P. 1
Makalah Ins. LAN Tio an XI-TKJ A

Makalah Ins. LAN Tio an XI-TKJ A

|Views: 1,930|Likes:
Published by tio adistiyawan
semester 1 instalasi LAN
semester 1 instalasi LAN

More info:

Published by: tio adistiyawan on Dec 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/27/2014

pdf

text

original

Dalam pembahasan kali ini akan dibahas mengenai komponen-komponen

jaringan yang digunakan untuk melakukan penempatan kabel dalam jaringan.

Berikut adalah penjelasan singkat mengenai komponen-komponen pendukung

dalam penggunaak media transmisi jaringan.

1. Conduit

Conduit yaitu sistem perpipaan yang digunakan untuk pelindung dan

routing kabel. Conduit bisa terbuat dari plastic, besi, tanah liat, dll.

Aturan pemakaian conduit antara lain :

- 40% diameter conduit harus kosong sebagai space agar kabel

didalamnya tidak terlalu berdesakan.

- Biasanya conduit jaringan menggunakan pipa berwarna hitam,

dan dibedakan dari conduit listrik yang menggunakan pipa

warna putih.

39

2. Cable Tray

Cable Tray ini fungsinya sama hampir sama dengan conduit.

Perbedaannya adalah terletak pada fungsi dalam melakukan reparasi atau

perbaikkan kabel. Jika kita lihat pada conduit, semua bagian kabel tertutp

seutuhnya. Ini akan mengakibatkankesulitan saat hendak memperbaiki kabel

yang ada di dalamnya. Namun tetap saja ada kekurangannya. Cable Tray

sangat rentan terhadap gangguan eksternal. Walaupun tetap dapat

melindungi kabel, namun kemungkinan kabel mengalami kerusakan lebih

besar.

3. Wiring Closet

Atau biasa disebut telecommunication closet, yaitu muara kabel.

Wiring closet adalah sebuah kamar kecil umum ditemukan pada bangunan

institusional, seperti sekolah dan kantor, di mana sambungan listrik dan

jaringan dilakukan. Mereka digunakan untuk berbagai tujuan, fungsi

mereka yang paling umum adalah untuk jaringan computer yaitu untuk

tempat bermuaranya kabel-kabel. Banyak jenis tempat koneksi jaringan

batasan jarak antara peralatan, seperti komputer pribadi, dan perangkat

akses jaringan, seperti router. Pembatasan ini mungkin memerlukan

beberapa wiring closet pemasangan kawat di setiap lantai gedung besar.

40

4. Wallplate

Yaitu pelat plastic maupun besi yang biasa ditempelkan pada dinding

untuk meningkatkan efisiensi, perlindungan, dan kerapihan dari kabel

jaringan. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menginstalasi wallplate

antara lain :

- Tentukan lokasi terbaik.

- Wall plate harus dekat workstation (panjang maksimum dari

wallplate ke workstation adalah 5 meter).

- Hindarkan wallplate dari sumber panas langsung yang dapat

merusak konektor dan mengurangi efisiensi.

Ada 3 cara memasang wallplate antara lain :

- Outlet boxes

- Cut-in plates

- Surface-mount outlet boxes

5. Walljack

Biasanya berupa interface yang menjadi terminal penghubung antara

workstation dengan kabel penghubung yang terpasang pada wallplate.

41

Tipe-tipe jack-nya antara lain :

- Single RJ-11 type

- Single RJ-45 type

- Single coax (TV cable)

- Single BNC

- Dual RJ-11 type

- Dual RJ-45 type

- Single RJ-11 type, single RJ-45 type

- Single RJ-11 type, single coax (TV cable)

- Single RJ-45 type, single BNC

6. Biscuit Jack

Yaitu jack yang mulanya dipakai untuk kabel telepon. Biscuit jack

merupakan connector dinding yang nantinya akan terintegerasi dengan

wallplate.

7. IDC (INSULATION DISPLACEMENT CONNECTOR)

Yaitu connector yang memiliki pin menancap kabel dan menyentuh

tembaga. Proses ini disebut crimping atau punching down.

42

8. PATCH PANEL

Patch cable adalah segmen kabel UTP yang dipakai untuk

menghubungkan kartu interface jaringan ke wall jack atau untuk

menghubungkan bagian-bagian lain dari instalasi kabel jaringan ini.

Patch panel merupakan panel penghubung yang menyediakan multi port

yang menyalurkan kabel-kabel ke piranti-piranti atau hardware penghubung

lainnya seperti switch.

Pada pembahasan di atas telah dijelaskan mengenai perangkat atau

komponen-komponen yang berkaitan dengan pengkabelan. Komponen-

komponen tersebut diperlukan untuk mendesain jaringan yang baik.Selain

komponen-komponen tersebut, seorang network designer juga harus

memperhatikan bagaimana perlakuan yang benar pada pengkabelan

jaringan. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain :

- Grounding, yaitu teknik pengkabelan ke tanah untuk membentuk

sebuah saluran electron listrik pada kabel jaringan.

- Labeling, yaitu member label petunjuk untuk keterangan dari sebuah

kabel sehingga jika terjadi mesalah pada satu host, tidka sulit untuk

mengecek kabel mana yang rusak.

- Cable patchway, yaitu teknik yang dilakukan untuk menentukan jalur

kabel. Designer jaringan harus mampu menentukan jalur kabel,

apakah melewati atap ruangan, menyusuri bagian bawah dari meja,

menyusuri dinding, dll.

- Bending, yaitu teknik pembelokan dari kabel. Contoh, pada saat

hendak membelokan kabel di pojok ruangan, sangat tidak dianjurkan

kabel dibengkokan 90o

karena hal ini akan mengurangi kinerja dari

jaringan.

43

BAB VIII

UN-GUIDED MEDIA

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->