MAKALAH MATEMATIKA DISKRET

ARITMATIKA MODULO

Kelompok 4 065110241 Luri Juliansyah 065110242 Krisa Vico Alvasando 065110246 Ridha Syakhril Firdaus 065110254 M. Athorid Iskandar 065110256 Azhar Adi Putra

PROGRAM STUDI ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PAKUAN BOGOR 2011

karena kita telah diberi nikmat dan kasih sayang yang berlimpah. Dalam makalah ini menjelaskan tentang Aritmatika Modulo. Kami berharap makalah ini dapat membantu mendalami mata kuliah. Bogor. Atas berkat rahmat ALLAH SWT akhirnya kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul Matematika Diskrit pembahasan “Aritmatika Modulo”.KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas perhatiannya kami ucapkan banyak terima kasih. Kami menyadari bahwa dalam hal pembuatan makalah ini banyak memiliki kekurangan untuk itu kami menerima saran san kritik yang sifatnya membangun dari para pembaca sekalian guna tersusunnya materi yang lebih baik lagi di kemudian hari. Kami berharap makalah ini bisa menjadikan ilmu dan manfaat bagi kita semua. Desember 2011 Tim Penyusun . Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu kelancaran hingga tersusunnya makalah ini.

..................3 Kongruen Modulo dan Kekongruenan Lanjar ........................ 8 2................................................................................ 10 BAB III PENUTUP 3................................. 4 2.........1 Kongruen Modulo .....................................4.........4... 9 2.......................................................................2 Pengurangan Kedua Ruas ................................. 6 2.... 11 DAFTAR PUSTAKA ........3...........................................................1 Pengertian Aritmatika Modulo .........5 Chinese Reminder Problem .................... 7 2............................. 6 2.................................. 3 2.......................................4 Pembagian Kedua Ruas ...............................................................1 Kesimpulan ..............................................................2 Kekongruenan Lanjar . ii BAB I PENDAHULUAN 1... 1 1..........................................1 Penjumlahan Kedua Ruas .. 8 2.................. 2 BAB II PEMBAHASAN 2...................... i Daftar Isi .............................2 Balikan Modulo (Modulo Invers) ....................1 Latar Belakang ................................................................................................ 8 2....................DAFTAR ISI Kata Pengantar .................4 Operasi Terhadap Kongruensi Modulo ..................................................4............................................3 Perkalian Kedua Ruas ..........2 Tujuan ...4............................................................................ 9 2...............................3...................................................................................

75. Aritmetika modulo pertama kali diperkenalkan oleh Carl Friedrich Gauss dalam bukunya Disquisitiones Arithmeticiae yang diterbitkan pada tahun 1801. Namun karena bilangan jam “kembali ke awal” pada akhir hari. hasilnya adalah suatu teknik baru yang disebut sebagai teknik tanda tangan digital. 4. Operator mod.BAB I PENDAHULUAN 1. dan -3. Operator yang digunakan pada aritmetika modulo adalah mod. Sejak dulu untuk memeriksa keabsahan sebuah dokumen cetak. Beberapa contoh penggunaan aritmatika modulo misalnya fungsi hash dan juga kriptografi. .1 Latar Belakang Di bidang matematika diskrit aritmetika modulo. Misalnya 23 dibagi 5 memberikan hasil = 4 dan sisa = 3. menggunakan cara yang mirip.00. Kebalikan dari bilangan bulat. Kini setelah memasuki era tanpa kertas (paperless era). Bila menggunakan aritmetika biasa maka seharusnya 19+8=27. khususnya aritmatika modulo memiliki peranan penting dalam banyak hal. Artmetika jam ini dikenal juga dengan aritmetika modulo 24. dan 0. maka 8 jam kemudian akan menjadi pukul 03. Fungsi hash berguna dalam mentransformasikan masukan string menjadi string lain. Sedangkan kriptografi digunakan untuk penyandian pesan. 2. (Z = himpunan bilangan bulat). jika digunakan pada pembagian bilangan bulat. Kita menyatakan bahwa a habis membagi b jika terdapat bilangan bulat c sedemikian sehingga b = ac. 29.00. maka hal tersebut tidak berlaku. c ∈ Z dan a ≠ 0. Aritmetika di mana satu hari dibagi menjadi 24 jam dan diberi nilai 0 sampai dengan 23. sehingga dapat ditulis 23 mod 5 = 3. Notasi: a | b jika b = ac. orang-orang menggunakan tanda tangan. Misalkan a dan b adalah dua buah bilangan bulat dengan syarat a ≠ 0. Jika dua penggunaan teori bilangan tersebut digabungkan.00. bilangan riil adalah bilangan yang memiliki titik desimal seperti. terdapat juga bilangan riil. diperkenalkanlah teknologi tanda tangan digital. yang mengindikasikan pukul 27. Sebuah bilangan bulat memiliki sifat pembagian sebagai berikut: 1. Selain bilangan bulat.00.004. Bila sekarang pukul 19. Teori bilangan bulat. Contoh paling sederhana dari aritmetika modulo adalah sistem jam 24. akan memberikan sisa pembagian. 0. yang juga dikenal sebagai aritmetika modular atau aritmetika jam. memiliki pengertian sebagai suatu sistem aritmetika untuk bilangan integer di mana bilangan-bilangan tersebut akan “kembali ke awal” ketika samapai pada nilai tertentu. Bilangan bulat adalah bilangan yang tidak memiliki pecahan desimal misalnya 4. Teknik ini berguna untuk autentikasi atau memeriksa keabsahan dokumen. 28.

Pada pembahasan ini diharapkan mahasiswa bisa memahami tentang Balikan Modulo. .2. Dan Operasi Terhadap Kongruensi Modulo.1 Tujuan Tujuan dibuat makalah ini adalah merupakan tugas kelompok dari mata kuliah Matematika Diskret. Juga sebagai pegangan materi pada pertemuan yang akan membahas materi tentang Aritmatika Modulo. Kekongruenan Lanjar.

1. 2. yang dinyatakan dengan r.. (m – 1)}. “Misalkan a adalah bilangan bulat dan m adalah bilangan bulat > 0.  m disebut modulus atau modulo. m-1}.. Aritmatika modulo (modular arithmethic) memainkan peran yang penting dalam komputasi integer.. Operator yang digunakan pada aritmatika modulo adalah mod.2.1.  a mod m dibaca ‘a modulo m’. Misalnya 38 mod 5 dan 13 mod 5. .1 Pengertian Aritmatika Modulo Aritmatika modulo merupakan salah satu dari teori bilangan bulat yang penting yang digunakan untuk perhitungan bilangan bulat. Operasi a mod m memberikan sisa jika a dibagi dengan m. Operator mod. Hal ini bisa disebut bahwa a dan b kongruen dalam modulo m. Operator yang digunakan dalam aritmatika adalah mod. bias saja memiliki sisa yang sama jika dibagi dengan bilangan positif m. khususnya pada aplikasi kriptografi. Operasi a mod m (dibaca “a modulo m”) memberikan sisa jika jika a dibagi dengan m. Bentuk Lain Notasi yang kita gunakan di sini adalah notasi "=". a mod m = r sedemikian sehingga a = mq + r. dengan 0 ≤ r < m. hasil dari dua operasi tersebut adalah 3. Sebagai contoh 53 mod 5 meberikan hasil = 10 dan sisa = 3.. Contoh dari fungsi modulo misalnya 23 mod 5 = 3. kita akan sering menemui bentuk seperti ini: . atau fungsi modulo. Untuk selanjutnya. Maka 53 mod 5 = 3 Berikut adalah definisi dari operator mod. Untuk dua buah bilangan a dan b yang berbeda.  notasi a mod m = r sedemikian sehingga a = mq + r.. dengan 0 ≤ r < m.” Hasil aritmatik modulo m terletak di dalam himpunan {0. 27 mod 3 = 0.. dan hasil modulo m terletak di dalam himpunan {0. jika digunakan pada pembagian bilangan bulat memberikan sisa pembagian sebagai kembaliannya. Maka dapat dikatakan 38 ≡ 13 (mod 5). Adapun fungsi modulo didefinisikan sebagai berikut:  misalkan a adalah bilangan bulat dan m bilangan bulat > 0. Fungsi modulo menghasilkan sisa pembagian.BAB II PEMBAHASAN 2. . yang dilambangkan dengan : a ≡ b (mod m). Dengan kata lain.

v. pa  1 (mod m) Kekongruenan yang terakhir ini berarti bahwa p adalah balikan dari a modulo m. vi. ii.Contoh: yang artinya akan sama seperti bentuk yang kita pelajari sebelumnya. maka kita dapat menemukan balikan (invers) dari a modulo m. bagi |a| dengan m mendapatkan sisa r’. Pembuktian di atas juga menceritakan bahwa untuk mencari balikan dari a modulo m. iii. Koefisien a dari kombinasi lanjar tersebut merupakan balikan dari a modulo m. iv. dan menurut persamaan (2) terdapat bilangan bulat p dan q sedemikian sehingga. 2. m) = 1. pa + qm = 1 yang mengimplikasikan bahwa : pa + qm  1 (mod m) Karena qm  0 (mod m) maka. kita harus membuat kombinasi lanjar dari a dan m sama dengan 1. sehingga –41 mod 9 = 9 – 5 = 4. Jadi |– 41| mod 9 = 5. Maka a mod m = m – r’ bila r’  0. a a a  1 (mod m) Bukti: Dari definisi relatif prima diketahui bahwa PBB(a. 23 mod 5 = 3 27 mod 3 = 0 6 mod 8 = 6 0 mod 12 = 0 – 41 mod 9 = 4 – 39 mod 13 = 0 (23 = 5  4 + 3) (27 = 3  9 + 0) (6 = 8  0 + 6) (0 = 12  0 + 0) (–41 = 9 (–5) + 4) (–39 = 13(–3) + 0) Penjelasan untuk (v): Karena a negatif. . Balikan dari a modulo m adalah bilangan bulat sedemikian sehingga. Contoh lain dari beberapa hasil operasi dengan operator modulo: i. yaitu: Bentuk yang lebih dipakai adalah karena bersifat umum dan internasional.2 Balikan Modulo (Modulo Invers) Jika a dan m relatif prima dan m > 1.

Periksalah bahwa : –2  4  1 (mod 9) (9 habis membagi –2  4 – 1 = –9) Karena PBB(17. 7) = 1) ) . Dari algoritma Euclidea diperoleh bahwa 9=24+1 Susun persamaan di atas menjadi –2  4 + 1  9 = 1 Dari persamaan terakhir ini kita peroleh –2 adalah balikan dari 4 modulo 9. 9) = 1. maka balikan dari 17 (mod 7) ada. –2  17  1 (mod 7) (7 habis membagi –2  17 – 1 = –35) Karena PBB(18. 7) = 1. 10) = 2  1. (iv) (yang berarti: PBB(17.Tentukan balikan dari 4 (mod 9). Dari algoritma Euclidean diperoleh rangkaian pembagian berikut: 17 = 2  7 + 3 (i) 7 = 2  3 + 1 (ii) 3 = 3  1 + 0 (iii) Susun (ii) menjadi : 1=7–23 Susun (i) menjadi : 3 = 17 – 2  7 (v) Sulihkan (v) ke dalam (iv): 1 = 7 – 2  (17 – 2  7) = 1  7 – 2  17 + 4  7 = 5  7 – 2  17 atau –2  17 + 5  7 = 1 Dari persamaan terakhir ini kita peroleh –2 adalah balikan dari 17 modulo 7. 17 (mod 7). maka balikan dari 4 (mod 9) ada. Penyelesaian: Karena PBB(4. dan 18 (mod 10). maka balikan dari 18 (mod 10) tidak ada.

maka a  b (mod m) jika m habis membagi a – b.2. Contoh (ii) 17  2 (mod 3) dapat ditulis sebagai 17 = 2 + 5  3 –7  15 (mod 11) dapat ditulis sebagai –7 = 15 + (–2)11  Berdasarkan definisi aritmetika modulo. Apa itu? Itu jika sisanya sama. maka dapat dikatakan bahwa 100 dan 91 itu kongruen modulo 9. Beberapa definisi lainnya :  Misalnya 38 mod 5 = 3 dan 13 mod 5 = 3. Misalnya: 100 mod 9 = 1 dan 91 mod 9 = 1. kita dapat menuliskan a mod m = r sebagai a  r (mod m) Beberapa hasil operasi dengan operator modulo berikut: (i) 23 mod 5 = 3 dapat ditulis sebagai 23  3 (mod 5) (ii) 27 mod 3 = 0 dapat ditulis sebagai 27  0 (mod 3) (iii) 6 mod 8 = 6 dapat ditulis sebagai 6  6 (mod 8) (iv) 0 mod 12 = 0 dapat ditulis sebagai 0  0 (mod 12) (v) – 41 mod 9 = 4 dapat ditulis sebagai –41  4 (mod 9) (vi) – 39 mod 13 = 0 dapat ditulis sebagai – 39  0 (mod 13) .  Misalkan a dan b adalah bilangan bulat dan m adalah bilangan > 0.1 Kongruen Modulo Ada istilah “kongruen modulo”. maka ditulis a / b (mod m) Contoh (i) 17  2 (mod 3) ( 3 habis membagi 17 – 2 = 15) –7  15 (mod 11) (11 habis membagi –7 – 15 = –22) 12 / 2 (mod 7) (7 tidak habis membagi 12 – 2 = 10 ) –7 / 15 (mod 3) (3 tidak habis membagi –7 – 15 = –22)  Kekongruenan a  b (mod m) dapat pula dituliskan dalam hubungan a = b + km yang dalam hal ini k adalah bilangan bulat.  Jika a tidak kongruen dengan b dalam modulus m.3. maka kita katakan 38  13 (mod 5) (baca: 38 kongruen dengan 13 dalam modulo 5).3 Kongruen Modulo dan Kekongruenan Lanjar 2.

Tentukan solusi: 4x  3 (mod 9) dan 2x  3 (mod 4) Penyelesaian: (i) 4x  3 (mod 9) x 3 k 9 4 (bukan solusi) (bukan solusi) tidak menghasilkan solusi k = 0  x = (3 + 0  9)/4 = 3/4 k = 1  x = (3 + 1  9)/4 = 3 k = 2  x = (3 + 2  9)/4 = 21/4 k = 3. … dan k = –1.2.2 Kekongruenan Lanjar  Kekongruenan lanjar adalah kongruen yang berbentuk ax  b (mod m) dengan m adalah bilangan bulat positif. dan x adalah peubah bilangan bulat. … yang menghasilkan x sebagai bilangan bulat.3.  Nilai-nilai x dicari sebagai berikut: ax = b + km yang dapat disusun menjadi x b  km a dengan k adalah sembarang bilangan bulat. a dan b sembarang bilangan bulat. Contoh 13. 2. k = 4 k = 5  x = (3 + 5  9)/4 = 12 … k = –1  x = (3 – 1  9)/4 = –6/4 k = –2  x = (3 – 2  9)/4 = –15/4 k = –3  x = (3 – 3  9)/4 = –6 … k = –6  x = (3 – 6  9)/4 = –15 … (bukan solusi) (bukan solusi) . Cobakan untuk k = 0. 1. –2.

2. 2.maka hasilnya adalah: Contoh: Kedua ruas ditambah 4. pengurangan.4.4 Operasi Terhadap Kongruensi Modulo Jika kita sudah menemukan bentuk . maka hasilnya adalah: Contoh: Kedua ruas dikurang 2.Nilai-nilai x yang memenuhi: 3. –15. karena 14 = 3 x 3 + 5. . Dengan kata lain. 12. hasilnya: Dapat dicek bahwa pernyataan terakhir adalah Benar. maka hasilnya: Dapat dicek bahwa pernyataan terakhir adalah Benar. kita dapat mengolahnya dengan penjumlahan.2 Pengurangan Kedua Ruas (sama seperti penjumlahan) Jika kedua ruas dikurang dengan d. perkalian. sehingga hasil penjumlahan tersebut jika dibagi dengan 2 tidak menghasilkan bilangan bulat. … dan –6. karena 8 = 3 x 3 -1.1 Penjumlahan Kedua Ruas Jika kedua ruas ditambah dengan d. tidak ada nilai-nilai x yang memenuhi 2x  3 (mod 5). ataupun pembagian terhadap kedua ruas. 2. … (ii) 2x  3 (mod 4) x 3 k 4 2 Karena 4k genap dan 3 ganjil maka penjumlahannya menghasilkan ganjil.4.

maka TERBUKTI. maka atau .4. . koprima.4. maka hasilnya adalah: Bukti: Kita tahu bahwa jika Karena Akibatnya: dan . hasilnya: 2. maka hasilnya adalah: Contoh: Kalikan 2.2.3 Perkalian Kedua Ruas: Jika kedua ruas dikali dengan d. .4 Pembagian Kedua Ruas: Jika kedua ruas dibagi dengan d.

Dengan kata lain. kita harus mempunyai 33 + 35k2  7 (mod 11). x  3 (mod 5). solusi unik dari sistem kongruen tersebut adalah x  3  77  3 + 5  55  6 + 7  35  6 (mod 385)  3813 (mod 385)  348 (mod 385) . Solusi unik ini mudah dibuktikan sebagai berikut. Catatlah bahwa 385 = 5  7  11. 348 adalah solusi unik modulo 385. Dengan demikian. Karena 77 3  1 (mod 5). dari sini kita peroleh k1  6 (mod 7).Contoh : Bagi kedua ruas dengan 5: 2.5 Chinese Reminder Problem Pada abad pertama. Penyelesaian: Menurut persamaan kongruen pertama. 55  6  1 (mod 7). Solusi tersebut modulo m = m1  m2  m3 = 5  7  11 = 5  77 = 11  35. x  348 (mod 385) yang memenuhi ketiga konruen tersebut. Pertanyaan Sun Tse dapat dirumuskan kedalam sistem kongruen lanjar: x  3 (mod 5) x  5 (mod 7) x  7 (mod 11) Tentukan solusi dari pertanyaan Sun Tse di atas. atau k1 = 6 + 7k2 untuk beberapa nilai k2. Jika x memenuhi kongruen yang ketiga. yang mengakibatkan k2  9 (mod 11) atau k2 = 9 + 11k3. dan 35  6  1 (mod 11). seorang matematikawan China yang bernama Sun Tse mengajukan pertanyaan sebagai berikut: Tentukan sebuah bilangan bulat yang bila dibagi dengan 5 menyisakan 3. bila dibagi 7 menyisakan 5. dan bila dibagi 11 menyisakan 7. Sulihkan k2 ini ke dalam kongruen yang ketiga menghasilkan x = 33 + 35(9 + 11k3)  348 + 385k3 (mod 11). Jadi kita mendapatkan x = 3 + 5k1 = 3 + 5(6 + 7k2) = 33 + 35k2 yang mana memenuhi dua kongruen pertama. Sulihkan ini ke dalam kongruen kedua menjadi 3 + 5k1  5 (mod 7). memberikan x = 3 + 5k1 untuk beberapa nilai k.

…. mj) = 1 untuk i  j.BAB III PENUTUP 3. jika digunakan pada pembagian bilangan bulat memberikan sisa pembagian sebagai kembaliannya. . m2. Operator yang digunakan pada aritmatika modulo adalah mod. (Chinese Remainder Theorem) Misalkan m1. mn adalah bilangan bulat positif sedemikian sehingga PBB(mi.1 Kesimpulan Aritmatika modulo (modular arithmethic) memainkan peran yang penting dalam komputasi integer. Operator mod. Maka sistem kongruen lanjar x  ak (mod mk) mempunyai sebuah solusi unik modulo m = m1  m2  …  mn.

Diktat Kuliah IF2153 – Matematika Diskrit. (2004). Rinaldi. Diktat Kuliah IF 2153 Matematika Diskrit.wikipedia.htm Munir. Institut Teknologi Bandung.org/Modulo_arithmetic. Departemen Teknik Informatika ITB. http://en. 2006 .DAFTAR PUSTAKA Munir. Departemen Teknik Informatika. Edisi Keempat. 2006. Rinaldi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful