P. 1
Makalah Bank Upload

Makalah Bank Upload

|Views: 2,955|Likes:

More info:

Published by: Moniika Yusianaa 'Mochan' on Dec 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2013

pdf

text

original

Sections

1

" KREDIT PERBANKAN DI NEGARA INDONESIA "

TUGAS PENULISAN ILMIAH

Diajukan guna melengkapi salah satu syarat untuk mencapai gelar setara sarjana Muda Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma

Nama NPM Jurusan Pembimbing

: Monika Yusiana : 14210521 : Manajemen (S1) : Nurhadi

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA BEKASI 2012

2

PERNYATAAN ORGINALITAS DAN PUBLIKASI

Yang bertanda tangan dibawah ini : Judul PI Nama NPM Fakultas/Jurusan Tanggal Sidang Tanggal Lulus : " Kredit Perbankan di Negara Indonesia " : Monika Yusiana : 14210521 : Ekonomi / Manajemen S1 : :

Dengan ini menyatakan bahwa hasil Penulisan Ilmiah (PI) yang saya buat ini merupakan hasil karya saya sendiri dan benar keasliannya. Apabila ternyata di kemudian hari penulisan ilmiah ini merupakan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap karya orang lain, maka saya bersedia mempertanggungjawabkan sekaligus bersedia menerima sanksi berdasarkan aturan tata tertib yang berlaku di Universitas Gunadarma. Demikan surat pernyataan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tanpa ada paksaan dari siapapun.

Foto

Bekasi,

( Monika Yusiana )

3

LEMBAR PENGESAHAN

Judul PI Nama NPM Fakultas/Jurusan Tanggal Sidang Tanggal Lulus

: " Kredit Perbankan di Negara Indonesia " : Monika Yusiana : 14210521 : Ekonomi / Manajemen S1 : :

Menyetujui

Pembimbing,

Koordinator PI

FakultasEkonomi

(Nurhadi)

Ketua Jurusan Manajemen

4

ABSTRAKSI
Monika Yusiana, 14210521 KREDIT PERBANKAN DI NEGARA INDONESIA PI. Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2012 Kata Kunci : Kredit Perbankan (x + 36) Pengertian Kredit adalah transaksi kredit dapat terjadi atau timbul karena ada suatu pihak yang meminjam uang atau barang kepada pihak yang lainnya yang dapat menimbulkan tagihan bagi kreditur Lantas bagaimana pengertian kredit jika ditinjau dari segi sejarahnya? Beberapa literatur menyebutkan bahwa kredit berasal dari bahasa yunani "credere" atau "credo" yang berarti kepercayaan atau trust atau faith dalam bahasa inggris. Kegiatan perorangan atau badan usaha dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup dengan cara meminjam selanjutnya disebut sebagai kredit. Dan seperti yang anda telah kira, dasar utama pemberian pinjaman ini adalah kepercayaan. Dari situlah mungkin kata kredit ini kemudian masuk dalam istilah keuangan dan perbankan masa kini. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa banyak berbagai macam kredit bank di Negara Indonesia yang dapat dilakukan oleh seorang debitor yang meminjam uang kepada bank dapat diperoleh hasil dari Komponen Penghitungan Tingkat Bunga Pinjaman yaitu pada biaya bunga simpanan sebesar 6.00 % , biaya pelayanan dan pengelolaan simpanan dana masyarakat sebesar 0.05 %, biaya pelayanan dan pengelolaan fasilitas kredit/pinjaman sebesar 1.00 %, tingkat bunga pinjaman yang wajib dibayar oleh debitor sebesar 15.05 %. Daftar Pustaka (2006)

5

KATA PENGANTAR
Puji Syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan berkatnya sehingga saya dapat menyelesaikan penulisan ilmiah ini dengan baik. Penulisan ini dibuat untuk melengkapi salah satu persyaratan untuk mencapai gelar setara sarjana muda pada jurusan manajemen jenjang strata satu, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma. Adapun topik yang penulis amati adalah ―analisis kredit perbankan di Negara Indonesia‖. Pada kesempatan yang baik ini, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bimbingan sehingga penulisan ilmiah ini dapat terwujud, terutama kepada : 1. Bapak Nurhadi selaku dosen pembimbing yang telah memberi banyak masukan, petunjuk, bimbingan dan pengarahan dari awal hingga akhir, sehingga terselesainya penulisan ilmiah ini. 2. Keluarga saya, terutama ibu dan ayah saya yang selalu memberi dorongan dan semangat, baik moril maupun materil, serta doanya yang selalu menyertai saya, sehingga terselesainya penulisan ilmiah ini. 3. Terima kasih juga buat teman-teman terbaik saya, teman organisasi KMK Universitas Gunadarma dan orang terdekat saya yang selalu memberi saya motivasi agar tetap semangat sehingga terselesainya penulisan ilmiah ini. Penulis menyadari bahwa penulisan ilmiah ini masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran serta komentar yang bersifat membangun dan menuju kesempurnaan. Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih. Semoga penulisan ilmiah ini dapat bermanfaat bagi semua orang yang membaca.

Bekasi, Penulis

Monika Yusiana

6

DAFTAR ISI

Halaman Judul ....................................................................................................... i Pernyataan Orginalitas dan Publikasi …………………………………………... ii Lembar Pengesahan ……………………………………………………………. iii Abstraksi ……………………………………………………………………….. vi Kata Pengantar …………………………………………………………………. v Daftar Isi ……………………………………………………………………….. vi Daftar Tabel ……………………………………………………………………. ix Daftas Gambar …………………………………………………………………. x

BAB I PENDAHULUAN 1.1 1.2 LatarBelakang ………………………………………………………….. 1 Rumusan dan batasan masalah …………………………………………. 2 1.2.1 1.2.2 1.3 1.4 1.5 Rumusan masalah ………………………………………………. 2 Batasan masalah ………………………………………………… 2

Tujuan Penulisan ………………………………………………………... 2 Manfaat Penulisan ………………………………………………………. 2 Metode Penulisan ……………………………………………………….. 3 1.5.2 1.5.3 1.5.4 Objek penulisan …………………………………………………. 3 Data / variable …………………………………………………… 3 Metode Pengumpulan Data ……………………………………... 3

7

1.5.5 1.5.6

Hipotesis ………………………………………………………… 3 Alat analisis yang digunakan ……………………………………. 3

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kerangka Teori ………………………………………………………………. 5 2.1.1 2.1.2 2.1.3 2.1.4 2.1.5 2.1.6 2.2 Definisi Kredit …………………………………………………… 5 Definisi Bank Umum ………………………………………...….. 5 Definisi Penghimpunan dan Penyaluran Dana ………………….. 6 Jenis-jenis Kredit …………………………………………………7 Alternatif Penggunaan Dana ……………………………………. 9 Kebijakan Penghimpunan dan Penggunaan Dana ……………… 10

Alat Analisis ………………………………………………...………….. 11 2.2.1 2.2.2 2.2.3 Kuantitas ………………………………………………………... 11 Kualitatif ……………………………………………………...… 12 Penjumlahan ……………………………………………………. 12

BAB III METODE PENULISAN 3.1 Objek Penulisan ………………………………………………..…… 13 3.1.1 3.1.2 3.1.3 3.2 3.3 Aktifasi Bank ………………………………..………………….. 13 Peleburan dan Penggabungan Bank …………………................. 14 Kesehatan Bank ……………………………………..………….. 15

Data/variable yang digunakan ………………….………………………. 15 Metode Pengumpulan Data …………………………………………….. 15

8

3.4

Alat yang digunakan …………………………………………………..... 16 3.4.1 3.4.2 3.4.3 Kuantitas ……………………………………………………..…. 16 Kualitatif ……………………………………………………….. 16 Penjumlahan ……………………………………………………. 16

BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Kredit Perbankan ……………………………………………………...... 18 4.1.1 4.1.2 4.1.3 4.2 Pinjaman Tunai (cash loan) …………………..………………… 18 Jenis Kredit Atas Dasar Tujuan Penggunaan ………..…………. 20 Korespondensi Bank …………………...………………………. 21

Sumber Penghimpunan Dana ………………………...………………… 22 4.2.1 4.2.2 4.2.3 4.2.4 Penggunaan Dana ………………...…………………………….. 26 Pengelolaan Aktiva dan Passiva …………………...…………… 27 Likuiditas Bank …………………………………...……………. 30 Kolektibilitas Kredit ………………………………………...….. 31

4.3

Rangkuman Hasil Penulisan ………………………………………...….. 33

BAB V PENUTUP 5.1 5.2 Kesimpulan ……………………………………………………………... 35 Saran ……………………………………………………………………. 36

DAFTAR PUSTAKA

9

DAFTAR TABEL

6.1

Komponen Penghitungan Tingkat Bunga Pinjaman …………………… 10

10

DAFTAR GAMBAR

6.1 6.2 6.3

Hubungan antara Resiko dan Rate of Return ………………………… 27 Pool of Funds Approach ……………………………………………… 29 Asset Allocation Approach …………………………………………… 30

11

BAB I PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang Pengertian kredit yang pertama adalah cara menjual barang dengan pembayaran tidak secara tunai (pembayaran ditangguhkan dan diangsur). Pengertian kredit yang kedua adalah pinjaman uang dengan pembayaran pengembalian secara mengangsur. Pengertian kredit yang ketiga menurut KBBI adalah penambahan saldo rekining, sisa utang, modal, dan pendataan bagi penabung. Dalam hal ini pengertian kredit berkaitan dengan pengertian debit. Sehingga sering kita temui dua kolom yang berbeda dalam sebuah buku tabungan. Yakni kolom debit dan kolom kredit. Jika kredit berarti kita menambahkan uang kita ke dalam tabungan, maka sebaliknya debit adalah pengurangan atau penarikan uang kita dari bank. Pengertian kredit yang keempat (masih menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah pinjaman sampai batas jumlah tertentu yang diizinkan oleh bank atau badan lain. Dan yang kelima, pengertian kredit secara teknis adalah sisi kanan dalam neraca di Indonesia. Lantas bagaimana pengertian kredit jika ditinjau dari segi sejarahnya? Beberapa literatur menyebutkan bahwa kredit berasal dari bahasa yunani "credere" atau "credo" yang berarti kepercayaan atau trust atau faith dalam bahasa inggris. Kegiatan perorangan atau badan usaha dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup dengan cara meminjam selanjutnya disebut sebagai kredit. Dan seperti yang anda telah kira, dasar utama pemberian pinjaman ini adalah

12

kepercayaan. Dari situlah mungkin kata kredit ini kemudian masuk dalam istilah keuangan dan perbankan masa kini. 1.2 Rumusan Masalah dan Batasan Masalah 1.2.1 Rumusan Masalah Yang menjadi rumusan masalah dalam penulisan ilmiah ini adalah : Jika Bank tidak memberikan kredit kepada masyarakat yang ingin meminjam uang atau kepada debitor apakah kehidupan perekonomian akan berjalan dengan baik? Sedangkan fungsi pengkreditan itu sendiri saling menguntungkan bagi pihak kreditor dan debitor. 1.2.2 Batasan Masalah Dalam penulisan ini, dibatasi pada penentuan jangka waktu yang telah disepakati atau yang telah ditentukan oleh kedua pihak. Dan apabila melewati batas waktu yang telah ditentukan maka pihak peminjam akan dikenakan sanksi dan masalah makin panjang.

1.3

Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui kegunaanya dan berbagai macam jenis kredit dan penyaluran dana kredit perbankan di Negara Indonesia.

1.4 Manfaat Penulisan Dari penulisan yang saya lakukan mengenai kredit perbankan dapat diperoleh manfaat sebagai berikut : 1. Manfaat Akademis Penulis dapat lebih memahami tentang pentingnya kredit perbankan tersebut. Penulisan ini dapat dijadikan bahan referensi bagi mahasiswa lain yang ingin melakukan penulisan sejenis. 2. Manfaat Praktis Memberikan masukan dan pemahaman sendiri dari fungsi kredit perbankan tersebut agar pelayanan di setiap bank di Indonesia lebih baik lagi dan bekerja secara efisien dan efektif.

13

1.5 Metode Penulisan 1.5.1 Objek Penulisan Objek penulisan ini adalah dari salah satu pembahasan Bank Lembaga dan Keuangan yaitu Kredit Perbankan. 1.5.2 Data / variable Data primer merupakan informasi yang dikumpulkan terutama untuk tujuan investigasi yang sedang dilakukan saat ini. Sedangkan data sekunder merupakan informasi yang dikumpulkan bukan untuk

kepentingan studi yang sedang dilakukan saat ini tetapi untuk beberapa tujuan lain. 1.5.3 Metode Pengumpulan Data Penulis mengadakan proses pengumpulan data dengan cara mencari sumber – sumber data mengenai pembahasan dalam penulisan ini yaitu dari sumber buku – buku dan searching di google. 1.5.4 Hipotesis Hipotesis adalah pernyataan atau dugaan mengenai satu atau lebih populasi, hipotesis juga merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah. Hipotesis yang akan dibuktikan oleh penulis yaitu : Ho : Jika Bank tidak memberikan kredit kepada masyarakat yang ingin

meminjam uang atau kepada debitor kehidupan perekonomian tidak akan berjalan dengan baik. Ha : Jika Bank memberikan kredit kepada masyarakat yang ingin

meminjam uang atau kepada debitor kehidupan perekonomian akan berjalan dengan baik. 1.5.5 Alat analisis yang digunakan Kuanitas Kuantitas yaitu mengukur dengan cara dilihat dari banyaknya atau jumklahnya manfaat atau kegunaan dari sumber buku yang digunakan.

14

Kualitatif Kualitatif yaitu mengukur dengan cara dilihat dari banyaknya mutu atau kualitas dari dalam buku tersebut apakah bermanfaat atau tidak dari sumber-sumber yang ada. Penjumlahan Dalam penghitungan untuk pinjaman bunga bank dengan cara

menjumlahkan dari berbagai pinjaman oleh pihak debitor dan hasil akhirnya untuk menentukan seberapa besar tingkatan pinjaman bunga yang harus dibayar oleh pihak debitor.

15

BAB II LANDASAN TEORI

2.1Kerangka Teori
Penulis akan mengemukakan berbagai pemahaman dengan teori-teori yang berhubungan dengan penulisan ilmiah ini. 2.1.1 Definisi Kredit Kredit yang dimaksud adalah pemberian fasilitas pinjaman (bukan berdasarkan prinsip syariah) kepada nasabah, baik berupa fasilitas pinjaman tunai (cash loan) maupun pinjaman non tunai (non-cash loan). Pinjaman kas adalah fasilitas kredit yang diberikan oleh bank kepada nasabahnya yang tidak memerlukan syarat-syarat khusus dalam penarikannya. Pemberian kredit, dalam pengertian sebagai cash loan, merupakan salah satu bentuk usaha yang dapat dilakukan oleh sebuah bank. Berdasarkan UU No. 10 tahun 1998 tentang

perubahan atas UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan, yang dimaksud dengan kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. Penyediaan dana tidak hanya berbentuk kredit tetapi juga pembiayaan berdasar prinsip syariah 2.1.1 Definisi Bank Umum Bank umum adalah suatu badan usaha yang kegiatan utamanya menerima simpanan dari masyarakat dan atau pihak lainnnya, kemudian mengalokasikannya kembali untuk

16

memperoleh keuntungan serta menyediakan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran  Fungsi Pokok Bank Umum : Bank umum memiliki fungsi pokok sebagai berikut : ∞ Menyediakan mekanisme dan alat pembayaran yang lebih

efisien dalam kegiatan ekonomi ∞ ∞ ∞ Mencipatakan uang melalui penyaluran kredit dan investasi Menghimpun dana dan menyalurkannya kepada masyarakat Menyediakan jasa-jasa pengelolaan dana dan trust atau perwalian amanat kepada individu dan perusahaan. ∞ ∞ berharga ∞ Memberikan jasa-jasa keuangan lain misalnya, credit card, Menyediakan fasilitas untuk perdagangan internasional Memberikan pelayanan penyimpanan untuk berang-barang

travelers check, transfer dana dan sebagainya. 2.1.3 Definisi Penghimpunan dan Penyaluran Dana Penyaluran dana dengan tujuan untuk memperoleh

penerimaan akan dapat dilakukan apabila dana telah dihimpun. Keberhasilan suatu Bank dalam memenuhi maksud itu dipengaruhi antara lain oleh hal-hal berikut ini : a. Kepercayaan masyarakat pada bank yang bersangkutan Semakin tinggi tingkat kepercayaan masyarakat pada sebuah bank, maka semakin tinggi pula kemungkinan bank tersebut untuk menghimpun dana dari masyarakat dengan efisiensi dan sesuai rencana penggunaan dananya.

17

b. Perkiraan tingkat pendapatan yang akan diperoleh (expected rate of return) oleh penyimpan dana lebih tinggi dibanding pendapatan dan alternative investasi lain dengan tingkat resiko yang seimbang. c. Resiko penyimpan dana Apabila sebuah bank dapat memberikan tingkat kepastian yang tinggi atas dana masyarakat untuk dapat ditarik lagi sesuai waktu yang telah diperjanjikan, maka masyarakat semakin bersedia untuk menempatkan dananya di bank tersebut. d. Pelayanan yang diberikan oleh bank kepada penyimpan dana Pelayanan yang baik akan membuat penyimpan dana merasa dihargai, diperhatikan, dan dihormati, sehingga merasa senang untuk terus bertransaksi keuangan dengan bank tersebut. 2.1.4 Jenis-jenis Kredit Bank komersial dalam memberikan kredit pada umumnya bertitik tolak dari segi sosial ekonomi. Dengan melihat tujuan kredit, Bank menyediakan berbagai jenis kredit bagi masyarakat. Jenis-jenis kredit tersebut : Jenis kredit menurut tujuan : • • • Kredit konsumtif Kredit Produktif Kredit perdagangan

Jenis kredit menurut jangka waktu : • • • Kredit jangka pendek (short term loan) Kredit jangka menengah (medium term loan) Kredit jangka panjang (long term loan)

Jenis kredit Dengan jaminan : • Unsecured loan

18

Secured loan

Jenis kredit berdasarkan Pencairan : • • • • • Non cash loan Cash loan atau Kredit afbetaling/self liquidating credit Kredit revolving Contingency financing

Jenis kredit menurut penggunaan : • • • Kredit Eksploitasi Kredit Investasi Kredit Konsumtif

Jenis kredit menurut sumber dana : • • • Dana internal bank Dana eksternal bank Sindikasi

Kredit lainnya : • Bank to back loan

Kredit yang dijamin dengan dana minimal sebesar 100% dari plafon kreditnya • Two Step Loan

Kredit usaha yang sumber dananya diberikan kepada debitur melalui 2 tahap, misalnya ADB kepada BCA melalui BI • Syndication loan

Kredit usaha yang sumber dananya diperoleh dari beberapa bank atau lembaga keuangan.

19

2.1.5

Alternatif Penggunaan Dana Alkokasi dari dana yang telah berhasil dihimpun oleh bank dapat dalam bentuk-bentuk berikut ini : a. Cadangan Likuiditas Cadangan likuiditas untuk kebutuhan likuiditas jangka pendek. Cadangan likuiditas ini terdiri dari 2 kategori, yaitu : 1) Cadangan primer (primary reserves) 2) Cadangan sekunder b. Penyaluran Kredit Penyediaan uang atau tagihan berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi kewajibannya setelah jangka waktu tertentu. Kewajiban tersebut dapat berupa pokok pinjaman, bunga, imbalan atau pembagian hasil keuntungan. c. Investasi Alokasi dana pada aktiva dengan rate of return yang cukup tinggi selain dapat berupa penyaluran kredit, dapat juga berupa investasi. Investasi dapat berupa penanaman dana dalam surat-surat berharga jangka menegah dan panjang, atau berupa penyertaan langsung pada badan usaha lain. d. Aktiva Tetap dan Inventaris Tergolong sebagai aktiva yang tidak produktiv dalam menghasilkan penerimaan dan oleh Bank Indonesia dipandang sebagai aktiva yang resikonya cukup tinggi. Perlu dilakukan pembatasan penanaman dana dalam aktiva tetap dan inventaris agar tingkat kesehatan bank tetap terjaga.

20

2.1.6

Kebijakan Penghimpunan dan Penggunaan Dana Tingkat Bunga Agar penyaluran dana dapat menghasilkan keuntungan bagi bank, maka biaya yang dikeluarkan dalam penghimpunan dana harus lebih kecil daripada penerimaan yang diperoleh dari penyaluran dana. Pemikiran inilah yang melandasi penerapan tingkat bunga pinjaman yang lebih besar daripada tingkat bunga simpanan. Perhitungan umum dalam penentuan tingkat bunga pinjaman dan contohnya dapat dilihat dalam table berikut: Tabel 6.1 Komponen Penghitungan Tingkat Bunga Pinjaman Deskripsi Komponen Perhitungan Tingkat Bunga Pinjaman Biaya bunga simpanan(rata-rata tertimbang Contoh Perhitungan

berbagai macam bentuk simpanan masyarakat di bank yang bersangkutan) Reserve adjustment(proporsi dana simpanan dari masyarakat yang dialokasikan sebagai cadangan untuk tujuan likuiditas) Biaya pelayanan dan pengelolaan simpanan dana masyarakat Penjumlahan 3 komponen di atas disebut dengan Marginal Cost of Fund Biaya pelayanan dan pengelolaan fasilitas kredit / pinjaman Profit Margin(tingkat keuntungan yang diinginkan oleh bank) Penjumlahan 3 komponen diatas disebut dengan Base Rate

6.00 %

1.00 %

0.05 %

7.05 % 1.00 %

2.00 %

10.05 %

21

Risk adjustment(Proporsi dari total penyaluran dana yang dianggap berisiko untuk tidak dapat ditarik kembali atau menjadi bermasalah) Lending Rate(tingkat bunga pinjaman yang wajib dibayar oleh debitor) 15.05 % 5.00 %

Selisih antara tingkat bunga pinjaman dan tingkat bunga simpanan disebut dengan’spread’. Dengan kata lain, besar kecilnya spread pada suatu bank dapat dijadikan indicator tingkat efisiensi atas kinerja suatu bank. Kaitan penghimpunan dan penggunaan dana melalui tingkat bunga. Secara umum, risiko yang ditanggung oleh bank dalam kegiatan usahanya dari risiko kredit bermasalah. Jenis-jenis risiko yang

tidak hanya terdiri

terkait dengan usaha bank pada dasarnya berasal dari sisi aktiva maupun passiva. Risiko tersebut meliputi : a) Risiko likuiditas (liquidity risk) b) Risiko Kredit (credit risk) c) Risiko investasi (investment risk) d) Risiko operasi (operating risk) e) Risiko kecurangan (fraud risk) f) Risiko fidusiari (fiduciary risk)

2.2 Alat Analisis 2.2.1 Kuanitas Kuantitas yaitu mengukur dengan cara dilihat dari banyaknya atau jumklahnya manfaat atau kegunaan dari sumber buku yang digunakan. Dalam pembuatan makalah ini diambil dari sumber-sumber buku yang telah direkomendasi kebenaran dari buku tersebut dengan perekonomian yang ada di Indonesia.

22

2.2.2

Kualitatif Kualitatif yaitu mengukur dengan cara dilihat dari banyaknya mutu

atau kualitas dari dalam buku tersebut apakah bermanfaat atau tidak dari sumber-sumber yang ada. Selain dilihat dari kuantitas buku tersebut juga dilihat kualitasnya, sumbernya,kualitas mutu yang digunakan, jelas dan dapat dimengerti oleh pembaca. Misalnya pada contoh di kehidupan perekonomian ditengah tekanan ekonomi global, ketahanan sistem perbankan masih tetap terjaga. Fungsi intermediasi perbankan terus meningkat, ditujukkan pertumbuhan kredit pada maret 2008 sebesar 34,2 triliun menjadi Rp 1.080,1 triliun. Dengan peningkatan ini, prosentase kenaikan kredit dalam setahun menjadi 28.1% dari sebelumnya 26.6%. Dan itu telah terbukti kebenaraanya dari sumber yang telah direkomendasikan. 2.2.3 Dalam Penjumlahan penghitungan untuk pinjaman bunga bank dengan cara

menjumlahkan dari berbagai pinjaman oleh pihak debitor dan hasil akhirnya untuk menentukan seberapa besar tingkatan pinjaman bunga yang harus dibayar oleh pihak debitor.

23

BAB III METODE PENULISAN
3.1 Objek Penulisan Objek penulisan ini adalah dari salah satu pembahasan Bank Lembaga dan Keuangan yaitu Kredit Perbankan yang ada di Negara Indonesia. Objek yang di ambil adalah mengenai pembahasan tentang pengertian kredit, penyaluran dan penghimpunan dana, dan jenis-jenis kredit yang dapat dipahami oleh para pembaca. 3.1.1 Aktifasi Bank

Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disamakan, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank

dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga (jika prinsip syari’ah dengan bagi hasil). Pengelolaan Likuiditas bank dilakukan dengan dua pendekatan yaitu assets management dan liability management. Assets Management adalah pengelolaan kekayaan yang digunakan untuik alokasi dana/kekayaan untuk berbgai alterntif investasi. The pool of fund Dengan mengumpulkan semua sumber kekayaan menjadi satu dan diperlakukan sebagai sumber dana tunggal tanpa membedakan

sumber dananya. Bentuk alokasi dana tersebut adalah cadangan primer, cadangan sekunder, pinjaman, kekayaan lain-lain, dan investasi jangka panjang. The Assets alloction Pada pendekatan ini semua jenis sumber dana dikumpulkan menjadi satu tetapi masing-masing sumber dana

dipertimbangkan sifat-sifatnya, tidak menjadi satu sumber dana tunggal.

24

Comercial loan theory Penekanan pada pendekatan ini adalah pada pinjaman jangka pendek dan yang bersifat self liquidating. Shiftability theory Teori ini mempunyai asumsi bahwa likuiditas bank bisa dipelihara jika kekayaan yang dipegang bisa digeser menjadi bentuk kekayaan yang lain. Doctrine of anticipated income Menyatakan bahwa bahwa likuiditas bank dapat direncanakan jika schedul pembayaran pinjaman didasarkan pada future income para peminjam. Liability Management adalah suatu proses yang mana bank berusaha mengembangkn sumber-sumber dana yang nontradisional melalui pinjaman di pasar uang atau dengan menerbitkan instrumen utang untuk digunakan secara menguntungkan terutama untuk memenuhi permintaan kredit. Corespondent Banking adalah hubungan system antarbank terdapat suatu pengaturan informasi antarbank Bank koresponden adalah bank yang menerima simpanan atau menerima fee sebagai imbalan atas jasa-jasa yang diberikan atau yang akan diberikan kepada suatu bank. Bank responden adalah bank yang mempunyai rekening atau simpanan pada suatu bank tertentu dan atau membayar suatu jumlah biaya (fee) atas layanan yang telah diterima atau yang diperkirakan akan diperoleh. 3.1.2 Peleburan dan Penggabungan Bank

Peleburan bank (Konsolidasi) adalah penggabungan dari dua bank atau lebih dengan cara mendirikan bank baru dan melikuidasi bank-bank yang ada. Penggabungan bank (merger) adalah penggabungan dua bank atau lebih dengan dengan cara tetap mempertahankan berdirinya salah satu bank dan melikuidasi bank lainnya.

25

o Alasan dilakukannya merger dan konsolidasi bank : • • Bank yang memiliki modal yang relatif kecil kan menjadi bank yang jumlah modalnya realtif besar Manajemen bank akan lebih terarah

o Hambatan dalam melakukan merger dan konsolidasi • • 3.1.3 Bank merupakan warisan leluhur Para direktur merasa takut kehilangan jabatan Kesehatan Bank

Kesehatan bank diartikan sebagai kemampuan suatu bank untuk melakukan kegiatan operasional perbankan secara normal dan mampu memenuhi semua kewajibannya dengan baik dengan cara-cara yang sesuai dengan peraturan perbankan yang berlaku. Beberapa aturan tentang kesehatan bank yang penting dan berlaku di Indonesia anatar lain :  Batas maksimum pemberian kredit (BMPK)  Likuiditas wajib minimum  Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio) Loan to Deposits ratio Semakin besar penyaluran dana dalam bentuk kredit relatif dibandingkan dengan deposits atau simpanan masyarakatpada suatu bank membawa konsekuensisemakin besarnya resiko yang ditanggung oleh bank yang bersangkutan Return on asset dan return On Equity Keduanya digunakan untuk mengetahui kemampuan bank dalam menghasilkan keuntungan secara relatif dibandingkan dengan nilai total assets-nya (ROA) dan nilai total sendirinya (untuk ROE).

26

3.2 Data/variable yang digunakan Data primer merupakan informasi yang dikumpulkan terutama untuk tujuan investigasi yang sedang dilakukan saat ini. Sedangkan data sekunder merupakan informasi yang dikumpulkan bukan untuk kepentingan studi yang sedang dilakukan saat ini tetapi untuk beberapa tujuan lain. 3.3 Metode Pengumpulan Data Penulis mengadakan proses pengumpulan data dengan cara mencari sumber – sumber data mengenai pembahasan dalam penulisan ini yaitu dari sumber buku – buku dan searching di google. 3.4 Alat analisis yang digunakan 3.4.1 Kuantitas

Kuantitas yaitu mengukur dengan cara dilihat dari banyaknya atau jumklahnya manfaat atau kegunaan dari sumber buku yang digunakan. 3.4.2 Kualitatif

Kualitatif yaitu mengukur dengan cara dilihat dari banyaknya mutu atau kualitas dari dalam buku tersebut apakah bermanfaat atau tidak dari sumber-sumber yang ada. 3.4.3 Dalam Penjumlahan penghitungan untuk pinjaman bunga bank dengan cara

menjumlahkan dari berbagai pinjaman oleh pihak debitor dan hasil akhirnya untuk menentukan seberapa besar tingkatan pinjaman bunga yang harus dibayar oleh pihak debitor. Penghitungan : Biaya bunga simpanan Reserve adjustment Biaya pelayanan dan 0.05%____+ pengelolaan simpanan dana 6.00% 1.00% masyarakat 7.05%

Marginal Cost of Fund

27

Marginal Cost of Fund Biaya pelayanan dan pengelolaan fasilitas kredit Profit Margin 2.00%____+ Base Rate 10.05% Base Rate Risk Adjustment 5.00%____+ Lending Rate 15.05%

7.05% 1.00%

10.05%

28

BAB IV PEMBAHASAN

4.1 KREDIT PERBANKAN Pengertian Kredit yang dimaksud adalah pemberian fasilitas pinjaman (bukan

berdasarkan prinsip syariah) kepada nasabah, baik berupa fasilitas pinjaman tunai (cash loan) maupun pinjaman non tunai (non-cash loan). Pinjaman kas adalah fasilitas kredit yang diberikan oleh bank kepada nasabahnya yang tidak memerlukan syarat-syarat khusus dalam penarikannya. 4.1.1 Pinjaman Tunai (Cash Loan)

Pengertian
Pemberian kredit, dalam pengertian sebagai cash loan, merupakan salah satu bentuk usaha yang dapat dilakukan oleh sebuah bank. Berdasarkan UU No. 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan, yang dimaksud dengan kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. Penyediaan dana tidak hanya berbentuk kredit tetapi juga pembiayaan berdasar prinsip syariah Pertimbangan Penyaluran Dana Hal-hal yang selalu ingin diketahui bank sebelum menyalurkan dananya dalam bentuk kredit maupun pembiayaan berdasarkan prinsip syariah adalah :

29

a)

Perizinan dan legalitas

Bentuk-bentuk perizinan dan legalitas yang harus dipenuhi debitor sangat bervariasi tergantung pada bidang kegiatan atau usaha nasabah, antara lain : Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Angka Pengenal Eksportir Terbatas,

Surat Izin Tempat Usaha, Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi, Sertifikat Tanah, Tanda Daftar Perusahaan. b) Karakter

Untuk menilai karakter suatu nasabah dan meramalkan perilakunya dimasa yang akan datang, bank hanya dapat menggunakan beberapa indikator, antara lain adalah : Profesi, Penampilan, Lingkungan sosial, Pengalaman, Tindakan atau perilaku di masa lalu. c) Pengalaman dan manajemen

Pengalaman dan manajemen nasabah sangat memengaruhi kemampuan nasabah untuk mengelola kegiatannya sehingga dapat menghasilkan dana untuk membayar kewajibannya kepada bank. d) Kemampuan teknis

Factor-faktor yang dapat memengaruhi kemampuan teknis nasabah dalam menjalankan kegiatannya adalah : Tersedianya bahan baku, Adanya tenaga ahli, Ketersediaan mesin dan peralatan, Tempat usaha yang memenuhi syarat, Ketersediaan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan, Tingkat penguasaan teknologi. e) Pemasaran

Apabila nasabah tidak berhasil menjual produknya, nasabah akan mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya kepada pihak bank.

30

f)

Sosial

Keberadaan kegiatan yang yang dibiayai oleh bank sedikit banyak pasti membawa dampak tertentu terhadap masyarakat. Pihak bank harus ekstra hatihati apabila dampak yang ditimbulkan adalah sesuatu yang tidak disukai oleh masyarakat. g) Keuangan

Sehat dan tidak sehatnya keadaan usaha nasabah dapat dilihat salah satunya melalui keadaan keuangannya, dan keadaan keuangan nasabah dapat dilihat melalui laporan keuangannya. h) Agunan

Sebenarnya agunan bukan factor utama penentu keputusan pemberi dana. Agunan ini meliputi : 1) Agunan utama 2) Agunan tambahan

4.1.2

Jenis Kredit Atas Dasar Tujuan Penggunaan

Atas dasar tujuan penggunaan dananya oleh debitor, kredit dapat dibedakan menjadi : a) Kredit Modal Kerja (KMK) Kredit yang digunakan untuk membiayai kebutuhan modal kerja nasabah. KMK biasanya berjangka pendek dan disesuaikan dengan jangka waktu perputaran modal kerja nasabah. Ditinjau dari jangka waktunya, KMK terdiri atas dua macam : 1) KMK-Revolving Apabila kegiatan usaha debitor dapat diharapkan berlangsung secara berkelanjutan dalam jangka panjang dan pihak bank cukup mempercayai kemampuan dan kemauan nasabah, maka fasilitas KMK nasabah dapat

31

diperpanjang setiap periodenya tanpa harus mengajukan permohonan kredit baru hal ini disebut KMK-Revolving 2) KMK-Einmaleg Fasilitas KMK ini hanya diberikan sebatas satu kali perputaran usaha nasabah, dan apabila pada periode selanjutnya nasabah menghendaki KMK lagi maka nasabah harus mengajukan permohonan kredit baru. b) Kredit Investasi (KI) Kredit yang digunakan untuk pengadaan barang modal jangka panjang untuk kegiatan nasabah. c) Kredit Konsumsi Kredit yang digunakan dalam rangka pengadaan barang atau jasa untuk tujuan konsumsi, dan bukan sebagai barang modal dalam kegiatan usaha nasabah. 4.1.3 Korespondensi Bank

Corespondent Banking adalah hubungan system antarbank terdapat suatu pengaturan informasi antarbank Bank koresponden adalah bank yang menerima simpanan atau menerima fee sebagai imbalan atas jasa-jasa yang diberikan atau yang akan diberikan kepada suatu bank. Bank responden adalah bank yang mempunyai rekening atau simpanan pada suatu bank tertentu dan atau membayar suatu jumlah biaya (fee) atas layanan yang telah diterima atau yang diperkirakan akan diperoleh. Tujuan Korespondensi Perbankan :    Memudahkan kliring Memudahkan melakukan pembayaran ke dalam dan keluar negeri. Memudahkan melakukan transaksi-transaksi lain.

32

4.2 Sumber Penghimpunan Dana Pada dasarnya suatu bank mempunyai 4 alternatif untuk menghimpun dana untuk kepentingan usahanya, yaitu :     Dana sendiri Dana dari deposan Dana pinjaman Sumber dana lain

a. Dana Sendiri Meskipun untuk suatu usaha bank proporsi dana sendiri ini relative kecil dibandingkan dengan total dana yang dihimpun atau total aktivanya, namun dana sendiri ini tetap merupakan hal yang penting untuk kelangsungan usahanya. Pentingnya proporsi dana sendiri ini dibuktikan dengan adanya ketentuan dari bank sentral yang mengatur tentang proporsi minimal modal sendiri dibandingkan dengan total nilai Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR), yang lebih dikenal dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio—CAR). Berdasarkan UU Nomor 7 tahun 1992, bank umum dapat melakukan mobilisasi dana dengan cara melakukan emisi saham dan obligasi melalui bursa efek di Indonesia. b. Dana dari Deposan Pada dasarnya sumber dana dari masyarakat dapat berupa giro (demand deposit), tabungan (saving deposit), dan deposito berjangka (time deposit) yang berasal dari nasabah perorangan atau badan. 1) Giro Rekening giro (checking account) Simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menerbitkan cek untuk penarikan tunai atau bilyet giro untuk pemindahbukuan, sedangkan cek atau bilyet giro ini oleh pemiliknya dapat digunakan sebagai alat pembayaran.

33

Cek Perintah tak bersyarat kepada bank untuk membayar sejumlah uang tertentu pada saat penyerahannya atas beban rekening penarik cek. Jangka waktu pengunjukan agar mendapatkan pembayaran dari bank atas cek tersebut adalah selama 70 hari sejak tanggal penarikannya. Bilyet giro Merupakan perintah kepada bank untuk memindahbukukansejumlah tertentu uang atas beban rekening penarik tanggal tertentu kepada pihak yang tercantum pada bilyet giro tersebut dan bilyet giro dapat dibatalkan secara sepihak oleh penarik disertai dengan alas an pembatalan. Jasa giro Suatu imbalan yang diberikan oleh bank kepada giran atas sejumlah saldo gironya yang mengendap di bank. Fasilitas ini adalah adanya alat pembayaran yang efisien berupa cek dan bilyet giro serta penarikan yang dapat dilakukan sewakru-waktu, 2) Deposito Berjangka Simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu sesuai tanggal yang diperjanjikan antara deposan dan bank. Dengan kata lain simpanan dalam bentuk deposito berjangka tidak bisa disebut sebagai sumber penghimpunan dana bagi bank yang murah. 3) Tabungan Simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan dengan syarat tertentu yang disepakati, dan tidak dengan cek atau bilyet giro atau alat lain yang dapat dipersamakan dengan itu. Ditinjau dari sisi bank, penghimpunan dana melalui tabungan termasuk lebih murah daripada deposito tapi lebih mahal dibandingkan giro.

34

4) Cara lain penghimpunan dana dari deposan Persaingan yang ketat dalam penghimpunan dana antarbank telah

memunculkan produk-produk baru dalam penghimpunan dana. Produk-produk baru tersebut antara lain :  Sertifikat deposito  Deposit on Call  Rekening giro terkait tabungan c. Dana Pinjaman Dana pinjaman yang diperoleh bank dalam rangka menghimpun dana antara lain dapat berupa : 1) Call money Call money merupakan sumber dana yang dapat diperoleh bank berupa dana pinjaman jangka pendek dari benk lain melalui interbank call money market. Sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan dana mendesak dalam jangka pendek. 2) Pinjaman antarbank Kebutuhan pendanaan kegiatan usaha suatu bank dapat juga diperoleh dari pinjaman jangka pendek dan menengah dari bank lain dan sering digunakan untuk pendanaan yang lebih terencana. 3) Kredit Likuiditas Bank Indonesia Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI) adalah kredit yang diberikan oleh Bank Indonesia terutama kepada bank yang sedang mengalami kesulitan likuiditas. Masalah kesulitan likuiditas ini bisa terjadi karena kalah kliring atau adanya penarikan dana besar-besaran oleh nasabah-nasabah suatu bank(rush).

35

d. Sumber Dana Lain Sumber penghimpun dana dapat juga berasal dari sumber-sumber lain yang tidak dapat digolongkan dalam jenis dana diatas. Sumber dana yang lain ini selalu berkembang sesuai dengan perkembangan usaha perbankan dan perekonomian secara umum. Sumber-sumber tersebut antara lain : 1) Setoran jaminan Setoran jaminan atau sering disingkat menjadi storjam merupakan dana yang wajib diserahkan nasabah untuk menerima jasa-jasa tertentu dari bank. Perlu diingat bahwa dana storjam ini biasanya hanya akan mengendap di bank untuk jangka pendek dan menengah sesuai jangka waktu jasa yang diberikan oleh bank. Dengan demikian, penggunaan dana storjam ini tentu saja juga harus disesuaikan dengan jangka waktu storjam itu sendiri. 2) Dana transfer Pemindahan dana yang berupa pemindah bukuan antarrekening, dari uang tunai ke suatu rekening, atau dari suatu rekening untuk kemudian ditarik tunai. Dana ini jelas hanya akan mengendap di bank untuk jangka waktu yang sangat singkat. 3) Surat Berharga Pasar Uang Surat-surat berharga jangka pendek yang dapat diperjual belikan dengan cara didiskonto oleh Bank Indonesia. 4) Diskonto Bank Indonesia Penyediaan dana jangka pendek oleh BI dengan cara pembelian promes yang diterbitkan oleh bank-bank atas dasar diskonto. Fasilitas diskonto ini dapat dibagi dua yaitu fasilitas diskonto yang diberikan dalam rangka

memperlancar pangaturan dana bank sehari-hari dan fasilitas diskonto yang diberikan untuk memudahkan bank dalam menanggulangi kesulitan pendanaan.

36

4.2.1

Penggunaan Dana

Pengertian Dana yang berhasil dihimpun oleh bank akan menjadi beban bila dibiarkan begitu saja tanpa ada usaha alokasi untuk tujuan-tujuan yang produktif. Meskipun pertimbangan tersebut mencakup banyak hal, terdapat tiga hal utama yang selalu menjadi perhatian bank, ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut : a) Risiko dan Hasil Apapun bentuk aktiva yang dipilih, pengalokasian dana selalu berkaitan dengan aspek resiko dan ‘rate of return’ dari aktiva tersebut. Kenyataan yang dihadapi oleh bank dan juga setiap investor adalah adanya hubungan yang searah antara tingkat resiko dan rate of return dari setiap pilihan bentuk investasi atau aktiva. Semakin tinggi rate of return yang mungkin dapat diperoleh dari suatu aktiva maka semakin tinggi pula tingkat resiko yang ditanggungnya dan sebaliknya. Dengan adanya bentuk investasi aktiva produktif ini, maka bank dapat memperoleh penerimaan untuk membiayai keseluruhan biaya operasional bank seperti biaya bunga, biaya tenaga kerja, dan juga untuk mendapatkan keuntungan. Tingkat risiko yang diharapkan tidak mungkin nol. Hubungan tersebut dapat dilihat pada grafik Gambar 6.1 di bawah ini.

37

Tingkat risiko

Investasi / aktiva

0

Rate of return / produktivitas Gambar 6.1 Hubungan antara Risiko dan Rate of Return

b) Jangka Waktu dan Likuiditas Likuiditas dalam kaitannya dengan jangka waktu. Bank memilih berbagai macam bentuk aktiva dengan mempertimbangkan jangka waktu aktiva tersebut dapat dijadikan alat likuid. 4.2.2 Pengelolaan Aktiva dan Passiva

a. Pengertian Pengelolaan aktiva dan passive(kewajiban) suatu bank merupakan sesuatu yang tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Pengelolaan aktiva suatu bank selalu memperhatikan karakteristik dari penghimpunan dana pada sisi passive dan berlaku juga sebaliknya. Secara umum komite ini berhadapan dengan permasalahan : a) Penghimpunan dana yang mempertimbangkan aspek o Biaya administrative o Biaya bunga o Strategi/cara/metode

38

o

Diversivikasi

o Jangka waktu dan likuiditas o Portofolio dan kaitannya dengan penggunaan dana b) Penggunaan dana yang mempertimbangkan aspek o Likuiditas dan jangka waktu o Risiko o Rate of return o Biaya bunga o Diversifikasi o Portofolio dan kaitannya dengan penghimpunan dana b. Pendekatan Dasar Pengelolaan Aktiva Pasiva Pendekatan yang dapat digunakan adalah sebagai berikut : a) Pool of Funds Pendekatan ini memperlakukan dana tersebut sebagai dana tunggal tanpa memperhitungkan sifat masing-masing komponen pembentuk dana. Dana tunggal itu kemudian dialokasikan untuk berbagai macam tujuan sesuai dengan strategi penggunaan dana. Pendekatan ini dapat digambarkan dalam skema pada gambar 6.2

39

Cadangan Primer

Giro

Cadangan Sekunder

Tabungan Deposito

Kredit yang disalurkan

Pinjaman Jangka Pendek

Surat Berharga Pinjaman Jangka Panjang Aktiva Tetap

Modal Sendiri

Penggunaan Dana

Sumber Dana

Gambar 6.2 Pool of Funds Approach

b) Asset Allocation atau Conversation of Funds Pendekatan ini kebalikan dari pendekatan pool of funds, perlakuan terhadap dana yang mempunyai karateristik berbeda-beda sebagai dana tunggal dianggap oleh pendekatan ini sebagai asumsi yang tidak sesuai dengan kenyataan. Salah satu bentuk pengelolaan aktiva-pasiva bank yang sesuai dengan pendekatan ini dapat dilihat dalam gambar 6.3.

40

Cadangan Primer

Giro

Cadangan Sekunder

Tabungan

Kredit yang disalurkan

Deposito

Surat Berharga

Pinjaman Jangka Pendek

Aktiva Tetap

Pinjaman Jangka Panjang

Modal Sendiri

PENGGUNAAN DANA

SUMBER DANA

Gambar 6.3 Asset Allocation Approach

4.2.3

Likuiditas Bank

Likuiditas suatu bank mempunyai peranan penting dalam pengelolaan bank. Likuiditas diperlukan antara lain untuk keperluan : a) Pemenuhan aturan reserve requirement atau cadangan wajib minimum yang ditetapkan bank sentral. b) Penarikan dana oleh deposan.

41

c) Penarikan dana oleh debitor. d) Pembayaran kewajiban yang jatuh tempo. Suatu bank dianggap likuid apabila : a) Mempunyai sejumlah alat-likuid yang dapat memenuhi kebutuhan likuiditasnya sesuai dengan waktunya b) Mampu memperoleh tambahan alat likuid sesuai kebutuhan dengan berbagai macam cara dari asset yang likuiditasnya rendah menjadi alat-alat likuid. Dalam rangka memenuhi likuiditasnya, bank dapat menggunakan beberapa pendekatan : a) Commercial Loan Theory b) Asset Shiftability Theory c) Doctrine of Anticipated Income Theory Indikator Likuiditas Indikator atau ukuran yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat likuiditas bank antara lain : a) Rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga b) Rasio kredit terhadap total dana pihak ketiga(loan to deposit ratio – LDR) c) Rasio surat berharga jangka pendek terhadap total surat berharga 4.2.4 Kolektibilitas Kredit

Setiap fasilitas kredit mempunyai tingkat kemungkinan realisasi pembayaran bunga dan pokok oleh debitor dan tingkat kolektibilitas yang berbeda-beda. Disamping menggunakan unsur-unsur kuantitatif, penentuan kolektibilitas juga dilakukan atas dasar pertimbangan subjektif (judgement). Maka kualitas kredit digolongkan menjadi lancar, dalam perhatian khusus, kurang lancar, diragukan, dan macet. Menurut kriteria :

42

Prospek usaha (perlu juga memperhatikan upaya debitor dalam rangka memelihara lingkungan hidup) Kinerja performance debitor Kemampuan membayar Kredit kepada Usaha Kecil dan Mikro a. Pengertian Kredit usaha kecil adalah kredit yang diberikan kepada nasabah usaha kecil dengan kredit maksimum Rp 250 juta untuk pembiayaan usaha yang produktif. Usaha yang produktif adalah usaha yang dapat memberikan nilai tambah dalam menghasilkan barang dan jasa. Usaha kecil adalah usaha yang memiliki total asset maksimum termasuk tanah dan bangunan yang ditempati. b. Karateristik Kredit kepada Usaha Kecil dan Mikro Karakteristik kredit kepada usaha kecil dan mikro secara umum adalah : 1) Memerlukan persyaratan penyerahan agunan yang lebih lunak 2) Memerlukan metode monitoring kredit yang khusus 3) Cenderung menimbulkan biaya pelayanan kredit yang lebih tinggi 4) Memerlukan persyaratan persetujuan kredit yang lebih sederhana asset Rp 600 juta tidak

c. Kerja sama Pemberian Kredit Kepada Usaha Kecil dan Mikro Dengan adanya kerja sama ini diharapkan tingkat penyaluran kredit kepada usaha kecil dan mikro dapat semakin besar dan luas. Kerja sama tersebut juga dapat dilakukan oleh bank umum dengan bank umum lainnya, Bank Perkreditan Rakyat atau lembaga pembiayaan. Berbagai macam alternatif bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan oleh bank dalam penyaluran kredit kepada usaha kecil dan mikro antara lain dapat berupa: a) Pinjaman langsung dari bank umum kepada BPR b) Pembiayaan bersama (point financing)

43

c) Penyaluran kredit (canneling) d) Anjak piutang (factoring) e) Penerbitan SPBU

4.3 Rangkuman Hasil Penulisan Dari hasil penulisan yang telah dilakukan oleh penulis pada pembahasan kredit perbankan maka dapat diperoleh hasil rangkuman bahwa banyak masyarakat yang melakukan kredit bunga bank dan dapat dilihat hasil komponen perhitungan tingkat bunga pinjaman bank pada table sebagai berikut : Deskripsi Komponen Perhitungan Tingkat Bunga Pinjaman Biaya bunga simpanan(rata-rata tertimbang berbagai macam bentuk simpanan masyarakat di bank yang bersangkutan) Reserve adjustment(proporsi dana simpanan dari masyarakat yang dialokasikan sebagai cadangan untuk tujuan likuiditas) Biaya pelayanan dan pengelolaan simpanan dana masyarakat Penjumlahan 3 komponen di atas disebut dengan Marginal Cost of Fund Biaya pelayanan dan pengelolaan fasilitas kredit / pinjaman Profit Margin(tingkat keuntungan yang diinginkan oleh bank) Penjumlahan 3 komponen diatas disebut dengan Base Rate Risk adjustment(Proporsi dari total penyaluran dana yang dianggap berisiko untuk tidak dapat 5.00 % 10.05 % 2.00 % 7.05 % 1.00 % 0.05 % 1.00 % 6.00 % Contoh Perhitungan

44

ditarik kembali atau menjadi bermasalah) Lending Rate(tingkat bunga pinjaman yang wajib dibayar oleh debitor) 15.05 %

Dari data table di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Biaya bunga simpanan(6.00%)+Reserve adjustment(1.00%)+Biaya pelayanan dan pengelolaan simpanan dana masyarakat(0.05%)=Marginal Cost of Fund (7.05%). Marginal Cost of Fund(7.05%)+Biaya pelayanan dan pengelolaanfasilitaskredit(1.00%)+Profit margin(2.00%)=BaseRate(10.05%).Baserate(10.05%)+Riskadjustment(5.0 0%)=Lending rate(15.05%)

45

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan Masyarakat banyak melakukan pinjaman kredit kepada bank sehingga pihak debitor harus membayar bunga pinjaman pada bank, dan perhitungan tingkat bunga pinjaman bank pada table

dapat dilihat komponen data sebagai berikut :

Deskripsi Komponen Perhitungan Tingkat Bunga Pinjaman Biaya bunga simpanan(rata-rata tertimbang berbagai macam bentuk simpanan masyarakat di bank yang bersangkutan) Reserve adjustment(proporsi dana simpanan dari masyarakat yang dialokasikan sebagai cadangan untuk tujuan likuiditas) Biaya pelayanan dan pengelolaan simpanan dana masyarakat Penjumlahan 3 komponen di atas disebut dengan Marginal Cost of Fund Biaya pelayanan dan pengelolaan fasilitas kredit / pinjaman Profit Margin(tingkat keuntungan yang diinginkan oleh bank) Penjumlahan 3 komponen diatas disebut dengan Base Rate

Contoh Perhitungan

6.00 %

1.00 %

0.05 %

7.05 % 1.00 %

2.00 %

10.05 %

46

Risk adjustment(Proporsi dari total penyaluran dana yang dianggap berisiko untuk tidak dapat ditarik kembali atau menjadi bermasalah) Lending Rate(tingkat bunga pinjaman yang wajib dibayar oleh debitor) 15.05 % 5.00 %

Jadi dari hasil perhitungan diatas dengan menggunakan metode penjumlahan dapat disimpulkan bahwa tingkat bunga pinjaman yang wajib dibayar oleh debitor sebesar 15.05% 5.2 Saran Berdasarkan hasil penulisan yang telah didapat eleh penulis, maka penulis mencoba memberikan saran yaitu agar para pihak bank yamg memberikan pinjaman uang secara kredit kepada pihak debitor bisa lebih efektif dan efisien lagi dalam melakukan pekerjaannya dengan peraturan yang telah dibuat oleh Bank Indonesia, segala peraturan atau berbagai macam jenis kredit pinjaman bank bisa dapat digunakan baik pihak bank maupun pihak peminjam agar sama-sama saling menguntungkan.

47

DAFTAR PUSTAKA

Triandaru, Sigit Budi Santoso, Totok. Bank dan Lembaga Keuangan Lain Edisi 2, Jakarta;Salemba Empat, 2006. www.google.com

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->