Jumat, 29 Mei 2009

Masalah fiqih dan asbabul wurud hadis
Berangkat dari keterangan yang telah terurai dengan panjang lebar pada catatan sebelum ini. Maka dapatlah kita simpulkan bahwa petunjuk persoalan agama—Fiqih dan petunjuk mulia yang lain—penuh terkandung di dalam hadis ini dan sangat luas sekali. Di antaranya adalah; 1. Niat menjadi sarat pada setiap amal. Kesepakatan ulama dalam hal ini adalah; Amal yang dikerjakan oleh orang “mukallaf” dan mukmin, tidak akan berarti apa-apa dalam pandangan syara‘ dan tidak akan menuai ganjaran pahala bagi si pelakunya, jika tidak disertai dengan niat. karena niat dalam ibadah yang telah jelas seperti; Shalat, Haji, dan Puasa adalah menjadi bagian dari rukun-rukunnya. Tidak dapat dihukumi sah amal-amal itu, jika tidak diserentakkan dengan niat. Adapun perkara yang menjadi penghantar (wasilah) kefardhuan tersebut, seperti wudhu, mandi dan lainnya. Menurut Imam Hanafiyah hanyalah menjadi sarat bagi kesempurnaan amal saja, demi menggapai ganjaran pahala. Sedangkan menurut Imam Syafi’i dan lainnya; Niat itu menjadi sarat sahnya amal. Dan begitu juga pada wasilah kefardhuan. Tidak dianggap sah, jika tidak niat atau salah niat. 2. Waktu dan tempat niat adalah pada awal pelaksanaan ibadah. Seperti Takbiratul-ihrâm tatkala shalat, saatIhram ketika melaksanakan ibadah haji. Adapun ketika berpuasa, niat boleh didahulukan dari pelaksanaannya. Karena sulitnya menepati atau “Muqaranah" niat dengan datangnya fajar shodiq. Adapun tempat atau “Mahal niat" adalah di hati. Melafalkan niat (Talaffudz an-Niyyat) memang tidak disaratkan, tetapi disunnahkan, demi untuk membantu konsentrasi atau khudhurnya hati dalam beribadah.

Iman dan Ihsan (Hadits Arbain 2) → Setiap Perbuatan Tergantung Niatnya Posted on 1 Maret 2010 . Sebab timbulnya Hadis (Asbâb al-Wurûd al-Hadîs) Al-Imam at-Thabrâny ra meriwayatkan dalam kitab “Mu’jam Kabir” dengan sanad atau sandaran rawi hadis yang“Tsiqqôh”. Hari yang Tidak Disukai Karyawan? Makna Islam. 4. agar dengan begitu kita dapat memahami porsi hadis dengan benar. siapa yang niat beramal shalih. ← Senin. Ibadah. Wallâhu a‘lam. disaratkan untuk “Ta’yîn” (menentukan jenis ibadahnya. “Muhajir Ummu Qais”. Seperti sakit atau meninggal dunia dan lain sebagainya. kemudian dia tidak dapat melakukannya karena adanya halangan tiba-tiba. 5. jika diawali dengan niat dan ikhlas serta mencari ridha Allah swt semata. Lalu wanita itu menolak untuk dipersuntingnya kecuali hingga datang saat Hijrah ke Madinah. dan kemudian berhasil mempersuntingnya sesuai permintaan wanita yang bernama Ummu Qais itu. Shalat misalnya. dari sahabat Ibn Mas’ud ra. bahagia dan mendapat pertolongan kala masih mendiami bumi. Dalam hadis ini jelas sekali tersirat bahwa. seperti shalat dzuhur atau ashar) dan“Tamyîz” (dapat membedakan bentuk ibadahnya). Ikhlas itu sangat penting dalam beramal dan ibadah. sehingganya dengan ikhlas kita mendapatkan ganjaran pahala nanti di akhirat. bahwa. sekaligus berisikan anjuran perintah untuk ikhlas. Inilah sebab-sebab datangnya hadis tersebut.Seorang yang niat. Setiap amal kebajikan yang bermanfaat bagi diri atau orang lain. Hadis ini menunjukan kepada kita. Maka seseorang tidak dibenarkan hanya berniat shalat saja dalam shalat fardhunya. hijrahlah lelaki itu. Maka. Lalu kami menjulukinya dengan. 3. patut bagi kita untuk memperhatikannya. Berkata. Ummu Qais. di kalangan kami terdapat seorang lelaki yang berniat menyunting seorang wanita yang bernama. Maka orang itu tetap mendapatkan pahala dari apa yang telah ia niatkan. maka amal itu dinamakan.

Penjelasan singkat hadits ini: Hadits ini merupakan salah satu dari hadits-hadits yang menjadi inti ajaran Islam. Sejumlah ulama bahkan ada yang berkata : Hadits ini merupakan sepertiga Islam. 2.Hadits arbain (Hadits empatpuluh) adalah koleksi hadits-hadits yang disusun oleh Imam Nawawi di dalam kitab karangannya yang bernama Matan Arba’in. Pelajaran yang terdapat dalam Hadits: 1. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Imam Ahmad dan Imam syafi’i berkata : Dalam hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu. sedangkan niat merupakan salah satu dari ketiganya. Hadits ini ada sebabnya (asbabul wurud). Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Maka orang itu kemudian dikenal dengan sebutan “Muhajir Ummi Qais” (Orang yang hijrah karena Ummu Qais). Bunyi hadits arbain yang pertama: Dari Amirul Mu’minin. lisan dan anggota badan. . Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang) . (Riwayat dua imam hadits. Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain. Terdapat sebanyak empat puluh dua buah hadist sabda junjungan Nabi MuhammadShallallahu’alaihi wasallam yang membicarakan mengenai akidah dan tauhid di dalam Islam. Diriwayatkan dari Imam Syafi’i bahwa dia berkata : Hadits ini mencakup tujuh puluh bab dalam fiqh. dan amal ibadah tidak akan mendatangkan pahala kecuali berdasarkan niat (karena Allah ta’ala). Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. yaitu: ada seseorang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tujuan untuk dapat menikahi seorang wanita yang konon bernama : “Ummu Qais” bukan untuk mendapatkan keutamaan hijrah. dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Sebabnya adalah bahwa perbuatan hamba terdiri dari perbuatan hati. Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu. maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan RasulNya. Waktu pelaksanaan niat dilakukan pada awal ibadah dan tempatnya di hati. Niat merupakan syarat layak/diterima atau tidaknya amal perbuatan.

4. Semua perbuatan yang bermanfaat dan mubah (boleh) jika diiringi niat karena mencari keridhoan Allah maka dia akan bernilai ibadah. Share this:   Facebook T Penyejuk Hati   Rumah Masa Depan Bekal Takwa ‫الٌفظ جثنً على الذًٍا وقذ علوث. 5... dan rumah-rumah (batu) yang kita bangun akan rusak dimakan waktu ‫من هي هذائي فً اَفاق قذ تٌٍث.ححى عقاها تنأط الوىت عاقٍها‬ Dimanakah para raja dan pimpinan yang dahulu berkuasa? Agar mereka bisa meneguk cangkir kematian .أهغث خشاتا وأفٌى الوىت أهلٍها‬ Betapa banyak kota (megah) dipenjuru dunia telah dibangun. diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan...إال الحً ماى قثل الوىت ٌثٌٍها‬ Tidak ada rumah bagi seseorang untuk ditempati setelah kematian.أى الغالهة فٍها جشك ها فٍها‬ (Sungguh aneh) jika jiwa menangis karena perkara dunia (yang terluput) padahal jiwa tersebut mengetahui bahwa keselamatan adalah dengan meninggalkan dunia ‫ال داس للوشء تعذ الوىت ٌغنٌها. Yang membedakan antara ibadah dan adat (kebiasaan/rutinitas) adalah niat. dan iman menurut pemahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah membenarkan dalam hati.وإى تٌاها تشش خاب تاًٍها‬ Jika ia membangun rumahnya (tatkala masih hidup) dengan amalan kebaikan maka rumah yang akan ditempatinya setelah matipun akan baik pula ‫أهىالٌا لزوي الوٍشاخ ًجوعها.ودوسًا لخشاب الذهش ًثٌٍها‬ Harta kita yang kita kumpulkan adalah milik ahli waris kita... dan kematian telah menyirnakan para penghuninya ‫أٌي الولىك الحً ماًث هغلطٌة.. Seorang mu’min akan diberi ganjaran pahala berdasarkan kadar niatnya.. 7. 6.. Hadits di atas menunjukkan bahwa niat merupakan bagian dari iman karena dia merupakan pekerjaan hati. namun akhirnya rusak dan runtuh. kecuali rumah yang ia bangun sebelum matinya ‫فإى تٌاها تخٍش طاب هغنٌه. Ikhlas dan membebaskan niat semata-mata karena Allah ta’ala dituntut pada semua amal shalih dan ibadah....3.

karena tidak diragukan lagi bahwa kematian pasti akan membuat dunia sirna dan mebuat kitapun fana ‫واعول لذاس غذا سضىاى خاصًها.تشمعة فً ظالم اللٍل ٌحٍٍها‬ Siapa yang hendak membangun surga firdaus maka hendaknya ia memenuhinya dengan sholat di dalam kegelapan malam Mendulang Pelajaran Akhlak dari Syaikh Abdurrozzaq AlBadr -hafizhahullah.......والضعفشاى حشٍش ًاتث فٍها‬ Bangunannya terbuat dari emas. dan tanahnya menghembuskan harumnya misik serta za'faron adalah rerumputan yang tumbuh di tanah tersebut ‫أًهاسها لثي هصفى وهي عغل.والخوش ٌجشي سحٍقا فً هجاسٌها‬ Sungai-sungainya adalah air susu yang murni jernih.. yang mengalir dengan bau yang semerbak ‫والطٍش جشذو على األغصاى عامفة..(seri 3) FRIDAY.جغثح هللا جهشا فى هغاًٍها‬ Burung-burung berkicau di atas ranting dan dahan di atas pohon-pohon yang ada di surga Mereka bertasbih memuji Allah dalam kicauan mereka ‫فوي ٌشحشي الذاس فً الفشدوط ٌعوشها.‫ال جشمٌي إلى الذًٍا فالوىت...ال شل ٌفٌٌٍا وٌفٌٍها‬ Janganlah engkau condong kepada dunia. dan tetanggamu adalah Nabi Muhammad serta yang membangunnya adalah Ar-Rohman (Allah yang maha penyayang) ‫قصىسها رهة والوغل طٌٍحها..والجاس أحوذ والشحوي تاًٍها‬ Hendaknya engkau beramal untuk rumah masa depan yang isinya adalah keridoan Allah.. hafizhahullah) Oleh: Abu Abdil Muhsin Firanda) . 01 APRIL 2011 09:33 ADMINISTRATOR (dikutip dari buku : "DARI MADINAH HINGGA KE RADIORODJA" (Mendulang Pelajaran Akhlak dari Syaikh Abdurrozzaq Al-Badr. madu dan khomr.

bahkan meskipun harus meninggalkan istrinya yang sakit dan ada kemungkinan harus dioperasi. ―Uang ini bukan hanya dari saya. dan melihat ikhwan tersebut hadir di kuliah. Seandainya beliau tidak mengatakan demikian. Sang donatur pun bersedia. maka Syaikh pun bertanya.‖ Subhanallah! Lihatlah dua pelajaran yang bisa kita ambil dari perkataan beliau ini. kisah berikut ini sebenarnya tidak ingin saya sampaikan.‖ Syaikh pun bertanya lagi. tapi dari beberapa orang baik. Apalagi dipuji dengan sesuatu yang tidak beliau lakukan. ―Apakah engkau liburan di negaramu pada liburan ikhwan keadaan ibumu? Apakah engkau bertemu musim panas kemarin?‖ tersebut. yang penting tujuannya adalah bantuan tersampaikan kepada yang membutuhkan. Bahkan sampai orang tersebut menangis di hadapan Syaikh karena sudah lama dia tidak mendengar nasihat-nasihat yang berharga dari para ulama. Akan tetapi karena melihat faedah yang begitu besar maka saya nekat menyampaikannya. beliau meminta salah seorang donatur kalau tidak keberatan untuk menanggung biaya operasi istri ustadz tersebut. tetapi dari Orang Lain Dan. tentunya saya akan mengira bahwasanya uang tersebut seluruhnya berasal dari beliau.Uang ini Bukan dari Saya.‖ Kejadian yang lain. ―Saya tidak sempat mengunjungi ibu saya karena . Hal ini menunjukkan keikhlasan beliau. Maka tatkala beliau masuk kelas untuk mengisi kuliah. Saya harap jangan kau ceritakan kepada siapa pun juga. Setelah ustadz tersebut pergi. seperti biasa para mahasiswa berkumpul di sekeliling beliau untuk menanyakan permasalahan-permasalahan agama. dan lupakanlah pemberian saya ini. Setelah itu Syaikh pun menelepon sang Ustadz dan meminta nomor rekening. kemudian beliau berkata. Tapi uang tersebut bukan dari saya. saya ingin berbicara denganmu setelah pelajaran. suatu saat ada seorang ikhwan yang mengunjungi rumah Syaikh. Dan. beliau berkata kepada ikhwan tersebut dengan suara lirih. Yang pertama. Saat itu. Syaikh pernah memberikan bantuan kepada salah seorang ikhwah berupa sejumlah uang karena waktu itu ada yang mengabarkan kepada beliau bahwasanya istri ikhwan tersebut telah melakukan operasi caesar. ada seseorang ustadz yang datang kepada beliau dan menceritakan kerinduannya untuk bertemu Syaikh. dan jauhnya beliau dari sikap ingin dipuji. Hal semacam ini aku saksikan lagi ketika beliau di Jakarta. jawab ―Bagaimana Maka sang ikhwan terdiam sejenak. ―Kami akan mentransfer uang ke rekeningmu sejumlah lima juta rupiah. sebenarnya beliau tidak perlu menjelaskan bahwa uang tersebut bukanlah seluruhnya dari beliau. Anggap saja seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa.‖ Setelah selesai pelajaran. dengannya?‖ ―Alhamdulillah. Hingga saat mahasiswa bubar meninggalkan beliau maka beliau pun mengeluarkan sejumlah uang dan memberikannya kepada si ikhwan tersebut sembari berkata. bahkan mungkin tidak boleh saya sampaikan. beliau menjelaskan bahwa uang ini bukan hanya berasal dari beliau. ―Fulan. dan si ikhwan juga mengikuti beliau. Semoga Allah memaafkan saya. ada seorang donatur yang memberikannya hadiah untukmu. lalu berkata.

Bahkan. Hanya saja.‖ Beberapa hari kemudian. Apakah mereka tidak takut termasuk dalam sifat orang-orang yang tercela yang difirmankan Allah: ‫يَفعهُىا‬ َْ Mereka suka ‫نَى‬ ْ dipuji pada ‫بًِب‬ َ perkara yang tidak ‫يُحْ ًدُوا‬ َ mereka ْ ٌَ‫أ‬ lakukan. (Q. aku memiliki madu. ―Usahakan ibumu untuk bisa naik haji.S.‖ Syaikh pun terlihat kaget. Ada sebagian orang yang hanya berperan sebagai perantara (penyalur) dari sumbangan yang berasal dari orang lain. sang ikhwan berkata. Ali Imran: ٌَ‫ويُحبُّى‬ ِ َ 188) Sikap buruk ini –ingin dipuji dengan sesuatu yang tidak dimiliki. apabila suatu amalan kebaikan bukan berasal dari beliau maka beliau pun mengabarkannya dengan terus terang agar tidak disangka beliau yang melakukan amal tersebut. lalu mulailah syaikh menasihati ikhwan tersebut akan pentingnya bertemu dengan ibunya bahwa itu merupakan amalan yang luar biasa di hadapan Allah.tempatnya yang jauh dari ibu kota negara saya.telah diperingatkan dan dicela oleh Nabi dalam ‫سوْ ر‬ ٍ ُ ‫ثَىْ بَي‬ ْ ‫كَلبس‬ َ ِ َ sabdanya َ‫يُعط‬ ْ ‫نَى‬ ْ ‫بًِب‬ َ : ‫انًتَشبِّع‬ ُ َ ُْ “Barang siapa yang bergaya (berhias) dengan sesuatu yang tidak dia miliki maka sesungguhnya dia telah memakai dua baju kedustaan. bahkan semakin deras mengingat sikapnya yang salah dengan tidak menyempatkan waktu untuk mengunjungi ibunya.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dalam shahihnya no 5219 Asbabul ‫يُعْطيُي‬ ِ ِ ‫انَّذي‬ ِ ‫غيز‬ َ َْ ‫سوْ جي‬ ِ َ dan Al-Imam wurud ْ ِ ٍ‫ي‬ ُ َ ‫تَشبَّعْت‬ ِْ ٌ‫إ‬ ‫جَُبح‬ ٌ ُ ‫عهَي‬ َّ َ Muslim dalam hadits ْ‫فَهَم‬ ً‫ضزة‬ َّ َ ‫نِي‬ ٌَِّ‫إ‬ shahihnya ini َّ ِ‫َّللا‬ ‫رسُىل‬ َ َ ‫يَب‬ ْ ‫قَبنَت‬ no 2130) adalah: ً‫ايزأَة‬ َ ْ ٌََّ‫أ‬ ―Ada seorang wanita yang berkata kepada Nabi: ‗Wahai Rasulullah. mereka menyebut-nyebut hal ini untuk mengingatkan kepada si penerima sumbangan agar jangan melupakan jasa mereka. dan saya hanya berlibur sekitar sepekan saja di sana. saya tidak punya biaya untuk pergi ke tempat beliau. Bolehkah aku berhias di hadapannya dengan sesuatu yang tidak diberikan suamiku kepadaku?‖ . Jadi. ―Saya sebenarnya ingin menemui ibu saya. sambil berkata. nanti masalah biaya saya yang atur. tetapi mereka mengesankan kepada masyarakat atau kepada penerima sumbangan seakan-akan bantuan tersebut keluar dari kantong dan usaha mereka sendiri. ―Ini biaya dari salah seorang donatur.‖ Demikianlah Syaikh. saya hanya menelepon beliau. Sambil terisak-isak. Tiket pesawat cukup mahal. Syaikh memberikan seluruh ongkos naik haji kepada sang ikhwan.‖ Syaikh lalu berkata. Hal ini tentunya berbeda dengan kenyataan sebagian orang. dan saat itu saya tidak punya uang. Berlinanganlah air mata sang ikhwan.

Tentunya orang awam tidak tahu akan hal ini. antaranya: Maksud Nabi dengan dua pakaian kedustaan adalah seseorang yang memakai pakaian dengan gaya pakaian ahli zuhud sehingga masyarakat yang melihatnya akan menyangka dia termasuk orang yang zuhud. Dusta yang pertama: dia berdusta bahwa suaminya telah memberikannya sesuatu. tentunya itu lebih tinggi kedudukannya di sisi Allah. Sungguh. dengan dalil dia telah diberikan sesuatu dari suaminya yang tidak diberikan kepada madunya.Maksudnya adalah dengan berpura-pura suaminya memberikan sesuatu kepadanya. Syukurlah. perkaranya tidak demikian. izar dan ridda‘ yang dipakai oleh orang-orang zuhud.‖ Andaikata dia menjelaskan bahwa dia hanyalah penerjemah. Hal ini tentu akan menjadikan madunya teperdaya dan menyangka suaminya Ada 1. lantas dia mengesankan bahwa dialah yang telah berletih-letih menyusun tulisan tersebut. Maksud Nabi dengan dua pakaian kedustaan adalah seakan-akan dia telah menunjukkan dua kedustaan kepada dua orang lain. karena sebagian dana bersumber dari masyarkat setempat. pernah dilakukan tersebut adalah: Ada yang menerjemahkan naskah ceramah atau tulisan seorang ulama. terutama permasalahan fiqh yang cukup pelik. (Lihat Tuhfatul Ahwadzi 6/153-154). Sebagian orang yang dipercayai para donatur luar negeri untuk membangun masjid kadang mengesankan kepada para donatur bahwasanya dia mampu membangun masjid yang bagus dengan dana yang sedikit. ada yang menerjemahkan makalah seorang ulama. dan jujur bahwa ilmunya belum sampai untuk menulis seperti tulisan ulama tersebut. Padahal. lantas dia mengesankan kepada pembaca seakan-akan dia Saya juga mendapati sebagian orang tatkala menyalurkan sumbangan dari para donatur. maksud dari kedua tafsiran ini adalah sama dan berdekatan maknanya. baik yang belajar di . Bahkan. Padahal d. Dia dengan tanpa malu mencantumkan namanya sebagai penulis makalah tersebut. Hadits yang kelihatannya sederhana ini ternyata merupakan cambuk yang sangat pedas terhadap sebagian orang yang mencoba menampakkan kepada orang lain akan kehebatan yang tidak dimilikinya. sehingga seakan-akan suaminya lebih sayang kepadanya. telah membahas permasalahan tersebut. Namun. b. yang c. Ada juga orang yang meringkas tulisan dari buku atau makalah tentang sebuah permasalahan fikih. Padahal dia hanya menukil atau meringkas. akan tetapi sebagian orang yang sedikit sering menelaah buku para ulama akan mengetahui hal tersebut. kepiluan hati ini terobati tatkala melihat betapa banyak saudara-saudaraku. sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alihi wa sallam: ―Dia telah memakai dua pakaian kedustaan. Di antara praktik-praktik yang a. Penafsiran ini lebih dekat kepada asbabul wurud. jujur bahwa dia sekadar penerjemah. Atas penafsiran ini. karena wanita tersebut telah menampakkan dua kedustaan kepada madunya. sebagaimana yang pernah saya lihat di sebuah tabloid Ahlus Sunah. Dusta yang kedua: wanita tersebut menampakkan kepada madunya seakanakan dia lebih dicintai oleh suaminya dari pada madunya. Oleh karena itu. di tersebut. sungguh hati ini tersayat tatkala melihat praktik sebagian kita yang terkena ancaman hadits ini. lantas nama ulama tersebut sama sekali tidak disebutkan. beberapa benar-benar penafsiran dari kalangan melakukan ulama tentang maksud hal hadits ini. padahal hakikatnya tidaklah demikian. mengesankan kepada para penerima sumbangan seakan-akan dialah yang telah mengeluarkan dana. dia hanya sebagai penyalur. yang dimaksud Nabi dari dua kain kedustaan adalah 2.

demikanlah kira-kira sosok Syaikh Abdurrozzaq. Anggap saja seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa. dan Abu Nu‘aim “Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagiamana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu.َ‫حسَُبتك‬ ِ َ َ engkau dalam ْ ِ ٍ‫ي‬ menyembunyikan tarikh beliau ‫تُخفي‬ ِْ ‫كًب‬ ََ Dimasq ‫اُكتُى‬ ْ ْ kejelekan(22/68)) berkata: ‫حسَُتَك‬ َ َ َ ‫أَخف‬ ِ ْ kejelekanmu. Yaman.‫بِعًهِك‬ َ ََ ‫يعجبًب‬ َ ُْ ‗Asakir lain ُ ٍََُّ‫تَك‬ َ‫وال‬ َ . banyak berkarya dengan karya-karya ilmiah yang menunjukkan kepiawaian ilmu mereka. bahkan yang tidak pernah belajar Timur Tengah sekalipun. serta permintaan dari banyak pihak yang menghendaki saya melanjutkan menulisnya semata-mata agar lebih luas manfaat tersebut tersebarkan. bukankah Nabi shallallahu 'alihi wa ُ‫َّللا‬ ُ‫رفَعه‬ َ َ sallam ‫هلل‬ ‫تَىاضع‬ َ َ َ bersabda: ْ َ ٍ‫ي‬ Barang siapa yang bersikap tawadhuk (merendah) maka Allah akan mengangkatnya. keraguan tersebut akhirnya terkalahkan mengingat banyaknya faedah yang bisa diambil. Karena beliau tidak mau tersohor.Madinah. yang semua ini semakin menambah keraguan saya untuk melanjutkan kisah tentang beliau selama saya menemani perjalanan beliau di Indonesia. Pelajaran kedua : Perkataan Syaikh: ―Saya harap jangan kauceritakan kepada siapa pun juga. riwayat ‫أَشقِي‬ ٌّ َ ‫تَدري‬ ِ ْ َ‫فََل‬ dan ‫كًب‬ ََ sebagaimana Ibnu yang . Para pembaca budiman.‫سيِّئَتَك‬ َ َ . Dan. Segala puji bagi Allah atas nikmat yang telah Ia anugerahkan kepada mereka. sikap beliau yang tidak ingin dipuji dan tidak ingin tersohor justru yang membuat beliau tersohor. (Hadits shahih dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam as-Shahihah no 2328) Demikianlah. saya yakin semua itu beliau lakukan karena keikhlasan.” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu‘ab Al-Iman no 6500) Maka. sesungguhnya engkau tidak tahu apakah engkau termasuk orang yang celaka (masuk neraka) atau orang yang bahagia (masuk surga). Qosim. . Sekali lagi. Dan janganlah engkau kagum dengan amalan-amalanmu. mencermati apa yang dilakukan oleh Syaikh sebagaimana dalam cerita di atas.” (Diriwayatkan oleh Al-Fasawi dalam ―Al-Ma‘rifah wa At-Tarikh‖ (1/679). dan lupakanlah pemberian saya ini.‖ sungguh menunjukkan ketulusan hati dan keikhlasan niat beliau. Saya teringat nasihat Abu Hazim Salamah bin Dinar: َ‫سيئَبتِك‬ ِّ َ “Sembunyikanlah dalam Dalam ٌَِْ ‫سعيد‬ ‫أَو‬ ْ ْ َ‫أََت‬ Al-Hilyah ْ ِ ٍ‫ي‬ ‫تَكتُى‬ ُ ْ kebaikan-kebaikanmu (3/240).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful