-nasihat yang berharga dari para ulama.

dan saya hanya berlibur sekitar sepekan saja di sana.‖ Beberapa hari kemudian. mereka menyebut-nyebut hal ini untuk mengingatkan kepada si penerima sumbangan agar jangan melupakan jasa mereka. tetapi mereka mengesankan kepada masyarakat atau kepada penerima sumbangan seakan-akan bantuan tersebut keluar dari kantong dan usaha mereka sendiri. Berlinanganlah air mata sang ikhwan. Bolehkah aku berhias di hadapannya dengan sesuatu yang tidak diberikan suamiku kepadaku?‖ . Tiket pesawat cukup mahal. dan saat itu saya tidak punya uang. saya tidak punya biaya untuk pergi ke tempat beliau. Ali Imran: ٌَ‫ويُحبُّى‬ ِ َ 188) Sikap buruk ini –ingin dipuji dengan sesuatu yang tidak dimiliki.‖ Syaikh lalu berkata. ―Ini biaya dari salah seorang donatur. Ada sebagian orang yang hanya berperan sebagai perantara (penyalur) dari sumbangan yang berasal dari orang lain. apabila suatu amalan kebaikan bukan berasal dari beliau maka beliau pun mengabarkannya dengan terus terang agar tidak disangka beliau yang melakukan amal tersebut. saya hanya menelepon beliau. sang ikhwan berkata.telah diperingatkan dan dicela oleh Nabi dalam ‫سوْ ر‬ ٍ ُ ‫ثَىْ بَي‬ ْ ‫كَلبس‬ َ ِ َ sabdanya َ‫يُعط‬ ْ ‫نَى‬ ْ ‫بًِب‬ َ : ‫انًتَشبِّع‬ ُ َ ُْ “Barang siapa yang bergaya (berhias) dengan sesuatu yang tidak dia miliki maka sesungguhnya dia telah memakai dua baju kedustaan.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dalam shahihnya no 5219 Asbabul ‫يُعْطيُي‬ ِ ِ ‫انَّذي‬ ِ ‫غيز‬ َ َْ ‫سوْ جي‬ ِ َ dan Al-Imam wurud ْ ِ ٍ‫ي‬ ُ َ ‫تَشبَّعْت‬ ِْ ٌ‫إ‬ ‫جَُبح‬ ٌ ُ ‫عهَي‬ َّ َ Muslim dalam hadits ْ‫فَهَم‬ ً‫ضزة‬ َّ َ ‫نِي‬ ٌَِّ‫إ‬ shahihnya ini َّ ِ‫َّللا‬ ‫رسُىل‬ َ َ ‫يَب‬ ْ ‫قَبنَت‬ no 2130) adalah: ً‫ايزأَة‬ َ ْ ٌََّ‫أ‬ ―Ada seorang wanita yang berkata kepada Nabi: ‗Wahai Rasulullah. Hal ini tentunya berbeda dengan kenyataan sebagian orang. Bahkan. Apakah mereka tidak takut termasuk dalam sifat orang-orang yang tercela yang difirmankan Allah: ‫يَفعهُىا‬ َْ Mereka suka ‫نَى‬ ْ dipuji pada ‫بًِب‬ َ perkara yang tidak ‫يُحْ ًدُوا‬ َ mereka ْ ٌَ‫أ‬ lakukan. Syaikh memberikan seluruh ongkos naik haji kepada sang ikhwan. Hanya saja. bahkan semakin deras mengingat sikapnya yang salah dengan tidak menyempatkan waktu untuk mengunjungi ibunya.tempatnya yang jauh dari ibu kota negara saya. Jadi. ―Saya sebenarnya ingin menemui ibu saya. ―Usahakan ibumu untuk bisa naik haji. (Q. sambil berkata.‖ Demikianlah Syaikh.‖ Syaikh pun terlihat kaget.S. Sambil terisak-isak. lalu mulailah syaikh menasihati ikhwan tersebut akan pentingnya bertemu dengan ibunya bahwa itu merupakan amalan yang luar biasa di hadapan Allah. nanti masalah biaya saya yang atur. aku memiliki madu.

dia hanya sebagai penyalur. Maksud Nabi dengan dua pakaian kedustaan adalah seakan-akan dia telah menunjukkan dua kedustaan kepada dua orang lain. ada yang menerjemahkan makalah seorang ulama. Namun. dan jujur bahwa ilmunya belum sampai untuk menulis seperti tulisan ulama tersebut. sehingga seakan-akan suaminya lebih sayang kepadanya. terutama permasalahan fiqh yang cukup pelik.Maksudnya adalah dengan berpura-pura suaminya memberikan sesuatu kepadanya. tentunya itu lebih tinggi kedudukannya di sisi Allah. lantas dia mengesankan kepada pembaca seakan-akan dia Saya juga mendapati sebagian orang tatkala menyalurkan sumbangan dari para donatur. Di antara praktik-praktik yang a. mengesankan kepada para penerima sumbangan seakan-akan dialah yang telah mengeluarkan dana. Sungguh. Dia dengan tanpa malu mencantumkan namanya sebagai penulis makalah tersebut. Padahal d. Oleh karena itu. Ada juga orang yang meringkas tulisan dari buku atau makalah tentang sebuah permasalahan fikih. Bahkan. lantas dia mengesankan bahwa dialah yang telah berletih-letih menyusun tulisan tersebut. karena wanita tersebut telah menampakkan dua kedustaan kepada madunya. (Lihat Tuhfatul Ahwadzi 6/153-154). akan tetapi sebagian orang yang sedikit sering menelaah buku para ulama akan mengetahui hal tersebut. Sebagian orang yang dipercayai para donatur luar negeri untuk membangun masjid kadang mengesankan kepada para donatur bahwasanya dia mampu membangun masjid yang bagus dengan dana yang sedikit. izar dan ridda‘ yang dipakai oleh orang-orang zuhud. pernah dilakukan tersebut adalah: Ada yang menerjemahkan naskah ceramah atau tulisan seorang ulama. antaranya: Maksud Nabi dengan dua pakaian kedustaan adalah seseorang yang memakai pakaian dengan gaya pakaian ahli zuhud sehingga masyarakat yang melihatnya akan menyangka dia termasuk orang yang zuhud. maksud dari kedua tafsiran ini adalah sama dan berdekatan maknanya. padahal hakikatnya tidaklah demikian. Hadits yang kelihatannya sederhana ini ternyata merupakan cambuk yang sangat pedas terhadap sebagian orang yang mencoba menampakkan kepada orang lain akan kehebatan yang tidak dimilikinya. Penafsiran ini lebih dekat kepada asbabul wurud. Padahal. kepiluan hati ini terobati tatkala melihat betapa banyak saudara-saudaraku. Dusta yang kedua: wanita tersebut menampakkan kepada madunya seakanakan dia lebih dicintai oleh suaminya dari pada madunya. Tentunya orang awam tidak tahu akan hal ini. lantas nama ulama tersebut sama sekali tidak disebutkan. di tersebut. Atas penafsiran ini. sebagaimana yang pernah saya lihat di sebuah tabloid Ahlus Sunah. Hal ini tentu akan menjadikan madunya teperdaya dan menyangka suaminya Ada 1. telah membahas permasalahan tersebut. baik yang belajar di .‖ Andaikata dia menjelaskan bahwa dia hanyalah penerjemah. yang c. karena sebagian dana bersumber dari masyarkat setempat. Syukurlah. sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alihi wa sallam: ―Dia telah memakai dua pakaian kedustaan. jujur bahwa dia sekadar penerjemah. b. beberapa benar-benar penafsiran dari kalangan melakukan ulama tentang maksud hal hadits ini. Dusta yang pertama: dia berdusta bahwa suaminya telah memberikannya sesuatu. yang dimaksud Nabi dari dua kain kedustaan adalah 2. sungguh hati ini tersayat tatkala melihat praktik sebagian kita yang terkena ancaman hadits ini. dengan dalil dia telah diberikan sesuatu dari suaminya yang tidak diberikan kepada madunya. Padahal dia hanya menukil atau meringkas. perkaranya tidak demikian.

mencermati apa yang dilakukan oleh Syaikh sebagaimana dalam cerita di atas. bukankah Nabi shallallahu 'alihi wa ُ‫َّللا‬ ُ‫رفَعه‬ َ َ sallam ‫هلل‬ ‫تَىاضع‬ َ َ َ bersabda: ْ َ ٍ‫ي‬ Barang siapa yang bersikap tawadhuk (merendah) maka Allah akan mengangkatnya. dan lupakanlah pemberian saya ini.‫سيِّئَتَك‬ َ َ . Anggap saja seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa. Saya teringat nasihat Abu Hazim Salamah bin Dinar: َ‫سيئَبتِك‬ ِّ َ “Sembunyikanlah dalam Dalam ٌَِْ ‫سعيد‬ ‫أَو‬ ْ ْ َ‫أََت‬ Al-Hilyah ْ ِ ٍ‫ي‬ ‫تَكتُى‬ ُ ْ kebaikan-kebaikanmu (3/240).” (Diriwayatkan oleh Al-Fasawi dalam ―Al-Ma‘rifah wa At-Tarikh‖ (1/679). yang semua ini semakin menambah keraguan saya untuk melanjutkan kisah tentang beliau selama saya menemani perjalanan beliau di Indonesia. keraguan tersebut akhirnya terkalahkan mengingat banyaknya faedah yang bisa diambil. Dan janganlah engkau kagum dengan amalan-amalanmu.Madinah. Para pembaca budiman. demikanlah kira-kira sosok Syaikh Abdurrozzaq. Segala puji bagi Allah atas nikmat yang telah Ia anugerahkan kepada mereka. Karena beliau tidak mau tersohor. saya yakin semua itu beliau lakukan karena keikhlasan. . banyak berkarya dengan karya-karya ilmiah yang menunjukkan kepiawaian ilmu mereka. Pelajaran kedua : Perkataan Syaikh: ―Saya harap jangan kauceritakan kepada siapa pun juga. dan Abu Nu‘aim “Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagiamana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu. bahkan yang tidak pernah belajar Timur Tengah sekalipun.” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu‘ab Al-Iman no 6500) Maka. Qosim.َ‫حسَُبتك‬ ِ َ َ engkau dalam ْ ِ ٍ‫ي‬ menyembunyikan tarikh beliau ‫تُخفي‬ ِْ ‫كًب‬ ََ Dimasq ‫اُكتُى‬ ْ ْ kejelekan(22/68)) berkata: ‫حسَُتَك‬ َ َ َ ‫أَخف‬ ِ ْ kejelekanmu. serta permintaan dari banyak pihak yang menghendaki saya melanjutkan menulisnya semata-mata agar lebih luas manfaat tersebut tersebarkan. riwayat ‫أَشقِي‬ ٌّ َ ‫تَدري‬ ِ ْ َ‫فََل‬ dan ‫كًب‬ ََ sebagaimana Ibnu yang .‫بِعًهِك‬ َ ََ ‫يعجبًب‬ َ ُْ ‗Asakir lain ُ ٍََُّ‫تَك‬ َ‫وال‬ َ . sesungguhnya engkau tidak tahu apakah engkau termasuk orang yang celaka (masuk neraka) atau orang yang bahagia (masuk surga). Dan. sikap beliau yang tidak ingin dipuji dan tidak ingin tersohor justru yang membuat beliau tersohor. Sekali lagi. (Hadits shahih dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam as-Shahihah no 2328) Demikianlah.‖ sungguh menunjukkan ketulusan hati dan keikhlasan niat beliau. Yaman.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->