Jumat, 29 Mei 2009

Masalah fiqih dan asbabul wurud hadis
Berangkat dari keterangan yang telah terurai dengan panjang lebar pada catatan sebelum ini. Maka dapatlah kita simpulkan bahwa petunjuk persoalan agama—Fiqih dan petunjuk mulia yang lain—penuh terkandung di dalam hadis ini dan sangat luas sekali. Di antaranya adalah; 1. Niat menjadi sarat pada setiap amal. Kesepakatan ulama dalam hal ini adalah; Amal yang dikerjakan oleh orang “mukallaf” dan mukmin, tidak akan berarti apa-apa dalam pandangan syara‘ dan tidak akan menuai ganjaran pahala bagi si pelakunya, jika tidak disertai dengan niat. karena niat dalam ibadah yang telah jelas seperti; Shalat, Haji, dan Puasa adalah menjadi bagian dari rukun-rukunnya. Tidak dapat dihukumi sah amal-amal itu, jika tidak diserentakkan dengan niat. Adapun perkara yang menjadi penghantar (wasilah) kefardhuan tersebut, seperti wudhu, mandi dan lainnya. Menurut Imam Hanafiyah hanyalah menjadi sarat bagi kesempurnaan amal saja, demi menggapai ganjaran pahala. Sedangkan menurut Imam Syafi’i dan lainnya; Niat itu menjadi sarat sahnya amal. Dan begitu juga pada wasilah kefardhuan. Tidak dianggap sah, jika tidak niat atau salah niat. 2. Waktu dan tempat niat adalah pada awal pelaksanaan ibadah. Seperti Takbiratul-ihrâm tatkala shalat, saatIhram ketika melaksanakan ibadah haji. Adapun ketika berpuasa, niat boleh didahulukan dari pelaksanaannya. Karena sulitnya menepati atau “Muqaranah" niat dengan datangnya fajar shodiq. Adapun tempat atau “Mahal niat" adalah di hati. Melafalkan niat (Talaffudz an-Niyyat) memang tidak disaratkan, tetapi disunnahkan, demi untuk membantu konsentrasi atau khudhurnya hati dalam beribadah.

disaratkan untuk “Ta’yîn” (menentukan jenis ibadahnya. Sebab timbulnya Hadis (Asbâb al-Wurûd al-Hadîs) Al-Imam at-Thabrâny ra meriwayatkan dalam kitab “Mu’jam Kabir” dengan sanad atau sandaran rawi hadis yang“Tsiqqôh”. jika diawali dengan niat dan ikhlas serta mencari ridha Allah swt semata. Lalu kami menjulukinya dengan. agar dengan begitu kita dapat memahami porsi hadis dengan benar. kemudian dia tidak dapat melakukannya karena adanya halangan tiba-tiba. bahwa. hijrahlah lelaki itu. sekaligus berisikan anjuran perintah untuk ikhlas. Lalu wanita itu menolak untuk dipersuntingnya kecuali hingga datang saat Hijrah ke Madinah. 3. Setiap amal kebajikan yang bermanfaat bagi diri atau orang lain. “Muhajir Ummu Qais”. dan kemudian berhasil mempersuntingnya sesuai permintaan wanita yang bernama Ummu Qais itu. Berkata. seperti shalat dzuhur atau ashar) dan“Tamyîz” (dapat membedakan bentuk ibadahnya). Maka. 4. sehingganya dengan ikhlas kita mendapatkan ganjaran pahala nanti di akhirat. Dalam hadis ini jelas sekali tersirat bahwa. patut bagi kita untuk memperhatikannya. dari sahabat Ibn Mas’ud ra. 5. di kalangan kami terdapat seorang lelaki yang berniat menyunting seorang wanita yang bernama. Iman dan Ihsan (Hadits Arbain 2) → Setiap Perbuatan Tergantung Niatnya Posted on 1 Maret 2010 . Ikhlas itu sangat penting dalam beramal dan ibadah. ← Senin. maka amal itu dinamakan. Maka seseorang tidak dibenarkan hanya berniat shalat saja dalam shalat fardhunya. Ummu Qais. Hadis ini menunjukan kepada kita. bahagia dan mendapat pertolongan kala masih mendiami bumi. Ibadah. Seperti sakit atau meninggal dunia dan lain sebagainya. Wallâhu a‘lam.Seorang yang niat. Inilah sebab-sebab datangnya hadis tersebut. Shalat misalnya. siapa yang niat beramal shalih. Maka orang itu tetap mendapatkan pahala dari apa yang telah ia niatkan. Hari yang Tidak Disukai Karyawan? Makna Islam.

maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan RasulNya. Bunyi hadits arbain yang pertama: Dari Amirul Mu’minin. Niat merupakan syarat layak/diterima atau tidaknya amal perbuatan. Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain. (Riwayat dua imam hadits. lisan dan anggota badan. 2. yaitu: ada seseorang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tujuan untuk dapat menikahi seorang wanita yang konon bernama : “Ummu Qais” bukan untuk mendapatkan keutamaan hijrah.Hadits arbain (Hadits empatpuluh) adalah koleksi hadits-hadits yang disusun oleh Imam Nawawi di dalam kitab karangannya yang bernama Matan Arba’in. Hadits ini ada sebabnya (asbabul wurud). dan amal ibadah tidak akan mendatangkan pahala kecuali berdasarkan niat (karena Allah ta’ala). Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Sebabnya adalah bahwa perbuatan hamba terdiri dari perbuatan hati. Diriwayatkan dari Imam Syafi’i bahwa dia berkata : Hadits ini mencakup tujuh puluh bab dalam fiqh. Pelajaran yang terdapat dalam Hadits: 1. Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu. Imam Ahmad dan Imam syafi’i berkata : Dalam hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu. Penjelasan singkat hadits ini: Hadits ini merupakan salah satu dari hadits-hadits yang menjadi inti ajaran Islam. dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Maka orang itu kemudian dikenal dengan sebutan “Muhajir Ummi Qais” (Orang yang hijrah karena Ummu Qais). Sejumlah ulama bahkan ada yang berkata : Hadits ini merupakan sepertiga Islam. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. . Waktu pelaksanaan niat dilakukan pada awal ibadah dan tempatnya di hati. sedangkan niat merupakan salah satu dari ketiganya. Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang) . Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Terdapat sebanyak empat puluh dua buah hadist sabda junjungan Nabi MuhammadShallallahu’alaihi wasallam yang membicarakan mengenai akidah dan tauhid di dalam Islam.

ححى عقاها تنأط الوىت عاقٍها‬ Dimanakah para raja dan pimpinan yang dahulu berkuasa? Agar mereka bisa meneguk cangkir kematian . Ikhlas dan membebaskan niat semata-mata karena Allah ta’ala dituntut pada semua amal shalih dan ibadah.. Yang membedakan antara ibadah dan adat (kebiasaan/rutinitas) adalah niat. Hadits di atas menunjukkan bahwa niat merupakan bagian dari iman karena dia merupakan pekerjaan hati.إال الحً ماى قثل الوىت ٌثٌٍها‬ Tidak ada rumah bagi seseorang untuk ditempati setelah kematian. 4. 6.3..أى الغالهة فٍها جشك ها فٍها‬ (Sungguh aneh) jika jiwa menangis karena perkara dunia (yang terluput) padahal jiwa tersebut mengetahui bahwa keselamatan adalah dengan meninggalkan dunia ‫ال داس للوشء تعذ الوىت ٌغنٌها.. Seorang mu’min akan diberi ganjaran pahala berdasarkan kadar niatnya. dan rumah-rumah (batu) yang kita bangun akan rusak dimakan waktu ‫من هي هذائي فً اَفاق قذ تٌٍث. dan kematian telah menyirnakan para penghuninya ‫أٌي الولىك الحً ماًث هغلطٌة.وإى تٌاها تشش خاب تاًٍها‬ Jika ia membangun rumahnya (tatkala masih hidup) dengan amalan kebaikan maka rumah yang akan ditempatinya setelah matipun akan baik pula ‫أهىالٌا لزوي الوٍشاخ ًجوعها. 5. Share this:   Facebook T Penyejuk Hati   Rumah Masa Depan Bekal Takwa ‫الٌفظ جثنً على الذًٍا وقذ علوث.. dan iman menurut pemahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah membenarkan dalam hati.ودوسًا لخشاب الذهش ًثٌٍها‬ Harta kita yang kita kumpulkan adalah milik ahli waris kita.. kecuali rumah yang ia bangun sebelum matinya ‫فإى تٌاها تخٍش طاب هغنٌه..أهغث خشاتا وأفٌى الوىت أهلٍها‬ Betapa banyak kota (megah) dipenjuru dunia telah dibangun..... namun akhirnya rusak dan runtuh. Semua perbuatan yang bermanfaat dan mubah (boleh) jika diiringi niat karena mencari keridhoan Allah maka dia akan bernilai ibadah. 7. diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan...

جغثح هللا جهشا فى هغاًٍها‬ Burung-burung berkicau di atas ranting dan dahan di atas pohon-pohon yang ada di surga Mereka bertasbih memuji Allah dalam kicauan mereka ‫فوي ٌشحشي الذاس فً الفشدوط ٌعوشها... madu dan khomr.ال شل ٌفٌٌٍا وٌفٌٍها‬ Janganlah engkau condong kepada dunia.تشمعة فً ظالم اللٍل ٌحٍٍها‬ Siapa yang hendak membangun surga firdaus maka hendaknya ia memenuhinya dengan sholat di dalam kegelapan malam Mendulang Pelajaran Akhlak dari Syaikh Abdurrozzaq AlBadr -hafizhahullah...والجاس أحوذ والشحوي تاًٍها‬ Hendaknya engkau beramal untuk rumah masa depan yang isinya adalah keridoan Allah. yang mengalir dengan bau yang semerbak ‫والطٍش جشذو على األغصاى عامفة....‫ال جشمٌي إلى الذًٍا فالوىت.(seri 3) FRIDAY. karena tidak diragukan lagi bahwa kematian pasti akan membuat dunia sirna dan mebuat kitapun fana ‫واعول لذاس غذا سضىاى خاصًها.والضعفشاى حشٍش ًاتث فٍها‬ Bangunannya terbuat dari emas. dan tetanggamu adalah Nabi Muhammad serta yang membangunnya adalah Ar-Rohman (Allah yang maha penyayang) ‫قصىسها رهة والوغل طٌٍحها.... 01 APRIL 2011 09:33 ADMINISTRATOR (dikutip dari buku : "DARI MADINAH HINGGA KE RADIORODJA" (Mendulang Pelajaran Akhlak dari Syaikh Abdurrozzaq Al-Badr. dan tanahnya menghembuskan harumnya misik serta za'faron adalah rerumputan yang tumbuh di tanah tersebut ‫أًهاسها لثي هصفى وهي عغل.والخوش ٌجشي سحٍقا فً هجاسٌها‬ Sungai-sungainya adalah air susu yang murni jernih.. hafizhahullah) Oleh: Abu Abdil Muhsin Firanda) ..

tapi dari beberapa orang baik. Dan. Setelah ustadz tersebut pergi. Maka tatkala beliau masuk kelas untuk mengisi kuliah. ―Uang ini bukan hanya dari saya. suatu saat ada seorang ikhwan yang mengunjungi rumah Syaikh.‖ Syaikh pun bertanya lagi. beliau meminta salah seorang donatur kalau tidak keberatan untuk menanggung biaya operasi istri ustadz tersebut. Yang pertama. Seandainya beliau tidak mengatakan demikian. lalu berkata. sebenarnya beliau tidak perlu menjelaskan bahwa uang tersebut bukanlah seluruhnya dari beliau. kisah berikut ini sebenarnya tidak ingin saya sampaikan. Syaikh pernah memberikan bantuan kepada salah seorang ikhwah berupa sejumlah uang karena waktu itu ada yang mengabarkan kepada beliau bahwasanya istri ikhwan tersebut telah melakukan operasi caesar. tetapi dari Orang Lain Dan. Setelah itu Syaikh pun menelepon sang Ustadz dan meminta nomor rekening.Uang ini Bukan dari Saya. Anggap saja seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa. Hal semacam ini aku saksikan lagi ketika beliau di Jakarta. ―Fulan. Hal ini menunjukkan keikhlasan beliau. Sang donatur pun bersedia. dan si ikhwan juga mengikuti beliau. Saat itu.‖ Kejadian yang lain. maka Syaikh pun bertanya. dengannya?‖ ―Alhamdulillah. jawab ―Bagaimana Maka sang ikhwan terdiam sejenak. bahkan meskipun harus meninggalkan istrinya yang sakit dan ada kemungkinan harus dioperasi. Hingga saat mahasiswa bubar meninggalkan beliau maka beliau pun mengeluarkan sejumlah uang dan memberikannya kepada si ikhwan tersebut sembari berkata. yang penting tujuannya adalah bantuan tersampaikan kepada yang membutuhkan. Akan tetapi karena melihat faedah yang begitu besar maka saya nekat menyampaikannya. Tapi uang tersebut bukan dari saya. Saya harap jangan kau ceritakan kepada siapa pun juga. beliau menjelaskan bahwa uang ini bukan hanya berasal dari beliau. beliau berkata kepada ikhwan tersebut dengan suara lirih. ―Apakah engkau liburan di negaramu pada liburan ikhwan keadaan ibumu? Apakah engkau bertemu musim panas kemarin?‖ tersebut. seperti biasa para mahasiswa berkumpul di sekeliling beliau untuk menanyakan permasalahan-permasalahan agama. ―Kami akan mentransfer uang ke rekeningmu sejumlah lima juta rupiah. saya ingin berbicara denganmu setelah pelajaran. kemudian beliau berkata. tentunya saya akan mengira bahwasanya uang tersebut seluruhnya berasal dari beliau. Bahkan sampai orang tersebut menangis di hadapan Syaikh karena sudah lama dia tidak mendengar nasihat-nasihat yang berharga dari para ulama. Semoga Allah memaafkan saya. dan melihat ikhwan tersebut hadir di kuliah. ada seseorang ustadz yang datang kepada beliau dan menceritakan kerinduannya untuk bertemu Syaikh.‖ Setelah selesai pelajaran. dan lupakanlah pemberian saya ini. dan jauhnya beliau dari sikap ingin dipuji.‖ Subhanallah! Lihatlah dua pelajaran yang bisa kita ambil dari perkataan beliau ini. bahkan mungkin tidak boleh saya sampaikan. ada seorang donatur yang memberikannya hadiah untukmu. ―Saya tidak sempat mengunjungi ibu saya karena . Apalagi dipuji dengan sesuatu yang tidak beliau lakukan.

‖ Syaikh lalu berkata. Ada sebagian orang yang hanya berperan sebagai perantara (penyalur) dari sumbangan yang berasal dari orang lain. lalu mulailah syaikh menasihati ikhwan tersebut akan pentingnya bertemu dengan ibunya bahwa itu merupakan amalan yang luar biasa di hadapan Allah. (Q. ―Usahakan ibumu untuk bisa naik haji. Tiket pesawat cukup mahal.S.‖ Demikianlah Syaikh. tetapi mereka mengesankan kepada masyarakat atau kepada penerima sumbangan seakan-akan bantuan tersebut keluar dari kantong dan usaha mereka sendiri. Bolehkah aku berhias di hadapannya dengan sesuatu yang tidak diberikan suamiku kepadaku?‖ .” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dalam shahihnya no 5219 Asbabul ‫يُعْطيُي‬ ِ ِ ‫انَّذي‬ ِ ‫غيز‬ َ َْ ‫سوْ جي‬ ِ َ dan Al-Imam wurud ْ ِ ٍ‫ي‬ ُ َ ‫تَشبَّعْت‬ ِْ ٌ‫إ‬ ‫جَُبح‬ ٌ ُ ‫عهَي‬ َّ َ Muslim dalam hadits ْ‫فَهَم‬ ً‫ضزة‬ َّ َ ‫نِي‬ ٌَِّ‫إ‬ shahihnya ini َّ ِ‫َّللا‬ ‫رسُىل‬ َ َ ‫يَب‬ ْ ‫قَبنَت‬ no 2130) adalah: ً‫ايزأَة‬ َ ْ ٌََّ‫أ‬ ―Ada seorang wanita yang berkata kepada Nabi: ‗Wahai Rasulullah. saya hanya menelepon beliau. mereka menyebut-nyebut hal ini untuk mengingatkan kepada si penerima sumbangan agar jangan melupakan jasa mereka. dan saya hanya berlibur sekitar sepekan saja di sana. sambil berkata. sang ikhwan berkata.‖ Syaikh pun terlihat kaget. Hanya saja. Berlinanganlah air mata sang ikhwan. Syaikh memberikan seluruh ongkos naik haji kepada sang ikhwan.‖ Beberapa hari kemudian.tempatnya yang jauh dari ibu kota negara saya.telah diperingatkan dan dicela oleh Nabi dalam ‫سوْ ر‬ ٍ ُ ‫ثَىْ بَي‬ ْ ‫كَلبس‬ َ ِ َ sabdanya َ‫يُعط‬ ْ ‫نَى‬ ْ ‫بًِب‬ َ : ‫انًتَشبِّع‬ ُ َ ُْ “Barang siapa yang bergaya (berhias) dengan sesuatu yang tidak dia miliki maka sesungguhnya dia telah memakai dua baju kedustaan. Hal ini tentunya berbeda dengan kenyataan sebagian orang. apabila suatu amalan kebaikan bukan berasal dari beliau maka beliau pun mengabarkannya dengan terus terang agar tidak disangka beliau yang melakukan amal tersebut. Jadi. aku memiliki madu. saya tidak punya biaya untuk pergi ke tempat beliau. nanti masalah biaya saya yang atur. ―Saya sebenarnya ingin menemui ibu saya. bahkan semakin deras mengingat sikapnya yang salah dengan tidak menyempatkan waktu untuk mengunjungi ibunya. Ali Imran: ٌَ‫ويُحبُّى‬ ِ َ 188) Sikap buruk ini –ingin dipuji dengan sesuatu yang tidak dimiliki. dan saat itu saya tidak punya uang. Bahkan. Sambil terisak-isak. ―Ini biaya dari salah seorang donatur. Apakah mereka tidak takut termasuk dalam sifat orang-orang yang tercela yang difirmankan Allah: ‫يَفعهُىا‬ َْ Mereka suka ‫نَى‬ ْ dipuji pada ‫بًِب‬ َ perkara yang tidak ‫يُحْ ًدُوا‬ َ mereka ْ ٌَ‫أ‬ lakukan.

Sebagian orang yang dipercayai para donatur luar negeri untuk membangun masjid kadang mengesankan kepada para donatur bahwasanya dia mampu membangun masjid yang bagus dengan dana yang sedikit. mengesankan kepada para penerima sumbangan seakan-akan dialah yang telah mengeluarkan dana. baik yang belajar di . izar dan ridda‘ yang dipakai oleh orang-orang zuhud. beberapa benar-benar penafsiran dari kalangan melakukan ulama tentang maksud hal hadits ini. jujur bahwa dia sekadar penerjemah. karena wanita tersebut telah menampakkan dua kedustaan kepada madunya. antaranya: Maksud Nabi dengan dua pakaian kedustaan adalah seseorang yang memakai pakaian dengan gaya pakaian ahli zuhud sehingga masyarakat yang melihatnya akan menyangka dia termasuk orang yang zuhud. Hal ini tentu akan menjadikan madunya teperdaya dan menyangka suaminya Ada 1. lantas nama ulama tersebut sama sekali tidak disebutkan. sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alihi wa sallam: ―Dia telah memakai dua pakaian kedustaan. tentunya itu lebih tinggi kedudukannya di sisi Allah. karena sebagian dana bersumber dari masyarkat setempat. Syukurlah. Ada juga orang yang meringkas tulisan dari buku atau makalah tentang sebuah permasalahan fikih. yang dimaksud Nabi dari dua kain kedustaan adalah 2. dia hanya sebagai penyalur. Di antara praktik-praktik yang a. Oleh karena itu. b. perkaranya tidak demikian. Atas penafsiran ini. kepiluan hati ini terobati tatkala melihat betapa banyak saudara-saudaraku. lantas dia mengesankan kepada pembaca seakan-akan dia Saya juga mendapati sebagian orang tatkala menyalurkan sumbangan dari para donatur. Dusta yang pertama: dia berdusta bahwa suaminya telah memberikannya sesuatu. Hadits yang kelihatannya sederhana ini ternyata merupakan cambuk yang sangat pedas terhadap sebagian orang yang mencoba menampakkan kepada orang lain akan kehebatan yang tidak dimilikinya. Dia dengan tanpa malu mencantumkan namanya sebagai penulis makalah tersebut. terutama permasalahan fiqh yang cukup pelik. yang c.‖ Andaikata dia menjelaskan bahwa dia hanyalah penerjemah. Maksud Nabi dengan dua pakaian kedustaan adalah seakan-akan dia telah menunjukkan dua kedustaan kepada dua orang lain. sebagaimana yang pernah saya lihat di sebuah tabloid Ahlus Sunah. lantas dia mengesankan bahwa dialah yang telah berletih-letih menyusun tulisan tersebut. Padahal.Maksudnya adalah dengan berpura-pura suaminya memberikan sesuatu kepadanya. maksud dari kedua tafsiran ini adalah sama dan berdekatan maknanya. dan jujur bahwa ilmunya belum sampai untuk menulis seperti tulisan ulama tersebut. akan tetapi sebagian orang yang sedikit sering menelaah buku para ulama akan mengetahui hal tersebut. ada yang menerjemahkan makalah seorang ulama. Padahal d. sungguh hati ini tersayat tatkala melihat praktik sebagian kita yang terkena ancaman hadits ini. sehingga seakan-akan suaminya lebih sayang kepadanya. Tentunya orang awam tidak tahu akan hal ini. Namun. Bahkan. padahal hakikatnya tidaklah demikian. Dusta yang kedua: wanita tersebut menampakkan kepada madunya seakanakan dia lebih dicintai oleh suaminya dari pada madunya. Padahal dia hanya menukil atau meringkas. pernah dilakukan tersebut adalah: Ada yang menerjemahkan naskah ceramah atau tulisan seorang ulama. di tersebut. dengan dalil dia telah diberikan sesuatu dari suaminya yang tidak diberikan kepada madunya. telah membahas permasalahan tersebut. (Lihat Tuhfatul Ahwadzi 6/153-154). Sungguh. Penafsiran ini lebih dekat kepada asbabul wurud.

Para pembaca budiman. bukankah Nabi shallallahu 'alihi wa ُ‫َّللا‬ ُ‫رفَعه‬ َ َ sallam ‫هلل‬ ‫تَىاضع‬ َ َ َ bersabda: ْ َ ٍ‫ي‬ Barang siapa yang bersikap tawadhuk (merendah) maka Allah akan mengangkatnya. Pelajaran kedua : Perkataan Syaikh: ―Saya harap jangan kauceritakan kepada siapa pun juga. . yang semua ini semakin menambah keraguan saya untuk melanjutkan kisah tentang beliau selama saya menemani perjalanan beliau di Indonesia. banyak berkarya dengan karya-karya ilmiah yang menunjukkan kepiawaian ilmu mereka. keraguan tersebut akhirnya terkalahkan mengingat banyaknya faedah yang bisa diambil. Dan janganlah engkau kagum dengan amalan-amalanmu.” (Diriwayatkan oleh Al-Fasawi dalam ―Al-Ma‘rifah wa At-Tarikh‖ (1/679). mencermati apa yang dilakukan oleh Syaikh sebagaimana dalam cerita di atas. dan Abu Nu‘aim “Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagiamana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu. Karena beliau tidak mau tersohor.‫سيِّئَتَك‬ َ َ . sesungguhnya engkau tidak tahu apakah engkau termasuk orang yang celaka (masuk neraka) atau orang yang bahagia (masuk surga).‖ sungguh menunjukkan ketulusan hati dan keikhlasan niat beliau. Sekali lagi. serta permintaan dari banyak pihak yang menghendaki saya melanjutkan menulisnya semata-mata agar lebih luas manfaat tersebut tersebarkan.‫بِعًهِك‬ َ ََ ‫يعجبًب‬ َ ُْ ‗Asakir lain ُ ٍََُّ‫تَك‬ َ‫وال‬ َ . Yaman.” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu‘ab Al-Iman no 6500) Maka. bahkan yang tidak pernah belajar Timur Tengah sekalipun. sikap beliau yang tidak ingin dipuji dan tidak ingin tersohor justru yang membuat beliau tersohor. Dan. (Hadits shahih dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam as-Shahihah no 2328) Demikianlah.َ‫حسَُبتك‬ ِ َ َ engkau dalam ْ ِ ٍ‫ي‬ menyembunyikan tarikh beliau ‫تُخفي‬ ِْ ‫كًب‬ ََ Dimasq ‫اُكتُى‬ ْ ْ kejelekan(22/68)) berkata: ‫حسَُتَك‬ َ َ َ ‫أَخف‬ ِ ْ kejelekanmu. Anggap saja seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa. dan lupakanlah pemberian saya ini. riwayat ‫أَشقِي‬ ٌّ َ ‫تَدري‬ ِ ْ َ‫فََل‬ dan ‫كًب‬ ََ sebagaimana Ibnu yang . Qosim. demikanlah kira-kira sosok Syaikh Abdurrozzaq.Madinah. Saya teringat nasihat Abu Hazim Salamah bin Dinar: َ‫سيئَبتِك‬ ِّ َ “Sembunyikanlah dalam Dalam ٌَِْ ‫سعيد‬ ‫أَو‬ ْ ْ َ‫أََت‬ Al-Hilyah ْ ِ ٍ‫ي‬ ‫تَكتُى‬ ُ ْ kebaikan-kebaikanmu (3/240). Segala puji bagi Allah atas nikmat yang telah Ia anugerahkan kepada mereka. saya yakin semua itu beliau lakukan karena keikhlasan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful