Jumat, 29 Mei 2009

Masalah fiqih dan asbabul wurud hadis
Berangkat dari keterangan yang telah terurai dengan panjang lebar pada catatan sebelum ini. Maka dapatlah kita simpulkan bahwa petunjuk persoalan agama—Fiqih dan petunjuk mulia yang lain—penuh terkandung di dalam hadis ini dan sangat luas sekali. Di antaranya adalah; 1. Niat menjadi sarat pada setiap amal. Kesepakatan ulama dalam hal ini adalah; Amal yang dikerjakan oleh orang “mukallaf” dan mukmin, tidak akan berarti apa-apa dalam pandangan syara‘ dan tidak akan menuai ganjaran pahala bagi si pelakunya, jika tidak disertai dengan niat. karena niat dalam ibadah yang telah jelas seperti; Shalat, Haji, dan Puasa adalah menjadi bagian dari rukun-rukunnya. Tidak dapat dihukumi sah amal-amal itu, jika tidak diserentakkan dengan niat. Adapun perkara yang menjadi penghantar (wasilah) kefardhuan tersebut, seperti wudhu, mandi dan lainnya. Menurut Imam Hanafiyah hanyalah menjadi sarat bagi kesempurnaan amal saja, demi menggapai ganjaran pahala. Sedangkan menurut Imam Syafi’i dan lainnya; Niat itu menjadi sarat sahnya amal. Dan begitu juga pada wasilah kefardhuan. Tidak dianggap sah, jika tidak niat atau salah niat. 2. Waktu dan tempat niat adalah pada awal pelaksanaan ibadah. Seperti Takbiratul-ihrâm tatkala shalat, saatIhram ketika melaksanakan ibadah haji. Adapun ketika berpuasa, niat boleh didahulukan dari pelaksanaannya. Karena sulitnya menepati atau “Muqaranah" niat dengan datangnya fajar shodiq. Adapun tempat atau “Mahal niat" adalah di hati. Melafalkan niat (Talaffudz an-Niyyat) memang tidak disaratkan, tetapi disunnahkan, demi untuk membantu konsentrasi atau khudhurnya hati dalam beribadah.

bahagia dan mendapat pertolongan kala masih mendiami bumi. Shalat misalnya. agar dengan begitu kita dapat memahami porsi hadis dengan benar. Setiap amal kebajikan yang bermanfaat bagi diri atau orang lain. seperti shalat dzuhur atau ashar) dan“Tamyîz” (dapat membedakan bentuk ibadahnya). Hari yang Tidak Disukai Karyawan? Makna Islam. ← Senin. di kalangan kami terdapat seorang lelaki yang berniat menyunting seorang wanita yang bernama. jika diawali dengan niat dan ikhlas serta mencari ridha Allah swt semata. sehingganya dengan ikhlas kita mendapatkan ganjaran pahala nanti di akhirat. 3. Ikhlas itu sangat penting dalam beramal dan ibadah. Maka orang itu tetap mendapatkan pahala dari apa yang telah ia niatkan. siapa yang niat beramal shalih. dari sahabat Ibn Mas’ud ra. 4. Iman dan Ihsan (Hadits Arbain 2) → Setiap Perbuatan Tergantung Niatnya Posted on 1 Maret 2010 . maka amal itu dinamakan. Dalam hadis ini jelas sekali tersirat bahwa. Hadis ini menunjukan kepada kita. 5. Sebab timbulnya Hadis (Asbâb al-Wurûd al-Hadîs) Al-Imam at-Thabrâny ra meriwayatkan dalam kitab “Mu’jam Kabir” dengan sanad atau sandaran rawi hadis yang“Tsiqqôh”. kemudian dia tidak dapat melakukannya karena adanya halangan tiba-tiba. Ibadah. Wallâhu a‘lam. Maka. Ummu Qais. Lalu kami menjulukinya dengan. patut bagi kita untuk memperhatikannya. dan kemudian berhasil mempersuntingnya sesuai permintaan wanita yang bernama Ummu Qais itu. Inilah sebab-sebab datangnya hadis tersebut. “Muhajir Ummu Qais”.Seorang yang niat. Lalu wanita itu menolak untuk dipersuntingnya kecuali hingga datang saat Hijrah ke Madinah. Berkata. sekaligus berisikan anjuran perintah untuk ikhlas. disaratkan untuk “Ta’yîn” (menentukan jenis ibadahnya. Maka seseorang tidak dibenarkan hanya berniat shalat saja dalam shalat fardhunya. bahwa. Seperti sakit atau meninggal dunia dan lain sebagainya. hijrahlah lelaki itu.

dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Waktu pelaksanaan niat dilakukan pada awal ibadah dan tempatnya di hati. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Maka orang itu kemudian dikenal dengan sebutan “Muhajir Ummi Qais” (Orang yang hijrah karena Ummu Qais). Diriwayatkan dari Imam Syafi’i bahwa dia berkata : Hadits ini mencakup tujuh puluh bab dalam fiqh. Niat merupakan syarat layak/diterima atau tidaknya amal perbuatan. Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang) . sedangkan niat merupakan salah satu dari ketiganya. yaitu: ada seseorang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tujuan untuk dapat menikahi seorang wanita yang konon bernama : “Ummu Qais” bukan untuk mendapatkan keutamaan hijrah. Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu. Imam Ahmad dan Imam syafi’i berkata : Dalam hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu. Bunyi hadits arbain yang pertama: Dari Amirul Mu’minin.Hadits arbain (Hadits empatpuluh) adalah koleksi hadits-hadits yang disusun oleh Imam Nawawi di dalam kitab karangannya yang bernama Matan Arba’in. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. (Riwayat dua imam hadits. . Sejumlah ulama bahkan ada yang berkata : Hadits ini merupakan sepertiga Islam. dan amal ibadah tidak akan mendatangkan pahala kecuali berdasarkan niat (karena Allah ta’ala). Pelajaran yang terdapat dalam Hadits: 1. 2. Sebabnya adalah bahwa perbuatan hamba terdiri dari perbuatan hati. Penjelasan singkat hadits ini: Hadits ini merupakan salah satu dari hadits-hadits yang menjadi inti ajaran Islam. Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain. maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan RasulNya. lisan dan anggota badan. Hadits ini ada sebabnya (asbabul wurud). Terdapat sebanyak empat puluh dua buah hadist sabda junjungan Nabi MuhammadShallallahu’alaihi wasallam yang membicarakan mengenai akidah dan tauhid di dalam Islam.

ححى عقاها تنأط الوىت عاقٍها‬ Dimanakah para raja dan pimpinan yang dahulu berkuasa? Agar mereka bisa meneguk cangkir kematian . dan rumah-rumah (batu) yang kita bangun akan rusak dimakan waktu ‫من هي هذائي فً اَفاق قذ تٌٍث.أهغث خشاتا وأفٌى الوىت أهلٍها‬ Betapa banyak kota (megah) dipenjuru dunia telah dibangun. 6..... Yang membedakan antara ibadah dan adat (kebiasaan/rutinitas) adalah niat.3.. 7. Semua perbuatan yang bermanfaat dan mubah (boleh) jika diiringi niat karena mencari keridhoan Allah maka dia akan bernilai ibadah. namun akhirnya rusak dan runtuh.أى الغالهة فٍها جشك ها فٍها‬ (Sungguh aneh) jika jiwa menangis karena perkara dunia (yang terluput) padahal jiwa tersebut mengetahui bahwa keselamatan adalah dengan meninggalkan dunia ‫ال داس للوشء تعذ الوىت ٌغنٌها..ودوسًا لخشاب الذهش ًثٌٍها‬ Harta kita yang kita kumpulkan adalah milik ahli waris kita.. kecuali rumah yang ia bangun sebelum matinya ‫فإى تٌاها تخٍش طاب هغنٌه. dan iman menurut pemahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah membenarkan dalam hati.. diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan. dan kematian telah menyirnakan para penghuninya ‫أٌي الولىك الحً ماًث هغلطٌة. 5. Ikhlas dan membebaskan niat semata-mata karena Allah ta’ala dituntut pada semua amal shalih dan ibadah. Seorang mu’min akan diberi ganjaran pahala berdasarkan kadar niatnya.إال الحً ماى قثل الوىت ٌثٌٍها‬ Tidak ada rumah bagi seseorang untuk ditempati setelah kematian... Share this:   Facebook T Penyejuk Hati   Rumah Masa Depan Bekal Takwa ‫الٌفظ جثنً على الذًٍا وقذ علوث.. 4.وإى تٌاها تشش خاب تاًٍها‬ Jika ia membangun rumahnya (tatkala masih hidup) dengan amalan kebaikan maka rumah yang akan ditempatinya setelah matipun akan baik pula ‫أهىالٌا لزوي الوٍشاخ ًجوعها. Hadits di atas menunjukkan bahwa niat merupakan bagian dari iman karena dia merupakan pekerjaan hati..

ال شل ٌفٌٌٍا وٌفٌٍها‬ Janganlah engkau condong kepada dunia.والضعفشاى حشٍش ًاتث فٍها‬ Bangunannya terbuat dari emas.... 01 APRIL 2011 09:33 ADMINISTRATOR (dikutip dari buku : "DARI MADINAH HINGGA KE RADIORODJA" (Mendulang Pelajaran Akhlak dari Syaikh Abdurrozzaq Al-Badr. madu dan khomr. dan tanahnya menghembuskan harumnya misik serta za'faron adalah rerumputan yang tumbuh di tanah tersebut ‫أًهاسها لثي هصفى وهي عغل. yang mengalir dengan bau yang semerbak ‫والطٍش جشذو على األغصاى عامفة. dan tetanggamu adalah Nabi Muhammad serta yang membangunnya adalah Ar-Rohman (Allah yang maha penyayang) ‫قصىسها رهة والوغل طٌٍحها.والخوش ٌجشي سحٍقا فً هجاسٌها‬ Sungai-sungainya adalah air susu yang murni jernih..والجاس أحوذ والشحوي تاًٍها‬ Hendaknya engkau beramal untuk rumah masa depan yang isinya adalah keridoan Allah..‫ال جشمٌي إلى الذًٍا فالوىت...(seri 3) FRIDAY. hafizhahullah) Oleh: Abu Abdil Muhsin Firanda) ...تشمعة فً ظالم اللٍل ٌحٍٍها‬ Siapa yang hendak membangun surga firdaus maka hendaknya ia memenuhinya dengan sholat di dalam kegelapan malam Mendulang Pelajaran Akhlak dari Syaikh Abdurrozzaq AlBadr -hafizhahullah... karena tidak diragukan lagi bahwa kematian pasti akan membuat dunia sirna dan mebuat kitapun fana ‫واعول لذاس غذا سضىاى خاصًها.جغثح هللا جهشا فى هغاًٍها‬ Burung-burung berkicau di atas ranting dan dahan di atas pohon-pohon yang ada di surga Mereka bertasbih memuji Allah dalam kicauan mereka ‫فوي ٌشحشي الذاس فً الفشدوط ٌعوشها..

Saat itu. maka Syaikh pun bertanya. suatu saat ada seorang ikhwan yang mengunjungi rumah Syaikh.‖ Kejadian yang lain. Hal ini menunjukkan keikhlasan beliau. sebenarnya beliau tidak perlu menjelaskan bahwa uang tersebut bukanlah seluruhnya dari beliau. kemudian beliau berkata. ada seseorang ustadz yang datang kepada beliau dan menceritakan kerinduannya untuk bertemu Syaikh.‖ Setelah selesai pelajaran. bahkan mungkin tidak boleh saya sampaikan. Apalagi dipuji dengan sesuatu yang tidak beliau lakukan. Anggap saja seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa. Hal semacam ini aku saksikan lagi ketika beliau di Jakarta. Syaikh pernah memberikan bantuan kepada salah seorang ikhwah berupa sejumlah uang karena waktu itu ada yang mengabarkan kepada beliau bahwasanya istri ikhwan tersebut telah melakukan operasi caesar. tapi dari beberapa orang baik. ―Fulan. Setelah itu Syaikh pun menelepon sang Ustadz dan meminta nomor rekening. saya ingin berbicara denganmu setelah pelajaran. beliau berkata kepada ikhwan tersebut dengan suara lirih. jawab ―Bagaimana Maka sang ikhwan terdiam sejenak. Hingga saat mahasiswa bubar meninggalkan beliau maka beliau pun mengeluarkan sejumlah uang dan memberikannya kepada si ikhwan tersebut sembari berkata. tetapi dari Orang Lain Dan. Sang donatur pun bersedia. beliau menjelaskan bahwa uang ini bukan hanya berasal dari beliau. lalu berkata. Maka tatkala beliau masuk kelas untuk mengisi kuliah. Akan tetapi karena melihat faedah yang begitu besar maka saya nekat menyampaikannya. dengannya?‖ ―Alhamdulillah. Yang pertama. Tapi uang tersebut bukan dari saya. ―Uang ini bukan hanya dari saya. Semoga Allah memaafkan saya. ada seorang donatur yang memberikannya hadiah untukmu. Dan. kisah berikut ini sebenarnya tidak ingin saya sampaikan. Saya harap jangan kau ceritakan kepada siapa pun juga. beliau meminta salah seorang donatur kalau tidak keberatan untuk menanggung biaya operasi istri ustadz tersebut. seperti biasa para mahasiswa berkumpul di sekeliling beliau untuk menanyakan permasalahan-permasalahan agama. dan si ikhwan juga mengikuti beliau.‖ Subhanallah! Lihatlah dua pelajaran yang bisa kita ambil dari perkataan beliau ini.‖ Syaikh pun bertanya lagi. Seandainya beliau tidak mengatakan demikian.Uang ini Bukan dari Saya. dan melihat ikhwan tersebut hadir di kuliah. ―Apakah engkau liburan di negaramu pada liburan ikhwan keadaan ibumu? Apakah engkau bertemu musim panas kemarin?‖ tersebut. Bahkan sampai orang tersebut menangis di hadapan Syaikh karena sudah lama dia tidak mendengar nasihat-nasihat yang berharga dari para ulama. ―Saya tidak sempat mengunjungi ibu saya karena . bahkan meskipun harus meninggalkan istrinya yang sakit dan ada kemungkinan harus dioperasi. yang penting tujuannya adalah bantuan tersampaikan kepada yang membutuhkan. dan jauhnya beliau dari sikap ingin dipuji. ―Kami akan mentransfer uang ke rekeningmu sejumlah lima juta rupiah. tentunya saya akan mengira bahwasanya uang tersebut seluruhnya berasal dari beliau. dan lupakanlah pemberian saya ini. Setelah ustadz tersebut pergi.

Bahkan. dan saat itu saya tidak punya uang. mereka menyebut-nyebut hal ini untuk mengingatkan kepada si penerima sumbangan agar jangan melupakan jasa mereka. aku memiliki madu.‖ Demikianlah Syaikh. bahkan semakin deras mengingat sikapnya yang salah dengan tidak menyempatkan waktu untuk mengunjungi ibunya. Tiket pesawat cukup mahal. apabila suatu amalan kebaikan bukan berasal dari beliau maka beliau pun mengabarkannya dengan terus terang agar tidak disangka beliau yang melakukan amal tersebut. (Q.‖ Syaikh pun terlihat kaget.tempatnya yang jauh dari ibu kota negara saya. Ada sebagian orang yang hanya berperan sebagai perantara (penyalur) dari sumbangan yang berasal dari orang lain. sang ikhwan berkata.S. Hal ini tentunya berbeda dengan kenyataan sebagian orang. saya hanya menelepon beliau. Apakah mereka tidak takut termasuk dalam sifat orang-orang yang tercela yang difirmankan Allah: ‫يَفعهُىا‬ َْ Mereka suka ‫نَى‬ ْ dipuji pada ‫بًِب‬ َ perkara yang tidak ‫يُحْ ًدُوا‬ َ mereka ْ ٌَ‫أ‬ lakukan.‖ Beberapa hari kemudian. saya tidak punya biaya untuk pergi ke tempat beliau. Ali Imran: ٌَ‫ويُحبُّى‬ ِ َ 188) Sikap buruk ini –ingin dipuji dengan sesuatu yang tidak dimiliki. Sambil terisak-isak. Berlinanganlah air mata sang ikhwan. lalu mulailah syaikh menasihati ikhwan tersebut akan pentingnya bertemu dengan ibunya bahwa itu merupakan amalan yang luar biasa di hadapan Allah. Bolehkah aku berhias di hadapannya dengan sesuatu yang tidak diberikan suamiku kepadaku?‖ . ―Ini biaya dari salah seorang donatur. ―Saya sebenarnya ingin menemui ibu saya. ―Usahakan ibumu untuk bisa naik haji.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dalam shahihnya no 5219 Asbabul ‫يُعْطيُي‬ ِ ِ ‫انَّذي‬ ِ ‫غيز‬ َ َْ ‫سوْ جي‬ ِ َ dan Al-Imam wurud ْ ِ ٍ‫ي‬ ُ َ ‫تَشبَّعْت‬ ِْ ٌ‫إ‬ ‫جَُبح‬ ٌ ُ ‫عهَي‬ َّ َ Muslim dalam hadits ْ‫فَهَم‬ ً‫ضزة‬ َّ َ ‫نِي‬ ٌَِّ‫إ‬ shahihnya ini َّ ِ‫َّللا‬ ‫رسُىل‬ َ َ ‫يَب‬ ْ ‫قَبنَت‬ no 2130) adalah: ً‫ايزأَة‬ َ ْ ٌََّ‫أ‬ ―Ada seorang wanita yang berkata kepada Nabi: ‗Wahai Rasulullah.‖ Syaikh lalu berkata. tetapi mereka mengesankan kepada masyarakat atau kepada penerima sumbangan seakan-akan bantuan tersebut keluar dari kantong dan usaha mereka sendiri. nanti masalah biaya saya yang atur. Hanya saja. Syaikh memberikan seluruh ongkos naik haji kepada sang ikhwan. sambil berkata. dan saya hanya berlibur sekitar sepekan saja di sana. Jadi.telah diperingatkan dan dicela oleh Nabi dalam ‫سوْ ر‬ ٍ ُ ‫ثَىْ بَي‬ ْ ‫كَلبس‬ َ ِ َ sabdanya َ‫يُعط‬ ْ ‫نَى‬ ْ ‫بًِب‬ َ : ‫انًتَشبِّع‬ ُ َ ُْ “Barang siapa yang bergaya (berhias) dengan sesuatu yang tidak dia miliki maka sesungguhnya dia telah memakai dua baju kedustaan.

telah membahas permasalahan tersebut. Hal ini tentu akan menjadikan madunya teperdaya dan menyangka suaminya Ada 1. Padahal d. Atas penafsiran ini. Tentunya orang awam tidak tahu akan hal ini. mengesankan kepada para penerima sumbangan seakan-akan dialah yang telah mengeluarkan dana. dia hanya sebagai penyalur. Syukurlah. jujur bahwa dia sekadar penerjemah. karena sebagian dana bersumber dari masyarkat setempat. izar dan ridda‘ yang dipakai oleh orang-orang zuhud. sungguh hati ini tersayat tatkala melihat praktik sebagian kita yang terkena ancaman hadits ini. Bahkan. di tersebut. karena wanita tersebut telah menampakkan dua kedustaan kepada madunya. ada yang menerjemahkan makalah seorang ulama. Dusta yang kedua: wanita tersebut menampakkan kepada madunya seakanakan dia lebih dicintai oleh suaminya dari pada madunya. kepiluan hati ini terobati tatkala melihat betapa banyak saudara-saudaraku.‖ Andaikata dia menjelaskan bahwa dia hanyalah penerjemah. Dusta yang pertama: dia berdusta bahwa suaminya telah memberikannya sesuatu. dengan dalil dia telah diberikan sesuatu dari suaminya yang tidak diberikan kepada madunya. yang c. sebagaimana yang pernah saya lihat di sebuah tabloid Ahlus Sunah. maksud dari kedua tafsiran ini adalah sama dan berdekatan maknanya. Sungguh. Penafsiran ini lebih dekat kepada asbabul wurud. Ada juga orang yang meringkas tulisan dari buku atau makalah tentang sebuah permasalahan fikih. antaranya: Maksud Nabi dengan dua pakaian kedustaan adalah seseorang yang memakai pakaian dengan gaya pakaian ahli zuhud sehingga masyarakat yang melihatnya akan menyangka dia termasuk orang yang zuhud. yang dimaksud Nabi dari dua kain kedustaan adalah 2. dan jujur bahwa ilmunya belum sampai untuk menulis seperti tulisan ulama tersebut. lantas dia mengesankan kepada pembaca seakan-akan dia Saya juga mendapati sebagian orang tatkala menyalurkan sumbangan dari para donatur. Hadits yang kelihatannya sederhana ini ternyata merupakan cambuk yang sangat pedas terhadap sebagian orang yang mencoba menampakkan kepada orang lain akan kehebatan yang tidak dimilikinya. Dia dengan tanpa malu mencantumkan namanya sebagai penulis makalah tersebut. beberapa benar-benar penafsiran dari kalangan melakukan ulama tentang maksud hal hadits ini. tentunya itu lebih tinggi kedudukannya di sisi Allah. b. padahal hakikatnya tidaklah demikian. lantas nama ulama tersebut sama sekali tidak disebutkan. lantas dia mengesankan bahwa dialah yang telah berletih-letih menyusun tulisan tersebut. Oleh karena itu. Padahal dia hanya menukil atau meringkas. terutama permasalahan fiqh yang cukup pelik. Namun. (Lihat Tuhfatul Ahwadzi 6/153-154). sehingga seakan-akan suaminya lebih sayang kepadanya. perkaranya tidak demikian. Maksud Nabi dengan dua pakaian kedustaan adalah seakan-akan dia telah menunjukkan dua kedustaan kepada dua orang lain. pernah dilakukan tersebut adalah: Ada yang menerjemahkan naskah ceramah atau tulisan seorang ulama. Padahal. baik yang belajar di . Di antara praktik-praktik yang a. sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alihi wa sallam: ―Dia telah memakai dua pakaian kedustaan. akan tetapi sebagian orang yang sedikit sering menelaah buku para ulama akan mengetahui hal tersebut.Maksudnya adalah dengan berpura-pura suaminya memberikan sesuatu kepadanya. Sebagian orang yang dipercayai para donatur luar negeri untuk membangun masjid kadang mengesankan kepada para donatur bahwasanya dia mampu membangun masjid yang bagus dengan dana yang sedikit.

sikap beliau yang tidak ingin dipuji dan tidak ingin tersohor justru yang membuat beliau tersohor.‫بِعًهِك‬ َ ََ ‫يعجبًب‬ َ ُْ ‗Asakir lain ُ ٍََُّ‫تَك‬ َ‫وال‬ َ . Karena beliau tidak mau tersohor. Yaman. demikanlah kira-kira sosok Syaikh Abdurrozzaq.‖ sungguh menunjukkan ketulusan hati dan keikhlasan niat beliau.” (Diriwayatkan oleh Al-Fasawi dalam ―Al-Ma‘rifah wa At-Tarikh‖ (1/679). keraguan tersebut akhirnya terkalahkan mengingat banyaknya faedah yang bisa diambil. Segala puji bagi Allah atas nikmat yang telah Ia anugerahkan kepada mereka. saya yakin semua itu beliau lakukan karena keikhlasan. Pelajaran kedua : Perkataan Syaikh: ―Saya harap jangan kauceritakan kepada siapa pun juga. sesungguhnya engkau tidak tahu apakah engkau termasuk orang yang celaka (masuk neraka) atau orang yang bahagia (masuk surga). Qosim.َ‫حسَُبتك‬ ِ َ َ engkau dalam ْ ِ ٍ‫ي‬ menyembunyikan tarikh beliau ‫تُخفي‬ ِْ ‫كًب‬ ََ Dimasq ‫اُكتُى‬ ْ ْ kejelekan(22/68)) berkata: ‫حسَُتَك‬ َ َ َ ‫أَخف‬ ِ ْ kejelekanmu. Para pembaca budiman. (Hadits shahih dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam as-Shahihah no 2328) Demikianlah. dan lupakanlah pemberian saya ini. yang semua ini semakin menambah keraguan saya untuk melanjutkan kisah tentang beliau selama saya menemani perjalanan beliau di Indonesia. bukankah Nabi shallallahu 'alihi wa ُ‫َّللا‬ ُ‫رفَعه‬ َ َ sallam ‫هلل‬ ‫تَىاضع‬ َ َ َ bersabda: ْ َ ٍ‫ي‬ Barang siapa yang bersikap tawadhuk (merendah) maka Allah akan mengangkatnya. Anggap saja seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa. dan Abu Nu‘aim “Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagiamana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu. riwayat ‫أَشقِي‬ ٌّ َ ‫تَدري‬ ِ ْ َ‫فََل‬ dan ‫كًب‬ ََ sebagaimana Ibnu yang . mencermati apa yang dilakukan oleh Syaikh sebagaimana dalam cerita di atas. bahkan yang tidak pernah belajar Timur Tengah sekalipun.Madinah.‫سيِّئَتَك‬ َ َ . banyak berkarya dengan karya-karya ilmiah yang menunjukkan kepiawaian ilmu mereka. Sekali lagi. Saya teringat nasihat Abu Hazim Salamah bin Dinar: َ‫سيئَبتِك‬ ِّ َ “Sembunyikanlah dalam Dalam ٌَِْ ‫سعيد‬ ‫أَو‬ ْ ْ َ‫أََت‬ Al-Hilyah ْ ِ ٍ‫ي‬ ‫تَكتُى‬ ُ ْ kebaikan-kebaikanmu (3/240). . serta permintaan dari banyak pihak yang menghendaki saya melanjutkan menulisnya semata-mata agar lebih luas manfaat tersebut tersebarkan.” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu‘ab Al-Iman no 6500) Maka. Dan. Dan janganlah engkau kagum dengan amalan-amalanmu.